The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by permadhi, 2026-01-27 10:37:28

Buku Hitam Prabowo Subianto

Azwar Furgudyama S.Fil.I

Keywords: buku,hitam,prabowo,subianto,azwar,furgudyama

Buku Hitam Prabowo Subianto


Azwar Furgudyama, S.Fil.IBuku Hitam Prabowo Subianto


Hak cip a dilindungi undang dang. Dilarang keras menerjemahkan, memfo okopi, au memperbanyak sebagian a au seluruh isi buku ini anpa izin dari PenerbiSejarah Kelam Reformasi 1998Penulis: Azwar Furgudyama, S.Fil.IPenyunƟng: Aprilian CenaPerancang Sampul: Bayu HidayatPenata isi: Ahmed Ghoseen Cetakan Pertama, Desember 2023195 hlm, 14͕5 x 21 cm.ISBN 978-623-5283-91-3Diterbitkan Oleh:PHOENIX PUBLISHERAnggota IKAPI No. 173/DIY/2023CV. Selfietera Indone . siaJlatren Mancasan Rt 6/23 Jogotirto, Berbah -Sleman - DI. Yogyakarta.Dicetak oleh Percetakan AGLitera.comIsi di luar tanggung jawab percetakanBuku Hitam Prabowo Subianto


Daftar Isi5Daftar IsiDaftar Isi..........................................................................5Kata Pengantar................................................................Bab 1Penculikan Aktivis: Bagaimana Keterlibatan Prabowo?...17Bab IIPrabowo dan Kerusuhan Mei 1998................................ 63Bab IIIAmbisi Berkuasa Prabowo dan Upaya ‘Kudeta’ Presiden Habibie......................................................................... 89Bab IVJejak Berdarah Prabowo di Timor-Leste dan Papua.........107Bab VPrabowo dan Upaya Meraih Kekuasaan: Dari JualanNarasi Besar, Hingga ‘Gemoy’.......................................12


Buku Hitam Prabowo Subianto6 Bab VIDinasti Politik Jokowi dan Cawe-cawe untuk Prabowo-Gibran............................................................ 147Bab VIIPrabowo Ancaman Serius Bagi Demokrasi................... 16Penutup.........................................................................187Daftar Pustaka...............................................................191


Kata Pengantar7Pemilihan presiden 2024 tidak hanya menentukan pemimpin pengganti Joko Widodo (Jokowi), tetapi juga menentukan nasib Indonesia ke depan; apakah demokrasi yang diperjuangkan dengan susah payah 25 tahun silam dengan runtuhnya rezim otoritarian Soeharto akan tetap bisa bertahan dan bergerak maju atau mengalami kemunduran serius. Walaupun tentu saja Indonesia masih menghadapi sejumlah masalah serius dalam politik, misalnya korupsi yang masih berurat-berakar, sejauh ini banyak kemajuan yang telah dicapai sejak reformasi 1998. Beberapa misalnya kebebasan pers, kebebasan sipil, berakhirnya dwifungsi ABRI, tradisi pemilu yang jujur dan adil serta desentralisasi kewenangan dan keuangan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah melalui otonomi daerah. Kata Pengantar


Buku Hitam Prabowo Subianto 8Kini, Indonesia menghadapi tantangan besar yang tidak hanya berkaitan dengan variable-variabel kualitas demokrasi itu, tetapi lebih serius dari itu.Ancaman itu datang dari Prabowo Subianto, pensiunan militer yang pernah dipecat karena tindak pidana penculikan1. dan kini menjadi salah satu calon presiden.Mengapa? Ia memang kerap beretorika akan menghormati proses demokrasi Indonesia.2. Namun, berkaca dari sejarah kelam, karakternya, retorika dan gaya kepemimpinannya, ia memiliki potensi besar untuk mengembalikan Indonesia ke arah pemerintahan otoritarian. 3.Prabowo adalah produk murni dari otoritarianisme Orde Baru Presiden Soeharto (1966—1998). Ia adalah salah satu orang yang paling dekat dengan Soeharto, penguasa otoriter selama 32 tahun itu, yang adalah mertuanya. Putra dari Soemitro Djojohadikoesoemo, arsitek ekonomi pada 1 Angkatan Bersenjata Republik Indonesia Markas Besar Dewan Kehormatan Perwira (21 Agustus 1998), “Keputusan Dewan Kehormatan Perwira Nomor: KEP/03/VIII/1998/DKP,” diakses dari: https://id.wikisource.org/wiki/KEP/03/VIII/1998/DKP2 Antara (20 November 2023), \"Prabowo: Demokrasi harus jadi arena persaingan gagasan yang sehat,\" diakses dari https://www.antaranews.com/berita/3830976/prabowo-demokrasi-harus-jadiarena-persaingan-gagasan-yang-sehat3 Edward Aspinall dalam New Mandala (21 Juni 2014), \"Demokrasi Indonesia Dalam Bahaya,\" diakses dari: https://www.newmandala.org/demokrasi-indonesia-dalam-bahaya/


Kata Pengantar9masa awal Orde Baru ini merupakan satu satu dari sedikit jenderal paling senior pada masa rezim Soeharto berakhir. Pada 1980-an dan 1990-an, Prabowo menikmati karier cemerlang di Angkatan Darat, terutama akibat hubungan patronase Soeharto. Ia menjadi penjaga istana yang utama dan pada bulan-bulan terakhir rezim Suharto, sebelum kemudian diberhentikan karena dugaan kejahatan yang ia lakukan. Sementara adik Prabowo, Hasyim Djojohadikusumo, seperti kebanyakan putra-putri penguasa Orde Baru lainnya, menekuni dunia bisnis, Prabowo disiapkan untuk meniti karir di Angkatan Darat, yang kelak berambisi menjadi presiden. Hasyim menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia sekaligus penyandang dana untuk mewujudkan ambisi itu.Hashim pula yang membantu Prabowo terjun ke dunia bisnis ketika dia mengasingkan diri ke Yordania pasca kejatuhan Soeharto dan pemecatannya. Hashim kemudian banyak berada di belakang layar dan membantu Prabowo melakukan political comeback. Sedemikian pentingnya peranan Hashim atas kehidupan bisnis dan politik Prabowo, dia sempat mengibaratkan bahwa dirinya hanya ‘wayang’


Buku Hitam Prabowo Subianto 10dan Hashim adalah ‘dalangnya.4. Hashim juga termasuk sosok yang membela-bela mati-matian keterlibatan Prabowo dalam pelanggaran HAM masa lalu.Prabowo berupaya merintis karir politiknya pada awal 2000-an. Sejak awal, dia sudah membulatkan tekad untuk membidik kursi presiden. Dalam rangka itu, ia berusaha mengubah persepsi masyarakat pemilih Indonesia dari sejarah kelamnya, hanya dalam waktu lebih dari satu dekade. Ia muncul dengan tampilan baru. Akting berpidatonya meniru persis Presiden Soekarno, termasuk gaya kostumnya. Tim public relations yang dia miliki menata panggung untuk dirinya sedemikian rupa sehingga Prabowo yang tampil saat ini sangat berbeda dengan Prabowo yang tampil dua dekade lampau. Percobaannya yang pertama adalah menjadi calon presiden pada 2004 yang dinominasikan oleh Partai Golkar, mesin politik Orde Baru. Setelah rencana ini gagal, ia membangun kendaraan politiknya sendiri melalui Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang memiliki satu tujuan; 4 Detik (31 Maret 2009), \"Prabowo: Saya Hanya Wayang,” diakses dari: http://news.detik.com/read/2009/03/31/135033/1107750/700/prabowo-saya-hanya-wayang


Kata Pengantar11mengantarkannya ke istana negara. Ambisinya dimulai pada 2009, ketika ia menjadi calon wakil presiden bersama Megawati Soekarnoputri, walaupun sebenarnya tampak jelas saat itu bahwa tujuan utamanya adalah menjadi presiden. Pada pemilu legislatif 2014, Gerindra memperoleh 11,8%. Ia berhasil membangun koalisi lima partai besar yang kemudian mencalonkannya sebagai calon presiden, didampingi Hatta Rajasa. Pada 2019, Prabowo, yang berpasangan dengan Sandiaga Salahuddin Uno maju lagi dan kembali gagal.Pada pemilihan presiden 2024, usai menelan dua kali kekalahan beruntun dari Presiden Jokowi, Prabowo kembali bertarung berusaha menggapai ambisinya. Kini, ia maju dengan putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka.Prabowo-Gibran maju dengan catatan kelam merusak hukum di negeri ini lewat putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang kontroversial karena lahir dari proses yang melabrak etika dan penuh konspirasi.MK diketuai Anwar Usman, paman kandung Gibran atau adik ipar Jokowi. Perubahan Pasal 169 huruf q Undang-Undang Pemilihan Umum yang membuat Gibran cukup syarat menjadi pendamping Prabowo cacat secara for


Buku Hitam Prabowo Subianto 12mil. Dalam Undang-Undang Pemilu, syarat menjadi calon presiden dan wakil presiden minimal berumur 40 tahun. Gibran kini berusia 36. Putusan MK menambahkan \"pernah terpilih dalam pemilihan kepala daerah\" ke dalam pasal itu. Gibran yang sedang menjabat sebagai Wali Kota Solo melenggang menjadi kandidat wakil presiden Pemilu 2024.Kasus ini membuat Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi [MKMK] turun tangan. Dalam putusannya, MKMK menilai para hakim konstitusi yang menguji pasal itu melanggar etik dan memiliki konflik kepentingan. Putusan itu memang sudah penuh permainan sejak awal. Majalah Tempo melaporkan, Anwar melobi dan mengintervensi hakim konstitusi lain agar mengabulkan uji materi pasal tersebut. Bersama orang-orang dekat Jokowi, dia diduga mempengaruhi para hakim agar setuju dengan frasa tambahan dalam pasal itu. Tindakan Anwar itu melanggar prinsip independensi hakim yang menjadi roh penegakan hukum seperti diatur Pasal 17 Undang-Undang Kekuasaan Kehakiman. Di tangan Anwar, konsep negara hukum runtuh seketika. Kepercayaan publik yang menjadi modal 5 Tempo (22 Oktober 2023) “Bagaimana Anwar Usman Mengatur Purusan Mahkamah Konstitusi” diakses dari: https://majalah.tempo.co/read/laporan-utama/169981/anwar-usman-mahkamah-konstitusi


Kata Pengantar13sosial hidup bernegara juga lenyap.Apa yang dilakukan Anwar adalah puncak ambisi Jokowi untuk terus berkuasa, juga ambisi Prabowo untuk bisa menduduki kursi presiden di usianya yang sudah kepala tujuh, memanfaatkan efek Jokowi. Ini adalah sebuah simbiosis mutualisme. Gagal menggalang dukungan perpanjangan masa jabatan presiden, Jokowi memasangkan Gibran dengan Prabowo. Sementara di sisi lain Prabowo butuh Gibran untuk mendapat dukungan bapaknya.Upaya Jokowi meloloskan Prabowo-Gibran merupakan soal serius bagi bangsa Indonesia. Ia mengakali undang-undang yang menjadi aturan main demokrasi, sistem politik yang susah payah ditegakkan sejak reformasi 1998. Dengan cara seperti ini, mereka tidak peduli soal cara, etika untuk meraih kekuasaan. Konstitusi dan lembaga negara diinjak-injak. Yang dipikirkan adalah bisa menggapai kekuasaan itu. Karena itu, Majalah Tempo6. menyebut Gibran sebagai ‘anak haram konstitusi.’ Dengan rekam jejak Prabowo 6 Tempo (12 November 2023), \"Demi Demokrasi Gibran Seharusnya Mundur dari Cawapres\" diakses dari: https://majalah.tempo.co/read/opini/170109/anak-haram-konstitusi


Buku Hitam Prabowo Subianto 14sebagai orang yang diduga terlibat dalam kasus pelanggaran HAM berat pada reformasi 1998, media berpengaruh itu menyebut Prabowo-Gibran “menjadi kandidat paling buruk dalam sejarah Indonesia modern: produk gagal reformasi bersanding dengan anak haram konstitusi.” Tempo juga menyebut Prabowo yang manut pada skenario Jokowi “membuktikan ia bukan negarawan, melainkan hanya pemburu kekuasaan.”Prabowo-Gibran jelas lebih diuntungkan dibanding dua kandidat lain dalam kontestasi Pilpres 2024 karena didukung Jokowi, yang bisa menggerakan aparat negara untuk memenangkannya, sebagaimana yang sudah terbukti dalam beberapa kasus.Kita perlu menegaskan bahwa demokrasi tentu saja tak sekadar memenangi pemilihan umum, termasuk pemilihan presiden. Demokrasi adalah sistem politik untuk menjaring pemimpin lewat mekanisme yang fair, transparan dan konstitusional. Karena itu, pemilihan presiden 2024 bukan hanya soal perkara memilih pengganti Jokowi, tetapi soal masa depan bangsa; apakah dibiarkan begitu saja jatuh ke pihak yang membabi buta untuk berkuasa, atau mau menyelamatkan masa depan bangsa ini.


Kata Pengantar15Dalam kerangka itulah, buku ini hadir untuk mengurai catatan hitam Prabowo, juga praktik permainan Jokowi dalam meloloskan putranya. Catatan hitam ini perlu dibuka agar publik bisa mengenali, seperti apa sosoknya.Bagian awal buku ini berisi catatan pelanggaran HAM yang melibatkan Prabowo, baik terkait penculikan aktivis 1998, kerusuhan Mei 1998, upayanya melakukan ‘kudeta’ terhadap presiden yang sah, maupun jejak kelamnya di Timor-Leste dan Papua.Selain itu, buku ini juga mengelaborasi alasan mengapa Prabowo-Gibran menjadi ancaman bagi masa depan Indonesia dan apa yang sedang dipertaruhkan jika mereka memenangi pemilihan.Azwar Furgudyama, S.Fil.I


Bab 1Penculikan Aktivis:Bagaimana Keterlibatan Prabowo?


Buku Hitam Prabowo Subianto18Surat Keputusan Dewan Kehormatan Perwira [DKP] Angkatan Bersenjata Indonesia [kini Tentara Nasional Indonesia] dengan Nomor KEP/03/VIII/1998/DKP1. pada 21 Agustus 1998 menjadi pembuka jalan bagi berakhirnya karir militer Prabowo Subianto, tiga bulan setelah pecahnya kerusuhan berdarah yang diwarnai kekerasan, penjarahan dan pemerkosaan etnis Tionghoa. Pembentukan DKP dilakukan merespons tuntutan 1 Angkatan Bersenjata Republik Indonesia Markas Besar Dewan Kehormatan Perwira (21 Agustus 1998), “Keputusan Dewan Kehormatan Perwira Nomor: KEP/03/VIII/1998/DKP,” diakses dari: https://id.wikisource.org/wiki/KEP/03/VIII/1998/DKPIlustrasi ke-13 orang hilang pada peristiwa 1997-1998 pada masa-masa terakhir kepemimpinan Soeharto. (Gambar: https://tirto.id/kisah-tim-mawar-menculik-para-aktivis-1998-ewQk)


Penculikan Aktivis: Bagaimana Keterlibatan Prabowo?19yang kuat dari korban serta masyarakat luas atas peristiwa penculikan dan kerusuhan Mei 1998. Panglima ABRI saat itu, Jenderal Wiranto, membentuk DKP pada 3 Agustus 1998 dan mengangkat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Subagyo Hadisiswoyo sebagai ketua. Wakil Ketua DKP masing-masing Letjen Fachrul Razi (Kasum ABRI) dan Letjen Yusuf Kertanegara (Irjen Dephankam). Anggota DKP terdiri dari Letjen Agum Gumelar (Gubernur Lemhannas), Letjen Susilo Bambang Yudhoyono (KassospolABRI), Letjen Djamari Chaniago (Panglima Kostrad), Laksdya TNI Achmad Sutjipto (Danjen Akabri) serta para anggota cadangan DKP yakni Wakil KSAD Letjen Sugiono dan Aster Kasum ABRI Letjen Arie J Kumaat.DKP memeriksa secara khusus Letjen Prabowo - yang menjabat sebagai Pangkostrad - dan Mayjen Muchdi Purwopranjono, Danjen Kopassus. Hasil sidang DKP memberhentikan Prabowo dari dinas aktif militer dan memberhentikan Muchdi dari jabatannya sebagai Danjen Kopassus.Keputusan itu menyingkap setidaknya delapan kesalahan Prabowo. Salah satunya, dalam kapasitas sebagai Danjen Kopassus sejak Desember 1995 hingga Maret 1998, adalah melakukan tindak pidana penculikan aktivis. Na


Buku Hitam Prabowo Subianto20mun, hingga kini, keterlibatan Prabowo dalam rangkaian proses penculikan para aktivis masih dianggap sebagai sebatas dugaan dan tidak memiliki bukti kuat. Hal ini juga dicap sengaja digoreng untuk menjegalnya menjadi presiden. Salah satu alasan yang sering diungkapkan oleh pendukungnya adalah karena ia tidak pernah diadili secara hukum terkait kasus itu, sehingga tidak bisa dikatakan terbukti terlibat. Ulasan pada Bab ini hendak menantang klaim semacam itu, dengan merujuk pada sejumlah bukti, termasuk yang tidak bisa terbantahkan adalah pengakuan Prabowo sendiri.A. Temuan DKP: Prabowo Melakukan Pidana PenculikanPenculikan aktivis 1997/1998 adalah peristiwa penghilangan orang secara paksa yang terjadi menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 1997 dan Sidang Umum Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) tahun 1998. Peristiwa ini berlangsung dalam tiga tahap, yakni: (1) saat menjelang Pemilu Mei 1997, (2) dua bulan menjelang sidang MPR di bulan Maret 1998, dan (3) tepat menjelang pengunduran diri Soeharto pada 21 Mei 1998.


Penculikan Aktivis: Bagaimana Keterlibatan Prabowo?21Sesuai Keputusan DKP, Prabowo menugaskan Satuan Tugas Mawar atau lebih dikenal sebagai Tim Mawar untuk menculik para aktivis. Perintah itu diberikan melalui Kolonel Infantri Chairawan, yang merupakan Komandan Grup 4 – salah satu nama satuan Kopassus -, dan Mayor Infanteri Bambang Kristiono, Komandan Tim Mawar. Berdasarkan dokumen tersebut, dua anak buah Prabowo itu menjalankan tugas karena telah diyakinkan oleh Prabowo. Keputusan itu mencatat bahwa Prabowo;Memerintahkan anggota Satgas Mawar, Satgas Merpati melalui Kolonel Inf Chairawan (Dan Grup-4) dan Mayor Inf Bambang Kristiono untuk melakukan pengungkapan, penangkapan, dan penahanan aktivis kelompok radikal dan PRD yang diketahuinya bukan menjadi wewenangnya yang mengakibatkan Andi Arief, Aan Rusdianto, Mugiyanto, Nazar Patria, Haryanto Tasalam, Rahardjo Waluyojati, Faisal Reza, Pius Lustrilanang dan Desmond J Mahesa menjadi korban. Kolonel Inf Chairawan, Mayor Inf Bambang, para Perwira dan para Bintara anggota Satgas Merpati dan Satgas Mawar yakin akan kebenaran tugas karena menurut Danjen \"sudah dilaporkan ke Pimpinan\" dan \"atas perintah Pimpinan.\"


Buku Hitam Prabowo Subianto22Prabowo baru melaporkan operasi yang dilakukannya kepada Panglima ABRI pada April 1998. Berdasarkan keterangan yang dikumpulkan DKP, laporan itu dibuat Prabowo setelah didesak Kepala Badan Intelijen ABRI. DKP juga menyebut Prabowo melampaui kewenangan lainnya dengan menjalankan operasi pengendalian stabilitas nasional. Operasi itu dilakukan berulang-ulang di Timor-Timur - sekarang Timor-Leste -, Aceh, Irian Jaya - Salinan Surat Keputusan Dewan Kehormatan Perwira yang menyebut Prabowo Subianto terlibat tindak pidana penculikan. (Gambar: https://id.wikisource.org/wiki/KEP/03/VIII/1998/DKP)


Penculikan Aktivis: Bagaimana Keterlibatan Prabowo?23sekarang Papua -, dan pengamanan presiden di Vancouver, Kanada oleh Kopassus. Prabowo juga dinilai bersalah lantaran kerap bepergian ke luar negeri tanpa izin Kasad atau Panglima ABRI. Terhadap tindakan-tindakannya itu, DKP menyebut Prabowo cenderung pada kebiasaan mengabaikan sistem operasi, hierarki, disiplin dan hukum yang berlaku di lingkungan ABRI; tidak mencerminkan etika profesionalisme


Buku Hitam Prabowo Subianto24dalam pengambilan keputusan, kepatuhan pada norma hukum, norma-norma yang berlaku dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, norma-norma yang berlaku di lingkungan TNI-AD/ABRI dan norma-norma pelibatan Kopassus sendiri. Prabowo juga dinyatakan tidak mencerminkan tanggung jawab Komandan (Commander Responsibility) terhadap tugas dan terhadap prajurit; tidak mencerminkan etika perwira, khususnya unsur pembela kebenaran dan keadilan, kesetiaan dan ketaatan, perikemanusiaan serta menjunjung tinggi nama dan kehormatan Korps Perwira ABRI; tidak mencerminkan kepedulian terhadap Sumpah Prajurit ke-2, 3 dan 4; tidak mencerminkan kepedulian terhadap Sapta Marga ke-3, 5, 6 dan 7; dan telah telah melakukan tindak pidana. Tindak pidana yang dimaksud, sesuai isi keputusan itu, adalah Ketidakpatuhan (Psl. 103 KUHPM) dan Memerintahkan Dan Grup-4/Sandha Kopassus dan anggota Satgas Merpati serta Satgas Mawar untuk melakukan perampasan kemerdekaan orang lain (Psl.55 (1) ke 2 jo Psl.333 KUHP) dan penculikan (Psl.55 (1) ke 2 jo Psl.328 KUHP). Tindakan Prabowo itu kemudian disebut “tidak layak terjadi dalam kehidupan prajurit dan kehidupan Perwira TNI” dan “meru


Penculikan Aktivis: Bagaimana Keterlibatan Prabowo?25gikan kehormatan Kopassus, TNI-AD, ABRI, Bangsa dan Negara.” Keputusan itu berujung putusan Prabowo \"disarankan dijatuhkan hukum administrasi berupa diberhentikan dari dinas keprajuritan.\"B. Melakukan Tindak Pidana, Namun Tidak DiadiliMeski dalam Keputusan DKP itu Prabowo dinyatakan melakukan tindak pidana, sayangnya tidak ada proses hukum untuk mempertanggungjawabkan tindakannya. Padahal, Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Peristiwa Tanggal 13-15 Mei 1998 sebetulnya mengeluarkan rekomendasi untuk membawa Prabowo ke Pengadilan Militer.2. Poin keempat rekomendasi yang diumumkan pada 23 Oktober 1998 itu menyatakan, “Dalam kasus penculikan, Letjen Prabowo dan semua pihak yang terlibat harus dibawa ke Pengadilan Militer.”Pada akhirnya, Prabowo masih melenggang bebas. Ia hanya diberhentikan dari militer. Dalam pengakuannya 2 Tim Gabungan Pencari Fakta Peristiwa Tanggal 13-15 Mei 1998 (23 Oktober 1998), “Laporan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Peristiwa Tanggal 13-15 Mei 1998,” diakses dari: https://id.wikisource.org/wiki/Laporan_Tim_Gabungan_Pencari_Fakta_(TGPF)_Peristiwa_Tanggal_13-15_Mei_1998


Buku Hitam Prabowo Subianto26kemudian di Majalah Panji edisi 27 Oktober 1999, Prabowo mengatakan memilih tidak mempermasalahkan putusan pemberhentiannya karena tidak ingin mencemari nama mertuanya, Soeharto dan ABRI. Adalah anak buah Prabowo, Bambang Kristiono yang maju di Mahkamah Militer dan pasang badan dengan mengaku sebagai dalang penculikan. Adapun anggotanya, selain Bambang sebagai komandan, terdiri atas 11 orang, yaitu Kapten Inf. F.S. Mustajab, Kapten Inf. Nugroho Sulistiobudi, Kapten Inf. Julius Stefanus, Kapten Inf. Untung Budiarto, Kapten Inf. Dadang Hindrayuda, Kapten Inf. Joko Budi Utomo, Kapten Inf. Fauka Nurfarid, Serka Sunaryo, Serka Sigit Sugianto, dan Sertu Sukadi. Mahkamah Militer Tinggi II-08 Jakarta menghukum Bambang 22 bulan penjara dan memecatnya sebagai anggota TNI. Pengadilan juga memvonis Multhazar sebagai Wakil Komandan Tim Mawar, Nugroho, Julius Stefanus, dan Untung Budi, masing-masing 20 bulan penjara, dan juga memecat mereka sebagai anggota TNI. Belakangan terungkap, kesebelas anggota Tim Mawar mengajukan upaya banding yang putusannya sudah dibacakan 24 Oktober 2000. Terdapat perubahan vonis


Penculikan Aktivis: Bagaimana Keterlibatan Prabowo?27yang menganulir sebagian hukuman pemecatan. Putusan itu telah bersifat mengikat dan berkekuatan hukum tetap, sebagaimana diumumkan Mahkamah Agung kepada publik pada tahun 2007 setelah muncul desakan dari para korban dan keluarga korban penculikan.Bambang Kristiono merupakan satu-satunya terdakwa yang tetap diganjar pemecatan, sebab sejak awal persidangan ia mendaku bahwa pembentukan Tim Mawar merupakan inisiatif dirinya seorang diri, bukan dari komandan militer yang lebih tinggi.Tim Mawar Kopassus dalam persidangan Mahkamah Milter Tinggi II Jakarta pada 1999. (Gambar: https://tirto.id/karier-moncer-eks-tim-mawar-di-era-jokowi-janji-ham-dipertanyakangnoE)


Buku Hitam Prabowo Subianto28Pada 2016,3. empat eks anggota Tim Mawar yang pernah divonis bersalah – tiga bahkan dipecat dari TNI-- diangkat kembali dengan menyandang pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen). Mereka adalah Kolonel Inf Fauzambi Syahrul Multazhar (Wakil Komandan Tim Mawar yang dulu bernama Fausani Syahrial Multhazar), Kolonel Inf Drs Nugroho Sulistyo Budi, Kolonel Inf Yulius Selvanus dan Kolonel Inf Dadang Hendra Yuda. Sementara itu, pada Januari 2022, Mayor Jenderal TNI Untung Budiharto sebagai Panglima Kodam Jaya.4.3 Tempo (8 Januari 2022), \"Karir Moncer Eks Tim Mawar di Era Jokowi: Pangdam Jaya Hingga Pejabat Kemenhan, diakses dari: https://nasional.tempo.co/read/1547805/karir-moncer-eks-timmawar-di-era-jokowi-pangdam-jaya-hingga-pejabat-kemenhan4 Pengangkatan Mayor Jenderal TNI Untung Budiharto menuai kritik dari kalangan pegiat hak asasi manusia. Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS), Fatia Maulidyanti, mengatakan, \"seharusnya, yang dilakukan pemerintah adalah mencari orang-orang hilang dan ratifikasi Konvensi Internasional Anti Penghilangan Orang Secara Paksa (ICPPED), bukan terus memberikan ruang aman bagi para terduga pelaku pelanggaran HAM berat.” Kontras(6 Januari 2022 ), \"Impunitas Berjaya di Era Joko Widodo: Dulu Menculik, Sekarang Dilantik,\" diakses dari: https://kontras.org/2022/01/06/impunitas-berjaya-di-era-joko-widodo-dulu-menculik-sekarang-dilantik/. Sementara itu, Zaenal Muttaqin, Sekretaris Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia menyebut langkah presiden Jokowi “seperti luka yang kemudian disiram air cuka.” \"Ini sungguh kami sesalkan dan kecam keras keputusan Presiden Jokowi,\" katanya.\" Voice of America(27 September 2020), “IKOHI: Beri Jabatan kepada Eks Tim Mawar, Presiden Hina Keluarga Korban,” diakses dari: https://www.voaindonesia.com/a/ikohi-beri-jabatan-ke-eks-tim-mawarpresiden-hina-keluarga-korban/5600251.html


Penculikan Aktivis: Bagaimana Keterlibatan Prabowo?29C. Kedekatan Prabowo dengan Anak Buah yang ‘Pasang Badan’Upaya Bambang Kristiono yang pasang badan untuk Prabowo membuat mereka terus menjalin kedekatan. Dalam Majalah Tempo edisi 13-19 Mei 2013, disebutkan bahwa Bambang menjabat sebagai direktur utama PT. Tribuana Antarnusa, yang merupakan anak perusahaan bisnis Prabowo. Ia juga merangkap sejumlah posisi penting lainnya di dunia bisnis, antara lain sebagai Direktur Umum PT. Tidar Kerinci Agung (2000-2019), Direktur Utama PT. Tribuana Antar Nusa (2001-2019), Komisaris Utama PT. Nusantara Swadesi Mining (2003-2023), Komisaris Utama PT. Trimahesa Cakrawala Nusantara (2008-2023) dan Komisaris Utama PT. Badira Jala Samudra (2020-2023). Ketika kemudian Prabowo membentuk Partai Gerindra, Prabowo memberi Bambang Kristiono posisi strategis sebagai Anggota Dewan Pembina DPP (2016–2021) dan Ketua Dewan Eksekutif Badan Pengawas dan Disiplin DPP (2015–2023). Pada 2019, Bambang berhasil melenggang ke Senayan dari Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Barat II dan menjadi Wakil Ketua Komisi I DPR. Bambang meninggal ka


Buku Hitam Prabowo Subianto30rena serangan jantung pada 20 Juli 2023. Pemberian tempat strategis kepada bawahannya ini adalah bagian dari kebiasaan Prabowo yang memang dikenal sering mempekerjakan mantan anak buahnya. Sama seperti halnya Bambang, Muchi juga terus dekat dengan Prabowo. Ia terlibat dalam mendirikan Partai Gerindra pada 2006, sebelum kemudian meninggalkan Gerindra pada awal 2012, lalu memilih bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan. Dua eks anggota Tim Mawar, Brigjen TNI Dadang Hendrayudha dan Brigjen TNI Yulius Selvanus juga menPrabowo Subianto dan Bambang Kristiono (Foto: https://www.detik.com/bali/nusra/d-6825212/gerindra-nilai-dukungan-projo-ntb-ke-prabowo-sudah-tepat)


Penculikan Aktivis: Bagaimana Keterlibatan Prabowo?31dapat posisi strategis sebagai pejabat eselon 1 di lingkungan Kementerian Pertahanan yang dipimpin Prabowo sejak 2019. Keduanya masing-masing menjabat sebagai Direktur Jenderal Potensi Pertahanan dan Kepala Badan Instalasi Strategis Pertahanan. Sebelum keduanya resmi diputuskan berdinas di Kemenhan, setidaknya terdapat dua personel Tim Mawar lainnya yang sudah lebih dulu merapat di lingkungan Kemenhan. Keduanya adalah Mayjen (Purn) Chairawan Kadarsyah Kadirussalam Nusyirwan dan Brigjen TNI Nugroho Sulistyo Budi. Chairawan merupakan mantan Komandan Tim Mawar. Berdasarkan Keputusan Menteri Pertahanan No. KEP/1869/M/IX/2019, ia dipercaya mengemban posisi Asisten Khusus Kemenhan. Sedangkan Budi dimutasi dari Staf Ahli Ka BIN Bidang Sosbud BIN menjadi Staf Ahli Bidang Politik Kemenhan. Mutasi tersebut berdasarkan surat keputusan Panglima TNI Nomor Kep/92/I/2020 pada 31 Januari 2020 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI.5.5 Kompas.com (30 September 2020), \"Nama-nama Eks Tim Mawar yang Jadi Anak Buah Prabowo di Kemenhan,\" diakses dari: ttps://nasional.kompas.com/read/2020/09/30/20192291/nama-nama-eks-tim-mawar-yang-jadi-anak-buah-prabowo-di-kemenhan?page=all


Buku Hitam Prabowo Subianto32D. Apakah Memang Tim Mawar Bekerja Sendiri?Pertanyaan soal apakah Tim Mawar bekerja sendiri, tanpa sepengetahuan atasan mereka, dalam hal ini Prabowo, menjadi menarik untuk ditelisik.Made Supriatma, seorang peneliti isu militer dalam artikelnya di Indoprogress bertajuk “Melacak Tim Mawar”menyebut klaim Bambang Kristiono bahwa ia membentuk Tim Mawar untuk menculik atas inisiatif pribadi adalah janggal. Menurut Made, aneh jika di kemiliteran suatu tim khusus yang punya misi khusus dan berisiko pula dibentuk tanpa sepengetahuan atasannya. “Sulit untuk dimengerti bahwa satuan taktis dengan pola operasi dalam skala ini dan dilakukan di Markas Kopassus, Cijantung, dilakukan atas inisiatif seorang perwira menengah tanpa sepengetahuan atasannya,” tulis Made.Sementara itu, Mantan Komandan Puspom ABRI, Mayjen CHK Syamsu Djalaluddin mengatakan bahwa tidak mungkin penculikan itu dilakukan tanpa komando atasan. 6 Made Supriatma dalam Indoprogress (27 Mei 2014) , \"Melacak Tim Mawar,\" diakses dari: https://indoprogress.com/2014/05/melacak-tim-mawar/


Penculikan Aktivis: Bagaimana Keterlibatan Prabowo?33Di artikel Majalah Tempo,7. Syamsu berkata; “Logikanya tidak mungkin kesebelas anggota Kopassus itu melakukan operasi secara sendiri-sendiri, tanpa perintah komandannya, kecuali saat itu mereka adalah pasukan yang melakukan desersi.” Syamsu menambahkan. “Saat itu, mereka tidak desersi, sehingga sudah pasti ada yang memerintahkan mereka.” Pada 2014, Syamsu kembali menyatakan hal senada. Ia berkata, “Komandan Tim Mawar mengakui penculikan atas perintah komandannya [Danjen Kopassus]. Ucapannya dalam acara Konsolidasi Nasional Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI) di Jakarta, 25 Juni 2014 itu kemudian diralat sehari berselang. Ia menegaskan anggota Tim Mawar yang menculik aktivis sudah diadili Mahkamah Militer dan tidak terkait dengan Prabowo. “Prabowo hanya merasa bertanggung jawab saja, dalam militer tidak ada prajurit yang bersalah, yang salah komandannya,” katanya seperti diberitakan Antara. Syamsu Djalal mengaku tahu tujuan awal dibentuknya Tim Mawar, yakni untuk pengamanan Sidang Umum MPR. “Namun Tim Mawar menyalahgu7 Tempo (29 September 1998), “Mengusut Nurani Tim Mawar,” diakses dari: https://majalah.tempo.co/read/nasional/98839/mengusut-nurani-tim-mawar


Buku Hitam Prabowo Subianto34nakan wewenangnya,” ucapnya. Pada akhirnya, ia meminta persoalan ini tidak perlu diungkit-ungkit lagi. “Sebagai orang beragama, tidak boleh membongkar aib, tidak ada gunanya. Mulut itu harus dijaga, kita menyakiti orang lain berdosa apalagi ngomongin orang lain. Jangan sok tahu,” elak Syamsu.Sementara itu Agum Gumelar, salah satu anggota DKP mengatakan dalam sebuah video yang viral pada Oktober 20198. bahwa dari hasil pemeriksaan mendalam didapati fakta, bukti yang nyata bahwa Prabowo telah melakukan pelanggaran HAM berat. Agum, yang pernah menjadi Danjen Kopassus, mengatakan, sebelum Prabowo disidang, DKP telah menyelidiki perkara itu terlebih dulu. “Tugasnya adalah memeriksa kasus ini, menyelidiki kasus. Kasus pelanggaran HAM berat. Berjalanlah DKP, bekerjalah DKP, sebulan lebih memeriksa yang namanya Prabowo Subianto, periksa,” katanya. “Dari hasil pemeriksaan mendalam, ternyata didapat fakta bukti yang nyata bahwa dia melakukan pelanggaran HAM yang berat,” ungkap Agum. “Tim Mawar yang melakukan penculikan itu, bekas anak buah saya se8 Tirto (13 Maret 2019), \"Sejarah Tim Mawar, Penculikan Aktivis '98, & Keterlibatan Prabowo,\" diakses dari: https://tirto.id/djgG


Penculikan Aktivis: Bagaimana Keterlibatan Prabowo?35mua, dong. Saya juga pendekatan dari hati ke hati kepada mereka, di luar kerja DKP. Karena mereka bekas anak buah saya, dong. Di sinilah saya tahu bagaimana matinya orangorang itu, di mana dibuangnya, saya tahu betul,” lanjutnya. Dalam persidangan DKP, kata dia, Prabowo dinyatakan bersalah kemudian dipecat dan kesalahannya terbukti.Keterlibatan Prabowo juga terungkap dalam 34 dokumen rahasia Amerika Serikat dari Arsip Keamanan Nasional (NSA) yang dirilis kepada publik pada 2008, tentang rentetan laporan pada masa prareformasi. Salah satu dari dokumen itu menyatakan dengan jelas bahwa Prabowo Subianto memerintahkan Kopassus untuk menghilangkan paksa sejumlah aktivis pada 1998. Dokumen itu adalah bagian dari berbagai jenis laporan pada periode Agustus 1997 sampai Mei 1999. Sebuah arsip tertanggal 7 Mei 1998 mengungkap catatan staf Kedutaan Besar AS di Jakarta mengenai nasib para aktivis yang hilang, menyatakan bahwa mereka boleh jadi ditahan di fasilitas Kopassus di jalan lama yang menghubungkan Jakarta dan Bogor. Fasilitas itu dipercaya merupakan markas lama Unit 81 Antiteror Kopassus (saat ini terkenal dengan nama Detasemen Khusus 81/Penanggulangan


Buku Hitam Prabowo Subianto36Teror.Hasil percakapan seorang staf politik Kedutaan Besar AS di Jakarta dengan seorang pemimpin organisasi mahasiswa memunculkan nama Prabowo. Narasumber tersebut mengaku mendapat informasi dari Kopassus bahwa penghilangan paksa dilakukan Grup 4 Kopassus, dibawah komanArsip pemerintah Amerika Serikat mengungkap aksi penculikan aktivis dan siapa yang terlibat. (Foto layar dari nsarchive.gwu.edu)


Penculikan Aktivis: Bagaimana Keterlibatan Prabowo?37do Chairawan. “Dia berkata bahwa sumbernya ini (bukan bagian Grup Empat) mengatakan ada konflik di antara divisi-divisi di Kopassus, dan bahwa Grup Empat secara efektif masih di bawah kendali Prabowo. Hilangnya (para aktivis) diperintahkan oleh Prabowo yang mengikuti perintah Presiden Soeharto,” demikian isi dokumen itu.9.E. Dugaan Keterlibatan Prabowo Hanya ‘Kaset Rusak’?Kasus penculikan aktivis 1997/1998 ini kemudian diselidiki oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM) berdasarkan UU No 26/2000. Tim penyelidik Komnas HAM mengusut kasus penculikan tersebut sejak 1 Oktober 2005 hingga 30 Oktober 2006. Setelah mendapat hasil penyelidikan, Komnas HAM menyimpulkan 1 orang terbunuh, 11 orang disiksa, 12 orang dianiaya, 23 orang dihilangkan secara paksa, dan 19 orang dirampas.Komnas HAM pun menyimpulkan terdapat bukti permulaan pelanggaran HAM berat dalam kasus ini. Kesimpulan tersebut diambil berdasarkan penyelidikan dan kesaksi9 National Security Archive (7 Mei 1998), \"Telegram 002579 from US Embassy Jakarta to State Department, 'Who Is Behind Recent Disappearances?,' Confidential,\" diakses dari:: https://nsarchive.gwu.edu/document/16712-document-10-telegram-002579-us-embassy


Buku Hitam Prabowo Subianto38an 58 korban dan warga. Komnas HAM pun minta DPR agar mendesak Presiden mengerahkan dan memobilisasi semua aparat penegak hukum untuk menuntaskan kasus penculikan tersebut. Tak hanya itu, pada 7 Februari 2007, Ketua DPR Agung Laksono juga meminta presiden saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh melakukan penyelidikan berdasarkan temuan Komnas HAM.Belum diadilinya Prabowo di Pengadilan Militer, juga Arsip lain dari pemerintah Amerika Serikat yang menyebut penculikan aktivis melibatkan Prabowo dan diketahui oleh Soeharto. (Foto layar dari nsarchive.gwu.edu).png


Penculikan Aktivis: Bagaimana Keterlibatan Prabowo?39Pengadilan HAM Ad Hoc menjadi bahan propaganda pendukungnya bahwa tudingannya terhadapnya tidak berdasar, asumsi belaka. Prabowo juga cenderung menempatkan wacana mengenai kasus itu sebagai tendensi politis untuk memangkas elektabilitasnya setiap kali hendak bertarung dalam pemilihan presiden. Di gelanggang politik elektoral, kubu pemenangan Prabowo secara literal menyatakan bahwa kasus tersebut tak lainnya “kaset rusak yang diputar ulang.”10. Terlebih, politik hukum penuntasan kasus Pelanggaran HAM Berat dinilai kian regresif dengan diangkatnya dua eks anggota Tim Mawar – yakni Yulius Stevanus dan Dadang Hendrayuda – sebagai pejabat publik di lingkungan Kementerian Pertahanan, yang sebelumnya simultan dengan pengangkatan Prabowo selaku Menteri Pertahanan di dalam kabinet pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. Adiknya sendiri, Hashim Djojohadikusumo bahkan menyebut kasus tersebut sudah dibahas sebanyak 10.000 kali dan dugaan keterlibatan 10 Republika (31 Juli 2023), \"Prabowo Diserang Isu HAM, Andre: Kaset Rusak yang Diputar Tiap Mau Pemilu,\" diakses dari: https://news.republika.co.id/berita/rynkkv377/prabowo-diserang-isuham-andre-kaset-rusak-yang-diputar-tiap-mau-pemilu


Buku Hitam Prabowo Subianto40Prabowo tidak terbukti.11.Pertanyaannya, apakah benar klaim-klaim tersebut yang membebaskan Prabowo dari dugaan keterlibatannya? Apakah memang tudingan keterlibatan Prabowo tidak ada buktinya? Mari kita cek fakta-faktanya.Selain berdasarkan pada Keputusan Dewan Kehormatan Perwira dan Temuan Tim Gabungan Pencari Fakta kerusuhan Mei 1998, sebagaimana sudah diuraikan di atas, bukti yang sulit terbantahkan adalah pengakuan Prabowo sendiri. Pengakuan itu bisa ditelisik dari wawancaranya dengan majalah Panji edisi 27 Oktober 1999. Wawancara itu mengungkap secara jelas pengakuannya bahwa ia menerima daftar pencarian 28 orang aktivis radikal. Pimpinan ABRI juga mengetahui keberadaan daftar tersebut, kata Prabowo. “Saya memang terima satu daftar untuk diselidiki. Jadi, untuk diselidiki. Bukan untuk diculik.” Testimoni Prabowo juga menyiratkan bahwa daftar tersebut berasal dari Soeharto. Ditanya majalah Panji, “Anda tidak tanya pada Pak Harto daftar itu didapat dari mana?” 11 Kompas.com (16 November 2023), \"Soal Isu Pelanggaran HAM Prabowo, Hashim: Sudah 10.000 Kali Dibahas, Tak Ada Bukti Sama Sekali,\" diakses dari: https://nasional.kompas.com/read/2023/11/16/05360371/soal-isu-pelanggaran-ham-prabowo-hashim-sudah-10000-kali-dibahas-tak-ada.


Penculikan Aktivis: Bagaimana Keterlibatan Prabowo?41Prabowo menjawab, “Tentu saya tanya.”Prabowo mengatakan bahwa menculik adalah bagian dari menyelidiki, namun kemudian dia tidak untuk bercerita lebih lanjut alasan bisa salah menafsirkan perintah sehingga tugas menyelidiki berubah menjadi penculikan. “Dalam operasi intelijen itu kan biasanya kita ambil, ditanyai, dan kalau bisa terus dia bekerja untuk kita. Kan begitu prosedurnya. Sudahlah, itu kesalahan teknis yang kemudian dipolitisasi,” katanya dalam Majalah Panji.Prabowo merasa tindakan penculikan itu tidak salah secara moral karena aktivis-aktivis tersebut berniat buruk. “Secara moral, saya tidak salah karena orang-orang itu berniat berbuat kejahatan yang bertentangan dengan hak-hak asasi manusia.” Ia juga merasa bahwa penculikan tersebut diperlukan untuk menjaga keamanan dan demokrasi. “Informasi soal rencana pengeboman itu didapat dari interogasi, bukan kita ngarang. Dapat keterangan dari mereka. Jadi, jangan salah, untuk menegakkan demokrasi, kita justru harus menjaga keamanan,” kata Prabowo, merujuk kepada peristiwa ledakan di Rumah Susun Tanah Tinggi, Jakarta yang kemudian dipakai sebagai alasan menculik para aktivis. Padahal, Faisol Reza yang juga disekap bersama Andi


Buku Hitam Prabowo Subianto42Kolase berita-berita terkait Prabowo Subianto. (KontraS)dan Rahardjo, ketiga aktivis korban penculikan, kemudian membantah bahwa mereka akan melakukan teror. Faisol mengaku isu bom justru dihembuskan oleh militer, sebagai dalih untuk menangkap mereka. “Pihak militerlah yang menyebarkan isu bom. Kami cuma korban,” kata Faisol Reza.


Penculikan Aktivis: Bagaimana Keterlibatan Prabowo?43F. Hanya Akui Korban yang Sudah DibebaskanDalam setiap pernyataannya, Prabowo hanya mengaku bertanggung jawab atas penculikan 9 aktivis yang kemudian dibebaskan. Mereka adalah Desmond Junaidi Mahesa, Haryanto Taslam, Pius Lustrilanang, Faizol Reza, Rahardjo Waluyo Jati, Nezar Patria, Aan Rusdianto, Mugianto dan Andi Arif.1. Desmond Junaidi Mahesa: Desmond Junaidi Mahesa adalah seorang aktivis dan pengacara Lembaga Bantuan Hukum Nasional. Pada 3 Februari 1998, sekitar pukul 09.30 WIB, Kapten Fauzani memerintah Kapten Dadang, Kapten Nugroho, dan Kapten Djaka untuk menangkap Desmond. Desmond tertangkap ketika ia pergi ke luar kantor sekitar pukul 12.00 siang. Penangkapan dilancarkan saat Desmond tengah turun dari mikrolet yang ia tumpangi. Setelah tertangkap, Desmond dalam keadaan tangan terikat dan mata dibalut kain hitam dibawa ke markas Kopassus di Cijatung. Selama di markas, Desmond banyak menerima siksaan fisik, salah satunya dipukul. Ia


Buku Hitam Prabowo Subianto44juga dibawa ke sel bawah tanah.2. Haryanto Taslam: Haryanto Taslam diculik pada 8 Maret 1998. Taslam merupakan salah satu aktivis PDI Pro-Megawati. 3. Pius Lustrilanang: Pada 4 Februari 18, Pius Lustrilanang berhasil diciduk oleh Tim Mawar di depan RS Cipto Mangunkusumo di Salemba, Jakarta Pusat. Pius merupakan aktivis Aliansi Demokrasi Rakyat (Aldera). Operasi penculikan Pius dipimpin oleh Kapten Dadang Hendra Yudha, Kapten Fauka Noor Farid, dan Serka Sigit Sugianto. Setelah tertangkap, Pius dibawa ke Poskotis dan disekap di sel 6. 4. Faizol Reza: Faizol Reza diculik di RSCM setelah konferensi pers KNPD di YLBHI, Jakarta, 12 Maret 1998. Pasca-tertangkap, Faizol diinterogasi dan disiksa. Setelah itu, ia disekap di sel bawah tanah di sel 3. 5. Rahardjo Waluyo Jati: Rahardjo Waluyo Jati diculik di RSCM setelah konferensi pers KNPD di YLBHI, Jakarta, 12 Maret 1998. Usai berhasil ditangkap, Jati segera diinterogasi dan disiksa oleh


Penculikan Aktivis: Bagaimana Keterlibatan Prabowo?45petugas. Ia kemudian disekap dan ditahan di sel bawah tanah, sel 5. 6. Nezar Patria: Nezar Patria diculik di Rumah Susun Klender, tanggal 13 Maret 1998. Menurut kesaksian Nezar, sewaktu diculik, ia banyak mendapat siksaan fisik. Nezar disetrum selama 3-4 jam dengan tongkat listrik ditempel di kaki, jempol kaki, paha belakang, yang di mana semakin lama voltasenya semakin tinggi dan ditempel ke betis dan paha.7. Aan Rusdianto: Aan Rusdianto diculik di Rumah Susun Klender, tanggal 13 Maret 1998. Operasi penculikan Aan dilakukan oleh Kapten Yulius, Kapten Djaka, Serka Sunaryo, dan Serka Sigit Sugianto. Malam itu, Kapten Yulis menyamar sebagai pak RT. Ia mengetuk pintu rumah Aan. Sesaat begitu pintu dibuka, Aan langsung ditangkap dan dibawa ke markas. Aan kemudian ditangkap dan dibawa ke markas dan tiba sekitar pukul 20.30. 8. Mugianto: Mugianto diculik pada 13 Maret 1998 di Rumah Susun Klender. Ketika Kapten Djaka hendak masuk ke unit yang disewa oleh para ak


Buku Hitam Prabowo Subianto46Foto-foto aktivis korban penculikan yang masih hilang (KontraS)


Penculikan Aktivis: Bagaimana Keterlibatan Prabowo?47tivis Partai Rakyat Demokratik (PRD), ternyata sudah ada petugas Koramil Duren Sawit di sana. Mereka kemudian menangkap Mugiyanto yang sedang berada di dalam kamar. 9. Andi Arief: Pada 27 Maret, atas perintah Mayor Bambang, Kapten Fauzani diminta menangkap Andi Arief. Andi Arief adalah ketua umum Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi dan Komite Pimpinan Pusat Partai Rakyat Demokratik. Andi Arief ditangkap di rumah kakaknya. Ia kemudian dibawa ke markas dan ditahan di sel bawah tanah. Dari sembilan aktivis tersebut, Desmond, Pius, Haryanto, Raharja, dan Faizol Riza yang disekap selama kurang lebih 1,5 - 2 bulan dipulangkan ke kampung halaman. Sedangkan Aan Rusdianto, Mugiyanto, dan Nezar Patria, yang disekap selama tiga hari diserahkan oleh Tim Mawar ke Polda Metro Jaya pada 15 Maret. Ketiganya baru dibebaskan 5 Juni 1998.Dari kesembilan korban penculikan yang dikembalikan, tiga diantaranya — menurut Prabowo — adalah sa


Buku Hitam Prabowo Subianto48lah tangkap. Ketiga orang tersebut kemudian bergabung dengan Partai Gerindra. “Andi Arief dkk., itu ada dalam daftar pencarian orang (DPO), yang diberikan polisi. Yang tiga, Pius Lustrilanang, Desmond J. Mahesa, dan Haryanto Taslam, itu kecelakaan,” katanya. Kecelakaan salah tangkap oleh tim Prabowo ini juga muncul di kesaksian Nazar Patria. Ketika disekap dan ditutup matanya, ia mendengar bahwa penculik telah mendapatkan orang yang benar dan mereka tidak salah tangkap. “[Dia] aktivis SMID, kita nggak salah tangkap!” begitu kata penculik yang diungkap Nezar. Itu berarti, pada masa-masa penculikan itu ada juga aktivis-aktivis korban salah tangkap. Selama penculikan ini, para aktivis mengalami rangkaian penyiksaan sadis dan tidak manusiawi, sebagaimana pengakuan Andi Arief, Rahardjo Waluyojati, Mugiyanto, dan Aan Rusdianto. Rahardjo mengaku sempat dipukul, disetrum, dan juga disuruh tidur di atas balok es. “Aku dibawa ke sebuah ruangan dan seluruh pakaianku dilepas hingga telanjang bulat dan dipaksa tidur tengkurap di atas balok es selama kurang lebih 10-15 menit sambil menanyakan kepadaku bagaimana cara menemukan Andi Arief,” kata Rahardjo Walu


Penculikan Aktivis: Bagaimana Keterlibatan Prabowo?49yojati.Aan dan Mugiyanto juga mengalami penyiksaan dan ancaman yang serupa. “Setrum, pukulan, todongan senjata laras panjang, memaksaku untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut,” kata Aan Rusdianto. Sementara Mugiyanto bersaksi: “Saya dipukul di perut berkali-kali dan pada muka sampai saya terjatuh. Saya mulai diinterogasi dengan cara disetrum dengan alat setrum yang suaranya seperti cambuk. Penyetruman ini dilakukan pada seluruh bagian kaki saya, terutama pada bagian sendi lutut.”Ketika Andi berhasil ditangkap, ia melihat Rahardjo dalam kondisi yang tidak menyenangkan. Hilyati, kakak perempuan Andi menjelaskan bahwa mata saudaranya ditutup dan pistol ditodongkan di badannya. Ia tidak bisa buang air maupun shalat. Hilyati mengatakan bahwa penculik mengancam akan membunuh Andi dengan mengatakan: “Ajal kamu di tangan Tuhan. Tapi bisa, ajal kamu di tangan saya.” G. Di mana 13 Orang?Selain dari kesembilan aktivis yang telah kembali itu,


Click to View FlipBook Version