ANALISIS TA PENEMPATAN
D
A
PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)
TAHUN 2015 - 2019
TIM PENYUSUN
PEMBINA :
ABDUL GHOFAR
PENANGGUNG JAWAB :
ELISABETH ENDAH W
PENYUSUN:
MUSTAQIM O.M
GRACE
MUAMAR HAQI
Ukuran : 20 x 14,5 cm
Halaman : vii + 104
ISBN 978-623-96124-4-3
DI TERBITKAN OLEH
BIDANG PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
PUSAT PENELITIAN, PENGEMBANGAN DAN INFORMAS
I
7
0
JALAN M.T HARYONO KAVELING 52, PANCORAN JAKARTA SELATAN 127
TELEPON : (021) 7900764 FAXIMILE : (021) 7900764
EMAIL :
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, di tengah
berbagai keterbatasan akhirnya penyusunan buku ini dapat diselesaikan
oleh Bidang Penelitian dan Pengembangan, Pusat Data dan Informasi,
Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PUSDATIN BP2MI)
berjudul “Analis Data Penempatan Pekerja Migran Indonesia 2020”.
Buku ini berisi informasi dan narasi singkat tentang tren layanan
penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) oleh UPT BP2MI dan tren
PMI yang ditempatkan berdasarkan asal provinsi yang menjadi wilayah
kerja UPT BP2MI dalam kurun waktu tahun 2015 s.d. 2019. Karena
buku ini mengetengahkan informasi, maka dapat dijadikan sumber
referensi oleh pihak-pihak yang memerlukannya, mulai kalangan
internal BADAN PELINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA
(BP2MI), unsur pemerintah lain dalam pelayanan PMI, para pemangku
kepentingan terkait PMI – LN baik yang berasal dari swasta, masyarakat
luas dan pemerhati PMI.
Kami ucapkan terima kasih atas sumbangan informasi khususnya
Bidang Data Pengolahan dan Penyajian Data dan Unit Pelaksan Teknis
(UPT) BP2MI di seluruh Indonesia serta dari berbagai pihak yang tidak
dapat disebutkan satu persatu, sehingga buku ini dapat tersusun. Dengan
hadirnya publikasi ini diharapkan dapat bermanfaat dalam mendukung
suksesnya penyelenggaraan program penempatan dan pelindungan
Pekerja Migran Indonesia.
Akhir kata, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih terdapat
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh
karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan
kritik untuk perbaikan dan penyempurnaan pada penulisan berikutnya.
Jakarta, Desember 2020
i
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, di tengah
berbagai keterbatasan akhirnya penyusunan buku ini dapat diselesaikan
oleh Bidang Penelitian dan Pengembangan, Pusat Data dan Informasi,
Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PUSDATIN BP2MI)
berjudul “Analis Data Penempatan Pekerja Migran Indonesia 2020”.
Buku ini berisi informasi dan narasi singkat tentang tren layanan
penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) oleh UPT BP2MI dan tren
PMI yang ditempatkan berdasarkan asal provinsi yang menjadi wilayah
kerja UPT BP2MI dalam kurun waktu tahun 2015 s.d. 2019. Karena
buku ini mengetengahkan informasi, maka dapat dijadikan sumber
referensi oleh pihak-pihak yang memerlukannya, mulai kalangan
internal BADAN PELINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA
(BP2MI), unsur pemerintah lain dalam pelayanan PMI, para pemangku
kepentingan terkait PMI – LN baik yang berasal dari swasta, masyarakat
luas dan pemerhati PMI.
Kami ucapkan terima kasih atas sumbangan informasi khususnya
Bidang Data Pengolahan dan Penyajian Data dan Unit Pelaksan Teknis
(UPT) BP2MI di seluruh Indonesia serta dari berbagai pihak yang tidak
dapat disebutkan satu persatu, sehingga buku ini dapat tersusun. Dengan
hadirnya publikasi ini diharapkan dapat bermanfaat dalam mendukung
suksesnya penyelenggaraan program penempatan dan pelindungan
Pekerja Migran Indonesia.
Akhir kata, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih terdapat
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh
karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan
kritik untuk perbaikan dan penyempurnaan pada penulisan berikutnya.
Jakarta, Desember 2020
i
ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019 i
DAFTAR ISI
Bagian I Pendahuluan 1
1. Latar Belakang 1
2. Maksud dan Tujuan 4
3. Sumber Data 4
Bagian II Analisis Data 5
1. Layanan BP3TKI Jakarta 7
2. Layanan BP3TKI Semarang 11
3. Layanan BP3TKI Bandung 15
4. Layanan LP3TKI Surabaya 20
5. Layanan BP3TKI Mataram 25
6. Layanan BP3TKI Medan 29
7. Layanan BP3TKI Serang 33
8. Layanan BP3TKI Yogyakarta 37
9. Layanan BP3TKI Denpasar 42
10. Layanan BP3TKI Tg. Pinang 46
11. Layanan BP3TKI Bandar Lampung 50
12. Layanan BP3TKI Pontianak 54
13. Layanan BP3TKI Nunukan 59
14. Layanan BP3TKI Makasar 63
15. Layanan BP3TKI Palembang 68
ii
ii ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019
DAFTAR ISI
Bagian I Pendahuluan 1
1. Latar Belakang 1
2. Maksud dan Tujuan 4
3. Sumber Data 4
Bagian II Analisis Data 5
1. Layanan BP3TKI Jakarta 7
2. Layanan BP3TKI Semarang 11
3. Layanan BP3TKI Bandung 15
4. Layanan LP3TKI Surabaya 20
5. Layanan BP3TKI Mataram 25
6. Layanan BP3TKI Medan 29
7. Layanan BP3TKI Serang 33
8. Layanan BP3TKI Yogyakarta 37
9. Layanan BP3TKI Denpasar 42
10. Layanan BP3TKI Tg. Pinang 46
11. Layanan BP3TKI Bandar Lampung 50
12. Layanan BP3TKI Pontianak 54
13. Layanan BP3TKI Nunukan 59
14. Layanan BP3TKI Makasar 63
15. Layanan BP3TKI Palembang 68
ii
ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019 iii
16. Layanan BP3TKI Padang 73 DAFTAR TABEL
17. Layanan BP3TKI Kupang 77 Tabel 1. Persebaran PMI Berdasarkan asal Provinsi Tahun 2015 - 6
18. Layanan BP3TKI Pekanbaru 81 2019
19. Layanan BP3TKI Manado 85 DAFTAR GRAFIK
20. Layanan BP3TKI Banda Aceh 89
Grafik 1. Perbandingan Tren Penempatan PMI Berdasarkan 10
21. Layanan BP3TKI Banjarbaru 93 Layanan BP3TKI Jakarta & PMI asal wilayah kerja BP3TKI
22. Layanan LP3TKI Kendari 96 Jakarta Tahun 2015 - 2019
Grafik 2. Perbandingan Tren Penempatan PMI Berdasarkan 15
23. Layanan LP3TKI Palu 100 Layanan BP3TKI Semarang & PMI asal wilayah kerja BP3TKI
Semarang Tahun 2015 - 2019
Bagian III Kesimpulan 104
Grafik 3. Perbandingan Tren Penempatan PMI Berdasarkan 19
Layanan BP3TKI Bandung & PMI asal wilayah kerja BP3TKI
Bandung Tahun 2015 - 2019
Grafik 4. Perbandingan Tren Penempatan PMI Berdasarkan 24
Layanan LP3TKI Surabaya & PMI asal wilayah kerja LP3TKI
Surabaya Tahun 2015 - 2019
Grafik 5. Perbandingan Tren Penempatan PMI Berdasarkan 28
Layanan BP3TKI Mataram & PMI asal wilayah kerja BP3TKI
Mataram Tahun 2015 - 2019
Grafik 6. Perbandingan Tren Penempatan PMI Berdasarkan 32
Layanan BP3TKI Medan & PMI asal wilayah kerja BP3TKI
Medan Tahun 2015 - 2019
Grafik 7. Perbandingan Tren Penempatan PMI Berdasarkan 37
Layanan BP3TKI Serang & PMI asal wilayah kerja BP3TKI
Serang Tahun 2015 - 2019
Grafik 8. Perbandingan Tren Penempatan PMI Berdasarkan 41
Layanan BP3TKI Yogyakarta & PMI asal wilayah kerja BP3TKI
Yogyakarta Tahun 2015 - 2019
iii iv
iv ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Persebaran PMI Berdasarkan asal Provinsi Tahun 2015 - 6
2019
DAFTAR GRAFIK
Grafik 1. Perbandingan Tren Penempatan PMI Berdasarkan 10
Layanan BP3TKI Jakarta & PMI asal wilayah kerja BP3TKI
Jakarta Tahun 2015 - 2019
Grafik 2. Perbandingan Tren Penempatan PMI Berdasarkan 15
Layanan BP3TKI Semarang & PMI asal wilayah kerja BP3TKI
Semarang Tahun 2015 - 2019
Grafik 3. Perbandingan Tren Penempatan PMI Berdasarkan 19
Layanan BP3TKI Bandung & PMI asal wilayah kerja BP3TKI
Bandung Tahun 2015 - 2019
Grafik 4. Perbandingan Tren Penempatan PMI Berdasarkan 24
Layanan LP3TKI Surabaya & PMI asal wilayah kerja LP3TKI
Surabaya Tahun 2015 - 2019
Grafik 5. Perbandingan Tren Penempatan PMI Berdasarkan 28
Layanan BP3TKI Mataram & PMI asal wilayah kerja BP3TKI
Mataram Tahun 2015 - 2019
Grafik 6. Perbandingan Tren Penempatan PMI Berdasarkan 32
Layanan BP3TKI Medan & PMI asal wilayah kerja BP3TKI
Medan Tahun 2015 - 2019
Grafik 7. Perbandingan Tren Penempatan PMI Berdasarkan 37
Layanan BP3TKI Serang & PMI asal wilayah kerja BP3TKI
Serang Tahun 2015 - 2019
Grafik 8. Perbandingan Tren Penempatan PMI Berdasarkan 41
Layanan BP3TKI Yogyakarta & PMI asal wilayah kerja BP3TKI
Yogyakarta Tahun 2015 - 2019
iv
ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019 v
Grafik 9. Perbandingan Tren Penempatan PMI Berdasarkan 45 Grafik 19. Perbandingan Tren Penempatan PMI Berdasarkan 88
Layanan BP3TKI Denpasar & PMI asal wilayah kerja BP3TKI Layanan BP3TKI Manado & PMI asal wilayah kerja BP3TKI
Denpasar Tahun 2015 - 2019 Manado Tahun 2015 - 2019
Grafik 10. Perbandingan Tren Penempatan PMI Berdasarkan 49 Grafik 20. Perbandingan Tren Penempatan PMI Berdasarkan 92
Layanan BP3TKI Tanjung Pinang & PMI asal wilayah kerja Layanan BP3TKI Banda Aceh & PMI asal wilayah kerja BP3TKI
BP3TKI Tg. Pinang Tahun 2015 - 2019 Banda Aceh Tahun 2015 - 2019
Grafik 11. Perbandingan Tren Penempatan PMI Berdasarkan 54 Grafik 21. Perbandingan Tren Penempatan PMI Berdasarkan 96
Layanan BP3TKI Bandar Lampung & PMI asal wilayah kerja Layanan BP3TKI Banjarbaru & PMI asal wilayah kerja BP3TKI
BP3TKI B. Lampung Tahun 2015 2019 Banjarbaru Tahun 2015 - 2019
Grafik 12. Perbandingan Tren Penempatan PMI Berdasarkan 58 Grafik 22. Perbandingan Tren Penempatan PMI Berdasarkan 99
Layanan BP3TKI Pontianak & PMI asal wilayah kerja BP3TKI Layanan LP3TKI Kendari & PMI asal wilayah kerja LP3TKI
Pontianak Tahun 2015 - 2019 Kendari Tahun 2015 - 2019
Grafik 13. Perbandingan Tren Penempatan PMI Berdasarkan 63 Grafik 23. Perbandingan Tren Penempatan PMI Berdasarkan 81
Layanan BP3TKI Nunukan & PMI asal wilayah kerja BP3TKI Layanan LP3TKI Palu & PMI asal wilayah kerja LP3TKI Palu
Nunukan Tahun 2015 - 2019 Tahun 2015 - 2019
Grafik 14. Perbandingan Tren Penempatan PMI Berdasarkan 68
Layanan BP3TKI Makasar & PMI asal wilayah kerja BP3TKI
MakasarTahun 2015 - 2019
Grafik 15. Perbandingan Tren Penempatan PMI Berdasarkan 72
Layanan BP3TKI Palembang & PMI asal wilayah kerja BP3TKI
Palembang Tahun 2015 - 2019
Grafik 16. Perbandingan Tren Penempatan PMI Berdasarkan 76
Layanan BP3TKI Padang & PMI asal wilayah kerja BP3TKI
Padang Tahun 2015 - 2019
Grafik 17. Perbandingan Tren Penempatan PMI Berdasarkan 80
Layanan BP3TKI Kupang & PMI asal wilayah kerja BP3TKI
Kupang Tahun 2015 - 2019
Grafik 18. Perbandingan Tren Penempatan PMI Berdasarkan 84
Layanan BP3TKI Pekanbaru & PMI asal wilayah kerja BP3TKI
Pekanbaru Tahun 2015 - 2019
v vi
vi ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019
Grafik 19. Perbandingan Tren Penempatan PMI Berdasarkan 88
Layanan BP3TKI Manado & PMI asal wilayah kerja BP3TKI
Manado Tahun 2015 - 2019
Grafik 20. Perbandingan Tren Penempatan PMI Berdasarkan 92
Layanan BP3TKI Banda Aceh & PMI asal wilayah kerja BP3TKI
Banda Aceh Tahun 2015 - 2019
Grafik 21. Perbandingan Tren Penempatan PMI Berdasarkan 96
Layanan BP3TKI Banjarbaru & PMI asal wilayah kerja BP3TKI
Banjarbaru Tahun 2015 - 2019
Grafik 22. Perbandingan Tren Penempatan PMI Berdasarkan 99
Layanan LP3TKI Kendari & PMI asal wilayah kerja LP3TKI
Kendari Tahun 2015 - 2019
Grafik 23. Perbandingan Tren Penempatan PMI Berdasarkan 81
Layanan LP3TKI Palu & PMI asal wilayah kerja LP3TKI Palu
Tahun 2015 - 2019
vi
ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019 vii
BAGIAN I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Pelayanan penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia
(PMI) paska Undang-undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang
Pelindungan Pekerja Migran Indonesia yang merupakan revisi Undang-
Undang Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan
Tenaga Kerja Indonesia telah mendorong banyak perubahan yang
fundamental dalam tata kelola pelayanan penempatan dan pelindungan
Pekerja Migran Indonesia (PMI). Selain terdapat penambahan entitas
layanan juga terdapat perubahan kewenangan antara instansi pemerintah
dan stakeholder swasta yang terlibat.
Dalam UU No.18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran
Indonesia, telah diatur tugas dan tanggung jawab instansi pemerintah
yang terlibat di dalam pelayanan dan Pelindungan Pekerja Migran
Indonesia. Dalam pelayanan Penempatan dan Pelindungan Pekerja
Migran Indonesia (PMI) melibatkan banyak instansi mulai dari instansi
pusat, provinsi, pemerintah kabupaten/kota sampai dengan pemerintah
desa sebagai unit layanan terkecil. Dengan keterlibatan instansi yang
begitu banyak dan multi level maka keselarasan data dan informasi
menjadi penting.
Fakta menunjukan bahwa seringkali stakeholder terkait yang ada di
wilayah provinsi maupun level kabupaten / kota mengalami miss data
dan gap informasi terkait dengan PMI. Padahal sebagian dari Provinsi
maupun Kabupaten/Kota merupakan sumber utama asal PMI (kantong
PMI). Dengan hadirnya publikasi baku berupa buku analisis data dan
informasi dapat menjembatani kondisi tersebut termasuk mendorong
munculnya atensi yang besar berkaitan dengan pelayanan penempatan
dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Berdasarkan hasil
studi singkat , beberapa daerah Provinsi termasuk Kabupaten/Kota tidak
1
1 Pengumpulan isu – isu strategis oleh Bid. Litbang – BNP2TKI
viii ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019
BAGIAN I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Pelayanan penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia
(PMI) paska Undang-undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang
Pelindungan Pekerja Migran Indonesia yang merupakan revisi Undang-
Undang Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan
Tenaga Kerja Indonesia telah mendorong banyak perubahan yang
fundamental dalam tata kelola pelayanan penempatan dan pelindungan
Pekerja Migran Indonesia (PMI). Selain terdapat penambahan entitas
layanan juga terdapat perubahan kewenangan antara instansi pemerintah
dan stakeholder swasta yang terlibat.
Dalam UU No.18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran
Indonesia, telah diatur tugas dan tanggung jawab instansi pemerintah
yang terlibat di dalam pelayanan dan Pelindungan Pekerja Migran
Indonesia. Dalam pelayanan Penempatan dan Pelindungan Pekerja
Migran Indonesia (PMI) melibatkan banyak instansi mulai dari instansi
pusat, provinsi, pemerintah kabupaten/kota sampai dengan pemerintah
desa sebagai unit layanan terkecil. Dengan keterlibatan instansi yang
begitu banyak dan multi level maka keselarasan data dan informasi
menjadi penting.
Fakta menunjukan bahwa seringkali stakeholder terkait yang ada di
wilayah provinsi maupun level kabupaten / kota mengalami miss data
dan gap informasi terkait dengan PMI. Padahal sebagian dari Provinsi
maupun Kabupaten/Kota merupakan sumber utama asal PMI (kantong
PMI). Dengan hadirnya publikasi baku berupa buku analisis data dan
informasi dapat menjembatani kondisi tersebut termasuk mendorong
munculnya atensi yang besar berkaitan dengan pelayanan penempatan
dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Berdasarkan hasil
studi singkat , beberapa daerah Provinsi termasuk Kabupaten/Kota tidak
1
1 Pengumpulan isu – isu strategis oleh Bid. Litbang – BNP2TKI
ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019 1
memiliki kebijakan yang cukup dalam konteks pelayanan PMI Mereka bekerja pada berbagi sektor mulai dari sektor formal hinga
meskipun di antaranya menjadi sumber PMI baik legal maupun illegal. professional.
Salah satu penyebabnya adalah dikarenankan minimnya data dukung Selain perbedaan data pada level data makro, pada sisi layanan,
dan informasi sebagai sumber justifikasi pentingnya kebijakan terkait perbedaan data juga terjadi yakni antara jumlah pelayanan penempatan
PMI. yang tercatat pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) BP2MI dengan data
Pada sisi lain, kurangnya informasi yang memadai terkait dengan jumlah PMI asal wilayah kerja UPT BP2MI yaitu Balai Pelayanan
dinamika penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) serta
menyebabkan sinergitas terhadap berbagai program terkait menjadi Loka Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia
sulit. Sementara itu, dalam proses pelayanan Penempatan dan (LP3TKI). Hal ini berkaitan dengan peran UPT BP2MI sebagai
Pelindungan Pekerja Migran Indonesia di Luar Negeri melibatkan perpanjangan tangan layanan BP2MI Pusat di daerah, salah satunya
banyak instansi atau lembaga terkait mulai dari pemerintah pusat, mempunyai tugas memberikan pelayanan pemrosesan seluruh dokumen
pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota sampai dengan penempatan dan pelindungan PMI secara terkoordinasi dan terintegrasi
lembaga swasta. Karena itu, diperlukan keterpaduan langkah diantara di wilayah kerja masing-masing.
stakeholder
Perbedaan data jumlah layanan penempatan pada UPT BP2MI
Tentu perbedaan data ini semestinya tidak terjadi. Untuk itu perlu dengan PMI daerah asal wilayah kerja UPT BP2MI dalam beberapa
ditindaklanjuti. Salah satunya adalah melakukan pengolahan data yang analisis perlu dikembangkan, terutama untuk melihat faktor yang
bertujuan untuk lebih menyederhanakan semua data yang terkumpul dan menyebabkan terjadinya perbedaan antara jumlah layanan PMI oleh
menyajikannya dalam susunanan yang baik dan rapi yang disertai UPT BP2MI dan jumlah PMI yang berasal dari wilayah kerja UPT
dengan dianalisis. Berdasarkan data yang tercatat di Pusat Data dan tersebut. Perbedaan data jumlah penempatan pada data layanan UPT
Informasi BP2MI, penempatan Pekerja Migran Indonesia selama 5 BP2MI perlu menjadi perhatian khusus para pemangku kepentingan
(lima) tahun belakangan ini cukup besar. Secara nasional jumlah dengan tujuan pada perbaikan sistem tata kelola pelayanan penempatan
penempatan Pekerja Migran Indonesia yang tercatat resmi di Pusat Data dan pelindungan yang lebih baik bagi PMI menuju keselarasan data dan
dan Informasi BP2MI tahun 2015 s/d 2019 sejumlah 1.049.987 orang. informasi antar unit kerja terkait.
Jumlah tersebut belum memperhitungkan PMI yang tidak tercatat Seiring dengan meningkatnya kebutuhan konsumen analisis data
disebabkan mereka berangkat bekerja ke luar negeri dengan dan informasi serta pentingnya kesamaan persepsi terhadap analisis data
memanfaatkan jalur–jalur ilegal atau unprosedural baik secara personal maka keberadaan publikasi analisis data secara baku menjadi penting.
maupun difasilitasi oleh calo yang memiliki jaringan lintas negara . Saat Sisi lain publikasi data baku merupakan tuntutan terhadap kemudahan
2
ini jumlah PMI yang tercatat dalam Sistim Komputerisasi Pelindungan akses data dan informasi bagi publik yang menghendaki ketersediaan
Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI) ada 3,7 juta PMI yang bekerja informasi secara cepat, mudah dan murah. Keberadaaan, publikasi buku
di luar negeri. Sementara data world bank, jumlah PMI di luar negeri analisis data oleh instansi yang memiliki kewenangan memberikan
sebanyak 9 juta PMI, artinya ada selisih dan perbedaan jumlah data. jaminan terhadap hadirnya data dan informasi yang dapat
Para PMI tersebut tersebar di 150 negara penempatan di seluruh dunia. dipertanggungjawabkan nilai keabsahaan dan autentifikasinya.
Publikasi buku yang menyediakan informasi analisis data
penempatan dan Pelindungan PMI diharapkan dapat membantu para
2 Diduga jumlah pekerja migran Indonesia berjumlah 6 juta orang termasuk mereka pengguna data untuk mengetahui secara cepat dan tepat tentang kondisi
yang tidak terdata atau mereka yang berangkat melalui jalur ilegal
2 ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019
memiliki kebijakan yang cukup dalam konteks pelayanan PMI Mereka bekerja pada berbagi sektor mulai dari sektor formal hinga
meskipun di antaranya menjadi sumber PMI baik legal maupun illegal. professional.
Salah satu penyebabnya adalah dikarenankan minimnya data dukung Selain perbedaan data pada level data makro, pada sisi layanan,
dan informasi sebagai sumber justifikasi pentingnya kebijakan terkait perbedaan data juga terjadi yakni antara jumlah pelayanan penempatan
PMI. yang tercatat pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) BP2MI dengan data
Pada sisi lain, kurangnya informasi yang memadai terkait dengan jumlah PMI asal wilayah kerja UPT BP2MI yaitu Balai Pelayanan
dinamika penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) serta
menyebabkan sinergitas terhadap berbagai program terkait menjadi Loka Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia
sulit. Sementara itu, dalam proses pelayanan Penempatan dan (LP3TKI). Hal ini berkaitan dengan peran UPT BP2MI sebagai
Pelindungan Pekerja Migran Indonesia di Luar Negeri melibatkan perpanjangan tangan layanan BP2MI Pusat di daerah, salah satunya
banyak instansi atau lembaga terkait mulai dari pemerintah pusat, mempunyai tugas memberikan pelayanan pemrosesan seluruh dokumen
pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota sampai dengan penempatan dan pelindungan PMI secara terkoordinasi dan terintegrasi
lembaga swasta. Karena itu, diperlukan keterpaduan langkah diantara di wilayah kerja masing-masing.
stakeholder
Perbedaan data jumlah layanan penempatan pada UPT BP2MI
Tentu perbedaan data ini semestinya tidak terjadi. Untuk itu perlu dengan PMI daerah asal wilayah kerja UPT BP2MI dalam beberapa
ditindaklanjuti. Salah satunya adalah melakukan pengolahan data yang analisis perlu dikembangkan, terutama untuk melihat faktor yang
bertujuan untuk lebih menyederhanakan semua data yang terkumpul dan menyebabkan terjadinya perbedaan antara jumlah layanan PMI oleh
menyajikannya dalam susunanan yang baik dan rapi yang disertai UPT BP2MI dan jumlah PMI yang berasal dari wilayah kerja UPT
dengan dianalisis. Berdasarkan data yang tercatat di Pusat Data dan tersebut. Perbedaan data jumlah penempatan pada data layanan UPT
Informasi BP2MI, penempatan Pekerja Migran Indonesia selama 5 BP2MI perlu menjadi perhatian khusus para pemangku kepentingan
(lima) tahun belakangan ini cukup besar. Secara nasional jumlah dengan tujuan pada perbaikan sistem tata kelola pelayanan penempatan
penempatan Pekerja Migran Indonesia yang tercatat resmi di Pusat Data dan pelindungan yang lebih baik bagi PMI menuju keselarasan data dan
dan Informasi BP2MI tahun 2015 s/d 2019 sejumlah 1.049.987 orang. informasi antar unit kerja terkait.
Jumlah tersebut belum memperhitungkan PMI yang tidak tercatat Seiring dengan meningkatnya kebutuhan konsumen analisis data
disebabkan mereka berangkat bekerja ke luar negeri dengan dan informasi serta pentingnya kesamaan persepsi terhadap analisis data
memanfaatkan jalur–jalur ilegal atau unprosedural baik secara personal maka keberadaan publikasi analisis data secara baku menjadi penting.
maupun difasilitasi oleh calo yang memiliki jaringan lintas negara . Saat Sisi lain publikasi data baku merupakan tuntutan terhadap kemudahan
2
ini jumlah PMI yang tercatat dalam Sistim Komputerisasi Pelindungan akses data dan informasi bagi publik yang menghendaki ketersediaan
Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI) ada 3,7 juta PMI yang bekerja informasi secara cepat, mudah dan murah. Keberadaaan, publikasi buku
di luar negeri. Sementara data world bank, jumlah PMI di luar negeri analisis data oleh instansi yang memiliki kewenangan memberikan
sebanyak 9 juta PMI, artinya ada selisih dan perbedaan jumlah data. jaminan terhadap hadirnya data dan informasi yang dapat
Para PMI tersebut tersebar di 150 negara penempatan di seluruh dunia. dipertanggungjawabkan nilai keabsahaan dan autentifikasinya.
Publikasi buku yang menyediakan informasi analisis data
penempatan dan Pelindungan PMI diharapkan dapat membantu para
2 Diduga jumlah pekerja migran Indonesia berjumlah 6 juta orang termasuk mereka pengguna data untuk mengetahui secara cepat dan tepat tentang kondisi
yang tidak terdata atau mereka yang berangkat melalui jalur ilegal
ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019 3
makro maupun mikro pelayanan penempatan dan pelindungan PMI. BAGIAN II
Selain itu dapat menjadi sumber informasi berkaitan dengan apa yang ANALISIS DATA
telah dilakukan oleh BP2MI sebagai instansi yang memiliki
kewenangan utama dalam proses pelayanan Penempatan dan
Pelindungan PMI. Analisis data difokuskan pada tren data layanan PMI selama 5
Merujuk pada uraian di atas maka Bidang Penelitian dan (lima) tahun terakhir yakni tahun 2015 sampai dengan 2019 yang
Pengembangan melaksanakan kegiatan penyusunan publikasi berupa dilakukan oleh UPT BP2MI di daerah sebagai perpanjangan tangan
buku Analisis Data Penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Tahun layanan BP2MI Pusat dan tren data PMI yang berasal dari wilayah
2015-2019 yang difokuskan pada tren penempatan PMI yang dilayani kerja UPT. Pada kedua data tersebut kemudian diperbandingkan untuk
oleh UPT BP2MI dan PMI yang berasal dari wilayah kerja UPT BP2MI. melihat bagaimana tren layanan UPT dibanding dengan tren PMI yang
Diharapkan dengan publikasi ini dapat menjadi sumber informasi yang berasal dari wilayah kerjanya.
baku terkait dengan pelayanan penempatan dan pelindungan PMI. UPT BP2MI yang ada didaerah terdiri dari Balai Pelayanan
2. Maksud dan Tujuan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) yang
terdiri dari 20 kantor layanan dan Loka Pelayanan Penempatan dan
Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan gambaran terkait Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (LP3TKI) yang terdi dari 3 kantor
pelayanan Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia layanan. Pada beberapa daerah dalam rangka mendekatkan layanan
(PMI), menyajikan Analisis data dan informasi statistik data Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia
penempatan dan pelindungan PMI secara baku yang disertai dengan (BP3TKI) dan Loka Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga
analisis yang bisa dijadikan sumber informasi bagi setiap stakeholder Kerja Indoenesia (LP3TKI), dibentuk Pos Pelayanan Penempatan dan
terkait. Perlindungan Tenaga Kerja Indoenesia (P4TKI) yang berbentuk non
Tujuan dari penyusunan publikasi ini adalah menyediakan data dan structural dan berada dibawah koordinasi BP3TKI/LP3TKI.
informasi yang dapat menggambarkan kondisi pelayanan penempatan
Pekerja Migran Indonesia (PMI) tahun 2015-2019 yang dilaksanakan Setiap UPT BP3TKI dan LP3TKI membawahi wilayah kerja
oleh UPT BP2MI sebagai ujung tombak layanan dan jumlah PMI yang provinsi. Pada beberapa UPT BP2MI membawahi lebih dari 1 (satu)
berasal dari wilayah kerja masing – masing UPT. provinsi. UPT – UPT yang membawahi wilayah kerja lebih dari 1 (satu)
provinsi umumnya berada diluar Pulau Jawa. Sementara UPT di Pulau
3. Sumber Data Jawa, umumnya hanya membawahi wilayah kerja pada 1 (satu)
provinsi. Hal ini berkaitan dengan jumlah PMI yang dilayani, dimana
Publikasi ini menggunakan berbagai sumber data baik sekunder provinsi – provinsi yang ada dipulau jawa memiliki jumlah PMI yang
maupun berbagai hasil riset yang relevan untuk melengkapi informasi sangat besar di banding provinsi yang ada di luar pulau jawa.
yang disajikan dalam publikasi ini. Namun terkait dengan data Data penempatan PMI selama 5 tahun menunjukan bahwa
penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara garis besar meskipun Pulau Jawa hanya terdiri dari 6 (enam) provinsi namun
merupakan hasil pendataan Pusat Data dan Informasi (PUSDATIN) jumlah kontribusi terhadap penempatan PMI mencapai 66,37% dari
Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), selama kurun total PMI yang ditempatkan. Dan sisanya sebesar 13,63% berasal dari
waktu 5 tahun terakhir yakni periode 2015 - 2019. 28 provinsi yang berada di luar pulau jawa.
4
4 ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019
makro maupun mikro pelayanan penempatan dan pelindungan PMI. BAGIAN II
Selain itu dapat menjadi sumber informasi berkaitan dengan apa yang ANALISIS DATA
telah dilakukan oleh BP2MI sebagai instansi yang memiliki
kewenangan utama dalam proses pelayanan Penempatan dan
Pelindungan PMI. Analisis data difokuskan pada tren data layanan PMI selama 5
Merujuk pada uraian di atas maka Bidang Penelitian dan (lima) tahun terakhir yakni tahun 2015 sampai dengan 2019 yang
Pengembangan melaksanakan kegiatan penyusunan publikasi berupa dilakukan oleh UPT BP2MI di daerah sebagai perpanjangan tangan
buku Analisis Data Penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Tahun layanan BP2MI Pusat dan tren data PMI yang berasal dari wilayah
2015-2019 yang difokuskan pada tren penempatan PMI yang dilayani kerja UPT. Pada kedua data tersebut kemudian diperbandingkan untuk
oleh UPT BP2MI dan PMI yang berasal dari wilayah kerja UPT BP2MI. melihat bagaimana tren layanan UPT dibanding dengan tren PMI yang
Diharapkan dengan publikasi ini dapat menjadi sumber informasi yang berasal dari wilayah kerjanya.
baku terkait dengan pelayanan penempatan dan pelindungan PMI. UPT BP2MI yang ada didaerah terdiri dari Balai Pelayanan
2. Maksud dan Tujuan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) yang
terdiri dari 20 kantor layanan dan Loka Pelayanan Penempatan dan
Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan gambaran terkait Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (LP3TKI) yang terdi dari 3 kantor
pelayanan Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia layanan. Pada beberapa daerah dalam rangka mendekatkan layanan
(PMI), menyajikan Analisis data dan informasi statistik data Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia
penempatan dan pelindungan PMI secara baku yang disertai dengan (BP3TKI) dan Loka Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga
analisis yang bisa dijadikan sumber informasi bagi setiap stakeholder Kerja Indoenesia (LP3TKI), dibentuk Pos Pelayanan Penempatan dan
terkait. Perlindungan Tenaga Kerja Indoenesia (P4TKI) yang berbentuk non
Tujuan dari penyusunan publikasi ini adalah menyediakan data dan structural dan berada dibawah koordinasi BP3TKI/LP3TKI.
informasi yang dapat menggambarkan kondisi pelayanan penempatan
Pekerja Migran Indonesia (PMI) tahun 2015-2019 yang dilaksanakan Setiap UPT BP3TKI dan LP3TKI membawahi wilayah kerja
oleh UPT BP2MI sebagai ujung tombak layanan dan jumlah PMI yang provinsi. Pada beberapa UPT BP2MI membawahi lebih dari 1 (satu)
berasal dari wilayah kerja masing – masing UPT. provinsi. UPT – UPT yang membawahi wilayah kerja lebih dari 1 (satu)
provinsi umumnya berada diluar Pulau Jawa. Sementara UPT di Pulau
3. Sumber Data Jawa, umumnya hanya membawahi wilayah kerja pada 1 (satu)
provinsi. Hal ini berkaitan dengan jumlah PMI yang dilayani, dimana
Publikasi ini menggunakan berbagai sumber data baik sekunder provinsi – provinsi yang ada dipulau jawa memiliki jumlah PMI yang
maupun berbagai hasil riset yang relevan untuk melengkapi informasi sangat besar di banding provinsi yang ada di luar pulau jawa.
yang disajikan dalam publikasi ini. Namun terkait dengan data Data penempatan PMI selama 5 tahun menunjukan bahwa
penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara garis besar meskipun Pulau Jawa hanya terdiri dari 6 (enam) provinsi namun
merupakan hasil pendataan Pusat Data dan Informasi (PUSDATIN) jumlah kontribusi terhadap penempatan PMI mencapai 66,37% dari
Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), selama kurun total PMI yang ditempatkan. Dan sisanya sebesar 13,63% berasal dari
waktu 5 tahun terakhir yakni periode 2015 - 2019. 28 provinsi yang berada di luar pulau jawa.
4
ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019 5
Untuk 5 (lima) provinsi terbesar asal PMI, selama 5 (lima) tahun Tahun
terakhir, posisi pertama ditempati PMI yang berasal dari Provinsi Jawa No Provinsi 2015 2016 2017 2018 2019 Jml
Timur dan menempatkannya sebagai provinsi penyumbang terbesar
penempatan PMI, disusul PMI asal Provinsi Jawa Tengah yang 22 Jambi 528 374 261 339 371 1873
menempati posisi ke dua dan PMI asal Provinsi Jawa Barat yang 23 Kalimantan Selatan 422 223 132 171 167 1115
126
Sulawesi Tenggara
24
271
360
1234
297
180
menempati posisi ke tiga. Selanjutnya pada posisi ke empat ditempati 25 Bengkulu 294 220 294 406 306 1520
oleh PMI asal Provinsi Nusa Tenggara Barat disusul PMI asal Provinsi 26 Sulawesi Barat 132 114 236 282 252 1016
Lampung yang berada pada posisi ke lima. Sebaliknya, untuk 5 (lima 27 Kalimantan Utara 0 0 9 561 1089 1659
provinsi dengan jumlah PMI terendah, berturut – turut ditempati 28 Maluku 78 14 104 42 91 329
Provinsi Papua Barat, Provinsi Papua, Provinsi Gorontalo, Provinsi 29 Maluku Utara 85 8 8 15 19 135
Bangka Belitung dan Provinsi Kalimantan Tengah. Selengkapnya dapat 30 Kalimantan Tengah 24 15 39 48 30 156
dilihat pada tabel dibawah ini. 31 Bangka Belitung 22 25 17 23 19 106
32 Gorontalo 4 4 43 27 9 87
Tabel 1. 33 Papua 8 4 13 11 49 85
Persebaran PMI Berdasarkan asal Provinsi Tahun 2015 - 2019 34 Papua Barat 6 3 8 4 4 25
Sumber : Data Publikasi PUSDATIN - BP2MI
Tahun
No Provinsi Jml
2015 2016 2017 2018 2019 1. LAYANAN BP3TKI JAKARTA
1 Jawa Timur 48313 43135 64084 70381 69189 295102 Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja
2 Jawa Tengah 57078 49512 55032 61434 60667 283723
3 Jawa Barat 63064 51047 50844 57230 57957 280142 Indonesia (BP3TKI) Jakarta merupakan Unit Pelaksana Teknis
4 Nusa T Barat 51743 40415 34994 32557 30734 190443 (UPT) BP2MI yang berkedudukan di Ibukota negara dengan wilayah
5 Lampung 16109 16049 15371 18843 21486 87858 kerja utama yaitu Provinsi DKI Jakarta. BP3TKI Jakarta menjadi
6 Sumatera Utara 12054 14137 17109 17903 15954 77157 salah satu UPT dengan jumlah ketersediaan lembaga penempatan
7 Bali 4869 3258 4872 4181 3323 20503 dan lembaga pendukung penempatan yang berada diwilayah
8 Banten 4270 2684 2320 2380 2435 14089
9 Nusa T Timur 3307 2357 1960 2077 1091 10792 kerjanya sangat besar. Selain itu, wilayah kerja UPT BP3TKI
10 Sulawesi Selatan 2348 904 1126 1097 1074 6549 Jakarta, berada pada wilayah transit utama keberangkatan maupun
11 Kalimantan Barat 2231 1834 1325 1814 1605 8809 kepulangan luar negeri termasuk diantaranya adalah para PMI. Hal
12 DKI Jakarta 1212 811 901 846 876 4646 tersebut menjadikan UPT BP3TKI Jakarta sangat strategis sebagai
13 DI Yogyakarta 1856 1428 1534 1434 1316 7568
14 Sumatera Selatan 1410 1580 2106 1886 1637 8619 penyangga layanan PMI yang berasal dari berbagai daerah.
15 Kepulauan Riau 804 1068 1883 1224 1042 6021 Berdasarkan data publikasi lembaga penempatan dan
16 kalimantan Timur 179 428 2761 1728 107 5203
17 Sumatera Barat 789 812 945 1081 1114 4741 pendukung penempatan tahun 2020, tercatat sebanyak 102 P3MI
18 Aceh 786 766 680 925 665 3822 Pusat atau 32,38% dari total P3MI berada di Provinsi DKI Jakarta.
19 Riau 561 617 637 1017 1023 3855 Selanjutnya, terdapat 27 sarana kesehatan atau 22,3% dari total
20 Sulawesi Tengah 542 294 492 802 569 2699
21 Sulawesi Utara 429 185 462 511 604 2191
7
6 ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019
Untuk 5 (lima) provinsi terbesar asal PMI, selama 5 (lima) tahun Tahun
terakhir, posisi pertama ditempati PMI yang berasal dari Provinsi Jawa No Provinsi 2015 2016 2017 2018 2019 Jml
Timur dan menempatkannya sebagai provinsi penyumbang terbesar
penempatan PMI, disusul PMI asal Provinsi Jawa Tengah yang 22 Jambi 528 374 261 339 371 1873
menempati posisi ke dua dan PMI asal Provinsi Jawa Barat yang 23 Kalimantan Selatan 422 223 132 171 167 1115
297
360
271
126
24
Sulawesi Tenggara
180
1234
menempati posisi ke tiga. Selanjutnya pada posisi ke empat ditempati 25 Bengkulu 294 220 294 406 306 1520
oleh PMI asal Provinsi Nusa Tenggara Barat disusul PMI asal Provinsi 26 Sulawesi Barat 132 114 236 282 252 1016
Lampung yang berada pada posisi ke lima. Sebaliknya, untuk 5 (lima 27 Kalimantan Utara 0 0 9 561 1089 1659
provinsi dengan jumlah PMI terendah, berturut – turut ditempati 28 Maluku 78 14 104 42 91 329
Provinsi Papua Barat, Provinsi Papua, Provinsi Gorontalo, Provinsi 29 Maluku Utara 85 8 8 15 19 135
Bangka Belitung dan Provinsi Kalimantan Tengah. Selengkapnya dapat 30 Kalimantan Tengah 24 15 39 48 30 156
dilihat pada tabel dibawah ini. 31 Bangka Belitung 22 25 17 23 19 106
32 Gorontalo 4 4 43 27 9 87
Tabel 1. 33 Papua 8 4 13 11 49 85
Persebaran PMI Berdasarkan asal Provinsi Tahun 2015 - 2019 34 Papua Barat 6 3 8 4 4 25
Sumber : Data Publikasi PUSDATIN - BP2MI
Tahun
No Provinsi Jml
2015 2016 2017 2018 2019 1. LAYANAN BP3TKI JAKARTA
1 Jawa Timur 48313 43135 64084 70381 69189 295102 Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja
2 Jawa Tengah 57078 49512 55032 61434 60667 283723
3 Jawa Barat 63064 51047 50844 57230 57957 280142 Indonesia (BP3TKI) Jakarta merupakan Unit Pelaksana Teknis
4 Nusa T Barat 51743 40415 34994 32557 30734 190443 (UPT) BP2MI yang berkedudukan di Ibukota negara dengan wilayah
5 Lampung 16109 16049 15371 18843 21486 87858 kerja utama yaitu Provinsi DKI Jakarta. BP3TKI Jakarta menjadi
6 Sumatera Utara 12054 14137 17109 17903 15954 77157 salah satu UPT dengan jumlah ketersediaan lembaga penempatan
7 Bali 4869 3258 4872 4181 3323 20503 dan lembaga pendukung penempatan yang berada diwilayah
8 Banten 4270 2684 2320 2380 2435 14089
9 Nusa T Timur 3307 2357 1960 2077 1091 10792 kerjanya sangat besar. Selain itu, wilayah kerja UPT BP3TKI
10 Sulawesi Selatan 2348 904 1126 1097 1074 6549 Jakarta, berada pada wilayah transit utama keberangkatan maupun
11 Kalimantan Barat 2231 1834 1325 1814 1605 8809 kepulangan luar negeri termasuk diantaranya adalah para PMI. Hal
12 DKI Jakarta 1212 811 901 846 876 4646 tersebut menjadikan UPT BP3TKI Jakarta sangat strategis sebagai
13 DI Yogyakarta 1856 1428 1534 1434 1316 7568
14 Sumatera Selatan 1410 1580 2106 1886 1637 8619 penyangga layanan PMI yang berasal dari berbagai daerah.
15 Kepulauan Riau 804 1068 1883 1224 1042 6021 Berdasarkan data publikasi lembaga penempatan dan
16 kalimantan Timur 179 428 2761 1728 107 5203
17 Sumatera Barat 789 812 945 1081 1114 4741 pendukung penempatan tahun 2020, tercatat sebanyak 102 P3MI
18 Aceh 786 766 680 925 665 3822 Pusat atau 32,38% dari total P3MI berada di Provinsi DKI Jakarta.
19 Riau 561 617 637 1017 1023 3855 Selanjutnya, terdapat 27 sarana kesehatan atau 22,3% dari total
20 Sulawesi Tengah 542 294 492 802 569 2699
21 Sulawesi Utara 429 185 462 511 604 2191
7
ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019 7
sarana kesehatan. Jumlah P3MI dan SARKES tersebut merupakan wilayah kerja yakni Provinsi DKI Jakarta, selama tahun 2015 – 2019
jumlah terbanyak di antara provinsi lainnya. Sementara, jumlah tercatat berjumlah 4.646 orang. Junlah tersebut, menempatkan
Negeri BLKLN tercatat sebanyak 41 BLKLN atau 10,93% dari total Provinsi DKI Jakarta pada posisi ke 12 (dua belas) dalam hal jumlah
BLKLN berada di Provinsi DKI Jakarta. Jumlah BLKLN tersebut PMI berdasarkan provinsi. Selama periode tersebut, jumlah
berada diposisi ke 4 diantara provinsi lainnya yakni setelah Provinsi penempatan PMI yang berasal dari wilayah kerja UPT BP3TKI
Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur. Jakarta menunjukan tren yang relatif sama dengan layanan
penempatan PMI UPT BP3TKI Jakarta yakni mengalami penurunan
1.1 Jumlah Layanan Penempatan UPT BP3TKI Jakarta
meskipun tidak setiap tahunnya. Penurunan terbesar terutama terjadi
Selama 5 tahun terakhir yakni tahun 2015 sampai dengan 2019, pada tahun 2015 dibandingkan tahun 2016.
jumlah proses penempatan PMI yang dilayani oleh BP3TKI Jakarta
sebanyak 217.110 orang. Jumlah tersebut, menempatkan UPT Selama tahun 2015 jumlah PMI yang berasal dari Provinsi DKI
BP3TKI Jakarta sebagai UPT dengan jumlah layanan penempatan Jakarta tercatat sebanyak 1.212 orang. Selanjutnya pada tahun 2016
PMI terbesar diantara 23 UPT lainnya. Data layanan proses tercatat sebanyak 811 orang atau mengalami penurunan sebesar 401
penempatan PMI selama periode tersebut tampak menunjukan tren orang (33,09%) dibanding tahun 2015. Sementara itu, jumlah PMI
penurunan secara konsisten dari tahun ketahun. Data layanan proses asal Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2017 tercatat sejumlah 901
penempatan PMI BP3TKI Jakarta Pada tahun 2015, tercatat sejumlah orang. Jumlah tersebut, mengalami peningkatan sebanyak 90 orang
65.480 orang. Jumlah tersebut mengalami penurunan sebanyak (11,10%) dibanding tahun 2016.
11.138 orang (17,01%) dibanding tahun 2016 yang hanya mencatat Untuk tahun 2018, jumlah PMI asal Provinsi DKI Jakarta
jumlah layanan penempatan sebesar 54.342 orang. Selanjutnya di sebanyak 846 orang, jumlah tersebut mengalami sedikit penurunan
tahun 2017 kembali mengalami penurunan signifikan yakni sejumlah yakni sebanyak 55 orang (6,10%) dibanding tahun 2017. Selanjutnya
16.183 orang (29,78%) dibanding tahun 2016. tahun 2019, jumlah PMI asal Provinsi DKI Jakarta sebanyak 876
orang mengalami peningkatan sebanyak 30 orang (3,55%)
Layanan penempatan PMI ditahun 2018 dan 2019 juga
mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya yakni masing – dibanding tahun 2018. Secara total, jumlah penurunan layanan
masing 7.021, (18,40%), dan 3.147, (10,11%). Total penurunan penempatan PMI oleh BP3TKI Jakarta selama 5 tahun terakhir yakni
jumlah layanan penempatan PMI oleh BP3TKI Jakarta dari tahun dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2019 tercatat sejumlah 37.489
2015 sampai tahun 2019 tercatat sejumlah 37.489 orang mengalami orang atau mengalami penurunan sebesar 57,26%.
penurunan (57,25%). 1.3 Perbandingan Jumlah PMI Yang dilayani UPT BP3TKI
Jakarta dan PMI asal Wilayah Kerja
1.2 Jumlah PMI Berdasarkan asal Wilayah Kerja UPT BP3TKI
Jakarta Berdasarkan uraian data di atas, dapat diketahui bahwa jumlah
Sebagaimana yang telah diuraikan diatas bahwa BP3TKI antara PMI yang dilayani oleh BP3TKI Jakarta dengan jumlah PMI
Jakarta merupakan UPT yang membawahi wilayah kerja Provinsi yang berasal dari wilayah kerjanya yakni Provinsi DKI Jakarta
DKI Jakarta. Dari sisi jumlah penempatan PMI berdasarkan asal
9
8
8 ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019
sarana kesehatan. Jumlah P3MI dan SARKES tersebut merupakan wilayah kerja yakni Provinsi DKI Jakarta, selama tahun 2015 – 2019
jumlah terbanyak di antara provinsi lainnya. Sementara, jumlah tercatat berjumlah 4.646 orang. Junlah tersebut, menempatkan
Negeri BLKLN tercatat sebanyak 41 BLKLN atau 10,93% dari total Provinsi DKI Jakarta pada posisi ke 12 (dua belas) dalam hal jumlah
BLKLN berada di Provinsi DKI Jakarta. Jumlah BLKLN tersebut PMI berdasarkan provinsi. Selama periode tersebut, jumlah
berada diposisi ke 4 diantara provinsi lainnya yakni setelah Provinsi penempatan PMI yang berasal dari wilayah kerja UPT BP3TKI
Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur. Jakarta menunjukan tren yang relatif sama dengan layanan
penempatan PMI UPT BP3TKI Jakarta yakni mengalami penurunan
1.1 Jumlah Layanan Penempatan UPT BP3TKI Jakarta
meskipun tidak setiap tahunnya. Penurunan terbesar terutama terjadi
Selama 5 tahun terakhir yakni tahun 2015 sampai dengan 2019, pada tahun 2015 dibandingkan tahun 2016.
jumlah proses penempatan PMI yang dilayani oleh BP3TKI Jakarta
sebanyak 217.110 orang. Jumlah tersebut, menempatkan UPT Selama tahun 2015 jumlah PMI yang berasal dari Provinsi DKI
BP3TKI Jakarta sebagai UPT dengan jumlah layanan penempatan Jakarta tercatat sebanyak 1.212 orang. Selanjutnya pada tahun 2016
PMI terbesar diantara 23 UPT lainnya. Data layanan proses tercatat sebanyak 811 orang atau mengalami penurunan sebesar 401
penempatan PMI selama periode tersebut tampak menunjukan tren orang (33,09%) dibanding tahun 2015. Sementara itu, jumlah PMI
penurunan secara konsisten dari tahun ketahun. Data layanan proses asal Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2017 tercatat sejumlah 901
penempatan PMI BP3TKI Jakarta Pada tahun 2015, tercatat sejumlah orang. Jumlah tersebut, mengalami peningkatan sebanyak 90 orang
65.480 orang. Jumlah tersebut mengalami penurunan sebanyak (11,10%) dibanding tahun 2016.
11.138 orang (17,01%) dibanding tahun 2016 yang hanya mencatat Untuk tahun 2018, jumlah PMI asal Provinsi DKI Jakarta
jumlah layanan penempatan sebesar 54.342 orang. Selanjutnya di sebanyak 846 orang, jumlah tersebut mengalami sedikit penurunan
tahun 2017 kembali mengalami penurunan signifikan yakni sejumlah yakni sebanyak 55 orang (6,10%) dibanding tahun 2017. Selanjutnya
16.183 orang (29,78%) dibanding tahun 2016. tahun 2019, jumlah PMI asal Provinsi DKI Jakarta sebanyak 876
orang mengalami peningkatan sebanyak 30 orang (3,55%)
Layanan penempatan PMI ditahun 2018 dan 2019 juga
mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya yakni masing – dibanding tahun 2018. Secara total, jumlah penurunan layanan
masing 7.021, (18,40%), dan 3.147, (10,11%). Total penurunan penempatan PMI oleh BP3TKI Jakarta selama 5 tahun terakhir yakni
jumlah layanan penempatan PMI oleh BP3TKI Jakarta dari tahun dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2019 tercatat sejumlah 37.489
2015 sampai tahun 2019 tercatat sejumlah 37.489 orang mengalami orang atau mengalami penurunan sebesar 57,26%.
penurunan (57,25%). 1.3 Perbandingan Jumlah PMI Yang dilayani UPT BP3TKI
Jakarta dan PMI asal Wilayah Kerja
1.2 Jumlah PMI Berdasarkan asal Wilayah Kerja UPT BP3TKI
Jakarta Berdasarkan uraian data di atas, dapat diketahui bahwa jumlah
Sebagaimana yang telah diuraikan diatas bahwa BP3TKI antara PMI yang dilayani oleh BP3TKI Jakarta dengan jumlah PMI
Jakarta merupakan UPT yang membawahi wilayah kerja Provinsi yang berasal dari wilayah kerjanya yakni Provinsi DKI Jakarta
DKI Jakarta. Dari sisi jumlah penempatan PMI berdasarkan asal
9
8
ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019 9
terdapat perbedaan yang sangat signifikan. Di mana jumlah layanan Kondisi layanan PMI yang didominasi oleh PMI diluar wilayah
PMI oleh UPT BP3TKI Jakarta jauh lebih besar dibandingkan kerja BP3TKI Jakarta menjadi sangat relevan, mengingat wilayah
dengan jumlah PMI yang berasal dari wilayah kerja. Jika jumlah kerja UPT BP3TKI Jakarta memiliki daya dukung lembaga
PMI yang dilayani oleh UPT BP3TKI Jakarta menempati posisi penempatan dan pendukung penempatan yang cukup besar. Selain
pertama, hal ini berbeda dengan jumlah PMI berdasarkan asal itu, posisi Provinsi DKI Jakarta yang dekat dengan pintu utama
Provinsi Jakarta yang hanya berad di posisi ke 12. keberangkatan luar negeri, terutama melalui Bandar Udara Soekarno
– Hatta Tangerang, Provinsi Banten juga memberi kontribusi
Selama 5 (lima) tahun terakhir yakni tahun 2015 – 2019,
BP3TKI Jakarta tercatat melayani penempatan PMI sebanyak strategis terhadap posisi layanan BP3TKI Jakarta. Oleh karena posisi
217.110 orang. Sementara dengan periode waktu yang sama, jumlah tersebut menjadikan proses layanan BP3TKI Jakarta lebih mudah
PMI yang berasal dari Provinsi DKI Jakarta sebagai wilayah kerja dan efektif sehingga sebagian Perusahaan Penempatan Pekerja
utama UPT BP3TKI Jakarta hanya berjumlah 4.646 orang dari total Migran Indonesia (P3MI) hanya melakukan proses rekruitmen di
PMI yang dilayani oleh UPT BP3TKI Jakarta. Hal ini, juga berarti daerah tetapi proses pelatihan, pemeriksaan kesehatan sampai dengan
bahwa sebanyak 212.464 orang atau 97,86% proses penempatan PMI proses penempatan dilakukan di BP3TKI Jakarta .
yang dilayani oleh UPT BP3TKI Jakarta selama kurun waktu 2. LAYANAN BP3TKI SEMARANG
tersebut berasal dari luar wilayah kerja UPT BP3TKI Jakarta. BP3TKI Semarang merupakan UPT BP2MI yang membawahi
Grafik 1. Perbandingan Tren Penempatan PMI wilayah kerja Provinsi Jawa Tengah. Pusat layanan BP3TKI
Berdasarkan Layanan BP3TKI Jakarta & PMI Semarang berada di Kota Semarang. Dalam rangka meningkatkan
asal wilayah kerja BP3TKI Jakarta Tahun 2015 - 2019 layanan, BP3TKI Semarang dibantu oleh 3 (tiga) kantor layanan
70000 65480 berbentuk pos sebagai perpanjangan tangan layanan yang terdiri dari
60000 54342 P4TKI Cilacap, P4TKI Pemalang dan P4TKI Pati. Provinsi Jawa
Tengah sebagai wilayah kerja UPT BP3TKI Semarang menjadi
50000 38159 penyumbang terbesar ke 2 (dua) dalam hal penempatan PMI
40000 31138 27991 berdasarkan asal Provinsi. Dari sisi dukungan layanan, BP3TKI
30000 Semarang juga menjadi salah satu UPT dengan jumlah ketersediaan
20000 lembaga penempatan dan lembaga pendukung penempatan yang
10000 1212 811 901 846 876 cukup besar.
0 Data publikasi terkait lembaga penempatan dan pendukung
2015 2016 2017 2018 2019 penempatan tahun 2020, tercatat sebanyak 24 P3MI Pusat atau
7,62% dari total P3MI, berada di Provinsi Jawa Tengah. Jumlah
PMI Wilayah Kerja Layanan UPT
P3MI tersebut merupakan terbanyak ke 4 berdasarkan provinsi yakni
Sumber : Data Publikasi PUSDATIN - BP2MI setelah Provinsi DKI. Jakarta, Provinsi Jawa Barat dan Provinsi
11
10
10 ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019
terdapat perbedaan yang sangat signifikan. Di mana jumlah layanan Kondisi layanan PMI yang didominasi oleh PMI diluar wilayah
PMI oleh UPT BP3TKI Jakarta jauh lebih besar dibandingkan kerja BP3TKI Jakarta menjadi sangat relevan, mengingat wilayah
dengan jumlah PMI yang berasal dari wilayah kerja. Jika jumlah kerja UPT BP3TKI Jakarta memiliki daya dukung lembaga
PMI yang dilayani oleh UPT BP3TKI Jakarta menempati posisi penempatan dan pendukung penempatan yang cukup besar. Selain
pertama, hal ini berbeda dengan jumlah PMI berdasarkan asal itu, posisi Provinsi DKI Jakarta yang dekat dengan pintu utama
Provinsi Jakarta yang hanya berad di posisi ke 12. keberangkatan luar negeri, terutama melalui Bandar Udara Soekarno
– Hatta Tangerang, Provinsi Banten juga memberi kontribusi
Selama 5 (lima) tahun terakhir yakni tahun 2015 – 2019,
BP3TKI Jakarta tercatat melayani penempatan PMI sebanyak strategis terhadap posisi layanan BP3TKI Jakarta. Oleh karena posisi
217.110 orang. Sementara dengan periode waktu yang sama, jumlah tersebut menjadikan proses layanan BP3TKI Jakarta lebih mudah
PMI yang berasal dari Provinsi DKI Jakarta sebagai wilayah kerja dan efektif sehingga sebagian Perusahaan Penempatan Pekerja
utama UPT BP3TKI Jakarta hanya berjumlah 4.646 orang dari total Migran Indonesia (P3MI) hanya melakukan proses rekruitmen di
PMI yang dilayani oleh UPT BP3TKI Jakarta. Hal ini, juga berarti daerah tetapi proses pelatihan, pemeriksaan kesehatan sampai dengan
bahwa sebanyak 212.464 orang atau 97,86% proses penempatan PMI proses penempatan dilakukan di BP3TKI Jakarta .
yang dilayani oleh UPT BP3TKI Jakarta selama kurun waktu 2. LAYANAN BP3TKI SEMARANG
tersebut berasal dari luar wilayah kerja UPT BP3TKI Jakarta. BP3TKI Semarang merupakan UPT BP2MI yang membawahi
Grafik 1. Perbandingan Tren Penempatan PMI wilayah kerja Provinsi Jawa Tengah. Pusat layanan BP3TKI
Berdasarkan Layanan BP3TKI Jakarta & PMI Semarang berada di Kota Semarang. Dalam rangka meningkatkan
asal wilayah kerja BP3TKI Jakarta Tahun 2015 - 2019 layanan, BP3TKI Semarang dibantu oleh 3 (tiga) kantor layanan
70000 65480 berbentuk pos sebagai perpanjangan tangan layanan yang terdiri dari
60000 54342 P4TKI Cilacap, P4TKI Pemalang dan P4TKI Pati. Provinsi Jawa
Tengah sebagai wilayah kerja UPT BP3TKI Semarang menjadi
50000 38159 penyumbang terbesar ke 2 (dua) dalam hal penempatan PMI
40000 31138 27991 berdasarkan asal Provinsi. Dari sisi dukungan layanan, BP3TKI
30000 Semarang juga menjadi salah satu UPT dengan jumlah ketersediaan
20000 lembaga penempatan dan lembaga pendukung penempatan yang
10000 1212 811 901 846 876 cukup besar.
0 Data publikasi terkait lembaga penempatan dan pendukung
2015 2016 2017 2018 2019 penempatan tahun 2020, tercatat sebanyak 24 P3MI Pusat atau
7,62% dari total P3MI, berada di Provinsi Jawa Tengah. Jumlah
PMI Wilayah Kerja Layanan UPT
P3MI tersebut merupakan terbanyak ke 4 berdasarkan provinsi yakni
Sumber : Data Publikasi PUSDATIN - BP2MI setelah Provinsi DKI. Jakarta, Provinsi Jawa Barat dan Provinsi
11
10
ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019 11
Jawa Timur. Selanjutnya, terdapat 19 sarana kesehatan atau 15,70% 2.2 Jumlah PMI Berdasarkan asal Wilayah Kerja UPT BP3TKI
dari total sarana kesehatan. Jumlah SARKES tersebut merupakan Semarang
jumlah terbanyak ke 2 (dua) setelah Provinsi DKI Jakarta. Sebagaimana yang telah diuraikan di atas bahwa BP3TKI
Sementara, jumlah BLKLN tercatat sebanyak 99 BLKLN atau Semarang merupakan UPT yang membawahi wilayah kerja Provinsi
26,40% dari total BLKLN berada di Provinsi Jawa Tengah. Jumlah Jawa Tengah. Dari sisi jumlah penempatan PMI berdasarkan asal
BLKLN tersebut berada pada posisi terbesar ke 2 (dua) diantara wilayah kerja yakni Provinsi Jawa Tengah, selama beberapa tahun
provinsi lainnya yakni setelah Provinsi Jawa Barat.
terakhir menempati posisi terbanyak kedua setelah Penempatan PMI
2.1 Jumlah Layanan Penempatan UPT BP3TKI Semarang yang berasal dari Provinsi Jawa Timur. Selama tahun 2015 – 2019
tercatat sejumlah 283.723 orang PMI berasal dari Provinsi Jawa
Selama 5 tahun terakhir yakni tahun 2015 s.d. 2019, jumlah
proses penempatan PMI yang dilayani oleh BP3TKI Semarang Tengah.
sebanyak 126.232 orang. Jumlah tersebut menempatkan BP3TKI Selama periode tersebut, jumlah penempatan PMI yang berasal
sekarang sebagai UPT dengan layanan PMI terbesar ke 5. Data dari provinsi Jawa Tengah sebagai wilayah kerja UPT BP3TKI
layanan proses penempatan PMI selama periode tersebut tampak Semarang, menunjukan tren yang relatif berbeda dengan layanan
menunjukan tren penurunan secara konsisten dari tahun ketahun. penempatan PMI oleh UPT BP3TKI Semarang. Tren penempatan
Pada tahun 2015, data layanan proses penempatan PMI oleh PMI asal Provinsi Jawa Tengah nampak fluktuatif, dimana tahun
BP3TKI Semarang tercatat sebanyak 29.766 orang. Selanjutnya pada 2015 sampai 2016 menunjukan penurunan terutama penempatan
tahun 2016, tercatat sebanyak 27.583 orang, jumlah tersebut tahun 2015 dibanding tahun 2014 namun pada tahun 2016 sampai
mengalami penurunan sebanyak 2.183 orang (7,33%) dibanding dengan 2018 menunjukan peningkatan. Selanjutnya pada tahun 2019
tahun 2015. Sementara tahun 2017 kembali mengalami penurunan kembali menunjukan penurunan dibanding tahun 2018 meskipun
sejumlah 3.142 orang (11,39%) dibanding tahun 2016 dengan jumlah tidak signifikan.
layanan penempatan tercatat sebanyak 24.441 orang PMI. Selama tahun 2015 jumlah PMI yang berasal dari Provinsi Jawa
Untuk jumlah layanan proses penempatan PMI ditahun 2018 Tengah tercatat sebanyak 57.078 orang. Selanjutnya pada tahun 2016
tercatat sejumlah 23.067 orang. Jumlah tersebut, mengalami tercatat sebanyak 49.512 orang atau mengalami penurunan sebesar
penurunan sebanyak 1.374 orang (5,62%) dibanding tahun 2017. 7.566 orang (13,26%) dibanding tahun 2015. Sementara itu, jumlah
Demikian halnya, layanan pada tahun 2019 tercatat sejumlah 21.375 PMI asal Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2017 tercatat sejumlah
orang, juga mengalami penurunan sejumlah 1.692 orang (7,34%) 55.032 orang. Jumlah tersebut, mengalami peningkatan sebanyak
dibanding tahun 2018. Secara total, jumlah penurunan layanan 5.520 orang (11,15%) dibanding tahun 2016.
penempatan PMI oleh BP3TKI Semarang selama 5 tahun terakhir Untuk tahun 2018, jumlah PMI asal Provinsi Jawa Tengah
yakni dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2019 tercatat sejumlah sebanyak 61.434 orang, jumlah tersebut mengalami peningkatan
8.391 orang atau mengalami penurunan sebesar (28,19%). yakni sebanyak 6.402 orang (11,63%) dibanding tahun 2017.
13
12
12 ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019
Jawa Timur. Selanjutnya, terdapat 19 sarana kesehatan atau 15,70% 2.2 Jumlah PMI Berdasarkan asal Wilayah Kerja UPT BP3TKI
dari total sarana kesehatan. Jumlah SARKES tersebut merupakan Semarang
jumlah terbanyak ke 2 (dua) setelah Provinsi DKI Jakarta. Sebagaimana yang telah diuraikan di atas bahwa BP3TKI
Sementara, jumlah BLKLN tercatat sebanyak 99 BLKLN atau Semarang merupakan UPT yang membawahi wilayah kerja Provinsi
26,40% dari total BLKLN berada di Provinsi Jawa Tengah. Jumlah Jawa Tengah. Dari sisi jumlah penempatan PMI berdasarkan asal
BLKLN tersebut berada pada posisi terbesar ke 2 (dua) diantara wilayah kerja yakni Provinsi Jawa Tengah, selama beberapa tahun
provinsi lainnya yakni setelah Provinsi Jawa Barat.
terakhir menempati posisi terbanyak kedua setelah Penempatan PMI
2.1 Jumlah Layanan Penempatan UPT BP3TKI Semarang yang berasal dari Provinsi Jawa Timur. Selama tahun 2015 – 2019
tercatat sejumlah 283.723 orang PMI berasal dari Provinsi Jawa
Selama 5 tahun terakhir yakni tahun 2015 s.d. 2019, jumlah
proses penempatan PMI yang dilayani oleh BP3TKI Semarang Tengah.
sebanyak 126.232 orang. Jumlah tersebut menempatkan BP3TKI Selama periode tersebut, jumlah penempatan PMI yang berasal
sekarang sebagai UPT dengan layanan PMI terbesar ke 5. Data dari provinsi Jawa Tengah sebagai wilayah kerja UPT BP3TKI
layanan proses penempatan PMI selama periode tersebut tampak Semarang, menunjukan tren yang relatif berbeda dengan layanan
menunjukan tren penurunan secara konsisten dari tahun ketahun. penempatan PMI oleh UPT BP3TKI Semarang. Tren penempatan
Pada tahun 2015, data layanan proses penempatan PMI oleh PMI asal Provinsi Jawa Tengah nampak fluktuatif, dimana tahun
BP3TKI Semarang tercatat sebanyak 29.766 orang. Selanjutnya pada 2015 sampai 2016 menunjukan penurunan terutama penempatan
tahun 2016, tercatat sebanyak 27.583 orang, jumlah tersebut tahun 2015 dibanding tahun 2014 namun pada tahun 2016 sampai
mengalami penurunan sebanyak 2.183 orang (7,33%) dibanding dengan 2018 menunjukan peningkatan. Selanjutnya pada tahun 2019
tahun 2015. Sementara tahun 2017 kembali mengalami penurunan kembali menunjukan penurunan dibanding tahun 2018 meskipun
sejumlah 3.142 orang (11,39%) dibanding tahun 2016 dengan jumlah tidak signifikan.
layanan penempatan tercatat sebanyak 24.441 orang PMI. Selama tahun 2015 jumlah PMI yang berasal dari Provinsi Jawa
Untuk jumlah layanan proses penempatan PMI ditahun 2018 Tengah tercatat sebanyak 57.078 orang. Selanjutnya pada tahun 2016
tercatat sejumlah 23.067 orang. Jumlah tersebut, mengalami tercatat sebanyak 49.512 orang atau mengalami penurunan sebesar
penurunan sebanyak 1.374 orang (5,62%) dibanding tahun 2017. 7.566 orang (13,26%) dibanding tahun 2015. Sementara itu, jumlah
Demikian halnya, layanan pada tahun 2019 tercatat sejumlah 21.375 PMI asal Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2017 tercatat sejumlah
orang, juga mengalami penurunan sejumlah 1.692 orang (7,34%) 55.032 orang. Jumlah tersebut, mengalami peningkatan sebanyak
dibanding tahun 2018. Secara total, jumlah penurunan layanan 5.520 orang (11,15%) dibanding tahun 2016.
penempatan PMI oleh BP3TKI Semarang selama 5 tahun terakhir Untuk tahun 2018, jumlah PMI asal Provinsi Jawa Tengah
yakni dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2019 tercatat sejumlah sebanyak 61.434 orang, jumlah tersebut mengalami peningkatan
8.391 orang atau mengalami penurunan sebesar (28,19%). yakni sebanyak 6.402 orang (11,63%) dibanding tahun 2017.
13
12
ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019 13
Selanjutnya tahun 2019, jumlah PMI asal Provinsi Jawa Tengah Grafik 2. Perbandingan Tren Penempatan PMI
sebanyak 60.667 orang, mengalami penurunan namun tidak Berdasarkan Layanan BP3TKI Semarang & PMI
signifikan yakni sebanyak 767 orang (1,25%) dibanding tahun 2018. asal wilayah kerja BP3TKI Semarang Tahun 2015 - 2019
2.3 Perbandingan PMI yang dilayani UPT BP3TKI Semarang 70000
dan Jumlah PMI asal wilayah kerja. 60000 57078 55032 61434 60667
Berdasarkan uraian data di atas, dapat diketahui bahwa jumlah 50000 49512
antara PMI yang dilayani oleh BP3TKI Semarang dengan jumlah 40000 29766
PMI yang berasal dari wilayah kerja BP3TKI Semarang yakni 30000 24441 21375
Provinsi Jawa Tengah terdapat perbedaan yang sangat signifikan. Di 20000 27583
mana jumlah layanan PMI oleh UPT BP3TKI Semarang jauh lebih 10000 23067
kecil dibandingkan dengan jumlah PMI yang berasal dari wilayah 0
kerja. 2015 2016 2017 2018 2019
Selama 5 tahun terakhir yakni tahun 2015 – 2019, BP3TKI PMI Wilayah Kerja Layanan UPT
Semarang tercatat melayani proses penempatan PMI sebanyak
126.232 orang. Sementara dengan periode waktu yang sama, jumlah Sumber: Data Publikasi PUSDATIN - BP2MI
PMI yang berasal dari Provinsi Jawa Tengah sebagai wilayah kerja Kondisi ini agak anomali, mengingat Provinsi Jawa tengah
utama UPT BP3TKI Semarang tercatat berjumlah 283.723 orang. merupakan salah satu daerah provinsi dengan dukungan lembaga
Jumlah tersebut, menunjukan bahwa jumlah PMI asal wilayah kerja penempatan maupun lembaga pendukung penempatan yang sangat
jauh lebih besar dari pada jumlah PMI yang dilayani oleh UPT memadai. Masih rendahnya layanan UPT BP3TKI Semarang
BP3TKI Semarang. Di mana jumlah PMI yang dilayani oleh terhadap PMI asal Provinsi Jawa Tengah sebagai wilayah kerja
BP3TKI Semarang hanya berjumlah 44,50% dari total PMI asal utama, perlu menjadi perhatian. Kondisi ini, bisa saja pengaruhi oleh
Provinsi Jawa Tengah. sarana prasarana layanan UPT baik infrastruktur layanan maupun
Dengan asumsi bahwa semua PMI yang dilayani oleh BP3TKI SDM yang belum memadai. Selain hal tersebut, kurangnya penyebar
Semarang berasal dari Provinsi Jawa Tengah sebagai wilayah kerja luasan informasi layanan juga dapat mempengaruhi rendahnya
utama maka selama 5 (lima) tahun terakhir terdapat sebanyak pelayanan sejalan dengan pengetahuan masyarakat tentang
157.491 orang atau 55,50% yang tidak dilayani oleh UPT BP3TKI keberadaan layanan UPT BP3TKI Semarang masih belum merata.
Semarang. Hal ini, dapat berarti bahwa selama tahun 2015 – 3. LAYANAN BP3TKI BANDUNG
2019,sebanyak 55,50% PMI asal Provinsi Jawa Tengah sebagai
wilayah kerja UPT BP3TKI Semarang, proses penempatannya BP3TKI Bandung merupakan UPT BP2MI yang membawahi
dilakukan di luar Provinsi Jawa Tengah. wilayah kerja Provinsi Jawa Barat dan pusat layanannya
berkedudukan di Kota Bandung. Dalam rangka meningkatkan
15
14
14 ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019
Selanjutnya tahun 2019, jumlah PMI asal Provinsi Jawa Tengah Grafik 2. Perbandingan Tren Penempatan PMI
sebanyak 60.667 orang, mengalami penurunan namun tidak Berdasarkan Layanan BP3TKI Semarang & PMI
signifikan yakni sebanyak 767 orang (1,25%) dibanding tahun 2018. asal wilayah kerja BP3TKI Semarang Tahun 2015 - 2019
2.3 Perbandingan PMI yang dilayani UPT BP3TKI Semarang 70000
dan Jumlah PMI asal wilayah kerja. 60000 57078 55032 61434 60667
Berdasarkan uraian data di atas, dapat diketahui bahwa jumlah 50000 49512
antara PMI yang dilayani oleh BP3TKI Semarang dengan jumlah 40000 29766
PMI yang berasal dari wilayah kerja BP3TKI Semarang yakni 30000 24441 21375
Provinsi Jawa Tengah terdapat perbedaan yang sangat signifikan. Di 20000 27583
mana jumlah layanan PMI oleh UPT BP3TKI Semarang jauh lebih 10000 23067
kecil dibandingkan dengan jumlah PMI yang berasal dari wilayah 0
kerja. 2015 2016 2017 2018 2019
Selama 5 tahun terakhir yakni tahun 2015 – 2019, BP3TKI PMI Wilayah Kerja Layanan UPT
Semarang tercatat melayani proses penempatan PMI sebanyak
126.232 orang. Sementara dengan periode waktu yang sama, jumlah Sumber: Data Publikasi PUSDATIN - BP2MI
PMI yang berasal dari Provinsi Jawa Tengah sebagai wilayah kerja Kondisi ini agak anomali, mengingat Provinsi Jawa tengah
utama UPT BP3TKI Semarang tercatat berjumlah 283.723 orang. merupakan salah satu daerah provinsi dengan dukungan lembaga
Jumlah tersebut, menunjukan bahwa jumlah PMI asal wilayah kerja penempatan maupun lembaga pendukung penempatan yang sangat
jauh lebih besar dari pada jumlah PMI yang dilayani oleh UPT memadai. Masih rendahnya layanan UPT BP3TKI Semarang
BP3TKI Semarang. Di mana jumlah PMI yang dilayani oleh terhadap PMI asal Provinsi Jawa Tengah sebagai wilayah kerja
BP3TKI Semarang hanya berjumlah 44,50% dari total PMI asal utama, perlu menjadi perhatian. Kondisi ini, bisa saja pengaruhi oleh
Provinsi Jawa Tengah. sarana prasarana layanan UPT baik infrastruktur layanan maupun
Dengan asumsi bahwa semua PMI yang dilayani oleh BP3TKI SDM yang belum memadai. Selain hal tersebut, kurangnya penyebar
Semarang berasal dari Provinsi Jawa Tengah sebagai wilayah kerja luasan informasi layanan juga dapat mempengaruhi rendahnya
utama maka selama 5 (lima) tahun terakhir terdapat sebanyak pelayanan sejalan dengan pengetahuan masyarakat tentang
157.491 orang atau 55,50% yang tidak dilayani oleh UPT BP3TKI keberadaan layanan UPT BP3TKI Semarang masih belum merata.
Semarang. Hal ini, dapat berarti bahwa selama tahun 2015 – 3. LAYANAN BP3TKI BANDUNG
2019,sebanyak 55,50% PMI asal Provinsi Jawa Tengah sebagai
wilayah kerja UPT BP3TKI Semarang, proses penempatannya BP3TKI Bandung merupakan UPT BP2MI yang membawahi
dilakukan di luar Provinsi Jawa Tengah. wilayah kerja Provinsi Jawa Barat dan pusat layanannya
berkedudukan di Kota Bandung. Dalam rangka meningkatkan
15
14
ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019 15
jangkauan layanan, BP3TKI Bandung didukung beberapa P4TKI hanya terjadi pada tahun 2016 dibandingkan jumlah layanan PMI
sebagai perpanjangan tangan layanan diantaranya P4TKI Sukabumi, tahun 2015, setelahnya setiap tahun menunjukan peningkatan.
P4TKI Cirebon dan P4TKI Bekasi. Selain itu terdapat beberapa Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2018 yang mencapai 33,47%
LTSP Penempatan dan Pelindungan PMI yang diinisiasi oleh BP2MI dibandingkan jumlah layanan tahun 2017.
diantaranya LTSP Indramayu dan LTSP Karawang. Data layanan proses penempatan PMI oleh BP3TKI Bandung
Dalam hal jumlah penempatan PMI Penempatan, PMI asal pada tahun 2015 tercatat sebanyak 38.002 orang. Selanjutnya pada
Provinsi Jawa Barat menjadi penyumbang terbesar ke tiga setelah tahun 2016, tercatat sebanyak 26.892 orang. Jumlah tersebut
Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Jawa Tengah berdasarkan asal mengalami penurunan sebanyak 11.110 orang (29,23%) dibanding
Provinsi. Sebagaimana halnya wilayah kerja UPT BP3TKI Jakarta, tahun 2015. Sementara tahun 2017 mengalami peningkatan sejumlah
BP3TKI Bandung juga menjadi salah satu UPT dengan jumlah 664 orang (2,39%) dibanding tahun 2016 dengan jumlah layanan
ketersediaan lembaga penempatan dan lembaga pendukung penempatan tercatat sebanyak 27.536 orang PMI.
penempatan yang berada diwilayah kerjanya cukup besar.
Data publikasi terkait lembaga penempatan dan pendukung Untuk jumlah layanan proses penempatan PMI ditahun 2018
penempatan tahun 2020, tercatat sebanyak 86 P3MI Pusat atau tercatat sejumlah 36.755 orang. Jumlah tersebut, mengalami
27,30% dari total P3MI yang terdaftar, berada di Provinsi Jawa kenaikan sebanyak 9.219 orang (33,47%) dibanding tahun 2017.
Barat. Jumlah P3MI tersebut merupakan terbanyak ke 2 (dua) Demikian halnya, layanan PMI pada tahun 2019 yang tercatat
berdasarkan provinsi setelah Provinsi DKI Jakarta. Selanjutnya, sejumlah 40.612 orang, juga mengalami peningkatan sejumlah 3.857
terdapat 11 Sarana kesehatan atau 9,09% dari total sarana kesehatan. orang (10,49%) dibanding tahun 2018. Secara total, jumlah
Jumlah tersebut merupakan jumlah terbanyak ke 5 (lima) setelah peningkatan layanan penempatan PMI oleh BP3TKI Bandung
Provinsi DKI Jakarta, Jawa Tengah, NTB, dan Jawa Timur. selama 5 tahun terakhir yakni dari tahun 2015 sampai dengan tahun
Sementara, jumlah BLKLN tercatat sebanyak 126 BLKLN atau 2019 tercatat sebesar 2.610 orang (6,68%).
33,60% dari total BLKLN berada di Provinsi Jawa Barat. Jumlah 3.2 Jumlah PMI Berdasarkan asal Wilayah Kerja UPT BP3TKI
BLKLN tersebut berada di posisi ke 1 (satu) terbanyak di antara Bandung
provinsi lainnya.
Sebagaimana yang telah diuraikan diatas bahwa BP3TKI
3.1 Jumlah Layanan Penempatan UPT BP3TKI Bandung Bandung merupakan UPT yang membawahi wilayah kerja Provinsi
Selama 5 tahun terakhir yakni tahun 2015 s.d 2019, jumlah Jawa Barat. Dari sisi jumlah penempatan PMI berdasarkan asal
penempatan PMI yang dilayani oleh BP3TKI Bandung sebanyak wilayah kerja yakni Provinsi Jawa Barat, selama tahun 2015 – 2019
169.797 orang. Jumlah tersebut menempatkan BP3TKI Bandung tercatat berjumlah 280.142 orang. Jumlah penempatan PMI tersebut
sebagai UPT terbesar ke 3 (tiga) dalam hal layanan penempatan PMI. menempatkan Provinsi Jawa Barat sebagai provinsi terbesar ke 3
Data layanan penempatan PMI selama periode tersebut tampak (tiga) setelah Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Jawa Tengah dalam
menunjukan tren yang fluktuatif namun dengan kecenderungan yang hal jumlah penempatan PMI berdasarkan provinsi
meningkat. Dimana pada periode tersebut penurunan jumlah layanan
17
16
16 ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019
jangkauan layanan, BP3TKI Bandung didukung beberapa P4TKI hanya terjadi pada tahun 2016 dibandingkan jumlah layanan PMI
sebagai perpanjangan tangan layanan diantaranya P4TKI Sukabumi, tahun 2015, setelahnya setiap tahun menunjukan peningkatan.
P4TKI Cirebon dan P4TKI Bekasi. Selain itu terdapat beberapa Peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2018 yang mencapai 33,47%
LTSP Penempatan dan Pelindungan PMI yang diinisiasi oleh BP2MI dibandingkan jumlah layanan tahun 2017.
diantaranya LTSP Indramayu dan LTSP Karawang. Data layanan proses penempatan PMI oleh BP3TKI Bandung
Dalam hal jumlah penempatan PMI Penempatan, PMI asal pada tahun 2015 tercatat sebanyak 38.002 orang. Selanjutnya pada
Provinsi Jawa Barat menjadi penyumbang terbesar ke tiga setelah tahun 2016, tercatat sebanyak 26.892 orang. Jumlah tersebut
Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Jawa Tengah berdasarkan asal mengalami penurunan sebanyak 11.110 orang (29,23%) dibanding
Provinsi. Sebagaimana halnya wilayah kerja UPT BP3TKI Jakarta, tahun 2015. Sementara tahun 2017 mengalami peningkatan sejumlah
BP3TKI Bandung juga menjadi salah satu UPT dengan jumlah 664 orang (2,39%) dibanding tahun 2016 dengan jumlah layanan
ketersediaan lembaga penempatan dan lembaga pendukung penempatan tercatat sebanyak 27.536 orang PMI.
penempatan yang berada diwilayah kerjanya cukup besar.
Data publikasi terkait lembaga penempatan dan pendukung Untuk jumlah layanan proses penempatan PMI ditahun 2018
penempatan tahun 2020, tercatat sebanyak 86 P3MI Pusat atau tercatat sejumlah 36.755 orang. Jumlah tersebut, mengalami
27,30% dari total P3MI yang terdaftar, berada di Provinsi Jawa kenaikan sebanyak 9.219 orang (33,47%) dibanding tahun 2017.
Barat. Jumlah P3MI tersebut merupakan terbanyak ke 2 (dua) Demikian halnya, layanan PMI pada tahun 2019 yang tercatat
berdasarkan provinsi setelah Provinsi DKI Jakarta. Selanjutnya, sejumlah 40.612 orang, juga mengalami peningkatan sejumlah 3.857
terdapat 11 Sarana kesehatan atau 9,09% dari total sarana kesehatan. orang (10,49%) dibanding tahun 2018. Secara total, jumlah
Jumlah tersebut merupakan jumlah terbanyak ke 5 (lima) setelah peningkatan layanan penempatan PMI oleh BP3TKI Bandung
Provinsi DKI Jakarta, Jawa Tengah, NTB, dan Jawa Timur. selama 5 tahun terakhir yakni dari tahun 2015 sampai dengan tahun
Sementara, jumlah BLKLN tercatat sebanyak 126 BLKLN atau 2019 tercatat sebesar 2.610 orang (6,68%).
33,60% dari total BLKLN berada di Provinsi Jawa Barat. Jumlah 3.2 Jumlah PMI Berdasarkan asal Wilayah Kerja UPT BP3TKI
BLKLN tersebut berada di posisi ke 1 (satu) terbanyak di antara Bandung
provinsi lainnya.
Sebagaimana yang telah diuraikan diatas bahwa BP3TKI
3.1 Jumlah Layanan Penempatan UPT BP3TKI Bandung Bandung merupakan UPT yang membawahi wilayah kerja Provinsi
Selama 5 tahun terakhir yakni tahun 2015 s.d 2019, jumlah Jawa Barat. Dari sisi jumlah penempatan PMI berdasarkan asal
penempatan PMI yang dilayani oleh BP3TKI Bandung sebanyak wilayah kerja yakni Provinsi Jawa Barat, selama tahun 2015 – 2019
169.797 orang. Jumlah tersebut menempatkan BP3TKI Bandung tercatat berjumlah 280.142 orang. Jumlah penempatan PMI tersebut
sebagai UPT terbesar ke 3 (tiga) dalam hal layanan penempatan PMI. menempatkan Provinsi Jawa Barat sebagai provinsi terbesar ke 3
Data layanan penempatan PMI selama periode tersebut tampak (tiga) setelah Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Jawa Tengah dalam
menunjukan tren yang fluktuatif namun dengan kecenderungan yang hal jumlah penempatan PMI berdasarkan provinsi
meningkat. Dimana pada periode tersebut penurunan jumlah layanan
17
16
ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019 17
Selama tahun 2015 sampai dengan 2019, jumlah penempatan Selama 5 tahun terakhir yakni tahun 2015 – 2019, BP3TKI
PMI yang berasal dari Provinsi Jawa Barat, juga menunjukan tren Bandung tercatat melayani proses penempatan PMI sebanyak
yang relatif sama dengan layanan penempatan PMI oleh UPT 169.797 orang. Sementara dengan periode waktu yang sama, jumlah
BP3TKI Bandung yakni mengalami peningkatan meskipun tidak PMI yang berasal dari Provinsi Jawa Barat sebagai wilayah kerja
setiap tahunnya. Di mana, pada tahun 2016 terjadi penurunan utama UPT BP3TKI Bandung tercatat berjumlah 280.142 orang.
terbesar dibandingkan penempatan PMI tahun 2015. Dengan asumsi bahwa seluruh PMI yang dilayani oleh BP3TKI
Bandung berasal dari Provinsi Jawa Barat maka hanya terdapat
Pada tahun 2015 jumlah PMI yang berasal dari Provinsi Jawa
Barat tercatat sebanyak 63.064 orang. Selanjutnya pada tahun 2016 60,61% PMI asal Provinsi Jawa Barat yang dilayani BP3TKI
tercatat sebanyak 51.047 orang atau mengalami penurunan sebesar Bandung. Dan masih terdapat sebanyak 110.345 orang (39,39%)
12.017 orang atau 19,06% dibanding tahun 2015. Sementara itu, PMI asal Provinsi Jawa Barat sebagai wilayah kerja UPT BP3TKI
jumlah PMI asal Provinsi Jawa Barat pada tahun 2017 tercatat Bandung yang proses penempatan dapat dipastikan dilakukan diluar
sejumlah 50.844 orang. Jumlah tersebut, mengalami penurunan Provinsi Jawa Barat sebagai wilayah kerja BP3TKI Bandung atau
sebanyak 203 orang atau 0,40% dibanding tahun 2016. dilayani oleh UPT lainnya.
Grafik 3. Perbandingan Tren Penempatan PMI
Untuk tahun 2018, jumlah PMI asal Provinsi Jawa Barat tercatat Berdasarkan Layanan BP3TKI Bandung & PMI
sebanyak 57.230 orang. Jumlah tersebut mengalami peningkatan asal wilayah kerja BP3TKI Bandung Tahun 2015 - 2019
yang sangat signifikan yakni sebanyak 6.386 orang atau12,60%
dibanding tahun 2017. Selanjutnya pada tahun 2019, jumlah PMI 70000
asal Provinsi Jawa Barat tercatat sebanyak 57.957 orang. Jumlah 60000 50844
tersebut, juga mengalami peningkatan dibanding tahun 2018 namun 50000 63064 57230 57957
tidak signifikan yakni sebanyak 727 orang (1,27%). Secara total, 40000 51047
jumlah penurunan layanan penempatan PMI asal Provinsi Jawa Barat 30000 40612
selama 5 tahun terakhir yakni dari tahun 2015 sampai dengan tahun 38002 36755
2019 tercatat sebesar 5.107 orang (8,10%). 20000 26892 27536
10000
3.3 Perbandingan Jumlah PMI Yang dilayani UPT BP3TKI
Bandung dan PMI asal Wilayah Kerja 0 2015 2016 2017 2018 2019
Berdasarkan uraian dan data tabel di atas, dapat diketahui bahwa PMI Wilayah Kerja Layanan UPT
jumlah antara PMI yang dilayani oleh BP3TKI Bandung dengan
jumlah PMI yang berasal dari wilayah kerja BP3TKI Bandung yakni Sumber: Data Publikasi PUSDATIN - BP2MI
Provinsi Jawa Barat terdapat cukup perbedaan. Di mana jumlah Masih rendahnya layanan UPT BP3TKI Bandung terhadap PMI
layanan PMI oleh UPT BP3TKI Bandung lebih kecil dibandingkan asal Provinsi Jawa Barat sebagai wilayah kerja utama, perlu menjadi
dengan jumlah PMI yang berasal dari wilayah kerja.
19
18
18 ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019
Selama tahun 2015 sampai dengan 2019, jumlah penempatan Selama 5 tahun terakhir yakni tahun 2015 – 2019, BP3TKI
PMI yang berasal dari Provinsi Jawa Barat, juga menunjukan tren Bandung tercatat melayani proses penempatan PMI sebanyak
yang relatif sama dengan layanan penempatan PMI oleh UPT 169.797 orang. Sementara dengan periode waktu yang sama, jumlah
BP3TKI Bandung yakni mengalami peningkatan meskipun tidak PMI yang berasal dari Provinsi Jawa Barat sebagai wilayah kerja
setiap tahunnya. Di mana, pada tahun 2016 terjadi penurunan utama UPT BP3TKI Bandung tercatat berjumlah 280.142 orang.
terbesar dibandingkan penempatan PMI tahun 2015. Dengan asumsi bahwa seluruh PMI yang dilayani oleh BP3TKI
Bandung berasal dari Provinsi Jawa Barat maka hanya terdapat
Pada tahun 2015 jumlah PMI yang berasal dari Provinsi Jawa
Barat tercatat sebanyak 63.064 orang. Selanjutnya pada tahun 2016 60,61% PMI asal Provinsi Jawa Barat yang dilayani BP3TKI
tercatat sebanyak 51.047 orang atau mengalami penurunan sebesar Bandung. Dan masih terdapat sebanyak 110.345 orang (39,39%)
12.017 orang atau 19,06% dibanding tahun 2015. Sementara itu, PMI asal Provinsi Jawa Barat sebagai wilayah kerja UPT BP3TKI
jumlah PMI asal Provinsi Jawa Barat pada tahun 2017 tercatat Bandung yang proses penempatan dapat dipastikan dilakukan diluar
sejumlah 50.844 orang. Jumlah tersebut, mengalami penurunan Provinsi Jawa Barat sebagai wilayah kerja BP3TKI Bandung atau
sebanyak 203 orang atau 0,40% dibanding tahun 2016. dilayani oleh UPT lainnya.
Grafik 3. Perbandingan Tren Penempatan PMI
Untuk tahun 2018, jumlah PMI asal Provinsi Jawa Barat tercatat Berdasarkan Layanan BP3TKI Bandung & PMI
sebanyak 57.230 orang. Jumlah tersebut mengalami peningkatan asal wilayah kerja BP3TKI Bandung Tahun 2015 - 2019
yang sangat signifikan yakni sebanyak 6.386 orang atau12,60%
dibanding tahun 2017. Selanjutnya pada tahun 2019, jumlah PMI 70000
asal Provinsi Jawa Barat tercatat sebanyak 57.957 orang. Jumlah 60000 50844
tersebut, juga mengalami peningkatan dibanding tahun 2018 namun 50000 63064 57230 57957
tidak signifikan yakni sebanyak 727 orang (1,27%). Secara total, 40000 51047
jumlah penurunan layanan penempatan PMI asal Provinsi Jawa Barat 30000 40612
selama 5 tahun terakhir yakni dari tahun 2015 sampai dengan tahun 38002 36755
2019 tercatat sebesar 5.107 orang (8,10%). 20000 26892 27536
10000
3.3 Perbandingan Jumlah PMI Yang dilayani UPT BP3TKI
Bandung dan PMI asal Wilayah Kerja 0 2015 2016 2017 2018 2019
Berdasarkan uraian dan data tabel di atas, dapat diketahui bahwa PMI Wilayah Kerja Layanan UPT
jumlah antara PMI yang dilayani oleh BP3TKI Bandung dengan
jumlah PMI yang berasal dari wilayah kerja BP3TKI Bandung yakni Sumber: Data Publikasi PUSDATIN - BP2MI
Provinsi Jawa Barat terdapat cukup perbedaan. Di mana jumlah Masih rendahnya layanan UPT BP3TKI Bandung terhadap PMI
layanan PMI oleh UPT BP3TKI Bandung lebih kecil dibandingkan asal Provinsi Jawa Barat sebagai wilayah kerja utama, perlu menjadi
dengan jumlah PMI yang berasal dari wilayah kerja.
19
18
ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019 19
perhatian mengingat daya dukung lembaga penempatan maupun saat ini embarkasi utama keberangkatan PMI yang ditempatkan di
lembaga pendukung penempatan di Provinsi Jawa Barat sangat Negara Taiwan.
memadai. Selain itu, terdapat beberapa pos layanan sebagai Data publikasi terkait lembaga penempatan dan pendukung
penyangga atau pepanajngan tangan layanan BP3TKI Bandung. penempatan tahun 2020, tercatat sebanyak 59 P3MI Pusat atau
Namun demikian, kondisi ini sangat memungkinkan mengingat 18,73% dari total P3MI yang terdaftar berada di Provinsi Jawa
posisi Provinsi Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan Timur. Jumlah P3MI tersebut merupakan terbanyak ke 3 (tiga)
Provinsi DKI Jakarta sebagai pintu utama keberangkatan luar negeri, berdasarkan provinsi yakni setelah Provinsi DKI Jakarta, dan
terutama melalui Bandar Udara Soekarno – Hatta. Provinsi Jawa Barat Selanjutnya, terdapat 13 Sarana kesehatan atau
Posisi tersebut menjadikan proses layanan lebih mudah dan 10,74% dari total Sarana kesehatan. Jumlah SARKES tersebut
efektif sehingga kemungkinan sebagian P3MI terutama yang merupakan jumlah terbanyak ke 4 (empat) setelah Provinsi DKI
berkantor di Provinsi DKI Jakarta, hanya melakukan proses Jakarta, Jawa Tengah, dan NTB. Sementara, jumlah BLKLN tercatat
rekruitmen di daerah tetapi proses pelatihan, pemeriksaan kesehatan sebanyak 71 BLKLN atau 18,93% dari total BLKLN berada di
sampai dengan proses penempatan dilakukan di BP3TKI Jakarta. Provinsi Jawa Timur. Jumlah BLKLN tersebut berada di posisi ke 3
(tiga) terbanyak setelah Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah.
4. LAYANAN LP3TKI SURABAYA
4.1 Jumlah Layanan Penempatan UPT LP3TKI Surabaya
Loka Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja
Selama 5 tahun terakhir yakni tahun 2015 s.d 2019, jumlah
Indonesia (LP3TKI) Surabaya merupakan UPT BP2MI yang proses penempatan PMI yang dilayani oleh LP3TKI Surabaya
membawahi wilayah kerja Provinsi Jawa Timur dan pusat sebanyak 175.145 orang. Jumlah tersebut menempatkan LP3TKI
layanannya berkedudukan di Kota Surabaya. Dalam rangka Surabaya sebagai UPT terbesar ke 2 (dua) dalam hal jumlah layanan
mendukung layanan LP3TKI Surabaya terdapat 4 (empat) kantor diantara 23 UPT yang ada. Data layanan proses penempatan PMI
layanan non structural berbentuk Pos Pelayanan Penempatan dan
Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) sebagai perpanjangan selama periode tersebut tampak menunjukan tren peningkatan hanya
pada tahun 2019 mengalami penurunan.
tangan layanan diantaranya P4TKI Malang, P4TKI Sidoarjo, P4TKI
banyuwangi dan P4TKI Pamekasan. Data layanan proses penempatan PMI oleh LP3TKI Surabaya
pada tahun 2015 tercatat sebanyak 27.368 orang. Selanjutnya pada
Dari sisi, jumlah penempatan PMI, Provinsi Jawa Timur tahun 2016, tercatat sebanyak 33.631 orang, jumlah tersebut
menjadi penyumbang terbesar ke 1 (satu) dalam hal jumlah mengalami peningkatan sebanyak 6.263 orang (22,88%) dibanding
penempatan PMI berdasarkan asal Provinsi. Kondisi ini juga tahun 2015. Sementara tahun 2017 kembali mengalami peningkatan
didukung oleh posisi strategis Provinsi Jawa timur sebagai salah satu sejumlah 2.742 orang (8,15%) dibanding tahun 2016 dengan jumlah
daerah embarkasi dan debarkasi PMI serta jumlah ketersediaan layanan penempatan tercatat sebanyak 36.373 orang PMI.
lembaga penempatan dan lembaga pendukung penempatan yang
berada diwilayah kerja tersebut cukup besar. Provinsi jawa Timur,
21
20
20 ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019
perhatian mengingat daya dukung lembaga penempatan maupun saat ini embarkasi utama keberangkatan PMI yang ditempatkan di
lembaga pendukung penempatan di Provinsi Jawa Barat sangat Negara Taiwan.
memadai. Selain itu, terdapat beberapa pos layanan sebagai Data publikasi terkait lembaga penempatan dan pendukung
penyangga atau pepanajngan tangan layanan BP3TKI Bandung. penempatan tahun 2020, tercatat sebanyak 59 P3MI Pusat atau
Namun demikian, kondisi ini sangat memungkinkan mengingat 18,73% dari total P3MI yang terdaftar berada di Provinsi Jawa
posisi Provinsi Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan Timur. Jumlah P3MI tersebut merupakan terbanyak ke 3 (tiga)
Provinsi DKI Jakarta sebagai pintu utama keberangkatan luar negeri, berdasarkan provinsi yakni setelah Provinsi DKI Jakarta, dan
terutama melalui Bandar Udara Soekarno – Hatta. Provinsi Jawa Barat Selanjutnya, terdapat 13 Sarana kesehatan atau
Posisi tersebut menjadikan proses layanan lebih mudah dan 10,74% dari total Sarana kesehatan. Jumlah SARKES tersebut
efektif sehingga kemungkinan sebagian P3MI terutama yang merupakan jumlah terbanyak ke 4 (empat) setelah Provinsi DKI
berkantor di Provinsi DKI Jakarta, hanya melakukan proses Jakarta, Jawa Tengah, dan NTB. Sementara, jumlah BLKLN tercatat
rekruitmen di daerah tetapi proses pelatihan, pemeriksaan kesehatan sebanyak 71 BLKLN atau 18,93% dari total BLKLN berada di
sampai dengan proses penempatan dilakukan di BP3TKI Jakarta. Provinsi Jawa Timur. Jumlah BLKLN tersebut berada di posisi ke 3
(tiga) terbanyak setelah Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah.
4. LAYANAN LP3TKI SURABAYA
4.1 Jumlah Layanan Penempatan UPT LP3TKI Surabaya
Loka Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja
Selama 5 tahun terakhir yakni tahun 2015 s.d 2019, jumlah
Indonesia (LP3TKI) Surabaya merupakan UPT BP2MI yang proses penempatan PMI yang dilayani oleh LP3TKI Surabaya
membawahi wilayah kerja Provinsi Jawa Timur dan pusat sebanyak 175.145 orang. Jumlah tersebut menempatkan LP3TKI
layanannya berkedudukan di Kota Surabaya. Dalam rangka Surabaya sebagai UPT terbesar ke 2 (dua) dalam hal jumlah layanan
mendukung layanan LP3TKI Surabaya terdapat 4 (empat) kantor diantara 23 UPT yang ada. Data layanan proses penempatan PMI
layanan non structural berbentuk Pos Pelayanan Penempatan dan
Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) sebagai perpanjangan selama periode tersebut tampak menunjukan tren peningkatan hanya
pada tahun 2019 mengalami penurunan.
tangan layanan diantaranya P4TKI Malang, P4TKI Sidoarjo, P4TKI
banyuwangi dan P4TKI Pamekasan. Data layanan proses penempatan PMI oleh LP3TKI Surabaya
pada tahun 2015 tercatat sebanyak 27.368 orang. Selanjutnya pada
Dari sisi, jumlah penempatan PMI, Provinsi Jawa Timur tahun 2016, tercatat sebanyak 33.631 orang, jumlah tersebut
menjadi penyumbang terbesar ke 1 (satu) dalam hal jumlah mengalami peningkatan sebanyak 6.263 orang (22,88%) dibanding
penempatan PMI berdasarkan asal Provinsi. Kondisi ini juga tahun 2015. Sementara tahun 2017 kembali mengalami peningkatan
didukung oleh posisi strategis Provinsi Jawa timur sebagai salah satu sejumlah 2.742 orang (8,15%) dibanding tahun 2016 dengan jumlah
daerah embarkasi dan debarkasi PMI serta jumlah ketersediaan layanan penempatan tercatat sebanyak 36.373 orang PMI.
lembaga penempatan dan lembaga pendukung penempatan yang
berada diwilayah kerja tersebut cukup besar. Provinsi jawa Timur,
21
20
ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019 21
Untuk jumlah layanan proses penempatan PMI ditahun 2018 peningkatan yaitu yang sangat signifikan sebanyak 20.949 orang,
tercatat sejumlah 40.565 orang. Jumlah tersebut, mengalami yaitu sebesar (48,57%) jika dibanding dengan tahun 2016.
peningkatan sebanyak 4.192 orang (11,53%) dibanding tahun 2017. Untuk tahun 2018, jumlah PMI asal Provinsi Jawa Timur
Namun, pada layanan tahun 2019 mengalami penurunan sejumlah sebanyak 70.381 orang, jumlah tersebut mengalami peningkatan
3.357 orang (8,28%) dibanding tahun 2018. dengan jumlah layanan
penempatan PMI sebanyak 37.208 orang PMI. Secara total, jumlah sebanyak 6.297 orang, atau sebesar 9,83% dibanding tahun 2017.
peningkatan layanan penempatan PMI oleh LP3TKI Surabaya Selanjutnya tahun 2019, jumlah PMI asal Provinsi Jawa Timur
selama 5 tahun terakhir yakni dari tahun 2015 sampai dengan tahun tercatat sebanyak 69.189 orang mengalami sedikit penurunan yang
2019 tercatat sejumlah 9.840 orang atau mengalami peningkatan yaitu sejumlah 1.192 orang (1,69%) jika dibanding dengan tahun
sebesar 35,95%. 2018. Secara total, jumlah peningkatan penempatan PMI oleh dari
Provinsi Jawa Timur sebagai wilayah kerja UPT LP3TKI Surabaya
4.2 Jumlah PMI Berdasarkan asal Wilayah Kerja UPT LP3TKI selama 5 tahun terakhir yakni dari tahun 2015 sampai dengan tahun
Surabaya 2019 tercatat sejumlah 20.876 orang atau mengalami peningkatan
Sebagaimana yang telah diuraikan diatas bahwa LP3TKI sebesar 43,21%.
Surabaya merupakan UPT yang membawahi wilayah kerja Provinsi 4.3 Perbandingan Jumlah PMI Yang dilayani UPT LP3TKI
Jawa Timur. Dari sisi jumlah penempatan PMI berdasarkan asal Surabaya dan PMI asal Wilayah Kerja
wilayah kerja yakni Provinsi Jawa Timur selama tahun 2015 – 2019
tercatat sejumlah 295.102 orang. Jumlah tersebut menempatkan Berdasarkan uraian data di atas, dapat diketahui bahwa jumlah
Provinsi Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah PMI terbesar antara PMI yang dilayani oleh LP3TKI Surabaya dengan jumlah
diantara proivnsi di Indonesia, selama 5 tahun terakhir. Selama PMI yang berasal dari wilayah kerja LP3TKI Surabaya yakni
periode tersebut, jumlah penempatan PMI yang berasal dari wilayah Provinsi Jawa Timur terdapat cukup perbedaan. Di mana jumlah PMI
kerja UPT LP3TKI Surabaya menunjukan tren yang fluktustif dan yang berasal dari Provinsi Jawa Timur sebagai wilayah kerja
relative sama dengan layanan penempatan PMI oleh UPT LP3TKI LP3TKI Surabaya lebih besar dibandingkan jumlah layanan oleh
Surabaya yakni mengalami peningkatan meskipun tidak setiap UPT LP3TKI Surabaya.
tahunnya. Penurunan terjadi pada tahun 2016 dan tahun 2019 namun Selama 5 tahun terakhir yakni tahun 2015 – 2019, LP3TKI
penurunan tersebut tidak signifikan dibandingkan dengan jumlah Surabaya tercatat melayani proses penempatan PMI sebanyak
peningkatan ditahun 2017 dan tahun 2018. 175.145 orang. Sementara dengan periode waktu yang sama, jumlah
Selama tahun 2015 jumlah PMI yang berasal dari Provinsi Jawa PMI yang berasal dari Provinsi Jawa Timur sebagai wilayah kerja
Timur tercatat sebanyak 48.313 orang. Selanjutnya pada tahun 2016 utama UPT LP3TKI Surabaya tercatat berjumlah 295.102 orang.
tercatat sebanyak 43.135 orang atau mengalami penurunan sebesar Dengan asumsi bahwa seluruh PMI yang dilayani oleh LP3TKI
5.178 orang, yaitu sebesar (10,72%) dibanding tahun 2015. Surabaya berasal dari Provinsi Jawa Timur maka hanya terdapat
Sementara itu, jumlah PMI asal Provinsi Jawa Timur pada tahun 59,35% PMI asal Provinsi Jawa Timur yang dilayani LP3TKI
2017 tercatat sejumlah 64.084 orang. Jumlah tersebut, mengalami
23
22
22 ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019
Untuk jumlah layanan proses penempatan PMI ditahun 2018 peningkatan yaitu yang sangat signifikan sebanyak 20.949 orang,
tercatat sejumlah 40.565 orang. Jumlah tersebut, mengalami yaitu sebesar (48,57%) jika dibanding dengan tahun 2016.
peningkatan sebanyak 4.192 orang (11,53%) dibanding tahun 2017. Untuk tahun 2018, jumlah PMI asal Provinsi Jawa Timur
Namun, pada layanan tahun 2019 mengalami penurunan sejumlah sebanyak 70.381 orang, jumlah tersebut mengalami peningkatan
3.357 orang (8,28%) dibanding tahun 2018. dengan jumlah layanan
penempatan PMI sebanyak 37.208 orang PMI. Secara total, jumlah sebanyak 6.297 orang, atau sebesar 9,83% dibanding tahun 2017.
peningkatan layanan penempatan PMI oleh LP3TKI Surabaya Selanjutnya tahun 2019, jumlah PMI asal Provinsi Jawa Timur
selama 5 tahun terakhir yakni dari tahun 2015 sampai dengan tahun tercatat sebanyak 69.189 orang mengalami sedikit penurunan yang
2019 tercatat sejumlah 9.840 orang atau mengalami peningkatan yaitu sejumlah 1.192 orang (1,69%) jika dibanding dengan tahun
sebesar 35,95%. 2018. Secara total, jumlah peningkatan penempatan PMI oleh dari
Provinsi Jawa Timur sebagai wilayah kerja UPT LP3TKI Surabaya
4.2 Jumlah PMI Berdasarkan asal Wilayah Kerja UPT LP3TKI selama 5 tahun terakhir yakni dari tahun 2015 sampai dengan tahun
Surabaya 2019 tercatat sejumlah 20.876 orang atau mengalami peningkatan
Sebagaimana yang telah diuraikan diatas bahwa LP3TKI sebesar 43,21%.
Surabaya merupakan UPT yang membawahi wilayah kerja Provinsi 4.3 Perbandingan Jumlah PMI Yang dilayani UPT LP3TKI
Jawa Timur. Dari sisi jumlah penempatan PMI berdasarkan asal Surabaya dan PMI asal Wilayah Kerja
wilayah kerja yakni Provinsi Jawa Timur selama tahun 2015 – 2019
tercatat sejumlah 295.102 orang. Jumlah tersebut menempatkan Berdasarkan uraian data di atas, dapat diketahui bahwa jumlah
Provinsi Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah PMI terbesar antara PMI yang dilayani oleh LP3TKI Surabaya dengan jumlah
diantara proivnsi di Indonesia, selama 5 tahun terakhir. Selama PMI yang berasal dari wilayah kerja LP3TKI Surabaya yakni
periode tersebut, jumlah penempatan PMI yang berasal dari wilayah Provinsi Jawa Timur terdapat cukup perbedaan. Di mana jumlah PMI
kerja UPT LP3TKI Surabaya menunjukan tren yang fluktustif dan yang berasal dari Provinsi Jawa Timur sebagai wilayah kerja
relative sama dengan layanan penempatan PMI oleh UPT LP3TKI LP3TKI Surabaya lebih besar dibandingkan jumlah layanan oleh
Surabaya yakni mengalami peningkatan meskipun tidak setiap UPT LP3TKI Surabaya.
tahunnya. Penurunan terjadi pada tahun 2016 dan tahun 2019 namun Selama 5 tahun terakhir yakni tahun 2015 – 2019, LP3TKI
penurunan tersebut tidak signifikan dibandingkan dengan jumlah Surabaya tercatat melayani proses penempatan PMI sebanyak
peningkatan ditahun 2017 dan tahun 2018. 175.145 orang. Sementara dengan periode waktu yang sama, jumlah
Selama tahun 2015 jumlah PMI yang berasal dari Provinsi Jawa PMI yang berasal dari Provinsi Jawa Timur sebagai wilayah kerja
Timur tercatat sebanyak 48.313 orang. Selanjutnya pada tahun 2016 utama UPT LP3TKI Surabaya tercatat berjumlah 295.102 orang.
tercatat sebanyak 43.135 orang atau mengalami penurunan sebesar Dengan asumsi bahwa seluruh PMI yang dilayani oleh LP3TKI
5.178 orang, yaitu sebesar (10,72%) dibanding tahun 2015. Surabaya berasal dari Provinsi Jawa Timur maka hanya terdapat
Sementara itu, jumlah PMI asal Provinsi Jawa Timur pada tahun 59,35% PMI asal Provinsi Jawa Timur yang dilayani LP3TKI
2017 tercatat sejumlah 64.084 orang. Jumlah tersebut, mengalami
23
22
ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019 23
Surabaya. Dari jumlah tersebut, masih terdapat sebanyak 119.957 5. LAYANAN BP3TKI MATARAM
orang atau sebesar 40,65% PMI asal Provinsi Jawa Timur sebagai BP3TKI Mataram merupakan UPT BP2MI yang membawahi
wilayah kerja UPT LP3TKI Surabaya, proses penempatannya wilayah kerja Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan pusat
dilakukan diluar layanan UPT LP3TKI Surabaya. layanannya berkedudukan di Kota Mataram. Dalam pelaksanaan
Grafik 4. Perbandingan Tren Penempatan PMI layanan, BP3TKI Mataram bersama Pemerintah daerah
Berdasarkan Layanan LP3TKI Surabaya & PMI Kabupaten/Kota dan Provinsi Nusa Tenggara Barat membentuk
asal wilayah kerja LP3TKI Surabaya Tahun 2015 - 2019 Beberapa Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) di antaranya LTSA
80000 Mataram sebagai LTSA yang berada pada tingkat provinsi, LTSA
70000 64084 69189 Sumbawa, LTSA Lombok Timur, LTSA Lombok Barat, LTSA
60000 48313 70381 Lombok Tengah dan LTSA Bima.
50000 Penempatan PMI asal Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi
40000 43135 37208 penyumbang terbesar ke 4 (empat) setelah Provinsi Jawa Timur dan
30000 36373 40565 Jawa Tengah dan Jawa Barat berdasarkan asal Provinsi. BP3TKI
20000 27368 33631 Mataram menjadi salah satu UPT dengan jumlah ketersediaan
10000 lembaga penempatan dan lembaga pendukung penempatan yang
0 cukup memadai.
2015 2016 2017 2018 2019 Berdasarkan data publikasi terkait lembaga penempatan dan
PMI Wilayah Kerja Layanan UPT pendukung penempatan tahun 2020, tercatat sebanyak 11 P3MI
Pusat atau sebesar 3,49% dari total P3MI yang terdaftar sebagai
Sumber: Data Publikasi PUSDATIN - BP2MI kantor pusat, berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jumlah P3MI
Rendahnya layanan UPT LP3TKI Surabaya terhadap PMI asal tersebut merupakan terbanyak ke 5 (lima) berdasarkan provinsi.
Provinsi Jawa Timur sebagai wilayah kerja utama nampak anomali Selanjutnya, terdapat 14 Sarana kesehatan atau 11,57% dari total
mengingat daya dukung lembaga penempatan maupun lembaga Sarana kesehatan. Jumlah SARKES tersebut merupakan jumlah
pendukung penempatan di Provinsi Jawa Timur sangat memadai. terbanyak ke 3 (tiga) setelah Provinsi DKI Jakarta, dan Provinsi Jawa
Perlu menjadi perhatian karena kondisi ini, bisa saja pengaruhi oleh Tengah. Sementara, jumlah BLKLN tercatat sebanyak 4 BLKLN
daya dukung sarana prasarana layanan UPT baik infrastruktur (1,07%) dari total BLKLN yang ada saat ini.
layanan maupun SDM yang belum memadai. Selain hal tersebut, 5.1 Jumlah Layanan Penempatan UPT BP3TKI Mataram
kurangnya penyebar luasan informasi layanan juga dapat
mempengaruhi rendahnya pelayanan sejalan dengan pengetahuan Selama 5 tahun terakhir yakni tahun 2015 s.d. 2019, jumlah
masyarakat tentang keberadaan layanan UPT LP3TKI Surabaya proses penempatan PMI yang dilayani oleh BP3TKI Mataram
masih belum merata. sebanyak 144.067 orang. Jumlah layanan PMI tersebut
25
24
24 ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019
Surabaya. Dari jumlah tersebut, masih terdapat sebanyak 119.957 5. LAYANAN BP3TKI MATARAM
orang atau sebesar 40,65% PMI asal Provinsi Jawa Timur sebagai BP3TKI Mataram merupakan UPT BP2MI yang membawahi
wilayah kerja UPT LP3TKI Surabaya, proses penempatannya wilayah kerja Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan pusat
dilakukan diluar layanan UPT LP3TKI Surabaya. layanannya berkedudukan di Kota Mataram. Dalam pelaksanaan
Grafik 4. Perbandingan Tren Penempatan PMI layanan, BP3TKI Mataram bersama Pemerintah daerah
Berdasarkan Layanan LP3TKI Surabaya & PMI Kabupaten/Kota dan Provinsi Nusa Tenggara Barat membentuk
asal wilayah kerja LP3TKI Surabaya Tahun 2015 - 2019 Beberapa Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) di antaranya LTSA
80000 Mataram sebagai LTSA yang berada pada tingkat provinsi, LTSA
70000 64084 69189 Sumbawa, LTSA Lombok Timur, LTSA Lombok Barat, LTSA
60000 48313 70381 Lombok Tengah dan LTSA Bima.
50000 Penempatan PMI asal Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi
40000 43135 37208 penyumbang terbesar ke 4 (empat) setelah Provinsi Jawa Timur dan
30000 36373 40565 Jawa Tengah dan Jawa Barat berdasarkan asal Provinsi. BP3TKI
20000 27368 33631 Mataram menjadi salah satu UPT dengan jumlah ketersediaan
10000 lembaga penempatan dan lembaga pendukung penempatan yang
0 cukup memadai.
2015 2016 2017 2018 2019 Berdasarkan data publikasi terkait lembaga penempatan dan
PMI Wilayah Kerja Layanan UPT pendukung penempatan tahun 2020, tercatat sebanyak 11 P3MI
Pusat atau sebesar 3,49% dari total P3MI yang terdaftar sebagai
Sumber: Data Publikasi PUSDATIN - BP2MI kantor pusat, berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jumlah P3MI
Rendahnya layanan UPT LP3TKI Surabaya terhadap PMI asal tersebut merupakan terbanyak ke 5 (lima) berdasarkan provinsi.
Provinsi Jawa Timur sebagai wilayah kerja utama nampak anomali Selanjutnya, terdapat 14 Sarana kesehatan atau 11,57% dari total
mengingat daya dukung lembaga penempatan maupun lembaga Sarana kesehatan. Jumlah SARKES tersebut merupakan jumlah
pendukung penempatan di Provinsi Jawa Timur sangat memadai. terbanyak ke 3 (tiga) setelah Provinsi DKI Jakarta, dan Provinsi Jawa
Perlu menjadi perhatian karena kondisi ini, bisa saja pengaruhi oleh Tengah. Sementara, jumlah BLKLN tercatat sebanyak 4 BLKLN
daya dukung sarana prasarana layanan UPT baik infrastruktur (1,07%) dari total BLKLN yang ada saat ini.
layanan maupun SDM yang belum memadai. Selain hal tersebut, 5.1 Jumlah Layanan Penempatan UPT BP3TKI Mataram
kurangnya penyebar luasan informasi layanan juga dapat
mempengaruhi rendahnya pelayanan sejalan dengan pengetahuan Selama 5 tahun terakhir yakni tahun 2015 s.d. 2019, jumlah
masyarakat tentang keberadaan layanan UPT LP3TKI Surabaya proses penempatan PMI yang dilayani oleh BP3TKI Mataram
masih belum merata. sebanyak 144.067 orang. Jumlah layanan PMI tersebut
25
24
ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019 25
menempatkan BP3TKI Mataram pada urutan terbesar ke 4 (empat) Penurunan terbesar terutama terjadi pada tahun 2016 dibandingkan
dalam hal layanan PMI diantara UPT BP2MI. Data layanan proses tahun 2015.
penempatan PMI selama periode tersebut tampak menunjukan tren Selama tahun 2015 jumlah PMI yang berasal dari Provinsi
penurunan secara konsisten dari tahun ketahun. Nusa Tenggara Barat tercatat sebanyak 51.743 orang. Selanjutnya
Data layanan proses penempatan PMI oleh BP3TKI Mataram pada tahun 2016 tercatat sebanyak 40.415 orang atau mengalami
pada tahun 2015 tercatat sebanyak 40.909 orang. Selanjutnya pada penurunan sebesar 11.328 orang (21,89%) dibanding tahun 2015.
tahun 2016, tercatat sebanyak 31.976 orang. Jumlah tersebut Sementara itu, jumlah PMI asal Provinsi Nusa Tenggara Barat pada
mengalami penurunan sebanyak 8.933 orang (21,84%) dibanding tahun 2017 tercatat sejumlah 34.994 orang. Jumlah tersebut,
tahun 2015. Sementara tahun 2017 kembali mengalami penurunan mengalami penurunan sebanyak 5.421 orang (13,41%) dibanding
sejumlah 4.168 orang (13,03%) dibanding tahun 2016 dengan jumlah tahun 2016.
layanan penempatan PMI tercatat sebanyak 27.808 orang. Untuk tahun 2018, jumlah PMI asal Provinsi Nusa Tenggara
Untuk jumlah layanan proses penempatan PMI ditahun 2018 Barat tercatat sebanyak 32.557 orang, jumlah tersebut mengalami
tercatat sejumlah 23.882 orang. Jumlah tersebut, mengalami penurunan yakni sebanyak 2.437 orang atau sebesar (6,96%)
penurunan sebanyak 3.926 orang (14,12%) dibanding tahun 2017. dibanding tahun 2017. Selanjutnya tahun 2019, jumlah PMI asal
Demikian halnya, layanan pada tahun 2019 tercatat sejumlah 19.492 Provinsi Nusa Tenggara Barat sebanyak 30.734 orang, juga
orang, juga mengalami penurunan sejumlah 4.390 orang (18,38%) mengalami penurunan yakni sebanyak 1.823 orang atau sebesar
dibanding tahun 2018. Secara total, jumlah penurunan layanan 5,60% dibanding tahun 2018. Secara total, jumlah penurunan
penempatan PMI oleh BP3TKI Mataram selama 5 tahun terakhir penempatan PMI asal Proivnsi Nusa Tenggara Barat sebagai
yakni dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2019 tercatat sebesar wilayah kerja UPT BP3TKI Mataram selama 5 tahun terakhir yakni
21.417 orang, mengalami penurunan sebesar 52,35%. dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2019 tercatat sebesar 21.009
5.2 Jumlah PMI Berdasarkan asal Wilayah Kerja UPT BP3TKI orang atau mengalami penurunan sebesar 40,60%.
Mataram 5.3 Perbandingan Jumlah PMI Yang dilayani UPT BP3TKI
Mataram dan PMI asal Wilayah Kerja
Sebagaimana yang telah diuraikan diatas bahwa BP3TKI
Mataram merupakan UPT yang membawahi wilayah kerja Provinsi Berdasarkan uraian data di atas, dapat diketahui bahwa jumlah
Nusa Tenggara Barat. Dari sisi jumlah penempatan PMI antara PMI yang dilayani oleh BP3TKI Mataram dengan jumlah PMI
berdasarkan asal wilayah kerja yakni Provinsi Nusa Tenggara Barat yang berasal dari wilayah kerja BP3TKI Mataram yakni Provinsi
selama tahun 2015 – 2019 tercatat berjumlah 190.443 orang. Nusa Tenggara Barat terdapat perbedaan. Di mana jumlah layanan
Selama periode tersebut, jumlah penempatan PMI yang berasal dari PMI oleh UPT BP3TKI Mataram lebih sedikit dibandingkan dengan
Provinsi Nusa Tenggara Barat menunjukan tren yang relatif sama jumlah PMI yang berasal dari Provinsi Nusa Tenggara barat sebagai
dengan layanan penempatan PMI oleh UPT BP3TKI Mataram yakni wilayah kerja utama BP3TKI Mataram.
mengalami penurunan secara konsiten pada setiap tahunnya.
27
26
26 ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019
menempatkan BP3TKI Mataram pada urutan terbesar ke 4 (empat) Penurunan terbesar terutama terjadi pada tahun 2016 dibandingkan
dalam hal layanan PMI diantara UPT BP2MI. Data layanan proses tahun 2015.
penempatan PMI selama periode tersebut tampak menunjukan tren Selama tahun 2015 jumlah PMI yang berasal dari Provinsi
penurunan secara konsisten dari tahun ketahun. Nusa Tenggara Barat tercatat sebanyak 51.743 orang. Selanjutnya
Data layanan proses penempatan PMI oleh BP3TKI Mataram pada tahun 2016 tercatat sebanyak 40.415 orang atau mengalami
pada tahun 2015 tercatat sebanyak 40.909 orang. Selanjutnya pada penurunan sebesar 11.328 orang (21,89%) dibanding tahun 2015.
tahun 2016, tercatat sebanyak 31.976 orang. Jumlah tersebut Sementara itu, jumlah PMI asal Provinsi Nusa Tenggara Barat pada
mengalami penurunan sebanyak 8.933 orang (21,84%) dibanding tahun 2017 tercatat sejumlah 34.994 orang. Jumlah tersebut,
tahun 2015. Sementara tahun 2017 kembali mengalami penurunan mengalami penurunan sebanyak 5.421 orang (13,41%) dibanding
sejumlah 4.168 orang (13,03%) dibanding tahun 2016 dengan jumlah tahun 2016.
layanan penempatan PMI tercatat sebanyak 27.808 orang. Untuk tahun 2018, jumlah PMI asal Provinsi Nusa Tenggara
Untuk jumlah layanan proses penempatan PMI ditahun 2018 Barat tercatat sebanyak 32.557 orang, jumlah tersebut mengalami
tercatat sejumlah 23.882 orang. Jumlah tersebut, mengalami penurunan yakni sebanyak 2.437 orang atau sebesar (6,96%)
penurunan sebanyak 3.926 orang (14,12%) dibanding tahun 2017. dibanding tahun 2017. Selanjutnya tahun 2019, jumlah PMI asal
Demikian halnya, layanan pada tahun 2019 tercatat sejumlah 19.492 Provinsi Nusa Tenggara Barat sebanyak 30.734 orang, juga
orang, juga mengalami penurunan sejumlah 4.390 orang (18,38%) mengalami penurunan yakni sebanyak 1.823 orang atau sebesar
dibanding tahun 2018. Secara total, jumlah penurunan layanan 5,60% dibanding tahun 2018. Secara total, jumlah penurunan
penempatan PMI oleh BP3TKI Mataram selama 5 tahun terakhir penempatan PMI asal Proivnsi Nusa Tenggara Barat sebagai
yakni dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2019 tercatat sebesar wilayah kerja UPT BP3TKI Mataram selama 5 tahun terakhir yakni
21.417 orang, mengalami penurunan sebesar 52,35%. dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2019 tercatat sebesar 21.009
5.2 Jumlah PMI Berdasarkan asal Wilayah Kerja UPT BP3TKI orang atau mengalami penurunan sebesar 40,60%.
Mataram 5.3 Perbandingan Jumlah PMI Yang dilayani UPT BP3TKI
Mataram dan PMI asal Wilayah Kerja
Sebagaimana yang telah diuraikan diatas bahwa BP3TKI
Mataram merupakan UPT yang membawahi wilayah kerja Provinsi Berdasarkan uraian data di atas, dapat diketahui bahwa jumlah
Nusa Tenggara Barat. Dari sisi jumlah penempatan PMI antara PMI yang dilayani oleh BP3TKI Mataram dengan jumlah PMI
berdasarkan asal wilayah kerja yakni Provinsi Nusa Tenggara Barat yang berasal dari wilayah kerja BP3TKI Mataram yakni Provinsi
selama tahun 2015 – 2019 tercatat berjumlah 190.443 orang. Nusa Tenggara Barat terdapat perbedaan. Di mana jumlah layanan
Selama periode tersebut, jumlah penempatan PMI yang berasal dari PMI oleh UPT BP3TKI Mataram lebih sedikit dibandingkan dengan
Provinsi Nusa Tenggara Barat menunjukan tren yang relatif sama jumlah PMI yang berasal dari Provinsi Nusa Tenggara barat sebagai
dengan layanan penempatan PMI oleh UPT BP3TKI Mataram yakni wilayah kerja utama BP3TKI Mataram.
mengalami penurunan secara konsiten pada setiap tahunnya.
27
26
ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019 27
Selama 5 (lima) tahun terakhir yakni tahun 2015 – 2019, Nusa Tenggara Barat relative memadai. Kondisi ini, bisa saja
BP3TKI Mataram tercatat melayani proses penempatan PMI pengaruhi oleh daya dukung sarana prasarana layanan UPT baik
sebanyak 144.067 orang. Sementara dengan periode waktu yang infrastruktur layanan maupun SDM yang belum memadai. Selain hal
sama, jumlah PMI yang berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Barat tersebut, kurangnya penyebarluasan informasi layanan juga dapat
tercatat berjumlah 190.443 orang. Data tersebut menunjukan bahwa mempengaruhi rendahnya pelayanan sejalan dengan pengetahuan
jumlah PMI yang dilayani oleh BP3TKI Mataram hanya sebanyak masyarakat tentang keberadaan layanan UPT BP3TKI Mataram
75,65% dari total PMI yang yang berasal dari Provinsi Nusa masih belum merata.
Tenggara Barat. Terdapat sebanyak 46.376 orang PMI atau 24,35% 6. LAYANAN BP3TKI MEDAN
yang berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Barat, proses
penempatannya dilakukan di luar Provinsi Nusa Tenggara Barat BP3TKI Medan merupakan UPT BP2MI yang membawahi
sebagai wilayah kerja BP3TKI Mataram. wilayah kerja Provinsi Sumatera Utara. Kantor layanan
berkedudukan di Kota Medan. Dalam rangka meningkatkan layanan,
Grafik 5. Perbandingan Tren Penempatan PMI
Berdasarkan Layanan BP3TKI Mataram & PMI BP3TKI Medan dibantu oleh satu kantor layanan berbentuk pos yaitu
asal wilayah kerja BP3TKI Mataram Tahun 2015 - 2019 P4TKI Asahan. Jumlah penempatan PMI asal Provinsi Sumatera
Utara menjadi penyumbang terbesar ke 6 (enam) setelah Provinsi
100000 Jawa Timur dan Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat dan
90000 Lampung. Wilayah kerja UPT BP3TKI Medan juga menjadi salah
80000 40909 31976 satu UPT dengan jumlah ketersediaan lembaga penempatan dan
70000 27808 23882
60000 lembaga pendukung penempatan yang berada diwilayah kerjanya
50000 40415 19492 cukup memadai dibandingkan UPT lainnya yang berada di luar
40000 51743 Pulau Jawa.
30000 30734 Berdasarkan data publikasi terkait lembaga penempatan dan
20000 34994 32557 pendukung penempatan tahun 2020, tercatat sebanyak 7 P3MI Pusat,
10000
0 yaitu (2,22%) dari total P3MI yang terdaftar berada di Provinsi
2015 2016 2017 2018 2019 Sumatera Utara. Jumlah P3MI tersebut merupakan terbanyak ke 7
(tujuh) berdasarkan provinsi. Selanjutnya, terdapat 4 Sarana
PMI Wilayah Kerja Layanan UPT
kesehatan, yaitu (3,31%) dari total Sarana kesehatan. Jumlah
Sumber: Data Publikasi PUSDATIN - BP2MI SARKES tersebut merupakan jumlah terbanyak ke 7 (tujuh)
berdasarkan provinsi. Sementara, jumlah BLKLN tercatat sejumlah 1
Masih rendahnya layanan UPT BP3TKI Mataram terhadap PMI
asal Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai wilayah kerja utama, BLKLN, yaitu (0,27%) dari total BLKLN berada di Provinsi
perlu menjadi perhatian mengingat daya dukung lembaga Sumatera Utara. Jumlah BLKLN tersebut berada di posisi ke 9
penempatan maupun lembaga pendukung penempatan di Provinsi (sembilan) berdasarkan provinsi.
29
28
28 ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019
Selama 5 (lima) tahun terakhir yakni tahun 2015 – 2019, Nusa Tenggara Barat relative memadai. Kondisi ini, bisa saja
BP3TKI Mataram tercatat melayani proses penempatan PMI pengaruhi oleh daya dukung sarana prasarana layanan UPT baik
sebanyak 144.067 orang. Sementara dengan periode waktu yang infrastruktur layanan maupun SDM yang belum memadai. Selain hal
sama, jumlah PMI yang berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Barat tersebut, kurangnya penyebarluasan informasi layanan juga dapat
tercatat berjumlah 190.443 orang. Data tersebut menunjukan bahwa mempengaruhi rendahnya pelayanan sejalan dengan pengetahuan
jumlah PMI yang dilayani oleh BP3TKI Mataram hanya sebanyak masyarakat tentang keberadaan layanan UPT BP3TKI Mataram
75,65% dari total PMI yang yang berasal dari Provinsi Nusa masih belum merata.
Tenggara Barat. Terdapat sebanyak 46.376 orang PMI atau 24,35% 6. LAYANAN BP3TKI MEDAN
yang berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Barat, proses
penempatannya dilakukan di luar Provinsi Nusa Tenggara Barat BP3TKI Medan merupakan UPT BP2MI yang membawahi
sebagai wilayah kerja BP3TKI Mataram. wilayah kerja Provinsi Sumatera Utara. Kantor layanan
berkedudukan di Kota Medan. Dalam rangka meningkatkan layanan,
Grafik 5. Perbandingan Tren Penempatan PMI
Berdasarkan Layanan BP3TKI Mataram & PMI BP3TKI Medan dibantu oleh satu kantor layanan berbentuk pos yaitu
asal wilayah kerja BP3TKI Mataram Tahun 2015 - 2019 P4TKI Asahan. Jumlah penempatan PMI asal Provinsi Sumatera
Utara menjadi penyumbang terbesar ke 6 (enam) setelah Provinsi
100000 Jawa Timur dan Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat dan
90000 Lampung. Wilayah kerja UPT BP3TKI Medan juga menjadi salah
80000 40909 31976 satu UPT dengan jumlah ketersediaan lembaga penempatan dan
70000 27808 23882
60000 lembaga pendukung penempatan yang berada diwilayah kerjanya
50000 40415 19492 cukup memadai dibandingkan UPT lainnya yang berada di luar
40000 51743 Pulau Jawa.
30000 30734 Berdasarkan data publikasi terkait lembaga penempatan dan
20000 34994 32557 pendukung penempatan tahun 2020, tercatat sebanyak 7 P3MI Pusat,
10000
0 yaitu (2,22%) dari total P3MI yang terdaftar berada di Provinsi
2015 2016 2017 2018 2019 Sumatera Utara. Jumlah P3MI tersebut merupakan terbanyak ke 7
(tujuh) berdasarkan provinsi. Selanjutnya, terdapat 4 Sarana
PMI Wilayah Kerja Layanan UPT
kesehatan, yaitu (3,31%) dari total Sarana kesehatan. Jumlah
Sumber: Data Publikasi PUSDATIN - BP2MI SARKES tersebut merupakan jumlah terbanyak ke 7 (tujuh)
berdasarkan provinsi. Sementara, jumlah BLKLN tercatat sejumlah 1
Masih rendahnya layanan UPT BP3TKI Mataram terhadap PMI
asal Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai wilayah kerja utama, BLKLN, yaitu (0,27%) dari total BLKLN berada di Provinsi
perlu menjadi perhatian mengingat daya dukung lembaga Sumatera Utara. Jumlah BLKLN tersebut berada di posisi ke 9
penempatan maupun lembaga pendukung penempatan di Provinsi (sembilan) berdasarkan provinsi.
29
28
ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019 29
6.1 Jumlah Layanan Penempatan UPT BP3TKI Medan menempatkan Provinsi Sumatera Utara sebagai provinsi terbesar ke 6
Selama 5 tahun terakhir yakni tahun 2015 s.d. 2019, jumlah (enam) dalam hal jumlah PMI berdasarkan asal provinsi. Selama
proses penempatan PMI yang dilayani oleh BP3TKI Medan periode tersebut, jumlah penempatan PMI yang berasal dari wilayah
sebanyak 82.796 orang. Data layanan proses penempatan PMI kerja UPT BP3TKI Medan tersebut, juga menunjukan tren yang
selama periode tersebut tampak menunjukan tren peningkatan secara relative sama dengan layanan penempatan PMI UPT BP3TKI Medan
konsisten hanya pada di tahun 2019 terjadi penurunan layanan yakni mengalami peningkatan meskipun tidak setiap tahunnya.
penempatan. Penurunan hanya terjadi pada tahun 2019 dibandingkan tahun 2018.
Data layanan proses penempatan PMI oleh BP3TKI Medan Selama tahun 2015 jumlah PMI yang berasal dari Provinsi
pada tahun 2015 tercatat sebanyak 12.639 orang. Selanjutnya pada Sumatera Utara tercatat sebanyak 12.054 orang. Selanjutnya pada
tahun 2016, tercatat sebanyak 15.320 orang, jumlah tersebut tahun 2016 tercatat sebanyak 14.137 orang atau mengalami
mengalami peningkatan sebanyak 2.681 orang yakni sejumlah peningkatan sebesar 2.083 orang atau 17,28% dibanding tahun
(21,21%) dibanding tahun 2015. Pada tahun 2017 kembali 2015. Sementara itu, jumlah PMI asal Provinsi Sumatera Utara pada
mengalami peningkatan sejumlah 2.767 orang yaitu (18,06%) tahun 2017 tercatat sejumlah 17.109 orang. Jumlah tersebut,
dibanding tahun 2016 dengan jumlah layanan penempatan tercatat kembali mengalami peningkatan sebanyak 2.972 orang atau
sebanyak 18.087 orang PMI. 21,02% dibanding tahun 2016.
Untuk tahun 2018, jumlah PMI asal Sumatera Utara tercatat
Untuk jumlah layanan proses penempatan PMI ditahun 2018
tercatat sejumlah 19.554 orang. Jumlah tersebut, kembali mengalami sebanyak 17.903 orang, jumlah tersebut kembali mengalami
peningkatan sebanyak 1.467 orang, yakni (8,11%) dibanding tahun peningkatan sebanyak 794 orang atau 4% dibanding tahun 2017.
2017. Pada layanan tahun 2019 tercatat sejumlah 17.196 orang, pada Semenatar itu, jumlah PMI asal Provinsi Sumatera Utara pada
periode tahun ini mengalami penurunan sejumlah 2.358. orang, yakni tahun 2019, sebanyak 15.954 orang. Jumlah tersebut, mengalami
(12,06%) dibanding tahun 2018. Secara total, jumlah peningkatan penurunan yang cukup signifikan yakni sebanyak 1.949 orang atau
layanan penempatan PMI oleh BP3TKI Medan selama 5 tahun 10,89% dibanding tahun 2018. Secara total, jumlah peningkatan
terakhir yakni dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2019 tercatat peenmpatan PMI oleh BP3TKI Medan selama kurun waktu tahun
sebesar 4.557 orang, mengalami peningkatan sebesar (36,06%). 2015 sampai denga tahun 2019, sebanyak 3.900 orang atau 32,35%
6.3 Perbandingan Jumlah PMI Yang dilayani UPT BP3TKI
6.2 Jumlah PMI Berdasarkan asal Wilayah Kerja UPT BP3TKI Medan dan PMI asal Wilayah Kerja
Medan
Berdasarkan uraian dan data tabel di atas, dapat diketahui bahwa
Sebagaimana yang telah diuraikan diatas bahwa BP3TKI jumlah antara PMI yang dilayani oleh BP3TKI Medan dengan
Medan merupakan UPT yang membawahi wilayah kerja Provinsi jumlah PMI yang berasal dari wilayah kerja BP3TKI Medan yakni
Sumatera Utara. Dari sisi jumlah penempatan PMI berdasarkan asal Provinsi Sumatera Utara terdapat perbedaan. Di mana jumlah
wilayah kerja yakni Provinsi Sumatera Utara selama tahun 2015 –
2019 tercatat berjumlah 77.157 orang. Jumlah tersebut, 31
30
30 ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019
6.1 Jumlah Layanan Penempatan UPT BP3TKI Medan menempatkan Provinsi Sumatera Utara sebagai provinsi terbesar ke 6
Selama 5 tahun terakhir yakni tahun 2015 s.d. 2019, jumlah (enam) dalam hal jumlah PMI berdasarkan asal provinsi. Selama
proses penempatan PMI yang dilayani oleh BP3TKI Medan periode tersebut, jumlah penempatan PMI yang berasal dari wilayah
sebanyak 82.796 orang. Data layanan proses penempatan PMI kerja UPT BP3TKI Medan tersebut, juga menunjukan tren yang
selama periode tersebut tampak menunjukan tren peningkatan secara relative sama dengan layanan penempatan PMI UPT BP3TKI Medan
konsisten hanya pada di tahun 2019 terjadi penurunan layanan yakni mengalami peningkatan meskipun tidak setiap tahunnya.
penempatan. Penurunan hanya terjadi pada tahun 2019 dibandingkan tahun 2018.
Data layanan proses penempatan PMI oleh BP3TKI Medan Selama tahun 2015 jumlah PMI yang berasal dari Provinsi
pada tahun 2015 tercatat sebanyak 12.639 orang. Selanjutnya pada Sumatera Utara tercatat sebanyak 12.054 orang. Selanjutnya pada
tahun 2016, tercatat sebanyak 15.320 orang, jumlah tersebut tahun 2016 tercatat sebanyak 14.137 orang atau mengalami
mengalami peningkatan sebanyak 2.681 orang yakni sejumlah peningkatan sebesar 2.083 orang atau 17,28% dibanding tahun
(21,21%) dibanding tahun 2015. Pada tahun 2017 kembali 2015. Sementara itu, jumlah PMI asal Provinsi Sumatera Utara pada
mengalami peningkatan sejumlah 2.767 orang yaitu (18,06%) tahun 2017 tercatat sejumlah 17.109 orang. Jumlah tersebut,
dibanding tahun 2016 dengan jumlah layanan penempatan tercatat kembali mengalami peningkatan sebanyak 2.972 orang atau
sebanyak 18.087 orang PMI. 21,02% dibanding tahun 2016.
Untuk tahun 2018, jumlah PMI asal Sumatera Utara tercatat
Untuk jumlah layanan proses penempatan PMI ditahun 2018
tercatat sejumlah 19.554 orang. Jumlah tersebut, kembali mengalami sebanyak 17.903 orang, jumlah tersebut kembali mengalami
peningkatan sebanyak 1.467 orang, yakni (8,11%) dibanding tahun peningkatan sebanyak 794 orang atau 4% dibanding tahun 2017.
2017. Pada layanan tahun 2019 tercatat sejumlah 17.196 orang, pada Semenatar itu, jumlah PMI asal Provinsi Sumatera Utara pada
periode tahun ini mengalami penurunan sejumlah 2.358. orang, yakni tahun 2019, sebanyak 15.954 orang. Jumlah tersebut, mengalami
(12,06%) dibanding tahun 2018. Secara total, jumlah peningkatan penurunan yang cukup signifikan yakni sebanyak 1.949 orang atau
layanan penempatan PMI oleh BP3TKI Medan selama 5 tahun 10,89% dibanding tahun 2018. Secara total, jumlah peningkatan
terakhir yakni dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2019 tercatat peenmpatan PMI oleh BP3TKI Medan selama kurun waktu tahun
sebesar 4.557 orang, mengalami peningkatan sebesar (36,06%). 2015 sampai denga tahun 2019, sebanyak 3.900 orang atau 32,35%
6.3 Perbandingan Jumlah PMI Yang dilayani UPT BP3TKI
6.2 Jumlah PMI Berdasarkan asal Wilayah Kerja UPT BP3TKI Medan dan PMI asal Wilayah Kerja
Medan
Berdasarkan uraian dan data tabel di atas, dapat diketahui bahwa
Sebagaimana yang telah diuraikan diatas bahwa BP3TKI jumlah antara PMI yang dilayani oleh BP3TKI Medan dengan
Medan merupakan UPT yang membawahi wilayah kerja Provinsi jumlah PMI yang berasal dari wilayah kerja BP3TKI Medan yakni
Sumatera Utara. Dari sisi jumlah penempatan PMI berdasarkan asal Provinsi Sumatera Utara terdapat perbedaan. Di mana jumlah
wilayah kerja yakni Provinsi Sumatera Utara selama tahun 2015 –
2019 tercatat berjumlah 77.157 orang. Jumlah tersebut, 31
30
ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019 31
layanan PMI oleh UPT BP3TKI Medan lebih banyak dibandingkan Adanya sejumlah PMI yang dilayani BP3TKI Medan berasal
dengan jumlah PMI yang berasal dari wilayah kerja. dari luar wilayah kerja menjadi relevan mengingat wilayah kerja
BP3TKI Medan, memiliki ketersediaan atau daya dukung lembaga
Selama 5 tahun terakhir yakni tahun 2015 – 2019, BP3TKI
Medan tercatat melayani proses penempatan PMI sebanyak 82.796 penempatan dan pendukung penempatan yang cukup besar
orang. Sementara dengan periode waktu yang sama, jumlah PMI dibandingkan beberapa daerah provinsi lainnya. Selain itu, posisi
yang berasal dari Provinsi Sumatera Utara sebagai wilayah kerja BP3TKI Medan cukup strategis, mudah secara geografis untuk di
utama UPT BP3TKI Medan tercatat berjumlah 77.157 orang atau tempuh dengan berbagai moda transportasi bagi kota/kabupaten yang
93,19% dari total PMI yang dilayani oleh BP3TKI Medan. Hal ini berasal dari provinsi yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera
menunjukan bahwa jumlah layanan BP3TKI Medan jauh lebih besar Utara terutama Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Nangroe Aceh
dibanding jumlah PMI yang berasal dari Provinsi Sumatera Utara Darusallam.
sebagai wilayah kerja BP3TKI Medan. Dengan asumsi bahwa Selain itu, Provinsi Sumatera Utara menjadi salah satu wilayah
BP3TKI Medan melayani seluruh PMI asal Provinsi Sumatera Utara transit bagi mereka yang ingin ke negara Malaysia karena didukung
sebagai wilayah kerja maka terdapat sebanyak 5.639 atau 6,81% dengan adanya Bandar Udara Kualanamu sebagai salah satu bandar
orang PMI yang dilayani oleh BP3TKI Medan berasal dari luar udara yang berstandar internasional dengan ketersedian dan
wilayah kerja. intensitas layanan penerbangan yang cukup tinggi.
Grafik 6. Perbandingan Tren Penempatan PMI 7. LAYANAN BP3TKI SERANG
Berdasarkan Layanan BP3TKI Medan & PMI
asal wilayah kerja BP3TKI Medan Tahun 2015 - 2019 BP3TKI Serang merupakan UPT BP2MI yang membawahi
wilayah kerja Provinsi Banten dan pusat layanannya berkedudukan
25000 di Kota Serang. Dalam rangka mendukung proses layanan, BP3TKI
19554 Serang, juga membawahi 2 (dua) kantor layanan setingkat Pos yaitu
20000 18087 17196 Pos Pelayanan Penempatan dan Pelindungan TKI (P4TKI)
15302
15000 12639 17109 17903 Tangerang dan Pos Pelayanan Kepulangan TKI (P2KTKI) Bandar
Udara Internasional Soekarno Hatta yang dikhususkan menangani
14137 15954
10000 12054 kepulangan PMI. UPT BP3TKI Serang juga menjadi salah satu UPT
dengan jumlah ketersediaan lembaga penempatan dan lembaga
5000 pendukung penempatan yang berada diwilayah kerjanya cukup besar.
0 Data publikasi terkait lembaga penempatan dan pendukung
2015 2016 2017 2018 2019 penempatan tahun 2020, tercatat sebanyak 11 P3MI Pusat, yaitu
(3,49%) dari total P3MI yang terdaftar berada di Provinsi Banten.
PMI Wilayah Kerja Layanan UPT Jumlah P3MI tersebut merupakan terbanyak ke 6 (enam) berdasarkan
Sumber: Data Publikasi PUSDATIN - BP2MI
33
32
32 ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019
layanan PMI oleh UPT BP3TKI Medan lebih banyak dibandingkan Adanya sejumlah PMI yang dilayani BP3TKI Medan berasal
dengan jumlah PMI yang berasal dari wilayah kerja. dari luar wilayah kerja menjadi relevan mengingat wilayah kerja
BP3TKI Medan, memiliki ketersediaan atau daya dukung lembaga
Selama 5 tahun terakhir yakni tahun 2015 – 2019, BP3TKI
Medan tercatat melayani proses penempatan PMI sebanyak 82.796 penempatan dan pendukung penempatan yang cukup besar
orang. Sementara dengan periode waktu yang sama, jumlah PMI dibandingkan beberapa daerah provinsi lainnya. Selain itu, posisi
yang berasal dari Provinsi Sumatera Utara sebagai wilayah kerja BP3TKI Medan cukup strategis, mudah secara geografis untuk di
utama UPT BP3TKI Medan tercatat berjumlah 77.157 orang atau tempuh dengan berbagai moda transportasi bagi kota/kabupaten yang
93,19% dari total PMI yang dilayani oleh BP3TKI Medan. Hal ini berasal dari provinsi yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera
menunjukan bahwa jumlah layanan BP3TKI Medan jauh lebih besar Utara terutama Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Nangroe Aceh
dibanding jumlah PMI yang berasal dari Provinsi Sumatera Utara Darusallam.
sebagai wilayah kerja BP3TKI Medan. Dengan asumsi bahwa Selain itu, Provinsi Sumatera Utara menjadi salah satu wilayah
BP3TKI Medan melayani seluruh PMI asal Provinsi Sumatera Utara transit bagi mereka yang ingin ke negara Malaysia karena didukung
sebagai wilayah kerja maka terdapat sebanyak 5.639 atau 6,81% dengan adanya Bandar Udara Kualanamu sebagai salah satu bandar
orang PMI yang dilayani oleh BP3TKI Medan berasal dari luar udara yang berstandar internasional dengan ketersedian dan
wilayah kerja. intensitas layanan penerbangan yang cukup tinggi.
Grafik 6. Perbandingan Tren Penempatan PMI 7. LAYANAN BP3TKI SERANG
Berdasarkan Layanan BP3TKI Medan & PMI
asal wilayah kerja BP3TKI Medan Tahun 2015 - 2019 BP3TKI Serang merupakan UPT BP2MI yang membawahi
wilayah kerja Provinsi Banten dan pusat layanannya berkedudukan
25000 di Kota Serang. Dalam rangka mendukung proses layanan, BP3TKI
19554 Serang, juga membawahi 2 (dua) kantor layanan setingkat Pos yaitu
20000 18087 17196 Pos Pelayanan Penempatan dan Pelindungan TKI (P4TKI)
15302
15000 12639 17109 17903 Tangerang dan Pos Pelayanan Kepulangan TKI (P2KTKI) Bandar
Udara Internasional Soekarno Hatta yang dikhususkan menangani
14137 15954
10000 12054 kepulangan PMI. UPT BP3TKI Serang juga menjadi salah satu UPT
dengan jumlah ketersediaan lembaga penempatan dan lembaga
5000 pendukung penempatan yang berada diwilayah kerjanya cukup besar.
0 Data publikasi terkait lembaga penempatan dan pendukung
2015 2016 2017 2018 2019 penempatan tahun 2020, tercatat sebanyak 11 P3MI Pusat, yaitu
(3,49%) dari total P3MI yang terdaftar berada di Provinsi Banten.
PMI Wilayah Kerja Layanan UPT Jumlah P3MI tersebut merupakan terbanyak ke 6 (enam) berdasarkan
Sumber: Data Publikasi PUSDATIN - BP2MI
33
32
ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019 33
provinsi. Selanjutnya, terdapat 2 sarana kesehatan (1,65%) dari total peningkatan sebanyak 242 orang (1,63%) dibanding tahun 2017.
sarana kesehatan. Jumlah SARKES tersebut merupakan jumlah Pada layanan tahun 2019 tercatat sejumlah 15.581 orang, pada
terbanyak ke 13 (tiga belas) berdasarkan provinsi. Sementara, jumlah periode tahun ini mengalami peningkatan sejumlah 468 orang atau
Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKN) tercatat sejumlah 14 3,10% dibanding tahun 2018. Secara total, jumlah penurunan
BLKLN, yaitu (3,73%) dari total BLKLN berada di Provinsi Banten. layanan penempatan PMI oleh BP3TKI Serang selama 5 (lima) tahun
Jumlah BLKLN tersebut berada di posisi ke 5 (lima) berdasarkan terakhir yakni dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2019 tercatat
provinsi setelah Provinisi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan sejumlah 12.742 orang atau mengalami penurunan sebesar 44,99%.
Provinsi DKI Jakarta. 7.2 Jumlah PMI Berdasarkan asal Wilayah Kerja UPT BP3TKI
7.1 Jumlah Layanan Penempatan UPT BP3TKI Serang Serang
Selama 5 tahun terakhir yakni tahun 2015 s.d 2019, jumlah UPT BP3TKI Serang merupakan UPT yang membawahi
proses penempatan PMI yang dilayani oleh BP3TKI Serang wilayah kerja Provinsi Banten. Dari sisi jumlah penempatan PMI
sebanyak 91.803 orang. Jumlah tersebut menempatkan BP3TKI berdasarkan asal wilayah kerja yakni Provinsi Banten selama tahun
Serang pada posisi ke 6 (enam) dalam hal jumlah layanan 2015 – 2019 tercatat berjumlah 14.089 orang. Selama periode
penempatan PMI. Data layanan proses penempatan PMI selama tersebut, jumlah penempatan PMI yang berasal dari wilayah kerja
periode tersebut tampak menunjukan tren yang fluktuatif dimana UPT BP3TKI Serang tersebut, juga menunjukan tren yang relatif
jumlah layanan penempatan PMI tahun 2016 dan 2017 mengalami sama dengan layanan penempatan PMI UPT BP3TKI Serang yakni
penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Sementara mengalami penurunan meskipun tidak setiap tahunnya. Penurunan
layanan penempatan PMI tahun 2018 dan 2019 mengalami siginifikan terjadi pada tahun 2016 dibandingkan tahun 2015.
peningkatan dibanding tahun sebelumnya meskipun tidak Selama tahun 2015 jumlah PMI yang berasal dari Provinsi
singnifikan. Secara keseluruhan dari sisi jumlah cenderung Banten tercatat sebanyak 4.270 orang. Selanjutnya pada tahun 2016
mengalami penurunan.
tercatat sebanyak 2.684 orang atau mengalami penurunan yang
Data layanan proses penempatan PMI oleh BP3TKI Serang signifikan sebesar 1.586 orang atau 37,14% dibanding tahun 2015.
pada tahun 2015 tercatat sebanyak 28.323 orang. Selanjutnya pada Kemudian, jumlah PMI asal Provinsi Banten pada tahun 2017
tahun 2016, tercatat sebanyak 17.915 orang. Jumlah tersebut tercatat sejumlah 2.320 orang. Jumlah tersebut, kembali mengalami
mengalami penurunan yang signifikan yakni sebanyak 10.408 orang penurunan sebanyak 364 orang atau 13,56% dibanding tahun 2016.
atau 36,75% dibanding tahun 2015. Pada tahun 2017 kembali Untuk tahun 2018, jumlah PMI asal Provinsi Banten tercatat
mengalami penurunan sejumlah 3.044 orang yaitu (16,99%) sebanyak 2.380 orang, jumlah tersebut mengalami peningkatan
dibanding tahun 2016 dengan jumlah layanan penempatan tercatat sebanyak 60 orang atau 2,59% dibanding tahun 2017. Selanjutnya,
sebanyak 14.871 orang PMI.
pada tahun 2019, jumlah PMI asal Provinsi Banten sebanyak 2.435
Untuk jumlah layanan proses penempatan PMI ditahun 2018 orang mengalami peningkatan sebanyak 55 orang atau 2,31%
tercatat sejumlah 15.113 orang. Jumlah tersebut, mengalami
35
34
34 ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019
provinsi. Selanjutnya, terdapat 2 sarana kesehatan (1,65%) dari total peningkatan sebanyak 242 orang (1,63%) dibanding tahun 2017.
sarana kesehatan. Jumlah SARKES tersebut merupakan jumlah Pada layanan tahun 2019 tercatat sejumlah 15.581 orang, pada
terbanyak ke 13 (tiga belas) berdasarkan provinsi. Sementara, jumlah periode tahun ini mengalami peningkatan sejumlah 468 orang atau
Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKN) tercatat sejumlah 14 3,10% dibanding tahun 2018. Secara total, jumlah penurunan
BLKLN, yaitu (3,73%) dari total BLKLN berada di Provinsi Banten. layanan penempatan PMI oleh BP3TKI Serang selama 5 (lima) tahun
Jumlah BLKLN tersebut berada di posisi ke 5 (lima) berdasarkan terakhir yakni dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2019 tercatat
provinsi setelah Provinisi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan sejumlah 12.742 orang atau mengalami penurunan sebesar 44,99%.
Provinsi DKI Jakarta. 7.2 Jumlah PMI Berdasarkan asal Wilayah Kerja UPT BP3TKI
7.1 Jumlah Layanan Penempatan UPT BP3TKI Serang Serang
Selama 5 tahun terakhir yakni tahun 2015 s.d 2019, jumlah UPT BP3TKI Serang merupakan UPT yang membawahi
proses penempatan PMI yang dilayani oleh BP3TKI Serang wilayah kerja Provinsi Banten. Dari sisi jumlah penempatan PMI
sebanyak 91.803 orang. Jumlah tersebut menempatkan BP3TKI berdasarkan asal wilayah kerja yakni Provinsi Banten selama tahun
Serang pada posisi ke 6 (enam) dalam hal jumlah layanan 2015 – 2019 tercatat berjumlah 14.089 orang. Selama periode
penempatan PMI. Data layanan proses penempatan PMI selama tersebut, jumlah penempatan PMI yang berasal dari wilayah kerja
periode tersebut tampak menunjukan tren yang fluktuatif dimana UPT BP3TKI Serang tersebut, juga menunjukan tren yang relatif
jumlah layanan penempatan PMI tahun 2016 dan 2017 mengalami sama dengan layanan penempatan PMI UPT BP3TKI Serang yakni
penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Sementara mengalami penurunan meskipun tidak setiap tahunnya. Penurunan
layanan penempatan PMI tahun 2018 dan 2019 mengalami siginifikan terjadi pada tahun 2016 dibandingkan tahun 2015.
peningkatan dibanding tahun sebelumnya meskipun tidak Selama tahun 2015 jumlah PMI yang berasal dari Provinsi
singnifikan. Secara keseluruhan dari sisi jumlah cenderung Banten tercatat sebanyak 4.270 orang. Selanjutnya pada tahun 2016
mengalami penurunan. tercatat sebanyak 2.684 orang atau mengalami penurunan yang
Data layanan proses penempatan PMI oleh BP3TKI Serang signifikan sebesar 1.586 orang atau 37,14% dibanding tahun 2015.
pada tahun 2015 tercatat sebanyak 28.323 orang. Selanjutnya pada Kemudian, jumlah PMI asal Provinsi Banten pada tahun 2017
tahun 2016, tercatat sebanyak 17.915 orang. Jumlah tersebut tercatat sejumlah 2.320 orang. Jumlah tersebut, kembali mengalami
mengalami penurunan yang signifikan yakni sebanyak 10.408 orang penurunan sebanyak 364 orang atau 13,56% dibanding tahun 2016.
atau 36,75% dibanding tahun 2015. Pada tahun 2017 kembali Untuk tahun 2018, jumlah PMI asal Provinsi Banten tercatat
mengalami penurunan sejumlah 3.044 orang yaitu (16,99%) sebanyak 2.380 orang, jumlah tersebut mengalami peningkatan
dibanding tahun 2016 dengan jumlah layanan penempatan tercatat sebanyak 60 orang atau 2,59% dibanding tahun 2017. Selanjutnya,
sebanyak 14.871 orang PMI.
pada tahun 2019, jumlah PMI asal Provinsi Banten sebanyak 2.435
Untuk jumlah layanan proses penempatan PMI ditahun 2018 orang mengalami peningkatan sebanyak 55 orang atau 2,31%
tercatat sejumlah 15.113 orang. Jumlah tersebut, mengalami
35
34
ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019 35
dibanding tahun 2018. Secara total, jumlah penurunan penempatan Grafik 7. Perbandingan Tren Penempatan PMI
PMI Provinsi Banten sebagai wilayah kerja utama UPT BP3TKI Berdasarkan Layanan BP3TKI Serang & PMI
Serang selama 5 (lima) tahun terakhir yakni dari tahun 2015 sampai asal wilayah kerja BP3TKI Serang Tahun 2015 - 2019
dengan tahun 2019 tercatat sejumlah 1.835 orang atau mengalami 30000
penurunan sebesar 42,97%. 28323
25000
7.3 Perbandingan Jumlah PMI Yang dilayani UPT BP3TKI
Serang dan PMI asal Wilayah Kerja 20000 14871
15000 17915 15581
Berdasarkan uraian data di atas, meskipun dari sisi tren layanan 15113
PMI BP3TKI serang dengan PMI asal wilayah kerja menujukan 10000 4270
dinamika yang relatif sama selama kurun waktu 5 tahun terakhir 5000 2684 2320 2380 2435
namun dapat diketahui bahwa jumlah antara PMI yang dilayani oleh 0
BP3TKI Serang dengan jumlah PMI yang berasal dari wilayah kerja 2015 2016 2017 2018 2019
BP3TKI Serang yakni Provinsi Banten terdapat banyak perbedaan
dari sisi jumlah. Di mana jumlah layanan PMI oleh UPT BP3TKI PMI Wilayah Kerja Layanan UPT
Serang lebih besar dibandingkan dengan jumlah PMI yang berasal Sumber: Data Publikasi PUSDATIN - BP2MI
dari wilayah kerjanya.
Kondisi layanan PMI yang didominasi dari luar wilayah kerja
Selama 5 tahun terakhir yakni tahun 2015 – 2019, BP3TKI BP3TKI Serang sangat relevan mengingat wilayah kerja UPT
Serang tercatat melayani proses penempatan PMI sebanyak 91.803 BP3TKI Serang merupakan titik transit utama sebagai embarkasi
orang. Sementara dengan periode waktu yang sama, jumlah PMI menuju luar negeri atau negara penempatan. Hal ini sejalan dengan
yang berasal dari Provinsi Banten sebagai wilayah kerja utama UPT keberadaan Bandara Soekarno Hatta yang terletak di Provinsi
BP3TKI Serang tercatat hanya berjumlah 14.089 orang. Dengan Banten. Selain itu, daya dukung lembaga penempatan dan
asumsi bahwa seluruh PMI asal Provinsi Banten dilayani oleh pendukung penempatan cukup besar. Posisi tersebut menjadikan
BP3TKI Serang dalam proses penempatannya maka hanya terdapat proses layanan lebih mudah dan efektif sehingga sebagian P3MI
15,35% PMI dari total PMI yang dilayani BP3TKI Serang berasal hanya melakukan proses rekruitmen didaerah tetapi proses pelatihan,
dari wilayah kerjanya. Hal ini, juga berarti bahwa sejumlah 77.714 pemeriksaan kesehatan sampai dengan proses penempatan dilakukan
orang atau 84,65% proses penempatan PMI yang dilayani oleh UPT di sekitar BP3TKI Serang.
BP3TKI Serang selama kurun waktu tersebut berasal dari luar 8. LAYANAN BP3TKI YOGYAKARTA
wilayah kerja UPT BP3TKI Serang.
BP3TKI Yogyakarta merupakan UPT BP2MI yang membawahi
wilayah kerja Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dimana pusat
layanannya berkedudukan di Kota Yogyakarta. Penempatan PMI
37
36
36 ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019
dibanding tahun 2018. Secara total, jumlah penurunan penempatan Grafik 7. Perbandingan Tren Penempatan PMI
PMI Provinsi Banten sebagai wilayah kerja utama UPT BP3TKI Berdasarkan Layanan BP3TKI Serang & PMI
Serang selama 5 (lima) tahun terakhir yakni dari tahun 2015 sampai asal wilayah kerja BP3TKI Serang Tahun 2015 - 2019
dengan tahun 2019 tercatat sejumlah 1.835 orang atau mengalami 30000
penurunan sebesar 42,97%. 28323
25000
7.3 Perbandingan Jumlah PMI Yang dilayani UPT BP3TKI
Serang dan PMI asal Wilayah Kerja 20000 14871
15000 17915 15581
Berdasarkan uraian data di atas, meskipun dari sisi tren layanan 15113
PMI BP3TKI serang dengan PMI asal wilayah kerja menujukan 10000 4270
dinamika yang relatif sama selama kurun waktu 5 tahun terakhir 5000 2684 2320 2380 2435
namun dapat diketahui bahwa jumlah antara PMI yang dilayani oleh 0
BP3TKI Serang dengan jumlah PMI yang berasal dari wilayah kerja 2015 2016 2017 2018 2019
BP3TKI Serang yakni Provinsi Banten terdapat banyak perbedaan
dari sisi jumlah. Di mana jumlah layanan PMI oleh UPT BP3TKI PMI Wilayah Kerja Layanan UPT
Serang lebih besar dibandingkan dengan jumlah PMI yang berasal Sumber: Data Publikasi PUSDATIN - BP2MI
dari wilayah kerjanya.
Kondisi layanan PMI yang didominasi dari luar wilayah kerja
Selama 5 tahun terakhir yakni tahun 2015 – 2019, BP3TKI BP3TKI Serang sangat relevan mengingat wilayah kerja UPT
Serang tercatat melayani proses penempatan PMI sebanyak 91.803 BP3TKI Serang merupakan titik transit utama sebagai embarkasi
orang. Sementara dengan periode waktu yang sama, jumlah PMI menuju luar negeri atau negara penempatan. Hal ini sejalan dengan
yang berasal dari Provinsi Banten sebagai wilayah kerja utama UPT keberadaan Bandara Soekarno Hatta yang terletak di Provinsi
BP3TKI Serang tercatat hanya berjumlah 14.089 orang. Dengan Banten. Selain itu, daya dukung lembaga penempatan dan
asumsi bahwa seluruh PMI asal Provinsi Banten dilayani oleh pendukung penempatan cukup besar. Posisi tersebut menjadikan
BP3TKI Serang dalam proses penempatannya maka hanya terdapat proses layanan lebih mudah dan efektif sehingga sebagian P3MI
15,35% PMI dari total PMI yang dilayani BP3TKI Serang berasal hanya melakukan proses rekruitmen didaerah tetapi proses pelatihan,
dari wilayah kerjanya. Hal ini, juga berarti bahwa sejumlah 77.714 pemeriksaan kesehatan sampai dengan proses penempatan dilakukan
orang atau 84,65% proses penempatan PMI yang dilayani oleh UPT di sekitar BP3TKI Serang.
BP3TKI Serang selama kurun waktu tersebut berasal dari luar 8. LAYANAN BP3TKI YOGYAKARTA
wilayah kerja UPT BP3TKI Serang.
BP3TKI Yogyakarta merupakan UPT BP2MI yang membawahi
wilayah kerja Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dimana pusat
layanannya berkedudukan di Kota Yogyakarta. Penempatan PMI
37
36
ANALISIS DATA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI)TAHUN 2015 - 2019 37