51kelas. Sebelum nilai di isikan ke dalam rapor kepala sekolah beserta dewanguru mengadakan rapat pleno untuk menetapkan naik tinggal siswa sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan pada uraian di atas. Kemudianrapor kenaikan kelas diberikan oleh guru kelas kepada siswa melalui orangtua siswa secara serentak. d. Uraian Kegiatan Remedial dan Pengayaan Remedial diberikan kepada siswa yang belum memenuhi standar ketuntasankompetensi minimal. Oleh karena itu kepada siswa yang bersangkutan wajibdiberikan remedial maksimal dengan 3 kali penilaian. Pelaksanaan remedial dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu : 1. Dari hasil Ulangan Harian siswa yang belum tuntas dianalisa indikator yangbagaimana dan soal nomor berapa yang belum tuntas dari Kompetensi Dasar kepadanya diberikan pembelajaran sesuai dengan materi yang belumtuntas, remedial dinilai/dites hingga mencapai ketuntasan. 2. Kepada siswa yang belum mencapai ketuntasan ditugaskan untuk belajar kembali Kompetensi Dasar yang belum tuntas nilai ulangan hariannya, kemudian pada waktu yang telah ditentukan dites/dinilai kembali hinggamencapai ketuntasan minimal. 3. Kepada siswa yang belum mencapai ketuntasan diberikan tugas tertentu sesuai KD yang belum tuntas kemudian diberi nilai sehingga mencapai ketuntasan. Pelaksanaan pengayaan Kepada siswa yang telah mencapai KKMpadaindikator yang diujikan diberikan pengayaan untuk mempelajari indikator berikutnya dan tugas-tugas tambahan dari guru kelas dan guru bidangstudi yang berkaitan dengan pencapaian kompetensi siswa. Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun ajaran. Kriteria kenaikankelas di SD Negeri 21 PPA berlaku setelah siswa memenuhi persyaratanberikut, yaitu: a. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran b. Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruhmatapelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompokkewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan
52kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan; dengan rumus : K13 = NA NPH NPTS NPAS 4 2 KETERANGAN : NPH = Nilai Pengetahuan Harian NPTS = Nilai Pengetahuan Tengah Semester NPAS = Nilai Pengetahuan Akhir Semester c. Apabila lebih dari 3 mata pelajaran (Bahasa Indonesia, PAI, dan PKN) mendapat nilai di bawah KKM maka siswa dinyatakan tidak naik kelas d. Mengikuti ujian Mid semester dan Semester e. Bisa baca tulis Alquran sesuai tingkatan kelasnya] f. Memiliki nilai minimal baik pada aspek kepribadian e. Kelulusan ujian sekolah 1.Kriteria Kelulusan Sesuai dengan ketentuan Permendikbud Nomor 20 Tahun 2016, peserta didikdinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar setelah: a. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran; b. Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruhmatapelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia kelompokkewarganegaraan dan kepribadian, c. Lulus Ujian Sekolah Hasil ujian dituangkan kedalam blangko daftar nilai ujian hasil ujiandimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan sekolah untuk penentuankelulusan dengan kriteria sebagai berikut : 1. Memiliki rapor kelas Semester VII s/d Semester XI. 2. Telah mengikuti ujian sekolah dan memiliki nilai untuk seluruhmatapelajaran yang diujikan, minimal nilai masing-masing mata pelajarantidak di bawah KKM.
533. Tidak Memiliki Nilai di Bawah KKM lebih dari 3 mata pelajaran4. Rata-rata untuk seluruh mata pelajaran tidak kurang dari 6,75. 1. Uraian tentang pelaksanaan Ujian Sekolah. Ujian Sekolah adalah proses pengukuran pencapaian kompetensi peserta didikuntuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan, dan merupakan salahsatupersyaratan siswa kelulusan ujian. SD Negeri 21 PPA dalammengikuti ujiannasional kelas VI membentuk panitia ujian dan sukses Sekolah tahun 2023/2024, Ujian sekolah adalah pengukuran pencapaian kompetensi siswa oleh satuanpendidikan dan sebagai salah satu persyaratan kelulusansiswa dari satuanpendidikan. Dalam mengikuti ujian sekolah SD Negeri21 PPA membentuk panitiaujian sekolah untuk mencapai sukses UAS tahun 2022/2023. 2. Target Kelulusan kelas VI SD Negeri21 PPA Tahun 2023/2024 No Bidang Studi SKL Ket 1. Pendidikan Agama 6,50 2. Pendidikan Kewarganegaraan 6,00 3. Bahasa Indonesia 6,50 4. Matematika 5,00 5. Ilmu Pengetahuan Alam 6,50 6. Ilmu Pengetahuan Sosial 5,80 7. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 7,00 8. Seni Budaya Keterampilan 7,00 9. Pendidikan Al-Quran 7,50 10. Bahasa Sastra Minangkabau 7,50 Rata –Rata 6,53
544. Program sekolah dalam meningkatkan kualitas kelulusan / Sukses USDalam meningkatkan kualitas kelulusan siswa di SDN 21 PPAmelalui rapat dewan guru dan orang tua murid kelas VI, telah ditetapkan hal-hal sebagai berikut : N o Program Kegiatan Rencana Pelaksanan Kegiatan Ket7 8 9 10 11 12 1 2 3 4561 Belajar tambahan pagi hari - - - - - - * * * **-2 Belajar tambahan sore hari - - - - - - * * * **-3 Melengkapi buku paket kelas VI * * - - - - - - - - - -4 Melaksanakan Bedah SKL - - - - * * * * - - - -6 Mengadakan kegiatan TRY OUT sekolah minimal 3 kali - - - - - * * * * - - -7 Mengikuti kegiatan TRY OUT yang dilaksanakan oleh gugus sekolah - - - - - - * * * - - -8 Melaporkan kepada orang tua hasil kegiatan belajar dan nilai siswa minimal 1 kali 2 bulan - - - - - * - - * - *-9 Mengadakan rapat orang tua murid kelas VI min.2 - * - - - - * - - - - -Program-program Sekolah Dalam Meningkatkan Kualitas lulusan 1) Program program Sekolah Dalam Meningkatkan Kualitas guru a. Meningkatkan kemampuan, keterampilan, profesional guru untukmeningkatkan mutu pembelajaran b. Meningkatkan penguasaan materi/kurikulum c. Penggunaan metode mengajar yang benar dan tepat untuk lebihmudahnya siswa dalam memahami materi yang disampaikan d. Pendayagunaan alat/fasilitas, agar guru dan siswa mudah dalampenyelenggaan pembelajaran e. Meningkatkan pengelolaan pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran2) Program Dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Lulusan a. Menyelenggarakan belajar tambahan pagi ( 06.30 s/d0 7.30 Wib) b. Menyelenggaakan belajar tambahan siang (14.00 – 15.30 Wib) c. Melaksanakan proses pembelajaran menggunakan multi metoda d. Meningkatkan kompetensi guru dalam proses pembelajaran
55e. Membahas soal-soal yang berkaitan dengan US f. Memberikan tugas-tugas mandiri sesuai dengan SKL g. Melaksanakan uji coba (Try Out) tingkat sekolah 2 x kegiatan h. Melaksanakan uji coba (Try Out ) tingkat gugus 1 x kegiatan, i. Melaksanakan uji coba (Try Out) tingkat kota 2 x kegiatan 2. IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA 2.1 Struktur Kurikulum a. Struktur Kurikulum Kurikulum SD Negeri 21 Pasar Pandan Airmati Kota Solok disusundengan memperhatikan empat ranah yang menjadi landasan pengembangan, yaitu sosial, emosional, intelektual, fisik dengan ranah spiritual sebagai payung besar. Untuk itu, SD Negeri 21 Pasar Pandan Airmati Kota Solokmenyusun kurikulumnya berdasarkan kerangka sebagai berikut: 1. Tiga Dimensi Kurikulum 2. Pengembangan Kurikulum 3. Program Individu 4. Implementasi Program 5. Penilaian Berimbang Struktur Kurikulum pada pendidikan dasar dan pendidikanmenengahsebagai berikut: 1. Struktur Kurikulum SD/MI 2. Struktur kurikulum SD/MI dibagi menjadi 3 (tiga) Fase: a. Fase A untuk kelas I dan kelas II; b. Fase B untuk kelas III dan kelas IV; dan c. Fase C untuk kelas V dan kelas VI. SD/MI dapat mengorganisasikan muatan pembelajaranmenggunakan pendekatan mata pelajaran atau tematik. Proporsi beban belajar di SD/MI terbagi menjadi 2 (dua), yaitu: 1. Pembelajaran intrakurikuler; dan
562. Projek penguatan profil pelajar Pancasila yang dialokasikansekitar 20% (dua puluh persen) beban belajar per tahun. Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasiladilakukan secara fleksibel, baik muatan maupun waktupelaksanaan. Secara muatan, projek harus mengacu pada capaianprofil pelajar Pancasila sesuai dengan fase peserta didik, dan tidakharus dikaitkan dengan capaian pembelajaran pada mata pelajaran. Secara pengelolaan waktu pelaksanaan, projek dapat dilaksanakandengan menjumlah alokasi jam pelajaran projek penguatan profil pelajar Pancasila dari semua mata pelajaran danjumlah total waktupelaksanaan masing-masing projek tidak harus sama. 2.2 Alokasi Waktu Struktur Kurikulum SD/MI Tabel 1. Alokasi waktu mata pelajaran SD/MI kelas I dan 2 (Asumsi 1 Tahun = 36 minggu dan 1 JP = 35 menit) Mata Pelajaran Alokasi Intrakurikuler Per Tahun (Minggu) Alokasi P5 Per Tahun Total JPPerTahunPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti* 108 (3) 36 144Pendidikan Pancasila 144 (4) 36 180Bahasa Indonesia 216 (6) 72 288Matematika 144 (4) 36 180Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan 108 (3) 36 144Seni dan Budaya**: 1. Seni Musik 2. Seni Rupa 3. Seni Teater 4. Seni Tari 108 (3) 36 144Pendidikan Al-Quran 72 (2) *** - 72***Bahasa Sastra Minangkabau 72 (2) *** - 72***Total****: 828 (23) 252 1080
57Keterangan: *Diikuti oleh peserta didik sesuai dengan agama masing-masing** Satuan pendidikan menyediakan minimal 1 (satu) jenis seni (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, dan/atau Seni Tari). Pesertadidik memilih1 (satu) jenis seni (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, atau Seni Tari). *** Paling banyak 2 (dua) JP per minggu atau 72 (tujuh puluh dua) JPper tahun sebagai mata pelajaran pilihan. **** Total JP tidak termasuk mata pelajaran Bahasa Inggris, Muatan Lokal, dan/atau mata pelajaran tambahan yangdiselenggarakanoleh satuan pendidikan. Tabel 3. Alokasi waktu mata pelajaran SD/MI kelas 3 s.d kelas 5(Asumsi 1 Tahun = 36 minggu dan 1 JP = 35 menit) Mata Pelajaran Alokasi Intrakurikuler Per Tahun Alokasi P5 Pertahun Total JPPer TahunPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti* 108 (3) 36 144Pendidikan Pancasila 144 (4) 36 180Bahasa Indonesia 216 (6) 36 252Matematika 180 (5) 36 216Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial 180 (5) 36 216Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan 108 (3) 36 144Seni dan Budaya**: 1. Seni Musik 2. Seni Rupa 3. Seni Teater 4. Seni Tari 108 (3) 36 144Pendidikan Al-Quran 72 (2) *** - 72***Bahasa Sastra Minangkabau 72 (2) *** - 72***Total****: 1044 (29) 252 1296Keterangan: *Diikuti oleh peserta didik sesuai dengan agama masing-masing.
58**Satuan pendidikan menyediakan minimal 1 (satu) jenis seni (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, dan/atau Seni Tari). Pesertadidik memilih 1 (satu) jenis seni (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, atau Seni Tari). ***Paling banyak 2 (dua) JP per minggu atau 72 (tujuh puluh dua) JP per tahun sebagai mata pelajaran pilihan. ****Total JP tidak termasuk mata pelajaran Bahasa Inggris, Muatan Lokal dan/atau mata pelajaran tambahan yangdiselenggarakan oleh satuan pendidikan. Mata pelajaran Bahasa Inggris merupakan mata pelajaranpilihan yang dapat diselenggarakan berdasarkan kesiapan satuanpendidikan. Pemerintah daerah melakukan fasilitasi penyelenggaraan mata pelajaran Bahasa Inggris, misalnya terkait peningkatan kompetensi dan penyediaan pendidik. Satuan pendidikan yang belum siap memberikan matapelajaran Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran pilihan dapat mengintegrasikan muatan Bahasa Inggris ke dalammata pelajaranlain dan/atau ekstrakurikuler dengan melibatkan masyarakat, komite sekolah, relawan mahasiswa, dan/atau bimbingan orangtua. Muatan pelajaran kepercayaan untuk penghayat kepercayaanterhadap Tuhan Yang Maha Esa dilaksanakan sesuai denganketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai layanan pendidikan kepercayaan terhadap Tuhan YangMaha Esa. Satuan pendidikan penyelenggara pendidikan inklusif di SD/MI menyediakan layanan program kebutuhan khusus sesuai dengan kondisi peserta didik.
59Kurikulum operasional di satuan pendidikan SD Negeri 21 Pasar Pandan Airmati Kota Solok merupakan sebuah bentuk kurikulumoperasional untuk melaksanakan Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulumyang telah dibuat oleh pusat, baik capaian pembelajaran, prinsippembelajaran dan asesmen serta Profil Pelajar Pancasila. Kurikulumoperasional di satuan Pendidikan ini merupakan bentuk penyesuaiandari kerangka yang disusun pusat dengan menyelaraskan potensi daerah, kemampuan sekolah dan latar belakangpeserta didik. Gambar 1. Alur Perancangan Kurikulum Kurikulum operasional di satuan pendidikan disusun mulai denganmenganalisis mata pelajaran yang akan dimuat dalam kegiatan intrakurikuler dengan sistem reguler. Kegiatan intrakurikuler ini dikemas sebagai pembelajaran rutin enam hari efektif setiap minggunya. Hasil analisis matapelajaran akan dilanjutkan dengan mengemas pilihan pembelajaran dalambentuk tematik dan atau parsial dengan mengintegrasikan Profil Pelajar Pancasila di dalamnya, kemudian dikemas dalam bentuk yang lebihmengerucut dalam rencana pelaksanaan pembelajaran yang bersifat reflektif. Dalam menentukan pembelajaran tematik dan parsial. SDNegeri 21Pasar Pandan Airmati Kota Solok mempertimbangkan prinsip pembelajaran, penentuan materi esensial dan juga pengolaborasian pembelajaran terpadudengan mengambil tema-tema yang kontekstual dengan peserta didik, mudahdipahami dan dieksplorasi, dan up-date dengan perkembangan informasi.
60Alokasi waktu Pengaturan waktu belajar intrakurikuler setiap mata pelajaran di SDNegeri 21 Pasar Pandan Airmati Kota Solok dari kelas 1 sampai dengan6akan dikemas tematik dan sebagian parsial secara reguker per minggu. Selainitu teerdapat pembelajaran berbasis proyek penguatan Profil Pelajar Pancasiladalam bentuk kegiatan kokurikuler. Pengaturan waktu belajar adalah sebagai berikut: Pada tabel di atas, pengemasan tematik ada di mata pelajaranPendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alamdan Sosial, dan Seni. Seni dapat dipilih minimal satu sub mata pelajaran, yaitu seni music, seni rupa, seni teater atau seni tari. Sedangkan Pendidikan Agama danBudi Pekerti, Matematika dan Pendidikan Jasmani,Olahraga dan Kesehatan. Pengemasan Proyek Profil Pelajar Pancasila berada di luar jampembelajaran regular dengan komposisi 20-30% dari alokasi waktu selamaNo Mata Pelajaran Banyak JPPer Minggu Kegiatan Reguler Per Minggu Proyek Profil PelajarP ancasila Total PerTahun1 Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 3 JP 108 36 1442 Pendidikan Pancasila 4 JP 144 36 1803 Bahasa Indonesia 6 JP 198 54 2524 Matematika 5 JP 170 46 2165 Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial 5 JP 170 46 2166 Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater Seni Tari (Pilihan minimal 1) 3 JP 108 36 1447 Pendidikan Jasmani, Olahraga danKesehatan (PJOK) 3 JP 108 36 1448 Muatan Lokal 1. Pendidikan Al-Quran 2. Bahasa Sastra Minangkabau 2 JP 2 JP 72 72 - - Total 33 JP 1.158 290 1296
61satu tahun. Sehingga proyek ini tidak mengganggu atau mengurangi jumlahjam pembelajaran intrakurikuler. Setelah analisis kebutuhan mapel, maka akan disusun analisisoperasional sebagai turunan dari capaian pembelajaran dan alur tujuanpembelajaran yang telah disediakan pusat. Analisis ini akan diselaraskandengan muatan lokal dan potensi daerah juga programsekolah denganmenghitung alokasi waktu yang tidak membebani peserta didik agar kenyamanan dan kebahagiaan dalam belajat tetap terjaga utuh. Kurikulumoperasional di satuan Pendidikan SD Negeri 21 Pasar Pandan Airmati KotaSolok mempertimbangkan karakteristik peserta didik yang beragamdanmengedepankan proses dinamis yang reflektif dalam proses pelaksanaannyasehingga tujuan akhir profil peserta didik sesuai dengan yang diharapkanpadavisi, misi dan tujuan sekolah. 2.3 Pembelajaran a. Intrakurikuler i. Mata Pelajaran Umum Mata pelajaran yang dilaksanakan oleh SD Negeri 21 Pasar PandanAirmati Kota Solok tahun pelajaran 2023/2024 adalah Pendidikan AgamaIslam sebagai agama mayoritas peserta didik, PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial, Seni dan PendidikanJasmani, Olahraga dan Kesehatan. Untuk Pendidikan Agama yang lain maka tetap mendapatkanporsi yang sama dengan Pendidikan Agama Islam dengan melakukan kerjasamadengan pihak terkait untuk penyediaan tenaga pendidik. Sedangkan untukmata pelajaran Seni, SD Negeri 21 Pasar Pandan Airmati Kota Solokmengakomodir Seni Musik, Seni Rupa dan Seni Tari. Pembelajaran dibuat tematik terpadu untuk mata pelajaranPendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia dan IPAS dan Seni. Sedangkanuntuk Pendidikan Agama Islam. Matematika dan PJOK dilakukan parsial. Rencana pembelajaran tematik dan mata pelajaran memuat tujuanpembelajaran, kegiatan pembelajaran dan penilaian yang lengkap.
62Tujuan pembelajaran dibuat terukur, sehingga dapat terlihat progress dan umpan balik yang jelas pencapaiannya. Dalamkegiataninti harus tersirat implementasi model pembelajaran (contohnya: problembased learning, project based learning dan inquiry based learningdanlainnya) dan strategi pembelajaran yang beragam untuk mengakomodir perbedaan karakteristik peserta didik. Diharapkan variasi model pembelajaran bermanfaat untuk mengingkatkan kemampuan peserta didikdalam menyampaikan ide dan gagasan, menemukan solusi, menghasilkanproduk dan mengasah kemampuan literasi numerasi. Rencanapembelajaran bersifat reflektif. Kontinuitas pembelajaran dapat terlihat dengan harapan tidak terjadi gap dan miskonsepsi dari pembelajaransebelumnya. Dapat disusun mingguan yang tertuang ke dalamjadwal pembelajaran mingguan, namun catatan refleksi menjadi tambahan dalamkegiatan pembelajaran selanjutnya. 1. Capaian Pembelajaran Pendidikan Pancasila Elemen Tujuan Pembelajaran Fase A Pancasila Peserta didik mampu mengenal dan menceritakansimbol dan sila-sila Pancasila dalamlambangnegara Garuda Pancasila. Peserta didik mampumengidentifikasi dan menjelaskan hubunganantara simbol dan sila dalamlambang negaraGaruda Pancasila. Peserta didik mampumenerapkan nilai nilai Pancasila di lingkungankeluarga dan sekolah Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Peserta didik mampu mengenal aturandi lingkungan keluarga dan sekolah. Peserta didikmampu menceritakan contoh sikap mematuhi dantidak mematuhi aturan di keluarga dan sekolah. Peserta didik mampu menunjukkan perilakumematuhi aturan di keluarga dan sekolah. Bhinneka Tunggal Ika Peserta didik mampu menyebutkan identitasdirinya sesuai dengan jenis kelamin, ciri-ciri fisik, dan hobinya. Peserta didik mampu menyebutkanidentitas diri (fisik dan non fisik) keluargadanteman temannya di lingkungan rumah dandi sekolah. Peserta didik mampu menceritakandanmenghargai perbedaan baik fisik (contoh : warnakulit, jenis rambut, dll) maupun nonfisik (contoh: miskin, kaya, dll) keluarga dan teman-temannyadi lingkungan rumah dan sekolah.
63Negara Kesatuan Republik Indonesia Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menceritakan bentuk kerja sama dalamkeberagaman di lingkungan keluarga dan sekolah. Peserta didik mampu mengenal ciri-ciri fisiklingkungan keluarga dan sekolah, sebagai bagiantidak terpisahkan dari wilayah NKRI. Peserta didikmampu menyebutkan contoh sikap dan perilakumenjaga lingkungan sekitar sertamempraktikkannya di lingkungan keluarga dan sekolah. Elemen Capaian Pembelajaran Fase B Pancasila Peserta didik mampu memahami dan menjelaskanmakna sila-sila Pancasila serta menceritakancontoh penerapan sila Pancasila dalamkehidupansehari hari sesuai dengan perkembangandankonteks peserta didik. Peserta didik mampumenerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungankeluarga, sekolah, dan masyarakat. Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Peserta didik mampu mengidentifikasi aturandi keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar tempat tinggal serta melaksanakannya dengan bimbinganorang tua dan guru. Peserta didik mampumengidentifikasi dan menyajikan hasil identifikasi hak dan kewajiban sebagai anggota keluargadansebagai warga sekolah. Peserta didik melaksanakankewajiban dan hak sebagai anggota keluargadansebagai warga sekolah. Bhinneka Tunggal Ika Peserta didik mampu menjelaskan identitas diri, keluarga, dan teman-temannya sesuai budaya, minat, dan perilakunya. Peserta didik mampumengenali dan menyebutkan identitas diri (fisikdan non-fisik) orang di lingkungan sekitarnya. Peserta didik mampu menghargai perbedaankarakteristik baik fisik (contoh : warna kulit, jenis rambut, dll) maupun nonfisik(contoh : miskin, kaya, dll) orang di lingkungansekitar. Peserta didik mampu menghargai kebinekaan suku bangsa, sosial budaya, dalambingkai Bhinneka Tunggal Ika. Negara Kesatuan Republik Indonesia Peser ta didik mampu mengidentifikasi danmenyajikan berbagai bentuk keberagamansukubangsa, sosial budaya di lingkungan sekitar. Peserta didik mampu memahami lingkungansekitar (RT/RW/desa/kelurahan, dan kecamatan) sebagai bagian tidak terpisahkan dari wilayahNKRI. Peserta didik mampu menampilkansikapkerja sama dalam berbagai bentuk keberagamansuku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesiayangt e r i k a t p e r s a t u a n d a n k e s a t uan.
64Elemen Capaian Pembelajaran Fase C Pancasila Peserta didik mampu memahami dan menyajikanhubungan antarsila dalam Pancasila sebagai suatukesatuan yang utuh. Peserta didik mampumengidentifikasi dan menyajikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup berbangsadanbernegara. Peserta didik mampu menerapkannilai nilai Pancasila di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Peserta didik mampu menganalisis dan menyajikanhasil analisis bentuk-bentuk sederhana norma, aturan, hak, dan kewajiban dalamkedudukannyasebagai anggota keluarga, warga sekolah, danbagian dari masyarakat. Peserta didik mampumenganalisis secara sederhana dan menyajikanhasil analisis pelaksanaan norma, aturan, hak, dankewajiban sebagai anggota keluarga, danwargasekolah. Peserta didik melaksanakan kewajibandan hak sebagai anggota keluarga, warga sekolah, dan bagian dari masyarakat. Peserta didik mampumempraktikkan membuat kesepakatan danaturanbersama serta menaatinya dalamkehidupansehari-hari di keluarga dan di sekolah. Bhinneka Tunggal Ika Peserta didik mampu menganalisis, menyajikanhasil analisis, menghormati, menjaga, dan melestarikan keragaman budaya dalambingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitarnya. Negara Kesatuan Republik Indonesia Peserta didik mampu mengenal wilayahnya dalamkonteks kabupaten/kota, provinsi sebagai bagianyang tidak terpisahkan dari wilayah NKRI. Pesertadidik mampu membangun kebersamaan, persatuan, dan berkontribusi menciptakankenyamanan di sekolah dan lingkungan sekitar. 2. Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Elemen Capaian Pembelajaran Fase A Menyimak Peserta didik mampu bersikap menjadi pendengaryang penuh perhatian. Peserta didik menunjukkanminat pada tuturan yang didengar serta mampumemahami pesan lisan dan informasi dari mediaaudio, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar), instruksi lisan, dan percakapan yang berkaitandengan tujuan berkomunikasi. Membaca dan Memirsa Peserta didik mampu bersikap menjadi pembacadan pemirsa yang menunjukkan minat terhadapteks yang dibaca atau dipirsa. Peserta didikmampu membaca kata-kata yang dikenalinyasehari-hari dengan fasih. Peserta didik mampumemahami informasi dari bacaan dan tayanganyang dipirsa tentang diri dan lingkungan, narasi
65imajinatif, dan puisi anak. Peserta didik mampumemaknai kosakata baru dari teks yang dibacaatau tayangan yang dipirsa dengan bantuanilustrasi. Berbicara dan Mempresentasi kan Peserta didik mampu berbicara dengansantuntentang beragam topik yang dikenali menggunakanvolume dan intonasi yang tepat sesuai konteks. Peserta didik mampu merespons dengan bertanyatentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, guru, dan orang dewasa) dengan baikdansantun dalam suatu percakapan. Peserta didikmampu mengungkapkan gagasan secara lisandengan atau tanpa bantuan gambar/ ilustrasi. Peserta didik mampu menceritakan kembali suatuisi informasi yang dibaca atau didengar; danmenceritakan kembali teks narasi yang dibacakan ataudibacadengan topik diri dan lingkungan. Menulis Peserta didik mampu menunjukkan keterampilanmenulis permulaan dengan benar (cara memegangalat tulis, jarak mata dengan buku, menebalkangaris/huruf, dll.) di atas kertas dan/ataumelalui media digital. Peserta didik mengembangkantulisan tangan yang semakin baik. Peserta didikmampu menulis teks deskripsi dengan beberapakalimat sederhana, menulis teks rekon tentangpengalaman diri, menulis kembali narasi berdasarkan teks fiksi yang dibaca atau didengar, menulis teks prosedur tentang kehidupansehari- hari, dan menulis teks eksposisi tentangkehidupan sehari hari. Elemen Capaian Pembelajaran Fase B Menyimak Peserta didik mampu memahami ide pokok(gagasan) suatu pesan lisan, informasi dari mediaaudio, teks aural (teks yang dibacakan dan/ataudidengar), dan instruksi lisan yang berkaitandengan tujuan berkomunikasi. Peserta didikmampu memahami dan memaknai teks narasi yang dibacakan atau dari media audio. Membaca dan Memirsa Peserta didik mampu memahami pesandaninformasi tentang kehidupan sehari-hari, teksnarasi, dan puisi anak dalam bentuk cetakatauelektronik. Peserta didik mampu membaca kata- kata baru dengan pola kombinasi huruf yang telahdikenalinya dengan fasih. Peserta didik mampumemahami ide pokok dan ide pendukung padateks informatif. Peserta didik mampu menjelaskanhal-hal yang dihadapi oleh tokoh cerita padateks
66narasi. Peserta didik mampu memaknai kosakatabaru dari teks yang dibaca atau tayanganyangdipirsa sesuai dengan topik. Berbicara dan Mempresentasi kan Peserta didik mampu berbicara denganpilihankata dan sikap tubuh/gestur yang santun, menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks. Peserta didik mengajukandanmenanggapi pertanyaan, jawaban, pernyataan, penjelasan dalam suatu percakapan dandiskusi dengan aktif. Peserta didik mampumengungkapkan gagasan dalamsuatu percakapandan diskusi dengan mematuhi tata caranya. Peserta didik mampu menceritakankembali suatu informasi yang dibaca ataudidengar dari teks narasi dengan topikyangberaneka ragam Menulis Peserta didik mampu menulis teks narasi, teks deskripsi, teks rekon, teks prosedur, dan teks eksposisi dengan rangkaian kalimat yangberagam, informasi yang rinci dan akurat dengantopik yang beragam. Peserta didik terampil menulis tegak bersambung. Elemen Capaian Pembelajaran Fase C Menyimak Peserta didik mampu menganalisis informasi berupa fakta, prosedur dengan mengidentifi kasikan ciri objek dan urutan proses kejadiandannilai-nilai dari berbagai jenis teks informatif danfiksi yang disajikan dalam bentuk lisan, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar) danaudio. Membaca dan memirsa Peserta didik mampu membaca kata-kata denganberbagai pola kombinasi huruf dengan fasihdanindah serta memahami informasi dan kosakatabaru yang memiliki makna denotatif, literal, konotatif, dan kiasan untuk mengidentifikasi objek, fenomena, dan karakter. Peserta didik mampu mengidentifikasi ide pokok dari teks deskripsi, narasi daneksposisi, serta nilai-nilai yang terkandung dalamteks sastra (prosa dan pantun, puisi) dari teksdan/atau audiovisual. Berbicara dan Mempresentasi kan Peserta didik mampu menyampaikan informasi secara lisan untuk tujuan menghibur danmeyakinkan mitra tutur sesuai kaidahdankonteks. Menggunakan kosakata baruyangmemiliki makna denotatif, konotatif, dankiasan; pilihan kata yang tepat sesuai dengannormabudaya; menyampaikan informasi denganfasihdan santun. Peserta didik menyampaikanperasaan berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarikdalam bentuk prosa dan puisi dengan
67penggunaan kosakata secara kreatif. Pesertadidikmempresentasikan gagasan, hasil pengamatan, dan pengalaman dengan logis, sistematis, efektif, kreatif, dan kritis; mempresentasikan imajinasi secara kreatif. Menulis Peserta didik mampu menulis teks eksplanasi, laporan, dan eksposisi persuasif dari gagasan, hasil pengamatan, pengalaman, dan imajinasi; menjelaskan hubungan kausalitas, sertamenuangkan hasil pengamatan untukmeyakinkan pembaca. Peserta didik mampumenggunakan kaidah kebahasaan dan kesastraanuntuk menulis teks sesuai dengan konteks dannorma budaya; menggunakan kosakata baruyangmemiliki makna denotatif, konotatif, dankiasan. Peserta didik menyampaikan perasaanberdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) secara indah dan menarik dalambentukprosadan puisi 3. Capaian Pembelajaran IPAS Elemen Capaian Pembelajaran Fase APemahaman IPAS (sains dan sosial) Di akhir Fase A, peserta didik mengidentifikasi dan mengajukan pertanyaan tentang apa yangada pada dirinya maupun kondisi di lingkunganrumah dan sekolah serta mengidentifikasi permasalahan sederhana yang berkaitandengan kehidupan sehari-hari. Peserta didik mengoptimalkan penggunaanpancaindra untuk melakukan pengamatandanbertanya tentang makhluk hidup dan perubahan benda ketika diberikan perlakuantertentu. Peserta didik menggunakan hasil pengamatan untuk menjelaskan pola sebabakibat sederhana dengan menggunakanbeberapa media/alat bantu. Peserta didik mengenal anggota tubuh manusia(pancaindra), menjelaskan fungsinya dancaramerawatnya dengan benar. Peserta didikdapat membedakan antara hewan dan tumbuhansesuai dengan bentuk dan ciri-ciri umumnya. Peserta didik mampu mengelaborasikanpemahamannya tentang konsep waktu(pagi siang-sore-malam), mengenal nama-namahari, nama bulan, kondisi cuaca dalam
68keterkaitannya dengan aktivitas sehari-hari. Peserta didik mampu mendeskripsikanidentitasdiri (ciri-ciri fisik, kegemaran) dan orang-orangdi sekitarnya (keluarga, teman dan tetangga) sehingga dapat menerima perbedaan yang adapada diri manusia. Peserta didik mampu mendeskripsikansilsilahkeluarga, peran serta tanggung jawabnya sebagai anggota keluarga/kelompok/sekolah. Peserta didik dapat mendeskripsikan bendabenda di lingkungan sekitar sebagai bagiandari lingkungan alami dan buatan, mendeskripsikankondisi lingkungan rumah dan sekolahdalambentuk gambar/denah sederhana. Pesertadidikdapat membedakan lingkungan sehat dantidaksehat, mencerminkan perilaku hidup sehat danikut serta menjaga kebersihan lingkunganrumah dan sekolah. Keterampilan proses 1. Mengamati Di akhir fase A, peserta didik mengamati fenomena dan peristiwa secara sederhanadengan mengoptimalkan penggunaan pancaindra 2. Mempertanyakan dan memprediksi Menyusun dan menjawab pertanyaan tentang hal-hal yang ingin diketahui saat melakukan pengamatan. Peserta didik membuat prediksi mengenai objek danperistiwa di lingkungan sekitar. 3. Merencanakan dan melakukan penyelidikanDengan panduan, peserta didik berpartisipasi dalam penyelidikan untukmengeksplorasi dan menjawab pertanyaan. Melakukan pengukuran tidak baku dengancara sederhana untuk mendapatkan data. Memproses, menganalisis data dan informasi Menggunakan berbagai metode untuk mengorganisasikan informasi, termasukgambar, tabel. Peserta didik mendiskusikandan membandingkan antara hasil pengamatan dengan prediksi. 5. Mengevaluasi dan refleksi Dengan panduan, peserta didik membandingkan hasil pengamatan yang berbeda dengan mengacu pada teori. 6. Mengomunikasikan hasil Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan dan tertulis dalamformat sederhana
69Peserta didik menganalisis hubungan antarabentuk serta fungsi bagian tubuh pada manusia(pancaindra). Peserta didik dapat membuat simulasi menggunakan bagan/alat bantusederhana tentang siklus hidup makhlukhidup. Peserta didik dapat mengidentifikasi masalahyang berkaitan dengan pelestarian sumber dayaalam di lingkungan sekitarnya dan kaitannyadengan upaya pelestarian makhluk hidup. Elemen Capaian Pembelajaran Fase BPemahaman IPAS (sains dan sosial) Peserta didik menganalisis hubungan antarabentuk serta fungsi bagian tubuh pada manusia(pancaindra). Peserta didik dapat membuat simulasi menggunakan bagan/alat bantusederhana tentang siklus hidup makhlukhidup. Peserta didik dapat mengidentifikasi masalahyang berkaitan dengan pelestarian sumber dayaalam di lingkungan sekitarnya dan kaitannyadengan upaya pelestarian makhluk hidup. Peserta didik mengidentifikasi proses perubahan wujud zat dan perubahan bentuk energi dalamkehidupan sehari-hari. Peserta didik mengidentifikasi sumber dan bentuk energi serta menjelaskan proses perubahan bentukenergi dalam kehidupan sehari-hari (contoh: energi kalor, listrik, bunyi, cahaya). Pesertadidik memanfaatkan gejala kemagnetandalamkehidupan sehari-hari, mendemonstrasikanberbagai jenis gaya dan pengaruhnya terhadaparah, gerak dan bentuk benda. Peserta didikmendeskripsikan terjadinya siklus air dankaitannya dengan upaya menjaga ketersediaanair. Di akhir fase ini, peserta didik menjelaskantugas, peran, dan tanggung jawab sebagai warga sekolah serta mendeskripsikan bagaimanainteraksi sosial yang terjadi di sekitar tempat tinggal dan sekolah. Peserta didik mengidentifikasi ragam bentang alamdanketerkaitannya dengan profesi masyarakat. Peserta didik mampu menunjukkan letakkota/kabupaten dan provinsi tempat tinggalnyapada peta konvensional/digital. Peserta didikmendeskripsikan keanekaragaman hayati, keragaman budaya, kearifan lokal dan upayapelestariannya.
70Peserta didik mengenal keragaman budaya, kearifan lokal, sejarah (baik tokoh maupunperiodisasinya) di provinsi tempat tinggalnyaserta menghubungkan dengan konteks kehidupan saat ini. Peserta didik mampumembedakan antara kebutuhan dan keinginan, mengenal nilai mata uang dan mendemonstrasikan bagaimana uang digunakan untuk mendapatkan nilai manfaat/ memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Keterampilan ptoses Mengamati Di akhir fase ini, peserta didik mengamati fenomena dan peristiwa secara sederhanadengan menggunakan pancaindra dan dapat mencatat hasil pengamatannya. 2. Mempertanyakan dan memprediksi Dengan menggunakan panduan, peserta didik mengidentifikasi pertanyaan yang dapat diselidiki secara ilmiah dan membuat prediksi berdasarkan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya. 3. Merencanakan dan melakukan penyelidikanDengan panduan, peserta didik membuat rencana dan melakukan langkah-langkahoperasional untuk menjawab pertanyaanyang diajukan. Menggunakan alat dan bahan yang sesuai dengan mengutamakankeselamatan. Peserta didik menggunakanalat bantu pengukuran untuk mendapatkandata yang akurat. 4. Memproses, menganalisis data dan informasi Mengorganisasikan data dalambentuk tabel dan grafik sederhana untuk menyajikandata dan mengidentifikasi pola. Peserta didikmembandingkan antara hasil pengamatandengan prediksi dan memberikan alasanyang bersifat ilmiah. 5. Mengevaluasi dan refleksi Mengevaluasi kesimpulan melalui perbandingan dengan teori yang ada. Menunjukkan kelebihan dan kekuranganproses penyelidikan. 6. Mengomunikasikan hasil Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan dan tertulis dalamberbagai format.
71Elemen Capaian Pembelajaran Fase CPemahaman IPAS (sains dan sosial) Peserta didik melakukan simulasi denganmenggunakan gambar/bagan/alat/mediasederhana tentang sistem organ tubuhmanusia(sistem pernafasan/pencernaan/peredarandarah) yang dikaitkan dengan cara menjagakesehatan organ tubuhnya dengan benar. Peserta didik menyelidiki bagaimana hubungansaling ketergantungan antar komponenbiotikabiotik dapat memengaruhi kestabilansuatuekosistem di lingkungan sekitarnya. Berdasarkan pemahamannya terhadap konsepgelombang (bunyi dan cahaya) peserta didikmendemonstrasikan bagaimana penerapannyadalam kehidupan sehari-hari. Peserta didikmendeskripsikan adanya ancaman krisis energi yang dapat terjadi serta mengusulkan upayaupaya individu maupun kolektif yang dapat dilakukan untuk menghemat penggunaanenergi dan serta penemuan sumber energi alternatif yang dapat digunakan menggunakan sumber daya yang ada di sekitarnya. Peserta didik mendemonstrasikan bagaimanasistem tata surya bekerja dan kaitannya dengangerak rotasi dan revolusi bumi. Peserta didikmerefleksikan bagaimana perubahan kondisi alam di permukaan bumi terjadi akibat faktor alam maupun perbuatan manusia, mengidentifikasi pola hidup yang menyebabkanterjadinya permasalahan lingkungan sertamemprediksi dampaknya terhadap kondisi sosial kemasyarakatan, ekonomi. Di akhir fase ini peserta didik menggunakanpeta konvensional/digital untuk mengenal letakdan kondisi geografis negara Indonesia. Pesertadidik mengenal keragaman budaya nasional yang dikaitkan dengan konteks kebhinekaan. Peserta didik menceritakan perjuanganbangsaIndonesia dalam melawan imperialisme, merefleksikan perjuangan para pahlawandalamupaya merebut dan mempertahankan kemerdekaan serta meneladani perjuanganpahlawan dalam tindakan nyata sehari-hari. Di akhir fase ini, peserta didik mengenal berbagai macam kegiatan ekonomi masyarakat dan ekonomi kreatif di lingkungan sekitar. Dengan penuh kesadaran, peserta didik melakukan suatu tindakan atau mengambil
72suatu keputusan yang berkaitan dengankehidupan sehari-hari berdasarkan pemahamannya terhadap kekayaan kearifanlokal yang berlaku di wilayahnya serta nilai- nilai ilmiah dari kearifan lokal tersebut. Ketermapilan proses 1. Mengamati Pada akhir fase C, peserta didik mengamati fenomena dan peristiwa secara sederhanadengan menggunakan panca indra, mencatat hasil pengamatannya, serta mencari persamaan dan perbedaannya. 2. Mempertanyakan dan memprediksi Dengan panduan, peserta didik dapat mengajukan pertanyaan lebih lanjut untukmemperjelas hasil pengamatan dan membuat prediksi tentang penyelidikanilmiah. 3. Merencanakan dan melakukan penyelidikanSecara mandiri, peserta didik merencanakandan melakukan langkah-langkah operasional untuk menjawab pertanyaanyang diajukan. Menggunakan alat dan bahan yang sesuai dengan mengutamakankeselamatan. Peserta didik menggunakanalat bantu pengukuran untuk mendapatkandata yang akurat. 4. Memproses, menganalisis data dan informasi Menyajikan data dalam bentuk tabel ataugrafik serta menjelaskan hasil pengamatandan pola atau hubungan pada data secaradigital atau non digital. Membandingkandata dengan prediksi dan menggunakannyasebagai bukti dalam menyusun penjelasanilmiah. 5. Mengevaluasi dan refleksi Mengevaluasi kesimpulan melalui perbandingan dengan teori yang ada. Merefleksikan proses investigasi, termasukmerefleksikan validitas suatu tes. 6. Mengomunikasikan hasil Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara utuh yang ditunjang dengan argumen, bahasa, serta konvensi sains yangumum sesuai format yang ditentukan.
734. Capaian Pembelajaran Seni dan Budaya a. Seni Musik
74
75
76b. Seni Rupa
77
78ii. Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Minangkabau (BSM) Selain mata pelajaran umum, SD Negeri 21 Pasar Pandan Airmati Kota Solok pun mengakomodir Bahasa dan Sastra Minangkabu (BSM). BSM merupakan muatan lokal juga menjadi pengantar pembelajarandi Kelas I dan IV SD di Kota Solok. Melalui pembelajaran BSMdiperkenalkan kearifan lokal sebagai landasan etnopedagogis. Pembelajaran bahasa dan sastra daerah diarahkan untuk meningkatkankemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalambahasa daerahdengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, sertamenumbuhkan apresiasi terhadap budaya dan hasil karya sastra daerah.
79KELAS: I Tema: kejujuran, kepatuhan/ kesetiaan, dan kepedulian Kompetensi Inti(Pengetahuan) Kompetensi Inti(Keterampilan) 1. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah. b. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas danlogis dalam karya yang estetis, dalam gerakan yangmencerminkan anak sehat, dandalam tindakan yangmencerminkan perilaku anakberiman dan berakhlak mulia KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR1.1 Menguraikan lambang bunyi vokal dan konsonan dalam kosakata bahasa Minangkabau sesuai instruksi atau pesan lisan, media audio, atau teks aural (teks yang dibacakan dan/atau diperdengarkan 4.1 Melafalkan bunyi vokal dankonsonan dalam kosakata bahasaMinangkabau sesuai instruksi lisanyang diberikan 1.2 Menentukan kosakata tentang anggota tubuh dan pancaindra serta perawatannya melalui teks pendek (berupa gambar, tulisan, slogan sederhana, dan/atau syair lagu) yang diperlihatkan atau dipertontonkan. 4.2 Menggunakan kosakata tentanganggota tubuh dan panca inderaserta perawatannya dalamBahasa Minangkabau secara lisandan/atautulisan. 1.3 Menentukan kosakata tentang berbagai benda budaya Minangkabau di lingkungan sekitarmelalui teks pendek (berupa gambar, slogan sederhana, tulisan, dan/atau syair lagu) dan/atau eksplorasi lingkungan. 4.3 Menggunakan kosakata bahasa Minangkabau mengenai berbagai benda budaya Minangkabaudi lingkungan sekitar secara lisandan/atau tulisan. 1.4 Menguraikan kata ganti diri, orang kedua, dan orang ketiga dalam komunikasi dengan bahasa Minanggkabau. 4.4 Menggunakan kata ganti diri, orang kedua, dan orang ketigadalam komunikasi dengan bahasaMinangkabau yang tepat.
801.5 Menguraikan kata sapaan kekerabatan/ kekeluargaan melalui gambar/bagan silsilah keluarga dalam budaya Minangkabau. 4.5 Menggunakan kata sapaanyangtepat dalam percakapan tentanghubungan kekeluargaanMinangkabau dengan menggunakanbantuan gambar/bagan silsilahkeluarga Minangkabau. 1.6 Mencermati ungkapan-ungkapan Adat Minangkabau dalam bentuk pantun/ syair/ lirik lagu/ cerita anak berisi ungkapan kejujuran, kepatuhan, dan kepedulian yang diperdengarkan. 4.6 Melisankan pantun/ syair/ lirik lagu/ cerita anak Minangkabau (berisi ungkapan kejujuran, kepatuhan, dan kepedulian sebagai bentukungkapan diri. KELAS: IV Tema: kedisiplinan, kerukunan/ harmoni, dan malu. Kompetensi Inti 3 (Pengetahuan) Kompetensi Inti 4 (Keterampilan) 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingintahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda- benda yang dijumpainya di rumah, di sekolahdan di tempat bermain 4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalamkaryayang estetis, dalamgerakan yangmencerminkan anak sehat, dandalam tindakan yangmencerminkan perilaku anakberimandan berakhlak mulia KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR3.1 Menggali informasi dari seorang tokoh adat melalui wawancara menggunakan daftar pertanyaan tentang kedisiplinan, kerukunan/ harmoni, dan malu dalam Budaya Minangkabau 4.1 Mempresentasikan hasil wawancara dengan seorangtokoh adat tentang kedisiplinan, kerukunan/ harmoni, dan maludalam Budaya Minangkabaumenggunakan kosakata bakudankalimat efektif BahasaMinangkabau lisan dan/atautulisan. 3.2 Memahami ungkapan tentang nilai etos kerja, semangat belajar, dan kehalusan budi dari teks yang disajikan dalam media lisan, tulisan, aural, visual, dan/atau eksplorasi lapangan. 4.2 Merefleksikan nilai-nilai dalamungkapan tentang etos kerja, semangat belajar, dankehalusan budi denganmenggunakan kosakata bakudan kalimat efektif BahasaMinangkabau lisan dan/atautulisan.
813.3 Menguraikan bentuk dan isi prosa (tambo, kaba, cerita anak, legenda, dan lainnya) tentang nilai kedisiplinan, kerukunan, dan malu yang disajikan dalam media lisan, tulisan, aural, visual, dan/atau eksplorasi lapangan. 4.3 Menyampaikan pendapat pribadi tentang isi prosa(tambo, kaba, cerita anak, legenda, dan lainnya) tentangnilai kedisiplinan, kerukunan, dan malu dengan menggunakankosakata baku dan kalimat efektif Bahasa Minangkabaulisan dan/atau tulisan. 3.4 Menggali isi dan amanat puisi Minangkabau tentang kedisiplinan, kerukunan, dan malu yang disajikan dalam media lisan, tulisan, aural, visual, dan/atau eksplorasi lapangan. 4.4 Melisankan puisi hasil karyapribadi dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat sebagai bentuk ungkapan diri tentangkedisiplinan, kerukunan, danmalu dengan menggunakankosakata baku dan kalimat efektif Bahasa Minangkabaulisan dan/atau tulisan. 3.5 Mencermati huruf-huruf dan rangkaian huruf dalam membentuk kata dalam teks berbahasa Minangkabau beraksara Arab Melayu yang disajikan dalam media lisan, tulisan, aural, visual, dan/atau eksplorasi lapangan. 4.5 Merangkai huruf-huruf menjadi kata dalam aksara ArabMelayu dan menjelaskan isinyadengan menggunakan kosakatabaku dan kalimat efektif Bahasa Minangkabau lisandan/atau tulisan. 3.6 Mengidentifikasi makna dan nilai pada ketentuan sumbang dan salah dalam Budaya Minangkabau dari teks yang disajikan dalam media lisan, tulisan, aural, visual, dan/atau eksplorasi lapangan. 4.6 Menyajikan kembali maknadan nilai pada ketentuansumbang dan salah dalamBudaya Minangkabaumenggunakan kosakata bakudan kalimat efektif BahasaMinangkabau lisan dan/atautulisan. 3.7 Membandingkan watak tokoh pada teks fiksi tentang nilai malu (bila gagal, berbuat salah, dan lemah) dalam Budaya Minangkabau yang disajikan dalam media lisan, tulisan, aural, visual, dan/atau eksplorasi lapangan. 4.7 Membandingkan watak tokohpada teks fiksi tentang nilai malu (bila gagal, berbuat salah, dan lemah) dalamBudayaMinangkabau menggunakankosakata baku dan kalimat efektif Bahasa Minangkabaulisan dan/atau tulisan.
82b. Area Pembelajaran i. Matematika Pembelajaran matematika bersifat kontekstual dan membutuhkanpembiasaan untuk mengembangkan dan meningkatkan kompetensi matematika. Pembelajaran dimulai dari hal yang konkret, melalui eksplorasi dan praktik langsung untuk memberikan kesempatan pada siswa menemukanjawaban. Kompetensi memecahkan masalah menjadi tujuan utama dalampengembangan kurikulum matematika. Beberapa program disusun untuk mendukung kompetensi matematika siswa, seperti: 1. Berhitung 1 Menit Setiap Hari 2. Matematika di Sekitarku 3. Sehari bersama Matematika 4. Matematika Seru ii. Sains Dasar Pembelajaran Sains Dasar berfokus pada peristiwa yang terjadi di sekitar siswa. Siswa belajar melalui apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan. Dari fenomena yang terjadi di sekitarnya siswa belajar menemukan fakta, mengidentifikasi masalah, dan memecahkannya. Keterampilan berikut ini dikembangkan secara terus menerus melalui berbagai kegiatan yang kontekstual untuk menstimulasi rasa ingin tahu. 1. Mengamati 2. Membuat dugaan 3. Memprediksi 4. Membuat model 5. Mengklasifikasi 6. Mengevaluasi 7. Mengembangkan keterampilan mencari informasi 8. Mengembangkan komunikasi dan interpersonal 9. Menganalisis data dan informasi Beberapa program dirancang untuk mendukung kompetensi siswa di bidangsains dasar seperti,
8310. Ekshibisi Sains 11. Hari Budaya ( Nasional dan Internasional) 12. Pekan Budaya iii. Literasi/Bahasa Indonesia Empat keterampilan literasi: menyimak, berbicara, membaca, danmenulis diintegrasikan melalui berbagai kegiatan. Kemampuan membaca danmenulis dikembangkan melalui program berikut: Program Membaca Program Menulis Pemodelan Membaca (Modelled Reading) Pemodelan Menulis (Modelled Writing) Membaca Bersama (Shared Reading ) Menulis Bersama (Shared Writing) Membaca Terbimbing (Guided Reading) Menulis Terbimbing (Guided Writing) Membacakan Cerita (Read Aloud) Menulis Asyik (Writing Workshop) Membaca Senyap Bedah Novel D.E.A.R Untuk mendukung program membaca, Sekolah memiliki programkunjungan rutin ke perpustakaan. Selain itu kelas dilengkapi dengan sudut baca yang diisi dengan buku-buku yang dapat dipinjamsetiap hari olehsiswa. iv. Agama Tujuan dari pendidikan agama di SD Negeri 21 Pasar Pandan Airmati KotaSolok adalah: 1. Siswa memliki kehidupan beragama yang baik 2. Siswa mempratikkan kegiatan ritual agamanya 3. Siswa mampu membaca dan menerapkan ajaran dari kitab sucinya 4. Siswa menerapkan adab
84Untuk mencapai tujuan di atas, Sekolah menyiapkan guru agama sesuai dengan agama yang ada. Setiap hari siswa menerapkan kegiatan ritual agamanya dengan bimbingan guru agama masing-masing. Untuk kegiatan membaca kitab suci Al-Quran, siswa dikelompokkansesuai dengan kemampuan membacanya. Program keagamaan ditunjang dengan beberapa kegiatan khusus seperti berikut ini: Program Tujuan Keterangan Hari Kebersamaan Meningkatkan toleransi kehidupan beragama melalui kegiatan bersama semua agama Siswa dari kelas 3-6 bermalamdi sekolah dan melakukan kegiatanbersama Kunjungan ke Tempat Ibadah Menumbuhkan rasa cinta pada rumah ibadah agama masing- masing Kunjungan ke tempat ibadah yang bersejarah sesuai dengan agama masing- masing Mabit Meningkatkan kecintaan terhadap membaca Al- Quran Menginap di sekolah dan memperbanyak membaca Al- Quran. 5. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Siswa mengenal dan menginternalisasi nilai-nilai melalui contoh, pembiasaan, kejadian sehari-hari, dan dimulai dari lingkungan terdekat. Siswa dilibatkan dalamproses diskusi untuk menentukan kesepakatan kelas yang menjadi acuan dalamsikap sehari-hari, sehingga diharapkan menjadi warga yang baik di sekolah, di rumah, dan di masyarakat. Siswa belajar menghargai diri sendiri, menghargai sesama, menghargai lingkungan, dan menghargai hasil karya, dan cinta tanah air. Nilai-nilai ini bukan hanya sekadar dipelajari di dalamkelas, namunditerapkan ketika siswa berinteraksi dengan orang lain dalam keseharian. Sekolah dan orang tua bekerja sama mewujudkan penerapan nilai-nilai melalui berbagai kegiatan.
85Program Tujuan Keterangan Upacara Bendera Menanamkan rasa cinta tanah air Dilaksanakan 1 pekan sekali dan diikuti oleh seluruh warga Sekolah. Kumpul Warga Sekolah Saling mengenal dan mempererat silaturahmi antarwarga sekolah (siswa, guru, administrasi, dan manajemen) Dilaksanakan di awal dan akhir tahun ajaran. Guru mempersiapkan permainan berupa game yang dilaksanakan oleh semua siswa dan guru Hari Merdeka Bersama Keluarga Menanamkan rasa cinta tanah air melalui hari kemerdekaan Seluruh warga sekolah, termasuk orang tua, memperingati hari kemerdekaan di sekolah Kegiatan Seru Bersama Keluargaku Menanamkan kreativitas, percaya diri, kerja sama, dan sikap peduli Melaksanakan pasar amal yang melibatkan kreativitas siswa dan orang tua untuk penggalangan dana. 6. Olahraga Tujuan utama dari pembelajaran olahraga adalah mengenalkan sikap sportivitas dan hidup sehat melalui permainan-permainan yang mengembangkan motorik kasar. Sikap disiplin, kerja sama, dan memerhatikan keamanan (safety) diri dan orang lain dilatih saat siswa berkegiatan. Pengembangan pembelajaran olahraga didukung oleh programberikut: Program Tujuan Keterangan Pola Hidup Sehat Mengenalkan berbagai pola hidup sehat Dilaksanakan setelah siswa menerima rapor tengah semester 1 GGB (Gaya, Gerak, dan Bugar) Menumbuhkan minat untuk berolahraga secara rutin Diikuti oleh seluruh warga sekolah dan dilaksanakan dua pekan sekali di pagi hari Sabtu
86SSB (Sarapan Sehat Bersama) Mengenalkan berbagai menu sarapan sehat sambil berinteraksi antarangkatan. Dilaksanakan setelah siswa mengikuti GGB. Hari Buah Mengenalkan pentingnya mengonsumsi buah Dilaksanakan setiap hari Senin dan Kamis. Pekan Olahraga Menumbuhkan sportivitas, kerja sama, dan sikap kompetitif melalui berbagai kegiatan olahraga. Dilaksanakan di akhir semester 2 bergantian dengan kegiatan khusus lainnya dengan melibatkanorang tua. 7. Seni (Musik dan Visual) Pelajaran seni mengedepankan dan mengembangkan kreativitas, berpikir kritis, sensitivitas, harmonisasi, percaya diri, dan apresiasi. Selain itu, melalui pelajaran seni visual, siswa dapat mengembangkan keterampilan visual dan spatial. Program seni bertujuan: 1. Mengembangkan kemampuan berbahasa 2. Menumbuhkan kesadaran terhadap budaya 3. Meningkatkan disiplin 4. Mengembangkan keterampilan bersosialisasi 5. Menstimulasi pertumbuhan otak dan daya ingat Berikut program untuk mencapai tujuan di atas: Program Tujuan Keterangan Assembly Mengembangkan kreativitas, percaya diri, kerja sama, dan apresiasi Dilaksanakan sekali sepekan dan diikuti olehsemua siswa kelas 1-6. Setiap kelastampil secara bergiliran. Pentas Seni Mengembangkan kreativitas, percaya diri, kerja sama, dan apresiasi Dilaksanakan di akhir tahun ajaran melalui penampilan khusus yang disaksikan oleh orang tua. Cinta Musik Menumbuhkan kesadaran Siswa 5 dan 6 belajar alat
87Tradisional terhadap seni budaya dan apresiasi musik tradisional Gebyar Panggung Seni Literasi Mengekspresikan berbagai karya seni dan belajar dari proses pembelajaran di kelas dengan memaksimalkan penerapan literasi Dilaksanakan di akhir semester 2 bergantian dengan kegiatan khusus lainnya dengan melibatkan orang tua. 8. Bahasa Inggris Sebagai bahasa yang banyak digunakan oleh warga dunia, siswa SDNegeri 21 Pasar Pandan Airmati Kota Solok belajar bahasa Inggris kelas 1 dan kelas 4. Tujuan utama pembelajaran bahasa Inggris adalah berkomunikasi secara aktif. Siswa belajar melalui berbagai media dan kegiatan, seperti mendengarkanlagu, bercerita, memasak, permainan, menonton video, serta bermain peran. Selama pelajaran bahasa Inggris, Sekolah menciptakan lingkungan kelas aktif berbahasa Inggris. Pengadaan berbagai buku cerita bergambar di sudut baca mendukung siswauntuk mengembangkan perbendaharaan kosakata. Pengembangan empat keterampilan berbahasa merujuk kepada sebuah tema yangdiambil dari buku cerita atau menyesuaikan dengan tema yang dikembangkanolehguru kelas. Program penunjang pelajaran Bahasa Inggris: Program Membaca ProgramMenulis Pemodelan Membaca (Modelled Reading) Pemodelan Menulis (Modelled Writing) Membaca Bersama (Shared Reading ) Menulis Bersama (Shared Writing) Membaca Terbimbing (Guided Reading) Menulis Terbimbing (Guided Writing) Membacakan Cerita (Read Aloud) Menulis Asyik Membaca Senyap English Through Cookery Mengenal kosakata melalui kegiatanmemasak sederhana.
88Let’s Speak English with A Native! Guru tamu hadir secara berkala danmelakukan berbagai kegiatan dalambahasa Inggris bersama siswa. b. Kecakapan Dasar Untuk membekali siswa menjadi pribadi yang seimbang, SDNegeri 21 Pasar Pandan Airmati Kota Solok mengembangkan kecakapan dasar melalui pembiasaan dan terintegrasi dengan kegiatan belajar mengajar di kelas. c. Pengembangan Diri Program pengembangan diri bertujuan untuk menelusuri dan mengembangkan potensi, minat, bakat, serta menerapkankecakapan dasar.
Kurikulum SD Negeri 21 PPA Tahun Pelajaran 2023/2024 89Untuk mendukung program pengembangan diri, Sekolah menyediakan beberapa kegiatan: Program Tujuan Keterangan Ekstrakurikuler Mengembangkan potensi, minat, bakat, dan kecakapan dasar dalam berbagai area. Kegiatan ini bersifat pilihan, dilaksanakan tiga kali seminggu, setelah waktubelajar. Pramuka dan Seni Ayo, Kenali Dirimu! Mengenal dan mengelola berbagai emosi. Kegiatan ini dilaksanakansecara rutin Masa Orientasi Siswa Menyiapkan siswa menjadi pembelajar efektif Dilaksanakan di awal tahunajaran selama satu pekan untuk semua siswa dengan berbagai materi (keterampilanbelajar, mengenal gaya belajar, sikap belajar, bijak menggunakan gawai, pendidikan seksualitas, Sekolah bebas perundungan (bullying). d. Program Individu SD Negeri 21 Pasar Pandan Airmati Kota Solokmenerima siswa berkebutuhan khusus untuk memberi kesempatan kepada mereka untuk belajar di lingkungan sekolahreguler. Dengan kondisi ini, mereka dapat belajar hal-hal positif yang ditunjukkan oleh lingkungan sekitarnya. SD Negeri 21 Pasar Pandan Airmati Kota Solok hanyamenerima siswa dengan gangguan perkembangan, seperti autisme, ADD, ADHD, asperger, disleksia, global delay, disgrafia, diskakulia, dan gangguan pendengaran. Di setiapkelas, ada satu siswa berkebutuhan khusus. Mereka memiliki programindividu berdasarkan kebutuhan masing-masing, dengan
Kurikulum SD Negeri 21 PPA Tahun Pelajaran 2023/2024 90melakukan penyesuaian terhadap materi ajar. Penyusunanprogram melibatkan guru, psikolog/terapis, dan orang tua. b. Kokurikuler/Projek Penguatan Profil Pancasila 1. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila a. Profil Pelajar Pancasila Projek penguatan profil pelajar Pancasila adalah pembelajaran lintas disiplinilmu dalam mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungansekitar untuk menguatkan berbagai kompetensi dalam Profil Pelajar Pancasila. Projekpenguatan profil pelajar Pancasila, sebagai salah satu sarana pencapaian profil pelajar Pancasila, memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk "mengalami pengetahuan" sebagai proses penguatan karakter sekaligus kesempatan untuk belajar dari lingkungan sekitarnya. Dalam kegiatan projek profil ini, peserta didik memiliki kesempatan untuk mempelajari tema-tema atau isu penting seperti perubahan iklim, anti radikalisme, kesehatan mental, budaya, wirausaha, teknologi, dan kehidupanberdemokrasi sehingga peserta didik dapat melakukan aksi nyata dalammenjawabisu-isu tersebut sesuai dengan tahapan belajar dan kebutuhannya. Projek penguatan profil pelajar Pancasila diharapkan dapat menginspirasi peserta didik untuk berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya. Bagi pekerja di duniamodern, keberhasilan menjalankan projek akan menjadi prestasi Dalamskemakurikulum, pelaksanaan projek penguatan profil pelajar. Pancasila terdapat di dalamrumusan Kepmendikbudristek No.56/M/2022 tentang Pedoman PenerapanKurikulum dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran yang menyebutkan bahwaStruktur Kurikulum di jenjang PAUD serta Pendidikan Dasar dan Menengah terdiri atas kegiatan pembelajaran intrakurikuler dan projek penguatan profil pelajar Pancasila. Sementara pada Pendidikan Kesetaraan terdiri atas mata pelajarankelompok umum serta pemberdayaan dan keterampilan berbasis profil pelajar Pancasila. Profil pelajar Pancasila dirancang untuk menjawab satu pertanyaan besar, yakni peserta didik dengan profil (kompetensi) seperti apa yang ingin dihasilkan olehsistem pendidikan Indonesia. Kompetensi profil pelajar Pancasila memperhatikanfaktor internal yang berkaitan dengan jati diri, ideologi, dan cita-cita bangsaIndonesia, serta faktor eksternal yang berkaitan dengan konteks kehidupan dantantangan bangsa Indonesia di Abad ke-21 yang sedang menghadapi masa revolusi
Kurikulum SD Negeri 21 PPA Tahun Pelajaran 2023/2024 91industri 4.0. Selain itu, Pelajar Indonesia juga diharapkan memiliki kompetensi untukmenjadi warga negara yang demokratis serta menjadi manusia unggul dan produktif di Abad ke-21. Oleh karenanya, Pelajar Indonesia diharapkan dapat berpartisipasi dalam pembangunan global yang berkelanjutan serta tangguh dalammenghadapi berbagai tantangan. Penguatan projek profil pelajar Pancasila diharapkan dapat menjadi sarana yangoptimal dalam mendorong peserta didik menjadi pelajar sepanjang hayat yangkompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Profil pelajar Pancasila "Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yangkompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai- nilai Pancasila. Adapun profil pelajar pancasila sebagai berikut : 1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia. 2. Berkebinekaan global. 3. Bergotong-royong. 4. Mandiri. 5. Bernalar kritis dan Kreatif 1. Prinsip-prinsip projek penguatan profil pelajar Pancasila a. Holistik Holistik bermakna memandang sesuatu secara utuh dan menyeluruh, tidak parsial atau terpisah-pisah. Dalam konteks perancangan Projek Penguatan profil pelajar Pancasila, kerangka berpikir holistik mendorong kita untuk menelaah sebuah temasecara utuh dan melihat keterhubungan dari berbagai hal untuk memahami sebuahisuProfil Pelajar Pancas BergotongRoyBerke binek aan Mandi ri Bernal ar Kritis Kre atif Beriman , Bertakw a
Kurikulum SD Negeri 21 PPA Tahun Pelajaran 2023/2024 92secara mendalam. b. Kontekstual Prinsip kontekstual berkaitan dengan upaya mendasarkan kegiatan pembelajaran padapengalaman nyata yang dihadapi dalam keseharian. Prinsip ini mendorong pendidikdan peserta didik untuk dapat menjadikan lingkungan sekitar dan realitas kehidupansehari-hari sebagai bahan utama pembelajaran. c. Berpusat Pada Peserta Didik Prinsip berpusat pada peserta didik berkaitan dengan skema pembelajaran yangmendorong peserta didik untuk menjadi subjek pembelajaran yang aktif mengelolaproses belajarnya secara mandiri, termasuk memiliki kesempatan memilih danmengusulkan topik projek profil sesuai minatnya. Harapannya, setiap kegiatanpembelajaran dapat mengasah kemampuan peserta didik dalammemunculkaninisiatif serta meningkatkan daya untuk menentukan pilihan dan memecahkanmasalah yang dihadapinya. d. Eksploratif Prinsip eksploratif berkaitan dengan semangat untuk membuka ruang yang lebar bagi proses pengembangan diri dan inkuiri, baik terstruktur maupun bebas. Projekpenguatan profil pelajar Pancasila tidak berada dalam struktur intrakurikuler yangterkait dengan berbagai skema formal pengaturan mata peserta didikan. Prinsipeksploratif juga diharapkan dapat mendorong peran projek penguatan profil pelajar Pancasila untuk menggenapkan dan menguatkan kemampuan yang sudah pesertadidik dapatkan dalam peserta didikan intrakurikuler. c. Jenis Kegiatan wajib dan pilihan a. Kegiatan Pramuka ( Kegiatan Wajib ) Kegiatan ekstrakurikuler (EKSKUL) pramuka pada kurikulum2013adalah merupakan EKSKUL wajib. Hal ini mengandung makna bahwa pendidikankepramukaan merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang secara sistemikdiperankan sebagai wahana penguatan psikologis-sosial-kultural (reinfocement) perwujudan sikap dan keterampilan kurikulum 2013 yang secara psikopedagogis koheren dengan pengembangan sikap dan kecakapan dalampendidikankepramukaan. Dengan demikian pencapaian kompetensi inti sikap spiritual (KI-1), sikap sosial (KI-2), dan keterampilan (KI-3) memperoleh penguatan bermakna(meaningfull learning) melalui fasilitasi sistemik-adaptif pendidikan kepramukaan
Kurikulum SD Negeri 21 PPA Tahun Pelajaran 2023/2024 93di lingkungan satuan pendidikan. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan kegiatan–kegiatan di lingkungansekolah (intramural) dan di luar sekolah (ekstramural) sebagai upaya memperkuat proses pembentukan karakter bangsa yang berbudi pekerti luhur sesuai dengannilai dan moral pancasila. Pendidikan Kepramukaan dinilai sangat penting. Melalui pendidikan kepramukaan akan timbul rasa memiliki, saling tolongmenolong, mencintai tanah air dan mencintai alam. Karenanya kementerianpendidikan dan kebudayaan mewajibkan setiap sekolah melaksanakanekstrakurikuler pendidikan kepramukaan. Koherensi proses pembelajaran yang memadukan kegiatan intrakurikuler danekstrakurikuler, didasarkan pada dua alasan dalam menjadikan pendidikankepramukaan sebagai ekstrakurikuler wajib. Pertama, dasar legalitasnya jelas yaitu Undang-Undang (UU) nomor 12 tahun 2010 tentang gerakan pramuka. Kedua, pendidikan kepramukaan mengajarkan banyak nilai-nilai, mulai dari nilai- nilai Ketuhanan, kebudayaan, kepemimpinan, kebersamaan, sosial, kecintaanalam, hingga kemandirian. Dari sisi legalitas pendidikan kepramukaan merupakanimperatif yang bersifat nasional, hal itu tertuang dalam undang–undang republikIndonesia nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Ko-kurikuler Pekan Budaya/Pekan Olahraga/Peka n Seni Pentas Seni Masa Orientasi Siswa Tara Salvia Sehat Hari Merdeka Bersama Keluarga Hari Kebersamaan Kunjungan ke Tempat Ibadah Mabit Matematika di Sekitarku Pekan Buku Catatan: Kegiatan ko-kurikuler ini dilaksanakan dalamsatutahun pelajaran, di luar minggu efektif
Kurikulum SD Negeri 21 PPA Tahun Pelajaran 2023/2024 94Ekstrakurikuler Catatan: Kegiatan masing-masing ekstrakurikuler berlangsung selama 60menit Jenis ekstrakurikuler disesuaikandengan minat siswa di berbagai area (motorik, seni, kognitif, teknologi, agama) 2.4. PENDEKATAN PEMBELAJARAN Dalam pelaksanaan kurikulum merdeka di SDN 21 PPA terdapat empat (4) pendekatan yang dapat digunakan oleh satuan pendidikan dalam mengorganisasikanmuatan pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi satuan pendidikan. Adapunpendekatan pembelajaran yang digunakan sebagai berikut: 1. Pendekatan Mata Pelajaran Setiap pembelajaran dilakukan terpisah antara satu mapel dan mapel lainnya. Tatap muka dilakukan secara reguler setiap minggu, dengan jumlah jamtatapmuka sesuai dengan yang ditetapkan sekolah berdasarkan ketentuan minimal dari pemerintah. 2. Pendakatan Tematik Pembelajaran disusun berdasarkan tema yang menaungi kompetensi- kompetensi dari berbagai mata pelajaran. Pendekatan pembelajaran yangmengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalamberbagai tema. SD/Ml dapat mengorganisasikan muatan pembelajaranmenggunakan pendekatan mata pelajaran atau tematik. 3. Pendekatan Secara Terintegrasi Konsep-konsep dan keterampilan tertentu dari mata pelajaran diajarkansecara kolaboratif (team teaching). Pendidik berkolaborasi untuk merencanakandan melaksanakan asesmen dan pembelajaran secara terpadu. Sebagai contohmengajarkan muatan llmu Pengetahuan Alam (IPA) atau llmu PengetahuanSosial (IPS) secara terintegrasi. 4. Pendekatan secara bergantian dalam blok waktu terpisah Pembelajaran dikelola dalam bentuk blok-blok waktu dengan berbagai macam pengelompokkan. Sebagai contoh, mata pelajaran IPS, Bahasa Indonesia
Kurikulum SD Negeri 21 PPA Tahun Pelajaran 2023/2024 95dan IPAS akan diajarkan dari jam 07.00- 12.00 dalam semester 1. Contoh lain, mengajarkan muatan llmu Pengetahuan Alam atau llmu Pengetahuan Sosial secara bergantian dalam blok waktu yang terpisah. A. KO KURIKULER 1. Pelaksanaan P5 di sekolah a. Jenis Kegiatan yang dipilih Pada kurikulum merdeka, terdapat ciri khas yang membedakandengan kurikulum terdahulu, yakni Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, atau bahasa ngetren-nya P5. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah projek yangharus diterapkan oleh sekolah dalam rangka penerapan kurikulummerdeka, dengan minimal 2 tema dipilih dalam kurun waktu 2 semester. Jadi, tiap sekolah minimal bisa menerapkan 1 tema P5 pada kurunwaktu 1 semester. Terdapat 5 Tema besar dalam Pelaksanaan P5 yakni: 1. Gaya hidup berkelanjutan 2. Kearifan Lokal 3. Bhinneka Tunggal Ika 4. Berekayasan dan Berteknologi 5. Kewirausahaan Dari 5 tema tersebut, SDN 21 PPA memilih tema Kewirausahaanuntuk semester I dan tema Berekayasan dan Berteknologi untuk semester 2. Kegiatan P5 di SD Negeri 21 PPA memilih tema Kewirausahaanyaitu berhubungan dengan Pemanfaatan usaha kecil yang ada di sekitar sekolah. Dalam pembelajaran bertema belajar kelola plastik, pertama tama siswa diperkenalkan pada pengertian dan sejarah plastikuntuk memahami plastik sebagai suatu jenis material, serta latar belakang ditemukannya plastik. Pada bagian ini siswa belajar penggunaan plastik dari sisi positif (murah, ringan, mudah dibentuk,
Kurikulum SD Negeri 21 PPA Tahun Pelajaran 2023/2024 96luas kegunaannya) maupun negatifnya (sulit terurai, mencemari lingkungan). Materi berikutnya dalam proses belajar adalah pengelolaan sampahplastik serta pengolahan sampah plastik. Sebagai penguatan perilakubertanggung jawab, siswa menjalankan suatu projek penguranganplastik di rumah masing-masing. Projek ini diakhiri denganmenyebarluaskan ajakan untuk mengurangi plastik kepada keluargamasing-masing. Sementara Untuk semester 2 SD Negeri 21 PPAmemilih temayaitu kewirausahaan, dimana nanti hasil karya peserta didik dapat diperjual belikan. b. Fungsi dan tujuan kegiatan P5 Pelaksanaan P5 di sekolah memberikan kesempatan kepadapeserta didik untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan, mengembangkan keterampilan, serta menguatkan pengembanganenam dimensi profil pelajar Pancasila. Melalui projek ini, pesertadidik memiliki kesempatan untuk mempelajari secara mendalamtema-tema atau isu penting seperti gaya hidupberkelanjutan, toleransi, kesehatan mental, budaya, wirausaha, teknologi, dan kehidupanberdemokrasi. Projek ini melatih peserta didik untuk melakukanaksi nyata sebagai respon terhadap isu-isu tersebut sesuai denganperkembangan dan tahapan belajar mereka. Projek penguatan ini jugadiharapkan dapat menginspirasi peserta didik untuk memberikankontribusi dan dampak bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya. (Kemendibudristek, 2022). SD Negeri 21 PPA mengangkat tema hidup berkelanjutanyaitu mengenai kelola plastik, dimana bertujuan mewujudkan pesertadidik berkesadaran lingkungan yang mampu berperan aktif dalammenjaga serta mengatasi permasalahan lingkungan, khususnya terkait penggunaan dan pengelolaan plastik secara bijak.
Kurikulum SD Negeri 21 PPA Tahun Pelajaran 2023/2024 97c. Strategi dan Teknis Pelaksanaan Kegiatan Alur Tahapan Projek
Kurikulum SD Negeri 21 PPA Tahun Pelajaran 2023/2024 982. Strategi Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah Gerakan Literasi Sekolah adalah upaya untuk meningkatkan minat dankemampuan literasi pada siswa di sekolah. Strategi pelaksanaan yang efektif dapat membantu mencapai tujuan tersebut. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat digunakan untuk melaksanakan Gerakan Literasi Sekolah: 1. Pembentukan Tim Literasi Sekolah: Bentuk tim literasi sekolah yang terdiri dari guru, staf sekolah, dan siswa. Tim ini akan bertanggung jawabatasperencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program literasi sekolah. 2. Penyusunan Program Literasi: Buat program literasi yang komprehensif danterintegrasi dengan kurikulum sekolah. Program ini harus mencakupkegiatan membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara. Pastikanprogram literasi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat perkembangan siswa. 3. Membuat Lingkungan Literasi: Ciptakan lingkungan di sekolah yangmendukung kegiatan literasi. Sediakan ruang baca yang nyamandanlengkap dengan berbagai jenis bahan bacaan, seperti buku, majalah, dankoran. Tampilkan karya tulis siswa di papan pengumuman atau dindingsekolah. 4. Pengembangan Koleksi Bacaan: Perbarui dan diversifikasi koleksi bacaandi perpustakaan sekolah. Sediakan buku-buku dengan berbagai genre, tingkat kesulitan, dan topik yang menarik bagi siswa. Melibatkan siswa
Kurikulum SD Negeri 21 PPA Tahun Pelajaran 2023/2024 99dalam pemilihan buku juga dapat meningkatkan minat mereka dalammembaca. 5. Kegiatan Membaca Bersama: Selenggarakan kegiatan membaca bersamadi kelas atau di perpustakaan sekolah. Guru atau pustakawan dapat membacakan buku kepada siswa dan melibatkan mereka dalamdiskusi danrefleksi terkait cerita tersebut. Kegiatan ini dapat meningkatkanpemahaman siswa tentang teks dan memperluas wawasan mereka. 6. Penyelenggaraan Lomba dan Acara Literasi: Adakan lomba menulis, lombabercerita, atau acara lain yang mendorong partisipasi siswa dalamkegiatanliterasi. Lomba dan acara tersebut dapat menjadi stimulus untuk siswamengembangkan minat dan kemampuan literasi mereka. 7. Kolaborasi dengan Orang Tua dan Masyarakat: Libatkan orang tua danmasyarakat dalam Gerakan Literasi Sekolah. Ajak orang tua untukmembaca bersama anak di rumah dan dukung kerja sama antara sekolahdan perpustakaan komunitas. Dengan melibatkan semua pihak, akanlebihmudah menciptakan budaya literasi yang kuat. 8. Evaluasi dan Pemantauan: Lakukan evaluasi terhadap programliterasi yangtelah dilaksanakan secara berkala. Gunakan data hasil evaluasi untukmelakukan perbaikan dan penyesuaian program agar menjadi lebih efektif. Pemantauan yang rutin juga penting untuk memastikan keberlanjutanGerakan Literasi Sekolah. Dengan menerapkan strategi ini secara konsisten dan melibatkan semuastakeholder terkait, Gerakan Literasi Sekolah dapat berhasil meningkatkan minat dan kemampuan literasi siswa. a. Jenis Literasi sekolah Ada berbagai jenis kegiatan literasi di SDN 21 PPA yang dilakukan untukmeningkatkan minat dan kemampuan literasi siswa. Berikut adalahbeberapa kegiatan literasi : 1. Membaca Buku: Kegiatan membaca buku adalah inti dari gerakanliterasi sekolah. Siswa dapat diminta untuk membaca buku fiksi, nonfiksi, novel, cerita pendek, puisi, atau buku-buku referensi lainnya.
Kurikulum SD Negeri 21 PPA Tahun Pelajaran 2023/2024 100Kegiatan ini dapat dilakukan secara individu di perpustakaanatausebagai kelompok dalam kelompok diskusi buku. 2. Menulis: Kegiatan menulis memungkinkan siswa untukmengembangkan keterampilan mengekspresikan ide dan pemikiranmereka. Siswa dapat diminta untuk menulis esai, cerpen, puisi, jurnal, atau artikel tentang topik yang beragam. Kegiatan menulis juga dapat mencakup membuat blog, surat kabar sekolah, atau publikasi lainnya. 3. Mengadakan Bincang Literasi: Bincang literasi adalah diskusi kelompok yang membahas buku atau teks tertentu. Siswa dapat membaca buku yang sama dan kemudian bertemu untuk berbagi pemahaman, mengajukan pertanyaan, dan berdiskusi tentang tema, karakter, atau pesan yang terkandung dalam buku tersebut. 4. Kegiatan Sastra: Kegiatan sastra melibatkan siswa dalampengenalandan apresiasi terhadap karya sastra. Siswa dapat membaca puisi, drama, atau karya sastra lainnya, dan kemudian melakukan pementasan drama, membaca puisi di depan kelas, atau membuat interpretasi visual dari karya sastra tersebut. 5. Penyelenggaraan Lomba Menulis: Lomba menulis merupakan kegiatanyang dapat memotivasi siswa untuk mengembangkan kemampuanmenulis mereka. Sekolah dapat menyelenggarakan lomba menuliscerpen, puisi, esai, atau artikel. Lomba ini dapat memicu kreativitassiswa dan memberikan pengakuan atas prestasi mereka. 6. Kunjungan ke Perpustakaan atau Toko Buku: Mengajak siswa untukmengunjungi perpustakaan sekolah atau toko buku dapat membantumereka merasakan pengalaman langsung dalam mencari dan memilihbuku. Guru dapat memberikan orientasi mengenai berbagai jenis bukudan membantu siswa dalam memilih buku yang sesuai dengan minat dan tingkat bacaan mereka. 7. Sesi Membaca Bersama: Sesi membaca bersama adalah kegiatandi mana guru membacakan buku kepada seluruh kelas atau kelompoksiswa. Kegiatan ini dapat mengembangkan pemahaman siswa tentangteks, meningkatkan keterampilan mendengarkan, dan memperkenalkan