The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

“Peningkatan Pengelolaan Dokumen Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini
Tumbuh Kembang melalui Teknologi Digital di Puskesmas Kembangan"

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nonarahmaramanda, 2022-09-13 20:54:26

Laporan Final Aktualisasi Anne Maryana

“Peningkatan Pengelolaan Dokumen Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini
Tumbuh Kembang melalui Teknologi Digital di Puskesmas Kembangan"

LAPORAN FINAL AKTUALISASI

PENINGKATAN PENGELOLAAN DOKUMEN STIMULASI
DETEKSI DAN INTERVENSI DINI
TUMBUH KEMBANG (SDIDTK) MELALUI TEKNOLOGI
DIGITAL
DI PUSKESMAS KECAMATAN KEMBANGAN

Disusun Oleh:
Anne Maryana

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA
PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL ANGKATAN 23 tahun 2022

LAPORAN FINAL AKTUALISASI
PENINGKATAN PENGELOLAAN DOKUMEN
STIMULASI DETEKSI DAN INTERVENSI DINI

TUMBUH KEMBANG (SDIDTK) MELALUI
TEKNOLOGI DIGITAL

PUSKESMAS KECAMATAN KEMBANGAN

Disusun Oleh:
Anne Maryana
NIP: 199007312020122020

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL ANGKATAN 23
TAHUN 2022









ABSTRAK

Anne Maryana, 199007312020122020, Bidan Terampil, Peningkatan Pengelolaan
Dokumen Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) melalui
Teknologi Digital di Puskesmas Kecamatan Kembangan
Kegiatan Aktualisasi yang telah dilaksanakan di Puskesmas Kecamatan Kembangan
sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil
ditujukan untuk mengimplementasikan nilai-nilai dasar PNS berAKHLAK sebagai perilaku
kerja sekaligus memberikan kontribusi penyelesaian bagi masalah prioritas di Poli KIA
Puskesmas Kecamatan Kembangan, yaitu rendahnya pengelolaan dokumen Stimulasi
Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK). Gagasan kreatif yang diangkat
adalah penggunaan teknologi digital dalam pengelolaan dokumen SDIDTK. Kegiatan
aktualisasi ini telah dilaksanakan sejak tanggal 15 Juni 2022 sampai dengan 27 Juli 2022
dengan 7 kegiatan dan 35 tahapan kegiatan mulai dari persiapan, perancangan,
pembuatan, sosialisasi, pelaksanaan, penyusunan laporan serta monitoring dan evaluasi.
Dengan mengaktualisasikan seluruh nilai-nilai dasar PNS BerAKHLAK (Berorientasi
pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif), kegiatan
aktualisasi ini juga telah berkontribusi dalam mendukung 5 nilai budaya kerja
(Berintegritas, Berkeadilan, Akuntabel, Inovatif, Kolaboratif) dan pencapaian misi
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ke-1 sampai dengan misi ke-4. Kegiatan ini juga telah
menghasilkan bentuk baru dari dokumen SDIDTK di Puskesmas Kecamatan Kembangan
sebagai perbaikan dari rendahnya pengelolaan dokumen SDIDTK.
Kata Kunci: pengelolaan dokumen, SDIDTK, teknologi digital, BerAKHLAK

vi

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah
melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan Laporan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar PNS yang berjudul
“Peningkatan Pengelolaan Dokumen Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini
Tumbuh Kembang melalui Teknologi Digital”.

Laporan ini disusun untuk memenuhi syarat kelulusan dalam
rangkaian Pendidikan Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Pemerintah
Provinsi DKI Jakarta. Penulis menyadari bahwa tersusunnya laporan
rencana aktualisasi ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak.

Oleh karena itu, penulis menyampaikan terimakasih kepada:
1. Bapak Mochamad Miftahulloh Tamary, S.STP., M.T., M.Sc, Kepala

BPSDM Provinsi DKI Jakarta
2. Ibu dr.Widyastuti, MKM, Kepala Dinas Kesehatan Provini DKI Jakarta
3. Ibu Indang Murniningsih,S.Pd., M.M, Kepala Bidang Pengembangan

Kompetensi Dasar, Manajerial, dan Fungsional BPSDM Provinsi DKI
Jakarta
4. Ibu Fitrianda, S.Psi., M.Psi, Kepala Sub Bidang Kompetensi
Pengembangan Kompetensi Dasar, berkat beliau kegiatan
pembelajaran klasikal baik synchronous dan asynchronous berjalan
dengan lancar
5. Ibu Ratna Sari Susanti, S.E., M.Si., Ak. selaku penguji yang telah
memberikan masukan dan arahan untuk memperbaiki rancangan
aktualisasi.
6. Bapak H. Haris Iriyanto, A.Md., S.Sos., M.Pd., selaku coach atau
pembimbing dalam proses kegiatan aktualisasi ini. Terimakasih telah
memberikan bimbingan, kritik dan saran kepada penulis sehingga
laporan aktualisasi ini dapat terselesaikan dengan baik.

vii



DAFTAR ISI

COVER……………………………………………………………………….…. i
LEMBAR PERSETUJUAN SEMINAR RANCANGAN…………….……… ii
LEMBAR PERSETUJUAN SEMINAR PELAKSANAAN…...………….… iii
LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN……………………………………… iv
SURAT PERNYATAAN ORISINALITAS…………….…………………..…. v
ABSTRAK..……………………...…………………………………………… vi
KATA PENGANTAR ............................................................................... vii
DAFTAR ISI.............................................................................................. ix
DAFTAR TABEL ...................................................................................... xi
DAFTAR GAMBAR ................................................................................. xii
DAFTAR LAMPIRAN……………………………………………………….. xiv
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................ 1

A.Latar Belakang......................................................................... 1
B.Tujuan Aktualisasi.................................................................... 4
C. Manfaat Aktualisasi ................................................................ 5
BAB II PROFIL INSTANSI TEMPAT AKTUALISASI............................. 6
A.Visi dan Misi............................................................................. 6
B.Nilai-Nilai Organisasi ............................................................... 7
C.Tugas Organisasi .................................................................... 8
D.Uraian Tugas Jabatan Peserta .............................................. 10
E.Profil Puskesmas ................................................................... 14
BAB III ANALISIS ISU DALAM PELAKSANAAN TUGAS DAN FUNGSI
.................................................................................................. 16

ix

A. Identifikasi dan Analisis Isu Aktual........................................ 16
B. Keterkaitan Penyebab Isu dengan Kedudukan dan Peran PNS

untuk Mendukung Terwujudnya Smart Governance ............. 32
C. Alternatif Pemecahan Masalah sebagai Gagasan Kreatif .... 40
BAB IV RENCANA AKTUALISASI........................................................ 43
A.Rancangan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar PNS ....................... 43
B.Tahapan Kegiatan dikaitkan dengan Nilai-Nilai Dasar PNS

BERAKHLAK ........................................................................ 47
C.Penjadwalan ........................................................................ 116
D.Aktor yang Terlibat dan Perannya dalam Aktualisasi .......... 120
BAB V PELAKSANAAN AKTUALISASI ............................................ 122
A. Deskripsi Proses Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar PNS ............ 122
B. Capaian Pelaksanaan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar PNS.... 169
C. Kualitas dan Kemanfaatan Aktualisasi................................ 175
BAB VI RENCANA TINDAK LANJUT ................................................. 183
A. Penetapan Isu Lanjutan/ Alternatif ...................................... 183
B. Gagasan Kreatif .................................................................. 183
C. Rencana Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar PNS Lanjutan.......... 183
BAB VII PENUTUP............................................................................... 187
A. Kesimpulan ......................................................................... 187
B. Saran .................................................................................. 188
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................. 190
LAMPIRAN…………………………………………………………………... 191

x

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Identifikasi Rumusan Isu dikaitkan dengan Manajemen ASN
dan Smart ASN ......................................................................... 25

Tabel 2. Pemilihan Isu Prioritas menggunakan Teknik APKL ................ 29
Tabel 3. Kualitas Isu Prioritas ................................................................ 31
Tabel 4. Identifikasi Penyebab Utama Masalah dengan Metode USG . 37
Tabel 5. Penilaian Kualitas Penyebab Isu.............................................. 39
Tabel 6. Penapisan Gagasan kreatif Menggunakan Analisis McNamara

.................................................................................................. 41
Tabel 7. Tahapan Kegiatan dikaitkan dengan Nilai-Nilai Dasar PNS ….

…..BERAKHLAK ........................................................................... 47
Tabel 8. Rekapitulasi Rencana Penerapan Nilai-Nilai Dasar PNS....... 114
Tabel 9. Penjadwalan Kegiatan dan Tahapan Kegiatan Aktualisasi .... 116
Tabel 10. Aktor yang Terlibat dalam Kegiatan Aktualisasi ..................... 120
Tabel 11. Rekapitulasi Realisasi Penerapan Nilai Nilai Dasar PNS

.BerAKHLAK ........................................................................... 172
Tabel 12. Rencana Kegiatan Penerapan Nilai-Nilai Dasar PNS

.BerAKHLAK ........................................................................... 184

xi

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Struktur Organisasi Puskesmas Kecamatan Kembangan.... 15
Gambar 2. Diagram Data Kunjungan Ibu Hamil Tahun 2022................. 17
Gambar 3. Mesin Anjungan Mandiri PerjanjianIbu Hamil....................... 17
Gambar 4. Print Out Bukti Perjanjian Ibu Hamil ..................................... 18
Gambar 5. Kuesioner Skrining PPIA...................................................... 19
Gambar 6. Formulir Pemeriksaan Infeksi Menular Seksual (Sifilis) ....... 20
Gambar 7. Formulir Permeriksaan HIV.................................................. 20
Gambar 8. Kartu Ibu Hamil .................................................................... 21
Gambar 9. Buku Pedoman Pelaksanaan SDIDTK................................. 22
Gambar 10. Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) Usia 0-3

.Bulan.................................................................................... 23
Gambar 11. Cheklist Test Daya Dengar Kurang dari 3 Bulan.................. 23
Gambar 12. Formulir DDTK ..................................................................... 24
Gambar 13. Buku Register SDIDTK dengan Gangguan Tumbuh Kembang

............................................................................................ 24
Gambar 14. Buku Register Kunjungan Bayi dan Balita........................... 25
Gambar 15. Diagram Penapisan Isu dengan APKL................................. 30
Gambar 16. Indentifikasi Penyebab Masalah menggunakan Diagram

.Fishbone .............................................................................. 36
Gambar 17. Diagram Identifikasi Isu menggunakan USG ....................... 38
Gambar 18. Diagram Pemilihan Gagasan Utama Menggunakan Teknik

.McNamara ........................................................................... 41
Gambar 19. Menyampaikan dan meminta persetujuan kepala Puskesmas

.......................................................................................... 124
Gambar 20. Melakukan konsultasi dengan mentor................................ 126
Gambar 21. Lembar Konsultasi dengan Mentor .................................... 126
Gambar 22. Melakukan koordinasi dengan Kasatpel UKP .................... 127
Gambar 23. Melakukan Koordinasi dengan Bidan Koordinator ............. 128

xii

Gambar 24. Melakukan Koordinasi dengan Penanggungjawab Program
.Kesehatan Anak................................................................. 130

Gambar 25. Mencari referensi tentang Google form dan Spreadsheet.. 131
Gambar 26. Menyiapkan sumber data yang dibutuhkan........................ 132
Gambar 27. Kumpulan Kuesioner SDIDTK............................................ 133
Gambar 28. Draft Perancangan Sumber Data ....................................... 134
Gambar 29. Melakukan konsultasi dengan Penanggung Jawab Program

.Kesehatan Anak................................................................. 136
Gambar 30. Melakukan konsultasi dengan mentor................................ 137
Gambar 31. Melakukan Koordinasi dengan Bagian IT........................... 138
Gambar 32. Menggunakan Sumber Bahan untuk diinput ke Google form

............................................................................................ 139
Gambar 33. QR code Google form ........................................................ 139
Gambar 34. Melakukan Uji Coba Input Data ke Google form ................ 141
Gambar 35. Screenshoot Hasil Uji Coba Input Data ke Google form .... 141
Gambar 36. Melaporkan hasil kepada PJ Program KIA......................... 142
Gambar 37. Melaporkan Hasil kepada Mentor ...................................... 143
Gambar 38. Meminta persetujuan secara lisan kepada PJ Program

.Kesehatan Anak................................................................. 144
Gambar 39. Bahan Paparan Sosialisasi SDIDTK berbasis Digital......... 145
Gambar 40. Undangan Sosialisasi......................................................... 147
Gambar 41. Sosialisasi SDIDTK Berbasis Digital Melalui Zoom Meeting

............................................................................................ 149
Gambar 42. Sosialisasi SDIDTK Berbasis Digital Melalui Zoom Meeting

............................................................................................ 149
Gambar 43. Daftar Hadir dan Notulen Sosialisasi SDIDTK Berbasis Digital

............................................................................................ 149
Gambar 44. Melaporkan Hasil kepada Mentor ...................................... 150
Gambar 45. Menyiapkan Sarana dan Prasarana SDIDTK berbasis Digital

............................................................................................ 152

xiii

Gambar 46. Melakukan Pelayanan SDIDTK menggunakan Format Digital
............................................................................................ 153

Gambar 47. Memeriksa dan Mengolah data dari Spreadsheet.............. 155
Gambar 48. Melaporkan Hasil kepada Penanggungjawab Program

.Kesehatan Anak................................................................. 156
Gambar 49. Melaporkan Hasil kepada Mentor ...................................... 157
Gambar 50.Menganalisis bahan laporan ............................................... 158
Gambar 51. Draft Laporan Peningkatan Pengelolaan Dokumen SDIDTK

.melalui Teknologi Digital .................................................... 159
Gambar 52. Konsultasi dengan Mentor ................................................. 160
Gambar 53. Merevisi Laporan................................................................ 161
Gambar 54. Melaporkan Hasil Revisi..................................................... 163
Gambar 55. Ceklis Monitoring Pelaksanaan SDIDTK berbasis Digital .. 164
Gambar 56. Formulir DDTK ................................................................... 165
Gambar 57. Memberikan Link bit.ly evaluasi ......................................... 166
Gambar 58. Hasil Evaluasi Pelaksanaan SDIDTK berbasis Digital ....... 168
Gambar 59. Melakukan Konsultasi dengan Bagian IT untuk Perbaikan 169
Gambar 60. Hasil Pelaksanaan SDIDTK sebelum aktualisasi ............... 175
Gambar 61. Hasil Pelaksanaan SDIDTK setelah aktualisasi ................. 175
Gambar 62. Formulir DDTK sebelum aktualisasi ................................... 176
Gambar 63. Formulir DDTK setelah aktualisasi ..................................... 177
Gambar 64. Diagram sebaran data Pemantauan Perkembangan di

.wilayah Kembangan........................................................... 178
Gambar 65. Diagram sebaran data balita dengan masalah gizi ............ 178
Gambar 66. Diagram sebaran data balita dengan masalah perkembangan

.berdasarkan jenis kelamin ................................................. 179
Gambar 67. Diagram sebaran balita dengan masalah gizi berdasarkan

.jenis kelamin ...................................................................... 180

xiv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Lembar Persetujuan Penetapan Isu………………………. 191
Lampiran 2 : Bukti Belajar Kegiatan Rancangan Aktualisasi………….. 193
Lampiran 3 : Bukti Kegiatan 1…………………………………………….. 196
Lampiran 4 : Bukti Kegiatan 2…………………………………………….. 201
Lampiran 5 : Bukti Kegiatan 3……………………………………….……. 206
Lampiran 6 : Bukti Kegiatan 4…………………………………………….. 209
Lampiran 7 : Bukti Kegiatan 5…………………………………………….. 219
Lampiran 8 : Bukti Kegiatan 6…………………………………………….. 226
Lampiran 9 : Bukti Kegiatan 7…………………………………………..… 238
Lampiran 10: Bukti Belajar Kegiatan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar PNS 240
Lampiran 11: Bahan Tayang Seminar Rancangan Aktualisasi………... 260
Lampiran 12: Bahan Tayang Seminar Pelaksanaan Aktualisasi………. 275
Lampiran 13: Laporan Aksi Bela Negara………………………………..... 296

xv

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang
Aparatur Sipil Negara, pemerintah melakukan pengelolaan Aparatur
Sipil Negara (ASN) untuk menghasilkan ASN yang profesional, bebas
dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme,
mampu menyelenggarakan pelayanan publik bagi masyarakat dan
mampu menjalankan peran sebagai perekat persatuan dan kesatuan
bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam rangka mencapai
tujuan nasional sebagaimana tercantum dalam alinea ke-4 Pembukaan
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD
1945) yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah
darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan
kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disingkat PNS adalah
warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat
sebagai Pegawai ASN secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian
untuk menduduki jabatan pemerintahan.

Untuk dapat menghasilkan ASN yang profesional, calon PNS
wajib mengikuti Pelatihan Dasar CPNS yaitu pendidikan dan pelatihan
dalam Masa Prajabatan yang dilakukan secara terintegrasi untuk
membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi
nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan
bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi
bidang. Serta menginternalisasi dan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar
ASN yaitu Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis,

1

Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif (BerAKHLAK) dalam menjalankan tugas
pokok dan fungsinya di unit kerja masing-masing.

Berdasarkan Peraturan Lembaga Administrasi Negara Nomor 1
tahun 2021 tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil,
kompetensi yang dikembangkan dalam Pelatihan Dasar CPNS diukur
berdasarkan kemampuan menunjukkan sikap perilaku bela negara;
mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS dalam pelaksanaan tugas
jabatannya; mengaktualisasikan kedudukan dan peran PNS dalam
kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia; dan menunjukkan
penguasaan Kompetensi Teknis yang dibutuhkan sesuai dengan bidang
tugas. Dalam kaitannya dengan kompetensi tersebut, maka PNS
memiliki peran dalam mensukseskan program pemerintah di unit
kerjanya.

Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan primer memiliki tanggung
jawab tidak hanya terhadap kesehatan pasien di dalam gedung
melainkan juga terhadap kesehatan masyarakat terutama di wilayah
kerjanya. Salah satu tanggung jawab Puskesmas sebagai fasilitas
kesehatan primer adalah dengan melakukan Pemantauan Wilayah
Setempat Kesehatan Ibu dan Anak atau PWS KIA.

Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak (PWS
KIA) adalah alat manajemen untuk melakukan pemantauan program
KIA di suatu wilayah kerja secara terus menerus, agar dapat dilakukan
tindak lanjut yang cepat dan tepat. Kegiatan PWS KIA terdiri dari
pengumpulan, pengolahan, analisis dan interpretasi data serta
penyebarluasan informasi ke penyelenggara program dan pihak/instansi
terkait untuk tindak lanjut.

Salah satu Indikator dari PWS KIA adalah cakupan pelayanan
anak balita. Cakupan Pelayanan Anak Balita adalah cakupan anak balita
yang memperoleh pelayanan sesuai standar, yaitu meliputi pemantauan
pertumbuhan minimal 8 kali dalam setahun, pemantauan tumbuh

2

kembang minimal 2 kali dalam setahun, serta pemberian vitamin A 2 kali
dalam setahun.

Program SDIDTK merupakan program pembinaan tumbuh
kembang anak secara komprehensif dan berkualitas melalui kegiatan
stimulasi, deteksi dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang
pada masa lima tahun pertama kehidupan, diselenggarakan dalam
bentuk kemitraan antara keluarga (orang tua, pengasuh anak dan
anggota keluarga lainnya), masyarakat (kader, tokoh masyarakat,
organisasi profesi, lembaga swadaya masyarakat) dengan tenaga
profesional (kesehatan, pendidikan dan sosial)

lndikator keberhasilan pembinaan tumbuh kembang anak tidak
hanya meningkatnya status kesehatan dan gizi anak tetapi juga mental,
emosional, sosial dan kemandirian anak berkembang secara optimal.

Sejak tahun 2007, Kementerian Kesehatan RI bekerjasama
dengan lkatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah menyusun instrumen
stimulasi, deteksi, dan intervensi dini tumbuh kembang untuk anak umur
0 sampai dengan 6 tahun, yang diuraikan dalam Pedoman Pelaksanaan
Stimulasi, Deteksi, dan lntervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK)
Anak di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar.

Saat ini di Puskesmas Kecamatan Kembangan, program
SDIDTK sudah berjalan tetapi dalam pelaksanaanya menemui kendala
dalam pengelolaan dokumen salah satunya disebabkan oleh
pendokumentasian yang sebagian besar masih menggunakan buku
pedoman dan formulir manual sehingga menyulitkan dalam penginputan
maupun rekapitulasi untuk pelaporan bulanan/tahunan, sementara
pencatatan dan pelaporan ini merupakan salah satu alat ukur dalam
melakukan evaluasi pelayanan SDIDTK. Oleh karena itu kedepannya
diharapkan ada perbaikan dalam pengelolaan dokumen sehingga
memudahkan pencatatan dan pelaporan SDIDTK.

Berdasarkan latar belakang tersebut penulis membuat
rancangan aktualisasi berjudul “PENINGKATAN PENGELOLAAN

3

DOKUMEN STIMULASI DETEKSI DAN INTERVENSI DINI TUMBUH
KEMBANG (SDIDTK) MELALUI TEKNOLOGI DIGITAL”.

B. Tujuan Aktualisasi
Tujuan dari pelaksanaan kegiatan aktualisasi dan nilai-nilai dasar

PNS adalah sebagai berikut:
1. Tujuan Umum

Merencanakan penyelesaian permasalahan isu di lingkungan
kerja dengan:
a. Mengimplementasikan pembelajaran agenda I tentang Wawasan

Kebangsaan, Nilai-Nilai Bela Negara, dan Analisis Isu
Kontemporer
b. Mengimplementasikan nilai-nilai dasar PNS yaitu BerAKHLAK
(Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Harmonis, Loyal, Adaptif,
dan Kolaboratif) yang telah dipelajari pada pembelajaran agenda
II.
c. Mengimplementasikan pembelajaran agenda III tentang Peran
dan Kedudukan PNS dalam NKRI yaitu Smart ASN dan
Manajemen ASN
d. Impelementasi Habituasi dalam rangka meningkatkan kinerja
organisasi.
2. Tujuan Khusus
Tujuan khusus dari kegiatan aktualisasi ini adalah Meningkatkan
Pengelolaan Dokumen Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini
Tumbuh Kembang melalui Teknologi Digital di Puskesmas
Kecamatan Kembangan.

4

C. Manfaat Aktualisasi
1. Bagi Individu
a. Mampu mengimplementasikan nilai-nilai dasar PNS yaitu
BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten,
Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaborasi) dalam menjalankan
tugas.
b. Meningkatkan kinerja peserta pelatihan dasar CPNS dalam
melakukan tugas pokok, peran dan fungsinya sebagai Tenaga
Kesehatan
2. Bagi Organisasi
Dapat meningkatkan kualitas dan mutu pelayanan kesehatan
dalam hal ini terkait Peningkatan Pengelolaan Dokumen Stimulasi
Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) melalui
Teknologi Digital.
3. Bagi Masyarakat
Dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam pelayanan
Kesehatan Ibu dan Anak terutama pelayanan Stimulasi Deteksi dan
Intervensi Dini Tumbuh Kembang bagi Bayi dan Balita.

.

5

BAB II
PROFIL INSTANSI TEMPAT AKTUALISASI

A. Visi dan Misi
Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi DKI Jakarta

Nomor 1 Tahun 2018 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2017-2022
yang memuat visi dan misi Provinsi DKI Jakarta sebagai berikut:

Visi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
Jakarta kota maju, lestari dan berbudaya yang warganya terlibat dalam
mewujudkan keberadaban, keadilan dan kesejahteraan bagi semua.

Misi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
1. Menjadikan Jakarta kota yang aman, sehat, cerdas, berbudaya,

dengan memperkuat nilai-nilai keluarga dan memberikan ruang
kreativitas melalui kepemimpinan yang melibatkan,
menggerakkan dan memanusiakan.
2. Menjadikan Jakarta kota yang memajukan kesejahteraan umum
melalui terciptanya lapangan kerja, kestabilan dan
keterjangkauan kebutuhan pokok, meningkatnya keadilan
sosial, percepatan pembangunan infrastruktur, kemudahan
investasi dan berbisnis, serta perbaikan pengelolaan tata ruang.
3. Menjadikan Jakarta tempat wahana aparatur negara yang
berkarya, mengabdi, melayani, serta menyelesaikan berbagai
permasalahan kota dan warga, secara efektif, meritokratis dan
berintegritas.
4. Menjadikan Jakarta kota yang lestari, dengan pembangunan
dan tata kehidupan yang memperkuat daya dukung lingkungan
dan sosial.

6

5. Menjadikan Jakarta ibukota yang dinamis sebagai simpul kemajuan
Indonesia yang bercirikan keadilan, kebangsaan dan kebhinekaan

B. Nilai-Nilai Organisasi

Berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi DKI Jakarta
Nomor 54 Tahun 2020 tentang budaya kerja, menyebutkan nilai-nilai
organisasi antara lain:
1. Berintegritas

Berintegritas adalah adanya keselarasan antara perkataan dan
perbuatan dengan memegang teguh prinsip, aturan dan norma yang
berlaku, meliputi perilaku jujur dan dapat dipercaya, konsisten dan
berani menegakkan kebenaran, tulus melayani, memenuhi
komitmen, berdedikasi tinggi.
2. Kolaboratif
Kolaboratif bermakna bekerja sama dengan seluruh pemangku
kepentingan untuk mencapai tujuan bersama dengan membentuk
tim dan membangun kemitraan yang efektif. Meliputi saling percaya,
saling menghormati, aktif dalam perbincangan tematik, produktif dan
kreatif menangani konflik dan mampu melakukan coaching dan
mentoring.
3. Akuntabel
Akuntabel bermakna melaksanakan pekerjaan secara tuntas dan
dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan target kinerja. Meliputi
perilaku bertanggung jawab, profesional, transparan, cermat dalam
bertindak, dan dapat diandalkan.
4. Inovatif
Inovatif bermakna menciptakan gagasan pembaharuan untuk
meningkatkan mutu layanan melalui evaluasi, pemecahan masalah
dan perbaikan secara terus menerus. Meliputi perilaku menyukai
tantangan dan rasa ingin tahu yang tinggi, berpikir di luar kebiasaan,

7

kreatif dan visioner, terbuka terhadap masukan atau kritik dan ide-
ide baru, mampu menciptakan ide-ide yang orisinal.
5. Berkeadilan
Berkeadilan bermakna kepedulian/kepekaan untuk memastikan hak
berbagai pihak dapat terakomodasi. Meliputi perilaku objektif,
proporsional, mengedepankan kesetaraan, kesamaan hak dan
mendorong kemajuan bersama.

C. Tugas Organisasi

Berdasarkan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor
386 Tahun 2016 tentang Pembentukan, Organisasi dan Tata kerja Pusat
Kesehatan Masyarakat menerangkan pada pasal 4 ayat (1) Puskesmas
Kecamatan mempunyai tugas melaksanakan pelayanan kesehatan
yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya
kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan
upaya promotif dan preventif selain kuratif, untuk mencapai derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di tingkat Kecamatan.

Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada
ayat (1), Puskesmas Kecamatan mempunyai fungsi :
1. penyusunan rencana strategis, rencana kerja dan anggaran dan

rencana bisnis anggaran Puskesmas Kecamatan;
2. pelaksanaan rencana strategis, dokumen pelaksanaan anggaran

dan rencana bisnis anggaran Puskesmas Kecamatan;
3. pelaksanaan pedoman, standar dan prosedur teknis pelayanan

kesehatan tingkat Kecamatan;
4. penyelenggaraan pelayanan kesehatan lingkungan;
5. penyelenggaraan pelayanan kesehatan ibu dan anak dan keluarga

berencana yang bersifat UKM dan UKP;
6. penyelenggaraan pelayanan gizi yang bersifat UKM dan UKP;
7. penyelenggaraan pelayanan pencegahan dan pengendalian

penyakit (survailance);

8

8. penyelenggaraan pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat;
9. penyelenggaraan upaya pengembangan pelayanan kesehatan jiwa,

kesehatan gigi masyarakat, kesehatan tradisional komplementer,
kesehatan olahraga, kesehatan indera, kesehatan lansia, kesehatan
kerja dan kesehatan lainnya;
10. penyelenggaraan pelayanan medis umum dan spesialis terbatas;
11. penyelenggaraan pelayanan kesehatan gigi dan mulut;
12. penyelenggaraan pelayanan gawat darurat dan ambulans serta
sistem rujukan;
13. penyelenggaraan pelayanan persalinan dan rawat inap terbatas;
14. penyelenggaraan pelayanan promosi kesehatan termasuk UKS;
15. penyelenggaraan pelayanan kefarmasian dan laboratorium;
16. penyelenggaraan pemeliharaan dan perawatan peralatan
kedokteran, peralatan keperawatan, peralatan perkantoran dan
peralatan kesehatan lainnya;
17. penyelenggaraan peningkatan dan penjaminan mutu pelayanan;
18. penyelenggaraan keamanan dan keselamatan pasien;
19. penanganan pengelolaan limbah medis;
20. pemeriksaan jenazah;
21. pemberdayaan Puskesmas Kelurahan;
22. penyelenggaraan bimbingan praktik kerja lapangan untuk institusi
yang telah ditentukan oleh Dinas Kesehatan;
23. pelaksanaan kegiatan kehumasan dan pemasaran Puskesmas
Kecamatan;
24. pengelolaan kepegawaian, keuangan dan barang Puskesmas
Kecamatan;
25. pengelolaan ketatausahaan dan kerumahtanggaan Puskesmas
Kecamatan;
26. pengelolaan kearsipan data dan informasi Puskesmas Kecamatan;
27. pelaksanaan pengelolaan teknologi informasi Puskesmas
Kecamatan;

9

28. pengelolaan prasarana dan sarana Puskesmas Kecamatan;
29. pelaksanaan publikasi kegiatan dan pengaturan acara Puskesmas

Kecamatan; dan
30. pelaporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi

Puskesmas Kecamatan

D. Uraian Tugas Jabatan Peserta

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 36 Tahun
2019 tentang Jabatan Fungsional Bidan, uraian kegiatan tugas jabatan
fungsional Bidan kategori keterampilan sesuai jenjang jabatan,
ditetapkan dalam butir kegiatan sebagai berikut:

Bidan Terampil, meliputi:

1. melakukan pengkajian pada ibu hamil fisiologis;
2. melakukan pemeriksaan laboratorium sederhana pada pelayanan

kebidanan;
3. merencanakan asuhan kebidanan kasus fisiologis sesuai

kesimpulan;
4. memfasilitasi informed choice dan/atau informed consent;
5. melakukan tindakan pencegahan infeksi;
6. memberikan nutrisi dan rehidrasi/oksigenisasi/personal hygiene;
7. memberikan vitamin/suplemen pada klien/ asuhan kebidanan kasus

fisiologis;
8. melaksanakan kegiatan asuhan pada kelas Ibu hamil;
9. memberikan KIE tentang kesehatan ibu pada individu/keluarga

sesuai dengan kebutuhan;
10. melakukan asuhan Kala I persalinan fisiologis;
11. melakukan asuhan Kala II persalinan fisiologis;
12. melakukan asuhan Kala III Persalinan fisiologis;
13. melakukan asuhan Kala IV Persalinan fisiologis;

10

14. melakukan pengkajian pada ibu nifas;
15. melakukan asuhan kebidanan masa nifas 6 jam sampai dengan hari

ke tiga pasca persalinan (KF1);
16. melakukan asuhan kebidanan masa nifas hari ke 4-28 pasca

persalinan (KF2)
17. melakukan asuhan kebidanan masa nifas hari ke 29-42 pasca

persalinan (KF3);
18. melakukan asuhan kebidanan pada gangguan psikologis ringan

dengan pendampingan;
19. melakukan fasilitasi Inisiasi Menyusu Dini (IMD) pada persalinan

normal;
20. melakukan asuhan bayi baru lahir normal;
21. melakukan penanganan awal kegawatdaruratan pada Bayi Berat

Lahir Rendah (BBLR);
22. memberikan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) tentang

kesehatan anak pada individu/keluarga sesuai kebutuhan;
23. melakukan pelayanan Keluarga Berencana (KB) oral dan kondom;
24. memberikan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) tentang

kesehatan reproduksi perempuan dan Keluarga Berencana (KB)
pada individu/keluarga sesuai kebutuhan;
25. melakukan promosi dan edukasi tentang perilaku pola hidup sehat
untuk remaja termasuk personal hygiene dan nutrisi;
26. melakukan pendataan sasaran pada individu (WUS/PUS/Keluarga
Berencana/Ibu hamil/ ibu nifas/ibu menyusui/ bayi dan balita) di
wilayah kerja Puskesmas melalui kunjungan rumah;
27. melakukan tabulasi sasaran pada individu (WUS/PUS/Keluarga
Berencana/Ibu hamil/ ibu nifas/ibu menyusui/ bayi dan balita);
28. mengikuti pelaksanaan kegiatan Survei Mawas Diri (SMD) atau
Musyawarah Masyarakat Desa (MMD);

11

29. Melaksanakan pelayanan kebidanan di

Posyandu/Posbindu/kampung Keluarga Berencana (KB) atau

tempat lain sesuai penugasan; dan

30. melakukan pemberian imunisasi rutin sesuai program pemerintah

pada anak sekolah

Bidan Mahir meliputi:

1. melakukan pengkajian pada ibu hamil fisiologis;
2. melakukan pemeriksaan laboratorium pada pada ibu sebelum hamil,

ibu hamil, ibu bersalin dan ibu nifas;
3. merencanakan asuhan kebidanan kasus fisiologis sesuai

kesimpulan;
4. melakukan Pencegahan Penularan Penyakit dari Ibu ke Anak

(PPIA);
5. melakukan deteksi dini terhadap penyulit, komplikasi, atau penyakit

pada ibu hamil dengan kolaborasi;
6. melakukan imunisasi Tetanus Toxoid (TT/DT);
7. melaksanakan kegiatan asuhan pada kelas ibu hamil;
8. melakukan penatalaksaan pada ibu hamil dengan malnutrisi dengan

kolaborasi;
9. melakukan penanganan kasus kegawatdaruratan maternal dengan

kolaborasi;
10. memberikan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) tentang

kesehatan ibu pada individu/keluarga sesuai dengan kebutuhan;
11. melakukan pengkajian pada ibu bersalin fisiologis;
12. melakukan asuhan Kala I persalinan fisiologis;
13. melakukan asuhan Kala II persalinan fisiologis;
14. melakukan asuhan Kala III persalinan fisiologis;
15. melakukan asuhan Kala IV persalinan fisiologis;
16. melakukan pengkajian pada ibu nifas;

12

17. melakukan asuhan kebidanan masa nifas 6 jam sampai dengan hari
ke tiga pasca persalinan (KF1)

18. melakukan asuhan kebidanan masa nifas hari ke 4-28 pasca
persalinan (KF 2);

19. melakukan asuhan kebidanan masa nifas hari ke 29-42 pasca
persalinan (KF 3);

20. melakukan asuhan bayi baru lahir normal;
21. melakukan penanganan awal kegawatdaruratan asfiksia melalui

pembersihan jalan nafas dan pemberian ventilasi tekanan positif;
22. melakukan penanganan awal kegawatdaruratan infeksi tali pusat

serta menjaga luka tali pusat tetap bersih dan kering;
23. melakukan asuhan pelayanan neonatal pada 6 jam - 48 jam pasca

kelahiran (KN 1);
24. melakukan asuhan pelayanan neonatal pada hari ke 3 - hari ke 7

pasca kelahiran (KN 2);
25. melakukan asuhan pelayanan neonatal pada hari ke 8 - hari ke 28

pasca kelahiran (KN 3);
26. melakukan anamnesa dan pemeriksaan pada klien Manajemen

Terpadu Balita Sakit (MTBS);
27. melakukan anamnesa dan pemeriksaan pada klien Manajemen

Terpadu Bayi Muda (MTBM);
28. melakukan deteksi dini dan pemantauan tumbuh kembang

bayi, anak balita, dan anak prasekolah;
29. memberikan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) tentang

kesehatan anak pada individu/keluarga sesuai kebutuhan;
30. memberikan imuniasi Difteri Tetanus (DT) pada Calon penganten

(caten);
31. melakukan pelayanan Keluarga Berencana (KB) suntik;
32. melakukan deteksi dini benjolan pada payudara (SADANIS);

13

33. memberikan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) tentang
kesehatan reproduksi perempuan dan Keluarga Berencana (KB)
pada individu/keluarga sesuai kebutuhan;

34. melakukan pemetaan sasaran pada individu (WUS/PUS/Keluarga
Berencana/Ibu hamil/ ibu nifas/ibu menyusui/ bayi dan balita);

35. melakukan asuhan kebidanan secara kolaboratif pada kasus
kekerasan pada wanita dan anak- anak;

36. mengikuti kegiatan lokakarya mini bulanan dan tribulanan;
37. melaksanakan tugas jaga shift malam (ditempat/Rumah Sakit/on

call/sepi klien);
38. melakukan pemberian imunisasi dasar lengkap rutin sesuai program

pemerintah; dan
39. melaksanakan skrining hipotiroid kongenital pada bayi baru lahir

E. Profil Puskesmas

Nama Puskesmas : Puskesmas Kecamatan Kembangan

Alamat : Jl. Raya Kembangan Raya no 52-53 RT 05/02

Kelurahan : Kembangan Utara

Kecamatan : Kembangan

Kota : Jakarta Barat

Kode POS : 11610

Telepon : 021-22585720

Email : [email protected]

Kepala Puskesmas : dr. Rosvita Nur Aini

Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Pusat Kesehatan
Masyarakat Kecamatan Kembangan Nomor 10 tahun 2022 tentang
Struktur Organisasi dan Penunjukan Penanggung Jawab Kegiatan

14

Puskesmas Kecamatan Kembangan, berikut adalah Struktur Organisasi
Puskesmas Kecamatan Kembangan:

dr. Rosvita Nur Aini

Kepala Puskesmas

Abdul Majid, S.H
Kasubag TU

dr. Mira Sekar dr. Arinda Puskesmas
Kasatpel UKP Kelurahan
Kasatpel UKM

dr. Indah
Ramadhani

PJ Program KIA

Sri lestari, A.MKeb

Bidan Koordinator

Anne Maryana

Bidan Pelaksana

Gambar 1. Struktur Organisasi Puskesmas Kecamatan Kembangan

15

BAB III
ANALISIS ISU DALAM PELAKSANAAN TUGAS DAN FUNGSI

A. Identifikasi dan Analisis Isu Aktual

Berdasarkan uraian tugas bidan dalam Permenpan RB No. 36
Tahun 2019 serta hasil foccused group discussion bersama dengan
teman sejawat di Puskesmas Kecamatan Kembangan, maka uraian
tugas yang diangkat adalah:
1. melakukan pengkajian pada ibu hamil fisiologis
2. melakukan Pencegahan Penularan Penyakit dari Ibu ke Anak

(PPIA);
3. melakukan deteksi dini dan pemantauan tumbuh kembang bayi,

anak balita, dan anak prasekolah
Terkait dengan uraian tugas tersebut, didapatkan rumusan isu

sebagai berikut:
a. Belum efektifnya alur perjanjian kunjungan ibu hamil

Sejak Pandemi covid 19 Puskesmas Kecamatan Kembangan
menerapkan pembatasan kunjungan ibu hamil menjadi 50% di awal
pandemi, kemudian ditingkatkan bertahap menjadi 70% sampai
dengan saat ini, selain bertujuan mengurangi penumpukan pasien di
ruang tunggu, pembatasan dilakukan untuk menambah kualitas
edukasi dan konseling pada ibu hamil yang sebelum
diberlakukannya pembatasan tidak berjalan maksimal. Maka untuk
melakukan pembatasan dibuatlah sistem perjanjian dengan
penggunaan mesin anjungan. Saat ini terdapat kendala dari
penggunaan mesin anjungan yaitu pada saat pasien baru akan
melakukan pemeriksaan pertama kali, pasien/ keluarga harus
datang ke Puskesmas untuk mendapatkan print out bukti perjanjian
yang mencantumkan tanggal pemeriksaan, dimana bukti perjanjian
tersebut akan diperlihatkan di pintu masuk pada saat hari

16

pemeriksaan sebagai bukti bahwa pasien sudah melakukan
perjanjian untuk pemeriksaan di hari tersebut. Ketika bukti perjanjian
hilang, maka untuk mencari data pasien di sistem membutuhkan
waktu sehingga memperlambat pasien untuk mendapatkan
pelayanan.

1000 714 670 820 661
800 Januari Februari Maret April
600
400
200
0

jumlah kunjungan ibu hamil

sumber: website epuskesmas

Gambar 2. Diagram Data Kunjungan Ibu Hamil Tahun 2022

Gambar 3. Mesin Anjungan Mandiri PerjanjianIbu Hamil
17

Gambar 4. Print Out Bukti Perjanjian Ibu Hamil

b. Lamanya waktu pengisian formulir manual pada kunjungan pertama
ibu hamil.
Pada kunjungan pertama ibu hamil di Puskesmas, sebelum
dilakukan pemeriksaan pasien terlebih dahulu dilakukan pengkajian
awal yaitu dengan melakukan anamnesa atau wawancara oleh
petugas. Terdapat beberapa formulir yang harus diisi diantaranya,
Kartu Ibu yang berisikan identitas pasien, Riwayat penyakit, Riwayat
kehamilan dan persalinan, serta formulir skrining PPIA (Skrining
Penyakit HIV, Sifilis dan Hepatitis B) yang terdiri dari 5 halaman,
serta Buku KIA. Proses wawancara dan pencatatan ini tentu
memerlukan waktu sehingga menyebabkan bertambahnya waktu

18

tunggu pasien baru dibandingkan dengan pasien kunjungan kedua
dan seterusnya.

Gambar 5.Kuesioner Skrining PPIA

19

Gambar 6. Formulir Pemeriksaan Infeksi Menular Seksual (Sifilis)

Gambar 7. Formulir Permeriksaan HIV

20

Gambar 8.Kartu Ibu Hamil

21

c. Rendahnya pengelolaan dokumen Stimulasi Deteksi dan Intervensi
Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK)
Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK)
dilakukan pada usia 0-72 bulan atau pada bayi dan balita, yang mana
selama ini pelaksanaannya terkendala oleh banyaknya jumlah
sasaran balita di Wilayah Kecamatan Kembangan yang tidak
memungkinkan untuk dijangkau oleh tenaga kesehatan di
Puskesmas. Pada tahun 2021 sendiri ada sebanyak 19413 sasaran
bayi-balita usia 0-72 bulan yang tersebar di Wilayah Kecamatan
Kembangan, sehingga pelaksanaan SDIDTK yang awalnya hanya
dilakukan di Puskesmas dan Posyandu kemudian selanjutnya
melibatkan lintas sektor dengan bekerjasama dengan PAUD/TK
untuk membantu pelaksanaan SDIDTK oleh Guru PAUD/TK yang
sudah terlatih, namun hingga saat ini pelaksanaan terkendala oleh
sistem dokumentasi Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh
Kembang (SDIDTK) yang belum berjalan optimal.

Gambar 9. Buku Pedoman Pelaksanaan SDIDTK

22

Gambar 10. Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) Usia 0-3
Bulan

Gambar 11. Cheklist Test Daya Dengar Kurang dari 3 Bulan

23

Gambar 12. Formulir DDTK

Gambar 13. Buku Register SDIDTK dengan Gangguan Tumbuh Kembang
24

Gambar 14. Buku Register Kunjungan Bayi dan Balita

Setelah Menganalisis isu aktual di unit kerja, langkah selanjutnya
adalah mengidentifikasi keterkaitan isu dengan Smart ASN dan
Manajemen ASN yang didukung dengan data dan fakta. Berikut adalah
tabel identifikasi isu serta kaitannya dengan Smart ASN dan Manajemen
ASN

Tabel 1. Identifikasi Rumusan Isu dikaitkan dengan Manajemen ASN dan
Smart ASN

No Tugas Pokok Isu Deskripsi Data/Fakta/Output Fakta
dan Fungsi Keterkaitan dengan
5
12 3 Manajemen ASN Isu ini didapatkan dari
dan Smart ASN hasil Foccused Group
1 melakukan Belum Discussion Bersama
4 teman sejawat di
pengkajian efektifnya Manajemen ASN: Puskesmas Kecamatan
Mesin anjungan Kembangan serta
pada ibu hamil alur mandiri sebagai alat dilanjutkan dengan
bantu untuk membuat pemberian kuesioner
fisiologis; perjanjian perjanjian kunjungan melalui google form
belum dapat
kunjungan digunakan secara
efektif, padahal
ibu hamil mesin tersebut bukan

25

No Tugas Pokok Isu Deskripsi Data/Fakta/Output Fakta
dan Fungsi 3 Keterkaitan dengan
5
12 Manajemen ASN tentang kendala sistem
dan Smart ASN perjanjian menggunakan
mesin anjungan, dari 20
4 responden ibu hamil
tergolong barang • 30%(6 orang) merasa
murah. Hal ini tidak
sesuai dengan kode sistem perjanjian
etik ASN yaitu masih menyulitkan
menggunakan • 15%(3 orang) persen
barang milik negara menjawab cukup
secara bertanggung memudahkan
jawab, efektif dan • dan 55%(11 orang)
efisien. Harapannya menjawab bahwa
ASN dapat sistem yang berjalan
mengembangkan memudahkan bagi ibu
inovasi sehingga hamil.
mesin yang sudah Link google form:
ada dapat bit.ly/perjanjianIbuHamil
difungsikan lebih baik
dan memudahkan
bagi pasien dalam
membuat perjanjian.

2 melakukan Lamanya Smart ASN: ALUR PERJANJIAN IBU HAMIL
Sistem perjanjian
Pencegahan waktu kunjungan ibu hamil 30%
belum dapat diakses 55%
Penularan pengisian melalui perangkat
digital, pasien harus 15%
Penyakit dari formulir datang sendiri untuk
mengambil bukti perjanjian masih
perjanjian sementara menyulitkan
di era teknologi digital cukup memudahkan
ini, masyarakat memudahkan
menginginkan
pelayanan yang Pemilihan isu ini
serba cepat dan berdasarkan focused
dapat diakses dari group discussion yang
mana saja dilakukan Bersama rekan
Diharapkan ASN
menguasai literasi
digal agar dapat
mengembangkan
inovasi sehingga
masyarakat dapat
dengan mudah
melakukan perjanjian
dari rumah hanya
menggunakan
Handphone misalnya.

Manajemen ASN:
Lamanya waktu
tunggu pasien
mempengaruhi

26

Deskripsi

No Tugas Pokok Isu Keterkaitan dengan Data/Fakta/Output Fakta
dan Fungsi Manajemen ASN

dan Smart ASN

12 3 4 5

Ibu ke Anak manual kepuasan pasien bidan dan dokter di

(PPIA); pada terhadap pelayanan, puskesmas kecamatan

kunjungan maka ASN harus Kembangan serta melalui

pertama ibu mengembangkan kuesioner google form

hamil; inovasi sehingga dengan 20 responden ibu

dapat membuat hamil didapatkan bahwa:

pencatatan yang • 45% (9 orang)

lebih ringkas menjawab lama

sehingga akan pengisian formulir dan

mengurangi waktu wawancara saat

tunggu pasien dan kunjungan pertama

mengingkatkan adalah 10-15 menit

kepuasan. Hal ini • 50% (10 orang) ibu
berkaitan dengan hamil menjawab
Peran ASN yaitu lamanya pengisian
sebagai pelayan formulir dan wawancara

publik yang saat kunjungan pertama
memberikan adalah 15-30 menit
pelayanan prima • 5% (1 orang) menjawab

Smart ASN: lama pengisian formulir
Waktu pengkajian dan wawancara saat
dan pencatatan kunjungan pertama
menjadi lebih lama adalah lebih dari 30
dikarenakan petugas menit

harus mengisi Link google form :
formulir PPIA secara bit.ly/LamaPengisianForm
manual yang di ulir
beberapa bagian
terdiri dari LAMA PENGISIAN
pertanyaan yang 5% FORMULIR DAN
sama, misalnya
WAWANCARA

tentang identitas 45%

pasien. Formulir 50%
PPIA tersebut dapat

disederhanakan

dengan 10-15 menit
mengubahnya dalam

format digital 15-30 menit
sehingga lebih

efisien. Hal ini

berkaitan dengan

kemampuan ASN

menguasai literasi

digital

27

Deskripsi

No Tugas Pokok Isu Keterkaitan dengan Data/Fakta/Output Fakta
dan Fungsi Manajemen ASN

dan Smart ASN

12 3 4 5

3 melakukan Rendahnya Manajemen ASN: Isu ini didapatkan dari

deteksi dini pengelolaa Pencatatan dan hasil Berdasarkan hasil

dan n dokumen pelaporan yang tidak focused group discussion

pemantauan stimulasi maksimal berkaitan dimana kondisi saat ini

tumbuh deteksi dan dengan kode etik pelaksanaan SDIDTK

kembang intervensi ASN yaitu masih menggunakan

bayi, anak dini tumbuh melaksanakan buku pedoman, kemudian

balita, dan kembang tugas dengan dituangkan dalam

anak (SDIDTK) cermat dan disiplin. dokumen manual yang

prasekolah Diharapkan dalam ditempel di rekam medis

memperbaiki pasien serta dilanjutkan

kinerjanya sebagai rekapan manual

pelayan masyarakat, menggunakan buku

ASN harus mampu register

mengembangkan

inovasi untuk

memperbaiki

pelayanan salah

satunya dengan

mengembangkan

inovasi terkait

pengelolaan

dokumen medis.

Smart ASN:
Sistem
pendokumentasian
saat ini masih manual
sehingga dokumen
sebagian besar tidak
terorganisir. ASN
harus menguasai
literasi digital agar
dapat menemukan
metode pengelolaan
dokumen misalnya
berbasis digital agar
memudahkan
pengelolaan
dokumen dan
menghindari
dokumen yang hilang
atau tercecer

Ketiga rumusan masalah di atas kemudian di analisis menggunakan
teknik APKL (Aktual, Problematik, Khalayak, Layak) untuk mendapatkan
masalah prioritas. Identifikasi kualitas isu diperoleh dari hasil polling

28

menggunakan Google Form dengan responden sebanyak 10 orang yang
terdiri dari rekan-rekan bidan dan dokter yang bekerja di Puskesmas
Kecamatan Kembangan.

Pemilihan isu prioritas menggunakan Teknik APKL diuraikan dalam
tabel berikut:

Tabel 2. Pemilihan Isu Prioritas menggunakan Teknik APKL

Rumusan Masalah Kriteria Penilaian Total Peringkat
A PKL 9 III
Belum efektifnya alur perjanjian 2 232
kunjungan ibu hamil 10 II
3 232
Lamanya waktu pengisian formulir 13 I
manual pada kunjungan pertama 4 333
ibu hamil;

Rendahnya pengelolaan dokumen
stimulasi deteksi dan intervensi dini
tumbuh kembang (SDIDTK)

Keterangan 1: sangat tidak aktual/problematik/kekhalayakan/layak,
2: tidak aktual/problematik/kekhalayakan/layak
: 3: cukup aktual/problematik/kekhalayakan/layak
. 4: aktual/problematik/kekhalayakan/layak
5: sangat aktual/problematik/kekhalayakan/layak

Dari hasil analsis menggunakan teknik APKL, maka masalah dengan
peringkat tertinggi Rendahnya pengelolaan dokumentasi stimulasi deteksi
dan intervensi dini tumbuh kembang (SDIDTK) dengan total nilai 13, diikuti
oleh peringkat dibawahnya yaitu isu tentang Lamanya waktu pengisian
formulir manual pada kunjungan pertama ibu hamil dengan total nilai 10,
kemudian isu di peringkat ketiga Banyaknya keluhan alur perjanjian
kunjungan ibu hamil dengan total nilai 13.

29

Hasil Tapisan Isu menggunakan Teknik
APKL

28% belum efektifnya alur
41% perjanjian kunjungan ibu hamil

31% Lamanya waktu pengisian
formulir manual pengkajian
awal dan pencatatan
kunjungan pertama ibu hamil;

Rendahnya pengelolaan
dokumen stimulasi deteksi dan
intervensi dini tumbuh
kembang (SDIDTK)

Gambar 15. Diagram Penapisan Isu dengan APKL

Berdasarkan analisis menggunakan Teknik APKL di atas, 41%
memilih isu Rendahnya pengelolaan dokumen stimulasi deteksi dan
intervensi dini tumbuh kembang (SDIDTK) , 31% meimilih isu Lamanya
waktu pengisian formulir manual pada kunjungan pertama ibu hamil, serta
28% memilih isu Belum efektifnya alur perjanjian kunjungan ibu hamil
sehingga didapatkan isu prioritas Rendahnya Pengelolaan Dokumentasi
Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK)

30

Tabel 3. Kualitas Isu Prioritas

No Analisis APKL Kualitas Isu Data/Fakta/Sumber

12 3 4

1 Aktual: Benar- Isu tentang Berdasarkan kuesioner yang

benar terjadi dan rendahnya diberikan melalui link

sedang hangat pengelolaan https://bit.ly/APKLPuskesKembangan

dibicarakan dokumen SDIDTK Dari 10 responden terdiri dari Dokter

benar terjadi di dan Bidan di Puskesmas Kecamatan

Puskesmas Kembangan,

Kecamatan • 20% (2 orang) responden

Kembangan dan menyatakan isi ini cukup aktual

sedang terjadi • 80% (8 orang) menyatakan isu ini

aktual.

2 Problematik: Isu Isu tentang Berdasarkan kuesioner yang

yang memiliki rendahnya diberikan melalui link

dimensi masalah pengelolaan https://bit.ly/APKLPuskesKembangan

kompleks, dokumen SDIDTK Dari 10 responden terdiri dari Dokter

sehingga perlu harus segera dibahas dan Bidan di Puskesmas Kecamatan

dicarikan karena merupakan Kembangan

solusinya masalah yang • 50% (5 orang) menyatakan isu ini

kompleks dan akan cukup problematik, kemudian

berdampak pada • 50%(5 orang) menyakatakn isu ini
banyak hal problematik

3 khalayak: Isu Isu tentang Berdasarkan kuesioner yang

yang rendahnya diberikan melalui link

menyangkut pengelolaan https://bit.ly/APKLPuskesKembangan

hajat hidup dokumen SDIDTK Dari 10 responden terdiri dari Dokter

orang banyak. menyangkut orang dan Bidan di Puskesmas Kecamatan

banyak, yakni Kembangan:

tumbuh kembang • 10%(1 orang) menyatakan isu ini

sasaran bayi-balita tidak kekhalayakan

kecamatan • 60% (6 orang) responden

Kembangan menyatakan isu ini cukup

khususnya, kekhalayakan

• 20%(2 orang) menyatakan

kekhalayakan, dan

• 10%(1 orang) menyatakan isu ini

sangat kekhalayakan.

4 Layak: Isu yang Isu tentang Berdasarkan kuesioner yang

masuk akal dan rendahnya diberikan melalui link

realistis serta pengelolaan https://bit.ly/APKLPuskesKembangan

relevan untuk dokumen SDIDTK Dari 10 responden terdiri dari Dokter

dimunculkan merupakan isu yang dan Bidan di Puskesmas Kecamatan

inisiatif layak dibahas karena Kembangan:

pemecahan relevan dengan • 70%(7 orang) menyatakan isu ini

masalahnya. kondisi unit kerja saat Cukup Layak

ini serta • 30%(3 orang) menyatakan isu ini

memungkinkan untuk Layak

dicarikan solusinya

31

B. Keterkaitan Penyebab Isu dengan Kedudukan dan Peran PNS
untuk Mendukung Terwujudnya Smart Governance

Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang
(SDIDTK) dilakukan pada usia 0-72 bulan atau pada bayi dan balita,
yang mana selama ini pelaksanaannya terkendala oleh banyaknya
jumlah sasaran balita di Wilayah Kecamatan Kembangan yang tidak
memungkinkan untuk dijangkau oleh tenaga kesehatan di Puskesmas.
Pada tahun 2021 sendiri ada sebanyak 19413 sasaran bayi-balita usia
0-72 bulan yang tersebar di Wilayah Kecamatan Kembangan, sehingga
pelaksanaan SDIDTK yang awalnya hanya dilakukan di Puskesmas dan
Posyandu kemudian selanjutnya melibatkan lintas sektor dengan
bekerjasama dengan PAUD/TK untuk membantu pelaksanaan SDIDTK
oleh Guru PAUD/TK yang sudah terlatih, namun hingga saat ini
pelaksanaan terkendala oleh pengelolaan dokumentasi Stimulasi
Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) yang belum
berjalan optimal. Permasalahan ini muncul disebabkan oleh:
1. Man: Kurangnya kesadaran petugas untuk mengolah laporan

SDIDTK
Analisis Keterkaitan dengan Manajemen ASN:
Kurangnya kesadaran petugas untuk mengolah laporan SDIDTK
tidak sesuai dengan kode etik ASN yaitu melaksanakan tugas
dengan jujur, bertanggungjawab, dan berintegritas tinggi. Saat
ini petugas kesehatan di puskesmas memegang tanggung jawab
lebih dari satu jenis pelayanan maupun laporan sehingga terkadang
tidak dapat maksimal dalam mengerjakan tugas atau pelaporan
tertentu, namun juga belum dapat berkoordinasi dengan baik dengan
teman sejawat atau adanya kesadaran untuk saling membantu. ASN
harus dapat saling membantu dalam mengerjakan tugas apabila
melihat rekannya kesulitan serta harus mampu mengkomunikasikan

32

kesulitan yang dialami kepada rekan sejawat agar tugas dapat
selesai tepat waktu.
Analisis Keterkaitan dengan Smart ASN:
Kurangnya kesadaran petugas untuk mengolah laporan SDIDTK
tidak sesuai dengan unsur Smart ASN yaitu Profesionalisme.
Diharapkan ASN bertanggung jawab dengan tugas masing-masing
namun bila menghadapi kendala diharapkan terjadi komunikasi yang
baik sehingga bisa saling membantu antar petugas sehingga tugas
dapat selesai tepat waktu.
2. Machine: Sistem e-puskesmas yang belum terintegrasi dengan
program SDIDTK
Analisis Keterkaitan dengan Smart ASN:
Meskipun sudah ada sistem E-puskesmas atau sistem rekam medis
berbasis digital, tetapi ketika menemui kendala seperti tidak
terintegrasinya E-puskesmas dengan SDIDTK, ASN sebagai
pelaksana harus memiliki kemampuan networking sehingga dapat
berkoordinasi dengan atasan untuk membantu menyampaikan
usulan secara berjenjang bagi pembaharuan dari sistem E-
Puskesmas kepada pihak ketiga.
3. Material: Pelaksanaan SDIDTK masih menggunakan formulir
manual
Analisis Keterkaitan dengan Manajemen ASN:
Bagi Tenaga Kesehatan khususnya, dokumentasi adalah bagian
penting dari pelayanan Kesehatan, sehingga kualitas pengelolaan
dokumen adalah bentuk akuntabilitas Tenaga Kesehatan. Oleh
karena itu sistem pencatatan, pelaporan dan pengelolaan dokumen
harus dibuat sedemikian rupa agar berjalan optimal sehingga tidak
terjadi kehilangan dokumen medis. Apabila dokumen medis hilang
atau tercecer maka tidak sesuai dengan kewajiban ASN yaitu
melaksanakan tugas kedinasan dengan penuh pengabdian,
kejujuran, kesadaran dan tanggung jawab.

33

Analisis Keterkaitan dengan Smart ASN:
Penggunaan pencatatan manual dokumen medis yang sudah
dilakukan sejak puluhan tahun lalu sudah mulai berkurang dan
digantikan oleh pencatatan berbasis digital, tetapi karena satu dan
lain hal sampai saat ini di beberapa bagian masih membutuhkan
pencatatan manual sehingga dengan jumlah pasien yang
sedemikian banyak petugas perlu ketelitian untuk mengelola
dokumen tersebut. Berkaitan dengan hal ini ASN harus menguasai
literasi digital untuk dapat mencari solusi atas permasalahan yang
ada agar dokumen medis tetap aman dan terorganisir dengan baik
salah satunya dengan memanfaatkan teknologi digital untuk
pengelolaan dokumen medis.
4. Method: Proses pelayanan SDIDTK masih menggunakan buku
pedoman berbentuk fisik
Analisis Keterkaitan dengan Smart ASN:
Saat ini dalam proses pelayanan SDIDTK masih menggunakan buku
pedoman berbentuk fisik sebagai panduan untuk melakukan
stimulasi, deteksi dan intervensi. Sulit untuk mengesampingkan
penggunaan buku pedoman karena pelayanan SDIDTK meliputi
pelayanan pada anak sejak umur 0-72 bulan sehingga memiliki
instrumen berupa kuesioner yang berbeda-beda. Namun di era
digital ini ASN harus memiliki literasi digital agar dapat melakukan
digitalisasi Buku Pedoman sehingga dapat terintegrasi dengan
pencatatan dan pelaporan SDIDTK.
5. Measurement: Pelaporan masih berdasarkan rekapitulasi dari buku
manual
Analisis Keterkaitan dengan Manajemen ASN:
Dokumentasi adalah bagian penting dari pelayanan Kesehatan,
sehingga kualitas pengelolaan dokumen adalah bentuk akuntabilitas

34


Click to View FlipBook Version