Ligaments of theKnee
96
KAPSUL SENDI
Struktur tipIS tapi kuat di dalam SENDI yang berperanuntuk menahan
ligament. KapSul terdri dari dua lapISAN yaitu, kapSUl Synovial dan
fibROSA.
a) KapSUl SINOVial
FungSI: mengHASILkan cairan SInovial SENDI dan
membantu penyerapan makanan ketulang rawan SEndi.
b) KapSUl fibroSA
FungSI: memelihara pOSISI dan STabilitaS SENDI, SERta
memelihara regENERASI kapSUl SENDI
97
PengertiAN CAIrAN SinoviAL
Cairan sinovial merupakan cairan pelumas sehingga gesekan berjalan lancar, halus, dan tidak
menimbulkan rasa nyeri atau sakit. Cairan sinovial terletak di antara tulang-tulang penyusun sendi
dan bertindak sebagai bahan pelumas yang mencegah ujung-ujung tulang tersebut bergesekan
dan saling mengikis satu sama lain.
KANdunGAN MinYAK PAdA CAIrAN SinoviAL
Minyak sinovial mengandung berbagai jenis campuran gas dan nutrisi, antara lain:
Oksigen
Nitrogen
98
99
•
•
•
•
100
101
B. TipePersendian
BerdASArkAn StrukturnyA
o PersendiAn FibrosA
PersendiAn yAng tidAk memiliki ronggA Sendi dAn
diperkokoh oleh jAringAn ikAt fibrosA.
Sendi ini merupAkAn sendi mAti.
?
102
SENDI KARTILAGO
• sendi kartiloginosa ruang antar sendinya
diisi oleh tulang rawan dan disokong oleh
ligamen dan hanya dapat sedikit bergerak.
• Ada dua tipe sendi kartiloginosa yaitu :
1. Sinkondrosis
Adalah sendi yang seluruh persendiannya diliputi oleh
rawan hialin.
Contoh : -Sendi sendi kostakondral(sendi yang
menghubungkan tulang iga dan tulang dada di
bagian depan tengah).
2. Simfisis
Adalah sendi yang tulang-tulangnya memiliki suatu
hubungan fibrokartilago antara tulang dan selaput
tipis rawan hialin yang menyelimuti permukaan
sendi.
Contoh Sendi Kartilago :
-Simfisis Pubis, dan
-Sendi sendi pada tulang punggung
103
104
105
TIPE PERSENDIAN BERDASARKAN GERAKANNYA
Sendi Sinartrosis
Merupakan
sendi yang tidak dapat digerakkan karena tidak memiliki celah sendi dan dihubungkan
dengan jaringan fibrosa atau kartilago.
Sendi Sendi yAng dihubungkAn dengAn
yAng dihubungkAn dengAn jAringAn ikAt jAringAn tulAng rAwAn (kArtilAgo)
hiAlin. ContohnyA hubungAn AntArA
fibrosA berbentuk serAbut yAng tulAng rusuk dengAn ruAS tulAng
mengAlAmi
dAdA.
penulAngAn. ContohnyA Sendi pAdA
tulAng tengkorAk.
Sutura
Berfungsi untuk melindungi AlAt-AlAt tubuh yAng penting dAn
106
Sendi amfiartrosis (sendi kaku )
adalah persendian yg masih memungkinkan adanya sedikit gerakan antara dua tulang. Jenis jenis sendi
amfiartrosis yaitu:
A. Simfisis adalah sendi yang
dihubungkan oleh kartilago ( tulang
rawan ) serabut.
Contoh : Persendian antara tulang pubis dan ruas
ruas tulang belakang
B. Sindemosisadalahsendiyangdihubungkan oleh
jaringan ikat serabut dan ligamen..
Contoh sendi antara tulang betis (fibula) dan tulang
kering ( tibia) .
C. Gemposis adalah sendi pada tulang
yang berbentuk kerucut yang masuk ke
dalam kantung tulang.
107
Contohnya tulang gigi yang tertanam dalam kantong
tulang rahang
108
Sendi Engsel (sendi berporos satu):
bergerak ke satu arah seperti pintu ,
kedua ujung tulang berbentuk engsel dan
berporos satu.
Contoh:
00 sendi pada siku, lutut, mata kaki dan
ruas antarjari.
Sendi
Diartrosis
“yang bergerak
Bebas”
Sendi kondiloid: Sendi pelana (sendi timbal balik):
bergerak bebas seperti gerakan orang
gerakan ke kiri dan ke kanan 109
atau ke depan dan ke belakang,
berporos dua, serta memiliki ujung
tulang yang salah satunya
berbentuk oval dan masuk ke
dalam lekuk berbentuk elips.
Contoh:
sendi antara tulang pengumpil
dengan tulang pergelangan
yang mengendarai kuda, dan berporos
dua.
Contoh:
sendi antara tulang pergelangan tangan
(karpal) dengan telapak tangan
(metakarpal) pada ibu jari.
110
Sendi peluru:
.gerakan bebas ke segala arah,
ujung tulang berbentuk lekuk
dan bongkol, serta berporos3.
Contoh:
sendi tulang gelang bahu
dengan tulang lengan atas
sendi tulang gelang panggul
dengan tulang paha.
Sendi luncur: Sendi putar:
bergerak dengan polarotasi dan
gerakan menggeser, tidak memiliki satuporos. Ujung tulang
berporos, dan memiliki ujung
tulang yang agak rata. yang satu dapatmengitari
ujung tulang yanglain.
Contoh:
sendi antara tulang hasta
dan pengumpil,
sendi antara tulang atlas
dengan tulang tengkorak.
111
Contoh:
sendi antartulang pergelangan
tangan,
antartulang selangka dengan tulang belikat.
112
1. Terkilir AtAU keseleo (sprAin)
GAngguAn sendi kArenA gerAkAn yAng tidAk biASA, dipAksAkAn,
AtAU gerAkAn yAng tibA-tibA.
2. DislokASi
PergeserAn tulAng sendi dAri posisi normAl.
NormAl DislokASi
113
3. OsteoArtritis
KerusAkAn dAn keAUSAn tulAng rAWAn, sebAgAi
bAntAlAn sendi.
NormAl OsteoArtritis
4. Ankilosis
Kondisi dimAnA Sendi tidAk dApAt digerAkkAn dAn
ujung-ujung AntArtulAng terASA bersAtu.
114
5. UrAi Sendi
6. Artritis
PerAdAngAn pAdA Sendi. Bentuk-bentuk
Artritis, AntArA lAin:
a. Artritis ReumAtoid
PenyerAngAn jAringAn yAng sehAt kArenA
kelirunyA Sistem kekebAlAn tubuh.
b. GAUt Artritis
KelebihAn ASAm urAt di dAlAm tubuh hinggA
terjAdi penumpukAn ASAm urAt yAng
mengkristAl pAdA Sendi.
115
d.Artritis SikA
BerkurAngnyA minyAk sendi (cAirAn sinoviAl)
e. Artritis EksudAtif
TimbulnyA getAh rAdAng pAdA ronggA Sendi.
f. Artritis Septik
RAdAng sendi dikArenAkAn infeksi bAkteri.
116
117
PenggAntiAn sendi dengAn logAm. Bonggol sendi
digAnti dengAn logAm cAmpurAn dAn cAWAn sendi
digAnti dengAn mAngkuk politenA.
Before After
o ViskosuplementASi
118
PenyuntikAn ASAm hiAluronAt pAdA celAh-
celAh sendi.
119
5.1 TUGAS-TUGAS BAB V
SISTEM SIRKULASI
(Resume Sistem Sirkulasi)
120
121
122
123
124
BAB VI
125
MAKANAN DAN SISTEM PENCERNAAN
6.1 JURNAL BELAJAR
• Jurnal belajar 1
Pada Hari Jum’at, 8 Januari 2021 pembelajaran online Biologi semester 2 pertama kalinya dilakukan,Bu
Puspa membagikan link google meet dan power point tentang Makanan di Grup WA pada pukul 10.20 ,
Kemudian setelah murid sudah cukup lengkap Bu Puspa memulai dengan menanyakan apakah definisi dari
makanan. Al’dian Devina menjawab makanan adalah nutrisi. Kemudian bu puspa menjelaskan bahwa makanan
adalah sesuatu yg mengandung nutrisi yang dikonsumsi agar dpt diolah menjadi energi. Kemudian gizi adalah
unsur atau ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk diolah menjadi energi. Antara kebutuhan dan masukan
status gizi harus sama agar baik. Maka status gizi setiap orang berbeda seperti Bu Puspa dan Oasis. Diet adalah
pilihan makanan yg lazim dimakan seseorang atau suatu populasi penduduk. Ada 4 syarat makanan yg baik
yaitu mudah dicerna, higienis, mengandung nutrisi dengan jumlah mencukupi sesuai dengan yg diperlukan
tubuh, mengandung kalori dengan jumlah yang mencukupi kebutuhan tubuh. Hal ini dijelaskan oleh Engeline
dari XI IPA 4. Fungsi utama makanan di dlm tubuh dijelaskan oleh Jason dari XI IPA 4 yaitu Sbg sumber energi
(lemak, protein, karbohidrat), pertumuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh (protein, mineral, air), megatur
proses tubuh (protein, mineral, air, vitamin), dan pelindung tubuh terhadap lingkungan dan bibit penyakit.
Kemudian membahas tentang susunan atom, definisi, sumber, dan fungsi dari karbohidrat oleh Dwi dari XI IPA
4, lemak atau lipid oleh Tezhar dari XI IPA 5, dan protein oleh Rania dari XI IPA 4, masing2 dijelaskan oleh
Jason, Dwi, Tezhar, dan Rania. Kemudian sebelum pertemuan berakhir Bu Puspa mengingatkan tentang
126
persyaratan Jurnal baru yaitu Screenshot wajah saat mengikuti google meet. Kemudian pembelajaran online pun
diakhiri.
• Jurnal Belajar 2
Pada hari Rabu, 13 januari 2020. Pelajaran biologi pada jam 10.00-11.00. link dishare pada jam 10.10.
Pada hari ini kami daring dengan menggunakan Microsoft team. Karena masih pertama kali, Bu Puspa
memberi waktu untuk join. Materi dimulai pada 10.30 dimulai dengan mereview materi kemarin. Bu Puspa
mengatakan akan ada tugas portofolio untuk bab ini. Membahas tentang system pencernaan makanan.
Diadakan juga pertanyaan dan beberapa murid menjawab Adastra, Andi, Aurel, Engeline, Dwi aisyah,
Candyle, Aliyah. karena waktu habis, ada satu pertanyaan yg dijadikan pr yaitu kerongkongan itu melakukan
gerak peristaltik terus atau tidak ?. Lalu meet diakhiri pada pukul 11.04.
127
• Jurnal Belajar 3
Pada hari jumat,14 januari 2021 .Bu Puspa menyuruh kami untuk menyalakan camera semua, jika tidak
dipersilahkan untuk leave meet. Diminta Fawwaz, Fajar, Salman, dan Alfonsus untuk menjelaskan isi dari
jurnalnya tetapi pada belum selesai membuat jurnalnya. Beberapa menit kemudian Bu Puspa mengalami
gangguan pada jaringannya. Bu Puspa tidak dapat mempresentasikan ppt karena jaringannya mengalami
gangguan , Tiba-tiba Bu Puspa terkeluar atau terputus dari google meet. Bu Puspa menanyakan tentang akun
google class room kemendikbud dan menyuruh kami untuk mengaktifkannya. Hari ini ada 63 siswa yang hadir
ada 2 siswa yg tidak hadir,sekian.
128
• Jurnal Belajar 4
Pada
hari
Rabu,20 Januari 2021 ,bu puspa awal awal menyuruh membacakan jurnal yaitu andri ,tetapi andri tidak
siap, habis itu menyuruh marcel tetapi laptopnya di taro di ruang sbelahnya ,setelah itu engeline
membacakan jurnalnya (membahaas jurnal hari jumat) setelah itu raisa lanjut membacakan jurnal
belajarnya,beberapa menit kemudian bu puspa mengalami gangguan jaringan sehingga terkeluar dari
meet tersebut setelah itu bu puspa membuat meet baru dan mengirimkan link baru di group biologi,tetapi
karena tidak memungkinkan untuk melanjutkan pembelajaran karena sinyal yang tidak mendukung bu
puspa memutuskan untuk pembelajaran hari ini sampai disini saja.bu puspa mengirimkan pesan di group
biologi XI IPA 5 yaitu “Mhn maaf hari ini jaringan di tempat ibu gak stabil, muter2 trs dan gak ada
respon shg kita sambung jumat ya”.
129
6.2 TUGAS-TUGAS
PORTOFOLIO 1a
a. Syarat Makanan
• Mudah dicerna oleh alat pencernaan
• Bersih, tidak mengandung bibit penyakit, karena hal ini tentu akan membahayakan kesehatan
tubuh serta tidak bersifat racun bagi tubuh.
• Mengandung nutrisi dengan jumlah mencukupi sesuai dengan yang diperlukan tubuh.
• Mengandung kalori dengan jumlah yang mencukupi kebutuhan tubuh.
• Jumlah yang cukup dan tidak berlebihan
• Tidak terlalu panas pada saat disantap. Makanan yang terlalu panas disajikan, mungkin sekali
dapat merusak gigi dan mengunyah pun tidak dapat sempurna.
b. Fungsi Makanan
• Sumber energi, yaitu makanan yang mengandung lemak, protein, dan karbohidrat.
• Pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh, yaitu makanan yang mengandung protein,
mineral, dan air.
• Mengatur proses tubuh, yaitu makanan yang mengandung protein, mineral, air, dan
vitamin.
• Sebagai pelindung dan pertahanan tubuh, yaitu menjaga keseimbangan (homeostasis), proses
oksidasasi biologis, dan penyusun antibodi.
• Meningkatkatkan intelegensia, dan Memelihara fungsi reproduksi.
130
c. Komponen Zat Makanan
No. Nama Zat Fungsi Sumber Makanan Pengelompokan
1. Karbohidrat • Sumber energi • Glukosa • Monosakarida
• Pengatur • Fruktosa • Disakarida
metabolisme lemak • Sukrosa • Polsakarida
• Menghemat protein • Laktosa
• Membantu • Galaktosa
pengeluaran feses • Maltosa
• Pati
• Glikogen
• Selulosa
2. Lemak • Sumber energi yang • Daging • Asam lemak jenuh
(Lipid) lebih efektif • Telur • Asam lemak tak
• Perlindungan • Susu jenuh
• Penyekatan/isolasi • Keju
• Perasaan kenyang • Mentega
• Turut membangun • Minyak Ikan
jaringan tubuh • Minyak Zaitun
• Penyedia vitamin • Minyak kelapa
• Minyak
larut lemak
• Menghemat protein jagung
• Sebagai pelumas dan • Minyak Nabati
membantu yang
pengeluaran sisa mengandung
pencernaan makanan sterol
3. Protein • Menghasilkan • Daging • Protein nabati. yaitu
jaringan baru
berwarna protein yang
• Menggantikan
protein yang hilang merah bersumber dari
• Pembuatan protein • Ikan tumbuhan seperti
baru dengan fungsi
khusus • Daging unggas buah, sayur dan
• Sumber energi • Telur kacang-kacangan.
• Mengatur • Susu • Protein hewani,
• Kerang
keseimbangan air • Keju yaitu protein yang
• Memelihara • Kacang- bersumber dari
hewan seperti
kenetralan tubuh kacangan daging, telur dan
• Pembentukan susu.
antibodi
• Mengangkut zat-zat
gizi
131
4. Vitamin • Sebagai koenzim dan • Buah-buahan • Vitamin yang larut
5. Mineral
6. Air biokatalisator yang • Sayur-sayuran dalam air : vitamin
mengatur proses • Susu B kompleks (B1,
metabolisme
• Fungsi normal tubuh • Daging sapi. B2, B3, B5, B6,
• Pertumbuhan
• Sayuran B11, B12), Vitamin
berdaun hijau. H, dan vitamin C.
• Hati • Vitamin yang larut
• Sereal gandum dalam lemak:
• Kacang- vitamin A, vitamin
kacangan D, vitamin E, dan
vitamin K.
• Minyak Ikan
• Ikan
• Telur
• Zat pembangun dan • Daging • Mineral makro
pengatur yang • Garam dapur (dibutuhkan dalam
berperan dalam • Ikan laut jumlah banyak): Na,
pemeliharaan fungsi • Telur Cl, K, Ca, p, Mg,
tubuh pada tungkat • Susu dan S.
sel, jaringan, organ, • Keju • Mineral mikro
dan fungsi tubuh • Hati (dbutuhkan dalam
secara keseluruhan. • Kacang- jumlah sedikit): Fe,
Zn, I, Se, Mn, F, Cu,
kacangan Cr, Mo, dan Co.
• Buah-buahan
• Sayur-sayuran
• Makanan Laut
• Pelarut dan • Air minum -
pengangkut zat-zat
gizi, oksigen,
hormon, dan sisa
metabolisme.
• Katalisator reaksi-
reaksi di dalam sel
dan organ.
• Pelumas dalam
persendian dan
tulang-tulang.
• Pengatur suhu tubuh.
• Pelindung organ
tubuh dan janin
dalam kantong
ketuban.
• Pembangun/penyusun
jaringan tubuh.
132
PORTOFOLIO 1b
❖ Organ Pencernaan makanan
No Organ Proses yang terjadi Gambar Organ
. Pencernaan
1. Mulut Terjadi pencernaan
makanan secara mekanis
oleh gigi dan kimiawi oleh
enzim amilase (ptialin).
2. Faring Membawa makanan dari
rongga mulut hingga ke
esofagus.
133
3. Kerongkong Dinding kerongkongan
an terdapat otot –otot yang
(Esofagus) bisa mengembang dan
mengempis saat mendorong
makanan yang berbentuk
gumpalan menuju lambung.
Gerakan otot yang
demikian disebut peristaltik
4. Lambung • Kelenjar lambung
(Ventrikulu menghasilkan 2 – 3 liter
s) cairan lambung yang
mengandung enzim
pencernaan, asam
klorida, mukus, garam,
dan air.
• Pencernaan secara
kimiawi di dalam
lambung:
1. Pencernaan protein:
asam klorida mengubah
pepsonigen menjadi
pepsin. Renin
mengkoagulasi protein
susu menjadi kasein
yang tidak larut.
2. Pencernaan lemak:
enzim lipase
menghidrolisis lemak
menjadi asam lemak
dan gliserol.
3. Pencernaan karbohidrat:
enzim amilase dalam
saliva yang terbawa
bersama makanan akan
tetap bekerja di dalam
lambung
134
5. Pankreas Pankreas menghasilkan
6. Hati enzim pencernaan yang
7. Empedu dialirkan ke saluran cerna.
Enzim tersebut memiliki
fungsinya masing-masing.
Misalnya, enzim lipase
untuk menguraikan lemak,
kemotripsin dan tripsin
untuk mencerna protein,
serta amilase untuk
menguraikan karbohidrat.
Hati akan memproduksi
cairan empedu untuk
memecahkan lemak yang
terdapat di lambung,
memproses nutrisi untuk
disalurkan ke sistem tubuh,
dan menghasilkan kadar
gula darah atau glukosa
yang digunakan dalam
sistem pencernaan.
Empedu dialirkan dari
kantung empedu melalui
saluran empedu dan menuju
organ hati.
Saluran empedu menghubu
ngkan kantung empedu dan
hati dengan usus halus.
Cairan empedu kemudian
membantu proses
pencernaan lemak di usus
halus.
135
8. Usus Halus Enzim pencernaan secara
(Intestinum kimiawi akan memecah
Tenue) molekul makanan kompleks
menjadi lebih sederhana,
9. Usus Besar kemudian cairan empedu
(Kolon) membantu proses
pencernaan mekanis yang
memecah lemak sehingga
menjadi partikel yang lebih
kecil. Ketika makanan
melalui usus duabelas jari,
berarti proses pencernaan
selesai. Proses berikutnya
adalah penyerapan.
Selama proses penyerapan,
molekul makanan akan
memasuki aliran darah
melalui dinding usus.
Pembuluh darah
mikroskopik atau kapiler
dalam vili akan menyerap
hasil pencernaan yang
berupa protein dan
karbohidrat, sedangkan
pembuluh getah bening
dalam vili akan menyerap
lemak.
Penyerapan air dan mineral
dari sisa makanan tersebut
sehingga membuatnya
menjadi lebih padat dan
membentuk tinja. Gerak
peristaltik kemudian akan
mendorong feses menuju
rektum hingga dikeluarkan
melalui anus.
136
10 Anus Saat feses masuk ke dalam
. anus, maka akan ada sensor
yang dikirimkan ke otak.
Kemudian, otak akan
memutuskan, akan
mengeluarkan atau
menahan kotoran yang ada
di anus.
Dalam proses buang air
besar, sfingter (otot) akan
merileks dan rektum
berkontraksi, sehingga feses
akan keluar lewat anus.
1C LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI
UJI BAHAN MAKANAN
I. Tujuan :
1. Menjelaskan proses pencernaan bahan makanan seperti karbohirat, lemak, dan protein
2. Menguji bahan makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, dan protein
II. Dasar Teori :
Tubuh memerlukan zat makanan seperti amilum, glukosa, protein, dan lemak untuk dapat melakukan
aktifitas sehari-hari. Zat makanan tersebut diperoleh dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari.
Praktikum biologi untuk menentukan kandungan zat makanan, sering disebut dengan uji makanan.
Melalui halaman ini, sobat idschool akan belajar cara melakukan praktikum uji makanan yang
meliputi uji amilum, uji glukosa, uji protein, dan uji lemak.
III. Alat dan Bahan : 10. Lempengan mortal
1. Tabung reaksi 11. Larutan Benedict
2. Rak tabung reaksi 12. Larutan Biuret
3. Gelas ukur 13. Kertas Koran
4. Penjepit 14. Nasi, roti, kentang, jagung, ubi
5. Kaki tiga
137
6. Kawat kassa 15. Tahu, tempe, telur, susu, kacang
7. Pembakar Spiritus 16. Minyak goreng, mentega
8. Korek api 17. Alat Tulis Menulis (kertas, pulpen, pensil,
9. Pipet
spidol, isolasi)
IV. Cara Kerja :
A. Uji Benedict (uji glukosa/karbohidrat monosakarida)
1. Haluskan nasi dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan.
2. Tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
3. Masukkan 5 ml larutan benedict ke dalam tabung reaksi.
4. Tambahkan 0,5 ml larutan hasil penggerusan nasi tersebut di atas.
5. Beri label “uji benedict: nasi” pada tabung reaksinya.
6. Amati warna sebelum dipanaskan.
7. Panaskan tabung reaksi yang berisi larutan benedict dan larutan nasi tersebut di atas selama 5
menit dan dinginkan .
8. Amati perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan. Apabila dalam
makanan terdapat karbohidrat/gula monosakarida, larutan akan berwarna kuning kehijauan
dan terbentuk endapan merah bata.
9. Lakukan hal yang sama untuk kentang, roti, dan jagung.
10. Bandingkan hasil uji benedict untuk bahan-bahan makanan tersebut (nasi, roti, kentang, dan
jagung)
B. Uji Iodin/Lugol (uji amilum/karbohidrat polisakarida)
1. Haluskan nasi dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan dan tambahkan
air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
2. Masukkan 5 ml larutan hasil penggerusan bahan makanan ke dalam tabung reaksi.
3. Beri label “uji iodin: nasi” pada tabung reaksi.
4. Amati warna larutan.
5. Tambahkan 2 tetes larutan iodin.
138
6. Amati perubahan warna yang terjadi setelah ditetesi larutan iodin (apabila warna menjadi
hitam atau kebiruan, bahan makanan yang diuji mengandung amilum karbohidrat) dan
catat pada tabel hasil pengamatan.
7. Lakukan hal yang sama untuk kentang, roti, dan jagung.
8. Bandingkan hasil uji benedict untuk bahan-bahan makanan tersebut (nasi, roti, kentang, ubi,
dan jagung)
C. Uji Biuret (uji protein)
1. Haluskan tempe dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan.
2. Tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
3. Masukkan 1 ml larutan hasil penggerusan tempe tersebut ke dalam tabung reaksi.
4. Tambahkan setetes demi setetes larutan biuret sambil dikocok hingga tercapai warna
maksimum (tidak terjadi perubahan warna lagi).
5. Amati perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan. Jika warna
berubah ungu berarti bahan makanan mengandung protein.
6. Lakukan hal yang sama pada tahu, telur, dan susu.
7. Bandingkan hasil percobaan untuk tiap bahan makanan yang diuji.
D. Uji Lemak
1. Bentuklah kotak 5x5 cm pada kertas koran.
2. Teteskan larutan bahan makanan yang akan diuji pada kotak-kotak kertas koran tersebut.
3. Perhatikan perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan. Apabila kertas
koran menjadi buram/transparan, berarti bahan makanan mengandung lemak.
139
V. Hasil Pengamatan : Reagen Warna setelah dicampur
Tabel Hasil Pengamatan penguji/warna
A. Uji Benedict Sebelum Setelah
dipanaskan dipanaskan
No. Bahan Makanan yang
diuji/warna
1. Nasi Benedict/ Putih Biru Bening Jingga
2. Kedelai Benedict/ Kuning
3. Putih Telur Benedict/ Putih Biru Bening Agak Jingga
4. Pisang Benedict/ Kuning
5. Kemiri Benedict/ Kuning Biru Bening Kuning Kecoklatan
Biru Bening Coklat Kehitaman
Biru Bening Coklat Gelap
B. Uji Iodin/Lugol Reagen Perubahan Warna setelah dicampur
No. Bahan Makanan yang penguji/warna
diuji/warna Biru Kehitaman
1. Nasi Iodin/ Putih Putih Kecoklatan
Iodin/ Kuning Orange Kecoklatan
2. Kedelai Iodin/ Putih Coklat Kehitaman
Iodin/ Kuning Coklat Kehitaman
3. Putih Telur Iodin/ Kuning
4. Pisang
5. Kemiri
C. Uji Biuret Reagen Perubahan Warna setelah dicampur
No. Bahan Makanan yang penguji/warna Sedikit Ungu
diuji/warna
1. Nasi Biuret/ Putih
2. Kedelai Biuret/ Kuning Setengah Ungu
140
3. Putih Telur Biuret/ Putih Ungu
4. Pisang Biuret/ Kuning Tidak Berubah
5. Kemiri Biuret/ Kuning
Ungu
D. Uji Lemak Warna kertas koran Perubahan warna setelah
No. Bahan Makanan yang Buram ditetesi pada kertas koran
diuji/warna
Transparan
1. Margarin
VI. Pembahasan :
Pada kegiatan praktikum ini kita menggunakan reagen yang digunakan untuk mengetahui kandungan
makanan, antara lain :
Lugol digunakan untuk menguji apakah suatu makanan mengandung karbohidrat (amilum). Bila
makanan yang ditetesi lugol berubah menjadi biru kehitaman, maka makanan tersebut mengandung
karbohidrat. Semakin gelap warnanya berarti makanan tersebut banyak kandungan karbohidratnya.
Biuret adalah reagen yang digunakan untuk menguji kandungan protein. Bila bahan makanan itu
mengandung protein maka setelah bereaksi dengan biuret akan menghasilkan warna ungu/warna
lembayung. Hal itu terjadi karen ada ikatan protein dengan biuret yang menghasilkan dasar reaksi
sebagai berikut : Kompleks kooordinasi antara Cu24 dengan gugus – C=O dan NH ikatan peptide
dalam larutan alkalis, akan membentuk warna lembayung.
Benedict adalah reagen yang digunakan utnuk menguji kandungan glukosa pada bahan makanan.
Hasil reaksi menghasilkan warna merah bata Ketika reagen Benedict dicampur dan dipanaskan
dengan glukosa. Glukosa memiliki sebuah electron untuk diberikan, tembaga (salah satu kandungan
di reagen benedict) akan menerima electron tersebut dan mengalami reduksi sehingga terjadilah
perubahan warna.
Kertas buram adalah bahan penguji pada kandungan lemak. Karena kertas buram mudah menyerap
air/minyak jadi sangat cocok untuk pengujian ini. Pada pengujian lemak ini makanan yang sudah di
tumbuk di oleskan pada kertas buram setelah itu dipanaskan diatas pembakar sepritius sehingga
141
kandungan air mudah mengering. Jika ada noda transparan maka bahan makanan tersebut
mengandung lemak
VII. Jawaban Pertanyaan :
1. Apakah warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung karbohidrat setelah
diuji dengan: a) Larutan benedict? b) Larutan iodin/lugol?
- a) Warna yang akan terjadi adalah merah bata, semakin banyak glukosanya semakin tebal
pula warna merah batanya.
b) Warna yang terjadi adalah berubah menjadi biru kehitaman, semakin gelap warnanya maka
semakin banyak pula kandungan karbohidratnya.
2. Apakah warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung protein setelah diuji dengan
biuret?
- Bahan makanan yg mengandung protein akan berubah menjadi ungu setelah ditetesi
biuret.
3. Jelaskan perbandingan kandungan karbohidrat pada ke 5 bahan makanan yang diuji!
- Dari ke-5 bahan yang diuji, dapat diketahui bahwa nasi memiliki kandungan
karbohidrat terbanyak karena berubah menjadi warna biru kehitaman sedangkan
warna lain tidak
4. Jelaskan perbandingan kandungan lemak pada ke 5 bahan makanan yang diuji!
- Dari ke-5 bahan yang diuji, pisang dan roti memiliki sedikit lemak karena dapat
menyebabkan kertas menjadi transparan meskipun hanya sedikit sedangkan ketiga
bahan lainnya tidak memiliki lemak.
5. Jelaskan proses pencernaan karbohidrat, protein, dan lemak!
• Karbohidrat: Karbohidrat setelah dicerna di usus akan diserap oleh dinding usus halus dalam
bentuk monosakarida.Monosakarida dibawa oleh aliran darah sebagain besar menuju hati. Di
dalam hati, monosakarida mengalami proses sintesis menghasilkan glikogen, dioksidasi
menjadi CO2 dan H2O atau dilepaskan untuk dibawa oleh aliran darah ke bagian tubuh yang
memerlukan.Hati dapat mengatur kadar glokosa dalam darah atas bantuan hormon insulin
yang dikeluarkan oleh kelenjar pankreas. Hormon yang mengatur kadar gula dalam darah
yaitu insulin (dihasilkan oleh pankreas dan berfungsi menurunkan kadar glukosa dalam darah)
142
dan hormon adrenalin (dihasilkan oleh korteks adrenal, berfungsi menaikkan kadar glukosa
dalam darah).
• Protein: Di dalam tubuh, protein diubah menjadi asam amino oleh beberapa reaksi hidrolisis
serta enzim-enzim yang bersangkutan.Enzim-enzim yang bekerja pada proses hidrolisis
protein, antara lain pepsin, tripsin, kemotripsin, karboksipeptidase, dan amino
peptidase.Protein yang telah dipecah menjadi asam amino, kemudian diabsorbsi melalui
dinding usus halus dan sampai ke pembuluh darah.Setelah diabsorbsi dan masuk ke dalam
pembuluh darah, asam amino tersebut sebagian besar langsung digunakan oleh
jaringan.Protein tidak dapat disimpan di dalam tubuh sehingga kelebihan protein akan segera
dibuang atau diubah menjadi zat lain.
Zat sisa hasil penguraian protein yang mengandung nitrogen akan dibuang bersama air seni
dan zat sisa yang tidak mengandung nutrogen akan diubah menjadi karbohidrat dan lemak.
Oksidasi 1 gram dapat menghasilkan energi 4 kalor.
• Lemak: Lemak akan dihidrolisis menjadi asam lemak dan gliserol dengan bantuan enzim
lipase. Proses ini berlangsung dalam saluran pencernaan. Sebelum diserap usus, asam lemak
akan bereaksi dengan garam empedu membentuk senyawa, seperti sabun. Selanjutnya
senyawa akan diserap jonjot usus dan akan terurai menjadi asam lemak dan garam empedu.
Oleh lemak tersebut akan bereaksi dengan gliserol membentuk lemak. Kemudian diangkut
oleh pembuluh getah bening usus menuju pembuluh getah bening dada kiri. Selanjutnya ke
pembuluh balik bawah selangka kiri.
Lemak akan dihidrolisis menjadi asam lemak dan gliserol dengan bantuan enzim lipase.
Proses ini berlangsung dalam saluran pencernaan. Sebelum diserap usus, asam lemak akan
bereaksi dengan garam empedu membentuk senyawa, seperti sabun. Selanjutnya, senyawa
akan diserap jonjot usus dan akan terurai menjadi asam lemak dan garam empedu. Oleh
lemak tersebut bereaksi dengan gliserol membentuk lemak. Kemudian diangkut oleh
pembuluh getah bening usus menuju pembuluh getah bening dasda kiri. Selanjutnya, ke
pembuluh balik bawah selangka kiri. Lemak dikirim dari tempat penimbunannya ke hati
dalam bentuk lesitin untuk dihidrolisis menjadi asam lemak dan gliserol. Selanjutnya, gliserol
akan diubah menjadi gula otot atau glikogen. Asam lemak akan diubah menjadi asetil
koenzim.
143
VIII. Kesimpulan :
Setelah melakukan perobaan, kami mengambil kesimpulan bahwa bahan makanan yang mengandung
amilum terdiri dari nasi dan pisang, bahan makanan yang mengandung glukosa terdiri dari roti,
tempe, dan pisang, bahan makanan yang mangandung protein terdiri dari putih telur dan kemiri dan
terakhir bahan makanan yang mengandung lemak adalah roti, pisang, dan margarin.
IX. Daftar Pustaka :
Sumber: https://www.google.com/imgres?imgurl=https%3A%2F%2Fecs7.Dyah. dkk. 2007. Biologi
1untuk SMA/MA. Jakarta: Esis. (162-163)
Pratiwi, D, A. dkk. 2007. Biologi untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga. (125-126)
Assaid, Mohammad. 2018 Laporan Hasil Praktikum Uji Zat Makanan.
https://images.app.goo.gl/4HzkY4EG13PECtucA. https://idschool.net/smp/uji-makanan-amilum-
glukosa-protein-dan-
lemak/.https://www.google.com/imgres?imgurl=https%3A%2F%2Fcf.shopee.co.id%2Ffile%2F5279
6863c39621a9bf15b5bb843a0de5&imgrefurl=https%3A%2F%2Fshopee.co.id%2FKaki-tiga-Lab-
Kimia-3-penyangga-pembakar-kawat-kassa-laboratorium-
i.68131761.1583213711&tbnid=OVvBIw_WBcDzbM&vet=12ahUKEwjDhf6527TuAhU9KrcAHSt
yDNYQMygAegUIARCzAQ..i&docid=z08jxBdNRqa8YM&w=1024&h=1024&q=kaki%20tigas&s
afe=strict&ved=2ahUKEwjDhf6527TuAhU9KrcAHStyDNYQMygAegUIARCzAQ.
https://www.slideshare.net/muhnooradnassaid/laporan-hasil-praktikum-uji-zat-makanan.
diakses pada 23 Januari 2021 pukul 14.25
X. Lampiran :
Tabung reaksi Rak tabung reaksi Gelas Ukur Penjepit
144
Kaki tiga Kawat kasa Pembakar Spiritus Korek Api
Pipet Lempengan Mortal Larutan Benedict Larutan Biuret
Kertas Koran Nasi Roti Kentang
145