The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

22-06-44-EBOOK-ASUHAN_KEPERAWATAN_GANGGUAN_KESEIMBANGAN_CAIRAN_TUBUH_DEWIRACHMAWATI

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by shunnarirescue, 2022-11-16 03:14:07

22-06-44-EBOOK-ASUHAN_KEPERAWATAN_GANGGUAN_KESEIMBANGAN_CAIRAN_TUBUH_DEWIRACHMAWATI

22-06-44-EBOOK-ASUHAN_KEPERAWATAN_GANGGUAN_KESEIMBANGAN_CAIRAN_TUBUH_DEWIRACHMAWATI

4. Apakah yang dilakukan selanjutnya setelah darah masuk ke
abbocath saat memasang infus?
a. Melepas tourniquet
b. Menarik mandarin ±0.5 cm
c. Memasukkan IV kateter secara perlahan
d. Menyambungkan abbocath dengan selang infus
e. Melepas mandrin

5. Berapakah mengisi cairan infus pada tabung drip saat
memasang infus?
a. ¼
b. ½
c. ¾

d. 1/8

e. Penuh

141

TOPIK 3
PROSEDUR MENGGANTI SELANG DAN BALUTAN INFUS

Sampai berjumpa kembali, setelah Anda mempelajari
tentang memasang infus dan menghitung tetesan infus, maka
selanjutnya akan mempelajari tentang prosedur mengganti selang
dan balutan infus. Baiklah kita bersama-sama mempelajari
tindakan keperawatan mengganti selang dan balutan infus.

1. Mengganti Selang Infus

Merupakan tindakan mengganti selang infus setelah

pemasangan infus minimal 3 x 24 jam. Tujuan penggantian ini

adalah untuk persiapan transfusi darah. Penggantian darah

atau transfusi darah adalah pemberian darah lengkap atau

komponen darah plasma, sel darah merah kemasan, atau

trombosit melalui jalur IV. Berikut adalah daftar yang

mencangkup tujuan dilakukannya transfusi darah adalah

untuk meningkatkan volume sirkulasi darah setelah

pembedahan, trauma dan perdarahan; untuk meningkatkan

jumlah sel darah merah dan untuk mempertahankan kadar

hemoglobin pada klien dengan anemia berat. Berikut adalah

langkah-langkah penggantian selang infus:

TABEL 4. PROSEDUR MENGGANTI SELANG INFUS

Pengertian Suatu kegiatan yang dilakukan untuk

mengganti selang infus.

Indikasi 1. Adanya lubang pada infus

2. Kontaminasi silang

3. Adanya hambatan pada selang infus

4. Tanggal yang tertera mengindikasikan

bahwa selang telah terpasang selama 24

jam

Tujuan 1. Mencegah infeksi dan masuknya

mikroorganisme dalam darah

2. Mencegah hambatan aliran infus

Persiapan Alat-alat :

tempat dan alat • Label

142

Persiapan • Infus set
pasien • Sarung tangan
• Bengkok
Persiapan • Alkohol swab
Lingkungan Mengidentifikasi pasien
Pelaksanaan Memberitahu pasien/keluarga tujuan dan
prosedur yang akan dilakukan.
Mengatur lingkungan yang nyaman dan
aman
1. Mencuci tangan
2. Buka set infus yang baru, pertahankan

penutup pelindung diujung selang dan
sambungan tempat insersi jarum
3. Kenakan sarung tangan tidak steril
4. Geser klem penggeser pada selang ke
atas dan posisikan menghentikan
aliran
5. Perlambat kecepatan infus dengan
mengatur kecepatan tetesan pada
selang yang lama
6. Hentikan aliran diselang yang lama
dan lepaskan selang yang lama
7. Tusukkan ujung selang yang baru dan
tekan bilik tetesan selang baru untuk
isi bilik tetesan
8. Alirkan cairan pada selang yang baru
dan gantung pada tiang infus
9. Buka penutup jarum dan hubungkan
tempat jarum dengan ujung selang
infus
10. Buka klem penggeser selang yang baru
11. Atur tetesan infus sesuai dengan
program dokter
12. Bereskan peralatan dan buka sarung
tangan
13. Mencuci tangan

143

Sikap 14. Mencatat penggantian selang
Evaluasi dituliskan tanggal dan waktu
penggantian

15. Terminasi dan evaluasi kecepatan
aliran dan observasi tempat
sambungan untuk melihat adanya
kebocoran

Sikap Selama Pelaksanaan:
1. Menunjukkan sikap sopan dan ramah
2. Menjamin kerahasiaan pasien
3. Bekerja dengan teliti
4. Memperhatikan mekanisme tubuh
1. Tanyakan keadaan dan kenyamanan

pasien setelah tindakan
2. Observasi ketepatan tetesan infus

Demikian prosedur mengganti selang infus. Untuk
meningkatkan pemahaman Anda diakhir topik ini, kerjakanlah
latihan 3! Anda sebaiknya tidak melihat penilaian keterampilan
terlebih dahulu selesai mengerjakan latihan ini.

2. Merawat dan Mengganti balutan infus
Secara teknis, selang IV tetap steril selama 48 jam sampai

72 jam. Setiap institusi akan memiliki kebijakan yang
menetapkan frekuensi penggantian balutan, selang dan tempat
insersi jarum. Untuk mencegah masuknya bakteri ke dalam
aliran darah, sterilitas harus dipertahankan. Prosedur
penggantian selang jauh lebih mudah dan lebih efisien jika
perawat mengganti selang infus pada saat melakukan
persiapan untuk menggantung kantong atau botol IV yang
baru. Balutan infus diatas tempat insersi diganti sesuai dengan
kebijakan rumah sakit. Biasanya menggunakan kassa
transparan. Balutan transparan memungkinkan perawat
mengkaji tempat fungsi vena secara terus-menerus. Praktik
yang sebelumnya merekomendasikan penggantian balutan
setiap hari saat ini telah dikurangi menjadi setiap 48 jam-72 jam

144

sekali yakni bersamaan dengan penggantian daerah
pemasangan IV. Berikut prosedur merawat dan mengganti
balutan infus:

TABEL 5. PROSEDUR MERAWAT DAN MENGGANTI

BALUTAN INFUS

Pengertian Suatu tindakan untuk menggantikan

balutan infus

Tujuan Mencegah mikroorganisme masuk dalam

darah

Mencegah komplikasi pemasangan infus

Indikasi Kondisi balutan tidak utuh

Balutan terlihat lembab

Waktu penggantian balutan

Persiapan tempat 1. Hipavix

dan alat 2. Label

3. Plester

4. Gunting

5. Betadin

6. Alkohol swab/kapas alkohol

7. Handscoen

8. Bengkok

Persiapan pasien Mengidentifikasi pasien

Memberitahu pasien/keluarga tujuan

dan prosedur yang akan dilakukan.

Persiapan Mengatur lingkungan yang nyaman dan

Lingkungan aman

Pelaksanaan 1. Mencuci tangan

2. Menggunakan sarung tangan

3. Lepaskan balutan yang lama selapis

demi selapis

4. Lihat keadaan daerah disekitar luka

apakah ada plebitis (inflamasi),

infeksi atau infiltrasi

5. Hentikan infus jika terjadi infiltrasi,

plebitis atau bekuan:

145

Sikap a. Geser klem penggeser pada selang
146 infus ke posisi berhenti

b. Tempatkan kasa steril atau kapas
alkohol di atas tempat pungsi
vena dan lepaskan kateter atau
jarum dengan menariknya keluar
dengan menjauhi tempat pungsi

c. Berikan tekanan pada daerah
pungsi selama 1 sampai 2 menit

6. Apabila infus mengalir dengan baik
maka lepaskan plester yang
memfiksasi jarum atau kateter dan
stabilkan jarum atau kateter dengan
satu tangan

7. Bersihkan area dekat tempat tusukan
dengan gerakan memutar di mulai
dari tempat pungsi ke arah luar
dengan menggunakan betadin.
Biarkan tempat insersi tersebut
mengering selama 30 detik

8. Berikan betadin pada kasa dan
tempatkan pungsi vena

9. Fiksasi selang intravena dengan
lembaran plester

10. Tulis tanggal dan waktu penggantian
balutan langsung pada balutan

11. Buang peralatan di tempat yang
disediakan, lepas sarung tangan dan
cuci tangan

12. Kaji kembali kepatenan dan tetesan
infus

13. Terminasi dan evaluasi
Sikap Selama Pelaksanaan:
1. Menunjukkan sikap sopan dan ramah
2. Menjamin privacy pasien
3. Bekerja dengan teliti

Evaluasi 4. Memperhatikan mekanisme tubuh
Tanyakan keadaan dan kenyamanan
pasien.

Demikian prosedur merawat dan mengganti balutan
infus. Untuk meningkatkan pemahaman Anda diakhir topik
ini, kerjakanlah latihan 3! Anda sebaiknya tidak melihat
penilaian keterampilan terlebih dahulu selesai mengerjakan
latihan ini.

147

Latihan 3 FORMAT PENILAIN PRAKTIKUM
MENGGANTI SELANG INFUS
Nama
NIM :
:

KOMPONEN ASPEK YANG DINILAI YA TIDAK
Persiapan
tempat dan Alat-alat :
alat Label
Infus set
Sarung tangan
Bengkok
Alkohol swab

Persiapan Mengidentifikasi pasien
pasien
Memberitahu
Persiapan
Lingkungan pasien/keluarga tujuan dan
Pelaksanaan
prosedur yang akan

dilakukan.

Mengatur lingkungan yang

nyaman dan aman

1. Mencuci tangan

2. Buka set infus yang baru,

pertahankan penutup

pelindung diujung selang

dan sambungan tempat

insersi jarum

3. Kenakan sarung tangan

tidak steril

4. Geser klem penggeser

pada selang ke atas dan

posisikan menghentikan

aliran

5. Perlambat kecepatan infus

dengan mengatur

148

KOMPONEN ASPEK YANG DINILAI YA TIDAK

kecepatan tetesan pada

selang yang lama

6. Hentikan aliran diselang

yang lama dan lepaskan

selang yang lama

7. Tusukkan ujung selang

yang baru dan tekan bilik

tetesan selang baru untuk

isi bilik tetesan

8. Alirkan cairan pada selang

yang baru dan gantung

pada tiang infus

9. Buka penutup jarum dan

hubungkan tempat jarum

dengan ujung selang infus

10. Buka klem penggeser

selang yang baru

11. Atur tetesan infus sesuai

dengan program dokter

12. Bereskan peralatan dan

buka sarung tangan

13. Mencuci tangan

14. Mencatat penggantian

selang dituliskan tanggal

dan waktu penggantian

15. Terminasi dan evaluasi

kecepatan aliran dan

observasi tempat

sambungan untuk melihat

adanya kebocoran

Sikap Sikap Selama Pelaksanaan:

1. Menunjukkan sikap sopan

dan ramah

2. Menjamin privacy pasien

3. Bekerja dengan teliti

149

KOMPONEN ASPEK YANG DINILAI YA TIDAK
Evaluasi 4. Memperhatikan

mekanisme tubuh
1. Tanyakan keadaan dan

kenyamanan pasien setelah
tindakan
2. Observasi ketepatan tetesan
infus

150

Nama FORMAT PENILAIN PRAKTIKUM
NIM MENGGANTI SELANG INFUS

:
:

KOMPONEN ASPEK YANG
Persiapan
tempat dan DINILAI
alat
• Hipavix
Persiapan
pasien • Label

Persiapan • Plester
Lingkungan
Pelaksanaan • Gunting

• Betadin

• Alkohol swab/kapas
alkohol

• Handscoen

• Bengkok

Mengidentifikasi pasien

Memberitahu

pasien/keluarga tujuan dan

prosedur yang akan

dilakukan.

Mengatur lingkungan yang

nyaman dan aman

1. Mencuci tangan

2. Menggunakan sarung

tangan

3. Lepaskan balutan yang

lama selapis demi selapis

4. Lihat keadaan daerah

disekitar luka apakah

ada plebitis (inflamasi),

infeksi atau infiltrasi

5. Hentikan infus jika

terjadi infiltrasi, plebitis

atau bekuan:

151

KOMPONEN ASPEK YANG

DINILAI

a. Geser klem penggeser

pada selang infus ke

posisi berhenti

b. Tempatkan kasa steril

atau kapas alkohol di

atas tempat pungsi

vena dan lepaskan

kateter atau jarum

dengan menariknya

keluar dengan

menjauhi tempat

pungsi

c. Berikan tekanan pada

daerah pungsi selama

1 sampai 2 menit

6. Apabila infus mengalir

dengan baik maka

lepaskan plester yang

memfiksasi jarum atau

kateter dan stabilkan

jarum atau kateter

dengan satu tangan

7. Bersihkan area dekat

tempat tusukan dengan

gerakan memutar di

mulai dari tempat pungsi

ke arah luar dengan

menggunakan betadin.

Biarkan tempat insersi

tersebut mengering

selama 30 detik

8. Berikan betadin pada

kasaa dan tempatkan

pungsi vena

152

KOMPONEN ASPEK YANG
DINILAI
Sikap
Evaluasi 9. Fiksasi selang intravena
dengan lembaran plester

10. Tulis tanggal dan waktu
penggantian balutan
langsung pada balutan

11. Buang peralatan di
tempat yang disediakan,
lepas sarung tangan dan
cuci tangan

12. Kaji kembali kepatenan
dan tetesan infus

13. Terminasi dan evaluasi
Sikap Selama Pelaksanaan:
1. Menunjukkan sikap

sopan dan ramah
2. Menjamin privacy pasien
3. Bekerja dengan teliti
4. Memperhatikan

mekanisme tubuh

Tanyakan keadaan dan
kenyamanan pasien.

Kriteria Penilaian:
1. Lulus/kompeten: jika semua langkah-langkah prosedur

dikerjakan semua
2. Lulus dengan perbaikan/kurang kompeten: jika ada

langkah-langkah selain yang diberi tanda bintang tidak
dikerjakan
3. Tidak lulus/tidak kompeten: jika ada salah satu langkah-
langkah yang diberi tanda bintang tidak dikerjakan

Sekarang Anda telah selesai mengerjakan latihan 3 pada
kegiatan praktikum 3, cocokkanlah jawaban Anda dengan format
penilaian praktikum tindakan keperawatan mengganti selang dan

153

mengganti balutan infus yang terdapat pada bagian akhir kegiatan
praktikum ini dan berilah nilai untuk mengetahui tingkat
penguasaan Anda. Kalau Anda lulus, Anda dapat meneruskan ke
bab selanjutnya, tetapi kalau Anda lulus dengan perbaikan atau
tidak lulus, Anda harus mengulang kegiatan praktikum 3,
terutama bagian yang belum Anda kuasai.

Ringkasan
Mengganti selang infus adalah penggantian selang infus

setelah pemasangan infus minimal 3 x 24 jam. Tujuan mengganti
selang infus adalah mengganti selang infus untuk persiapan
mengganti transfusi darah. Mengganti balutan IV perifer adalah
mengganti balutaan pada tempat pemasangan infus, yang
bertujuan untuk menurunkan risiko plebitis dan infeksi pada
tempat tusukan infus.

Tes 3
1. Apakah tujuan mengganti balutan IV perifer?

a. Terpasang infus sudah 3 hari
b. Tempat tusukan jarum infus bengkak
c. Cairan infus tidak dapat mengalir dengan lancar
d. Menurunkan risiko plebitis/infeksi pada tempat tusukan

infus
2. Berapa prosentase povidone iodine solution yang digunakan

pada penggantian balutan IV perifer?
a. 2%
b. 5%
c. 10%
d. 25%
3. Berapa prosentase alkohol yang digunakan pada penggantian
balutan IV perifer?
a. 20%
b. 50%
c. 70%
d. 100%

154

4. Apakah yang digunakan untuk mengolesi tempat tusukan
jarum infus sebelum dibalut?
a. NaCl
b. Alkohol
c. Perhidrol
d. Iodine povidone ointment

5. Apakah yang dilakukan selanjutnya setelah membuka balutan
pada penggantian balutan IV kateter?
a. Membersihkan bekas plester
b. Menutup dengan kasa steril dengan rapi
c. Mengolesi tempat tusukan dengan iodine povidone
ointment
d. Membersihkan daerah tusukan dan sekitarnya dengan
povidone iodine solution

155

KUNCI JAWABAN

Tes 1 A
1. B
2. C
3. C
4. B
5.

Tes 2 B
1. A
2. D
3. B
4. B
5.

Tes 3 D
1. C
2. C
3. D
4. A
5.

156

GLOSARIUM
1. Asepsis: tidak adanya kuman atau mikroorganisme
2. Hipotonik: keadaan larutan memiliki konsentrasi zat terlarut

yang lebih rendah dari larutan yang lain, sehingga larutan
pertama memiliki tekanan osmotik yang lebih kecil
3. Isotonik: larutan memiliki konsentrasi yang sama
4. Parenteral: tidak didalam atau melalui sistem pencernaan,
biasanya merujuk pada pemberian obat-obatan melalui injeksi
5. Phlebitis: inflamasi vena
6. Parenteral nutrisi: pemberian nutrisi ke dalam sistem vaskuler
7. Venipuncture: teknik dimana vena ditusuk secara
transkutaneus jarum yang dipasang di spuit.

157

DAFTAR PUSTAKA

Kusyati, Eny. 2006. Keterampilan dan Prosedur Laboratorium. Jakarta:
EGC

Lynn, Pamela. 2011. Taylor’s Clinical Skills: a Nursing Process
Approach. Lippincott: Williams & Wilkins

Lynn, Pamela. 2015. Taylor’s handbooks of clinical nursing skills.
Lippincott: Wolters Kluwer Health

Potter, P.A., Perry.A, G., 2005. Buku Ajar Fundamental
Keperawatan: Konsep & Proses dan Praktik. Edisi Bahasa
Indonesia: Monica Ester. Volume 2. Jakarta: EGC

Snyder & Berman. 2012. Kozier & Erb’s Fundamental of Nursing:
Conceps, Process and Practice. New Jersey: Pearson
Education

Susiati, Maria. 2008. Keterampilan Keperawatan Dasar. Jakarta:
Erlangga

158

TENTANG PENULIS

Dewi Rachmawati, lahir di Malang
pada tanggal 6 April 1984,
menyelesaikan Pendidikan di Program
Studi D3 Keperawatan Malang
Poltekkes Depkes Malang tahun 2005,
Pendidikan Sarjana Keperawatan dan
Profesi Ners Fakultas Kedokteran
Universitas Brawijaya tahun 2014, Magister Keperawatan
Peminatan Keperawatan Gawat Darurat Fakultas Kedokteran
Universitas Brawijaya tahun 2016. Saat ini aktif sebagai dosen
tetap di Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang Program Studi
Keperawatan Blitar.
Aktif dalam kegiatan pengajaran, penelitian dan pengabdian
kepada masyarakat.

159


Click to View FlipBook Version