Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Kata Pengantar i Kata Pengantar Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah menganugerahkan banyak nikmat sehingga penulis dapat menyusun Modul pengayaan kimia kelas X kurikulum merdeka. Modul pengayaan ini berisi pendalaman tentang uraian dan latihan soal mengenai materi kimia kelas X kurikulum merdeka. Modul pengayaan ini penulis susun secara cepat dan tepat dengan bantuan dan dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu penulis sampaikan terima kasih atas waktu, tenaga dan pikirannya kepada setiap orang yang telah membantu penulis menyelesaikan modul pengayaan ini. Modul pengayaan ini dibuat sebagai buku pendamping pembelajaran agar lebih efektif dan efisien. Selain itu juga, modul pengayaan ini diharapkan dapar memberikan kemudahan bagi semua pihak yang ingin mempelajari materi kimia kelas X kurikulum merdeka. Modul pengayaan ini diharapkan dapat meningkatkan serta memotivasi siswa untuk selalu bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam belajar. Penulis menyadari bahwa penulisan modul pengayaan ini jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharap segala kritik dan saran yang membangun dan dapat menjadikan modul pengayaan ini jauh lebih baik lagi. Penulis mohon maaf setulus-tulusnya atas kesalahan maupun kekurangan dalam penyusunan modul ini. Garut, 19 Mei 2023 Safarudin Ali Topan
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Daftar Isi ii Daftar Isi Kata Pengantar.........................................................................................................................................................i BAB I.............................................................................................................................................................................1 HAKIKAT ILMU KIMIA.........................................................................................................................................1 Materi I (Perubahan Kimia dan Perubahan Fisika)..........................................................................1 Materi II (Keselamatan Kerja di Laboratorium).............................................................................12 Materi III (Laporan Ilmiah).......................................................................................................................27 BAB II........................................................................................................................................................................38 STRUKTUR ATOM...............................................................................................................................................38 Materi I (Perkembangan Teori Atom)..................................................................................................38 Materi II (Konfigurasi Elektron).............................................................................................................52 Materi III (Konfigurasi Elektron Dan Keperiodikan Unsur)......................................................64 BAB III ......................................................................................................................................................................72 SIFAT PERIODIK UNSUR .................................................................................................................................72 Materi I (Bagaimana Sifatku Dalam Sistem Periodik?)................................................................72 Materi II (Mengapa Sifat Logamku Lebih kuat?).............................................................................85 BAB IV.......................................................................................................................................................................93 IKATAN KIMIA .....................................................................................................................................................93 Materi I (Atom dan Kehidupan Sosialnya (Molekul))...................................................................93 BAB V.....................................................................................................................................................................108 PERSAMAAN KIMIA........................................................................................................................................108 Materi I (Hidup Itu Dinamis, Selalu Ada Perubahan Di Awal Dan Di Akhir)..................108 BAB VI....................................................................................................................................................................124 HUKUM DASAR KIMIA ..................................................................................................................................124 (Materi I Kayu terbakar menjadi apa?) ............................................................................................124
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Daftar Isi iii BAB VII..................................................................................................................................................................140 STOKIOMETRI...................................................................................................................................................140 Materi I (Seberapa Banyak 1 Mol Itu?).............................................................................................140 Materi II (Harus Akurat Agar Efisien...)............................................................................................155 Daftar Pustaka...................................................................................................................................................180
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Hakikat Ilmu Kimia - 1 Perubahan Kimia dan Perubahan Fisika BAB I HAKIKAT ILMU KIMIA Materi I (Perubahan Kimia dan Perubahan Fisika) Tujuan Pembelajaran 10.1. Menganalisis karakteristik perubahan fisika dan kimia 10.2 Mengamati perubahan kimia sederhana yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari seperti proses memasak, fermentasi, terjadinya karat dan lain-lain. 10.3 Menjelaskan konsep kimia yang terjadi dalam perubahan kimia sehari-hari dalam contoh di atas. Elemen CP yang dituju : - Pemahaman Sains - Keterampilan Proses Tujuan Pembelajaran yang menjadi prasyarat bagi kegiatan dalam modul ini. Memahami perbedaan perubahan kimia dan perubahan fisika dalam kehidupan sehari – hari dan melakukan percobaannya lalu dapat mengkomunikasikannya dalam bentuk lisan atau tulisan PERUBAHAN KIMIA DAN PERUBAHAN FISIKA
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Hakikat Ilmu Kimia - 2 Perubahan Kimia dan Perubahan Fisika Persiapan pembelajaran 1. Membaca materi tentang perubahan materi. 2. Menyiapkan alat dan bahan. 3. Menyiapkan lembar kerja (mengambil dari lampiran perangkat ini dan menyesuaikan dengan kebutuhan di tempat mengajar) Video yang mendukung: (Bila tidak bisa dibuka bisa mencari dengan video lain yang sejenis) Perubahan kimia dan perubahan fisika (dalam bahasa Inggris) : https://www.youtube.com/watch?v=x49BtB5dOwg Perubahan kimia dan perubahan fisika (dalam bahasa Indonesia) : https://www.youtube.com/watch?v=iBdAiI5nwKc Eksperimen perubahan fisika dan kimia (dalam bahasa Inggris) : http://youtube.com/watch?v=gCbqjs-pqJo Ppt hakikat ilmu kimia : https://s.id/CnMHZ . Video ciri-ciri reaksi kimia : https://www.youtube.com/watch?v=t2WjQMsluDM Ppt ciri-ciri reaksi kimia : https://s.id/ChKpbs Pertanyaan Pemantik: 1. Apakah perbedaan perubahan fisika dan perubahan kimia? 2. Hal-hal apa saja yang bisa kita temui dalam kehidupan sehari-hari yang tergolong dalam perubahan fisika, jelaskan ? 3. Hal-hal apa saja yang bisa kita temui dalam kehidupan sehari-hari yang tergolong dalam perubahan kimia, jelaskan ? 4. Konsep kimia apa yang kamu temukan dalam perubahan kimia yang kamu temukan? Apakah pengetahuan latar yang perlu dimiliki siswa sebelum mempelajari topik ini? Siswa sudah mampu menyebutkan wujud materi yang berupa padat, cair dan gas serta sifat-sifat fisika dan sifat-sifat kimia. Profil pembelajar Pancasila : bernalar kritis, mandiri, kreatif.
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Hakikat Ilmu Kimia - 3 Perubahan Kimia dan Perubahan Fisika Materi RUANG LINGKUP KIMIA llmu kimia dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang susunan, struktur, sifat, perubahan materi serta enaergi yang menyertai perubahan tersebut. MATERI adalah segala sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa. Sifat – sifat materi Sifat fisis adalah sifat yang tidak memengaruhi perubahan komposisi kimia suatu zat oleh adanya perubahan wujud/keadaan zat. Contohnya : titik didih, titik leleh, daya hantar listrik, kelarutan. Sifat kimia adalah sifat yang ditunjukkan oleh suatu zat ketika zat tersebut mengalami perubahan menjadi zat lain melalui reaksi kimia. Contohnya : mudah terbakar, berkarat, mudah meledak dan beracun . Perubahan materi dapat digolongkan menjadi 2, yaitu : 1. Perubahan fisika adalah perubahan zat yang tidak disertai terbentuknya zat baru, tetapi hanya merupakan perubahan wujud semata. Contoh : bensin menguap, air menjadi es, emas melebur. 2. Perubahan kimia adalah perubahan zat yang disertai terbentuknya zat baru. Contoh : kertas dibakar, petasan meledak, besi berkarat. Ciri reaksi kimia Reaksi kimia adalah istilah lain dari perubahan kimia. Pada reaksi kimia selalu terjadi perubahan dari zat asal menjdi zat baru. Zat asal disebut zat pereaksi/reaktan, sedangkan zat baru disebut dengan hasil reaksi/produk. Secara umum, persamaan reaksi kimia dapat ditulis sebagai berikut : Zat pereaksi/reaktan → hasil reaksi/produk Ada 4 hal yang menjadi ciri terjadinya reaksi kimia, yaitu ; 1. Terjadinya perubahan warna. Misal, kertas yang semula putih jadi hitam setelah dibakar. 2. Terjadinya perubahan suhu. Misalkan untuk pembakaran, itu pasti ada perubahan suhu yang dirasakan . 3. Terbentuknya gas. Banyak reaksi kimia yang menghasilkan gas, untuk pembakaran saja ada gas CO2 atau karbondioksida yang dihasilkan. 4. Terbentuknya endapan. Endapan terjadi gara-gara suatu zat tidak bisa larut lagi. Jadi endapan terjadi jika larutan tersebut berada dalam keadaan jenuh. Dan endapan menunjukkan adanya reaksi kimia.
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Hakikat Ilmu Kimia - 4 Perubahan Kimia dan Perubahan Fisika Contoh Perubahan Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari Banyak sekali perubahan kimia yang terjadi di alam ini. Setiap makhluk mengalaminya setiap saat. Dari mulai proses pencernaan, pernafasan bahkan reproduksi. Besi yang berkarat, kayu yang terbakar, nasi yang basi, dan buah yang matang . Motor bisa jalan karena ada reaksi kimia dari pembakaran bensin, jam dinding tak lelah berputar selama baterainya masih ada. Obat maag yang mengandung magnesium hidroksida dapat menetralkan asam klorida yang diproduksi lambung. Berikut adalah beberapa contoh perubahan kimia : Kayu terbakar Besi berkarat Makanan membusuk Susu menjadi asam Petasan yang meledak Nasi yang basi Penguraian sampah Susu diubah menjadi keju Kedelai menjadi tempe Pelapukan kayu
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Hakikat Ilmu Kimia - 5 Perubahan Kimia dan Perubahan Fisika LKPD-1 Tujuan Pembelajaran : Menganalisis karakteristik perubahan fisika dan kimia 1. LENGKAPI TABEL BERIKUT INI ! NO PERISTIWA JENIS PERUBAHAN FISIKA KIMIA 1 Kayu terbakar. 2 Susu menjadi asam. 3 Es batu yang mencair menjadi air 4 Besi berkarat 5 Susu diubah menjadi keju. 6 Proses pembusukan pada buah apel 7 Biji kopi digiling jadi serbuk kopi 8 Penguraian sampah. 9 Kapur barus yang menyublim menjadi benda gas 10 Nasi yang basi. 11 Pakaian yang mengering setelah dijemur 12 Gula dilarutkan menjadi air gula 13 Besi dan logam yang dipanaskan 14 Air raksa yang menguap 15 Ledakan pada petasan atau kembang api 2. Setelah menyimak materi hari ini, sebutkan minimal 3 ciri-ciri perubahan fisika dan 3 ciri-ciri perubahan kimia : Ciri - ciri perubahan fisika : 1. 2. 3. Ciri – ciri perubahan kimia 1. 2. 3.
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Hakikat Ilmu Kimia - 6 Perubahan Kimia dan Perubahan Fisika LKPD-2 Tujuan Pembelajaran : Menjelaskan konsep kimia yang terjadi dalam perubahan kimia sehari-hari LENGKAPI TABEL BERIKUT INI ! NO PERUBAHAN KIMIA KONSEP KIMIA YANG TERJADI 1 Kayu terbakar. 2 Susu menjadi asam. 3 Ledakan pada petasan atau kembang api 4 Besi berkarat 5 Susu diubah menjadi keju. 6 Proses pembusukan pada buah apel 7 Penguraian sampah. 8 Nasi yang basi.
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Hakikat Ilmu Kimia - 7 Perubahan Kimia dan Perubahan Fisika REKOMENDASI BACAAN Sumber bacaan bisa dari buku referensi baik cetak maupun BSE, atau dari internet misalnya untuk memperkaya pengetahuan guru dan siswa tentang tema atau materi pembelajaran, seperti link: https://gurubelajarku.com/perubahan-fisika/ https://www.coursehero.com/file/92537244/11405-23888-1-SMpdf/ Senyawa besi(II)sulfide, FeS, dapat terbentuk dari penggabungan unsur besi dengan belerang melalui proses seperti pada gambar berikut Besi (Fe) Belerang (S) Besi Sulfida (FeS), warna hitam a. Fakta apa yang menunjukkan bahwa proses diatas trjadi melalui perubahan kimia? b. Apakah besi(II) sulfida dapat diubah menjadi besi dan belerang? Solusi: a. Fakta terjadinya perubahan kimia dari reaksi antara besi dengan belerang membentuk besi(II) sulfida adalah : - Serbuk belerang (S) berwarna kuning berubah menjadi senyawa besi(II) sulfida berwarna hitam - Besi (abu-abu agak mengkilap dan keras) berubah menjadi senyawa besi(II) sulfide (hitam kenyal) - Besi dan belerang dalam besi(II) sulfida tidak dapat dipisahkan dengan magnet - Terjadi perubahan komposisi kimia dari unsur-unsur (belerang dan besi) menjadi senyawa besi(II) sulfida b. Besi(II) sulfida hanya dapat diubah kembali menjadi besi dan belerang melalui reaksi kimia dengan proses yang rumit . Panas SOAL PENGAYAAN
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Hakikat Ilmu Kimia - 8 Perubahan Kimia dan Perubahan Fisika Perubahan Fisika dan Kimia Perubahan Fisika Saat melihat lilin, apa yang kamu pikirkan? Pembakaran? Atau perubahan? Sejatinya, kamu bisa melihat adanya perubahan pada lilin yang menyala. Perubahan yang dimaksud bisa dikategorikan menjadi dua, yaitu perubahan fisika pada tubuh lilin itu sendiri dan perubahan kimia pada sumbunya. Perubahan fisika adalah perubahan yang tidak menghasilkan materi atau zat baru. Artinya, hanya bentuk fisik atau wujud zat yang berubah. Meskipun bentuk fisik dan wujud zat berubah, tetapi sifat-sifat fisika zat tetap. Itulah mengapa perubahan fisika hanya bersifat sementara. REMEDIAL Jika dari hasil evaluasi masih terdapat siswa yang belum memenuhi standar minimal, maka guru melaksanakan kegiatan remedial. Kegiatan ini diawali dengan remedial teaching , yaitu guru memberikan pengulangan untuk materi-materi yang CP nya belum tercapai. Contoh soal remedial Perubahan Fisika Kimia Penjelasan Keju meleleh Kayu terbakar Susu basi Kertas dipotongpotong Sepeda berkarat MATERI UNTUK SISWA YANG KESULITAN BELAJAR
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Hakikat Ilmu Kimia - 9 Perubahan Kimia dan Perubahan Fisika Perubahan fisika terjadi karena beberapa keadaan berikut : 1. Perubahan fisika karena perubahan wujud Perubahan fisika karena perubahan wujud bisa disebabkan oleh pemanasan. Namun demikian, wujud zat bisa dikembalikan ke bentuk semula, contoh es yang dibiarkan di suhu ruang semakin lama akan mencair. 2. Perubahan fisika karena perubahan bentuk Perubahan ini bisa disebabkan oleh pemotongan dan peremasan, contohnya kayu dipotong menjadi kursi. 3. Perubahan fisika karena perubahan ukuran Contoh perubahan akibat perubahan ukuran ini bisa kamu lihat pada proses penggilingan jagung. 4. Perubahan fisika karena perubahan volume Perubahan volume bisa terjadi karena pengaruh suhu, contohnya raksa akan memuai saat menyentuh benda bersuhu tinggi. 5. Perubahan fisika karena perubahan bentuk energi Perubahan fisika karena perubahan bentuk energi bisa kamu lihat pada proses berputarnya kipas angin atau panasnya lampu setelah dinyalakan. Perubahan energi listrik yang terjadi pada kipas maupun lampu tidak mengubah sifat fisika dan kimianya. 6. Perubahan fisika karena pelarutan Saat kamu melarutkan suatu senyawa seperti garam, sebenarnya kamu hanya mengubah bentuk garam tersebut dari butiran menjadi partikel larutan. Contoh Perubahan Fisika 1. Kertas yang diremas 2. Beras yang ditumbuk menjadi tepung 3. Gula dilarutkan ke dalam air Saat kamu meremas kertas, sifat-sifat fisika dan kimia yang ada pada kertas tidak berubah. Kertas hanya mengalami perubahan bentuk. Pada peristiwa tersebut, beras hanya mengalami perubahan bentuk dari butiran menjadi bubuk. Oleh karena tidak melibatkan reaksi secara kimiawi, jelas bahwa sifat fisika maupun kimia beras tidak berubah. Saat kalian melarutkan gula ke dalam air, sebenarnya gula hanya berubah bentuk dari butiran menjadi partikel larutan. Namun demikian, gula masih bisa dibentuk kembali melalui beberapa tahapan dengan bantuan alat tertentu.
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Hakikat Ilmu Kimia - 10 Perubahan Kimia dan Perubahan Fisika Perubahan Kimia Perubahan kimia adalah perubahan yang menyebabkan terbentuknya materi/zat baru. Sifat zat yang baru berbeda dengan sifat zat sebelumnya. Artinya, jika suatu zat mengalami perubahan kimia, zat tersebut tidak dapat kembali ke keadaan semula. Pada prinsipnya, perubahan kimia terjadi karena keadaan berikut. 1. Perubahan kimia karena pembakaran Pembakaran adalah reaksi oksidasi di mana terjadi reaksi antara suatu zat dengan oksigen. Jika suatu zat mengalami pembakaran, sudah pasti zat tersebut mengalami perubahan struktur secara kimiawi, contohnya kayu dibakar menjadi arang. 2. Perubahan kimia karena korosi/perkaratan Peristiwa oksidasi lainnya adalah korosi/perkaratan. Pada proses ini, logam akan bereaksi dengan oksigen dan air. 3. Perubahan kimia karena pembusukan Pembusukan yang terjadi pada makanan atau zat lain disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme. Dengan demikian, makanan atau zat yang sudah mengalami pembusukan tidak bisa kembali ke keadaan awalnya. Contoh Perubahan Kimia Adapun contoh perubahan kimia yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut. 1. Terbakarnya sumbu lilin 2. Kertas yang dibakar 3 Makanan basi Saat kalian menyalakan lilin, bagian yang berperan sebagai tempat melekatnya api adalah sumbu. Artinya, sumbu lilin mengalami pembakaran yang menyebabkan terbentuknya zat baru berupa arang berwarna hitam. Kertas yang dibakar merupakan salah satu contoh perubahan kimia karena hasil pembakarannya memiliki sifat yang berbeda dengan aslinya. Makanan bisa basi karena pengaruh aktivitas organisme. Hal itu menyebabkan terbentuknya bau yang tidak sedap dan perubahan bentuk pada makanan.
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Hakikat Ilmu Kimia - 11 Perubahan Kimia dan Perubahan Fisika (Diadopsi dari : https://www.quipper.com/id/blog/mapel/kimia/kupas-tuntas-perubahanfisika-dan-kimia/#Perubahan_Fisika) DAFTAR PUSTAKA Buku Kimia kelas X, watoni Haris dan Dini K, Yrama Widya, Bandung 2014 BSE : https://s.id/CkWkg Modul pembelajaran kimia SMA : https://s.id/CkW6p GLOSARIUM Perubahan fisika : perubahan yang tidak disertai dengan perubahan komposisi kimia dari komponen – komponen penyusunnya Perubahan kimia : perubahan yang mengubah zat menjadi zat lain LMS : singkatan dari Learning Management System adalah perangkat lunak yang dirancang untuk membuat, mendistribusikan, dan mengatur penyampaian konten pembelajaran. Contoh LMS Google classroom, Moodle, Schoology.
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Hakikat Ilmu Kimia - 12 Keselamatan Kerja di Laboratorium Materi II (Keselamatan Kerja di Laboratorium) Tujuan Pembelajaran 10.4 Mengidentifikasi dan mendemonstrasikan penggunaan alat-alat laboratorium 10.5 Memahami dan menerapkan keselamatan kerja di laboratorium (penjelasan label bahanbahan kimia, cara pembuangan limbah dan aturan keselamatan selama eksperimen). Elemen CP yang dituju : - Pemahaman Sains - Keterampilan Proses Tujuan Pembelajaran yang menjadi prasyarat bagi kegiatan dalam modul ini. - Mengetahui laboratorium baik pernah praktik di secara langsung atau melihatnya di video - Mengenal alat-alat laboratorium dan fungsinya baik pernah praktik atau membaca di buku referensi/dari internet - Memahami tentang keselamatan kerja di laboratorium Pertanyaan Pemantik: 1. Apakah kalian mengenal / mengetahui laboratorium? Apa saja yang kalian lihat /ketahui tentang laboratorium? 2. Apakah kalian dapat menyebutkan nama-nama alat laboratorium yang kalian ketahui beserta fungsinya? 3. Jika terjadi kecelakaan di laboratorium, apakah yang kalian lakukan? 4. Bila kalian akan masuk laboratorium dan akan melakukakn praktik,hal-hal apa yang harus di perhatikan saat kalian akan memasuki laboratorium? KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Hakikat Ilmu Kimia - 13 Keselamatan Kerja di Laboratorium Persiapan pembelajaran 1. Membaca materi 2. Menyiapkan alat dan bahan 3. Menyiapkan lembar kerja (mengambil dari lampiran perangkat ini dan menyesuaikan dengan kebutuhan) Video youtube (mengenal alat laboratorium) https://www.youtube.com/watch?v=YlYW_37WI0Q Video youtube (mengenal alat laboratorium dalam Bahasa Inggris): http://youtube.com/watch?v=Bp2DI32X4wE Profil pembelajar Pancasila : kreatif, bernalar kritis
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Hakikat Ilmu Kimia - 14 Keselamatan Kerja di Laboratorium TUJUAN : Siswa dapat mengenal nama alat-alat di laboratorium dan bisa menjelaskan fungsi nya Siswa dapat memahami keselamatan kerja di laboratorium 1. Saat bekerja dalam laboratorium, kita selalu menggunakan alat-alat kimia. Datalah alat-alat yang tersedia dilaboratorium pada kolom kemudian tuliskan nama dan fungsinya berdasarkan literatur! NO GAMBAR NAMA ALAT FUNGSI 1. Tabung reaksi Tempat mereaksikan bahan kimia dalam skala kecil 2 Gelas kimia/ gelas beaker 3 LKPD KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM Laboratorium merupakan ruang khusus yang digunakan untuk mempelajari faktafakta empiris melalui percobaan. Dalam kegiatan percobaan digunakan alat-alat yang memerlukan penanganan khusus dan bahan-bahan kimia yang umumnya berbahaya dan beracun. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai laboratorium kimia dan tata tertib laboratorium sangat penting
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Hakikat Ilmu Kimia - 15 Keselamatan Kerja di Laboratorium NO GAMBAR NAMA ALAT FUNGSI 4 alat pengukur cairan 5 6 penyangga wadah berisi cairan saat di panaskan 7 8 pembakar spritus 9 menghaluskan zat padat 10 11 pipet gondok
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Hakikat Ilmu Kimia - 16 Keselamatan Kerja di Laboratorium NO GAMBAR NAMA ALAT FUNGSI 12 13 spatula 14 15 16 17 18 19 20
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Hakikat Ilmu Kimia - 17 Keselamatan Kerja di Laboratorium 2. Hal apa saja yang harus diperhatikan saat akan bekerja di laboratorium? 3.Bagaimana cara penanganan yang harus dilakukan saat terjadi kecelakaan di laboratorium? Bila terjadi kebakaran Bila terkena bahan kimia di kulit Bila terkena bahan kimia di mata 4.Setiap bahan kimia memiliki sifat-sifat tertentu. Jika Anda bekerja dengan bahan kimia, perhatikan simbol-simbol yang biasa terdapat dalam kemasannya. Lengkapi tabel di bawah ini : No Simbol bahan kimia Arti dari simbol Contoh bahan kimia 1 2 Menggunakan alat pengaman diri (jas lab, masker, sarung tangan, googles)
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Hakikat Ilmu Kimia - 18 Keselamatan Kerja di Laboratorium 3 4 5 6 7
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Hakikat Ilmu Kimia - 19 Keselamatan Kerja di Laboratorium 8 TATA TERTIB LABORATORIUM KIMIA DI SEKOLAH 1. Kumpulkan informasi dari berbagai sumber belajar seperti buku dan internet tentang keselamatan kerja dan tata tertib dalam laboratorium terkait: a. Bagaimana isi tata tertib laboratorium kimia di sekolah Anda b. Mengapa isi tata tertib perlu dipatuhi? c. Tata tertib apakah yang masih perlu untuk ditambahkan dan mengapa? d. Bagaimana cara membuang limbah laboratrorium yang benar? 2. Susunlah hasil pengumpulan informasi kelompok Anda dalam bentuk karya tulis maksimum empat halaman ukuran folio ( boleh diketik atau ditulis tangan) TUGAS KELOMPOK : PORTOFOLIO
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Hakikat Ilmu Kimia - 20 Keselamatan Kerja di Laboratorium REKOMENDASI BACAAN Pengolahan limbah : https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/JPM/article/view/116/113 Prosedur pengolahan limbah : https://indonesia.go.id/kategori/kependudukan/1670/prosedurpengumpulan-limbah Simbol bahan kimia : https://www.synergysolusi.com/7-simbol-bahan-kimia-berbahaya.html SOAL PENGAYAAN 1. Siswa mencari informasi melalui studi pustaka tentang urutan ketelitian alat-alat yang ada di laboratorium, misalnya urutan ketelitian alat ukur volume lalu dibuat laporan singkatnya! 2. Lakukan analisis dan tuliskan langkah-langkah yang harus dilakukan jika di dalam laboratorium kimia terjadi kebakaran kecil saat menggunakan pemanas spritus! REMEDIAL Jika dari hasil evaluasi masih terdapat siswa yang belum memenuhi standar minimal, maka guru melaksanakan kegiatan remedial. Kegiatan ini diawali dengan remedial teaching , yaitu guru memberikan pengulangan untuk materi-materi yang CP nya belum tercapai Contoh Soal Remedial: (tes lisan) 1.Tuliskan dan gambarkan 5 nama peralatan laboratorium kimia yang kamu ketahui beserta fungsinya ! 2. Hal apa saja yang harus diperhatikan saat akan bekerja di laboratorium?
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Hakikat Ilmu Kimia - 21 Keselamatan Kerja di Laboratorium PROSEDUR PENGUMPULAN LIMBAH Bahaya dari radionuklida bergantung pada toksisitas terhadap manusia, bentuk fisika dan kimia, dan kemampuannya untuk mencemari lingkungan. Pengelolaan limbah radioaktif dapat dilakukan seluruhnya oleh setiap pemanfaat zat radioaktif atau dikirimkan oleh pemanfaat ke instalasi khusus untuk mengolah dan mengelola limbah radioaktif untuk diolah dan dibuang atau disimpan. Instalasi khusus itu harus mempunyai fasilitas untuk menyimpan dalam jangka lama atau mengubur limbah padat, mempunyai tangki penampung limbah cair yang berkadar rendah dan tangki khusus untuk limbah cair berkadar tinggi. Perlu diingat bahwa bahaya dari radionuklida bergantung pada toksisitas terhadap manusia, bentuk fisika dan kimia, dan kemampuannya untuk mencemarkan lingkungan. Berikut ini adalah tahapannya: 1. Semua tempat penampungan limbah radioaktif harus diberi tanda yang jelas. Pada umumnya penggolongan limbah radioaktif disesuaikan dengan cara pembuangan atau penyimpanan, dan disediakan wadah yang tersendiri untuk setiap cara yang akan digunakan. Bergantung kepada persyaratan instalasi, satu atau lebih kategori tersebut di bawah ini dapat berguna untuk mengklasifikasikan limbah berdasarkan: a. fasa, yaitu padat, cair dan gas b. tinggi rendahnya tingkat radiasi gamma c. tinggi rendahnya aktivitas d. panjang pendeknya waktu-paro e. sifat dapat ditakar atau tidak 2. wadah yang memakai penahan radiasi bila perlu digunakan. 3. kuantitas limbah radioaktif yang dibuang ke sistem pembuangan saluran, atau yang dikubur harus dicatat dan catatan tersebut harus disimpan. Pengumpulan dan Pemisahan Limbah Cair 1. Limbah cair harus dikelompokkan sesuai dengan tingkat dan jenis aktivitasnya, cara pembuangannya ditentukan oleh faktor-faktor tersebut. 2. Wadah khusus yang cukup besar untuk menampung volume limbah yang diduga akan terjadi, harus disediakan dan siap untuk dipakai di tempat yang telah ditentukan. Wadah untuk limbah cair harus ditempatkan dalam baki atau lebih baik dibungkus dengan pembungkus luar yang dilapis dengan bahan penyerap yang cukup banyak, misalnya vermiculite untuk mencegah menyebarnya kontaminasi bila terjadi kecelakaan yang menyebabkan pecahnya wadah.
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Hakikat Ilmu Kimia - 22 Keselamatan Kerja di Laboratorium 3. Limbah radioaktif cair konsentrasi tinggi yang berasal dari laboratorium pada umumnya terdiri atas larutan zat radioaktif dengan volume terbatas dan hasil akhir suatu eksperimen yang tidak digunakan. Limbah ini harus disimpan dalam wadah yang dipilih sesuai dengan sifat larutan limbah tersebut. Pada umumnya digunakan wadah dari plastik untuk keperluan ini, tetapi bila larutan mengandung pelarut organik harus digunakan wadah dari stainless steel. Zat radioaktif yang terdapat dalam larutan asam nitrat atau larutan pengoksidasi lainnya yang mungkin juga mengandung zat-zat organik yang tidak stabil terhadap panas, dan larutan-larutan yang mengandung aktivitas alfa lebih dari 5 mCi atau aktivitas beta lebih dari 50 mCi harus selalu disimpan dalam tabung yang mempunyai tutup berlubang. 4. Limbah radioaktif cair konsentrasi rendah berasal dari sisa larutan zat radioaktif yang telah diencerkan, air cucian alat-alat laboratorium (misalnya gelas beker, botol), limbah yang berasal dari hasil samping suatu ekperimen (misalnya ekskreta dari binatang), air cucian pakaian terkontaminasi atau air bekas pembersih daerah terkontaminasi. 5. Limbah radioaktif cair konsentrasi rendah volumenya mungkin dapat berbeda cukup besar bergantung pada sifat dan penggunaan zat radioaktif, beberapa pekerjaan menghasilkan limbah cair kurang dari 20 liter per minggu, sedang pekerjaan yang lain dapat menghasilkan sampai beberapa meter kubik per minggu. Apabila jumlah volume relatif kecil yaitu kurang dari 50 liter per hari, mungkin cairan tersebut cukup dikumpulkan dalam wadah khusus. 6. Plastik dan stainless steel adalah bahan yang cocok untuk wadah sebab tidak mudah pecah, walaupun demikian untuk wadah kecil dapat digunakan gelas dan keramik asal digunakan dengan hati-hati. 7. Sistem tangki penampung diperlukan bila volume limbah radioaktif cair konsentrasi rendah cukup besar atau dihasilkan secara terus-menerus dan memerlukan pemonitoran sebelum pembuangan lebih lanjut. Bak pencuci khusus dihubungkan langsung ke tangki penampung yang berada di luar daerah kerja. Tangki biasanya dibuat dari baja atau stainless steel, bergantung pada tingkat korosi dari cairan limbah. 8. Saluran limbah cair dari beberapa laboratorium dapat dihubungkan ke sebuah tangki. Pipa plastik atau stainless steel, besi tuang atau baja memenuhi syarat untuk digunakan sebagai alat penghubung dari bak cuci dengan tangki penampung, bergantung pada sifat kimia atau tangki korosi dari limbah cair. Tangki harus dilengkapi dengan alat pengaduk, sehingga memungkinkan diperoleh contoh yang memenuhi syarat untuk dianalisa. Tangki diberi keran untuk memungkinkan pembuangan ke saluran (apabila konsentrasinya berada di bawah Nilai Batas Yang Diizinkan) atau memungkinkan untuk dipompa ke mobil tangki guna diangkut ke instalasi pengolahan limbah. Pengumpulan dan Pengelompokkan Limbah Padat 1. Limbah padat perlu dikelompokkan pada waktu pengumpulan sesuai dengan proses pengolahan dan penanganan selanjutnya. Kantong yang digunakan untuk mengumpulkan limbah padat harus ditempatkan dalam wadah untuk mencegah robek dan penyebaran kontaminasi, misalnya pada waktu pembersihan lantai. 2. Limbah padat yang dapat dibakar dalam insinerator. Bahan yang dapat dibakar seperti kain dan kertas dikumpulkan dalam wadah yang kedap air atau kantong plastik yang tebal. Dalam wadah tersebut tidak boleh dimasukkan sejumlah besar bahan yang mengandung polivinil klorida yang akan menimbulkan gas yang bersifat asam yang merupakan penyebab utama timbulnya korosi pada komponen insinerator yang dibuat dari baja.
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Hakikat Ilmu Kimia - 23 Keselamatan Kerja di Laboratorium Mengenal Keselamatan Kerja di Laboratorium Siapa yang kalau sudah besar nanti ingin jadi ilmuwan? Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, ilmuwan sering bekerja di laboratorium, kan? Nah, tahukah kamu, bekerja di laboratorium itu berbeda dengan bekerja di ruangan biasa. Ada beberapa peraturan yang harus kamu patuhi jika kamu akan bekerja atau berkegiatan di laboratorium. Apa saja, ya? Yuk, kita mengenal keselamatan kerja di laboratorium ! Teman-teman, untuk menunjang keselamatan kerjamu di laboratorium, ada beberapa tata tertib yang harus kamu penuhi. Tata tertib tersebut antara lain wajib menggunakan jas lab, tidak makan dan minum di dalam lab, dan meja kerja yang harus selalu rapi. Selain tata tertib di atas, ada beberapa poin penting yang harus kamu perhatikan sebelum, selama, dan setelah kamu beraktivitas di laboratorium. Kamu diwajibkan memakai jas lab karena di lab banyak sekali bahan kimia yang mungkin berbahaya jika langsung terkena kulitmu. Oleh karena itu, jas lab berfungsi untuk melindungimu selama berkegiatan di laboratorium. Terus, kenapa kita nggak boleh makan di laboratorium, ya? Kamu tidak boleh makan di laboratorium karena nanti dikhawatirkan akan ada kontaminasi, baik dari zat kimia ke makanan atau sebaliknya. Selain itu, kamu juga harus selalu menjaga kebersihan, kan? 3. Limbah padat yang dapat dimampatkan. Limbah padat yang akan dimanfaatkan dapat dikumpulkan dalam kantong kertas kedap air atau kantong plastik. Bahan-bahan yang mengandung banyak air harus dipisahkan. 4. Limbah padat yang dapat busuk. Limbah padat yang dapat busuk dikumpulkan dalam kantong polietilin. Bila gudang yang diperlengkapi dengan sistem pendingin tidak ada, di dalam kantong perlu diisi bahan-bahan seperti vermiculite atau tanah diatomaseous untuk menyerap cairan yang terjadi. Dapat juga dengan cara memberi larutan formaldehide, kapur atau hipoklorida. (https://indonesia.go.id/kategori/kependudukan/1670/prosedur-pengumpulanlimbah)
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Hakikat Ilmu Kimia - 24 Keselamatan Kerja di Laboratorium Selain tata tertib di atas, ada beberapa poin penting yang harus kamu perhatikan sebelum, selama, dan setelah kamu beraktivitas di laboratorium. Kuy, perhatikan daftar berikut ini! Oh iya, kamu juga harus membersihkan alat praktikum ketika sudah selesai memakainya. Pada beberapa laboratorium, sampah padat dan cair memiliki tempat pembuangannya masingmasing, lho. Oleh karena itu, jika laboratorium tempatmu beraktivitas menerapkan peraturan tersebut, jangan lupa dipatuhi, ya!
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Hakikat Ilmu Kimia - 25 Keselamatan Kerja di Laboratorium DAFTAR PUSTAKA Buku Kimia kelas X, watoni Haris dan Dini K, Yrama Widya, Bandung 2014 BSE bisa dilihat di link : https://s.id/ChAxd Modul pembelajaran kimia SMA : https://s.id/CkW6p Salah satu hal penting yang nggak boleh kamu lupakan adalah memahami simbol-simbol keselamatan kerja yang ada di laboratorium. Jangan sampai tertukar, ya! Supaya nggak lupa, yuk, simak gambar berikut! (https://www.ruangguru.com/blog/mengenal-keselamatan-kerja-di-laboratorium)
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Hakikat Ilmu Kimia - 26 Keselamatan Kerja di Laboratorium GLOSARIUM Laboratorium : tempat atau kamar dan sebagainya tertentu yang dilengkapi dengan peralatan untuk mengadakan percobaan (penyelidikan dan sebagainya. Meniskus : permukaan lengkung suatu zat cair di dalam tabung atau bejana yang dapat cembung atau cekung Reaksi kimia : pengubahan zat asal menjadi zat lain yang baru Simbol : lambang
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Hakikat Ilmu Kimia - 27 Laporan Ilmiah Materi III (Laporan Ilmiah) Tujuan Pembelajaran 10.6. Menjelaskan komponen-komponen dalam laporan ilmiah. 10.7 Merancang, melakukan percobaan, dan membuat laporan ilmiah tentang faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perubahan kimia secara kolaboratif. Elemen CP yang dituju : - Pemahaman Sains. - Keterampilan Proses. Pertanyaan Pemantik : Apakah kamu tahu bagaimana penemuan obat cacar? Bagaimana seorang ilmuwan bisa menemukan obat tersebut? Hal-hal apa yang dilakukan para ilmuwan sehingga menemukan obat tersebut? Apakah pengetahuan latar yang perlu dimiliki siswa sebelum mempelajari topik ini? - Siswa sudah mampu memahami metode ilmiah - Siswa sudah mengetahui definisi perubahan kimia dan contoh-contohnya. Profil pembelajar Pancasila : bernalar kritis, bergotong royong. LAPORAN ILMIAH
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Hakikat Ilmu Kimia - 28 Laporan Ilmiah Persiapan pembelajaran 1. Membaca materi, menonton video yang diberikan. 2. Berdiskusi dengan teman sekelompok. 3. Menyiapkan alat dan bahan untuk proyek. 4. Mendokumentasikan tahapan proses proyek yang dilakukan Rekomendasi materi video (Video apabila tidak bisa di buka link nya bisa membuka link dengan kata kunci yang sama) Physical and Chemical Changes: https://www.youtube.com/watch?v=6QTLiUk_jwg Percobaan perubahan fisika dan perubahan kimia: https://www.youtube.com/watch?v=hD7HH4WXfDQ Praktikum Korosi Pada Besi (Paku) : https://www.youtube.com/watch?v=CmHu2cqDang Bagian 1: Pengertian Karya Tulis Ilmiah: https://www.youtube.com/watch?v=MiZkm25HY7A Cara membuat karya tulis ilmiah : https://www.youtube.com/watch?v=vS5Zjdq2Enk Sistematika penulisan artikel, makalah, dan laporan ilmiah: https://www.youtube.com/watch?v=2gIlQ-aF6J8 Kegiatan Pembelajaran
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Hakikat Ilmu Kimia - 29 Laporan Ilmiah Metode Ilmiah Metode ilmiah adalah suatu rangkaian proses pengelolaan informasi mengenai sifat, penjelasan mengenai apa yang diamati, prosedur percobaan yang dilakukan, dan penyampaian informasi hasil pengamatan yang diperoleh (kesimpulan). Langkah-langkah Metode Ilmiah Merumuskan Masalah Penelitian dimulai dengan merumuskan masalah. Kamu tahu nggak apa yang dimaksud dengan ‘masalah’? Dalam kajian ilmiah, masalah didefinisikan sebagai sesuatu yang harus diteliti untuk memperoleh jawaban atas suatu pertanyaan. Masalah dirumuskan dalam bentuk pertanyaan ilmiah yang bersifat terbuka yang memungkinkan adanya jawaban yang beragam. Rumusan pertanyaan ini perlu dicari jawabannya melalui eksperimen. Menemukan Hipotesis Setelah berhasil merumuskan, teman-teman bisa mengajukan jawaban sementara atas pertanyaan, yang bernama lain hipotesis. Hipotesis itu harus logis dan diajukan berdasarkan fakta. Menetapkan Variabel Penelitian Variabel percobaan merupakan faktor yang dapat mempengaruhi hasil penelitian. Ada tiga jenis variabel, yaitu variabel bebas, variabel terikat/bergantung dan variabel tetap. Menetapkan Prosedur Kerja Prosedur kerja merupakan langkah-langkah kerja yang terperinci dan runtut. Urutan langkah kerja ini dibuat ringkas namun dapat menggambarkan secara tepat pekerjaan yang harus dilakukan. Data tersebut akan memudahkan pelaksanaannya, langkah kerja sebaiknya dibuat dalam bentuk diagram alir. Mengumpulkan data Setiap gejala yang terjadi dalam percobaan harus dicatat saat itu juga. Dengan begitu, teman-teman dapat memperoleh data yang lebih akurat. Selanjutnya, kalian perlu mengorganisasi untuk memudahkan dalam menganalisis dan mengumpulkan hasil percobaan. Oleh karena itu, temanteman perlu menyiapkan tabel data pengamatan sebelum melakukan percobaan. Mengolah dan Menganalisis Data Tabel dan grafik merupakan alat yang sangat bermanfaat untuk menyusun dan menganalisis data. Tabel dan grafik ini menampilkan bagaimana variabel terikat berubah sebagai respon terhadap perubahan variabel bebas. Analisis data juga dapat dilakukan dengan menggunakan program komputer untuk pengolahan data. Membuat Kesimpulan Hasil analisis data menghasilkan suatu pola atau kecenderungan. Pola ini dapat dijadikan landasan untuk menarik sebuah kesimpulan. Kesimpulan adalah suatu pernyataan yang merangkum apa yang sudah dilakukan dalam kegiatan penelitian.
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Hakikat Ilmu Kimia - 30 Laporan Ilmiah Dalam menyusun suatu kesimpulan, kalian harus memutuskan apakah data yang dikumpulkan mendukung hipotesis atau tidak. Selain itu, kalian juga harus mengulang suatu penelitian beberapa kali sebelum dapat menarik suatu kesimpulan. Mengkomunikasikan Hasil Penelitian Mengapa harus mengkomunikasikan penelitian? Sosialisasi hasil penelitian penting dilakukan agar hasil penelitian teman-teman diketahui pihak lain. Bagaimanakah cara mengomunikasikan suatu hasil penelitian? Suatu hasil penelitian dapat dikomunikasikan melalui dua cara, yaitu tertulis dan lisan. (Diadaptasi dari : https:// www.ruangguru.com/blog/konsep-metode-ilmiah-pengertian-dan-langkah-langkah)
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Hakikat Ilmu Kimia - 31 Laporan Ilmiah Laporan Ilmiah Laporan ilmiah ialah karya tulis ilmiah yang dibuat oleh seseorang atau sekelompok orang yang berhubungan secara struktural atau kedinasan setelah melaksanakan tugas yang diberikan. Laporan ilmiah dibuat sebagai bukti pertanggungjawaban bawahan/petugas atau tim/panitia kepada atasannya atas pelaksanaan tugas yang diberikan. Laporan ilmiah harus memuat data yang tepat dan benar serta objektif dan sistematis sehingga dapat dijadikan ukuran untuk membuat pertimbangan dan keputusan. Berdasarkan sifat penyajiannya, laporan dibedakan menjadi laporan formal dan laporan informal. Laporan ilmiah dapat berbentuk naskah atau buku karena berisi hal-hal yang terperinci berkaitan dengan data-data yang akurat dan lengkap. Laporan ilmiah atau laporan formal terdiri atas : Bagian awal, terdiri atas : Halaman judul: judul, maksud, tujuan penulisan, identitas penulis, instansi asal, kota penyusunan, dan tahun Halaman pengesahan (jika perlu) Halaman motto/semboyan (jika perlu) Halaman persembahan (jika perlu) Prakata; Daftar isi; Daftar tabel (jika ada) Daftar grafik (jika ada) Daftar gambar (jika ada) Abstak : uraian singkat tentang isi laporan Bagian Isi, terdiri atas: Bab I Pendahuluan berisi tentang: Latar belakang, Identitas masalah, Pembatasan masalah, Rumusan masalah, Tujuan dan manfaat Bab II : Kajian Pustaka/Teori Bab III : Metode/eksperimen (alat dan bahan yang digunakan, prosedur eksperimen, data yang diperoleh) Bab IV : Pembahasan Bab V : Penutup Bagian Akhir, terdiri atas Daftar Pustaka Daftar Lampiran Indeks : Daftar istilah
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Hakikat Ilmu Kimia - 32 Laporan Ilmiah Tujuan : Mendeskripsikan tahap-tahap metode ilmiah dan penerapan sikap ilmiah. Kegiatan Pembelajaran : Mendiskusikan kerja seorang ilmuwan kimia dalam melakukan penelitian untuk memperoleh produk kimia menggunakan metode ilmiah. LKPD 1 : METODE ILMIAH
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Hakikat Ilmu Kimia - 33 Laporan Ilmiah Contoh Soal : Seorang ilmuwan melakukan fermentasi anggur dan percobaan untuk mengetahui zat-zat utama yang ada sebelum dan sesudah fermentasi. Diberikan informasi – informasi dan rumusan-rumusan pernyataan sebagai berikut : 1. Sebelum fermentasi, jus anggur sangat manis dan berwarna hitam pekat. 2. Setelah fermentasi : Rasa manis berkurang dan mulai terasa adanya alkohol yang terbentuk. Warna hitam jus mulai pudar. Terlihat adanya cairan lain yang sedikit memisah dari jus. Muncul bau yang berbeda dengan bau sebelum fermentasi. 3. Dugaan : Sebelum fermentasi, anggur mengandung banyak gula. Setelah fermentasi, jus anggur mengandung alkohol. 4. Melakukan percobaan untuk menentukan gula dan alkohol dalam jus anggur yang belum difermentasi dan yang sudah difermentasi. 5. Dalam fermentasi, terjadi perubahan gula menjadi alkohol. Tunjukkan beberapa tahapan metode ilmiah yang ditunjukka pada proses ketika ilmuwan tersebut melakukan fermentasi anggur. Penyelesaian : Informasi 1 dan 2 adalah Observasi karena menggambarkan sifat-sifat jus yang dapat dilihat, dirasakan dan dicium. Rumusan pernyataan 3 adalah hipotesis karena menyatakan apa yang ada dalam anggur berdasarkan informasi-informasi spesifik. Informasi 5 adalah kesimpulan karena menyatakan zat utama yang ada dalam angggur berdasarkan hipotesis dan percobaan yang dilakukan untuk menguji hipotesis
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Hakikat Ilmu Kimia - 34 Laporan Ilmiah Evaluasi Salah satu perubahan materi yang sering terjadi di sekitar kita adalah perkaratan atau korosi, seperti pagar yang berkarat seperti gambar : Uraikan langkah-langkah metode ilmiah untuk mengungkapkan hal-hal yang dapat menyebabkan terjadinya korosi. No Langkah metode ilmiah Uraian 1. Observasi 2. Hipotesis 3. Eksperimen 4. Kesimpulan
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Hakikat Ilmu Kimia - 35 Laporan Ilmiah LKPD-2 Tujuan Pembelajaran : Menjelaskan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perubahan kimia Penugasan Lakukan tugas ini secara berkelompok yang terdiri dari 3-4 orang. Tentukan sebuah contoh yang berkaitan dengan perubahan kimia dalam kehidupan sehari-hari, kemudian buat rancangan suatu percobaan dari contoh yang telah ditentukan dengan menerapkan sistematika metode ilmiah. Tentukan pula variabel bebas dan variabel terikat pada rancangan percobaan Anda. Diskusikan dengan guru Anda tentang rancangan yang akan Anda buat, kemudian lakukan percobaan tersebut dengan menerapkan prinsip-prinsip keamanan kerja dan presentasikan hasilnya di kelas Uraikan langkah-langkah metode ilmiah untuk percobaan yang dilakukan. Judul percobaan : Nama Kelompok : 1. 2. 3. 4. No Langkah metode ilmiah Uraian 1. Observasi 2. Hipotesis 3. Eksperimen 4. Kesimpulan
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Hakikat Ilmu Kimia - 36 Laporan Ilmiah REKOMENDASI BACAAN Sumber bacaan untuk memperkaya pengetahuan guru dan siswa tentang tema atau materi pembelajaran. Kumpulan karya tulis ilmiah : https://pemkomedan.go.id/file/Buku%20Kumpulan%20LKTI%202014.pdf Contoh karya tulis : https://www.itb.ac.id/files/focus_file/juara_1_sigit_firmasyah.pdf SOAL PENGAYAAN Metode ilmiah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya ketika kamu mencium bau gas di dapur padahal tidak ada yang sedang memasak. Perhatikan gambar ini: Jelaskan langkah-langkah yang dapat diambil menurut metode ilmiah terkait dengan REMEDIAL Jika dari hasil evaluasi masih terdapat siswa yang belum memenuhi standar minimal, maka guru melaksanakan kegiatan remedial. Kegiatan ini diawali dengan remedial teaching , yaitu guru memberikan pengulangan untuk materi-materi yang CP nya belum tercapai Contoh Soal Remedial: 1. Jelaskan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perubahan kimia 2. Uraikan langkah-langkah metode ilmiah yang kamu ketahui !
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Hakikat Ilmu Kimia - 37 Laporan Ilmiah DAFTAR PUSTAKA Buku Kimia kelas X, Watoni Haris dan Dini K, Yrama Widya, Bandung 2014 BSE bisa dilihat di link : https://s.id/ChAxd Modul pembelajaran kimia SMA : https://s.id/CkW6p GLOSARIUM Hipotesis : rumusan pernyataan yang harus diuji lebih lanjut dengan percobaan. Hukum : penggambaran perilaku berdasarkan hasil-hasil dari banyak percobaan. Metode ilmiah : pengamatan, penjelasan dan pengujian suatu rumusan, pernyataan melalui percobaan. Observasi : pengamatan secara akurat terhadap segala sesuatu yang dilihat, didengar, dirasakan atau dicium. Perubahan fisika : perubahan yang tidak disertai dengan perubahan komposisi kimia dari komponen – komponen penyusunnya. Perubahan kimia : perubahan yang mengubah zat menjadi zat lain.
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Struktur Atom - 38 Perkembangan Teori Atom BAB II STRUKTUR ATOM Materi I (Perkembangan Teori Atom) Tujuan Pembelajaran 10.9. Menjelaskan perkembangan teori atom mulai dari Dalton, Thomson, Rutherford, Bohr dan mekanika kuantum. 10.10 Menganalisis dan menyimpulkan bahwa nomor atom, nomor massa dan isotop berkaitan dengan partikel dasar penyusun atom. Elemen CP yang dituju : - Pemahaman Sains - Keterampilan Proses Pertanyaan Pemantik: 1. Apakah kalian mengetahui pengertian atom? 2. Menurutmu mengapa model atom mengalami perkembangan? 3. Jelaskan apa hubungan nomor atom, nomor massa dan isotop berkaitan dengan partikel dasar penyusun atom? Apakah pengetahuan latar yang perlu dimiliki siswa sebelum mempelajari topik ini? Siswa sudah mengenal tentang teori atom, partikel penyusun atom dan penulisan notasi atom. PERKEMBANGAN TEORI ATOM
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Struktur Atom - 39 Perkembangan Teori Atom Persiapan pembelajaran 1. Membaca materi 2. Menyiapkan lembar kerja (mengambil dari lampiran perangkat ini dan menyesuaikan dengan kebutuhan Profil pembelajar Pancasila : bernalar kritis, mandiri.
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Struktur Atom - 40 Perkembangan Teori Atom Materi Perkembangan Teori Atom Pada beberapa abad sebelum masehi, filsuf-filsuf Yunani, di antaranya Leucippus dan Democritus berpendapat bahwa semua materi terdiri dari partikelpartikel kecil yang tak terbagi. Democritus menyatakan bahwa jika suatu materi dibagi menjadi bagian yang lebih kecil kemudian terus dibagi lagi maka akan sampai pada suatu saat di mana didapat bagian yang sangat kecil yang tidak dapat dihancurkan atau dibagi lagi yang disebut atom (‘atomos’ dalam bahasa Yunani yang artinya ‘tak terbagi’). Namun, pemikiran filosofis tersebut tidak begitu diterima pada saat itu hingga pada awal abad ke-18, John Dalton merumuskan teori atom yang berhasil menjelaskan hukum-hukum dasar kimia – hukum kekekalan massa, hukum perbandingan tetap, dan hukum kelipatan perbandingan. Teori Atom Dalton Teori atom Dalton menyatakan bahwa: 1. Setiap unsur tersusun dari partikel yang sangat teramat kecil yang disebut atom. 2. Semua atom dari satu unsur yang sama adalah identik, namun atom unsur satu berbeda dengan atom unsur-unsur lainnya. 3. Atom dari satu unsur tidak dapat diubah menjadi atom dari unsur lain melalui reaksi kimia; atom tidak dapat diciptakan ataupun dimusnahkan dalam reaksi kimia. 4. Senyawa terbentuk dari kombinasi atom-atom dari unsurunsur yang berbeda dengan rasio atom yang spesifik. 5. Teori atom Dalton ini memberikan gambaran model atom seperti model bola pejal atau model bola billiard.
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Struktur Atom - 41 Perkembangan Teori Atom Teori Atom J.J. Thomson Pada tahun 1897, J.J. Thomson melakukan eksperimen dengan sinar katoda. Eksperimen tersebut menunjukkan bahwa sinar katoda terdefleksi (terbelokkan) oleh medan magnet maupun medan listrik. Hal ini menunjukkan bahwa sinar katoda merupakan radiasi partikel yang bermuatan listrik. Pada eksperimen dengan medan listrik, sinar katoda terbelokkan menuju ke arah kutub bermuatan positif. Hal ini menunjukkan bahwa sinar katoda merupakan radiasi partikel bermuatan negatif. Selanjutnya, partikel sinar katoda ini disebut sebagai elektron. Penemuan elektron ini kemudian mengacu pada kesimpulan bahwa di dalam atom terdapat elektron yang bermuatan negatif. Menurut model atom Thomson, elektron bermuatan negatif tersebar dalam bola bermuatan positif seperti model roti kismis, di mana kismis-kismis adalah elektron-elektron, dan roti adalah bola bermuatan positif. Teori Atom Rutherford Pada tahun 1911, Ernest Rutherford melakukan eksperimen menembakkan partikel α — partikel bermuatan positif — pada lempeng emas tipis. Ia menemukan bahwa sebagian besar partikel-partikel α tersebut menembus melewati lempeng emas, namun ada sebagian yang mengalami pembelokan bahkan terpantulkan. Hal ini mengacu pada kesimpulan model atom Rutherford: model inti, di mana dalam atom yang sebagian besar merupakan ruang kosong terdapat inti yang padat pejal dan masif bermuatan positif yang disebut sebagai inti atom; dan elektron-elektron bermuatan negatif yang mengitari inti atom.
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Struktur Atom - 42 Perkembangan Teori Atom Teori Atom Bohr Pada tahun 1913, Niels Bohr mengajukan model atom untuk menjelaskan fenomena penampakan sinar dari unsur-unsur ketika dikenakan pada nyala api ataupun tegangan listrik tinggi. Model atom yang ia ajukan secara khusus merupakan model atom hidrogen untuk menjelaskan fenomena spektrum garis atom hidrogen. Bohr menyatakan bahwa elektron-elektron bermuatan negatif bergerak mengelilingi inti atom bermuatan positif pada jarak tertentu yang berbeda-beda seperti orbit planet-planet mengitari matahari. Oleh karena itu, model atom Bohr disebut juga model tata surya Setiap lintasan orbit elektron berada tingkat energi yang berbeda; semakin jauh lintasan orbit dari inti, semakin tinggi tingkat energi. Lintasan orbit elektron ini disebut juga kulit elektron. Ketika elektron jatuh dari orbit yang lebih luar ke orbit yang lebih dalam, sinar yang diradiasikan bergantung pada tingkat energi dari kedua lintasan orbit tersebut.
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Struktur Atom - 43 Perkembangan Teori Atom Teori Atom Mekanika Kuantum Pada tahun 1924, Louis de Broglie menyatakan hipotesis dualisme partikel-gelombang — semua materi dapat memiliki sifat seperti gelombang. Elektron memiliki sifat seperti partikel dan juga sifat seperti gelombang. Pada tahun 1926, Erwin Schrödinger merumuskan persamaan matematis yang kini disebut persamaan gelombang Schrödinger, yang memperhitungkan sifat seperti partikel dan seperti gelombang dari elektron. Pada tahun 1927, Werner Heisenberg mengajukan asas ketidakpastian Heisenberg yang menyatakan bahwa posisi elektron tidak dapat ditentukan secara pasti, namun hanya dapat ditentukan peluang posisinya. Teori-teori — dualisme partikel gelombang, asas ketidakpastian Heisenberg, dan persamaan Schrödinger—ini kemudian menjadi dasar dari teori atom mekanika kuantum. Penyelesaian persamaan Schrödinger menghasilkan fungsi gelombang yang disebut orbital. Orbital biasanya digambarkan seperti awan elektron, di mana kerapatan awan tersebut menunjukkan peluang posisi elektron. Semakin rapat awan elektron maka semakin tinggi peluang elektron, begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, model atom mekanika kuantum disebut juga model awan elektron. Sebelumnya, pada tahun 1919, Rutherford berhasil menemukan partikel bermuatan positif, yang disebut proton, dari eksperimen penembakkan partikel α pada atom nitrogen di udara. Lalu, pada tahun 1932, James Chadwick menemukan partikel netral, yang disebut neutron, dari eksperimen bombardir partikel α pada berbagai unsur. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dalam model awan elektron, awan elektron terdiri dari elektron-elektron bermuatan negatif yang bergerak sangat cepat mengelilingi inti atom yang tersusun dariproton yang bermuatan positif dan neutron yang tak bermuatan.
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Struktur Atom - 44 Perkembangan Teori Atom
45 Safarudin Ali Topan Materi I - Perkembangan Teori Atom TUJUAN : Menganalisis perkembangan model atom LANGKAH KEGIATAN: LKPD PERKEMBANGAN MODEL ATOM 1. Amati percobaan/fenomena pendukung untuk model atom di bawah ini : Gambar 1 (Model Atom Thomson) a b Gambar 2 (Model Atom Rutherford) a b Gambar 3 (Model atom Niels Bohr)
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Struktur Atom - 46 Perkembangan Teori Atom Data pengumpulan informasi perkembangan model atom Tabel : Perkembangan model atom Gambar 4 (Model atom modern) 2. Kumpulkan informasi dan tuliskan latar belakang munculnya model atom yang berupa fakta/fenomena/hasil percobaan yang mendukung model atom tersebut. 3. Tuliskan kelemahan/kekurangan model atom tersebut. 4. Lakukan analisis singkat tentang kelebihan model atom yang ada. 5. Tuliskan informasi yang diperoleh dan lengkapi tabel dibawah ini. Kegiatan Model atom JJ Thomson Model atom Rutherford Model atom Bohr Model atom modern Latar belakang munculnya model/teori Model atom Thomson : ……………………………… ……………………………… Penemuan sinar …… ……………………………… ……………………………… Percobaan hamburan partikel .. ……………………………… ……………………………… Penemuan spektrum ……………………………… Yang menunjukkan adanya ………………… ……………………………… ……………………………… ……………………………… Model atom Bohr tidak dapat menjelaskan spectrum untuk ……………………………… ……………………………… Teori kuantum Planck : ……………………………… ………………………………