- - 51 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 “Novvvv...! Dapat mandat niiih dari babe. Bikin paket sembako buat penerima bantuan PSE!” “Siappp….., Mami! Apa yang bisa kubantu?” jawabku. Kemudian aku sampaikan usulan, “Sekali-kali bikin acara yuk! Jangan cuma bagi-bagikan sembako, salaman, foto terus pulang. Sudah lama ‘kan kita jarang kumpul usai pandemi? Sederhana saja! Ada silaturahmi …. ada makan-makan dan ngobrol bareng. Melepas rindu…, gitu loh Mami!” “Gaskeunnn …. Nov! Atur sajaa!” kata Mami Lilis, yang sering juga dipanggil mami Cencen, sesama pengurus SPSEL , selain Puji, Lina bu Malo dan diriku sendiri. Singkat kata, dalam waktu yang sangat mepet, cuma dua hari saja, kami pergunakan sebaik-baiknya. Puji Tuhan! Kegiatan ini mendapat ijin untuk menggunakan kantin sebagai tempat membuat paket sembako dan sekalian melangsungkan acara. Terima kasih, Bu Kristin (kepala bagian pemeliharaan Gedung). Puji Tuhan juga! Wakil dari panitia Natal dan PSE Sathora (Pengembangan Sosial Ekonomi) menyanggupi hadir pada waktu yang sudah ditentukan. Padahal mereka sibuk sekali untuk persiapan Natal. Hal yang luar biasanya…. Umat prasejahtera yang kami undang H-1 menyambut dengan sangat baik bahkan hampir 80% dari mereka mau hadir. Padahal banyak lansia juga lho! Ketika saatnya tiba, semua berkumpul dan bersukaria. Romo Ari yang diminta hadirpun berkenan membuka acara dengan doa dan menyampaikan kesannya. Romo ikut senang melihat umat bisa berkumpul seusai pandemi. Sambutan positif juga dikemukakan dari Yani Yasinta, sebagai ketua panitia Natal, dan Aon wakil PSE. Semuanya menyatakan senang sekali karena umat bisa berkumpul. Dan tentunya sembako sebagai tanda kasih dari panitia Natal yang akan dibagikan, sungguh-sungguh bisa berguna untuk mereka. Dilanjutkan dengan menyanyi Sembako dan Sukacita Jelang Natal Tim gerak cepat bungkus paket sembako dan konsumsi (Novi, Lilis, Puji, Lina, Malo, Mira) - [Foto : dok. Panitia Natal 2023] Sajian makanan jadul, rujak, dll - [Foto : dok. Panitia Natal 2023] Sambutan dari Romo Ari - [Foto : Novi] Lilis menceritakan persiapan singkat acara sembako Natal dan sharing pengalaman sebagai Persiapan - [Foto : dok. Panitia Natal 2023] SPSEL- [Foto : Novi] - - 51 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
LIPUTAN KHUSUS - - 52 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 LIPUTAN KHUSUS bersama dan game, acara semakin seru. Terlihat beberapa umat saling berbincang dan melepas rindu. Tak kalah serunya, ada hidangan sederhana yang disediakan tim sukses. Ludes disantap semuanya. Ada singkong, kacang, pisang, kedele rebus. Ada getuk cenil, gendar sajian sang juragan gendar, puding, buah-buahan dan rujak! Ternyata Ester Sulisetyowati dari PSE adalah fans beratnya rujak. Ia sampai tidak mau jauh-jauh dari rujak... Wkwkwkwk….. Semua menu yang tersedia bisa hadir di situ berkat gotong royong dari beberapa teman. Di penghujung acara, saat yang ditunggu itupun tiba. Sembako segera dibagikan. Diakhiri foto bersama dan sayonara...... Terima kasih buat Tim Sukses yang bergerak cepat membantu saat pelaksanaan. Terima kasih Mami Lilis, Lina Ayub, Puji, Mira, Bu Malo, Bu Emil Wiryono, Bu Ester, Pak Supri dkk. Tentunya, tak lupa ucapan terima kasih juga buat Watik bagian kebersihan Sathora dkk yang sudah mempersiapkan tempat. Floren menyampaikan Terima kasihnya atas bantuan PSE selama ini - [Foto : dok. Panitia Natal] Semoga upaya kecil ini membawa sukacita banyak orang terutama yang selama ini mendapat bantuan dari PSE. Satu pesan dari Ester juga, “Saat kita menerima, ada saat kita juga harus bisa memberi dengan cara kita masing-masing.” Tuhan memberkati kita semua. Amin. Novi Foto bersama wakil panitia Natal, PSE dan umat penerima bantuan - [Foto : dok. Panitia Natal] Foto bersama wakil panitia Natal, PSE dan umat penerima bantuan - [Foto : dok. Panitia Natal] Foto bersama Sinterklas - [Foto : dok. pribadi] Ki-Ka : Penerima hadiah game - [Foto : dok. pribadi] - - 52 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 53 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 Keceriaan dan kegembiraan terpancar dari wajah anak-anak yang menghadiri Misa Natal Keluarga. Senin, 25 Desember 2023 - pukul 08.30 WIB di Gereja St. Thomas Rasul - Paroki Bojong Indah. Misa dipersembahkan oleh Romo RD. Ludowikus dan didampingi oleh Frater Keli. Panitia Natal dari Wilayah St. Fransiskus menggandeng anak-anak dari Bina Iman Anak (BIA) dan Bina Iman Remaja (BIR) untuk berkolaborasi menjadi Petugas Liturgi. Antara lain sebagai petugas persembahan, petugas dance untuk mengiringi perarakan masuk dan mengiringi petugas persembahan di Misa Natal Keluarga. Gembala pergilah cepat-cepat ke Betlehem untuk menantikan Sang Terang. Tuhan telah hadir bagi kita. Dan pada pagi hari ini kita semua bergembira karena ingin merayakan kelahiran Tuhan. “Mari bersama-sama kita sambut dengan hati dan niat yang baru.” Itulah sapaan Romo Ludo di awal Misa. Homili Romo Ludo digantikan oleh penampilan drama dari Bina Iman Anak dengan memeragakan Bagaimana kita menghayati kehidupan di hari Natal ini. Dan mengajak kita untuk membawa sukacita kepada semua orang tanpa memandang Suku, Ras dan Agama. Karena Tuhan telah hadir bagi kita. Selesai drama Romo Ludo mengajak kita semua untuk membagikan sukacita, dimana sekarang banyak yang kehilangan sukacita disebabkan banyak hal. Serta mengajak anak-anak berinteraksi untuk saling bertanya dan menjawab dengan pertanyaan, Apakah kamu bersuka cita? Kemudian ditutup oleh pantun : Kalau Bruder Lau suka pepaya Tapi Romo Ludo sukanya semangka Tak terasa Natal telah tiba Sang Penebus telah datang ke dunia Yohanes Ady Misa Natal Anak dan Keluarga Romo Ludo, Bruder Lau, anak-anak - [Foto : Matheus Hp.] Romo Ludo dan Frater Keli memberkati anak-anak - [Foto : Matheus Hp.] Koor dari Bina Iman - [Foto : Matheus Hp.] Ki-Ka : Tarian pembuka misa Natal Anak - [Foto : Matheus Hp.] - - 53 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
LIPUTAN KHUSUS - - 54 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 LIPUTAN KHUSUS Di hari Natal, GKP lantai 4 pukul 17.30 WIB, Romo Danto membuka acara panggung gembira lansia Sathora. Dalam perjumpaan sebagai sesama orang beriman, apabila kita sedang mempunyai beban, akan menjadi terasa ringan. Karena sebagai rekan seperjalanan, kita bisa saling menguatkan. Panggung gembira ini adalah yang kedua kalinya diselenggarakan setelah pandemi. Seseorang semakin bertambah usia, niscaya semakin diberkati Tuhan. Romo mengucapkan terima kasih kepada panitia Natal dari wilayah Fransiskus, yang menyelenggarakan acara ini. Dan sekali lagi Romo mengucapkan selamat Natal. Mintarjo, sebagai ketua lansia mengucapkan selamat Natal dan terima kasih kepada DP dan panitia Natal yang telah mengupayakan acara ini semaksimal mungkin demi keguyuban dan saling memperhatikan sesama lansia. Terutama memberi perhatian kepada yang sakit atau immobile. Silahkan lansia mau jalan- jalan dan ziarah bersama. Ada hal yang menarik. Di samping panggung, Ike berdiri memperagakan bahasa isyarat tangan. Dengan demikian, bagi yang berkebutuhan khusus bisa ikut menikmati acara ini juga. Acara dipandu oleh Roenaldo dan Cicilia Intan sebagai MC. Mata acara mengalir terus dengan menampilkan Sianne yang menarikan Worship Dance dengan luwes dan menawan. Umat menikmatinya, berdiri menggoyang-goyangkan tangan dan menepuk kaki masing-masing. Kemudian saling memijat pundak teman kiri kanan, untuk melepaskan penat setelah duduk sekian lama. Diteruskan dengan tebak lagu dalam “berpacu dalam melodi” dan “lagu dalam gerak”. Panggung Gembira Natal Lansia Sathora 25-12-2023 “Natal dalam sukacita bersama rekan beriman yang merupakan teman seperjalanan” Romo Sridanto ikut berjoget bersama umat lansia - [Foto : Erwina] Acara dipandu oleh Roenaldo dan Cicilia Intan sebagai MC - [Foto : Erwina] Lansia yang hadir - [Foto : Erwina] - - 54 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 55 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 Sembilan lagu yang disiapkan sie acara, dapat tertebak dengan baik. Yang berhasil menebak, berhak mendapat hadiah. Ada juga permainan “Scavanger hunt (pencarian barang)”, dan pemenangnya mendapat hadiah juga. Acara bergulir dengan penampilan permainan happy angklung lansia Sathora. Mintarjo menyanyikan lagu “Bedank lieve ouders (Terima kasih orang tua tercinta) “ Dilanjutkan dengan lagu “siapa bilang lansia tidak berguna”, yang dinyanyikan oleh seorang bapak. Di penghujung acara, door prize diraih oleh dua orang dengan membawa pulang hadiah yang cukup besar, yang diserahkan oleh Mintarjo. Acara dihadiri sekitar 450 orang. Rm. Ludo menutup dengan doa sekitar jam tujuh petang. Semuanya pulang dengan membawa sejuta sukacita. Di balik panggung saya meminta kesan dari kedua MC yang merupakan OMK Sathora. Ternyata mereka baru pertama kali melayani lansia, sehingga dalam persiapannya mereka berusaha keras untuk memahami dunia lansia. Bagaimana agar kalimat yang diungkapkan bisa menyambung dengan dunia lansia. Sehingga jadinya bisa berkomunikasi dan berinteraksi dengan para hadirin. Aldo bertanya kepada omanya dan Intan belajar dari Youtube tentang lagu lawas yang akan dibawakan. Mereka belajar dan berlatih memahami lansia, demi kelancaran acara ini. Tuhan Yesus memberkati. Fatolly Panarto Tarian Selamat Datang - [Foto : Erwina] Kegembiraan Panitia Acara Lansia bersama umat Lansia - [Foto : Erwina] Kegembiraan Panitia Acara Lansia bersama umat Lansia - [Foto : Erwina] Romo Danto joget bersama salah seorang Lansia - [Foto : Erwina] Para pemenang lomba tebak lagu - [Foto : Erwina] - - 55 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 56 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 56 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 58 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 59 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 60 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 LIPUTAN LIPUTAN DEKENAT Pengumuman pemenang pada acara Puncak Penghargaan Festival Film Ardas Keuskupan Agung Jakarta (FFA KAJ), tanggal 25 November 2023 memang sudah sangat ditunggu oleh seluruh peserta. Sathora mengirimkan total 11 orang wakilnya (tujuh orang Tim Komsos, dua dari DPH, dan dua Talent) untuk menghadiri acara FFA KAJ. Acara ini diselenggarakan oleh Dekenat Selatan yang bertempat di Gedung Leo Dehon Lt. 4, Paroki CIlandak, Gereja St. Stefanus. Tim Sathora Film berangkat dengan sangat antusias. Sesampainya di sana, langsung mem-booking satu deret kursi khusus untuk tim Sathora. Sebelum acara dimulai, para Talent diminta untuk latihan dan tes sound. Acara diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan perform Talent dari paroki Pamulang. MC menjelaskan tujuan diadakannya acara ini, dan memperkenalkan Romo paroki dan dewan juri yang hadir. FFA KAJ ini adalah program pengganti INMI Award yang dahulu rutin diadakan setiap tanggal 16-18 Mei. Mengapa FFA tidak dilaksanakan di bulan Mei? Hal ini disebabkan komsos-komsos dan paroki di KAJ, menjelang bulan Mei pasti sangat sibuk dengan persiapan Paskah, demikian menurut Romo Aldo. Dari total enam nominasi yang dilombakan, Sathora masuk dalam empat nominasi, dan tiga di antaranya, mendapatkan juara yaitu : - Juara 3 Kategori Penata Artistik Terbaik - Juara 1 Kategori Sutradara terbaik - Juara 3 Kategori Aktris Terbaik Pembacaan nominasi diselingi dengan perform para talent yang diundang, termasuk salah satunya dari Sathora, Nadine Abigail yang menyanyikan Original Sound Track (OST) Film “Titipan” berjudul Open Your Heart. Hasil lengkap nominasi dan para pemenang di tiap kategori adalah sebagai berikut: Nominasi Kategori Penulis Naskah Terbaik : 1. Paulus Agus, “Janji” - Paroki Cililitan Gereja St. Robertus Bellarminus 2. Feli Sumayku, “Kasih Resep” - Paroki Ciputat, Gereja St. Nikodemus 3. Veronica Um Kusrini dan Margaretha Wilujeng Primadanti, “Kaminah, Mimpi Kami dari Negeri Sampah” - Paroki Kranji, Gereja St. Mikael 4. Bernadette Ikayani, “Intim” - Paroki Sunter Gereja Santo Lukas 5. Elizabeth Virgie, “Samar” - Paroki Lubang Buaya Gereja Kalvari 6. Defrianus Randi Nogo & Clara Roberta Aldeta, “Lencana Terakhir” - Paroki8 Cijantung, Gereja St. Aloysius Gonzaga Juara 1, dimenangkan oleh : Elizabeth Virgie dalam film Samar, produksi Komsos Paroki Lubang Buaya, Gereja Kalvari Juara 2 : Feli Sumayku dalam film Kasih Resep, produksi Komsos Paroki Ciputat, Gereja St. Nikodemus Juara 3 : Bernadette Ikayani dalam film Intim, produksi Komsos Paroki Sunter, Gereja St. Lukas Nominasi Kategori Penata Artistik Terbaik 1. Kaminah, Mimpi Kami dari Negeri Sampah Paroki Kranji, Gereja St. Mikael 2. Titipan Paroki Bojong Indah Gereja St Thomas Rasul 3. Samar Paroki Lubang Buaya Gereja Kalvari 4. Kasih Resep Paroki Ciputat, Gereja St. Nikodemus 5. Obsessed Paroki Katedral Jakarta, Gereja St. Maria Diangkat Ke Surga FFA KAJ dan Tiga Plakat Sathora Tim Film Sathora dan Nadine Abigail - [Foto : dok. panitia] Nadine Abigail saat menyanyikan OST Film Titipan - [Foto : dok. panitia]
- - 61 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 Pemenangnya yaitu Juara 1: Film Obsessed , produksi Komsos Paroki Katedral, Gereja St. Maria Diangkat Ke Surga Juara 2 : Film Kasih Resep, produksi Komsos Paroki Ciputat, Gereja St. Nikodemus Juara 3 : Film Titipan, produksi Komsos Paroki Bojong Indah, Gereja Santo Thomas Rasul. Nominasi Kategori Sutradara Terbaik 1. Georgius Ferry Ciu, “Titipan” - Paroki Bojong Indah Gereja St. Thomas Rasul 2. Mas Bebet Christianto, “Kaminah, Mimpi Kami dari Negeri Sampah” - Paroki Kranji, Gereja St. Mikael 3. Andreas Bayu Ajie, “Kasih Resep” - Paroki Ciputat, Gereja St. Nikodemus 4. Nicholas Gerry, “gG” - Paroki Cikarang, Gereja Ibu Teresa 5. Ignatius Noventa Sanjaya, “C(in)Ta” - Paroki Grogol, Gereja Katolik Santo Kristoforus 6. Ignatius Gerardo, “Selama Bersama, Bersama Selamanya” - Paroki Kalideres, Gereja Santa Maria Imakulata Juara 1 diraih oleh : Georgius Ferry Ciu, Sutradara film Titipan produksi Komsos Paroki Bojong Indah Juara 2 : Ignatius Gerardo, dalam film Selama Bersama, Bersama Selamanya, produksi Komsos Paroki Kalideres, Gereja Santa Maria Imakulata Juara 3 : Andreas Bayu Ajie, dalam film Kasih Resep, produksi Komsos Paroki Ciputat. Nominasi Kategori Aktor Terbaik 1. Antonius Aditya Giovanni (Ray), “Samar” - Paroki Lubang Buaya Gereja Kalvari 2. Laurensius Carolus (Andi), “Tidak Sendiri” - Paroki Pamulang Gereja Santo Barnabas 3. Leonard Christopher Adisam (Yoseph), “Dengan Senang Hati” - Paroki Pantai Indah Kapuk Gereja Regina Caeli 4. Uno Ceta (Abraham Kecil), “Selama Bersama, Bersama Selamanya” - Paroki Kalideres, Gereja Santa Maria Imakulata 5. Gregorius Reinhard Aditya (Reza), “Selama Bersama, Bersama Selamanya” - Paroki Kalideres, Gereja Santa Maria Imakulata Juara 1: Laurensius Carolus (Andi) dalam film Tidak Sendiri, produksi Komsos Paroki Pamulang Juara 2: Gregorius Reinhard Aditya (Reza) dalam film Selama Bersama, Bersama Selamanya, produksi Komsos Kalideres Juara 3 : Leonard Christopher Adisam (Yoseph) dalam film Dengan Senang Hati, produksi Komsos Paroki Pantai Indah Kapuk Nominasi Kategori Aktris Terbaik 1. Lucia Prantoko (Ibu Eli), “Kasih Resep” - Paroki Ciputat, Gereja St. Nikodemus 2. Violing Cornelia (Aling), “Aling” Bersemi Production (Gereja St. Leo Agung, Gereja Servatius, Gereja Stanislaus Kostka) 3. Kaminah (Kaminah), “Kaminah, Mimpi Kami dari Negeri Sampah” - Paroki Kranji, Gereja St. Mikael 4. Laurene Aryani (Rina), “Titipan” - Paroki Bojong Indah Gereja St Thomas Rasul 5. Silvia Elisabeth Happy Banjaraja (Omma Anna), “Intim” - Paroki Sunter Gereja St Lukas Juara 1: Silvia Elisabeth Happy Banjaraja (Omma Anna) Pemenang Kategori Penata Artistik Terbaik - [Foto : dok. panitia] Pemenang Kategori Sutradara Terbaik - [Foto : dok. panitia] Pemenang Kategori Aktris Terbaik - [Foto : dok. panitia]
- - 62 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 LIPUTAN dalam film Intim produksi Komsos Paroki Sunter, Gereja Santo Lukas Juara 2 : Kaminah, dalam film Kaminah “Mimpi kami dari Negeri Sampah”, produksi Komsos Paroki Kranji, Gereja St.Mikael Juara 3: Laurene Aryani (Rina) dalam film Titipan, produksi Komsos Paroki Bojong Indah, Gereja Santo Thomas Rasul Nominasi Kategori Film Terbaik 1. Kaminah, Mimpi Kami dari Negeri Sampah Paroki Kranji, Gereja St. Mikael 2. Titipan Paroki Bojong Indah Gereja St Thomas Rasul 3. Kasih Resep Paroki Ciputat, Gereja St. Nikodemus Pemenang Anugerah Film Terbaik FFA KAJ 2023 Peraih Piala Uskup Keuskupan Agung Jakarta : Film Kaminah “Mimpi Kami dari Negeri Sampah”: produksi Komsos Paroki Kranji, Gereja St. Mikael. Patricia Tiga Plakat Sathora - [Foto : dok. pribadi] Komsoser KAJ - [Foto : dok. panitia] Tim Film Sathora bersama Frederica [Falcon Picture] - [Foto : dok. panitia] Tim Film Sathora bersama Olga Lydia - [Foto : dok. panitia] LIPUTAN DEKENAT
- - 63 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 LIPUTAN Lagu “Awali Kurbanmu Pada Tuhan”, menyeruak diantara keheningan hari Minggu pagi di wisma Samadi. Lagu itu mengiringi tiga Romo konselebran yang melayani misa pembukaan bulan Rosario, tanggal 1 Oktober 2023 yang lalu, yakni Romo Novrin, Romo Yus dan Romo Linus, berjalan menuju altar. Misa pukul tujuh pagi di wisma Samadi kali ini diiringi choir dan orchestra St Thomas Rasul berkolaborasi dengan beberapa suster OSF. Dalam homili yang disampaikan oleh masing-masing imam, poin yang sangat menarik adalah berbicara tentang kerendahan hati. ROMO NOVRIN Mengisahkan pengalamannya pada waktu menuntut ilmu di Itali. Ketika itu, ia harus mengorbankan waktu belajarnya demi membantu seorang sahabat yang mengalami kesulitan untuk mengikuti ujian, yaitu mata kuliah Kristology. Dosen yang mengajar pelajaran itu terkenal killer dan keadaan menjadi semakin sulit karena ujiannya dalam bentuk lisan. Sementara materinya dipaparkan dalam bahasa Itali, sebanyak 700 halaman. Suka duka dalam membantu sahabat kala itu mengajarkan Romo Novrin tentang kerendahan hati secara pribadi agar tidak berjalan sendiri, dan menikmati keberhasilannya untuk kesuksesannya sendiri. Buah manis sukacita dari pengorbanannya itu dirasakannya pada saat melihat keberhasilan teman yang dibantunya, dan lulus. Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan. Berkat kelulusannya itu, sang sahabat ingin berterima kasih dan memasakkan daging babi, untuk dinikmati bersama. Ini merupakan berkat bagi Romo Novrin yang tidak pandai memasak. Ia biasanya hanya menikmati masakan pasta ala asrama saja. Romo mengajak kita untuk belajar rendah hati, menurunkan diri kita, menurunkan kecepatan kita, supaya bisa menuju kekudusan bersama dengan yang lain, dan merasakan sukacita bersama-sama. ROMO LINUS Buah dari kerendahan hati adalah Pertobatan. Kita semua sering jatuh ke dalam pencobaan. Paus Fransiskus pernah dikritik ketika masih di Argentina (waktu masih menjadi Uskup) “Mengapa anda begitu mudah untuk mengampuni?” Kerendahan Hati Misa pembukaan rosario dipimpin secara konselebranoleh tiga Romo, yakni Romo Novrin, Romo Yus, dan Romo Linus - [Foto : Chris Maringka] Choir St. Thomas Rasul - [Foto : Chris Maringka] Romo Novrin - [Foto : Chris Maringka] Romo Linus - [Foto : Chris Maringka] - - 63 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 64 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 LIPUTAN LIPUTAN “Banyak persoalan berat, tapi koq dengan mudahnya anda mengampuni?” Dan jawabannya, sangatlah menggetarkan hati, “Ya, jangan salahkan saya karena mudah mengampuni. Bertanyalah kepada Tuhan Yesus, mengapa Dia mau mati disalib untuk saya yang berdosa dan lemah ini ?” “Saya belajar dari Dia, yang mengajarkan untuk mengampuni orang lain.” Tidak usah menunggu Natal dan Paskah untuk menerima sakramen Tobat. Sebab itulah momen yang kongkrit antara perjumpaan kita dengan Allah yang Maha Besar dan Maha Kasih, di tengah kerapuhan serta kelemahan kita. Lagu persembahan berjudul Ku Bersyukur Bapa, disajikan oleh Choir dan St Thomas Orchestra bersama Romo Novrin yang mengiringi dengan saksofon. Kata demi kata syair tersebut sangat menyentuh batin. Menyisakan permenungan yang sungguh mendalam akan kasih-Nya. ROMO YUS Ia menambahkan bahwa hasil persembahan pada bulan September lalu, diperuntukkan membantu sekolah SLB dan Difabel. Sementara persembahan pada bulan Oktober ini, dikhususkan untuk membantu Atambua, Larantuka dan Nabire (tiga karya misi membantu gereja-gereja di luar pulau Jawa). Sebagai tambahan renungan sebelum menutup misa, Romo Yus memberikan dua catatan untuk mengingatkan kita semua. Catatan pertama. Sesuai bacaan tentang orang Fasik, pelacur dan pemungut cukai akan mendahului kamu ke surga. Artinya, mereka akan lebih cepat jalannya menuju surga daripada kita yang bukan pelacur, yang bukan pemungut cukai, dan yang bukan orang fasik.... Tetapi itu kalau mereka bertobat ! Berbeda dengan kita yang keliatannya adalah orang baik-baik ini, kemudian kita berbuat dosa, dan menjauh dari Tuhan. Jikalau orang baik tetap konsisten, maka ia pasti akan masuk surga. Catatan kedua. Secara terminologi dan etimologi arti kata orang fasik adalah orang yang keluar menjauh dari sesuatu. Arti yang lain adalah melihat, menyaksikan, tetapi tidak meyakini dan tidak melaksanakan. Dia melihat kebaikan Tuhan dalam hidupnya, tetapi tidak menjadikannya keyakinan dan melaksanakan kebaikan tersebut di dalam kehidupannya. Akibatnya, Buah Tuhan yang sudah mencintai kita, tidak menghasilkan apa-apa. Demikianlah makna sesuai permenungan dan bacaan Injil hari ini. Venda Suasana misa - [Foto : Chris Maringka] Romo Novrin ikut berpartisipasi memainkan Saksofon - [Foto : Chris Maringka] Tiga romo saat memberkati - [Foto : Chris Maringka] Choir dan St. Thomas Rasul Orchestra bersama Romo Novrin - [Foto : Chris Maringka] - - 64 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 65 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 Mungkin kisah ini sudah sangat klise, dan sangat sering kita dengar. Boleh dibilang cerita sepanjang jaman mengenai lika-liku sebuah perkawinan. Perseteruan antara ipar, dan intervensi antara mertua terhadap menantu. Yang paling heboh dan mencapai titik klimaksnya, adalah ketika sebuah pernikahan harus kalah di tengah jalan karena konflik yang berkepanjangan, mengalahkan konflik antara Israel dan Palestina. Karena kerumitan inilah Romo Sigit Pawanta Hermanus SVD, bersedia hadir sebagai pembicara, bersama dua pasutri Ferry – Agnes, dan Irwan – Mona, dalam rekoleksi ME dan SKK Sathora. Mereka berbagi pengalaman dan memberi pandangan yang sekiranya dapat membantu permasalahan di dalam pernikahan. Kegiatan Romo Sigit mempunyai misi di 58 negara, sebagai export/ import missionaris SVD ke banyak negara. Keluarga adalah tempat berkumpulnya banyak sekali perbedaan. Antara laki-laki dan perempuan saja sudah sangat berbeda dalam berpikir dan bertindak. Ditambah pula gabungan berbagai perbedaan cara didik dari keluarga masing-masing pasangan. Berkeluarga itu sulit dan rumit karena menyatukan perbedaan-perbedaan yang ada. Puji Tuhan, di dalam pernikahan yang sulit tersebut, lebih banyak yang berhasil daripada yang gagal. Di dalam film Mahabrata, awal sebuah kekacauan dalam keluarga dimulai ketika mertua intervensi. Ada pula kisah di NTT, ada sebuah suku yang meminta balis (mahar). Selama balis belum dipenuhi, maka pasangan harus dipisahkan. Sementara kita juga tahu tentang kisah seorang menantu perempuan yang sangat mencintai ibu mertuanya hingga rela mengikuti kemana ibu mertua pergi, yaitu kisah Ruth dan Naomi. Pada awalnya, pastilah relasi antara mertua dan ipar baikbaik saja. Kalau tidak baik, maka sudah tentu perkawinan tidak akan terjadi bukan? Demikian halnya pasutri Irwan – Mona, yang sudah menikah 24 tahun. Mereka berbagi kisah tentang pengalaman mereka berumahtangga. Saat itu mereka terpaksa tinggal seatap dengan mertua. Permasalahan terjadi ketika ibu mertua, mulai ikut mengatur kehidupan Mona dan anak-anak mereka, memasuki usia pernikahan ke 3. Beruntung, atas rujukan kakak Mona dan seorang biarawati menganjurkan Irwan dan Mona untuk ikut ME (Marriage Encounter). Perubahan terjadi setelah Irwan-Mona mengikuti ME, komunikasi mereka terjalin lebih baik. Mona diberikan tools, yang dapat membangun komunikasi yang baik dengan mama mertua, sehingga hubungan mereka berdua semakin dekat. Sayang, setahun kemudian mama mertua meninggal mendadak. Walaupun terpukul dan sedih, Mona bersyukur karena sudah diberi kesempatan menjadi teman dekat antara mantu dan mertua, meskipun terasa singkat adanya. Berbeda dengan kisah pasutri Ferry – Agnes, yang sudah 45 tahun menikah. Mereka mengalami konflik dengan kakak ipar sehingga hampir meretakkan hubungan mereka berdua. Penghinaan verbal dan sikap pandang enteng kakak ipar sangat melukai perasaan Agnes. Bersyukur mereka sempat ikut ME. Mereka melihat ada secercah titik terang yang masih bisa diupayakan untuk memperbaiki hubungan mereka berdua. Dari peristiwa itu Ferry – Agnes belajar bagaimana menjadi mertua yang baik terhadap anak-anak dan menantunya. Sebagai mertua, sudah semestinya Agnes mencintai menantunya yang kelak akan meneruskannya ke anak dan cucu-cucunya, termasuk keunikannya masing-masing. Anak dan menantu hidup berbahagia adalah tujuan Ferry Mertua – Menantu – Ipar, Yakin Bisa Akur? Ki-Ka : Romo Sigit Pawanta Hermanus SVD, Pasutri Irwan - Mona memaparkan kisah mereka - [Foto : dok. panitia ME dan SKK Sathora] - - 65 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 66 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 LIPUTAN LIPUTAN – Agnes. Maka mereka mencoba melihat sisi baik dari sang menantu, bukan hanya dari sisi negatifnya saja. Ternyata anak-anak sekarang mempunyai cara hidup sendiri. Mereka punya alasan memilih dan melakukan halhal apa saja yang sesuai dengan kehendak mereka. Romo Sigit menambahkan, bahwa orang menikah bukan hanya terdiri dari dua pribadi saja, tetapi ada keterlibatan dari dua keluarga. Ingatlah kisah Naomi dan Ruth. Ada cinta dan sacrifice! Ada unsur memahami dan mencintai. Romo walaupun tidak menikah, ia juga punya kisah sendiri. Hidup di dalam biara pada tahun-tahun awal semua terasa happy, semuanya baik. Namun seiring berjalannya waktu, mulai ada rasa kecewa dengan romo-romo yang ada. Kalau saja romo boleh memilih setelah 30 tahun Imamat, ia tidak mau memilih kehidupan membiara. Namun, setelah memilih Sabatical ret-ret satu tahun. Hidup bersama ayahnya selama 3 bulan. Dalam bimbingan roh kudus, romo belajar memaafkan diri sendiri dan saudara-saudaranya di dalam biara. Tidak ada sekolah untuk menjadi istri, suami atau menantu. Hidup adalah sekolah yang langsung dipraktekkan, perlu belajar. Pesan romo, “Lakukanlah kebaikan, maka kebaikan akan datang dengan sendirinya. Tidak perlu bertanya, siapa yang harus menabur kebaikan terlebih dahulu. Melainkan berlomba-lombalah menabur kebaikan.” Di kala kita melakukan banyak kebaikan, maka ada banyak kebaikan juga yang akan kita terima. Di dalam hubungan antara menantu, ada gap generation! Tidak bisa dipungkiri. Kadang ego dari para mertua harus dihilangkan. Selalu ingatlah ayat emas ini, Matius 7:12 – Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang berbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Sebagai penutup Rekoleksi di hari Sabtu, tanggal 7 Oktober, di GKP lantai 3, pukul 9:30 sampai 13:00, pasutri Baby – Lucas selaku ME Cordis Distric Jakarta menambahkan, bahwa ME yang pertama hadir di Spanyol, karena disana ditemukan banyak anak-anak yang bermasalah akibat dari orangtua yang bermasalah. ME di Indonesia sudah hadir 48 tahun, yaitu sejak tahun 1975. Marriage Encounter adalah sebuah investasi untuk keluarga. Sheila sebagai koordinator SKK (Seksi Kerasulan Keluarga) di Sathora, tim mereka sudah membantu konseling beberapa pasutri yang perlu dibantu. Akan ada kegiatan baru untuk : - Mata Hati : kegiatan untuk lansia - Rekab : kegiatan untuk remaja Bila umat memerlukan pendampingan dan konsultasi keluarga, bisa menghubungi : Team SKK di sekretariat Paroki Sathora. Venda Ki-Ka : (kiri ke kanan) Pasutri Irwan - Mona dan pasutri Ferry - Agnes, Hadirin menyimak dengan serius pemaparan dari kedua pasutri - [Foto : dok. panitia ME dan SKK Sathora] Ki-Ka : Foto bersama panitia SKK Sathora, Bersama romo, kedua pasutri dan SKK Sathora - [Foto : dok. panitia ME dan SKK Sathora] - - 66 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 67 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 Ada yang tidak biasa di wilayah Lucia, ketika mengadakan pertemuan ramah tamah dengan Romo Bondi. Romo kecintaan umat Sathora ini akan berangkat ke Filipina untuk melanjutkan studi S3-nya. Pertemuan diadakan pada hari Kamis, 26 Oktober 2023, di kapel GKP lantai 3, pukul 1930. Tak hanya dari wilayah Lucia, ternyata banyak pula umat Sathora dari wilayah lainnya yang antusias ikut memeriahkan acara ini. Ketika baru datang, umat dipersilakan menuliskan kesan dan pesan untuk Romo Bondi di atas secarik kertas kecil, kemudian dimasukkan ke dalam amplop. Acara dimulai dengan misa yang tentunya dipimpin oleh Romo Bondi sendiri. Ia memberikan kalimat pembuka yang langsung ditujukan kepada sang pembuat poster acara ramah Tamah ini. Ia kebingungan melihat poster yang bertuliskan “MANILA, APPROVED!” “Setahu saya, saya belum mendapat pemberitahuan dari sana apakah saya diterima atau tidak. Janjinya, surat itu baru akan keluar tanggal 6 November,” ujar Romo Bondi sambil tertawa yang langsung diikuti oleh seluruh umat. Maka acara inipun jadi berubah, bukan lagi benar-benar sebagai acara perpisahan, melainkan menjadi acara ramah tamah sebagai apresiasi umat Sathora khususnya dari wilayah Lucia kepada Romo Bondi. Misa berlangsung dengan khusyuk. Setelah misa, bu Erni selaku ketua wilayah Lucia memberi kata sambutan. “Kami tahu, jadwal Romo Bondi pasti padat sekali di bulan November, begitu pula ke depannya. Maka itulah kami adakan acara ini sekarang supaya tidak kehabisan slot,” ujarnya sambil tertawa kecil. Romo Bondi sebagai tamu spesial yang duduk di paling depan, menebarkan senyuman lebar sambil menganggukangguk ketika mendengar pujian dan apresiasi yang ditujukan kepadanya. Banyak umat yang memeriahkan acara ini. Mulai dari Grace, anak dari Lingkungan Lucia 3/ Angela Merici yang membawakan lagu Kumau Cinta Yesus. Opa dari Grace menyanyikan sebuah lagu lama, tetapi menyanyikannya hanya setengah hapal. Hingga para OMK Lucia, yang mempersembahkan lagu-lagu perpisahan, serta puisi untuk Romo Bondi yang dihaturkan oleh Aldo, salah satu OMK dari Wilayah Elizabeth. Menyaksikan semua ini, Romo Bondi hanya sanggup tersenyum sambil menahan tangis haru seraya memeluk gitarnya. Acara ditutup Kenangan Terindah Romo Bondi Untuk Umat Sathora MIsa dipimpin oleh Romo Bondi - [Foto : Patricia] Saat Romo Bondi menyanyi - [Foto : Patricia] Grace, anak dari Lingkungan Lucia 3/ Angela Merici yang membawakan lagu Kumau Cinta Yesus - [Foto : Patricia] - - 67 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 68 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 LIPUTAN dengan sesi foto dan penyerahan kenang-kenangan untuk Romo Bondi dari umat Wilayah Lucia. Panitia sudah pasti tak lupa menyiapkan jamuan makan yang langsung ludes begitu acara usai. Masih ada beberapa umat yang belum puas untuk melanjutkan bincang-bincang dengan romo gaul Sathora yang satu ini. Romo Bondi adalah pribadi yang baik, karena mampu merangkul sekaligus memimpin umatnya di dalam komunitas Gereja Sathora yang sangat besar ini. Terima kasih Romo Bondi atas pelayanannya di Sathora selama kurang lebih 3 tahun ini. Atas segala kebersamaan, atas segala tawa dan senyuman yang kau rangkai bagi kami. Atas segala inspirasi dan semangat yang kau pancarkan. Dan atas segala cinta kasih yang kau tebarkan diantara komunitas umat Sathora. Kau telah menghadirkan Kristus lebih dekat dengan kami. Akhir kata, kami segenap umat Sathora mengucapkan selamat jalan Romo Bondi. Bersemangatlah dalam studi dan jangan menyerah ketika menemui rintangan. Kami selalu mendukung dimanapun kau berada. Kehadiranmu adalah kenangan terindah yang terukir di hati kami. Gaby Donovan Ki-Ka : Para OMK Lucia, yang mempersembahkan lagu-lagu perpisahan, Romo Bondi foto bersama OMK - [Foto : Patricia] Penyerahan kenang-kenangan oleh Ketua Wilayah Lucia - [Foto : Patricia] LIPUTAN I tulah semboyan yang diusung Panitia Pembangunan Gereja (PPG) Bunda Maria Penolong Abadi (BMPA) periode 2023 - 2026. PPG mendapat Surat Keputusan (SK) tertanggal 17 Oktober 2023 dari Pengurus Gereja dan Dana Papa (PGDP) / Dewan Paroki Bojong Indah Gereja Santo Thomas Rasul (DP Bojong Indah Gereja Sathora). Pasca menerima SK bernomor 364/DPH-Sath/X-2023 tersebut, PPG bergerak cepat memulai kegiatan pencarian dana dan Doa Novena Pembangunan. Ora et labora, berdoa dan bekerja demikian semangat seluruh jajaran panitia. Panitia yang dipimpin Trio Ketua : Kurniawan Chandra (Ketua Umum), Anwar Surya (Ketua 1) dan Marco Iswara (Ketua 2) ini berjumlah 94 personalia. Pada hari Rabu 25/10-2023 pukul 17.30 WIB, bertempat di kediaman keluarga Siane Tjahja (blok i7 Puri Indah) diadakan Misa Ekaristi pemberkatan Patung BMPA dan pemberkatan para Pengurus PPG. Misa dipersembahkan oleh Romo Sridanto. Kegiatan Doa Novena Pembangunan ditandai dengan serah terima patung BMPA kepada Wilayah Santo Paulus Bersama Kita Bisa Patung BMPA diterimakan kepada Philipus Herman Abidin, Koordinator Wilayah St. Paulus dari Romo Sridanto menandai dimulainya doa Novena Pembangungnan Gereja BMPA secara estafet - [Foto : dok. pribadi] - - 68 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 69 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 Paket ‘Bersama Kita Bisa’ yang mengajak umat untuk berpatisipasi dan menjadi baguan dari berdirinya gereja BMPA - [Foto : dok. PPG] pada 28 Oktober 2023 bertempat di Gedung Karya Pastoral. Secara estafet patung akan digilir dari lingkungan ke lingkungan dan dari wilayah ke wilayah. Sebanyak 97 lingkungan dari 18 wilayah akan mendapat giliran. Apabila semuanya berlangsung lancar, maka novena ini akan berakhir pada 14 September 2025. Nara hubung Tim Doa PPG : Lily Herlina (0812 9898 2518). Formasi Tim Doa PPG terdiri dari 13 personalia. Selain melaksanakan Doa Novena Pembangunan secara estafet, Tim Dana PPG juga menyiapkan paket ‘Bersama Kita Bisa’ yang mengundang partisipasi umat untuk menjadi bagian dari berdirinya Gereja BMPA. Paket tersebut, meliputi : A. Kavling Imajiner B. Partisipasi Langsung, yang terdiri dari : 1. Paket Bangunan Gereja, 2. Paket Taman Doa Maria, 3. Paket Interior & Furniture. C. Kupon Kasih Nara hubung Tim Dana PPG : Lilly Tjahnadi (0812 9821 7400) dan Lisa Tjahjadi (0812 8339 328). Formasi Tim Dana PPG melibatkan 40 personalia yang tersebar di seantero Paroki Sathora. Setiap minggu pertama dalam bulan, pada misa Sabtu dan Minggu, PPG akan membuka lapak di gereja Sathora maupun di aula Notre Dame untuk melayani umat yang ingin berpartisipasi pada paket ‘Bersama Kita Bisa’. Untuk mendukung promosi gereja kedua dari Paroki Bojong Indah ini, PPG telah mengumatkan video dan proposal pada misa 11 dan 12 November 2023. Koordinasi umat teritorial dapat melalui Para Koordinator Wilayah yang terhubung dengan PPG dalam grup WhatsApp khusus. Semoga semangat ‘Bersama Kita Bisa’ terus membara dalam setiap pribadi dan komunitas Sathora. Bill Toar – Humas PPG Ikon BMPA dan uraiannya- [Sumber : Katolik Itu Indah] Tampak depan gereja dan taman doa BMPA - [Sumber : dok. PPG] - - 69 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 70 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 LIPUTAN LIPUTAN Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa di paroki kita ini ada cukup banyak ibu-ibu bersuara merdu yang mampu bernyanyi dengan baik. Menyadari hal tersebut, atas inisiatif beberapa aktivis penyanyi koor, dan dengan dukungan Sub Sie Koor Paroki Bojong yang ingin mendorong semangat paduan suara berprestasi, maka dibentuklah sebuah kelompok Paduan Suara Dewasa Wanita (PSDW) Sathora pada bulan Februari 2023. PSDW ini untuk mewakili Paroki Bojong Indah dalam ajang Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) tingkat Provinsi DKI Jakarta. Pesparani Tingkat Provinsi ini sebenarnya bertujuan sebagai seleksi untuk menentukan kelompok yang nantinya akan mewakili kontingen provinsi DKI pada ajang Pesparani Katolik Nasional di tahun yang sama. Kelompok yang baru dibentuk ini beranggotakan 24 penyanyi wanita dewasa (berusia min 31 tahun atau sudah menikah), berasal dari berbagai lingkungan di paroki Bojong. Dipimpin oleh Mikael Kevin sebagai dirigen dan Henry Sutjipto sebagai pelatih. Latihan rutin mulai dilakukan setiap hari Minggu malam di GKP sejak bulan Februari. Walaupun tidak selalu berjalan lancar karena sering berganti anggota, dan jadwal lomba yang berubah, namun PSDW akhirnya tetap berhasil menampilkan dirinya yang terbaik pada saat lomba, tanggal 9 Juli 2023, di Gereja Kristus Raja, Paroki Pejompongan. Team PSDW Sathora mendapat nomor undian 4. Mempersembahkan lagu wajib Hodie Christus Natus Est (Palestrina) dan lagu pilihan Et Incarnatus Est (A. Soetanta). Ternyata berhasil meraih Juara I kategori Paduan Suara Dewasa Wanita! Ini adalah prestasi yang sangat membanggakan dan baru pertama kali diraih oleh Paroki ini. Apalagi pada saat lomba tersebut didukung oleh kehadiran kepala parokinya, yaitu Rm. Sridanto! Mamak-Mamak Diva dari Sathora Anggota Team PSDW DKI dari Paroki Bojong Indah: Rufina Florens, Lianita, Jessica Budiman, Bella, Monika Hensaputri, Nina Nindyasari, Jessica Kencana, Sisca Wijaya, Yuliana Rini, Josephine, Hiacynta Sinta, Imelda Shirley, Maria Yulitta, Melissa Wijaya, Kevin (dirigen), Henry Sutjipto (pelatih), Sheila Wijaya (official) - [Foto : Chris Maringka] Ki-Ka: Anggota Team PSDW DKI dari Paroki Bojong Indah, Henry Sutjipto selaku pelatih dan organis - [Foto-foto : Chris Maringka] - - 70 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 71 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 Setelah keberhasilan tersebut, drama babak barupun dimulai. LP3KD (Lembaga Pembinaan & Pengembangan Pesparani Katolik Daerah) Provinsi DKI sebagai organisasi yang berkepentingan, mengubah sistem seleksi pembentukan team kontingen. Mereka melakukan audisi individual dengan menggabungkan para penyanyi dari masing-masing pemenang juara 1 sampai 3 sebagai team kontingen provinsi DKI Jakarta untuk Pesparani nasional. Proses ini ternyata sama sekali tidak sesederhana rencananya. Banyak sekali waktu dan tenaga yang terkuras. Belum lagi hambatan psikologis dari masingmasing individu yang merasa tidak nyaman dengan audisi perorangan tersebut. Ada juga yang merasa keberatan untuk bergabung dengan rekan-rekan baru dari paroki lain karena belum pernah kenal. Akhirnya terbentuk juga sebuah team yang diinginkan sesuai rencana LP3KD pada akhir Agustus. Padahal saat itu kebanyakan kontingen provinsi lain sudah memulai latihan jauh sebelumnya. Kelompok PSDW DKI Jakarta ini beranggotakan 30 orang Ibu-ibu penyanyi yang berasal dari Paroki Bojong Indah (14 orang), Paroki Kalideres (11 orang), dan Paroki Blok B (5 orang) dengan dirigen dan pelatih yang sama dengan team PSDW Sathora sebelumnya, dibantu pula oleh 1 official dari paroki Bojong Indah. Team yang berasal dari latar belakang teknik dan karakter suara yang berbeda-beda, harus disatukan dalam latihan satu kali seminggu. Hanya ada delapan kali latihan, untuk menghadapi ajang Pesparani Nasional ke-3, yang kebetulan juga bertempat di Jakarta pada akhir Oktober 2023. Perjuangan ini sama sekali tidak mudah bagi setiap individu yang tergabung dalam team tersebut. Keberatan dan keseganan yang muncul pada awal latihan, dipersatukan oleh tekad yang sama. Semuanya berjuang sebaik mungkin mewakili provinsi DKI Jakarta sebagai tuan rumah. Kerumitan semakin bertambah karena adanya berbagai aturan protokoler dan administrasi yang disyaratkan LP3KD sebagai lembaga pemerintah. Jangan membayangkan team ini berisikan para penyanyi profesional yang sudah sering malang melintang diberbagai ajang paduan suara internasional. Banyak diantara ibu-ibu tersebut sebenarnya sudah lama sekali tidak pernah atau Anggota Team PSDW DKI dari Paroki Bojong Indah - [Foto-foto : Chris Maringka] Anggota Team PSDW DKI dari Paroki Bojong Indah saat memasuki ruangan - [Foto-foto : Chris Maringka] - - 71 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 72 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 LIPUTAN LIPUTAN bahkan belum pernah sama sekali mengikuti lomba paduan suara. Apalagi ajang yang sebesar ini. Latihan yang dilakukan sebagian besar di GKP Sathora inipun perlahan-lahan membuahkan hasil. Selain penampilan yang semakin membaik, yang paling penting adalah kebersamaan dan rasa persaudaraan mulai terjalin. Demikian juga untuk mempererat persaudaraan antar team dalam kontingen DKI, diadakanlah acara pembekalan kontingen pada tgl 22 Oktober. Kemudian disambung dengan pelepasan kontingen oleh Pj. Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono. Jumat, 27 Oktober 2023, seluruh kontingen provinsi DKI Jakarta yang berjumlah 256 orang, secara serentak mulai menjalani karantina untuk persiapan akhir menuju Pesparani Nasional ke-3 yang akan dimulai secara resmi keesokan harinya. Karantina dilakukan di Hotel Grand Mercure – Kemayoran, yang jaraknya cukup dekat dengan lokasi penyenggaraan lomba di Gedung JIE Expo. Selama masa karantina tersebut semua anggota kontingen tidak diperbolehkan keluar tanpa ijin hingga masa lomba selesai. Tugas utama semua team tentunya adalah latihan dan tampil di panggung lomba. Sementara itu kontingen-kontingen dari 37 provinsi yang lainpun terus berdatangan, dan tinggal di puluhan hotel lainnya di sekitar Kemayoran. Acara pembukaan Pesparani Nasional ke-3 dilakukan keesokan harinya, bersamaan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, di Ancol Beach City oleh Menteri Agama Yaqut Choili. Diawali dengan perayaan Ekaristi meriah yang dipimpin oleh empat Uskup, puluhan Imam dan dihadiri ribuan umat delegasi kontingen dari 38 provinsi yang ada. Akhirnya tiba saatnya perlombaan kategori PSDW pada hari Senin, 30 Oktober. Keriuhan dalam team PSDW sudah dimulai sejak subuh sebelum jam empat pagi, untuk persiapan tata rambut dan rias wajah. Kebetulan team PSDW DKI mendapat urutan tampil kelima di pagi hari. Pada pukul 07.00, seluruh anggota team sudah berkumpul untuk persiapan terakhir, lengkap dengan dandanan dan kostum keemasannya yang sangat cantik, sebelum berangkat ke lokasi lomba. Sesampainya di JIE Expo, suasana sudah ramai dengan kehadiran para kontingen peserta lomba berikut para pendukungnya. Walaupun dalam suasana ajang kompetisi, namun nuansa persaudaraan sesama umat Katolik tetap terasa dengan saling memberikan dukungan. Team PSDW DKI Jakarta tampil di panggung lomba sekitar jam 09.45 WIB, setelah kontingen Jawa Barat. Performanya sangat baik. Bahkan bisa dikatakan yang terbaik dibandingkan selama latihan-latihan sebelumnya. Apalagi mengingat waktu persiapannya sangat terbatas. Seluruh anggota tampak terlarut dalam doa syukur yang dilakukan begitu turun dari panggung. Tidak sedikit yang menitikkan air mata haru karena merasa sudah melakukan yang terbaik. Hasilnyapun ternyata cukup baik. Pada upacara penutupan, diumumkan bahwa PSDW DKI Jakarta berhasil meraih Gold Medal pada urutan ke 4! Dengan purnanya tugas tersebut, justru persaudaraan antar anggota team PSDW ini semakin erat. Kontingen Pesparani DKI Jakarta sudah resmi dibubarkan. Namun kelompok ini malah menjadi semakin akrab, bahkan sampai sekarang! Mereka memang bukan Grand Champion saat pesparani. Tetapi yang pasti, mereka adalah pemenang dalam hubungan persaudaraan dan persahabatan! Henry. S Anggota Team PSDW DKI dari Paroki Bojong Indah saat memasuki ruangan - [Foto-foto : Chris Maringka] - - 72 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 73 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 Pada sarasehan seputar Pemilihan Umum 2024 yang diselenggarakan oleh Seksi Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakatan (HAAK) Paroki Bojong Indah, ada dua pesan sentral yaitu : 1. ”Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” (Matius 22 : 21). 2. Semboyan dari Uskup Mgr. Albertus Soegijapranata, SJ, yaitu, “100% Katolik 100% Indonesia.” Kedua pesan ini dapat disimpulkan, sebagai umat Katolik kita terpanggil untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Antara lain setiap individu, kita wajib hukumnya untuk memilih dan atau dipilih. Sarasehan dilangsungkan pada hari Minggu, 29 Oktober 2023 pukul 13.00 - 15.00 di lantai 4 Gedung Karya Pastoral (GKP) Sathora. Selaku nara sumber : - Obed Sakti, AD, SH, MH, C.Med. mewakili Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta Barat, - Anta Ovia Bancin mewakili Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jakarta Barat, dan - Romo Ludowikus Andri Novian Pr., Pastor Rekan Paroki Bojong Indah, diperkenalkan oleh pemandu acara, Roenaldo Edwinata. Sarasehan diawali doa pembukaan oleh Romo Benediktus Ari Darmawan Pr., menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan pembacaan Sumpah Pemuda juga dibacakan oleh Romo Ari. Sambutan pengantar oleh Romo Ari, pada pokoknya mengajak umat agar : - Menjadi warga negara yang turut serta aktif berperan dalam hidup berbangsa dan bernegara. - Memilih pemimpin bukan mencari yang terbaik, tapi mencegah yang terburuk berkuasa. Menyitir pesan Romo Franz Magnis Suseno, SJ. - Para klerus tidak boleh aktif dalam politik praktis, maka peran Gereja dalam bidang politik dipercayakan kepada para awam. - Romo Ari menutup sambutan dengan ajakan agar umat tidak golput. Juga menyampaikan terima kasih kepada panitia dan hadirin. Tidak lupa diakhir sambutannya Romo Ari menyelipkan pantun yang disambut hadirin, “Cakeppp.” Hal-hal penting dari presentasi Obed Sakti yang perlu diketahui masyarakat, antara lain : 1. Azas Pemilu. Langsung - Umum - Bebas - Adil - Jujur - Rahasia 2. Mengecek Apakah Sudah Terdaftar. Pengecekan DPT “Yakin Jago Nyoblos? Senggol Dong!” Ki-Ka : Obed Sakti, AD, SH, MH, C.Med. mewakili Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta Barat, Anta Ovia Bancin mewakili Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jakarta Barat- [Foto-foto : Matheus Hp.] Ki-Ka : Romo Ari Darmawan, Romo Ludowikus Andri Novian, selaku nara sumber- [Foto-foto : Matheus Hp.] - - 73 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 74 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 LIPUTAN LIPUTAN secara online dapat dilakukan melalui laman https:// cekdptonline.kpu.go.id selanjutnya muncul Pencarian Data Pemilih dan Pemilu 2024. Kemudian masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) lalu pilih pencarian. Nantinya akan muncul informasi terdaftarnya nama tersebut sesuai NIK. 3. Daftar Pemilih Tambahan (DPTb). Pemilih yang telah terdaftar di TPS awal, berhubung satu dan lain hal tidak dapat memilih di TPS awal dan akan memilih di TPS lain. Berlaku juga untuk WNI yang terdaftar di DPTLN atau TPSLN/KSK/Pos. 4. Pindah Memilih. Mengurus pindah tempat memilih, dapat dilakukan di : - Kantor Panitia Pemungutan Suara (PPS) di kelurahan setempat, atau - Kantor Panitia Pemilihan (PPK) di kecamatan setempat, atau - Kantor KPU kabupaten/kota setempat. 5. Daftar Pemilih Khusus (DPK). Pemilih yang tidak terdaftar pada DPT atau DPTb tetapi memenuhi syarat sebagai pemilih dapat memberikan suara dengan syarat : - Menunjukkan KTP elektronik - Menggunakan hak pilih di TPS sesuai KTP elektronik. - Menggunakan hak pilih satu jam terakhir (pukul 12.00 - 13.00). - Pada hari pemungutan suara didaftar oleh petugas KPPS dalam daftar hadir di TPS dan dilaporkan ke KPU Kabupaten/Kota. 6. Di Jakarta Barat Barat, populasi pemilih Generasi Milenial (kelahiran 1981-1996) berjumlah 673.439 (35,44%), sedangkan pemilih Generasi Z (kelahiran 1997- 2012) berjumlah 392.620 (20,61%). 7. Pemungutan suara pertama 14 Februari 2024, pemungutan suara kedua (jika ada) pada 26 Juni 2024. 8. Pemilihan Umum di DKI, ada empat kotak suara : - Presiden dan Wakil Presiden, - Anggota DPD RI, - Anggota DPR RI, - Anggota DPRD Provinsi. 9. Pencoblosan dinyatakan sah, jika mencoblos salah satu gambar calon dalam bingkai gambar yang bersangkutan (Presiden dan Wakil Presiden, serta DPD RI). Sedangkan untuk calon DPR RI dan DPRD Provinsi, dinyatakan sah jika mencoblos nama calon atau nama partai, atau keduanya. Presentasi berikutnya tampil Anta Ovia Bancin, berikut pokok-pokok uraian : 1. Bawaslu adalah lembaga penyelenggara Pemilu yang bertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Termasuk dalam fungsi tersebut : - Pencegahan dan pengawasan, - Penindakan pelanggaran, - Memutus sengketa. 2. Lima tugas dan wewenang Bawaslu : - Melakukan pengawasan seluruh tahapan pemilu; - Mengelola, memelihara, dan merawat arsip/dokumen; - Mencegah praktek politik uang; - Mengawasi netralitas ASN dan anggota TNI/Polri; - Mengawasi pelaksanaan peraturan KPU. 3.Tujuan dari pengawasan pemilu, agar : - Tercipta pemilu yang berintegritas, - Memastikan terselenggaranya pemilu, - Mewujudkan pemilu yang demokratis. 4. Bawaslu mengajak pengawasan partisipatif dari masyarakat untuk turut serta terlibat dalam pengawasan pemilu di setiap tahapan. 5. Ajakan pengawasan partisipatif ini, dikumandangkan dalam Mars Bawaslu “Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Demokrasi Maju”. Juga dinyatakan dalam motto Bawaslu “Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu”. Pemaparan terakhir, disampaikan trio Romo Ludo, Gilang dan Sarah, yang pada pokoknya menggarisbawahi : Berpolitik yang sehat, adalah meraih kekuasaan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat. Setiap dari antara kita yang berniat baik dan khususnya lagi kita sebagai umat Kristiani yang ingin menjunjung nilai cinta kasih hendaknya kita mau terlibat untuk memperjuangkan kembali kesejahteraan hidup bersama yang mungkin sudah dirongrong oleh kepentingan segolongan orang selama ini. “Barangsiapa tidak mengasihi, tak mengenal Allah.” (1 Yoh. 4 : 8). “Gereja yang bertumpu pada cinta kasih Sang Penebus, menyumbangkan bantuannya, supaya di dalam kawasan Ki-Ka : Seksi HAAK bersama petugas KPU dan BAWASLU Jakarta Barat, para caleg Katolik foto bersama panitia - [Foto-foto : Matheus Hp.] - - 74 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 75 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 bangsa sendiri dan antara bangsa-bangsa makin meluaslah keadilan dan cinta kasih.” (GS. 76). Jadi, Gereja mendukung untuk memajukan manusia secara utuh. Kemajuan itu tidak hanya ekonomi tetapi segala aspek hidup manusia. Selanjutnya, Gilang Hario Nugroho memaparkan bagaimana seyogyanya kita menentukan pilihan, yaitu : 1. Lihat visi dan misi yang diberikan. 2. Kita juga bisa menelusuri rekam jejaknya dengan melihat: - integritas (sifat atau karakteristik calon yang dipilih : jujur, tanggungjawab, komitmen, dsb). - kompetensi (kemampuan-kemampuan yang dimiliki dalam bekerja) - kapabilitas (cara-cara mengatasi masalah) Sarah Imelda Mulya mengakhiri presentasi dari trio pemrasaran ini lewat presentasinya tentang hoax. Hoax, adalah informasi yang tidak benar atau keliru. Usaha yang dibuat-buat atau direkayasa untuk menipu atau mengakali masyarakat untuk mempercayai sesuatu dan untuk menutupi informasi yang sebenarnya. Sarah memberikan tips mewaspadai senggolan hoax dengan : 1. Lakukan cek silang jika menemukan judul berita yang provokatif. 2. Cek dan perhatikan alamat situs. 3. Cek fakta. 4. Periksa keaslian foto. Pada kesempatan seminar ini diperkenalkan juga calon-calon legislatif (caleg) Katolik dari beberapa partai. Emmanuel Victor Latuperissa, Ketua Seksi Hubungan Antar Agama Kemasyarakatan (HAAK) Paroki Bojong Indah mempersilakan satu persatu caleg bimbingan Komisi HAAK Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) berdiri dan ditayangkan riwayat hidupnya. Caleg yang hadir adalah mereka yang mencalonkan diri sesuai Daerah Pemilihan (Dapil) yang beririsan dengan Paroki Bojong, Dapil 9 dan 10. Dapil 9 meliputi kecamatan : Tambora, Cengkareng, Kalideres. Dapil 10 meliputi kecamatan : Taman Sari, Grogol Petamburan, Palmerah, Kebon Jeruk, Kembangan. Caleg yang diperkenalkan : Cheryl Tanzil (DPR/PSI), Hariyanto Arbi (DPR/PSI), Kuswandi Gunawan (DPRD/ Perindo), Herni Sulastri (DPRD/Perindo), Rizal U. Sinurat (DPRD/Nasdem), Yohanes Paulus (DPRD/PSI), Norman Lianto (DPRD/PSI), Daniel Dewantara (DPRD/PSI). Seminar dilanjutkan sesi tanya jawab, yang menyimpulkan beberapa catatan : - Petugas Pengawas Pemilu, persyaratan usianya kurang lebih sama dengan Petugas KPPS. - Pemilih yang pada 14/2-2023 genap 17 tahun, dan belum terdaftar, dapat menggunakan hak pilih pada hari H antara jam 12.00 - 13.00. - Batas waktu pengurusan pindah TPS, adalah H-30 (15 Januari 2024). - Khusus Asisten Rumah Tangga (ART) dapat mengurus pindah TPS berbekal surat keterangan bekerja dari Pemberi Kerja/ Majikan. - Pemilih yang sudah meninggal, TNI/Polri seharusnya tidak ada dalam daftar. Apabila tercantum dalam Daftar Pemilih diurus ke PPS Kelurahan untuk dikeluarkan. - Tentang calon legislatif dan DPD dapat diteliti pada ‘website’ https://infopemilu.kpu.go.id/ Pemilu 2024 di Indonesia dilaksanakan dengan sistem proporsional terbuka di mana rakyat memilih langsung caleg atau wakil rakyat di suatu daerah pemilihan (dapil) yang ditawarkan oleh partai. - Jika pilihan kita tidak sevisi, maka pilihlah yang tidak buruk-buruk amat, di antara yang buruk. Di akhir seminar, tidak lupa peserta diabadikan dan pukul 15.00 ditutup dengan doa oleh Romo Ludo. Bill Toar Ki-Ka : Para caleg Katolik, Para Caleg Katolik foto bersama Seksi HAAK Sathora- [Foto-foto : Matheus Hp.] - - 75 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 76 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 LIPUTAN LIPUTAN Sebagai penyegaran atau refreshment dari tugas-tugas bulanan, kami sepakat untuk sekali-kali menyanyi di luar paroki Sathora. Dan terpilihlah Wisma Samadi. Wisma Samadi sebelum covid hanya dikenal sebagai tempat retret. Akan tetapi setelah covid, semakin dikenal karena termasuk yang ikut mempelopori misa online dan juga mencari dana melalui Opera Komedi Samadi atau OKS. Ceritanya latihan jadi lebih bersemangat, karena dikira akan misa online, jadi gak boleh malu-maluin dong! Waktu yang ditunggu-tunggu, akhirnya datang juga. Di Minggu terakhir bulan Oktober 2023, Paduan Suara Sanamare siap memuliakan nama Tuhan di Wisma Samadi, Klender. Setelah menambah jadwal latihan beberapa kali agar bisa tampil maksimal, akhirnya kami 18 orang berangkat, terbagi dalam empat mobil. Walaupun harus kumpul di Gereja jam 4.45 pagi, kami tetap bersemangat. Setelah semua anggota lengkap, berangkatlah kami beriringan. Berhubung masih pagi, perjalanan kami sangat lancar. Namun, ternyata ada satu mobil yang ketinggalan dari iringan. Akhirnya nyasar sampai ke pasar. Meskipun nyasar, kami masih sempat melakukan pemanasan sebelum bertugas. Misa dimulai pukul 07.00 WIB, dipersembahkan oleh Romo Ignatius Putera Setiahati, Pr. Biasanya, Misa Minggu di pagi hari diadakan secara offline sekaligus disiarkan online juga. Namun, khusus di hari Minggu itu, para Romo-romo Samadi ternyata sedang ada acara HaHeHo (Happy Healthty Holly) di Manado. Jadi hanya ada misa offline saja. Walaupun agak kecewa, tapi hal ini tidak menyurutkan semangat kami untuk tetap tampil maksimal. Setelah bertugas, kami semua menikmati bubur ayam yang dihidangkan secara cuma-cuma oleh pihak Samadi. Kami sempat berkeliling di Samadi, untuk mengabadikan dan menjadikan kenang-kenangan bila kami kembali ke Sathora nanti. Tentunya, kami idak lupa berdoa dan bernyanyi di Gua Maria setempat. Setelah puas berkeliling dan foto-foto, kami kembali ke ruang makan, untuk menyantap makanan yang sebelumnya sudah dipesan. Puas berkeliling dan perut sudah kenyang, kami kembali ke Sathora dengan hati senang. Menyanyi di wisma Samadi ini adalah suatu selingan yang menyenangkan dari acara kebersamaan di luar rutinitas latihan dan tugas bulanan, yang berdampak menimbulkan semangat baru untuk berlatih lebih giat For the next, SANAMARE akan nyanyi di mana lagi ya? Virginia & Patricia SANAMARE in Action di Wisma Samadi Jakarta Paduan Suara Sanamare bersama Romo Ignatius Putera Setiahati, Pr - [Foto: drg. Stefanie] Paduan Suara Sanamare di Wisma Samadi, Jakarta- [Foto : dok. pribadi] Paduan Suara Sanamare di salah satu gua maria Wisma Samadi, Jakarta- [Foto : dok. pribadi] - - 76 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 77 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 Bulan Oktober diperingati oleh Gereja Katolik sebagai bulan Rosario. Bulan Oktober adalah bulan Rosario yang merupakan warisan spiritual dari Paus Leo XIII (1878-1903). Dilansir dari laman Catholic Culture, Paus Leo XIII menyebut doa Rosario terdiri dari dua bagian yang tak terpisahkan yakni meditasi tentang misteri dan pembacaan doa-doa. Gereja St. Thomas Rasul melalui Komunitas Legio Maria, KEP XXVII dan BL KEP VII mempersembahkan 5.000 mawar selama bulan ini, yang terbagi dalam Dekorasi Altar di Misa Pembukaan Bulan Rosario, Kunjungan sembilan Gua Maria, Dekorasi Altar Misa Penutupan Bulan Rosario, dan sebagai hiasan di tandu Patung Bunda Maria. Misa Pembukaan dan Penutupan Bulan Rosario diawali dengan Perarakan Patung Bunda Maria. Dalam homilinya Romo Sridanto menyampaikan bahwa melalui mawar-mawar itu terdapat sebuah pesan yang ingin disampaikan yaitu kita diharapkan mencintai dan mengasihi Bunda Maria secara khusus pada Bulan Rosario. Mengapa kita perlu mengasihi Bunda Maria? Karena Bunda Maria mengasihi Yesus Puteranya. Seluruh hidup Maria ditujukan kepada Puteranya mulai dari Maria mengandung, melahirkan dan membesarkan Yesus hingga Putera Tunggalnya ini harus wafat dengan cara yang mengenaskan. Oleh karena itu kita diminta dan diajak untuk menjadikan Yesus sebagai pusat hidup kita. Dengan adanya Bulan Rosario diharapkan umat Katolik dapat berdoa Rosario baik secara pribadi bersama keluarga, maupun bersama Komunitas lingkungan dan wilayah untuk menghormati Bunda Maria sebagai Bunda Allah. Bahkan di Gereja pun sebelum Misa, dimulai dengan Doa Rosario. Rosario menjadi cara kita untuk mengekspresikan ungkapan Devosi kepada Bunda Maria dan Persembahan 5.000 Mawar kasih kepada Bunda Maria. Harapannya semoga kita semua dapat saling mendoakan dan menguatkan, karena Bunda Maria selalu setia mendengarkan doadoa permohonan kita. Bunda Maria, Bunda Segala Bangsa - Doakanlah kami. Yohanes Ady Dekorasi Gua Maria Sathora - [Foto : Erwina] Perarakan patung Bunda Maria menuju Ruang doa - [Foto : Matheus Hp.] Berkat penutup oleh Romo Sridanto- [Foto : Matheus Hp.] Foto Bersama Romo Sridanto dan Romo Ludo - [Foto : Matheus Hp.] - - 77 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 78 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 LIPUTAN LIPUTAN Di hari Sabtu, 4 November 2023, terdengar suara nyanyian merdu dari aula GKP lantai 4. Rupanya suara bak malaikat itu berasal dari paduan suara yang sedang berlatih untuk konser. Terlihat baju-baju yang akan dipakai konser masih terbungkus rapi, menunggu para penyanyi selesai berlatih. Para panitia berdatangan dan langsung diberikan arahan oleh Aris, selaku ketua panitia sekaligus salah satu penyanyi dalam Paduan Suara KKN yang akan tampil malam itu. Sementara para penyanyi berlatih, panitia turun ke gedung gereja untuk mempersiapkan konser yang diberi judul “Rindu Sungai-Mu” yang akan menampilkan 3 paduan suara yaitu St. Francis Male Singers, Paduan Suara Keluarga Kudus Nazaret, dan Koor Medan Community Choir. Setiap paduan suara melakukan tes suara terlebih dahulu sebelum konser berlangsung. Para panitia yang sedang sibuk turut menikmati potongan-potongan lagu yang sedang coba dinyanyikan dari setiap paduan suara. Tak disangka, para penonton sudah ada yang datang. Terpaksa panitia menahan penonton sebentar karena persiapan belum matang. Namun, lama kelamaan penonton semakin banyak berdatangan, ditambah cuaca sedang tidak bersahabat sehingga para penonton mendesak ingin cepatcepat masuk ke dalam. Pintu dibuka pukul 19.00, penonton menunjukkan tiket yang sudah mereka beli dan langsung diarahkan ke tempat duduk yang sudah ditentukan. Ketidaksabaran penonton membuat para panitia sedikit kewalahan, sehingga Aris yang sedang tes suara juga harus turun tangan membantu. Rangkaian acara dibuka dengan kata sambutan dari Romo Ludo. Sebelum konser dimulai, voice over yang sebagai pembimbing acara ini memberi peringatan bahwa penonton dilarang untuk mengambil foto ataupun video selama konser berlangsung, dengan alasan nanti akan mengganggu penonton yang ada di belakang. Pintu ditutup, para penyanyi berbaris, dan konser utama pun dimulai. Konser dibuka dengan penampilan dari Paduan Suara KKN yang membawakan lagu Ubi Caritas. Suara yang sangat indah terdengar sampai luar gereja. Penonton yang datang terlambat hanya diperbolehkan masuk apabila sebuah lagu sudah selesai dinyanyikan agar tidak mengganggu jalannya rangkaian acara. Walaupun begitu, masih saja ada penonton yang menyusup masuk tanpa sepengetahuan panitia. Tak hanya penonton, Romo Malam Minggu yang Tak Biasa Paduan Suara KKN - [Foto : Matheus Hp.] St. Francis Male Singers - [Foto : Erwina] Koor Medan Comunity Choir - [Foto : Erwina] Gabungan ketiga Paduan Suara - [Foto : Erwina] - - 78 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 79 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 Bondi juga mengendap-ngendap masuk lalu duduk diantara panitia yang sedang seru menonton konser. Ia tampak sangat terkesan dengan penampilan-penampilan paduan suara yang tampil malam itu, Paduan suara yang tampil ketiga adalah Medan Community Choir. Tak kalah menarik, penampilan mereka dibuka dengan menyanyikan lagu Doa Bapa Kami yang dinyanyikan dengan indahnya. Bukan konser Sathora namanya kalau tidak ada penampilan dari salah satu romo tercinta. Untuk konser ini, Romo Bondi memberikan penampilannya untuk bernyanyi dan bermain flute. Beliau mempersembahkan dua lagu yaitu Kutemukan Cinta dan When You Believe. Sampai pada puncak acara, penonton dikejutkan dengan penampilan dari tiga paduan suara sekaligus bersama dengan Romo Bondi. Mereka menampilkan lagu yang merupakan judul dari acara ini yaitu Sperti Rusa Rindu Sungaimu. Romo Bondi menjelaskan bahwa judul lagu tersebut diambil sebagai judul konser ini karena seperti seekor rusa di tengah hutan yang rindu akan sumber air, pasti ia akan selalu mencari sumber air tersebut hingga ketemu untuk menghilangkan dahaganya. Kita sebagai umat Allah yang setia diharapkan untuk selalu rindu akan Allah dan memercayakan hidup dan segala masalah yang kita pikul biar Allah yang meringankannya. Lagu-lagu yang mereka bawakan sudah diaransemen ulang sehingga membentuk mash-up dari tiga lagu berbeda yaitu Seperti Rusa Rindu Sungai-Mu, Irish Blessing, dan satu lagu spesial dari kitab Mazmur yang dinyanyikan dalam bahasa Ibrani sebagaimana dahulu Daud menulis lagu tersebut. Rangkaian acara selesai, suara tepuk tangan dan soraksorai penonton menyelimuti gereja. Acara ditutup dengan sesi pembagian hand bouquet diikuti dengan sesi foto bersama antar paduan suara sebagai apresiasi para musisi yang telah terlibat dalam konser ini. Penonton bubar. Banyak orang yang masih belum pulang ingin memberikan apresiasi kepada para penyanyi yang telah memberikan penampilan luar biasa. Bercengkrama antar teman, reuni teman yang telah lama terpisah, dan banyak kisah bahagia yang dibagikan malam itu. Tak lupa Romo Bondi dan Aris memberikan apresisasi kepada panitia yang telah membantu berjalannya konser dari awal hingga akhir. Gedung gereja diselimuti suara tawa, sukacita dan kebahagiaan di malam Minggu yang tak biasa ini. Gaby Penampilan Romo Bondi saat bernyanyi - [Foto : Erwina] Pemberian Hand Bouquet kepada Alfredo Louis (KKN) - [Foto : Erwina] Pemberian Hand Bouquet kepada Romo Bondi - [Foto : Erwina] Pemberian Hand Bouquet kepada David H Chendra [St. Francis Male Singers] - [Foto : Erwina] - - 79 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 80 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 LIPUTAN LIPUTAN “Para Romo yang beristirahat dalam damai di makam Marfati, selalu memandang dan mendoakan pesawat yang naik turun di bandara Sukarno Hatta. Para penumpang pesawat juga harus mendoakan para Romo yang terbaring di sana.” Pukul delapan pagi, bus yang membawa lansia Sathora memasuki makam Marfati, di mana pohon-pohon jati di sekelilingnya tumbuh subur merimbun. Masih dalam bulan mendoakan arwah orang beriman, Romo Ludo memimpin misa arwah para Romo yang diikuti 30 peserta. Dalam homili Romo Ludo mengemukakan. Hidup ini dimulai dengan pengembaraan di dunia, dan akan berakhir dengan kematian. Tidak ada yang tahu kapan kematian akan datang. Oleh karena itu kita harus senantiasa berjaga- jaga. Namun kematian bukan akhir dari segalanya, melainkan beralih ke kehidupan abadi atau sorga. Karena itu kita harus selalu mempersiapkan harta yang sesungguhnya, yaitu harta sorgawi. Harta duniawi hanya sampai di dunia ini saja, sedangkan harta sorgawi adalah abadi. Tak akan lenyap. Harta duniawi memang diperlukan, tetapi harus dipergunakan secara bijaksana sebagai sarana untuk menunjang kehidupan di dunia. Selama misa sering terdengar suara gemuruh pesawat terbang yang naik turun. Namun misa yang mendoakan arwah para Romo yang bertugas di KAJ, dapat berakhir dengan tertib. Di antara Romo yang dimakamkan di sini, ada beberapa Romo yang pernah bertugas di Sathora yaitu Romo F.X.Suherman, Romo Hadi Wijoyo, Romo Bambang Wiryowardoyo dan Romo Wiyanto Harjopranoto. Dilanjutkan dengan berfoto bersama serta menaburkan bunga di makam para Romo sambil berdoa pribadi. Makam para Romo ini sering dikunjungi umat KAJ, karena mereka selalu menghormati dan mengenang pelayanan kasih yang telah diberikan sepanjang hidupnya. Masih di dalam komplek yang sama, bersebelahan dengan makam para Romo, terdapat juga pemakaman para suster dari Ordo - ordo OSU (Ursulin), MC (Misionaris Claris), JMJ (Jesus Maria Josef) dan Karmel. Dengan tertib peserta meninggalkan makam Marfati, untuk melanjutkan ziarah ke goa Maria Bukit Kanada - Rangkasbitung. Setibanya di sana, kami langsung berdoa Rosario di depan goa Maria Kanada, yang dikelilingi berbagai pohon rindang serta angin semilir nan sejuk. Dilanjutkan dengan santap siang bersama, untuk menambah keakraban hubungan sesama lansia Sathora. Ada sepasang suami istri lansia dari Paroki Kelapa Gading mengunjungi tempat ini dengan naik kereta api. Pasutri ini hendak menginap di hotel terdekat, supaya bisa lebih lama menikmati suasana tenang yang menentramkan hati. Juga supaya bisa mengikuti misa hari Minggu keesokan harinya di goa Maria ini. Ziarah yang berlangsung pada hari Sabtu (11 November 2023) ini berakhir dengan tibanya kembali bus lansia di gereja Sathora pada sore hari. Para lansia pulang kerumah masing- masing dengan bersyukur dan hati gembira penuh sukacita. Tuhan Yesus Memberkati. Fatolly Panarto Ziarah Lansia Sathora ke Makam Para Romo di Marfati Selapajang Foto bersama di Gua Maria Bukit Kanada - [Foto: Erwina] Tabur bunga di makam para Romo - [Foto: Matheus Hp.] - - 80 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 81 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 T im Sinergi Bidang Prioritas Empat (TSBP4) Paroki Bojong Indah yang meliputi Seksi HAAK, PSE, PEKAD dan SKP menyelenggarakan Seminar Sociopreneur, Cuan & Berbuah?? Bisa Kok! Sabtu, 11 November 2023, pukul 12.00 - 16.00 WIB di Gedung Karya Pastoral lantai Empat. Acara diselenggarakan secara gratis dan terbatas hanya untuk 50 peserta. Para peserta yang hadir dari berbagai usia mulai dari anak muda, dewasa hingga orang tua. Sebagai pengganti konsumsi, peserta yang hadir mendapatkan voucher senilai Rp 30.000 yang dapat digunakan untuk belanja di Bazaar UKM Sathora. Seminar ini diadakan dengan maksud dan tujuan memperkenalkan konsep Kewirausahaan Sosial atau lebih dikenal dengan istilah Sociopreneurship. Dengan pembicara Benedicta Evienia Prabawanti SE,MM selaku Founder of Worlds Club Incubation dan Dosen Universitas Atmajaya. Acara dibuka dengan doa pembukaan oleh Romo RD Ardi Suyadi selalu Ketua Komisi PSE KAJ. Dan penjelasan materi oleh Benedicta. Kewirausahaan sosial meliputi kegiatan dan proses yang dilakukan untuk menemukan, mendefinisikan, dan memanfaatkan peluang untuk meningkatkan kekayaan sosial dengan menciptakan usaha baru atau mengelola organisasi yang ada dengan cara yang inovatif. Karakteristik Kewirausahaan Sosial meliputi : • Tujuan Sosial Utama : Sebagai fokus utama bisnis dan bisa berupa peningkatan kesejahteraan masyarakat, penyeselesaian masalah sosial, atau perlindungan lingkungan. • Inovasi : Sering kali mencari solusi yang inovatif untuk memecahkan masalah melalui pendekatan atau ide kreatif. • Kemandirian Keuangan : Meskipun tujuannya sosial tetap harus mencari cara untuk menghasilkan pendapatan. • Partisipasi Komunitas : Melibatkan suatu kelompok atau komunitas dalam perencanaan dan pelaksanaan suatu program. • Kolaborasi : Bekerja sama dengan pemerintah, organisasi nirlaba dan bisnis lainnya untuk mencapai tujuan sosial. • Pemberdayaan Masyarakat : Melalui pendidikan dan pelatihan. • Kepemimpinan : Memiliki motivasi dan komitmen untuk mengatasi masalah sosial. • Keberlanjutan Lingkungan : memperhatikan dampak lingkungan dari bisnis tersebut dan berusaha mengurangi dampak buruk bagi lingkungan. Para peserta kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok untuk dapat saling berbagi pengalaman berwirausaha dan saling berdiskusi. Seminar ditutup dengan doa dan Berkat penutup oleh Romo Ardi Suyadi dilanjutkan foto bersama. Yoh.Ady Cuan dan Berbuah?? Bisa Kok!! Foto bersama - [Foto : Alex Pondaag] Diskusi kelompok berbagi pengalaman berwirausaha - [Foto : Alex Pondaag] Ki-Ka: Benedicta Evienia Prabawanti SE,MM selaku Founder of Worlds Club Incubation dan Dosen Universitas Atmajaya, Doa pembukaan oleh Romo RD Ardi Suyadi selalu Ketua Komisi PSE KAJ - [Foto-foto : Alex Pondaag] - - 81 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 82 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 LIPUTAN LIPUTAN Sebanyak 30 pelaku UKM (Usaha Kecil Menengah) baik dari umat Sathora maupun produk unggulan Jakpreneur dapat menjual aneka produknya pada Bazaar UKM Sathora dan Jakpreneur di halaman parkir Gereja St. Thomas Rasul. Bazaar UKM Sathora diadakan selama dua hari mulai hari Sabtu, 11 November hingga Minggu, 12 November 2023 dan dibuka untuk umum mulai pukul 07.00 hingga 18.00 WIB. Alex Pondaag selaku Ketua Seksi PSE menyampaikan bahwa acara ini diadakan dalam rangka Sathora Creative Week dan Bazaar Jakpreneur. Adapun kegiatannya meliputi Bazaar produk UKM, Pelatihan design iklan UKM melalui Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Barat dengan menggunakan Mobile Training Unit (MTU) sebagai tempat latihannya, Pound fit dan workshop oleh OMK Sathora, Baking demo oleh Chef Lanny Rustan dan ditutup dengan Night Music. Ada 15 tenda yang disediakan panitia untuk 30 UKM. Jadi mereka saling berbagi tenda, dan ada satu tenda yang dibawa sendiri oleh PPKD Jakarta Barat beserta Bus untuk Pelatihan secara langsung membuat iklan UKM. Adapun ke 30 produk unggulan UKM tersebut adalah : - Justsoy dan Annarita Pastry - Simbas Hertige dan Exitos - Dimsum Boto dan Es Teh Tubruk - Jamal dan Orista - Ryz Food dan Cyns Foodies - Ayam Gepuk Nuzul dan Asoy Milk - Gudeg Jogja dan Dapur Zule - Kubil Kook dan YuknJajan Kuy - Pempek Seilendra dan Juragan Gendar - Nico Catering dan Kue Basah Rohani - C J Wirantini dan Dapur Jeje - Sucang Nyumy dan Gendar Vege - Cemilanqu dan Moii Kitchen - Kripik Sista dan UKM Trinitas - UKM Trinitas Craft dan Lusiana Handmade Stuff Pengunjung ramai sekali setelah misa selesai, karena umat yang hadir misa Bazaar UKM Sathora dan Jakpreneur Latihan vokal bersama Valentina Nova - [Foto-foto : Erwina] Pound Fit - [Foto: Novi] Baking Demo oleh Chef Lanny Rustan - [Foto: Matheus Hp.] Stand UKM Sathora dikunjungi Romo Adrianus Suyadi SJ (Ketua Komisi PSE KAJ) - [Foto: dok. pribadi] Foto bersama dengan Chef Lanny Rustan - [Foto: Matheus Hp.] - - 82 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 83 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 menyempatkan diri untuk berbelanja produk Bazaar UKM atau sekedar berswafoto bersama untuk di-posting di media sosial. Dengan adanya Bazaar ini semoga dapat membangkitkan ekonomi para pelaku usaha khususnya di sektor UKM pasca pandemi. Rangkaian acara semakin menarik ketika ditutup dengan Sathora Night Music yang menampilkan dance dari temen-temen OMK Sathora serta Bintang tamu Hexa. Acara diakhiri dengan Graduation Romo Bondi yang membuat sebagian anak muda meneteskan air mata. Yoh.Ady Salah satu stand bazaar - [Foto: Novi] Night Music - [Foto: Erwina] Umat yang hadir - [Foto: Erwina] Foto bersama chef lany dan peserta Bazaar Jakpreneur dari Sathora dan wakil Jakpreneur Jakbar - [Foto: Matheus Hp.] Suasana Bazaar - [Foto: Novi] Romo Danto menghadiri bazaar - [Foto: Erwina] - - 83 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 84 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 LIPUTAN LIPUTAN Adalah suatu kebahagiaan, bila pada akhirnya MeRasul Cilik mendapat kesempatan untuk menemui Romo Bondi di saat-saat terakhir ia masih di Sathora. “Baik Mo, kita ketemu 18 November 2023 pukul 17.00 WIB di ruang kerja Romo Bondi.” Itu adalah waktu yang paling senggang bagi Rm. Bondi. Awalnya aku mau menjalankan tugas dari MeRasul mewawancarai Rm. Bondi. Tapi tiba-tiba tercetus ide untuk mengajak teman-teman UKM dan POS (Persaudaraan Ojek Sathora) sekaligus anak-anak mereka. Kebetulan, anakanak ini adalah anak ASAK Sathora. Maka anak-anak ini berperan mewakili diriku menjadi MeRasul Cilik. Merekalah yang akan bertugas mewawancarai Romo. Happy Birthday to you.... !! Sambil bernyanyi kami mengiringi Rm. Bondi masuk ke ruang tamu di depan sekretariat. Di situ sudah siap anak-anak dan para orang tua lengkap dengan kue tart untuk Romo yang berulangtahun ke 31 pada tanggal 16 November 2023. Romo nyeletuk ... “Apaan tu... kelihatan ada lilin menyala?” Happy Birthday, Romo, segala doa yang terbaik untuk Romo, semoga sukses studinya di tempat baru. Amin. Setelah tiup lilin, tiba saatnya MeRasul Cilik beraksi. Mereka berlima duduk satu bangku sofa bersama Romo Bondi. Anak-anak mungil tapi semuanya penuh percaya diri. Mereka adalah Mario, Gala, Nera, Brigitta, dan Jello . “Woooo.... gaya lho, keren pake kalung/name tag MeRasul!” kata Romo saat melihat anak-anak beridentitas MeRasul, boleh pinjam ke MeRasul. Hahaha..... Tibalah anak-anak bertanya dengan membawa contekan pertanyaan. Mario : “Romo mau sekolah di mana? Berapa lama?” Rm. Bondi : “Sekolah di Ateneo De Manila University. Kurang lebih empat tahun.” Kemudian Gala nyeletuk, “Romo naik apa ke Philipina?” Jawab Romo.. “Naik becak! Hahaha....” Semua tertawa. “Romo naik pesawat Cebu Pasific, hari Selasa, 21 November 2023 pukul 00.30 WIB.” Nera : Apa suka duka Romo di Sathora?” Rm. Bondi : “Suka nya cuma 1%, karena 99% nya suka sekali! Romo bersyukur masuk Sathora saat pandemi akan berakhir. Jadi bisa mulai aktif kegiatan lagi. Harapan Romo, semoga Sathora semakin kompak. MeRasul semakin jaya dan adik-adik semua akan jadi masa depan gereja.” Gala : “Apa enaknya jadi romo?” Rm. Bondi : Enakkk, ulang tahun banyak yang merayakan dan banyak teman. Salah satu alasan jadi Romo adalah menyenangkan hati banyak orang. Itulah salah satu kebahagiaan Romo. Kalian senang tidak membahagiakan orang lain?” “Senaaang....!” jawab anak-anak. Rm. Bondi dan MeRasul Cilik Romo Bondi bersama MeRasul Cilik - [Foto : Novi] Romo Bondi bersama MeRasul Cilik dan tim - [Foto : Novi] - - 84 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 85 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 “Ada yang mau jadi Romo nggak?” “Nggaaaa....!!” Hahaha.... Tapi akhirnya ada yang tunjuk jari, yaitu Mario. Yeayyyy...!! Mario langsung dapat hadiah rosario dari Romo. Gala : “Apa resepnya selalu tersenyum dan banyak tawa, Mo?” Rm. Bondi : “Resepnya cabe dua biji, bawang merah dua...hahaha.... !! Romo cuma becanda. Romo happy karena rajin berdoa, karena dengan berdoa, kita mendapat kekuatan dari Tuhan. Walaupun sedih, hati tetap sukacita.” Ketika Gala ditanya oleh Romo : “Kamu rajin berdoa?” “Rajin.” jawab Gala. “Hafal doa apa?” “Bapa Kami.” jawab Gala. Gita : “Kami sedih merasa kehilangan Romo. Romo sedih juga nggak?” Rm. Bondi : “Ooo... sedih, sedih sekali. Romo sampai sekarang ngga bisa packing karena sedih. Tetapi Romo percaya siapapun romonya pasti bisa membuat Sathora bahagia. Dan dimanapun Romo berada pasti juga akan bahagia. Meski jaraknya jauh, kita saling mendukung, saling mencintai, dan saling mendoakan...” Sambil bernyanyi Rm. Bondi berkata, “Karena... Jauh di mata namun tetap dekat di hati...” Janji lho Mooo...! “Pasti!” jawab Romo. Jello : “Kesan pesan Romo untuk Sathora...?” Rm. Bondi : “Sathora punya banyak kekayaan talenta, dan kreativitas.... Banyak peluang yang bagus. Pesan Romo supaya perbedaan bukan memisahkan melainkan membuat Sathora menjadi lebih kuat. Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. “ Waktu terus berpacu. Usai sudah pertanyaan anak-anak. Rm. Bondi membagikan rosario untuk semua anak. Berfoto bersama.... Dan acara pertemuan ditutup dengan peluk erat diiringi berkat Romo untuk anak-anak. Semoga pertemuan sore itu bisa menginspirasi anakanak untuk menjadi bagian dari MeRasul. Dan semoga .... akan ada yang terpanggil menjadi romo seperti Romo Bondi. Terima kasih, Romo! Terima kasih Lina, Jalu, Ayub, Jelita, Supri, Henric yang sudah mendukung. Dan, sukses selalu buat Romo Bondi. Amin. Noviana Tony Kiri-Kanan: Jello, Nera, Gala, Gita, Mario - [Foto : Novi] Romo Bondi berpelukan dengan MeRasul Cilik - [Foto : Novi] - - 85 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 86 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 LIPUTAN LIPUTAN Panti Asuhan Abhimata Panti ini adalah salah satu dari dua tempat yang dikunjungi Komunitas Emmaus Journey untuk berbagi kasih sebagai kegiatan bakti sosial mereka, hari Minggu tanggal 19 November 2023. Panti asuhan Abhimata ini berlokasi di jl Mertilang IV, blok KA2, no 31 – 37. Bintaro Jaya Sektor 9, Tangerang – 15229. Panti ini didirikan tanggal 12 Maret 1998, sesuai janji Tuhan di dalam ayat Yesaya di atas, bahwa Tuhan tidak akan melupakan anak-anak ini. Mereka yang tersentuh hatinya oleh Roh Kudus, melalui panti asuhan, salah satunya adalah Abhimata, berkarya memberikan tempat bagi anak-anak yang malang ini untuk berlindung. Tempat mereka memperoleh kasih sayang dan menyongsong hari depan yang cerah, seperti anak-anak lainnya, tanpa membedakan suku, bangsa dan agama. Yayasan Abhimata Mitrasamaya, Abhimata artinya kasih, Mitrasamaya berarti persaudaraan. Sesuai dengan nama yang dipilih, maka karya pelayanan yayasan ini didasari oleh visi kasih dan persaudaraan. Sebagian anggota Emmaus Journey (EJ) mengunjungi panti Asuhan Abhimata, dan sebagian anggota lainnya mengunjungi Panti Werdha Marfati. Peserta baksos menjadi terbagi dua karena daya tampung pengunjung di Abhimata tidak cukup besar untuk menerima 76 orang. Ketika sampai di Abhimata, 31 anggota EJ disambut oleh ibu Helena sebagai pengurus panti. Bersama seorang biarawati, suster Bernadine ADM, dan para petugas panti lainnya. Terlihat di dalam ruang kaca, ada beberapa baby crib berderet. Ada bayi yang masih usia dini, ada balita yang lucu-lucu sedang bermain, berinteraksi dengan balita di sebelahnya, adapula yang menangis. Melihat tingkah laku mereka yang polos, sangat menggemaskan. Helena menjelaskan bahwa Romo Luki, PR sempat ikut menjadi pengurus panti ini, sebelum pindah pelayanan ke Paroki Pantai Indah Kapuk. Selama pandemi, ada 21 anak yang berada dalam masamasa sulit itu, sebagian diterima tinggal di Abhimata dan sebagian lagi ditampung di RS Carolus. Ini sungguh merupakan bantuan penyertaan Tuhan yang luar biasa. “Tuhan sayang dengan anak-anak ini,” ujar Helena. Betty sebagai PIC acara bersama beberapa anggota EJ, Olifa, membawakan acara bernyanyi bersama dan games untuk anak-anak Balita dan TK, di lantai dua. Berbagi Kasih Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. (Yesaya 49:15) Membuka angpao- [Foto : Aditrisna] Games dan menyanyi bersama - [Foto : Aditrisna] Belajar sambil bernyanyi cara mencuci tangan yang baik dan benar - [Foto : Aditrisna] - - 86 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 87 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 Mereka menerima hadiah dengan mata berbinar-binar terpancar dari wajahnya yang murni dan polos. Ada beberapa anak dipangku, dipeluk dan digendong oleh ibu-ibu dan bapak-bapak anggota EJ. Siapakah yang tidak tersentuh hatinya melihat balita-balita ini? Sementara di lantai bawah, Lucy Tjahyadi sebagai PIC acara untuk anak-anak SD bersama beberapa anggota EJ memimpin acara. Dokter Grace Fonda dan Andrew Suwadi juga mengajak anak-anak bernyanyi sambil memperagakan cara mencuci tangan yang benar. Penyerahan bingkisan dari panitia baksos EJ sebelum pulang- [Foto : Aditrisna] Berdoa bersama dan ucapan terima kasih dari pengurus panti kepada tim EJ sebelum pulang - [Foto : Aditrisna] Acara sulap yang dinanti-nanti - [Foto : Aditrisna] Foto bersama pengurus panti, tim EJ dan anak-anak usia SD di lantai dasar- [Foto : Aditrisna] Ketika rombongan tiba di Abhimata, ada beberapa anak laki-laki usia SD menyambut sambil bertanya penuh harap; “Apakah nanti ada sulap?” Nefo, salah satu anggota EJ menampilkan permainan sulap tentang uang yang diperlihatkan dalam bentuk koin dan selembar kain penutup. “Uang adalah sumber keributan!” kata Nefo sambil menjatuhkan koin, yang berdenting begitu mengenai lantai. Lanjutnya, “Uang sumber masalah!” Koin ditutup dengan kain. Lalu anak- anak dimintanya untuk berkata, “Problem hilang!” Tapi ketika kain dibuka, koin itu tetap ada. Berarti problemnya masih ada. Kemudian semua yang hadir diajaknya lagi untuk berkata bersama-sama , “Problem hilang!“ Ketika kain dibuka….. koin telah hilang dari jari Nefo. Nefo berpesan kepada anak-anak, “Dengan kerjasama yang baik, segala problem pasti bisa hilang, jika diatasi bersama-sama.” Ada pula permainan lainnya yang mengajak anak-anak agar menikmati saja permainan sulap itu, bukan untuk dipikirkan. Lalu Nefo membagikan angpao kepada setiap anak yang disambut dengan senyuman bahagia. Sambil bernyanyi lagu Waktu Tuhan Pasti yang Terbaik, goodie bags dibagikan. Adalah Mia, ketika baru berumur 5 tahun, ia diterima di Abhimata. Kini Mia sudah kuliah. Bersama adik-adiknya dan pengurus panti yang hadir, mereka menyanyikan lagu…. Aku Bahagia Karena Dicinta, Terima Kasih. Melihat anak-anak ini, terbayang perjalanan hidup mereka yang masih panjang. Dan tentunya sungguh tidak mudah. Semua ikut berfoto bersama sebelum bersiap-siap pulang. Diantara anggota komunitas EJ, ada suster Herlina, SND yang juga ikut dalam kunjungan ini. Ia adalah anggota komunitas EJ Sathora. - - 87 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 88 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 LIPUTAN LIPUTAN Ternyata banyak yang belum mau beranjak, karena masih asyik melihat hasil karya upaya mandiri penjualan makanan produk UKM Abhimata. Para anggota EJ mulai memborong makanan frozen food, kripik, bawang goreng, bawang putih goreng, dan masih banyak lagi jenis yang lain. Mia dan dua orang kawannya yang sudah beranjak dewasa, agak kewalahan melayani para pembeli yang membludak. Namun di mata dan dalam senyuman mereka terpancar secercah kebahagiaan. Venda Panti Werdha Marfati Sampai tiba masa tuamu, Aku tetap Dia, dan sampai masa putih rambutmu, Aku menggendong kamu. Aku telah melakukanNya dan mau menanggung kamu terus; Aku memikul kamu dan menyelamatkan kamu. (Yesaya 46:4) Demikianlah janji Tuhan, yang menjadi suatu gerakan roh kudus yang menyentuh setiap hati para pendiri dan pengurus panti jompo ini. Yang juga merupakan sebuah kerinduan untuk berbagi kasih dari sebagian anggota EJ Sathora dalam kunjungan bakti sosialnya. Fransisca yang menjadi PIC bersama sebagian komunitas EJ yang berjumlah 45 orang, mengajak para oma dan opa untuk bernyanyi bersama. Ada permainan tebak lagu seperti acara televisi yang dahulu sangat terkenal, Berpacu Dalam Melody panduan mendiang Koes Hendratmo. Tembangtembang lawas yang tentunya sudah tidak asing lagi ditelinga para oma dan opa. Bersama 72 orang lansia, serta 12 orang suster lansia, dan didampingi seorang suster penanggungjawab, mereka bergembira dan bernyanyi bersama, bernostalgia. Antusiasme dan keceriaan terpancar diwajah para lansia ini ketika mereka dikunjungi. Mereka merasa terhibur dan sedikit terusir rasa sepi mereka di hari tuanya. Apalagi ketika mereka menerima hadiah dari tebakan lagunya. Panti Werdha Marfati ini beralamat di jln Dr.Sitanala no.85 – Tangerang, 166, RT 001/ RW 003 , Mekarsari, Neglasari, Tangerang City, Banten 15129. Kini, panti tersebut dikelola oleh suster-suster Kongregasi SJMJ, pimpinan Sr Regina Windyastuti SJMJ. SJMJ adalah kepanjangan dari Suster Jesus Maria Joseph. Yayasan Sosial Marfati memiliki dua unit karya, yaitu Panti Werdha untuk lansia, dan Unit Komata (Konveksi Maria Fatima). Ketua EJ Sathora Lenny Ratna, memberi kata sambutan dalam kunjungan baksos di Panti Werdha Marfati - [Foto : tim baksos EJ] Bernyanyi bersama - [Foto : tim baksos EJ] Berinteraksi bersama seorang oma - [Foto : tim baksos EJ] Tim dari Emaus Journey Sathora, PIC untuk anak usia SD - [Foto : tim baksos EJ] - - 88 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 89 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 Unit Komata adalah karya pelayanan yang berupaya membantu kaum penyintas lepra, dan difabel atau cacat. Para suster mengajarkan jahit-menjahit serta ketrampilan lain, dan juga memberikan lapangan pekerjaan kepada mereka yang kesulitan mendapatkannya di masyarakat. Karya mereka antara lain membuat seragam sekolah, kebutuhan rohani untuk gereja seperti baju prodiakon, baju misdinar dan kotak APP. Komunitas EJ Sathora melaksanakan baksos ini dengan tujuan melatih diri mengembangkan spiritualitas pribadi, sebagai bagian dari perjalanan hidup yang terfokus pada peran pelayanan yang berpusat kepada Kristus. Oma dan opa ini membutuhkan perhatian dari orang-orang yang datang untuk menghibur, mengajak bicara, bersenda gurau, dan menghindari rasa kesepian di masa tua mereka. Hal ini membuat kita tersadar, bahwa suatu saat nanti, kita juga akan semakin menua. Yang mereka alami saat ini, mungkin saja akan kita hadapi pula yaitu mengalami perasaan kesepian yang sama. Selain menghibur orangtua atau opa dan oma di rumah kita masing-masing, kita dapat berbagi waktu memberikan perhatian kepada para lansia di panti-panti lainnya juga. Ada berbagai latar belakang dan alasan mengapa oma dan opa tinggal di panti ini. Ada yang atas kemauan sendiri, dan ada pula karena keinginan keluarganya. Mereka membutuhkan teman dan penghiburan dari keluarga atau lingkungan. Orang-orang yang bersedia mendengarkan keluhan atau cerita mereka. Orang-orang yang bisa mereka ajak ngobrol. Penyelenggaraan Tuhan ketika bekerjasama dengan para pengurus panti di dalam karya pelayanan mereka. Pergulatan di dalam banyak permasalahan, namun dengan iman yang selalu dikuatkan, Tuhan senantiasa mengirimkan bantuan lewat para donatur yang tergerak untuk berbagi. V/Fransisca Tim baksos EJ melantunkan pujian dan gerak, menghibur oma-oma dan opaopa - [Foto : tim baksos EJ] Berbincang-bincang dengan salah satu oma - [Foto : tim baksos EJ] Menyapa para lansia - [Foto : tim baksos EJ] Bernyanyi bersama - [Foto : tim baksos EJ] Foto bareng panitia Baksos EJ - [Foto : tim baksos EJ] - - 89 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 90 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 LIPUTAN Dalam rangka Hari Kesehatan Nasional, Seksi Kesehatan dan Seksi Kerasulan Keluarga (SKK) Sathora, pada hari Minggu, 12 November 2023, pukul 10.00-12.30 WIB mengadakan GEBYAR GAHARU 2023 (Gerakan Sehat Bersama yang Seru - Keuskupan Agung Jakarta) di Auditorium Gereja Santo Thomas Rasul, Bojong Indah, Jakarta Barat. Acara sudah disiapkan yaitu Line Dance Show, Penyuluhan Kesehatan dan Booth Skrining. Sebagai Nara sumber / pembicara pertama adalah : Dokter Angelina F., dengan tema “TUJUAN GERAKAN SEHAT BERSAMA YANG SERU”. Isinya menjelaskan bagaimana Meningkatkan kepedulian dan peran serta warga paroki dalam menjadikan masyarakat sekitar yang sehat, guyub dan bahagia. Ada 7 (tujuh) Langkah Gaharu KAJ dalam kesehatan, yaitu : 1. Melakukan Aktivitas Fisik Secara Rutin Setiap Hari. 2. Diet Yang Seimbang. 3. Tidak Merokok. 4. Tidak Mengkonsumsi Alkohol dan Zat Adiktif Lainnya. 5. Pengelolaan Stres Secara Baik. 6. Budayakan Buang Air Besar Pada Tempatnya. 7. Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Secara Rutin, Minimal 6 Bulan Sekali. Pembicara kedua adalah Dokter Sandra Utami Widiastuti, Sp.PD, FINASIM. Ia berbicara tentang “DIABET MELITUS”, yaitu: - Kencing Manis. - Penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat gangguan fungsi insulin. - Berkurangnya fungsi insulin akibat gangguan produksi insulin oleh sel-sel Beta Langerhans kelenjar pankreas, atau disebabkan oleh kurang responsifnya sel-sel tubuh Gebyar Gaharu 2023 terhadap insulin. Hadir dalam acara ini, selain umat Sathora, juga dari Instansi Kelurahan Rawa Buaya, seperti Kader Kesehatan, Kader Jumantik, Kader PKK, Pengelola RPTRA, Kader RW, dsb. Di akhir acara para hadirin setelah foto bersama lalu dibagikan rujak serut dan Nasi pecel. Marito Foto bersama - [Foto : Erwina] Dokter Angelina F - [Foto : Matheus Hp.] Dokter Sandra Utami Widiastuti, Sp.PD, FINASIM - [Foto : Matheus Hp.] LIPUTAN - - 90 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 91 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 Romo Sridanto sedang diwawancarai DAAI TV - [Foto : Matheus Hp.] Romo Danto memberikan rangkaian bunga kepada isteri walikota Jakarta Barat yang berulang tahun - [Foto : Matheus Hp.] Romo Danto menyuapi bubur kepada salah seorang balita - [Foto : Matheus Hp.] Penanda tanganan Deklarasi - [Foto-foto : Matheus Hp.] Dalam rangka Hari Pangan Sedunia, Pemerintah DKI Jakarta Barat mengadakan kegiatan Penurunan dan Pencegahan Stunting bagi anak Balita di wilayah Rawa Buaya, hari Kamis 30 November 2023. Acara pembukaan dilaksanakan di gedung Pastoral Sathora, diawali dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Nampak hadir Walikota Jakarta Barat beserta ketua Darma Wanita dan jajarannya, Ka. Sudin Kesehatan, Camat Cengkareng, Lurah Rawa Buaya, Kapolsek beserta jajarannya, Kepala Puskesmas, Ketua Kampung Kerukunan, juga ibu- ibu PKK dan orangtua dari anak-anak yang menderita stunting. Siswanto, Walikota Jakarta Barat, menyatakan, “Masalah Stunting bukan hanya masalah pemerintah tapi jadi masalah semua.” Kelurahan Rawa Buaya adalah wilayah yang jumlah anak penderita stuntingnya termasuk tertinggi di Jakarta Barat yaitu 17,8 %. Ia berharap bisa turun sampai dibawah 14%. Dalam pidatonya, Walikota berharap agar Pastor paroki Romo Sri Danto dan umat Sathora, bersama para dokter dan tenaga kesehatan bisa membantu melayani anak Stunting di kelurahan Rawa Buaya dan sekitarnya agar bisa terbebas dari Stunting. Gereja Sathora menyatakan siap memberikan makanan tambahan bergizi bagi anak stunting di Rawa Buaya yang berjumlah 39 anak dalam 39 hari. Dilanjutkan dengan Deklarasi dan penandatanganan “Anak sehat menuju tahun Emas 2024.” Acara ditutup dengan foto bersama dan makan bersama. Samaria Pencegahan Stunting Stunting adalah gangguan pertumbuhan pada anak disebabkan asupan nutrisi yang tidak memadai selama masa pertumbuhan, dan dalam jangka waktu yang lama – red - - 91 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 92 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 LIPUTAN J udul di atas adalah seruan Uskup Ignatius Kardinal Suharyo dalam Misa Kemasyarakatan Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), Sabtu 16/12-2023. Misa konselebrasi di gereja St. Andreas Kim Tae-gon, Paroki Kelapa Gading ini dihadiri sekitar 900 umat dari kapasitas 2,500 orang. Umat yang hadir berasal dari berbagai pegiat kemasyarakatan se - KAJ antara lain, pengurus Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), serta perwakilan berbagai organisasi kemasyarakatan Katolik. Hadir pula paduan suara kontingen DKI Pesparani III (Pesta Paduan Suara Gerejani III) tahun 2023. Kontingen ini menjuarai kategori Paduan Suara Orang Muda Katolik (OMK) Campuran. Misa dimulai dari pukul 10.00, dilanjutkan sesi tanya jawab bersama Uskup, dan berakhir pukul 12.30 WIB. Uskup Suharyo menyampaikan pesan-pesan berikut ini : - Misa ini dipersembahkan sebagai rasa syukur atas penyelenggaraan pelayanan kita kepada masyarakat. Baik keberhasilan, kegagalan, maupun kekecewaaan, semuanya kita persembahkan dan semoga Tuhan berkenan. Pelayanan kita kepada masyarakat, adalah wujud pelayanan Tuhan sendiri dan sekaligus cita-cita Gereja. - Sebelum masa Adven, kita memperingati hari raya Kristus Semesta Alam. Dan di masa Adven, kita mengenang kedatangan Tuhan dalam ‘kepenuhan waktu’ sebagai pengganti ‘kiamat’ yang biasanya digambarkan sebagai kehancuran dunia. Damai dan Sejahtera adalah wujud nyata kehadiran Tuhan. - Di akhir khotbahnya, Kardinal mengulas tiga dari empat tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang sesuai amanah Undang Undang Dasar (UUD) 1945 dan masih terus kita perjuangkan, yaitu: - Melindungi segenap warganegara Indonesia. Akhirakhir ini kita banyak mendengar adanya praktek tindak pidana jual beli orang. - Mewujudkan kesejahteraan umum, sejahtera bersama. Belakangan ini kita sering mendengar tentang tengkes, sebuah kata baru yang berasal dari stunting. Tercatat ada 21.6% anak berusia kurang dari lima tahun pada tahun 2022 mengalami kurang gizi. Ini adalah sebuah catatan yang membuat kita miris karena setiap tahunnya makanan yang dihamburkan bernilai Rp.330 triliun! - Mencerdaskan bangsa. Menurut World Population Review 2023, rata-rata angka kecerdasan ( IQ ) orang Indonesia adalah 78.49. Padahal, rata-rata global yaitu 82. Kita sering sekali mendengar ada banyak anak-anak kita yang kesulitan untuk bersekolah. Tengkes Menanti Kepedulian Kita “Tengkes adalah permasalahan gizi kronik yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam rentang waktu lama, yang kita kenal sebagai ‘stunting’ dalam bahasa Inggris.” LIPUTAN Bapak Kardinal sedang menyampaikan homili - [Foto : Erwina] Umat yang hadir - [Foto : Erwina] Misa konselebrasi - [Foto : Erwina] - - 92 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 93 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 Tema Arah Dasar KAJ 2023 adalah Kesejahteraan Bersama, yaitu mengajak umat untuk sungguh mengasihi, peduli dan bersaksi. Misa dilanjutkan dengan Sesi Berbagi dan Tanya - Jawab yang dipandu oleh Romo Antonius Suyadi Pr., Ketua Komisi Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakatan KAJ. Mengawali sesi ini, Theresia Patty dari Paroki Cilandak, St. Stefanus mengungkapkan tentang kerukunan antar umat beragama di dua Rukun Warga (RW) 8, Kelurahan Pondok Labu dan RW 12, Kelurahan Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Kawasan ini terletak di Wilayah 7 - St. Athanasius, meliputi lima lingkungan, dan luasnya sekitar 10 ha. Selain Kapel Keluarga Kudus Nazareth, di sini juga ada gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Bethel Indonesia, Pantekosta, tiga buah mesjid, dan dua mushola. Warga yang berada di kawasan mayoritas muslim ini sepakat untuk membentuk Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (Forsitama). Dengan adanya forum ini maka sudah terbina hidup rukun, toleransi, dan gotong royong. Kondisi ini menjadikan situasi lingkungan aman dan damai. Menjawab pertanyaan wakil dari Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA), Kardinal Suharyo sebagai narasumber tunggal, menghimbau kita untuk mengamalkan hidup bersama yang dilandasi prinsip ajaran sosial Gereja Katolik yaitu Solidaritas dan Subsidiaritas." “Jika kita belum dapat berkontribusi untuk masyarakat luas secara pro bono, maka akan lebih bijak bila tidak buruburu mencalonkan diri sebagai Wakil Rakyat di DPR. Anda dapat berkarya terlebih dulu di tingkat paroki maupun KAJ. Di Keuskupan ada sebuah aksi nyata sosial yang digerakkan secara kelembagaan, misalnya Lembaga Daya Dharma KAJ,” demikian lanjut Kardinal. Lembaga ini sejak tahun 1962 sudah memberikan pelayanan mulai dari bantuan karitatif, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, akses kesehatan dan legalitas hingga tanggap darurat bencana (- red) Menjawab pertanyaan dari Paroki Pamulang, St. Barnabas, Kardinal Suharyo memberikan beberapa contoh aksi selain aksi Peduli Tengkes. “Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) mengelola tempat penitipan anak di KAJ yang tersebar di empat lokasi yang berbeda. Ada pula gerakan Ayo Sekolah yang sekarang terus berkembang, dan kini sudah melahirkan Ayo Kuliah.” Selanjutnya Kardinal berbicara mengenai hal lain. “Untuk mewujudkan kesejahteraan bersama, kita perlu menumbuhkan ‘kompetensi etis’, yaitu kemampuan untuk membedakan apa yang baik atau buruk, sebagai pedoman bagaimana kita dapat bersikap untuk melaksanakan sesuatu hal. “ Issue lainnya adalah soal kekhawatiran banyaknya konten negatif di media sosial yang berpotensi membawa perpecahan. Ini tidak perlu disikapi secara berlebihan. “Bila ada yang mengejek, kita bawakan saja dalam doa. Yakinlah akan iman kita dengan tidak menyebarkan issue, dan tetap mengikuti berita media Katolik. Perlu kita maklumi, bahwa sekarang ini kita hidup di jaman pasca kebenaran, yaitu jaman di mana ada banyak kebohongan,” tutur Kardinal. Pertanyaan dari Paroki Halim Perdanakusuma, St. Agustinus. “Bagaimana pandangan tentang issue di tengah umat Katolik yaitu minoritas, kebanggaan, perpindahan agama, dan pilihan calon legislatif?” Menjawab pertanyaan ini, Kardinal Suharyo mengawalinya dengan tiga kata yang berasal dari akar kata yang sama yaitu Khalik = Pencipta, Mahluk = Ciptaan, dan Akhlak = Perilaku. Iman yang paling dasar adalah ketika manusia sebagai ciptaan menyadari kedudukannya di hadapan Sang Khalik atau Pencipta. Dalam kedudukannya tersebut, manusia selain dituntut untuk senantiasa bersembah sujud (doa, Romo Antonius Suyadi, Ketua Komisi HAAK KAJ dan Romo Romo Bernard Rahadian dari Paroki Kelapa Gading mendampingi Bapa Kardinal- [Foto : Erwina] Bapa Kardinal selaku konselebran utama mempersembahkan Misa Kemasyarakatan - [Foto : Erwina] - - 93 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 94 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 LIPUTAN LIPUTAN ibadah, ziarah) hendaknya juga melakukan sembah bakti yang dinyatakan melalui kepedulian kepada sesama. Wujud ini dapat timbul, apabila umat manusia berakhlak mulia dengan berperilaku yang baik. Perilaku yang didasari akhlak mulia inilah akan memperlihatkan iman Katolik. Ada dua hal yang membanggakan bagi umat Katolik Indonesia. Yang pertama, adalah semboyan 100% Katolik, 100% Indonesia. Semboyan ini dicetuskan tahun 1922 oleh Mgr. Albertus Soegijapranata, murid dari Romo Van Lith SJ. Sebagai misionaris asal Belanda, Van Lith memihak pada perjuangan Bumiputera. Hal kedua yang merupakan kebanggan umat Katolik adalah pada abad 19, tepatnya tahun 1896 misionaris Belanda datang ke Indonesia untuk memajukan pelayanan pendidikan dan kesehatan. Kepedulian pada masyarakat yang sering mempertaruhkan nyawa ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi umat Katolik Indonesia. Beragama, adalah hak asasi manusia sejauh betul-betul sesuai dengan hati nurani. Untuk menjadi seorang pemeluk Katolik, memang tidak mudah. Menjadi Imam Katolik perlu minimal tujuh tahun pendidikan. Ada yang mengatakan ibadat gereja Katolik terasa membosankan. Hal ini yang antara lain menjadi alasan umat berpindah agama. Di tengah masyarakat yang majemuk ini, diperlukan pergaulan lintas iman yang mencakup dialog teologis, dialog kehidupan, dan dialog karya. “Dialog teologi, adalah yang paling sulit. Kendala ini diperparah oleh adanya pihak yang berpengetahuan cekak, lalu merasa paling tahu.” ujar Kardinal. Dialog kehidupan, adalah gerakan bersama untuk aksi kemanusiaan. Dialog karya, menggali inspirasi iman agar semakin menyerupai Kristus dalam menyangkut masalah kemanusiaan. Di tahun politik 2024, kita perlu memahami ajaran sosial Gereja. Politik, berasal dari bahasa Yunani yaitu ‘polis’, yang berarti kota. Maka tujuan dari politik, adalah segala usaha untuk memastikan kesejahteraan bersama. Untuk mewujudkan kesejahteraan bersama, haruslah punya kekuasaan. Pesan Kardinal sehubungan pemilu 2024, “Pertama-tama sebagai warga negara Indonesia siapa pun dia wajib untuk terlibat dalam pemilu. Cobloslah pilihan masing-masing dengan cerdas. Kedua, pilihlah dengan hati nurani. Dan yang terakhir, perlu kita sadari bahwa tidak ada calon yang sempurna.” Tentang persoalan tengkes dan obesitas yang terjadi di Paroki Cikarang, gereja Ibu Teresa serta dinamika politik di Paroki Cilincing, gereja Salib Suci, Kardinal menyarankan untuk bekerjasama dengan seksi atau komisi yang berkompeten baik di tingkat paroki maupun di KAJ. Sebagai penutup sesi tanya jawab, Romo Suyadi menyampaikan, “Ada 119 talent calon legislatif binaan KAJ yang ikut pemilu, silakan umat memberikan dukungannya.” Perwakilan rasul awam dari Paroki Bojong Indah berjumlah 23 peserta. Seksi Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakatan (HAAK) paroki memfasiltasi bus dan konsumsi untuk mereka. Terima kasih kepada para peserta yang sudah mengikuti kegiatan ini sejak pukul 07.00 berkumpul, hingga kembali pukul 13.45 WIB di gereja Sathora. Bill Toar Bapa Kardinal dipandu Romo Antonius Suyadi, sedang berdiskusi dengan umat - [Foto : Matheus Hp.] Umat dari Bojong Indah - [Foto : Erwina] - - 94 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 95 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 Seksi HAAK Sathora, bertempat di Auditorium Gedung Karya Pastoral Gereja Santo Thomas Rasul, Bojong Indah, Jakarta Barat, pada tanggal 19 Desember 2023 mengadakan Deklarasi Rumah Ibadah Ramah Anak oleh Walikota Jakarta Barat, Uus Kuswanto. Delapan Rumah Ibadah yang di deklarasikan Ramah Anak adalah : 1. Gereja Katolik Santo Thomas Rasul. 2. Masjid Al-Mukhlisin. 3. Masjid Nurul Jannah. 4. Masjid Al-Muawanah. 5. Masjid Jami Baitul Rahman. 6. Gereja Kristen Indonesia Pakis Raya. 7. Gereja Pantekosta Kharismatika di Indonesia. 8. Vihara Saddhapala. Marito Deklarasi Rumah Ibadah Ramah Anak Doa bersama para tokoh agama - [Foto : Matheus Hp.] Walikota Jakarta Barat Uus Kuswanto menyerahkan plakat Gereja Ramah Anak kepada Gereja Sathora - [Foto : Matheus Hp.] Walikota Jakarta Barat Uus Kuswanto menyerahkan plakat Masjid Ramah Anak kepada Masjid Jami Baitul Rahman - [Foto : Matheus Hp.] Walikota Jakarta Barat Uus Kuswanto menyerahkan plakat Vihara Ramah Anak kepada Vihara Saddhapala - [Foto : Matheus Hp.] Penandatangan - [Foto : Matheus Hp.] Foto bersama - [Foto : Matheus Hp.] - - 95 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 96 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 LIPUTAN - - 96 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Desember 2023 LIPUTAN WKRI LIPUTAN WKRI Pembentukan WKRI Ranting Puri Kencana didahului oleh Rapat Pendahuluan pada tanggal 29 Agustus 2023 dan 8 September 2023, yang dihadiri oleh Ketua dan beberapa anggota WKRI Cabang Sathora. Rapat Pleno pemilihan pengurus dan pelantikannya diadakan pada tanggal 16 September 2023. Dengan demikian, terbentuklah WKRI Ranting Puri Kencana dengan nama pelindung St.Teresa dari Kalkuta yang juga merupakan WKRI Ranting ke-9, yang berada di bawah WKRI Cabang Sathora. Anggota WKRI Ranting St.Teresa Kalkuta berjumlah 33 orang. Theodora Sherly Sugandha sebagai Ketua terpilih, Alexandra Melissa Elisabeth sebagai Wakil Ketua I, dan Yohana Yuliana Lim Eng Siok sebagai Wakil Ketua II. Sejak terbentuk sebagai WKRI ‘ranting termuda’ dari WKRI Cabang Sathora, WKRI Ranting St.Teresa Kalkuta sudah mengikuti beberapa kegiatan. Kegiatan keluar antara lain : - Misa WKRI Ranting St.Anna - Rapat WK Cabang bersama WK Ranting - Rapat Koordinasi Cabang Wilayah Barat 2 - Doa Rosario di Gua Maria Gereja Sathora bersama seluruh Ranting WKRI Cabang Sathora - Baksos Kacamata Murah WKRI Cabang Sathora - Seminar Kesehatan WK Ranting Katarina bekerjasama dengan RSPI Puri Indah - Raker WKRI Cabang Sathora memperingati Hari Pangan Sedunia - Baksos WK Cabang Sathora ke Yayasan Kunciran Indah (Tangerang) - Acara Ramah Tamah Pertemuan Natal Tahun Baru WK Sathora WKRI Ranting St.Teresa Kalkuta/ Puri Kencana Pelantikan - [Foto : dok WKRI Ranting St Teresa Kalkuta] Rakor Cabang Wilayah Barat 2 - [Foto : dok WKRI Ranting St Teresa Kalkuta] - - 96 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 97 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 Kegiatan ke dalam, WKRI Ranting St.Teresa Kalkuta mengadakan : - Perkenalan dan promosi dalam Misa Nataru di Wilayah Puri Kencana, - mengadakan Arisan sesama anggota dan - mengadakan rapat untuk membahas kegiatan yang akan dilakukan bersama anggota Ranting maupun dengan anggota Cabang. Untuk menjaga eksistensi dan pengkinian informasi kegiatan melalui media sosial, WK Ranting St.Teresa Kalkuta juga mempunyai IG dengan nama wkri_sta.teresakalkuta Semoga ke depannya, WKRI Ranting St.Teresa Kalkuta dapat lebih baik menjalankan kegiatannya sesuai Visi WKRI yaitu organisasi yang bersifat sosial aktif, mandiri, memiliki kekuatan moral dan kemampuan yang handal dalam menjalankan karya-karya pengabdian untuk mewujudkan kesejahteraan bersama serta menegakkan harkat dan martabat manusia. Dan juga sesuai dengan Misi WKRI, yaitu mengembangkan kemampuan serta memberdayakan seluruh jajaran Wanita Katolik Republik Indonesia, guna meningkatkan kualitas pengabdian dalam masyarakat. Utari Baksos Kacamata Murah - [Foto : dok WKRI Ranting St Teresa Kalkuta] Kegiatan Arisan - [Foto : dok WKRI Ranting St Teresa Kalkuta] Raker WKRI Cab Sathora - [Foto : dok WKRI Ranting St Teresa Kalkuta] - - 97 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 98 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 LIPUTAN LIPUTAN WKRI LIPUTAN WKRI Raker tahun 2023 dilaksanakan tanggal 25-26 November, bertempat di resort Mawar Indah, Ciawi. Peserta berkumpul di goa Maria Sathora jam 5.30 pagi. Setelah berdoa dan pembagian snack, peserta raker berangkat menuju lokasi menggunakan bis. Biaya raker Rp. 450.000 per orang. Jumlah peserta dari ranting Bojong 1: 6 orang, Bojong 2: 3 orang, Bojong 5: 1 orang, Puri 1: 3 orang, Puri 2: 6 orang, Permata Buana: 4 orang, Taman Kota: 5 orang, Puri Media: 2 orang, Puri Kencana: 4 orang, Pengurus Cabang: 15 orang. Total peserta adalah 49 Orang. Perjalanan sangat menyenangkan, karena tidak macet dan dalam bus diisi dengan permainan yang dipimpin Meity dan Libri. Setiba di lokasi, kami menurunkan koper, kemudian berkumpul di aula. Acara pertama adalah coffee break… Yang menjadi MC dalam acara raker ini yaitu anggota WKRI yang masih belia yaitu Flo. Acara dilaksanakan di aula. Doa pembukaan dibawakan oleh Ranting Fransisca. Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Mars Wanita Katolik. Berikutnya foto per-ranting, dan ice breaking dipimpin oleh Meity. Setelah itu, diskusi realisasi rencana kerja tahun 2023 mana yang sudah terlaksana dan mana yang belum, dipandu oleh bidang organisasi. Rencana yang belum terlaksana akan dimasukkan ke dalam rencana kerja tahun 2024. Pada umumnya, rencana 2023 sudah terlaksana semua, kecuali cheongsam day, fun walk dan kunjungan ke panti werdha. Sedangkan kegiatan yang diganti adalah penyuluhan di RPTRA. Kegiatan ini diganti dengan program kacamata murah. Wiwik dari Bidang Organisasi memberi penjelasan tentang iuran organisasi, komposisi dan juga persentasi pembagian untuk ranting, cabang dan daerah. Akan ada iuran tambahan mulai tahun depan yaitu untuk TK Indriasana yang merupakan tanggung jawab WKRI DPD Jakarta. Sesi satu ditutup dengan acara foto bersama. Tiba saatnya makan siang di pendopo. Hmmm … sudah lapar memang! Menu siang ini adalah sayur lodeh, ayam balado, tahu oseng, lalapan, sambel dan kerupuk. Bukan ibu-ibu namanya, kalau ada kesempatan …pasti ber foto! Sesi kedua dimulai dengan diskusi kelompok. Diskusi kelompok sesuai bidang-bidang dalam WKRI yaitu Bidang Organisasi, Bidang Pendidikan, Bidang Kesejahteraan, Bidang Humas dan Bidang Usaha. Hasil diskusi kelompok dipresentasikan oleh juru bicara kelompok masing-masing kepada seluruh peserta. Presentasi ini akan menjadi rencana kerja cabang tahun 2024. Acara sesi dua selesai. Peserta dibagikan kunci kamar, lalu menuju kamar masing-masing, untuk mempersiapkan Raker merupakan singkatan dari Rapat Kerja, merupakan kegiatan rutin dari organisasi yang dilaksanakan satu tahun sekali. Tujuan nya adalah menyusun rencana kerja organisasi sesuai bidang-bidangnya yaitu bidang organisasi, pendidikan, kesejahteraan, humas dan usaha. Pertemuan ini juga untuk kebersamaan dan keakraban antar anggota, karenanya melibatkan pengurus cabang dan ranting. RAPAT KERJA Wanita Katolik Republik Indonesia Santo Thomas Rasul 25-26 November 2023 Foto bersama setelah sesi 1 - [Foto : dok. WKRI] - - 98 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 99 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 diri pada acara performance ranting malam nanti. Sebelumnya ada snack sore. Sesi sore atau sesi tiga diawali dengan makan malam bersama di pendopo jam 6.00 sore. Acara performance diawali dengan penarikan nomor oleh perwakilan ranting, sebagai urutan tampil . Hasil urutan adalah sebagai berikut: Ranting Santa Lucia (Bojong 2), Ranting Santa Anna (Permata Buana), Ranting Santa Bernadeth (Puri 1), Ranting Santa Maria (Taman Kota), Ranting Santa Agnes (Puri 2), Ranting Santa Teresa Kalkuta (Puri Kencana), Ranting Santa Fransisca (Bojong 1), Ranting Santa Katarina (Puri Media). Sebagai pemenang, Juara I : tarian Ofa Langga dari NTT, oleh ranting Sta Katarina Juara II : performance jenaka Abang Sate, oleh ranting Sta. Bernadeth. Juara III : tarian dengan iringan lagu Tamang Pung Kisah (Fresly Nikijuluw) oleh ranting Teresa Kalkuta Ada doorprize juga, dan pemberian penghargaan dari Suasana diskusi kelompok - [Foto : dok. WKRI] cabang untuk ranting-ranting yang berprestasi. Sesi ini ditutup dengan doa dan berfoto menggunakan atribut Natal. Hari kedua diawali dengan senam pagi dipimpin ranting Puri 1, sarapan, mandi, berkemas dan berkumpul di aula untuk mendengarkan siraman rohani dari Romo Marcel dari Keuskupan Bogor. Pesan-pesan dan Pentupan Raker disampaikan oleh tiga Ketua. Tidak ada istilah pensiun dalam keanggotaan Wanita Katolik. Semua diharapkan berkarya melayani dengan penuh kasih dan peduli kepada sesama. Konsistensi organisasi ini sudah hampir berusia seratus tahun. Ditandai dengan seragam warna biru yang tidak pernah berubah dari masa ke masa di seluruh pelosok Indonesia. Setiap anggota saling melengkapi. Mempunyai peran masing-masing dalam laju gerak organisasi. Semuanya berawal dari ranting. Para Ketua Ranting sangat beperan untuk menggerakkan roda organisasi dengan penuh semangat. Acara dilanjutkan dengan Misa, ditutup dengan Hymne Wanita Katolik. Makan siang bersama, kemudian pulang ke Jakarta. Perjalanan pulang dipenuhi rasa gembira, pesan dan kesan peserta raker. Rombongan tiba kembali di gereja Santo Thomas Rasul pukul 14.30 WIB. Selesai sudah Rencana Kerja. Ada banyak wajah baru dalam WKRI. Selain ibu-ibu Katolik, ada juga mudika Katolik. Selamat bergabung dalam wadah Wanita Katolik! Wadah yang selalu berbenah agar selalu mengikuti perkembangan zaman, tanpa meninggalkan AD dan ART organisasi. Ditulis oleh : Humas Cabang WKRI Pemenang lomba performance- [Foto : dok. WKRI] Foto bersama romo Marcel setelah Misa - [Foto : dok. WKRI] - - 99 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024
- - 100 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024 LIPUTAN LIPUTAN WKRI LIPUTAN WKRI Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) adalah organisasi kemasyarakatan yang mandiri, memiliki kekuatan moral dan sosial yang handal demi tercapainya kesejahteraan bersama serta tegaknya harkat dan martabat, khususnya perempuan. Salah satu misi dari Organisasi WKRI adalah meningkatkan kehidupan yang lebih baik berdasarkan keadilan sosial, terhadap sesama kita. Ini sesuai dengan ajaran sosial gereja yaitu Berbagi. Sebagai Organisasi Kemasyarakatan, yang menjadi tugas pertama adalah Ke dalam atau internal organisasi yaitu memberdayakan anggotanya, dan memberdayakan sistem dan struktur ini. Tugas kedua adalah Keluar berkaitan dengan kegiatan pelayanan masyarakat seperti perbaikan gizi balita, pembinaan usaha kecil, program beasiswa, penyuluhan bahaya Napza, sosialisasi gender. Di penghujung tahun 2023, kami ingin merefleksikan diri apakah yang telah kami lakukan sudah sesuai dengan misi dan sekaligus tersurat dalam ajaran sosial gereja l Terhadap saudara-saudara kita di daerah Taman kota, Klingkit dan seputar rel kereta daerah Rawabuaya dan Kampung Pulo, berupa baksos nasi bungkus setiap bulan- nya sejumlah 150- 200 bungkus. Kegiatan ini bekerja sama dengan PSE paroki. Ibu- ibu Wanita Katolik secara bergiliran baik ranting ataupun cabang menyiapkan paket nasi bungkus untuk dibagikan kepada masyarakat sekitar daerah tersebut. Karena mendapat bantuan dari PSE, dibagikan secara gratis. Pembagian dilakukan dengan kerja sama RT setempat yang paling mengetahui kondisi warganya. l Terhadap sesama yang merayakan hari kemenangan… baksos Ramadhan… Hal ini dilakukan menjelang hari Raya Idul Fitri dengan menjual separo harga atau bahkan membagikan sembako kepada mereka yang membutuhkan. Data penerima bingkisan dilakukan melalui kerja sama antara ketua ranting dan RT setempat l Terhadap anak anak buruh di TPA Indriasana. TPA ini dikelola oleh WKRI, didirikan di daerah sekitar Belarasa WKRI Sathora Kaleidoskop tahun 2023 Baksos nasi bungkus di daerah Rawabuaya, Besmoll Taman Kota, Kampung Pulo - [Foto : dok. WKRI] Baksos Ramadhan, pembagian sembako dan pasar murah - [Foto : dok. WKRI] Kunjungan ke Tempat Penitipan Anak Indriasana - [Foto : dok. WKRI] - - 100 MERASUL EDISI 44 # Oktober - Januari 2024