The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by asepiwah2021, 2023-07-05 10:44:29

KTI ORASI ILMIAH Asep Iwa

KTI ORASI ILMIAH Asep Iwa

46 menjadi lebih sedikit lagi artikel yang dirujuk. Terakhir melakukan full text screening menjadi kurang lebih 10-20 artikel. Dari 10 – 20 artikel inilah peneliti diharapkan dapat menumukan temuan (reinventing) atau pengembangan. Proses kajian literatur yang sistematis tersebut, penulis melakukannya dengan mengikuti panduan PRISMA 2009 flow diagram. Dalam melengkapi PRISMA 2009 flow diagram tersebut, peneliti melakukan proses searching dan screening literature. Pencarian awal dilakukan untuk mengidentifikasi bahasa dan daftar istilah, yang kemudian digunakan dalam pencarian luas. Selain itu, penelusuran lebih lanjut dilakukan untuk menemukan artikel yang sesuai dengan kebutuhan kajian ini. Penulis pun memberi peluang mencari dan mendapatkan literatur dari sumber lain di luar Search Engine Electronic Data base. Artikel yang dipilih hanya penelitian yang diterbitkan dalam bahasa Inggris. Artikel yang dipilih kemudian ditelaah oleh penulis untuk menentukan kelayakan. Artikel yang ditetapkan layak adalah yang memenuhi kebutuhan kajian. Kata kunci awal Kajian literatur dipersempit berdasarkan kata kunci untuk membatasi artikel yang relevan saja dengan tulisan ini. Sedangkan pembatasan tahun pada rentang 2015-2021 dipertimbangkan untuk untuk menjaga kekinian penulisan berdasarkan hasil penelitian terbaru. Pada tahap penyajian metodologi, peneliti melakukan review secara transparan, diulang dan diaudit. Kemudian prosedur untuk mencari, memilih, menilai, mengektrasi data dan membuat sintesis secara logis. Pada tahap keempat membahas tentang sintesis. Tahap ini berisi tentang diskusi dan kontibusi. Pada tahap ini peneliti memberikan pendapat tentang penjelasan dan judgment,


47 pengembangan kerangka kerja atau proposisi. mengenai temuan, kritik, mendiskusikan fakta yang kontra produktif. B. Kerangka Pikir Perubahan akibat globalisasi dewasa ini tampaknya diperlukan respons yang proaktif dan antisipatif dari dunia pengembangan sumber daya manusia. Tantangan perubahan yang terjadi dengan cepat perlu terus dipertimbangkan untuk dijadikan dorongan bagi peningkatan kualitas lembaga pelatihan melalui perbaikan yang terus menerus dalam kualitas kinerjanya, sehingga bisa menghasilkan output dan outcome yang mampu mentransformasikan pengembangan SDM melalui penyelenggaraan pelatihan berbasis e learning, ke arah yang lebih baik dan bermutu. Dengan adanya perubahan paradigama pelatihan berbasis e learning, maka lembaga pelatihan dituntut untuk kreatif dan inovatif, serta produktif dengan kemandirian dalam melaksanakan tugasnya, yang menunjukkan keinginan untuk berubah maju sesuai tuntutan pengguna atau stakeholders. Untuk menunjang penyelenggaraan pelatihan berbasis e-learning, mutlak diperlukan sistem penjaminan mutu internal sebagai usaha nyata untuk terus meningkatkan mutu menjadi efektif dan efisien. Dengan demikian dapat memberikan layanan prima yang memuaskan, sehingga dampaknya akan sangat signifikan bagi peningkatan kinerja organisasi. Seiring dengan tuntutan pada era global, merespon berbagai perubahan yang terjadi pada bidang kebijakan mutu pengembangan Kompetensi SDM.


48 Berdasarkan hal tersebut, Sistem penjaminan mutu berperan penting dalam menunjang kualitas penyelenggaraan pelatihan berbasis e learning untuk keberhasilan pengembangan SDM yang bermutu, sehingga berdampak posisitf bagi peningkatan kinerja organisasi.


49 Gambar Kerangka Pemikiran Gambar di atas yang merupakan kerangka pikir penelitian menunjukkan bahwa Sistem Pejaminan mutu (Quality Assurance) dalam penyelenggaraan pelatihan berbasis e learning sangat dibutuhkan untuk mencapai kualitas sumber daya yang berkualitas. Pengembangan model penjaminan mutu internal untuk menghasilkan output kinerja mutu pelatihan serta memberi kepuasan pada lulusan peserta pelatihan. Pada output, adalah hasil dari penerapan model sistem penjaminan mutu internal diharapkan dapat meningkatkan kompetensi serta memperoleh kepuasan pelayanan, dengan tingkat kompetensi yang lebih meningkat sehingga gerakan membangun mutu kinerja pada unit kerjanya semakin meningkat INPUT PROSES OUTPUT • e learning • Penyelenggara • pengajar • Komputer • Internet • LMS Quality Assurance e learning Planning Quality Assurance learning Implementation Quality Assurance learning Evaluate Quality Assurance learning Model Quality Assurance e learning e learning yang berkualitas Develepment Quality Assurance learning


50 secara signifikan. Keterkaitannya pertanyaan penelitian yang diusung dalam penelitian ini merupakan supporting terhadap pengembangan model yang diajukan peneliti. Model pengembangan ini menjadi dasar pertimbangan lembaga pelatihan dalam meingimplementasikan pengembangan sistem penjaminan mutu internal agar dapat ditingkatkan mengacu pada model atau sistem penjaminan mutu internal dengan penguatan dalam desain dan kontrol terhadap penerapan penjaminan mutu internal serta secara konsisten berkomitmen sebagai prinsip untuk dapat melakukan perbaikan terus menerus dan dalam melaksanakan kebijakan sistem penjamin mutu (quality assurance policy) dan sasaran mutu (quality objective) sebagai kebijakan organisasi, dengan adanya komitmen terhadap mutu tinggi, serta selalu berupaya untuk memenuhi kepuasan pelayanan stakeholder pelatihan sesuai harapan kualitas di masa yang akan dating.


51 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Tahapan Perencanaan Tahapan pengembangan review question dan plan method/protoco. Tahapan ini dilakukan diawali dengan penentuan perencanaan yang mencakup: mengembangkan ulasan pertanyaan; memaparkan metode; dan memaparkan protokol rencana 1. Research Question ID Research Question Motivation RQ1 Bagaiman model Quality Assurance dikembangkan dalam melakukan pelatihan berbasis e-learning yang diselenggarakan? Mengidentifikasi jurnal yang memuat publikasi Quality Assurance berbasis e learning RQ2 Model Quality Assurance apa sajakah yang paling unggul dan relevan dengan kondisi pelatihan e-learning saat ini ? Menganalisis jurnal yang teridentifikasi mempublikasi yang telah dilaksanakan dengan kebutuhan dan kondisi pelatihan aparatur saat ini. RQ3 Bagaimana perspektif pengembangan model Quality Assurance dalam Penyelenggaraan Pelatihan Berbasis e-Learning? (gagasan yang dikembangkan, point yang di kembangkan) Melakukan sintesis dan diskusi terhadap model terpilih untuk dikembangkan sebagai reinventing alternative model bagi kebutuhan Quality Assurance dalam pelatihan berbasis e-learning


52 2. PRISMA 2009 flow diagram B. Tahapan Pelaksanaan Tahap Data Collection (pencarian strings, screening judul dan abstrak, filtering & assessment, data extraction). Tahapan ini ditempuh dengan melakukan penelusuran data mencakup pencarian secara komprehensif terkait judul dan abtsrak, penyaringan dan penilaian artikel yang sesuai dan melakukan ektraksi data. 1. Penulusuran Jurnal dan Hasil Penelitian Ekstraksi data dilakukan dengan menyesuaikan pada rumusan pertanyaan kajian (Riset Question – RQ) yang telah ditetapkan sebelumnya, yaitu Records identified through engine database searching (n = a ) Records after duplicates and irrelevant studies removed (n = a-b ) Records screened (n = a-b-c ) Records excluded (n = c ) Full text articles assessed for eligibility (n =a-b-c-d ) Full text articles assessed excluded, with reasons (n = e ) Studies included in qualitatif synthesis (n =a-b-c-d-e ) included eligibility screening identification Additional records identified through other source (n = b ) Records excluded (n =d )


53 RQ1 : Bagaimana model Quality Assurance dikembangkan dalam melakukan pelatihan berbasis e-learning yang diselenggarakan? RQ2: Model Quality Assurance apa sajakah yang paling unggul dan relevan dengan kondisi pelatihan e-learning saat ini ? RQ3: Bagaimana perspektif pengembangan model Quality Assurance dalam Penyelenggaraan Pelatihan Berbasis e-Learning? Penulis melakukan eksplorasi data dengan melakukan pencarian strings menggunakan kata kunci dari search engine electronic database, Google Schoolar, [Neliti], Proquest. Pencarian dimulai dari string yang mengarah pada sumber informasi (hasil penelitian, jurnal, laporan, tesis/ desertasi) tentang Quality Assurance Pelatihan secara umum. Beberapa kata kunci disematkan pada box pencarian untuk dibaca secara skimming/ scanning, sumber informasi mana yang bisa diambil. Pencarian ditempuh dengan melihat jumlah data yang diperoleh semakin mengecil, sehingga memudahkan menemukan hasil penelitian, jurnal, laporan, tesis/ desertasi yang bisa dianggap menjadi rujukan dan referensi. Hasilnya diperlihatkan sebagai berikut. Kata Kunci Pencarian G. Scholar Proquest Neliti "penjaminan mutu" pembelajaran e learning 10.700 “Quality assurance” e-learning/online 1.140


54 Berikutnya melakukan ekstraksi data dengan proses yang sama seperti di atas, tetapi untuk kata kunci yang terkait tentang Perencanaan Quality Assurance Pelatihan dan Eavluasi Quality Assurance Pelatihan. Hasilnya diperlihatkan sebagai berikut. Kata Kunci Pencarian G. Scholar Proquest Neliti "Monitoring, Evaluation" e- learning 33.400 Quality Assurance, e-learning, planning 9.630 Quality Assurance, e-learning, evaluation 5.710 Perencanaan Quality Assurance 9.020 1.054 “Model Evaluasi” "Penjaminan Mutu" Pelatihan 2.570 1 Kegiatan di atas lebih tepat merupakan kegiatan identifikasi sebagai upaya menjawab RQ1 untuk mendapatkan sejumlah hasil penelitian, jurnal, laporan, tesis/ desertasi yang harus dianalisis singkat terkait kebutuhan yang mendukung kajian ini. Pada tahapan berikutnya, penulis melakukan screening, dan mengecek eligibility dari beberapa hasil penelitian, jurnal, laporan, tesis/ desertasi untuk dipilih menjadi sumber informasi rujukan sebagai bentuk kegiatan menjawab RQ2. Beberapa data di excluded karena dipandang tidak mendukung/ sesuai dengan kebutuhan referensi kajian ini. Hasil penelitian, jurnal, laporan, tesis/ desertasi yang dipilih adalah yang unggul dan relevan dengan kondisi kebutuhan kajian. Selanjutnya melakukan excluded dan included tahap akhir untuk mendapatkan referensi yang dibutuhkan untuk menjawab RQ3, yaitu yang memiliki perspektif pengembangan model yang dibutuhkan dalam kajian ini. Kagiatan penelusuran dan eksplorasi di atas penulis lakukan dengan memanfaatkan search engine electronic database, Google Schoolar, [Neliti],


55 Proquest. Sedangkan pengumpulan data hasil penelitian, jurnal, laporan, tesis/ desertasi yang dianggap terpilih penulis simpan dalam aplikasi Mendeley. Tujuannya agar mudah melakukan full text screening terhadap referensi/ rujukan yang dipilih. Pada tahap menjawab RQ3 penulis berhasil mendapatkan sejumlah artikel yang digolongkan sebagai hasil penelitian, jurnal, laporan, tesis/ desertasi. Dari artikel inilah penulis diharapkan dapat menemukan temuan (reinventing) atau pengembangan model maupun teori. Hasil terkait jumlah jurnal, laporan, tesis/ desertasi, maupun hasil penelitian yang di-included sebagaimana dipaparkan di atas, penulis rekap dalam tabel berikut ini. Tabel 1 Rekapitulasi Jumlah Artikel (jurnal, laporan, tesis/ desertasi, hasil penelitian) yang Relevan sesuai Kata Kunci pada Rentang Tahun 2010-2021 Kata Kunci Nama Search Engine Electronic Database Identification screening & eligibility included Filter ke-1 Filter ke-2 Filter ke-3 Filter ke-4 1 Quality Assurance ProQuest 1.325 147 34 Google Scholar 10.700 977 56 6 Sub Jml 1 12.025 1.124 90 5 2 Planning Quality Assurance Model ProQuest 1.235 Google Scholar 19.150 1.667 57 3 Sub Jml 3 44.435 1.667 57 2 3 Evaluating Quality Assurance Model ProQuest 1.452 1 Google Scholar 8.932 1.536 45 3 Sub Jml 2 99.254 1.536 45 3 4 E-Learning Quality Assurance Model ProQuest 362 Google Scholar 3.650 450 65 2 Sub Jml 4 202.520 450 65 10


56 Kegiatan systematic review yang dilakukan penulis seperti di atas mengikuti pola panduan PRISMA 2009 flow diagram sebagai protokol penelitian berbasis Systematic Literatur Review. Tahapan detail untuk mendapatkan rujukan penelitian yang menjadi rekomendasi ditempuh dengan: (1) mendefinisikan kriteria kelayakan; (2) mendefinisikan sumber informasi; (3). pemilihan literatur; (4) pengumpulan data; dan (5) pemilihan item data. Semua tahapan itu penulis terapkan untuk kajian ini dengan proses searching dan screening literatur. Pencarian awal dilakukan untuk mengidentifikasi bahasa dan daftar istilah, yang kemudian digunakan dalam pencarian luas. Selain itu, penelusuran lebih lanjut dilakukan untuk menemukan artikel yang sesuai dengan kebutuhan kajian ini. Penulis pun memberi peluang mencari dan mendapatkan literatur dari sumber lain di luar Search Engine Electronic Database. Artikel yang dipilih hanya penelitian yang diterbitkan dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Artikel yang dipilih kemudian ditelaah oleh penulis untuk menentukan kelayakan. Artikel yang ditetapkan layak adalah yang memenuhi kebutuhan kajian. Kata kunci awal Kajian literatur dipersempit berdasarkan kata kunci untuk membatasi artikel yang relevan saja dengan tulisan ini. Sedangkan pembatasan tahun dipertimbangkan untuk untuk menjaga ke-terkini-an penulisan berdasarkan hasil penelitian terbaru. Pada tahap penyajian metodologi, peneliti melakukan review secara transparan, diulang dan diaudit. Kemudian prosedur untuk mencari, memilih, menilai, meng-ekstraksi data dan membuat sintesis secara logis. Pada tahap keempat membahas tentang sintesis. Tahap ini berisi tentang diskusi dan kontibusi. Pada tahap ini peneliti memberikan pendapat tentang penejelasan dan judgment,


57 pengembangan kerangka kerja atau proposisi. mengenai temuan, kritik, mendiskusikan fakta yang kontraproduktif. Secara diagram, hasilnya diperlihatkan sebagai berikut. Records identified through engine database searching (n = 202.520 ) Records after duplicates and irrelevant studies removed (n =40.126) Records screened (n =4.304 ) Records excluded (n =162.394) Full text articles assessed for eligibility (n =203 ) Full text articles assessed excluded, with reasons (n =4.101 ) Studies included in qualitatif synthesis (n = 13 ) included eligibility screening identification Additional records identified through other source (n = 23 ) Records excluded (n =35.822) Pada saat identifikasi, penulis mendapatkan judul sebanyak 202.520 (diperoleh dari Search Engine Electronic Database Google Schoolar, Proquest. Dengan cara baca skimming dan scanning identifikasi dilanjutkan, penulis dapati sejumlah judul yang semakin berkurang 11) 4.102)


a. Rekapitulasi dan Analisis Hasil Penyaringan Artikel No Identitas Artikel/ Hasil Penelitian Deskripsi Singkat Kele Keku 1 THE EFFECTIVENESS OF E-LEARNING: AN EXPLORATIVE AND INTEGRATIVE REVIEW OF THE DEFINITIONS, METHODOLOGIES AND FACTORS THAT PROMOTE ELEARNING EFFECTIVENESS Signe Schack Noesgaard1 , and Rikke Ørngreen2 1Kata Foundation, Sønderborg, Denmark & 2ResearchLAB: IT and Learning Design, Dep. of Learning and Philosophy, Aalborg University, Copenhagen, Denmark Artikel ini mengkaji efektivitas eLearning melalui tinjauan integratif antara Definisi, Metodologi, dan Faktor yang mengusung eLearning. tulisan ini menjawab pertanyaan penelitian berikut: Bagaimana mencapai efektivitas eLearning? Bagaimana efektivitas eLearning diukur? Apa yang menjadi masalah dan solusi elearning efektif? (+) Kelebi melaku model kontek menjad bagi ef Assuralearnin faktor- menjad quality e-learn (−) Kelem terung integra kontek juga re quality penyel e learn Memb pertim dalam dalam learnin


58 lebihan (+)/ uranagan (-) Kesimpulan Analisis dan Sintesis Rekomendasi bagi Penulis ihan :Dengan ukan adaptasi integratif ks-artefak-user di rekomendasi fektivitas qualty ance dalam eng. Terdapat - -faktor yang dikan efektivitas y assurancedalam ning mahan : Tidak gkap apakah model atif perspektif ks-artefak-user epresentatif untuk y assurance bagi leggara pelatihan ning. butuhkan mbangan khusus quality assurance implemtasi e ng dengan • Studi ini menunjukkan bahwa sulit untuk menggunakan eLearning untuk meningkatkan kinerja mengajar/ pembelajaran, karena pengajar yang berpartisipasi dapat menerapkan beberapa strategi untuk menghindari perubahan substansial praktik yang berhubungan dengan pekerjaan mereka. • Lebih lanjut, studi tersebut menunjukkan bahwa hanya menggunakan pemenuhan tujuan pembelajaran yang telah ditentukan sebagai parameter efektivitas tidak memungkinkan untuk • Model yang dikembangkan mengkategorikan perspektif: (1) konteks di mana solusi eLearning digunakan, (2) solusi eLearning itu sendiri; dan (3) individu yang menggunakan artefak. • Menjawab RQ 2 tentang model QA apa saja yang dapat diunggulkan dan relevan untuk pelatihan elearning • Merupakan referensi included tentang harus bagaimana dan melalui model apa Desainer pembelajaran elearning harus menargetkan upaya pengukuran untuk mempertimbangkan efektivitas elearning melalui tinjauan integratif juga mempertimbangkan penggunaan qualty assurance untuk elearning


No Identitas Artikel/ Hasil Penelitian Deskripsi Singkat Kele Keku dukung interna 2 CONSIDERATIONS FOR QUALITY ASSURANCE OF ELEARNING PROVISION Ebba Ossiannilsson Swedish Association for Distance Education, EDEN • Artikel ini berisi pertimbanganpertimbangan terkait semua kegiatan quality assurance dalam e – learning yang diselenggarakan agar tercapai yang lebih efektif. • Dokumen dalam artikel ini berlaku untuk semua bentuk e learning pembelajaran yang difasilitasi melalui penggunaan TIK/ berbasis e learning seperti: Distance education courses; Online courses (Synchronous online courses Asynchronous courses); Online programmes; Blended/hybrid courses; OER (open educational resources); MOOCS (massive open online courses). (+) Kelebi ini me peluan belajar fleksib pencap hasil b Diband tradisio peserta meman sumbe line (au video) (−) Kelem elemen diguna fleksib dalam mudah kontek terlalu menim tercapa


59 lebihan (+)/ uranagan (-) Kesimpulan Analisis dan Sintesis Rekomendasi bagi Penulis gan faktor al dan eksternal. pengembang dan peneliti untuk melihat perubahan yang tidak terduga dan tidak diinginkan dalam praktik yang terjadi sebagai akibat dari program e-Learning. melakukan QA dalam pelatihan e learning ihan: e learning nghadirkan ng bagi peserta r untuk lebih bel dalam paian tujuan dan belajar. dingkan kelas onal/klasikal a dapat nfaatkan berbagai er informasi on udio maupun . mahan : terkadang n yang yang akan belum bel (atau inovatif) e-learning tidak h dipahami dalam ks yang kaku dan u diatur. Hal ini mbulkan kurang ainya efektivitas, e-learning adalah proses kegiatan bidang pembelajaran yang sangat dinamis dan inovatif dan dipahami mencakup setiap bentuk kegiatan yang difasilitasi melalui penggunaan teknologi informasi komputer, termasuk blended learning (tetapi tidak termasuk MOOC dan OER) • Menjawab RQ 1 tentang bagaimana QA dikembangkan, salah satunya dengan mengupayakan terjadinya pembelajarann memanfaatkan TIK dan internet • Merupakan referensi included tentang harus bagaimana melakukan QA Panduan tersebut menginspirasi penulis untuk menemukan gagasan kreatif terkait penjaminan mutu bagi pelaksanaan pembelajaran dalam pelatihan yang diselenggarakan lembaga pelatihan berbasis e learning dengan mempertimbangkan QA terhadap: Distance education courses; Online courses (Synchronous online courses Asynchronous courses); Online programmes;


No Identitas Artikel/ Hasil Penelitian Deskripsi Singkat Kele Keku dengan Quality dijakdi penduklearnin 3 PENJAMINAN MUTU: Konten (SPADA), Asesmen Dirjen Dikti 2019 • Panduan yang dikeluarkan Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan pada Kemenristek Dikti (2019) merupakan salah satu dari empat buku Panduan Penjaminan Mutu yang terdiri atas: Panduan Penjaminan Mutu Konten, Panduan Penjaminan Mutu Proses Pembelajaran, Panduan Penjaminan Mutu Evaluasi, dan Panduan Penjaminan Mutu Sistem. Hal ini mengawali dicanangkannya Pembelajaran dalam jaringan (Daring) Indonesia Terbuka dan Terpadu (PDITT) yang merupakan upaya bersama perguruan-perguruan tinggi di Indonesia untuk bahu-membahu menyajikan layanan pendidikan tinggi berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia berbasis e learning. (+) Kelebi mutu d secara menga model adapta quality e-learn diselen (−)Kelema terung ADDIE Dick a represe penjam (qualit pelatih learnin


60 lebihan (+)/ uranagan (-) Kesimpulan Analisis dan Sintesis Rekomendasi bagi Penulis n demikian y assuran dapat ikan media kung efektifnya eng. Blended/hybrid courses; OER (open educational resources); MOOCS (massive open online courses). ihan :Penjaminan dapat dilakukan akuntabel dengan adopsi salah satu atau melakukan asi berbagai model y assurance dalam ningyang nggarakan. ahan : Tidak gkap apakah model E dan Model and Carey juga entatif untuk minan mutu ty assurane) dalam han berbasis eng. • Panduan ini merekomendasikan model ADDIE dan Model Dick and Carey sebagai model yang menjadi acuan penjaminan mutu di lingkungan akademis atau di lembaga pelatihan, secara khusus yang menjalankan berbasis on line (daring), dalam hal pengembangan kompetensi. • Model desain instruksional ADDIE, yaitu model lima langkah penjaminan mutu (quality assurance) yang terdiri atas: Analysis, Design, Development, • Menjawab RQ 2 tentang model QA apa saja yang dapat diunggulkan dan relevan untuk pelatihan e-learning • Merupakan referensi included tentang harus bagaimana dan melalui model apa melakukan Perencanaan Quality Assurance suatu pelatihan berbasis e-learning dalam sebuah pengembangan kompetensi Panduan tersebut menginspirasi penulis untuk menemukan gagasan kreatif terkait penjaminan mutu (Qualtiy Assurance) bagi pelaksanaan pelatihan dalam elearning yang diselenggarakan lembaga pelatihan


No Identitas Artikel/ Hasil Penelitian Deskripsi Singkat Kele Keku • Panduan ini diberi nama Panduan Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) sebagai Panduan Penjaminan Mutu Konten bagi Perguruan Tinggi dalam menyelenggarakan pembelajaran on line (elearning). • SPADA ini dapat dijadikan referensi bagi pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia, melalui Penjaminan mutu (Quality Assurance) dalam pelatihan berbasis elearning 4 PENGGUNAAN ANALYTICAL HIERRACHY PROCESS DALAM PENILAIAN KUALITAS SISTEM E-LEARNING BERBASIS ISO 19796-1 *Andharini Dwi Cahyani, **Daniel O Siahaan, ***Sarwosri Jurusan Teknik Informatika, Fakultas • Penelitian pada jurnal ini menjawab tentang pesatnya perkembangan penggunaan elearning, khususnya menjawab kebutuhan akan adanya pengukuran kualitas sistem elearning serta pentingnnya penjaminan mutu (quality assurance) dalam pelatihan secara khusus berbasis elearning. • Pada penelitian ini, dibuat sistem/aplikasi yang mampu mengukur mutu/penjaminan mutu (Quality assurance) dalam (+) Kelebilearnin baik ku satuny AHP d membe gamba /mutu assutan e-learn diselen (−) Kelem dijelas yang d


61 lebihan (+)/ uranagan (-) Kesimpulan Analisis dan Sintesis Rekomendasi bagi Penulis Implementation, dan Evaluation . • Model Dick dan Carey mengganggap pembelajaran adalah sistem, yang berfokus pada keterhubungan antara konteks, konten, belajar dan mengajar serta konten mutu dalam kegiatannya, dengan demikian pentingnya quality assurance dala pelatihan secara khusus e-learning ihan : Sistem eng harus diyakini ualitasnya, salah ya berbasis ISO. diyakini dapat erikan output aran kualitas (quality nce) suatu sistem nin yang nggarakan. mahan :Tidak skan tentang AHP diyakini dapat • metode Quality assurance berbasis aplikasi yang dibuat mampu mengakomodasi prioritas stakeholder dalam pengembangan komptensi melalui pelatihan dengan sistem e- learning. • Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode penjaminan nmutu/ Quality • Menjawab RQ 2 tentang model QA apa saja yang dapat diunggulkan dan relevan untuk pelatihan elearning • Merupakan referensi included tentang harus bagaimana dan melalui model apa melakukan pengembangan Quality Berdasarkan hasil penelitian pada jurnal ini, penulis mencoba mengadaptasikan AHP dengan beberapa penyesuaian sesuai kebutuhan Quality Assurance dalam kegiatan pelatihan berbasis e learning


No Identitas Artikel/ Hasil Penelitian Deskripsi Singkat Kele Keku Teknologi Informasi, ITS sistem pelatihan e-learning. Sistem yang dibuat juga memberikan fasilitas bagi stakeholder untuk memberikan bobot prioritas tiap proses dalam penjaminan mut untuk sistem pelatihan e-learning. • Bobot prioritas tersebut kemudian diolah dengan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Keluaran sistem ini berupa total nilai kualitas dan rekomendasi perbaikan yang disusun sesuai dengan prioritas stakeholder. membe quality e-learn pengem kompt lembag Secara menye pelatih line


62 lebihan (+)/ uranagan (-) Kesimpulan Analisis dan Sintesis Rekomendasi bagi Penulis erikan output y assurance dalam ning untuk mbangan tenesi dalam ga pelatihan. a khusus yang elenggarakan han berbasis on Assuran dalam aplikasi yang dibuat mampu mengakomodasi prioritas stakeholder dalam pengembangan sistem e- learning, sehingga perbaikan kualitas sistem elearning dapat terarah dan efisien. Assurance/ QA suatu pelatihan elearning.


No Identitas Artikel/ Hasil Penelitian Deskripsi Singkat Kele Keku 5 E‐LEARNING QUALITY ASSURANCE: A PROCESS‐ORIENTED LIFECYCLE MODEL M'hammed Abdous Center for Learning Technologies, Old Dominion University, Norfolk, Virginia, USA) Quality Assurance in Education ISSN: 0968-4883 • Artikel ini bertujuan mengusulkan model LIFECYCLE yang berorientasi proses untuk memastikan kualitas/mutu atau dalam hal ini penjaminan mutu (QA) mulai dari perencanaan, pengembangan dan pelaksanaan e-learning, hingga evaluasi pelatihan e learning yang dikembangkan. • Sebagai proses yang dinamis dan berulang, penajminan mutu (QA) terkait dengan proses pengembangan pelatihan elearning, dalam rangka mencapai efektivitas pengembangan kompetensi SDM. Dengan demikian pentinggnya QA dalam e learning sangat menunjang tercapainya tujuan pelatihan secara khusus berbasis e-learning. (+) Kelebi diduku inform yang d menga mengu mengh menge QA sulearnin menjadlearnin dan efi (−) Kelem dijelas apakah dapat m rekom penjam learnin pelatih 6 EVALUATING THE RELIABILITY AND IMPACT OF A QUALITY ASSURANCE SYSTEM FOR E-LEARNING COURSEWARE YT Sung, KE Chang, WC Yu - Computers & Education, 2011 - Elsevie Makalah ini memperkenalkan metode jaminan kualitas courseware e-learning (sistem sertifikasi kualitas) yang diadopsi oleh eLQSC (Pusat Layanan Kualitas e-Learning) di Taiwan. Sebuah desain sekuensial/penjelasan dengan metodologi campuran digunakan untuk mengumpulkan data (+) Kelebi penjam mutu/j course menjad metode kualita efektif dengan memad


63 lebihan (+)/ uranagan (-) Kesimpulan Analisis dan Sintesis Rekomendasi bagi Penulis ihan : Model ini ung oleh sistem masi canggih (TIK) digunakan untuk atur, melacak, umpulkan, dan hasilkan laporan enai perubahan uatu sistem eng. Model QA ini dikan pelatihan eng lebih efektif fisien. mahan :Tidak skan tentang h life cycle model menjadi mendasi minan kualitas eng untuk kegiatan han • makalah ini menekankan bahwa penjaminan mutu (QA) membutuhkan lingkungan yang mendukung yang secara eksplisit mengakui kualitas/ mutu sebagai nilai kerja dan sebagai enabler untuk mencapai tujuan organisasi. • Menjawab RQ 2 tentang model QA apa saja yang dapat diunggulkan dan relevan untuk pelatihan elearning • Merupakan referensi included tentang harus bagaimana dan melalui model apa melakukan Pelaksanaan QA suatu pelatihan Kerangka kerja QA yang berorientasi proses model life cycle yang terstruktur di tiga fase non-linier • Sebelum: perencanaan dan analisis; • Selama: desain, prototipe dan produksi; dan • Setelah: pasca produksi dan pengiriman.. Model ini menjadi rekomendasi evaluasi QA ihan : metode mina aminan kualitas eware e-learning di alternatif e penjaminan as e learning yang f di dukung n TIK yang dai. • Enam puluh tujuh aplikasi e-learning courseware dievaluasi menggunakan eLearning Courseware Quality Checklist (eLCQC). • Analisis kesulitan item, diskriminasi item dan generalisasi • Setelah berpartisipasi dalam proses sertifikasi, produsen elearning dilaporkan lebih percaya diri dalam meningkatkan kualitas courseware e-learning. Bagi penulis menjadi rekomendasi untuk mengembangkan konsep baru. Sebab dapat meningkatkan kepercayaan diri bagi penyelenggara e learning dalam hal mempromosikan E-


No Identitas Artikel/ Hasil Penelitian Deskripsi Singkat Kele Keku penelitian dan melakukan analisis data (−) Kelem evalua mengg elabora hasil p melakulearnin pelatih demiki penduk maupu pelatih 7 QUALITY ASSURANCE DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT: KONSEP IMPLEMENTASI PADA INSTITUSI • Dalam tulisan di Jurnal ini peneliti meyakini bahwa QFD menjadi tools bagi Perguruan tinggi/lembaga pelatihan sebagai institusi penyelenggara proses belajar mengajar dan pembelajaran tidak saja bagi pihak internal namun juga bagi (+) Kelebi banyak proses (QA) s kapabi jasa, te upaya produk


64 lebihan (+)/ uranagan (-) Kesimpulan Analisis dan Sintesis Rekomendasi bagi Penulis mahan : Hasil asi ini tidak gambarkan asi keterpakaian penelitian unuk ukan QA eng untuk kegiatan han. Dengan ian perlu faktor kung baik internal un eksternal dalam han e leraning. menunjukkan bahwa eLCQC memberikan penjaminan mutu (QA) berkualitas tinggi dalam pelatihan e-learning. • Pengalaman sertifikasi juga membantu produsen untuk mengubah konsep desain mereka sebelumnya tentang courseware e-learning • Menjawab RQ 2 tentang model QA apa saja yang dapat diunggulkan dan relevan untuk pelatihan elearning • Merupakan referensi included tentang harus bagaimana dan melalui model apa melakukan Evaluasi QA suatu pelatihan Learning Courseware ihan : QFD telah k mendukung penjaminan mutu secara sistematis ilitas produk atau ermasuk dalam menghasilkan k pelatihan dalam • Dalam perkembangnya, QFD juga telah banyak mendukung penajmainan mutu (quality Assurance) secara sistematis kapabilitas produk • Menjawab RQ 2 tentang model QA apa saja yang dapat diunggulkan dan relevan untuk pelatihan elearning Penulis meyakini bahwa Metode QFD sebagai tools bagi manajemen dalam proses perancangan dan pengembangan kualitas produk


No Identitas Artikel/ Hasil Penelitian Deskripsi Singkat Kele Keku PERGURUAN TINGGI Alfi Arif1 Jur. Akuntansi Universitas Jember stakeholder atau pihak eksternal lainnya. Menyatakan pentingnya QA dalam pengembangan kompetensi SDM melalui pelatihan berbasis e-learning • Atribut demikian, membuat perguruan tinggi/lembaga pelatihan dituntut untuk berada pada kondisi dimana standar kualitas penyelenggaraan layanan institusi, beserta penjaminan kualitas/mutu (quality assurance) menjadi parameter layak tidaknya suatu perguruan tinggi/lembaga pelatiha menjadi center of excellent bagi masyarakat dan bangsa, dan daya kompetitifnya di tengah-tengah persaingan industri yang semakin kompetitif. . hal ini berbas (−) Kelem Quality Deploy baru m bebera tinggi/ pelatih khusus menjag Assura khusus berbas 8 A RUBRIC TO EVALUATE LEARNING MANAGEMENT SYSTEMS Ramesh, Vyshnavi Malathi Ramanathan, Chandrashekar Proceedings of 2013 IEEE International Conference on • Hasil penelitian yang dilakukan penulis pada jurnal ini berupa rubrik untuk mengevaluasi kualitas LMS dalam pelatihan elearning, yang digunakan lembaga pelatiha termasuk rubrik terhadap LMS Moodle yang sering digunakan dalam pelatihan berbasis e-learning. (+) Kelebi Manag (LMS) learnin yang m besar d proses asynch untuk p berbas pelatihlearnin


65 lebihan (+)/ uranagan (-) Kesimpulan Analisis dan Sintesis Rekomendasi bagi Penulis pelatihan sis e-learning. mahan : Model y Function yment (QFD) menjadi pilihan di apa perguruan /lembaga han di Indonesia, snya dalam ga Quality ance, secara s pelatihan sis e-learning. atau jasa dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen secara terstruktur dan berkesinambungan dalam pengembangan kompetensi SDM secara khusus berbasisi e-learning. • Merupakan referensi included tentang harus bagaimana dan melalui model apa melakukan Quality Assurance Pelatihan Berbasis ELearning sebagaimana yang dibutuhkan dan dinginkan konsumen. . Karena itu, layak bilamana lembaga pelatihan pemerintah pun menerapkan model Quality Function Deployment pada proses Quality Assurance penyelenggaraan pelatihan berbasis e-learning. ihan : Learning gement system Moodle dalam eng sebagai tools memiliki peran dalam kelancaran pembelajaran hronous, termasuk pelatihan yang sis jarak jauh/ han berbasis eng. LMS memiliki peran penting dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh (distance learning) pada beberapa lembaga pelatihan di saat pandemic yang mengharuskan pembelajaran tidak dilakukan dalam bentuk tatap muka • Menjawab RQ 1 tentang harus bagaimana melakukan penajminan mutu (QA) dalam pelatihan e-learning, menggunakan aplikasi tersendir. • Menjawab RQ 2 tentang model QA apa saja yang dapat Learning Management system (LMS) Moodle sebagai tools yang direkomendasikan sebagai nperangkat (tolls) dalam kelancaran proses pembelajaran asynchronous. Selanjutnya untuk


No Identitas Artikel/ Hasil Penelitian Deskripsi Singkat Kele Keku Teaching, Assessment and Learning for Engineering, TALE 2013 (−)Kelema tepat u menge suatu p ditemu ini. Se penjam berbas tersend 9 DESIGN OF LEARNING EVALUATION MODEL FOR DISTANCE EDUCATION Liu, Gang Advances in Social Science, Education and Humanities, 2020 • Hasil penelitian yang ditulis dalam jurnal ini adalah rekomendasi tentang model evaluasi/penjaminan mutu sebagai efek belajar siswa dari dua aspek: evaluasi formatif dan evaluasi sumatif, yang memberikan referensi baru untuk evaluasi pembelajaran atau pelatihan berbasis e learning. Dengan QA dalam e-learning menunjang efektivitas dalam pengembangan kompetensi berbasis e-learning. (+)Kelebih Learni atau pe yang b aspek evalua merup positif menjad terpisa siklus khusus berbas (−)Kelema kepent pelatih diselen jarak j dalam membe


66 lebihan (+)/ uranagan (-) Kesimpulan Analisis dan Sintesis Rekomendasi bagi Penulis ahan : Alat yg untuk evaluasi LMS pelatihan tidak ukan dalam rubrik eharusnya minan mutu sis apalikasi secara diri. langsung atau pelatihan berbasis e-learning. diunggulkan dan relevan untuk pelatihan e-learning dengan cara menggoptimalkan LMS Moodle • Menjawab RQ 3 tentang perspektif pengembangan model QA dengan memnfaat LMS Moodle penaminan mutu sebaiknya menggunakan aplikasi tersendir, agar lebih efektif dan efisien. han : Design Of ing Evaluation enjaminan mutu berupa penilaian formatif dan asi aspek sumatif akan rekomendasi f bahwa evaluasi di bagian tidak ahkan dalam pelatihan, secara s pelatihan sis e-learning. ahan : Bagi tingan evaluasi han yang nggarakan dengan auh, artikel jurnal ini belum eri gambaran • Evaluasi/Penjaminan mutu (QA) aspek formatif dan evaluasi aspek sumatif adalah dua aspek evaluasi yang selalu beriringan dalam sistem pembelajaran dalam sebuah pelatihan berbasis e-learning. Diharapkan QA ini menunjang pelatihan e-learning menajdi efektif dan efisien. • Menjawab RQ 1 tentang harus bagaimana melakukan QA • Menjawab RQ 2 tentang model QA apa saja yang dapat diunggulkan dan relevan untuk pelatihan e-learning dengan mengusulkan desain evaluasi formatif dan sumatif • Menjawab RQ 3 tentang perspektif pengembangan model QA • Merupakan referensi included tentang harus bagaimana Hal ini sejalan dengan kebutuhan penulis tentang referensi yang mendukung terhadap kelancaran kegiatan pelatihan yang diselenggarakan dengan jarak jauh menggunakan model e-learning


No Identitas Artikel/ Hasil Penelitian Deskripsi Singkat Kele Keku seperti karena teknolo kompu 10 QUALITY ASSURANCE IN ELEARNING: PDPP EVALUATION MODEL AND ITS APPLICATION Zhang, Weiyuan Cheng, Y. L. International Review of Research in Open and Distance Learning 2012, Vol 13, Issue 3, P 66-82 • Penajminan mutu (Quality assurance) e-learning, bagaimanapun, sangat penting untuk jaminan kualitas pelatihan e-learning. Tulisan ini membangun model penjaminan (Quality assurance) e-learning mutu melalui empat fase untuk pelatihan e-learning, yang meliputi perencanaan, pengembangan, proses, dan produk, yang disebut model (Quality assurance) e-learning QA PDPP • Studi ini menunjukkan bahwa kualitas pengajaran dan pembelajaran yang tinggi dapat dipastikan dengan menggunakan prosedur (Quality assurance) elearning PDPP yang sistematis, terpadu dan berkelanjutan. (+)Kelebih (Qualilearnin penera diharap menjad untuk mekan mutu plearnin di lemb dan pe upaya pengem kompe (−) Kelem dijelas (Qualilearnin untuk pendid meneg pelatihlearnin


67 lebihan (+)/ uranagan (-) Kesimpulan Analisis dan Sintesis Rekomendasi bagi Penulis i apa bentuknya, a belum berbasis ogi informasi uter (TIK) dan melalui model apa melakukan Quality Assurance Pelatihan Berbasis E-Learning han : Model ty assurance) eng PDPP dan apannya pkan dapat di tolak ukur membangun nisme penjaminan pelatihan eng yang lebih luas baga pendidikan elatihan dama menunjang mbangan etensi SDM. mahan : Tidak skan model ty assurance) eng secara khusus lembaga dikan yang gelola khusus han on line/ eng. • Model penjaminan mutu (Quality assurance) elearning PDPP dan penerapannya diandalkan untuk penjaminan mutu elearning yang lebih luas di lembaga pendidikan dan pelatihan • Menjawab RQ 1 tentang harus bagaimana melakukan QA • Menjawab RQ 2 tentang model QA apa saja yang dapat diunggulkan dan relevan untuk pelatihan e-learning dengan mengusulkan desain evaluasi formatif dan sumatif • Menjawab RQ 3 tentang perspektif pengembangan model QA • Merupakan referensi included tentang harus bagaimana dan melalui model apa melakukan Quality Assurance Pelatihan Berbasis E-Learning Model penjaminan mutu (Quality assurance) elearning PDPP ini sejalan dengan kebutuhan penulis tentang referensi yang mendukung terhadap kelancaran kegiatan pelatihan yang diselenggarakan secara jarak jauh menggunakan model e-learning di lembaga pelatihan.


No Identitas Artikel/ Hasil Penelitian Deskripsi Singkat Kele Keku 11 DEVELOPMENT OF A QUALITY ASSURANCE SYSTEM FOR E LEARNING PROJECTS Mark Nichols eLearning Consultant, EDI Faculty Universal College Of Learning (UCOL), NEW ZEALAND [email protected] • Tulisan ini mengangkat tema tentang begitu pentingnya sistem penjaminan mutu untuk elearning dalam rangka menunjang pengembangan kompetensi SDM • Penjaminan mutu (Quality assurance) e-learning melui LMS yang disematkan dalam situs Balckboard di Universal College Of Learning (UCOL), NEW ZEALAND dikonservasi agar tetap terjaga kualitasnya dengan memperhatikan kualitas dari elemen e learning yang berupa: Performance; Features; Reliability; Conformance; Durability; Serviceability; Aesthetics; Perceived Quality (+) terdapa sistem QA dilakukan Repository Communic Exercises; Communic Objects (−) Kelem diketahui a pengemban UCOL ini diterapkan pembelajar pelatihan


68 lebihan (+)/ uranagan (-) Kesimpulan Analisis dan Sintesis Rekomendasi bagi Penulis at pengembangan A e Learning yang pada: Information y; One-Way cations; Online Two-Way cations; Learning mahan :Tidak apakah ngan QA di dapat pula n pada entitas ran di lembaga • QA selalu bergerak progresif • Pengembangan QA di UCOL merekomendasikan pengembangan pada prosedur: Information Repository; OneWay Communications; Online Exercises; Two-Way Communications; Learning Objects • Penjaminan mutu (Quality assurance) e-learning perlu dilakukan pengembangan/inova si, sesuai dengan situasi dan perkembangan zaman, terutama berbasis e-learning • Menjawab RQ 1 tentang harus bagaimana melakukan QA • Menjawab RQ 2 tentang model QA apa saja yang dapat diunggulkan dan relevan untuk pelatihan e-learning • Menjawab RQ 3 tentang perspektif pengembangan model QA • Merupakan referensi included tentang harus bagaimana dan melalui model apa melakukan Quality Assurance Pelatihan Berbasis E-Learning Model penjaminan mutu (Quality assurance) elearning ini linier dengan kebutuhan penulis tentang referensi yang mendukung terhadap QQ kegiatan pelatihan yang diselenggarakan secara jarak jauh menggunakan model pelatihan elearning


Tema Kunci Berdasarka Tema Utama Su Melakukan Quality Assurance (RQ1) Quality Assu Model yang Unggul (RQ2) Planning Qu Model Evaluating Q Model


69 an Artikel yang Terpilih ub Tema Referensi [2], , [7], [9], [10] urance [2], [10], , [11] [1], [3], [4], [5], [6], [10], [11] uality Assurance [3], [4], [8], Quality Assurance [1], [6], [10], [11],


E-Learning Model Model Qual unggulan Pengembangan Model (RQ3) Pengembang Assurance P E-Learning


70 Quality Assurance [5], [9], lity Assurance [9], [11], [10], [11], gan Quality Pelatihan Berbasis [9], [10], [111]


71 b. Deskripsi Judul dan Analisis Artikel Hasil Penyaringan Setelah melakukan sejumlah excluded, terpilih (included) enam belas judul Artikel dari sejumlah jurnal, hasil penelitian, laporan, atau tesis/ desertasi terseleksi, yaitu: (1) THE EFFECTIVENESS OF E-LEARNING: AN EXPLORATIVE AND INTEGRATIVE REVIEW OF THE DEFINITIONS, METHODOLOGIES AND FACTORS THAT PROMOTE E-LEARNING EFFECTIVENESS Erna Signe Schack Noesgaard1 , and Rikke Ørngreen2 1Kata Foundation, Sønderborg, Denmark & 2ResearchLAB: IT and Learning Design, Dep. of Learning and Philosophy, Aalborg University, Copenhagen, Denmark Analisis Resume Artikel dan Sintesis Makalah ini menyelidiki efektivitas e-Learning melalui tinjauan integratif antara Definisi, Metodologi, dan Faktor yang mengusung e-Learning. Makalah ini menjawab pertanyaan penelitian berikut: Bagaimana efektivitas e-Learning didefinisikan? Bagaimana efektivitas e-Learning diukur? Apa yang membuat solusi e-Learning efektif? Studi ini menunjukkan bahwa sulit untuk menggunakan e-Learning untuk meningkatkan kinerja mengajar, dengan demikian pengajar yang berpartisipasi dapat menerapkan beberapa strategi untuk menghindari perubahan substansial praktik yang berhubungan dengan pekerjaan mengajar.


72 Lebih lanjut, studi tersebut menunjukkan bahwa hanya menggunakan pemenuhan tujuan pembelajaran yang telah ditentukan sebagai parameter efektivitas tidak memungkinkan pengembang dan peneliti untuk melihat perubahan yang tidak terduga dan tidak diinginkan dalam praktik yang terjadi sebagai akibat dari program e-Learning. Model yang dikembangkan mengkategorikan perspektif: (1) konteks di mana solusi e-Learning digunakan, (2) artefak (solusi e-Learning itu sendiri); dan (3) individu yang menggunakan artefak. Dengan adanya kegiatan e-learning tersebut, perlu adanya optimalisasi terhadap aspek-aspek yang mendukung efektivitas e-laerning., baik sarana prasarana berbasis TIK, maupun sumber daya lainnya termasuk sumber daya manusia, sumber daya aplikasi serta lingkungan yang berbasis on line. (2) CONSIDERATIONS FOR QUALITY ASSURANCE OF E-LEARNING PROVISION Ebba Ossiannilsson Swedish Association for Distance Education, EDEN Analisis Resume Artikel dan Sintesis Dokumen ini berisi pertimbangan-pertimbangan terkait semua kegiatan Quality Assurance diselenggarakan secara e learning. Dokumen ini berlaku untuk semua bentuk e learning pembelajaran yang difasilitasi melalui penggunaan Teknologi Infromasi Komputer (TIK) seperti: Distance


73 education courses; Online courses (Synchronous online courses Asynchronous courses); Online programmes; Blended/hybrid courses; OER (open educational resources); MOOCS (massive open online courses). E-learning adalah bidang pembelajaran yang sangat dinamis dan inovatif dan dipahami mencakup setiap bentuk kegiatan yang difasilitasi melalui penggunaan TIK, termasuk blended learning (tetapi tidak termasuk MOOC dan OER). Panduan tersebut menginspirasi penulis untuk menemukan gagasan kreatif terkait penjaminan mutu (QA) bagi pelaksanaan pembelajaran dalam pelatihan yang diselenggarakan lembaga pelatihan berbasis e learning dengan mempertimbangkan QA terhadap: Distance education courses; Online courses (Synchronous online courses Asynchronous courses); Online programmes; Blended/hybrid courses; OER (open educational resources); MOOCS (massive open online courses). Hal tersebut mendukung perlu adanya pengembangan atau inovasi sehingga tercapainya e-learning yang efektif dan efisien dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia, tentunya didukung penjaminan mutu yang berbasis aplikasi secara mandiri. (3) PENJAMINAN MUTU: Konten (SPADA), Asesmen Dirjen Dikti 2019 Analisis dan Resume Artikel Panduan yang dikeluarkan Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan pada Kementerian Riset, Teknologi Dan Pendidikan Tinggi


74 merupakan salah satu dari empat buku Panduan Penjaminan Mutu yang terdiri atas: Panduan Penjaminan Mutu Konten, Panduan Penjaminan Mutu Proses Pembelajaran, Panduan Penjaminan Mutu Evaluasi, dan Panduan Penjaminan Mutu Sistem ini mengawali dicanangkannya Pembelajaran Daring Indonesia Terbuka dan Terpadu (PDITT) yang merupakan upaya bersama perguruanperguruan tinggi di Indonesia untuk bahu-membahu menyajikan layanan pendidikan tinggi berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia. Panduan ini diberi nama Panduan Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) sebagai Panduan Penjaminan Mutu Konten bagi Perguruan Tinggi dalam menyelenggarakan pembelajaran on line (e-learning). Panduan ini merekomendasikan model ADDIE, Model Dick and Carey, model desain instruksional ADDIE, yaitu model lima langkah yang terdiri atas: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Ini mungkin merupakan model yang paling banyak diketahui dan sering digunakan dalam lingkungan akademis yang menjadi acuan penjaminan mutu internal. Model ADDIE digambarkan sebagai berikut.


75 Model Dick dan Carey mengganggap pembelajaran adalah sistem, yang berfokus pada keterhubungan antara konteks, konten, belajar dan mengajar. Menurut Dick dan Carey, komponen-komponen pembel-ajaran misalnya instruktur, pembelajar, bahan ajar, aktivitas pembelajaran, sistem pengantaran, dan lingkungan pembelajaran berinteraksi satu sama lain dan bersinergi untuk meraih capaian pembelajaran. Komponen-komponen model Dick dan Carey dan keterhubungannya digambarkan dalam Gambar berikut. Panduan tersebut menginspirasi penulis untuk menemukan gagasan kreatif terkait penjaminan mutu (QA) bagi pelaksanaan pembelajaran dalam pelatihan yang diselenggarakan lembaga pelatihan. Penjaminan mutu (QA) yang membutuhkan pengembangan berbasis aplikasi, sehingga mendukung efektivitas pelatihan berbasis e-learning. (4) PENGGUNAAN ANALYTICAL HIERRACHY PROCESS DALAM PENILAIAN KUALITAS SISTEM E-LEARNING BERBASIS ISO 19796-1 *Andharini Dwi Cahyani, **Daniel O Siahaan, ***Sarwosri Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi, ITS


76 Gedung Teknik Informatika, Kampus ITS, Jl. Raya ITS, Kampus ITS, Sukolilo, Surabaya, 60111 Email: *[email protected], **[email protected], ***[email protected] Analisis Resume Artikel dan Sintesis Penelitian pada jurnal ini menjawab tentang pesatnya perkembangan penggunaan e-learning, khususnya menjawab kebutuhan akan adanya pengukuran kualitas sistem e-learning. Pada penelitian ini, dibuat sistem/aplikasi yang mampu mengukur kualitas sistem e-learning. Sistem yang dibuat juga memberikan fasilitas bagi stakeholder untuk memberikan bobot prioritas tiap proses dalam penilaian kualitas sistem e-learning. Bobot prioritas tersebut kemudian diolah dengan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Keluaran sistem ini berupa total nilai kualitas dan rekomendasi perbaikan yang disusun sesuai dengan prioritas stakeholder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode penilaian dalam aplikasi yang dibuat mampu mengakomodasi prioritas stakeholder dalam pengembangan sistem e- learning, sehingga perbaikan kualitas sistem elearning dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien. Berdasarkan hasil penelitian pada jurnal ini, penulis mencoba mengadaptasikan sebagai gagasan kreatif yaitu menerapkan konsep AHP dengan beberapa penyesuaian sesuai kebutuhan Quality Assurance pada kegiatan pelatihan berbasis e-learning. Dengan demikian penjaminan mutu (QA), dapat menunjang efektivitas pelatihan berbasis e-learning, tentunya dengan dukungan yang bersifat internal dan eksternal.


77 (5) E‐LEARNING QUALITY ASSURANCE: A PROCESS‐ORIENTED LIFECYCLE MODEL M'hammed Abdous Center for Learning Technologies, Old Dominion University, Norfolk, Virginia, USA). Quality Assurance in Education Analisis Resume Artikel dan Sintesis Tulisan Artikel ini bertujuan mengusulkan model LIFECYCLE yang berorientasi proses untuk memastikan kualitas mulai dari peluncuran, pengembangan dan pengiriman e-learning, hingga penarikan kembali produk e learning yang dikembangkan. Sebagai proses yang dinamis dan berulang, jaminan kualitas (QA) terkait dengan proses pengembangan e-learning. Tulisan ini menekankan bahwa QA membutuhkan lingkungan yang mendukung yang secara eksplisit mengakui kualitas sebagai nilai kerja dan sebagai enabler untuk mencapai tujuan organisasi. Kerangka kerja QA yang berorientasi proses model life cycle yang terstruktur di tiga fase non-linier • Sebelum: perencanaan dan analisis; • Selama: desain, prototipe dan produksi; dan • Setelah: pasca produksi dan pengiriman. Berdasarkan hasil penelitian pada jurnal ini, sebagai sintesis, penulis mencoba mengadaptasikan sebagai gagasan kreatif yaitu model tersebut dapat


78 dijadikan referensi dalam pengembangan penjaminan mutu QA dalam kegiatan pelatihan berbasis e-learning. (6) EVALUATING THE RELIABILITY AND IMPACT OF A QUALITY ASSURANCE SYSTEM FOR E-LEARNING COURSEWARE YT Sung, KE Chang, WC Yu - Computers & Education, 2011 - Elsevie Analisis Resume Artikel dan Sintesis Makalah ini memperkenalkan metode jaminan kualitas courseware e-learning (sistem sertifikasi kualitas) yang diadopsi oleh eLQSC (Pusat Layanan Kualitas eLearning) di Taiwan. Sebuah desain sekuensial/penjelasan dengan metodologi campuran digunakan untuk mengumpulkan data penelitian dan melakukan analisis data. Makalah ini merekomendasikan bahwa aplikasi (67 aplikasi) supporting e learning ternyata reliable (ajeg) dalam mengelola dan mengoperasikan pembelajaran berbasis e learning. Rekomendasi ini cukup beralasan mengingat pembelajaran berbasis e learning senantiasa membutuhkan kegiatan digital yang memerlukan sejumlah aplikasi untuk mengelola pembelajaran mulai dari persiapan pembelajaran, pelaksanaan belajar mengajar, asesmen pembelajaran, hingga pelaporan hasil pembelajaran. Enam puluh tujuh aplikasi e-learning courseware dievaluasi menggunakan eLearning Courseware Quality Checklist (eLCQC). Analisis kesulitan item,


79 diskriminasi item dan generalisasi menunjukkan bahwa eLCQC memberikan penjamian mutu (QA) berkualitas tinggi dalam e-learning. Setelah berpartisipasi dalam proses sertifikasi, produsen e-learning dilaporkan lebih percaya diri dalam meningkatkan kualitas courseware e-learning. Pengalaman sertifikasi juga membantu produsen untuk mengubah konsep desain mereka sebelumnya tentang courseware e-learning (7) QUALITY ASSURANCE DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT: KONSEP IMPLEMENTASI PADA INSTITUSI PERGURUAN TINGGI Alfi Arif1 Jur. Akuntansi Universitas Jember Analisis Resume Artikel dan Sintesis Model Quality Function Deployment (QFD) menjadi pilihan di beberapa perguruan tinggi di Indonesia, khususnya dalam menjaga Quality Assurance. Dalam tulisan di Jurnal ini peneliti meyakini bahwa QFD menjadi tools bagi Perguruan tinggi sebagai institusi penyelenggara proses belajar mengajar dan pembelajaran tidak saja bagi pihak internal namun juga bagi stakeholder atau pihak eksternal lainnya. Atribut demikian, membuat perguruan tinggi dituntut untuk berada pada kondisi dimana standar kualitas penyelenggaraan layanan institusi, beserta penjaminan kualitas layanan (quality assurance) menjadi parameter layak tidaknya suatu perguruan tinggi menjadi center of excellent


80 bagi masyarakat dan bangsa, dan daya kompetitifnya di tengah-tengah persaingan industri yang semakin kompetitif. Begitu pula, penulis meyakini bahwa Metode QFD sebagai tools bagi manajemen dalam proses perancangan dan pengembangan kualitas produk sebagaimana yang dibutuhkan dan dinginkan konsumen. Dalam perkembangnya, QFD juga telah banyak mendukung proses evaluasi secara sistematis kapabilitas produk atau jasa dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen secara terstruktur dan berkesinambungan. Karena itu, layak bilamana lembaga pelatihan pemerintah pun menerapkan model Quality Function Deployment pada proses Quality Assurance penyelenggaraan pelatihannya. (8) A RUBRIC TO EVALUATE LEARNING MANAGEMENT SYSTEMS Ramesh, Vyshnavi Malathi Ramanathan, Chandrashekar Proceedings of 2013 IEEE International Conference on Teaching, Assessment and Learning for Engineering, TALE 2013 Analisis Resume Artikel dan Sintesis Hasil penelitian yang dilakukan dari penulis pada jurnal ini berupa rubrik untuk menjamin kualitas LMS yang digunakan lembaga pendidikan termasuk rubrik terhadap LMS Moodle yang sering digunakan. LMS memiliki peran penting dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh (distance learning) pada


81 beberapa lembaga pendidikan di saat pandemic yang mengharuskan pembelajaran tidak dilakukan dalam bentuk tatap muka langsung. (9) DESIGN OF LEARNING EVALUATION MODEL FOR DISTANCE EDUCATION Liu, Gang Advances in Social Science, Education and Humanities, 2020. Analisis Resume Artikel dan Sintesis Hasil penelitian yang ditulis dalam jurnal ini adalah rekomendasi tentang model penjaminan mutu efek belajar siswa dari dua aspek: evaluasi formatif dan evaluasi sumatif, yang memberikan referensi baru untuk evaluasi pembelajaran Jarak Jauh atau pelatihan berbasis e-learning. Aspek formatif merupakan bagian tidak terpisahkan dalam mengevaluasi hasil pembelajaran. Mengevaluasi formatif dalam artikel ini mengandung maksud feedback pembelajaran selama proses pembelajaran berlangsung. Sedangkan aspek sumatif merupakan feedback proses pembelajaran secara menyeluruh di akhir program pembelajaran. Ini memperlihatkan bahwa upaya Quality assurance dilakukan dari sudut pandang aspek evaluasi pembelajaran. Hal ini sejalan dengan kebutuhan penulis tentang referensi yang mendukung terhadap kelancaran kegiatan pelatihan yang diselenggarakan dengan jarak jauh menggunakan model e-learning.


82 (10) QUALITY ASSURANCE IN E-LEARNING: PDPP EVALUATION MODEL AND ITS APPLICATION Zhang, Weiyuan; Cheng, Y. L. International Review of Research in Open and Distance Learning 2012, Vol 13, Issue 3, P 66-82 Analisis Resume Artikel dan Sintesis Studi ini menunjukkan bahwa penjaminan mutu (QA) pengajaran dan pembelajaran yang tinggi dapat dipastikan dengan menggunakan prosedur penjaminan mutu (QA) PDPP yang sistematis. Model penjaminan mutu (QA) PDPP dan penerapannya diharapkan dapat menjadi tolak ukur untuk membangun mekanisme penjaminan mutu e-learning yang lebih luas di lembaga pendidikan dan pelatihan. Makalah ini membangun model penjaminan mutu (QA) empat fase untuk kursus e-learning, yang meliputi evaluasi perencanaan, pengembangan, proses, dan produk, yang disebut model penjaminan mutu (QA) PDPP PDPP merupakan kegiatan penjaminan mutu dari sudut pandang proses pembelajaran. Hal ini menjadi bagian tidak terpisahkan bahwa pembelajaran merupakan juga sebagai bagian dari proses e learning. Dari sudut sudut pandang learning content (konten pembelajaran), kebutuhan QA suatu proses pembelajaran merupakan bagoian tidak terpisahkan dari penjaminan mutu e – learning. (11) DEVELOPMENT OF A QUALITY ASSURANCE SYSTEM FOR E LEARNING PROJECTS Mark Nichols


Click to View FlipBook Version