The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Seminar hidup bahagia pembahasan rinci Di Zi Gui Jilid 2

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Perpustakaan Pahoa, 2022-05-13 02:49:42

Seminar hidup bahagia pembahasan rinci Di Zi Gui Jilid 2

Seminar hidup bahagia pembahasan rinci Di Zi Gui Jilid 2

Keywords: Psikologi

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

i

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

ii

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

DAFTAR ISI

Hal
Kata Pengantar................................................................................................................................... iii
Prakata I
Memaknai “Hidup Bahagia”.............................................................................................................. xi
Prakata II
Cara Leluhur Tionghoa Mendidik Keturunannya Sejak 4500 Tahun Lalu........................................ xii
BAB XI
Kekayaan dan Martabat Hidup yang Sesungguhnya; Dimulai Dari Ketulusan
Berbakti Kepada Orang Tua............................................................................................................... 1
BAB XII
Memperbaiki Kebiasaan Buruk, Kebaikan Bekerja, Memupuk Rasa Menerima Budi.................... 11
BAB XIII
Membiasakan Diri Hidup Mandiri, Terus Menempa Diri Untuk Menumbuhkan Kebajikan;
Pandai-Pandai Mengkritisi, Menasihati Sanak Keluarga & Teman.................................................. 23
BAB XIV
Pusaka Dalam Kehidupan Berhati Mulia & Berperilaku Bijak.......................................................... 37
BAB XV
Tiada Awal & Akhir Bagi “Bakti Kepada Orangtua”, Tegakkan Tradisi &
Keteladanan Pendidikan Keluarga..................................................................................................... 49
BAB XVI
Perlakuan Setara & Adil; Berperilaku Hormat, Sopan & Bertatakrama, Adalah Dasar Bagi
Kedamaian & Keharmonisan Seluruh Umat..................................................................................... 61
BAB XVII
Tidak Mengutamakan Materi; Bertutur Kata Sabar Akan Menjauhkan Benci & Dendam;
Dahulukan yang Lebih Tua Saat Bersantap Atau Mengambil Tempat Duduk................................. 73
BAB XVIII
Pendidikan yang Amat Penting Dalam Hidup Ini: Tumbuhkan Tatakrama dan
Sikap Penuh Hormat Dalam Diri Anak............................................................................................... 85
BAB XIX
Tatakrama yang Perlu Dimiliki Oleh Seorang Anak........................................................................... 97
BAB XX
Penerapan “Bakti” dan “Hormat Kepada yang Lebih Tua” Kedalam Pergaulan Di Masyarakat.... 109

iii



HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

KATA PENGANTAR

KisahpenerbitanbukuinibermuladarisebuahpertemuantigaAlumniPAHOApadaawalNopember
2007. Mereka adalah Soeseno Boenarso (Angkatan 1965) dan Soetjipto Nagaria dan Penyadur buku
ini (Angkatan 1958). Kami bertiga dengan serius membahas VISI dan MISI Sekolah Terpadu PAHOA.
Sebelumnya kami sudah bersepakat akan membangun kembali Sekolah Terpadu PAHOA.

Pembahasan kami tentang VISI dan MISI tersebut berlangsung menjelang Rapat Pengurus
Perkumpulan Pancaran Hidup (PPH), Wadah Tunggal Alumni Sekolah PAHOA, JPP dan SMAN 19
yang dijadwalkan akan diadakan pada tanggal 24 Nopember 2007. Rapat Pengurus Perkumpulan itu
mempunyai dua tujuan yaitu: mempersiapkan peringatan HUT ke-23 Perkumpulan Pancaran Hidup,
dan menyampaikan kepada semua Alumni wacana membangun/mendirikan kembali Alma Mater
PAHOA. Sekolah itu akan tetap menyandang nama “Sekolah PAHOA” dan tetap mempertahankan
status Sekolah Nasional Plus, lengkap dengan VISI dan MISI-nya.

Kami bertiga mencapai kesepakatan bulat tentang isi dari VISI & MISI PAHOA, dan Penyadur pun
langsung diminta menyusun Draft VISI & MISI Sekolah Terpadu PAHOA. Draft itu akan dibahas oleh kami
bertiga sebelum dipaparkan untuk disepakati para peserta Rapat Badan Pengurus PPH pada tanggal 24
Nopember 2007 di Hotel Alila. VISI PAHOA yang akhirnya dipaparkan kepada Rapat Pengurus PPH itu
berbunyi sebagai berikut:

VISI
Sekolah Terpadu PAHOA bertekad menjadi Sekolah Nasional Plus Trilingual Unggulan dan
terkemuka yang memiliki:
• Standar Pendidikan dan Standar Kompetensi Guru yang tinggi
• Pengajaran Trilingual - Indonesia, Mandarin dan Inggris yang intensip
• Pendidikan Moral Etika dengan mengacu kepada Ajaran Konfucius yang universal

Sehingga mampu mendidik siswa-siswa yang Cerdas, Sehat dan Berakhlak Mulia, yang
melestarikan Tata Nilai Budaya dan Falsafah PAHOA pada khususnya, dan mencerdaskan bangsa
pada umumnya.

v

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

VISI PAHOA ini dengan suara bulat diterima seluruh Alumni peserta rapat. Selanjutnya, dalam
persiapan memulai pendidikan Moral & Etika di Sekolah PAHOA yang akhirnya didirikan kembali di
Gading Serpong, Tangerang, Pengurus Sekolah mengalami kendala. Yaitu tidak tersedia di negeri
kita Buku Pegangan Siswa dan Buku Penuntun Guru tentang Pendidikan BUDI PEKERTI yang bisa
menjadi rujukan bagi Sekolah PAHOA. Karena itu kami menyusun materi Pendidikan BUDI PEKERTI
yang berisi 10 butir Prinsip Moral Konfucius. Materi kami kutip dari buku “ANALECT”, karya Maha
Guru Konfucius, dan dalam penyusunannya kami dibantu oleh pakar pendidikan Ibu Dra Endang
Setiawati. Materi disusun dalam bentuk Kertas Kerja (Work Sheet), yang mencoba menguraikan
satu persatu kesepuluh butir Prinsip Moral Konfucius. Uraian masing-masing Prinsip Moral itu
diperkaya dengan kisah-kisah nyata yang terjadi di dalam masyarakat. Kisah-kisah itu relevan
dengan butir-butir Prinsip Moral yang dibahas. Namun, Kertas Kerja Pendidikan Budi Pekerti karya
Tim Penyusun PAHOA bersama dengan Ibu Endang tersebut masih jauh dari sempurna. Kertas
Kerja tersebut tidak dilengkapi dengan “Penuntun Perilaku” bagi kasus-kasus nyata di dalam
kehidupan sehari-hari.

Di suatu hari tahun 2008 kami menerima dari Yayasan Yabumi sebuah Buku Saku berjudul “DI
ZI GUI” yang secara harfiah berarti “STANDAR BUDI PEKERTI SEORANG ANAK & PELAJAR”, karya
LI YUE XIU, seorang pujangga yang hidup di zaman Dinasti Qing pada abad ke-16. Buku ini ditulis
dalam bentuk puisi, dan berisi hanya 1080 karakter Huruf Mandarin. Namun buku ini mengandung
6 (enam) Prinsip Moral dan Kebajikan yang patut dimiliki seorang anak atau pelajar:

1. Berbakti kepada orangtua
2. Saling menyayangi dan menghormati antara kakak dan adik
3. Senantiasa mawas diri, berhati-hati dalam tutur kata dan perilaku
4. Senantiasa menepati janji dan terpercaya
5. Sayangilah sesama manusia
6. Dekatilah orang-orang bijak dan penuh kebajikan, dan pelajarilah kearifan mereka
7. Setelah keenam kebajikan di atas telah dimiliki, belajarlah dan tuntutlah ilmu setinggi-

tingginya.

Timbul sekilas kesan bahwa Buku Saku DI ZI GUI mengandung hanya 6 butir Prinsip Moral &
Kebajikan Ajaran Konfucius ! Sedangkan kita sama maklum bahwa Ajaran Konfucius mengandung
10 butir Prinsip Moral & Kebajikan. Karena itu kami memutuskan Sekolah PAHOA akan tetap
memakai 2 (dua) jenis Buku Pegangan Siswa yakni: Kertas Kerja Pendidikan Budi Pekerti oleh Tim

vi

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

Penyusun PAHOA, dan Buku Saku DI ZI GUI, Dua Bahasa, yang diterbitkan oleh Yayasan Yabumi.
Khusus untuk jenjang Sekolah Dasar masih ada tambahan sebuah buku yakni Buku “CIVIC AND
MORAL STUDIES” terbitan Singapura.

Tanggal 09 Juni 2011 kami para pengurus Yayasan Pendidikan dan Pengajaran PAHOA diundang
berkunjung ke Penang Chung Ling High School di Malaysia. Pada kesempatan itu setiap anggota
rombongan kami dihadiahi sebuah buku berjudul “Pembahasan Rinci DI ZI GUI”, karangan Guru
Cai Li XU, salah seorang pemimpin World Amitabha Buddhist Society. Guru Cai adalah juga
seorang pakar, peneliti dan pendidik senior DI ZI GUI. Setelah sempat menyimak beberapa bab
dalam buku “Pembahasan Rinci DI ZI GUI”, pandangan dan pemahaman kami tentang ajaran DI
ZI GUI langsung berubah total! Ternyata DI ZI GUI tidak mengandung 6 (enam) butir saja Prinsip
Moral & Kebajikan Konfucius, melainkan mencakup keseluruhan 10 butir Prinsip Moral Konfucius,
yakni: REN – Welas Asih/Kasih Sayang; YI – Kebenaran & Keadilan; LI – Tata Krama/Sopan Santun;
ZHI – Kebijaksanaan; XIN – Terpercaya; XIAO – Berbakti kepada orangtua; TI – Saling menghormati
& menyayangi antar saudara; ZHONG – Kesetiaan & Ketulusan; LIAN – Jujur Bersih; CHI – Perasaan
Malu/Harga Diri.

Dalam Buku “Pembahasan Rinci DI ZI GUI”, Guru Cai mengupas isi Ajaran DI ZI GUI tidak sebatas
yang secara harfiah tercantum dalam buku asli DI ZI GUI. Ia “memperluas” kupasannya hingga
mencakup juga Aturan/Pedoman Perilaku Bajik bagi: Hubungan antara atasan dan bawahan;
Hubungan antara suami dan isteri; Hubungan antar teman; dan Hubungan antara yang diperintah
(rakyat) dan yang memerintah (Pemerintah/Pejabat Negara). Bahkan Guru Cai memperkaya
pembahasannya dengan menyisipkan cerita-cerita klasik Tiongkok dan berbagai kisah nyata yang
terjadi akhir-akhir ini. Kisah-kisah itu relevan dengan Topik Pembahasan sehingga uraian Guru Cai
menjadi makin menarik dan hidup.

Karena Buku “Pembahasan Rinci DI ZI GUI” ini penting bagi para orangtua murid dan para
guru Sekolah Terpadu PAHOA – baik Guru Pendidikan Budi Pekerti maupun Guru-guru bidang
studi lain – maka buku ini perlu dijadikan Buku Penuntun bagi mereka dalam pendidikan keluarga
dan Pendidikan Budi Pekerti bagi para siswa. Juga, karena sebagian orangtua siswa, Guru-guru
Pendidikan Budi Pekerti, dan Guru-guru bidang studi lain di Sekolah PAHOA tidak menguasai
bahasa Mandarin, maka kami memutuskan menyadur isi Buku “Pembahasan Rinci DI ZI GUI”
kedalam bahasa Indonesia. Penulisan Guru Cai yang bergaya “berwicara” di seminar agak dirubah

vii

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

menjadi bergaya bertutur dan bercerita, dengan tidak mengurangi sedikitpun esensi buku ini.

Dalam proses penyaduran buku ini, kami sangat terbantu oleh hasil terjemahan awal buku
ini oleh Ibu Susi dari Yayasan Yabumi sebanyak 20 bab. Bapak Eddy Mulianto, Ketua Yayasan
Yabumi menyerahkan naskah terjemahan kepada kami supaya kami mengoreksi dan sekaligus
mengeditnya. Atas segala kebaikan dan bantuan Bapak Eddy Mulianto kami sampaikan terimakasih
sebesar-besarnya dan penghargaan setinggi-tingginya.

Pekerjaan menyadur buku ini telah memperoleh RESTU dari Master Chin Kung, pendiri
Yayasan Amitabha Dunia; dan juga Guru Cai Li Xu, pengarang buku ini. Kedua tokoh ini dengan tulus
hati berharap bahwa terbitnya saduran “Pembahasan Rinci DI ZI GUI” dalam Bahasa Indonesia
akan membawa kemaslahatan sebesar-besarnya bagi anak-anak dan para pelajar Indonesia pada
khususnya, dan Masyarakat dan Rakyat Indonesia pada umumnya.

Tidak lupa, kami menyampaikan terimakasih sebesar-besarnya dan penghargaan setinggi-
tingginya kepada rekan-rekan pembina, pengawas dan pengurus Yayasan Pendidikan dan
Pengajaran PAHOA, seluruh jajaran Guru dan Karyawan, dan khususnya kepada adik ipar kami Sdri
Santirini beserta keluarganya yang bergotong royong membantu mengetik ulang dan melakukan
edit final naskah-naskah saduran kami.

Kami menyadari keterbatasan pengetahuan kami tentang Ajaran DI ZI GUI, dan juga
keterbatasan penguasaan Bahasa Mandarin kami. Tidak terelakkan terjadi kesalahan dan
kekurangan di sana-sini, untuk mana kami mohon para pembaca yang budiman dapat membukakan
pintu maaf yang sebesar-besarnya.

Harapan kami dan kita semua, semoga semua anak dan pelajar Indonesia menjadi manusia-
manusia berbudi luhur dan berakhlak mulia. Semoga Bangsa dan Negara kita RUKUN, DAMAI dan
SEJAHTERA.

Jakarta, 10 September 2014

Penyadur:



(Ir. Suryono Limputra)

viii

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

PRAKATA I

MEMAKNAI “HIDUP BAHAGIA”

Para pembaca yang budiman. Apakah Anda hidup bahagia? Apakah kedua orangtua Anda
masih lengkap dan hidup bahagia? Apakah Anda pasangan suami-isteri yang hidup harmonis dan
bahagia? Bagaimana dengan karir Anda, apakah berjalan mulus? Dan akhirnya, apakah putera-
puteri Anda bertumbuh sehat dan penurut?

Hal-hal di atas merupakan alasan yang membuat hidup Anda bahagia. Sungguh beralasan
untuk mengatakan bahwa BAHAGIA memang ada dan bermukim di HATI Anda.

Kita sadar bahwa begitu banyak manusia yang hidup di dunia fana ini bergumul, berkutat dan
berjuang untuk menggapai cita-cita hidupnya, yaitu Hidup Bahagia ! Namun, adalah kenyataan
bahwa manusia senantiasa terombang-ambing diantara apa yang telah diperolehnya dan apa yang
tidak berhasil didapatnya. Banyak orang beranggapan bahwa mereka sedang berjuang mencari
Zona Tulus dan Nyaman, yaitu hidup serba berkecukupan. Bagi mereka, Hidup Bahagia adalah
“Hidup serba sempurna dan berkecukupan”.

Melihat kilas balik perjalanan hidup kita selama ini, kita menemukan diri kita yang penuh
dengan kesibukan dan langkah-langkah yang membabi buta, dan bahkan kehilangan arah.
Separoh hidup Anda dijejali dengan kesibukan. Anda begitu sibuk sampai-sampai Anda buta
terhadap kebutuhan-kebutuhan orang-orang-orang yang Anda kasihi ! Anda tersesat dan tidak
lagi mampu mengendalikan Hati dan Pikiran Anda. Rasa Aman menguap lenyap dari dalam diri,
dan orang-orang terkasih kehilangan rasa aman. Tidak hanya itu. Orang-orang sekeliling Anda juga
ikut gelisah.

Mengapa manusia yang awalnya bercita-cita menggapai Kebahagiaan pada akhirnya
menemukan kehidupannya demikian pahit? Anda perlu menoleh ke belakangan. Pada titik awal
perjalanan hidup Anda rupa-rupanya Anda bercita-cita menemukan KETULUSAN. Lalu apa yang
terjadi? Ternyata Anda akhirnya tidak pernah memberi Ketulusan kepada dunia ini. Sebaliknya,

ix

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

Anda hanya berharap orang lain akan memberikan Ketulusan kepada Anda. Anda mengejar
Hidup Sempurna dan berkecukupan; Anda ingin orang terkasih selalu ada di sisi Anda, dan Anda
menginginkan semua urusan dan semua benda dalam kondisi sempurna ! Nafsu dan keinginan
Anda demikian besar ! Anda terus menerus menuntut ke sekeliling Anda. Sampai akhirnya anda
melupakan fakta ini: Justru DIRI ANDA SENDIRI adalah yang paling tidak sempurna ! Maka, yang
paling dulu disempurnakan adalah HATI dan PIKIRAN Anda sendiri.

Di dunia yang kita huni bersama ini terdapat AJARAN-AJARAN yang berisikan begitu banyak
petunjuk mencapai Ketulusan, Kesempurnaan dan Kebajikan. Para nabi agama-agama besar dan para
filsuf dunia meninggalkan dan mempersembahkan ajaran-ajaran itu kepada Umat Manusia. Para
Nabi Agung dan Bijak itu telah tiada, namun Ajaran-Ajaran mereka tetap lestari. Adalah kewajiban
dan tugas manusia di masa kini mewujudkan ajaran-ajaran itu.

Akhir-akhir ini banyak orang berbicara tentang “DAMAI & HARMONIS”. Dari mana datangnya
“Damai dan Harmonis”? Dan harus dimulai dari manakah “Damai dan Harmonis” itu?

Hidup “Damai dan Harmonis” dimulai dari Diri Kita Sendiri ! Kita memulainya dengan Peduli
pada Orang Lain; menghormati dan menghargai Orang Lain; banyak MEMBANTU tanpa diminta;
banyak MEMBERI. Apabila kita melakukan hal-hal ini kita akan merasa bahwa perubahan besar telah
terjadi dalam hidup ini. Jelas, BAHAGIA timbul bukan karena kepemilikanmu yang makin menumpuk
melainkan karena makin berkurangnya KEGALAUAN-mu.

BAHAGIA juga terletak pada Ketekunan dan Loyalitas dalam menjalankan profesi Anda; Ketulusan
dalam menunaikan Kewajiban; Ayah mengayomi anak-anaknya dengan Kasih; Anak berbakti kepada
Orangtua; Suami bersikap Adil & Bijak terhadap isteri; isteri setia dan berbakti kepada suami; Kakak
mengasihi adik dan adik menghormati kakak; Kepala Negara penuh Welas Asih dan para pejabat setia,
jujur dan bersih; dan Kepercayaan antar teman terjaga. Ini semua adalah perwujudan Bahagia.

Sesungguhnya, betapa mudah kita bisa memperoleh Kebahagiaan. Tangis pertama bayi
membawa Kebahagiaan; saling menghargai antara mertua dan menantu demi kelangsungan
Kebahagiaan Keluarga adalah juga Kebahagiaan. Senyum seorang teman membawa kebahagiaan !
Sapaan seorang anak kepada orangtuanya adalah Kebahagiaan. Tubuh sehat yang kita miliki adalah
Kebahagiaan …

x

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

Asalkan kita jeli dan paham untuk menjaganya, Kebahagiaan yang mengalir dari berbagai
peristiwa sehari-hari seperti disebut di atas berada di pelupuk mata kita. Maka, tidak ada alasan
untuk tidak Bahagia !

Namun, walaupun kita telah lama menjalani hidup kita, toh kita belum merasakan
Kebahagiaan yang sepenuhnya. Padahal Kebahagiaan sesungguhnya dapat diraih hanya dengan
seuluran tangan. Mengapa hal ini terjadi? Tidak lain karena Jalan Hidup yang kita lalui adalah
jalan yang penuh dengan PERSAINGAN, KEAKUAN, SIKAP EGOSENTRIS dan PERGULATAN, yang
semuanya mengakibatkan Kegaluan Hati, Kebencian & Ketidakpuasan, Konflik dan Benturan.
Pada gilirannya, didalam Keluarga, Masyarakat dan Negara semakin tercipta Ketidak-damaian dan
Ketidak-harmonisan ! Tanpa Kedamaian dan Keharmonisan, bagaimana mungkin manusia bisa
merasakan Kebahagiaan?

Anda mungkin berdalih: Biarkan aku kini berjuang, bergulat, menyibukkan diri untuk
beberapa tahun lagi ! Nanti, setelah beberapa tahun atau beberpa puluh tahun lagi baru aku
santai menikmati Kebahagiaan. Itu tidak betul. Kerena dengan bersikap demikian, saat ini juga
Anda kehilangan kesempatan menikmati Kebahagiaan. Apakah ada jaminan di suatu hari kelak
Anda akan mendapatkan Kebahagiaan yang Anda impikan? Tidak ! Pada saat Anda merasa telah
mencapai sukses materi, saat itu juga Penyakit Degeneratif telah mulai menyerang. Hubungan
Anda dengan keluarga Anda telah menjadi demikian dingin dan sangat renggang. Mungkin Anda
tidak sempat lagi berbakti kepada orangtua Anda. Maka, Kebahagiaan di masa depan dipupuk
dengan kebahagiaan yang dihayati hari demi hari !

Ingatlah. Hari kemarin telah lewat; esok hari adalah hari yang belum diketahui. Sahabat-
sahabatku sekalian, kita semua memiliki SAAT INI. Manfaatkanlah saat ini sebaik-baiknya demi
Kebahagiaan, Kedamaian dan Keharmonisan Keluarga, Masyarakat dan Diri sendiri.

“Damai dan Harmonis” merupakan kebutuhan setiap Manusia Berjiwa. Hanya dengan HATI
penuh Damai dan Harmonis manusia dapat meraih Kebahagiaan sejati. Sedangkan “damai dan
Harmonis” hanya dapat diraih dengan “Menanggalkan Sikap Egosentris; banyak melakukan amal
dan derma; banyak Peduli pada sesama; sebanyak mungkin memahami orang lain; Toleran dan
berlapang dada; Penuh Kesabaran dalam menghadapi masalah; Menolong orang lain mencapai
tujuannya; Mengemban Misi dan Tanggung jawab sosial.

xi

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

Kita sama-sama maklum bahwa tidak satupun di Bumi ini yang tidak dinaungi Langit; tidak
satupun di Bumi ini yang tidak dijunjung Bumi. Umat manusia yang hidup ditengah-tengah, yaitu
diantara Bumi dan Langit, wajib meniru Kebajikan Tanpa Ego, seperti yang diperlihatkan oleh Bumi
dan Langit.
Kebahagiaan hanya terdapat dalam Hati dan Pikiran kita. Bila Hati dipenuhi Welas Asih, maka
kebahagiaan hadir pada diri kita. Pepatah mengatakan: “Bila semua orangtua di dunia engkau
anggap sebagai orangtuamu sendiri; bila semua anak di dunia engkau anggap sebagai anakmu
sendiri; maka akan tercipta Dunia yang SATU, dengan Masyarakat yang DAMAI dan HARMONIS”.

Semoga pesan pepatah ini dapat terwujud ! (*)

xii

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

PRAKATA II

CARA LELUHUR TIONGHOA MENDIDIK KETURUNANNYA
SEJAK 4500 TAHUN LALU

Tiongkok mempunyai sejarah lebih dari 5000 tahun. Ribuan tahun lamanya bangsa Tionghoa
dapat bertahan hidup dan tidak terhapus dari muka bumi. Tidak diragukan lagi, hal ini bisa terjadi
karena sebuah kekuatan raksasa yang dibangkitkan oleh Pendidikan Kultur Tradisional Bangsa.
Confusius dalam Kitab (LI JI) yang ditulisnya, berkata dengan jitu: “Membangun Negara dan
Bangsa; Pendidikan adalah Ujung Tombak”.

Namun, sangat disayangkan. Kita menyaksikan bahwa seabad terakhir, karena berbagai
alasan, Pendidikan Kultur Tradisional Tiongkok mengalami perusakan luar biasa. Adalah tugas
suci Bangsa Tionghoa di Negara Tiongkok menyelamatkan dan melestarikan pendidikan kultur
tradisionalnya. Sejarah ribuan tahun telah membuktikan bahwa melalui penerapan Sosial-nya,
Kultur Tradisional Tiongkok menjadi Kekuatan Raksasa yang secara nyata menjaga Kelangsungan
Kedamaian dan Ketenteraman masyarakat. Juga telah terbukti nyata bahwa Kultur Tradisional
Tiongkok sudah menjadi Pondasi bagi Kemakmuran dan Kejayaan Bangsa dan Negara.

Kini kita hidup di tengah Peradaban Materi Modern. Namun ini tidak berarti bahwa sesuatu
yang kuno pasti kadaluwarsa, karena WISDOM (Kebijaksanaan) dan KEBENARAN adalah KEKAL
dan senantiasa TERBARUKAN. Ibarat matahari, walau Matahari adalah benda Kuno, setiap pagi
ia terbarukan. Matahari tidak hanya memberi Kehidupan, tetapi juga membawa PENERANGAN
dan HARAPAN. Ajaran-ajaran para Bijak dan Suci adalah bagaikan Sinar Matahari yang hangat,
menghangatkan seluruh jagad dan membawa Kebahagiaan bagi Umat Manusia!

Pendidikan dan Ajaran para Bijak di Tiongkok Kuno dapat ditelusuri hinga 4500 tahun lalu, yang
diwariskan dari generasi ke generasi sampai ke zaman kita. Pada masa Dinasti HAN, dengan Kaisar
HAN WU DI, Ajaran Confusius resmi ditetapkan menjadi Kebijakan Pendidikan Negara/Kerajaaan.
Kebijakan Pendidikan yang berlandaskan Ajaran dan Falsafah Confusius tetap dipertahankan
hingga paruh pertama Abad ke-20, ketika ajaran ini mulai pelan-pelan ditinggalkan. (Kita sadar
bahwa setelah memasuki Era Reformasi yang dipelopori Deng Xiao Ping, Kebijakan Pendidikan
Kultur Tradisional mulai dipulihkan pelan-pelan).

xiii

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

Sebenarnya, PENDIDIKAN dan AJARAN apa yang telah disampaikan oleh Pendidikan Kultur
Tradisional Tiongkok kepada kita? Jawabannya adalah sebagai berikut :

- Mengenal dan Memahami HUKUM PERGERAKAN ALAM yang menembus WAKTU dan
RUANG. Inilah yang disebut DAO (PATH).

- Mendidik dan membimbing Umat Manusia agar PATUH kepada HUKUM ALAM; atau:
Jadilah Manusia yang tidak melanggar HUKUM ALAM. Inilah yang disebut DE (MORAL
KEBAJIKAN).

Dalam pergaulan antar manusia, tidak peduli kaya atau miskin, bangsawan atau rakyat jelata,
secara alamiah akan terbentuk 5 (lima) macam HUBUNGAN sebagai berikut:

• Hubungan antara AYAH dan ANAK: Ayah mengasihi Anak, Anak berbakti kepada Ayah-
Bunda.

• Hubungan antara PENGUASA dan PEJABAT BAWAHAN-nya: Antara Pemimpin dan yang
dipimpin; Pengusaha memperlakukan Bawahannya dengan SOPAN dan ADIL, dan Bawahan
melayani Penguasa dengan LOYAL (SETIA).

• Hubungan Suami-Isteri: Antara laki-laki (Suami) dan Perempuan (Isteri) terdapat perbedaan
TUGAS, yaitu Suami bertugas keluar dan Isteri mengurus Rumah Tangga. Suami dan Isteri
menunaikan Tanggung Jawab masing-masing.

• Hubungan Kakak-Adik: Antara yang TUA (Kakak) dan yang Muda (Adik) terdapat URUTAN
jelas. Kakak Beradik senantiasa HIDUP RUKUN dan SALING MENGASIHI.

• Hubungan antar Sahabat: Pergaulan antar sahabat, saling menjaga KEPERCAYAAN;
mengutamakan KEBENARAN dan KEADILAN.

Inilah Aturan yang patut tentang Hubungan Antar Manusia. Sepanjang hidupnya manusia
tidak akan dapat menghindar dari kelima HUBUNGAN tersebut di atas. Camkanlah! Mematuhi
kelima Aturan Hubungan Antar Manusia adalah PONDASI untuk tumbuh menjadi MANUSIA UTUH!
Melanggar kelima Aturan Hubungan Antar Manusia ini akan membuat Manusia sulit “eksis” dan

xiv

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

menempatkan diri dalam masyarakat. Maka akan terjadi ketidak-harmonisan dalam keluarga;
kekacauan norma-norma masyarakat; krisis moral; dan terancamnya kestabilan dan ketenteraman
dalam Negara.
Hukum Alam yang mengatur kelima Aturan Hubungan Antar Manusia ini adalah KEKAL, tidak
akan pernah berubah. Hukum ini merupakan Pemahaman yang perlu ditanamkan pada setiap
Umat Manusia agar dapat Hidup Tenteram dan Bahagia. Ajaran ini adalah juga Ilmu Pengetahuan
Alam Semesta yang dapat menjamin kelangsungan masyarakat yang AMAN DAN TENTERAM.(*)

xv



HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

Bab XI

KEKAYAAN DAN MARTABAT HIDUP YANG SESUNGGUHNYA;
DIMULAI DARI KETULUSAN BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

Dalam pelajaran sebelumnya kita membahas “Lakukanlah semampu kita hal-hal yang disukai
orangtua. Singkirkanlah hal-hal yang tidak disenangi orangtua.” 【Qīn suo hào亲所好。Lì wèi jù力
为具。Qīn suo è亲所恶。Jin wèi qù谨为去。】Kita sebagai orangtua harus sadar bahwa semua
hal yang kita sukai akan sangat mempengaruhi anak kita. Bila yang kita sukai adalah kehidupan
yang sangat bermartabat, maka anak kita pun turut bertekad melangkah ke arah itu. Bila yang kita
sukai adalah hal-hal yang fana yaitu ketenaran dan kekayaan, maka anak kita juga akan melakukan
hal yang sama. Karena itu sebagai orangtua kita harus memahami benar definisi kekayaan.

Kaya itu apa? Bila pertanyaan ini kita ajukan kepada anak-anak sekolah menengah, mereka
akan menjawab kaya adalah memiliki banyak uang. Bila kita tanyakan lagi apa itu martabat hidup?
Mereka akan menjawab semakin tinggi jabatan seseorang akan semakin tinggi pula martabat
hidupnya. Kita sebagai orangtua harus menjelaskan kepada anak kita bahwa kaya itu mutlak bukan
semata-mata karena punya banyak uang. Bila orang tidak memiliki rasa puas, uang sebanyak
apapun tidak akan membuatnya bahagia dan puas. Orang yang paham akan rasa cukup akan
senantiasa merasa serba berkecukupan. Hanya mereka yang paham akan arti cukup akan merasa
bahagia. Karena itu kekayaan yang sebenarnya adalah suatu rasa cukup. Orang kaya yang tidak
memiliki rasa cukup akan terus menerus mencari uang untuk menambah kekayaannya. Rasa tidak
puas dan tidak cukup adalah seperti sebuah lubang tanpa dasar. Berapapun yang kita masukkan
kedalam lubang itu tidak akan cukup karena lubang itu tidak memiliki dasar. Ketamakan dapat
menjadikan kita budak dari kekayaan fana.

Tinggi rendahnya martabat hidup atau keagungan tidak diukur dari tinggi rendahnya jabatan
seseorang. Seorang pejabat negara tentu tidak boleh menyalahgunakan jabatannya untuk
kepentingan pribadi, karena pejabat negara adalah pelayan masyarakat. Pemimpin korup seperti
ini akan dicemooh masyarakat ketika ia tidak lagi menjabat. Maka, arti sesungguhnya martabat

1

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

hidup/keagungan adalah ketika orang menghargai kita dari lubuk hati mereka yang paling dalam,
mengagumi kita. Bila ini terjadi, barulah tinggi martabat hidup dan keagungan kita.

Bila kita memiliki kesempatan menjadi pemimpin negara dan pemimpin perusahaan, kita
perlu ingat bahwa yang penting bukanlah kekuatan yang dimiliki, melainkan “Misi dan kewajiban
yang melekat pada seorang pemimpin, yaitu mereka harus mempimpin ‘bawahan’nya melangkah
menuju hidup yang lebih sejahtera, bukan cuma di bidang ekonomi tapi juga di bidang batiniah.
Bila Anda menempatkan diri seperti itu, maka yakinlah Anda akan menjadi pemimpin yang
dihormati bawahan. Sebagai pemimpin pemerintahan, peran Anda lebih penting lagi, sebab sikap
kepatuhan yang anda ambil akan berpengaruh luas di masyarakat; terlebih lagi sebagai pemimpin
pemerintah, Anda perlu berhati-hati dalam tutur kata dan perbuatan. Setiap kata yang Anda
ucapkan, setiap perbuatan yang Anda lakukan akan berpengaruh sangat luas terhadap rakyat
banyak. Para pemimpin perusahaan dan negara harus mendahulukan kepentingan karyawan atau
rakyat, sehingga bila tiba waktu mereka harus meninggalkan posisi tersebut para karyawan atau
rakyat akan tetap hormat dan mengenang jasa-jasa mereka.

Apakah kita harus berada di posisi jabatan tinggi untuk dapat memiliki martabat yang tinggi
dan di hargai? Belum tentu. Ajaran mahaguru Mensius mengatakan, “Cintailah sesamamu maka
orang lain akan mencintai Anda. Hargailah sesama, maka orang lain akan
menghargai Anda.

Kebutuhan kita akan makanan juga di pengaruhi oleh energi yang kita keluarkan setiap hari.
Bila kita berada dalam kondisi stres dan frustasi, yang menguras energi tubuh sangat besar, maka
secara otomatis kebutuhan makan kita akan besar. Dalam kondisi demikian kita butuh energi
yang banyak. Tetapi ketika kita peduli terhadap kebutuhan orang lain dan hidup tenang tanpa
stres maka secara tidak langsung energi yang dibutuhkan untuk diri kita sendiri akan sedikit, dan
asupan makanan yang dibutuhkan tubuh akan jauh berkurang. Ini sama seperti yang dialami oleh
seorang wanita warga negara Singapura yang berusia 106 tahun.

Pada pelajaran sebelumnya dikisahkan bagaimana wanita Singapura yang bernama Xu zhé (
许哲) melayani begitu banyak orang tua yang lebih muda darinya. Xu zhé (许哲) makan hanya 1-2
kali sehari. Karena Xu zhé (许哲) sibuk luar biasa dalam membantu sesamanya, ia tidak mempunyai
beban pikiran. Yang dapat kita pelajari dari Xu zhé (许哲) adalah, ketika kita tidak tamak dalam hal

2

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

duniawi dan tingkat spiritual kita semakin tinggi maka kebutuhan kita akan makanan dan minuman
akan berkurang. Xu zhé (许哲) juga tidak pernah membeli pakaian. Karena berat badannya tidak
pernah naik. Pakaian yang dikenakan juga diambil dari baju-baju yang telah dibuang orang ke tong
sampah. Xu zhé (许哲) merasa sayang karena baju-baju itu tidak rusak, hanya sedikit tua. Maka
baju-baju itu diambilnya untuk dipakai. Xu zhé (许哲) tidak hanya melayani orang tua tetapi Xu
zhé (许哲) juga membelikan mereka barang-barang kebutuhan sehari-hari, termasuk makanan
dan pakaian. Salah satu sebab mengapa Xu zhé (许哲) memakai pakaian sederhana karena ia
tidak mau para orangtua yang dibantunya merasa ia berbeda. Xu zhé (许哲) ingin para orang tua
itu merasa ia sama dengan mereka. Karena itu ia juga berpakaian yang sederhana.

Ketika Xu zhé (许哲) mendatangi panti werdha ini, ia disambut seperti keluarga dekat,
mereka begitu senang dan bahagia menyambut kedatangan Xu zhé (许哲). Xu zhé (许哲) diberi
penghargaan sebagai aset Negara Singapura dan dihormati banyak orang dari segenap penjuru
dunia. Setelah mendengar kisah Xu zhé (许哲), kita dapat mengatakan bahwa Ibu Xu zhé (许哲)
barulah representasi dari kekayaan dan keagungan. Hendaknya anak-anak kita juga terinspirasi
oleh cerita Xu zhé (许哲) agar memahami makna kekayaan dan keagungan atau kemuliaan yang
sesungguhnya.

Guru Cài sering bertanya kepada orangtua murid, “Kehidupan seperti apa yang Anda inginkan
untuk anak Anda?” Ada pendengar ceramah yang menjawab, ”Aman dan bahagia.” Guru Cài
mengajak semua pendengar untuk bertepuk-tangan sebagai pujian terhadap pendengar yang
menjawab tadi. Keinginan ini bisa terpenuhi tidak hanya dengan berdoa kepada Tuhan. Keinginan
ini terdengar sederhana tetapi sangat susah di realisasikan. Apakah sebagai orangtua kita bahagia?
Jika kita tidak bahagia, bagaimana kita bisa menuntun anak kita menjalani kehidupan bahagia?

Apakah arti kebahagiaan yang sebenarnya? Apakah ada yang bisa menjawab? Ada pendengar
yang menjawab, “Merasa bahagia karena merasa serba berkecukupan.” Bila kita senantiasa
merasa bahagia karena merasa serba berkecukupan, maka dalam pergaulan dengan sesama
kita akan senantiasa mensyukuri dan berterima kasih kepada jasa orang lain. Karena sikap inilah
teman-teman akan sangat senang terhadap kita.

Apakah ada arti kebahagiaan yang lain? “Hidup tanpa beban pikiran.” Suasana pikiran “Hidup
tanpa beban pikiran” ini hanya dapat dicapai apabila orang memaknai bentuk hakikat hidup

3

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

manusia; orang baru dapat mencapai suasana hati “Hidup tanpa beban pikiran” apabila hati dan
pikirannya telah dapat mempertahankan suasana “TENANG DAN SEIMBANG.” Mengapa?

Tiongkok kuno mempunyai pepatah yang berbunyi “Anak dan cucu menjalankan nasib
masing-masing,” maka tidak perlu Anda sebagai orangtua khawatir dan risau! Ini tidak berarti
bahwa anda tidak perlu mengurusi atau mempedulikan anak-anak Anda! Tidak! Sejak mereka
masih kecil, akar-akar kebaikan dan kebajikan perlu kita tanam pada diri anak-anak dengan kokoh.
Dengan demikian kelak dengan bekal ilmu dan kebajikan yang kita berikan, anak kita akan dapat
menjalankan hidup dengan mantap. maka kita tidak perlu khawatir di kemudian hari hidup mereka
akan susah.

Dasar pemikiran ini dapat kita lukiskan ibarat anak kita belajar membawa mobil. Sebelum
mereka membawa mobil, kita harus mengajarkan mereka semua yang perlu mereka ketahui untuk
membawa mobil. Tetapi ketika mereka benar-benar dibelakang kemudi dan mulai membawa
mobil, kita jangan mengganggu mereka dengan menarik kemudi mereka. Karena malah akan
terjadi kecelakaan. Akar-akar kebajikan dan kebaikan harus diajar sejak kecil karena ketika anak
kita dewasa dan sudah berkeluarga, kita sebagai orangtua akan lebih susah masuk kedalam
kehidupan mereka. Karena mereka sudah memiliki keluarga kecil sendiri.

Arti kehidupan bahagia yang ketiga adalah “kesehatan”. “Kesehatan” tidak bisa diminta!
Melainkan harus diperjuangkan atau diraih. Disamping olahraga rutin, pola makan sehat dan
“keseimbangan mental” juga perlu dijaga. Semua ini harus dikelola dengan baik. Apabila kesehatan
kita buruk, menyaksikan anak cucu berbakti kepada kita sekalipun tidak dapat membuat kita
bahagia!

Arti kebahagiaan keempat adalah, “Membantu sesama mendatangkan kebahagiaan. Ini
sangat penting! Bila kita senantiasa memikirkan diri kita sendiri maka kita tidak akan dapat hidup
tenang, dan akan senantiasa gelisah! “Membantu sesama membawa kebahagiaan,” prinsip hidup
yang diterangkan kepada anak dengan kata-kata. Tetapi hanya dapat dilakukan dengan keteladaan
orangtua!

Bila kita memiliki kesempatan menjadi relawan sosial, ada baiknya kita membawa serta anak
kita sehingga mereka juga dapat merasakan pengalaman menjadi relawan. Ketika kita menjaga

4

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

orang sakit, orang sakit itu akan mengucapkan terima kasih dari dalam lubuk hatinya. Begitu juga
dengan keluarga dari yang sakit, mereka juga akan berterima kasih. Dengan melihat peristiwa-
peristiwa itu, anak kita pasti dapat belajar arti bahagia dengan membantu orang lain yang
memerlukan pertolongan.

Ada cerita tentang seorang guru pada sebuah sekolah. Guru ini memberi pelajaran tentang
ajaran Dì Zi Guī 《弟子规》 kepada para muridnya. Di Taiwan, tanggal 3 Agustus adalah hari
wanita. Beberapa hari sebelum tanggal tersebut, seorang anak maju ke depan kelas untuk
berbicara dengan gurunya. Anak itu berkata, ”Pak guru, pada tanggal 3 Agustus kami ingin
membeli dua tangkai bunga.” Sang guru terkejut karena ia guru pria, mengapa murid-muridnya
ingin memberinya bunga? Anak itu kemudian melanjutkan pembicaraannya, ”Satu tangkai bunga
akan kami berikan kepada guru wanita dan satu tangkai untuk ibu kami.” Sang guru sangat senang
mendengar hal itu. Ia tidak menyangka murid didikannya bisa berpikir seperti itu. Guru itu
berkata, “Sungguh baik. Saya dukung keinginan kalian.” Sang guru bahagia karena anak didiknya
bisa berbakti kepada guru dan orangtuanya.

Pada hari H semua anak memberikan bunga kepada para guru wanita yang mengajar di kelas
mereka. Ada seorang siswa yang kembali ke kelasnya dengan wajah sangat bahagia. Sang guru
bertanya, ”Mengapa kamu kelihatan sangat senang ?” Murid itu menjawab,”Iya saya sangat senang.
Karena ketika saya memberikan bunga kepada guru wanita, beliau sangat bahagia menerima
bunga dari saya dan mengucapkan terima kasih kepada saya.” Sang guru kemudian bertanya lagi,
”Apa hikmat yang dapat kamu rasakan ketika melakukan itu?” Murid menjawab, ”Saya merasakan
bagaimana memberi itu lebih membuat bahagia dibandingkan dengan menerima.” Inti cerita
ini adalah kita harus membiarkan anak kita merasakan apa itu memberi, membiarkan anak kita
merasakan bagaimana bahagianya memberi. Bila ada kesempatan kita harus membawa anak kita
untuk merasakan pengalaman untuk membantu orang lain. Karena membantu orang lain juga
suatu bentuk “memberi” dan dapat membuat kita bahagia.

Selanjutnya: bagaimana wujud seseorang yang hidup bahagia? Tidak lain, orang yang bisa
MAKAN, bisa TIDUR, dan bisa “BUANG AIR” Inilah wujud seorang yang bahagia! Sebab pada orang
dengan pikiran galau dan badan sakit, ketiga hal di atas tidak mungkin terwujud! Jadi sederhana
saja: Bila ingin bisa makan lancar, bisa tidur nyenyak, terlebih dulu hilangkan stres dan kegalauan,
dan tumbuhkan kebijaksanaan.

5

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

Maha guru Mensius menyebutkan 3 jenis kebahagiaan manusia. Pertama adalah Berbahagia
karena memiliki orangtua dan saudara (kakak atau adik). Orangtua di sini bukan hanya ayah dan
ibu kita,melainkan termasuk kakek dan nenek kita juga. Dengan tinggal bersama kakek dan nenek,
ayah dan ibu akan lebih mudah mendidik anaknya. Ayah dan ibu hanya perlu berbakti sebagaimana
mestinya agar anaknya dapat melihat dan belajar dari keseharian mereka. Kesempatan berbakti
kepada orangtua adalah hal yang paling membuat bahagia. Karena itu berbahagialah orang-orang
yang masih bisa tinggal bersama atau memiliki orangtua mereka, dan memiliki kesempatan untuk
berbakti. Kesempatan seperti itu harus dihargai karena kesempatan seperti itu tidak diperoleh
semua orang. Saudara kita adalah orang terdekat kita yang akan paling lama melewati hidup
bersama kita, karena itu hidup dan karir mereka yang baik juga sangat penting bagi kita. Bila
seluruh anggota keluarga rukun damai maka semua hal yang dihadapi akan berakhir dengan jaya!
Itu kebahagiaan hidup manusia yang pertama.

Jenis kebahagiaan kedua adalah “melakukan yang terbaik dalam segala hal yang menjadi
kewajiban dan tanggung jawab kita, dengan demikian kita bisa bertanggung jawab terhadap diri
kita sendiri dan orang lain.” Bila kita yakin kita telah melakukan segala sesuatu dengan bersungguh-
sungguh dan tidak ada penyesalan, maka kita sudah dapat makan dan tidur dengan tenang. Bila
sering melakukan hal yang tidak benar, sangat takut orang lain akan tahu apa yang kita lakukan,
tentu kita tidak dapat hidup dengan tenang dan tenteram. Kita harus hidup tanpa penyesalan,
maka kita akan memenangkan rasa hormat dan pujian dari banyak orang.

Jenis kebahagiaan ketiga adalah “membantu orang dengan mengajarkan sesuatu kepada
orang tersebut.” Apakah hanya guru yang bisa mendapatkan kebahagiaan ini? Jawabannya tidak!
Suatu ketika kantor kita kedatangan seorang karyawan baru. Anda membantu orang baru ini
dengan mengenalkan dia kepada rekan-rekan Anda dan berbagi ilmu dengannya. Bisa diharapkan
orang baru ini akan bisa melakukan tugasnya ini dengan baik. Pemberian dan pengorbanan Anda
akan membuat karyawan baru ini tersentuh. Hati karyawan baru ini akan penuh dengan rasa
terima kasih. Ketika semua orang yang disekitar anda menilai Anda ringan tangan dan senang
membantu, bagai seorang guru, dan berjasa dalam mendidik, maka Anda akan merasa hidup
Anda sangat berarti dan bahagia.

Tadi sudah dibahas bahwa: Jenis kebahagiaan kedua adalah “Lakukan yang terbaik dalam
hidupmu yang menjadi kewajiban dan tanggung jawabmu.” Pepatah Tiongkok mengatakan: “Ke

6

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

atas, engkau tidak melanggar Firman Tuhan, ke bawah, engkau tidak merugikan orang lain.” Masih
ada satu makna hidup yang patut kita renungkan! Hidup manusia tentu akan berakhir dengan
kematian! Dalam kurun hidup yang relatip pendek ini, apa yang telah kita sumbangkan? Tidak lain
kita harus coba mengukir sejarah dengan kemurnian hati kita.

Kita telah menjalani hidup kita puluhan tahun, maka coba Anda ingat kembali apakah Anda
merasa sudah puas atau belum dengan hidup Anda? Anda merasa senang atau Anda merasa galau?
Apakah masih ada kewajiban yang belum dilakukan dalam hidup Anda? Setiap orang setidaknya
bisa mawas diri dan menyoroti riwayat hidupnya sendiri. Kita harus memulai dengan menyoroti
orang-orang disekitar kita. Kita dapat memulai dengan menyoroti dengan hati tulus, bakti kita
kepada orangtua, apakah kita dengan ketulusan hati telah menjalankan “bakti” kepada orangtua
sedemikian rupa, sehingga “bakti” kita tertoreh pada riwayat hidup mereka, agar dihadapan
sahabat-sahabatnya mereka bisa berkata: “Aku merasa hidupku bermakna, karena berhasil
merawat dan mendidik anak-anakku menjadi anak yang berbakti” Bayangkan, orangtuamu sampai
berkata seperti ini menunjukkan betapa mereka bangga dan bahagia!

Selanjutnya, Anda perlu menyoroti biografi anak-anakmu. Apabila sebagai orangtua, dengan
hati tulus dan mulia, kita besarkan anak-anak kita, kita tanamkan fondasi kokoh kebajikan kedalam
diri mereka, maka akan tumbuh dalam diri mereka suatu konsep dan pandangan hidup bermoral
dan berkarakter, maka kelak setelah anak anak tumbuh dewasa dengan penghayatan moral dan
karakter yang lebih kuat, mereka akan merasa : “Kami sangat beruntung memiliki orangtua seperti
ini yang memungkinkan kami mencapai semua ini.” Bayangkan, anak kita tidak lupa mencantumkan
peranan kita dalam biografi mereka.

Selain orangtua, anak-anak kita juga perlu menyoroti hubungan dengan saudara-saudara
kita. Hidup rukun dengan saudara akan sangat membahagiakan dan menggembirakan orangtua.
Itu juga tanda kita berbakti kepada ayah dan ibu kita, membuat mereka bangga terhadap kita.

Berikutnya adalah hubungan suami dan istri. Suami dan istri menempati satu kamar, maka
seharusnya menjadi orang yang paling dekat satu sama lain. Bagaimana kita menyoroti biografi
pasangan kita? Dengan senantiasa melihat kelebihannya, mengakui kelebihannya, memberi
dukungan kepadanya, dan dengan sepenuh hati membantu pasangan kita agar ia dapat bekerja
dengan maksimal di tempat kerjanya tanpa khawatir akan keadaan di rumah. Dengan demikian

7

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

pasangan kita akan memuji kita ketika mereka sedang berbincang-bincang dengan teman-
temannya. Anda telah menorehkan suatu budi kebaikan di dalam biografi pasangan hidup Anda.
Kita harus benar-benar bisa menempatkan diri dengan jelas sehingga dapat dengan hati tulus
menyinari hidup orang.

Siapa lagi yang perlu kita sinari hidupnya? Guru kita!. Sehari menjadi guru “seumur hidup
bagai seorang ayah”. Bagaimana membuat guru kita merasa bangga mempunyai murid seperti
kita? Dengan menjalankan setiap ajaran guru kita dengan sepenuh hati. Bila kita benar-benar
menggunakan hati dalam menjalankan setiap ajaran dari guru kita, maka kita dapat memberi
pengaruh yang sangat besar terhadap hidup guru kita.

Guru Cai bercerita tentang hubungannya dengan seorang guru SD nya, guru tersebut telah
berjasa mengubah seorang anak yang bernama Cai Li Xi, dari seorang anak yang malas dan agak
senang pencitraan, menjadi seorang siswa yang rajin dan berprestasi dikelas!, Guru Cai nerasa
sangat berhutang budi kepadanya. Setelah menyelesaikan pendidikan disekolah Tinggi Keguruan,
Guru Cai berprofesi juga sebagai guru sekolah dan keduanya masih sering berteman dan
bertukar pikiran. Dua tahun kemudian Guru Cai meninggalkan tugas mengajar disekolah formal
dan berkiprah dalam karya memperdalam “Kebudayaan & Kitab klasik Tiongkok dan bertugas
melayani Pengembangan dan penyebaran Di Zi Gui, Sang mantan guru sangat bangga dan gembira
mendengar kemajuan dan pengabdian guru Cai! Coba lihat betapa pengabdian seseorang kepada
masyarakat telah membuat bangga orangtua dan guru.

Selain berbicara tentang tugas “Melestarikan kebudayaan dan Ajaran Para Bijak Tiongkok yang
telah berusia ribuan tahun” dan kemudian melestarikannya, kita juga harus mengembangkan dan
menyebarluaskan tugas melestarikan itu ke anak cucu dan ke mancanegara. Tugas suci ini tidak
mudah. Tidak banyak yang mempunyai KETEKUNAN dan Tekad Baja untuk melaksanakannya.

Mari kita simak kisah tentang Prof. Master Chin Kung. Beliau lahir dari keluarga miskin, tidak
mendapat dukungan dari sanak famili. Tetapi toh beliau berhasil melestarikan, mengembangkan,
dan menyebarluaskan AJARAN-AJARAN MULIA & SUCI Tiongkok, bahkan hingga ke mancanegara.
Modalnya hanya satu, yakni: “Ketulusan dan kesungguhan hati.” Karena beliau memiliki
“Ketulusan dan kesungguhan hati” itulah, maka ketika beliau menulis kepada beberapa Profesor
Universitas terkemuka, mereka mengagumi ketulusan hati beliau dan menerima beliau sebagai

8

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

mahasiswa mereka. Jadi sepanjang hidupnya ia mempunyai tiga orang Mentor Profesor yang
semuanya sangat menaruh perhatian kepada Master Chin Kung.

Karena ketulusan hatinya Master Chin Kung berhasil meraih Ilmu Pengetahuan, dan berkat
MISI HIDUPnya, dan berbekal AJARAN SUCI, beliau mengemban misi memberi manfaat sebesar-
besarnya bagi umat manusia. Dengan ketulusan dan kesungguhan hati beliau menarik simpati
dan dukungan serta kasih sayang orang banyak. Dalam kitab suci Lao Zhi dikatakan: “Hukum
Alam tidak mengenal nepotisme. Hanya kebajikan yang direstui alam.” Kitab Suci Zhong Yong juga
berkata: “Berhasil atau gagalnya suatu urusan terletak hanya pada ketulusan.” Suatu urusan yang
dilakukan dengan “ketulusan” tidak akan lapuk oleh waktu dan ruang! Fan Zhong Yan dan Master
Chin Kung ber”DANA” dengan ketulusan hati, menyebarluaskan ajaran para bijak. Ketulusan hari
mereka akan selalu terpatri dalam sanubari murid-muridnya.

Bila kita melakukan sesuatu hal tidak dengan ketulusan hati, cepat atau lambat usaha kita
pasti akan gagal! Misalnya, bila Anda tidak jujur dan tulus terhadap anak-anakmu, maka keluarga
ini pasti gagal! Bila Anda tidak tulus terhadap karyawan-karyawan Anda, maka saat ini Anda masih
beruntung, tapi lambat laun usaha Anda pasti runtuh! Coba Anda simak hal ini dengan teliti!
Perlakukanlah anggota keluarga dan karyawanmu dengan tulus, maka keluargamu dan usahamu
akan langgeng!

Sudah menjadi kewajiban kita sebagai orangtua, memanfaatkan ajaran Di Zi Gui untuk
mendidik anak-anak kita, dan menerapkan ajarannya dalam keluarga kita, dan dalam pergaulan
antar manusia dengan rekan-rekan kerja mereka. Maka bukan saja Anda telah menanamkan
kebajikan kepada anak-anak dan anggota keluarga, dan juga sahabat-sahabat Anda, tetapi juga
telah bantu melestarikan budaya dan falsafah Tiongkok.

Seorang Filsuf Tiongkok Kuno WEN TIAN XIANG, berkata: “Sejak dahulu kala hidup manusia
tidak bisa menghindar dari KEMATIAN. maka selama hidup, tinggalkan ketulusan hati, sinari dan
harumkan riwayat hidupmu.” Apabila sebagai orangtua, kita menegakkan NILAI-NILAI HIDUP
seperti tersebut di atas, maka setiap tindakan dan perbuatan kita sehari-hari akan membuat anak-
anak kita kagum dan takjub. Maka kita telah menjadi teladan yang baik, dan dengan demikian
percayalah anak-anak kita dalam meniti hidup akan mengikuti arah jejak-jejak kita. Dengan teladan
diri, akan mudah bagi Anda menjelaskan kepada anak-anak Anda makna dari “Apa yang disukai

9

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

orangtua berupayalah melakukannya.” Misalnya, Anda bisa mengatakan kepada anak-anakmu
bahwa anda sangat mengharapkan mereka bertumbuh sehat, dan belajar dengan baik serta tekun.
Harapan-harapan ini apabila disampaikan akan mendorong anak-anak berupaya mewujudkannya.

Bila kita menerapkan ajaran Dì Zi Guī 《弟子规》dalam hidup kita, maka kita akan membuat
anak kita bangga pada kita, dan kita akan menjadi pedoman mereka dalam menentukan arah hidup
yang benar.

Guru Cài menutup pelajaran hari ini dengan bercerita tentang seseorang yang hidup di
zaman dahulu, bernama Cài shun (蔡顺). Guru Cài sangat bangga menjadi keturunan Cài shun
(蔡顺). Ibunda Cài shun (蔡顺) sangat suka makan buah murbai. Cài shun (蔡顺) memetik dua
keranjang murbai untuk diberikan kepada ibunya. Ditengah jalan ia bertemu dengan perampok.
Perampok merasa aneh melihat Cài shun (蔡顺) mengambil dua keranjang murbai. Perampok
itu pun bertanya kepada Cài shun (蔡顺), ”Mengapa kamu mengambil sampai dua keranjang?
Begitu tamaknya kamu.” Cài shun (蔡顺) menjawab, “ibu saya sangat suka makan buah murbai ini.
Jadi saya memetik yang benar-benar sudah matang untuk keranjang pertama bagi ibu saya. Dan
satu keranjang lagi yang tidak terlalu manis dan belum matang untuk saya sendiri.” Cài shun (蔡
顺) benar-benar melakukannya dengan tulus. Setiap tindakan yang dilakukannya mengutamakan
keinginan orang lain.

Lalu Guru Cài bertanya kepada para pendengar, apakah perampok tersebut tersentuh
mendengar cerita Cài shun (蔡顺). Mereka menjawab tersentuh. Perampok yang biasa membunuh
dan membakar rumah bisa tersentuh mendengar cerita dari Cài shun (蔡顺) Mengapa? Karena sifat
awal setiap manusia adalah baik, tetapi karena pengaruh lingkungan, manusia berubah menjadi
jahat. Bila kita bertemu dengan orang jahat, apakah kita perlu memukul dan marah kepada mereka?
Tidak. Kita hanya perlu melakukan seperti yang dilakukan Cài shun (蔡顺) yaitu menggunakan
kebajikan untuk meluluhkan hatinya. Dalam kisah Cài shun (蔡顺) ini, perampok duduk dan menangis
setelah mendengar kisah Cài shun (蔡顺) karena ia teringat akan ibunya. Moral cerita ini adalah,
sifat awal dari setiap manusia adalah baik. Bila ada yang jahat, itu karena pengaruh lingkungan
sekitarnya. Lingkungan membuatnya berubah menjadi jahat. Cara kita menegur kesalahan adalah
menegur dengan kebajikan. Dengan demikian orang jahat akan menyadari kesalahannya, dan kita
bisa berharap ia akan dapat berubah kembali menjadi baik. (*)

10

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

Bab XII

MEMPERBAIKI KEBIASAAN BURUK, KEBAIKAN BEKERJA,
MEMUPUK RASA MENERIMA BUDI

Pada pelajaran lalu kita mendengarkan cerita tentang Cài shun (蔡顺) yang begitu sayang
dan berbakti kepada ibunya. Ibunya hanya suka memakan buah murbai yang manis. Cài shun
(蔡顺) pun pergi ke hutan untuk memetik buah murbai, dan memisahkan yang manis dari yang
asam. Ia memberikan murbai manis kepada ibunya dan menyisakan yang asam untuk dirinya. Ini
kisah tentang seseorang dengan hati yang begitu berbakti sehingga menyentuh hati perampok,
yang kemudian melepaskannya untuk kembali ke rumah. Perampok bahkan juga memberikan
banyak hadiah hasil rampokannya. Apakah Cài shun (蔡顺) boleh menerimanya? Walaupun sang
perampok memberi dengan ikhlas, tetapi bila kita adalah Cài shun (蔡顺), kita sebaiknya tidak
menerimanya. Setiap kita mau menerima pemberian orang, kita terlebih dahulu harus paham dari
mana asal muasal barang yang ditawarkan kepada kita. Bila itu adalah barang yang didapatkan
dengan cara tidak halal, kita tidak boleh mengambilnya. Seperti dalam cerita ini, bila Cài shun
(蔡顺) menerima pemberian sang perampok, bagaimana bila petugas datang ke rumah Cài shun
(蔡顺) dan melihat semua hasil rampokan ada dirumah Cài shun (蔡顺)? Apa yang akan terjadi?
Petugas tersebut pasti akan menangkap Cài shun (蔡顺) dengan tuduhan menadah.

Guru Cài bertanya bagaimana perasaan pendengar setelah mendengar cerita Cài shun
(蔡顺) ? Bila kita bercerita kepada anak kita kisah yang mengandung pesan moral seperti ini,
sangat penting kita menjelaskan kepada mereka pesan moral tersebut. Hal ini dimaksudkan agar
mereka mengerti dan memahami makna cerita tersebut. Baik guru maupun orangtua murid dapat
menggunakan cerita sebagai cara menyampaikan pesan moral kepada anak–anak.

Kita menceritakan kisah ini kepada anak-anak, agar mereka dapat bercermin kepada anak-
anak zaman dahulu yang begitu berbakti kepada orangtua mereka, senantiasa memikirkan
orangtua mereka dan berusaha memberikan yang terbaik kepada mereka. Guru Cài bertanya
kepada anak-anak kecil yang sedang mendengar ceramah, ”Anak-anak, apakah kalian tahu

11

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

makanan apa yang disukai ibumu?” Ada yang ingat dan beberapa tidak ingat. Kemudian Guru Cài
bertanya, ”Kalau begitu apakah ibumu tahu apa yang kamu sukai?” Anak-anak itu tersenyum lebar
dan menjawab, ”Sudah pasti tahu.” Beberapa anak bisa menyebutkan beberapa macam makanan
yang disukainya yang diketahui ibu mereka. Kemudian Guru Cài berkata, ”Lihatlah ibu kalian saja
tahu makanan apa yang kalian sukai, tetapi kalian tidak tahu makanan yang disukai ibumu. Inikan
tidak adil! Kalian coba rasakan betapa ibumu begitu sayang kepada kalian, sebaliknya kalian tidak
menyayangi ibu. PR kalian, nanti sampai di rumah, kamu cari tahu makanan apa yang disukai oleh
ibu kalian. Dengan demikian kalian melaksanakan sebuah kalimat dalam Di Zi Gui yang berbunyi:
“Apa yang disukai orangtuamu, wujudkan segera untuk mereka.” Sekarang kita sudah belajar dari
orang bijak, bila kita pergi jalan-jalan, kita harus selalu ingat dan membelikan makanan kesukaan
ibu dan ayah.

Orangtua kita selalu mengkhawatirkan kesehatan kita. Bila seseorang ingin sehat, ia harus
terlebih dahulu menyeimbangkan hati dan badan. Semua rasa sakit itu disebabkan oleh makanan
yang kita makan. Bila kita tidak berhati-hati dalam memilih makanan yang masuk ke dalam mulut
kita maka kita akan terserang bermacam-macam penyakit degeneratif. Bagaimana kita bisa
menjaga pola makan sehat?

Guru Cài ingin berbagi dengan pembaca isi dan pesan sebuah buku tentang kesehatan,
karya Profesor Lei Jiu Nan. Intinya, buku itu menganjurkan agar orang lebih banyak makan sayur
ketimbang daging. Inilah cara meraih kesehatan. Mengapa harus mengurangi daging? Coba kita kaji.
Saat ini seseorang tidak sehat apakah karena kurang gizi atau kelebihan gizi? Jawabannya adalah
kelebihan gizi. Mungkin hanya di Afrika masih banyak anak kekurangan gizi. Sekarang banyak kelas
aerobik dibuka untuk mengurangi berat badan. Tetapi banyak orang yang ketika sedang berolah
raga masih saja berpikir sekarang ini ber-aerobik dulu, besok boleh makan McDonald lagi. Pola
hidup seperti ini apakah bermanfaat bagi kesehatan? Tidak bermanfaat, sebab masalahnya tidak
ditangani dari akarnya. Pola makan yang tidak sehat! Jadi problem kesehatan dewasa ini tidak
terletak pada kekurangan gizi, melainkan pada kelebihan gizi!

Banyak yang berpikir bahwa untuk menjadi sehat, kita memerlukan banyak protein.
Padahal, protein yang diperlukan tubuh kita tidaklah banyak. Banyak orang menganggap daging
mengandung protein sangat tinggi, padahal protein yang dibutuhkan tubuh setiap hari tidak lebih
dari 40-60 gram saja, dan kebutuhan ini bisa dipenuhi oleh sayur-sayuran dan kacang-kacangan,

12

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

dan sebagian besar makanan laut. Banyak mengkonsumsi daging menyebabkan kelebihan protein
dalam tubuh, dengan akibat tubuh bersifat asam, dan “tubuh yang bersifat asam, adalah sumber
dari penyakit degeneratif”. Mengapa? Sebab bila cairan dalam tubuh bersifat asam, maka semua
organ tubuh Anda terendam dalam cairan yang bersifat asam, dan lama kelamaan organ-organ
tubuh Anda mengalami kemunduran fungsi. Inilah penyebab penyakit-penyakit degeneratif dan
kronis menyerang tubuh manusia. Bahkan pada usia yang semakin muda! Baru-baru ini guru Cai
mendengar berita tentang seorang remaja berusia 18 tahun yang meninggal terserang STROKE!
Nah, fakta menunjukkan penyakit degeneratif telah menyerang manusia pada usia yang semakin
dini, tidak lain karena pola makan yang salah.

Keasaman tubuh yang tinggi bukan cuma menyebabkan “kemunduran fungsi organ tubuh”,
tapi juga dapat menyebabkan timbulnya penyakit lain yang cukup berbahaya yakni keropos tulang.
Mengapa berbahaya? Bila kita terpeleset dan jatuh, kemungkinan kita mengalami patah tulang.
Ini tidak mengada–ngada tetapi ini berdasarkan pengamatan riset. Orangtua paling takut jatuh.
Bila jatuh kemungkinan besar akan patah tulang dan berdiri saja tidak bisa.

Mengapa keasaman tubuh dapat menyebabkan keropos tulang? Sebab tubuh manusia adalah
sebuah ”PABRIK KIMIA” besar. Tubuh manusia harus memelihara keseimbangan antara ASAM dan
BASA. Bila tubuh kita kelebihan asam, maka elemen basa yang terdapat dalam materi Calcium,
tersedot keluar untuk menetralisir asam dalam tubuh! Dimanakah calcium terdapat dalam tubuh?
Tidak lain adalah di dalam tulang. Jadi, hari demi hari, calcium dalam tulang tersedot keluar, dan
akhirnya terjadilah KEROPOS TULANG! Singkat kata: Pola makan harus seimbang, hindari terlalu
banyak mengkonsumsi daging, karena kandungan protein daging terlampau tinggi! Disamping
dampak kelebihan protein, daging juga dapat membawa dampak buruk lain karena daging
mengandung TOXIN berwujud dan Toxin tak berwujud.

Zaman sekarang memelihara ayam hanya perlu kurang lebih 5-6 minggu, sedangkan zaman
dahulu perlu setengah tahun. Mengapa waktu bisa begitu singkat? Karena zaman sekarang
memakai teknologi dengan menyuntik ayam dengan berbagai macam hormon pertumbuhan
sehingga ayam tumbuh dengan cepat. Akibatnya, berbagai obat-obatan yang terdapat dalam
daging ayam ikut tertelan dan masuk ke dalam perut kita.

13

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

Makanan seperti ini sangatlah tidak sehat dan telah mencelakai generasi penerus kita.
Sebagai orangtua, kita harus cermat memilih makanan apa yang boleh dimakan dan yang tidak
boleh dimakan oleh anak kita dan kita sendiri. Disamping Toxin berwujud, Toxin tak berwujud juga
dikandung daging. Ketika akan dibunuh, binatang juga merasa takut, penuh kemarahan. Coba
kita renungkan, ketika kita marah, berapa hari baru bisa hilang rasa marahnya. Kurang lebih tiga
hari. Sering melihat orang marah-marah? Setelah marah masih bisa berparas segar, tenang dan
bersemangat tinggi? Tidak ada, bukan? Ketika kita marah, tubuh kita juga mengeluarkan racun
dalam jumlah cukup besar yang bisa membuat tubuh kita lemas. Binatang juga demikian. Ketika
dibunuh secara paksa, mereka juga sangat marah, dan tubuh mereka juga mengeluarkan semacam
racun. Jadi didalam daging binatang yang disembelih terdapat banyak racun tak berwujud. Karena
itu tidak terlalu baik sering makan daging.

Apa yang kita makan juga berhubungan dengan alam. Manusia adalah pemakan daging.
Karena kebutuhan untuk daging kita sangat besar maka untuk pakan ternak saat ini banyak area
hutan yang dibabat untuk menanam tumbuhan pakan ternak. Akibatnya, banyak pohon ditebang.
Pada musim hujan terjadi tanah longsor. Hutan adalah juga paru-paru bumi, maka berkurangnya
pohon di hutan berakibat pada kualitas udara yang sangat buruk.

Cuaca di dunia saat ini juga sangat tidak normal. Es di kutub utara sudah mulai mencair.
Di beberapa daerah tropis musim kemarau berkepanjangan. Banjir dimana-mana. Pemanasan
global telah terjadi, salah satu penyebabnya adalah pemakaian peralatan rumah tangga seperti
Air Conditioner, kulkas dan buangan gas mobil yang dapat merusak lapisan ozone. Karena itu kita
harus menjaga keseimbangan alam dengan mengembalikan ke alam apa yang kita ambil. Yaitu
dengan cara penghijauan kembali, menanam kembali pohon-pohon yang telah ditebang. Dengan
demikian udara yang kita hirup dapat lebih bersih dan kita dapat hidup lebih sehat.

Dengan memahami dan menjalani pola makan yang tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan
tubuh tapi juga bagi lingkungan hidup, sesungguhnya kita sedang menjalani pola hidup yang baik
untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Kita menyehatkan diri sendiri sambil juga menyehatkan
bumi. Kesimpulannya adalah dengan memahami dan menjalankan Pola Hidup Sehat, kita dapat
benar-benar menjaga dan merawat kesehatan kita dan mewujudkan tekad kita yaitu “Apa yang
orang terkasih inginkan, anak akan dengan sekuat tenaga mewujudkannya.”

14

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

“Hal yang tidak disenangi orangtua, singkirkan dengan penuh kesungguhan”【Qīn suo è 亲
所恶。Jǐn wèi qù谨为去。】Orangtua tidak menginginkan anak mereka mempunyai kebiasaan
buruk. Kebiasaan buruk harus segera disingkirkan. Bila kita berteman dengan orang-orang tidak
baik, orangtua kita pasti akan khawatir. Sebagai anak, Anda harus segera mengambil keputusan
apakah perlu melanjutkan hubungan pertemanan Anda, sebab pengaruh seorang teman atas diri
kita sangat besar.

Tidak ada gunanya bila orangtua hanya berhenti pada perasaan khawatir. Yang harus dilakukan
orangtua adalah mempersiapkan kemampuan anaknya untuk memilih teman. Dengan demikian
anak tahu mana teman yang baik yang perlu didekati dan mana teman yang tidak baik yang harus
dijauhi. Menjauhi teman yang berkarakter buruk namun tidak memusuhinya, akan menyadarkan
teman itu tentang kesalahannya.

Bagaimana kita mengajarkan anak kita cara memilih teman? Bagaimana kita mengetahui
apakah seseorang itu memiliki moral dan budi pekerti yang baik? Kita cukup melihat apakah ia
berbakti atau tidak! Kita cukup melihat seberapa banyak dari ajaran Dì Zǐ Guī《弟子规》 yang
telah dipraktekkan olehnya.

Jadi Di Zi Gui, bagaikan sebuah CERMIN SAKTI, yang tepat dipakai dalam memilih TEMAN dan
pasangan hidup. Dari cermin DI ZI GUI segera dapat terlihat calon-calon teman atau pasangan
hidup tersebut layak atau tidak.

Berbicara tentang kebiasaan buruk yang tidak disukai orangtua, Guru Cài memberi sebuah
ilustrasi. Di dalam penjara terdapat 3 orang tahanan. Kepala penjara berkata kepada mereka,
kamu dihukum masing-masing 3 tahun. Apakah keinginanmu yang terakhir sebelum menjalani
masa tahanan? Bila ada yang bisa saya bantu, pasti saya bantu. Tahanan pertama warga negara
Amerika. Tanpa berpikir panjang ia berkata, ”Beri saya sebungkus rokok.” Kepala penjara berkata,
”Tidak masalah.” Ia memberikan tahanan itu sebungkus rokok. Tahanan kedua adalah warga
negara Italia. Orang Italia sangat artistik, romantis dan genit. Ia minta seorang wanita. Kepala
penjara berkata, ”Tidak masalah.” Tahanan ketiga seorang Yahudi. Orang Yahudi sangat pintar
berbisnis. Beliau meminta sambungan telepon untuk menelepon ke luar.

15

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

Tiga tahun berlalu. Pintu penjara ketiga tahanan ini terbuka. Tahanan pertama bergegas
keluar sambil berkata, ”Korek api mana, korek api mana?” Selama tiga tahun ini ia berada di dalam
penjara, yang ada di benaknya hanya korek api yang ia lupa minta kepada kepala penjara. Selama
tiga tahun ini pikirannya terpaku pada kebiasaan buruknya, yaitu merokok! Bila hidup seseorang
terbelenggu oleh kebiasaan buruk maka seumur hidup ia tidak dapat mengendalikan dirinya, ia
sepenuhnya dikendalikan oleh kebiasan buruknya.

Karena itu anak kita dari kecil harus kita ajarkan untuk memiliki pedoman hidup yang benar dan
jangan kita biarkan kebiasaan buruk menyelewengkan pedoman hidup anak kita. Tahanan Amerika
ini adalah contoh betapa ia terbelenggu kebiasaan buruk sebagai perokok berat.

Kita jangan menertawakan tahanan orang Amerika itu. Kita sendiri mungkin memiliki kebiasaan
buruk yang membuat kita sangat susah apabila kita tidak melakukannya. Misalnya kebiasaan
menonton film seri di televisi. Bila sehari saja tidak menonton membuat hidup kita terasa hampa,
sedangkan yang ditonton adalah jalan kehidupan orang lain. Apakah tontonan itu bermanfaat bagi
kehidupan kita sendiri? Tidak sama sekali! Sebenarnya dalam hidup kita masih banyak hal yang lebih
patut dan layak kita lakukan tetapi tidak kita lakukan. Jangan sampai terjadi saat kita sadar dan ingin
melakukannya, kita tidak mempunyai kesempatan lagi.

Mahaguru Konfusius melihat air mengalir dan langsung mengerti bahwa perjalanan hidup ini
seperti air mengalir, bila sudah lewat tidak dapat kembali lagi. Kita tidak boleh membiarkan hidup
kita lewat dan sia-sia dengan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat sama sekali.

Kebiasaan buruk yang kedua adalah “Syahwat tak terkendali”. Syahwat yang tidak terkendali
dapat merusak hidupmu, dapat merusak kebahagiaan rumah tangga, bahkan dapat merusak sendi-
sendi sebuah negara.

Dinasti Táng hancur setelah muncul Yáng guì fēi (杨贵妃). Raja Táng xuán zōng (唐玄宗) tidak
bisa berkonsentrasi memimpin kerajaan. Kesalahan bukan pada Yáng guì fēi (杨贵妃) tetapi pada
diri Raja Táng xuán zōng (唐玄宗) yang tidak bisa menahan diri.

Tahanan orang Italia dalam kisah di atas memiliki syahwat tak terkendali. Begitu pintu dibuka,
terdengar banyak suara anak kecil. Dengan kebiasaan buruknya ia tidak hanya harus mengurus

16

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

dirinya sendiri tapi masih harus mengurus banyak anak kecil. Anak-anak yang banyak itu adalah
hasil kebiasaan buruknya. Apakah tahanan Italia ini merawat anak–anaknya? Jawabannya adalah
tidak, karena ia hanya mengikuti nafsu syahwat. Maka ia tidak bisa diharapkan akan bertanggung
jawab atas anak-anaknya itu.

Moral cerita ini adalah bila kita ingin mencari pasangan hidup, kita harus mencari pribadi yang
penuh tanggung jawab. Guru Cài pernah menegur seorang siswa karena tidak pernah serius melakukan
tugas kebersihan sekolah. Siswa itu selalu juga tidak mengerjakan PR. Guru Cài berkata kepadanya,
”Kamu jangan pernah menikah.” Siswa tersebut sangat terkejut dan bertanya, ”Mengapa?” Guru
Cài berkata, ”Kamu merawat diri sendiri saja tidak becus, bagaimana bisa bertanggung jawab atas
keluarga kamu? Bila kamu menikah malah akan merugikan generasi berikutnya.” Guru Cài memarahi
siswa ini didepan kelas agar didengar oleh seluruh siswa. Para siswi diingatkan untuk hanya memilih
pasangan hidup yang memiliki rasa tanggung jawab tinggi, yang dapat diandalkan. Bagi para siswa,
mereka diingatkan untuk mawas diri, apakah cukup memiliki rasa tanggung jawab? Pengajaran
tentang tanggung jawab seperti di atas perlu diberikan kepada kaum remaja, tidak menunggu
sampai mereka dewasa dan memasuki usia berpacaran baru diberikan. Terlambat sudah!

Tahanan ketiga, orang Yahudi, ia keluar dan berjalan dengan penuh hormat lalu berdiri di depan
kepala rumah tahanan. Ia membungkuk dengan tulus kepada kepala penjara sambil mengucapkan
terima kasih karena telah meminjamkannya telepon saat itu. Tiga tahun dalam tahanan, melalui
hubungan telepon ia mendapat banyak informasi dunia luar dan telah melakukan beberapa investasi.
Saat ini ia telah mengumpulkan sejumlah aset sehingga kehidupan kedepan sudah tidak menjadi
masalah baginya.

Jadi, tiga orang dalam cerita di atas telah melakukan tiga pilihan berbeda, dan telah menghasilkan
nasib yang berbeda. Kita tidak ingin kebiasaan buruk merusak masa depan anak kita, karena itu
kebiasaan buruk anak kita harus sedini mungkin diluruskan dan diperbaiki.

Masih ada satu lagi kebiasaan buruk yang tidak hanya merusak diri Anda sendiri, tetapi juga
dapat menyebabkan kehancuran seisi keluarga. Kebiasaan buruk tersebut tiada lain adalah JUDI! Jika
seorang pria kecanduan berjudi, mutlak jangan bergaul dan berteman dengan dia. Terlalu bahaya
bila ia tidak dapat mengendalikan kebiasaan judinya. Sangat besar kemungkinan, harta keluarga
sampai harta warisan pun dihamburkannya di meja judi!

17

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

Orang bijak Tiongkok membuat suatu rangkuman 4 kebiasaan buruk yang harus kita perbaiki
yakni: Kesombongan, Pemborosan, Nafsu, dan keinginan (Jiāo 骄、shē奢、yín淫、yì逸).
Mari kita cermati satu persatu:

Yang pertama adalah kesombongan. Apakah kesombongan ada didalam diri kita? Bila ada,
haruslah segera kita perbaiki. Karena bila orang sombong maka pengetahuan mereka tidak akan
tumbuh dan berkembang, maka secara tidak langsung akan merusak masa depan mereka sendiri.
Seseorang yang berpendidikan dan berkarakter hanya mau berteman dengan orang yang rendah
hati dan tidak sombong.

Guru Cài merasa cukup beruntung karena ketika ia duduk di bangku SMP, guru fisikanya
suatu hari menulis sebaris kata-kata mutiara yang selalu diingat Guru Cai sampai sekarang. Kata-
kata itu berbunyi, ”Orang tidak boleh memiliki rasa sombong, tetapi tidak boleh tidak memiliki
harga diri.” Ketika sang guru tersebut menuliskan kata-kata mutiara ini, seberkas sinar seolah-
olah muncul dan menerangi hati Guru Cài. Sejak itu Guru Cài berjanji kepada diri sendiri untuk
tidak sombong.

Ketika Guru Cài belajar di Australia, secara kebetulan ia berjumpa dengan beberapa orang
yang lebih tua darinya. Kebetulan Guru Cai baru menyimak kalimat para Bijak: “Menganggap ayah
orang lain bagai ayah kita sendiri, menganggap kakak orang lain bagai kakak kita sendiri”. Guru Cai
sungguh ingin menerapkan ajaran tersebut kepada para tetua yang baru dijumpainya itu. Maka
ia menghampiri mereka, memberi salam sambil membungkukkan badan. Ternyata pendekatan
yang dilakukan oleh guru Cai membawa dampak luar biasa: para tetua itu merasa sangat gembira
dan tersanjung dengan sikap hormat guru Cai terhadap mereka, sampai terlontar kata-kata dari
mulut mereka: Wah sedemikian jauh dirantau orang masih beruntung bisa mendapatkan seorang
kemenakan! Yang dimaksud kemenakan adalah guru Cai. Bagi guru Cai sendiri, perkenalannya
dengan para tetua tersebut, terutama paman Lu, sungguh telah berdampak luar biasa pada
kehidupannya. Paman Lu dengan karakternya yang mulia, dengan perjalanan hidupnya yang
mengagumkan dan penuh sukses, bersedia berbagi pengalaman hidupnya dengan guru Cai tanpa
pamrih dan tidak membual. Karakter Paman Lu membuat guru Cai terharu. Walau hanya sempat
hidup berdampingan dengannya selama dua bulan lebih, Guru Cai sungguh merasa memperoleh
PENCERAHAN, dan memperoleh daya dorong kuat dalam menjalani bahtera kehidupan. Pesan
moral cerita ini adalah: Sikap rendah hati, tidak sombong dan bertutur kata serta bertindak sopan

18

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

dan hormat kepada tetua, hanya akan membawa kebaikan bagi hidup kita. Pepatah mengatakan:
“Sombong mengundang kerugian, rendah hati membawa keberuntungan”.

Kebiasaan buruk kedua yang harus kita perbaiki adalah pemborosan dan bermewah-mewah.
Kebiasaan anak hidup boros sangat susah diubah. Guru Cài bercerita tentang seorang guru kaligrafi.
Pada suatu hari orangtua murid menghubungi guru kaligrafi ini dan berkata, ”Saya hari ini ada
urusan penting, tidak bisa menjemput anak saya tepat waktu. Apakah guru dapat mengajak anak
saya makan malam terlebih dahulu dan saya menjemputnya kemudian?” Sang guru menjawab,
”Bisa, tidak masalah.” Sang guru kemudian mengajak murid itu makan di restoran. Begitu mereka
duduk dan ditawari menu oleh pelayan, anak kecil ini langsung memanggil pelayan dan memesan
dua botol coca cola. Kemudian ia memesan beberapa macam sayur yang sangat mahal. Sang guru
kaget melihat hal itu.

Nah, anak kecil ini belajar berperilaku boros seperti ini dari siapa? Dari orangtuanya. Ayah
anak ini seorang pejabat. Coba Anda lihat, perilaku boros dan bermewah-mewah yang ditunjukan
sang ayah birokrat itu langsung akan ditiru oleh siapa? Sudah tentu oleh anak-anaknya! Karena
itu sebaiknya kita tidak terlalu sering membawa anak kita makan makanan yang mewah. Karena
anak kita yang terbiasa makan mewah akan tidak terbiasa makan makanan sederhana! Jadi sejak
kanak-kanak, jangan tanamkan kebiasaan boros dan mewah pada diri anak-anak.

Guru Cài bercerita tentang ibunya yang tidak terlalu suka bersolek. Hanya untuk acara-acara
khusus ibunya akan bersolek tipis. Wanita tidak bersolek, kulitnya malah bagus. Sang ibu menjadi
contoh yang baik bagi anak-anak perempuannya. Karena sang ibu tidak terlalu suka bersolek
maka kedua kakak perempuan Guru Cài juga tidak suka bersolek. Karena itu sebagai seorang istri
sebaiknya tidak bersolek belebihan pada saat keluar rumah karena dapat mengundang perhatian
berlebihan dari orang-orang sekeliling Anda.

Kata Yín (淫) tidak semata berarti nafsu syahwat saja. Tetapi nafsu/keinginan berlebihan
akan suatu hal dan tidak mampu melepas diri darinya. Misalnya seorang anak yang suka bermain
komputer sampai terobesi, sehingga bisa bermain berjam-jam setiap hari. Orangtua harus
memperhatikan hal ini dan jangan membiarkan anak memiliki kebiasaan seperti ini. Karena bila
mereka telah terobsesi dengan komputer dan internet maka mereka seolah-olah kehilangan
aspirasi hidup. Lebih baik Anda sejak dini menanamkan suatu “tujuan hidup” pada anak, dan

19

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

tumbuhkan juga kegemaran/minat belajar dengan mengajak anak belajar bersama dan membaca
buku-buku yang bermanfaat, sehingga anak benar-benar merasakan kegembiraan menuntut ilmu.
Anak benar-benar merasa mengemban sebuah misi hidup yang mulia, dan dengan sendirinya ia
akan enggan memboroskan waktu untuk kegiatan-kegiatan yang sama sekali tidak ada sangkut
paut dengan masa depan kehidupannya.

Kebiasaan buruk terakhir adalah hidup santai-santai dan tidak melakukan apapun.
Pendidikan keluarga di Tiongkok kuno sangat menekankan pertumbuhan sikap dan perilaku RAJIN
pada anak-anak. “ATURAN MENGELOLA RUMAH TANGGA” karya Filsuf ternama Tiongkok kuno,
Zhu Zi, berbunyi: ”Bangun tidur saat subuh, segera menyapu halaman rumah sehingga halaman
dan bagian dalam rumah tertata rapi, bersih. Magrib tiba, sebelum istirahat, kuncilah semua pintu
dan pastikan penghuni rumah memeriksanya sendiri.”

Zaman dahulu yang melakukan pekerjaan rumah adalah orangtua dibantu oleh anak–anak.
Anak menjadi terbiasa membantu pekerjaan rumah tangga sehingga terbiasa pula bersikap
RAJIN dan tidak suka bersantai-santai. Orang yang terbiasa berbagi pekerjaan rumah benar-
benar dapat menghayati betapa capai dan letihnya orang yang bekerja. Inilah yang kita katakan:
Dengan kebiasaan bekerja dan rajin, seseorang akan paham RASA BERTERIMAKASIH! Anak zaman
sekarang pada umumnya dimanja sehingga hanya tinggal membuka mulut dan makan.

Seorang anak yang belajar ajaran Dì Zi Guī《弟子规》memperoleh pencerahan bahwa ulang
tahunnya adalah hari penderitaan ibunya. Dahulu ketika ulang tahun ia minta disediakan kue ulang
tahun. Tetapi sekarang tidak lagi. Pada hari ulang tahun ia ingin lebih giat membantu orangtuanya
agar orangtuanya tidak terlalu capek. Ada seorang anak kelas 4 SD yang pulang sekolah berkata
kepada ibunya bahwa ia ingin memasak sayur untuk ibunya. Karena takut cipratan minyak, anak itu
memakai sarung tangan dan helm. Sesudah berhasil memasak sayur labu ini apakah ia bertambah
dewasa? Anak ini baru sadar ternyata ibunya selama ini melakukan pekerjaan yang tidak mudah,
yaitu memasak.

Kita mempunyai pengalaman pertama kali mulai bekerja sebagai karyawan dan mendapat
gaji yang sangat kecil. Biasanya pada saat itu kita baru merasakan betapa susah orangtua kita
mencari uang untuk keluarga. Dan kita baru sadar bahwa sebelumnya kita telah bertindak sangat

20

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

boros dengan uang jajan yang diberikan ayah. Anak yang memasak sayur labu dalam kisah di atas
sangat menyesal dan berjanji kelak akan hidup lebih hemat.

Rajin bekerja juga membawa dampak positif lain dalam hidup. Anak yang sering menggerakkan
tubuhnya karena melakukan pekerjaan rumah akan membuat otot-otot tubuhnya tumbuh dan
kesehatannya terbina. Di samping itu, dalam proses kerja fisik, otak anak pun ikut berputar dan
karena itu otaknya menjadi lincah!

Guru Cài meminta seorang anak yang prestasi akademiknya bagus melakukan beberapa
pekerjaan. Anak ini sama sekali tidak berpengalaman melakukan pekerjaan rumah. Menghadapi
tugas yang diberikan guru Cai, hatinya kecut dan tidak percaya diri. Sebenarnya anak ini jarang
diberi kesempatan melakukan pekerjaan rumah. Maka orangtua harus sadar bahwa hal seperti ini
membahayakan hidup sang anak!

Rajin bekerja juga menambah tekad dan kemampuan seseorang. Paman Lú (卢) pernah
bercerita kepada Guru Cài bahwa tangki air di rumah tetangganya kebetulan kosong. Sang ibu
berkata kepada paman Lú (卢) untuk mengisi tangki air tetangganya itu. Saat itu sudah pukul empat
sore. Air harus diambil dari sungai. Dan air harus diambil berkali-kali sampai tangki terisi penuh.
Kira-kira jam 8 malam tangki terisi penuh. Orang zaman dahulu sangat menghormati perintah
orangtua. Mereka akan menyelesaikan apa yang diperintahkan kepada mereka. Paman Lú (卢)
baru bisa makan malam sekitar jam 8 malam setelah pekerjaannya selesai. Saat itu sayur sudah
dingin. Apakah kita sebagai orangtua bisa tega memerintahkan anak melakukan tugas seberat itu
seperti orangtua paman Lú (卢)? Jika kita tidak tega maka kita tidak mungkin mempunyai anak
seperti paman Lú (卢). Paman Lú (卢) bercerita bahwa setiap kali menghadapi tantangan hidup,
yang muncul di otaknya saat itu adalah pengalaman masa kecil diatas. Dengan mengingatnya,
Paman Lú (卢) akan kembali bertekad menghadapi tantangan-tantangan tersebut.

Pelajaran hari ini diakhiri Guru Cài dengan mengingatkan kita untuk senantiasa mendidik
anak dengan memberi tugas pekerjaan rumah kepada anak, membiasakan anak-anak kita banyak
MEMBERI. Dengan cara itu, orangtua dapat menumbuhkan Budi Pekertinya yang mulia, sikap dan
karakter yang baik. (*)

21



HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

BAB XIII

MEMBIASAKAN DIRI HIDUP MANDIRI, TERUS MENEMPA DIRI UNTUK
MENUMBUHKAN KEBAJIKAN; PANDAI-PANDAI MENGKRITISI,
MENASIHATI SANAK KELUARGA & TEMAN

Pada pelajaran lalu telah dibahas bahwa kita sebagai manusia harus menghindari
terbentuknya kebiasaan buruk terutama berjudi, penyimpangan seks, dan empat kebiasaan buruk
yang didalam kitab suci sangat dilarang yakni: Kesombongan, Pemborosan, Hasrat membabi
buta dan Kemalasan (Jiāo 骄、shē奢、yín淫、yì逸). Yang paling penting, dari kecil seorang
anak harus dibiasakan mempunyai sikap rajin, membantu mengerjakan pekerjaan rumah.

Pada pelajaran lalu telah dibahas manfaat dari mengerjakan pekerjaan rumah. Pertama:
merasakan sendiri capeknya bekerja, maka anak akan lebih menghargai, lebih mengerti makna
berterima kasih. Kedua: terbentuk suatu sifat rajin dan kemampuan bekerja mereka juga akan
sedikit demi sedikit bertambah. Karena kemampuan bekerja tidak dipelajari sesudah mereka
dewasa, maka dari kecil anak sudah harus mulai berlatih di rumah. Disamping itu, mereka
melatih tekad kuatnya; dan terakhir, mereka membangun hubungan yang sangat baik dengan
sesamanya.

Ketika Guru Cài mengajar mata pelajaran ilmu alam, setiap usai mengajar ia harus
membereskan banyak alat praktek. Beberapa siswa dengan inisiatif sendiri, tanpa diminta,
memilih tetap berada di kelas untuk membantu Guru Cài. Bila Anda melihat siswa seperti ini,
apa yang Anda rasakan di hati yang paling dalam? Sangat bahagia. Kepada siswa-siswa seperti ini
tentu sebagai guru kita akan lebih memberi perhatian. Karena itu, anak yang rajin sangat mudah
mendapat simpatik, perhatian dan kasih sayang dari orang-orang yang lebih tua. Seorang anak
yang tinggal seasrama dengan teman sebayanya, jika ia rajin dan ringan tangan maka wataknya
ini akan berpengaruh langsung terhadap hubungannya dengan sesama manusia.

Misalnya orang ini masuk ke suatu perguruan tinggi, dan tinggal disebuah asrama dengan
beberapa rekan. Melihat teman seasrama membereskan asrama ia langsung mendekat untuk

23

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

membantu. Apa yang akan timbul di benak rekan-rekan yang dibantu itu? Mereka akan melihatnya
sebagai pribadi yang ringan tangan, bahwa ia senantiasa memahami dan peduli terhadap orang
lain. Walaupun tidak pernah berhubungan, perilaku orang itu memberikan citra yang baik. Maka
dengan sangat mudah ia akan diterima di dalam lingkungan tersebut.

Tetapi, bila di rumah saja ia tidak biasa membantu mengerjakan pekerjaan rumah, ketika
masuk kedalam hidup berkelompok, sifatnya ini akan terbawa. Umpamanya di asrama sedang ada
kegiatan membersihkan ruangan, ia tetap duduk menonton televisi. Maka teman-teman sekolah
akan menilainya tidak baik. Ia tidak membantu membersihkan atau membereskan asrama karena
di rumah ia tidak terbiasa membantu mengerjakan pekerjaan rumah. Keadaan akan menjadi lebih
gawat bila ia sembarang menggunakan barang milik umum, kemudian tidak mengembalikannya
ketempat semula. Ketika penghuni asrama lain ingin menggunakannya, barang tersebut tidak
bisa ditemukan ditempatnya semula. Maka kepercayaan orang-orang dalam lingkungan tersebut
terhadapnya akan semakin merosot! Keluh kesah orang-orang terhadapnya semakin menumpuk,
sampai pada akhirnya meledak!

Dalam bab Di Zi Gui yang berjudul “Jin (bertindak hati-hati)” dikatakan: “Menyimpan baju dan
topi harus pada tempat yang tersedia. Jangan sembarang meletakkannya supaya tidak berakibat
kotor dan berantakan”. Bila kedalam diri seorang anak sejak kecil sudah ditanamkan kebiasaan
hidup seperti disebut di atas, maka kebiasaan itu akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan
berkelompok sang anak kelak! Bila tidak, ia tidak hanya tidak mampu membantu orang lain,
tetapi bahkan juga merepotkan orang lain! Kesimpulannya: suatu kebiasaan ”rajin” dan kebiasaan
“bekerja” akan berdampak positif pada hubungan antar manusia.

Baru-baru ini, beberapa mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di Shenzhen Tiongkok dipaksa
berhenti kuliah. Apa penyebabnya? Karena mereka tidak mampu mengurus diri sendiri! Rekan-
rekan mahasiswa maupun guru menolak tinggal bersama dengan mereka di asrama yang sama!

Menurut laporan sebuah koran, di Shēn zhèn (深圳) ada mahasiswa yang dikeluarkan
dari universitas. Koran tersebut memuat karikatur seorang mahasiswa dengan toga kelulusan
universitas sedang disuapi ibunya makan. Isi berita adalah ada orang berpendidikan tinggi tetapi
mempunyai kemampuan sangat minim dalam mengurus dirinya dalam kehidupan sehari-hari
seperti makan. Bila tidak disuapi sang ibu maka anak ini tidak mau makan! Anak yang sudah

24

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

begitu dewasa ternyata masih membiarkan orangtuanya khawatir!

Tetapi coba kita renungkan, mengapa anak ini bisa sampai bersikap seperti itu? Ketika masih
balita (2-3 tahun), sang anak harus disuapi berapa lama? Harus dibujuk oleh seluruh anggota
keluarga, menyuapi makan butuh waktu dua jam. Karenanya, orangtua jangan memanjakan
anak.

Salah satu essensi pendidikan anak adalah menanamkan kebiasaan hidup yang baik, mutlak
tidak boleh memanjakan anak! Bila membiarkan mereka terlanjur memiliki kebiasaan buruk,
ketika mereka dewasa, sudah sangat sulit merubah kebiasan buruk itu. Ketika anak ini masih
bersekolah, ia berkunjung ke rumah gurunya, tidak peduli sudah jam berapa. Begitu sampai
di depan rumah sang guru, ia memencet bel, padahal waktu itu adalah waktu istirahat siang
dan gurunya sedang tidur. Begitu masuk ke dalam rumah ia berkata kepada sang guru, ”Saya
mau meminjam komputer”. Ketika disuguhi snack, anak itu melahap dengan tak sopan dan
mengotori lantai rumah, anak itu tidak membersihkannya. Sejak itu, guru–guru dan murid-
murid sangat takut untuk berdekatan dengannya. Kita orangtua tentu berharap kehidupan anak
kita di kemudian hari dapat berjalan dengan lancar, syaratnya adalah anak kita harus memiliki
kebiasaan baik.

Bila tidak, kebiasaan buruk yang dimilikinyalah yang akan menjadi penghalang terbesar
dalam hidupnya. Kita tahu sifat mana yang baik, dan kita harus berusaha menumbuhkannya
dalam diri anak. Dan untuk sifat dan kebiasaan yang buruk, kita harus berupaya mengkoreksinya.
Segala sesuatu harus dimulai dari diri kita agar menjadi teladan bagi sang anak.

Melakukan hal–hal yang disukai, tidak hanya terhadap orangtua kita tetapi juga terhadap
istri dan putera-puteri kita. Istri dan putera/puteri kita pasti ingin ayahnya menghabiskan waktu
lebih banyak dengan mereka. Ada pepatah yang mengatakan “Semua keberhasilan seseorang
tak mungkin dapat menggantikan kegagalan dalam rumah tangga.

Banyak yang mencari-cari alasan bahwa mereka terlalu sibuk dengan pekerjaan, sehingga
tidak ada waktu untuk mendampingi keluarga mereka.Mereka masih menambahkan bahwa
seseorang yang bergulat dengan kariernya ikut hanyut dan lupa diri! Apakah semua yang
disampaikan itu masuk akal? Ini lebih tepatnya hanya alasan belaka!. Bila seseorang memang

25

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

masih sayang dan peduli kepada keluarganya, ia pasti bisa mengatur waktunya agar dapat
menemani keluarganya. Kita harus mampu untuk mengatakan “tidak” dan mengatur waktu
kita dengan baik. Bila tidak, sesudah pulang kerja kita juga masih harus memboroskan waktu
menjamu tamu dan menelantarkan tanggung jawab kita terhadap keluarga.

Apakah menolak ajakan untuk menjamu tamu itu mudah atau susah? Jawabannya adalah
sangat susah. Tetapi Guru Cài berbagi tips cara menolak ajakan menjamu tamu. Tip/kartu pertama
adalah memainkan kartu orangtua. Bila kita diajak untuk ikut menjamu tamu, maka kita dapat
menolak secara halus dengan mengatakan, ”Mohon maaf sekali, saya malam ini harus menemani
ibu saya. Dua minggu lalu saya janji kepada ibu saya, karena itu saya harus pulang.” Biasanya
teman–teman kita tidak ingin kita mengecewakan orangtua kita. Maka mereka tidak akan
memaksa kita. Bisa jadi ketika kita memberi alasan ini mereka tiba–tiba teringat akan orangtua
mereka di rumah. Dengan jawaban ini kita mungkin bisa mengingatkan mereka untuk berbakti
kepada orangtua.

Tip/kartu truf kedua adalah istri dan anak. Kita bisa saja mengatakan, ”Malam ini saya harus
pulang karena saya sudah janji kepada anak saya untuk membacakan dua buah cerita moral
kepada mereka. Dan kami sudah sepakat mempraktekan ajaran Dì Zi Guī《弟子规》sebagai
aturan di rumah tangga kami. Di dalam ajaran Dì Zi Guī《弟子规》disebutkan bahwa, ”Jika kita
sudah berjanji, maka kita harus memegang janji tersebut. Anak saya masih kecil dan saya tidak
ingin kehilangan kepercayaan anak. Karena itu saya harus kembali ke rumah.” Dengan dua kartu
truf ini kebanyakan teman akan tidak

sampai hati untuk memaksakan kehendak mereka. Bila mereka tetap tidak mau mengerti dan
tetap memaksa, maka lebih baik tidak berteman dengan orang-orang yang berkepribadian seperti
itu.

Bila kita punya banyak waktu luang, sebaiknya kita sering mengunjungi orangtua kita.
Mereka tentu akan sangat bahagia. Banyak anak muda yang menyisihkan hari Sabtu dan Minggu
untuk berkunjung ke rumah orangtua. Begitu sampai di rumah orangtua, suami dan istri duduk di
sofa, anak-anak dibiarkan berlarian. Sang kakek dan nenek sibuk luar biasa di dapur, menyiapkan
hidangan makan siang. Setelah hidangan siap, sang putera dan menantunya bangkit dari sofa
dan bersiap-siap menyantap hidangan yang telah disajikan kakek dan nenek. Selesai bersantap,

26

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

sang anak dan istrinya tidak merasa perlu membantu orangtuanya mencuci piring mangkuk dan
membereskan meja makan. Mereka segera pamit kepada orangtuanya dan membawa kedua
anaknya pulang! Tinggal kedua orangtua mereka yang terduduk kecapaian sambil mengeluh. “Nah,
kita sebagai anak harus paham, bahwa alasan kita berkunjung ke orangtua adalah pertama untuk
menunaikan bakti kita kepada orangtua. Kedua, kunjungan kita adalah mencurahkan perhatian
dan kasih sayang kepada orangtua.” Sebelum berkunjung, kita terlebih dahulu memberitahu niat
kita berkunjung dan makanan sudah kita siapkan untuk dibawa serta. Dengan demikian kita ikut
meringankan beban orangtua. Dengan demikian kita benar-benar mewujudkan bakti kita kepada
orangtua.

Mari kita simak kalimat berikutnya dalam Di Zi Gui: “Bila tubuh kita terluka akan
mengkhawatirkan hati orangtua kita.” 【Shēn yǒu shāng 身有伤。Yí qīn yōu贻亲忧。Dé yǒu
shāng德有伤。Yí qīn xiū贻亲羞。】 Bila kita sakit atau terluka, maka orangtua kita akan
sangat khawatir. Seperti yang telah dipaparkan di pelajaran sebelumnya, bahwa kesehatan kita
sangat berkaitan dengan apa yang kita santap. Karena itu kita harus berhati-hati dengan apa
yang kita santap agar orangtua kita tidak khawatir. Selain masalah pola makan, kita juga harus
memperhatikan hal-hal lain dalam hidup kita seperti perubahan cuaca. Bila cuaca berubah menjadi
dingin, kita harus ingat mengenakan jaket. Saat mengajar, Guru Cài melihat murid-muridnya
hanya memakai baju lengan pendek padahal cuaca dingin. Guru Cài pasti akan menegur mereka
untuk memakai jaket agar tidak terserang flu. Ia berkata kepada mereka, ”Bila kalian sakit, siapa
yang akan bersusah hati?” Mereka menjawab, ”Orangtua kami.” Guru Cài membenarkan jawaban
mereka lalu berkata, “kalian harus bisa menjaga kesehatan kalian sendiri”. Karena itu kita harus
bisa menjaga kesehatan kita sendiri. Bila kita sakit kita akan merepotkan keluarga kita. Kita tidak
mungkin bisa menjaga diri kita sendiri ketika sakit. Ibu kita mungkin harus cuti dari pekerjaannya
untuk membawa kita ke dokter. Selain itu hatinya juga tidak bisa tenang selama kita sakit dan ia
akan berada di rumah sehingga ia tidak dapat berkonsentrasi pada pekerjaannya. Karena itu kita
harus senantiasa memperhatikan perubahan cuaca, agar tidak jatuh sakit. Misalnya ketika kita
sedang berjalan di bukit, kita akan mengeluarkan keringat yang sangat banyak. Karena itu kita
harus membawa handuk. Bila kita sangat memperhatikan hal-hal kecil seperti ini maka orangtua
kita tidak akan khawatir tentang kita lagi.

Banyak anak muda mengeluh bahwa orangtua mereka terlalu banyak ikut campur dalam
kehidupan mereka. Guru Cài akan bertanya kepada mereka, ”Mengapa orangtua ikut campur begitu

27

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

banyak dalam kehidupan kalian?” Pasti karena tingkah laku kalian masih sangat mengkhawatirkan
mereka. Bila kalian sudah bisa menjaga diri kalian dengan baik, tentunya orangtua kalian akan
memberikan kebebasan kepada kalian. Bila kalian tidak bisa menjaga diri sendiri dengan baik
dan orangtua kalian tidak mengingatkan kalian maka orangtua kalian sangatlah tidak bertanggung
jawab! Kalian harus memahami kedua orangtua kalian. Karena itu haruslah kalian tumbuh
dewasa. Dengan demikian kalian akan mendapatkan kebebasan sebenarnya, dan hati orangtua
bisa tenang.

Maka dari itu, hidup kita harus beraturan, tidak urakan, jangan sering-sering begadang,
begadang semalam suntuk membutuhkan beberapa hari, baru dapat memulihkan kebugaran
tubuh kita!, Jadi, disamping senantiasa menjaga pola makan sehat, harus juga menjaga pola hidup
beraturan, agar tubuh kita bisa mendapatkan Perawatan yang baik.

Guru Cài bercerita tentang seorang muridnya yang sudah mempelajari ajaran Dì Zi Guī《弟子
规》. Suatu hari anak ini menderita demam. Dalam buku hariannya ia menulis, ”Saya jatuh sakit,
saya sangat sedih. Saya sedih bukan karena sakit demam saya tetapi karena demam membuat
saya tidak bisa berbakti.” Anak yang mempelajari ajaran Dì Zi Guī 《弟子规》sangatlah berbeda,
mereka memiliki kemampuan untuk menghadapi banyak tantangan, mereka bisa mengintrospeksi
diri atas kesalahan yang mereka perbuat. Dalam Kitab Xiào jīng《孝经》disebutkan bahwa “untuk
berbakti orang harus dimulai dengan menjaga kesehatan diri kita sendiri”.

Mari kita lanjutkan dengan kalimat berikut “Bila moral kita tercela, kita akan membuat malu
orangtua kita.”『Dé you shāng 德有伤,yí qīn xiū贻亲羞』Bila moral kita tercela, kita akan
membuat malu orangtua kita, keluarga kita dan bahkan negara kita. Dalam Dinasti Hàn hidup
seorang pejabat bernama Dong zhuō (董卓). Setelah dia mendapatkan kekuasaan, maka dia
menyalahgunakan kekuasaannya dan membuat kekacauan. Banyak orang bangkit menentangnya.
Akhir hidup Dong zhuō (董卓) sangat buruk, begitu juga nasib seluruh keluarga besarnya yang
semua dihukum mati. Ibunya yang sudah berumur 90-an tahun juga dihukum mati. Jika kita sebagai
anak menyebabkan aib yang begitu besar bagi orangtua, maka kita telah gagal mengemban tugas
dan tanggung jawab sebagai anak. Zaman sekarang sudah tidak ada lagi hukuman 9 keturunan.
Tetapi bila dalam karir kita ada permasalahan, misalnya bisnis kita bangkrut, maka kita akan
menyusahkan orangtua kita karena uang pensiun mereka mungkin juga tidak dapat dipertahankan.
Dan kemungkinan besar di usia tua mereka masih harus ke pengadilan. Bila itu sampai terjadi

28

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

tentu akan sangat menyedihkan. Karena itu kita harus menjalankan hidup dengan jujur, harus
maju dengan mantap dan kokoh. Jangan serakah dan tamak, yang dapat mengakibatkan kita
melakukan kesalahan besar dan pada akhirnya juga dapat menyusahkan orangtua kita !

Bila kita dapat senantiasa meningkatkan kehidupan moral kita, dengan perilaku bijak kita
ikut mensejahterakan masyarakat dan negara, maka kita telah berhasil melakukan yang diajarkan
dalam Kitab Xiào jīng《孝经》 yang berbunyi : “Tegakkanlah tubuhmu, sambil mengamalkan budi
pekertimu, meninggalkan nama harum bagi generasi penerusmu, dan memperlihatkan hal-hal ini
kepada orangtuamu.” Dan inilah tujuan akhir dari “Berbakti kepada orangtua”. Apakah kita harus
menunggu orangtua kita meninggal, baru kita memperlihatkan dihadapan kedua orangtua? Tentu
tidak. Bila di masa muda kita telah dapat berprestasi dan menyumbang kepada masyarakat, maka
orangtua kita akan bangga dan bahagia. Seperti yang diajarkan Maha Guru Mensius, “Melayani
orangtua adalah hal paling utama.” “Menjaga tubuh kita, nama baik kita,” maka jangan sekali-
sekali melakukan hal-hal yang melanggar moral etika dan hukum dan jangan menyusahkan
orangtua. Apabila perilaku kita menyimpang dari moral etika, orangtua akan menanggung malu,
anggota keluarga akan menanggung malu, bahkan keturunan kitapun ikut menanggung malu”.

Dengan kemajuan teknologi internet yang demikian pesat, hubungan antar manusia menjadi
begitu bebas. Bila tidak ada kemampuan untuk menilai yang baik dan buruk, dan bila kita tidak
memiliki kebijaksanaan (wisdom), kemungkinan besar anda akan melakukan hal-hal buruk yang
akan kita sesali seumur hidup. Maka MENJAGA DIRI sangatlah penting.

Zaman sekarang sangat banyak “Cinta satu malam,” yang tidak hanya mempermalukan diri
sendiri, tetapi juga dapat mempermalukan anak-anak kita. Karena itu kita harus menjaga tutur
bahasa dan perilaku kita, kita tidak boleh hanya memikirkan diri sendiri. Mengapa orang bisa
melakukan kesalahan seperti ini? Bagi pria, hal ini mungkin karena kehidupan mereka terlalu
menuruti hawa napsu. Ini juga disebabkan dari kecil tujuan hidup mereka tidak pernah diarahkan,
hanya bisa bersenang-senang dan memuaskan diri sendiri. Bila tujuan hidup anak dari kecil sudah
terarahkan, mereka tidak akan tercemar oleh pengaruh buruk di masyarakat. Mengapa wanita
bisa melakukan kesalahan seperti ini? Banyak yang dikarenakan mereka hanya mendambakan
hidup enak dan mementingkan kesenangan fana. Orang yang mementingkan kesenangan fana
suka mendengarkan kata-kata manis. Banyak pria tidak baik yang menggunakan tutur kata manis
yang membuat para wanita salah langkah. Karena itu kita harus senantiasa berhati-hati, jangan

29

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

sampai kita salah langkah. Bila kita tidak ingin anak kita suka pada kesenangan fana dan ingin
anak kita memiliki arah tujuan hidup yang benar, upayakan peningkatan pada moral etika mereka
sehingga mereka tidak melakukan kesalahan yang dapat membuat mereka menyesal seumur
hidup.

Mari kita lanjutkan pembahasan kita dengan kalimat berikut ini: “Bila orangtua kita mencintai
kita maka tidak akan susah bagi kita untuk berbakti. Tetapi bila orangtua kita tidak menyukai kita
maka kita harus bijaksana dan tetap mencintai mereka.”【Qīn’ài wo 亲爱我。Xiào hé nán孝何
难。Qīn zēng wo亲憎我。Xiào fāng xián孝方贤。】

Bila orangtua bersikap baik kepada kita, kita juga akan berusaha merawat dan menjaga
orangtua kita. Tetapi ada kalanya orangtua kita sedang dalam suasana hati galau. Di saat seperti
ini kita harus memahami, toleran dan memaafkan mereka, karena suasana hati setiap manusia
pasti ada naik dan turun. Dalam hubungan antar sesama manusia, kita harus memegang teguh
prinsip ini, ”Tidak peduli orang lain berbuat benar atau salah, kita tetap harus berbuat benar.” Bila
suasana hati orangtua kita hari ini sedang tidak baik, dan kita juga menanggapinya dengan sikap
dan perilaku yang tidak baik pula, ini berarti baik ayah dan anak, keduanya melakukan kesalahan.
Bila kita sendiri salah, apakah kita layak untuk mengkritik kesalahan orang lain? Tentu tidak
layak. Bila orangtua kita dan sanak saudara bersikap tidak baik terhadap kita, kita tetap harus
memperlakukan mereka dengan sikap baik. Bila tidak demikian, apa bedanya kita dengan mereka?
Apa yang membuat kita memiliki hak untuk mengkritisi kesalahan mereka? Beginilah seharusnya
sikap yang bijaksana, “Tidak peduli orang lain bersikap benar atau salah, kita sendiri harus bersikap
benar.” Dengan demikian, walaupun orangtua kita tidak menyukai kita, kita tetap menjaga bakti
kita dengan tulus dan memperlakukan mereka dengan benar. Maka dengan bakti yang tulus kita
dapat merubah suasana rumah yang tidak harmonis menjadi harmonis dan bahagia.

Pada zaman Dinasti Zhōu, hidup seorang anak berbakti yang bernama Min zi qiān (闵子
骞). Ibunya telah meninggal dunia dan ayahnya menikah lagi. Ibu tiri memperlakukannya dengan
sangat tidak adil. Pada musim dingin, sang ibu tiri membuatkan jaket yang diisi kapas untuk kedua
anak kandungnya sendiri, dan jaket yang diisi ilalang untuk anak tirinya. Walau ukurannya terlihat
besar, jaket yang berisi ilalang tidak bisa menahan dingin dan menghangatkan badan. Kebetulan
ayahnya meminta dia untuk mengemudi kereta. Min zi qiān (闵子骞) mengemudi kereta tersebut
dengan gemetaran karena diterpa angin dingin. Ayah merasa heran, mengapa anaknya sudah

30

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

berjaket demikian tebal masih gemetaran. Ia mengira Min zi qiān (闵子骞) berpura-pura untuk
menjelek-jelekkan nama baik ibu tirinya, supaya dianggap orang telah memperlakukan Min zi
qiān (闵子骞) dengan tidak adil. Dengan murka sang ayah memukul Min zi qiān (闵子骞) dengan
lecut kuda, dan pada saat itulah jaket yang berisi ilalang yang dikenakan Min zi qiān (闵子骞) itu
robek. Batang-batang ilalang berterbangan dari jaket anak itu. Sang ayah yang melihat hal itu
sangat kaget dan marah. Ia tidak bisa percaya bahwa istrinya memperlakukan Min zi qiān (闵子
骞) dengan buruk. Setibanya kembali di rumah, ia segera menceraikan si ibu tiri Min zi qiān (闵子
骞) dan mengusirnya dari rumah!

Pada saat itu, Min zi qiān (闵子骞) langsung berlutut dan memohon sang ayah agar tidak
mengusir ibu tirinya. Min zi qiān (闵子骞) berkata, ”Bila ibu ada, hanya akan ada satu orang anak
yang kedinginan, tetapi bila ibu pergi, akan ada tiga anak yang kedinginan dan lapar.” Bila sang ibu
diusir, maka Min zi qiān (闵子骞) dan kedua adiknya akan kedinginan. Sang ayah sangat tersentuh
dan terharu mendengar kata-kata Min zi qiān (闵子骞), dan emosinya pun mereda. Sang ibu tiri
yang mendengarkan kisah ini juga merasa sangat malu dan menyesal, karena seorang anak kecil
saja bisa memikirkan nasib adik-adiknya serta ibu tirinya. Sedangkan sebagai seorang dewasa, ia
telah memperlakukan anak tirinya sedemikian keji. Hati mulia Min zi qiān (闵子骞) serta perilaku
bijaknya telah sama sekali mengubah watak serta perilaku ibu tirinya, dan sejak itu keluarga itu
berubah menjadi harmonis dan bahagia.

Bila Min zi qiān (闵子骞) tidak memiliki hati yang pemaaf, tidak toleran dan tidak
mempunyai hati yang berbakti tulus kepada ibu tirinya, keluarga ini akan menjadi seperti apa?
Tentu akan terpecah belah! Karena itu ketika kita sedang menghadapi suatu masalah, janganlah
menghadapinya dengan emosi. Bila kita menyelesaikan segala masalah dengan dendam maka
masalah yang kita hadapi tidak akan terselesaikan dengan baik. Kita harus ingat, dengan hati yang
tulus dan penuh bakti, barulah kita dapat menjalani hidup dengan baik dan bahagia.

Ada seorang anak berbakti yang lain yang bernama Wáng xiáng (王祥). Pada suatu hari
di musim dingin, ibu tirinya meminta Wáng xiáng (王祥) pergi memancing ikan untuknya.
Tetapi semua orang tahu pada musim dingin yang penuh salju, tidak ada akan ikan yang dapat
ditangkap. Bila Wáng xiáng (王祥) tidak pergi menangkap ikan, maka bagaimana ibu tirinya akan
memperlakukannya? Kemungkinan akan memukulnya dan mengusirnya dari rumah. Dihadapkan
dengan keadaan ini, Wáng xiáng (王祥) sama sekali tidak menggerutu. Ia berjalan menuju sungai

31

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

yang telah membeku menjadi es sambil menangis. Karena ketulusan hatinya, Dewa pun tersentuh
olehnya dan es pun mencair. Dari dalam sungai melompat keluar dua ekor ikan. Dengan segera
Wáng xiáng (王祥) membawa ikan-ikan itu dan memberikannya kepada sang ibu tiri. Apakah
penyiksaan terhadap Wáng xiáng (王祥) berhenti sampai disini? Ternyata tidak. Pada suatu hari,
ketika akan turun hujan dan bertiup angin topan, sang ibu tiri berkata kepada Wáng xiáng (王
祥), ”Di luar sedang turun hujan badai, jika sampai buah-buah pada pohon–pohon di luar sana
berjatuhan. Kamu akan saya hukum.” Wáng xiáng (王祥) buru–buru keluar rumah walaupun
sedang turun hujan badai. Dan sambil memeluk pohon buah dan menangis, Wáng xiáng
(王祥) berdoa memohon agar buah-buah pada pohon–pohon ini tidak jatuh! Pohon–pohon
ini mendengar dan merasa tersentuh, sehingga tidak ada satupun buah pada pohon-pohon ini
jatuh karena hujan badai ini.

Membuat seseorang tersentuh dan berubah dengan apa yang kita perbuat, bukanlah hal
yang mudah. Harus sangat sabar supaya bisa berhasil! Bahkan setelah Wáng Lan (王祥) dewasa
dan telah mempunyai istri, sang ibu tiri masih saja menyiksanya dan istrinya. Tetapi kesabaran
dan perilaku mulia dari Wáng xiáng (王祥) membuat sang adik tiri Wáng Lan (王览) tersentuh.
Karena kebajikan sang kakak, sang adik tiri Wáng Lan (王览) sangat menghormati sang kakak.
Setiap kali si ibu tiri menyiksa Wáng xiáng (王祥) dan istrinya, adik tiri Wáng Lan (王览) membawa
istrinya sendiri untuk membantu sang kakak. Karena nama baik dan kebajikan dari Wáng xiáng
(王祥) tersebar ke seluruh pelosok Tiongkok, sang ibu merasa iri dan makin membenci dan ingin
membunuh Wáng xiáng (王祥) dengan arak beracun. Karena Wáng Lan (王览) sudah tahu bahwa
gelas itu berisi arak beracun, maka ketika ibunya meminta Wáng xiáng (王祥) minum, ia merebut
gelas tersebut dari tangan sang ibu dan meminumnya. Wáng Lan (王览) ingin menghukum sang
ibu dengan kematiannya. Ibunya begitu kaget dan segera menepis gelas berisi arak beracun dari
tangan Wan Lan (王览), anak kandungnya. Sang ibu kemudian merasa sangat malu karena anak
kandungnya sendiri menggunakan kematiannya untuk menjaga hubungan dengan saudaranya.
Mengapa ia, seorang ibu, bisa berbuat hal yang begitu keji? Karena ketulusan hati sang adik,
keluarga ini kembali menjadi harmonis.

Zaman dahulu kala hidup seorang pejabat yang bernama Lu qián (吕虔). Ia memiliki sebilah
pedang sakti. Lu qián (吕虔) menghadiahkan pedang sakti ini kepada Wáng xiáng (王祥), tetapi
Wáng xiáng (王祥) malah memberikan pedang sakti ini kepada adiknya, dan juga berdoa agar
keturunan sang adik kelak dapat makmur dan berjaya. Kakak beradik yang memiliki sifat kebajikan

32

HIDUP BAHAGIA | Pembahasan buku Di Zi Gui

dan kebaikan pasti akan memperoleh keturunan yang baik. Pada akhir cerita dikisahkan: keturunan
kakak beradik ini sampai 9 generasi terpilih menjadi pejabat tinggi negara. Cerita ini menunjukkan
bahwa sebuah hati yang tulus dapat merubah keadaan rumah tangga menjadi harmonis.

Mari kita beralih ke kalimat berikut dalam Di Zi Gui yang berbunyi: “Bila orangtua kita ada
kesalahan, berilah nasihat kepada mereka dengan raut muka ramah dan dengan suara lembut
agar mereka dapat berubah. Bila pada saat itu mereka tidak bisa menerima nasihat kita,
tunggulah sampai emosi mereka reda dan kemudian menyampaikan kembali nasihat tersebut.
Bila perlu, penyampaian nasihat disertakan dengan tangisan. Tetapi jangan pernah memaksa
dan jangan menyimpan dendam.”【Qīn you guò 亲有过。Jiàn shi gèng谏使更。Yí wú sè怡吾
色。Róu wú shēng柔吾声。Jiàn bù rù谏不入。Yuè fù jiàn悦复谏。Hào qì suí号泣随。Tà wú
yuàn挞无怨。】

Kata Qīn(亲)di sini tidak hanya terbatas pada orangtua, tetapi memiliki arti yang diperluas
yang meliputi semua saudara dan teman dekat di sekitar kita. Kita memiliki kewajiban untuk
mengingatkan mereka bila mereka membuat kesalahan.

Kalimat Di Zi Gui tersebut di atas memberi nasihat dengan sangat rinci. Kalimat tersebut tidak
hanya mengandung pesan moral bahwa menasihati dan mengingatkan sanak keluarga adalah
kewajiban kita, tetapi juga mengandung uraian jelas cara-cara, sikap, dan waktu yang tepat untuk
memberi nasihat.

Mari kita simak: dalam memberi nasihat kepada seseorang, hal pertama yang harus
diperhatikan adalah niat dan keinginan baik; kedua, kesempatan yang tepat; ketiga, sikap dan
cara penyampaian; keempat, kesabaran. Menasihati orang lain bukanlah hal mudah. Sangat
membutuhkan pelatihan mental. Pada umumnya, jarang sekali ada orang yang sekali saja
dinasihati, saat itu juga ia mau menerima dan seketika berubah! Yang umum kita temui adalah:
Kebiasaan buruk pada orang-orang dewasa tidaklah terbentuk dalam 1-2 hari. Kebiasaan buruk
terbentuk bertahun-tahun lamanya, maka mengikisnya membutuhkan waktu yang lama.

Karena itu, bila kita ingin menasihati orang lain, hal pertama yang harus kita perhatikan
adalah niat baik terhadap orang yang dinasihati; dan kedua, jangan memaksakan kehendak kita.
Bersikap memaksa akan menimbulkan efek sebaliknya.

33


Click to View FlipBook Version