Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Ikatan Kimia - Atom dan 97 Kehidupan Sosialnya (Molekul) Perangkat Asesmen Asesmen formatif Pertemuan ke-1: Lembar Kerja Rumus Molekul Nama: Kelompok: Kelas: RUMUS MOLEKUL PADA SENYAWA KIMIA Note: tugas dikerjakan oleh masing-masing individu namun boleh berdiskusi. 1. Mengapa pada penulisan MgCl2 huruf g dan l harus ditulis dengan huruf kecil? apa makna angka 2 setelah Cl pada senyawa tersebut? 2. Tuliskan apa yang kamu pahami dari bagaimana 2 tipe pembentukan senyawa kimia. Tuliskan dengan gaya bahasamu atau dapat melalui gambar. 3. Berikan 5 contoh lain dari masing-masing tipe senyawa kimia tersebut. Boleh melihat tabel periodik. Saling berbagi Saling Menerima dan memberi HCl CL2 … … … NaCl LiCl2 … … …
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Ikatan Kimia - Atom dan 98 Kehidupan Sosialnya (Molekul) Pertemuan ke-2: Lembar Kerja Penamaan Senyawa Kimia PENAMAAN RUMUS KIMIA 1. Tentukan rumus senyawa berikut. a. Berilium klorida b. Cupro sulfida c. Kalsium oksida d. Stanni iodide e. Barium nitrida f. Karbon disulfida g. Tembaga (I) sulfida h. Boron triklorida i. Mangan ( IV ) oksida j. Karbon tetrafluoride 2. Tentukan rumus senyawa dari persamaan reaksi berikut. a. Magnesium iodida + aluminium oksida → magnesium oksida + aluminium iodide b. Kalium sulfida + kalsium nitrida → kalium nitrida + kalsium sulfida c. Timbal (IV) oksida + zink fluorida → timbal (IV) fluorida + zink oksida d. Mangan (III) oksida + perak iodida → mangan (III) iodida + perak oksida e. Feri klorida + cupro sulfida → feri sulfida + cupro klorida Pembahasan Nomor 1 Nomor 2
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Ikatan Kimia - Atom dan 99 Kehidupan Sosialnya (Molekul) Jika peserta didik dapat menjawab pertanyaan diatas dengan mudah, artinya mereka sudah sangat mengerti topik ini dan bisa dilanjutkan pada pengayaan. Namun jika belum, peserta didik perlu Tindakan khusus seperti penjelasan ulang. Pengayaan dan remedial Pengayaan Pertemuan 1 – Rumus Molekul (untuk peserta didik yang yang mengalami kesulitan belajar) Bagi peserta didik yang sulit memahami konsep bagaimana senyawa kimia terbentuk, guru dapat memberikan aktivitas “chemical jigsaw” untuk memberikan gambaran secara konkret tentang proses pembentukannya, khususnya pada senyawa dengan tipe saling menerima dan memberi elektron. jigsaw biru dilambangkan sebagai ion negatif yang telah menerima elektron dari ion positif (jigsaw merah) yang melepaskan elektronnya. Perlu diperhatikan konsep ini terkadang membingungkan peserta didik mengenai dalam hal anion dan kation, namun tetap bisa membantu peserta didik bahwa setelah berpasangan muatan senyawa menjadi nol atau tidak bermuatan.
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Ikatan Kimia - Atom dan 100 Kehidupan Sosialnya (Molekul) sumber: edu.rsc.org Pertemuan 2: Penamaan senyawa kimia Agar pembelajaran lebih bermakna, alangkah baiknya peserta didik mencari tau kegunaan senyawa kimia dalam tubuh atau dalam kehidupan sehari-hari. Aktivitas: 1. Guru memberikan 2 contoh senyawa kimia yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti pemutih dan salah satu senyawa yang terdapat dalam tubuh manusia yang berfungsi mempertahankan pH. 2. Guru menjelaskan seberapa penting zat tersebut bagi kita sambil meminta peserta didik menebak nama senyawa kimia tersebut dan terdiri dari susunan atom apa saja. 3. Guru meminta peserta didik untuk menemukan 3 senyawa lainnya yang dapat mereka temukan dirumah atau sekitarnya. Lalu meminta peserta didik membuat e-poster dari hasil pencarian mereka. E-poster terdiri dari rumus kimia, nama senyawanya, ditemukan dalam produk apa, kegunaan dan bagaimana jika tidak ada senyawa tersebut. Poster lalu di share di social media masing-masing murid agar lebih banyak orang yang mendapatkan manfaatnya. Remedial Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, silahkan berikan kegiatan berikut sebagai remedial. Aktivitas 1) Pemberian bimbingan secara individu. Hal ini dilakukan apabila ada beberapa anak yang mengalami kesulitan yang berbeda-beda, sehingga memerlukan bimbingan secara individual. Bimbingan yang diberikan disesuaikan dengan tingkat kesulitan yang dialami oleh peserta didik. 2) Pemberian bimbingan secara kelompok. Hal ini dilakukan apabila dalam pembelajaran klasikal ada beberapa peserta didik yang mengalami kesulitan sama. 3) Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda.Pembelajaran ulang dilakukan apabila semua peserta didik mengalami kesulitan. Pembelajaran ulang dilakukan dengan cara penyederhanaan materi, variasi cara penyajian, penyederhanaan tes/pertanyaan. 4) Pemanfaatan tutor sebaya, yaitu peserta didik dibantu oleh teman sekelas yang telah mencapai KKM, baik secara individu maupun kelompok.
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Ikatan Kimia - Atom dan 101 Kehidupan Sosialnya (Molekul) Lembar Kerja Siswa Pertemuan 1: Marshmallows models MARSMALLOWS MODELS Marshmallow candy tokopedia.com Alat dan bahan: Marshmallows (setidaknya 2 warna yang berbeda masing-masing warna 3 buah per orang /grup) tusuk gigi/ batang korek api kayu/ potongan lidi (6 buah per orang/grup) marshmallows bisa diganti dengan bahan lain seperti plastisin, tanah liat atau bahan-bahan lain di sekitar yang dapat dihubungkan satu sama lain dengan tusuk gigi. Yang ditekankan disini adalah harus memiliki 2 warna/ bentuk yang berbeda agar dapat mendeskripsikan 2 atom yang berbeda. Instruksi: Demonstrasikan kepada peserta bagaimana membentuk sebuah molekul dan memberikan nama pada marsmallow molekul sesuai contoh pada lembar kerja dibawah ini. Ketentuan yang perlu diperhatikan: Marshmellow berwarna putih di simbolkan dengan Pu – dengan P huruf kapital dan u huruf kecil. Simbol Pi untuk marshmallow berwarna pink. Jika terdapat lebih dari 1 marsmellows pada tipe yang sama pada molekul, tidak ditulis symbol 2 kali melainkan ditulis dengan angka kecil dibawah, contoh PuPi2 yang bermakna 1 atom Pu dan 2 atom Pi. Minta peserta didik untuk membentuk molekul sesuai yang tertera pada lembar kerja, lalu minta mereka untuk membentuk molekul versi mereka sendiri dan tuliskan rumus molekulnya. Guru bisa melanjutkan dengan meminta peserta didik untuk membuat model untuk beberapa molekul seperti H2O, NH3 dan lainnya.
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Ikatan Kimia - Atom dan 102 Kehidupan Sosialnya (Molekul) Menggunakan contoh diatas, buatlah molekul molekul dibawah ini dengan marshmellows yang kamu miliki. 1. Pi2 2. Pi3 3. Pi2Pu 4. Pi2Pu2 5. 2Pi 6. 3Pi 7. 2PiPu Setelah selesai, buat sendiri molekulmu dan tuliskan rumus molekulnya disini. sumber: edu.rsc.org Pertemuan 1: Lembar Kerja Jumlah Atom dalam Rumus Molekul Atom/ molekul Gambar partikel Jumlah atom Deskripsikan Cl 1 1 atom klor Cl2 2 Cl H2 H2O H2 + O2 2 H + 2 O C C C
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Ikatan Kimia - Atom dan 103 Kehidupan Sosialnya (Molekul) 2 H + 2 O2 C6H12O6 N3 Mg(NO3)2 AlCl3 3 Mg(NO3)2
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Ikatan Kimia - Atom dan 104 Kehidupan Sosialnya (Molekul) Game lempar dadu untuk materi senyawa ion Alat yang diperlukan: dadu 20 sisi, 1 grup 2 dadu Cara bermain: 1) peserta didik bergabung dengan kelompoknya. 2) Secara bergantian setiap peserta didik dalam setiap kelompok melemparkan kedua dadunya (1 dadu merupakan daftar ion positif, sedangkan dadu lainnya daftar ion negative). 3) Ion yang muncul dari hasil pengocokan dadu di catat dalam lembar kerja, dilanjutkan dengan pengisian rumus molekul yang terbentuk dan nama senyawa kimianya. Kelompok yang berhasil selesai duluan adalah pemenangnya. Pilihan 1: stiker ion tidak ditempelkan di sisi dadu, cukup menggunakan dadu bernomor, dan cocokan nomor yang muncul dengan daftar dadu yang tertera. Pilihan 2: cetak stiker ion, di gunting, dan tempelkan pada 20 sisi dadu dan mulai bermain. Pilihan 3: Bisa menggunakan dadu 6 sisi dengan cara bermain yang sama. Yang berbeda hanya jumlah ion yang yang dilibatkan dalam permainan. LEMPAR DADU SENYAWA Nama Kelompok: Waktu memulai: __________ Waktu mengakhiri: ___________ Rumus molekul Nama Senyawa ion 1 ________ ___________ 2 ________ ___________ 3 ________ ___________ 4 ________ ___________ 5 ________ ___________ 6 ________ ___________ 7 ________ ___________ 8 ________ ___________ 9 ________ ___________ 10 ________ ___________ Rumus molekul Nama Senyawa ion 11 ________ ___________ 12 ________ ___________ 13 ________ ___________ 14 ________ ___________ 15 ________ ___________ 16 ________ ___________ 17 ________ ___________ 18 ________ ___________ 19 ________ ___________ 20 ________ ___________
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Ikatan Kimia - Atom dan 105 Kehidupan Sosialnya (Molekul) List daftar ion Stiker ion:
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Ikatan Kimia - Atom dan 106 Kehidupan Sosialnya (Molekul) Lembar Kerja Penulisan Rumus Molekul dan Penamaan Senyawa kovalen (Pemakaian Elektron Bersama) Tuliskan rumus molekul senyawa kovalen berikut. 1. Antimoni tribromida ______________________________________ 2. Heksaboron silida ________________________________________ 3. klorin dioksida ___________________________________________ 4. hidrogen iodide __________________________________________ 5. iodin pentaflorida _________________________________________ 6. dinitrogen trioksida _______________________________________ 7. ammonia ________________________________________________ 8. fosfor triiodida ____________________________________________ Tuliskan Nama dari senyawa kovalen berikut. 9. P4S5__________________________________ 10. O2 __________________________________ 11. SeF6 _________________________________ 12. Si2Br6 _________________________________ 13. SCl4 __________________________________ 14. CH4 __________________________________ 15. B2Si __________________________________ 16. NF3 ___________________________________ f Sumber referensi belajar guru dan siswa Buku paket yang disediakan sekolah dan video pembelajaran mengenai penamaan rumus molekul kimia, beberapa sumber yang bisa dijadikan referensi: 1. Reaksi atom Na dan air https://www.youtube.com/watch?v=dmcfsEEogxs (video berbahasa Inggris) https://www.youtube.com/watch?v=Qt1MWA7gzAw (video berbahasa Indonesia) https://www.youtube.com/watch?v=YRPuDQtB_5Y (ledakan lebih terlihat) 2. Deskripsi pembelajaran atom dan molekul, website berbahasa inggris https://edu.rsc.org/cpd/elements-and-compounds/3009350.article 3. Materi penamaan senyawa ion dan kovalen dapat diakses melalui: https://drive.google.com/file/d/1PZMvBQGP5HW-lO95fKRn4qHaZqQ2Rq3w/view?usp=sharing https://drive.google.com/file/d/19lSJAgVkxAXIiVOHs9ElqWNFEOdDDtqh/view?usp=sharing DAFTAR PUSTAKA Anonim. Poster Rubric. diakses melalui https://www.nps.gov/common/uploads/teachers/lessonplans/Poster%20Rubric.pdf pada 21 Juni 2021 Johari dan Rachmawati. 2016. ESPS Kimia 1. Jakarta: Erlangga Kaiser, Niki. 2018. How to teach elements and compounds. diakses melalui https://edu.rsc.org/cpd/elements-and-compounds/3009350.article pada 3 Juli 2021
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Ikatan Kimia - Atom dan 107 Kehidupan Sosialnya (Molekul) Mahanal, Susriyati. 2006. Suatu Contoh Implementasi Portofolio sebagai Asesmen Autentik Pada Mata Pelajaran Sains di Sekolah Dasar. SEMINAR NASIONAL MIPA: Penelitian, Pendidikan, dan Penerapan MIPA serta Peranannya dalam Peningkatan Keprofesionalan Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Yogyakarta: UNY Tramidiya. 2014. Penerapan Media Story Picture untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran PKN. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia Warlina, Lina. 2016. Modul Kimia dasar I . Jakarta: Universitas Terbuka Watanabe-Crockett, Lee. 2018. 10 Self-Reflective Questions Teachers Can Debrief With Every Day. diakses melalui https://wabisabilearning.com/blogs/mindfulness-wellbeing/reflectivequestions-teachers pada 21 Juni 2021 GlOSARIUM Atom : unsur kimia terkecil (setelah nuklir) yang dapat berdiri sendiri dan dapat bersenyawa dengan yang lain: dua -- hidrogen dengan satu -- oksigen menjadi molekul air. Bersosial/ kehidupan sosial : kehidupan yang di dalamnya terdapat interaksi antara individu satu dengan individu lainnya, dan dengannya terjadi komunikasi yang kemudian berkembang menjadi saling membutuhkan kepada sesama.sosial/kemasyarakatan. Cooperative learning : strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda. Elektron : partikel subatom yang bermuatan negatif dan umumnya ditulis sebagai e-. Elektron Valensi : elektron yang berada di barisan orbital kulit terluar dari sebuah atom. Guided inquiry learning : dikenal dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing adalah suatu model pengajaran yang menekankan pada proses penemuan konsep dan hubungan antar konsep dimana siswa merancang sendiri prosedur percobaan sehingga peran siswa lebih dominan, sedangkan guru membimbing siswa kearah yang tepat/benar. Marshmallow : atau manisan kenyal adalah makanan ringan bertekstur seperti busa yang lembut dalam berbagai bentuk, aroma dan warna Molekul : gabungan dari dua atau lebih atom yang saling berikatan melalui ikatan kimia, bisa terbentuk dari atom yang sama, contohnya: hidrogen (H2) dan oksigen (O2) Molymod : alat peraga kimia yang terdiri atas bola warna-warni dan menggambarkan suatu atom serta mempunyai lubang sesuai dengan jumlah atom lain yang dapat diikat. Oksidator : bahan kimia yang bersifat mudah menguap dan mudah terbakar melalui oksidasi (oxidizing). Penyebab terjadinya kebakaran umumnya terjadi akibat reaksi bahan tersebut dengan udara yang panas, percikan api, atau karena raksi dengan bahan-bahan yang bersifat reduktor. Pemisahan : suatu proses yang dilakukan untuk mendapatkan dua atau lebih produk yang lebih murni dari suatu campuran senyawa kimia Rumus molekul : rumus yang menyatakan komposisi atom-atom ataupun struktur senyawa kimia suatu zat.
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Persamaan Kimia - 108 Hidup Itu Dinamis, Selalu Ada Perubahan Di Awal Dan Di Akhir BAB V PERSAMAAN KIMIA Materi I (Hidup Itu Dinamis, Selalu Ada Perubahan Di Awal Dan Di Akhir) HIDUP ITU DINAMIS, SELALU ADA PERUBAHAN DI AWAL DAN DI AKHIR REAKSI KIMIA Profil Pelajar Pancasila Bernalar Kritis: mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan menganalisis informasi yang relevan serta memprioritaskan beberapa gagasan tertentu. Mandiri: mengelola pikiran, perasaan, dan tindakannya agar tetap optimal untuk mencapai tujuan pengembangan diri dan prestasinya. Bergotong royong: Memiliki kemampuan kolaborasi, bekerja sama dengan orang lain disertai perasaan senang dan menunjukan sikap positif, memahami perspektif orang lain, memiliki kemampuan berbagi dan menempatkan segala sesuatu sesuai tempat dan porsinya, serta menghargai pencapaian dan kontribusi orang lain, dan menghargai keputusan bersama dan berusaha untuk membuat keputusan melalui musyawarah untuk mufakat. Tujuan Pembelajaran Pertemuan ke-1: Mengidentifikasi macam-macam reaksi kimia dan menentukan produk yang dihasilkan. Pertemuan ke-2: Menyetarakan macam-macam reaksi kimia. Pertemuan ke-3: Membuat persamaan reaksi kimia lengkap dengan fasenya dari persamaan kata yang diberikan. Pengetahuan Prasyarat Sebelum mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan sudah mampu menuliskan rumus molekul berdasarkan tipe pembentukannya dan dapat menamakan senyawa kimia dari rumus molekulnya. Peserta didik juga diharapkan sudah mengerti 3 fasa suatu zat yaitu padatan, cairan, dan gas. Pemahaman Bermakna Pernahkah anda memikirkan bahwa ada reaksi kimia dalam tubuh kita? Kenyataannya banyak. Cairan intrasel dalam tubuh kita mengandung senyawa organik dalam jumlah yang besar, sehingga memungkinkan terjadinya reaksi kimia dalam sel. Pernah juga kah anda berpikir sampah-sampah yang ada di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) jika sudah terlalu menumpuk mengapa tidak ditanggulangi dengan cara dibakar? karena reaksi pembakaran pasti akan menghasilkan karbon dioksida ke atmosfer sehingga akan menambah polutan dan menyebabkan pemanasan global atau
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Persamaan Kimia - 109 Hidup Itu Dinamis, Selalu Ada Perubahan Di Awal Dan Di Akhir jika hasil pembakaran tidak sempurna akan menghasilkan karbon monoksida yang beracun dan menyebabkan kematian. Secara lebih rinci, kegiatan belajar ini akan membahas mengenai reaksireaksi kimia baik macam-macam reaksi kimia, menentukan produk yang terbentuk, dan bagaimana cara menuliskannya beserta fasa-fasanya. Pertanyaan Pemantik a. Guru memberikan pertanyaan seperti: Apakah ada yang tahu senyawa kimia dari garam yang biasa kita gunakan sebagai penambah rasa asin dalam makanan? apakah garam tersebut aman digunakan? Tersusun dari atom-atom apa saja garam tersebut? Natrium dan Klor, siapa yang tahu bahwa natrium juga dapat ditemukan dalam pembuatan kembang api? siapa juga yang sudah mengetahui apabila natrium direaksikan dalam air dapat meledak? namun Ketika natrium bereaksi dengan klor dan membentuk NaCl dapat menjadi senyawa yang aman di makan dalam jumlah tertentu, apa yang terjadi? dan mengapa bisa demikian? Gambar Natrium saat direaksikan dengan air sumber: ehs.stanford.edu b. Guru memberikan gambar seperti dibawah ini mengenai sampah di TPA. Ajukan pertanyaan kepada peserta didik seperti: Jika plastik sulit diurai dan menjadi masalah utama mengapa tidak dibakar saja? dengan begitu akan akan cepat menyelesaikan masalah karena sampahnya akan habis terbakar. Setiap reaksi kimia pasti menghasilkan produk. Dengan dibakar, massa plastiknya memang menghilang secara kasat mata, namun produk apa yang akan di hasilkan dari hasil pembakaran tersebut? dan apakah benar dapat menyelesaikan masalah atau sebaliknya?
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Persamaan Kimia - 110 Hidup Itu Dinamis, Selalu Ada Perubahan Di Awal Dan Di Akhir Perangkat Asesmen Asesmen Formatif Pertemuan ke-1 Identifikasikan tipe reaksi-reaksi dibawah ini dan jelaskan jawabanmu! a. CrO3 + 2Al → Al2O3 + Cr b. Mg(OH)2 + 2HCl → MgCl2 + 2H2O c. Fe + HCl → FeCl2 + H2 d. Na2O + HCl → NaCl + H2O Pertemuan ke-2 Dari persamaan reaksi kimia berikut, manakah yang sudah setara? a. CrO3 + 2Al → Al2O3 + Cr b. Mg(OH)2 + 2HCl → MgCl2 + 2H2O c. Fe + HCl → FeCl2 + H2 d. Na2O + HCl → NaCl + H2O pembahasan: a. Persamaan reaksi kimia (a) belum setara. Apabila disetarakan sebagai berikut. CrO3 + 2Al → Al2O3 + 3Cr b. Persamaan reaksi kimia (b) sudah setara c. Persamaan reaksi kimia (c) belum setara. Apabila disetarakan sebagai berikut. Fe + 2HCl → FeCl2 + H2 d. Persamaan reaksi kimia (d) belum setara. Apabila disetarakan sebagai berikut. Na2O + 2HCl → 2NaCl + H2O Pertemuan ke-3 Perhatikan persamaan reaksi di bawah ini. 2Al(s) + 6HCl(aq) ⇒ 2AlCl3(aq) + 3H2(g) Berdasarkan persamaan reaksi diatas maka pernyataan dibawah ini yang tidak tepat adalah………. A. Jumlah atom di kiri dan kanan tanda panah adalah sama B. Terdapat 3 buah atom Cl di bagian kanan tanda panah C. Koefisien reaksi untuk HCl adalah 6 D. Al yang bereaksi berwujud padat E. Perbandingan mol Al dan H2 adalah 2 : 3 Ketika bubuk magnesium direaksikan dengan larutan asam sulfat maka akan terbentuk larutan magnesium sulfat dan gas hidrogen. Reaksi dibawah ini yang sesuai untuk menggambarkan peristiwa tersebut adalah……….. A. Mn(s) + H2SO4(aq) ⇒ MnSO4(aq) + H2(g) B. 2Mn(s) + H2SO4(aq) ⇒ Mn2SO4(aq) + H2(g) C. Mg(s) + 2H2SO4(aq) ⇒ Mg(SO4)2(aq) + 2H2(g) D. Mg(s) + H2SO4(aq) ⇒ MgSO4(aq) + H2(g) E. 2Mg(s) + H2SO4(aq) ⇒ Mg2SO4(aq) + H2(g) Reaksi dibawah ini yang tidak sesuai dengan Hukum Kekekalan Massa adalah…….. A. C3H6(g) + O2(g) ⇒ CO2(g) + H2O(l) B. H2(g) + I2(g) ⇒ 2HI(g) C. N2(g) + 3H2(g) ⇒ 2NH3(g)
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Persamaan Kimia - 111 Hidup Itu Dinamis, Selalu Ada Perubahan Di Awal Dan Di Akhir D. NaCl(aq) + AgNO3(aq) ⇒ AgCl(aq) + NaNO3(aq) E. Cu(s) + 4HNO3(aq) ⇒ Cu(NO3)2(aq) + 2NO2(g) + 2H2O(l) Untuk membuat karbon tetraklorida (CCl4), gas metana(CH4) direaksikan dengan gas klor(Cl2) menurut persamaan reaksi: CH4 + Cl2 ⇒ CCl4 + HCl (belum setara) Berdasarkan reaksi tersebut maka perbandingan mol CCl4 dan HCl yang dihasilkan adalah………. A. 1 : 1 B. 1 : 2 C. 1 : 4 D. 2 : 3 E. 2 : 5 Berdasarkan reaksi: aC5H12 + bO2 ⇒ cCO2 + dH2O Maka nilai a b c dan d berturut-turut adalah……. A. 1, 8, 5, 6 B. 1, 4, 5, 3 C. 1, 8, 5, 3 D. 2, 8, 5, 6 E. 2, 4, 5, 6 Jika reaksi dibawah ini disetarakan maka koefisien HCN dan H2O berturutturut adalah………. CH4(g) + NH3(g) + O2(g) ⇒ HCN(g) + H2O(g) A. 2 dan 2 B. 2 dan 3 C. 3 dan 2 D. 3 dan 6 E 2 dan 6 1 mol senyawa hidrokarbon CxHy bereaksi dengan 5 mol gas oksigen, membentuk 2 mol gas CO2 dan 4 mol dan 4 mol uap air. Senyawa hidrokarbon yang dimaksud adalah……….. A. CH4 B. C2H4 C. C2H6 D. C3H8 E C4H8 Perhatikan persamaan reaksi di bawah ini aCu + bHNO3 ⇒ cCu(NO3)2 + H2O + NO Jika koefisien H2O dan NO2 berturut turut adalah 4 dan 2, maka nilai a, b dan c adalah…….. A. 3, 8, 3 B. 3, 3, 4 C. 8, 3, 4 D. 3, 4, 2 E. 8, 4, 2
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Persamaan Kimia - 112 Hidup Itu Dinamis, Selalu Ada Perubahan Di Awal Dan Di Akhir Diantara persamaan reaksi di bawah ini yang jumlah pada reaksi dan hasil reaksinya sama adalah……… A. 2NaNO3 ⇒ 2NaNO2 + O2 B. 2Na + Cl2 ⇒ 2NaCl C. 4Al + 3O2 ⇒ 2Al2O3 D. CaCO3 ⇒ CaO + CO2 E Ca(OH)2 + CO2 ⇒ CaCO3 + H2O Berdasarkan reaksi: 2Cu2S(l) + 3O2(g) ⇒ 2Cu2O(s) + 2SO2(g), maka pernyataan dibawah ini yang tidak benar adalah………. A. Jumlah pereaksi lebih banyak dibandingkan hasil reaksi B. Perbandingan mol antara SO2 dan O2 adalah 2 : 3 C. Jumlah atom-atom di kanan tanda panah sama dengan jumlah atom-atom di kiri tanda panah D. Cu2S yang bereaksi berupa larutan E Terdapat 6 buah atom oksigen di bagian kanan tanda panah
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Persamaan Kimia - 113 Hidup Itu Dinamis, Selalu Ada Perubahan Di Awal Dan Di Akhir Materi Reaksi kimia atau perubahan kimia merupakan suatu peristiwa bergabungnya zat pereaksi atau reaktan menghasilkan produk sebagai hasil reaksi. Sebagai contoh adalah terjadinya reaksi antara molekul A dan B menghasilkan C dan D, yang dapat ditulis sebagai berikut: a, b, c, d = koefisien reaksi Sejumlah tertentu molekul A bereaksi dengan sejumlah tertentu molekul B akan menghasilkan sejumlah molekul tertentu C dan D. Jumlah atom atau jumlah muatan atau jumlah mol zat pereaksi harus sama dengan jumlah atom atau jumlah muatan atau jumlah mol hasil reaksi. Atom dapat didefinisikan sebagai bagian terkecil dari suatu zat. Untuk lebih detailnya mengenai atom akan dijelaskan pada modul selanjutnya. Pengayaan dan remedial Pengayaan Untuk peserta didik yang mampu, guru meminta peserta didik untuk memberikan 1 contoh reaksi kimiawi yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari. contohnya adalah reaksi fotosintesis untuk mengubah karbon dioksida dan air menjadi glukosa dan oksigen, atau reaksi kimia yang terjadi selama proses pencernaan makanan. Ketika memasukan makanan ke dalam mulut, enzim di air liur mulai memecah gula dan karbohidrat menjadi bentuk yang lebih sederhana untuk diserap oleh tubuh. Peserta didik ditugaskan untuk mencari 1 penerapan reaksi kimia lainnya, dengan reaksi, beserta reaksi kimia yang terjadi, dan mengidentifikasikan termasuk tipe apakah reaksi tersebut. Karya dibuat di link google slide yang diberikan oleh guru dengan 1 peserta didik hanya diperbolehkan menggunakan dan mengkreasikan 1 google slide. Peserta didik bisa saling melihat dan membaca karya teman-temannya. Remedial Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, silahkan berikan kegiatan berikut sebagai remedial. Aktivitas 1) Pemberian bimbingan secara individu. Hal ini dilakukan apabila ada beberapa anak yang mengalami kesulitan yang berbeda-beda, sehingga memerlukan bimbingan secara individual. Bimbingan yang diberikan disesuaikan dengan tingkat kesulitan yang dialami oleh peserta didik. 2) Pemberian bimbingan secara kelompok. Hal ini dilakukan apabila dalam pembelajaran klasikal ada beberapa peserta didik yang mengalami kesulitan sama. 3) Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda.Pembelajaran ulang dilakukan apabila semua peserta didik mengalami kesulitan. Pembelajaran ulang dilakukan dengan cara penyederhanaan materi, variasi cara penyajian, penyederhanaan tes/pertanyaan.
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Persamaan Kimia - 114 Hidup Itu Dinamis, Selalu Ada Perubahan Di Awal Dan Di Akhir 4) Pemanfaatan tutor sebaya, yaitu peserta didik dibantu oleh teman sekelas yang telah mencapai KKM, baik secara individu maupun kelompok.
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Persamaan Kimia - 115 Hidup Itu Dinamis, Selalu Ada Perubahan Di Awal Dan Di Akhir Lampiran Lembar Kerja Siswa Pertemuan ke-1: Soal Latihan TIPE-TIPE REAKSI KIMIA PENGURAIAN: ___________________________________________ PEMBENTUKAN: ________________________________________________ Penggantian berganda: ________________________________________ Penggantian tunggal: ________________________________________ Identifikasikan tipe reaksi pada reaksi-reaksi kimia berikut: 1. NaCl + AgNO3 AgCl + NaNO3 ______________________ 2. 2 H2 + O2 2 H2O ______________________ 3. KBr + I2 KI + Br2 ______________________ 4. BF4 B + 2 F2 ______________________ Snowman Challenge Aturan permainan: (1) Pilih kartu dan kerjakan! Masing-masing perwakilan kelompok memilih kartu yang sudah di tulis reaksi kimia yang belum setara, peserta didik tidak diizinkan untuk menukar kartunya ataupun mengintip soal dari kartu tersebut. (2) Kartu yang dipilih bisa dikerjakan secara kelompok dalam 1 waktu. Setiap kelompok harus menjawab kartu tersebut agar bisa mengambil kartu lainnya. (3) Setiap kelompok boleh mengerjakan secara berbarengan dan memeriksa jawaban agar lebih yakin. Arahan: Ambil kartu dan setarakan reaksi kimianya! tulis jawaban pada lembar kartu yang tertera. Lalu serahkan kartu tersebut pada guru kalian, jika jawaban salah wajib membenarkan sampai menemukan jawaban yang tepat.
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Persamaan Kimia - 116 Hidup Itu Dinamis, Selalu Ada Perubahan Di Awal Dan Di Akhir catatan guru: Aturan permainan dapat diubah sesuai dengan kondisi kelas dan peserta didik. Template kartu dapat di print dan diperbanyak sesuai kebutuhan. Jika tidak ada print-an, guru bisa membuat dengan memotong kertas sesuai keperluan. Jika memungkinkan, minta peserta yang memiliki kemampuan lebih untuk menjadi juri dan membuat kelompok-kelompok dengan jumlah peserta didik lebih sedikit agar lebih focus bermain.
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Persamaan Kimia - 117 Hidup Itu Dinamis, Selalu Ada Perubahan Di Awal Dan Di Akhir Persamaan reaksi kimia yang perlu di setarakan dan jawabannya. Percobaan mengenai reaksi Kimia dengan bahan alam Percobaan tentang reaksi kimia untuk membuktikan adanya gas CO2 Banyak eksperimen tentang pembuktian adanya gas CO2 yang dihasilkan dari suatu reaksi. Namun, percobaan kali ini bukan saja menunjukkan bahwa pada air soda mengandung gas CO2 tetapi juga keluarnya gas CO2 dari air soda menyebabkan buah anggur yang dimasukkan ke dalamnya bergerak-gerak yang seolah- olah anggur tersebut sedang menari. Alat dan bahan: 1) Gelas bening yang tinggi 2) Air soda 3) Buah anggur Prosedur percobaannya: 1) Isilah sebuah gelas bening (tinggi) dengan air soda (sekitar 3/4 gelas). 2) Masukkan 2 buah atau lebih buah ke dalam gelas yang berisi soda tersebut. 3) Amati apa yang terjadi dengan buah anggur, dan catat hasilnya. Catatan: Gas yang ke luar dari air soda dan menghasilkan gelembung-gelembung di dalam gelas adalah gas karbondioksida (CO2). Gelembung-gelembung kecil dari gas tersebut terkumpul dan
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Persamaan Kimia - 118 Hidup Itu Dinamis, Selalu Ada Perubahan Di Awal Dan Di Akhir mengelilingi buah anggur, sampai anggur tersebut mempunyai gaya apung yang cukup untuk naik (mengapung). Namun, pada permukaan air gelembung-gelembung gas tersebut pecah, sehingga membuat buah anggur tenggelam kembali, dan seterusnya gerakan naik turun yang indah itu terus berulang hingga gas CO2 habis. Bagaimana persamaan reaksinya? Silahkan Anda tulis dan lengkapi dengan koefisien rekasinya. Percobaan rekasi kimia sederhana biji jagung menari Membelajarkan reaksi kimia dengan cara ini, mirip dengan percobaan di atas, hanya bahannya saja yang diganti jagung, sebagai aternatif bahan kimia yang mudah diperoleh, apalagi dilingkungan petani. Alat dan bahan: 1) Air putih bersih 2) Gelas atau cangkir yang bening atau tembus pandang dapat terlihat dari luar gelas 3) Cuka secukupnya 4) Soda kue yang dapat di beli di toko kue atau minimarket 5) Biji jagung yang masih mentah yang biasa untuk dibembang atau yang sering di pakai untuk bahan mentah popcorn. 6) Sendok makan. Prosedur percobaannya: 1) Siapkan gelas yang sebelumnya telah diisi air, lalu masukan 3 ons cuka 2) Kemudian ambil soda kue seujung sendok makan, kemudian aduk aduk. 3) Masukkan juga berbagai biji jagung. 4) Tambahkan lagi soda kue sedikit. 5) Sekarang, tusukkan gelembung yang terbentuk di sekitar biji jagung dengan menggunakan cungkil gigi. Amatilah dengan sekasama ketika biji jagung tersebut tenggelam 6) Apa yang terjadi? Terlihat biji jagung tersebut menari-nari...! Catatan: Reaksi apa saja yang ditimbulkan pada percobaan kimia yang kita lakukan ini?. Reaksi kimia yang dihasilkan antara campuran cuka dengan soda kue akan menghasilkan suatu gas yang biasa disebut karbondioksida (CO2). Karbondioksida ialah gas yang tidak dapat terlihat, tetapi pada percobaan yang tadi sudah kita coba, kita akan dapat melihatnya dengan berbentuk gelembung. Gelembung ini, yang lebih ringan daripada air/larutan cuka, melekatkan diri pada setiap biji jagung dan mengambang biji tersebut ke permukaan gelas. Ketika menabrak udara, gelembung itu akan meletus dan biji jagung kembali akan tenggelam ke dasar gelas. Bagaimana persamaan reaksinya? Coba Anda tuliskan dan lengkapi dengan koefisien reaksinya. Percobaan tentang reaksi kimia dengan melunakkan cangkang telur Percobaan ini juga mirip dengan percobaan-percobaan sebelumnya. Percobaan kali ini akan membahas soal telur yaitu melunakkan kulit telur yang tadinya kulit telur itu keras. Kulit telur yang keras tersebut karena kandungan kalsium karbonatnya yang cukup tinggi. Oleh sebab itu, percobaan berikut bertujuan untuk membuktikan bahwa kalsium karbonat dapat bereak- si dengan asam asetat (cuka) menghasilkan gas CO2. Alat dan bahan : 1) Gelas kimia 250 ml atau gelas kaca bening (agar reaksi dapat terlihat). 2) Cuka 3) Telur mentah Prosedur percobaannya:
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Persamaan Kimia - 119 Hidup Itu Dinamis, Selalu Ada Perubahan Di Awal Dan Di Akhir 1) Masukkan air cuka ke dalam gelas kimia atau gelas kaca yg bening. 2) Masukkan telur ke dalamnya. 3) Liat reaksinya, catat hasil pengamatanmu Catatan: Kulit telur yang terdiri dari kalsium karbonat (CaCO3). Ketika telur dicampur dengan cuka (CH3COOH) akan menimbulkan reaksi kimia dgn produk- nya berupa gas karbondioksida (CO2). Selanjutnya biarkan telur terendam selama satu hari, lalu apakah yang terjadi? Pertanyaan yang dapat dimunculkan dari percobaan ini antara lain: 1) Zat kimia apa yag terdapat pada cangkang telur? Tulis rumus kimianya. 2) Tulis rumus kimia asam cuka ? 3) Mengapa cangkang telur terkelupas setelah direaksikan dengan cuka ? 4) Zat apa yang di hasilkan dari reaksi tersebut ? 5) Tuliskan persamaan reaksi antara cangkang telur dan asam cuka.
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Persamaan Kimia - 120 Hidup Itu Dinamis, Selalu Ada Perubahan Di Awal Dan Di Akhir Lembaran bahan baca reaksi kimia LEMBARAN BAHAN BACA PERSAMAAN REAKSI KIMIA Reaksi kimia adalah proses dimana zat baru, yang disebut produk, terbentuk dari sejumlah zat asal, yang disebut sebagai reaktan. Seringkali bukti bahwa suatu reaksi kimia terjadi dapat dilihat dengan sederhana dari adanya perubahan warna, terbentuknya gas atau endapan, dan adanya pelepasan atau penyerapan panas. Meskipun demikian, kadang-kadang analisis kimia memerlukan penggunaan alat yang rumit untuk membuktikan bahwa telah terjadi reaksi kimia. Kalau unsur kimia dinyatakan dengan simbol kimia dan senyawa kimia dinyatakan dengan rumus kimia, maka reaksi kimia dinyatakan dengan persamaan reaksi kimia. Pada persamaan reaksi, rumus untuk reaktan dituliskan di sebelah kiri dan rumus untuk produk dituliskan di sebelah kanan. Kedua sisi digabung dengan tanda sama dengan (=) atau tanda panah ( ) sebagai berikut: A + B -> C +D zat asal zat Baru reaktan produk Menuliskan persamaan reaksi kimia biasanya dilakukan secara langsung, meskipun demikian sebenarnya ada tiga tahapan prosedur yang sistematis yang perlu diperhatikan untuk memudahkan penulisan persamaan reaksi kimia. Sebagai contoh adalah reaksi antara gas belerang dioksida dan gas oksigen, menghasilkan gas belerang trioksida. Ketiga tahap tersebut adalah sebagai berikut: 1. Tuliskan nama dari reaktan dan produk: belerang dioksida + oksigen belerang trioksida 2. Ubahlah nama dari reaktan dan produk menjadi rumus kimia. Rumus kimia dari belerang dioksida adalah SO2, rumus kimia dari oksigen adalah O2, dan rumus kimia dari belerang trioksida adalah SO3. Pada tahap 2 ini dapat dilihat bahwa jumlah O di sebelah kiri tidak sama dengan di sebelah kanan, di sebelah kiri ada empat O (dua dari molekul SO2 dan dua dari molekul O2), sedangkan di sebelah kanan hanya ada tiga O (dari molekul SO3). 3. Setimbangkan rumus kimia untuk memperoleh persamaan reaksi kimia, dengan mengatur koefisien reaksi. Tujuan dari menyetimbangkan persamaan adalah untuk menetapkan bahwa jumlah dari setiap jenis atom tidak berubah, karena atom tidak dapat dibuat atau dimusnahkan dalam reaksi kimia. Oleh karena itu maka jumlah setiap atom sebelum dan sesudah reaksi harus sama. Untuk itu pada tahap 3, jumlah O pada kedua ruas ini harus disamakan, dengan mengalikan SO2 dan SO3 masing-masing dengan angka 2 (dua). Angka pengali ini disebut koefisien stiokiometri atau koefisien reaksi, dan selalu merupakan bilangan bulat yang sederhana. Apabila tidak dituliskan, seperti di depan O2, berarti koefisien reaksi rumus kimia tersebut adalah satu. Jadi, secara
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Persamaan Kimia - 121 Hidup Itu Dinamis, Selalu Ada Perubahan Di Awal Dan Di Akhir keseluruhan, persamaan kimia dapat dibaca sebagai: dua molekul SO2 dan satu molekul O2 digunakan dan dua molekul SO3 dihasilkan. Pada persamaan yang sudah setimbang, ada dua atom S dan enam atom O pada kedua sisi. Dalam menyetimbangkan persamaan reaksi, ada tiga hal yang harus selalu diingat: a. Persamaan reaksi dapat disetimbangkan hanya dengan mengatur koefisien reaksi dari senyawa kimia, sejauh yang diperlukan. b. Jangan pernah menambahkan senyawa lain. c. Jangan pernah merubah indeks dari rumus kimia senyawa. Tidak ada teori khusus untuk menyetimbangkan persamaan reaksi, satu-satunya cara adalah dengan mengatur koefisien reaksi dengan cara coba-coba. Meskipun demikian, ada satu petunjuk yang dapat digunakan sebagai pegangan yaitu bahwa dalam menyetimbangkan persamaan reaksi, setimbangkan terlebih dahulu atom-atom selain H dan O. Contoh Gas propana, C3H8, adalah senyawa hidrokarbon yang biasa digunakan sebagai bahan bakar. Gas propana mudah dicairkan, disimpan, dan dipindahkan. Tuliskan persamaan reaksi yang setimbang untuk pembakaran gas propana (pembakaran hidrokarbon dengan oksigen berlebih akan menghasilkan CO2 dan H2O). Apabila digunakan tiga tahapan seperti di atas, maka: 1. Tuliskan nama dari reaktan dan produk: propana + oksigen à karbon diokasida + air 2. Ubahlah nama reaktan dan produk menjadi rumus kimia. C3H8 + O2 à CO2 + H2O 3. Setimbangkan rumus kimia untuk memperoleh persamaan reaksi kimia, dengan mengatur koefisien reaksi, misal dengan membuat satu atom tetap sedangkan atom lainnya disesuaikan, sampai dicapai hasil akhir yang setimbang. Pada senyawa propana, atom selain H dan O adalah C, maka atom C tersebut disesuaikan terlebih dahulu, baru kemudian atom H dan O. Setimbangkan C : C3H8 + O2 à 3 CO2 + H2O Setimbangkan H : C3H8 + O2 à 3 CO2 + 4 H2O Setimbangkan O : C3H8 + 5 O2 à 3 CO2 + 4 H2O Persamaan reaksi yang : C3H8 + 5 O2 à 3 CO2 + 4 H2O setimbang Telah disebutkan di atas bahwa koefisien stiokiometri atau koefisien reaksi selalu merupakan bilangan bulat yang sederhana. Tidak jarang ditemui bahwa setelah proses penyetimbangan reaksi, diperoleh koefisien reaksi yang bukan bilangan bulat (pecahan). Pada kasus seperti ini seluruh koefisien reaksi harus dikalikan dengan “angka” yang sama untuk menghilangkan pecahan tersebut.
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Persamaan Kimia - 122 Hidup Itu Dinamis, Selalu Ada Perubahan Di Awal Dan Di Akhir Contoh Setimbangkan persamaan reaksi pembakaran senyawa hidrokarbon trietilen glikol, C6H14O4. 1. Tuliskan nama reaktan dan produk. trietilen glikol + oksigen à karbon diokasida + air 2. Ubahlah nama reaktan dan produk menjadi rumus kimia. C6H14O4 + O2 à CO2 + H2O 3. Setimbangkan pernyataan rumus kimia untuk memperoleh persamaan reaksi kimia, dengan mengatur koefisien reaksi, misal dengan membuat satu atom tetap sedangkan atom lainnya disesuaikan, sampai dicapai hasil akhir yang setimbang. Setimbangkan C : C6H14O4 + O2 à 6 CO2 + H2O Setimbangkan H : C6H14O4 + O2 à 6 CO2 + 7 H2O Jumlah atom oksigen di sisi kiri adalah 6, 4 dari C6H14O4 dan 2 dari O2. Sedangkan di sisi kanan terdapat 19 atom O, 6 dari CO2 dan 7 dari H2O. Artinya yang harus ditambah atom O adalah sisi kiri dimana jumlah atom O nya lebih sedikit. Dalam hal ini harus hati-hati karena sumber atom O di sisi kiri berasal dari 2 senyawa yaitu C6H14O4 dan O2. Senyawa C6H14O4 memiliki 4 atom O, maka untuk memperoleh 19 atom O di sisi kiri, kurangkan 19 atom O dengan 4, hasilnya adalah 15 atom O, yang harus dipenuhi dari O2. Hal ini menyebabkan koefisien reaksi dalam bentuk pecahan yaitu untuk O2. Setimbangkan O: C3H14O4 + O2 à 6 CO2 + 7 H2O (setimbang) Meskipun koefisien pecahan pada keadaan tertentu dapat diterima, akan tetapi biasanya pecahan dihilangkan dengan mengalikan seluruh koefisien dengan angka yang sama sehingga tidak ada pecahan lagi, dalam hal ini angka tersebut adalah ‘2’, maka Persamaan reaksi yang setimbang: 2 C6H14O4 + 15 O2 à 12 CO2 + 14 H2O sumber: http://ebook.itenas.ac.id/ Sumber referensi belajar guru dan siswa Buku paket yang disediakan Sekolah dan video pembelajaran mengenai penamaan rumus molekul kimia dan penulisan nama senyawa kimia. Demonstrasi Mg + HCl dapat dipelajari di: https://www.colorado.edu/lab/lecture-demomanual/general-reactions/s115-stoichiometry-limiting-reagents-mg-hcl Simulasi menyamakan reaksi kimia dapat diakses di: https://phet.colorado.edu/en/simulation/balancing-chemical-equations
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Persamaan Kimia - 123 Hidup Itu Dinamis, Selalu Ada Perubahan Di Awal Dan Di Akhir DAFTAR PUSTAKA Ahmad. 2021. Reaksi Kimia: Pengertian, Ciri-ciri, Faktor, dan Contohnya. diakses melalui https://www.gramedia.com/literasi/reaksi-kimia/ pada 22 Juni 2021 Budiati, Rini. 2019. Kimia Dasar. Itenas : Bandung Kotz, John C. Chemical Reaction. Britannica. Helmenstine, Anne Marie. 2020. Examples of Chemical reactions in Everyday Life. Thought.co Mahanal, Susriyati. 2006. Suatu Contoh Implementasi Portofolio sebagai Asesmen Autentik Pada Mata Pelajaran Sains di Sekolah Dasar. SEMINAR NASIONAL MIPA: Penelitian, Pendidikan, dan Penerapan MIPA serta Peranannya dalam Peningkatan Keprofesionalan Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Yogyakarta: UNY Ruffin, Lora dan Polk, Michael. 2009. S115: Stoichiometry – Limiting Reagents : Mg + HCl. diakses melalui https://www.colorado.edu/lab/lecture-demo-manual/general-reactions/s115- stoichiometry-limiting-reagents-mg-hcl pada 25 Juni 2021 Tramidiya. 2014. Penerapan Media Story Picture untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran PKN. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia Vernandes, Andrian. 2021. 10 Contoh Soal (Pilihan Ganda) Persamaan Reaksi Kimia Sederhana dan Pembahasannya. diakses pada https://www.avkimia.com/ pada 25 Juni 2021 Warlina, Lina. 2016. Modul Kimia dasar I . Jakarta: Universitas Terbuka Watanabe-Crockett, Lee. 2018. 10 Self-Reflective Questions Teachers Can Debrief With Every Day. diakses melalui https://wabisabilearning.com/blogs/mindfulness-wellbeing/reflectivequestions-teachers pada 21 Juni 2021 GLOSORIUM Cairan intrasel : cairan yang berda di dalam sel di seluruh tubuh Logam : unsur kimia yang mempunyai sifat-sifat kuat, liat, keras, penghantar listrik dan panas, serta mempunyai titik cair tinggi. Nonlogam : kelompokan unsur kimia yang bersifat elektronegatif, yaitu lebih mudah menarik elektron valensi dari atom lain dari pada melepaskannya. Reaksi kimia : suatu proses di mana satu atau lebih zat, diubah menjadi satu atau zat yang berbeda dan menghasilkan produk yang baru. Reaktan : Pereaksi (kimia) seperti yang tertera dalam suatu persamaan reaksi Zat : sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang dan berdasarkan wujudnya, zat dibagi atas 3 jenis, yaitu zat padat, cair, dan gas.
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Stokiometri - 124 Seberapa Banyak 1 Mol Itu? BAB VI HUKUM DASAR KIMIA (Materi I Kayu terbakar menjadi apa?) KAYU TERBAKAR MENJADI APA? Profil Pelajar Pancasila Bernalar Kritis: mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan menganalisis informasi yang relevan serta memprioritaskan beberapa gagasan tertentu. Mandiri: mengelola pikiran, perasaan, dan tindakannya agar tetap optimal untuk mencapai tujuan pengembangan diri dan prestasinya. Bergotong royong: Memiliki kemampuan kolaborasi, bekerja sama dengan orang lain disertai perasaan senang dan menunjukan sikap positif, memahami perspektif orang lain, memiliki kemampuan berbagi dan menempatkan segala sesuatu sesuai tempat dan porsinya, serta menghargai pencapaian dan kontribusi orang lain, dan menghargai keputusan bersama dan berusaha untuk membuat keputusan melalui musyawarah untuk mufakat. Tujuan Pembelajaran 10.20 Menjelaskan hukum-hukum dasar kimia (hukum Lavoisier, Proust, Dalton, Gay Lussac dan Avogadro). Pengetahuan Prasyarat Sebelum mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan sudah mampu: i. menggambarkan bagaimana susunan partikel berubah seiring berubahnya fasa suatu zat ii. dengan bantuan tabel periodik unsur peserta didik mampu menuliskan molekul dan senyawa, iii. mampu melakukan perhitungan dasar matematika Pemahaman Bermakna Tidak hanya pemahaman, untuk mempelajari kimia peserta didik juga perlu kemampuan menghitung. Namun diperlukan pemahaman yang baik mengenai hukum dasar kimia agar dapat melakukan perhitungan karena perrhitungan kimia adalah aplikasi dari hukum-hukum dasar kimia. Melalui perhitungan kimia, peserta didik akan dapat menghitung jumlah zat-zat yang bereaksi dan hasil reaksi.
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Stokiometri - 125 Seberapa Banyak 1 Mol Itu? Pertanyaan Pemantik Apa yang peserta didik ketahui dari penyataan “massa dapat berubah bentuk akan tetapi tidak bisa diciptakan ataupun dimusnahkan”, kaitkan dengan beberapa reaksi kimia seperti pembakaran kayu, pembuatan kue, proses kimia didalam tubuh saat mencerna makanan, dan besi berkarat. contoh pada konteks kayu bakar: Pada pembakaran kayu pada api unggun hingga yang tertinggal hanya seonggok abu. Selama pembakaran, asap, panas dan cahaya dilepaskan. Mudah dilihat bahwa terjadi suatu perubahan kimia. Mula-mula anda mungkin berfikir bahwa terjadi kehilangan zat selama perubahan tersebut karena onggokan abunya terlihat begitu sedikit dibandingkan kayunya. Namun misalkan selama pembakaran anda dapat mengumpulkan semua oksigen di udara yang bercampur dengan kayu. Dan misalkan anda dapat mengumpulkan asap dan gas yang terlepas dari kayu yang terbakar, serta mengukur massanya. Barulah anda akan dapati bahwa tidak ada massa yang hilang selama pembakaran. Tidak saja pada proses pembakaran, pada semua perubahan kimia tidak ada massa yang hilang atau terbentuk. Dengan kata lain, zat tidak terbentuk atau hilang selama suatu perubahan kimia. Hukum Kekekalan Massa oleh Antoine Laurent Lavoiser (1789) berbunyi: “tidak ada penambahan atau pengurangan massa zat dalam reaksi (massa zat kekal/tetap), sehingga massa zat-zat hasil reaksi sama dengan massa zat- zat yang bereaksi”. (Faridah, 2012) “Energi matahari itu datangnya dari mana, ya?”. Nah, di sinilah persamaan Einstein dipakai. Energi matahari itu datang dari reaksi Fusi, atom-atom hidrogen bergabung menjadi atom helium. Pada reaksi itu, atom-atom tersebut kehilangan sebagian dari massanya. Massa yang hilang itu menjadi apa? Ya, menjadi energi dalam bentuk sinar matahari. Sinar itulah yang bisa sampai ke bumi dan membantu reaksi fotosintesis tadi. Setiap detik, matahari kehilangan 4.260.000.000 kg massanya gara-gara reaksi fusi ini. Kegiatan Pembelajaran Persiapan Pembelajaran Sebelum memulai pembelajaran, peserta didik sudah membaca dan mempelajari hukum dasar kimia. Guru perlu mempersiapkan lembar kerja praktikum atau bisa meminta peserta mencatat halhal yang diperlukan sebelum praktikum (prosedur kerja, tabel pengamatan) sebelum pembelajaran dilaksanakan. Perlu ditekankan kepada peserta didik bahwa ada beberapa hukum dasar kimia yaitu hukum Lavoisier, Proust, Dalton, Gay Lussac dan Avogadro, namun dalam pembelajaran hari ini hanya melakukan percobaan yang membuktikan hukum lavoisier dan gay-lussac.
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Stokiometri - 126 Seberapa Banyak 1 Mol Itu? Materi Hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoisier) Seorang ilmuwan Perancis, Antoine Laurent Lavoisier (1743 – 1794) melakukan penelitian tentang pengaruh pemanasan logam di tempat terbuka. Lavoisier melakukan percobaan dengan membakar raksa (mercuri) cair berwarna putih keperakan dengan oksigen sehingga menghasilkan mercuri oksida yang berwarna merah. Sebaliknya, jika mercuri oksida yang berwarna merah dipanaskan, maka akan kembali dihasilkan mercuri cair yang berwarna putih keperakan dan oksigen. Dari percobaan tersebut, diketahui bahwa massa oksigen yang diperlukan pada proses pembakaran mercuri sama dengan massa oksigen yang dihasilkan pada pemanasan mercuri oksida. Mercuri + oksigen → mercuri oksida (putih keperakan) (merah) Mercuri oksida → mercuri + oksigen (merah) (putih keperakan) Berdasarkan hasil percobaan tersebut, Lavoisier mengemukakan hukum kekekalan massa atau hukum Lavoisier. Hukum kekekalan massa menyatakan bahwa massa total zat-zat sebelum reaksi sama dengan massa total zat-zat sesudah reaksi. Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust) Pada tahun 1799, seorang ilmuwan Perancis, Joseph Louis Proust (1754 – 1826) melakukan penelitian dengan membandingkan massa unsur-unsur yang terkandung dalam suatu senyawa. Berdasarkan penelitian tersebut, ditemukan bahwa setiap senyawa tersusun atas unsur-unsur dengan komposisi tertentu dan tetap. Penelitian Proust ini selanjutnya menghasilkan hukum perbandingan tetap yang menyatakan bahwa perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa adalah tertentu dan tetap. Hukum Perbandingan Berganda (Hukum Dalton) Seorang ilmuwan bernama John Dalton (1776 – 1844) melakukan percobaan dengan menganalisis perbandingan massa unsur-unsur pada beberapa senyawa, di antaranya adalah oksida karbon dan oksida nitrogen. Saat John Dalton mengamati senyawa CO dan CO2, yaitu dua senyawa yang berbeda tetapi tersusun atas unsur-unsur yang sama (karbon dan oksigen), didapatkan data sebagai berikut. Ketika massa karbon dalam kedua senyawa itu sama, Dalton mendapati bahwa massa oksigen dalam kedua senyawa tersebut akan memenuhi perbandingan tertentu. Perbandingan massa oksigen pada senyawa CO dan CO2 yang diperoleh Dalton adalah4 : 8 = 1 : 2.
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Stokiometri - 127 Seberapa Banyak 1 Mol Itu? Hukum Perbandingan Volume (Hukum Gay Lussac) Seorang ilmuwan Perancis, Joseph Gay Lussac (1778 – 1850) meneliti tentang volume gas dalam suatu reaksi kimia. Gay Lussac mendapati bahwa volume gas dapat berubah sesuai tekanan dan temperaturnya. Akan tetapi, jika tekanan dan temperaturnya sama, maka volume gas juga sama. Gay Lussac juga mendapati bahwa pada temperatur dan tekanan tertentu, ternyata 1 liter gas nitrogen dapat bereaksi dengan 3 liter gas hidrogen sehingga menghasilkan 2 liter gas amonia. Berdasarkan hal tersebut, didapatkan persamaan reaksi kimia berikut. 1 liter gas nitrogen + 3 liter gas hidrogen → 2 liter gas ammonia N2 + 3H2 → 2NH3 Berdasarkan percobaan tersebut, Gay Lussac menyatakan bahwa “pada suhu dan tekanan yang sama, perbandingan volume gas-gas yang bereaksi dan hasil reaksinya merupakan bilangan bulat dan sederhana”. Hipotesis Avogadro Tahun 1811, seorang ilmuwan asal Italia, Amadeo Avogadro (1776 – 1856) menyatakan bahwa partikel unsur tidak selalu berupa atom yang berdiri sendiri, tetapi juga dapat berbentuk molekul unsur. Molekul unsur adalah gabungan dari beberapa atom sejenis, seperti H2, N2, O2, P4, dan S8. Berdasarkan pemikirannya, Avogadro berhasil menjelaskan hukum Gay Lussac dengan mengajukan hipotesis (sekarang disebut hukum Avogadro) yang berbunyi “pada suhu dan tekanan yang sama, gas-gas yang volumenya sama akan memiliki jumlah molekul yang sama”.
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Stokiometri - 128 Seberapa Banyak 1 Mol Itu? Perangkat Asesmen Asesmen formatif Soal 1. Sebanyak 21 gram besi direaksikan dengan belerang sehingga menghasilkan 33 gram besi belerang. Tentukan massa belerang yang bereaksi! 2. Pembakaran 6 gram karbon memerlukan 16 gram oksigen. Tentukan massa gas karbon dioksida yang terbentuk! 3. Sebanyak 32 gram belerang dibakar sehingga menghasilkan 80 gram belerang trioksida (SO3). Tentukan massa gas oksigen yang diperlukan! 4. Sebanyak 12 gram karbon dibakar dengan 32 gram oksigen sehingga menghasilkansenyawa karbon dioksida. Tentukan: a. massa karbon dioksida yang terbentuk; serta b. perbandingan massa unsur karbon dan oksigen. 5. Senyawa karbon dioksida dibentuk dari unsur karbon dan oksigen dengan perbandingan massa karbon : oksigen = 3 : 8. Jika unsur karbon yang bereaksi sebanyak 1,5 gram maka tentukan massa oksigen yang diperlukan serta massa karbon dioksida yang terbentuk! 6. Terdapat dua buah senyawa oksida nitrogen (NxOy), yaitu senyawa yang tersusun atas unsur oksigen dan nitrogen dengan komposisi sebagai berikut. Tentukan perbandingan massa oksigen pada senyawa I dan senyawa II.s 7. Unsur X dan Y dapat membentuk dua macam senyawa. Senyawa I mengandung 40% unsur X, sedangkan senyawa II mengandung 50% unsur X. Tentukan perbandingan massa unsur Y pada senyawa I dan senyawa II! 8. Dua buah unsur A dan B dapat membentuk tiga macam senyawa. Senyawa I mengandung 15 gram unsur A dan 75 gram unsur B. Senyawa II mengandung 30 gram unsur A dan 75 gram unsur B. Senyawa III mengandung 40 gram unsur A dan 120 gram unsur B. Tentukan perbandingan massa unsur B pada ketiga senyawa tersebut! 9. Sebanyak 1 liter gas hidrogen bereaksi dengan 1 liter gas klorin menghasilkan 2 liter gas hidrogen klorida. Jika direaksikan 5 liter gas hidrogen, maka: a. tentukan gas klorin yang diperlukan; b. tentukan gas hidrogen klorida yang dihasilkan; dan c. tuliskan persamaan reaksinya. 10. Sebanyak 30 liter gas nitrogen bereaksi dengan 60 liter gas hidrogen membentuk gas amonia dengan persamaan reaksi berikut. N2 + 3H2 → 2NH3 a. Tentukan gas yang habis bereaksi b. Tentukan volume gas yang tersisa c. Tentukan gas amonia yang terbentuk 11. Sebanyak 500 molekul N2 bereaksi dengan 1500 molekul H2 membentuk 1000 molekul NH3 (amonia). Tentukan persamaan reaksi dan perbandingan koefisiennya! 12. Jika 1 liter CH4 bereaksi dengan 2 liter O2 maka akan menghasilkan 1 liter CO2 dan 2 liter H2O. Sementara itu, jika 1 liter C3H8 bereaksi dengan 5 liter O2 maka akan menghasilkan 3 liter CO2 dan 4 liter H2O. Jika sebanyak 5 liter campuran CH4 dan C3H8 yang terdiri atas 40% volume CH4 dan sisanya C3H8 dibakar maka tentukan volume total gas oksigen yang diperlukan.
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Stokiometri - 129 Seberapa Banyak 1 Mol Itu? Pembahasan 1 2 Massa karbon + massa oksigen → massa karbon dioksida 6 gram 16 gram ? Berdasarkan hukum Lavoisier, massa total zat-zat sebelum reaksi sama dengan massa total zat-zat sesudah reaksi. Dengan demikian, diperoleh: Massa karbon + massa oksigen = massa karbon dioksida 6 gram + 16 gram = massa karbon dioksida massa karbon dioksida = 22 gram Jadi, massa gas karbon dioksida yang terbentuk adalah 22 gram. 3 Massa belerang + massa oksigen → massa belerang trioksida 32 gram ? 80 gram Berdasarkan hukum Lavoisier, massa total zat-zat sebelum reaksi sama dengan massa total zat-zat sesudah reaksi. Dengan demikian, diperoleh: Massa belerang trioksida = massa belerang + massa oksigen 80 gram = 32 gram + massa oksigen massa oksigen = 80 gram – 32 gram = 48 gram Jadi, massa gas oksigen yang diperlukan adalah 48 gram. 4
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Stokiometri - 130 Seberapa Banyak 1 Mol Itu? 5 6 Untuk menentukan perbandingan massa unsur oksigen pada kedua senyawa tersebut, maka massa nitrogen harus sama. Pada soal ini, massa nitrogen sudah sama, sehingga diperoleh: massa oksigen I : massa oksigen II 16 gram : 48 gram 1 : 3 Jadi, perbandingan massa oksigen pada senyawa I dan senyawa II adalah 1 : 3. 7
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Stokiometri - 131 Seberapa Banyak 1 Mol Itu? 8 9 Dari soal, diketahui: volume H2 : volume Cl2: volume HCl 1 liter : 1 liter : 2 liter 5 liter : ? : ? a. Dengan menggunakan konsep perbandingan, diperoleh: volume H2 : volume Cl2 : volume HCl 1 liter : 1 liter : 2 liter 5 liter : 5 liter : ? b. Dengan menggunakan konsep perbandingan, diperoleh: volume H2 : volume Cl2: volume HCl 1 liter : 1 liter : 2 liter 5 liter : 5 liter : 10 liter c. Persamaan reaksinya sebagai berikut. H2 +Cl2 → 2HCl 10
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Stokiometri - 132 Seberapa Banyak 1 Mol Itu? 11 Koefisien merupakan perbandingan jumlah molekul. Oleh karena itu, kamu dapat mencari perbandingan koefisien melalui perbandingan jumlah molekulnya. N2(g) + H2 (g) → NH3(g) 500 molekul : 1500 molekul : 1000 molekul 1 : 3 : 2 Dengan demikian, persamaan reaksinya adalah sebagai berikut. N2(g) + 3H2 (g) → 2NH3(g) Berdasarkan persamaan reaksi tersebut, diketahui perbandingan koefisien N2: koefisien H2: koefisien NH3 = 1 : 3 : 2. 12
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Stokiometri - 133 Seberapa Banyak 1 Mol Itu? Pengayaan dan remedial Pengayaan Setelah melakukan percobaan hukum kekekalan massa, agar memperkuat pengetahuan perserta didik pada hukum ini, peserta didik diberikan lembar kerja mengenai perhitungan hukum kekekalan massa. Dengan diberikan langkah secara spesifik, lembar kerja pengayaan ini sangat cocok diberikan untuk siswa yang kesulitan belajar karena mereka akan terbimbing Langkah awal yang dilakukan sampai akhir menemukan jawaban. 1. Tuliskan persamaan reaksi kimia yang setara dibawa ini: magnesium + oxygen → magnesium oxide Mg + O2 → MgO 2. berapa massa atom relatif Mg? 3. Berapa massa molekul relatif O2? 16 x 2 = 4. Berapa masa molekul relatif MgO? 24 + 16 = 5. Berapa masa magnesium yang akan bereaksi dengan 2 gram oksigen> (2 x RAM of Mg) / RFM of O2 ( 2 x ) ÷ = g 6. Berapa massa magnesium oksida yang akan terbentuk dari 1 g oksigen? (2 x RFM of MgO) / RFM of O2 ( 2 x ) ÷ = g A magnesium strip was heated in a crucible over a Bunsen flame. The total mass of the crucible and magnesium before was 48.29 g. The total mass of the crucible and magnesium oxide after was 48.36 g. Sebuah pita magnesium dipanaskan di atas wadah porselen dengan pemanas Bunsen. Total massa porselen dan magnesium sebelum dipanaskan adalah 48.29. Total massa wadah porselen dan magnesium oksida setelah bereaksi adalah 48.36 g Perubahan massa (g) = total mass setelah bereaksi(g) – total mass sebelum bereaksi (g) 7. Berapa perubahan massanya? - = g 8. Berapa massa oksigen yang berekais dengan magnesium pada reaksi ini? g 9. Berapa massa strip magnesium yang akan bereaksi sepenuhnya untuk menghasilkan perubahan massa itu? Massa dari Mg yang akan bereaksi dengan 1g O2 (Q5) x massa dari O2 (Q8) x = = g 10.Berapa massa magnesium oksida yang akan terbentuk dari mereaksikan 0.07 g oksigen? Massa of MgO yang akan terbentuk dari mereaksikan 1 g O2 (Q6) x massa of O2 (Q8) x = = g sebagai alternatif, massa pita Mg yang dihitung di Q9 + massa oksigen (Q8) + = = g Massa pita magnesium yang sebenarnya yang direaksikan pada wadah porselen adalah 0.13 g.
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Stokiometri - 134 Seberapa Banyak 1 Mol Itu? 11. Berapa perubahan massa yang seharusnya terjadi secara teoritis? (RFM of O2 / 2 x RAM of Mg) xactual mass ofMg = ( ÷ ) x = = g 12. Berapakah hasil teoritis magnesiu m oksida? (RFM of MgO / RAM of Mg) x actual mass ofMg = ( ÷ ) x = = g 13. Apakah perubahan massa yang sebenarnya (percobaan) lebih kecil atau lebih besar dari perubahan secara teoritis (perhitungan)? 14.Mengapa terjadi perbedaan massa yang terbentuk antara hasil percobaan dengan perhitungan (teori)? sumber: edu.rsc.org Jawaban: 1. Tuliskan persamaan reaksi kimia yang setara dibawa ini: magnesium + oxygen → magnesium oxide 2Mg + O2 → 2MgO 2. berapa massa atom relatif Mg? 24 3. Berapa massa molekul relatif O2? 16 x 2 = 32 4. Berapa masa molekul relatif MgO? 24 + 16 = 40 5. Berapa masa magnesium yang akan bereaksi dengan 2 gram oksigen> (2 x RAM of Mg) / RFM of O2 (2x24)/32 = 0.6857 = 1.50 g 6. Berapa massa magnesium oksida yang akan terbentuk dari 1 g oksigen? (2 x RFM of MgO) / RFM of O2(2 x 40)/32 = 2.5 = 2.50 g A magnesium strip was heated in a crucible over a Bunsen flame. The total mass of the crucible and magnesium before was 48.29 g. The total mass of the crucible and magnesium oxide after was 48.36 g. Sebuah pita magnesium dipanaskan di atas wadah porselen dengan pemanas Bunsen. Total massa porselen dan magnesium sebelum dipanaskan adalah 48.29. Total massa wadah porselen dan magnesium oksida setelah bereaksi adalah 48.36 g Perubahan massa (g) = total mass setelah bereaksi(g) – total mass sebelum bereaksi (g) 7. Berapa perubahan massanya? 48.36 - 48.29 = 0.07 g 8. Berapa massa oksigen yang berekais dengan magnesium pada reaksi ini? 0.07 g 9. Berapa massa strip magnesium yang akan bereaksi sepenuhnya untuk menghasilkan perubahan massa itu? Massa dari Mg yang akan bereaksi dengan 1g O2 (Q5) x massa dari O2 (Q8) 1.5 x 0.07 = 0.105 = 0.11 g 10.Berapa massa magnesium oksida yang akan terbentuk dari mereaksikan 0.07 g oksigen?
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Stokiometri - 135 Seberapa Banyak 1 Mol Itu? Massa of MgO yang akan terbentuk dari mereaksikan 1 g O2 (Q6) x massa of O2 (Q8) 2.50 x 0.07 = 0.175 = 0.18 g sebagai alternatif, massa pita Mg yang dihitung di Q9 + massa oksigen (Q8) 0.11 + 0.07 = 0.18 g Massa pita magnesium yang sebenarnya yang direaksikan pada wadah porselen adalah 0.13 g. 11. Berapa perubahan massa yang seharusnya terjadi secara teoritis? RFM of O2 / RAM of Mg = 32/48 = 0.67 0.67 x 0.13 = 0.0871 = 0.09 g* 12. Berapakah hasil teoritis magnesiu m oksida? RFM of MgO /RAM of Mg = 80/48 = 1.67 1.67 x 0.13 = 0.2171 = 0.22 g 13. Apakah perubahan massa yang sebenarnya (percobaan) lebih kecil atau lebih besar dari perubahan secara teoritis (perhitungan)? 0.07< 0.09 smalle r 14.Mengapa terjadi perbedaan massa yang terbentuk antara hasil percobaan dengan perhitungan (teori)? Beberapa produk mungkin telah hilang ke lingkungan ketika tutup wadah diangkat untuk membiarkan oksigen masuk Reaksi mungkin belum selesai (beberapa magnesium mungkin belum sepenuhnya bereaksi). sumber: edu.rsc.org Remedial Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, silahkan berikan kegiatan berikut sebagai remedial. Aktivitas 5) Pemberian bimbingan secara individu. Hal ini dilakukan apabila ada beberapa anak yang mengalami kesulitan yang berbeda-beda, sehingga memerlukan bimbingan secara individual. Bimbingan yang diberikan disesuaikan dengan tingkat kesulitan yang dialami oleh peserta didik. 6) Pemberian bimbingan secara kelompok. Hal ini dilakukan apabila dalam pembelajaran klasikal ada beberapa peserta didik yang mengalami kesulitan sama. 7) Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda.Pembelajaran ulang dilakukan apabila semua peserta didik mengalami kesulitan. Pembelajaran ulang dilakukan dengan cara penyederhanaan materi, variasi cara penyajian, penyederhanaan tes/pertanyaan. 8) Pemanfaatan tutor sebaya, yaitu peserta didik dibantu oleh teman sekelas yang telah mencapai KKM, baik secara individu maupun kelompok.
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Stokiometri - 136 Seberapa Banyak 1 Mol Itu? LAMPIRAN Lembar Kerja Praktikum Hukum Lavioiser PERCOBAAN HUKUM KEKEKALAN MASSA (LAVOISIER) Alat dan Bahan Reaksi pembakaran pita magnesium Alat Bahan Wadar porselen + tutup Timbangan Tongs Bunsen Kaki tiga Segitiga porselen Pita Mg Reaksi HCl dan CaCO3 Alat Bahan Labu Erlenmeyer 100 mL+ tutup Spatula Timbangan Gelas uku5 25 cm3 Larutan HCl 1M 20 mL Padatan CaCO3 Cara Kerja: Reaksi pembakaran pita magnesium 1. Gulung sepotong magnesium 2. Tempatkan magnesium dalam wadah dan letakkan di tutupnya 3. Timbang wadah/tutup/magnesium 4. Panaskan wadah di atas nyala api biru menggunakan tripod dan segitiga porselin 5. Angkat tutupnya setiap menit dengan penjepit sampai reaksi selesai 6. Biarkan wadah menjadi dingin (sekitar 5 menit) 7. Timbang kembali wadah/tutup/magnesium oksida sumber: edu.rsc.org Reaksi kalsium karbonat dengan asam klorida 1. Tambahkan 20 cm3 asam klorida ke dalam labu erlenmeyer 2. Timbang labu erlenmeyer dan beberapa gram kalsium karbonat pada neraca
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Stokiometri - 137 Seberapa Banyak 1 Mol Itu? 3. Tambahkan butiran kalsium karbonat ke asam 4. Tunggu sampai reaksi selesai 5. Timbang kembali labu erlenmeyer sumber: edu.rsc.org Hasil Pengamatan reaksi total massa sebelum (g) total massa setelah reaksi (g) perubahan massa (g) magnesium dan oksigen kalsium karbonat and asam klorida perubahan massa (g) = total mass setelah reaksi (g) – total massa sebelum reaksi (g) 1. Prosedur Praktikum Sederhana Hukum Gay-Lussac HUKUM PERBANDINGAN VOLUME (GAY-LUSSAC) Alat dan bahan 1) Lilin 2) Korek api 3) Piring kecil 4) Air secukupnya 5) Pewarna makanan (bisa diganti pewarna apa saja) 6) Gelas kaca transparan Cara Kerja 1) Nyalakan lilin dan letakkan diatas piring kecil. 2) Ambil gelas kemudian tutup lilin tersebut dengan gelas. Apa yang terjadi? 3) Masih dengan lilin serta piring yang sama, masukkan air yang telah diberi pewarna kedalam piring tersebut. Air berwarna disini bertujuan untuk memudahkan dalam pengamatan. 4) Hidupkan lilin kemudian tutup lilin dengan gelas. Sekarang coba kamu amati, kini apa yang terjadi? Hasil Pengamatan Jelaskan apa yang terjadi Ketika lilin ditutup dengan gelas? apa hubungannya dengan hukum perbandingan volume dari gay -lussac? Jawaban:
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Stokiometri - 138 Seberapa Banyak 1 Mol Itu? ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………………………………….. Rekomendasi penjelasan untuk siswa: Jika lilin ditutup dengan gelas, maka semakin lama akan semakin redup. Hal ini disebabkan kadar oksigen yang diperlukan tidak mencukupi dalam proses pembakaran. Sehingga menyebabkan nyala lilin semakin lama semakin redup hingga akhirnya padam. Molekul oksigen yang hilang karena proses pembakaran, mengakibatkan tekanan udara didalam gelas lebih kecil jika dibandingkan dengan tekanan udara yang ada diluar gelas. Selanjutnya tekanan udara mengalir dari luar ke dalam. Karena tekanan udara diluar lebih besar dari dalam gelas, maka hal tersebut mengakibatkan air yang ada disekitar gelas tersebut tersedot masuk kedalam gelas dan air didalam gelas cenderung naik melebihi tinggi daripada air yang ada diluar gelas. Sumber referensi belajar guru dan siswa Guru Peserta didik Percobaan hukum kekekalan massa: https://edu.rsc.org/practical/conservation-ofmass-practical-videos-14-16- years/4012966.article Video percobaan HCl & CaCO3 dan percobaan Mg & O2 rsc.li/373X3aW Buku ESPS Kimia 1. Video percobaan HCl & CaCO3 dan percobaan Mg & O2 rsc.li/373X3aW DAFTAR PUSTAKA Faridah. 2012. Pengantar Perhitungan dalam Teknik Kimia. Aceh: Politeknik Negeri Lhokseumawe. Johari dan Rachmawati. 2016. ESPS Kimia 1. Jakarta: Erlangga Royal Society of Chemistry. 2021. Conservation of Mass Practical video: Supporting resources Registered charity number: 207890. United States: Royal Society of Chemistry Tramidiya. 2014. Penerapan Media Story Picture untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran PKN. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia Warlina, Lina. 2016. Modul Kimia dasar I . Jakarta: Universitas Terbuka Watanabe-Crockett, Lee. 2018. 10 Self-Reflective Questions Teachers Can Debrief With Every Day. diakses melalui https://wabisabilearning.com/blogs/mindfulness-wellbeing/reflectivequestions-teachers pada 21 Juni 2021 GLOSARIUM Hipotesis : sesuatu yang dianggap benar untuk alasan atau pengutaraan pendapat (teori, proposisi, dan sebagainya) meskipun kebenarannya masih harus dibuktikan; anggapan dasar Logam : unsur kimia yang mempunyai sifat-sifat kuat, liat, keras, penghantar listrik dan panas, serta mempunyai titik cair tinggi. Nonlogam : kelompokan unsur kimia yang bersifat elektronegatif, yaitu lebih mudah
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Stokiometri - 139 Seberapa Banyak 1 Mol Itu? menarik elektron valensi dari atom lain dari pada melepaskannya. Reaksi kimia : suatu proses di mana satu atau lebih zat, diubah menjadi satu atau zat yang berbeda dan menghasilkan produk yang baru. Reaktan : Pereaksi (kimia) seperti yang tertera dalam suatu persamaan reaksi Zat : sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang dan berdasarkan wujudnya, zat dibagi atas 3 jenis, yaitu zat padat, cair, dan gas.
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Stokiometri - 140 Seberapa Banyak 1 Mol Itu? BAB VII STOKIOMETRI Materi I (Seberapa Banyak 1 Mol Itu?) SEBERAPA BANYAK 1 MOL ITU? Profil Pelajar Pancasila Bernalar Kritis: mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan menganalisis informasi yang relevan serta memprioritaskan beberapa gagasan tertentu. Mandiri: mengelola pikiran, perasaan, dan tindakannya agar tetap optimal untuk mencapai tujuan pengembangan diri dan prestasinya. Bergotong royong: Memiliki kemampuan kolaborasi, bekerja sama dengan orang lain disertai perasaan senang dan menunjukan sikap positif, memahami perspektif orang lain, memiliki kemampuan berbagi dan menempatkan segala sesuatu sesuai tempat dan porsinya, serta menghargai pencapaian dan kontribusi orang lain, dan menghargai keputusan bersama dan berusaha untuk membuat keputusan melalui musyawarah untuk mufakat. Informasi Umum Tujuan Pembelajaran Pertemuan keSarana dan Prasarana Target Peserta Didik Metode/ Model Pembelajaran 10.21 Menjelaskan konsep mol (hubungan antara mol, jumlah partikel, massa molar dan volume molar gas). 1 laboratorium kimia alat dan bahan praktikum (terlampir) Target modul ini adalah peserta didik reguler dan peserta didik dengan kesulitan belajar karena terdapat contoh apresepsi dengan mengaitkannya pada aplikasi kehidupan seharihari. Modul ini ditujukan untuk pembelajaran tatap muka, namun sangat bisa diterapkan secara online dalam Process Oriented Guided Inquiry Learning metode: demonstrasi/ praktikum ceramah diskusi 2 laptop alat tulis Process Oriented Guided Inquiry Learning metode: diskusi, presentasi 10.22 Menentukan pereaksi pembatas pada 3 power point kartu soal yang berbeda untuk setiap grup model pembelajaran take and give metode: ceramah,
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Stokiometri - 141 Seberapa Banyak 1 Mol Itu? reaksi kimia. alat tulis jaringan sesuai kreatifitas guru. diskusi 4 alat tulis model pembelajaran take and give 10.23 Menghitung banyaknya zat dalam campuran (molaritas, molalitas, persen massa, bagian per juta) 5 Alat tulis laptop & internet Discovery Learning Metode: ceramah, tanya-jawab, diskusi, presentasi 6 Alat-alat praktikum terlampir Discovery Learning KOMPONEN INTI Pengetahuan Prasyarat Sebelum mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan sudah mampu menuliskan persamaan reaksi serta menyetarakannya, memprediksikan produk yang terbentuk, mampu menyelesaikan perhitungan matematika dasar. Pemahaman Bermakna Dalam kimia sangat penting untuk memahami hubungan antara reaktan dan produk dalam suatu reaksi. Stoikiometri adalah hubungan kuantitatif antara jumlah mol dari berbagai produk dan reaktan dalam reaksi kimia. Materi ini penting digunakan dalam industri, terutama dalam menentukan jumlah bahan yang dibutuhkan untuk menghasilkan jumlah produk yang diinginkan dalam persamaan yang berguna. Perhitungan stoikiometri membantu para ilmuwan dan engineer yang bekerja di industri untuk memperkirakan jumlah produk yang akan mereka peroleh dari prosedur tertentu: juga dapat membantu memutuskan apakah produk tersebut menguntungkan untuk diproduksi atau tidak. Pertanyaan Pemantik Guru menampilkan gambar: Lalu guru memberikan pertanyaan kepada peserta didik, “Ketika kalian membeli minuman es kopi dengan varian rasa yang sama pada salah satu kedai kopi ternama di Indonesia, apakah rasanya akan sama walaupun dibuat dengan barista yang berbeda? Jika kalian sulit membayangkan kopi, mungkin minuman bubble mudah untuk dibayangkan. tentu saya iya,
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Stokiometri - 142 Seberapa Banyak 1 Mol Itu? kemungkinan besar rasa akan selalu sama.” tanyakan kepada peserta didik apa yang membuat hal itu terjadi sehingga kualitas rasanya terjamin? arahkan peserta didik pada jawaban bahwa kedai kopi atau minuman tersebut memiliki takaran yang akurat sehingga akan menghasilkan rasa yang sama. Catatan: Jika gambar sulit dicari, guru bisa membawa makanan ringan atau minuman kemasan apapun yang memiliki catatan bahan di bungkusnya. Selanjutnya bawa imaginasi peserta didik pada industri kimia, minta peserta didik untuk membayangkan bagaimana obat bisa diproduksi dengan jumlah kadar yang sama. tentu karena ada perhitungannya. Minta peserta didik membayangkan jika pembuat obat salah memasukan kadar vitamin C pada tablet vitamin C yang diperuntukan untuk anak-anak, melebihi yang seharusnya. Dalam jangka pendek mungkin akan tidak terasa apapun, namun berakibat cukup buruk pada ginjal anak tersebut jika diminum secara berkelanjutan. Kegiatan Pembelajaran Persiapan Pembelajaran Pertemuan ke-1 Sebelum melakukan pembelajaran, peserta didik menonton video yang menjelaskan apa itu mol. Salah satu video yang dapat dijadikan referensi: https://www.pasco.com/resources/video/chgBdrSqrdc https://www.youtube.com/watch?v=TEl4jeETVmg Jika Bahasa Inggris kendalan, guru cukup mempelajari aplikasi mol pada kegiatan elicit di table kegaitan pembelajaran. Pertemuan ke-2 Pada pertemuan ini siswa akan mempresentasikan hasil diskusinya terhadap kegiatan praktikum/ demonstrasi yang dilakukan. Oleh karena itu peserta didik dapat menyiapkannya dalam berupa power point jika memungkinkan. Namun apabila tidak memungkinkan, secara verbal saja cukup. Pertemuan ke-3 Pada kegiatan ini guru menyiapkan latihan soal yang beragam untuk memperkaya pengetahuan peserta didik. Guru dapat mencetak lembar kerja atau bisa dilakukan di buku tulis peserta didik Kelas disusun sedemikian rupa agar pada proses berpencar tidak mengganggu peserta didik dalam berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Pertemuan ke-4 Jika menggunakan tipe pembelajaran yang pertama, guru hanya perlu menyiapkan latihan soal. Namun alternatif pembelajaran kedua akan meminta murid untuk membuat karya jadi jika ada teknologi seperti laptop dan komputer akan lebih diuntungkan. Jika tidak ada, peserta didik dapat menggunakan alat kreatifitasnya sendiri seperti pensil warna atau lainnya. Pertemuan ke-5 Pada kegiatan ini peserta didik memerlukan sumber belajarnya, adanya laptop dan jaringan internet akan memperkaya pengetahuan peserta didik dengan mencari informasi seluas-luasnya. Pertemuan ke-6 Peserta didik menonton video keterampilan laboratorium mengenai: cara mengencerkan larutan pada labu ukur: https://youtu.be/G3My4WzA-qI cara membuat larutan dari padatan: https://youtu.be/t9l5vAPaTQg
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Stokiometri - 143 Seberapa Banyak 1 Mol Itu? Perangkat Asesmen Asesmen Formatif Pertemuan ke-1 dan 2 1. Terdapat 102 gram NH3 (amonia). Tentukan massa masing-masing unsur penyusunnya. (Ar N = 14, H = 1) 2. Diketahui massa atom relatif (Ar) dari H = 1, C = 12, N = 14, dan O = 16. Tentukan persentase massa unsur-unsur penyusun senyawa berikut ini. 1) Glukosa dengan rumus molekul C6H12O6. 2) Urea dengan rumus molekul CO(NH2)2. 3. Tentukan massa molar dari atom dan molekul berikut ini. 1) Atom Na dengan Ar Na = 23 2) Molekul CO(NH2)2 dengan Mr = 60 4. Tentukan massa dari 5 mol CaCO3 dengan Mr CaCO3 = 100. 5. Tentukan volume dari 8 gram gas O2 pada keadaan STP dengan Ar O = 16. Pertemuan ke-3 dan 4 1. Pada reaksi 27 gram kalsium dengan 5,6 gram nitrogen dihasilkan kalsium nitrida menurut reaksi: Ca(s) + N2(g) → Ca3N2(s) Jika Ar Ca = 40 dan N = 14, maka massa kalsium nitrida yang dihasilkan adalah . . . . a. 14,8 gram d. 68,0 gram b. 29,6 gram e. 148,0 gram c. 44,4 gram 2. Logam magnesium dengan massa 3 gram direaksikan dengan 40 gram larutan asam klorida. Reaksi yang terjadi sebagai berikut: Mg(s) + HCl(aq) → MgCl2(aq) + H2(g) Berdasarkan reaksi di atas yang bertindak sebagai pereaksi pembatas adalah . . . . (Ar Mg = 24,3, H = 1, Cl = 35,5) a. Mg d. H2 b. HCl e. Mg dan HCl c. MgCl2 3. Mangan(IV) oksida yang massanya 72,5 gram direaksikan dengan 58,6 gram asam klorida hingga membentuk mangan(II) klorida, gas klorin dan uap air. Dari reaksi tersebut, yang bertindak sebagai pereaksi pembatas adalah . . . . (Ar Mn = 55, O = 16, H = 1, Cl = 35,5) a. MnO2 d. Cl2 b. HCl e. H2O c. MnCl2 Pertemuan ke-5 dan 6 1. Pemanasan 15,01 gram kristal CuSO4.xH2O menghasilkan 9,60 gram CuSO4 anhidrat. 1) Molekul air yang menguap sebanyak 0,3 mol 2) CuSO4 anhidrat hasil pemanasan jumlahnya 0,06 mol 3) Banyaknya air kristal pada senyawa CuSO4 adalah 5 4) Rumus kimia kristalnya adalah CuSO4.5H2O Pernyataan yang benar adalah . . . . (Ar : Cu = 63,5, S = 32, O = 16, H = 1) d. 1 dan 3 d. 4 e. 1, 2, dan 3 e. Semua benar f. 2 dan 4 2. Massa kafein yang terkandung dalam secangkir kopi (200 gram) dengan kadar 0,015% adalah . . . .
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Stokiometri - 144 Seberapa Banyak 1 Mol Itu? a. 0,003 gram d. 0,75 gram b. 0,03 gram e. 3 gram c. 0,075 gram 3. Jika sebanyak 20 mL alkohol dilarutkan dalam 100 mL air, maka persen volume larutan adalah . . . . a. 2 % d. 25 % b. 16,67 % e. 22,5 % c. 20 % 4. Molaritas dari 600 mL larutan H2C2O4.2H2O yang mengandung 37,8 gram H2C2O4.2H2O adalah . . . . (Ar : C = 12, O = 16, H = 1) a. 0,25 M d. 0,05 M b. 0,01 M e. 0,1 M c. 0,5 M 5. Molalitas dari 500 mL larutan yang mengandung 5 % massa H2SO4 adalah . . . . (massa jenis larutan H2SO4 = 1,2 gram/mL, Mr H2SO4 = 98) a. 0,5 d. 0,53 b. 0,51 e. 0,54 c. 0,52 6. Molalitas dari 500 mL larutan yang mengandung 5 % massa H2SO4 adalah . . . . (massa jenis larutan H2SO4 = 1,2 gram/mL, Mr H2SO4 = 98) a 0,5 d. 0,53 b 0,51 e. 0,54 c 0,52 7. Fraksi mol dari larutan NaOH dalam air yang kadarnya 40 % adalah . . . . (Ar Na = 23, O = 16, H = 1) a. 0,17 d. 0,23 b. 0,19 e. 0,25 c. 0,2 8. Persen massa dari 20 gram gula (C6H12O6) yang dilarutkan dalam air sebanyak 80 gram adalah . . . . a. 2 % d. 25 % b. 2,5 % e. 40 % c. 20 % 9. Jika dalam kemasan botol parfum tertera 5 % alkohol, maka volume alkohol yang terdapat dalam 250 mL parfum tersebut adalah . . . . a. 5 mL d. 25 mL b. 12,5 mL e. 50 mL c. 22,5 mL 10. Molaritas dari 250 mL larutan I2 yang mengandung 2,54 gram massa I2 adalah . . . . a. 0,10 M d. 0,02 M b. 0,08 M e. 0,01 M c. 0,04 M 11. Kemolalan larutan glukosa (C6H12O6) yang mengandung 12 % massa glukosa adalah . . . . (Ar : O = 16, C = 12, H = 1) a. 0,76 d. 0,56 b. 0,67 e. 0,50 c. 0,65 12. Sebanyak 13,43 gram campuran dari metana (CH4) dan etana (C2H6) dibakar sempurna dengan oksigen. Jika massa total dari CO2 dan H2O
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Stokiometri - 145 Seberapa Banyak 1 Mol Itu? yang terbentuk adalah 64,84 gram, maka fraksi mol CH4 dalam campuran tersebut adalah . . . . a. 0,29 d. 0,51 b. 0,13 e. 0,63 c. 0,73
Safarudin Ali Topan Modul Kimia Kelas X – Stokiometri - 146 Seberapa Banyak 1 Mol Itu? Materi Pengertian Mol Dalam kehidupan sehari-hari, kita biasa menggunakan istilah lusin, kodi, dan gros untuk menghitung jumlah benda. Ukuran 1 lusin sebanyak 12 buah, 1 kodi sebanyak 20 lembar, dan 1 gros sebanyak 12 lusin atau 144 buah. Namun, apakah satuan-satuan benda tersebut dapat digunakan untuk menghitung jumlah partikel-partikel kimia yang sangat kecil? Tentu saja tidak. Untuk itu, digunakan satuan khusus dalam kimia, yaitu mol. Satu mol adalah banyaknya partikel yang terkandung dalam suatu zat yang jumlahnya sama dengan jumlah partikel dalam 12 gram atom C-12. Hasil penelitian yang dilakukan seorang ilmuwan bernama Joseph Loschmidt. Penelitian tersebut juga diperkuat oleh Avogadro menunjukkan bahwa dalam 12 gram atom C-12 terdapat 6,02 × 1023 butiran atom. Bilangan 6,02 × 1023 disebut dengan bilangan Avogadro atau tetapan Avogadro yang diberi lambang L untuk menghormati Loschmidt. Massa Molar Massa molar adalah massa dari satu mol zat yang nilainya sama dengan massa atom relative (Ar) untuk atom atau massa molekul relatif (Mr) untuk senyawa. Berdasarkan defisinisi tersebut, kita dapatkan beberapa rumus berikut. Volume Molar Volume molar gas adalah volume 1 mol gas pada suhu dan tekanan tertentu. Pada keadaan standar (suhu 0o C dan tekanan 1 atm), volume molar gas adalah 22,4 liter. Berdasarkan definisi tersebut, kita dapatkan rumus berikut. sumber: ESPS Kimia SMA kelas X Pengayaan dan remedial Pengayaan Pertemuan ke -1 Pada kegiatan extend, yaitu yang meminta peserta didik untuk membuat soal, guru memberikan Latihan soal dengan level kesulitan lebih tinggi jika waktu dan kemampuan peserta didik memungkinkan.