40 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO MATERI PEMBELAJARAN 2. Beban Beban merupakan semua biaya yang dikeluarkan oleh bank pada periode tertentu, baik biaya yang bersifat tunai maupun non tunai. Biaya tunai adalah biaya yang berasal dari biaya bunga dan biaya-biaya lainyang dibayar secara tunai. Biaya nontunai berasal dari pembebanan atas suatu asset tetap sesuai umur ekonomisnya. Beban ini sendiri dibagi menjadi dua yaitu beban operasional dan beban nonoperasional. a. Beban Operasional Beban operasional merupakan beban-beban yang dikeluarkan terkait aktivitas utama bank. Misalnya, beban bunga, beban administrasi dan umum, beban personalia dan sebagainya. b. Beban Non Operasional Beban non operasional merupakan beban-beban yang dikeluarkan bukan untuk aktivitas utama bank, sehingga beban ini bersifat tidak rutin. Misalnya, kerugian atas penjualan asset tetap, kerugian penjualan surat berharga dan sebagainya. E. Bagan Rekening Laba/Rugi Berikut ini akan diberikan contoh tabel rekening laba/rugi bank beserta pemberian kode nomor rekening. Tabel 3.4 Sistematika Bagan Rekening Laba/Rugi No. Rek. Nama Rekening 4 PENDAPATAN 40 Pendapatan Dalam Rupiah 401 Pendapatan Operasional 4011 Pendapatan Bunga 40111 Pendapatan Bunga Pembiayaan Kredit 40112 Pendapatan Bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) 40113 Pendapatan Bunga Pinjaman Antar Bank 40114 Pendapatan Bunga Giro 40115 Pendapatan Bunga Deposito Berjangka 40116 Pendapatan Bunga Interbank Call Money 40117 Pendapatan Bunga Surat Berharga 40118 Pendapatan Bunga Pembiayaan Bersama 4012 Pendapatan Provisi dan Komisi 40121 Pendapatan Provisi dan Komisi Kredit 40122 Pendapatan Provisi dan Komisi Selain Kredit 402 Pendapatan Non Operasional 4021 Keuntungan Penjualan Aset Tetap 4022 Pendapatan Dividen
41 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO MATERI PEMBELAJARAN No. Rek. Nama Rekening 4023 Pendapatan Sewa 41 Pendapatan dalam Valuta Asing (Valas) 411 Pendapatan Operasional 4111 Pendapatan Bunga 41111 Pendapatan Bunga Pembiayaan Kredit Luar Negeri 41112 Pendapatan Bunga Giro Valas 41113 Pendapatan Bunga Deposito Berjangka Valuta Asing 4112 Pendapatan Provisi dan Komisi 4113 Pendapatan Transaksi Valuta Asing 41131 Pendapatan Transaksi Spot 41132 Pendapatan Transaksi Forward 41133 Pendapatan Atas L/C Impor 41134 Pendapatan Atas L/C Ekspor 412 Pendapatan Non Operasional 4121 Pendapatan dari Selisih Kurs 5 BEBAN 50 Beban Dalam Rupiah 501 Beban Operasional 5011 Beban Bunga 50111 Beban Bunga Kredit yang Diterima 50112 Beban Bunga Transaksi Antar Bank 50113 Beban Bunga Giro 50114 Beban Bunga Deposito Berjangka 50115 Beban Bunga Interbank Call Money 50116 Beban Bunga Pinjaman yang Diterima 50117 Beban Bunga Penjualan SBPU 5012 Beban Hadiah 5013 Beban Provisi dan Komisi Penerimaan Dana 5014 Beban Asuransi 5015 Beban Transaksi Pasar Modal 5016 Beban Penghapusan Aktiva Produktif 5017 Beban Penyusutan Aset Tetap 5018 Beban Penurunan Nilai Surat Berharga 5019 Beban Overhead 50191 Beban Administrasi dan Umum 50192 Beban Personalia
42 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO MATERI PEMBELAJARAN F. Pengelompokan Rekening Administratif Transaksi komitmen dan kontingensi merupakan peristiwa yang memungkinkan terjadinya perubahan asset yang berupa tagihan atau kewajiban bank di masa yang akan datang. Transaksi ini akan dicatat ke dalam rekening administratif dalam bentuk pencatatan single entry system. Dari transaksi komitmen dan kontingensi yang terjadi selama periode tertentu, dalam buku besar bank akan terdapat rekening administratif yang merupakan tagihan dan kewajiban. Pos-pos tagihan dan kewajiban yang terjadi akibat peristiwa komitmen dan kontingensi dikelompokkan sebagai berikut: 1. Komitmen Komitmen adalah ikatan atau kontrak yang berupa janji yang tidak dapat dibatalkan secara sepihak oleh pihak-pihak yang melakukan perjanjian dan harus dilaksanakan apabila semua persyaratan yang telah disepakati bersama dipenuhi. Komitmen dibagi menjadi dua, yaitu tagihan komitmen dan kewajiban komitmen. a. Tagihan Komitmen Berikut rekening-rekening yang termasuk dalam tagihan komitmen: 1) Fasilitas Pinjaman yang Diterima dan Belum Digunakan Rekening ini merupakan fasilitas pinjaman yang telah disetujui diterima oleh bank dari pihak lain, dan oleh bank yang bersangkutan belum digunakan (ditarik). Pos fasilitas pinjaman yang diterima akan berkurang seiring dengan penarikan dana oleh bank penerima fasilitas. Sehingga yang menjadi tagihan komitmen adalah sisa fasilitas pinjaman yang belum digunakan. No. Rek. Nama Rekening 50193 Beban Overhead Lainnya 502 Beban Non Operasional 5021 Denda/Sanksi 5022 Kerugian Penjualan Aset Tetap 51 Beban Dalam Valuta Asing 511 Beban Operasional 5111 Beban Bunga 51111 Beban Bunga Transaksi Antar Bank 51112 Beban Bunga Giro Valuta Asing 51113 Beban Bunga Tabungan Valuta Asing 51114 Beban Bunga Interbank Call Money 5112 Beban Provisi dan Komisi Valuta Asing 512 Beban Non Operasional 5121 Beban Non Operasional Valuta Asing Sumber: Akuntansi Perbankan dan Keuangan Mikro Kelas XI, Anita Prasasti, S.Pd., M.M, tahun 2019
43 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO MATERI PEMBELAJARAN 2) Pembelian Berjangka Valuta Asing Pos ini timbul karena adanya transaksi pembelian valuta asing berdasarkan perjanjian pembelian berjangka (contract forward). Pada transaksi ini valuta asing yang dibeli baru akan diterima pada waktu yang akan datang sesuai perjanjian yang ditetapkan dalam kontrak pembelian. Nilai valuta asing yang dibeli menurut harga yang ditentukan dalam kontrak pembelian inilah yang diperlakukan sebagai tagihan komitmen. 3) Pembelian Valuta Asing Tunai (Spot) Pos ini timbul jika terjadi pembelian valuta asing secara tunai yang belum terselesaikan pada tanggal penyusunan laporan posisi keuangan bank. Hal ini dapat terjadi karena dalam transaksi jual beli valuta asing secara tunai, terkadang penyerahan valuta asing yang diperjualbelikan tidak langsung dilakukan tepat pada hari terjadinya transaksi, namun akan dilakukan dalam beberapa hari kerja setelah tanggal transaksi. b. Kewajiban Komitmen Pos-pos yang termasuk dalam kewajiban komitmen antara lain: 1) Fasilitas Kredit yang Diberikan Kepada Nasabah dan Belum Digunakan Pos ini merupakan fasilitas kredit yang telah disetujui oleh bank kepada nasabah dan belum digunakan (ditarik) oleh nasabah yang bersangkutan. Pada saat penyusunan laporan posisi keuangan bank, kewajiban komitmen ini harus disajikan dalam laporan komitmen dan kontingensi. 2) Pembelian Kembali Aset Tetap yang Dijual dengan Syarat Repo Penjualan asset tetap dengan perjanjian pembelian kembali (repurchase agreement) atau dengan syarat repo, mengakibatkan timbulnya kewajiban komitmen bahwa pada waktu dan dengan harga yang telah ditetapkan dalam perjanjian, bank mempunyai kewajiban untuk membeli kembali asset yang bersangkutan. Sehingga pada saat penyusunan laporan posisi keuangan bank, kewajiban komitmen ini harus disajikan dalam laporan komitmen dan kontingensi. 3) Irrevocable L/C dan Masih Berjalan Dalam Rangka Ekspor Impor Letter of Credit yang tidak dapat dibatalkan (irrevocable L/C) yang diterbitkan bank dalam rangka kegiatan ekspor dan impor adalah jaminan bank atas pembayaran barang yang dibeli oleh importir. Sehingga L/C yang tidak dapat dibatalkan dan masih berjalan harus disajikan dalam laporan komitmen dan kontingensi. 4) Akseptasi Wesel Impor atas dasar L/C Berjangka Akseptasi (penandatanganan) wesel impor atas dasar L/C berjangka yang ditarik oleh pihak eksportir, merupakan jaminan bank penerbit L/C untuk melakukan pembayaran kepada pihak terkait sejumlah nominal wesel. Dengan demikian maka akseptasi wesel impor atas dasar L/C berjangka harus disajikan dalam laporan komitmen dan kontingensi.
44 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO MATERI PEMBELAJARAN 5) Penjualan Berjangka Valuta Asing Pos ini timbul karena adanya transaksi penjualan valuta asing berdasarkan perjanjian penjualan berjangka (contract forward). Pada transaksi ini valuta asing yang dijual baru akan diberikan pada waktu yang akan datang sesuai perjanjian yang ditetapkan dalam kontrak penjualan. Nilai valuta asing yang dijual menurut harga yang ditentukan dalam kontrak penjualan ini yang harus diperlakukan sebagai kewajiban komitmen. Jika pada tanggal penyusunan laporan posisi keuangan transaksi penjualan valas belum diselesaikan, tagihan komitmen harus diinformasikan dalam laporan keuangan. 6) Penjualan Valuta Asing Tunai (Spot) Pos ini timbul apabila terjadi transaksi penjualan valuta asing secara tunai yang belum terselesaikan pada tanggal penyusunan laporan posisi keuangan bank. Dalam transaksi jual beli valas secara tunai, terkadang penyerahan valuta asing yang diperjualbelikan tidak langsung dilakukan tepat pada hari terjadinya transaksi, namun akan dilakukan beberapa hari kerja setelah tanggal transaksi. Oleh sebab itu, transaksi yang belum terselesaikan pada saat penyusunan laporan posisi keuangan bank tersebut harus diinformasikan sebagai komitmen dalam laporan keuangan. 2. Kontingensi Kontingensi adalah kondisi dengan hasil akhir adanya keuntungan atau kerugian yang baru dapat diketahui setelah terjadinya satu peristiwa atau beberapa peristiwa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Kontingensi dibagi menjadi dua, yaitu tagihan kontingensi dan kewajiban kontingensi. a. Tagihan Kontingensi 1) Garansi dari Bank Lain Merupakan segala bentuk garansi atau jaminan yang diterima bank dari bank lain yang memungkinkan terjadinya tagihan bank kepada pihak bank penjamin, yaitu dalam hal pihak yang dijamin tidak dapat memenuhi kewajiban. 2) Pembelian Opsi Valuta Asing Merupakan opsi yang dimiliki oleh bank dan memberikan hak pilihan kepada bank yang bersangkutan untuk merealisasikan atau tidak kontrak jual beli valuta asing sesuai dengan ketentuan (persyaratan) yang dimuat dalam opsi. Transaksi pembelian valuta opsi valuta asing yang masih berjalan (belum diselesaikan) pada tanggal penyusunan laporan posisi keuangan bank, harus dilaporkan dalam rupiah menggunakan kurs tengah pada tanggal laporan posisi keuangan, dalam kelompok tagihan kontingensi pada laporan komitmen kontingensi. 3) Pendapatan Bunga Dalam Penyelesaian Tunggakan bunga dari debitur yang telah dinyatakan tidak lancar menurut kriteria bank (asset produktif non performing), dalam akuntansi tidak diakui sebagai pendapatan bunga. Tunggakan bunga
45 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO MATERI PEMBELAJARAN tersebut baru diakui sebagai pendapatan bunga pada saat benarbenar diterima pembayarannya. Tunggakan bunga tidak lancar ini masih mengandung kemungkinan diterima kembali atau tidak. Oleh sebab itu harus dicatat dalam rekening administratif dalam kelompok tagihan kontingensi pada laporan komitmen kontingensi. b. Kewajiban Kontingensi 1) Garansi yang Diberikan Merupakan semua garansi atau jaminan yang diberikan bank kepada pihak lain, seperti penjaminan dalam bentuk bank garansi risk sharing, stanby L/C, bid nonds, performance bonds, dan advance payment bonds. Semua bentuk jaminan yang masih berjalan tersebut harus dilaporkan dalam kelompok kewajiban kontingensi pada laporan komitmen kontingensi. 2) Revocable L/C Dalam Rangka Ekspor Impor Letter of Credit yang dapat dibatalkan (revocable L/C) adalah L/C yang dapat dibatalkan secara sepihak oleh bank penerima sehingga transaksi tersebut masih merupakan kemungkinan (kontingensi). Pada saat penyusunan laporan posisi keuangan bank, L/C yang diterbitkan dalam rangka ekspor impor dan masih berjalan tersebut harus dilaporkan dalam kelompok kewajiban kontingensi pada laporan komitmen kontingensi. 3) Penjualan Opsi Valuta Asing Penjualan opsi valuta asing oleh bank mengakibatkan kemungkinan timbulnya kewajiban bank untuk menyerahkan valuta asing dengan harga yang telah ditetapkan dalam opsi. Dengan demikian, transaksi penjualan opsi valuta asing yang maish berjalan (belum diselesaikan) pada tanggal penyusunan laporan posisi keuangan bank, harus dilaporkan dalam rupiah dengan menggunakan kurs tengah pada tanggal neraca, dalam kelompok kewajiban kontingensi pada laporan komitmen kontingensi. G. Bagan Rekening Administratif Komitmen dan Kontingensi Berikut ini akan diberikan contoh tabel rekening administratif komitmen dan kontingensi Tabel 3.5 Sistematika Rekening Administratif Komitmen Kontingensi No. Rek Nama Rekening 6 KOMITMEN 60 Tagihan Komitmen 601 Fasilitas Pinjaman yang Diterima dan Belum Digunakan 602 Pembelian Berjangka Valuta Asing 603 Pembelian Tunai Valuta Asing 61 Kewajiban Komitmen
46 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO MATERI PEMBELAJARAN No. Rek Nama Rekening 611 Fasilitas Kredit kepada Nasabah dan Belum Digunakan 612 Pembelian Kembali Aset Tetap yang Dijual Dengan Syarat Repo 613 Irrevocable L/C dan Masih Berjalan Dalam Rangka Ekspor Impor 614 Akseptasi Wesel Impor Atas Dasar L/C Berjangka 615 Penjualan berjangka Valuta Asing 616 Penjualan Tunai Valuta asing 7 KONTINGENSI 70 Tagihan Kontingensi 701 Garansi Bank Lain 7011 Bank Garansi 7012 Risk Sharing 7013 Garansi Bank Lainnya 702 Pembelian Opsi Valuta Asing 703 Pendapatan Bunga Dalam Penyelesaian 71 Kewajiban Kontingensi 711 Garansi yang Diberikan 7111 Penerbitan Risk Sharing 7112 Penerbitan Stanby L/C 7113 Penerbitan Bid Bonds 7114 Penerbitan Advance Payment Bonds 7115 Akseptasi Surat Berharga 712 Revocable L/C yang Masih Berjalan Dalam Rangka Ekspor Impor 713 Penjualan Opsi Valuta Asing Sumber: Akuntansi Perbankan dan Keuangan Mikro Kelas XI, Anita Prasasti, S.Pd., M.M, tahun 2019
47 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO CAKRAWALA Sejarah Mobile Banking di Indonesia Saat ini, dunia perbankan berusaha mempermudah akses nasabahnya dalam melakukan transaksi. Salah satunya adalah dengan hadirnya Mobile Banking atau M-Banking. Layanan perbankan melalui alat komunikasi (handphone) ini cukup praktis penggunaannya. Sesuai namanya ini benar-benar mobile dan bisa digunakan dimana saja dan kapan saja, sepanjang tersambung dengan jaringan operator. Jadi, nasabah tidak perlu lagi pergi ke ATM untuk melakukan transaksi. Memudahkan Nasabah Mobile Banking menjadi sangat terkenal karena kemudahan yang diberikan kepada nasabah. Nasabah dapat mengakses informasi debit/kredit, melakukan pembayaran rekening, mengecek jumlah tabungan, histori transaksi dan lain sebagainya. Nasabah juga bisa mendapatkan konektivitas mobile, meskipun ketika berada di daerah terpencil atau pada saat bermasalah dengan jaringan internet. Berbeda dengan layanan Online Banking yang membutuhkan jaringan internet yang kuat. Layanan ini juga sangat mudah dimengerti karena tampilannya yang sangat mudah. Nasabah hanya perlu mengikuti instruksi untuk melakukan transaksi. Selain itu, layanan ini dapat mengurangi risiko tindak fraud, karena nasabah akan mendapatkan pemberitahuan melalui SMS ketika terdapat aktivitas pada rekeningnya. Pemberitahuan tersebut meliputi setoran, penarikan uang, transfer antar rekening, dan lain sebagainya. Nah, setelah mendapatkan berbagai manfaat dari layanan Mobile Banking, sebetulnya, bagaimana sih sejarah dari Mobile Banking? Kapan kira-kira layanan ini mulai diluncurkan? Pemanfaatan Teknologi Mobile Banking diluncurkan pertama kali oleh Excelcom pada akhir 1995. Peluncuran tersebut mendapatkan respons yang beragam dari masyarakat. Kemunculan Mobile Banking ini dilatarbelakangi oleh keinginan bank-bank untuk mendapatkan kepercayaan penuh dari para nasabahnya. Salah satu caranya adalah memanfaatkan teknologi.
48 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO CAKRAWALA Saat itu, teknologi yang tumbuh dengan pesat harus dimanfaatkan dengan cermat dan tepat. Berbagai macam teknologi memberikan terobosan-terobosan baru yang dapat digunakan oleh bank untuk meningkatkan kualitas layanan kepada nasabahnya. Dari hal tersebut, bank-bank yang ada di seluruh dunia membuat suatu inovasi baru dengan meluncurkan Mobile Banking. Keuntungan dan Kerugian Munculnya Mobile Banking itu sendiri tidak hanya berhubungan dengan bank saja, tetapi juga bekerja sama dengan operator selular. Sehingga dapat dilihat bahwa keberadaan Mobile Banking memberikan keuntungan kepada semua kalangan seperti bank, operator selular dan nasabah bank pengguna Mobile Banking. Untuk nasabah, jelas mereka tidak perlu repot pergi ke ATM untuk melakukan transaksi. Bahkan, nasabah juga bisa melakukan pengisian pulsa melalui layanan ini. Namun, tak ada gading yang tak retak. Pemanfaatan teknologi Mobile Banking pun memiliki kekurangan. Dari sisi bank, tentu menjadi sepi pengunjung, karena nasabah lebih memilih untuk bertransaksi mobile. Untuk nasabah, layanan ini lebih rentan terkena ‘smishing’. Hal ini terjadi ketika pengguna Mobile Banking menerima SMS palsu yang menanyakan detail rekening bank dari seorang hacker. Tak sedikit nasabah yang terjebak dan dikuras uangnya. Selain itu, dari sisi biaya, nasabah juga tetap harus membayar biaya SMS untuk setiap melakukan transaksi. BCA yang Pertama Meluncurkan Mobile Banking Di Indonesia, baik bank pemerintah maupun bank swasta, berlomba-lomba untuk meluncurkan teknologi Mobile Banking. Bank Central Asia (BCA) misalnya, sebagai salah satu bank swasta terbesar di Indonesia. Bank Central Asia merupakan bank pertama yang meluncurkan sistem Mobile Banking di Indonesia. Layanan Mobile Banking BCA dikenal dengan nama m-BCA. Selanjutnya, Bank Mandiri, BRI, BII, CIMB Niaga juga turut meluncurkan layanan ini. Hingga kini Mobile Banking menjadi favorit bagi nasabah dalam melakukan transaksi. Ditambah sekarang Mobile Banking tak hanya dapat diakses di web, namun juga app mobile, seperti Google Store dan Apple Store.
49 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO JELAJAH INTERNET Untuk menambah wawasan lebih jauh mengenai konsep dan mekanisme debet kredit akuntansi bank, kalian juga dapat mempelajari secara mandiri melalui internet. Di internet kalian bisa mempelajari lebih jauh materi tentang konsep-konsep tersebut disertai penjelasan menggunakan video. Salah satu website yang dapat kalian kunjungi untuk menambah wawasan dan pemahaman kalian tentang mekanisme debet dan kredit akuntansi bank adalah sebagai berikut: https://www.maxmanroe.com/vid/finansial/pengertian-debit-dan-kredit.html https://www.youtube.com/watch?v=Zw-SIVfiU68 RANGKUMAN 1. Sistematika rekening bank yang mencakup penggunaan nama, struktur, dan hubungan antar rekening perlu ada keseragaman agar laporan keuangan yang dihasilkan mudah dipahami dan mudah dibandingkan. 2. Rekening bank dibagi menjadi 3, yaitu rekening laporan posisi keuangan (neraca) atau akun riil, rekening laba/rugi atau akun nominal, dan rekening administratif. 3. Rekening neraca dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu asset, liabilitas, dan ekuitas. 4. Rekening laba/rugi dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu pendapatan dan beban. Pendapatan terdiri dari pendapatan operasional dan pendapatan non operasional. Begitu juga dengan beban, terdiri dari beban operasional dan beban non operasional. 5. Rekening adminitratif dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu komitmen dan kontingensi. Komitmen terdiri dari tagihan komitmen dan kewajiban komitmen. Begitu pula dengan kontingensi, terdiri dari tagihan kontingensi dan kewajiban kontingensi.
50 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO Setelah mempelajari bab ketiga ini, Anda tentu menjadi paham tentang mekanisme debet dan kredit akuntansi bank. Dari semua materi yang sudah dijelaskan ada bab tiga ini, mana yang menurut Anda paling sulit dipahami? Coba Anda diskusikan dengan teman maupun guru Anda, karena konsep ini akan berhubungan dengan materi-materi yang akan dibahas di bab-bab selanjutnya. Untuk lebih memahami lagi materi tentang debet kredit akuntansi bank, kerjakan tugas berikut! Carilah referensi dari berbagai sumber belajar tentang siklus akuntansi keuangan dan siklus akuntansi perbankan, identifikasi apakah ada persamaan dan perbedaan antara keduanya. Buatlah rangkuman dari hasil identifikasi tersebut dan presentasikan kepada guru dan teman sekelas Anda! TUGAS MANDIRI PENILAIAN AKHIR BAB Kerjakanlah soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! 1. Jelaskan yang Anda ketahui tentang penempatan pada bank lain dan sebutkan akun-akun dari penempatan pada bank lain! 2. Jelaskan alasan dibentuknya pos aktiva lain-lain dan sebutkan akun yang termasuk ke dalam pos tersebut! 3. Jelaskan perbedaan dari pendapatan operasional dan nonoperasional serta berikan contoh akunnya! 4. Jelaskan perbedaan dari revocable L/C dan irrevoc analisislah pos kelompok kedua akun tersebut dalam laporan komitmen dan kontingensi! 5. Jelaskan yang dimaksud bunga dalam penyelesaian! REFLEKSI
51 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO TUJUAN PEMBELAJARAN Dalam mempelajari materi tentang konsep akuntansi tabungan ini, memiliki tujuan kognitif supaya siswa memiliki kompetensi menerapkan konsep tersebut dalam praktek berkaitan dengan transaksi-transaksi tabungan dengan tepat dan mandiri baik di lingkup bank sekolah, tempat magang atau praktek kerja industri (prakerin) maupun dalam dunia perbankan yang sesungguhnya. Secara khusus tujuan pembelajaran pada Bab Akuntansi Tabungan ini antara lain : 1. Mendefinisikan pengertian tabungan, sarana penarikan dana, dan jenis-jenis tabungan 2. Menyebutkan persyaratan penyelenggaraan tabungan 3. Menjelaskan fasilitas pelayanan tabungan 4. Menjelaskan pencatatan dalam akuntansi tabungan (pembukaan tabungan, penyetoran dan penarikan tabungan serta penutupan tabungan) 5. Menghitung bunga tabungan dan melakukan pencatatan transaksi bunga. BAB IV AKUNTANSI TABUNGAN PETA KONSEP BAB IV AKUNTANSI TABUNGAN Pengertian, Sarana Penarikan dan Jenis Tabungan Tabungan Akuntansi Tabungan Persyaratan Penyelenggaraan Tabungan Fasilitas Pelayanan Tabungan Pencatatan Transaksi Tabungan Perhitungan Bunga dan Pajak 1. Pembukaan Rekening 2. Penyetoran 3. Penarikan 4. Penutupan Rekening KATA KUNCI Akuntansi (Accounting), Tabungan (Saving), Setoran, Penarikan, Pemindahan (Transfer), Kliring, Penutupan Rekening, Bunga
52 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO PENDAHULUAN “Bank” like as we know kegiatan utama bank adalah menyimpan dan mengumpulkan dana dari masyarakat (dinamakan: simpanan), selanjutnya menyalurkan dana kepada masyarakat (dinamakan: kredit/ pinjaman). Di era ini, hampir seluruh masyarakat memiliki tabungan di bank, selain digunakan sebagai sarana menyimpan uang, tabungan saat ini juga ditambahkan beberapa fasilitas-fasilitas yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Fasilitas tersebut seperti fasilitas debit, fasilitas ATM, transfer dan sebagainya. Dalam bab ini dibahas mengenai pengertian tabungan, jenis tabungan, persyaratan penyelenggaraan tabungan, pelayanan ATM dan fasilitas lain yang berkaitan dengan tabungan, pencatatan akuntansi tabungan mulai dari pembukaan rekening tabungan, mutase rekening tabungan, bunga tabungan berdasarkan suku bunga tertentu Gambar 4.1 Macam-Macam Buku Tabungan Sumber : infoperbankan.com
53 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO MATERI PEMBELAJARAN A. Tabungan (Saving) 1. Pengertian Tabungan Tabungan, seperti yang kita kenal merupakan salah satu bentuk simpanan yang tidak asing lagi dikalangan masyarakat masa kini. Tabungan bisa terbentuk karna adanya kegiatan masyarakat menabung, mulai dari metode menabung sederhana dengan menyimpan uang di bawah bantal, ini biasanya banyak dilakukan oleh masyarakat jaman dahulu. Kini, metode atau cara menabung sudah lebih modern, dengan cara menabung di bank atau Lembaga keuangan. Tabungan juga dapat dimaknai sebagai bentuk kepercayaan masyarakat melalui dana yang dipercayakan pada bank dengan perjanjian penyimpanan. Sedangkan menurut UU No. 10 Tahun 1998 Pasal 1 Ayat 9, tabungan merupakan bentuk simpanan yang mana pengambilannya mematuhi atau memperhatikan syarat tertentu yang disepakati. Namun untuk sarana pengambilannya, tabungan tidak dapat diambil menggunakan beberapa warkat ini, yaitu cek dan BG. Dapat disimpulkan bahwa tabungan adalah salah satu simpanan pada bank yang mana pengambilannya dapat dilakukan kapan saja dengan menggunakan slip penarikan atau fasilitas lain. 2. Sarana Penarikan Dana Sarana-sarana untuk penarikan dana pada rekening tabungan yang ada di Bank, yaitu: a. Buku Tabungan: Buku yang merupakan catatan mengenai mutasi rekening tabungan. Mulai dari transaksi setoran, penarikan, saldo dan beban pajak serta bunga tabungan b. Slip Penyetoran: formulir yang digunakan saat menyetorkan sejumlah uang ke dalam tabungan nasabah. c. Slip Penarikan: formulir yang digunakan melakukan penarikan uang atau dana dari tabungan nasabah. d. Kartu Automated Teller Machine atau kartu ATM, yaitu kartu yang digunakan untuk menyetorkan dan menarik sejumlah uang yang ada dalam tabungan pada mesing ATM terdekat, tanpa harus datang ke bank. e. Electronics Banking atau biasa disebut dengan e-banking (yang berbentuk Internet Banking, Mobile Banking dan Sms Banking) yaitu fasilitas yang digunakan untuk memindahkan uang (transfer) dari satu rekening tabungan ke rekening tabungan lain dengan menggunakan transaksi elektronik via ponsel, tanpa datang ke bank ataupun ke mesin ATM 3. Jenis Tabungan di Indonesia Berikut adalah jenis-jenis tabungan yang ada di Indonesia, antara lain: a. Tabungan Konvensional Tabungan Konvensional merupakan tabungan yang ada di bankbank konvensional. Tabungan ini mempunyai fasilitas kartu ATM yang dapat dipergunakan diberbagai gerai ATM, fasilitas lain yaitu E-Banking (Internet Banking, Mobile Banking dan Sms Banking) yang bisa digunakan di handphone. Untuk penerapan bunga, sesuai dengan suku bunga yang berlaku. Selain bunga, nasabah dikenakan biaya administrasi setiap bulannya. Biaya admin untuk masing-masing bank berbeda tergantung kebijakan bank.
54 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO MATERI PEMBELAJARAN b. Tabungan Berjangka Salah satu jenis tabungan yang merupakan tabungan berjangka yakni deposito. Karakteristik produk ini ialah dibatasi oleh termin waktu, artinya tidak dapat diambil kapan saja karna ada timing pengambilan sesuai perjanjian. Jangka waktu itu antara lain satu bulan, tiga bulan, enam bulan dan dua bulan. Biasanya bunga yang ditawarkan lebih besar daripada tabungan konvensional c. Tabungan Bisnis Nama lain dari tabungan bisnis adalah giro, merupakan jenis tabungan yang umumnya digunakan oleh perusahaan. Produk ini tidak mendapatkan buku tabungan namun akan mendapatkan rekening koran pada setiap awal bulan berikutnya, yang berisi mutasi transaksi selama satu bulan. Sedangkan untuk kegiatan penyetoran menggunakan slip penyetoran, namun untuk pengambilan menggunakan cek dan Bilyet Giro (BG). Gambar 4.2 Iklan OJK tentang Bunga Deposito Sumber: sikapiuangmu.ojk.go.id Gambar 4.3 Bilyet Giro Bank BCA Sumber : bca.co.id
55 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO MATERI PEMBELAJARAN d. Tabungan Haji Tabungan haji merupakan tabungan yang diberikan oleh bank guna memudahkan nasabahnya untuk mendaftarkan diri melakukan ibadah haji. Dana dikumpulkan dalam tabungan ini hingga cukup untuk bisa didaftarkan ke Kementrian Agama, agar tercatat untuk dapat nomer antrian pemberangkatan ibadah haji. Fasilitas dalam tabungan ini termasuk dengan asuransi jiwa dan kecelakaan. e. Tabungan Investasi Tabungan investasi biasanya memiliki induk tabungan dari satu broker atau pialang saham dan nasabahnya akan mendapatkan Rekening Dana Investor (RDI) yang akan digunakan untuk bertransaksi dan menerima hasil keuntungan dari investasi tersebut. f. Tabungan Mata Uang Asing (Valas) Tabungan mata uang asing adalah tabungan yang pada umumnya digunakan investasi dimana ketika harga dollar turun, nasabah membelinya. Ketika harga mata uang dollar meningkat akan diperoleh keuntungan dari selisih harga jual dengan harga beli. g. Tabungan Anak Kebiasaan baik yang harus ditumbuhkan mulai dari saat ini adalah mendidik anak untuk menabung. Sesuai dengan namanya tabungan anak, untuk setoran awal dan penyetoran berikutnya relatif kecil dibandingkan dengan tabungan yang lain. Gambar 4.4 Program Tabungan Haji Sumber: duitologi.com
56 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO MATERI PEMBELAJARAN 4. Persyaratan Penyelenggaraan Tabungan Persyaratan tersebut ada agar pelayanan kepada nasabah optimal, aman, mudah dan menguntungkan baik bagi bank maupun bagi nasabah. Persyaratan tersebut antara lain: a. Bank Penyelenggara Tabungan Seluruh lembaga dalam bentuk bank, menyelenggarakan tabungan, termasuk bank milik pemerintah maupun bank milik swasta, seluruh bank umum serta bank yang bergerak dalam bidang Perkreditan Rakyat atau biasa disebut BPR, kecuali bank asing. b. Persyaratan bagi Penabung sebagai Pembuka Rekening Dalam menyelenggarakan tabungan selain syarat bank penyelenggara, terdapat juga syarat bagi penabung atau pembuka rekening adalah setoran minimal pembukaan tabungan, nominal penarikan, identitas pembuka tabungan atau calon nasabah serta data dan dokumen kelengkapan lainnya yang dibutuhkan sesuai ketentuan yang digunakan di bank yang bersangkutan. c. Jumlah Setoran Jumlah setoran juga menjadi syarat penyelenggaraan tabungan. Bank menetapkan setoran minimum untuk pembukaan rekening dan setoran minimun untuk setoran regular atau tansaksi biasa. d. Nominal Penarikan Tabungan Nominal penarikan tabungan memiliki batas penarikan, artinya nasabah tidak bisa menarik seluruh nominal dana yang ada di rekeningnya, melainkan harus ada saldo mengendap sesuai dengan ketentuan bank di awal pembukaan rekening. Selain membatasi nasabah dari segi jumlah penarikan, bank yang juga membatasi intensitas atau frekuensi penarikan tiap harinya. Gambar 4.5 Program Tabungan Pendidikan Sumber : catatanfinansial.com
57 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO MATERI PEMBELAJARAN e. Bunga Tabungan Bunga adalah bagian terpenting yang diinginkan oleh nasabah dalam membuka rekening tabungan di bank. Bunga sebagai salah satu imbal balik atas kepercayaan nasabah untuk menyimpan uangnya di bank. Besarnya bunga tabungan dan cara perhitungan bunga menggunakan metode tertentu berdasar kebijakan bank-bank yang bersangkutan. Bunga ini biasanya diberikan tiap akhir bulan dengan mengkredit rekening tabungan nasabah. f. Penutupan Tabungan Penutupan rekening ini bisa dilakukan baik oleh bank penyelenggara maupun oleh nasabah. Untuk penutupan rekening oleh nasabah karena alasan yang bermacam-macam, seperti : sudah tidak memerlukan lagi, ganti ke rekening bank yang lain dan sebagainya. Penutupan rekening oleh nasabah tentunya dengan menyertakan beberapa persyaratan yang dibutuhkan dalam penutupan tersebut. Untuk penutupan rekening yang dilakukan oleh bank ini dikarenakan salah satunya adalah nasabah tidak melakukan transaksi selama 3 bulan berturut, hal ini akan secara otomatis dilakukan penutupan rekening oleh pihak bank. 5. Fasilitas Pelayanan Tabungan a. Fasilitas Debit Fasilitas debit adalah fasilitas yang dapat dinikmati nasabah pada gerai-gerai tertentu yang memiliki EDC atau yang sering disebut mesin gesek. Apakah itu EDC? EDC adalah Electronic Data Capture yang berarti sebuah alat untuk menerima pembayaran yang dapat menghubungkan antar rekening bank, fungsinya untuk memindahkan dana secara realtime. Sesuai namanya Fasilitas Debit adalah fasilitas yang mendebet (mengurangi) saldo rekening nasabah untuk pembayaran atas transaksi yang dilakukan. Fasilitas ini biasanya digunakan di pusat perbelanjaan untuk melayani pembayaran nontunai. Ini adalah salah bentuk kemudahan dan kenyamanan bertransaksi tanpa harus membawa uang tunai yang banyak. Gambar 4.6 Mesin EDC (Electronic Data Capture) Sumber : inet.detik.com
58 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO MATERI PEMBELAJARAN b. Fasilitas ATM Di era milenial ini, hampir seluruh masyarakat memiliki dan menggunakan Kartu ATM untuk mempermudah transaksi yang berhubungan dengan keuangan, agar tidak berkali-kali ke bank dalam sehari, cukup datang ke ATM terdekat. ATM (Automated Teller Machine), jika diterjemahkan ke dalam bahasa ibu kita adalah mesin teller otomatis. Ini artinya ATM adalah mesin yang dapat mengeluarkan uang (penarikan) dan menelan uang (setoran) sesuai perintah yang diminta oleh nasabah melalui perintah yang tertera pada layar. ATM merupakan sarana penting dalam pengambilan uang dan penyetoran uang tanpa harus datang ke bank. ATM ini merupakan mesin yang dapat melayani kebutuhan nasabah secara otomatis setiap saat (24 jam) dan 7 hari dalam seminggu termasuk hari libur. Di era ini ATM di juga diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia yang sering disebut sebagai Anjungan Tunai Mandiri. Pelayanan yang diberikan ATM dan Kartu ATM antara lain : 1) Penarikan uang tunai Nasabah dapat melakukan penarikan uang tunai diberbagai ATM yang memiliki hubungan dengan bank penerbit. Besarnya penarikan tergantung pada selain pada saldo minimal penarikan perhari, juga bergantung pada saldo ATM yang bersangkutan 2) Setoran Tunai Nasabah dapat melakukan setoran tunai melalui ATM bertanda Setor Tunai. Jadi nasabah tidak datang ke bank untuk setor, akses cepat dan minim antrian seperti transaksi pelayanan di bank. Gambar 4.7 Mesin ATM Mandiri Sumber : republika.co.id
59 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO MATERI PEMBELAJARAN 3) Transfer (pemindahan dana/uang) ke bank yang sama maupun ke bank yang berbeda Nasabah dapat melakukan transfer melalui ATM ke bank mana saja, asal saldo yang ada di rekening yang bersangkutan memenuhi. Kegiatan transfer ini biasanya ada yang dikenakan biaya administrasi, namun juga ada bank tertentu yang biaya administrasinya adalah Rp. 0 (Nol rupiah). Saat hampir seluruh transaksi jual beli online menggunakan fasilitas transfer ini. Ini adalah salah satu bentuk digitalisasi transaksi pada masa kini. 4) Dapat digunakan untuk aktifitas pembayaran lainnya seperti: listrik, telepon, isi pulsa, angsuran kredit dan sebagainya. c. Fasilitas E-Banking (Electronics Banking) Era milenial (Generasi 4.0) adalah era dimana pengontrolan dunia ada digenggaman tangan artinya seluruh bidang mengalami pergeseran dari manual ke digital dan online. Dunia perbankan juga tidak ingin ketinggalan dengan inovasi menuju era 4.0, hal ini ditunjukkan dengan adanya E-Banking. Transaksi yang dapat dilakukan menggunakan E-Banking ini adalah transfer dan pembayaran-pembayaran online, tidak perlu ke Bank atau ke ATM terdekat, cukup duduk dan pegang ponsel atau komputer. Tipe fasilitas ini adalah harus terkoneksi dengan internet dan atau memiliki pulsa. Untuk dapat menggunakan fasilitas ini nasabah harus datang ke bank terlebih dahulu untuk mendaftar fasilitas E-Banking pada customer services. Electronics Banking atau disebut E-Banking ini meliputi internet banking, mobile banking, sms banking. Untuk internet banking, pada saat menggunakan/bertransaksi dapat menggunakan ponsel ataupun komputer. Selanjutnya masuk ke website bank yang bersangkutan, pilih Gambar 4.8 Mobile Banking Bank BRI Sumber : banksentral.com
60 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO MATERI PEMBELAJARAN menu E-Banking atau internet banking, masukkan username dan password, baru nasabah bisa melakukan akses selanjutnya. Untuk internet banking dalam proses verifikasinya adalah menggunakan nomer token. Berbeda dengan mobile banking, tanpa menggunakan token, namun identitas verifikasinya adalah nomer ponsel pemilik rekening tabungan. B. Akuntansi Tabungan 1. Pencatatan Transaksi Pembukaan Rekening Tabungan dan Penyetoran Untuk memiliki rekening, maka Anda harus membuka rekening tabungan ke bank. Prosedurnya ialah pembuka tabungan mengisi formulir pembukaan tabungan. Formulir tersebut berisi data pribadi penabung dan jenis tabungan yang dipilih serta melampirkan fotokopi identitas pribadi atau surat keterangan domisili. Selain mengisi formulir, calon nasabah juga diwajibkan untuk melakukan setoran awal yang nominalnya telah ditentukan sesuai dengan kebijakan bank. Setelah mengisi formulir dan melakukan setoran awal, selanjutnya diproses oleh teller dan calon nasabah akan memperoleh print out buku tabungan sesuai identitas penabung atau nasabah beserta nominal yang telah disetor. Untuk setiap setoran tabungan yang dilakukan oleh calon nasabah dan nasabah dicatat sebesar jumlah nominal yang disetorkan serta disajikan pula sejumlah nilai kewajiban di akhir bulan. Jumlah kewajiban dihitung dari saldo ditambah bunga dikurangi pajak. Perhitungan bunga, d catat di sebelah kredit mutasi rekening tabungan. Nasabah dalam melakukan penyetoran tabungan, membawa uang tunai, warkat dan bukti setor lain yang disesuai ketentuan dari pihak bank. Setoran ini dicatat di sebelah kredit (ditambahkan) ke rekening tabungan nasabah. Maka jika disajikan dalam bentuk jurnal adalah sebagai : Kas/Bank XX XX Tabungan – Rekening Nasabah XX Pencatatan Setoran Tabungan (setoran tunai) Pencatatan Setoran Tunai Tabungan ( Setoran melalui ATM) Kas – ATM XX Tabungan – Rekening Nasabah XX Pencatatan Setoran Non Tunai (setoran berbentuk simpanan giro / Tabungan pada bank yang sama) Giro/ Tabungan Rekening Nasabah XX Tabungan – Rekening Nasabah XX Pencatatan Setoran Non Tunai (setoran dalam bentuk giro/Tabungan beda bank) Giro Bank Indonesia XX Tabungan – Rekening Nasabah XX
61 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO Coba perhatikan contoh 2 dan contoh 3, terdapat perbedaan dalam pencatatan antara cek yang diterima bank penerbit yang sama dengan cek yang diterima bank penerbit yang berbeda. Cek yang dterima oleh bank penerbit yang sama, mekanisme pencatatanya hanya mengurangi saldo giro PT Jujur Makmur (nasabah Bank Mandiri) ke rekening syifa (nasabah Bank Mandiri). Sedangkan untuk pada contoh kasus 3 adalah cek yang diterima dari bank yang berbeda (Mandiri Vs BRI). Diterimanya cek Bank BRI oleh Bank Mandiri menimbulkan adanya hubungan hutang piutang antara Bank Mandiri dengan Bank BRI yang diselesaikan melalui kegiatan kliring/(clearing). Penyelenggara kliring adalah Bank Indonesia. Transaksi kliring ini dapat dilakukan apabila masing-masing bank memiliki rekening giro di Bank Indonesia. Penyelesaian hutang-piutang tersebut diselesaikan menggunakan rekening giro tersebut. Transaksi pada kasus 3, bisa juga dicatat pada akun kliring, yang merupakan CONTOH SOAL Contoh soal 1: Pada tanggal 1 Desember 2019, Syifa membuka rekening tabungan Bank Mandiri Mojokerto setoran pertama adalah Rp. 700.000,- yang diterima Bank Mandiri secara tunai. Jurnal atas transaksi tersebut adalah : Contoh soal 2: Pada tanggal 1 Desember 2019, Syifa membuka rekening tabungan Bank Mandiri Mojokerto setoran pertama adalah cek Bank Mandiri sebesar Rp. 15.000.000,- . Cek tersebut adalah cek dari PT Jujur Makmur yang juga nasabah dari Bank Mandiri Jurnal atas transaksi tersebut adalah : Contoh soal 3: Pada tanggal 1 Desember 2019, Syifa membuka rekening tabungan Bank Mandiri Mojokerto setoran pertama adalah cek BRI sebesar Rp. 15.000.000,. Cek tersebut adalah cek dari PT Jujur Makmur yang merupakan nasabah dari Bank BRI. Jurnal atas transaksi tersebut adalah : Tanggal Keterangan Debet Kredit Des 2019 1 Kas/Bank Mandiri Rp. 700.000,- Tabungan Rekening Syifa Rp. 700.000,- Tanggal Keterangan Debet Kredit Des 2019 1 Giro Rekening PT Jujur Makmur Rp.15.000.000,- Tabungan Rek Syifa Rp.15.000.000,- Tanggal Keterangan Debet Kredit Des 2019 1 Giro Bank Indonesia Rp. 15.000.000,- Tabungan Rek Syifa Rp. 15.000.000,-
62 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO MATERI PEMBELAJARAN rekening atau perkiraan sementara, sampai dengan proses kliring selesai dilakukan dan berhasil. Jika menggunakan akun kliring maka pada akhir kliring, saldo rekening tersebut harus dipindahkan ke rekening “Giro BI”. Maka, pada akhirnya saldo akun kliring menjadi nol. 2. Pencatatan Transaksi Penarikan Tabungan Terdapat 2 cara dalam penarikan tabungan oleh nasabah, yaitu cara ke-1 yakni datang langsung ke bank, mengisi slip penarikan yang tersedia dengan melampirkan identitas diri, cara ke-2 yakni dengan melakukan penarikan uang via ATM menggunakan kartu ATM. Selain melalui bank serta penarikan melalui mesin ATM menggunakan kartu ATM, transaksi penarikan tabungan juga bisa dilakukan melalui pemindahbukuan dan transfer keluar, kedua transaksi ini tergolong dalam transaksi penarikan non tunai. Setiap penarikan dicatat dalam jurnal sesuai nominal transaksi penarikan oleh nasabah. Penyajian dalam bentuk jurnal atas penarikan uang tabungan sebagai berikut : Jurnal Penarikan Tunai Tabungan (Penarikan melalui Bank) Tabungan – Rekening Nasabah XX Kas/Bank XX XX Jurnal Penarikan Tunai Tabungan (Penarikan melalui ATM) Tabungan – Rekening Nasabah XX Kas – ATM XX Jurnal Penarikan Non Tunai Tabungan (Pemindahbukuan dari Giro) Tabungan – Rekening Nasabah XX Giro a.n ………………. XX Jurnal Penarikan Non Tunai Tabungan (Pemindahbukuan dari Rek Cabang Lain) Tabungan – Rekening Nasabah XX RAK – Cabang………. XX Jurnal Penarikan Non Tunai Tabungan (Pemindahbukuan dari Rek Beda Bank) Tabungan – Rekening Nasabah XX Giro Bank Indonesia XX Jurnal Penarikan Non Tunai Tabungan (Transfer ke Bank penerbit cabang yang sama) Tabungan – Rekening Nasabah A XX Tabungan – Rekening Nasabah B XX
63 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO MATERI PEMBELAJARAN Jurnal Penarikan Non Tunai Tabungan (Transfer ke Bank penerbit cabang yang berbeda) 1. Pada Bank Cabang Mojokerto Tabungan – Rekening Nasabah A XX RAK Cab. Mojosari XX 2. Pada Bank Cabang Mojosari RAK Cab. Mojosari XX Tabungan – Rekening Nasabah B XX Jurnal Penarikan Non Tunai Tabungan (Transfer Beda Bank ) Giro Bank Indonesia XX Tabungan – Rekening Nasabah B XX CONTOH SOAL Contoh soal 1: Berikut adalah informasi mengenai rekening tabungan nasabah Bank Mandiri Cabang Mojokerto a.n Aisyah Syifa Aalinarrahma, saldo tabungan per 31 november adalah Rp. 10.000.000,-. Pada tanggal 2 Desember 2019 Nn. Aisyah Syifa melakukan penarikan uang tunai ke bank senilai Rp. 1.200.000. Bagaimana jurnal transaksi di atas? Jurnal atas transaksi tersebut adalah : Maka berikut perubahan atau mutasi rekening tabungan Nn. Aisyah Syifa: Saldo Nn. Aisyah Syifa setelah pengambilan atau penarikan tunai adalah Rp.7.500.00,- Contoh soal 2: Berikut adalah informasi mengenai rekening tabungan nasabah Bank Mandiri Cabang Mojokerto a.n Aisyah Syifa Aalinarrahma, saldo tabungan per 31 november adalah Rp. 10.000.000,- Tanggal Keterangan Debet Kredit Des 2019 2 Tabungan Rekening Syifa Rp. 1.200.000 Kas/Bank Mandiri Rp. 1.200.000 Tanggal Keterangan Debet (Rp) Kredit (Rp) Saldo (Rp) Des 2019 1 Saldo - - 10.000.000,- 2 Penarikan Tunai 1.200.000,- - 8.800.000,-
64 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO CONTOH SOAL 2 Des 2019 Nn. Aisyah Syifa datang ke bank untuk melakukan penarikan uang yang ada di rekening tabungannya senilai Rp. 1.200.000,- 4 Des 2019 Nn. Aisyah menarik uang dari ATM sebesar Rp. 400.000,- 9 Des 2019 Nn. Aisyah melakukan pemindahbukuan uang yang berasal dari tabungannya sendiri sebesar Rp. 1.500.000,- dipindahkan untuk keuntungan rekening Giro PT Beriman Ikhlas di Bank Mandiri Mojokerto 10 Des 2019 Nn Aisyah mentransfer uang sebesar Rp. 1.100.000,- kepada Tn.Wahyu Dwi Nasabah Bank Mandiri Cabang Mojokerto 12 Des 2019 Nn. Aisyah mentransfer dana kepada Tn. Dhimas Nasabah Bank Jatim sebesar Rp. 750.000,- 13 Des 2019 Nn. Aisyah mentransfer dana kepada Tn. Andi, yang mana Tuan Andi adalah Nasabah Bank Mandiri cabang Surabaya. Transfer senilai Rp. 1.000.000,- Bagaimana jurnal atas transaksi diatas? Jurnal atas transaksi tersebut adalah : Tanggal Keterangan Debet Kredit Des 2019 2 Tabungan Rekening Syifa Rp. 1.200.000,- Kas/ Bank Mandiri (Penarikan tunai ke bank) Rp. 1.200.000,- 4 Tabungan Rekening Syifa Rp. 400.000,- Kas/ Bank Mandiri - ATM (Penarikan tunai ke ATM) Rp. 400.000,- 9 Tabungan Rekening Syifa Rp. 1.500.000,- Giro PT Beriman Ikhlas (Pemindahbukuan ke Rek Giro) Rp. 1.500.000,- 10 Tabungan Rekening Syifa Rp. 1.100.000,- Tabungan Rek Tn. Wahyu (Transfer di bank yang sama) Rp. 1.100.000,- 12 Tabungan Rekening Syifa Rp. 750.000,- Giro Bank Indonesia (Transfer beda bank) Rp. 750.000,- 13 Tabungan Rekening Syifa Rp. 1.000.000,- RAK Cab. Mojosari (Pencatatan di Cab Mojokerto) Rp. 1.000.000,- 13 RAK Cab. Mojokerto Rp. 1.000.000,- Tabungan Rek Andi (Pencatatan di Cab Mojosari) Rp. 1.000.000,-
65 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO 3. Bunga Tabungan a. Perhitungan Bunga Tabungan Perhitungan bunga tabungan dapat dihitung menggunakan beberapa metode yaitu : 1) Berdasar saldo terendah Bunga tabungan dihitung dari jumlah saldo terendah dalam satu bulan dikalikan dengan suku bunga per tahun dikalikan dengan jumlah hari atau bulan dalam laporan tersebut. Rumus : Saldo terendah x lamanya x suku bunga per tahun Contoh Perhitungan Bunga Tabungan: Coba Hitunglah bunga tabungan berdasarkan saldo terendah, jika suku bunga = 10% per tahun dan pajak 15%, dengan memperhatikan mutasi buku rekening tabungan di bawah ini. Maka perhitungan bunga dengan saldo terendah (Rp. 4.050.000,-) adalah : =Rp. 4.050.000,- x 1/12 x 10% = Rp. 33.750 Sedangkan untuk perhitungan pajaknya adalah : = Rp. 33.750,- x 15% = Rp.5.063,- CONTOH SOAL Berikut adalah mutasi rekening tabungan Nn. Aisyah Syifa : Tanggal Keterangan Debet (Rp) Kredit (Rp) Saldo (Rp) Des 2019 1 Saldp - - 10.000.000,- 2 Penarikan Tunai 1.200.000,- - 8.800.000,- 4 Penarikan ATM 400.000,- - 8.400.000,- 9 Pemindahbukuan 1.500.000,- - 6.900.000,- 10 Transfer keluar 1.100.000,- - 5.800.000,- 12 Transfer keluar 750.000,- - 5.050.000,- 13 Transfer keluar 1.000.000,- - 4.050.000,- Tanggal Keterangan Debet (Rp) Kredit (Rp) Saldo (Rp) Des 2019 1 Saldo - - 10.000.000,- 2 Penarikan Tunai 1.200.000,- - 8.800.000,- 4 Penarikan ATM 400.000,- - 8.400.000,- 9 Pemindahbukuan 1.500.000,- - 6.900.000,- 10 Transfer keluar 1.100.000,- - 5.800.000,- 12 Transfer keluar 750.000,- - 5.050.000,- 13 Transfer keluar 1.000.000,- - 4.050.000,-
66 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO MATERI PEMBELAJARAN 2) Berdasar saldo rata-rata Besarnya bunga dihitung dari perhitungan berikut : Rumus : Saldo rata-rata x lamanya x suku bunga per tahun Contoh Perhitungan : Hitunglah bunga berdasarkan saldo rata-rata, jika suku bunga = 10%/ tahun dan pajak = 15 %. Saldo rata-rata adalah : =(10.000.0000 + 8.800.000 + 8.400.000 + 6.900.000 + 5.800.000 + 5.050.000 + 4.050.000) dibagi 7 = Rp. 49.000.000/7 = Rp.7.000.000 Maka perhitungan bunga dengan saldo rata-rata (Rp. 7.000.000) adalah : =Rp. 7.000.000 x 1/12 x 10% = Rp. 58.334 Sedangkan untuk perhitungan pajaknya adalah : = Rp. 58.334 x 15% = Rp.8.750 3) Berdasar saldo harian dengan ketentuan bunga Besarnya bunga dihitung berdasarkan perhitungan bunga harian dengan suku bunga tertentu yang dijumlahkan dalam satu bulan. Contoh Perhitungan : Hitunglah bunga berdasarkan saldo harian dengan suku bunga = 10%/ tahun dan pajak = 15 %. Tanggal Keterangan Debet (Rp) Kredit (Rp) Saldo (Rp) Des 2019 1 Saldo - - 10.000.000,- 2 Penarikan Tunai 1.200.000,- - 8.800.000,- 4 Penarikan ATM 400.000,- - 8.400.000,- 9 Pemindahbukuan 1.500.000,- - 6.900.000,- 10 Transfer keluar 1.100.000,- - 5.800.000,- 12 Transfer keluar 750.000,- - 5.050.000,- 13 Transfer keluar 1.000.000,- - 4.050.000,- Tanggal Keterangan Debet (Rp) Kredit (Rp) Saldo (Rp) Des 2019 1 Saldo - - 10.000.000,- 2 Penarikan Tunai 1.200.000,- - 8.800.000,- 4 Penarikan ATM 400.000,- - 8.400.000,- 9 Pemindahbukuan 1.500.000,- - 6.900.000,- 10 Transfer keluar 1.100.000,- - 5.800.000,- 12 Transfer keluar 750.000,- - 5.050.000,- 13 Transfer keluar 1.000.000,- - 4.050.000,-
67 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO MATERI PEMBELAJARAN Maka perhitungan bunga dengan saldo harian adalah : Rp. 10.000.000 x 1/ 360 x 10% = Rp. 2.777,77 Rp. 8.800.000 x 2/ 360 x 10% = Rp. 4.888,88 Rp. 8.400.000 x 5/ 360 x 10% = Rp. 11.666,66 Rp. 6.900.000 x 1/ 360 x 10% = Rp. 1.916,66 Rp. 5.800.000 x 2/ 360 x 10% = Rp. 3.222,22 Rp. 5.050.000 x 1/360 x 10% = Rp. 1.402,77 Rp. 4.050.000 x 18/360 x 10% = Rp. 20.250,00 Jumlah = Rp. 46.124,96 Dibulatkan menjadi = Rp. 46. 125,00 Pajak 15% x Rp. 46.125 = Rp. 6.918,75 4) Berdasar Floating Perhitungan besarnya bunga dihitung dari lamanya dana mengendap di rekening tabungan, dengan menggunakan suku bunga dinamis sesuai dengan perubahan suku bunga umum. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah : a) Saldo tabungan setelah adanya mutasi tabungan b) Lamanya saldo mengendap, sejak saldo timbul hingga berubah c) Tingkat bunga yang berlaku. 5) Berdasar lama saldo mengendap dengan suku bunga tetap Perhitungan bunga dilakukan dengan cara saldo tabungan yang terjadi (muncul) berdasarkan lamanya saldo mengendap dikali suku bunga yang telah ditetapkan. b. Pencatatan Bunga Tabungan dan Pajak Pencatatan bunga tabungan dan Pajak dilakukan setiap akhir bulan. Apapun metode perhitungan bunga yang digunakan, jurnal yang timbul atas transaksi pencatatan bunga adalah sebagai berikut : 4. Pencatatan Transaksi Penutupan Rekening Tabungan Seperti yang pernah disinggung dalam bahasan pada bab ini pada point Persyaratan Penyelenggaraan Tabungan, bahwa penutupan rekening dapat dilakukan baik oleh bank penyelenggara maupun oleh nasabah. Untuk penutupan rekening oleh nasabah karena alasan yang bermacam-macam, seperti : sudah tidak memerlukan lagi, ganti ke rekening bank yang lain dan + Pencatatan Bunga Tabungan Beban Bunga Tabungan XX Tabungan – Rekening Nasabah XX Pencatatan Pajak Tabungan Tabungan – Rekening Nasabah XX Utang PPh………. XX
68 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO MATERI PEMBELAJARAN sebagainya. Selain penutupan rekening oleh nasabah, penutupan rekening juga dilakukan oleh bank dikarenakan salah satunya adalah nasabah tidak lagi melakukan mutasi tabungan selama 3 bulan berturut-turut, untuk transaksi seperti ini tidak timbul jurnal jika posisi rekening nasabah bersaldo nol. Untuk penutupan rekening oleh nasabah maka akan timbul transaksi keuangan yaitu nasabah mengosongkan seluruh isi saldo rekening tabungannya. Maka timbul jurnal penutupan rekening sebesar nominal saldo yang ditarik oleh nasabah beserta bunga dan pajak (jika ada). Jurnal Penutupan Rekening Tabungan – Rekening Nasabah XX Kas/Bank XX XX CONTOH SOAL Berikut adalah informasi mengenai rekening tabungan nasabah Bank Mandiri Cabang Mojokerto a.n Aisyah Syifa Aalinarrahma, Pada tanggal 19 Desember 2019 Nn. Aisyah melakukan penutupan rekening. Buatlah jurnal penutupan rekening Nn. Aisyah! Jurnal atas transaksi tersebut adalah : Tanggal Keterangan Debet (Rp) Kredit (Rp) Saldo (Rp) Des 2019 1 Saldo - - 10.000.000,- 2 Penarikan Tunai 1.200.000,- - 8.800.000,- 4 Penarikan ATM 400.000,- - 8.400.000,- 9 Pemindahbukuan 1.500.000,- - 6.900.000,- 10 Transfer keluar 1.100.000,- - 5.800.000,- 12 Transfer keluar 750.000,- - 5.050.000,- 13 Transfer keluar 1.000.000,- - 4.050.000,- Tanggal Keterangan Debet Kredit Des 2019 19 Tabungan Rekening Syifa Rp. 4.050.000,- Kas/Bank Mandiri Rp. 4.050.000,-
69 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO CAKRAWALA PROGRAM TABUNGAN DIBEBERAPA BANK Tahukah kamu, beberapa bank yang ada di Indonesia memiliki program tabungan untuk kalian para pelajar. Jadi pelajar juga bisa nabung di bank sejak dini. Berikut adalah program tabungan pelajar yang ada di beberapa bank, beserta suku bunga dan setoran awalnya. sumber: https://kreditgogo.com JELAJAH INTERNET Guna memperluas wawasan tentang akuntansi tabungan, kalian dapat mempelajari secara mandiri melalui link belajar yang ada di internet. Internet dapat kalian manfaatkan dengan baik untuk mempelajari lebih lanjut. Berikut adalah alamat yang dapat kalian kunjungi untuk menambah wawasan dan pemahaman kalian tentang akuntansi tabungan adalah: https://www.youtube.com/watch?v=iohF_3Kdfvo
70 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO RANGKUMAN 1. Tabungan adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan kapan saja, tidak terikat jangka waktu dan lebih fleksibel dan sederhana dalam penarikannya. 2. Jenis tabungan di Indonesia terdiri dari tabungan konvensional, berjangka, bisnis, haji, investasi, mata uang asing (valas), dan tabungan anak. 3. Persyaratan simpanan tabungan antara lain mencakup bank penyelenggara tabungan, persyaratan pembuka tabungan/penabung, setoran minimal, pengambilan/penarikan tabungan, bunga dan insentif, serta penutupan tabungan. 4. Prosedur pembukaan rekening tabungan ialah melengkapi isian formulir pembukaan tabungan. Melakukan penyetoran pertama sesuai dengan ketentuan bank. 5. Penarikan atau pengambilan tabungan dilakukan dengan cara nasabah mendatangi bank secara langsung, melalui ATM serta gerai mini bank tertentu. 6. Besarnya bunga tabungan dihitung berdasar : a. saldo terendah b. saldo rata-rata c. saldo harian dengan ketentuan bunga d. floating e. saldo mengendap 7. Penutupan tabungan dilakukan tabungan tidak bersaldo dan tidak ada mutase lagi. Penutupan rekening tabungan hanya dapat dilakukan melalui bank penerbit atau tempat kita rilis tabungan. TUGAS MANDIRI Untuk lebih memahami lagi tentang pencatatan dalam transaksi tabungan, Kerjakan tugas berikut. Carilah referensi melalui bank terdekat, ajukan pertanyaan mengenai tabungan, mulai dari prosedur pembukaan rekening tabungan sampai dengan transaksi-transaksi yang ada dalam tabungan. Buatlah makalah atau rangkuman dari hasil kunjungan anda tersebut dan presentasikan kepada guru dan teman sekelas Anda! PENILAIAN AKHIR BAB Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar! 1. Sarana apa saja yang termasuk dalam sarana penarikan dalam tabungan? Uraikan dengan gaya bahasa anda sendiri! 2. Apakah tujuan masyarakat menabung di Bank?
71 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO PENILAIAN AKHIR BAB 3. Apakah persyaratan yang harus dipenuhi dan kelengkapan dokumen bagi penabung di Bank? 4. Bunga tabungan dihitung berdasarkan metode yang ditetapkan oleh bank. Bagaimanakah cara menghitung bunga dari saldo terendah? 5. Bagaimanakah cara menghitung bunga dalam tabungan dengan metode saldo rata-rata? 6. Berikut adalah data transaksi rekening tabungan Wahyuni di Bank Danamon Kudus. Data Rekening Nasabah: Rekening atas nama : Wahyuni No. Rek : 2-091-05027-0 Alamat : Jl. Tanjung No. 125 Kudus Bunga dihitung berdasarkan suku bunga 15%. Berikut ini transaksinya : 1 Januari 2018 : Saldo Rp. 195.000.000 7 Januari 2018 : Penarikan tunai Rp. 81.000.000 13 Januari 2018 : Setoran tunai Rp. 57.000.000 20 Januari 2017 : Setoran tunai Rp. 105.000.000 26 Januari 2017 : Setoran tunai Rp. 105.000.000 30 Januari 2017 : Penarikan Rp. 69.000.000 Berdasarkan data transaksi diatas, Anda diminta: a. Membuat buku tabungan Wahyuni b. Menghitung besarnya bunga tabungan wahyuni c. Menghitung besarnya pajak atas bunga tabungan wahyuni d. Membuat jurnal atas transaksi di atas REFLEKSI Saat kalian tuntas mempelajari materi di bab empat ini, kamu pasti lebih mengerti dan paham tentang tabungan dan konsep akuntansi tabungan. Pada keseluruhan materi yang sudah dijabarkan, pada poin mana yang belum adan mengerti? Silakan bertukar pendapat dengan rekan anda!
72 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO BAB V AKUNTANSI GIRO BAB V AKUNTANSI GIRO TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mempelajari materi tentang konsep akuntansi giro, diharapkan Anda mampu menerapkan konsep tersebut dalam praktek berkaitan dengan giro dengan tepat dan mandiri. Secara khusus tujuan pembelajaran pada Bab ini adalah : 1. Mendefinisikan pengertian, manfaat giro dan jenis rekening giro 2. Mengidentifikasi sarana pembayaran giral (cek dan bilyet giro) 3. Menjelaskan warkat kliring 4. Mencatat transaksi giro (pembukaan, penyetoran, penarikan giro, kliring dan transfer) sesuai dengan prosedur akuntansinya 5. Menghitung dan mencatat pendapatan jasa giro serta pajak 6. Mencatat biaya atas administrasi dan pajak yang dibebankan kepada nasabah PETA KONSEP KATA KUNCI Akuntansi Giro, giral, cek (cheque), bilyet giro, transfer, kliring, warkat kliring, jasa giro Pengertian, Manfaat, dan Jenis Rekening Giro Simpanan Giro Akuntansi Giro Pembukaan Rekening Giro Sarana Pembayaran Giral Pencatatan Mutasi Giro Perhitungan Jasa Giro dan Pajak
73 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO PENDAHULUAN Dalam dunia perdagangan, industri dan lembaga-lembaga pendidikan, giro sudah bukan merupakan hal yang asing lagi. Giro selalu dikaitkan dengan transaksi pembayaran, baik pembayaran secara cash maupun non-cash. Jika anda membuka rekening giro, banyak keuntungan yang didapat saat anda akan melakukan transaksi pembayaran. Oleh sebab itu, uraian bab ini akan memperkenalkan simpanan giro, sarana pembayaran giral, pencatatan transaksi rekening giro yang sesuai dengan akuntansinya. Pada bab sebelumnya Anda telah mempelajari rekening tabungan beserta akuntansinya, tentu penasaran bukan apa perbedaannya dengan simpanan dalam bentuk tabungan dan giro. Akan kita pelajari pada Bab ini. Selamat belajar…… Gambar 5.1 Iklan Giro sumber : infoperbankan.com MATERI PEMBELAJARAN A. Giro (Demand Deposit) 1. Pengertian Giro (Demand Deposit) Giro diartikan sebagai simpanan yang penarikannya dilakukan kapan pun dengan menggunakan sarana cek, bilyet giro, sarana perintah pembayaran lainnya atau juga dapat dilakukan dengan cara pemindahbukuan. Dalam pembukaan rekening giro dilakukan perjanjian antara bank dengan nasabah untuk mengelola uang dari nasabah serta memberikan layanan yang sesuai. Nasabah dapat menarik simpanannya setiap saat, selama kantor kas masih buka. Nasabah melakukan penarikan dengan menggunakan sarana penarikan yang berupa cek untuk pencairan dana, sedangkan untuk pemindahbukuan menggunakan bilyet giro.
74 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO MATERI PEMBELAJARAN Nasabah rekening giro disebut giran. Setiap giran diberi jasa giro (atau bunga giro). Pergerakan rekening atau mutasi rekening baik di sisi debet maupun di sisi kredit pada rekening giro dicatat dalam suatu rekening koran (statement of account). Berikut adalah karakteristik dari giro: a. Masa pengendapan rekening giro (maturity) bersifat fluktuatif. b. Biaya dana (cost of fund) rekening giro relatif murah. c. Rekening giro cenderung rumit menyita waktu d. Rekening giro adalah penempatan dana yang bersifat jangka pendek (shorterm) 2. Manfaat Giro Bagi pengusaha atau perusahaan, rekening giro merupakan sarana penyimpanan dan pengendalian cash flow perusahaan. Berikut adalah beberapa manfaat dari simpanan uang dibank dalam bentuk giro: a. Keamanan dan kerahasiaannya terjamin. b. Nasabah dapat menggunakan cek ataupun bilyet giro sebagai sarana pembayaran dalam transaksi jual-beli. c. Giro dapat ditarik kapanpun (sewaktu-waktu), cocok untuk apabila memerlukan uang tunai dapat segera dicairkan d. Nasabah rekening giro lebih safety. Mengapa? dengan memiliki giro kita tidak perlu repot-repot membawa uang tunai dalam jumlah besar. 3. Jenis Rekening Giro Giro termasuk dalam sumber dana yang mudah dicairkan jika dibandingkan dengan bentuk simpanan lainnya. Bagi bank, rekening giro tergolong dalam rekening kewajiban (hutang) jangka pendek (current liability). Nominal transaksi penyetoran dan penarikan giro yang dilakukan tidak dapat ditentukan. Saldo dari rekening giro sering berubah-ubah, maka dari itu disebut dengan rekening Koran (current-account). Pelaksanaannya dicatat oleh bank dalam suatu rekening Koran. Giro dibagi menjadi 2, yaitu: Gambar 5.2 Promo Giro Bank NTB Syariah Sumber :bankntbsyariah.co.id
75 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO MATERI PEMBELAJARAN a. Giro atas nama suatu badan (rekening atas nama) Yaitu rekening yang dimiliki oleh suatu instansi ataubadan usaha tertentu seperti rekening giro atas nama instansi pemerintah, organisasi masyarakat, firma, persekutuan terbatas, koperasi serta yayasan. b. Giro perorangan Yaitu rekening giro yang dimiliki oleh orang pribadi dan usaha perseorangan. Berikut adalah contoh rekening koran yaitu Bank BNI Gambar 5.3 Rekening Koran Bank BNI Sumber : muslimberbagi.com
76 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO MATERI PEMBELAJARAN 4. Sarana Pembayaran Giral a. Cek (Cheque) Cek (cheque) adalah surat perintah dari nasabah pemegang rekening bank yang telah menandatangani cek pada bank untuk membayar sejumlah uang yang ditulis dalam cek kepada pembawa cek atau pihak yang disebutkan di dalam cek, untuk diuangkan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan oleh bank, baik secara tunai maupun pemindahbukuan. Pencairan cek yang melalui bank yang bukan bank penerbit cek dilakukan proses kliring dan inkaso. Proses kliring bagi cek yang berasal dari dalam kota yang membutuhkan waktu satu hari. Inkaso diperuntukkan bagi nasabah yang membawa cek, yang berasal dari luar kota atau luar negeri yang membutuhkan waktu satu minggu s.d satu bulan bergantung jarak serta sarana yang digunakan. Lembar cek terdiri dari lembar utama dan sus cek. Lembar utama berfungsi sebagai alat bukti pembayaran, sedangkan lembar sus cek disimpan sebagai bukti pengeluaran. Cek dapat dijadikan alat pembayaran. Selain syarat yang telah dijabarkan diatas, terdapat syarat lain yang dapat ditetapkan oleh bank untuk melakukan penarikan sejumlah uang antara lain: ketersediaan dana, adanya materai, adanya coretan atau perubahan harus ditanda-tangani oleh si pemberi cek, jumlah uang yang tertulis diangka dengan terbilang harus sama, masa kadaluarsa cek 70hari setelah dikeluarkannya cek, tanda tangan dan stempel perusahaan harus sama dengan yang ada di contoh tanda tangan (specimen), tidak diblokir pihak berwenang, resi cek sudah kembali, endorsment cek benar, rekening belum ditutup, dan syarat-syarat lain yang ditetapkan penerbit. b. Bilyet Giro Bilyet giro adalah formulir bank yang digunakan untuk perintah untuk pemindahbukuan dari nasabah suatu bank kepada bank yang bersangkutan untuk memindahkan sejumlah uang dari rekeningnya ke rekening penerima yang namanya disebut dalam bilyet giro. Pihak penerima tidak bisa mencairkan dalam sejumlah nominal yang tercantum pada bilyet giro, tetapi akan menambah saldo rekening penerima. Gambar 5.4 Cek Bank BCA Sumber : daftarbankindo.web.id
77 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO MATERI PEMBELAJARAN Masa dan tanggal berlaku bilyet giro diatur sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan. Masa berlakunya adalah 70 hari terhitung mulai dari tanggal penarikannya. Apabila tanggal efektif tidak dicantumkan, maka tanggal penarikan berlaku sebagai tanggal efektif. apabila tanggal penarikan tidak dicantumkan, tanggal efektif dianggap sebagai tanggal penarikan. Selain itu, terdapat beberapa persyaratan-persyaratan, antara lain : 1) Syarat Pembukuan Bilyet Giro Pembukuan bilyet giro dapat dilakukan jika memenuhi syarat-syarat di bawah ini : a) Nama bilyet giro dan nomor seri. b) Perintah untuk memindahbukukan sejumlah uang ke rekening yang bersangkutan. c) Nama dan tempat bank tertarik. d) Jumlah dana yang dipindahkan dalam angka dan terbilang e) Nama pihak penerima. f) Tanda tangan penarik atau cap perusahaan jika penarik merupakan perusahaan atau suatu instansi. g) Tanggal dan tempat penarikan serta nama bank yang menerima pemindahbukuan tersebut. 2) Penolakan Pembayaran Cek atau Bilyet Giro Penolakan pembayaran cek atau bilyet giro disebabkan oleh hal-hal antara lain: a) Tidak ada materai b) Jumlah yang tertulis diangka dan terbilang berbeda c) Tanda tangan dan/atau cap perusahaan berbeda dengan spesimen. d) Coretan atau perubahan tidak ditandatangani. Gambar 5.5 Bentuk Bilyet Giro Sumber: zahiraccounting.com
78 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO MATERI PEMBELAJARAN e) Cek atau bilyet giro sudah kadaluarsa. f) Resi belum kembali, artinya nasabah blm mengirim resi ke bank bahwa nasabah sudah menerima buku cek atau bilyet giro. g) Endorsement cek tidak benar. h) Rekening nasabah sudah ditutup. i) Dibatalkan penarik j) Rekening diblokir oleh pihak berwajib. k) Kondisi cek atau bilyet giro rusak atau tidak sempurna dan alasan lainnya. c. Warkat Kliring Warkat kliring ialah alat lalu lintas pembayaran giral yang digunakan dalam kliring. Melalui kliring, penagihan menjadi lebih cepat, lebih murah biaya penagihan dan keamanan uang nasabah terjamin, efektif dan efisien. Warkat yang diselesaikan di lembaga kliring adalah warkat yang berasal dari dalam satu kota. Warkat yang dapat kliringkan oleh bank melalui lembaga kliring antara lain cek (cheque), bilyet giro, wesel bank, Surat Bukti Penerimaan Transfer dari luar kota, lalu lintas giral/nota kredit. Perhitungan kliring dilakukan setiap hari. Bank yang jumlah tagihan warkat kliringnya melebihi pembayaran warkat kliringnya berarti menang kliring, sementara bank yang pembayaran warkat kliringnya lebih besar dari penerimaan warkat kliringnya berarti kalah kliring. Pinjaman Call money biasanya diberikan bank yang salah kliring. Apabila pinjaman call money tidak dapat dilunasi pada saat jatuh tempo, hal itu mengakibatkan turunnya kepercayaan bank dalam memberikan fasilitas pinjaman call money. 1) Jenis penyertaan dalam kliring Penyertaan kliring dibagi menjadi dua macam yaitu: a) Penyertaan langsung Yaitu warkat diperhitungkan secara langsung dalam pertemuan kliring dan yang dapat ikut dalam penyertaan itu adalah Kantor Bank Indonesia, Kantor Pusat Bank Umum, dan Bank Pembangunan serta kantor cabang kedua bank tersebut. b) Penyertaan tidak langsung Yaitu warkat diperhitungkan dalam pertemuan kliring melalui kantor pusat atau salah satu kantor cabangnya yang menjadi peserta kliring. Yang ikut dalam penyertaan ini ialah hanya kantor cabang dan kantor cabang pembantu. 2) Syarat yang harus dipenuhi bank peserta kliring Setiap bank peserta menunjuk minimal 2 orang wakil tetap pada lembaga kliring secara tertulis kepada pihak bank Indonesia dengan dilampiri specimen yang bersangkutan. Berikut adalah syarat yang harus dipenuhi kantor bank antara lain: a) Memiliki izin usaha dari MenKeu. b) Proses administrasi dan keuangan bank mampu menyelenggarakan kliring
79 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO MATERI PEMBELAJARAN c) Simpanan masyarakat dalam bentuk giro dan kelonggaran bank kredit yang diberikan oleh kantor tersebut telah mencapai jumlah minimal 20% dari syarat modal disetor minimum bagi pendirian bank baru di wilayah yang bersangkutan. d) Bagi bank, penyelenggaraan kliring ini berlaku selama 6 bulan terhitung sejak tanggal penyetoran. e) Bank umum atau bank pembangunan diwajibkan ikut serta dalam kliring setelah mendapat persetujuan Bank Indonesia. B. Akuntansi Giro Akuntansi giro sangat berkaitan dengan pencatatan mutasi terhadap rekening giro. Rekening giro termasuk dalam rekening yang perubahan mutasinya cepat dan tidak menentu baik dari segi nominal maupun dari intensitas pengambilannya. Pada akhir bulan Bank memberikan rekap transaksi mutase rekening giro sebagai laporan kepada masing-masing nasabah dalam bentuk rekening koran. Adanya mutasi rekening giro milik nasabah terjadi karena terdapat transaksi seperti setor dan tarik dana, jasa giro serta terdapat biaya yang dibebankan kepada nasabah. Seluruh transaksi dicatat oleh bank kedalam rekening Koran nasabah. Mekanisme pencatatan debit dan kredit dalam rekening giro sama dengan pencatatan transaksi hutang. Contoh mutasi giro Siti pada Bank Mandiri Surabaya. 1. Pembukaan Rekening Giro dan Setoran Awal Nasabah mengisi formulir pembukaan rekening yang ada di bank serta melengkapi dokumen yang disyaratkan. Transaksi pembukuan giro merupakan transaksi penerimaan setoran pertama dari nasabah. Saat Nasabah melakukan pembukaan rekening, nasabah dibebani biaya-biaya berikut antara lain biaya penerbitan buku cek, bilyet giro serta biaya lain-lain yang dibayar secara tunai. Rekening Koran Per Tanggal 28 Februari 2019 Nomor Rekening : 136-00-1189123-0 Nama : Siti Nur Ainunnajah Alamat : Jl. Basuki Rahmat No. 14 Sby Tanggal Keterangan Mutasi Debit (Rp) Kredit (Rp) Saldo (Rp) Feb 08 01 Setor tunai - Rp.200.000.000 Rp. 200.000.000 11 03 Setor kliring - Rp. 40.000.000 Rp. 240.000.000 15 02 Tarik tunai Rp. 30.000.000 Rp. 210.000.000 17 04 Tarik kliring Rp. 20.000.000 Rp. 200.000.000
80 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO MATERI PEMBELAJARAN a. Syarat yang harus dimiliki calon nasabah Agar dapat membuka rekening giro, calon nasabah sekurangkurangnya harus memenuhi syarat-syarat di bawah ini : 1) Calon nasabah tidak tercantum dalam daftar hitam BI (DHBI) 2) Memiliki NPWP 3) Menyerahkan setoran awal minimal sebesar saldo mengendap. b. Transaksi Pembukaan Rekening Giro Akuntansi giro merupakan pencatatan transaksi yang berkaitan dengan mutasi atau pergerakan rekening giro. Pencatatan transaksi rekening giro dapat terjadi pada saat pembukaan, setoran tunai, pemindahbukuan, setoran kliring, penarikan tunai, penarikan kliring dan transaksi lainnya. Berikut adalah aturan pencatatan giro : 1) Transaksi diakui sebesar nominal uang yang disetorkan atau ditarik oleh nasabah. 2) Setoran giro dapat dilakukan secara tunai dan nontunai. Jika setoran tunai, maka setoran diakui saat uang diterima oleh bank. Jika setoran nontunai (setoran kliring), setoran tersebut diakui setelah setelah setoran berhasil ditagihkan ke bank tertagih. 3) Bank akan memberikan jasa giro sebagai imbalan kepada pemegang rekening giro. Jasa giro termasuk objek pph ps. 4 (2) tarif 20% final. Jadi, setiap pemberian jasa giro oleh bank kepada nasabahnya akan dipotong pph final 20%. 4) jika giro bersaldo negatif, bank memberikan kredit overdraft. CONTOH SOAL Contoh Soal 1 Pada tanggal 8 Februari 2019, Bank Mandiri Surabaya menerima setoran secara tunai dari Siti Nur Ainunnajah senilai Rp. 200.000.000,00 sebagai setoran pembukaan rekening gironya. Biaya penerbitan buku cek senilai Rp. 400.000,00 yang dibayar tunai. Berikut adalah pencatatan transaksi yang dilakukan oleh Bank Mandiri Surabaya: Tgl Nama Akun Debet Kredit Febr 8 Kas Rp. 200.400.000 Giro a.n Siti Rp. 200.000.000 Barang Cetakan Rp. 400.000
81 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO 2. Pencatatan Mutasi Giro a. Penarikan Giro Giro merupakan bentuk simpanan yang dapat dilakukan penarikan kapanpun dengan intensitas yang tidak dibatasi selama saldo dana yang tersedia masih mencukupi. Keabsahan dan kesempurnaan cek penarikan tunai menggunakan cek dan penarikan menggunakan bilyet giro (BG). Jika cek dan BG habis/hilang, penarikan dapat menggunakan surat pernyataan atau surat kuasa yang ditandatangani bermaterai. CONTOH SOAL Contoh Soal 2 Pada tanggal 11 Februari 2019, Siti menyetorkan cek Bank Mandiri Surabaya senilai Rp. 40.000.000,00 yang jatuh tempo 11 Februari 2019 untuk keuntungan rekeningnya. Berikut adalah pencatatan transaksi yang dilakukan oleh Bank Mandiri Surabaya: Tgl Nama Akun Debet Kredit Febr 11 Kas Rp. 40.000.000 Giro a.n Siti Rp. 40.000.000 CONTOH SOAL Contoh Soal 3 Pada tanggal 15 februari 2019, Siti adalah pemilik giro Bank Mandiri Surabaya, melakukn penarikan cek sebesar Rp. 30.000.000. Transaksi ini dicatat seperti dibawah ini: Contoh Soal 4 Pada tanggal 17 Februari 2019, Siti mengeluarkan cek Rp.20.000.000,00. Tanggal jatuh tempo adalah 17 Februari 2019 untuk membayar utangnya kepada PT Indofood. Cek tersebut disetor pada bank Danamon Surabaya untuk Keuntungan rekening giro PT Indofood. Catatan yang dibuat oleh Bank Mandiri tanggal 17 Februari 2019 sebagai berikut: Tgl Nama Akun Debet Kredit Febr 15 Giro a.n Siti Rp. 30.000.000 Kas Rp. 30.000.000 Tgl Nama Akun Debet Kredit Febr 17 Giro a.n Siti Rp. 20.000.000 Kas Rp. 20.000.000
82 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO MATERI PEMBELAJARAN b. Kliring Giro Kliring adalah proses penyelesaian hutang-piutang antarbank melalui warkat kliring. Penyelenggara kliring adalah Bank Indonesia. Jika dalam suatu daerah belum ada BI, maka proses kliring dilakukan oleh bank pemerintah yang ditunjuk oleh BI. Hutang-piutang antar bank yang timbul atas aktifitas kliring diselesaikan dengan menggunakan simpanan giro masing-masing bank yang terdapat di Bank Indonesia. CONTOH SOAL Contoh Soal 5 Pada tanggal 5 Maret 2019, Anita nasabah giro Bank Danamon Surabaya, membeli barang dagang Ny. Tuti seharga Rp.160.000.000,00. Anita menyerahkan cek (Bank Danamon) sebagai pembayaran atas transaksi yang ia lakukan. Hastuti (pihak penerima cek) melakukan penyetoran cek tersebut kepada Bank Mandiri Surabaya untuk keuntungan rekening gironya. Pada saat kliring yang terjadi, bagi pihak Bank Danamon cek yang dibawa oleh Anita merupakan utang kepada Bank Mandiri yang diselesaikan melalui lembaga kliring (Bank Indonesia) dengan cara melakukan pemindahbukuan dari giro Bank Danamon ke giro bank Mandiri. Hal ini berarti pihak Bank Danamon melakukan pengurangan rekening gironya pada Bank Indonesia, dengan mengkredit “Giro BI” sebesar Rp.160.000.000,00. Berdasakan hasil kliring, Bank Danamon membuat jurnal sebagai berikut: Bagi pihak Bank Mandiri, cek Bank Danamon yang diterima sebagai setoran giro Tuti lebih dahulu dicatat seperti dibawah ini: Akun “Warkat Kliring” merupakan akun sementara, menunggu proses kliring berhasil. Setelah pertemuan kliring cek Bank Danamon yang diajukan dalam kliring, dan cukup dana. Maka dilakukan pencatatan seperti dibawah ini Tgl Nama Akun Debet Kredit Mar 5 Giro a.n Anita Rp. 160.000.000 Giro BI Rp. 160.000.000 Tgl Nama Akun Debet Kredit Mar 5 Warkat kliring Rp. 160.000.000 Giro a.n Tuti Rp. 160.000.000 Tgl Nama Akun Debet Kredit Mar 5 Giro Bank Indonesia Rp. 160.000.000 Warkat Kliring Rp. 160.000.000
83 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO MATERI PEMBELAJARAN c. Transfer Giro Dalam rekening giro juga terdapat fasilitas transfer. Transfer merupakan sarana pengiriman uang dengan jasa bank. Transfer antarkota mengakibatkan terjadinya transaksi antarcabang pada suatu bank. Media transfer dapat menggunakan teleks, faximile, atau secara tertulis (mail transfer). Pelaksanaan transaksi transfer melibatkan beberapa pihak dibawah ini: 1) Pengirim dana, yaitu pihak yang melakukan pengiriman dana. 2) Bank pelaksana transfer keluar (drawer bank 3) Bank yang menerima transfer masuk 4) Penerima dana (beneficiary) Pada transaksi pemindahan dana atau transfer, pengirim dikenakan biaya materai dan komisi atas transfer yang besarnya tergantung pada jumlah dana yang ditransfer, media yang digunakan, apakah pengirim nasabah atau bukan nasabah bank pelaksana transfer. Setoran transfer terdiri atas uang tunai, giro, deposito berjangka serta setoran kliring (Warkat kliring). Jika dana yang akan disetorkan untuk ditransferkan dalam bentuk warkat kliring, transfer dilaksanakan setelah dalam kliring warkat yang bersangkutan dinyatakan efektif atau berhasil (jika dana dalam rekening tersedia). Mengenai pencatatan transfer meliputi pencatatan transaksi transfer keluar dan transfer masuk. 1) Transfer Masuk Pemindahan uang yang diterima cabang suatu bank dari cabang lain bank sendiri atau dari bank lain untuk diteruskan kepada penerima terakhir. CONTOH SOAL Contoh Soal 6 Pada tanggal 5 Agustus 2019, Bank Bank BRI Cabang Surabaya menerima transfer dari Bank Bank BRI Cabang Gresik sebesar Rp. 300.000.000,- untuk keuntungan nasabah Rika. Jurnal Bank BRI Cabang Surabaya mencatat transaksi diatas: Contoh Soal 7 Pada 8 Agustus 2019, Bank Danamon Cabang Surabaya menerima transfer dari Bank Danamon Cabang Jakarta senilai Rp.200.000.000,-. Dana transfer tersebut untuk diteruskan kepada Riky yang beralamat di jalan Pemuda No. 17. Tgl Nama Akun Debet Kredit Agt 5 RAK-Cabang Gresik Rp. 300.000.000 Giro-Rek. Rika Rp. 300.000.000
84 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO Bagi Bank Danamon Cabang Surabaya, transaksi di atas menyebabkan terjadinya kewajiban kepada riky sebesar Rp.200.000.000,- yang harus dibayar pada saat ia datang untuk mencairkan transfer. Di sisi lain, karena yang menerima dana transfer tersebut dari pihak pengirim adalah Bank Danamon Cab. Jakarta, hal itu menimbulkan terjadinya piutang bank danamon Cab. Surabaya pada Bank Danamon Cab. Jakarta. Transaksi di atas dicatat oleh Bank Danamon Cabang Surabaya: Pada saat dana transfer tersebut dibayarkan kepada riky. Misalnya diilustrasikan pada tanggal 9 Agustus 2019. Bank Danamon Cabang Surabaya mencatat dengan jurnal sebagai berikut: Contoh Soal 8 Pada 11 Agustus 2019, Bank Danamon Cabang Surabaya menerima transfer masuk dari Bank Danamon Cabang Jakarta sebesar Rp.400.000.000,- untuk diteruskan ke nasabah Aisyah. Transaksi di atas menyebabkan terjadinya utang piutang antara Bank Danamon Cabang Surabaya dan Bank Danamon Cabang Jakarta. Dengan demikian, harus diselesaikan melalui kegiatan kliring. Kegiatan kliring ini akan mengakibatkan perubahan pada saldo rekening giro masingmasing bank di Bank Indonesia. Bagi Bank Danamon Surabaya, saldo rekening gironya pada BI berkurang senilai Rp.400.000.000,00 dikarenakan pada saat kliring, Bank Indonesia akan memindahbukukan jurnal tersebut ke rekening giro Bank Danamon. Atas kegiatan transfer masuk di atas, maka Bank Danamon membuat jurnal seperti berikut : Apabila transfer masuk diterima dari bank lain diluar kota tempat bank penerima transfer masuk berada, maka dalam pelaksanaan transfer terlebih dahulu dilakukan antarcabang. Dari sudut pandang Bank Danamon Surabaya, transaksi itu berarti Bank Danamon Surabaya menerima transfer masuk senilai CONTOH SOAL Tgl Nama Akun Debet Kredit Agt 8 Rak-Cabang Jakarta Rp.200.000.000 Transfer Masuk yg dapat Dibyr Rp.200.000.000 Tgl Nama Akun Debet Kredit Agt 9 Transfer Masuk yang dapat Dibayar Rp.200.000.000 Kas Rp.200.000.000 Tgl Nama Akun Debet Kredit Agt 11 RAK- Cabang Jakarta Rp400.000.000 Bank Indonesia-Giro Rp400.000.000
85 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO 2) Transfer Keluar Merupakan bentuk perintah dari bank di kota tertentu kepada cabang di kota lain untuk membayar sejumlah uang tertentu kepada pihak penerima dana transfer. Berikut ini beberapa contoh pencatatan transaksinya. CONTOH SOAL Rp.400.000.000,00 dari bank Danamon Jakarta untuk keuntungan nasabah giro Aisyah. Dalam pelaksanaan transfer dilakukan oleh Bank Danamon Jakarta kepada Bank Danamon Surabaya. Sebelum ada hasil dan pertemuan kliring, warkat transfer yang diterima Bank Danamon Cabang Surabaya sementara dicatat dengan jurnal sebagai berikut: Pada tanggal 12 Agustus 2019 warkat kliring dipindahkan ke rekening “Bank Indonesia-Giro” dengan jurnal sebagai berikut: Tgl Nama Akun Debet Kredit Agt 11 Warkat Kliring Rp400.000.000 Giro Rekening Aisyah Rp400.000.000 Tgl Nama Akun Debet Kredit Agt 12 Bank Indonesia-Giro Rp400.000.000 Warkat Kliring Rp400.000.000 Contoh Soal 9 Pada tanggal 10 Agustus 2019, Dhimas melakukan penyetoran uang kepada Bank BRI Cabang Surabaya senilai Rp300.000.000,00 untuk ditransferkan kepada Wahyu nasabah Bank BRI Cabang Solo. Bank BRI Cabang Surabaya membebani Dhimas bea materai Rp6.000,00 dan komisi transfer senilai Rp200.000,00. Transaksi diatas menyebabkan terjadinya transaksi kantor Cabang Surabaya dengan kantor Cabang Solo. Bank BRI Cabang Surabaya memerintahkan bank BRI Cabang Solo untuk membayarkan uang sebesar Rp300.000.000,00 kepada nasabah Wahyu. Bagi Bank BRI Cabang Surabaya sebagai pelaksana transfer, transaksi di atas mengakibatkan penambahan kas sebesar Rp300.206.000,00 dengan rincian seperti dibawah ini: Rp300.000.000,00 untuk menjadi utang kepada Cabang Solo. Rp200.000,00 sebagai pendapatan komisi transfer. Rp6.000,00 sebagai pengganti bea materai. CONTOH SOAL
86 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO CONTOH SOAL Dengan demikian, jurnal yang harus dibuat Bank BRI Cabang Surabaya adalah sebagai berikut: Contoh Soal 10 Pada tanggal 12 Agustus 2019, Bank BCA Cabang Surabaya menerima amanat dari nasabah giro Yuniar untuk mentransfer uang kepada Danang nasabah Bank BCA Cabang Gresik sebesar Rp200.000.000,00. Yuniar dibebani biaya transfer Rp200.000,00. Dana transfer dan biaya tersebut menjadi beban rekening giro Yuniar. Bank BCA Cabang Surabaya dengan mencatat transaksi diatas sebagai berikut: Contoh Soal 11 Lika menyetorkan cek Bank BNI sebesar Rp400.000.000,00 kepada Bank BNI Surabaya pada tanggal 15 Agustus 2019 untuk ditransfer kepada Lania nasabah Bank BNI Cabang Jakarta. Laura dibebani biaya transfer Rp10.000,00 dan Rp 6.000,00 untuk bea materai. Seluruh biaya telah dibayar tunai. Pada contoh di atas merupakan setoran transfer berupa warkat kliring dimana biaya transfer diterima secara tunai. Maka, transfer dilaksanakan setelah kliring berhasil. Dengan demikian, saat penerimaan setoran transfer, Bank BNI Cabang Surabaya melakukan pencatatan sebagai berikut: Pencatatan di atas dapat diamati yakni, cek bank lain yang diterima sebagai setoran transfer, sebelum kliring lebih dahulu dicatat ke dalam rekening “Warkat Kliring” dan rekening “Utang lainya”. Pada saat kliring berhasil, rekeningTgl Nama Akun Debet Kredit Agt 10 Kas Rp 300.206.000 RAK-Cabang Solo - Rp 300.000.000 Pendapatan Komisi Transfer - Rp 200.000 Bea Materai - Rp 6.000 Tgl Nama Akun Debet Kredit Agt 12 Giro-Rekening Yuniar Rp 200.200.000 RAK-Cabang Semarang - Rp 200.000.000 Pendapatan Komisi Transfer - Rp 200.000 Tgl Nama Akun Debet Kredit Agt 15 Warkat Kliring Rp 400.00.000 Kas Rp 106.000 Utang Lainya - Rp 400.000.000 Pndptan Komisi Transfer - Rp 100.000 Bea Materai - Rp 6.000
87 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO 3. Menghitung dan Mencatat Jasa Giro dan Pajak Jasa giro adalah bunga yang harus dibayar oleh bank untuk keuntungan nasabah yang telah menyimpan uangnya di bank. Bank mencatat debit “beban bunga giro” dan kredit “giro nasabah”. Nasabah giro juga dibebani sejumlah biaya untuk pengelolaan giro yang disebut beban administrasi bank. Penghitungan beban administrasi dan jasa giro dilakukan bank setiap akhir bulan. Bank membebani jumlah beban administrasi dalam dokumen yang disebut memo debit, yaitu pemberitahuan dari bank kepada nasabah bahwa rekening giro nasabah telah didebit oleh bank sejumlah yang tertulis dalam memo tersebut. a. Menghitung jasa giro based on saldo terendah Perhitungan dilakukan menggunakan cara untuk fokus pada saldo terendah dari mutasi giro dalam satu bulan. Saldo tersebut dikalikan dengan suku bunga, yang telah ditetapkan oleh bank. CONTOH SOAL rekening tersebut masing-masing dipindahkan ke rekening “Bank IndonesiaGiro” dan “Rekening AntarKota (RAK) - Cabang Jakarta”. Setelah kliring berhasil tanggal 16 Agustus 2019, Bank BNI Cabang Surabaya membuat pencatatan sebagai berikut: Catatan: RAK merupakan singkatan Rekening Antar-Kota. Dengan jurnal tersebut, akun “Warkat Kliring” dan rekening “Utang Lainya” nettoff sehingga bersaldo nol (tidak bersaldo). Tgl Nama Akun Debet Kredit Agt 16 Bank Indonesia-Giro Rp 400.000.000,00 Utang Lainya Rp 400.000.000,00 Warkat Kliring - Rp 400.000.000,00 RAK-Cabang Jakarta - Rp 400.000.000,00 Bank Mandiri Surabaya Rekening Koran Per Tanggal 28 Februari 2019 Nomor Rekening : 136-00-1189123-0 Nama : Siti Nur A Alamat : Jl. Bukit Delima No. 14 Sby Tanggal Ref Keterangan Mutasi Debit (Rp) Kredit (Rp) Saldo (Rp) 2019 Feb 08 01 Setor tunai - 200.000.000 200.000.000 11 03 Setor kliring - 40.000.000 240.000.000
88 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO MATERI PEMBELAJARAN b. Menghitung jasa giro based on lamanya saldo mengendap Perhitungan ini memperhatikan lamanya setiap saldo mengendap pada tiap mutasi giro Tanggal Ref Keterangan Mutasi Debit (Rp) Kredit (Rp) Saldo (Rp) 15 02 Tarik tunai 30.000.000 - 210.000.000 17 04 Tarik kliring 20.000.000 - 190.000.000 28 Bunga - 1.900.000 191.900.000 28 Pajak 380.000 - 191.520.000 CONTOH SOAL Contoh Soal 12 Perhatikan mutasi giro Ny. Siti pada Bank Mandiri Surabaya bulan Februari 2019, Bank Mandiri menetapkan suku bunga giro 12% per tahun. Saldo terendah dari seluruh mutasi pada bulan Februari 2019, adalah pada tanggal 17 Februari adalah Rp190.000.000,00. Dengan demikian jasa giro Siti untuk bulan Februari 2019 adalah: Rp190.000.000 x x 12% = Rp1.900.000 Jasa Giro dikenakan pajak penghasilan (PPh) sebesar 20%. PPh atas jasa giro diatas adalah : 20% x Rp1.900.000 = Rp380.000 Pencatatan yang dilakukan oleh bank mandiri adalah sebagai berikut: Tgl Nama Akun Debet Kredit Feb 28 Beban Bunga Giro Rp. 1.900.000 Giro – Rekening Siti - Rp1.520.000 Penampungan (utang) PPh - Rp 380.000
89 PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO AKUNTANSI PERBANKAN DAN KEUANGAN MIKRO MATERI PEMBELAJARAN Bank Mandiri Surabaya Rekening Koran Per Tanggal 28 Februari 2019 Nomor Rekening : 136-00-1189123-0 Nama : Siti Nur A Alamat : Jl. Bukit Delima No. 14 Sby Tanggal Ref Keterangan Mutasi Debit (Rp) Kredit (Rp) Saldo (Rp) 2019 Feb 08 01 Setor tunai - 200.000.000 200.000.000 11 03 Setor kliring - 40.000.000 240.000.000 15 02 Tarik tunai 30.000.000 - 210.000.000 17 04 Tarik kliring 20.000.000 - 190.000.000 28 Bunga - 1.420.000 191.420.000 28 Pajak 284.000 - 191.136.000 CONTOH SOAL Berdasarkan mutasi giro novita diatas, saldo dari mutasi pada bulan Februari 2019 dan lamanya mengendap adalah: Rp 200.000.000,00 dari tanggal 8/2 – 10/2, mengendap selama 3 hari Rp 240.000.000,00 dari tanggal 11/2 – 14/2, mengendap selama 4 hari Rp 210.000.000,00 dari tanggal 15/2 – 16/2, mengendap selama 2 hari Rp 190.000.000,00 dari tanggal 17/2 – 28/2, mengendap selama 12 hari Suku bunga giro diatas adalh 12% per tahun. Berikut perhitungan jasa giro untuk bulan februari 2019: Rp 200.000.000,00 x x 12% = Rp. 200.000 Rp 240.000.000,00 x x 12% = Rp. 320.000 Rp 210.000.000,00 x x 12% = Rp. 140.000 Rp 190.000.000,00 x x 12% = Rp 760.000 Jumlah = Rp 1.420.000 Dikurangi PPh 20% x Rp. 1.420.000,00 =Rp 284.000 Jumlah yang dikreditkan pada giro Siti = Rp. 1.136.000 (Catatan : hari bunga dihitung dari tanggal transaksi sebelumnya sampai dengan tanggal transaksi berikutnya)