Konfigurasi interface fa0/0 pada Router 0 ip 192.168.1.1
Konfigurasi interface fa1/0 pada Router 0 ip 192.168.2.1
Konfigurasi interface fa0/0 pada Router 1 ip 192.168.1.2
Konfigurasi interface fa1/0 pada Router 1 ip 192.168.3.1
51
Konfigurasi IP Address pada PC 0(ip 192.168.2.2)
Konfigurasi IP Address pada PC 1(ip 192.168.13.2)
Sehingga interface pada Router dan PC memiliki IP Address berikut :
52
Konfigurasi Routing RIP di Router 0 192.168.1.0 & 192.168.2.0
Konfigurasi Routing RIP di Router 1 192.168.1.0 & 192.168.3.0
Tes koneksi dengan perintah ping dari PC 0 ke PC 1 192.168.3.2
53
Tes koneksi dengan perintah ping dari PC 1 ke PC 0 192.168.2.2
1.15 Hasil dan Analisa Percobaan
Pada percobaan tersebut merupakan hasil dari proses konfigurasi routing
static dengan GUI. Dimana routing satatic disini merupakan suatu cara untuk
memilih jalur komunikasi secara manual untuk menghubungkan seluruh
jaringan yang berbeda agar saling terhubung. Sehingga kita yang melakukan
konfigurasi routing harus delakukan secara manual atau diketik manual dari
setiap IP dan subnet mask yang ada
54
Pada percobaan tersebut merupakan hasil dari proses konfigurasi routing
static dengan CLI. CLI disini merupakan sebuah aplikasi penghubung antara
user dengan computer yang dibuat oleh cisco. CLI ini juga sebuah aplikasi
tanpa tombol dan menu, setiap instruksi harus diketikkan dan hanya user yang
dapat memahaminya dan menggunakannya.
1.16 TUGAS
1. Lakukan routing dinamis RIP menggunakan Cisco Packet Tracer
berbasis CLI /Text ! (network ID ada 2 digit nim belakang)
2. Lakukan routing statis menggunakan Cisco Packet Tracer
berbasis GUI !(network ID ada 2 digit nim belakang)
3. Buatlah tabel routing dari Latihan 1 dan 2 !
4. Uji coba koneksi antar PC yang berbeda jaringan yang membuktikan
bahwasemua PC sudah terhubung ke jaringan ! (Screen Shoot)
55
JAWABAN!
1. CLI.
Membuat rancangan jaringan yang akan dibangun
Menetapkan ip di router 0 di ether 0. (ip 192.168.13.1)
Menetapkan ip di router 0 di ether 1. (ip 192.168.1.1)
56
Menetapkan ip di router 1 di ether 0. (ip 192.168.13.2)
Menetapkan ip di router 1 di ether 1. (ip 192.168.2.1)
57
Ip PC 0 (ip 192.168.1.2)
Ip PC 1
58
Sehingga tampilan rancangannya
Konfigurasi RIP router 0
Konfigurasi RIP router 1
59
2. GUI
Membuat rancangan jaringan.
Menetapkan ip di router 0 di ether 0. (ip 192.168.13.1)
Menetapkan ip di router 0 di ether 1. (ip 192.168.1.1)
60
Menetapkan ip di router 1 di ether 0. (ip 192.168.13.2)
Menetapkan ip di router 1 di ether 1. (ip 192.168.2.1)
61
Konfigurasi Ip PC 0 (ip 192.168.1.2)
Konfigurasi Ip pc 1(ip 192.168.2.2)
62
Sehingga tampilan rancangannya
Static router 0 (Network192.168.1.0 & Next hop 192.168.13.1)
Static router 1(Network192.168.2.0 & Next hop 192.168.13.2)
63
3. Table routing
Name Port IP Address Netmask Gateway
Device Ethernet
Router 0 fa0/0 192.168.13.1 255.255.255.0
fa0/1 192.168.1.1 255.255.255.0
Router 1 fa1/0 192.168.13.2 255.255.255.0
fa1/1 192.168.2.1 255.255.255.0
PC 0 fa0 192.168.1.2 255.255.255.0 192.168.13.1
PC 1 fa0 192.168.2.2 255.255.255.0 192.168.13.2
4. CLI
Ping ke PC 1 ke PC 2 (ip 192.168.2.2)
64
Ping dari PC 2 ke PC 1 (ip 192.168.1.2)
GUI
Ping dari PC 1 (ip 192.168.1.2) ke PC 2 (ip 192.168.2.2)
65
Ping dari PC 2 (ip 192.168.2.2) ke PC 1 (ip 192.168.1.2)
Pengecekan konektivitas dari kedua jaringan.
Ping dari PC 1 ke Router 1 192.168.13.1 & Router 2 192.168.13.2
66
Ping dari PC 1 ke Router 1 192.168.13.1 & Router 2 192.168.13.2
1.17 KESIMPULAN
Routing adalah Mekanisme yang mengatur pengiriman paket data yang
di transmisikan dari satu network ke network yang lain. Perangkat yang bisa
melakukan routing atau menyimpan tabel routing dinamakan router. Router
mempunyai banyak gatewaykarena fungsi dari router adalah menghubungkan
banyak jaringan yang berbeda. Fungsi utama dari router adalah merutekan paket
(informasi).
1.18 LAMPIRAN
67
LAPORAN
PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER
Penyusun :
Diana Nurul Fajri (210631100113)
LABORATORIUM KOMPUTASI DAN JARINGAN
KOMPUTER PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
2022
68
MODUL 4
SOFTWARE SIMULASI JARINGAN, DHCP DAN DNS SERVER
Nama/NIM : DIANA NURUL FAJRI/210631100112
Hari/Tanggal : senin/3 Oktober 2022
Hasil Praktikum :
1.1 Tujuan
Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu :
1. Mengenali komponen-komponen perangkat lunak jaringan berdasarkan
fungsinya
2. Menggunakan software Packet Tracer untuk simulasi jaringan sederhana
3. Menjalankan perintah-perintah standar konfigurasi pada
masing-masingperangkat jaringan komputer.
4. Memahami manfaat / kegunaan DHCP dan DNS Server
5. Dapat Melakukan Konfigurasi DHCP dan DNS Server
1.2 Landasan Teori
a. Software Simulasi Jaringan
Software simulasi jaringan merupakan sebuah perangkat lunak atau
aplikasi yang digunakan untuk sebuah simulasi suatu jaringan.
Software simulasi jaringan yang paling sering digunakan untuk
media pembelajaran dan pelatihan adalah Cisco Packet Tracer.
Software ini dibuat oleh Cisco Systems. Selain Cisco Packet Tracer
terdapat beberapa software yang bisa digunakan untuk simulasi
jaringan,diantaranya yaitu : GNS3, VirtualBox, VMware, EVE-
NG, dll.
69
b. Perangkat Jaringan
Perangkat jaringan merupakan komponen-komponen perangkat
keras beserta perangkat lunak untuk membangun sebuah jaringan
komputer. perangkat jaringan terbagi dalam beberapa komponen
sesuai dengan fungsinya masing- masing, yaitu : Server,
Host/Client, Switch, Router, NIC / Ethernet Card, dll.
1. Server
Server merupakan sebuah sistem komputer yang menjalankan
perangkat lunak administrative yang mengontrol akses terhadap
jaringan dan sumber daya yang terdapat di dalam sebuah
jaringan komputer.
2. Host/Client
Host / Client merupakan komputer yang digunakan oleh seorang
pengguna dari sebuah jaringan dengan menjalankan aplikasi-
aplikasi yang ada pada sebuah komputer tersebut agar bisa
terhubung ke sebuah jaringan komputer.
3. Switch
Switch merupakan sebuah perangkat yang digunakan untuk
memanajemen lalu lintas data atau informasi yang terdapat pada
sebuah jaringan komputer. Switch mengirimkan paket
berdasarkan alamat MAC pada sebuah perangkat jaringan.
Switch berjalan pada layer data link dari model OSI (layer 2)
4. Router
Router hampir sama dengan Switch hanya terdapat perbedaan
bahwa router bisa menghubungkan jaringan yang berbeda,
memiliki fungsi routing, menggunakan alamat IP untuk
70
transmisi data, bekerja dalam lapisan layer network dari model
OSI (layer 3)
5. NIC / Ethernet Card
NIC merupakan singkatan dari Network Interface Card atau
biasa disebut dengan kartu jaringan. NIC adalah akrtu yang
digunakan sebagai jembatan untuk menghubungkan komputer
ke sebuah sistem jaringan. Fungsi dari NIC adalah untuk
mengirimkan data, mengendalikan arus aliran data, dan
penerimaan data.
c. DHCP
DHCP merupakaran singkatan dari Dinamyc Host Configuration
Protocol yang berupa suatu layanan yang di berikan kepada komputer
yang meminta IP Addressdengan cara otomatis kepada sebuah server
dhcp.
d. DNS
DNS merupakan singkatan dari Domain Name System dimana fungsi
dari DNS adalah untuk menerjemahkan alamat IP menjadi sebuah
nama yang mudah di ingat oleh pengguna.
1.3 Alat dan Bahan
Alat dan bahan adalah hal yang harus ada dan dibutuhkan demi kelancaran
pelaksanaan praktikum.
1) Alat Dalam pelaksanaan praktikum alat digunakan sebagai media penunjang
kegiatan, dapat berupa perangkat lunak (software) dan perangkat keras
(hardware)
a) Perangkat Lunak (software) : Cisci Paket tracer
b) Perangkat Keras (hardware) : PC/Laptop
2) Bahan
a) Modul 4
71
1.4 Langkah-Langkah Percobaan ini
1. Sediakan software packet tracer
2. Buka aplikasi Cisco Packet Tracer yang sudah di install di
PC/Laptop, Sehingga
muncul tampilan seperti di bawah
:
3. Pada bagian pojok kiri bawah terdapat menu untuk memilih perangkat
yang tersediadi cisco packet tracer :
a. Network Device
b. End Device
72
c. Connection
4. Buatlah skema jaringan seperti berikut
Dan hubungkan dengan menggunakan kabel straight pada interface
FastEthernet.
5. Kemudian konfigurasi server dengan klik pada server, maka akan
muncul tampilanseperti berikut :
73
6. Pilih tab config untuk memberikan alamat ip pada server, pilih
FastEthernet kemudian isikan IP Addres seperti berikut:
7. Kemudian klik pada tab services dan pilih menu DHCP.
74
8. Konfigurasi DHCP Services sesuai dengan kebutuhan. Tentukan awal IP
Adrress pada pool DHCP isikan di kolom samping start IP Address. Dan juga
isikan subnet masknya. Dan klik tombol Add
9. Setelah itu kita konfigurasi pada masing-masing PC agar terhubung dengan
server yaitu dengan cara konfigurasi IP PC ke mode DHCP agar mendapat
IP Address dariServer.
10. Klik ikon PC kemudian pilih Config. Pada Fast Ethernet di konfigurasi
IP Configuration pilih DHCP
75
11. Kemudian kita cek pada Tab Dekstop pilih IP Configuration sehingga PC
akan mendapatkan IP dari Server sesuai dengan pool atau range yang di atur
di DHCP Server tadi
12. Lakukan langkah-langkah no 10 ke semua PC yang tersambung ke server
hingga masing masing PC mendapat IP Address dari DHCP Server.
13. Kemudian uji koneksi antar PC dengan menggunakan simple pdu pada cisco
packettracer
76
14. Lakukan simple pdu dari PC 0 ke PC 2
77
15. Lihat simulasi pengiriman paket pada menu simulation di pojok kanan
bawah danperhatikan skema jaringan yang dibuat maka PC 0 akan
mengirimkan pesan ke PC 2
16. Selanjutnya konfigurasi DNS Server. Klik ikon server kemudian pilih pada
tab Services yaitu DNS. Isikan name sesuai dengan kebutuhan masing masing
dan isikanAddress dengan IP Server yang sudah di konfigurasi sebelumnya.
78
17. Selanjutnya kita tambahkan IP DNS pada konfigurasi DHCP Server.
18. Konfigurasi pada PC Client untuk mengecek apakah DNS Server bisa di
akses.. Klikikon PC kemudian ke desktop -> Ip configuration -> pilih static
kemudian isikan IP Addres yang masih satu jaringan dengan IP Server dan
juga isikan DNS Server dengan IP DNS Server yang sudah kita tambahkan
di konfigurasi Server tadi.
79
19. Kemudian buka web browser pada tab dekstop
20. Ketikan alamat DNS sesuai dengan DNS Server. (contoh : dea.net).
jika munculseperti ini maka konfigurasi DNS Server sudah berhasil
80
1.5 Hasil dan Analisa Percobaan
Analisis Percobaan : pada percobaan yang telah dilakukan terdapat sebuah
jaringan dimana perangkat yang saling terhubung adalah 1 server dan 3 PC.
Pada server inilah kita lakukan konfigurasi DHCP serta DNS server untuk
pembagian pengalamatan IP address. Alamat ip server yang digunakan
adalah 192.168.1.1. pad konfigurasi DHCP ini, server secara otomatis akan
memberikan alamat ip kepada masing masing Pc yang ada. Dan pada DNS
server juga dilakukan konfigurasi alamat Gateway, dimana alamat gateway
yang digunakan adalah alamat ip dari server itu sendiri. Yaitu 192.168.1.1
81
1.6 Tugas
1. Buatlah skema topologi jaringan beserta informasi IP Address dan
Interfacesnya! (server,switch,PC).
2. Lakukan Simple PDU dari PC 1 ke PC lainnya, Jelaskan !
3. Buat konfigurasi DHCP Server dengan IP Server
192.168.NIM.NIM. (2 digitbelakang) dan range DHCP 10 host !
4. Buat konfigurasi DNS Server dengan nama kalian masing-masing.
JAWABAN!
1. Skema topologi Jaringan.
a. Gambar topologi
b. Konfigurasi Ip Address server fastEthernet0 192.168.1.1 yang
tersambung ke fastEthernet0 switch
82
c. Konfigurasi Ip Address PC 0 fastEthernet0 192.168.1.4 terhubung
ke fastEther1 switch
d. Konfigurasi Ip Address PC 1 fastEthernet0 192.168.1.3 terhubung
ke fastEther2 switch
e. Lakukan kembali pada PC lainnya. Dengan ketentuan
PC3 192.168.1.2
PC4 192.168.1.5
PC5 192.168.1.6
83
2. Simple PDU pada PC1 ke PC 2.
Simple PDU yang dilakukan yaitu mengirim surel dari PC0 ke PC1. Pada
gambar tersebut sedah berhasil terhubung dengan bukti terdapat kata
Successful pada bagian bawah tampilan. Semua perangkat tersebut bisa
terhubung karena menggunakan jaringan yang sama atau ID jaringan yang
sama tetapi menggunakan host Id yang berbeda.
84
3. Konfigurasi DHCP server dengan range 10 host
a. Konfigurasi IP server.ip 192.168.13.13
b. Konfigurasi DHCP pada server.
c. Konfigurasi pada client0
85
d. Konfigurasi pada client 1
e. Lakukan konfigurasi serupa pada pc yang lain.
4. konfigutasi DNS server. Dan menentukan nama domain
a. konfigurasi DNS server denga nip 192.168.13.13 dan nama
domainnya diananurulfajri.net
b. Selanjutnya tambahkan IP DNS pada konfigurasi DHCP Server.
86
e. Konfigurasi pada PC0 untuk mengecek apakah DNS Server bisa di akses..
Klik ikon PC0 kemudian ke desktop -> Ip configuration -> pilih static
kemudian isikan IP Addres yang masih satu jaringan dengan IP Server dan
juga isikan DNS Server dengan IP DNS Server yang sudah kita tambahkan
di konfigurasi Server tadi.
f. kemudian klik browser pada desktop.
g. Ketikan alamat DNS sesuai dengan DNS Server. (http://diananurulfajri.net).
jika munculseperti ini maka konfigurasi DNS Server sudah berhasil
87
1.7 Kesimpulan
Software simulasi jaringan merupakan sebuah perangkat lunak atau aplikasi
yangdigunakan untuk sebuah simulasi suatu jaringan.
Perangkat jaringan merupakan komponen-komponen perangkat keras beserta
perangkat lunak untuk membangun sebuah jaringan komputer.
Beberapa perangkat jaringan yaitu : Server, Host/Client, Switch, Router, NIC /
Ethernet Card, dll.
DHCP merupakaran singkatan dari Dinamyc Host Configuration Protocol yang
berupa suatu layanan yang di berikan kepada komputer yang meminta IP
Addressdengan cara otomatis kepada sebuah server dhcp.
DNS merupakan singkatan dari Domain Name System dimana fungsi dari DNS
adalah untuk menerjemahkan alamat IP menjadi sebuah nama yang mudah di
ingat oleh pengguna.
1.8 Lampiran
88
LAPORAN
PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER
Penyusun :
Diana Nurul Fajri (210631100113)
LABORATORIUM KOMPUTASI DAN JARINGAN
KOMPUTER PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
2022
89
MODUL 5
PERINTAH DASAR LINUX & SYSTEM BACKUP
Nama/NIM : DIANA NURUL FAJRI/210631100113
Hari/Tanggal : rabu/19 Oktober 2022
Hasil Praktikum :
1.4 Tujuan
Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu :
1. Mengetahui langkah – langkah install system operasi linux
2. Mengetahui perintah dasar linux
3. Mengompress dan Mengekstrak file
4. Memahami cara membackup file
1.5 Landasan Teori
A. Sistem Operasi Debian
Sistem operasi Debian sudah biasa digunakan sebagai server dalam jaringan
komputer. Untuk membangun sebuah server Debian dengan aplikasi seperti
DHCP server (memberi IP otomatis pada client), DNS server (memberi
nama server untuk meudah diingat), FTP server (memberi layanan transfer
file), NTP server (memberi atur waktu terpusat pada server), telnet (control
client secara remote) maupun proxyserver maka kalian harus memahami
beberapa perintah dasar dari linux untuk kemudahan melakukan konfigurasi
server.
90
Perintah dasar linux yang sering digunakan :
B. System Backup
Back up, jika di terjemahkan kedalam bahasa Indonesia, maka ini dapat
berarti “cadangan”, yang mana pada konteks ini merujuk pada membuat
cadangan data/filepada komputer. Sebenarnya banyak cara dapat dilakukan
untuk melakukan backup, misalnya cara yang paling sederhana adalah
dengan meng copy-kan data secara langsung ke media penyimpanan
misalnya disket ataupun CD-ROM. Ini merupakan cara yang sederhana,
tetapi kelemahannya adalah data menjadi terlalu mudah diaksesoleh pihak-
pihak yang tidak diinginkan untuk mengakses, dan juga permasalahan akan
timbul jika data dalam jumlah yang besar, semisalnya data yang harus di
backup oleh seorang administrator jaringan, data yang ada akan terus
berkembang sehinggamempersulit kerja dari administrator.
Maka, untuk itu diperlukan metode yang tepat untuk melakukan backup,
“tepat” disini berarti bahwa cara tersebut dapat membundel banyak file atau
direktorimenjadisebuah file saja, dan tidak boleh dilupakan pula mengenai
penghematan space dan juga perlu diperhitungkan masalah keamanan juga.
Jadi sebaiknya seorang administrator mengetahui cara melakukan backup
dengan metode kompresi, karena dengan metode ini banyak file yang dapat
dibundel menjadi satu , disamping itu dapatmenghemat ruang penyimpanan,
91
dan juga dapat lebih aman, karena dapat ditambahkan password pada
filenya.
1. Ekstrak dan Compress File
File yang dikompres menggunakan lebih sedikit space dan dapat di
download lebih cepat daripada file yang tidak di kompres disamping itu
lebih baik digunakan dalam backup dalam jumlah yang besar. File linux
dapat dikompresi dengan tool open source yaitu Gzip atau Zip, yang
mana dikenali oleh kebanyakan operating system.
a. Untuk mengkompres sebuah file shell prompt cukup mengetikkan
perintah :
gzip namafile.ext
File kemudian akan terkompres dan tersimpan menjadi
namafile.ext.gz
b. Untuk mengeluarkan sebuah file yang telah dikompres cukup
mengetikkanperintah : gunzip namafile.ext.gz
Jika ingin menukar file dengan pengguna linux, maka harus
digunakan zip, untuk menghindari masalah kompatibilitas. Red Hat
linux dapat denganmudah membuka file zip atau gzip, tetapi operasi
sistem yang bukan linux mungkin mengalami masalah dengan file
gzip.
c. Lalu untuk mengkompres file dengan zip cukup mengetikkan perintah
zip -r namafile.zip files
Dalam contoh diatas namafile menggambarkan file yang telah dibuat
dan menggambarkan file yang ingin dimasukkan pada file yang baru.
d. Untuk mengekstrak isi dari sebuah file cukup mengetikkan perintah
: unzip namafile.zip
Beberapa file dapat dizip atau digzip pada waktu yang sama dengan
cara memberikan spasi diantara 1 file dengan file berikutnya.
Contoh : gzip namafile.gz file1 file2 file3 /user/work/school Perintah
di atas akan mengkompres file1, file2, file3 dan isi dari
92
/user/work/school danletakkan pada namafile.gz
2. Archiving with Tar
Tar meletakkan sesuatu konten dari directory pada suatu file. Ini
merupakan suatu langkah yang baik untuk membuat backup dan arsip.
Biasanya file Tar diakhiri dengan ekstensi.tar
a. Untuk membuat sebuah file tar cukup mengetikkan perintah:
tar -cvf namafile.tar file/directory
Pada perintah namafile.tar menggambarkan file yang telah dibuat
dan file/directories menggambarkan file atau directory yang ingin
diletakkan pada file baru. Dapat digunakan nama path relatif atau
absolut untuk berkas-berkas dan directori. Namun pisahkan namafile
dan directory dengan spasi.
b. Untuk membuat sebuah file tar dengan menggunakan namafile
absolute :
tar -cvf foo.tar /home/mine/work /home/mine/school
Pada perintah di atas akan meletakkan semua file pada /work sub
directori dan /school sub directori pada file baru yang disebut foo.tar
pada directory kerja saat ini. Perintah tar -cvf foo.tar.txt file1.txt
file2.txt file3.txt akan menempatkan file1.txt file2.txt file3.txt pada
sebuah file yang dinamakan foo.tar.
c. Untuk melihat daftar isi dari file cukup mengetikan perintah :
tar -tvf foo.tar
d. Untuk mengekstrak isi dari file tar cukup mengetikan perintah :
tar -xvf foo.tar
Perintah diatas tidak akan menghapus file tapi hanya akan
meletakkan salinanisi tar pada directori kerja saat ini.
Perintah tar tidak akan mengkompres file secaraotomatis.
e. Untuk mengkompres file tar cukup mengetikkan perintah :
93
tar -czvf foo.tar
File tar yang dikompres secara konvensional diberikan
ekstensi.tgz dandikompresdengan gzip.
f. Untuk mengeluarkan file tar yang dikompres cukup mengetikan
perintah :
tar -xzvf foo.tgz
1.6 Alat dan Bahan
Alat dan bahan adalah hal yang harus ada dan dibutuhkan demi kelancaran
pelaksanaan praktikum.
1) Alat Dalam pelaksanaan praktikum alat digunakan sebagai media penunjang
kegiatan, dapat berupa perangkat lunak (software) dan perangkat keras
(hardware)
a) Perangkat Lunak (software) : VirtualBox dan ISO debian
b) Perangkat Keras (hardware) : PC/Laptop
2) Bahan
a) Modul 5
94
1.4 Langkah-Langkah Percobaan
1. Langkah – langkah install system operasi linux pada
Virtual BoxPengaturan awal pada Virtual Box
a. Buat virtual baru dengan pilih new
Beri nama file virtual dan masukkan type linux karena kita akan install system
operasi linux dan pilih version linux yaitu debian 64 bit. Kemudian
b. Masukkan ukuran memori misal 2048MB
95
c. Pilih create a virtual hardisk now, artinya kalian membuat
hardisk virtualyang baru
d. Pilih file tipe hardisk yaitu VDI
96
e. Pilih Dynamically allocated, fungsinya mesin akan
menggunakan hardisksesuai kebutuhan saja.
f. Tentukan letak dimana file ini akan di simpan kemudian
selesai.
97
g. Lakukan pengaturan dengan menekan tombol setting pada tab
menu.
h. Pilih sistem dan atur seperti gambar berikut ini
Artinya kalian akan melakukan install dengan bootorder
pertama melaluicd/dvd rom.
i. Pilih storage untuk prses mount cd/dvd installer linux
j. Aturan network menjadi host-only adapter, dimana kalian
menggunakanvirtualbox
NAT : supaya virtualbox kita terkoneksi internet jika komputer
asli/hostterkoneksi
internet Brdge adaper: ethernet komputer asli/host menjadi
ethernet bagivirtualbox
98
Internal network: menghubungkan ethernet antar virtual box
Host only adapter: menghubungkan ethernet komputer asli dengan
virtualbox
2. Langkah – langkah install system operasi Debian 8
1. Klik start pada Virtual Box kemudian akan muncul tampilan seperti
dibawah ini, kali ini proses install menggunakan mode grafis. Maka
pilihlahgraphical install
2. Lalu pilih bahasa yang digunakan
99
3. Pilih lokasi untuk timezone
4. Pilih format tulisan yang digunakan dan keyboard yang digunakan.
100