The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Isma Nita, 2023-11-22 08:42:26

KOSP SDN 21 PPA

KOSP SDN 21 PPA

1KURIKULUM OPERASIONALSATUANPENDIDIKAN (KOSP) SD NEGERI 21 PASAR PANDAN AIRMATI TIM PENYUSUN KOSP SD NEGERI 21 PASAR PANDAN AIRMATI JL. MAKMUR DINAS PENDIDIKANKOTA SOLOK2023


2BAB I KARAKTERISTIK SATUAN PENDIDIKANA. RASIONAL 1. Deskripsi hasil evaluasi kurikulum tahun sebelumnya Pendidikan memiliki peran fundamental dalam kehidupan, karenapendidikan yang baik dapat membentuk pola pikir dan sikap seseorang. Pentingnya pola dan sistem pendidikan yang baik berperan sebagai pengarahdalam mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik dan optimal di masa depan. Sekolah mengembangkan kurikulum sesuai dengan kondisi dan kebutuhanlingkungan, karena hal ini saling terkait dan menjadi acuan bagi semua pihakyangterlibat dalam pelaksanaan kurikulum yang berlaku. Kurikulum memiliki peran yang sangat penting dalam programpendidikan. Melalui kurikulum, ditentukan arah, isi, dan proses pendidikan yang padaakhirnya menentukan jenis dan kualifikasi lulusan suatu lembaga pendidikan. Dengan kata lain, kurikulum merupakan elemen yang tidak dapat dipisahkandari pendidikan dan pengajaran, dan menjadi syarat mutlak dalam pendidikan. Sekolahmenjadi lembaga pendidikan formal harus memiliki kurikulumyang jelas dalammenjalankan tujuan pendidikan di satuan pendidikannya di Indonesia yangmengacu kepada dasar Negara yaitu Pancasila. Penerapan profil Pancasila sangat penting dalam pelaksanaan kurikulum pada saat ini. Untuk mencapai tujuan diatas, Sekolah membutuhkan sebuah dokumen sebagai acuan dalammenjalankanprogram belajarnya. Dokumen ini merupakan dokumen kurikulumoperasional yang menjadi pegangan (living document) sekolah. Kurikulum operasional ini disusun dengan beberapa alasan: 1. Sebagai pedoman dalam mengembangkan kurikulum2. Sebagai pedoman mengevaluasi program sekolah 3. Sebagai acuan untuk perencanaan program selanjutnya 4. Sebagai bahan informasi untuk para pemangku kepentingan Penerapan kurikulum merdeka pada tahun 2023/2024 di SDNegeri 21PPA menjadi sebuah terobosan baru di sekolah saat ini. Suatu Sekolah harus


3memiliki Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), karena KTSPmerupakan pedoman, arahan dan kiblatnya suatu sekolah dalammelaksanakansemua kegiatan sekolah. Masnur Muslich (2010.1) menyatakan bahwa padaprinsipnya, KTSP merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Standar Isi, namun pengembangannya diserahkan kepada sekolah agar sesuai dengankebutuhan sekolah itu sendiri. Kemendikbud Nomor 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulumdalam Rangkata Pemulihan Pembelajaran akan memberlakukan Kurikulumbaruuntuk tahun pelajaran 2023/2024 yang merupakan penyempurnaan dari kurikulumsebelumnya yaitu Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP). Komponenutama dari KOSP adalah: (1) Karakteristik Satuan Pendidikan, (2) Visi, Misi dantujuan, (3) Pengorganisasian Pembelajaran, (4) Rencana Pembelajaran, (5) Pendampingan, Evaluasi dan Pengembangan Professional, (6) Lampiran. Kurikulum operasional di satuan pendidikan memuat seluruh rencanaproses belajar yang diselenggarakan di satuan pendidikan, sebagai pedomanseluruh penyelenggaraan pembelajaran. Untuk menjadikannya bermakna, kurikulum operasional satuan pendidikan dikembangkan sesuai dengan konteksdan kebutuhan peserta didik dan satuan Pendidikan. Komponen dalam kurikulum operasional ini disusun untuk membantuproses berpikir dan mengembangkan satuan pendidikan. Dalampengembangannya, dokumen ini juga merupakan hasil refleksi semua unsur pendidik di satuan pendidikan yang kemudian ditinjau secara berkala gunadisesuaikan dengan dinamika perubahan dan kebutuhan peserta didik. Kerangka Kurikulum Operasional Sekolah mencakup Berbasis kompetensi, Pembelajaran yang Fleksible dan Karakter Pancasila. KOSP pada sekolahpenggerak ini akan memberikan keluwesan, kebebasan kepada peserta didikdalam memilih dan menetukan materi pembelajaran yang disenanginya sesuai dengan Fase belajarnya. Fase tersebut terdiri dari Fase A untuk kelas 1-2, faseBuntuk Kelas 3-4 dan Fase C untuk kelas 5-6. Capaian setiap Fase mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan yang merupakan satu kesatuan secara holistic. Dengan pembelajaran menurut fase belajar masing-masing akan menciptakanmerdeka belajar bagi peserta didik dan satuan pendidikan.


4Dalam sistem pendidikan sebelumnya, proses pembelajaran ditentukansepenuhnya oleh guru dan peserta didik harus mengikutinya tanpa memiliki kebebasan untuk memilih apa yang mereka inginkan. Namun, dengan adanyaKurikulum 2013 (KOSP), peserta didik diberikan kebebasan dalammerancangdan menentukan tujuan pembelajaran mereka. Pemerintah hanya memberikan panduan atau rambu-rambu dalambentuk CapaianPembelajaran (CP), yaitu kompetensi yang harus dikuasai, diketahui, dipahami, dan dapat dikerjakan oleh peserta didik setelah menyelesaikan periode belajar tertentu. Sekolah memiliki peran penting dalam mengembangkan danmengimplementasikan kurikulum ini secara mandiri. KOSP merupakan hasil refleksi, pemikiran, dan evaluasi dari kurikulum sebelumnya. Capaian Pembelajaran dalam KOSP diarahkan untuk memberikan keterampilandan keahlian yang dapat membantu peserta didik bertahan dalamkondisi hidupyang penuh dengan perubahan, persaingan, ketidakpastian, dan kompleksitas. Ki Hajar Dewantara (Mudyahardjo, 2010: 302) menyatakan pendidikansebagai proses pembudayaan kodrat alam setiap individu yang kemampuankemampuan bawaan untuk mempertahankan hidup, yang tertuju pada pencapaiankemerdekaan lahir dan batin, sehingga memperoleh keselamatan dalamhiduplahiriah dan batiniah. Pendidikan sebagai proses pembudayaan kodrat alammerupakan usaha untuk memelihara dan memajukan, serta mempertinggi danmemperluas kemampuan-kemampuan kodrati untuk bertahan hidup. Prosespembudayaan tersebut bertujuan membangun kehidupan individual dan sosial. Arah Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan tertuang dalamvisinya"Terwujudnya lulusan yang cerdas, terampil, luhur dalambudi pekerti""Diwujudkan dengan penguatan peran siswa, guru, tenaga kependidikan, orangtua, dan aparatur institusi pendidikan dalam ekosistem pendidikan, pemberdayaanpelaku budaya dalam melestarikan kebudayaan, peningkatan akses pendidikananak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan masyarakat dan keluarga, serta pendidikan anak berkebutuhan khusus, peningkatan mutudanrelevansi pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan karakter, peningkatan jati diri bangsa melalui pelestarian dan diplomasi kebudayaansertapemakaian bahasa sebagai pengantar pendidikan, serta peningkatan sistemtata


5kelola yang transparan dan akuntabel dengan melibatkan publik. Karakter Pancasila menginspirasi ide dasar kurikulum,yang bermuarakepada perwujudan Profil Pelajar Pancasila. Pancasila sebagai suatu filosofiskehidupan bangsa senantiasa menginspirasi ide dasar pengembangan kurikulumdalam mewujudkann Profil Pelajar Pancasila yang berkarakter Beriman bertaqwakepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak mulia, Mandiri, Bernalar kritis, Kreatif. Berkebinekaan global dan Bergotong royong. Sekolah, sebagai suatu lembaga pendidikan yang bertanggung jawabterhadap proses belajar siswa, memiliki tujuan yang mulia dalammengembangkanpendidikan anak-anak Indonesia dilingkungannya. Sebagai bangsa Indonesia, pendidikan yang mereka dapatkan berlandaskan pada agama dan nilai-nilai luhur yang dianut oleh bangsa serta tidak melupakan akar budaya dalamperjalananbelajar mereka. Siswa Indonesia diharapkan menjadi warga negara yang mandiri dan bertanggung jawab, menghargai kebhinekaan, mengedepankan berpikir positif dan kritis, serta mampu berkolaborasi. Hal tersebut bertujuan untuk melahirkangenerasi pelurus yang tangguh. Sekolah dasar menjadi pondassi awal bagi siswa dalam meletakan karakter siswa dan pengetahua dan keterampilan dasar pada siswa. Siswa di sekolah dasar membutuhkan pengenalan pendidikan karakter. Proses penanaman pendidikankarakter dilakukan melalui pembiasaan yang diterapkan dalamkehidupan sehari- hari. Belajar dari nilai-nilai baik yang mereka lihat disekitar mereka menjadi sangat penting. Sekolah dan rumah harus memberikan contoh baik sehingga siswadapat belajar langsung dan meneladaninya. Proses belajar ini menjadi fondasi yang sangat penting dan menjadi bekal menuju jenjang pendidikan selanjutnyayang mampu menerapkan profil pelajar pancasila. Maka dari hal ini SD Negeri 21 PPA menyusun kurikulumoperasional sekolah yang mengedepankan profil pelajar pancasila dan menjadi pedomanbagi sekolah dalam melaksanakan semua pendidikan di satuan pendidikan nantinya.


62. Perubahan Tuntutan Kurikulum Internal A. Karakteristik Satuan Pendidikan a. Geografis Sekolah SD Negeri 21 PPA berada di lingkungan pasar padat pendudukdi dekat jalan lintas dan di sekeliling terdapat usaha masyarakat (homeindustri) yaitu kelurahan Pasar Pandan Airmati, memiliki lahan seluas1192 M2 dengan bangunan permanen yang terdiri dari 6 ruang belajar, 1ruang Majelis guru, 1 ruang Kepala Sekolah, 1 ruang Perpustakaan, Saat ini SD Negeri 21 PPA memiliki siswa 134 orang terdiri dari 6 rombel. Pendidik dan Tenaga Kependidikan terdiri dari: 8 orang Guru kelas, 1orang Kepala sekolah, 1 orang Guru mata pelajaran PAI dan PQ, 1 orangguru PJOK, 1 orang Pegawai Perpustakaan, 1 orang Operator merangkapTata Usaha dan 1 orang Penjaga Sekolah. Tabel 1.1 Profil SD Negeri 21 PPA Nama Sekolah SD Negeri 21 PPA NPSN 10303791 NSS 101086401021 Jenang Pendidikan SD Status Sekolah Negeri Alamat Jl. Makmur Kelurahan Pasar Pandan Airmati Kecamatan Tanjung Harapan Kode Pos 27322 Kabupaten/Kota Kota Solok Provinsi Sumatera barat Email [email protected] 1.2 Jumlah Peserta Didik SD Negeri 21 PPA Tahun Ajaran 2022/ 2023 Kelas Jenis Kelamin Jumlah Laki-laki Perempuan Kelas 1 15 10 25 Kelas 2 11 10 21 Kelas 3 10 9 19 Kelas 4 8 6 14 Kelas 5 15 13 28 Kelas 6 14 13 27 Total 73 61 134


7B. Kondisi Komponen Satuan Pendidikan 1. Pendidik dan Tenaga Kependidikan SDN 21 PPA memiliki 1 orang kepala sekolah, 6 orang gurukelas dan 1 orang guru Pendidikan Agama Islam, 1 orang guruPendidikan Jasmani dan 1 orang Tata usaha dan 1 orang Perpustakaandan 1 orang penjaga sekolah yang terdiri dari 6 orang guru kelas PNS, 1 orang guru Kelas P3K, 1 orang Guru Kelas Honorer, 1 orang guruPendidikan Agama Islam PNS dan 1 orang guru Pendidikan Jasmani Honorer. 2 orang Tata Usaha Honorer dan 1 orang PerpustakaanHonorer dan 1 Penjaga Sekolah Honorer. Semua guru berkualifikasi Sarjana (S1). Setiap guru dan tenaga pendidik yang ada saat ini di SDN 21 PPA memiliki kelebihan dan keterampilan yang berbedabeda seperti bidang keagamaan, kesinian, olahraga, pramuka. Hampir semua guru mampu menggunakan komputer dengan baik. Dari segi potensi guru yang ada sangat beragam dalam menunjang proses intrakurikeler, ekstrakurikuler dan kokurikuler sekolah. 2. Sarana dan Prasarana Sekolah Sarana yang dimiliki sekolah saat ini hanya memiliki 6 ruangkelas, 1 ruang kepala sekolah. Sekolah dialiri listrik 2.300 Watt yangbersumber dari PLN. Prasarana sekolah saat ini dari mobiler sudahlengkap baik kursi siswa dan lemari kelas. Di dalamkelas prasaranayang tersedia meja guru, kursi guru, meja siswa, kursi siswa, papa tulis. Dari sumber belajar di kelas sudah dikategorikan cukup karena setiapkelas melimiliki buku tema 1 persiswa dan memiliki buku guru. Dari segi sumber belajar lain berupa media pembelajaran sekolahini memiliki media pembelajaran berupa proyektor 3 buah, Cromebook15buah. Sudah memiliki jaringan Internet.


83. Pembiayaan Tabel 1.3 Pembiayan Tahun 2023 No Nama Kegiatan Pendanaan Biaya 1 Seminar BOS Rp. 900.000 2 Kegiatan kesiswaan BOS Rp. 5.200.000 3 Pelaksanaa Pendaftaran PPDB BOS Rp. 630.000 5 Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan BOS Rp. 2.000.000 4. Karakteristik Siswa Sekolah Dasar Negeri 21 PPA saat ini memiliki populasi siswa sebanyak134 orang dengan karakteristik yang beragam dan unik. Setiap siswa memiliki kemampuan dan pengalaman belajar yang berbeda-beda. Beberapa siswamenunjukkan potensi di bidang akademik, sementara yang lain perlupengembangan kemampuan sosial dan emosional mereka. Selain itu, siswa jugamemiliki minat yang beragam. Ada yang tertarik pada bidang seni, olahraga, matematika, dan sains. Ditinjau dari segi siswa ada beberapa yang dapat diuraikan: 1. Siswa mempunyai minat yang rendah atau kurang termotivasi dalambelajar 2. Orang tua kurang perhatian / kurang mendampingi anak dalambelajar karena sibuk berdagang dan jualan di pasar. 3. Siswa lebih berminat ke ketrampilan dibandingkan dengan pengetahuan(kognitif) 4. Tipikal dan watak siswa keras karena faktor lingkungan yang di daerahpasar 5. 5% dari jumlah siswa sering terlambat datang ke sekolah. Untuk memenuhi kebutuhan mereka, sekolah telah menyediakan programpengembangan potensi dan minat yang sesuai. Dalam rangka mengakomodasi siswa dengan kebutuhan khusus, sekolah melakukan analisis secara komprehensif untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar mereka. Dengan informasi tersebut,


9sekolah merancang program khusus yang memungkinkan siswa berkembangsesuai dengan potensinya. Dengan pendekatan ini, sekolah berusaha untuk memastikan bahwa setiapsiswa dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, sesuai dengan kemampuandan minat mereka. 5. Tujuan Penyusunan Kurikulum Operasional Tujuan penyusunan kurikulum operasional di SD Negeri 21 PPAKecamatanTanjung Harapan, Kota Solok sebagai berikut : a. Merumuskan suatu proses dinamika yang dapat menjawab tantanganterhadap tuntutan perubahan yang terjadi bersifat umum. Pencapaiannyarelatif dalam jangka panjang, sejalan dengan visi dan misi pendidikannasional. b. Menjadi pedoman penyelenggaraan pembejaran bagi SD Negeri 21PPAsesuai dengan karakteristik dan kebutuhan satuan pendidikan. 6. Pengembangan Kurikulum dan Pelaksanaan a. Berpusat pada peserta didik Yaitu pembelajaran harus memenuhi keragaman potensi, kebutuhanperkembangan dan tahapan belajar, serta kepentingan peserta didi. Profil Pelajar Pancasila selalu menjadi rujukan pada semua tahapan dalampenyusunan kurikulum operasional sekolah. Berupa pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannyapada masa kini dan yang akan datang. Kurikulum SD Negeri 21 PPA dikembangkan berdasarkan prinsipbahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkankompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepadaTuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dankepentingan peserta didik serta


10tuntutan lingkungan pada masa kini dan yang akan datang. Memiliki posisi sentral berarti bahwa kegiatan pembelajaran harus berpusat padapeserta didik. b. Kontekstual, Menunjukkan kekhasan dan sesuai dengan karakteristik satuanpendidikan, konteks sosial budaya dan lingkungan, dan menunjukkankarakteristik atau kekhususan peserta didik berkebutuhan khusus (khususSLB). c. Esensial, Yaitu memuat semua unsur informasi penting/utama yang dibutuhkandan digunakan di satuan pendidikan. Bahasa yang digunakan lugas, ringkas, dan mudah dipahami. d. Akuntabel Dapat dipertanggungjawabkan karena berbasis data dan aktual. e. Melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Pengembangan kurikulum satuan pendidikan melibatkan komitesatuan pendidikan dan berbagai pemangku kepentingan antara lain orangtua, organisasi, di bawah koordinasi dan supervisi dinas Pendidikan atau kantor kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agamasesuai dengan kewenangannya. f. Belajar sepanjang hayat Kurikulum SD Negeri 21 PPA diarahkan pada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan kemampuan peserta didik untuk belajar sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembanganmanusia seutuhnya. g. Menyeluruh dan berkesinambungan Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi (sikap, pengetahuan, dan keterampilan) bidang kajian keilmuan dan mata


11pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarjenjang pendidikan h. Beragam dan Terpadu Kurikulum SD Negeri 21 PPA dikembangkan dengan memperhatikankeragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, dan jenjang serta jenispendidikan, tanpa rnembedakan agama, suku, budaya, dan adat-istiadat, sertastatus sosial ekonomi dan gender. i. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni Kurikulum SD Negeri 21 PPA dikembangkan atas dasar kesadaranbahwa ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni berkembang secara dinamis, dan oleh karena itu semangat kurikulum mendorong peserta didik untukmengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. j. Relevan dengan Kebutuhan Pengembangan kurikulum SD Negeri 21 PPA dilakukan denganmelibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan hidup dan dunia kerja. Oleh karena itupengembangan kurikulum haras mempertimbangkan dan nemperhatikanpengembangan integritas pribadi, kecerdasan spritual, keterampilan berpikir (thinking skill), kreatifitas sosial, kemampuan akademik, dan ketrampilanvokasional. k. Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidangkajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secaraberkesinambungan antar semua jenjang pendidikan. l. Seimbang antara kepentingan global, nasional dan local Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan global, nasional, dan lokal untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pendidikan memegang peranan sangat penting bagi perkembangan


12individu. Kualitas masyarakat yang berpendidikan akan mendukungperkembangan suatu negara menjadi bangsa yang besar, bermartabat, danbangga serta cinta tanah air. Sekolah, dalam hal ini sebagai ‘miniatur dunia’, tentunya diharapkandapat menyiapkan siswa menjadi pribadi yang tangguh, kritis, kreatif, danmemiliki sikap positif dalam menghadapi perubahan. Sekolah harus siapmembimbing siswa untuk berkembang di setiap proses belajarnya sehinggamereka akan menjadi pribadi yang memiliki kompetensi untuk menjadi bagiandari masyarakat dunia. Sekolah adalah tempat berkumpulnya anak dengan potensi yang tidaksama. Di dalam kelas, setiap siswa memiliki kebutuhan yang berbeda. Hal ini tentunya harus difasilitasi oleh Sekolah. Sebagai miniatur dunia, Sekolahberfungsi sebagai laboratorium sosialisasi yang sangat bermanfaat bagi siswauntuk bersosialisasi, berkomunikasi, mengembangkan keterampilan emosi, danmemecahkan masalah. Untuk membekali siswa menjadi pribadi yang kompeten dibutuhkansuatu perangkat yang dikembangkan dengan memerhatikan berbagai dimensi serta melibatkan berbagai ahli dan merujuk kepada referensi yang terpercaya. Dengan demikian, kurikulum yang dikembangkan disesuaikan dengankebutuhan siswa. Untuk mencapai tujuan di atas, Sekolah membutuhkan sebuah dokumensebagai acuan dalam menjalankan program belajarnya. Dokumenini merupakan dokumen kurikulum operasional yang menjadi pegangan (livingdocument) sekolah. Kurikulum operasional ini disusun dengan beberapa alasan: 1. Sebagai pedoman dalam mengembangkan kurikulum2. Sebagai pedoman mengevaluasi program sekolah 3. Sebagai acuan untuk perencanaan program selanjutnya 4. Sebagai bahan informasi untuk para pemangku kepentingan


133. Hasil Analisa Rapor Pendidikan Tahun 2022 Proses penyusunan Kurikulum Operasional Sekolah di SDN 21 PPAmelibatkanlangkah-langkah berikut: 1. Menganalisis konteks karakteristik Satuan Pendidikan: a. Mengidentifikasi dan memahami kondisi, kebutuhan, dan potensi siswa, guru, dan lingkungan sekolah. b. Menganalisis data dan informasi terkait seperti demografi siswa, kondisi infrastruktur, dan sumber daya yang tersedia. c. Merumuskan Visi, Misi, dan Tujuan: d. Menyusun visi yang menggambarkan tujuan jangka panjang sekolah. e. Menetapkan misi yang menggambarkan peran dan fokus sekolah. f. Merumuskan tujuan yang spesifik, terukur, mencakup aspekpengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diharapkan dari siswa. 2. Menentukan Pengorganisasi Pembelajaran: a. Merancang struktur organisasi yang efektif untuk mendukungimplementasi kurikulum. b. Menetapkan pembagian tugas, tanggung jawab, dan wewenang dalammelaksanakan pembelajaran. c. Menyusun kebijakan dan prosedur yang terkait dengan manajemenpembelajaran. 3. Menyusun Rencana Pembelajaran: a. Mengembangkan rencana pembelajaran yang mencakup urutandankonten pembelajaran. b. Menetapkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristiksiswa dan tujuan pembelajaran. c. Menyusun penilaian dan instrumen evaluasi yang relevan untukmengukur capaian pembelajaran. 4. Merancang Pendampingan, Evaluasi, dan Pengembangan Profesional:


14a. Menyusun program pendampingan dan pembinaan untuk guru dalammengimplementasikan kurikulum. b. Membuat sistem evaluasi yang komprehensif untuk mengukur efektivitas kurikulum dan pembelajaran. c. Menyediakan kesempatan pengembangan profesional bagi guru untukmeningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka. Dibandingkan tahun 2022, kemampuan numerasi SDN 21 PPAmengalami peningkatan paling tinggi diantara indikator lain. Dari seluruh capaian tahunini, kemampuan literasi menjadi indikator dengan pencapaian terbaik. Meski demikiankualitas pembelajaran adalah indikator dengan pencapaian terendah, yang salahsatunya disebabkan oleh rendahnya metode pembelajaran. Salah satu contohuntuk memperbaiki hal ini melalui peningkatan kompetensi GTKdan kebijakanyang menunjang aktivasi kogniti dalam pembelajaran Hasil Rapor Pendidikan Tahun 2023 1. Kemampuan Literasi Persentase peserta didik berdasarkan kemampuan dalammemahami, menggunakan, merefleksi, dan mengevaluasi beragam jenis teks (teksinformasional dan teks fiksi).Baik (85,19% siswa sudah mencapai kompetensi minimum) artinya Sebagian besar peserta didik telah mencapai batas kompetensi minimum untuk literasi membaca. Skor capaian Kemampuan Literasi di tahunini 85,19, naik 25,28% dari tahun 2022 (skor 68). 2. Kemampuan Numerasi Persentase peserta didik berdasarkan kemampuan dalam berpikir menggunakankonsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalahsehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan. Sedang (59,26%siswasudah mencapai kompetensi minimum) artinya 40% - 70%peserta didiktelahmencapai kompetensi minimum untuk numerasi namun perlu upaya mendoronglebih banyak peserta didik dalam mencapai kompetensi minimum. Skor capaianKemampuan Numerasi di tahun ini 59,26, naik 85,19% dari tahun 2022 (skor 32).


153. Karakter Kecenderungan peserta didik dalam bersikap dan berperilaku berdasarkan nilai- nilai pelajar Pancasila yang mencakup beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, gotong-royong, kreativitas, nalar kritis, kebinekaan global, serta kemandirian. Peserta didik terbiasa menerapkan nilai-nilai karakter pelajar pancasila yang berakhlak mulia, bergotong royong, mandiri, kreatif dan bernalar kritis serta berkebinekaan global dalam kehidupan sehari hari. Skor capaianKarakter di tahun ini 52,65, turun 5,08% dari tahun 2022 (skor 55,47). 4. Iklim Keamanan Sekolah Kondisi satuan pendidikan yang kondusif yang memberikan rasa aman (secarafisik dan psikologis), seperti tidak adanya perundungan dan hukuman fisik. Satuanpendidikan memiliki lingkungan sekolah yang aman, terlihat dari kesejahteraanpsikologis yang baik dan rendahnya kasus perundungan, hukuman fisik, kekerasan seksual, dan penyalahgunaan narkoba. Satuan pendidikan dapat mempertahankan kualitas warga sekolah dalam mencegah dan menangani kasusuntuk menciptakan iklim keamanan di lingkungan sekolah. Skor capaian IklimKeamanan Sekolah di tahun ini 66,91, naik 7,07% dari tahun 2022 (skor 62,49). 5. Iklim Kebinekaan Kondisi sekolah yang menunjukkan adanya sikap dan perilaku kepala sekolahdanguru dalam menerapkan toleransi agama dan budaya serta komitmen kebangsaan. Satuan pendidikan sudah mampu menghadirkan suasana proses pembelajaranyang menjunjung tinggi toleransi agama/kepercayaan dan budaya; mendapatkanpengalaman belajar yang berkualitas; mendukung kesetaraan agama/kepercayaan, dan budaya; serta memperkuat nasionalisme. Skor capaian IklimKebinekaandi tahun ini 68,81, naik 15,88% dari tahun 2022 (skor 59,38). 6. Kualitas Pembelajaran Kualitas pengelolaan kelas dan penyelenggaraan pembelajaran interaktif yangsesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik siswa. Suasana pembelajaran


16yang kondusif, dukungan afektif dan aktivasi kognitif belum diberikan olehguru. Skor capaian Kualitas Pembelajaran di tahun ini 59,71, naik 7,86%dari tahun2022 (skor 55,36). Dengan melalui proses ini, Kurikulum Operasional Sekolah di SDN21 PPAakanmenjadi dokumen yang hidup, digunakan sebagai referensi dalamkeseharian, direfleksikan, dan terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan perubahanyang terjadi.


174. HASIL OBSERVASI PEMBELAJARAN Hasil observasi pembelajaran tahun 2022 SD Negeri 21 PPA No Nama Guru Kelas Hasil Skor Catatan Khusus TindakKualitatif Kuantitatif Lanjut 1. Janimar, S.Pd III Sangat Baik 90 Dalam memberi kegiatan belajar mengajar guru sudah baik, melaksanakan dengan mengunakan infokus Lebih ditingkatkanlagi dalamproses pembelajaran2. Eniwati, S.Pd.SD II Sangat Baik 92 Sudah sangat baik menyajikan pelajaran kesiswa dengan mengunakan media pembelajaran Lebih ditingkatkanlagi dalamproses pembelajaran3. Tofmidar, S.Pd.I V Sangat Baik 90 Guru memberikan pelajaran kesiswa sangat baik, siswa memahami materi yang di ajarkan, melaksanakan dengan menggunakan media pembelajaran Lebih ditingkatkanlagi dalamproses pembelajaran4. Sri Yulia, S.Pd I Sangat Baik 90 Sudah baik dalam memberikan materi kepada siswa dan menggunakan media pembelajan Lebih ditingkatkanlagi dalamproses pembelajaran5. Hendri Yanti, S.Pd.SD IV Sangat baik 89 Sudah sangat baik dalammemberikan Lebih ditingkatkanlagi dalam


18pembelajaran ke pada siswa, mengunakan media pembelajaran dengan sangat baik proses pembelajaran6. Defrita, S.Pd.SD VI Sangat Baiik 90 Guru sangat bersemangat sekali memberikan pembelajaran pada siswa dan mengunakan media pembelajaran dengan sangat baik Lebih ditingkatkanlagi dalamproses pembelajaran7. Syafri, S.Pd IV Baik 87 Dalam pemberian PBM sudah baik, Perlu mengunakan media yang tepat dalampembelajaran Lebih ditingkatkanlagi dalamproses pembelajaranBerdasarkan data yang diberikan, terdapat informasi mengenai beberapa gurudanpenilaian kualitas pembelajaran yang mereka berikan kepada siswa. Berikut adalahdeskripsi dari data tersebut: 1. Janimar, S.Pd (Kelas III): Janimar mendapatkan skor kualitatif "Sangat Baik"dengan skor kuantitatif sebesar 90. Catatan khusus mengindikasikan bahwaJanimar memberikan kegiatan belajar mengajar dengan baik menggunakaninfokus. Meskipun kinerjanya sudah baik, perlu dilakukan peningkatan lebihlanjut dalam proses pembelajaran. 2. Eniwati, S.Pd.SD (Kelas II): Eniwati mendapatkan skor kualitatif "Sangat Baik"dengan skor kuantitatif sebesar 92. Catatan khusus menunjukkan bahwa Eniwati telah menyajikan pelajaran kepada siswa dengan sangat baik menggunakanmedia pembelajaran. Meskipun kinerjanya sudah sangat baik, tetap diperlukanpeningkatan dalam proses pembelajaran. 3. Tofmidar, S.Pd.I (Kelas V): Tofmidar mendapatkan skor kualitatif "Sangat Baik" dengan skor kuantitatif sebesar 90. Catatan khusus mencatat bahwa


19Tofmidar memberikan pelajaran kepada siswa dengan sangat baik, siswamemahami materi yang diajarkan, dan menggunakan media pembelajaran. Meskipun kinerjanya sudah baik, perlu dilakukan peningkatan lebih lanjut dalamproses pembelajaran. 4. Sri Yulia, S.Pd (Kelas I): Sri Yulia mendapatkan skor kualitatif "Sangat Baik"dengan skor kuantitatif sebesar 92. Catatan khusus menyatakan bahwa Sri Yuliasudah baik dalam memberikan materi kepada siswa dan menggunakan mediapembelajaran. Dalam hal ini, dianjurkan agar Sri Yulia mempertahankan kualitaspembelajarannya. 5. Hendri Yanti, S.Pd.SD (Kelas IV): Hendri Yanti mendapatkan skor kualitatif "Sangat Baik" dengan skor kuantitatif sebesar 90. Catatan khusus menunjukkanbahwa Hendri Yanti sudah sangat baik dalam memberikan pembelajaran kepadasiswa dan menggunakan media pembelajaran dengan sangat baik. Meskipundemikian, tetap diperlukan peningkatan dalam proses pembelajaran. 6. Defrita, S.Pd.SD (Kelas VI): Defrita mendapatkan skor kualitatif "Sangat Baik"dengan skor kuantitatif sebesar 93. Catatan khusus mencatat bahwa Defritasangat bersemangat dalam memberikan pembelajaran kepada siswa danmenggunakan media pembelajaran dengan sangat baik. Meskipun kinerjanyasudah baik, perlu dilakukan peningkatan lebih lanjut dalam proses pembelajaran. 7. Syafri, S.Pd (Guru PJOK): Syafri mendapatkan skor kualitatif " Baik" denganskor kuantitatif sebesar 87. Catatan khusus menunjukkan bahwa Syafri sudahbaik dalam memberikan pembelajaran kepada siswa dan perlu menggunakanmedia yang tepat dalam pembelajaran. Meskipun demikian, tetap diperlukanpeningkatan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa semua guru yang dinilai memiliki kinerja yang sangat baik dalam memberikan pembelajaran kepada siswa. Namun, perlu diingat bahwa terdapat rekomendasi untuk terus meningkatkan prosespembelajaran agar kualitas pengajaran dapat lebih baik lagi. 2. Dasar Hukum Yang Relevan 1. Landasan Yuridis


20Landasan yuridis dalam penyusunan Kurikulum Operasional SatuanPendidikan di SD Negeri 21 Pasar Pandan Airmati Kota Solok mengacu pada: 1. UU No. 20/2003 tentang Sisdiknas. 2. UU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan 3. UU No. 30/2002 Pasal 13 huruf c tentang Penyelenggraan ProgramPendidikanAnti Korupsi Pada Setiap Jenjang Pendidikan 4. PP No.57/2021 Direvisi PP No.4/2022 tentang SNP. 5. PP No. 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter 6. Permendikbudristek Nomor 5 Tahun 2022 tentang Standar Kompetensi Lulusan. 7. Permendikbudristek Nomor 7 Tahun 2022 tentang Standar Isi. 8. Permendikbudristek Nomor 16 Tahun 2022 tentang Standar Proses. 9. Permendikbudristek Nomor 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian. 10. Permendikbudristek Nomor 56 Tahun 2022 tentang Pedoman PenerapanKurikulum dalam rangka Pemulihan Pembelajaran. 11. Keputusan Kepala BSKAP Nomor 033/H/KR/2022 Tahun 2022, tentangCapaian Pembelajaran. 12. Keputusan Kepala BSKAP Nomor 009/H/KR/2022 Tahun 2022, tentangDimensi, Elemen, Sub Elemen, Profil Pelajar Pancasila pada KurikulumMerdeka. 13. Permendiknas No.16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dankompetensi guru. 14. Permendiknas No.19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan. 15. Permendiknas No 24 tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana. 16. Permendiknas No. 24 tahun 2008 tentang Tenaga Administrasi. 17. Permendikbud No 63 tahun 2014 tentang Pramuka Sebagai Exskul Wajib. 18. Permendikbud No. 28 tahun 2016 tentang Penjaminan mutu Pendidikan. 19. Permendikbud No. 75 tahun 2016 tentang Komite Sekolah. 20. Permendikbud No. 06 tahun 2018 tentang penugasan guru sebagai kepalasekolah. 21. Permendikbud No. 32 tahun 2018 tentang SPM. 22. Permendikbud No. 37 tahun2018 tentang KI dan KD 23. Permendikbud No. 15 tahun 2018 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas. 24. Perda Propinsi Sumatera Barat No. 70 tahun 2010 tentang Pendidikan Alquran. 25. Perda No. 1 tahun 2008 tentang Etika Pemerintah Kota Solok.


2126. Perda No. 2 tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Pendidikan di Kota Solok. 27. Pewako No. 20 Tahun 2022 Tentang penyelenggaraan Mata Pelajaran MuatanLokal Bahasa dan Sastra Minangkabau. 2. Landasan Filosofis Landasan filosofis sebagai dasar penyusunan kurikulumoperasional di SD Negeri 21 Pasar Pandan Airmati Kota Solok adalah denganmempertimbangkan budaya bangsa sebagai akar penopang pendidikanyangakan tumbuh membentuk pendidikan berkelanjutan. Generasi penerustetaplah menjadi generasi religius yang tetap menjaga iman dan kelestarianbudaya dan peka terhadap perkembangan zaman. Pengalaman belajar menjadi poin utama dalam menguasai kompetensi. Peserta didik merupakanpewaris budaya bangsa yang religius, kreatif, mandiri, dan inovatif. Prosespendidikan sebagai suatu proses yang memberi kesempatan kepada pesertadidik untuk mengembangkan potensi dirinya sehingga dapat memiliki kecakapan hidup yang sesuai minat bakat yang mengembangkan kecerdasanspiritual, intelektual, dan kinestetik. Berdasarkan landasan tersebut, SD Negeri 21 Pasar Pandan Airmati KotaSolok dengan kekuatan, kemampuan, dan keinginan untuk selalu inginberkembang, berharap dapat menjawab tantangan pendidikan dalammemfasilitasi suatu suasana belajar penuh aktivitas, berkarya, danmenyenangkan untuk membangun kehidupan masa kini dan masa depanyang lebih baik dari masa lalu dengan membentuk peserta didik sebagai agenProfil Pelajar Pancasila yang memiliki kecerdasan spiritual, kecerdasanemosional, kecerdasan intelektual, kemampuan berkomunikasi, sikap sosial, kepedulian, dan berpartisipasi untuk membangun kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik (experimentalism and social reconstructivism). 3. Landasan Sosiologis Sekolah, sebagai suatu lembaga pendidikan yang bertanggung jawabterhadap proses belajar siswa, memiliki tujuan yang mulia dalammengembangkan pendidikananak – anak Indonesia di lingkungannya. Sebagai bangsa Indonesia, pendidikan yangmereka dapatkan berlandaskan pada agama


22dan nilai – nilai luhur yang dianut oleh bangsa serta tidak melupakanakar budaya dalam perjalanan belajar mereka. Siswa Indonesia diharapkanmenjadi warga negara yang mandiri dan bertanggung jawab, menghargai kebhinekaan, mengedepankan berpikir positif dan kritis, serta mampuberkolaborasi. Hal tersebut bertujuan untuk melahirkan generasi penerusyang tangguh. 4. Landasan Psikopedagogis Sekolah Dasar adalah suatu lembaga yang terdiri atas siswa yangmemiliki karakteristik unik. Siswa di kelas awal adalah anak-anak usia dini yang masih berpikir konkret dan baru mengenal pendidikan formal. Transisi dari pendidikan sebelumnya membutuhkan program yang disesuaikandengan perkembangan usia. Siswa pada tingkatan kelas yang lebih tinggi adalah siswa dengan usia transisi dari pendidikan usia dini ke jenjangpendidikan yang membutuhkan pola berpikir yang lebih abstrak. Padajenjang ini keterampilan berpikir siswa dikembangkan melalui prosesbelajar yang menantang sehingga kemampuan kognitifnya berkembangmaksimal. 5. Landasan Teoritis Peserta didik merupakan pewaris budaya bangsa yang kreatif, mandiri dan inovatif. Proses pendidikan sebagai suatu proses yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi dirinyasehingga dapat memiliki kecakapan hidup yang sesuai minat bakat yangmengembangkan kecerdasan spiritual, intelektual, dan kinestetik. Menurut BSNP atau Badan Standar Nasional Pendidikan, pengertiankurikulum merdeka belajar adalah suatu kurikulum pembelajaran yangmengacu pada pendekatan bakat dan minat. Di sini, para pelajar (baik siswamaupun mahasiswa) dapat memilih pelajaran apa saja yang ingin dipelajari sesuai dengan bakat dan minatnya. Merdeka belajar fokus pada asas kemerdekaan dalammenerapkanmateri yang esensial dan fleksibel sesuai dengan minat, kebutuhan, dan


23karakteristik dari peserta didik. "Ki Hajar Dewantara melarang adanyapaksaan kepada anak didik karena akan mematikan jiwa merdeka sertakreativitasnya Kurikulum Merdeka adalah Merdeka Belajar. Konsep ini, dibuat agar peserta didik bisa mendalami minat dan bakatnya masing-masing. Misalnya, jika dua anak dalam satu keluarga memiliki minat yang berbeda, maka tolok ukur yang dipakai untuk menilai tidak sama. Kemudiananakjuga tidak bisa dipaksakan mempelajari suatu hal yang tidak disukai. Kurikulum Prototipe akan memberikan otonomi dan kemerdekaanbagi siswa dan sekolah. Berdasarkan landasan tersebut, SD Negeri 21 Pasar Pandan Airmati Kota Solok dengan kekuatan, kemampuan dan keinginan untuk selaluingin berkembang, berharap akan menjawab tantangan pendidikan dalammemfasilitasi suatu suasana belajar penuh aktivitas, berkarya danmenyenangkan untuk membangun kehidupan masa kini dan masa depanyang lebih baik dari masa lalu dengan membentuk peserta didik sebagai agen Profil Pelajar Pancasila yang memiliki kemampuan intelektual, kemampuan berkomunikasi, sikap sosial, kepedulian, dan berpartisipasi untuk membangun kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebihbaik(experimentalism and social reconstructivism). A. Prinsip Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan Prinsip pengembangan kurikulum operasional di satuan pendidikansebagai berikut: 1. Berpusat pada peserta didik, yaitu pembelajaran harus memenuhi potensi, kebutuhan perkembangan, tahapan belajar, dan kepentinganpeserta didik. Profil Pelajar Pancasila menjadi rujukan pada semua tahapanpenyusunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan. 2. Kontekstual, yaitu menunjukkan kekhasan dan sesuai dengankarakteristik satuan pendidikan, konteks sosial budaya dan lingkungan, dan dunia kerja.


243. Esensial, yaitu memuat semua unsur informasi penting/utama yangdibutuhkan dan digunakan di satuan pendidikan. Bahasa yang digunakanlugas, ringkas, dan mudah dipahami. 4. Akuntabel, yaitu dapat dipertanggungjawabkan karena berbasis data danaktual. 5. Partisipatif, yaitu pengembangan kurikulum operasional satuanpendidikan melibatkan komite satuan pendidikan dan pemangkukepentingan lainnya, seperti orang tua, asosiasi profesi, serta dunia kerja, di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan sesuai kewenangannya. B. Proses Penyusunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan Dalam penyelenggaraannya, kurikulum operasional di satuan pendidikanperlu menjadi dokumen yang dinamis, yang diperbarui secara berkesinambungan, menjadi referensi dalam keseharian, direfleksikan, dan terus dikembangkanagar dokumen yang disiapkan benar-benar sesuai dengan tuntutan KurikulumOperasional Satuan Pendidikan Penyusunan dokumen kurikulum operasional di satuan pendidikan hendaknyadimulai dengan memahami secara utuh struktur kurikulum merdeka. Adapun Langkah-Langkah Penyusunan Kurikulum Operasional SatuanPendidikan adalah sebagai berikut: 1. Menganalisis konteks Karakteristik Satuan Pendidikan 2. Merumuskan Visi Misi Tujuan 3. Menentukan Pengorganisasian Pembelajaran 4. Menyusun Rencana Pembelajaran 5. Merancang pendampingan, evaluasi, dan pengembangan profesional Evaluasi jangka pendek (semester/tahunan) dan evaluasi jangka panjang(4-5 tahun)


25Terwujudnya peserta didik yang beriman dan bertaqwa, berakhlak mulia, berprestasi, kompetitif serta berwawasan lingkungan. BAB II VISI, MISI, DAN TUJUAN SATUAN PENDIDIKANa. Visi Program dan kegiatan Sekolah harus merujuk pada Visi yang telahditetapkan. Visi bukan hanya sekadar tulisan tanpa dipahami maknanya. Untukmenginternalisasi visi pada setiap warga sekolah, maka visi perludisosialisasikan secara berkala. Tanpa pemahaman terhadap visi maka kegiatanyang dijalankan menjadi tidak terarah. Berikut adalah visi Sekolah Dasar : b. Misi Untuk mencapai visi, Sekolah memiliki misi sebagai berikut. a. Menanamkan keimanan dan ketaqwaan melalui pengamalan ajaran agamadan pembiasaan menghafal Al-Qur’an. b. Mengoptimalkan pelaksanaan proses pembelajaran yang kreatif dan inovetif. c. Menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai Pendidikan karakter, budayadaerah, dan budaya nasional. d. Membina kemandirian peserta didik melalui kegiatan pembiasaan, pengembangan diri dan ekstrakurikuler yang terencana dan kesinambungan. e. Menanamkan sikap peduli lingkungan agar tercipta lingkungan sekolahyangnyaman, bersih, dan rapi. Misi disusun agar visi dapat tercapai. Misi disosialisasikan kepada seluruhwarga sekolah yang dijabarkan dalam program dan kegiatan.


26c. Tujuan Untuk mewujudkan visi dan misi, Tujuan Sekolah dalamJangka Panjang, Jangka Menengah, dan Jangka Pendek: Berdasarkan visi dan misi Sekolah Dasar, tujuan dapat dirumuskan sebagai berikut: Tujuan Jangka Panjang: 1. Meningkatkan kualitas pembelajaran dan prestasi akademik siswa. 2. Membentuk karakter dan kepribadian yang baik pada siswa. 3. Mengembangkan kompetensi siswa sesuai dengan perkembangan zaman. 4. Meningkatkan kesadaran dan kepedulian siswa terhadap lingkungan dan budaya. Tujuan Jangka Menengah: 1. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran. 2. Memperluas dan memperkaya program ekstrakurikuler untuk mengembangkanpotensi siswa. 3. Meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan sosial dan kegiatan berbasismasyarakat. Tujuan Jangka Pendek: 1. Meningkatkan kualitas guru dan tenaga pendidik melalui pelatihandanpengembangan profesional. 2. Meningkatkan fasilitas dan sarana pendukung pembelajaran yang memadai. 3. Meningkatkan keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak. Tujuan tersebut memberikan arah dan target yang spesifik dalamupaya mencapai visi Sekolah Dasar. Tujuan jangka pendek, menengah, dan panjang perludipertimbangkan dan dirumuskan secara terperinci agar dapat diukur dan dievaluasi secara periodik.


27BAB III PENGORGANISASIAN PEMBELAJARANSATUANPENDIDIKAN A. INTRAKURIKULER 1. KURIKULUM 2013 1.1. Muatan Kurikulum Tingkat Nasional Kerangka dasar kurikulum sekolah dasar merupakan landasan danacuan pengembangan struktur kurikulum pada tingkat nasional danpengembangan muatan lokal pada tingkat daerah serta pedomanpengembangan kurikulum pada sekolah dasar. Struktur kurikulumsekolah dasar merupakan pengorganisasian kompetensi inti, matapelajaran, beban belajar, kompetensi dasar dan muatan pembelajaranpada setiap sekolah dasar. a. Daftar Mata Pelajaran dan Muatan Lokal Sesuai Standar Isi danatau Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Mata Pelajaran Alokasi Waktu Per MingguI III IVVI Kelompok A 1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 4 42. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaran 6 53. Bahasa Indonesia 10 74. Matematika 6 65. Ilmu Pengetahuan Alam - 36. Ilmu Pengetahuan Sosial - 3Kelompok B 1. Seni Budaya dan Prakarya (termasuk muatan local *) 4 42. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (termasuk muatan local *) 4 4Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu Kurikulum Nasional 34 36


28b. Pengaturan Alokasi Waktu Per Mata Pelajaran DisesuaikanDengan Standar Isi, dan atau Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum, Kebutuhan Peserta Didik dan Sekolah. Mata Pelajaran Alokasi WaktuPerMingguI III IVVIKelompok A 1 . Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 4 42 . Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaran 6 53 . Bahasa Indonesia 10 74 . Matematika 6 65 . Ilmu Pengetahuan Alam - 36 . Ilmu Pengetahuan Sosial - 3Kelompok B 1 . Seni Budaya dan Prakarya (termasuk muatan local *) 4 42 . Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (termasuk muatan local *) 4 4Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu Kurikulum Nasional 34 36Kelompok Muatan Lokal C 1. Pendidikan Al Quran 2 22. Bahasa dan Sastra Minangkabau 2 2Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu Kurikulum Daerah/Muatan Lokal 4 4Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu Kurikulum Nasional + Jumlah Kurikulum Daerah 34 40Catatan: 1. Muatan local *dapat memuat Bahasa daerah 2. Pendidikan Jasmani Olah raga & Kesehatan (termasuk muatan local*) Kelompok mata pelajaran yang dilaksanakan di SDNegeri 21PPA mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 13 tahun 2015tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 6 ayat (1) menyatakanbahwa kurikulum untuk jenis pendidikan umum, kejuruan dan


29khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas : 1. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia 2. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian3. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi 4. Kelompok mata pelajaran estetika 5. Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan Cakupan setiap kelompok mata pelajaran pada tabel berikut: No Kelompok Mata Pelajaran Cakupan 1. Agama dan Akhlak Mulia Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didikmenjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhakmulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti atau moral sebagai perwujuduan dari pendidikanagama. 2. Kewarganegaraan dan Kepribadian Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dankepribadian dimaksudkan untuk peningkatankesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak dan kewajiban dalamkehidupanbermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. Kesadaran dan wawasan termasuk wawasankebangsaan, jiwa dan patriotisme bela negara, penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia, kemajuan bagsa, pelestarian lingkungan hidupkesetaraan gender, demokrasi, tanggung jawabsocial, ketaatan pada hukum, ketaatan membayar pajak dan sikap serta perilaku anti korupsi, kolusi dan nepotisme. No. Kelompok Mata Pelajaran Cakupan 3. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan danTeknologi jenjang SD/MI/SDLB dimaksudkanuntuk mengenal, menyikapi dan mengapresiasi ilmupengetahuan dan teknologi serta menanamkankebiasaan berfikir dan berprilaku ilmiah yang kritis, kreatif dan mandiri.


304. Estetika Kelompok mata pelajaran esetetika dimaksudkanuntuk meningkatkan sensitifitas, kemampuanmengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni, kemampuanmengapresiasikan dan mengekspresikan keindahanserta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi, baikdalam kehidupan individual sehingga mampumenikmati dan mensyukuri hidup maupun dalamkehidupan masyarakat sehingga mampumenciptakan kebersamaan yang harmonis. 5. Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelompok mata pelajaran Jasmani, Olahraga danKesehatan pada jenjang SD/MI/SDLB dimaksudkanuntuk meningkatkan potensi fisik serta menanamkan sportifitas dan kesadaran hidup sehat. Budaya hidup sehat termasuk kesadaran, sikap danperilaku sehat yang bersifat individual ataupunbersifat kolektif kemasyarakatan seperti keterbatasan dan perilaku seksual bebas, kecanduannarkoba, HIV/AIDS, demam berdarah dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah. Tabel 1 : Cakupan Kelompok Mata Pelajaran Berdasarkan cakupan kelompok mata pelajaran tersebut, dapat dipaparkan tujuan pengembangan kurikulum adalah sebagai berikut: 1. Membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman danbertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. 2. Meningkatkan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status hak dan kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa danbernegara serta meningkatkan kualitas dirinya sebagai manusia. 3. Mengenal, menyikapi dan mengapresiasi ilmu pengetahuandanteknologi serta menanamkan kebiasaan berfikir dan berprilaku ilmiahyang kritis, kreatif dan mandiri. 4. Meningkatkan sensitifitas, kemampuan mengekspresikan dankemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. 5. Meningkatkan potensi fisik serta menanamkan sportifitas dankesadaran hidup sehat. Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaranyang harus ditempuh oleh peserta didik pada satuan pendidikan dalam


31kegiatan pembelajaran. Susunan mata pelajaran tersebu terbagi dalamlima kelompok yaitu : kelompok mata pelajaran agama dan akhlakmulia, kewarganegaraan dan kepribadian, ilmu pengetahuan danteknologi, estetika, jasmani, olahraga dan kesehatan. Struktur kurikulum SD Negeri 21 PPA Kota Solok meliputi subtansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikanselama enam tahun mulai dari kelas I sampai dengan kelas VI. Struktur Kurikulum SD Negeri 21 PPA Kota Solok disusunberdasarkan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Kompetensi Mata Pelajaran dengan ketentuan sebagai berikut: a. Kurikulum SD Negeri 21 PPA memuat 8 mata pelajaran, 2 muatanlokal dan 5 pengembangan diri. Muatan lokal merupakan kegiatankurikuler untuk mengambangkan kompetensi yang disesuaikandengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalammatapelajaran yang ada. Subtansi muatan lokal ditentukan oleh satuanpendidikan. Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaranyang harus diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuanmemberikan kesempatan kepada peserta didik untukmengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengankebutuhan, bakat dan minat setiap peserta didik sesuai dengankondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan ataudibimbing oleh konselor, guru atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatanpengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanankonseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dankehidupan sosial, belajar dan pengembangan karir peserta didik. b. Substansi mata pelajaran IPA dan IPS merupakan “IPATerpadu”dan “IPS Terpadu” c. Pembelajaran pada kelas III dan kelas VI melaksanakan kurikulum2013. Kecuali untuk mata pelajaran pendidikan Agama danPenjaskes melalui pendekatan mata pelajaran.


32d. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikansebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Satuan pendidikandimungkinkan menambah maksimun empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan. e. Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 35 menit untuk kelas I sampai dengan kelas VI. f. Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah42 minggu. c. Muatan Pembelajaran Nasional 1. Pendidikan Agama Sekolah Dasar Mata Pelajaran Nasional Pendidikan Agama IslamSD/ MI bertujuan: a. Menumbuhkembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta pengalaman peserta didiktentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslimyangterus berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada AllahSWT. b. Mewujudkan manuasia Indonesia yang taat beragama danberakhlak mulia yaitu manusia yang, berpengetahuan rajinberibadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis, berdisiplin, bertoleransi (tasamuh), menjaga keharmonisan secara personal dan sosial serta mengembangkan budaya agama dalamkomunitas sekolah.


332. Muatan Pelajaran Nasional Pendidikan KewarganegaraanSekolah Dasar Muatan Pelajaran Nasional Pendidikan Kewarganegaraan SD/ MI betujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut: 1. Berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalammenanggapi isu kewarganegaraan 2. Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab, danbertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta anti-korupsi 3. Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentukdiri berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa lainnya. 4. Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalampercaturandunia secara langsung atau tidak langsung denganmemanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. 3. Muatan Mata pelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar Muatan Mata pelajaran Bahasa Indonesia SD/MI bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut : 1. Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etikayang berlaku, baik secara lisan maupun tulis. 2. Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesiasebagai bahasa persatuan dan bahasa Negara. 3. Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengantepat dan kreatif untuk berbagai tujuan. 4. Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkankemampuan intelektual, serta kematangan emosional dansosial 5. Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untukmemperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta


34meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa 6. Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia. 4. Muatan Mata Pelajaran Matematika Sekolah Dasar Mata pelajaran Matematika SD bertujuan agar peserta didikmemiliki kemampuan sebagai berikut : 1. Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitanantar konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalampemecahanmasalah 2. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukanmanipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataanmatematika 3. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikanmodel dan menafsirkan solusi yang diperoleh 4. Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah 5. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalamkehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, danminat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet danpercaya diri dalam pemecahan masalah. 5. Muatan Mata Pelajaran IPA Sekolah Dasar Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SD/MI bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut: 1. Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan YangMaha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan dan


35keteraturan alam ciptaan-Nya 2. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep- konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalamkehidupan sehari-hari 3. Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positip dan kesadarantentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antaraIPA, lingkungan, teknologi dan masyarakat 4. Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan5. Meningkatkan kesadaran untuk berperanserta dalammemelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan alam6. Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alamdan segalaketeraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan 7. Memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan keterampilanIPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan keSMP/MTs. 6. Mata Pelajaran IPS Sekolah Dasar Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial bertujuan agar pesertadidik memiliki kemampuan sebagai berikut : 1. Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupanmasyarakat dan lingkungannya 2. Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, danketerampilan dalam kehidupan sosial 3. Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan 4. Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama danberkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan global.


367. Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan SekolahDasar Mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut: 1. Memahami konsep dan pentingnya seni budaya danketerampilan 2. Menampilkan sikap apresiasi terhadap seni budaya danketerampilan 3. Menampilkan kreativitas melalui seni budaya danketerampilan 4. Menampilkan peran serta dalam seni budaya danketerampilan dalam tingkat lokal, regional, maupun global. 8. Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, danKesehatan Sekolah Dasar Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut: 1. Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalamupayapengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani sertapola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani danolahraga yang terpilih 2. Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik. 3. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar 4. Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalampendidikanjasmani, olahraga dan kesehatan 5. Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggungjawab, kerjasama, percaya diri dan demokratis 6. Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan


37diri sendiri, orang lain dan lingkungan Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkunganyang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisikyang sempurna, pola hidup sehat dan kebugaran, terampil, sertamemiliki sikap yang positif. 9. Kompetensi Inti Kompetensi inti dirancang seiring dengan meningkatnya usia peserta didik pada kelas tertentu. Melalui kompetensi inti, integrasi vertikal berbagai kompetensi dasar pada kelas yangberbeda dapat dijaga. Rumusan kompetensi inti menggunakan notasi sebagai berikut: 1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual; 2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial; 3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan; dan 4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan. Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Dasar/MadrasahIbtidaiyah dapat dilihat pada Tabel berikut. Tabel 1: Kompetensi Inti Kelas I, II, dan III Sekolah Dasar/Madrasah IbtidaiyahKOMPETENSI INTI KELAS I KOMPETENSI INTI KELAS II KOMPETENSI INTIKELASIII 1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya. 2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru 1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya. 2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru 1. Menerima dan menjalankan ajaranagama yang dianutnya. 2. Menunjukkan perilakujujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, danpercaya diri dalamberinteraksi dengankeluarga, teman, gurudan tetangganya


383. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda- benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkanrasa ingin tahutentangdirinya, makhlukciptaan Tuhan dankegiatannya, danbenda-benda yangdijumpainya di rumahdan di sekolah 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalambahasa yangjelas, sistematis danlogis, dalamkaryayangestetis, dalamgerakanyang mencerminkananak sehat, dandalamtindakan yang mencerminkanperilakuanak beriman danberakhlak mulia Tabel 2 : Kompetensi Inti Sekolah Dasar/Madrasah Kelas IV, V, dan VI KOMPETENSI INTI KELAS IV KOMPETENSI INTI KELAS V KOMPETENSI INTIKELASVI 1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya 1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya. 1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaranagamayang dianutnya.


392. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya 2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya serta cinta tanah air. 2. Menunjukkan perilakujujur, disiplin, tanggungjawab, santun, peduli, danpercaya diri dalamberinteraksi dengankeluarga, teman, guru, dantetangganya serta cintatanah air. 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda- benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain 3. Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati, menanya dan mencoba berdasarkan rasa ingin tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda- benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain 3. Memahami pengetahuanfaktual dan konseptual dengan cara mengamati, menanya dan mencobaberdasarkan rasa ingintahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhandan kegiatannya, danbenda-benda yangdijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia 4. Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang jelas, sistematis, logis dan kritis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia. 4. Menyajikan pengetahuan faktual dankonseptual dalambahasayang jelas, sistematis, logis dan kritis, dalamkarya yang estetis, dalamgerakan yang mencerminkan anaksehat, dan dalamtindakanyangmencerminkan perilakuanak beriman dan berakhlak mulia 1.2. Pengaturan Beban Belajar a. Deskripsi Sistem Paket Satuan pendidikan SD/MI/SDLB melaksanakan programpendidikan dengan menggunakan sistem paket. Sistempaket adalahsistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknyadiwajibkan mengikuti seluruh program pembelajaran dan bebanbelajar yang sudah ditetapkan untuk setiap kelas sesuai denganstruktur kurikulum yang berlaku pada satuan pendidikan. Bebanbelajar dengan sistem paket dinyatakan dalam satuan jampelajaran


40sebagaimana diatur dalam struktur kurikulum setiap satuanpendidikan merupakan pengaturan alokasi waktu untuk setiap matapelajaran yang terdapat pada semester ganjil dan genap dalamsatutahun pelajaran. Beban belajar pada system paket terdiri atas pembelajaran tatap muka, penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri. Beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri, maksimal 40% untuk SD/MI, maksimal 50% untuk SMP/MTs, danmaksimal 60% untuk SMA/MA/SMK/MAK dari waktu kegiatantatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. Beban belajar kegiatan tatap muka per jam pembelajaran berlangsung selama 35menit untuk kelas I s.d. kelas VI. Beban belajar kegiatan tatap mukaper minggu adalah ; Kelas I adalah 34 jam, kelas. II adalah 34 jampembelajaran, Kelas III adalah 36 jam pembelajaran, Kelas IVs.d. VI adalah 34 jam pembelajaran. Tata Cara Pelaksanaan Sistem Kredit Semester (SKS) Satuan pendidikan SD/MI/SDLB tidak melaksanakan programpendidikan dengan menggunakan sistem kredit semester (SKS). Pengaturan beban belajar SD Negeri 21 PPA ditetapkan sebagai berikut : Beban belajar ditentukan berdasarkan penggunaan sistempengelolaan program pendidikan yang berlaku di sekolah padaumumnya saat ini, yaitu menggunakan sistem paket. Adapun pengaturan beban belajar pada sistem tersebut sebagai berikut : a. Beban belajar dalam sistim paket digunakan oleh tingkat satuan pendidikan SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLBbaikkategori standar maupun mandiri, SMA/MA/SMALB/SMK/MAK kategori standar. b. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran pada sistempaket dialokasikan sebagaimana tertera dalamstruktur kurikulum pengaturan alokasi waktu untuk setiap mata


41pelajaran yang terdapat pada semester ganjil dan genapdalam satu tahun ajaran dapat dilakukan secara fleksibel dengan jumlah beban belajar yang tetap. Satuan pendidikandimungkinkan menambah maksimum 4 jampelajaranperminggu secara keseluruhan. Pemanfaatan jampelajarantambahan mempertimbangkan kebutuhan peserta didikdalam mencapai kompetensi, di samping dimanfaatkanuntuk mata pelajaran lain yang dianggap penting dan tidakterdapat didalam struktur kurikulum yang tercantumdalamstandar isi. c. Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatanmandiri tidak terstruktur dalam sistem paket untuk SD/MI adalah 0 – 40% dari waktu kegiatan tatap muka dari pelajaran yang bersangkutan. Pemanfaatan alokasi waktutersebut mempertimbangkan potensi dan kebutuhan pesertadidik dalam mencapai kompetensi. Alokasi waktu untuk praktek 2 jam kegiatan praktek di sekolah setaradengan 1 jam tatap muka . 4 jam praktek di luar sekolah setara dengan 1jamtatap muka. b. Beban belajar Tatap Muka, Penugasan Terstruktur, Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur Kegiatan tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupaproses interaksi antara peserta didik dengan pendidik. Penugasan Terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalamanmateri pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang pendidik untukmencapai standar kompetensi dengan waktu penyelesaian ditentukanolehpendidik. Kegiatan tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa prosesinterkasi antara peserta didik dengan pendidik. Beban belajar kegiatantatapmuka per jam pembelajaran di SD Negeri 21 PPA belangsung rata–rataselama 35 menit. jumlah jam tatap muka yang tercantumdalamstruktur


42kurikulum sekolah. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur adalah kegiatan pembelajaranyangberupapendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancangpendidik untukmencapai standar kompetensi dengan waktu penyelesaianditentukan sendiri oleh peserta didik. Kela s Satu Jam pembelajar an tatap muka Jumlah Jam pembelajar an perminggu Minggu Efektif Pertahun Pelajara n Waktu Pembelaja ran / jam pertahun Pembelaja ran tatap muka TM(60) PenugasanTerstruktur+KegiatanMandiri (PT+KM)(40) III 35 36 (K 13) 34 1.224 734 490VI 35 34 (K 13) 34 1.292 775 517BEBAN MENGAJAR GURU KELAS DAN GURU MATA PELAJARANTAHUN AJARAN 2023/2024 No. Mata Pelajaran Kelas JumlahIII VI 1. Pendidikan Agama Islam 4 4 8 2. PKn 5 5 103. Bahasa Indonesia 10 7 174. Matematika 6 6 125. IPA - 3 3 6. IPS - 3 3 7. Seni Budayadan Keterampilan 4 4 8 8. Penjaskes 4 4 8 9. Muatan Lokal a. Pendidikan Al Qur’an 2 2 4 b. Bahasa dan Sastra Minangkabau (BSM) 2 2 4 JUMLAH 34 40 77c. Beban Belajar Tambahan


43Pengaturan beban belajar menyesuaikan dengan alokasi waktuyangtelah ditentukan dalam struktur kurikulum. Pemanfaatan jampembelajarantambahan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalammencapai kompetensi, di samping memanfaatkan mata pelajaran lain yang dianggappenting namun tidak terdapat di dalam struktur kurikulum yang tercantumdi dalam Standar Isi. Dengan adanya tambahan waktu, satuan pendidikandiperkenankan mengadakan penyesuaian-penyesuaian. Misalnya mengadakanprogram remedial bagi peserta didik yang belum mencapai standar ketuntasanbelajar minimal. SDN 21 PPA melaksanakan belajar tambahan yaitu bagi siswakelas VI. Adapun jam belajarnya dilaksanakan sebelum jamwajib. Jadwal jam tambahan No Hari Mata Pelajaran Jam Pagi JamSore 1. Senin Tematik 06.30 – 07.30 14.00 – 15.30 2. Selasa Tematik 06.30 – 07.30 14.00 – 15.30 3. Rabu PAI 06.30 – 07.30 14.00 – 15.30 4. Kamis Tematik 06.30 – 07.30 14.00 – 15.30 5. Jum’at Tematik 06.30 – 07.30 - 6. Sabtu Tematik 06.30 – 07.30 - d. Penetapan KKM, Kenaikan Kelas, Uji Kompetensi dan Kelulusan1. Kriteria Ketuntasan Belajar, Kriteria Kenaikan Kelas, KriteriaKelulusan, pada Kurikulum 2013 a. Daftar kriteria ketuntasan minimal ( KKM) untuk semua matapelajaran pada setiap tingkatan kelas. Ketuntasan belajar setiap indikator yang dikembangkan sebagai suatu pencapaian hasil belajar dari suatu kompetensi dasar berkisar antara0- 100%. Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator 75%. SDNegeri 21 PPA , menentukan kriteria ketuntasan minimal sebagai target pencapaian kompetensi (TPK) dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik serta kemampuan sumber dayapendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran dan kompleksitas tingkat


44kesulitan dari KD-KD yang akan diajarkan. SD Negeri 21 PPAsecarabertahap dan berkelanjutan selalu mengusahakan peningkatan kriteriaketuntasan belajar untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal. Berikut ini tabel Kriteria Ketuntasan Minimal yang menjadi Target Pencapaian Kompetensi (TPK) di SD Negeri 21 PPA yang berlaku TahunPelajaran 2023/2024. Kriteria Ketuntasan Minimal Sekolah Tahun Pelajaran 2023/2024 b. Mekanisme dan Prosedur Penentuan KKM Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal perlu mempertimbangkan beberapaketentuan sebagai berikut : 1. Penetapan KKM merupakan kegiatan pengambilan keputusan yang dapat dilakukan melalui metode kualitatif dan atau kuantitatif. Metode kualitatif dapat dilakukan melalui professional judgement(penerapan pengetahuandanpengalaman yang relevan untuk mencapai keputusan yang tepat dalamsituasidalam melaksanakan penugasan)oleh pendidik denganmempertimbangkan kemampuan akademik dan pengalaman pendidik mengajar NO MATA PELAJARAN KKM I II III IVVVI1 Agama 80 80 80 80 80 802 Pendidikan Kewarganegaraan 80 80 80 80 80 803 Bahasa Indonesia 80 80 80 80 80 804 Matematika 80 80 80 80 80 805 IPA 80 80 80 80 80 806 IPS 80 80 80 80 80 807 SBdP 80 80 80 80 80 808 PJOK 80 80 80 80 80 809 Pendidikan Al- Qur’an 80 80 80 80 80 8010. Bahasa dan Sastra Minangkabau (BSM ) 80 80 80 80 80 80


45mata pelajaran di sekolahnya. Sedangkan metode kuantitatif dilakukan denganrentang angka yang disepakati sesuai dengan penetapan kriteria yangditentukan; 2. Penetapan nilai kriteria ketuntasan minimal dilakukan melalui analisisketuntasan belajar minimal pada setiap indikator dengan memperhatikankompleksitas, daya dukung, dan intake peserta didik untuk mencapai ketuntasan kompetensi dasar dan standar kompetensi 3. Kriteria ketuntasan minimal setiap Kompetensi Dasar (KD) merupakanratarata dari indikator yang terdapat dalam Kompetensi Dasar tersebut. Pesertadidik dinyatakan telah mencapai ketuntasan belajar untuk KDtertentu apabilayang bersangkutan telah mencapai ketuntasan belajar minimal yang telahditetapkan untuk seluruh indikator pada KD tersebut; 4. Kriteria ketuntasan minimal setiap Standar Kompetensi (SK) merupakanratarata KKM Kompetensi Dasar (KD) yang terdapat dalam SK tersebut; 5. Kriteria ketuntasan minimal mata pelajaran merupakan rata-rata dari semuaKKM-SK yang terdapat dalam satu semester atau satu tahun pembelajaran,dandicantumkan dalam Laporan Hasil Belajar (LHB/Rapor) peserta didik; 6. Indikator merupakan acuan/rujukan bagi pendidik untuk membuat soal-soal ulangan, baik Ulangan Harian (UH), Ulangan Tengah Semester (UTS) maupunUlangan Akhir Semester (UAS). Soal ulanganataupun tugas-tugas harusmampu mencerminkan/menampilkan pencapaian indikator yang diujikan. Dengan demikian pendidik tidak perlu melakukan pembobotan seluruhhasil ulangan, karena semuanya memiliki hasil yang setara; 7. Pada setiap indikator atau kompetensi dasar dimungkinkan adanya perbedaannilai ketuntasan minimal. Langkah-Langkah Penetapan KKM Penetapan KKM dilakukan oleh guru atau kelompok guru mata pelajaran. Langkah penetapan KKM adalah sebagai berikut: 1. Guru atau kelompok guru menetapkan KKM mata pelajaran dengan mempertim- bangkantiga aspek kriteria, yaitu kompleksitas, daya dukung, danintake peserta didik dengan skema sebagai berikut:


46Hasil penetapan KKM indikator berlanjut pada KD, SK hingga KKMmatapelajaran; 2. Hasil penetapan KKM oleh guru atau kelompok guru mata pelajarandisahkanoleh kepala sekolah untuk dijadikan patokanguru dalam melakukanpenilaian; 3. KKM yang ditetapkan disosialisaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, yaitu peserta didik, orang tua, dan dinas pendidikan; 4. KKM dicantumkan dalam LHB pada saat hasil penilaian dilaporkan kepadaorang tua/wali peserta didik. KKM ditetapkan berdasarkan : 1. Tingkat kompleksitas artinya: Kesulitan dan kerumitan setiap indikator yang harus dicapai oleh peserta didik. a. Kompleksitas akan tinggi apabila dalam mencapai kopetensi diperlukanwaktu yang cukup lama, penalaran peserta didik yang tinggi dan kreatif dan inovatif guru dalam melaksanakan pembelajaran. b. Kompleksitas akan rendah apabila dalam mencapai kopetensi diperlukanwaktu yang sedikit, penalaran peserta didik yang sederhana serta kreatif dan inovatif guru yang sederhana 2. Daya dukung Daya dukung adalah menyangkut : - Ketersediaan tenaga - Sarana dan prasarana pendidikan, - Biaya operasional pendidikan, - Manajemen sekolah - Kepedulian stakeholders sekolah. KKM Indikator KKM KD KKM MP KKM SK


473. Intake Intake adalah tingkat kemampuan rata-rata peserta didik berdasarkannilai rata-rata rapor. Contoh : siswa kelas V dapat dilihat intakenya berdasarkan nilai rata-ratarapor naik kelas IV. 3. Upaya Sekolah Dalam Meningkatkan KKM untuk Mencapai KKMIdeal Dalam meningkatkan KKM setiap mata pelajaran SDN 21 PPA, telahmemprogramkan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Dari segi kompleksitas a. Guru secara terus menerus berusaha memahami setiap indikator dankompetensi dasar yang harus dicapai peserta didik melalui workshopdanKKG serta rapat-rapat dewan guru. b. Guru selalu menyajikan pelajaran yang kreatif, inovatif, dan bervariasi melalui bimbingan super visi oleh kepala sekolah dan pengawas. c. Guru diharapkan selalu menggunakan alat peraga pada setiap PBMd. Guru diberikan waktu untuk melaksanakan kegiatan belajar tambahan. 2. Dari segi daya dukung a. Sekolah secara bertahap berusaha melengkapi sarana pendidikandanpengadaan alat peraga serta buku-buku melalui dana BOS dan BOP. b. Sekolah berupaya mencari sumber dana operasional pendidikan selainBOS melalui donatur alumni yang telah berhasil serta sumbangan orangtua yang tidak mengikat melalui rapat-rapat dengan komite sekolahdanrapat dengan orang tua siswa. c. Secara bertahap meningkatkan managemen sekolah melalui KKG, rapat dewan guru, workshop, dan pelatihan guru. d. Memberikan informasi perkembangan sekolah kepada tokoh-tokohsetempat dan pemerhati pendidikan sehingga diharapkan stakeholderstersebut lebih peduli kepada sekolah. Hali ini dilakukan melalui rapat orang tua dan rapat komite sekolah.


483. Dari segi intake a. Sekolah mendata siswa berdasarkan kemampuan memahami pelajaransetiap kelas pada awal tahun ajaran berdasarkan nilai rata-rata rapor kelas sebelumnya. b. Guru memberikan bimbingan khusus melalui remedi kepada kelompoksiswa yang memiliki kemampuan rata-rata rendah dalammemahami indikator dan kompetensi bahan ajar. c. Guru memberikan buku-buku panduan (buku referensi) pendampingbuku paket kepada siswa yang berkemampuan rata-rata rendah. Peserta didik yang belum mencapai KKM (100 %) harus mengikuti pembelajaran remedi. Agar semakin meningkatnya KKMmaka , setiap guru untuk lebih bekerja keras lagi agar mutu pendidikan sekolah dapat meningkat dari tahun ke tahun. 1. Kenaikan Kelas 1. Kriteria kenaikan kelas SDN 21 PPA berpedoman KepadaKurikulum 2013 adalah sebagai berikut : a. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran dan semester, mengikuti UH, UTS dan US seluruh mata pelajarn pada kelas tersebut. b. Mencapai tingkat kompetensi yang dipersyaratkan minimal sama dengan KKM. Tidak naik kelas apabila minimal salah satu kompetensi dari tiga mata pelajaran tidak tuntas c. Memiliki nilai minimal baik untuk mata pelajaran Agama dan Akhlakmulia (afektif) pada semester yang diikuti.( Nilai Sikap) d. Ketidakhadiran siswa tanpa keterangan maksimal 15 %dari jumlahhari efektif. e. Mempunyai kepribadian yang baik dan sopan serta tidak terlibat dalamkegiatan narkoba, asusila, dan kegiatan demoralitas lainnya selamabelajar di SDN 21 PPA . f. Nilai pada rapor merupakan gambaran pencapaian kemampuan pesertadidik dalam satu semester, nilai tersebut berasal dari nilai PH, UTSdanUAS. Nilai rapor = PH + TGS + UTS + UAS.


49Jika terdapat siswa yang belum memenuhi kriteria diatas(poin a s.df ) maka naik atau tidaknya akan ditentukan kenaikan kelasnya melalui rapat pleno dewan guru. b. Uraian tentang pelaksanaan penilaian hasil belajar SD Negeri 21 PPABerdasarkan peraturan Mendiknas no 20 tahun 2007 tentang standar penilaianSD N 21 PPA melaksakan penilaian hasil belajar siswa melalui penilaiansebagai berikut : a. Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik olehguruuntuk mengukur pencapaian kompetensi siswa setelah menyelesaikansatukompetensi dasar atau lebih. Materi soal ulangan harian ini disusunolehguru kelas dan guru bidang studi sebelum diujikan kepada siswa, diperikasa oleh kepala sekolah. b. Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru untukmengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksakankegiatan belajar 8 sampai 9 minggu yang meliputi seluruh indikator yangada pada KD periode tersebut. Pelaksanaan ujian tengah semester ini dilaksnakan secara bersama-sama oleh kepala sekolah dan mejelis gurudengan membentuk panitia ujian, menetapkan anggaran biaya, membentuktim pengawas, pembuat soal, dan pemeriksa ujian. Hasil ujian dimaksuddilaporkan kepada kepala sekolah dan kepada siswa dalambentuk laporanujian tengah semester. c. Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh guruuntumengukur pencapaian kompetensi perserta didik di akhir semester, yangmencakup seluruh indikator dan semua KD dalam semester tersebut. Pelaksanaan ulangan akhir semester ini dilaksnakan secara bersama-samaoleh kepala sekolah dan mejelis guru dengan membentuk panitia ujian, menetapkan anggaran biaya, membentuk tim pengawas, pembuat soal, danpemeriksa ujian. Hasil ujian dimaksud dilaporkan kepada kepala sekolahdan kepada siswa dalam bentuk laporan ujian semester. d. Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan oleh guru diakhir semester genapuntuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester


50genap yang mencakup seluruh indikator pada KD semester ganjil dangenap. Pelaksanaan ulangan kenaikan kelas ini dilaksnakan secarabersama-sama oleh kepala sekolah dan mejelis guru dengan membentukpanitia ujian, menetapkan anggaran biaya, membentuk timpengawas, pembuat soal, dan pemeriksa ujian. Hasil ujian dimaksud dilaporkankepada kepala sekolah. c. Uraian tentang mekanisme dan prosedur pelaporan hasil belajar pesertadidik Berdasarkan rapat dewan guru, prosedur pelaporan hasil belajar siswa setiapulangan dilakukan sebagai berikut. a. Pelaporan ulangan harian dilakukan oleh guru kelas atau guru bidangstudi yang telah mengukur pencapaian suatu KD kepada seluruh siswa yangmengikuti ulangan tersebut dengan mendata siswa yang telah memenuhi KKM dan siswa yang belum mencapai KKM dalamindikator yangdiujikan. Kepada yang belum mencapai KKM akan diberikan remedi. b. Pelaporan ulangan tengah semester disampaikan oleh guru kelas ataugurubidang studi dalam bentuk rekapitulasi hasil penilaian ulangan tengahsemester setiap mata pelajaran yang diajukan kepada kepala sekolah. Setelah dikoreksi dan diperiksa oleh kepala sekolah dikembalikan kepadaguru kelas untuk di isikan ke dalam rapor tengah semester yang kemudiandiberikan kepada siswa secara serentak dari kelas 1 sampai kelas 6. c. Pelaporan ulangan akhir semester disampaikan oleh guru kelas ataugurubidang studi dalam bentuk rekapitulasi hasil penilaian ulangan akhir semester setiap mata pelajaran yang diajukan kepada kepala sekolah. Setelah dikoreksi dan diperiksa oleh kepala sekolah dikembalikan kepadaguru kelas untuk diisikan ke dalam rapor siswa yang kemudian diberikankepada siswa secara serentak dari kelas 1 sampai kelas 6 melalui orangtuasiswa. d. Pelaporan ulangan kenaikan kelas disampaikan oleh guru kelas ataugurubidang studi dalam bentuk rekapitulasi hasil penilaian ulangan kenaikankelas setiap mata pelajaran tang diujuikan kepada kepala sekolah. Setelahdikoreksi dan diperiksa oleh kepala sekolah dikembalikan kepada guru


Click to View FlipBook Version