dan bagi lingkungan dapat diukur dari biaya yang dikeluarkan untuk iklan dan media promosi
lainnya.
Aulia Rachmadani (191410122) (menanggapi)
Value bagi lingkungan bisa juga dilihat dari cara pembuangan/pengelolaan limbah perusahaan ya?
Jawaban pemateri
Iya betul karena pengelolaan limbah yang baik (penyaringan pengumpulan dll) maka akan
berdampak langsung bagi lingkungan dan ekosistem maka oleh karena itu perusahaan perlu
mengelola limbah terlebih dahulu
Aulia Rachmadani (191410122) ( menanggapi)
Iyah mann, jadi ketika suatu perusahaan sudah dapat mengelola limbahnya dengan baik itu akan
sangat memberi value bagi lingkungan sekitarnya
Jawaban pemateri
Betul sekali karena limbah juga tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan saja tetapi ke masyarakat
juga bisa berdampak apalagi ketika limbaj tersebut tidak di olah dan langsung di buang ke sungai
maka berdampak kepada pencemaran air dan masyarakat juga tidak bisa mengelola air sungai
tersebut lagi
250
KESIMPULAN
Menurut Al-Qur’an, kunci sukses itu ialah taqwa, baik untuk di dunia ini maupun untuk di akhirat
nanti. Pemasaran syari’ah merupakan pemasaran yang bersifat nilai-nilai keislaman. Dalam arti
lain, cara yang digunakan didalam pemasaran syari’ah mengedepankan prinsip-prinsip keadilan
dan kejujuran, serta tidak boleh bertentangan daripada prinsip-prinsip islam. Seperti halnya yang
diajarkan oleh Rasulullah Saw bahwa kegiatan perdagangan harus berpegang teguh pada
kebenaran, kejujuran, dan sikap amanah, namun tetap memperoleh keuntungan (Zainal, Djaelani,
Basalamah, Yusran, & Veithzal, 2018).
Skala prioritas akan mengatur kegiatan bisnis untuk mencegah penumpukan yang terjadi dan harus
diselesaikan dengan waktu bersamaan, dimana skala prioritas sendiri adalah suatu daftar yang
memuat berbagai macam kegiatan atau kebutuhan yang disusun berdasarkan tingkat
kepentingannya, menyusun skala prioritas dapat bermanfaat dan penting bagi pelaku bisnis untuk
menjaga profesionalitas kerja. Akan tetapi, menyusun skala prioritas adalah hal yang tidak mudah
ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menyusun skala prioritas agar terhindar dari
permasalahan yang dapat ditimbulkan di kemudian hari. Yang harus diperhatikan dalam menyusun
skala prioritas diantaranya yaitu : Tingkat kepentingan, Masa depan bisnis, Kemampuan.
Ada empat hal yang menjadi key success factors (KSF) dalam mengelola bisnis yang merupakan
sifat-sifat Rasulullah antara lain, shiddiq, amanah, fathanah dan tabligh. Jauh sebelum adanya
pembahasan pemasaran modern tentang etika bisnis dan pemasaran, Islam sudah mengajarkan
segala hal-hal yang berkaitan dengan etika dalam berbisnis dan pemasaran terlebih dahulu (Haque,
Khaliq, & Syeada, 2010) seperti halnya Rasulullah Saw memberikan contoh teladan kepada
manusia untuk bertindak manusiawi tanpa melihat gender, ras, kepercayaan, warna kulit, asal-usul
agama, bangsa, dan negara
251
Quote
“Status KerenMu Hanya diNikmati
olehMu Kontribusi PositifMu diNikmati
oleh Semesta ;
Sibukkan diri dalam Kontribusi bukan Status
basabasi."
Dr.H.Syaeful
Bahri
252
BAB 12
PENGENDALIAN PEMASARAN
A. Pengertian dan tujuan pengendalian pemasaran
a. Pengertian pengendalian pemasaran
Pengendalian pemasaran merupakan dasar yang penting bagi kberhasilan usaha dibidang
pemasaran. Untuk kberhasilan suatu usaha pemimpin harus dapat membuat keputusan,
baik mengnai perencanaan, kegiatan, maupun pelaksanaan kegiatan dan pengndaliannya.
Perencanaan pemasarana merupakan penentuan langkah-langkah kegiatan yang
dilakukan dalam bidang pemasaran untuk jangka waktu tertentu di masa yangt akan
datang dalam rangka pencapaian tujuan yang diharapkan. Pelaksanaan atau
implementasi merupakan cara mlaksanakan kegiatan yang tlah direncanakan dalam
situasi dan kondisi yang ada, dengan memberikan pengarahan kpasda tenaga pelaksana.
Jadi yang dimaksudkan pengendalian pemasaran adalah penilaian, pengecekan dan
memonitor usaha-usaha pemasara dan penjualan perusahaan yang telah dilakukan agar
sesuai dengan apa yang telah direncanakan dan digunakan sebagai landasan untuk
mengadakan penyesuaian yang diperlukan.
Strategi pemasaran yang dibuat tentu belum dapat dipastikan menjadi kenyataan. Karena
ada unsur ketidak pastian dalam pelaksanaan, maka strategi yang di susun harus selalu
dikendalikan. Pengendalian pemasaran dilakukan dengan membandingkan realisasi dan
rencana pemasaran yangdisusun. Hasil yang tidak sama, baik terlalu besar di atas target,
merupakan penyimpangan yang perlu mendapatkan perhatian.
Oleh karena itu pengendalian pemasaran semata-mata dimaksudkan agar dapat diketahui
kemajuan peiaksanaan, hambatan yang ditemui oleh faktor
253
penunjang apa yang dibutuhkan untuk kelancaran kegiatan pemasaran. Di samping itu
akan dengan cepat diketahui bila ada penyimpangan, penyebabnya untuk selanjutnya di
buat tindakan perbaikan.1
B. Ruang lingkup pengendalian pemasaran
a. Pengendalian efektifitas program pemasaran
Pengendalian ini dilakukan secara berkala atau periodik, yang umumnya tahunan atau
kwartalan untuk menilai efektifitas program atau rencana yang telah dibuat, dan bila
diperlukan penyempurnaan atau koreksi. Yang bertaggung jawab atas pengendalian
fektifitas program ini adalah top manajemen dan midle manajemen. Tujuan pngendalian
ini adalah untuk mengetahui apakah sasaran yang telah ditetapkan dapat efektif.
Pndekatan yang sring dilakukan adalah analisis penjualan, analisis share pasar, analisis
rasio penjualan dan biaya, analisis keuangan dan evaluasi sikap.
b. Pengendalian strategi pemasaran
Pengendalian strategis adalah tugas untuk menjamin bahwa tujuan, strategi dan sistem
pemasaran perusahaan secara optimal diselaraskan denganlingkungan pemasaran yang
diramalkan nanti dan yang sekarang. Suatu perangkat yang dikenal sebagai instrumen
untuk menilai efektivitas pemasaran menunjukkan profil efektivitas pemasaran di
seluruh divisi atau perusahaan dalam hal; filsafat pelanggan,organisasi pemasaran,
informasi pemasaran, perencanaan strategis dan efisiensi operasional. Perangkat
lain,yang dikenal sebagai audit pemasaran, merupakan suatu pengamatan berkala, bebas,
sistematis dan menyeluruh terhadap lingkungan, tujuan- tujuan, strategi-strategi dan
kegiatan-kegiatan pemasaran perusahaan. Tujuan audit pemasaran adalah untuk
menentukan bidangmasalah pemasaran dan merekomendasikan rencana tindakan
koreksi bersifat jangka panjang maupun
1 Zukirahilmiah,makalah pengendalian pemasaran, universitas alaudin Makassar2015
254
jangka pendek guna meningkatkan efektivitas pemasaran secara menyeluruhdari
organisasi tersebut.
c. Pengendalian kuntungan dan rentabilitas usaha pemasaran
Pengendalian atas profitabilitas adalah tugas untuk menentukan profitabilitas yang
sebenarnya mengenai produk perusahaan, wilayah, pangsa pasar dan saluran niaga.
Analisis kemampuan pemasaran mengungkapkan kegiatan pemasaran yang lebih lemah,
meskipun tidak menunjukkan apakah unit-unit yang lebih lemah itu harus didukung atau
dihilangkan.
d. Pengendalian efisiensi pemasaran
Pengendalian efisiensi merupakan tugas untuk meningkatkan efisiensi kegiatan
pemasaran, seperti misalnya: penjualan personal/perorangan periklanan, promosi
penjualan dan distribusi. Paramanajer harus mengamatirasio-rasio penting tertentu yang
menunjukkan seberapa jauh fungsi-fungsi tadi dilaksanakan secara efektif. Manajer juga
harus memperkenalkan sumber-sumber pemasaran untuk meningkatkan prestasi.2
C. Sistem pengendalian pemasaran
Pada dasarnya sistem pengendalian pemasaran ada dua yaitu sistem pengendalian
terbuka ( Open system ) dan sistem tertutup ( Clossed Systm ) . dalam sistem
pengendalian terbuka semua pejabat atau pelaksana dibidang pemasaran mempunyai
wewenang yang terbatas. Semua masalah yang dihadapi dilaporkan dulu pada atasan,
dan atasanlah yang mengambil keputusan. Oleh karena itu semua hal yang diputuskan
oleh atasan yaitu menejer pemsaran, maka kegiatan atau masalah harus diketahui oleh
atasan tersebut.
Sedangakan sistem pengendalian tertutup semua petugas di bidang pemasaran diberikan
wewenang untuk memutuskan ssuai dengan petunjuk atau pengarahan dari atasannya
masing-masing. Jadi tenaga pemasaran diharapkan
2 Zukirahilmiah,makalah pengendalian pemasaran, universitas alaudin Makassar2015
255
diharapkan mempu mengatasi masalahnya sendiri sebelum dilaporkan pada atasannya.
yang tidak dapat diputuskan.
Namun pada sudut pandang lain terdapat sistem pengndalian pemasaran lain yakni
Pengendalian pemasaran merupakan lanjutan yang wajar dari perencanaan, organisasi
dan pelaksanaan pemasaran. Meskipun sistem pengendalian harus dibuat sesuai dengan
situasi yang khusus, tetapi sistem pengendalian mengikuti proses dasar yang sama,
biasanya mengikuti enam langakah sebagai berikut :
Menentukan apa yang dikendalikan
Menetapkan standar
Mengukur kinerja
Membandingkan kinerja dengan standar
Menentukan alasan penyimpangan
Melakukan tindakan koreksi
Langkah pertama sistem umpan balik secara sederhana mengukur keluarandari proses
dan menjadikan masukan dari tindakan korektif untuk memperoleh keluaran yang
diinginkan. Konsekuensi dari penggunaan sistem pengendalian umpan balik adalah
bahwa keberlangsungan kinerja yang tidak memuaskan sampai kesalahan fungsi
ditemukan. Salah satu teknik untuk mengurangi masalah yang berhubungan dengan
pengendalian umpan balik adalah pengendalian umpan ke depan. Sistem umpan ke
depan memantau masukan ke dalam sebuah proses untuk memastikan apakah masukan
sesuai dengan yang direncanakan, jika tidak maka masukan atau mungkin proses diubah
agar memperoleh hasil yang diinginkan.
Langkah kedua dalam proses pengendalian adalah membangun standar. Standar
pengendalian merupakan sebuah target yang terhadapnya kinerja nantinya akan
dibandingkan. Standar merupakan kriteria yang memungkinkan manajer untuk
mengevaluasi tindakan yang lalu, saat ini dan masa depan. Standar merupakan diukur
dalam berbagai cara, mencakup bentuk secara fisik, kuantitatif
256
dan kualitatif. Lima aspek kinerja dapat dikelola dan dikendalikan, yaitu jumlah,
kualitas, waktu, biaya dan perilaku. Masing-masing aspek pengendalian, mungkin
membutuhkan pengelompokan tambahan. General Electric menggunakan delapan jenis
standar, yaitu standar profitabilitas, standar posisi pasar, standar produktivitas, standar
kepemimpinan produk, standar pengembangan sumberdaya manusia, standar sikap
karyawan dan standar pertanggungjawaban publik.
Langkah ketiga adalah mengukur kinerja pemasaran. Kinerja aktual harus dibandingkan
dengan standar. Di beberapa tempat, langkah ini kemungkinan diperlukan hanya untuk
pengamatan visual. Di situasi yang lainnya, penentuan secara teliti diperlukan. Banyak
macam pengukuran untuk fungsi pengendalian didasarkan pada beberapa bentuk standar
secara historis
Langkah keempat adalah membandingkan kinerja aktual dengan standar. Jika langkah-
langkah sebelumnya telah berjalan baik, maka membandingkan kinerja dengan standar
akan menjadi lebih mudah. Meskipun, kadang-kadang membandingkan kinerja dengan
standar ini sulit untuk membuat perbandingan yang diperlukan, misalnya standar
perilaku. Beberapa penyimpangan dari standar dapat dibenarkan, karena kondisi
lingkungan yang berubah dan alasan lainnya.
Langkah kelima dari proses pengendalian melibatkan penggalian ”mengapa kinerja
menyimpang dari standar?”. Karena penyimpangan dapat bergeser menuju sasaran
organisasi yang dipilih. Terutama, organisasi membutuhkan untuk mencari
penyimpangan baik yang datang dari internal maupun perubahan eksternal di antara
pengendalian organisasi.
Langkah berikutnya dalam proses pengendalian adalah menentukan kebutuhan untuk
melakukan tindakan koreksi. Paramanajer pemasaran dapat memilih dari tiga hal, yaitu
Tidak melakukan apa-apa
Melakukan revisi standar
Melakukan koreksi kinerja aktual
257
Tidak melakukan apa-apa dapat dilakukan jika kinerja secara meyakinkan sesuai dengan
standar. Bila standar tidak sesuai, maka manajer harus secara hati- hati menilai alasan
mengapa dan mengambil tindakan koreksi. Lebih dari itu, kebutuhan untuk mengecek
standar secara periodik untuk memastikan bahwa standar dan dihubungkan dengan
ukuran kinerja masih relevan untuk masa yang akan datang. Akhirnya manajer harus
memutuskan tindakan untuk mengoreksi kinerja, bila terjadi penyimpangan. Tindakan
koreksi bergantung pada penemuan penyimpangan dan kemampuan untuk mengambil
tidakan penting dibutuhkan. Seringkali kasus nyata penyimpangan harus ditemukan
sebelum tindakan koreksi akan diambil. Karena penyimpangan bergeser dari sasaran
yang tidak realistis ke strategi yang salah.3
D. Pengendalian Efektivitas Program
Pengendalian efektifitas program pemasaran Pengendalian ini dilakukan secara berkala
atau periodik, yang umumnya tahunan atau kwartalan untuk menilai efektifitas program
atau rencana yang telah dibuat, dan bila diperlukan penyempurnaan atau koreksi. Yang
bertaggung jawab atas pengendalian fektifitas program ini adalah top manajemen dan
midle manajemen. Tujuan pngendalian ini adalah untuk mengetahui apakah sasaran yang
telah ditetapkan dapat efektif.Pndekatan yang sring dilakukan adalah analisis penjualan,
analisis share pasar, analisis rasio penjualan dan biaya, analisis keuangan dan evaluasi
sikap.
Pengendalian efektivitas, program yang dilakukan secara berkala atau periodik, yang
umumnya tahunan atau kwartalan untuk menilai efektivitas program atau rencana yang
telah dibuat, dan bila perlu dilakukan penyempurnaan atau koreksi.
E. Pengendalian keuntungan dan rentabilitas usaha pemasaran
Pengendalian keuntungan atau rentabilitas. Usaha merupakan kegiatan utnuk mengukur
keuntungan yang sebenarnya diperoleh dari masing-masing
3 Zukirahilmiah,makalah pengendalian pemasaran, universitas alaudin Makassar2015
258
produk, wilayah dan saluran distribusi. Tujuan pengendalian ini adalah utnuk
mengetahui di unit kerja atau organisasi mana terjadi hal yang merugikan perusahaan.
Pendekatan yang selalu digunakan adalah rentabilitas menurut produk, wilayah niaga,
langgaran, dan saluran distribusi.
Pengendalian atas profitabilitas adalah tugas untuk menentukan profitabilitas yang
sebenarnya mengenai produk perusahaan, wilayah, pangsa pasar dan saluran niaga.
Analisis kemampuan pemasaran mengungkapkan kegiatan pemasaran yang lebih lemah,
meskipun tidak menunjukkan apakah unit- unit yang lebih lemah itu harus didukung atau
dihilangkan.
F. Pengendalian efesiensi
Secara sederhana efisiensi dapat diartikan tidak adanya pemborosan.4 Menurut Arif
Suadi dalam bukunya SistemPengendalian Manajemen menyatakan efisiensi
adalahperbandingan antara keluaran (output) dengan tujuan, hubunganantara keluaran
dengan tujuan yang ingin dicapai, dan kemampuanuntukmengerjakan dengan benar.
5Mubyarto dan Edy Suandi Hamid dalam bukunyaMeningkatkan Efisiensi Nasional
mengartikan efisiensi sebagaisuatu tolak ukur dan digunakan untuk berbagai
keperluan,perbandingan antara masukan terhadap keluaran. Apa saja yangdimasukkan
dalam masukan, serta bagaimana angka perbandinganitu diperoleh, akan tergantung dari
tujuan penggunaan tolak ukur tersebut. Walaupun unsur-unsur yang menentukan
efisiensi adaberbagai macam, namun penghematan pada nilai masukan akansesuai
dengan pemecahan masalah yang kita hadapi saat ini. 6Yotopoulos dan Nugent dalam
buku Ekonomi Manajerial karangan Aulia Tasman dan M. Hafidz Aima menyatakan
bahwa efisiensi berhubungan dengan pencapaian output maksimum dariseperangkat
sumber daya, yang terdiri dari atas dua jenis efisiensi,yaitu efisiensi harga dan teknis.
4 Nopirin ,pengantar ilmu ekonomi makro dan mikro , BPFE ygyakarta2000, hlm 276
5 Arif suadi , sistem pengendalian manjemen , BFPE yogyakarta 1999 ,hlm 6-7
6 Mubyarto dan edy sunandi hamid , meningkatkan efisiensi nasional , BPFE yogyakarta 1987 ,hlm 178
259
Pengendalian efisiensi merupakan tugas untuk meningkatkan efisiensi kegiatan
pemasaran, seperti misalnya: penjualan personal/perorangan periklanan, promosi
penjualan dan distribusi. Paramanajer harus mengamatirasio-rasio penting tertentu yang
menunjukkan seberapa jauh fungsi-fungsi tadi dilaksanakan secara efektif. Manajer juga
harus memperkenalkan sumber-sumber pemasaran untuk meningkatkan prestasi.
Pada dasarnya sistem pengendalian pemasaran ada dua yaitu sistem
pengendalianterbuka (Open system) dan sistem tertutup (lossed Systm) dalam sistem
pengendalianterbuka semua pejabat atau pelaksana dibidang pemasaran mempunyai
wewenang yangterbatas. Semua masalah yang dihadapi dilaporkan dulu pada atasan, dan
atasanlah yangmengambil keputusan. Oleh karena itu semuahal yang diputuskan oleh
atasan yaitumenejer pemsaran, maka kegiatan atau masalah harus diketahui oleh atasan
tersebut.
Sedangakan sistem pengendalian tertutup semua petugas di bidang pemasaran diberikan
wewenang untuk memutuskan ssuai dengan petunjuk atau pengarahan dariatasannya
masing-masing .jadi tenaga pemasaran diharapkan diharapkan mempumengatasi
masalahnya sendiri sebelum dilaporkan padaatasannya. yang tidak dapatdiputuskan.
Namun pada sudut pandang lain terdapat sistem pengndalian pemasaran lainyakni
Pengendalian pemasaran merupakan lanjutan yang wajar dari perencanaan,organisasi
dan pelaksanaan pemasaran. meskipun sistempengendalian harus dibuat sesuai dengan
situasi yang khusus, tetapi sistem pengendalian mengikuti proses dasar yang sama,
biasanya mengikuti enam langakah sebagai berikut
menentukan apa yang dikendalikan
menetapkan standar
mengukur kinerja
membandingkan kinerja dengan standar
menentukan alasan penyimpangan
260
melakukan tindakan koreksi
langkah pertama sistem umpan balik secara sederhana mengukur keluaran dari proses
dan menjadikan masukan dari tindakan korektif untuk memperoleh keluaran
yangdiinginkan. konsekuensi dari penggunaan sistem pengendalian umpan balik adalah
bahwa keberlangsungan kinerja yang tidak memuaskan sampai kesalahan fungsi
ditemukan. Salah satu teknik untuk mengurangi masalah yang berhubungan dengan
pengendalian umpan balik adalah pengendalian umpan ke depan. Sistem umpan ke
depanmemantau masukan ke dalam sebuah proses untuk memastikan apakah masukan
sesuaidengan yang direncanakan, jika tidak maka masukan atau mungkin proses diubah
agar memperoleh hasil yang diinginkan.
langkah kedua dalam proses pengendalian adalah membangun standar. Standar
pengendalian merupakan sebuah target yang terhadapnya kinerja nantinya
akandibandingkan. Standar merupakan kriteria yang memungkinkan manajer untuk
menge!aluasi tindakan yang lalu, saat ini dan masa depan. Standar merupakan diukur
dalam berbagai cara, mencakup bentuk secara fisik, kuantitatif dan kualitatif. lima aspek
kinerja dapat dikelola dan dikendalikan, yaitu jumlah, kualitas, waktu, biaya dan
perilaku.masing-masing aspek pengendalian, mungkin membutuhkan pengelompokan
tambahan.general :lectric menggunakan delapan jenis standar, yaitu standar
profitabilitas, standar posisi pasar, standar produkti!itas, standar kepemimpinan produk,
standar pengembangansumberdaya manusia, standar sikap karyawan dan standar
pertanggungjawaban publik.
langkah ketiga adalah mengukur kinerja pemasaran. 8inerja aktual harus dibandingkan
dengan standar. Di beberapa tempat, langkah ini kemungkinan diperlukanhanya untuk
pengamatan !isual. Di situasi yang lainnya, penentuan secara telitidiperlukan. "anyak
macam pengukuran untuk fungsi pengendaliandidasarkan pada beberapa bentuk standar
secara historis.
langkah keempat adalah membandingkan kinerja aktual dengan standar. (ikalangkah-
langkah sebelumnya telah berjalan baik, maka membandingkan
261
kinerja denganstandar akan menjadi lebih mudah. meskipun, kadang-kadang
membandingkan kinerja dengan standar ini sulit untuk membuat perbandingan yang
diperlukan, misalnya standar perilaku. beberapa penyimpangan dari standar dapat
dibenarkan, karena kondisilingkungan yang berubah dan alasan lainnya.
langkah kelima dari proses pengendalian melibatkan penggalian
;mengapakinerja menyimpang dari standar ?;. karena penyimpangan dapat bergeser
menujusasaran organisasi yang dipilih. Terutama, organisasi membutuhkan untuk
mencari penyimpangan baik yang datang dari internal maupun perubahan eksternal di
antara pengendalian organisasi.
langkah berikutnya dalam proses pengendalian adalah menentukan kebutuhanuntuk
melakukan tindakan koreksi. Paramanajer pemasaran dapat memilih dari tiga hal,yaitu
Tidak melakukan apa-apa
melakukan re!isi standar
melakukan koreksi kinerja aktual
Tidak melakukan apa-apa dapat dilakukan jika kinerja secara meyakinkan sesuai dengan
standar. bila standar tidak sesuai, maka manajer harus secara hati- hati menilaialasan
mengapa dan mengambil tindakan koreksi. lebih dari itu, kebutuhan untuk mengecek
standar secara periodik untuk memastikan bahwa standar dan dihubungkandengan
ukuran kinerja masih relevan untuk masa yang akan datang. akhirnya manajer harus
memutuskan tindakan untuk mengoreksi kinerja, bila terjadi penyimpangan.Tindakan
koreksi bergantung pada penemuan penyimpangan dan kemampuan untuk mengambil
tidakan penting dibutuhkan. Seringkali kasus nyata penyimpangan harusditemukan
sebelum tindakan koreksi akan diambil. karena penyimpangan bergeser darisasaran yang
tidak realistis ke strategi yang salah.
G. Pengendalian Strategis
Strategis (strategic management) adalah seni dan ilmu untuk memformulasikan,
mengimplementasikan, dan mengevaluasi keputusan lintas
262
fungsi yang memungkinkan organisasi dapat mencapai tujuanya. tahapan dalam
manajemen stategis proses manajemen strategis terdiri dari tiga tahap :7
1. Formulasi strategis termasuk mengembangkan visi dan misi,
mengidentifikasi peluang dan ancaman eksternal perusahaan, menentukan
kekuatan dan kelemahan internal, menetapkan tujuan jangka panjang,
merumuskan alternative strategi, dan memilih strategi tertentu yang akan
dilaksanakan.
2. Implementasi strategi mensyaratkan perusahaan untuk menetapkan tujuan
tahunan, membuat kebijakan, memotivasi karyawan, dan mengalokasi sd
sehingga strategi yang telah diformulasikan dapat dijalankan.
3. Evaluasi strategis tahap final dalam manajemen strategis. tiga aktivitas
dasar evaluasi strategis adalah (1) meninjau ulang factor eksternal dan
internal yang menjadi dasar strategi saat ini. (2) mengukur kinerja (3)
mengambil tindakan korektif. istilah penting dalam manajemen strategis
keunggulan kompetitif didefinisikan sebagai segala sesuatu yang
dilakukan dengan sangat baik oleh sebuah perusahaan dibandingkan
dengan pesaingnya
Penyusun strategis adalah individu yang paling bertanggung jawab atas kesuksesan atau
kegagalan organisasi. misalnya ceo, presiden direktur, pemilik dan ketua dewan direksi.
Pernyataan visi dan misi pernyataan visi yang menjawabpertanyaan, ingin menjadi
apakah kita? mengembangkan pernyataan visi sering dianggap sebagai tahap pertama
dalam perencanaan strategis, bahkan mendahului pembuatan pernyataan misi.
pernyataan misi merupakan pernyyataan tujuan jangka panjang yang membedakan satu
perusahaan dengan perusahaan sejenis. peluang dan ancaman eksternal peluang dan
ancaman eksternal mengacu pada ekonomi,social, budaya demografis, lingkungan,
politik, hukum, pemerintah, teknologi, serta tren kompetisi dan kejadian yang secara
signifikan dapat menguntungkan atau membahayakan organisasi dimasa depan. peluang
dan ancaman sebagian,besar berada diluar kendali organisasi, sehingga disebut
eksternal. kekuatan dan kelemahan internal merupakan aktivitas organisasi yang
7 Setiawan , manajemen strategi , fakultas eonomi UI 199 .
263
dapat dikontrol yang dijalankan dengan sangat baik atau sangat buruk. muncul dalam
aktivitas manajemen, pemasaran, keuangan/akuntansi, produksi/operasi, penelitian dan
pengembangan, dan system informasi manajemen dari sebuah bisnis. tujuan jangka
panjang tujuan adalah hasil yang spesifik yang ingin dicapai suatu organisasi untuk
menjalankan misi dasarnya. jangka panjang artinya lebih dari satu tahun.
Strategi adalah alat untuk mencapai tujuan jangka panjang. strategi bisnis dapat
mencakup ekspansi geografis, diversifikasi, akuisisi, pengembangan produk,penetrasi
pasar, pengurangan bisnis, divestasi, likuidasi, dan join venture. tujuan tahunan
merupakan target jangka pendek yang harus dicapai organisasi untuk mencapai tujuan
jangka panjang. kebijakan kebijakan merupakan alat untuk mencapai tujuan tahunan.
kebijakan mencakup pedoman, peraturan, dan prosedur yang dibuat untuk mendukung
usaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan. manfaat manajemen strategis manfaat
finansial bisnis yang menggunakan konsep manajemen strategis menunjukan perbaikan
yang signifikan dalam penjualan, profitabilitas, dan produktivitas dibandingkan dengan
perusahaan tanpa aktivitas perencanaan yang sistematis. manfaat nonfinansial greenley
menyatakan manajemen strategis memberikan manfaat sebagai berikut :
a) Memungkinkan untuk identifikasi, penentuan prioritas, dan eksploitasi
b) Memberikan pandangan objektif atas masalah manajemen
c) Merepresentasikan kerangka kerja untuk aktivitas control dan kordinasi
yang baik
d) Meminimalkan efek dari kondisi dan perubahaan yang jelek
e) Memungkinkan agar keputusan besar dapat mendukung dengan baik
tujuan yang telah ditetapkan
f) Memungkinkan alokasi waktu dan sd yang lebih efektif untuk peluang
yang telah teridentifikasi
g) menciptakan kerangka kerja utk komunikasi internal diantara staff
h) Membantu mengintegrasikan perilaku individu ke dalam usaha bersama
i) Memberikan dasar utk mengklarifikasi tanggung jawab individu
j) Mendorong pemikiran ke masa depan
264
k) Menyediakan pendekatan kooperatif, terintegrasi dan antusias utk
menghadapi masalah dan peluang
l) Mendorong terciptanya sikap positif terhadap perubahan
m) Memberikan tingkat kedisiplinan dan formalitas kepada manajemen suatu
bisnis visi dan misi bisnis visi pernyataan visi seharusnya menjawab
pertanyaan mendasar, apa yang ingin kita capai? visi yang jelas
memberikan dasar untuk mengembangkan pernyataan misi yang
komprehensif. pernyataan visi seharusnya singkat, lebih disukai satu
kalimat, dan sebisa mungkin diberikan oleh semua manajer dalam
mengembangkan pernyataan visi. misi drucker mengatakan bahwa
mengajukan pertanyaan apa bisnis kita? adalah sama hal dengan bertanya
apa misi kita? Pernyataan misi adalah deklarasi tentang alasan keberadaan
sebuah organisasi. Pentingnya pernyataan visi dan misi king dan cleland
merekomendasikan perusahaan untuk mengembangkan pernyataan misi
karena alas an berikut ini :
1. memastikan tujuan dasar organisasi
2. memberikan basis atau standar utk mengalokasikan sd di organisasi
3. menciptakan kondisi atau iklim organisasi yang umum
4. menjadi titik utama bagi individu dalam mengidentifikasi tujuan dan arah
organisasi.
5. memfasilitasi penerjemahan tujuan menjadi struktur kerja yang
melibatkan penungasan hingga elemen tanggung jawab dalam organisasi
6. memberikan tujuan dasar organisasi dan kemungkinan utk
menerterjemahkan tujuan dasar ini menjadi tujuan dalam bentuk
sedemikian rupa hingga parameter waktu, biaya, dan kinerja dapat
dievaluasi dan dikontrol. karakteristik pernyataan misi
Deklarasi sikap pernyataan misi yang baik memungkinkan untuk perumusan dan
pemikiran alternative tujuan dan strategi yang layak tanpa mengurangi kreativitas
manajemen dan harus cukup luas untuk menyatukan perbedaan secara efektif dan
memiliki daya tarik bagi stakeholder organisasi, individu, atau kelompok individu yang
memiliki investasi khusus atau klaim
265
terhadap perusahaan. ii. orientasi pelanggan pernyataan misi menjelaskan tujuan dasar
organisasi, pelanggan, produk atau jasa,pasar, filosofi, dan dasar teknologi.
iii. deklarasi kebijakan social kebijakan social menempatkan filosofi dan
pemikiran manajerial pada tingkat tinggi dalam organiasi. untuk alas an ini,
kebijakan social mempengaruhi pengembangan pernyataan misi. Komponen
pernyataan misi :
1. Pelanggan, siapa pelanggan perusahaan
2. Produk atau jasa, apa produk atau jasa utama perusahaan
3. Pasar-secara geografis, dimana pasar berkompetisi
4. Teknologi- apakah perusahaan menerapkan teknologi terbar
5. Perhatian akan keberlangsungan, pertumbuhan, dan profitabilitas- apakah
perusahaan berkomitmen untuk pertumbuhan dan kondisi keuangan yang
baik
6. Filosofi-apa dasar kepercayaan,nilai, aspirasi, dan prioritas etika perusahaan
7. Konsep diri-apa keunggulan kompetitip perusahaan
8. Perhatian akan citra publk-apakah perusahaan responsive terhadap
pemikiran social, masyarakat dan lingkungan
9. Perhatian atas karyawan- apakah karyawan aset yang berharga untuk
perusahaan 8
H. Audit Pemasaran
Ada beberapa pndapat tntang definisi audit yaitu Kamus Webster’s Ninth Collegiate
Dictoneri mengartikan auditing sebagai berikut : “ suatu pemeriksaan yang resmi atas
perkiraan/buku atau laporan keuangan suatu organisasi atau individu.”
Holmes & Overmyers ( 1975 ) mendifinisikan sebagai berikut : “ Auditingadalah fungsi
penyaksi yang menyangkut pemeriksaan secara objktif terhadap laporan keuangan
perusahaan yang disusun oleh manajemen. “
8 Michael A hitt dkk , daya saing dan globalisasi , manajemen startegi , salemba 4 2001
266
Komite konsep auditing mendifinisikan auditing sebagai berikut : “ proses sistematis
untuk mendapatkan dan menilai bukti secara objktif yang berkaitan dengan penyaksian
tentang tindakan-tindakan ekonomis dan kejadian-kejadianserta memastikan tingkat
kesesuaian antara penyaksian tadi dengan kriteria yang sudah ada dan menyampaikan
hasilnya pada pemakaianya.”
Alvin A. Arens dan James K. Loebbecke ( 1981 ) mendifinisikan audit sebagai berikut :
“ auditing adalah satu set prosedur yang sesuai dengan norma pemeriksaan akuntan yang
memberikan informasi sehingga akuntan dapat menyatakan suatu pendapat tentang
apakah laporan keuangan yang dipriksa disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip
akuntansi yang berlaku.”
Yang diutarakan oleh alvin yang menjadi pertantyaan adalah standar kwajaran.
Pengadilan di Amerika Serikat yang memutuskan bahwa akuntan publik wajib melihat
hal-hal diluar prinsip akuntnsi yang diterima umum untuk mempertimbangkan
kmungkinan lain yang dapat menyesatkan pihak-pihak yang berkepentingan. Secara
skematis dapat digambarkan sebagai berikut :
Yang di maksud dengan audit pemasaran adalah pemeriksaan dan penilaian secara kritis,
sistematis dan analisis atas pelaksanaan kebijakan dIbidangpemasaran. Ada empat ciri
utama dari audit pemasaran, yaitu :
1. Pemeriksaan dan penilaian yang bersifat menyeluruh dengan melakukan
pengkajian seluruh lingkungan pemasaran perusahaan, strategi, organisasi
dan sistem pmasaran perusahaan.
2. Pemerikasaan dan penilaian secara sistematis dngan urutan langkah
diagnosis lingkungan pemasaran perusahaan, keadaan intern perusahaan
dibidang pemasaran dan kegiatan pemasaran tertentu dikaji.
3. Pelaksanaan pmerikasaan dan penilaian bersifat indepeden dimana
pelakasanaan dan perumusan hasil tidak terikat atau trgantung pada siapa
saja yang ada dalam pemasaran.
267
4. Pelaksanaan pemriksaan dan penilaian bersifat berkala dan tidak hanya pada
waktu-waktu tertentu dimana perusahaan mengalami krisis dala bidang
pemasaran.
Sedangkan tujuan audit pemasaran adalah :
1. Memerikasa dan meninjau kembali kabijakan (policies), rencana, ketentuan
strategis, dan pelaksanaan kegiatan bidang pmasaran dari segi aktifitas
pencapaian tujuan perusahaan.
2. Menilai apakah para pelaksana dibidang melaksanakan kebijakan, rencana,
ketentuan, stratgi yang telah ditetapkan.
3. Sebagai alat manajemen untuk dapat memperoleh rekmendasi dari sgi
peningkatan efektifitas dan efesiensi kegiatan dibidang pemasaran
4. Sebagai alat bagi pengukuran saling keterkaitan dan keterpaduan bidang
pemasaran dengan bidang-bidang lain dalam perusahaan dan lingkungan
pemasaran perusahaan, yang tercermin dalam dinamika usaha yang harus
diperhatikan agar pelaksanaan kegiatan pemasaran dapat tratur dan terarah.
Audit pemasaran yang dilakukan sutu perusahaan dapat mencakup:
1. Audit lingkungan pemasaran
Dalam audit lingkungan pemasaran, diperiksa dan dianalisis faktor yangmempengaruhi
pemasaran, pasar, dan konsumen.
2. Audit strategi pemasaran
Dalam audit ini diperiksa dan dianalisis sasaran dan strategi pemasaranyang diambil
yang tidak terlepas dengan keadaan pemasaran.
3. Audit organisasi pemasaran
Dalam audit ini diperiksa dan dianalisis kelemahan dan efektifitasorganisasai
pemasaran yang ada.
268
4. Audit sistem pemasaran
Dalam audit ini pemasaran diperiksa dan dianalisis kelemahan danefektifitas
sistem pemasaran yang ada.
5. Audit produktivitas pemasaran
Dalam audit ini dipriksa dan dianalisis tingkat produktifitas dari paratenaga atau
sumbr daya manusia dan sumber daya lainnya.
6. Audit fungsi pemasaran
Dalam audit ini diperiksa plaksanaan fungsi pemasaran prusahaansebagaimana
yang telah ditetapkan.9
269
HASIL DISKUSI
KELOMPOK 12 MPS
Penanya Solahudin
Bagaimana tindakan seorang manager yang wajib dlm langkah yang selanjutnya jika
pengendalian itu belum terdeteksi saja dg evaluasi beberapa kali juga. Apakah dari
karyawan, barang ataupun dari hal apa ?
Jawaban Pemateri
Apabila dalam evaluasi ditemukan penyimpangan² maka pemasar haruslah bisa
menemukan serta menyiapkan rencana rencana cadangan atau solusi untuk mengatasi
masalah tersebut pengendalian pemasaran tersebut dilakukan dengan cara mengamati
, memonitori , mengecek serta membandingkan kinerja pemasaran dengan strategi
pemasaran yang sudah dibuat sebelumnya.
Penanya Adrian Bayu Rosandy.
izin bertanya Ada tidak hambatan bagi pengusaha dalam melakukan proses
pengendalian pemasaran?
Jawaban Pemateri
Izin menjawab pertanyaan Bayu.
Soal hambatan bagi pengusaha jelas ada. Tidak ada strategi pemasaran yang sempurna
meskipun strategi pemasaran tersebut dibuat oleh orang yang sangat pintar dalam
bidang pemasaran. Contohnya dengan masalah kepercayaan. Seperti para oknum
tertentu, transaksi jual beli online saat ini mendapat stigma negatif di mata sebagian
konsumen, terutama orang-orang yang pernah menjadi korban penipuan secara online.
Memang, banyak ?pencuri? yang telah mengadopsi sistem online untuk mengeruk
keuntungan di atas penderitaan orang lain, entah itu melalui pencurian rekening online,
penipuan kualitas produk, atau bahkan investasi bodong online. Karena adanya hal
tersebut jadi yg membuat hambatan kepada perusahaan, dan hilangnya kepercayaan
dari konsumen.
27
270 0
Penambah Nia Kurniasih
Izin menambahkan ,,iya betul dalam pengendalian pasti akan terjadi hambatan,, entah
itu terjadi karena dari faktor internak(perusahaan) sistem pemasran yang kurang
efektif, ataupun dari eksternal (pesaing) yang terbilang sudah ahli dalam melakukakn
pemasaran, maka dari itu dari hambatan tsb perlu adanya crosschek supaya
kedepannya lebih baik lagi.
Penanya Fitrotul Atiyah 191410126.
Izin bertanya pada sistem pengendalian pemasaran itu kan terbagi menjadi 2 ya, yaitu
sistem pengendalian terbuka dan sistem pengendalian tertutup, nah menurut pendapat
kelompok 12 sistem mana yang lebih akurat terhadap pengendalian pemasaran, apakah
setiap perusahaan menggunakan kedua sistem itu, atau salah satunya saja?
Jawaban Pemateri
Izin menjawab pertanyaan tia, jadi menurut kel 12, yang sering dilakukan dibeberapa
perusahan yaitu pengedalian terbuka karna lebih akurat ke manajer terlebih dahulu jika
tidak sesuai dengan aturan. Nah untuk setiap perusahaan untuk sistem pengedalian
terbuka maupun tertutup banyak juga yang menggunakan kedua. Jadi pada dasarnya
ada dua sistem pengendalian,yaitu :
a. Sistem pengendalian terbuka (open system)
Dalam sistem ini, semua pejabat atau pelaksana di bidang pemasaran mempunyai
wewenang yang terbatas. Semua masalah yang dihadapi di laporkan dulu pada
atasan,dan atasanlah yang mengambil keputusan.jadi semua kebijakan dan masalah di
putuskan oleh menejer pemasaran. Oleh karena semua hal diputuskan oleh atasan yaitu
menejer pemasran, maka kegiatan atau masalah harus diketahui. Jadi tenaga
pemasaran diharapkan mampu mengatasi masalahnya sendiri sebelum dilaporkan
keatasan.karena atasan hanya memutuskan masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh
bawahan maka atasan harus mengetahui suatu hal yaitu keterbatasan pada keputusan
pelaksanaan yang telah diputuskan bawahan itu bertentangan dengan petunjuk
pengarahan tersebut.
271
b. Sistem pengendalian tertutup
Dalam sistem pengendalian ini, semua petugas atau pejabat di bidang pemasaran
diberikan wewenang untuk memutuskan sesuai dengan petunjuk atau pengarahan dari
atasannya masing-masing. Jadi tenaga pemasaran diharapkan mampu mengatasi
masalahnya sendiri-sendiri sebelum dilaporkan ke atasan. oleh karena atasaan yaitu
manajer pemasaran hanya memutuskan masalah yang tidak dapat diputuskan oleh
bawahan atau para pembantunya, maka yang perlu diketahui oleh atasan, adalah
terbatas pada keputusan atau kebijakan pelaksanaan yang telah diputuskan bawahan
itu bertentangan dengan petunjuk atau pengarahan atasan tersebut.
Penanya Sa'diah 191410127
apa sih penjelasan tentang pengendalian implementasi pemasaran dalam strategi
pemasaran itu? Lalu Lingkungan apa saja yang mempengaruhi pemasaran produk
tersebut?
Terimakasih.
Jawaban Pemateri
Izin menjawab pertanyaan diah,
Pengertian Implementasi pemasaran adalah proses yang mengubah strategi dan
rencana pemasaran menjadi tindakan pemasaran untuk mencapai sasaran.
Implementasi mencakup aktivitas sehari-hari, dari bulan ke bulan yang secara efektif
melaksanakan rencana pemasaran. Bidang manajemen pemasaran menitikberatkan
pada kegiatan untuk meraih pasar sehingga produk barang atau jasa yang dihasilkan
dapat diterima oleh konsumen dengan baik.
Supaya implementasi pemasaran bisa terarah, maka rencana pemasara harus
diterjemahkan ke dalam kebijakan serta prosedur organisasional seperti pengadaan
bahan baku, sumber daya manusia, penelitian pasar, dan juga produksi. Keberhasilan
implementasi banyak ditentukan oleh adanya kemampuan mengkomunikasikan secara
efektif langkah demi langkah yang dibutuh
272
kan dalam pelaksanaan. Dalam organisasi khususnya departeman pemasaran, setiap
orang mempunyai jenis peran yang tidak sama. Perlu di ketahui, meskipun
perencanaan sudah dibuat begitu brillian, namun bisa saja tidak membuat perubahan
apapun terhadap organisasi, karena itulah untuk memastikan keberhasilan
implementasi pemasaran, tim marketing haruslah mengubah rencana serta strategi
pemasaran menjadi tindakan yang lebih efektif, kemudian berfokus pada setiap tahap
dari proses pelaksanaan
Tahapan Implementasi Strategi Pemasaran
Berikut ini adalah Tahapan Implementasi Strategi Pemasaran:
-Persiapan implementasi
-Implementasi strategi pemasaran
-Pengendalian kinerja pemasaran
-Evaluasi kinerja pemasaran
-Pengukuran kinerja pemasaran
Penanya Aulia Rachmadani
Izin bertanya, di point E ada bagian pengendalian, Pendekatan yang selalu digunakan
adalah rentabilitas menurut
produk, wilayah niaga, langgaran, dan saluran distribusi. Pertanyaan nya, penjelasan
dari produk, wilayah niaga, langgaran dan saluran distribusi itu seperti apa ya?
Jawaban Pemateri
Izin menjawab
Rentabilitas, seperti yang diketahui menyatakan sebuah kemampuan dari suatu
perusahaan. Kemampuan yang dimaksud ini tak lain adalah kemampuan untuk
menghasilkan laba. Total kekayaan atau aset yang dimiliki perusahaan akan
dibandingkan dengan laba yang didapat perusahaan. Untuk mengukur keuntungan
273
tersebut itu bisa melakukan kegiatan produksi wilayah dan saluran distribusi mana
yang menguntungkan atau pun kerugian.
Penanya Nur Halimah Sa'adah
Kan di makalah ada namanya audit ya. Setiap perusahaan kan pasti punya laporan
keuangan. Terus Bedanya sama akuntansi itu apa ?
Jawaban Pemateri
Izin menjawab.
Jadi akuntansi dan audit memang berbeda jika kita lihat dari definisinya masing2.
Akuntansi itu pencatatan dan pengklasifikasian dan peringkasan kejadian ekonomi
yang terjadi untuk tujuan menyediakan keuangan informasi yang dugunakan dalam
pengambilan keputusan. Audit itu menentukan apakah informasi yang dicatat dengan
benar mencerminkan peristiwa ekonomi yang terjadi selama periode akuntansi.
Pada kesimpulannya Jadi audit itu lebih ke mengecek apa yg sudah dilakukan oleh
manajemen dan laporan2 nya itu udah sesuai apa belum dengan peraturan yg sudah
ada.
Dan memang pada dasarnya manusia tidak selama nya ingat perlu ada nya pencatatan,
Dan kita juga sulit untuk mengingat apa sih yg sudah kita lakukan 100% terutama soal
keuangan.
• Penambah Aulia Rahmadani
Berhubungan, karena setiap pencatatan akuntansi yang di lakukan oleh akuntan pasti
akan dilakukan pemeriksaan/audit oleh auditor.
274
KESIMPULAN
Pengendalian pemasaran merupakan dasar yang penting bagi keberhasilan usaha dibidang
pemasaran. Untuk keberhasilan suatu usaha pemimpin harus dapat membuat keputusan, baik
mengnai perencanaan, kegiatan, maupun pelaksanaan kegiatan dan pengendaliannya.yang
dimaksudkan pengendalian pemasaran adalah penilaian, pengecekan dan memonitor usaha-
usaha pemasara dan penjualan perusahaan yang telah dilakukan agar sesuai dengan apa yang
telah direncanakan dan digunakan sebagai landasan untuk mengadakan penyesuaian yang
diperlukan. Pada dasarnya sistem pengendalian pemasaran ada dua yaitu sistem pengendalian
terbuka ( Open system ) dan sistem tertutup ( Clossed Systm ) . dalam sistem pengendalian
terbuka semua pejabat atau pelaksana dibidang pemasaran mempunyai wewenang yang
terbatas. Semua masalah yang dihadapi dilaporkan dulu pada atasan, dan atasanlah yang
mengambil keputusan. Oleh karena itu semua hal yang diputuskan oleh atasan yaitu menejer
pemsaran, maka kegiatan atau masalah harus diketahui oleh atasan tersebut. Sedangakan
sistem pengendalian tertutup semua petugas di bidang pemasaran diberikan wewenang untuk
memutuskan sesuai dengan petunjuk atau pengarahan dari atasannya masing-masing.Strategis
(strategic management) adalah seni dan ilmu untuk memformulasikan,
mengimplementasikan, dan mengevaluasi keputusan lintas fungsi yang memungkinkan
organisasi dapat mencapai tujuanya.auditing adalah satu set prosedur yang sesuai dengan
norma pemeriksaan akuntan yang memberikan informasi sehingga akuntan dapat menyatakan
suatu pendapat tentang apakah laporan keuangan yang dipriksa disajikan secara wajar sesuai
dengan prinsip akuntansi yang berlaku
275
Quote
“Jika engkau TAK mungkin MEMBERI, janganlah
MENGAMBIL. Jika engkau terlalu SULIT untuk
MENGASIHI, setidaknya JANGAN MEMBENCI.
Jika engkau TAK dapat MENGHIBUR orang lain, setidaknya
JANGAN BIKIN SEDIH
Jika engkau TAK bisa MEMUJI setidaknya JANGAN
MENGHUJAT. Jika engkau TAK dapat MENGHARGAI,
JANGAN MENGHINA” Dr.H.Syaeful Bahri
276
BAB 13
Transformasi Bauran Pemasaran Bentuk P menjadi C
A. Transformasi Bauran Pemasaran Bentu P Menjadi C
Salah satu pendekatan pemasaran yang bisa digunakan untuk membangun dan mempertahankan
loyalitas pelanggan adalah melalui penerapan bauran pemasaran yang benar.Membuat produk
yang baik mencakup manfaat, kemasan dan fitur-fitur yangmenarik (product). How to make a
smart price, memilih metode penetapan harga yang tepat, menetapkan harga yang sesuai
dengan segmen pasaryang di tuju (price). Memilih saluran distribusi yang tepat sehingga
memberikan kemudahan pembelian. Pilihannya bisa menyebarkan produk ke seluruh penyalur
baik yang besar maupun kecil (saluran intensif), menempatkan produk ke beberapa penyalur
yang kita pilih (saluran selektif), atau jika produk termasuk dalam katagori unik maka
pilihannya pada penyalur khusus (saluran eksklusif) (place). Yang terakhir bagaimana
mengkomunikasikan produk agar konsumen mengetahui dan tertarik melalui pilihan bauran
promosi yang efektif, seperti: iklan,promosi penjualan, penjualan personal, pemasaran langsung
atau publisitas (promotion).
Upaya produsen dalam mempertahankan loyalitas konsumennya seringkali mengalami
kesulitan oleh karena perubahan perilaku konsumen. Konsumen sekarang semakin pintar,
mereka meminta dilayani secara pribadi, terlibat dalam pengembangan suatu produk,
semakin sensitif dan tidak loyal pada merk tertentu. Mereka juga semakin pintar menghitung
nilai suatu produk yang sesungguhnya demikian menurut Stan Rapp dan Thomas L.
Collins.Perilaku konsumen menjadi sulit untuk diukur layaknya seperti kupu-kupu yang
hinggap di setiap tempat yang mereka mau. Terjadi pergeseran dari marketing oriented
company menjadi customerdriven company.
277
B. Consumer Value
Schiffman dan Kanuk (2004,p.14) mendefinisikan customer value sebagai rasio antara manfaat
yang didapat oleh konsumen baik secara ekonomi, fungsionalmaupun psikologis terhadap
sumber-sumber (uang, waktu, tenaga, maupun psikologis) yang digunakan untuk memperoleh
manfaat-manfaat tersebut, yaitu manfaat produk berhubungan dengan keandalan, daya tahan,
kinerja dan nilai jual kembali dari produk atau jasa yang ditawarkan. Manfaat pelayanan adalah
sejauh mana produk atau jasa tertentu yang ditawarkan berhubungan dengan hal penyampaian,
pelatihan, serta daya tangkap dalam melayani pelanggan termasuk kedalam manfaat karyawan,
sedangkan manfaat citra berhubungan dengan kesan atau opini yang selama ini konsumen dapat
mengenai perusahaan yang menghasilkan produk atau jasa tersebut. Di samping manfaat yang
dirasakan, terdapat juga pengorbanan yang harus dikeluarkan oleh pelanggan yang turut
menentukan nilai pelanggan. Adapun pengorbanan tersebut adalah pengorbanan moneter, yaitu
pengorbanan yang harus dikeluarkan pelanggan dalam bentuk unit moneter, yang dalam hal ini
adalah harga dari produk atau jasa tertentu serta pengorbanan non moneter seperti waktu,
energy dan psikologis. Pengorbanan waktu adalah pengorbanan yang harus dikeluarkan oleh
pelanggan sehubungan dengan lamanya waktu yang harus ditempuh pelanggan dalam
mengkonsumsi produk atau jasa tertentu. Pengorbanan energy berhubungan dengan tingkat
kemudahan pelanggan dalam mengkonsumsi produk atau jasa tertentu, sedangkan pengorbanan
psikologisadalah tingkat kekecewaan yang muncul dan harus dihadapi oleh pelanggan pada
waktu mengkonsumsi produk atau jasa tertentu.. Customer value yaitu merupakan segala sesuatu
yang diinginkan konsumen dalam produk atau jasa dengan memaksimalkan kualitas yang diterima
konsumen dari biaya yang dikeluarkan. Customer value juga merupakan sesuatu yang sangat berperan
dalam pembentukan kepuasan pelanggan. Oleh karena itu, konsep penciptaan dan penambahan nilai
memerlukan perhatian penuh dari sebuah restoran
278
ketika mereka ingin menarik dan mempertahankan pelanggan. Setiap perusahaan harus
mempelajari nilai dari sudut pandang pelanggan (customer value) dan tidak berasumsi bahwa
mereka mengetahui nilai apa yang berharga bagi pelanggan. Sweeney and Soutar (2001:211)
membagi customer value menjadi 4 elemen, yaitu:
1. Nilai fungsional kualitas/kinerja (functional value quality/performance)
yaitu utilitas yang diperoleh dari persepsi terhadap kualitas dan kinerja yang
diharapkan atas produk.
2. Nilai Emosi (Emotional value) yaitu utilitas yang berasal dari perasaan atau
afektif/emosi positif yang ditimbulkan dari mengkonsumsi suatu produk.
3. Nilai Fungsional Harga/Value for money (Functional Value Price/Value for
money) yaitu utilitas yang didapatkan dari produk karena adanya persepsi
terhadap harga atau biaya yang dikeluarkan.
4. Nilai Sosial (Social value)
Social value yaitu utilitas yang didapatkan dari kemampuan produk untuk konsep dirisosial
konsumen. Sweeney and Soutar juga berusaha mengembangkan 19 item customer perceived
value yang kemudian disebutdengan item perceived value. Item ini dimaksudkan untuk
menilai persepsi pelanggan terhadap nilai suatu produk konsumen tahan lama pada level
merek
Menurut Weinstein dan Johnson (1999), value diberikan kepada pelanggan
dengan salah satu cara berikut ini :
1. Perusahaan dapat memilih untuk mendapatkan produkyang terbaik.
2. Biaya total yang terbaik (keunggulanoperasional)
3. Solusi total terbaik (keintiman dengan pelanggan)
Berdasarkan beberapa pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa Custemer value
merupakan nilai yang diterima oleh pelanggan yang dihasilkan dari perbandingan antara
manfaat yang diterima yaitu bisa berupa keuntungan dari segi ekonomi, sosial dan relasional
terhadap pengorbananyang dikeluarkan yaitu bisa
279
berupa biaya yang dikeluarkan, waktu yang diluangkan, usaha yang dilakukan, resikoyang
ditanggung dan kenyamanan yang terganggu.
A. Cost
cost yang dikeluarkan konsumen dalam membeli, menggunakan maupun
menyimpan
dan bila perlu menjual kembali produk yang dibeli. Harga murah dari produsen belum
tentumurah bagi konsumen, apabila konsumen masih harus mengeluarkan biaya lain. Salah
satugejala yang semakin trendy adalah semakin frugalnya konsumen di era informasi ini.
Merekasemakin pintar membandingkan antara cost yang dikeluarkan dan bobot solusi yang
merekaterima.
Harga Adalah sejumlah uang yang harus dibayarkan oleh pengguna untuk mendapatkan
produk. Dengan kata lain seseorang akan membeli barang kita jika pengorbanan yang
dikeluarkan ( Uang dan Waktu) sesuai dengan manfaat yang diperoleh dari produksi
tersebut.
Harga dan kebijaksanaan harga adalahelemen yang paling banyak diperdebatkan dalam
pemasaran harga adalah satu-satunya variabel strategi pemasaran yang berkaitan dengan
masuknya pemasukan.
Dalam hal pemasaran jasa, kreatifitas dan keahlianmanajemen paling banyak dibutuhkan
dalam penetapan harga. Ciri-ciri yang dimiliki jasa menyebabkan dampak yang penting
dalam penetapan harga. Hal yang menarik sekali adalah bahwa parapenjual kerap kali
melakukan permintaan in- elastis. Olewh karena itu mereka menetapkan harga yang paling
tinggi. Akan tetapi mereka lalai dalam bertindak sebaliknya, jika
jikamenghadapipermintaan yang elastis walaupun harga lebih rendah akan menaikan
penjualan unit, pendapatan total, penggunaan fasilitas dan mungkin juga menaikan laba
bersih.
Prinsip penetapkan harga barang dapat juga diterapkandalam penetapan harga jasa. Secara
singkat prinsip-prinsip penetapan harga menurut Zeithhml dan Bitner ( 19960 adalah sebagai
berikut :
1. Perusahaan harus mempertimbangkan sejumlah faktor dalam menetapkan
harganya, yang mencakup : pemilihan tujuan penetapan harga, menentukan
280
tingkat permintaan, perkiraan biaya, menganalisis harga yang ditetapkan dan produk yang
ditawarkanpesaing, pemilihan mode penetapkan harga ,danmenentukan harga akhir
2. Perusaha tidak selalu harus mencari profitmaksimum dalam penetapkan harga.
Saran lain yang bisa capai adalah mencakup survaivel, memaksimalkan
penerimaan sekarang, memaksimumkan pertembuhan penjualan.
Memaksimalkan pengeuasaan( skeming)pasar dan kepemimpian produk atau
kualitas.
3. Para pemasar hendaknya memahami seberapa responsif permintaan terhadap
perubahan harga. Untuk mengevaluasi sensitifitas harga, para pemasar bisa
menghitung elastis permintaan.
4. Berbagai jenis biaya harus sipertimbangkan dalam menetapkan harga, termasuk
didalamnya adalah biaya langsung dan tidak langsung, biaya tetap dan biaya
variabel, biaya tidak langsung yang bisa dilacak, dan biaya-biaya yang teralokasi.
Bila suatu produk atau jasa harus mendatangkan keuntungan bagi perusahaan,
harga harusmampu menutup semua biaya mencakup mark-upnya.
5. Harga-harga para pesaing akan mempengaruhi tingkat permintaan barang dan
jasayang ditawarkan peruasahaan dan karenanya harus dipertimbangkan dalam
proses penetapan harga.
6. Berbagai cara penetapan yang ada mencakup mark-up, sasaran perolehan, nilai
yang bisa diterima, going rate, sealed-bid, dan harga psikologis.
7. Setelah menetapkan struktur harga, perusahaan menyesuikan harganya
denganmenggunakan harga geografis, diskon harga, harga promosi, dan harga
diskrimiasi,serta harga bauran produk.
Dalam situasi tertentu, pengguna melakukan penilaian atau menghitung- hitungtentang apa
yang akan mereka peroleh sebagai balasan dari apa yang mereka berikan. Dengandemikian,
harga merupakan pembatas (trade-of) untuk sejumlah benefit (nilai) yang akandiberikan oleh
suatu produk (barang atau jasa) dengan sejumlah biaya yang dikaitkan dengansejumlah
biaya yang dikaitkan dengan
281
penggunaan produk tersebut (Yazid), 1999). Pusatinformasi yang menghendaki profitharus
mampu menutup semua biaya yang berkaitandengan proses memproduksi danmemasarkan
suatu jasa. Selanjutnya menetapkan marjinsecukupnya sehingga mampu memberikan
keuntungan yang memuaskan.
Yazid (1999) yang mengatakan bahwa, “Harga atau biaya sebuah jasa akan mencakup
harga yang bersifat moneter dan harga yang bersifat non-moneter. Harga yang
bersifatmoneter mempuyai peranan penting bagi bagian pemasaran untuk mengukurtingkat
atau porsi penerimaan dari konsumen”. Selanjutnya dikatakan bahwa, di samping itu
beberapa biaya non-moneter yang mungkin diperhitungkan konsumen ketika menggunakan
suatu jasamencakup:
1. Waktu
Waktu merupakan komoditas utama bagi sejumlah orang, dan bagi seseorang
yangmenawarkan jasa dengan pelayanan yang berbeda kepada setiap individu, tetapi
mempunyaiketerbatasan waktu, mereka akan memperhitungkan biayaterhadap waktu yang
digunakan dalammencari/memburu suatu jasa, karena barangkali waktu yang terbuang itu
sebenarnya dapat digunakanuntuk keperluanlain.
2. Upaya-Upaya Bersifat Fisik
Biaya untuk melakukan upaya-upaya fisik yang diperlukan unrukmemperoleh sejumlah jasa
bisa saja dimasukkan, khususnya bila penyajian jasa dilakukan secaraswalayan.
3. Biaya-biaya sensor.
Biaya-biaya ini bisa saja dikenakan sehubungan dengan adanya kebisingan,bautidak sedap,
aliran udara yang tidak lancar, terlalu panas atau terlalu dingin ruangannya, tempat
dudukyang tidak nyaman, lingkungan yang terkpesan jorok, bahkan rasa yang tidak
mengenakkan.
282
4. Biaya-biaya psikologis
Biaya-biaya ini kadang-kadang dikenakan untuk penggunaan suatu jasatertentu, seperti
upaya yang bersifat mental (berpikir), perasaan adanya ketimpangan atauketidakadilan.
B. Convenience
Refleksi dari timbulnya bermacam- macam cara konsumen membeli produk. Produsen
tidak bisa lagi hanya mengandalkan distributor konvensional, tapi harus memberi
berbagai pilihan bagi konsumen dalam mendapatkan produk bisa melaluidirect mail,
teleshopping sampai catalog order. Kenyamanan adalah suatu kegiatan yang ditujukan agar
pengguna mudah untukmendapatkan produkkita. Kenyamanan dapat dilihat dari tempat atau
lokasi, waktuserta usaha minimal yang terjadi pada saattransaksi. Itulah konvenien dapat diartikan
sebagai dekatnya rumah pembeli, mudah dicapainya oleh alat- alattransportasi, atau dekatnya
dengan tempat dimana pembeli bekerja serta suasanapelayanan itu sendiri. Untuk bidang jasa
konvenien ini ada pertimbangan yang paling efektif untuk masalah kenyaamanan ini yaitu
lokasi,umumnya pengguna ingin menempatkan jasa dengan usaha dan waktu yang minimal serta
suasana yangkondusif untuk terjadinya suatu transaksi.Sistem penyajian jasa ditentukan oleh dua
komponen pokok. Pertama komponen interaksi, keduakomponen geografis (Yazid), 1999). Perlu
tidaknya interaksi fisik antara petugas dengan pengguna dan pelanggan akan menentukan perlu
tidaknya mereka datang ke tempat jasa diproses atau pusat pengelola jasalayanan informasi yang
mendatangi tempat pengguna. Interaksi fisik juga ditentukan oleh dapat atau tidaknyatransaksi
jasa dilaksanakan dengan tanpa kotaklangsung. Sedangkan kompoen geografis akan
menentukansebaran outlet tempat pusat informasi dalam melayani pengguna dan pelanggannya,
yaitu apakah hanya di satutempat atau di beberapa lokasi. Pemilihan sistem pelayanan jasa akan
283
mempunyai implikasi manajemen yangsangat penting dan barang tentu akan mempengaruhi
cara pemasaran jasa.
Implikasi tersebut adalah tinggi rendahnya kenyamanan pengguna dalam menerima jasa,
salah satunyadipengaruhi oleh perlu atau tidaknya mereka itumendatangi pusat informasi di
sutu tempat tertentu. Pelayanan jasa yang dilakukan di beberapa outlet bisa membuat
pengguna dan pelanggan lebih mudah dalam mengakses jasa, akan tetapi masalah yang
mungkin timbul adalah berkenaan dengan pengawasan kualitas, khususnya bila pusat
informasi ingin mempertahankan konsistensi cara penyampaian layanan jasanya.
Dalam, hal pelayanan, Parasuraman et.al (1985), memberikan 10 standar kualitas pelyanan
yang baik. Kesepuluh kualitas pelayanan tersebut adalah:
1. Reliability, yaitu konsistensi pelayanan sesuai dengan apa yang telah
dijanjikankepada para penggunanya.
2. Reponsiveness, yaitu keinginan dan kesiapan staf dalam memberikan
pelayanan.
3. Competence, yaitu memilki keterampian dan pengetahuan untuk
memberikan pelayanan.
4. Access, yaitu kemudahan untuk didekati maupun dihubungi.
5. Courtesy, yaitu kesopanan, hormat, penuh pertimbangan, keramahtamahan
staf.
6. Communication, yaitu penyampaian informasi kepada para pengguna
dengan bahasa yang dapat mereka pahami
7. Credibility, yaitu dapat dipercaya, jujur dan memberikan daya tarik
tersendiri pada pengguna.
8. Security, yaitu terbebas dari bahaya, resiko, maupun keraguan.
9. Undesrtanding/knowing the customer, yaitu usaha untuk memahami
kebutuhan pengguna.
10. Tangibles, yaitu bukti nyata pelayanan
284
C. Communication
Hovland (1972) mendefinisikan komunikasi “sebagai proses dimana seseorang
(komunikator) menyampaikan perangsang-perangsang (bisanya lambang-lambang dalam bentuk
kata-kata) untuk merubahtingkah laku orang-orang lain (komunikan)”. Definisi Hovland tersebut
menunjukan bahwa tujuan komunikasi adalah mempelajari dan meneliti perubahan siakap dan
pendapat akibat informasi yang disampaikan seseorangkepada orang lain atau efek dari suatu
komunikasi. Sejalan dengan pemikiran Hovlad, Lasswll (1972) menerangkan proses dan fungsi
komunikasi, bahwacara yang terbaik untuk menerangkan kegiatan komuikasi ialahdengan menjawab
pertanyaan : Who Says WhatIn Which Channel To Whom WithWhat Effect?
Kesamaan dengan definisi Hovlad ialah selain unsur-unsurkomunikasi, juga keharusan
adanya efek, yakni perubahan tingkah lakuBanyak strategi komunikasi yang dapat
diterapkan oleh para pemasar. Salah satunya menurut De Saez(1993) adalah strategi
komunikasi yang dapat digunakan di pusat informasi adalah strategi komunikasi
AIDA(Awareness, Interest, Decission, Action). Pada tahapAwareness,pihak pusat.
informasi harus sebisa mungkinmenarik perhatian pengguna dan pelanggan untuk
mengetahui siapa yang dimiliki dan dapat ditawarkan oleh pusat informasi. Hal ini bisa
dilakukan berbagai cara, misalnya dengan menyebarkan leaflet, booklet,menyelenggarakan
pameran, publikasi baik di media cetak maupun media eletronik, kerja sama denganlembaga-
lembaga pendidikan dengan mengadakanceramah, seminar, dan lain-lain yang tujuannya
agar para pengguna dan pelanggansadar akan sesuatu yang ditawarkan oleh pusat informasi.
Dimulainya komunikasidengan membangkitkan perhatian akan merupakan awal suksesnya
komunikasi. Apabila perhatian komunikantelah terbangkitkan, hendaknya disusul dengan
upaya menumbuhkan minat (Interest), yang merupakan derajatyang lebih tinggi perhatian.
Minat adalah kelanjutan dari perhatian yang merupakan titik tolakbagi timbulnyahasrat
(Desire), yang merupakan derajat yang lebih tinggi perhatian.
285
Minat adalah kelanjutan dari perhatianyang merupakan suatu kegiatan yang diharapkan
komunikator. Dari rasa ketertarikan tersebut perlu diadakankegiatan lanjutan demonstrasi
berupa ajakan yang mengarah pada atau pengambilan keputusan (Decission)untuk
melakukan atau mengikuti kegiatan yang ditawarkan oleh pusat informasi tersebut, inilah
yang disebuttahapActionatau tindakan.
Komunikasi bukanlah sesuatu yang dapat diabaikan oleh pusat informasi. Pada hampir
mayoritasstrategi pemasaran, mempengaruhi perilaku merupakan suatubentuk komunikasi,
yaitu menginformasikankepada target audiens tentang alternatiftindakan, konsekuensi positif
dari pemilihan tertentu dan motivasi untuk bertindak (dan kadang melanjutkan untuk
bertindak) dengan cara tertentu. Komunikasi pemasaran di pusatinformasi dalam penelitian
ini adalah pada proses yang dilakukansehari-hari oleh para petugas informasidengan para
penggunanya. Karena jika kita hanya mengandalkan evaluasi dari kegiatan komunikasi yang
berbentuk periklananatau publikasi-publikasi lainnya seringkali kita endapatkan gambaran
sukses yang semu,karena begitu kegiatan periklanan atau publikasi atau ekshibisi usai maka
sampai disitu pulalah kesuksesan itu
diraih. Hal tersebut terbukti dari semakin kecilnya pengguna jasa-jasa infromasi yang ada di
PDII-LIPI, padahal pada saat kegiatan pameran berlangsung sepertinyamendapat sambutan
yang baik.
Proses komunikasi menurut Dominick (1990)“At a general level,communication
eventsinvolve the following: a source, a process of encoding,a message, a channel, a process
of decoding, a receiver,the potential for feedback, the chance of noice”Artinya pada setiap
tingkatan, kegiatan komunikasimeliputi elemen: sumber, proses perumusan pesan, pesan,
saluran/media, proses pengalihanpesan, penerima, dan potensi umpan balik serta adanya
hambatan.
286
HASIL DISKUSI
KELOMPOK 13
Transformasi bauran pemasaran dari bentuk P ke C
Silmi Kafah 191410133
Adrian Bayu Rosandy 191410148
5 Pertanyaan Terpilih :
Nama : Riska Maulana
Nim 191410137
Pertanyaan ke-1
Menurut Kel 13 Faktor-faktor apa saja yang paling mempengaruhi loyalitas konsumen Pada
transformasi bauran pemasaran?
Jawaban Kelompok
Faktor yang paling mempengaruhi loyalitas konsumen itu adalah harga dari produk itu, karena
ketika harganya murah kualitasnya bagus maka konsumen pun akan loyal kepada pedagang itu
dan sebaliknya jika harga produknya itu mahal tapi kualitasnya buruk maka konsumen pun tidak
akan membeli barang itu lagi kepada pedagang itu, maka dari itu jika kita ingin menjual suatu
produk maka kita tentukan harganya sesuai dengan kualitas barang itu.
Riska Maulana 191410137 ( Menaggapi)
Jika faktor lain ada juga ga? apa hanya kualitas dan harga saja?
Adrian Bayu Rosandy 191410148 (Menaggapi)
Ada riska seperti promosi,kenyamanan konsumen kaya dari segi pelayannya
Juria Mumtajah 191410120 (Menambahkan)
287
Izin menambahkan jadi berdasarkan beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas
pelanggan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas
pelanggan adalah kepuasan pelanggan (Customer satisfaction), kualitas produk atau layanan
(Service quality), citra merek (Brand Image), nilai yang dirasakan oleh pelanggan.
Siti Kurniasih 191410125 (Menambahkan)
Izin menambhkan selain faktor harga ,ada juga faktor lainnya yaitu pelayanan dari suatu
perusahaan kepada konsumen,,karen jika pelayannya kurang maka nilai kepuasaan pelanggan juga
akan menurun
Silmi Kafah 191410133 (Menanggapi)
Bisa juga dari pengaruh orang lain, misal seseorang menyampaikan pendapat tentang dagangan si
penjual itu, trs kita tergiur gt, akhirnya kita mau beli juga
Riska Maulna 191410137 (Menaggapi/Bertanya)
Kalo pelayanan secara pribadi itu termasuk juga ga ya?
Adrian Bayu Rosandy 191410148 (Menanggapi)
Iya itu juga termasuk riska karena itu kan termasuk dalam kenyaman konsumen pada saat membeli
produk kita riska
Nama : Fahruroji
Nim : 191410129
Pertanyaan ke-2
Apa sih hambatan pengusaha ketika ingin melakukan transformasi bauran pemasaran dari bentuk
P ke C?
Jawaban Kelompok
Hambatan Pengusaha ketika ingin melakukan bauran pemasaran dari bentuk p ke c yaitu kan pada
saat bentu p itu penguhasa hanya memikirinkan internalnya bisnis saja konsumen itu dianggap
288
pasif oleh pebisnis sedangkan pada bentuk c itu pengusaha juga harus memikirkan konsumen
bagimana konsumen itu nyaman dengan kita bagaimana kita bisa berkomonikasi dengan
konsumen.
Hofifatuttarwiyah 191410135 (Menabahkan)
izin menambahkan, jadi hambatan dalam transformasi bauran pemasaran dari P ke C itu
diantaranya pihak pengusaha akan sedikit lebih sulit dalam menentukan cost karena dalam bentuk
C ini lebih dominan dilihat dari sudut pandang konsumen, contohnya setiap konsumen pasti
menginginkan produk yang memuaskan baik dari segi harga dan kualitas. Maka dari itu, itu akan
menjadi hambatan bagi pengusaha dalam hal pembiayaan untuk menciptakan produk dengan harga
yang rendah dan kualitas yang tinggi yang sesuai dengan keinginan konsumen
Nama : Fitrotul Atiyah
Nim : 191410126
Pertanyaan ke-3
Izin bertanya, salah satu yang mencakup biaya non moneter itu kan upaya-upaya bersifat fisik, nah
maksud dari biaya upaya-upaya fisik tersebut apa?
Jawaban Kelompok
Upaya upaya fisik yang dimaksud di makalah itu seperti bahan baku biaya produksi kan disaat
menentukan harga dari suatu barang kita harus memperhitungkan harga bahan baku biaya produksi
agar pada saat kita menentukan harga kita tuh tidak merugi
Fitratul Atiyah 191410126 ( Menaggapi)
Jadi yang dimaksud upaya-upaya bersifat fisik itu seperti bahan baku gitu yaa, nah selain bahan
baku ada lagi tidak mi?
Adrian Bayu Rosandy 191410148 (Menaggapi)
Ada tia biaya produksi juga masuk tia kareana itu juga harus diperhitungkan ketika menentukan
harga
289
Aulia Rachmadani 191410122 ( Menambahkan)
Izin menambahkan, ada juga biaya tenaga kerja, dimana tenaga kerja tersebut akan mengeluarkan
upaya/usaha fisik pada proses produksi.
Nama : Siti Kuniasih
Nim : 191410125
Pertanyaan ke-4
Izin bertanya bagaimana cara meningkatkan Credibility suatu perusahaan yang nama
perusahaanya sudah tercoreng?
Jawaban Kelompok
Untuk memperbaikin nama baik perusahaan yang sudah tercoreng namanya ada 4 hal yang
harus di lakukan yaitu:
1. Akui kesalahan Anda
Jika reputasi buruk yang Anda terima merupakan buah dari kinerja Anda, akuilah bahwa Anda
telah melakukan kesalahan. Jika memang perusahaan salah dalam hal penyediaan produk,
mengakui bahwa produk tersebut mengalami sedikit masalah. Tariklah produk tersebut dan
gantilah dengan produk baru yang lebih baik. Mengakui kesalahan bukan hanya dengan kata maaf,
karena kata maaf tidak berarti bagi pelanggan yang sudah dikecewakan.
2. Terima kritik dengan baik dan jadikan kritikan tersebut sebagai bagian dalam berbenah
Belajar dari pengalaman perusahaan-perusahaan yang tidak dapat menerima kritikan, bagaimana
nasib mereka saat ini, apakah semakin tumbuh atau justru sebaliknya. Kami yakin mereka yang
memiliki banyak pesaing dan tidak berbenah setelah mendapat reputasi buruk, bisnisnya akan
semakin menyusut. Hasil keuntungan menurun, pelanggan pun semakin menurun. Untuk itu,
jadikanlah kritikan sebagai waktu yang tepat untuk Anda berbenah dan memperbaiki semua
kesalahan. Karena pelanggan tidak membutuhkan perusahaan yang tidak dapat melayani mereka
dengan baik.
290
3. Lakukan klarifikasi saat ada masukan negatif dan tidak relevan dengan keadaan sebenarnya
Era modern seperti saat ini, sangat mudah untuk merusak perusahaan lain. Salah satunya adalah
dengan membuat berita-berita negatif palsu atau “hoax” untuk menjatuhkan kompetitor. Jika Anda
menemukan kejadian seperti ini, lakukan klarifikasi bahwa apa yang telah disebarkan di media
sosial itu tidak benar, buktikan kejadian sebenarnya, jangan Anda kurangi atau Anda tambah.
4. Rebranding
Ketika Anda sudah tidak mampu lagi memperbaiki reputasi merek, lakukan rebranding. Ubah
sebagian besar dari produk Anda dengan produk baru. Pastikan semua yang Anda lakukan adalah
benar-benar baru dan tidak ada lagi kesalahan serupa pada brand baru Anda ini.
Sarah Yuliniar Fadmanagara 191410124 (Menambahkan)
Saat reputasi sudah tercemar, salah satu cara yang bisa perusahaan lakukan adalah dengan
memperbaiki hubungan dengan customer serta menambah interaksi positif dengan customer.
Lakukan pengecekan akan bagaimana pengalaman yang mereka dapatkan setelah mencoba produk
atau jasa perusahaan sebagai jembatan komunikasi dan tabungan review positif bagi brand
perusahaan. Customer juga akan merasa dihargai dan didengarkan sehingga nyaman untuk
berbelanja kembali. Semakin banyak review positif yang perusahaan kumpulkan, semakin
terlupakan reputasi peruasahaan yang sempat tercemar.
Jadi intinya, fokus dalam hal mengubur review yang bernada negatif dengan tindakan terukur yang
sudah perusahaan rencanakan, seperti mengeluarkan press release dan menambah lebih banyak
lagi berita bernada positif di berbagai media massa yang bisa diakses oleh calon customer.
Perusahaan juga harus tetap rutin mengupdate konten sebagai usaha inbound marketing serta
sebagai pembalik keadaan negatif dari reputasi perusahaan menjadi lebih baik dan lebih terjangkau
publik lewat SEO.
Reputasi negatif yang tidak segera ditangani akan berakibat buruk bagi kelangsungan brand dan
bisnis yang perusahaan wakili di jangka panjang, jadi harus senantiasa selalu waspada.
Siti Kurniasih 191410125 (Menanggapi)
291
Nah untuk poin yang ke 4 itu kan ada rebranding tapi terkadang kan sulit untuk memulai dengan
produk baru apalagi untuk pemasarannya pun akan bgitu rumit,,nah bagaimana pendapat pemateri
terkait hal ini?
Adrian Bayu Rosandy 191410148 (Menaggapi)
Memang prosesnya sedikit rumit kita harus gencar gencarnya promosi lagi dengan nama produk
yang baru tetapi kalu itu untuk instan semua butuh proses nia
Silmi Kafah 191410133 (Menanggapi)
Pertamanya tentu kita ada planning, udah itu kita susun planing tersebut, terus jalankan planing,
dan apabila tidak sesuai dengan rencana, maka kita adakan evaluasi, dan untuk selanjutnya terus
menerus seperti itu agar planing kita berhasil, karna yaa man jadda wa jadda
Siti Kurniasih 191410125 (Menanggapi)
Iya betul harus butuh kesabarannya kan ya intinya tuh dalam proses pemasarannya,, gk mesti harus
instan,,mungkin ada trik tertentu supaya memulai produk baru namun dapat dengan mudah d
terima oleh konsumen itu bagaimana caranya?
Adrian Bayu rosandy 191410148 (Menaggapi)
Triknya sih kita harus sering-sering melakukan promosi kaya misalkan mempromosikan produk
kita dimedia sosial terus menentukan harga sesuai dengan kualitas kaya gitu sih menurut bayu mah
nia
Rustam Nawawi 191410143 ( Menabahkan)
Izin menambahkan, jawaban bayu, satu hal lain yang tidak kalah penting yaitu perusahaan harus
tetap percaya diri, Meski nama baik perusahaan tercemar, tetaplah percaya diri bahwa kamu bisa
mengatasi ini dan memperbaikinya menjadi lebih baik. Rasa percaya diri ini penting untuk melatih
mental karena akan ada banyak kritikan yang tidak mengenakkan hati. Maka, ambillah sisi
positifnya untuk membangun perusahaan dan meningkatkan kualitas produk.
292
Kamu tidak harus melakukan langkah-langkah di atas sendirian. Bangun teamwork yang kuat dan
latih mental agar tidak terpengaruh oleh kritikan buruk yang tidak membangun, begitu cara
memperbaiki reputasi buruk perusahaan yang benar.
Siti Kurniasih 191410125 (Menanggapi)
Berarti perusahaan gk perlu mengganti produk ya?cukup memperbaiki diri aja?
Sarah Yuliniar Fadmanagara 191410124 (Menanggapi)
Iyaa bisaaa....salah satunya dengan mempeebaiki hubungan dengan costumer serta menambah
interaksi positif, jadi banyak2in ngumpulin review positif dari konsumen lambat laun reputasi juga
jadi membaik
Rustam Nawawi 191410143 ( Menabahkan)
Ya kalo dirasa memang produk itu masih bisa dikembangkan apa salahnya dari pada harus
mengganti produk tersebut
Silmi Kafah 191410133 (Menanggapi)
Nah bener bgt tuh, karna akan lebih mudah memperbaiki daripada memulai yang baru
Siti Kurniasih 191410125 (Menanggapi)
Kira2 untuk prosesnya itu akan menghabiskan waktu yang lama gk?
Silmi Kafah 191410133 (Menanggapi)
Namanya memperbaiki itu pasti butuh waktu nia, gabisa instant segimana maunya kita
Sarah Yuliniar Fadmanagara 191410124 (Menambahkan)
Tergantung sih, ya namanya memperbaiki nama baik produk yg sudah tercoreng pasti
membutuhkan usaha yang lebih dari sebelumnya untuk memperbaiki nama baiknya...pastinya
memerlukan waktu yg relatif lama.
Nama : Aulia Rachmadani
Nim : 191410122
293
Pertanyaan Ke-5
Di dalam makalah kan terdapat 10 standar pelayanan yang baik, salah satunya responsiveness,
yaitu keinginan dan kesiapan staf dalam memberikan pelayanan. Pertanyaan nya jika dalam suatu
perusahaan besar terdapat pelayan yang seperti tidak siap untuk melayani customer, pdahal ketika
rekrutmen pelayan tersebut sudah memenuhi kriteria rensponsiveness. Bagaimana tanggapannya
dengan kasus seperti itu?
Jawban Kelompok
1. Jelaskan Visi dan Misi Perusahaan
Jelaskan kembali kepada karyawan kamu yang malas itu tentang visi dan misi perusahaan atau
bisnis kamu secara detail. Pastikan mereka mengerti dan memahami visi dan misi tersebut.
2. Bangun Kepercayaan
Rasa saling percaya akan membuat hubungan pertemanan, asmara hingga pekerjaan menjadi lebih
kuat dan solid. Jangan abaikan hal ini. Karena itu, jika kamu seorang atasan maka berikan
kepercayaan penuh kepada karyawan.
Dengan memberikan kepercayaan kepada karyawan akan menciptkan situasi kerja yang nyaman
dan tidak ada saling curiga. Bahkan, karyawan yang malas akan lebih terbuka kepada atasannya.
3. Beri Perhatian
Selain membangun kepercayaan, kamu juga wajib untuk memberikan perhatian kepada karyawan
dengan tulus juga, jangan memberikan perhatian ketika kamu sangat membutuhkan mereka saja.
Kamu bisa mendatangi meja mereka untuk bertanya bagaimana pekerjaan mereka, kondisi
keluarga dan lain-lain.
Biasanya dengan mampir ke meja karyawan, mereka akan merasa kamu punya perhatian dan
akhirnya akan terpacu untuk rajin.
4. Perlakukan Karyawan sebagai Manusia
Perlakukanlah karyawan kamu dengan cara baik. Ingat mereka itu bukan robot, mereka juga
manusia seperti kamu, yang memiliki emosi, rasa lelah, lapar dan keluarga.
294
Jadi, jangan memberikan pekerjaan atau beban melebihi kemampuan atau terlalu menekan mereka
demi mencapai target tanpa memperhatikan hak dan kemampuan karyawan.
Perlakukan semua karyawanmu sebagai manusia dan bersikaplah adil agar kondisi pekerjaan
menjadi menyenangkan dan kondusif.
5. Berikan Kesempatan Tingkatkan Karir
Berikanlah kesempatan kepada karyawan kamu untuk meningkatkan karir, dengan membuat
program pelatihan guna meningkatkan kemampuannya. Dengan cara ini, karyawanmu yang malas
bisa lebih semangat ketika diberikan pelatihan dan akan berimbas pada hasil kerjanya.
6. Sediakan Waktu Refreshing
Sebagai manusia, karyawanmu tentu saja juga akan mengalami rasa jenuh. Rasa jenuh yang sudah
terakumulasi hebat akan membuat semangat kerjanya menjadi drop.
Nah, untuk mengembalikan semangatnya, kamu selaiknya memberikan waktu bagi mereka untuk
refreshing. Caranya, bisa dengan memberikan kebebasan mereka melakukan pekerjaannya asal
tetap menjalankan tugasnya dengan baik atau buatlah gathering atau wisata bersama dengan
karyawan kamu ke suatu tempat di akhir pekan atau hari yang kamu liburkan untuk menghilangkan
penat bekerja sekaligus mendekatkan hubungan kalian.
7. Apresiasi Kinerja
Jika karyawanmu sudah melakukan kerja dengan baik atau lebih baik dari yang kamu harapkan,
apresiasi usaha mereka. Karyawan yang tidak pernah mendapat apresiasi dari atasannya akan
merasa tidak dihargai.
Jadi, sekarang mulailah memberi apresiasi yang pantas untuk karyawan kamu, terutama bagi
mereka yang berprestasi. Misalnya, dengan hal-hal sederhana saja, seperti mengatakan terima
kasih atau memberikan hadiah kecil, seperti buku atau makanan.
Oh ya, kamu juga bisa memberikan bonus, insentif atau kenaikan gaji atau tunjangan hingga
promosi jabatan.
8. Tegur dengan Cara Menyenangkan
295
Hemmm… Kalau karyawan kamu malas bekerja, jangan takut menegurnya karena jika kamu cuek
dan melakukan pembiaran maka jangan berharap karyawanmu akan berubah. Tapi ingat,
sebaiknya kamu menegur dengan hati-hati dan cara yang menyenangkan.
Misalnya kamu bisa menegurnya tidak di depan karyawan lain dan lakukan dengan cara yang
santai dan sambil bercanda atau dengan mengajaknya makan bersama.
Bila kamu menegur dengan cara yang buruk, seperti membentaknya atau di depan karyawan lain
maka akibatnya akan makin buruk. Bisa jadi, karyawanmu malah membencimu dan makin malas.
Aulia Rachmadani 191410122 (Menanggapi)
Lalu jika tetap seperti itu bagaimana? Bukan kah itu akan berpengaruh terhadap kepuasan
konsumen?
Simi Kafah 191410133(menaggapi)
Mungkin alangkah baiknya di resign agar menjaga nama baik perusahaan , karna masih banyak
orang lainnya yang ingin ikut berkontribusi dalam perusahaan
Adrian Bayu Rosandy 191410149 (Menaggapi)
Kalu menurut bayu lakukan pendekatan dengan karyawan tersebut terus tegurlah dengan cara
halus dahulu pasti karyawan itu pun akan malu jika ditegur mah
Aulia Rachmadani 191410122 (Menanggapi)
Izin bertanyaa lagii hehe, kalau misal kita diposisi sebagai konsumen terus menemukan staff yang
seperti itu tanggapan kita harus bagaimana?
Adrian Bayu Rosandy 191410148 (Menanggapi)
izin menjawab yah ul, kan konsumen pengen pelayanan terbaik dari perusahaan itu jika ada staff
perusahan yang seperti itu otomatis konsumen tidak akan membeli produk itu ul
Silmi Kafah 191410133 (Menanggapi)
Menurut silmi, kita harus nanggapin secara baik-baik ajaa, dalam artian tidak kebawa emosi, agar
tidak ada orang yang tersinggung dan tidak ada keributan, karna jika kita nanggepin dengan emosi,
maka tidak akan ada jalan keluar
296
Rustam Nawawi 191410143 (menambahkan)
Mungkin bisa langsung dilaporkan ke pihak perusahaan, biasanya perusahaan- perusahaan besar
ada staf khusus yang mengawasi kinerja setiap karyawan
297
KESIMPULAN DISKUSI
Faktor yang paling mempengaruhi loyalitas konsumen itu adalah harga dari produk itu,
karena ketika harganya murah kualitasnya bagus maka konsumen pun akan loyal kepada pedagang
itu dan sebaliknya jika harga produknya itu mahal tapi kualitasnya buruk maka konsumen pun
tidak akan membeli barang itu lagi kepada pedagang itu, maka dari itu jika kita ingin menjual suatu
produk maka kita tentukan harganya sesuai dengan kualitas barang itu.
Hambatan Pengusaha ketika ingin melakukan bauran pemasaran dari bentuk p ke c yaitu
kan pada saat bentu p itu penguhasa hanya memikirinkan internalnya bisnis saja konsumen itu
dianggap pasif oleh pebisnis sedangkan pada bentuk c itu pengusaha juga harus memikirkan
konsumen bagimana konsumen itu nyaman dengan kita bagaimana kita bisa berkomonikasi
dengan konsumen.
Upaya upaya fisik yang dimaksud di makalah itu seperti bahan baku biaya produksi kan disaat
menentukan harga dari suatu barang kita harus memperhitungkan harga bahan baku biaya produksi
agar pada saat kita menentukan harga kita tuh tidak merugi. iaya biaya yang bersifat fisik itu biaya
yang terlihat secara langsung
Ada 4 langkah dalam memperbaiki nama perusahanakui kesalahan, terima kritik dengan
baik dan jaduikan sebagai bahan pelajaran, klarifikasi apabila ada pendapat negatif terhadap
perusahaan kita dan yang terakhir adalah Rebranding, dalam memperbaikin nama perusahaan yang
tercoreng kita harus sabar
Cara mengahdapi karyawan yang tidak melaksnakan tugasnya dengan baik kepada
konsumen adalah Jelaskan Visi dan Misi Perusahaan,Bangun Kepercayaan,Beri
Perhatian,Perlakukan Karyawan sebagai Manusia,Berikan Kesempatan Tingkatkan
Karir,Sediakan Waktu Refreshing,Apresiasi Kinerja,Tegur dengan Cara Menyenangkan.
298
299