Edisi 44 Oktober - Januari 2024 Kemuliaan Allah dan Damai Di Bumi Mamak-mamak Diva dari Sathora FFA KAJ dan Tiga Plakat Sathora Why Do We Need Jesus?
- - 2 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
DAFTAR ISI - - 3 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 Foto : Patricia 07 Dari Redaksi 04 06 Kata Sambutan 38 Sadari Breast Cancer 40 Fear Not! You are Not Alone 42 Berbagi Kasih Menjelang Natal 47 Sakramen Inisiasi (Pembaptisan, Krisma, dan Ekaristi) 48 Menuju Pertobatan Sejati 49 Talk Show Rohani 50 Why Do We Need Jesus? 51 Sembako dan Sukacita Jelang Natal 53 Misa Natal Anak dan Keluarga 54 Panggung Gembira Natal Lansia Sathora Liputan Dekanat 60 FFA KAJ dan Tiga Plakat Sathora Liputan 63 Kerendahan Hati 65 Mertua – Menantu – Ipar, Yakin Bisa Akur? 67 Kenangan Terindah Romo Bondi Untuk Umat Sathora 68 Bersama Kita Bisa 70 Mamak-Mamak Diva dari Sathora 72 “Yakin Jago Nyoblos? Senggol Dong!” 76 SANAMARE in Action di Wisma Samadi Jakarta 77 Devosi kepada Bunda Maria dan Persembahan 5.000 Mawar 78 Malam Minggu yang Tak Biasa 80 Ziarah Lansia Sathora ke Makam Para Romo di Marfati Selapajang 81 Cuan dan Berbuah?? Bisa Kok!! 82 Bazaar UKM Sathora dan Jakpreneur 84 Rm. Bondi dan MeRasul Cilik 86 Berbagi Kasih 90 Gebyar Gaharu 2023 91 Pencegahan Stunting 92 Tengkes Menanti Kepedulian Kita 95 Deklarasi Rumah Ibadah Ramah Anak Liputan WKRI 96 WKRI Ranting St.Teresa Kalkuta/ Puri Kencana 98 RAPAT KERJA Wanita Katolik Republik Indonesia Santo Thomas Rasul 100 Belarasa WKRI Sathora Liputan Mancanegara 102 Kandang Natal yang Dikunjungi Yohanes Paulus II Setiap Tahun, dan Kreator Kejutannya 60 104 Liputan 108 Santo-Santa 113 31 Khazanah Gereja 33 38 55 Liputan Khusus 24 Profil 25 26 Karier 27 28 Konsultasi Keluarga 30 35 Lensathora 37 10 Sajian Utama 20 116 Kesaksian Iman 118 119 Serbaneka
- - 4 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 I bu/Bapak, Saudara/I dan orang muda di paroki St. Thomas Rasul yang saya kasihi. Melalui media majalah digital MeRasul ini, pertama-tama, saya hendak mengucapkan Selamat Hari Natal 2023 dan Tahun Baru 2024. Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengusung tema Natal tahun 2023 dengan judul “Kemuliaan bagi Allah dan Damai Sejahtera di Bumi (Luk 2: 1-4)”. Hal ini sangat relevan dengan perayaan Natal di paroki kita. Semoga damai sejahtera senantiasa hadir dalam keluarga-keluarga di Paroki St. Thomas Rasul ini. Kedua, saya hendak mengajak seluruh umat di paroki untuk tak henti-hentinya bersyukur atas tahun 2023 yang akan selesai ini, Banyak peristiwa penting di tahun 2023 yang patut kita syukuri ketika terjadi di paroki ini. Di tahun 2023 ini telah terjadi pergantian pengurus pastoral Paroki, mulai dari Dewan Paroki Harian, Dewan Paroki Inti dan Dewan Paroki Pleno. Semua boleh dikatakan terjadi dengan lancar karena pendampingan dan rahmat Tuhan. Panitia Pembangunan Gereja yang baru juga terbentuk di tahun 2023 dengan tantangan yang tentu lebih dinamis. Ketiga, syukur atas keluarnya Ijin Prinsip Pembangunan Rumah Ibadah untuk pembangunan Gereja Bunda Maria Penolong Abadi, pada tanggal 23 April 2023. Semoga pembangunan Gereja Bunda Maria Penolong Abadi dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan direncanakan. Keempat, syukur atas berjalannya program karya prioritas maupun program karya umum di Paroki St. Thomas Rasul yang sudah 90% telah di”eksekusi” Sambutan Pastor Kepala Paroki dengan baik dan lancar. Semoga ke depannya pelayanan Gereja St. Thomas Rasul kepada umat senantiasa semakin baik. Kita syukuri di tahun 2023, kita mohon penyertaan Allah di tahun 2024 dan semoga kehadiran Yesus di hati kita senantiasa membawa damai sejahtera serta kemuliaan bagi Allah. Sekali lagi, Selamat Hari Raya Natal 25 Desember 2023 dan Tahun Baru 1 Januari 2024 Salam dan doa saya, Rm. Sridanto Aribowo, Pr Rm. H. Sridanto Aribowo Nataantaka Pr - [Foto : dok. pribadi] - - 4 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 5 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 Sungguh sebuah perjalanan yang emejing - menurut kata netijen - yang bisa menggambarkan lika liku tugas kami sebagai panitia Natal Gereja Sathora 2023 dari wilayah Fransiskus. Tentu saja ada momen dimana kami merasa sedih, panik, gembira, galau, dan lain sebagainya. Namun, di atas kesemuanya, kami sungguh merasa bersyukur karena boleh mengalami kasih Tuhan, dan terutama sukacita di dalam DIA yang senantiasa membimbing kami lewat banyak orang yang kami temui dalam melaksanakan tugas kepanitiaan ini. Dimulai dari pergantian kepengurusan wilayah dan lingkungan dalam seluruh struktur parokial. Wilayah kami adalah wilayah yang paling muda dalam paroki Bojong Indah. Kami mengemban tugas dengan modal dengkul dan hati untuk mau melayani. Puji Tuhan, ada banyak sekali teman lama dan teman baru yang membantu dalam kepanitiaan maupun saat melaksanakan tugas dalam setiap sie. Setiap pribadi mempunyai keunikan, latar belakang, keahlian dan pertimbangan masing-masing. Tetapi semuanya memiliki kesatuan hati untuk memberi yang terbaik kepada Tuhan lewat pelayanan. Buahnya sungguh boleh dirasakan secara langsung maupun tidak langsung oleh seluruh umat. Semua kegiatan liturgis maupun non liturgis (semoga) telah memberikan sukacita dan pengalaman, baik untuk panitia maupun untuk umat. Dengan dana dari umat dan sumbangan dari banyak sponsor, ada kalender 2024 untuk setiap KK, ucapan Natal di MeRasul, kursi baru di gereja Notre Dame; donor darah dan bakti sosial; serta berbagai kegiatan sbb: Praise n Worship, seminar kesehatan, talkshow/ seminar rohani, konser Perjalanan Emejing bagi Wilayah Fransiskus Yani Yasinta - [Foto : dok. pribadi] orkestra, panggung gembira lansia yang semuanya itu sudah terlaksana dalam masa Natal 2023. Ibadat pertobatan, video katekese, kunjungan rumah lansia immobile untuk penerimaan sakramen rekonsiliasi, Misa Malam Natal, misa Natal, tutup Tahun, Tahun Baru, dan Misa hari Raya Epifani dengan pemberkatan kapur juga lengkap terlaksana dengan lancar. Harapan kami, semoga persembahan kami ini dapat bermanfaat dan semoga berkat dari Tuhan juga dirasakan oleh semua umat tanpa terkecuali. Banyak kendala tentunya, namun lebih banyak pertolongan Tuhan yang kami alami selama empat bulan dalam setiap langkah persiapan hingga selesai keseluruhan rangkaian acara Natal 2023. Jadi pada kesempatan ini, saya ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang sudah menjadi perpanjangan tangan Tuhan dalam membantu terlaksananya semua tugas kepanitiaan Natal 2023: - Rm Sridanto,Pr selaku Pastor Kepala Paroki Bojong Indah - Rm Bondi, Rm Ludo, dan Rm Ari selaku Pastor Rekan di paroki Bojong Indah - Segenap DPH Paroki Bojong Indah, khususnya Ibu Ellen, yang sekaligus menjabat sebagai DPH Pendamping Wilayah Fransiskus Xaverius dan Bu Cecil - Rm Tino, Rm Yustinus Ardianto, Rm Harry Liong - Semua sie, subsie dan teman-teman: Tatib (Bro Andry, AS, Iwan,Tatang, Andoko dan segenap tatib), Pembina, mentor dan teman-teman misdinar, prodiakon, Dorothea, korps lektor, tim JBI (juru bahasa isyarat dan komunitas teman tuli), tim Komsos dan AV (termasuk fotografer, merasul, dll), teman-teman BIA dan BIR, Sie PSE: Pak Alex dan UKM Sathora, pengurus taize, lansia dan OMK paroki, pengurus rumahtangga & karyawan gereja: kesekretariatan (Pak Franz, Esther, Alex), tim bendahara (Vio, Chy0 dan Lisa), pemeliharaan gedung, koster (Pak Pon, Steven, Gilang dan Suarez), keamanan (Pak Rasikun, Agus, Dedi, Aan, Firman, dkk), cleaning service (Rully, - - 5 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 6 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 Wati, Pak Hudi, Amri, dkk) - Teman-teman panitia Natal 2022: Bro Tio, Pak Djoko, Ci Acui, Ci Vien, Sis Jenny - Para sponsor dana maupun produk: Perusahaan maupun pribadi - Bro Jimmy, Riko, Rudy, Andy Halim, Harjanto, Pak Ganda, Pak Hari, Pak Marco, Pak Yongki, Sis Lucy Tj, Pak Edy, Pak Jhon, Bro Adam, Alfonso, Yus; sis Tutiek, Jennie, Felli, Cynthia, Maya, Silvana, Syanne, Novi, Yuli, Febyani, Acen, Wawa, Lanny, Rainer, Davino, Defi, Ivonne, Liva, Ci Ilda, Ci Janie, Bro Ponie, Pak Andreas, Fenny, Merlyn, Christin, Susy dan semua teman-teman warga lingkungan Fransiskus 1-2-3-4 yang sudah bekerjasama sepanjang kepanitiaan secara langsung maupun tidak langsung - Koor wilayah Lukas-Fransiskus: Kantata Serafim, - Komunitas Serafim, yang setia mendukung bersama panitia dalam rantai doa puasa - Komunitas BiB (Berbagi itu Bahagia) Bro Sebastian dan semua anggota BiB, - Sr Herlina, semua Suster dan karyawan Sekolah Notre Dame, - Ibu Agnes Widyastri, Pak Teddy Simanjuntak, Calvin, Helen dan seluruh anggota St Thomas Orchestra n Choir, - Sr Yanitha dan segenap Elementary Choir Sekolah Notre Dame, - Bu Suryani dan segenap choir sekolah Vianney - Matius Choir, - LOJ Worship & all team, - Jamaica Café, - Semua vendor, dan tentunya: Para Ketua, pengurus lingkungan beserta segenap umat paroki Bojong Indah yang tekun dan setia melaksanakan tugas dan tanggung jawab di tengah kesibukan pekerjaan dan aktivitas keluarga masingmasing. Tidak bisa disangkal, pasti ada kekurangan di sana sini, meskipun seluruh acara sudah kami persiapkan dengan sungguh-sungguh. Untuk itu, kami memohon maaf. Semoga kepanitiaan berikutnya bisa belajar dari kekurangan kami, sehingga umat paroki Sathora dapat terlayani dengan lebih baik lagi di masa mendatang. Kerjasama dan bantuan semua perangkat sipil dan aparatpun sungguh kami hargai: Pak Topo dan segenap jajaran Citra Bhayangkara, ormas di sekitar Gereja, yth Bapak Camat, Bapak Lurah, Bapak Kapolsek Cengkareng, semua ketua RW maupun ketua RT sekeliling gereja, dan seluruh warga sekitar gereja. Toleransi dan kerjasama antar warga yang mencerminkan keberagaman dalam negara kita yang sedang mempersiapkan pemilihan umum sungguh patut diacungi jempol. Akhir kata, dalam dinamika iman maupun pertumbuhan karakter kristiani kami sungguh mendapatkan percepatan luar biasa dalam kerja kepanitiaan Natal ini. Sungguh tepat jika dikatakan, asalkan kita mau, yang penting kita persiapkan hati, dan Tuhan sendirilah yang akan melengkapi semuanya tepat sesuai dengan rencana-Nya dan dalam waktu-Nya. Sungguh, Natal ini telah memberikan bukti melalui banyak pengalaman iman bagi saya pribadi: Allah Immanuel, Allah yang dekat, dan tidak pernah meninggalkan saya sendirian. Mungkin tidak mudah untuk menerobos kebiasaan untuk menjual tiket dengan menjatah setiap ketua lingkungan. Namun ternyata, terbukti bahwa umat kita juga punya hati untuk memberi dan bekerja tanpa pamrih untuk sukacita dan kebersamaan pertumbuhan semua umat. Semoga teman-teman juga merasakan Natal yang indah dan penuh sukacita. Berkah Dalem. Jakarta, di penghujung 2023 Yani Yasinta Ketua Panitia Natal - - 6 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
DARI REDAKSI - - 7 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 Moderator RD Benediktus Ari Darmawan, Pr. Pendamping Dewan Paroki Harian Rudy Haryanto Ketua Seksi Komunikasi Sosial Georgius Ferry Ciu Pemimpin Redaksi Venda Tanoloe Wakil Pemimpin Redaksi Yohanes Ady Redaktur Anastasia Prihatini Bill Toar Ekatanaya Asi Fatolly Panarto Jessica Wongsodiharjo Lily Pratikno Nila Pinzie Noviana Penny Susilo Samaria Purba Venda Tanoloe Yohanes Ady Kontributor Albertus Joko Tri Pranoto Daniel Julianto Emilia Jakob Henry Sutjipto Sinta Monika Tata Letak & Disain Patricia Navratilova Robertus Jalu Jeanne Catherine Silvanus Tricahyono Suhardibroto Foto Aditrisna Satria Budi Djunaedy Chris Maringka Erwina Atmaja Hans Darmawan Haryadi Gunawan Matheus Haripoerwanto Reynaldo Prayogo Media Digital Erdinal Hendradjaja Alamat GKP Paroki Santo Thomas Rasul Ruang 213 Jln. Pakis Raya G5/20 Bojong Indah Cengkareng, Jakarta Barat 11740 Telp. 021 581 0977, WA : 0811 826 692 Email : [email protected] Untuk kalangan sendiri www.sathora.or.id Paroki St. Thomas Rasul Jakarta parokisathora s.id/sathora Silakan like dan share Saudara-saudari MeRasul yang terkasih, Waktu bergulir cepatnya bukan main! Tiba-tiba kita tersadar … tahu-tahu sekarang sudah sampai di penghujung tahun, yaitu bulan Desember. Padahal sepertinya baru beberapa minggu saja kita menghadiri Misa Awal Tahun 2023, rangkaian liturgi Paskah, Misa Hari Kemerdekaan RI, dan HUT Sathora. Sejak awal tahun ini, kita sudah bergerak menjalankan semua kegiatan. Pergantian pengurus Gereja dari pucuk pimpinan sampai ke lingkungan-lingkungan, semuanya bekerja penuh semangat untuk berkarya. Program Karya diberbagai seksi, langsung disusun. Tanpa buang waktu, aneka acara kerohanian langsung diselenggarakan. Kepadatan jadwal sepanjang tahun 2023 dapat Pembaca saksikan mulai dari edisi-edisi yang lalu, bahkan sampai MeRasul edisi Natal inipun tetap penuh dengan aneka berita liputan. MeRasul edisi 44 ini memuat aneka kegiatan persembahan Panitia Natal yang bekerja keras demi melayani umat Sathora agar dapat bersuka Lepas Landas Meraih 2024 cita menyambut hari kelahiran Juru Selamat kita. Ada pula liputan PESPARANI III, pagelaran Konser Rindu Sungai-Mu, Bakti Sosial oleh Emaus Journey (EJ) mengunjungi panti asuhan Abhimata di Bintaro, dan keberhasilan Komsos Sathora dalam memproduksi film perdananya di rubrik Sajian Utama. Serta satu lagi yang harus kita ketahui pula, bahwa Panitia Pembangunan Gereja Bunda Maria Penolong Abadi (PPG BMPA) sudah mulai berjuang. Pasti akan ada banyak lagi peristiwa penting di tahun 2024 yang akan kita jalani. Mari! Tinggalkan tahun 2023, dan lepas landas berusaha meraih segala prestasi di tahun 2024. Sebagai penutup kata, perkenankanlah kami, Tim Redaksi MeRasul mengucapkan Selamat Natal 2023 dan Selamat Tahun Baru, 01 Januari 2024 Kemuliaan Bagi Allah dan Damai Sejahtera di Bumi Xu Li Jia
- - 8 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 9 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 10 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 SAJIAN UTAMA HADIAH NATAL buat SATHORA SAJIAN UTAMA - - 10 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 11 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 Saudara-saudara MeRasul yang terkasih, Persis satu bulan sebelum Natal, tepatnya tanggal 25 November 2023, paroki kita, St. Thomas Rasul – Bojong Indah mendapat hadiah yang bagus sekali! Film pendek berjudul TITIPAN, produksi KOMSOS Sathora, berhasil memenangkan tiga kategori dalam Festival Film Ardas – KAJ dengan tema KESEJAHTERAAN BERSAMA. Sutradara Ferry Ciu, yang sekarang sedang memangku tanggungjawab sebagai ketua Komsos Sathora, berhasil membawa pulang tiga buah plakat yaitu Juara Ketiga Penata Artistik Terbaik dan Juara Pertama Sutradara Terbaik, serta Juara Ketiga Pemeran Wanita Terbaik yang diraih oleh Laurene Aryani. Sebagai prestasi perdana Sathora di bidang perfilman, tidak hanya Sutradara dan Pemeran Wanitanya saja yang bersukacita. Melainkan orang-orang yang terlibat dalam pembuatan film TITIPAN ini semuanya juga ikut bahagia. Inilah Hadiah Natal untuk seluruh umat di Paroki Bojong Indah, St. Thomas Rasul!! Singkat kata…. Langsung saja kita ikuti cerita pengalaman mereka yang asyik, serta bagaimana kesan dan pesan mereka. Ferry Ciu - [Foto : Johanes] I. KISAH PARA ANGGOTA TIM INTI SATHORA FILM 1. FERRY CIU - Sutradara dan Pendiri Tim Inti Waktu itu, saya baru dua minggu secara resmi menerima kepercayaan untuk mengurus KOMSOS Sathora. Kemudian saya langsung membentuk tim baru, yang belum pernah ada sebelumnya, dengan “mencomot” beberapa orang yang bertalenta dari orang-orang sekitar yang pastinya berada di dalam KOMSOS. Keadaan pada waktu tim dibentuk adalah Masalah Krusial alias tidak ada dana, dan tidak ada produk apapun yang bisa dipergunakan. Mengingat Sathora Film memang baru lahir, maka tidak heran bila Paroki kita tidak memiliki SDM beserta peralatannya. Jadilah kami (Tim Sathora Film yang baru dibentuk) mencari cara untuk mengumpulkan dana melalui proposal. Ternyata para anggota tim ini sangat mendukung rencana rintisan saya ini. Dimulai dari Patricia, desainer MeRasul yang bersedia kerja sampai lewat tengah malam demi mendesain proposal film, dan berlanjut menjadi super sibuk karena menjalankan tugasnya sebagai Line Producer. Sinta Monika, penulis cerita TITIPAN, dan Kusumawati, bendahara KOMSOS , berupaya maksimal mengumpulkan dana guna mengisi kas KOMSOS. Serta tiga orang anak muda, yaitu Johanes, Joana dan Martin. Ternyata, Tim ini berhasil menjadi Tim Marvel! Masingmasing personil berhasil menjadi Superhero, karena merangkap lebih dari dua tanggungjawab. Sungguh-sungguh Tim Juara!! Sebagai Produser, saya merasa sangat terberkati dan tidak ada kesulitan dalam berkomunikasi. Semuanya sudah lebih dari apa yang saya harapkan sebelumnya. Setelah film pertama ini berhasil dibuat, saya berharap untuk selanjutnya “JANGAN SAMPAI TERPUTUS”. Generasi penerus haruslah lebih baik dan kreatif. KOMSOS di kemudian hari harus bisa lebih update, baik dari segi SDM maupun peralatannya. Jaman terus berjalan dan berubah. Maka kita harus terus belajar dalam hidup ini. SATHORA FILM Harus Maju Terus!! Janganlah menjadikan hal kecil sebagai BATASAN, tetapi ijinkanlah Imajinasimu menjadi Batasan itu sendiri. Anggaplah sebagai target. AYO SEMANGAT!!!
- - 12 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 SAJIAN UTAMA Patricia Navratilova - [Foto : Ferry Ciu] 2. SINTA MONIKA – Penulis Ide Cerita Sepulang dari workshop FFA KAJ tanggal 2 September lalu, saya bingung mau menyodorkan cerita apa ke pak Sutradara. Terus terang, waktu itu saya belum punya ide apapun. Patokannya hanya satu : tema tahun 2023 adalah KESEJAHTERAAN BERSAMA. Mula-mula saya ajukan satu cerita lama, tetapi Sutradara tidak sreg. Jadi saya membuat cerita baru, untung kemudian disetujui olehnya. Ternyata urutan narasi cerita itu banyak sekali dibongkar pasang dari kisah aslinya. Pada proses ini, saya belajar banyaaakkk……. sekali. Teknik menulis script film jauh berbeda dengan teknik menulis cerpen atau novel. Banyak sekali istilah-istilah yang saya baru tahu. Shooting dua hari penuh, saya ikuti terus karena kepingin tahu. Dan….. setelah saya saksikan hasilnya .. … TARAAAAA.….!! Benar-benar seperti mimpi rasanya! Mana nyangka, cerita yang cuma biasa-biasa saja kalau dimuat di majalah, setelah divisualkan dalam film berubah menjadi begitu bagusnya! Ini adalah momen yang sangat berharga bagi saya, yaitu mengalami perasaan seorang penulis bila hasil karyanya difilmkan. Meskipun ternyata penulisan naskah saya tidak masuk nominasi, namun saya sangat bersukacita film TITIPAN berhasil memborong dua plakat Juara Ketiga plus satu plakat Juara Pertama! Kepada teman-teman penulis, mari ikut berkhayal! Tuangkan khayalanmu menjadi sebuah cerita yang indah, dan akhirnya banyak orang yang ikut menikmati keindahan imajinasimu. Sinta Monika - [Foto : Ferry Ciu] 3. PATRICIA NAVRATILOVA – Line Producer Awal cerita, saya diminta langsung oleh ko Ferry untuk ikutan workshop tentang pembuatan film pendek. Dari workshop itu, karena kami hanya berempat, ko Ferry langsung membagi pekerjaan untuk kami masing-masing, dan saya ditugaskan menjadi Line Producer. Mula-mula saya tidak tahu Line Producer itu apa, dan pekerjaannya apa saja. Tetapi saya tetap terima walaupun bingung. Setelah dijelaskan, ternyata Line Producer itu cukup banyak lingkup pekerjaannya. Mulai dari perijinan, mengatur konsumsi, mencari dan mengkoordinir para pemeran, mengatur jalannya proses shooting, dan masih banyak lagi. Line Producer aslinya tidak bekerja sendiri, dia harus dibantu oleh unit-unit yang khusus mengurus setiap bidang. Akan tetapi berhubung tim inti hanya berempat, dan belum ada unit yang berada dibawah Line Producer, jadi saya masih dibantu oleh teman-teman dari Tim Inti. Saat shooting, ternyata memang banyak sekali yang harus dikerjakan. Tetapi saya bawa happy saja, jadinya tidak stress. Sekalian saya banyak sekali belajar hal baru ketika shooting. Line Producer akan sangat sibuk pada saat pra-produksi, dan proses shooting. Tetapi ketika sudah proses editing, tugas Line Producer sudah lebih bebas. Semoga saya bisa berkontribusi lebih baik lagi dipembuatan film tahun depan. Terima kasih.
- - 13 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 Kusumawati - [Foto : Ferry Ciu] Joana - [Foto : Ferry Ciu] Johanes - [Foto : Ferry Ciu] 4. KUSUMAWATI – Bendahara KOMSOS Halo, saya Kusumawati. Awalnya, ko Ferry tanya apakah bisa bantu untuk jadi bendahara Komsos. Saat itu saya jawab, “Ya. Okay… saya bantu.” Setelah berlangsung sekian bulan dalam Tim Inti, … hmmmmm… ternyata di luar dugaan! Seru!! Jadi, banyak belajar dan enjoy sajaa…. Tugas pelayanan di KOMSOS yang pertama ini, saya langsung dikejutkan dengan pembuatan film. “Mau untuk lomba nih!” kata ko Ferry. Terusss…. Malam-malam donk … di telpon. Saya disuruh baca script naskah. Ternyata …. Wow… lanjut audisi pemain. Terus…. Gedebak gedebuk … tibalah saatnya syuting. Ternyata… lebih WOW lagi! Dari satu lokasi ke lokasi lain, satu spot ke spot lain. Dari pagi sampai malam! Yang artisnya harus retake berulang-ulang. Dan, sewaktu di outdoor…. Pas sudah bagus nih…. eeehhh…. Ada pesawat lewat! Ulang lagiiii… seru! Cape… tapi ini semua kembali untuk pelayanan Gereja. Ada satu hal yang saya alami di luar nalar, terutama dari dana yang Nol Rupiah, pemain, minimnya tim, syuting yang sudah berjalan tapi adaaa saja kurang ini itu…. Tapi ternyata semua bisa terlewati dengan smooth banget!! Percaya atau percaya? Ini kalau dibilang kebetulan, terlalu banyak kebetulannya. Jadi…. Percayalah! Tuhan-lah yang buka jalan! Karena kita mau memuliakan-Nya dengan segala upaya. Thanks…. God Bless Us! 5. JOANA dan JOHANES – Dokumentasi Behind The Scene (BTS) Kami kakak beradik, bertugas sebagai dokumentasi BTS. Pada waktu syuting, kami sibuknya bukan main. Tentu saja kami masih kepingin menjadi anggota di Tim Inti ini. Karena dengan terlibat di sini, kami bisa belajar lebih banyak tentang bagaimana membuat film dan pengalamannya sungguh sangat menarik.
- - 14 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 SAJIAN UTAMA Hansel Hartono - [Foto : Reynaldo] Gwenyth Clarisha Young - [Foto : Reynaldo] II. KISAH PENGALAMAN PARA PEMERAN 1. LAURENE ARYANI (Rina/pemeran utama) : Berperan sebagai Rina, butuh usaha untuk mengekspresikan rasa duka karena baru ditinggal suami, sekaligus ekspresi kecewa karena isi wasiat. Harap ceritakan pengalaman Anda sebagai pemeran utama film Titipan ini. Saya mendapat peran sebagai Rina, untungnya tidak butuh waktu lama untuk berlatih karena kebetulan dialognya juga tidak banyak. Saya cukup mengandalkan arahan sutradara harus bagaimana on the spot. Pengalaman saya kebanyakan saat di Australia karena kebetulan jurusan kuliah saya adalah di bidang film dan theatre drama studies (Rupert and Murdoch University di Perth, Australia_red) Di sana saya ikut dalam produksi beberapa short film, theatre production dan iklan tv. Ketika memerankan Rina, bagian yang tersulit yaitu belajar memahami bagaimana perasaan Rina. Jadi sebelum hari shooting saya sudah harus dapat mood-nya. Jadi kembali lagi, dari jauh hari saya sudah berdoa supaya bisa mem-potray Rina dengan baik. Air mata yang menetes itu, asli atau pancingan? Air mata asli. Sebelum shooting, saya berdoa supaya Tuhan yang mengarahkan bagaimmana saya harus berperan supaya sesuai dengan image yang hendak disampaikan. Jadi saat Sutradara tiba-tiba minta saya keluar air mata, saat itu juga saya berdoa supaya semua bisa lancar sesuai yang diinginkan. Tanpa berpikir apaapa, air mata bisa keluar dengan sendirinya, dan hanya butuh satu kali take saja untuk scene itu. Laurene Aryani - [Foto : dok. pribadi] 2. ALVIN SUWANDA (pemeran Josep muda) Saya tak sengaja bertemu Sutradara di Aerium, satu hari sebelum shooting. Tiba-tiba saya diminta memainkan peranan sebagai Josep muda. Setelah saya melihat hasilnya, pesan yang saya terima dari film Titipan itu adalah mengingatkan kita semua bahwa harta dan segala yang kita miliki di dunia ini hanyalah titipan dari Tuhan. Dialah sumber segala berkat. 3. HANSEL HARTONO (Joshua) : Bagi saya, rasanya lebih sulit main film daripada tablo. Karena ekspresi harus on point, apalagi ketika kamera pas di depan muka. Rasanya gugup dan harus fokus penuh. Tapi, kalau ada tawaran lagi, tentu saja saya masih kepingin ikutan lagi. 4. GWENYTH CLARISHA YOUNG (Marybeth) : Waktu disorot kamera, saya rasanya refleks kepingin ketawa siiy… wkwkwk… ada rasa takut bakal salah ngomong atau lupa dialog. Tetapi setelah selesai shooting, jujur… rasanya legaa dan senang sekali. Saya senang, karena bisa ikut mewartakan Injil Tuhan dan menceritakan hal-hal yang baik lewat film Titipan. Alvin Suwanda - [Foto : dok. Behind The Scene]
- - 15 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 Gilang Hario Nugroho - [Foto : dok. Behind The Scene] Sr. Rosniarti. CP - [Foto : Reynaldo] 7. GILANG HARIO NUGROHO (notaris) : Pada waktu wajah saya disorot kamera, wahhh…. Rasanya grogi banget karena jujur saja, saya memang punya kekurangan dihafal menghafal. Terutama waktu ada perubahan dialog setelah mendapat masukan dari orang yang mengerti hukum. Melalui dialog tentang surat wasiat itu, hendaknya bisa juga mengedukasi penontonnya. Selama shooting, saya rasanya senang, seru, tapi sekaligus sedikit gentar, karena takut bicara tidak lancar di depan kamera. 5. Sr. ROSNIARTI.CP (Suster di Susteran) : Ketika diminta oleh suster pimpinan komunitas, saya bersedia untuk main film. Saya bersyukur karena ini yang pertama kalinya saya terlibat main film. Saya sangat happy. Waktu itu saya belum begitu paham bagaimana harus aktingnya. Tetapi sudah ada sedikit gambaran. Ketika latihan berdua dengan Sr. Esi, rasanya lucu. Saya latihan di depan cermin. Jujur saja, ada rasa gugup pada waktu syuting karena dilihat banyak orang. Tapi puji Tuhan, setelah selesai syuting, rasanya lega sekali mengingat ini adalah pengalaman pertama kalinya. Kalau saya masih diberikan kesempatan, saya masih mau bemain film lagi. Secara pribadi, saya bersyukur dan bangga pada semua yang terlibat dalam pembuatan film dan tentunya para pemain. Film ini juga sudah ditonton oleh para suster, karyawan dan anak-anak di panti kami. Mereka semua berkomentar bahwa film ini bagus dan menginspirasi Sr. Emerensiana Wira Ina (Suster Esi).CP - [Foto : Reynaldo] 6. Sr. EMERENSIANA WIRA INA (Sr. ESI). CP (suster pengurus Panti Werdha) : Ketika ditawari main film oleh Suster Pimpinan Komunitas, saya mengiyakan saja meskipun bingung dan takut karena ini adalah pengalaman baru bagi saya. Saya belum paham waktu disodori naskah sebelum audisi, jadi rasanya nervous. Melihat Sr. Rosni latihan di depan saya, saya tertawa karena lucu. Saya tidak bisa serius seperti Sr. Rosni karena setiap mau latihan, rasanya mau tertawa campur tidak pede. Aneh juga…. Di hari-H syuting, rasa malu tiba-tiba hilang, padahal sebelumnya saya tidak percaya diri. Puji Tuhan, saya bisa menyelesaikan proses syuting saya. Jika masih diberikan kesempatan, saya masih mau main film lagi. Dan saya ingin bermain lebih baik lagi, … lebih bersemangat lagi. Setelah menonton film, saya rasanya senang. Filmnya bagus dan menginspirasi. Para Suster, karyawan dan khususnya anak panti senang melihat ada dua susternya bermain film. Mereka bilang filmnya bagus. Tetapi ada satu komentar positif untuk saya, yaitu saya tidak menggunakan celemek sebagai baju kerja. Seharusnya saya gunakan jubah kerja agar kelihatan lebih natural.
- - 16 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 SAJIAN UTAMA Adrian Linardi - [Foto : dok. Behind The Scene] Heru Kustoro - [Foto : dok. Behind The Scene] 8. ANTONY GAO (tetangga kepo 1) : Ketika pertama kali diminta Patrice untuk audisi sebagai bapak Hartawirawan, saya tidak mau karena tidak bisa main film. Tetapi Patrice meyakinkan saya karena papanya juga ikutan. Lalu saya coba saja ikut audisi, meskipun canggung. Ternyata saya dapat peran sebagai tetangga kepo. Hehehhe…. Syuting itu ribet ya! Untuk mengambil satu adegan saja bisa diulang berkali-kali. Waktu tiba giliran saya di syut, agak deg-degan juga sih. Untung, ko Ferry dan crew mengarahkan saya dengan sangat sabar dan baik. Jadi pada waktu pengambilan adegan, sudah agak tenang dan puji Tuhan! Cuma perlu retake tiga kali, langsung bungkusss!! Jika ada kesempatan, bolehlah saya ikutan lagi, siapa tahu ada yang lebih menantang… hehehehe… Ini adalah pengalaman syuting film pertama saya. Meskipun hanya sebentar, tapi hati saya senang. Antony Gao - [Foto : Reynaldo] 9. ALEXANDER BAYU (Frater 1) : Saya pernah ikutan main film lain sebelum ikutan di Titipan. Lebih susah di film pertama karena tidak pakai script. Tentu saja saya masih mau main film lagi… Hahaha….. Bagaimana rasanya berakting di depan kamera? Degdegan pastinya. Alexander Bayu - [Foto : dok. Behind The Scene] 10. ADRIAN LINARDI (Frater 2) Pengalaman saya pernah ikut Tablo. Sedikit lebih susah ke tablo sih. Karena butuh perjuangan, power dan ekspresi. Kalau bisa, saya mau ikut main film lagi. Ketika berakting di depan kamera saya agak deg-degan karena ini pertama kalinya sih, jadi masih grogi sedikit. Nanti kalau sudah ketiga kalinya, pasti bisa lebih terbiasa. 11. HERU KUSTORO (lansia – Josep VO) : Mula-mula suara saya rekam sendiri dengan mengucapkan dua kalimat sampel yang dikirimkan ke saya untuk dinilai apakah suara saya sesuai dengan yang diharapkan atau tidak. Ternyata sesuai. Barulah saya latihan di rumah. Masih belum puas, saya berlatih lagi di lokasi syuting. Berulang-ulang, karena saya tidak begitu yakin apakah intonasi dan feel dari pengucapan saya sudah sesuai. Ini pengalaman pertama bagi saya. Sambil membaca Surat Josep, saya membayangkan dia sebagai sosok seorang suami yang lembut dan menyayangi istrinya. Serta sebagai ayah yang sangat bertanggungjawab. Josep adalah seorang yang low profile, religius dan dermawan.
- - 17 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 Tirta Widjaja - [Foto : Reynaldo] Iin Yudo - [Foto : Reynaldo] 12. TIRTA WIDJAJA (lansia, penulis Surat Josep) : Saya heran, tulisan tangan sejelek ini masih bisa dipakai, apalagi sampai disorot kamera untuk film. Saya baru kali ini mengikuti shooting, sangat senang rasanya karena seumur saya masih bisa ikutan main film. Para crew sangat semangat. Saya juga berdoa, dengan waktu singkat sekali latihan semoga berhasil. Karena dengan gigihnya pak Ferry dan kawan-kawannya bekerja luar biasa, tidak mengenal lelah. Untuk tahun depan mudah-mudahan lansia bisa ikut lagi. Dan saya tetap bersedia. Terima kasih. 13. IIN YUDO (Rina tua) : Saya pribadi merasa terharu melihat kinerja semua team yang terlibat. Mereka profesional banget. Mereka tepiskan rasa lelah. Saya berdoa agar semuanya bisa selesai sesuai keinginan. Sekecil apapun peranan kita, tetaplah komit. Terima kasih atas kepercayaannya, dan saya sangat bersukacita kalau masih diajak bermain film lagi. Anton Laksono - [Foto : Reynaldo] 14. ANTON LAKSONO (Josep tua main gitar) : Di luar dugaan, saya tiba-tiba disuruh berperan menjadi Josep tua yang bermain gitar di panti werdha. Pada hari syuting itu, yang terlintas pada benak saya adalah rasa terima kasih dan bersyukur bisa ikut serta dalam syuting film pendek perdana karya KOMSOS Sathora. Kerja sama dan kekompakan tim yang bagus pasti akan menghasilkan karya yang bagus pula. Semoga film karya KOMSOS Sathora kita ini mendapat apresiasi, Amin. 15. NOVIANA TONNY (pengurus panti – tiktok) : bagaimana rasanya mencicipi ikutan main film? Kepingin ikutan lagi? Harapan kedepannya terhadap Sathora Film bagaimana? Rasanya? Senenglaaah! Kepingin ikutan lagi? Kepengeennn…. Mauuu lagiiiii…. Harapanku? Jangan cuma FFA KAJ saja. Dibudgetin untuk angkat tema lain di Sathora, donk! Biar tetap bisa jadi kenangan indah. Bisa lihat sejarah dan kemajuan Sathora seperti apa. Bisa jadi evaluasi juga thooo … ben lebih baik. Noviana Tonny - [Foto : Reynaldo]
- - 18 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 SAJIAN UTAMA Huberth - [Foto : Behind The Scene] 16. SAMARIA PURBA (nenek jemput cucu) : Saya tidak pernah terpikir dapat kesempatan mencicipi syuting film. Karena baru kali ini ikutan, wah…. Senang bangettt… Selama proses syuting yang begitu lama, saya jadi membayangkan kalau para artis itu ternyata pekerja keras juga ya… Sungguh pantas kalau mereka dibayar mahal. Sekarang saya jadi tahu, bagaimana proses pembuatan film itu. Biarpun harus menunggu giliran sampai lama sekali, tetapi saya tidak merasa capek. Malahan senang sekali. Kalau ada kesempatan, saya kepingin ikutan lagi. Samaria Purba - [Foto : Reynaldo] III. MEREKA MENDUKUNG FILM INI JADI KEREN SEKALI 1. NADINE ABIGAIL (Komposer OST TITIPAN) : Saya lahir pada tanggal 29 September 2006, sekarang sekolah di Saint John’s School Meruya, Kelas 12. Untuk menciptakan OST film Titipan, saya butuh waktu sekitar satu minggu mulai dari lyrics writing, melody, arranging, composing, sampai mixing dan mastering. Pada saat pertama kali menerima naskah dari film Titipan, saya cukup khawatir bahwa lagu yang saya buat tidak sejalur dengan pesan yang ingin disampaikan dari penulis naskah. Karena memang naskahnya cukup berat bagi seorang anak berusia 17 tahun untuk mengerti apa arti dan alur dari cerita tersebut. Namun saya sangat Nadine Abigail - [Foto : dok. pribadi] 2. HUBERTH (Asisten Sutradara / Astrada) Saya incharge di departemen penyutradaraan sebagai Astrada / asisten Sutradara. Saya sudah lihat hasil filmnya, tone warna sesuai mood dan musiknya, transisi antar scene sangat baik dan penuh arti. Akting pemain utama dan supporting talent aktingnya memuaskan. Membawa cerita tentang ayat Matius 6:33 : pesannya nyampe banget. Tergambar dengan penuh makna di film ini. Saya sempat berkenalan dengan orang-orang Sathora. Mereka humble, seru. Beberapa scene saya ketika saya remind adegan ke mereka suasana, canda tawa dan fokus tetap. Saya senang sekali bisa diajak dalam pembuatan film ini. Terima kasih bisa menjadi bagian dari keindahan ini. senang karena ternyata lagu yang saya buat sesuai dengan alur cerita. Saya merasa bahwa lagu dan film saling mendukung sehingga keduanya mudah untuk dipahami. Kepada para penonton film Titipan, Thank you yaa sudah nonton dan dengerin lagu “Open Your Heart”. Saya harap film dan lagu ini dapat diterima dan menginspirasi kita semua agar menjadi berkat bagi sesama. Semoga dari film dan lagu ini, banyak pelajaran yang bisa diambil dan diterapkan di kehidupan sehari-hari. Always remember that not everything we see matters the most, love and happiness are gifts from God that won’t ever be replaced by any material or object. 17, JEO SIAW HUONG (lansia) : Saya senang sekali mendapat kesempatan mencicipi ikutan main film. Biarpun capek, tapi bahagia. Saya berharap bisa ikutan lagi. Jeo Siaw Huong - [Foto : dok. pribadi]
- - 19 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 Martono Gondrong - [Foto : dok. Behind The Scene] Acho Cha - [Foto : dok. Behind The Scene] Hari Nurdi - [Foto : dok. Behind The Scene]
- - 20 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 SAJIAN UTAMA Xu Li Jia Irvan Stones - [Foto : dok. Behind The Scene] Redho Gultom - [Foto : dok. Behind The Scene]
- - 21 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 22 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 23 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
PROFIL - - 24 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 Mimpi Jadi Kenyataan Siang itu, Selasa, 21 November 2023, MeRasul melakukan wawancara dengan Aloysius Fransiskus Abel Huray. Karena kesibukan Abel, nama panggilannya, wawancara dilakukan sepanjang perjalanannya menuju kantor. Perbincangan seru diawali dengan kisah sukses Abel meraih Piala Citra 2023 katagori Penata Musik Terbaik dalam Film berjudul “Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang”. LATAR BELAKANG Oma Abel sangat berperan memperkenalkan Abel kepada piano. Dari usia lima tahun, Abel kecil sudah mulai belajar alat musik klasik itu. Menginjak usia enam tahun sampai usia tujuh tahun Abel belajar piano secara private. Kemudian melanjutkan les di Yamaha, Relasi Gatot Subroto, sampai level empat hingga Abel lulus SMA. Yang menarik adalah, fakta bahwa Abel menyukai musik sekaligus film karena sejak kecil suka sekali nonton film “Tom and Jerry”. PENDIDIKAN Sebagai anak dari keluarga Katolik, Abel sejak SD sampai SMA bersekolah di sekolah Katolik. Ketika hampir lulus SMA, Abel mulai mencari universitas musik yang terbaik. Dengan perjuangan panjang, Abel diterima dengan beasiswa dari Berkeley College of Music, Boston, Massachusetts, USA. Jurusan Film Scoring. Audisi untuk program beasiswa dilakukan di Singapura. Abel memperoleh beasiswa sebesar 40% dari pihak universitas dan 60% lainnya ditanggung oleh perorangan. Bersyukur dengan mendapatkan 100% beasiswa ini, dapat meringankan beban orang tuanya. “Selama kuliah di Boston, saya juga bekerja paruh waktu sebagai Studio Operation staff. Pengalaman ini sangat bermanfaat bagi saya. Saya banyak melakukan observasi kegiatan studio secara menyeluruh,” ujar pria kelahiran 13 Oktober 1997 ini. Selama tiga setengah tahun Abel menyelesaikan kuliahnya dengan hasil memuaskan. Beruntung, ia langsung diterima kerja di Los Angeles sebagai Assistant Composer selama delapan bulan. Pengalaman ini semakin mengasah keahlian Abel dalam seni musik. Abel kembali ke tanah air pada bulan Agustus 2019. KELUARGA Lahir dari pasangan suami istri Andreas Abuy Huray dan Fenny Inggriani Sulistyo, Abel dididik secara Katolik bersama adiknya Anna Kimberly Huray. Darah seni mengalir kuat dalam keluarga Abel. Anna juga pandai bermain biola dan piano. “Jangan Lepas Harapan, Lakukan Terus Apa yang menjadi Impian Anda, Sampai Menjadi Kenyataan.” [Foto : dok. pribadi]
- - 25 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 Dalam kegiatan menggereja, Abel melayani sebagai pengiring musik di Paduan Suara KKN, Paroki Sathora. BERKARYA UNTUK NEGERI Sekembalinya Abel ke Jakarta, ia bekerja sebagai Film Composer di LR Studio yang berlokasi di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Sebagai Film Composer, Abel bertugas untuk memasukkan musik yang tepat untuk setiap adegan didalam film yang sudah jadi. “Satu film membutuhkan waktu paling cepat duapuluh hari untuk film pendek (durasi 5-20 menit), dan tiga bulan untuk film panjang. “Film ‘Mencuri Raden Saleh’ merupakan film yang berkesan bagi saya, karena ini merupakan film panjang pertama yang dirilis pada tahun 2022.” tambah Abel yang hobi nonton film, jalan-jalan dan kulineran pula. Banyak sudah film yang dikerjakan oleh Abel. Mulai dari film pendek “Indonesia Kaya”, “Setia” sampai “Wanita Indonesia” sepuluh episode. “Paras Cantik” dan “Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang” yang memperoleh Piala Citra 2023, merupakan film drama psikologi. Anak Indonesia yang berkuliah di London. Saat ini Abel sedang menggarap film yang akan dirilis 2023 ini. Judul masih rahasia. Kita tunggu karya hebatmu Abel! Selamat berkarya meraih yang terbaik. Lily Pratikno Abel saat kuliah tugas akhir - [Foto : dok. pribadi] Abel dan keluarga setelah lulus dari Berklee College of Music - [Foto : dok. pribadi] Abel saat rehearsal musik - [Foto : dok. pribadi]
KARIER & MOTIVASI - - 26 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 Mengamati interaksi-interaksi dalam media sosial, kita seolah berada di sebuah laboratorium perilaku manusia. Sering kita melihat pembicaraan yang berlangsung intensif sekali antara pihak yang merasa diri mereka benar dan pandangannya mereka sendiri, sementara pihak lain dianggap tidak tahu apa-apa. Sementara itu, biasanya justru individu-individu yang sebenarnya menguasai topik-topik yang sedang diperdebatkan bisa jadi malah memilih untuk diam ketimbang harus beradu suara dengan mereka yang merasa paling tahu ini. Pembicaraan seperti ini pun bisa semakin memanas memasuki tahun politik nanti ketika semua orang tiba-tiba menjadi ahli politik. Fenomena ini disebut “efek Dunning-Kruger” sesuai dengan nama penemunya. Sebuah fenomena yang menggambarkan saat orangorang yang kurang kompeten dalam suatu bidang cenderung merasa diri lebih pintar dari rata-rata orang kebanyakan. Gejala ini tergolong bias kognitif yang terjadi karena lemahnya self awareness dan rendahnya EQ dalam melihat kapasitas diri. Banyak orang mengaitkan gejala ini dengan ungkapan ”fools are blind to their own foolishness”. Charles Darwin dalam bukunya The Descent of Man menuliskan, “ignorance more frequently begets confidence than does knowledge.” David Dunning dan Justin Kruger mengemukakan fenomena ini pada tahun 1999 melalui serangkaian eksperimen yang mereka lakukan untuk mengungkap pola perilaku manusia terkait penilaian diri dan kompetensi. Pandangan umum mengira bahwa orang-orang yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang kurang akan merasa tidak percaya diri pada kemampuan mereka ketika berhadapan dengan orang lain. Namun, dari eksperimen yang dilakukan oleh Dunning dan Krugger ini, mereka menemukan bahwa yang terjadi justru sebaliknya. Individu yang mendapatkan skor rendah dalam beberapa tes yang dilakukan oleh Dunning Krugger ini ternyata menganggap performa mereka berada di atas rata-rata populasi yang ada. Hal ini menunjukkan bahwa selain memiliki performa yang rendah, ternyata individu-individu ini juga gagal mengevaluasi kualitas dari pekerjaan mereka sendiri. Kesimpulannya, menurut Dunning Krugger, pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan individu untuk sukses dalam suatu hal adalah kualitas yang sama yang dibutuhkan oleh individu untuk dapat mengenali bahwa mereka tidak cukup kompeten dalam bidang tersebut. Dampak pada tingkah laku dan kinerja organisasi Fenomena ini sebenarnya bisa menyentuh siapa saja. Meskipun ahli dalam suatu bidang, mustahil kita ahli dalam segala bidang. Setiap orang pasti memiliki bidang yang kurang mereka kuasai, tidak peduli seberapa banyak pendidikan yang telah kita lalui. Orang yang sangat ahli dalam suatu bidang mungkin saja malah salah kaprah, percaya bahwa pengetahuan mereka juga SOK PINTAR [Sumber : experd.com]
- - 27 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 berlaku untuk bidang lain yang sebenarnya kurang familier bagi mereka. Bayangkan ketika situasi ini terjadi di organisasi, apalagi dilakukan oleh mereka yang duduk dalam posisi yang cukup tinggi. Pimpinan yang merasa sudah memiliki pengalaman paling banyak, mendapatkan kesuksesan demi kesuksesan hingga posisinya sekarang, menampilkan sikap yang sangat percaya diri dalam memberikan pendapatnya. Padahal, kita tahu bahwa ilmu berkembang terus, situasi berubah terus. Apa yang mungkin berhasil pada masa lalu belum tentu berhasil diterapkan di situasi saat ini. Apa yang benar dalam konteks yang satu belum tentu benar dalam konteks yang berbeda. Namun, dengan posisi dan sikap dominan yang ditunjukkan oleh pemimpin ini, anggota tim dan bawahan pun bisa jadi enggan untuk mengingatkan ataupun membantahnya. Padahal, dalam jangka panjang, kondisi ini tentunya merugikan bagi organisasi. Apalagi orang-orang seperti ini pun biasanya memilih dekat dengan anggota tim yang mendukung pendapatnya ketimbang mereka yang berani melawannya. Karena ia tidak dapat memahami kekurangan dari kompetensinya sendiri, argumentasi perlawanan dari anggota tim lain dapat dianggap sebagai penyerangan terhadap pribadinya. Inilah mengapa lebih banyak orang yang memilih diam dan menghindari konflik. Dunning juga menyebutkan bahwa individu seperti ini tidak memiliki cukup metakognisi untuk mengambil jarak danmelihat diri sendiri dan hubungannya dengan orang maupun situasi lain, untuk dapat membuat penilaian yang lebih objektif. Perspektifnya yang pendek membuatnya sangat subyektif dalam menilai dirinya. Mengatasi Efek Dunning-Kruger Untuk menjaga agar kita bebas dari bias ini, diperlukan kombinasi kesadaran diri dan kerendahan hati bahwa apa yang kita ketahui saat ini mungkin saja salah. Langkah yang terdengar sederhana ini sesungguhnya sangat sulit untuk dilakukan. Alih-alih sibuk memberikan penjelasan dan alasan, mampukah kita mengakui bahwa gaya bekerja kitalah yang tidak terstruktur? Apakah kita mengakui bahwa kita membuat banyak pekerjaan yang seharusnya bisa diselesaikan dengan lebih cepat jadi tertunda? Kebanyakan dari kita sulit untuk membuka kesadaran diri karena ini berarti mengakui bahwa kita salah. Kemudian, situasi ini juga menuntut kita harus berubah agar tidak terus-menerus melakukan kesalahan tersebut. Meskipun kita sering berharap ada perubahan dari rutinitas yang dapat menghasilkan kebosanan, sebenarnya manusia adalah makhluk kebiasaan yang enggan untuk berubah. Richard P Feynman, seorang [Sumber : experd.com] fisikawan paling berpengaruh abad ke-20 yang disebut oleh Oppenheimer sebagai the most brilliant young physicist mengatakan, “As I get older, I realize being wrong isn’t a bad thing like they teach you in school. It is an opportunity to learn something.” Sebagai individu, kita perlu sadar akan keterbatasan pengetahuan kita dan berusaha untuk mengembangkan diri terus. Bagi Feynman, lebih menarik untuk hidup dalam ketidaktahuan ketimbang berpegang pada jawaban yang mungkin saja salah. Mengakui bahwa selalu ada ruang untuk belajar akan membantu mengembangkan sikap yang lebih rendah hati. Bagi masyarakat dan organisasi, penting untuk mempromosikan budaya yang mendorong transparansi, kritik konstruktif, dan pertukaran pengetahuan yang terbuka. Menghargai keahlian dan mengakui kekurangan adalah langkah awal menuju kekuatan berpikir bebas bias. Eileen Rachman & Emilia Jakob [EXPERD]
KLINIK KELUARGA - - 28 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 Kehamilan adalah berita sukacita bagi tiap keluarga, terutama bagi sebuah keluarga baru. Memikirkan ketika sang buah hati tercinta lahir kedunia dan dalam timangan, menjadi kebahagian tersendiri yang tidak dapat diekspresikan oleh seorang wanita, sekaligus sang Ibu. Namun, tidak jarang juga usai proses melahirkan ini justru membuat sang Ibu merasa sedih, cemas dan depresi. Kondisi ini biasanya dikenal dengan sebutan postpartum baby blues. Tapi sebenarnya apa sih postpartum baby blues ini dan apa sajakah gejala dari kondisi tersebut? Apa Itu Postpartum Baby Blues? Baby blues atau postpartum baby blues adalah sebuah kondisi emosional yang umum terjadi pada Ibu setelah melahirkan. Ini dianggap sebagai suatu respon alami terhadap perubahan hormon dan stres yang terkait dengan proses kelahiran dan peran baru sebagai orang tua. Postpartum baby blues ini juga sering disebut dengan istilah baby blues syndrome, yang dalam risetnya dialami oleh sekitar 80 persen atau 4-5 Ibu baru. Menurut Pregnancy Birth and Baby, sindrom ini biasanya berlangsung kurang lebih selama 2-3 hari di masa nifas. Bahkan juga biasanya dapat berlangsung hingga dua mingguan. Gejala yang seringkali dirasakan secara umumnya adalah perasaan sedih, cemas, mudah tersinggung atau sensitif, kelelahan, dan perubahan suasana hati yang cepat. Adapun suatu kondisi dimana ibu menjadi tidak sabaran, mudah marah dan bahkan khawatir akan masalah menyusui, hingga pada kecemasan berlebih terhadap kesehatan sang bayi. Padahal, mungkin saja sebenarnya bayi sedang baik-baik saja atau tidak mengalami masalah kesehatan sama sekali. Bahkan tidak jarang, Ibu juga merasa sedih yang tidak berujung dan terus menangis tanpa alasan yang jelas. Perlu diketahui, bahwa seorang Ibu yang mengalami baby blues syndrome berbeda dengan postpartum depression (depresi pasca melahirkan). Mungkin terkesan mirip, namun keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Postpartum depression dapat dikatakan sebagai suatu kondisi yang lebih parah dibandingkan baby blues syndrome, karena sudah menunjukkan gejala gangguan kejiwaan atau afeksi berupa depresi. Meskipun baby blues syndrome tergolong dalam case depresi postpartum yang lebih ringan, tapi pastikanlah kamu dan orang terkasihmu yang sedang dalam tahapan ini mengabaikan gejala-gejala yang muncul. Gejala Postpartum Baby Blues Baby blues syndrome ini adalah gejala umum yang sering dialami oleh Ibu usai melahirkan anak pertama mereka. Ini sudah menjadi kasus yang sangat umum terjadi di seluruh dunia. Istilah sindrom ini sendiri biasanya adalah suatu kondisi yang dipakai untuk menggambarkan kekhawatiran, rasa tidak bahagia, kelelahan selama beberapa hari pasca melahirkan. Gejala yang sering dialami oleh Ibu yang mengalami baby blues umumnya adalah masalah suasana hati (mood) yang sangat mudah berubah-ubah, sulit tidur, mudah menangis, dan mudah merasa cemas. Ini dia beberapabeberapa gejala-gejala Postpartum baby blues yang dapat menimbulkan berbagai gejala emosional dan fisik pada ibu setelah melahirkan, yakni: 1. Ibu mungkin merasakan fluktuasi emosional yang cepat, dari kebahagiaan hingga kesedihan, atau merasa cemas tanpa alasan yang jelas. 2. Ibu dapat merasa sangat sedih tanpa penyebab yang jelas atau merasa cemas tentang kemampuannya sebagai orang tua. 3. Ibu pasca melahirkan akan cenderung untuk mudah tersinggung, marah, atau frustrasi yang mungkin sulit dijelaskan. 4.Ketidaknyamanan fisik, seperti nyeri fisik setelah persalinan dan perubahan hormon dapat menyebabkan ketidaknyamanan fisik yang dapat mempengaruhi suasana hati. 5. Mengalami gangguan tidur, dimana Ibu pasca melahirkan akan kesulitan untuk tidur meskipun Merawat Diri dalam Perjalanan Menjadi Ibu Penulis : Gunawan Soewito,M.Psi., CHt [Sumber : cura4u.com]
- - 29 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 mengalami kelelahan fisik, karena mungkin sulit bagi ibu untuk rileks atau tidur nyenyak. 6. Lebih mudah menangis atau merasa terharu tanpa alasan yang jelas. 7. Ibu sulit untuk berkonsentrasi dengan aktivitas dan rutinitasnya 8.Kehilangan nafsu makan atau penurunan nafsu makan Perlu untuk diingat bahwa gejala baby blues ini umumnya bersifat sementara dan dapat membaik dengan dukungan sosial seperti dari suami dan keluarga, istirahat yang cukup, dan tentunya waktu. Penyebab Postpartum Baby Blues Dalam studinya, postpartum baby blues secara pastinya belum dapat diketahui. Namun, sindrom ini diperkirakan berkaitan dengan perubahan hormon selama mingguminggu awal pasca kelahiran. Dimana Tubuh seorang wanita hamil akan mengalami banyak penyesuain setelah melahirkan baik yang secara normal maupun operasi caesar. Ketika seorang ibu hamil, tubuhnya mengalami peningkatan hormon seperti estrogen dan progesteron. Tetapi setelah bayi lahir, hormon-hormon ini tiba-tiba turun drastis. Turunnya hormon bisa mempengaruhi otak dan suasana hati, menyebabkan perasaan seperti sedih, mudah tersinggung, dan perubahan emosi lainnya. Selain hormon, ada faktor-faktor lain yang bisa memicu baby blues, seperti kelelahan karena proses persalinan dan kurang tidur karena bayi yang sering terbangun. Rasa tidak siap atau kurang keyakinan dalam menjalani peran sebagai orang tua baru juga bisa jadi penyebab. Perubahan besar dalam gaya hidup, tanggung jawab baru, dan tingkat stres yang tinggi bisa membuat gejala baby blues semakin memburuk. Dalam situasi seperti ini, dukungan dari keluarga dan teman serta pemahaman terhadap perasaan ini bisa membantu ibu mengatasi baby blues dengan lebih baik. Jadi, jika pasangan atau keluarga mu yang mengalami hal demikian jangan sekalipun mengucapkan kata-kata yang men-judge seakan-akan hal itu lazim dan tidak penting, karena pada dasarnya ini jelas memiliki dampak yang sangat besar dari diri sang Ibu itu. Kapan Biasanya Ibu Mengalami Postpartum Baby Blues? [Sumber : dinkes.banjarmasinkota.go.id] [Sumber : therecoveryvillage.com]
KLINIK KELUARGA - - 30 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 Postpartum baby blues biasanya muncul dalam beberapa hari hingga dua minggu setelah persalinan. Periode ini sering disebut sebagai minggu-minggu emas pasca kelahiran, yang melibatkan penyesuaian tubuh ibu terhadap perubahan hormonal dan fisik yang signifikan. Seiring dengan penurunan hormon estrogen dan progesteron setelah bayi lahir, ibu juga mengalami perubahan dalam produksi hormon stres, seperti kortisol. Pada umumnya, baby blues mencapai puncaknya sekitar hari keempat hingga kelima setelah kelahiran, dan gejalanya bisa mencakup perasaan sedih, mudah tersinggung, dan kelelahan. Penting untuk dicatat bahwa baby blues berbeda dari depresi postpartum, yang dapat muncul lebih lama dan memiliki dampak yang lebih signifikan pada kesejahteraan ibu. Jika gejala terus berlanjut atau memburuk setelah dua minggu pertama, kemungkinan ibu mengalami sesuatu yang lebih serius dan perlu mendapatkan perhatian medis. Meskipun baby blues umumnya bersifat sementara, dukungan emosional dan praktis dari pasangan, keluarga, dan teman dapat membantu ibu melewati masa ini dengan lebih baik. Faktor-faktor tertentu juga dapat memengaruhi kapan baby blues muncul, termasuk dukungan sosial, pengalaman persalinan, dan kondisi kesehatan mental sebelum kehamilan. Ibu yang mendapatkan dukungan yang baik dan memiliki pengetahuan tentang perubahan emosional yang mungkin dialaminya setelah melahirkan cenderung lebih siap menghadapi baby blues dan meminimalkan dampaknya pada kesejahteraan mental. Cara Mengatasi Postpartum Baby Blues Lalu adakah cara untuk mengatasi postpartum baby blues ini? Jawabannya jelas ada. Tapi, umumnya sindrom ini biasanya akan hilang dengan sendirinya. Meski begitu, sebagai bentuk langkah pencegahan, sebaiknya tetap perlu untuk melakukan berbagai upaya mengatasi baby blues ini. Berikut beberapa cara untuk membantu mengatasi baby blues, yakni: • Mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi sebagai asupan untuk membantu pemulihan diri sang Ibu dan pemberian ASI kepada sang buah hati. • Konsumsi multivitamin dan juga omega 3 untuk tetap menjaga kesehatan sang Ibu. • Hindari perasaan bersalah, tanamkan pada diri sendiri bahwa ini bukanlah kesalahanmu. • Jangan ragu untuk meminta dukungan pasangan, keluarga dan orang-orang sekitarmu untuk membantu proses pemulihanmu. • Beri diri untuk menikmati me-time sejenak. • Cari dan sharing cerita pengalaman dengan para ibu baru lainnya. • Jangan lupa untuk istirahat yang cukup karena itu yang sangat diperlukan untuk pemulihan tubuh pasca melahirkan. Dalam menghadapi postpartum baby blues, penting untuk mengakui bahwa perasaan ini adalah pengalaman umum setelah melahirkan. Meskipun dapat menimbulkan tantangan emosional, terutama dalam beberapa minggu pertama setelah persalinan, baby blues umumnya bersifat sementara dan dapat diatasi dengan dukungan sosial, istirahat yang cukup, dan perhatian terhadap kesehatan mental. Dukungan dari pasangan, keluarga, dan teman sangat berharga dalam membantu ibu melewati masa-masa ini. Melibatkan diri dalam komunikasi terbuka tentang perasaan, meminta bantuan ketika diperlukan, dan merawat diri sendiri dengan baik adalah langkahlangkah yang dapat membantu meredakan gejala baby blues. Penting untuk diingat bahwa setiap ibu memiliki pengalaman yang unik, dan tidak ada yang salah dengan merasa cemas atau sedih. Jika gejala berlanjut atau memburuk, konsultasikan dengan profesional kesehatan untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut. Menghormati dan memberikan diri izin untuk melewati proses ini dengan sabar dan perawatan dapat membantu ibu menemukan keseimbangan dan keselarasan sebagai orang tua baru. Referensi Setiaputri, A. Karnita.(2022). Kenali Baby Blues, Gangguan Suasana Hati Setelah Melahirkan. Diakses pada November 2023 dari https://hellosehat.com/kehamilan/perawatan-ibu/ kesehatan-mental-ibu/depresi-postpartum-baby-blues/ www.SmileConsultingIndonesia.com (biro psikologi) [Sumber : dinkes.banjarmasinkota.go.id]
KHAZANAH GEREJA - - 31 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 “Nih ambil! Rugi kalau malu-malu.” Pongky menyodorkan kotak kue berisi jajanan “semar mendhem” kepada Philo yang duduk di sebelahnya. Philo yang duduk di deretan kursi bus pariwisata paling depan, menyandarkan kepalanya pada kaca jendela. Ia menggelengkan kepalanya dengan mata terpejam. “Ya sudah.” kata Pongky sambil melanjutkan estafet kotak kue ke orang di seberangnya. Tak lama, tiba-tiba Philo tersentak dan membuka matanya. Dilihatnya rekan-rekan ziarahnya sedang asyik menikmati snack. “Mana?” tanyanya sambil membuka tangannya. Pongky bengong. “Lho, tadi waktu kutawari kuenya, kamu geleng-geleng, ya jadi aku lewati.” “Orang tidur ‘kan gak dengar,” kilah Philo. “Tadi aku menggeleng karena busnya bergoyang waktu menikung.” Pongky geli ,”Hi hi hi.... kamu belum hoki! Sayang, tidak ada putaran kedua lho.” “Om Pong.... Aku baru pertama kali ini ikut ziarah ke sembilan goa dalam sehari. Jadi aku belum biasa. Rasanya cape sekali sampai ketiduran. Apalagi tadi aku cawe-cawe bantu angkat kardus-kardus makanan dan air mineral ke dalam bus.“ Philo berargumentasi. Memang, kelihatannya umat lingkungan sudah kelelahan karena mereka sudah bersiap sejak pagi-pagi buta. Maka dalam perjalanan pulang, setelah selesai doa Koronka, mereka memilih untuk tidur-tidur ayam (atau tidur kucing..?) daripada membuat acara. Lampu dalam bus diredupkan, sayup-sayup terdengar alunan lagu tapi tak ada yang karaoke-an. Opa Ben duduk terkantuk-kantuk bersama Polly di belakang, dengan Papa dan Mama Philo. Sekarang Philo sudah tidak ngantuk lagi. Supaya tidak bengong, Pongky bertanya berbisik-bisik supaya tidak mengganggu orang yang sedang tidur, “Philo, bagaimana kesanmu ikut acara ziarah ini?” Mimpi Bapak Yosef Philo berpikir sejenak. “Ya, doanya jadi lebih mantap, lebih konsen dan khusyuk. Mungkin karena suasananya ya.” Philo ganti bertanya, “Om, tadi di salah satu gereja, ada patung Santo Yosef sedang tidur. Ada banyak orang berdoa di hadapannya mohon pertolongannya. Tapi di situ Santo Yosef ‘kan sedang tidur, mana dengar doa orangorang itu ya? Aku saja tadi waktu tidur gak dengar suara Om. Kenapa ya gak dibuat patung Santo Yosef sedang berdiri gagah berwibawa. Tapi ini kok kesannya seperti orang malas?” Pongky terkekeh, “Nah, ini nih...banyak orang yang gagal-paham. Kita ‘kan tidak menyembah patungnya, tapi berdoa pada pribadi Santo Yosef itu sendiri yang sudah menjadi orang kudus. Jadi patungnya mau tidur kek, mau ngantuk kek, atau mau jongkok kek, tidak ada hubungannya, karena kita berdoa bukan pada patungnya.” Philo protes, “Tapi katanya ada ayat Alkitab yang melarang orang membuat patung.” Pongky yang rajin mengikuti seminar keagamaan dan rekoleksi, berpikir sejenak, lalu menjawab, “He he, itu orang-orang sok pintar. Memang dalam Kitab Keluaran 20 : 4 tertulis larangan membuat patung, tapi eittt...nanti dulu! Coba baca juga ayat 3 dan 5. Di situ jelas disebutkan bahwa yang dilarang adalah membuat patung untuk disembah. Sedangkan Gereja Katolik tidak menyembah patung melainkan berdevosi atau memberi penghormatan kepada orang kudus yang digambarkan oleh patung tersebut. Patung St. Yosef tidur - [Sumber : sesawi.net]
- - 32 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 Nah, Philo. Kalau patung yang disembah itu, tahu tidak namanya?” Philo merasa kurang senang, cetusnya, “Mentangmentang aku masih bocil lalu dianggap masih bego. Itu namanya berhala, kan?” “Hi hi hi.. tersinggung ya? Sorry. Berhala itu adalah suatu benda yang dianggap sebagai Allah, Tuhan. Maka benda tersebut dipuja dan disembah. Di zaman now ini berhala modern adalah uang, jabatan dan lainnya yang seakan-akan mempunyai kekuasaan penuh. Sedangkan Gereja Katolik mempunyai banyak kekayaan rohani, diantaranya devosi kepada orang-orang kudus, dan patung hanyalah sebagai sarananya. Yaitu penghormatan kepada tokoh tersebut dan memohon doa dengan perantaraan orang kudus tersebut. Penghormatan semacam itu dinamakan Dulia Relatif. Simbol-simbol yang berupa patung, gambar atau pun syair adalah untuk merepresentasikan atau melukiskan karakter tokoh tertentu, peristiwa atau misteri iman tertentu. Patung hanyalah sekedar membantu supaya dapat lebih mengarahkan hati kita kepada obyek tersebut, bukan untuk disembah. Sebab hanya Tuhan-lah yang layak disembah. Patung itu hanya sebuah karya seni agar kita dapat berfokus kepada obyeknya, sehingga pikiran kita tidak melantur kemana-mana.” Philo menggelengkan kepala. “Waaah…. Om, terlalu berat kuliahnya.” “He... he...begini saja. Suatu ketika kamu sedang rindu berat kepada Omamu yang sudah meninggal. Lalu kamu ambil foto Oma. Dengan memandangi foto itu, kamu membayangkan Omamu sedang berada di hadapanmu. Kamu teringat kebaikan-kebaikan Oma, nasihatnasihatnya, obrolan-obrolannya, kebijaksanaannya bahkan candaannya. Kamu dapat curhat, bercakapcakap dalam hatimu, melepaskan semua kerinduanmu hingga terobati. Kamupun boleh meminta Oma di sana untuk mendoakan persoalan-persoalanmu. Nah , kamu kan tidak menyembah fotonya. Foto itu ‘kan bukan Oma kamu, melainkan cuma sarana saja. Kalau foto itu rusak atau robek, bukan berarti Oma di sana juga ikut menderita. Demikian juga kalau ada patung Tuhan Yesus yang dihancurkan, tidak berarti bahwa Tuhan Yesus juga hancur. Itu cuma benda saja. Gereja marah bukan karena patungnya hancur, akan tapi sikap yang tidak etis, menghina dan tak menghargai dari oknum-oknum perusak yang tidak bertanggungjawab. Ngerti, Philo?” Philo manggut-manggut tanda oke. “Memang Om, ada orang-orang fanatik yang ngawur membabi-buta, pura-pura jijik melihat patung, padahal mereka gak ngerti, he he...” “Mungkin mereka syok kalau mendengar bahwa Tuhan malah pernah menyuruh membuat patung untuk suatu maksud tertentu. Dan itu bukan cuma sekali lho.” lanjut Pongky bersemangat. Philo penasaran. Ia menatap Pongky lekat-lekat. “Ingin tahu? Nah,... kamu masih ingat tidak cerita tentang nabi Musa yang diperintahkan Tuhan untuk membuat patung ular tembaga di atas sebuah tiang? Itu gara-gara umat Israel yang waktu itu masih mengembara di padang gurun dipagut ular berbisa akibat mereka marah kepada Tuhan. Setiap orang yang dipagut ular, kalau memandang patung ular tersebut, dia tidak akan mati. Patung ular di atas tiang itu melambangkan kuasa Yesus Kristus di atas kayu salib . Patung itu ‘kan tidak disembah tapi cuma dipandangi saja. Ada lagi. Ketika umat Israel masih mengembara di padang gurun, tempat peribadatan mereka adalah Kemah Suci yang dapat dipindah-pindahkan. Allah Patung ular tembaga di atas sebuah tiang - [Sumber : gkipi.org] Tabut Perjanjian- [Sumber : pngdownload.id]
KHAZANAH GEREJA - - 33 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 memerintahkan membuat sepasang patung Kerub (malaikat) untuk ditempatkan di atas Tabut Perjanjian (tabernakel) yang berada di dalam Kemah Suci. Patung-patung Kerub itu bukan untuk disembah, melainkan sebagai simbol apa yang berada di Sorga. Demikian pula ketika raja Salomo membangun Bait Suci yang permanen di Yerusalem. Kembali Allah memerintahkan supaya membuat sepasang patung Kerub sebagai hiasan Tabut Perjanjian di dalam Bait Suci. Ketika raja Salomo membuat juga patung-patung lain tanpa diperintah Allah sebagai hiasan di dalam Bait Suci, Allah tidaklah murka, karena memang tidak untuk disembah. Malahan Allah menguduskan Bait Suci tersebut.” Philo menyentuh bahu Pongky, katanya, “Om... om, apakah memang lebih oke kalau orang berdoa dengan patung Santo Yosef tidur daripada yang berdiri?” Jawab Pongky, “Ah, ya sama saja. Cuma patung Santo Yosef tidur itu mengingatkan kita betapa dekatnya hubungan dia dengan Tuhan. Sehingga melalui para malaikat dalam mimpinya, Tuhan mengungkapkan kehendak-Nya untuk setiap masalah. Santo Yosef mengajarkan kita agar selalu patuh, tulus, cinta dan percaya akan kuasa Tuhan seperti dia. Maka Tuhan akan membuka jalan bagi setiap masalah kita. Setidaknya sudah tiga kali Tuhan memberi petunjuk kepada Santo Yosef melalui mimpi. Hayo Philo, pada peristiwa apa saja Tuhan memberi petunjuk kepadanya melalui mimpi?” Philo menjawab enteng, “Ehm...sambil merem aku jawab nih ya.. pertama, waktu Santo Yosef ragu-ragu dan mau menceraikan Bunda Maria, tapi akhirnya tidak jadi. Kedua, waktu malam-malam Santo Yosef dan keluarganya diperintahkan Tuhan supaya segera mengungsi ke Mesir karena bayi Yesus akan dibunuh raja Herodes. Dan ketiga, sesudah Herodes meninggal, Tuhan menyuruh keluarga Santo Yosef untuk pulang ke Nazaret. Benar ‘kan? Hayo, siapa yang berani mendebat saya?” “He he, kamu ini seperti lagi sedang Debat Caprank saja. Tahu tidak, patung Santo Yosef tidur itu pertama kali dibuat oleh perusahaan dari Italia, Fontanini yang membuat aneka figur terkenal. Paus Fransiskus yakin bahwa Allah mengandalkan Santo Yosef justru dalam tidurnya. Patung itu mengajarkan kita bahwa setiap masalah kita akan diselesaikan oleh Tuhan apabila kita berada di dalam keheningan. Membawa masalah kita dalam doa, lalu diam dan tenang supaya kita dapat mendengarkan lebih baik suara Tuhan melalui bisikan lembut suara hati kita guna memahami apa kehendak-Nya. Syaratnya yaitu kita harus meneladani keutamaan-keutamaan iman serta teladan hidup Santo Yosef. Paus Fransiskus mengaku sangat mencintai Santo Yosef yang tenang dan tegar. Ia punya cara yang unik bila sedang menghadapi suatu problem yang sulit. Paus memiliki patung Santo Yosef tidur di mejanya. Selain berdoa, Paus Fransiskus menuliskan problemnya di atas secarik kertas dan meletakkannya di bawah patung tersebut supaya Santo Yosef “memimpikannya”. Dan akhirnya problem tersebut dapat teratasi.” “Hmm...apakah Tuhan membalas suratnya itu ya?” tanya Philo serampangan. “Hi hi hi, pasti tidak. Tapi lewat suara Tuhan di dalam hatinya. Kalau Tuhan menulis surat balasan...wah, pasti Sri Paus kaget setengah mati...Oh ya, Philo. Tadi waktu tidur kamu tiba-tiba saja tersentak kaget lalu bangun. Kamu sebenarnya habis mimpi apa sih? Seram ya, he he...” Philo menjawab kesal, “ Itu gara-gara sepatu Om Pong menginjak kakiku. Terganggu deh tidurku...” Pongky terdiam, kemudian tertawa , “Ha ha ha, sorry ya, nak... Om gak sengaja. Tadi aku lagi berjuang mengambil hp di saku belakang celanaku yang sempit, sampai-sampai sepatuku memakan korban ha ha ha....” Rupanya tawa Pongky kebablasan, keras sekali, sampai si Tante gemoy yang duduk di seberang melotot abis kepada Pongky dengan wajah masam. Sekarang gantian Philo yang tertawa, meskipun cuma di dalam hati. Ekatanaya, dari berbagai sumber Kemah suci - [Sumber : s3.amazonaws.com]
- - 34 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 35 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 LENSATHORA Media karya para pewarta foto Sathora dalam wadah Komunitas Fotografer Sathora. Mari tunjukkan karya bercita rasa seni fotografi dari lensa kamera Anda. Behind The Scene Film “TITIPAN”
- - 36 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 37 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
LIPUTAN KHUSUS - - 38 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 Kenapa sih kita sebagai wanita harus peduli terhadap kanker payudara? Untuk apa? Mengapa kanker payudara? Karena menurut catatan WHO 2020, breast cancer adalah yang paling banyak kasusnya di dunia. Demikian juga data Kemenkes di Indonesia. Hal ini yang menjadi concern dokter Freda Susana Halim, SpB,FICS yang berprofesi sebagai dokter bedah di RS Siloam – Lippo Village, Karawaci. Ia juga menjabat sebagai Kepala Departemen Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan, di Tangerang. Freda Susana memaparkan ciri-ciri payudara yang terdeteksi tahap dini lewat foto slide yang ditayangkan. CA payudara bisa dialami segala usia, siapa saja dan tidak mengenal strata. Banyak orang yang menunggu, atau mencoba pengobatan alternatif, ataupun fase denial. Padahal kemajuan pengobatan di dunia medis sudah ada. Bagaimana cara pencegahannya? Ada dua faktor resiko, yaitu faktor pertama adalah faktor yang dapat dirubah. Dan faktor kedua yaitu faktor yang tidak dapat dirubah. Faktor resiko yang dapat dirubah, disebabkan karena kegemukan terutama setelah menopause. Tidak rajin berolahraga, kurang aktif dan kurang bergerak. Faktor resiko yang tidak dapat dirubah, misalnya karena minum obat hormon yang punya efek samping menjadi penyebab CA payudara. Atau faktor keturunan / genetik dari keluarga. Khusus untuk hal ini, test genetik CA sudah ada di Jakarta. Deteksi dini bisa dilakukan dengan USG rutin pada usia 20 tahun hingga 40 thn. Sedangkan usia 40 tahun – 50 tahun ke atas, dapat dilakukan test mammografi rutin. Test USG rutin dan mammografi rutin sangat dianjurkan. Kita juga bisa mulai memeriksa payudara sendiri di rumah. Caranya diperlihatkan di slide. “Tiap bulan cek sendiri.” saran dokter Freda. “Apakah ada benjolan atau kelainan, harus disadari sendiri dengan meraba, menggunakan permukaan rata tiga jemari. Benjolan CA bisa terdeteksi ibaratnya seperti kelereng.” Ini yang disebut pencegahan dan deteksi dini! Cegah CA Payudara untuk terjadi. Dan temukanlah sedini mungkin agar memungkinkan untuk diobati lebih mudah. Ketika sesi tanya jawab dibuka, ternyata banyak sekali pertanyaan yang diajukan oleh peserta seminar. Para peserta seminar tidak hanya kaum wanita, tetapi beberapa kaum pria juga hadir. Termasuk Romo Ludo. Setelah membuka seminar di awal, ternyata ia masih mengikuti seminar ini sampai pertengahan. Ada yang bertanya, “Bagaimana tentang resiko terkena Sadari Breast Cancer Ki-Ka : dr. Freda Susana memberikan seminar tentang Breast Cancer - [Foto-foto : dok. pribadi] dr. Freda Susana memberikan seminar tentang Breast Cancer - [Foto : dok. pribadi]
- - 39 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 radiasi apabila mammografi dilakukan setiap tahun?” “Sekarang sudah ada yang low dose.” kata dokter Freda. CA payudara bisa juga disebabkan oleh kecenderungan mengkonsumsi glucosa dalam jumlah besar, tingkat stres tinggi dan kurang tidur dalam waktu yang lama (kekurangan melatonin). Apabila pasien yang terdeteksi CA memerlukan support system, ada komunitas YKI (Yayasan Kanker Indonesia) yang dapat membantu. Sebagai tambahan dari dokter Selvinna selaku Mc moderator acara, “Ukuran besar kecilnya payudara tidak menjadi jaminan resiko terkena tidaknya kanker payudara. Kepadatan mempunyai resiko lebih tinggi. Memakai BH kawat tidaklah berisiko CA, karena sel CA berada di dalam pengaruh makanan dan metabolisme tubuh.” Menyusui bisa menurunkan resiko CA 4% (selama 2 tahun penuh). Asalkan menjaga pola hidup sehat, itu yang lebih penting. Sekarang berbicara mengenai stadium. Ukuran stadium 1, diameter benjolan masih kurang dari 2 cm. Stadium 2, sudah terjadi pembesaran. Stadium 3, sudah menjadi borok. Dan stadium 4, sel CA sudah menyebar. Jangan mengabaikan tanda-tanda yang ada. Karena di Indonesia, pasien baru ke dokter setelah umumnya sudah mencapai stadium 3 dan 4. Umumnya pasien berkeliling dulu ke orang pintar atau sinshe, kalau tidak berhasil barulah ke dokter. Seminar ini diselenggarakan oleh Sie Kesehatan dan Panitia Natal wilayah St. Fransiskus 2023, dalam Ki-Ka : dr. Freda Susana bersama panitia - [Foto-foto : dok. pribadi] rangkaian program bulan kesadaran kanker payudara, yang dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 15 Oktober 2023 di GKP lantai 4, pukul 12:30 sampai 14:30 WIB. Venda
LIPUTAN KHUSUS - - 40 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 LIPUTAN KHUSUS Semangat muda memenuhi aula Notre Dame, hari Minggu sore tanggal 19 November 2023. Ya... Acara ini diperuntukkan bagi kawula muda, keluarga muda dan bagi mereka yang berjiwa muda. Menampilkan LOJ worship dengan para pemusik dan pentolan worshiper yang penampilannya sudah tidak asing lagi di Sathora. Gebrakan lagu puji-pujian yang membahana dan enerjik menggoyang panggung, bersama para OMK dan peserta lainnya. Romo Danto memberikan kata sambutan dan doa pembukaan. Disusul perkenalan dari Sie Kepemudaan, Nella, tentang komunitas OMK yang ada di Sathora. Ia mengajak anak-anak muda yang memiliki minat dan bakat tertentu untuk bergabung. Pewartaan sore itu diawali oleh pertanyaan dari Romo Stefanus Tino Dwi Prasetyo PR. “Apa buktinya bahwa kita sedang bersukacita?” “Tersenyum ...!” jawab hadirin. Lanjut Romo, “Siapa diantara kita yang tidak pernah punya masalah dalam hidup?” Semua nampak menggelengkan kepala. “Apa yang membuat kita bahagia di dalam hidup?“ tanya Romo lagi. Ada yang menjawab, sehat, dapat hadiah, punya pacar, punya uang, anaknya patuh, keluarga lengkap, jalan-jalan gratis, doanya dijawab, diberi nafas kehidupan, terkenal, kalau disayang.... dan masih banyak lagi jawaban-jawaban lainnya. Ibarat kita yang suka makan nasi goreng, apakah hanya pada saat makan nasi goreng saja kita bahagia? Lalu, ketika nasi goreng itu sudah habis, maka kita sudah tidak berbahagia lagi? Persoalan yang sama, yaitu tentang dinamika perjalanan hidup kita. Bagaimana bila tidak seturut dengan kehendak kita? Apakah kita masih bisa berbahagia? Romo berkisah. Ada seorang wanita berumur sekitar 25 tahun. Dulu dia pernah nyaris dibunuh orangtuanya karena konflik keluarga. Trauma dari peristiwa itu terus menerus menghantui dirinya. Sampai-sampai dia pernah berniat mengakhiri hidupnya. Fear Not! You are Not Alone Worshiper dan band menggoyang panggung - [Foto : Aditrisna] Romo Tino membawakan sebuah permenungan bagi setiap yang hadir dengan lagu Berkat KemurahanMu. - [Foto : Aditrisna] Ketika pewartaan menyentuh hati yang terdalam - [Foto : Panitia Natal] Terhanyut dalam lantunan lagu - [Foto : Panitia Natal] - - 40 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 41 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 “Siapa yang yakin bahwa gadis itu dikasihi Tuhan?” tanya Romo Tino. Para hadirin mengacungkan tangan, pertanda semuanya yakin bahwa Tuhan tetap mencintai gadis itu. Lanjut Romo, “Kalau kehidupan kita dalam keadaan baikbaik saja, ya kita pasti yakin. Tapi bagaimana kalau hidup kita sedang kacau, terpuruk dan ditinggalkan....apakah kita masih merasa dikasihi Tuhan?” Semua terdiam. Banyak yang merasa doa-doa mereka tidak pernah dikabulkan Tuhan. Ada anak OMK yang merasa hidupnya, bahkan pelayanannya di gereja sia-sia belaka. Hidupnya selalu susah. Sementara temannya yang tidak pernah ke gereja, hidupnya malah lancar dan baik-baik saja. Juga keluhan para pasutri muda. Pada hari pertama dan kedua setelah pernikahan .... semuanya baik. Minggu kelima dan keenam, masih berjalan baik. Memasuki minggu ketujuh dan seterusnya mulai timbul pertengkaran. Mereka mulai mendatangi Romo, dan mulai mengeluh, “ Romo, kami sudah tidak ada kecocokan lagi. Ternyata kami banyak perbedaan!” Lalu Romo menjawab, “Karena dari awalnya, antara lakilaki dan perempuan memang sudah sangat berbeda!” Kasus lain. Ada banyak orangtua yang tega membuang anak kandungnya sendiri karena mereka menghadapi begitu banyak konflik kehidupan. Pesan Romo Tino, “Ingat! Kita tidak pernah sendiri. Walaupun tidak ada seorangpun di dalam hidup kita (lonely), namun kita masih punya Tuhan.” Rahmat dan penyertaan Tuhan tidak pernah meninggalkan kita! Oleh karena itu, kita harus tetap mempunyai harapan. Tuhan Yesus tidak pernah memadamkan api pengharapan itu. Seperti perjalanan dua murid ke Emmaus, mereka tidak sadar bahwa Tuhan Yesus-lah yang mendampingi perjalanan mereka selama ini. Bersyukurlah apabila hari ini perjalanan hidup kita sedang berjalan dengan baik! Sedangkan, bila ada hari-hari yang tidak baik, janganlah takut! Jangan menyerah! Karena Tuhan senantiasa menyertai kita. Serahkanlah segala pergumulan hidup kita kepadaNya. Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita barang sedetikpun! Sebagai penutup, Romo menyanyikan lagu Berkat Kemurahan-Mu. Lagu itu sangat menyentuh hati karena liriknya begitu mengena disetiap sanubari para hadirin. Terlihat beberapa orang ikut menyanyi sambil mengusap airmata. Lirik lagu itu mengajak kita untuk semakin menyadari berkat dan kemurahan Tuhan. BERKAT KEMURAHANMU Kau hiasi kehidupanku Dengan kemurahanMu, Kau rancangkan masa depanku Penuh dengan harapan, Reff: Aku ada saat ini, Semuanya karena kasihMu Aku hidup hari ini, Semua berkat kemurahanMu Trimakasih Yesus…. Engkau sangat baik Teramat baik bagiku. Hendaknya kita semua selalu ingat akan pesan Tuhan: “Jangan takut!” Karena pesan ini selalu memberikan harapan yang kokoh pada saat kita menghadapi segala kesulitan di dalam hidup ini. Venda Hadirin melantunkan pujian bersama worshiper LOJ - [Foto : Panitia Natal] Romo Tino dan Panitia Natal foto bersama - [Foto : Panitia Natal] - - 41 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
LIPUTAN KHUSUS - - 42 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 LIPUTAN KHUSUS Hari Sabtu, 25 November 2023. Cuaca cerah di pagi hari seusai hujan tadi malam. Terpancar raut bahagia dan bersemangat dari panitia Natal Sathora 2023, dan komunitas BIB yang akan melaksanakan Baksos ke Yayasan Al Fajar Berseri, Tambun – Bekasi. BIB adalah kepanjangan dari Berbagi Itu Bahagia, merupakan komunitas yang beranggotakan mereka yang tinggal di area Puri Indah dengan aktivitas berbagi atau berdonasi ke berbagai yayasan yang membutuhkan. Pukul 07.20 WIB kami berangkat dari Rumah Joglo Permata Buana. Rombongan terdiri dari delapan mobil beserta orangorang baik di dalamnya. Puji Tuhan perjalanan lancar tiba di tempat tujuan jam 08.40 pagi. Pintu gerbang dibuka ketika rombongan datang. Pengurus yayasan beserta staf sudah siap menyambut rombongan kami. Beberapa panitia terlihat akrab dengan Ketua Yayasan. Sepertinya mereka sudah sering bertemu. Rombongan Sathora dipersilakan menuju aula. Di situ semua orang sudah duduk rapi di lesehan. Mereka duduk terpisah antara wanita dan pria. Terlihat kepala para lelakinya hampir semuanya plontos atau botak. Di antara mereka ada yang menyambut kami, dan ada juga yang diam dengan pandangan kosong. Ada juga yang diam saja sambil memegangi kepalanya dan tertunduk. Sedang di kelompok wanita keadaannya lebih ramai. Ada dua ibu-ibu yang paling depan sibuk menyapa rombongan. Sepintas tidak terlihat bahwa mereka itu adalah penghuni panti sebagai ODGJ. Dalam sambutannya Marsan Susanto, Pendiri dan Ketua Yayasan Al Fajar Berseri, menyampaikan bahwa orang-orang yang mereka kumpulkan di aula ini adalah ODGJ pilihan, yang dianggap bisa tenang di saat ada tamu yang datang. Sedangkan yang lainnya tidak dikeluarkan dari ruangan karena masih belum bisa tenang, atau belum bisa diatur. “Saya bukan seorang akademis, bukan orang kaya, dan bukan pula orang yang punya tanah ber hektar-hektar. Berbagi Kasih Menjelang Natal Penyerahan bantuan secara simbolis kepada pihak yayasan - [Foto : Novi] Sambutan ketua panitia Natal, ibu Yani - [Foto : Novi] ODGJ pria dan wanita dipisahkan dalam dua barisan - [Foto : Novi] ODGJ pria - [Foto : Novi] - - 42 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 43 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 Saya hanyalah seorang kusir delman yang setiap jam tiga sampai jam lima sore berkeliling komplek untuk menyenangkan hati anak-anak dengan naik delman. Di sekitar jalur delman ada tempat pembuangan sampah. Di situlah saya melihat seorang ODGJ sedang sibuk melahap makanan penuh lalat. Belum tentu hewanpun mau makan makanan itu. Sampai di rumah saya masih terus memikirkan ODGJ tersebut. Akhirnya keesokan sorenya, saya bawa pulang orang itu. Saya mandikan, saya cukur rambutnya dengan gunting cukur kuda. Saat itu istri saya yang sedang menyusui anak kedua bertanya, ‘Apakah tidak membahayakan?’ Saya yakinkan istri saya bahwa orang ini aman. Kemudian saya tidurkan ODGJ ini di loteng, di atas kandang kuda. Tiap hari saya ajak dia mencari rumput untuk makanan kuda dan melakukan aktivitas lain. Selama dua bulan saya rawat orang ini. Saya tanyakan nama, alamat dan orang tuanya. Sampai bulan ketiga jawabannya selalu sama. Akhirnya saya berkeyakinan bahwa apa yang dikatakan orang ini adalah benar. Saya pulangkan orang ini. Saya beri ongkos tujuh ribu untuk ke Karawang. Tiga hari setelah itu, orang ini datang kembali bersama kedua orang tuanya. Dari jauh ibunya berlari mendekat dan memeluk saya seraya mengucapkan beribu-ribu terima kasih. Ternyata anak ini sudah disedekahkan dan sudah ditahlilkan, karena sudah dianggap meninggal. Anak ini sudah hilang selama 5 tahun! Akhirnya ia pulang dalam keadaan baik setelah dirawat pak Marsan. Dari situ timbul motivasi saya. Bahwa apa yang saya Joged bersama wakil Sathora dan ODGJ - [Foto : Novi] Ki-Ka: Foto bersama ODGJ... AYO Senyumnya manaaa.... Cissss - [Foto : dok. pribadi] lakukan adalah sungguh membahagiakan orang lain. Seperti yang dikatakan Berbagi Itu Bahagia! Tidak ada orang yang berbuat baik, memberikan rejeki nya untuk orang lain akan jatuh miskin. Malah sebaliknya akan menjadi lebih baik, kaya, dan sukses.” Demikian cerita Marsan. Sejak itu Marsan mulai merawat ODGJ yang dia temui di jalanan. Pada waktu itu, ia hanya punya tanah seluas 100 meter persegi untuk menampung para ODGJ. Suatu hari warga komplain karena ada ODGJ asuhan Marsan yang nyolong sendal warga, ada juga yang nyolong jemuran atau daster warga. Akhirnya Marsan dipanggil Ketua RW untuk bertemu para warga yang sudah berkumpul dan menyatakan keberatan karena merasa terganggu atas kehadiran ODGJ. Para ODGJ ini ada yang sering menyanyi dan teriakteriak. Akhirnya Marsan minta maaf ke warga. Malamnya, Marsan mendatangi barak di mana para ODGJ tidur. Di situ Marsan berdoa, “Ya Allah, kalau ini adalah kehendak-Mu atas diriku untuk melayani mereka, berilah saya kekuatan dan kemudahan. Namun jika ini Sambutan Bapak Sebastianus Ketua BIB - [Foto : Novi] - - 43 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
LIPUTAN KHUSUS - - 44 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 LIPUTAN KHUSUS bukan ridho-MU. Maka hentikanlah.” Dari mulut ke mulut semakin banyak orang yang mendengar kisah tentang Marsan. Ada beberapa stasiun TV yang mengundangnya untuk mengisi acara di TV mereka. Seperti Mimpi Jadi Nyata, Kick Andy, RCTI Peduli, TV One dan lain-lain. Mereka juga membantu pembangunan aula, barak dan lain-lain. Dari tanah semula hanya 100 meter persegi, akhirnya menjadi satu hektar, berkat donasi yang terus mengalir ke yayasan ini. Sekarang Marsan merawat kurang lebih 504 ODGJ (sekitar 300 pria, dan 204 orang wanita), dibantu 50 orang karyawan. Para ODGJ ini ada yang ditemukan di jalan, kemudian dibawa pulang untuk dirawat. Ada juga keluarga yang menitipkan anggota keluarganya yang ODGJ. Bagi yang datang untuk menitipkan keluarganya, mereka harus berbayar. Biasanya keluarga minta kamar tersendiri. Iuran tersebut digunakan untuk membayar gaji karyawan yayasan. Kebutuhan logistik juga tidak pernah berkekurangan. Ada saja donatur yang datang membawa apa-apa yang dibutuhkan. “Mendoakan orang lain itu lebih baik, lebih didengarkan dan dikabulkan Allah daripada berdoa hanya untuk diri sendiri.” Begitulah yang dikatakan Marsan. Maha Besar Allah sungguh baik. DIA menjawab doa Marsan, memberinya kekuatan dan kemudahan untuk merawat ratusan ODGJ yang sangat membutuhkan bantuannya. Diceritakan juga oleh Marsan. Ada ODGJ wanita yang hamil dan melahirkan di kamar mandi. Ada juga yang tidak ketahuan sudah melahirkan, dan bayinya nyaris terinjakinjak ODGJ lain. Ada banyak orang yang menginginkan bayi yang lahir itu. Tapi oleh Marsan bayi tersebut diserahkan kepada Dinas Sosial Pemerintah. Dia tidak mau ada anggapan menjual bayi. Ada juga yang suka telanjang, yang suka berteriakteriak, menyanyi, dan lain-lain. Semua itu sudah menjadi pemandangan biasa di lingkungan yayasan ini. Yang susah itu wanita. Kalau sudah menstruasi, semua tempat yang dia duduki selalu bercak darah. Mereka susah disuruh pakai pembalut. Pernah suatu saat, pembalut mereka lepaskan dan lempar. Jatuhnya pas di piring makanan yang sedang dimakan Marsan! Ada banyak hal yang menjadi penyebab gangguan jiwa. Ada yang ditinggal cerai istrinya, ada yang merasa punya banyak uang, ada yang terlalu tinggi berkhayal namun tidak kesampaian. Dan banyak lagi penyebab lainnya. Jangan berharap berlebih kepada manusia, berharaplah kepada Tuhan. Tidak ada pendampingan dari psikiater. Dari pengalaman selama 31 tahun merawat ODGJ (1992-2023) Marsan tahu mana yang sudah sembuh dan yang belum. Biasanya yang belum sembuh masih belum bisa peduli atau bertanggung jawab. Pipis, telanjang sembarangan, suka menyakiti diri sendiri dan orang lain. Kalau yang sudah sembuh, dia sudah bisa berinteraksi, Ki-Ka : H. Marsan pendiri dan pimpinan yayasan, ODGJ Bu Titi ex Guru TK yang sudah membaik, Nyanyi bersama Bu Titi - [Foto : Novi] - - 44 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 45 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 dan ada tanggung jawab. Bila ada yang sakit dibawa ke puskesmas. Warga sekitar yang awalnya keberatan dengan keberadaan yayasan ODGJ ini, sekarang mendukungnya, bahkan ada yang menjadi karyawan yayasan. Nah, itu tadi cerita perjalanan seorang Pak Marsan Susanto dan keluarganya yang dengan ketulusan hatinya merawat ODGJ. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Panitia Natal Sathora 2023, Yani Yasinta. Secara simbolis ia melakukan serah terima bantuan berupa sembako, sabun, Wipol obat penghilang bau pipis yang sangat menyengat, dan lain-lain. Panitia Natal berterima kasih atas sambutan baik dari pengurus yayasan. Dan berharap, kehadiran mereka dan barang-barang yang mereka bawa bisa bermanfaat. Diantara ODGJ wanita, ada Titi (bekas guru TK) yang paling ramai, ngomong terus dan berinteraksi dengan para tamu. Orang tidak akan menyangka kalau sebenarnya dia masih belum sembuh. Acara semakin seru dengan dipandu oleh Stefanus. Para ODGJ di ajak menyanyi dan berjoget bersama. Semua orang larut dalam kegembiraan, sampai-sampai rombongan dari Sathora tidak merasa terganggu lagi dengan bau pesing yang menyengat di sekitar aula tempat berkumpul. Acara tetap meriah meskipun di akhir acara hujan turun dengan sangat deras. Acara ditutup dengan foto bersama. Setelah hujan reda, rombongan diajak berkeliling melihat suasana yayasan dan melihat dari luar barak, serta berinteraksi dengan ODGJ yang tidak ikut dalam pertemuan tadi. Akhirnya, rombonganpun pamit pulang dengan membawa sukacita dalam diri masingmasing, bahwa... Berbagi Itu Bahagia (BIB). Adakah masa depan buat para ODGJ? Bayangan wajah dan tingkah polah ODGJ selama pertemuan tadi terus melintas dalam benak kami. Bersyukur ada orang baik yang bernama Marsan Susanto, yang Tuhan pergunakan untuk merawat dan menyembuhkan mereka. Tidak mudah mengurus ODGJ selama 31 tahun. Memastikan bahwa mereka terawat dengan baik dan bisa sembuh. Semuanya dapat dilalui dengan baik, karena ada sukacita, kesabaran, keikhlasan hati dan KASIH yang nyata. Tuhan memberkati seluruh orang baik yang campur tangan dalam pelayanan pak Haji Marsan. Amin. Novi Catatan : Ingin tahu lebih dalam? Ki-Ka : Salah satu bangsal ODGJ dan dapur - [Foto : Novi] Atas - bawah : barang sumbangan - [Foto : Novi] - - 45 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
LIPUTAN KHUSUS - - 46 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 LIPUTAN KHUSUS Foto panitia dan Hj. Marsan - [Foto : dok. panitia] Sukacita panitia mau memulai baksos - [Foto : dok. panitia] Foto bersama seluruh panitia, dan anggota yayasan - [Foto : dok. panitia] Yuk berkunjung ke Yayasan Al Fajar Berseri Kampung Pulo Rt. 04/037 Sumber Jaya Tambun Selatan Interaksi dengan ODGJ - [Foto : Novi] ODGJ ex. Guru bahasa Inggris bernyanyi - [Foto : Novi] Melihat suasana yayasan dalam hujan - [Foto : Novi] Suasana bangsal ODGJ wanita - [Foto : Novi] - - 46 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - - - 4747 MEMERRASUL ASULEDISI 44 # Oktober - Desember 2023 EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 Pukul sembilan pagi, Romo Danto memimpin misa untuk memberikan sakramen Inisiasi kepada 57 calon baptis. Untuk menjadi umat Katolik, seseorang harus mengikuti proses pembaptisan yang terdiri atas empat tahap. 1. Mengenal lingkungan Gereja Katolik. 2. Belajar selama satu tahun untuk mengerti apa saja pokokpokok ajaran Katolik. 3. Memilih nama baptis dan Krisma, yang diambil dari nama Santo Santa. 4. Mengikuti mistagogi, yaitu pelajaran lanjutan setelah dibaptis. Agar mendapat pedoman bagaimana bersikap sebagai orang Katolik. Pada tahapan baptis, seseorang harus sudah mengerti budaya, pokok ajaran Katolik, serta bagaimana menjadi Garam dan Terang dunia. Inisiasi berarti mengenal dan membuka. Hari ini, para peserta Sakramen Inisiasi menerima Sakramen Baptis dan Krisma. Selanjutnya, Komuni Sakramen Inisiasi (Pembaptisan, Krisma, dan Ekaristi) 25 November 2023 “Pembaptisan menjadikan seseorang terlahir kembali dan menjadi manusia baru” Ki-Ka : Para calon penerima Sakramen Inisiasi - [Foto : Ade] Ki-Ka: Penuangan air baptis, Pemberian Minyak Krisma - [Foto : Ade] Pertama akan diberikan pada misa Ekaristi dimalam Natal. Ini maksudnya supaya para Baptisan Baru mendapat kesempatan mempersiapkan batin untuk menerima komuni bersama-sama dengan umat lainnya. Persyaratan pembaptisan, diantaranya adalah harus menjadi pokok anggur yang baik. Yesus adalah pokok dan kita adalah ranting-Nya yang harus berbuah. Jika tidak, maka akan dipotong dan dibuang kedalam api, karena menjadi ranting yang tidak berguna. Maka umat Katolik haruslah berbuah dan berbuah yang banyak, supaya menjadi teladan bagi orang lain yang belum mengenal Kristus. Jika kita selalu melekat pada Yesus, maka kita pasti mempunyai kekuatan untuk selalu berbuah. Tanpa Yesus, kita tidak akan sanggup berbuah dan bertahan. Yesus adalah teman seperjalanan dan seperjuangan kita. Ketika hati sedang gembira, ataupun bersedih dan mempunyai masalah, maka kita bisa curhat pada Yesus. - - 47 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
LIPUTAN KHUSUS - - 48 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 Ki-Ka : Pengalungan selempang, Pemberian Lilin Baptis - [Foto : Ade] LIPUTAN KHUSUS Menuju Pertobatan Sejati Senin, 11 Desember 2023. Gereja St. Thomas Rasul melalui Panitia Natal bekerja sama dengan Seksi Liturgi mengajak seluruh umat Paroki Bojong Indah untuk melaksanakan Sakramen Tobat sebagai tanda rekonsiliasi Allah dan sesama. Karena Yesus sendiri bersabda : “Demikian juga akan ada sukacita di Surga karena satu orang berdosa yang bertobat”. (Lukas 15 : 7) Romo RD. Ludowikus dalam Ibadat Tobat menyampaikan, supaya Sakramen Tobat yang akan kita terima sungguh merupakan Pertobatan yang Sejati, maka hendaklah kita mohon bimbingan dan rahmat dari Roh Kudus. Kitapun diminta pula agar senantiasa ingat akan Tuhan. Meskipun hidup kita ini dipenuhi dengan banyak keinginan, kegelisahan, kegelapan dan keraguan, namun ingatlah selalu akan Dia yang mengasihi kita. Maka, dimasa penantian kedatangan Tuhan Yesus Kristus atau masa Adven ini, mari kita mempersiapkan diri dengan Pertobatan. Karena melalui pertobatan, hati dan batin kita dimurnikan kembali, menuju pengharapan dan kehidupan yang lebih baik. Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya. (Yoel 2:13) Pertobatan sejati hendaknya dilakukan dengan kesungguhan hati. Sehingga ketika seseorang sungguhsungguh bertobat, maka dia akan menerima Pengampunan Dosa. Dan Tuhan akan selalu mendampingi serta menuntun hidup kita menuju ke jalan keselamatan. Yohanes Ady Setelah Abigail, ketua Sie Katekese melaporkan kesiapan para calon untuk dibaptis, Romo membaptis dan menerimakan Krisma kepada mereka. Atas nama Gereja mereka diterima ke dalam Gereja Katolik. Upacara pembaptisan kali ini sungguh istimewa karena pesertanya terdiri dari rentang umur yang termuda sampai yang paling senior. Dari anak-anak menjelang remaja, remaja, dewasa hingga senior. Ada pasutri yang sekarang berdomisili di Metro Permata. Mereka mendampingi ketiga orang anaknya untuk dibaptis. Mereka bercerita bahwa dulunya mereka adalah umat Sathora. Lalu mereka pindah ke tempat yang sekarang, akan [Sumber: churchofjesuschrist.org] tetapi mereka masih sering mengikuti misa di Sathora. Lalu ketiga anaknya ingin masuk Katolik. Dengan dukungan orang tuanya, mereka menjadi katekumen di Sathora. Romo berpesan, agar para baptisan baru hendaknya mendaftarkan diri kepada ketua lingkungan, supaya mereka dapat diundang dalam kegiatan-kegiatan di lingkungan. Dan Romo meminta mereka supaya ikut aktif dalam kegiatan lingkungan dan gereja. Tuhan Yesus memberkati. Fatolly Panarto - - 48 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 49 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 Talk Show Rohani Panitia Natal wilayah Fransiskus mengundang Romoromo dan Jamaica Café mengadakan talk show di aula Notre Dame, hari Sabtu, 3 Desember 2023. Talk show rohani ini ditampilkan dengan gaya Komedi Samadi. Lagu pembukaan dibawakan oleh Jamaica Café. Romo Yus, sebagai pemandu acara, dengan kocak mengajak para romo dan umat untuk menyanyi bersama lagu “Dengar Dia Panggil Nama Saya”. Para penyanyinya adalah Romo Ludo, Romo Danto, Romo Liong dan Romo Yus. Bukan Romo Yus namanya kalau tidak mengusik kisah masa lalu rekan-rekannya yang berkesempatan tampil di paroki Sathora. Maka kali ini, Romo Danto, sebagai Pastur Kepala Paroki Sathora, yang menjadi bulanbulanan bahan cerita kenangan masa lalunya yang luculucu. Keempat Romo tersebut mengingatkan para hadirin agar jangan lupa untuk menerima sakramen tobat, karena menanti Tuhan dengan pertobatan akan merubah kehidupan keluarga menjadi penuh sukacita dalam menyambut kelahiran-Nya di hari Natal. Acara Talk Show yang lucu, penuh tawa dan suka cita akhirnya ditutup dengan doa dan berkat oleh Romo Yus. Umat pulang dengan sukacita. Samaria Ki-Ka : Jamaica Café, Umat yang hadir - [Foto : Novi] Romo Yus memandu acara Talk Show Rohani - [Foto : Novi] Umat yang hadir - [Foto : Novi] Ki-Ka : Konsumsi yang sudah disiapkan tim UKM sathora ludes di serbu peserta Talk Show - [Foto : Novi] Para suster yang hadir - [Foto : Novi] - - 49 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
LIPUTAN KHUSUS - - 50 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 LIPUTAN KHUSUS Mengapa kita perlu Jesus? Demikian pertanyaan narasi yang disertai sekelebat cuplikan film tentang peperangan, perkelahian, serta chaos yang sering terjadi dalam kehidupan manusia sehari-hari, yang ditayangkan dalam tampilan videotron di gereja Santo Thomas Rasul. Pertanyaan dan pencarian… Dimanakah Tuhan? Kolaborasi St Thomas Choir and Orchestra, Matius Choir, Vianney Choir dan Notre Dame Elementary Choir, bersama Aris Kristiadi selaku Ketua Seksi Liturgi, Teddy BS sebagai pelatih dan conductor, serta Panitia Natal wilayah Fransiskus, mengadakan mini concert yang berjudul Symphony Of Joy & Peace. Tenggat waktu masa persiapan concert untuk berlatih sangatlah pendek. Jadi agak sulit apalagi harus mengumpulkan banyak pihak yang ikut terlibat dalam latihan yang harus rutin dan full commitment ini. “Waktu latihan yang hanya enam bulan, sebenarnya terlalu singkat. Tapi kita coba semaksimal yang kita bisa.“ ujar Teddy. Mini concert yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 16 Desember 2023, pukul 19:00 WIB hingga pukul 21:00 WIB, menampilkan urutan lagu-lagu berikut ini : 1. Overture 2. Putri Sion (feat : Aris) 3. Angels We Have Heard On High 4. Joy To The World 5. Jingle Bells Rock 6. Silent Night (feat : St Francis Male Singers) BREAK 7. O’Little Town Of Bethlehem (feat : romo Danto) 8. O’Come All Ye Faithfull 9. Hark The Herald Angels Sing 10. Winter Wonderland 11. It’s The Most Wonderful Time 12. S’gala Kemuliaan Perjalanan rangkaian lagu-lagu ini membawa kita dalam pencarian seorang Raja Damai yang penuh kasih. Lewat peringatan akan kelahiran-Nya ke dunia yang fana ini, di sebuah kota kecil di Betlehem. Ajakan untuk mempersiapkan setiap hati guna melepaskan segala duka. Bahwa selalu ada harapan, selalu ada sukacita menyertai kelahiran bayi Yesus. Natal merupakan momen terindah di setiap tahun kehidupan kita. Masa yang diliputi oleh kehangatan kasih diantara keluarga dan sahabat. Bayi Yesus adalah hadiah terindah yang boleh kita terima, sebagai sumber kekuatan iman dan harapan kita melewati kehidupan yang penuh tantangan dan aneka kesulitan di setiap masa. Serta sebagai rasa syukur untuk masa-masa yang baik yang muncul diantaranya. Venda JESUS IS THE GIFT, THAT PERFECTLY FITS THE SIZE OF EVERY HEART! Credit to : Mc and Narator : Dheta & Silvana Design and videotron : Dion Back Stage Manager : Della and team Sound system : Chris and team Video recording : Tim AV – Ricky & Steven Why Do We Need Jesus? Silent Night [feat : St. Francis Male Singers]- [Foto : Chris Maringka] O’Little Town Of Betlehem [feat : Romo Danto] - [Foto : Chris Maringka] Winter Wonderland - [Foto : Chris Maringka] - - 50 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024