terluar kulit ini berfungsi untuk menyerap air dan melindungi lapisan kulit yang lebih
dalam.
Stratum lusidum, merupakan lapisan tipis, jernih, dan transparan yang hanya terdapat
pada kulit tebal di telapak tangan dan kaki, terdiri atas 4-7 lapisan sel-sel pipih tidak
berinti yang mati atau hampir mati. Lapisan ini berfungsi meredam gesekan antara
lapisan epidermis.
Stratum granulosum, terdiri atas 3-5 lapisan sel-sel bergranula keratohialin yang
merupakan precursor dalam pembentukan keratin. Lapisan ini berfungsi untuk
membentuk sel-sel pelindung kulit.
Stratum spinosum, keratinosit yang terbentuk kemudian berikatan dengan sambungan
intraseluler yang disebut desmosom.
Stratum basalis (germinativum), merupakan lapisan terdalam di epidermis yang aktif
membentuk sel kulit. Pada lapisan ini terdapat melanosit yang menghasilkan pigmen
melanin yaitu sel pembentuk warna kulit dan berfungsi melindungi kulit dari radiasi.
b. Dermis
Dipisahkan oleh membran dasar yang tersusun dari dua lapisan jaringan ikat
Lapisan papilar, jaringan ikat areolar renggang dengan fibroblast, mast cell, dan
makrofag. Papila kulit mengandung banyak pembuluh darah dan reseptor sensor taktil
(sentuhan).
Lapisan retikuler, tersusun dari jaringan ikat ireguler yang rapat, kolagen, dan serat
elastik.
c. Hipodermis
Berada di bawah lapisan dermis dan berfungsi melekatkan kulit dengan otot atau
tulang, menyuplai pembuluh darah, dan mempersaraf kulit. Lapisan ini berfungsi menjaga
suhu tubuh karena tersusun atas jaringan lemak.
146
Kelenjar pada Kulit
a. Kelenjar keringat (sudorifera)
Ekrin, kelenjar sederhana dan tersebar meluas ke seluruh tubuh terutama pada dahi,
telapak tangan, dan kaki. Sekresi keringat dari kelenjar ini mengandung air yang
membantu pendinginan melalui penguapan untuk mempertahankan suhu tubuh
Apokrin, kelenjar besar dan bercabang dengan penyebaran terbatas pada bagian tubuh
tertentu. Sekresi dari kelenjar ini pada awalnya tidak berbau, yang kemudian akan
berbau karena bakteri
b. Kelenjar sebaseus
Mengeluarkan sebum yang biasanya dialirkan ke folikel rambut. Sebum adalah campuran
lemak, kelenjar lilin, minyak, dan pecahan-pecahan sel serta berfungsi sebagai pelembut
kulit, bakterisida, dan sebagai pertahanan terhadap evaporasi.
Aktivitas pada kulit
a. Kulit sebagai Pengatur Panas (Termoregulasi)
Panas tubuh dihasilkan dari aktivitas metabolisme dan pergerakan otot. Panas yang
dikeluarkan oleh kulit dapat melalui beberapa cara, yaitu:
Pemancaran, panas dilepas ke udara di sekitarnya.
Pengaliran (konveksi), mengalirnya udara yang telah panas karena menyentuh
permukaan tubuh, kemudian digantikan oleh udara yang lebih dingin.
Konduksi, panas dialihkan ke benda yang disentuh kulit, misalnya pakaian.
Penguapan (evaporasi), panas dikeluarkan bersama keringat kemudian keringat
menguap.
b. Kontrol Pengeluaran Keringat
Pengeluaran keringat diatur oleh hipotalamus di otak.
Ketika tubuh banyak bergerak, tubuh akan bekerja keras untuk menghasilkan energi.
Proses menghasilkan energi ini akan membuat suhu tubuh naik dan memberi rangsangan
kepada hipotalamus.
Jika darah yang melewati hipotalamus melebihi batas normal (panas), rangsangan
tersebut diteruskan oleh saraf simpatis ke kulit.
147
Pembuluh darah melebar, aliran darah di kulit meningkat, terjadi konduksi panas, dan
panas terbuang.
Gangguan pada kulit
1. Bisul
Bisul adalah infeksi kulit berbentuk benjolan kemerahan dan dapat membesar.
Masalah kulit yang satu ini akan mengganggu seseorang lantaran adanya benjolan besar
dan nyeri.
Bisul bisa muncul di bagian tubuh manapun, tetapi penyakit kulit yang satu ini
sering muncul di bagian tubuh yang lembap, misalnya pantat, leher, atau ketiak. Bisul
disebabkan adanya infeksi bakteri stafilokokus aureus yang melewati foliker rambut,
kelenjar minyak, dan kelenjar keringat.
Masalah kulit ini juga bisa ditimbulkan karena kebersihan yang buruk, luka yang
terinfeksi, pelemahan diabetes, kosmetik yang menyumbat pori-pori, dan penggunaan
bahan kimia lainnya.
2. Kudis
Kudis merupakan penyakit kulit yang disebabkan parasit tungau, yakni sarcoptes
scabiei va hominis. Orang yang terkena kudis biasanya tinggal di tempat kumuh, dan tidak
melindungi kebersihan tubuhnya. Masalah kulit ini bisa menular pada orang lain, misalnya
menggunakan pakaian atau handuk secara bergantian.
3. Eksim
Eksim ditandai dengan rasa gatal berlebih pada kulit dan dibarengi warna
kemerahan, bersisik atau pecah-pecah, hingga timbul bintik-bintik kecil yang mengandung
air atau nanah.
4. Kurap
Kurap disebabkan jamur pada kulit. Gejala kurap biasanya timbul lingkaran-
lingkaran yang bersisik, bercak putih, lembap, dan disertai rasa gatal. Kurap biasanya
dikenal juga panu.
148
5. Herpes
Herpes bisa menyerang siapa pun, baik anak-anak ataupun orang dewasa. Herpes
muncul dengan adanya ruam berukuran kecil yang akhirnya melepuh. Herpes membuat
seseorang merasa perih pada bagian lukanya.
6. Jerawat
Jerawat adalah salah satu penyakit kulit yang bisa mengurangi kepercayaan diri
seseorang. Jerawat bisa tumbuh di wajah atau bagian tubuh lainnya, terutama punggung.
Jerawat disebabkan karena kurang menjaga kebersihan kulit, sehingga kotoran mengendap
dan menimbulkan bintik yang disebut jerawat.
7. Melanoma
Melanoma merupakan kanker kulit berbahaya yang bisa mengakibatkan kematian
apabila tidak segera diobati. Penyakit kulit ini sangat berisiko bila tampak pada bagian
leher atau kulit kepala. Biasanya melanoma ditandai dengan membesarnya tahi lalat dan
mengalami perubahan warna, hingga menunjukkan gejala peradangan.
149
Jurnal Belajar
Jurnal tanggal : 23 Maret 2021
1. Apa yang dibicarakan dengan guru dan teman-teman dikelas, materi dan lain-lain.
= Pada pembelajaran biologi hari ini, diawal pembelajaran Bu Puspa membertahu tentang
siapa saya yang mendapat nilai dibawah 75 atau yang biasa disebut remedial. Ternyata ada
3 anak dari kelas kami yang melakukan remedial. Setelah itu, Bu Puspa menasihati kami
dikarenakan kami yang kurang merespon apabila ada guru yang memberikan informasi.
Setelah Bu Puspa menasihati kami, Bu Puspa meminta Ella untuk membantunya
mempresentasikan materi power point. Setelah pembelajaran berakhir, Bu Puspa bertanya
apakah ada yang ingin bertanya atau tidak dan pembelajaran pun selesai.
2. Kesan dan pesan terhadap pembelajaran berlangsung.
= Pembelajaran hari ini sangat memberikan saya waktu untuk mengintropeksi diri saya
sendiri. Saya harap kedepannya saya dan teman-teman semua akan lebih respontif kepada
para guru.
150
151
Jurnal tanggal : 29 Maret 2021
1. Apa yang dibicarakan dengan guru dan teman-teman dikelas, materi dan lain-lain.
= Pada pembelajaran biologi hari ini, dimulai degan Bu Puspa yang bertanya kepada Siti
apa materi lalu yang kita bahas. Setelah itu, Bu Puspa meminta Ella untuk membantu
presentasikan materinya yaitu tentang sistem koordinasi. Setelah itu, Bu Puspa meminta
perwakilan siswa laki-laki untuk menjelaskan tentang materi tersebut. Kemudian dengan
cepat Iqbal langsung mengajukan dirinya dan dilanjutkan oleh penjelasan dari Baskoro.
Setelah itu, Yohanes pun juga membantu menjelaskan tentang sinapsis. Dan dilanjutkan
oleh Daiva dan Arva. Kemudian Karsten pun ikut membantu dalam menjelaskan mengenai
materi mekanisme penghantaran impuls dan dilanjutkan oleh Febryan. Setelah semuanya
selesai, kbm hari ini pun selesai.
2. Kesan dan pesan terhadap pembelajaran berlangsung.
= Pembelajaran hari ini sangat seru dikaernakan anak-anak kelas yang mulai aktif dan tidak
malu-malu lagi untuk menyampaikan pendapatnya didepan Bu Puspa dan teman-teman
semua.
152
153
Jurnal tanggal : 30 Maret 2021
1. Apa yang dibicarakan dengan guru dan teman-teman dikelas, materi dan lain-lain.
= Pada hari ini, kita tidak melakukan daring dikarenakan Bu Puspa sedang mengikuti
workshop, dan kami diberikan tugas di Google Classroom.
2. Kesan dan pesan terhadap pembelajaran berlangsung.
=-
154
Jurnal tanggal : 5 April 2021
1. Apa yang dibicarakan dengan guru dan teman-teman dikelas, materi dan lain-lain.
= Pada pembelajaran biologi hari ini, kita akan membahas tentang sistem saraf pusat atau
SSP. Sebelum itu, Bu Puspa mengingatkan kembali kepada kita jika ada yang eblum
mengumpulkan tugas harap segera mengumpulkannya di google classroom masing-
masing. Setelah itu, Yohanes langsung menjelaskan tentang sistem saraf pusat tersebut.
Kemudian, Bu Puspa menjelaskan tentang penyakit meningitis yaitu peradangan selaput
otak yang penyebabnya adalah bakteri dan juga virus. Setelah itu, Daiva menjelaskan
tentang substansi abu-abu dan dilengkapi oleh Febryan. Pembelajaran hari ini pun selesai.
2. Kesan dan pesan terhadap pembelajaran berlangsung.
= Pembelajaran hari ini cukup singkat dan tidak terasa. Selain itu, anak-anak kelas pun
sudah sangat aktif dalam daring akan tetapi sangat disayangkan karena masih ada beberapa
siswa dikelas kami yang masih sering terlambat mengumpulkan tugas-tugas di google
classroomnya.
155
156
Jurnal tanggal : 26 April 2021
1. Apa yang dibicarakan dengan guru dan teman-teman dikelas, materi dan lain-lain.
= Pembelajaran biologi hari ini sedikit berbeda karena para siswa siswi muslim sedang
menjalankan ibadah puasa. Pada awal pembelajaran kita membahas tentang sistem saraf
tepi kranial dan dibantu jelaskan oleh Yohanes dan kemudian dilanjutkan menjelaskan
dengan Karsten. Setelah itu, Bu Puspa meminta bantuan Siti untuk menjelaskan tentang
gambar yang ada dibuku paket halaman 369. Setelah itu, Desva pun diminta untuk
melanjutkan menjelaskan tentang sistem hormon mulai dari pengertian, karakteristik,
sampai hingga beberapa hormon. Setelah itu, Bu Puspa meminta Daiva untuk melanjutkan
menjelaskan. Selanjutnya giliran Nasya untuk menjelaskan tentang hormon tiroid.
2. Kesan dan pesan terhadap pembelajaran berlangsung.
= Pembelajaran hari ini saya merasa sedikit mengantuk dikarenakan sudah memasuki siang
hari dan saya merasa lapar. Akan tetapi, saya harus menahannya karena masih waktunya
untuk daring dan jangan sampai bolos.
157
158
Jurnal tanggal : 27 April 2021
1. Apa yang dibicarakan dengan guru dan teman-teman dikelas, materi dan lain-lain.
= Pada pembelajaran biologi hari ini, diawal pembelajaran kami disapa oleh Bu Puspa dan
hari ini kita akan membahas tentang materi NAPZA. Setelah itu, kita memasuki materi
indra yang terbagi menjadi 5. Bu Puspa meminta 5 anak untuk menjelaskan masing-masing
indra tersebut. Yang pertama yaitu Denisa yang akan menjelaskan tentang indra
penglihatan kita yaitu mata. Selanjutnya, Nuh akan menjelaskan tentang indra penciuman
yaitu hidung. Setelah Nuh, sekarang giliran saya untuk menjelaskan tentang indra perasa
yaitu lidah. Diawal penjelasan saya lumayan lancar akan tetapi diakhir pembacaan saya
ternyata jaringan saya terputus, dan saya harus masuk kembali ke google meet tersebut
tetapi Bu Puspa mengertinya dan langsung melanjutkan ke giliran yang lain. Setelah itu,
Sintikhe akan menjelaskan tentang indra peraba yaitu kulit dan dilanjutkan oleh Febryan
yang akan membahas tentang indra pendengaran yaitu telinga.
2. Kesan dan pesan terhadap pembelajaran berlangsung.
= Pembelajaran hari ini saya cukup semangat dan tidak selemah kemarin. Akan tetapi, saya
merasa sedikit merasa haus setelah menjelaskan tentang materi saya.
159
160
Analisis Sistem Koordinasi
Sel Saraf – Neuron
Pengertian Neuron
Neuron merupakan unit fungsional sistem saraf, berukuran panjang sekitar 39 inci.
Neuron juga merupakan jenis tertentu dari sel yang khusus untuk menyimpan dan
mengirimkan informasi. Neuron berfungsi untuk menerima, meneruskan, dan memproses
stimulus, memicu aktivitas sel tertentu dan pelepasan neurotransmiter dan molekul
informasi lainnya.
Sel saraf atau yang biasa kita sebut neuron adalah sel yang merupakan satuan kerja
utama dalam sistem saraf manusia. Sel Saraf berfungsi untuk menghantarkan impuls listrik
dari suatu rangsangan (Stimulus). Sistem saraf dibentuk oleh jutaan sel saraf. Sifat unik
dari sel saraf yang peka terhadap rangsangan ini membuatnya berbeda dibandingkan
banyak sel lain di dalam tubuh.
Sebuah sel saraf mempunyai satu badan sel yang mempunyai sitoplasma dan juga
mempunyai nukleus (inti sel). Selain sel saraf, dalam sistem saraf manusia juga terdapat
sel glia yang berfungsi sebagai support bagi sel saraf. Sistem saraf terdiri atas sel-sel saraf
yang disebut neuron. Neuron bergabung membentuk suatu jaringan untuk mengantarkan
impuls (rangsangan). Satu sel saraf tersusun dari badan sel, dendrit, dan akson.
Struktur Neuron
Badan Sel (perikarion)
Berfungsi mengendalikan metabolisme keseluruhan neuron. Badan sel
memiliki nukleus (inti) ditengah dan nukleolus yang menonjol. Nukleus tidak
memiliki sentriol dan tidak dapat bereplikasi. Sitoplasma mengandung badan Nissl,
berupa tumpukan retikulum endoplasma granuler dan ribosom yang berfungsi
untuk sintesis protein. Organel lain pada badan sel adalah badam Golgi,
Mitokondria, dan Neurofibril.
Dendrit
Dendrit merupakan juluran sitoplasma yang relatif pendek, bercabang-
cabang, dan berfungsi untuk menerima impuls atau sinyal dari sel lain untuk
dikirimkan ke badan sel. Neurofibril dan badan Nissl dari badan sel, memanjang
kedalam dendrit.
Akson
Akson merupakan juluran sitoplasma yang panjang berkisar 1 mm – 1 m
atai cabang tunggal berbentuk silindris yang berasal dari badan sel. Ujung akson
bercabang-cabang seperti ranting yang berfungsi mengirimkan impuls ke sel
neutron lainnya.
161
Pada umumnya, akson dibungkus untuk substansi lemak berwarna putih
kekuningan yang disebut selubung mielin. Bagian tertentu dari Akson tidak
diselubungi mielin disebut nodus ranvier. Nodus ranvier berfungsi mempercepat
jalannya impuls. Selubung mielin ditutupi oleh rangkaian sel-sel Schwann yang
berinti gepeng yang disebut selubung Schwann (neurilema).
Berdasarkan strukturnya (juluran sitoplasma), neuron dapat dibedakan menjadi tiga
macam, yaitu :
Neuron multipolar memiliki satu akson dan dua dendrit atau lebih. Contohnya,
neuron motor yang terdapat di otak dan medula spinalis yaitu sumsum tulang
belakang.
Neuron bipolar memiliki dua juluran berupa dendrit dan akson. Contohnya,
neuron pada organ indra seperti mata, hidung, dan telinga.
Neuron unipclar (pseudounipolar) merupakan neuron bipolar yag tampak hanya
memiliki satu juluran dari badan sel karena akson dan dendrit nya benfusi.
Contohnya, neuron pada embrio dan fotoreseptor mata.
Fungsi Neuron
Berdasarkan fungsinya neuron di bagi menjadi 3, yaitu:
Neuron sensor (aferen) berfungsi menghantarkan impuls dari organ sensor ke
pusat saraf (otak atau sumsum tulang belakang).
Neuron Motorik (eferen) berfungsi menghantarkan impuls dari pusat saraf ke
organ motor atau kelenjar.
Neuron konektor (interneuron) berfungsi menghubungkan neuron yang satu
dengan neuron lainnya.
162
Sistem Saraf Pusat – SSP
Sistem Saraf Pusat atau SSP terdiri atas otak (serebral) dan sumsum tulang belakang
(medula spinalis). Keduanya dilapisi jaringan ikat yang disebut meninges yang terdiri dari tiga
lapisan, yaitu:
Pia meter adalah lapisan paling dalam dan mengandung pembuluh darah serta melekat
pada otak atau medula spinalis.
Araknoid adalah lapisan tengah dan mengandung sedikit pembuluh darah dan memiliki
ruang subarachnoid yang berisi cairan serebrospinalis pembuluh darah dan selaput jaringan
penghubungan yang mempertahankan posisi arachnoid terhadap piamater dibawahnya.
Dura meter lapisan terluar,tebal dan kuat yang terdiri atas dua lapisan. Lapisan terluar
melekat pada permukaan kranium.
Substansi abu-abu membentuk bagian luar korteks otak dan bagian dalam medula
spinalis.
Substansi putih membentuk bagian dalam otak dan bagian luar medula spinalis.
1. Otak
Otak adalah salah satu organ yang paling kompleks dalam tubuh manusia. Organ
ini tersusun dari sejumlah jaringan pendukung dan miliaran sel saraf yang saling terhubung.
Otak dilindungi oleh lapisan pembungkus yang disebut selaput otak (meninges) dan tulang
tengkorak, serta terhubung ke saraf tulang belakang. Adapun bagian-bagian otak antara
lain, yaitu :
a. Serebrum (otak besar).
Mengisi bagian depan dan atas rongga tengkorak. Bagian terluarnya disebut
korteks serebral, dan bagian dalamnya disebut nukleus (ganglia) basal. Area
fungsional korteks serebral, antara lain :
- Area motor primer untuk mengendalikan kontraksi volunter otot rangka.
- Area sensor korteks yang meliputi area sensor primer, area visual primer,
area auditori primer, area alfaktoriprimer, dan area pengecapprimer
(gustatori).
- Area asosiasi meliputi area frontal (sebagai pusat intelektual dan fisik), area
somatik (sebagai pusat interpretasi), area asosiasi visual (sebagai pusat
interpretasi visual dan auditori), dan area wicara Wernicke (sebagai pusat
bahasa dan wicara).
163
b. Diensefalon.
Diensefalon terletak di antara serebrum dan otak tengah dan tersembunyi
dibalik hemisfer sebral dan terdiri atas:
- Talamus berfungsi menerima dan meneruskan impuls ke korteks otak besar,
serta berperan dalam sistem kesadaran dan kontrol motor.
- Hipotalamus berfungsi mengendalikan sistem saraf otonom, pusat
pengaturan emosi, dan memengaruhi sistem endokrin.
- Epitalamus berperan dalam dorongan emosi.
c. Sistem limbik
Sistem limbik yaitu cincin struktur otak depan yang mengelilingi otak dan
berfungsi dalam pengaturan emosi, mempertahankan kelangsungan hidup, pola
perilaku sosioseksual, motivasi, dan belajar.
d. Mesensefalon (otak tengah)
Mesensefalon (otak tengah) menghubungkan pons dan serebelum (otak
kecil) dengan otak besar, berfungsi sebagai jalur penghantar dan pusat refleks,
serta meneruskan informasi penglihatan dan pendengaran.
e. Pons Varolii (jembatan varol)
Pons Varolii (jembatan varol) mengatur frekuensi dan kekuatan bernapas.
f. Serebelum (otak kecil)
Serebelum (otak kecil) berfungsi mempertahankan keseimbangan, kontrol
gerakan mata, meningkatkan kontraksi otot, serta koordinasi gerakan sadar
yang berkaitan dengan keterampilan.
g. Medula oblongata
Medula oblongata berfungsi dalam pengendalian ferkuensi denyut jantung,
tekanan darah, pernapasan, gerakan alat pencernaan makanan, menelan,
muntah, sekresi kelenjar pencernaan, dan mengatur gerak refleks.
h. Formasi retikuler
Formasi retikuler berfungsi memicu dan mempertahankan kewaspadaan
serta kesadaran.
164
2. Medula Spinalis (Sumsum Tulang Belakang)
Medula spinalis berbentuk silinder langsing yang memanjang dari batang otak
medula oblongata hingga ruas kedua tulang pinggang. Panjang medula spinalis sekitar 45
cm dengan diameter 2 cm. Fungsinya mengendalikan berbagai aktivitas refleks dalam
tubuh komunikasi antara otak dengan semua bagian tubuh serta menghantarkan rangsangan
koordinasi antara otot dan sendi ke serebelum.
a. Struktur bagian dalam (substansi abu-abu)
Barang atas dan bawah dari struktur berbentuk huruf H, di sebut tanduk atau
kolumna yang banyak mengandung badan sel, dendrit asosiasi, neuron eferen,
dan akson tidak bermielin.
b. Struktur bagian luar (substansi putih)
Substansi putih tersusun dari lakson yang bermielin. Bagian ini terbagi
menjadi funikulus (kolumna) anterior (vetral), posterior, ventrolateral, dan
lateral.
165
Sistem Saraf Tepi – SST
Sistem Saraf Tepi adalah bagian dari sistem saraf yang di dalam sarafnya terdiri dari sel-
sel yang membawa informasi ke (sel saraf sensorik) dan dari (sel saraf motorik) sistem saraf pusat
(SSP), yang terletak di luar otak dan sumsum tulang belakang.
Sistem saraf tepi meliputi semua saraf di luar saraf pusat, yaitu otak dan sumsum tulang
belakang. Saraf yang juga disebut saraf perifer ini bertugas menghubungkan saraf pusat ke
berbagai organ tubuh, seperti lengan, kaki, maupun kulit. Sistem saraf tepi terbagi menjadi dua
bagian, yakni saraf somatik dan otonom. Masing-masing bagian ini memiliki area kerjanya
tersendiri.
1. Saraf Kranial
Saraf kranial terdiri atas 12 pasang saraf. Sebagian besar tersusun dari serabut
sensori dan motor tetapi beberapa saraf hanya tersusun dari serabut sensori.
166
2. Saraf Spinal
Saraf simpatis
Saraf simpatis terdiri atas serangkaian serabut saraf berpasangan berupa
ganglion-ganglion yang tersebar pada beberapa daerah, seperti daerah leher,
daerah dada, daerah pinggang, dan daerah pelvis (panggul). Serabut saraf
simpatik berfungsi merangsang kerja otot jantung, otot-otot tak sadar semua
pembuluh darah, dan semua alat-alat dalam, seperti usus, lambung, pankreas
dan hati.
Saraf parasimpatis
Susunan saraf parasimpatik berupa jaringan susunan saraf yang
berhubungan dengan ganglion-ganglion yang tersebar di seluruh tubuh.Pada
Sistem saraf parasimpatis memiliki fungsi kebalikan dari saraf simpatik.
167
Analisis Sistem Hormon
Sel Hormon – Endokrin
Sistem Endokrin adalah sekumpulan kelenjar dan organ yang memproduksi hormon. Hormon
adalah senyawa organik pembawa pesan kimiawi di dalam aliran darah menuju ke sel-sel atau
jaringan tubuh. Hormon hanya dapat memengaruhi sel-sel target yang memiliki reseptor khusus.
Sistem endokrin berinteraksi dengan sistem saraf berfungsi mengatur aktivitas tubuh seperti
metabolisme, homeostasis (misalnya pengendalian tekanan darah dan kadar gula darah),
pertumbuhan, perkembangan seksual dan siklus reproduksi, siklus tidur, serta siklus nutrisi.
Karakteristik Kelenjar Endokrin
- Kelenjar buntu karena tidak memiliki saluran duktus dan menyekresikan hormon
langsung ke dalam cairan disekitar sel-sel.
- Pada umumnya mensekresi lebih dari satu jenis hormon kecuali kelenjar paratiroid
yang hanya menyekresikan hormon paratiroid.
- Kelenjar endokrin memiliki sejumlah sel sekretori yang dikelilingi banyak pembuluh
darah dan ditopang oleh jaringan ikat.
- Masa Aktivitas kelenjar endokrin dalam menghasilkan hormon berbeda-beda.
- Sekresi hormon dapat distimulasi atau dihambat oleh kadar hormon lainnya dan
senyawa non hormon dalam darah serta impuls saraf.
Kelenjar Endokrin dan Sekresi Hormon
1. Hipofisis (pituitari)
Hipofisis merupakan organ berbentuk oval, melekat di bagian dasar hipotalamus
otak, sebesar kacang, dan memiliki berat 0,5 gram. Terbagi menjadi tiga bagian, yaitu
lobus anterior, intermedia, dan posterior.
a. Hipofisis Lobus Anterior
Hipofisis lobus anterior menghasilkan hormon-hormon sebagai berikut.
Hormon Pertumbuhan (growth hormone) atau hormon somatotropin,
salah satunya berfungsi sebagai mengendalikan pertumbuhan dan
perbanyakan sel-sel tubuh.
Hormon Perangsang Tiroid (TSH), yang berfungsi untuk meningkatkan
pertumbuhan dan perkembangan sel kelenjar tiroid, laju produksi
hormonnya, dan metabolisme sel.
168
Hormon ACTH, berfungsi merangsang kelenjar korteks adrenal untuk
menyekresi glukokortikoid. Adapun hormon gonadotropin yang
berfungsi mengatur fungsi gonad
FSH, pada wanita berfungsi untuk menstimulasi pertumbuhan folikel
ovarium dan memproduksi hormon esterogen. Dan pada pria berfungsi
untuk menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan spermatozoa.
LH, pada wanita berfungsi bekerja sama dengan FSH. LH berperan
dalam ovulasi dan sekresi progesteron. Pada pria, LH menstimulasi sel-
sel interstisial tubulus seminiferus testis untuk memproduksi androgen.
Hormon Prolaktin (PRL), disekresikan pada saat hamil dan menyusui.
b. Hipofisis Lobus Intermedia (tengah)
Hipofisis Lobus Intermedia menghasilkan endorfin dan melanocyte stimulating
hormone (MSH). Hormon ini juga dihasilkan di lobus anterior.
Endorfin, zat penghilang nyeri alamiah, merespon stres, dan aktivitas
seperti olahraga.
MSH, merangsang pembentukan pigmen dan penyebaran sel-sel
penghasil pigmen (melanosit) pada epidermis.
c. Hipofisis Posterior
Hipofisis Posterior, menghasilkan hormon ADH (antidiuretic hormone) dan
oksitosin.
ADH, berfungsi menurunkan volume air yang hilang dalam urine
melalui peningkatan reabsorpsi air dari tubulus kontortus distal dan
duktus kolektivus di ginjal. Adapun Hiposekresi ADH menyebabkan
diabetes insipidus (produksi urine berlebihan) disertai rasa haus yang
terus menerus. Hipersekresi ADH menyebabkan peningkatan volume
darah.
Oksitosin, berfungsi menstimulasi kontraksi otot polos pada saat
melahirkan dan pengeluaran ASI pada ibu menyusui. Pelepasan
oksitosin dan ASI dihambat oleh stres emosional.
2. Tiroid (kelenjar gondok)
Tiroid terdiri atas folikel-folikel dalam dua lobus lateral yang terletak di bawah
laring. Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin (tetraiodotironin/T4) sebanyak
90% dan triiodotironin (T3) sebanyak 10% dari seluruh sekresi tiroid. Hormon tersebut
terbuat dari asam amino tirosin yang mengandung iodin.
Jika kekurangan iodin dalam waktu yang lama, tiroid akan membengkak (penyakit
gondok/goiter). Hormon tiroksin berfungsi meningkatkan laju metabolisme sel,
menstimulasi konsumsi oksigen, meningkatkan pengeluaran energi panas, serta
mengatur pertumbuhan dan perkembangan normal tulang, gigi, jaringan ikat, dan saraf.
Abnormalitas sekresi tiroid, yaitu sebagai berikut.
169
a. Hipotiroidisme (penurunan sekresi hormon)
Hipotiroidisme menyebabkan penurunan metabolisme, konstipasi, reaksi
mental lambat, dan peningkatan simpanan lemak. Pada anak-anak
menyebabkan kretinisme ditandai dengan keterlambatan mental dan fisik. Pada
orang dewasa menyebabkan miksedema yang ditandai dengan terjadinya edema
(akumulasi air dan musin di bawah kulit).
b. Hipertiroidisme (sekresi hormon berlebihan)
Hipertiroidisme menyebabkan peningkatan metabolisme, berat badan menurun,
gelisah, diare, frekuensi denyut jantung meningkat, toksisitas hormon, dan
penyakit Grave (pembengkakan jaringan dibawah kantong mata sehingga bola
mata menonjol).
3. Paratiroid (kelenjar anak gondok)
Paratiroid terdiri atas empat organ kecil berukuran sebesar biji apel, terletak pada
permukaan belakang tiroid. Paratiroid menyekresi hormon parathormon (Parathyroid
hormon/PTH). PTH berfungsi mengendalikan keseimbangan kalsium dan fosfat dalam
tubuh melalui :
Stimulasi aktivitas osteoklas (sel penghancur tulang) yang menyebabkan
pengeluaran kalsium
Pengaktifan vitaminD yang diperlukan untuk mengabsorpsi kalsium dalam
makanan
Stimulasi reabsorpsi kalsium dari tubulus ginjal sehingga menurunkan
kehilangan ion kalsium dalam urine dan meningkatkan kadar kalsium dalam
darah.
Abnormalitas sekresi PTH, yaitu Hiperparatiroidisme, menyebabkan peningkatan
aktivitas osteoklas dan pelemahan tulang. Adapun Hipoparatiroidisme yang
menyebabkan penurunan kadar kalsium dalam darah, peningkatan iritabilitas sistem
neuromuskular, dan tetanus (kejang otot rangka).
4. Adrenal ( suprarenalis/kelenjar anak ginjal)
Adrenal terletak di kutub atas ginjal,berwarna kuning, dan tertanam pada jaringan
adiposa. Kelenjar adrenal terdiri atas korteks di bagian luar dan medula di bagian
dalam. Kelenjar adrenal bagian medula menghasilkan hormon Adrenalin (Epinefrin)
yang berfungsi meningkatkan frekuensi jantung, metabolisme, dan konsumsi oksigen.
Ada juga hormon Noradrenalin (Norepinefrin) untuk meningkatkan tekanan darah dan
menstimulasi otot jantung.
Kelenjar adrenal bagian korteks menghasilkan 3 hormon yaitu Aldostreron,
glukokortikoid, dan gonadokortikoid. Hormon Aldosteron untuk mengatur
keseimbangan air dan elektrolit melalui pengendalian kadar natrium dan kalium dalam
darah. Hormon Glukokortikoid (kortisol, kortison, dan kortikosteron), memengaruhi
metabolisme glukosa, protein, lemak, serta menjaga membran lisosom sehingga
170
mencegah kerusakan jaringan. Hormon Gonadokortikoid (steroid kelamin), sebagai
prekursor pengubahan testosteron dan estrogen oleh jaringan lain.
Abnormalitas sekresi kelenjar adrenal yaitu ada Hiposekresi yang menyebabkan
penyakit Addison, dengan gejala ketidakseimbangan natrium dan kalium dalam darah
sehingga kulit menghitam. Adapun Hipersekresi yang menyebabkan peningkatan
tekanan darah.
5. Pankreas
Pankreas berbentuk pipih, terletak di bagian belakang bawah lambung. Pankreas
sebagai endokrin menghasilkan hormon antara lain sebagai berikut:
Glukagon (dihasilkan oleh alfa), berfungsi meningkatkan penguraian glikogen
hati menjadi glukosa sehingga kadar gula darah meningkat, dan sintesis glukosa
dari sumber nonkarbohidrat dalam hati.
Insulin (dihasilkan oleh sel beta), berfungsi menurunkan katabolisme lemak dan
protein, menurunkan kadar gula darah, serta meningkatkan sintesis protein dan
lemak.
Somatostatin (dihasilkan oleh sel delta), merupakan penghalang hormon
pertumbuhan dan penghambat sekresi glukagon dan insulin.
Polipeptida pankreas, hormon pencernaan yang dilepaskan setelah makan,
fungsi belum diketahui.
6. Pineal (epifisis serebri)
Pineal terletak di langit-langit otak, menghasilkan melatonin yang berpengaruh
pada pelepasan gonadotropin dan menghambat produksi melamin. Produksi melatonin
terendah terjadi pada siang hari dan tersebar pada malam hari.
7. Timus
Timus terdiri atas dua lobus berwarna kemerah-merahan, terletak di bagian
posterior toraks di atas jantung. Pada bayi yang baru lahir, bentuknya sangat kecil,
hanya sekitar 10 gram. Ukurannya bertambah pada masa remaja/pubertas, menjadi
sekitar 30-40 gram. Namun, setelah dewasa berangsur-angsur menyusut. Timus
menghasilkan timosin untuk pengendalian perkembangan sistem imun.
8. Ovarium, testis, dan plasenta
Ovarium menghasilkan hormon estrogen dan progensteron. Testis menghasilkan
hormon testosteron. Plasenta menghasilkan gonadotropin korion, estrogen,
progesteron, dan somatotropin.
171
Perbedaan Sistem Saraf dengan Sistem Endokrin
No. Aspek Pembeda Sistem Hormon Sistem Saraf
1. Aksi Lambat Cepat atau segera
2. Respons - Tidak langsung - Langsung
- Distribusi lebih luas - Distribusi lebih sempit
3. Pengaturan Jangka panjang, misalnya Jangka pendek, misalnya
pertumbuhan danperkembangan kontraksi otot jantung
4. Sekresi Hormon Neurotransmiter
5. Komunikasi Melalui sistem sirkulasi Antaneuron melalui
sianpsis
172
Jurnal Belajar
Jurnal tanggal : 3 Mei 2021
1. Apa yang dibicarakan dengan guru dan teman-teman dikelas, materi dan lain-lain.
= Pada pembelajaran hari ini, kita melakukan kbm melalui google meet. Pada awal
pembelajaran Bu Puspa menyapa kita semua dan Bu Puspa juga mengingatkan kita
mengenai tugas-tugas yang belum terselesaikan di google calssroom. Setelah itu, Bu Puspa
langsung masuk ke penjelasan materi yaitu mengenai sistem reproduksi yang dibantu
Marcella untuk mempresentasikan materinya yang dikirim melalui gru whatsapp biologi.
2. Kesan dan pesan terhadap pembelajaran berlangsung.
= Pembelajaran Biologi hari ini menurut saya sangat menambah wawasan, dikarenakan
untuk memahami materi ini harus cukup umur terlebih dahulu agar mengerti apa yang
dimaksudkan oleh materi tersebut.
173
174
Jurnal Belajar
Jurnal tanggal : 4 Mei 2021
1. Apa yang dibicarakan dengan guru dan teman-teman dikelas, materi dan lain-lain.
= Pada pembelajaran Biologi hari ini, Bu Puspa akan menjelaskan mengenai sistem
pertahanan tubuh atau imunitas yang sangat penting untuk kita pahami dikarenakan oleh
masa pandemi covid-19 sekarang ini sangat berkaitan dengan sistem imunitas tubuh kita.
Ada 2 mekanisme pertahanan tubuh atau imunitas yaitu pertahanan nonsesifik atau alamiah
dan juga pertahanan spesifik atau adiptif. Setelah selesai mejelaskan, Bu Puspa juga
senantiasa mengingatkan kita untuk tetap menjaga jarak, rajin mencuci tangan, dan lain-
lain.
2. Kesan dan pesan terhadap pembelajaran berlangsung.
= Tidak terasa hari ini merupakan KBM terkahir kita pada kelas 11 ini sekaligus 1 tahun
sudah kita melakukan pembelajaran jarak jauh seperti ini. Saya harap pandemi Covid-19
ini segera berakhir agar kita dapat beraktifitas kembali seperti biasa tanpa takut akan
penularan virus satu sama lain.
175
176
REFLEKSI
Selama pandemi Covid-19 ini tidak terasa setahun sudah kita melakukan pembelajaran via
online seperti ini, rasanya sangat cepat sekali. Pada awal pembelajaran di semester 3, kita belum
mengenal satu sama lain, ditambah ada beberapa anak yang berbeda kelas dari saya dan juga saya
belum pernah diajarkan secara langsung oleh Bu Puspa. Akan tetapi, keadaan sendiri yang
memaksakan kita untuk tetap akrab dan mengenali satu sama lain walau hanya via online. Banyak
pengalaman yang dapat saya ambil dari mengerjakan tugas portofolio dan jurnal-jurnal salah
satunya yaitu saya bisa menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab dan dapat melatih diri saya
untuk lebih terbiasa mengerjakan menggunakan layar laptop dan tidak selalu menulis dibuku.
Selain itu manfaat yang dapat diambil juga kita dapat menghemat buku tulis dan dapat
menyelamatkan ratusan pohon-pohon didunia.
Ada banyak perasaan yang saya dapatkan selama pembelajaran daring seperti ini. Saya
juga sering dilanda rasa malas akan tetapi saya harus berusaha untuk melawannya dan
mengerjakan kewajiban menyelesaikan tugas-tugas saya yang diberikan oleh bapak dan ibu guru.
Selain itu, perasaan campur aduk antara senang dan sedih pun ada. Saya merasa senang karena
sudah bisa melewati ini semua akan tetapi saya merasa sedih karena setahun lagi saya akan lulus
dan melanjutkan ke perguruan tinggi dan juga berpisah dari teman-teman semuanya padahal belum
lama kita saling mengenal.
Selama pembelajaran biologi ini, sangat banyak kesan dan pesan tersendiri yang bahkan
tidak dapat saya ungkapkan. Saya sangat bersyukur dapat bertemu dengan Ibu Puspa dan teman-
teman semuanya. Sangat banyak pelajaran yang dapat saya ambil dari pembelajaran daring seperti
ini. Terkadang sedih rasanya karena hanya bisa bercanda tawa melalui jarak jauh seperti ini. Akan
tetapi apa boleh buat, keadaan yang memaksakan kita untuk seperti ini. Kita harus menerimanya
dengan lapang dada dan meneruskan kegiatan kita seperti biasa walau dengan adanya banyak
keterbatasan.
Perubahan yang saya dapatkan dari pembelajaran jarak jauh seperti ini adalah yang pertama
saya dipaksakan utuk menjadi pribadi yang lebih mandiri dan tidak bermalas-malasan. Karena jika
saya bermalas-malasan itu akan berdampak kepada diri saya sendiri dan juga akan berdampak
kepada nilai-nilai saya. Apabila nilai yang saya dapatkan buruk, saya akan mengecewakan bunda
saya. Sehingga saya harus berusaha untuk mendapatkan nilai yang terbaik. Saya juga merasa lebih
bertanggung jawab. Saya juga berharap kedepannya agar saya akan menjadi pribadi yang lebih
baik lagi agar saya bisa mendapatkan perguruan tinggi negeri yang saya inginkan dan dapat meraih
masa depan yang cerah dan bisa membanggakan bunda, keluarga dan kerabat-kerabat dekat saya.
Saya juga berharap semoga pandemi Covid-19 ini segera berakhir agar kita semua dapat
melakukan aktivitas kembali seperti sediakala.
177