The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by LATIFA SALSABILA ANISA UDIYANI -, 2023-06-08 00:48:06

hadits hadits pendidikan complete

hadits hadits pendidikan complete

40 l Hadits - Hadits Pendidikan BAB V METODE PENDIDIKAN (Naura Azifa, Nursyafna) A. Pengertian Metode Kata metode berasal dari bahasa Yunani. Secara etimologi, kata metode berasal dari dua suku kata, yaitu meta dan hodos. Meta berarti “melalui” dan hodos berarti “jalan atau cara”62. Dalam bahasa arab metode dikenal dengan istilah thariqah yang berarti langkahlangkah strategis yang harus di persiapkan untuk melakukan suatu pekerjaan.63 Sedangkan dalam bahasa inggris metode disebut method yang berarti cara.64 Sedangkan menurut terminology memberikan definisi yang beragam tentang metode, terlebih jika metode itu sudah disandingkan dengan kata pendidikan atau pengajar diantaranya : 1. Winarno Surakhmad65, bahwa metode adalah cara yang fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan. 2. Abu Ahmadi66, bahwa metode adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang dipergunakan oleh seorang guru atau instruktur. 62Ramayulis dan Samsu Nizar, 2009, Filsafat Pendidikan Islam Telaah Sistem Pendidikan dan Pemikiran Para Tokohnya, Jakarta : Kalam Mulia, hal.209 63Shalih Abd.Al-Aziz, 119 H, At-Tarbiyah Wa Thuriq Al-Tadris, Kairo, Maarif, ha196 dan dalam Ramayulis, 2008, Metodologi Pendidikan Agama Islam, Jakarta : Kalam Mulia, hal. 2-3 64John M Echol dan Hasan Shadily, 1995, Kamus Inggris Indonesia, Jakarta : Gramedia Pustaka Utama, hal.379 65Surakhmad, 1998, Pengantar Interaksi Belajar Mengajar, Bandung : Tarsito, hal. 96


Hadits – Hadits Pendidikan l 41 3. Ramayulis67, bahwa metode mengajar adalah cara yang dipergunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan peserta didik pada saat berlangsungnya proses pembelajaran. Dengan demikian metode mengajar merupakan alat untuk menciptakan proses pembelajaran. 4. Omar Mohammad68, metode mengajar bermakna segala kegiatan yang terarah yang dikerjakan oleh guru dalam rangka kemestian-kemestian mata pelajaran yang diajarkannya, ciri-ciri perkembangan muridnya untuk mencapai proses belajar yang diinginkan dan perubahan yang dikehendaki pada tingkah laku mereka. Beberapa hal yang harus ada dalam metode adalah : a. Adanya tujuan yang hendak dicapai. b. Adanya aktivitas untuk mencapai tujuan. c. Aktivitas itu terjadi saat proses pembelajaran berlangsung. d. Adanya perubahan tingkah laku setelah aktivitas itu dilakukan. B. Dasar Metode Pendidikan Islam 1. Dasar Agamis, Pendidikan Islam mewajibkan kita menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan syariat Islam. Sedangkan Agama islam mengharuskan kita merujuk pada al-Qur‟an dan 66Abu Ahmadi, 2005, Strategi Belajar Mengajar, Bandung : Pustaka Setia, hal. 52 67Ramayulis, Metodologi, hal. 3 68Omar Mohammad, 1979, Falsafah Pendidikan Islam, Jakarta : Bulan Bintang, hal. 553


42 l Hadits - Hadits Pendidikan Hadits. Oleh karena itu metode yang paling tepat untuk digunakan dalam proses pembelajaran oleh pendidik hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan yang muncul secara efektif dan efisien yang berdasarkan kepada nilai-nilai al-Qur‟an dan Hadits. 2. Dasar Biologis, Perkembangan biologis manusia mempunyai pengaruh dalam perkembangan biologis seseorang. Untuk itu dalam menggunakan metode pendidikan islam seorang guru harus memperhatikan perkembangan biologis peseta didik. 3. Dasar Psikologis, Kondisi psikologis peserta didik akan memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap penerimaan nilai pendidikan dan pengetahuan yang dilaksanakan, dalam kondisi yang labil pemberian ilmu pengetahuan dan internalisasi nilai akan berjalan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Untuk itu seorang pendidik dituntut untuk mengembangkan potensi psikologis yang tumbuh pada peserta didik. Sebab dalam konsep islam akal termasuk dalam tataran rohani. 4. Dasar Sosiologis, saat pembelajaran berlangsung berlangsung ada interaksi antara peserta didik dengan peserta didik dan ada interaksi antara pendidik dengan peserta didik, maka penggunaaan metode dalam pendidikan islam harus memperhatikan landasan atau dasar ini, jangan sampai terjadi ada metode yang digunakan tapi tidak sesuai dengan kondisi sosiologis peserta didik, jika ini terjadi bukan mustahil tujuan pendidikan sulit untuk dicapai.


Hadits – Hadits Pendidikan l 43 C. Macam-Macam Metode Pendidikan Islam 1. Metode Ceramah Metode ceramah adalah cara penyampaian inforemasi melalui penuturan secara lisan oleh pendidik kepada peserta didik. Prinsip dasar metode ini terdapat di dalam al-Qur‟an : َّنَا َِّ إ ُ َّاس ا الن َ ه ُّ أَي َ ِ َّي ّ ق َ ا ْل ِ ْ َْي غ ِ ِض ب ْ ْْلَر ُوَن ِف ا غ ْ ب َ ي ْ م ُ ذَا ى ِ إ ْ م ُ اى َ لََّمآ أَجن َ ف ا َ ِ ُكم ِب ُ ئ ِ ّ ب َ ن ُ ن َ ف ْ ُكم ُ ع ْجِ ر َ ا م َ ن ْ لَي ِ ا ُُثَّ إ َ ي ْ دن ال ُّ ِ اة َ ي َ ا ْل َ اع َ َّمت ُكم ُسِ لَى أَنف َ ع ْ ُكم ُ ي ْ غ َ ب لُ َ م ْ َع ت ْ ُم ُك وَن نت Artinya: “Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka, tibatiba mereka membuat kezaliman di muka bumi tanpa (alasan) yang benar. Hai manusia, Sesungguhnya (bencana) kezaliman mu akan menimpa dirimu sendiri (hasil kezalimanmu) itu hanyalah kenikmatan hidup duniawi, kemudian kepada Kami-lah kembalimu, lalu Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan” (Q.S. Yunus, 10 : 23). 2. Metode tanya jawab Metode tanya jawab adalah suatu cara mengajar dimana seorang guru mengajukan beberapa pertanyaan kepada murid tentang bahan pelajaran yang telah diajarkan atau bacaan yang telah mereka baca. Prinsip dasar metode ini terdapat dalam hadits tanya jawab antara Jibril dan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم tentang iman, islam, dan ihsan. Selain itu ada juga hadits yang lainnya seperti hadits berikut ini :


44 l Hadits - Hadits Pendidikan ِِن ْ ع َ ي ٌ ْكر َ ا ب َ دث َن َّ َ ُ ح ة َ ب ْ ي َ ت ُ اَل ق َ ق َ ْ ٌث ح و ا لَي َ دث َن َّ َ ح يدٍ ِ ع َ س ُ ْن ب ُ ة َ ب ْ ي َ ت ُ ا ق َ دث َن َّ َ ح َ ُُم ْ َن ع ِ اد َ ِن ا َْل ْ اب ْ َن ا ع َ ََل َُه كِ َ ُ َضر م َ ْن اب ِن ْ ب َ ة َ لَم َ أَِِب س ْ َن ع َ يم ِ اى َ ر ْ ب ِ ِن إ ْ ب َّمدِ ِف َ اَل و َ ق َ م َّ ل َ س َ و ِ و ْ لَي َ ع ُ ى ا َّّلل َّ ل َ وَل ا َّّللِ ص ُ س َ ن ر َ أَ َّ ة َ ر ْ ي َ ر ُ أَِِب ى ْ َن ِن ع َّ ْْحَ الر دِ ْ ب َ ع ْ ُم ت ْ أَي َ ُوُل أَر ق َ ي َ َّم ل َ س َ و ِ و ْ لَي َ ع ُ ى ا َّّلل َّ ل َ وَل ا َّّللِ ص ُ س َ ر َ ع ُ ََسِ و َّ ْكٍر أَن َ ِث ب ي دِ َ ْ ح لَو ْ ن ِ َى م ق ْ ب َ ي ْ َل ٍت ى ا َّ ر َ م َ ََخْس ٍ م ْ و َ ُك َّل ي ُ ْو ن ِ م ُ ل َسِ ت ْ غ َ ي ْ ُكم دِ َ ِب أَح ا َ ب ِ ا ب ً ر ْ َه ن ن أَ َّ ِت ا َ صلَو َّ ال ُ َل ث َ َك م ِ ََذل اَل ف َ ق ٌ ء ْ َشي ِ و ِ ن َ ر َ د ْ ن ِ َى م ق ْ ب َ الُوا َْل ي َ ق ٌ ء ْ َشي ِ و ِ ن َ ر َ د َ ن ا ْْلَطَاَّي َّ ِبِِ ُ و ا َّّلل ُ َْح ِس ُّي ْ َم ا ْْل . Artinya: “Hadits Qutaibah ibn Sa‟id, hadits Lâis kata Qutaibah hadits Bakr yaitu ibn Mudhar dari ibn Hâd dari Muhammad ibn Ibrahim dari Abi Salmah ibn Abdurrahmân dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: Bagaimana pendapat kalian seandainya ada sungai di depan pintu salah seorang di antara kalian. Ia mandi di sana lima kali sehari. Bagaimana pendapat kalian? Apakah masih akan tersisa kotorannya? Mereka menjawab, tidak akan tersisa kotorannya sedikitpun. Beliau bersabda: Begitulah perumpamaan sholat lima waktu, dengannya Allah menghapus dosa-dosa”. 69 3. Metode diskusi Metode diskusi adalah suatu cara penyajian/ penyampaian bahan pelajaran dimana pendidik memberikan kesempatan kepada peserta didik/ membicarakan dan menganalisis secara ilmiyah guna mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan atau menyusun berbagai alternative pemecahan atas sesuatu 69Lidwa Pusaka Kitab Bukhari no 497


Hadits – Hadits Pendidikan l 45 masalah. Abdurrahman Anahlawi menyebut metode ini dengan sebutan hiwar (dialog). 4. Metode Pemberian Tugas Metode pemberian tugas adalah suatu cara mengajar dimana seorang guru memberikan tugas-tugas tertentu kepada murid-murid, sedangkan hasil tersebut diperiksa oleh guru dan murid harus mempertanggung jawabkannya. 5. Metode Demontrasi Metode demontrasi adalah suatu cara mengajar dimana guru mempertunjukan tentang proses sesuatu, atau pelaksanaan sesuatu sedangkan murid memperhatikannya. Prinsip dasarnya terdapat dalam hadits yang berbunyi: ُب و ُّ ا أَي َ دث َن َّ َ اَل ح َ ِب ق ىا َّ َ الْو ُ د ْ ب َ ا ع َ دث َن َّ َ اَل ح َ َّن ق َّ َ ث ُ الْم ُ ْن ب ُ ََّمد ُُم ا َ دث َن َّ َ ح ِ ال َ ا م َ دث َن َّ َ اَل ح َ ق َ ة َ ََلب ِ أَِِب ق ْ َن ع َ م َّ ل َ س َ و ِ و ْ لَي َ ع ُ ى ا َّّلل َّ ل َ ِ ص ّ َِِّب ََل الن ِ ا إ َ ن ْ ي َ ٌك أَت وُل ا َّّللِ ُ س َ َن ر َكا َ ً و لَة ْ لَي َ ا و ً م ْ و َ ي َ ْشِرين عِ ُ ه َ ْد ن ا عِ َ ن ْ َم َأَق وَن ف ُ اِرب َ ق َ ت ُ ٌ م ة َ ب َ َشب ُ ََنْن َ و َ َه ْشت َْد ا ن أَََّن ق لََّما ظَ َّ َ ا ف ً يق ِ ف َ ا ر ً يم َحِ ر َ م َّ ل َ س َ و ِ و ْ لَي َ ع ُ ى ا َّّلل َّ ل َ ْ ص ا أَو َ لَن ْ ا أَى َ ن ْ ي ْ ي ُكم ِ ل ْ ََل أَى ِ وا إ ُ ع ْجِ اَل ار َ ق ُ ه َ َن ْ ر َ ب ْ َأَخ ف َ ََن ْد ع َ ا ب َ ْكن َ َر ت ْ َ َّمن ا ع َ أَلَن َ ا س َ ن ْ ق َ ْشت َْد ا ق ا َ َظُه ف ْ ْ ْل أَح ا أَو َ َظُه ف ْ أَح َ اء َ ْشي أَ َ ذََكر َ و ْ م ُ وى ُ ر ُ م َ و ْ م ُ وى ُ م ِ لّ َ ع َ و ْ ِهم ي ِ وا ف ُ يم ِ َأَق ف وِِن أُ ُ ُم ت ْ أَي َ ا ر َ َكم وا ُّ ل َ َص و ي ِ لّ َ ص Artinya: “Hadits dari Muhammad ibn Muşanna, katanya hadits dari Abdul Wahhâb katanya Ayyũb dari Abi Qilâbah katanya hadits dari Mâlik. Kami mendatangi Rasulullah صلى الله عليه وسلم . dan kami pemuda yang sebaya. Kami tinggal bersama beliau selama (dua puluh malam) 20


46 l Hadits - Hadits Pendidikan malam. Rasulullah صلى الله عليه وسلم adalah seorang yang penyayang dan memiliki sifat lembut. Ketika beliau menduga kami ingin pulang dan rindu pada keluarga, beliau menanyakan tentang orang-orang yang kami tinggalkan dan kami memberitahukannya. Beliau bersabda: kembalilah bersama keluargamu dan tinggallah bersama mereka, ajarilah mereka dan suruhlah mereka. Beliau menyebutkan hal-hal yang saya hapal dan yang saya tidak hapal. Dan sholatlah sebagaimana kalian melihat aku sholat”.70 6. Metode eksperimen Suatu cara mengajar dengan menyuruh murid melakukan suatu percobaan, dan setiap proses dan hasil percobaan itu diamati oleh setiap murid, sedangkan guru memperhatikan yang dilakukan oleh murid sambil memberikan arahan. Dalam hal ini murid harus memiliki keberanian untuk menciptakan hal baru dan tidak takut akan kegagalan yang terus-menerus nantinya. Guru juga senantiasa bijak dalam mengamati dan melihat potensi yang di miliki murid serta memberi pujian agar semangat seorang murid meningkat. Prinsip dasar metode ini ada dalam hadits : دِ ْ ب َ ِن ع ْ ب يدِ ِ ع َ ْ س َن ٍ ع ّ ذَر ْ َن ع ُ َكم َ ا ا ْل َ دث َن َّ َ ُ ح ة َ ب ْ ُشع ا َ دث َن َّ َ اَل ح َ ق ُ م َ ا آد َ دث َن َّ َ ح اَل َ َق ِب ف ا َّ ِن ا ْْلَط ْ ب َ ر َ ُم ََل ع ِ إ ٌ ل ُ َج ر َ اء َ اَل ج َ ق ِ يو ِ أَب ْ َن َى ع ز ْ ِن أَب ْ ِن ب َّ ْْحَ الر ُ ْن ب ُ َ َّمار اَل ع َ َق ف َ اء َ ْب الْم ِص أُ ْ لَم َ ْ ُت ف ب َ ن ْ أَج ِّن ِ ِ ِب إ ا َّ ِن ا ْْلَط ْ ب َ ر َ م ُ ع ِ ٍر ل َسِ َّي َ َّما أََن أَ َ ِ و ّ َل ُص ت ْ لَم َ َت ف ْ َّما أَن َأَ َت ف ْ أَن َ َ و ٍر أََن َ ف َ َّا ِف س أَََّن ُكن ُ ْذُكر َ ا ت َ أَم ُّ َِِّب اَل الن َ َق ف َ م َّ ل َ س َ و ِ و ْ لَي َ ع ُ ى ا َّّلل َّ ل َ ِ ص ّ َِِّب لن ِ ْ ُت ل ََذَكر ْ ُت ف ي َّ ل َ َص ُت ف َّع ْك َ َم ت َ ف 70al-Bukhari no. 226


Hadits – Hadits Pendidikan l 47 َ ع ُ ى ا َّّلل َّ ل َ ُ ص ى ا َّّلل َّ ل َ ُّ ص َِِّب َ َب الن َ َضر َكَذا ف َ َك ى ي ِ ْكف َ َن ي َكا َّنَا َِّ إ َ م َّ ل َ س َ و ِ و ْ لَي ُ و َ ه ْ َج ا و َ م ِبِِ َ ح َ َس ا ُُثَّ م َ ِهم ي ِ ف َ َخ َف ن َ ْ َض و اْْلَر ِ و ْ في َكَّ ِ ب َ م َّ ل َ س َ و ِ و ْ لَي َ ع Artinya: “Hadits Adam, katanya hadits Syu‟bah ibn Abdurrahmân ibn Abzâ dari ayahnya, katanya seorang laki-laki datang kepada Umar ibn Khattâb, maka katanya saya sedang janabat dan tidak menemukan air, kata Ammar ibn Yasir kepada Umar ibn Khattâb, tidakkah anda ingat ketika saya dan anda dalam sebuah perjalanan, ketika itu anda belum sholat, sedangkan saya berguling-guling di tanah, kemudian saya sholat. Saya menceritakannya kepada Rasul صلى الله عليه وسلم .kemudian Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: ”Sebenarnya anda cukup begini”. Rasul صلى الله عليه وسلم memukulkan kedua telapak tangannya ke tanah dan meniupnya kemudian mengusapkan keduanya pada wajah”. 71 Hadits di atas tergolong syarîf marfu‟ dengan kualitas perawi yang sebagian tergolong siqah dan siqah hafiz, siqah subut. Menurut al-Asqalani, hadits ini mengajarkan sahabat tentang tata cara tayammum dengan perbuatan.72 Sahabat Rasulullah صلى الله عليه وسلم .melakukan upaya pensucian diri dengan berguling di tanah ketika mereka tidak menemukan air untuk mandi janabat. Pada akhirnya Rasulullah صلى الله عليه وسلم .memperbaiki ekperimen mereka dengan mencontohkan tata cara bersuci menggunakan debu. 71al-Bukhari no. 129 72 Al-Asqalani no. 444


48 l Hadits - Hadits Pendidikan 7. Metode Amsal/perumpamaan Yaitu cara mengajar dimana guru menyampaikan materi pembelajaran melalui contoh atau perumpamaan agar lebih memudahkan seorang murid untuk memahami apa yang ingin disampaikan. Prinsip metode ini terdapat dalam Hadits: َّ ي ِ َف َّ ق ِِن الث ْ ع َ ِب ي ىا َّ َ الْو ُ د ْ ب َ َ ع َن َ ر َ ب ْ أَخ ُ ْ ُظ لَو ف َّ الل َ َّن و َّ َ ث ُ الْم ُ ْن ب ُ ََّمد ُُم ا َ دث َن َّ َ ح ا َّّللِ ُ د ْ ي َ ب ُ ا ع َ دث َن َّ َ ح ِ و ْ لَي َ ع ُ ى ا َّّلل َّ ل َ ِ ص ّ َِِّب الن ْ َن ع َ ر َ ُم ِن ع ْ اب ْ َن ٍع ع ِ ف َ َن ْ َن ع ِ ه َذِ ََل ى ِ إ ُ ْي ِ َع ت َ ْيِ َم ن َ َْ َي الْغ ب ةِ َ ر ِ ائ َ الْع ِ شاة ِل ال َّ َ ث َ ِق َكم ِ اف َ ن ُ الْم ُ َل ث َ اَل م َ ق َ م َّ ل َ س َ و ً َّة ر َ م ِ ه َذِ ََل ى ِ إ َ ً و َّة ر َ م Artinya: “Hadits dari Muhammad ibn Mutsanna dan lafaz darinya, hadits dari Abdul Wahhâb yakni as- Śaqafi, hadits Abdullah dari Nâfi‟ dari ibn Umar, Nabi صلى الله عليه وسلم . bersabda: Perumpamaan orang munafik dalam keraguan mereka adalah seperti kambing yang kebingungan di tengah kambing-kambing yang lain. Ia bolak balik ke sana ke sini”. 73 Hadits di atas tergolong syarîf marfu‟ dengan kualitas perawi yang sebagian tergolong şiqah dan şiqah şubut, şiqah hâfiz, sedangkan ibn Umar adalah sahabat Rasulullah صلى الله عليه وسلم .Menurut ath-Thîby, orang-orang munafik, karena mengikut hawa nafsu untuk memenuhi syahwatnya, diumpamakan seperti kambing jantan yang berada di antara dua kambing betina. Tidak tetap pada satu betina, tetapi berbolak balik pada ke duanya. Hal tersebut diumpamakan seperti orang munafik yang tidak konsisten dengan satu komitmen. 73 Muslim no. 2146


Hadits – Hadits Pendidikan l 49 Perumpamaan dilakukan oleh Rasul صلى الله عليه وسلم .sebagai satu metode pembelajaran untuk memberikan pemahaman kepada sahabat, sehingga materi pelajaran dapat dicerna dengan baik. Matode ini dilakukan dengan cara menyerupakan sesuatu dengan sesuatu yang lain, mendekatkan sesuatu yang abstrak dengan yang lebih konkrit. Perumpamaan yang digunakan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم. sebagai satu metode pembelajaran selalu syarat dengan makna, sehinga benar-benar dapat membawa sesuatu yang abstrak kepada yang konkrit atau menjadikan sesuatu yang masih samar dalam makna menjadi sesuatu yang sangat jelas. 8. Metode Targhib dan Tarhib Yaitu cara mengajar dimana guru memberikan materi pembelajaran dengan menggunakan ganjaran terhadap kebaikan dan hukuman terhadap keburukan agar peserta didik melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan. Prinsip dasarnya terdapat dalam hadits berikut ini: ُ ْن ِزيِزب َ الْع ُ د ْ ب َ اع َ دث َن َّ َ ح ا َّّللِ دِ ْ ب دثَِِن َ اَل َّ َ ع ق َ ُن َ ح ا م ْ لَي ُ ْ س َن ع ِن ْ ِروب ْ ع أَِِب َم ْ َن ٍروع ْ َم ع ِن ْ ب يدِ ِ ع َ س أَِِب ِ ّ ِي ُ ُْب ق َ الْم يدٍ ِ ع َ ْ س َن و َّ َأَن ع أَِِب ة َ ر ْ ي َ ر ُ ال َ ى ق ُ ُ َ يل ِ ق َ ُ ول ُ س َ ر َ َّي ا َّّللِ َ ُ ْ ن َ َّا ِس ُ م الن د َ ع ْ َك أَس ِ ت َ اع َ َشف ِ ب َ م ْ و َ ي ِ الْق ِ ة َ ام َ ي اَل ق وُل َ ُ س َ ر ا َّّللِ ى َّ ل َ ُ ص ا َّّلل ِ و ْ لَي َ ع َ م َّ ل َ س َ ْ ُت و ن َ َ ْدظَن ْن لَق َأَ ة َ ر ْ ي َ ر ُ ى َ أَِب َ َّي أَلُِِن ْ َس َْلي ْ َن ع ِث ي دِ َ َذاا ْل َ وُل َّ ى ٌدأَ َ ْ َك أَح ن م ت ِ ْ أَي َ ار َ م ِ ل ْ ن ِ م ِص ُ َك ُ ْ ر َ ح لَى ِ ِث ع ي دِ َ ا ْل َّا ِس الن ُ د َ ع ْ أَس ِت َ اع َ َشف ِ ب َ م ْ و َ ي ِ ة َ ام َ ي ِ الْق َ م ْ اَل َ َ ن ق لَو ِ َْلإ ُ ْلا َّّلل َِّ إ ْ ن ِ ام ً ِص ال َ خ ِ و ِ َْلب ق ِ و ْسِ َف ن ْ أَو


50 l Hadits - Hadits Pendidikan Artinya: “Hadits Abdul Aziz ibn Abdillah katanya menyampaikan padaku Sulaiman dari Umar ibn Abi Umar dari Sâ‟id ibn Abi Sa‟id al-Makbârî dari Abu Hurairah, ia berkata: Ya Rasulullah, siapakah yang paling bahagia mendapat syafa‟atmu pada hari kiamat? Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: Saya sudah menyangka, wahai Abu Hurairah, bahwa tidak ada yang bertanya tentang hadits ini seorangpun yang mendahului mu, karena saya melihat semangatmu untuk hadits. Orang yang paling bahagia dengan syafaatku ada hari Kiamat adalah orang yang mengucapkan ”Lâilaha illa Allah” dengan ikhlas dari hatinya atau dari dirinya”. 74 Sanksi dalam pendidikan mempunyai arti penting, pendidikan yang terlalu lunak akan membentuk pelajar kurang disiplin dan tidak mempunyai keteguhan hati. Sanksi tersebut dapat dilakukan dengan tahapan sebagai berikut, dengan teguran, kemudian diasingkan dan terakhir dipukul dalam arti tidak untuk menyakiti tetapi untuk mendidik. Kemudian dalam menerapkan sanksi fisik hendaknya dihindari kalau tidak memungkinkan, hindari memukul wajah, memukul sekedarnya saja dengan tujuan mendidik, bukan balas dendam. Dengan memahami karakter seorang murid kita akan lebih mudah dalam menghadapi setiap tingkah lakunya. Memberi arahan dengan sabar serta mendengarkan keluh kesah yang sedang dihadapi dan memberi hadiah jika seorang murid mendapatkan prestasi yang baik. 74 al-Bukhari, t.t, I: 49


Hadits – Hadits Pendidikan l 51 9. Metode pengulangan (tikror) Yaitu cara mengajar dimana guru memberikan materi ajar dengan cara mengulang-ngulang materi tersebut dengan harapan siswa bisa mengingat lebih lama materi yang disampaikan. Prinsip dasarnya terdapat dalam hadits berikut : ُ دد َّ َ ُس ام َ دث َن َّ َ ُ ح ْن ب َ ْي ََي ا َ دث َن َّ َ ح َدٍ ى ْ ر َ ُس م ْ َن ع ِن ْ ِزب ْ ه َ يٍم ب َكِ دثَِِن اَل َّ َ َ ح ق ح أَِِب ْ َن ع ِ يو ِ أَب ا ْ ُت ق َل َ ع وَل ََسِ ُ س َ ر ا َّّلل ى ِ َّ ل َ ُ ص ا َّّلل ِ و ْ لَي َ ع َ م َّ ل َ س َ ُ و وُل ق َ ي ٌ ْل ي َ و ي ذِ َّ ل ِ ل ُث ِ ّ د َ ُب َُي ْكذِ َ ي َ ُ ْض ِح َك ف ي ِ ل ِ و ِ ب َ م ْ َو الْق ٌ ْل ي َ و ُ لَو ٌ ْل ي َ و ُ لَو Artinya: “Hadits Musaddad ibn Musarhad hadits Yahya dari Bahzâ ibn Hâkim, katanya hadits dari ayahnya katanya ia mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: Celakalah bagi orang yang berbicara dan berdusta agar orang-orang tertawa. Kecelakaan baginya, kecelakaan baginya”. 75 Satu proses yang penting dalam pembelajaran adalah pengulangan/latihan atau praktek yang diulangulang. Baik latihan mental dimana seseorang membayangkan dirinya melakukan perbuatan tertentu maupun latihan motorik yaitu melakukan perbuatan secara nyata merupakan alat-alat bantu ingatan yang penting. Latihan mental, mengaktifkan orang yang belajar untuk membayangkan kejadian-kejadian yang sudah tidak ada untuk berikutnya bayangan-bayangan ini membimbing latihan motorik. Proses pengulangan juga dipengaruhi oleh taraf perkembangan seseorang. 75As-Sijistani, t.t, II: 716


52 l Hadits - Hadits Pendidikan Kemampuan melukiskan tingkah laku dan kecakapan membuat model menjadi kode verbal atau kode visual mempermudah pengulangan. Metode pengulangan dilakukan Rasulullah صلى الله عليه وسلم .ketika menjelaskan sesuatu yang penting untuk diingat para sahabat.


Hadits – Hadits Pendidikan l 53 BAB VI PEDOMAN HIDUP SEKALIGUS DASAR PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN (Shafiah, Putri Adillah) A. Pengertian Al-Qur‟an adalah firman Allah yang Agung, berfungsi sebagai pedoman hidup bagi semua umat islam. Mempelajarinya bernilai ibadah dan mengamalkannya adalah suatu kewajiban. Seorang muslim harus bisa membaca Al-Qur‟an dengan benar sesuai dengan apa yang telah diajarkan oleh Nabi .صلى الله عليه وسلم Muhammad 76 Al-Qur‟an adalah kitab suci yang terakhir diturunkan Allah SWT melalui perantara malaikat jibril kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم .sebagai kunci dan penutup dari semua kitab suci yang pernah diturunkan oleh Allah SWT. kepada para nabi dan rasul yang diutus Allah sebelum Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم. Al-Qur'an adalah kitab yang bacaannya sangat teratur, ada bacaannya yang pendek dan panjang dan ada tempat dimana yang dibolehkan atau tidak dibolehkan berhenti, bahkan ada aturan irama dan etika saat membacanya. 77 Salah satu sumber belajar Umat Islam adalah Al-Qur‟an. Sebagaimana firman Allah yang terdapat dalam Q.S. Taha 20 : 113: 76Acep Iim Abdurohim, Pedoman Ilmu Tajwid Lengkap, (Bandung:Penerbit Diponegoro, 2003), hal.5 77 Sa‟dulloh, 9 Cara Praktis Menghafal Al-qur‟an, (Depok, Gema Insani, 2008), hal.1


54 l Hadits - Hadits Pendidikan ْ َو َن ا ْ ُو َّ ق ت َ ي ْ م ُ ه َّ ل َ لَع دِ ْ ي عِ َ الْو َ ن ِ م ِ و ْ ي ِ ا ف َ ْن ف َّ ر َ وص َّ ِّا ي بِ َ ر َ ً ع اَٰن ْ ُر ق ُ لْٰنو َ ْز ن َ َك ا ِ َك ٰذل َ و ا ً ْكر ِ ذ ْ م ُ ُث ََل ْدِ َُي Artinya: “Dan demikianlah Kami menurunkan Al-Qur‟an dalam bahasa Arab dan Kami telah menjelaskan berulang-ulang di dalamnya sebagian dari ancaman agar mereka bertakwa atau agar (AlQur‟an itu memberi pengajaran bagi mereka). Mempelajari Al-Qur'an dengan membaca, memahami serta mengamalkan isinya akan menjadikan pembacanya mendapat hidayah. Dan hidayah bagi orang yang mempelajari Al-Qur'an adalah suatu anugerah. Begitu sebaliknya, akan menjadi sesat dan sengsara bagi orang yang yang tidak mempelajarinya.78 Setiap mukmin mempunyai kewajiban dan tanggung jawab terhadap kitab sucinya. Di antara kewajiban dan tanggung jawabnya ialah mempelajari dan mengajarkannya yang merupakan suatu perbuatan yang mulia. Oleh karena itu orang yang paling mulia di sisi Allah adalah ahli Qur‟an yang senantiasa sibuk bersama Al-Qur‟an. Sebagaimana Sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم: ُ لّى هللا َ قال : قاَل رسوُل ا َّّللِ ص ُ ا َّّلل عنو َ َن رضي َن بن عفا عن عثما . ُ َّمو عل َ َن و آ ْ ُر الق َ م َّ ل َ َع ت ْ ن َ َْيُكم م م :خ َّ ل َ وس ِ و ْ لَي َ ع ( رواه البخاري) Artinya : “Dari Usman bin Affan ra, Rasulullah صلى الله عليه وسلم .bersabda, Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari alQur‟an dan mengajarkannya”. 79 78 Kadar M.yusuf, Tafsir Tarbawi, (Jakarta:Amzah, 2013), hal 52 79https://kemenag.go.id/islam/keutamaan-membaca-al-qur039anm1p42z


Hadits – Hadits Pendidikan l 55 Pada zaman Al-Fudhail rahimahullah sudah dijumpai orang yang dalam mengamalkan Al-Qur‟an hanya “sekedar membacanya” padahal sesungguhnya mengamalkan Al-Qur‟an lebih luas daripada sekedar membacanya saja, karena dalam Al-Qur‟an terdapat banyak ilmu aqidah, ibadah, mu‟amalah dan hukumhukum Islam yang harus kita amalkan. Al-Fudhail rahimahullah mengutarakan peristiwa yang beliau lihat di masanya : “Sesungguhnya Al-Qur‟an diturunkan untuk diamalkan, namun ternyata ada saja orang yang menjadikan (sebatas) membacanya sebagai sebuah bentuk pengamalannya”.80 Sesungguhnya orang paling mulia adalah orang yang mengamalkan Al-Qur‟an dalam kehidupan seharihari baik secara lahir maupun batin, sehingga seperti perilaku dan akhlaknya nabi sebagaimana teladan kita, Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم yang dipuji oleh Allah Ta‟ala perilaku dan sifatnya melalui Firman-Nya Q.S. Al-Qalam 68 : 4 ٍم ْ ي َظِ ٍق ع لُ ُ لٰى خ َ َك لَع َّ ن ِ ا َ و Artinya: “Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) berada di atas akhlak yang agung” (Q.S. Al-Qalam 68 : 4). Ummu al-Mu‟iminin, „Aisyah radhiyallahu „anha telah menjelaskan ayat ini sejelas-jelasnya ketika beliau ditanya oleh Sa‟ad bin Hisyam bin „Amir yang mengatakan: “Wahai Ummu al-Mu‟minin, sampaikanlah kepadaku tentang akhlak Rasulullah صلى الله عليه وسلم “?Lalu beliau 80https://muslim.or.id/56281-hadits-belajar-alquran.html


56 l Hadits - Hadits Pendidikan menjawab: “Bukankah engkau membaca al-Qur‟an?” Ia menjawab: “Tentu.” Lalu beliau menjawab: “Maka sesungguhnya akhlak Nabiyullah صلى الله عليه وسلم itu adalah AlQur‟an.”81 Di dalam hadits penuturan Anas bin Malik ra. juga dikatakan: ًقا (رواه أبو داود والرتمذي) كان النِب صلى الله عليه وسلم أحسن الناس خل Artinya: “Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم adalah manusia yang terbaik akhlaknya”. 82 Wajar saja akhlak Rasulullah صلى الله عليه وسلم begitu agung. Sebab, kata istri beliau, Bunda Aisyah ra. (saat beliau ditanya oleh para Sahabat tentang bagaimana akhlak :(.صلى الله عليه وسلم Rasulullah الَ َ ا ق َ ْه ن َ عائشة رضي ا َّّلل ع ْ عن َ و ِ ا َّّلل ّ ِِب َ ن ُ لُق ُ َن خ َكا ْت: " َن" رآ ْ ُق صلى الله عليه وسلم الْ ٍث طويٍل ي حدِ ِ لَة م ف ُُجْ ِ ل ْ ُس م ُ رواه . Artinya : “Dari Aisyah r.a dia berkata: Akhlak Rasulullah صلى الله عليه وسلم adalah Al-Qur‟an”. 83 Jika wujud akhlak agung Rasulullah صلى الله عليه وسلم adalah AlQur‟an maka meneladani akhlak agung beliau adalah dengan mengamalkan seluruh isi Al-Qur‟an. Tak hanya dalam urusan individu dan keluarga, tetapi juga dalam 82HR: Abu Dawud dan at-Tirmidzi, https://hidayatullah.com/kajian/oaseiman/2022/10/08/237985/keagungan-akhlak-nabi-%EF%B7%BA.html 83HR. Muslim No. 1874


Hadits – Hadits Pendidikan l 57 memimpin masyarakat dan negara.84 Dalam urusan keluarga yang memegang peran penting adalah orang tua. Nabi Luqman as. adalah salah satu contoh teladan seorang ayah yang mendidik anaknya sesuai dengan konsep Al-Qur‟an sehingga anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang memiliki akhlak sesuai syariat islam. Pembentukan citra diri seseorang dapat dilihat dari lingkungan keluarganya. Maka dari itu orangtualah yang sangat bertanggung jawab dalam mendidik anak kejalan yang benar.85 Sebagaimana sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم, ِ قال النِب صلى الله عليه وسلم : و ِ ان َ ر ِ ّ َص ن ُ ي ْ أَو ِ و ِ ان َ ِد ّ و َ ه ُ ي ُ اه َ و َ َأَب ف ةِ َ طْر ِ لَى الْف َ ُ ع ولَد ُ ي ٍ لُود ْ و َ ُك ُّل م . ِ و ِ ان َ س ِ ّ َُج ُّي ْ أَو Artinya : “Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم bersabda: setiap bayi yang lahir adalah fitrah maka kedua orang tuanya lah yang menjadikan ia Yahudi, Nasrani ataupun Majusi”. 86 Dalam hal pemberian materi keagamaan kepada anak, selain mengembangkan pemahaman mereka, kita juga mesti memberi pemahaman berupa Latihan atau sosialisai yang berkaitan dengan ibadah, seperti : shalat, berdoa, dan membaca Al-Qur‟an. 87 84https://hidayatullah.com/kajian/oaseiman/2022/10/08/237985/keagungan-akhlak-nabi-%EF%B7%BA.html 85 Nur Wadjah Ahmad, Tafsir Ayat-ayat Pendidikan; Hati Yang Selamat Hingga Kisah Luqman, (Bandung: Marja, 2007) 86 http://hadith.al-Islam.com. 87Syamsu Yusuf, Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2015), hal 183.


58 l Hadits - Hadits Pendidikan Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ta‟ala „anhu, bahwa nabi صلى الله عليه وسلم bersabda: ً ة َ آي ْ لَو َ و ّ َِّن َ ُوا ع ّغ ِ ل َ ب Artinya: “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat”. 88 Jadi pekerjaan mengajarkan Al-Qur‟an merupakan tugas yang sangat mulia disisi Allah. Dalam mengajarkan Al-Qur‟an itu terkandung tiga kemuliaan, yaitu kemuliaan mengajar merupakan warisan Nabi, kemuliaan mengajar membaca Al-Qur‟an, dan kemuliaan memperdalam makna yang terkandung didalamnya.89 Dari Abu Hurairoh Radhiallahu anhu, bahwa nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم bersabda: ُ َو ون ُ س َ ار َ َد ت َ ي َ و َب ا َّّللِ ا َ ت لُوَن كِ ْ ت َ ي ِت ا َّّللِ و ُ ي ُ ب ْ ن ِ ٍت م ْ ي َ ِف ب ٌ م ْ َو ق َ ع َ َم ت ْ ا اج َ م َ و ُ َكة ِ ئ ََلَ الْم ُ م ُ ْه فت َّ َ َح ُ و ة َّ ْْحَ الر ُ م ُ ْه ت َ ي َغشِ َ ُ و ة َ ين َّسكِ ال ُ ِهم ْ لَي َ ْت ع لَ َ َز ن ِْلَّ إ ْ م ُ َه ن ْ ي َ ب ُ ه َ ْد ن عِ ْ ن َ يم ِ ف ُ ا َّّلل ُ م ُ ى َ ذََكر َ و ُ و ُ ب َ َس ن ِ و ِ ْع ب ِر ْ ُس ي ْ َِل ُ لُو َ َم ع ِ و ِ أَ ب َّ ط َ ب ْ ن َ م َ و Artinya: “Dan tidaklah suatu kaum itu berkumpul dirumah-rumah Allah (masjid) sambil membaca Al-Qur‟an dan mempelajarinya sesama mereka melainkan turunnya ketenangan kepada mereka, diliputi oleh Rahmat Allah serta malaikat mengerumuninya dan Allah menjadikan makhluk-makhluk berada disisiNya, menyebut-nyebut mereka. Dan Siapa saja yang yang amal-amalnya perlahan, maka 88 https://muslim.or.id/6409-sampaikan-ilmu-dariku-walau-satuayat.html 89 Zainal Abidin S, Seluk Beluk Al-qur‟an, hal 150


Hadits – Hadits Pendidikan l 59 nasabnya tidak dapat mengangkat derajatnya itu.”90 Berkaitan dengan itu membaca Al-Qur‟an sangat dianjurkan dalam kehidupan umat Islam. Sebagaimana Firman Allah dalam Q.S. al-Qiyamah : 17-18 و َ ع ۡ َُج ا َ ن ۡ لَي َ ن ع َّ ِ ا و َ اٰن ۡ ُر ق َ و Artinya: „‟Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (didadamu) dan (membuatmu pandai membacanya). َو اٰن ۡ ُر ق ۡ ِع ب َّ ات َ ف ُ نٰو ۡ ا َ َر ذَا ق ِ ا َ ف Artinya: “Apabila kami telah selesai membacanya, maka ikutilah bacaannya itu.‟‟ Untuk mewujudkan siswa yang terampil dalam membaca Al-Qur‟an, hendaknya guru selalu memberikan bimbingan, selalu mendorong semangat belajar anak didik, dapat membentuk kegiatan belajar sebaik mungkin dan menjadi media informasi yang sangat dibutuhkan siswa di bidang pengetahuan, keterampilan dan akhlak atau sikap.91 Guru senantiasa dapat memberi motivasi kepada peserta didik bahwa Orang yang mampu membaca AlQur‟an dan mentadabburinya serta mengamalkannya akan mendapat pahala, meskipun tidak menghafalnya, 90https://muftiwp.gov.my/artikel/irsyad-al-hadith/1014-irsyad-alhadith-siri-ke-163-kepentingan-mempelajari-al-quran 91 Ramayulis, Metodologi Pengajaran Agama Islam, (Jakarta: Kalam Mulia,1994), hal 173.


60 l Hadits - Hadits Pendidikan sebagaimana di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah Radhiyallahu „anha. Beliau berkata : Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: أُ َ ْر ق َ ي ي ذِ َّ ال َ ، و ةِ َ ر َ ر َ الب امِ َ ر الكِ ةِ َ َر َّسف ال َ ع َ م ِ و ِ ب ٌ ر ِ اى َ م َ و ُ ى َ َن و آ ْ ُر أُ الق َ ْر ق َ ي ي ذِ َّ ال ْ ع َ ت َ ت َ ي َ َن و آ ْ ُر الْق انِ َ ر ْ أج ُ ق لَو َشا ّّ ِ و ْ لَي َ ع َ و ُ ى َ و ِ يو ِ ف ُ َع ت Artinya: “Orang yang mahir membaca Al-Qur‟an, dia berada Bersama para malaikat-malaikat yang terhormat dan orang yang terbata-bata didalam membaca AlQur‟an serta mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala.”92 B. Keutamaan Al-Qur’an Dapat kita lihat dari kemampuan membaca AlQur‟an di kalangan umat Islam masih kurang terutama dikalangan remaja, dalam hal pelafalan makharijul huruf yang belum tepat, dan hukum bacaan tajwidnya yang belum benar. Tenaga pendidik dan kependidikan Islam dalam proses pendidikan Islam memegang peranan yang sangat penting terutama dalam upaya membentuk watak bangsa melalui pengembangan pribadi dan nilai-nilai yang diinginkan sesuai Al-Qur‟an dan Sunnah.93 Adapun beberapa keutamaan Al-Qur‟an yaitu : 1. Keutamaan Tilawah Al-Qur‟an kata tilawah merupakan masdar dari kata talaayatluu-tilawah yang artinya membaca, adapun membaca Al-Qur‟an memiliki keutamaan dengan memperoleh 92 https://binaqurani.sch.id/orang-yang-mahir-membaca-alquran. 93Sulistyorini, Manajemen Pendidikan Islam, (Yogyakarta:Penerbit Teras,2009), hal 65


Hadits – Hadits Pendidikan l 61 pahala yang besar ketika membacanya. Sebagaimana dijelaskan dalam Q.S. Fatir : 29. ا ِّ ر سِ ْ م ُ ٰه َ ْن ق َ ز َ َّا ر ِ ِم ۟ ُوا َق أَنف َ َ و صلَٰوة َّ ٱل ۟ وا ُ ام َ أَق َ و ٱ َّّللِ َ ٰب َ ت لُوَن كِ ْ ت َ ي َ ين ذِ َّ ن ٱل َّ ِ إ ور ُ ب َ ن ت َّ ً ل ة َ ٰر َ وَن تِ ُ ْج ر َ ي ً ة َ ي ِ َََلن ع َ و Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur‟an) dan melaksanakan sholat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, ini termasuk dalam golongan orang yang beruntung”. 94 2. Keutamaan Istima‟ kepada baacan Al-Qur‟an Yaitu dengan mendengarkan orang membaca AlQur‟an menjadi sebab memperoleh hidayah. Dijelaskan dalam QS. Az-zumar:17-18 yang artinya “Berilah kabar gembira hamba-hambaku, (Yaitu, orang-orang yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik diantaranya) mengikuti sesuatu yang mengandung kemaslahatan bagi mereka. (Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal) yang mempunyai pikiran”. (Q.S. az-Zumar: 17- 18).95 3. Keutamaan Mempelajari dan Mengajarkan nya tertuang dalam hadits dari Utsman: yang artinya: “Sebaik-baik kalian orang yang mempelajari al-Qur‟an dan mengajarkannya”. 94 https://tafsirweb.com/7895-surat-fatir-ayat-29.html 95 Hasbi Ashshidiqi, dkk, Al-Quran dan Terjemahannya, (Jakarta: Depag RI, 1971), hal. 748.


62 l Hadits - Hadits Pendidikan BAB VII POTENSI-POTENSI/KEUNGGULAN MANUSIA YANG DIKEMBANGKAN MELALUI PENDIDIKAN (Fiddini Izaturahmi, Yova Murnika) A. Pengertian Manusia dan Pendidikan Al-Qur‟an menjelaskan manusia adalah makhluk yang mulia diantara semua ciptaan Allah. Malaikat pun bersujud kepada manusia sebagai wujud penghormatan karena kemuliaanya. Kemuliaan manusia sangat bnyak, allah selalu menyebutkan kemuliaan manusia dengan keistimewaan-keistimewaan yang dimiliki. Diantaranya adalah manusia merupakan khalifah yang mana memiliki tugas untuk mengatur, merawat dan menjaga bumi ini supaya tetap baik.96 Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia pendidikan itu sendiri berasal dari kata didik kemudian kata ini mendapat imbuhan me- sehingga menjadi mendidik, artinya memelihara dan memberi latihan. Menurut bahasa Yunani, pendidikan berasal dari kata "pedagogi" yaitu kata "anak", sedangkan "agogas" artinya membimbing sehingga "pedagogi" dapat diartikan sebagai "ilmu dan seni mengajar anak".97 Pendidikan secara mutlak dibutuhkan oleh manusia untuk memenuhi fungsi, peran dan eksistensi kemanusiaannya. Dengan kata lain bagi manusia, pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang mendasar 96Indah ayu lestari.potensi pendidikan manusia dalam hadits nabi.yogyakarta:kampus terpadu UMY..jurnal. hal 5-6 97Sarbina, lina dan neneng. 2011.perencanaan Pendidikan.Bandung:pustaka setia


Hadits – Hadits Pendidikan l 63 setara dengan kebutuhan terhadap sandang, pangan dan papan, bahkan kalau dilihat dalam ajaran Islam pendidikan di pandang sebagai pemenuhan jati diri atau esensi kemanusiaan di hadapan Allah SWT. Dengan demikian pada dasarnya pendidikan bertugas mengembangkan dan mengarahkan fithrah yang ada pada manusia agar manusia bertaqwa kepada Allah SWT. 98 Hadits Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dalam kitab Shahih Bukhari: ْ أَو ِ و ِ ان َ ر ِ ّ َص ن ُ ي ْ أَو ِ و ِ ان َ ِد ّ و َ ه ُ ي ُ اه َ و َ َأَب ف ةِ َ طْر ِ لَى الْف َ ُ ع ولَد ُ ْل ي َِّ إ ٍ لُود ْ و َ م ْ ن ِ ا م َ م َ اء َ ْدع َ ْ ج ن ِ ا م َ يه ِ ُّسوَن ف ُُتِ ْ َل ى َ اء َ ع ً َُجْ ة َ يم ِ َ ُ ِب ة َ ِهيم َ الْب ُ َج ت ْ ن ُ ا ت َ َكم ِ و ِ ان َ س ِ ّ َُج ُّي Artinya: “Tidaklah setiap anak kecuali dia dilahirkan di atas fitrah. Maka, bapak ibunyalah yang menjadikannya Yahudi, atau menjadikannya Nasrani, atau menjadikannya Majusi. Sebagaimana halnya hewan ternak yang dilahirkan, ia dilahirkan dalam keadaan sehat. Apakah Engkau lihat hewan itu terputus telinganya?” 99 B. Potensi – Potensi Manusia Menurut ibn taimiyah sebagaimana dikutip oleh juh aja s. praja pada diri manusia juga memiliki setidaknya tiga potensi fitrah yaitu: 1. Daya intelektual (quwwat al-„aql) yaitu potensi dasar yang memungkinkan manusia dapat membedakan nilai intelektualnya, manusia dapat mengetahui dan meng-esakannya.100 98 Al-Nahlawi, 1995: 13-15 99 HR. Bukhari no. 1358 dan Muslim no. 2658 100 Jalaluddin.2016 pendidikan islam.jakarta:PT rajagrafindo


64 l Hadits - Hadits Pendidikan 2. Daya efensif (quwwat al-ghaddab) yaitu potensi dasar yang dapat menghindarkan manusia dari perbuatan yang dapat membahayakan diri.101 Adapun yang melatarbelakangi munculnya Hadits tersebut di atas adalah sebagaimana diriwayatkan yang bersumber dari Aswad, katanya: “Aku datang kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم .dan ikut berperang bersama beliau. Kami meraih kemenangan dalam perang itu: namun pada hari itu pembunuhan berlangsung terus termasuk menimpa anak-anak. Kejadian ini di laporkan kepada Nabi صلى الله عليه وسلم . lalu beliau bersabda: ”Keterlaluan, sampai hari ini mereka masih saling membunuh sehingga anak-anak banyak yang terbunuh. Berkatalah seorang laki-laki, Ya Rasulullah, mereka adalah anak-anak dari orang musyrik. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: ”Ketahuilah, sesungguhnya penopang kami adalah anak-anak orang musyrik itu. Jangan membunuh keturunan, jangan membunuh keturunan.” Kemudian beliau bersabda: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka ia tetap dalam keadaan fitrahnya itu sampai lidahnya berbicara. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya sebagai Yahudi, Nasrani atau Majusi.”Daya pemikiran dan pengetahuan manusia itulah yang disebut dengan potensi. Manusia ketika dilahirkan di dunia ini telah memiliki potensi yang dapat membantunya untuk hidup di dunia ini. Potensi-potensi manusia tidak akan pernah 101Hasbiyallah, dk. 2015.hadits tarbawi.Bandung:PT Remaja rosdakarya. Hal 6


Hadits – Hadits Pendidikan l 65 muncul apabila tidak ada dorongan untuk dikembangkan. Pengembangan potensi manusia ini melibatkan berbagai faktor. Hal tersebut telah Rasulullah صلى الله عليه وسلم jelaskan dalam haditsnya, beliau betsabda: أَ ِ و ِ ان َ ِد ّ و َ ه ُ ي ُ اه َ و َ َأَب ف ةِ َ طْر ِ لَى الْف َ ُ ع ولَد ُ ْل ي َِّ إ ٍ لُود ْ و َ م ْ ن ِ ا م َ م ْ أَو ِ و ِ ان َ ر ِ ّ َص ن ُ ي ْ و َ اء َ ْدع َ ْ ج ن ِ ا م َ يه ِ ُّسوَن ف ُُتِ ْ َل ى َ اء َ ع ً َُجْ ة َ يم ِ َ ُ ِب ة َ ِهيم َ الْب ُ َج ت ْ ن ُ ا ت َ َكم ِ و ِ ان َ س ِ ّ َُج ُّي Artinya: “Tidaklah setiap anak kecuali dia dilahirkan di atas fitrah, maka bapak ibunyalah yang menjadikan dia Yahudi, atau menjadikan dia Nasrani, atau menjadikan dia Majusi. Sebagaimana halnya hewan ternak yang dilahirkan, ia dilahirkan dalam keadaan sehat. Apakah Engkau lihat hewan itu terputus telinganya?”102 Dari segi penjelasan maknanya, hadits tersebut menerangkan bahwa manusia itu terlahir dalam keadaan fitrah, fitrah pada hadits tersebut dimaknai dengan fitrah untuk dapat menerima kebenaran bahwa Allah adalah tuhannya. Dalam hadits tersebut, Rasulullah tidak menyebutkan kata yusallim karena pada hakikatnya manusia itu terlahir dalam keadaan Islam. Sebab manusia kehilangan fitrah keagamaannya itu dikarenakan didikan dari kedua orang tuanya dan lingkungan yang membentuknya. Hadits tersebut tidak hanya membahas 102HR. Bukhari no. 1358dan Muslim no. 2658


66 l Hadits - Hadits Pendidikan mengenai potensi manusia dalam segi keagamaa, melainkan juga potensi-potensi manusia yang lain. Hadits riwayat Ibnu Majah: ْ َ ُكن ا ت ً ِرع َ و ْ َ ُكن ة َ ر ْ ي َ ر ُ ى َ أَِب َ وُل ا َّّللِ صلى الله عليه وسلم : َّي ُ س َ اَل ر َ اَل, ق َ َ ق ة َ ر ْ ي َ ر ُ أَِِب ى ْ َن ع ب ُّ ا ُُتِ َ َّا ِس م لن ِ ب ل َّ أَحِ َ َّا ِس و الن َ ْش َكر أَ ْ َ ُكن ا ت ً ع ِ ن َ ق ْ ُكن َ َّا ِس و الن َ د َ ب ْ أَع َ ْ ج ن َ م َ ار َ و ْ جِ ن َسِ أَح َ ا و ً ن ِ م ْ ؤ ُ م ْ َ ُكن َك ت ْسِ َف ن ِ َّل ل ِ أَق َ ا و ً م ِ ل ْ ُس م ْ َ ُكن َك ت َ ر َ او َ َْلب ُت الْق ي ِ ض ِح ِك ُت َ ال َّ ة َ ْر ن َكث َّ ِ إ َ ِح َك ف ض . رواه ابن ماجو, كتاب ال َّ الزىد Artinya: “Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: “Wahai Abu Hurairah, jadilah orang yang wara‟, maka engkau akan menjadi sebaik-baiknya ahli ibadah. Jadilah orang yang kanaah (selalu merasa cukup dengan pemberian Allah), maka engkau akan menjadi orang yang benar-benar bersyukur. Sukailah sesuatu pada manusia sebagaimana engkau suka jika ia ada pada dirimu sendiri, maka engkau akan menjadi seorang mukmin yang baik. Berbuat baiklah pada tetanggamu, maka engkau akan menjadi muslim sejati. Kurangilah banyak tertawa karena banyak tertawa dapat mematikan hati.” 103 Hadits di atas merupakan nasihat Rasulullah صلى الله عليه وسلم kepada Abu Hurairah RA. Sekalipun demikian nasihat tersebut juga menjadi berlaku bagi kita sebagai umat Rasulullah. Rasulullah selalu memberi nasihat dengan ringan tetapi memliki makna yang sangat dalam dan luas. 103https://jabar.kemenag.go.id/portal/read/mimbar-dakwah-sesi18-nasihat-nabi-muhammad-saw


Hadits – Hadits Pendidikan l 67 Menguasai ilmu pengetahuan itu sangat penting: ْ ن َ م َ ْلِم، و ِ ِِبلْع ِ و ْ لَي َ َع ف َ ه َ ر اْلخِ َ اد َ أَر ْ ن َ م َ ْلِم، و ِ لع ِِبْ ِ و ْ لَي َ َع ا ف َ ي ْ دن ال ُّ َ اد َ أَر ْ ن َ م ْلِم ِ لع ِبِ ِ و ْ لَي َ َع ا ف َ َ َُه اد َ أَر Artinya: “Siapa saja yang yang hendak menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu. Siapa saja yang mengingin kan akhirat, hendaklah ia menguasai ilmu. Dan Siapa saja yang yang menginginkan keduanya (dunia dan akhirat), hendaklah ia menguasai ilmu.”104 َذ َ أَخ ْ ن َ َم ف َ ْلم ِ رثُوا الْع َّ َ َّنَا و َِّ ا إ ً ََه ْ ر ِ َْل د َ ا و ً ار َ ين ِ ثُوا د ّ ِر َ و ُ ي ْ َِل َ اء َ ي ِ ب ْ ن اْْلَن َّ إ َذ ِ َ أَخ ِ و ِ ب ٍر ِ اف َ ٍظّ و َ ِبِ Artinya: “Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, sesungguhnya mereka hanyalah mewariskan ilmu, maka Siapa saja yang yang telah mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang banyak”. 105 104https://kumparan.com/hijab-lifestyle/7-hadis-nabi-tentangpentingnya-pendidikan-dalam-islam-1weL23Y3MhU/full 105(HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi, https://muslimah.or.id/3527- mari-menggali-warisan-nabi-bag-1.html)


68 l Hadits - Hadits Pendidikan BAB VIII PENDIDIKAN YANG PALING DIPRIORITASKAN UNTUK MENJADI LANDASAN DALAM MEMBANGUN JIWA ANAK DIDIK ( Badri, Muhammad Fadhly, Maizal Efendi, Muhammad Alif Al Aziz ) A. Hadits Tentang Membangun Jiwa Anak Didik 1. Hadits Pertama : ُ َّس ََلم ال َ ُ و صََلة َّ ال ِ و ْ لَي َ ُّ ع َِِّب ا َل الن َ ق َ َضل ْ أَف ُ ه َ لَد َ ٌد و ِ ال َ و َ َل ا ََن َ }م ٍن{. َ َس ٍب ح َ أَد ْ ن ِ م Artinya: “Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda: “Tidak ada pemberian seorang ayah untuk anaknya yang lebih utama dari pada (pendidikan) tata krama yang baik.”106 2. Hadits Kedua : ُ َّس ََلم ال َ ُ و صََلة َّ ال ِ و ْ لَي َ ا َل ع َ ق َ و ( ْ م ُ ه َ اب َ نواآد ْسِ أَح َ و ْ َْل َدُكم ْ وا أَو ُ ْك ِرم وأَ Artinya: “Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda: “Muliakanlah anak-anak kalian dan ajarilah mereka tata krama”. 107 106HR. imam At-Tirmidzi dan imam Al-Hakim dari sahabat Amr bin Sa’id bin Ash r.a., https://www.gurusiana.id/read/safinahazmir/article/pemberianberharga-dari-ayah-bunda3671237#:~:text=Nabi%20saw.,merupakan%20ibadah%20dan%20bernilai%2 0pahala.


Hadits – Hadits Pendidikan l 69 B. Cara Mendidik Anak Menurut Islam Orang tua diamanahkan oleh Allah ta‟ala untuk mendidik anak. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban bagi keduanya untuk mendidik anak tumbuh menjadi orang yang shaleh dan shalehah, dapat tumbuh dan berkembang dengan sebaikbaiknya. Setiap orang tua tentu memiliki cara mendidik anak versi masing-masing yang biasanya telah disesuaikan dengan latar belakang dan kebutuhan anaknya. Tapi, penting bagi orang tua muslim untuk mendidik anaknya dengan cara islam. Islam mengajarkan ke kita bahwasanya, mendidik anak menjadi anak yang shalih tidak hanya untuk kebaikan anak kelak, tapi juga untuk kebaikan orang tua dan orang lain di sekitarnya. Jadi saat mengajarkan keislaman, orang tua memberikan bekal dunia dan akhirat untuk anak. Hal ini sesuai dengan keterangan yang diriwayatkan oleh Abi Dawud: “Ketika seseorang meninggal, tindakannya tidak akan dilanjutkan kecuali dengan tiga hal, sedekah, pengetahuan bermanfaat, dan seorang anak saleh berdoa untuknya.” 1. Mengajarkan Shalat Bacaan dan gerakan shalat mungkin akan sulit dipelajari oleh anak-anak. Namun, ada cara yang bisa dilakukan agar anak senang dan rajin dalam mengerjakan shalat. Misalnya, ajak anak untuk 107Hadis ini diriwayatkan oleh imam At-Tirmidzi dari sahabat Jabir bin Samurah r.a., https://umma.id/article/share/id/1005/273445


70 l Hadits - Hadits Pendidikan menunaikan sholat bersama dengan lemah lembut, dan tidak memaksa.108 Manfaat mengajarkan shalat adalah anak akan mempelajari banyak hal. Seperti perbedaan posisi imam dan makmum, yakni soal kepemimpinan. Dan masih banyak hal lagi pelajaran yang akan diambil oleh anak, apabila orang tua memberikan penjelasan yang baik tentang makna dan manfaat dari shalat. 2. Memberikan Motivasi Sebagai orang tua pasti lebih banyak pengalaman yang menginspirasi bagi anak. Orang tua bisa menceritakan berbagai pengalaman yang mengesankan dan terinspirasi dari Al-Qur‟an atau kisah lain yang inspiratif seperti kisah para nabi. Saat bercerita kepada anak berarti orang tua juga harus memperluas wawasan dengan membaca. Orang tua dapat membaca buku-buku inspiratif tentang ajaran Islam, atau judul buku anak islami lainnya. Jadi bukan hanya anak yang aktif, tapi orang tua juga berkembang bersama anak. Bercerita kepada anak tentang cerita-cerita hebat yang inspiratif juga bisa menjadi cara mudah dan menyenangkan untuk mendidik anak sesuai dengan ajaran Islam. Ada banyak sekali kisah Islami yang bisa dipilih, tinggal orang tua yang mencari cara agar cerita itu menarik untuk anak. 108 https://www.orami.co.id/magazine/gerakan-sholat


Hadits – Hadits Pendidikan l 71 3. Mengenalkan Tokoh Islam Orang tua bisa mengenalkan tokoh-tokoh Islam, penemu-penemu Islam, dan juga pahlawanpahlawan Islam yang bisa menjadi contoh dan sumber informasi bagi anak. Sehingga anak akan terpacu untuk bisa menjadi tokoh tersebut, misalnya dengan cerita heroik dari Muhammad Al Fatih yang memiliki prestasi yang hebat saat usia muda. 4. Mulai dari Diri Orang Tua Anak-anak akan lebih percaya pada apa yang dilakukan dan diucapkan oleh orang tua. Dan, cara mendidik anak menurut ajaran Islam yang baik adalah dengan memperkuat iman orang tua agar anak tumbuh menjadi pribadi yang beriman. Anakanak akan mencontoh apa yang dilakukan dan ucapkan. Oleh sebab itu, sebagai orang tua harus berhati-hati dalam berucap dan bertingkah laku, sebab bisa saja ditiru oleh anak. Berikan contoh berprilaku yang terbaik untuk anak. C. Bahagianya Orang Tua Yang Memiliki Anak Shalih Sungguh bahagia orang tua yang telah mendidik anak-anak mereka sehingga menjadi anak yang shalih, yang selalu membantu orang tuanya, mendo‟akan orang tuanya, membahagiakan mereka dan menjaga nama baik kedua orang tua. Karena anak yang shalih akan senantiasa menjadi investasi pahala, sehingga orang tua akan mendapat aliran pahala dari anak shalih yang dimilikinya. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:


72 l Hadits - Hadits Pendidikan ٍ ة َ اِري َ ج ٍ َة ق َ د َ ْ ص ن ِ ْل م َِّ إ ٍ ثَََلثَة ْ ن ِ ْل م َِّ إ ُ لُو َ َم ع ُ ْو ن َ ع َ َطَع ْق ُن ان ا َ ْس ن َت اْْلِ ا َ ذَا م ِ إ ُ و لَو ُ ْدع َ ٍح ي ِ ال َ ص لَدٍ َ و ْ أَو ِ و ِ ب ُ َع ف َ ت ْ ن ُ ْلٍم ي عِ ْ أَو Artinya: “Apabila seorang telah meninggal dunia, maka seluruh amalnya terputus kecuali tiga, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendo‟akannya.”109 Demikian pula, kelak di hari kiamat, seorang hamba akan terheran-heran, mengapa bisa dia meraih derajat yang tinggi padahal dirinya merasa amalan yang dia lakukan dahulu di dunia tidaklah seberapa, namun hal itu pun akhirnya diketahui bahwa derajat tinggi yang diperolehnya tidak lain dikarenakan do‟a ampunan yang dipanjatkan oleh sang anak untuk dirinya. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: َ ّبِ ر َ ُوُل َّي ق َ ي َ ف ِ ة َّ ن َ ِح ِف ا ْْل ِ صال َّ ال دِ ْ ب َ ْلع ِ ل َ ة َ َج در ال َّ ُ َع ف ْ ر َ َ َّل لَي َج ز و َّ َ ع َ ن ا َّّلل َّ ِ إ َك َك لَ لَدِ َ اِر و َ ْف غ ِ ت ْ ُوُل ِِبس ق َ ي َ ف ِ ه َذِ َّن ِِل ى أَ َّ Artinya: “Sesunguhnya Allah ta‟ala akan mengangkat derajat seorang hamba yang shalih di surga. Kemudian dia akan berkata, “Wahai Rabb-ku, bagaimana hal ini bisa terjadi padaku? Maka Allah menjawab, “Hal itu dikarenakan do‟a yang dipanjatkan anakmu agar kesalahanmu diampuni.”110 Oleh karenanya, saking pentingnya pembinaan dan pendidikan sang anak sehingga bisa menjadi anak yang shalih, Allah ta‟ala langsung membebankan 109HR. Muslim: 1631. 110HR. Ahmad: 10618. Hasan.


Hadits – Hadits Pendidikan l 73 tanggung jawab ini kepada kedua orang tua. Allah ta‟ala berfirman: ُ ة َ ار َ ا ْلِج َ و ُ َّاس ا الن َ ُى ُود ق َ ا و ً َر َن ْ ي ُكم ِ ل ْ أَى َ و ْ ُكم َ ُس ْف ُوا أَن ُوا ق ن َ آم َ ين ذِ َّ ا ال َ ه ُّ أَي َ َّي و٦) Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (Q.S. atTahrim, 66 : 6). Seorang tabi‟in Qatadah ketika menafsirkan ayat ini mengatakan: Artinya: “Yakni, hendaklah engkau memerintahkan mereka untuk berbuat taat kepada Allah dan melarang mereka dari berbuat durhaka kepada-Nya. Dan hendaklah engkau menerapkan perintah Allah kepada mereka dan perintahkan dan bantulah mereka untuk menjalankannya. Apabila engkau melihat mereka berbuat maksiat kepada Allah, maka peringatkan dan cegahlah mereka.” 111 Demikian pula, Rasulullah صلى الله عليه وسلم memikulkan tanggung jawab pendidikan anak ini secara utuh kepada kedua orang tua. Dari Ibnu radhiallahu „anhu, bahwa dia berkata, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: ِ و ِ ت َّ ي عِ َ ر ْ َن ُوٌل ع ئ ْ َس م َ اٍع و َ ر ُ ام َ اْْلِم ِ و ِ ت َّ ي عِ َ ر ْ َن ُوٌل ع ئ ْ َس م ْ ُكم ُّ ُكل َ اٍع و َ ر ْ ُكم ُّ ُكل ِ و ِ ت َّ ي عِ َ ر ْ َن ُوٌل ع ئ ْ َس م َ و ُ ى َ و ِ و ِ ل ْ اٍع ِف أَى َ ر ُ ل ُ ج َّ الر َ و Artinya: “Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. 111(Tafsir al-Quran al-‟Azhim 4/502).


74 l Hadits - Hadits Pendidikan Seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawabannya dan demikian juga seorang pria adalah seorang pemimpin bagi keluarganya dan akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya.” 112 Abdullah bin Umar radhiallahu „anhuma berkata: Artinya: “Didiklah anakmu, karena sesungguhnya engkau akan dimintai pertanggung jawaban mengenai pendidikan dan pengajaran yang telah engkau berikan kepadanya. Dan dia juga akan ditanya mengenai kebaikan dirimu kepadanya serta ketaatannya kepada dirimu.”113 D. Tanggung Jawab Orang Tua Tanggung jawab pendidikan anak ini harus ditangani langsung oleh kedua orang tua. Para pendidik yang mendidik anak di sekolah–sekolah, hanyalah partner bagi orang tua dalam proses pendidikan anak. Orang tua yang berusaha keras mendidik anaknya dalam lingkungan ketaatan kepada Allah, maka pendidikan yang diberikannya tersebut merupakan pemberian yang berharga bagi sang anak, meski terkadang hal itu jarang disadari. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Al-Hakim, Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda: Artinya: “Tiada suatu pemberian yang lebih utama dari orang tua kepada anaknya selain pendidikan yang baik.” 114 112(HR. Bukhari: 2278). 113(Tuhfah al Maudud hal. 123). 114HR. Al Hakim: 7679


Hadits – Hadits Pendidikan l 75 Mengenai tanggung jawab pendidikan anak terdapat perkataan yang berharga dari imam Abu alHamid al-Ghazali rahimahullah. Beliau berkata, “perlu diketahui bahwa metode untuk melatih/mendidik anakanak termasuk urusan yang paling penting dan harus mendapat prioritas yang lebih dari urusan yang lainnya. Anak merupakan amanat di tangan kedua orang tuanya dan qalbunya yang masih bersih merupakan permata yang sangat berharga dan murni yang belum dibentuk dan diukir. Dia menerima apa pun yang diukirkan padanya dan menyerap apa pun yang ditanamkan padanya. Jika dia dibiasakan dan dididik untuk melakukan kebaikan, niscaya dia akan tumbuh menjadi baik dan menjadi orang yang bahagia di dunia dan akhirat. Dan setiap orang yang mendidiknya, baik itu orang tua maupun para pendidiknya yang lain akan turut memperoleh pahala sebagaimana sang anak memperoleh pahala atas amalan kebaikan yang dilakukannya. Sebaliknya, jika dibiasakan dengan keburukan serta ditelantarkan seperti hewan ternak, niscaya dia akan menjadi orang yang celaka dan binasa serta dosa yang diperbuatnya turut ditanggung oleh orang-orang yang berkewajiban mendidiknya” 115 Senada dengan ucapan al-Ghazali di atas adalah perkataan al-Imam Ibnu al-Qayyim rahimahullah, “Siapa saja yang mengabaikan pendidikan anaknya dalam halhal yang berguna baginya, lalu dia membiarkan begitu saja, berarti dia telah berbuat kesalahan yang fatal. Mayoritas penyebab kerusakan anak adalah akibat orang 115(Ihya Ulum al-Din bab 3 hal.72).


76 l Hadits - Hadits Pendidikan tua mengabaikan mereka, serta tidak mengajarkan berbagai kewajiban dan ajaran agama. Orang tua yang menelantarkan anak-anaknya ketika mereka kecil telah membuat mereka tidak berfaedah bagi diri sendiri dan bagi orang tua ketika mereka telah dewasa. Ada orang tua yang mencela anaknya yang durjana, lalu anaknya berkata, “Ayah, engkau durjana kepadaku ketika kecil, maka aku pun durjana kepadamu setelah aku besar. Engkau menelantarkanku ketika kecil, maka aku pun menelantarkanmu ketika engkau tua renta.”116 E. Orang Tua Menjadi Teladan Yang Baik “Hazm mengatakan, “Saya mendengar al-Hasan al-Bashri ditanya oleh Katsir bin Ziyad mengenai firman Allah ta‟ala, “ ا َ ْلن َ ع ْ اج َ ْ ُيٍ و َ أَع َّة ُر ا ق َ ن ِ ََّّيت ّ ِر ذُ َ ا و َ ن اجِ َ ْو أَز ْ ن ِ ا م َ َ ْب لَن ا ى َ ن َّ ب َ ُولُوَن ر ق َ ي َ ين ذِ َّ ال َ و ا ً ام َ م ِ َي إ ِ َّق ت ُ ْلم ل ٤٧ِ Artinya: “Ya Rabb kami, anugrahkanlah kepada kami isteriisteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orangorang yang bertakwa.” (Al Furqan: 74). Katsir bin Ziyad bertanya kepada al-Hasan, “Wahai Abu Sa‟id, apakah yang dimaksud qurrata a‟yun (penyenang hati) dalam ayat ini terjadi di dunia ataukah di akhirat? Maka al-Hasan pun menjawab, “Tidak, bahkan hal itu terjadi di dunia.” Katsir pun bertanya kembali, “Bagaimana bisa?” al-Hasan menjawab, “Demi 116 (Tuhfah al-Maudud hal. 125).


Hadits – Hadits Pendidikan l 77 Allah, Allah akan memperlihatkan kepada seorang hamba, istri, saudara dan kolega yang taat kepada Allah dan demi Allah tidak ada yang menyenangkan hati seorang muslim selain dirinya melihat anak, orang tua, kolega dan saudara yang tumbuh dalam ketaatan kepada Allah „azza wa jalla.” 117 Kita selaku orang tua adalah bendanya sedangkan anak-anak kita adalah bayangannya. Jika diri kita bengkok, maka anak pun akan bengkok dan rusak. Dan sebaliknya, jika diri kita lurus, maka insya Allah anakanak akan lurus. Allah ta‟ala berfirman: ٌ يم ِ ل َ ع ٌ يع ََسِ ُ ا َّّلل َ ٍض و ْ ع َ ب ْ ن ِ ا م َ ْ ُضه ع َ ب ً َّة ي ّ ِر ذُ Artinya: “Keturunan itu sebagiannya merupakan (turunan) dari yang lain” (Ali Imran: 34). Maksud dari ayat di atas adalah orang tua yang baik, sumber yang baik, insya Allah akan menghasilkan keturunan yang baik pula. Keshalihan orang tua juga akan memberikan manfaat positif, karena Allah akan menjaga sang anak. Allah berfirman: ا َ م ُ ََل ٌ ْز َكن ُ و َ ت َن َُتْ َكا َ و ِ ة َ ين دِ َ َ ْيِ ِف الْم يم ِ ت َ ي َ ْيِ َُلم غ ِ َن ل َ َكا ف ُ ار َ د َّما ا ْْلِ أَ َ و ا َ وَُه ُ َن أَب َكا َ ً و ة ْْحَ َ ا ر َ َُه َ ْز َكن ا َ َ ْخِرج ت ْ َس ي َ ا و َ دَُه َّ ُش ا أَ َ لُغ ْ ب َ ْن ي َك أَ ُّ ب َ ر َ اد َ َأَر ا ف ً الِ َ ص ا ً ر ْ ب َ ِ ص و ْ لَي َ ع ْ ع طِ ْ َس ت ْ ا َِل َ م ُ ِْويل َ َك َت ِ ِري ذَل ْ أَم ْ َن ع ُ و ُ ْلت َ َع ا ف َ م َ ّ َك و بِ َ ر ْ ن ِ م و٢٨) Artinya: “Adapun dinding rumah itu adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada 117 (Tuhfah al Maudud hal. 123).


78 l Hadits - Hadits Pendidikan harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang shalih” (Al Kahfi: 82). Dalam ayat ini diberitakan bahwa dikarenakan keshalihan orang tua, Allah menjaga dan memelihara sang anak, serta tidak mengecewakan orang tua. Oleh karenanya, keshalihan orang tua itu akan berpengaruh pada sang anak, bahkan manfaat itu tidak terbatas pada sang anak semata, tapi juga berdampak kepada cucucucunya sebagaimana diriwayatkan oleh al-Hafizh. Kelak di syurga, Allah ta‟ala pun akan mengumpulkan sang anak bersama orang tua mereka yang shalih, meskipun amalan sang anak tidak dibanding amalan orang tua. Allah Berfirman: َّ ي ّ ِر ذُ ْ م ا ِبِِ َ ن ْ ق َ أَ ْل انٍ َ ُّي ِِبِ ْ م ُ ُه ت َّ ي ّ ِر ذُ ْ م ُ ْه ت َ ع َ َّ ب ات َ ُوا و ن َ آم َ ين ذِ َّ ال َ و ْ م ُ اى َ ن ْ ا أَلَت َ م َ و ْ م ُ َه ت ٌي ِ ى َ ر َ َب َكس ا َ ِ ِرٍئ ِب ْ ُك ُّل ام ٍ ء ْ ْ َشي ن ِ م ْ ِهم ِ ل َ َم ع ْ ن م ٨٢ِ Artinya: “Dan orang-orang yang beriman, dan anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya” (Ath Thuur: 21). Maka disini, Allah ta‟ala memasukkan anak-anak orang mukmin ke dalam surga dengan syarat mereka juga beriman. Maka, betapa menyenangkannya, jika kita berkumpul bersama keluarga kita di surga sebagaimana kita berkumpul di dunia ini. Meskipun amal ibadah sang anak tidak sepadan dengan kedua orang tuanya, amalnya kurang daripada orang tuanya, namun Allah


Hadits – Hadits Pendidikan l 79 tetap memasukkan keturunannya ke dalam surga. Karena apa? Karena keshalehan kedua orang tuanya. Betapa pentingnya hal ini, yaitu menjadikan pribadi kita, yaitu orang tua, menjadi pribadi yang shalih, sampai-sampai salah seorang yang shalih pernah mengatakan: Artinya: “Wahai anakku, sesungguhnya aku memperbanyak shalat karenamu (dengan harapan Allah akan menjagamu).” Ada seorang tabi‟in yang bernama Sa‟id ibn alMusayyib rahimahullah juga pernah berkata: Artinya: “Ada kalanya ketika aku shalat, aku teringat akan anakku, maka aku pun menambah shalatku (agar anak-anakku dijaga oleh Allah ta‟ala).”


80 l Hadits - Hadits Pendidikan BAB IX KELEMAHAN DALAM DIRI MANUSIA (Sri Wahyuni, Aliza) A. Kelemahan Dalam Diri Manusia Kelemahan manusia yang pada hakekatnya terkendali Sebagai manusia, kita semua memiliki kelemahan dan kekurangan. Kelemahan manusia yang paling umum ialah Ketidaksempurnaan. Kita bisa membuat kesalahan, terkadang kita tidak memenuhi harapan atau mengambil tindakan yang tidak pantas. Kekurangan ini adalah bagian alami dari kondisi manusia. Meskipun kita dapat belajar sepanjang hidup, pengetahuan kita terbatas. Kita mungkin tidak sepenuhnya memahami banyak hal dan sering mengandalkan persepsi atau keyakinan yang mungkin tidak akurat. Emosi yang memengaruhi pengambilan keputusan Emosi memengaruhi orang, dan terkadang emosi dapat mengaburkan pemikiran logis dan rasional. Hal ini dapat mengakibatkan kita membuat keputusan yang tidak tepat atau tergesa-gesa. Sifat egois orang cenderung memikirkan kepentingannya sendiri terlebih dahulu. Sifat egois ini dapat mempengaruhi kemampuan kita untuk berempati atau mempertimbangkan kepentingan orang lain. Kita sering tertarik pada godaan yang dapat merusak keseimbangan dan nilai-nilai kita. Misalnya godaan untuk berbohong, mencuri atau menghindari tanggung jawab.


Hadits – Hadits Pendidikan l 81 Dalam hal berkomunikasi secara efektif, orang terkadang menghadapi tantangan. Kekurangan tersebut dapat berupa kesalahpahaman, ambiguitas atau kesulitan dalam mengkomunikasikan pikiran dan perasaan secara tepat. Kita juga rentan terhadap kelemahan fisik dan gangguan kesehatan yang dapat membatasi aktivitas kita. Ini termasuk kelemahan fisik, penyakit atau gangguan mental yang dapat mengganggu kinerja dan kualitas hidup kita. Penting untuk diingat bahwa kelemahan dan kekurangan ini adalah bagian alami dari kondisi manusia. Yang terpenting adalah mengenali kelemahan kita dan berusaha memperbaikinya dengan mengembangkan keterampilan, menyempurnakan pengetahuan dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. B. Hadits Kelemahan Dalam Diri Manusia 1. Berbantah –berbantahan ِ و ْ لَي َ ع ُ ى هللا َّ ل َ وُل ا َّّللِ ص ُ س َ اَل ر َ ْت ق الَ َ ا، ق َ ْه ن َ ع ُ ا َّّلل َ ِضي َ َ ر َشة ِ ائ َ ع ْ َن ع ُ ِصم د اْلَ اْلَلَُّ ََل ا َّّللِ ِ ِل إ ا َ ِج ّ َ ُض الر غ ْ أَب َ م َّ ل َ س َ و Artinya: “Dari „Aisyah ra, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling dibenci oleh Allah adalah orang yang suka berbantahbantahan”. 118 Makna Hadits diatas sangat sering terjadi orang berdebat, mereka tahu mereka salah tetapi tetap merasa kesal dan mencoba mempertahankan sudut pandang 118 HR. Bukhari no. 7188 dan Muslim no. 2668


82 l Hadits - Hadits Pendidikan mereka. Sikap seperti itu adalah akhlak buruk yang dibenci Allah جل جلاله .Karena sikap cerewet seseorang menunjukkan kesombongannya, tidak mau mengalah, tidak mau mengakui kesalahannya, dan tidak mengakui kekuatan orang yang mengungkapkan kebenaran. Setan itu datang dan menyuruhnya untuk terus berteriak, berbisik: "Jika kamu kalah argumen, kamu akan dipermalukan di depan orang lain!" Betapapun sebaliknya, banyak orang yang semakin dihormati dan dicintai masyarakat karena memiliki kepribadian yang mudah menerima kebenaran dan mengakui kesalahannya, justru mereka yang suka berteriak dibenci masyarakat. 2. Berbohong َ م َّ ل َ س َ و ِ و ْ لَي َ ع ُ ى ا َّّلل َّ ل َ وُل ا َّّللِ ص ُ س َ اَل ر َ اَل ق َ ق ا َّّللِ دِ ْ ب َ ع ْ َن ٍل ع ِ ائ َ أَِِب و ْ َن ع ي ْدِ ه َ ي َ ور ُ ُج ن الْف َّ ِ إ َ وِر و ُ ُج ََل الْف ِ ي إ ْدِ ه َ َب ي ن الْ َكذِ َّ ِ إ َ َب ف الْ َكذِ َ و ْ ََّّي ُكم ِ إ َّى الْ َك ر َ َح ت َ ي َ ُب و ْكذِ َ لَي َ ل ُ ج َّ ن الر َّ ِ إ َ َّاِر و ََل الن ِ إ ا َّّللِ َ ْد ن عِ َ َب ْكت ُ َّت ي َّ َ َب ح ذِ ي ْدِ ه َ ي َّ ُِب ن الْ َّ ِ إ َ و ّ ُِِب ََل الْ ِ ي إ ْدِ ه َ ّ ْد َق ي ِص ن ال َّ ِ إ َ ّ ْدِق ف ِص ِِبل ْ ُكم ْ لَي َ ع َ و ً ذاِب َّ َك ا َّّللِ َ ْد ن عِ َ َب ْكت ُ َّت ي َّ َ ّ ْد َق ح ِص َّى ال ر َ َح ت َ ي َ ُ ُق و َ ْصد لَي َ ل ُ ج َّ ن الر َّ ِ إ َ و ِ ة َّ ن َ ََل ا ْْل ِ إ ا ً يق ّ ِصدِ Artinya: Dari Abu Wail dari Abdullah ia berkata, “Rasulullah Saw bersabda: “Jauhilah kebohongan, sebab kebohongan menggiring kepada keburukan, dan keburukan akan menggiring kepada neraka. Dan sungguh, jika seseorang berbohong dan terbiasa dalam kebohongan hingga di sisi Allah dia akan ditulis sebagai seorang pembohong. Dan hendaklah kalian jujur, sebab jujur menggiring kepada kebaikan, dan kebaikan akan menggiring kepada


Hadits – Hadits Pendidikan l 83 surga. Dan sungguh, jika seseorang berlaku jujur dan terbiasa dalam kejujuran hingga di sisi Allah ia akan ditulis sebagai orang yang jujur. ” 119 Berbohong adalah sifat buruk yang sangat dibenci, dan Tuhan sendiri telah mengutuknya. Kebohongan adalah sumber segala kejahatan yang tidak hanya merugikan diri sendiri tetapi juga orang lain. Berbohong adalah akar dari banyak kejahatan, dan salah satu ciri orang munafik adalah suka berbohong. Dari Ibnu Masud bahwa Rasulullah bersabda, “Biasakan berkata jujur, karena kebenaran mengikuti kebaikan dan mengantarkan ke surga. Selalu dikatakan bahwa kebenaran (pasti) ditentukan oleh siddiq di mata Allah. Dan waspadalah, para pembohong, karena berbohong menyebabkan kejijikan (kejahatan) dan karenanya mengirim pelakunya ke neraka. Pembohong pada akhirnya diidentifikasi oleh Allah sebagai pembohong. 3. Ujub Ibnul Mubaarok rahimahullah berkata: ِب ْ ُج الْع َ ن ِ ّّ م َشر ا ً ئ ْ ْ َي َشي ِ لّ َ ُص ِف الْم ُ لَم ْ أَع ْلَ َ و Artinya: “Aku tidak mengetahui pada orang-orang yang sholat perkara yang lebih buruk daripada ujub”120 Syekh Ibnu al Utsaimin mengatakan ujub dapat membatalkan amal. Beliau berkata, “kelompok yang kedua, yaitu orang-orang yang tidak memiliki tahqiq 119Kitab Abu Daud Hadits No 4337 120Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Sy‟abul Iman no 8260


84 l Hadits - Hadits Pendidikan (kesungguhan) dalam pokok iman kepada takdir. Mereka melakukan ibadah sekadar yang mereka lakukan. Namun mereka kita sungguh-sungguh dalam beristi‟anah kepada Allah dan tidak bersabar dalam menjalankan hukum-hukum Allah yang kauni maupun syar‟i. Sehingga dalam beramal mereka pun malas dan lemah, yang terkadang membuat mereka terhalang dari beramal dan menghalangi kesempurnaan amal mereka. Dan membuat mereka ujub dan sombong setelah beramal yang terkadang bisa menjadi sebab amalan mereka hangus dan terhapus. 4. Tidak bersyukur Tidak bersyukur menjadikan seseorang sibuk menghabiskan energi dan pikirannya pada kehidupan dunia yang tidak ada ujungnya. Sebagaimana seseorang mengejar harta yang diiringi dengan perasaan selalu “kekurangan” dan miskin, seperti sabda Rasul: ا َ دث َن َّ َ اَل ح َ ق يدٍ ِ ع َ س ُ ْن ب ُ ة َ ب ْ ي َ ت ُ ق َ وٍر و ُ ْص ن َ م ُ ْن ب ُ يد ِ ع َ س َ و َ ْي ََي ُ ْن ب َ ْي ََي ا َ دث َن َّ َ ح ْ م لَو َّ ل َ س َ و ِ و ْ لَي َ ع ُ ى هللا َّ ل َ وُل ا َّّللِ ص ُ س َ اَل ر َ ٍس ق َ أَن ْ َن َ ع ة َ اد َ ت َ ق ْ َن َ ع َة ان َ و َ و ع ُ أَب َى َث غ َ ت ْ ب ٍل ْلَ ا َ م ْ ن ِ م نِ َ َّي ِ اد َ و َ م َ ِن آد ْ ب َن ْلِ َكا َ م َ ِن آد ْ َف اب ْ و َ َََُْ ج ْلَ ُّي َ ا، و ً ث ِ ل ُب ورواه البخاري( ا َ ُّ ر ْل الت َِّ إ Artinya: “Telah menceritakan kepada kami (haddatsana) Yahya bin Yahya, Sa‟id bin Mansur dan Qutaibah bin Sa‟id, haddatsana Abu „Awanah dari Qatadah dari Anas, Rasulullah saw bersabda : Andai bani Adam memiliki dua lembah yang penuh dengan harta, maka dia akan mencari lembah yang ketiga.


Hadits – Hadits Pendidikan l 85 Dan tidak ada yang bisa memenuhi perut bani Adam kecuali tanah (yaitu kematian) ” 121 Hadits-hadits di atas telah menjelaskan secara jelas kepada kita tentang kelemahan manusia secara umum terhadap dunia, khususnya kekayaan. Kecuali mereka adalah manusia yang bisa mengatur diri sendiri dan memahami penyebab ketidakpuasan terhadap nikmat Allah SWT. dan menjadi orang yang tidak tahu berterima kasih. 5. Kikir Perkataan Ibnu Al-Mu‟taz : ِ ِضو ْ ر ِ ع ِ ب ْ م ُ ُى د َ و ْ أَج ِ و ِ ال َ ِ َّا ِس ِب الن َ َل ْْب أَ Artinya: “Manusia yang paling kikir dengan hartanya namun paling pemurah terhadap harga dirinya” Maksudnya yaitu Dia lebih menjaga harta/uangnya dibanding menjaga kehormatannya, padahal harta diciptakan Allah SWT untuk keselamatan harga dirinya. Dia malah mau dikatakan “orang Kikir/pelit” dari pada mau bersedekah/memberikan uang, oleh karena itu dia telah mengorbankan harga diri asalkan dapat menyelamatkan hartanya. Misalnya:“ Masyarakat pasti mengelompokkan/ menyumbang harta benda yang berkaitan dengan pembangunan masjid dan membersihkan lingkungan, meskipun mereka menolak untuk menyumbangkan hartanya–sekalipun mereka adalah warga yang 121Shahih al-Bukhari bab Man intizhara hatta tudfana, no. 6436


86 l Hadits - Hadits Pendidikan diistimewakan dalam harta benda–sekalipun mereka dituduh/ berkata “dia pelit . " dia tetap tidak mau bergabung karena dia mengerti bahwa "uang lebih berharga daripada kehormatan" Rasulullah bersabda dalam hadits Abu Hurairah : ِغىَى ِغىَى ْ ِك َّه ال َولَ عَ َر ِض، ْ َرةِ ال ْ ِغىَى َع ْه َكث ْ َس ال ْي الىَّ ْف ل ِس َ Artinya: “Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta, tetapi kekayaan adalah kaya hati”. 122 6. Hawa nafsu Hawa nafsu juga termasuk kelemahan manusia yang mana hawa nafsu tidak terkendali dapat mengalahkan pertimbangan akal sehat dan hati Nurani .mereka tidak mampu mengendalikan hawa nafsunya terjurumus ke dalam murka allah SWT . Syaikhul Islam rahimahullah berkata: “Seseorang yang mengikuti hawa nafsu adalah seseorang yang mengikuti perkataan atau perbuatan yang dia sukai dan menolak perkataan atau perbuatan yang dia benci dengan tanpa dasar petunjuk dari Allâh Azza wa Jalla ”123 Demikian pula bahayanya mengikuti hawa nafsu adalah mendatangkan kesulitan dan kesempitan hati. Syaikhul Islam mengatakan: “Siapa saja yang mengikuti hawa nafsunya, seperti mengejar kepemimpinan dan ketinggian (dunia), keterikatan pada bentuk-bentuk keindahan, atau (berjuang) untuk mengumpulkan kekayaan, Di tengah usahanya untuk mencapainya, ia 122HR. al-Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 2417 123Majmuk Fatawa ,4/189


Hadits – Hadits Pendidikan l 87 menemukan rasa iba, sedih, pedih, dan kedekatan yang tak terlukiskan di hatinya. Dan mungkin hatinya tidak begitu mudah lepas dari keinginannya dan tidak mendapatkan apa yang disukainya. dia selalu takut dan sedih terus menerus, jika dia mencari sesuatu yang disukainya, sebelum mendapatkannya, dia masih sedih dan sakit hati karena tidak bisa mendapatkannya. Jika dia memilikinya, maka dia takut kehilangan atau ditinggalkan.124 7. Melampaui batas Pertama, orang yang melampaui batasan adalah mereka yang pola pikirnya cenderung menguntungkan dunia. Ini jarang penting untuk masa depan. Kedua, orang-orang yang melampaui batas adalah orang-orang yang diberi wewenang oleh Allah. Tapi kekuatannya diperluas karena dia merasa seperti Tuhan. Abdullah bin Abbâs Radhiyallahu anhu , dia berkata: “Pada pagi hari di Jumratul Aqabah ketika itu Rasulullah Shallallahu „alaihi wa sallam berada di atas kendaraan, beliau berkata kepadaku: “Ambillah beberapa buah batu untukku!” Maka aku pun mengambil tujuh buah batu untuk beliau yang akan digunakan melontar jumrah. Kemudian beliau berkata: ُ م ْ ار َ ف ِ َْلء ُ ؤ َ اَل ى َ ث ْ أَم ُ و َّ ن ِ إ َ ِن ف ْ ي ِ ّ الد ْ و ِف لَُّ ُ الغ َ و ْ ََّّي ُكم ِ إ ُ َّاس ا الن َ ه ُّ أَي َ اَل َّي َ ا ُُثَّ ق ْ و ِن ْ ي ِ ّ الد ْ و ِف لُُّ ُ الْع ُ لَ ُكم ْ ب َ َن ق َكا ْ ن َ َك م لَ ْ أَى 124Majmû‟ al-Fatâwâ, 10/651


88 l Hadits - Hadits Pendidikan Artinya: Lemparlah dengan batu seperti ini!” kemudian beliau melanjutkan: “Wahai sekalian manusia, jauhilah sikap ghuluw (melampaui batas) dalam agama. Sesungguhnya perkara yang membinasakan umat sebelum kalian adalah sikap ghuluw mereka dalam agama.125 Dalam kesempatan lain Rasulullahصلى الله عليه وسلم bersabda: ا َّّللِ َ َو ف ُ و ُ َع ن ْ أَص ِ شيء ال َّ ْ َن َن ع ْ و ُ زى ََّ ن َ ت َ ي امٍ َ ْو ُل أَق َ ا ِب َ م ِِبَّّللِ ْ م ُ ه ُ لَم ْ َْلَع ْ ِّن ِ ِ إ ً ة َ َ ْشي ُ خ لَو ْ م ُ دى ُّ َش أَ َ و Artinya:Bagaimana halnya kaum-kaum yang menjauhkan diri dari sesuatu yang kulakukan? Demi Allah وتعاىل سبحانه , aku adalah orang yang paling tahu tentang Allah لَوتعا سبحانو dan yang paling takut kepada-Nya.126 Dalam menjelaskan hadits ini ad-Dawudi berkata: “Menjauhkan diri (dengan anggapan hal itu lebih baikpent) dari dispensasi yang diberikan Rasulullah صلى الله عليه وسلم merupakan dosa besar. Sebab ia memandang dirinya ا ىلوت ع س بحان ه Allah kepada bertakwa lebih daripada rasul-Nya. Ini jelas sebuah penyimpangan.” Ibnu Hajar ه رمح هللا menambahkan, “Tidak diragukan lagi kesesatan orang yang meyakini demikian (meyakini bahwa hal itu lebih baik).”127 125Hadits shahîh, diriwayatkan oleh an-Nasâ‟i (V/268), Ibnu Mâjah (3029) dan Ahmad (I/215), al-Hâkim mengatakan: “Shahîh, sesuai dengan syarat al-Bukhâri dan Muslim.” Dan disetujui oleh adz-Dzahabi. 126Muttafaqun „alaihi. 127kitab Fathul Bâri tulisan Ibnu Hajar رحمه هللا pada syarh hadits no. 7301.


Hadits – Hadits Pendidikan l 89 BAB X MENGIDENTIFIKASI DAN MEMBEDAKAN ANTARA LINGKUNGAN PENDIDIKAN YANG BAIK MAUPUN YANG BURUK YAKNI LINGKUNGAN PENDIDIKAN KELUARGA, LINGKUNGAN PENDIDIKAN MASYARAKAT, LINGKUNGAN PENDIDIKAN SEKOLAH (Fitratul Mubaraq, Awaluddin Hidayat, Muhammad Rafi Dhaifullah, Yusuffendra) A. Lingkungan Pendidikan Keluarga Lingkungan pertama bagi seoramg anak adalah lingkungan keluarga. Keluarga merupakan tempat yang sangat penting bagi seorang anak tentunya. Tempat anak anak mendapati pengalaman pertamanya. Dalam lingkungan keluarga, peran orang tua dalam pendidikan anak sangatlah penting karna orang tua adalah figuran bagi seorang anak. ِ و ِ َت ب ْ دق َّ َ َص ت ٌ ار َ ين ِ د َ و ٍ ة َ ب َ ق َ ِِف ر ُ و َ ت ْ َق ْف أَن ٌ ار َ ين ِ د َ و يِل ا َّّللِ ِ ب َ ِِف س ُ و َ ت ْ َق ْف أَن ٌ ار َ ين ِ د َك ِ ل ْ لَى أَى َ ع ُ و َ ت ْ َق ْف أَن ٌ ار َ ين ِ د َ ٍي و كِ ْ س ِ لَى م َ ع Artinya: “Satu dinar yang engkau keluarkan di jalan Allah, lalu satu dinar yang engkau keluarkan untuk memerdekakan seorang budak, lalu satu dinar yang engkau yang engkau keluarkan untuk satu orang miskin, dibandingkan dengan satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu maka pahalanya lebih besar (dari amalan kebaikan yang disebutkan tadi). 128 128HR. Muslim no. 995


Click to View FlipBook Version