PANDUAN PRAKTIS KEWIRAUSAHAAN DARI IDE KE BISNIS SUKSES
UU No 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta Fungsi dan sifat hak cipta Pasal 4 Hak Cipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf a merupakan hak eksklusif yang terdiri atas hak moral dan hak ekonomi. Pembatasan Pelindungan Pasal 26 Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23, Pasal 24, dan Pasal 25 tidak berlaku terhadap: i. penggunaan kutipan singkat Ciptaan dan/atau produk Hak Terkait untuk pelaporan peristiwa aktual yang ditujukan hanya untuk keperluan penyediaan informasi aktual; ii. Penggandaan Ciptaan dan/atau produk Hak Terkait hanya untuk kepentingan penelitian ilmu pengetahuan; iii. Penggandaan Ciptaan dan/atau produk Hak Terkait hanya untuk keperluan pengajaran, kecuali pertunjukan dan Fonogram yang telah dilakukan Pengumuman sebagai bahan ajar; dan iv. penggunaan untuk kepentingan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan yang memungkinkan suatu Ciptaan dan/atau produk Hak Terkait dapat digunakan tanpa izin Pelaku Pertunjukan, Produser Fonogram, atau Lembaga Penyiaran. Sanksi Pelanggaran Pasal 113 1. Setiap Orang yang dengan tanpa hak melakukan pelanggaran hak ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf i untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp100.000.000 (seratus juta rupiah). 2. Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf c, huruf d, huruf f, dan/atau huruf h untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).
PANDUAN PRAKTIS KEWIRAUSAHAAN DARI IDE KE BISNIS SUKSES Dr. Meylani Tuti, S.S., M.Pd., M.M. Penerbit: CV. Intelektual Manifes Media Jalan Raya Puri Gading Cluster Palm Blok B-8 Kabupaten Badung, Bali www.infesmedia.co.id Anggota IKAPI No. 034/BAI/2022
PANDUAN PRAKTIS KEWIRAUSAHAAN DARI IDE KE BISNIS SUKSES Dr. Meylani Tuti, S.S., M.Pd., M.M. Editor: Dr. Miko Andi Wardana, S.T., M.Si. Tata Letak: Erma Yuliani Desain Cover: Erma Yuliani Ukuran: Unesco: 15,5 x 23 cm Halaman: VIII, 107 ISBN: 978-623-88763-1-0 Terbit Pada: November, 2023 Hak Cipta 2023 @ Intelektual Manifes Media dan Penulis Hak cipta dilindungi Undang-Undang. Dilarang keras menerjemahkan, memfotokopi, atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari Penerbit atau Penulis PENERBIT INTELEKTUAL MANIFES MEDIA (CV. Intelektual Manifes Media) Jalan Raya Puri Gading Cluster Palm Blok B-8 Kabupaten Badung, Bali www.infesmedia.co.id
i KATA PENGANTAR Puja dan puji syukur kami haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat-Nyalah buku dengan judul Panduan Praktis Kewirausahaan Dari Ide ke Bisnis Sukses dapat selesai disusun dan berhasil diterbitkan. Kehadiran Buku Panduan Praktis Kewirausahaan Dari Ide ke Bisnis Sukses ini disusun oleh Dr. Meylani Tuti, S.S., M.Pd., M.M. Walaupun jauh dari kesempurnaan, tetapi kami mengharapkan buku ini dapat dijadikan referensi atau bacaan serta rujukan bagi akademisi ataupun para professional. Sistematika penulisan buku ini diuraikan dalam delapan bab yang memuat tentang motivasi menjadi seorang wirausaha, proses kewirausahaan, lingkungan bisnis umkm, pasar dan pesaing umkm, perencanaan bisnis umkm, model bisnis umkm, sumber daya dan keuangan umkm dan membuat proposal bisnis umkm. Ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi penuh dalam seluruh rangkaian penyusunan sampai penerbitan buku ini. Secara khusus, terima kasih kami sampaikan kepada Intelektual Manifes Media (Infes Media) sebagai media publikasi buku ini. Buku ini tentunya banyak kekurangan dan keterbatasan, saran dari pembaca sekalian sangat berarti demi perbaikan karya selanjutnya. Akhir kata, semoga buku ini bisa bermanfaat bagi para pembaca. November, 2023 Editor.
ii
` iii HUKUM AGRARIA DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ...................................................................................................i DAFTAR ISI....................................................................................................................iii BAB I MOTIVASI MENJADI SEORANG WIRAUSAHA........................ 1 Definisi Kewirausahaan.......................................................................................1 Wirausaha ..................................................................................................................3 Peran Kewirausahaan Dalam Ekonomi........................................................4 Menumbuhkan Motivasi Untuk Menjadi Seorang Wirausaha...........7 Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan.............................................................12 BAB II PROSES KEWIRAUSAHAAN...................................................... 15 Tahap-Tahap Dalam Proses Kewirausahaan.............................................15 Mengembangkan Ide Bisnis...............................................................................18 Membentuk Tim Kewirausahaan....................................................................20 BAB III LINGKUNGAN BISNIS UMKM .................................................. 25 Definisi Lingkungan Bisnis.................................................................................25 Kondisi Ekonomi Global dan Lokal ................................................................26 Ekonomi Global........................................................................................................27 Kondisi Ekonomi Lokal........................................................................................28 Sosial dan Budaya...................................................................................................29 Teknologi....................................................................................................................31 Hukum dan Regulasi .............................................................................................34 BAB IV PASAR DAN PESAING UMKM.................................................. 37 Pasar..............................................................................................................................37 Operasi Pasar............................................................................................................38 Analisis Pasar............................................................................................................40 Penentuan Target Pasar......................................................................... 42 Pesaing Bisnis...........................................................................................................44 BAB V PERENCANAAN BISNIS UMKM................................................. 49 Pengertian Perencanaan Bisnis .......................................................................49 Langkah Perencanaan Bisnis.............................................................................51 BAB VI MODEL BISNIS UMKM .............................................................. 57 Pengertian Model Bisnis......................................................................................57 Sembilan Blok Bangunan Dasar Model Canvas ........................................59 Penerapan Model Canvas Dalam Usaha.......................................................80 Apa Yang Harus Dilakukan Sebelum Menerapkan Model Canvas...82
` iv HUKUM AGRARIA BAB VII SUMBER DAYA DAN KEUANGAN UMKM............................ 85 Sumber Daya.............................................................................................................85 Sumber Daya Manusia..........................................................................................87 Strategi Dalam Mempertahankan Tim .........................................................88 Pengelolaan Keuangan.........................................................................................90 Pentingnya Arus Kas Dalam Usaha ................................................................92 Perhitungan Biaya Operasional Bisnis .........................................................93 BAB VIII MEMBUAT PROPOSAL BISNIS UMKM............................... 97 Pentingnya Sebuah Proposal Bisnis Bagi Usaha Baru...........................97 Langkah – Langkah Membuat Proposal Bisnis.........................................97 DAFTAR PUSTAKA.................................................................................101
` 1 MOTIVASI MENJADI SEORANG WIRAUSAHA BAB I MOTIVASI MENJADI SEORANG WIRAUSAHA Menjadi seorang wirausaha bisa menjadi pilihan karier yang sangat memuaskan dan bermanfaat, tetapi juga memerlukan tekad, komitmen, dan motivasi yang kuat. Perlu adanya tekad yang kuat dan keberanian dalam mengambil risiko yang mungkin terjadi dalam menjalankan usaha yang kita rencanakan. Definisi Kewirausahaan Kewirausahaan bukan sekadar cara menjalankan bisnis ideologi ini berasal dari kebutuhan dan ambisi dasar manusia yang mencakup penemuan hal-hal baru, sambil mengubah, mengadaptasi, dan mempertahankan hal-hal terbaik dari hal-hal lama. Definisi kewirausahaan dapat bervariasi tergantung pada konteksnya, namun, intinya adalah bahwa kewirausahaan melibatkan proses identifikasi peluang, kreativitas, inovasi, pengambilan risiko, dan tindakan untuk menciptakan atau mengembangkan nilai dalam bisnis atau masyarakat. Banyak ahli yang mendefinisikan kewirausahaan sebagaimana yang disampaikan berikut ini: 1. Kewirausahaan didefinisikan sebagai proses mendalam dalam mewujudkan perubahan inovatif dalam bisnis untuk
` 2 MOTIVASI MENJADI SEORANG WIRAUSAHA menciptakan nilai tambah bagi pelanggan dan masyarakat pada umumnya (Drucker, 1984). 2. Kewirausahaan adalah konstruksi universal yang relevan bagi setiap orang, organisasi (swasta atau publik, besar atau kecil), atau bangsa (Morris, 2015). 3. Kewirausahaan adalah metode yang dapat digunakan untuk memulai dan mempertahankan usaha yang sukses. Ini terdiri dari karakteristik kreatif, inovatif, berkomitmen, berani mengambil risiko, pemanfaatan sumber daya yang efisien, dan berorientasi pasar (Holt, 1992) 4. Kewirausahaan diartikan sebagai proses memulai dari awal atau menyempurnakan ide yang sudah ada menjadi sesuatu yang berguna atau bernilai (Hisrich et al., 2017) Dari uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan adalah proses melakukan inovasi produk atau layanan dengan strategi pengelolaan yang lebih efektif untuk mendapatkan hasil sesuai yang diharapkan. Kewirausahaan adalah proses menciptakan, mengembangkan, dan mengelola usaha atau inisiatif dengan tujuan untuk menghasilkan nilai tambah dalam bentuk barang, jasa, atau ide baru. Kewirausahaan melibatkan kemampuan untuk mengidentifikasi peluang pasar atau kebutuhan yang belum terpenuhi, mengembangkan rencana bisnis, mengalokasikan sumber daya, mengelola risiko, dan melakukan inovasi untuk mencapai kesuksesan dan pertumbuhan usaha. Kewirausahaan juga melibatkan inovasi, di mana wirausaha mencari cara baru untuk memecahkan masalah atau memenuhi kebutuhan dengan mengembangkan produk, layanan, atau solusi yang belum ada
` 3 MOTIVASI MENJADI SEORANG WIRAUSAHA sebelumnya. Tujuan utama dari kewirausahaan adalah menciptakan nilai ekonomi dan sosial, baik bagi individu yang terlibat dalam usaha tersebut maupun bagi masyarakat secara keseluruhan. Hal ini dikarenakan kewirausahaan adalah salah satu penggerak perekonomian negara sehingga dalam pengembangannya memerlukan strategi pengelolaan yang baik. Selain itu, melalui Peraturan Presiden No 2/2022 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional Tahun 2021-2024 menjadi pedoman bagi kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan dalam mengembangkan kewirausahaan nasional (JIDH, 2022). Wirausaha Wirausaha adalah aktor yang melaksanakan usaha dimulai dengan ide, persiapan dan pelaksanaan. Beberapa ahli mendefinisikan wirausaha sebagai berikut: 1. Sebagai seseorang yang mengambil risiko finansial untuk menggabungkan berbagai komponen produksi dan menghasilkan nilai ekonomi disebut sebagai seorang wirausaha (Cantillon, 2010) 2. Wirausaha adalah agen utama perubahan ekonomi yang menciptakan peluang baru (Audretsch et al., 2015) 3. Wirausaha adalah individu yang mengidentifikasi, mengejar, dan mengambil risiko dalam mengambil peluang yang muncul di pasar (Shane, 2000). Dari Definisi yang disampaikan oleh para ahli, penulis mendefinisikan bahwa dalam konteks kewirausahaan, seseorang yang disebut sebagai "wirausaha" adalah individu yang memiliki minat, keterampilan, dan
` 4 MOTIVASI MENJADI SEORANG WIRAUSAHA kemampuan untuk mengambil risiko guna menjalankan usaha atau proyek baru. Wirausaha seringkali harus memiliki kemampuan dalam berbagai bidang, termasuk manajemen, pemasaran, keuangan, dan kepemimpinan, untuk menjalankan usaha mereka dengan efektif. Hal ini sejalan dengan pernyataan bahwa ada empat sumber utama yang penting bagi kewirausahaan baru yaitu; manajemen, penelitian, industry dan pengalaman sebelumnya (Brockhaus Sr 1980; Shan 2000). Peran Kewirausahaan Dalam Ekonomi Kewirausahaan memiliki dampak yang signifikan pada ekonomi suatu negara. Di negara Indonesia, Kewirausahaan memiliki peran terhadap kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2020 dengan nilai pertumbuhan 1,58. Pada tahun 2021 mencapai 2,54 dan pada triwulan pertama tahun 2022 mencapai 3,75 (Data Industri Research, 2022). Kewirausahaan bukan hanya tentang menciptakan bisnis baru, tetapi juga tentang menciptakan nilai tambah, inovasi, lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Oleh karena itu, pemerintah seringkali mendorong perkembangan kewirausahaan melalui berbagai kebijakan dan program. Peran kewirausahaan terhadap perkembangan ekonomi negara dapat diuraikan sebagai berikut; 1. Menciptakan Lapangan Kerja Kewirausahaan memiliki potensi dalam menciptakan lapangan kerja baru. Para wirausaha memulai bisnis mereka sendiri dan pada tahap selanjutnya seringkali mempekerjakan orang lain. Ini membantu mengurangi tingkat pengangguran dalam suatu negara. Berdasarkan tulisan Kepala Biro Humas Kemensetneg
` 5 MOTIVASI MENJADI SEORANG WIRAUSAHA bahwa terjadi Penyerapan tenaga kerja oleh UMKM sebesar 96,99% – 97,22% dengan jumlah pelaku UMKM mencapai 62 juta atau sekitar 98% dari pelaku usaha nasional pada tahun 2021 (Sugiarto, 2021). 2. Menciptakan Inovasi dan Mengembangkan Produk Wirausaha seringkali menjadi sumber inovasi dalam ekonomi. Mereka menciptakan produk dan layanan baru yang memenuhi kebutuhan pasar atau bahkan menciptakan kebutuhan baru. Inovasi ini dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi negara. 3. Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Kewirausahaan memiliki potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Bisnis-bisnis baru dan berkembang dapat meningkatkan pendapatan nasional dan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) suatu negara. Kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia terus meningkat sampai sekitar 60% pada tahun 2021 (Sugiarto, 2021). 4. Meningkatkan Daya Saing Wirausaha seringkali berkompetisi di pasar, yang mendorong perusahaan-perusahaan yang sudah ada untuk menjadi lebih efisien dan inovatif. Pemerintah berupaya terus untuk mendukung pemuda dalam melakukan inovasi untuk meningkatkan daya saing bangsa di mata dunia (Novrizaldi, 2020).
` 6 MOTIVASI MENJADI SEORANG WIRAUSAHA 5. Meningkatkan Pendapatan dan Pajak Kewirausahaan dapat meningkatkan pendapatan per kapita dengan menciptakan lebih banyak kesempatan kerja dan meningkatkan penghasilan individu. 6. Mengembangkan Wilayah Kewirausahaan dapat membantu mengembangkan daerahdaerah yang kurang berkembang dengan menciptakan peluang ekonomi di tempat-tempat tersebut. 7. Menyebarkan Pengetahuan dan Keterampilan Proses kewirausahaan juga seringkali melibatkan transfer pengetahuan dan keterampilan antara wirausaha dan karyawan mereka. Ini membantu meningkatkan tingkat pendidikan dan keterampilan dalam masyarakat. 8. Meningkatkan Investasi dan Pembiayaan Wirausaha seringkali mencari sumber pembiayaan dan investasi untuk mengembangkan bisnis mereka. Ini menciptakan peluang bagi investor untuk mengalokasikan modal mereka ke dalam bisnis-bisnis yang berpotensi menguntungkan. Namun, penting untuk diingat bahwa dampak positif ini dapat dicapai jika suatu negara memiliki lingkungan bisnis yang mendukung dan menggalakkan kewirausahaan atau dengan kata lain memiliki ekosistem yang baik. Ekosistem adalah sebuah sistem, atau kelompok elemen yang saling berhubungan, dibentuk oleh interaksi organisme dengan lingkungannya. Ketika diterapkan dalam bidang bisnis, konsep ini disebut ekosistem bisnis, di mana perusahaan berkolaborasi dalam bentuk hubungan untuk menciptakan nilai bagi pelanggan (Ives & Carpenter, 2007). Setiap sistem atau jaringan saling berhubungan dan
` 7 MOTIVASI MENJADI SEORANG WIRAUSAHA berinteraksi, seperti dalam bisnis (Viki, Tendayaki., Toma, Dan.,& Gons, 2017). Ekosistem kewirausahaan adalah sarana pendukung kewirausahaan dalam menjalankan bisnisnya seperti adanya akses ke sumber daya finansial, pendidikan dan pelatihan kewirausahaan, perlindungan hukum bagi pemilik usaha kecil, serta infrastruktur yang memadai. Jika suatu negara berhasil menciptakan lingkungan seperti ini, maka kewirausahaan dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang kuat. Menumbuhkan Motivasi Untuk Menjadi Seorang Wirausaha. Wirausaha adalah individu yang menciptakan, mengelola, dan mengambil risiko dalam mengembangkan bisnis baru atau memperluas usaha yang sudah ada. Mereka adalah pemikir kreatif yang mencari peluang bisnis dan berusaha untuk mengubah ide-ide ini menjadi kenyataan. Dalam memulai dan menjalankan bisnisnya seorang wirausaha memerlukan dukungan baik dari sisi internal maupun eksternal. Dukungan dapat diartikan sebagai upaya memberikan dorongan, motivasi dan semangat serta nasihat kepada orang lain untuk melakukan sesuatu atau mengambil keputusan dalam menghadapi situasi tertentu (Chaplin & John, 2005). Motivasi wirausaha dapat dipengaruhi oleh dua faktor yaitu dorongan dalam diri (motivasi internal) dan dorongan dari luar (motivasi eksternal). Motivasi internal dan eksternal sangat penting bagi seorang wirausaha karena keduanya dapat memengaruhi tekad, semangat, dan keberhasilan mereka dalam menjalankan bisnis.
` 8 MOTIVASI MENJADI SEORANG WIRAUSAHA a) Motivasi Internal Motivasi internal adalah dorongan yang berasal dari dalam diri wirausaha dalam memulai usahanya. Dorongan atau harapan tersebut antara lain: a. Kepuasan Pribadi Banyak wirausaha didorong oleh kepuasan pribadi dan pencapaian dalam membangun bisnis mereka sendiri. Mereka merasa bangga dengan pencapaian mereka dan motivasi ini datang dari dalam diri mereka sendiri. b. Hasrat dan Gairah Sebagian besar wirausaha memiliki hasrat dan gairah yang kuat terhadap ide bisnis atau industri tertentu. Mereka ingin membuat perubahan atau memberikan nilai tambah dalam bidang tersebut, dan itulah yang mendorong mereka untuk terus maju. c. Kemandirian Banyak wirausaha memotivasi diri mereka sendiri untuk menciptakan kebebasan finansial dan kemandirian dalam pengambilan keputusan. Mereka tidak ingin terikat pada atasan atau jadwal kerja yang ketat. d. Tantangan Wirausaha sering kali mencari tantangan dan ketidakpastian. Mereka merasa terdorong untuk mengatasi rintangan, belajar dari kegagalan, dan tumbuh sebagai individu melalui perjalanan bisnis mereka.
` 9 MOTIVASI MENJADI SEORANG WIRAUSAHA b) Motivasi Eksternal Motivasi eksternal adalah dorongan yang berasal dari luar wirausaha yang mendorong untuk membuktikan kemampuan diri pada sekitanya. Motivasi eksternal seorang wirausaha, antara lain: a. Penghargaan Finansial Gaji yang tinggi, potensi keuntungan besar, dan peluang untuk membangun kekayaan adalah faktor eksternal yang dapat memotivasi wirausaha. Mereka ingin mendapatkan imbalan finansial yang signifikan dari bisnis mereka. b. Prestise dan Pengakuan Terhadap Kemampuan Diri Penghargaan, pengakuan, dan prestise dalam komunitas bisnis atau industri juga dapat menjadi motivasi eksternal. Banyak wirausaha ingin diakui sebagai pemimpin atau inovator dalam bidang mereka. c. Pengakuan Sosial Beberapa wirausaha ingin menggunakan bisnis mereka sebagai alat untuk menciptakan perubahan positif dalam masyarakat. Motivasi mereka mungkin datang dari keinginan untuk memberikan dampak sosial yang signifikan sehingga adanya pengakuan dari masyarakat sekitar. d. Pembuktian Diri pada Keluarga dan Teman Wirausaha ingin sukses untuk memenuhi harapan orangorang yang mereka cintai atau yang telah mendukung mereka. Memberikan motivasi pada para wirausaha bisa menjadi kunci untuk membantu mereka tetap fokus, produktif, dan bersemangat dalam
` 10 MOTIVASI MENJADI SEORANG WIRAUSAHA menjalankan bisnis mereka. Khususnya dukungan yang diberikan oleh keluarga adalah faktor yang paling utama bagi wirausaha. Jenis interaksi interpersonal yang disebut dukungan keluarga dapat melindungi seseorang dari dampak negatif stres. (Sørensen, 2007). Ada beberapa cara dalam memberikan dukungan pada wirausaha dalam memulai usaha, antara lain; 1. Dukungan Emosional Menjadi wirausaha sangat menantang secara emosional. Berikan dukungan emosional dengan mendengarkan mereka, memahami tantangan yang mereka hadapi, dan menawarkan kata-kata semangat saat mereka lemah. 2. Dorongan Positif Tingkatkan rasa percaya diri mereka dengan memberikan pujian yang tulus saat mereka mencapai prestasi atau mengatasi hambatan. 3. Bagikan Kisah Keberhasilan Ceritakan kisah inspiratif tentang wirausaha sukses lainnya yang telah menghadapi hambatan serupa. Hal ini dapat memberikan contoh bahwa perjuangan adalah bagian alami dari perjalanan wirausaha. 4. Mentor atau Bimbingan Bantu mereka menemukan seorang mentor atau konselor bisnis yang berpengalaman. Mentor bisa memberikan panduan berdasarkan pengalaman mereka sendiri.
` 11 MOTIVASI MENJADI SEORANG WIRAUSAHA 5. Sediakan Sumber Daya Bantu mereka mengakses sumber daya yang mereka butuhkan, seperti pelatihan tambahan, literatur bisnis, atau jaringan yang relevan. 6. Ajak untuk Berkolaborasi Mendorong kolaborasi dengan wirausaha lainnya dapat memberikan energi baru dan ide-ide segar. 7. Pahami Tujuan Mereka Cobalah untuk memahami visi, tujuan, dan nilai mereka dalam menjalankan bisnis. Dengan memahami ini, kita dapat memberikan dukungan yang lebih relevan. 8. Ingatkan Mengapa Mereka Memulai Ingatkan mereka tentang alasan awal mengapa mereka memulai bisnis. Ini bisa membantu mereka tetap fokus pada tujuan mereka. 9. Bantu Identifikasi Tantangan Bantu mereka mengidentifikasi hambatan atau masalah yang mungkin dihadapi, dan bersama-sama dalam mencari solusinya. 10. Mendengarkan Keluh Kesah Berikan mereka ruang untuk berbicara tentang ide, kekhawatiran, dan perencanaan mereka. Terkadang, proses berbicara tentang ide-ide mereka dapat membantu mereka memahami dan mengatasi masalah dengan lebih baik. 11. Kenali dan Hargai Kemajuan Kecil Seringkali, para wirausaha akan melihat kemajuan yang lebih kecil sebelum mencapai kesuksesan besar. Hargai dan kenali setiap pencapaian kecil yang mereka raih.
` 12 MOTIVASI MENJADI SEORANG WIRAUSAHA 12. Ciptakan Lingkungan yang Positif Pastikan bahwa lingkungan sekitar mereka mendukung, positif, dan memberikan inspirasi. 13. Fleksibel Dalam dunia bisnis, perubahan adalah konstan. Ajarkan mereka untuk tetap fleksibel dan beradaptasi dengan perubahan pasar. 14. Berikan Dukungan Finansial Jika memungkinkan, pertimbangkan memberikan dukungan finansial atau investasi jika kita memiliki kemampuan untuk melakukannya. Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Jiwa kewirausahaan didefinisikan sebagai kombinasi sifat-sifat dan kualitas yang membantu seseorang menjadi lebih proaktif, inovatif, dan sukses dalam menghadapi tantangan bisnis. Jiwa kewirausahaan adalah sikap, mentalitas, dan kualitas pribadi yang diperlukan untuk menjadi seorang wirausaha yang sukses. Ini melibatkan kombinasi berbagai karakteristik, sikap, dan keterampilan yang memungkinkan seseorang untuk mengidentifikasi peluang bisnis, mengambil risiko, mengelola sumber daya, dan menciptakan nilai. Jiwa kewirausahaan digambarkan sebagai perilaku bisnis yang ditandai dengan proaktif, pengambilan risiko dan inovasi (Miller 1983). Banyak faktor yang mempengaruhi semangat kewirausahaan seorang wirausaha. Tuti dan Syarief (2022) mengembangkan variabel jiwa kewirausahaan dalam penelitiannya yaitu; efikasi diri, motivasi, kompetensi, dan kreativitas dari wirausaha sebagai pelaku bisnis. Aspek penting dalam meningkatkan jiwa kewirausahaan antara lain: 1. Keinginan untuk Berprestasi
` 13 MOTIVASI MENJADI SEORANG WIRAUSAHA Jiwa kewirausahaan melibatkan dorongan yang kuat untuk mencapai tujuan dan kesuksesan. Wirausaha sering memiliki motivasi internal yang tinggi untuk mencapai prestasi yang luar biasa dalam bisnis mereka 2. Kreativitas dan Inovasi Kemampuan untuk berpikir kreatif dan menciptakan solusi baru adalah salah satu karakteristik utama jiwa kewirausahaan. Wirausaha sering mencari cara inovatif untuk memecahkan masalah atau memenuhi kebutuhan pasar yang belum terpenuhi. 3. Siap Dalam Menghadapi Risiko Jiwa kewirausahaan mencakup keberanian untuk mengambil risiko. Wirausaha sadar bahwa ada kemungkinan kegagalan dalam bisnis, tetapi mereka siap untuk menghadapinya dan belajar dari pengalaman tersebut. 4. Berani Mengambil Keputusan Wirausaha harus memiliki kemampuan untuk membuat keputusan yang cepat dan tepat. Mereka sering dihadapkan pada situasi di mana waktu adalah faktor kunci, dan kemampuan mengambil keputusan yang baik sangat penting. 5. Daya Tahan dan Ketekunan Kewirausahaan sering melibatkan tantangan dan hambatan yang sulit. Jiwa kewirausahaan melibatkan ketekunan dan kemampuan untuk tetap fokus dan bekerja keras meskipun menghadapi kesulitan. 6. Kemampuan Dalam Membuat Jaringan Usaha Hubungan dan jaringan yang kuat dalam dunia bisnis adalah aspek penting dari jiwa kewirausahaan. Memiliki kemampuan
` 14 MOTIVASI MENJADI SEORANG WIRAUSAHA untuk berinteraksi dengan orang lain, membangun koneksi, dan mencari dukungan adalah keterampilan yang berharga. 7. Berorientasi Pada Pelanggan Wirausaha yang sukses memahami pentingnya memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan mereka. Mereka berusaha untuk memberikan nilai kepada pelanggan mereka melalui produk atau layanan yang mereka tawarkan. 8. Keterampilan Manajemen Jiwa kewirausahaan melibatkan keterampilan manajemen yang baik untuk mengelola sumber daya, waktu, dan keuangan dengan efektif. 9. Fleksibilitas Lingkungan bisnis selalu berubah. Jiwa kewirausahaan melibatkan fleksibilitas untuk beradaptasi dengan perubahan dan peluang baru. 10. Kemampuan Belajar Wirausaha yang sukses selalu ingin belajar dan berkembang. Mereka siap untuk menggali pengetahuan baru dan mendapatkan wawasan yang diperlukan untuk mengembangkan bisnis mereka.
` 15 PROSES KEWIRAUSAHAAN BAB II PROSES KEWIRAUSAHAAN Tanpa memperhatikan sumber daya yang tersedia, kewirausahaan adalah proses meraih dan memaksimalkan peluang. Hal ini membutuhkan keberanian untuk mengambil risiko berdasarkan keterampilan sendiri. Dalam menjalankannya ada tahapan-tahapan yang harus dilalui dan diketahui oleh wirausaha. Tahap-Tahap Dalam Proses Kewirausahaan Dalam melakukan proses kewirausahaan ada beberapa tahapan yang dilakukan oleh wirausaha, antara lain: 1. Menentukan Ide Bisnis Langkah pertama yang dilakukan oleh wirausaha adalah mengidentifikasi dan mengembangkan ide bisnis yang kreatif dan inovatif. Menjadi kreatif adalah teknik untuk menghasilkan konsep-konsep segar dan menemukan cara-cara yang tidak biasa untuk memecahkan masalah. Selain kreatif, ide bisnis juga harus memiliki sisi inovasi. 2. Mencari Prospek Usaha Wirausaha melakukan penelitian untuk memahami lebih baik peluang bisnis yang telah diidentifikasi sehingga bisa diketahui prospek usaha yang akan dilakukan apakah memiliki prospek yang tinggi atau rendah. Ini mencakup analisis pasar, persaingan, dan identifikasi risiko yang mungkin terlibat.
` 16 PROSES KEWIRAUSAHAAN 3. Melakukan Perencanaan Bisnis Wirausaha membuat rencana bisnis yang merinci strategi, tujuan, sumber daya yang dibutuhkan, dan langkah-langkah yang akan diambil untuk mencapai tujuan bisnis. Rencana bisnis ini dapat digunakan untuk mendapatkan pendanaan dan panduan dalam menjalankan bisnis. Dalam melakukan perencanaan perlu adanya diskusi dengan tim agar mendapatkan hasil yang memadai. 4. Membangun Tim Jika diperlukan, rekrut dan latih staf atau tim usaha yang akan membantu dalam proses usaha. Pastikan memiliki orang-orang dengan keterampilan yang sesuai untuk membantu menjalankan bisnis. 5. Merencanakan Pendanaan Membangun bisnis seringkali membutuhkan sumber daya finansial. Wirausaha mencari dana dari berbagai sumber seperti investor, pinjaman, atau modal sendiri untuk mendukung operasi bisnisnya. 6. Membuat Produk yang akan dijual Ini adalah tahap di mana bisnis fisik atau produk dan layanan yang direncanakan dibuat. Ini mungkin melibatkan pembelian peralatan, pengembangan produk, atau pembentukan tim kerja serta proses pembuatan produk. 7. Perizinan dan Regulasi Pastikan memahami semua perizinan dan regulasi yang berlaku untuk jenis bisnis. Daftarkan bisnis dan peroleh izin yang diperlukan. Pastikan bahwa dalam menjalankan usaha kita telah
` 17 PROSES KEWIRAUSAHAAN memiliki ijin yang sesuai dengan usaha yang kita jalankan dan pastikan hal tersebut didapat sebelum usaha kita beroperasi. 8. Peluncuran Produk Setelah produk atau layanan siap, wirausaha meluncurkannya ke pasar. Peluncuran dapat melibatkan strategi pemasaran dan promosi yang sesuai untuk menarik pelanggan yang telah kita rencanakan sebelumnya. Dalam pelaksanaannya tetap sesuaikan dengan kondisi yang ada. 9. Operasional Bisnis mulai beroperasi secara rutin, dan wirausaha harus mengelola operasional sehari-hari. Ini mencakup pengelolaan stok, pelanggan, dan semua aspek operasional lainnya. Pastikan telah memiliki sistem dan tim yang menanganinya. 10. Pengembangan Produk Ketika bisnis mulai berkembang, wirausaha mungkin memutuskan untuk memperluas operasi atau mengembangkan produk atau layanan baru. Ini melibatkan strategi pertumbuhan yang lebih besar. 11. Manajemen Bisnis Manajemen bisnis yang efektif menjadi semakin penting seiring pertumbuhan. Ini melibatkan pengelolaan tim, keuangan, dan strategi bisnis dengan tujuan untuk membuat bisnis yang dijalankan berjalan stabil dan lancar. 12. Evaluasi dan Perbaikan Wirausaha secara teratur mengevaluasi kinerja bisnis mereka, mengidentifikasi masalah atau peluang, dan membuat perubahan yang diperlukan untuk meningkatkan bisnis.
` 18 PROSES KEWIRAUSAHAAN Mengembangkan Ide Bisnis Menemukan dan mengembangkan ide kreatif dan inovatif adalah salah satu tantangan dan tugas yang menantang bagi wirausaha. Dalam menjalankannya memerlukan pendekatan yang tepat agar ide bisnis yang kita punya dapat berkembang. Salah satu karakter yang harus dimiliki adalah bahwa ide bisnis harus memiliki inovasi. Inovasi adalah alat untuk menghasilkan solusi orisinal terhadap berbagai permasalahan dan dorongan untuk memulai bisnis (Scarborough & Cornwall, 2016). Ide bisnis yang dijalankan memerlukan beberapa tahapan atau langkah yang tepat, antara lain: 1. Pahami Masalah atau Tantangan Salah satu cara terbaik untuk menghasilkan ide inovatif adalah dengan memahami masalah atau tantangan yang perlu dipecahkan. Amati dunia sekitar kita dan identifikasi masalah atau kebutuhan yang belum terpenuhi. 2. Lakukan Riset dan Pahami Secara Mendalam Pelajari lebih lanjut tentang masalah atau industri yang ingin kita eksplorasi. Baca buku, artikel, dan penelitian terkait. Berbicara dengan orang-orang yang memiliki pengalaman dalam bidang tersebut juga bisa membantu. 3. Lakukan Brainstorming Gunakan teknik brainstorming untuk menghasilkan banyak ide secara spontan. Cobalah untuk tidak menghakimi ide-ide pada tahap awal, dan biarkan imajinasi kita berjalan liar.
` 19 PROSES KEWIRAUSAHAAN 4. Perhatikan Lingkungan Sekitar Seringkali, inspirasi bisa datang dari lingkungan sehari-hari. Perhatikan hal-hal di sekitar dan pertanyakan bagaimana kita bisa memperbaikinya atau menjadikannya lebih efisien. 5. Melibatkan Berbagai Perspektif Diskusikan ide dengan orang-orang yang memiliki pandangan yang berbeda. Mereka bisa memberikan wawasan baru yang akan membantu kita mengembangkan ide-ide. 6. Kreativitas Terstruktur Cobalah teknik-teknik kreativitas terstruktur seperti pemodelan mental, mind mapping, atau metode TRIZ (Teori Rekayasa Penyelesaian Masalah Terstruktur) untuk mengembangkan ide dengan lebih sistematis (Savransky, 2000). 7. Studi Kasus Studi kasus inovasi dan kreativitas dari orang lain atau perusahaan dapat memberikan wawasan tentang bagaimana ideide mereka terwujud. Ini bisa memberikan inspirasi untuk mengembangkan ide sendiri. 8. Eksperimen dan Prototipe Cobalah untuk menguji ide dengan cara yang sederhana. Buat prototipe atau model konsep untuk melihat bagaimana ide tersebut bekerja dalam praktik. 9. Terbuka terhadap Kegagalan Terkadang, ide inovatif mungkin tidak berhasil pada percobaan pertama. Jangan takut gagal, karena kegagalan bisa menjadi bagian dari proses inovasi. Belajar dari kesalahan adalah langkah penting dalam pengembangan ide.
` 20 PROSES KEWIRAUSAHAAN 10. Berikan Waktu dan Ruang Ide kreatif seringkali datang ketika kita memberikan waktu dan ruang bagi pikiran kita untuk berkembang. Istirahat dan relaksasi juga bisa membantu memicu kreativitas. 11. Ajak Kolaborator Bekerja dengan orang lain bisa membuka pintu untuk ide-ide yang lebih kreatif. Diskusikan ide kita dengan orang lain dan lihat apakah kita bisa bekerja sama untuk mengembangkannya. Membentuk Tim Kewirausahaan Membentuk tim kewirausahaan yang kuat adalah langkah kunci dalam merancang, mengembangkan, dan menjalankan bisnis. Membentuk tim kewirausahaan adalah langkah penting dalam membangun bisnis yang berhasil. Pastikan pemilihan anggota tim dengan bijaksana dan bekerja sama dengan mereka untuk mencapai visi bisnis. Tim yang baik bekerja sama, sementara tim yang hebat melengkapi satu sama lain. Ini menunjukkan pentingnya memiliki anggota tim yang memiliki keahlian yang berbeda namun dapat bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama (Drucker, 1984). Konsep tim cross-functional yang terdiri dari anggota yang memiliki beragam keahlian. Tim semacam ini dapat beradaptasi lebih cepat terhadap perubahan pasar dan memberikan solusi inovatif (Ries, 2011c). Pentingnya memberikan otonomi kepada anggota timnya. Dia percaya bahwa memberikan kebebasan kepada tim untuk berinovasi dan mengambil inisiatif dapat meningkatkan kreativitas dan motivasi. Membentuk tim yang kuat, beragam, dan berkomitmen sangat penting untuk mencapai kesuksesan dalam bisnis. Tim yang efektif dapat mengatasi tantangan, menghadapi perubahan pasar, dan
` 21 PROSES KEWIRAUSAHAAN menghasilkan solusi inovatif yang diperlukan dalam dunia kewirausahaan yang kompetitif. Memiliki tim yang berkomitmen terhadap visi perusahaan dan standar kualitas yang tinggi serta mempekerjakan orang-orang yang pintar adalah kunci keberhasilan Langkah-langkah yang dilakukan dalam membentuk tim kewirausahaan yang efektif: 1. Tentukan Tujuan Bisnis Sebelum membentuk tim, tentukan dengan jelas apa visi, misi, dan tujuan bisnis. Hal ini akan membantu dalam memahami jenis orang yang dibutuhkan dalam tim. 2. Tentukan Keterampilan yang Dibutuhkan Buat daftar keterampilan yang diperlukan untuk mengoperasikan bisnis. Hal ini bisa mencakup penjualan, pemasaran, pengembangan produk, keuangan, teknologi, dan lain-lain. Mulailah mencari orang-orang yang memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis. Pencarian bisa dilakukan melalui jejaring, situs web rekrutmen, atau melalui pertemuan wirausaha lokal. 3. Tentukan Peran Anggota Tim Setelah mengetahui keterampilan apa yang dibutuhkan, tentukan peran untuk setiap anggota tim. Pastikan setiap peran memiliki tanggung jawab yang jelas. Diversifikasi tim dari segi keterampilan, pengalaman, latar belakang, dan pandangan. Tim yang beragam cenderung lebih kreatif dan inovatif. 4. Definisikan Struktur Organisasi Tetapkan struktur organisasi yang jelas, termasuk hirarki dan bagaimana keputusan akan dibuat sesuai dengan susunan
` 22 PROSES KEWIRAUSAHAAN struktur organisasi yang ada. Hal ini untuk menghindari adanya keputusan yang dibuat secara sepihak oleh anggota tim. 5. Tentukan Model Pembagian Laba dan Kepemilikan Jelaskan bagaimana laba akan dibagi di antara anggota tim dan seberapa besar kepemilikan masing-masing anggota. Hal ini perlu disiapkan dari awal untuk menghindari kesalahfahaman di kemudian hari. 6. Buat Kesepakatan dan Kontrak Buat kontrak kerja sama yang menjelaskan tanggung jawab, hak, dan kewajiban anggota tim. Ini penting untuk menghindari konflik di masa depan. Hal ini sering terjadi pada usaha mengalami kemajuan. 7. Komunikasi yang Efektif Bangun sistem komunikasi yang efektif di dalam tim. Pertemukan tim secara rutin untuk membahas perkembangan, masalah, dan perencanaan strategis. 8. Kembangkan Budaya Perusahaan Bentuk budaya perusahaan yang memotivasi dan mendukung kolaborasi, inovasi, dan pertumbuhan. 9. Berikan Pelatihan dan Pengembangan Teruslah memberikan pelatihan dan pengembangan kepada anggota tim agar mereka tetap relevan dalam peran mereka. 10. Evaluasi Kinerja Tetapkan metrik kinerja yang jelas dan terus pantau kinerja tim. Lakukan peninjauan kinerja rutin dan berikan umpan balik konstruktif.
` 23 PROSES KEWIRAUSAHAAN 11. Motivasi dan Penghargaan Berikan penghargaan dan pengakuan kepada anggota tim yang berprestasi dan berkontribusi secara signifikan pada kesuksesan bisnis.
` 24 PROSES KEWIRAUSAHAAN
` 25 LINGKUNGAN BISNIS UMKM BAB III LINGKUNGAN BISNIS UMKM Nilai manusia, organisasi, dan kekuatan lain secara keseluruhan yang tidak berada di bawah kendali langsung perusahaan namun mempunyai dampak terhadap kinerja dan kelangsungan hidup jangka panjang membentuk lingkungan bisnis. Definisi Lingkungan Bisnis Lingkungan bisnis adalah faktor-faktor eksternal yang memengaruhi operasi, pertumbuhan, dan kesuksesan sebuah perusahaan atau organisasi dalam menjalankan aktivitasnya. Pengertian lingkungan bisnis menurut berbagai ahli bisnis dapat bervariasi, tetapi umumnya melibatkan elemen-elemen seperti faktor ekonomi, politik, sosial, teknologis, hukum, dan lingkungan alamiah. Lingkungan bisnis didefinisikan oleh para ahli sebagai berikut: 1. Lingkungan bisnis adalah kondisi eksternal yang memengaruhi organisasi bisnis dan menentukan apakah organisasi itu akan berhasil atau gagal (Newstrom, 2007). 2. Pendapat lain menyatakan bahwa lingkungan bisnis adalah semua faktor yang secara langsung atau tidak langsung memengaruhi perusahaan dalam mencapai tujuan-tujuannya (Kotler, 2012).
` 26 LINGKUNGAN BISNIS UMKM Pengertian-pengertian ini menekankan pentingnya pemahaman dan adaptasi terhadap faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi kesuksesan dan kelangsungan operasi sebuah perusahaan. Lingkungan bisnis yang baik adalah yang mampu mengidentifikasi perubahan dalam faktor-faktor tersebut dan menyesuaikan strategi dan taktik bisnisnya sesuai dengan perubahan-perubahan tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa lingkungan bisnis adalah semua kekuatan eksternal yang ada di luar kendali perusahaan yang dapat memengaruhi kinerja perusahaan. Lingkungan bisnis atau lingkungan eksternal adalah faktor-faktor di luar kendali sebuah bisnis yang dapat memengaruhi operasinya. Dalam konteks kewirausahaan, lingkungan eksternal sangat penting karena dapat menciptakan peluang atau menghadirkan tantangan yang perlu diatasi oleh seorang wirausaha. Lingkungan eksternal kewirausahaan yang kompleks ini mengharuskan wirausaha untuk tetap fleksibel, responsif terhadap perubahan, dan memiliki pemahaman yang baik tentang dinamika bisnis dan faktor-faktor eksternal yang memengaruhi bisnis mereka. Kondisi Ekonomi Global dan Lokal Kondisi ekonomi global dan lokal memiliki dampak signifikan pada kewirausahaan. Faktor-faktor seperti tingkat inflasi, suku bunga, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas ekonomi dapat mempengaruhi kemampuan wirausaha untuk mendapatkan modal, merencanakan pertumbuhan, dan menentukan harga produk atau layanan mereka. Faktor ekonomi global dan lokal memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan bisnis kewirausahaan. Kedua faktor ini saling berhubungan dan dapat memengaruhi berbagai aspek bisnis.
` 27 LINGKUNGAN BISNIS UMKM Kewirausahaan yang berhasil harus mampu merespons perubahan dalam faktor ekonomi global dan lokal dengan fleksibilitas dan strategi yang tepat. Ini dapat mencakup penyesuaian model bisnis, diversifikasi produk, mengelola risiko mata uang, dan merespons perubahan dalam regulasi bisnis. Kesadaran terhadap faktor-faktor ini dan kemampuan untuk beradaptasi adalah kunci dalam menjalankan bisnis kewirausahaan yang sukses dalam lingkungan ekonomi yang selalu berubah. Ekonomi Global Ekonomi global adalah studi dan analisis tentang interaksi ekonomi antar negara di seluruh dunia. Ini mencakup semua aktivitas ekonomi yang melibatkan produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa di seluruh dunia. Ekonomi global melibatkan berbagai faktor, termasuk perdagangan internasional, investasi asing, pergerakan modal, perubahan nilai tukar mata uang, dan interaksi antara berbagai pasar keuangan dan ekonomi nasional. Bagi kewirausahaan, ekonomi global mempengaruhi dalam hal: 1. Siklus Bisnis Bisnis kewirausahaan dapat dipengaruhi oleh siklus bisnis global. Pada masa ekspansi ekonomi global, banyak peluang bisnis baru muncul, sementara dalam resesi, kewirausahaan mungkin menghadapi tantangan besar. 2. Perubahan Nilai Tukar Fluktuasi nilai tukar mata uang dapat memengaruhi bisnis yang terlibat dalam perdagangan internasional, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi keuntungan dan kerugian mereka.
` 28 LINGKUNGAN BISNIS UMKM 3. Perubahan Harga Komoditas Bisnis yang tergantung pada bahan baku tertentu dapat terpengaruh oleh perubahan harga komoditas global, seperti minyak, logam, atau bahan pangan. Kondisi Ekonomi Lokal Kondisi ekonomi lokal mengacu pada keadaan ekonomi dalam suatu wilayah geografis atau tingkat lokal, seperti negara, wilayah, kota, atau bahkan komunitas kecil. Kondisi ini mencakup berbagai faktor ekonomi yang memengaruhi kehidupan dan bisnis di wilayah tersebut. Faktor-faktor ekonomi lokal yang mempengaruhi kewirausahaan, antara lain; 1. Tingkat Inflasi Inflasi dapat memengaruhi daya beli masyarakat lokal. Kewirausahaan yang menawarkan barang dan jasa dapat mengalami penurunan penjualan jika inflasi tinggi dan konsumen berkurang dalam menghabiskan uang. 2. Tingkat Bunga Tingkat suku bunga lokal dapat memengaruhi biaya modal untuk bisnis. Tingkat bunga yang rendah dapat merangsang investasi dan pertumbuhan bisnis, sementara tingkat yang tinggi dapat membuat pinjaman lebih mahal. 3. Kebijakan Fiskal dan Moneter Keputusan pemerintah tentang pajak, pengeluaran, dan kebijakan moneter dapat memengaruhi lingkungan bisnis lokal. Insentif fiskal atau perubahan regulasi dapat mendorong atau menghambat kewirausahaan.
` 29 LINGKUNGAN BISNIS UMKM 4. Akses ke Sumber Daya dan Pembiayaan Kondisi ekonomi lokal dapat memengaruhi ketersediaan sumber daya seperti tenaga kerja terampil, infrastruktur, dan fasilitas produksi. Faktor ini dapat memengaruhi kemampuan bisnis untuk tumbuh dan berkembang. 5. Ketersediaan Pembiayaan Kondisi perbankan lokal dan pasar modal akan mempengaruhi akses bisnis kewirausahaan ke modal. Kredit yang lebih mudah diperoleh dapat memfasilitasi pertumbuhan bisnis. 6. Perubahan dalam Preferensi Konsumen Faktor ekonomi dapat memengaruhi perilaku konsumen. Misalnya, dalam masa ekonomi yang kuat, konsumen mungkin lebih cenderung membeli barang dan jasa yang lebih mahal atau mewah, sementara dalam masa sulit, mereka mungkin lebih berhati-hati dalam pengeluaran. Sosial dan Budaya Faktor sosial dan budaya adalah aspek-aspek yang berkaitan dengan nilai-nilai, norma, tradisi, keyakinan, dan perilaku sosial dari suatu kelompok masyarakat atau budaya tertentu. Faktor ini memiliki pengaruh yang signifikan pada berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam konteks bisnis dan kewirausahaan. Nilai-nilai, norma, dan preferensi masyarakat dalam sebuah wilayah geografis tertentu dapat memengaruhi jenis bisnis yang sukses. Wirausaha perlu memahami tren sosial dan budaya untuk mengidentifikasi peluang bisnis yang sesuai. Pemahaman yang baik tentang faktor sosial dan budaya dalam lingkungan bisnis lokal atau global adalah penting untuk kesuksesan
` 30 LINGKUNGAN BISNIS UMKM bisnis dan kewirausahaan. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk beradaptasi dengan baik dengan preferensi dan nilai-nilai masyarakat, menghindari kesalahan budaya yang berpotensi merugikan, dan memanfaatkan peluang pasar yang muncul berdasarkan perubahan dalam faktor-faktor sosial dan budaya. Berikut adalah beberapa contoh faktor sosial dan budaya yang dapat memengaruhi bisnis dan kewirausahaan: 1. Perilaku Konsumen Preferensi konsumen, gaya hidup, dan kebiasaan belanja merupakan faktor sosial dan budaya yang sangat penting bagi bisnis. Perusahaan harus memahami apa yang diinginkan dan dihargai oleh konsumen dalam budaya tertentu untuk mengembangkan produk dan layanan yang sesuai. 2. Nilai-Nilai Budaya Setiap budaya memiliki nilai-nilai dan norma yang unik. Nilainilai ini dapat memengaruhi keputusan bisnis, seperti kebijakan perusahaan, iklan, dan strategi pemasaran. Perusahaan perlu menghormati dan memahami nilai-nilai budaya setempat agar tidak menghadapi kontroversi atau penolakan dari masyarakat. 3. Etika Bisnis Etika bisnis dapat bervariasi berdasarkan budaya dan masyarakat. Beberapa tindakan bisnis yang dianggap etis dalam satu budaya mungkin dianggap tidak etis dalam budaya lain. Perusahaan harus mematuhi norma etika lokal dan global dalam operasi mereka.
` 31 LINGKUNGAN BISNIS UMKM 4. Bahasa dan Komunikasi Bahasa adalah aspek penting dalam komunikasi bisnis. Perusahaan perlu memahami bahasa yang digunakan dalam budaya tertentu dan menyusun strategi komunikasi yang efektif. Terjemahan yang tidak akurat atau penyampaian pesan yang tidak tepat bisa berdampak buruk pada citra perusahaan. 5. Keberagaman Tenaga Kerja Budaya juga memengaruhi komposisi tenaga kerja. Perusahaan yang beroperasi di wilayah dengan keberagaman budaya harus memahami dan menghormati perbedaan dalam tenaga kerja mereka dan menciptakan lingkungan kerja yang inklusif. 6. Perubahan dalam Tren Sosial Tren sosial seperti perubahan demografi, pola keluarga, atau kesadaran lingkungan dapat memengaruhi permintaan produk dan layanan. Perusahaan perlu responsif terhadap tren-tren ini dalam pengembangan bisnis mereka. 7. Hukum dan Regulasi Hukum dan regulasi terkait dengan budaya dan masyarakat tertentu juga dapat memengaruhi bisnis. Perusahaan harus mematuhi peraturan lokal dan internasional yang berkaitan dengan faktor sosial dan budaya. Teknologi Kemajuan teknologi dapat menciptakan peluang baru atau mengancam model bisnis yang ada. Wirausaha harus tetap up-to-date dengan perkembangan teknologi agar dapat bersaing dan berinovasi. Faktor teknologi memiliki dampak yang signifikan terhadap kewirausahaan. Perkembangan teknologi memengaruhi bagaimana
` 32 LINGKUNGAN BISNIS UMKM bisnis dijalankan, peluang yang tersedia, dan bagaimana kewirausahaan berkembang. Pemahaman dan penerapan teknologi yang efektif dapat menjadi keunggulan kompetitif bagi wirausaha. Namun, perlu dicatat bahwa perkembangan teknologi juga dapat menciptakan ketidakpastian dan persaingan yang lebih ketat. Oleh karena itu, wirausaha perlu terus memantau tren teknologi dan bersedia beradaptasi dengan perubahan tersebut untuk berhasil dalam lingkungan bisnis yang terus berubah. Berikut adalah beberapa cara di mana faktor teknologi mempengaruhi kewirausahaan: 1. Akses ke Informasi Teknologi, khususnya internet, telah meningkatkan akses ke informasi secara drastis. Ini memungkinkan para wirausaha untuk mengakses data pasar, tren industri, riset pesaing, dan informasi lainnya dengan lebih mudah. Informasi yang lebih baik membantu dalam perencanaan strategis dan pengambilan keputusan yang lebih baik. 2. E-Commerce Kemajuan dalam teknologi internet dan pembayaran elektronik telah menciptakan peluang besar dalam e-commerce. Kewirausahaan online telah berkembang pesat, memungkinkan individu dan perusahaan untuk menjual produk dan layanan secara global melalui platform online. 3. Digital Marketing Teknologi juga mempengaruhi pemasaran. Melalui media sosial, iklan online, dan alat analitik digital, wirausaha dapat mencapai
` 33 LINGKUNGAN BISNIS UMKM audiens yang lebih besar dan lebih tersegmentasi, menghemat biaya pemasaran, dan mengukur efektivitas kampanye dengan lebih baik. 4. Inovasi Produk dan Layanan Teknologi memungkinkan inovasi yang lebih cepat dalam produk dan layanan. Perusahaan dapat merespons perubahan pasar dengan lebih cepat dan menciptakan solusi yang lebih baik dengan memanfaatkan teknologi terbaru. 5. Automatisasi Teknologi otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI) dapat mengurangi biaya operasional, meningkatkan efisiensi, dan mengurangi kesalahan manusia. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk lebih kompetitif dan skalabel. 6. Pendanaan Online Crowdfunding dan platform pendanaan online lainnya telah mengubah cara perusahaan mendapatkan pendanaan. Ini memberikan akses lebih besar kepada modal awal bagi para wirausaha yang berpotensi. 7. Remote Work Teknologi komunikasi yang maju telah memungkinkan kerja jarak jauh. Hal ini dapat memungkinkan wirausaha untuk merekrut tenaga kerja dari berbagai lokasi dan mengurangi biaya overhead kantor fisik. 8. Internet of Things (IoT) IoT memungkinkan pengumpulan data dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Bisnis dapat menggunakan data ini untuk memantau dan mengoptimalkan proses, meningkatkan
` 34 LINGKUNGAN BISNIS UMKM kualitas produk, dan memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik. 9. Keamanan Cyber Dengan pertumbuhan teknologi, keamanan cyber menjadi semakin penting. Wirausaha harus melindungi data mereka dan menghadapi tantangan keamanan yang berkaitan dengan teknologi. 10. Perubahan Model Bisnis Teknologi telah memungkinkan perubahan model bisnis, seperti model berlangganan (subscription) dan pemasaran platform. Ini menciptakan peluang baru untuk pendapatan dan pertumbuhan bisnis. Hukum dan Regulasi Hukum dan regulasi memiliki kaitan yang sangat erat dengan kewirausahaan. Kedua aspek ini memainkan peran penting dalam membentuk lingkungan bisnis di mana wirausaha beroperasi. Peraturan pemerintah, seperti perizinan, pajak, dan regulasi industri, dapat memiliki dampak signifikan pada operasi bisnis. Wirausaha perlu memahami dan mematuhi semua peraturan yang relevan. Ketika berurusan dengan hukum dan regulasi, wirausaha harus bekerja sama dengan profesional hukum atau konsultan kepatuhan yang berpengalaman untuk memastikan bahwa mereka mematuhi semua peraturan yang berlaku. Kesadaran dan pemahaman yang baik tentang hukum dan regulasi adalah kunci untuk menjalankan bisnis yang sukses dan menjaga reputasi yang baik dalam komunitas bisnis dan masyarakat.
` 35 LINGKUNGAN BISNIS UMKM Aspek hukum dan regulasi dalam kewirausahaan, antara lain: 1. Pendirian dan Registrasi Bisnis Hukum mengatur proses pendirian dan registrasi bisnis. Ini mencakup persyaratan untuk membentuk perusahaan, seperti perizinan, peraturan mengenai kepemilikan, dan pengaturan terkait lainnya. Wirausaha harus mematuhi prosedur ini untuk memulai dan menjalankan bisnis mereka secara legal. 2. Perlindungan Properti Intelektual Hukum melindungi hak atas properti intelektual seperti paten, merek dagang, dan hak cipta. Ini penting bagi wirausaha yang ingin mengembangkan dan memasarkan inovasi mereka. Perlindungan hukum memungkinkan wirausaha untuk memonopoli produk atau layanan mereka untuk jangka waktu tertentu. 3. Kontrak dan Transaksi Hukum mengatur kontrak bisnis dan transaksi. Ini mencakup pembuatan, pelaksanaan, dan penyelesaian kontrak. Wirausaha harus memahami hukum kontrak untuk menjaga hubungan bisnis yang adil dan menghindari sengketa. 4. Perpajakan Hukum perpajakan mengatur pembayaran pajak dan kewajiban perpajakan perusahaan. Wirausaha harus memahami hukum perpajakan yang berlaku untuk bisnis mereka dan memenuhi kewajiban perpajakan dengan benar. 5. Ketentuan Tenaga Kerja Hukum ketenagakerjaan mengatur hubungan antara perusahaan dan karyawan. Ini mencakup hak dan kewajiban karyawan,
` 36 LINGKUNGAN BISNIS UMKM peraturan tentang gaji, waktu kerja, dan aspek-aspek lain dari manajemen tenaga kerja. Wirausaha perlu mematuhi hukum ketenagakerjaan dan memahami hak-hak karyawan. 6. Perlindungan Konsumen Regulasi perlindungan konsumen menetapkan standar untuk produk dan layanan yang ditawarkan kepada konsumen. Wirausaha harus memastikan bahwa produk dan layanan mereka memenuhi persyaratan ini dan tidak melanggar hak konsumen. 7. Lingkungan Regulasi lingkungan mengatur dampak bisnis terhadap lingkungan. Ini mencakup aturan mengenai pengelolaan limbah, penggunaan sumber daya alam, dan upaya untuk mengurangi dampak lingkungan negatif.
` 37 PASAR DAN PESAING UMKM BAB IV PASAR DAN PESAING UMKM Pasar dan pesaing adalah dua elemen kunci dalam dunia bisnis yang sangat penting untuk dipahami dan dikelola dengan baik. Membahas tema ini akan membantu kita menggali lebih dalam mengenai bagaimana pasar beroperasi, bagaimana pesaing memengaruhi strategi bisnis, dan bagaimana perusahaan dapat meraih keunggulan kompetitif. Pasar pasar sebagai tempat di mana pembeli dan penjual bertemu untuk melakukan pertukaran barang dan jasa. Pasar adalah salah satu konsep fundamental dalam ekonomi dan bisnis. Beberapa ahli ekonomi dan bisnis mendefinisikan pasar sebagai berikut: 1. Smith mengemukakan bahwa pasar beroperasi berdasarkan prinsip persaingan dan harga yang ditentukan oleh mekanisme pasokan dan permintaan (Smith, 2000). 2. Marshall (2013)menggambarkan pasar sebagai tempat pertemuan antara penawaran (supply) dan permintaan (demand) untuk sebuah produk atau layanan. Marshall mengembangkan konsep elastisitas harga yang mendalam untuk menjelaskan perubahan harga dan kuantitas dalam pasar. 3. Ruist & Samuelson (1948) mendefinisikan pasar sebagai tempat di mana penjual dan pembeli bertemu untuk melakukan
` 38 PASAR DAN PESAING UMKM pertukaran komoditas. Pasar adalah lembaga yang mengkoordinasikan interaksi antara produsen dan konsumen. 4. Di lain pihak, pasar sebagai lembaga sosial yang kompleks yang melibatkan berbagai tingkat ketidaksempurnaan dan kegagalan pasar. Ia menekankan pentingnya intervensi pemerintah dalam mengatasi ketidaksempurnaan pasar (Stiglitz, 2010). Definisi pasar ini mencerminkan beragam pemahaman dan sudut pandang dari para ahli ekonomi dan bisnis yang berbeda. Namun, intinya adalah bahwa pasar adalah tempat di mana pertukaran barang, jasa, atau komoditas terjadi antara penjual dan pembeli. Konsep ini menjadi dasar untuk memahami ekonomi pasar dan strategi bisnis. Operasi Pasar Operasi pasar adalah tindakan yang dilakukan oleh pemerintah atau bank sentral untuk mempengaruhi harga atau stabilitas dalam pasar tertentu. Tujuan operasi pasar adalah membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokoknya dengan harga terjangkau, menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil, dan mengendalikan inflasi. Menurut para ahli bisnis dan ekonomi, ada beberapa perbedaan utama antara pasar besar dan pasar kecil. Perbedaan ini dapat mempengaruhi strategi bisnis, potensi pertumbuhan, dan tantangan yang dihadapi oleh perusahaan dalam dua jenis pasar ini. Pasar besar dan kecil memiliki karakteristik yang berbeda dan memiliki keuntungan serta tantangan masing-masing. Pilihan antara beroperasi di pasar besar atau kecil harus disesuaikan dengan strategi bisnis, sumber daya yang tersedia, dan tujuan perusahaan.
` 39 PASAR DAN PESAING UMKM Ada beberapa perbedaan antara pasar besar dan kecil yang harus dipahami oleh wirausaha sebelum memasarkan produknya, antara lain: 1. Ukuran dan Potensi Pertumbuhan a. Pasar Besar Pasar besar memiliki jumlah konsumen yang besar, sehingga potensi pertumbuhan bisnis di pasar ini cenderung lebih tinggi. Namun, persaingan juga bisa lebih ketat. b. Pasar Kecil Pasar kecil memiliki jumlah konsumen yang terbatas, sehingga potensi pertumbuhan lebih terbatas. Namun, persaingan mungkin lebih rendah, dan perusahaan bisa lebih fokus dalam memenuhi kebutuhan pasar yang lebih khusus. 2. Persaingan a. Pasar Besar Persaingan di pasar besar cenderung lebih intensif karena ada lebih banyak pesaing yang berusaha memperebutkan pangsa pasar yang besar. b. Pasar Kecil Persaingan di pasar kecil mungkin kurang intensif karena pesaingnya lebih terbatas. Namun, perusahaan mungkin harus bersaing dengan pesaing yang lebih spesifik dalam niche tertentu. 3. Biaya Operasional a. Pasar Besar Beroperasi di pasar besar bisa memerlukan biaya operasional yang tinggi untuk mencapai jangkauan yang
` 40 PASAR DAN PESAING UMKM lebih luas, pemasaran yang lebih besar, dan infrastruktur yang lebih besar. b. Pasar Kecil Beroperasi di pasar kecil bisa memerlukan biaya operasional yang lebih rendah karena perusahaan dapat lebih fokus dan terkonsentrasi dalam mengatasi segmen pasar yang lebih terbatas. 4. Diversifikasi Risiko a. Pasar Besar Beroperasi di pasar besar dapat membantu perusahaan mengurangi risiko yang terkait dengan fluktuasi pasar karena ada lebih banyak peluang dan variasi dalam pendapatan. b. Pasar Kecil Beroperasi di pasar kecil mungkin meningkatkan risiko jika perusahaan terlalu tergantung pada segmen pasar yang kecil. Analisis Pasar Analisis pasar adalah proses sistematis yang dilakukan oleh perusahaan atau individu untuk memahami dan mengevaluasi pasar yang mereka ingin masuki atau yang sedang mereka layani. Tujuannya adalah untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang karakteristik pasar, perilaku konsumen, pesaing, dan faktor-faktor eksternal lainnya yang dapat memengaruhi bisnis. Analisis pasar membantu dalam pengambilan keputusan strategis, perencanaan pemasaran, dan pengembangan produk atau layanan. Sebelum melakukan analisis pasar pastikan bahwa kita telah menetapkan tujuan dari analisis pasar yang kita lakukan, misalnya;
` 41 PASAR DAN PESAING UMKM apakah untuk mengetahui potensi pasar baru, mengukur performa produk atau layanan yang sudah ada, atau mengidentifikasi peluang bisnis. Tujuan yang jelas akan membantu kita untuk fokus dalam pengumpulan dan analisis data. Faktor – faktor yang harus dijadikan perhatian dalam melakukan analisis pasar, antara lain: 1. Riset Pasar Pada tahap ini melibatkan pengumpulan dan analisis data tentang target pasar, termasuk preferensi, kebutuhan, dan perilaku konsumen. Hal ini dapat dilakukan dengan survei, wawancara, analisis data demografis, dan perilaku pembelian. 2. Analisis Pesaing Pada tahap ini dilakukan dengan mengidentifikasi dan mengevaluasi pesaing di pasar adalah bagian penting dari analisis pasar. Tahapan ini mencakup pemahaman tentang kekuatan dan kelemahan pesaing, strategi mereka, dan bagaimana bisnis dapat bersaing. 3. Analisis Tren Pasar Tahapan ini dilakukan dengan mengidentifikasi tren dan perubahan dalam pasar seperti perkembangan teknologi, perubahan regulasi, atau pergeseran dalam perilaku konsumen adalah aspek kunci dalam analisis pasar. 4. Evaluasi Potensi Pasar Evaluasi ini melibatkan penentuan ukuran pasar yang potensial, segmen pasar yang dapat dijangkau, dan perkiraan pangsa pasar yang dapat dicapai oleh bisnis.