The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by LATIFA SALSABILA ANISA UDIYANI -, 2023-06-08 00:48:06

hadits hadits pendidikan complete

hadits hadits pendidikan complete

Wismanto Abu Hasan, Mega Utami Imyansah, Hanna Sajiddah, Deta Rehulina Sitepu, Yohana Dwi Putri, Indah Ramadhany, Melisa putri, Indah Mutia, Rafifah Qanita, Winda Sugiarti, Nailah Assahira, Naura Azifa, Nursyafna,Putri Adillah, Shafiah, Yova murnika,Fiddini Izaturahmi, Sri wahyuni , Aliza,Fitratul Mubaraq, Awaluddin Hidayat, Yusuffendra, Muhammad Rafi Dhaifullah, Lili Marzila, Rima Junita Putri, Annisa Damai Yanti Samoeri, Rifka Andriani, Badri, Muhammad Alif Al Aziz, Muhammad Fadhly, Maizal Efendi HADITS – HADITS PENDIDIKAN


ii Hadits – Hadits Pendidikan Hak Cipta © Wismanto Abu Hasan, dkk., 2023 Hak Terbit CV. Cahaya Firdaus Penerbit : Cahaya Firdaus Publishing and Printing Jl. Kubang Raya Panam-Pekanbaru Mobile Phone : +6285265504934 E-mail : [email protected] Cetakan Pertama, Juni 2023 ISBN : x, 132 hal (15.5x230mm) Setting & Layout : Cahaya Firdaus Team Design Cover : Cahaya Firdaus Design Hak cipta dilindungi undang-undang. Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk dan dengan cara apapun, termasuk fotokopi, tanpa izin tertulis dari penerbit. Pengutipan harap menyebutkan sumbernya Sanksi Pelanggaran Pasal 133 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta 1) Setiap orang yang dengan tanpa hak melakukan pelanggaran hak ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf I untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). 2) Setiap orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf c, huruf d, huruf f, dan/atau huruf h untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah). 3) Setiap orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf e, dan/atau huruf g untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). 4) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang dilakukan dalam bentuk pembajakan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 4.000.000.000,00 (empat miliar rupiah).


iii KATA PENGANTAR ِم ْ ي َّحِ َّ ْْحه ِن الر الر ِ ه ّ ِم اّلل ْ ِس ب إ ا َ ن ُسِ وِر أَنف ُ ن ُشر ِ م ِِبهللِ وذُ ُ ُع ن َ و ُ ه ُ ر ِ غف َ َست ن َ و ُ و ُ ن ِ ع َ َست ن َ و ُ ه ُ د َ ََنم ِ َّ َ ّلل ِ مد َ ن احل َّ ِ هللا ه هدِ َ ن ي َ َ، م نا ِ ال َ ِت أَعم ا َ ئ ِ ّ ي َ س َ و ادي َ َالَ ى ل ف ِ ُضل ن ي َ م َ و ُ ِض َّل لَو ُ َالَ م ف ُ د َ . أَشه ُ لَو ُ ه ُ بد َ ا ع ً َ َّمد ن ُُم أَ َّ ُ د َ أَشه َ ِالَّ هللا و إ َ لَو ِ إ أَن الَ َ و ولُو ُ س َ ر ال َّ ِِ َ ن َ َّما َ ع ْد ع َ ب ُ عد َ ُت ب . ا َ صاحلِ َّ ال ُّ م ِ ت َ ت ِ و ِ ت َ م ْ ع ِ ن ِ ى ب ذِ َّ ال ِ َّ ُ ّلل ِ د ْ م َ ا ْحل Segala puji bagi Allah, kami meminta pertolongan dan memohon ampunan hanya kepada-Nya. Kami memohon perlindungan kepada Allah dari segala kejahatan diri kami dan kejelekan amal yang kami perbuat. Siapa saja yang Allah beri petunjuk ke jalan yang benar, maka tidak akan ada seorang pun yang dapat menyesatkannya. Dan siapa saja yang telah disesatkan oleh Allah, Maka tidak ada seorang pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya. Perjalanan menuju kesuksesan adalah perjalanan yang memerlukan waktu yang sangat panjang. Seseorang sangat membutuhkan ilmu agar dia bisa selamat dari kebodohan. Maka dari itu, kita harus mempersiapkan ilmu agar bisa menjalani kehidupan sesuai dengan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Kita harus menuntut ilmu dengan bersungguh-sungguh, karena ilmu tidak akan didapatkan dengan bermalasmalasan. Seperti yang telah disebutkan dalam peribahasa arab :


iv د َ َس اجل ِ ة َ اح َ ر ِ ب ُ لم ِ ا ُل الع َ ن َ َال ي Artinya : “Tidak akan didapatkan ilmu dengan istirahat tubuh (bersantai)”. Maka dari itu, untuk mendapatkan ilmu yang baik, diperlukan ketekunan dan kegigihan dalam menuntut ilmu. Alhamdulillahi llazi bini`matihi tatimmu sholihaat kita ucapkan kepada Allah yang telah memberikan segala kemudahan sehingga tim penulis dapat menyelesaikan buku “HADITS-HADITS PENDIDIKAN”. Yang mana buku ini adalah hasil dari kumpulan tugas mahasiswa yang telah di diskusikan secara terstruktur dan sistematis. Dosen pembimbing mengarahkan tentang konten makalah per bab, disertai dengan pengarahan tentang penyusunan tulisan yang benar yang kemudian dituangkan di atas kertas sehingga menjadi karya tulis yang sesuai dengan pedoman penulisan buku pada umumnya. Dengan rasa bangga, kami mempersembah-kan buku HADITS-HADITS PENDIDIKAN sebagai hasil kerja keras mahasiswa bersama di bawah bimbingan dosen Dr. Wismanto S.Ag., M.Pd.I sebagai pengampu mata kuliah “HADITS-HADITS PENDIDIKAN”, dengan tujuan untuk memperdalam pemahaman dan pengetahuan tentang mata kuliah tersebut. Di dalam buku ini terdapat 12 bab yang membahas tentang hadisthadist yang berkaitan dengan pendidikan disertai dengan dalil dan penjelasan materi lainnya untuk melengkapi hadist tersebut. Pembuatan buku ini


v merupakan tugas dan luaran wajib mahasiswa dari proses pembelajaran MBKM. Kami harap buku ini bisa menjadi pedoman bagi para pendidik ataupun non pendidik dalam mendidik anak-anak menjadi orang yang sukses di dunia maupun akhirat, Amin. Tertanda Penulis


vi DAFTAR ISI Kata Pengantar ................................................................. iii Daftar Isi ............................................................................ vi BAB I KEWAJIBAN BELAJAR DAN MENGAJAR A. Pengertian Kewajiban Belajar dan Mengajar Dalam Perspektif Islam ............................................. 1 B. Sumber Belajar dan mengajar ................................... 3 C. Hadist Yang Menjadi Rujukan Tentang Kewajiban Belajar dan Mengajar 1. Kewajiban Menuntut Ilmu .................................. 5 2. Senantiasa Berbagi Ilmu Kepada Orang lain .......................................................................... 6 3. Keutamaan Menuntut Ilmu ................................ 7 4. Menjadi Teladan yang Baik ................................ 8 5. Mahfudzhot Tentang Kewajiban Belajar dan Mengajar ................................................................ 10 BAB II TUJUAN PENDIDIKAN A. Tujuan Pendidikan ..................................................... 11 B. Hadist-Hadist Tentang Pendidikan 1. Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga ................. 13 2. Menuntut Ilmu Untuk Mendapatkan Ridho Allah ....................................................................... 14


vii BAB III SUBJEK PENDIDIKAN A. Hakikat Pendidik ....................................................... 16 B. Sifat dan Sikap Pendidik Dalam Perspektif Hadist ........................................................................... 18 C. Bentuk Pengajaran Ilmu yang Bisa Diberikan Kepada Peserta Didik ................................................ 21 D. Keutamaan Mengajarkan Ilmu ................................ 22 BAB IV OBJEK PENDIDIKAN : PESERTA DIDIK/MURID A. Pendahuluan ............................................................... 23 B. Pengertian Objek Pendidikan ................................... 25 C. Objek Pendidikan Islam ............................................ 27 D. Objek Ilmu Pendidikan Islam Ditinjau dari Hadist Rasulullah صلى الله عليه وسلم Sallallahu Alaihi Wasallam 1. Hadist Tentang Tujuan Pendidikan .................. 27 2. Hadist Tentang Pendidik .................................... 30 3. Hadist Tentang Peserta Didik ............................ 32 4. Hadist Tentang Metode Pendidikan ................. 34 5. Hadist Tentang Materi Pendidikan ................... 35 6. Hadist tentang Penilaian ..................................... 35 7. Hadist Tentang Sosio-kultural ........................... 37 BAB V METODE PENDIDIKAN A. Pengertian Metode ..................................................... 40 B. Dasar Metode Pendidikan Islam .............................. 41 C. Macam-Macam Metode Pendidikan Islam 1. Metode Ceramah .................................................. 43 2. Metode Tanya Jawab ........................................... 43


viii 3. Metode Diskusi ..................................................... 44 4. Metode Pemberian Tugas ................................... 45 5. Metode Demonstrasi ............................................ 45 6. Metode Eksperimen ............................................. 46 7. Metode Amsal/Perumpamaan .......................... 48 8. Metode Targhib dan Tarhib ................................ 49 9. Metode Pengulangan ........................................... 51 BAB VI PEDOMAN HIDUP SEKALIGUS DASAR PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN A. Pengertian ................................................................... 53 B. Keutamaan Al-Qur`an 1. Keutamaan Tilawah Al-Qur`an ......................... 60 2. Keutamaan Istima` Kepada Bacaan Al-Qur`an ................................................. 61 3. Keutamaan Mempelajari dan Mengajarkannya ................................................... 61 BAB VII POTENSI-POTENSI/KEUNGGULAN MANUSIA YANG DIKEMBANGKAN LEWAT PENDIDIKAN A. Pengertian Manusia dan Pendidikan ...................... 62 B. Potensi-Potensi Manusia ........................................... 63 BAB VIII PENDIDIKAN YANG PALING DIPRIORITASKAN UNTUK MENJADI LANDASAN DALAM MEMBANGUN JIWA ANAK DIDIK A. Hadist Tentang Membangun Jiwa Anak didik 1. Hadist Pertama ..................................................... 68


ix 2. Hadist kedua ......................................................... 68 B. Cara Mendidik Anak Menurut Islam ...................... 69 C. Bahagianya Orang Tua yang Memiliki Anak Shalih ............................................................................ 71 D. Tanggung Jawab Orang Tua .................................... 74 E. Orang Tua Menjadi Teladan yang Baik .................. 76 BAB IX KELEMAHAN DALAM DIRI MANUSIA A. Kelemahan Dalam Diri Manusia ............................. 80 B. Hadist Kelemahan Dalam Diri Manusia 1. Berbantah-bantahan ............................................. 81 2. Berbohong ............................................................. 82 3. Ujub ........................................................................ 83 4. Tidak Bersyukur ................................................... 84 5. Kikir ........................................................................ 85 6. Hawa Nafsu .......................................................... 86 7. Melampaui Batas .................................................. 87 BAB X MENGIDENTIFIKASI DAN MEMBEDAKAN ANTARA LINGKUNGAN PENDIDIKAN YANG BAIK MAUPUN YANG BURUK YAKNI LINGKUNGAN PENDIDIKAN KELUARGA, LINGKUNGAN PENDIDIKAN MASYARAKAT, LINGKUNGAN PENDIDIKAN SEKOLAH A. Lingkungan Pendidikan Keluarga .......................... 89 B. Lingkungan Pendidikan Masyarakat ...................... 92 C. Lingkungan Pendidikan Sekolah ............................. 93


x BAB XI TANGGUNG JAWAB ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK A. Peran Orang Tua Dalam Mendidik Anak .............. 97 B. Konsep Mendidik Anak Menurut Hadist .............. 102 BAB XII ILMU PENGETAHUAN A. Pengertian Ilmu Pengetahuan .................................. 110 B. Ruang Lingkup dari Ilmu Pengetahuan ................. 111 C. Larangan Memakai Emas Pada Kaum Laki-laki ....................................................................... 116 D. Ilmu Astronomi .......................................................... 117 E. Bidang Pertanian ........................................................ 119 Daftar Pustaka ................................................................. 122


Hadits – Hadits Pendidikan l 1 BAB I KEWAJIBAN BELAJAR DAN MENGAJAR (Mega Utami Imyansah, Hanna Sajiddah, Deta Rehulina Sitepu) A. Pengertian Kewajiban Belajar dan Mengajar Dalam Prespektif Islam Islam memiliki pandangan yang sangat luas mengenai pendidikan. Karena itu, pendidikan dalam Islam tidak hanya terbatas pada tarbiyah saja, tetapi juga mencakup ta'lim dan ta'dib, yang diajarkan oleh Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم .Pendidikan dalam Islam tidak sekadar mengacu pada penyaluran pengetahuan dan ilmu kepada pikiran sebagai simbol kecerdasan intelektual, tetapi juga melibatkan aspek hati (spiritualitas) dan perilaku (akhlak).1 Menurut Dedi Supriadi dalam Aulia Fitri dkk, pendidikan memiliki peran penting yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya oleh keluarga dan masyarakat secara bersama-sama melalui berbagai lembaga yang secara sengaja didirikan untuk memajukan fungsi pendidikan. Pengertian-pengertian di atas menunjukkan bahwa tugas seorang pendidik adalah membantu peserta didik dalam mengembangkan potensi yang dimiliki oleh mereka melalui pemberian pengetahuan dan perubahan sikap, dengan tujuan membantu mereka dalam proses kedewasaan diri.2 1 Moh.Roqib, ilmu pendidikan islam (Yogyakarta: LkiS, 2009) hal.89. 2Aulia Fitri, Wismanto, Mukh Nursikin, Mashuri, Khairul Amin, journal on education, peran ganda guru pendidikan agama islam dalam


2 l Hadits - Hadits Pendidikan Menurut Hintzman, belajar adalah suatu perubahan yang terjadi dalam diri manusia disebabkan oleh pengalaman yang dapat mempengaruhi tingkah laku manusia tersebut. Belajar adalah suatu usaha sadar yang dilakukan oleh individu dalam perubahan tingkah lakunya baik melalui latihan dan pengalaman yang menyangkut aspek kognitif, afektif dan psikomotor untuk memperoleh tujuan tertentu. Dikatakan belajar apabila membawa suatu perubahan pada individu yang belajar.3 Maka dari itu belajar merupakan kewajiban yang paling dasar dalam Islam, karena dengan belajar umat manusia akan terbebas dari gelapnya kebodohan. Dengan belajar pula manusia dapat memahami segala sesuatu yang telah Allah SWT ciptakan di alam semesta.4 Sedangkan menurut Nana Sudjana dalam Kadar M.Yusuf, mengajar pada dasarnya adalah proses mengatur dan mengorganisir lingkungan sekitar siswa agar mereka dapat mengembangkan dan mendorong proses belajar-mengajar. Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa mengajar adalah semua upaya yang disengaja untuk memberikan kesempatan kepada siswa agar terjadi proses belajar yang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Mengajar adalah proses membimbing pengalaman belajar, di mana pengalaman itu sendiri hanya dapat diperoleh jika siswa secara aktif bereaksi membimbing siswa bermasalah di sd al rasyid Pekanbaru, vol 05, no 03, thn 2023 hal 9711 3Ahmad Habin Sagala, Jurnal, pena cendikia, Kewajiban Belajar Mengajar Perspektif Hadis Nabi, Volume 5, No 1, Tahun 2022 Hal 32-38, 4Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, Syarah Adab dan Manfaat Menuntut Ilmu (Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi'ie, 2004), hal. 217.


Hadits – Hadits Pendidikan l 3 terhadap lingkungannya. Sebagai contoh, jika seorang siswa ingin memecahkan suatu masalah, ia perlu berpikir dengan mengikuti langkah-langkah tertentu.5 Dapat disimpulkan bahwa mengajar adalah tindakan yang dilakukan oleh individu yang kaitannya dengan siswa dengan tujuan untuk membantu mereka mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-hari. Mengajar melibatkan penggunaan materi pengajaran serta pengaturan kondisi belajar siswa agar tercipta situasi dan lingkungan yang mendukung proses belajarmengajar. B. Sumber Belajar dan Mengajar Secara umum, Al-Qur'an menjelaskan bahwa ada dua sumber pembelajaran bagi manusia, yakni wahyu dan alam. Dalam konteks ini, Allah memberikan wahyu dan menciptakan alam sebagai sumber atau objek pembelajaran. Manusia diberi dorongan untuk mempelajari atau merenungkan al-Qur'an. Tujuannya adalah untuk menangkap atau memahami pesan-pesan moral yang terkandung di dalamnya, lalu mengamalkan pesan-pesan tersebut. 6 1. Al-Qur‟an sebagai sumber belajar Allah SWT berfirman: ْ ن عِ ْ ن ِ َن م َكا ْ لَو َ َنۗ و اٰ ْ ُر َن الْق ْ و ُ ر َّ ب َ َد ت َ َََل ي َف ا ا ً ََلف ِ ت ْ اخ ِ و ْ ي ِ ا ف ْ ُو د َ ج َ لَو ِ ٰ ّ اّلل ِ ْ َغْي دِ ا ً ر ْ ي ِ َكث 5Kadar M Yusuf, jurnal literasiologi, mengajar dan guru dalam perspektif Al-Qur'an, Vol 9, no 2, hal. 5. 6 M. Yusuf, Kadar. Tafsir Tarbawi. Jakarta: Imprint Bumi Aksara tahun 2013, hal 51


4 l Hadits - Hadits Pendidikan Artinya: “Maka tidakkah mereka menghayati (mendalami) AlQur‟an? Sekiranya (Al-Qur‟an) itu bukan dari Allah, pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan di dalamnya”. (Q.S. an-Nisa, 4 : 82). Bukan hanya sekedar membaca atau memahami saja, tapi juga mentadabburi atau menghayatinya agar jiwa para pembaca mengakui dan menyadari bahwa ia berasal dari Allah 2. Alam sebagai sumber belajar Manusia dituntut agar melihat, mengkaji, dan melakukan penalaran terhadap fenomena alam. Allah SWT telah berfirman: َن ْ و ُ ِصر ْ ب ُ َََل ت َف ۗ ا ْ ُكم ُسِ ْف ن َ ْٓ ا ْ ِف َ و َۙ ْ َي ِ ن ِ ق ْ و ُ ْلم ِ ٌت لّ ٰ ِض اٰي ْ ِِف اْْلَر َ و Artinya: “Dan di bumi terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan”. (Q.S. az-Zariyat, 51: 20-21). Ayat 20 dan 21 Surah az-Zariyat di atas menjelaskan bahwa manusia didorong untuk mempelajari bumi dan manusia itu sendiri. Banyak disiplin ilmu yang berkaitan dengan bumi dan manusia. Manusia sebagai makhluk pencari ilmu semestinya menjadikan hal-hal tersebut sebagai sumber belajar. Serta Para peserta didik dituntut agar mempelajari persoalanpersoalan itu dalam kerangka pencarian ilmu dan


Hadits – Hadits Pendidikan l 5 memahami kebesaran Allah yang tergambar dalam objek-objek yang di pelajari itu.7 3. Sumber mengajar Sumber pokok pengajaran agama Islam adalah AlQur‟an dan Hadits. Kedudukan Al-Qur‟an sebagai sumber mengajar yang paling utama terdapat dalam surah An-Nahl ayat 64: ْ ي ِ ا ف ْ ُو لَف َ ت ْ ى اخ ذِ َّ ال ُ م ُ ََل َ َ ّي ِ ب ُ ت ِ ْل ل َّ ِ ا َ ٰتب ْ َك الْكِ لَي َ ا ع َ لْن َ ْز ن َ آْ ا َ م َ ً و ة ْْحَ َ ور ًى َّ ُد ى َ و َۙ ِ و َن ْ ُو ن ِ م ْ ُّؤ ي ٍ م ْ َو ق ِ لّ Artinya: ”Dan Kami tidak menurunkan kitab (Al-Qur‟an) ini kepadamu (Muhammad), melainkan agar engkau dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu, serta menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”. (Q.S. an-Nahl, 16: 64). C. Hadits yang Menjadi Rujukan Tentang Kewajiban Belajar dan Mengajar 1. Kewajiban Menuntut Ilmu ٍ ة َ م ِ ل ْ ُس م َ ٍم و ِ ل ْ ُس م ّ لَى ُكِل َ ٌ ع ْ َضة ِري َ ْلِم ف ِ الْع ُ طَلَب Artinya : ”Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.”8 7 M. Yusuf, Kadar. Tafsir Tarbawi. Jakarta: Imprint Bumi Aksara tahun 2013,hal 54 8 HR. Ibnu majah No.224


6 l Hadits - Hadits Pendidikan Hadits tersebut menjelaskan bahwa semua orang diwajibkan menuntut ilmu, baik itu bagi laki-laki maupun perempuan. Tidak terdapat perbedaan bagi yang ingin menuntut ilmu baik itu dari segi ras, suku, warna kulit, dll. Jadi seseorang tidak boleh menghalangi orang lain yang ingin menuntut ilmu di dunia ini, meskipun dia memiliki jabatan atau pangkat yang tinggi 2. Senantiasa Berbagi Ilmu Kepada Orang Lain َ ْلم ِ وا الع ُ َّم ل َ َع ت َ م َّ ل َ س َ و ِ و ْ لَي َ َ َّل هللا ع ُل هللا ص ْ و ُ س َ اَل ِِل ر َ ق ٍ د ْ و ُ ع ْ َس ِن م ْ ِن اب َ ع َّاس الن ُ و ُ لَم َ ع َ َض و ِ ائ َ َر وا الف ُ َّم ل َ َع َّا ِس ت الن ُ ه ْ و ُ َّم ل َ ع َ و ُ ه ْ و ُ َّم ل َ ع َ َض و ِ ائ َ َر وا الْف ُ َّم ل َ َع ت َ َّاس الن ُ ه ْ و ُ َّم ل َ ع َ َن و آ ْ ُر وا الْق ُ َّم ل َ َع ت َ َّاس الن ُ ْلم ِ الْع َ ْ ٌض و و ُ ب ْ ق َ ٌ م ؤ ُ ر ْ َّن ام َّ ِ إ َ ف ِر َ ِف ف انِ َ َف اثْ ن ِ ل َ ت َّت ََيْ َّ َ ََُت ح ِ الْف ُ ر َ َظْه ت َ ُص و َ ق َ ت ْ ن ُ ي َ س ٍ ْ َضة ي ا ً د َ أَح انِ َ َْل ََيِد َ م ُ َه ن ْ ي َ ب ُ ِصل ْ ف َ ي Artinya: “Ibnu Mas'ud meriwayatkan, "Rasulullah bersabda kepadaku, 'tuntutlah ilmu pengetahuan dan ajarkanlah kepada orang lain. Tuntutlah ilmu kewarisan dan ajarkanlah kepada orang lain. Pelajarilah Al-Qur‟an dan ajarkanlah kepada orang lain. Saya ini akan mati. Ilmu akan berkurang dan cobaan akan semakin banyak, sehingga terjadi perbedaan pendapat antara dua orang tentang suatu kewajiban, mereka tidak menemukan seorang pun yang dapat menyelesaikannya”. 9 9HR. Ad- Darimi, Ad-Daruquthni, dan Al-Baihaqi no 252


Hadits – Hadits Pendidikan l 7 Dalam hadits ini terdapat tiga perintah pembelajaran, yaitu mempelajari ilmu, fara'id, dan AlQur'an. Ibnu Mas'ud mengartikan bahwa ilmu yang dimaksud di sini adalah pengetahuan tentang syariat dan semua aspeknya. Fara'id merujuk pada peraturanperaturan, baik yang berhubungan dengan Islam secara umum maupun yang terkait dengan hukum waris. Mempelajari Al-Qur'an meliputi proses menghafalnya. Selain mempelajarinya, juga diwajibkan untuk mengajarkannya kepada orang lain agar kesempurnaan tercapai.10 3. Keutamaan Menuntut Ilmu ن َّ ِ إ َ و ِ ة َّ ن َ ََل ا ْْل ِ ا إ ً ِريق طَ ِ و ِ ب ُ َك ا َّّلل لَ َ ا س ً ْلم عِ ِ يو ِ ي ف ِ غ َ ت ْ ب َ ا ي ً ِريق َك طَ لَ َ ْ س ن َ م ُ لَو ُ ر ِ ْف غ َ ت ْ َس لَي َ ِ اِل َ ن الْع َّ ِ إ َ ِم و لْ ِ ِب الْع ِ طَال ِ ل ً َضاء ا ِر َ َه ت َ ِح ن ْ أَج ُ َ َضع لَت َ َكة ِ ََلئ َ الْم َّت ا ْلِ َّ َ ِض ح ْ ِف اْْلَر ْ ن َ م َ ِت و ا َ و َ َّسم ِف ال ْ ن َ م ِ ِ اِل َ الْع ُ َ ْضل ف َ و ِ اء َ ُن ِف الْم ا َ يت ُ ثَة َ ر َ و َ اء َ لَم ُ ن الْع َّ ِ ِب إ اكِ َ ِر الْ َكو ِ ائ َ لَى س َ ِر ع َ َم َ ْضِل الْق َكف ِدِ اب َ لَى الْع َ ع َذ َ أَخ ْ ن َ َم ف َ ْلم ِ رثُوا الْع َّ َ َّنَا و َِّ ا إ ً ََه ْ ر ِ َْل د َ ا و ً ار َ ين ِ ثُوا د ِ ّ ر َ و ُ ي ْ َِل َ اء َ ي ِ ب ْ ن اْْلَن َّ ِ إ ِ اء َ ي ِ ب ْ اْْلَن ٍر ِ اف َ و ّظٍ َ َذ ِبِ َ أَخ ِ و ِ ب Artinya: “Siapa saja yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka Allah akan membuka jalan baginya menuju surga. Sesungguhnya para malaikat akan membentangkan sayapnya karena keridhaan mereka terhadap orang yang menuntut ilmu. Sesugguhnya orang yang alim akan dimintakan ampunan baginya oleh makhluk yang ada di langit dan di bumi, hingga ikan paus yang ada di lautan. Keistimewaan orang yang berilmu 10http://bukhariumar59.blogspot.com/2010/12/pendidikan-dalamperspektif-hadis.html


8 l Hadits - Hadits Pendidikan atas orang yang ahli ibadah seperti keistimewaan bulan atas semua bintang. Sesungguhnya ulama itu adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidak pernah mewariskan dinar ataupun dirham, akan tetapi mereka hanya mewariskan ilmu. Siapa saja yang mengambil ilmu itu, maka sesungguhnya dia telah mengambil bagian yang banyak”. 11 Ada dua makna dalam tindakan "berjalan menuntut ilmu". Pertama, secara harfiah berarti pergi ke majelis-majelis ulama dengan berjalan kaki. Kedua, melibatkan cara atau metode yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan, seperti menghafal, belajar dengan serius, membaca, mengkaji kitab-kitab ulama, menulis, dan berusaha memahami apa yang dipelajari. Ada juga cara lain yang dapat membantu seseorang memperoleh pengetahuan syar'i. Bagi mereka yang secara konsisten melangkah untuk menuntut ilmu karena Allah Ta'ala, pahalanya dicatat sebagaimana pahala orang yang pergi berjihad.12 4. Menjadi teladan yang baik ا َ ِبِ َ ل َمِ ع ْ ن َ م ُ ر ْ أَج َ ا، و َ ى ُ ر ْ أَج ُ لَو َ ً، ف ة َ ن َ َس ً ح ة َّ ن ُ ََلمِ س ْ ن ِف اْْلِس َّ َ ْ س ن َ م َ ْ س ن َ م َ ، و ٌ ء ْ ْ َشي م ِ وِرى ُ أُج ْ ن ِ َص م ُ ْق ن َ ْن ي أَ ِ ْ َغْي ْ ن ِ ، م ُ ه َ ْد ع َ ب ََلمِ ْ ن ِف اْْلِس َّ ْن أَ ِ ْ َغْي ْ ن ِ ، م ِ ه ْدِ ع َ ب ْ ن ِ ا م َ ِبِ َ ل َمِ ع ْ ن َ م ُ ْر ِوز َ ا و َ ى ُ ْر ِوز ِ و ْ لَي َ َن ع َكا ،ً ة َ ئ ِ ّ ي َ ً س ة َّ ن ُ س ٌ ء ْ ْ َشي م ِ اِرى َ ز ْ أَو ْ ن ِ َص م ُ ْق ن َ ي 11H.R. Tirmidzi No. 2682 12https://almanhaj.or.id/13056-menuntut-ilmu-jalan-menuju-surga2.html


Hadits – Hadits Pendidikan l 9 Artinya: ”Siapa saja yang mencontohkan dalam Islam suatu contoh yang baik, maka ia akan mendapatkan pahalanya, dan pahala orang yang melakukannya setelahnya; tanpa berkurang sesuatu apapun dari pahala mereka. Dan Siapa saja yang yang mencontohkan dalam Islam suatu contoh yang buruk, maka ia menanggung dosanya dan dosa orang yang mengerjakannya setelah dia, tanpa berkurang sesuatu pun dari dosa-dosa mereka”. 13 Hadits ini mengajarkan pentingnya memberikan contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari sebagai seorang Muslim. Jika seseorang menunjukkan perilaku dan tindakan yang baik sesuai dengan ajaran Islam, maka ia akan mendapatkan pahala tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga bagi orang-orang yang mengikuti contohnya setelahnya. Pahala tersebut akan terus berlipat tanpa berkurang sedikit pun dari pahala mereka. Sebaliknya, jika seseorang menunjukkan contoh yang buruk dalam kehidupan Islam, dengan perilaku yang bertentangan dengan ajaran agama, ia akan menanggung dosa atas perbuatan tersebut. Selain itu, dosa tersebut juga akan ditanggung oleh orang-orang yang melakukan hal serupa setelahnya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun. Dalam konteks ini, hadits ini menggarisbawahi pentingnya bertanggung jawab terhadap perilaku dan tindakan kita sebagai Muslim. Setiap tindakan baik yang kita lakukan dapat menjadi inspirasi bagi orang lain dan berpotensi menghasilkan dampak positif yang berkelanjutan. 13HR. Muslim no. 1017


10 l Hadits - Hadits Pendidikan Sebaliknya, tindakan buruk juga memiliki konsekuensi negatif yang dapat mempengaruhi orang lain. Maka, hadits ini mengajarkan agar kita menjadi teladan yang baik dalam menjalankan ajaran Islam, dengan harapan bahwa perilaku kita akan membawa manfaat dan menginspirasi orang lain untuk mengikuti jalan yang benar.14 5. Mahfuzhot Tentang Kewajiban Belajar Dan Mengajar دِ ْ لح َّ ََل ال ِ إ ْدِ ه َ الْم َ ن ِ م َ ْلم ِ ِب الْع أُطْلُ Artinya : ”Carilah ilmu sejak dari buaian hingga ke liang lahat”.15 14https://almanhaj.or.id/9758-keutamaan-menunjukkankebaikan.html 15Hadis ini tidak jarang kita dengar dalam ceramah atau kita jumpai ketika membaca buku-buku agama. Apakah hadis tersebut adalah hadis shohih sehingga dapat diyakini sebagai perkataan Rasulullah صلى الله عليه وسلم . Ternyata, setelah dikaji TIDAK ADA satu kitab hadis pun yang mencantumkan hadis tersebut, baik kitab hadis induk yang disebut “al-kutub al-sittah”–yaitu 6 kitab yang menghimpun hadis-hadis Rasulullah yang terdiri dari Shohih Bukhari dan Muslim, Sunan Abi Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Nasa‟i–maupun “al-kutub at-tis‟ah”–yaitu 9 kitab induk hadis yang terdiri dari al-kutub as-sittah ditambah al-Muwatho Imam Malik, Musnad Imam Ahmad dan Sunan Ad-Darimy. Bahkan, bukan hanya di kitab-kitab hadis induk. Ungkapan yang diklaim sebagai hadis Nabi di atas sama sekali tidak terdapat pula dalam puluhan kita-kitab hadis lain yang mencakup berbagai kitab al-jawami‟, kitab-kitab sunan, musnad, al-majami‟, al-muwatho‟, kitabkitab al-ilal was su‟alat, sampai kitab-kitab muskyilat wa ghoroibul hadis dan takhrij al-ahadits. Hal ini disimpulkan setelah dilakukan pencarian “searching” dan penelitian (takhrij) dengan bantuan Program al-Maktabah asy-Syamilah al-Ishdar 3.32.


Hadits – Hadits Pendidikan l 11 BAB II TUJUAN PENDIDIKAN (Yohana Dwi Putri, Indah Ramadhany, Melisa Putri) A. Tujuan Pendidikan Sebelum mengetahui apa itu hadits-hadits tentang tujuan pendidikan, kita harus mengetahui apa tujuan pendidikan. Pendidikan sangat penting bagi siapa saja yang ingin melatih dan mengembangkan potensi dirinya. Melalui pertumbuhan dan perkembangan, setiap individu dapat mengembangkan kreativitas, pengetahuan yang lebih luas, kepribadian yang baik dan tanggung jawab. Tujuan Pendidikan menurut Al-Ghazali, tujuan pendidikan Islam adalah kesempurnaan manusia di dunia dan akhirat. Manusia dapat mencapai kesempurnaan melalui ilmu yang memberi kebahagiaan di dunia dan sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah.16 Tujuan pendidikan Al-Qur'an untuk membentuk pribadi muslim seutuhnya, mengembangkan potensi manusia baik yang berbentuk jasmaniah dan rohaniah, menumbuh suburkan hubungan harmonis setiap pribadi dengan Allah, dan menjalin komunikasi yang baik dengan sesama manusia dan dengan alam Semesta.17 Tujuan pendidikan Islam yang dikemukakan oleh Ibnu Khaldun dan dirangkum serta disimpulkan oleh 16H Zukifli agus, 2018, Pendidikan islam dalam perspektif al ghazali, hal 21. 17 Hidayatullah, S.Ag, M.Ag, al-Hafizh, 2016, Tujuan Pendidikan dalam Perspektif Al-Quran , A l-Burhan Vol. 16 No. 1, hal 32


12 l Hadits - Hadits Pendidikan „Athiyyah al-Abrasyi dalam bukunya al-Tarbiyah alIslamiyyah wa Falalatifuha adalah tujuan pendidikan yang mengarah pada tujuan dunia dan akhirat . Maksud selanjutnya adalah pendidikan Islam berorientasi dan diarahkan pada kehidupan yang beramal dan mendekatkan diri kepada Allah. Padahal tujuan pendidikan di dunia ini adalah agar manusia dapat hidup sejahtera dengan mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak untuk mencapai tujuan jangka pendek (dunia) dan tujuan jangka panjangnya yaitu di akhirat. Dengan demikian, manusia mencapai dua kebahagiaan yang dicapai di dunia, yaitu hidup layak dan bahagia serta memiliki kekuatan beramal saleh sesuai ajaran agama Islam. 18 Selain untuk tujuan akhirat (ukhrawi), Athiyah Al-Abrasyi juga menekankan tujuan pendidikan Islam pada tataran pembentukan akhlak yang mulia sebagai jiwa (ruh) pendidikan Islam.19 Maka seluruh pengajaran dalam proses penyelenggaraan pendidikan harus dimuarakan pada pembentukan akhlak karimah. Selain itu, pendidikan Islam juga bertujuan untuk membentuk iklim ruh ilmiah (scientific spirit), untuk membantu peserta mendapatkan pekerjaan profesional dengan penghidupan yang layak dan dapat bermanfaat bagi sesama. 18Ahmad falah, 2010, Hadits tarbawi (Kudus: Nora media enterprise, hal 28. 19 Zuhairini, 2018, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara), hal 164.


Hadits – Hadits Pendidikan l 13 B. Hadits-hadits tentang pendidikan 1. Menuntut ilmu jalan menuju surga Al-Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah Ta'ala membawa hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya dari Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu beliau berkata bahwa rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: ْ ن َ َك م لَ َ ًقا ِري س طَ ُ َمِس ْلت َ ي ِ يو ِ ف ا ً ْلم عِ َ هل َّ َ ُ س ة ِ َّ ََل ن ِ ًقا إ ِري و طَ ِِ ب ُ َ هللا لَو ا ْْل Artinya: “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”20 Ibnu Rajab Al-Hambali Rahimahullah juga mengatakan, “Setiap penuntut ilmu hendaknya berusaha mengambil manfaat dari ilmu agama, karena ilmu akan mengarah kita kepada Allah dan menuntut ilmu adalah jalan yang paling singkat menghadapnya.” 21 Siapapun yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu dan tidak berhenti berjuang untuk ilmu, dia akan dihantar kepada Allahdan dimudah kan masuk ke surga. Mencari ilmu juga merupakan cara termudah untuk masuk surga. Ilmu ini akan mengarah pada berbagai jalan di dunia dan di akhirat untuk bisa masuk ke dalam surga. Ingatlah bahwa tidak ada cara untuk mengenal Allah, mendapatkan keridhaan-Nya dan mendekatkan diri kepada-Nya selain melalui ilmu yang bermanfaat, 20 HR. Muslim, no. 2699 21https://syekh.com/video/84701/bersafar-untuk-menuntut-ilmurumaysho-tv


14 l Hadits - Hadits Pendidikan karena ilmu itu diturunkan Allah melalui para Rasul dan karena itu Allah menurunkan Kitab. Ilmu juga menjadi penuntun dan pemberi petunjuk ketika seseorang berada dalam gelapnya kebodohan, syubhat (pemikiran sesat) dan keraguan. 2. Menuntut ilmu untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: ْ ن َ م َ م َّ ل َ َع ت ا ً ْلم ِ َّا ع َ ِم ى ِ غ َ ت ْ ب ُ ي ِ و ِ ب ُ و ْ َج و ِ ز ا َّّلل َّ َ َ َّل ع َج و ْلَ ُ و ُ َّم ل َ ع َ ت َ ي ْلَّ ِ إ َ ِصيب ُ ي ِ ل ِ و ِ ًض ب ا َ ر َ ع َ ن ِ م ا َ ي ْ دن ال ُّ ْ ْد َِل ََي َف ِ ْ ر َ ع ِ ة َّ ن َ ا ْْل َ م ْ و َ ي ِ ة َ ام َ ي ِ الْق Artinya: “Siapa saja yang yang mempelajari ilmu yang dengannya dapat memperoleh keridhoan Allah SWT, (tetapi) ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan kesenangan duniawi, maka ia tidak akan mendapatkan harumnya surga di hari kiamat nanti”. 22 Orang yang berilmu berada pada posisi yang lebih baik daripada orang yang tidak memiliki ilmu. Permasalahan hidup dapat diselesaikan dengan lebih mudah dengan pengetahuan. Bahkan dalam ajaran Islam, umat Islam dianjurkan untuk memperoleh ilmu sebanyak-banyaknya, sekaligus masih diberi kesempatan untuk hidup di dunia. Dari semua amal ibadah paling sederhana yang mendekatkan diri kepada Allah yaitu menuntut ilmu. Sedangkan perkara yang sangat perlu diperhatikan adalah niat. Seseorang tidak akan menerima kebaikan 22 HR Daud NO 3664


Hadits – Hadits Pendidikan l 15 jika dalam mengejar ilmu, dia hanya ingin menerima pujian dari orang lain. Dalam mencari ilmu harus direncanakan dengan baik. Perencanaan berasal dari kata rencana yang berarti pengambilan keputusan tentang apa yang perlu dilakukan untuk mencapai sesuatu.23 Menuntut ilmu bertujuan untuk mendapatkan ridho Allah SWT di dunia dan di akhirat, menghilangkan kebodohan yang ada pada diri sendiri dan orang lain, menghidupkan kembali agama dan mempertahankan agama Islam karena dengan bantuan ilmu Islam itu bisa di pertahankan.24 Pentingnya mencari ilmu adalah sarana menuju Allah SWT dan sarana ibadah yang paling mulia kepadaNya. Dan ilmu itu adalah cahaya . Tanpa pengetahuan, orang tersesat karena terus menerus dihadapkan pada kegelapan. Sebaliknya, dengan bantuan ilmu, manusia akan mendapatkan cahaya yang akan menunjukkan kebenaran.25 Mencari ilmu memegang peranan penting dalam kehidupan seseorang, karena melalui belajar seseorang dapat menjadi cerdas, ia dapat mengetahui sesuatu yang sebelumnya tidak ia ketahui dan pahami, dan selain itu belajar adalah suatu perbuatan yang mulia, juga merupakan ini ini dilihat sebagai bentuk ibadah di hadapan Tuhan.26 23Hasan, Moch. Sya‟roni dan Lusmiyatun Nisa‟. Metode Qira Ah Muwahhadah Dalam Membentuk Keserasian Bacaan Al Qur An (Studi Kasus Di Pondok Pesantren Madrasatul Qur An (Mq) Tebuireng Jombang). FALASIFA : Jurnal Studi Keislaman, VOL 10 NO 2 2019.111. 24Syech Az-Zarnuji,Ta‟limul Muta‟allim, terj. Abu An‟im (Jawa Barat: Mukjizat, 2015), 15-16. 25Ihsan Nurulhuda, Menjalin Hidup Dengan Hikmah,(Solo: Smart Media, 2006), 293. 26Muhammad Muntahibun Nafis, Ilmu Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Teras, 2011), 167


16 l Hadits - Hadits Pendidikan BAB III SUBJEK PENDIDIKAN (Rafifah Qanita, Indah Mutia) A. Hakikat Pendidik Guru adalah seorang pendidik yang mengajari ilmunya kepada peserta didiknya. Guru dalam bahasa Arab disebut mudarris yang artinya adalah orang yang mengajari ilmu. Pendidik memiliki makna yang luas dari segi arti. Siapapun bisa menjadi guru akan tetapi dengan syarat-syarat tertentu. Guru atau pendidik adalah orang yang akan menjadi panutan oleh peserta didiknya, dari perkataannya hingga perbuatannya. Oleh sebab itu, menurut hemat penulis, calon pendidik harus memenuhi kriteria berikut ini agar menjadi seorang pendidik yang baik. Yaitu: 1. Beriman kepada Allah Subhanahu wa taala dan melakukan segala amal sholeh. 2. Menjalankan ibadah yang diperintahkan dengan taat. 3. Memiliki kontribusi yang tinggi kepada dunia pendidikan. 4. Menjalankan tugas dengan ikhlas. 5. Mendalami dan menguasai ilmu yang akan diajarkan kepada anak didik. 6. Mampu menjalankan tugas dengan baik. 7. Tegas dan berwibawa dalam menghadapi masalah yang dihadapi murid-muridnya.


Hadits – Hadits Pendidikan l 17 Untuk menjadi guru yang profesional sedikit nya harus memiliki 4 kompetensi dasar sebagaimana yang disebutkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 pasal 8, kompetensi guru meliputi kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang akan didapatkan jika mengikuti pendidikan profesi.27 Akan tetapi, menurut Dede Rosyada28 kualifikasi kompetensi kepribadian tidak sesempit komitmen mengajar, membimbing dan mendampingi para siswa belajar agar menjadi anak-anak berprestasi di masa yang akan datang. Beliau menukil pendapat Maria Liakopoulou29, peneliti dari Aristotle University of Thessaloniki Makedonomaxon, Halastra Thessaloniki, Yunani, menegaskan bahwa kompetensi kepribadian meliputi sifat-sifat yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan tugas mereka sebagai guru, yang dapat dilatih dan dikembangkan melalui pendidikan dan pelatihan. Selanjutnya dia membagi kepribadian tersebut ke dalam lima kelompok sifat sebagai berikut: 1. Sifat profesional, meliputi komitmen untuk bekerja, rasa percaya diri, bisa dipercaya dan menghargai orang lain. 27https://gurubinar.id/blog/4-kompetensi-guru-yang-wajibdimiliki-oleh-calon-guru?blog_id=53 28http://dederosyada.lec.uinjkt.ac.id/ 29Maria Liakopoulou, The Professional Competence of Teachers: Which qualities, attitudes, skills and knowledge contribute to a teacher‟s effectiveness, International Journal of Humanities and Social Science Vol. 1 No. 21 (Special Issue) – December 2011.


18 l Hadits - Hadits Pendidikan 2. Sifat berfikir, meliputi kemampuan analisis dan selalu berfikir konsepsional. 3. Sifat ekspektasi, yakni bisa diharapkan dan bisa diandalkan dengan senantiasa mampu memperlihatkan hasil pencapaian tujuan yang sangat tinggi, memiliki pemahaman komprehensif tentang siswa, tentang tugas dan tentang program pendidikan secara keseluruhan, serta senantiasa memiliki inisiatif untuk melaksanakan tugas dengan baik. 4. Sifat kepemimpinan, yakni memiliki sifat fleksibel, akuntabel, dan keinginan kuat untuk terus belajar. 5. Sifat Relasi dengan orang lain, memiliki banyak relasi dengan unsur-unsur yang terlibat dalam proses pendidikan, dan memiliki keahlian berbagai pekerjaan pendidikan secara komprehensif. B. Sifat dan Sikap Pendidik Dalam Perspektif Hadits Sifat utama yang harus dimiliki para pendidik adalah kasih sayang. Rasulullah صلى الله عليه وسلم telah mengajari kita untuk berkasih sayang kepada orang lain. Beliau telah memperlakukan orang-orang sekitarnya dengan penuh santun dan berkasih sayang, walaupun masih banyak orang yang memusuhinya. Beliau tetap sabar dalam menyampaikan dakwahnya. Apabila Rasulullah bersikap kasar kepada orang lain maka tidak akan ada orang yang mau menerima ajaran yang dibawanya. Di dalam dunia pendidikan, kasih sayang adalah peran yang sangat penting dalam membangun sebuah komunikasi yang baik antara pendidik dan anak


Hadits – Hadits Pendidikan l 19 didiknya. Seorang guru harus memiliki sifat ini agar ilmu yang diajarkan kepada peserta didik dapat menerimanya dan mengamalkan ilmu yang didapatnya. Dalam hadits-hadits Rasulullah صلى الله عليه وسلم dijelaskan beberapa sifat yang harus dimiliki oleh pendidik diantaranya adalah, kasih sayang, adil, demokratis dan motivator, transparan, memperhatikan peserta didik, dan jujur dalam penyebaran ilmunya. Senantiasa beriman kepada Allah, ikhlas, bekerja keras, membersihkan hati dan pakaian, meninggalkan perbuatan dosa dan sabar. Memiliki komitmen untuk bekerja keras, memiliki rasa percaya diri yang baik, bisa dipercaya dan menghargai orang lain. Salah satu hal yang amat penting dari sifat profesional adalah memiliki komitmen untuk bekerja keras untuk kemajuan sekolah. Dalil yang kita jadikan hujjah dalam masalah subjek pendidikan ini diantaranya: 1. Guru mesti penyayang َّا ن ِ م َ ْس لَي َ ف َ ِ ِْيَن ق َكب َّ َ ِر ْف ح ْ ع َ ي َ َ و َن َ ْي ِ غ َ ْ ص م َ ْح ر َ ي ْ َِل ْ ن َ م Artinya: “Siapa yang tidak menyayangi orang yang kecil di antara kami dan tidak mengerti hak orang yang lebih besar di antara kami, maka ia bukan dari golongan kami.” 30 30Lafadz lengkap hadist diatas adalah : ِه َع ْه اْب ٍ ِجيخ ِي وَ ب َ ِه أ يَا ُن َع ْه اْب ىَا ُسفْ قَاََل َددَّثَ ِ َواْب ُه ال َّس ْرح ِي َشْيبَتَ ب َ ْكِر ْب ُه أ بُو بَ َ ىَا أ ِه َ َعاِمٍر َع ْه َعْبِد ا ََّّللِ ْب َددَّث َويَ ْعِر ْف َد َّق َع ْمٍرويَ ْر ِوي ِه َروَا ْم يَ ْر َد ْم َص ِغي قَا َل َم ْه لَ َ م َّ َو َسل ْي ِه َّى ا ََّّللُ َعلَ ِ ّيِ َصل َع ْه الىَّب ِ َس قَا َل اْب ُه ال َّس ْرح ْي ِروَا فَلَ ِي َكب ِمىَّا Artinya: Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah dan Ibnu As Sarh keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ibnu Abu Najih dari Ibnu Amir dari Abdullah bin Amru ia meriwayatkan; Ibnu As Sarh berkata, dari Nabi صلى الله عليه وسلم ,beliau bersabda, "Siapa


20 l Hadits - Hadits Pendidikan Hadits diatas didukung oleh hadits kedua yang menjelaskan tentang setiap orang yang mengajarkan kepada kebaikan lalu orang itu mengikutinya, maka tidak akan rugi orang yang mengajarkan ilmu kepada orang lain, apalagi orang yang mengajarkan ilmu agama, maka dia akan mendapatkan pahala tanpa mengurangi pahala orang yang melakukan. ُص ُ ْق ن َ َْل ي َ و ُ و َ ع َ َّ ب ات ْ ن َ اِر م َ ز ْ أَو َ ْل ث ِ م ُ ن لَو َّ ِ إ َ ف َ ِع ب ُّ ات َ ف ٍ ََل َضََللَة ِ ا إ َ َع اٍع د َ ا د َ ُّي أَُّ ْ ن َ وِر م ُ أُج َ ْل ث ِ م ُ ن لَو َّ ِ إ َ ف َ ِع ب ُّ ات َ ًى ف ُد ََل ى ِ ا إ َ َع اٍع د َ ا د َ ُّي أَُّ َ ا و ً ئ ْ ْ َشي م ِ اِرى َ ز ْ أَو ْ ن ِ م ْ م ِ وِرى ُ أُج ْ ن ِ ُص م ُ ْق ن َ َْل ي َ و ُ و َ ع َ َّ ب ا ات ً ئ ْ َشي Artinya: “Siapa saja menyeru pada kesesatan, kemudian seruannya diikuti oleh orang lain, maka ia akan mendapatkan dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dari dosa mereka. Dan siapa saja menyeru pada petunjuk, kemudian seruannya diikuti oleh orang lain, maka ia akan mendapatkan pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dari pahala mereka sedikitpun.”31 Hadits diatas menjelaskan tentang kebaikan yang meliputi kebaikan agama maupun kebaikan duniawi. Maka kebaikan bukan hanya untuk kebaikan agama saja. Termasuk dalam memberikan kebaikan kepada orang lain yaitu dengan memberi hadiah kepada orang lain, memberi makan anak yatim dan orang miskin, menulis yang tidak menyayangi orang yang kecil di antara kami dan tidak mengerti hak orang yang lebih besar di antara kami, maka ia bukan dari golongan kami."lihat dalam ensiklopedi hadist kutubuttis`ah, kitab 9 imam, Lidwa pusaka, bekerjasama dengan telkom Indonesia kitab sunan Abu Daud no. 4292 31 ibid


Hadits – Hadits Pendidikan l 21 sebuah karya ilmiah yang bermanfaat bagi orang lain. Sebagaiamana yang dijelaskan pada hadits di bawah ini: ِ و ِ ل اعِ َ َكف ِ ْ لَى ا ْْلَْي َ ل ع َّ دا ن ال َّ َّ ِ إ Artinya: “Sesungguhnya orang yang menunjukkan kepada kebaikan sama seperti orang yang melakukannya.”32 C. Bentuk Pengajaran Ilmu yang Bisa Diberikan Kepada Peserta Didik 1. Dengan lisan seperti mengajarkan, memberi nasehat dan memberikan fatwa. 2. Dengan perbuatan atau tingkah laku yaitu dengan menjadi qudwah hasanah, memberi contoh kebaikan. Khusus dakwah dengan qudwah hasanah, yaitu langsung memberikan teladan, maka jika da orang yang mengikuti suatu amalan atau meninggalkan suatu amalan karena mencontoh kita, itu sama saja dengan bentuk dakwah pada mereka. Hal ini termasuk pada ayat: ِن َ َن ع ْ و َ ْه ن َ ت َ ِف و و ُ ر ْ ع َ وَن ِِبلْم ُ ر ُ ْم َ َّا ِس َت لن ِ َ ْت ل ِرج ْ أُخ ٍ َّمة أُ َ ر ْ ي َ ْ خ ُم ت ْ ُكن ْ َكِر ن ُ الْم Artinya : “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang mungkar” ( Q.S. Al-imran, 3 : 110 ). 32H.R. Muslim no. 1893


22 l Hadits - Hadits Pendidikan D. Keutamaan Mengajarkan Ilmu 1. Ia akan mendapatkan pahala semisal pahala orang yang ia ajarkan. Dari Abu Hurairoh, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda : ِر ْ أَج ُ ْل ث ِ م ُ لَو َ ِب ُكت ُ ه َ ْد ع َ ا ب َ ِبِ َ ل مِ ُ َع ف ً ة َ ن َ َس ً ح ة َّ ن ُ َْلَمِ س ن ِِف ا ِْلس َّ َ ْ س ن َ م ْلَ َ ا و َ ِبِ َ ل َمِ ع ْ ن َ م ٌ ء ْ ْ َشى م ِ وِرى ُ أُج ْ ن ِ ُص م ُ ْق ن َ ي Artinya : “Siapa saja yang menjadi pelopor suatu amalan kebaikan lalu diamalkan oleh orang setelahnya, maka akan dicatat baginya ganjaran semisal ganjaran orang yang mengikutinya dan sedikitpun tidak akan megurangi ganjaran yang mereka peroleh”. 33 a) Mengajarkan ilmu kepada orang lain adalah termasuk perbuatan amal ma`ruf nahi mungkar, b) Saling tolong menolong terhadap sesama merupakan sebuah bagian dari kebaikan dan taqwa. c) Dengan adanya Adab dan hukum islam yang berlaku maka setiap individu masyarakat akan dibimbing untuk kehidupan yang nyaman dana tentram Sangat banyak sekali keutamaan orang yang berilmu dan mengajarkan ilmu yang disebutkan dalam Al-Qur‟an dan Al-Hadits. Rasulullah صلى الله عليه وسلم pernah bersabda: “Keutamaan seorang yang berilmu atau ahli ibadah adalah sebagaimana keutamaanku atas orang yang terendah dari kalian.” 33HR. Muslim no. 1017 Sumber https://rumaysho.com/9641- keutamaan-mengajarkan-ilmu.html


Hadits – Hadits Pendidikan l 23 BAB IV OBJEK PENDIDIKAN: PESERTA DIDIK/MURID (Winda Sugiarti, Naila Assahira) A. Pendahuluan Islam adalah agama yang sempurna34. Keistimewaan Islam terletak pada otentisitas dan orisinalitas sumber hukumnya. Islam memiliki sumber hukum yang lengkap, yaitu Al-Qur'an dan hadits. Meskipun Al-Qur'an adalah konsep yang sangat baik untuk seluruh rangkaian hukum Islam, sebagian besar hukum bersifat global dan tidak menyentuh area tertentu35, sehingga hadits datang untuk menjelaskan keumuman Al-Qur'an. Selain digunakan sebagai sumber hukum, sunnah juga digunakan sebagai sumber pendidikan dalam pendidikan Islam itu sendiri. Kedudukan hadits sebagai landasan utama pendidikan Islam setidaknya didasarkan pada dua fungsi hadits itu sendiri: pertama, menjelaskan sistem pendidikan Islam yang termuat dalam al-Qur‟an dan menjelaskan hal-hal yang tidak terdapat dalam alQur‟an36. Kedua, Menyimpulkan metode pendidikan kehidupan Rasulullah صلى الله عليه وسلم dengan para sahabatnya dan bagaimana Rasulullah صلى الله عليه وسلم berinteraksi dengan tujuan 34Encep Abdul Rojak, “Hukum Keluarga Di Dunia Islam (Perbandingan Kitab Majallatul Ahkam Di Turki Dan Kompilasi Hukum Islam Di Indonesia),” Tahkim (Jurnal Peradaban Dan Hukum Islam) 2, no. 1 (2019): 15–38, https://doi.org/10.29313/tahkim.v2i1.4392. 35Umma Farida, “DISKURSUS SUNNAH SEBAGAI SUMBER HUKUM ISLAM : Perspektif Ushuliyyin Dan Muhadditsin,” Jurnal Pemikiran Hukum Dan Hukum Islam 6, no. 1 (2015): 237–55. 36A. Fatah Yasin, Dimensi-Dimensi Pendidikan Islam, 2008.


24 l Hadits - Hadits Pendidikan pendidikan di antara mereka; cara Nabi memperlakukan anak-anak, pendidikan agama yang diberikan kepada mereka, dan sebagainya. Secara teoritis, kandungan hadits kaya akan nilai pendidikan, mengingat kedudukan hadits sebagai penegasan dan penjelasan al-Qur‟an yang merupakan “Kitab Pendidikan”. Secara praktis dan historis, hadits telah diletakkan sebagai dasar utama Islam sejak zaman Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم hingga saat ini dan akan terus berlanjut selama berabad-abad. Secara akademis, para ahli pendidikan Islam sepakat bahwa hadits merupakan dasar utama kedua pendidikan Islam, setelah al-Qur'an. Sebagai sumber pendidikan Islam, ruang lingkup pendidikan Islam sangat luas.37 Di antara topik yang dibahas menyangkut subjek pendidikan. Betapa hadits memberikan gambaran yang sungguh luar biasa tentang objek pendidikan. Objek pendidikan merupakan mata pelajaran yang sangat penting untuk dibahas dalam pendidikan Islam, oleh karena itu kajian hadits Nabi صلى الله عليه وسلم tentang objek pendidikan sangat penting dilakukan dalam rangka menyatukan konsep pendidikan Islam mengenai objek pendidikan. Sumber atau dasar pendidikan Islam pada objek pendidikan itu sendiri, yaitu hadits. Artinya, konsep pendidikan Islam berkaitan dengan objek pendidikan yang dikonstruksi dan dirancang sesuai dengan ide dan landasan yang dipraktekkan oleh Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم .Hal ini untuk menunjukkan bahwa kajian 37K Khosiin, Pendidikan Islam: Dinamika Dan Tantangan Masa Depan (Inteligensia Media (Kelompok Penerbit Intrans), 2021), https://books.google.co.id/books?id=-2AlEAAAQBAJ.


Hadits – Hadits Pendidikan l 25 pendidikan agama Islam terkait dengan objek pendidikan yang didasarkan pada kenabian. B. Pengertian Objek Pendidikan Objek adalah hal, kasus, atau orang yang dibicarakan.38 Pendidikan dalam bahasa Inggris adalah pendidikan. Kata bahasa Inggris (education) berasal dari bahasa latin educare, yang berarti “menuntun, mengarahkan atau memimpin”. Dengan menambahkan “e”, itu berarti "keluar". Jadi, menurut asal kata, pendidikan berarti “memimpin, mengarahkan, dan melatih”. Dalam kitab lain, menelaah arti pendidikan dari bahasa Yunani, yaitu pedagogi, terdiri dari dua kata “paid” yang berarti anak dan “agogos” yang berarti memimpin. Oleh karena itu, pedagogi dapat diartikan sebagai “seni dan ilmu mengajar anak”.39 Menurut John Dewey “Pendidikan merupakan proses pembentukan kecakapan mendasar, secara intelektual dan mendasar ke arah alam sesama manusia”.40 Frederick J. Mc Donald beropini bahwa “Pendidikan merupakan suatu proses atau aktivitas yang diarahkan buat merubah tabiat”.41 38Harianto GP, Biblical Hebrew: An Introductory Syntax and Grammatical (Harianto GP, 2019), https://books.google.co.id/ books?id=xya%5C_DwAAQBAJ. 39Rudi Susilana, Ilmu Dan Aplikasi Pendidikan - Google Books (Grasindo, 2007), http://books.google.com.my/books?id=B8cfnF69lOEC&pg=PA209&dq=pe nggunaan+multimedia+dalam+pendidikan&hl=en&sa=X&ei=OyILUdzMH oTJrAfQmYHwBQ&ved=0CEUQ6AEwBTgK#v=onepage&q&f=false. 40M Ali, Pendidikan Untuk Pembangunan Nasional: Menuju Bangsa Indonesia Yang Mandiri Dan Berdaya Saing Tinggi (Imtima, 2009), https://books.google.co.id/books?id=g3ZUyBYo94YC. 41Mappasiara, Filsafat Pendidikan Islam, Inspiratif Pendidikan, vol. 6 (Deepublish, 2017), https://doi.org/10.24252/ip.v6i2.5231.


26 l Hadits - Hadits Pendidikan Tokoh pendidikan lain yang pula sangat berpengaruh pada global pendidikan nasional merupakan Ki Hajar Dewantara (1889–1959), mengungkapkan bahwa “Pendidikan merupakan segala daya upaya buat memajukan budi pekerti, pikiran dan jasmani anak, supaya bisa memajukan kesempurnaan hayati yaitu hayati dan menghidupkan anak yang selaras menggunakan alam dan masyarakatnya”. 42 Dari pengertian pendidikan yang dikemukakan di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah suatu proses yang dilaksanakan secara terencana dan langsung untuk mendidik, mendewasakan, dan meningkatkan taraf hidup anak secara utuh dimana saja, kapan saja dan untuk segala usia. Dalam hal ini, pendidikan dapat dikatakan sebagai life-long process43 dari manusia sejak dilahirkan sampai akhir hayat. Dengan demikian, objek pendidikan adalah murid atau orang yang menerima dan menjalani proses pendidikan, yang dilangsungkan oleh subjek pendidikan, atau pun yang dialami langsung oleh objek melalui pengalaman sehari-hari, dan relasi objek dengan subjek dan objek lain serta relasi dengan alam. 42 M P Prof. Dr. Ir. Amos Neolaka and S.P.M.P. Grace Amialia A. Neolaka, Landasan Pendidikan Dasar Pengenalan Diri Sendiri Menuju Perubahan Hidup: Edisi Pertama (Kencana, 2015), https://books.google.co.id/books?id=7BVNDwAAQBAJ. 43M P Aliet Noorhayati Sutisno and S.S.M.P. Leo Muhammad Taufik, PENGANTAR DIDAKTIK Edisi Revisi (Penerbit K-Media, n.d.), https://books.google.co.id/books?id=AoU6EAAAQBAJ.


Hadits – Hadits Pendidikan l 27 C. Objek Pendidikan Islam Pendidikan Islam memiliki dua jenis objek, yaitu objek material dan objek formal. Ilmu materi pendidikan Islam adalah perilaku muslim dalam pergaulan dengan orang lain. Pergaulan berlangsung sangat lama, asalkan berusaha mencapai kedewasaan pribadi, keluarga dan masyarakat. Dalam bidang pendidikan disebutkan bahwa perilaku manusia merupakan cerminan dari keinginan dan tujuan manusia yang bersangkutan.44 Secara formal, objek pendidikan Islam adalah situasi pendidikan yang menampilkan beberapa unsur terpadu antara lain; tujuan pendidikan, pendidik,peserta didik, metode, materi, penilaian (evaluasi) dan konteks sosiokultural. D. Objek Ilmu Pendidikan Islam Ditinjau dari Hadits صلى الله عليه وسلم Rasulullah 1. Hadits tentang tujuan Pendidikan Tujuan pendidikan Islam adalah membimbing peserta didik untuk menemukan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat sesuai sabda Nabi صلى الله عليه وسلم. 45 َّ ل َ ُّ ص َِِّب ا الن َ و ِبِ ُ ْدع َ َن ي َكا ٍ ة َ ْو َع ُّي د ا أَ ً َس ُ أَن ة َ اد َ ت َ أََل ق َ اَل س َ ق ِ و ْ لَي َ ع ُ ى ا َّّلل ا ِف َ ن ِ َّ } آت م ُ ه َّ ُوُل الل ق َ ا ي َ و ِبِ ُ ْدع َ ي ٍ ة َ ْو َع د ُ َر ْكث َن أَ اَل َكا َ ق َ َر ْكث أَ َ م َّ ل َ س َ و 44M P Dr. H. Danny Meirawan and M E Prof. Dr. H. Engkoswara, Kepemimpinan Dan Manajemen Pendidikan Masa Depan (PT Penerbit IPB Press, 2019),https://books.google.co.id/books?id=pTESEAAAQBAJ. 45S M N al-Albani, Mukhtasar Shahih Muslim: (Ringkasan) Hadits Kitab Shahih Muslim (Shahih, 2016), https://books.google.co.id/books?id=zrrUCwAAQBAJ.


28 l Hadits - Hadits Pendidikan ٌ َس َن أَن َكا َ اَل و َ َّاِر { ق َب الن َذا َ ا ع َ ن ِ ق َ ً و ة َ ن َ َس ةِ ح َ ر ِف اْْلخِ َ ً و ة َ ن َ َس ا ح َ ي ْ دن ال ُّ َ ا ِبِ َ َع د ٍ ة َ ْو َع ِد ب َ و ُ ْدع َ ْن ي أَ َ اد َ ذَا أَر ِ إ ِ يو ِ ا ف َ ا ِبِ َ َع د ٍ اء َ ُع ِد ب َ و ُ ْدع َ ْن ي أَ َ اد َ ذَا أَر ِ إ َ ا ف Artinya: “Pada suatu ketika, Qatadah pernah bertanya kepada Anas; 'Hai Anas, do‟a apa yang sering diucapkan Rasulullah صلى الله عليه وسلم]' ?Anas] menjawab; 'Sesungguhnya Rasulullah صلى الله عليه وسلم sering membaca do‟a yang berbunyi: 'Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa api neraka.' Perawi hadits ini berkata; 'Ketika Anas hendak berdoa, maka ia senantiasa membaca doa tersebut. Dan ketika ia hendak membaca doa yang lain, maka ia selalu menyertakan doa tersebut”. 46 Tujuan pendidikan Islam yang paling mulia adalah untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat dan merupakan tujuan terpenting yang berkaitan dengan mata pelajaran pendidikan Islam dalam diri peserta didik, sehingga keterampilan (minat/bakat/skill) peserta didik dapat dilahirkan dan tumbuh. Tanpa adanya ilmu dan bakat yang terasah hidup akan terasa keras dan sengsara. Tujuan lain pendidikan Islam yang dicanangkan oleh Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم adalah menyempurnakan akhlak manusia, sebagaimana dikemukakan oleh Imam Ahmad dalam kitabnya.47 46 https://ilmuislam.id/hadits/28693/hadits-muslim-nomor-4855 47A.I.M.I. Hanbal, Musnad Al-Im{\=a}m Ahmad Ibn Hanbal: Muntahab Kanz Al-‟im{\=a}l F{\=\i} Sunan Al-Aqw{\=a}l Wa-{\u{a}}lAf‟{\=a}l Lil-Muttaq{\=\i} {\u{a}}l-Hind{\=\i} (al-Maktab alisl{\=a}m{\=\i}, 1895), https://books.google.co.id/books?id=JkO8oQEACAAJ.


Hadits – Hadits Pendidikan l 29 ََّمدِ ُُم ْ َن ع ََّمدٍ ُُم ُ ْن ِزيِز ب َ الْع ُ د ْ ب َ ا ع َ دث َن َّ َ اَل ح َ وٍر ق ُ ْص ن َ م ُ ْن ب ُ يد ِ ع َ ا س َ دث َن َّ َ ح َ َ ق ة َ ر ْ ي َ ر ُ أَِِب ى ْ َن ٍح ع ِ ال َ أَِِب ص ْ َن يٍم ع َكِ ِن ح ْ اِع ب َ ق ْ َع الْق ْ َن ََل َن ع ْ َج ِن ع ْ ب اَل ْ ََلِق اْْلَخ َ ح ِ ال َ َ ص م ِ َُتّ ْ ُت ْلِ ث ِ ع ُ َّنَا ب َِّ إ َ م َّ ل َ س َ و ِ و ْ لَي َ ع ُ ى ا َّّلل َّ ل َ وُل ا َّّللِ ص ُ س َ اَل ر َ ق Artinya: “Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Manshur berkata; telah menceritakan kepada kami Abdul 'Aziz bin Muhammad dari Muhammad bin 'Ajlan dari Al Qa'qa' bin Hakim dari Abu Shalih dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: " bahwasanya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq yang baik”. 48 Jika kita melihat makna hadits di atas, kita dapat melihat bahwa tujuan pendidikan adalah untuk membentuk dan mewujudkan generasi yang berakhlak dan berbudi pekerti, karena pendidikan sesungguhnya adalah proses memanusiakan manusia49, yaitu melalui pendidikan manusia (peserta didik) didorong, dibimbing, diarahkan, dididik dan diajarkan ilmu pengetahuan, sehingga menjadi manusia yang berilmu sehingga mampu membedakan mana yang baik, mana yang buruk, mana yang hukumnya wajib dan mana yang haram, serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehingga terbentuk akhlak dan perilaku yang luhur dalam kehidupan sehari-hari. Analisis ini diperkuat dengan gambaran tentang hubungan antara moralitas dan pendidikan, dimana pemahaman tentang moralitas membantu merumuskan 48Hadist Ahmad no. 8595 49M P I Dr. M. Arfan Mu‟ammar, Nalar Kritis Pendidikan (IRCiSoD,2019),https://books.google.co.id/books?id=0IjADwAAQBAJ.


30 l Hadits - Hadits Pendidikan tujuan pendidikan, yaitu membentuk manusia agar berakhlak mulia, atau kepribadian utama yang dicirikan oleh keutuhan kepribadian yang utuh, pemahaman dan mengarah pada pembentukan manusia yang baik, berakhlak mulia, sempurna dan berkepribadian Islami50. Sehingga proses pembinaan akhlak menjadi salah satu tujuan pendidikan sesuai sabda Nabi صلى الله عليه وسلم 2. Hadits tentang pendidik Sebagai salah satu objek pendidikan pendidik juga mendapatkan tempat tersendiri dalam pendidikan Islam bahkan disebutkan dalam hadits صلى الله عليه وسلم bahwa pendidik adalah seorang mu‟alim yang memiliki derajat yang tinggi dalam agama ini, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: ى َّ ل َ وُل ا َّّللِ ص ُ س َ اَل ر َ ُُثَّ ق ْ َ ُكم َْن لَى أَد َ ي ع ِ َ ْضل َكف ِدِ اب َ لَى الْع َ ِ ع ِ اِل َ الْع ُ َ ْضل ف َّت َّ َ ِض َي ح َ اْْلَر َ ِت و ا َ و َ َّسم ال َ ْل أَى َ و ُ و َ َكت ِ ََلئ َ م َ و َ ن ا َّّلل َّ ِ إ َ م َّ ل َ س َ و ِ و ْ لَي َ ع ُ ا َّّلل ُ َّت ا ْل َّ َ َح ا و َ ِرى ْ ُح ِف ج َ لَة ْ َّم . ورواه الن َ ر ْ ي َّا ِس ا ْْلَ ِم الن ِ لّ َ ع ُ لَى م َ وَن ع ُّ ل َ ُص َت لَي و الرتميذي( Artinya: “Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah adalah seperti keutamaan antara aku dan yang paling rendah di antara kalian,” kata صلى الله عليه وسلم “Sesungguhnya Allah, para malaikat-Nya, penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang ada di bebatuan dan di ikan, berdoa agar seorang pendidik mengajarkan kebaikan (ilmu)”.51 50Muhammad Basyrul Mufid,”konsep pendidikan agama islam dalam tinjauan hadist(studianalisis tentang pendidikan),”Tarbawiyah Jurnal Ilmiah Pendidikan 4,no.1(2020): 1,https://doi.org/10.32332/tarbawiyah.v4i1.1733. 51Meski Hadits ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam kitab Sunan-nya, pada bab Ma Ja’a fi fadhli al-fiqhi ‘ala al-‘Ibadah, nomor 2.609.


Hadits – Hadits Pendidikan l 31 Muallim dalam hadits ini adalah seorang pendidik yang selalu mencurahkan dan memberikan ilmu kepada anak didiknya. Dengan maksud agar peserta didik tumbuh menjadi generasi yang baik dan kompeten. Seorang guru ditempatkan pada kedudukan yang sangat mulia, karena ilmu dan ketakwaannya terhadap jamaah yang tidak sadar. Menuangkan dan memberikan ilmu serta membimbing peserta didik merupakan tugas dan tanggung jawab seorang pendidik kepada peserta didik.52 Seorang pendidik membawa amanah Ilahi untuk menerangi kehidupan umat manusia dan mengajar mereka untuk selalu taat, beribadah kepada Tuhan dan bertakwa. Dalam Hadits yang lain Rasulullah صلى الله عليه وسلم menjelaskan bagaimana pentingnya peran seorang pendidik dalam memajukan dan menghidupkan ilmu-ilmu Allah Subhanahu Wa Ta‟la agar bisa mencetak generasi berilmu dan berakhlak serta berguna bagi kehidupan masyarakat, agama dan bangsa.53 Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: Jika dilihat dari aspek sanadnya, hadits ini termasuk kategori hadits dha’if, karena di dalam sanadnya terdapat dua orang rawi yang lemah, yaitu; pertama, Al-Walid bin Jamil bin Qais (generasi tabi’in) yang dikomentari oleh Abu Zur’ah dengan layyinul hadits (haditsnya lemah), Ibnu Hajar mengomentarinya shaduq yukhti’u (jujur namun terdapat kesalahan), sedangkan Ibnu Hibban menggolongkannya dalam rawi yang tsiqah. 52Novan Ardi, Ilmu Pendidikan Islam (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2012) 53Muhammad Fu‟ad Abdul Baqi, Hadits Shahih Bukhari Muslim (Elex Media Komputindo, 2015), https://books.google.co.id/books?id=LI8DwAAQBAJ.


32 l Hadits - Hadits Pendidikan َ ن ِ م ُ و ُ ِزع َ ت ْ ن َ ا ي ً اع َ ز ِ ت ْ ان َ ْلم ِ لع ْ ُض ا ِ ب ْ ق َ ي َ ْلَ ن اّلل َّ ِ عن عبد هللا بن عمرو: إ ََذ َّت َّ ا ا ً م ِ ال َ ِق ع ْ ب ُ ي ْ ذَا َِل ِ َّت إ َّ َ ,ح ِ اء َ لَم ٌ ِض الْع ْ ب َ ق ِ ب َ ْلم ِ ُض الْع ِ ب ْ ق َ ي ْ ن لَكِ َ اد ,و َ ب ِ الْع ِ ْ َْي غ ِ ب ْ َو ْت َأَف لُوا ف ِ ئ ُ َس اْلً ,ف َ ه ُ ا ج ً ْس ُو ؤ ُ َّا ِس ر ْلٍم الن عِ ْ و ُّ َضل أَ َ ا و ْ و ُّ َ َضل ,ف (صحيح البخاري) Artinya: “Dari Abdullah bin Amru bin Al-As RA, ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, "Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan cara mencabutnya dari (dada) manusia, tapi Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama, sehingga ketika Dia tidak menyisakan seorang pun yang berilmu, maka orang-orang pun menjadikan pemimpin mereka orang-orang yang bodoh, kemudian mereka ditanya lalu mereka pun memberi fatwa tanpa ilmu, maka mereka sesat dan menyesatkan.”54 3. Hadits tentang peserta didik Peserta didik merupakan setiap orang yang meluangkan waktunya untuk belajar pada seorang pendidik. Peserta didik merupakan orang yang berada pada fase pertumbuhan dan perkembangan, baik secara fisik juga psikis. Dengan demikian ia tidak mampu disamakan dengan orang dewasa yang ukuran mini lantaran memiliki spesifikasi tersendiri. Peserta didik adalah objek yang sebagai penekanan primer pada penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran. Rasulullah صلى الله عليه وسلم pula sekali membicarakan mengenai keadaan peserta didik pada 54 HR. Bukhari & Muslim No. 79


Hadits – Hadits Pendidikan l 33 hadits-hadits yang beliau sabdakan. Diantara haditshadits yang menyampaikan mengenai peserta didik merupakan menjadi berikut: َ ف ُ ي ِ و ِ ب َُ اّلل ِ ِرد ُ ي ْ ن َ عن عبد هللا بن عباس: م ِن والرتم ْ ي ِ ّ ِف الد ُ و ْ ه ِ ّ ق ذي) Artinya: “Dari Abdullah ibnu Abbas, Rasulullah صلى الله عليه وسلمbersabda; „Siapa saja yang berusaha mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”.55 Hadits ini dapat dijadikan sebagai motivasi dan penyemangat bagi para pencari ilmu (peserta didik), bahwa seseorang yang berusaha menempuh jalan mencari ilmu dan ridha kepada Allah, tentunya Allah sendiri yang akan memudahkan jalan menuju surga baginya, kita dapat dikatakan bahwa menuntut ilmu adalah untuk Allah, dapat kita katakan bahwa mencari ilmu karena Allah sama dengan berjalan menuju surgaNya. Hal ini menandakan bahwa Allah SWT sangat menghargai para penuntut ilmu (peserta didik/santri /mahapeserta didik dan lain sebagainya) dengan Surga sebagai jaminan dan pahala bagi orang yang menuntut ilmu. Peserta didik sebagai salah satu komponen utama pendidikan harus mengetahui tingkat keterampilan, ciriciri perbedaan, hak dan kewajiban. Hadits memberikan wawasan tentang sosok Peserta didik ideal yang benarbenar memiliki ciri-ciri Peserta didik ideal. Al-Ghazali merumuskan etika Peserta didik mencari ilmu56 sebagai berikut: 55 HR. at-Tirmidzi no: 279


34 l Hadits - Hadits Pendidikan 1) Seorang pencari ilmu harus menahan diri dari perbuatan keji 2) Seorang peserta didik harus selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT 3) Seorang peserta didik hendaknya memusatkan perhatian atau konsentrasinya pada ilmu yang dipelajari/dipelajari 4) Seorang peserta didik tidak boleh membual tentang pengetahuannya 5) Tidak setiap peserta didik harus terlibat dalam perdebatan atau diskusi tentang semua ilmu 6) Peserta didik tidak boleh meninggalkan mata pelajaran sains yang terpuji 7) Seorang peserta didik tidak boleh memasuki satu bidang keilmuan secara bersamaan 4. Hadits tentang Metode Pendidikan Proses pembelajaran, guru membutuhkan suatu metode, agar materi dapat dengan mudah menjangkau peserta didik. Dengan metode tersebut, peserta didik dapat memahami materi yang diberikan oleh guru sehingga proses pembelajaran berlangsung secara efektif dan efisien. Hal ini secara langsung digambarkan oleh .صلى الله عليه وسلم Nabi Nabi صلى الله عليه وسلم ketika membimbing dan mendidik menggunakan berbagai metode pendidikan, antara lain metode pelajaran, metode diskusi, metode demonstrasi, metode cerita atau kisah, metode hadiah dan hukuman. Adapun yang berkaitan dengan metode pendidikan 56 Sakrim Miharja, “Peserta Didik Dalam Perspektif Hadits,” 2017, 52– 62


Hadits – Hadits Pendidikan l 35 adalah: metode keteladanan, kebiasaan dan hukuman, dialog atau tanya jawab, perumpamaan, ceramah, targhib dan tarhib, pengulangan dan amalan, metode mauizhah dan masih banyak metode lain yang diajarkan oleh Nabi kepada kita semua melalui haditsnya, baik qauli, fi'li dan taqrir. 5. Hadits tentang Materi Pendidikan Materi pembelajaran (bahan ajar) adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang perlu dikuasai peserta didik untuk memenuhi standar kompetensi yang telah ditetapkan. Eksistensi hadits Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم memungkinkan kita untuk belajar tentang mata pelajaran seperti aqidah, ibadah, moral, fisik, sosial, intelektual dan pendidikan seksual. Oleh karena itu, sebagai hamba, kita harus belajar untuk menyeimbangkan berbagai kebutuhan pendidikan sesuai hadits yang dicontohkan oleh Nabi dan kita juga harus mengajar dari akar rumput kepada peserta didik kita agar kita dapat menjadi hamba Allah yang selalu mengikuti ajaran dari Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم 6. Hadits tentang penilaian Dilihat dari teori taksonomi Benjamin S. Bloom, jelas bahwa ranah psikologis yang dijadikan sasaran penilaian Nabi صلى الله عليه وسلم sebagai pelaksana perintah Allah sesuai dengan wahyu yang diturunkan adalah lebih berorientasi pada kapasitas. dan kemauan manusia untuk mengamalkan ajaran-Nya, dimana faktor psikomotor menjadi Selain faktor kognitif (pengetahuan/kehendak) juga menjadi sasaran.


36 l Hadits - Hadits Pendidikan Maksudnya Nabi صلى الله عليه وسلم sangat memper-hatikan kemampuan dan kemauan untuk melaksanakan suatu tugas/tanggung jawab dan perintah terhadap seseorang. Dengan kemungkinan melakukan tugas, dapat dilihat berapa banyak yang dapat melakukan tugas, itu disebut evaluasi oleh Nabi untuk menentukan tingkat atau level. Kompetensi seseorang dalam realisasi tugas. Jika kita mengamati dan dapat mengambil inspirasi dari dunia pendidikan, bahwa seorang guru jika ingin mengetahui tingkat kompetensi dan kemajuan belajar peserta didiknya maka perlu dilakukan evaluasi dengan mengadakan tes, tes dan dengan mengajukan pertanyaan kepada peserta didik terkait dengan mata pelajaran yang diberikan, sehingga nantinya seorang guru mengetahui tingkat kompetensi dan pemahaman peserta didik, yang kemudian dapat dipantau untuk meningkatkan dan lebih mengembangkan keterampilan dan pemahaman mereka.57 Dalam sebuah riwayat disebutkan: ُ ْن اب َ و ُ ى َ , و دٍ ُ أُح َ م ْ و َ ي ُ َضو َ ر َ َ ص ع وُل اّلل ُ س َ ن ر عن عبد هللا بن عمر: أَ َّ َ ة َ َ َشر ع َ ََخْس ُ ْن اب َ أََن َ ِق,و َ ْد ن ا ْْلَ َ م ْ و َ َضِِن ي َ ر َ ع ِِن ُُثَّ ْ ز َُيِ ْ لَم َ ً,ف ة َ ن َ َ س ة َ َ َشر ع َ ع َ ب ْ أَر ِِن وروا البخاري( ُ از َ َأُج ً, ف ة َ ن َ س Artinya: “Dari Ibnu Umar ra berkata: “Rasulullah صلى الله عليه وسلم menguji kemampuan ku berperang pada hari perang Uhud, ketika aku berusia empat belas tahun, lalu beliau tidak mengizinkanku. Dan beliau mengujiku kembali 57K.H.M.I. Ruchiyat, Ringkasan Shahih-Al-Bukhari: Arab-Indonesia (Penerbit Mizan, 1997), https://books.google.co.id/books?id= E4y0ngEACAAJ


Hadits – Hadits Pendidikan l 37 pada hari perang Khandaq ketika aku berusia lima belas tahun, lalu beliau mengizinkan aku”58 Makna hadits diatas dapat dijadikan sebagai tumpuan dalam proses kelulusan. Artinya, jika kemampuan peserta didik dalam menguasai materi (mata pelajaran) kurang, sebaiknya seorang guru tidak membawanya ke jenjang yang lebih tinggi, telaah secara mendalam sehingga ia dapat segera menguasai dan memahami subjek. Hal ini digambarkan oleh Nabi dalam hadits ketika ia membentuk Ibnu Umar (Abdullah bin Umar) yang saat itu berusia 14 tahun untuk ikut berperang, namun Nabi telah mencoba kemampuannya belum selesai, maka dia dilarang masuk perang, namun ketika berusia 15 tahun ia kembali diuji oleh Nabi dan ternyata keahliannya sudah dimilikinya, sehingga ia diperbolehkan untuk ikut berperang. Pendidikan di perguruan tinggi Islam, peserta didik dapat pindah ke tingkat yang lebih tinggi atau peserta didik dapat mengubah buku, ketika mereka lulus sebelum ujian kelulusan. Jika dia bisa menguasai buku itu, dia boleh melanjutkan ke buku berikutnya, tetapi jika dia belum menguasai buku itu, dia harus masuk lebih dalam dan memahaminya lagi. 7. Hadits tentang konteks sosio-kultural Lingkungan hidup pada dasarnya adalah segala sesuatu yang melingkupi kehidupan manusia, baik fisik, seperti alam, alam semesta dan segala isinya, maupun non fisik serta sosial dan budaya, yang dapat 58 HR. Bukhari No. 2664


38 l Hadits - Hadits Pendidikan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan manusia di rumah, baik secara langsung maupun tidak langsung sangat berpengaruh dalam menentukan unsur pernyataan yang akan digunakan.59 Bahkan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم ketika mengutus Mu'adz bin Jabal radhiyallahu'anhu ke Yaman60, beliau bersabda kepadanya: ُ ة َ اد َ َشه ِ و ْ لَي ِ إ ْ م ُ ه ُ َْدع ا ت َ وَل م َّ أَ ْ ُكن َ َْلي ِب, ف ا َ ت ِل الْكِ ْ أَى ْ ن ِ ا م ً م ْ َو ِِْت ق َ َك َت َّ ن ِ إ ا ْ ُو د ِ ّ ح َ و ُ ْن ي ََل أَ ِ ُ ف رواية: إ ْل هللا َِّ إ َ لَو ِ ْن َْل إ َك أَ ِ َذل ِ ُ َك ل َطَاع ا ْ م ُ ْن ى ِ إ َ ف َ هللا ْن ِ إ َ لَة, ف ْ لَي َ و ٍ م ْ و َ ِ ي ّ ٍت ِف ٌكل ا َ لَو َ ص َ ََخْس ْ ِهم ْ لَي َ َ َض ع َر ْت اف َ ن هللا أَ َّ ْ م ُ ه ْ م ِ ل ْ َأَع ف ْ ِهم ِ ائ َ ي ِ ْغن أَ ْ ن ِ ُذ م َ ْخ ُؤ ت ً َة ق َ د َ ْ ص ِهم ْ لَي َ َ َض ع َر ْت اف ََ ن اّلل َك أَ َّ ِ َذل ِ ُ َك ل أَطَاع ْ م ُ ى َ َر ُق لَى ف َ ع ّّ د َ ُر ت َ ِق ف َّ الت َ , و ْ م ِِ اَل َ و ْ ِم أَم ِ ائ َ َكر َ ََّّيَك و ِ إ َ َك ف ِ َذل ِ ُ َك ل أَطَاع ْ م ُ ْن ى ِ إ َ ,ف ْ ِهم ِ ائ ٌب ا َ َْ َي ِهللا حِ ج ب َ ا و َ َه ن ْ ي َ ب َ ْس لَي ُ و َّ ن ِ إ َ ف ِ م ْ ظْلُو َ َ الْم ة َ ْو َع د Artinya: “Sungguh kamu akan mendatangi kaum ahlul kitab (Yahudi dan Nasrani) maka hendaklah pertama kali yang kamu dakwahkan kepada mereka adalah syahadat La Ilaha Illallah. Dalam riwayat yang lain disebutkan: Ajak mereka mentauhidkan Allah. Jika mereka mematuhi apa yang telah kamu dakwahkan, maka sampaikan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan atas mereka shalat lima waktu dalam sehari semalam. Jika mereka mematuhi apa yang telah kamu dakwahkan, maka sampaikan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan atas mereka zakat, yang diambil dari orang-orang kaya di antara mereka dan diberikan kepada orang-orang fakir diantara 59 Sutarto, “Lingkungan Pendidikan Dalam Perspektif Al Quran Dan Implikasinya Terhadap Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak,” Edukasi Islami 08, no. 02 (2019): 287–308 60Muhammad Fu‟ad Abdul Baqi, Hadits Shahih Bukhari Muslim.


Hadits – Hadits Pendidikan l 39 mereka. Dan jika mereka mematuhi apa yang kamu sampaikan, maka janganlah kamu ambil sebagai zakat dari harta yang paling mereka sukai. Dan takutlah kamu dari doanya orang-orang yang dizalimi, karena sesungguhnya tidak ada penghalang antara doanya dengan Allah.”61 Hadits diatas Rasulullah صلى الله عليه وسلم menjelaskan kepada Mu‟adz tentang keadaan peserta didik yang akan ditemui oleh mu‟adz bin jabal di medan dakwahnya. Hal ini dirasa sangat penting dilakukan karena dalam kajian objek pendidikan mengetahui sosio-kultural peserta didik akan menambah khazanah seseorang tentang langkah-langkah dan pendekatan apa yang akan digunakan dalam mendidik peserta didiknya. 61HR. Ibnu Taimiyyah No: 15


Click to View FlipBook Version