The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

PRAKTIKUM KEPERAWATAN GAWAT DARURAT DAN MANAJEMEN BENCANA

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by shunnarirescue, 2022-10-26 13:51:27

PRAKTIKUM KEPERAWATAN GADAR MABEN

PRAKTIKUM KEPERAWATAN GAWAT DARURAT DAN MANAJEMEN BENCANA

BAB 5
BREATHING MANAGEMENT
PENDAHULUAN
Terapi oksigen merupakan terapi dasar yang digunakan sebagai
terapi berbagai kondisi pasien. Oksigen dapat diberikan dalam berbagai jenis
mulai dari sistem aliran rendah sampai dengan aliran tinggi. Untuk pemberian
oksigen sistem aliran rendah terbagi menjadi dua yaitu konsentrasi rendah
dengan pemberian melalui naal cannul (1-5 liter/menit) dan konsentrasi tinggi
dengan pemberian melalui simple mask (10-12 liter/menit), Rebriting mask (9-12
liter/menit) dan non rebriting mask (12-15 liter/menit). Sedangkan untuk
pemberian oksigen aliran tinggi juga terbagi menjadi dua yaitu konsentrasi
rendah dengan menggunakan venture mask (24%-50%) dan konsentrasi tinggi
dengan pemberian melalui bag valve mask (12-15 liter/menit), ventilator (24%-
100% oksigen).
Pasien dengan trauma terutama cedera kepala yang tidak sadar
harus diberikan terapi oksigen untuk mencegah terjadinya hipoksia. Oksigen
tambahan dapat diberikan dengan masker (face mask) sederhana dan kecepatan
aliran 10-12 L/menit. Pengaturan ini memberikan oksigen 45-50% oksigen.
Masker non-rebrithing dengan kantong reservoir dan aliran oksigen 12-15
L/menit dapat memberikan oksigen 60-90% oksigen. Kedua alat ini
direkomendasikan untuk semua penderita trauma yang membutuhkan oksigen
tambahan. Tetapi dalam pemberian terapi oksigen ini juga harus hati-hati selain
dapat mengiritasi jalan nafas (seperti hidung, wajah, telinga), pemberian oksigen
yang berlebihan dapat mengakibatkan timbulnya keracunan atau radikal bebas
yang akan merusak sel. Indikasi pemberian terapi oksigen terutama diberikan
pada pasien dengan pernafasan spontan yang oksigenasinya tidak adekuat dan
pasien yang memerlukan oksigen tambahan yang diketahui dari hasil
pemeriksaan klinis seperti saturasi oksigen dan analisa gas darah.
Untuk itu setelah mempelajari bab 5 ini, mahasiswa diharapkan
mampu mendemonstrasikan keterampilan:
1. Prosedur memberikan oksigen melalui bag valve mask
2. Prosedur memberikan oksigen melalui simple mask, nasal cannul, non-
rebriting mask
Pemahaman Anda terhadap modul praktikum keperawatan gawat
darurat pada bagian keterampilan breathing management ini secara umum dapat

141

diketahui bagaimana nanti Anda dapat mendemonstrasikan setiap tindakan pada
probandus maupun manikin di laboratorium keperawatan.

Agar Anda dapat memahami keterampilan breathing management dengan
mudah, maka pada bab ini akan dibagi menjadi 2 (2) kegiatan praktikum, yaitu:
1. Kegiatan Praktikum 1

Membahas prosedur memberikan oksigen melalui bag valve mask
3. Kegiatan Praktikum 2

Membahas prosedur memberikan oksigen melalui simple mask, nasal
cannul, non-rebriting mask

Untuk memudahkan Anda dalam memahami dan melakukan keterampilan
tersebut, pelajarilah bab ini mulai dari kegiatan praktikum 1 sampai 2. Pada
setiap kegiatan praktikum, Anda diharuskan mengerjakan latihan, tes formatif
dan tes keterampilan. Untuk menilai kemajuan belajar Anda, sebaiknya Anda
tidak melihat kunci jawaban terlebih dahulu sebelum selesai mengerjakan latihan
dan tes formatif.

Waktu untuk menyelesaikan bab ini adalah satu kali pertemuan. Gunakan
waktu dengan sebaik-baiknya. Anda dinyatakan berhasil apabila memperoleh
nilai ≥ 80 atau 80 % dapat menyelesaikan pertanyaan atau tugas yang diberikan.
Saya yakin Anda dapat memahami bab ini dengan baik!
Selamat belajar …………… Semoga berhasil!

142

KEGIATAN PRAKTIKUM 1
PROSEDUR PEMBERIAN OKSIGEN MELALUI BAG VALVE MASK

A. Prinsip Dasar Bag Valve Mask
Terapi oksigen merupakan terapi yang sudah terbiasa diberikan dan

dilakukan oleh perawat. Oksigen dapat diberikan dalam berbagai jenis mulai dari
aliran rendah sampai dengan aliran tinggi. Bag Valve Mask atau ambubag (BVM)
merupakan alat yang memberikan tekanan positif bantuan ventilasi secara
manual pada pasien yang tidak dapat bernafas secara spontan. Indikasi utama
penggunaan Bag Valve Mask antara lain pasien dengan apnea, pasien yang
bernafas spontan tidak efektif, penurunan kerja pernafasan dan pasien dengan
hipoksia. Keuntungan Bag Valve Mask memiliki kinerja lebih cepat. Alat ini
mempunyai konsentrasi oksigen yang dapat dimaksimalkan dengan konsentrasi
oksigen 21% sampai 90%-100%, dengan aliran oksigen 12-15 liter per menit,
diberikan 8-10 kali per menit dengan melihat kemampuan dinding dada untuk
mengembang.

Kerugian penggunaan bag valve mask ini apabila apabila udara yang
diberikan terlalu besar maka dapat mengakibatkan distensi abdomen, tekanan
yang tinggi pada jalan nafas dapat menyebabkan pneumothorax dan barotrauma,
seal yang bocor pada masker menyebabkan ventilasi tidak adekuat, iritasi pada
mata apabila masker terlalu luas pada saat dilakukan ventilasi dan apabila
ventilasi yang diberikan melebihi 12x/menit selama henti jantung dapat
menyebabkan tekanan intratorakal yang berlebihan yang menyebabkan
penurunan aliran darah ke jantung.

B. Standart Operasional Prosedure

Pengertian Disebut juga BVM atau Ambubag adalah alat yang digunakan
untuk memberikan tekanan pada sistem pernafasan pasien
Indikasi saat henti nafas atau yang nafasnya tidak adekuat. Alat ini
Kontra merupakan peralatan resusitasi. Jika disambungkan ke
indikasi oksigen aliran yang diberikan 12-15 liter dengan konsentrasi
oksigen yang diberikan 74%-100%.
Untuk pasien dengan gagal nafas (termasuk kegagalan
ventilasi maupun oksigenasi), apnea, penuruanan kerja
pernafasan dengan hipoksia dan kegagalan intubasi
Terutama pada pasien dengan obstruksi total jalan nafas atas.
Sedangkan untuk kontraindikasi relatif adalah pasien setelah
dilakukan paralisis dan induksi (karena terjadi peningkatan
resiko aspirasi)

143

Peralatan 1. Bag Valve Mask (BVM) dengan reservoir
2. Oksigen dengan connector
3. Sumber oksigen
4. Suction
5. Nasopharyngeal airway (NPA)
6. Orapharyngeal airway (OPA)

Pelaksanaan Sumber: Campbell, 2012.

Gambar. 21 Bag Valve Mask
1. Stabilisasi kepala pasien dalam posisi netral
2. Buka jalan nafas dengan teknik head-tilt chin-lift atau jaw

thrust (jangan lakukan head-tilt jika pasien terindikasi
cedera spinal lakukan maneuver jaw thrust atau modified
jaw thrust)
3. Lakukan pemasangan OPA jika pasien tidak sadar dan
tanpa reflex gag (untuk pasien sadar lakukan
pemasangan NPA jika ditoleransi, jangan gunakan NPA
pada pasien dengan cedera wajah dan kepala)
4. Posisikan masker
5. Meletakkan masker pada muka pasien sebelum

144

menghubungkan dengan bag
6. Pada saat memasang masker tutup mulut dan hidung

pasien jangan sampai melewati bawah dagu
7. Sesuaikan ukuran masker dengan pasien
8. Gunakan teknik C dengan satu tangan untuk memegang

masker (jika ada dua orang yang memberikan ventilasi
maka gunakan teknik dua tangan)
9. Hubungkan masker dengan connector mask dan
sambungkan selang oksigen
10. Mengaitkan oksigen reservoir dengan bag valve mask
11. Buka silinder oksigen dan set aliran oksigen 12 liter per
menit
12. Berikan volume 6-7 mL/kg setiap ventilasi (rata-rata 500
mL untuk orang dewasa) untuk mencapai oksigen 100%
dengan kecepatan 10-12 liter per menit
13. Selama resusitasi jantung paru (CPR), berikan 2 ventilasi
setelah 30 kompresi sampai adanya advanced airway
14. Jika tidak ada patner yang lain maka gunakan satu
tangan untuk mempertahankan face mask yang
terpasang, sedangkan tangan lain untuk memompa bag.

145

Gambar 22. Teknik Memegang Dengan Satu Tangan

Gambar 23. Teknik Memegang Dengan Dua Tangan
146

LATIHAN
Demonstrasikan tindakan keperawatan prosedur Bag Valve Mask pada
probandus berdasarkan format penilaian dibawah ini!

FORMAT PENILAIAN PRAKTIKUM
PROSEDUR PELAKSANAAN BAG VALVE MASK
Nama Mahasiswa : ……………………………………

NIM : ……………………………………

Kode Unit : Keperawatan Gawat Darurat/Airway Management

Judul Unit : Breathing Management

Uraian Unit : Bag Valve Mask

Petunjuk : Memberi tanda ɣ

Penilaian Keterampilan

Keterampilan Indikator Keterampilan Ya Tidak
147
Peralatan  Bag Valve Mask (BVM) dengan reservoir

 Oksigen dengan connector

 Sumber oksigen

 Suction

 Nasopharyngeal airway (NPA)

 Orapharyngeal airway (OPA)

Pelaksanaan 1. Stabilisasi kepala pasien dalam posisi

netral

2. Buka jalan nafas dengan teknik head-tilt

chin-lift atau jaw thrust (jangan lakukan

head-tilt jika pasien terindikasi cedera

spinal, lakukan maneuver chin-lift atau jaw

thrust)

3. Lakukan pemasangan OPA jika pasien

tidak sadar dan tanpa reflex gag (untuk

pasien sadar lakukan pemasangan NPA

jika ditoleransi, jangan gunakan NPA

pada pasien dengan cedera wajah dan

kepala)

4. Posisikan masker

5. Meletakkan masker pada muka pasien

sebelum menghubungkan dengan bag

6. Pada saat memasang masker tutup mulut

dan hidung pasien jangan sampai

melewati bawah dagu

7. Sesuaikan ukuran masker dengan pasien

8. Gunakan teknik C dengan satu tangan

untuk memegang masker (jika ada dua

orang yang memberikan ventilasi maka

gunakan teknik dua tangan)

9. Hubungkan masker dengan connector

mask dan sambungkan selang oksigen

10. Mengaitkan oksigen reservoir dengan bag

valve mask

11. Buka silinder oksigen dan set aliran

oksigen 12 liter per menit
12. Berikan volume 6-7 mL/kg setiap ventilasi

(rata-rata 500 mL untuk orang dewasa)
untuk mencapai oksigen 100% dengan
kecepatan 10-12 liter per menit
13. Selama resusitasi jantung paru (CPR),
berikan 2 ventilasi setelah 30 kompresi
sampai adanya advanced airway
14. Jika tidak ada patner yang lain maka
gunakan satu tangan untuk
mempertahankan face mask yang
terpasang, sedangkan tangan lain untuk
memompa bag.

Catatan indicator yang belum dicapai
…………………………………………….
………………………………………………

Evaluator

Keterangan: Nilai yang diperoleh (…………………………)
Nilai Nilai maksimal x 100%

1. Bila nilai 100% = Indikator dilakukan secara keseluruhan maka mahasiswa
kompeten.

2. Bila nilai kurang dari 80 % = Mahasiswa belum kompeten, sehingga
mahasiswa perlu pendampingan ulang.

RINGKASAN
Bag Valve Mask atau ambubag (BVM) merupakan alat yang

memberikan tekanan positif bantuan ventilasi secara manual pada pasien yang
tidak dapat bernafas secara spontan. Indikasi utama penggunaan Bag Valve
Mask antara lain pasien dengan apnea, pasien yang bernafas spontan tidak
efektif, penurunan kerja pernafasan dan pasien dengan hipoksia. Keuntungan
Bag Valve Mask memiliki kinerja lebih cepat. Alat ini mempunyai konsentrasi
oksigen yang dapat dimaksimalkan dengan konsentrasi oksigen 21% sampai
90%-100%, dengan aliran oksigen 12-15 liter per menit, diberikan 8-10 kali per
menit dengan melihat kemampuan dinding dada untuk mengembang.

148

TES 1
1. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke instalasi gawat darurat dengan

keluhan sesak nafas yang tiba-tiba henti nafas. Perawat akan memberikan
oksigen melalui bag valve mask. Apakah peralatan yang harus dipersiapkan
untuk melakukan pemberian oksigen tersebut?
a. Bag Valve Mask (BVM) dengan reservoir
b. Oksigen dengan connector dan sumber oksigen
c. Suction
d. Nasal pharyngeal airway (NPA) Oral pharyngeal airway (OPA)
e. Semua benar
2. Seorang laki-laki berusia 50 tahun dibawa ke instalasi gawat darurat dengan
keluhan sesak nafas. Saat akan dipasang oksigen tiba-tiba pasien mengalami
henti nafas. Perawat kemudian memberikan oksigen melalui bag valve mask.
Setelah perawat memposiskan masker dan meletakkan masker pada muka
pasien sebelum menghubungkan dengan bag. Apakah prosedur selanjutnya
yang harus dilakukan oleh perawat?
a. Pada saat memasang masker tutup mulut dan hidung pasien jangan

sampai melewati bawah dagu
b. Pada saat memasang masker tutup mulut pasien sampai melewati bawah

dagu
c. Buka jalan nafas dengan teknik head-tilt chin-lift atau jaw thrust
d. Gunakan teknik C dengan satu tangan untuk memegang masker
e. Hubungkan masker dengan connector mask dan sambungkan selang

oksigen
3. Suatu kondisi dimana oksigenasi jaringan tidak adekuat dan terjadi akibat

defisiensi penghantaran oksigen atau penggunaan oksigen tingkat seluler
disebut :
a. Hipoksia
b. Hipoksemia
c. Hiperventilasi
d. Hipoventilasi
e. Ortopnea
4. Frekuensi pernafasan normal pada dewasa adalah
a. 3 – 11 x/menit
b. 12 – 20 x/menit

149

c. 21 – 39 x/menit
d. 30 – 38 x/menit
e. 39 – 47 x/menit
5. Kerugian penggunaan Bag Valve Mask antara lain
a. Apabila udara yang diberikan terlalu besar maka dapat mengakibatkan

distensi abdomen
b. Tekanan yang tinggi pada jalan nafas dapat menyebabkan pneumothorax

dan barotrauma
c. Seal yang bocor pada masker menyebabkan ventilasi tidak adekuat
d. Iritasi pada mata apabila masker terlalu luas pada saat dilakukan ventilasi
e. Semua benar

150

KEGIATAN PRAKTIKUM 2
PROSEDUR MEMBERIKAN OKSIGEN MELALUI NASAL CANNUL, SIMPLE

MASK DAN NON REBREATHING MASK

A. Prinsip Dasar Prosedur Memberikan Oksigen Melalui Nasal Cannul,
Simple Mask Dan Non Rebreathing Mask

Pengertian NASAL CANNULE

Indikasi Digunakan untuk kecepatan aliran oksigen 1-6 liter/menit, yang
Konsentrasi
O2 memerlukan konsentrasi oksigen 24% (saat diberikan oksigen 1

liter/menit) sampai 44 % (saat diberikan oksigen 6 liter/menit).

Tidak boleh diberikan kecepatan O2 yang lebih dari 6 liter/menit

karena secara signifikan tidak meningkatkan O2

Digunakan untuk pasien dengan gangguan respirasi atau

oksigenasi yang minimal (PPOM) dan untuk penggunaan dalam

jangka waktu yang lama
1 L / menit : 21 – 24 %
2 L / menit : 25 – 28 %
3 L / menit : 29 – 32 %
4 L / menit : 33 – 36 %
5 L / menit : 37 – 40 %
6 L / menit : 41 – 44 %

Pengertian Sumber: Silvestri, 2011

Indikasi Gambar 24. Nasal Cannul
Konsentrasi
SIMPLE MASK
Merupakan cara pemberian oksigen dengan konsentrasi yang
dibutuhkan lebih tinggi daripada pemberian nasal cannul
dengan kecepatan aliran oksigen 6-15 liter/menit
Pasien yang membutuhkan konsentrasi oksigen lebih tinggi dari
nasal canule
Peningkatan konsentrasi oksigen sebagai berikut
4 L / menit : 35 %
6 L / menit : 50 %
8 L / menit : 55 %
10 L / menit : 60 %
12 L / menit : 65 %
15 L / menit : 70 %

151

Sumber: Silvestri, 2011

Sumber: Berman & Snyder, 2012

Gambar 25. Simple Mask

Pengertian NON REBREATHING MASK

Indikasi Merupakan sistem oksigen aliran rendah yang mempunyai
Konsentrasi konsentrasi oksigen tinggi dan dapat memberikan FiO2 lebih dari
90%

Untuk pasien dengan status pernafasan yang semakin memburuk
yang kemungkinan membutuhkan intubasi

Peningkatan konsentrasi oksigen
6 L / menit : 60 %
7 L / menit : 70 %
8 L / menit : 80 %
9 L / menit : 90 %
10 – 15 L / menit : 100 %

152

Sumber: Silvestri, 2011

Sumber: Berman & Snyder, 2012

Gambar 26. Non Rebreathing Mask

B. Standar Operasional Prosedur Pemberian Oksigen Melalui Nasal
Cannul, Simple Mask Dan Non Rebreathing Mask

Standar Operasional Prosedur Pemberian Oksigen Melalui Nasal Cannul

Pengertian Suatu kegiatan yang dilakukan untuk memberikan bantuan
oksigen sebagai salah satu terapi dengan pemberian oksigen
Indikasi konsentrasi rendah melalui nasal cannul
Pasien yang memiliki gangguan sistem pernafasan kecuali yang
Tujuan mempunyai lubang hidung tersumbat
Keuntungan Membantu memenuhi suplai oksigen dalam tubuh
Memberi kebebasan pasien pada pasien untuk makan dan
Persiapan berbicara
tempat dan Baki berisi :
alat 1. Tabung oksigen lengkap dengan flow meter
2. Humidifier yang steril
3. Air yang steril
4. Nasal kanul
5. Kassa
6. Alat pencatat atau alat tulis

153

Persiapan 7. Vaselin/jelly
pasien Menjelaskan prosedur yang akan dilakukan
Persiapan
Lingkungan Memasang tabir
Pelaksanaan
1. Mencuci tangan
Sikap 2. Membantu klien pada posisi semi fowler.
Evaluasi 3. Memasang peralatan oksigen dan humidifier.
4. Menyalakan oksigen dengan aliran sesuai advis.
5. Memeriksa aliran oksigen pada selang.
6. Menyambung nasal kanule dengan selang oksigen.
7. Memasang nasal kanule pada hidung (sesuai indikasi) dengan

cara meletakkan ujung kanule ke dalam lubang hidung dan
selang mengelilingi kepala. Meyakinkan kanule masuk lubang
hidung dan tidak ke jaringan hidung.
8. Menempelkan berikan plester kanule pada sisi wajah, selipkan
kasa di bawah selang pada lipatan daun telinga untuk
mencegah iritasi.
9. Anjurkan pasien untuk bernafas melalui hidung dengan
menutup mulut
10.Mengkaji respon pasien termasuk kecepatan pernafasan,
kedalaman dan suara nafas (catat adanya tanda-tanda
distress pernafasan seperti takikardia, pernafasan cuping
hidung, sesak nafas dan penggunaan otot bantu pernafasan)
11.Mengontrol apakah pasien sudah merasa nyaman dan
terminasi
12.Perawat mencuci tangan
13.Melakukan dokumentasi
Sikap Selama Pelaksanaan :
1. Menunjukkan sikap sopan dan ramah
2. Menjamin Privacy pasien
3. Bekerja dengan teliti
4. Memperhatikan body mekanis
1. Tanyakan keadaan dan kenyamanan pasien setelah tindakan.
2. Observasi tanda kesulitan bernafas

Standar Operasional Prosedur Pemberian Oksigen Melalui Simple Mask

Pengertian Merupakan salah satu cara pemberian terapi oksigen ketika
konsentrasi oksigen lebih tinggi yang diperlukan atau ketika
Indikasi hidung tersumbat
Tujuan Pasien yang memiliki gangguan sistem pernafasan atau pasien
Persiapan mengalami hidung tersumbat
tempat dan Membantu memenuhi suplai oksigen dalam tubuh
alat Baki berisi :
1. Tabung oksigen lengkap dengan flow meter
Persiapan 2. Humidifier dengan air steril
3. Simple mask
4. Kassa
5. Alat pencatat atau alat tulis
6. Vaselin/jelly
Menjelaskan prosedur yang akan dilakukan

154

pasien Memasang tabir
Persiapan
Lingkungan 1. Mencuci tangan
Pelaksanaan 2. Membantu klien pada posisi semi fowler.
3. Memasang peralatan oksigen dan humidifier.
Sikap 4. Menyalakan oksigen dengan aliran sesuai advis.
Evaluasi 5. Memasang masker menutupi mulut dan hidung dan ikatkan

karet fiksasi ke belakang
6. Berikan bantalan kassa pada karet fiksasi yang diletakkan di

sela-sela daun telinga
7. Mengkaji respon pasien termasuk kecepatan pernafasan,

kedalaman dan suara nafas (catat adanya tanda-tanda
distress pernafasan seperti takikardia, pernafasan cuping
hidung, sesak nafas dan penggunaan otot bantu pernafasan)
8. Mengontrol apakah pasien sudah merasa nyaman dan
terminasi
9. Perawat mencuci tangan
10.Melakukan dokumentasi
Sikap Selama Pelaksanaan :
1. Menunjukkan sikap sopan dan ramah
2. Menjamin Privacy pasien
3. Bekerja dengan teliti
4. Memperhatikan body mekanis
1. Tanyakan keadaan dan kenyamanan pasien setelah tindakan.
3. Observasi tanda kesulitan bernafas

Standar Operasional Prosedur Pemberian Oksigen

Melalui Non Rebreathing Mask

Pengertian Merupakan sistem oksigen aliran rendah yang mempunyai

konsentrasi oksigen tinggi dan dapat memberikan FiO2 lebih dari

90%

Indikasi Pasien yang membutuhkan konsentrasi oksigen tinggi tetapi tidak

dilakukan intubasi

Tujuan Membantu memenuhi suplai oksigen dalam tubuh

Persiapan Baki berisi :

tempat dan 1. Tabung oksigen lengkap dengan flow meter

alat 2. Humidifier dengan air steril

3. Non-rebrithing mask

4. Kassa

5. Alat pencatat atau alat tulis

6. Vaselin/jelly

Persiapan Menjelaskan prosedur yang akan dilakukan

pasien

Persiapan Memasang tabir

Lingkungan

Pelaksanaan 1. Mencuci tangan

2. Membantu klien pada posisi semi fowler.

3. Memasang peralatan oksigen dan humidifier.

4. Menyalakan oksigen dengan aliran sesuai advis.

5. Mengisi udara pada kantong atau reservoir

6. Memasang masker menutupi mulut dan hidung dan ikatkan

155

Sikap karet fiksasi ke belakang
Evaluasi 7. Berikan bantalan kassa pada karet fiksasi yang diletakkan di

sela-sela daun telinga
8. Mengkaji respon pasien termasuk kecepatan pernafasan,

kedalaman dan suara nafas (catat adanya tanda-tanda
distress pernafasan seperti takikardia, pernafasan cuping
hidung, sesak nafas dan penggunaan otot bantu pernafasan)
9. Mengontrol apakah pasien sudah merasa nyaman dan
terminasi
10.Perawat mencuci tangan
11.Melakukan dokumentasi
Sikap Selama Pelaksanaan :
5. Menunjukkan sikap sopan dan ramah
6. Menjamin Privacy pasien
7. Bekerja dengan teliti
8. Memperhatikan body mekanis
1. Tanyakan keadaan dan kenyamanan pasien setelah tindakan.
4. Observasi tanda kesulitan bernafas

LATIHAN
Demonstrasikan tindakan keperawatan prosedur Nasal cannul pada probandus
berdasarkan format penilaian dibawah ini!

FORMAT PENILAIAN PRAKTIKUM
PROSEDUR PELAKSANAAN PEMBERIAN O2 MELALUI NASAL CANNUL
Nama Mahasiswa : ……………………………………

NIM : ……………………………………

Kode Unit : Keperawatan Gawat Darurat/Breathing Management

Judul Unit : Breathing Management

Uraian Unit : Nasal cannul

Petunjuk : Memberi tanda ɣ

Penilaian Keterampilan

Keterampilan Indikator Keterampilan Ya Tidak

Persiapan Baki berisi :

tempat dan 1. Tabung oksigen lengkap dengan flow meter

alat 2. Humidifier yang steril

3. Air yang steril

4. Nasal kanul

5. Kassa

6. Alat pencatat atau alat tulis

7. Vaselin/jelly

Persiapan Menjelaskan prosedur yang akan dilakukan

pasien

Persiapan Memasang tabir

Lingkungan

Pelaksanaan

1. Mencuci tangan

2. Membantu klien pada posisi semi fowler.

3. Memasang peralatan oksigen dan

156

humidifier
4. Menyalakan oksigen dengan aliran sesuai

advis.
5. Memeriksa aliran oksigen pada selang.
6. Menyambung nasal kanule dengan selang

oksigen.
7. Memasang nasal kanule pada hidung

(sesuai indikasi) dengan cara meletakkan
ujung kanule ke dalam lubang hidung dan
selang mengelilingi kepala. Meyakinkan
kanule masuk lubang hidung dan tidak ke
jaringan hidung.
8. Menempelkan berikan plester kanule pada
sisi wajah, selipkan kasa di bawah selang
pada lipatan daun telinga untuk mencegah
iritasi.
9. Anjurkan pasien untuk bernafas melalui
hidung dengan menutup mulut
10.Mengkaji respon pasien termasuk
kecepatan pernafasan, kedalaman dan
suara nafas (catat adanya tanda-tanda
distress pernafasan seperti takikardia,
pernafasan cuping hidung, sesak nafas dan
penggunaan otot bantu pernafasan)
11.Mengontrol apakah pasien sudah merasa
nyaman dan terminasi
12.Perawat mencuci tangan
13.Melakukan dokumentasi

Catatan indikator yang belum dicapai
…………………………………………….
………………………………………………

Evaluator

(…………………………)

Keterangan: Nilai yang diperoleh x 100%
Nilai Nilai maksimal

1. Bila nilai 100% = Indikator dilakukan secara keseluruhan maka mahasiswa
kompeten.

2. Bila nilai kurang dari 80 % = Mahasiswa belum kompeten, sehingga
mahasiswa perlu pendampingan ulang.

157

FORMAT PENILAIAN PRAKTIKUM
PROSEDUR PELAKSANAAN PEMBERIAN O2 MELALUI SIMPLE MASK
Nama Mahasiswa : ……………………………………

NIM : ……………………………………

Kode Unit : Keperawatan Gawat Darurat/Breathing Management

Judul Unit : Breathing Management

Uraian Unit : Simple Mask

Petunjuk : Memberi tanda ɣ

Penilaian Keterampilan

Keterampilan Indikator Keterampilan Ya Tidak

Persiapan Baki berisi :

tempat dan 1. Tabung oksigen lengkap dengan flow meter

alat 2. Humidifier dengan air steril

3. Simple mask

4. Kassa

5. Alat pencatat atau alat tulis

6. Vaselin/jelly

Persiapan Menjelaskan prosedur yang akan dilakukan

pasien

Persiapan Memasang tabir

Lingkungan

Pelaksanaan

1. Mencuci tangan

2. Membantu klien pada posisi semi fowler

3. Memasang peralatan oksigen dan

humidifier.

4. Menyalakan oksigen dengan aliran sesuai

advis.

5. Memasang masker menutupi mulut dan

hidung dan ikatkan karet fiksasi ke

belakang

6. Berikan bantalan kassa pada karet fiksasi

yang diletakkan di sela-sela daun telinga

7. Mengkaji respon pasien termasuk

kecepatan pernafasan, kedalaman dan

suara nafas (catat adanya tanda-tanda

distress pernafasan seperti takikardia,

pernafasan cuping hidung, sesak nafas dan

penggunaan otot bantu pernafasan)

8. Mengontrol apakah pasien sudah merasa

nyaman dan terminasi

9. Perawat mencuci tangan

10. Melakukan dokumentasi

Catatan indikator yang belum dicapai
…………………………………………….
………………………………………………

Evaluator

(…………………………)
158

Keterangan: Nilai yang diperoleh x 100%
Nilai Nilai maksimal

1. Bila nilai 100% = Indikator dilakukan secara keseluruhan maka mahasiswa
kompeten.

2. Bila nilai kurang dari 80 % = Mahasiswa belum kompeten, sehingga
mahasiswa perlu pendampingan ulang.

FORMAT PENILAIAN PRAKTIKUM
PROSEDUR PEMBERIAN O2 MELALUI NON REBREATHING MASK
Nama Mahasiswa : ……………………………………

NIM : ……………………………………

Kode Unit : Keperawatan Gawat Darurat/Breathing Management

Judul Unit : Breathing Management

Uraian Unit : Non Rebreathing Mask

Petunjuk : Memberi tanda ɣ

Penilaian Keterampilan

Keterampilan Indikator Keterampilan Ya Tidak

Persiapan Baki berisi :

tempat dan 1. Tabung oksigen lengkap dengan flow meter

alat 2. Humidifier dengan air steril

3. Non Rebreathing mask

4. Kassa

5. Alat pencatat atau alat tulis

6. Vaselin/jelly

Persiapan Menjelaskan prosedur yang akan dilakukan

pasien

Persiapan Memasang tabir

Lingkungan

Pelaksanaan

1. Mencuci tangan

2. Membantu klien pada posisi semi fowler

3. Memasang peralatan oksigen dan

humidifier.

4. Menyalakan oksigen dengan aliran sesuai

advis.

5. Mengisi udara pada kantong atau reservoir

6. Memasang masker menutupi mulut dan

hidung dan ikatkan karet fiksasi ke

belakang

7. Berikan bantalan kassa pada karet fiksasi

yang diletakkan di sela-sela daun telinga

8. Mengkaji respon pasien termasuk

kecepatan pernafasan, kedalaman dan

suara nafas (catat adanya tanda-tanda

distress pernafasan seperti takikardia,

159

pernafasan cuping hidung, sesak nafas dan
penggunaan otot bantu pernafasan)
9. Mengontrol apakah pasien sudah merasa
nyaman dan terminasi
10. Perawat mencuci tangan
11. Melakukan dokumentasi

Catatan indikator yang belum dicapai

…………………………………………….
………………………………………………

Evaluator

Keterangan: Nilai yang diperoleh (…………………………)
Nilai Nilai maksimal x 100%

1. Bila nilai 100% = Indikator dilakukan secara keseluruhan maka mahasiswa
kompeten.

2. Bila nilai kurang dari 80 % = Mahasiswa belum kompeten, sehingga
mahasiswa perlu pendampingan ulang.

RINGKASAN
Nasal cannule digunakan untuk kecepatan aliran oksigen 1-6

liter/menit, yang memerlukan konsentrasi oksigen 24% (saat diberikan oksigen 1
liter/menit) sampai 44 % (saat diberikan oksigen 6 liter/menit). Tidak boleh
diberikan kecepatan O2 yang lebih dari 6 liter/menit karena secara signifikan
tidak meningkatkan O2. Simple mask ini digunakan untuk kecepatan aliran 6-15
liter/menit. Sedangkan Nonrebreathing mask merupakan system oksigen aliran
rendah yang mempunyai konsentrasi oksigen tinggi dan dapat memberikan FiO2
lebih dari 90%.

TES 2
1. Saturasi oksigen adalah suatu ukuran seberapa banyak hemoglobin (Hb)

yang berikatan dengan oksigen. Nilai normal dari saturasi oksigen adalah
a. 95 – 100%
b. 91 – 94 %
c. 85 – 90 %
d. 81 – 84 %

160

e. 75 – 80 %
2. Terapi oksigen adalah pemberian oksigen dengan konsentrasi yang lebih

tinggi dibandingkan dengan oksigen atmosfir. Setiap peningkatan 1 liter/menit
oksigen yang diberikan melalui nasal cannul maka akan meningkatkan
konsentrasi oksigen inspirasi (FiO2) sebanyak
a. 2 %
b. 4 %
c. 6 %
d. 8 %
e. 10 %
3. Seorang laki-laki berusia 50 tahun dirawat di rumah sakit dengan keluhan
sesak nafas. Klien mendapatkan terapi oksigen dengan menggunakan simple
masker. Rekomendasi kecepatan aliran oksigen pada simple masker adalah
a. 1 – 5 liter/menit
b. 6 – 10 liter/menit
c. 11 – 15 liter/menit
d. 16 – 20 liter/menit
e. 21 – 25 liter/menit
4. Seorang laki-laki berusia 50 tahun dibawa ke Instalasi Gawat Darurat dengan
keluhan sesak nafas. Klien mendapatkan terapi oksigen dengan
menggunakan non rebreathing mask. Rekomendasi kecepatan aliran oksigen
pada non rebreathing mask agar mendapatkan konsentrasi oksigen 100 %
adalah
a. 6-9 liter/menit
b. 6 liter/menit
c. 9 liter/menit
d. 10-15 liter/menit
e. 7-10 liter/menit
5. Seorang laki-laki berusia 50 tahun dirawat di rumah sakit dengan keluhan
sesak nafas. Klien mendapatkan terapi oksigen dengan menggunakan nasal
cannul. Rekomendasi kecepatan aliran oksigen pada nasal cannul agar
mendapatkan konsentrasi oksigen 40% adalah
a. 2-3 liter/menit
b. 3-4 liter/menit
c. 4-5 liter/menit

161

d. 5 liter/menit
e. 6 liter/menit

162

KUNCI JAWABAN

Tes 1 E
1. A
2. A
3. B
4. E
5.

Tes 2 A
1. B
2. B
3. D
4. D
5.

163

GLOSARIUM
1. Ekspirasi: adalah proses udara keluar dari paru-paru
2. Flowmeter adalah tekanan kompensasi flowmeter yang memberikan aliran

yang ditentukan akurat kepada pengguna akhir dari sumber udara medis.
3. Inspirasi adalah proses udara masuk ke dalam paru-paru
4. Masker Sederhana (Simple Mask) merupakan simple face mask mengalirkan

oksigen konsentrasi oksigen 40-60% dengan kecepatan aliran 5-8 liter/menit.
5. Masker Rebreathing / RBM Mask

Rebreathing mask mengalirkan oksigen konsentrasi oksigen 60-80% dengan
kecepatan aliran 8-12 liter/menit. Memiliki kantong yang terus mengembang
baik, saat inspirasi maupun ekspirasi.
6. Masker Non Rebreathing / NRBM Mask Non rebreathing mask mengalirkan
oksigen konsentrasi oksigen sampai 80- 100% dengan kecepatan aliran 10-
12 liter/menit. P
7. Nasal kanula untuk mengalirkan oksigen dengan aliran ringan atau rendah,
biasanya hanya 2-3 L/menit
6. Terapi oksigen adalah salah satu tindakan untuk meningkatkan tekanan
parsial oksigen pada inspirasi yang dapat dilakukan dengan menggunakan
nasal kanul, simple mask, RBM mask dan NRBM mask

164

DAFTAR PUSTAKA
1. Hammond, B. and P. Zimmermann (2013). Sheehy's Manual of Emergency

Care. Missouri, Mosby Elsevier.
2. Kartikawati, D. 2011. Dasar-dasar Keperawatan Gawat Darurat. Jakarta:

Salemba Medika
3. Lynn, Pamela Barbara. 2011. Taylor’s Clinical Nursing Skilss: a Nursing

Process Approach. United States of America: Wolters Kluwer
4. Setyorini dkk. 2019. Pertolongan Pertama Gawat Darurat. Malang: UB Press
5. Silvestri, L. A. (2011). Saunders Comprehensive Review for the NCLEX-RN

Examination. S.Louise Missouri Sounders Elsevier
6. Stewart et al. 2018. Advanced Trauma Life Support: Student Course Manual.

United State of America: American College of Surgeons

165

PENUTUP
Selamat! Anda telah berhasil menyelesaikan keterampilan pada Bab 5
tentang Breathing Management. Bab ini membahas tentang keterampilan
memberikan oksigen melalui bag valve mask, simple mask, nasal cannul dan non
rebreathing mask. Penulis yakin Anda cukup memahami dan mampu melakukan
keterampilan sesuai dengan prosedur atau SOP yang sudah ada. Hal yang
penting untuk Anda ingat dari bab ini adalah kemampuan dalam melakukan
keterampilan sesuai standart operasional prosedure.
Untuk mengukur kembali pemahaman dan kemampuan dalam penguasaan
keterampilan maka setiap mahasiswa harus melakukan latihan dan juga
mengerjakan tes yang ada di setiap kegiatan praktikum.
Selamat atas keberhasilan Anda! “Sampai berjumpa pada Petunjuk
Praktikum Keperawatan Gawat Darurat dan Manajemen Bencana II.

166

BIOGRAFI PENULIS

Dewi Rachmawati lahir di Malang, 06 April 1984. Latar
belakang pendidikan keperawatan dimulai dari Diploma 3
Keperawatan Malang Politeknik Kesehatan Depkes Malang
(lulus 2005), Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners di
Universitas Brawijaya (lulus 2014), dan S2 Keperawatan
Peminatan Keperawatan Gawat Darurat di Universitas
Brawijaya (lulus 2016). Pada tahun 2017 penulis bergabung
menjadi staf pengajar di Prodi Keperawatan Blitar Jurusan
Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang.
Penulis saat ini aktif melakukan pengajaran, penelitian dan
pengabdian masyarakat di bidang keperawatan gawat
darurat

Agus Khoirul Anam merupakan salah satu dosen tetap di
Prodi Keperawatan Blitar Jurusan Keperawatan Poltekkes
Kemenkes Malang. Latar Belakang pendidikan mulai dari
Menyelesaikan S1 Keperawatan dan Ners di Stikes Surya
Mitra Husada Kediri (Lulus tahun 2008) dan Magister
Keperawatan Peminatan Keperawatan Gawat Darurat di
Universitas Brawijaya Malang (Lulus tahun 2013). Saat ini
penulis mengampu beberapa mata kuliah antara
Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Gawat Darurat
dan Manajemen Bencana, Bahasa Inggris dan
Kewirausahaan. Selain itu penulis juga aktif dalam penelitian
dan pengabdian masyarakat.

167

168


Click to View FlipBook Version