The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Aldinan Ihsan Y Kumpulan Portofolio dan Jurnal

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by aldinanyustono, 2021-06-13 21:36:04

Aldinan Ihsan Y Kumpulan Jurnal Dan Portofolio

Aldinan Ihsan Y Kumpulan Portofolio dan Jurnal

46

47

4. Jaringan Saraf

48

49

50

51

5. Organ dan Sistem Organ

52

53

54

55

56

57

BAB IV
SISTEM GERAK

.1 JURNAL BELAJAR

Jurnal belajar 1

Pada hari Jumat tanggal 9 Oktober 2020 kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 mengadakan pembelajaran online
melalui google meet seperti biasa. Hari ini Bu Puspa memberikan dan menjelaskan tugas pada bab
berikutnya. Tugas tersebut dibagi menjadi 3 berdasarkan absen perkelas. Untuk kelompok 1 membahas
tentang materi tulang, kemudian kelompok 2 membahas tentang materi otot, dan untuk kelompok 3
membahas tentang materi sendi. Kemudian setiap kelompok membuat materinya bersama-sama kemudian
dikonsultasikan ke Bu Puspa terlebih dahulu kemudian nanti dipresentasikan pada saat google meet.

Jurnal belajar 2

Pada hari Rabu tanggal 14 Oktober 2020 kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 tidak ada pertemuan online google
meet tetapi Bu Puspa memberi instruksi kepada siswa-siswi untuk melanjutkan tugas kelompok yang
telah diberikan pada pertemuan sebelumnya.

Jurnal belajar 3

Pada hari Jumat tanggal 16 Oktober 2020 kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 mengadakan pembelajaran online
melalui google meet seperti biasa. Hari ini Bu Puspa membahas tentang hasil Ulangan Harian bab
sebelumnya yaitu bab jaringan hewan. Lalu Bu Puspa menjelaskan kembali tentang tugas kelompok
sistem gerak agar dikerjakan bersama-sama dengan kelompok dan dikonsultasikan ke Bu Puspa terlebih
dahulu. Kemudian Bu Puspa pun mengakhiri pertemuan pada hari ini.

Jurnal belajar 4

Pada hari Rabu tanggal 21 Oktober 2020 kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 mengadakan pembelajaran online
melalui google meet seperti biasa. Pada hari ini presentasi tugas kelompok sistem gerak sudah dimulai.
Materi pertama dibawakan oleh kelompok 1 dari XI IPA 5. Tidak ada sesi Tanya jawab karena tidak
sempat mengingat keterbatasan waktu pembelajaran. Kemudian langsung dilanjutkan ke kelompok 1 dari
XI IPA 4. Karena waktu pembelajaran sudah mau habis, Bu Puspa meminta yang sedang membaca materi
untuk menghentikan presentasinya dan dilanjutkan pada pertemuan selanjutnya. Kemudian Bu Puspa
memberi masukan kepada seluruh murid tentang etika saat presentasi bagi yang sedang presentasi
maupun audience nya untuk selalu on cam ketika membacakan presentasi dan jangan hanya membaca

58

materi yang tertulis di screen saja, begitu juga untuk yang lain menghargai dan mendengarkan sambil
menyalakan kameranya. Kemudian Bu Puspa mengakhiri pertemuan pada hari ini.

Jurnal belajar 5

Pada hari Jumat tanggal 23 Oktober 2020 kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 mengadakan pembelajaran online
melalui google meet seperti biasa. Hari ini melanjutkan presentasi kemarin. Kelompok yang kemarin
presentasinya terhenti melanjutkan presentasi yaitu membahas tentang materi tulang oleh kelompok 1 dari
XI IPA 4. Kemudian dibuka sesi tanya jawab. Ada 3 pertanyaan dari Thezar, Rania dan Engeline.
Kemudian Bu Puspa mengabsen seluruh murid satu per satu. Kemudian Candyle menjawab pertanyaan
dari Rania, Aliyah menjawab pertanyaan dari Engeline. Lalu Bu Puspa juga menambahkan penjelasan.
Setelah itu Bu Puspa mengakhiri pertemuan pada hari ini.

Jurnal belajar 6

Pada hari Rabu tanggal 4 November 2020 kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 mengadakan pembelajaran online
melalui google meet seperti biasa. Pada hari ini melanjutkan presentasi membahas tentang materi otot
rangka. Kelompok 2 dari XI IPA 5 memulai presentasi membahas tentang otot rangka, kemudian
dilanjutkan oleh kelompok 2 dari XI IPA 4 dengan materi judul materi yang sama. Lalu Bu Puspa
menambahkan hal-hal yang telah dipresentasikan kedua kelompok tersebut. Kemudian Bu Puspa
mengakhiri pertemuan hari ini.

Jurnal belajar 7

Pada hari Jumat tanggal 6 November 2020 kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 mengadakan pembelajaran
online melalui google meet seperti biasa. Pada hari ini membahas tentang sendi. Presentasi dimuali oleh
kelompok 3 dari XI IPA 5 yaitu kelompok saya. Lalu dilanjutkan oleh kelompok 3 dari XI IPA 4. Setelah
presentasi selesai mic Bu Puspa error, jadi pembelajaran dilanjutkan melalui chat di google meet. Bu
Puspa menyampaikan untuk dapat bertanya malalui japri di WhatsApp jika ada hal yang ingin ditanyakan.
Kemudian Bu Puspa mengakhiri pertemuan pada hari ini.

A. TUGAS-TUGAS

59

TULANG

A.RANGKA TUBUH

• Rangka pada tubuh hewan vertebrata dan
manusia ditutupi oleh otot dan kulit,
sehingga disebut endoskeleton (rangka
dalam).

• Rangka pada manusia dewasa tersusun
dari 206 tulang, namun pada saat lahir
manusia memiliki 207 buah tulang karena
beberapa tulang belum mengalami
penyambungan.

1) FUNGSI RANGKA:

➢ Memberi bentuk dan postur tubuh.
➢ Melindungi organ-organ lunak,

misalnya otak, sumsumtulang
belakang, paru-paru, jantung, dan
lain-lain.
➢ Penyangga berat badan,
misalnya tullang leher,

60

tulang belakang, dan tulang
pelvis.
➢ Tempat melekatnya otot-otot rangka (otot lurik).
➢ Mendukung terjadinya gerakan.
➢ Hematopoiesis, yaitu pembentukan
leukosit, eritrosit, dan trombosit di
sumsum merah. Sumsum merah
terdapat di dalam tulang belakang,
tulang dada, tulang belikat, tulang
pipih, dan ujung tulang panjang.
➢ Tempat penyimpanan mineral.
➢ Tempat penyimpanan energi.
➢ Fungsi imunologis, yaitu
menghasilkan sel-sel imunitas di
dalam sumsum, misalnya limfosit
B yang menghasilkan antibodi
dan limfosit T yang membantu
pertahananterhadap infeksi.

61

1. Tulang Tengkorak B.RANGKA AKSIKAL (RANGKA SUMBU TUBUH)

• Jumlahnya 22 buah
• Fungsinya melindungi otak, organ pendengaran, dan

organ penglihatan.
• Dibedakan menjadi 2, yaitu:

➢ Tulang kranial (tulang tempurung kepala);
membentuk tempurung kepala.

➢ Tulang fasial (tulang wajah); memberi bentukmata,
hidung pipi, dan rahang.

Gambar 1.1 Tulang Tengkorak

Gambar 1.2 Tulang Tengkorak

62

Tabel 1.1 Tulang Tengkorak

Bagian Tulang Nama Nama Lain Jumlah
Tengkorak Tulang
Frontal Tulang dahi 1
A.Tulang Kranial Parietal Tulang ubun-ubun 2
Oksipital 1
(tulang Tulang kepala
tempurung Temporal belakang 2
Sfenoid 1
kepala) Emoid Tulang samping 1
Maksila Tulang baji 2
B.Tulang Fasial Palatum Tulang tapis 2
Zigomatik 2
(wajah) Lakrimal Tulang rahang atas 2
Nasal Tulang langit-langit 2
Septum nasal 1
Tulang pipi
Konka nasal Tulang mata 2
Mandibula Tulang hidung 1
22
Jumlah Tulang sekat rongga
hidung

Tulang kaang hidung
Tulang rahang bawah

• Tulang-tulang tengkorak yang bersambungan dan tidak
dapat digerakkan disebut sutura. Ada 3 bentuk sutura,
yaitu:
➢ Sutura serrata, bagian tepi dari masing-masing tulang
bergerigi seperti gergai yang berimpitan.
➢ Sutura skuamosa, bagian tepi dari masing-masing
tulang menipis dan saling menutupi.
➢ Sutura harmonia (sutura plana), bagian tepi dari
masing-masing tulang berbentuk lurus.

63

Gambar 1.3 Tulang Tengkorak

2. Tulang Telinga Dalam dan Tulang Hioid
• Tulang telinga dalam, berukuran kecil, fungsinya untuk
menerima dan mentransmisikan impuls suara.
• Jumlah tulang telinga dalam ada 3 pasang, yaitu 1 pasang
tulang maleus, 1 pasang tulang inkus, dan 1 pasang tulang
stapes.
• Ada pula tulang hioid, yaitu tulang berbentuk huruf U
yang terletak di antara laring dan mandibula. Fungsinya
sebagai tempat melekatnya otot mulut dan lidah sehingga
dapat membantu proses menelan.

Tabel 1.2 Tulang telinga dalam dan Hioid.

Nama Tulang Telinga Nama Lain Jumlah

Dalam dan Hioid Tulang martil 2
Maleus 2
2
Inkus Tulang ladasan 1
7
Stapes Tulang sanggurdi

hioid Hioid (tulang U)

Jumlah

64

Gambar 1.4 Tulang Telinga Dalam

Gambar 1.5 Tulang Hioid
3. Tulang Belakang (Kolumna Vertebrata)

• Tersusun dari 26 ruas yang masing-masing dihubungkan
oleh cakram tulang rawan fibrosa, yang memungkinkan
tulang untuk tegak dan membungkuk.

65

• Cakram tersebut berfungsi menahan guncangan

ketika menggerakkan badan, misal berlari dan

melompat.

• Fungsi tulang belakang:
➢ Menopang kepala dan bagian tubuh lainnya
➢ Melindungi organ dalam tubuh
➢ Tempat melekatnya tulang rusuk
➢ Menentukan sikap tubuh.

Gambar 1.6 Tulang Belakang (vertebrae).

Tabel 1.3 Tulang Belakang (kolumna vertebrae)

Nama Ruas Nama Lain Nama Jumlah Ruas
Tulang Sebutan
Belakang 7
12
Serviks Tulang leher C1-C7 5

Toraks Tulang T1-T12
punggung

Lumbar Tulang pinggang L1-L5

66

Koksigis Tulang ekor menjadi 1)

Jumlah - 1 (Pada bayi ada ,
tetapi saat dewasa
berfusi menjadi
1)
26

4. Tulang Dada (Strenum) dan Tulang Rusuk (Kosta)
• Fungsinya melindungi paru-paru dan jantung.
• Tulang dada berbentuk pipih dan melebar serta
berhubungan tulang rusuk melalui sambungan tulang
rawan.
• Tulang rusuk bagian belakang berhubungan dengan ruas-
ruas tulang belakang melalui persendian. Perhubungan
tersebut memungkinkan tulang rusuk dapat bergerak
kembang-kempis sesuai irama pernapasan.

Gambar 1.7 Tulang dada dan tulang rusuk.

• Tulang dada berjumlah 1 buah, terdiri atas 3 bagian, yaitu:
➢ Manubrium streni (kepala tulang dada), membentuk
persendian dengan tulanh selangka, klavikula, dan
tulang rusuk pertama.
➢ Korpus sterni (badan tulang dada), membnetuk
persendian dengan sembilan tulang rusuk
berikutnya.

67

• Tulang rusuk berjumlah 12 pasang di sebelah kiri dankanan.

Tulang rusuk dibedakan menjadi 3, yaitu:
➢ Tulang rusuk sejati

➢ Tulang rusuk palsu
➢ Tulang rusuk melayang

Tabel 1.4 Tulang dada dan rusuk.

Nama Tulang Dada Nama Lain Jumlah

dan Rusuk 1
7 pasang (14)
Sternum Tulang dada 3 pasang (6)
2 pasang (4)
Kosta vera Rusuk sejati
25
Kosta spuira Rusuk palsu

Kosta fluitantes Rusuk melaang

Jumlah

1. Anggota gerak Bagian atas

Tubuh bagian atas manusia memiliki 30 tulang yang dikenal dengan
nama-nama berikut ini:

• Humerus: tulang panjang lengan atas
• Radius: salah satu dari dua tulang lengan bawah yang berada di

sisi ibu jari

• Ulna: tulang panjang kedua lengan bawah yang terletak di sisi
jari kelingking

• Karper (karpal): 8 tulang berkelompok di daerah pergelangan tangan.
• Metakarpal: 5 tulang di area tengah tangan
• Falang: 14 tulang yang menyusun jari

68

2. Anggota gerak Bagian bawah

Tubuh bagian bawah rangka apendikular juga memiliki 30 tulang yang
terbagi menjadi:

• Femur/tulang paha : tulang besar di kaki bagian atas
• Tibia/tulang kering : tulang utama tungkai bawah yang

membentuk tulang kering

• Fibula/tulang lutut : tulang kedua pada tungkai bawah yang berada
di tungkai bagian luar

• Patela: tulang tempurung lutut
• Tarsal: tujuh tulang yang menyusun pergelangan kaki
• Metatarsal: lima tulang yang menyusun area tengah kaki
• Falang: 14 tulang yang menyusun jari-jari kaki

3. Gelang bahu

• Tulang selangka (klavikula)
• Tulang belikat (scapula)

4. Gelang panggul.

.

69

• Tulang usus (os illium), terdiri dari dua buah yakni kiri dan kanan.
Fungsinya adalah menyokong berat badan dan postur tubuh,
sebagai titik jangkat otot, tendon, dan ligamen, dan melindungi
organ-organ bagian dalam.

• Tulang pinggul (os pelvis), merupakan sebuah rongga yang dibentuk
oleh sambungan antara tulang-tulang panggul.

• Fungsinya adalah menyangga berat tubuh bagian atas ketika
sedang duduk, berdiri dan beraktivitas. Sementara pada wanita, ini
bertugas mengandung ketika hamil dan melindungi viscera pelvis
dan abdominopelvic viscera (bagian inferior saluran kemih,organ
reproduksi internal).

• Tulang duduk (os ichium), berbentuk setengah lingkaran dan
menghadap ke atas. Fungsinya adalah membantu
memberikan dukungan untuk tulang punggung bagian bawah
danmembantu gerakan kaki bagian atas.

• Tulang kemaluan (os pubis), memiliki dua cabang, satu menujuke
samping atas dan satu lagi menuju ke samping bawah. Fungsinya
adalah melindungi alat/organ reproduksi.

D. STRUKTUR TULANG

1) PERIOSTEUM

Periosteum mengandung pembuluh darah dan serat Sharpey.
Lembaran luar periosteum berupa jaringan ikat fibrosa rapat
Lembaran dalam periosteum berupa satu lapis osteoblast yang
bersifat ostogenik.

Fungsi Periosteum:

• Tempat melekatnya otot-otot rangka
• Memberikan nutrisi untuk pertumbuhan tulang
• Perbaikan jaringan tulang yang rusak

2) TULANG KOMPAK (COMPACT BONE)

Tekstur lapisannya halus, padat, sedikit berongga, dan sangat kuat.
Tulang kompak mengandung kalsium fosfat dan kalsium karbonat
sehingga menjadi padat dan kuat.

70

Pada bayi dan anak-anak tulang kompak banyak mengandung
serat, sehingga lebih lentur.
Tulang kompak banyak ditemukan di tulang kaki dantulang
tangan.

3) TULANG SPONS (SPOCY BONE)
• Tulang Spons memiliki tekstur yang berongga dan berisi sumsum

merah.

4) ENDOSTEUM
Endosteum merupakan jaringan ikat areolar vaskuler yang
melapisi sumsum

5) .SUMSUM TULANG
• Sumsum tulang berbentuk jeli
• Fungsinya memproduksi leukosit, eritrosit, dan trombosit.

6) TULANG PANJANG
Tulang panjang memiliki beberapa bagian, yaitu:

Diafisis (batang); tersusun dari tulang kompakberbentuk
silinder tebal yang berisi sumsum.
Epifisis (ujung tulang yang membesar); tersusun dari tulang
spons yang diselubungi oleh tulang kompak dan dilapisi
tulang rawan persendian (hialin).

Gambar 1.8 Bagian-bagian dari tulang panjang.

71

E.BENTUK TULANG

NO. NAMA TULANG BENTUK FUNGSI CONTOH

1. Tulang Silindris Menahan berat tubuh, Humerus, Ulna,
Pipa/Panjang Panjang melakukan pergerakan Radius, Femur,
Tibia, dan Fibula

2. Tulang Pendek Kubus Pendek Memberikan kekuatan Karpal dan Tarsal
dan kekompakkan pada
area yang
pergerakannya terbatas

3. Tulang Pipih Lempengan Memperluas permukaan Tulang tengkorak,
untuk perlekatan otot, tulang rusuk dan
memberikan tulang dada
perlindungan

4. Tulang tidak Tidak beraturan Membentuk semua Tulang belakang
beraturan tulang tengkorak

5. Tulang Sesamoid Bulat Kecil Melindungi sesamoid Tulang tempurung
tendon dari tekanan lutut (patella)
pada sendi dan
meningkatkan efisiensi
sendi

Gambar 1.9 bentuk-bentuk tulang pada manusia.

72

B.OSIFIKASI

1. INTRAMEMBRAN

Proses pembentukan tulang secara langsung (osifikasi primer), dengan
cara mengganti jaringan penyambung padat dengan simpanan garam-
garam kalsium untuk membentuk tulang. Contoh: pembentukan tulang
yang banyak terjadi pada tulang pipih penyusun tengkorak.

Proses: osteoblas osteosit tulang rawan
Sel mesenkim

Menyekresika Osteoblas
n osteoid dan terpendam
mengalami di osteosit.
kalsifikasi
dan melalui
pengendapan
garam-garam
tulang.

2. INTRAKARTILAGO

Proses ketika tulang rawan digantikan oleh tulang keras. Osofikasi

seperti ini terjadi pada tulang pipa, menyebabkan tulang tumbuh

menjadi semakin panjang.

Proses:

Sel-sel kartilago osteosit periedteum Osteoblast

Mengalami
kalsifikasi.

73

Gambar 1.10 Osifikasi dan pertumbuhan tulang pipa.

F. FAKTOR PERTUMBUHAN TULANG

1. Faktor Herediter (Genetik)

Tinggi badan anak yang secara umum akan mengikuti tinggi
badan orang tua.
2. Faktor Nutrisi

Suplai bahan makanan yang mengandung kalsium, fosfat,
protein, vitamin A, vitamin D, penting untuk pertumbuhan tulang dan
menjaga kesehatan tulang.
3. Faktor Endokrin

Jenis hormon yang berperan dalam pertumbuhan dan organisasi

tulang, antara lain:

a. Hormon paratiroid (PTH = Parathyroid Hormone),

yang bekerja saling berlawanan dalam memelihara kadar

kalsium dalam darah, yaitu:

• Merangsang osteoklas, resopsi tulang (penghancuran

tulang) dan melepas kalsium dari tulang ke dalam

darah.

74

• Merangsang absorpsi (penyerapan) kalsium dan
fosfat dari usus.

• Reabsorpsi (penyerapan kembali) kalsium di
tubulus renalis pada ginjal.

b. Hormon tirokalsitonin dihasilkan oleh sel-sel

parafolikuler dari kelenjartiroid yang bekerja

menghambat resorpsi tulang.

c. Hormon pertumbuhan somatotropin (STH =

Somatotropin Hormone), dihasilkan oleh hipofisis anterior

(bagian depan) yang mengendalikan pertumbuhan tulang

terutama pemanjangan tulang pipa.

d. Hormon tiroksin fungsinya mengendalikan

pertumbuhan tulang, peremajaan tulang, dan

kematangan tulang.

e. Hormon kelamin

• Hormon esterogen wanita

• Hormon androgen laki-laki

• Pada wanita pertumbuhan tulang berhenti pada usia

sekitar 17-18 tahun, sedangkan pada laki-laki 18-20

tahun. Sementara, kepadatan tulang biasanya tercapai

di usia 25 tahun.

4. Faktor Sistem Saraf
Gangguan sistem saraf yang disebabkan oleh penyakit akan
menghambat pertumbuhan tulang, misalnya poliomielitis.

G. GANGGUAN PADA TULANG

i. FRAKTUR

75

patah tulang dipengaruhi oleh usia penderita, kelenturan tulang,
jenis tulang, dan seberapa besar kekuatan yang melawan
tulang.

a. Fraktur simpleks (sederhana/tertutup), tulang yang
patah tidak tampak dari luar.

b. Fraktur kompleks (majemuk/terbuka), tulang yang
patah tampak dari luar karena tulang telah
menembus kulit atau kulit mengalami robekan.

c. Fraktur avulsi, patah tulang yang disebabkan oleh
kontraksi otot yang kuat, sehingga menarik bagian
tulang tempat tendon melekat. Sering terjadi pada
bahu dan lutut.

d. Fraktur patologis, terjadi jika tumor atau kanker telah
tumbuh kedalam tulang dan menyebabkan tulang
menjadi rapuh.

e. Patah tulang kompresi (penekanan), disebabkan oleh
tekanan suatu tulang terhadap tulang lainnya. Sering
terjadi pada wanita lanjut usia yang tulang
belakangnya rapuh karena osteoporosis.

f. Fraktur karena tergilas, menyebabkan retakan atau
pecahan tulang.

ii. GANGGUAN TULANG BELAKANG

Diakibatkan dari distrofi otot, sindrom Marfan, Sindrom
Down, sikap tubub yang buruk, atau penyakit lainnya.

a. Kifosis adalah bentuk tulang belakang melengkung kea
rah luar tubuh atau ke belakang yang mengakibatkan
penderita menjadi terlihat bongkok.

76

b. Lordosis adalah tulang belakang bagian lumbar
(pinggang) melengkung ke arah dalam tubuh atau
ke depan.

c. Skoliosis adalah tulang belakang melengkung ke
samping kiri atau ke samping kanan yang
membuat penderita bungkuk ke samping.

d. Sublubrikasi adalah kelainan pada tulang belakang
bagian leher yang menyebabkan kepala berubah kea
rah kiri atau kanan.

iii. GANGGUAN FISIOLOGIS TULANG
a. Osteoporosis adalah tulang rapuh, keropos dan
mudah patah. Terjadi akubat berkurangnya hormone
testosterone pada laki-laki atau hormone estrogen
pada wanita. Dan disebabkan oleh kurangnya asupan
kalsium.
b. Rakitis adalah pelunakan tulang oada anak-anak
karena kekurangan atau gangguan metabolism vitamin
D, magnesium, fosfor, dan kalsium. Rakitis berpotensi
menyebabkan tulang kaki menjadi bengkok
membentuk huruf O atau X.
c. Mikrosefalus adalah kelainan pertunbuhan
tengkorak sehingga kepala berukuran lebih kecil dari
ukuran normal. Mikrosefalus terjadi akibat
kegagalan pertumbuhan otal saat bayi setelah
terkena infeksi, misalnya meningitis.
d. Hidrosefalus (kepala air) adalah gangguan aliiran
cairan di dalam otak (cairan serebro spinal) yang
menyebabkan pelebaran rongga tempurung otak,

77

e. Layu (semu) tulang tidak bertenaga akibat infeksi,
misalnya infeksi sifilis.

78

Anggota Kelompok:

1. Albert Sanjaya Ong
2. Aldinan Ihsan Yustono
3. Al’dian Devina Sandra
4. Alya Herliani P
5. Andi Ailman El-Barr
6. Ashaz Feroz Modak
7. Boeih Poernama
8. Cantika Fitria P.F
9. Deswita Istiyanti
10. Dicky Hausiyah
11. Dina Akrimna

79

KELOMPOK 2

Fajar Hamdan
Farren LyranandraRachman
Ghina Suhaimah Amin
Ivan Hendrawan Tan
Je Ivan Dhamma
Khanza Zhafira Devi
Madinah Salsabillah Wahid
M. Andri Jailani
M. Fawwaz Aryaputra P
M. Rafi Rizqullah
M. Rafli Dwi

80

Otot

Otot merupakan alat gerak aktif yang melekat pada rangka dan tersusun atas jaringan otot, terutama
lurik.

a. Epimisium: lapisan paling luar di
sekeliling otot

b. Perimisium: mengelilingi dan
memisahkan fasikulus

c. Endomisium: melapisi setiap selserat
otot

d. Fasikulus: kumpulan atau berkas
serat serat otot

e. Miofibril: garis garis gelap dan terang
yang menyusun otot rangka

f. Tendon: tempat melekatnya otot

Struktur Otot

Fungsi Otot

Setiap otot dalam tubuh manusia punya fungsi masing masing. Fungsi otot manusia antara lain:

a. Bergerak e. Membentuk postur tubuh
b. Bernafas f. Melihat
c. Mencerna makanan g. Membantu peredaran darah manusia

81

Otot jantung merupakan penyusun dinding jantung dan memiliki fungsi untuk memompa darah, baik
menuju

Otot polos berkontraksi jauh lebih lambat daripada otot rangka dan jantung. Tujuannya adalah
untuk memindahkan zat melalui organ atau pembuluh, dan bekerja dengan berkontraksi dalam
gelombang. Gerakan ini dikenal sebagai peristaltik, seperti yang terjadi pada usus.

Fungsi otot lurik

Fungsi utama otot lurik adalah memicu kontraksi yang menunjang sistem pernapasan,
pergerakan, postur (pada otot rangka) dan memompa darah ke seluruh tubuh (pada otot
jantung).

Karakteristik Otot

1. Kontraktibilitas = kemampuan untuk memendek.
2.Ekstensibilitas = kemampuan untuk memanjang.

3. Elastisitas = kemampuan untuk kembali ke ukuran semula setelah memendek atau memanjang.
4. Eksatibilitas = kemampuan otot dimana serabut otot akan merespon dengan kuat jika distimulasi
oleh implus saraf.

82

1. Otot antagonis : otot yg bekerja saling berlawanan, sehingga menghasilkan gerakan yang
berlawanan contoh: otot bisep dan otit trisep
Gerakan antagonis pada tubuh antara lain:

b. abduksi dan adduksi

c. depresi dan elevasi
d. supinasi dan pronasi

83

e. inversi dan eversi

2 . Otot sinergis : otot yang saling mendukung kerja satu sama lain, sehingga
menghasilkan gerakan satu arah.

contoh: otot pronator teres dan otot pronator quadrates

Komponen Penyusun
Otot

1. Protein aktin, yaitu protein pembentuk filament halus yang terdiri dari dua untai.
2. Protein miosin, yaitu protein pembentuk filamen kasar yang terdiri dari serabut.

84

3. Jaringan Otot, dapat berupa otot polos, otot lurik dan otot jantung. Pada sistem gerak, otot yang bekerja
adalah otot lurik.

4. Ion Ca2+ dan ATP, keduanya digunakan dalam gerak kontraksi dan relaksasi otot.

85

Vertikel (empal), merupakan bagian tengah otot yang menggembung.
Tendon (urat), merupakan bagian ujung otot yang menempel pada
tulang.

Agar menghasilkan gerak, otot bekerja dengan otot lain secara aktif dengan cara

kontraksi (memendek) dan relaksasi (memanjang).

Gera k antar-otot

1. Gerak sinergis, gerak dua buah otot yang sama arahnya (saling menunjang)
Contoh: otot-otot pada tulang rusuk, otot pronator teres dan pronator quadrates.

2. Gerak antagonis, gerak dua buah otot yang saling berlawanan arah.

Contoh: otot trisep dan bisep.

86

Pita I
menghasilkan daerah
terang pada otot
Pita A menghasilkan
daerah gelap pada
otot
Zona H adalah daerah
terang sempit di
antara daerah gelap
pita A
Gabungan protein
aktin dan miosin
disebut aktomiosin

Mekanisme Kerja

Otot

Otot adalah sebuah jaringan yang terdapat dalam tubuh manusia sebagai alat gerak aktif yang
dapat menggerakan rangka atau tulang. Rangka yang berfungsi sebagai penyokong tubuh
manusia merupakan alat gerak pasif yang digerakkan oleh otot yang menempel dirangka. Ibarat
sebuah boneka kayu yang digerakkan dengan sebuah benang yang mampu untuk
mengontrolnya.

Urutan Mekanisme Kerja Otot

Yang diawali saat otot mendapat rangsangan maka akan berkontraksi. Kontraksi inilah yang
menyebabkan adanya sebuah gerakan. Namun sebaliknya, bila otot tidak bekerja maka otot
akan kembali mengendur dan relaksasi. Saat berkontraksi otot yang melekat pada tulang akan
ikut berkontraksi pula, sehingga tulang akan tertarik dan bergerak.

87

Pita I
menghasilkan daerah
terang pada otot
Pita A menghasilkan
daerah gelap pada
otot
Zona H adalah daerah
terang sempit di
antara daerah gelap
pita A
Gabungan protein
aktin dan miosin
disebut aktomiosin

88

Ketika implus saraf tiba di neuronmuscular, maka akan terjadi pembebasan asetilkolin.
Asetilkolin akan memicu depolarisasi sehingga menyebabkan pembebasan ion Ca²˖ dan
reticulum sarkoplasma.

Saat ion Ca²˖ meningkat maka ion tersebut akan terikat pada troponin, sehingga
mengakibatkan perubahan pada struktur troponin.

Perombakan ATP akan membebaskan energi yang menyebabkan myosin menarik aktin ke
dalam dan juga melakukan pemendekan otot.

Mioisin akan terlepas dari aktin kemudian jembatan aktomiosin akan terputus saat molekul ATP
terikat pada kepala myosin.

Proses kontraksi pada otot akan berlangsung selama terdapat ATP dan ion Ca²˖. Ketika
implus terhenti, maka Ca²˖ akan kembali ke reticulum sitoplasma.

Cara Kerja Otot

a. Miosin aktif menggerakkan aktin dengan cross-bridge sebagai ‘tangan’dengan bantuan
Ca2+ dan ATP pada binding site.

b. Saat kontraksi, miosin menarik aktin se- hingga pita I memendek, zona H hilang.

c. Saat relaksasi, miosin melepas aktin sehingga pita I kembali memanjang, zona H kembalimuncul.
Sesaat setelah relaksasi, binding site tertutup oleh protein troponin- tropomiosin.

89

Pada gerak otot terdiri dari dua, yaitu fase anerob dan fase
aerob.

Tidak membutuhkan oksigen digunakan ketika otot
berkontraksi.

1. Kerja aktin dan miosin membutuhkan ATP.
2. ATP dibentuk kembali melalui fosforilasi, dan digunakan untuk kerja aktin dan miosin.

Otot yang terlalu lama berkontraksi akan lelah karena penurunan ATP dan
peningkatan asam laktat (asam lelah), sehingga fase berubah menjadi fase aerob.

Fase Aerob

Membutuhkan oksigen dan digunakan ketika otot berelaksasi.

a. Glikogen (gula otot) diubah menjadi glukosa dan asam laktat.
b. Glukosa akan dioksidasi sehingga menghasilkan CO2, H20 dan ATP.

Asam Laktat

Menumpuk pada otot yang terlalu sering berkontraksi menyebabkan kelelahan.

Agar asam laktat dapat dioksidasi, maka tubuh harus memasuki fase aerob dengan
melakukan reaksi dengan membuat nafas tersenggal-senggal untuk mendapatkan lebih
banyak oksigen.

90

Atrofi, penurunan fungsi otot karena mengecil, sehingga tidak dapat berkontraksi.
Kaku Leher (stiff), kelainanyang terjadi karena gerak hentakan yang menyebabkanotot Trapesius
meradang.
Tetanus, terjadi akibat serangan bakteri Clostridium tetanii, yang menyebabkanotot terus-
menerus

Teknologi yang Mengatasi Gangguan Otot

ATROFI

Sarana alat fitness dan penunjang peran serta tubuh melakukan olahraga. Program olahraga (di bawah
bimbingan seorang terapis atau dokter) sangat di anjurkan, termasuk latihan dalam air untuk
mengurangi beban kerja otot. Selain itu adalah mengkonsumsi makanan bergizi.

TETANUS

Penetralisir racun, diberikan immunoglobulin tetanus. Antibiotic tetrasi klin dan penisilin diberikan
untuk mencegah pembentukan racun lebih lanjut, supaya racun yang ada mati. Racun immuglobulin
antibiotic tetanus.

KAKU LEHER (STIFF)

1. Golongan analgesik (parasetamol, aspirin)
2. Golongan NSAIDs (ibuprofen, lumirakoksib, naproxen, metamizole)
3. Untuk pengobatan pencegahan dapat dipakai amitriptilin, mirtazapine atauvenlafaxine, clomipramine,

maprotiline, mianserin.
4. Terapi psikobehaviour, melipusti: latihan relaksasi, EMG Biofeedback, Cognitive Behavioral Therapy

(CBT)

LIGAMEN CAIRAN SINOVIAL

KARTILAGO

91

FIBROSA

TULANG RAWAN HIALIN KAPSUL SENDI

SINOVIAL M. Zinedine Ismail BURSA
RTROSIS Nadia Prasista A. KARTIL
Nanda Estiningtyas

Naura Istitah M.
Patricia Maulana
Raina Elvira M.
Raisha Azka P.

Sakhi Zamroni
Thezar Rifqi

Wahyu Dwi N.
Yuniar Angraeni

92

SINARTROSIS

DIARTROSIS

93

94

95


Click to View FlipBook Version