Jagung Ubi Tahu Tempe
Telur Susu Kacang Minyak Goreng
Mentega Kertas Pulpen Pensil
Spidol Isolasi
146
BAB VII
SISTEM PERNAPASAN
7.1 JURNAL BELAJAR
Jurnal Belajar 1
Pada hari Jumat tanggal 29 Januari 2021 kelas X IPA 4 dan X IPA 5 melaksanakan pembelajaran online
Biologi. Bu Puspa membagikan link di grup WA. Pertama-tama Bu Puspa mengevaluasi hasil Ulangan Harian
kemarin dan meminta kepala kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 untuk mempertahankan dan meningkatkan hasil
ulangannya yang sudah tuntas dan yang remidi terus semangat. Kemudian masuk ke bab baru yaitu Bab 7. Bu
Puspa membagikan materi berupa power pointdi grup WA dan bertanya siapa 1 orang yang bersedia
menayangkan power point tersebut dan Juan dari XI IPA 4 menawarkan diri.Bab 7 berjudul system pernapasan.
Lalu Bu Puspa bertanya apakah itu pernafasan dan dijawab oleh Candyle dari XI IPA 4 bahwa bernafas adalah
proses pengambilan O2 dan menukarnya dengan CO2. Setelah itu Bu Puspa meminta perwakilan dari XI IPA 5
untuk menjelaskan apa itu pernafasan dan dijawab oleh Albert yaitu proses mengambi udara berupa O2
kemudian diubah menjadi CO2 dan dihembuskan keluar. Bu Puspa mengingatkan kembali bahwa keaktifan
147
dalam pembelajaran berpengaruh dalam nilai raport. Lanjut ke materi Bu Puspa meminta salah satu siswa untuk
membacakan 9 fungsi system pernaasan manusia dan kemudian dibacakan oleh Angeline dari XI IPA 4. Setelah
itu Bu Puspa meminta untuk dijelaskan juga. Aaliyah dari XI IPA 5 menambahkan dengan menjelaskan 3 item.
Lalu ditambahkan juga oleh Oasis dari XI IPA 4 tentang jalur pengeluaran angin dan panas. Bu Puspa bangga
dengan Oasis. Ditambahkan lagi oleh Angeline tentang keseimbangan asam dan basa. Sisa 2 dan Tezhar
menambahkan tentang penciuman dan mengapa Ketika kita flu maka berpengaruh pada rasa makanan yang
menjadi hambar. Yang masuk ke dalam hidung itu udara tidak hanya O2. Dominan hasil pembakaaran adalah
CO2 dan harus dibuang jika tidak akan menjadi racun. Yang keluar masuk tidak hanya gas bisa juga dibarengi
terikutnya uap air sebagai upaya mempertahankan suhu tubuh di 37 derajat celcus. Paru-paru berperan
mengeseimbangkan derajat keseimbangan pH pada darah yang stabil agar semua proses yg terjadi dalam tubuh
berjalan normal. Jalur pernafasan yaitu organ laring yang ada 3 jika terganggu pernafasan dan jika flu akan
berdampak pada ketiga bagian pada laring tersebut. Mengeluarkan dan memodifikasi adalah peran dari paru-
paru dan yang tidak baik dikeluarkan dan yang baik dan masih bisa di modifikasi akan dimodifikasi. Yang ke 8
meningkatkan aliran balik vena akiat sistem pernapasan. Terakhir sebagai organ penciuman yang memberikan
tanggapan dan respon kepada stimulus. Lanjut ke gambar saluran dan organ pernapasan pada manusia. Bu Puspa
meminta satu anak membaca urutan saluran pernafasan dan dibacakan oleh Madinah dari XI IPA 5. Dan
digantikan oleh Nadia dari XI IPA 5. Yang pertama nose, pharynx, larynx, epligotis, lalu trachea, bronchus,
bronchiole, dan lung. Lanjut ke alat pernapasan pertama yaitu hidung Bu Puspa ingin dibacakan oleh Juan Ketua
kelas dari XI IPA 4. Dan Bu Puspa meminta ketua kelas dari XI IPA 5 yaitu Sakhi untuk menambahkan. Dan
diperjelas oleh wakil ketua kelas dari XI IPA 5 yaitu Boeih. Fungsi dari hidung yaitu menyaring partikel oleh
bulu-bulu atau rambut pada rongga pada hidung, melembabkan dan menghangatkan udara yang masuk dengan
jaringan mokosa, kemudian mematikan kuman berhubungan dengan pembuluh darah dan untuk penciuman
berhubungan dengan saaf olfaktorius. Waktu pembelajaran habis dan Bu Puspa mengingatkan siswa siswi untuk
membaca materi dan Bu Puspa memberi keimpulan tentang pembahasan pada pembelajaran hari ini dan untuk
refleksi hari ini berjalan baik, sudah cukup aktif tapi masih dengan paksaan. Dan pembelajaran hari ini pun
diakhiri.
148
Jurnal Belajar 2
Pada hari Rabu tanggal 3 Februari 2021 kelas X IPA 4 dan X IPA 5 melaksanakan pembelajaran online
Biologi. Bu Puspa membagikan link di grup WA. Pertama-tama Bu Puspa membahas tentang jurnal dan
dokumentasi pembelajaran. Lalu masuk ke pembelajaran mulai dengan membicarakan laring dan meminta salah
satu siswa untuk membaca atau menjelaskan tentang laring dijelaskan oleh Deswita dari XI IPA 5 bahwa ada 3
struktur yaitu tulang rawan, ligament dan membrane. Di laring ada jakun, pita suara, dan apligotis yaitu katup
yang mengatur di persimpangan berteumunya tenggorokan dan kerongkongan. Setelah dari laring masuk ke
trakea. Struktur trakea strukturnya terdiri dari 16 sampai 20 cincin tulang rawan atau kartilago. Tapi dalam trakea
terdapat jaringan epitel bersilia.trakea panjangnya 9 sampai 11 cm yang termasuk pendek. Struktur bronkus
lebih lebar dari trakea karena dia menuju paru-paru jadi diameternya lebih besar. Epitel bersilia masih ada di
brokus kondisinya sama yang dilakukan terhadap udara agar udara tetap bersih dan mengandung banyak
oksigen. Disetiap ujung bronkilius dibagian akhirnya ada gelembung dan digelembuh tsb terjadi pertukaran
antara O2 dan CO2 yang katanya secara difusi. Difusi adalah pertukaran zat konsentrasi tinggi dan konsentrasi
rendah. Kemudian membahas tentang penjelasan paru-paru ada pembungkusnya disebut dengan pleura. Lalu
lanjut membahas bagaimana mekanisme bernafas 1 kali bernapas itu katanya 1 kali menghirup atau inspirasi
dan 1 kali mengeluarkan atau ekspirasi itu rumus 1 kali bernapas serius satu kali inspirasi satu kali ekspirasi.
149
Setelah itu Bu Puspa meminta semua siswa siswi untuk memperagakan bernapas. Kemudian Bu Puspa
menjelaskan ada 5 hal ketika tadi kita tarik nafas tadi Bu Puspa meminta Andi IPA 5 untuk menjelaskan apa 5
hal yg terjadi yang Andi rasakan. Lalu dijelaskan pertama tulang rusuk terangkat tulang rusuk terangkat bagus-
bagus Terus apa lagi kontraksi otot-otot, lalu Ketika inspirasi Kenapa 1 tulang rusuk terangkat kedua rongga
dada membesar yaitu karena ketika otot interkostal yaitu otot diantara daging-daging diantara tulang rusuk tadi
menguras atau berkontraksi bahasa biologinya. yang keempat tekanan di paru-paru mengecil tekanannya, yang
kelima perannya Bagaimana berkontraksi ditandai dengan apa menjadi datar. sekarang pada saat ekspirasi
mengeluarkan berarti kebalikannya. Bu Puspa meminta salah satu siswa menjelaskan kebalikan lima hal tersebut
yaitu saat ekspirasi. Rania dari XI IPA 4 menjelaskan yang awalnya mendatar berubah jadi melengkung, volume
rongga dadanya menyempit paru-parunya mengecil tekanan udara paru-parunya menjadi lebih besar dan udara
keluar dari paru-paru dan seterusnya. Kemudian lanjut ke frekuensi pernapasan. frekuensi berarti adalah
frekuensi kemampuan suatu benda dalam satu satuan waktu disebutkan oleh Candyle dari XI IPA 4. Lanjut
Angeline dari XI IPA 4 menjelaskan hal yang mempengaruhi frekuensi pernafasan yang pertama ada jenis
kelamin kalau kecepatan pernafasan pada wanita itu lebih tinggi daripada laki-laki terus ini disebabkan karena
paru-parunya itu menampung udara sekitar 5,7 liter sedangkan Wanita hanya 4,2 liter terus lanjut ada umur bayi
dan balita memiliki frekuensi pernapasan lebih banyak dibandingkan orang dewasa karena sel-sel tubuh sedang
mengalami pertumbuhan sehingga membutuhkan lebih banyak oksigen terus ada faktor suhu tubuh perubahan
suhu tubuh ini berkaitan dengan produksi panas dan pengeluaran panas yang berlebihan selanjutnya ada posisi
dan aktivitas tubuh frekuensi pernafasan pada posisi tubuh berdiri itu lebih banyak daripada kalau kita lagi duduk
posisi tubuh berdiri menyebabkan otot-otot kaki berkontraksi untuk menjaga tubuh agar tetap tegak jadi energi
dan oksigen yang dibutuhkan itu lebih banyak terus rasa sakit dan ketakutan Hal ini menyebabkan terjadinya
impuls yang merangsang pusat pernafasan sehingga penghirupan udara itu semakin kuat terus ada status ke
depan status kesehatan ini berhubungan dengan sistem kardiovaskuler dan pernafasan pada orang yang sehat
mampu menyediakan Oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hariannya terus ketinggian tempat atau
lokasi itu juga mempengaruhi kalau tempat itu semakin tinggi berarti kadar oksigennya itu rendah sehingga
jumlah Oksigen yang dihirup itu lebih sedikit daripada tempat yang rendah Jadi menyebabkan sesak nafas dan
peningkatan frekuensi pernapasan. Lalu Bu Puspa mengingatkan yang menyatakan frekuensi nafas laki-laki
lebih tinggi karena jumlah udara yang ada di paru-paru perempuan lebih sedikit itu ini tidak mutlak ini
berdasarkan studi yang sudah dilakukan tapi pada umumnya seperti itu pertama jenis kelamin yang perempuan
lebih ini katanya kedua umur umurnya lebih mudah terutama bayi dan balita frekuensi pernapasannya lebih
banyak. Lalu Bu Puspa menerangkan pasti siswa siswi di usia remaja seperti kami mungkin lebih bagus
frekuensi nafasnya Bu Puspa dari umur Bu Puspa. Tetapi frekuensi napas Bu Puspa masih lebih bagus kalau
dibandingkan yang sudah lansia. Setelah itu lanjut yang ketiga suhu tubuh itu 37 kalau udah 39 40 pasti demam
suhu tinggi suhu tinggi ini menyebabkan sulit bernapas akan mempengaruhi lanjut posisi dan aktivitas tubuh
yang berdiri dan duduk aja beda apalagi yang aktivitasnya banyak dibanding yang tidak banyak Bu Puspa
150
mengambil contoh misalkan Alfonso dan Sakhi. Sakhi ini paling rajin disurruh ibunya pergi membeli hal-hal
yang dibutuhkan. Sementara Alfonsus lebih sibuk belajar jadi frekuensi nafasnya yang ini siapa lebih banyak
tentunya Sakhi yang aktivitasnya banyak. Sekarang lanjut ke emosi yang mungkin tidak kita duga emosi seperti
rasa sakit, ketakutan, emosi sedih marah tersinggung sensitif itu ternyata berpengaruh terhadap frekuensi nafas.
Apalagi di tengah pandemi kita harus bisa mengatur emosi kita suka sehat selalu bahagia dan itu yang
menciptakan siapa diri kita sendiri belajar memaafkan, beretika dengan guru, beretika dengan orang yang lebih
tua, ikhlas itu semua supaya emosi kita stabil. Bu Puspa juga memisalkan ada banyak tugas, bagaimana mengatur
emosi agar tidak stress apalagi kaya Dwi Angeline Candyle itu Stress banget kalau kalau tidak mengerjakan
tugas. Bu Puspa mengatakan boleh seperti itu tapi jangan sampai kita stress dan akhirnya sakit, jadi kerjakan
semampumu dengan cara yang benar. Dan waktu pun habis di frekuensi pernafasan. Bu Puspa pun menutup
pembelajaran hari ini.
Jurnal Belajar 3
Pada hari Jumat tanggal 5 Februari 2021 kelas X IPA 4 dan X IPA 5 melaksanakan
pembelajaran online Biologi. Bu Puspa membagikan link di grup WA. Namun hanya beberapa
teman saya yang sudah di accept oleh Bu Puspa namun katanya suara Bu Puspa pun putus-putus
dan saya juga belum masuk ke dalam google meet. Kemudian teman saya memberitahu kalua Bu
151
Puspa terkeluar dari meet. Beberapa murid memberi informasi pada Bu Puspa di grup kalua mereka
tidak bisa join. Saya masi mencoba request join ulang. Sudah sekitar 24 menit berlalu dan saya
belum berhasil masuk ke dalam meet namun tetap sabar menunggu di accept saja. Teman saya yang
sudah dalam meet menginfokan kalua memang tidak bisa di accept. Setelah 34 menit kemudian Bu
Puspa mengirimkan link google meet baru. Dan akhirnya saya masuk dalam google meet. Namun
Bu Puspa tidak ada suaranya. Bu Puspa mengirim foto bahwa ada trouble yang menyatakan
mikrofon tidak berfungsi pada laptop Bu Puspa. Namun 3 menit kemudian mikrofon Bu Puspa
sudah bisa berfungsi kembali. 15 menit terakhir semoga lancar kata Bu Puspa. Lalu, Bu Puspa
membahas tentang volume dan kapasitas paru-paru. Bu Puspa meminta salah satu siswa untuk
menjelaskan tentang Volume Tidal. Aaliyah dari XI IPA 4 pun menjelaskan volume tidal. Volume
Tidal (VT) adalah volume udara yang masuk atau keluar dari paru-paru selama pernapasan
(ventilasi) normal. Volume tidal pada laki-laki dewasa yang sehat sekitar 500 ml, sedangkan wanita
sekitar 380 ml. Kemudian lanjut yang kedua, volume cadangan inspirasi yang dijelaskan Candyle
dari XI IPA 4. Candyle menjelaskan Volume Cadangan Inspirasi (VCI) adalah volume udara ekstra
yang masuk ke paru-paru dengan inspirasi maksimum di atas inspirasi tidal. Volume cadangan
inspirasi pada laki-laki dewasa yang sehat sekitar 3.100 mL, sedangkan wanita sekitar 1.900 ml.
Lanjut yang ketiga yaitu volume cadangan ekspirasi yang dijelaskan oleh Ghina dari XI IPA 5.
Ghina menjelaskan tentang volume cadangan ekspirasi. Volume Cadangan Ekspirasi (VCE) adalah
volume udara ekstra yang dapat dikeluarkan dengan kuat pada akhir ekspirasi tidal. Volume
cadangan ekspirasi pada orang dewasa sehat laki-laki sekitar 1.200 ml, sedangkan wanita sekitar
800 ml. setelah itu lanjut ke yang keempat yaitu volume residu yang dijelaskan oleh Dwi dari XI
IPA 4. Dwi menjelaskan Volume Residu (VR) adalah volume udara sisa dalam paru-paru setelah
melakukan ekspirasi kuat. Volume residu penting untuk kelangsungan aerasi dalam darah pada saat
jeda pernapasan. Volume residu pada laki-laki dewasa sekitar 1.200 ml, sedangkan pada wanita
sekitar 1.000 ml. lalu lanjut lagi ke yang kelima yaitu kapasitas residu fungsional yang dijelaskan
oleh Rania dari XI IPA 4. Rania menjelaskan Kapasitas Residu Fungsional (KRF) adalah jumlah
udara sisa dalam respirasi setelah ekspirasi normal, atau sama dengan volume residu ditambah
volume cadangan ekspirasi (KRF = VR + VCE). Kapasitas residu fungsional pada laki-laki dewasa
sekitar 2.400 ml, sedangkan pada wanita sekitar 1.800 ml. kemudian yang keenam yaitu kapasitas
inspirasi yang dijelaskan ole Afif dari XI IPA 4. Afif menjelaskan Kapasitas Inspirasi (KI) adalah
jumlah udara maksimal yang dapat diinspirasikan setelah melakukan ekspirasi normal, atau sama
dengan volume tidal ditambah volume cadangan inspirasi (KI = VT + VCI). Kapasitas inspirasi
152
pada laki-laki dewasa sekitar 3.600 ml, sedangkan pada wanita sekitar 2.400 ml. lajut ke yang
ketujuh yaitu KapasitasVital yang dijelaskan oleh Angeline dari XI IPA 4. Angeline menjelaskan
Kapasitas Vital (KV) adalah jumlah udara maksimal yang dapat dikeluarkan dengan kuat setelah
inspirasi maksimum, atau sama dengan penambahan volume tidal, volume cadangan inpirasi, dan
volume cadangan ekspirasi (KV = VT + VCI +VCE). Kapasitas vital pada laki-laki dewasa sekitar
4.800 ml, sedangkan pada wanita sekitar 3.100 ml. lanjut ke yang kedelapan yaitu kapasitas total
paru-par yang dijelaskan oleh Elvina dari XI IPA 4. Elvina menjelaskan Kapasitas Total Paru-paru
(KTP) adalah jumlah total udara yang dapat ditampung dalam paru-paru, atau sama dengan
kapasitas vital ditambah volume residu (KTP = KV + VR). Kapasitas total paru-paru pada laki-laki
dewasa sekitar 6.000 ml, sedangkan pada wanita dewasa sekitar 4.200 ml. Kemudian lanjut lagi ke
yang kesembilan yaitu volume respirasi per-menit yang dijelaskan oleh Madinah dari XI IPA 5.
Madinah menjelaskan Volume respirasi per-menit adalah volume tidal dikalikan dengan jumlah
pernapasan per menit. dan yang kesepuluh adalah volume ekspirasi kuat per-detik yang dijelaskan
oleh Tezhar dari XI IPA 5. Tezhar menjelaskan Volume Ekspirasi Kuat dalam satu detik (VEK1)
atau ekspirasi paksa dalam satu detik adalah volume udara yang dapat dikeluarkan dari paru-paru
yang terinflasi maksimum, pada saat detik pertama ekspirasi maksimum. VEK1 sekitar 80% KV.
Kemudian Bu Puspa menjelaskan tentang bahaya rokok dan mengingatkan kepada siswa siswi
untuk mengharamkan dan jangan mencoba-coba merokok. Dan pembelajaran pun diakhiri oleh Bu
Puspa karena waktu sudah habis.
153
Jurnal Belajar 4
Pada hari Rabu tanggal 10 Februari 2021 kelas X IPA 4 dan X IPA 5 melaksanakan pembelajaran online
Biologi. Bu Puspa membagikan link di grup WA. Setelah di accept pertama-tama Bu Puspa mengabsen siswa
siswi sambal meng-accept. Bu Puspa sedang berada di sekolah. Kemudian Bu Puspa meminta semua siswa
menyalakan kameranya. Lalu Bu Puspa menginfokan bahwa Pak Eddy, kepala sekolah hari ini sedang berulang
tahun ke-60 dan Bu Puspa meminta siswa siswi untuk mengucapkan secara daring dan direkam. Aaliyah dari XI
IPA 4 ditunjuk Bu Puspa berbicara lalu diikuti ucapan dari semua siswa siswi. Namun perekaman diulang
berkali-kali karna kurang sempurna. Bu Puspa kemudian berterimakasih dan menjelaskan tentang tugas yang
seharusnya dibahas dan diposting hari ini. Namun sudah ada beberapa yang proakif. Bu Puspa menjelaskan hari
Jumat ini adalah pertemuan terakhir yang mmebahas pernafasan dan senin depan seperti biasa akan ulangan
harian. Setelah jurnal hari jumat dilanjutkan dengan analisis pencemaran udara terhadap kelainan organ
pernafasan. Kemudian Bu Puspa menjelaskan format mengerjakan tugas tersebut, kemudian Je Ivan bertanya
dimana mengirimkan videonya. Lalu Bu Puspa menjelaskan videonya harus di verivikasi ke Bu Puspa terlebih
dahulu sebelum di posting ke Youtube. Maksimal videonya 3 menit saja yang penting intisari penelitian sudah
tersampaikan. Bu Puspa bertanya apakah ada yang sudah membuat video dan sudah selesai hari ini akan
mendapat nilai special dan ditampilkan sekarang. Bu Puspa menawarkan nilai 90 namun saya belum membuat
154
video jadi saya tidak bisa menampilkan. Tidak ada yang menyampaikan videonya dan akhirnya pembelajaran
pun Bu Puspa Akhiri
7.2 TUGAS-TUGAS
LAPORAN HASIL ANALISIS PENGARUH PENCEMARAN UDARA TERHADAP
KELAINAN PADA STRUKTUR DAN FUNGSI ORGAN PERNAPASAN MANUSIA
1. Judul
Analisis Pengaruh Pencemaran Udara Terhadap Kelainan Pada Struktur Dan Fungsi Organ Pernapasan
Manusia Berdasarkan Studi Literatur
2. Tujuan
Dalam penulisan suatu makalah tentunya harus memiliki beberapa hal yang direncanakan sebagai
tujuan penulisan. Adapun tujuan penulisan makalah ini ialah :
1. Untuk mengetahui pengertian pencemaran udara.
2. Untuk mengetahui penyebab pencemaran udara.
3. Untuk mengetahui pengaruh pencemaran udara terhadap kelainan pada struktur dan fungsi organ
pernapasan manusia.
4. Untuk mengetahui cara mengatasi pencemaran udara.
3. Hasil Analisis
a. Peristiwa Pencemaran
Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia,
atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan
tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti. Pencemaran berupa
polusi udara di bukanlah hal baru, melainkan suatu hal yang sudah sejak lama dirasakan oleh
penduduk kota-kota besar di era modern ini, terutama di Ibukota Jakarta. Pada berita yang berjudul
“Polusi Udara Pembunuh Senyap Di Jabodetabek” menuliskan berdasarkan data stasiun
pemantauan kualitas udara (SPKU) Dinas Lingkungan Hidup Jakarta 2019, terutama SKPU di
Kebon Jeruk menunjukkan kualitas udara tak sehat dari empat SPKU wilayah lain di Jakarta,
Bundaran Hotel Indonesia, Kelapa Gading, Jagakarsa, dan Lubang Buaya. Ada delapan hari sangat
tak sehat berdasarkan data SKPU Kebun Jeruk, angka lebih 200.
155
b. Penyebab Pencemaran
Sumber Polusi Udara di Kota Jakarta merupakan sumber polusi udara eksternal atau sumber
polusi udara dari aktivitas manusia. Kegiatan-kegiatan aktivitas manusia yang menyebabkan polusi
udara adalah sebagai berikut :
1. Kendaraan bermotor
Kendaraan bermotor mengeluarkan zat-zat pencemar udara yang memberikan dampak
negatif terhadap kesehatan dan kesejahteraan manusia, serta lingkungan hidup. Sumber
pencemar ini juga menimbulkan dampak terhadap lingkungan atmosfer yang lebih besar
seperti hujan asam, kerusakan lapisan ozon stratosfer, dan perubahan iklim global. Zat-zat
yang diemisikan dari knalpot kendaraan bermotor adalah CO2, CO, NOx, HC, SOx, PM10,
dan Pb (dari bahan bakar yang mengandung timah hitam/timbal). Hasil kajian terdahulu
seperti the Study on the Integrated Air Quality Management for Jakarta Area (JICA, 1997)
dan Integrated Vehicle Emission Reduction Strategy for Greater Jakarta (ADB, 2002)
menyimpulkan bahwa sektor transportasi memberikan kontribusi yang signifikan terhadap
pencemaran udara perkotaan (Suhadi, 2005).
2. Industri
Industri pengolahan logam dasar dan barang dari logam seperti industri-industri
pembuatan kaleng kemasan dan drum, barang aluminium, mesin/peralatan pertanian dan
kehutanan, dan industri alat-alat pencetak merupakan industri-industri penghasil polusi udara
terberat. Industri pengolahan logam dasar menghasilkan efek polusi udara NO2 dan TSP
tertinggi: sebesar 1,22 dan 1,16. Hal ini mengandung arti bahwa pada setiap kenaikan
permintaan akhir di sektor industri pengolahan logam dasar sebesar satu juta rupiah akan
menyebabkan terjadinya peningkatan beban polusi udara NO2 seberat 1,22 kilogram dan beban
polusi udara TSP seberat 1,16 kilogram. Industri pengolahan barang dari logam merupakan
penghasil efek polusi udara SO2 dan efek polusi air TSS tertinggi: yakni sebesar 1,32 dan 5,52.
Hal ini mengandung pengertian bahwa pada setiap kenaikan permintaan akhir di sektor industri
pengolahan barang dari logam sebesar satu juta rupiah akan menyebabkan terjadinya
peningkatan beban polusi udara NO2 seberat 1,32 kilogram dan beban polusi udara TSP seberat
5,52 kilogram.
3. Pembangkit listrik dan pemanas
Produksi Energi dari pembangkit listrik bertanggung jawab atas emisi sekitar 65% dari
total emisi nasional oksida sulfur, 45% dari total emisi nitrogen oksida nasional, dan 38% dari
total emisi. Produksi Energi dari pembangkit listrik tenaga batu bara dianggap yang paling
156
mencemari. Pembangkit listrik berbahan bakar batubara mengeluarkan hingga 30 kali lebih
banyak polutan udara daripada pembangkit listrik berbahan bakar gas. Selain polutan yang
disebutkan di atas, pabrik batu bara memancarkan zat lain yang beracun dan berbahaya bagi
kesehatan seperti merkuri, selenium, boron dan dioksin serta menghasilkan ratusan ribu abu
batubara setiap tahun.
4. Pembakaran Domestik
Masih banyak masyarakat yang memasak dan memanaskan rumah mereka
menggunakan bahan bakar yang berpolusi seperti kayu, batu bara, minyak tanah, dan teknologi
yang tidak efisien. Memasak dan memanaskan dengan bahan bakar dan teknologi pencemar
menghasilkan polusi udara rumah tangga tingkat tinggi yang mencakup berbagai polutan yang
merusak kesehatan seperti partikel halus dan karbon monoksida. Menurut WHO, sekitar 3,8 juta
orang per tahun meninggal akibat paparan polusi udara rumah tangga. Polusi udara rumah
tangga ini berasal dari berbagai sumber, dan mencakup berbagai macam gas, bahan kimia, dan
zat lainnya. Salah satu jenis pencemaran paling berbahaya mungkin adalah yang paling akrab:
asap. Polutan yang dihasilkan oleh pembakaran tidak sempurna dari bahan bakar padat atau
minyak tanah untuk memasak, memanaskan dan penerangan berhubungan dengan risiko
kesehatan yang serius.
Berdasarkan data inventarisasi Dinas Lingkungan Hidup Jakarta, penyumbang polusi
udara adalah 75% transportasi darat, 8% industri, 9% pembangkit listrik dan pemanas, dan 8%
pembakaran domestik. Kendaraan bermotor yang melewati jalan di ibukota, berdasarkan data
statistik transportasi Jakarta terus meningkat setiap tahun.
5. Akibat Pencemaran
Pencemaran udara dapat mengakibatkan berbagai dampak pada makhluk hidup dan
alam. Seperti kerusakan lapisan ozon, efek rumah kaca, hujan asam dan salah satu dampak
utama dari polusi udara secara langsung adalah dampak terhadap kesehatan. Polusi udara akan
mempengaruhi saluran pernapasan manusia dan juga hewan. Sehingga dapat menyebabkan
berbagai keluhan, seperti penyakit paru-paru dan penyakit pernapasan saluran atas. Berdasarkan
catatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, ada empat penyakit pernapasan yang disebabkan oleh
polusi udara. 4 penyakit tersebut yakni sebagai berikut :
6. ISPA
ISPA adalah infeksi di saluran pernapasan, yang menimbulkan gejala batuk, pilek,
disertai dengan demam. ISPA sangat mudah menular dan dapat dialami oleh siapa
157
saja.Berdasarkan data WHO, ISPA adalah penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit
menular di dunia. Hampir empat juta orang meninggal akibat ISPA setiap tahun, 98%-nya
disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan bawah. Salah satu penyebabnya karena polutan
udara.
Berdasarkan data ISPU Dinas Lingkungan Hidup Jakarta, udara tak sehat terus
meningkat sejak 2016-2019. Kenaikan jumlah ini sejalan dengan kenaikan kasus ISPA dari data
Dinas Kesehatan Jakarta. Dari laporan rutin fasilitas pelayanan kesehatan Jakarta, kasus ISPA
ada tren naik, pada 2016 sebanyak 1.801.968 kasus, pada 2017 terdapat 1.846.180 kasus, pada
2018 terdapat 1.817.579, dan pada 2019 terdapat 1.874.925 kasus.
7. Asma atau Asthmatic bronchiale
Asma adalah jenis penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan yang
ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak atau sulit
bernapas. Penyempitan saluran ini menghasilkan gejala asma seperti: sesak napas, batuk, dan
sesak dada. Bagi seseorang yang memiliki penyakit asma, saluran pernapasannya lebih sensitif
dibandingkan orang lain yang tidak hidup dengan kondisi ini.
8. Pneumonia atau Paru-paru Basah
Paru-paru basah atau pneumonia adalah penyakit akibat infeksi yang memicu inflamasi
pada kantong-kantong udara atau pada alveolus di salah satu bagian paru-paru, atau bahkan
keduanya. Paru-paru basah dapat disebabkan oleh serangan (infeksi) virus, jamur, atau bakteri
terhadap sistem pernapasan. Penyakit tersebut diawali dengan gejala demam, batuk dan
kesulitan bernapas. Tidak hanya orang dewasa yang dapat terserang paru-paru basah, anak-anak
dan lansia pun dapat mengalaminya.
9. Kanker Paru-paru
Kanker paru-paru adalah kondisi ketika sel ganas (kanker) terbentuk di paru-
paru. Kanker ini lebih banyak dialami oleh orang yang memiliki kebiasaan merokok dan
merupakan satu dari tiga jenis kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia. Partikel
terkecil di dalam udara yang dikenal dengan sebutan PM10 dan PM 2.5 menjadi salah satu
penyebab kanker paru. Partikel PM 2.5 khususnya yang perlu menjadi perhatian. Partikel ini
memiliki ukuran yang sangat kecil sehingga dapat menembus masker. Partikel PM 2.5 dapat
berada di dalam polusi asap mobil, bus, truk dan kendaraan bermotor lainnya.
158
Selain PM 2.5 dan PM 10, ada pula partikel OM 2.5 yang dapat dijumpai di dalam asap
hasil pembakaran pabrik, minyak, batu bara, dan juga kebakaran hutan. Saat zat-zat polutan ini
terhirup, mereka masuk ke jaringan paru-paru dan menumpuk di sana. Lama-kelamaan, hal ini
dapat mengganggu fungsi pernapasan dan kapasitas paru.
c. Refleksi
Dari data-data diatas sudah jelas bahwa pengaruh pencemaran udara terhadap kelainan
pada struktur dan fungsi organ pernafasan manusia sangat tinggi dan berbahaya. Penyakit-
penyakit yang disebabkan oleh polutan seperti CO, , , PM, CFC, HC yang berasal dari
kendaraan bermotor, industri, pembangkit listrik, pembakaran domestik dan sebagainya seperti
ISPA, Asma, Pneumonia, hingga Kanker Paru-paru yang tentu saja tidak bisa dianggap remeh.
Maka dari itu saya sebagai seorang siswa sudah seharusnya sangat sadar akan penyebab
dan akibat dari pencemaran udara yang sangat berbahaya bagi kesehatan terutama pada struktur
dan fungsi organ pernapasan manusia. Dan saya akan memulai dari diri sendiri dan mengajak
orang disekitar saya untuk lebih waspada terhadap polusi udara dan akibat dari polusi udara.
Misalnya dengan lebih banyak berjalan atau menggunakan transportasi umum jika jarak yang
ditempuh memungkinkan untuk berjalan dan menggunakan transportasi umum. Mengurangi
penggunaan kendaraan bermotor pribadi, tidak membakar sampah sembarangan, merawat
tanaman disekitar, menghemat penggunaan energi seperti listrik dirumah, dan memakai masker
Ketika keluar rumah. Walaupun hanya langkah kecil yang sederhana namun sudah dapat
membantu mengurangi pencemaran udara dan resiko penyakit dari polusi udara.
d. Tindak Lanjut
Tindak lanjut yang dapat dilakukan untuk dan menekan tingginya tingkat polusi udara
dan penyakit akibat polusi udara di Jakarta ini bisa dilakukan dengan masyarakat lebih tertib
dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengurangi penggunaan kendaraan bermotor
sebagai alat transportasi. Memperbanyak berjalan kaki, menggunakan sepeda, atau
menggunakan transportasi umum daripada menggunakan kendaraan bermotor pribadi yang
merupakan penyumbang polusi udara terbesar di Kota Jakarta. Kemudian sebagai pencegahan
dan perlindungan pribadi masing-masing masyarakat sebaiknya menggunakan masker yang
memenuhi standar protokol kesehatan. Selain itu dengan pemulihan alam dengan melakukan
penghijauan, penanaman pohon yang menukar karbon dioksida dan memproduksi oksigen
bersih yang dibutuhkan manusia untuk bernafas dengan udara yang sehat dan terbebas dari
polusi.
159
Tak kalah penting juga penghematan penggunaan energi dan mengembangkan pembangkit
energi yang ramah lingkungan terutama udara, dan menghindari membakar sampah
sembarangan. Untuk industri-industri juga harus lebih ditertibkan dengan memberi Batasan
untuk mengurangi atau mengubah kegiatan yang dapat mencemarkan udara agar lebih ramah
lingkungan. Yang terakhir dengan diterapkannya tinggi dan teknologi efisiensi rendah emisi
pada pembangkit listrik, maka konsumsi bahan bakar fosil akan berkurang, sehingga berdampak
mengurangi efek gas rumah kaca, emisi gas buang dan pencemaran lingkungan hidup.
160
DAFTAR PUSTAKA
Allianz Indonesia. 2019. Ini 5 Jenis Penyakit yang Bisa Muncul Akibat Polusi Udara.
https://www.allianz.co.id/explore/detail/ini-5-jenis-penyakit-yang-bisa-muncul-akibat- polusi-
udara/87563 (Diakses pada 11 Februari 2021)
Arumingtyas, Lusia. 2020. Polusi Udara Pembunuh Senyap Di Jabodetabek. mongabay.co.id
/2020/04/25/polusi-udara-pembunuh-senyap-di-jabodetabek. (Diakses pada 10 Februari 2021)
Astuti, Tri. Tadjuddin Parenta Dan Hamid Paddu. 2013. Peranan Kegiatan Industri Pengolahan Terhadap
Pencemaran Lingkungan Di Sulawesi Selatan. Makassar : Universitas Hasanuddin.
Dinas Perhubungan Kota Medan. 2014. Dampak Emisi Kendaraan Bermotor dan Lainnya.
https://dishub.pemkomedan.go.id/berita-40-dampak-emisi-kendaraan-bermotor-dan- lainnya.html
(Diakses pada 11 Februari 2021)
Indrasti, Nastitit Siswi. Mohamad Yani, dan Sugyanto P. Manik. 2005. Penghilangan Gas So2 (Sulfur
Dioksida) Dengan Teknik Biofilter Menggunakan Thiobacillus Sp. Pada Media Serbuk Gergaji,
Kompos Dan Tanah. Bogor : Institut Pertanian Bogor
Lova, Cynthia. 2019. Ini 6 Penyakit yang Ditimbulkan Akibat Polusi Udara.
https://megapolitan.kompas.com/read/2019/07/11/20250751/ini-enam-penyakit-yang- ditimbulkan-
akibat-polusi-udara (Diakses pada 11 Februari 2021)
RimbaKita.com . 2019. Polusi Udara – Pengertian, Penyebab, Dampak & Cara Mengatasi.
https://rimbakita.com/polusiudara/#:~:text=Menurut%20Parker%2C%20
pencemaran%20udara%20merupakan,di%20atmosfer%20akibat%20perbuatan%
20manusia. (Diakses pada 10 Februari 2021)
Utami, Nurwita. 2020. 6 Sumber Polusi Udara di Dunia. https://environment-indonesia.com/6- sumber-
polusi-udara-di-dunia/#:~:text=Produksi%20Energi%20dari%20pembangkit%
20listrik,bara%20dianggap%20yang%20paling%20mencemari (Diakses pada 11 Februari
2021)
Willy, Tjin. 2019. Kanker Paru-paru. https://www.alodokter.com/kanker-paru-paru#:~:text=
Pengertian%20Kanker%20Paru%2Dparu,paling%20banyak%20terjadi%20 di%20Indonesia.
(Diakses pada 11 Februari 2021)
161
BAB VIII
SISTEM EKSRESI
8.1 JURNAL BELAJAR
Jurnal Belajar 1
Pada hari Jumat tanggal 19 Februari 2021 kelas X IPA 4 dan X IPA 5 melaksanakan pembelajaran
online Biologi. Bu Puspa membagikan link di grup WA. Pertama-tama Bu Puspa mengevaluasi hasil Ulangan
Harian kemarin dan semuanya tidak ada yang remedial. Kemudian Bu Puspa meminta Madinah dan Raisya
mengecek siapa yang belum hadir. Adastra dari XI IPA 4 belum masuk biologi kemudian ditanyakan oleh Bu
Puspa dan kemudian ditelpon oleh Bu Puspa. Ternyata Adastra disuruh oleh orang tuanya. Kemudian Bu Puspa
masuk ke pelajaran biologi memasuki bab ketiga di semester 2 yaitu ekskresi. Eks adalah bekas yang harus
dikeluarkan. Eksresi adalah semua zat sisa yang harus dibuang dari tubuh manusia, jika tidak dapat mengganggu
metabolitas dan fungsi-fungsi dalam tubuh. .Tapi dalam bab ini Bu Puspa hanya akan membahas 3 organ. Paru-
paru sudah dianggap cukup paham oleh Bu Puspa di bab sebelumnya. Yang pertama ginjal, kedua hati, dan
ketiga kulit. Lanjut sekarang Bu Puspa meminta siswa siswi untuk mulai menganalisis. Yaitu dengan perabsen
tiap absen 1 2 dan 3 masing-masing tiap satu organ. Saya absen 26 mendapat hati. Bu Puspa menanyakan
beberapa siswa siswi mendapat judul apa yang dianalisis. Hari ini jurnal pertama sistem eksresi. Yg dianalisis
162
struktur, fungsi, dan prosesnya. Penyampaiannya saat meet. Harus singkat jelas dan padat. Akhirnya Bu Puspa
mencukupkan pembelajaran pada hari ini.
Jurnal Belajar 2
Pada hari Jumat tanggal 26 Februari 2021 kelas X IPA 4 dan X IPA 5 melaksanakan pembelajaran
online Biologi. Bu Puspa membagikan link di grup WA. Pertama-tama Bu Puspa menjelaskan tentang kemarin
hari rabu tidak meet karena Bu Puspa sibuk dengan pembagian raport dan Bu Puspa menjelaskan juga dengan
raport untuk snmptn nanti. Kemudian bu puspa hari ini membahas organ eksresi yang kemarin telah dibagikan
judul organ yang akan dibahas persiswa nya. Lalu Bu Puspa juga membahas kehadiran IPA 4 IPA 5 yang
dianggap bu puspa kelas istimewa karena rajin hadir semua. Lalu Bu Puspa memberi kesempatan pada siswa
yang mau menyajikan pembahasan materi yang didapat. Candyle dari XI IPA 4 mengajukan diri menjelaskan
tentang materi kulit. Kemudian Candyle memaparkan yang dipahaminya tentang kulit. Lalu setelah selesai Bu
Puspa dan teman-teman memberi tepuk tangan dan Bu Puspa kemudian Deswita dari XI IPA 5 menambahkan
gangguan atau penyakit yang bisa menyerang kulit. Lalu Engeline dari XI IPA 5 juga mau menambahkan contoh
faktor penyebab keringat. Kemudian Nadia dari XI IPA 5 mau menambahkan fungsi kulit selain sebagai organ
eksresi. Lalu Shofa XI IPA 4 menambahkan cara mencegah penyakit kulit. Setelah itu Afif dari XI IPA
4menambahkan juga 1 faktor penyebab keringat. Lanjut Devina dari XI IPA 5 menjelaskan tentang stratum pada
lapisan kulit. Lalu bu puspa menanyakan apaitu keratin dan dijawab oleh Engeline dari XI IPA 4. Waktunya
163
pun habis tentang kulit hari ini dan nanti sambung lagi kulit atau bisa aja bu puspa pindah ke ginjal atau hati.
Dan bu puspa pun mengakhiri pembelajaran hari ini.
Jurnal Belajar 3
Pada hari Rabu tanggal 3 Maret 2021 kelas X IPA 4 dan X IPA 5 melaksanakan pembelajaran online
Biologi. Pertama-tama Bu Puspa meminta yang tanggung jawab absen dri kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 untuk
mengecek 15 orang yg blm join. Lalu langsung lanjut ke organ eksresi ginjal. Aaliyah dari XI IPA 4 menawarkan
diri untuk menjelaskan. Kemudian Aaliyah menjelaskan tentang ginjal. Kemudian di stop oleh Bu Puspa sampai
di fungsi. Kemudian Dwi dari XI IPA 4 yang menjawab pertanyaan dari Tezhar dari XI IPA 5. Kemudian Bu
Puspa menjelaskan juga penyakit seperti asam urat dan zat seperti zat aditif yang harus dibuang dari tubuh.
Kemudian Bu Puspa bertanya siapa yang ingin menjelaskan tentang struktur ginjal dan Dwi dari XI IPA 4 yang
menjelaskan. Struktur ginjal ada 5. Lalu Bu Puspa meminta Andi dari XXI IPA 5 untuk membantu presentasi
ppt gambar ginjal. Setelah itu karena dari XI IPA 5 tidak ada yang menjawab untuk menjelaskan gambar ginjal
maka Bu Puspa menyebut saja Albert dari XI IPA 5 untuk menjelaskan. Tetapi Bu Puspa meninggalkan tempat
sebentar dan Albert berhenti menjelaskan. Lalu Bu Puspa meminta Dwi dari XI IPA 4 menanggapi penjelasan
dari Albert. Alya dari XI IPA 5 ditunjuk Bu Puspa untuk menjelaskan proses. Dan Alya menjelaskan tentang
filtrasi gumorulus. Dilanjutkan dengan Oasis dari XI IPA 4 menjelaskan darah yang mau disaring gginjal masuk
164
ke arteriol aperen. Dan urin primer kelanjutannya apa yaitu di reabsorpsi. Lanjut ke Alfonsus dari XI IPA 4
diminta Bu Puspa menjelaskan reabsorpsi tubulus. Lalu Boeih dari XI IPA 5 menjelaskan augmentasi. Dan Bu
Puspa meminta Aurelia dari XI IPA 4 untuk menambahkan tentang augmentasi juga. Bu Puspa bertanya siapa
yang mau mrnambahkan namun tidak ada yg menjawab jadi Dicky dari XI IPA 5 ditunjuk oleh Bu Puspa untuk
menjelaskan penyimpanan sementara urine. Pertemuan hari ini pun dicukupkan pembahasan ginjal pada hari
ini.
Jurnal Belajar 4
Pada hari Jumat tanggal 5 Maret 2021 kelas X IPA 4 dan X IPA 5 melaksanakan pembelajaran online
Biologi. Bu Puspa membagikan link google meet di grup WA. Dan setelah saya join, saya dan teman-teman
menunggu Bu Puspa karena Bu Puspa sedang offcam dan offmic selama beberapa menit. Akhirnya Bu Puspa
kembali menyalakan kamera dan mic. Hari ini Bu Puspa mempersilakan untuk yang mendapat judul materi
analisis ginjal untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembentukan urin. Dan Tezhar dari
XI IPA 5 menjelaskannya. Lanjut dengan Ruth dari XI IPA 4 yang menjelaskan ciri-ciri pada urin. Jadi ada dua
faktor yang mempengaruhi pembentukan urin yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Kemudian Bu Puspa
meminta Faisal dari XI IPA 4 menjelaskanhormon ADH. Setelah itu Bu Puspa bertanya pada Faisal kemudian
bertanya pada Gita dari XI IPA 4. Setelah itu Bu Puspa meminta Gita menjelaskan tentang hormon insulin.
165
Lanjut Bu Puspa menunjuk Farren dari XI IPA 5 untuk menjelaskan pendapatnya tentang insulin dan Farren
menjelaskan pendapatnya. Setelah itu Bu Puspa bertanya lagi pada Je Ivan dari XI IPA 5 tentang pengaruh
insulin terhadap pembentukan urin. Dan Je Ivan menjelaskan yang dia ketahui tentang Pengaruh Hormon
Insulin. kemudian Marcell dari XI IPA 4 menjelaskan pendapatnya dan Bu Puspa puas dengan jawaban yang
diberikan Marcell. Lalu Bu Puspa meminta Andri dari XI IPA 5 untuk menjelaskan tentang sistem renin namun
Andri tidak bisa menjelaskan. Lalu Bu Puspa meminta Rafli dari XI IPA 5 menjelaskan sistem renin dan Rafli
menjelaskannya. Lanjut ke Nanda dari XI IPA 5 Bu Puspa menanyakan pendapatnya mengenai penjelasan Rafli
tentang sistem renin. Lanjut lagi ke Raina dari XI IPA 5 diminta Bu Puspa menjelaskan faktor eksternal. Terakhir
Bu Puspa meminta Raisya dari XI IPA 4 untuk menjelaskan karakteristik urin. Bu Puspa pun mengakhiri
pembelajaran pada hari ini.
Jurnal Belajar 5
Pada hari Rabu tanggal 10 Maret 2021 kelas X IPA 4 dan X IPA 5 melaksanakan pembelajaran online
Biologi. Bu Puspa membagikan link google meet di grup WA. Pertama-tama Bu Puspa mempersilahkan yang
mendapat judul hati unruk berbicara dan Elvina dari XI IPA 4 menjelaskan definisi hati dan telaknya. Kemudian
bu puspa bertanya dimana letak hati dan Destin dari XI IPA 4 menjawab di kanan lambung bukan dibawah
lambung sebelah kanan. Kemudian dilanjutkan Rania dari XI IPA 4 menjelaskan keenam fungsi hati. Lalu Bu
166
Puspa membahas empedu. Dilanjutkan dengan Alya Rahimah dari XI IPA 4 menjelaskan proses pada hati.
Kemudian Bu Puspa menerima telepon beberapa menit dan akhirnya setelah selesai Bu Puspa menyapaa Juan
yang baru selesai tes untuk olimpiade. Stelah itu dilanjutkan Oriza dari XI IPA 4 yang menjelaskan mengenai
gangguan pada hati. Kemudian Bu Puspa juga membahas tentang gangguan pada hati. Akhirnya pembelajaran
diakhiri karena waktunya sudah habis.
Jurnal Belajar 6
Pada hari Jumat tanggal 12 Maret 2021 kelas X IPA 4 dan X IPA 5 tidak melaksanakan pembelajaran
online Biologi. Karena hari ini guru-guru sedang rapat, jadi Bu Puspa memberikan tugas membuat analisis
terhadap organ sistem eksresi yaitu ginjal, kulit dan hati manusia dan dikumpulkan di google classroom.
Jurnal Belajar 7
Pada hari Rabu tanggal 17 Maret 2021 kelas X IPA 4 dan X IPA 5 melaksanakan pembelajaran online
Biologi. Bu Puspa membagikan link google meet di grup WA. Pertama-tama Bu Puspa mempersilahkan Yuniar
menjelaskan tentang kulit kemudian proses retinasi dijelaskan oleh alya sakila dari xi ipa 4. Dilanjutkan fani
dari XI IPA 4 menjelaskan struktur hati, Kemudian Ashos dri XI IPA 5 menjelaskan struktur kulit. Kemudian
167
Madinah dari XI IPA 5 menjelaskan pertolongan pertama luka bakar. Kemudian Jason dari XI IPA 4
menjelaskan cara mendiagnosis penyakit hati, kemudian dilanjutkan dengan Gabriel dari XI IPA 4 menjelaskan
penyakit kulit yaitu jerawat. Lalu Ghina dari XI IPA 5 menjelaskan tentang faktor yang mempengaruhi
kerusakan pada hati. Selanjutnya Khansa dari XI IPA 5 menjelaskan tentang pengobatan untuk gangguan hati.
Setelah itu Zinedine dari XI IPA 5 menjelaskan tentang struktut ligamen pada hati. Kemudian Ivan dari XI IPA
5 menjelaskan tentang salah satu gangguan pada kulit yaitu kapalan. Selanjutnya Rafi dari XI IPA 5 menjelaskan
tentang proses pengeluaran keringat. Lalu Modestine dari XI IPA 4 menjelaskan mengenai struktur hati yaitu
lobulus, saluran empedu, dan pembuluh darah. Kemudian Adhelia dari XI IPA 4 membahas tentang mengapa
kulit menjadi berkerut jika terkena air. Setelah itu saya menjelaskan tentang salah satu penyakit pada hati yaitu
sirosis. Lalu Juan dari XI IPA 4 menjelaskan tentang enzim pada hati. Dan yang terakhir Samuel dari XI IPA 4
menjelaskan tentang berbagai gejala gangguan fungsi hati yang harus diwaspadai. Akhirnya jam pelajaran
Biologi pun berakhir dan Bu Puspa mengakhiri pertemuan pada hari ini.
8.2 TUGAS-TUGAS
ANALISIS ORGAN EKSRESI
GINJAL
Ginjal merupakan organ utama yang memproduksi urine. Jumlahnya sepasang, terletak dibagian
perut sebelah kanan dan kiri dari tulang belakang, dibawah hati dan limpa. Berat dan besar ginjal
bervariasi, tergantung pada jenis kelamin, umur, dan lainnya.
1. Fungsi Ginjal
Ginjal memiliki beberapa fungsi, yaitu:
1. Pengeluaran zat sisa organik (urea, asam urat, kreatinin, dll)
2. Pengeluaran zat racun (obat-obatan, zat aditif makanan, polutan, dll)
3. Pengaturan keseimbangan konsentrasi ion-ion penting di dalam tubuh (natrium, kalsium, kalium,
magnesium, sulfat, dan fosfat)
4. Pengaturan keseimbangan asam basa melalui ekskresi ion hidrogen, bikarbonat, dan
amonium
5. Penjaga tekanan darah melalui pengaturan pengeluaran garam dan air, serta
menghasilkan enzim renin pemicu pembentukan hormon angiotensin
168
6. Pengaturan produksi sel darah merah di dalam sumsum tulang melepaskanhormon
eritropoitein
7. Pengendalian konsentrasi nutrisi darah (glukosa dan asam amino)
8. Mengubah vitamin D inaktif menjadi vitamin D aktif.
2. Struktur Ginjal
Ginjal dilindungi oleh lapisan jaringan ikat, yaitu fasia renal (pembungkus luar), lemak perirenal,
lemak pararenal (bantalan ginjal), dan kapsul fibrosa.
Bagian-bagian ginjal:
a. Lobus ginjal, bagian yang menyusun ginjal. Setiap lobus terdiri atas satu piramida ginjal,
kolumna yang saling berdekatan dan jaringan korteks yang melapisi.
b. Hilus (hilum), cekungan pada sisi medial yang membentuk bukaan pada ginjalsebagai tempat
keluar masuknya pembuluh darah dan keluarnya ureter.
c. Sinus ginjal, rongga yang berisi lemak yang membuka pada hilus.
d. Parenkim ginjal, jaringan yang menyelubungi struktur sinus ginjal. Jaringan initerbagi
menjadi 2 bagian, yaitu:
- Korteks (bagian luar), tersusun dari nefron-nefron. Nefron merupakan unit strukturan dan
fungsional terkecil dari ginjalyang membentuk urine. Nefron tersusun dari 2 komponen,
yaitu komponen vaskuler (pembuluh) dan komponen tubuler (tabung).
- Komponen vaskuler terdiri dari arteriola aferen, glomerulus, arteriolaeferen, dan kapiler
peritubular. Sedangkan, komponen tubuler terdiri dari kapsul bowman, tubulus
kontortus proksimal, lengkung henle turun, lengkung henle naik, tubulus kontortus
distal, dan duktus kolektivus.
- Nefron dibedakan menjadi 2 macam, yaitu nefron korteks dan nefron jukstamedula.
Nefron korteks memiliki lengkung henle yang pendek, sedangkan nefron jukstamedula
memiliki lengkung henle yang panjang.
- Medula (bagian dalam), terdiri atas 15-16 massa triangular (tiga sisi) yang disebut
piramida ginjal yang tersusun dari sistem tubulus berukuran mikroskopis. Ujung dari
piramida ginjal disebut papilla ginjal yang memiliki permukaan seperti saringan karena
terdapat lubang-lubang kecil yang dilewati oleh tetesan urine.
e. Pelvis ginjal (pelvis renalis), rongga perluasan ujung proksimal ureter. Ujung ini bercabang
menjadi 2/3 kaliks major. Setiap kaliks major bercabang menjadi 8-18 kaliks minor yang
langsung menutupi papilla ginjal. Kaliks minor berfungsi menampungurine yang terus keluar
dari papila. Jadi, dari kaliks minor, urine masuk ke kaliks major, kemudian lanjut ke pelvis
169
renalis.
3. Proses Pembentukan Urine
a. Filtrasi glomerulus
Filtrasi glomerulus adalah proses penyaringan plasma bebas protein melalui kapiler
glomerulus ke dalam kapsul Bowman. Laju filtrasi glomerulus dikontrol oleh saraf simpatik.
- Mekanisme kerja filtrasi glomerulus
Ketika darah mengalir melalui glomerulus, cairan yang difiltrasi harus melewati
membran glomerulus yang mampu menahan sel darah dan protein plasma, tetapi air dan zat
terlarut yang molekulnya berukuran kecil akan melewati membrane glomerulus. Membran
glomerulus tersusun dari tiga lapisan, yaitu dinding kapiler glomerulus, membran basal, dan
lapisan dalam kapsul Bowman.
Filtrasi glomerulus merupakan proses pasif yang terjadi karena tiga gaya fisik, yaitu
tekanan darah kapiler glomerulus, tekanan osmosis koloid plasma, dan tekanan hidrostatik
kapsul Bowman.
- Komposisi filtrat glomerulus (urine primer)
Filtrat glomerulus yang terdapat di dalam kapsula Bowman memiliki ciri-ciri, yaitu:
• Mengandung H2O dan zat-zat terlarut (glukosa, klorida, natrium, dll)
• Hampir tidak mengandung protein plasma, kandungan albumin kurang dari 1%.
• Tidak mengandung elemen seluler seperti sel darah merah, karena seldarah merah
tidak difiltrasi.
b. Reabsorpsi tubulus
Reabsorpsi tubulus adalah proses penyerapan kembali zat yang dibutuhkan oleh tubuh
seperti glukosa, asam amino, nutrisi organik, air, dan garam mineral. Reabsorpsi dapat terjadi
cara pasif (osmosis tanpa energi) maupun aktif (memerlukan energi), Urine yang dihasilkan
setelah proses reabsorpsi tubulus disebut urine sekunder.
Untuk dapat direabsorpsi, bahan harus melewati lima penyaring terpisahyang disebut
transpor transepitel, sebagai berikut:
- bahan harus meninggalkan cairan tubulus dengan melewati membran luminal sel tubulus
- melewati sitosol dari satu sisi sel tubulus ke sisi lainnya
- melewati membran basolateral sel tubulus untuk masukke cairan interstisial (cairan di antara
sel)
- berdifusi melalui cairan interstisial
170
- menembus dinding kapiler peritubuler untuk masuk ke plasma darah.
Bahan yang masuk ke plasma di dalam kapiler peritubuler. selanjutnya masuk ke sistem
vena dan ke jantung untuk diedarkan kembali. rata-rata 178,5 liter direabsorpsi dan sisanya 1,5
liter akan mengalir ke pelvis ginjal untuk dikeluarkan sebagai urine.
Reabsorpsi bahan yang dibutuhkan oleh tubuh meliputi:
- Ton-ion natrium (Na), reabsorpsi terjadi secara pasif difusi terfasilitasi oleh saluran protein
maupun aktif (pompa natrium-kalium). Reabsorpsi terjadi di tubulus kontortus proksimal.
lengkung Henle asenden (naik), serta tubulus kontortus distal dan duktuskolektivus yang
dikontrol oleh enzim renin, hormon angiotensin dan aldosterone
- Ion Idorin (CI) dan ion negatif lainnya (misalnya bikarbonat), secara pasif berdifusi
ke dalam sel-sel epitel dari lumen tubulus mengikuti pergerakannatrium yang keluar
menuju ke cairan kapiler tubuler.
- Glukosa, fruktosa, dan asam amino, direabsorpsi secara difusi dipermudaholeh saluran
protein dan kotranspor (protein transpor yang berperan seperti enzim).
- Air, direabsorpsi melalui osmosis bersama sama dengan ion natrium dari area
berkonsentrasi air tinggi dalam lumen tubulus ke area berkonsentrasi air rendah dalam
cairan interstisial dan kapiler peritubuler
- Urea, direabsorpsi secara difusi sekitar 50%. Sebanyak 50% urea lainnyaakan
diekskresikan ke dalam urine.
- lon anorganik (kalium, kalsium, fosfat,dan sulfat) dan sejumlah ionorganik,
direabsorpsi melalui transpor aktif. Augmentasi (sekresi tubulus)
c. Augmentasi (sekresi tubulus)
Augmentasi (sekresi tubulus) adalah transpor aktif yang memindahkan zat-zat tertentu dari
darah dalam kapiler peritubuler, keluar melewati sel-sel tubuler menuju ke cairan tubuler, dan
masuk ke dalam urine. Augmentasi terjadi di tubulus kontortus proksimal, tubulus kontortus distal,
dan duktus kolektivus. Augmentasi meliputi:
- lon hidrogen, amonia, kreatinin. asam hipurat, obat-obatan tertentu(misalnya
penisilin), dan zat-zat kimia asing disekresikan ke dalam tubulus secaraaktif.
- Sekresi ion kalium dikontrol oleh hormon aldosteron.
171
4. Penyimpanan sementara urine dan berkemih
Urine dari duktus kolektivus menuju ke pelvis renalis, selanjutnya mengalir melalui ureter,
dan masuk ke vesika urinaria (kandung kemih). Kontraksi peristaltik otot polos dinding ureter
mendorong urine dari ginjal ke kandung kemih. Dinding kandung kemih berlipat-lipat dengan
struktur otot yang dapat meregang untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan urine.
Dari kandung kemih, urine mengalir ke uretra, selanjutnya melalui lubang luar dibuang keluar
tubuh. Keinginan buang air kecil disebabkan penambahan tekanan di dalam kandung kemih akibat
isi urine di dalamnya sudah mencapai 170-230 mL. Peristiwa pembuangan urine disebut miktruisi.
5. Faktor yang memengaruhi proses pembentukan urine
a. Faktor internal
- Hormon ADH (antidiuretic hormone), dihasilkan oleh hipotalamus dalam otak, disimpan
dan dibebaskan oleh kelenjar pituitari yang terletak di bawah hipotalamus.
- Hormon insulin, dihasilkan oleh sel pada pankreas. Insulin berfungsi untuk menurunkan
kadar glukosa darah dengan cara menginisiasi penyerapan glukosa oleh sel untuk diubah
menjadi energi atau disimpan, dan menghambat pembebasan glukosa ke dalam darah oleh
hati. Jika kekurangan insulin, kadar glukosa dalam darah tinggi, reabsorpsi glukosa
terganggu, sehingga terdapat banyak glukosa dalam urine (kencing manis).
- Sistem renin-angiotensin-aldosteron, dihasilkan oleh aparatus juksta glomerulus untuk
merespons tekanan darah rendah, konsentrasi natrium rendah, dan kehilangan air. Renin
mengubah protein plasma angiotensinogen menjadi angiotensin I. Angiotensin I diubah
menjadi angiotensin II. Angiotensin II berfungsi menstimulasi haus, sekresi ADH,
peningkatan tekanan darah, dan pelepasan aldosteron. Aldosteron berfungsi meningkatkan
sekresi K dalam tubulus kontortus distal saat natrium direabsorpsi
172
b. Faktor eksternal
- Suhu lingkungan, jika suhu lingkungan panas, banyak mengeluarkan keringat,
osmolaritas darah meningkat, sekresi ADH meningkat, reabsorpsi air banyak, dan
jumlah urine menjadi sedikit.
- Jumlah air yang diminum, jika banyak minum air, osmolaritas darah menurun, sekresi
ADH menurun, reabsorpsi air sedikit, dan jumlah urine banyak.
- Alkohol, dapat menghambat pembebasan ADH sehingga kandungan air dalam urine
berkurang, tubuh mengalami dehidrasi, dan rasa sakit.
6. Karakteristik Urine
a. Sifat fisik urine
- Volume urine yang dihasilkan orang dewasa sehat sekitar 800-2.500 mL/hari
- Berwarna kuning pucat sampai kuning tua
- Berat jenis urine 1,003-1,035 g/ 3, bersifat agak asam
- Berbau khas, cenderung berbau ammonia setelah didiamkan, dipengaruhi olehjenis
makanannya.
b. Komposisi urine
Terdiri atas 95% air dan zat-zat terlarut.
- Zat-zat yang terkandung dalam urine normal:
Zat buangan nitrogen, benda keton, asam hipurat dari pencernaan sayuran dan buah, toksin,
zat kimia asing, pigmen (urobilin/urokrom, hematoporfirin), enzim, vitamin, dan hormone,
dan elektrolit.
- Zat-zat yang terkandung dalam urine abnormal:
Albumin, glukosa, sel darah merah, zat kapur, batu ginjal, dan badan keton yang
jumlahnya melebihi normal.
173
HATI
A. Definisi Hati
Hati adalah sebuah kelenjar terbesar dan kompleks dalam tubuh, berwarna merah kecoklatan, yang
mempunyai berbagai macam fungsi, termasuk perannya dalam membantu pencernaan makanan dan
metabolisme zat gizi dalam sistem pencernaan. Hati adalah kelenjar terbesar yang terletak di dalam
rongga perut sebelah kanan, tepatnya di atas lambung dan di
bawah diafragma. Hati manusia memiliki berat sekitar 1,5 – 2,0 kg.
B. Struktur Hati
Hati terdiri atas dua lobus besar yang dibatasi oleh jaringan ikat ligamen falsiformis, yaitu lobus
kanan dan kiri. Lobus kanan terbagi lagi menjadi tiga lobus yang lebihkecil. Hati dibungkus oleh
jaringan ikat padat kapsula hepatika. Setiap lobus terdiri atas sejumlah lobulus (unit hepar) yang
berbentuk poligonal (limas segi lima atau segi enam) yang dipisahkan oleh percabangan dari kapsula
hepatika, yang disebut kapsula glison. Sekitar 80% dari volume hati tersusun dari sel-sel parenkimal
(hepatosit). Sisanya merupakan sel-sel nonparenkim (sekitar 6,5%), sel intrahepatik (sel oval),
hepatosit duktular, dan sel-sel imun (sel-sel kekebalan tubuh). Berikut ini lobus-lobus yang ada di
hati:
• Lobus kanan. Lobus ini berukuran enam kali lebih besar dibandingkan lobus kiri.
• Lobus kiri. Lobus yang berukuran lebih kecil dan lebih pipih dibanding lobuskanan.
174
• Lobus kaudatus. Lobus ini terletak di belakang lobus kanan dan menyelimuti maupun
mengelilingi vena cava inferior atau pembuluh darah balik, yang mengarah ke jantung.
• Lobus kuadratus. Lobus ini terletak di bawah lobus kaudatus dan terletak mengelilingi
kantung empedu.
Lobus kanan dan lobus kiri dibatasi oleh suatu struktur yang dinamakan ligamen falsiformis.
Ligamen ini adalah satu dari empat kelompok ligamen yang menjadi penyangga hati agar bisa tetap
berada pada tempatnya.Lebih lanjut, berikut ini penjelasan seputar ligamen pada organ hati:
• Ligamen falsiformis. Ligamen yang berbentuk seperti bulan sabit ini terletak di hati bagian
depan, serta berperan untuk memisahkan lobus kanan dan lobus kiri. Ligamen ini menyangga
hati bagian depan karena terhubung ke dinding perut bagian depan.
• Ligamen koroner. Ligamen ini berada di bagian atas hati dan berlanjut hingga ke bagian bawah
diafragma dan berfungsi menyangga bagian atas hati.
• Ligamen triangular. Ligamen triangular terbagi menjadi dua bagian, kiri dan kanan. Ligamen
triangular kiri merupakan gabungan dari ligamen koroner yang ada di puncak hati sebelah depan
maupun belakang. Ligamen ini menempel dari lobus kiri hingga ke diafragma. Sementara itu,
ligamen triangular kanan menempel dari lobus kanan hinggake diafragma.
• Lesser omentum. Lesser omentum menyangga hati dengan dua jenisligamen, yaitu
ligamen hepatoduodenal yang menghubungkan hati dengan usus dua belas jari atau
duodenum, serta ligamen hepaogastric yang menghubungkan hati dengan lambung.
Selain lobus dan ligamen, masih ada beberapa bagian hati yang memilki peran penting, antara
lain:
• Lobulus
Struktur hati bagian dalam jika dilihat secara mikroskopik sebenarnya akan terlihat
tersusun dari sekitar 100.000 unit lobulus berbentuk segi enam atau hexagonal. Di
dalamlobulus terdapat banyak pembuluh darah yang dikaitkan oleh saluran bernama sinusoid.
Sinusoid terdiri dari dua macam sel utama, yaitu sel kupffer dan hepatosit. Sel kupffer
berperan dalam menyaring sel darah merah. Sementara itu, hepatosit adalah sel yang
175
berperan dalam hampir semua fungsi hati, mulai dari metabolisme, pencernaan, hingga
penyimpanan.
• Saluran empedu
Di dalam hati juga terdapat saluran empedu, yang menghubungkan antara hati
dengankantung empedu. Saluran ini jumlahnya cukup banyak dan susunannya bercabang
menyerupai pohon kemudian menyatu di bagian tertentu, membentuk duktus hepatikus.
Duktus hepatikus ini berperan sebagai saluran keluar masuknya cairan empedu.
• Pembuluh darah
Hati memiliki susunan pembuluh darah yang unik karena organ ini memiliki sistem
sendiri yang dinamakan hepatic portal vein system. Oleh karena itu, hati bisa menyaringsel
darah sebelum menyalurkannya ke seluruh tubuh dan mengembalikannya ke jantung.
C. Proses Ekskresi pada Hati
a) Proses perombakan eritrosit (sel darah merah)
Di dalam hati, hemoglobin pada sel darah merah yang sudah rusak akan diuraikan.Sel
– sel hati yang bertugas merombak eritrosit disebut sel histiosit. Melalui sel tersebut,
hemoglobin akan diuraikan menjadi senyawa hemin, zat besi (Fe), dan globin.
Hemoglobin itu sendiri merupakan protein yang mengandung zat besi pada seldarah merah.
Dalam hati, senyawa hemin akan diubah menjadi zat warna pada empedu yang
disebut bilirubin dan biliverdin, lalu dikirim ke usus dan setelah melalui proses tertentu
dibuang ke luar tubuh bersama feses. Dalam usus, zat warna empedu (berwarna hijau
biru)dioksidasi menjadi urobilin (berwarna kuning coklat) yang berfungsi memberi warna
padafeses dan urine. Bilirubin merupakan zat yang memberi warna pada feses (kotoran),
sedangkan biliverdin merupakan zat yg memberi warna pada urine (cairan air kencing).
Sementara itu, zat besi akan tertahan dan disimpan di dalam hati atau dialirkan menuju sumsum
tulang, sedangkan globin digunakan untuk membentuk eritrosit (sel darah merah)baru dan
metabolisme protein.
176
b) Proses Siklus Ornitin
1) Hati merubah zat amoniak (NH3) yang beracun menjadi urea (CO(NH₂)₂). Urea ini adalah
produk akhir metabolisme dari protein dan akan diekskresikan dalam urin.
2) Bila hati telah memecah zat berbahaya dari darah, maka produk sampingannya akan
dikeluarkan atau diekskresikan ke dalam cairan empedu atau darah. Produk sampingan berupa
cairan empedu akan masuk ke dalam usus dan akan dibuang dari tubuh dalam bentuk kotoran
(feses). Sementara, produk sampingan darah akan dialirkan ke ginjal untuk disaring, dan
meninggalkan tubuh dalam bentuk air kencing (urin).
177
D. Fungsi Hati
Sebagai kelenjar, hati berfungsi menghasilkan :
1. Empedu, berupa cairan berwarna hijau, terasa pahit, berjumlah sekitar 0,5 liter setiap hari berasal
dari perombakan hemoglobin sel-sel darah merah yang sudah tua yang disimpam di dalam
kantong emepedu atau disekresikan ke duodenum (usus 12 jari). Sekresi empedu berfungsi untuk
membantu pencernaan lemak dengan cara mengemulsikan lemak, mengaktifkan lipase, membantu
absorpsi lemak di usus, dan mengubah zat yang tidak dapat larut di dalam air menjadi larut.
Empedu mengandung kolesterol, garam empedu, lesitin, serta pigmen bilirubin dan biliverdin
yang berwarna hijau kebiruan. Di dalam usus, pigmen tersebut akan mengalami oksidasi menjadi
urobilin yang menyebabkan warna feses dan urine menjadi kekuningan. Apabila saluran empedu
ke usus halus tersumbatoleh batu empedu, warna feses menjadi putih keabuan. Namun, apabila
saluran empedu di hati yang tersumbat, zat empedu akan masuk ke peredaran darah sehingga kulit
penderita menjadi kekuningan.
2. Trombopoietin, yaitu hormon glikoprotein yang mengendalikan langsungproduksi keping
darah oleh sumsum tulang belakang.
3. Albumin yang merupakan komponen plasma darah.
4. Angiotensinogen, hormon yang akan diaktifkan oleh enzim renin ginjal danberperan dalam
peningkatan tekanan darah.
5. Enzim arginase yang mengubah arginin menjadi ornitin dan urea
6. Enzim glutamat-oksaloasetat transferase, glutamat-piruvat transferase, dan laktat
dehidrogenase
Fungsi hati lainnya, yaitu:
1. Menyimpan glikogen, lemak, zat besi, zat tembaga, serta vitamin A, D, K, dan B12.
2. Mengaktifkan vitamin D, yang dilakukan bersama-sama dengan ginjal
3. Fagosit bakteri yang dilakukan oleh makrofag sel Kupffer.
4. Degradasi hormon insulin dan beberapa hormon lainnya.
5. Degradasi ammonia menjadi urea.
178
E. Gangguan pada Hati
Berbagai macam kondisi dan penyakit dapat menyebabkan gangguan pada fungsi hati.
Jenis-jenis gangguan hati tersebut meliputi:
1. Penyakit hati (liver), paling sering disebabkan oleh infeksi virus, Amoeba penyebab disentri,
cacing, plasmodium penyebab malaria, dan Toxoplasma sp.
2. Sirosis hati (cirrhosis) adalah berubahnya sel-sel hati menjadi jaringan ikat fibrosa, sehingga
kehilangan fungsinya. Sirosis dapat disebabkan oleh minuman keras, serta hepatitis B dan
hepatitis C.
3. Hemokromatosis adalah kelainan secara genetik yang menyebabkan tubuh terlalu banyak
menyerap zat besi dari makanan sehingga zat besi banyak tersimpan di dalam organ-organ tertentu,
seperti hati, jantung, dan pankreas.
4. Kanker hati, terjadi ketika sel hati mengalami mutasi sehingga tumbuh secara tidak
terkendali. Dalam beberapa kasus, infeksi kronis akibat virus hepatitis B dan C bisa
menyebabkan kanker hati. Selain beberapa penyebab yang telah disebutkan di atas, gangguan
hati juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, toksin atau racun, dan kelainan genetik.
5. Perlemakan hati (fatty liver), penyakit ini ditandai dengan terlalu banyak lemak yang tersimpan
dalam hati. Akibatnya, hati mengalami peradangan yang dapat berkembang menjadi jaringan parut
permanen. Pada kondisi kronis, hati berisiko mengalami sirosis dan memicu kegagalan hati.
Perlemakan hati bisa dipicu oleh konsumsi minuman keras (alcoholic fatty liver) atau sebab lain
(non-alcoholic fatty liver disease/NAFLD), seperti diabetes dan obesitas.
6. Penyakit kuning, penyakit ini disebabkan oleh kadar bilirubin (pigmen empedu) dalam aliran
darah yang melebihi batas normal. Tingkat bilirubin menjadi tinggi karena adanya kelainan sel
atau peradangan pada hati.
7. Kolestasis, terjadi ketika aliran cairan empedu dari hati berkurang atau tersumbat.Cairan
empedu dihasilkan hati guna membantu proses pencernaan. Aliran empedu yang terhambat ini
dapat menyebabkan penumpukan bilirubin dan memicu penyakit kuning.
179
8. Hepatitis A, penyakit ini disebabkan oleh virus Hepatitis A yang dapat
menyebabkanperadangan hati. Cara penularannya adalah melalui feses, air, dan
makanan yang terkontaminasi virus tersebut.
9. Hepatitis B, merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B dan dapat
ditularkan melalui darah, cairan tubuh, atau luka yang terbuka. Hati yang terinfeksi
virushepatitis B akan mengalami luka, kegagalan hati, dan bahkan kanker jika tidak
ditanganisecepatnya.
10. Hepatitis C, disebabkan oleh virus hepatitis C yang dapat menyebabkan organ hati
mengalami pembengkakan. Hepatitis C yang bersifat kronis bisa mengakibatkan
sirosis,kegagalan hati, dan kanker hati.
F. Pengobatan Gangguan pada Hati
Pengobatan gangguan hati tergantung pada jenis penyakitnya. Beberapa gangguan
hatidapat diatasi dengan mengubah gaya hidup, seperti berhenti mengonsumsi minuman
beralkohol, menurunkan berat badan, serta menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat.
Konsumsi obat antivirus diperlukan jika gangguan hati disebabkan oleh infeksi virus. Namun, jika
sudah mengalami sirosis, hati yang rusak tidak dapat disembuhkan. Upaya pengobatan tetap bisa
dilakukan dengan memantau perjalanan penyakit dan menekan risiko komplikasi.
Pengobatan untuk penderita gagal hati kronis dilakukan dengan operasi untuk menyelamatkan
bagian hati yang masih berfungsi. Jika upaya ini ternyata tidak memungkinkan, diperlukan
transplantasi hati untuk menyelamatkan nyawa penderita.
Gangguan hati bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat. Selain itu, hindari kontak
langsung dengan darah maupun cairan tubuh penderita hepatitis. Pastikan juga Anda dan
keluarga mendapatkan vaksinasi hepatitis sebagai langkah efektif mencegah penyakit ini.
Jika Anda mengalami tanda dan gejala gangguan hati, segera konsultasikan ke dokter untuk
mendapatkan pemeriksaan lengkap dan penanganan lebih lanjut.
180
KULIT
A. Pengertian
Kulit merupakan organ tubuh terbesar yang menutupi seluruh permukaannya.
Kulit berfungsi sebagai pelindung tubuh dari cedera dan patogen. Kulit juga mengatur
suhu tubuh, mengendalikan kehilangan cairan yang tak terasa (insensible fluid loss),
serta menyimpan vitamin D, lemak, dan air.
Kulit menutupi area tubuh seluas 1,67 m² dan berat sekitar 4,5 kg pada laki- laki
dengan berat badan 75 kg.
B. Fungsi
Kulit memiliki beberapa fungsi yaitu:
1. Sebagai Ekskresi
Mengeluarkanlemak dan keringat yangmengandung air, garam, urea, serta
ionion seperti !
2. Sebagai Perlindungan
Melindungi organ dari mikroorganisme, radiasi sinar matahari, iritasi kimia, dan
gangguan mekanik.
3. Sebagai Pengaturan Suhu Badan
Kelenjar keringat dan pembuluh darah berfungsi mengatur dan
mempertahankan suhu tubuh.
4. Sebagai Metabolisme
Menyintesis vitamin D dengan bantuan sinar matahari dan menyimpan lemak sebagai
energy cadangan.
5. Sebagai Komunikasi
Stimulus lingkungan diterima oleh reseptor kulit, misalnya perubahan suhu,
sentuhan dan tekanan. Kulit merupakan media ekspresi wajah yang penting untuk
komunikasi.
181
C. Struktur
Kulit terdiri atas beberapa lapisan, yaitu epidermis, dermis, dan hipodermis (subkutaneus).
A. Epidermis
Bagian terluar kulit yang tersusun dari sel sel epitel pipih (skuamosa) berlapis banyak dengan
susunan yang sangat rapat, dan mengalami keratinasi. Jaringan ini tidak memiliki pembuluh darah.
Epidermis yang sangat tebal terdapat pada telapak kaki dan tangan. Epidermis terdiri atas lima lapisan,
yaitu:
1. Stratum korneum, lapisan epidermis paling atas, terdiri atas 25 - 30 lapisan sisik dari sel-sel yang
tidak hidup. Lapisan ini akan diganti oleh sel-sel dari dasar ke atas setiap 15 - 30 hari.
2. Stratum lusidum, lapisan jernih dan transparan, terdiri atas 4-7 lapisan sel-sel pipih tidak berinti
yang mati atau hampir mati.
3. Stratum granulosum, terdiri atas 3 - 5 lapisan sel-sel bergranula keratohialin yang merupakan
precursor dalam pembuatan keratin.
4. Stratum spinosum, lapisan sel-sel spina (tanduk), memiliki tonjolan penghubung intraseluler
(desmosom).
5. Stratum basalis (germinativum), lapisan sel-sel melekat pada jaringan ikat dari lapisan kulit di
bawahnya yang (dermis). Pembelahan sel-sel ini berlangsung sangat cepat dan sel-sel baru
didorong masuk ke lapisan berikutnya. Di bawah dan di antara sel-sel stratum basalis terdapat
melanosit yang menghasilkan pigmen melanin.
182
B. Dermis
Dipisahkan oleh membran dasar (lamina) yang matahari. Tersusun dari dua lapisan jaringan ikat,
yaitu:
1. Lapisan papilar, jaringan ikat areolar renggang dengan fibroblas, sel mast, dan makrofag.
Papila kulit ada yang menyerupai jari menonjol ke dalam lapisan epidermis, mengandung
banyak pembuluh darah, dan reseptor sensor caktil (sentuhan).
2. Lapisan retikuler, tersusun dari jaringan ikat ireguler yang rapat, kolagen, dan serat elastik.
Sejalan dengan bertambahnya usia, deteriorasi (penurunan mutu) simpul kolagen dan serat elastik
menyebabkan pengeriputan kulit.
C. Hipodermis (subkutaneus),
Lapisan yang mengikat kulit secara longgar dengan organ-organ yang terdapat dibawahnya.
Lapisan ini banyak mengandung sel lemak, pembuluh darah. dan ujung saraf.
D. Kelenjar pada Kulit
a) Kelenjar keringat (sudorifera)
Terdapat di lapisan dermis. Kelenjar keringat dapat dibedakan menjadi dua
macam, yaitu ekrin dan apokrin.
1. Ekrin, kelenjar keringat tubuler sederhana dan berpilin, tidak berhubungan dengan
folikel rambut, serta tersebar meluas ke seluruh tubuh terutama pada dahi, telapak
tangan, dan kaki. Sekresi keringat dari kelenjar ini mengandung air yang membantu
pendinginan melalui penguapan untuk mempertahankan suhu tubuh.
2. Apokrin, kelenjar keringat yang besar dan bercabang dengan penyebaran yang terbatas pada
bagian tubuh tertentu, misalnya pada aksila (ketiak), areola payudara, dan arca genital.
Sekresi dari kelenjar ini pada awalnya tidak berbau, yang kemudian akan berbau karena
bakteri.
b) Kelenjar Sebaseus,
Mengeluarkan sebum yang biasanya dialirkan ke folikel rambut. Sebum adalah
campuran lemak, Kelenjar lilin, minyak, dan pecahan-pecahan sel.Sebum berfungsi sebagai
pelembut kulit, bakterisida, dan sebagai pertahanan terhadap evaporasi.
E. Kulit sebagai Pengatur Panas (Termoregulasi)
Panas tubuh dihasilkan dari aktivitas metabolisme dan pergerakan otot. Panas dapat dikeluarkan
atau dibuang melalui paru-paru dan kulit, atau bersama feses dan urine. Panas yang dikeluarkan oleh
kulit dapat melalui beberapa cara, yaitu:
1. Pemancaran, panas dilepas ke udara di sekitarnya.
2. Pengaliran (konveksi), mengalirnya udara yang telah panas karena menyentuh
permukaan tubuh, kemudian digantikan oleh udara yang lebih dingin.
3. Konduksi, panas dialihkan ke benda yang disentuh kulit, misalnya pakaian.
183
4. Penguapan (evaporasi), panas dikeluarkan bersama keringat kemudian keringat menguap.
Keringat yang dikeluarkan bisa mencapai 2.000 ml per hari. Jika suhu lingkungan tinggi (panas),
kelenjar keringat menjadi aktif dan pembuluh kapiler melebar sehingga memudahkan proses
pembuangan air dan sisa metabolisme. Aktifnya kelenjar keringat mengakibatkan keluarnya
keringat ke permukaan kulit melalui penguapan. Penguapan mengakibatkan suhu di permukaan
kulit menjaditurun. Sebaliknya, jika suhu lingkungan rendah, kelenjar keringat tidak aktif dan
pembuluh kapiler pada kulit menyempit, maka darah tidak membuang air dan sisametabolisme,
akibatnya penguapan sangat berkurang dan suhu tubuh tetap panas.
F. Kontrol Pengeluaran Keringat
Proses pengeluaran keringat diatur oleh hipotalamus di otak. Hipotalamus menghasilkan enzim
bradikinin yang berfungsi sebagai vasodilator yang memengaruhi pelebaran pembuluh darah dan
kelenjar keringat
184
Jika darah yang melalui hipotalamus melebihi batas normal (panas), rangsangan
suhu panas tersebut diteruskan oleh saraf simpatis ke kulit. Pembuluh darah berdilatasi
(melebar), aliran darah ke permukaan kulit meningkat, sehingga terjadi konduksi panas di
bagian permukaan dan membuang panas. Kelenjar keringat juga menjadi aktif untuk
menyerap air, garam mineral, serta sedikit urea dari kapiler darah yang
kemudianmengirimkannya ke permukaan kulit dalam bentuk keringat, sehingga evaporasi
(penguapan) meningkat, dan suhu badan menurun.
Sebaliknya, jika darah yang melalui hipotalamus lebih rendah dari batas normal
(dingin), pembuluh darah berkontraksi (menyempit) yang akan mengurangi aliran darahke
permukaan kulit untuk mempertahankan suhu tubuh dan kelenjar keringat menjadi tidak
aktif dalam pembentukan keringat.
Pengeluaran keringat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
1. suhu lingkungan,
2. aktivitas tubuh,
3. emosi,
4. kondisi psikis.
185
BAB IX
SISTEM KOORDINASI
9.1 JURNAL BELAJAR
Jurnal belajar 1 bab 9
Jumat 26 maret 2021. Pelajaran biologi pada jam 10.00-11.00. Hari ini Bu Puspa
membagikan PPT tentang bab 9 pada jam 10.03. Kami disuruh untuk belajar dahulu dan nanti akan
dibagi link meet. Hari ini Bu Puspa mereview nilai UH kemarin. Bu Puspa membahas tentang
SNMPTN. Pada 10.46 mulai memasuki materi system koordinasi. Sistem koordinasi dibagi
menjadi 3. Rania menjelaskan tentang apa itu neuron ke semua. Thezar menjelaskan tentang akson
ke semua. Bu Puspa berharap agar pertemuan selanjutnya kami lebih aktif. Meet diakhiri jam 11.04
186
Jurnal belajar 2 bab 9
Hari ini, Bu Puspa memberitahu tentang tugas yang kemarin di ipa 5 semua murid telah
mengumpulkan dan di ipa 4 ada 2 siswa yang belum mengumpulkan karena suatu alasan. Hari ini
membahas tentang sistem saraf pusat yang dijelaskan oleh Aaliyah. Materi otak akan dibacakan
oleh Ghina. Dan ditambahkan oleh Rania tentang bagian-bagian otak. Sumsum tulang belakang
dijelaskan oleh Engeline. Persamaan ssp antara otak dan sum sum tulang belakang dibacakan oleh
Thezar. Alur saraf dijelaskan oleh candyle. Meet diakhiri jam 11.05.
187
Jurnal belajar 3 bab 9
Apa yang di bicarakan dengan guru dan teman-teman di kelas, materi dan lain- lain :
Pada hari rabu kami ada pelajaran biologi yang dimulai pada jam 10.22. lalu langsung dimulai
dengan penjelasan mengenai tiroid yang di bacakan oleh rania lalu di linajutkan materi mengenai
paratiroid yang di bacakan oleh engeline setelah itu dilanjutkan mengenai pancreas yang di
bacakan oleh afif , setelah itu di tambahkan oleh afif mengenai adrenal,pineal,timus,dan ovarium
lalu di bantu jelaskan oleh candyle setelah itu semua di lanutkan ke materi mengenai indera lalu
di jelaskan oleh candyle mengenai mata. Lalu akan di lanjutkan oleh shofa mengenai indera
pendengar, setelah itu dilanjutkan oleh rizky yang menjelaskan mengenai indera pembau, lalu di
lanjutkan lagi oleh raisya mengenai indera peraba
188
Jurnal belajar 4 bab 9
Rabu, 5 april 2021. Pelajaran biologi pada jam 10.10-11.00. Link meet dishare pada jam
10.05. Jam 10.11 Bu Puspa memberikan ppt tentang sistem reproduksi. Bu Puspa mereview UH
kemarin. Bu Puspa menyuruh kami untuk mempersiapkan mengeprint fortopolio selama kelas 11
dijilid seperti skripsi agar forto tersebut tahan lama. Bu Puspa kecewa tentang respon ipa 4 dan 5
pada GSMB, Bu Puspa berharap ada siswa yang dapat mengikuti hal tersebut. Jam 10.39 mulai
memasuki bab 10 yaitu sistem reproduksi. Meet diakhiri pada jam 11.02.
189
9.2 TUGAS-TUGAS
SISTEM ENDOKRIN (HORMON)
Sistem endokrin adalah sekumpulan kelenjar dan organ yang memproduksi hormon. Hormon
berasal dari Bahasa Yunani horman yang artinya yang menggerakkan adalah senyawa organik pembawa
pesan kimiawi di dalam aliran darah menuju ke sel – sel atau jaringan tubuh. Pengaruh hormon terhadap
jaringan tubuh tersebut dapat terjadi dalam waktu singkat (beberapa detik) hingga beberapa tahun. Jumlah
hormon dalam aliran darah hanya sedikit jika dibandingkan dengan jumlah glukosa atau kolesterol.
Sistem endokrin berinteraksi dengan sistem saraf berfungsi mengatur aktivitas tubuh seperti metabolisme,
homeostasis (misalnya pengendalian tekanan darah dan kadar gula darah), pertumbuhan, perkembangan
seksual dan siklus reproduksi, siklus tidur, serta siklus nutrisi.
A. Karakteristik Kelenjar Endokrin
Kelenjar endokrin memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut.
• Merupakan kelenjar buntu, karena tidak memiliki saluran atau duktus dan menyekresikan
hormon langsung ke dalam cairan di sekitar sel – sel.
• Pada umumnya menyekresi lebih dari satu jenis hormon, kecuali kelenjar paratiroid yang
hanya menyekresi hormon paratiroid.
• Memiliki sejumlah sel sekretori yang dikelilingi banyak pembuluh darah dan ditopang oleh
jaringan ikat.
• Masa aktivitas kelenjar endokrin dalam menghasilkan hormon berbeda – beda, ada yang
seumur hidup (contohnya : hormon metabolisme), dimulai pada masa tertentu (contohnya :
hormon kelamin), atau bekerja sampai pada masa tertentu (contohnya : hormon
pertumbuhan).
• Sekresi hormon dapat distimulasi atau dihambat oleh kadar hormon lainnya dan senyawa
nonhormon (misalnya glukosa dan kalsium) dalam darah, serta impuls saraf.
190
B. Struktur, Karakteristik Kelenjar Endokrin dan Sekresi Hormon
Kelenjar endokrin pada manusia meliputi hipofisis (pituitari), tiroid, paratiroid, adrenal,
pankreas, pineal, dan timus.
1. Hipofisis (pituitari), organ berbentuk oval, melekat di bagian dasar hipotalamus otak, sebesar
kacang, dan memiliki berat 0,5 gram. Hipofisis terbagi menjadi tiga bagian, yaitu lobus anterior,
intermedia, dan posterior.
a. Hipofisis lobus anterior, menghasilkan hormon – hormon sebagai berikut.
(1) Hormon pertumbuhan (growth hormone / GH) atau hormon somatotropin (STH)
yang berfungsi :
• Mengendalikan pertumbuhan dan perbanyakan sel – sel tubuh. Contoh pada
pertumbuhan tulang dan pertambahan massa otot rangka.
• Menyebabkan hati memproduksi somatomedin yang berperan dalam pertumbuhan
tulang dan kartilago.
• Mempercepat laju sintesis protein dengan cara meningkatkan pemasukan asam amino
melalui membran sel.
• Menurunkan laju penggunaan karbohidrat oleh sel – sel tubuh, sehingga menambah
kadar glukosa darah.
• Meningkatkan pemakaian lemak untuk energi.
191
Abrnormalitas sekresi growth hormone / GH :
• Kerdil (dwarfism), jika kekurangan (hiposekresi) GH selama masa anak – anak
sehingga pertumbuhan terhenti.
• Gigantisme, akibat kelebihan (hipersekresi) GH selama masa remaja sebelum
penutupan cakram epifisis yang menyebabkan pertumbuhan tulang panjang
berlebihan.
• Akromegali, pembesaran tulang yang tidak proporsional seperti penambahan
ketebalan tulang pipih pada wajah, serta pembesaran pada tangan dan kaki.
Akromegali terjadi akibat hipersekresi GH selama masa remaja setelah penutupan
cakram epifisis.
192
(2) Hormon perangsang tiroid (tirotropin, thyroid stimulating hormone / TSH), berfungsi
meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan sel – sel kelenjar tiroid (kelenjar gondok), laju
produksi hormonnya (tiroksin), dan metabolisme sel. Pajanan udara dingin dalam waktu lama
akan merangsang produksi tiroksin sehingga mempercepat metabolisme untuk menghangatkan
tubuh.
(3) Hormon adrenokortikotropik atau kortikotropin (adrenocorticotropic hormone / ACTH),
berfungsi merangsang kelenjar korteks adrenal untuk menyekresi glukokortikoid (hormon untuk
metabolisme karbohidrat).
(4) Hormon gonadotropin atau gonadotropik yang mengatur fungsi gonad. Hormon ini terdiri atas:
• FSH (follice stimulating hormone)
- Pada wanita : FSH berfungsi menstimulasi pertumbuhan folikel ovarium dan memproduksi
hormon estrogen.
- Pada laki – laki : FSH berfungsi menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan
spermatozoa dalam tubulus seminiferus testis.
• LH (luteinizing hormone)
- Pada wanita : LH bekerja sama dengan FSH menstimulasi produksi estrogen. LH berperan
dalam ovulasi dan sekresi progesteron.
- Pada laki – laki : LH menstimulasi sel – sel interstisial tubulus seminiferus testis untuk
memproduksi androgen (testosteron).
(5) Hormon prolaktin (PRL), disekresikan pada saat hamil dan menyusui.
b. Hipofisis lobus intermedia (tengah), menghasilkan endorfin dan melanocyte stimulating
hormone (MSH). Hormon ini juga dihasilkan di lobus anterior.
• Endorfin, zat penghilang nyeri alamiah, merespons stres, dan aktivitas seperti olahraga.
• MSH, merangsang pembentukan pigmen dan penyebaran sel – sel penghasil pigmen
(melanosit) pada epidermis.
c. Hipofisis lobus posterior, menghasilkan hormon ADH (antidiuretic hormone) dan oksitosin.
• ADH, berfungsi menurunkan volume air yang hilang dalam urine melalui peningkatan
reabsorpsi air dari tubulus kontortus distal dan duktus kolektivus di ginjal. Hiposekresi
ADH menyebabkan diabetes insipidus disertai dengan rasa haus yang terus menerus.
Hipersekresi ADH menyebabkan peningkatan volume darah.
• Oksitosin, berfungsi menstimulasi kontraksi otot polos pada saat melahirkan dan
pengeluaran ASI pada ibu menyusui. Pelepasan oksitosin dan ASI dihambat oleh stres
emosional.
2. Tiroid (kelenjar gondok), terdiri atas folikel – folikel dalam dua lobus lateral yang terletak di
bawah laring. Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin sebanyak 90% dan triiodotironin
sebanyak 10% dari seluruh sekresi tiroid. Hormon tersebut terbuat dari asam amino tirosin yang
mengandung iodin. Hormon tiroksin berfungsi meningkatkan laju metabolisme sel, menstimulasi
konsumsi oksigen, meningkatkan pengeluaran energi panas, serta mengatur pertumbuhan dan
perkembangan normal tulang, gigi, jaringan ikat, dan saraf.
193
Abnormalitas sekresi tiroid :
• Hipotiroidisme (penurunan sekresi hormon), menyebabkan penurunan metabolisme, konstipasi,
reaksi mental lambat, dan peningkatan simpanan lemak.
• Hipertiroidisme (sekresi hormon berlebihan), menyebabkan peningkatan metabolisme, berat
badan menurun, gelisah, diare, frekuensi denyut jantung meningkat, toksisitas hormon, dan
penyakit Grave.
3. Paratiroid (kelenjar anak gondok), terdiri atas empat organ kecil berukuran sebesar biji apel,
terletak pada permukaan belakang tiroid. Paratitoid menyekresi hormon parathormon
(Parathyroid hormone/PTH). PTH berfungsi mengendalikan keseimbangan kalsium dan fosfat
dalam tubuh melalui :
• Stimulasi aktivitas osteoklas yang menyebabkan pengeluaran kalsium,
• Pengaktifan vitamin D yang diperlukan untuk mengabsorpsi kalsium dalam makanan, dan
• Stimulasi reabsorpsi kalsium dari tubulus ginjal sehingga menurunkan kehilangan ion
kalsium dalam urine dan meningkatkan kadar kalsium dalam darah.
Abnormalitas sekresi PTH :
• Hiperparatiroidisme, menyebabkan peningkatan aktivitas osteoklas dan pelemahan tulang.
• Hipoparatiroidisme, menyebabkan penurunan kadar kalsium dalam darah, peningkatan
iritabilitas sistem neuromuskular, dan tetanus.
4. Adrenal (suprarenalis/kelenjar anak ginjal), terletak di kutub atas ginjal, berwarna kuning, dan
tertanam pada jaringan adiposa. Kelenjar adrenal terdiri atas korteks di bagian luar dan medula di
bagian dalam. Kelenjar adrenal bagian medula menghasilkan hormon :
• Adrenalin, meningkatkan frekuensi jantung, metabolisme, dan konsumsi oksigen.
• Noradrenalin, meningkatkan tekanan darah dan menstimulasi otot jantung.
Kelenjar adrenal bagian korteks menghasilkan hormon :
• Aldosteron, mengatur keseimbangan air dan elektrolit melalui pengendalian kadar natrium dan
kalium dalam darah
• Glukokortikoid, memengaruhi metabolisme glukosa, protein, lemak, serta menjaga membran
lisosom sehingga mencegah kerusakan jaringan.
• Gonadokortikoid, sebagai prekursor pengubahan testosteron dan estrogen oleh jaringan lain.
Abnormalitas sekresi kelenjar adrenal :
• Hiposekresi menyebabkan Addison, dengan gejala ketidakseimbangan natrium dan kalium dalam
darah sehingga kulit menghitam.
• Hipersekresi menyebabkan peningkatan tekanan darah , kelemahan otot serta penumpukan
lemak di leher dan wajah, sindrom adrenogenital, serta perempuan dewasa yang memiliki
karakteristik pria.
194
5. Pankreas, organ berbentuk pipih terletak di bagian belakang bawah lambung. Pankreas sebagai
endokrin menghasilkan hormon :
• Glukagon, dihasilkan oleh sal alfa, berfungsi meningkatkan penguraian glikogen hati
menjadi glukosa sehingga kadar gula darah meningkat, dan sintesis glukosa dari sumber
nonkarbohidrat dalam hati.
• Insulin, dihasilkan oleh sel beta, berfungsi menurunkan katabolisme lemak dan protein,
menurunkan kadar gula darah, serta meningkatkan sintesis protein dan lemak.
• Somatostatin, dihasilkan oleh sel delta, merupakan penghalang hormon pertumbuhan dan
penghambat sekresi glukagon dan insulin.
- Polipeptida pankreas, hormon pencernaan yang dilepaskan setelah makan, fungsi belum
diketahui
Abnormalitas sekresi kelenjar pankreas :
Defisiensi insulin menyebabkan diabetes mellitus, dapat disebabkan oleh faktor genetik, obesitas,
penyakit autoimun, virus, lingkungan, ekonomi, dan budaya.
6. Pineal (epifisis serebri), terletak di langit – langit otak, menghasilkan melatonin yang
berpengaruh pada pelepasan gonadotropin dan menghambat produksi melanin. Produksi
melatonin terendah terjadi pada siang hari dan terbesar pada malam hari.
7. Timus, terdiri atas dua lobus berwarna kemerah – merahan, terletak di bagian posterior toraks di
atas jantung. Timus menghasilkan timosin untuk pengendalian perkembangan sistem imun.
8. Ovarium, testis, dan plasenta. Ovarium menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Testis
menghasilkan hormon testosteron. Plasenta menghasilkan gonadotropin korion, estrogen,
progesteron, dan somatotropin.
195