The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by permadhi, 2026-01-27 10:37:28

Buku Hitam Prabowo Subianto

Azwar Furgudyama S.Fil.I

Keywords: buku,hitam,prabowo,subianto,azwar,furgudyama

Buku Hitam Prabowo Subianto100mendapat teguran dari atasannya.” “Kebiasaan memberi eksklusivitas kepada Prabowo adalah mungkin salah satu penyebab gerakan pasukan Kostrad tanpa konsultasi, koordinasi dan sepengetahuan Pangab”, tulisan Habibie dalam bukunya. Menurut Habibie, kebiasaan tersebut mungkin terjadi bukan karena perintah dan kehendak Soeharto, tetapi lingkungan feodal yang memperlakukannya demikian.Eksklusivitas Prabowo selama era Orde Baru, sebagaimana disampaikan Habibie, terkonfirmasi dari karirnya yang melejit. Ia menjadi salah satu bintang yang bersinar di kalangan tentara Angkatan Darat. Karir Prabowo melejit setelah terjadi kerusuhan 27 Juli 1997 di Kantor PDIP, Jakarta Pusat. Presiden Soeharto kecewa dengan kejadian itu, hingga di tubuh ABRI diadakan mutasi besar-besaran. Pejabat ABRI yang dianggap menentang Soeharto langsung dipindahtugaskan, diganti oleh tentara yang dianggap loyal. Salah satu yang dipercaya Soeharto adalah Prabowo. Usai kerusuhan 27 Juli, Prabowo naik pangkat menjadi jenderal bintang dua. Jabatan Komandan Kopassus berganti menjadi Komandan Jenderal Kopassus. Sebagaimana ditulis Jun Honna dalam papernya yang berjudul, “Military Ideology in Response to Democratic Pressure During The Late


Ambisi Berkuasa Prabowo dan Upaya ‘Kudeta’ Presiden Habibie101Soeharto Era: Political and Institutional Context.” dengan pembaruan orang-orang di sekeliling istana, terjadi penyaringan terhadap orang yang dianggap loyal dan tidak.Bahkan dalam analisis Jun, sejak jadi Danjen Kopassus, Prabowo menerapkan aturan struktur komando semaunya. “Sebuah pernyataan menarik dilontarkan Feisal Tanjung pada Agustus 1998, ketika dia mengatakan bahwa selama masa jabatannya sebagai Panglima ABRI, tak seorang pun, bahkan tidak pula dirinya yang seorang jenderal berbintang empat, bisa secara bebas memasuki wilayah Kopassus yang dikendalikan oleh Prabowo yang hanya seorang Mayor Jenderal,” tulis Jun, merujuk pada dari berita Media Indonesia, 25 Juli 1998 yang berjudul “Feisal: Saya Tidak Terlibat Kasus Penculikan Aktivis.” Menurut Jun, seorang Panglima ABRI dengan pangkat jenderal pun bisa tidak didengar oleh Prabowo, meski dalam struktur militer tentu pangkatnya lebih tinggi dari pangkat Prabowo. Bagi Jun, status Prabowo sebagai orang kepercayaan sekaligus menantu Soeharto bisa membuat 4 Jun Hoona (April 1999), “Military Ideology in Response to Democratic Pressure during the Late Suharto Era: Political and Institutional Contexts,” dalam No. 67, hh. 77-126, New York: Cornell University Press, diakses dari: https://www.jstor.org/stable/3351378


Buku Hitam Prabowo Subianto102aturan struktur itu tidak berfungsi. “Hal ini menunjukkan betapa struktur komando ABRI telah diselewengkan oleh preferensi khusus yang diberikan Soeharto pada anak menantunya,” tulis Jun.C. Percobaan ‘Kudeta?’Dari uraian di atas, Habibie jelas mencemaskan langkah Prabowo melakukan pengerahan pasukannya ke Jakarta. Hal ini pun memicu munculnya dugaan rencana Prabowo mengkudeta kekuasaan yang sah. Tidak diketahui pasti apakah rencana kudeta itu memang benar-benar ada. Namun, dugaan ke arah sana beralasan. Pertama, pengerahan pasukan itu tidak atas sepengetahuan atasan Prabowo. Kedua, Prabowo menggunakan alasan untuk mengamankan presiden, padahal itu bukan tugasnya. Menyimak pernyataan-pernyataan Prabowo kemudian, bisa jadi rencana kudeta itu bukan isapan jempol semata. Ia setidaknya dua kali mengungkapkan penyesalan karena batal melakukan kudeta.5. Dalam pernyataannya saat berpi5 Kompas.com (1 Maret 2014), “Prabowo Kembali Sesali Batal Kudeta Habibie,” diakses dari: https://amp.kompas.com/nasional/read/2014/03/01/2235521/prabowo-kembali-sesali-batal-kudetahabibie


Ambisi Berkuasa Prabowo dan Upaya ‘Kudeta’ Presiden Habibie103dato di hadapan Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia di Jakarta, 1 Maret 2014, Prabowo berkata ia dituduh macam-macam, termasuk mau mengkudeta. “Mau, tapi enggak kudeta. Terus terang aja di hati kecil saya, lebih bagus mau kudeta saat itu,\" katanya kala itu. Sebelumnya, seloroh Prabowo menyinggung soal isu kudeta itu terjadi saat menjadi pembicara dalam public lecture Soegeng Sarjadi Syndicate pada 18 Desember 2012. \"Kalau orang dengar nama Prabowo, pasti akan tergambar bekas tentara, komandan Kopassus, dan kudeta, serta kejadian 1998. Itu kan urut urutannya,\" ujar Prabowo ketika itu. Ia berkata, menyesal bahwa kudeta itu tidak terjadi. \"Saya letnan jenderal purnawirawan, mantan Panglima Kostrad yang hampir kudeta. Tapi, kudeta enggak jadi, nyesel juga saya sekarang,” katanya. Ia mengklaim tidak jadi melakukan kudeta lantaran sumpahnya di masa remaja dulu. Saat berumur 18 tahun, Prabowo menyatakan dirinya sudah bersumpah untuk membela negara Indonesia yang bersendikan Pancasila. \"Gara-gara sumpah sih jadi enggak jadi, karena saya ingat itu. Saya takutnya sama buku kecil yang berisi UUD 1945. Takutnya hanya satu buku itu, yang di dalamnya ada satu ayat yang menyebutkan presiden pegang kekuasaan terting


Buku Hitam Prabowo Subianto104gi atas angkatan perang. Jadi, sudah dikunci dengan satu kalimat itu,\" katanya.Pernyataan Prabowo itu mungkin sekedar guyonan, ketika itu disampaikan lebih dari satu dekade usai ketegangan 1998. Namun, jika perkataan demikian disampaikan dalam konteks latar Orde Baru, meski yang memimpin bukan lagi mertuanya, Soeharto, tetap saja ia akan menghadapi masalah. Masalah negara serta hal-ihwal yang berkaitan dengan keamanan dan keberlangsungannya tidak bisa dijadikan bahan tertawaan atau sekedar lelucon saja. Lalu juga dalam psikologi, ada asumsi bahwa lelucon sebenarnya terdiri dari 50% fakta atau realita. Bisa jadi apa yang diungkapkan oleh Prabowo sebenarnya adalah keinginan yang sebenarnya pada waktu itu ada, hanya saja hitung-hitungan peluang dan risiko tidak menjadikannya terjadi. Prabowo juga digambarkan berkontribusi bagi demokrasi, dengan tidak melakukan kudeta, meski peluang itu ada, seperti dinyatakan dalam Harian Kompas, 21 Januari 2014. Kompas menulis “Ia membuktikan komitmen pada demokrasi ketika menguasai 34 batalyon Kostrad, tetapi tak melakukan kudeta.” Penting digariskan bahwa tidak melakukan kudeta bukanlah prestasi yang harus dibanggakan


Ambisi Berkuasa Prabowo dan Upaya ‘Kudeta’ Presiden Habibie105dalam upaya menjaga demokrasi karena sudah seharusnya pergantian kekuasaan berpedoman pada sistem politik yang berlaku saat itu. Jadi, sama seperti klaim Prabowo “nyesel tidak kudeta” pernyataan soal pilihannya tidak melakukan kudeta menggambarkan bahwa sesungguhnya 50% kehendak Prabowo adalah melakukan kudeta. Dalam rekaman sejarah transisi 1998, indikasi-indikasi kudeta sudah dilakukan meskipun gagal mencapai klimaks.Di sisi lain, Prabowo sendiri tak pernah konfrontatif terhadap isi buku BJ Habibie ini. Kita tidak pernah paham apa alasannya. Namun, bagi publik yang kritis dan memahami siapa Habibie, apa yang ditulisnya cukup menjadi referensi bagaimana kiprah Prabowo dalam panggung politik Indonesia. Gejala upaya mencapai posisi tertinggi dengan jalan pintas melakukan kudeta sudah terlihat. Itulah mungkin pemicu langkahnya menggerakkan pasukan ke Jakarta, melabrak aturan, mengabaikan struktur komando, mengambil alih kewenangan pihak lain, seperti Paspamres. Beruntung bahwa Presiden Habibie masih diberi petunjuk dengan tidak terjebak dan terjerumus dalam skenario yang berbahaya tersebut. Usai dicopot dari Pangkostrad, Prabowo sempat diki


Buku Hitam Prabowo Subianto106rim ke Bandung menjadi Komandan Sesko ABRI. Tak lama kemudian Dewan Kehormatan Perwira dibentuk, dengan rekomendasi pemberhentian dari militer. Ia pun secara resmi diberhentikan lewat Keputusan Presiden Nomor 62/ABRI/1998 yang ditandatangani Habibie pada 20 November 1998.


Bab IVJejak Berdarah Prabowo di Timor-Leste dan Papua


Buku Hitam Prabowo Subianto108Ketika pada Oktober 2020, Prabowo Subianto dikabarkan akan berkunjung ke Amerika Serikat (AS), sejumlah organisasi HAM, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, segera melayangkan protes. Kabar itu memang mengejutkan karena sejak tahun 2000, Prabowo dicekal untuk masuk ke AS. Pencekalan terkait dengan berbagai kasus pelanggaran HAM yang ditudingkan terhadapnya. AS di bawah pemerintahan Presiden Bil Clinton, Prabowo di Timor-Leste. (Foto: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Berkas:Prabowo_in_East_Timor.jpg)


Jejak Berdarah Prabowo di Timor-Leste dan Papua109George W. Bush, dan Barack Obama memasukkan Prabowo dalam daftar hitam. Pada Maret 2014, AS menolak rencana kedatangan Prabowo ketika hendak menghadiri wisuda putranya. Reuters juga melaporkan bahwa pada 2012 visanya juga ditolak AS “karena tuduhan bahwa ia menghasut kerusuhan yang menewaskan ratusan orang setelah penggulingan Soeharto.”1.Zaenal Muttaqin, Sekretaris Jenderal, Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI) ikut menandatangani surat ke Menteri Luar Negeri, Mike Pompeo, agar tidak memberikan visa kepada Prabowo pada 2020. Bagi IKOHI, langkah AS itu memperkuat impunitas karena Prabowo terkait dengan pelanggaran HAM di Indonesia dan Timor Leste. “Bagi kami ini akan jadi preseden bagi pelaku pelanggaran HAM berat di Indonesia untuk semakin bebas, semakin leluasa, semakin kokoh impunitas, bebas dari pengadilan, bebas dari penyelesaian secara hukum untuk memenuhi hak atas kebenaran, keadilan dan pemulihan bagi keluarga 1 Reuters (21 Mei 2014), “Indonesian election presents U.S. with Modi-style visa headache,” diakses dari: https://www.reuters.com/article/us-indonesia-usa-prabowo/indonesian-election-presents-u-s-with-modi-style-visa-headache-idUSBREA4J12020140520/


Buku Hitam Prabowo Subianto110korban,\" kata Zaenal kala itu.2.Sayangnya, tidak ada tanggapan spesifik dari Kedutaan Besar AS di Jakarta atas surat yang dilayangkan tujuh kelompok HAM tersebut kepada Menteri Luar Negeri, Mike Pompeo. Prabowo tetap berkunjung ke Pentagon, AS pada 15-19 Oktober 2020, menyusul undangan dari Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Mark Esper untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Bagi kelompok HAM, keputusan AS pada 2020 adalah langkah yang bertolak belakang dengan kebijakan luar negerinya. Kelompok HAM bahkan menyebut kunjungan Prabowo ke AS sebagai “bencana bagi hak asasi manusia di Indonesia.”Kecaman terhadap pemberian visa Prabowo juga dilayangkan oleh Senator Patrick Leahy. Leahy adalah salah satu penyusun undang-undang yang melarang bantuan militer AS kepada militer asing yang dianggap melanggar HAM. Leahy bahkan menyebut Prabowo “tidak memenuhi syarat untuk masuk ke AS.” Menurut Leahy, pemberian visa kepada Prabowo sekali lagi menunjukkan bahwa klaim Presiden 2 BBC News Indonesia (15 Oktober 2020), “Prabowo diundang ke Pentagon, kelompok hak asasi protes, AS: 'Kami konsisten mengadvokasi penghormatan HAM,'” diakses dari: https://www.bbc.com/indonesia/dunia-54554805


Jejak Berdarah Prabowo di Timor-Leste dan Papua111Trump dan menteri luar negerinya tentang “hukum dan ketertiban” adalah slogan kosong karena tidak mengindahkan pentingnya keadilan. Zaenal dari IKOHI menuntut AS agar terus melanjutkan kebijakan Leahy yang melarang siapapun pelanggar HAM masuk AS. Bagi Zaenal, hal ini merupakan bagian dari upaya untuk mengingatkan bahwa masih ada masalah hukum atas kejahatan HAM berat di masa lalu yang belum diselesaikan secara hukum. Ia menuntut AS agar menekan pemerintah Indonesia menyelesaikan kasus-kasus ini. Apalagi, Presiden Jokowi telah berjanji kepada keluarga korban penculikan 1997-1998 akan menyelesaikan dan mengembalikan 13 orang yang masih hilang.Reaksi keras dunia internasional itu mempertegas berbagai dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan Prabowo. Tidak hanya dalam tragedi 1998, ia juga disinyalir terlibat dalam pelanggaran HAM berat di Timor-Leste, juga di Papua, yang kemudian berujung pada pembunuhan massal. Pada Bab ini, kami secara khusus mengulas catatan hitam dalam operasi yang melibatkan Prabowo di dua wilayah itu. Dua operasi itu juga disinggung dalam Keputusan Dewan Kehormatan Perwira sebagai bagian dari pelanggaran


Buku Hitam Prabowo Subianto112Prabowo, hingga berujung rekomendasi pemecatannya.A. Jejak Berdarah Prabowo di Timor LesteGerry van Klinken, profesor sejarah Asia Tenggara di University of Amsterdam dalam tulisannya “Prabowo dan Hak Asasi Manusia”3. mencatat bahwa “menculik sejumlah aktivis mahasiswa pada 1998 bukanlah persoalan terburuk HAM Prabowo, meskipun ia paling dikenal dalam peristiwa ini.” Lima belas tahun sebelumnya, kata dia, Prabowo “berada di tengah operasi kontra perlawanan di Timor Leste, yang mengorbankan ratusan nyawa.”Klinken mengutip narasi seorang warga dalam laporan Komisi Pengakuan, Kebenaran, dan Rekonsiliasi di Timor Leste (lebih dikenal dengan akronim Portugisnya CAVR: Comissão de Acolhimento, Verdade e Reconciliação de Timor Leste) berjudul Chega! Dalam kejadian pembantaian pada 16 September 1983 di Gunung Bibileo, 55 orang yang dibunuh. Mereka digambarkan ditembak membabi buta dari arah belakang. Pada hari berikutnya, tulis Klinken, pembunuhan 3 Gerry van Klinken (27 April 2014). \"Prabowo dan Hak Asasi Manusia\" dalam Inside Indonesia, diakases dari: https://www.insideindonesia.org/editions/elections-2014/prabowo-and-human-rights


Jejak Berdarah Prabowo di Timor-Leste dan Papua113besar-besaran lainnya terjadi di dekat lokasi tersebut, juga saat orang Timor Leste menyerahkan diri di Gunung Bibileo. Chega! mencatat 141 orang terbunuh pada peristiwa ini. Secara keseluruhan, menurut Chega!, 530 nama orang yang dibunuh atau hilang selama operasi kontra perlawanan yang berlangsung hingga tahun 1984 di seluruh Timor Leste. “Sejumlah besar orang yang selamat dari Gunung Bibileo juga meninggal dunia akibat kelaparan di kamp konsentrasi yang dijaga ketat aparat militer,” tulis Klinken. Dalam rangkaian peristiwa ini, Prabowo memimpin langsung kelompok di dalam Kopassus, yang disebut Chandraca 8. “Kemungkinan besar ia membawa satuan ini ke Timor Leste pada bulan Maret atau April 1983,” tulis Klinken. Ini adalah rangkaian tugas kedua Prabowo di Timor-Timur, setelah yang pertama sebagai letnan pada tahun 1977-78. Ia terlibat dalam pembunuhan pahlawan perlawanan Timor Leste, Nicolau Lobato, yang kepalanya dilaporkan dikirim ke Jakarta sebagai sebuah trofi kemenangan, sehingga Presiden Soeharto bisa memverifikasi sendiri kematiannya.Klinken menjelaskan, kekerasan pada September 1983 itu bermula dari pemberontakan pada bulan sebelumnya, yang dikenal di Timor Leste sebagai levantamento,


Buku Hitam Prabowo Subianto114atau bangkit, karena menandai kebangkitan gerakan perlawanan yang hampir dipukuli. Mengetahui pembalasan akan mengikuti, warga sipil dan kombatan kemudian melarikan diri ke hutan yang meliputi Gunung Bibileo. “Tindakan represi tentu saja mengikuti, dan tampaknya Prabowo memainkan peran sentral di dalamnya. Hanya sejauh mana peran sentral tersebut adalah kebutuhan mendesak untuk diketahui,” tulis Klinken.Dari semua pelaku pelanggaran di Timor Leste selama periode 1974-1999 yang dilaporkan dalam Chega!, Kopassandha/Kopassus adalah satu unit yang terkait dengan jumlah pelanggaran tertinggi. Untuk mempertegas keterlibatan Prabowo dalam kejahatan tahun 1983, Klinken mengutip Jurnal Universitas Cornell, Indonesia, pada Oktober 2003 yang menjelaskan bahwa “Prabowo tiba di Timor Leste dalam rangkaian ketiga tugasnya pada tanggal 28 Agustus 1983, bersama-sama dengan Unit Chandraca 8 dari Kopassandha yang dipimpinnya.” Jill Jolliffe, dalam bukunya Cover-up: the inside story of the Balibo Five (2001), sebagaimana dikutip Klinken, menjelaskan bahwa seorang saksi mata melihat Prabowo menjelajahi Gunung Bibileo dengan pasukannya pada awal September, sebelum pembantaian


Jejak Berdarah Prabowo di Timor-Leste dan Papua115besar pertama. Prabowo dilaporkan tetap di wilayah timur di sekitar Gunung Bibileo sampai awal tahun 1984. Sub distrik Ossu terletak kurang dari 20 kilometer sebelah utara dari Viqueque, di jalan yang melintasi Timor Leste adalah basis Prabowo selama operasi kontra-perlawanan. João Caetano, orang Timor Leste yang kemudian bekerja untuk intelijen Indonesia, mengatakan pada Jolliffe bahwa Prabowo mengarahkan operasi kontra-perlawanan di daerah di mana pemberontakan pertama kali terjadi. Biarawati Katolik, tulis Klinken, mengatakan mereka harus mengevakuasi sekolah anak perempuan mereka di Ossu agar Prabowo dan anak buah dapat menempatinya.Klinken menyatakan, laporan CAVR dengan hati-hati tidak menyebutkan sebagian besar perwira Indonesia yang terlibat. “Namun, nama mereka dapat dibaca dalam, antara lain, kesaksian mata dalam buku Jill Jolliffe dan dalam sebuah wawancara panjang dengan gubernur Indonesia Timor Leste saat itu, Mario Carrascalao, yang diterbitkan di di majalah Indonesia, terbitakan Cornell University.” “Bahwa Prabowo memainkan peran penting dalam operasi ini tampak jelas, tetapi seberapa persis perannya kurang jelas. Pangkatnya dan pangkalannya di Ossu menyiratkan ia me


Buku Hitam Prabowo Subianto116megang pos komando lapangan di bagian timur negara itu, di mana levantamento telah dimulai,” tulis Klinken. Menurut João Caetano, pembantaian di Tahubein pada tanggal 17 September dilakukan oleh anggota Kodim 1630/Viqueque, Yonif 328, 501 dan 745 dan Kopassandha. Kodim 1630/Viqueque adalah pasukan lokal ‘teritorial\" (dengan hansip terkait); Batalyon 745 adalah sebuah unit tempur yang berbasis di Timor Leste; Batalyon 328 dan 501 adalah ‘baret hijau’ unit infanteri Kostrad yang menghabiskan banyak waktu di Timor Leste. Para perwira Kopassandha yang memegang pimpinan, sesuai praktek normal. Dua petugas Kopassandha lain yang disebutkan dalam kaitannya dengan operasi di wilayah timur adalah Mayor Slamet Supriyadi (Chandraca 6) dan Kapten Harry Pisand Pinem (Chandraca 7). Caetano mengatakan ia melihat Pisand dan pasukannya meninggalkan Viqueque pada pagi hari pembantaian Tahubein. “Fakta bahwa Prabowo belum teridentifikasi oleh saksi mata yang hidup sebagai pihak yang telah berpartisipasi langsung dalam pembunuhan tidak berarti ia tidak berkoordinasi dari dekat,” tulis Klinken. “Apapun tepatnya yang ia lakukan, jelas bahwa atasan-atasan Prabowo melihat kerjanya dan menyetujuinya. Akhir tahun 1983,


Jejak Berdarah Prabowo di Timor-Leste dan Papua117masih di Timor Leste, ia dipromosikan dari kapten ke mayor – peringkat tinggi untuk seseorang yang berusia 32 tahun,” tambah Klinken.Jejak berdarah Prabowo ini di Timor-Leste membuat ia dijuluki sebagai orang yang “mengembangkan reputasinya sebagai komandan lapangan militer yang paling kejam,” sebagaimana ditulis Joseph Nevins dalam bukunya Not-So Distant Horror, Mass Violence in East Timor.”4.Karena itu, bagi warga di Timor-Leste, mereka terus mengenang Prabowo sebagai pelaku pelanggaran HAM. Pada 10 November 2023, merespons pencalonan Prabowo dalam pemilihan presiden 2024, sejumlah aktivis dan korban pelanggaran HAM yang tergabung dalam Aliansi Nasional Timor-Leste untuk Pengadilan Internasional (ANTI) menyatakan penolakan tegas.5.Juru bicara ANTI, Nelson Roldao Xavier dari asosiasi korban 1974-1999 mengatakan “luka dari kekerasan masa 4 Joseph Nevins (2005), A Not-So Distant Horror, Mass Violence in East Timor,” New York: Cornell University Press, h. 615 Tempo (10 November 2023, “Aktivis HAM dan Korban Pelanggaran Timor Leste Tolak Prabowo Jadi Capres, Ingat Aneksasi Timor Timur,” diakses dari: https://nasional.tempo.co/read/1795287/aktivis-ham-dan-korban-pelanggaran-timor-leste-tolak-prabowo-jadi-capres-ingataneksasi-timor-timur


Buku Hitam Prabowo Subianto118lampau tergores ketika melihat pelaku sekaligus terdakwa utama pelanggaran HAM berat di masa rezim Soeharto kembali ke puncak kekuasaan” dan mengambil posisi kunci dalam pemerintahan. Aliansi ini menyebut Prabowo adalah aktor penting yang merancang peristiwa tragis, kejam, biadab, dan tidak berprikemanusiaan serta pelanggaran HAM berat terorganisir dan sistematik selama pendudukan di Indonesia di Timor-Leste.Menurut ANTI, Prabowo juga diduga terlibat dalam Pembantaian Santa Cruz pada 1991, yang menurut laporan Amnesty International menewaskan sekurang-kurangnya 300 orang yang sedang melakukan demonstrasi secara damai di pemakaman umum Santa Cruz, Dili. Dugaan didasarkan pada fakta bahwa sebelum peristiwa pembantaian tersebut, Prabowo melakukan kunjungan kerja ke Markas Batalion Kostrad 303 di Liquintai, Taibesi, Dili.Atas dasar itu, ANTI menyampaikan sejumlah tuntutan, termasuk mendesak masyarakat sipil Indonesia untuk tidak memberikan suara ke Prabowo sebagai pelaku tindak kejahatan kemanusiaan di Timor Leste. Mereka juga menuntut pertanggungjawaban politik dan keadilan atas para pelaku utama dan pelaku intelektual yang terlibat da


Jejak Berdarah Prabowo di Timor-Leste dan Papua119lam pelanggaran HAM di Timor Leste, dan menuntut mereka untuk tidak kembali berkuasa. ANTI juga mendesak masyarakat internasional untuk menekan para petinggi dan pembela HAM di Indonesia agar mencegah para pelaku pelanggar HAM untuk kembali berkuasa, demi menghindari potensi pelanggaran HAM di masa depan.Berikutnya, aliansi tersebut mendesak Dewan Keamanan PBB untuk konsisten memberantas impunitas, berdasarkan pada fakta tuduhan atas keterlibatan Prabowo dalam berbagai pelanggaran HAM di Timor Leste dan di Indonesia. Mereka juga mendesak pemerintah Indonesia dan Timor Leste agar memperkuat dan mempromosikan prinsip demokrasi melalui upaya melawan impunitas dan menjalin hubungan kerja sama atas dasar penghargaan terhadap nilai-nilai HAM dan negara hukum.B. Pelanggaran HAM di PapuaJejak berdarah Prabowo juga ada di Papua. Hal itu terkait dengan perannya dalam sebuah operasi, yang dikenal dengan nama Operasi Mapenduma pada 1996. Operasi itu terkait upaya pembebasan para peneliti yang melakukan


Buku Hitam Prabowo Subianto120ekspedisi ke Taman Nasional Lorentz, kawasan alam liar seluas nyaris 2,4 juta hektare di Pegunungan Tengah Papua, yang pada 199 dinobatkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO.Menamakan diri sebagai Tim Lorentz 95, kelompok peneliti yang diprakarsai oleh Biological Sciences Club dari Universitas Nasional Jakarta dan Emmanuel College dari Cambridge University itu disandera oleh Organisasi Papua Merdeka pimpinan Kelly Kwalik. Ia merupakan putra dari suku Amungme, yang menguasai \"teritori perang\" dari Mimika, lokasi penambangan emas Freeport, hingga kawasan Pegunungan Tengah. Total ada 26 orang yang disandera, termasuk para peneliti, di antaranya empat anak muda Inggris, dua warga Belanda, empat warga Indonesia, seorang dosen dari Jayapura, seorang pendeta, dan seorang petugas kehutanan. Mereka tengah melakukan penelitian selama sekitar tiga bulan, dari November 1995 hingga Januari 1996 saat penyanderaan terjadi. Mereka ditangkap di Mapenduma, sebuah desa di Kabupaten Nduga, 160 kilometer dari Wamena.Saat Jakarta menerima laporan penyanderaan terhadap Tim Lorentz 95, Prabowo yang baru menjabat Ko


Jejak Berdarah Prabowo di Timor-Leste dan Papua121mandan Jenderal Komando Pasukan Khusus pada Desember 1995, langsung memimpin sendiri operasi pembebasan sandera pada 8 Januari 1996.Dalam sebuah artikelnya, Edmund McWilliams, Prabowo and Papua,6. mantan diplomat Amerika yang bekerja di Jakarta pada tahun 1996-1999 dan dirilis di East Timor and Indonesia Action Network (ETAN), organisasi hak asasi manusia yang kritis atas kiprah militer Indonesia di Timor Timur, menilai bahwa Prabowo melihat peristiwa penyanderaan di Mapenduma sebagai peluang dia memantapkan reputasinya di mata publik Indonesia dan dunia internasional. Padahal, Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, nama Tentara Nasional Indonesia saat itu, Jenderal Feisal Tanjung, menginstruksikan agar operasi pembebasan sandera tidak perlu diemban oleh tentara berpangkat jenderal untuk turun ke lapangan.Dalam “Bukan Puntung Rokok (2003),” biografi Letnan Jenderal Soeyono, Kepala Staf Umum ABRI saat itu yang disusun Benny Siga Butar-butar, Prabowo menolak perintah Soeyono, notabene pimpinannya, agar membeber6 Edmund McWilliams (2013), \"Prabowo and Papua,\" diakses dar: http://etan.org/issues/wpapua/2013/1301wpap.htm


Buku Hitam Prabowo Subianto122kan rencana operasi. Ia hanya mengirimkan anak buahnya ke markas besar ABRI. Pengabaian prosedur ini dilaporkan oleh Soeyono kepada Feisal Tanjung.Operasi itu kemudian diklaim menjadi salah satu 'prestasi' yang selalu dibangga-banggakan oleh Prabowo dan konco-konconya. Mapenduma memberikan Prabowo kesempatan untuk 'berprestasi secara militer.' Namun benarkah operasi Mapenduma itu seheroik seperti yang sekarang digambarkan? Banyak cerita yang tidak diceritakan. Banyak fakta Prabowo saat bertugas di Papua pada 1996. (Foto: Instagram Prabowo)


Jejak Berdarah Prabowo di Timor-Leste dan Papua123yang digelapkan. Lewat Surat Dewan Kehormatan Perwira, kita kemudian tahu bahwa operasi ini tidak di bawah kendali Kodam lokal, juga tidak di bawah kendali komando TNI. Operasi di Papua ini dinyatakan oleh Dewan Kehormatan Perwira sebagai salah satu operasi melampaui kewenangan Prabowo.Menurut artikel Edmund McWilliams, Prabowo memanfaatkan krisis ini sebagai sarana untuk meningkatkan reputasinya di dalam negeri dan di mata komunitas internasional. Ia menjelaskan bahwa Prabowo menyusun rencana dimana para sandera akan dibebaskan melalui negosiasi antara dirinya dan penculik. Setelah negosiasi panjang yang dimediasi oleh kantor lokal Komite Palang Merah Internasional (ICRC), Kelly Kwalik setuju untuk menyerahkan semua sandera dengan imbalan janji militer tidak akan melakukan pembalasan, sementara ICRC akan membangun klinik kesehatan di daerah terpencil Mapenduma. Namun, kesepakatan itu gagal pada menit terakhir. Versi militer Indonesia mengenai peristiwa tersebut, yang dengan cepat diterima oleh kedutaan-kedutaan besar di Jakarta menyatakan bahwa Kwalik mengalami “perubahan hati” yang tidak dapat dijelaskan dan telah melarikan diri


Buku Hitam Prabowo Subianto124dari Desa Geselema, di mana pemindahan sandera akan dilakukan. Terjadilah serangan militer Indonesia, yang menewaskan hingga delapan warga sipil. Para sandera akhirnya melarikan diri dari penculik dan mencapai perkemahan militer Indonesia.Namun, dalam wawancara terpisah antara Edmund McWilliams dengan dua pejabat paling senior ICRC, terkuak versi cerita yang sangat berbeda mengenai kejadian-kejadian tersebut. Menjelang pemindahan, pejabat senior ICRC yang terlibat dalam negosiasi dipanggil oleh Prabowo ke markas militernya di Papua. Di sana, menurut Edmund, Prabowo marah-marah. Ia memberitahu pejabat ICRC bahwa putri sulung Soeharto atau kakak iparnya, Tutut, berencana terbang ke Papua keesokan harinya untuk memimpin pemindahan sandera dalam kapasitasnya sebagai Ketua Palang Merah Indonesia. Prabowo mengatakan pada ICRC bahwa tindakan Tutut itu sama dengan merampok hasil kerja dia. Prabowo menekan ICRC untuk menelepon Jakarta agar membatalkan kedatangan Tutut. Pejabat ICRC itu memang akhirnya menelepon Jakarta. Namun apa lacur, Tutut sudah berangkat ke PapuaPrabowo, menurut dua pejabat senior ICRC itu ke


Jejak Berdarah Prabowo di Timor-Leste dan Papua125mudian mengambil tindakan untuk membatalkan penyerahan sandera itu. Hal itu dilakukan dengan menyampaikan kepada Kwalik melalui orang kepercayaannya bahwa selama ini pihak militer Indonesia beritikad buruk dan akan segera mengincar Kwalik dan personelnya begitu penyerahan sandera terjadi. Kwalik termakan oleh isu ini. Menurut para pejabat ICRC, hal inilah yang menjadi alasan Kwalik “berubah hati” pada menit-menit terakhir.Pembatalan penyerahan sandera menyebabkan terjadinya kampanye pembalasan brutal yang dilakukan oleh militer Indonesia (sebagian besar Kopassus) terhadap desadesa di pegunungan yang dianggap bersimpati kepada OPM. Kampanye dimulai dengan penyerangan terhadap Geselema menggunakan helikopter militer Indonesia yang menyamar seperti helikopter yang telah digunakan mediator ICRC selama beberapa bulan. Pejabat ICRC mengatakan kepada Edmund McWilliams bahwa helikopter yang disamarkan dan penggunaan lambang Palang Merah merupakan sebuah “pengkhianatan” yang seharusnya bisa diprotes oleh ICRC, namun tidak dilakukan. Menurut Edmund McWilliam, serangan dari “helikopter militer Indonesia yang menyamar agar terlihat seper


Buku Hitam Prabowo Subianto126ti helikopter yang digunakan oleh mediator ICRC” melanggar hukum kemanusiaan internasional yang sudah berlaku. Konsekuensinya adalah rusaknya reputasi ICRC di mata masyarakat Papua sehingga membatasi aktivitasnya di Papua Barat selama bertahun-tahun. “Pemerintah Indonesia kemudian memaksa ICRC untuk menutup kantornya di Jayapura, sebuah tindakan yang tidak ada hubungannya dengan kasus Geselema.” Edmund mengatakan kampanye pembalasan yang dilakukan oleh Prabowo dan Kopassus hanya mewakili sebagian dari catatan panjang keterlibatan Prabowo di Papua Barat, namun mungkin merupakan salah satu pertimbangan paling penting bagi masyarakat Papua ketika mereka mempertimbangkan peluangnya menjadi presiden,” tulis Edmund McWilliams dalam artikelnya yang dipublikasi pada 2013 itu, merespons langkah Prabowo maju dalam pemilihan presiden tahun berikutnya.Bagi masyarakat Papua, operasi di Mapenduma, terus menjadi memori kelam. Laporan Liputan6.com pada 21 Juni 20147. menyebutkan sejumlah pegiat dan organisasi HAM menggelar kampanye Melawan Lupa di Papua, menyerukan 7 Liputan6 (21 Juni 2014), \" Pegiat HAM di Papua Serukan Tak Pilih Capres Pelanggar HAM,\" diakses dari: https://www.liputan6.com/indonesia-baru/read/2066573/pegiat-ham-di-papua-serukan-tak-pilih-capres-pelanggar-ham


Jejak Berdarah Prabowo di Timor-Leste dan Papua127kepada seluruh masyarakat di wilayah itu untuk tidak memilih calon presiden yang memiliki rekam jejak dalam hal pelanggaran HAM. Dalam seruan itu, Poengky Indarti, Direktur Eksekutif Imparsial, menyinggung pelanggaran HAM masa lalu seperti kasus Mapenduma tahun 1996 yang melibatkan Prabowo sebagai pemimpin operasi.Dalam kesempatan yang sama Pastor John Jonga, seorang aktivis HAM di Papua, meminta masyarakat tidak melupakan berbagai pelanggaran HAM masa lalu, termasuk pembebasan sandera di Mapenduma. Menurut Pastor John serangan militer yang dipimpin oleh Prabowo itu mengakibatkan terbunuhnya 8 warga sipil dan membumihanguskan beberapa kampung di lokasi tersebut. Pastor John mengatakan setelah serangan militer itu, Mapenduma dijadikan sebagai Daerah Operasi Militer yang berbuntut terjadinya berbagai pelanggaran HAM oleh sejumlah perwira militer.


Bab VPrabowo dan Upaya Meraih Kekuasaan: Dari Jualan Narasi Besar, Hingga ‘Gemoy’


Buku Hitam Prabowo Subianto130Usai diberhentikan dari militer pada November 1998, Prabowo hijrah ke Yordania. Perjalanan Prabowo ke Yordania pada saat itu cukup menghebohkan karena meninggalkan enigma di belakangnya, terutama terkait kasus penculikan para aktivis, kerusuhan Mei 1998 dan sejumlah dugaan keterlibatan dalam kejahatan kemanusiaan lainnya. Banyak pihak mengatakan, Prabowo ke Yordania mencari suaka politik dan diramalkan berdiam di sana. Prabowo memilih Yordania karena di negara itu ia memiliki teman bernama Raja Abdullah II. Mereka adalah alumni dari Fort Banning, lembaga militer AS yang berfokus 'Prabowo Gemoy.' (Tiktok @prabowogemesin)


Prabowo dan Upaya Meraih Kekuasaan: Dari Jualan Narasi Besar, Hingga ‘Gemoy’131pada pelatihan Pasukan Khusus. Di negara itulah Prabowo melakukan bisnis. Menurut George Aditjondro dalam buku “Korupsi Kepresidenan” (2006), Prabowo sempat bertugas sebagai perwakilan perusahaan Tirtamas/Comexindo milik adiknya Hashim Djojohadikusumo. Dari sana dia juga berusaha mempersiapkan perusahaan tambang, pengolahan kertas, dan penggalian energi. Prabowo bekerja di Yordania dengan dukungan mentor bisnis terpercaya yang diperkenalkan oleh Raja Yordania Abdullah II. Setelah lama di Yordania, pada 200a-an, Prabowo akhirnya kembali ke tanah air. Ia mulai melakukan gerakan politik dengan menjadi Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Prabowo mengambil hati rakyat Indonesia yang hampir 80 persen adalah petani. Bersamaan dengan itu, ia memantapkan berbagai bisnis. Sejumlah perusahaan yang terkait dengan Prabowo antara lain:1.• PT Kertas Nusantara: Awalnya didirikan di Mang1 Solopos (17 Oktober 2023), \"Jadi Capres Terkaya, Ini Daftar Perusahaan Prabowo Subianto,\" diakses dari: https://bisnis.solopos.com/jadi-capres-terkaya-ini-daftar-perusahaanprabowo-di-dalam-dan-luar-negeri-1770036 dan Okezone (24 Juni 2023), \"8 Perusahaan Milik Prabowo Subianto Capres 2024, Ini Daftarrnya,\" diakses dari: https://economy.okezone.com/read/2023/01/24/455/2751834/8-perusahaan-milik-prabowo-subianto-capres-2024-ini-daftarrnya?page=2


Buku Hitam Prabowo Subianto132kajang, Kalimantan Timur. Perusahaan pengolahan kertas dan bubur kertas ini disebut-sebut sebagai yang terbesar di Asia Tenggara. Perusahaan ini sebelumnya dimiliki oleh pengusaha yang dikenal sebagai “Raja Hutan” Bob Hasan, orang dekat Presiden Soeharto. PT Kiani Kertas diambil alih oleh negara pada tahun 1990-an karena dianggap tidak sehat. Prabowo kemudian membelinya seharga 1,8 triliun, lalu mengganti namanya menjadi PT Kertas Nusantara. PT Nusantara Energy: Perusahaan ini bergerak di sektor migas, pertambangan, pertanian, kehutanan, dan pulp. Perusahaan ini memiliki beberapa anak perusahaan yang juga fokus pada sektor pertambangan, seperti PT Nusantara Berau Coal, PT Batubara Nusantara Coal, dan PT Nusantara Wahana Coal. Nusantara Berau Coal memiliki hak konsesi mengelola area pertambangan batubara seluas 60.000 hektar di Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. PT Tanjung Redeb Hutani: Ini adalah perusahaan perkebunan yang berlokasi di Kabupaten Berau,


Prabowo dan Upaya Meraih Kekuasaan: Dari Jualan Narasi Besar, Hingga ‘Gemoy’133Kalimantan Timur. PT Tanjung Redeb Hutani, yang merupakan peleburan saham PT Tanjung Redeb Hutani dan PT Inhutani, secara langsung mengelola produksi kayu. PT Tidar Kerinci Agung: Perusahaan ini berkonsentrasi pada industri kelapa sawit. Bisnis sawit Prabowo berada di Jambi dan Sumatera Barat. PT Tusam Hutani Lestari: Perusahaan bidang pertanian ini memiliki luas sekitar 120.000 hektar di daerah pegunungan Aceh Tengah. PT Kiani Hutani Lestari: PT Kiani Hutani Lestari memiliki area perkebunan seluas 53.083 hektar di Kalimantan Timur. PT Belantara Pusaka: Area perkebunan 15.610 hektar PT Belantara Pusaka terletak di Kalimantan Timur, dan hak pengelolaannya berlangsung hingga tahun 2035. PT Jaladri Swadesi Nusantara: Ini merupakan perseroan penangkapan ikan. Perusahaan yang didirikan September tahun 2001 ini memiliki sebuah armada senilai 10 juta dolar AS, The Purse Seiner, dengan 1.331 berat GT dan panjang ku


Buku Hitam Prabowo Subianto134rang lebih 70 meter.Prabowo tidak bekerja sendirian selama menjalankan bisnisnya; ia menaruh kepercayaan besar kepada rekan politik dan keluarganya. Salah satu perusahaan utamanya, Nusantara Energy Indonesia yang didirikan pada 2012 berfungsi sebagai holding company yang mengelola bisnis di berbagai bidang, juga memainkan peran penting dalam portofolio bisnis Prabowo.A. Merintis Karir PolitikSejak awal terjun ke dunia politik, target Prabowo adalah menjadi presiden. Namun, perjalanan politiknya tidak selalu mulus. Bergabung dengan Partai Golkar pada tahun 2004, ia gagal ketika mencoba masuk dalam bursa calon presiden Golkar. Ia kalah saing dengan Jusuf Kalla yang menjabat sebagai wakil presiden pada saat itu. Kegagalan itu membuat pada 2008, Prabowo, bersama adiknya Hashim Djojohadikusumo, Fadli Zon, dan mantan Deputi V Badan Intelijen Negara Bidang Penggalangan, Muchdi Purwoprapandjono, mendirikan Partai Gerindra.


Prabowo dan Upaya Meraih Kekuasaan: Dari Jualan Narasi Besar, Hingga ‘Gemoy’135Partai ini menjadi batu loncatan bagi Prabowo untuk meraih ambisinya di dunia politik. Partai Gerindra mengklaim memiliki visi, misi, dan manifesto perjuangan yang mencerminkan semangat nasionalis, kerakyatan, dan kesejahteraan rakyat. Mereka berkomitmen untuk mengeratkan persatuan dan kesatuan berdasarkan budaya bangsa dan wawasan kebangsaan. Nama “Gerindra” muncul setelah perdebatan dan lambang kepala burung garuda dipilih untuk menggambarkan semangat kemandirian, keberanian, dan kemakmuran rakyat. Meski usia Gerindra masih muda, partai ini mendapatkan tempat di hati masyarakat melalui kampanye yang gencar dan iklan yang memberikan dampak emosional. Pada tahun 2009, Prabowo mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden bersama Megawati Soekarnoputri. Kala itu, ia menjadi cawapres terkaya dengan total kekayaan mencapai lebih dari dua triliun. Meski mengalami kegagalan, Prabowo tidak menyerah. Pada tahun 2014, ia kembali mencalonkan diri sebagai calon presiden dari Partai Gerindra, berpasangan dengan Hatta Rajasa dari Partai Amanat Nasional. Mereka kemudian kalah. Keteguhan hati Prabowo menjadi presiden juga ditunjukkan dengan meng


Buku Hitam Prabowo Subianto136ikuti Pemilihan Presiden 2019, berpasangan dengan Sandiaga Salahudin Uno. Suara terbanyak tetap berada di pihak Jokowi, yang berhasil mempertahankan posisinya sebagai presiden.Semenjak terjun ke politik, dalam rentang waktu yang relatif singkat, Prabowo mengalami transformasi dramatis, dari figur yang paling dibenci menjadi salah satu yang paling dihormati di Indonesia. Partainya diperkirakan memiliki 15 juta anggota.B. Menjual Narasi-narasi BesarKeberhasilan Prabowo merebut simpati rakyat terjadi karena upayanya membangun citra, dengan narasi-narasi besar. Ia menonjolkan pesan kuat khas seremonial, lengkap dengan marching band dan parade bergaya militer. Prabowo juga berbusana meniru Sukarno dan para pahlawan nasionalis lainnya di zaman perjuangan kemerdekaan pada 1940—1950-an. Dia bahkan menggunakan mikrofon model lama, mirip dengan yang digunakan Sukarno puluhan tahun lalu. Prabowo dalam narasi-narasinya selalu mempromo


Prabowo dan Upaya Meraih Kekuasaan: Dari Jualan Narasi Besar, Hingga ‘Gemoy’137sikan gabungan antara tema nasionalisme dan populisme yang sering digunakan oleh politisi demagog di seluruh dunia. Dalam setiap pernyataan publiknya, ia kerap menekankan bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang dieksploitasi sekian lama oleh bangsa lain sehingga menjadikan rakyat sebagai ‘kacung’ di negeri sendiri. Bahwa kekayaan Indonesia selalu diisap untuk kepentingan bangsa asing dan sekaranglah saatnya, begitu selalu klaim Prabowo, untuk berdiri di atas kaki sendiri, lalu mengembalikan kehormatan dan kedaulatan bangsa. Ia juga berbicara panjang lebar tentang kesulitan yang dihadapi kaum miskin dan bagaimana mereka menderita akibat korupsi, neoliberalisme, neokapitalisme, pengaruh asing dan penyakit-penyakit lainnya. Kekayaan Indonesia telah dicuri dari rakyat Indonesia; dan sudah saatnya untuk mengambilnya kembali dan dinikmati oleh rakyat Indonesia.Tidak ada yang aneh dari pesan Prabowo ini yang mengisyaratkan dukungan terhadap ‘wong cilik’ dan hujatan terhadap korupsi adalah tema standar dalam perpolitikan Indonesia. Hanya saja, gaya bahasa yang digunakan Prabowo jauh lebih dramatis, bombastis, berapi-api, bahkan


Buku Hitam Prabowo Subianto138militan daripada yang digunakan oleh para politisi lainnya. Yang lebih tidak biasa adalah bahwa Prabowo menyampaikan kritik ini berbarengan dengan hujatan terhadap seluruh elite politik yang dia gambarkan sebagai sangat korup dan hanya melayani diri sendiri. Ia lalu memposisikan dirinya sebagai solusi atas berbagai masalah ini.C. Terbukti Gagal, Mengubah PendekatanNarasi-narasi besar yang disampaikan Prabowo itu terbukti gagal selama dua kali Pilpres. Ia kalah pamor dengan Jokowi yang memilih gaya berbeda dalam berpolitik, dengan pendekatannya yang paling terkenal blusukan dan tampil dengan gaya yang lebih ‘merakyat,’ antitesis dari karakter Prabowo.Prabowo tampaknya menyadari kelemahan itu. Itulah yang kiranya melatari upaya mengubah citranya akhirakhir ini. Ia berusaha tampil dengan lebih merakyat. Ia sudah lebih banyak senyum, bahkan sering berjoget di atas panggung. Prabowo yang dikenal sekarang, berbeda dengan Prabowo 5-10 tahun lalu. Baru-baru ini misalnya ia mencitrakan dirinya seba


Prabowo dan Upaya Meraih Kekuasaan: Dari Jualan Narasi Besar, Hingga ‘Gemoy’139gai Si Gemoy, plesetan dari menggemaskan. Julukan itu lekat pada Prabowo karena kerap spontan berjoget atau menari ketika menghadapi keadaan sulit. Salah satu aksi joget yang viral adalah saat ia berhadapan dengan jurnalis Najwa Shihab dalam acara Adu Gagasan ala Mata Najwa di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, pertengahan September 2023. Dalam salah satu momen wawancara, Najwa sempat mencecar Prabowo soal dua eks napi kasus korupsi yang tercatat sebagai caleg DPR RI dari Gerindra. Najwa menyebut kehadiran dua caleg itu mengindikasikan lemahnya komitmen antikorupsi Prabowo dan partainya. Alih-alih langsung menjawab, Prabowo terlebih dahulu menari-nari kecil. \"Tunggu! Tunggu dulu. Saya mau jawab. Dua calon itu sudah saya coret,\" ujar Prabowo. Belakangan, aksi joget gemoy itu kian rutin ditunjukkan Prabowo di ruang publik. Ia misalnya spontan berjoget gemoy saat kehabisan waktu dalam dialog publik di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Jawa Timur pada 24 November 2023. Di media sosial, frasa 'Jogetin aja' atau 'Senyumin aja' khas Prabowo-Gibran juga kian populer. Seiring itu, lomba Joget Gemoy pun marak digelar di berbagai da


Buku Hitam Prabowo Subianto140erah. Salah satunya diinisiasi oleh Dedi Mulyadi, eks Wali Kota Purwakarta yang kini jadi kader Gerindra. Penting ditegaskan bahwa ini semua adalah bagian dari gimmick dalam politik. Tujuannya tak lain untuk memoles citra, menggaet dukungan pemilih, terutama pemilih muda, mengalihkan perhatian masyarakat supaya lupa dengan catatan-catatan negatifnya. Dosis gimmick yang berlebihan dari Prabowo, juga Gibran menandakan pasangan ini tidak menjadikan adu gagasan sebagai sesuatu yang penting. Apalagi, mereka lebih sering absen dalam debat-debat publik yang digelar kampus dan institusi akademik lainnya. Gimmick adalah bagian dari upaya memperdaya publik dan mengelabui kesadaran publik. Ini adalah juga cara mendekati mayoritas pemilih dari kalangan milenial dan gen Z. B. Bagaimanapun, Karakternya Akan KetahuanNamun, menariknya, sehebat apapun think tank politik Prabowo menutupi wataknya dengan polesan seperti si Gemoy itu, tetap terbongkar juga aslinya. Insiden di mana dia mendadak menunjukkan muka aslinya terjadi saat ia


Prabowo dan Upaya Meraih Kekuasaan: Dari Jualan Narasi Besar, Hingga ‘Gemoy’141hadir hadir dalam acara 'Diskusi Bersama Perwakilan Kiai Kampung se-Indonesia' di Malang, Jawa Timur pada 18 November 2023.2.Saat seorang ibu peserta pertemuan itu bertanya kepadanya soal strateginya untuk bisa mengekspor ketela pohon, komoditi potensial di Malang, Prabowo meresponsnya dengan pertanyaan balik, “Maksud Ibu apa?’ dengan suara yang meninggi. Jawabannya terhadap pertanyaan itu kemudian ngalor ngidul. Dalam pertemuan itu ia juga tidak mau diajak bersalaman dengan kiai yang sempat memberinya pertanyaan dan ia memberi jawaban yang juga tidak nyamCerita tentang Prabowo yang suka marah-marah bukan baru kali ini. Pada 26 Febuari 2019, ia juga marah-marah di hadapan para kiai dan tokoh masyarakat di Pondok Pesantren Assadad, Ambunten, Sumenep. Video Prabowo marah itu sempat viral di media sosial.3.2 Bisnis (19 November 2023), \"Viral Jawaban Prabowo Dinilai Tidak Nyambung oleh Netizen, Ini yang Dibahas,\" diakses dari: https://kabar24.bisnis.com/read/20231119/15/1715739/viraljawaban-prabowo-dinilai-tidak-nyambung-oleh-netizen-ini-yang-dibahas.3 Viva (28 Februari 2019), \"Prabowo Marah di Depan Ulama, La Nyalla: Wataknya Memang Seperti Itu,\" diakses dari: https://www.viva.co.id/berita/politik/1125732-prabowo-marah-di-depanulama-la-nyalla-wataknya-memang-seperti-itu


Buku Hitam Prabowo Subianto142Prabowo tetaplah Prabowo, orang yang mudah terpancing emosinya, seseorang dengan pribadi yang tidak stabil. Dia gampang mengamuk dan kadang memperlihatkan kekerasan fisik. Cerita yang berasal dari lingkaran dalam Prabowo yang kemudian menyebar menyebutkan bahwa dia memukul, melempar telepon genggam dan asbak ketika dikecewakan kawan atau bawahannya. Beberapa orang yang pernah menjadi rival Prabowo ketika masih di militer menyebutkan karakter negatif Prabowo secara terbuka. Salah satunya A. M. Hendropriyono, yang menyebut Prabowo sebagai ‘psikopat.’Dalam sejumlah pernyataan publiknya ia juga sering menghujat musuh—yang tidak dia sebut namanya. Hal ini mengandung ancaman implisit pada aktor politik lain. Sebagai contoh, saat dikonfirmasi oleh jurnalis, Prabowo sering tidak menjawab pertanyaan mereka, tetapi justru menanyakan dari media mana jurnalis itu berasal, seperti sedang menyusun daftar mereka yang memperlakukannya secara tidak hormat. 4 Republika (6 Juni 2014), \"Hendropriyono Sebut Prabowo Psikopat, Hatta: Tidak Seperti Itu, diakses dari: https://republika.co.id/berita/n6q6px/hendropriyono-sebut-prabowo-psikopat-hattatidak-seperti-itu


Prabowo dan Upaya Meraih Kekuasaan: Dari Jualan Narasi Besar, Hingga ‘Gemoy’143Ditambah lagi, kecenderungan pribadi yang mudah tersulut amarah yang dapat berubah menjadi murka saat tidak mendapatkan apa yang dia inginkan. Jika ditarik ke belakang, jejak soal Prabowo yang temperamental itu sudah banyak dikisahkan. Sebuah cuplikan dialog penting antara KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur Presiden ke-4 RI sebelum Reformasi 1998 dengan seseorang yang mengaku urusan Prabowo menjadi salah satu contoh. \"Sampaikan pada Gus Dur, kalau tetap berkoar-koar seperti itu, saya punya 100 sniper (penembak jitu) yang siap membuangkan Gus Dur,” demikian kata utusan itu. Gus Dur meresponsnya dengan berkata, \"Kalau benar Prabowo bilang begitu, tolong tanyakan padanya, Pak Prabowo agamanya apa? Kalau dia menjawab Islam, tolong tanyakan nyawa itu milik siapa?\" Kutipan dialog itu dicuplik dari buku berjudul Gus Dur Presiden Republik Akhirat, karya Muhammad Zakki, yang dipublikasi pada 2010.Narasi lainnya yang bisa menggambarkan seperti apa sifat temperamen Prabowo adalah saat dia marah besar kepada Presiden BJ Habibie ketika terjadi krisis politik dan ekonomi pada 1998. Ia marah-marah karena Habibie mencopot jabatannya sebagai Panglima Komando Cadangan


Buku Hitam Prabowo Subianto144Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) pada 23 Mei 1998. Pencopotan itu persis satu hari setelah Habibie dilantik menjadi presiden menggantikan Soeharto. Prabowo, yang seorang prajurit, tentu saja karena menantu bekas presiden sebelumnya, merasa berhak marah dan tak terima dicopot. Agak sulit membayangkan Prabowo bisa berubah. Ia tetap saja emosional dan temperamental, meskipun usianya telah bertambah uzur. Kadarnya saja yang mungkin berkurang. Bagi yang terlewat dengan catatan sejarahnya, bisa dengan mudah googling, misalnya \"Prabowo gebrak meja podium\" atau makian Prabowo kepada juru media dengan kata kunci \"Prabowo pimpinan Jakarta Post brengsek\". Banyak sekali jejak digital arogansi yang merujuk pada periode kampanye Pilpres 2014 dan 2019 yang secara telanjang menunjukkan betapa ia tempramental.Sebuah survei lawas menjelang Pilpres 2014 yang diselenggarakan oleh Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia kiranya mengonfirmasi hal itu. Surevi itu menyimpulkan Prabowo memiliki kecenderungan gaya kepemimpinan otoriter. Penelitian ini dilakukan terhadap 204 psikolog di Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi yang berpengalaman dalam menilai kepribadian. Riset di


Prabowo dan Upaya Meraih Kekuasaan: Dari Jualan Narasi Besar, Hingga ‘Gemoy’145adakan pada 18-27 Juni 2014, dimana sebanyak 76 persen psikolog, menyatakan Prabowo bakal menjalankan gaya otoriter jika terpilih menjadi presiden. Apa yang bisa disimpulkan dari catatan-catatan ini? Kita punya alasan kuat untuk memprediksi bahwa Prabowo akan menjadi presiden yang menakutkan. Ia tidak akan sabar terhadap prosedur demokratis dan berpotensi melakukan penghukuman keras terhadap lawan-lawan politiknya. Begitu dia menemui frustrasi saat berkompromi dalam kehidupan demokratis—saat dia menemui jalan buntu berhadapan dengan DPR, MK, media dan institusi lainnya—sangat mudah membayangkan Prabowo akan mengambil jalan pintas atau tindakan darurat menyingkirkan semua rintangan itu.Ini bukan soal membunuh karakternya. Mengapa disebut membunuh karakter kalau aslinya memang seperti itu? Yang kita lakukan justru membuka topeng Prabowo biar generasi muda, Gen Z, melek. Dia akan menjadi gemoy saat kampanye untuk bisa menjadi penguasa. Kalau sudah jadi penguasa, muka aslinya yang bakalan ditunjukan kepada mereka yang mengkritiknya.


Bab VIDinasti Politik Jokowi dan Cawe-cawe untuk Prabowo-Gibran


Buku Hitam Prabowo Subianto148Kekalahan Prabowo dalam Pemilu 2019 berujung pada langkahnya merapat ke Presiden Jokowi. Pada 2019, Jokowi memberinya legitimasi dengan menariknya ke kabinet, sebagai Menteri Pertahanan. Penunjukan ini dianggap sebagai langkah Jokowi untuk memperbaiki citra politiknya yang bercampur dengan kontroversi. Lebih dari sekadar dukungan, Jokowi menyatakan bahwa jatah kemenangan sudah saatnya untuk Prabowo. Dia menyiratkan bahwa Prabowo yang menjadi rivalnya dalam dua Pilpres Prabowo berkuda bareng Gibran di Hambalang. (Foto: https://news.detik.com/pemilu/d-6975984/ragam-komentar-3-partai-kim-usai-gibran-menguat-cawapres-prabowo)


Dinasti Politik Jokowi dan Cawe-cawe untuk Prabowo-Gibran149sebelumnya mungkin akan menjadi pemimpin berikutnya.Dukungan Jokowi membuat elektabilitas Prabowo kemudian menanjak. Elektabilitasnya semacam mendapat recovery, berkat magnet politik Jokowi. Dukungan Jokowi itu menjadi makin kencang dengan upayanya meloloskan anaknya, Gibran Rakabuming Raka menjadi calon wakil presiden. Hal itu dilakukan setelah Jokowi diduga kuat ikut terlibat dalam cawe-cawe, termasuk melakukan intervensi terhadap gugatan batas usia capres ke Mahkamah Konstitusi yang dinahkodai iparnya, Anwar Usman. Kita semua tahu bahwa putusan MK itu menjadi karpet merah untuk Gibran. Dukungan Jokowi kepada Prabowo beririsan dengan upayanya membangun dinasti politik, yang sudah dimulai beberapa tahun belakangan ini.A. Dinasti Politik JokowiPresiden Joko Widodo (Jokowi) membangun dinasti politik dengan membawa kedua anaknya masuk ke dalam dunia politik. Langkah itu makin terang saat ia memberi 1 CNN Indonesia (7 November 2022), \"Jokowi: Saya Menang Pilpres 2 Kali, Setelah Ini Jatahnya Pak Prabowo,\" diakses dari: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20221107164525-617-870646/jokowi-saya-menang-pilpres-2-kali-setelah-ini-jatahnya-pak-prabowo.


Click to View FlipBook Version