No. Organ PORTOFOLIO 1B Gambar
pencernaan
Proses yang terjadi
1. Mulut
Didalam mulut terjadi, terjadi
pencernaan makanan secara mekanis
oleh gigi dan kimiawi oleh enzim
amilase (ptialin) yang menguraikan
amilum (polisakarida) menjadi
maltosa (disakarida). Bagian bagian
penyusun rongga mulut, yaitu:
- Bibir (Pada mulut terdapat bibir yang
berfungsi menerima makanan dan
mambantu menghasilkan suara.)
- Gigi (Berfungsi untuk menggigit ,
memotong, menyobek, dan
mengunyah makanan. Makanan
dipotong menjadi yang lebih kecil dan
bercampur dengan saliva (ludah)
untuk membentuk bolus yang mudah
ditelan.)
- Lidah (Berfungsi sebagai
menggerakkan makanan saat
dikunyah atau ditelan, mengecap rasa,
dan membantu produksi suara untuk
berbicara.)
- Kelenjar Saliva (Didalam mulut
terdapat 3 pasang kelenjar saliva,
yaitu kelenjar parotid (kelenjar ludah
terbesar, terletak agak ke bawah
didepan telinga), submandibula
(terlerak dirahang bawah), dan
sublingual (terlerak dibawah lidah
dekat kelenjar submandibular). Yang
berfungsi untuk melarutkan makanan
untuk pengecapan rasa, melembapkan
dan melumasi makanan agar mudah
ditelan, dan lain-lain.
2. Faring Di faring tidak terjadi proses
mengolah makanan. Faring hanya
berfungsi sebagai jalan atau saluran
untuk membawa makanan dari rongga
mulut menuju kerongkongan atau
esofagus.
96
3. Kerongkongan Di esofagus berfungsi untuk
(Esofagus) menggerakkan makanan dari faring ke
lambung dengan gerakan perisaltik.
Mukosa esofagus memproduksi
mukus untuk melumasi dan
melindungi esofagus, akan tetapi tidak
menghasilkan enzim pencernaan.
4. Lambung Lambung adalah organ pencernaan
(Ventrikulus) yang berbentuk seperti huruf J,
terletak dirongga perut bagian atas
sebelah kiri, dibawah diafragma.
Lambung terbagi menjadi 4 bagian,
yaitu kardia, fundus, badan, dan
pilorus. Didalam lambung terjadi
pencernaan secara kimiawi, yaitu:
1. Pencernaan Protein.
- Pepsinogen (disekresikan oleh sel
utama) diubah menjadi pepsin oleh
asam klorida (dihasilkan oleh sel
parietal).
- Renin (diproduksi oleh lambung
bayi), berfungsi mengkoagulasi
protein susu (kaseinogen) menjadi
kasein yang tidak larut. Enzim ini
sangat penting untuk mencerna ASI.
2. Pencernaan Lemak.
Lipase lambung (disekresi oleh sel
utama) menghidrolisis lemak susu
menjadi asam lemak dan gliserol,
tetapi aktivitasnya terbatas dalam
keadaan pH rendah.
3. Pencernaan Karbohidrat.
Enzim amilase dalam saliva yang
terbawa bersama bolus akan tetap
bekerja dalam lambung. Lambung
tidak memproduksi enzim pencerna
karbohidrat.
97
5. Pankreas Didalam pankreas terjadi
6. Hati pembentukan enzim pencernaan untuk
7. Empedu
mencerna karbohidrat, protein, dan
lemak. Enzim tersebut diantaranya:
- Tripsinodgen, diaktifkan oleh
enterokinase (dihasilkan oleh usus
halus) menjadi tripsin.
- Kimotripsin, memiliki fungsi yang
sama dengan tripsi, yaity memecah
protein/polipeptida besar.
- Lipase, menghidrolisis lemak
menjadi asam lemak dan gliserol.
- Amilase, menghidrolisis zat tepung
menjadi disakarida (maltosa, sukrosa,
dan laktosa).
- Karboksipeptidase, aminopeptidase,
dan dipeptidase, berfungsi
melanjutkan pencernaan protein
menjadi asam amino bebas.
Pada hati terjadi proses ekskresi. Hati
juga menghasilkan cairan empedu
secara terus menerus, menyimpan
gula dalam bentuk glikogen,
menetralkan racun, membentuk dan
merombak protein, serta membntuk
eritrosit pada janin.
Selama kita makan, empedu dialirkan
dari kantung empedu melalui saluran
empedu dan menuju organ hati.
Cairan empedu membantu proses
pencernaan lemak di usus halus.
8. Usus halus Didalam usus halus, makanan akan
(Intestinum tenue) dicerna oleh enzim dalam usus halus
dan nutrisinya diserap kedalam tubuh.
Makanan akan bergerak menuju usus
besar melalui gerakan peristaltik atau
kontraksi dari dinding usus halus.
Fungsi utama usus halus adalah
sebagai tempat terjadinta penyerapan
serta sekresi enzim pencernaan.
98
9. Usus besar (Kolon) Pada usus besar terjadi proses
penyesuaian kadar air pada zat sisa
makanan, apabila sisa makanan
kekurangan air susu besar akan
mengeluarkan air dan memberinya
kepada sisa makanan (fases).
Sebaliknya jika sisa makanan
kelebihan air, usus besar akan
menyerap air tersebut.
99
PORTOFOLIO 1C
1. Judul : Laporan Praktikum Uji Zat Makanan.
2. Tujuan : Menjelaskan proses pencernaan bahan makanan seperti karbohirat, lemak,
dan protein dan menguji bahan makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, dan
protein.
3. Dasar teori :
Makanan adalah zat yang dimakan oleh makhluk hidup untuk mendapatkan nutrisi
yang kemudian diolah menjadi energi. Karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral
merupakan nutrien dalam makanan yang dibutuhkan oleh tubuh. Cairan yang dipakai untuk
maksud ini sering disebut minuman, tetapi kata 'makanan' juga bisa dipakai. Makanan yang
dikonsumsi oleh manusia disebut pangan, sedangkan makanan yang dikonsumsi oleh
hewan disebut pakan.
Kualitas suatu makanan dapat dinilai dari energi makanan dan umur simpan yang
dimilikinya. Konsumsi makanan secara tidak tepat atau tidak cukup akan menyebabkan
malnutrisi, yang dapat berujung pada berbagai gangguan kesehatan. Selain itu, beberapa
jenis makanan bisa memicu timbulnya alergi makanan saat dikonsumsi oleh individu yang
sensitif. Bahan makanan diolah menjadi berbagai hidangan yang berbeda-beda dan
menjadi ciri khas suatu kebudayaan atau penduduk di lokasi geografis tertentu. Makanan
merupakan subjek yang dipelajari dalam berbagai ilmu, seperti ilmu pangan, ilmu gizi atau
nutrisi, dan gastronomi.
4. Alat dan Bahan :
1. Tabung reaksi
2. Rak tabung reaksi
3. Gelas ukur
4. Penjepit
5. Kaki tiga
6. Kawat kassa
7. Pembakar Spiritus
8. Korek api
9. Pipet
10. Lempengan mortal
11. Larutan Benedict
12. Larutan Biuret
13. Kertas Koran
14. Nasi, roti, kentang, jagung, ubi
15. Tahu, tempe, telur, susu, kacang
16. Minyak goreng, mentega
17. Alat tulis menulis (kertas, pulpen, pensil, spidol, isolasi)
100
5. Cara Kerja :
A. Uji Benedict (uji glukosa/karbohidrat monosakarida)
1. Haluskan nasi dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan.
2. Tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
3. Masukkan 5 ml larutan benedict ke dalam tabung reaksi.
4. Tambahkan 0,5 ml larutan hasil penggerusan nasi tersebut di atas.
5. Beri label “uji benedict: nasi” pada tabung reaksinya.
6. Amati warna sebelum dipanaskan.
7. Panaskan tabung reaksi yang berisi larutan benedict dan larutan nasi tersebut di atas
selama 5 menit dan dinginkan .
8. Amati perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan. Apabila
dalam makanan terdapat karbohidrat/gula monosakarida, larutan akan berwarna kuning
kehijauan dan terbentuk endapan merah bata.
9. Lakukan hal yang sama untuk kentang, roti, dan jagung.
10. Bandingkan hasil uji benedict untuk bahan-bahan makanan tersebut (nasi, roti, kentang,
dan jagung)
B. Uji Iodin/Lugol (uji amilum/karbohidrat polisakarida)
1. Haluskan nasi dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan dan
tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
2. Masukkan 5 ml larutan hasil penggerusan bahan makanan ke dalam tabung reaksi.
3. Beri label “uji iodin: nasi” pada tabung reaksi.
4. Amati warna larutan.
5. Tambahkan 2 tetes larutan iodin.
6. Amati perubahan warna yang terjadi setelah ditetesi larutan iodin (apabila warna
menjadi hitam atau kebiruan, bahan makanan yang diuji mengandung amilum
karbohidrat) dan catat pada tabel hasil pengamatan.
7. Lakukan hal yang sama untuk kentang, roti, dan jagung.
8. Bandingkan hasil uji benedict untuk bahan-bahan makanan tersebut (nasi, roti, kentang,
ubi, dan jagung)
C. Uji Biuret (uji protein)
1. Haluskan tempe dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan.
2. Tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
3. Masukkan 1 ml larutan hasil penggerusan tempe tersebut ke dalam tabung reaksi.
4. Tambahkan setetes demi setetes larutan biuret sambil dikocok hingga tercapai warna
maksimum (tidak terjadi perubahan warna lagi).
5. Amati perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan. Jika warna
berubah ungu berarti bahan makanan mengandung protein.
6. Lakukan hal yang sama pada tahu, telur, dan susu.
7. Bandingkan hasil percobaan untuk tiap bahan makanan yang diuji.
101
D. Uji Lemak
1. Bentuklah kotak 5x5 cm pada kertas koran.
2. Teteskan larutan bahan makanan yang akan diuji pada kotak-kotak kertas koran
tersebut.
3. Perhatikan perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan.
Apabila kertas koran menjadi buram/transparan, berarti bahan makanan mengandung
lemak.
6. Hasil Pengamatan :
A. Uji Benedict.
Bahan Makanan Reagen Warna setelah dicampur
yang diuji/warna penguji/warna
No. Sebelum Setelah dipanaskan
dipanaskan
1. Nasi Benedict/biru muda Biru muda Kemerahan
2. Roti Benedict/biru muda Biru muda Merah bata
3. Kentang Benedict/biru muda Biru muda Kemerahan
4. Jagung Benedict/biru muda Biru muda Merah bata
5. Ubi Benedict/biru muda Biru muda Kemerahan
B. Uji Iodin/Lugol.
No. Bahan Makanan Reagen Perubahan Warna setelah dicampur
yang diuji/warna penguji/warna
Biru kehitaman
1. Nasi Iodin/coklat Kebiruan
2. Roti Iodin/coklat Biru kehitaman
Biru kehitaman
3. Kentang Iodin/coklat Biru kehitaman
4. Jagung Iodin/coklat
5. Ubi Iodin/coklat
C. Uji Biuret.
No. Bahan Makanan Reagen Perubahan Warna setelah dicampur
yang diuji/warna penguji/warna
Keunguan
1. Tahu Biuret/biru tua Keunguan
2. Tempe Biuret/biru tua Ungu
Ungu
3. Telur Biuret/biru tua Ungu
4. Susu Biuret/biru tua
5. Kacang Biuret/biru tua
D. Uji Lemak. Warna kertas koran Perubahan warna setelah
ditetesi pada kertas koran
No. Bahan Makanan Abu-abu
yang diuji/warna Abu-abu Transparan
Abu-abu Transparan
1. Mentega Abu-abu Transparan
2. Nasi Abu-abu Tidak transparan
3. Minyak goreng Tidak transparan
4. Kemiri
5. Putih telur
102
7. Pembahasan :
a. Uji glukosa.
Benedict adalah reagen yang digunakan untuk menguji kandungan glokusa pada
bahan makanan. Bahan makanan yang mengandung glukosa akan berubah menjadi
warna merah bata setelah ditetesi benedict dan kemudian dipanaskan. Hal itu terjadi
Ketika reagen benedict dicampurkan dan dipanaskan dengan glukosa, di mana
glukosa memiliki elektron untuk diberikan, tembaga (salah satu kandungan di
reagen benedict) akan menerima elektron tersebut dan mengalami reduksi sehingga
terjadilah perubahan warna. Dari hasil pengamatan dapat diketahui bahwa nasi,
kentang, dan ubi mengandung sedikit glukosa karena warna nya berubah menjadi
kemerah-merahan. Sementara roti dan jagung lebih banyak mengandung glukosa
karena berubah warna menjadi merah bata.
b. Uji amilum.
Lugol digunakan untuk menguji bahan makanan yang mengandung karbohidrat
(amilum). Bahan makanan yang mengandung amilum (karbohidrat) bila ditetesi
lugol akan berubah warna menjadi biru hitam. Semakin gelap warnanya berarti
makanan tersebut banyak kandungan karbohidratnya. Amilum atau pati merupakan
karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air, berwujud bubuk putih, tawar, dan
tidak berbau. Amilum adalah bahan utama yang disimpan oleh tumbuhan untuk
menyimpan kelebihan glukosa dalam jangka panjang. Dari hasil pengamatan dapat
diketahui bahwa roti mengandung amilum yang lebih sedikit karena berwarna
kebiruan dibandingkan dengan nasi, kentang, jagung, dan ubi yang bewarna biru
kehitaman.
c. Uji protein.
Biuret (campuran NaOH dan CUSO4) adalah reagen yang digunakan untuk
menguji kandungan protein. Bahan makanan yang mengandung protein akan
berubah menjadi ungu setelah ditetesi biuret. Hal itu terjadi karena ada ikatan
protein dengan biuret yang menghasilkan dasar reaksi kompleks koordinasi antara
Cu2+ dengan gugus – C = O dan NH ikatan peptida dalam larutan alkalis.
Menghasilkan perubahan warna menjadi ungu atau lembayung. Protein merupakan
bagian dari semua sel hidup dan merupakan bagian terbesar tubuh setelah air.
Protein terdiri atas rantai-rantai panjang asam amino yang terikat satu sama lain
dalam ikatan peptida. Dari hasil pengamatan dapat diketahui bahwa tahu dan tempe
memiliki sedikit kandungan protein karena berwarna, sedangkan telur, susu, dan
kacang memiliki banyak protein karena berwarna ungu.
103
d. Uji lemak.
Kertas buram digunakan sebagai uji lemak karena kertas buram mudah menyerap
air maupun minyak jadi sangat cocok untuk pengujian ini. Pada saat pengujian
lemak, bahan makanan yang mengandung lemak akan membuat kertas buram
menjadi transparan jika dioleskan pada kertas buram. Dari hasil pengamatan dapat
diketahui bahwa mentega, nasi, dan minyak goreng mengandung banyak lemak,
sedangkan kemiri dan putih telur memiliki lemak yang sedikit.
8. Jawaban Pertanyaan :
1. Warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung karbohidrat setelah diuji
dengan larutan benedict dan iodin atau lugol adalah:
a) Larutan benedict :
Perubahan warna yang dihasilkan oleh larutan benedict yaitu merah bata atau
orange. Semakin merah warnanya berarti kandungan glukosa yang terdapat
dimakanan tersebut semakin tinggi juga.
b) Larutan iodin atau lugol :
Perubahan warna yang dihasilkan oleh larutan iodin atau lugol yaitu merah biru
kehitaman. Semakin pekat warnanya berarti kandungan amilum yang terdapat
dimakanan tersebut semakin tinggi juga.
2. Warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung protein setelah diuji
dengan biuret adalah menjadi warna ungu. Semakin pekat warna ungu tersebut maka
kandungan protein didalamnya juga semakin banyak. Contoh makanan yang
mengandung protein tinggi antara lain telur, daging, susu, dan lain-lain.
3. Perbandingan kandungan karbohidrat pada ke 5 bahan makanan yang diuji yaitu dari
hasil pengamatan dapat diketahui bahwa roti mengandung amilum yang lebih sedikit
karena berwarna kebiruan dibandingkan dengan nasi, kentang, jagung, dan ubi yang
bewarna biru kehitaman.
4. Perbandingan kandungan lemak pada ke 5 bahan makanan yang diuji yaitu Dari hasil
pengamatan dapat diketahui bahwa mentega, nasi, dan minyak goreng mengandung
banyak lemak, sedangkan kemiri dan putih telur memiliki lemak yang sedikit.
104
5. Proses pencernaan karbohidrat, protein, dan lemak yaitu :
Karbohidrat : Setelah dicerna di usus, karbohidrat akan diserap oleh dinding
usus halus dalam bentuk monosakarida. Monosakarida dibawa oleh aliran darah
sebagian besar menuju hati.
Di dalam hati, monosakarida mengalami proses sintesis menghasilkan
glikogen, dioksidasi menjadi CO2 dan H2O atau dilepaskan untuk dibawa oleh
aliran darah ke bagian tubuh yang memerlukan. Hati dapat mengatur kadar
glukosa dalam darah atas bantuan hormon insulin yang dikeluarkan oleh
kelenjar pankreas.
Hormon yang mengatur kadar gula dalam darah yaitu insulin (dihasilkan oleh
pankreas dan berfungsi menurunkan kadar glukosa dalam darah) dan hormon
adrenalin (dihasilkan oleh korteks adrenal, berfungsi menaikkan kadar glukosa
dalam darah).
Protein : Di dalam tubuh, protein diubah menjadi asam amino oleh beberapa
reaksi hidrolisis serta enzim-enzim yang bersangkutan. Enzim-enzim yang
bekerja pada proses hidrolisis protein, antara lain pepsin, tripsin, kemotripsin,
karboksipeptidase, dan amino peptidase.
Protein yang telah dipecah menjadi asam amino, kemudian diabsorbsi melalui
dinding usus halus dan sampai ke pembuluh darah. Setelah diabsorbsi dan
masuk ke dalam pembuluh darah, asam amino tersebut sebagian besar langsung
digunakan oleh jaringan.
Protein tidak dapat disimpan di dalam tubuh sehingga kelebihan protein akan
segera dibuang atau diubah menjadi zat lain. Zat sisa hasil penguraian protein
yang mengandung nitrogen akan dibuang bersama air seni dan zat sisa yang
tidak mengandung nitrogen akan diubah menjadi karbohidrat dan lemak.
Oksidasi 1 gram dapat menghasilkan energi 4 kalor.
Lemak : Lemak akan dihidrolisis menjadi asam lemak dan gliserol dengan
bantuan enzim lipase. Proses ini berlangsung dalam saluran pencernaan.
Sebelum diserap usus, asam lemak akan bereaksi dengan garam empedu
membentuk senyawa, seperti sabun.
Selanjutnya senyawa akan diserap jonjot usus dan akan terurai menjadi asam
lemak dan garam empedu. Oleh lemak tersebut akan bereaksi dengan gliserol
membentuk lemak. Kemudian diangkut oleh pembuluh getah bening usus
menuju pembuluh getah bening dada kiri. Selanjutnya ke pembuluh balik
bawah selangka kiri.
105
9. Kesimpulan :
Bahan makanan yang mengandung glukosa tinggi adalah roti dan jagung. Terjadi
perubahan warna saat roti dan jagung yang dihaluskan ditetesi benedict, perubahan
warna yang terjadi adalah warna roti dan jagung adalah merah bata. Sedangkan
pada bahan makanan lain hanya kemerahan.
Bahan makanan yang mengandung amilum atau karbohidrat tinggi adalah nasi,
kentang, jagung, dan ubi. Hal ini ditunjukkan karena terjadi perubahan warna pada
ketiga bahan tersebut yang dihaluskan dan kemudian ditetesi lugol/kalium iodida.
Perubahan warna yang terjadi adalah warnanya berubah menjadi biru kehitaman.
Bahan makanan yang mengandung protein tinggi adalah telur, susu, dan kacang-
kacangan. Hal ini dikarenakan terjadi perubahan warna pada ketiga bahan tersebut.
Perubahan warna yang terjadi adalah sama-sama menjadi berwarna ungu.
Bahan makanan yang mengandung lemak adalah mentega, nasi, dan minyak
goreng. Bekas kertas buram yang diolesi mentega menjadi transparan. Begitupun
pada nasi dan minyak goreng juga meninggalkan bekas transparan. Bekas kertas
buram yang transparan menunjukkan adanya lemak pada bahan makanan.
10. Daftar pustaka :
https://id.wikipedia.org/wiki/Makanan
https://idschool.net/smp/uji-makanan-amilum-glukosa-protein-dan-lemak/
https://humairaarabiy.wordpress.com/2014/06/15/uji-protein-dengan-biuret-dan-logam/
https://www.academia.edu/16894003/Laporan_Uji_Zat_Makanan
https://www.coursehero.com/file/p1e00fk/Ketika-kacang-tanah-ditetesi-lugol-jadi-
perubahan-warna-menjadi-cokelat-agak/
11. Lampiran :
106
Jurnal Belajar
Jurnal tanggal : 29 Januari 2021
3. Apa yang dibicarakan dengan guru dan teman-teman dikelas, materi dan lain-lain.
= Pada awal pembelajaran, Bu Puspa meminta Febryan untuk memimpin doa karena
Febryan merupakan yang pertama kali join pada google meetnya. Setelah itu, Bu Puspa
mereview hasil pada ulangan harian minggu lalu tentang zat makanan. Bu Puspa
memberikan selamat kepada siswa siswi yang sudah mendapat nilai yang bagus. Tak lupa
Bu Puspa pun memberikan semangat kepada siswa siswi yang nilainya masih di bawah
KKM. Setelah itu, Bu Puspa langsung masuk kepada materi baru yaitu sistem pernapasan
manusia. Bu Puspa bertanya kepada kita apa yang dimaksud pernapasan, kemudian Siti,
Nasya, dan Arva menjawab. Jawaban mereka semua diterima oleh Bu Puspa karena
menurut Bu Puspa tidak ada pendapat yang salah. Setelah itu, Bu Puspa meminya Sintikhe
untuk mempresentasikan materi power point. Selanjutnya, Bu Puspa meminta Denissa
yang merupakan siswi baru dikelas kami untuk membacakan fungsi pernapasan manusia.
Setelah itu, Kevin ditunjuk oleh Bu Puspa untuk menyebutkan alat-alat pernapasan. Setelah
kevin, Bu Puspa menunjuk Yulia untuk membaca dan menjelaskan fungsi hidung. Setelah
yulia, sekarang giliran Arva untuk membaca materi tentang laring. Selanjutnya, trakea
dibacakan oleh Yosia dan bronkus dibacakan oleh Baskoro. Dan jam berakhir setelah
pembacaan tentang pulmo atau paru-paru oleh Yohanes.
4. Kesan dan pesan terhadap pembelajaran berlangsung.
= Pembelajaran hari ini cukup menyenangkan karena diawal pelajaran kami mendapat
semangat oleh Bu Puspa. Setelah itu, materi ini cukup mudah dimengerti. Saya berharap
semoga nilai saya pada ulangan materi ini semakin meningkat, Aamiin.
107
108
Jurnal tanggal : 1 Februari 2021
1. Apa yang dibicarakan dengan guru dan teman-teman dikelas, materi dan lain-lain.
= Pada awal pembelajaran, Bu Puspa menyapa kita semua, setelah itu Bu Puspa meminta
salah satu dari kita untuk membagikan power point. Setelah itu, Bu Puspa juga meminta 2
orang dari kelas kita untuk menjelaskan mekanisme pernapasa. Proses inspirasi dijelaskan
oleh Iqbal dan proses ekspirasi dijelaskan oleh Desva. Bu Puspa juga mengajak kita untuk
mempraktekan proses inspirasi dan ekspirasi. Setelah itu, Bu Puspa menjelaskan tentang
faktor yang mempengaruhi frekuensi pernapasan. Setelah itu, Yohanes menjelaskan
tentang pertukaran oksigen (O2) dan karbondioksida (CO2). Setelah pertukaran oksigen
(O2) dan karbondioksida (CO2), transport oksigen (O2) dijelaskan oleh Restu dan transport
karbondioksida (CO2) disambungkan oleh Bu Puspa. setelah itu, pemembahasan
dilanjutkan tentang volume dan kapasitas paru-paru. Setelah itu, Bu Puspa bertanya tentang
berapa jumlah volume terkait pernafasan dan Febryan menjawabnya. Selanjutnya, Bu
Puspa membahas tentang bahaya merokok dan Bu Puspa juga bercerita mengenai apa efek
samping dari rokok dan menceritakan tentang penelitian anak murid beliau pada tahun
kemarin yang berhasil menjadi juara dalam lomba penilitian. Setelah membahas itu semua,
pembelajaran hari ini pun berakhir tepat pada 1 jam pembelajaran.
2. Kesan dan pesan terhadap pembelajaran berlangsung.
= Menurut saya pribadi, pembelajaran hari ini sangat menyenangkan dan sangat menambah
ilmu. Selain itu, pembelajaran hari ini juga tidak terlalu membosankan dan seru karena Bu
Puspa selalu mengajar dengan menyenangkan sehingga saya tidak mengantuk walaupun
jam pelajaran Biologi terletak di akhir pelajaran.
109
110
Jurnal tanggal : 2 Februari 2021
1. Apa yang dibicarakan dengan guru dan teman-teman dikelas, materi dan lain-lain.
= - (tidak ada daring)
2. Kesan dan pesan terhadap pembelajaran berlangsung.
=-
Jurnal tanggal : 8 Februari 2021
1. Apa yang dibicarakan dengan guru dan teman-teman dikelas, materi dan lain-lain.
= Pembelajaran biologi pada hari ini menggunakan google meet. Diawal pembelajaran Bu
Puspa menyapa kita semua. Setelah itu, Bu Puspa juga sedikit mereview materi yang sudah
kita lewati seperti pengertian, fungsi, mekanisme, hal-hal yang terjadi saat inspirasi dan
ekskresi, frekuensi pernapasan, transport oksigen, kapasitas dan volume paru-paru, dan
penyakit yang disebabkan oleh sistem pernapasan. Selanjutnya, Bu Puspa meminta Nasya
untuk menjelaskan tentang TBC karena Nasya sedang mengikuti lomba mewakili sekolah.
Setelah itu, Bu Puspa memberikan kami tugas tentang laporan analisis, yang nantinya akan
dikumpulkan via google classrooom. Setelah itu, jam Biologi tersisa 20 menit dan Bu
Puspa meminta kami untuk melanjutkan tugas diluar dari daring.
2. Kesan dan pesan terhadap pembelajaran berlangsung.
= Pembelajaran hari ini cukup singkat karena Bu Puspa terlambat memberikan link google
meet. Selain itu, Bu Puspa juga hanya mereview tentang pembelajaran yang lalu dan
meminta kita melanjutkan tugas diluar daring.
111
112
Jurnal tanggal : 9 Februari 2021
1. Apa yang dibicarakan dengan guru dan teman-teman dikelas, materi dan lain-lain.
= Pada KBM kali ini, diawal pembelajaran Bu Puspa menyapa kami dan selanjutnya Bu
Puspa menanyakan kepada kita siapakah yang videonya sudah selesai. Ternyata Siti sudah
menyelesaikan membuat videonya. Setelah itu saya sempat ditanya Bu Puspa apakah video
saya sudah jadi atau kah belum. Tetapi sayangnya video saya belum saya edit daan masih
terpotong-potong, sehingga saya tidak dapat menampilkannya. Setelah itu ternyata Siti
mengalami kendala sehingga tidak dapat menayangkan videonya di google meet tersebut
tetapi dia mengirim video tersebut di grup whatsapp biologi sehingga kami semua dapat
menontonnya masing-masing. Bu puspa juga memberikan nilai plus kepada Siti karena
sudah selesai mengerjakan tugasnya dengan baik. Setelah itu Bu Puspa meminta kita untuk
melanjutkan tugas-tugas diluar dari daring.
2. Kesan dan pesan terhadap pembelajaran berlangsung.
= Pembelajaran hari ini cukup singkat karena Bu Puspa hanya mengarahkan tugas kita dan
kita diminta untuk melanjutkan pembelajaran dan pengerjaan tugas yang diberikan diluar
daring.
113
114
Laporan Hasil Analisis
1. Judul : Analisis pengaruh pencemaran udara akibat asap pabrik.
2. Tujuan :
- Untuk mengetahui contoh pencemaran udara.
- Untuk mengetahui bagaimana pencemaran udara dapat terjadi.
- Untuk mengetahui penyebab dari pencemaran udara.
- Untuk mengetahui dampak pencemaran udara terhadap pernapasan manusia.
3. Hasil Analisis
a. Peristiwa pencemaran
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menanggapi kasus pencemaran udara
di 5 desa Kabupaten Sukaharjo, Jawa Tengah yang terjadi sejak Oktober 2017 hingga
awal Januari 2018. Pencemaran yang diduga dilakukan oleh PT Rayon Utama Makmur
(RUM) dan menyebabkan gangguan kesehatan terhadap ratusan warga khususnya
anak-anak. "Pencemaran tersebut dirasakan warga berdampak buruk pada kesehatan
warga, terutama anak-anak. “Anak-anak menjadi sering sakit dan memeriksakan
kesehatan ke Puskesmas," kata Ketua KPAI Susanto lewat keterangan tertulisnya yang
diterima Tirto, Senin (28/05/2018).
PT RUM sendiri adalah sebuah pabrik yang memproduksi serat sintesis. Total ada
5 desa yang terdampak pencemaran ini yaitu Desa Kedungwinong, Desa Plesan, Desa
Gupit, Desa Celep dan Desa Pengkol. Selain mengeluhkan pencemaran udara, warga
pun terganggu dengan bau busuk yang berasal dari pabrik. "Baunya seperti aroma
septic tank dan telur busuk," kata Susanto. h
Akibatnya, selama pabrik beroperasi setiap hari anak-anak terpaksa mengenakan
masker ketika beraktivitas di luar rumah. Selain itu, anak-anak juga merasakan mual,
pusing dan muntah-muntah. Menanggapi ini, KPAI berencana melakukan pengawasan
ke lokasi tersebut dan mewawancarai anak-anak yang terdampak.
115
Selain itu, KPAI akan berkoordinasi dengan Bupati Kabupaten Sukoharjo dan dinas
terkait seperti dinas lingkungan hidup, dinas pendidikan, dinas pemberdayaan
perempuan dan perlindungan anak, dan juga kepolisian.
b. Penyebab pencemaran
Manusia menjadi penyebab utama dan terbesar terjadinya pencemaran udara.
Manusia pula yang merasakan dampak terburuk dari terjadinya pencemaran udara.
Pencemaran udara merupakan salah satu kerusakan lingkungan, berupa penurunan
kualitas udara karena masuknya unsur-unsur berbahaya ke dalam udara atau atmosfer
bumi.
Unsur-unsur berbahaya yang masuk ke dalam atmosfer tersebut bisa berupa karbon
monoksida (CO), Nitrogen dioksida (No2), chlorofluorocarbon (CFC), sulfur dioksida
(So2), Hidrokarbon (HC), Benda Partikulat, Timah (Pb), dan Carbon Diaoksida (CO2).
Unsur-unsur tersebut bisa disebut juga sebagai polutan atau jenis-jenis bahan pencemar
udara.
Asap pabrik juga termasuk ke dalam pemicu dari adanya polusi udara. Asap pabrik
ini bahkan menyumbang besar sekali gas karbon di udara. Asap pabrik juga bisa
menimbulkan atau menjadi pemicu dari terjadinya hujan asam.
Asap pabrik yang dihasilkan dan biasanya dibuang melalui cerobong asap, apabila
naik ke permukaan maka akan sangat membahayakan dan juga merupakan
penyumbang dari gas-gas yang berbahaya. Seperti yang kita ketahui bersama
bahwasannya asap yang dibuang tersebut merupakan wujud dari limbah pabrik yang
tidak mempunyai fungsi sama sekali. Oleh karena itulah keberadaan limbah pabrik
yang berupa gas dan di buang di udara ini merupakan faktor pemicu polusi udara.
c. Akibat pencemaran
Pencemaran udara yang terjadi dipicu dari bentuk gas, cair, dan padat tertentu yang
terpendam di udara. Partikel berasal dari aerosol, debu, asap pabrik, kebakaran hutan,
asap kendaraan bermotor, dan asap rokok.
116
Beberapa polutan yang biasanya menyebar, yakni logam berat, karbon monoksida
(CO), nitrogen oksida (NOx), ozon (O3), senyawa organik volatil (VOC), dan sulfur
dioksida (SO2). Indonesia sendiri masuk dalam jajaran negara yang tingkat polusinya
cukup tinggi. Berikut dampak pencemaran udara bagi kesehatan.
- Terjadi gangguan pernapasan.
Dampak pencemaran udara dari asap kendaraan, asap pabrik, asap rokok, dan lain-
lain bisa memicu terjadinya gangguan pernapasan, seperti asma, ISPA, dan kanker
paru-paru. Selain itu, pencemaran udara juga bisa berakhir pada berkurangnya kadar
oksigen di dalam tubuh manusia.
- Penghalang oksigen didalam darah.
Bukan hanya saluran pernapasan, sistem peredaran darah juga dapat terganggu
karena dampak dari pencemaran udara. Hal ini disebabkan oleh karbon monoksida
(CO) yang jumlahnya sangat banyak sehingga membuat kadar protein inflamasi dan
jumlah kekentalan darah bertambah. Itulah yang memicu radang pembuluh darah yang
bisa mengakibatkan penyakit kardiovaskular.
- Pemanasan global (Global Warming)
Salah satu dampak pencemaran udara adalah peningkatan pemanasan global.
Akibatnya suhu udara di seluruh dunia jadi bertambah, permukaan laut meninggi, dan
membuat banyaknya es di daerah yang dingin lebih cepat mencair. Kondisi ini juga
bisa mengakibatkan berkurangnya tempat tinggal untuk sebagian spesies tumbuhan dan
hewan di berbagai negara.
- Memicu Keguguran serta Autisme
Bagi ibu hamil, polusi udara juga sangat membahayakan diri dan janinnya. Dampak
pencemaran udara bagi ibu hamil bisa memicu peradangan di seluruh tubuhnya dan
memicu kelahiran prematur. Sementara untuk janin, keadaan ini dapat mengakibatkan
keguguran, asma untuk anaknya kelak, dan memicu autisme.
117
d. Refleksi
Pencemaran dari asap-asap pabrik sangatlah berbahaya dampaknya untuk
kesehatan. Padahal asap-asap tersebut sering kali disepelekan oleh masyarakat.
Penelitian juga telah membantu membuktikan polusi udara dapat menyebabkan kanker,
gangguan terhadap pertumbuhan bayi dan anak-anak. Selain tentu saja gangguan
pernapasan.
e. Tindak lanjut
Tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah polusi udara dapat dilakukan mulai
dari hal-hal kecil seperti menanam tanaman antipolutan, menghindari pembakaran
sampah disembarang tempat, mencoba urban farming, mengurangi konsumsi daging,
dan masih banyak lagi.
118
DAFTAR PUSTAKA
https://tirto.id/ratusan-anak-terdampak-pencemaran-udara-dari-pabrik-di-sukoharjo-cLjA
https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/udara/polusi-udara-penyebab-dampak-dan-upaya-menanggulanginya.
https://www.prudential.co.id/id/pulse/article/tinggal-di-perkotaan-ketahui-dulu-dampak-
pencemaranudaraini.
https://www.dbs.com/spark/index/id_id/site/pillars/2019-7-hal-kecil-untuk-bantu-mengurangi-polusi-
udara.html
119
Jurnal Belajar
Jurnal tanggal : 16 Februari 2021
1. Apa yang dibicarakan dengan guru dan teman-teman dikelas, materi dan lain-lain.
= Pada pembelajaran biologi kali ini, kita melakukan daring lewat google meet. Diawal
pembelajaran Bu Puspa menyapa kami dan mengatakan bahwa kemarin Bu Puspa memang
sengaja tidak melakukan daring sebagai pengganti dari ulangan harian yang akan diadakan
pada hari Selasa, 16 Februari 2021 pukul 2 sampai 3 siang. Bu Puspa juga mengingatkan
kita tentang tugas yang ada di classroom karen masih ada beberapa siswa yang belum
mengumpulkan tugas. Selanjutnya Bu Puspa membahas tentang materi pada bab
selanjutnya yaitu sistem ekskresi. Tetapi pada pertemuan kali ini, Bu Puspa hanya akan
menyinggung sedikit materi tersebut karena pada kita akan mengadakan ulangan harian
pada pukul 2. Setelah membahas beberapa hal, Bu Puspa memberikan kami tugas yaitu
membahas fungsi, struktur dan cara kerja pada organ yang ditugaskan kepada kita. Dan
saya mendapatkan materi tentang hati. Tugas ini tidak dikumpulkan tetapi yang harus kita
lakukan yaitu menjelaskannya pada KBM selanjutnya dan akan ditunjuk secara acak oleh
Bu Puspa. Jam KBM masih bersisa 20 menit kemudia Bu Puspa mengakhiri pertemuan
pada hari ini dan menyuruh kita untuk mempersiapkan ulangan harian.
2. Kesan dan pesan terhadap pembelajaran berlangsung.
= Menurut saya, pembelajaran hari ini sangat menyenangkan dan sangat menambah ilmu.
Selain itu, pembelajaran hari ini juga tidak terlalu membosankan dan seru karena Bu Puspa
selalu mengajar dengan menyenangkan sehingga saya tidak mengantuk walaupun jam
pelajaran Biologi terletak di akhir pelajaran.
120
121
Jurnal tanggal : 22 Februari 2021
1. Apa yang dibicarakan dengan guru dan teman-teman dikelas, materi dan lain-lain.
= Pembelajaran hari ini dimulai dengan Bu Puspa yang meminta saya untuk presentasi
lebih dulu. Setelah itu, saya menjelaskan mulai dari struktur, fungsi, dan proses eksresi
yang terjadi di hati. Jujur saya sangat grogi dan takut sehingga apa yang sudah saya latih
dari semalam seketika tergantikan dengan grogi saya. Saya sedikit kesal dengan diri saya
sendiri karena mengapa harus grogi padahal hanya diminta untuk menjelaskan saja. Tetapi
sudah terjadi, jadi saya akan menerimanya. Setelah penjelasan saya, Bu Puspa meminta
Febryan untuk melanjutkan dan melengkapi apa yang sudah saya jelaskan. Setelah
Febryan, sekarang giliran Karsten untuk menjelaskan tentang struktur hati. Sekarang
giliran Marcella, tetapi ia tidak bisa mengikuti daring. Sehingga sekarang giliran Naufal
untuk menjawab pertanyaan Bu Puspa yaitu apa yang dimaksud dengan ligamen.
Selanjutnya Nasya ditunjuk untuk menjelaskan tentang proses ekskresi tang terjadi di hati.
Setelah Nasya, sekarang Yohanes akan menambahkan penjelasan tentang proses ekskresi
di hati. Setelah itu, Rian mengulang menjelaskan lagi mulai dari awal yaitu, struktur, fungsi
dan proses yang terjadi dihati. Setalh itu, Bu Puspa memanggil Puja tetapi tidak ada
jawaban dari Puja. Selanjutnya Baskoro akan menjelaskan dan menjawab pertanyaan yang
diberikan oleh Bu Puspa. Setelah semua sudah terpanggil, Bu Puspa meminta 1 orang untuk
memberi kesimpulan dan Yohanes yang menjawabnya. Setelah itu Rio ditanya oleh Bu
Puspa tetapi ia tidak bisa menjawab, kemudian pertanyaan itu dibantu jawab oleh Nasya.
2. Kesan dan pesan terhadap pembelajaran berlangsung.
= Saya sedikit kesal dengan diri saya sendiri karena mengapa harus grogi padahal hanya
diminta untuk menjelaskan saja. Akan tetapi saya harus menerimanya dan menjadikannya
pelajaran agar kedepannya bisa lebih baik lagi.
122
123
Jurnal tanggal : 23 Februari 2021
1. Apa yang dibicarakan dengan guru dan teman-teman dikelas, materi dan lain-lain.
= Pada pembelajaran hari ini, kita melanjutkan materi pada hari senin tanggal 22 Februari
2021. Diawal pembelajaran, Bu Puspa memberitahu kita bahwa sepertinya pada materi
pada organ hati sudah cukup. Selanjutnya Bu Puspa memanggil Windy untuk memulai
menjelaskan tentang ginjal. Setelah penjelasan ginjal dan fungsi ginjal dari Windy,
selanjutnya adalah giliran Siti untuk menjelaskan tentang stuktur ginjal. Setelah Siti, Bu
Puspa memerintahkan Arva untuk mempresentasikan tentang struktur jantung berdasarkan
gambar yang sudah dipresentasikan oleh Nadya. Akan tetapi, Arva belum siap dan
selanjutnya disampaikan oleh Denissa. Setelah itu, Bu Puspa kembali menanyakan tentang
Arva apakah ia sudah siap atau belum. Setelah mempersiapkan semuanya, Arva tampak
menjelaskan dengan sangat amat baik dan jelas. Setelah itu, Bu Puspa sangat mengapresiasi
kinerja yang dilakukan oleh Arva.
2. Kesan dan pesan terhadap pembelajaran berlangsung.
= Sejujurnya pada awal pembelajaran saya merasa bosan, akan tetapi setelah itu Arva
menjelaskan dengan sangat menarik dan juga semangat sehingga saya pun semnagat untuk
fokus pada daring.
124
125
Jurnal tanggal : 1 Maret 2021
1. Apa yang dibicarakan dengan guru dan teman-teman dikelas, materi dan lain-lain.
= Pada pembelajaran hari ini, kita akan melanjutkan materi kbm lalu yaitu mengenai ginjal.
Bu Puspa meminta 1 anak untuk menjelaskan tentang faktor pembentukan urin dan Iqbal
pun bersedia untuk menjelaskannya. Setelah penjelasan dari Iqbal, Indri ingin menlengkapi
penjelasan dari Iqbal tersebut. Kemudian, Bu Puspa bertanya tentang hubungan dari faktor
pembentukan urin dan hormon ADH. Kemudian Yulia menjawab pertanyaan tersebut.
Akan tetapi, menurut Bu Puspa jawaban tersebut masih kurang tepat. Setelah itu, yang
dapat menjawab pertanyaan dengan tepat adalah Nuh. Kemudian Bu Puspa membahas
tentang hormon insulin yang dijelaskan oleh Kurnia. Selanjutnya Bu Puspa melanjutkan
pertanyaan tentang faktor renin angiotensin andosteron. Setelah itu tiba-tiba kondisi
jaringan kurang baik dan KBM pun diakhiri.
2. Kesan dan pesan terhadap pembelajaran berlangsung.
= Pembelajaran hari ini cukup menyenangkan dan cukup singkat. Saya juga cukup bisa
memahami materi pada hari ini. Akan tetapi, pembelajaran ini menurt saya cukup singkat
dikarenakan oleh faktor jaringan.
126
127
Jurnal tanggal : 8 Maret 2021
1. Apa yang dibicarakan dengan guru dan teman-teman dikelas, materi dan lain-lain.
= Pada pembelajaran Biologi hari ini kita akan melanjutkan pembahasan tentang ginjal.
Setelah itu Nadya menjelaskan tentang komposisi urine dan dilanjutkan oleh Siti yang
menjelaskan tentang bagian sifat atau karakteristik urine setelah itu materi ginjal tersebut
selesai dan dilanjutkan materi Kulit. Desva menjelaskan mengenai definisi kulit hingga
fungsi kulit. Kemudian dilanjutkan Nasywa yang menjelaskan tentang bagian bagian kulit.
Setelah itu materi dijelaskan sintikhe.
2. Kesan dan pesan terhadap pembelajaran berlangsung.
= Menurut saya, pembelajaran hari ini sangat menyenangkan dan sangat menambah
pengetahuan. Selain itu, pembelajaran hari ini juga tidak terlalu membosankan dan seru
karena teman-teman yang menjelaskan materi dengan sangat antusias dan semangat.
128
129
Jurnal tanggal : 9 Maret 2021
1. Apa yang dibicarakan dengan guru dan teman-teman dikelas, materi dan lain-lain.
= Pada pembelajaran Biologi hari ini, diawal pembelajaran Bu Puspa bertanya mengenai
siapa yang belum menyampaikan materi nya. Setelah itu, Bu Puspa meminta perwakilan
untuk menjelaskan ulang tentang materi kulit. Desva pun menjelaskan ulang tentang materi
kulit, kemudian Bu Puspa memerintahkan Denisa untuk menjelaskan tentang pembentukan
urine. Dilanjutkan oleh Yulia untuk melengkapi penjelasan dari Denissa. Setelah itu, Bu
Puspa memerintahkan Hikmatul, Puja dan Rio Dwi untuk menjelaskan materi mereka yaitu
hati kemudian pembelajaran pun diakhiri.
2. Kesan dan pesan terhadap pembelajaran berlangsung.
= Pembeajaran hari ini membuat saya semakin memahami tantang materi hati, ginjal dan
kulit. Selain itu, pembelajaran hari ini juga cukup simple dan menyenangkan.
130
131
Jurnal tanggal : 15 Maret 2021
1. Apa yang dibicarakan dengan guru dan teman-teman dikelas, materi dan lain-lain.
= Diawal pembelajaran Bu Puspa meminta siapapun yang belum menjelaskan materinya
untuk segera menjelaskan materinya tersebut. Setelah itu, Daiva pun menjelaskan tentang
materinya dan dilanjutkan oler Taqiy. Setelah itu, jaringan Bu Puspa terjadi gangguan
sehingga kami diberikan tugas yang akan dikumoulkan di google classroom.
2. Kesan dan pesan terhadap pembelajaran berlangsung.
= Pembelajaran hari ini cukup singkat dan sedikit melelahkan. Dikarenakan ada tugas yang
harus diselesaikan juga, dan lumayan banyak.
132
133
Analisis Sistem Eksresi
HATI
Pengertian hati :
Hati atau liver merupakan salah satu organ yang perannya sangat vital dalam tubuh
manusia. Organ yang berwarna cokelat ini memiliki berat sekitar 1,5-2,0 kilogram. Ia terletak
di rongga perut kanan bagian atas, tepat di bawah rusuk bagian kanan. Organ ini terdiri dari 2
lobus besar yang dibatasi oleh jaringan ikat ligamen falsiformis, yaitu lobus kanan dan kiri.
Hati dibungkus oleh jaringan ikat padat kapsula hepatika. Setiap lubos terdiri dari
sejumlah lobulus yang berbentuk poligonal dan dipisahkan oleh percabangan dari kapsula
hepatika yang disebut kapsula glison. Sekitar 80% volume hati tersusun dari sel-sel parenkimal
dan sisanya merupakan sel nonparenkim, sel intrahepatik, hepatosit duktular, dan sel imunitas.
Fungsi hati :
Sebagai kelenjar, hati berfungsi untuk mengahsilkan antara lain sebagai berikut :
1. Empedu (untuk membantu pencernaan lemak)
2. Trombopoietin (untuk mengendalikan produksi keping darah)
3. Albumin (yang merupakan komponen palsma darah)
4. Angiotensinogen (untuk peningkatan tekanan darah)
5. Enzim arginase (untuk mengubah arginin menjadi ornitin dan urea)
6. Enzim GOT / glutamat-oksaloasetat transferase (mengkatalisis perpindahan gugus
amino dari aspartat, kepada 2-oksoglutarat untuk menjadi L-glutamat dan
oksaloasetat)
7. Enzim GPT / glutamat-piruvat transferase (untuk mendiagnosis destruksi
hepatoseluler)
8. Enzim laktat dehidrogenase (yang membantu untuk memproduksi energi)
134
Adapun fungsi lain hati yaitu :
1. Menghancurkan Sel Darah Merah
2. Membersihkan Darah
3. Memproduksi dan Memetabolisme Protein
4. Penyimpanan Nutrisi dan Mengaktifkan vitamin D
5. Degradasi amonia menjadi urea
6. Degradasi hormon insulin menjadi hormon lain
7. Fagosit bakteri
8. Menyimpan glikogen, lemak, zat besi, zat tembaga, dan vitamin A, D, dan B12
Struktur hati
Lobus kanan : Lobus ini berukuran enam kali lebih besar dibandingkan lobus kiri.
Lobus kiri : Lobus yang berukuran lebih kecil dan lebih pipih dibanding lobus
kanan.
Lobus kaudatus : Lobus ini terletak di belakang lobus kanan dan menyelimuti
meupun mengelilingi vena cava inferior atau pembuluh darah balik, yang mengarah
ke jantung.
Lobus kuadrat : Lobus ini terletak di bawah lobus kaudatus dan terletak
mengelilingi kantung empedu.
Adapun ligamen pada organ hati yaitu : ligamen adalah penghubung dan penyangga
struktur hati
1. Ligamen falsiformis
Ligamen ini berbentuk seperti bulan sabit ini terletak di hati bagian depan,
serta berperan untuk memisahkan lobus kanan dan lobus kiri. Ligamen ini
menyangga hati bagian depan karena terhubung ke dinding perut bagian depan.
2. Ligamen koroner
Ligamen ini berada di bagian atas hati dan berlanjut hingga ke bagian bawah
diafragma dan berfungsi menyangga bagian atas hati.
135
3. Ligamen triangular
Ligamen triangular terbagi menjadi dua bagian, kiri dan kanan. Ligamen
triangular kiri merupakan gabungan dari ligamen koroner yang ada di puncak hati
sebelah depan maupun belakang. Ligamen ini menempel dari lobus kiri hingga ke
diafragma. Sementara itu, ligamen triangular kanan menempel dari lobus kanan
hingga ke diafragma.
4. Lesser omentum
Lesser omentum menyangga hati dengan dua jenis ligamen, yaitu ligamen
hepatoduodenal yang menghubungkan hati dengan usus dua belas jari atau
duodenum, serta ligamen hepaogastric yang menghubungkan hati dengan lambung.
Selain lobus dan ligamen, adapun beberapa bagian hati yang memilki peran penting,
yaitu:
1. Lobulus :
Struktur hati bagian dalam jika dilihat secara mikroskopik sebenarnya akan terlihat
tersusun dari sekitar 100.000 unit lobulus berbentuk segi enam atau hexagonal. Di
dalam lobulus terdapat banyak pembuluh darah yang dikaitkan oleh saluran bernama
sinusoid.
Sinusoid terdiri dari dua macam sel utama, yaitu sel kupffer dan hepatosit. Sel
kupffer berperan dalam menyaring sel darah merah.Sementara itu, hepatosit adalah sel
yang berperan dalam hampir semua fungsi hati, mulai dari metabolisme, pencernaan,
hingga penyimpanan.
2. Saluran empedu
Di dalam hati juga terdapat saluran empedu, yang menghubungkan antara hati
dengan kantung empedu. Saluran ini jumlahnya cukup banyak dan susunannya
bercabang menyerupai pohon kemudian menyatu di bagian tertentu, membentuk
duktus hepatikus. Duktus hepatikus ini berperan sebagai saluran keluar masuknya
cairan empedu.
136
3. Pembuluh darah
Hati memiliki susunan pembuluh darah yang unik karena organ ini memiliki sistem
sendiri yang dinamakan hepatic portal vein system. Oleh karena itu, hati bisa
menyaring sel darah sebelum menyalurkannya ke seluruh tubuh dan
mengembalikannya ke jantung.
Proses perombakan eritrosit di hati :
1. Sel-sel darah merah tua dirombak ke dalam hati. Hemoglobin yang berada di dalam sel
darah merah tersebut dihancurkan dan dipecah menjadi beberapa zat yaitu zat besi (Fe),
globin, dan heme.
2. Zat besi (Fe) dan globin dilakukan penyerapan kembali, Zat besi diserap kembali dan
disimpan di hati, sedangkan globin diambil sebagai bahan dasar pembentukan
hemoglobin baru. Heme sendiri dirombak untuk dirubah ke dalam bentuk bilirubin dan
biliverdin yang berwarna hijau kebiruan.
3. Bilirubin akan dimanfaatkan sebagai pewarna feses dan urine setelah diubah menjadi
urobilin dan biliverdin akan dimanfaatkan sebagai pewarna empedu yang akan
digunakan di kantong empedu.
Proses siklus ornitin di hati :
1. Hati merubah zat amoniak (NH3) yang beracun menjadi urea (CO(NH₂)₂). Urea ini
adalah produk akhir metabolisme dari protein dan akan diekskresikan dalam urin.
2. Bila hati telah memecah zat berbahaya dari darah, maka produk sampingannya akan
dikeluarkan atau diekskresikan ke dalam cairan empedu atau darah. Produk sampingan
berupa cairan empedu akan masuk ke dalam usus dan akan dibuang dari tubuh dalam
bentuk kotoran (feses). Sementara, produk sampingan darah akan dialirkan ke ginjal
untuk disaring, dan meninggalkan tubuh dalam bentuk air kencing (urin).
137
Gangguan pada hati :
1. Penyakit kuning
Di Indonesia, kondisi kulit dan mata yang menguning dikenal dengan penyakit
kuning. Padahal, kondisi ini sebenarnya merupakan gejala dari gangguan hati.Penyakit ini
disebabkan oleh kadar bilirubin (pigmen empedu) dalam aliran darah yang melebihi batas
normal. Tingkat bilirubin menjadi tinggi karena adanya kelainan sel atau peradangan pada
hati.
2. Kolestasis
Kolestasis terjadi ketika aliran cairan empedu dari hati berkurang atau tersumbat.
Cairan empedu dihasilkan hati guna membantu proses pencernaan. Aliran empedu yang
terhambat ini dapat menyebabkan penumpukan bilirubin dan memicu penyakit kuning.
3. Sirosis
Sirosis merupakan kondisi terbentuknya luka atau jaringan parut di hati yang
bersifat kronis. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan hati yang sulit diobati dan
memicu kegagalan hati. Kebiasaan minum minuman beralkohol dan infeksi virus hepatitis
merupakan penyebab paling umum sirosis.
4. Hepatitis A
Penyakit ini disebabkan oleh virus Hepatitis A yang dapat menyebabkan
peradangan hati. Cara penularannya adalah melalui feses, air, dan makanan yang
terkontaminasi virus tersebut. Kontak fisik dengan penderita melalui hubungan seks juga
dapat meningkatkan risiko tertular hepatitis A.
5. Hepatitis B
Hepatitis B merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B dan dapat
ditularkan melalui darah, cairan tubuh, atau luka yang terbuka.ibu hamil yang menderita
hepatitis B juga dapat menularkannya ke janin di dalam kandungan. Hati yang terinfeksi
virus hepatitis B akan mengalami luka, kegagalan hati, dan bahkan kanker jika tidak
ditangani secepatnya.
6. Hepatitis C
Jenis hepatitis ini disebabkan oleh virus hepatitis C yang dapat menyebabkan organ
hati mengalami pembengkakan. Hepatitis C yang bersifat kronis bisa mengakibatkan
sirosis, kegagalan hati, dan kanker hati.
7. Perlemakan hati (fatty liver)
Sesuai dengan namanya, karateristik penyakit ini ditandai dengan terlalu banyak
lemak yang tersimpan dalam hati. Akibatnya, hati mengalami peradangan yang dapat
berkembang menjadi jaringan parut permanen.Pada kondisi kronis, hati berisiko
mengalami sirosis dan memicu kegagalan hati. Perlemakan hati bisa dipicu oleh konsumsi
138
minuman keras (alcoholic fatty liver) atau sebab lain (non-alcoholic fatty liver
disease/NAFLD), seperti diabetes dan obesitas.
8. Kanker hati
Kanker hati terjadi ketika sel hati mengalami mutasi sehingga tumbuh secara tidak
terkendali. Dalam beberapa kasus, infeksi kronis akibat virus hepatitis B dan C bisa
menyebabkan kanker hati.Selain beberapa penyebab yang telah disebutkan di atas,
gangguan hati juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, toksin atau racun, dan kelainan
genetik.
139
GINJAL
Pengertian ginjal
Ginjal berbentuk seperti kacang berwarna merah tua keunguan, berat dan besarnya
bervariasi, bergantung pada jenis kelamin, umur, dan ada tidaknya ginjal pada sisi lain. Pada
umumnya, ginjal orang dewasa berukuran panjang sekitar 11,5 cm, lebar 6 cm, dan tebal 2,5-
3,5 cm. Sementara untuk berat ginjal laki-laki dewasa sekitar 125-175 gram, dan untuk berat
ginjal perempuan dewasa sekitar 115-155 gram. Ginjal pada manusia terletak di dekat ruas-
ruas tulang belakang bagian pinggang. Untuk posisi ginjal kanan lebih rendah dari ginjal kiri,
hal ini dikarena tertekan oleh hati.
Fungsi ginjal
1. Pengeluaran zat sisa organik
2. Pengeluaran zat racun
3. Pengaturan keseimbangan konsentrasi ion-ion
4. Pengaturan keseimbangan asam-basa
5. Penjaga tekanan darah melalui pengaturan pengeluaran garam dan air.
6. Pengaturan produksi sel darah merah di dalam sum-sum tulang
7. Pengendalian konsentrasi nutrisi darah
8. Mengubah vitamin D inaktif menjadi vitamin D aktif
Struktur ginjal
Lobus ginjal sebagai tempat yang menyusun ginjal
Hilus (Hilum) sebagai tempat masuknya pembuluh darah dan ureter
Sinus ginjal rongga yang berisi lemak yang membuka pada hilus
Parenkim ginjal jaringan yang menyelubungi struktur sinus ginjal.
Parenkim ginjal terdiri dari dua jaringan yaitu korteks dan medula.
1. Korteks, terdiri dari jutaan nefron atau unit penyaring yang akan menghasilkan urin.
Nefron tersusun dari dua komponen yaitu komponen vaskuler (pembuluh) dan
komponen tubuler (tabung)
Komponen vaskuler ( pembuluh terdiri atas arteriola aferen, glomerulus,
arteriola eferen, kapiler peritubuler.
Komponen tubuler terdiri dari kapsul bowman, tubulus kontortus
proksimal, lengkung henle naik, lengkung henle turun, tubulus kontortus
distal, dan duktus kolektivus.
2. Medula yang tersusun dari sistem tubulus berukuran mikroskopis.
140
Proses pembentukan urine
1. Filtrasi
Jadi, darah kotor akan masuk melalui arteri renal lalu bercabang-cabang dengan sangat
banyak yang nantinya akan membentuk kapiler-kapiler darah. Cairan yang di filtrasi ini nanti
harus melewati membran glomerulus yang mampu menahan sel darah dan protein plasma,
tetapi yang hanya lolos dalam penyaringan ini hanyalah zat-zat terlarut saja dan molekul kecil
hal ini terjadi karena glomerulus memiliki pori-pori, sedangkan sel darah merah dan protein
plasma yang berukuran besar tidak akan keluar melalui glomerulus tetapi akan keluar melalui
arteriol eferen. Dalam filtrasi ini akan terbentuk urine primer.
2. Reabsorpsi
Reabsorpsi adalah penyerapan kembali zat-zat yang masih dibutuhkan oleh tubuh seperti
glukosa, asam amino, nutrisi organik, air, dan garam mineral. Filtrat atau urine primer menuju
ke tubulus kontortus proksimal nah disinilah terjadinya penyerapan kembali zat-zat yang
masih dibutuhkan oleh tubuh. Hasil dari reabsorbsi ini akan terbentuk urine sekunder.
3. Augmentasi
Augmentasi atau penambahan zat-zat sisa dari ekskresi seperti urea, warna empedu, vitamin, dan
lainnya. Augmentasi terjadi pada tubulus kontortus distal, dari tubulus kontortus distal menuju ke
pembuluh pengumpulan yang membawa urine ke pelvis. Hasil dari proses ini ialah urine
sesungguhnya yang akan di keluarkan melalui ureter ke kantung kemih dan terakhir akan di
keluarkan melalui uretra.
Faktor-faktor yang mempengaruhi urin
a. Faktor internal
Berikut adalah faktor-faktor internal yang mempengaruhi pembentukan urine, yaitu :
- Hormon ADH
- Hormon insulin
- Sistem renin angiotensin aldosterone
b. Faktor eksternal
Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi urine
- Suhu lingkungan
- Jumlah air yang dikonsumsi
- Alkohol dapat menghambat pembebasan ADH
141
c. Sifat fisik urine
- Volume urine yang dihasilkan orang dewasa yang sehat sekitar 800-2500 mL/hari
- Berwarna kuning pucat sampai dengan kuning tua.
- Berat jenis urine 1,003-1,035g/cm3, bersifat agak asam dengan ph rata rata 6 atau 4,7-8
- Berbau khas, cenderung berbau ammonia setelah didiamkan.
d. Komposisi Urine
Zat-zat yang terkandung dalam urine normal
- Zat buangan nitrogen
- Benda keton (hasil metabolisme lemak)
- Toksin, zat asing, pigmen, enzim, vitamin, dan hormone
- Elektrolit meliputi ion natrium, klorin, kalium, ammonium, sulfat, fosfat, kalsium,
magnesium.
Zat-zat yang terkandung pada urin abnormal yaitu
- Albumin
- Glukosa
- Sel darah merah
- Zat kapur
- Batu ginjal
- Badan keton yang jumlahnya melebihi normal
Gangguan pada ginjal
1. Infeksi ginjal
Infeksi ginjal atau pyelonephritis biasanya terjadi akibat bakteri yang berpindah
dari kandung kemih atau saluran kemih. Perpindahan bakteri ini bisa terjadi akibat infeksi
saluran kemih (ISK) yang tidak segera diobati atau adanya sumbatan pada saluran kemih,
sehingga aliran urine terhambat.
Penyakit infeksi ginjal dapat menimbulkan beberapa gejala berupa sakit pinggang
atau punggung, demam, mual, lemas, nyeri saat buang air kecil, dan ada darah atau nanah
dalam urine.
2. Batu ginjal
Batu ginjal merupakan salah satu macam penyakit ginjal yang sering terjadi.
Kondisi ini terjadi ketika zat tertentu di dalam ginjal menumpuk, mengendap, dan
membentuk gumpalan keras menyerupai batu. Zat-zat tersebut bisa berupa kalsium,
oksalat, dan asam urat.
142
Seseorang berisiko terkena batu ginjal apabila ia memiliki beberapa faktor risiko,
seperti kurang minum air putih, sering mengonsumsi makanan asin dan manis, memiliki
penyakit tertentu, semisal hiperparatiroidisme dan infeksi saluran kemih.
Batu ginjal yang berukuran kecil biasanya tidak menimbulkan gejala. Namun, jika
ukuran batu ginjal sudah besar dan menyumbat atau melukai dinding saluran kemih, maka
dapat timbul beberapa gejala sering buang air kecil, nyeri saat buang air kecil, sakit
pinggang yang menjalar ke punggung, serta urine berwarna seperti teh.
3. Gagal ginjal kronis
Gagal ginjal kronis adalah penurunan fungsi ginjal yang berlangsung selama lebih
dari 3 bulan. Gagal ginjal kronis bisa disebabkan oleh gagal ginjal akut yang tidak
ditanggani, efek samping obat-obatan, hingga penyakit tertentu, seperti diabetes dan
hipertensi.
Jika masih dalam wahap awal, gagal ginjal kronis biasanya tidak menimbulkan
gejala. Namun, jika sudah berkembang menjadi semakin parah, gagal ginjal kronis dapat
menimbulkan beberapa gejala berupa pembengkakan di kaki, lemas, pucat, nafsu makan
hilang, mual, gatal-gatal, kram otot, sulit tidur, dan sesak napas.
4. Nefropati diabetik
Nefropati diabetik adalah penyakit ginjal yang disebabkan oleh diabetes atau gula
darah tinggi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang. Penyakit ini dapat menimbulkan
gejala berupa susah tidur, gatal-gatal, urine berbusa, tubuh lemas, serta pembengkakan
pada wajah, tungkai, kaki dan lengan.
Nefropati diabetik umumnya tidak dapat disembuhkan, namun penanganan dapat
dilakukan untuk mencegahnya menjadi semakin parah atau menimbulkan komplikasi yang
berbahaya.
5. Sindrom nefritik
Sindrom nefritik adalah penyakit ginjal yang terjadi akibat peradangan pada
glomerulus atau bagian ginjal yang berfungsi menyaring darah. Penyakit ini dapat
disebabkan oleh infeksi, gangguan autoimun, hingga kelainan genetik.
Penyakit ini dapat menimbulkan beberapa gejala, seperti buang air kecil berdarah,
demam, sakit perut, serta pembengkakan di beberapa bagian tubuh, seperti mata, kaki, dan
lengan akibat penumpukan cairan.
6. Tumor ginjal
Tumor ginjal adalah benjolan yang muncul di ginjal akibat pertumbuhan sel
abnormal. Tumor ginjal yang berukuran kecil biasanya bersifat jinak, sedangkan yang
berukuran besar biasanya bersifat ganas dan dapat menyebabkan kanker ginjal.
143
144
KULIT
Pengertian kulit
Kulit merupakan organ terluar yang menutupi area tubuh seluas sekitar 1,67 m2 dan
memiliki berat sekitar 4,5 kg pada laki-laki dengan berat badan 75 kg.
Fungsi Kulit
Ekskresi, berbicara ekskresi berarti kulit bisa membantu mengeluarkan lemak, kotoran,
senyawa mineral berlebih keluar melalui keringat yang mengandung air, garam, urea,
serta ion-ion seperti Na+ agar kita terhindar dari zat-zat yg dapat meracuni tubuh.
Keringat biasanya keluar ketika kita melakukan aktivitas, seperti berolahraga atau
berjemur di bawah sinar matahari.
Perlindungan, melindungi tubuh dari mikroorganisme, radiasi sinar matahari, iritasi
kimia, dan gangguan mekanik.
Pengaturan suhu badan, kelenjar keringat dan pembuluh darah berfungsi mengatur dan
mempertahankan suhu badan
Metabolisme, menyintesis vitamin D dengan bantuan sinar matahari dan menyimpan
lemak sebagai sumber energi cadangan.
Komunikasi, stimulus lingkungan diterima oleh reseptor kulit, misalnya perubahan
suhu, sentuhan, dan tekanan. Kulit merupakan media ekspresi wajah yang penting
untuk komunikasi.
Struktur kulit
Kulit terdiri atas beberapa lapisan, yaitu epidermis, dermis, dan hipodermis (subkutaneus).
a. Epidermis, merupakan lapisan kulit paling luar yang tersusun dari sel-sel epitel pipih
berlapis banyak dengan susunan yang sangat rapat, dan mengalami keratinisasi
(pendewasaan). Epidermis terdiri atas lima lapisan, antara lain:
Stratum korneum, lapisan epidermis paling atas, terdiri dari 25-30 lapisan sisik dari
sel-sel yang tidak hidup. Merupakan lapisan kulit mati dan selalu mengelupas. Lapisan
145