The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by GENIUS LIBRARY, 2022-03-24 22:13:44

Pesona Senja Kebahagiaan Desa Banyu Resmi

by Tim Penyusun

Keywords: Tim Penyusun,Pesona Senja Kebahagiaan Desa Banyu Resmi

iii

Pesona Senja

Kebahagiaan

Desa Banyu Resmi

Editor:
Dr. Achmad Tjachja Nugraha, MP

Tim Penulis:
Erna Putri Lestari, dkk.

ISBN LEMBAR TIM PENYUSUN
Tim Penyusun
Editor Pesona Senja Kebahagiaan Desa Banyu Resmi
Penyunting Buku ini adalah laporan hasil kegiatan kelompok KKN-
Penulis PpMM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2016 di Desa
Banyu Resmi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor
Layout ©ILVIL2016_Kelompok KKN009

Design Cover : 978-602-6628-48-0
Kontributor
: Dr. Achmad Tjachja Nugraha, MP
: Eva Nugraha, M.Ag
: Erna Putri Lestari dan Herisfina Fauziah
: Erna Putri Lestari
: Erna Putri Lestari
:RMahumhaamwmatai dRaNhua’ymua, nH,eErirsnfainPauFtarui zLieasht,aPria,tiBmadahruBHatauwbaarsai,,
RAafihfamhaAwzamtiiRSahhoaliyhua,tHi, Aerhismfianda FFaacuhzriia,hP,uPjaatAimhamhaBdaHtuabbaibrai,,
AMfiufahhamAmzmadi SFhaojalirhKathia, mAhilmad Fachri, Puja Ahmad Habibi,
Muhammad Fajar Khamil

Diterbitkan atas kerjasama Pusat Pengabdian kepada
Masyarakat (PPM) – LP2M UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta
Dengan Kelompok KKN ILVIL 009

LEMBAR PENGESAHAN

Buku Laporan Hasil Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pengabdian Pada
Masyarakat oleh Mahasiswa Kelompok KKN Nomor: 009 di Desa
Banyu Resmi yang berjudul Pesona Senja Kebahagiaan Desa Banyu Resmi
telah diperiksa dan disahkan pada tanggal, 2 April 2017

Dosen Pembimbing Koord. Program KKN-PpMM

Dr. Achmad Tjachja Nugraha, MP Eva Nugraha, M.Ag
NIP. 19740709 200703 1 015 NIP. 19710217 199803 1 002

Mengetahui,
Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Djaka Badranaya, ME
NIP. 19770530 200701 1 008

iii

“Pengabdian pada masyarakat adalah uang sewa
yang kita bayarkan untuk kamar yang kita tempati

di dunia.”
-Muhammad Ali-

iv | KKN ILVIL 009 2016

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarakatuh
Syukur Alhamdulillah, kami selaku mahasiswa Universitas Islam

Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta panjatkan atas segala
nikmat yang telah dicurahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala terutama
nikmat sehat, sehingga kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN)
kelompok 009 bisa berjalan lancar.

Kegiatan yang kami laksanakan tidak terlepas dari latar
belakang keilmuan yang diperoleh selama mengenyam pendidikan di
perguruan tinggi, juga kebutuhan yang dilihat dari kondisi
masyarakat, sosial, dan lingkungan setempat. Anggota kelompok
kami terdiri dari tujuh fakultas yaitu Fakultas Ekonomi dan Bisnis,
Fakultas Adab dan Humaniora, Fakultas Dakwah dan Ilmu
Komunikasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Ushuluddin,
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, serta Fakultas Dirasat
Islamiyah. Kegiatan KKN ILVIL terbagi ke dalam lima bidang yaitu
bidang keagamaan, bidang pendidikan, bidang ekonomi kreatif,
bidang lingkungan dan sosial, serta bidang kesenian.

Dalam bab selanjutnya, akan kami paparkan deskripsi
kegiatan, persiapan, pelaksanaan, hasil, serta hambatan yang kami
temui saat kegiatan berlangsung. Dengan demikian, kami
mengucapkan terima kasih kepada:

1. Prof. Dr. Dede Rosyada MA selaku Penanggung Jawab
Pelaksana Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2016 UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta, sehingga kami dapat melaksanakan KKN
di Desa Banyu Resmi ini.

2. Bapak Djaka Badranaya, ME selaku Ketua Pusat Pengabdian
kepada Masyarakat (PPM) 2016 UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta, tanpanya kami tidak dapat melakukan KKN.

3. Bapak Eva Nugraha, M.Ag selaku Koordinator Program KKN
PpMM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta atas bantuan dan
bimbingannya terkait buku laporan KKN 2016 ini sehingga,
laporan KKN yang kami jalani dapat berjalan sesuai dengan
rencana.

v

4. Bapak Dr. Achmad Tjachja Nugraha, MP selaku Dosen
Pembimbing Kelompok KKN 009 yang telah meluangkan
waktunya, serta membimbing kami dalam melaksanakan
program-program Kuliah Kerja Nyata (KKN) kami. Atas saran
dan kritikan dari Bapak, program kerja yang kami rencanakan
dapat terlaksana dengan baik.

5. Bapak Dr. Abdul Rozak A. Sastra MA selaku Penasehat
Kelompok KKN 009 yang telah meluangkan waktunya untuk
datang ikut menengok kami, membimbing kami bersama
dengan Bapak Tjachja serta mau bersedia menjadi penceramah
dalam acara Tabligh Akbar.

6. Kepala Desa Bapak Qomaruddin, S.Sos, Sekretaris Desa Aa
Muhammad Kosasih, Operator Desa Aa Rizki Abdillah Akbar,
para Aparatur Desa yang telah banyak membantu dan
mensupport serta menerima kami secara administratif dari Desa
Banyu Resmi.

7. Pihak SDN Banyu Resmi 01 dan SDN Cikawung 02, yang telah
memberikan kesempatan kepada kami untuk dapat
melaksanakan program kegiatan KKN kami di sana dan dapat
berinteraksi secara langsung dengan para murid di SDN Banyu
Resmi 01 dan SDN Cikawung 02.

8. Para Tokoh Agama (salah satunya Ustadz Agus), Ketua
Pemuda (Mang Ujang), para Tokoh Masyarakat (Ketua RT, Pak
H. Sholeh, Abah Jumhari, Pak H. Harun) yang telah bersuka rela
turut serta membantu, mensupport, membimbing kami dalam
melaksanakan seluruh kegiatan KKN dari mulai survei pertama
kali, pembukaan sampai dengan penutupan.

9. Para Pemuda/i Banyu Resmi, para Ibu, anak-anak serta seluruh
elemen Desa Banyu Resmi yang telah berpartisipasi dan
membantu dalam keberlangsungan kegiatan KKN ILVIL baik
secara formal maupun informal, serta kami sangat berterima
kasih karena kehadiran kami di sana benar-benar disambut dan
diterima dengan baik sebagai keluarga kedua mereka, sehingga
kami sangat nyaman menjalani kehidupan selama satu bulan di
sana.

vi | KKN ILVIL 009 2016

10. Orang tua dan keluarga dari personil-personil KKN ILVIL yang
telah memberikan doa untuk kami selama tinggal di Desa
Banyu Resmi, mensupport kami secara material maupun
nonmaterial kepada kami, serta sempat menjenguk kami di
Desa Banyu Resmi. Hal itu menjadikan pijakan penguat kami
untuk mengabdi di Desa Banyu Resmi, tanpa doa dan
kontribusi serta dukungan penuh dari orang tua dan keluarga,
kegiatan yang kami laksanakan tidak akan berjalan secara
maksimal.

11. Seluruh pihak juga rekan sponsor yang telah mendukung
kegiatan KKN ILVIL baik dalam material maupun non
material. Dengan bantuan berbagai pihak, program kerja yang
terencana semuanya dapat terealisasi.
Dengan demikian kata pengantar buku ini. Kami menyadari

bahwa dalam penyusunan buku ini jauh dari kesempurnaan, baik
dari segi penyusunan, bahasa, ataupun penulisannya. Namun, kami
harap dengan adanya buku ini bisa bermanfaat bagi mahasiswa yang
telah atau akan melaksanakan kegiatan KKN, khususnya KKN di
Desa Banyu Resmi, juga bagi segenap civitas akademika secara luas.
Wassalamu’alaikum Warahmatullohi Wabarakatuh

Tangerang Selatan, April 2017
Tim Penyusun

KKN ILVIL 009

Pesona Senja Kebahagiaan Desa Banyu Resmi | vii

“Pengabdian tanpa ilmu pengetahuan adalah buta,
dan ilmu pengetahuan tanpa pengabdian adalah
lumpuh. Sudah saatnya cita-cita kesuksesan diganti

dengan cita-cita pengabdian.”
-Albert Einstein-

viii | KKN ILVIL 009 2016

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN................................................................................. iii
KATA PENGANTAR............................................................................................v
DAFTAR ISI ........................................................................................................... ix
DAFTAR TABEL .................................................................................................. xi
DAFTAR GAMBAR ..........................................................................................xiii
DAFTAR GRAFIK DAN BAGAN................................................................. xv
TABEL IDENTITAS KELOMPOK..............................................................xvii
RINGKASAN EKSEKUTIF ............................................................................xix
PROLOG............................................................................................................. xxiii
BAB I PENDAHULUAN

A. Dasar Pemikiran .............................................................................................1
B. Kondisi Umum Desa Banyu Resmi ..........................................................3
C. Permasalahan..................................................................................................4
D. Profil Kelompok KKN-PpMM 009..........................................................6
E. Fokus atau Prioritas Program....................................................................8
F. Sasaran atau Target .................................................................................... 10
G. Jadwal Pelaksanaan Program................................................................... 14
H. Pendanaan ..................................................................................................... 16
I. Sistematika Penulisan................................................................................ 16
BAB II METODE PELAKSANAAN PROGRAM
A. Metode Intervensi Sosial........................................................................... 19
B. Strategi dalam Pemberdayaan Masyarakat ........................................ 22
BAB III KONDISI DESA BANYU RESMI
A. Sejarah Singkat Desa Banyu Resmi........................................................27
B. Letak Geografis............................................................................................27
C. Struktur Penduduk.....................................................................................30
D. Sarana dan Prasarana .................................................................................32
BAB IV DESKRIPSI HASIL PELAYANAN DAN PEMBERDAYAAN
A. Kerangka Pemecahan Masalah................................................................35
B. Bentuk dan Hasil Kegiatan Pelayanan pada Masyarakat ................47
C. Bentuk dan Hasil Kegiatan Pemberdayaan pada Masyarakat .......70
D. Faktor-faktor Pencapaian Hasil..............................................................76
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan ...................................................................................................79
B. Rekomendasi ................................................................................................79
EPILOG
A. Kesan dan Pesan dari Warga Desa Banyu Resmi...............................83
B. Penggalangan Kisah Inspiratif KKN......................................................87

ix

DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................... 171
SHORT BIO .......................................................................................................... 173
LAMPIRAN-LAMPIRAN

1. Laporan Kegiatan Individu .....................................................................181
2. Bukti Sertifikat dan Banner ................................................................... 231
3. Foto-foto Kegiatan KKN ILVIL 009....................................................227
4. Copy Surat Masuk.................................................................................... 231
5. Copy Surat Keluar ....................................................................................233
6. Bukti Video Dokumenter....................................................................... 236
7. Daftar Perlombaan 17 Agustus ..............................................................237
8. List Penerima Santunan Anak Yatim dan Jompo ............................238
9. Jadwal Amaliyatud Tadris (Kegiatan Belajar Mengajar).................. 239
10. Ringkasan Program Kerja Terlaksana................................................ 240

x | KKN ILVIL 009 2016

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Fokus Permasalahan dan Prioritas Program ..............................9
Tabel 1.2 Sasaran dan Target Program Kerja KKN ILVIL 009.............. 10
Tabel 1.3 Jadwal Kegiatan Pra KKN PpMM .............................................. 14
Tabel 1.4 Pelaksanaan Program Kerja di Desa Banyu Resmi ................. 15
Tabel 1.5 Laporan dan Evaluasi Program KKN PpMM 2016................. 15
Tabel 1.6 Pendanaan KKN ILVIL 009 .......................................................... 16
Tabel 1.7 Penerimaan Sumbangan KKN ILVIL 009 ................................. 16
Tabel 4.1 Matriks SWOT Bidang Keagamaan ...........................................35
Tabel 4.2 Matriks SWOT Bidang Kesenian................................................38
Tabel 4.3 Matriks SWOT Bidang Ekonomi Kreatif .................................39
Tabel 4.4 Matriks SWOT Bidang Lingkungan dan Sosial .................... 40
Tabel 4.5 Matriks SWOT Bidang Pendidikan .......................................... 44
Tabel 4.6 Kegiatan Pelayanan Tahsin Qur’an.............................................47
Tabel 4.7 Kegiatan Pelayanan Tabligh Akbar ........................................... 48
Tabel 4.8 Kegiatan Pelayanan Pengajian Majelis Taklim....................... 50
Tabel 4.9 Kegiatan Pelayanan Perbaikan & Pembuatan Plang Nama

Majelis Taklim .................................................................................. 51
Tabel 4.10 Kegiatan Pelayanan Perbaikan Pondok Pesantren.................52
Tabel 4.11 Kegiatan Pelayanan Amaliyatud Tadris ........................................53
Tabel 4.12 Kegiatan Pelayanan Pemutaran Film Edukasi.........................55
Tabel 4.13 Kegiatan Pelayanan Pengadaan Buku Bacaan..........................56
Tabel 4.14 Kegiatan Pemberdayaan Pengadaan Tiang Bendera ..............58
Tabel 4.15 Kegiatan Pemberdayaan Pengadaan Gawang di Sekolah ....59
Tabel 4.16 Kegiatan Pelayanan Gerakan Minggu Sehat........................... 60
Tabel 4.17 Kegiatan Pelayanan Banyu Resmi Goes to Public ...................... 61
Tabel 4.18 Kegiatan Pelayanan Nonton&Ngeliwet Bareng Warga ......... 62
Tabel 4.19 Kegiatan Pelayanan Barbeque ......................................................63
Tabel 4.20 Kegiatan Pelayanan Gerakan Gotong Royong ....................... 64
Tabel 4.21 Kegiatan Pelayanan Santunan Anak Yatim dan Jompo ....... 66
Tabel 4.22 Kegiatan Pemberdayaan Pengadaan Batas Desa .....................67
Tabel 4.23 Kegiatan Pelayanan Perayaan 17 Agustus .................................68
Tabel 4.24 Kegiatan Pemberdayaan Pengadaan al-Qur’an dan Iqra’ .....70
Tabel 4.25 Kegiatan Pemberdayaan Pelatihan Bahasa ............................... 71
Tabel 4.26 Kegiatan Pemberdayaan Pelatihan Paskibraka.......................72
Tabel 4.27 Kegiatan Pemberdayaan Pelatihan Bisnis Kreatif ..................73
Tabel 4.28 Kegiatan Pemberdayaan Pelatihan Marawis ...........................75

xi

"Kebahagiaan adalah arti dan tujuan hidup. Ia
adalah keseluruhan arah dan cita-cita akhir dari

eksistensi manusia."
-Aristoteles-

xii | KKN ILVIL 009 2016

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1: Logo KKN ILVIL..........................................................................6
Gambar 3.1: Lokasi Desa Banyu Resmi........................................................28
Gambar 3.2: Peta Layanan Pengabdian KKN ILVIL 009 ........................28
Gambar 4.1: Kegiatan Tahsin Qur’an .......................................................... 48
Gambar 4.2: Kegiatan Tabligh Akbar.......................................................... 49
Gambar 4.3: Kegiatan Pengajian Majelis Taklim ...................................... 51
Gambar 4.4: Kegiatan Renovasi dan Pengadaan Plang

Majelis Taklim ............................................................................52
Gambar 4.5: Kegiatan Renovasi Pondok Pesantren .................................53
Gambar 4.6: Kegiatan Amaliyatud Tadris.......................................................55
Gambar 4.7: Kegiatan Pemutaran Film Edukasi .......................................56
Gambar 4.8: Kegiatan Pengadaan Buku Bacaan ........................................57
Gambar 4.9: Kegiatan Pengadaan Tiang Bendera .....................................58
Gambar 4.10: Kegiatan Pengadaan Gawang di Sekolah............................59
Gambar 4.11: Kegiatan Gerakan Senam Sehat............................................. 61
Gambar 4.12: Kegiatan Banyu Resmi Goes to Public.................................... 62
Gambar 4.13: Kegiatan Nonton & Ngeliwet Bareng Warga ......................63
Gambar 4.14: Kegiatan Barbeque ...................................................................... 64
Gambar 4.15: Kegiatan Gotong Royong ........................................................65
Gambar 4.16: Kegiatan Santunan Anak Yatim dan Jompo.......................67
Gambar 4.17: Kegiatan Pengadaan Batas Desa ............................................68
Gambar 4.18: Kegiatan Perayaan 17 Agustus............................................... 69
Gambar 4.19: Kegiatan Pengadaan al-Qur’an dan Iqra’............................. 71
Gambar 4.20: Kegiatan Pelatihan Bahasa ......................................................72
Gambar 4.21: Kegiatan Pelatihan Paskibraka dan Baris-berbaris..........73
Gambar 4.22: Kegiatan Pelatihan Bisnis Kreatif..........................................74
Gambar 4.23: Kegiatan Pelatihan Marawis ..................................................76

xiii

“Menghidupkan kembali agama berarti
menghidupkan suatu bangsa. Hidupnya agama

berarti cahaya kehidupan."
-Bediuzzaman Said Nursi-

xiv | KKN ILVIL 009 2016

DAFTAR GRAFIK DAN BAGAN

GRAFIK

Grafik 3.1: Jarak Desa ke Pusat Pemerintahan ..........................................30
Grafik 3.2: Struktur Penduduk Menurut Jenis Kelamin.........................30
Grafik 3.3: Struktur Penduduk Menurut Mata Pencaharian ................ 31
Grafik 3.4: Struktur Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan.............32
Grafik 3.5: Sarana dan Prasana Desa Banyu Resmi ..................................32

BAGAN
Bagan 3.1: Batas Desa Banyu Resmi ............................................................ 29

xv

“Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam
permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari
suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan

tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika
kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan

rusak.”
-Ali Bin Abi Thalib-

xvi | KKN ILVIL 009 2016

TABEL IDENTITAS KELOMPOK

Kode 01/Bogor/Cigudeg/009 01.01.04
Desa 009
Kelompok Banyu Resmi

Dana KKN Insieme Fii Village (ILVIL)
Rp18.600.000,-
J. Mahasiswa (delapan belas juta enam
ratus ribu rupiah)
10 orang

J. Kegiatan 16 Kegiatan Non Fisik

J. Pembangunan 7 Kegiatan Fisik seperti:
Fisik Pembangunan Tugu Desa,
Pengadaan Tiang Bendera,
Pengadaan Gawang di Sekolah,
Renovasi dan Pengadaan Plang
Nama Majelis Taklim,
Pengadaan al-Qur’an dan Iqra’,
Pengadaan Buku Bacaan untuk
Anak-anak,
Renovasi Pondok Pesantren

xvii

“Kehidupan tak lain adalah sebuah pengabdian.
Pengabdian pada janjinya, pada keluarga, pada
kerabat, pada kebenaran yang dipegangnya, pada

kehidupan, dan pada Sang Pencipta.”
-Pitoyo Amrih-

xviii | KKN ILVIL 009 2016

RINGKASAN EKSEKUTIF

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan aplikasi komprehensif
ilmu pengetahuan secara langsung dalam masyarakat, baik melalui
pendidikan, pengajaran maupun penelitian dengan diiringi oleh upaya
pemberdayaan sumber daya manusia semaksimal mungkin sebagai
solusi atas permasalahan dan kesenjangan antara kondisi yang
ditemukan dengan kondisi yang seharusnya terjadi dan atau diinginkan
oleh setiap lapisan masyarakat.

Dalam rangka mewujudkan tujuan dari kegiatan KKN tersebut,
maka kami Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif
Hidayatullah Jakarta yang tergabung dalam kelompok 009 KKN ILVIL
tahun 2016, yang terdiri dari 10 orang mahasiswa yang berasal dari 7
fakultas yang berbeda, menyusun Buku Laporan Kegiatan KKN yang
berjudul Pesona Senja Kebahagiaan Desa Banyu Resmi berdasarkan hasil
kegiatan KKN-PpMM di Desa Banyu Resmi, Kecamatan Cigudeg,
Kabupaten Bogor selama 32 hari. Kami dibimbing oleh Bapak Dr.
Achmad Tjachja Nugraha, MP, beliau adalah dosen pengajar Jurusan
Agribisnis di Fakultas Sains dan Teknologi. Kami mengajukan program-
program yang diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan yang
dihadapi di Desa Banyu Resmi. Tidak kurang dari 23 kegiatan yang
kami lakukan di desa tersebut, yang sebagian besar merupakan
pelayanan kepada masyarakat dan sebagian kecilnya adalah
pemberdayaan.

Berfokus pada 4 Kampung yaitu Kampung Lemah Beureum,
Kampung Cikawung, Kampung Ciawi, dan Kampung Tajug, kegiatan-
kegiatan yang kami lakukan menghabiskan dana sekitar Rp18.600.000,-.
Dana tersebut kami dapatkan dari iuran anggota kelompok KKN
sebesar Rp10.000.000,-, dana penyertaan Program Pengabdian pada
Masyarakat oleh Dosen (PpMD) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Rp5.000.000,-, dan sumbangan sponsor Rp3.600.000,-.

Diantara program-program yang kami canangkan terangkum
dalam 5 bidang, yaitu bidang keagamaan, pendidikan, ekonomi kreatif,
lingkungan dan sosial, serta kesenian.

Program bidang Keagamaan, diantaranya Tahsin Qur’an,
Pengajian Majelis Taklim, Pengadaan al-Qur’an & Iqra’, Tabligh Akbar,

xix

Renovasi dan Pembuatan Plang Nama Majelis Taklim, serta Renovasi
Pondok Pesantren dengan keberhasilan meningkatkan pemahaman
kepada masyarakat tentang tata cara membaca al-Qur’an dengan baik
dan benar, dan bertambahnya beberapa al-Qur’an dan Iqra’ untuk para
santriawan dan santriawati dalam mendukung proses menuntut ilmu
agama, bertambahnya pemahaman warga terkait ajaran-ajaran agama
Islam serta adanya rehabilitasi bangunan di bidang keagamaan yang
terdapat di Desa Banyu Resmi.

Program bidang Pendidikan, diantaranya Amaliyatud Tadris
(Kegiatan Belajar Mengajar), Pemutaran Film Edukasi, Pelatihan
Bahasa, Pelatihan Paskibraka&Baris-Berbaris, Pengadaan Buku Bacaan
untuk Anak-anak, Pengadaan Tiang Bendera, serta Pengadaan Gawang
di Sekolah, dengan keberhasilan memberikan pemahaman akan
pentingnya pendidikan dan meningkatkan semangat masyarakat
khususnya anak-anak untuk menuntut ilmu ke jenjang yang lebih tinggi
serta bertambahnya pembangunan fisik maupun rehabilitasi bangunan
di bidang pendidikan yang terdapat di Desa Banyu Resmi.

Program bidang Ekonomi Kreatif meliputi Pelatihan Bisnis Kreatif
dengan keberhasilan meningkatkan kemandirian di bidang finansial,
serta merubah cara pandang masyarakat akan sampah yang merugikan
menjadi sampah yang memberikan kebermanfaatan.

Program bidang Lingkungan dan Sosial yang meliputi Barbeque
(Barang Bekas Berkualitas), Gerakan Gotong Royong, Banyu Resmi Goes
to Public, Santunan Anak Yatim dan Jompo, Nonton+Ngeliwet bareng
Warga, dan Gerakan Minggu Sehat, serta Pengadaan Tugu Desa,
dengan keberhasilan meringankan kebutuhan masyarakat akan pakaian
murah yang mana hasil penjualan didonasikan untuk santunan anak
yatim, meningkatnya peran masyarakat dalam membersihkan
lingkungan desa maupun membangun desa, memperkenalkan profil dan
keunggulan desa melalui website yang dapat diakses oleh masyarakat
luas, dan sedikit membantu meringankan beban Anak-anak Yatim dan
Jompo yang berada di Desa Banyu Resmi, mempererat silaturahim
antara warga dan mahasiswa melalui kegiatan santai seperti nonton dan
ngeliwet bareng, dan meningkatkan kepedulian masyarakat akan

xx | KKN ILVIL 009 2016

kesehatan tubuh serta bertambahnya pembangunan fisik bangunan
yang terdapat di Desa Banyu Resmi.

Program bidang Kesenian yang meliputi Perayaan 17 Agustus dan
Pelatihan Marawis dengan keberhasilan membangun semangat
nasionalisme dan patriotisme anak-anak, pemuda-pemudi, serta
masyarakat pada umumnya melalui perlombaan-perlombaan, dan
mendapatkan skill baru tentang seni marawis.

Dari semua program yang kami canangkan, alhamdulillah semua
program tersebut terealisasi. Program yang terealisasi didukung oleh
masyarakat yang antusias mengikuti program yang kami jalankan,
kerjasama dengan pemuda serta masyarakat desa, serta kerja keras
anggota KKN ILVIL.

Saat merencanakan dan implementasi kegiatan, terdapat sejumlah
kendala yang kami hadapi, antara lain:

1. Padatnya aktivitas dan kegiatan kami, membuat kami harus
mengatur jadwal sebaik mungkin, dan terkadang dengan
padatnya kegiatan tidak sedikit anggota KKN yang sakit.

2. Kurangnya dana yang bisa terkumpul untuk memaksimalkan
rencana kegiatan yang telah disusun.

3. Masih banyak kampung di Desa Banyu Resmi yang belum
terjangkau oleh kami, karena lokasi kampung yang letaknya
cukup jauh dari kantor desa atau lokasi tempat biasa kami
mengadakan kegiatan.

4. Masyarakat yang mayoritas pekerjaannya adalah bertani dan
penambang bekerja di pagi hari, sehingga hampir seluruh kegiatan
dilaksanakan pada siang, sore dan malam hari.
Namun, sekalipun demikian, kami pada akhirnya bisa

merampungkan sebagian besar rencana kegiatan kami. Adapun
kekurangan-kekurangannya, yang kami harap dapat dilanjutkan oleh
mahasiswa yang ingin melaksanakan pengabdian masyarakat di desa
Banyu Resmi tahun 2017 antara lain:

1. Diharapkan peserta KKN tahun 2017 bisa menjangkau ke seluruh
kampung di Desa Banyu Resmi, jangan hanya terfokus pada
kampung yang letaknya berdekatan dengan kantor desa saja.

2. Lebih diperbanyak lagi untuk pelaksanaan kegiatan-kegiatan
yang bersifat edukatif kepada masyarakat khususnya anak-anak

Pesona Senja Kebahagiaan Desa Banyu Resmi | xxi

seperti pertunjukan wayang, dongeng tentang kepahlawanan
maupun sahabat nabi, motivasi tentang pendidikan, pelatihan-
pelatihan tentang kerajinan tangan, kesenian, tari, musik dll.
3. Diharapkan program kerja berupa pengadaan buku bacaan dapat
terus berlanjut. Harapannya buku bacaan yang tersedia bisa lebih
banyak dan lebih beragam, sehingga wawasan masyarakat
khususnya anak-anak menjadi lebih luas.

xxii | KKN ILVIL 009 2016

PROLOG

KKN UIN 2016 merupakan suatu karya bagi keberpihakan civitas
akademika UIN Jakarta terlebih mahasiswa dalam implementasi Tri
Dharma Perguruan Tinggi. Waktu yang singkat bukan tanda sedikitnya
keberpihakan mahasiswa dalam mengabdi. Akan tetapi, langkah awal
dalam membangun pondasi pembangunan desa yang lebih berkembang.

Pada tahun 2016 ini, saya mendapat tugas dari Pusat Pengabdian
kepada Masyarakat (PPM) untuk menjadi pembimbing KKN
mahasiswa dari beberapa fakultas di lingkungan UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta, seperti FEB, FITK, FAH, FDK, FDI, FU, dan FST
yang berasal dari berbagai jurusan. Ada 10 mahasiswa yang mengikuti
kegiatan ini. Mereka menamakan kelompok KKN-nya dengan nama
KKN ILVIL 009, ILVIL sendiri merupakan akronim dari Insieme yang
merupakan bahasa Italia yang berarti kebersamaan, Fii yang merupakan
bahasa Arab yang berarti di dalam/pada, dan juga Village yang
merupakan bahasa Inggris yang berarti desa, sehingga apabila
digabungkan KKN ILVIL 009 memiliki arti kebersamaan kelompok 009
dalam pengabdian di desa.

Selama 1 (satu) bulan penuh mereka melaksanakan berbagai
kegiatan dalam bidang keagamaan, pendidikan, ekonomi kreatif,
lingkungan dan sosial, serta kesenian. Dalam pelaksanaan kegiatan-
kegiatan diatas, mahasiswa KKN ILVIL 009 terlihat melaksanakannya
dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi. Hingga selesainya kegiatan
KKN tersebut, saya melihat semua program kerja direncanakan dan
dilaksanakan dengan baik.

Waktu sebulan memang relatif singkat, tetapi ternyata kegiatan
KKN ini memberi arti tersendiri bagi mahasiswa yang
melaksanakannya. Interaksi yang intensif dengan masyarakat, termasuk
tokoh masyarakat dan perangkat desa, membuat mereka mengerti dan
mungkin akan lebih siap ketika suatu saat kelak mereka terjun di
masyarakat. Jiwa pengabdian kepada masyarakat, mulai tertanam
dengan baik di benak para mahasiswa.

xxiii

Desa Banyu Resmi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor
merupakan desa dengan beragam potensi. Beragam potensi alam cukup
banyak di sana seperti perkebunan teh, air terjun, bahan mineral seperti
emas dan perak. Namun, dengan beragam potensi alam yang begitu
berlimpah terdapat juga beberapa permasalahan lainnya, sehingga peran
dari keberadaan kelompok KKN di desa ini adalah menyalurkan potensi
diri mereka dan potensi desa yang ada, sehingga permasalahan yang ada
diharapkan dapat terselesaikan atau berkurang.

Selain itu, kehadiran mahasiswa KKN memberikan pendorong
pengembangan potensi desa kedepan. Diharapkan waktu yang singkat
hingga kiprah yang padat dari para mahasiswa memberikan pengalaman
berharga bagi kita semua terlebih masyarakat Desa Banyu Resmi,
Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Buku ini hadir sebagai perekat batin dalam berbakti dan berbagi
dari mahasiswa KKN UIN 2016 yaitu Muhammad Nu’man, Erna Putri
Lestari, Badru Hawasi, Rahmawati Rahayu, Herisfina Fauziah, Patimah
Batubara, Afifah Azmi Sholihati, Ahmad Fachri, Puja Ahmad Habibi,
dan Muhammad Fajar Khamil kepada seluruh lapisan masyarakat Desa
Banyu Resmi, Kecamatan Cigudeg. Prolog ini sekaligus sebagai
pembuka cakrawala Desa Banyu Resmi, Kecamatan Cigudeg bagi
siapapun yang ingin tahu Desa Penuh Potensi yaitu Desa Banyu Resmi,
Kecamatan Cigudeg.

xxiv | KKN ILVIL 009 2016

BAB I
PENDAHULUAN

A. Dasar Pemikiran
Di era globalisasi saat ini, dengan semakin berkembangnya

teknologi, ilmu pengetahuan, dan keterbukaan informasi, bangsa
Indonesia harus memiliki permikiran yang maju dan cerdas agar bangsa
Indonesia tidak tertinggal dari bangsa lain, dan memposisikan diri
menjadi bangsa yang lebih baik sesuai dengan cita-cita Indonesia.
Namun, pada kenyataannya bangsa Indonesia masih tertinggal dari
bangsa lain. Mengingat pendidikan di Indonesia masih relatif rendah,
sehingga bangsa Indonesia cukup sulit menjadi bangsa yang lebih maju.

Mengatasi hal tersebut diperlukan kerjasama dan bantuan dari
berbagai pihak, baik pemerintah, pihak swasta, maupun kalangan
masyarakat itu sendiri dalam upaya membantu meningkatkan sumber
daya masyarakat, khususnya di pedesaan.

Mahasiswa merupakan salah satu bagian dari kalangan elit yang
terdidik dan terampil serta sebagai agen perubahan di masyarakat yang
semestinya memiliki perspektif yang lebih maju dan cerah, karena itu
akan melahirkan pola pikir masyarakat yang kreatif dan inovatif.
Tumbuhnya sikap kreatif dan inovatif ini akan membuat masyarakat
mengembangkan segala potensi yang mereka miliki menjadi hal yang
bernilai dan diperuntukkan demi kesejahteraan hidup.

Beranjak dari permasalahan tersebut, mahasiswa hadir dengan
membawa tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan,
penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Melalui pendidikan, mahasiswa disebut sebagai kaum terpelajar,
maka ilmu pengetahuan yang dimiliki diharapkan dapat memberikan
kontribusi untuk perubahan dan kemajuan di tengah masyarakat.
Melalui penelitian, sesuai keilmuan yang dipelajari diharapkan
menghasilkan pemikiran yang bermanfaat bagi diri dan masyarakat.

Melalui pengabdian masyarakat, mahasiswa peduli dengan
lingkungan sekitar dan memerlukan aksi langsung agar dapat dirasakan
manfaatnya oleh masyarakat.

Maka tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi tersebut dapat
diaplikasikan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN). Dengan upaya

1

pemberdayaan sumber daya manusia semaksimal mungkin sebagai
solusi atas permasalahan atau kesenjangan antara kondisi yang ditemui
dengan yang seharusnya terjadi setiap di lapisan masyarakat.

Perguruan Tinggi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif
Hidayatullah Jakarta merupakan suatu wadah pendidikan yang
bertujuan menghasilkan lulusan yang memiliki wawasan lapangan, di
samping menguasai berbagai teori yang ada serta mampu
mengintegrasikan segala aspek keilmuan dan keislaman sesuai dengan
visi yang dijunjung oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif
Hidayatullah. Sejalan dengan pentingnya pendidikan serta pengetahuan
sains dan teknologi yang selaras dengan aspek keislamannya, maka
kami mahasiswa-mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif
Hidayatullah Jakarta bermaksud mengadakan Kuliah Kerja Nyata
(KKN) Tahun Akademik 2016 di bawah bimbingan PPM dan dosen
pembimbing.

Berpijak pada pemikiran di atas, kami mahasiswa peserta KKN
Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berkomitmen untuk
melaksanakan KKN sebagai rasa tanggung jawab kami pada masyarakat
dan bukti transformasi ilmu yang diperoleh dalam perkuliahan. Oleh
karena itu, kami mahasiswa UIN Syarif Hidayatulah Jakarta yang akan
mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Banyu Resmi,
Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor berharap akan bantuan dan
dukungan nyata dari berbagai pihak demi berlangsungnya kegiatan
kelompok KKN ILVIL (Insieme Fil Village).

Desa Banyu Resmi merupakan lokasi yang kami terima langsung
dari PPM untuk pelaksanaan program KKN. Secara kondisi fisik
maupun sosial, Desa Banyu Resmi memiliki berbagai permasalahan yang
membutuhkan intervensi dari pihak luar agar dapat meningkatkan
kapasitas desa dan kemampuan warganya, agar dapat berubah menjadi
lebih baik lagi. Berbagai permasalahan tersebut diantaranya kurangnya
kesadaran akan pendidikan, rendahnya kepedulian lingkungan, masih
minimnya lapangan pekerjaan yang bisa dimaksimalkan, dan lain
sebagainya. Namun, tidak dipungkiri juga. Di sisi lain, Desa Banyu
Resmi memiliki potensi luar biasa yang bisa dimanfaatkan untuk
mengatasi berbagai permasalahan diatas, sehingga peran dari
keberadaan kelompok KKN kami di desa ini adalah menyalurkan

2 | KKN ILVIL 009 2016

potensi diri dan potensi desa sehingga permasalahan yang ada
diharapkan dapat terselesaikan atau berkurang.

Buku yang berjudul Pesona Senja Kebahagiaan Desa Banyu Resmi ini
memiliki makna yang cukup dalam bagi kami. Pemilihan judul tersebut,
diambil atas pertimbangan dari keyakinan kami bahwa selama KKN
yang hanya tiga puluh dua hari tidaklah cukup membantu untuk
membuat perubahan besar di masyarakat. Namun, cukup bagi kami
untuk dapat memberikan inspirasi dan kebahagiaan kepada mereka
melalui berbagai kegiatan dan pendekatan yang kami lakukan. Judul
buku tersebut juga mengindikasikan bahwa dengan adanya kehadiran
kami, dapat menciptakan hari baru yang selalu terbit dengan senja
kebahagiaan bagi para masyarakat Desa Banyu Resmi, sehingga dengan
adanya rasa kebahagiaan pada diri masyarakat akan mampu mendorong
mereka untuk dapat secara mandiri dan berkelanjutan membangun
desa.

B. Kondisi Umum Desa Banyu Resmi
Desa Banyu Resmi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor,

Provinsi Jawa Barat memiliki luas wilayah sekitar 938,5 Ha yang terbagi
menjadi 21 kampung dan merupakan daerah dataran tinggi. Desa Banyu
Resmi memiliki jumlah penduduk sampai dengan bulan Desember 2015
tercatat sebanyak 6.097 jiwa yang terdiri dari 3.206 jiwa berjenis
kelamin laki-laki dan 2.891 jiwa berjenis kelamin perempuan dengan
total 1.750 kepala keluarga yang tersebar di 7 Dusun, 14 Rukun Warga
(RW), dan 35 Rukun Tetangga (RT).

Kondisi ekonomi erat kaitannya dengan sumber mata pencaharian
penduduk dan merupakan jantung kehidupan bagi manusia.
Perekonomian Desa Banyu Resmi terbilang kelas menengah kebawah.
Pada umumnya masyarakat untuk memenuhi hidup sehari-hari
berprofesi sebagai buruh tani, karyawan swasta, dan petani.
Kesenjangan sosial yang terjadi di Banyu Resmi secara umum
diakibatkan belum tingginya kesadaran terhadap pentingnya
pendidikan. Penduduk di Banyu Resmi yang sebagian besar petani
penggarap lebih banyak bergantung kepada kondisi alam, dengan
penghasilan yang tidak menentu. Akan tetapi, mereka dapat memenuhi

Pesona Senja Kebahagiaan Desa Banyu Resmi | 3

kebutuhan sehari-harinya, dan masih belum memiliki pandangan hidup
yang lebih maju.

Masyarakat Desa Banyu Resmi adalah masyarakat yang religius
dan agamis, hal ini terbukti dengan kegiatan peribadatannya yang
masih kental dan bersifat berkelanjutan. Sikap dan pola hidup
masyarakat Desa Banyu Resmi merupakan cermin dan nilai-nilai
kehidupan beragama. Sebagai masyarakat yang beragama, tentunya
memerlukan sarana ibadah, dengan memiliki 20 masjid yang mana
masing-masing masjid ini memiliki majelis taklim baik dari pihak
perempuan maupun yang laki-laki.1

C. Permasalahan
Berdasarkan hasil survei lapangan dan laporan dari masyarakat

dengan pendekatan problem solving pada pelaksanaan KKN ini, maka
kelompok kami simpulkan terdapat beberapa permasalahn yang ada di
Desa Banyu Resmi antara lain sebagai berikut:

1. Bidang Pendidikan, masalah prioritas yang dihadapi adalah
masih banyaknya warga yang belum menyelesaikan pendidikan
formal setingkat SLTP dan SLTA. Selain itu, masih rendahnya
keinginan baik dari para orang tua maupun dari para murid untuk
lanjut sekolah. Minat baca para murid pun juga masih kurang, hal
ini dibuktikan dengan adanya perpustakaan namun jarang sekali
digunakan oleh para murid untuk membaca dan belajar disana,
selain itu tidak adanya buku-buku bacaan bagi anak-anak, koleksi
buku didominasi oleh buku-buku pelajaran saja. Selain itu, dari
aspek sarana dan prasarana, ada beberapa sarana di sekolah yang
masih belum ada inventarisnya seperti tiang bendera dan gawang
sekolah.

2. Bidang Lingkungan dan Sosial, masalah prioritas yang dihadapi
adalah belum adanya chemistry antara Kepala Desa dengan
Masyarakat Desa Banyu Resmi, dikarenakan Kepala Desa yang
terpilih bukanlah orang asli dari Desa Banyu Resmi. Selain itu,
masih banyak terdapat pernikahan di bawah umur, rata-rata anak
perempuan yang sudah tamat sekolah dasar memilih untuk

1 Catatan Observasi Lapangan, “Hasil Survei Lokasi KKN PpMM 2016 Desa Banyu
Resmi”, pada 15 Mei 2016

4 | KKN ILVIL 009 2016

menikah dibandingkan melanjutkan sekolah. Selain itu, dari
aspek sarana prasana, terdapat masalah seperti belum adanya
tanda jalan dan pembatas Desa Banyu Resmi dengan desa-desa
lain, sehingga akan menyulitkan bagi para pendatang untuk
mengetahui Desa Banyu Resmi. Selain itu, masalah dari aspek
kesehatan, masalah prioritas yang dihadapi adalah jauhnya lokasi
unit kesehatan yang dapat dijangkau oleh masyarakat Desa Banyu
Resmi. Dan lembaga kesehatan di Desa Banyu Resmi juga baru
didukung oleh UPT, untuk Puskesmasnya sendiri berada di
Kecamatan dan Rumah Sakit Umum Daerahnya terletak di
Leuwiliang sehingga akses untuk ke lokasi kesehatan dirasa masih
cukup sulit bagi para warga untuk berobat.
3. Bidang Ekonomi Kreatif, masalah prioritas yang dihadapi adalah
masih banyaknya masyarakat di Desa Banyu Resmi yang mencari
nafkah dengan cara menjadi penambang emas ilegal. Seperti kita
ketahui, bahwa menjadi penambang emas ilegal tidak bisa
menjadi pekerjaan yang permanen, sewaktu-waktu bisa saja habis
emas tersebut atau bahkan bisa saja tidak mendapat dukungan
dari pemerintah kota tersebut. Selain itu, bisa dikatakan
masyarakat Desa Banyu Resmi belum banyak yang memiliki usaha
sendiri, karena masih banyak masyarakat yang menjadi buruh tani
dan penambang emas ilegal.
4. Bidang Keagamaan, sejauh ini permasalahan yang dialami warga
terkait bidang agama adalah keinginan anak-anak dan remaja
untuk turut serta dalam kegiatan-kegiatan keagamaan seperti
pengajian, sholat berjamaah di masjid, dan lain sebagainya. Selain
itu, dari aspek sarana dan prasarana, ada beberapa sarana
keagaman yang masih belum banyak memiliki kekurangan mulai
dari belum adanya asbes di Majelis Taklim Kampung Lemah
Beureum, masih proses pembangunan untuk Pondok Pesantren di
Kampug Lemah Beurem, dan masih banyaknya TPA yang belum
memiliki al-Qur’an atau Iqra’ yang layak.
5. Bidang Kesenian, masalah pada bidang ini adalah belum adanya
pihak yang mampu mengembangkan potensi seni masyarakat.

Pesona Senja Kebahagiaan Desa Banyu Resmi | 5

D. Profil Kelompok KKN-PpMM 009
Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2016 Mahasiswa/i

Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini adalah KKN
ILVIL 009 yang merupakan akronim dari Insieme Fii Village. Adapun
makna dari nama kelompok KKN ini yaitu Insieme yang merupakan
bahasa Italia yang berarti Kebersamaan, Fii yang merupakan bahasa
Arab yang berarti di dalam/pada, dan juga Village yang merupakan
bahasa Inggris yang berarti Desa, sehingga apabila digabungkan KKN
ILVIL 009 memiliki arti “kebersamaan kelompok 009 dalam pengabdian di
desa”. Pemilihan nama kelompok KKN ini memiliki makna bahwa dalam
pengabdian di Desa yang hanya 32 hari saja haruslah dibentuk
kebersamaan yang kuat dari internal kami sendiri, karena apabila dari
internal kelompok kami sudah merasa solid dan tingkat kebersamaan
sudah kental maka output yang kami berikan kepada masyarakat pun
akan ikut maksimal.

Selain nama kelompok, kami juga memiliki
logo kelompok, logo kelompok ini juga
mencerminkan identitas diri kelompok KKN
ILVIL 009. Dari setiap simbol yang ada pada logo
memiliki makna, yaitu: lambang gunung bergaris biru
yang melambangkan lokasi pelaksanaan KKN
kelompok 009 yang berlangsung di daerah Gambar 1.1: Logo KKN ILVIL
Banyu Resmi yang merupakan wilayah pegunungan yang masih sejuk
udaranya; gambar bentuk manusia dengan berbagai warna yang sedang
bergandengan tangan melambangkan keberagaman peserta KKN yang
berasal dari berbagai disiplin ilmu, pengalaman dan latar belakang yang
saling support untuk terus bersama selama pengabdian di desa
berlangsung; Tulisan Insieme Fii Village dan KKN ILVIL 009 melambangkan
nama dari kelompok KKN 009 yang memiliki makna kebersamaan
kelompok 009 dalam pengabdian di desa; Tulisan UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta melambangkan identitas asal kami bahwa kami berasal dari
Kampus Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang mengusung nilai-
nilai knowledge, piety, dan integrity.

Setiap anggota kelompok KKN ILVIL 009 memiliki kemampuan
yang berbeda, hal inilah yang membuat setiap anggota dalam kelompok

6 | KKN ILVIL 009 2016

memiliki peranannya masing-masing dalam melakukan program kerja.
Berikut ini adalah kompetensi anggota kelompok KKN ILVIL 009:

Muhammad Nu’man adalah mahasiswa Jurusan Bahasa dan
Sastra Arab di Fakultas Adab dan Humaniora. Ia memiliki kompetensi
akademik pada bidang Pendidikan Keagamaan terutama Kajian Qur’an.
Selain itu, ia juga berkompeten pada jenis-jenis keterampilan seperti:
pembuatan karya seni berupa kaligrafi, dan olahraga berupa futsal.
Posisi dia saat ini adalah sebagai ketua kelompok.

Erna Putri Lestari adalah mahasiswi Jurusan Perbankan Syariah
di Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Ia memiliki kompetensi akademik pada
bidang Pendidikan Ekonomi seperti Akuntansi, Matematika dan
Perbankan Syariah. Selain itu, ia juga berkompeten pada jenis-jenis
keterampilan seperti: pembuatan karya seni dari kain flanel dan limbah
plastik, design grafis seperti CorelDRAW dan Photoshop. Posisi dia saat ini
adalah sebagai sekretaris.

Patimah Batubara adalah mahasiswi Jurusan Sejarah Kebudayaan
Islam di Fakultas Adab dan Humaniora. Ia memiliki kompetensi
akademik pada bidang Pendidikan Keagamaan terutama Kajian Al-
Quran dan Sejarah Kebudayaan Islam. Selain itu, ia juga berkompeten
pada jenis-jenis keterampilan seperti: memasak. Posisi dia saat ini
adalah sebagai bendahara.

Badru Hawasi adalah mahasiswa Jurusan Dirasat Islamiyah di
Fakultas Dirasat Islamiyah. Ia memiliki kompetensi akademik pada
bidang Pendidikan Keagamaan dan Dakwah Keagamaan. Selain itu, ia
juga berkompeten pada jenis-jenis keterampilan seperti: pembuatan
karya seni berupa kaligrafi, dan public speaking. Posisi dia saat ini adalah
sebagai koordinator divisi acara.

Afifah Azmi Sholihati adalah mahasiswi Jurusan Komunikasi
Penyiaran Islam di Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi. Ia memiliki
kompetensi akademik pada bidang Pendidikan Keagamaan, Bahasa
Arab dan Bahasa Inggris. Selain itu, ia juga berkompeten pada jenis-jenis
keterampilan seperti: pembuatan karya seni berupa kejainan tangan,
dan public speaking. Posisi dia saat ini adalah sebagai staff divisi acara.

Herisfina Fauziah adalah mahasiswi Jurusan Manajemen
Pendidikan di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Ia memiliki

Pesona Senja Kebahagiaan Desa Banyu Resmi | 7

kompetensi akademik pada bidang Pendidikan terutama Matematika
dan Ilmu Manajemen Pendidikan. Selain itu, ia juga berkompeten pada
jenis-jenis keterampilan seperti: tari tradisional dan memasak. Posisi dia
saat ini adalah sebagai koordinator divisi konsumsi.

Ahmad Fachri adalah mahasiswa Jurusan Ekonomi Syariah di
Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Ia memiliki kompetensi akademik pada
bidang Ekonomi seperti Ekonomi Syariah. Selain itu, ia juga
berkompeten pada jenis-jenis keterampilan seperti: design grafis,
photography dan silat. Posisi dia saat ini adalah sebagai koordinator divisi
humas.

Muhammad Fajar Khamil adalah mahasiswa Jurusan Akidah
Filsafat di Fakultas Ushuluddin. Ia memiliki kompetensi akademik
pada bidang Olahraga dan Pelatihan Kepemimpinan. Selain itu, ia juga
berkompeten pada jenis-jenis keterampilan seperti: futsal, sepak bola
dan pramuka. Posisi dia saat ini adalah sebagai koordinator divisi
akomodasi dan perlengkapan.

Puja Ahmad Habibi adalah mahasiswa Jurusan Teknologi
Infomarsi di Fakultas Sains dan Teknologi. Ia memiliki kompetensi
akademik pada bidang Bahasa Inggris dan IT. Selain itu, ia juga
berkompeten pada jenis-jenis keterampilan seperti: bermain gitar.
Posisi dia saat ini adalah sebagai koordinator divisi dokumentasi.

Rahmawati Rahayu adalah mahasiswi Jurusan Teknologi
Infomarsi di Fakultas Sains dan Teknologi. Ia memiliki kompetensi
akademik pada bidang Matematika dan IT. Selain itu, ia juga
berkompeten pada jenis-jenis keterampilan seperti: paskibraka dan
pelatihan baris berbaris, serta photography. Posisi dia saat ini adalah
sebagai staff divisi dokumentasi.

E. Fokus atau Prioritas Program
Berdasarkan observasi permasalahan serta kapasitas dan

kemampuan kelompok, kami memutuskan, fokus dan prioritas program
kerja kelompok KKN ILVIL 009 mencakup bidang pendidikan,
ekonomi kreatif, agama, dan lingkungan dan sosial, serta kesenian
dengan rincian sebagai berikut:

8 | KKN ILVIL 009 2016

Tabel 1.1: Fokus Permasalahan dan Prioritas Program

Fokus Prioritas Program & Kegiatan
Permasalahan

Bidang ILVIL BERPENDIDIKAN
Pendidikan Kegiatan Pelayanan Amaliyatud Tadris (Kegiatan
Belajar Mengajar)
Bidang Kegiatan Pelayanan Pemutaran Film Edukasi
Ekonomi Kegiatan Pemberdayaan Pelatihan Bahasa
Kreatif Kegiatan Pemberdayaan Pelatihan
Paskibraka&Baris-Berbaris
Bidang Kegiatan Pelayanan Pengadaan Buku Bacaan
Keagamaan untuk Anak-anak

Bidang ILVIL BANGUN PENDIDIKAN
Lingkungan Kegiatan Pelayanan Pengadaan Tiang Bendera
dan Sosial Kegiatan Pelayanan Pengadaan Gawang di
Sekolah

ILVIL BERKREASI
Kegiatan Pemberdayaan Pelatihan Bisnis Kreatif

ILVIL BERAGAMIS
Kegiatan Pelayanan Tahsin Qur’an
Kegiatan Pelayanan Tabligh Akbar
Kegiatan Pelayanan Pengajian Majelis Taklim
Kegiatan Pemberdayaan Pengadaan al-Qur’an &
Iqra’

ILVIL BANGUN RELIGI
Kegiatan Pelayanan Renovasi dan Pembuatan
Plang Nama Majelis Taklim
Kegiatan Pelayanan Renovasi Pondok Pesantren

BERSAMA ILVIL SEHAT
Kegiatan Pelayanan Gerakan Minggu Sehat
Kegiatan Pelayanan Gerakan Gotong Royong

ILVIL PEDULI SESAMA
Kegiatan Pelayanan Barbeque (Barang Bekas
Berkualitas)
Kegiatan Pelayanan Nonton + Ngeliwet bareng
Warga
Kegiatan Pelayanan Santunan Anak Yatim dan
Jompo

Pesona Senja Kebahagiaan Desa Banyu Resmi | 9

Bidang ILVIL EKSPOSE BANYU RESMI
Kesenian Kegiatan Pemberdayaan Banyu Resmi Goes to
Public

ILVIL BANGUN BANYU RESMI
Kegiatan Pelayanan Pengadaan Batas Desa

ILVIL PEDULI SENI
Kegiatan Pelayanan Perayaan 17 Agustus
Kegiatan Pemberdayaan Pelatihan Marawis

F. Sasaran atau Target

Berdasarkan program kerja yang akan dijalani, agar sesuai

dengan kemampuan berpikir dan kondisi masyarakat, kami

menganalisa sasaran dan target yang kami susun dengan tabel

dibawah ini:

Tabel 1.2: Sasaran dan Target Program Kerja KKN ILVIL 009

No Kegiatan Sasaran Target
2 orang ustadzah di

Ustadzah di Kampung Lemah

Kegiatan Kampung Beurem, Desa Banyu

1 Pelayanan Tahsin Lemah Resmi terbantu dalam

Qur’an Beurem, Desa kegiatan belajar

Banyu Resmi mengajar ngaji kepada

anak-anak

200 warga Desa Banyu

Resmi mendapatkan

2 Kegiatan Warga Desa informasi tentang
Pelayanan Tabligh Banyu Resmi pentingnya kajian
Akbar agama Islam serta

mempererat tali

silaturahmi

Ibu-ibu dan 20 Ibu-ibu dan 20

3 Kegiatan Bapak-bapak Bapak-bapak di
Pelayanan di Majelis Majelis Taklim
Pengajian Majelis Taklim Kampung Lemah
Taklim Kampung Beureum dan
Lemah Kampung Ciawi, Desa

Beureum dan Banyu Resmi

10 | KKN ILVIL 009 2016

Kegiatan Kampung mendapatkan materi
Ciawi, Desa keagamaan yang
4 Pemberdayaan Banyu Resmi dibawakan dengan
Pengadaan al- gaya modern
TPA 1 TPA di Kampung
Quran & Iqra’ Kampung Lemah Beureum, 1 TPA
Lemah di Kampung Ciawi,
Kegiatan Beureum, dan 1 TPA di Kampung
Kampung Tajug Desa Banyu
Pelayanan Ciawi, Resmi mendapatkan
Kampung perlengkapan ibadah
5 Renovasi dan Tajug Desa berupa al-Qur’an dan
Pembuatan Plang Banyu Resmi Iqra’

Nama Majelis Majelis 1 Majelis Taklim
Taklim, Kampung Lemah
Taklim Kampung Beureum direnovasi
Lemah dan mendapatkan
Kegiatan Beureum plang nama

6 Pelayanan Pondok 1 Pondok Pesantren
Renovasi Pondok Pesantren Kampung Lemah
Kampung Beureum direnovasi
Pesantren Lemah
Beureum 4 Guru SDN Banyu
Kegiatan Resmi 01 dan 7 Guru
Pelayanan Guru SDN SDN Cikawung 02
7 Amaliyatud Tadris Banyu Resmi terbantu dalam
(Kegiatan Belajar 01 dan SDN kegiatan belajar
Mengajar) Cikawung 02 mengajar
90 siswa/i di SDN
Kegiatan Siswa/i di Banyu Resmi 01 dan
SDN Banyu SDN Cikawung 02
8 Pelayanan Resmi 01 dan mendapatkan
Pemutaran Film SDN pengajaran nilai-nilai
Cikawung 02
Edukasi

Pesona Senja Kebahagiaan Desa Banyu Resmi | 11

pendidikan dan

nasionalisme melalui

audio visual

40 siswa/i SDN

Cikawung 02

Kegiatan Siswa/i SDN mendapatkan
9 Pelayanan Cikawung 02 pelatihan percakapan
sehari-hari bahasa
Pelatihan Bahasa

Inggris dan bahasa

Arab

Kegiatan 20 siswa/i SDN Banyu
Resmi 01 mendapatkan
Pemberdayaan Siswa/i SDN pelatihan paskibraka
dan baris-berbaris
10 Pelatihan Banyu Resmi

Paskibraka&Baris- 01

Berbaris

20 anak-anak di

Anak-anak di Kampung Lemah

Kegiatan Kampung Beurem dan Kampung

Pelayanan Lemah Demplot, Desa Banyu

11 Pengadaan Buku Beurem dan Resmi mendapatkan

Bacaan untuk Kampung buku bacaan guna

Anak-anak Demplot, Desa mendukung

Banyu Resmi pentingnya membaca

bagi anak-anak

Kegiatan 1 tiang bendera
Tiang bendera dipasang di halaman
12 Pelayanan
Pengadaan Tiang SDN Banyu Resmi 01

Bendera

Kegiatan

Pelayanan 2 tiang gawang

13 Pengadaan Tiang gawang dipasang di halaman

Gawang di SDN Banyu Resmi 01

Sekolah

14 Kegiatan Ibu-ibu 25 ibu-ibu Kampung
Pemberdayaan Kampung Lemah Beurem

12 | KKN ILVIL 009 2016

Pelatihan Bisnis Lemah mendapatkan

Kreatif Beureum pelatihan pengolahan

limbah sampah plastik

5 karung pakaian layak

Kegiatan dengan harga yang

15 Pelayanan Barbeque Pakaian layak murah tersedia bagi
(Barang Bekas ibu-ibu Kampung

Berkualitas) Lemah Beurem, Desa

Banyu Resmi

20 warga Kampung

16 Kegiatan Warga Lemah Beureum, Desa
Pelayanan Nonton Kampung Banyu Resmi
Lemah berpartisipasi dalam
+ Ngeliwet bareng Beureum, Desa
Warga Banyu Resmi nonton dan ngeliwet
bersama guna
memperat tali

silaturahmi

20 warga Kampung

Kegiatan Warga Lemah Beureum, Desa
Kampung Banyu Resmi
17 Pelayanan Lemah berpartisipasi dalam
Gerakan Gotong Beureum, Desa kerja bakti
Banyu Resmi membersihkan
Royong

lingkungan

2 orang pegawai di

18 Kegiatan Pegawai Desa Kantor Desa Banyu
Pelayanan Banyu di Kantor Resmi mendapatkan
Resmi Goes to Public Desa Banyu pelatihan pengelolaan
Resmi
website Desa Banyu

Resmi

Kegiatan Warga 20 orang warga
Kampung Kampung Lemah
19 Pelayanan Lemah Beureum, Desa Banyu
Gerakan Minggu Beureum, Desa Resmi berpartisipasi
Banyu Resmi dalam senam bersama
Sehat

Pesona Senja Kebahagiaan Desa Banyu Resmi | 13

Kegiatan Anak yatim 50 anak yatim dan

20 Pelayanan dan jompo di jompo di Desa Banyu
Santunan Anak Desa Banyu Resmi mendapatkan

Yatim dan Jompo Resmi santunan

Kegiatan 2 tugu batas desa

21 Pelayanan Tugu batas dibangun di batas
Pengadaan Batas desa barat Desa Banyu

Desa Resmi

Warga 100 warga Kampung

Kampung Lemah Beureum,

Kegiatan Lemah Kampung Ciawi, dan
Beureum, Kampung Tajug Desa
22 Pelayanan Kampung Banyu Resmi terbantu
Perayaan 17 Ciawi, dan dalam
Kampung penyelenggaraan
Agustus

Tajug Desa perlombaan HUT RI

Banyu Resmi ke-71

Santri Pondok 13 santri Pondok

Kegiatan Pesantren Pesantren Kampung

23 Pemberdayaan Kampung Lemah Beureum

Pelatihan Marawis Lemah mendapatkan

Beureum pelatihan marawis

G. Jadwal Pelaksanaan Program
Adapun jadwal pelaksanaan program yang kami lakukan selama

KKN ini berlangsung memiliki 3 bagian yaitu sebagai berikut:

1. Pra-KKN PpMM 2016

Tabel 1.3: Jadwal Kegiatan Pra KKN PpMM

No. Uraian Kegiatan Waktu
1 Pembentukan Kelompok 13 April 2016
2 Pembekalan 13 April 2016
06 Mei 2016
3 Survei Lokasi Desa KKN 17 Mei 2016
22 Juni 2016
4 Konsultasi ke Dospem KKN 19 Mei 2016

14 | KKN ILVIL 009 2016

5 Penyusunan Proposal 26 Juni 2016
6 Pengumpulan Proposal 01 Juni 2016
19 Juli 2016
7 Penyebaran Proposal 20 Juli 2016
21 Juli 2016
8 Pelepasan dari Kampus 22 Juli 2016
25 Juli 2016

2. Pelaksanaan Program Kerja di Desa Banyu Resmi

Tabel 1.4: Pelaksanaan Program Kerja di Desa Banyu Resmi

No. Uraian Kegiatan Waktu

1 Pembukaan di Lokasi KKN 26 Juli 2016

2 Pengenalan Lokasi dan Mayarakat 25-27 Juli 2016

3 Implementasi Program 28 Juli-25 Agustus
2016

4 Penutupan 23 Agustus 2016

26 Juli 2016

5 Kunjungan Dosen Pembimbing 09 Agustus 2016

23 Agustus 2016

3. Laporan dan Evaluasi Program

Tabel 1.5: Laporan dan Evaluasi Program KKN PpMM 2016

No. Uraian Kegiatan Waktu

1 Penyusunan Buku Laporan Hasil 1 Sep-15 Okt 2016
KKN-PpMM Kel. 009

2 Penyelesaian dan Pengunggahan 1 Sep-15 Okt 2016
Film Dokumenter

3 Pengesahan dan Penerbitan Buku 02 April 2017
Laporan

4 Pengiriman Buku Laporan Hasil 11-23 April 2017
KKN-PpMM

Pesona Senja Kebahagiaan Desa Banyu Resmi | 15

H. Pendanaan
Adapun terkait pendanaan untuk kegiatan KKN pada kelompok

009 adalah sebagai berikut:

1. Pendanaan

Tabel 1.6: Pendanaan KKN ILVIL 009

No. Uraian Asal Dana Jumlah
10.000.000,-
1 Kontribusi Mahasiswa Anggota Rp
Kelompok KKN @Rp 1.000.000,- 5.000.000,-
15.000.000,-
Dana Penyertaan Program

2 Pengabdian Masyarakat oleh Rp
Dosen (PpMD 2016)

Total Rp

2. Sumbangan

Tabel 1.7: Penerimaan Sumbangan KKN ILVIL 009

No. Uraian Asal Dana Jumlah
Rp 200.000,-
1 Dompet Dhuafa Rp 1.000.000,-
Rp 372.000,-
2 Sumbangan Dosen Pembimbing
Rp 2.028.000,-
3 Hasil Penjualan Baju Layak Pakai
Buku Bacaan
4 Sumbangan dari Keluarga Anggota Buku Pelajaran SD
KKN
2 al-Qur’an
5 Afifah Azmi Sholihati 5 Iqra’

6 Rahmawati Rahayu 10 al-Qur’an
10 Iqra’
7 Puja Ahmad Habibi
8 Erna Putri Lestari 3 al-Qur’an

I. Sistematika Penulisan
Sub bab ini merupakan kerangka logis yang menunjukkan

pembahasan dalam buku Pesona Senja Kebahagiaan Desa Banyu Resmi. Pada
buku ini, disusun menjadi tujuh bagian yang terdiri dari:

Prolog, bagian ini merupakan refleksi Dosen Pembimbing selaku
editor buku dalam melihat pelaksanaan KKN-PpMM di Desa Banyu
Resmi tahun 2016.

16 | KKN ILVIL 009 2016

Bab I Pendahuluan, bagian ini berisi gambaran umum tentang
pelaksanaan KKN-PpMM dari kelompok 009 dimulai dari latar
belakang pelaksanaan KKN-PpMM di Desa Banyu Resmi, kondisi
umum lokasi Desa Banyu Resmi, permasalahan yang ada di Desa Banyu
Resmi, profil dari kelompok KKN 009, fokus atau prioritas program
kerja yang dilaksanakan, sasaran dan target dari program kerja yang
dilaksanakan, jadwal pelaksanaan KKN-PpMM, serta sumber
pendanaan untuk mendukung kegiatan KKN-PpMM di Desa Banyu
Resmi.

Bab II Tinjauan Teori, bagian ini berisi teori-teori yang
dikemukan oleh para ahli dan merujuk pada buku bacaan mengenai
pemberdayaan masyarakat melalui intervensi sosial yang dilakukan oleh
KKN ILVIL di Desa Banyu Resmi. Bab ini bertujuan untuk memberikan
kerangka teoritis atas pelaksanaan KKN-PpMM di Desa Banyu Resmi.

Bab III Kondisi Desa Banyu Resmi, bagian ini berisi gambaran
umum mengenai kondisi Desa Banyu Resmi yang dilihat dari profil Desa
Banyu Resmi secara umum, aspek geografis, aspek demografis yang
dilihat dari sisi jenis kelamin, pendidikan, mata pencaharian, serta dari
sarana dan prasarana Desa Banyu Resmi yang data-datanya diperoleh
dari Form Hasil Survei KKN.

Bab IV Deskripsi Hasil Pelayanan dan Pemberdayaan, bagian
ini berisi matriks SWOT dari berbagai bidang yang disesuaikan dengan
permasalahan yang ada pada bab I, dengan disimpulkan pada beberapa
program kerja yang muncul pada tiap-tiap bidang. Selain itu, dibahas
juga mengenai hasil pelayanan dan pemberdayaan dari tiap-tiap
program kerja yang dibuat dalam bentuk tabel lengkap dengan foto
kegiatan. Selain itu, dibahas pula mengenai faktor-faktor yang menjadi
pencapaian hasil tersebut.

Bab V Penutup, bab ini berisi gambaran umum hasil usulan
program pemecahan masalah yang dicantumkan di bab I. Selain itu,
dibahas pula mengenai hal-hal apa saja yang harus direkomendasikan
kepada beberapa pihak.

Epilog, bab ini berisi kesan dan pesan masyarakat setempat dan
juga mahasiswa KKN ILVIL tentang pengalaman kegiatan KKN-PpMM
selama satu bulan di Desa Banyu Resmi.

Pesona Senja Kebahagiaan Desa Banyu Resmi | 17

“Kemajuan merupakan kata yang merdu. Tetapi
perubahanlah penggeraknya dan perubahan
mempunyai banyak musuh.”
-Robert F. Kennedy-

18 | KKN ILVIL 009 2016

BAB II
METODE PELAKSANAAN PROGRAM

A. Metode Intervensi Sosial
Al-Qur’an sebagai pegangan hidup umat Islam banyak

membicarakan tentang pentingnya kesejahteraan sosial serta keadilan
sosial dalam masyarakat. Menurut Maulana W. Khan dalam Lessy,
menyatakan kontribusi Islam dalam kepeduliannya terhadap keadilan
sosial dapat dilihat pada tiga topik utama. Pertama, al-Qur’an
merupakan formulasi dari suatu ideologi yang lengkap membicarakan
tentang keadilan, kesejajaran serta kesejahteraan sosial untuk manusia.
Kedua, al-Qur’an memberikan dorongan untuk mengadaptasikan
ideologi ini. Ketiga, al-Qur’an mendorong penegakan keadilan,
kesejajaran, dan kesejahteraan sosial dalam semua aspek kehidupan
manusia.2 Dari aspek keagaman saja, Islam sangat mengedepankan
kesejahteraan sosial. Untuk itu, penulis memberikan latar belakang
mengapa kesejahteraan sosial itu sangat amat penting untuk dilakukan.

Dalam kajian Psikologi dan Kesejahteraan Sosial, istilah intervensi
sosial lebih banyak digunakan.3 Intervensi sendiri menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia (2008) diartikan sebagai campur tangan dalam
suatu masalah. Selanjutnya yang dimaksud dengan Intervensi Sosial
dalam (Kamus Social Work Dictionary Edisi 3) adalah keterlibatan pekerja
sosial dalam penyelesaian masalah antar kelompok, dalam kejadian-
kejadian baik dalam perencanaan kegiatan-kegiatan atau kelompok
konflik individu. Sedangkan Intervensi dalam kerangka pekerjaan sosial
adalah membantu individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat
menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan adanya
ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan pada ketahanan sosial
yang mereka hadapi.4

2 Nurul Husna, “Ilmu Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial”, Jurnal Al Bayan,
Vol. 20, No. 29 (Januari-Juni 2014) h. 45- 57

3 Eva Nugraha, Panduan Penyusunan Buku Laporan Hasil KKN-PpMM 2016 (Ciputat:
Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, 2016) h. 23

4 La Tatong, dkk. “Hubungan Intervensi Pekerja Sosial dengan Perubahan
Perilaku Sosial Penyandang Cacat dalam Beradaptasi Sosial.” Analisis Vol. 1,1 (Juni
2012) h. 78-84

19

Metode intervensi sosial merupakan perubahan terencana yang
dilakukan oleh pelaku perubahan (the agent of change) terhadap sasaran
perubahan (target of change) yang terdiri dari individu, keluarga,
komunitas, organisasi dan masyarakat yang lebih luas.5

Intervensi sosial menunjuk pada area intervensi dan tujuan, yang
mana tujuan dari intervensi sosial adalah untuk memperbaiki fungsi
sosial kelompok sasaran perubahan, fungsi sosial dikatakan sudah
dicapai apabila jarak antara harapan dan kenyataan tidak terlalu jauh.
Dengan kata lain, intervensi sosial bertujuan untuk memperkecil jarak
bahkan ingin menyamakan harapan lingkungan dengan kondisi riilnya.6

Dalam isu intervensi dan pengembangan masyarakat hal yang
paling ditekankan adalah membedakan antara “kebutuhan” dan
“keinginan” masyarakat, Sehingga nantinya program menjadi tepat
guna, tepat sasaran dan harus didasarkan pada kebutuhan bukan pada
keinginan masyarakat. Kami asumsikan umpamanya memperhatikan
kebutuhan akan sarana infrastruktur ‘jalanan’ dalam suatu desa lebih
penting dari pada memenuhi keinginan mereka untuk berlomba-lomba
mempercantik rumahnya masing-masing karena apabila sarana akses
‘jalanan’ sudah bagus dan mudah maka nantinya akan berpengaruh pula
pada pembangunan sarana infrastruktur lainnya. Akan tetapi perlu
dipahami pula bahwasannya kebutuhan tidak selalu bersifat absolut,
karena itu perlu diperhatikan masalah prioritas dan relativitas dari
kebutuhan masyarakat.7

Pada skala prioritas yang harus diperhatikan dalam
pengembangan masyarakat, merupakan tugas dari seorang community
worker untuk mengetahui mana yang lebih mendasar dan mana yang
lebih memberikan efek paling besar dan luas terhadap kesejahteraan
masyarakat. Dalam hal ini, kami akan mencoba menguraikan beberapa
metode yang kami gunakan, yang mana metode ini dapat digunakan
sesuai dengan kondisi, baik kondisi objektif masyarakat sasaran

5 Isbandi Rukminto Adi, Intervensi Komunitas Pengembangan Masyarakat Sebagai
Upaya Masyarakat (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2008) h. 40

6 Totok Mardikanto dan Poerwoko Soebianto, Pemberdayaan Masyarakat Dalam
Prespektif Kebijakan Publik (Bandung: Penerbit Alfabeta, 2014) h. 167

7 Handoko Suwarna, Strategi Membentuk Masyarakat Madani (Yogyakarta: Pusaka
Abadi Press, 1998) h. 81

20 | KKN ILVIL 009 2016

ataupun kondisi kelompok mahasiswa KKN sebagai community worker8.
Metode-metode yang digunakan, antara lain sebagai berikut:9

1. Studi Pustaka dan Data Sekunder
Metode studi pustaka dapat dilakukan dengan cara

mempelajari dokumen-dokumen terkait masyarakat setempat
berupa laporan-laporan pembangunan, profil daerah, laporan;
laporan program pengembangan masyarakat yang sudah pernah
dilakukan dilokasi sasaran dari community worker sebelumnya. Atau
dapat juga dilakukan dengan menelusuri data-data statistik yang
dimiliki oleh suatu instansi, departemen, lembaga penelitian,
lembaga swadaya masyarakat (LSM), atau arsip lainnya. Perlu
diperhatikan dalam mendapatkan atau menghimpun data
dianjurkan untuk mendapatkan data yang mencakup segala
aspek, artinya mencakup aspek seperti kesehatan, ekonomi,
pendidikan, agama, politik dan lain-lain. Data yang luas
cakupannya pun tidak perlu terlalu banyak, akan tetapi yang
paling penting adalah tingkat akurasi serta validasinya. Akurasi
dalam hal ini terkait dengan sumber data yang didapatkan
terpercaya atau tidak. Validasi dalam dalam hal ini terkait dengan
waktu, usahakan menggunakan data yang paling baru atau update
minimal gunakan data paling lama 2 tahun belakang, karena
apabila jika menggunakan data lama dikhawatirkan kondisi
sudah berubah baik karena perubahan ilmiah ataupun karena
penerapan program oleh institusi lain.
2. Metode Delbecq (Nominal Group Process)

Metode Delbecq pada dasarnya adalah metode nominal group
prcess, namun lebih dikenal dengan nama salah seorang
pengembangnya yaitu Delbecq. Metode ini lebih efisien dan
efektif untuk menjaring informasi tentang masalah masyarakat
dan membuat prioritas masalah. Perlu dicatat bahwa metode ini
bukan untuk memecahkan masalah tetapi untuk identifikasi
masalah dan menyusun prioritas masalah.

8 Green, Youth Startegic To Be Leader (Bandung, Gema Pustaka, 1990) h. 104
9 Eva Nugraha dan Farid Hamzen, Pedoman Pelaksanaan Pengabdian kepada
Masyarakat oleh Mahasiswa (Jakarta: PPM UIN Jakarta, 2013) h. 63

Pesona Senja Kebahagiaan Desa Banyu Resmi | 21

3. Metode Diskusi Kelompok Terfokus (Focus Group
Discussion)
Metode riset kualitatif yang paling terkenal selain teknik
wawancara. FGD adalah diskusi terfokus dari suatu group untuk
membahas suatu masalah tertentu, dalam suasana informal dan
santai.

B. Strategi dalam Pemberdayaan Masyarakat
Sejalan dengan semangat paradigma pembangunan di era otonomi

yang mengakui kesetaraan proporsi sektor masyarakat, sektor negara
dan swasta sebagai stakeholders pembangunan, maka aksi-aksi
pemberdayaan masyarakat menjadi signifikan dilakukan. Hal ini
disadari keyakinan jika masyarakat menunjukan tingkat emansipasi
yang tinggi dalam segala kegiatan pembangunan, maka secara tidak
langsung mereka telah memperkuat kemampuan bangsanya sendiri
dalam menghadapi dinamika perubahan pada lingkup regional maupun
global. Dari sini upaya pengembangan dan pemberdayaan masyarakat
seharusnya menjadi bagian integral dari upaya suatu bangsa dalam
rangka memperbaiki tingkat inisiasi, peran serta atau partsipasi dan
emansipasi para warganya dalam program pembangunan.10 Hal inilah
yang menjadi salah satu pendorong kami untuk melakukan program
pemberdayaan masyarakat, sebagai bentuk partisipasi kami dalam
membangun bangsa Indonesia melalui kegiatan PpMM (Pengabdian
pada Masyarakat oleh Mahasiswa).

Pemberdayaan masyarakat (community empowerment) kadang-
kadang sangat sulit dibedakan dengan penguatan masyarakat serta
pembangunan masyarakat (community development). Karena prakteknya
saling tumpang tindih, saling menggantikan dan mengacu pada suatu
pengertian yang serupa.11

Pemberdayaan masyarakat sendiri dalam pengertian yang lebih
luas, merupakan proses untuk memfasilitasi dan mendorong
masyarakat agar mampu menempatkan diri secara proporsional dan

10 Rauf A Hatu, “Pemberdayaan dan Pendampingan Sosial dalam Masyarakat:
Suatu Kajian Teoritis” Jurnal INOVASI, Vol. 7, No. 4 (2010) h. 240-254

11 M. Nur Rianto Al-Arif, “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Wakaf Uang”,
Jurnal Asy-Syir’ah, Vol. 44, No. II (2010) h. 813 - 828

22 | KKN ILVIL 009 2016

menjadi pelaku utama dalam memanfaatkan lingkungan strategisnya
untuk mencapai suatu keberlanjutan dalam jangka panjang.
Pemberdayaan masyarakat memiliki keterkaitan erat dengan sustainable
development dimana pemberdayaan masyarakat merupakan suatu
prasyarat utama serta dapat diibaratkan sebagai gerbong yang akan
membawa masyarakat menuju suatu keberlanjutan secara ekonomi,
sosial dan ekologi yang dinamis. Lingkungan strategis yang dimiliki
oleh masyarakat lokal antara lain mencakup lingkungan produksi,
ekonomi, sosial dan ekologi. Melalui upaya pemberdayaan, warga
masyarakat didorong agar memiliki kemampuan untuk memanfaatkan
sumberdaya yang dimilikinya secara optimal serta terlibat secara penuh
dalam mekanisme produksi, ekonomi, sosial dan ekologinya.12

Pengembangan masyarakat merupakan salah satu metode
pekerjaan sosial yang tujuan utamanya untuk memperbaiki kualitas
hidup masyarakat melalui pendayagunaan sumber-sumber yang ada
pada mereka, serta menekankan prinsip partisipasi sosial. Sebagai
sebuah metode pekerjaan sosial, pengembangan masyarakat menunjuk
pada interaksi aktif antar pekerja sosial dan masyarakat dengan mana
mereka terlibat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan
dan evaluasi suatu program pembangunan kesejahteraan sosial atau
usaha kesejahteraan sosial.13

Berbicara mengenai pendekatan dalam pemberdayaan
masyarakat, penulis merujuk pada penjabaran Bapak Eva Nugraha
ketika pembekalan awal KKN tahun 2016, bahwa ada beberapa
pendekatan yang bisa kami pilih untuk melaksanakan kegiatan KKN
selama satu bulan penuh di desa yang telah ditentukan, yaitu Problem
Solving Approach, merupakan pendekatan pengembangan masyarakat
yang menekankan pada tiga elemen penting berupa kolektivitas
masyarakat, letak geografis, pelembagaan yang memberikan identitas
khusus. Strength Based Approach, merupakan pendekatan pengembangan
masyarakat yang lebih menekankan pada kekuatan yang dimiliki oleh
masyarakat. Salah satu bentuk dari pendekatan ini adalah Asset Based

12 Ibid.
13 Edi Suharto, Membangun Masyarakat Membangun Rakyat (Bandung: Rafika
Aditama, 2009) h. 37

Pesona Senja Kebahagiaan Desa Banyu Resmi | 23

Community Development (ABCD), yang menurut Green & Haines (2002)
merupakan suatu konsep pengembangan masyarakat yang didasarkan
pada aset lokal suatu wilayah. Aset tersebut dikembangkan sehingga
dapat memecahkan masalah-masalah yang terdapat di wilayah
tersebut.14

Dari beberapa pendekatan, penulis menggunakan pendekatan
Problem Solving Approach, yang merupakan suatu keterampilan yang
meliputi kemampuan untuk mencari informasi, menganalisis situasi dan
mengidentifikasi masalah dengan tujuan untuk menghasilkan alternatif,
sehingga dapat mengambil suatu tindakan keputusan untuk mencapai
sasaran sesuai dengan metode yang digunakan.15 Seperti yang
dijabarkan pada pembekalan awal KKN PpMM 2016 kemarin, ada
beberapa tahapan yang harus dilakukan apabila menggunakan
pendekatan Problem Solving Approach, yaitu melakukan identifikasi
masalah, menggerakkan sumber daya yang ada berupa SDM dan SDA,
merencanakan dan membuat program, pemecahan masalah, dan yang
terakhir adalah evaluasi.16

Adapun penulis sendiri melakukan beberapa hal yaitu pertama,
melakukan persiapan dan pendekatan langsung kepada masyarakat
baik di tingkatan Pejabat Desa, Ketua RT, Ustadz, Tokoh Masyarakat
dan para warga lainnya. Kedua, melihat dan mengidentifikasi kondisi
Desa baik yang memiliki potensi maupun yang masih memiliki
kekuarangan yang penulis klasifikasikan dalam beberapa bidang seperti
keagamaan, pendidikan, lingkungan, sosial, budaya, ekonomi,
kesehatan, kesenian, dan kebiasaan masyarakat setempat. Ketiga,
penulis menyusun kegiatan program kerja KKN ILVIL 009 dengan
menggunakan Matriks SWOT per bidang, yang didasarkan pada hasil
pengamatan survei beberapa bidang seperti keagamaan, pendidikan,
lingkungan dan sosial, ekonomi, dan kesenian. Karena kelima bidang

14 Eva Nugraha, “Beberapa Catatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) PpMM 2016”,
Seminar Pembekalan Awal KKN PpMM 2016, disampaikan di Auditorium Harun Nasution
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada hari Rabu, 13 April 2016

15 Randy R. Wrihatnolo, Manajemen Pemberdayaan: Sebuah Pengantar dan Panduan
untuk Pemberdayaan Masyarakat (Jakarta: PT Elex Komputindo, 2007) h. 75

16 Eva Nugraha, “Beberapa Catatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) PpMM 2016”
Op.cit.

24 | KKN ILVIL 009 2016

tersebut yang menjadi concern bagi penulis di Desa Banyu Resmi.
Keempat, melakukan pemecahan masalah melalui implementasi program
kerja yang telah disetujui oleh Dosen Pembimbing dan dilihat memang
mampu untuk membangun dan memberdayakan masyarakat Desa
Banyu Resmi. Terakhir, penulis melakukan evaluasi program kerja
tersebut dengan cara menerbitkan buku Pesona Senja Kebahagiaan Desa
Banyu Resmi yang dapat menggambarkan kegiatan KKN ILVIL 009
dalam pengabdian di Desa Banyu Resmi.

Pesona Senja Kebahagiaan Desa Banyu Resmi | 25


Click to View FlipBook Version