LAPORAN AKHIR
PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER
NAMA : DIANA NURUL FAJRI
NIM : 210631100113
DOSEN PENGAMPU : MUHLIS TAHIR, S.Pd., M.Tr.Kom
ASISTEN : NADIA LINA ISWANTI
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN INFORMATIKA
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
2022
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT, karena
atas kehendak limpahan rahmat taufiq serta hidayahnya saya dapat menyelesaikan
laporan resmi praktikum Jariangan Komputer. Tujuan laporan ini saya susun tidak
semata-mata untuk mengerjakan tugas matakuliah praktikum Jaringan komputer,
akan tetapi disamping itu harapan saya agar laporan ini dapat bermanfaat serta
memberikan faedah yang tinggi bagi siapapun yang membacanya. Dalam laporan
ini saya mencoba membukukan apa yang dapat saya peroleh satu semester ini dalam
matakuliah Praktikum Jaringan komputer. Format laporan ini saya buat berdasarkan
materi serta analisis secara langsung yang saya peroleh saat melaksanakan
praktikum Jaringan komputer.
Bangkalan,10 Desember 2022
Diana Nurul Fajri
ii
DAFTAR ISI
COVER………………………………………………………………….………..i
KATA PENGANTAR…………………………………………………….……..ii
DAFTAR ISI…………………………………………………………………….iii
MODUL I……………………………………………………………………..….4
MODUL II………………………………………………………………………29
MODUL III……………………………………………………………………...43
MODUL IV……………………………………………………………………...68
MODUL V…………………………………………………………………..…..89
MODUL VI…………………………………………………...…………..……113
MODUL VII…………………………………………………….……………...130
MODUL VII…………………………………………………………………….140
PENUTUP…………………………………………………………..…………..163
SARAN………..………………………………………………………..………163
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………..…164
iii
LAPORAN
PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER
Penyusun :
Diana Nurul Fajri (210631100113)
LABORATORIUM KOMPUTASI DAN JARINGAN
KOMPUTER PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
2022
4
MODUL 1
TCP/IP dan SUBNETING
Nama/NIM : DIANA NURUL FAJRI/210631100112
Hari/Tanggal : senin/22 Agustus 2022
Hasil Praktikum :
1.1 Tujuan
Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu :
1. Mengetahui jenis-jenis kabel jaringan
2. Memahami Konsep penghitungan subnet jaringan komputer
3. Mengkonfigurasi TCP/IP pada cisco packet tracer
1.2 Landasan/Dasar Teori
A. Media Transmisi
Media transmisi adalah media yang dapat digunakan untuk mengirimkan
informasi dari suatu tempat ke tempat yang lain. Media transmisi dibedakan
menjadi dua, yaitu:
a. Media transmisi berkabel, yaitu media transmisi yang menghubungkan
pengirim dan penerima secara fisik berupa kabel. Media transmisi
berkabel ini dibedakan menjadi:
• Twisted Pair
• Coaxial
• Fiber Optik
b. Media transmisi tanpa kabel/nirkabel
• Gelombang Mikro
• System Satelit
• Infra Merah
• Sinar Laser
Twisted Pair
Kabel twisted pair (pasangan berpilin) merupakan sebuah bentuk
kabel dimana dua konduktor digabungkan yang bertujuan untuk
5
mengurangi atau meniadakan interferensi elektromagnetik dari luar seperti
radiasi elektromagnetik dari kabel unshielded twisted 2 pair (UTP), dan
crosstalk (cakap silang) diantara pasangan kabel yang berdekatan. Kabel
twisted pair lebih tipis, lebih mudah putus, dan mengalami gangguan lain
sewaktu kabel kusut. Akan tetapi, keunggulan kabel twisted pair ini
terhadap jaringan secara keseluruhan yaitru apabila sebagian kabel twisted
pair rusak, maka tidak semua jaringan akan terhenti seperti yang mungkin
terjadi pada kabel coaxial. Contoh dari twisted pair ini adalah Unshielded
Twisted Pair (UTP) dan Shielded Twisted Pair (STP).
a. Unshielded Twisted Pair (UTP)
Unshielded Twisted Pair atau disingkat UTP adalah salah satu jenis
kabel jaringan yang menggunakan bahan dasar tembaga yang tidak
dilengkapi dengan shield/pelindung internal. UTP merupakan jenis kabel
yang paling umum dan sering digunakan di dalam jaringan lokal (LAN)
karena harganya yang cukup murah, fleksibel dan memiliki kinerja yang
relatif bagus.
Tabel 1. Kategori Kabel UTP
KATEGORI KEGUNAAN
Category 1 komunikasi suara analog, hanya cocok untuk suara
(Cat1) saja.
Category 2 Transmisi suara maupun data digital hingga 4
(Cat2) megabir per detik.
Category 3 Transmisi data digital hingga 10 megabit per detik
(Cat3) Transmisi data digital hingga 16 megabit per detik
Transmisi data digital hingga 100 megabit per detik
Category 4 Transmisi data digital hingga 250 megabit per detik
(Cat4)
Category 5
(Cat5)
Enhanced
Category 5
(Cat5e)
6
Category 6 Transmisi data hingga diatas 1000 megabit per
(Cat6) detik. Digunakan untuk mendukung Gigabit
Ethernet.
Diantara semua kabel di atas, kabel Enhanced Category 5 (Cat5e) dan
Category 5 (Cat5) merupakan kabel UTP yang paling populer yang banyak
digunakan dalam jaringan berbasis teknologi Ethernet. Konektor yang biasa
digunakan adalah RJ45.
Gambar 1. Unshielded Twisted Pair (UTP)
Terdapat 2 buah strategi pengkabelan kabel UTP Category 5 ini, yaitu:
• Kabel Straight
Digunakan untuk menghubungkan client ke hub atau router.
Gambar 2. Kabel Straight
• Kabel Crossover
Digunakan untuk menghubungkan client ke client atau dalam kasus tertentu
digunakan untuk menghubungkan hub ke hub.
7
Gambar 3. Kabel Crossover
B. Subnetting
a. Subnetting dan Netmask Kelas A
1. Diketahui suatu IP 10.0.0.0/16
2. Menghitung jumlah subnet Netmasknya /16 : 255.255.0.0 Bilangan biner
= 11111111.11111111.00000000.00000000 Jumlah subnet : 2 n -> n =
jumlah bit yang aktif dimluai dari octet kedua (angka 1) : 28 = 256
subnet
3. Mengitung julah host per subnet Jumlah host = 2 x – 2 -> x = sisa bit (bit
0)Jumlah host = 216 – 2 = 65534 host
4. Blok subnet : 256 – 255 = 1 Blok subnetnya : 0,1,2,3,4, dst.
5. Tabel Pembagian Subnet Kelas A
Subnet 10.0.0.0 10.1.0.0 … 10.254.0.0 10.255.0.0
Host 10.0.0.1 10.1.0.1 … 10.255.0.1 10.255.0.1
Pertama
Host 10.0.255.254 10.1.255.254 … 10.254.255.254 10.255.255.254
Terakhir
Broadcast 10.0.255.255 10.1.255.255 … 10.254.255.255 10.255.255.255
b. Subnetting dan Netmask Kelas B
1. Diketahui suatu IP 172.16.0.0/25
8
2. Menghitung jumlah subnet
Netmasknya /25 : 255.255.255.128
Bilangan biner = 11111111.11111111. 11111111.10000000
Jumlah subnet : 2n -> n = jumlah bit yg aktif dimluai dari octet ketiga
(angka 1) : 29 = 512 subnet
3. Mengitung julah host per subnet Jumlah
host = 2x – 2 -> x = sisa bit (bit 0) Jumlah host = 27 – 2 = 126 host
4. Blok subnet : 256 – 128 = 128
Blok subnetnya : 0,128
5. Tabel Pembagian Subnet Kelas B
Subnet 172.16.0.0 172.16.0.128 172.16.1.0 … 172.16.255.128
Host 172.16.0.1 172.16.0.129 172.16.1.1 … 172.16.255.129
Pertama
Host 172.16.0.126 172.16.0.254 172.16.1.126 … 172.16.255.254
Terakhir
Broadcast 172.16.0.127 172.16.0.255 172.16.1.127 … 172.16.255.255
c. Subnetting dan Netmask Kelas C
1. Diketahui suatu IP 192.168.1.0/26
2. Menghitung jumlah subnet
Netmasknya /2 : 255.255.255.192
Bilangan biner = 11111111.11111111. 11111111.11000000
Jumlah subnet : 2n -> n = jumlah bit yang aktif dimluai dari octet ke
4 (angka 1)
: 22 = 4 subnet
9
3. Mengitung julah host per subnet Jumlah host = 2x – 2 -> x = sisa bit
(bit 0)
Jumlah host = 26 – 2 = 62 host
4. Blok subnet : 256 – 192 = 64 Blok subnetnya : 0,64,128,192
5. Tabel Pembagian Subnet Kelas C
Subnet 192.168.1.0 192.168.1.64 192.168.1.128 192.168.1.192
Host
192.168.1.1 192.168.1.65 192.168.1.129 192.168.1.193
Pertama
Host
192.168.1.62 192.168.1.126 192.168.1.190 192.168.1.254
Terakhir
Broadcast 192.168.1.63 192.168.1.127 192.168.1.191 192.168.1.255
d. Subnetting dan Netmask Menggunakan VLSM
1. Diketahui IP 192.168.0.0/27
2. Ip addres tersebut akan dibagi dalam 3 jaringan Lan 1 : 100 host
Lan 2 : 50 host
Lan 3 : 10 host
3. Urutkan jaringan dari host yang paling besar sampai
dengan host yang palingterkecil.
- Lan 1 : 100 host
- Lan 2 : 50 host
- Lan 3 : 10 host
4. buat urutan desimal seperti berikut :
27 26 25 24 23 22 21 20
128 64 32 16 8 4 2 1
5. Hitung jumlah range IP dan prefix LAN 1
10
a. Menghitung jumlah host
100 < 2n – 2 (100 adalah jumlah host LAN1, n adalah pangkat
yang diambildari urutan desimal) 100 < 27 – 2
100 < 128 – 2
100 < 126 (126 adalah jumlah host LAN 1)
b. Menghitung prefix
Prefix = 32 – n (32 adalah jumlah maksimal bit dari netmask, n
adalah pangkatyang diambil dari urutan desimal)
Jadi prefix = 32 – 7 = 25 (25 adalah prefix
LAN1, netmasknya =255.255.255.128 /25)
6. Hitung jumlah range IP dan prefix LAN 2
a. Menghitung jumlah host
50 < 2n – 2 (50 adalah jumlah host LAN2, n adalah pangkat yang
diambildari urutan desimal) 50 < 26 – 2
50 < 64 – 2
50 < 62 (62 adalah jumlah host LAN2)
b. Menghitung prefix
Prefix = 32 – n (32 adalah jumlah maksimal bit dari netmask, n
adalah pangkatyang diambil dari urutan desimal)
Jadi prefix = 32 – 6 = 26 (26 adalah prefix LAN2,
netmasknya =255.255.255.192 /26)
7. Hitung jumlah range IP dan prefix LAN 3
a. Menghitung jumlah host
10 < 2n – 2 (10 adalah jumlah host LAN3, n adalah pangkat yang
diambildari urutan desimal) 10 < 24 – 2
10 < 16 – 2
11
10 < 14 (14 adalah jumlah host LAN3)
b. Menghitung prefix
Prefix = 32 – n (32 adalah jumlah maksimal bit dari netmask, n adalah
pangkatyang diambil dari urutan desimal)
Jadi prefix = 32 – 4 = 28 (28 adalah prefix LAN3,
netmasknya =255.255.255.240 /28)
8. Buat table pembagian IP Address
LAN IP SUBNET IP HOST 1 IP HOST N IP PREFIX
BROADCAST
1 192.168.0.0 192.168.0.1 192.168.0.126 192.168.0.127 /25
2 192.168.0.128192.168.0.129 192.168.0.190 192.168.0.191 /26
3 192.168.0.192 192.168.0.193 192.168.0.206 192.168.0.207 /28
C. TCP/IP
TCP/IP memiliki beberapa elemen umum yaitu sebagai berikut.
a. IP Address
Merupakan sebuah struing unik dalam angka decimal yang dibagi dalam
empat segmen. Tiap-tiap segmen bias ditulisi angka yang terdiri dari 0
hingga 255 yangmerepresentasikan 8 bit alamat tiap segmen atau 32 bit
untuk keseluruhannya.
b. Netmask atau Subnet Mask
Adalah tanda yang fungsinya membagi alamat IP yang menunjukkan
subnetwork. Misal IP kelas C, netmask standart adalah 255.255.255.0
c. Network Address
Mepresentasikan porsi jaringan dari alamat IP, misalnya host 12.128.1.2
12
dijaringan kelas A memiliki network address 12.0.0.0. Host jaringan
yang menggunakan IP pribadi seperti 192.168.1.100 akan menggunakan
network address 192.168.1.0. Network address tersebut menjelaskan
bahwa jaringantermasuk dibagian kelas C 192.168.1
d. Broadcast Address
Merupakan alamat IP yang memungkinkan data jaringan dikirimkan
secarasimultan ke semua host disebuah subnetwork. Broadcast Addres
standart untuk jaringan IP adalah 255.255.255.255. Namun broadcast ini
tidak bisa digunakan karena terblok oleh router. Alamat broadcast
biasanya diset auntuk subnetwork tertentu saja missal IP 192.168.1.1
akan memiliki alamat broadcast 192.168.1.255.
e. Gateway Address
Merupakan alamat IP yang harus dilewati oleh semua komputer di
jaringan yangingin berkomunikasi dengan host di jaringan lain.
f. Name Server Address
Menunjukkan IP address dari domain name service yang bertujuan
menerjemahkan nama hostname ke alamat IP.
Remote System
Remote system merupakan sistem yang mengendalikan atau mengakses
mesin/komputer dari jarak jauh atau dengan menggunakan komputer lainnya.
Remote system ini mempermudah kita dalam bekerja, jika pada suatu saat
kita tidak dapat bekerja pada mesin/ komputer tersebut. Secure Shell
merupakan suatu protokol yang mendukung sistem remote system ini.
Secure Shell (SSH)
Secure Shell (SSH) yang fungsi utamanya adalah untuk mengakses mesin
secara remote ini merupakan suatu protokol yang memfasilitasi sistem
13
komunikasi yang aman diantara dua sistem yang menggunakan arsitektur
client/server, serta memungkinkan seorang user untuk login ke server secara
remote. Mode teks ataupun mode grafis merupakan bentuk akses remote yang
bisa diperoleh denganmenggunakan SSH.
Cara kerja dari SSH yaitu mengenkripsi data selama proses komunikasi yang
terjadi antara server dan client sehingga menyulitkan user lain yang tidak
diinginkan yang berusaha mendapatkan account dan password sehingga
merusakserver yang ada. Enkripsi merupakan proses atau mekanisme untuk
mengamankan informasi dengan cara membuat informasi tersebut tidak dapat
dibaca tanpa bantuan pengetahuan atau alat khusus
SSH dirancang untuk menggantikan service-service pada sistem
UNIX/LINUX yang menggunakan sistem plaint-text seperti telnet, ftp,
rlogin, rsh, rcp. Fungsi ftp digantikan oleh sftp (secure ftp), sedangkan fungsi
rcp (remote copy) digantikan oleh scp (secure copy).
1.3 Alat dan Bahan
Alat dan bahan adalah hal yang harus ada dan dibutuhkan demi kelancaran
pelaksanaan praktikum.
1) Alat Dalam pelaksanaan praktikum alat digunakan sebagai media
penunjang kegiatan, dapat berupa perangkat lunak (software) dan perangkat
keras (hardware)
a) Perangkat Lunak (software) : Cisco Packet Tracer
b) Perangkat Keras (hardware) : PC / Laptop
2) Bahan
a) Modul 1
14
1.4 Langkah-Langkah Percobaan
1. Ketika membuka cisco packet tracer maka akan muncul halaman seperti ini.
2. Selanjutnya kita akan memulai membuat rancangannya. Yaitu dengan
menampilkan router yang dapat dipilih langsung pada menu yang tersedia di
bagian bawah tampilan.
3. Menambahkan perangkat perangkat yang lainnya seperti switch dan juga
computer yang akan digunakan ataupun diperlukan.
15
4. Meletakkan semua perangkat yang diperlukan sesuai dengan desain atau
rancangan jaringan yang akan digunakan.
5. setelah semua perangkat yang diperlukan sudah lengkap, maka setelah itu baru
bisa dapat mulai menyambungkan kabel koneksi agar perangkay bisa
menyambung. Pada gambar tersebut saya menyambungkan router 0 dengan
switch 0. Dimana pada router berada pada ether 0 dan switch juga berada pada
ether 0. Untuk kabelnya disini menggunakan sambungan kabel Straigth, katena
menghubungkan perangkat yang berbeda.
6. selanjutnya menghubungkan router 0 dengan switch 1. Dimana penyambungan
kabelnya router 0 berada pada ether 1 sedangkan pada switch 1 berada pada
ether 0. Sambungan kabelnya juga menggunakan straight.
16
7. Begitu juga dengan sambungan pada gambar ini. Pada ether 0 di router 1
terhubung pada ether 1 di switch 1. Kabelnyapun menggunakan straight.
8. Pada gambar tersebut, menghubungkan antara setiap switch dengan setiap
router sesuai dengan ketenruan sambungan ethet dari masing masing
perangkat.
9. pada gambar tersebut, mulai menghubungkan client dari kelas A pada switch
0 di ether 0.
17
10. pada gambar tersebut, melanjutkan menghubungkan setiap client pada
switch 1 dengan IP kelas B. Pada switch 1 disini tidak dapat menyambungkan
lagi pada pc terakhir dikarenakan stock port pada switch 1 sudah habis.
11. karena pada gambar sebelumnya switch 1 sudah tidak ada port lagi maka
kita tambahkan dengan cara klik switch 1 maka akan muncul tampilan baru
seperti di atas. Matikan tombol power yang ada warna hijaunya sampai tidak
ada warna hijau. Salah satu models di bagian kiri Tarik ke tempat port. dan
hidupkan tombol powernya kembali.
18
12. setelah dilakukan proses seperti sebelumnya, maka akan ada port untuk
menghubungkan switch 1 pada pc 5.
13. selanjutnya menghubungkan switch 2 pada client 6,7 dan 8.
14. maka hasil rancangan jaringannya seperti gambar ini.
15. pengalamatan ip pada router 0. Pada ether 0 ip address : 10.10.10.1
19
16. pengalamatan ip address router 0. Pada ether 1 ip address : 172.16.1.1
17. pengalamatan ip address router 1. Pada ether 0 ip address : 172.16.1.1
18. pengalamatan ip address router 1. Pada ether 1 ip address : 192.168.1.1
20
19. pengalamatan ip address PC 0 : 10.10.10.2
pengalamatan ip address PC 1 : 10.10.10.3
pengalamatan ip address PC 2 : 10.10.10.4
pengalamatan ip address PC 3 : 172.16.1.2
pengalamatan ip address PC 4 : 172.16.1.3
pengalamatan ip address PC 5 : 172.16.1.4
pengalamatan ip address PC 6 : 192.168.1.2
pengalamatan ip address PC 7 : 192.168.1.2
pengalamatan ip address PC 8 : 192.168.1.2
20. PC 4 melakukan percobaan koneksi di command prompt di cisco packet tracer.
21. PC 4 sudah connect dengan ip address : .172.16.1.3
21
22. lakukan langkah nomor 20 dan 21 pada PC 0-8 hingga terkoneksi semua.
1.5 Hasil dan Analisa Percobaan
22
Analisa :
Pada perancangan jaringan ini, dibuat dengan 2 router, 3 switch dan 9 pc.
Dimana setiap PC dan Router masing-masing memiliki ip address yang
berbeda. Ada ip address kelas A, B dan juga C. Ip address kelas A berada pada
sambungan switch 0, kelas B berapa pada sambungan switch 1, dan kelas C
berada pada switch 2. Topologi yang digunakan pada setiap kelas yaitu topologi
star.
23
1.6 Tugas
1. Tentukan tipe koneksi masing-masing kabel dalam gambar berikut ini:
2. Diketahui suatu IP 10.10.0.0/16 (Kelas A). Hitunglah jumlah subnet, host
per subnet, blok subnet dan buat tabelnya.
3. Diketahui suatu IP 172.16.5.0/27 (Kelas B). Hitunglah jumlah subnet, host
per subnet, bloksubnet dan buat tabelnya.
4. Diketahui suatu IP 192.168.100.0/24 (Kelas C). Hitunglah jumlah subnet,
host per subnet, blok subnet dan buat tabelnya.
5. Dengan menggunakan metode VLSM dan IP192.168.1.0/25 hitunglah
jumlah host persubnet, prefix per jaringan dan buat tabelnya untuk LAN1
50 Host, LAN2 20 Host, LAN3 115 Host.
24
Jawaban :
1. A=Straigth
B= Straigth
C= Cross
D= Straigth
E= Straigth
F= Straigth
G= Straigth
H= Straigth
I=Cross
2. IP Kelas A 10.10.10.0/16
Jumlah subnet =
11111111.11111111.00000000.00000000
2n =28 =256.
Host per subnet = 2x -2 = 216-2 = 65534 host
Blok subnet = 256 – 255= 1 blok
Table : 10.0.0.0 10.0.0.0 … 10.254.0.0 10.255.0.0
Subnet
Host 10.0.0.1 10.1.0.1 … 10.255.0.1 10.255.0.1
Pertama
Host 10.0.255.254 10.1.255.254 … 10.254.255.254 10.255.255.254
Terakhir 10.0.255.255 10.1.255.255 … 10.254.255.255 10.255.255.255
Broadcast
3. IP Kelas B 172.16.5.0/27
Jumlah subnet =
11111111.11111111.11111111.11100000
25
2n =211 =2048.
Host per subnet = 2x -2 = 25-2 = 30 host
Blok subnet = 256 – 224= 32 blok.
Table : 172.16.5.0 172.16.5.32 … 172.16.6.0 172.16.6.32
Subnet 172.16.5.1 172.16.5.33 … 172.16.6.1 172.16.6.33
Host
Pertama 172.16.5.30 172.16.5.254 … 172.16.6.30 172.16.6.254
Host 172.16.5.31 172.16.5.255 … 172.16.6.31 172.16.6.255
Terakhir
Broadcast
4. IP Kelas B 192.168.100.0/24
Jumlah subnet =
11111111.11111111.11111111.00000000
2n =20 =1.
Host per subnet = 2x -2 = 28-2 = 254 host
Blok subnet = 256 – 0= 256 blok.
Table :
Subnet 192.168.100.0
Host Pertama 192.168.100.1
Host Terakhir 192.168.100.254
Broadcast 192.168.100.255
5. Ip 192.168.1.0/25
LAN 1 = 50 host.
LAN 2 = 20 host.
26
LAN 3 = 115 host.
Diurutkan :
LAN 1 = 115 host.
LAN 2 = 50 host.
LAN 3 = 20 host.
27 26 25 24 23 22 21 20
128 64 32 16 8 4 2 1
LAN 1 : 115 < 27 - 2
= 115 < 128 - 2
= 115 < 126 ( Host LAN 1)
Prefix = 32 – 7 = 25 (Prefix LAN 1)
LAN 2 = 50 < 26 - 2
= 50 < 64 - 2
= 50 < 62 ( Host LAN 2)
Prefix = 32 – 6 = 26 (Prefix LAN 1)
LAN 3 : 20 < 25 - 2
= 20 < 32 - 2
= 20 < 30 ( Host LAN 3)
Prefix = 32 – 5 = 27 (Prefix LAN 3)
TABEL :
LAN IP SUBNET IP HOST 1 IP HOST N IP PREFIX
BROADCAST
1 192.168.1.0 192.168.1.1 192.168.1.126 192.168.1.127 /25
27
2 192.168.1.128 192.168.1.129 192.168.1.190 192.168.1.191 /26
3 192.168.1.192 192.168.1.193 192.168.1.222 192.168.1.223 /27
1.7 Simpulan
Media transmisi adalah media yang dapat digunakan untuk mengirimkan
informasi dari suatu tempat ke tempat yang lain. Media transmisi ada dua,
yaitu : berkabel dan tanpa kabel.
Adapun kabel twisted pair yang merupakan sebuah bentuk kabel dimana
dua konduktor digabungkan yang bertujuan untuk mengurangi atau
meniadakan interferensi elektromagnetik dari luar.
Dalam konsep subnetting terdapat 3 kelas. Yaitu kelas A, B, dan C.
Kelas A : 10-171 (subnetmask : 255.0.0.0)
Kelas B: 172-191 (subnetmask : 255.255.0.0)
Kelas C: 192-dst. (subnetmask : 255.255.255.0)
TCP/IP terdapat beberapa elemen umum. Yaitu,IP address, Subnetmask,
Network Address, Broadcast Address, Gateway Address, Name Server
Address.
1.8 Lampiran
28
LAPORAN
PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER
Penyusun :
Diana Nurul Fajri (210631100113)
LABORATORIUM KOMPUTASI DAN JARINGAN
KOMPUTER PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
2022
29
MODUL 2
CRIMPING KABEL
Nama/NIM : DIANA NURUL FAJRI/210631100113
Hari/Tanggal : Senin/05 September 2022
Hasil Praktikum :
1.7 Tujuan
Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu :
1. Mengetahui jenis-jenis kabel jaringan
2. Memahami Langkah-langkah Crimping
3. Mampu melakukan crimping
1.8 Landasan/Dasar Teori
A. KRIMPING KABEL
Crimping merupakan proses dimana sebuah kabel jaringan mampu
menjadi sebuahkabel jaringan yang utuh atau sempurna, atau crimping juga
disebut cara membuat kabel jaringan.
Crimping kabel di bedakan menjadi dua tipe kabel yaitu :
• Kabel Cross
• Kabel Straight
1. Kabel Cross
Untuk tipe cross itu digunakan untuk menyambungkan langsung
antar dua PC, atau yang umumnya digunakan untuk menyambungkan
antar hub. (misalnya karena colokan di hubnyakurang).
30
Urutan pemasangan kabel UTP tipe cross :
Ujung kabel A Ujung kabel B
Putih orange Putih hijau
Orange Hijau
Putih hijau Putih orange
Biru Biru
Putih biru Putih biru
Hijau Orange
Putih coklat Putih coklat
Coklat Coklat
31
2. Kabel Straight
Kabel straight biasanya digunakan ketika untuk
menghubungkan komputerjaringan yang memakai hub atau client ke
hub. Kabel straight adalah istilah untuk kabel yang menggunakan
standar yang sama pada kedua ujung kabelnya, bisa EIA/TIA 568A
atau EIA/TIA 568B pada kedua ujung kabel. Sederhananya, urutan
warna pada kedua ujung kabel sama. Pada kabel straight, pin 1 di salah
satu ujung kabel terhubung ke pin 1 pada ujung lainnya, pin 2
terhubung ke pin 2 di ujung lainnya, dan seterusnya.
Urutan pemasangan kabel UTP tipe straight:
Ujung kabel A Ujung kabel B
Putih orange Putih orange
Orange Orange
Putih hijau Putih hijau
Biru Biru
Putih biru Putih biru
Hijau Hijau
Putih coklat Putih coklat
Coklat Coklat
32
Kabel UTP
Definisi kabel UTP adalah suatu jenis kabel yang dapat dipakai
untuk membuat jaringan komputer, berupa kabel yang di bagian
dalamnya berisikan 4 pasang kabel. Kabel Twisted Pair Cable ini
terbagi kedalam 2 jenis diantaranya, Shielded dan Unshielded.
Shielded adalah jenis dari kabel UTP yang memiliki selubung
pembungkus, sedangkan unshielded adalah jenis yang tidak
mempunyai selubung pembungkus. Untuk koneksinya kabel jenis ini
memakai konektor RJ-45 atau RJ-11. Fungsi kabel UTP yaitu dapat
digunakan sebagai kabel untuk jaringan Local Area Network (LAN)
pada sistem network/jaringan komputer, dan umumnya kabel UTP
memiliki impedansi kurang lebih 100 ohm, dan juga dibagi menjadi
kedalam beberapa kategori berdasarkan kemampuannya sebagai
penghantar data.
33
B. Konektor RJ45
Konektor RJ 45 digunakan untuk menghubungkan kabel dengan port yang
menggunakan port RJ 45. Konektor jenis ini sangatsering kita jumpai karena banyak
perangkat jaringan yang menggunakan port RJ 45 contohnya seperti LAN Card, router,
switchdan lain-lain. Konektor RJ 45 tidak lepas dengan kabel UTP. Sebelum memasang
konektor RJ 45, kabel UTP biasanya disusun terlebih dahulu sesuai pin nya, susunan pin
pada kabel tergantung dari jenis kabel yang akan digunakan, apakah menggunakan kabel
straight atau menggunakan kabel crossover.
C. Crimping Tool
34
Crimping tools adalah peralatan yang digunakan untuk meng-
crimping RJ-45yang sudah terpasang kabel UTP dengan benar.
Fungsinya adalah :
a. Digunakan untuk memotong kabel
b. Digunakan untuk mengelupas kabel
c. Digunakan untuk mengcrimping RJ-45
D. LAN Tester
Lan Cable tester adalah alat untuk memeriksa kesempurnaan
pemasangan kabel konektor LAN (RJ45). Fungsinya agar bisa
mengetahui kabel LAN yang ingin kita pakai itu sudah sempurna atau
tidak 5. 2 buah laptop pastikan 2 buah laptop memiliki lan card. lan
card adalah ‘pintu’ ke jaringan dari komputer. setiap jenis aktivitas
jaringan memerlukan lan card – internet, jaringan printer,
menghubungkan komputer bersama-sama. saat ini banyak perangkat
berisi kartu jaringan: televisi untuk aplikasi mereka gratis, pemutar
blu-ray, ponsel, telepon voip desk, bahkan lemari es. lan card adalah
perangkat keras, yang dapat ditambahkan ke komputer atau mereka
dapatdiintegrasikan ke dalam perangkat keras utama computer
35
E. Hub
Hub merupakan perangkat keras yang sangat penting dalam jaringan
komputer, Hub sangat mempengaruhi proses koneksi antar komputer sehingga
jika Hub mengalami kerusakan maka seluruhjaringan komputer akan terputus
dan terganggu. Hub berfungsi sebagai peragkat keras penerima sinyal dari
sebuah komputer dan merupakan titik pusat yang menghubungkan ke seluruh
komputer dalam jaringan tersebut. Hub juga berperan sebagai penguat sinyal
kabel UTP, konsentrator dan penyambung.
1.9 ALAT DAN BAHAN
Alat dan bahan adalah hal yang harus ada dan dibutuhkan demi
kelancaran pelaksanaan praktikum.
1) Alat Dalam pelaksanaan praktikum alat digunakan sebagai media
penunjang kegiatan, dapat berupa perangkat lunak (software) dan
perangkat keras (hardware)
a) Perangkat Lunak (software) : -
b) Perangkat Keras (hardware) : Kabel UTP, Konektor RJ45,crimping
tool, dan tester.
2) Bahan
a) Modul 2
1.10Langkah-Langkah Percobaan
36
1. Siapkan alat yang akan digunakan.
2. Mulai mengelupas kulit kabel UTP dengan menggunakan crimping tool.
Caranya apitkan kabel pada bagian silet crimping tool lalu putar. Setelah
itu tarik
3. Kemudian pisahkan semua warna kabel dan susun warna sesuai urutan
straight.
37
4. Setelah warna tersusun, maka dirapikan dan dipotong menggunakan pisau
crimping tools.
5. Masukkan susunan warna pada konektor RJ45.
38
6. Setelah itu kunci menggunakan crimping tools sampai tembaganya masuk
ke setiap warna kabel. Tekan crimping tools nya sampai berbunyi.
7. Lakukan pada ujung berikutnya seperti langkah langkah yang sudah
dilakukan sebelumnya.
8. Selanjutnya lakukan uji coba konektivitas kabel dengan menggunakan
tester.
9. Jika semua lampu sudah menyala semua maka proses pembuatan kabel
sudah berhasil.
39
1.5 Hasil dan Analisa Percobaan
Analisa :
Pada pembuatan kabel ini saya membuat sambungan kabel straight dan cross
dengan bahan utama kanel UTP. Kabel nantinya akan digunakan untuk
menghubungkan perangkat satu dengan yang lain. Jika sambungannya cross
maka kabel ini akan menghubungkan antara perangkat yang sama, dan jika
kita akan mengubungkan perangkat yang berbeda kita bisa menggunakan
sambungan kabel cross. Dengan kata lain keduanya memiliki peran penting
dalam menyambungkan perangkat perangkat yang sangat dibutuhkan dalam
sebuah jaringan.
1.6 Tugas
1. Sebutkan dan jelaskan jenis kabel UTP !
2. Jelaskan tentang Medium Dependent Interface
( automatic medium- dependent interface crossover - Auto-MDIX ).
JAWABAN !
1. Kabel Twisted Pair Cable terbagi kedalam 2 jenis diantaranya, Shielded
dan Unshielded. Shielded adalah jenis dari kabel UTP yang memiliki
selubung pembungkus, sedangkan unshielded adalah jenis yang tidak
mempunyai selubung pembungkus.
40
2. Menjadikan sebuah NIC mampu mengenali dan mengatur kebutuhan
koneksi berdasarkan jenis kabel yang tersambung.
1.7 Simpulan
Crimping merupakan proses dimana sebuah kabel jaringan mampu
menjadi sebuahkabel jaringan yang utuh atau sempurna, atau crimping juga
disebut cara membuat kabel jaringan.
Kabel cross digunakan untuk menyambungkan langsung antar dua PC,
atau yang umumnya digunakan untuk menyambungkan antar hub.
Kabel straight digunakan ketika untuk menghubungkan komputerjaringan
yang memakai hub atau client ke hub.
kabel UTP adalah suatu jenis kabel yang dapat dipakaiuntuk membuat
jaringan komputer, berupa kabel yang di bagian dalamnya berisikan 4 pasang
kabel.
Konektor RJ 45 digunakan untuk menghubungkan kabel dengan port yang
menggunakan port RJ 45.
Crimping tools adalah peralatan yang digunakan untuk meng-crimping RJ-
45yang sudah terpasang kabel UTP dengan benar.
Lan Cable tester adalah alat untuk memeriksa kesempurnaanpemasangan kabel
konektor LAN (RJ45).
Hub merupakan perangkat keras yang sangat penting dalam jaringan komputer,
Hub sangat mempengaruhi proses koneksi antar komputer sehingga jika Hub
mengalami kerusakan maka seluruhjaringan komputer akan terputus dan terganggu.
1.8 Lampiran
41
42
LAPORAN
PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER
Penyusun :
Diana Nurul Fajri (210631100113)
LABORATORIUM KOMPUTASI DAN JARINGAN
KOMPUTER PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
2022
43
MODUL 3
ROUTING
Nama/NIM : DIANA NURUL FAJRI/210631100113
Hari/Tanggal : Senin/19 September 2022
Hasil Praktikum :
1.11 Tujuan
Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu :
4. Mengetahui jenis-jenis kabel jaringan
5. Memahami Langkah-langkah Crimping
6. Mampu melakukan crimping
1.12 Landasan/Dasar Teori
a. Pengertian
Dalam proses pengiriman data dari satu komputer ke komputer lain maka
akan menciptakan sebuah jalur yang dilalui data tersebut agar bisa sampai
ke komputer tujuan, jalur yang dipilih tersebut dinamakan rute.
Mekanisme yang mengatur pengiriman paket data yang di transmisikan
dari satu network ke network yang lain dinamakan Routing. Perangkat
yang bisa melakukan routing atau menyimpan tabel routing dinamakan
router. Router mempunyai banyak gateway karena fungsi dari router
adalah menghubungkan banyak jaringan yang berbeda.
b. Konsep Dasar Routing
Fungsi utama dari router adalah merutekan paket (informasi). Sebuah
router memiliki kemampuan routing, artinya router dapat mengetahui ke
mana rute perjalanan informasi (paket) akan dilewatkan sesuai dengan
tabel routing yang dimilikinya. Jadi router bisa membedakan apakah
informasi (paket) ditujukan untuk host yang satu network yang sama
44
ataukah berada di network berbeda. Jikapaket tersebut ditujukan untuk
host yang masih dalam satu jaringan maka routerakan mencegah paket
tersebut dikirimkan keluar jaringan. Jika host yang dituju berbeda
jaringan maka router akan meneruskannya ke jaringan tersebut.
1.13 ALAT DAN BAHAN
Alat dan bahan adalah hal yang harus ada dan dibutuhkan demi kelancaran
pelaksanaan praktikum.
1) Alat Dalam pelaksanaan praktikum alat digunakan sebagai media
penunjang kegiatan, dapat berupa perangkat lunak (software) dan
perangkat keras (hardware)
a) Perangkat Lunak (software) : Cisco paket tracer
b) Perangkat Keras (hardware) : Laptop atau PC
2) Bahan
a) Modul 3
1.14 LANGKAH-LANGKAH PRAKTIKUM
1. Konfigurasi Routing Static dengan GUI
Buatlah topologi sederhana di cisco packet tracer
45
Konfigurasi Router 0 pada Interface FastEhternet 0/0(ip 192.168.1.1)
Konfigurasi Router 0 pada Interface FastEthernet 1/0(ip 192.168.2.1)
Konfigurasi Router 1 pada Interface FastEthernet 0/0(ip 192.168.1.2)
46
Konfigurasi Router 1 pada Interface FastEthernet 1/0(ip 192.168.3.1)
Konfigurasi IP Address pada PC 0(ip 192.168.2.2)
Konfigurasi IP Address pada PC 1(ip 192.168.3.2)
47
Sehingga interface pada Router dan PC memiliki IP Address berikut :
Konfigurasi routing pada
Router 0Network : jaringan
yang dituju Mask : subnet mask
dari jaringan
Next Hop : gateway atau gerbang yang dilalui pada router 1 untuk
menujuke jaringan 192.168.3.0/24
Konfigurasi Routing pada
Router 1Network : jaringan
yang dituju Mask : subnet mask
dari jaringan
Next Hop : gateway atau gerbang yang dilalui pada router 0 untuk
menujuke jaringan 192.168.2.0/24
48
Tes koneksi dari PC 0 ke PC 1 dengan perintah ping 192.168.1.2
49
Tes koneksi dari PC 1 ke PC 0 dengan perintah ping192.168.2.2
B. Konfigurasi Routing Dinamis dengan CLI
Buatlah topologi jaringan di cisco packet tracer seperti berikut :
50