Edisi 45 Februari - April 2024 Pengorbanan Sosialisasi Platform Sabuk.id SACRIFICE Engaging Young People, Siapkah Regenerasi?
- - 2 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024
DAFTAR ISI - - 3 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 Foto : Chris Maringka 07 Dari Redaksi 04 06 Kata Sambutan 36 Peringatan Hari Orang Sakit Sedunia 37 Rekoleksi Panitia Paskah 2024 Wilayah St. Paulus 38 Ibadat Pembakaran Daun Palma Rabu Abu 2024 40 Sacrifice 42 Baksos ke Panti Werdha Marfati 43 Pembaptisan Paskah 2024 44 Donor Darah itu Asyik 46 Mengenang Kisah Sengsara Yesus Lewat Tablo 51 Tri Hari Suci 55 Berita Ajaib 56 Ketika OPERA KOMEDI SATHORA Menghibur Para Adiyuswa Liputan Dekenat 64 Sosialisasi Platform Sabuk.id 66 Rekoleksi dan Pembekalan Tujuh Sabda Terakhir Yesus Kristus di Kayu Salib 67 Solidaritas ~ Subsidiaritas 69 Suami Istri yang Diberkati Tuhan 71 Misa Perayaan Imlek 72 Gathering Paduan Suara 73 Welcome Home 74 SUKA CITA dan BERSYUKUR 76 LEGIO MARIA dan PERAYAAN ACIES 77 Misa ACIES 78 Rumah Ramah Seroja dan Aksi Nyata APP 2024 Lingkungan Bernardus 79 NOBAR Sepakbola Vietnam VS Indonesia HUT Romo Ari Darmawan ke-56 80 BPS Dulu Yuk! Liputan WKRI 84 Bazaar Ramadhan 2024 86 HUT Wanita Katolik RI cabang Santo Thomas Rasul ke 33 88 Kegiatan Pendampingan Disabilitas Sathora Liputan Mancanegara 89 Jonathan Roumie Terpilih Menjadi Salah Satu dari Dua Puluh Empat Pembicara Pembuka di Acara Catholic U 64 89 Liputan 96 Santo-Santa 99 100 Pedagogi Kehidupan101 26 Khazanah Gereja 29 36 57 Liputan Khusus 14 Karier 15 16 Klinik Keluarga 20 24 Komunitas 25 30 Lensathora 33 10 Sajian Utama 13 106 Serbaneka 104 Cerpen 105 107 Sosok Umat
- - 4 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 Paskah tahun 2024 ini diwarnai dengan 2 kata kunci gerakan arah dasar paroki yaitu Subsidiaritas dan Solidaritas. Subsidiaritas berarti percaya penuh pada kewenangan di bawahnya sejauh mandiri. Sedangkan solidaritas adalah spirit untuk mau berbagi dan solider. Kedua kata kunci ini juga menjadi spirit dari ARDAS KAJ 2024, setelah tahun lalu kita menyelesaikan tahun pastoral Kesejahteraan Bersama. Di tengah suasana Paskah ini, menjadi diskusi kita bersama: Apa hubungan antara Paskah dengan kepemimpinan Subsidiaritas yang Mendorong Solidaritas? 1. Gerak Paskah adalah gerak menurun, gerak Allah menjadi manusia yang menderita dan menebus dosa manusia. Ada gerak solidaritas Allah kepada manusia. 2. Yesus wafat di Salib untuk menyelamatkan manusia, pada hari ketiga Dia bangkit dari antara orang mati. Peran Yesus sebagai Penebus, Penyelamat dunia sungguh sangat terlihat melalui kebangkitan-Nya. Pengikut Kristus selayaknya juga ikut berpartisipasi aktif dalam Rencana Keselamatan Allah dengan melakukan hal yang membangun sesuai dengan kesanggupannya. Ini hanya mungkin kalau orang percaya, put trust terhadap kewenangan di bawahnya. 3. Jika demikian bagaimana Paskah harus diberi makna? Paskah artinya Kristus bangkit. Kebangkitan-Nya membawa banyak keselamatan bagi orang yang percaya kepada-Nya. Kepemimpinan Yesus adalah kepemimpinan yang membangkitkan, yang membawa semua gerbong kereta pada kehidupan yang lebih baik. Dalam kepemimpinan ini, Yesus mendorong murid murid-Nya untuk senantiasa solider kepada mereka yang miskin dan berkekurangan. Paskah tahun ini dapat dipahami dan diberi makna sebagai suatu kebangkitan umat Sathora untuk membangun jemaat yang peduli dan saling membantu dengan meningkatkan semangat solidaritas satu sama Rm. H. Sridanto Aribowo Nataantaka Pr - [Foto : dok. pribadi] - - 4 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 Kepemimpinan Subsidiaritas yang Mendorong Solidaritas lain. Solidaritas itu dapat dibagikan dan dikembangkan satu dengan yang lain melalui pelayanan pastoral kita maupun dalam aneka kehidupan di paroki ini. Para pelayan pastoral sudah memulai cita-cita untuk mencapai arah tersebut dengan cara membangun subsidiaritas yang mendorong solidaritas. Bentuk konkretnya adalah dengan menjalankan gerakan Welcome Home. Semoga gerakan ini senantiasa membangun dan membawa iman umat untuk terus bertumbuh, berkembang, misioner dan berdaya guna. Tuhan memberkati, Hari Raya St.Yosef 19 Maret 2024 Rm. Sridanto Aribowo Romo Paroki
- - - - 5 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 EDISI 45 # Februari - April 2024 Romo, Suster, Bruder, Bapak, Ibu dan anak-anak yang terkasih dalam Yesus Kristus. Yang pertama, perkenankan kami mengucapkan Selamat Paskah kepada Anda semua. Puji syukur kepada Allah Bapa di Surga. Berkat kasih karunia-Nya, kami wilayah St. Paulus dapat menyelesaikan tugas sebagai penyelenggara Paskah tahun 2024 ini dengan sub tema “Solidaritas dan Susbsidiaritas”, baik kegiatan Liturgi maupun non Liturgi. Mulai dari masa pra-Paskah sampai dengan hari Minggu Paskah. Pada awalnya ada sedikit drama mengenai wilayah mana yang akan menjadi panitia di Paskah tahun ini. Apabila mengikuti tabel, seharusnya giliran wilayah St. Yosef-lah yang menjadi Panitia Paskah 2024. Sedangkan wilayah St. Paulus bertugas sebagai panitia Natal 2024 nanti. Namun karena pada tahun 2016 pernah terjadi pertukaran kepanitiaan, maka akhirnya disepakati bahwa yang bertugas di periode tahun ini adalah wilayah kami, St. Paulus. Setelah SK (Surat Keputusan) terbit pada 21 Oktober 2023, maka kami (saya sendiri bersama DPH pendamping dan empat orang ketua lingkungan) mulai mengumpulkan para aktivis dan pengurus lingkungan. Kemudian melakukan rapat perdana di awal November 2023. Paskah tahun ini berbeda dengan paskah-paskah sebelumnya. Karena pesta demokrasi atau Pemilu diselenggarakan bertepatan dengan Rabu Abu, dicabutnya status Pandemi dan juga bulan suci Ramadhan umat Muslim yang juga bertepatan dengan Pekan Paskah. Tentunya situasi tersebut merupakan tantangan tersendiri bagi kami. Tantangan lainnya adalah Paroki kita baru saja melakukan pergantian kepengurusan untuk periode 2023- 2026, dimana saya dan para pengurus lingkungan, sebagian besar baru mulai aktif. Sudah tentu kami belum cukup berpengalaman terutama di kepanitiaan Paskah seperti ini. Herman Abidin - [Foto : dok. pribadi] Menyadari akan hal ini, maka kami sepakat untuk membuka kesempatan sebesarbesarnya kepada umat dari semua lapisan usia baik dari OMK sampai dengan lansia agar sudi terlibat dalam kepanitiaan. Usia, latar belakang serta keahlian yang berbeda-beda ini merupakan tantangan baru bagi kami. Melalui rekoleksi yang dibimbing oleh Romo Ari, kami diingatkan dan semakin diyakinkan bahwa menyukseskan kegiatan Paskah bukanlah satu-satunya tujuan dari pelayanan ini. Melainkan sebuah “proses” untuk mencapai tujuan tersebut. Misalnya bagaimana kami lebih saling mengenal satu sama lain, mengharmoniskan perbedaan pendapat, bersama-sama mengatasi kesulitan dan menjalin keakraban dalam tim juga merupakan hal yang tidak kalah pentingnya. Maka kami selalu saling mengingatkan para anggota panitia untuk saling menghormati dan menjaga keharmonisan dalam tim. Tentunya kami ingin setelah tugas selesai, hubungan persaudaraan di wilayah St. Paulus menjadi semakin erat. Kata Sambutan Panitia Paskah 2024 Wilayah St. Paulus
- - - - 6 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 EDISI 45 # Februari - April 2024 Sekali lagi, berkat Kuasa Tuhan Yesus dan bimbingan dari Roh Kudus akhirnya kami dapat menyelesaikan satu persatu kegiatan kami dengan penuh sukacita. Walaupun melelahkan namun selalu diakhiri dengan senyuman, canda dan tawa. Yang awalnya merupakan tantangan bagi kami, kini telah diubah-Nya menjadi sebuah pembelajaran dan pengalaman. Yang awalnya menjadi beban dan kekuatiran kami, semua telah diubah-Nya menjadi senyuman dan kebahagiaan. Tentunya kami panitia tidak dapat menyelesaikan rangkaian kegiatan Paskah tanpa dukungan, partisipasi dan doa dari seluruh umat dan pihak terkait. Untuk itu kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : • Rm. Sridanto Aribowo Nataantaka selaku Pastor Kepala • Rm. Ari Darmawan selaku Romo pendamping wilayah St. Paulus • Rm. Ludowikus sebagai wakil ketua panitia bidang Acara • Rm. Bondika Widyaputra yang telah memberikan semangat kepada kami untuk menjalankan tugas ini • Rm. Joseph Susanto yang telah membawakan seminar. • Bro Rudy Haryanto DPH pendamping wilayah St. Paulus dan Pak Gerson Lasut sebagai pembimbing kami • Bapak Jacobus Igo Demon dan bapak Hadi Wijaya ketua dan wakil ketua panitia paskah 2023 • Sis Yani Yasinta dan bro Andi Halim dan team panitia Natal 2023 • Pak Edwargo yang sudah banyak memberikan bimbingan • Bro Aris dan Sis Sharon dari Sie Liturgi, Bro Andry Lim dan Bro Andreas Suwito dan teman-teman dari Subsie Tatib • Teman-teman Prodiakon, Misdinar, Tim Dorothea, Komsos, Majalah Merasul, AV dan Fotografer • Semua suster di Notre Dame, para dokter dan tim Palang Merah Indonesia • Para donatur yang telah berbagi dalam bentuk apapun beserta para vendor yang selalu memberikan yang terbaik • Seluruh Pengurus Dewan Paroki Harian dan temanteman Korwil dan ketua Lingkungan yang luar biasa dukungannya. • Tim Keamanan Gereja dan bapak Sutopo Citra Bhayangkara, Ormas, Pak Camat, Lurah, RW dan RT sekitar Gereja, juru parkir dan para tetangga Gereja yang sudah bekerjasama dan membantu kelancaran selama pekan suci. • Dan tentunya seluruh panitia dan umat wilayah St. Paulus serta masih banyak lagi teman-teman umat Sathora yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Pada kesempatan ini, saya ingin memohon maaf kepada para anggota panitia dan umat wilayah St. Paulus yang selama hampir enam bulan kita telah bekerja bersama, sekiranya ada kata-kata dan tindakan saya yang kurang berkenan. Sekaligus saya ingin memuji ketulusan hati teman-teman semua yang tidak kenal lelah demi pelayanan. Dengan kerendahan hati saya pribadi , mewakili umat wilayah St. Paulus ingin memohon maaf atas segala kekurangan dan perkataan yang kurang berkenan selama pelayanan kami kepada seluruh umat, para Pastor, Bruder dan Suster Paroki. Akhir kata, Semoga Paskah Tahun ini membawa harapan baru, kasih, kegembiraan yang berlimpah bagi kita semua. Dengan semangat “solidaritas dan subsidiaritas” mari kita wujudkan kesejahteraan bersama. Tuhan Memberkati kita semua, Amin Jakarta, 18 April 2024, Philipus Herman Abidin Ketua Panitia Paskah 2024
DARI REDAKSI - - 7 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 [Sumber : bola.com] Moderator Rm. Benediktus Ari Darmawan, Pr. Pendamping Dewan Paroki Harian Rudy Haryanto Ketua Seksi Komunikasi Sosial Georgius Ferry Ciu Pemimpin Redaksi Venda Tanoloe Wakil Pemimpin Redaksi Yohanes Ady Redaktur Bill Toar Ekatanaya Asi Fatolly Panarto Lily Pratikno Noviana Samaria Purba Venda Tanoloe Yohanes Ady Kontributor Albertus Joko Tri Pranoto Anastasia Prihatini Emilia Jakob Henry Sutjipto Jessica Wongsodiharjo Nila Pinzie Penny Susilo Sinta Monika Tata Letak & Disain Patricia Navratilova Robertus Jalu Foto Chris Maringka Erwina Atmaja Haryadi Gunawan Matheus Haripoerwanto Reynaldo Prayogo Brian Lugito Santoso Setiawan Media Digital Erdinal Hendradjaja Alamat GKP Paroki Santo Thomas Rasul Ruang 213 Jln. Pakis Raya G5/20 Bojong Indah Cengkareng, Jakarta Barat 11740 Telp. 021 581 0977, WA : 0811 826 692 Email : [email protected] Untuk kalangan sendiri www.sathora.or.id Paroki St. Thomas Rasul Jakarta parokisathora s.id/sathora Silakan like dan share Pembaca MeRasul yang Budiman, Pesta perayaan Paskah sudah berlalu. Kebangkitan Tuhan Yesus adalah alasan utama bagi kita agar selalu membangkitkan semangat pengorbanan berlandaskan cinta kasih, mengampuni kesalahan orang lain yang telah menyakiti kita, dan peduli pada orang-orang di sekitar kita yang membutuhkan uluran kasih kita. Tahun 2024 ini Gereja meluncurkan tema Solidaritas dan Subsidiaritas. Kalau kita perhatikan, sebenarnya makna Solidaritas maupun Subsidiaritas itu bukanlah sesuatu yang aneh bagi kita. Karena karakter asli bangsa Indonesia memang memiliki rasa kekeluargaan yang kuat. Begitu tahu ada saudara, atau teman dekat atau salah satu anggota komunitasnya mendapat kemalangan, serentak orang-orang di sekitarnya bergerak membantu. Bangsa kita menempati urutan nomor satu sebagai bangsa yang dermawan di dunia, berdasarkan survei World Giving Index oleh Charities Aid Foundation (CNBC Indonesia, 01/12/2023, 10 Negara Karakter Khas Bangsa Indonesia Paling Dermawan di Dunia, Indonesia Nomor Berapa? – red.) Begitu pula jika ada pekerjaan besar, semua warga bekerja sama melaksanakan pekerjaan itu. Contohnya adalah kerja kepanitiaan perayaan besar seperti Paskah, Natal maupun HUT Kemerdekaan, atau HUT Paroki. Majalah MeRasul edisi 45 ini, merupakan edisi Paskah. Kegotongroyongan umat wilayah St. Paulus yang bertugas sebagai Panitia Paskah tahun 2024, dan aneka kerja sosial yang dikerjakan atas inisiatif umat dalam bulan Ramadhan, membuktikan jelas sekali rasa persaudaraan bangsa Indonesia. Silakan Anda buka halaman demi halaman edisi ini, untuk menyaksikan bagaimana Solidaritas dan Subsidiaritas memang sejatinya adalah Karakter Khas Bangsa Indonesia. Semoga karakter yang baik ini akan terus terpelihara dari masa ke masa. Selamat Paskah! Jakarta, 02 April 2024 Sinta. M.
- - 8 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024
- - 9 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024
- - 10 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 SAJIAN UTAMA ENGAGING YOUNG PEOPLE, Siapkah Regenerasi? Dalam suatu acara, aktivis dan pendiri Domus Cordis sebuah komunitas yang berkarya untuk pewartaan dan pembinaan orang muda, berbicara dan berdiskusi tentang orang muda. Riko Ariefano, menjadi pembicara dengan materi Engaging Young People, bersamaan dengan penyelenggaraan acara Faithful dan Fruitful beberapa bulan lalu. Dalam forum ini, Riko berbicara di hadapan audience yang sebagian besar adalah orang muda. Ia Pengurus paroki atau komunitas isinya orang yang itu-itu saja? Sukar mengundang orang muda untuk terlibat? Bagaimana menginspirasi dan membantu mengajak, mendampingi, dan memberdayakan orang muda, supaya karya pelayanan orang muda tidak berhenti, melainkan semakin berbuah, bahkan berdampak ke generasi selanjutnya?. menyampaikan tentang bagaimana orang muda memiliki tanggung jawab menjadi generasi yang siap mengisi dan menempati posisi sebagai penerus bangsa maupun gereja. Ada suatu pernyataan bahwa ada banyak komunitas mau melakukan regenerasi, namun ini tidaklah mudah. Dalam survei cepat yang diadakan saat diskusi berlangsung, muncul jawaban sebagai respon atas pertanyaan: “apa yang yang terbayang jika mendengar kata regenerasi?” Jawaban beragam yang muncul antara lain sulit, adaptasi, susah, sabar, dinamis, menantang, pendampingan, modal, takut, perlu energi besar, galau, ribet, siklus, kompleks, seru habis, khawatir, murid, sibuk. Jawaban kata sulit merupakan pilihan paling banyak. Berhadapan dengan aktifis dan pendamping orang muda dari ENGAGING YOUNG PEOPLE, Siapkah Regenerasi? Riko Ariefano, pembicara dalam acara Faithful dan Fruitful - [Foto : Berto]
- - 11 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 kisaran 1, 2 tahun, bahkan lebih dari 5 tahun, ada satu pertanyaan “Apa saja yang membuat mereka tertarik mengambil tanggung jawab gereja?” Jawaban yang muncul antara lain karena faktor teladan, relasi, materi katekese, pacar, media sosial dan lainnya. ‘Relasi’ adalah kata yang dominan dipilih dalam mendorong tindakan engaging young people. Di kutipan Mat 28 : 18-20 tertulis “… KepadaKu telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman”. Perjalanan mendampingi orang muda, seperti ketika Yesus hendak menjalankan misi kerajaan Allah. Proses perekrutan mencari dan memilih para murid, dilakukan Yesus hingga Dia mendapatkan 12 orang murid untuk dijadikan satu kelompok dan mereka berjalan bersama Yesus. Hal seperti ini bukanlah cara atau hal baru untuk melakukan pembinaan. Dan proses pemuridan membutuhkan aksi secara intensif. Pertanyaannya : berapa banyak dari kita telah melakukan pendampingan pembinaan secara intensif terhadap kelompok orang muda sekarang? Dalam proses pemuridan atau pembinaan berjalan, seringkali yang muncul adalah pemuridan ini hanya melekat pada pemenggalan prosesnya saja. Hanya dengan menyelenggarakan pelatihan tiga bulanan, apakah sudah bisa dikatakan melakukan pemuridan? Mungkin kegiatan semacam ini hanya dapat menambah pengetahuan tentang ajaran Kitab Suci. Apakah dengan menjalani retret tiga hari, juga sudah bisa dikatakan melakukan proses pembinaan? Menurut Riko Ariefano, kegiatan ini lebih pada mengambil dan menggunakan waktu dalam rangka pengajaran dan aktivitas refleksi saja. Semisal, dengan menyediakan waktu selama tiga hari, setelah itu pulang dan menjalani hidup baru, mungkin juga hanya sebagian dari penggalan proses pemuridan. Proses yang dialami oleh 12 murid Yesus, adalah proses pemuridan ketika mereka sedang bersama dengan Yesus. Jadi apakah sudah cukup jika melakukan pertemuan selama tiga bulan dalam kursus, bertemu seminggu sekali, retret selama tiga hari, kemudian membuat resolusi hidup baru, sekaligus rutin melakukan bible sharing dua minggu sekali? Saat murid-murid mendengar Yesus berkata, “… jadikanlah semua bangsa menjadi muridKu …”. Mereka berpikir menjadi murid Yesus selama 3 tahun, menjalani secara intensif, selalu bersama dan bertemu setiap hari, mendapatkan pengajaran, ditegur, diomelin, dimarahin, dipuji, disapa, diajak melihat kehidupan dari dekat, sehingga murid-murid Yesus mengerti persis ketika Yesus berpesan untuk menjadikan semua bangsa menjadi murid-murid-Nya. Jadi, bagaimana proses pemuridan terjadi? Pertanyaan yang perlu direspon oleh gereja (kita) agar mau dan dapat merangkul anak muda, mau membuat regenerasi. Seberapa sering gereja (kita) mengumpulkan anak muda dalam kelompok kecil, secara intensif melakukan pendampingan dengan frekuensi setiap hari, tidak pernah berhenti menyapa, kontinyu memberi katekese, dan berani memberikan teguran kalau memang salah. Dari pengalaman yang terjadi, pergumulan terbesar adalah gereja (kita) takut memberikan teguran karena dibilangnya tidak memiliki kasih. Pernah dalam suatu percakapan dalam satu kelompok sel, “… kalau sepanjang tahun kamu tidak pernah ditegur oleh gembalamu, bisa dipastikan bahwa gembalamu tidak mencintai kamu”. Seperti yang dikatakan Yesus kepada Petrus, Mat 16 : 17 “… bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di surga … engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan gereja-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya, Peserta yang hadir - [Foto : Berto]
- - 12 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 SAJIAN UTAMA dan dalam bab berikutya, Yesus memberitahukan penderitaan-Nya, dimana Petrus menarik Yesus, dan Petrus mengatakan “ … sekali-kali tidak akan menimpa kepada-Mu”, jawaban Yesus saat itu “ … enyahlah iblis engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia”. Berapa banyak dari kita yang melontarkan kata-kata seperti itu kepada mereka yang pikirannya tidak sejalan atau tidak sesuai harapan terhadap keterlibatan dan pemikiran orang muda? Kadang hal inilah yang menyakitkan kaum muda. Pada kenyataannya pemuridan bukanlah kursus atau perekrutan. Hasil jajak pendapat singkat tentang pendampingan, bahwa relasi itu sangat diperlukan. Relasi tidak terjadi dalam waktu singkat. Kata Yesus jadikan segala bangsa itu murid-Ku, mengandung makna bahwa proses pemuridan adalah juga proses regenerasi, dalam kurun waktu yang cukup lama, dan tidak terjadi secara instan. Yesus merekrut dan membina murid-Nya secara intensif. Para murid-Nya memiliki tanggungjawab yang berbeda-beda. Ada murid yang disuruh Yesus untuk mengambil keledai di Yerusalem (ini seksi transportasi). Ada yang diminta untuk mencari makanan di kota, Phililipus (seksi konsumsi). Ada yang menjadi bendahara (Yudas). Para murid lainnya juga mempunyai peranan yang berbeda-beda. Yesus memberikan tanggungjawab kepada setiap murid-Nya, namun mereka tidak hanya mengurusi fungsinya sendiri. Kutipan ayat yang mengatakan, “ … jadikanlah semua bangsa menjadi murid-murid-Ku… ”, berarti bahwa semua murid diutus untuk memuridkan tanpa terkecuali, karena pemuridan tidak akan terjadi tanpa melakukan regenerasi. Lalu pertanyaannya : siapa semua murid-Ku itu? Menurut Riko, murid artinya bukan bikin kursus, bukan bikin retret, namun murid adalah mendampingi, membina, menegur, dan juga melihat hidup seseorang dari dekat. Yesus meminta muridNya untuk mencari murid lagi, dan para murid harus memiliki pemahaman yang sama dalam melakukannya. Yang masih sering dilakukan sampai saat ini, kita disibukkan oleh persiapan membuat event, bukan untuk memuridkan. Mengambil contoh proses pemuridan ala pendidikan seminari, hidup bersama para frater, didampingi, ada superiornya, secara intens, dengan banyak ngobrol, ada ditegur, dibangun, belajar, ada sharing, itulah discipleship (pemuridan). Seringkali muncul pendapat, bahwa seseorang yang sudah datang, hadir, dan mengikuti acara, berarti mereka sudah menjadi murid. Lalu bagaimana orang muda saat ini? Pemuridan dan regenerasi yang ada dalam pikiran dan tindakan Yesus, mungkin bisa dipahami oleh murid-murid-Nya, dimana proses regenerasi memang berlangsung. Inilah dinamika yang terjadi ketika Yesus mencari dan memilih para murid-Nya, mereka semua dibentuk dan diutus menjadi murid-murid Yesus. Jan Tyranowski Siapa yang tahu seorang bernama Jan Tyranowski? Dia adalah orang Polandia yang dikenal karena peranannya dalam membantu membentuk spiritualitas karismatik Katolik di Polandia. Dia dikenal karena pengajaran - [Foto : Berto] Jan Tyranowski (1901-1947) - [Sumber : ]
- - 13 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 rohaninya yang mendalam, dan pengaruhnya dalam membimbing para pemuda Katolik, termasuk Karol Wojtyla, dalam iman dan doa. Jan Tyranowski adalah mentor bagi Karol Wojtyla, yang kemudian yang kita kenal menjadi Paus Yohanes Paulus II. Ketika sebuah paroki di Polandia ingin membangun dan mengaktifkan orangorang mudanya, maka dicarilah orang awam. Dialah seorang yang bernama Jan Tyranowski, yang hidup di tahun 1901 – 1047. Dia bukan tipe orang yang gampang bergaul, justru susah bergaul, bahkan bertemu orang saja susah dan takut. Tapi pada saat dia diutus oleh parokinya, dia malahan menerima dan bersedia menjalankan tanggung jawabnya. Apa saja yang dilakukannya? Dia kumpulkan orang-orang muda yang ada di parokinya. Dicarinya dan didatanginya para kawula muda, dan didapatlah sejumlah 15 orang. Mereka yang bersedia diajak berkumpul secara rutin bersama Jan Tyranowski, membuat kelompok rosario. Sebenarnya Jan sendiri kurang paham katekismus, tetapi dia berbagi untuk berkatekese, dengan memperkenalkan metode dan membuat tugas kelompok sebagai tugas pekerjaan rumah. Tugas-tugas yang dibuat ini terbukti dapat membangun kebiasaan bersabar. Di sesi pertemuan berikutnya, mereka saling bercerita tentang pengalaman apa saja yang sudah dilakukan dan dialaminya. Ini dilakukannya secara berulang-ulang. Selain mengerjakan tugas-tugas, ada juga doa-doa. Semua anggotanya berkomitmen menyerahkan setiap refleksinya selama beberapa hari atau seminggu. Salah satu dari ke 15 orang tersebut, merasa terpanggil untuk memberikan hidupnya kepada Tuhan. Orang ini masuk seminari, ditahbiskan menjadi Imam, menjadi Uskup dan kemudian dia menjadi Paus. Dialah Karol Wojtyla, Paus Yohanes Paulus II. Yohanes Paulus II yang dimuridkan di parokinya, karena ada Jan Tyranowski, seorang yang susah bergaul, bukan tipe yang paham dan mengerti orang muda itu seperti apa. Dia hanya berkata dalam doanya, “Ya Tuhan aku mau”. Dari situ dia mulai dengan menginvestasikan waktunya untuk orang muda dengan menginisiasi membuat kelompok orang muda. Ikut mendampingi, dan terus menerus memperkenalkan kelompok-kelompok kecil ke komunitas. Jan Tyranowski setia melakukan ini. Ia seorang yang aktif dan berkomitmen melakukan pendampingan, pengajaran, pemuridan. Proses ini akan berhasil dengan melewati serangkaian dimana orang-orang harus membangun relasi. Jadi harus ada yang memulai bagaimana sebuah relasi itu ada, dan konsisten dengan orang muda yang berkomitmen. Kalau Jan Tyranowski tidak membangun relasi dengan seorang Karol Wojtyla muda pada waktu itu, maka tidak akan ada seorang Paus Yohanes Paulus II sampai hari ini. Somebody has to build relationship to make disciples of this guy (seseorang harus membangun hubungan untuk menjadikannya seorang murid). Hal-hal seperti ini sangatlah membutuhkan energi. Hal ini membuat Jan Tyranowski mengalami kecapaian. Kelelahan juga pasti dialami oleh setiap orang, bila ia melakukan sesuatu secara konsisten dalam waktu yang cukup lama. Berbagai peristiwa dan pengalaman yang ditemuinya di awal pendampingan sejak awal generasi, tidak luput dan selalu dihinggapi oleh berbagai kekhawatiran. Pasti ada kesibukan yang luar biasa, memerlukan ekstra energi. Pengalaman seperti ini memang harus dijalani, tidak bisa dihindari. Untuk mendapatkan seorang Karol Wojtyla tidaklah mudah, namun hal ini sangat menginspirasi dan sangat layak untuk dicoba. Akhirnya Yohanes Paulus II membangun dan melakukan pembaharuan yang luar biasa bagi gereja. Mengapa Yohanes Paulus II memiliki hati pada orang muda. Dia melakukannya karena dia dijangkau pada saat masih muda dan dimuridkan sebagai orang muda. (bersambung). Berto Paus Yohanes Paulus II - [Sumber : nelsongiftswholesale.com]
- - 14 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 KARIER & MOTIVASI Budaya Apresiatif Bila kita bertanya kepada para karyawan, adakah di antara mereka yang bersedia bekerja tanpa bayaran? Tentu akan sulit sekali menemukannya. Namun, di balik pengetahuan umum bahwa orang bekerja untuk mendapat penghasilan, ada beberapa faktor yang sebenarnya berperan penting untuk membuat karyawan lebih termotivasi bertahan di satu organisasi dan berkontribusi lebih besar. Frederick Herzberg, psikolog klinis, mengungkapkan, berdasarkan penelitiannya, manusia memiliki dua set kebutuhan. Pertama, kebutuhan level rendah seperti menghindari rasa sakit dan memenuhi kebutuhan hidup. Kedua, kebutuhan level tinggi sebagai manusia yang ingin terus berkembang. Kebutuhan-kebutuhan pada bagian pertama oleh Herzberg dinamai faktor hygiene yang tidak bisa meningkatkan kepuasan, tetapi ketiadaannya dapat menghasilkan ketidakpuasan dalam bekerja. Contohnya, kebersihan (hygiene) yang tidak dapat membuat kita semakin sehat, tetapi kondisi yang tidak bersih dapat menimbulkan penyakit. Beberapa faktor hygiene adalah gaji, aturan dan kebijakan perusahaan, pengawasan, status, serta rasa aman. Sementara itu, faktor kedua adalah faktor motivator yang dapat berkontribusi pada kepuasan kerja. Penghargaan atas prestasi, tanggung jawab yang lebih besar, dan kesempatan untuk berkembang adalah faktor yang dapat mendorong karyawan semakin berprestasi. Pada dasarnya, manusia memiliki kebutuhan untuk diakui oleh keluarga, teman, atasan, guru, maupun atasannya. Sebuah riset dalam Journal of Managerial Psychology menunjukkan, apresiasi akan meningkatkan kepuasan kerja yang pada akhirnya memengaruhi well being seseorang. Apresiasi juga bisa meningkatkan kualitas hubungan interpersonal yang berdampak pada retensi, meningkatnya kinerja, dan efisiensi. Tuntutan dan disiplin memang penting, tetapi hal ini dapat diberikan bersamaan dengan apresiasi. Ketika organisasi sudah paham bahwa motivasi karyawan akan semakin meningkat melalui apresiasi, mengapa banyak karyawan yang merasa tidak dihargai dengan semestinya? Ada beberapa hal yang sering melatarbelakangi para atasan sulit untuk memberikan apresiasi. Pertama, kekhawatiran bahwa pujian bukannya memacu produktivitas, melainkan justru membuat karyawan besar kepala dan bersikap “kurang ajar”. Kedua, memberi penghargaan dianggap membutuhkan waktu ekstra untuk sesuatu yang sudah menjadi kewajiban pekerja untuk bekerja sebaik-baiknya. Ketiga, hubungan yang berjarak antara atasan dan bawahan membuat atasan sulit melihat prestasi personal bawahan apalagi membuat apresiasi yang tepat. Apresiasi yang berkenan di hati karyawan tidak bisa dilakukan secara massal dan seragam. Atasan [Sumber : experd.com]
- - 15 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 perlu mengetahui apa yang dianggap penting oleh setiap karyawan. Seni memberi apresiasi Memberikan apresiasi tidak semudah yang kita kira agar dapat benar-benar bermakna dan mengena. Kita bisa memberi apresiasi terhadap kontribusi atau ketika individu memberikan nilai tambah terhadap tanggung jawabnya. Dalam menghidupkan kebiasaan menghargai dan mengakui, kita perlu membedakan antara memberi penghargaan dan apresiasi. Apresiasi tanpa penghargaan akan mengurangi produktivitas dan motivasi. Sementara itu, penghargaan tanpa apresiasi akan membuat karyawan merasa hanya dihargai bila mereka produktif. “Don’t leave your staff feeling like work is pointless, or like they’re just a cog in a machine.” Apresiasi tidak selalu berkaitan dengan uang, yang penting terasa signifikan bagi penerima dan dalam timing yang tepat. Segera berikan apresiasi, jangan menunda-nunda. Sebuah pujian tulus secara langsung pada saat rapat mungkin lebih berkesan ketimbang voucer belanja yang diberikan dalam amplop tertutup. Membangun budaya apresiatif Bila kita berkomitmen untuk membangun budaya apresiatif, pertanyaan berikut perlu kita jawab: tingkah laku dan tindakan-tindakan apa yang akan kita berikan penghargaan secara terbuka dalam organisasi kita? Banyak perusahaan melakukan selebrasi ketika target tercapai, memberikan penghargaan kepada karyawan terbaik dengan berbagai kriteria dan melalui proses pemilihan yang panjang. Apakah ini yang dapat mengembangkan budaya apresiatif? Budaya apresiatif justru perlu dibangun melalui kemampuan kita mencari tingkah laku-tingkah laku yang bisa jadi selama ini terlewatkan, padahal berdampak besar terhadap kesuksesan organisasi. Kita tahu bahwa setiap perusahaan hidup melalui keuntungan bisnis yang dapat mereka hasilkan. Keuntungan bisa diperoleh selain dari penjualan yang tinggi, juga dari pengeluaran yang lebih hemat. Oleh karena itu, manajemen dapat memberikan apresiasi kepada karyawan yang nyata-nyata membuat perusahaan berhemat. Mulai dari perilaku menghemat biaya operasional harian sampai inovasi yang membuat perusahaan memiliki proses produksi lebih efisien. Selain itu, mereka yang dapat membuat suasana bekerja lebih positif, menyebarkan semangat saling membantu satu sama lain tanpa memperhitungkan mana bagianmu mana bagianku, juga perlu mendapat apresiasi. Memberikan apresiasi terhadap individu seperti ini membuat para karyawan menyadari bahwa sikap ini perlu ditiru dan pada akhirnya terbangun budaya yang lebih positif di organisasi. Kita juga dapat memberikan apresiasi kepada mereka yang mungkin kurang cemerlang tetapi memiliki komitmen kerja yang tinggi. Tanpa kita sadari sebenarnya semangat seperti ini pun dapat dijadikan panutan. Budaya tidak pernah statis. Kehadiran personel baru, apalagi pimpinan dapat mengubah budaya yang ada. Oleh karena itu, hal-hal yang esensial dalam membangun budaya apresiatif ini perlu didokumentasikan secara lengkap meski kita tetap terbuka terhadap perubahan yang lebih baik. Kita tidak boleh terkejut dengan saran dan masukan dari karyawan. Waktu berganti terus, semua kebutuhan dan keinginan manusia pun senantiasa berevolusi. Eileen Rachman & Emilia Jakob [EXPERD] [Sumber : klasika.kompas.id]
KLINIK KELUARGA - - 16 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 Hindari Jadi Toxic Parents, Jadilah Orang Tua Bijak Siapa sih yang tidak ingin memiliki sebuah keluarga kecil? Sebagian besar dari kalian tentu ingin dan punya ekspektasi masing-masing terkait itu. Tapi dibalik itu semua, pernahkah terbayangkan bagaimana hubungan keluargamu tersebut akan terbentuk dan berjalan? Dalam pengertiannya, Keluarga adalah sebuah unit sosial dasar yang terdiri dari individu-individu yang terkait satu sama lainnya melalui hubungan darah, perkawinan ataupun adopsi. Keluarga bukan hanya sekedar struktur fisik, tetapi juga melibatkan interaksi, dinamika, dan hubungan emosional antaranggota keluarga. Jadi, kemapanan secara finansial, usia dan faktor tuntutan sosial saja tidak dapat menjadi penentu bagi seseorang untuk membentuk sebuah keluarga, melainkan kedewasaan dan kesiapan secara mental lah yang perlu diperhatikan. Mengapakah demikian? Sejatinya, membentuk sebuah keluarga dengan anggota Ayah, Ibu dan Anak, tentu melibatkan banyak hal, yang salah satu dan terutamanya adalah pola asuh. Para orang tua sebenarnya selalu menginginkan yang terbaik bagi sang buah hati mereka. Namun, keinginan orang tua kadang kala justru melukai perasaan sang anak tanpa mereka sadari. Mulai dengan sikap proteksi yang berlebihan, ekspektasi yang tinggi dan bahkan memasuki tahap egois yang membuat pola asuh tersebut menjadi toxic. Untuk itu, penting bagi orang tua memahami dan mengetahui seperti apa toxic parenting itu dan bagaimana itu dapat terjadi, supaya Penulis : Gunawan Soewito,M.Psi., CHt kedepannya hal ini dapat dihindari. Berdasarkan konteks psikologi, toxic digunakan untuk menggambarkan perilaku atau hubungan yang merugikan kesejahteraan emosional seseorang. Sifat toxic ini dapat merujuk pada pola perilaku atau pola pikir yang secara tidak langsung dengan dalih untuk kebaikan sang anak, namun sifatsifat negatif itu kadang muncul hingga mempengaruhi kesehatan mental dan hubungan interpersonalnya. Kebaikan yang Berujung Toxic Seperti namanya, toxic berkaitan dengan suatu pola perilaku atau pendekatan yang merujuk ke hal-hal yang dapat merugikan kesehatan mental dan psikologis seseorang. Toxic parents ini yang kemudian melakukan penerapan toxic parenting berupa pola pengasuhan yang mencakup berbagai perilaku atau sikap yang dapat memberikan dampak negatif pada perkembangan anak, baik secara langsung maupun jangka panjang. Melakukan dan menginginkan yang terbaik bagi sang buah hati adalah impian bagi semua orang tua di dunia. Akan tetapi, dengan pola pikir dan perilaku itu saja hanya akan menyakiti dan membuat luka pada sang buah hati. Anak juga membutuhkan waktu dan diri untuk berproses demi masa depan dan kehidupannya mereka. Orang tua yang bijak akan menuntun anak mereka ke arah dan jalan yang baik, bukan menuntut atas suatu hal demi suatu pencapaian semata. Ciri-Ciri Toxic Parenting Semua orang tentu tidak ingin menjadi orang tua yang toxic, terutama ketika memulai rumah tangga dan memiliki anak nantinya. Oleh karenanya, kita perlu mengenali dan mengetahui ciri-ciri dari toxic parenting itu, yakni: 1.Di mata orang tua, seberapapun usia kita, mereka akan tetap menganggap bahwa kita hanyalah seorang anak kecil yang belum tahu apa-apa. Sehingga tidak jarang orang tua lupa bahwa anak juga memiliki keputusan dan pilihan atas kehidupan mereka sendiri, inilah yang sering disebut dengan over control. [Sumber : kanya.id]
- - 17 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 Perilaku mengontrol oleh para orang tua ini biasanya sering terjadi pada anak-anak yang baru beranjak remaja dan dewasa. Sifat toxic pun kemudian muncul diikuti dengan selalu merasa masih perlu dan harus ikut campur dalam urusan anak. Sehingga, ini membuat mereka tidak memiliki kebebasan dalam berpendapat, menentukan sebuah pilihan, bahkan melakukan apapun yang disukainya. Seperti contohnya, ketika anak ingin mengambil jurusan seni di balik background orang tua yang merupakan seorang pengusaha, jelas orang tua tersebut akan menentang pilihan tersebut. Pasalnya, hal ini dapat terjadi karena alasan orang tua ingin anaknya dapat melanjutkan usahanya ketika mereka sudah pensiun nanti. Atau bahkan alasan lainnya karena stigma orang tua terhadap dunia seni itu tidak akan menghasilkan apa yang diekspektasikan oleh anaknya dan mereka sebagai orang tua kelak. Memikirkan dan mengkhawatirkan sang anak, tentunya adalah dilema bagi setiap orang tua. Apalagi jika berkaitan dengan masa depan anak, kesehatan mereka dan juga keberhasilan atas pencapaian mereka sendiri. Namun, jika kekhawatiran sudah diambang yang berlebihan sampai membuat sang anak merasakan ketidaknyamanan dan tekanan hingga stres, maka perilaku toxic tersebut harus segera dihindari. Dan parahnya lagi, seperti dalam kehidupan kita sehari-hari perilaku toxic ini sudah tidak asing lagi. Hal ini yang kemudian menyebabkan anak dari keluarga toxic parenting kembali mengambil arah jalan pola asuh yang sama seperti yang pernah Ia rasakan. 2. Membentak Anak Membentak anak, menjadi hal yang sering disalahartikan oleh sebagian besar orang tua dalam praktek parenting mereka ketika ingin mendisiplinkan sang anak. Meskipun niatnya baik, dengan tujuan demi mengajarkan suatu pelajaran kepada mereka, namun terlalu sering dan intensnya bentakan bisa mengarah pada toxic parenting. Ini juga yang menjadi salah satu penyebab rusaknya hubungan antara orang tua dan anak, serta dampak negatif terhadap kesejahteraan mentalnya. Bentakan, mungkin dianggap sebagai cara untuk menegakkan ketaatan atau menanamkan nilai-nilai, akan tetapi bagaimana dengan perasaan sang anak? Jelas, lambat laun akan tercipta sebuah lubang dan luka yang dalam akibat intensitas bentakan itu. Hal pertama yang akan sang anak rasakan ketika menerima bentakan dari orang tua mereka yang tidak terkontrol itu adalah terciptanya lingkungan yang tidak aman bagi mereka, memicu rasa takut hingga timbul perasaan cemas. Anak-anak yang sering kali mendengar bentakan ini juga akan cenderung mengalami dampak psikologi yang signifikan. Mereka dapat mengembangkan sifat rendah diri, kecemasan, dan juga masalah perilaku. Bayangkan saja, bila kita sendiri dibentak oleh orang terkasih kita, apa yang akan kita rasakan? Terluka dan jadi tidak percaya diri bukan dalam halhal lainnya?. Nah, oleh karena itu, orang tua perlu mengetahui bahwa bentakan yang konstan bukanlah bentuk mendidik anak yang tepat, sebab itu dapat menyebabkan rusaknya harga diri anak, menimbulkan perasaan tidak dihargai, bahkan menghambat perkembangan kemampuan sosial mereka. 3. Melakukan Kekerasan Verbal Menjadi orang tua memang bukan hal yang mudah, apalagi dalam urusan mengurus dan mengasuh anak. Tidak jarang, emosi akan meluap seiring proses mendidik anak itu, apalagi ditambah dengan percikan api dari keseharian aktivitas, seperti kerjaan, rasa lelah dan capek dan lainnya. Jelas kesabaran semua orang itu ada batasannya, karena kita semua adalah manusia biasa. Dalam parenting, kekerasan fisik adalah salah satu bentuk perilaku yang sangat tidak dianjurkan. Pasalnya, anak-anak yang mengalami kekerasan fisik dalam pengasuhan mereka, akan berisiko mengalami dampak psikologis yang serius, seperti timbul dan munculnya trauma dan rasa takut. Oleh sebab itu, penting untuk diingat bahwa anak-anak yang mengalami kekerasan fisik dalam pengasuhan mereka mungkin juga akan membawa pola tersebut ke dalam kehidupan dewasa mereka. Ini yang kemudian menciptakan siklus kekerasan yang sulit diputus, [Sumber : facebook.com]
KLINIK KELUARGA - - 18 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 karena akar dari sang anak yang dibesarkan dalam lingkungan berkekerasan tersebut. Sebagai orang tua, perlu untuk dingat bahwa lingkungan sosial terdekat dari sang anak adalah orang tua mereka sendiri. Keluarga menjadi tempat yang paling dekat dan paling nyaman bagi anak-anak. Jadi, jangan sampai membuat sebuah jarak dan menciptakan lingkungan nyaman menjadi tempat paling mengerikan. 4. Menyalahkan dan Mengkritik Anak Pada dasarnya manusia tidak dapat luput dari kesalahan, bukan cuman anak-anak saja, orang tua juga. Namun, tidak semua orang juga akan mengakui bahwa mereka telah melakukan kesalahan. Begitu pula pada toxic parents, mereka cenderung mengabaikan dan tidak menyadari akan hal ini. Kesalahan dan masalah yang terjadi selalu dianggap sebagai tindakan yang disebabkan oleh kesalahan dan kelalaian sang anak, padahal kenyataanya orang tua tidak mengajarkan apa yang perlu dan tidaknya sang anak lakukan. Hingga pada akhirnya, sang anak dilabeli sebagai anak dengan kata negatif, seperti contohnya “dasar tidak berguna”. Sadar atau tidaknya, kata ini sudah menjadi template yang melekat di lingkungan parenting, dan sedihnya anak-anak yang mendengar ini pun selalu merasa bahwa dirinya benar-benar tidak berguna, kepercayaan diri mereka pun lambat laun semakin memudar. Orang tua yang bijak tidak akan mengkritik sang anak secara habis-habisan dengan kata-kata kasar dari mulut mereka, melainkan kata-kata didikan yang tepat seperti memberikan masukan yang baik kepada sang anak. Dan tahu bahwa dari kesalahan yang dilakukan sang anak juga dapat menjadi pelajaran dan pengalaman hidup yang berarti bagi mereka. 5. Egois Sikap-sikap seperti menekan, membatasi, menyuruh-nyuruh dan mengkritik sang anak, pada umumnya oleh toxic parents dapat dikatakan sebagai alasan untuk memenuhi ego mereka. Seperti contohnya ketika sang Ibu yang gagal mengejar mimpinya menjadi seorang dokter, Ia akan memiliki kecenderungan mendidik dan mengasuh anak dengan paradigma bahwa menjadi seorang dokter akan sangat dihormati, pintar dan berpenghasilan tinggi. Tidak jarang juga, orang tua merasa terdorong untuk mem-push sang anak dengan sikap egois mereka. Hal ini bertujuan agar di lingkungan sosial keluarga mereka juga dapat dipandang mata. Namun, sayangnya orang tua sering melupakan hal-hal kecil yang memiliki dampak besar ke depannya, seperti kerja keras dan penderitaan yang anak rasakan. Mulai dari mengorbankan waktu di usianya yang masih kecil untuk belajar terus-menerus, sedangkan di usia mereka sebenarnya, itu adalah waktu-waktu mereka bereksplorasi dan bermain. Demi memuaskan kebahagiaan yang sebenarnya akan dirasakan secara sepihak ini, anak dianggap wajib untuk melakukan ini dan itu, diluar dari kehendak mereka. Tanpa memikirkan bagaimana perasaan dan kebahagiaan sang anak sendiri, toxic parents cenderung menuntut sang anak untuk bertanggung jawab membalas budi kepada orang tuanya. Walaupun itu tidaklah salah, karena berkat jerih payah orang tua lah, hidup sebagai seorang anak dapat dijalani. Hanya saja, praktek dan caranya yang kurang tepat. Menuntut berbeda dengan mendidik, karena secara fundamental anak jelas memiliki pemikirannya tersendiri dalam membalas kebaikan orang tuanya. Anak mana sih yang tidak ingin membanggakan orang tuanya? Tentu saja semuanya ingin, tapi dengan caranya masing-masing. 6. Mengganggu Privasi Sebagian besar orang tua sekarang ini masih sangat menjunjung tinggi hal ini, dimana semuamuanya yang dilakukan, dialami dan dirasakan oleh sang anak harus dilaporkan. Tetapi, pernahkah orang tua mengintropeksi diri mereka sebelumnya terkait hal tersebut? Apakah mereka juga melibatkan dan menceritakan keseharian mereka kepada sang anak? Toxic parents akan selalu melihat ke arah orang lain tanpa tau bagaimana proses tersebut dapat terbentuk, seperti contohnya keluarga A yang selalu sharing keseharian mereka, dan yang kebetulan dilihat [Sumber : newsweek.com]
- - 19 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 serta didengar oleh keluarga B yang selalu merasa bahwa anaknya tidak pernah sharing atau bercerita tentang hal-hal itu. Namun, dibalik itu semua, ternyata dari keluarga A semasa anak mereka kecil, sudah menerapkan atau membiasakan sang anak untuk selalu sharing atau bercerita kegiatan mereka dan itu pun sebaliknya yang dilakukan oleh sang orang tua. Kebiasaan yang sudah tertanam, kemudian menjadi rutinitas yang tanpa disadari selalu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jelas akan berbeda dengan keluarga B yang mendadak bertanya dan meminta sang anak menceritakan segala hal yang telah dilakukannya. Anak akan merasakan tekanan dan perasaan yang tidak nyaman, ditambah lagi mereka juga akan bingung kenapa orang tuanya tiba-tiba bertanya seperti demikian. Memaksakan kehendak anak untuk selalu bercerita terkait apapun yang mereka lakukan, akan membuat anak merasa tidak dihargai dan tidak memiliki ruang pribadi mereka. Tidak jarang juga, anak yang selalu mendapat paksaan untuk selalu menceritakan hal-hal privasinya akan menjadi semakin tertutup dan enggan bercerita kepada siapapun. Melalui pemahaman tentang ciri-ciri toxic parenting ini diharapkan para orang tua dapat membuka pintu untuk refleksi dan pemahaman diri. Mari jelajahi bersama bagaimana mengidentifikasi dan menghadapi toxic parenting untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan mendukung perkembangan sang anak. Dampak Toxic Parenting Pada Kesehatan Mental Anak Toxic parenting, yang mencakup pola perilaku negatif dan merugikan dalam mendidik anak, dapat memberikan dampak yang signifikan pada kesehatan mental anak. Meskipun dibungkus dengan kata-kata demi kebaikan sang anak, kenyataannya perilaku toxic ini lebih berdampak negatif daripada positifnya terhadap kehidupan mereka. Anak-anak yang berada dalam pola pengasuhan dari toxic parenting ini dapat mengalami dampak sebagai berikut: Pertama, anak-anak yang terpapar pada lingkungan keluarga yang toxic cenderung mengalami peningkatan tingkat stres. Kondisi ini dapat merangsang pelepasan hormon stres, seperti kortisol, yang berpengaruh pada fungsi kognitif dan emosional. Akibatnya, mereka mungkin mengalami kesulitan dalam mengelola emosi, berkembang secara sosial, dan menghadapi tantangan hidup. Dampak berikutnya adalah terbentuknya pola pikir negatif dan rendah diri pada anak. Toxic parenting sering kali memanifestasikan dirinya dalam bentuk kritik yang terus-menerus, hukuman yang tidak adil, atau pengabaian emosional. Anak yang terus-menerus ditekan atau direndahkan dapat menginternalisasi pandangan negatif terhadap diri mereka sendiri. Ini bisa mengakibatkan penurunan rasa percaya diri dan keyakinan anak pada kemampuannya untuk menghadapi hidup. Terakhir, dampak toxic parenting pada kesehatan mental anak juga dapat menciptakan masalah hubungan antarpribadi yang berkepanjangan. Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang toxic mungkin menghadapi kesulitan dalam membangun ikatan emosional yang sehat dan saling percaya dengan orang lain. Ini bisa merugikan perkembangan hubungan sosial mereka dan membentuk pola interaksi yang tidak sehat dalam kehidupan dewasa. Oleh karena itu, pemahaman dan kesadaran orang tua terhadap dampak psikologis toxic parenting dapat menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung pertumbuhan kesehatan mental anak. Oleh karena itu, penting bagi orang tua aware terhadap pola asuh mereka dan mengenali cara apa sajakah yang perlu dihindari agar perilaku toxic parenting tidak terjadi dalam lingkup keluarga mereka. Cara Menghindari Toxic Parenting Menghindari toxic parenting adalah langkah krusial dalam membentuk lingkungan keluarga yang sehat dan mendukung perkembangan anak. Kita semua pastinya tidak ingin menjadi sosok yang jahat dimata sang anak bukan? Mengingat juga dampak dari toxic ini yang sangat besar bagi kesehatan mental sang anak. Tidak [Sumber : health.kompas.com]
KLINIK KELUARGA - - 20 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 perlu menggunakan cara toxic untuk mendidik dan menyelesaikan permasalahan antara anak dan orang tua. Tanpa menjadi toxic parents, kamu bisa menerapkan pola asuh yang positif, yang tentunya dapat meningkatkan perkembangan anak sesuai harapan, yaitu dengan: 1. Kenali Pola Asuh yang Tepat Penting bagi orang tua untuk mengembangkan kesadaran diri yang tinggi terhadap pola perilaku mereka sendiri. Merenung pada pengalaman dan nilai-nilai yang membentuk cara mereka mendidik dapat membantu mengidentifikasi potensi pola toxic parenting yang perlu dihindari. Menyadari dampak dari perilaku mereka terhadap anak-anak mereka adalah langkah awal menuju perubahan positif. 2. Komunikasi Terbuka dan Efektif Ini juga merupakan kunci dalam menghindari toxic parenting. Membuka saluran diskusi dengan anak-anak memungkinkan mereka untuk merasa didengar dan dihargai. Orang tua perlu mendengarkan dengan empati, menciptakan ruang untuk ekspresi perasaan anak tanpa takut akan hukuman atau kritik. Membangun komunikasi yang sehat memungkinkan anak untuk merasa nyaman berbagi pengalaman mereka dan mencari dukungan ketika dibutuhkan. 3. Kontrol Diri Penting juga untuk memahami bahwa mengajarkan konsep-konsep seperti tanggung jawab dan batasan dapat dilakukan tanpa harus menggunakan kekerasan fisik atau verbal. Orang tua dapat menggunakan pendekatan yang lebih positif, seperti memberikan penghargaan untuk perilaku positif, menetapkan batasan dengan konsistensi, dan memberikan konsekuensi yang sesuai dengan tindakan. Memahami kebutuhan anak dan memberikan struktur yang jelas dapat membantu menciptakan lingkungan yang stabil dan mendukung perkembangan positif. 4. Memberikan anak kesempatan Merupakan tindakan konkret untuk menghindari toxic parenting. Memberikan kesempatan kepada anak untuk berbicara, berbagi ide, dan mengemukakan pendapat mereka adalah cara untuk membentuk rasa kemandirian dan kepercayaan diri. Dengan memberikan ruang bagi anak untuk mengembangkan identitasnya sendiri, orang tua dapat mencegah perilaku kontrol yang mungkin berujung pada pola toxic parenting. 5. Mencari Bantuan Profesional Ini mungkin akan menjadi cara yang sangat disarankan, yakni mencari bantuan profesional. Karena ini dapat menjadi langkah bijaksana bagi orang tua yang menyadari adanya kecenderungan terhadap toxic parenting. Konseling keluarga atau dukungan dari ahli psikologi dapat memberikan panduan dan strategi khusus untuk mengatasi tantangan dalam mendidik anak tanpa merugikan hubungan keluarga. Dengan kesadaran, komunikasi terbuka, dan bantuan profesional, orang tua dapat menciptakan lingkungan yang mempromosikan pertumbuhan positif dan kesejahteraan anak. Dalam perjalanan mendidik anak, menghindari perilaku toxic parenting menjadi esensi yang tak terbantahkan. Mengetahui perilaku anak sebagai individu unik, memberikan kesempatan bagi mereka untuk berkembang, mengendalikan emosi, dan menjalin komunikasi yang baik menjadi fondasi utama dalam menciptakan lingkungan keluarga yang sehat dan mendukung. Memahami bahwa setiap anak memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda-beda memberi ruang bagi orang tua untuk merespons dengan bijaksana, mengurangi potensi konflik, dan meminimalkan dampak negatif terhadap kesehatan mental anak. Dengan kesadaran, komunikasi yang baik, dan upaya nyata untuk menciptakan lingkungan yang mendukung, orang tua dapat membantu anak tumbuh menjadi individu yang seimbang dan bahagia. Referensi Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan (J-P3K) 2021, Vol. 2 (No. 3) : 215-222 www.SmileConsultingIndonesia.com (biro psikologi) [Sumber : calmerry.com]
- - 21 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024
- - 22 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024
- - 23 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024
- - 24 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 KOMUNITAS - - 24 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 Bersatu Dalam Doa, Kita Selamatkan Anak-anak Kita I bu mana yang tak kuatir hatinya melihat dunia semakin berubah? Semakin egois, dimana kejahatan merasuk kesetiap celah sendi-sendi kehidupan. Dikala etika dan moral bukan lagi menjadi yang utama karena tidak lagi merupakan hal yang harus dipertahankan. Uang dan kekuasaan di puncak segalanya! Beban ekonomi kian menghimpit, membuat para orangtua kehilangan arah dalam mendidik anak-anaknya di era digital, menjadikan segala sesuatunya harus serba instant. Lalu…. Apakah yang bisa meneguhkan iman dan pengharapan para ibu agar dapat tegar mendampingi anak-anak mereka ? Anak-anak adalah titipan Tuhan yang sering nampak tidak sempurna di mata manusia ? Mari kita mengingatkan kembali janji Tuhan lewat nabi Yeremia, “BERHENTILAH MENANGIS DAN HAPUSLAH AIRMATAMU. SEGALA YANG TELAH KAMU LAKUKAN UNTUK ANAKMU AKAN MENDAPAT BERKAT. MEREKA AKAN KEMBALI DARI TEMPAT MUSUH. DI SANA ADA HARAPAN MASA DEPAN. ANAKMU AKAN KEMBALI PULANG. AKU TUHAN BERSABDA.“ (Yeremia 31:16,17 – Good News Bible) Trias Kuncahyono (@triaskredensialnews.com) seorang wartawan Kompas, penulis buku yang kini menjabat sebagai Dubes Vatican, di sebuah tajuk beritanya mengutip perkataan Paus Fransiskus dalam audiensi umum ( 2015 ), bahwa : “Keibuan itu lebih daripada sekedar melahirkan anak. Itu adalah pilihan hidup, yang memerlukan pengorbanan. Hormat terhadap kehidupan, serta berkomitmen untuk meneruskan nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan yang sangat penting bagi masyarakat yang sehat.” “Masyarakat tanpa peran ibu akan menjadi masyarakat yang tidak manusiawi, karena dalam saat-saat tergelap sekalipun, para Ibu adalah saksi-saksi kelembutan, dedikasi dan kekuatan moral.“ demikian pesan Paus. Bagaimana perjuangan ibu-ibu ini, ketika mereka berada diambang batas kemampuan mereka? Ya, mereka menemukannya di dalam kekuatan doa, mothers prayers…memegang janji Tuhan dan menemukan kekuatan di dalam-Nya. Saat Konsekrasi - [Foto : Erwina] Anggota Mothers Prayers yang hadir - [Foto : Erwina] Romo Ludo mendupai Altar - [Foto : Erwina]
- - - - 25 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 EDISI 45 # Februari - April 2024 SEJARAH MOTHERS PRAYERS Kisah ini berawal dari dua orang oma yang bernama Veronica dan adik iparnya Sandra. Mereka merasa bahwa Tuhan menuntunnya untuk mulai membuat persekutuan Mothers Prayers ini, secara khusus mendoakan anakanak mereka. Sekarang kelompok ini sudah berkembang, menyebar menjadi ribuan komunitas di seluruh dunia. Di saat mereka membawa penderitaan dan segala kekuatiran tentang putra-putrinya, kemudian berdoa di hadapan Tuhan, mereka percaya penuh akan janji Tuhan; “Mintalah maka kamu akan diberi.” Lewat janji itu, mereka mengerti bahwa Tuhan mampu melepaskan dan menyembuhkan penderitaan mereka, ketika mereka menghampiri Tuhan dalam iman. Selama tahun-tahun itu berlangsung, terjadi banyak jawaban dari Tuhan atas doa para ibu. Yaitu : anakanak yang sembuh dari ketergantungan obat-obatan, anak-anak yang pulang setelah bertahun-tahun pergi meninggalkan rumah. Kemajuan kesehatan yang lebih baik bagi anak-anak yang sakit, pulihnya hubungan antara keluarga, serta keberhasilan akademik di sekolah. Tidak hanya itu, para ibu merasa semakin diberkati karena mendapat pengalaman menemukan kedamaian yang luar biasa selama masa penantian doa-doa mereka. Komunitas Mothers Prayers dimulai di Inggris (England) sekitar bulan November 1995. Lalu berkembang pesat, merambah ke seluruh dunia, sampai lebih dari 100 negara. Kemudian mendapat persetujuan, dukungan dan berkat dari para pemimpin Kristen dari seluruh denominasi. MOTHERS PRAYERS DI SATHORA Mothers Prayers di Indonesia mulai dibentuk sejak tahun 2007 di Paroki Maria Kusuma Karmel oleh Grace Jonan Sanjoto. Ia membawa MP (Mothers Prayers) dari Inggris. Grace mengenal komunitas MP saat mendampingi putrinya kuliah di sana. Mothers Prayers yang pertama di paroki Sathora adalah di area Taman Permata Buana, tanggal 7 Mei 2010, saat almarhum Romo Gilbert Keirsbilck, CICM sebagai Romo Kepala. Menyusul MP – Bojong Indah tanggal 14 Juli 2011. Kemudian MP – Puri Indah tanggal 13 November 2013. Merebak lagi menjadi MP – Puri Media tanggal 15 Agustus 2019. Dan berkembang lagi MP – Puri Kencana tanggal 21 Oktober 2023. Mothers Prayers terus berkembang dari Romo Gilbert, hingga tahun 2015 diteruskan oleh almarhum Romo Suherman, PR. Kini dilanjutkan oleh Romo Hironimus Sridanto,PR selaku Romo Kepala. Serta Romo Ludowikus Andri Novian, PR sebagai pembina kategorial, yang menggagas misa dan adorasi kelima kelompok MP Sathora. Kegiatan komunitas MP adalah mendoakan anak-anak, cucu dan keluarga secara bersama-sama, konsisten seminggu sekali pertemuan di MP masing-masing area. Kadang-kadang di rumah anggota atau di kapel sekolah Notre Dame. Namun ada juga yang masih online sejak pandemi lalu, karena keterbatasan usia dan mobilitasnya. Semoga Mothers Prayers Sathora semakin berkembang, dan semakin banyak “Moms” yang tekun mendoakan anak-anaknya melalui doa khusus MP yang berdevosi kepada Bunda Maria Penolong Abadi. Venda (Dari berbagai sumber) Pengangkatan Sakramen Maha Kudus - [Foto : Erwina] Foto bersama - [Foto : Erwina]
- - 26- - 26MEMERASUL RASULEDISI 44 # Oktober - Desember 2023 EDISI 45 # Februari - April 2024 KHAZANAH GEREJA Paskah - Dua Tradisi Satu Makna Perayaan Misa baru saja usai. Philo melihat seseorang berada dekat area parkir. Ia bergegas hendak menghampirinya. Timo yang berada di sampingnya cepat-cepat menarik lengan baju Philo . “Jangan! Jangan cari penyakit,” cegahnya, wajahnya cemas. Philo menepis tangan Timo. “ Tidak. Tidak seperti itu,” katanya tegas. Timo hanya bisa memandang Philo yang mendekati anak lelaki berbadan bongsor itu. Sekali lagi Timo terkejut. Kali ini karena punggungnya ditepuk seseorang . Orang itu bertanya, “Timo, ngapain dia? Kok wajahmu pucat?” Timo menoleh. “Oh, Om Grego, aku takut mereka berantem. Pasti Philo kalah.” kata Timo menunjuk kedua anak itu. “Memangnya ada apa?” Grego tak paham. Timo menjawab, tapi pandangannya tetap mengamati Philo. “Asalnya di tempat parkir sekolah, Philo dipukul anak itu, Mazo. Gara-gara Philo tak sengaja menabrak Mazo yang berada di belakangnya hingga Mazo dan motornya hampir jatuh. Padahal Philo sebenarnya sedang menghindari motor ngebut yang nyaris menabraknya. Percekcokan keduanya dilerai oleh siswa-siswa lain. Mungkin Philo masih belum puas dan berniat membalasnya.” Sekarang Philo sudah berada di hadapan Mazo. Philo menggerakkan tangannya. Mazo kaget dan seperti bersiap memasang kuda-kuda, tangannya sedikit diangkat. Timo menggigit bibir, jantungnya berdebar. Di luar dugaan, Philo menjabat tangan Mazo yang masih melongo sambil mengatakan sesuatu. Heran, Mazo menunduk lemas dan juga berkata sesuatu. Lalu Philo berbalik arah dan berjalan menuju ke tempat Timo dan Grego yang merasa lega. Grego menghampirinya. “Halo Philo, Selamat Paskah ya...eh ya, Timo juga...Selamat Paskah juga.” Mereka berjabatan tangan. Lalu Grego menggelengkan kepalanya, katanya,”Hebat kau, Philo. Kamu tidak sakit hati kepada Mazo malah memberi selamat Paskah. Sepertinya kamu sudah tulus memaafkan Mazo dan sudah melupakan peristiwa itu. Luar biasa...” Tapi Philo menggeleng. “Melupakan sih gak mungkin, Om. Tapi aku sekarang berpikir lain. Bukan dendam malah kasihan. Kok ya mau-maunya ia diperbudak oleh emosinya sendiri. Gampang marah kan gak nyaman. Gak bakal tenang hidupnya, dan mungkin banyak musuhnya. Gak sadar sebetulnya dia sedang menjerumuskan dirinya sendiri. Karena itu aku maafkan kebodohannya. Mudahmudahan nanti dia insyaf.” Grego mengacungkan jempol. Katanya, “ Ini dia yang namanya Manusia Paskah. Kau sudah menjiwai spirit Paskah, Philo. Semangat kebangkitan Kristus mengubah mind-set mu dengan sudut pandang baru, yaitu kasih. Bukan lagi Mazo dipandang sebagai manusia bersalah yang harus dihukum, melainkan melihat lebih dalam lagi seperti Kristus. Itulah buah dari Paskah.” “Terima kasih, Om Grego,” balas Philo. Tiba-tiba Timo berkata,”Om Grego, aku bingung. Paskah ‘kan memperingati Kristus yang bangkit. Tapi mengapa Kristus yang merayakan perjamuan malam bersama murid-murid-Nya dikatakan sedang merayakan Paskah? Padahal Kristus ‘kan masih hidup, belum wafat apalagi bangkit?” tanya Timo polos. Grego terkekeh,”He he he Timo..... jangan dicampur adukkan kayak orang bikin gado-gado. Paskah yang dirayakan Kristus itu adalah Paskah Yahudi. Kan Dia orang Yahudi? Mungkin kamu belum tahu Paskah itu ada dua macam yaitu Paskah Yahudi dan Paskah Kristiani yang ada setelah Kristus bangkit dan biasa kita rayakan itu.” Perjamuan malam terakhir- [Sumber : manado.tribunnews.com]
- - 27- - 27MEMERASUL RASULEDISI 44 # Oktober - Desember 2023 EDISI 45 # Februari - April 2024 Komentar Timo, “Pantesan gak nyambung. Kenapa sih pakai istilah Paskah juga? Apa gak ada nama lain?” Ternyata Timo lebih kepo dari Philo. “Ha ha ha, itu lah keunikannya, Timo.. Keduanya berbeda, tapi juga sama.” “Unik karena berbeda tapi sama? Jangan bikin pusing, Om.” Timo tanya lagi. “Bisa panjang ceritanya, Timo. Tuh, Philo sudah ditunggu Papanya pulang bareng.” Philo berkata,”Tidak lho, Om. Tadi aku sudah minta izin Papa untuk pulang bersama Timo.” Akhirnya mereka duduk di bangku taman di bawah keteduhan pohon. “Wah, ini mah namanya katekese dadakan.” canda Gregorius yang memang seorang katekis paroki. Ia mulai, “Istilahnya sama yaitu Paskah, karena memang asalnya dari Paskah Yahudi, tapi diberi pengertian baru karena maknanya mirip sekali. Paskah Yahudi adalah gambaran atau tipologi dari Paskah Kristiani. Jadi Paskah Perjanjian Lama dan Paskah Perjanjian Baru ada benang merahnya.” “Benang merah?...” Tabiat kepo Timo kumat lagi. “Ah, aku tahu...Di Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru kan ada pita merah buat menandai halaman buku, betul kan?” Mendengar itu Grego tak dapat menahan tawa. “Ha ha ha, salah jauh! Istilah Benang Merah itu cuma kiasan, bukan sungguh-sungguh benang. Artinya ada ikatan atau kaitan antara keduanya. Kalau dilihat secara analogi, keduanya mempunyai makna yang sama walaupun tradisi ritualnya berbeda .” Timo langsung terkunci mulutnya gara-gara sok tahu. Grego melanjutkan, “Mungkin kalian belum tahu bahwa kata Paskah itu berasal dari bahasa Ibrani, Pesakh. Diterjemahkan ke dalam bahasa Inggis : Passover, artinya ‘melewati’.” “Apanya yang kelewatan, Om?” Timo tak tahan diam. “Kamu yang kelewat cerewet, Timotius...ha ha ha,” timpal Grego. “Menurut sejarahnya, ketika itu bangsa Yahudi masih dalam masa perbudakan di Mesir. Dengan perantaraan Musa, Allah meminta agar Firaun membebaskan bangsa Yahudi untuk meninggalkan Mesir. Namun Firaun yang keras kepala menolak, walaupun Allah sudah menimpakan sembilan tulah atau bala ke atas Mesir. Maka Allah akan menurunkan tulah ke sepuluh yaitu membunuh semua anak sulung di Mesir termasuk anak Firaun. Agar bangsa Yahudi terhindar dari tulah tersebut, Allah menyuruh mereka agar malam itu dikorbankan anak domba jantan. Sedikit darahnya dibubuhkan pada kedua tiang dan ambang atas pintu rumah orang Yahudi. Maka Allah akan melewati rumah tersebut dan penghuninya selamat dari tulah tersebut. Malam itu disebut Malam Tuhan Lewat. Itulah arti pesakh atau ‘melewati.’ Ini kisah nyata lho. Tapi kamu harus tahu dulu bagaimana tradisi Paskah Yahudi kuno.” “Kenapa sih harus tahu, apa perlunya?” Lagi-lagi mulut si kepo bocor. “Eh, dengar dulu, bro. Akhirnya setelah musibah itu Firaun membebaskan bangsa Yahudi dari perbudakan di Mesir selama 430 tahun, malahan mengusir mereka semua meninggalkan Mesir. Pada malam menjelang perpindahan besar-besaran bangsa Yahudi atau eksodus di sekitar tahun 1445 SM Paskah Kristiani - [Sumber : pngegg.com] Pesakh - [Sumber : id.wikipedia.org]
- - 28- - 28MEMERASUL RASULEDISI 44 # Oktober - Desember 2023 EDISI 45 # Februari - April 2024 KHAZANAH GEREJA itulah disembelih anak domba yang darahnya dibubuhkan ke bingkai pintu. Anak domba itu haruslah anak domba jantan berumur satu tahun, tak bercacat dan tulangnya tak boleh dipatahkan. Anak domba itu harus dipanggang dan dagingnya dimakan sampai habis malam itu juga. Dan harus dimakan bersama dengan roti tak beragi atau Matzah dan sayuran pahit. Makannya harus dengan tergesa-gesa.” “Eh, sebentar Om.” Timo menginterupsi. “Ragi itu apa sih?” Jawab si Om, “Ragi itu kalau dicampurkan pada sedikit adonan roti akan mengembang menjadi besar. Karena waktu itu mereka ingin cepat-cepat meninggalkan Mesir, orang Yahudi tak punya waktu lagi untuk menunggu adonan itu mengembang mengalami fermentasi. Maka adonan itu tak diberi ragi. Jadi roti itu masih murni, tak dicemari ragi. Itulah Paskah Yahudi kuno. Nah...sampai di sini kalian merasakan tidak ada simbol-simbol dalam Paskah Yahudi yang mempunyai arti penting pada Paskah kita?” Sebelum Timo menjawab yang tidak-tidak dengan pernyataannya, Grego melanjutkan, “Paskah Yahudi merupakan simbolis dari Paskah Kristiani. Paskah menjadi penghubung antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Coba ya kita perhatikan. Pada Paskah Yahudi seekor anak domba jantan yang tak bercacat dikorbankan, darahnya menyelamatkan orang Yahudi dari kematian fisik. Pada Paskah Kristiani, sang Anak Domba Paskah, Yesus Kristus yang tak berdosa dikorbankan di atas kayu salib. Darah-Nya dicurahkan untuk menyelamatkan manusia seluruh dunia dari kematian kekal. Kita sudah diselamatkan dalam perlindungan Tuhan berkat Anak Matzo : roti tanpa ragi - [Sumber : id.wikipedia.org] Anak domba jantan yang dikurbankan - [Sumber : [i0.wp.com] Sang anak domba Paskah, Yesus Kristus yang dikurbankan di kayu salib - [Sumber : grid.id] Kebebasan Bani Israil [umat Yahudi saat ini] dari perbudakan bangsa Mesir Kuno di jaman Nabi Musa. - [Sumber : Idntimes. com] Penandaan kedua tiang dan ambang pintu dengan darah anak domba jantan - [Sumber : Idntimes.com]
- - 29- - 29MEMERASUL RASULEDISI 44 # Oktober - Desember 2023 EDISI 45 # Februari - April 2024 Domba Paskah yang dimeteraikan oleh Roh Kudus ketika kita dibaptis. Ketika wafat, kaki Kristus tidak dipatahkan, analogi dengan anak domba korban yang kakinya tak boleh dipatahkan. Maka dengan kematian dan kebangkitan Kristus, Ia telah membebaskan umat manusia dari perbudakan dosa serta mempunyai harapan memulai hidup baru. Sebagaimana halnya Paskah Yahudi guna memperingati pembebasan bangsa Yahudi dari perbudakan Mesir dan punya harapan masa depan yang baru. Keduanya merupakan wujud kasih setia Allah yang tak terbatas. Kemudian dalam Paskah Yahudi mereka makan roti tak beragi yang murni tak dicemari oleh ragi. Kristus adalah Roti Hidup yang suci, bebas dari ragi dosa dan pada-Nya tak ada ketidakmurnian. Paskah Yahudi disebut juga Hari Raya Roti Tak Beragi. Lalu ada sayuran pahit untuk mengingatkan bangsa Yahudi akan pahit-getirnya masa perbudakan di Mesir. Juga lambang dari Kristus yang ‘minum dari cawan yang pahit’, simbol dari penderitaan. Peristiwa lain adalah Sabda Allah kepada orangorang Yahudi malam itu agar mereka harus cepat-cepat berangkat, maka harus bersiap-siap. Makan sambil berdiri dengan pinggang terikat, kaki memakai kasut dan tongkat di tangan. Makan harus dengan tergesa-gesa. Nah, ini bentuk simbolis lagi, mengapa harus tergesa-gesa. Ketika Kristus wafat, penguburan-Nya harus dilakukan dengan buru-buru, karena beberapa saat lagi tiba hari Sabat di mana orang tak boleh bekerja, termasuk kegiatan penguburan. Pergantian hari dalam adat Yahudi adalah dimulai ketika matahari terbenam. Nah sekarang jelas ‘kan? Walaupun kedua Paskah itu berbeda tradisi, tapi punya makna yang sama. Kristus yang merayakan Paskah telah mengubah liturgi Paskah Yahudi dengan konten baru yaitu memberi makna baru yang terarah kepada Diri-Nya. Dia telah menggenapi Paskah Perjanjian Lama, kata Santo Paulus. Upacara keagamaan Paskah Perjanjian Lama merupakan lambang saja dan menemukan hakikatnya pada karya Kristus yang menjadi penggenapannya. Liturgi Paskah Yahudi diubah-Nya menjadi Perayaan Ekaristi. Ya, bersama Kristus yang bangkit, kita mampu membebaskan diri dari berbagai macam perbudakan modern, seperti misalnya keserakahan dan lainlain untuk menjadi manusia lahir baru seperti yang dilambangkan dengan telur Paskah. Nah guys, itu lah Paskah. Berkat Kristus yang bangkit, Ia mengembalikan citra manusia yang rusak akibat dosa pertama kepada ciptaan semula menurut gambar dan rupa Allah atau Imago Dei. Mudah-mudahan kalian paham. “ Timo mengacungkan kedua jempolnya. “Luar biasa. Sudah pas, Om. Wah, andaikan renungan Om tadi diviralkan di medsos, so pasti menarik banyak follower. Itu tak boleh ditawar-tawar lagi, sudah harga mati.” Mulut Timo yang loncer sekarang seperti mendapat peluang untuk didaya-gunakan. “Iya Om, kami sangat berterima kasih atas pencerahan dari Om yang sangat bermanfaat.” timpal Philo. Grego bereaksi,” Sudah, sudah. Jangan lebay, Timo. Kamu ini memang kepo banget tidak seperti Philo. Lihat tuh, dia mah diam saja gak ada suaranya.” Timo melirik Philo. Philo tertawa dalam hati, karena ia sebenarnya sami mawon keponya. Sampai Opanya menjulukinya sebagai Abang Kepo. Dia diam saja karena percakapan didominasi Timo, sehingga dia gak mendapat “panggung”. Dia sama-sama kepo cuma beda level. Kalau ibaratnya Philo tingkat S2 (Senang Sotoy/sok tahu), maka Timo sudah setingkat S3 (Semakin Susah Sembuh). Ekatanaya, dari berbagai sumber. Telur Paskah - [Sumber : manado.tribunnews.com]
- - 30 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 LENSATHORA Media karya para pewarta foto Sathora dalam wadah Komunitas Fotografer Sathora. Mari tunjukkan karya bercita rasa seni fotografi dari lensa kamera Anda.
- - 31 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 Ketika Yesus memasuki kota Yerusalem menggunakan seekor keledai - [Foto : Chris Maringka] Ketika “Yesus” masih cilik - [Foto : Chris Maringka] [Foto : Chris Maringka] [Foto : Chris Maringka] [Foto : Chris Maringka] [Foto : Chris Maringka] [Foto : Aldo]
- - 32 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 Minggu Palma merupakan hari Minggu terakhir masa Prapaskah. Dalam memperingati hari Minggu Palma umat Katolik biasanya mengadakan perayaan dengan membawa daun palem sebagai tanda untuk memperingati kedatangan Yesus di Yerusalem. Di beberapa gereja, Perayaan Minggu Palma diawali dengan Ibadah di luar gereja dan melakukan Pemberkatan Daun Palma serta perarakan yang melibatkan seluruh umat Perayaan Minggu Palma dan pelayan liturgi. Gereja St. Thomas Rasul memperingati Minggu Palma dengan perarakan, mulai dari halaman Sekolah Trinitas menuju ke dalam gereja. Umat yang mengikuti perarakan membawa daun palma dan melambai-lambaikannya sebagai bentuk pujian kemuliaan atas kemenangan Yesus Kristus yang telah bangkit dan mengalahkan kematian. Yoh. Ady Daun palma yang disiapkan panitia - [Foto : Matheus Hp.] Upacara pemberkatan daun palma - [Foto : Aldo] Upacara penyambutan - [Foto : Erwina] Pemberkatan daun palma di Notre Dame - [Foto : Aldo] Pemberkatan daun palma di Sekolah Trinitas - [Foto : Chris Maringka] Pemberkatan daun palma di Gereja - [Foto : Chris Maringka]
- - 33 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 Perarakan memasuki ke dalam gereja - [Foto : Matheus Hp.] Penghormatan Altar - [Foto : Ade] Misdinar yang bertugas - [Foto : Ade] Putra putri Altar yang bertugas - [Foto : Aldo] Pemberian dupa ke umat - [Foto : Aldo] Umat menanti perarakan masuk - [Foto : Erwina] Prodiakon yang bertugas - [Foto : Chris Maringka] Petugas liturgi - [Foto : Chris Maringka]
- - 34 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024
- - 35 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024
- - 36 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 LIPUTAN KHUSUS Misa peringatan Orang Sakit Sedunia yang ke 32, di persembahkan oleh Romo Ari Darmawan, PR. Dalam khotbahnya Romo Ari berkata, “Peringatan hari orang sakit sedunia jatuh pada tanggal 11 Februari, karena satu dan lain hal Panitia Paskah memajukan tanggal misa peringatannya pada hari Sabtu, 3 Februari 2024. Mengapa gereja Katolik memperingati hari orang sakit sedunia? Karena Tuhan dekat dan sangat memperhatikan mereka yang sedang sakit. Orang sakit selalu merasa sendirian dan kurang diperhatikan. Dalam Injil, Tuhan sangat memperhatikan mereka-mereka yang sakit: orang buta, tuli,lumpuh, pendarahan, bahkan orang yang sakit kustapun disembuhkan Tuhan.” Lanjut Romo Ari, “Jika penyakit yang sudah didoakan namun tak kunjung sembuh juga, paling tidak hatinya terbuka dan bisa menerima penyakitnya.” Paus Fransiskus berkata, “Agar umat peduli pada mereka yang sedang sakit dan mengajak mereka membangun relasi dengan Tuhan, karena orang sakit adalah pewarta sukacita dan pembawa kabar gembira.” Betapa baik dan pedulinya Tuhan kepada manusia yang berdosa dan yang sakit. Misa diakhiri dengan berkat St. Blasius yang berupa dua lilin yang disatukan dan ditumpangkan di atas bahu setiap umat. Beberapa Oma Opa yang sakit duduk di kursi roda. Karena sudah lama sekali tidak hadir di gereja, mereka merasa sangat bahagia bisa mengikuti misa orang sakit. Hati mereka bersukacita serasa berjumpa dengan Tuhan Yesus. Samaria Peringatan Hari Orang Sakit Sedunia Ki-ka : Umat yang hadir, Romo Ari memimpin Misa Hari Orang Sakit Sedunia - [Foto-foto : Erwina] Romo Ari mengakhiri misa dengan memberikan berkat St. Blasius yang berupa dua lilin yang disatukan dan ditumpangkan di atas bahu setiap umat - [Foto : Matheus Hp.] Romo Ari mengakhiri misa dengan memberikan berkat St. Blasius yang berupa dua lilin yang disatukan dan ditumpangkan di atas bahu setiap umat - [Foto : Erwina] Romo Ari foto bersama panitia - [Foto : Erwina]
- - 37 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 Y ang menjadi Panitia Paskah tahun 2024 adalah Wilayah St. Paulus. Sebelum mulai bekerja, umat yang akan terlibat dalam kepanitiaan mengadakan rekoleksi. Ketua panitia Philipus Herman Abidin, mengajak semua anggotanya untuk ikut serta dalam mengikuti rekoleksi. Menurutnya rekoleksi itu baik untuk saling mengenal satu sama lain, sehingga bisa terjalin kerjasama yang saling mendukung dan kompak. Rekoleksi dipimpin oleh Romo Ari Darmawan,PR. Sepertinya Romo Ari paham akan maksud dan keinginan ketua panitia. Setelah ibadat, Romo Ari mengajak peserta untuk berkelompok dan kerja sama membuat jembatan dari kertas koran. Terlihat semua anggota ikut ambil bagian. Lanjut dengan beberapa permainan yang semua bertujuan saling kenal, kompak bekerjasama dan saling mengerti satu sama lain. Ada cinta dan sukacita karena setiap permainan yang diberikan Romo Ari selalu mengundang tawa dan bergembira. Selesai rekoleksi semuanya ikut foto bersama, ditutup doa dan makan siang bersama. Peserta rekoleksi Panitia Paskah 2024, Wilayah St. Paulus pulang dengan wajah tersenyum penuh sukacita. Siap bekerja menyelenggarakan rangkaian acara Paskah. Samaria Rekoleksi Panitia Paskah 2024 Wilayah St. Paulus Suasana diskusi - [Foto : Matheus Hp.] Acara permainan dalam Rekoleksi Panitia Paskah 2024 - [Foto : Matheus Hp.] Foto bersama - [Foto : Erwina] Acara permainan dalam Rekoleksi Panitia Paskah 2024 - [Foto : Matheus Hp.] Acara permainan dalam Rekoleksi Panitia Paskah 2024 - [Foto : Matheus Hp.]
- - 38 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 LIPUTAN KHUSUS LIPUTAN KHUSUS - - 38 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 Usai misa ke dua, hari Minggu 11 Februari 2024, diadakan ibadat pembakaran daun palma oleh Romo Ludowikus Andri Novian. Romo Sridanto Aribowo Pr. hadir pula beserta sebagian umat. Bertobat berarti meninggalkan manusia lama, meninggalkan kejahatan dan ketidakadilan, dan masuk ke dalam hidup dan cara Ibadat Pembakaran Daun Palma bertindak yang baru, membentuk manusia baru, berjalan di jalan yang benar yaitu jalan Tuhan. Daun palma yang dibakar, adalah lambang bahwa kita semua rela meninggalkan manusia lama dan cara hidup lama. Daun palma yang dahulu kita pakai untuk mengarak dan mengelu-elukan masuknya Yesus ke kota Yerusalem, sekarang sudah kotor penuh debu dan akan dibakar. Bersamaan dengan hancurnya daun palma, kita serahkan semua kekurangan dan kebiasaan buruk kita kepada Tuhan supaya lebur dan disingkirkan dari hati kita. Abu dari daun palma inilah yang nantinya akan digunakan untuk Misa Rabu Abu. Novi Rabu Abu merupakan hari pertama masa pra-Paskah dalam liturgi tahun Gereja. Pada hari Rabu Abu, umat Katolik menerima tanda abu di dahi sebagai simbol pertobatan. Ini juga menandai awal dari masa puasa dan berpantang. Rabu Abu dikaitkan dengan kesedihan karena manusia diingatkan akan kesengsaraan Tuhan Yesus akibat dosadosa mereka. Berhubung Misa Rabu Abu tahun ini jatuhnya tepat bersamaan dengan Pemilu serentak, maka Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) mengalihkannya pada hari Selasa 13 Februari sore, atau hari Rabu 14 Februari sore dan malam. Proses pembakaran daun palma oleh Romo Ludo - [Foto-foto : Novi] Rabu Abu 2024 Umat yang hadir - [Foto : Ade]
- - - - 39 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 EDISI 45 # Februari - April 2024 Rabu kali ini sangat spesial karena hari itu merupakan hari Rabu Abu, Pemilu, dan Valentine. Misa Rabu Abu tanggal 13 Februari 2024 di Notredame dipimpin oleh Romo Roy Djakarya Pr. Dalam homilinya, Romo Roy menyampaikan bahwa Rabu Abu merupakan ciri khas Ekaristi tradisi gereja Katolik yang sudah berlangsung berabad-abad lamanya. Bahkan pengikut Kristus yang lain, yang tidak menerima dan tidak meneruskan tradisi tersebut, akhir-akhir ini mereka juga melaksanakan penerimaan Abu. Mereka menyadari bahwa Abu itu penting untuk jemaat mereka. Kalau mereka sudah mulai melakukan dan sungguh menyadari maknanya, maka kitapun perlu lebih menyadari makna penerimaan Abu tersebut. Pada saat menerima abu, ingatlah bahwa engkau yang berasal dari debu, akan kembali menjadi debu atau abu. Kata-kata tersebut begitu bermakna bagi hidup kita. Kita diingatkan bahwa kita adalah orang yang rapuh. Yang keliatan gagah, cantik, kaya dan lain-lain, suatu saat akan menjadi debu atau abu. Jadi apa yang kita banggakan? Toh pada saatnya akan berlalu. Orang mati sekarang ada pelayanan make up. Bisa dibikin keliatan cantik. “Sayangnya saat ini belum ada pelayanan cat rambut jenazah. Hahaha....” sedikit gurauan dari Romo Roy supaya umat tidak mengantuk. Manusia sering terperangkap dalam keduniawian, kendati tahu bahwa itu semua tidak ada yang kekal. Kita disadarkan bahwa manusia adalah makhluk yang rapuh. Tapi ketika Ekaristi penerimaan Abu ini diwartakan, Allah menyatakan ingin tetap mengasihi kita dengan cara mengajak kita bertobat dan berbalik kepada-Nya. Allah memberi kesempatan kepada kita untuk memperbaiki diri. Maka pada masa pantang puasa ini, bukan soal pantang atau tidak pantang. Puasa atau tidak puasa. Apakah saya pantang daging karena ingin makan ikan? Pantang diubahubah sesuai selera. Ini ‘kan sama saja kita mempermainkan Allah dan diri kita sendiri. Kita tidak menghargai diri sendiri, merendahkan diri karena hanya mengikuti nafsu belaka. Marilah dengan sadar, kita masuki masa pra-Paskah dengan jujur, tidak munafik hanya untuk dilihat orang lain. Mari sambut masa pra-Paskah dengan sukacita, karena kita diberi kesempatan oleh Tuhan untuk membersihkan hidup dengan bantuan rahmat-Nya. Novi Para petugas misa - [Foto : Ade] Prodiakones memberikan abu di dahi umat - [Foto : Ade] Saat konsekrasi - [Foto : Ade] Romo Roy memberikan abu di dahi misdinar - [Foto : Ade]
- - 40 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 LIPUTAN KHUSUS LIPUTAN KHUSUS - - 40 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 Menyongsong Paskah kali ini, panitia Paskah bekerja sama dengan sie Liturgi mengadakan seminar sehari. Mengundang romo Josep Susanto, Pr untuk membawakan tema tentang pengorbanan (sacrifice). Perhelatan dilaksanakan hari Minggu tanggal 3 Maret 2024, bertempat di gereja St Thomas Rasul, paroki Bojong Indah, pukul 13:00 WIB hingga selesai. Romo Jo mengawali seminar, “Bahwa pertobatan kita tahun ini, pasti berbeda dengan tahun lalu dan tahun depan. Tidak pernah sama persis.” “Pengalaman sebagai Imam, ketika memberkati dan mengangkat Tubuh dan Darah Kristus, sangat sulit untuk dilukiskan. Pada waktu Imam mengekspresikan perasaan rahmat dan kepenuhan yang turun, getarannya sungguh luar biasa.” demikian yang digambarkan Romo Josep. Lalu kita sebagai umat akan menjawab, “AMINNN….” Apakah jawaban itu hanya dari mulut kita saja? Atau dari dalam hati kita yang terdalam? Sebagai pengorbanan diri pribadi kita, sebagai persembahan untuk Tuhan. Banyak Pengorbanan Dalam Hidup Ada begitu banyak pengorbanan dalam hidup kita, dulu sampai sekarang ini. Pengorbanan dari orang lain, misalnya: “Romo ada seperti sekarang ini karena perjuangan ‘mama’ Romo. Sebuah perjuangan karena dilandasi oleh cinta, semua demi cinta! Bukan hanya dengan uang saja.” Semua orang pasti pernah dan sedang berkorban untuk orang–orang yang kita cintai, penuh airmata. Berhutang untuk sekolah anak-anak? Apakah pengorbanan itu berat? Pasti berat, tapi bila dijalankan dengan cinta, pasti akan berbuah. Mengapa Harus Ada Korban Kisah dalam Kitab Kejadian 4 : 3-5 tentang Kain (seorang petani) dan Habel (seorang peternak). Dahulu sewaktu masih kecil, romo Jo sempat protes, “Kenapa persembahan Kain tidak diterima Tuhan, apakah Tuhan pilih kasih?” Ternyata karena Habel memberikan persembahan dari miliknya yang terbaik, maka Tuhan berkenan. Mengapa dari jutaan manusia, hanya Nuh dan Abraham yang dipilih Tuhan? Mereka tidak pernah bertanya, “Mengapa bukan tetanggaku yang Engkau pilih?” Itu semua karena pilihan Allah! Kita tidak pernah mengerti, dan tidak pernah tahu. Namun ketika orang pilihan Tuhan dapat menyelesaikan panggilan-Nya, pasti akan ada berkat yang tercurah di dalamnya. Mezbah Bukan semata soal tempat meja mezbah itu saja. Akan tetapi setiap orang yang dipilih atau dipanggil Tuhan, mengapa mereka langsung mempersembahkan kurban kepada Tuhan? Tak lain karena mereka tersentuh oleh panggilan Tuhan itu. Apa Yang Kita Pelajari ? Di dalam Kitab Perjanjian Lama, Kejadian 22 yakni ketika Abraham diminta mengorbankan Ishak, dia diam dan mentaati perintah Tuhan. “Allah yang akan menyediakan untuk kita.“ jawab Abraham ketika Ishak bertanya tentang dimanakah kurban yang hendak mereka persembahkan? Ternyata Tuhan sudah menyiapkan seekor Anak Domba untuk mereka. “ Inilah TubuhKu Yang Dikurbankan Untukmu” SACRIFICE - [Foto : Matheus Hp.] - [Foto : Chris Maringka]
- - - - 41 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 EDISI 45 # Februari - April 2024 Ketulusan kita sangat penting dalam berbuat baik atau berkurban. Maka belajarlah dari Abraham tentang sebuah Ketulusan. Agama Kuno vs Agama Israel Dari ekskavasi kuno, peninggalan dan peradaban jaman dahulu ternyata mempunyai keterkaitan dalam pembuatan tempat ibadah mereka. Sampai pada akhir kisah penciptaan di Kitab Kejadian, Allah tidak mempunyai tempat tertentu di bumi. Lalu Tuhan berfirman kepada Musa, menunjuk dua orang arsitek untuk membangun Kemah Tuhan di dalam Kitab Keluaran 31. Dalam Perjanjian Lama, Tuhan memilih orang-orang yang terbaik dan jujur dalam pembangunan Kemah Tuhan yaitu Bezaleel dari suku Yehuda, dan Aholiab pembantu utamanya dari suku Dan. Di dalam Kitab Keluaran, konsep Emmanuel (Tuhan beserta kita) sudah ada. Namun Allah hanya akan tinggal, ketika umatnya tanpa dosa. Lalu dalam Kitab Keluaran 40, Allah hadir. Kemudian disusul Kitab Imamat, tentang begitu banyak kurbankurban persembahan untuk menghapus dosa. Allah ingin berkata, “Apapun dosamu, selalu ada cara untuk kembali. Selalu ada jalan untuk bertobat.” Lima Jenis Kurban Dalam Perjanjian Lama Di dalam kitab Imamat, bisa merefleksikan dan dengan sadar bahwa sebagai seorang Imam, romo Jo harus bersih dulu, supaya bisa membersihkan umatnya, dalam pengakuan dosa. Jangan menganggap remeh Ekaristi. Karena ketika kita dipuji orang yang tulus, kita pasti senang, begitu juga Tuhan. Ekaristi adalah kekuatan persembahan kudus untuk Allah. 1.Korban Bakaran (Imamat 6:12-13) 2.Korban Sajian (Imamat 2:1) 3.Korban Keselamatan (Kejadian 31:54) 4.Korban Penghapus Dosa (Imamat 4: 1-4) 5.Korban Penebus Salah (Imamat 4: 13-14) Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia (Yohanes 1:29), dan ingatlah Kisah Sengsara Tuhan (Yoh.18- 19). Ada kisah di suatu hari KAMIS PUTIH yang pernah dialami Romo Jo pada waktu di Filipina. Ketika itu ia sedang berproses dalam pembuatan disertasi S3. Saat itu ia menemukan ada benjolan yang sangat besar di punggungnya. Romo bingung, sedih, mau komplain, tapi kepada siapa? Waktu itu papa Romo baru meninggal, lalu menyusul kakak Romo yang juga meninggal karena kanker. Romo tidak berani cerita ke mamanya, karena kuatir mamanya makin sedih. Yang bisa dilakukannya hanyalah berserah saja kepada Tuhan. Menerima salib itu, dan berjanji untuk memikul salib itu sampai ke Golgota. “Kuangkat salibku dengan bangga!“ kata Romo Jo. “Ayo berserah, berdoa kepada Tuhan, berusaha lagi. Jalan bareng dan saling meneguhkan yuk!” Sebuah Ajakan OLEH KARENA ITU, AKU MEMOHON KEPADAMU, SAUDARA-SAUDARA, DEMI KEMURAHAN TUHAN AGAR KAMU MEMPERSEMBAHKAN TUBUHMU SEBAGAI KORBAN YANG HIDUP, SUCI DAN BERKENAN KEPADA TUHAN, YAITU IBADAH ROHANIMU (Roma 12:1) Kemudian acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, juga quiz berhadiah yang sudah disiapkan Romo Jo. Seperti hal yang sering dilakukan di dalam program online YouTube, di acara Bible Learning With Father Josep, yang mungkin saja diantara kita sudah menjadi penonton setianya. Venda - [Foto : Erwina] Umat yang hadir - [Foto : Chris Maringka]
- - 42 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 LIPUTAN KHUSUS LIPUTAN KHUSUS - - 42 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 Panitia Paskah 2024 Wilayah St. Paulus mengadakan bakti sosial ke Panti Werdha Marfati Tangerang Banten. Hari keberangkatan jatuh pada tanggal 10 Maret 2024 dari gereja pk.08.30 dengan bus. Panitia khusus Baksos tiba di panti pk.09.00 WIB. Sampai di panti, rombongan langsung disambut oleh perwakilan pengurus panti, dan langsung menuju ke aula di mana para Oma dan Opa sudah siap menunggu. Panitia dengan gerak cepat menyerahkan bantuan yang dibutuhkan Oma dan Opa di sana. Kemudian langsung menyapa Opa dan Oma untuk menghibur mereka dengan bernyanyi dan menari bersama. Walau mereka rata-rata sudah duduk di kursi roda, mereka senang sekali ketika diminta bernyanyi solo. Setelah bernyanyi dan menari bersama, ketua Panitia Paskah, Philipus Herman Abidin memberikan kata sambutan yang sesuai dengan tema Paskah tahun ini, yaitu “Solidaritas dan Subsidiaritas.” Tika selaku pengurus dari Panti Werdha Marfati, mewakili para penghuni panti mengucapkan terimakasih, kepada Panitia Paskah dan semua umat gereja Sathora. Selesai acara, panitia Paskah berpamitan kepada para Opa Oma. Rasa gembira berubah jadi sedih bahkan ada yang menangis. Mereka berkata ingin dikunjungi lagi. Rombongan Panitia Paskah kembali ke Bojong Indah, dengan menyimpan kenangan bersama Opa dan Oma penghuni Panti Werdha Marfati. Samaria Baksos ke Panti Werdha Marfati Berinteraksi dengan lansia - [Foto : Matheus Hp.] Berinteraksi dengan salah satu Oma - [Foto : Matheus Hp.] Para opa dan oma - [Foto : Matheus Hp.] Panitia foto bersama para Opa Oma dan pengurus panti - [Foto : Matheus Hp.] Menari bersama - [Foto : Matheus Hp.]
- - - - 43 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 EDISI 45 # Februari - April 2024 “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk kedalam Kerajaan Allah” Romo Ari dalam pembukaan menanyakan perasaan para calon baptis. Romo yakin hati para calon baptis berkobar-kobar tak dapat ditahan lagi, untuk dibaptis menjadi anak kesayangan Allah. Mempunyai tugas perutusan dan misi, untuk mengalahkan kejahatan dalam diri sendiri. Kalau tidak, akan menularkan kegelapan kepada orang lain. Datang kepada terang dan berbuat baik. Dibaptis berarti menerima rahmat dari Allah, dengan ditarik oleh Bapa melalui Roh Kudus. Di dalam kehidupan kita harus mengandalkan kekuatan Roh Allah yang ada di dalam diri kita. Setelah dibaptis, harus mempunyai disiplin untuk mendengarkan pesan Tuhan, dengan rajin membaca Kitab Suci dan berdoa untuk membangun relasi dengan Allah. Marilah kita bergembira menerima Roh Kudus untuk menjadi pewarta kabar sukacita. Dalam liturgi pembaptisan, ketua sie katekese menyatakan kesiapan para calon untuk dibaptis. Calon baptis juga menyatakan kesiapan untuk menolak hal- hal yang buruk. Mereka satu persatu maju ke depan mimbar dan Romo Ari membaptis dengan menyiram kepala dengan air suci. Air pembaptisan dapat mengalir dari kepala sampai kekaki, jika tidak diseka dengan handuk kecil. Jelas ini bukan baptis percik, seperti yang sering disalah pahami oleh orang di luar Katholik. Selanjutnya Romo mengalungkan selendang putih ke leher baptisan baru dan pemberian lilin menyala kepada wali baptis yang meneruskannya kepada baptisan baru. Sejak saat itu mereka telah dilahirkan Pembaptisan Paskah 2024 Proses pembaptisan - [Foto-foto : Ade] kembali menjadi manusia baru yang merupakan murid Kristus serta menghayati iman dengan cinta kasih. Kemudian Romo memberi sakramen Krisma, dengan mengurapi minyak Krisma pada kening lalu memberi tepukan pada pundak untuk memberi kekuatan. Sakramen Krisma memberi kekuatan untuk menjadi saksi Kristus dan pewarta kabar sukacita sebagai garam dan terang dunia untuk menjadi suri tauladan bagi sesama. Mereka menerima Komuni Pertama pada malam Paskah dan secara lengkap telah menerima sakramen inisiasi yaitu Pembaptisan, Krisma dan Komuni Pertama. Dengan demikian mereka telah menerima rahmat pembaptisan yaitu diangkat menjadi Allah, sah menjadi anggota gereja Katholik dan dosa asal/ pribadi telah dihapuskan. Rangkaian upacara pemberian sakramen inisiasi yang berlangsung tanggal 16 Maret 2024 (pukul 11.00- 12.00) yang diikuti 30 orang baptisan baru telah selesai. Syukur kepada Allah. Tuhan Yesus memberkati. Fatolly Panarto Proses pembaptisan - [Foto-foto : Ade]
- - 44 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 LIPUTAN KHUSUS LIPUTAN KHUSUS - - 44 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 Donor darah kali ini adalah rangkaian acara dari panitia Paskah 2024 dari wilayah Paulus. Dibantu oleh seksi kesehatan Sathora. Diadakan di GKP Lantai 4 pukul 10.00-13.00 WIB. Hari itu penulis juga tidak mau ketinggalan untuk mendonorkan darah, sambil menjalankan tugas meliput dari Merasul. Di lokasi sudah berkumpul panitia paskah, petugas PMI, Seksi kesehatan Sathora, para donor darah dan fotografer Merasul (Chris, Matheus, Erwina) yang selalu setia mengabadikan setiap momen kegiatan di Sathora. Urutan prosedurnya adalah proses daftar ulang, mengisi form merah PMI, cek golongan darah, Hb, tensi dan dokter. Jika memenuhi syarat, bisa dilanjut dengan pengambilan darah oleh petugas. Tidak perlu waktu lama, kira-kira 30 menit semuanya selesai. Setelah sumbang darah, mulailah mendengarkan cerita Bapak Stefanus Salim sebagai koordinator donor darah dari Seksi Kesehatan. “Saya tidak tahu kapan persisnya donor darah mulai diadakan di Sathora. Waktu itu awal mulanya saat kepengurusan pak Pindi. Mungkin sudah ada 20 tahun. Dalam satu tahun diadakan 4 kali. Dua kali diadakan oleh Seksi Kesehatan. Biasanya Juni atau Juli, dan September atau Oktober. Dua kali berikutnya diadakan oleh panitia Natal di Desember, dan panitia Paskah di Maret.” tuturnya. Lanjutnya, “Kami bekerjasama dengan PMI pusat di Matraman. Pernah juga diperbantukan dengan PMI Tangerang karena kurang petugas. Dulu pendonor berebutan datang dan antri. Bisa antri dari pagi sampai siang. Jumlahnya sekitar 100-120 orang. Sejak pandemi, pendaftaran dilakukan secara online. Kemudian dibikin jadwal. Pendonor datang sesuai jam yang sudah ditentukan. Sehingga tidak terjadi banyak kerumunan dan tidak perlu lama mengantri. Sekarang sudah diatur, tertib dan tidak perlu berlama-lama Paling-paling 15-30 menit sudah selesai. Sejak pandemi jumlah pendonorpun makin bertambah. Sekarang sekitar 200-250 pendonor. Pesertanya dari umat Sathora dan umum.” Donor Darah Itu Asyik Berdoa sebelum memulai acara Donor Darah - [Foto : Erwina] Petugas PMI mengecek golongan darah dari peserta donor darah - [Foto : Chris Maringka] Petugas PMI mengecek tensi Romo Danto - [Foto : Matheus Hp.] Proses pengambilan darah - [Foto : Chris Maringka]
- - - - 45 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 EDISI 45 # Februari - April 2024 Jikalau dapat nomor antrian besar, disarankan jangan datang di antrian nomor kecil. Karena pasti harus menunggu lebih lama dan terjadi penumpukan antrian. Jadi datanglah sesuai jamnya. Pelaksanaan selalu dilakukan di pukul 10.00-13.00 WIB (3 jam). Karena darah tidak bisa berlama-lama di suhu ruang. Jika jumlah pendonor bertambah, dilakukan penambahan bed. Sekarang sampai 14 bed . Biasanya kendala ada di pendaftaran ulang. Meskipun sudah dijadwalkan, ada saja yang masih datang lebih awal atau tidak sesuai jadwalnya. Pendanaan dari Paroki melalui Seksi Kesehatan. Biasanya di gunakan untuk konsumsi. Ada juga tambahan dari sponsor untuk pendonor yang biasanya diberikan saat diadakan oleh panitia Natal atau Paskah. Penghargaan berupa sertifikat dikeluarkan dari PMI, bukan dari Panitia Sathora. Sekarang ada WAG Pendonor. Isinya pemberitahuan jadwal donor darah. Terkadang ada juga info kebutuhan darah dari seseorang yang membutuhkan. Biasanya tidak sampai tiga hari sudah banyak yang daftar. Pengumuman juga dilakukan di gereja, jadi sudah tidak perlu spanduk lagi. “Pendonor masuklah ke WAG Donor Darah, dan datanglah sesuai jamnya.” saran Stefanus. Donor darah itu baik buat kesehatan dan sangat berguna bagi sesama yang membutuhkan. Dan, donor darah itu asyik lho! Bisa ketemu dan ngobrol sesama pendonor, bisa selpie dan update status dan mengajak teman lainnya mulai melakukan donor darah. Tidak usah takut jarum suntik..ga sakit kok...hehehe. Novi Darah yang sudah diambil lalu ditimbang - [Foto : Chris Maringka] Peserta Donor darah yang cukup banyak - [Foto : Chris Maringka] Pemberian vitamin usai donor darah - [Foto : Chris Maringka] - [Foto : Chris Maringka] Panitia donor darah - [Foto : Chris Maringka]
- - 46 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 LIPUTAN KHUSUS LIPUTAN KHUSUS - - 46 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 Mengenang Kisah Sengsara Yesus Lewat Passio Oleh: Gaby Donovan Ki-Ka : Prolog oleh Della sebagai malaikat, Yesus dibawa ke Pilatus - [Foto-foto : Gaby] Pagi itu, tepatnya tanggal 29 Maret 2024 suasana pagi di gereja Sathora terasa berbeda sekali. Gelap, lampu sorot dimana-mana, dan dingin. Orang-orang muda berbaju hitam tampak berseliweran. Sekali-sekali, tampak orang-orang muda mengenakan kostum seperti pada jaman Yesus dahulu mengintip dari lorong. Mereka sedang bersiap-siap untuk tampil pada pertunjukan passio (bukan TABLO_red) yang akan dimulai pada pukul 8.00 nanti. Penonton mulai berdatangan dari anak-anak sampai orang dewasa. Semuanya kelihatan antusias ingin menyaksikan drama kisah sengsara Tuhan Yesus yang memang selalu diadakan pada hari Jumat Agung. Romo Danto, Romo Ari, Frater Keli, dan Frater Panca datang. Mereka duduk di deretan paling depan. Passio dimulai. Kisah Sengsara Yesus tersebut diawali dengan doa pembuka oleh Romo Ari. Disambung prolog oleh Della sebagai malaikat yang memberikan perenungan betapa sakit dan pedihnya penderitaan Yesus Kristus, karena sebenarnya dosa kitalah yang ditanggung-Nya. Babak pertama dimulai. Semua mata tertuju ke panggung ketika Yesus berdoa di taman Getsemani ditemani tiga orang muridnya. Adegan demi adegan berjalan terus, sampai tiba pada babak jalan salib. Yesus digiring oleh para prajurit. Diikuti rakyat penghasut, mereka berjalan berkeliling dalam gereja. Semua dahi mengernyit. Banyak penonton yang memejamkan matanya. Bahkan ada yang sampai menitikkan air mata ketika menyaksikan siksaan mengerikan yang dialami Tuhan Yesus. Tak terkecuali Romo Danto-pun juga menutup matanya sepanjang adegan jalan salib. Suasana semakin terasa menyayat hati pada saat paduan suara megiringi adegan sengsara Yesus dengan lagu-lagu sedih. Di tengah ramainya cemooh dan teriakan para penghasut rakyat, pertunjukan dihentikan sejenak untuk doa renungan singkat. Kemudian drama dilanjutkan dengan energi dan semangat yang sama, menggiring penonton untuk semakin mendalami dan merenungkan betapa besar pengorbanan Yesus Kristus. Sampailah pada bagian Penyaliban. Semua mata tertuju pada salib. Beberapa penonton sudah tak kuasa lagi menahan tangisnya. Riuhnya teriakan dan cemoohan rakyat yang memenuhi panggung semakin mewarnai suasana sedih akan penderitaan Yesus di salib. Berserulah Yesus, “Eloi, Eloi, lama sabakhtani!....” suasana diam dan hening. “Sudah selesai.” Penonton berlutut dan merenungkan wafat Yesus di salib. Drama berakhir dengan Yesus di pangkuan ibu Maria. Semua prajurit mengangkat jenazah Yesus menuju ke depan gereja. Passio-pun ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Romo Ari.
- - - - 47 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 EDISI 45 # Februari - April 2024 Ki-Ka : Yesus dihukum cambuk, Kepala Prajurit hendak meletakkan mahkota duri di kepala Yesus - [Foto-foto : Gaby] Ketika mahkota duri diletakkan di kepala Yesus - [Foto : Gaby] Yesus mulai memanggul salib - [Foto : Gaby] Yesus masih diolok-olok walaupun sudah menjalankan hukuman salib - Para pemuka agama - [Foto : Gaby] [Foto : Gaby] Setelah itu, Romo Danto tampil untuk memberikan pencerahan bahwasanya pementasan ini diharapkan menjadi sarana bagi umat untuk semakin mendalami perenungan akan sengsara Tuhan Yesus. Tak lupa, beliau memberikan ucapan terima kasih kepada para pemain dan Panitia Passio yang sudah sukses mempersembahkan Drama Kisah Sengsara Tuhan Yesus tahun 2024 ini. Semua pemain dan panitia diundang untuk maju ke depan. Tepuk tangan dan sorak- sorai penonton memenuhi gereja, mengubah suasana yang awalnya sedih menjadi sukacita. Romo Danto mengapresiasi para pemain yang sangat mendalami perannya masing-masing, terutama kepada Martin yang sukses menjiwai perannya sebagai Yesus. Beliau juga melemparkan canda kepada Aldo yang pada Passio tahun 2023 lalu bermain sebagai Yesus, sekarang berperan menjadi Pilatus. Acara ditutup dengan foto bersama dan penyerahan bunga kepada Ivan sebagai pelatih Passio, Martin sebagai Yesus, serta Jessica sebagai panitia Passio. Selesai acara, banyak penonton yang masih ingin berfoto dengan para pemain dan sekadar berbincang-bincang mengenai suksesnya Passio 2024 ini. Kehangatan sukacita menyelimuti gereja. Tak ingin ketinggalan, penulis juga berbincang-bincang dengan para pemain dan panitia.
- - 48 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 LIPUTAN KHUSUS LIPUTAN KHUSUS - - 48 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 Ivan, pelatih Passio Sebenarnya basic pendidikan saya adalah Hukum, namun saya sudah bermain teater sejak SMA. Jadi saya sudah 27 tahun berkecimpung di dunia teater. Saya mulai menggarap passio sendiri tahun 2002. Dalam satu tahun saya menggarap passio di tiga atau empat tempat sekaligus. Khusus tahun ini saya pegang tujuh passio di gereja-gereja yang berbeda, yang berjalan bersamaan. Ini bukan hal berat bagi saya, karena saya dibantu oleh temanteman OMK di gerejanya masingmasing. Ini suatu hal yang bagus, karena teman-teman OMK harus bisa berkembang dengan berbuat sesuatu yang berguna di gereja, baik kegiatan rohani maupun non rohani. Karena selain untuk regenerasi, diharapkan kegiatankegiatan positif di gereja bisa menjadi sarana bagi para orang muda untuk berkumpul dan bertumbuh dalam iman. Ivan, pelatih tablo - [Foto : Gaby] Untuk pemilihan pemerannya, saya menimbang dari segi teknis dan non teknis. Dari segi teknis, mula-mula yang mengikuti latihan dari pertama kali adalah “orang yang itu-itu saja”. Belakangan baru banyak orang-orang baru bermunculan. Maka itu saya menunjuk Martin sebagai Yesus karena dia orang yang berkomitmen dan berdedikasi tinggi. Saya beranggapan tidak ada yang salah pilih dengan para aktornya karena semua sudah punya jalannya masing-masing. Setelah pentas ini berlalu, tentunya bukanlah menjadi sebuah akhir. Malahan harus menjadi sebuah permulaan dimana passio “bergema” di hati para penonton dan para pemainnya, bagaimana menyikapi pengalaman akan Kristus yang dapat merubah hidup mereka. Oleh karena itu, bisa dibilang pementasan Kisah Sengsara Yesus kali ini bukanlah sekedar pertunjukan biasa melainkan juga merupakan sebuah ibadat. Dion, panitia Sie Kepemudaan untuk Passio Sibuk banget jadi panitia! Apalagi drama ini latihannya dua kali seminggu, hari Jumat dan Minggu. Akibatnya jadi padat banget karena Paskah tahun ini jatuhnya di bulan Maret, sedangkan kita baru mulai latihan di bulan Januari. Dan ga hanya itu. Passio tahun ini banyak yang masih anak-anak, jadi agak repot untuk mengkoordinasi dan mengatur mereka. Namanya juga pentas pertunjukkan, pasti banyak banget hal-hal yang harus diurus. Pokoknya waktu seminggu itu terasa ga cukup buat mengurus semuanya. Tapi dibikin seru aja! Bisa membuat acara-acara seru di gereja. Membuat umat kagum dan senang. Sebuah kebahagiaan tersendiri buat aku melihat anak-anak puas dengan hasil kerja keras mereka sendiri. Aku juga senang sih lihat banyak anak-anak baru yang bergabung di kelompok drama ini. Mereka mendapat teman-teman baru jadi solid sama-sama, dan itu seru sih! Aku harap ke depannya anak-anak bisa lebih mengexplore kegiatan-kegiatan di gereja, karena tidak hanya soal pelayanan, kegiatan-kegiatan positif di gereja bisa melatih soft skill dan hard skill kita juga, yang bisa jadi sangat berguna bagi pribadi kita sendiri. Dari kegiatan-kegiatan itu mereka bisa jadi lebih berkembang dalam iman Katolik, menambah koneksi, siapa tahu dapat jodoh, dan semoga bisa meregenerasi kepengurusan OMK. Dion, Panitia Sie Kepemudaan - [Foto : Gaby]
- - - - 49 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 EDISI 45 # Februari - April 2024 Martin, sebagai Yesus Sebenarnya gue ga expect kalau gue bakal dapat peran Yesus. Target gue di awal adalah jadi prajurit dimana gue punya kesempatan buat mencambuki Yesus… hehe….. Malah gue sudah baca script prajurit Romawi dan prajurit Yahudi. Eeeh … gue tiba-tiba dipilih jadi Yesus. Jadilah gue disuruh diet! Singkatnya, gue diet itu cuma boleh makan nasi di Minggu malam saja. Gue juga puasa mati-matian, sampai sebelum hari H juga gue hampir sakit. Ga hanya itu. Selama latihan, gue mendalami karakter Yesus, bagaimana dia menderita. Itu berat sih. Tapi sekarang passio sudah selesai. Gue senang banget karena gue mulai nonton passio dari tahun 2015. Jadi bisa dibilang seperti : impian gue untuk bergabung dengan teater terwujud. Ini adalah pertama kalinya gue ikut passio, dan tau-tau langsung dapat peran Yesus. Wah…. Bener-bener suatu kehormatan! Martin, sebagai Yesus - [Foto : Gaby] Aldo, sebagai Pilatus Pertama kali ikut passio tahun ini aku memang mau coba peran yang berbeda selain jadi Yesus. Kalau ga murid Yesus ya jadi prajurit. Eh, dua-duanya ga dapat, malah jadi Pilatus. Ya sudahlah. Tapi sekarang aku bisa rasain yang kemaren aku disalibkan, sekarang aku menyalibkan orang. Sungguh ironis. Yang aku suka dari passio ini adalah saat latihan bertemu banyak teman, teriakteriak sana-sini, suara aku sampai habis, tapi happy saja begitu. Beneran melelahkan banget latihannya, kita running itu bisa diulangulang terus pokoknya sampai bagus. Udah sampai pertengahan nih, ehhh…. disuruh ulang lagi dari awal. Dengan selesainya passio ini, senang banget pokoknya dan jadi menginspirasi aku buat masuk ke dunia teater. Davino, sebagai Imam Besar Gue ikut passio tahun ini karena diajak teman. Karena tahun lalu gue ikut passio tuh, gue diajak lagi tahun ini. Awalnya gue ga mau, dipaksa-paksa akhirnya jadi mau. Awalnya gue cuma mau jadi rakyat aja, tiba-tiba disuruh jadi imam. Kagetlah gue! Selama latihan gue senang karena bisa kenal sama yang baru-baru, terutama banyak temen-temen yang masih SMP gabung ke passio ini jadi bisa saling kenal. Tapi cape karena pulangnya malem-malem banget, apalagi jalan ke rumah gue tuh banyak begalnya, mengerikanlah pokoknya! Senanglah pokoknya pementasan sudah selesai. Gue puas dengan latihan yang lumayan cape tetapi terbayar lunas dengan suksesnya pertunjukan ini. Worth it pokoknya! Aldo, sebagai Pilatus - [Foto : Gaby] Aaron, sebagai Kepala Prajurit - [Foto : Gaby] Davino, sebagai Imam Besar- [Foto : Gaby] Aaron, sebagai Kepala Prajurit Aku sudah 10 tahun bergabung ke dalam dunia passio ini. Jadi aku menganggap ini sebagai rutinitas saja ikut passio setiap tahun. Tapi setiap tahun tuh pasti ada saja kegembiraan yang dibawa, apalagi passio tahun ini banyak wajah-wajah baru. Senang pokoknya bisa kenalan dengan mereka.
- - 50 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 LIPUTAN KHUSUS LIPUTAN KHUSUS - - 50 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 Ones, sebagai Algojo Gue pertama kali ikut passio tahun ini karena awalnya melihat passio tahun 2023 kemarin yang luar biasa sukses. Gue bertemu dengan para pemain tahun kemaren, yang kebetulan bergabung lagi di tahun ini. Jadi ya gue diajak ikut passio tahun ini karena kurang orang katanya. Gue awalnya ga mengincar peran apa-apa. Gue cuma mau jadi staff atau blackman. Tiba-tiba ditunjuklah gue sebagai algojo. Wow banget! Selama latihan itu sangat melelahkan, karena adegan gue itu ada adegan mencambuk Yesus, yang harus menguras tenaga banget. Ditambah lagi, selain passio gue juga ikut kegiatan lain. Jadi agak terkendala dengan jadwal latihan passio yang kadang bentrok dengan kegiatan lain. Tapi gue senang karena selama latihan itu bukan cuma sekadar latihan namun menjadi sarana buat gue dan teman-teman untuk bercengkrama. Bahkan sehabis latihan kita sering berkumpul untuk makan bersama. Dengan selesainya passio ini jadi merasa free, tidak ada beban lagi. Senang deh pokoknya! Ones, sebagai Algojo- [Foto : Gaby] Filyani, sebagai Iblis dan rakyat - [Foto : Gaby] Filyani, sebagai iblis dan rakyat Aku ikut passio tahun ini sebenarnya untuk cari kesibukan baru di gereja, ikut kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dan mendukung aku berkembang dalam iman. Awalnya aku ngincer peran Maria Magdalena karena menarik aja gitu. Selama latihan aku agak kesal sih sama teman-teman baru karena agak sulit mengatur mereka. Agak susah buat diajak kerja sama, sampai banyak yang lupa blocking. Pokoknya terlalu banyak bercanda. Tapi aku jadinya punya banyak teman-teman baru, dan bisa solid sampai passio ini terlaksana. Buat ke depannya aku harap passio semakin sukses, serta semakin banyak remaja-remaja Katolik yang ikut passio. Suwer…. Passio ini seru banget guys! Demikianlah cerita dan komentar para pemeran dan panitia Passio Kisah Sengsara Tuhan Yesus 2024. Tak lama berselang, panggung dan aneka perlengkapannya sudah harus dibereskan untuk mempersiapkan ibadat Jumat Agung yang akan dimulai beberapa jam ke depan. Untuk menghindari penumpukan umat, Panitia Passio 2024 membuat tiga banner kecil yang berisi wajah dan nama para pemain dan panitia. Banner diletakkan di depan pintu utama gereja agar umat bisa mengetahui siapa saja orang-orang yang terlibat dalam pementasan passio ini. Banyak orang yang menghampiri dan memotret banner tersebut. Menandakan bahwa kerja keras para pemain dan Panitia Passio 2024 sudah terbayar dengan hasil yang sangat memuaskan. Semangat terus! Sathora bangga dengan kalian, guys! Romo Ari memberikan doa penutup - [Foto : Gaby]