The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by E_BOOK SMK BATIK 1 SURAKARTA, 2023-01-26 23:52:27

FARMAKOLOGI JILID 1

Produktif Farmasi

Keywords: Farmakologi

140 FARMASI KLINIS DAN KOMUNITAS MATERI PEMBELAJARAN FARMAKOLOGI Hipertensi mengakibatkan resiko besar seperti kerusakan jantung (infark jantung), pembuluh darah (bila pembuluh darah di otak pecah dapat menyebabkan infark otak sehingga badan menjadi lumpuh separuh), kerusakan ginjal, selapu mata dan komplikasi lain. Faktor lain yang menyebabkan hipertensi : a. Garam, ion Na+ bersifat retensi air sehingga memperbesar volume darah, juga memperkuat noradrenalin, dengan demikian memperkuat vasokonstriksi. b. Asam glizirizat (yang terkandung dalam succus), dapat mempertinggi tekanan darah pada orang tertentu. c. Hormon estrogen dalam pil KB bersifat menahan air dan garam, demikian juga hormon androgen. d. Stress (ketegangan emosional) akibat pelepasan hormon adrenalin yang bersifat vasokonstriktif e. Kehamilan Gejala hipertensi : Gejala yang khas tidak ada, penderita kadang – kadang hanya merasa nyeri kepala pada pagi hari sebelum bangun tidur, tetapi setelah bangun rasa nyeri akan hilang. 1. Macam-Macam Hipertensi Berdasarkan etiologi, hipertensi dibagi dua yaitu : a. Hipertensi essensial atau hipertensi primer, disebut juga hipertensi isiopatik, yaitu hipertensi yang tidak jelas penyebabnya. Hipertensi ini merupakan 90% dari kasus hipertensi. Faktor yang mempengaruhinya antara lain usia, jenis kelamin, merokok, kolesterol, berat badan dan aktifitas renin plasma. b. Hipertensi sekunder, prevalensi hipertensi ini hanya 6 – 8 % dari seluruh penderita hipertensi. Disebabkan oleh penyakit, obat, dll. Yang disebabkan oleh penyakit ginjal disebut hipertensi renal, sedangkan yang disebabkan oleh penyakit endokrin disebut hipertensi endokrin. Sedangkan obat – obat yang dapat menyebabkan hipertensi misalnya hormon kontrasepsi, hormon kortikosteroid, anti depresan, dll. 2. Pencegahan Berhubung gejala khas tidak ada, sedangkan hipertensi beresiko besar, maka perlu mengenal lebih awal gangguan ini, yaitu dengan mengukur tekanan darah secara berkala (minimal sekali dalam satu tahun), terutama bagi yang sudah berusia 45 tahun ke atas. Beberapa tindakan umum yang perlu dilakukan oleh pasien meskipun hanya menderita hipertensi ringan antara lain : a. Bagi yang obesitas : menurunkan berat badan, sebab dengan menurunkan berat badan, volume darah juga akan berkurang. Penurunan berat badan 1 kg akan menurunkan tensi darah lebih kurang 0,5 / 0,7 mm Hg. b. Diet garam : maksimum 2 gram per hari. Mengurangi konsumsi lemak termasuk daging, sebaliknya memperbanyak konsumsi makanan nabati. c. Tidak merokok, mengurangi minum kopi dan alkohol, sebab nikotin mempunyai efek vasokonstriksi dan karbondioksida dalam asap rokok


141 FARMASI KLINIS DAN KOMUNITAS MATERI PEMBELAJARAN FARMAKOLOGI mengganggu pernafasan. Kafein dapat menstimulir kontraksi jantung. Demikian pula alkohol, karena tiap 10 gram alkohol dapat meingkatkan 0,5 mm Hg tekanan darah. d. Istirahat yang cukup e. Olah raga teratur, dapat merangsang saraf parasimpatis untuk lebih aktif sedangkan saraf simpatis yang mempunyai efek vasokonstriksi kurang aktif. 3. Pengobatan Prinsip pengobatan hipertensi adalah menurunkan tekanan darah, bila mungkin sampai pada tekanan normal atau pada tekanan yang tidak mengganggu fungsi ginjal, otak dan jantung. Ada dua cara pengobatan hipertensi, yaitu terapi farmakologi dan terapi non farmakologi. Terapi non farmakologi, adalah terapi tanpa menggunakan obat – obatan, misalnya dengan menurunkan berat badan, diet garan dan sebagainya (lihat tindakan umum). Terapi farmakologi, ialah cara bertahap (stepped care = SC), ada empat tahap, yaitu : a. Tahap pertama, dengan satu obat diuretika tiazida atau beta bloker dengan dosis kecil kemudian dosis dinaikkan. b. Tahap kedua, dengan dua obat : diuretika tiazida dan alfa atau beta bloker c. Tahap ketiga, dengan tiga obat : diuretika tiazida dan beta bloker dan vasodilator (biasanya Hidralazin) atau penghambat ACE d. Tahap keempat, dengan empat obat : diuretika tiazida, beta bloker, vasodilator dan guanetidin atau penghambat ACE 4. Penggolongan Obat Hipertensi Tekanan darah ditentukan oleh volume menit jantung dan daya tahan dinding arteriol, yang dapat dirumuskan sebagai berikut : TD = VM x DTP TD = tekanan darah VM = volume menit jantung DTP = daya tahan perifer Dari rumus di atas, tekanan darah dapat diturunkan dengan mengurangi VM atau DTP. Obat – obat hipertensi bekerja atas dasar prinsip tersebut. Penurunan VM dilakukan dengan blokade reseptor beta jantung dan dengan mengecilkan volume darah oleh diuretika. Penurunan DTP diatur oleh faktor yang bekerja melalui susunan saraf sentral maupun perifer. Sedangkan zat –zat vasodilatasi bekerja langsung terhadap perifer diluar sistem adrenergik. Menurut zat khasiat farmakologinya, anti hipertensi dibagi atas : a. Zat – zat penekan SSP, misalnya reserpin b. Zat – zat penekan sistem adrenergik perifer, misalnya Propanolol c. Zat – zat diuresis, lebih praktis bila diberikan dalam bentuk long acting atau dosis tunggal, misalnya Klortalidon


142 FARMASI KLINIS DAN KOMUNITAS MATERI PEMBELAJARAN FARMAKOLOGI d. Zat – zat vasodilator, misalnya Hidralazin e. Zat – zat antagonis kalsium, misalnya Nifedipine f. Zat –zat ACE bloker dan Angiotensin II antagonis, misalnya Losartan K dan Captopril 5. Penggunaan Kebanyakan obat hipertensi bekerja lambat, efeknya baru terlihat setelah beberapa hari, sedangkan efek maksimal setelah beberapa minggu. Obat – obat dengan plasma t ½ antara 2 – 5 jam efek hipotensinya dapat bertahan sampai 20 jam, misalnya Reserpin, Metildopa, Hidralazin, Propranolol dan Metoprolol. Kombinasi antara obat – obat tersebut menghasilkan potensiasi, dengan demikian dosis dapat diturunkan dan efek samping lebih ringan. Obat – obat dengan titik kerja sama (termasuk dalam satu kelompok) jika dikombinasikan tidak menghasilkan potensiasi. 6. Efek Samping Semua obat hipertensi menimbulkan efek samping seperti hidung tersumbat (karena vasodilator mukosa), mulut kering, rasa letih dan lesu, gangguan lambung-usus (mual, diare), gangguan penglihatan dan bradycardia (terkecuali Hidralazin yang justru menyebabkan tachycardia). Waktu menelan obat sebaiknya pada pagi hari setelah makan, sebab tekanan darah paling tinggi pada pagi hari. Dosis pemberian obat maupun penghentian sebaiknya secara berangsur, ini untuk menghindari penurunan dan kenaikan drastis. 7. Obat-Obat Tersendiri : a. Labetolol Indikasi : Hipertensi sedang sampai berat Kerjanya : Merupakan derivat Salbutamol dengan kerja yang cepat setelah 2 – 4 jam. Efek menguat dengan meningkatnya dosis. Obat ini dapat diberikan pada wanita hamil Efek samping : Hidung tersumbat, gangguan gastrointestinal, letih, lemah, kejang dan hipotensi ortistatik. b. Klonidina Indikasi : Semua bentuk hipertensi Kontra indikasi : Sick-sinus syndroma Mekanisme kerja : Merupakan turunan imidazol yang kerjanya kuat berdasarkan efek adrenolitik sentral. Dalam dosis kecil bersifat vasokonstriksi perifer Sediaan : Injeksi 0,15 mg/ml c. Metildopa Indikasi : Hipertensi ringan sampai sedang Mekanisme kerja : Bekerja kuat pada SSP dengan stimulasi reseptor pusat vasomotor, sehingga menekan saraf adrenergik perifer.


143 FARMASI KLINIS DAN KOMUNITAS MATERI PEMBELAJARAN FARMAKOLOGI Kontra indikasi Hepatitis, sirosis hati Interaksi obat : Sering dikombinasi dengan diuretik. Sediaan : Tablet salut selaput 250 mg d. Hidralazin Indikasi : Semua tingkatan hipertensi Mekanisme kerja Mempunyai efek vasodilatasi langsung terhadap dinding arteri. Kontra indikasi : Hipotensi Efek samping : Gangguan lambung-usus, nyeri kepala dan tachycardia. Pada penggunaan dosis tinggi yang lama berakibat borok kulit dan habituasi. Sediaan : Tablet e. Reserpin Adalah salah satu alkaloida dari Rauwolfia serpentina Indikasi : Hipertensi ringan dan sedang Mekanisme kerja : Efek supresi yang tidak begitu kuat terhadap SSP. Plasma t ½ pendek, yaitu ¼ sampai 3 jam, tetapi efek hipotensi bertahan sampai 36 jam, sebab dapat terakumulasi. Efek samping : Depresi psikis dan hipotensi ortostatik, pada permulaan pengobatan timbul gangguan lambung, lelah, mengantuk dan hidung tersumbat. Interaksi obat : Gagal ginjal dan hati, hipokalsemia Sediaan : Tablet 0,1 mg Tabel 7.3 Spesialite Obat Antihipertensi NO. GENERIK NAMA DAGANG PABRIK 1. Kaptopril Captensin Kalbe Farma 2. Klonidin Catapres Boehringer Ingelheim 3. Metildopa Dopamet Actavis 4. Atenolol Farnormin Fahrenheit Betablok Internolol Kalbe Farma Interbat 5. Reserpin Serpasil Sandoz 6. Propranolol Farmadral Fahrenheit (sumber : Informasi Spesialite Obat (ISO) Indonesia, Vol. 51, 2017 s.d. 2018)


144 FARMASI KLINIS DAN KOMUNITAS MATERI PEMBELAJARAN FARMAKOLOGI C. Diuretika Diuretika adalah zat-zat yeng memperbanyak pengeluaran urine (diuresis) akibat pengaruh langsung terhadap ginjal. Zat-zat lain yang meskipun juga menyebabkan diuresis tetapi tidak mempengaruhi ginjal secara langsung, adalah : 1. Obat-obat yang memperkuat kontraksi jantung, misalnya Digitalis, Teofilin, dll. 2. Zat-zat yang memperbesar volume darah, seperti Plasma, Dextran 3. Zat yang merintangi sekresi hormon anti diuretik, misalnya air, alkohol, dan larutan-larutan hipotonik. Fungsi utama ginjal adalah memelihara kemurnian darah dengan jalan mengeluarkan semua zat asing dan sisa metabolisme dalam darah. Disamping itu berperan juga memelihara homeostatis, yaitu keseimbangan dinamis antara cairan intra dan ekstra sel, serta memelihara volume total dan susunan cairan ekstra sel. Proses diuresis dimulai dengan proses filtrasi yang terjadi di glomeruli, yang hasilnya berupa ultra filtrat (mengandung air dan elektrolit), ditampung pada kapsul Bowman yang terdapat disekeliling glomeruli. Kemudian disalurkan ke kandung kemih dengan melintasi saluran – saluran seperti tubuli proksimal, lengkung Henle, tubuli distal dan saluran pengumpul (ductus colligens). Pada tiap saluran yang dilewati, terjadi reabsorpsi zat tertentu. 1. Mekanisme Kerja Kebanyakan diuretika bekerja dengan mengurangi reabsorpsi ion-ion Na+, sehingga pengeluarannya bersama air diperbanyak. Obat ini bekerja khusus terhadap tubuli ginjal pada tempat yang berlainan, yaitu : a. Pada tubuli proksimal, disini 70% ultra filtrat diserap kembali (Glukosa, Ureum, ion Na+ dan Cl- ). Filtrat tidak berubah dan tetap isotonik terhadap plasma. Diuretik osmotik (Manitol, Sorbitol, Gliserol) juga bekerja di tempat ini dengan mengurangi reabsorpsi ion Na+ dan Cl- . b. Pada lengkungan Henle (Henle’s loop), di sini 20% ion Cl- diangkut secara aktif ke dalam sel tubuli dan disusul secara pasif oleh ion Na+, tetapi tanpa air, sehingga filtrat menjadi hipotonik terhadap plasma. Diuretika lengkungan (diuretika kuat seperti Furosemida, Bumetamida, Asam Etakrinat) bekerja di sini dengan merintangi transpor Cl- . c. Pada tubuli distal bagian depan ujung Henle’s loop dalam cortex, di sini ion Na+ diserap kembali secara aktif tanpa penarikan air, sehingga filtrat menjadi lebih cair dan lebih hipotonik. Saluretika (zat-zat Thiazida, Klortalidon, Mefruzida dan Klopamida) bekerja di sini dengan merintangi reabsorpsi ion Na+ dan Cl- . d. Pada tubuli distal bagian belakang, di sini ion Na+ diserap kembali secar aktif, dan terjadi pertukaran dengan ion K+, H+ dan HH4+. Proses ini dikendalikan oleh hormon anak ginjal aldosteron. Zat-zat penghemat kalium (Spirolanton, Thiamteren dan Amilorida) bekerja di sini dengan mengurangi pertukaran ion K+ dengan ion Na+, dengan demikian terjadi retensi kalium (antagonis aldosteron). Reabsorpsi air terutama berlangsung di saluran pengumpul (ductus colligens), dan di sini bekerja hormon anti diuterik (vasopresin).


145 FARMASI KLINIS DAN KOMUNITAS MATERI PEMBELAJARAN FARMAKOLOGI 2. Penggolongan Diuretika dapat di bagi atas dua golongan, yaitu : a. Diuretika dengan kerja umum Berdasarkan daya diuretiknya, diuretik kerja umum dapat dibagi 3 golongan : 1) Berdaya kerja kuat (diuretika lengkungan), misalnya Furosemida, Bumetanida dan Asam Etakrinat. Diuretika ini bekerja cepat tetapi singkat, hanya 4 - 6 jam. Lebih kurang 20% dari jumlah ion Na+ dalam filtrat diekskresi. Digunakan dalam keadaan akut, misalnya pada udema otak atau paru-paru. 2) Berdaya kerja sedang (saluretika), misalnya Hidroklorthiazida, Klortalidon, Klopamida, Indapamida. Mengekskresi 5% - 10% ion Na+ dalam tubuli distal bagian depan. Digunakan pada terapi pemeliharaan hipertensi atau bermacam-macam udema. 3) Berdaya kerja lemah (diuretika hemat kalium), misalnya Spironolakton, Amilorida dan Traimteren. Hanya sedikit mengekskresi ion Na+ (kurang dari 5%) pada tubuli distal bagian atas. b. Diuretika dengan kerja khusus Di bagi 2 kelompok, yaitu ; 1) Diuretika osmotika, misalnya Manitol, Sorbitol, Gliserol dan Ureum. Reabsorpsinya bersifat non elektrolit dan tidak lengkap, dengan demikian tekanan osmotik ultra filtrat dipertinggi dan kadar Na menurun dalam cairan tubuh. Kejelekan diuretika ini adalah : Ureum : daya kerja lemah, rasa tidak enak, menyebabkan gangguan usus Manitol dan Sorbitol, hanya dapat digunakan secara parenteral (i.v) dan dapat menyebabkan udema paru – paru. Penggunaan kelompok diuretika ini sudah terdesak oleh Furosemida. 2) Perintang karbo-anhidrase, misalnya Asetazolamida dan Diklofenamida, bekerja dengan merintangi enzim karbo-anhidrase di sel-sel tubuli, sehingga ion-ion HCO3-, Na+ dan K+ diesksresi bersama air. Penggunaan sekarang hanay pada glaukoma, untuk mengurangi produksi cairan dalam mata. Obat-obat lain yang mempunyai efek samping diuresis karena mempertinggi filtrasi glomeruli dengan beberapa cara, yaitu : 1) Mempertinggi volume menit jantung, misalnya Digitalis 2) Memperbesar volume darah, seperti plasma 3) Vasodilatasi di dalam ginjal, misalnya Teofilin 3. Penggunaan Diuretika digunakan pada keadaan dimana dikehendaki pengeluaran urine lebih banyak, terutama pada : a. Udema Yaitu suatu keadaan kelebihan air dijaringan, misalnya pada dekompensasi jantung setelah infark, dimana sirkulasi darah tidak berlangsung sempurna


146 FARMASI KLINIS DAN KOMUNITAS MATERI PEMBELAJARAN FARMAKOLOGI lagi, dan air tertimbun di paru-paru ; atau pada ascites (busung perut) dimana air tertimbun di dalam rongga perut ; atau pada penyakit-penyakit ginjal. b. Hipertensi Untuk mengurangi volume darah agar tekanan menurun. Diuretika mempunyai sifat memperkuat obat-obat hipertensi sehingga sering dikombinasi dengan obat-obat tersebut. c. Diabetes inspidus Produksi air kemih berlebihan, dalam hal ini diuretika justru mengurangi poliurea. d. Batu ginjal Untuk membantu mengeluarkan endapan kristal dari ginjal dan saluran kemih. 4. Efek Samping Efek samping yang sering timbul adalah : a. Hipokalemia, yaitu kekurangan kalium dalam darah. Disebabkan oleh diuretika yang bekerja pada tubuli distal bagian depan memperbesar eksksresi ion K+ dan H+ yang ditukar dengan ion Na+. b. Hiperurikemia, disebabkan oleh adanya saingan antara diuretika dengan asam urat pada transportasi di tubuli. Dapat dicegah dengan pemberian Allupurinol dan Probenesid. c. Hiperglikemia, yaitu meningginya kadar kolesterol dan trigliserida disebabkan karena menurunnya kadar HDL terutama oleh Klortalidon. Kecuali Indapamin tidak mempengaruhi lipida. d. Hipoatremia dan alkalosis, terutama oleh diuretika kuat sehingga kadar Na+ dalam plasma menurun drastis. Disamping itu juga meningkatkan ekskresi asam, sehingga terjadi alkalosis. Gejalanya: gelisah, kejang otot, haus, letargi (selalu mengantuk dan kolaps). Berkurangnya ion Na+ dan K+ dapat menyebabkan hipotensi. Furosemida dan Asam Etakrinat dapat pula menyebabkan alkalosis, karena banyaknya pengeluaran ion Cl- . e. Gangguan lain, pada lambung, usus, mual, muntah, diare, rasa letih, nyeri kepala, dan pusing. 5. Obat Tersendiri a. Amilorida Indikasi : Udema dan hipertensi apabila hipokalemia sulit dihindarkan dengan kalium tambahan Mekanisme kerja : Turunan Triamterene ini bekerja lambat (setelah 6 jam), efeknya bertahan selama 24 jam. Kontra indikasi : Gagal ginjal kronik dan akut, anuria, hiperkalemia, anak-anak , pasien yang sedang diobati dengan diuretika hemat kalium. Efek samping : Fotosensibilisasi, impotensi (jarang terjadi) Sediaan : Tablet 50 mg (Lorinid®)


147 FARMASI KLINIS DAN KOMUNITAS MATERI PEMBELAJARAN FARMAKOLOGI b. Furosemida Indikasi : Efektif pada udema otak dan paru-paru yang akut, insufisiensi ginjal dan hipertensi, keracunan barbiturat (diuresis paksa) Mekanisme kerja : Merupakan diuretika kuat, bekerja pada Henle’s loop. Efek per oral cepat (1/2 – 1 jam), bertahan selama 4 – 6 jam. Kontra indikasi : Anuria, nefritis akut. Efek samping : Gangguan saluran cerna (mual dan mulut kering), pada injeksi i.v. yang terlalu cepat dapat terjadi ketulian (jarang terjadi), hipotensi Sediaan : Injeksi, tablet c. Hidroklortiazida Sering dipakai dalam kombinasi dengan anti hipertensi yang berhubungan dengan berkurangnya volume plasma dan penurunan daya tahan dinding pembuluh. Titik kerja pada tubli distal bagian depan. Efek setelah 1 jam, bertahan selama 12 – 18 jam. d. Glukosa Diuretika terhadap udema otak dan paru – paru. e. Asam Etakrinat Indikasi : Efektif pada udema otak dan paru – paru yang akut. Digunakan juga pada insufisiensi ginjal dan hipertensi. Mekanisme kerja : Merupakan diuretika kuat, bekerja pada Henle’s loop. Efek per oral cepat (1/2 – 1 jam), bertahan selama 6 – 8 jam. Kontra indikasi : Tidak boleh diberikan pada anak – anak dibawah 2 tahun dan pada wanita hamil / menyusui. Efek samping : Gangguan lambung f. Klortalidon Indikasi : Udema yang disebabkan gangguan fungsi hati, ginjal, jantung. Sering juga dipakai dalam kombinasi dengan anti hipertensi yang berhubungan dengan berkurangnya volume plasma dan penurunan daya tahan dinding pembuluh. Mekanisme kerja : Titik kerja pada tubli distal bagian depan. Efek setelah 2 jam, bertahan selama 24 – 48 jam.


148 FARMASI KLINIS DAN KOMUNITAS MATERI PEMBELAJARAN FARMAKOLOGI Kontra indikasi : Insufisiensi ginjal, aterosklerosis koroner atau otak. Hati – hati pada penderita diabetes mellitus. Sediaan : Tablet g. Spironolakton Indikasi : Daya diuresisnya lemah, karena itu digunakan sebagai kombinasi bersama diuretik umum. Penggunaannya pada hipertensi essensial, udema pada payah jantung kongestif Mekanisme kerja : Merupakan penghambat aldosteron, mulai kerja lambat (sesudah 2 – 4 jam), efek bertahan selama beberapa hari setelah pemberian dihentikan. Termasuk diuretika hemat kalium. Kontra indikasi : Hiperkalemia, gagal ginjal parah Efek samping : Berupa umum, pada penggumaan yang lama dapat menimbulkan impotensi (pada pria) dan nyeri payudara dan gangguan haid (pada wanita) Sediaan : Tablet h. Triamterene Kerjanya mirip spironolakton, menghambat pertukaran ion Na+, K+ dan H+ dalam tubuli distal. Efeknya setelah 2 – 4 jam, bertahan selama 8 jam. i. Asetazolamida Indikasi : Jarang digunakan sebagai diuretika. Hanya digunakan untuk mengurangi sekresi cairan dalam mata untuk menurunkan tekanan intra okuler (pada kasus glaukoma) Mekanisme kerja : Kerjanya sebagai perintang enzim karboanhidrase, ekskresi ion Na+, K+ dan bikarbonat bertambah. Kontra indikasi : Disfungsi ginjal dan hati, tidak dianjurkan penggunaannya pada wanita hamil Sediaan : Tablet


149 FARMASI KLINIS DAN KOMUNITAS MATERI PEMBELAJARAN FARMAKOLOGI j. Kaptopril Indikasi : Hipertensi, gagal jantung Kontra indikasi : Tidak dianjurkan penggunaannya pada wanita hamil karena dapat berakibat kelainan pada fetus. Efek samping : Ruam kulit, pruritus, fotosensitif, sakit kepala, pusing, mual, insomnia, batuk persisten Sediaan : Tablet Tabel 7.4. Spesialite Obat Diuretika NO GENERIK NAMA DAGANG PABRIK 1. Spironolakton Spirolacton Letonal Phapros Otto 2. Furosemida Farsix Uresix Impugan Fahrenheit Caprifarmindo Actavis 3. Asetazolamida Glauseta Sanbe Farma (sumber : Informasi Spesialite Obat (ISO) Indonesia, Vol. 51, 2017 s.d. 2018) D. Hematinika 1. Pendahuluan Hematinika atau obat-obat pembentuk darah yaitu obat-obat yang khusus digunakan untuk merangsang atau memperbaiki proses pembentukan sel darah merah (erythropoesis). Sel darah merah dibentuk dalam sumsum tulang yang pipih. Untuk itu dibutuhkan zat besi, vitamin B12 dan asam folat. Zat besi untuk membentuk hemoglobin, vitamin B12 dan asam folat untuk membentuk sel darah merah. Zat tersebut diperoleh dari makanan dan ditimbun dalam jaringan, terutama hati dan sumsum tulang. Vitamin B12 dapat disintesa dalam usus besar dalam bakteri tetapi tidak dapat untuk memenuhi kebutuhan tubuh, sebab vitamin ini terikat dengan protein dan penyerapannya berlangsung dalam ileum. Anemia adalah keadaan dimana kadar Hb dan atau eritrosit berkurang. Orang dikatakan menderita anemi bila kadar Hb kurang dari 8 mmol/liter pada pria atau 7 mmol/liter pada wanita. Ada dua jenis anemi yaitu anemi ferriprive dan anemi megaloblaster. a. Anemi ferriprive Disebabkan oleh kekurangan zat besi, dengan tanda-tanda kadar Hb dibawah normal (hypochrom), eritrosit lebih kecil (microcyter). Anemi ini sering disebut anemi hypochrom, anemi microcyter atau anemi sekunder.


150 FARMASI KLINIS DAN KOMUNITAS MATERI PEMBELAJARAN FARMAKOLOGI b. Anemi megaloblaster Disebabkan oleh kekurangan vitamin B12 atau asam folat, dengan tandatanda sel darah merah membesar (macrocyter) dengan kadar Hb normal atau lebih tinggi (hyperchrom), disebut juga anemi primer. Dalam keadaan yang lebih berat disebut anemi pernisiosa c. Anemia lainnya Merupakan bentuk anemia serius yang tidak ada hubungannya dengan kekurangan zat besi atau vitamin. Termasuk kedalam golongan ini adalah: 1) Anemia aplastis, yaitu eritrosit atau unsur darah lainnya tidak terbentuk. Penyebabnya antara lain karena faktor keturunan (disebut juga anemia aplastis primer atau congenital); rusaknya sumsum tulang akibat efek samping obat seperti kloramfenikol, karbimazol, sitostatika (disebut juga anemia aplastis sekunder). 2) Anemia haemolitis, yaitu eritrosit dirusak, Hb dilarutkan dalam serum dan diekskresikan lewat urin, misalnyapada malaria tropika. 2. Pengobatan Berhubung anemi hanya merupakan gejala, maka sebelum melakukan pengobatan perlu ditentukan lebih dahulu jenis anemi dengan menemtukan kadar zat besi, vitamin B12 dan asam folat dalam darah, agar dapat diberikan terapi yang tepat. Anemi ferriprive dapat dihilangkan dengan pemberian preparat zat besi, sedangkan penyebabnya mungkin tetap ada misalnya tumor atau borok lambung yang juga harus diobati, sebab bila hanya memberi preparat zat besi tanpa mengobati penyebabnya, anemi tidak akan dapat diatasi. Dalam hal ini pemberian vitamin B12 atau asam folat tidak berguna bahkan dapat merugikan, karena menyulitkan diagnosa anemi primer berhubung megaloblaster lenyap dari sumsum tulang. Pada anemi pernisiosa, asam folat tidak dapat diberikan 3. Zat- zat anti anemi a. Asam folat Sumbernya sayuran berwarna hijau, hati, ragi, buah-buahan. Dalam bahan makanan tersebut asam folat terdapat dalam senyawa konjugasi (poliglutamat). Senyawa ini dalam hati akan diuraikan oleh enzim dan direduksi menjadi zat aktifnya (tetrahidro folic acid). Zat ini untuk sintesa DNA dan RNA serta pembelahan sel. b. Zat besi (Fe) Dalam makanan, zat besi terikat sebagai ferri kompleks, tetapi dalam lambung diubah menjadi ferro klorida. Resorpsi hanya berlangsung dalam duodenum, dalam lingkungan asam netral garam ferro lebih mudah larut. Setelah diserap dalam darah, maka akan bergabung dalam protein menjadi ferritin yang disimpan sebagai cadangan, sebagian diangkut ke sumsum tulang, hati dan sel-sel lain untuk sintesa hemoglobin dan enzim zat besi (metalo enzim). Kebutuhan zat besi sehari 1-2 mg.


151 FARMASI KLINIS DAN KOMUNITAS MATERI PEMBELAJARAN FARMAKOLOGI Gejala kekurangan zat besi seperti anemi hipokrom, yaitu pucat, letih dan lesu, jari-jari dingin, jantung berdebar, nyeri lidah, kuku dan kulit keriput. Defisiensi ini dapat diobati dengan pemberian garam-garam ferro per-oral, misalnya ferro fumarat, ferro sulfat, ferro klorida, dan lainnya. Pemberian parenteral hanya bila ada kelainan lambung (perdarahan) atau rangsangan yang hebat. Lagipula ada bahaya over dosis, sedangkan peroral tidak akan terjadi over dosis sebab ada rintangan kontrol usus, kecuali pada anak-anak dimana kontrol usus belum sempurna. c. Vitamin B12 (Cyanocobalamin) Sumber vitamin ini adalah makanan dari hewani : hati, daging, telur, susus, dalam bentuk ikatan dengan protein. Kebutuhan orang sehari 2-5 mcg. Dalam lambung vitamin B12 dilepas dari ikatan kompleksnya dengan protein oleh HCL yang segera diikat oleh glukoprotein yang disebut instrinsik factor (Castle 1929) yang dihasilkan oleh mukosa lambung bagian dasar. Dengan pengikatan ini zat tersebut baru dapat diserap oleh reseptor spesifik di usus halus(ileum). Setelah diserapvitamin B12 diangkut dan ditimbun dalam hati yang secara bertahap dilepas sesuai kebutuhan tubuh. Defisiensi vitamin B12 dengan gejala-gejala megaloblaster, nyeri lidah, degenerasi otak, sumsum tulang, depresi psikis. Pengobatan terutama dengan injeksi, oral vitamin B12 dengan kombinasi instrinsic factor (serbuk pylorus). Tabel 7.5 Spesialite Obat Anti Anemia (Hematinika) No. Nama Generik Nama Dagang Produsen 1. Cyanokobalamin Vitamin B-12 Vitamin B-12 Vitamin B-12 Supra Ferbindo Farma Afi Farma Imfarmind 2. Fe karbonil + Vit C + Vit. B12, dll Ferofort Kalbe Farma 3. Fe Sulfat + Asam Folat + Vit C + Vit. B Iberet - 500 Abbott 4. Fe Gluconat + Vit C + Asam Folat Sangobion Merck Indonesia (sumber : Informasi Spesialite Obat (ISO) Indonesia, Vol. 51, 2017 s.d. 2018)


152 FARMASI KLINIS DAN KOMUNITAS MATERI PEMBELAJARAN FARMAKOLOGI E. Hemostatika dan Oksitosikum Hemostatika Hemostatik adalah zat atau obat yang digunakan untuk menghentikan pendarahan. Obat-obat ini diperlukan untuk mengatasi pendarahan. Perdarahan dapat disebabkan oleh defisiensi satu faktor pembekuan darah dan dapat pula akibat defisiensi banyak faktor yang mungkin sulit untuk didiagnosis dan diobati. Hemostatik dibagi dua, yaitu hemostatik lokal dan hemostatik sistemik. 1. Hemostatik Lokal Yang termasuk golongan ini dapat dibagi lagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan mekanisme hemostatiknya : a. Absorbable haemostatics Obat golongan ini menghentikan perdarahan dengan pembentukan suatu bekuan buatan atau memberikan jaringan yang mempermudah pembekuan bila diletakkan langsung pada luka. Dengan kontak permungkaan benda asing, trombosit akan pecah dan membebaskan factor pembekuan. Termasuk golongan ini spons gelatin dan selulosa oksida (oksisel). b. Astringen Zat ini bekerja dengan memgendapkan protein darah sehingga perdarahan dapat dihentikan. Contoh : Ferri Klorida, Nitras argenti dan asam tanat. c. Koagulan Dapat menimbulkan hemostasis dengan dua cara, yaitu dengan mempercepat perubahan protrombin menjadi trombin dan secara langsung menggumpalkan fibrinogen. d. Vasokonstriktor Dapat digunakan untuk menghentikan perdarahan kapiler dan cara pakainya dengan mengoleskan kapas yang telah dibasahi dengan obat ini pada permungkaan luka. Contoh : Epinefrin, Norepinefrin dan Vasoprin. 2. Hemostatik Sistemik Dengan memberikan transfusi darah, seringkali perdarahan dapat dihentikan segera. Hal ini terjadi karena penderita mendapatkan semua faktor pembekuan darah yang terdapat dalam darah transfusi. Keuntungan lainnya ialah perbaikan volume sirkulasi. Perdarahan yang disebabkan oleh defisiensi factor pembekuan darah tertentu dapat diatasi dengan menggantikan/memberikan faktor pembekuan yang kurang tersebut. Zat- zat tersendiri : 1. Faktor antihemofilik (faktor VII) Berguna untuk mencegah atau mengatasi perdarahan pada penderita hemofilia A (defisiensi faktor VIII) dan penderita yang darahnya mengandung inhibitor faktor VIII 2. Kompleks faktor IX Sediaan ini mengandung faktor II, VII, IX dan X; serta sejumlah kecil protein plasma lain. Digunakan untuk pengobatan hemofilia B, atau bila diperlukan faktor-faktor yang terdapat dalam sediaan tersebut untuk mencegah perdarahan. Akan tetapi karena ada kemungkinan timbulnya hepatitis, sebaiknya preparat


153 FARMASI KLINIS DAN KOMUNITAS MATERI PEMBELAJARAN FARMAKOLOGI ini tidak diberikan pada penderita non hemofilia. Efek sampingnya berupa trombosis, demam, menggigil, sakit kepala dan shock anafilaksis. 3. Human fibrinogen Sediaan ini hanya digunakan bila dapat ditentukan kadar fibrinogen dalam darah penderita, dan daya pembekuan yang sebenarnya. 4. Vitamin K Sebagai hemostatik, vitamin K memerlukan waktu untuk menimbukan efek, sebab vitamin K harus merangsang pembentukan darah terlebih dahulu. 5. Asam aminokaproat Merupakan competitiv inhibitor dari aktivator plasminogen dan penghambat plasmin. Plasmin sendiri berperan menghancurkan fibrinogen, fibrin dan faktor pembekuan darah lainnya. Oleh karena itu asam aminokaproat dapat membantu mengatasi perdarahan berat akibat fibrinolisis yang berlebihan. 6. Asam traneksamat Indikasi dan mekanisme kerja yang sama dengan asam aminokaproat, tetapi 10 kali lebih kuat dengan efek samping lebih sedikit. 7. Karbozokrom Dapat memperbaiki permeabilitas kapiler dan untuk mencegah dan mengobati perdarahan kapiler Tabel 7.6 Spesialite Obat Hemostatika NO GENERIK NAMA DAGANG PABRIK 1. Karbazokrom natrium sulfonat Adona AC-17 Crome Adrome Tanabe Indonesia Ferron Pertiwi Agung 2. 3. Asam traneksamat Fitomenadion Kalnex Tranec Tranxa Neo-K Kalbe Farma Gracia Pharmindo Bernofarm Combiphar (sumber : Informasi Spesialite Obat (ISO) Indonesia, Vol. 51, 2017 s.d. 2018) Oksitosik Oksitosik adalah obat yang merangsang kontraksi uterus. Obat ini berguna dalam praktik kebidanan. 1. Zat-Zat Tersendiri a. Alkaloid Ergot Sumber alkaloid ergot adalah Claviseps purpurea, suatu jamur yang hidup sebagai parasit pada tanaman gandum. Khasiatnya yang terpenting adalah stimulus otot polos, terutama dari pembuluh darah perifer dan rahim, dengan efek vasokonstriksi dan oksitosik. Alkaloid-alkaloid ini merupakan turunan asam lisergat, dan dapat dibagi dalam 3 kelompok, yaitu :


154 FARMASI KLINIS DAN KOMUNITAS MATERI PEMBELAJARAN FARMAKOLOGI 1) Ergotamin Indikasi : Meningkatkan kontraksi uterus, migrain Mekanisme kerja Oksitosik dan vasokonstriksi kuat Kontra indikasi : Wanita yang habis melahirkan, sepsis, gagal ginjal dan hati Efek samping : Berdebar, naiknya tekanan darah, perasaan dingin, haus, muntah, diare Sediaan : Tablet, injeksi 2) Ergometrin Khasiat vasokonstriksi lebih lemah dari pada ergotamin, namun efek oksitosiknya lebih kuat. Turunannya metilergometrin, memiliki efek oksitosik yang lebih kuat dan lebih lama. Indikasi : Meningkatkan kontraksi uterus, migrain Kontra indikasi : Wanita yang habis melahirkan, sepsis, gagal ginjal dan hati Efek samping : Berdebar, naiknya tekanan darah, perasaan dingin, haus, muntah, diare Sediaan : Tablet, injeksi 3) Ergotoksin Terdiri dari ergokristin, ergokriptin dan ergokonin. Yang digunakan hanya derivat dihidro – nya. Terutama digunakan pada gangguan sirkulasi dipermukaan, hipotensi ringan dan migrain. b. Oksitosin Merangsang otot polos uterus dan kelenjar mamae. Fungsi perangsangan ini bersifat selektif dan cukup kuat. Tabel 7.7 Spesialite Obat Oksitoksikum NO GENERIK NAMA DAGANG PABRIK 1. Methyl Ergometrine Hidrogen Maleat Methergin Novartis Indonesia 2. Methyl Ergometrine Maleate Metherinal Pertiwi Agung 3. Oxytocin Santocyn Syntocinon Piton-S Caprifarmindo Novartis Indonesia Schering Plough (sumber : Informasi Spesialite Obat (ISO) Indonesia, Vol. 51, 2017 s.d. 2018)


155 FARMASI KLINIS DAN KOMUNITAS FARMAKOLOGI CAKRAWALA Salah satu efek samping obat antihipertensi kaptopril adalah batuk kering. Beberapa studi melaporkan wanita dan usia lansia (lanjut usia) memiliki risiko lebih besar untuk mengalami efek samping batuk kering. Gambar 7.3 Obat Kaptopril (sumber : https://www.k24klik.com/p/CAPTOPRIL-IF-25MG-TAB-76) Penelitian lain juga ada yang menyebutkan tidak terdapat perbedaan kemungkinan terjadinya efek samping batuk kering pada perbedaan jenis kelamin dan usia. Di samping itu, terdapat studi bahwa efek samping batuk lebih dominan terjadi pada ras tertentu (sumber : http://lib.ui.ac.id/naskahringkas/2016-05/S56942-Sania). Untuk menambah wawasan lebih jauh mengenai golongan obat jantung dan pembuluh para siswa sekalian dapat mempelajari secara mandiri di internet. Melalui internet kalian bisa mengakses lebih jauh materi tentang obatobat jantung dan pembuluh. Salah satu website yang dapat dikunjungi untuk menambah wawasan dan pemahaman kalian tentang obat-obat jantung dan pembuluh adalah sebagai berikut : http://pionas.pom.go.id/ioni/bab-2- sistem-kardiovaskuler-0 JELAJAH INTERNET


156 FARMASI KLINIS DAN KOMUNITAS FARMAKOLOGI 1. Obat-obat jantung atau cardiaca adalah obat yang secara langsung dapat memulihkan fungsi otot jantung yang terganggu ke keadaan normal. Contoh obat nifedipin, diltiazem. 2. Obat antihipertensi adalah obat yang menurunkan tekanan darah. Contoh obat kaptopril, propranolol. 3. Diuretika adalah zat-zat yeng memperbanyak pengeluaran urine (diuresis) akibat pengaruh langsung terhadap ginjal. Contoh obat furosemid. 4. Hematinika atau obat-obat pembentuk darah yaitu obat-obat yang khusus digunakan untuk merangsang atau memperbaiki proses pembentukan sel darah merah. Contoh obat zat besi. 5. Hemostatik adalah zat atau obat yang digunakan untuk menghentikan pendarahan. Contoh obat asam traneksamat, vitamin K. 6. Oksitosik adalah obat yang merangsang kontraksi uterus. Contoh obat : oksitosin, metil ergometrin. RANGKUMAN TUGAS 7.1 1. Carilah 1 nama spesialite lain untuk obat analgetik-antipiretik berikut! Lengkapilah dengan informasi indikasi, dosis, kontraindikasi, efek samping! a. Oksitosin b. Nifedipin c. Methyl Ergometrine 2. Gambarkan penandaan logo obat dengan nama dagang berikut : a. Tablet Ferofort b. Tablet Capoten c. Injeksi Lasix TUGAS 7.2 Carilah informasi obat di bawah ini! No. Gambar Obat Informasi Obat 1. sumber : https://obatsakit.info/wp-content/uploads/2018/09/Fargoxin-Tablet.jpg Bentuk Sediaan : Indikasi : Dosis : Kontraindikasi : Efek samping : TUGAS MANDIRI


157 FARMASI KLINIS DAN KOMUNITAS FARMAKOLOGI No. Gambar Obat Informasi Obat 2. sumber : https://www.apotheekmeysen.be/UserFiles/Uploads/images/ Products/1000167/0029736.jpg Bentuk Sediaan : Indikasi : Dosis : Kontraindikasi : Efek samping : 3. sumber : https://www.gogobli.com/produk/becefort/871413_livron_b. plex.jpg Bentuk Sediaan : Indikasi : Dosis : Kontraindikasi : Efek samping : TUGAS 7.3 Carilah 1 gambar/foto spesialite obat antiepilepsi di bawah ini lalu tempel pada lembar aktivitas dan beri informasi obat! No. Nama Obat Gambar Obat Informasi Obat 1. Diltiazem Bentuk Sediaan : Indikasi : Dosis : Kontraindikasi : Efek samping : Golongan obat : Keras 2. Isosorbid dinitrat Bentuk Sediaan : Indikasi : Dosis : Kontraindikasi : Efek samping : Golongan obat : TUGAS MANDIRI


158 FARMASI KLINIS DAN KOMUNITAS FARMAKOLOGI No. Nama Obat Gambar Obat Informasi Obat 3. Kaptopril Bentuk Sediaan : Indikasi : Dosis : Kontraindikasi : Efek samping : Golongan obat : 4. Furosemid Bentuk Sediaan : Indikasi : Dosis : Kontraindikasi : Efek samping : Golongan obat : 5. Metildopa Bentuk Sediaan : Indikasi : Dosis : Kontraindikasi : Efek samping : Golongan obat : TUGAS 7.4 Carilah 2 nama spesialite lain untuk obat berikut! Lengkapilah dengan gambar! No. Nama obat Spesialite Gambar Obat 1. Asam traneksamat 2. Vitamin K TUGAS 7.5 Tugas kelompok dimulai dengan membagi anggota kelas menjadi 3 kelompok. Setiap kelompok mencari drug fact dari obat antiparkinson berikut dari sumber literatur yang relevan. Setiap kelompok mempresentasikan hasil temuannya secara bergantian di depan kelas menggunakan aplikasi Microsoft Power Point. 1. Hidroklorotiazid 2. Amlodipin 3. Bisoprolol TUGAS MANDIRI


159 FARMASI KLINIS DAN KOMUNITAS FARMAKOLOGI Kerjakan soal di bawah ini dengan baik dan benar! 1. Jelaskan obat-obat gangguan jantung! 2. Jelaskan penggolongan obat antihipertensi! 3. Bagaimana cara penggunaan obat isosorbit dinitrat ? 4. Apa yang dimaksud diuretika? 5. Sebutkan obat-obat hematinika! PENILAIAN AKHIR BAB Setelah mempelajari bab ini diharapkan peserta didik bisa menerapkan dan memahami materi tentang anatomi fisiologi manusia dengan benar dan dapat menyebutkan bagian-bagian anatomi fisiologi manusia yang akan berhubungan dengan bab berikutnya yaitu tentang cara pemberian obat atau cara pemakaian obat yang tepat. REFLEKSI


160 FARMASI KLINIS DAN KOMUNITAS FARMAKOLOGI PENILAIAN AKHIR SEMESTER GENAP 1. Apa guna obat parasimpatolitik atropin di bawah ini? a. pengobatan tukak lambung b. pengobatan gastritis c. pramedikasi pada anestesia d. antiemetik pada mabuk perjalanan e. penyakit saluran pernafasan obstruktif 2. Apa respon pada aktivasi sistem saraf parasimpatik di bawah ini? a. dilatasi saluran pernapasan b. penghambatan sekresi air liur c. melebarkan pupil d. mengurangi sekresi empedu e. aktivitas peristaltik meningkat 3. Seorang pasien mengalami syok anafilaktik lalu dilarikan ke unit gawat darurat rumah sakit. Apa obat simpatomimetik langsung yang dapat diberikan pada pasien tersebut? a. amfetamin b. kokain c. adrenalin d. neostigmin e. atropin 4. Apa obat yang bekerja sebagai inhibitor asetilkolinesterase berikut ini? a. atropin b. skopolamin c. pilokarpin d. karbakol e. neostigmin 5. Apa mekanisme kerja simpatomimetik tidak langsung? a. mengikat noradrenalin b. mempercepat penguraian noradrenalin c. menghambat penguraian noradrenalin d. menempati langsung reseptor noradrenalin e. menguraikan noradrenalin dengan cepat 6. Apa zat yang dapat menekan nafsu makan untuk menunjang terapi kegemukan (overweight) dan obesitas? a. antipiretik b. antibiotik c. antihiperlipidemik d. laksativa e. anoreksansia A. Pilihan Ganda Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!


161 FARMASI KLINIS DAN KOMUNITAS FARMAKOLOGI PENILAIAN AKHIR SEMESTER GENAP 7. Berapa IMT seorang pasien pria yang memiliki berat badan 85 kg dan tinggi badan 150 cm? a. 23,78 kg/m2 b. 27,67 kg/m2 c. 32,87 kg/m2 d. 33,77 kg/m2 e. 37,77 kg/m2 8. Apa obat anoreksansia yang bekerja menghambat lipase dan mengurangi absorpsi asupan lemak? a. orlistat b. mazindol c. sibutramin d. fenfluramin e. rimonabant orlistat 9. Jika seorang pasien memiliki IMT 29 kg/m2 maka kriteria IMT menurut Asia Pasifik adalah… a. Kisaran normal b. Berat badan berlebih c. Berisiko d. Obesitas tingkat I e. Obesitas tingkat II 10. Apa obat anoreksansia yang dapat meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular dari hasil studi Sibutramine on Cardiovascular Outcomes Trial (SCOUT).? a. mazindol b. orlistat c. sibutramin d. fenfluramin e. rimonabant 11. Apa obat jantung yang termasuk dalam golongan antagonis kalsium? a. lisinopril b. bisoprolol c. isosorbid dinitrat d. nifedipin e. valsartan 12. Apa contoh obat yang termasuk golongan diuretika? a. propranolol b. kaptopril c. simvastatin d. amlodipin e. furosemid


162 FARMASI KLINIS DAN KOMUNITAS FARMAKOLOGI PENILAIAN AKHIR SEMESTER GENAP 13. Apa contoh zat atau obat yang digunakan untuk menghentikan pendarahan? a. asetosal b. diltiazem c. dimenhidrinat d. asam traneksamat e. piridoksin (vitamin B6) 14. Contoh nama dagang obat antianemia adalah… a. Capoten b. Tonikum Bayer c. Kalnex d. Cedocard e. Terasma 15. Apa yang dimaksud angina pectoris? a. gangguan arteri akibat aliran darah yang terlalu cepat b. pecahnya pembuluh arteri di otak c. kelainan pada pembuluh darah arteri yang menyebabkan kerusakan pada dinding arteri d. pecahnya pembuluh darah di jantung yang menyebabkan kematian jantung e. penyakit jantung, dimana jantung tidak menerima cukup darah (dan oksigen) karena cabang arteri jantung hampir tertutup oleh plak 16. Apa obat-obat yang dapat mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri tanpa menghilangkan kesadaran? a. analgetika b. antiemetika c. antidiabetes d. antihipertensi e. antikolesterol 17. Apa contoh obat antiemetika? a. adrenalin b. attapulgite c. ondansetron d. kaptopril e. orlistat 18. Apa yang termasuk obat hopnotik sedatif? a. amloodipin a. hidroklorotiazid b. diazepam c. cetirizine d. asam mefenamat


163 FARMASI KLINIS DAN KOMUNITAS FARMAKOLOGI PENILAIAN AKHIR SEMESTER GENAP 19. Apa yang dimaksud obat nootropik? a. obat yang digunakan pada gangguan (insufisiensi) cerebral seperti mudah lupa, kurang konsentrasi dan vertigo b. obat-obat yang dapat mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri tanpa menghilangkan kesadaran c. obat-obat yang dapat mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri tanpa menghilangkan kesadaran d. obat-obat yang berkhasiat terhadap susunan saraf pusat dengan mempengaruhi fungsi psikis dan proses mental e. obat yang diberikan malam hari dalam dosis terapi dapat mempertinggi keinginan tubuh normal untuk tidur 20. Apa yang termasuk obat simpatomimetik? a. codein b. antasida c. loperamide d. propranolol e. efedrin 21. Apa golongan propranolol yang tepat di bawah ini? a. alfa blocker b. beta blocker c. derivat imidazolin d. derivat alkaloida sekale e. Penghambat neuron-neuron adrenergik post ganglion 22. Apa contoh obat yang meniru perangsangan dari saraf parasimpatis oleh asetilkolin? a. parasetamol b. phisostigmin c. asam mefenamat d. klonidin e. levodopa 23. Apa obat yang dapat mengembalikan kondisi fisiologik dari gejala darurat (yang disebabkan reaksi hipersensitif seperti anafilaksis dan angioedema? a. domperidon b. diazepam c. adrenalin d. pilokarpin e. propranolol 24. Apa cara praktis dalam mengatasi obesitas dengan mengatur pola makan? a. mengurangi aktivitas fisik b. menambah bahan makanan sumber karbohidrat c. mengurangi konsumsi sumber protein rendah lemak d. menghindari konsumsi bahan makanan sumber karbohidrat sederhana e. meningkatkan aktivitas fisik 2-3 kali seminggu


164 FARMASI KLINIS DAN KOMUNITAS FARMAKOLOGI PENILAIAN AKHIR SEMESTER GENAP 25. Berapakah tinggi badan pasien yang memiliki berat badan 100 kg dan IMT 41,62 kg/m2? a. 100,00 cm b. 141,62 cm c. 150,00 cm d. 155,00 cm e. 183,24 cm 26. Apa penyakit yang dapat dikaitkan dengan obesitas? a. flu b. demam berdarah c. diabetes mellitus d. diabetes insipidus e. diare 27. Apa golongan obat yang dapat merangsang kontraksi uterus? a. antihipertensi b. oksitosik c. hematinika d. hemostatik e. diuretika 28. Apa contoh obat hemostatik? a. Vitamin A b. Vitamin B c. Vitamin C d. Vitamin D e. Vitamin K 29. Apa contoh obat hematinika? a. vitamin K b. kaptopril c. efedrin d. zat besi e. HCT 30. Apa faktor yang dapat menyebabkan hipertensi di bawah ini? a. infeksi bakteri b. hormon oksitosin c. hormon prolaktin d. infeksi jamur e. stress (ketegangan emosional)


165 FARMASI KLINIS DAN KOMUNITAS FARMAKOLOGI PENILAIAN AKHIR SEMESTER GENAP 1. Jelaskan penggolongan obat adrenolitik! 2. Bagaimana mekanisme kerja obat klonidin? 3. Sebutkan nekanisme kerja amfetamin dan apa saja efek samping amfetamin! 4. Jelaskan faktor risiko obesitas! 5. Jelaskan obat-obat diuretik! B. Uraian Kerjakan soal si bawah ini dengan baik dan benar!


166 FARMASI KLINIS DAN KOMUNITAS FARMAKOLOGI DAFTAR PUSTAKA https://kbbi.web.id/insomnia (diakses tanggal 26 Maret 2020 pkl 21.59) https://kbbi.web.id/migrain (diakses tanggal 26 Maret 2020 pkl 22.00) http://www.definisimenurutparaahli.com/pengertian-efek-samping-obat/ (diakses tanggal 26 Maret 2020 pkl 22.20) https://dosenbiologi.com/manusia/fungsi-hemoglobin (diakses tanggal 26 Maret 2020 pkl 22.23) https://www.kajianpustaka.com/2016/11/pengertian-fungsi-struktur-dan-jenisprotein.html (diakses tanggal 26 Maret 2020 pkl 22.28) Ikatan Apoteker Indonesia. Informasi Spesialite Obat (ISO) Indonesia. Volume 51, 2017 s.d. 2018. Nila, A. dan Frianto, D. 2017. Farmakologi Program Keahlian Farmasi untuk SMK/ MAK Kompetensi Keahlian Farmasi Klinis dan Komunitas Kelas XI. Jakarta : EGC Penerbit Buku Kedokteran . Sloane, Ethel. 2003. Anatomi dan Fisiologi Untuk Pemula. Alih bahasa: James Veldman, Ed : Palupiwidyastuti. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran (EGC). Sumber Gambar dan Tabel Fahrudin, Rudi, dkk. 2016. Anatomi Fisiologi. Jakarta: Pilar Utama Mandiri. http://digilib.unila.ac.id/6659/125/BAB%20II.pdf (diakses tanggal 10 April 2020 pkl 15.46) http://edukasifarmasi.blogspot.com/2018/03/edisi-farmakologi-rute-pemberianobat.html (diakses tanggal 25 Maret 2020 pkl 22.10) https://images.app.goo.gl/rsKEKtAwmT49aRUb6 (diakses pada tanggal 16 Oktober 2019 pkl 21.58) https://sel.co.id/mengenal-sistem-saraf-tepi-sst-lebih-lengkap/ (diakses tanggal 26 Maret 2020 14.10 WIB https://www.nerslicious.com/tekanan-darah-normal-menurut-who-aha-dan-jnc-8- serta-tekanan-darah-berdasarkan-usia/ (diakses tanggal 13 April 2020 pkl 08.27) https://www.apotheekmeysen.be/UserFiles/Uploads/images/ Products/1000167/0029736.jpg (diakses tanggal 29 November 2019 pkl 19.42) http://www.darya-varia.com/search?q=aspilet (diakses tanggal 26 Maret 2020 06.00 WIB) https://www.esc-asia.com/news/bahaya-diabetes-jantung-9-penyakit-inidisebabkan-karena-obesitas-kegemukan/ (diakses tanggal 26 Maret 2020 14.53 WIB) DAFTAR PUSTAKA


167 FARMASI KLINIS DAN KOMUNITAS FARMAKOLOGI https://www.ilmudasar.com/2016/11/Pengertian-dan-Fungsi-Sistem-Endokrin-PadaManusia-adalah.html (diakses tanggal 29 November 2019 pkl 20.20) http://www.kesehatankerja.com/EPINEPHRINE.htm (diakses tanggal 26 Maret 2020 14.35 WIB) https://www.kompasiana.com/noviantinurjamilah/54f94b12a33311b77f8b4abb/ prosedur-pemberian-obat-melalui-intravena-iv (diakses pada tanggal 17 Oktober 2019 pkl 22.15) https://www.k24klik.com/p/CAPTOPRIL-IF-25MG-TAB-76 (diakses tanggal 26 Maret 2020 15.56 WIB) https://www.dosenpendidikan.co.id/karbohidrat-adalah/ (diakses tanggal 26 Maret 2020 pkl 22.23) https://www.researchgate.net/figure/Figure-Commonly-used-routes-of-drugadministration-IV-intravenous-IM_fig2_328517046 (diakses tanggal 7 April 2020 pkl 21.11) http://www.frewaremini.com/2014/12/gambar-anatomi-organ-tubuh manusia. html?m=0 (diakses tanggal 26 Maret 2020 15.56 WIB) https://www.slideshare.net/4nakmans4/prinsip-dan-teknik-pemberian-obat-oralsublingual-ic-sc-dan-im (diakses tanggal 7 April 2020 pkl 21.39) https://farmasetika.com/2019/03/19/transdermal-patch-nikotin-dan-clozapineuntuk-penghentian-merokok-pada-skizofrenia/ (diakses tanggal 7 April 2020 pkl 22.00) http://www.markijar.com/2018/03/sistem-reproduksi-pada-manusia-lengkap.html (diakses tanggal 29 November 2019 pkl 20.34) https://www.megazio.com/struktur-sistem-otot-fungsi-otot-pada-tubuh/ (diakses tanggal 29 November 2019 pkl 14.45) https://www.passakanawang.com/2017/08/macam-macam-tulang-pada-sistemrangka.html (diakses tanggal 29 November 2019 pkl 14.35) https://www.pelajaran.co.id/2016/21/sistem-anatomi-tubuh-manusia.html (diakses tanggal 28 November 2019 pkl 22.07) https://www.pelajaran.co.id/2016/21/sistem-anatomi-tubuh-manusia.html (diakses tanggal 29 November 2019 pkl 19.42) https://www.pintarbiologi.com/260/sistem-saraf-pada-manusia-saraf.html/amp (diakses tanggal 26 Maret 2020 13.35 WIB) https://www.quipper.com/id/blog/mapel/biologi/sistem-sirkulasi-pada-manusiabiologi-kelas-11/ (diakses tanggal 29 November 2019 pkl 15.08) DAFTAR PUSTAKA


168 FARMASI KLINIS DAN KOMUNITAS FARMAKOLOGI https://rumus.co.id/sistem-ekskresi-manusia/ (diakses tanggal 29 November 2019 pkl 20.07) https://santrijawa.com/sistem-pernapasan-pada-manusia/ (diakses tanggal 29 November 2019 pkl 15.34) https://salamadian.com/sistem-pencernaan-manusia-penjelasan-lengkap/ (diakses tanggal 29 November 2019 pkl 15.42) https://www.slideshare.net/elmirazanjabila/sistem-reproduksi-biologi-kelas-xisemester-genap (diakses tanggal 29 November 2019 pkl 20.37) https://www.slideshare.net/septianbarakati/makalah-sistem-saraff-42374399 (diakses tanggal 29 November 2019 pkl 15.55) https://www.sridianti.com/gangguan-dan-penyakit-pada-sistem-indra.html (diakses tanggal 29 November 2019 pkl 15.50) https://www.sridianti.com/fungsi-sistem-imunitas-tubuh-manusia.html (diakses tanggal 29 November 2019 pkl 15.52) http://www.old.fk.ui.ac.id/?page=content.view&alias=departemen_anatomi (diakses tanggal 29 November 2019 pkl 21.13 ) https://www.hipwee.com/tips/cara-pakai-obat/ diakses tanggal 15 April 2020 pkl 11.30 http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/tips-sehat/20170403/4620310/kenalidiare-anak-dan-cara-pencegahannya/ (diakese tanggal 20 April 2020 pkl 14.47) DAFTAR PUSTAKA


169 FARMASI KLINIS DAN KOMUNITAS FARMAKOLOGI GLOSARIUM Anatomi (anatomy) : Ilmu yang mempelajari bagian dalam (internal) dan luar (eksternal) dari struktur tubuh manusia serta hubungan fisiknya dengan bagian tubuh yang lainnya Anemia : keadaan dimana kadar Hb dan atau eritrosit berkurang. Orang dikatakan menderita anemi bila kadar Hb kurang dari 8 mmol/liter pada pria atau 7 mmol/liter pada wanita Efek samping : suatu efek fisiologis yang sama sekali tidak berhubungan atau tidak berkaitan dengan efek obat yang diinginkan Enzim preteolitik : Kelompok enzim yang mampu memecah rantai panjang molekul protein yang menjadi molekul – molekul yang lebih kecil yang disebut peptida dan bahkan sampai menjadi komponen – komponen terkecil penyusun protein yang disebut asam amino Epilepsi : gangguan saraf yang timbul secara tiba-tiba dan berkala biasanya disertai perubahan kesadaran First Pass Effect : Keadaan dimana beberapa obat yang dapat diambil oleh hati secara efisien dan dimetabolisme secara cepat dehingga jumlah obat yang mencapai sirkulasi sistemik jauh berkurang dibanding jumlah obat yang diabsorpsi masuk kedalam vena portae Gastrointestinal (GI) : Perdarahan yang terjadi dibagian saluran cerna yang ada dimanapun Ginekomastia : Membesarnya jaringan payudara pada pria yang disebabkan oleh ketidakseimbanagn hormon Hemoglobin : molekul darah yang terdiri dari zat heme (zat besi) dan rantai polipepitida globin (alfa, beta dan delta) yang berada di dalam sel darah merah sebagai pengangkut oksigen Hemoroid : pembengkakan atau pembesaran dari pembuluh darah dari usus besar bagian akhir (rektum), serta dubur atau anus Hepatotoksin : Kerusakan hati yang disebabkan oleh zat kimia Hipercolesterolemia : Kondisi dimana kadar kolestrol dalam darah tinggi. Hipotalamus : Bagian otak yang mengeluarkan zat kimia dalam bentuk hormin yang dibutuhkan tubuh untuk mengendalikan organ dan sel Insomnia : keadaan tidak dapat tidur karena gangguan jiwa Irritable Bowel : Gangguan jangka panjang pada sistem pencernaan Syndrome (IBS) yang umum terjadi Karbohidrat : suatu zat gizi yang fungsi utamanya sebagai penghasil energi Leukosit : Sel darah putih Migrain : sakit kepala yang disertai rasa nyeri berdenyut pada satu GLOSARIUM


170 FARMASI KLINIS DAN KOMUNITAS FARMAKOLOGI sisi saja dan timbul dalam bentuk serangan, biasanya terdapat pada wanita; nyeri kepala sebelah Mikrovilus : bagian dari membran plasma yang berfungsi terutama untuk meningkatkan luas permukaan Miofibril : Merupakan serat-serat pada otot Miofilamen : Merupakan benang-benang/filamen halus yang berasal dari miofibril Paratiroid : Sebuah kelenjar endokrin di leher yang memiliki fungsi untuk sekresi atau memproduksi hormon paratiroid Penyakit divertikular : Kantung – kantung yang terbentuk disepanjang saluran pencernaan, terutama di usus besar (kolon. Physiology : Ilmu yang mempelajari bagaimana suatu organisme melakukan fungsi utamanya Protein : zat makanan berupa asam-asam amino yang berfungsi sebagai pembangun dan pengatur bagi tubuh Reseptor : Molekul yang menerima sinyal kimia dari luar sel. Sarkolema : Membran yang melapisi suatu sel otot yang fungsinya sebagai pelindung otot Sarkoplasma : Cairan sel otot yang fungsinya untuk tempat dimana miofibril da miofilamen berada Sitoplasma : Bagian sel yang tebungkus membran sel Terminologia anatomica : Standar internasioal tentang terminologi anatomi tubuh manusia Trocar : Alat seperti pipa berdiameter 2 sampai 10 milimeter dengan klep untuk akses dan alat-alat operasi seperti gunting, pisau ultrasonik yang dibutuhkan selama operasi. GLOSARIUM


171 FARMASI KLINIS DAN KOMUNITAS FARMAKOLOGI BIODATA PENULIS BIODATA PENULIS 1 Nama Lengkap : Tovani Sri, M.Si., Apt Telepon /HP/WA : 081321241387 Email : [email protected] Akun Facebook : [email protected] Alamat Kantor : Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Jl. Cilolohan No. 35 Tasikmalaya Kompetensi Keahlian : Farmasi Riwayat Pekerjaan/Profesi (10 Tahun Terakhir) 1. Dosen D3 Farmasi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya (2015- sekarang) 2. Guru Produktif Farmasi SMK Miftahul Huda Al Husna Tasikmalaya (Tahun 2017 s.d sekarang) 3. Apoteker Penanggung Jawab Apotek Kondang Tasikmalaya (2017-sekarang) 4. Apoteker Penanggung Jawab Instalasi Farmasi RS Ibu dan Anak dr. Hj.Karmini, EH Tasikmalaya (2014-2017) 5. Apoteker Pendamping PT. Kimia Farma Apotek Area Bisnis Manajer Bandung (2011-2013) Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar 1. S2 Farmakologi dan Toksikologi Klinis Sekolah Farmasi ITB (2014-2017) 2. Program Pendidikan Profesi Apoteker Institut Teknologi Bandung (2009-2011) 3. S1 Sains dan Teknologi Farmasi Sekolah Farmasi ITB (2005-2009) Judul Buku dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir) - Informasi Lain dari Penulis Lahir di Bandung, 24 Desember 1987. Sekolah dasar yang dilalui di SD Negeri Bojongloa V Cibaduyut Bandung, sekolah menengah di SMP Negeri 3 Bandung dan SMA Negeri 3 Bandung. Tahun 2005 kuliah di S1 Sains dan Teknologi Farmasi Sekolah Farmasi ITB, lulus tahun 2009 dan tahun 2009 lanjut kuliah profesi di Program Pendidikan Profesi Apoteker ITB lulus tahun 2011. Melanjutkan studi pascasarjana S2 Farmakologi dan Toksikologi Klinis Sekolah Farmasi ITB pada tahun 2014 dan lulus tahun 2017. Menjadi dosen D3 Farmasi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya tahun 2015 sampai sekarang, dan juga guru produktif farmasi di SMK Miftahul Huda Al Husna Tasikmalaya sejak tahun 2017 sampai sekarang. BIODATA PENULIS


172 FARMASI KLINIS DAN KOMUNITAS FARMAKOLOGI BIODATA PENULIS BIODATA PENULIS 2 Nama Lengkap : Shinta Puspadewi, S. Farm., Apt. Telepon /HP/WA : 082115477291 Email : [email protected] Akun Facebook : [email protected] Alamat Kantor : SMK Miftahul Huda Al Husna Tasikmalaya Jl. Sukarindik Tasikmalaya Kompetensi Keahlian : Farmasi Riwayat Pekerjaan/Profesi (10 Tahun Terakhir) 1. Guru SMK Miftahul Huda Al Husna Tasikmalaya (Tahun 2015 s.d sekarang) 2. Apoteker di Apotek Kurnia 2 Kota Tasikmalaya Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar 1. S1 STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya (Lulus Tahun 2013) 2. Profesi Apoteker Universitas Jendral Achmad Yani Cimahi (Lulus Tahun 2015) Judul Buku dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir) - Informasi Lain dari Penulis Tinggal di Lengo RT/RW 003/007 Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya. Lahir di Tasikmalaya, 9 Maret 1991. Sekolah Dasar di lalui di SD N Cibunigeulis 2 Tasikmalaya dan sekolah menengah di SMP Negeri 4 Tasikmalaya dan SMK Farmasi Bina Putera Nusantara Tasikmalaya. Tahun 2009 kuliah di STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya, lulus tahun 2013 dan Tahun 2014 kuliah profesi di Universitas Jendral Achmad Yani Cimahi, lulus tahun 2015. Menjadi guru di SMK Miftahul Huda Al Husna Tasikmalaya, dari tahun 2015 - sekarang.


173 FARMASI KLINIS DAN KOMUNITAS FARMAKOLOGI BIODATA PENULIS BIODATA PENULIS 3 NamaLengkap : Agus Lukmanul Hakim, ST.MM Telepon /HP/WA : 085353553350 Email : [email protected] AkunFacebook : [email protected] Alamat Kantor : SMK Miftahul Huda Al Husna Jl. Sukarindik Gn.7 Kota Tasikmalaya KompetensiKeahlian : TIK Riwayat Pekerjaan/Profesi (10 TahunTerakhir) 1. SMK ARTANITA (2004 – 2008) 2. SMAN 3 Tasikmalaya (2004 – 2013) 3. SMK BPN Kota Tasikmalaya (2005 – Sekarang) 4. SMK MIftahul Huda Al Husna (2015 – Sekarang) Riwayat Pendidikan Tinggi dan TahunBelajar 1. S1 STMIK DCI Kota Tasikmalaya (Lulus 2005) 2. Akta IV, STAI Kota Tasikmalaya (2010) 3. S2 Manajemen IMNI Jakarta (Lulus 2007) Judul Buku dan Tahun Terbit (10 TahunTerakhir) - Informasi Lain dari Penulis Tinggal di Kota Tasikmalaya tepatnya di Perum Pondok Indihiang Permai Blok.C9, Lahir di Kota Tasikmalaya 26 Januari 1980. Sekolah Dasar di SDN Cieunteung 2 Kota Tasikmalaya, sekolah menengah di SMP di SMPN 1 Kota Tasikmalaya, SMAN di SMAN 2 Kota Tasikmalaya, Tahun 2000 Kuliah di STMIK DCI Kota Tasikmalaya, Tahun 2005 Melanjutkan S2 Di jurusan Manajemen Konsentrasi Manajemen SDM. Menjadi Guru di SMK BPN dan SMK Miftahul Huda Al Husna sampai sekarang.


Click to View FlipBook Version