` 42 PASAR DAN PESAING UMKM 5. Analisis SWOT SWOT adalah singkatan dari Strengths (Kekuatan), Weaknesses (Kelemahan), Opportunities (Peluang), dan Threats (Ancaman). Ini adalah alat yang berguna untuk mengevaluasi keadaan internal dan eksternal bisnis dan membantu dalam merumuskan strategi yang sesuai. 6. Target Pasar Setelah analisis dilakukan, perusahaan dapat memilih segmen pasar yang paling menarik dan relevan untuk produk atau layanan mereka. 7. Strategi Pemasaran Hasil dari analisis pasar membantu dalam merancang strategi pemasaran, penetapan harga, distribusi, dan pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar. 8. Evaluasi Kelayakan Analisis pasar juga membantu dalam menilai kelayakan bisnis, termasuk estimasi pendapatan dan biaya yang terkait dengan memasuki atau memperluas ke pasar tertentu. Penentuan Target Pasar Target pasar adalah sekelompok orang yang menjadi fokus utama dari strategi pemasaran suatu produk atau layanan. Menentukan target pasar melibatkan pemahaman tentang segmen pasar yang berbeda dan memilih segmen yang paling sesuai dengan produk atau layanan. Hal ini mencakup analisis demografis, psikografis, perilaku, dan geografis konsumen(Kotler & Amstrong, 2012). Drucker (1984) lebih lanjut mengatakan bahwa menentukan target pasar melibatkan pertanyaan kunci terkait Siapa pelanggan, dan apa kebutuhan dan
` 43 PASAR DAN PESAING UMKM keinginan mereka. Sementara itu, Porter (1997) mengemukakan konsep strategi fokus di mana perusahaan memilih segmen pasar yang sangat spesifik dan berusaha menjadi yang terbaik dalam segmen tersebut. Ini mengharuskan pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan dan preferensi segmen tersebut. Target pasar ini adalah segmen dari pasar yang memiliki karakteristik, kebutuhan, dan preferensi yang serupa. Dalam merancang strategi pemasaran, penting untuk mengidentifikasi dan memahami target pasar dengan baik karena hal ini akan memudahkan dalam menyesuaikan produk, pesan, dan pendekatan pemasaran agar lebih efektif. Menentukan target pasar yang tepat merupakan salah satu langkah kunci dalam merancang strategi pemasaran yang berhasil. Dalam menentukan target pasar perlu diperhatikan beberapa karakteristik yang menggambarkan target pasar yang dituju, seperti; 1. Karakteristik Demografis yang mencakup usia, jenis kelamin, pendapatan, pekerjaan, pendidikan, dan faktor-faktor demografis lainnya. 2. Karakteristik Psikografis yang melibatkan aspek-aspek seperti nilai, keyakinan, gaya hidup, minat, dan preferensi konsumen. Psikografis membantu dalam memahami mengapa konsumen tertentu memilih produk atau layanan tertentu. 3. Karakteristik Geografis yang berkaitan dengan lokasi fisik target pasar. Apakah target pasar kita terletak di satu kota, negara, atau lintas negara. Karakteristik geografis ini menjadi salah satu pertimbangan ketika penjual akan memasarkan produknya. 4. Karakteristik Perilaku yang mencakup perilaku konsumen terkait dengan produk atau layanan, seperti frekuensi pembelian,
` 44 PASAR DAN PESAING UMKM kebiasaan penggunaan, dan bagaimana mereka merespons promosi atau penawaran. 5. Karakteristik Psikologis yang berhubungan dengan faktor-faktor psikologis yang memengaruhi keputusan konsumen, seperti motivasi, persepsi, dan sikap. 6. Karakteristik Sosial yang mencakup aspek-aspek seperti status sosial, kelompok referensi, dan pengaruh sosial dalam pengambilan keputusan. 7. Karakteristik Teknologi khususnya yang relevan dalam bisnis yang berfokus pada teknologi atau produk digital, seperti perangkat keras atau perangkat lunak tertentu. Pesaing Bisnis Pesaing adalah perusahaan, individu, atau entitas lain yang beroperasi dalam pasar yang sama atau sejenis dan bersaing untuk meraih pangsa pasar, pelanggan, atau sumber daya yang sama. Pesaing dalam konteks bisnis adalah entitas yang memiliki produk, layanan, atau solusi serupa atau sejenis dengan perusahaan kita dan berusaha untuk mencapai tujuan yang serupa, yaitu menghasilkan keuntungan dan tumbuh dalam pasar yang sama. Pesaing dapat memiliki berbagai strategi dan taktik untuk mencapai tujuan mereka, seperti menawarkan harga yang lebih rendah, meningkatkan kualitas produk atau layanan, melakukan inovasi, atau memperluas jangkauan pasar mereka. Persaingan dalam bisnis sering kali merupakan bagian integral dari pasar yang sehat dan dapat mendorong inovasi dan perbaikan produk serta memberikan konsumen lebih banyak pilihan.
` 45 PASAR DAN PESAING UMKM Analisis pesaing adalah praktik yang umum dalam bisnis yang melibatkan pemahaman mendalam tentang pesaing, termasuk kekuatan dan kelemahan mereka, strategi mereka, dan bagaimana kita dapat bersaing dengan lebih efektif di pasar yang sama. Dengan memahami pesaing, kita dapat mengembangkan strategi bisnis yang lebih baik dan meningkatkan peluang kesuksesan. Informasi yang berhasil kita kumpulkan, dapat digunakan sebagai alat untuk mengembangkan strategi bisnis usaha yang kita jalankan. Selain itu, perlu diingat bahwa memahami pesaing adalah proses berkelanjutan karena pasar dan pesaing terus berubah. Memahami pesaing adalah langkah penting dalam merencanakan strategi bisnis dan mengambil keputusan yang tepat. Memahami pesaing bisnis dapat kita lakukan dengan cara: 1. Analisis Pesaing Dalam melakukan analisis pada pesaing, kita harus melihat informasi pesaing secara keseluruhan seperti; produk atau layanan yang mereka tawarkan, harga, posisi pasar, target pasar, dan sejarah mereka. Identifikasi siapa pesaing utama dan siapa yang merupakan pesaing potensial. 2. Meninjau Situs Web dan Materi Pemasaran Pesaing Situs web dan materi pemasaran pesaing dapat memberikan wawasan tentang pesan yang mereka sampaikan kepada pelanggan mereka, nilai yang mereka tawarkan, dan cara mereka berkomunikasi dengan audiens. Perhatikan elemen-elemen seperti tampilan produk, testimoni pelanggan, dan promosi.
` 46 PASAR DAN PESAING UMKM 3. Menggunakan Alat Pencarian Online Gunakan mesin pencari dan alat online lainnya untuk melacak berita, artikel, dan ulasan tentang pesaing. Ini dapat membantu kita untuk memahami perubahan terbaru dalam bisnis mereka, prestasi, atau masalah yang mereka hadapi. 4. Pantau Aktivitas Media Sosial Mereka Sosial media adalah sumber informasi yang berharga untuk memahami pesaing. Lihat apa yang mereka posting, bagaimana mereka berinteraksi dengan pelanggan, dan respons pelanggan terhadap posting mereka. Analisis ini dapat memberikan wawasan tentang citra merek dan keterlibatan pelanggan mereka. 5. Wawancara Pelanggan dan Karyawan Berbicaralah dengan pelanggan yang juga menjadi pelanggan pesaing. Tanyakan mengapa mereka memilih pesaing dan apa yang mereka sukai atau tidak sukai tentang pesaing tersebut. Selain itu, jika memiliki teman atau kenalan yang bekerja di pesaing, mereka mungkin dapat memberikan perspektif internal. 6. Pantau Harga dan Penawaran Mereka Pelajari bagaimana pesaing menentukan harga produk atau layanan mereka. Apakah mereka menawarkan diskon atau promosi tertentu? Bagaimana mereka menangani harga yang lebih rendah dari pesaing lainnya? 7. Ikuti Perkembangan Produk dan Inovasi Perhatikan inovasi apa yang pesaing kita lakukan dalam produk atau layanan mereka. Hal ini dapat memberikan wawasan tentang
` 47 PASAR DAN PESAING UMKM tren industri dan memberi kita ide tentang cara meningkatkan produk atau layanan yang dihasilkan.
` 48 PASAR DAN PESAING UMKM
` 49 PERENCANAAN BISNIS UMKM BAB V PERENCANAAN BISNIS UMKM Sebelum meluncurkan sebuah usaha, hal pertama yang harus dilakukan adalah menyelesaikan sejumlah tugas penting, termasuk membuat strategi bisnis. Beberapa persiapan yang kita harus persispkan disebut sebagai perencanaan bisnis yang meliputi; memasukkan informasi spesifik tentang konsep bisnis, keuangan, pemasaran, dan topik relevan lainnya dalam rencana bisnis. Pengertian Perencanaan Bisnis Perencanaan bisnis adalah langkah kunci dalam memulai atau mengembangkan bisnis. Pendapat para ahli tentang perencanaan bisnis dapat bervariasi, tetapi secara umum, mereka setuju bahwa perencanaan bisnis yang baik adalah komponen penting untuk kesuksesan bisnis jangka panjang. Pendapat para ahli tentang perencanaan bisnis, antara lain: 1. Perencanaan bisnis adalah tugas pertama dalam manajemen. Perencanaan yang baik memungkinkan perusahaan untuk mengantisipasi perubahan lingkungan dan mengambil tindakan yang sesuai (Drucker, 1984) 2. Perencanaan bisnis mencakup konsep strategi bersaing. Perusahaan harus mengembangkan strategi yang memungkinkan mereka untuk menciptakan dan mempertahankan keunggulan kompetitif dalam industri mereka (Porter, 1990)
` 50 PERENCANAAN BISNIS UMKM 3. Perencanaan bisnis tradisional terlalu sering melibatkan banyak perencanaan detail yang pada akhirnya bisa salah. Pendekatan yang lebih baik dalam perencanaan bisnis adalah berfokus pada eksperimen cepat dan pembelajaran berkelanjutan melalui feedback pelanggan (Ries, 2011b) 4. Perencanaan bisnis harus lebih fokus pada validasi hipotesis dan pemahaman pelanggan daripada pada pembuatan rencana yang sangat rinci (Blank, Steve & Drof, 2012) 5. Perencanaan bisnis harus mencakup proses penciptaan pengetahuan yang berkelanjutan. Ini melibatkan pengumpulan, pembagian, dan penggunaan pengetahuan dalam organisasi untuk menghasilkan strategi yang lebih baik (Nonaka & Hirotaka, 1995) 6. Perencanaan bisnis yang luar biasa melibatkan pemahaman yang mendalam tentang kekuatan dan kelemahan perusahaan serta pemilihan strategi yang memungkinkan perusahaan berkembang menjadi pemimpin industri (Collins, 2001) 7. Perencanaan bisnis harus mencakup strategi posisi yang kuat di benak pelanggan untuk membedakan perusahaan dari pesaing (AL & Jack, 2001) Dari definisi yang disampaikan oleh para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa perencanaan bisnis adalah proses yang komprehensif dan sistematis untuk merencanakan, mengidentifikasi, dan mengatur berbagai aspek bisnis dengan tujuan mencapai tujuan bisnis dan kesuksesan jangka panjang. Perencanaan bisnis adalah alat yang penting bagi wirausaha dan pemilik bisnis untuk mengelola bisnis mereka dengan efektif. Perencanaan bisnis yang baik adalah
` 51 PERENCANAAN BISNIS UMKM langkah kunci untuk mengarahkan bisnis kita menuju kesuksesan jangka panjang. Perencanaan bisnis memiliki dampak yang signifikan pada jalannya bisnis yang direncanakan. Ini adalah langkah kunci dalam memahami, merencanakan, dan mengelola berbagai aspek bisnis. Dengan perencanaan bisnis yang kuat, kita dapat memiliki pandangan yang lebih jelas tentang masa depan bisnis dan bagaimana mencapai kesuksesan dan membantu kita untuk menghindari keputusan impulsif dan mendukung keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Perencanaan bisnis yang baik adalah proses yang berkelanjutan. Kita harus selalu siap untuk beradaptasi dengan perubahan pasar dan memperbarui rencana sesuai keadaan. Selain itu, penting juga untuk mendapatkan masukan dari berbagai sumber, seperti mentor bisnis atau konsultan, untuk memastikan bahwa rencana bisnis yang kita buat kuat dan berkelanjutan. Langkah Perencanaan Bisnis Perencanaan bisnis adalah langkah penting dalam memulai atau mengelola bisnis. Dalam membuat perencanaan bisnis melibatkan proses pemikiran, analisis, dan perencanaan yang komprehensif untuk mencapai tujuan bisnis yang telah ditetapkan. Langkah-langkah panduan tentang bagaimana melakukan perencanaan bisnis: 1. Kenali Dengan Baik Bisnis Yang Kita Sedang atau Akan Lakukan. Mulailah dengan Pemahaman yang Mendalam tentang Bisnis yang kita rencanakan, seperti; identifikasi jenis bisnis yang akan
` 52 PERENCANAAN BISNIS UMKM dijalankan, fahami industri tempat bisnis kita beroperasi, kenali target pasar dan pelanggan potensial dan juga pahami pesaing kita dan apa yang mereka tawarkan. Apa keunggulan yang kita tawarkan pada target pasar yang berbeda dengan pesaing yang sudah ada di pasaran. Keunggulan ini akan menjadi bahan kita dalam memasarkan dan memperkenalkan barang kita ke pasar. Mengenali bisnis yang akan Anda jalankan adalah langkah penting dalam proses perencanaan bisnis. 2. Tetapkan Tujuan dan Sasaran yang Spesifik dalam bisnis sebagai panduan pencapaian kinerja bisnis. Menetapkan tujuan dan sasaran yang spesifik adalah langkah kunci dalam perencanaan bisnis yang efektif. Tujuan dan sasaran yang jelas dan terukur akan menjadi panduan untuk mengukur kinerja bisnis. Mulailah dengan menetapkan tujuan jangka panjang. Hal ini merupakan gambaran besar tentang apa yang ingin dicapai dalam beberapa tahun ke depan. Misalnya, Anda mungkin ingin mencapai pangsa pasar tertentu, atau meningkatkan pendapatan. Lalu tulis tujuan yang ingin kita capai dan buat prioritas dalam pencapaiannya karena tidak semua tujuan yang kita tetapkan dapat kita capai dalam satu langkah. Dalam menentukan prioritas, pastikan bahwa prioritas adalah tujuan yang akan memberikan manfaat pada bisnis kita. Selain itu, komunikasikan tujuan bisnis pada tim usaha yang membantu dalam operasional bisnis sehingga anggota tim akan faham prioritas yang kita tetapkan.
` 53 PERENCANAAN BISNIS UMKM 3. Analisis Lingkungan Bisnis guna mengidentifikasi peluang dan ancaman dalam lingkungan bisnis kita supaya kita siap dalam menghadapi persaingan. Menghadapi lingkungan bisnis yang terus berubah adalah tantangan yang umum di dunia bisnis. Untuk berhasil, perusahaan harus mampu beradaptasi dengan perubahan dan mengambil langkah-langkah yang tepat. Langkah pertama adalah memantau perkembangan yang terjadi pada lingkungan bisnis, meliputi perubahan tren pasar, regulasi, dan perilaku konsumen. Gunakan sumber informasi seperti laporan industri, survei pelanggan, dan berita bisnis dalam memahami perubahan lingkungan bisnis. Siapkan diri untuk menghadapi perubahan dengan bersikap fleksibel terhadap perubahan yang terjadi sehingga kita akan mampu bertahan. Lakukan inovasi terhadap perubahan yang terjadi salah satunya adalah memberikan pelatihan pada tim untuk meningkatkan keterampilan dan responsif terhadap umpan balik dari pelanggan. 4. Rencanakan Strategi Bisnis dalam mencapai tujuan bisnis. Perencanaan strategi bisnis meliputi strategi pemasaran, strategi operasional, dan strategi pengembangan produk atau layanan. Strategi pemasaran adalah rencana terstruktur untuk mempromosikan produk atau layanan kepada target pasar. Tujuan strategi pemasaran adalah untuk meningkatkan kesadaran, minat, dan akhirnya pembelian dari pelanggan potensial. Salah satu strategi pemasaran adalah dengan membangun merek yang kuat dan kohesif. Merek yang kuat dapat meningkatkan pengenalan merek, kepercayaan pelanggan, dan
` 54 PERENCANAAN BISNIS UMKM loyalitas. Lakukan iklan dengan alat yang sedang populer saat ini yaitu menggunakan media sosial. Pelajari dan buatlah konten yang menarik sehingga akan berdampak pada produk yang kita hasilkan. Selain strategi pemasaran, juga perlu diperhatikan strategi operasional kita dalam menghasilkan produk dan adanya upaya dalam mengembangkan produk. Salah satu yang dapat kita lakukan adalah melalui umpan balik dari konsumen kita dengan melakukan survei pelanggan. Manfaat dari survei ini adalah untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari produk kita di mata pelanggan dan apa yang mereka harapkan ketika membeli dan mengkonsumsi produk kita. 5. Tentukan Anggaran yang dibutuhkan dalam menajalankan bisnis serta buat proyeksi pendapatan dan biaya yang realistis. Memproyeksi pendapatan adalah langkah penting dalam perencanaan bisnis dan pengelolaan keuangan. Ini memungkinkan kita untuk merencanakan dan mengukur kinerja keuangan di masa depan. Proyeksi pendapatan adalah bagian integral dari perencanaan keuangan bisnis. Ini membantu dalam merencanakan bagaimana kita akan mengalokasikan sumber daya keuangan, termasuk pengeluaran dan investasi, berdasarkan ekspektasi pendapatan di masa depan. Selain itu, dengan memiliki proyeksi pendapatan yang jelas, kita dapat membuat keputusan yang lebih baik untuk bisnis.
` 55 PERENCANAAN BISNIS UMKM 6. Identifikasi Kebutuhan Tenaga Kerja termasuk kualifikasi dan jumlah yang diperlukan. Rencanakan juga bagaimana cara merekrut karyawan, melatih dan mencari staf yang kompeten. Tenaga kerja adalah masalah utama yang harus diperhatikan oleh pelaku usaha. Masalah tenaga kerja selalu terjadi baik pada usaha besar maupun kecil. Bagi usaha yang telah besar akan lebih mudah dalam mengganti tenaga kerja yang keluar namun bagi usaha kecil dan sedang tumbuh hal ini menjadi masalah serius yang harus diperhatikan. Selain itu proses perekrutan karyawan juga harus diperhatiakn dengan baik termasuk bagaimana kita mendapatkan karyawan yang memiliki kompeten yang kita butuhkan dalam menjalankan usaha. 7. Tetapkan bagaimana menghadapi risiko yang mungkin dihadapi bisnis yang kita jalankan. Rencanakan strategi untuk mengelola dan mengurangi risiko yang kita hadapi dalam mengelola usaha. Risiko usaha bisa datang dari berbagai faktor, antara lain; risiko usaha, risiko keuangan, risiko keamanan dan lain-lain. Rencanakan kemungkinan yang terjadi pada usaha yang kita jalankan sehingga kita akan siap jika hal tersebut terjadi. risiko adalah bagian alami dari perjalanan. Memahami risiko dan cara mengelolanya adalah kunci untuk menjalankan bisnis dengan sukses. 8. Tetapkan bagaimana mengukur Kinerja yang kita lakukan dalam menjalankan bisnis. Apakah patokan kita ditentukan oleh jumlah pendapatan yang diperoleh atau adakah faktor lain yang kita jadikan patokan.
` 56 PERENCANAAN BISNIS UMKM Pantau terus kinerja bisnis yang kita lakukan apakah mengalami penurunan atau kenaikan.
` 57 MODEL BISNIS UMKM BAB VI MODEL BISNIS UMKM Model bisnis adalah gambaran bisnis yang akan kita lakukan. Dalam model bisnis meliputi beberapa faktor mulai dari tahap awal bisnis yang kita lakukan sampai dengan hasil akhir yaitu pendapatan yang kita peroleh. Dalam memulai usaha sebaiknya kita mempersiapkan model bisnis yang sesuai dengan bisnis dan tujuan bisnis. Pengertian Model Bisnis Model bisnis adalah kerangka kerja yang menggambarkan bagaimana suatu organisasi menciptakan, memberikan, dan menangkap nilai dalam operasinya. Selain itu, dapat juga dikatakan bahwa model bisnis adalah cara suatu organisasi merancang, mengelola, dan menghasilkan pendapatan dari produk atau layanan yang mereka tawarkan. Model bisnis ini bisa sangat bervariasi tergantung pada jenis organisasi dan industri yang berbeda. Banyak ahli mendefinisikan model bisnis yang menggambarkan pengertian yang hampir serupa, antara lain: 1. Model bisnis adalah cara suatu perusahaan menciptakan, mengirimkan, dan menangkap nilai. Mereka juga mengembangkan Business Model Canvas, alat visual yang membantu dalam merancang dan menganalisis model bisnis (Osterwalder & Pigneur, 2010).
` 58 MODEL BISNIS UMKM 2. Model bisnis sebagai deskripsi abstrak tentang cara sebuah organisasi menciptakan dan memberikan nilai kepada pelanggan melalui proses bisnis yang dikembangkan (Rappa, 2001) 3. Model bisnis sebagai pemahaman tentang siapa pelanggan kita, apa yang mereka anggap sebagai nilai, dan bagaimana kita dapat menyediakan nilai tersebut secara efisien dan efektif. (Drucker, 1984) 4. Model bisnis hanyalah sebuah hipotesis yang perlu diuji, artinya, model bisnis perlu terus disesuaikan dan diperbarui berdasarkan pembelajaran dari pasar dan pengalaman (Blank, Steve & Drof, 2012) 5. Model bisnis adalah cara organisasi menciptakan, memberikan, dan menangkap nilai. Penting melakukan pengujian cepat dan pembelajaran berkelanjutan dalam mengembangkan model bisnis (Ries, 2011a). Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa model bisnis adalah suatu kerangka atau rencana yang digunakan oleh sebuah perusahaan atau organisasi untuk menghasilkan pendapatan dan mencapai tujuan bisnisnya. Model bisnis menggambarkan bagaimana perusahaan merencanakan untuk menghasilkan nilai ekonomi melalui produk atau layanannya, bagaimana akan mendapatkan pendapatan dari pelanggan atau pasar, serta bagaimana akan mengelola sumber daya dan operasi bisnisnya. Model bisnis dapat beragam dan sangat bergantung pada jenis bisnis, industri, dan tujuan perusahaan. Model bisnis yang berhasil dapat menjadi dasar strategi perusahaan dan merupakan panduan bagi pengambilan keputusan bisnis. Pemahaman yang baik tentang model
` 59 MODEL BISNIS UMKM bisnis sangat penting dalam merencanakan, mengembangkan, dan mengelola bisnis. perancangan model bisnis adalah keputusan penting bagi pengusaha perusahaan baru. dan merupakan tugas penting - mungkin lebih sulit - bagi para manajer yang ditugaskan untuk memikirkan kembali model lama agar perusahaan mereka cocok untuk masa depan (Zott & Amit, 2010). Sembilan Blok Bangunan Dasar Model Canvas Dalam memahami model bisnis, perlu kita ketahui bahwa dalam model bisnis terdapat sembilan blok bangunan dasar yang membentuk model bisnis dan terkait satu sama lain (Osterwalder & Pigneur, 2010), yaitu: 1. Segmentasi Pasar (Customer Segments) dilakukan dengan mengidentifikasi kelompok pelanggan yang menjadi target utama perusahaan. Segmentasi pasar dapat membantu perusahaan memahami pelanggan mereka dan mengarahkan upaya pemasaran mereka dengan lebih efektif. Segmentasi Pasar merupakan salah satu elemen penting dalam sebuah model bisnis dan strategi pemasaran. Ini mengacu pada proses membagi pasar menjadi kelompok-kelompok pelanggan atau segmen yang memiliki karakteristik, kebutuhan, dan preferensi yang serupa. Tujuan dari segmentasi pasar adalah untuk memahami dengan lebih baik siapa pelanggan potensial, sehingga dapat menyesuaikan produk atau layanan, serta strategi pemasaran dan penjualan, untuk lebih efektif mencapai dan memuaskan setiap segmen pelanggan.
` 60 MODEL BISNIS UMKM Beberapa jenis segmentasi pasar yang umum termasuk: a. Demografis Segmentasi berdasarkan karakteristik demografis seperti usia, jenis kelamin, pendapatan, pendidikan, dan status perkawinan. b. Geografis Segmentasi berdasarkan lokasi geografis, seperti negara, kota, atau wilayah. c. Psikografis Segmentasi berdasarkan nilai, gaya hidup, minat, dan sikap pelanggan. d. Perilaku Segmentasi berdasarkan perilaku pembelian, seperti tingkat penggunaan produk atau jasa, loyalitas pelanggan, atau pola pembelian. e. Demografi Bisnis Segmentasi pasar yang digunakan dalam bisnis-to-business (B2B) berdasarkan ukuran bisnis, industri, atau peran dalam proses keputusan pembelian. f. Pendekatan Pemasaran Segmentasi berdasarkan cara pelanggan mendapatkan informasi atau berinteraksi dengan merek produk kita, seperti melalui media sosial, e-commerce, atau toko fisik. g. Segmentasi Berdasarkan Keberlanjutan Memperhatikan pelanggan yang memiliki preferensi atau nilai-nilai yang sejalan dengan praktik keberlanjutan atau lingkungan.
` 61 MODEL BISNIS UMKM Penting untuk diingat bahwa tidak ada satu metode segmentasi yang sesuai untuk setiap bisnis. Pemilihan metode segmentasi harus didasarkan pada pemahaman yang mendalam tentang pelanggan kita, tujuan bisnis, dan cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Setelah mengidentifikasi segmen pasar yang relevan, perusahaan dapat mengembangkan strategi khusus untuk setiap segmen ini, termasuk penawaran produk atau layanan yang sesuai, harga yang tepat, dan pesan pemasaran yang efektif. Hal ini dapat membantu meningkatkan daya tarik bisnis bagi pelanggan yang berbeda dan meningkatkan kesuksesan pemasaran serta pertumbuhan bisnis secara keseluruhan 2. Nilai Proposisi (Value Proposition) adalah apa yang membuat produk atau layanan perusahaan menarik bagi pelanggan. Nilai tambah apa yang ditawarkan kepada pelanggan yang dapat membedakan perusahaan dari pesaingnya. Nilai Proposisi dalam konteks model bisnis adalah pernyataan atau rangkuman yang menjelaskan manfaat atau nilai yang ditawarkan oleh produk atau layanan suatu perusahaan kepada pelanggan atau pasar target. Ini adalah elemen kunci dalam perancangan model bisnis yang membantu perusahaan menarik pelanggan, membedakan diri dari pesaing, dan menciptakan keunggulan kompetitif. Value Proposition harus menjawab pertanyaan kunci dari sudut pandang pelanggan:
` 62 MODEL BISNIS UMKM a. Apa yang ditawarkan Ini mengacu pada produk atau layanan yang kita sediakan. Apa yang membuatnya unik atau berbeda dari produk atau layanan serupa yang ada di pasar. b. Bagaimana itu bermanfaat Ini berkaitan dengan manfaat dan nilai yang diberikan kepada pelanggan. Bagaimana produk atau layanan yang kita tawarkan memenuhi kebutuhan atau masalah pelanggan, dan apa solusi yang ditawarkan oleh kita. c. Kenapa pelanggan harus memilih produk kita Ini melibatkan pembedaan dari pesaing. Apa yang membuat produk atau layanan kita lebih menarik atau lebih baik daripada alternatif yang tersedia Value Proposition yang baik harus jelas, mudah dipahami, dan relevan dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Ini juga harus menjadi panduan bagi perusahaan dalam mengembangkan, memasarkan, dan menjual produk atau layanannya. Value Proposition yang kuat dapat menjadi fondasi kesuksesan bisnis dan membantu perusahaan memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan mereka dengan lebih baik 3. Kanal Distribusi (Distribution Channels) yaitu bagaimana produk atau layanan akan disampaikan kepada pelanggan. Yang termasuk kanal distribusi adalah toko fisik, penjualan online, distributor, atau berbagai saluran lainnya. pelanggan atau pasar target. Pemilihan dan pengelolaan kanal distribusi merupakan aspek penting dalam perencanaan bisnis dan pemasaran karena
` 63 MODEL BISNIS UMKM dapat memengaruhi ketersediaan produk, efisiensi operasional, dan kepuasan pelanggan. Berikut adalah beberapa komponen penting yang terkait dengan kanal distribusi: a. Produsen atau Pemasok Ini adalah entitas atau perusahaan yang memproduksi atau menyediakan produk atau layanan. Produsen harus memutuskan bagaimana produk mereka akan mencapai pelanggan. b. Perantara Perantara adalah entitas atau perusahaan yang membantu produk mencapai pelanggan. Ini termasuk distributor, pedagang grosir, dan pedagang eceran. Perantara ini berperan dalam penyimpanan, transportasi, dan penyaluran produk kepada pelanggan. c. Kanal Langsung vs. Tidak Langsung Produsen dapat memilih untuk menjual langsung kepada pelanggan melalui toko fisik mereka sendiri atau platform online (misalnya, penjualan langsung melalui situs web) atau melalui perantara seperti pengecer, agen, atau distributor. d. Kanal Fisik vs. Digital Seiring dengan pertumbuhan e-commerce, banyak perusahaan sekarang memiliki kanal distribusi digital yang melibatkan penjualan online dan pengiriman produk secara elektronik. Ini dapat berupa situs web e-commerce, aplikasi seluler, atau platform pasar online.
` 64 MODEL BISNIS UMKM e. Pengelolaan Persediaan Kanal distribusi juga mencakup manajemen persediaan produk. Produsen atau perantara harus memantau persediaan, mengatur penyimpanan, dan memastikan ketersediaan produk sesuai dengan permintaan pelanggan. f. Logistik dan Pengiriman Proses pengiriman dan distribusi fisik produk dari produsen ke pelanggan termasuk dalam kanal distribusi. Ini mencakup pengaturan transportasi, pengiriman, dan penyediaan layanan pelanggan. g. Pemasaran dan Promosi Perancangan kanal distribusi juga memengaruhi strategi pemasaran dan promosi produk. Bagaimana produk dipasarkan dan dipromosikan melalui berbagai saluran akan berbeda tergantung pada kanal distribusi yang dipilih. Pemilihan kanal distribusi yang tepat penting untuk mencapai tujuan bisnis, mencapai pasar target, dan memaksimalkan efisiensi operasional. Perusahaan harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti biaya, jangkauan geografis, karakteristik produk, preferensi pelanggan, dan persaingan saat memutuskan kanal distribusi yang sesuai untuk mereka. Terkadang, perusahaan juga mengadopsi model campuran yang menggabungkan saluran fisik dan digital untuk mencapai berbagai segmen pelanggan 4. Hubungan Pelanggan (Customer Relationships) terkait Bagaimana perusahaan berinteraksi dengan pelanggan, apakah
` 65 MODEL BISNIS UMKM melalui dukungan pelanggan, layanan purna jual, atau hubungan lainnya. Hubungan pelanggan adalah bagian penting dari strategi bisnis yang berfokus pada cara perusahaan berinteraksi, berkomunikasi, dan memelihara hubungan dengan pelanggan. Membangun hubungan yang baik dengan pelanggan sangat penting karena dapat berdampak positif pada retensi pelanggan, loyalitas, dan pertumbuhan bisnis. Aspek yang terkait dengan hubungan pelanggan, antara lain: a. Segmentasi Pelanggan Perusahaan perlu memahami beragam pelanggan mereka dan membagi mereka ke dalam segmen yang berbeda berdasarkan karakteristik seperti preferensi, demografi, perilaku, dan kebutuhan. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk menyediakan pengalaman yang lebih disesuaikan untuk setiap segmen. b. Komunikasi Cara perusahaan berkomunikasi dengan pelanggan dapat sangat bervariasi. Ini mencakup komunikasi melalui email, telepon, pesan teks, media sosial, atau bahkan pertemuan tatap muka. Komunikasi harus efektif, relevan, dan sesuai dengan preferensi pelanggan. c. Pelayanan Pelanggan Memberikan layanan pelanggan yang baik adalah elemen kunci dalam membangun hubungan yang kuat. Ini mencakup menangani pertanyaan, masalah, dan keluhan pelanggan
` 66 MODEL BISNIS UMKM dengan cepat dan efisien. Layanan pelanggan yang baik dapat meningkatkan kepuasan pelanggan. d. Personalisasi Memahami pelanggan secara individu dan menyediakan pengalaman yang disesuaikan dapat membantu meningkatkan loyalitas pelanggan. Ini bisa mencakup rekomendasi produk berdasarkan riwayat pembelian mereka atau memberikan penawaran khusus yang sesuai dengan preferensi mereka. e. Umpan Balik Pelanggan Meminta umpan balik dari pelanggan dapat membantu perusahaan memahami kebutuhan dan keinginan mereka. Hal ini dapat dilakukan melalui survei, ulasan produk, atau interaksi langsung. Umpan balik pelanggan harus dihargai dan digunakan untuk meningkatkan produk atau layanan. f. Pengelolaan Keluhan Perusahaan harus memiliki prosedur yang baik untuk mengatasi keluhan pelanggan. Ini mencakup pengumpulan, penanganan, dan pelaporan keluhan. Mengatasi keluhan dengan baik dapat mengubah pengalaman negatif menjadi positif. g. Loyalitas dan Program Hadiah Membangun program loyalitas dan hadiah dapat mendorong pelanggan untuk tetap setia. Ini bisa mencakup diskon, poin reward, atau akses eksklusif ke produk atau layanan tertentu.
` 67 MODEL BISNIS UMKM h. Pertumbuhan Hubungan Hubungan pelanggan tidak hanya tentang menjual produk atau layanan saat ini, tetapi juga tentang membangun hubungan jangka panjang. Perusahaan harus berfokus pada pertumbuhan hubungan dan mempertimbangkan nilai pelanggan dalam jangka waktu yang lebih panjang. Hubungan pelanggan yang kuat dapat menjadi aset berharga bagi perusahaan. Pelanggan yang puas cenderung membeli lebih banyak, merekomendasikan produk atau layanan kepada orang lain, dan tetap setia dalam jangka waktu yang lebih lama. Oleh karena itu, perusahaan harus berinvestasi dalam memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan serta menjaga komunikasi yang positif dengan mereka. 5. Sumber Pendapatan (Revenue Streams) yaitu bagaimana perusahaan mendapatkan uang dari pelanggan atau pasar yang diperoleh dari penjualan produk, langganan, iklan, lisensi, atau model lainnya. Sumber Pendapatan adalah salah satu elemen kunci dalam model bisnis sebuah perusahaan yang menjelaskan dari mana perusahaan menghasilkan pendapatan atau pemasukan. Ini merinci berbagai cara atau saluran melalui mana perusahaan mendapatkan uang dari pelanggan atau pasar target. Memahami dan merencanakan sumber pendapatan yang tepat adalah penting untuk menghasilkan keuntungan dan menjalankan bisnis secara berkelanjutan. Contoh sumber pendapatan yang umum dalam berbagai jenis bisnis
` 68 MODEL BISNIS UMKM a. Penjualan Langsung Ini adalah pendapatan yang diterima dari penjualan produk atau layanan secara langsung kepada pelanggan. Misalnya, penjualan produk fisik melalui toko ritel atau penjualan layanan konsultasi. b. Berlangganan Model berlangganan melibatkan pelanggan membayar biaya berulang untuk mengakses produk atau layanan secara teratur. Contoh-contoh termasuk layanan streaming video (seperti Netflix), langganan surat kabar, atau langganan perangkat lunak. c. Pendapatan Iklan Pendapatan ini diperoleh dari iklan yang ditampilkan dalam produk atau platform perusahaan. Misalnya, situs web berita dapat menghasilkan pendapatan dari iklan banner atau iklan video. d. Lisensi dan Royalti Beberapa perusahaan menghasilkan pendapatan dengan melisensikan produk atau teknologi mereka kepada pihak lain atau menerima royalti atas penggunaan produk mereka oleh pihak ketiga. e. Penjualan Akses atau Hak Ini melibatkan penjualan hak akses atau lisensi yang memungkinkan pelanggan menggunakan produk atau layanan dalam kapasitas tertentu. Misalnya, penjualan lisensi perangkat lunak atau hak akses ke platform tertentu.
` 69 MODEL BISNIS UMKM f. Penjualan Data Beberapa perusahaan menghasilkan pendapatan dengan menjual data yang mereka kumpulkan dari pelanggan atau pengguna mereka. Ini umumnya terlihat dalam bisnis teknologi dan platform media sosial. g. Penjualan Aplikasi atau Konten Digital Pendapatan ini berasal dari penjualan aplikasi mobile, permainan, atau konten digital lainnya melalui toko aplikasi (seperti App Store atau Google Play). h. Jasa Berbasis Langganan Perusahaan dapat menawarkan layanan berbasis langganan yang melibatkan pembayaran berulang untuk mengakses atau menerima manfaat dari layanan tersebut, seperti klub keanggotaan atau gym berlangganan. i. Penjualan Produk Fisik dengan Produk Digital Beberapa bisnis menggabungkan produk fisik dengan produk digital, seperti buku dengan akses ke konten digital tambahan, dan menghasilkan pendapatan dari penjualan ini. j. Pendapatan Pihak Ketiga Ini melibatkan penghasilan dari mitra atau pihak ketiga yang terkait dengan produk atau layanan perusahaan, seperti komisi dari penjualan produk pihak ketiga melalui platform perusahaan. Strategi sumber pendapatan harus disesuaikan dengan model bisnis, pasar, dan pelanggan perusahaan. Pemilihan sumber pendapatan yang tepat dan diversifikasi pendapatan juga
` 70 MODEL BISNIS UMKM merupakan faktor penting dalam memitigasi risiko bisnis dan mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan 6. Sumber Daya Kunci (Key Resources) terkait dengan apa yang diperlukan perusahaan, seperti teknologi, aset fisik, sumber daya manusia, untuk menjalankan model bisnisnya. Sumber Daya Kunci adalah elemen penting dalam model bisnis sebuah perusahaan yang mengidentifikasi semua aset yang diperlukan untuk menjalankan operasi bisnis dan memberikan nilai kepada pelanggan. Sumber daya ini dapat berupa aset fisik, intelektual, manusia, atau finansial yang mendukung aktivitas perusahaan. Identifikasi, manajemen, dan pengoptimalan sumber daya kunci adalah penting dalam merencanakan dan menjalankan bisnis dengan efisien. Contoh sumber daya kunci yang umum dalam berbagai jenis bisnis: a. Aset Fisik Ini termasuk bangunan, pabrik, fasilitas produksi, peralatan, mesin, kendaraan, dan barang-barang fisik lainnya yang digunakan dalam operasi bisnis. b. Sumber Daya Manusia Karyawan, manajemen, dan tim lainnya adalah sumber daya manusia yang sangat penting. Keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman mereka berperan dalam menjalankan bisnis dan memberikan nilai kepada pelanggan. c. Sumber Daya Keuangan Modal, investasi, dan akses ke sumber daya keuangan adalah kunci untuk menggerakkan bisnis. Ini mencakup modal
` 71 MODEL BISNIS UMKM saham, pinjaman, dan pendanaan lainnya yang diperlukan untuk operasi dan pertumbuhan. d. Sumber Daya Teknologi dan Sistem Informasi Perangkat keras, perangkat lunak, sistem informasi, serta infrastruktur teknologi adalah kunci untuk menjalankan bisnis modern. Ini termasuk server, komputer, jaringan, dan perangkat lunak bisnis. e. Properti Intelektual Ini mencakup paten, merek dagang, hak cipta, dan aset properti intelektual lainnya yang melindungi produk, layanan, atau inovasi bisnis. f. Jaringan dan Hubungan Hubungan dengan pelanggan, pemasok, mitra bisnis, dan pemangku kepentingan lainnya adalah sumber daya penting yang dapat memengaruhi kesuksesan bisnis. g. Sumber Daya Perizinan dan Regulasi Izin, lisensi, atau izin tertentu yang diperlukan untuk menjalankan bisnis juga termasuk dalam sumber daya kunci. h. Sumber Daya Kreatif dan Desain Untuk bisnis yang terkait dengan desain, kreativitas, dan inovasi, sumber daya ini sangat penting. Ini mencakup desainer, seniman, dan tim kreatif lainnya. i. Pengetahuan dan Kepemilikan Intelektual Pengetahuan khusus, paten, atau teknologi yang unik dapat menjadi aset utama dalam bisnis yang berbasis pengetahuan.
` 72 MODEL BISNIS UMKM j. Akses ke Bahan Baku atau Sumber Daya Alami Untuk bisnis yang terkait dengan produksi fisik, akses ke bahan baku atau sumber daya alami adalah sumber daya kunci. Manajemen sumber daya kunci yang efektif adalah kunci dalam mencapai efisiensi operasional, inovasi produk, dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Selain itu, perusahaan juga harus memastikan bahwa sumber daya kunci mereka sesuai dengan strategi bisnis dan kebutuhan pasar yang mereka layani 7. Kegiatan Kunci (Key Activities) adalah tindakan atau kegiatan yang perusahaan lakukan untuk menghasilkan produk atau layanan dan menjalankan operasi bisnisnya. Kegiatan Kunci adalah unsur penting dalam model bisnis yang digunakan untuk menggambarkan serangkaian tindakan atau operasi yang diperlukan oleh sebuah perusahaan atau organisasi untuk menciptakan, mengirimkan, dan menjaga nilai yang ditawarkan kepada pelanggan atau pemangku kepentingan. Key Activities merinci aktivitas-aktivitas utama yang perlu dilakukan agar bisnis dapat berfungsi dengan baik. Pengelolaan dan pelaksanaan kegiatan kunci dengan efisien adalah kunci keberhasilan dalam menjalankan bisnis. Contoh kegiatan kunci yang umum dalam berbagai jenis bisnis: a. Pengembangan Produk atau Layanan Proses merancang, mengembangkan, dan menguji produk atau layanan sebelum diperkenalkan ke pasar. Ini termasuk penelitian dan pengembangan (R&D).
` 73 MODEL BISNIS UMKM b. Produksi Pembuatan produk fisik atau penyediaan layanan sesuai dengan permintaan pelanggan. Ini mencakup manufaktur, perakitan, atau pengiriman layanan. c. Operasi Logistik Manajemen rantai pasokan, pengelolaan persediaan, pengiriman, dan distribusi produk atau layanan. d. Pemasaran dan Penjualan Kegiatan yang terkait dengan pemasaran produk atau layanan kepada pelanggan, strategi iklan, promosi, dan penjualan melalui berbagai saluran. e. Pelayanan Pelanggan Menangani pertanyaan, keluhan, dukungan teknis, dan layanan pelanggan lainnya. f. Manajemen Keuangan Manajemen keuangan perusahaan, termasuk akuntansi, perencanaan keuangan, pengelolaan arus kas, dan pemantauan kesehatan keuangan. g. Manajemen Sumber Daya Manusia Pengelolaan karyawan, perekrutan, pelatihan, pengembangan, dan manajemen kinerja. h. Manajemen Teknologi dan Sistem Informasi Pengelolaan infrastruktur teknologi, pengembangan perangkat lunak, pemeliharaan sistem, dan keamanan data. i. Manajemen Kemitraan dan Aliansi
` 74 MODEL BISNIS UMKM Membangun dan menjaga hubungan dengan mitra, pemasok, dan pemangku kepentingan lainnya yang dapat mendukung operasi bisnis. j. Inovasi dan Penelitian Pasar Mencari peluang inovasi, beradaptasi dengan perubahan pasar, dan melakukan penelitian pasar untuk memahami kebutuhan pelanggan. k. Manajemen Kualitas Memastikan produk atau layanan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh perusahaan. l. Manajemen Risiko dan Kepatuhan Identifikasi, penilaian, dan mitigasi risiko bisnis serta pemenuhan peraturan dan kepatuhan hukum. m. Pengembangan Bisnis dan Strategi Merencanakan dan melaksanakan strategi bisnis, pengembangan produk, ekspansi pasar, dan pertumbuhan perusahaan. Kegiatan kunci dapat bervariasi berdasarkan jenis bisnis dan model bisnis yang digunakan. Pengelolaan dan pelaksanaan kegiatan ini dengan efisien dan efektif adalah penting untuk mencapai tujuan bisnis dan memberikan nilai kepada pelanggan. Pemilik usaha harus mengidentifikasi, mengukur, dan terusmenerus memantau kegiatan kunci ini dalam rangka meningkatkan operasi mereka 8. Key Partnerships (kemitraan Utama) yaitu adanya aktivitas dan sumber daya yang diperoleh dari luar perusahaan, Key Partnerships, atau Kemitraan Utama dalam bahasa Indonesia,
` 75 MODEL BISNIS UMKM adalah unsur penting dalam sebuah model bisnis yang mengacu pada hubungan kerja sama strategis antara perusahaan atau organisasi dengan pihak lain yang dapat membantu mencapai tujuan bisnis, meningkatkan nilai yang ditawarkan kepada pelanggan, atau mengurangi risiko. Kemitraan ini dapat mencakup berbagai bentuk kolaborasi, termasuk: Key Partnerships adalah elemen penting dalam model bisnis sebuah perusahaan yang mengacu pada hubungan strategis yang dibangun perusahaan dengan pihak ketiga, entitas, atau organisasi lain yang dapat membantu mencapai tujuan bisnis. Kemitraan ini dapat berupa berbagai bentuk kolaborasi yang bertujuan untuk meningkatkan nilai, mengurangi risiko, atau memberikan keunggulan kompetitif. Contoh jenis kemitraan utama yang ada dalam berbagai model bisnis: a. Pemasok Kemitraan dengan pemasok utama yang menyediakan bahan baku, komponen, atau produk yang diperlukan untuk produksi atau penyediaan produk atau layanan. b. Pengembang Teknologi atau Perangkat Lunak Kemitraan dengan perusahaan teknologi atau pengembang perangkat lunak untuk mengintegrasikan teknologi atau solusi mereka ke dalam produk atau layanan perusahaan. c. Agen atau Distributor Kemitraan dengan agen atau distributor yang membantu dalam distribusi produk atau layanan ke pasar target yang lebih luas.
` 76 MODEL BISNIS UMKM d. Aliansi Strategis Kemitraan strategis dengan perusahaan lain yang memiliki visi atau tujuan serupa, yang dapat berdampak pada pengembangan produk, pemasaran bersama, atau ekspansi geografis. e. Kemitraan Penelitian dan Pengembangan Kolaborasi dengan universitas, lembaga riset, atau perusahaan R&D lainnya untuk mengembangkan inovasi produk atau teknologi baru. f. Kemitraan Pemasaran Perjanjian pemasaran bersama dengan perusahaan lain untuk memperluas jangkauan pemasaran dan mencapai pelanggan yang lebih luas. g. Kemitraan Ekosistem Kemitraan yang menghubungkan perusahaan dengan berbagai pihak yang terlibat dalam ekosistem bisnis tertentu, seperti platform ekosistem teknologi atau pasar online. h. Kemitraan dengan Pihak Keuangan Kemitraan dengan perusahaan pembiayaan atau lembaga keuangan untuk mendukung pertumbuhan atau modal kerja. i. Kemitraan Lisensi atau Hak Kekayaan Intelektual Perjanjian lisensi atau penggunaan hak intelektual milik perusahaan lain untuk meningkatkan produk atau layanan yang kita hasilkan. j. Kemitraan Logistik Kemitraan dengan perusahaan logistik atau pengiriman untuk memfasilitasi rantai pasokan dan distribusi produk.
` 77 MODEL BISNIS UMKM k. Kemitraan Peningkatan Kemampuan Kemitraan yang memberikan pelatihan, pendidikan, atau peningkatan kemampuan bagi karyawan atau pelanggan perusahaan. Kemitraan utama dapat memberikan manfaat berupa akses ke sumber daya, pengetahuan, teknologi, dan peluang pasar yang lebih besar. Penting untuk memilih kemitraan yang sesuai dengan strategi bisnis perusahaan dan tujuan jangka panjangnya. Manajemen kemitraan yang baik dapat menjadi faktor kunci dalam kesuksesan dan pertumbuhan bisnis. 9. Cost Structure (Struktur Biaya) yaitu terkait pembiayaan usaha. Cost Structure dalam sebuah model bisnis adalah elemen yang menggambarkan bagaimana perusahaan atau organisasi membiayai operasinya dan mengelola pengeluaran untuk menjalankan bisnis. Struktur biaya merinci semua jenis biaya yang terkait dengan operasi bisnis, dan ini penting karena dapat memengaruhi profitabilitas, harga produk atau jasa, dan keberlanjutan bisnis itu sendiri. Struktur Biaya adalah elemen penting dalam model bisnis sebuah perusahaan yang mengidentifikasi dan merinci semua biaya yang terkait dengan menjalankan operasi bisnis, mengembangkan produk atau layanan, dan memberikan nilai kepada pelanggan. Pemahaman yang baik tentang struktur biaya membantu perusahaan mengelola keuangan dengan efisien, menentukan harga produk atau layanan, dan mengidentifikasi peluang untuk mengurangi biaya.
` 78 MODEL BISNIS UMKM Beberapa komponen yang umumnya ditemukan dalam struktur biaya: a. Biaya Bahan Baku Biaya yang terkait dengan pembelian atau akuisisi bahan baku atau bahan mentah yang digunakan dalam produksi produk atau penyediaan layanan. b. Biaya Produksi Biaya yang berkaitan dengan proses produksi, termasuk upah tenaga kerja, listrik, bahan kimia, dan peralatan produksi. c. Biaya Operasional Biaya yang diperlukan untuk menjalankan operasi seharihari perusahaan, seperti biaya sewa, utilitas, perawatan fasilitas, dan kebutuhan administratif. d. Biaya Pemasaran Biaya yang terkait dengan aktivitas pemasaran, seperti iklan, promosi, penjualan, dan kampanye pemasaran. e. Biaya Penelitian dan Pengembangan (R&D) Biaya yang dikeluarkan untuk penelitian, pengembangan, dan inovasi produk atau layanan. f. Biaya Tenaga Kerja Biaya yang terkait dengan gaji, tunjangan, dan manfaat bagi karyawan. g. Biaya Logistik dan Distribusi Biaya yang berkaitan dengan pengiriman produk kepada pelanggan, termasuk biaya pengiriman, transportasi, dan pergudangan.
` 79 MODEL BISNIS UMKM h. Biaya Keuangan Biaya yang timbul dari pembayaran bunga pada utang, pembiayaan, atau pinjaman yang digunakan oleh perusahaan. i. Biaya Administrasi Biaya yang terkait dengan administrasi umum perusahaan, termasuk gaji staf administratif dan biaya operasional kantor. j. Biaya Pajak Biaya pajak yang harus dibayar oleh perusahaan kepada pemerintah, termasuk pajak penghasilan perusahaan dan pajak penjualan. k. Biaya Pemeliharaan Biaya yang terkait dengan pemeliharaan dan perbaikan peralatan, teknologi, atau fasilitas. Struktur biaya dapat bervariasi tergantung pada jenis bisnis dan model bisnis yang digunakan. Penting bagi perusahaan untuk memahami dengan baik struktur biaya mereka, mengendalikannya, dan mengidentifikasi peluang untuk mengoptimalkan biaya guna mencapai profitabilitas yang lebih baik. Ini juga akan memengaruhi penetapan harga produk atau layanan perusahaan, sehingga perusahaan dapat menentukan harga yang sesuai dengan biaya yang dikeluarkan dan tetap kompetitif di pasar
` 80 MODEL BISNIS UMKM Gambar Model Canvas Penerapan Model Canvas Dalam usaha Model Business Canvas, yang dikembangkan oleh Alexander Osterwalder, adalah alat yang berguna untuk merencanakan dan menggambarkan elemen-elemen kunci dari sebuah usaha kewirausahaan. Ini membantu pengusaha dalam merencanakan, mengelola, dan mengembangkan bisnis mereka. Berikut adalah contoh penerapan Business Model Canvas pada usaha kewirausahaan yaitu usaha yang menawarkan layanan tugas menulis pada mahasiswa dengan pelaksanaan sebagai berikut: 1. Segmen Pelanggan (Customer Segments) Mahasiswa membutuhkan layanan tugas menulis. 2. Proposisi Nilai (Value Propositions) Layanan tugas menulis berkualitas tinggi dengan harga terjangkau, penyerahan tepat waktu, dan jaminan keaslian. 3. Saluran Distribusi (Channels)
` 81 MODEL BISNIS UMKM Situs web e-commerce, media sosial, kerjasama dengan universitas, dan promosi melalui program afiliasi. 4. Hubungan dengan Pelanggan (Customer Relationships) Layanan pelanggan 24/7, umpan balik pelanggan yang teratur, dan program loyalitas. 5. Sumber Pendapatan (Revenue Streams) Biaya langganan bulanan, biaya per tugas, dan opsi premium untuk layanan tambahan. 6. Sumber Daya Kunci (Key Resources) Tim penulis, platform teknologi, akses ke database akademik, dan modal awal. 7. Aktivitas Kunci (Key Activities) Penulisan tugas, pengembangan situs web, promosi, manajemen pelanggan, dan peningkatan kualitas layanan. 8. Mitra Kunci (Key Partnerships) Kerjasama dengan universitas sebagai mitra akademik, penyedia layanan hosting web, dan mitra afiliasi. 9. Struktur Biaya (Cost Structure) Gaji tim penulis, biaya pemasaran, biaya teknologi, biaya operasional, dan biaya overhead. Dengan menggunakan Model Business Canvas, pengusaha dapat lebih memahami dinamika bisnis mereka, melihat bagaimana elemenelemen tersebut saling berhubungan, dan membuat rencana bisnis yang lebih baik. Model ini dapat membantu dalam pengambilan keputusan strategis, pengembangan produk atau layanan, serta pemahaman yang lebih baik tentang pelanggan dan pasar.
` 82 MODEL BISNIS UMKM Apa Yang Harus Dilakukan Sebelum Menerapkan Model Canvas Agar Model Canvas berjalan dengan baik pada usaha kewirausahaan Anda, Anda perlu melakukan beberapa langkah kunci: 1. Lakukan penelitian pasar yang cermat untuk memahami segmen pelanggan, persaingan, dan tren pasar yang relevan. Dapatkan masukan dari calon pelanggan dan pesaing untuk membantu kita merancang proposisi nilai yang menarik. 2. Melibatkan tim dan mitra kunci dalam proses pengembangan Model Canvas. Ini akan membantu memastikan bahwa semua orang memahami visi dan peran mereka dalam bisnis, serta dapat memberikan wawasan yang berharga. 3. Validasi konsep bisnis secepat mungkin. Artinya mencoba produk atau layanan dengan pelanggan potensial, mengumpulkan umpan balik, atau bahkan melakukan uji coba pasar kecil. 4. Mengontrol biaya dan mengelola struktur biaya dengan hati-hati. Biaya yang kita keluarkan dalam usaha akan memengaruhi profitabilitas. 5. Bangun hubungan yang kuat dengan pelanggan. Dalam hal ini melibatkan pelayanan pelanggan yang berkualitas, program loyalitas, dan komunikasi teratur. 6. Manfaatkan saluran distribusi yang efektif dan strategi pemasaran yang relevan untuk mencapai pelanggan Anda. Ini termasuk pemasaran online, media sosial, iklan, dan strategi pemasaran lainnya. 7. Manajemen sumber daya kunci seperti tenaga kerja, teknologi, dan modal dengan efisien. Pastikan bahwa Anda memiliki sumber daya yang cukup untuk mendukung aktivitas kunci bisnis Anda.
` 83 MODEL BISNIS UMKM 8. Tentukan metrik kinerja yang relevan dan ukur kinerja bisnis secara teratur. Hal ini akan membantu dalam memahami sejauh mana bisnis yang kita lakukan mencapai tujuan yang ditetapkan. 9. Bisnis selalu berubah, jadi kita perlu tetap fleksibel dan responsif terhadap perubahan pasar dan lingkungan bisnis. 10. Teruslah belajar tentang kewirausahaan dan industri Anda. Baca buku, ikuti pelatihan, dan pertahankan pengetahuan Anda yang terbaru.
` 84 MODEL BISNIS UMKM
` 85 SUMBER DAYA DAN KEUANGAN UMKM BAB VII SUMBER DAYA DAN KEUANGAN UMKM Sumber Daya dan keuangan adalah hal penting yang harus dimiliki, dikendalikan dan dipertahankan dalam menjalankan usaha. Sumber daya tidak hanya meliputi sumer daya manusia namun juga sumber daya lainnya yang diperlukan dalam proses usaha demikian juga dengan keuangan. Sumber Daya Sumber daya adalah segala sesuatu yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan atau mencapai tujuan dalam suatu konteks tertentu. Dalam konteks yang lebih luas, sumber daya dapat berarti berbagai hal, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam konteks bisnis daan ekonomi. Amit & Schoemaker (1993) mengatakan bahwa sumber daya adalah aset yang dapat diakses dan dialihkan secara eksternal, yang dimiliki dan dikendalikan perusahaan, dan dapat ditukar untuk meningkatkan nilai. Pendapat lain mengatakan bahwa sumber daya adalah semua aset perusahaan, kompetensi, prosedur organisasi, keahlian, dan aset lain yang memungkinkan perusahaan untuk memikirkan dan menerapkan rencana yang meningkatkan efisiensi dan efektivitas (Barney 1991a). Sumber daya dapat dikelompokkan menjadi dua kategori utama:
` 86 SUMBER DAYA DAN KEUANGAN UMKM 1. Sumber Daya Alam (Natural Resources) adalah sumber daya yang diberikan oleh alam tanpa campur tangan manusia, seperti air, tanah, mineral, hutan, udara, dan lain sebagainya. Sumber daya alam adalah bahan mentah yang sering digunakan dalam produksi barang dan layanan. 2. Sumber Daya Manusia (Human Resources) adalah tenaga kerja atau keahlian yang dimiliki oleh individu. Sumber daya manusia mencakup keterampilan, pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan individu yang digunakan dalam proses produksi atau penyediaan layanan. Selain kedua kategori utama tersebut, ada juga sumber daya lainnya, seperti: 1. Sumber Daya Finansial yaitu uang atau modal yang digunakan untuk membiayai bisnis atau proyek. 2. Sumber Daya Teknologi yaitu teknologi dan pengetahuan teknologi yang digunakan dalam produksi atau penyediaan layanan. 3. Sumber Daya Infrastruktur yaitu fasilitas fisik seperti jalan, jembatan, pabrik, kantor, dan lain-lain yang mendukung proses produksi. 4. Sumber Daya Kreatif dan Intelektual yaitu ide, hak cipta, paten, merek dagang, dan inovasi yang dapat memberikan keunggulan kompetitif. Sumber daya merupakan elemen kunci dalam ekonomi dan bisnis, dan bagaimana sumber daya ini dikelola dan dimanfaatkan dapat memiliki dampak besar pada keberhasilan sebuah organisasi atau proyek.
` 87 SUMBER DAYA DAN KEUANGAN UMKM Manajemen sumber daya adalah proses penting dalam perencanaan dan pengelolaan bisnis untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Sumber Daya Manusia Kewirausahaan adalah usaha baru berukuran lebih kecil dan belum memiliki sistem tata kelola perusahaan yang mapan (Rothwell 1989). Dalam kewirausahaan karyawan atau wirausaha harus dapat melakukan berbagai tugas (Tansky dan Camp 2000). Hal ini diperkuat pernyataan Longenecker dan Moore menunjukkan bahwa di perusahaan kecil pendelegasian berwenang harus dianggap persyaratan mutlak untuk pertumbuhan (Longenecker 2008). Beberapa studi empiris telah mengungkapkan dengan memiliki tim, pendiri harus memfasilitasi pembagian kerja, spesialisasi kapabilitas, pengetahuan dan memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan dari jaringan yang luas (Lechler 2001) mengingat adanya perbedaan pengalaman antar anggota (Shane 2000) dan pengetahuan tidak mudah ditransfer antar individu dalam organisasi (Grant 1996). Pembelajaran sangat penting dalam membantu perusahaan untuk beradaptasi dan menanggapi tantangan dan perubahan yang dinamis. Inovasi adalah proses pengetahuan intensif dimana perusahaan beradaptasi dan mengubah diri mereka sendiri (Nonaka dan Hirotaka 1995). Dalam mengembangkan produk baru perlu adanya pengetahuan tentang produk yang biasanya datang dengan menyatukan pendapat antara anggota tim. Pembelajaran tim menunjukkan sejauh mana tim mengembangkan pengetahuan yang ada atau memperoleh pengetahuan baru. Belajar baik dalam tim atau kelompok
` 88 SUMBER DAYA DAN KEUANGAN UMKM mencerminkan kegiatan pemrosesan informasi dan pertukaran timbal balik antara anggota individu (Blazevic dan Lievens 2004). Pembelajaran kewirausahaan adalah proses penting dalam mewujudkan keberhasilan atau kegagalan usaha bisnis baru, karena menyiratkan bahwa calon pengusaha memperoleh kompetensikompetensi manajemen strategis yang diperlukan untuk memulai dan mengelola bisnis baru. Saat perusahaan didirikan pengusaha yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang matang merupakan aset tidak berwujud yang akan mempengaruhi kelangsungan hidup dan pertumbuhan usaha. Kerjasama tim dalam pengembangan produk diperlukan karena kompleksitas pengetahuan yang diperlukan untuk mengidentifikasi dan mengembangkan peluang melebihi kapasitas kognitif individu. Tim wirausaha sering terlibat dalam proses inovasi untuk mendapatkan keunggulan daya saing yang memerlukan transfer pengetahuan yang berharga kepada anggota tim lainnya (Kumar Jha dan Varkkey 2018). Mempertahankan tim usaha yang kuat dan berkomitmen adalah salah satu faktor kunci untuk kesuksesan jangka panjang bisnis Anda. Strategi Dalam Mempertahankan Tim Tim yang kompak memiliki banyak manfaat dan merupakan aset berharga dalam dunia bisnis. Membangun tim yang kompak memerlukan waktu dan usaha, tetapi manfaatnya bagi kesuksesan bisnis dan kepuasan anggota tim adalah investasi yang sangat berharga. Ini melibatkan pembinaan hubungan yang kuat antara anggota tim, komunikasi yang terbuka, dan perencanaan yang baik. Tim yang kompak adalah aset yang kuat dalam mencapai tujuan bisnis.
` 89 SUMBER DAYA DAN KEUANGAN UMKM Strategi yang dapat membantu Anda mempertahankan tim, antara lain: 1. Kepemimpinan yang Kuat Kepemimpinan yang efektif adalah kunci untuk memotivasi dan mempertahankan tim. Tunjukkan kepada tim bahwa kita peduli, memberikan panduan yang jelas, dan mendukung perkembangan mereka. 2. Komunikasi Terbuka Adakan komunikasi terbuka dengan anggota tim. Dengarkan pendapat, ide, dan masukan mereka. Beri mereka kesempatan untuk berbicara dan merasa didengarkan. 3. Pemberian Umpan Balik yang Teratur Berikan umpan balik teratur kepada anggota tim. Hal ini termasuk pemberian pujian atas prestasi mereka dan memberikan saran konstruktif untuk perbaikan. 4. Pemberdayaan dan Pengembangan Berikan kesempatan kepada anggota tim untuk berkembang dan tumbuh. Ini dapat berupa pelatihan, proyek-proyek yang menantang, atau promosi internal. 5. Pemberian Penghargaan dan Insentif Apresiasi kerja keras anggota tim Anda dengan pemberian penghargaan dan insentif. Ini bisa berupa bonus, pengakuan publik, atau penghargaan lainnya. 6. Transparansi Keuangan Bagikan informasi keuangan perusahaan dengan anggota tim yang relevan. Ini membantu mereka memahami kinerja perusahaan dan bagaimana kontribusi mereka berdampak.
` 90 SUMBER DAYA DAN KEUANGAN UMKM 7. Mengatasi Konflik dengan Bijak Jika terjadi konflik di antara anggota tim, tangani dengan bijak dan segera. Jangan biarkan konflik berlarut-larut dan merusak hubungan di tim. 8. Ruang untuk Kolaborasi dan Kreativitas Berikan lingkungan yang mendukung kolaborasi dan kreativitas. Tempat kerja yang menginspirasi dapat membantu anggota tim merasa termotivasi. Pengelolaan Keuangan Keuangan adalah ilmu yang mempelajari bagaimana perusahaan, individu dan institusi dalam memperoleh, mengatur dan mengalokasikan dana untuk operasional usaha yang dijalankan (J. Gitman, 2009). Keuangan adalah ilmu yang berkaitan dengan perolehan, pengelolaan, dan pengalokasian dana (William et al., 2012). Ketika pengusaha mencari modal dari sumber eksternal, ada dua faktor penting – ketidakpastian dan asimetri informasi – yang mempengaruhi proses tersebut (Shane, 2004) Mengelola keuangan dengan baik adalah keterampilan penting dalam kewirausahaan. Ini dapat membantu dalam menjaga kestabilan keuangan bisnis dan membuat keputusan yang lebih cerdas dalam mengembangkan bisnis ke depan. Mengelola keuangan dengan baik adalah aspek kunci dalam kewirausahaan yang berhasil. Langkah penting dalam mengelola keuangan dalam kewirausahaan, yaitu: 1. Rencanakan Anggaran Buat rencana anggaran yang jelas untuk bisnis dan lakukan identifikasi semua sumber pendapatan dan biaya yang mungkin
` 91 SUMBER DAYA DAN KEUANGAN UMKM dihadapi. Ini akan membantu dalam mengukur sejauh mana bisnis kita menguntungkan. 2. Pemisahan Keuangan Pribadi dan Bisnis Jangan mencampurkan keuangan pribadi dan bisnis. Buka rekening bank terpisah untuk bisnis. Ini akan mempermudah pelacakan transaksi bisnis dan memastikan keuangan pribadi tetap teratur. 3. Catat Semua Transaksi Simpan catatan rinci tentang setiap transaksi keuangan yang terkait dengan bisnis. Ini mencakup pemasukan, pengeluaran, faktur, dan semua dokumen keuangan. Menggunakan perangkat lunak akuntansi atau aplikasi keuangan dapat sangat membantu. 4. Pengelolaan Utang dengan Bijak Jika kita memiliki utang bisnis, kelola dengan bijak. Pastikan memahami suku bunga, jangka waktu, dan persyaratan pembayaran. 5. Rencanakan untuk Pemasukan yang Konsisten Cobalah untuk mendiversifikasi sumber pemasukan sehingga bisnis tidak terlalu tergantung pada satu pelanggan atau satu produk. Ini akan memberikan stabilitas keuangan. 6. Kendalikan Biaya Selalu mencari cara untuk mengendalikan biaya. Analisis setiap biaya dan pertimbangkan apakah itu benar-benar diperlukan untuk operasi bisnis.