9 9 Modul Baitul Arqam Cara Perang: setiap peserta tangan kanannya harus membetuk pistol, untuk menembak/membunuh lawan, peserta harus menyebutkan nama lawan (contoh: dor…paijo). Jika peserta masuk detasemen darat, maka cara menembaknya peserta harus tidur tengkurap dahulu sambil mengarahkan pistol lalu menembak. Jika peserta masuk detasemen laut, maka cara menembaknya peserta harus tidur tengkurap sambil bergaya seperti orang renang lalu menembak. Jika peserta masuk detasemen udara, cara menembaknya peserta harus sambil lompat bergaya terbang lalu menembak. Setiap peserta yang ditembak (benar menyebutkan namanya, harus mati dan menyingkir dari arena perang). Untuk membunuh raja, salah satu kelompok harus membunuh semua pasukan terlebih dahulu. Sang raja ditandai dengan memakai topi/peci/slayer. o Alat: Peci/topi/slayer o Debriefing: memantik peserta untuk memaknai pentingnya startegi survival organisasi dan pemenangan setiap agenda organisasi. I. WATERPIPE o Tujuan : Peserta memahmi strategi Problem solving dan pengelolaan konflik organisasi o Metode : Peserta dibagi berkelompok (masing-masing 5 atau 6 orang). Setiap kelompok diberikan alat berupa pipa, ember, timba kecil, dan bola pingpong. Bola pingpong dimasukkan ke dalam pipa. Lalu setiap kelompok
100 Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah diminta mengeluarkan bola pingpong dengan cara mengisikan air ke dalam pipa. · Alat: Pipa, ember, timba kecil, dan bola pingpong. · Debriefing: peserta sharing pengalaman atas permainan yang baru diikuti. Fasilitator memberikan debriefing tentang strategi problem solving dan pengelolaan konflik organisasi. Strategi apapun yang dipilih dalam mencari jalan keluar masalah dan konflik yang terjadi di organisasi hendaklah tetap didasarkan pada upaya pencapaian tujuan organisasi.