- - - - 51 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 EDISI 45 # Februari - April 2024 Misa dipersembahkan oleh Romo Ari Darmawan dan Romo Roy Zakaria. Misa Kamis Putih terdiri dari “Ibadat Sabda. Pembasuhan kaki para Rasul, Ekaristi dan Pemindahan Sakramen, melalui perarakan.” Kotbah / Renungan oleh Romo Roy Zakaria: Cikal bakal peristiwa Ekaristi adalah pada tahun 1313 Sebelum Masehi, keluarnya umat Israel dari tanah Mesir. Ketika Tuhan membasuh kaki para murid-Nya, Karya Keselamatan terjadi karena cinta kasih Tuhan yang dimulai Yesus membasuh kaki para rasul, yang dahulu hanya budak yang membasuh kaki orang-orang terhormat. Karena kasih Tuhanlah maka Yesus membasuh kaki para murid- Nya dan berpesan, “Karena kamu menyebut ‘Aku Guru dan Tuhan’, maka kamupun membasuh kaki orang.” - Tuhan menjadikan kita murid-Nya, karena Tuhan mengasihi kita. - Perjamuan Kudus berarti bagi Tuhan dan berarti bagi kita semua. - Tema Solidaritas dan Subsidaritas, agar kita menjunjung martabat manusia. - Umat diajak membuka hati dan mata kita untuk memperhatikan sekitar kita, seperti Aborsi, dan perdagangan manusia. - Turut serta dalam karya Keselamatan manusia dengan membela mereka yang tertindas oleh ketidak adilan dan semena- mena. Dilanjutkan dengan pembasuhan kaki para Rasul yang dipilih 12 orang dari umat berbagai lingkungan. Setelah Ekaristi selesai, dilakukan perarakan Sakramen Maha Kudus oleh Pastor dan para ketua wilayah. Perarakan Sakramen Maha Kudus, menggambarkan Yesus dan murid-murid-Nya, ketika berdoa ditaman Getsemani. Tri Hari Suci T ri Hari Suci terdiri dari Misa Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Vigili. Menjelang Paskah, umat Katolik wajib mengikuti misa pada Tri Hari Suci, karena pada hari Tri Hari Suci itu dikisahkan saat- saat hari terakhir menjelang sengsara Tuhan Yesus hingga wafat di kayu salib, untuk memenuhi nubuat para nabi dan mengisahkan betapa besarnya cinta Tuhan kepada umat-Nya yang berdosa. Tuhan rela mati dengan sangat hina demi menebus dosa manusia. Kamis Putih Perarakan masuk - [Foto : Erwina] Romo Danto mendupai Altar - [Foto : Aldo] Romo Ari membasuh kaki “para rasul” - [Foto : Matheus Hp.]
- - 52 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 LIPUTAN KHUSUS LIPUTAN KHUSUS - - 52 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 Misa kedua dipersembahkan oleh Romo Sri Danto. Pada khotbah Romo Danto, “Misa Kamis Putih disebut juga Perjamuan Tuhan / Perjamuan terakhir.” - Merayakan Paskah Perjanjian Lama - Perjamuan untuk mengenang Tuhan yang berubah menjadi Perayaan Ekaristi kenangan yang berubah menjadi perayaan untuk mengingat Yesus yang memberi teladan kepada murid-Nya agar melakukan hal yang sama kepada umat-Nya. - Bersyukur atas Ekaristi sebagai sumber berkat, diwujudkan dengan melayani manusia, melayani dengan kasih agar menjadi berkat bagi sesama. Perarakan Sakramen Maha Kudus - [Foto : Ade] Pentahtaan Sakramen Maha Kudus di ruang doa Maria - [Foto : Chris Maringka] Perayaan Jumat Agung adalah untuk memperingati peristiwa kisah sengsara Tuhan Yesus. Perayaan pertama dipersembahkan oleh Romo Ari Darmawan, dihadiri umat berkebutuhan khusus dengan penterjemah. Perayaan Jumat Agung dilaksanakan tanpa Ekaristi dan tanpa musik. Umat diajak menyaksikankan Pasio yaitu Kisah Sengsara Tuhan Yesus. Jumat Agung terdiri dari: - Liturgi Sabda : “Pasio Kisah Sengsara Yesus”. - Doa Umat meriah. - Cium salib - Komuni tanpa Ekaristi. - Doa tanpa berkat. - Pulang dengan hening. Perayaan Jumat Agung yang kedua dipimpin oleh Romo Sri Danto, yang dalam khotbahnya mengatakan : - Jumat Agung untuk memperingati sengsara Yesus Kristus. - Yesus mati untuk menebus dosa manusia. - Yesus tidak mau dikurangi penderitaan-Nya yang dibuktikan ketika diberi minuman yang mengandung obat bius untuk mengurangi rasa sakit ditolak-Nya. Pembasuhan kaki 12 Rasul dari OMK. Selama Misa Kamis Putih, bunyi-bunyian yang terbuat dari bahan metal dan logam diganti menjadi bunyi-bunyian dari bahan kayu. Misa ke dua dihadiri oleh umat berkebutuhan khusus dengan Juru Bahasa Isyarat (JBI). Sakramen Maha Kudus dipindahkan dengan perarakan, dan disemayamkan di Tabernakel khusus. Umat secara bergiliran berdoa seperti dahulu dilakukan oleh muridmurid Yesus di Taman Getsemani. Jumat Agung Meniarap di depan Altar dalam suasana doa - [Foto : Chris Maringka] Romo Danto membuka penutup salib - [Foto : Aldo]
- - - - 53 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 EDISI 45 # Februari - April 2024 Semua siksaan diterima-Nya hanya karena ingin memikul semua dosa manusia. Perayaan Jumat Agung ketiga pukul 20.00 WIB, oleh Vikjen Romo Samuel Pangestu dan Romo Ari Darmawan. Dalam khotbahnya Romo Samuel mengatakan, “Yohanes 13:1 Kristus mengasihi sampai akhir”. Romo Danto memberkati api baru - [Foto : Chris Maringka] Romo Ari membuka penutup salib - [Foto : Ade] Salah satu umat memegang kaki Yesus - [Foto : Matheus Hp.] Juru Bahasa Isyarat - [Foto : Erwina] Vikjen Romo Samuel mencium salib - [Foto : Chris Maringka] - Jika saatnya tiba, kita akan bertemu pada Allah Bapa, jika kita mau memikul salib seperti Yesus. - Kita akan menyelesaikan beban salib kita seperti Kristus. Romo Samuel Pangestu mendoakan umat tanpa berkat. Kemudian umat pulang dengan hening. Koor oleh Cantata Serafim. Sabtu Vigili Sabtu Vigili disebut juga malam Tirakatan. Vigili artinya berjaga-jaga. Misa Vigili dipersembahkan secara konselebrasi dan konselebran utama Romo Ari Darmawan, terdiri dari: - Upacara terang, yaitu pemberkatan api dan lilin Paskah. Setelah lilin Paskah dinyalakan lalu dibagikan kepada umat. Arti lambang pada Lilin Paskah adalah melambangkan Cahaya kedatangan Kristus ke dunia. Kristus yang bangkit sebagai lambang terang (kehidupan) yang menghalau kegelapan (kematian). - Liturgi Sabda, terdiri dari bacaan dari kitab Perjanjian Lama dan Baru. Melambangkan Yesus dahulu dan sekarang, Alpha dan Omega. - Pemberkatan air Baptis. - Janji Babtis dan Pembaptisan. Setelah pemberkatan air baptis, maka semua umat diperciki air baptis dan pengucapan janji baptis.
- - 54 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 LIPUTAN KHUSUS LIPUTAN KHUSUS - - 54 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 - Ekaristi. - Berkat meriah. Khotbah Romo Ari, “Kematian Yesus membuat hati para wanita bersedih. Ketika mereka mengunjungi makam Yesus sudah kosong, kesedihan mereka berubah menjadi sukacita dan pengharapan kepada Dia yang sudah bangkit”. Setelah berkat meriah umat pulang dengan sukacita, saling bersalaman dan mengucapkan Selamat Paskah. Samaria Romo Ari menandai lilin Paskah - [Foto : Chris Maringka] Umat yang hadir dalam misa Sabtu Vigili - [Foto : Chris Maringka] Pemercikan umat - [Foto : Aldo] Sesaat sebelum komuni - [Foto : Ade] Foto bersama - [Foto : Erwina] Upacara Cahaya - [Foto : Ade] - [Foto : Ade]
- - - - 55 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 EDISI 45 # Februari - April 2024 Misa Minggu Paskah merupakan peringatan untuk merayakan Tuhan Yesus Kristus yang memperoleh kemenangan melawan maut. Misa Minggu Paskah di Gereja St. Thomas Rasul, jatuh pada tanggal 31 Maret 2024, dimulai pukul 08.30 WIB dipimpin oleh Romo RD. Ari Darmawan didampingi oleh Frater Keli. Homili Romo Ari Darmawan digantikan oleh penampilan drama dari Bina Iman Anak dengan memeragakan Kebangkitan Tuhan Yesus dari Makam atau Kabar Ajaib. Para Imam Kepala dan Orang Farisi melapor ke Pilatus, bahwa semasa hidupnya Yesus pernah berkata pada hari ketiga Dia akan bangkit. Oleh karena itu Pilatus memerintahkan Prajurit untuk menjaga makam-Nya. Tapi keesokan harinya kedua Prajurit itu sangat ketakutan karena melihat batunya bergerak sendiri. Tak ayal, mereka langsung lari meninggalkan makam Yesus. Pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, Maria Magdalena, Maria Ibu Yakobus dan Salome berjalan menuju makam Yesus dengan membawa rempah-rempah. Tetapi sampai di makam, mereka mendapati batu makam sudah bergeser. Mereka masuk untuk melihat ke dalam makam. Kosong! Tampaklah dua malaikat dan bertanya, “Kenapa kamu mencari Dia yang hidup diantara orang mati?? Ia tidak ada disini, Ia telah Bangkit!” Maria Ibu Yakobus dan Salome segera berlari meninggalkan makam. Akan tetapi Maria Magdalena tetap berada di makam, wajahnya sedih dan menangis. Tiba-tiba Yesus mendekati Maria Magdalena dan berkata : “Ibu kenapa engkau menangis, siapakah yang engkau cari??” Maria Magdalena pun terkejut dan mengamati wajah Yesus sambil berkata : “Guru....” (Sambil berlutut menyembah Yesus). Kata Yesus, “Pergilah kepada saudara-saudara-Ku, katakanlah kepada mereka supaya pergi ke Galilea dan disanalah mereka akan melihat Aku!” Maria Magdalena langsung pergi menemui murid-muridNya untuk mengabarkan Berita Ajaib ini. Maria Ibu Yakobus dan Salome sudah tiba mendatangi murid-murid Yesus yang sedang berkumpul. Mereka bercerita bahwa Makam Yesus yang telah kosong! Ditambah kesaksian dari Maria Magdalena yang telah bertemu dan berbicara dengan Tuhan Yesus, Dia telah Bangkit!! Maka murid-murid Yesus pun segera berlari menuju makam Yesus. Sampai di depan makam, Petrus dan teman-temannya segera masuk ke dalam makam. Tak lama Petrus keluar dengan membawa kain kafan dan mengangkatnya tinggi-tinggi. Dia telah Bangkit!! Dia telah menang atas dosa!! Berita Ajaib Haleluya - Puji Tuhan!! Yohanes Ady Kubur kosong - [Foto : Aldo] Murid-murid Yesus bergegas ke makam - [Foto : Aldo] Dua malaikat menyampaikan kabar bahwa Yesus telah bangkit - [Foto : Aldo] Yesus mendekati Maria Magdalena - [Foto : Matheus Hp.]
- - 56 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 LIPUTAN KHUSUS LIPUTAN KHUSUS - - 56 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 Hari Raya Paskah, tanggal 31 Maret 2024 sore, Panitia Paskah Paroki Santo Thomas Rasul, tahun ini adalah wilayah Paulus, mengadakan acara Panggung Gembira untuk menghibur para adiyuswa (warga senior/ lansia) Sathora. Acara dimulai jam 18.00, sesudah misa sore selesai. Diadakan seperti biasa di lantai 4 Gedung GKP, dihadiri 422 umat adiyuswa, para Pastor Paroki, para panitia dari wilayah Paulus. Gedung GKP penuh sesak, sampai beberapa petugas harus menambah kursi tambahan. Panitia kembali mengundang Jamaica Café yang sudah sangat populer di kalangan umat berkat penampilannya di youtube setiap Kamis: OKS (Opera Komedi Samadi), yang sore itu diplesetkan menjadi Opera Komedi Sathora. Acara diawali dengan lagu-lagu pujian. Menariknya, para pemain Jamaica Café sangat bagus membawakan lagulagu rohani bernuansa Katolik, meskipun mereka terdiri dari pemeluk berbagai agama. Selanjutnya acara dibuka dengan sambutan dari Vincentius Mintarjo Darmali selaku ketua subsie Lansia Paroki dan Romo H. Sridanto Aribowo N selaku Pastor Kepala Paroki. Mintarjo Darmali dalam sambutannya mengajak para umat adiyuswa/lansia di bawah koordinasi para pengurus di wilayah untuk kembali beraktivitas. Apapun boleh : senam pagi, doa bersama, jalan pagi, masak bersama, jalan-jalan atau piknik bersama, yang penting guyub dan ada kebersamaan. Sementara Romo Sridanto mengajak para umat adiyuswa menikmati keindahan usia senja, seperti matahari yang justru nampak keindahannya pada waktu akan terbenam. Malam itu, para lansia sungguh dimanjakan dengan hiburan segar dan lagu-lagu oldies yang dibawakan oleh Jamaica Café, dengan pemandu acara Rocky Pascadena yang jenaka, dibantu oleh Imelda Shirley Damayanti dari Panitia Paskah. Ketika OPERA KOMEDI SATHORA Menghibur Para Adiyuswa Putra-putri Altar mendupai umat yang hadir, Saat konsekrasi - [Foto-foto : Ade] Jamaica Café, Fotografer MeRasul sedang wawancara dengan pemain Lenong Lansia - [Foto-foto : Erwina]
- - - - 57 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 EDISI 45 # Februari - April 2024 Lagu demi lagu dilantunkan, diselingi berbagai kuis berhadiah. Juga ada acara perayaan surprise untuk Oma yang kebetulan hari itu berulang tahun. Sebelum acara berakhir, ada doorprize dari sponsor untuk satu hadirin yang beruntung yaitu berupa satu buah sofa. Tanpa terasa, acara harus berakhir jam 19.30 WIB. Sudah waktunya para Opa dan Oma pulang dan makan malam, kata panitia. Tetapi beberapa peserta rupanya masih belum puas. Seorang Oma dengan kursi rodanya maju ke depan, ingin sekali bernyanyi bersama para Romo dan Jamaica Café. Tidak kepalang tanggung, beberapa lagu masih sanggup dinyanyikan dengan meriah diiringi joget bersama Romo Sridanto, Romo Ari Darmawan, beberapa panitia dan tentunya diiringi Jamaica Café yang dengan sangat sabar tetap mengiringi. “Sampai pagi juga siap!” kata Rocky Pascadena. Acara rutin (setahun dua kali, Natal dan Paskah) seperti ini memang sangat ditunggu-tunggu oleh para umat adiyuswa/lansia. Terbukti dengan antusiasnya mereka hadir. Ada yang berbisik, “Lain kali tolong pesertanya jangan dibatasi, kasihan.” Tetapi ada juga yang terpaksa pulang duluan. Ada yang ternyata rumahnya jauh, dan ada yang takut kalau waktu acara selesai harus antri lama di lift. Maklumlah, liftnya juga sudah lansia. Tetapi bagi mereka semua, acara ini tetaplah sangat menarik, karena sesampainya di pintupun mereka masih melongok ke panggung, seolah-olah enggan meninggalkan ruangan. Vincentius Mintarjo Darmali Perayaan surprise bagi oma yang berulang tahun - [Foto : Erwina] - [Foto : Erwina] Romo, panitia, dan salah satu umat berjoget bersama - [Foto : Ade] Umat yang beruntung medapatkan doorprize dari sponsor - [Foto : Erwina] Foto bersama - [Foto : Ade]
- - 58 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024
- - 59 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024
- - 60 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024
- - 61 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024
- - 62 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024
- - 63 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024
LIPUTAN - - 64 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 LIPUTAN DEKENAT Sabtu, 2 Maret 2024, divisi Sabuk PSE KAJ menyelenggarakan Sosialisasi Platform Sabuk.id yang mengambil tempat di Paroki St. Ignatius Loyola Menteng. Semua bangku terisi penuh oleh peserta dari berbagai paroki di KAJ. Setiap sesi yang disampaikan panitia disambut antusias oleh peserta. Diskusi, tanya jawab berlangsung seru dan penuh semangat sampai akhir acara. Di sela break acara, penulis berbincang dengan Andreas Stefan Cindy Adam. Ia adalah ketua divisi Sabuk, PSE KAJ. Sabuk diluncurkan pada tahun 2020, dan mulai berjalan pada tahun 2021 di saat pandemi. Ide pembuatan Platform Sabuk.id berasal dari divisi Sabuk KAJ. Banyak orang yang ingin bisa melihat semua produk UMKM yang ada di KAJ. Dengan platform ini diharapkan bisa melihat semua UMKM. “KAJ mempunyai 69 paroki. Progresnya luar biasa. Dari nol, sekarang ada 41 paroki yang mempunyai Sabuk. Berarti sudah 60% dan monitor jalan terus. Ada yang membuat laporan dan ada yang tidak membuat laporan. Oleh karena itu, kami buat secara online supaya bisa terbaca perkembangannya.” kata Stefan. Sosialisasi Platform Sabuk.id Foto bersama - [Foto : dok. panitia] Suasana acara sosialisasi, - [Foto-foto : Novi] - [Foto : dok. panitia]
- - 65 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 - [Foto : Novi] - [Foto : Novi] - [Foto : Novi] - [Foto :Novi] Suasana acara Sosialisasi - [Foto :Novi] Paroki Sathora pada awalnya bagus mentornya. Namun sekarang agak susah mencari mentor. Hal ini dirasakan juga oleh Sabuk di paroki lain. Harus punya kemauan kuat untuk bantu dan meluangkan waktu. Harapannya semua paroki memiliki Sabuk. Sehingga semua UMKM bisa dimaksimalkan penghasilan dan produksinya. Bisa menambah penghasilan, berarti naik kelas. Karena bukan lagi menjadi pasien PSE, melainkan bisa membantu PSE untuk meningkatkan teman-teman UMKM lainnya. Romo Reynaldo Anthony Pr. yang hadir saat itu menambahkan, “Semoga platform ini bisa memfasilitasi semua UMKM untuk maju. Saling membantu, jalan bareng, dan saling mengingatkan. Kita jalankan dulu sambil terus diperbaiki dan ditingkatkan. Mudah-mudahan paroki yang belum bergabung namun sudah melihat keberhasilan platform ini bisa segera bergabung. Karena data sudah ada secara online, tidak perlu kuatir terganggu jika ada pergantian pengurus dan lainlain.” Jangan hanya panas di awalnya saja, dan jangan angot-angotan. Atas dasar solidaritas dan niat baik untuk membantu umat, semoga program platform Sabuk.id ini bisa berjalan lancar dan berguna. Noviana Tonny (SABUK= Sentra Bimbingan Usaha Kecil __ Red.)
LIPUTAN - - - - 6666 ME MERASUL ASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 EDISI 45 # Februari - April 2024 LIPUTAN T ahun ini komunitas EJ St. Thomas Rasul sudah melakukan pembelajaran sampai dengan angkatan V. Materi-materi yang disusun mulai dari buku 1,2, 3 dan buku 4 Tujuh Sabda Terakhir Kristus di Kayu Salib oleh Rick Cleveland telah dirancang untuk memberi pelatihan mendasar baik pengembangan spiritual pribadi maupun dalam pengembangan kecakapan berinteraksi dalam kegiatan kelompok Kitab Suci. Pada tanggal 20-21 Januari 2024, kami para fasilitator komunitas Emmaus Journey St Thomas Rasul Bojong Jakarta melakukan Rekoleksi dan Pembekalan Tujuh Sabda Terakhir Yesus Kristus. Acara ini dilakukan di Ole!Suites Hotel & Cottage Babakan Madang Sentul. Komunitas Ej angkatan V tahun 2023/2024 sudah akan memasuki pembelajaran buku tahap akhir (buku ke 4) dari 4 seri Materi Diskusi Kelompok Spiritual Kitab Suci. Acara Rekoleksi dan Pembekalan didahului dengan Misa dan Adorasi yang dipimpin oleh RD. Galih Pr dari Paroki Santa Maria Fatima Sentul. Dilanjutkan dengan pembekalan yang dibawakan oleh Fudianto dari EJ Center dan Rekoleksi yang dibawa oleh Tony Chen dengan tema Berakar, Bertumbuh dan Berbuah. Materi ke Tujuh Sabda Terakhir Kristus di Kayu Salib ini tercatat dalam Injil dan sudah menjadi pusat dari berbagai devosi dan doa tradisional selama berabad-abad. Terutama selama masa Paskah dan Pekan suci. Ketujuh kalimat singkat, yang diucapkan Yesus disaat Ia menanggung penyaliban-Nya mengandung arti dan makna yang mendalam, walaupun singkat tetapi sangat menyentuh. Kata-kata yang diucapkan-Nya mengungkapkan dalamnya belas kasih Yesus, sera penderitaan fisik, emosi dan kesendirian Rohani-Nya. Ketujuh perkataan tersebut adalah: 1. Lukas 23:34 “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” 2. Lukas 23:43 “Sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” 3. Yohanes 19:26-27 “Ibu, inilah anakmu!” – “Inilah ibumu!” 4. Matius 27:46 & Markus 15:34 “Eli, Eli, lama sabaktani. Artinya Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” 5. Yohanes 19:28 “Aku haus!” 6. Yohanes 19:30 “Sudah selesai.” 7. Lukas 23:46 “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Tujuh perkataan Yesus di kayu salib tersebut merupakan tujuh ucapan yang mencakup seluruh pengajaran mengenai kasih Allah bagi manusia. Kasih yang sulit untuk dipahami, sulit untuk dimengerti secara tuntas karena ia melebihi kapasitas serta rasio pemikiran manusia yang terbatas. Kitab suci amat bernilai dan berharga karena di dalamnya terdapat kesaksian para saksi mata tentang hidup, penderitan dan kematian Penebus kita. Para penulis diilhami Roh Kudus ketika mereka mencatat peristiwaperistiwa itu. Mereka tidak hanya meninggalkan catatan sejarah tentang kehidupan dan kematian Yesus, tetapi juga merupakan sebuah jendela bagi kita untuk melihat ke dalam hati-Nya. Saat kita merenungkan semua kata-kata dan karya Yesus dalam Kitab Suci, terutama yang dicapai melalui kematian dan kebangkitan-Nya, maka hati kita akan dipenuhi oleh cinta dan pujian bagi sang Juru Selamat. Metode yang bermanfaat untuk bertumbuh secara rohani adalah bergumul dengan firman Tuhan. Kitab suci benar-benar dapat mengubah kita dan sungguh berharap agar Firman Tuhan benar-benar menjadi hidup bagi umat Katolik, agar kita semakin dekat dengan Hati Kudus Yesus. Tema dalam setiap materi 7LW akan membawa kita pada pemahaman lebih mendalam tentang penderitaan yang dialami Yesus. Fransisca Nurwati Rekoleksi dan Pembekalan Tujuh Sabda Terakhir Yesus Kristus di Kayu Salib Foto bersama - [Foto : dok. EJ]
- - - - 67 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 EDISI 45 # Februari - April 2024 Para Narsum Seminar SOLIDARITAS - SUBSIDIARITAS - [Foto : Sinta] “Solidaritas adalah membangun semangat tolong menolong, peduli terhadap sesama, setia kawan, mendampingi mereka yang terpinggirkan. Sedangkan makna yaitu lembaga yang lebih tinggi memberi kepercayaan pada lembaga yang lebih rendah.” Demikian pengantar Romo Yustinus Ardianto, Pr. mengawali diskusi Temu Rasul Awam KAJ 28/1-2024. “Jika evangelisasi lama mengajak orang dari luar Gereja masuk menjadi umat, maka evangelisasi baru umat Gereja Katolik diajak mengungkapkan panggilan umum umat Kristiani untuk evangelisasi,” lanjut Direktur Rumah Retret Samadi tersebut. Pritta Laura, Staf Khusus Bidang Komunikasi Kepresidenan dan Andreas Mariyoto, Wartawan Senior Harian Kompas, selaku pemandu acara selanjutnya mempersilakan Maria Endang Sumiwi, Dirjen Kesehatan Masyarakat Departemen Kesehatan RI. “Dengar pendapat atau ‘public hearing’ adalah bentuk semangat subsidiaritas. “ Demikian Maria Endang Sumiwi berkisah tentang proses pembuatan undang-undang. Ia pernah berkarya di World Health Organization (WHO). Pemrasaran ketiga, Robert Na Endi Jaweng, anggota Ombudsman RI menguraikan lika-liku menjadi salah seorang komisioner. Tugas utama Ombudsman RI, adalah mencegah pemerintah melakukan mal-administrasi. Salah satu yang menjadi keprihatinan Gereja, adalah cara penanganan pasien di rumah sakit-rumah sakit. Rumah sakit biasanya mendahulukan proses administrasi terlebih dahulu, substansinya baru kemudian. Karenanya diperlukan penjamin (guarantor). Hal ini, terutama perlu untuk pasien BPJS kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI). Bagi saudarasaudara kita yang Muslim, biasanya lebih mudah mendapat bantuan lewat program Badan Amil Zakat (Baznas). Sedangkan bagi pasien Katolik belum ada lembaga khusus yang dapat menjadi penjamin. Ada dua opsi yang memungkinkan, yaitu Pemerintah Daerah mengalokasikan dana talangan, atau hirarki Gereja mempunyai lembaga penyangga. Shinta Kamdani, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) periode 2023 – 2028, tampil pada sesi pertama. “Pengusaha tidak saja dituntut harus mencari profit. Akan tetapi juga harus terlibat untuk mencapai Indonesia Maju, yang tujuan utamanya adalah kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ungkap Chief Executive Officer (CEO) Sintesa Group ini. Yang bertanya pada sesi pertama ini adalah perwakilan dari paroki Lubang Buaya, Cempaka Putih, dan Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI). Issuenya seputar ‘public hearing’ dan korupsi. Dari jawaban para narasumber, terangkum beberapa catatan sebagai berikut, Terkait ‘public hearing’, - ‘Public hearing, merupakan kanal partisipasi bagi masyarakat. - Pembuatan kebijakan publik, perlu peran masyarakat. - Setiap instansi punya metoda pelaksanaan ‘public hearing’ yang berbeda. Pada prinsipnya, tahapannya : diundang, didengar, dan dipertimbangkan. Terkait korupsi, - Maria Endang Sumiwi, berusaha untuk tidak bertemu rekanan. Kalaupun terpaksa bertemu akan mengajak staf lain. Dengan demikian ada saksi. - Shinta W. Kamdani, sedang menguji coba mengurus ijin tanpa suap. - Romo Yustinus Ardianto Pr., dalam mengumpulkan donasi memilih metode ‘crowd funding’, yang diinspirasi dari injil Markus 12 : 42-44. Solidaritas ~ Subsidiaritas
LIPUTAN - - - - 6868 ME MERASUL ASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 EDISI 45 # Februari - April 2024 LIPUTAN Dijeda waktu rehat, peserta pertemuan di Aula Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Santa Maria ini, diundang untuk makan siang diiringi alunan musik Trio Calista. Yustinus Prastowo, Staf Khusus Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Maju periode 2019 - 2024. Mas Pras demikian sapaan akrabnya mengajak Para Rasul Awam, “Keterlibatan di ruang publik untuk kebaikan bersama adalah keniscayaan.” Maria Kristi Endah Murni, Dirjen Perhubungan Udara, telah mengabdi selama 30 tahun di pemerintahan. Menurutnya, pelayanan ini adalah implementasi dari iman Katolik. Benny Sabdo, anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) DKI mengajak Para Rasul Awam untuk mengejawantahkan Ajaran Sosial Gereja tidak hanya sebatas retorika. Dalam paparannya, Benny banyak membeberkan tantangan yang dihadapi. “Semua lini bertarung, baik lembaga pemerintah, maupun media. Tantangan yang dihadapi mulai dari iming-iming duit, serangan-serangan antara lain klenik.” demikian uraian Koordinator Divisi Penangganan Pelanggaran Bawaslu DKI ini. Kesempatan bertanya jawab dan berkomentar diajukan oleh para pelaku usaha Rest Area 72A, dan para perwakilan dari paroki Bojong Indah, Bintaro, Alam Sutera, dan Cempaka Putih. Rangkuman dari sesi ini adalah - Rest Area 72A mengundang Orang Muda Katolik Paroki untuk memanfaatkan kesempatan magang bisnis di Rest Area ini. - Kinerja anggota dewan yang minim sangat tidak sebanding dengan besarnya penghasilan yang diterima. Inilah kenyataan yang ada di negara kita. Pada sisi lain, kabinet sebagai eksekutif dalam menjalankan tugas negara punya mitra kerja dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai lembaga legislatif yang mengontrol kinerjanya. Misalnya, Komisi 10 DPR-RI bermitra dengan Kementerian Keuangan. - Sebagai Abdi Negara para Rasul Awam mohon dukungan doa dari umat, agar senantiasa dapat berkarya dalam semangat Injili. Karya pelayanan adalah selalu mengutamakan kepentingan rakyat. Pertemuan Rasul Awam ini diselenggarakan oleh Tim Sinergi Bidang Prioritas (TSBP) 4 KAJ dan dihadiri 151 peserta. Setelah sesi tanya jawab selesai, acara ditutup dengan misa konselebrasi berlima di mana Romo Vikjen Samuel Pangestu selaku Selebran Utama. Dalam khotbahnya, Romo Samuel berpesan agar Para Rasul Awam mampu menjadi duta-duta yang mewujudkan Kerajaan Allah di manapun berkarya dan melayani. “Bertahanlah dalam situasi sulit serupa dengan Yesus. Bersuaralah menyatakan kehendak Allah, karena anda tidak sendiri.” lanjutnya. F. Heru Sukrisna selaku Sekretaris 1 TSBP 4 yang merangkap sebagai pengarah acara menutup pertemuan pada pukul 13.00 dengan berdoa bersama. Bill Toar Wakil dari Paroki Bojong Indah - Jacobus Pamudji dan Sinta Monika - [Foto : Sinta] Bill Toar wakil paroki Bojong Indah dan Pritta Laura - [Foto : Sinta]
- - - - 69 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 EDISI 45 # Februari - April 2024 Perkawinan dalam gereja Katolik adalah monogami. Tak terceraikan, antara laki-laki dan perempuan dan liber (bebas dari halangan). Perkawinan dimulai setelah pemberkatan di gereja dan pesta yang meriah. Mulai saat itu semua topeng akan terlepas satu persatu, karena selama masa pacaran kedua belah pihak menampilkan sikap yang terbaik dan menutupi hal negatifnya dengan topeng. Dalam perikop Efesus 5 : 22 - 33 dijelaskan bahwa kasih Kristus adalah dasar hidup suami istri. “Hai istri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala istri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh“. Sepintas kelihatannya suami berada di atas angin, karena istri harus tunduk kepada suami. Tetapi jangan lupa, suami harus berlaku seperti Tuhan Yesus, tidak boleh sewenang-wenang menindas istrinya. Suami tidak boleh berlaku kasar, mau menang dan benar sendiri, otoriter, egois, sok kuasa, menganggap istri seperti ART dan bisa diperintah seenaknya Roll model suami adalah Tuhan Yesus, penuh kasih, setia, sabar, mau melayani, suri tauladan dan bersedia berkorban bagi istri dan keluarga. Dalam hubungan suami istri, kesetiaan adalah mutlak dan tidak bisa ditawar atau diganti dengan apapun, termasuk dengan kekayaan harta yang melimpah ruah. Jika hubungan suami istri hanya berdasarkan materi, ini adalah perkawinan palsu yang dilakukan karena terpaksa, karena salah satu pihak membutuhkan kekayaan saja. Ini perkawinan sandiwara yang hambar tanpa kehangatan sebagai mana mestinya dan hidup dalam kepura-puraan. Yang menjadi korban adalah suami istri ini dan anakanaknya serta keluarga besar. Perkawinan bukanlah panggung sandiwara. Tuhan menghendaki perkawinan yang setara sepadan, hangat, setia, saling mencintai dan mengasihi, sampai akhir hayat alias hanya dipisahkan oleh kematian. Saya pernah bertemu dengan sepasang suami istri yang masih muda dan berkelimpahan harta dan kekayaan. Sang suami adalah pengusaha sukses, sehingga sering membawa tamu untuk bersenang-senang didunia malam. Istri tidak berani menegur dan komplen, sebab suami mencukupi segala kebutuhan, termasuk dibelikan mobil baru. Tetapi dari raut muka istri, tidak bisa disembunyikan bahwa dia sangat kecewa dan menderita batin, senyumnyapun kelihatan hambar dipaksakan. Suami Istri yang Diberkati Tuhan “Perkawinan adalah hasil usaha manusia dengan campur tangan Tuhan “ Tim penyanyi - [Foto : Chris Maringka] Umat yang hadir - [Foto : Chris Maringka] Keseruan acara - [Foto : Chris Maringka]
LIPUTAN - - 70 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 Si suami ini tidak berpikir, bagaimana kalau dia yang di pihak sebaliknya, apakah dia bisa menerima jika diperlakukan istri demikian? Suami ini bukan Kristen Katolik, jadi mungkin dia tidak pernah mendengar perikop di atas. Pada ayat 25 dijelaskan bagaimana seharusnya sikap suami yang hidup di dalam Tuhan. “Hai suami, kasihilah istrimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya”. Jelaslah bahwa suami yang begini, yang membuat istri akan tunduk kepadanya. Ia suami yang bersedia berkorban bagi istri dan keluarga. Syarat menjadi suami idaman seperti ini, sungguh berat jika tidak hidup di dalam Tuhan. Tetapi jika suami menjadi Katolik yang lahir baru dan menjadi manusia baru, ia baru bisa meneladani Kristus. Jangan hanya menjadi Katolik KTP (Katolik Tanpa Pertobatan). Tanpa Kristus di dalam diri sang suami maka jangan harap dan mustahil dia akan sanggup. Sang suami harus bijaksana dan peka. Istri harus dipuji, diberi perhatian dan dihargai. Percayalah, pasti istri akan memberi reward yang sangat membahagiakan suami. Jangan istri sudah capek-capek masak, tidak dipuji atau dihargai. Makanlah dengan lahap dan katakan enak umami yummy. Pasti keesokan harinya istri akan masak lebih enak lagi, misalnya sop buntut, steak Wagyu Kobe, salmon, cukiok dan bakut teh. Cinta bisa datang lewat perut. Pasti semua keluarga bahagia damai sejahtera. Juga kalau istri sudah berdandan dengan rapih dan cantik, suami harus memberi pujian yang tulus. Suami juga tidak boleh pelit kepada istri dan harus memberi dana yang cukup untuk istri merawat diri. Misalnya dana ke Korea Selatan (supaya secantik bintang drakor), fitnes, salon kecantikan, tas Hermes, Louis Vuiton, Calvin Klein dan pakaian Burberry. Maaf bapak-bapak, ini hanya guyonan belaka (just kidding), jangan dimasukkan ke hati. Jangan memaksakan diri dan semampunya saja, supaya para suami tidak stress. Menurut bapak Paus Fransiskus. Agar suami istri dan keluarga bisa hidup damai sejahtera, kuncinya harus saling mengampuni. Suami tidak datang dari keluarga yang sempurna, demikian juga istri tidak datang dari keluarga yang sempurna. Oleh karena itu suami istri harus mutlak saling memberi pengampunan, agar luka batin dan kekecewaan dapat disembuhkan. - - 70 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 LIPUTAN Tanpa pengampunan, tak mungkin keluarga akan bahagia dan shekinah (Allah hadir dalam keluarga). Ini adalah sebagian dari pewartaan saya selama 50 menit dalam PDPKK (Persekutuan Doa Pembaharuan Kharismatik Katholik) Sathora tanggal 30 Januari 2024 bertempat di GKP lantai 3. TUHAN YESUS MEMBERKATI Fatolly Panarto - [Foto : Chris Maringka] - [Foto : Chris Maringka] Foto bersama - [Foto : Chris Maringka]
- - - - 71 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 EDISI 45 # Februari - April 2024 T ahun baru Imlek jatuh pada hari Sabtu, tanggal 10 Februari 2024. Umat Sathora merayakannya dengan perayaan Ekaristi. Perayaan Ekaristi dalam bahasa Mandarin, dengan konselebran utama Romo Sridanto. Sedangkan Injil dibacakan dalam bahasa Mandarin oleh Romo Ludo. Khotbah secara bergantian disampaikan oleh Romo Danto, Romo Ari dan Romo Ludo. Romo Danto menyebutkan bahwa “Imlek tahun ini adalah Naga kayu.” Perayaan Imlek adalah ungkapan rasa syukur atas hasil panen setiap tahun. Syukur itu karena cuan. Bagi umat Kristen syukur Imlek adalah, “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan Kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Bagi Romo Ari, “Bersyukur karena Tuhan mengerti semua bahasa. Dan bersyukur atas semua Karya Allah, sehingga semua menjadi lancar.” Dan ungkapan Romo Ludo, “Imlek adalah perasaan bersyukur, dan jangan khawatir akan apa yang kamu makan, minum dan pakai. Syukur karena Kasih Allah, rejeki yang diberi dengan cuma-cuma, hendaknya dibagi juga dengan cuma-cuma. Songsonglah Tahun Baru Imlek dengan penuh sukacita.” Samaria Misa Perayaan Imlek Misa Perayaan Imlek dilaksanakan secara konselebran - [Foto : Matheus Hp.] Saat konsekrasi - [Foto : Erwina] Romo Ari memberkati jeruk dan kue kranjang - [Foto : Erwina] Romo Ludo membagikan angpao ke umat - [Foto : Erwina] Romo Ari membagikan angpao ke umat - [Foto : Erwina] Ketiga Romo, Frater Keli berfoto bersam misdinar - [Foto : Erwina]
LIPUTAN - - - - 72 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 EDISI 45 # Februari - April 2024 LIPUTAN Gathering Paduan Suara Pendaftaran untuk Gathering Paduan Suara mulai disebarkan tiga hari sebelum hari H, melalui grup WA. Acara ini diperuntukkan bagi penyanyi, pemazmur dan organis. Setiap paduan suara boleh mengirimkan wakilnya sebanyak lima orang, tidak termasuk pemazmur dan organis. Mendekati hari H, ternyata peminatnya cukup banyak, sehingga diperbolehkan mendaftar lebih dari lima orang. Acara Gathering ini dilaksanakan pada tanggal 17 Februari 2024, di GKP lt. 4, bersama Romo Danto sebagai pembicaranya. Peserta yang hadir cukup banyak dan hampir memenuhi ruangan di GKP lt. 4. Diawali dengan menyanyikan lagu “Dengan Gembira”, dan Romo Danto sebagai dirigennya. Sebelum memulai pembahasan mengenai peran paduan suara, organis, dan pemazmur dalam Liturgi, Romo Danto terlebih dahulu membuka presentasinya dengan menuturkan apa itu nyanyian liturgi. Nyanyian liturgi memiliki ciri-ciri sebagai berikut: ▪ Menggunakan teks Kitab Suci yang dikutip dengan cermat, teliti, tidak merubah demi kesesuaian syair dengan melodi. ▪ Atau syair Kitab Suci tidak dikutip tetapi dituangkan Peranku dalam Liturgi yang Hidup dan Memerdekakan dalam syair yang baru tanpa ada yang dibuang. Dalam hal ini seluruh isi teks harus lengkap dipaparkan. Dengan ciri khasnya tersebut, nyanyian liturgi berperan penting dalam Liturgi dengan tujuan untuk memuliakan Allah dan mengkuduskan kaum beriman. Diharapkan, nyanyian liturgi dapat membantu umat untuk semakin menghayati perayaan liturgi yang sedang dirayakan. Romo Danto juga menjelaskan siapa saja yang termasuk sebagai pelayan musik liturgi antara lain dirigen, organis, paduan suara, pemazmur yang memiliki fungsinya masingmasing. Sebagai contoh, organis mengiringi nyanyian liturgi dengan alat musik yang dapat memberikan dukungan kepada para penyanyi, memudahkan partisipasi umat, menciptakan kesatuan hati yang mendalam antar jemaat dengan bunyi yang tidak boleh menenggelamkan suara para penyanyi (syair harus bisa didengar). Setelah selesai memaparkan materi, Romo Danto membuka sesi tanya jawab, banyak peserta yang antusias untuk bertanya. Gathering ditutup dengan nyanyi bersama. Bagi umat yang tertarik menyanyi atau mengiringi di gereja, dapat menghubungi Sub Sie Koor atau ketua lingkungan setempat. Patricia & Rainer Foto bersama - [Foto : dok. Panitia]
- - - - 73 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 EDISI 45 # Februari - April 2024 “WELCOME HOME !!, SELAMAT DATANG DI GEREJA KITA.....” , Security menyapa setiap orang yang datang ke gereja Sathora. Ada apa nih? .... Sejak 18 Februari 2024, memang ada yang berbeda di depan gereja dan Aula ND setiap menjelang misa, karena ada petugas yang menyapa umat yang mau mengikuti Ekaristi. Ada acara apa? .... Berawal dari Retret DPH 20-21 Januari 2024 di area Sentul, ada sebuah goal yang ingin dicapai selama kepengurusan periode 2023-2026. Apa yang bisa dilakukan gereja agar merangkul semua pihak atau umat dari berbagai kalangan (usia, latar belakang, profesi, dan kondisi umat), dan bersama-sama menjadikan gereja sebagai Rumah yang senantiasa dirindukan. Gagasan ini menjadi gerakan yang akan terus ada di dalam gereja Sathora tercinta ini, karena dimulai dari keluarga, lingkungan, wilayah, karyawan gereja , seksi, DPH dan Romo Paroki akan terus mengumandangkan gema “Welcome Home”. Mari kita semua datang, saling menyapa, berdoa bersama, ekaristi, bersekutu, dan saling melayani di rumah Tuhan sehingga gereja yang megah ini, akan menjadi tempat yang penuh kehangatan, kenyamanan dan semuanya bersuka cita di dalam Kasih Tuhan. Bagaimana mulainya? Berangkat dari kata-kata bijak Mother Theresa “Lakukan hal kecil dengan cinta yang besar”. DPH bekerja sama dengan kategorial PDPKK Sathora dan Betlehem mulai menyapa umat yang hadir. Ternyata ini membawa dampak yang baik. Banyak umat yang merasa senang karena disapa. Biasanya masuk gereja ya masuk saja, ikut misa, terus pulang. Akan tetapi, sebuah sapaan lembut dengan senyum dari petugas mengingatkan kita pada saat Maria menyapa Elizabeth, maka melonjaklah anak dalam rahimnya dan dia dipenuhi Roh Kudus (Luk 1 : 41) Berarti sapaan ini memberi kehangatan bagi yang disapa. Membuat suasana hati jadi lebih baik, merasa diterima dan dikasihi karena dipenuhi Roh Kudus. Ikut misapun jadi terasa lebih bersuka cita, hingga merekapun pasti pulang dengan hati suka cita. Bahkan setelah selesai misa jam 08.30 pagi di gereja, kita bisa beramah tamah dengan umat lain sambil menikmati kopi atau teh yang disiapkan para sukarelawan dari para mantan Prodiakon. Wah, makin hangat saja suasananya! Tanggal 23 Maret 2024, DPH mensosialisasikan gerakan WELCOME HOME ini dalam Rapat DP Pleno, dan mulai melibatkan lingkungan yang bertugas Tata Laksana setiap misa untuk bertugas juga sebagai penyambut umat (Usher). Welcome Home melibatkan setiap seksi dan bagian untuk membuat program karya yang mendukung gerakan ini, agar kehangatan Rumah Tuhan semakin terasa sebagai rumah kita bersama demi memuliakan Tuhan, melayani sesama dengan suka cita, tulus hati dan tanpa pamrih. Siap-siap ya untuk gerakan Welcome Home selanjutnya! Ada seksi SKK dengan MATAHATI, Seksi PSE dengan Gerakan Beli Umat, dan masih banyak lagi kegiatan yang akan hadir untuk kita semua ! Bagi yang mau terlibat dalam pelayanan, ayo buruan.... siapapun anda, Gereja membutuhkanmu. NO ONE LEFT BEHIND! Seakan Tuhan berbisik kepada kita “KEHADIRANMU, SUKACITAKU”. Terima kasih dan Tuhan memberkati kita semua. Amin. Rinnie Maria Welcome Home Suasana pembagian kopi gratis - [Foto : Erwina] Petugas Welcome Home - [Foto : Matheus Hp.]
LIPUTAN - - - - 74 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 EDISI 45 # Februari - April 2024 LIPUTAN “Sukacita” dan “Bersyukur”. Dua kata yang mewakili perasaan saya setelah ikut ziarek bersama umat Paroki Bojong Indah ke Belitung (jumlah peserta 42 orang). Kegiatan ziarek ini diadakan atas insiatif dari Tim Doa Panitia Pembangunan Gereja (PPG) Sathora dalam rangka penggalangan dana untuk pembangunan gereja baru di Paroki Bojong Indah yang bernama Gereja Bunda Maria Penolong Abadi (BMPA). Ibu Siane Tjahja, Ibu Lily Herlina, dan Ibu Cynthia Maringka adalah anggota penggerak dari Tim Doa PPG tersebut. Kegiatan ziarek berlangsung selama 3 hari 2 malam pada tanggal 9-11 Maret 2024. Meskipun ziarek berlangsung singkat, tetapi begitu mengenang bagi saya. Hari pertama, sekitar jam 3 pagi kami sudah bersiap-siap dari Bandara Soekarno-Hatta untuk terbang ke Bandara H.A.S Hanandjoeddin, Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung. Dari udara, kami sudah dapat melihat keindahan laut di Pulau Belitung yang mempesona. Di perjalanan hari pertama ini, kami diajak berkeliling ke beberapa tempat, di antaranya : Goa Maria Stasi Santo Paulus Gantung, Eks Kampung Ahok (Kampung Fifi), Replika Sekolah Dasar Laskar Pelangi, dan Gereja Katolik Regina Pacis. Setelah menyantap Mie Belitung, kami menuju Stasi Santo Paulus Gantung untuk mengikuti Jalan Salib dan berdoa di Goa Maria. Sore harinya kami menuju Gereja Katolik Regina Pacis untuk mengikuti misa yang dibawakan secara konselebran bersama Romo Gunsales Kun. Setelah makan malam, ditutup dengan perjalanan menuju Hotel Santika sebagai tempat penginapan kami. Di hari pertama ini, kami fokuskan di sisi penziarahannya. Di sela-sela perjalanan, kami berdoa rosario dan ada juga sharing iman. Hari kedua, kami berwisata di sekitar pulau-pulau yang ada di Belitung. Ada Pulau Lengkuas, Pulau Batu Garuda, Pulau Layar, dsb. Di setiap pulau yang disinggahi, jaraknya tidak begitu jauh, saya langsung menyelam dan menikmati jernihnya air laut di sana. Biota dan terumbu karangnya masih dapat dilihat dengan jelas dan begitu menawan. SUKA CITA dan BERSYUKUR Foto bersama di Bandara H.A.S Hanandjoeddin - [Foto : dok. pribadi] Foto bersama di Replika Sekolah Dasar Laskar Pelangi - [Foto : dok. pribadi] Foto bersama Romo Gunsales Kun di Gereja Regina Pacis - [Foto : dok. pribadi] Foto bersama di Goa Maria Stasi Santo Paulus Gantung - [Foto : dok. pribadi]
- - - - 75 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 EDISI 45 # Februari - April 2024 Selain biota laut dan terumbu karangnya, banyak juga batu-batu besar di setiap pulau tersebut (salah satu batu dikatakan berasal dari batu meteor yang jatuh sehingga dilindungi oleh UNESCO). Perjalanan wisata di hari kedua ini ditutup dengan santap malam bersama di pinggir pantai dengan penuh sukacita. Pada kesempatan santap malam tersebut, dilakukan juga seremoni penyerahan dana donasi untuk Gereja BMPA sebesar Rp. 25.046.000 dari Tim Doa PPG Sathora yang diwakili oleh Ibu Siane Tjahja dan Ibu Lily Herlina. Hari ketiga, kami dengan sedih harus bersiap-siap untuk pulang ke Jakarta. Sebelum pulang, kami membeli oleh-oleh khas Belitung dan langsung ke Bandara H.A.S Hanandjoeddin menuju Bandara Soekarno-Hatta. Terasa begitu singkat, tetapi saya merasakan kesan yang mendalam pada ziarek dan kebersamaan kami semua. Selain menikmati destinasi wisata, saya bersyukur semakin mengenal umat-umat saya di Paroki Bojong Indah dan saya lihat antar umat juga bisa semakin saling mengenal. Banyak pengalaman yang bisa saya dengarkan dari para peserta. Sebagai romo, saya bersyukur bisa mendapatkan pengalaman pertama mendampingi umat berziarah. Selain mendampingi, saya pun merasa didampingi secara tidak langsung oleh umat-umat saya dalam kebersamaan yang ada tersebut. Pengalaman-pengalaman yang mereka bagikan sungguh meneguhkan untuk perjalanan panggilan saya ini. Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan atas segala kesempatan yang boleh saya rasakan ini. Ditunggu ziarah selanjutnya bersama umat Paroki Bojong Indah. Dan mari terus semangat untuk menggalang dana bagi pembangunan gereja baru di Paroki kita ini. Tuhan memberkati. Jakarta, 05 April 2024 Romo Ludowikus Andri Novian Foto bersama di Pulau Lengkuas - [Foto : dok. pribadi] Foto bersama di Pulau Batu Berlayar - [Foto : dok. pribadi] Foto bersama di taman belakang hotel Santika - [Foto : dok. pribadi] Foto bersama di Kampung Fifi - [Foto : dok. pribadi]
LIPUTAN - - - - 76 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 EDISI 45 # Februari - April 2024 LIPUTAN Legio Maria Legio Maria adalah komunitas kerasulan awam Katolik yang memiliki devosi khusus kepada Bunda Maria. Berdiri sejak 7 September 1921 di Dublin, Irlandia Utara, dan sudah tersebar hampir di seluruh dunia. Legio Maria masuk ke Indonesia pertama kali dan berdiri di Medan tanggal 7 September 1951. Sebagai organisasi universal, Legio Maria memiliki Buku Pegangan Legio yang mencatat peraturan dan sistem legio, dan mengajarkan cara-cara hidup suci para anggotanya. Legio Maria terbuka bagi semua orang Katolik yang bersedia mematuhi sistem legio. Mereka yang ingin menjadi anggota legio harus melamar di suatu Presidium. Presidium adalah salah satu unit terkecil. Dan setiap presidium diberi nama salah satu gelar atau litani Santa Perawan Maria. Dalam peraturan dan sistem legio, setiap dewan kuria berkewajiban menyelenggarakan kegiatan resmi tahunan untuk mengumpulkan anggota legio setiap tahun yang disebut Acies. Acies berasal dari kata Latin pasukan siap sedia bertempur. Dalam upacara misa Acies, para legioner berkumpul untuk memperbaharui janji kesetiaan kepada Bunda Maria Ratu Legio. Serta untuk menerima kekuatan dan berkat dari Maria sebagai bekal untuk pertempuran melawan setan dan kekuatan jahat dunia lainnya. Acies adalah perayaan agung dan utama legio. Oleh karena itu kehadiran legioner menjadi penting. Perayaan Acies Upacara perayaan misa Acies paroki Sathora diadakan pada tanggal 11 Maret 2024. Diselenggarakan oleh Dewan Kuria Ratu Pencinta Damai. Dihadiri para pemimpin rohani dan asisten pemimpin rohani, legioner dan auksilier. Perayaan Acies tahun ini mengambil tema “Bersama Bunda Maria Kita Bangun Solidaritas dan Subsidiaritas”. Diawali perarakan dari susteran Pasionis menuju gereja. Misa Acies dipimpin secara konselebrasi oleh Romo Sridanto, Romo Ari dan Romo Ludowikus dalam perayaan Ekaristi. Upacara Acies dibuka dengan nyanyian, diikuti dengan doa-doa legio termasuk doa rosario. Kemudian upacara pembaharuan janji diawali para pemimpin rohani dan asisten pemimpin rohani, dewan kuria, para legioner maju berpasangan sampai di depan Veksilum. Hening sejenak lalu dengan meletakkan tangan pada tangkai Veksilum mengucapkan, “Aku adalah milikmu, Ratuku dan Bundaku. Dan segala milikku adalah kepunyaanmu.” Setelah selesai, Veksilum dilepas. Legioner membungkukkan badan sedikit dan kembali ke tempat masing-masing. Bila semua legioner kembali ke tempat duduk, sebuah doa pembaktian diri kepada Bunda Maria diucapkan oleh imam dan semua legioner untuk mendaraskan doa Catena. Setelah itu, doa penutup legio didaraskan. Sesudah lagu penutup dinyanyikan, dengan demikian Aciespun berakhir. Kemudian acara dilanjutkan ramah tamah. Robert Legio Maria LEGIO MARIA dan PERAYAAN ACIES Perarakan patung Bunda Maria dari Susteran Pasionis menuju gereja - [Foto : Erwina] Peletakkan tangan pada tangkai Veksilum - [Foto : Erwina] Vandel-vandel Legio Mariae - [Foto : Novi]
- - - - 77 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 EDISI 45 # Februari - April 2024 Dalam homilinya, Romo Sri Danto menyatakan rasa syukur atas pencapaianpencapaian paroki Sathora. Salah satunya kita punya Kuria Ratu Pencinta Damai, yang di bentuk sejak 25 September 2022. Kuria adalah tingkatan di atas presidium. Dimana jika sudah memiliki minimal 5 presidium per paroki, bisa membentuk satu Kuria. Paroki Sathora sudah memiliki 8 presidium: 1. Rumah Kencana 2. Regina Pacis 3. Regina Caeli 4. Regina Caelorum 5. Regina Angelorum 6. Ratu Para Rasul 7. Maria Imacullata 8. Bintang Timur Sathora sudah memiliki banyak presidium. Ada ketentuan jika ada anggota lebih dari 25 orang, maka presidium ini harus memecahkan diri membentuk presidium baru lagi sehingga akan makin berkembang. Presidium Caelorum cukup senior tapi juga beranggotakan OMK. Presidium Bintang Timur adalah presidium khusus bapakbapak. Terdorong karena melihat para legioner yang sudah lansia dan sebagian besar perempuan. Maka tercetus untuk membuat presidium khusus bapak-bapak. Harapannya mereka juga bisa lebih dekat dengan Bunda Maria dan rajin berdevosi kepada Bunda Maria. Selanjutnya Romo menyampaikan kerinduannya untuk membuat presidium anak-anak di bawah usia 18 tahun agar mencintai Bunda Maria sejak usia dini dan bisa menjadi MISA ACIES Veksilum,Foto bersama - [Foto-foto : Novi] penerus buat para legioner senior yang sudah ada. Romo berharap para legioner juga semakin meneladani Bunda Maria yang punya rasa peduli seperti dikisahkan dalam bacaan Yohanes 2: 1-11. Novi - [Foto : Brian] Games - [Foto : Brian] - [Foto : Matheus Hp.]
LIPUTAN - - - - 78 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 EDISI 45 # Februari - April 2024 LIPUTAN Rumah Ramah Seroja adalah salah satu program Tim Sinergi Bidang Prioritas 1 (TSBP 1) , program kegiatan lingkungan di Paroki dan sekitarnya. Bersamaan dengan Aksi nyata APP 2024, lingkungan Bernardus melakukan kegiatan baksos untuk warga di sekitarnya. Selama empat kali pertemuan APP, lingkungan Bernardus menyisihkan kolekte yang mereka gunakan untuk berbagi kepada sesama. Sesuai Ardas KAJ, dengan semangat solidaritas dan subsidiaritas mereka berbagi takjil kepada saudara yang sedang berpuasa. Dan ditutup dengan pembagian 40 Rumah Ramah Seroja dan Aksi Nyata APP 2024 Lingkungan Bernardus sembako kepada warga RT.03, Rw.04 Rawa Buaya pada hari Minggu, 24 Maret 2024. Di bawah komando Ayub Abdi Yuniarto sebagai ketua lingkungan Bernardus, dibantu ibu-ibu yang penuh semangat dan kreatif, kegiatan ini berjalan lancar dan membawa sukacita banyak orang. Semoga kegiatan ini semakin mempererat persaudaraan antar umat lingkungan dan warga yang beraneka ragam keyakinan. Tuhan berkati. Amin. Novi #solidaritas #subsudiaritas Pemberian sembako pada warga sekitar - [Foto-foto: Novi] - [Foto : Novi] Berfoto bersama Bp.Ayub, Victor wakil HAAK dan Mely TSBP1 bersama Foto bersama panitia dan perangkat RT, HAAK, TSBP1- [Foto : Novi] perangkat Rt 3 RW 4 Rawabuaya - [Foto : Novi]
- - - - 7979 ME MERASUL ASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 EDISI 45 # Februari - April 2024 Hari Selasa, 26 Maret 2024 pk 18.00 WIB, bertempat di GKP lantai 4, para pencinta bola yang terdiri dari orang tua, orang muda dan anak-anak Balita pun semuanya ikut nonton bola. Romo Danto, romo Ari beserta DPH juga hadir. Pertandingan seru selalu terganggu oleh signal yang terputus-putus, walau dengan jantung berdebar, karena tegang namun hati jadi sukacita karena dimenangkan oleh tim Indonesia 0-3. NOBAR Sepakbola Vietnam VS Indonesia Romo Ari suka main bola tetapi tidak suka nonton bola, di awal permainan sudah meninggalkan GKP, sempat meramal 2-0 untuk Indonesia. Beda dengan romo Danto lebih suka nonton bola. Main bola hanya ketika masih seminari. Karena terganggu oleh signal yang selalu terputus romo Danto balik ke pastoran sebelum acara nobar masih berlanjut. Acara menonton sambil makan Hari Selasa 16 April 2024, Romo Ari genap berusia 56 tahun. Setelah misa pagi Romo Sri Danto selaku Pastor Kepala mengundang seluruh umat yang ikut misa pagi, untuk ikut merayakannya di halaman pastoran. Acara dipandu oleh DPH muda, potong kue Ultah, ada sambutan dari Romo Danto juga dari wakil Dewan paroki. Acara sederhana namun meriah karena Romo Ari yang hobi menyanyi dengan suaranya yang bagus, terus bernyanyi sambil berfoto bersama umat yang hadir. Kegembiraan Romo Ari menjadi sukacita, ketika romo Danto memberikan hadiah yang disukai dan dibutuhkan Romo Ari untuk dipergunakan dalam melayani umat dan para frater yang butuh bimbingannya. Demikian juga dewan paroki memberikannya hadiah. HUT Romo Ari Darmawan ke-56 Nobar Sepakbola - [Foto : dok. pribadi] dan minum karena ada UKM yang menyediakan aneka camilan. Syukurlah! Acara nobar ditutup dengan sukacita karena kemenangan tim Indonesia. Samaria Romo Ari bersama Romo Danto dan umat yang hadir - [Foto : dok. pribadi] Perayaan Hari Ulang Tahun Romo Ari - [Foto : dok. pribadi] Acara diakhiri dengan sarapan bersama yang telah disediakan oleh ketua seksi panggilan. Siang harinya para karyawan juga merayakan HUT Romo Ari, dengan makan siang bersama di lantai tiga. Acara HUT Romo Ari masih terus berlanjut di lantai dua, oleh Presidium Regina Angelorum, karena bertepatan Romo Ari giliran tugas memberikan tugas bimbingan rohani. Samaria
LIPUTAN - - - - 80 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 EDISI 45 # Februari - April 2024 LIPUTAN Sabtu, 20 April 2024 pukul 17.45 WIB, penulis sudah tiba di GKP lantai 4 tempat diselenggarakannya Gathering Marriage Encounter (ME) Sathora. Terlihat Panitia masih sibuk melakukan persiapan, mulai dari meja pendaftaran, dekorasi, sound system sampai konsumsi. Penulis disambut oleh Ernia Meyliani (Nia) bersama pasangannya, Eduard Setiawan (Edu) sebagai Ketua Panitia acara ini. Pasutri Edu dan Nia bergabung dengan ME Sathora pada November 2023, Weekend ME (WEME) angkatan 470. Mereka mendapat kehormatan untuk menyelenggarakan acara temu kangen lintas angkatan yang baru pertama kali diadakan di Sathora. “Kami pada awalnya sangat kuatir karena sebagai anggota baru, sudah diberi tanggung jawab besar.” ujar Edu dengan penuh was-was. “Namun dengan persiapan matang dan bantuan dari teman-teman panitia, acara sore ini diharapkan dapat berjalan lancar.” lanjut ayah dari dua orang anak ini. Tepat pukul 18.30 WIB, Pasutri Rini Berto, sebagai MC membuka acara diawali dengan lagu-lagu pujian dan doa dilanjutkan dengan kata sambutan Edu Nia serta BPS (Bagaimana Perasaan Saya) yang menjadi ciri khas ME. BPS PASUTRI YUDHO LISA Pasutri Yudho Dirgantara dan Lisa Christina sebagai angkatan ke 425 WEME (Weekend Marriage Encounter) dipercaya sebagai Koordinator Paroki (Kormep) ME Sathora. Usia pernikahan mereka 14 tahun dan dikaruniai dua orang putra. BPS Yudho berkata, “Perasaan saya senang karena banyak teman-teman yang bisa hadir pada malam ini. Bersyukur Gathering perdana ini dapat terlaksana hasil kerja tim panitia yang luar biasa. BPS Lisa, “Perasaaan saya bahagia karena tujuan acara ini untuk mengumpulkan pasutri sebagai keluarga besar ME Sathora dapat tercapai. Untuk makin mengenal anggota ME Sathora, di awal kepengurusan kami bersama Pengurus melakukan pengkinian data dan menghubungi satu persatu. Ada yang sudah pindah paroki, ada yang sudah berubah nomor telponnya. Kami juga mencoba sinkronisasikan data distrik dengan BIDUK tapi masih belum sesuai harapan. Akhirnya Romo Bondi menyarankan untuk diadakan gathering ini. Tentunya semua kegiatan ME disupport luar biasa oleh Romo Danto. Puji Tuhan gathering hari ini berjalan dengan baik”. BPS Dulu Yuk! Pasutri Pocky Acu - [Foto : Brian] - [Foto : Erwina] - [Foto : Matheus Hp.] - [Foto : Matheus Hp.]
- - - - 81 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 EDISI 45 # Februari - April 2024 BPS ROMO DANTO “Partner saya umat Paroki Sathora. BPS saya, gembira karena ini pertama kali kita mengumpulkan siapa saja yang tergabung dalam ME Sathora agar bisa kita data dan libatkan. Karena aktivis-aktivis itu biasanya yang menjadi pilar-pilar SKK di Paroki. Jadi kita harapkan kehidupan keluarga di Paroki diwarnai oleh teman-teman yang pernah ikut ME maka perlu didata. Saya juga gembira karena saya juga hadir sebagai anggota weekend angkatan 392 dengan tim pembimbing Alm. Benny dan Ryka. Gembira yang ketiga karena pasangan saya, umat Sathora itu sangat aktif. Di lantai 3 saat ini ada acara Panggilan untuk anak-anak muda yang hadir sampai seratus lebih. Bahkan di gathering ini sepertinya ada yang tidak mendaftar tapi nongol. Ini suatu kegembiraan, karena pada jamannya ME Sathora punya peranan besar di KAJ. Seiring berjalannya waktu, peranannya makin lama semakin berkurang. Mungkin karena yang mengikuti weekend semakin sedikit. Maka kita bisa buat sendiri secara mandiri weekend ME seperti yang perdana dilakukan tahun 2023 lalu. Terimakasih juga untuk dukungan senior Pasutri Rusly Elly. Semoga kita dapat mendorong keluarga-keluarga muda yang kehidupan rumah tangganya tidak seperti yang diharapkan. Sehingga mereka dapat berpartisipasi dan menjalin relasi dengan baik agar dapat meminimalisir burden yang ada dalam keluarga muda. Harapannya dapat menjadi warna baru, sehingga ME Sathora dapat bangkit lagi. Suatu saat dapat berperan di tingkat Paroki, Dekenat, bahkan Keuskupan. Proficiat untuk panitia dan semua yang sudah mempersiapkan. Hal yang besar kita mulai dengan langkah yang kecil. Terimakasih Tuhan memberkati.” KNOW YOUR PARTNER MC Rini Berto mengundang Pasutri F. Rudy Halimihardja dan N. Yunita H. angkatan 443 (usia pernikahan 27 tahun) dan Pasutri Henry Solichin dan Nancy Tirtadjaya angkatan 338 (usia pernikahan 40 tahun) untuk bermain dengan memberikan pertanyaan untuk dijawab masing-masing pasutri. Sukacita karena pertanyaan dapat dijawab dengan benar. Mereka mendapatkan hadiah. Sambil acara berjalan, panitia mempersilahkan kepada pasutri dan anak-anak untuk menikmati hidangan yang telah disediakan. Tersedia menu makan malam dan aneka pudding dan minuman. Suasana santai dan kekeluargaan tercipta di dalam gathering ini. Bravo seksi konsumsi! MATERI UTAMA Gathering ini juga membekali pasutri yang hadir dengan suguhan materi utama yang sangat bagus dan membangun. Dibawakan oleh Pasutri Rusli Elly (dikenal sebagai Emak dan Engkong). Usia pernikahan 52 tahun, mengikuti WEME tahun 1978 dan menjadi tim pemberi WEME tahun 1984. BPS Rusli, “Yang kukagumi dari Elly, dari dulu sampai sekarang saya dikejar-kejar, didorong-dorong, kalau tidak saya tidak akan ada di sini. Kami selalu berdua.” BPS Elly, “Yang kukagumi dari engkau, halus, lemah lembut, kadang-kadang jarak lima rumah suaranya kedengaran. Rusli orangnya sangat sabar”. Pasutri Pocky Acu juga sebagai pembawa materi. Usia pernikahan 39 tahun, couple angel ME Sathora, mengikuti WEME tahun 2003. BPS Pocky, “Acu perhatian sangat besar, dimanapun saya berada, harus lapor.” BPS Acu, “Yang saya kagumi dari Pocky, dari dulu sampai sekarang baik, sabar dan penurut.” Mereka saling memuji pasangannya dengan tatapan - [Foto : Matheus Hp.] - [Foto : Matheus Hp.]
LIPUTAN - - - - 82 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 EDISI 45 # Februari - April 2024 LIPUTAN penuh cinta menambah sukacita dan kemesraan gathering ini. Ikut Weekend ME Dapat Apa? Dasar biblis Timotius 7:8. Setiap kali berdoa, pasti dikabulkan. “Tuhan dapat memberi setiap saat dalam bentuk yang Ia tentukan sesuai dengan kebutuhan kita.” Kalau kita minta uang, Tuhan tidak memberikan uang jatuh dari langit, tapi lamaran kerja kita diterima atau harga barang-barang turun. Ikut ME dapat apa? Hampir sama jawabannya, malahan ada yang berkurang misal sebagai pasutri stres berkurang, ketakutan akan masa depan berkurang, kekecewaan kita juga berkurang, berantemnya kita berkurang. Ikut ME malah dapat: LIFE GIVING / MEMBERI HIDUP Dasar biblis Ibrani 13:16 dan Ulangan 15:11. Jadi kita dapat memberi kehidupan. Ketika ikut ME, kita dihidupkan oleh tim pemberi WEME. Dan sekarang kita juga memberikan hidup pada orang lain. Life Giving, kita diberi kehidupan kembali di dalam relasi suami istri, bukan materi atau uang. Pasutri Rusli Elly. “Kami ikut WEME pada tahun keenam pernikahan kami. Saat itu kami kurang berkomunikasi, fokus cari uang, pergi pagi pulang malam. Setelah ikut WEME kami mendapat Life Giving, kehidupan kami kembali dalam relasi kami sebagai pasutri. Kami menjadi intim, mesra kembali dan ini mempengaruhi relasi dengan anak dan orang yang serumah. Kalau sebelumnya kami malas ngomong bila di rumah, sekarang jadi sering ngobrol.” Life Giving yang sudah diajarkan di ME, dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Baik kepada keluarga di rumah maupun komunitas dan lingkungan. RADIATION / RADIASI Dasar biblis Mazmur 18:33 dan Yesaya 40:31. Engkong menjelaskan arti Radiasi. “Radiasi itu apa? Saat ikut WEME, kita teradiasi oleh tujuh orang pemberi WEME yang berani bersaksi urusan dapur mereka. Luar biasa! Sekarang kita harus meradiasi orang. Dengan aktif sebagai Kormep, dewan paroki, ketua lingkungan. Dulu sebelum ikut ME, tidak pernah ikut kegiatan lingkungan. Setelah ikut WEME, kami gandengan. Kami cerita pengalaman kami setelah ikut WEME. Kami meradiasi teman-teman lingkungan sehingga banyak yang ikut WEME. Bahkan teman-teman kuliah juga banyak yang teradiasi.” Elly, “Saat ikut WEME, tanpa kita sadari, kita teradiasi oleh tim kita; satu romo dan tiga pasutri. Mereka itulah yang membuka diri untuk meradiasi kita. Siapa saya? Siapa kami berdua? Siapa kami bersama Tuhan? Siapa kami bersama Tuhan dan komunitas? Dulu hanya diri sendiri saja yang dipikirkan. Setelah diradiasi oleh tujuh orang itu, barulah kami mengerti bahwa ada relasi dengan pasangan, dengan Tuhan dan dengan komunitas. Setelah teradiasi, kami berusaha untuk meradiasi.” Engkong menambahkan ,“Radiasi tidak hanya kepada keluarga di rumah, tetapi juga kepada assisten rumah tangga, sopir, agar mereka juga teradiasi dan meradiasi orang lain. Putra kami jadi Prodiakon, mantu jadi wakil ketua lingkungan, cucu-cucu jadi putra altar.” ELEVATION Dasar biblis Ayub 5:11 dan Yehezkiel 7:24. “Dari pasutri Katolik di Indonesia baru ada di bawah 40.000 yang ikut dalam WEME. Sedangkan di Jakarta baru ada 5.000, dan kita termasuk di dalamnya. Kita terangkat dibandingkan pasutri lainnya. Dari ribuan hanya 30 yang menjadi tim pemberi WEME, pastor baru ada 10, termasuk Romo Danto. Dari 68 paroki, - [Foto : Matheus Hp.] - [Foto : Matheus Hp.]
- - - - 83 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 EDISI 45 # Februari - April 2024 53 sudah memiliki Kormep. Hanya sedikit kelompok dialog dibandingkan dengan jumlah pasutri Jakarta dan kita sudah menjadi salah satunya. Kalau belum, bisa dibuat, Acu Pocky bisa membantu. Itu membuat kita mengetahui nilai-nilai lebih banyak. Kita akan diperkaya dengan adanya komunitas kelompok dialog. Itu berarti kita diangkat melebihi pasutri lain. Kita pasutri biasa diangkat menjadi luar biasa. From nothing to something.” Acara dilanjutkan dengan penarikan door prize. Tak ketinggalan anak-anak juga mendapatkan hadiah didahului dengan tari dan lagu “Mentega dan Roti”. BPS LUCAS-BABY BPS Baby, “Saya senang banget, seperti BPS dari Romo, elevation-nya sama. Ini baru pertama kali Sathora melakukan ini, dan luar biasa. ME Sathora silent in action. Tidak banyak bicara tiba-tiba bikin gathering. Dulu bikin Weekend mandiri juga. Sathora berani melakukan acara seperti paroki yang sudah mandiri. Padahal orang-orang nya kalau disuruh KD jarang datang, tapi kalau bikin acara tidak tanggung-tanggung. Senang sekali bisa melihat ada kekuatan yang luar biasa, yang selama ini belum muncul ke permukaan. Sekarang harapannya besar sekali, karena Romo Danto bakalan jadi tim. Jadi semua sudah komplit. Semangat luar biasa dari Dewan Paroki, SKK, ME, semua sudah equipment, sudah luar biasa untuk bergerak maju. Tinggal kita dukung. Setuju teman-teman?” BPS Lucas, “Kami sudah menikah 33 tahun. Perasaanku hari ini gembira, bahagia dan sangat bersyukur karena kami ada tiga kegiatan hari ini. Salah satunya acara Berseri (Berbagi walaupun sendiri). Ini merupakan wadah baru dari ME bagi Pasutri yang sudah ikut WEME dan yang sudah ditinggal pasangannya. Kami membentuk suatu wadah dan ternyata sambutannya luar biasa. Ini juga membuat kami gembira, terlihat dari energinya akan berkembang, seperti di paroki Sathora.” ujar Kordis (Koordinator Distrik) ME dengan penuh semangat. Surprise juga diberikan kepada Monic yang berulang tahun, dengan kue yang diserahkan oleh pasangannya, Ocky didampingi putra dan putri mereka, menambah keceriaan dalam keluarga. Surprise kedua panitia memberikan penghargaan kepada Ryka, istri Alm. Benny, yang telah terlibat secara aktif di dalam komunitas ME Sathora. Sukses acara malam ini. Bravo panitia! Semoga kedepannya ME Sathora dapat berkembang sehingga dapat menjadi Life Giving, Radiation dan Elevation. WEME angkatan 475 yang akan datang diadakan tanggal 24-26 Mei 2024 di Wisma Mawar Indah, Bogor. Bagi Pasutri Sathora yang ingin bergabung dengan komunitas ME Sathora, dapat menghubungi Pasutri Yudho Lisa di nomor 0817349931 / 085780471888 atau web https://www.me-jakarta.org/. LILY PRATIKNO - [Foto : Matheus Hp.] Foto bersama - [Foto : Matheus Hp.] Ocky memberikan surprise kue ulang tahun kepada Monic - [Foto : Erwina]
LIPUTAN - - - - 84 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 EDISI 45 # Februari - April 2024 LIPUTAN WKRI T iap tahun WKRI Sathora mengadakan Baksos Ramadhan sebagai salah satu bentuk solidaritas kepada masyarakat sekitar yang menjalankan ibadah di bulan Ramadhan. Tahun ini sesuai anjuran Romo Sridanto dan sesuai ardas KAJ, WKRI berkolaborasi dengan seksi PSE dan seksi HAAK dalam pelaksanaannya. Rangkaian acara meliputi: 1. Selasa 12 Maret 2024. Pembagian Sembako untuk saudara Muslim di sekitar Bojong Indah sebanyak 350 bungkus. Pelaksanaannya akan dilakukan oleh pihak Kelurahan 15 Maret 2024. Dan 350 paket lagi untuk keluarga prasejahtera Sathora yang mendapat bantuan PSE selama ini di sekitar Bojong Indah. Biasanya WKRI membagikan 1000 bungkus. Namun saat pandemi turun jadi 600 bungkus. Setelah pandemi naik menjadi 700 bungkus. PSE menjadi bagian pendanaan, dan WKRI menjadi armadanya. Sedangkan HAAK sangat berperan sebagai jembatan ke Kelurahan, berhubung tahun ini pembagian paket untuk umat Muslim dilakukan di Kelurahan. Tidak antri di halaman gereja Sathora seperti biasanya sebelum pandemi. Ini semua dilakukan agar gereja bisa lebih dekat dengan masyarakat sekitar. 2. Rabu 13 Maret 2024. Bazaar Ramadhan 2024 Bergotong royong memindahkan beras - [Foto : dok. WKRI] - [Foto : dok. WKRI] Penulis bersama WKRI, Sie HAAK - [Foto : dok. WKRI] Bergotong royong memindahkan beras - [Foto : dok. WKRI] Suasana bazaar di parkiran Gereja Sathora - [Foto : dok. WKRI] Anggota WKRI membantu menjual pakaian layak pakai - [Foto : dok. WKRI]
- - - - 85 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 EDISI 45 # Februari - April 2024 Bazaar murah barang layak pakai untuk umum dilaksanakan di parkiran gereja Sathora pukul 10.00 - 14.00 WIB. Cuaca sangat cerah dan cukup panas, namun tidak menyurutkan masyarakat untuk berbelanja. Barang bagus layak pakai, harga murah, kapan lagi bisa didapatkan? Bazaar ini tentunya sangat membantu masyarakat yang membutuhkan baju celana dan barang lainnya terutama untuk menyambut Lebaran. 3. Solidaritas Ramadhan Sathora, 15 Maret 2024. Rangkaian acara ditutup dengan pembagian 350 bungkus paket sembako di Kelurahan Rawabuaya. Pelaksanaan sepenuhnya dikerjakan oleh pihak Kelurahan dan jajarannya. Dibuka dengan sambutan oleh Junaidi, Lurah Rawabuaya. Dilanjutkan dengan sambutan Romo Sri Danto dan Maria Heru, ketua WKRI Sathora. Paket tersebut secara simbolis diserahkan kepada beberapa wakil masyarakat. Warga yang memperoleh sembako pulang dengan penuh sukacita. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu terlaksananya rangkaian acara ini dengan lancar dan baik. Sesuai tahun solidaritas dan subsidiaritas. Membangun hubungan yang lebih dekat dan harmonis dengan masyarakat berbeda agama dan keyakinan. Menampilkan wajah Gereja dan wajah Kristus di tengah masyarakat. Novi Para pembeli- [Foto : dok. WKRI] Para pembeli- [Foto : dok. WKRI] - [Foto : dok. WKRI] - [Foto : dok. WKRI] - [Foto : dok. WKRI] - [Foto : dok. WKRI]
LIPUTAN - - - - 86 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 EDISI 45 # Februari - April 2024 Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) cabang Santo Thomas Rasul didirikan pada tanggal 8 April 1991. Jadi tahun ini genap berusia 33 tahun, umur di mana Yesus bangkit. Jadi diharapkan WKRI Sathora akan bangkit dan menyebarkan nafas organisasinya secara lebih intens ke dalam maupun keluar organisasi, selaras dengan Ardas Gereja yaitu solidaritas dan subsidiaritas. Sehubungan tanggal 8 April 2024 bertepatan dengan perayaan Paskah, diikuti dengan hari Raya Idul Fitri tanggal 10 April, maka peringatan ulang tahun kali ini baru dilaksanakan pada tanggal 19 dan 20 April 2024. Ini sekaligus peringatan hari Kartini, sebagai Wanita Indonesia yang memelopori kebangkitan wanita di Indonesia. Perayaan hari Kartini pada tanggal 19 April 2024 dilaksanakan di mal Puri Indah dengan acara lomba pakaian daerah, peragaan busana dari Yessica Moretosee, tarian Angin Mamiri, dan tari Payung Fantasi. Ceramah kesehatan oleh dokter Astrid Yunita dari Rumah Sakit Puri Indah, demo produk kecantikan dari Lancom, dan tak lupa ada penarikan door prize. Pesertanya cukup banyak, tercatat 48 orang dari Wanita Katolik Cabang beserta kesembilan rantingnya dengan kontribusi sebesar Rp. 50.000,-. Sebagai PIC penyelenggara adalah ranting Santa Anna atau Taman Permata Buana yang diketuai oleh ibu Erna. Setelah registrasi, peserta dapat melakukan cek gula darah, pengukuran tensi gratis dan memperoleh snack. Pada tanggal 20 April, bertempat di GKP lantai 3, jam 09.00 WIB diadakan misa syukur yang dipimpin oleh Romo Sridanto. HUT Wanita Katolik RI cabang Santo Thomas Rasul ke 33 Perayaan hari Kartini dan rundown acara - [Foto : dok. WKRI] Peserta perayaan Kartini di Puri Mall - [Foto : dok. WKRI] Pemenang lomba baju daerah beserta panitia - [Foto : dok. WKRI] Anggota KWRI sebagai peragawati dalam peragaan busana - [Foto : dok. WKRI] LIPUTAN WKRI
- - - - 87 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 EDISI 45 # Februari - April 2024 Sebagai PIC pada acara ini adalah ranting Santa Teresa Kalkuta dari Puri Kencana. Untuk konsumsi ada tumpeng kecil dari cabang, makanan berat dari ranting Santa Anna, Santa Teresa Kalkuta dan Santa Agnes. Sedangkan snack dari Santa Fransiska dan Santa Katarina. Buah dari Santa Bernadette dan Santa Lucia. Minuman dari Santa Maria dan Santa Teresa Kalkuta. Setelah misa selesai dilanjutkan dengan foto bersama Romo dan bapak Marcel dari DPP, dilakukan per-ranting terlebih dulu. Kemudian foto bersama seluruh peserta misa, Undangan untuk Misa ulang tahun dan acara kebersamaan - [Foto : dok. WKRI] Suasana misa di GKP lantai 3 dipimpin Romo Sridanto - [Foto : dok. WKRI] Foto selesai misa bersama Romo, Bapak Marcel, dan seluruh anggota WKRI - [Foto : dok. WKRI] seperti yang terlampir berikut ini. Acara dilanjutkan dengan acara kebersamaan yaitu sambutan dari ketua cabang ibu Maria Heru. Ada juga sepatah kata dari bapak Marcel dan mantan ketua cabang yaitu ibu Elly. Selanjutnya pemotongan tumpeng, permainan, pemberian hadiah untuk pemenang, dan untuk ranting tertua yaitu ranting Santa Fransisca dan ditutup dengan makan siang bersama, dengan konsumsi yang disediakan oleh cabang dan ranting. Liana Pemotongan tumpeng- [Foto : dok. WKRI] Pemberian hadiah kepada ranting Santa Fransisca dan pemenang lomba- [Foto : dok. WKRI]
LIPUTAN - - - - 88 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 EDISI 45 # Februari - April 2024 LIPUTAN Sesuai Tema KAJ, Solidaritas dan Subsidiaritas, PSE sub Seksi Pendampingan Umat Berkebutuhan Khusus yang diketuai Iswanto Supangat, mengajak para penyandang difable dan disabilitas untuk memenuhi undangan gereja Katedral Bogor yang berulang tahun ke 75, untuk menghadiri misa dengan JBI (juru bahasa isyarat). Setelah selesai misa foto bersama di gereja, mereka diajak berekreasi ke daerah sekitar Bogor dan makan siang bersama sambil menikmati pemandangan alam. Mereka puas sekali berjalan sambil mengobrol dengan bahasa isyarat. Selain ke Bogor komunitas penyandang disabilitas dan difable Sathora berdoa dan rekreasi ke Taman Doa PIK 1 dan Taman Doa Maria Akhita di PIK 2. Selesai berdoa dan foto bersama, acara berlanjut dengan makan siang barulah mereka pulang dengan wajah penuh sukacita. Samaria Kegiatan Pendampingan Disabilitas Sathora - [Foto : dok. pribadi] Foto bersama di Katedral Bogor - [Foto : dok. pribadi]
- - - - 89 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 EDISI 45 # Februari - April 2024 The Catholic University of America (CUA) di Washington DC, hari Sabtu, 11 Mei 2024, akan menyelenggarakan upacara pembukaan bersama aktor pemenang penghargaan Jonathan Roumie sebagai pembicara. Acara ini akan disiarkan langsung dan direkam di depan Basilika Tempat Suci Nasional Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda (The Basilica of National Shrine of Immaculate Conception). Roumie dipilih sebagai Pembicara Pembuka Kehormatan karena ia adalah tokoh Katolik yang terkenal. Ia dikenal sebagai tokoh Yesus dalam film seri yang sedang berlangsung, The Chosen. Film ini mengikuti kehidupan Yesus dan Para Rasul berdasarkan narasi Kitab Suci. Roumie telah memberikan kontribusi yang sangat aktif di aplikasi doa Hallow, dimana di aplikasi tersebut dia membacakan ayat Kitab Suci dan mengarahkan para pengguna aplikasi di dalam doa. Di dalam pengumuman CUA, Presiden Peter Kilpatrick menyatakan bahwa dia yakin pidato Roumie akan menjadi “inspirasi bagi semua alumnus dan semua yang hadir”. “Jutaan orang telah berubah hidupnya menjadi lebih baik lewat penggambaran Yesus Kristus yang dilakukan oleh Jonathan Roumie, suaranya pada aplikasi Hallow, dan banyak dari penampilannya yang mewakili iman Katolik dan pengajaran-pengajaran Gereja,” kata Presiden Peter Kilpatrick. “Karya Jonathan merupakan bukti bagaimana orang-orang Katolik awam dapat menggunakan talenta yang Tuhan berikan kepada mereka, untuk menyampaikan pesan pengharapan, iman, dan membawa orang-orang lebih dekat kepada Tuhan.” Di samping pilihannya untuk menjadi seorang aktor, Roumie adalah seorang yang sangat aktif dalam menjalankan iman Katoliknya. Ia secara rutin memperjuangkan sakramensakramen dan telah melayani Gereja sebagai pemimpin pewartaan dan pelayanan luar biasa dalam Perjamuan Kudus. Pada tahun 2022, OSV menambahkan namanya di dalam daftar “Catholic of the Year”, dan pada tahun 2023 dia melayani sebagai pembicara tamu di acara tahunan March for Life. Yang terbaru, dia muncul di iklan Super Bowl untuk aplikasi Hallow yang dilihat oleh jutaan orang dan memicu lonjakan pengunduhan terbanyak dalam sejarah aplikasi tersebut. Pada perannya sebagai pembicara pembuka, Roumie berkomentar pada CUA: “Berbicara pada upacara pembukaan di The Catholic University of America merupakan suatu kehormatan, karena saya akan menjadi salah satu orang yang menilai bukan hanya kualitas pendidikannya tapi juga sebuah pengalaman perkuliahan yang dibentuk dari iman Katolik.” kata Roumie. “Saya sungguh menantikan merayakan bersama para lulusan dan berbagi wawasan bagaimana seseorang bisa hidup dengan menginspirasi secara penuh, dan beriman menggunakan keahlian, talenta, serta intelektual yang Tuhan berikan kepada mereka.” Penulis: J. P. Mauro Penterjemah: Albert Santoso Sumber: Aleteia Pemeran film “The Chosen” dan “The Jesus Revolution” juga akan menerima gelar kehormatan dari The Catholic University of America bersama dengan 1300 mahasiswa lainnya. Jonathan Roumie Terpilih Menjadi Salah Satu dari Dua Puluh Empat Pembicara Pembuka di Acara Catholic U Jonathan Roumie - [Sumber : Aleteia.org] LIPUTAN MANCANEGARA
- - 90 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024
- - 92 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024
- - 93 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024
- - 94 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024
- - 95 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024
- - 94 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 SANTO - SANTA Metanoia Si Pendosa Parah St. Margareta Cortona Hubungan antara ibu dengan anak sambungnya itu semakin renggang. Si ibu tiri geram. “Anak ini semakin dewasa semakin susah diurus. Keras kepala, brutal, liar, kurangajar. Hhhh....” Sang anak tiri juga mendongkol. “Hhhh..... kenapa sih ayah sebodoh ini?! Perempuan iblis begini dijadikan istri! Padahal baru dua tahun ibu meninggal. Aku mesti tunduk?! Hueeeh.... Tak sudi aku!!.” Margareta yang malang, sekarang jauh berubah. Kewajiban-kewajiban agama yang dulu ditanamkan oleh ibunya yang saleh, dibuangnya ke tubir laut. Almarhumah ibunda, yang bagaikan cahaya menerangi jalannya, tiba-tiba pergi meninggalkannya ketika ia baru berusia tujuh tahun. Margareta sangat terpukul dan kehilangan arah karena kehilangan cahaya itu. Kemudian muncullah sosok ibu tiri yang berwatak buruk dan kejam hadir dalam kehidupannya. Dia senang menyakiti Margareta. Anak itu sangat tertekan lalu menjadi pendendam, pemarah, pemberontak. Ajaran ibunya tertutup habis oleh kenakalannya . Margareta hidup tersesat namun ayahnya sedikitpun tak mempedulikannya... Margareta menjadi tumbuh liar, menjadi remaja yang labil kejiwaannya. Ia sering lepas kendali, bertindak ekstrim menabrak norma-norma kesusilaan. Ceroboh, sembrono, urakan, tak kenal kompromi. Karena parasnya cantik sekali, ia sangat pandai memikat lelaki. Ia sangat mudah menaklukkan pria manapun yang dia kehendaki. Dan akhlak pemudapemuda yang dikencaninya semuanya buruk. Margareta hidup bergelimang skandal dan dosa yang cepat tersebar. Reputasinya di desa benar-benar rusak. Dan malangnya, ayah dan ibu tirinya tidak menggubrisnya. Margareta lahir pada tahun 1247 dari keluarga petani, di desa Laviano. Sebuah desa yang terletak dekat Cortona di provinsi Tuscany, wilayah Keuskupan Agung Chiusi, Italia. Tak disangka, suatu keberuntungan menghampiri Margareta. Seorang perwira militer, Arsenio, putra walikota Valiano, Gugliemo di Pecora, terpesona melihat kecantikan Margareta. Ia langsung berjanji pada Margareta bahwa ia akan diperlakukan sangat istimewa apabila mau tinggal bersamanya di kastilnya dekat Montepulciano. Margareta akan diberi pakaian-pakaian mewah, bertabur perhiasan, lengkap dengan pelayan-pelayan yang selalu siap melayaninya. Ini peluang yang bagus sekali bagi Margareta! Tanpa ragu, Margareta langsung pergi tanpa seizin orangtuanya, padahal saat itu usianya baru enambelas tahun. Ia tinggal bersama Arsenio di kastilnya tanpa ikatan perkawinan. Margareta menikmati kehidupan mewah putri bangsawan. Benar-benar indah sekali! Setelah hidup beberapa tahun, Margareta berulang kali memohon kepada Arsenio untuk menikahinya secara resmi. Namun sayang, permintaannya tak pernah dikabulkan meskipun Margareta melahirkan seorang anak lelaki. Sepuluh tahun kemudian... Suatu hari di tahun 1274. Tak seperti biasanya, Arsenio belum juga pulang dari tugasnya. Margareta menanti dan menantinya. Akhirnya anjing Arsenio kembali tanpa [sumber : tradidiaccepi.blogspot.com]
- - 95 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 tuannya. Margareta curiga, kenapa anjing itu bertingkah aneh. Si anjing menyalak sambil menarik-narik pakaian Margareta seperti ingin menunjukkan sesuatu. Margareta mengikuti binatang itu yang membawanya ke tengah hutan. Di suatu tempat anjing itu berhenti sambil tetap menyalak. Margareta terpaku bak disambar petir begitu melihat tubuh Arsenio tak bernyawa berlumuran darah. Dia telah dibunuh oleh musuhnya! Malang bagi Margareta. Kematian Arsenio membuat dia dan putranya diusir dari kastil. Margareta menyerahkan barang-barang miliknya kepada keluarga Arsenio. Kemudian bersama putranya, ia pergi meninggalkan kastil. Jalan hidup Margareta langsung berubah. Kenikmatan duniawi yang dikiranya abadi , dalam sedetik langsung terbalik menjadi hidup terluntalunta. Betapa kejamnya dunia ! Sadarlah ia bahwa ternyata ini bukanlah kebahagiaan yang sesungguhnya. Maka mereka kembali ke kota asalnya, Laviano. Margareta berlutut di depan pintu gereja dengan memakai pakaian pertobatan. Rambut dipotong pendek dan seutas tali membelit lehernya. Pada semua orang yang melewatinya, ia memohon secara terbuka untuk mengampuni atas semua skandal yang telah diperbuatnya. Banyak umat yang secara terang-terangan menghargai sikap perendahan dirinya. Namun si ibu tiri malahan semakin tidak senang hati. Begitu Margareta dan putranya datang di rumah ayahnya untuk memohon ampun, ibu tirinya mendesak suaminya agar jangan menerima mereka. Maka merekapun kembali diusir. Dalam keadaan sangat putus asa, Margareta nyaris mengambil jalan pintas ke dunia prostitusi. Namun, kali ini rahmat Allah membimbingnya kembali ke jalan lurus. Allah menuntun mereka untuk pergi ke Cortona agar mencoba mencari perlindungan di biara Fransiskan. Di gereja Cortona, Margareta melakukan pengakuan dosa pada seorang biarawan Fransiskan. Ia dan putranya ditampung oleh dua orang wanita, Marinana dan Raneria. Margareta-pun bergabung dengan Ordo Fransiskan Ketiga di biara Suster-suster Santo Fransiskus. Sedangkan putranya bersekolah di Arezzo dan kelak ia menjadi seorang biarawan Fransiskan. Dalam keheningan biara di tengah-tengah kehidupan di dalamnya, Margareta menemukan kebahagiaan yang sebenarnya. Inilah kebahagiaan sejati yang sesungguhnya. Hanya dekat dengan Tuhan terdapat kedamaian yang membahagiakan. Tepat sekali pemazmur berkata: “Hanya inilah yang kudambakan, tinggal di rumah Tuhan seumur hidupku. Menyaksikan kemurahan Tuhan, dan menikmati baitNya.“ Margareta menangis menyadari betapa bejat hidupnya dahulu. Ia merasa jijik ketika membayangkan kembali kebobrokan akhlaknya . Gaya hidup seperti itu semula dianggapnya sebagai pola hidup bahagia. Ia merasa kotor dan bersumpah akan melakukan silih dengan laku tapa keras yang lebih besar daripada perbuatan-perbuatan dosanya. Lama-kelamaan ia tertarik untuk menjadi biarawati Fransiskan. Namun ternyata itupun tak mudah, karena ia harus menjalani masa pertobatan terlebih dahulu. Ia menerima Sakramen Pertobatan dengan mengakui seluruh perbuatan dosanya kepada seorang biarawan Fransiskan. Margareta menyerahkan diri, memohon bimbingan rohani kepada bapa pengakuannya. Dua orang biarawan Fransiskan menjadi pembimbing rohaninya. Ternyata, mereka mengalami situasi yang sulit sekali menghadapi keputusasaan Margareta dan kesulitannya dalam berdoa. Sedemikian parahnya rasa penyesalan Margareta, sampai ia berusaha melakukan penyiksaan diri yang luar biasa, bahkan sering berniat untuk melukai diri sendiri. Pernah suatu ketika seorang biarawan berusaha menghentikan niat Margareta yang mencoba untuk [sumber : id.wikipedia.org]
- - 96 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 SANTO - SANTA menyayat wajahnya agar dirinya tidak menarik lagi. Para pembimbing rohaninya mencoba meyakinkannya agar jangan terlalu menyiksa diri sampai berlebihan dalam penyesalan dosanya, serta mengurangi penyangkalan diri dan fokus menjalankan kehidupan doa secara serius. Dalam sebuah gubuk sederhana yang kondisinya kurang layak, Margareta menjalani hidup tertata dalam pertobatan, mati bagi dosa dan dalam suasana doa. Ia mencari nafkah dengan hasil pekerjaan tangannya serta merawat anak-anak dan wanita sakit. Perempuan yang sebelumnya hidup bak putri bangsawan kini harus menjalani hidup asketis yang berat, penuh penghayatan dalam doa, puasa dan air mata. Setelah tiga tahun mengalami banyak pencobaan batin yang berat, maka pada tahun 1277 akhirnya ia resmi menjadi biarawati Ordo Ketiga Santo Fransiskus. Sebagai biarawati Fransiskan, Margareta hidup dengan meneladani semangat kemiskinan Santo Fransiskus Assisi, pendiri Ordo Fransiskan. Ia membiasakan diri sebagai biarawati pengemis. Setiap hari ia mengemis dari rumah ke rumah. Banyak orang yang menghujat dan mencaci-makinya, tapi banyak pula yang menerima pendosa yang bertobat itu dengan ramah. Margareta mengawali hidup barunya dengan berfokus kepada doa kontemplasi, persekutuan mistik yang erat dengan Kristus dan karya-karya amalnya dalam kepedulian terhadap orang-orang miskin. Ia semakin bersemangat. Hidup pertobatannya betulbetul dipraktekkannya. Orang-orang menjadi kagum dan hampir tak mempercayainya. Imannya terasah dengan menghadapi godaan setan yang dengan segala cara berupaya melumpuhkan Margareta. Namun dalam doa, matiraga serta kerendahan hatinya merasa diri tak layak, ia berhasil mengusir si iblis. Dengan gigih, ia berhasil mengalahkan setiap kecenderungan duniawinya. Akhirnya Tuhan meyakinkannya bahwa dosa-dosanya telah sepenuhnya diampuni. Sebagai bukti khusus, Tuhan menganugerahkannya karunia kontemplasi dan Karunia Sabda Pengetahuan kepadanya yang dapat mengetahui isi hati manusia. Selain itu, ada banyak pula karunia ilahi yang luar biasa, seperti karunia penyembuhan. Suatu hari di tahun 1277. Margareta sedang khusyuk berdoa. Ia mendengar suara yang berkata, “Apa yang kauinginkan, poverella?” (perempuan kecil yang malang). Margareta menjawab, “Aku tidak mencari atau menginginkan apa-apa, kecuali Engkau, Tuhan Yesus Kristus.” Sejak saat itu Margareta berkomunikasi secara teratur dengan Tuhan Yesus. Hidup rohaninya meningkat pesat. Ia rajin berdoa berdialog langsung dengan Yesus dalam keadaan ekstasi. Dalam hidup miskin sekali pun, ia tetap peduli terhadap orang-orang sakit yang miskin dan terlantar atau tunawisma. Pelayanannyapun ditingkatkan kepada kebutuhan masyarakat miskin, khususnya yang sakit. Ia mempunyai cita-cita besar, yaitu membangun sebuah rumah sakit. Dengan tak kenal lelah ia menjelajah seluruh kota Cortona dan berkat kemurahan Tuhan yang sungguh ajaib, ia berhasil mengumpulkan cukup dana untuk mendirikan sebuah rumah sakit. Untuk tenaga perawat, ia membentuk sebuah kongregasi, yaitu Tarekat Suster-suster Ordo Ketiga yang bernama “Le Poverelle.” (Saudari-saudari Dina). Pada tahun 1286, ia menerima izin dari Uskup untuk membentuk sebuah komunitas para wanita “Persaudaraan Bunda Kerahiman” (Our Lady of Mercy). Para anggotanya terikat untuk bersedia mendukung berlangsungnya kegiatan rumah sakit dengan menolong orang yang membutuhkan pertolongan, terutama orang sakit dan miskin. Margareta juga berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada para peniten atau pentobat [sumber : wahooart.com]
- - 97 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 yang membutuhkan nasihatnya. Maka orang-orang mulai mencarinya ketika ketenaran atas kesuciannya menyebar. Karena kekudusannya banyak orang datang mengunjunginya selain dari Italia, juga dari Prancis dan Spanyol untuk meminta nasihat rohani kepadanya. Kata-katanya yang lembut dan penuh penghayatan memiliki kekuatan luar biasa untuk menyadarkan para peniten akan dosa berat pada hati dan budi mereka. Nasihat serta doa-doanya merupakan sarana yang membawa mereka ke jalan pertobatan sehingga mampu membantu banyak orang agar bertobat. Allah melakukan banyak mujizat penyembuhan luar biasa melalui perantaraan Margareta, sekali pun ia masih hidup. Banyak penyakit yang dipulihkan kembali. Roh-roh jahat gentar dan tak tahan bila didekati olehnya. Mereka kabur meninggalkan tubuh yang dirasukinya. Banyak jiwa-jiwa di api penyucian diselamatkan berkat doa-doanya. Semua yang terlihat mustahil itu dapat terjadi berkat kerahiman Allah. Seorang pendosa parah sekalipun dapat dilayakkan menjadi berkat bagi semua orang. Karena kepiawannya, Margareta juga dipercaya untuk terlibat dalam masalah yang bersifat politis. Diantaranya, upaya rekonsiliasi antar keluargakeluarga lokal pada tahun 1288, yang terpecah-belah. Yang menjadi viral yaitu ketika menangani negosiasi antara masyarakat Cortona dan Uskup Arezzo, Gugliemo Ubertini Pazzi, yang membawahi Cortona. Masyarakat menilai perangai dan kehidupan Uskup tersebut bukanlah perilaku seorang ulama, karena ia hidup seperti pangeran di dunia sekuler. Berdasarkan klaim atas perintah ilahi, Margareta berani menantang sang Uskup di depan umum sebanyak dua kali. Pada masa- masa akhir hidupnya sekitar tahun 1288, Margareta memilih untuk tinggal sendirian di sebuah reruntuhan bekas gereja kecil di Cortona. Gereja yang panjangnya hanya 15 meter tersebut didedikasikan untuk Santo Basilius dan Caterina d’Alessandria. Gereja itu dirusak oleh tentara Arezzo selama pengepungan kota pada tahun 1258. Di situlah Margareta melakukan kontemplasi serta laku tapa yang sangat berat hingga akhir hayatnya. Setelah menjadi biarawati selama 23 tahun, maka pada tanggal 22 Februari 1297, pentobat besar itu wafat di Cortona dalam usia belum genap 50 tahun. Jenazahnya dikebumikan di sebuah kapel kecil dekat bekas gereja tersebut. Di kemudian hari, reruntuhan gereja tersebut dibangun kembali untuk menghormati Margareta.Jenazahnya dipelihara pada suatu tempat penghormatan khusus di dalam gereja Fransiskan tersebut. Oleh masyarakat, Margareta langsung diakui sebagai orang kudus, meskipun kanonisasi resminya harus menunggu lebih dari 430 tahun kemudian! Pada tahun 1330 dibangunlah sebuah basilika besar, “Santa Margarita”, berdasarkan desain Giovanni Pisano, untuk mengenang Margareta. Ketika jenazahnya digali pada tahun 1456, ternyata jenazah Margareta tak mengalami kerusakan yang berarti. Malah seringkali memancarkan aroma semerbak. Kemudian jenazahnya disimpan dalam sebuah peti perak dan disemayamkan dalam relikuarium di basilika tersebut. Sampai kini tempat itu menjadi obyek peziarahan. Margareta dibeatifikasikan pada tahun 1515 oleh Paus Leo X. Dikanonisasi pada tahun 1728 oleh Paus Benediktus XIII. Perayaan Santa Margareta Cortona pada setiap tanggal 16 Mei. “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju.” (Yesaya 1 : 18a), karena“Segala sesuatu mungkin bagi orang yang percaya.” (Markus 9 : 23). Ekatanaya, dari berbagai sumber [sumber : ebay.co.uk]
- - - - 98 MERASUL EDISI 45 # Februari - April 2024 EDISI 45 # Februari - April 2024 PEDAGOGI KEHIDUPAN STAY POSITIVE Saya bukanlah seorang Swifties atau penggemar fanatik penyanyi Taylor Swift. Karena saya mempunyai seorang putri yang sejak usia remaja dulu menggemari penyanyi ini, maka sebagai seorang ibu tentu saya harus mengikuti alur tersebut. Kami sebagai orangtua, mengerti tentang kesukaannya. Tetapi sekaligus harus tetap mengawasi rambu-rambu pelajaran hidup yang sudah kami pupuk dengan sangat hati-hati di dalam dirinya seperti budi pekerti, etika dan moral. Kita harus bertindak sebagai filter terhadap idolaidola di usia mereka yang masih belia. Taylor Swift adalah seorang gadis belia yang bisa bermain beberapa alat musik, penyanyi dan pengarang lagu wanita. Anak muda ini memulai karir di bidang tarik suara sejak umur 13 tahun. Album pertamanya dirilis saat usianya 16 tahun dan memenangkan penghargaan. Ternyata banyak hal baik yang bisa dipetik dari perjuangan dan kerja kerasnya selama menapaki tangga kesuksesan. Banyak sekali yang berusaha menghambat dan membully Swift di media sosial serta dalam kehidupannya, hanya karena iri hati. Mental baja, bersikap positif, serta tetap menjadi seseorang yang baik, dalam ucapan dan perilakunya, itulah yang membuat saya kagum. Terutama di masa hari-hari terpuruknya, dia berusaha keras untuk bangkit dan tidak menyia-nyiakan bakatnya. Dia bukan generasi Strawberry yang mudah menyerah. Malahan ia tetap rendah hati dalam dunianya yang glamor. Ketika menelusuri kisah Fandom Taylor, kekaguman saya semakin bertambah. Tak heran bila dia sangat dicintai oleh para Swifties, karena ternyata Taylor secara random memberi perhatian kepada mereka. Ada take and give. Ketika ada fans yang menderita sakit kritis, Taylor membantu mendanai pengobatannya. Ada perhatian terhadap fansnya yang berulang tahun, ia tuliskan sendiri kartu ucapan. Sudah pasti itu adalah surprise besar bagi penerimanya! Ada juga kegiatan mengundang beberapa fans untuk memperdengarkan lagu-lagu ciptaan barunya sebelum dirilis. Support system yang sangat kuat antara ayah, ibu dan adik laki-lakinya adalah hal yang terpenting bagi Taylor Swift. Hubungan ini membentuk bumper yang sangat membantu, baik di saat keberhasilannya maupun di masa susah yang mendapat tekanan berat. Para Swifties ini bertumbuh dewasa bersama sosok Taylor. Dia mengajak dan mengajarkan fansnya untuk setia pada prinsip, dan menjauhi perbuatan licik yang melukai nurani manusia lain. Ia menghimbau supaya para penggemarnya memiliki empati sosial yang tinggi. Taylor juga menjadi tokoh yang menghargai setiap usaha- usaha kecil yang sedang dilakukan, tidak menuntut terlalu banyak kebahagiaan materi dalam sebuah hubungan. Ia menjadi teladan yang selalu siap belajar dari luka-luka masa lalu. [Sumber : Google.com] [Sumber : Google.com]