The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku Modul BAITUL ARQAM Ranting & Cabang-Daerah

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Kamaruddin S.Pd.I, 2024-06-23 03:16:58

Buku Modul BAITUL ARQAM Ranting & Cabang-Daerah

Buku Modul BAITUL ARQAM Ranting & Cabang-Daerah

Majelis Pendidikan Kader Pimpinan Pusat Muhammadiyah MODUL BAITUL ARQAM ƒ Tingkat Ranting dan Cabang ƒ Tingkat Daerah


Modul Baitul Arqam ƒTingkat Ranting & Cabang ƒTingkat Daerah Diterbitkan oleh: MPK PP Muhammadiyah Tim Penyusun Koordinator & Editor: Munawwar Khalil Anggota: Muhammad Wiharto Paryanto Rohma Muhammad Rifqi Rifai Edisi Pertama Tahun 2016 Rancang grafis: adim@paknala Sekretariat MPK: Jl. KHA. Dahlan No. 103 Telp. 0274-375025 Email: [email protected]


3 Modul Baitul Arqam Daftar Isi Kata Pengantar Ketua MPK — 3 A. Modul Baitul Arqam Tingkat Ranting dan Cabang 1. Orientasi dan Kontrak Belajar — 8 2. Hakikat Islam (1): Peran Tauhid dalam kehidupan — 12 3. Tuntunan Ibadah sesuai keputusan Tarjih — 15 4. Ibadah Mahdhah dan Nafilah — 18 5. Metodologi Pemahaman Agama Islam — 22 6. Gerakan Jama’ah dan Dakwah Jama’ah — 25 7. Profil Kader dan Nilai Perjuangan Tokoh Muhammadiyah — 28 8. Revitalisasi Cabang dan Ranting — 31 9. Hirarki dan Tata Aturan dalam Muhammadiyah — 34 10. Tadarus Fathul Qulub (Sesi Shubuh) — 37 11. Tadarus Fathul Qulub (Refleksi Penutup Kegiatan Harian) — 40 12. Outbound — 43 Lampiran: Ragam Games Outbond — 47 B. Modul Baitul Arqam Tingkat Daerah 1. Orientasi dan Kontrak Belajar — 54 2. Mukadimah Anggaran Dasar Muhammadiyah — 58 3. Tuntunan Ibadah sesuai keputusan Tarjih — 61 4. Ibadah Mahdhah dan Nafilah — 64 5. Manhaj Tarjih — 68 6. PHIWM — 72


4 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah 7. Profil Kader dan Nilai Perjuangan Tokoh Muhammadiyah — 75 8. Manajemen Organisasi dan Akhlak Bermuhammadiyah — 79 9. Revitalisasi Pendidikan Muhammadiyah — 82 10. Tadarus Fathul Qulub (Sesi Shubuh) — 85 11. Tadarus Fathul Qulub (Refleksi Penutup Kegiatan Harian) — 88 12. Outbound — 91 Lampiran: Ragam Games Outbond — 95


5 Modul Baitul Arqam Kata Pengantar Majelis Pendidikan Kader Pimpinan Pusat Muhammadiyah Assalamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT. atas perkenannya Modul Baitul Arqam ini dapat diterbit sesuai rencana. Salawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad SAW. yang senantiasa menjadi teladan kita semua untuk menjadi sebaik-baik manusia. Buku yang ada di hadapan Bapak/Ibu/Saudara ini merupakan modul bahan pembelajaran untuk menunjang kegiatan Baitul Arqam (BA) di tingkat Ranting-Cabang & Daerah tersebut. Dengan keberadaan modul ini, para instruktur dan narasumber yang menjadi pengampu dari materi BA Ranting-Cabang & Daerah dapat menjadikannya rujukan untuk membuat perencanaan pembelajaran, atau semacam Satuan Acara Pembelajaran (SAP). Kami mengharapkan agar buku ini mampu memberikan informasi yang dibutuhkan secara memadai. Guna mendapatkan gambaran materi yang utuh, para narasumber/instruktur BA dapat juga melihat buku Materi Induk Perkaderan Muhammadiyah (MIPM) yang diterbitkan oleh Majelis Pendidikan Kader (MPK) PP Muhammadiyah. Kami tentu menyadari, sebagai sebuah modul, buku ini masih membutuhkan penyempurnaan dan pendalaman lebih lanjut. Untuk itulah, masukan dan kritik konstruktif dari para pembaca sangat kami harapkan. Semoga upaya yang telah dilakukan ini mampu menambah makna bagi peningkatan mutu perkaderan Muhammadiyah, dan tercatat sebagai amal saleh di hadapan Allah Swt. Ucapan terima


6 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah kasih juga mengiringi kepada tim penulis modul Baitul Arqam Ranting-Cabang & Daerah ini yang telah menyusun modul dengan penuh kesungguhan, semoga menjadi amal jariah bagi kita semua. Akhirnya, hanya kepada-Nya kita semua memohon petunjuk dan pertolongan agar pembudayaan perkaderan yang dilakukan selama ini bernilai guna bagi pembangunan sumberdaya Muhammadiyah secara nasional dan peningkatan mutu umat Islam di Indonesia. Amin Yogyakarta, 20 Rajab 1437 H 28 April 2016 M Majelis Pendidikan Kader Muhammadiyah PP Muhammadiyah Ketua, Dr. H. Ari Anshori, M.Ag. NBM. 847 001


7 Modul Baitul Arqam MODUL BAITUL ARQAM Tingkat Ranting dan Cabang


8 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah Modul I Orientasi dan Kontrak Belajar A. Standar Kompetensi Melalui sesi ini peserta dapat memahami tujuan, urgensi dan manfaat Baitul Arqam serta dapat mematuhi kontrak belajar yang disepakati dan diberlakukan kepada seluruh peserta. B. Kompetensi Dasar Peserta dapat saling mengenal, memahami tujuan pelatihan dan berpartisipasi aktif dalam perkaderan Baitul Arqam. C. Indikator Peserta dapat : 1. Saling mengenal dengan sesama peserta dan instruktur/ fasilitator. 2. Menjelaskan tujuan pelatihan 3. Merumuskan dan menaati kontrak belajar selama pelatihan. 4. Menampilkan partisipasi aktif dalam pelatihan D. Pokok Bahasan 1. Ta’aruf. 2. Faktor keberhasilan pelatihan. 3. Rumusan Tujuan & Harapan selama Pelatihan. 4. Rumusan hal-hal yang harus dilaksanakan selama pelatihan.


9 Modul Baitul Arqam 5. Rumusan hal-hal yang tidak boleh dilaksanakan selama pelatihan. 6. Jadwal dan Kegiatan Pelatihan. 7. Pemilihan Ketua Kelas dan Pembagian Tugas. E. Bahan & Alat 1. LCD 2. Kertas Plano 3. Papan Tulis 4. Spidol 5. Sticky Notes 6. Bola Tenis F. Metode dan Strategi o Curah pendapat o Permainan o Elicitation o Card Short o Disko (Diskusi Kelompok) G. Alokasi Waktu 2 X 30 menit H. Langkah Kegiatan 1. Buka sesi dengan salam. Master of Training (MoT) memperkenalkan diri dengan menekankan bahwa ia beserta tim instruktur yang lain akan mendampingi peserta selama pelatihan. ( 5 menit) 2. Perkenalan antar peserta. MoT memberi waktu ke semua


1 0 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah peserta memperkenalkan diri, yang meliputi nama, alamat, jabatan dalam organisasi maupun hal-hal lain yang diperlukan, seperti yang paling disenangi dan yang paling tidak disenangi. Ingatkan bahwa fasilitator akan mengecek “pengenalan peserta terhadap yang lainnya”. Karena itu, ditekankan agar semua peserta memperhatikan proses ta’aruf. Ingatkan, bahwa dalam satu organisasi, mengenal satu sama lain secara mendalam sangat diperlukan. (15’) 3. Lakukan permainan penghangat suasana, misalnya lempar bola tenis dengan menyebut nama atau kesukaan teman yang dilempar bola. (5’). 4. Eliciting : (15’). a. Identifikasi masalah secara spontanitas. b. Membangkitkan sence of problem pada permasalahan yang dihadapi Muhammadiyah. c. Membangkitkan semangat perubahan d. Identifikasi faktor keberhasilan internal dan external. e. Ingatkan bahwa keberhasilan pelatihan sangat tergantung pada faktor internal peserta. Karena itu, kedisiplinan dan keaktifan peserta sangat menentukan keberhasilan peserta dalam pelatihan. 5. Merumuskan tiga unsur dasar pelatihan. (15’) a. Peserta dibagi kartu warna (merah, kuning, hijau). b. Peserta akan menulis harapan, apa yang harus dilaksanakan, apa yang tidak boleh dilakukan (masingmasing peserta cukup menulis satu pada kertas merah, kuning dan hijau) c. Peserta menempel kertas merah (harapan) pada


1 1 Modul Baitul Arqam kertas plano I, kertas kuning (yang harus dilaksanakan) pada kertas plano II, dan kertas hijau (yang tidak boleh dilakukan) pada kertas plano III. d. Bagi peserta menjadi tiga kelompok (kelompok merah, kuning dan hijau). e. Minta mereka mendiskusikan dan merumuskan sesuai dengan kelompoknya (Kel. I,II, dan III). f. Minta masing-masing kelompok mempresentasikan secara singkat. g. MoT mengklarifikasi dan menekankan bahwa rumusan itu kesepakatan bersama. Semua memiliki tanggung jawab moral mewujudkan dan menegakkannya. Tegaskan bahwa keberhasilan pelatihan ditentukan oleh komitmen melaksanakan tiga rumusan tersebut. 6. Penutup (5’) Sebelum menutup sesi orientasi dan kontrak belajar MoT memimpin pemilihan ketua kelas dan menjelaskan tanggung jawabnya serta meminta ketua kelas untuk menyusun jadwal petugas imam shalat jamaah dan penceramah kultum dari kalangan peserta. Fasilitator menutup sesi dengan salam.


1 2 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah Modul 2 Hakikat Islam (1): Peran Tauhid dalam Kehidupan A. Standar Kompetensi Kemurnian akidah yang membentuk keshalehan dalam kehidupan B. Kompetensi Dasar Peserta menjadikan tauhid sebagai prinsip dasar dan utama dalam menjalankan kehidupan C. Indikator Peserta dapat: 1. Menerima konsep tauhid sebagai prinsip dasar dalam kehidupan 2. Menerapkan tauhid dalam kehidupan sosial 3. Melaksanakan gerak dakwah amar ma’ruf nahi mungka dalam bingkai tauhid D. Pokok Bahasan 1. Makna tauhid 2. Tauhid sebagai spirit kemajuan umat. 3. Tauhid dan penegakan amar ma’ruf nahi munkar. E. Bahan & Alat 1. LCD 2. Speaker Aktif 3. CD Lagu Muhammadiyah


1 3 Modul Baitul Arqam F. Metode dan Strategi o Ceramah bervariasi o Diskusi G. Alokasi Waktu 2 X 45 menit H. Langkah Kegiatan 1. Pengantar ( 15 menit ) Instruktur membuka acara dan mengenalkan narasumber (pembicara ahli). Instruktur memutarkan cd lagu Sang Surya, peserta diajak berdiri dan mengikuti nyanyian. Peserta diminta saling menjelaskan apa yang dirasakan dan dipahami dari lagu tersebut, dengan teman didekatnya. 2. Pembicara Ahli (40’) Instruktur mempersilakan narasumber ahli untuk menyampaikan pengantar diskusi. Narasumber menguraikan materi tentang Peran Tauhid dalam Kehidupan dengan bahasan meliputi makna tauhid, tauhid sebagai spirit kemajuan umat serta tauhid dan penegakan amar ma’ruf nahi munkar. 3. Diskusi/Tanya Jawab (30’) Peserta mengajukan tanggapan dan pertanyaan kepada narasumber, instruktur mencatat pertanyaan peserta dalam slide powerpoint kemudian mempersilakan narasumber ahli untuk menjawab. 4. Pemantapan (5’) Peserta menyimpulkan konstruksi peran tauhid dalam kehidupan berdasarkan beberapa uraian dari narasumber ahli dan pembacaan peserta terhadap materi terkait.


1 4 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah I. Daftar Pustaka 1. Yunahar Ilyas, Kuliah Aqidah Islam, (Yogyakarta: LPPI UMY, 2014) 2. Amin Rais, Tauhid Sosial, (Bandung: Mizan, 1998) 3. Azhar Basyir, Beragama Secara Dewasa, (Yogyakarta: UII Press, 2013)


1 5 Modul Baitul Arqam Modul 3 Tuntunan Ibadah Sesuai Tarjih A. Standar Kompetensi Ketaatan beribadah yang tahsinah dari ibadah itu terpantul dalam kehidupan sehari-hari B. Kompetensi Dasar Peserta melaksanakan ibadah mahdah sesuai dengan hasil keputusan tarjih C. Indikator Peserta dapat : 1. Menyetujui tuntunan ibadah sesuai dengan putusan tarjih Muhammadiyah 2. Memilih hasil putusan tarjih sebagai rujukan dalam melaksanakanibadah keseharian 3. Melaksanakan ibadah mahdah sesuai dengan tuntunan syariah secara konsisten D. Pokok Bahasan 1. Kaifiyat Wudhu, Tayammum, & Mandi Junub 2. Kaifiyat & Bacaan Shalat E. Bahan & Alat 1. LCD 2. Speaker Aktif 3. CD Thaharah dan Shalat MTT PP Muhammadiyah 4. Sajadah


1 6 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah F. Metode dan Strategi o Simulasi o Watching video o Tanya Jawab G. Alokasi Waktu 2 X 45 menit H. Langkah Kegiatan 1. Pengantar (10 menit ) Instruktur membuka acara dan mengenalkan narasumber (pembicara ahli, diutamakan dari pimpinan Majelis Tarjih dan Tajdid setempat). Instruktur meminta 1-3 partisipan untuk mempraktekkan gerakan wudhu, tayamum dan shalat yang menjadi kebiasaan peserta dalam praktek ibadah keseharian. 2. Pembicara Ahli (45’) Instruktur mempersilakan narasumber ahli untuk memberi tanggapan terhadap simulasi yang telah dilakukan oleh peserta. Boleh diawali dengan penjelasan tentang makna ibadah yang dipahami oleh Muhammadiyah dan konsekuensinya dalam amaliah ibadah mahdah dalam keseharian. Setelah penjelasan teoritis dapat dilanjutkan dengan telaah terhadap praktek thaharah dan shalat yang dipahami oleh Muhammadiyah sesuai dengan putusan tarjih dengan menayangkan video praktek wudhu, tayamum dan shalat dari CD yang diterbitkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Selama menjelaskan materi dapat dilakukan dialog interaktif menyangkut materi yang dibicarakan.


1 7 Modul Baitul Arqam 3. Tanya Jawab elaboratif (30 menit) Peserta mengajukan tanggapan dan pertanyaan kepada narasumber menyangkut tema ibadah mahdah, instruktur mencatat pertanyaan peserta dalam slide powerpoint kemudian mempersilakan narasumber ahli untuk menjawab. 4. Pemantapan (5 menit) Peserta menyimpulkan materi tentang tuntunan ibadah mahdah sesuai tarjih berdasarkan beberapa uraian dari narasumber ahli dan pembacaan peserta terhadap materi terkait. I. Daftar Pustaka 1. Majelis Tarjih & Tajdid PP Muhammadiyah, Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah, (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2014) 2. _____, Tanya Jawab Agama jilid 1-7,(Yogyakarta: Suara Muhammadiyah,1996-2010) 3. Agung Danarto, Cara Berwudhu Menurut Rasulullah, (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2005) 4. _____, Cara Shalat Menurut HPT, (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2006) 5. Asep Solahudin, Tuntunan Ibadah Praktis, (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2005).


1 8 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah Modul 4 Ibadah Mahdhah dan Nafilah A. Standar Kompetensi Ketaatan beribadah yang tahsinah dari ibadah itu terpantul dalam kehidupan sehari-hari B. Kompetensi Dasar Peserta membiasakan amalan ibadah mahdah dan nafilah dalam kehidupan sehari-hari secara konsisten C. Indikator Peserta dapat: 1. Menyetujui tuntunan ibadah mahdah dan nafilah sesuai dengan putusan tarjih 2. Memilih hasil putusan tarjih sebagai rujukan dalam melaksanakan ibadah mahdah dan nafilah. 3. Membiasakan ibadah mahdah & nafilah sesuai dengan tuntunan syariah secara konsisten D. Pokok Bahasan 1. Shalat 5 waktu 2. Shalat Jamak/Qoshar 3. Qiyamul Lail 4. Tadarus Fathul Qulub 5. Kultum 6. Zikir dan Do’a E. Bahan & Alat 1. LCD


1 9 Modul Baitul Arqam 2. Kertas Plano 3. Papan Tulis 4. Buku Tadarus Fathul Qulub F. Metode dan Strategi o Drill o Tanya Jawab G. Alokasi Waktu Terjadwal H. Langkah Kegiatan 1. Shalat 5 waktu a. Seluruh proses peribadatan difasilitasi dan dipandu oleh imam training dengan memberikan pendelegasian kepada peserta untuk azan, imam shalat dan kultum. b. Peserta wajib mengikuti seluruh kegiatan ibadah sebagai bagian dari proses perkaderan karena itu tidak dibenarkan peserta meninggalkan lokasi perkaderan selama Baitul Arqam berlangsung sampai selesainya acara penutupan. c. Instruktur memantau/mengobservasi seluruh kegiatan peribadatan yang dilakukan oleh peserta. 2. Shalat Jamak/Qoshar a. Pelaksanaan shalat jamak/qashar dilakukan jika lokasi perkaderan berjauhan dengan lokasi/daerah asal peserta. b. Pelaksanaan shalat jamak/qashar merupakan bagian dari menegakkan sunnah Rasul sekaligus syiar Islam tentang adanya rukhsah dalam ibadah.


2 0 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah 3. Qiyamul Lail a. Selama perkaderan berlangsung qiyamul lail (shalat malam) menjadi agenda wajib dalam proses Baitul Arqam. b. Shalat dilaksanakan secara berjamaah dan setiap peserta digilir menjadi imam shalat wajib maupun qiyamul lail sebagai bagian dari proses perkaderan. 4. Tadarus Fathul Qulub a. Kegiatan tadarus Fathul Qulub dilaksanakan dalam 2 (dua) sesi sehari. b. Tadarus Fathul pertama dilaksanakan pada akhir sesi malam hari dan pada waktu selesai melaksanakan qiyamul lail dan dilanjutkan setelah shalat shubuh. c. Penjelasan lebih lanjut tentang Tadarus Fathul Qulub dapat dilihat pada bagian akhir modul ini. 5. Kultum a. Kegiatan kuliah tujuh menit (kultum) dilaksanakan setiap habis shalat dhuhur dan maghrib. b. Imam training bersama ketua kelas menyusun jadwal petugas imam dan kultum serta mengawal pelaksanaannya. 6. Zikir dan Do’a a. Setelah melaksanakan shalat jamaah setiap peserta melakukan zikir dan do’a. b. Pelaksanaan zikir dan do’a dilaksanakan secara pribadi sesuai dengan kebutuhan/kepentingan masingmasing peserta.


2 1 Modul Baitul Arqam I. Daftar Pustaka 1. Majelis Tarjih & Tajdid PP Muhammadiyah, Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah, (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2014). 2. _____, Tanya Jawab Agama jilid 1-7, (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 1996-2010) 3. _____,Tuntunan Dzikir dan Doa Menurut HPT,(Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2008) 4. Agung Danarto, Cara Shalat Menurut HPT, (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2006) 5. Asmuni Abdurrahman, Shalat Berjamaah, (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2005) 6. Asep Solahudin, Tuntunan Ibadah Praktis, (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2005).


2 2 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah Modul 5 Metode Memahami Agama Islam A. Standar Kompetensi Fathonah dalam berpikir, berwawasan, dan menghasilkan karya pemikiran B. Kompetensi Dasar Peserta dapat membandingkan pelbagai metode dalam memahami Islam C. Indikator Peserta dapat : 1. Menjelaskan pengertian dan urgensi metode dalam memahami Islam 2. Menguraikan berbagai metode dalam memahami Islam 3. Mengapresiasi berbagai metode dan pendekatan dalam memahami Islam D. Pokok Bahasan 1. Pengertian Metode 2. Urgensi Metode dalam Memahami Islam 3. Metode-Metode Memahami Islam E. Bahan & Alat 1. LCD 2. Kertas Plano 3. Papan Tulis 4. Spidol


2 3 Modul Baitul Arqam F. Metode dan Strategi o Ceramah bervariasi o Diskusi G. Alokasi Waktu 2 X 45 menit H. Langkah Kegiatan 1. Pengantar ( 15 menit ) Instruktur membuka acara dan mengenalkan narasumber (pembicara ahli). Instruktur mengajak peserta melakukan brainstorming menyangkut apa saja dan bagaimana metode mereka selama ini dalam memahami Islam. Untuk memudahkan peserta memahami pertanyaan instruktur dapat memberikan contoh kasus tentang ayat atau hadist dan menanyakan bagaimana memahami ayat atau hadist tersebut. Pendapat peserta ditulis di papan tulis / kertas plano. 2. Pembicara Ahli (40 menit) Instruktur mempersilakan narasumber ahli untuk menyampaikan pengantar diskusi. Narasumber menjelaskan pengertian metode, urgensi metode dalam memahami Islam serta menguraikan berbagai metode dalam memahami Islam. 3. Tanya Jawab (30 menit) Peserta mengajukan tanggapan dan pertanyaan kepada narasumber, fasilitator mencatat pertanyaan peserta dalam slide powerpoint kemudian mempersilakan narasumber ahli untuk menjawab.


2 4 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah 4. Pemantapan (5 menit) Peserta menyimpulkan beberapa metode dalam memahami Islam serta mengaitkannya dengan paham agama dalam Muhammadiyah yang ada selama ini berdasarkan uraian dari narasumber ahli dan pembacaan peserta terhadap materi terkait. I. Daftar Pustaka 1. Mukti Ali, Metode Memahami Agama Islam, (Jakarta : Bulan Bintang, 1991)_____, Memahami Beberapa Aspek Ajaran Islam, (Bandung : Mizan, 1991) 2. M. Amin Abdullah, Studi Agama : Normativitas Atau Historisitas, Yogyakarta :Pustaka Pelajar, 1996. 3. Asjmuni Abdurrahman, Memahami Makna Tekstual, Kontekstual dan Liberal : Koreksi Pemahaman atas Koncatan Pemikiran, (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2008)


2 5 Modul Baitul Arqam Modul 6 Gerakan Jamaah Dakwah Jamaah (GJDJ) A. Standar Kompetensi Tabligh (menyampaikan kebaikan kepada orang lain, komunikatif dan terampil membangun jaringan ) B. Kompetensi Dasar Peserta berkomitmen berpartisipasi dalam GJDJ di lingkungannya C. Indikator Peserta dapat: 1. Menjelaskan konsep, prinsip, visi dan misi GJDJ 2. Menguraikan dan segmentasi gerakan serta realisasi program 3. Mempraktekkan GJDJ di lingkungan masing-masing D. Pokok Bahasan 1. Konsep Dasar, Prinsip, Visi dan Misi GJDJ 2. Strategi dan Segmentasi Gerakan serta Realisasi Program GJDJ 3. Penerapan GJDJ di Masyarakat/Lapangan E. Bahan & Alat 1. LCD 2. Kertas Plano 3. Papan Tulis 4. Spidol 5. Speaker Aktif


2 6 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah 6. CD Film Dokumenter 7. Bahan Bacaan F. Metode dan Strategi o Ceramah bervariasi o Diskusi Kelompok o Sharing Pengalaman o Kunjungan Lapangan o Review Film Dokumentasi G. Alokasi Waktu 2 X 45 menit H. Langkah Kegiatan 1. Pengantar (15 menit) Instruktur membuka acara dengan memutarkan cuplikan film dokumentar tentang best-praktice sebuah organisasi dalam melaksanakan misinya. Bila video tidak ada bisa juga berupa gambar/foto tentang profil kegiatan organisasi yang berjejaring dan massif melaksanakan agenda organisasinya. Pengantar ini bertujuan untuk menstimulasi dan meningkatkan kreatifitas dan mendorong penghayatan peserta terhadap problem implementasi Gerakan Jamaah dan Dakwah Jamaah (GJDJ) yang telah dirumuskan pada tahun 1968 untuk mengembalikan Muhammadiyah (ReTajdid Muhammadiyah) ke jalur dakwah di basis akarrumput. Dalam pengantar ini peserta didorong untuk bisa mengungkapkan pendapatnya secara lisan tentang video, gambar atau poster yang ditayangkan. 2. Diskusi & Sharing (40 menit) Instruktur membagikan bahan bacaan tentang GJDJ


2 7 Modul Baitul Arqam menyangkut konsep dasar, prinsip, visi dan misi GJDJ. Instruktur membagi peserta menjadi 4 (empat) kelompok. Peserta diminta berdiskusi secara berkelompok, untuk memberikan komentar atau pendapat tentang video, gambar atau poster tersebut dikaitkan dengan bahan bacaan tentang GJDJ. Peserta diminta untuk memberikan rekomendasi berkaitan dengan strategi dan penerapan GJDJ di Masyarakat/Lapangan. 3. Presentasi (30 menit) Perwakilan tiap kelompok mempresentasikan hasil kelompoknya dan ditanggapi oleh kelompok lainnya. Instruktur mencatat dalam slide powerpoint beberapa point penting dari hasil diskusi. 4. Pemantapan (5 menit) Instruktur mengajak peserta menyimpulkan tentang agenda bersama untuk menumbuhkan, menggerakkan dan mengembangkan GJDJ di lingkungan masing-masing berdasarkan rekomendasi dari hasil diskusi kelompok. I. DaftarPustaka 1. LPCR PP Muhammadiyah, Gerakan Jama’ah dan Dakwah Jama’ah, (Yogyakarta: LPCR PP Muhammadiyah, 2013) 2. Munawwar Khalil,dkk (ed.), Gerakan Muhammadiyah Berbasis Masjid dan Jamaah, (Yogyakarta, MPK PP Muhammadiyah, 2009) 3. Jabrohim (ed), Menggapai Desa Sejahtera Menuju Masyarakat Utama, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar & LPM UAD: 2003)


2 8 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah Modul 7 Profil Kader dan Nilai Perjuangan Tokoh Muhammadiyah A. Standar Kompetensi Keteladanan dalam seluruh sikap dan tindakan B. Kompetensi Dasar Peserta mendapatkan inspirasi keteladanan dari kisah tokohtokoh Muhammadiyah C. Indikator Peserta dapat : 1. Menyimpulkan profil dan kompetensi kader Muhammadiyah 2. Menunjukkan nilai karakter perjuangan dan keteladanan para tokoh teladan Muhammadiyah 3. Berperilaku seperti tokoh-tokoh teladan Muhammadiyah dalam kehidupan berorganisasi dan bermasyarakat. D. Pokok Bahasan 1. Profil Kader Muhammadiyah 2. Kisah Hidup Para Tokoh Muhammadiyah 3. Karakter Perjuangan dan Keteladanan para Tokoh E. Bahan & Alat 1. LCD 2. Bahan Bacaan 3. Kertas Plano 4. Papan Tulis 5. Spidol


2 9 Modul Baitul Arqam F. Metode dan Strategi o Story telling, o Reading Guide G. Alokasi Waktu 2 X 45 menit H. Langkah Kegiatan 1. Pengantar (15 menit) Instruktur membuka sesi dilanjutkan dengan penjelasan singkat tentang materi dan tujuan pembelajaran. 2. Reading Guide (40 menit) Instruktur membagi peserta ke dalam kelompok kecil, masing-masing beranggotakan 5 orang, duduk melingkar. Instruktur membagikan bahan bacaan yang diambil dari buku Sistem Perkaderan Muhammadiyah (2015) bab V bagian C tentang Profil dan Kompetensi Kader. Peserta juga mendapatkan ceck-list evaluasi diri kader yang berisi rumusan kompetensi kader dan prakteknya. Peserta mengerjakan tugas mengisi check-list evaluasi diri kader. Peserta menandai butir pernyataan yang bertanda “V” yang menandakan profil dan kompetensi kader tersebut telah dilaksanakan dan dimiliki oleh peserta. Jika belum dilaksanakan atau belum dimiliki maka peserta akan memberi tanda “X”. Setiap peserta dalam kelompoknya berbagi tentang kompetensi apa yang sulit dicapai dan bagaimana mengatasinya. 3. Story telling (30 menit) Masing-masing kelompok mempresentasikan kecenderungan profil kader yang muncul di kelompok masing-


3 0 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah masing dan mendiskusikannya dengan kelompok lain. instruktur mencatat hal-hal penting. Instruktur memberikan penjelasan materi tentang Profil kader dengan mendasarkan pada isu-isu penting yang muncul dalam diskusi kemudian memberikan cerita singkat tentang beberapa teladan utama yang ditunjukkan oleh tokoh-tokoh Muhammadiyah dan hikmahnya buat konteks ber-Muhammadiyah saat ini. 4. Pemantapan (5 menit) Forum kelas melakukan refleksi: apa yang terjadi, apa yang dirasakan, dan apa makna yang dapat didapatkan dari kegiatan ini. I. DaftarPustaka 1. Lasa Hs.,dkk., 100 Tokoh Muhammadiyah Yang Menginspirasi, (Yogyakarta: Majelis Pustaka & Informasi PP Muhammadiyah, 2014) 2. Najamuddin Ramly & Hery Sucipto, Ensiklopedi Tokoh Muhammadiyah: Pemikiran dan Kiprah dalam Panggung Sejarah Muhammadiyah, (Jakarta: Best, Media Utama, 2010) 3. Kyai Syuja’, Islam Berkemajuan; Kisah Perjuangan KH. Ahmad Dahlan dan Muhammadiyah Masa Awal, (Tangerang : Al-Wasath, 2009) 4. Djarnawi Hadikusuma, Matahari-Matahari Muhammadiyah, (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2010)


3 1 Modul Baitul Arqam Modul 8 Revitalisasi Cabang & Ranting Muhammadiyah A. Standar Kompetensi Berkomitmen dan menjunjung tinggi ideologi Muhammadiyah dan mampu bersikap tegas tetapi arif dalam membela serta menegakkan prinsip dan kepentingan Persyarikatan. B. Kompetensi Dasar Peserta memahami persoalan-persoalan keorganisasian di tingkat cabang dan ranting dan bisa menemukan solusinya. C. Indikator Peserta dapat: 1. Mengidentifikasi masalah Cabang dan Ranting Muhammadiyah 2. Mendukung kebijakan revitalisasi Cabang dan Ranting 3. Memilih dan melaksanakan model pengembangan Cabang dan Ranting. D. Pokok Bahasan 1. Masalah & Urgensi Revitalisasi Cabang & Ranting 2. Kebijakan Umum Revitalisasi Cabang & Ranting 3. Model Pengembangan Cabang & Ranting. E. Bahan & Alat 1. LCD 2. Kertas Plano 3. Papan Tulis 4. Spidol


3 2 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah F. Metode dan Strategi o Diskusi o Workshop G. Alokasi Waktu 2 X 45 menit H. Langkah Kegiatan 1. Pengantar ( 10 menit ) Instruktur membuka acara dan memberi pengantar tentang urgensi materi. Kenapa penting, kenapa dibicarakan ke peserta dan kenapa sekarang dibicarakan? Instruktur dapat memperkaya penjelasan dengan memberikan faktafakta kontemporer tentang berbagai persoalan Cabang dan Ranting Muhammadiyah sehingga memerlukan kebijakan revitalisasi. 2. Diskusi dan Workshop (45 menit) Instruktur memberi pengantar diskusi dengan pemaparan masalah dan urgensi revitalisasi Cabang dan Ranting beserta beberapa kebijakan umum yang telah ditetapkan Persyarikatan menyikapi persoalan tersebut. Peserta kemudian dibagi kedalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan dan menyusun model pengembangan Cabang dan Ranting yang efektif sehingga dapat menjadi ujung tombak Persyarikatan. 3. Call on The Next Speaker (30 menit) Strategi pada tahap ini bertujuan untuk mendapatkan partisipasi seluruh kelas dan pertanggungjawaban individu. Strategi ini memberi kesempatan bagi setiap peserta untuk


3 3 Modul Baitul Arqam menyampaikan pendapatnya sesuai dengan hasil diskusi dan workshop sebelumnya. Instruktur meminta setiap orang dari kelompok satu kelompok mempresentasikan dengan durasi waktu 1 orang bicara 1 menit, lalu ia memanggil teman lainnya dalam kelompok tersebut melanjutkan presentasinya, demikian seterusnya. Instruktur meminta komentar atau tanggapan dari kelompok lain. 4. Pemantapan (5 menit) Peserta menyimpulkan materi tentang revitalisasi Cabang dan Ranting berdasarkan beberapa hasil presentasi setiap kelompok dan pembacaan peserta terhadap materi tersebut. I. DaftarPustaka 1. PP Muhammadiyah, Tanfidz Keputusan Muktamar ke46 (Yogyakarta : PP Muhammadiyah, 2010). 2. PP Muhammadiyah, Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah, (Yogyakarta : Suara Muhammadiyah, 2002). 3. Haedar Nashir, Muhammadiyah Abad Kedua, (Yogyakarta : Suara Muhammadiyah, 2012).


3 4 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah Modul 9 Hierarki dan Tata Aturan dalam Muhammadiyah A. Standar Kompetensi Berkomitmen dan menjunjung tinggi ideologi Muhammadiyah dan mampu bersikap tegas tetapi arif dalam membela serta menegakkan prinsip dan kepentingan Persyarikatan. B. Kompetensi Dasar Peserta memahami tata aturan di Muhammadiyah dan melaksanakannya dengan konsisten. C. Indikator Peserta dapat: 1. Menjelaskan makna dan konsekuensi dalam berorganisasi. 2. Mematuhi segala kebijakan organisasi. 3. Mendukung impelementasi kebijakan/aturan di Persyarikatan. D. Pokok Bahasan 1. Makna Berorganisasi. 2. Disiplin Berorganisasi. 3. Strategi Impelementasi Kebijakan/Aturan di Muhammadiyah. E. Bahan & Alat 1. LCD


3 5 Modul Baitul Arqam 2. Speaker Aktif 3. Kertas Plano 4. Papan Tulis 5. Spidol 6. Sticky Notes F. Metode dan Strategi o Diskusi o Ceramah bervariasi G. Alokasi Waktu 2 X 45 menit H. Langkah Kegiatan 1. Pengantar (10 menit) Instruktur membuka acara dan memberi pengantar tentang urgensi materi. Memutarkan film pendek yang memuat pesan tentang penting dan bermaknanya bersatu dalam berorganisasi dapat digunakan untuk menstimulasi peserta akan makna berorganisasi. 2. Ceramah Bervariasi (30 menit) Instruktur meminta peserta yang memiliki kualitas suara dan qiroah yang bagus untuk membaca dengan tartil Qur’an surah Ash-Shaf ayat 1-4. Instruktur kemudian menanyakan kepada peserta apa kriteria sebuah organisasi dikatakan bunyaanun marshush (memiliki bangunan yang kokoh). Peserta menuliskan pendapatnya di kertas stiky notes dan ditempelkan di papan tulis. Instruktur meminta konfirmasi dari peserta tentang apa yang dituliskannya.


3 6 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah Instruktur kemudian memberi ulasan tentang makna disiplin berorganisasi dengan melakukan kontekstualisasi terhadap berbagai aturan dan kebijakan yang ada dalam Persyarikatan Muhammadiyah. 3. Diskusi (45 menit) Instruktur membagi peserta ke dalam beberapa kelompok untuk merumuskan strategi impelementasi berbagai kebijakan/aturan di Muhammadiyah. Isu yang diangkat dalam diskusi bisa dari kasus apa yang sering terjadi di daerah setempat dan berbenturan dengan kebijakan organisasi. Misalnya : a. Pimpinan Persyarikatan yang rangkap jabatan dengan partai politik, b. Periodesasi kepemimpinan di Persyarikatan/AUM c. Penentuan 1 Ramadhan, Idul Fithri dan Idul Adha 4. Pemantapan (5 menit) Peserta menyimpulkan materi tentang hirarki dan tata aturan dalam Muhammadiyah berdasarkan hasil diskusi dan pembacaan peserta terhadap materi terkait. I. DaftarPustaka 1. BPK AMM, Pedoman Bermuhammadiyah, (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 1990) 2. PP Muhammadiyah, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah, (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2005) 3. Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Himpunan Pedoman dan Peraturan Organisasi Muhammadiyah, (Yogyakarta, Gramasurya, 2012).


3 7 Modul Baitul Arqam Modul 10 Tadarus Fathul Qulub (Sesi Shubuh) A. Standar Kompetensi Ketaatan beribadah yang tahsinah dari ibadah itu terpantul dalam kehidupan sehari-hari B. Kompetensi Dasar Peserta membiasakan tadarus al-Qur’an dengan menghayati maksud dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari secara konsisten C. Indikator Peserta dapat : 1. Membaca al-Qur’an dengan tartil (sesuai tajwid dan makhaarijul huruf) 2. Menerjemahkan dan menafsirkan makna ayat maupun hadist 3. Membiasakan membaca dan tadarus al-Qur’an sesuai dengan tuntunan secara konsisten D. Pokok Bahasan 1. Penguatan Ideologi 2. Konsolidasi Organisasi 3. Kepemimpinan E. Bahan & Alat 1. Kertas Plano 2. Lakban


3 8 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah 3. Spidol 4. Microphone 5. Buku Tadarus Fathul Qulub F. Metode dan Strategi o Small Group Discussion o Focus Group Discussion G. Alokasi Waktu 2 x 45 menit H. Langkah Kegiatan 1. Kegiatan Pembuka (10 menit) o Instruktur membuka pembelajaran dengan memotivasi peserta perkaderan tentang pentingnya memahami kajian ayat yang terkait dengan ideologi dan ruh bermuhammadiyah. o Kemudian instruktur membagi peserta dalam kelompok kecil misalnya kelompok P, K,U, Yogya, Yes tergantung jumlah peserta. 2. Kegiatan Inti (60’) o Tiap kelompok melaksanakan tadarus bersama di pimpin oleh ketua kelompok atau yang bisa membaca ayat al Quran dengan fasih dan baik o Diskusi ayat untuk di cari munasabah ayat atau korelasi antar ayat sesuai tema pada kelompok masingmasing o Peserta menuliskan hasil diskusi kelompok pada kertas pleno point inti dari setiap ayat o Presentasi kelompok


3 9 Modul Baitul Arqam 3. Kegiatan Penutup (20’) o Setelah semua wakil kelompok memperesentasikan hasil diskusinya. Instruktur menguatkan ayat yang paling inti dan menkorelasikannya dengan ideologi Muhammadiyah. o Instruktur membuka dialog persoalan yang muncul di masyarakat, Persyarikatan/AUM dan lain-lain. o Instruktur mengajak peserta untuk selalu mentadabburi al Quran dalam kehidupan sehari-hari.


4 0 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah Modul 11 Tadarus Fathul Qulub (Refleksi Penutup Kegiatan Harian) A. Standar Kompetensi Ketaatan beribadah yang tahsinah dari ibadah itu terpantul dalam kehidupan sehari-hari B. Kompetensi Dasar Peserta membiasakan tadarus al-Qur’an dengan menghayati maksud dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari secara konsisten C. Indikator Peserta dapat : 1. Membaca al-Qur’an dengan tartil (sesuai tajwid dan makhaarijul huruf) 2. Menerjemahkan dan menafsirkan makna ayat maupun hadist 3. Membiasakan membaca dan tadarus al-Qur’an sesuai dengan tuntunan secara konsisten D. Pokok Bahasan 1. Apa yang Diperoleh Hari Ini ? 2. Apa yang Perlu Diperbaiki ? 3. Apa yang Perlu Ditingkatkan ? E. Bahan & Alat 1. LCD 2. Speaker Aktif


4 1 Modul Baitul Arqam 3. Microphone 4. Buku Tadarus Fathul Qulub F. Metode dan Strategi o Ceramah Bervariasi o Reading Aloud G. Alokasi Waktu 2 x 15 menit H. Langkah Kegiatan 1. Kegiatan Pembuka (5 menit) o Instruktur / imam training menyiapkan perangkat untuk refleksi dan tadarus buku Fathul Qulub. o Instruktur membuka tadarus dengan memotivasi peserta perkaderan tentang pentingnya bermuhasabah terhadap apa yang telah dilakukan di setiap waktu. o Instruktur meminta peserta untuk membuka buku Fathul Qulub sesuai dengan tema yang di siapkan untuk penutup acara / kegiatan 2. Kegiatan Inti (20’) o Instruktur menuntunkan bacaan melalui tadarus ayat sesuai tema penutup acara / kegiatan dengan intonansi tilawah di tuntun oleh instruktur di ikuti per ayat oleh peserta. Bisa juga dengan menunjuk peserta perkaderan yang memiliki kualitas qiroah yang bagus (fasih). o Instruktur, dengan perangkat tayangan refleksi menyampaikan kepada peserta berupa tayangan


4 2 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah powerpoint: Apa yang diperoleh dari BA sejak pembukaan sampai sesi terakhir sebelum penutup acara, misalnya: pada sesi 1 telah mendapatkan materi Peran Tauhid dalam Kehidupan, sesi 2 telah mendapatkan materi apa dan seterusnya. o Bila perlu instruktur / imam training sudah menyiapkan potongan film pendek yang memiliki pesan sesuai dengan tema tadarus di atas. 3. Kegiatan Penutup (5’) o Instruktur mengajak peserta untuk selalu mentadaburi al Quran dalam kehidupan sehari-hari. o Imam training mengkonfirmasi ke peserta kesiapan untuk melaksanakan qiyamul lail pada shubuh hari.


4 3 Modul Baitul Arqam Modul 12 Outbound A. Standar Kompetensi Mengutamakan misi dan kepentingan Muhammadiyah di atas lainnya dengan niat ikhlas dan berkhidmat. B. Kompetensi Dasar Peserta mampu menginternalisasi nilai-nilai yang ada dalam aktivitas outbound. C. Indikator Peserta dapat: 1. Membuktikan pentingnya nilai-nilai kohesifitas, kerjasama, kepedulian dan kepemimpinan dalam organisasi 2. Menunjukkan manfaat strategi dan kreatifitas dalam pencapaian tujuan organisasi 3. Mengadopsi nilia-nilai baik dalam outbound dalam kehidupan berorganisasi D. Pokok Bahasan 1. Taaruf 2. Kohesifitas 3. Empati, 4. Kepemimpinan 5. Kerjasama 6. Strategi 7. Kreatifitas


4 4 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah E. Bahan & Alat 1. Peluit Tali 2. Wireless/Microphone 3. Bola kecil F. Metode dan Strategi o Outdoor activity, o Praktek (experiencing/proses mengalami). o Debriefing G. Alokasi Waktu 2 X 45 menit H. Langkah Kegiatan Penentuan materi outbond dapat disesuaikan dengan kondisi dan situasi peserta. Misalnya, kalau peserta sudah saling kenal maka tidak perlu game taaruf lagi tapi diisi dengan tema lain, (lebih lanjut beberapa jenis games dapat dilihat di lampiran). Berikut adalah contoh pelaksanaan outbond dalam Baitul Arqam Ranting dan Cabang. 1. Kegiatan Pembuka (15 menit): o Instruktur dan peserta bersama-sama berolahraga sebagai pemanasan (warming up) dan pelemasan otot tubuh (sretching). o Instruktur membuka pembelajaran dengan menjelaskan pentingnya outbound sebagai materi yang mengkover aspek afeksi dan psikomotorik dalam Sistem Perkaderan Muhammadiyah. 2. Kegiatan Inti pertama (50’) Instruktur menjelaskan dan memperagakan terlebih dahulu bentuk formasi yang hendak diperintahkan. Kemudian instrukur menghitung jumlah peserta yang akan melakukan


4 5 Modul Baitul Arqam formasi. Setelah membentuk formasi, instruktur harus menghitung jumlah peserta, begitu seterusnya sampai menyisakan 2 orang peserta. Setiap formasi harus ada yang tereleminasi karena tidak memperoleh pasangan untuk membuat formasi. Peserta yang tereleminasi diminta untuk ke pinggir lapangan terlebih dahulu. Peserta yang tersisa adalah pemenangnya. Bentuk formasi yang diperintahkan dibuat random/bergantian. Perintah diberikan dalam bentuk cerita yang menyebutkan bentukbentuk formasi. Formasi: a. Tugu Pancoran: Jumlah orang 1. Bentuknya orang mengacungkan tangan kanan ke atas dan tangan kiri ke belakang sembari mengangkat kaki kiri. (visualisasi seperti patung Pancoran Jakarta). b. Gapura Bentar: Jumlah orang 2. Bentuknya dua orang berhadap-hadapan dengan berpegangan tangan diatas. (visualisasi seperti membentuk gapura). Selanjutnya saling memperkenalkan diri. c. Menara Eifel: Jumlah orang 3. Bentuknya tiga orang berhadap-hadapan dengan berpegangan tangan keatas membentuk sebuah menara. Sambil tangan di atas peserta saling memperkenalkan diri. d. Meja: Jumlah orang 4. Bentuknya empat orang berhadap-hadapan sambil berpenganan tangan membentuk segi empat lalu membungkuk. Peserta saling memperkenalkan diri: nama, asal wilayah, perkerjaan, hobi, dan seterusnya. e. Bunga Matahari: Jumlah orang 5. Bentuknya lima orang saling berpunggungan kemudian tangan setiap


4 6 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah orang menengadah keatas membentuk bunga. Peserta saling memperkenalkan diri dan sekaligus mengingat nama teman sebelah kanan dan kiri: nama, asal wilayah, perkerjaan, hobi, dan seterusnya. 3. Kegiatan Inti kedua (15’) o Instruktur memandu peserta untuk membuat lingkaran besar. o Instruktur menjelaskan dan memperagakan permainan bola yang akan dilakukan peserta. o Peserta melemparkan bola kepada temannya. Sebelum melemparkan bola menyebut nama, asal, dan hobinya, lalu menyebut nama dan asal teman yang akan dilempar bola. Begitu seterusnya. 4. Penutup (10’) o Instruktur melakukan debriefing pengalaman dan perasaan peserta; memantik peserta tentang manfaat berfikir dan bergerak cepat untuk membentuk kebersamaan dan kekompakan; internalisasikan dengan ayat atau hadits terkait; dan korelasi dan kontekstualisasikan dengan peran sebagai kader Persyarikatan maupun tanggung jawab sebagai insan perkaderan Muhammadiyah. I. Daftar Pustaka 1. Djamaluddin Ancok, Outbound Training, (Yogyakarta: UII Press, 2005) 2. Muhammad Dzikron, Model-Model Permainan Outbound, (Klaten: HW Klaten, 2014)


4 7 Modul Baitul Arqam Lampiran: Ragam Games Outbond A. INTRO BALL o Tujuan: Memperkenalkan identitas setiap peserta dan pendamping. o Metode: Bola dilemparkan secara bergantian dan acak oleh peserta dimulai dari pendamping. Setiap akan melempar bola, pelempar harus menyebutkan identitas (nama, usia, hobi, asal, dan lain-lain) terlebih dahulu lalu kemudian menyebutkan nama penerima bola. Begitu seterusnya. Pengelompokan dimulai dari kelompok kecil (5 orang) kemudian diperbesar sampai seluruh peserta. o Alat: Bola kecil o Debriefing: Eksplorasi pengalaman dan perasaan peserta; memantik peserta tentang makna perkenalan identitas; internalisasikan ayat atau hadits terkait; dan korelasi dan kontekstualisasikan dengan kondisi awal pelatihan serta pentingnya untuk saling kenal mengenal membangun solidaritas kolektif kader. B. STAND UP o Tujuan: Kerjasama antarpeserta o Metode: Peserta dikelompokkan kecil-kecil (2 orang) terlebih dahulu. Kemudian peserta duduk selonjor sambil berpengan tangan. Kemudian pendamping memberi perintah untuk meminta peserta (kelompok tersebut) berdiri secara serentak dan bersamaan. Kemudian kelompok mulai dibesarkan jumlah orangnya (4 orang) dan seterusnya sampai semua peserta membentuk


4 8 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah lingkaran dan melakukan gerakan berdiri secara bersama dan serentak. § Debriefing: Eksplorasi pengalaman dan perasaan peserta; memantik peserta untuk memaknai kekompakan dalam team work; internalisasikan ayat atau hadits terkait; dan korelasi dan kontekstualisasikan dengan kondisi awal pelatihan serta pentingnya untuk saling kenal mengenal membangun solidaritas kolektif kader. C. TRUST FALL o Tujuan: menjaga kepercayaan antar peserta o Metode: Setiap peserta berbaris bershaf (2 shaf) menghadap ke salah satu arah. Kemudian shaf terdepan menjatuhkan tubuh ke belakang dan shaf yang belakang menerima dan menjaga yang didepannya. Kemudian, secara bergantian, salah satu peserta harus menjatuhkan diri dari tempat yang agak tinggi (50-80 cm) dan peserta yang lain menerima di bawahnya. o Alat: Kursi/drum, peluit, megaphone/microphone o Debriefing: Memantik peserta untuk memaknai rasa kepercayaan terhadap teman. D. 7 KURCACI o Tujuan: Mengetes daya respon dan instruksi pimpinan. o Metode: Peserta membentuk lingkaran. Kemudian pendamping memberikan cerita atau perintah berhitung yang menyebutkan angka/bilangan yang mengandung unsur angka 7 (habis dibagi 7, kelipatan 7, ada angka 7). Setiap terdapat unsur angka 7, peserta harus melakukan gerakan


Click to View FlipBook Version