The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku Modul BAITUL ARQAM Ranting & Cabang-Daerah

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Kamaruddin S.Pd.I, 2024-06-23 03:16:58

Buku Modul BAITUL ARQAM Ranting & Cabang-Daerah

Buku Modul BAITUL ARQAM Ranting & Cabang-Daerah

4 9 Modul Baitul Arqam (lompat, maju kedepan, kebelakang, kesamping, dan lainlain). Bagi peserta yang salah melaksanakan instruksi bisa diberikan hukuman (menyanyi, mengaji, khotbah, dan lainlain). o Debriefing: memantik peserta untuk memaknai tentang konsentrasi dan respon terhadap perintah pimpinan. o Angka unsur 7: 7, 14, 17, 21, 27, 28, 35, 37, 43, 47, 56, 57, 63, 67, dst. E. TITANIC/BROKEN SQUARE o Tujuan: Kerjasama tim untuk menyelamatkan anggota. o Metode: setiap peserta dikelompokkan (5-10 orang). Setiap kelompok diberikan 1 lembar kertas koran bekas utuh. Kemudian setiap peserta diminta berdiri diatas kertas tersebut. Lalu, salah satu pendamping bercerita tentang tragedi kapal karam secara dramatis. Pendamping yang lain, bertugas untuk menyobek kertas tadi sedikit demi sedikit, dan setiap anggota kelompok tidak boleh ada yang keluar dari atas kertas tersebut. Hal ini dilakukan sampai kertas koran yang diinjak tadi menjadi sekecil mungkin. o Alat: Kertas koran bekas, megaphone/microphone o Debriefing: memantik peserta tentang makna kerjasama, perintah, ide/gagasan untuk menyelamatkan anggota agar tidak terlepas. F. BOOM DISPOSAL o Tujuan: pengorganisasi sebuah kelompok/komunitas o Metode: Peserta dikelompokkan (5-10 orang). Peserta diminta untuk memindahkan bom menuju tempat yang lebih


5 0 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah aman menggunakan alat bantu (supit mie atau ali rafia. Penerapan startegi cara memindah diserahkan sepenuhnya kepada setiap kelompok yang diberi waktu 3 menit untuk berdiskusi dan menentukan pimpinan. Jika belum sapai pada tempat yang aman, bom sudah jatuh maka dianggap tewas. o Alat: Bola/botol air minum bekas diisi air, tali raffia/supit mie. o Debriefing: memantik peserta untuk memaknai pengorganisasian. G. PRAMUNIAGA o Tujuan: Konsentrasi dan istiqomah mencapai tujuan o Metode: Peserta di bagi kelompok (10-15 orang). Secara bergantian, salah satu kelompok bertugas menjadi pramuniaga membawa air minum di atas nampan yang harus diantarkan kepada tamu restoran. Nampan dibawa secara estafet bergantian sampai pada tamu tersebut. Sementara kelompok yang lain, berusaha menggangu dan mengecoh pramuniaga tersebut dengan cara melempari pramuniaga dengan bola-bola kecil/bola kertas dan berusaha menjatuhkan minuman tadi. Jika minuman terjatuh, maka pramuniaga harus memulai kembali dari titik start. Begitu seterusnya dilakukan secara bergantian antar kelompok. o Alat: nampan/beki, bola kecil/bola kertas, gelas plastik/ botol plastik, air o Debriefing: memantik peserta untuk memaknai kerjasama mencapai tujuan akhir.


5 1 Modul Baitul Arqam H. BOOM BALOON o Tujuan: Konsentrasi dan istiqomah mencapai tujuan o Metode: Peserta dikelompokkan (10-15 orang). Setiap kelompok diminta membentuk barisan memanjang. Setiap peserta diminta memindahkan balon berisi air dengan alat bantu sumpit dengan cara digigit sumpitnya, namun pada ujung sumpit sudah diberi jarum. Jika balon pecah, maka harus memulai dari awal lagi. o Alat: sumpit, jarum, tali, balon, air o Debriefing: Memantik peserta untuk memaknai kecepatan bertindak dan teguh dalam perjuangan. I. WAR GAME o Tujuan: Mengatur strategi memenangkan pertarungan o Metode: Peserta dibentuk menjadi 2 kelompok besar (20- 30 orang). Setiap kelompok diberi waktu 5 menit untuk menentukan satu raja dan membagi pasukan menjadi 3 pasukan (darat, laut, udara) dan mengatur strategi perang. Cara Perang: setiap peserta tangan kanannya harus membetuk pistol, untuk menembak/membunuh lawan, peserta harus menyebutkan nama lawan (contoh: dor…paijo). Jika peserta masuk detasemen darat, maka cara menembaknya peserta harus tidur tengkurap dahulu sambil mengarahkan pistol lalu menembak. Jika peserta masuk detasemen laut, maka cara menembaknya peserta harus tidur tengkurap sambil bergaya seperti orang renang lalu menembak. Jika peserta masuk detasemen udara, cara menembaknya peserta harus sambil lompat bergaya terbang lalu menembak. Setiap peserta yang ditembak


5 2 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah (benar menyebutkan namanya, harus mati dan menyingkir dari arena perang). Untuk membunuh raja, salah satu kelompok harus membunuh semua pasukan terlebih dahulu. Sang raja ditandai dengan memakai topi/peci/ slayer. o Alat: Peci/topi/slayer o Debriefing: memantik peserta untuk memaknai pentingnya startegi survival organisasi dan pemenangan setiap agenda organisasi. J. WATERPIPE o Tujuan: Peserta memahami strategi Problem solving dan pengelolaan konflik organisasi o Metode: Peserta dibagi berkelompok (masing-masing 5 atau 6 orang). Setiap kelompok diberikan alat berupa pipa, ember, timba kecil, dan bola pingpong. Bola pingpong dimasukkan ke dalam pipa. Lalu setiap kelompok diminta mengeluarkan bola pingpong dengan cara mengisikan air ke dalam pipa. o Alat: pipa, ember, timba kecil, dan bola pingpong. o Debriefing: peserta sharing pengalaman atas permainan yang baru diikuti. Fasilitator memberikan debriefing tentang strategi problem solving dan pengelolaan konflik organisasi. Strategi apapun yang dipilih dalam mencari jalan keluar masalah dan konflik yang terjadi di organisasi hendaklah tetap didasarkan pada upaya pencapaian tujuan organisasi.


5 3 Modul Baitul Arqam MODUL BAITUL ARQAM Tingkat Daerah


5 4 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah Modul I Orientasi dan Kontrak Belajar A. Standar Kompetensi Melalui sesi ini peserta dapat memahami tujuan, urgensi dan manfaat Baitul Arqam serta dapat mematuhi kontrak belajar yang disepakati dan diberlakukan kepada seluruh peserta. B. Kompetensi Dasar Peserta dapat saling mengenal, memahami tujuan pelatihan dan berpartisipasi aktif dalam perkaderan Baitul Arqam. C. Indikator Peserta dapat: 1. Saling mengenal dengan sesama peserta dan instruktur/ fasilitator. 2. Menjelaskan tujuan pelatihan 3. Merumuskan dan menaati kontrak belajar selama pelatihan. 4. Menampilkan partisipasi aktif dalam pelatihan D. Pokok Bahasan 1. Ta’aruf. 2. Faktor keberhasilan pelatihan. 3. Rumusan Niat, Tujuan, Hak dan Kewajiban. 4. Jadwal dan Kegiatan Pelatihan. 5. Pemilihan Ketua Kelas dan Pembagian Tugas.


5 5 Modul Baitul Arqam E. Bahan & Alat 1. LCD 2. Kertas Plano 3. Papan Tulis 4. Spidol 5. Co-Card F. Metode dan Strategi 1. Curah pendapat 2. Permainan 3. Elicitation 4. Card Short 5. Disko G. Alokasi Waktu 2 X 30 menit H. Langkah Kegiatan 1. Pembukaan (5 menit) Master of Training (MoT) memperkenalkan diri dengan menekankan bahwa ia beserta tim instruktur yang lain akan mendampingi peserta selama pelatihan. 2. Perkenalan antar peserta (15’) MoT mengajak peserta untuk mengenal satu sama lain dengan bermain co-card (kartu identitas) peserta yang telah disiapkan dengan memberinya secara acak kepada peserta. Tiap peserta wajib memberikan co-card yang diterimanya (pastikan bukan milik sendiri) diberikan kepada yang sesuai dengan nama dalam co-card. Saat


5 6 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah memberi co-card peserta wajib mengenal nama, usia, pekerjaan, hobi dan sebagainya (ditentukan sendiri oleh Mot). Setelah semua peserta menerima co-card sesuai namanya, MoT mempersilakan masing-masing peserta menyampaikan identitas kenalan barunya. 3. Eliciting: (15’). a. MoT menjelaskan tujuan BA, aktivitas, metode pembelajaran, kondisi awal dan kondisi akhir yang diharapkan. b. Membangkitkan sence of problem pada permasalahan yang dihadapi Muhammadiyah. c. Membangkitkan semangat perubahan. 4. Merumuskan 4 (empat) unsur dasar pelatihan. (20’) a. Peserta diberi kertas yang berisi 4 (empat) kolom yang harus diisi, yaitu menyangkut: Niat, Tujuan, Hak dan Kewajiban dalam mengikuti perkaderan. Niat Tujuan Hak Kewajiban b. MoT membagi peserta kedalam 4 (empat) kelompok. Masing-masing diberi tugas merumuskan unsur dasar pelatihan dengan pembagian: 1). Kelompok 1 : Niat 2). Kelompok II : Tujuan 3). Kelompok III : Hak 4). Kelompok IV: Kewajiban c. Peserta menuliskan hasil rumusan kelompok di kertas plano dan menempelkannya di kertas plano.


5 7 Modul Baitul Arqam d. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya dan meminta tanggapan dari kelompok lainnya. e. MoT mengklarifikasi dan menekankan bahwa rumusan itu kesepakatan bersama. Semua memiliki tanggung jawab moral mewujudkan dan menegakkannya. Tegaskan bahwa keberhasilan pelatihan ditentukan oleh komitmen melaksanakan 4 (empat) rumusan tersebut. 5. Penutup (5’) Sebelum menutup sesi orientasi dan kontrak belajar MoT memimpin pemilihan ketua kelas dan menjelaskan tanggung jawabnya serta meminta ketua kelas untuk menyusun jadwal petugas imam shalat jamaah dan penceramah kultum dari kalangan peserta. MoT menutup sesi dengan salam.


5 8 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah Modul 2 Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah A. Standar Kompetensi Kemurnian akidah yang membentuk keshalehan dalam kehidupan B. Kompetensi Dasar Peserta memahami pokok pikiran dalam Mukaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah C. Indikator Peserta dapat : 1. Menguraikan Ideologi Muhammadiyah 2. Melaksanakan peran Muhammadiyah dalam lingkup masyarakatnya 3. Bertindak sesuai dengan prinsip dalam Muqaddimah AD Muhammadiyah D. Pokok Bahasan 1. Ideologi Muhammadiyah 2. Muqaddimah AD Muhammadiyah 3. Matan Muqaddimah AD Muhammadiyah 4. 7 Pokok Pikiran Muqaddimah AD Muhammadiyah E. Bahan & Alat 1. LCD 2. Kertas Plano 3. Papan Tulis 4. Spidol


5 9 Modul Baitul Arqam F. Metode dan Strategi o Ceramah bervariasi o Diskusi G. Alokasi Waktu 2 X 45 menit H. Langkah Kegiatan 1. Pengantar (15 menit) o Instruktur mengawali sesi dengan mengajak peserta melakukan brainstorming menyangkut pengalaman peserta dalam ber-Muhammadiyah dengan kata kunci pertanyaan: kenapa ber-Muhammadiyah ? Apa motivasinya ? Apa nilai lebih Muhammadiyah ? dan apa yang harus diperbaiki dalam perilaku berMuhammadiyah ? o Pendapat peserta diinventarisir dan ditulis di kertas plano. 2. Ceramah Bervariasi (30’) o Instruktur menguraikan dengan tayangan powerpoint tentang Ideologi Muhammadiyah, latar belakang munculnya Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah serta matan dari Muqaddimah AD Muhammadiyah yang merupakan salah satu rumusan ideologi Muhammadiyah dalam bentuk yang berupa prinsipprinsip. o Instruktur menanyakan ke peserta apa saja yang menjadi prinsip hidup orang Muhammadiyah ? jawaban ditulis di kertas plano.


6 0 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah 3. Diskusi (40 menit) o Instruktur menyandingkan jawaban peserta dengan pokok-pokok pikiran dalam AD Muhammadiyah. o Instruktur kemudian membagi peserta kedalam 6 (enam) kelompok untuk merumuskan bagaimana implementasi pokok-pokok pikiran AD Muhammadiyah tersebut dalam kehidupan sehari-hari? o Peserta menuliskan hasil diskusi kelompok di kertas plano dan ditempelkan di dinding kelas. o Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya dan ditanggapi oleh kelompok lain. 4. Pemantapan (5 menit) Peserta menyimpulkan materi tentang Muqaddimah AD Muhammadiyah berdasarkan beberapa hasil diskusi kelompok dan pembacaan peserta terhadap materi terkait. I. Daftar Pusaka 1. Imron Nasri,dkk (penghimpun), Manhaj Gerakan Muhammadiyah : Ideologi, Khittah dan, Langkah, (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah dan MPK PP Muhammadiyah, 2009). 2. Haedar Nashir, Ideologi Gerakan Muhammadiyah, (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2001). 3. _____, Memahami Ideologi Muhammadiyah, (Yogyakarta :Suara Muhammadiyah, 2013).


6 1 Modul Baitul Arqam Modul 3 Tuntunan Ibadah Sesuai Tarjih A. Standar Kompetensi Ketaatan beribadah yang tahsinah dari ibadah itu terpantul dalam kehidupan sehari-hari B. Kompetensi Dasar Peserta melaksanakan ibadah mahdah sesuai dengan hasil keputusan tarji C. Indikator Peserta dapat : 1. Menerima tuntunan ibadah sesuai dengan putusan tarjih Muhammadiyah. 2. Menggunakan hasil putusan tarjih sebagai rujukan dalam melaksanakan ibadah keseharian. 3. Melaksanakan ibadah mahdah sesuai dengan tuntunan syariah secara konsisten. D. Pokok Bahasan 1. Shalat Nawafil 2. Zikir dan Doa 3. Perawatan Jenazah E. Bahan & Alat 1. LCD 2. DVD Perawatan Jenazah


6 2 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah 3. Speaker Aktif 4. Bahan Bacaan 5. Sajadah 6. Boneka F. Metode dan Strategi o Everyone is a Teacher Here o Watching Video o Ceramah Bervariasi G. Alokasi Waktu 2 X 45 menit H. Langkah Kegiatan 1. Pengantar (10 menit) Instruktur membuka acara dan mengenalkan narasumber (pembicara ahli, diutamakan dari pimpinan Majelis Tarjih dan Tajdid setempat). Instruktur meminta 1-3 partisipan untuk mempraktekkan gerakan dan doa dalam shalat jenazah, zikir setelah shalat menjadi kebiasaan peserta dalam praktek ibadah keseharian. 2. Pembicara Ahli (45’) Instruktur mempersilakan narasumber ahli untuk memberi tanggapan terhadap simulasi yang telah dilakukan oleh peserta. Diawali dengan penjelasan berbagai shalat nawafil (tathawwu) yang dituntunkan Rasulullah SAW. Setelah penjelasan teoritis dapat dilanjutkan dengan telaah terhadap praktek perawatan jenazah dan zikir serta do’a yang dipahami oleh Muhammadiyah sesuai dengan putusan tarjih dengan menayangkan video Perawatan


6 3 Modul Baitul Arqam Jenazah yang diterbitkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Selama menjelaskan materi dapat dilakukan dialog interaktif menyangkut materi yang dibicarakan. 3. Tanya Jawab elaboratif (30 menit) Peserta mengajukan tanggapan dan pertanyaan kepada narasumber menyangkut tema shalat nawafil, zikir dan do’a serta perawatan jenazah. Instruktur mencatat pertanyaan peserta dalam slide powerpoint kemudian mempersilakan narasumber ahli untuk menjawab. 4. Pemantapan (5 menit) Peserta menyimpulkan materi tentang tuntunan ibadah mahdah sesuai tarjih berdasarkan beberapa uraian dari narasumber ahli dan pembacaan peserta terhadap materi terkait. I. Daftar Pusaka 1. Majelis Tarjih & Tajdid PP Muhammadiyah, Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah, (Yogyakarta: Suara 2. _____, Tanya Jawab Agama jilid 1-7, (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 1996-2010) 3. _____, Tuntunan Dzikir dan Doa Menurut HPT, (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2008) 4. Agung Danarta, Shalat-Shalat Tathawwu, (Yogyakarta: Muhammadiyah, 2005). 5. _____, Shalat Tahajjud & Shalat Tarawih sesuai Tuntunan Rasulullah, (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2010) 6. Majelis Pendidikan Kader, Merawat Jenazah, (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2008)


6 4 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah Modul 4 Ibadah Mahdhah dan Nafilah A. Standar Kompetensi Ketaatan beribadah yang tahsinah dari ibadah itu terpantul dalam kehidupan sehari-hari B. Kompetensi Dasar Peserta membiasakan amalan ibadah mahdah dan nafilah dalam kehidupan sehari-hari secara konsisten C. Indikator Peserta dapat: 1. Menerima tuntunan ibadah mahdah dan nafilah sesuai dengan putusan tarjih 2. Menggunakan hasil putusan tarjih sebagai rujukan dalam melaksanakan ibadah mahdah dan nafilah. 3. Membiasakan ibadah mahdah & nafilah sesuai dengan tuntunan syariah secara konsisten D. Pokok Bahasan 1. Shalat 5 waktu 2. Shalat Jamak/Qoshar 3. Qiyamul Lail 4. Tadarus Fathul Qulub 5. Kultum 6. Zikir dan Do’a


6 5 Modul Baitul Arqam E. Bahan & Alat 1. LCD 2. Kertas Plano 3. Papan Tulis 4. Spidol 5. Buku Tadarus Fathul Qulub F. Metode dan Strategi o Drill o Tanya Jawab G. Alokasi Waktu Terjadwal H. Langkah Kegiatan 1. Shalat 5 waktu a. Seluruh proses peribadatan difasilitasi dan dipandu oleh imam training dengan memberikan pendelegasian kepada peserta untuk azan, imam shalat dan kultum. b. Peserta wajib mengikuti seluruh kegiatan ibadah sebagai bagian dari proses perkaderan, karena itu tidak dibenarkan peserta meninggalkan lokasi perkaderan selama Baitul Arqam berlangsung sampai selesainya acara penutupan. c. Instruktur memantau/mengobservasi seluruh kegiatan peribadatan yang dilakukan oleh peserta. 2. Shalat Jamak/Qoshar a. Pelaksanaan shalat jamak/qashar dilakukan jika lokasi perkaderan berjauhan dengan lokasi/daerah asal peserta.


6 6 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah b. Pelaksanaan shalat jamak/qashar merupakan bagian dari menegakkan sunnah Rasul sekaligus syiar Islam tentang adanya rukhsah dalam ibadah. 3. Qiyamul Lail a. Selama perkaderan berlangsung qiyamul lail (shalat malam) menjadi agenda wajib dalam proses Baitul Arqam. b. Shalat dilaksanakan secara berjamaah dan setiap peserta digilir menjadi imam shalat wajib maupun qiyamul lail sebagai bagian dari proses perkaderan. 4. Tadarus Fathul Qulub a. Kegiatan tadarus Fathul Qulub dilaksanakan dalam 2 (dua) sesi sehari. b. Tadarus Fathul pertama dilaksanakan pada akhir sesi malam hari dan pada waktu selesai melaksanakan qiyamul lail dan dilanjutkan setelah shalat shubuh. c. Penjelasan lebih lanjut tentang Tadarus Fathul Qulub dapat dilihat pada bagian akhir modul ini. 5. Kultum a. Kegiatan kuliah tujuh menit (kultum) dilaksanakan setiap habis shalat dhuhur dan maghrib. b. Imam training bersama ketua kelas menyusun jadwal petugas imam dan kultum serta mengawal pelaksanaannya. 6. Zikir dan Do’a a. Setelah melaksanakan shalat jamaah setiap peserta melakukan zikir dan do’a. b. Pelaksanaan zikir dan do’a dilaksanakan secara pribadi sesuai dengan kebutuhan/kepentingan masingmasing peserta.


6 7 Modul Baitul Arqam I. Daftar Pusaka 1. Majelis Tarjih & Tajdid PP Muhammadiyah, Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah, (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2014) 2. _____, Tanya Jawab Agama jilid 1-7, (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 1996-2010) 3. Agung Danarto, Cara Shalat Menurut HPT, (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2006) 4. Asmuni Abdurrahman, Shalat Berjamaah, (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2005) 5. Asep Solahudin, Tuntunan Ibadah Praktis, (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2005).


6 8 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah Modul 5 Manhaj Tarjih A. Standar Kompetensi Fathonah dalam berpikir, berwawasan, dan menghasilkan karya pemikiran B. Kompetensi Dasar Peserta mengidentifikasi konsep-konsep umum yang terdapat dalam manhaj tarjih Muhammadiyah C. Indikator Peserta dapat: 1. Menyimpulkan definisi manhaj tarjih 2. Merangkum pokok-pokok manhaj tarjih 3. Mendukung nalar metodologis Muhammadiyah dalam kerangka pemikiran keagamaan D. Pokok Bahasan 1. Pengertian Manhaj Tarjih 2. Pokok-Pokok Manhaj Tarjih 3. Sifat Manhaj Tarjih E. Bahan & Alat 1. LCD 2. Kertas Plano 3. Papan Tulis 4. Spidol 5. Bahan Bacaan


6 9 Modul Baitul Arqam F. Metode dan Strategi o Jigsaw o Index Card Match G. Alokasi Waktu 2 X 45 menit H. Langkah Kegiatan 1. Pengantar (10 menit) Instruktur membuka sesi dengan mengajukan pertanyaan ke peserta, apa yang mereka ketahui tentang tarjih ? Instruktur menuliskan beberapa keywords (kata-kata kunci) tentang tarjih yang disebutkan oleh peserta. 2. Index Card Match (20’) o Instruktur menjelaskan secara singkat tentang pengertian manhaj tarjih. o Guna memberi pemahaman tentang beberapa istilah kunci dalam manhaj tarjih, maka instruktur melakukan langkah-langkah berikut : a. Buatlah potongan-potongan kertas sejumlah peserta yang ada dalam kelas. b. Bagi jumlah kertas-kertas tersebut menjadi dua bagian yang sama. c. Tulis pertanyaan tentang istilah dalam manhaj tarjih pada pertengahan bagian kertas yang telah disiapkan. Setiap kertas berisi satu pertanyaan. d. Pada separoh kertas yang lain, tulis jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang telah dibuat. e. Kocoklah semua kertas sehingga akan tercampur antara soal dan jawaban.


7 0 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah f. Bagi 1 (satu) kertas perpeserta dan minta mereka yang mendapat kertas pertanyaan untuk menemukan kertas jawaban dari pertanyaan tersebut. g. Instruksi melakukan cross-chek atas kesesuaian kertas pertanyaan dan kertas jawaban. 3. Jigsaw (55 menit) o Instruktur memilih materi pembelajaran manhaj tarjih yang dapat dibagi menjadi beberapa segmen (bagian) o Instruktur membagi peserta menjadi beberapa kelompok sesuai dengan jumlah segmen yang ada. o Setiap kelompok mendapat tugas membaca dan memahami materi pembelajaran yang berbeda-beda. o Setiap kelompok mengirimkan anggotanya ke kelompok lain untuk menyampaikan apa yang telah mereka pelajari dari kelompok o Kembalikan suasana kelas seperti semula, kemudian tanyakan jika ada masalah yang tidak terpecahkan o Sampaikan pertanyaan kepada peserta untuk mengecek pemahaman mereka. 4. Pemantapan (5 menit) Peserta melakukan refleksi: apa pengetahuan baru yang mereka dapatkan dan juga sikap baru yang mereka dapatkan setelah mengikuti sesi ini. I. Daftar Pusaka 1. Asjmuni Abdurrahman, Manhaj Tarjih Muhammadiyah: Metodologi & Aplikasi, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2002).


7 1 Modul Baitul Arqam 2. Muhammad Azhar & Hamim Ilyas (ed.), Pengembangan Pemikiran Keislaman Muhammadiyah, (Yogyakarta: MTPPI PPPM & LPPI UMY,2000). 3. Mukti Ali, Metode Memahami Agama Islam, (Jakarta : Bulan Bintang, 1991).


7 2 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah Modul 6 PHIWM A. Standar Kompetensi Keshalehan dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat luas B. Kompetensi Dasar Peserta mampu mewujudkan PHIWM dalam kehidupan sehari-hari C. Indikator Peserta dapat: 1. Menjelaskan urgensi dan sifat PHIWM 2. Praktek Sikap dan Perilaku PHIWM dalam Pelatihan 3. Menginternalisasikan PHIWM dalam Kehidupan seharihari 4. Menyusun strategi penerapan PHIWM dalam lingkungan organisasi dan masyarakat D. Pokok Bahasan 1. Pengertian PHIWM 2. Urgensi dan Sifat PHIWM 3. Kandungan PHIWM 4. Strategi internalisasi PHIWM dalam kehidupan E. Bahan & Alat 1. LCD 2. Kertas Plano 3. Papan Tulis 4. Spidol


7 3 Modul Baitul Arqam F. Metode dan Strategi o Ceramah bervariasi o Small Group Discussion (SGD) G. Alokasi Waktu 2 X 45 menit H. Langkah Kegiatan 1. Pengantar ( 10 menit ) Instruktur membuka acara dengan mengajak peserta melakukan brainstorming menyangkut: a. Apa saja yang dimaksud kehidupan Islami. b. Apa yang telah dilakukan oleh masing-masing peserta untuk mewujudkan kehidupan yang Islami tersebut. 2. Ceramah Bervariasi (30 menit) Instruktur menyampaikan pengantar diskusi dengan bantuan tayangan powerpoint tentang pengertian PHIWM, urgensi dan sifat PHIWM, serta kandungan PHIWM. 3. SGD (45 menit) o Instruktur membagi peserta kedalam beberapa kelompok. o Instruktur meminta peserta mendiskusikan Strategi internalisasi PHIWM dalam kehidupan o Dari tiap kelompok, instruktur meminta mereka untuk menunjuk juru bicara. o Juru bicara kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya o Instruktur meminta kelompok lain untuk bertanya atau menanggapi.


7 4 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah o Instruktur memberikan rangkuman atau penguatanpenguatan materi. 4. Pemantapan (5 menit) Peserta menyimpulkan makna PHIWM bagi warga Persyarikatan serta bagaimana mengaktualisasikannya dalam kehidupan. I. Daftar Pusaka PP Muhammadiyah, Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah, (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2002)


7 5 Modul Baitul Arqam Modul 7 Profil Kader dan Nilai Perjuangan Tokoh Muhammadiyah A. Standar Kompetensi Keteladanan dalam seluruh sikap dan tindakan B. Kompetensi Dasar Peserta mampu menjadikan nilai-nilai keteladanan para tokoh sebagai bagian kepribadiannya C. Indikator Peserta dapat : 1. Menyimpulkan profil dan kompetensi kader Muhammadiyah. 2. Merangkum nilai karakter perjuangan dan keteladanan para tokoh teladan Muhammadiyah. 3. Berperilaku seperti tokoh-tokoh teladan Muhammadiyah dalam kehidupan berorganisasi dan bermasyarakat. D. Pokok Bahasan 1. Profil Kader Muhammadiyah 2. Kisah Hidup Para Tokoh Muhammadiyah 3. Karakter Perjuangan dan Keteladanan para Tokoh E. Bahan & Alat 1. LCD 2. Kertas Plano


7 6 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah 3. Papan Tulis 4. Spidol F. Metode dan Strategi o Story Telling o Reading Guide G. Alokasi Waktu 2 X 45 menit H. Langkah Kegiatan 1. Pengantar (15 menit) o Instruktur membuka sesi dilanjutkan dengan penjelasan singkat tentang materi dan tujuan pembelajaran. o Instruktur membagi peserta ke dalam kelompok kecil, masing-masing beranggotakan 5 orang, duduk melingkar. Semua kelompok tetap berada dalam satu kelas/ruangan. o Instruktur membagikan lembar kerja “Siapa Dia” kepada semua peserta. o Instruktur menampilkan slide yang berkaitan dengan tokoh Muhammadiyah (Photo, periode, sifat ketokohannya, kiprah, dan sebagainya) dan semua kelompok diminta untuk menebak atau menjawab pertanyaan instruktur terkait dengan slide yang tertayang. Masing-masing perserta dalam kelompok menjawab pertanyaan Quis secara individu dengan mengisi lembar kerja yang tersedia. Jawaban pribadi tdak harus sama dengan kelompoknya.


7 7 Modul Baitul Arqam o instruktur menampilkan slide secara lengkap. Selanjutnya Instruktur merangkum hasil perolehan nilai masing-masing kelompok dan memberikan komentar singkat. 2. Story Telling (40 menit) o Peserta berdiskusi tentang jawaban masing-masing dalam kelompoknya serta berbagi informasi dan pengalaman tentang persepsi dan kisah-kisah tokoh Muhammadiyah yang menjadi idola atau berpengaruh bagi mereka. o Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya dan membagi informasi yang berkembang di kelompoknya kepada kelompok lain. Instruktur mencatat hal -hal penting. 3. Reading Guide (30 menit) o Instruktur membagikan bahan ajar tentang tokoh Muhammadiyah kepada peserta dan meminta mereka merumuskan profil kader apa yang para tokoh tersebut miliki serta karakter perjuangan dan keteladanan apa yang mereka dapatkan dari tokoh-tokoh tersebut. o Instruktur secara acak meminta salah seorang peserta untuk menyampaikan hasil bacaannya kepada forum kelas. 4. Pemantapan (5 menit) Forum kelas melakukan refleksi: apa yang terjadi, apa yang dirasakan, dan apa makna yang dapat didapatkan dari kegiatan ini.


7 8 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah I. Daftar Pusaka 1. Lasa Hs.,dkk., 100 Tokoh Muhammadiyah yang Menginspirasi, (Yogyakarta: Majelis Pustaka & Informasi PP Muhammadiyah, 2014) 2. Najamuddin Ramly & Hery Sucipto, Ensiklopedi Tokoh Muhammadiyah: Pemikiran dan Kiprah dalam Panggung Sejarah Muhammadiyah, (Jakarta: Best, Media Utama, 2010) 3. Kyai Syuja’, Islam Berkemajuan; Kisah Perjuangan KH. Ahmad Dahlan dan Muhammadiyah Masa Awal, (Tangerang: Al-Wasath, 2009)


7 9 Modul Baitul Arqam Modul 8 Manajemen Organisasi dan Akhlaq Bermuhammadiyah A. Standar Kompetensi Menjadi bagian yang menyatu dengan denyut nadi kehidupan Persyarikatan, umat dan bangsa sebagai wujud menjalankan misi organisasi B. Kompetensi Dasar Peserta mampu memahami pengelolaan organisasi dan nilainilai bermuhammadiyah di Persyarikatan. C. Indikator Peserta dapat: 1. Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan organisasi Muhammadiyah 2. Menunjukkan Skema Manajemen Organisasi Muhammadiyah yang Modern dan Efeketif 3. Menampilkan manajemen organisasi yang sesuai dengan nilai-nilai Muhammadiyah D. Pokok Bahasan 1. Pengertian Manajemen Organisasi 2. Skema Manajemen Organisasi 3. Akhlak Berorganisasi di Muhammadiyah E. Bahan & Alat 1. LCD 2. Kertas Plano


8 0 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah 3. Papan Tulis 4. Spidol 5. Lakban F. Metode dan Strategi o Diskusi o Workshop G. Alokasi Waktu 2 X 45 menit H. Langkah Kegiatan 1. Pengantar ( 10 menit ) Instruktur membuka acara dan memberi pengantar tentang urgensi materi. Instruktur menayangkan slide tentang profil Muhammadiyah di abad kedua; tentang angka statistik Amal Usaha Muhammadiyah, segmentasi warga Muhammadiyah, dan sebagainya. Instruktur melakukan curah pendapat dengan peserta tentang apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan Muhammadiyah. Instruktur mencatat jawaban peserta dalam slide powerpoint dengan dua tabel kekuatan dan kelemahan Muhammadiyah. 2. Diskusi (30 menit) o Instruktur memberi pengantar tentang pengertian manajemen dan skema manajemen yang efektif yang dijalankan dengan memperhatikan aspek PDCA (Plan, Do, Check, Act). Instruktur meminta peserta untuk menyusun bagaimana siklus PDCA itu bekerja dalam Persyarikatan. o Peserta mempresentasikan hasil diskusi kelompok.pai tujuan Persyarikatan.


8 1 Modul Baitul Arqam 3. Workshop (45 menit) o Instruktur meminta kelompok untuk menyusun bagaimana menjadikan organisasi Muhammadiyah menjadi rumah yang nyaman bagi warganya. Instruktur membuat gambar rumah dan meminta peserta untuk mengurai rumah itu dari sisi pondasi, alas, tiang, kamar dan atap. Instruktur meminta kelompok untuk melabeli struktur bangunan rumah tersebut dengan nilai-nilai akhlak dalam berorganisasi. Misalnya, atapnya adalah toleransi, pondasinya adalah ikhlas, dan seterusnya. o Motivasi peserta untuk membuat gambar yang menarik disertai pesan simbolik yang relevan. o Peserta mempresentasikan hasil dan makna gambarnya yang ditanggapi oleh kelompok lain. 4. Pemantapan (5 menit) Peserta menyimpulkan materi tentang Manajemen Organisasi dan Akhlak bermuhammadiyah berdasarkan hasil diskusi dan workshop. I. Daftar Pusaka 1. BPK AMM, Pedoman Bermuhammadiyah, (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 1990) 2. PP Muhammadiyah, Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah, (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2002) 3. Abd. Rosyad Sholeh, Manajemen Dakwah Muhammadiyah, (Yogyakarta, Suara Muhammadiyah, 2005).


8 2 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah Modul 9 Revitalisasi Pendidikan Muhammadiyah A. Standar Kompetensi Berkomitmen dan menjunjung tinggi ideologi Muhammadiyah dan mampu bersikap tegas tetapi arif dalam membela serta menegakkan prinsip dan kepentingan Persyarikatan. B. Kompetensi Dasar Peserta menyadari urgensi revitalisasi pendidikan di lingkungan Muhammadiyah C. Indikator Peserta dapat: 1. Mendukung prioritas revitalisasi pendidikan dalam program Persyarikatan 2. Memetakan problem revitalisasi pendidikan 3. Mengidentifikasi strategi revitalisasi pendidikan Muhammadiyah di lingkungan masing-masing. D. Pokok Bahasan 1. Filsafat Pendidikan Muhammadiyah 2. Konsep Pendidikan Muhammadiyah 3. Rencana Strategi Pendidik Muhammadiyah E. Bahan & Alat 1. LCD 2. Kertas Plano


8 3 Modul Baitul Arqam 3. Papan Tulis 4. Spidol F. Metode dan Strategi o Ceramah bervariasi o Diskusi G. Alokasi Waktu 2 X 45 menit H. Langkah Kegiatan 1. Pengantar ( 15 menit ) Instruktur membuka acara dan mengenalkan narasumber (pembicara ahli). Untuk menyegarkan suasana Instruktur dapat memberikan ice breaking tepuk tangan seperti contoh di bawah : TEPUK ANGGOTA BADAN Jika kita pegang hidung, peserta tepuk 1 x Jika kita pegang bibir, peserta tepuk 2 x Jika kita pegang telinga, peserta tepuk 3 x Jika kita bersedekap, peserta tepuk 4 x (bisa dimodifikasi ataupun dibolak-balik ketentuannya) TEPUK DIBALAS TEPUK Jika kita tepuk 1x, peserta tepuk 4 x Jika kita tepuk 2x, peserta tepuk 3 x Jika kita tepuk 3x, peserta tepuk 2 x Jika kita tepuk 4x, peserta tepuk 1 x (bisa dimodifikasi ataupun dibolak-balik ketentuannya)


8 4 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah 2. Pembicara Ahli (40’) Instruktur mempersilakan narasumber ahli untuk menyampaikan pengantar diskusi. Narasumber menguraikan materi tentang filsafat pendidikan Muhammadiyah, konsep pendidikan Muhammadiyah, dan rencana strategi pendidik Muhammadiyah. 3. Diskusi/Tanya Jawab (30’) Peserta mengajukan tanggapan dan pertanyaan kepada narasumber, instruktur mencatat pertanyaan peserta dalam slide powerpoint kemudian mempersilakan narasumber ahli untuk menjawab. 4. Pemantapan (5’) Peserta menyimpulkan langkah revitalisasi pendidikan Muhammadiyah berdasarkan beberapa uraian dari narasumber ahli dan pembacaan peserta terhadap materi terkait. I. Daftar Pusaka 1. PP Muhammadiyah, Tanfidz keputusan Muktamar ke46 (Yogyakarta: PP Muhammadiyah, 2010) 2. PP Muhammadiyah, Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah, (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2002) 3. Haedar Nashir, Muhammadiyah Abad Kedua, (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2012)


8 5 Modul Baitul Arqam Modul 10 Tadarus Fathul Qulub (Sesi Shubuh) A. Standar Kompetensi Ketaatan beribadah yang tahsinah dari ibadah itu terpantul dalam kehidupan sehari-hari B. Kompetensi Dasar Peserta membiasakan tadarus al-Qur’an dengan menghayati maksud dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari secara konsisten C. Indikator Peserta dapat: 1. Membaca al-Qur’an dengan tartil (sesuai tajwid dan makhaarijul huruf) 2. Menerjemahkan dan menafsirkan makna ayat maupun hadist 3. Membiasakan membaca dan tadarus al-Qur’an sesuai dengan tuntunan secara konsisten D. Pokok Bahasan 1. Penguatan Ideologi 2. Konsolidasi Organisasi 3. Kepemimpinan E. Bahan & Alat 1. Kertas Plano 2. Lakban


8 6 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah 3. Spidol 4. Microphone 5. Buku Tadarus Fathul Qulub F. Metode dan Strategi o Small Group Discussion o Focus Group Discussion G. Alokasi Waktu 2 x 45 menit H. Langkah Kegiatan 1. Kegiatan Pembuka (10 menit) o Instruktur membuka pembelajaran dengan memotivasi peserta perkaderan tentang pentingnya memahami kajian ayat yang terkait dengan ideologi dan ruh bermuhammadiyah. o Kemudian instruktur membagi peserta dalam kelompok kecil misalnya kelompok U, M, Buton , Joss tergantung jumlah peserta. 2. Kegiatan Inti (60’) o Tiap kelompok melaksanakan tadarus bersama di pimpin oleh ketua kelompok atau yang bisa membaca ayat al Quran dengan fasih dan baik o Diskusi ayat untuk di cari munasabah ayat atau korelasi antar ayat sesuai tema pada kelompok masingmasing. o Peserta menuliskan hasil diskusi kelompok pada kertas pleno point inti dari setiap ayat. o Presentasi kelompok.


8 7 Modul Baitul Arqam 3. Kegiatan Penutup (20’) o Setelah semua wakil kelompok memperesentasikan hasil diskusinya. Instruktur menguatkan ayat yang paling inti dan menkorelasikannya dengan ideologi Muhammadiyah. o Instruktur membuka dialog persoalan yang muncul di masyarakat, Persyarikatan/AUM dll. o Instruktur mengajak peserta untuk selalu mentadabburi al Quran dalam kehidupan sehari-hari.


8 8 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah Modul 11 Tadarus Fathul Qulub (Refleksi Penutup Kegiatan Harian) A. Standar Kompetensi Ketaatan beribadah yang tahsinah dari ibadah itu terpantul dalam kehidupan sehari-hari B. Kompetensi Dasar Peserta membiasakan tadarus al-Qur’an dengan menghayati maksud dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari secara konsisten C. Indikator Peserta dapat: 1. Membaca al-Qur’an dengan tartil (sesuai tajwid dan makhaarijul huruf) 2. Menerjemahkan dan menafsirkan makna ayat maupun hadist 3. Membiasakan membaca dan tadarus al-Qur’an sesuai dengan tuntunan secara konsisten D. Pokok Bahasan 1. Apa yang Diperoleh Hari Ini ? 2. Apa yang Perlu Diperbaiki ? 3. Apa yang Perlu Ditingkatkan ? E. Bahan & Alat 1. LCD 2. Speaker Aktif


8 9 Modul Baitul Arqam 3. Microphone 4. Buku Tadarus Fathul Qulub F. Metode dan Strategi o Ceramah Bervariasi o Reading Aloud G. Alokasi Waktu 2 x 15 menit H. Langkah Kegiatan 1. Kegiatan Pembuka (5 menit) o Instruktur / imam training menyiapkan perangkat untuk refleksi dan tadarus buku Fathul Qulub. o Instruktur membuka tadarus dengan memotivasi peserta perkaderan tentang pentingnya bermuhasabah terhadap apa yang telah dilakukan di setiap waktu. o Instruktur meminta peserta untuk membuka buku Fathul Qulub sesuai dengan tema yang di siapkan untuk penutup acara / kegiatan 2. Kegiatan Inti (20’) o Instruktur menuntunkan bacaan melalui tadarus ayat sesuai tema penutup acara / kegiatan dengan intonansi tilawah di tuntun oleh instruktur di ikuti per ayat oleh peserta. Bisa juga dengan menunjuk peserta perkaderan yang memiliki kualitas qiroah yang bagus (fasih). o Instruktur, dengan perangkat tayangan refleksi menyampaikan kepada peserta berupa tayangan powerpoint: Apa yang diperoleh dari BA sejak pembukaan sampai sesi terakhir sebelum penutup acara, misalnya


9 0 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah : pada sesi 1 telah mendapatkan materi Peran Tauhid dalam Kehidupan, sesi 2 telah mendapatkan materi apa dan seterusnya. o Bila perlu instruktur / imam training sudah menyiapkan potongan film pendek yang memiliki pesan sesuai dengan tema tadarus di atas. 3. Kegiatan Penutup (5’) o Instruktur mengajak peserta untuk selalu mentadaburi al Quran dalam kehidupan sehari-hari. o Imam training mengkonfirmasi ke peserta kesiapan untuk melaksanakan qiyamul lail pada shubuh hari.


9 1 Modul Baitul Arqam Modul 12 Outbound A. Standar Kompetensi Mengutamakan misi dan kepentingan Muhammadiyah di atas lainnya dengan niat ikhlas dan berkhidmat. B. Kompetensi Dasar Peserta mampu menginternalisasi nilai-nilai yang ada dalam aktivitas outbound. C. Indikator Peserta dapat : 1. Membuktikan pentingnya nilai-nilai kohesifitas, kerjasama, kepedulian dan kepemimpinan dalam organisasi 2. Menunjukkan manfaat strategi & kreatifitas dalam pencapaian tujuan organisasi 3. Mengadopsi nilia-nilai baik dalam ourbound dalam kehidupan berorganisasi D. Pokok Bahasan 1. Taaruf 2. Kohesifitas 3. Empati, 4. Kepemimpinan 5. Kerjasama 6. Strategi 7. Kreatifitas


9 2 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah E. Bahan & Alat 1. PeluitTali 2. Wireless/Microphone 3. Bola kecil F. Metode dan Strategi o Out door activity, o Praktek (experiencing/proses mengalami). o Debriefing G. Alokasi Waktu 2 X 45 menit H. Langkah Kegiatan Berikut adalah contoh pelaksanaan outbond dalam Baitul Arqam Daerah. 1. Kegiatan Pembuka (15 menit): o Instruktur dan peserta bersama-sama berolahraga sebagai pemanasan (warming up) dan pelemasan otot tubuh (scretching). o Instruktur membuka pembelajaran dengan menjelaskan pentingnya outbound sebagai materi yang mengkover aspek afeksi dan psikomotorik dalam Sistem Perkaderan Muhammadiyah. 2. Kegiatan Inti pertama (50’) o Instruktur menjelaskan dan memperagakan terlebih dahulu bentuk kegiatan yang hendak dijalankan peserta. Kemudian instrukur menghitung jumlah peserta yang akan melakukan formasi. Stand up


9 3 Modul Baitul Arqam dimulai dari berdua, bertiga, berempat, berdelapan sampai dengan lingkaran besar yg melibatkan seluruh peserta. Formasi: a. Berdua: Jumlah orang 2. Bentuknya kedua orang duduk selonjor dalam posisi berhadapan. Kedua kaki satu sama lain bertemu dan saling bertumpuh, tangan berpegangan dengan posisi saling memegang pergelangan tangan lalu berdiri serentak bersama. b. Bertiga: Jumlah orang 3. Bentuknya ketiga orang duduk selonjor dalam posisi segitiga. Kedua kaki satu sama lain bertemu dan saling bertumpuh, tangan berpegangan dengan posisi saling memegang pergelangan tangan lalu berdiri serentak bersama. c. Berempat: jumlah orang 4. Bentuknya keempat orang duduk dalam posisi membentuk lingkaran. Kedua kaki bertemu dan saling bertumpuh dengan kaki rekan di kanan dan kiri, tangan berpegangan dengan posisi saling memegang pergelangan tangan lalu berdiri serentak bersama. d. Berdelapan: Jumlah orang 8. Bentuknya kedelapan orang duduk dalam posisi membentuk lingkaran. Kedua kaki bertemu dan saling bertumpuh dengan kaki rekan di kanan dan kiri, tangan berpegangan dengan posisi saling memegang pergelangan tangan lalu berdiri serentak bersama..


9 4 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah e. Lingkaran Besar: jumlah semua peserta. Bentuknya semua orang duduk dalam posisi membentuk lingkaran. Kedua kaki bertemu dan saling bertumpuh dengan kaki rekan di kanan dan kiri, tangan berpegangan dengan posisi saling memegang pergelangan tangan lalu berdiri bersama. 3. Kegiatan Inti kedua: Holahop (15) o Instruktur membagi peserta ke dalam 5 kelompok. o Instruktur menjelaskan tahapan dan aturan serta memperagakan permainan holahop yang akan dilakukan peserta. o Masing-masing kelompok berkompetisi kecepatan menyelesaikan permainan 4. Penutup (10’) o Instruktur melakukan debriefing pengalaman dan perasaan peserta; memantik peserta tentang manfaat berfikir dan bergerak cepat untuk membentuk kebersamaan dan kekompakan; internalisasikan dengan ayat atau hadits terkait; dan korelasi dan kontekstualisasikan dengan peran sebagai kader persyarikatan maupun tanggung jawab sebagai insan perkaderan Muhammadiyah. I. Daftar Pustaka 1. Djamaluddin Ancok, Outbound Training, (Yogyakarta: UII Press, 2005) 2. Muhammad Dzikron, Model-Model Permainan Outbound, (Klaten: HW Klaten, 2014)


9 5 Modul Baitul Arqam Lampiran : Ragam Games Outbond A. INTRO BALL o Tujuan: Memperkenalkan identitas setiap peserta dan pendamping. o Metode: Bola dilemparkan secara bergantian dan acak oleh peserta dimulai dari pendamping. Setiap akan melempar bola, pelempar harus menyebutkan identitas (nama, usia, hobi, asal, dan lain-lain) terlebih dahulu lalu kemudian menyebutkan nama penerima bola. Begitu seterusnya. Pengelompokan dimulai dari kelompok kecil (5 orang) kemudian diperbesar sampai seluruh peserta. o Alat: Bola kecil o Debriefing: Eksplorasi pengalaman dan perasaan peserta; memantik peserta tentang makna perkenalan identitas; internalisasikan ayat atau hadits terkait; dan korelasi dan kontekstualisasikan dengan kondisi awal pelatihan serta pentingnya untuk saling kenal mengenal membangun solidaritas kolektif kader. B. TRUST FALL o Tujuan: menjaga kepercayaan antar peserta o Metode: Setiap peserta berbaris bershaf (2 shaf) menghadap ke salah satu arah. Kemudian shaf terdepan menjatuhkan tubuh ke belakang dan shaf yang belakang menerima dan menjaga yang didepannya. Kemudian, secara bergantian, salah satu peserta harus menjatuhkan diri dari tempat yang agak tinggi (50-80 cm) dan peserta yang lain menerima di bawahnya.


9 6 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah o Alat: Kursi/drum, peluit, megaphone/microphone o Debriefing: Memantik peserta untuk memaknai rasa kepercayaan terhadap teman. C. 7 KURCACI o Tujuan: Mengetes daya respon dan instruksi pimpinan. o Metode: Peserta membentuk lingkaran. Kemudian pendamping memberikan cerita atau perintah berhitung yang menyebutkan angka/bilangan yang mengandung unsur angka 7 (habis dibagi 7, kelipatan 7, ada angka 7). Setiap terdapat unsur angka 7, peserta harus melakukan gerakan (lompat, maju kedepan, kebelakang, kesamping, dll). Bagi peserta yang salah melaksanakan instruksi bisa diberikan hukuman (menyanyi, mengaji, khotbah, dll). o Debriefing: memantik peserta untuk memaknai tentang konsentrasi dan respon terhadap perintah pimpinan. o Angka Unsur 7: 7, 14, 17, 21, 27, 28, 35, 37, 43, 47, 56, 57, 63, 67, dst. D. TITANIC/BROKEN SQUARE o Tujuan: Kerjasama tim untuk menyelamatkan anggota. o Metode: setiap peserta dikelompokkan (5-10 orang). Setiap kelompok diberikan 1 lembar kertas koran bekas utuh. Kemudian setiap peserta diminta berdiri diatas kertas tersebut. Lalu, salah satu pendamping bercerita tentang tragedi kapal karam secara dramatis. Pendamping yang lain, bertugas untuk menyobek kertas tadi sedikit demi sedikit, dan setiap anggota kelompok tidak boleh ada yang keluar dari atas kertas tersebut. Hal ini dilakukan sampai


9 7 Modul Baitul Arqam kertas koran yang diinjak tadi menjadi sekecil mungkin. o Alat: Kertas koran bekas, megaphone/microphone o Debriefing: memantik peserta tentang makna kerjasama, perintah, ide/gagasan untuk menyelamatkan anggota agar tidak terlepas. E. BOOM DISPOSAL o Tujuan: pengorganisasi sebuah kelompok/komunitas o Metode: Peserta dikelompokkan (5-10 orang). Peserta diminta untuk memindahkan bom menuju tempat yang lebih aman menggunakan alat bantu (supit mie atau ali rafia. Penerapan startegi cara memindah diserahkan sepenuhnya kepada setiap kelompok yang diberi waktu 3 menit untuk berdiskusi dan menentukan pimpinan. Jika belum sapai pada tempat yang aman, bom sudah jatuh maka dianggap tewas. o Alat: Bola/botol air minum bekas diisi air, tali raffia/supit mie. o Debriefing: memantik peserta untuk memaknai pengorganisasian. F. PRAMUNIAGA o Tujuan: Konsentrasi dan istiqomah mencapai tujuan o Metode: Peserta di bagi kelompok (10-15 orang). Secara bergantian, salah satu kelompok bertugas menjadi pramuniaga membawa air minum di atas nampan yang harus diantarkan kepada tamu restoran. Nampan dibawa secara estafet bergantian sampai pada tamu tersebut. Sementara kelompok yang lain, berusaha menggangu dan


9 8 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah mengecoh pramuniaga tersebut dengan cara melempari pramuniaga dengan bola-bola kecil/bola kertas dan berusaha menjatuhkan minuman tadi. Jika minuman terjatuh, maka pramuniaga harus memulai kembali dari titik start. Begitu seterusnya dilakukan secara bergantian antar kelompok. o Alat: nampan/beki, bola kecil/bola kertas, gelas plastik/ botol plastik, air o Debriefing: memantik peserta untuk memaknai kerjasama mencapai tujuan akhir. G. BOOM BALOON o Tujuan: Konsentrasi dan istiqomah mencapai tujuan o Metode: Peserta dikelompokkan (10-15 orang). Setiap kelompok diminta membentuk barisan memanjang. Setiap peserta diminta memindahkan balon berisi air dengan alat bantu sumpit dengan cara digigit sumpitnya, namun pada ujung sumpit sudah diberi jarum. Jika balon pecah, maka harus memulai dari awal lagi. o Alat: sumpit, jarum, tali, balon, air o Debriefing: Memantik peserta untuk memaknai kecepatan bertindak dan teguh dalam perjuangan. H. WAR GAME o Tujuan: Mengatur strategi memenangkan pertarungan o Metode: Peserta dibentuk menjadi 2 kelompok besar (20- 30 orang). Setiap kelompok diberi waktu 5 menit untuk menentukan satu raja dan membagi pasukan menjadi 3 pasukan (darat, laut, udara) dan mengatur strategi perang.


Click to View FlipBook Version