The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Kuliner Langsung Larisfix 2023

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Tririan Arianto, 2024-03-24 22:41:06

Kuliner Langsung Laris

Kuliner Langsung Larisfix 2023

1 By : Tririan Arianto S.T Praktisi Kuliner


i Daftar Isi Menentukan Produk Yang tepat untuk bisnis kuliner Gerobakan……………………………………………………2 Memilih Merk Yang Menjual……………………..32 10 cara mencari Lokasi yang Strategis…………….39 Teknk Promosi Buka Langsung laris……………...74 Desain dan kemasan yang menjual…………….….86 Daftar Aplikasi Online Food1…………………….14 Mendapatkan Ratusan Calon Pegawai Outlet……121 Study Kasus modal 7 Jtan keuntungan 8jtan saat PPKM Darurat…………………………………..126 Study kasus laba 10 jtan dari Container kebab…….133


ii KATA PENGANTAR Alhamdulillah, segala Puji Bagi Allah SWT yang telah memberikan Nikmat Iman dan Nikmat kehidupan di dunia ini untuk berkarya. Sholawat dan Salam Kami haturkan kepada Baginda Rasulullah SAW beserta sahabat dan kita semua hingga Akhir Zaman. Ucapan terima kasih kepada Keluarga, istri dan anak2ku yang mensupport terseesaikannnya buku ini. Smeoga menjadi Amal Jariyah. Buku ini lahir karena kegelisahan penulis dalam memulai bisnis kulner dengan modal yang tidak banyak alias terbatas. Berkali-kali penulis membuka usaha kuliner mulai dari frozen food, kuliner dengan booth lipat, dengan rombong, semi container hingga membuka rumah Makan. 10 Tahun lebih sudah dijalani. Ada yang tetap bertahan, namun banyak yang tutup juga. Dari sekian pengalaman tersebut, Lahirlah buku ini yang memuat ringkasan perjalanan membuka outlet kulinier terutama dengan rombong atau booth atau gerobak dengan modal sangat terbatas namun bisa


iii menguntungkan dan eksis. Semoga buku ini bisa membantu UKM dan UMKM kuliner setdaknya bisa menghidupi keluarga mereka dengan berbisnis Kuliner. Saran dan kritik kami sangat butuhkan untuk perbaikan buku ini. Terima kasih Hormat Kami, Tririan Arianto S.T


iv


1


2 1. Menentukan Produk Yang tepat untuk bisnis kuliner Gerobakan Mengapa Memilih Bisnis Kuliner ??? 1. Potensi busines kuliner yang luar biasa besar dan menarik 2. Kesempatan untuk passive income yg terbuka lebar 3. Entry barrier yang relatif lebih mudah 4. Never ending business, setiap orang butuh makan


3 1. Yang sesuai dengan kompetensi yang kita miliki saat ini. 2. Yang sesuai dengan sumber daya yang kita miliki saat ini. 3. Yang punya potensi untuk dijadikan besar 4. Yang sesuai dengan resiko yang kita saya ambil saat ini 5. Yang sesuai dengan kondisi waktu kita saat ini 6. Yang sesuai dengan kekuatan modal kita saat ini 7. Yang sering saya order Ketika kulineran 8. Yang sering saya masak Ketika dirumah 9. Yang sering orang bilang enak Ketika saya bagikan ke orang lain 10.Yang Jualannya cukup didepan rumah dan modalnya murah Silahkan dipilih mana yang Akan Anda Pilih Ketika Anda memutuskan untuk berbisnis Kuliner. Pilih Min 3 dan urutkan: 1. 2. 3. Bisnis Kuliner yang mana yang cocok untuk saya?


4 Pilihan Bisnis Kuliner Anda akan sangat menentukan berapa lama bisnis Kuliner Anda akan bertahan. Terutama bagi Anda pemula yang akan menjalankan bisnis Kuliner. Mari Kita Bahas. Saya cerita dulu, 2008 saya memulai bisnis kuliner, setelah menyelesaikan kontrak kerja di perusahaan telekomunikasi di Saudi arabia. Kuliner pertama yang saya buka adalah Jamur Crunchy, yaitu olahan jamur toram dengan bumbu bumbu rasa2. Dengan topping saos dan mayonnaise. Saait itu saya mengambil bisnis kemitraan jamur dibandung. Setelah melihat prospek bisnis jamur crispy laris. Saya beranikan buka brand sendiri dengan nama jamur Crunchy. Tepatnya di daerah keputih Surabaya. Dengan dengan kampus ITS Surabaya. Saat itu sedang booming bisnis franchise dan kemitraan kuliner makanan dan minuman. Karna cukup rame penjualan di outlet pertama. Ami Buka cabang outlet hingga 3 outlet. Dalam Perjalanannya, Banyak permintaan buka cabang dari berbagai daerah. Dari Banyaknya permintaan itu, akhrnya kami membuka kemitraan, jamur crunchy hingga total ada sekitra 40an outlet baik milik sendiri maupun milik mitra kami.


5 Outlet Jamur Crunchy Surabaya 2009


6 Permasalahan Mulai Muncul satu persatu. 1.Mengapa Outlet2 mitra tidak sebagus Outlet pusat yang pertama? 2.Mengapa outlet cabang sendiri juga tidak sebagus outlet pertama? 3.Mengapa akhirnya banyak mitra memutuskan untuk tidak berjualan lagi atau menambah produk di outletnya atau bahkan tidak lagi menjual jamur crunchy namun dibuat untuk menjual produk yang lainnya… Pernah Kebayang kondisi semacam itu, saya kira banyak ya. Apalagi yang membeli kemitraan kuliner atau franchise kuliner. Ternyata kondisinya berbeda jauh dibandingkan dengan outlet pusat atau penawaran bisnis franchise atau Kemitraan yang di tawarkan. Anda sering melihat fenomena ini atau bahkan Anda pernah atau sedang mengalaminya? Saya juga pernah, mari kita uraikan satu persatu. Semoga bisa menjadi perbaikan untuk anda yang mau memulai lagi bisnis kuliner dengan menggunakan outlet atau rombong atau gerobakan.


7 Beberapa Solusi kita bedah dari berbagai Sudut Pandang… 1.Niat 2.Mindset 3.Modal 4.Ilmu 5.Lokasi 6.Penawaran 7.Produk 1.Niat Ketika kita memulai bisnis kuliner dengan gerobak atau rombong maka ada berbagai niat yang muncul masing masing dari kita. Niat hanya sekedar untung tapi tidak mau rugi Niat bisnis kuliner hanya untuk coba coba Niat Bisnis Kuliner yang benar2 ingin dibesarkan


8 Niat bisnis kuliner karna kepepet kebutuhan hidup dengan modal pas pasan Niat ingin membesarkan bisnis, mencari ilmu dan cara untuk membesarkan bisnis kulinernya dan berharap bisa membuka lapangan kerja Niat ini sangat menentukan gerak dan kegigihan kita dalam menjalankan bisnis yang akan kita jalani. Setidaknya inilah yang saya rasakan selama ini. Coba Anda renungkan dahulu sebelum dilanjut. Saya ilustrasikan 2 niat saja. Pertama, Niat coba coba. Niat ini biasanya ada tipe orang yang punya modal yang memang disisakan untuk memulai usaha dengan harapan jika usahanya berhasil maka orang tersebut akan bersyukur dan kemungkinan akan meningkatkan bisnisnya dengan cara menambah cabang atau memperbesarkan bisnis pertama atau meningkatkan bisnisnya dengan cara yang lain. Jika tidak berhasil maka orang tersebut bersikap “nothing to loose” atau ya sudahlah tidak apa. Lagipula modal ini memang saya siapkan untuk coba2. Syukur syukur jika berhasil. Jika sudah ya sudahlah berarti saya belum berbakat untuk memulai bisnis atau


9 dijadikan pelajaran untuk memulai bisnis selajutnya. Apakah Anda merasa begitu? Kedua, Niat untuk membesarkan bisnis kuliner dengan harapan bisnis akan membesar dan bisa membantu banyak orang mendapatkan pekerjaan. Niat seperti ini biasanya orangnya sudah punya persiapan yang lebih matang daripada orang dengan niat pertama tadi. Setidaknya orang ini memiliki persiapan moda yang lebih baik dan ilmu atau pengalaman bisnis dari sebelumnya baik kuliner maupun non kuliner. Bedanya dengan niat ini, orang tersebut akan lebih hati2 dalam menyiapkan bisnisnya. Akan memperhitungkan setiap Langkah yang akan diambil sehingga angkah nya terukur. Jika ada kegagalan kegagalan kecil pun akan segera di evaluasi dan dijadikan pelajaran penting untuk melangkah dan mencari solusi dari setiap permasalahan yang timbul . Niat yang besar ini akan menjadi trigger semangat yang tinggi untuk tidak taku terhadap ancaman dan ketakutan2 yang terjadi kedepannya. Contoh kecil misalnya. Omset tidak sesuai target maka akan segera dievaluasi dalam jangka waktu tertentu. Akan dicari tahu dengan detil mengapa tidak mencapai target. Misalnya: marketing online belum rutin di jalankan, kontennya kurang greget, team penjualan


10 belum menjalankan SOP, produknya belum sempurna, lampunya kruang terang dsb. Jadi orang tersebut akan selalu melakukan evaluasi dan perbaikan dalam menyelesaikan masalah tersebut dengan terukur dan sistematis. Ini adalah contoh table masalah harian untuk orang yang memiliki niat yang besar maka akan focus mencari solusi dengan target2 yang lebih jelas dan terukur. Apakah Anda Juga Melakukan hal Yang sama?


11 2 . M i n d s e t . Mindset dapat diartikan sebagai suatu kumpulan pemikiran yang terbentuk sesuai dengan pengalaman dengan keyakinan sehingga dapat mempengaruhi perilaku atau cara berfikir seseorang dalam menentukan suatu sikap, pandangan hingga masa depan seseorang. Mindset ini Penting sekali ditanamkan ke pebisnis kuliner apalagi untuk pebisnis kuliner pemula Agar menjadi pedoman dan pengetahuan yang komperhensip sehingga bisa melihat permasalahan dan mencari solusi lebih mendalam. Beberapa mindset dalam bisnis kuliner yang sering kita jumpai di bisnis kuliner. 1.Sukses karena “Dukun” Sebagian cerita2 masih ada anggapan kalo tidak ke dukun atau memakai jampi2 maka bisnis kuliner tidak akan berhasil. Bahkan ada anggapan bahkan jika bisnis kuliner itu rame sekali dan viral itu karena ada “Jinnya” atau ada “Jimmatnya”. Mungkin benar adanya. Tetapi itu tidak boleh kita jadikan patokan kalo tanpa jin atau jimat itu bisnis kuliner kita tidak bisa rame atau lari oleh pembeli. Mindset ini perlu dibuang jauh2. Apalagi masuk dalam Syirik…


12 2.Sukses karena Modalnya Besar. Sebagian orang menganggap untuk sukses dibisnis kuliner itu harus bermodalkan besar. Jika Mindset ini benar Maka tidak aka nada orang yang mau berbisnis kuliner karena modalnya butuh uang besar. Memang banyak yang bisnis kuliner yang modalnya besar dan sukses. Namun banyak juga modalnya besar tapi tidak berhasil. Sebaliknya banyak yang modal sedikit yang gagal. Namun Ada juga modalnya sedikit namun sukses dibisnis kulinernya bahkan bisa menghidupi banyak orang. Nah, di buku ini yang akan dibahas adalah pola sukses di bisnis kuliner khususnya yang modalnya sedikit namu memiliki kesempatan suksesnya besar. Tanpa “jimat” namun berdasarkan data2 dan pengalaman. Sehingga bisa diduplikasi dibanyak bisnis kuliner untuk pemula. Saya sertakan contoh2nya nanti dan Apa saja yang sudah saya kerjakan juga. 3 . B i s n i s K u l i n e r i t u “M u d a h ”. Ini yang sering saya temui Ketika saya menjual booth/rombong/gerobak kepada calon pembeli. Mereka menggangap bisnis kuliner itu mudah. Cukup pakai booth yang murah jual didepan rumah atau di car free day. Dan berharap bisnis kulinernya bisa langgeng dan besar. Apakah anda tipe seperti itu?


13 Ada nggak yang berhasil seperti itu? Bentar dulu kategori berhasil itu apa? Kalo jualannya laris saat bazar atau car free day. Ya berarti suskes saat acara itu. Tapi kalo jualan sehari hari terus rame dan minimal mendapatkan penghasilan 1 sampai 10 kali UMR dari bisnis kuliner seperti itu kayaknya ada tapi jarang banget dan tidak umum. 3 . M o d a l Dalam Buku ini Akan Kami Bahas Bisnis Kuliner dengan Booth/rombong/gerobak yang modalnya sangat terbatas. Modal 3-10Jtan setidaknya bisa menghasilkan rutin 1-2 kali UMR peroutletnya. Selanjutnya jika sudah rame dan stabil bisnisnya maka selanjutnya terserah Anda. Bisa menambah Outlet, atau membuka kemitraan atau Franchise atau diinvestasikan ke dalam bentuk lain. Jadi dengan modal relative kecil yang mungkin Anda kumpulkan dari hasil kerja, pinjam keluarga, pinjaman Lembaga keuangan dan sebagainya itu sanga beresiko untuk gagal jika anda tidak berusaha mencari keilmuan dan beajar dari pengalaman orang lain dahulu.


14 Semoga buku membantu Anda bisa endapatkan pengalaman dari kegagalan dan keberhasilan kecil dibisnis kuliner dengan modal relative kecil dan bisa langsung dipraktekkan. Modal yang relative kecil ini semoga bisa menguatkan Anda untuk bisa survive dan berkembang di bisnis kuliner karna faktanya banyak yang tidak berhasil di saat menggunakan modal kecil untuk memullai bisnis kuliner. Namun ada juga yang berhasil mendapatkan penghasilan lebih besar dari UMR kota besar bahkan berlipat lipat dari UMR kota dengan modal yang relative kecil. Untuk Memulai bisnis kuliner dengan modal kecil ini untuk diawal tidak akan memeakai iklan berbayar baik FB dan IG maupun Endorse. Murni bisa dilakukan sendiri maupun Bersama karyawan Anda. Karna tujuan ini adalah supaya pebisnis pemula dibidang kuliner khususnya dengan rombong atau gerobak bisa eksis bisnisnya dan menguntungkan.


15 4.Ilmu Waktu Memulai bisns Jamur itu modalnya hanya nekad dan yakin bisa berhasil tanpa memikirkan bagaiman nanti mengeoloanya, mengembangkannya dan sebagainya. Pokoknya jalan dulu deh.Apalagi saat itu baru kami yang pertama di Surabaya buka outlet kuiner jamur crispy dengan rombong dan dilokasi strategis, pinggir jalan yang di lewati anak2 mahasiwa ITS. Cocok dah Alhamdulillah outlet rame banget, saat itu tahun 2009 jualannya masih harga 5000an. 80-100 Porsi laku perharinya. Keramain dioutlet itu membuat banyak yang ingin buka kemitraan. Akhrnya dibukalah kemitraan dengan hanya bermodal keramaian outlet pertama. Tidak Ada Mou khusus, hanya SOP sederhana yang digunakan untuk cara memesak jamru crispy seerti dioutlet kami. Selain memeiliki banyak mitra, mulailah muncul competitor2 baru dengan merk bermacam2. Disinilah diuji apakah kita berbisnis menggunakan keilmuan atau berbisnis sekedar hoki atau bahkan modal nekat saja seperti saya dulu….. ^_^… Pointnya adalah memang memulai bisnis butuh keberanian untuk memulainya namun jangan lupa dengan mencari ilmu bisnis maupun pengalaman dari orang lain. Karena dibisnis sendiri banyak sekali ilmu


16 yang harus diperhatikan jika kita baru memulai usaha kuliner. Untuk yang sudah berkembang bisnisnya tentu semakin banyak lagi ilmu yang harus dipelajari… Diawal mau membuka bisnis kuliner untuk saat ini setidaknya anda butuh pengetahuan dan keiulmuan seperti berikut ini. 1.Riset Produk kuliner yang cocok untuk gerobak atau rombong 2.Membuat produk Kuliner yang berbeda dengan yang lainnya. Berbeda bisa secara rasa lebih enak, topping lebih banyak, kemasan lebih bagus dan sebagainya 3.Desain menu, kemasan dan rombong yang “eye catching” dan sesuai kaidah keumuman warna kuliner 4.Menyusun Harga pokok penjualn dan menentukan harga jual yang pas 5.Teknik Meramaikan outlet kuliner dari pertama kali buka 6.Menstandarisasi produk dan penyajian 7.Mampu mengatur keuangan Outlet 8.Mapu membuat konten dan rutin posting ke social media Saya kira untuk diawal keilmuan ini cukup untuk embuat outlet kuliner Anda ramai. Ingat, tidak harus Anda kerjakan sendiri, bisa Bersama keluarga anda,


17 team Anda Atau serahkan ke orang lain untuk pengerjaannya


18 5.Lokasi Untuk Bisnis kuliner Lokasi ini bisa menempati Urutan pertama jika Anda Yakin produk Anda bakal laku di pasaran. Coba Anda perhatikan, penjual penyetan atau pecel lele. Rata rata yang rame adalah yang jualannya dekat banget dengan jalan. Bahkan banyak yang mepet dengan jalan sampai tidak muat parkirnya. Mereka rela bongkar pasang outletnya setiap hari karena outletnya rame. Meskipun sekarang ada aplikasi online Food, Lokasi masih sangat menentukan outlet anda bakal rame atau tidak. Karena utnuk pemula, tidak udah juga untuk mendaftar aplikasi online food, belum lagi mengoptimasinya. Maka Langkah awal yang bisa dilakukan sambal menunggu aplikasi onlineya bisa menghasilkan adalah mencari lokasi yang strategis. Sebagian orang lebih memiih sewa lokasinya murah dari pada sewa lokasinya lebih mahal tapi sanagat menentukan keramiain outletnya. Untuk pembahasan lokasi anda dibahas selanjut lebih detil di bab 10 cara mencari Lokasi yang Strategis Pastikan Anda membacanya dan mendapatkan informasi yang tepat sesuai dengan kondisi yang sedang Anda Alami masing masing.


19 6.Penawaran Sebagian pebisnis pemula dibisnis kuliner karna modal nekat jadi asal buka saja. Sudah Yakin Produknya enak Sudah yakin Produknya bakal laku Sudah yakin bakal untung sekian Sudah yakin bakal terus berkembang Sudah yakin kemasannya bagus Sudah yakin rame karna beli Franchise atau kemitraan Mulailah Mereka Jualan. Dan Apa Hasilnya??? Sebagan besar tidak Sesuai Ekspektasi. Lambat laun, dalam hitungan hari sudah tidak semangat lagi, sudah tidak yakin lagi bisnis ini akan sukses atau tidak dan sebagainya… Akhirnya tidak sampai sebulan bahkan tidak sampai seminggu bisnis kulinernya tutup.


20 Saya sering menjumpai ini… Apakah Anda sering menemukan kondisi ini? Atau Anda pernah atau sedang mengalami? Saya pernah mengalaminya Tidak enak rasanya. Ya malu, ya hilang semangat yag bingung mau ngapain lagi setelah ini….. Dari pengalaman seperti ini sekaligus belajar dari pengalaman orang lain, akhirnya saya membuat formula dan menerapkannya dalam beberaa outlet baik dalam merk yang sama maupun merk yang berbeda. Alhamdulillah hasilnya bagus Kali ini saya bicara tentang penawarannya dulu. Bayangkan Jika Anda ingin buka outlet kuliner di esok hari. Apa yang sudah anda persiapkan agar bisnis kuliner Anda bisa rame saat pertama kali Jualan? 1.baca Do’a 2.Yakin sudah matang persiapannya 3.Dan sebagainya… Sudahkah dihitung berapa biaya operasional yang harus Anda tanggung jika outlet anda sepi?


21 Saya kasih contoh… Misalnya Anda jualan Produk Kuliner burger Biaya sewa = Rp. 30.000; Gaji Karyawan 1org = Rp. 50.000; Listrik, dll = Rp. 10.000; Total biaya fix yang harus keluar jika dihitung perhari adalah RP. 90.000; Jadi Perlu Anda pikirkan berapa penjualan atau omset perhari yang harus didapatkan minimal tidak untung atau Tidak rugi atuau mencapai titik impasnya. Misalnya titik impas tidak rugi dan tidak untugnya adalah 3 kali biaya operasional yang fix harus keluar maka omset atau total penjualan ahrian yang perlu Anda keluarkan Adalah sebesar RP. 270.000; Jika dihitung dalam jumlah produk yang harus terjual maka hitungannya menjadi 270.000: 10.000 (asumsi rata2 harga produk anda) = 27 Produk perhari. Jika dihitung lagi dengan waktu misalnya 1 hari waktu jualanny adalah 7 jam per hari maka setiap jamnya Anda perlu menjual kurang lebih 4 produk.


22 Nah sekarang Anda perlu pikirkan Kembali . Apakah anda yakin dengan persiapan anda sedangkan besok hari anda sudah harus membuka atau opening bisnis kuliner Anda. Maka, perlu anda pikirkan bagaimana caranya supaya bisnis kuliner anda bisa laris minimal mencapai tiitk impasnya… Salah satunya adalah membuat penawaran produk anda menarik dimata calon konsumen anda. Cara nya macam2. Nanti lebih detil dibahas di bab yang lain. Salah satu cara yang saya lakukan supaya bisa langsung laris dari hari pertama jualan adalah bagi bagi produk gratis…tidak tanggung tanggung jumlah 300 Porsi… Pertanyaannnya, • Apa tidak rugi??? • Boro2 kasih gratisan, untuk modal masih pas pasan • Hitungannya bagaimana?


23 Ini adalah salah voucher dan banner saat opening kebab di sidoarjo. Ini sudah sekian kali saya lakukan. Bukan rugi, malah untung besar saat launching sebulan. Langsung untung 8 jutaan Saat itu belum ada shoppe food, dan belum saya daftarkan ke aplikasi online food saat launching Hitungannya nanti saya detilkan di bab yang lain.


24 Jika Anda kuatir, pastikan dulu produk anda bakal diminati konsumen Anda. Cara mencari produk yang cocok di bisnis kuliner gerobakan ada di bab yang lain. Baca terus hingga Akhir ya… Ini adalah contoh brand kebab yang lain yang saya ciptakan tahun 2018. Saat itu saya gunakan cara yang sama saat melaunching outlet kebab. Hasilnya dari buka langsung diantri customer. Langsung untung besar di Bulan pertama padahal satu bulan itu saya gratiskan 300 porsi kebabnya….


25 Pointnya: Bikin penawaran yang menarik saat launching, tidak tahu rugi jika produk kita sudah yakin bakal ramai diminati konsumen. 7.Produk Tentang Produk ini nanti ada pembahasan tersendiri di bab yang lain. Namun intinya tidak bisa hanya melihat produk kuliner viral diyoutube atau di media social lalu Anda langsung ikut ikutan jualan produk itu….. Jangan terburu buru…Belajar dulu dan pahami karakteristiknya masing masing Setidaknya buatlah alasan kenapa Anda memilih Produk xxx untuk dijadikan bisnis kuliner Anda? 1. 2. 3. 4. 5.


26 Riset Produk Kuliner Gerobakan 1.Identifikasi Bisnis Kuliner Sebelum Kita membuat dan mencariproduk kuliner yang akan kita jadikan Bisnis, Alangkah Baiknya kita tentukan dulu Goal atau tujuan utama dari bisnis kuliner yang akan kita jalankan. Untuk Pemula dan dengan modal kita tidak banyak. Maka Kita tentaukan Goal dan identifikasi bisnis Sebagai Berikut: Modal Awal :<10Juta Model Bisnis : Gerobak / Rombong Revenue Stream :Offline dan Online Food (Aliran Pendapatan) Sewa : Bulanan < 1 Jt/bln Target Omset Harian : 300Rb-1jt / hari Target Omset Bulanan : 10-30Jt Target Laba Bersih : 4-10Jtan/Bln


27 2.Menentukan Produk Yang Sesuai dengan Goal atau Tujuan Untuk menentukan Produk Kuliner yang Sesuai Setelah menentukan goal atau tujuan kita berbisnis kuliner diatas. Penting kita ketahui Parameterparameter yang perlu diperhatikan sebelum kita memeutuskan untuk memilihnya. 2.1 Enak vs Evergreen vs Booming (Viral) Parameter Ini mengidentifikasikan produk kuliner itu yang akan kita cari berdasarkan Enaknya atau Evergreen (Sudah Umum) atau produk yang sedang booming atau viral. Setiap plihan ada konskuwnsinya. Ada plus minusnya. Mari kita bahas sebentar.


28 Apakah Anda Berniat Menjual Produk Yang paling enak di kategori kuliner Anda? Jika Jawabannya iya. Maka Kerjakanlah, Pastikan Anda memliki rencana untuk mendapatkan resep kuliner anak adalah yang terenak. Minimal di kota Anda. Pastikan Anda memilik Jadwal waktu yang jelas kapan Anda selesai mendapatkan produk terenak tersebut. Sambil membuat pastikan juga dengan sumber daya Anda. Modal, team, Kerumitan Operasional, bahan baku yang mungkin berubah karena musim tertentu, bahan bakunya tidak mudah didapat dan sebagainya. Jika Anda tidak mempertimbangkan hal tersebut dari awal. Maka siap2 saja Anda akan menemui Kendala tersebut di kemudian hari. Maka pertimbangkanlah. Memiliki Ego untuk menjadi terenak dibisnis kuliner boleh saja. Faktanya, memang yang berhasil dikenang dan dikunjungi karena factor enaknya. Namun banyak juga bisnis kuliner tidak hanya laris karena enaknya. Ada banyak factor pendukungnya. So Go A Head. Silahkan dilanjutkan. Anda sudah benar. Tinggal Anda pertimbangkan factor tadi.


29 Bagaimana jika saya tidak berhasil mendapatkan produk kuliner terenak??? Tenang anda masih bisa memilih produk kuliner factor lainnya. Misalnya Anda memilh produk yang evergreen alias sudah umum di masyarakat Indonesia misalnya. Contoh: Nasi Goreng. Maka Langkah sederhana yang perlu Anda lakukan adalah survey ke 10 merk nasi goreng didaerah Anda. Cobain rasanya. Buatlah list atau daftar 1-10 dari yang teramai ke yang sepi. Amati polanya. Perhatikan. Lokasi, harga, produk utama, topping, brapa lama usahanya dan brapa rata porsi terjualnya. Dari sana Anda bisa menarik kesimpulan sementara. Ternyata yang paling rame adalah karena(…….)bisa Anda list berurutan. Saya juga masih bingung belum dapat resep terenak dan produk kuliner umum yang bisa dijadikan bisnis. Bagaimana selanjutnya??? Salah satu yang bisa dicoba untuk alternative adalah Bisnis Kuliner yang sedang Viral di media social. Amati polanya kenapa ramai…..!!! Detilkan


30 1.Produknya : 2.Harganya : 3.Toppingnya : 4.Kemasannya: 5.Ukurannya : 6.Cocoknya di kota besar atau kecil? 7.Apakah musiman atau potensi berkelanjutan : 8.Apakah terpengaruh musim panas atau Hujan : 9.Apakah Keuntungannya sesuai dengan harga produknya 10. Apakah Membutuhkan modal besar : 11.Apakah Proses menjalankan bisnisnya rumit atau sederhana? 12.Apakah mungkin bisa di jual dalam kemitraan atau franchise? 13.Siapa target market utamanya? 14. Apakah Cabangnya juga seramai outlet pusatnya 15.Apakah merknya yang lain buka produk yang sama di tempat lain juga Ramai? Jika sebagaian Jawaban Menunjukkan Kesesuain dengan kondisi wilayah anda, budget anda, daya beli diwilayah Anda. Maka Langkah Anda sudah tepat untuk memilih bisnis kuliner tersebut.


31 Perhatikan table ini, bisa anda simulasikan produk anda lalu Anda tetapkan skornya. Skor tertinggi layak untuk anda pilih untuk menjadi pilihan bisnis kuliner Anda. Parameter2 diatas bisa anda tambah atau Kurangi sesuai kondisi Anda.


32 Bab 2 Memilih Merk Yang Menjual


33 KEUNTUNGAN PUNYA BRAND YANG KUAT K O N S U M E N M U D A H M E N G E N A L I K O N S U M E N Y A K I N D E N G A N K U A L I T A S / V A L U E M E N G U R A N G I P E R S A I N G A N H A R G A H A L Y A N G S U L I T D I T I R U P E S A I N G M E N G U R A N G I U S A H A D A L A M M E N J U A L P R O D U K


34 Tahapan Membuat Merk Yang Menjual 1. Apa saja alternatif nama nya? 2. Googling, apa hasilnya? Konotasi negatif/positif 3. Mana saja yang dapat di daftarkan HAKI 4. Survey dan minta pendapat 5. Relevan dengan target market 6. Hindari Konotasi Negative 7. Buat Short List 8. Pilih Salah Satu dan Jalankan 9. Daftarkan ke Haki


35 Contoh Penamaan Merk 1.Nama Produk Utama+Merk 2.Nama Brand/Merk


36 Nama Produk Utama+Merk Terkenal Merk terkenal Contoh: 1.Bakmie Mewah 2.Lapis Kukus Pahlawan 3.Bakpia Tugu 4.Geprek Bensu 5.Bakso Boedjangan Warning !!! Pastikan Merk Anda tidak dalam 1 kelas dengan merk yang sudah terkenal tersebut Contoh Nama Produk Utama+Merk Terkenal KEBAB MEWAH Nebeng Merk yang sudah Terkenal


37


38 Contoh Merk Yang Tidak Seharusnya dipakai: 1.Nama merk + Konotasi negative Mie Setan, nasi Goreng Jahanam, bakso Pocong Jangan dipakai, ketika mendaftarkan halal MUI nama tersebut akan di tolak dan tidak disetuji. Sudah banyak contohnya. 2.Nama merk + Nama Yayasan Es Teh Yayasan Adil Makmur Nasi Goreng sukses berkah Yang kita jual adalah produknya bukan branding yayasannnya. Pastkan merk tersebut tidka dipakai 3.Nama merk + Nama orang Es Teh Joko Mie goreng ibu budi Sebisa mungkin dihindari untuk meskipun ada beberapa yang pakai dan berhasil tapi perhatikan untuk pemula rata2 tidak dipakai merk itu 4.Nama Merk yang Panjang Bakso beranak surga gembira Es teh seger bikin kamu hilang hausnya


39 Bab 3. 10 cara mencari Lokasi yang Strategis


40 Versi teorinya saya cuplikan dari website. Versi praktekknya silahkan dibaca versi pengalaman saya. Dengan begini kita jadi kaya ilmu tinggal dipraktekkan sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. 1 5 T i p s M e m i l i h L o k a s i u n t u k B i s n is K u l i n e r y a n g Te p a t V e r s i f n b p r e n e u r . i d . Bisnis kuliner merupakan bisnis yang cukup banyak menarik minat sebagian besar orang. Mulai dari pelaku usaha, politisi, dan selebriti mulai membuka bisnis kuliner di berbagai wilayah. Maka dari itu, penting untuk kamu mengetahui cara memilih lokasi bisnis kuliner. Karena lokasi adalah faktor yang sangat berpengaruh dalam menentukan kesuksesan bisnis kamu. Apabila kamu salah menentukan lokasi yang tepat, bukan tidak mungkin bisnis kamu akan sepi pembeli. Kamu pasti tidak mau bukan hal tersebut akan terjadi pada bisnis kuliner milikmu? Oleh sebab itu, mari simak informasi selengkapnya tentang pemilihan lokasi bisnis kuliner di bawah ini!


41 • Tips Memilih Lokasi Bisnis Kuliner dengan Tepat o 1. Lokasi Strategis o 2. Lokasi Bersih o 3. Keamanan Lokasi o 4. Tingkat Kompetisi o 5. Usaha Sekitar yang Mendukung o 6. Lokasi Mudah Dijangkau o 7. Lokasi Sesuai Target Pasar o 8. Hindari Sikap Impulsif o 9. Lokasi Ramai o 10. Menyediakan Lahan Parkir o 11. Tampilan Lokasi Bisnis Kuliner o 12. Lokasi di Tengah Perkampungan o 13. Harga Lokasi Sesuai o 14. Lokasi dengan Pemandangan Indah o 15. Pahami Komitmen Penyewaan Lokasi Bisnis • Siap Menerapkan Tips Memilih Lokasi Bisnis Kuliner di Atas? Tips Memilih Lokasi Bisnis Kuliner dengan Tepat Berikut ini, tips-tips memilih lokasi bisnis kuliner yang tepat untuk kamu:


42 1. Lokasi Strategis Menentukan lokasi bisnis dalam bidang kuliner tidak dapat kamu pandang sebelah mata. Kamu membutuhkan ketelitian dan juga kesabaran. Sebaiknya, kamu mempertimbangkan untuk memilih lokasi yang strategis. Contoh lokasi yang strategis, seperti di dekat kawasan perkantoran, kampus, atau kompleks perumahan. Karena peluang konsumen berkunjung berulang kali cukup tinggi. Meskipun istilah strategis cukup luas, namun setidaknya kamu dapat mulai membuat indikator strategis. Kemudian sesuaikan jenis usaha kuliner kamu dengan lokasi tersebut. Contohnya, dekat jalan raya, pusat kota, dekat kota, atau dekat pusat penjualan bahan baku. 2. Lokasi Bersih Kamu juga harus mempertimbangkan tingkat kebersihan dari lokasi bisnis tersebut. Sebaiknya, kamu memilih lokasi bisnis kuliner yang bersih supaya pengunjung atau konsumen merasa nyaman dan betah saat mengunjunginya.


43 Lokasi yang bersih juga bisa membuat konsumen untuk merekomendasikan restoran kamu kepada orang terdekat mereka. Sadarilah, bahwa lingkungan dan suasana yang bersih dapat menambah kenikmatan hidangan untuk konsumen. Meskipun seandainya kamu memilih kawasan di pelosok kota atau perkampungan. Tidak ada salahnya untuk mengeluarkan biaya lebih banyak demi menjaga kebersihan di sekitar restoran kamu. 3. Keamanan Lokasi Cukup banyak faktor yang berpengaruh dalam meningkatkan rasa nyaman pelanggan, selain faktor kebersihan. Salah satunya, yaitu faktor keamanan lokasi dari bisnis kuliner. Jika lokasi restoran kamu aman, tentunya pengunjung juga dapat menikmati hidangan tanpa harus mengkhawatirkan tentang barang-barang mereka yang ada di dalam kendaraan. Lokasi bisnis kuliner kamu yang tepat dan aman juga bisa meminimalisir potensi rusaknya reputasi bisnis kamu.


44 Kemungkinan perusakan atau pencurian dapat kamu cegah dengan memilih lokasi dengan tingkat keamanan tinggi. Semua jenis bisnis kuliner wajib memperhatikan keamanan lokasi untuk menjaga kenyamanan pelanggan. 4. Tingkat Kompetisi Jika kamu baru memulai bisnis kuliner dan brand kamu belum terkenal, sebaiknya memilih lokasi dengan tingkat persaingan rendah. Karena mengambil alih konsumen dari kompetitor kamu di lokasi yang sama, pastinya membutuhkan usaha yang luar biasa. Mulai dari segi promosi, inovasi baru, dan kualitas produk yang harus selalu kamu tingkatkan. Pastinya kamu harus menyediakan modal yang cukup besar untuk melakukan semua hal tersebut. Maka dari itu, lokasi dengan tingkat kompetisi rendah dapat menjadi alternatif jitu dalam memilih lokasi bisnis kuliner. Tetapi, hal itu tidak berlaku jika kamu memiliki bisnis kuliner dengan jenis yang berbeda. Contohnya, kamu membuka bisnis kuliner roti, sementara jenis bisnis kuliner lainnya seperti gorengan, warteg, atau seafood. Karena mereka bukanlah


Click to View FlipBook Version