The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by mudjilastutik86, 2022-09-29 06:47:01

pawai budaya 8a-j_merged

pawai budaya 8a-j_merged

acara ritual pengambilan api tersebut juga dilakukan digelar. Terlebih, pengambilan api
PON yang pertama dilakukan dipimpin oleh tetua masyarakat yang dipercaya pada saat
itu. Sementara untuk prosesi tersebut meliputi, asung sesaji (menyajikan sesaji) dan
dilanjutkan dengan tumpengan (selamatan). Latar belakang
Jawa Timur menyimpan beragam potensi wisata. Potensi itu bukan hanya
wisata air terjun, kuliner maupun wisata pantai. Salah satu kabupaten yang
memiliki kekayaan alam, budaya dan peninggalan sejarah di Provinsi Jawa Timur
adalah Kabupaten Bojonegoro. Terdapat suatu tempat wisata yang disebut
Kayangan Api, Kayangan Api merupakan sumber api yang tak kunjung padam
yang terletak pada kawasan hutan lindung di Desa Sendangharjo Kecamatan
Ngasem, sebuah desa yang memiliki kawasan hutan sekitar 42,29% dari luas desa
(http://disparbud.bojonegorokab.go.id). Gambar 1.1 Foto Prosesi Pengambilan Api Abadi di
Kayangan Api
Sumber : (disparbud.bojonegorokab.go.id)
Kayangan Api menyimpan banyak sekali potensi dibidang wisata
alamnya terutama sekali panorama alami keindahannya, namun pemerintah daerah
Kabupaten Bojonegoro minim sekali kegiatan promosi dari Kayangan Api dengan
optimal contohnya disekitar 1,5 km sebelum Wisata Kayangan Api hanya ada 1
baliho besar tentang Kayangan Api, isi dari baliho pun tidak hanya tentang
Kayangan Api tapi juga wisata-wisata lain, juga promosi diinternet atau media
solsial yang dilakukakan pemerintah Kabupaten Bojonegoro tetang wisata
Khayangan Api yang isinya hanya foto-foto tentang Khayangan Api dan sedikit
video dokumentasi, bukan promosi. Perlunya dilakukan upaya promosi yang lebih
fokus dan intensif dengan mempertimbangkan aspek-aspek peluang pasar
potensial tanpa merusak Kayangan Api. Untuk mengenalkan Kayangan Api di
mata dunia sangat dibutuhkan media promosi. Kayangan Api dikenal karena keindahan
alamnya yang masih alami dan
juga kisah dibaliknya yang menurut cerita masyarakat, Kayangan Api adalah
tempat bersemayamnya Mbah Kriyo atau lebih dikenal dengan sebutan Mbah
Pandhe berasal dari kerajaan Majapahit. Menurut mbah Djuli selaku juru kunci
dari Kayangan Api, “dulu terdapat seorang pembuat benda pusaka Kerajaan

Majapahit bernama Mbah Kriyo Kusumo. Setelah bertahun-tahun membuat benda
pusaka di perkampungan, Mbah Kriyo Kusumo kemudian bertapa dan tirakat di
tengah hutan. Dia membawa api dan menyalakannya di bebatuan, tepat di sebelah
tempatnya bersemedi. Api itulah yang menyala hingga saat ini dan menjadi cikal
bakal Kayangan Api” (http://travel.detik.com). Sumber api, oleh masyarakat
sekitarnya masih ada yang menganggap keramat dan menurut cerita, api tersebut
hanya boleh diambil jika ada upacara penting. Saat ini Kayangan Api yang
letaknya sekitar 25 km dari ibukota Bojonegoro dijadikan sebagai obyek wisata alam dan
dijadikan tempat untuk upacara penting yakni Hari Jadi Kabupaten
Bojonegoro, ruwatan masal (http://disparbud.bojonegorokab.go.id). Tempat wisata ini telah
dibenahi dengan berbagai fasilitas seperti
pendopo, tempat untuk membeli jajanan, jalan penghubung kelokasi juga fasilitas
lainnya. Pengembangan wisata alam Kayangan Api diarahkan pada peningkatan
prasarana dan sarana transportasi, juga telekomunikasi dan akomodasi yang
memadai. Pada tahun 2000 lalu Kayangan Api digunakan sebagai tempat
pengambilan Api PON XV. Kayangan Api merupakan wisata alam yang sangat
strategis karena berada ditengah-tengah hutan yang rimbun. Keindahan dari
Kayangan Api tersebut merupakan perpaduan antara alam dan budaya serta
sejarah, yang dimana telah mampu menjadi magnet kuat untuk menjadikan
Kayangan Api sebagai destinasi wisata yang diunggulkan. Menurut Drs. Iskandar, M.Si.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten
Bojonegoro mengatakan untuk saat ini Kayangan Api sedang mengalami
pengembangan potensi wisata di Bojonegoro dan harus dipertahankan karena
wisata seperti ini jarang ada di tempat lain. Keistimewaan Kawasan Kayangan
Api semakin lengkap dengan dipermudahkannya akses jalan menuju wisata
tersebut, ditambah dengan panorama alam sekitar dan hutan yang masih asri, hamparan
sawah yang luas, udara yang sejuk, semuanya merupakan perpaduan
alam yang begitu sempurna dan indah. Sebuah wisata akan terlihat menarik jika dapat
memanfaatkan keindahan
dari pesona alam sekitar yang ada di Kayangan Api dan tata lingkungannya. 1.2 Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka dapat dirumuskan

masalah : “Bagaimana merancang media promosi wisata Kayangan Api berbasis
videografi sebagai upaya pengenalan pariwisata Kabupaten Bojonegoro?” 1.3 Batasan
Masalah
Atas dasar dari uraian diatas, perlu adanya suatu batasan masalah agar
dalam proses pengerjaan promosi wisata Kayangan Api di Kabupaten Bojonegoro
lebih fokus. Agar pemecahan masalah dapat dijalankan dengan efektif dan tepat
sasaran, maka diperlukan batasan-batasan masalah sebagai berikut:
a. Tempat yang diangkat dalam perancangan promosi wisata yaitu Kabupaten
Bojonegoro, Jawa Timur .
b. Perancangan promosi wisata alam yang ada di Kabupaten Bojonegoro yaitu
wisata Kayangan Api.
c. Perancangan promosi wisata yaitu berbasis videografi
1.4 Tujuan
Atas dasar pada perumusan masalah di atas, maka tujuan dari
perancangan ini adalah sebagai berikut:
a. Merancang media promosi wisata Kayangan Api berbasis videografi sebagai
upaya pengenalan pariwisata Kabupaten Bojonegoro.
b. Memperkenalkan dan mempromosikan wisata Kayangan Api Kabupaten
Bojonegoro kepada masyarakat luas agar keberadaannya lebih dikenal
masyarakat secara meluas. 1.5 Manfaat
1.5.1 Manfaat Teoritis
Penelitian ini sebagai bahan referensi sumbangan pemikiran bagi dunia
pendidikan guna menambah wawasan untuk penelitian selanjutnya, khususnya
yang terkait dengan perancangan media promosi wisata berbasis videografi
sebagai upaya pengenalan pariwisata. 1.5.2 Manfaat Praktis
a. Manfaat perancangan media promosi wisata berbasis videografi adalah
untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas tentang wisata Kayangan
Api di Kabupaten Bojonegoro dan diharapkan menjadi daya tarik minat
wisatawan untuk mengunjungi wisata Kayangan Api ini sebagai tujuan
pariwisata di Kabupaten Bojonegoro.
b. Sebagai sumber referensi Dinas Pariwisata Kabupaten Bojonegoro untuk

mendukung promosi wisata alam dalam menarik minat wisatawan untuk
berkunjung.

DOKUMENTASI;

LAPORAN PAWAI BUDAYA

OLEH:

KELAS VIII H
SMP NEGERI 5 BOJONEGORO

TAHUN 2022

SIRNA SENGKALA RUWATAN MURWOKOLO
KAHYANGAN API

Oleh :
Muhammad Iqbal Harvian

8H
Absen 20

SEKOLAH MENENGAH NEGERI 5 BOJONEGORO
TAHUN AJARAN 2022/2023

SIRNA SENGKALA RUWATAN MURWAKALA KAHYANGAN API

Pada kegiatan pawai budaya Kabupaten Bojonegoro tingkat SD/SMP yang diadakan pada
hari Senin tanggal 29 Agustus 2022, SMPN 5 Bojonegoro mengambil judul “SIRNA
SENGKALA RUWATAN MURWAKALA KAHYANGAN API”. Dengan sinopsis
dengan kreator Bapak Khoiri Sudarmono.
Murwolo, kisah Bethara Kala yang turun ke dunia untuk memangsa anak manusia
penanggung sukerto. Bathara Guru mengutus seorang jemaat wisnu untuk memimpin proses
ruwatan sehingga manusia selamat dari ancaman Bethara Kala. Murwakala merupakan
simbol bahawa sifat angkara murka menjadi sumber kehancuran hidup manusia yang bisa
dihindari dengan menyucikan jiwa dan mendekatkan diri pada Sang Maha Kuasa
(http://www.salin.co.id/pawai-budaya-bojonogoro)

Scanned by TapScanner

Scanned by TapScanner

Scanned by TapScanner

LAPORAN TUGAS PAWAI BUDAYA

Hari/tanggal:senin,29 Agustus 2022
Anggota kelompok:

 Andrea azmil ulya(4)
 Davin agus prasetyo(8)
 Arka setya andipa(6)

SENDRATARI "NAGARUDA".
Bojonegoro mengadakan pawai budaya Sendratari Ramayana merupakan sebuah
pertunjukan yang menggabungkan tari dan drama tanpa dialog yang mengangkat
cerita Ramayana.[1] Sendratari Ramayana menceritakan kisah tentang usaha Rama
untuk menyelamatkan Sinta yang diculik oleh Rahwana.[2] Sendratari Ramayana
merupakan salah satu media dalam menyajikan wiracarita atau epos Ramayana,
media lain seperti seni sastra, seni rupa, dan bebagai seni pertunjukan.[3] Sendratari
mengutamakan gerak-gerak penguat ekspresi sebagai pengganti dialog, sehingga
dengan sendratari diharapkan penyampaian wiracarita Ramayana dapat lebih mudah
dipahami dengan latar belakang budaya dan bahasa penonton yang berbeda.[3]
Penampilan cerita Ramayana dalam bentuk seni pertunjukan tari terdapat di
berbagai negara antara lain Kamboja, Srilanka, Thailand, Laos, Malaysia, Filipina,
Singapura, Indonesia, dan India.[4][5]

6

Sendratari Ramayana di Indonesia pertama kali dipentaskan pada 26 Juli 1961 di
panggung terbuka Candi Prambanan.[3] Pertunjukan pertama kali ini digagas oleh
Letjen TNI (purn) GPH Djati Kusumo yang pada bulan April 1961 membentuk tim
proyek untuk membangun panggung terbuka di depan Candi Prambanan.[3][6]
Panggung terbuka yang dirancang Harsoyo dari Universitas Gadjah Muda berukuran
panjang 50 meter, lebar 12 meter ini memiliki tempat duduk sampai 3.000 buah.[3]
Proyek Sendratari Ramayana koreografinya ditangani oleh Soerjohamidjojo dan
Soeharso, melibatkan 865.000 orang terdiri dari penari, penabuh gamelan, dan
perancang busana

LAPORAN TUGAS PAWAI BUDAYA

Hari/tanggal:29/Agustus/2022

Kelas :8H

Anggota kelompok:

 Pashya putri amelia (22)

 Rahmatul Maulida (24)

 Shifa putri dzikriana (29)

 Zalika safarin azura (32)

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyelenggarakan Pawai
Budaya Kabupaten Bojonegoro tahun 2022 tingkat SMA/SMK/MA
sederajat, perguruan tinggi dan umum. Serta tingkat SD/MI dan
SMP/MTS sederajat.Pawai budaya tersebut bertemakan adat
istiadat budaya Indonesia.para peserta pawai budaya menampilkan
budaya dari wilayah Indonesia,antara lain baju
adat,kesenian,reog,drumband,dan banyak lagi lainnya.

Salah satu tema pawai budaya Bojonegoro adalah PENGANTIN
PINJUNG IRAS PUTRI dari SD NEGRI CAMPUREJO 1. Pengantin
pinjung iras putri adalah pengantin khas Bojonegoro.Pinjung Iras
Putri Bojonegoro ditetapkan menjadi tata rias khas Bojonegoro
pada tahun 2004 dengan di kukuhkan oleh Ketua Umum Himpunan
Ahli Rias Pengantin Indonesia "Melati". Yang menjadi ciri khas khas
pengantin Bojonegoro ini salah satunya pada ornamen baju, hiasan
di dahi dan hiasan di sanggul. Serta, warna pakaian dominan hijau
dan hitam.

Agar menarik, busana pengantin Pinjung Iras Putri Bojonegoro ini
kemudian sedikit dimodifikasi sesuai perkembangan zaman tanpa
meninggalkan pakemnya. Yakni pada unsur garis yang diterapkan
adalah garis lengkung yang memiliki makna luwes dan kombinasi
warna yang melambangkan kemurnian, kemakmuran dan
ketegasan.

PAWAI BUDAYA
TARI KEMBANG KAYANGAN

Oleh :

1. RAFFI YUSUF AL AZIZ (23)

2. SENOPATI JAGAT LANANG T. D. (28)

SEKOLAH MENENGAH NEGERI 5 BOJONEGORO
TAHUN AJARAN 2022/2023

Tari Kembang Kahyangan

Tari ini merupakan jenis tarian selamat datang yang terinspirasi dari fenomena alam
Kahyangan Api Bojonegoro yang kemudian di visualkan melalui simbol gerak lincah pada
penari putri berparas cantik dan mempesona.
Para penari mengenakan balutan kain merah menyala symbol api abadi yang tak pernah
padam. Tari ini menceritakan legenda Mbah Kriyo Kusumo pembuat pusaka di Kahyangan
Api Desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem. Dengan semangat para seniman sehingga
mampu menjaga dan melestarikan kebudayaan serta pariwisata daerah Kabupaten
Bojonegoro.
Tari kembang kahyangan, ekspresi dari apa yang Margayubagyo tawarkan kepada para tamu
yang datang berkunjung ke Bojonegoro. Diharapkan para seniman Bojonegoro kedepannya
menjadi pemantik untuk meningkatkan produktivitas budayanya.

Pawai budaya

202
2

Laporan Analisis SMPN 1 Bojonegoro

Iwak Munggut

SMPN 1 Bojonegoro

Kelompok 1

Agung Yudha Pratama (01)
Ahmad Rizky S.(02)
Satria Surya Kencana (26)
M.Nur Rohmad. S(22)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Nama kegiatan: Pawai budaya

Waktu pelaksanaan: 29 Agustus 2022
Tempat: Alun -alun Bojonegoro

Tema Pawai Budaya: Keberagaman Budaya
Tradisional Indonesia

Tema SMPN 1: Peristiwa Iwak Munggut
Penutup: Sekian Yang dapat kami sampaikan.

Terimakasih

Wasalammualaikum
Warahmatullahi wabarakatuh





pawai SlMapPoNr2aBnoajonnaelgisoirso
budaya

KELAS VIII-I

kelompok 3:
1.Devina Aulia P. (09)
2.Dhanis Dhihaurahman S. (10)
3.Frans Noah Gathan (12)
4.Imelza Rizky Destita (15)

MENGANALISIS

1.nama kegiatan:
pawai budaya

2.waktu pelaksanaan:
selasa,29 Agustus 2022

3.tempat kegiatan:
alun-alun kota Bojonegoro

tema:
sendratari "NAGARUDA"
nagaruda adalah kesenian lokal

kabupaten Bojonegoro
penutup:

demikian laporan dari kelompok
kami , kurang lebihnya kami

mohon maaf sebesar besarnya.
SEKIAN TERIMAKASIH





2022

PAWAI BUDAYA

EKSOTIKA KHAYANGAN API
SMP NEGERI 7 BOJONEGORO

1. Anindya Noer Afifah
2. Daviena Syava Valerie
3. Maulidyah Avriliana Putri
4. Stefani Alifia Putri Kirana

Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh



Nama kegiatan: Pawai Budaya



Waktu pelaksanaan: 29 Agustus 2022



Tempat: Alun-alun Bojonegoro



Tema Pawai Budaya: "Keberagaman Seni
Budaya Tradisional Indonesia"



Tema SMPN 7: EKSOTIKA KHAYANGAN API

Penutup: Sepertinya hanya itu yang kita
jelaskan, sekian dari kita, Terimakasih


Wassalamu'alaikum warahmatullahi
Wabarakatuh





PAWAI BUDAYA
SMP NEGERI 6 BOJONEGO

KELOMPOK 7
1. WILDAN BAARIK MULATAZAM
2. M RIDHO MAULANA A
3. RAFID ARDA A
4. ARGA DIRA

ORO

SMP NEGERI 6 BOJONEGORO
“ TIRTA SUMUR PITU”

O

MENGANALISIS
ASSALAMUALAIKUM

1. NAMA KEGIATAN :
PAWAI BUDAYA
2. WAKTU PELAKSANAAN :
SENIN 29 AGUSTUS 2022
3. TEMPAT :
ALUN – ALUN KOTA BOONEGO
4. TEMA :
“TIRTA SUMUR PITU” SUMUR P
KERAJAAN PANGGING DI BLOR
5. PENUTUP :
“TIRTA SUMUR PITU” SUMUR P
KERJAAN PANGGINNG DI BLOR

M WR WB

ORO
PITU ADALAH PENINGGALAN
RA.
PITU ADALAH PENINGGALAN
RA.

SEKIAN TERIMA KAS

SIH

Laporan Kegiatan Pawai Budaya

Tema : Nagaruda

Deskripsi : Pertunjukan/ Pawai Budaya diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan

dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka

memperingati HUT RI yang Ke 77. Pawai Budaya di Bojonegoro dilaksanakan II season,

Kelompok kami mendapatkan tugas menyaksikan Pawai di hari kedua yang dilaksakanan pada

hari Senin, Tanggal 29 Agustus 2022 dengan peserta Siswa setingkat SD/ MI dan SMP di

Bojonegoro.

Narasi Tampilan : Pertunjukan/ Pawai Budaya dengan tema Nagaruda merupakan

gambaran perang antara Angling Dharma dengan Patih Batik Madrim ketika memperebutkan

Dewi Setyowati, penggalan cerita dari kisah yang merupakan legenda Kabupaten Bojonegoro

dikemas apik dalam balutan nuansa etnis yang kental.

Sumber dokumen : Foto Pribadi

Nilai Tampilan : Dari gambaran perang yang ditampilkan tersebut, memaknai bahwa

untuk mencapai suatu tujuan atau cita- cita diperlukan kompetisi yang positif. Dengan

kompetisi yang mengadu ilmu pengetahuan, ide, kreatifitas dan semangat yang tinggi. Hal ini

diambil dari cerita dibalik perang Nagaruda yang saling mengeluarkan kesaktian dan adu

kekuatan ketrampilan ilmu perang untuk mendapatkan Dewi Setyowati.

Sumber dokumen : Youtube Pemkab. Bojonegoro
Kelompok 1 :

1. Ahmad Alredy (01)
2. Angga Mahardika Pratama (04)
3. Deo Rizky Pedrosa (07)
4. Muhammad Nawval Airlangga Saputra (14)

KIRAB OBOR API SEMANGAT
Tema dari SD Negeri Kepatihan

Kirab Obor Api Semangat merupakan tema dari SD Negeri Kepatihan.Tema ini diambil pada
acara Puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro, acara ini akan dilaksanakan
Grebeg Berkah di Alun-alun Bojonegoro. Sebagai rangkaian kegiatan tersebut, diawali
dengan prosesi pengambilan Api 'Semangat' di lokasi Wisata Khayangan Api, di Desa
Sendangharjo Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro.
Prosesi pengambilan api dipimpin oleh Camat Ngasem, Waji SE MM, bersama istri,
didampingi Kepala Desa Sendagharjo, Prasetyo, bersama istri dan perangkat desa setempat.
Sementara, pelaksanaan pengambilan api abadi dilaksanakan oleh juru kunci Khayangan Api,
Mbah Juli.

Prosesi pengambilan Api 'Semangat' sebagai rangkaian HJB, di lokasi Wisata Khayangan
Api, di Desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro. Sebelum
pelaksanaan prosesi pengambilan api, terlebih dulu dilaksanakan ritual mengitari api abadi
Khayangan Api sebanyak tiga kali, yang dipimpin oleh Camat Ngasem, bersama Muspika
Ngasem, diikuti Kepala Desa bersama Perangkat Desa Sendangharjo, masing-masing
bersama istri, dan diikutu juga oleh sejumlah waranggana.
Setelah api diambil menggunakan obor oleh juru kunci Khayangan Api, selanjutnya obor api
tersebut diserahkan kepada Kepala Desa Sendagharjo, Prasetyo, yang kemudian diserahkan
lagi kepada Camat Ngasem, Waji SE MM, untuk selanjutnya diserahkan kembali kepada
petugas pembawa obor, yaitu Aiptu Fauzi, anggota Sat Binmas Polres Bojonegoro, untuk
dikirab menuju Pendapa Pemkab Bojonegoro.

Berdasarkan pantauan awak media ini, ribuan masyarakat turut menyambut kirab api abadi
tersebut. Tampak di sepanjang jalan raya Bojonegoro - Nganjuk, khususnya di wilayah
Kecamatan Dander, masyarakat cukup antusias menyaksikan kirab api tersebut.
Nantinya, setelah sebelum api tersebut di bawa ke Pendapa Pemkab Bojonegoro, api akan
disemayakan terlebih dahulu di Kantor Bakorwil Bojonegoro dan api baru akan
disemayamkan di Pendapa Pemkab Bojonegoro pada malam hari nanti, sebelum acara grebeg
berkah.
Kasi Strategi Pemasaran Pariwisata dan Budaya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Kabupaten Bojonegoro, Hernik Sripeni Indriasih SE, kepada awak media ini menuturkan
bahwa sudah menjadi aggenda tahunan bahwa Grebeg berkah Bojonegoro diawali dengan
pengambilan api 'semangat' dari lokasi Wisata Khayangan Api, di Desa Sendangharjo
Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro.
"Sudah menjadi agenda tahunan, setiap perayaan HJB, dilaksanakan pengambilan api
'semangat' dari Khayangan Api," tutur Hernik Sripeni Indriasih.
Untuk acara grebeg berkah sendiri, Hernik mengungkapkan bahwa sebanyak 29 gunungan
akan diarak dari pendapa Pemkab Bojonegoro menuju Alun-alun untuk selanjutnya
diperebutkan warga masyarakat yang hadir.
Panitia juga menyiapkan 500 tumpeng dan 5.000 nasi buwohan yang akan dibagikan kepada
warga masyarakat Bojonegoro.
"Grebeg berkah ini adalah bentuk rasa syukur masyarakat Bojonegoro atas hasil bumi yang
melimpah,".

Nama Anggota :

1.Sowan Ayu Wandira Setianing Ayu (26)

2.Pradityas Rindu Agustin(21)

3.Luna Deswita Nataliawati (12)

4.Laila Kurnia Rahmawati (11)

Tema : Sirna Sengkala, Ruwatan Murwakala
Sekolah : SMP Negeri 5 Bojonegoro

Apresiasi :
Tema yang diangkat SMP Negeri 5 Bojonegoro adalah tentang prosesi ruwatan
yaitu prosesi upacara untuk membebaskan atau melepaskan seseorang yang
diruwat dari hukuman atau kutukan dewa yang menimbulkan bahaya Asal-usul
adanya ruwatan adalah dari cerita pewayangan, Para penari dari SMP Negeri 5
Bojonegoro sangat kompak dan semangat membawakan tema ini, musik dari
gamelan yang dimainkan juga cocok dengan tema ruwatan murwakala ini.

Nama kelompok 8J
FIRAL WISNU BHARATA
AHMAD ALDISAPUTRA
DAVID ZEBANDA ADI NUGRAHA

LAPORAN

PAWAI BUDAYA

OLEH:
KELOMPOK IV
1. M. RAFLY CAESAR H.
2. M. DAFFA PRATAMA P.
3. M. BINTANG AIRLANGGA

SMP NEGERI 5 BOJONEGORO
29 Agustus 2022

PENDAHULUAN

Assalamualaikum wr. Wb., Bangsa Indonesia meraih kemerdekaan setelah melewati
masa perjuangan yang panjang. Kemerdekaan diraih dengan pengorbanan harta dan nyawa
oleh pahlawan bangsa. Kemerdekaan tersebut kita nikmati saat ini dimana kita bebas hidup
dan bekerja mewujudkan cita-cita. Pantas sepatutnya sebagai generasi penerus bangsa, kita
berterimaksih atas segala pengorbanan yang diberikan para pahlawan. Wujud terimakasih
tersebut salah satunya dengan merayakan hari kemerdekaan yang setiap tahun jatuh pada
tanggal 17 Agustus.

MAKSUD

Adapun maksud dan tujuan diadakan kegiatan ini adalah sebagai bentuk rasa syukur kita
kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan kegembiraan kita dalam menyambut hari kemerdekaan
Indonesia yang ke-77 pada tanggal 17 Agustus 2022.

TUJUAN

A. Meningkatkan tali persatuan dan kesatuan antar warga.

B. Meningkatkan semangat juang dalam meraih prestasi dan menyongsong Indonesia kedepan
agar lebih kuat.

C. Memupuk jiwa sportifitas dalam mengikuti lomba-lomba 17 Agustus, sehingga menjadi
generasi yang selalu mendukung nilai-nilai Pancasila.

Tema Kegiatan

Tema kegiatan tersebut bertema “Sirna Sengkala yang berasal dari SMP Negeri 5
Bojonegoro”.

Tempat dan Waktu Pelaksanaan

Hari dan Tanggal : Senin, 29 Agustus 2022

Waktu : Pukul 08.00 WIB s.d. selesai

Tempat : Alun-alun kota Bojonegoro

Kisah Sirna Sengkala

Wono Karanganyar merupakan keris lama yang sangat dikeramatkan. Keris ini
diperkirakan dibuat pada zaman Kerajaan Majapahit atau sekitar abad XIII-XV Masehi. Keris
yang ber-dhapur regol luk 9 dengan pamor berupa teknik tiban burap ini dipercaya oleh
beberapa kalangan keris mampu menangkal segala perbawa gaib dan hal-hal yang buruk bagi
pemiliknya. Tentunya ini dikarenakan nama yang digunakan dan melekat pada keris ini.

Keris pusaka yang saat ini disimpan di padepokan Brojobuwono ini memang tidak bisa
dipandang sembarangan. Bukan hanya itu saja untuk memiliki keris ini sendiri juga tidak bisa
dilakukan dengan sembarangan dan serampangan. Keris ini haruslah dicocokkan dengan
neptu dan tanggal lahir orang yang akan meminang atau memilikinya. Ini dilakukan karena
apabila tidak sesuai antara tanggal lahir orang yang akan memilikinya dengam keris ini
bukannya menghasilkan sesuatu baik, namun justru sebaliknya. Pemilik keris dengan kerisnya
sepereti halnya orang berjodoh. Ketetapan hal ini juga diungkapkan oleh Bambang Yuwono
pakar keris, Karanganyar. Menurutnya memilih sebuah keris seperti halnya memilih jodoh.

Ada hal-hal yang perlu diperhatikan agar keris tersebut mampu berfungsi dengan baik
bagi pemiliknya. Selain itu Bambang juga mengatakan bahwa dalam ranah kebudayaan Jawa
nama sebuah benda bukanlah tanpa makna. Seperti kata pepatah Jawa nama Kinarya Japa
maka tidak salah apabila keris “Kyai Sirna Sengkala” ini dinyakini memiliki tuah untuk
menyingkirkan diri dari kesialan, “ujar Bambang. Hanyalah sebuah besi yang dibentuk oleh
manusia sehingga tidak mungkin memiliki kekuatan tanpa campur tangan Tuhan Yang Maha
Kuasa”.

Lebih lanjut lagi Bambang juga mengatakan bahwa keris Kyai Sirna Sengkala yang
kini tersimpan di padhepokan yang dibangun bersama ayah dan adiknya itu bukanlah
merupakan wujud aslinya. Akan tetapi dibangun kembali sesuain dengan pengetahuannya
keris yang dipelajarinya lewat naskah-naskah kuno. Mengenai warangka yang digunakan
sebagai tempat keris ini dibuat dengan sendhang walikat gaya Surakarta dan dibuat dengan
menggunakan bahan dari kayu kenari. Sedangkan untuk motif yang digunakan adalah motif
ngindhen. Sedangkan untuk hulunya sendiri keris ini dibuat dengan menggunakan kayu
kemuning dengan gaya nunggak semi. Meski keris ini memiliki pamor turap namun gurat-
guratan pamornya masih dapat terlihat dengan jelas. Dan hal ini membuktikan bahwa keris ini
dibuat dengan menggunakan banyak teknik lipatan. Apabila dilihat dengan lebih terperinci
lagi keris ini bisa dibagi menjadi beberapa bagian yakni pijatan di depan dan belakang,

gandhik dibagian depan, dan belakang serta bergagang pendek. Kuat dugaan keris ini pada
zamannya dimiliki oleh para pembesar dan para kaum pedagang, hal ini dikarenakn sampai
saat ini banyak kolektor dan pecinta keris yang memburunya karena berharap mendapat tuah
magis keris ini (https://www.gunem.id).

Nilai-nilai yang dikembangkan dari cerita Sirna Sengkala adalah jangan percaya pada
hal-hal magis atau tuah pada keris.

Tema:WayangThengul
Sekolah:SDNBanjarejo1

Apresiasi:
TemayangdibawakanolehSDNBanjarejo1adalahtariThengulyangmerupakan
taritradisionalKabupatenBojonegoro,TariThengulterinspirasidariWayang
ThengulasalBojonegoro,JawaTimur.Dalam pelaksanaannya,tarianinibiasanya
dipentaskansecaraberkelompok.Gerakan,ekspresi,dankostum yangdigunakan
parapenarimenyerupaiWayangThengul,TariThengulmerupakankaryatari
garapanyangmemilikiartiisimotivasidalam setiapgeraknya,Parapenaridari
SDNBanjarejo1tidakhentimenunjukkanekspresisenyum sebagaisimbol
keakrabandalam sebuahhubungansosial,Temayangdibuatsangatcocok
dengankabupatenBojonegorokarenatarithengulmerupakansalahsatuikon
kabupatenBojonegoro

Namakelompok8J
Ameliaoktavianasuprapto(03)
Prischaalmairarhozida(22)
Almairameccafaizaafana(27)
Sitifebrianapuspasari(25)

LAPORAN
PAWAI BUDAYA

Oleh ( 06 )
Kelompok VI ( 31 )
( 16 )
1. DenisJanwan Ishaq ( 05 )
2. Achmad Ali Akbar
3. Moch. Rozak Saputra
4. Arfian Erlangga R

SMP NEGERI 5 BOJONEGORO
29 Agustus 2022

PENDAHULUAN

Assalamualaikum wr. Wb., Bangsa Indonesia meraih kemerdekaan setelah melewati masa
perjuangan yang panjang. Kemerdekaan diraih dengan pengorbanan harta dan nyawa oleh
pahlawan bangsa. Kemerdekaan tersebut kita nikmati saat ini dimana kita bebas hidup dan
bekerja mewujudkan cita-cita. Pantas sepatutnya sebagai generasi penerus bangsa, kita
berterimaksih atas segala pengorbanan yang diberikan para pahlawan. Wujud terimakasih
tersebut salah satunya dengan merayakan hari kemerdekaan yang setiap tahun jatuh pada
tanggal 17 Agustus.

•MAKSUD•
Adapun maksud dan tujuan diadakan kegiatan ini adalah sebagai bentuk rasa syukur kita

kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan kegembiraan kita dalam menyambut hari kemerdekaan
Indonesia yang ke-77 pada tanggal 17 Agustus 2022.

•TUJUAN•

1. Meningkatkan tali persatuan dan kesatuan antar warga.

2. Meningkatkan semangat juang dalam meraih prestasi dan menyongsong Indonesia kedepan

agar lebih kuat.
•TEMA KEGIATAN•
Tema kegiatan tersebut bertema “tradisi ruwatan dan seni wayang dari smp4
Bojonegoro”.

Tempat dan Waktu Pelaksanaan

Hari dan Tanggal : Senin, 29 Agustus 2022

Waktu : Pukul 08.00 WIB s.d. selesai

Tempat : Alun-alun kota Bojonegoro

Tradisi ruwatan dengan seni wayang Smp 4 Bojonegoro
Kali ini kami mengambil tema tradisi Ruwatan wayang dengan seni wayang dari smp 4

Bojonegoro,Ruwatan adalah rangkaian upacara tradisi jawa yang bertujuan membersihkandiri
atau mensucikan diri agar terhindar dari mara bahaya sehingga bisa hidup sejahtera. Tidakitu
saja biasanya Ruwatan juga dapat melihat makanan khas jawa yaitu nasi tumpeng dan makanan
- makanan yang lainnya.

Tidak hanya ruwatan Smp 4 Bojonegoro juga mengambil tema seniwayang. Seni
wayang adalah salah satu puncak seni budaya bangsa yang paling menonjol di antara banyak
karya budaya lainnya. Wayang meliputi seni peran,seni suara, Seni musik, tutur,seni sastre,seni
lukis,seni pahat,seni pernalibang.

Wayang di gunakan sebagai sarana memahamisuatu tradisi,pendekatan kepada
msyarakatperorangan dan penyebarluasan nilai - nilai da nada pola orang yang menggambarkan
kostum sinden dari Smp Negeri 5 Bojonegoro. Sinden adalah sebutan bagi wanita yang
bernyanyi mengiringi orchestra gamelan,umumnya sebagai penyanyi satu - satunya. Sinden
harus mempunyai kemampuan komunikasi yang luas dan keahlian vocal yang asli serta
kemampuan bagi yang menyanyikan tembang.

Tema:NAGARUDA
Naga,dalam berbagaiperadabandikenaldengannamadragon(Inggris),dikenal
sebagai makhluksuperioryangberwujudmenyerupaiular,kadangbisamenyemburkanapi,
habitatnyadiseluruhruang(air,darat,udara)
Nagamelambangkan kebenaran,keberuntungan,kebaikan,kekuatan,dankemakmuran. 
sedangkanBurungGarudamerupakan burungmistisyangberasaldariMitologiHinduyang
berasaldariIndiadanberkembangdiwilayahIndonesiasejakabadke-6.BurungGarudaitu
sendirimelambangkankekuatan,kemegahanataukejayaan.
nilainilaiyangdikembangkandalam tampilantersebutyaituBerani,mandiri

NAMA:DESTYARAFIKAPUTRI
KELAS:8JPAWAIBUDAYATEMANAGARUDA


Click to View FlipBook Version