1
2
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur bagi Allah SWT, berkat limpahan rahmat dan hidayah-Nya
penulis berhasil merampungkan buku tentang kumpulan materi mata kuliah manajemen
pemasaran islam yang berjudul “Manajemen Pemasaran Syariah” ini. Shalawat dan salam
semoga selalu tercurahlimpahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW.
Buku ini disusun dalam rangka menambah pengetahuan mengenai manajemen
pemasaran Syariah, serta untuk memenuhi Tugas Akhir Semester (UAS) mata kuliah
Manajemen Pemasaran Syariah dosen pengampu Dr. Syaeful Bahri, S.Ag., M.M. Buku ini
berisi tentang teori-teori dan praktik marketing Syariah, tentang Konsep marketing, strategi
marketing syariah, Konsep manajemen pemasaran syariah, Perilaku konsumen pemasaran
syariah serta Nilai pelanggan dalam marketing syariah. Buku ini baik di gunakan oleh
mahasiswa/I sebagai referensi mata kuliah manajemen pemasaran Syariah, serta praktisi
marketing Syariah sebagai panduan melakukan pemasaran yang sesuai dengan Syariah.
Terbitnya buku ini tak lepas dari bantuan pemikiran berbagai pihak, terutama dosen
pengampu mata kuliah manajemen pemasaran Syariah, Dr. Syaeful Bahri, S.Ag., M.M. Untuk
itu dengan ketulusan hati saya sampaikan terimakasih yang tak terhingga. Semoga Allah SWT
membalas semua pemikiran-pemikiran itu. Tentunya buku ini masih memiliki kekurangan,
untuk itu saran dan masukan pembaca sangat kami harapkan demi perbaikan yang lebih
sempurna.
Serang, 19 Desember 2021
Penyusun
3
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................................................ 3
DAFTAR ISI ................................................................................................................................... 4
KONSEP DASAR, TUJUAN, DEFINISI, DAN PRINSIP PEMASARAN DALAM ISLAM ................................. 5
SIFAT-SIFAT DASAR MARKETER, ETIKA DALAM PEMASARANISLAM DAN ETIKA PERILAKU PRODUSEN
DAN KONSUMEN........................................................................................................................ 15
INFORMASI PEMASARAN SERTA PERENCANAN PEMASARAN ........................................................ 25
SASARAN PASAR......................................................................................................................... 32
STRATEGI PEMASARAN ............................................................................................................... 43
STRATEGI BAURAN PEMASARAN (MARKETING MIX) ..................................................................... 54
PERILAKU KONSUMEN SERTA PASAR BISNIS................................................................................. 70
PENCIPTAAN NILAI PELANGGAN BAGI KEPUASAN PELANGGANSERTA PENINGKATAN LOYALITAS
YANGBERKELANJUTAN DICAPAI MELALUI PEMASARAN STRATEJIK ................................................ 79
UPAYA MENINGKATKAN NILAI PELANGGAN ................................................................................. 89
KOMUNIKASI PEMASARAN SERTA STRATEGI BAURAN PROMOSI ................................................... 96
KUNCI SUKSES DALAM PEMASARAN SYARIAH...........................................................................107
PENGENDALIAN PEMASARAN.....................................................................................................117
TRANSFORMASI BAURAN PEMASARAN BENTUK P MENJADI C......................................................131
4
BAB 1
KONSEP DASAR, TUJUAN, DEFINISI, DAN PRINSIP PEMASARAN DALAM
ISLAM
A. Konsep dasar pemasaran Islam
Berdasarkan pada pandangan bahwa tugas marketing adalah menentukan kebutuhan
konsumen, kekurangan dan minat segmen pasar, maka untuk dapat memenuhi kepuasan
atau keinginan secara efektif dan secara efisien dibanding pesaing maka harus dilakukan
dengan cara memelihara hubungan yang baik dan intens dengan konsumen. Konsep
pemasaran syariah yaitu menekankan bahwa perlunya menerapkan manajemen profesional,
artinya dengan melakukan kegiatan tersebut maka semua produk atau jasa yang dihasilkan
pasti dapat memiliki positioning tersendiri. Kompetitor bukanlah merupakan suatu
penghalang yang harus ditakuti atau dimusuhi. Kompetitor dapat dijadikan sebagai sumber
motivasi untuk dapat memperbaiki kinerja marketing. Pesaing dapat mendorong pihak
perusahaan dalam hal ini adalah marketers untuk dapat bekerja lebih kretif dalam
memasarkan produk berupa barang maupun jasa. Hal inilah yang dapat membedakan antara
marketing bisnis perusahaan konvensional dengan marketing bisnis yang menerapkan
prinsip syariah yang memberikan keputusan kepada konsumen dan stakeholders tidak
hanya pada tataran keputusan duniawi, akan tetapi juga berpengaruh kepada keputusan
ukhrawi. Karena terdapat ridha Allah SWT yang menjadi tujuannya. Dari hal tersebut dapat
diketahui bahwa tujuan etika berdasarkan kepada entitas nilai-nilai islam sebagai
penciptaan kepuasan duniawi dan ukhrawi bagi para stakeholders di perusahaan. Marketer
syariah harus dapat membangun karakteristik humanistik agar memiliki keseimbangan atau
balancing hubungan antara sesama manusia. Dalam kerja seorang marketers pun aspek
humanistic tersebut harus dapat diimplementasikan dalam penghargaan untuk memuliakan
manusia, bukan hanya saja menpelajari karakteristik manusia untuk dapat mempengaruhi
konsumen untuk melakukan perilaku konsumen yang tidak normati serta reaistis.
B. Tujuan pemasaran islam
1. Memudahkan konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan secara berulangulang.
2. Memaksimalkan kepuasan konsumen melalui berbagai pelayanan yang diinginkan.
3. Memaksimumkan pilihan (diversifikasi produk) dalam arti perusahaan menyediakan
berbagai jenis produk sehingga konsumen memiliki beragam pilihan.
4. Memaksimalkan kualitas dengan memberikan berbagai kemudahan kepada konsumen.
C. Definisi Pemasaran Islam
5
Pemasaran adalah salah satu kegiatan dalam perekonomian yang membantu dalam
menciptakan nilai ekonomi. Nilai ekonomi itu sendiri menentukan harga barang dan jasa,
faktor penting dalam menciptakan nilai tersebut adalah produksi, pemasaran, dan
konsumsi. Pemasaran menjadi mediator antara kegiatan prosuduksi dan konsumsi.
Pemasaran menurut Kotler adalah suatu proses dan manajerial yang di dalamnya, setiap
individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan di inginkan dengan
menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk dengan pihak lain. Sedangkan
pemasaran menurut Santon adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis
yang di tujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan
mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan, baik kepada pembeli yang
ada maupun pembeli potensial. Secara umum, pemasaran ad alah suatu kegiatan
menyeluruh, terpadu, dan terencana, yang dilakukan oleh sebuah organisasi atau institusi
dalam melakukan usaha agar mampu mengakomodir permintaan pasar dengan cara
menciptakan produk bernilai jual, menentukan harga, menyampaikan dan saling bertukar
tawaran yang bernilai bagi konsumen, klien, mitra, dan masyarkat umum. Pemasaran
syariah atau marketing syariah adalah suatu strategi bisnis yang mengarahkan proses
penciptaan, penawaran, dan perubahaan value dari suatu inisiator kepada stakeholders,
yang dalam prosesnya menggunakan prinsip-prinsip syariah. Hal ini berarti setiap proses
baik proses penciptaan, penawaran, dan perubahan value tidak boleh ada hal-hal yang
bertentangan dengan akad dan prinsip-prinsip islam. Selama akad dan prinsip-prinsip islam
di pegang pada suatu bisnis, maka bisnis tersebut di perbolehkan.
D. Prinsip Pemasaran Islam
Seorang marketer agar mengerti dan paham tentang marketing syariah maka seorang
marketer harus mengetahui tentang proinsip pemasaran islam/prinsip-prinsip marketing
syariah. Prinsip-prinsip marketing syariah ada 17 sebagai berikut:
1. Information technology allows us to be transparent (change)
Perubahan adalah suatu hal yang pasti terjadi. Maka perubahan harus disikapi dengan
cermat. Kekuatan perubahan memiliki 5 unsur: perubahan teknologi, perubahan politik,
perubahan social culture, perubahan ekonomi, dan perubahan pasar. Dalam hal ini, lebih
menekankan pada dampak perubahan teknologi karena akar terjadinya perubahan ialah
adanya inovasi terus-menerus di bidang teknologi. Dengan perkembangan teknologi
harus dimanfaatkan oleh marketer untuk memudahkan dalam bekerja.
2. Be respectful to your competitors (competitor)
6
Dalam menjalankan marketing syariah, seorang marketer harus memperhatikan cara
mereka mengahadapi persaingan usaha serba-dinamis. Jadi ketika persaingan yang
terjadi bersifat kotor dan ketat, maka seorang marketer harus memiliki kekuatan moral
untuk tidak terpengaruh oleh permainan bisnis seperti itu. Para marketer harus
berpegang teguh pada prinsip-prinsip syariah dalam melakukan pemasaran.
3. The emergence of customers global paradox (customer)
Di era globalisasi ini, masyarakat menjalani kehidupannya secara paradox. Di zaman
globalisasi ini para marketer syariah harus cepat beradaptasi dengan lingkungan. Di era
Globalisasi ini banyak budaya-budaya baru.
4. Develop a spiritual-based organizatition (Company)
Dengan menerapkan spiritual-based organizatition, diharapkan para marketer selalu
menjunjung tinggi nilai-nilai agama dalam melaksanakan pemasaran sehingga terhindar
dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama.
5. View market universally (segmention)
Segmentasi adalah pengidentifikasian serta memanfaatkan peluangpeluang yang
muncul di pasar. Dengan segmentasi, memungkinkan perusahaan akan lebih fokus
dalam mengalokasikan sumber daya.
6. Target custome’s heart and soul (targeting)
Targeting adalah strategi mengalokasikan sumber daya perusahaan secara efektif,
karena sumber daya yang dimiliki terbatas. Tanpa adanya targeting, para karyawan akan
bekerja semaunya sendiri, padahal mereka memiliki potensi yang besar untuk
menghasilkan suatu barang yang berkualitas.
7. Build a belief system (positioning)
Positioning adalah strategi untuk merebut posisi di hati para konsumen, sehingga strategi
ini berhubungan dengan kepercayaan, keyakinan, dan kompetensi bagi pelanggan.
8. Differ yourself with a good package of content and context (differentiation)
Diferensiasi adalah suatu tindakan merancang seperangkat perbedaan yang bermakna
dalam tawaran perusahaan. Diferensiasi bisa berupa content (dimensi pelanggan), dan
context (dimensi yang merujuk pada cara anda menawarkan produk)
9. Be honest with your 4 ps (Marketing-mix) Marketing-mix memiliki elemen-elemen
yaitu produk, price, place, and promotion. Produk dan price adalah komponen dari
tawaran. Sedangkan place dan promotion adalah komponen dari akses.
7
10. Practice A Relationship-based selling (selling) Selling yang dimaksud ialah bagaimana
memaksimalkan kegiatan penjualan sehingga dapat menciptakan situasi yang win-win
solution bagi si penjual dan pembeli. Dalam melakukan selling, perusahaan tidak hanya
6 menyampaikan fitur-fitur dari produk dan jasa yang ditawarkan saja, melainkan juga
keuntungan dan bahkan solusi dari produk dan jasa tersebut.
11. Use a spiritual brand character (Brand) Perusahaan yang menerapkan marketing syariah,
brand harus mencerminkan karakter-karakter yang tidak bertentangan dengan prinsip-
prinsip syariah atau nilai-nilai spiritual. Beberapa karakter yang bisa dibangun untuk
menunjukkan nilai spiritual ini digambarkan dengan nilai-nilai kejujuran, keadilan,
kemitraan, kebersamaan, keterbukaan, dan universalitas.
12. Service should have the ability to transform (service) Untuk menjadi perusahaan yang
besar, perusahaan berbasis marketing syariah harus memperhatikan servis yang
ditawarkan untuk menjaga kepuasaan stakeholders.
13. Practice a reliable business process (process) Proses mencerminkan tingkat quality, cost,
dan delivery. Proses dalam konteks kualitas ialah bagaimana menciptakan proses yang
memiliki nilai untuk konsumen. Proses dalam konteks cost adalah bagaimana proses
yang efesien yang tidak membutuhkan Biaya yang banyak, tetapi kualitas terjamin.
Sedangkan proses pengiriman konteks delivery adalah bagaimana produk atau servis
yang ditawarkan perusahaan kepada konsumen.
14. Create a balanced value to your stakeholder (score card) Prinsip syariah marketing
adalah menciptakan value bagi stakeholders. Tiga stakeholders utama dari perusahaan
ialah pelanggan, karyawan, dan pemegang saham. Dalam menjaga keseimbangan,
perusahaan harus menciptakan value yang unggul bagi ketiga stakeholders utama
tersebut dengan ukuran bobot yang sama.
15. Create a noble cause (Inspiration) Inspirasi adalah impian yang hendak di capai yang
akan membimbing perusahaan sepanjang perjalanannya untuk menciptakan goals
perusahaan. Perusahaan berbasisi marketing syariah, penentuan visi dan misi tidak bisa
terlepas dari makna syariah dan tujuan akhir yang ingin di capai harus bersifat mulia.
16. Develop an ethical corporate culture (culture) 7 Budaya perusahaan berbasis syariah
ialah mengucapkan salam, murah hati, bersikap murah hati, berbusana nuansa syariah,
dan lingkungan bersih
17. Measurement must be clear and transparents (Institution) Prinsip terakhir ialah
bagaimana membangun organisasi atau institusi dengan berlandaskan prinsip-prinsip
8
syariah. Dalam perusahaan syariah harus memiliki sistem umpan balik yang bersifat
transparan. Transparansi maksudnya ialah ketiga stakeholders mendapatkan informasi
yang jelas dan jujur.
E. Karakteristik Pemasaran Islam
Ada empat karakteristik Marketing Syariah yang dapat menjadi panduan bagi para
pemasar, yaitu :
1. Teistis (Robbaniyah) salah satu ciri khas syariah marketing yang tidak dimiliki dalam
pemasaran konvensional yang dikenal selama ini adalah sifatnya yang religius
(Diniyah). Kondisi ini tercipta dari kesadaran akan nilai-nilai religius, yang dipandang
penting dan mewarnai aktivitas pemasaran agar tidak terperosok ke dalam perbuatan
yang dapat merugikan orang lain. Jiwa seorang syariah marketer meyakini bahwa
hukum-hukum syariat yang teistis atau bersifat ketuhanan ini adalah hukum yang paling
adil, paling sempurna, paling selaras dengan segala bentuk kebaikan, paling dapat
mencegah segala bentuk kerusakan, paling mampu mewujudkan kebenaran,
memusnahkan kebatilan, dan menyebarluaskan kemaslahatan.
2. Etis (akhlaqiyyah) adalah suatu jiwa pemasar islam yang sangat mengutamakan dan
mengedepankan masalah akhlak yaitu moral dan etika dalam semua proses
pemasarannya, mulai dari pencarian bahan baku, prosesnya sampai menjual kepada
konsumen haruslah dengan etika islam. Artinya dalam melakukan pemasaran haruslah
menggunakan aturan/etika yang baik dan tentu tidak akan merugikan pihak lain.
Pemasar haruslah bertanggung jawab secara moral atas apa yang mereka jual mulai dari
pemilihan dan pencarian barang dagangan yang baik kemudian bagi barang yang harus
merubah value membutuhkan pemrosesan yang bertanggung jawab kebersihan dan
kehalalannya hingga produk/barang tersebut dijual harus menggunakan aturan sesuai
kaidah islam.
3. Realistis (al-waqi’yyah) syariah marketing bukanlah konsep yang eksklusif, fanatis, anti
modernitas, dan kaku. Syariah marketing adalah konsep pemasaran yang fleksibel,
sebagaimana keluasan dan keluwesan syariah Islamiyah yang melandasinya. Syariah
marketer bukanlah berarti para pemasar itu harus berpenampilan ala bangsa Arab dan
mengharamkan dasi karena dianggap merupakan simbol masyarakat barat. Misalnya
syariah marketer adalah para pemasar profesional dengan penampilan yang bersih, rapi,
dan bersahaja, apa pun model atau gaya berpakaian yang dikenakannya. Mereka bekerja
9
dengan profesional dan mengedepankan nilai-nilai religius, kesalehan, aspek moral, dan
kejujuran dalam segala aktivitas pemasarannya.
4. Humanistis (al-insaniyyah) artinya bahwa pemasaran dalam Islam bersifat humanistis
universal, tanpa membedakan ras, warna kulit, kebangsaan dan status sosial. Dalam
prinsip humanistis ini, syariat Islam diciptakan untuk memberikan derajat bagi
pelakunya dengan sifat kemanusiaan yang terjaga dan terpelihara sesuai ajaran Islam.
Sehingga penjual Islam dengan memiliki nilai humanistis akan menjadi manusia yang
terkontrol, seimbang dan tidak serakah yang bisa menghalalkan segala cara untuk
mendapatkan keuntungan yang besar dengan prinsip ini tujuan berdagang adalah saling
membantu sesama manusia dengan mengharap ridha Allah, menjalin ukhuwah
islamiyah (persaudaraan antar manusia), mengambil laba tanpa berlebihan dan
melakukan segala proses sesuai aturan Islam.
F. Keunggulan Pemasaran Islam
Secara umum konsep pemasaran syariah secara epistemologi bersifat shariadriven
(digerakkan oleh syariah sebagai sumber hukum) yang berorientasi guna memenuhi
kebutuhan dan keinginan konsumen serta menciptakan value bagi mereka selama tidak
bertentangan dengan sumber utama di dalam Islam, yakni Alquran dan Hadis. Konsep
aksiologi dalam pemasaran syariah pun jelas, di mana standar moralitas (benar atau salah
dan baik atau buruk) yang digunakan, semuanya bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis yang
bersifat qouli (ucapan), fi’li (perbuatan), maupun taqriri (persetujuan atas perbuatan para
sahabat Rasul). Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT seperti berikut: ْيِس ْ ْْل ِطْْ ُعْا
ان س ُ ْسْ ل ْاُْ ِْنى ا ِ ْطْ ُعْا ٰهّلل ْا ْْْْ ا ا ي ُن ِ ْرْ ْ ا يا ان اْ ُْْ ْى ْان س ُ ْسْ ِل اِ ْْ ُكْن ُت ْْهُ اِنى
ّٰهللِ ُس ُّد ْْ ش ْْْء ف ْى ِف ِ ْين ُكْ ْى ف ِْا ْْ تنا ش ْع ُت ِْ ْْْ ال ْ ْح س ُْ تأ ِن ك ْخْ س ْا ْ ْل ِ ِخ ِْس ذ ْ ْْ ِْو
“ ا ْ ْان ِا ّهٰل ِل ْْ ْ ب ُت ࣖ ْؤ ِي ُنjika kalian berselisih dalam suatu hal, maka kembalikanlah kepada
Allah dan Rasul-Nya.” (QS. An-Nisa:59).
Adapun keunggulan dalam pemasaran syariah yaitu sebagai berikut :
1. Etika Pemasar Seorang pemasar syariah sangat memegang teguh etika dalam melakukan
pemasaran kepada calon konsumennya. Ia sangat menghindari memberikan janji
bohong, ataupun terlalu melebih-lebihkan produk yang ditawarkan. Pemasar syariah
akan secara jujur menceritakan kelebihan dan kekurangan produk yang ditawarkannya.
Apabila dibandingkan dengan pemasaran konvensional yang cenderung bebas nilai
sehingga seorang pemasar bebas menggunakan segala macam cara demi untuk
mendapatkan konsumen bahkan dengan cara-cara yang tidak dibenarkan oleh syariat.
10
Dalam pemasaran konvensional, seorang pemasar dapat saja melakukan kebohongan
dengan terlalu melebih-lebihkan produk yang ditawarkan, hal ini dapat menimbulkan
kekecewaan dari konsumen setelah ia mengonsumsinya karena kualitas produk yang
jauh dari yang diharapkan.
2. Pendekatan Terhadap Konsumen Konsumen dalam pemasaran syariah diletakkan
sebagai mitra sejajar, dimana baik perusahaan sebagai penjual produk maupun
konsumen sebagai pembeli produk berada pada posisi yang sama. Perusahaan tidak
menganggap konsumen sebagai sapi perah untuk membeli produknya, namun
perusahaan akan menjadikan konsumen sebagai mitra dalam pengembangan
perusahaan. Seorang pemasar syariah akan selalu berupaya menciptakan nilai produk
yang positif bagi konsumennya termasuk dengan meminta umpan balik dari konsumen.
Nilai kekeluargaan sangat terasa dalam pemasaran syariah karena konsep mitra sudah
menganggap konsumen sebagai saudaranya sendiri yang akan dibantu dan tidak akan
dirugikan. Dalam pemasaran konvensional, konsumen diletakkan sebagai obyek untuk
target penjualan semata. Konsumen dapat dirugikan karena janji dan realitas sering kali
berbeda. Perusahaan setelah mendapat target penjualan, akan tidak memperdulikan
konsumen yang telah membeli produknya tanpa memikir kekecewaan atas janji produk.
Nilai kekeluargaan tidak terasa karena perusahaan menganggap konsumen sebagai sapi
perah untuk mencapai target penjualannya.
3. Cara Pandang Terhadap Pesaing Dalam industri syariah tidak menganggap pesaing
sebagai pihak yang harus dikalahkan atau bahkan dimatikan. Konsep persaingan dalam
pemasaran syariah agar setiap perusahaan mampu memacu dirinya untuk menjadi lebih
baik tanpa harus menjatuhkan pesaingnya. Pesaing merupakan mitra yang turut
menyukseskan aplikasi ekonomi syariah di lapangan, dan bukan sebagai lawan yang
harus dimatikan. Sedangkan perusahaan konvensional menganggap pesaing sebagai
pihak lawan yang harus dikalahkan bahkan jika bisa dimatikan agar eksistensi
perusahaan dapat semakin maju. Konsep ini mengakibatkan pesaing setelah dikalahkan,
akhirnya daya inovasi perusahaan menurun karena tidak ada motivasi dan pesaing.
4. Budaya Kerja dalam Pemasaran Syariah Marketer syariah harus mempunyai budaya
kerja yang berbeda dari perbankan konvensional, sehingga mampu menjadi suatu
keunggulan yang dapat sebagai nilai tambah di pandangan masyarakat. Budaya kerja
yang harus ditanamkan pada setiap sumber daya insani yang bekerja di dalam pemasaran
syariah haruslah budaya kerja yang meneladani sifat Rasulullah SAW. Adapun dalam
11
memasarkan barang, seorang muslim dilarang menggunakan sumpah palsu sebagaimana
dalam hadist berikut: 11ْ ِل ع ْ م ِسْ ْع ُت ان ق نا ُش ْعب ُت س حد ث ْل ِء ْاْب ُْ ج ْعف ع ْ ع
ان ِْ ِعد ي ع ْْ ُش ْعبت ب س ِْ ُى حد ثنا اْب ُْ أ ب ْْ ِو ع ْْ أ ِ ب ء ع ْْ أ ْ هللُ ع س ة قا ل ز ُس ُل
ْ ُْ ْْْ ِْ ْهللِ صه ب س ْْ ْ س ان ك ْس ِب ْقا ل ْاب ُْ ج ْعف ْ ِنه ع ِت ْيْ حقت ْ ِن سه يْنفقت كا ِذ ب ُت
ان ْ ان ى ْ سه ْْ ِو ه كتNabi bersabda: “ sumpah palsu (bombastis sehingga menjadikan
laku barang yang dijual) mendatangkan keluasan tetapi menghilangkan pekerjaan.” Ibnu
fajar berkata: ”menghapus keberkahan”. Dari Hadits tersebut dapat dipahami bahwa
dalam mempromosikan produk, seorang muslim tidak boleh berlebihan dengan sumpah
palsu, bombastis, tetapi harus realitas. Karena, jika dilakukan dengan penuh bombastis,
dapat menyesatkan dan mengecoh konsumen. Jika suatu saat konsumen itu menyadari
akan kebohongan suatu produk, maka secara pasti mereka akan meninggalkannya.
Akibatnya, produksi akan mengalami penurunan, tentu saja keuntungan semakin kecil
-Quotes-
1. Uang Berkata; "MIliki Aku, Lupakan Segalanya".
2. Waktu Berkata: " Ikuti Aku, Lupakan Segalanya".
3. Masa Depan Berkata: "Berjuanglah utk ku, Lupakan segalanya".
4. Alloh Berfirman: " Ingatlah AKU, AKU Persembahkan segalanya".
#H.SyaefulBahri#
12
Lampiran Hasil Diskusi
Pertanyaan :
Jelaskan bagaimana konsep pemasaran islam (marketing syari'ah) yang sesuai dengan anjuran
Nabi Muhammad SAW?
Jawaban :
Menurut anjuran Nabi Muhammad SAW pemasaran syari'ah, seluruh proses baik proses
penciptaan, proses penawaran, maupun proses perubahan nilai tidak boleh ada yang
bertentangan sengan prinsip-prinsip syari'at. Rasulullah adalah pelopor bisnis yang
menggunakan prinsip kejujuran serta transaksi bisnis yang adil. Beliau juga tidak segan
mensosialisasikan prinsip-prinsip bisnisnya dalam bentuk edukasi dan pernyataan tegas kepada
para pebisnis lainnya Empat hal yang menjadi kunci kesuksesan dalam mengelola bisnis yang
merupakan sifat-sifat Rasulullah antara lain
1. Shiddiq
Shiddiq (benar dan jujur) harus tercermin dalam melakukan pemasaran, dalam berhubungan
dengan pelanggan, dalam bertransaksi dengan nasabah, dan dalam membuat perjanjian dengan
mitra bisnisnya. Rasulullah senantiasa mengedepankan kebenaran informasi yang diberikan
dan jujur dalam menjelaskan keunggulan produkproduk yang dimiliki. Nilai dasarnya adalah
integritas, nilai-nilai dalam bisnisnya berupa jujur, ikhlas, terjamin, dan keseimbangan
emosional. Rasulullah jujur terhadap semua pelanggannya saat memasarkan barang, Beliau
menjelaskan keunggulan dan kelemahan produk, kejujuran adalah brandnya.
2. Amanah
Amanah artinya dapat dipercaya, bertanggung jawab, dan kredibel. Amanah bisa juga
bermakna keinginan untuk memenuhi sesuatu sesuai dengan ketentuan. Konsekuen amanah
adalah mengembalikan setiap hak kepada pemiliknya, baik sedikit ataupun banyak daripada
yang dimiliki, dan tidak mengurangi hak orang lain, baik berupa hasil penjualan, fee, jasa atau
upah. Nabi Muhammad selalu berusaha memenuhi janji.
3. Fathanah
Fathanah dapat diartikan sebagai intelektual, kecerdasan atau kebijaksanaan. Dalam bisnis,
implikasi sifat fathanah adalah bahwa segala aktivitas dalam manajemen suatu perusahaan
harus dengan kecerdasan, dengan mengoptimalkan semua potensi akal yang ada untuk
mencapai tujuan. Memiliki sifat jujur, benar dan bertanggung jawab tidak cukup dalam
mengelola bisnis secara profesional. Para pelaku bisnis syariah juga harus memiliki sifat
13
fathanah, yaitu sifat cerdas, cerdik, dan bijaksana, agar usahanya bisa lebih efektif dan efisien
serta mampu menganalisis situasi persaingan dan perubahan-perubahan di masa yang akan
datang. Nilai dasarnya adalah memiliki pengetahuan luas, nilai-nilai dalam bisnis jalah
memiliki visi, pemimpin yang cerdas, sadar produk dan jasa, serta belajar berkelanjutan.
4. Tabligh
Sifat tabligh artinya komunikatif dan argumentitatif, seorang pemasar harus mampu
menyampaikan keunggulan-keunggulan produknya dengan jujur dan tidak harus berbohong
dan menipu pelanggan. Dia harus menjadi seorang komunikator yang baik yang bisa berbicara
benar dan bisa al-hikmah (bijaksana dan tepat sasaran) kepada mitra bisnisnya. Nilai dasarnya
adalah komunikatif dan nilai bisnisnya ialah supel, penjual yang cerdas, deskripsi tugas,
delegasi wewenang, kerja tim, koordinasi, mempunyai kendali dan supervisi.
14
BAB 2
SIFAT-SIFAT DASAR MARKETER, ETIKA DALAM PEMASARAN ISLAM DAN
ETIKA PERILAKU PRODUSEN DAN KONSUMEN
A. Sifat-Sifat Dasar Seorang Marketer
Sifat merupakan karakteristik yang melekat pada manusia yang diberikan oleh allah SWT.
dan berbeda-beda dari manusia satu maupun manusia lainnya. Bagi seorang marketer sudah
sepatutnya memiliki sifat-sifat yang sesuai dengan ajaran islam. Akan sangat berbahaya
bila seorang markerer memiliki sifat atau karakter yang buruk, karena akan banyak praktik
pemasaran yang mengandung penipuan ataupun manipulasi, dan jika hal tersebut terjadi
maka akan merusak dunia marketing. Dalam islam karakter ataupun sifat yang melekat
pada seseorang biasanya disebut dengan akhlak. Seorang marketer islam terkenal dengan
tiga ciri utama, yaitu karakter, akhlak dan islam. Apabila ketiga sifat tersebut sudah ada
dan diamalkan pada diri seorang marketer maka seseorang tersebut bisa disebut sebagai
seorang marketer yang memiliki sifat dan perilaku sesuai dengan ajaran islam.
B. Pola Pikir Marketer Muslim
Berfikir adalah aktivitas yang dimulai dari mendapatkan informasi atau sebuah fakta
melalui panca indra, baik membaca, melihat, mengingat, kemudian menghubungkan
dengan informasi yang telah disimpan sebelumny. Kemudian dikeluarkan melalui tindakan
berpikir keras secara rasional. Bagi seorang mereter pola pikir merupakan aspek penting
karena pola pikir akan menentukan bentuk perilaku dan perkataannya.
1. Memiliki kepribadian spiritual (Takwa) Takwa terlahir dari kata “waqa-yaqi-wiqoyah”
yang artinya memelihara, taqwa secara devinitif berarti memelihara diri dari siksaan
Allah dan mengikuti segala perintahnya serta menjauhi segala larangannya, Allah telah
menjelaskan taqwa dalam Surah Al Hujurat ayat 13.
2. Berkepribadian baik dan simpatik (Shiddiq) Shiddiq berasal dari kata “shadaqa” yang
berarti benar, jujur, dapat dipercaya sesuai apa yang dikatakan dengan apa yang
dilakukan. Ikhlas, tulus, keutamaan, kebaikan dan kesungguhan. Shiddiq dalam
pengertian istilah para ulama bersepakat memaknai pada satu titik yakni jujur, dapat
dipercaya dan memiliki integritas.
3. Berlaku Adil (Al'Adl) Allah SWT menyebutkan untuk berlaku adil dalam Surah Al
Hujurat Ayat 9 menjelaskan untuk selalu bersikap adil, tidak memihak kecuali kepada
kebenaran, bukan berpihak karena pertemanan, persamaan suku, bangsa ataupun agama.
15
Dalam Surah Al-Maidah Ayat 18 Allah menegaskan bahwa kebencian terhadap suatu
golongan atau individu janganlah menjadi acuan untuk bertindak tidak adil.
4. Melayani Dengan Rendah Hati (Khidmah) Khidmah merupakan sarana melatih mental
agar dapat memiliki dedikasi yang tinggi ketika berinteraksi dengan sesama manusia.
Dengan Khidmah pelaku pemasaran akan memiliki sifat rendah hati dan tidak egois.
karena egoisme menutupi pandangan secara objektif dalam menyelesaikan suatu
masalah.
5. Selalu Menepati Janji (Taklif) Allah swt memerintahkan agar setiap muslim dapat
menunaikan janji yang pernah ia ucapkan. sebagaimana firman Allah dalam Surah An-
Nahl Ayat 9. Dalam islam janji merupakan akad atau ikatan yang wajib dipenuhi dan
ditepati sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak yang mengadakan janj tersebut
baik mengenai waktu maupun objek yang dijanjikan.
6. Jujur Dan Terpercaya (Amanah) Amanah adalah sesuatu yang diserahkan kepada
seorang untuk dijaga disimpan dan dipelihara baik berupa harta rahasia pekerjaan
ataupun sebagainya.
7. Tidak Berburuk Sangka (Su'udzon) Secara bahasa Su'udzon artinya semua yang buruk
atau kebalikan dari yang bagus, semua yang menjadikan manusia takut baik dari urusan
dunia maupun urusan akhirat. Su’uzan menurut istilah adalah prasangka yang membuat
seseorang menilai sifat orang lain dengan sifat yang tidak disukai tanpa sebuah
kepastian.
8. Tidak Menjelek-jelekan (Ghibah) Ghibah merupakan kegiatan membicarakan kejelekan
serta kekurangan orang lain dengan tujuan mencari kesalahan baik dari segi rohani
maupun jasmani yang dimaksudkan untuk menghina
9. Tidak Melakukan Suap (Rusywah) Islam menolak keras perbuatan suap, karena suap
menyebabkan terjadinya pemasaran yang tidak sehat sehingga potensi berkembangnya
pengusaha kecil akan sulit, suap juga akan meruntuhkan sendi-sendi pemasaran dan
merusak etika dalam berbisnis
C. Sifat Yang Harus Dimiliki Marketer Muslim
1. Inquisitive thinking (Berpikir Karena Ingin Tahu) Sifat ini berlandaskan Al Qur'an surah
Yunus ayat 24 yang menjelaskan supaya kritis dan berfikir tentang wujud yang di
ciptakan dan keesaan Allah. Dengan menjalankan konsep ini diharapkan hari ini harus
lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik daripada hari ini
16
2. Objective Thinking (Berfikir Secara Objektif) Berlandaskan kepada Al Qur'an surah Al-
baqarah ayat 111 menyatakan bahwa seorang pun bisnis harus berfikir dengan cara
objektif agar bisa membantu memaksimalkan asimetris informasi dalam menanggapi
suatu masalah.
3. Positive Thinking (Berfikir Positif) Seorang marketer harus selalu berfikir positif dan
optimis. Allah mengajarkan kita untuk tidak mudah berputus asa dan selalu berharap
kepada Allah subhanahu wa ta'ala.
4. Intuitive Thinking (Berpikir Berdasarkan Insting) Setiap manusia dianugerahi cara
berpikir yang intuitis, yaitu mampu memahami sesuatumelalui penalaran rasional dan
intelektual, dengan adanya anugrah ini sudah seharusnya seorang marketer muslim
memanfaatkannya dengan sebaik mungkin.
5. Rational Thinking (Berpikir Secara Rasional) Dalam Al Quran dijelaskan bahwa Allah
telah memberikan pelajaran tentang pola berpikir secara nasional, yaitu adanya hukum
sebab akibat, sehingga manusia harus berfikir secara logis dan argumentiv. hal ini
terkandung dalam surah AlHujurat Ayat 43.
6. Conceptual Thinking (Berpikir Dengan Konsep) Seorang pembisnis harus memiliki
konsep dalam cara berpikirnya, sehingga diharapkan akan mampu memadukan berbagai
konsep untuk kemudian dijadikan inovasi baru yang pada akhirnya dapat memunculkan
produk atau jasa yang lebih variatif
7. Analogical Thinking (Berpikir Secara Analogi) Dengan adanya konsep berfikir secara
rasional diharapkan marketer mampu menerjemahkan konsep yang telah ditulis dalam
Al-Qur'an untuk kemudian dipraktekkan dalam pemasaran. Contohnya konsep halal dan
haram yang mampu diaplikasikan oleh seorang marketer, sehingga pemasaran yang
dilakukan termasuk dalam pemasaran yang islami.
8. Perceptual Thinking (Berpikir Dengan Persepsi) Cara berfikir dengan persepsi akan
sangat bermanfaat bagi seorang marketer dalam menyikapi lingkungan alam, sehingga
mampu mengeluarkan gagasan-gagasan yang bisa menjaga lingkungan sekitar dan juga
bisa memakmuran masyarakat.
D. Sifat Marketer yang Disukai Allah Swt.
Menurut Al-Qur’an :
1. Al- Muhsisnin Al Muhsinin adalah perintah melakukan kegiatan positif, seakan-akan
Allah melihat atau merasa diawasi oleh Allah Swt. Oleh sebab itu maka pada diri
manusia akan muncul kesadaran untuk berbuat sebaik mungkin dalam menjalankan
17
aktivitas bisnisnya. Dalam Al- Qur’an kata al muhsisnin disebutkan sebanyak lima kali
yaitu Q.S Al-Baqarah ayat 95, Q.S Ali Imran ayat 134 &148, Q.S Al- Maidah ayat 13
& 93
2. Al- Muttaqin Al Muttaqin menurut bahasa artinya menghindar. Seseorang dikatakan
takwa apabila berusaha menghindari siksaan atau ancaman Allah dengan jalan
melaksanakan seluruh perintah-Nya. Menjunjung tinggi prinsip kejujuran ksungguhan
dalam melaksanakan program pemasaran, merealisasikan strategi secara adil dan
terbuka, serta terbuka pada mekanisme pasar dan informasi, merupakan pengaplikasian
sifat taqwa oleh seorang marketer islam. Dalam Al Qur’an Allah Swt mengemukakan
Al Muttaqin sebanyak dua kali, yaitu Q.S AliImran ayat 76, Q.S At Taubah ayat 4&7.
3. Al- Muqsithin Al- Muqsithin berasal dari kata aqasatha yang berarti berlaku adil. Dalam
praktek pemasaran implementasi sifat Al Muqsithin adalah terjadi taransaksi kedua
belah pihak (produsen dan konsumen) untuk memperoleh nilai dari apa yang
ditransaksikan hingga tercipta kondisi saling rela (sepakat) diantara kedua belah pihak.
Allah meyeutkan Al-Muqsithin dalam Alqur’an sebanyak tiga kali, yaitu: Q.S Al-
Maidah ayat 42, Q.S Al-Hujurat ayat 9, Q.S Al Mumtahanah ayat 8.
4. Al- Mutathahhirin Kata Al Mutathahhirin berasal dari kata tathahhar yang artinya
kesucian atau terhindar dari noda baik secara lahir maupun batin. Seoranng marketer
muslim harusnya selalu tertanam dalam jiwanya sifat Al Mutathahhirin baik pada hati,
pikiran, dan bukti fisiknya, karena dengan pribadi yang suci akan dapat menentukan
kualitas keimanan seseorang. Dalam Al Qur’an sifat ini disebutkan sebanyak dua kali,
yaitu Q.S Al- Baqarah ayat 222 dan Q.S At Taubah ayat 108.
5. Ash- Shabirin Kata Ash- Shabirin berasal dari kata Shabr (sabar). Seorang marketer
harus memiliki jiwa yang sabar merupakan syarat mutlak untuk menurunkan kualitas
keimanan kepada Allah Swt. persaingan, godaan, praktek kotor, hambatan merupakan
suatu fenomena yang ada dan selalu dihadapi. Sifat sabar ini termaktub dalam surah Al-
Imran ayat 146.
6. Kerja sama dan Networking Ciri khas ajaran islam sangat mengutamakan pada sifat dan
prilaku tersebut, baik dalam hal ibadah ritual maupun bermuamalah. Networking dan
koordinasi dalam bisnis memegang peranan penting sehingga menurut ajaran agama
upaya terseebut merupakan kunci keberhasilan dan kesuksesan dalam berbisnis.
Berjuang bersama dalam satu barisan yang kokoh juga dikemukakan dalam AlQur’an
surat Ash-Shaff ayat 4.
18
7. Akhlak mulia Salah satu ciri khas islam adalah perhatian dan penekanan prilaku setiap
marketer untuk selalu memperhatikan akhlak, terutama harus diwarnai dengan akhlak
yang mulia. Q.S Al- Maidaha ayat 54 menyebbutkan bahwa terdapat sifat khusus yaitu;
1) bersikap lemah-lembut terhadap orang-orang mukmin. 2) mulai dan memiliki harga
diri dan bersikap tegas terhadap orang kafir. 3) berjihad dijalan Allah Swt. 4) tidak takut
celaan dari orang lain.
8. Al Ittiba’ Al Ittiba’ dalam konteks bisnis adalah adanya upaya manusia untuk
meneladani apa yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. Sebagai suri tauladan yang
sempurna.
E. Etika Dalam Pemasaran Islam
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Pengertian Pemasaran adalah proses,
cara, atau perbuatan memasarkan suatu barang dagangan. 4Pengertian pemasaran menurut
beberapa ahli adalah sebagai berikut.Pemasaran adalah sebuah kegiatan yang dilakukan
dalam rangka merencanakan, mengorganisasikan, mempromosikan, dan untuk
mewujudkan tujuan perusahaan. Menurut pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa
pengertian etika pemasaran adalah sebuah kegiatan yang dilakukan secara terus menerus
dalam merencanakan, mengorganisasikan, mempromosikan, dan mendistribusikan barang
dan jasa yang dilakukan sebuah perusahaan untuk mendapatkan keuntungan dengan
menggunakan prinsip keadilan dan kejujuran. Etika pemasaran Islam didasarkan pada
maksimalisasi nilai yang memerlukan empati terhadap orang lain dan menghargai ciptaan-
ciptaan Allah, yang menyiratkan menahan diri dari perilaku merugikan orang lain dan
mencegah merebaknya praktikpraktik pemasaran yang tidak etis. Kepatuhan terhadap
kerangka etika Islam yang didasarkan pada kejujuran dan keadilan menjamin martabat dan
kebebasan baik manusia (konsumen maupun produsen), pikiran, hati nurani mereka dari
semua jenis perbudakan. Pemasaran dengan penerapan etika bisnis Islam merupakan
strategi bisnis yang mengarahkan proses penciptaan, penawaran, dan perubahan value
(nilai) dari tenaga pemasar sebagai inisiator kepada stakeholders yang dalam keseluruhan
prosesnya sesuai prinsip-prinsip etika pemasaran dalam Islam. Untuk memahami lebih jauh
bagaimana penerapan etika bisnis Islam dalam pemasaran, terlebih dahulu perlu dipaparkan
bahwa etika bisnis merupakan bagian dari etika profesi. Pada umumnya, ada beberapa nilai-
nilai Islam yang termuat dalam prinsip dasar etika bisnis yang perlu diperhatikan dalam
bisnis khususnya oleh para pelaku bisnis, yaitu:
19
1. Melakukan aktivitas bisnis berdasarkan pada ketentuan Allah Swt (tauhid), sebagaimana
yang terdapat dalam ketentuan dalam syari’at Islam (al-Qur’an dan as-Sunnah);
2. Jujur dalam takaran. Dengan sikap jujur, kepercayaan pembeli kepada penjual akan
tercipta dengan sendirinya;
3. Menjual barang yang baik mutunya, dalam hal ini adanya transparansi dalam
menjalankan bisnis, tidak ada unsur tipuan di dalamnya;
4. Tidak menggunakan sumpah, dalam artian menjual suatu barang memakai sumpah
dengan harapan untuk melariskan dagangan;
5. Longgar dan bermurah hati, dalam artian terjadi kontak antara penjual dan pembeli,
sikap ramah tamah dalam jual beli, dalam konteks modern yaitu layanan purna jual (after
sales/sales service)
6. Tertib administrasi, maksudnya adalah di dalam dunia bisnis biasa terjadi praktik hutang
piutang, oleh karena itu Islam mengajarkan perlunya administrasi hutang piutang,
seperti pencatatan transaksi, menghadirkan saksi, memberikan jaminan, dan sebagainya;
7. Menetapkan harga yang jelas, atau transparan, untuk menghindari adanya penipuan.
Menetapkan harga secara terbuka dan wajar, dan tidak seenaknya.
F. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Etis Dalam Islam Adapun beberapa faktor
yang mempengaruhi perilaku etis dalam islam, antara lain:
1. Interpretasi hukum dalam masyarakat sekuler didasarkan pada nilai-nilai dan standar
kontemporer yang seringkali berbeda-beda. Sementara dalam masyarakat islam, nilai-
nilai dan standar minimum oleh ajaran syariah.
2. Faktor-faktor organisasional Organisasi juga dapat memberikan pengaruh terhadap cara
berperilaku anggotanya.Salah satu aspek kunci pengaruh organisasional adalah tingkat
komitmen pemimpin organisasi terhadap nilai-nilai etis.
3. Faktor-faktor individu Setiap individu masuk ke dunia kerja dengan membawa nilai-
nilai yang berbeda-beda.Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku etis seseorang
adalah:
a. Tahap perkembangan moral Rasulullah Saw menyatakan bahwa setiap orang
setidaknya menjalani dua tahap perkembangan moral: tahap moral atau pra-pubertas
dan tahap kedewasaan. Dalam hadits yang disampaikan oleh Aisyah ra, menyatakan
bahwa : Rasulullah Saw) berkata: “ Terdapat tiga orang yang tindakannya tidak akan
dicatat: seseorang yang tertidur sampai ia bangun, seorang bodoh sampai ia dapat
berpikir, dan seorang anak sampai ia mencapai kedewasaan”.
20
b. Rujukan nilai dan moral pribadi Nilai-nilai dan moralitas individu juga akan
mempengaruhi standar etika seseorang. Seseorang yang menekankan sifat jujur akan
berperilaku sangat berbeda dari orang yang tidak menghargai hak milik orang lain.
c. Tahap pengaruh keluarga Individu mulai membentuk nilai-nilai etis ketika masih
kanakkanak.Rasulullah Saw menekankan pentingnya peranan pengasuhan keluarga.
Anak-anak cenderung untuk mengembangkan standar etis yang tinggi jika mereka
melihat anggota keluarga lainnya secara konsisten berusaha menerapkan standar etis
yang tinggi pula.
d. Pengaruh teman sebaya Ketika anak-anak bertumbuh dan mulai masuk sekolah,
mereka dipengaruhi oleh teman-teman sebaya yang menjadi teman bermainnya setiap
hari. Maka Dari itu jika teman-teman seorang anak terlibat dalam tindakan buruk,
maka anak itu mungkin akan meniru mereka.
e. Pengalaman hidup Baik positif atau negatif, peristiwa-peristiwa penting akan
mempengaruhi kehidupan seseorang individu serta membentuk keyakinan dan
perilaku etisnya.
G. Panduan Dalam Mempraktekkan Etika Islam
Dalam pandangan Islam khususnya ekonomi Islam, bisnis dan etika tidak harus dipandang
sebagai dua hal yang saling bertentangan. Bisnis merupakan simbol dari urusan duniawi
namun juga dianggap sebagai bagian integral dari hal-hal yang bersifat investasi akhirat.
Di dalam Alquran terdapat sekitar 370 ayat yang menunjukkan kepada kita khususnya umat
Islam jalan untuk melakukan bisnis dengan pijakan moral, serta larangan yang dengan jelas
melarang kita untuk melakukan kesalahan tertentu. Selain kajian Etika bisnis yang
berdasarkan pada al-Qur’an. Pelajaran dari etika bisnis itu sendiri bisa diambil dari Perilaku
atau keseharian Nabi Muhammad Saw, karena Sunnah juga merupakan sumber hukum
dalam Islam selain Alquran. Salah satu aspek terpenting dalam bisnis adalah bagaimana
mengkomunikasikan bisnis atau produk kepada target pasar. Karenanya disamping
mengatur aturan aktivitas bisnis, Islam juga memberikan panduan bagaimana komunikasi
pemasaran dilakukan. yaitu:
1. Kejujuran. "Tidak dibenarkan seorang muslim menjual satu jualan yang mempunyai aib,
kecuali ia menjelaskan aibnya," (H.R. Al-Quzwani). "Siapa yang menipu kami, maka
dia bukan kelompok kami" (H.R. Muslim).
21
2. Tidak boleh menipu. "Celakalah bagi orang yang curang, yaitu orang yang apabila
menerima takaran dari orang lain, mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar
atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi" (QS 83:112).
3. Tidak boleh menjelekkan bisnis orang lain, agar orang membeli kepadanya. Nabi
Muhammad SAW bersabda, "Janganlah seseorang di antara kalian menjual dengan
maksud untuk menjelekkan apa yang dijual oleh orang lain," (H.R. Muttafaq „alaih).
4. Menolong atau memberi manfaat kepada orang lain. Al-Qur‟an Surat Al-Maidah ayat 2
berbunyi: "Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan taqwa, dan
jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran, dan bertakwalah kamu
kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksaNya".
5. Bisnis dilakukan dengan sukarela, tanpa paksaan. Firman Allah, "Hai orang-orang yang
beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan cara yang batil,
kecuali dengan jalan bisnis yang berlaku dengan suka-sama suka di antara kamu," (QS.
4:29).
6. Kegiatan bisnis hanya dilakukan untuk menjual produk yang halal.
7. Islam melarang monopoli dan penimbunan sehingga menimbulkan kerusakan bagi
kepentingan masyarkat luas.
8. Komunikasi pemasaran yang mengeksploitasi kelompok tertentu untuk kepentingan
bisnis dan penjualan produknya
H. Etika Perilaku Produsen Dan Konsumen
Produksi atau manufacturing adalah proses yang dilakukan oleh produsen sebagai aktivitas
fungsional yang mesti dilakukan oleh setiap perusahaan. Fungsi produsen adalah bekerja
menciptakan barang atau jasa yang bertujuan untuk membentuk nilai tambah (value added).
Secara ekonomi, aktivitas produksi tersebut meliputi beberapa hal seperti produk apa yang
dibuat, mengapa dibuat, kapan dibuat, untuk apa dibuat, bagaimana berproduksi, dan
berapa jumlah yang dibuat. Perilaku konsumen adalah bagaimana konsumen akan
menanggapi atau akan merespons bila terjadi perubahan harga atas suatu permintaan barang
atau jasa yang diperlukan. Konsumen menempati posisi fundamental yang hakiki dalam
bisnis modem. Bisnis tidak akan berjalan tanpa adanya konsumen yang menggunakan
produk atau jasa yang ditawarkan oleh produsen. Meskipun begitu, suatu komoditas jika
akan diproduksi haruslah mempertimbangkan alasan sosial kemanusiaan, bahkan sosial-
kultural, yakni selain alasan dibutuhkan oleh masyarakat juga perlu dipertanyakan
implikasi positif yang ditimbulkannya sebagai akibat diproduksinya suatu komoditas
22
tersebut. Disamping itu, produsen juga mempunyai kewajiban untuk menyediakan produk
yang aman bagi konsumen, dan hams bertanggung jawab penuh jika terdapat suatu
komoditas yang jelek, berkualitas rendah dan merugikan konsumen. Hubungan antara
produsen dan konsumen bukanlah hubungan yang tidak seimbang produsen mempunyai
kebebasan untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya yang dapat merugikan konsumen.
Sebaliknya hubungan keduanya harus berada dalam keseimbangan, dalam arti demi
menghindari pemusatan kekuasaan ekonomi dan bisnis dalam genggaman produsen
semata. Islam secara jelas tidak membenarkan upaya-upaya dan praktek penumpukan
sumber daya ekonomi pada segelintir kelompok saja. Al-Qaradawi menegaskan bahwa
Islam mengajarkan sistem pasar bebas, akan tetapi Islam tidak mentolerir penimbunan
barang, manipulasi atau memainkan harga. Meskipun begitu, Islam memperbolehkan
mengontrol harga dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat luas serta mencegah
praktik-praktik keserakahan. Produsen tidak akari berlaku serakah, karena pada hakikatnya
harta yang dimilikinya merupakan amanah, dan konsumen pun demikian, tidak serta merta
menginginkan kepemilikan yang lebih dari kebutuhannya, sehingga merugikan konsumen
lainnya Tanggung jawab lain yang harus dimiliki oleh produsen adalah menjamin adanya
kualitas produk-produknya pada satu sisi dan harga yang adil serta kebenaran iklan sebagai
media informasi utama pada sisi lainnya. Kualitas produk sesungguhnya bukan hanya
merupakan tuntutan etis tetapi juga untuk mencapai kesuksesan dalam bisnis. Hubungan
produsen dengan konsumen yang meliputi kualitas dan keamanan komoditas, serta keadilan
harga merupakan proses bisnis yang berkesinambungan yang tidak boleh lepas dari nilai-
nilai etika. Penerapan etika bisnis Islam dalam hal ini bukan hanya terkait dengan tanggung
jawab produsen kepada Allah, akan tetapi hal ini juga menyangkut kepercayaan konsumen
atas komoditas yang diproduksinya. Tentu secara umum menyangkut eksistensi produsen
atau perusahaan untuk tetap bisa bertahan di dunia perbisnisan.
-Quotes-
Satu kata yg terpenting adalah " *change !"; Dua kata Terindah di hati Manusia, Terima
Kasih .; Tiga Kata yg Menghimpit di hati, Aku Sulit Berubah .; Empat kata yg
Membunuh, aku TIDAK BISA berubah ; Lima kata yg memanggil; Kalau Bukan Aku Lalu
Siapa? .
Enam kata yg Menggugah; Binatang saja BELAJAR apalagi Kita MANUSIA !!
#Dr.H. SyaefulBahri#
23
Lampiran Hasil Diskusi
Pertanyaan :
Bagaimana cara menanamkan sifat-sifat dasar marketer Islam kepada seorang marketer,
sedangkan yang kita ketahui banyak sekali orang muslim yang masih belum menanamkan sifat-
sifat dasar itu bahkan masih sering terjadi seorang marketer yang suka ghibah, tidak jujur,
bahkan sampai gharar, berikan solusinya?
Jawaban :
Sifat sifat tersebut merupakan pedoman dalam praktik pemasaran bagi seorang muslim, namun
apabila masih banyak yang tidak menerapkan sifat sifat tersebut dalam diri seorang marketer
maka ia tidak bisa disebut sebagai marketer syariah. Jadi tergantung orangnya mau menerapkan
atau tidak prinsip² tersebut. Untuk solusinya kembali kepada pribadi marketer itu sendiri, dia
mau atau tidak menerapkan sifat-sifat yang telah disebutkan. Karena sebagai umat muslim
seharusnya kita harus memakai sistem sesuai dengan syariat muslim.
Pertanyaan :
Apa yang dimaksud faktor Interpretasi hukum dalam masyarakat sekuler?
Jawaban :
Interpretasi hukum dalam masyarakat sekuler disini merupakan pendekatan pada penemuan
hukum dalam hal peraturannya ada tetapi tidak jelas untuk dapat diterapkan pada peristiwanya
dalam sebuah gerakan kemasyarakatan yang bertujuan memalingkan manusia dari kehidupan
akhirat dengan semata-mata berorientasi kepada dunia. Contohnya, Kaya Indonesia negara
sekular yang moderat, di mana agama (Islam) dalam konstitusi negara tidak dijad ikan sebagai
landasan dasar negara, namun nilai-nilai agama masih tetap dipertahankan dan dijadikan
sebagai landasan etik dalam kehidupan bermasyarakat.
24
BAB 3
INFORMASI PEMASARAN SERTA PERENCANAN PEMASARAN
A. Informasi pemasaran
Informasi secara garis besar kita artikan sebagai pengolaan data, pengumpulan data,
pengambilan data, dan pemberitahuan data secara akurat. Menurut para ahli Raymond Mc
Leod “data yang telah diolah menjadi suatu bentuk dan memiliki arti bagi penerima dan
bermanfaat untuk mengambil keputusan saat ini maupun yang akan datang. Menurut
George H Bodnar “ Sekumpulan data-data yang melalui sebuah proses menjadi dasar
pengambilan keputusan”.Pemasaran menurut penjelasan para ahli tentang pemasaran
Wiliam J Staton “suatu keseluruhan dari kegiatan bisnis untuk merencanakan, menentukan
harga, mendistribusikan dan mempromosikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan
pembeli yang ada dan pembeli potensial”. Dan Menurut Philip Kotler “ pemasaran adalah
proses sosial dan manajerial ketika seseorang atau kelompok memperoleh suatu kebutuhan
dan keinginan melalui produksi (penciptan) atau dengan pertukaran produk dan nilai”
Sistem Informasi Pemasaran yaitu seperangkat prosedur dan metode untuk pengumpulan
data, analisis, dan penyajian informasi yang teratur dan terencana yang digunakan dalam
pengambilan keputusan pemasaran. Menurut P.Kotler “ jenis informasi pemasaran dibagi
menjadi :
1. Pemasaran merupakan sebuah Sistem mekanisme yang hanya mengalir dari lingkungan
sekitar perusahaan saja.
2. Informasi pemasaran intern merupakan sebuah Sistem Informasi komunikasi di dalam
perusahaan itu sendiri.
3. Komunikasi pemasaran merupakan Sistem Informasi komunikasi dari perusahaan
kelingkungan sekitar. Sistem informasi pemasaran merupakan subset dari sistem
informasi managemen yang menyediakan informasi untuk memecahkan masalah
pemasaran perusahaan
B. Peranan Informasi Pemasaran
Definisi Peranan Peranan (role) merupakan aspek dinamis kedudukan (status). Apabila
seseorang melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya maka dia
menjalankan suatu peranan. Peranan lebih banyak menunjuk pada fungsi, penyesuaian diri
dan sebagai suatu proses. Peranan mencakup tiga hal, yaitu:
25
1. Peranan meliputi norma-norma yang dihubungkan dengan posisi atau tempat seseorang
dalam masyarakat. Peranan dalam arti ini merupakan rangkaian peraturanperaturan.
Yang membimbing seseorang dalam kehidupan masyarakat.
2. Peranan adalah suatu konsep tentang apa yang dapat dilakukan oleh individu dalam
masyarakat sebagai organisasi.
3. Peranan juga dapat dikatakan sebagai perilaku individu yang penting bagi struktur sosial
masyarakat. Peranan SIP adalah untuk memperkirakan kebutuhan informasi manajer,
menghasilkan informasi yang dibutuhkan, dan mendistribusikan informasi tersebut
secara tepat waktu kepada para manajer pemasaran. Informasi yang dibutuhkan
dihasilkan melalui catatan internal perusahaan, aktivitas intelejensi pemasaran, riset
pemasaran, dan analisis pendukung keputusan pemasaran (marketing decision support
analysis)5
C. Ruang Lingkup Informasi Pemasaran
Ruang Lingkup Sistem Informasi Pemasaran Pada usaha-usaha yang masih kecil kita dapat
langsung berhubungan dan memperoleh informasi langsung dari tangan pertama yaitu para
pembeli dan distributor. Sehingga kita dapat langsung mengikuti perkembangan pasar dari
dekat. Apabila usaha yang dijalankan sudah mulai meluas maka hubungan langsung dengan
para pembeli dan distributor. Hubungan ini sangat dibutuhkan untuk mendapatkan
informasi yang digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan untuk kegiatan-kegiatan
pemasaran. Oleh karena itu informasi begitu penting dari berbagai pihak dan dari berbagai
bentuk. Pada umumnya perusahaan saat ini lebih banyak terlibat dalam berbagai macam
produk, sedangkan para pesaing mampu menetapkan strategi pemasaran yang baru secara
cepat dan tepat dalam menggunakan kesempatan memasarkan dari perubahan factor-faktor
lingkungan seperti pasar, teknologi, ekonomi, kebudayaan, dan kebijaksanaan pemerintah.
Begitu besar peranan informasi pemasaran makin bertambah penting terutama dalam
pengambilan keputusan di bidang pemasaran. Permasalahan kali ini bagaimana
menyediakan informasi yang tepat sehingga bermanfaat bagi masyarakat untuk
memasarkan barang/jasa. Data atau fakta dasar pada banyak perusahaan belum dapat
disesuaikan dengan kebutuhan informasi yang intensif untuk pemasaran yang efektif dalam
perkembangan ekonomi modern sekarang ini. Hal yang menyebabkan informasi pemasaran
menjadi kebutuhan yang lebih besar dari waktu-waktu sebelumnya:
1. Terdapat perubahan dari pasar lokal ke pasar nasional dan internasional.
2. Adanya transaksi dari pemenuhan kebutuhan pembeli ke pemenuhan keinginan pembeli.
26
3. Adanya transaksi dari persaingan yang semata-mata tidak pada harga.
D. Komponen yang Terdapat dalam Sistem Informasi
Komponen-Komponen Dasar Sistem Informasi Pemasaran terdiri atas 5 hal berikut ini:
1. Lingkungan internal (internal environment)
a. Manajer-manajer yang menggunakan sistem tersebut
b. Jenis-jenis keputusan yang harus dibuat
c. Sasaran perusahaan yang seharusnya menjadi pedoman dalam proses pengambilan
keputusan secara keseluruhan
d. Faktor sosial-budaya, dan politik internal yang mempengaruhi aktivitas organisasi
dalam pengambilan keputusan
2. Perangkat pengguna (user interfaces) Komponen dasar SIP yang kedua adalah
perangkat/peralatan yang berhadapan langsung dengan pemakai, yaitu proses-proses
dan peralatan yang akan dipakai oleh manajer-manajer pemasaran pengguna SIP,
meliputi:
a. Jenis-jenis komputer yang diharapkan oleh pengguna.
b. Jalur dimana informasi ditampilkan pada kertas atau layar komputer.
c. Jenis-jenis pengetahuan yang mungkin diperlukan dalam penggunaan sistem
d. Printer dan bentuk-bentuk teknologi lainnya di mana laporan-laporan dibuat untuk
mendokumentasikan analisis yang mendasari sebuah keputusan.
3. Basis data (database) Karena pengambilan keputusan yang baik memerlukan data yang
tersedia, maka komponen dasar SIP yang ketiga adalah database. Database adalah
kumpulan file data yang tersusun dengan baik dan dapat digunakan untuk saling
menghubungkan satu dengan yang lainnya.
4. Sofware / perangkat lunak aplikasi (applications software) Sofware aplikasi adalah
komponen keempat dari sebuah SIP. Ini adalah programprogram yang digunakan oleh
manajer pemasaran untuk mengakses data dalam sistem database dan untuk
menganalisis data dalam menyediakan informasi untuk memberi arah keputusan
pemasaran.
5. Dukungan adminitratif (administrative supports) Dukungan administrasi menyediakan
arah, proses, prosedur, dan kebutuhan personel untuk memelihara integritas sistem dan
untuk mendukung para manajer menggunakan sistem. Jika sistem SIP sedang berjalan
dan efektif dalam pembuatan keputusan pemasaran, harus ada arahan yang jelas / formal
27
untuk proses dan prosedur memerintah/mengatur masukan data dalam sistem dan
mengakses data.
E. Perencanaan Pemasaran
Pengertian Perencanaan Menurut Porter, strategi merupakan alat yang sangat penting untuk
mencapai keunggulan bersaing. Sedangkan menurut Chandler, strategi merupakan alat
untuk mencapai tujuan perusahaan dalam kaitannya dengan tujuan jangka panjang,
program tindak lanjut serta prioritas alokasi sumber daya. Dan menurut Stephani K.
Marrus, strategi didefinisikan sebagai suatu proses penentuan rencana para pemimpin
puncak yang berfokus pada tujuanjangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu
cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai. Selain itu definisi yang lebih
khusus, menurut Hamel dan Prahalad strategi merupakan tindakan yang bersifat
incremental (senantiasa meningkat) dan terus menerus dan dilakukan berdasarkan sudut
pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. Dengan
demikian, perencanaan strategi hampir selalu dimulai dari “apa yang dapat terjadi”, bukan
dimulai dari “apa yang ”. Terjadinya kecepatan inovasi pasar baru dan perubahan pola
konsumen memerlukan kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan Menurut Learned,
Christenses, Andrews, dan Guth merumuskan bahwa strategi adalah alat untuk
menciptakan keunggulan bersaing. Dengan demikian salah satu fokus strategi adalah
memutuskan apakah bisnis tersebut harus ada atau tidak ada. Pengertian Pemasaran
Pandangan tentang defenisi pemasaran dapat diihat dari beberapa ahli,diantaranya, Kotler
dan Keller menyatakan bahwa pemasaran merupakan fungsi organisasi dari satu set proses
untuk menciptakan, mengkomunikasikan, dan menyampaikan nilai kepada pelanggan dan
untuk membangun hubungan pelanggan yang memberikan keuntungan bagi organisasi dan
pihak-pihak yang berkepentingan terhadap organisasi12 . William J. Stanton juga
menyatakan bahwa pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan- kegiatan
bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan
mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang
ada maupun potensial. Dari definisi tersebut dapat diketahui bahwa sebenarnya proses
pemasaran itu terjadi atau dimulai jauh sejak sebelum barang-barang diproduksi.
Keputusan-keputusan dalam pemasaran harus dibuat untuk menentukan produk dan
pasarnya, harganya, dan promosinya. Kegiatan pemasaran tidak bermula pada saat
penjualan dilakukan. Perusahaan harus dapat memberikan kepuasan kepada konsumen jika
mengharapkan usahanyadapat berjalan terus, atau konsumen mempunyai pandangan yang
28
baik terhadap perusahaan. Jadi, jaminan yang baik atas barang dan jasa dapat dilakukan
sesudah penjualan. Pemasaran juga merupakan suatu proses kegiatan yang dipengaruhi
oleh berbagai faktor sosisal, budaya, politik,ekonomi, dan manajerial. Akibat dari pengaruh
berbagai faktor tersebut adalah masing-masing individu maupun kelompok mendapatkan
kebutuhan dan keinginan dengan menciptakan, menawarkan, dan menukarkan produk yang
memiliki nilai komoditas. Berdasarkan beberapa pendapat tersebutdapat disimpulkan
bahawa pemasaran merupakan keseluruhan proses dari perencanaan konsep, harga,
promosi, dan pendistribusian untuk menciptakan suatu produk atau jasa tertentu untuk
meraih kepuasan pelanggan dan mencapai tujuan suatu organisasi.
F. Macam-Macam Perencanaan pemasaran
1. Segmentasi pasar Segmentasi pasar merupakan tindakan mengidentifikasikan dan
membentuk kelompok pembeli atau konsumen secara terpisah.Masing-masing segmen
konsumen ini memiliki karakteristik,kebutuhan produk, dan bauran pemasaran
tersendiri. Segmenting berguna untuk mengkelompokkan mereka pada satu kesatuan.
Pengkelompokkan tersebut menjadi fokus sasarannya.
2. Targeting Targeting adalah suatu tindakan memilih satu atau lebih segmen pasaryang
akan dimasuki. Proses ini mempertimbangkan segmentasinasabah dan kesesuai produk
yang ditawarkan.
3. Positioning Positioning merupakan proses menentukan posisi produk sedemikian rupa
sehingga pasar/nasabah yang menjadi sasaran mengenal tawaran dan citra khas
perusahaan.
G. Proses perencanaan pemasaran (Marketing Plan)
Perencana pemasaran merupakan ide awal dalam suatu bisnis. Ini merupakan suatu bentuk
umum dari sebuah keterkaitan proses tata kelola dengan arah tujuan untuk mengembangkan
strategi bisnis dalam memperoleh pencapaian yang maksimal. Rencana pemasaran
(marketing plan) harus menggambarkan:
1. Situasi bisnis sekarang dan keseluruhan pasar (ukuran pasar, pertumbuhan dan segmen
pasar, produk, produk baru, persaingan, dan pangsa pasar).
2. Misi organisasi dan tujuan keuangan.
3. Peluang dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan (termasuk diagnosis kekuatan dan
kelemahan relatif terhadap pesaing).
4. Kunci penting faktor pemasaran (Proses informasi konsumen, daur hidup produk,
segmentasi, persaingan dalam posisi produk, dan perilaku persaingan).
29
5. Reaksi pasar terhadap kegiatan pemasaran (tingkat harga, promosi, periklanan, dan
personal selling)
6. Tujuan program pemasaran (segmentasi pasar sasaran, positioning, teknologi produk,
channel, periklanan, penjualan dan pelayanan).
7. Mengidentifikasi hubungan kritis antar fungsi dan strategi pemasaran global dan
implikasinya.
8. Menetapkan tujuan penjualan dalam unit atau dolar, market share, dan alat pengukuran
pengembalian keuangan.
9. Rencana kegiatan spesifik untuk tahun yang akan datang.
10. Proses memonitor kinerja dari rencana dan merespon perubahan kondisi. Karakteristik
perencanaan pemasaran (marketing plan). Marketing plan harus didesain dengan
memenuhi karakteristik tertentu. Karakteristik penting yang harus ada dalam marketing
plan yang efektif adalah:
a. Marketing plan harus menyediakan strategi untuk mencapai misi dan tujuan
perusahaan.
b. Marketing plan harus didasarkan pada asumsi yang nyata dan valid.
c. Suatu organisasi yang sesuai harus digambarkan untuk implementasi marketing plan.
d. Marketing plan menyediakan kesinambungan, sehingga marketing plan tiap tahun
dapat didasarkan pada rencana tersebut, dan sesuai dengan tujuan jangka pendek dan
jangka panjang.
e. Marketing plan harus sederhana dan pendek.
f. Kesuksesan rencana akan tergantung pada flexibility.
g. Marketing plan seharusnya mempunyai kriteria kinerja yang dapat dimonitor dan
dikontrol.
Quis
1. Tulis Manfaat Informasi Pemasaran !
# Selamat Mengerjakan Quiz dg Ceria & Menjadi Pecinta Ilmu yg diAmalkan #
-Quotes-
" People will forget what you said . People will forget what you did . But people will never
forget how you made them feel ".
#Dr.H.SyaefulBahri#
30
Lampiran Hasil Diskusi
Pertanyaan :
bagaimana pengaruh segmentasi yang salah terhadap pemasaran?
Jawaban :
Izin menjawab pertanyaan Baihaqi "Segmentasi pasar itu sangat penting dalam aktifitas
Ekonomi, jadi ketika perusahaan/orangnya yang tidak menerapkan sama sekali tentu itu sangat
berpengaruh kpd perusahaan tersebut"
Karena pada dasarnya sifatnya konsumen pasti berbeda kebutuhan contoh : ketika di pasar
sayuran Solah demen ke sawi, Baihaqi demen ke Bayam. Nah hal inilah Yang harus kita
Fahami secara lapangan dari perbedaan kebutuhan tersebut, sebelumnya udah sya jelaskan ya
teman-teman di vn saya di atas.
Pertanyaan
Apa saja hal-hal ideal yang harus diperhatikan dalam perencanaan pemasaran (marketing plan)
agar berjalan sesuai rencananya?
Jawaban
-Yang pertama harus menentukan target konsumen. Nah target konsumen itu hal yang pling
utama agar perusahaan itu berjalan dengan baik dalm pemasarannya.
-Yang kedua membuat tujuan, nah sebelum melakukan pemasaran kita melakukan tujuan
seperti apa strategi perusahaan tsb agar mencapai hasil yg diinginkan.
-Yang ketiga tentukan alur kanal yang sesuai. Alur kanal pemasaran itu hampir sama dengan
target pemasaran. Kita mencari konsumen yang sesuai dengan rencana perusahaan tsb.
-Yang ke empat membentuk tim. Dengan membentuk tim kita lebih mudah melakukan
pemasaran, lebih mudah merencanakan pemasaran dengan saling bertukar pikiran.
-Yang ke lima membuat bujet marketing. Membuat bajet marketing itu untuk memperkirakan
berapa besar uang yang di butuhkan dalam pemasaran tsb. Misl dalam pengeluaran dalam
seminggu atau pun sebulan untuk mempersiapkan bahan pokok pemasaean tsb.
31
BAB 4
SASARAN PASAR
A. Sasaran Pasar
1. Pengertian Pasar
Secara Umum Pasar sebagai area tempat jual beli barang dengan jumlah penjual lebih
dari satu baik yang disebut sebagai pusat perbelanjaan, pasar tradisional, pertokoan,
mall, plaza, pusat perdagangan maupun sebutan lainnya.1Pengertian pasar dapat dititik
beratkan dalam arti ekonomi yaitu untuk transaksi jual dan beli. Pada prinsipnya,
aktivitas perekonomian yang terjadi di pasar didasarkan dengan adanya kebebasan
dalam bersaing, baik itu untuk pembeli maupun penjual. Penjual mempunyai kebebasan
untuk memutuskan barang atau jasa apa yang seharusnya untuk diproduksi serta yang
akan di distribusikan. Sedangkan bagi pembeli atau konsumen mempunyai kebebasan
untuk membeli dan memilih barang atau jasa yang sesuai dengan tingkat daya belinya.
Pasar menurut kajian ilmu ekonomi adalah suatu tempat atau proses interaksi antara
permintaan (pembeli) dan penawaran (penjual) dari suatu barang/jasa tertentu, sehingga
akhirnya dapat menetapkan harga keseimbangan (harga pasar) dan jumlah yang
diperdagangkan. Dalam kehidupan sehari-hari, keberadaan pasar sangatlah penting. Hal
ini dikarenakan apabila ada kebutuhan yang tidak dapat dihasilkan sendiri, maka
kebutuhan tersebut dapat diperoleh di pasar. Para konsumen atau pembeli datang ke
pasar untuk berbelanja dan memenuhi kebutuhannya dengan membawa sejumlah uang
guna membayar harganya. Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi,
prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur di mana usaha menjual barang, jasa dan
tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Barang dan jasa yang dijual
menggunakan alat pembayaran yang sah yaitu uang. Pasar bervariasi dalam ukuran,
jangkauan, skala geografis, lokasi jenis dan berbagai komunitas manusia, serta jenis
barang dan jasa yang diperdagangkan.
2. Fungsi Pasar
Pasar yang berfungsi sebagai tempat atau wadah untuk pelayanan bagi masyarakat. Hal
ini dapat dilihat dari berbagai segi atau bidang diantaranya: Peraturan Presiden Republik
Indonesia no. 112 th.2007. Tinjauan Umum Pasar :
a. Segi Ekonomi Merupakan tempat transaksi antara produsen dan konsumen yang
merupakan komoditas untuk mewadahi kebutuhan sebagai demand dan suplai.
32
b. Segi Sosial Budaya Merupakan kontrak sosial secara langsung yang menjadi tradisi
suatu masyarakat yang merupakan interaksi antara komunitas pada sektor informal
dan formal.
c. Segi Arsitektur Menunjukkan ciri khas daerah, yang menampilkan bentuk-bentuk
fisik bangunan dan artefak yang dimiliki. Dari ketiga segi atau bidang yang
disebutkan diatas, dapat diambil atau diartikan fungsi dari pasar adalah suatu wadah
aktivitas dari tradisi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan, baik dilakukan secara
barter maupun jual-beli yang diwujudkan dalam suatu bangunan. Selain itu fungsi
pasar adalah : Pasar sebagai tempat keluar masuk orang tanpa larangan dan tanpa
membedakan status, Pasar memberikan pelajaran bagi pedagang cara melayani
konsumen dengan baik, dan Pasar sebagai fasilitas yang tumbuh secara organis
3. Ciri-ciri Pasar
Berdasarkan dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan beberapa ciri – ciri pasar, antara
lain : Terdapat calon pembeli dan penjual, Terdapat jasa ataupun barang yang hendak
untuk diperjualbelikan, Terdapat proses permintaan serta penawaran oleh kedua pihak,
serta Terdapat interaksi diantara pembeli dan penjual baik itu secara langsung ataupun
tidak langsung.
4. Jenis Pasar
a. Jenis - jenis Pasar menurut Bentuk Kegiatan.
Jenis pasar ini dibagi menjadi 2 yaitu pasar nyata atau pasar tidak nyata. Berikut
penjelasannya,
1) Pasar Nyata, merupakan sebuah pasar dimana terdapat berbagai jenis barang yang
diperjualbelikan serta dapat dibeli oleh pembeli. Contoh dari pasar nyata ialah
pasar swalayan dan pasar tradisional.
2) Pasar Abstrak, merupakan sebuah pasar dimana terdapat para pedagang yang tidak
menawar berbagai jenis barang yang dijual serta tidak membeli secara langsung,
namun hanya menggunakan surat dagangan saja. Contoh dari pasar abstrak adalah
pasar online, pasar modal, pasar valuta asing, dan pasar saham.
b. Jenis - jenis Pasar menurut Transaksi.
Jenis pasar ini dibedakan menjadi pasar tradisional serta pasar modern:
1) Pasar Tradisional, ialah pasar yang sifatnya tradisional dimana para pembeli dan
penjual dapat saling tawar menawar secara langsung. Berbagai jenis barang yang
33
diperjualbelikan merupakan barang yang berupa barang kebutuhan pokok
seharihari.
2) Pasar Modern, merupakan suatu pasar yang sifatnya modern dimana terdapat
berbagai macam barang diperjualbelikan dengan harga yang sudah pas dan dengan
layanan sendiri. Tempat berlangsungnya pasar modern adalah di plaza, mal dan
tempat-tempat yang lainnya. Pasar modern tidak banyak berbeda dari pasar
tradisional, namun pasar jenis ini penjual dan pembeli tidak bertransakasi secara
langsung melainkan pembeli melihat label harga yang tercantum dalam barang
(barcode), berada dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri
(swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga. Barang-barang yang dijual, selain
bahan makanan makanan seperti; buah, sayuran, daging; sebagian besar barang
lainnya yang dijual adalah barang yang dapat bertahan lama. Contoh dari pasar
modern adalah pasar swalayan dan hypermarket, supermarket, dan minimarket.
c. Jenis - jenis Pasar Menurut Jenis Barang
Terdapat beberapa pasar hanya menjual 1 jenis barang tertentu, misalnya seperti pasar
sayur, pasar hewan, pasar ikan, pasar buah, pasar daging dan lain sebagainya.
1) Pasar Barang Konsumsi Pasar barang konsumsi merupakan suatu pasar yang
memperjualbelikan berbagai jenis barang yang dapat dikonsumsi guna memenuhi
kebutuhan hidup manusia.
2) Pasar Sumber Daya Produksi Pasar sumber daya produksi merupakan suatu pasar
yang memperjualbelikan tentang faktor-faktor produksi, contohnya: tenaga kerja,
mesinmesin, tanah dan tenaga ahli.
d. Jenis - jenis Pasar Menurut Waktu Jenis pasar menurut waktunya dapat digolongkan
ke dalam beberapa bentuk, antara lain :
1) Pasar Harian Pasar harian ialah tempat pasar dimana merupakan pertemuan antara
pembeli serta penjual yang dapat dilakukan setiap harinya. Pasar harian pada
umumnya menjual berbagai jenis barang kebutuhan konsumsi, kebutuhan jasa,
kebutuhan bahan-bahan mentah, dan kebutuhan produksi.
2) Pasar Mingguan Pasar mingguan ialah pasar yang dilakukan setiap seminggu
sekali. Biasanya pasar mingguan terdapat di daerah yang penduduknya masih,
seperti di pedesaan.
3) Pasar Bulanan Pasar bulanan ialah pasar yang dilakukan sebulan sekali, dan
terdapat di daerah-daerah tertentu. Biasanya terdapat para pembeli di pasar
34
tersebut yang membeli barang-barang tertentu dan kemudian dijual kembali,
contoh pasar bulanan adalah pasar hewan.
4) Pasar Tahunan Pasar tahunan ialah pasar yang diselenggarakan setiap satu tahun
sekali. Pasar tahunan pada umumnya bersifat nasional serta diperuntukkan untuk
promosi terhadap suatu produk baru. Contoh pasar tahunan : Pameran
Pembangunan, Pekan Raya Jakarta dan lain sebagainya.
5) Pasar Temporer Pasar temporer ialah pasar yang diselenggarakan pada waktu
tertentu serta pasar temporer dapat terjadi secara tidak rutin. Pada umumnya, pasar
temporer dibuka guna merayakan peristiwa tertentu. Contoh dari pasar temporer
adalah Bazar.
B. Motif Dan Perilaku Pembeli (konsumen)
Menurut Nitisemito (1986) motif pembelian adalah segala sesuatu yang melatarbelakangi
dan mempengaruhi individu untuk melakukan tindakan dan membeli suatu barang, serta
menjelaskan alasan-alasan dilakukannya pembelian. Selain itu ada juga motif emosional,
motif emosional adalah motif pembelian yang tidak berdasarkan pertimbangan ekonomis.
Motif emosional kadang-kadang tidak kalah kuatnya dalam mendorong seseorang untuk
berbelanja pada suatu swalayan tertentu. Motif-motif emosional itu antara lain:
1. Dengan berbelanja di swalayan tersebut konsumen dapat berjumpa dengan teman-
temannya. Adanya perasaan ingin berjumpa atau sekedar melihat temannya bekerja
disuatu swalayan dapat menjadi alasan mengapa dia pergi dan berbelanja di swalayan
atau pasar tersebut.
2. Adanya keinginan untuk meniru seseorang, hal itu diharapkan dapat meningkatkan
derajat social dirinya. Denga melihat orang yang berbelanja pada suatu swalayan atau
pasar terkenal maka orang lain yang merasa bahwa apabila dia berbelanja ditempat
terkenal tersebut maka status sosialnya akan meningkat.
3. Adanya keinginan untuk dipuji oleh orang lain karena bisa memiliki barang tertentu.
4. Adanya keinginan untuk selalu lebih dari orang lain.
Setelah mengetahui motif pembeli, ada juga faktor yang mempengaruhi seorang untuk
membeli atau menggunakan suatu produk tertentu yaitu perilaku konsumen. Perilaku
konsumen didefinisikan sebagai tindakan-tindakan, proses, dan hubungan sosial yang
dilakukan individu, kelompok, dan organisasi dalam mendapatkan dan menggunakan suatu
produk atau lainnya. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen,
35
diantaranya: budaya, kelompok sosial, pribadi, psikologis, dan perilaku pembeli seperti
yang sudah dijelaskan diatas.
Dalam membeli sebuah produk ada beberapa Langkah-langkah dalam pengambilan
keputusan pembelian yang dilakukan oleh seorang konsumen. Keputusan membeli atau
mengkonsumsi suatu produk dengan merk tertentu akan diawali oleh Langkah-langkah
sebagai berikut:
1. Pengenalan Kebutuhan Pengenalan kebutuhan akan muncul ketika seorang konsumen
menghadapi suatu masalah yaitu suatu keadaan dimana terdapat perbedaan antara
keadaan yang diinginkan dan keadaan yang sebenarnya terjadi.
2. Pencarian Informasi Pencarian informasi mulai dilakukan ketika konsumen memandang
bahwa kebutuhan tersebut bisa dipenuhi dengan membeli dan mengkonsumsi suatu
produk.
3. Evaluasi Alternatif Evaluasi alternatif adalah proses mengevaluasi pilihan produk dan
merk dan memilihnya sesuai dengan yang diinginkan konsumen.
4. Tindakan pembelian Setelah menentukan pilihan produk, maka konsumenakan
melanjutkan proses berikutnya, yaitu melakukan tindakan pembelian produk atau jasa
tersebut.
5. Pengonsumsian suatu produk adalah tahap akhir. Setelah konsumen merasakan produk
yang telah dibelianya maka biasanya akan muncul feedback dari konsumen tersebut
yang akan mempengaruhi tindakan kedepannya, apakah dia suak atau tidak terhadap
produk yang mereka telah konsumsi.
Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen, antara lain:
a. Faktor Individu, yaitu faktor yang muncul dari diri sendiri. Diantaranya:
1) Motivasi dan kebutuhan.
Motivasi muncul karena adanya kebutuhan yang dirasakan oleh konsumen.
Sedangkan kebutuhan sendiri muncul karena konsumen merasakan ketidaknyamanan
antara yang seharusnya dirasakan dengan sesungguhnya dirasakan. Kebutuhan yang
dirasakan tersebut mendorong seseorang untuk melakukan tindakan memenuhi
kebutuhan tersebut. Inilah yang disebut dengan motivasi. Seperti contoh adanya rasa
haus dan lapar mendorong seseorang untuk mencari makanan dan minuman.
2) Kepribadian dan gaya hidup
36
Setiap manusia memiliki kepribadian yang berbeda-beda, masing-masing individu
memiliki karakteristik yang unik. Memahami kepribadian dan gaya hidup konsumen
adalah penting bagi pemasar. Karena kepribadian dan gaya hidup bisa terkait dengan
perilaku konsumen. Perbedaan kepribadian dan gaya hidup konsumen akan
mempengaruhi perilakunya dalam memilih barang atau membeli produk, karena
konsumen akan membeli barang yang sesuai dengan gaya hidupnya. Pengetahuan
konsumen Pengetahuan konsumen adalah semua informasi yang dimiliki oleh
konsumen mengenai berbagai macam produk yang akan mempengaruhi keputusan
pembelian.
b. Faktor lingkungan, yaitu faktor yang muncul dari luar individu. Antara lain:
1) Budaya dan demografi, budaya merupakan suatu kepercayaan, nilai-nilai dan
kebiasaan yang dipelajari seseorang, yang dapat mengarahkan seseorang tersebut
dalam menggunakan suatu barang atau jasa. Sedangkan demografi menunjukan
identitas seseorang bisa berdasarkan usia, agama, suku bangsa, pendapatan, dan lain-
lain.
2) Keluarga, fungsi pokoknya adalah adanya proses sosialisasi sehingga seseorang
membeli sesuatu itu bisa berdasarkan rekomendasi dari keluarganya.
3) Kelas sosial, status sosial yang ada pada masyarakat seperti masyarakat kelas bawah,
menengah, dan atas akan mempengaruhi setiap perilakunya terutama dalam memilih
sebuah produk.
C. Segmenting
Segmenting atau proses segmentasi pada hakikatnya adalah pembagian kelompok pembeli
atau pembeli potensial yang beraneka ragam atau yang berbeda-beda ke dalam kelompok-
kelompok yang lebih kecil yang pola-pola kebutuhan pembelinya sama. Oleh karena itu
seorang manajer marketing harus membagi pasar ke dalam bagian-bagian yang strategis
dan mudah diatur, sehingga dapat menentukan target pasar dan memuaskan kebutuhan
pasar yang ditargetkan tersebut secara lebih akurat. Alasannya, karena pada kenyataannya
menunjukan bahwa tidak ada produk tunggal yang dapat memenuhi kebutuhan dan
keinginan semua pembeli, oleh karena itu para ahli strategi pemasaran perlu
mengelompokan pembeli berdasarkan karakteristiknya maupun kebutuhannya untuk
memenuhi selera dan permintaan yang berbeda tesebut.
Dalam segmentasi pasar tidak ada suatu prosedur khusus atau resmi dalam melakukan
identifikasi segmen utama suatu pasar, namun dapat dilakukan suatu pendekatan umum
37
yang biasanya digunakan oleh perusahaan dalam melakukan riset pemasaran. Riset tersebut
dilakukan dengan beberapa tahap, antara lain:
1. Tahap Survei Survei bisa dilakukan dengan metode wawancara guna mencari penjelasan
dari konsumen untuk mendapatkan pemahaman atas dorongan, sikap dan perilaku
konsumen. Dengan menggunakan penemuan ini, perusahaan dapat menyiapkan
pertanyaan atau kuisioner untuk mengumpulkan data mengenai:
a. Atribut dan peringkat kepentingan konsumen
b. Kesadaran merek
c. Pola-pola pemakain produk
d. Sikap terhadap kategori produk
e. Demografis, geografis dan psikografis responden
2. Tahap Analisis
Perusahaan menerapkan analisis faktor terhadap data tersebut untuk mencari variable
yang berkorelasi tinggi. Kemudian periset menerapkan analisis kelompok untuk
menghasilkan jumlah segmen atau mengetahui kelompok-kelompok pasar yang
memiliki perbedaan karakteristik.
3. Tahap pembentukan
Masing-masing kelompok dibentuk berdasarkan perbedaan sikap; perilaku, demografis,
dan psikografis. Masing-masing segmen dapat diberi nama berdasarkan sifat-sifat
dominan yang membedekannya. Contohnya antara lain Konsumen yang pasif dan
senang tinggal dirumah, Konsumen yang aktif dan gemar berolah raga, Konsumen yang
berkesukupan dan mempunyai kontrol diri dalam mebelanjakan uangnya, Konsumen
pendukung kebudayaan, Konsumen yang aktif mengikuti kegiatan bermasyarakat.
Dalam prosesnya ada beberapa syarat yang harus dipenuhi supaya segmentasi yang
dilakukan dapat diterapkan secara efektif. Syarat-syarat tersebut antara lain:
a. Dapat diukur, artinya variabel-variabel dalam menentukan segmen harus dapat
diperhitungkan secara kuantitatif.
b. Accessible, artinya dapat dicapai karena didukung oleh sumber daya yang dimiliki.
c. Substantial(besar), artinya besaran dan nilai segmen pasar dapat memberikan kontribusi
yang sigifikan terhadap perusahaan.
d. Unik, artinya segmen pasar suatu perusahaan harus dapat dibedakan dari segmen pasar
perusahaan lain.
e. Cocok dengan sasaran dan sumberdaya yang dimiliki perusahaan.
38
f. Stabil, artinya perilaku pasar dimasa datang dapat diprediksi.
Segmentasi pasar dapat dibagi menjadi 5 bagian. Pertama, segmentasi geografis.
Segmentasi geografis adalah segmentasi yang mendasarkan pembagian pasar menjadi
unitunit geografis seperti, wilayah, provinsi, kota atau lingkungan rumah tangga. Kedua,
segmentasi demografis. Segmentasi demografis adalah segmentasi yang mendasarkan
pembagian kelompok pasar dengan faktor demografis seperti, usia, jenis kelamin, agama,
suku, kelas sosial, dan sebagainya. Ketiga, segmentasi psikografis. Segmentasi psikografis
aldalah segmentasi yang mendasarkan pembagian kelompok pasarnya atas dasar gaya
hidup, kepribadian, dan nilai atau kepercayaan yang dimiliki konsumen. Keempat,
segmentasi perilaku. Segmentasi perilaku adalah segmentasi yang membagi
kelompokkelompok pasar berdasarkan pengetahuan, sikap, pemakain atau tanggapan
mereka terhadap suatu produk tertentu. Kelima, segmentasi multi atribut. Segmentasi ini
tidak lagi membicarakan konsumen rata-rata, atau bahkan membatasi analisis mereka hanya
pada beberapa segmen pasar. Sebaliknya dalam segmen ini mereka sering menggabungkan
beberapa variabel dalam usaha mengidentifikasi kelompok sasaran yang lebih kecil dan
dirumuskan dengan lebih baik.
D. Targeting
Targeting adalah memilih satu atau lebih segmen pasar yang akan dimasuki atau bagaimana
cara perusahaan mengoptimalkan suatu pasar dan dalam penentuan target pasar perusahaan
harus menggunakan konsep prioritas, variabilitas, dan fleksibilitas. Prioritas dipakai karena
perusahaan tidak pernah bisa melayani semua orang yang ada dipasar. Sedangkan konsep
variabilitas digunakan Ketika menghadapi situasi persaingan yang sudah meningkat,
karena perusahaan tidak bisa memberika pelayanan yang sama kepada suma orang yang
akan diprioritaskan. Semakin sama maka semakin tidak optimal, dan perusahaan dapat
optimal Ketika melayani orang jika memberikan lebih banyak variasi. konsep fleksibilitas
berhubungan dengan variasi tadi karena semakin fleksibel, suatu perusahaan bisa
memberikan variasi tanpa perlu mengeluarkan biaya tambahan.
Setelah melakukan proses segmentasi pasar, maka perusahaan akan melakukan evaluasi
terhadap segmen-segmen tersebut untuk kemudian memilih salah satu segmen yang
dianggap paling tepat dan mampu untuk dilayani perusahaan. Dalam menentukan target,
perusahaan harus dapat membedakan antara pasar jangka pendek dan pasar masa depan,
serta pasar primer dan pasar sekunder.
39
1. Pasar sasaran jangka pendek dan pasar masa depan
Pasar sasaran jangka pendek adalah pasaar yang ditekuni hari ini yang direncanakn akan
dijangkau dalam waktu yang dekat. Pasar ini yang menghasilkan penjualan dalam waktu
dekat. Sedangkan pasar masa depan adalah pasar tiga-lima tahun dari sekarang.
Mungkin perusahaan harus mengubah produk, mengubah pasar sasaran, menambah atau
mengurangi.
2. Pasar sasaran primer dan sekunder
Pasar primer adalah sasaran utama produk perusahaan. Mereka terdiri dari konsumen-
konsumen yang penting bagi kelangsungan hidup perusahaan. Sedangkan pasar
sekunder, adalah pasar yang terdiri dari konsumen-konsumen yang seringkali dianggap
tidak penting, tetapi jumlahnya cukup besar.
Dalam memilih target pasar, keputusan penentuan pasar sasaran dapatb dilakukan dalam
satu segmen atau beberapa segmen. Namun, pasar sasaran yang optimal, perlu diperhatikan
beberapa kriteria sebagai berikut:
a. Responsive. Pasar sasaran harus responsive terhadap produk atau programprogram
pemasaran yang dikembangkan.
b. Potensi penjualan. Potensi penjualan harus cukup luas. Semakin besar pasar sasaran
semakin besar pula nilainya.
c. Pertumbuhan yang memadai. Pasar tidak dapat dengan segera bereaksi. Pasar akan
tumbuh perlahan-lahan sampai akhirnya tumbuh dengan cepat untuk mencapai titik
pendewasaan.
d. Jankauan media. Pasar sasaran dapat dicapai dengan optimal kalua pemasar tepat
memilih media untuk mempromosikan dan memperkenalkan produknya.
E. Positioning
Ada beberapa pengertian positioning. Dibawah ini pengertian positioning yang diberikan
beberapa ahli sebagai berikut:
1. Menurut Assauri (1999) Positioning adalah cara untuk meningkatkan dan menempatkan
produk yang kita buat dengan pesaing kita dalam pikiran konsumen, dengan kata lain
positioning dipakai untuk mengisi serta memenuhi keinginan konsumen dalam kategori
tertentu.
2. Menurut Kotler (1997) Positioning adalah tindakan untuk mendesian penawaran
perusahaan serta image sehingga menciptakan tempat dan nilai tersendiri dalam pikiran
konsumen.
40
3. Menurut husein umar (2003) Positioning merupakan kesan, dan kesan itu diarahkan
pada sejumlah obyek yang membentuk persaingan satu sama lain.
Dari pengertian yang dipaparkan diatas dapat kita simpulkan bahwa positioning adalah
sebagai suatu usaha yang dilakukan oleh perusahaan Ketika mendesain produkproduk
mereka sehingga dapat menciptakan kesan dan image tersendiri dalam pikiran konsumennya
sesuai dengan yang diharapkan. Langkah dalam mengembangkan strategi positioning antara
lain:
a. Mengidentifikasi keunggulan kompetitif. Jika perusahaan dapat menentukan posisinya
sendiri sebagai yang memberikan nilai superior kepada sasaran terpilih, maka ia
memperoleh keunggualan komparatif.
b. Dalam menawarkan produk dengan suatu competitive adventage, perusahaan harus
menyediakan suatu alasan mengapa pelanggan akan merasa bahwa produk dari
perusahaan yang bersangkutan lebih baik daripada para pesaingnya.
c. Perusahaan harus menevaluasi respon dari target market sehingga dapat memodifikasi
strategi bila dibutuhkan.
d.
-Quotes-
Jadilah 1% Populasi :
1). Belajar saat yg lain tertidur;
2). Bertahan saat yg lain berhenti dan menyerah;
3). Memulai saat yg lain menunda
4). Membuat keputusan saat yg lain bimbang;
5). Tersenyumlah saat yg lain bermuka masam;
6). Rendah hatilah saat yg lain menyombongkan diri;
7). Cobalah saat yg lain takut gagal;
8). Dengarkan saat orang lain bicara;
9). Rencanakan dan wujudkan saat yg lain hanya berkhayal;
#Dr.H.SyaefulBahri#
41
Lampiran Hasil Diskusi
Pertanyaan :
Dalam suatu pasar kan tadi menyebutkan di makalah adanya targeting,,nah bagaimana jika
dalam targeting itu banyak sekali kendala sehingga menyebabkan hambatan dari tarcapainya
targeting itu, tolong berikan solusinya?
Jawaban
Contoh kasusnya mungkin seperti
Kita punya produk sepatu sport dalam proses targeting kita yakin banget nih kalau sepatu kita
cocok untuk orang yang hobi olahraga, punya banyak waktu untuk berolahraga. Ternyata
mereka tdak responsive.. Kenapa... Misalkan motif sepatu yang kita berikan terlalu kekanak-
kanakan oleh karena itu mereka jdi tidak suka begitu. Kendalanya bisa dari produk yang kita
miliki atau bisa juga dri selera konsumen yang tidak teepenuhi
Misal juga ketika ada kendala maka yg pertama kali kita cari itu targetnya, ciri2 dan kebiasaan
target, misal kita keluarin produk jajanan, nah karena lidah orang Indonesia itu suka yg pedas2
maka kita sesuaikan tuh dengan mengeluarkan jajanan pedas contoh kaya kerupuk jablay agar
pasar tersebut responsive.
Pertanyaan :
Contoh strategi positioning yang sesuai dengan syariat islam dan bagaimana tanggapan kalian
jika ada seseorang atau perusahaan dalam melakukan penawaran produknya dengan menjelek -
jelekkan (menyinggung) produk perusahaan pesaing, berikan solusinya.
Jawaban :
Positioning yang sesuai dengan syariah yang pastinya harus sesuai dengan prinsip syariah di
antara nya positioning harus dilakukan dengan jujur dan benar, amanah, dan apa yang kita
ucapkan mengenai produk yang kita miliki ke konsumen harus sesuai dengan kenyataan nya,
Terus selanjutnya jika ada perusahaan yang menjelek-jelek ya itu tidak boleh dilakukan karena
tidak sesuai dengan etika kalau mau kita beritahukan keunggulan dari produk yang kita miliki
dan manfaatnya apa yang akan dirasakan konsumen jika membeli produk tersebut. Tentunya
harus sesuai dengan kenyataannya juga tidak boleh sampai membohongi konsumen
42
BAB 5
STRATEGI PEMASARAN
A. Strategi Pemasaran
1. Pengertian Strategi Pemasaran
Strategi berasal dari bahasa Yunani strategies yaitu stratos dan ageia. Stratos berarti militer
sedangkan ageia berarti memimpin yang artinya seni atau ilmu untuk menjadi jenderal.
Konsep ini relevan dengan situasi pada zaman dulu yang sering diwarnai perang, dimana
jendral dibutuhkan untuk memimpin suatu angkatan perang agar dapat selalu
memenangkan perang. Namun pada akhirnya strategi berkembang untuk semua kegiatan
organisasi termasuk keperluan ekonomi, sosial, budaya dan agama. Pada kamus besar
Bahasa Indonesia disebutkan bahwa istilah strategi adalah suatu ilmu untuk menggunakan
sumberdaya-sumberdaya untuk melaksanakan kebijakan tertentu. Secara umum pengertian
strategi merupakan cara untuk mencapai tujuan jangka panjang. Strategi dalam bisnis dapat
berupa perluan geografis, diversifikasi, akuisisi, pengembangan produk, penetrasi pasar,
rasionalisasi karyawan, divestasi, likuidasi dan joit venture. Pemasaran adalah suatu sistem
total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi
dan mendistribusikan barang- barang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai
pasar sasaran serta tujuan perusahaan.
Sedangkan strategi pemasaran adalah rencana menyeluruh, terpadu, dan menyatu dibidang
pemasaran yang memberikan pedoman tentang kegiatan yang akan dilakukan dalam
mencapai tujuan perusahaan melalui periklanan, program promosi, penjualan, program
produk, dan pendistribusian.
Menurut Buchari Alma, strategi pemasaran adalah memilih dan menganalisa pasar sasaran
yang merupakan suatu kelompok orang yang ingin dicapai oleh perusahaan atau usaha dan
menciptakan suatu bauran pemasaran yang cocok dan dapat memuaskan pasar sasaran
tersebut.
Strategi pemasaran adalah serangkaian tujuan dan sasaran kebijakan dan aturan yang
memberi arah kepada usaha dan pemasaran perusahaan dari waktu ke waktu, pada masing-
masing tingkatan dan acuan serta lokasinya, terutama sebagai tanggapan perusahaan yang
selalu berubah.
2. Tujuan dan Manfaat Strategi Pemasaran
a. Tujuan Strategi Pemasaran
43
Sebuah perusahaan yang didirikan mempunyai tujuan utama, yaitu mencapai tingkat
keuntungan tertentu, pertumbuhan perusahaan atau peningkatan pangsa pasar. Di dalam
pandangan konsep pemasaran, tujuan perusahaan ini dicapai melalui keputusan
konsumen. Keputusan konsumen diperoleh setelah kebutuhan dan keinginan konsumen
dipenuhi melalui kegiatan pemasaran yang terpadu. Tujuan pemasaran adalah mengubah
orientasi falsafah manajemen pemasaran lain yang ternyata telah terbukti tidak berhasil
mengatasi berbagai persoalan, karena adanya perubahan dalam ciri-ciri pasar dewasa ini
yang cenderung berkembang. Perubahan tersebut terjadi antara lain karena pertambahan
jumlah penduduk, pertambahan daya beli, peningkatan dan meluasnya hubungan atau
komunikasi, perkembangan teknologi, dan perubahan faktor lingkunganpasar lainnya.
Kotler mengemukakan bahwa pemasaran mempunyai tujuan membangun hubungan
jangka panjang yang saling memuaskan dengan pihak-pihak yang memiliki kepentingan
utama pelanggan, pemasok, distributor dalam rangka mendapatkan serta
mempertahankan referensi dan kelangsungan bisnis jangka panjang mereka.
Buchari Alma mengemukakan tentang tujuan pemasaran sebagai berikut:
1) Untuk mencari keseimbangan pasar, antara buyer's market dan seller's market,
mendistribusikan barang dan jasa dari daerah surplus ke daerah minus, dan produsen
ke konsumen, dari pemilik barang dan jasa ke calon konsumen.
2) Tujuan pemasaran yang utama ialah memberi kepuasan kepada konsumen. Tujuan
pemasaran bukan komersial atau mencari laba. Tapi tujuan pertama ialah memberi
kepuasan kepada konsumen, Dengan adanya tujuan memberi kepuasan ini, maka
kegiatan marketing meliputi berbagai lembaga produsen.
b. Manfaat Strategi Pemasaran
Adapun manfaat pemasaran antara lain sebagai berikut :
1) Pembelian (Buying)
Fungsi yang mengikuti aktivitas-aktivitas mencari dan mengumpulkan barang-
barang yang di perlukan sebagai persediaan memenuhi kebutuhan konsumen. Fungsi
ini pada dasarnya merupakan proses atau kegiatan mencari penjual dan merupakan
tibal balik dari kegiatan penjualan (Selling). Untuk itu maka, sangat perlu dipahami
kegiatan apa saja yang dapat mengakibatkan orang melakukan pembelian.
2) Penjualan (Selling)
Mencakup aktivitas-aktivitas yang dilakukan untuk mencari calon pembeli produk
yang ditawarkan dengan harapan dapat menguntungkan. Kegiatan penjualan
44
merupakan lawan dari pembelian. Buying tidak akan terjadi tanpa selling demikian
pun sebaliknya.
3) Transportasi adalah proses pendistribusian atau pemindahan barang dari suatu tempat
ke tempat yang lain.
4) Penggudangan/penyimpanan ialah fungsi penyimpanan produk yang dibeli sebagai
persediaan agar terhindar dari resiko kerusakan maupun resiko lainnya.
5) Informasi Pasar
Poin ini merupakan fungsi pemasaran yang luas dan penting, karena fungsi ini
memberikan informasi tentang situasi perdagangan pada umumnya yang
berhubungan dengan produk, harga yang inginkan konsumen dan situasi pasar secara
menyeluruh. Menurut Sofjan Assauri yang dimaksudkan dengan informasi adalah
keterangan baik berupa data atau fakta maupun hasil analisa, pertimbangan atau
pandangan dari yang menyampaikan mengenai kondisi yang berkaitan dengan
kebutuhan dalam pengambilan keputusan.
B. Tujuan Perusahaan serta Hubungannya dengan Strategi Pemasaran
Tujuan perusahaan adalah target yang bersifat kuantitatif dan pencapaian target tersebut
merupakan ukuran keberhasilan kinerja perusahaan. Strategi pemasaran dengan tujuan
perusahaan itu memiliki hubungan yang erat. Hubungan antara strategi pemasaran dengan
tujuan perusahaan yaitu dalam setiap perusahaan mempunyai tujuan untuk dapat tetap hidup
dan berkembang. Tujuan tersebut hanya dapat dicapai memalalui usaha mempertahankan dan
meningkatkan tingkat keuntungan atau laba perusahaan. Tujuan ini hanya dapat dicapai apabila
bagian pemasaran perusahaan melakukan strategi yang mantap untuk menggunakan
kesempatan atau peluang yang ada dalam pemasaran, sehingga posisi perusahaan dipasar dapat
dipertahankan dan sekaligus ditingkatkan.
C. Strategi Umum Pemasaran dan Strategi Pemasaran Menyeluruh
1. Strategi Umum Pemasaran
Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita dapat mengamati bahwa perilaku dari setiap
individu itu berbeda-beda termasuk pula konsumen dalam kegiatan pemasaran. Setiap
kelompok konsumen mempunyai sifat perilaku yang berbeda. Untuk setiap kelompok
konsumen memerlukan strategi pemasaran tertentu,agar kegiatan pemasaran yang
dilakukan dapat berhasil mencapai tujuan dan sasaran di bidang pemasaran perusahaan.
Dalam hubungan strategi pemasaran secara umum ini,dapat di bedakan tiga jenis strategi
pemasaran yang dapat di tempuh perusahaan yaitu:
45
a. Strategi pemasaran yang tidak membeda-bedakan pasar( Un-defferentiated Marketing)
Dengan strategi ini perusahan menganggap pasar sebagai suatu keseluruhan,sehingga
perusahaan hanya memperhatikan kebutuhan konsumen secara umum. Jadi strategi ini
digunakan oleh perusahaan apabila perusahaan tersebut hanya ingin menghasilkan atau
memasarkan satu macam produk dan memusatkan penjualannya pada seluruh konsumen
yang pada akhirnya akan dapat menurunkan atau menekan biaya.
b. Strategi pemasaran yang membeda-bedakan pasar ( Differentiated Marketing)
Dengan strategi ini,perusahaan hanya melayani kebutuhan beberapa kelompok
konsumen tertentu dengan jenis produk tertentu pula. Jadi,perusahaan atau produsen
menghasilkan dan memaafkan produk yang berbeda-beda untuk setiap segmen
papasar.Dengan kata lain perusahaan atau produsen menawarkan sebagai variasi
Produk dan product mix yang disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan kelompok
konsumen atau pembeli yang berbeda-beda.
c. Strategi pemasaran yang terkonsentrasi (Concentrated Marketing ) Dengan strategi ini
perusahaan,mengkhususkan pemasaran produknya dalan beberapa segmen
pasar,dengan pertimbangan perbatasan sumber daya perusahaan .Dalam hal ini
perusahaan/produsen memilih segmen pasar tertentu dan menawarkan produk yang
sesuai dengan kebutuhan dan keinginan kelompok konsumen yang ada pada segmen
pasar itu yang tentuyah lebih spesifik.
2. Strategi Pemasaran Menyeluruh
Strategi perusahaan adalah suatu rencana induk (master plan ) yang merinci pokok-pokok
arah usaha perusahaan dalam mencapai tujuan serta uraian mengenai cara penggunaan
sumber daya untuk memanfaatkan kesempatan dan mengatasi ancaman atau hambatan
masa kini maupun masa mendatang .Strategi pemasaran menyeluruh perusahaan tercermin
dalam rencana pemasaran jangka panjang yang bersifat menyeluruh dan strategis,yang
merumuskan berbagai strategi dan program pokok di bidang perusahaan,yang akan
dilaksanakan untuk mencapai tujuan perusahaan pada jangka waktu tertentu dalam jangka
panjang di masa depan. Ciri penting rencana strategi pemasaran perusahaan ini adalah :
a. Titik tolak penyusunan ya melihat perusahaan secara keseluruhan
b. Diusahakan dampak kegiatan yang direncanakan bersifat menyeluruh
c. Dalam penyusunannya diusahakan untuk memahami kekuatan yang mempengaruhi
perkembangan perusahan
46
d. Jadwal waktu (timing) yang ditentukan adalah yang sesuai dan mempertimbangkan
fleksibilitas dalam menghadapi perubahan
e. Penyusunan rencana dilakukan secararealistis dan relevan dengan lingkungan yang di
hadapi. Rencana strategis pemasaran mencakup dua unsur penting yaitu :
1) Strategi perusahaan yang menentukan produk apa yang dihasilakn dan pasar mana
yang dilayani perusahaan.
2) Strategi acuan produk (product mix strategy) yang menentukan kontribusi yang
diharapkan dari masing-masing produk.
D. Strategi Penetrasi Pasar
Strategi penetrasi pasar adalah suatu suatu strategi yang dilakukan oleh suatu perusahaan untuk
meningkatkan penjualannya atas produk dan pasar yang telah tersedia melalui usaha-usaha
perusahaan yang lebih agresif secara umum. Penetrasi pasar dapat dibedakan atas tiga bentuk
yaitu :
1. Perusahaan dapat mencoba untuk merangsang konsumen agar mereka meningkatkan
pembelinya.
2. Perusahaan dapat meningkatkan usahanya dengan menarik atau mempengaruhi konsumen
saingan.
3. Perushaan dapat meningkatkan usahanya dengan menarik yang bukan pemakai (nonusers)
atau calon konsumen yang ada dalam pasar lingkungannya.
Beberapa strategi penetrasi pasar yang dapat digunakan terkait dalam usaha untuk
meningkatkan penguasaan oleh perusahaan dan sekaligus meningkatkan penjualan
diantaranya:
a. Strategi rapid skimming
Strategi ini dijalankan dengan menetapkan tingkat harga penjualan dengan tingkat kegiatan
promosi yang tinggi. Perusahaan melakukan kegiatan promosi yang tinggi guna
menyakinkan calon konsumen bahwa produk yang mereka beli adalh sesuai dengan harga
yang mereka bayar. Kegiatan ini sebenarnya di tunjukan untuk mempercepat usaha
penyusupan atau penetrasi pasar.
b. Strategi slow skimming
Strategi ini dijalankan dengan menetapkan harga penjualan yang tinggi dan kegiatan
promosi yang rendah .Tujuan penetapan harga yang tinggi adalah untuk memperoleh laba
47
yang tinggi. Sedangkan tujuan penetapan kegiatan promosi yang rendah adalah untuk
menekan biaya sehingga laba bersih yang didapatkan lebih tinggi.
c. Strategi rapid penetration
Strategi ini dijalankan dengan menetapkan harga produk yang rendah dan kegiatan promosi
yang tinggi. Strategi ini dijalankan dengan tujuan agar perusahaan dapat menyusup dipasar
dan dapat mamasuki pasar secepat-cepatnya,sehingga dapat diperoleh share Pasar sebesar-
besarnya.
d. Strategi slow penetration
Strategi ini dijalankan dengan menetapkan harga jual yang rendah dan kegiatan promosi
yang juga rendah. Harga yang rendah dimaksudkan agar perusahaan dapat merangsang
pasar untuk menyerap produk dengan cepat, sedangkan dilain pihak perusahaan dapat
menjaga agar biaya promosinya tetap rendah,sehingga laba yang dapat diperoleh lebih
besar.
E. Strategi Siklus Hidup Produk ( Product Life Cycle )
Menurut Levitt product life cycle adalah suatu grafik yang menggambarkan riwayat suatu
produk sejak diperkenalkan ke pasar sampai di tarik dari pasar. Menurut Kolter dan Amstrong
daur hidup produk (PLC) adalah perjalanan penjualan dan laba suatu produk selama masa
hidupnya. Hal tersebut meliputi lima tahap yang berbeda yaitu pengembangan produk,
pengenalan, pertumbuhan, kedewasaan, dan penurunan. Sedangkan menurut Canon, Perreault
dan McCharty siklus hidup produk ( product life cycle) adalah menggambarkan tahap-tahap
yag dilalui suatu ide produk yang benar-benar dari awal hingga akhir.
a. Tahapan Strategi Siklus Hidup Produk ( Product Life Cycle )
1) Tahap Pengenalan (Introdution)
Strategi pemasaran pada tahap ini ditujukan untuk membangun kesadaran akan
produk secara meluas dan mendorong konsumen untuk mencoba. Atau dengan kata
lain adalah menciptakan primary demand (permintaan untuk produk baru). Untuk
kepentingan ini produk biasanya didesain dengan model yang terbatas guna
menghindari terjadinya kebingungan pada calon pembeli dan memudahkan mereka
mengenal ciri produk dengan cepat. Strategi yang umum pada tahap ini adalah
mengkombinasi penetapan harga dan kegiatan promosi. Strategi ini ada empat
bentuk, yaitu :
a) Strategi Peluncuran Cepat (Rapid Skimming Strategy)
48
Strategi ini dilaksanakan dengan jalan menetapkan harga yang tinggi untuk
memperoleh laba kotor per unit sebanyak mungkin, serta dengan melakukan
promosi yang gencar untuk meyakinkan konsumen tentang kualitas produk
walau harganya mahal. Cara ini biasanya dipakai untuk mempercepat laju
penerobosan pasar. Strategi ini akan berhasil jika sebagian besar pasar belum
mengetahui keberadaan produk, konsumen bersedia membayar pada harga
berapa pun, dan perusahaan menghadapi pesaing potensial serta ingin
membangun preferensi pada mereknya.
b) Strategi Peluncuran Lambat (Slow Skimming Strategy)
Strategi dijalankan dengan menetapkan harga yang tinggi untuk memperoleh
laba kotor per unit sebanyak mungkin dan promosi yang rendah agar biaya
pemasaran tidak terlalu tinggi. Strategi ini akan berhasil jika besarnya pasar
terbatas, sebagian besar konsumen mengetahui keberadaan produk, konsumen
mau membeli dengan harga tinggi, dan pesaing potensial belum muncul.
c) Strategi Penetras Cepat (Rapid Penetration Strategy)
Strategi ini dilakukan dengan menetapkan harga yang rendah dan promosi yang
agresif. Tujuan dari strategi ini adalah untuk memperoleh penerimaan pasar yang
cepat dan memperoleh pangsa pasar yang besar. Strategi ini akan berhasil jika
pasar sangat luas, konsumen belum mengetahui keberadaan produk, konsumen
sangat peka terhadap harga, dan terdapat indikasi persaingan potensial yang
besar.
d) Strategi Penetrasi Lambat (Slow Penetration Strategy)
Strategi ini dijalankan dengan menetapkan harga yang rendah untuk memperoleh
penerimaan yang besar dari konsumen dan promosi yang rendah agar biaya
pemasaran tidak membengkak. Keberhasilan strategi ini biasanya harus
didukung dengan pasar yang sangat luas, konsumen mengetahui keberadaan
produk, konsumen peka terhadap harga, dan persaingan potensial sangat rendah.
Contoh produk yang ada pada tahap ini untuk barang elektronik misalnya iPad.
2) Tahap Pertumbuhan ( Growth )
Bila suatu produk telah melewati tahap perkenalan dengan baik, maka selanjutnya
akan memasuki tahap pertumbuhan. Tahap ini sendiri dapat dibedakan menjadi dua
kelompok, yaitu rapid growth dan slow growth.
a) Pertumbuhan Cepat (Rapid Growth)
49
Tahap rapid growth ini ditandai dengan melonjaknya tingkat penjualan
perusahaan dengan cepat karena produk telah diterima dan diminta oleh pasar.
Tidak semua produk baru dapat mencapai tahap ini, bahkan tidak sedikit produk
baru yang gagal di tahap awal. Namun jika produk baru itu berhasil, sesuai
dengan kebutuhan konsumen, maka keadaan ini akan menarik pesaing untuk
memasuki industri tersebut dengan produk tiruan. Strategi pemasaran pada tahap
ini ditujukan terutama untuk membangun pasar yang kuat dan mengkhususkan
distribusi. Mutu produk ditingkatkan dan lini produk diperluas untuk menarik
segmen pasar baru.
b) Pertumbuhan Lambat (Slow Growth)
Pada tahap ini penjualan masih meningkat, namun dengan pertumbuhan yang
semakin menurun. Sebagian besar pasar telah dijangkau, karena produk
perusahaan telah digunakan oleh mayoritas konsumen. Situasi ini akan
menyebabkan perusahaan mulai memperbarui produknya agar dapat
mempertahankan penjualannya. Pada umumnya dilakukan usaha modifikasi
produk dengan menyempurnakan model (style improvement) guna
memantapkan posisi produknya di pasar. Laba akan semakin sulit diperoleh
perusahaan dan penyalur karena persaingan harga akan cenderung menyebabkan
penurunan harga. Pesaing semakin banyak yang keluar dari pasar disebabkan
oleh semakin berkurangnya keuntungan/daya tarik industri. Contoh produk
elektronik yang ada pada tahap ini adalah laptop dimana pasar laptop saat ini
sedang tumbuh pesat.
3) Tahap Kedewasaan (Maturity)
Tahap ini ditandai dengan tercapainya titik tertinggi dalam penjualan perusahaan.
Ada dua strategi utama yang dapat diterapkan pada tahap kedewasaan yaitu :
a) Strategi Bertahan (Defensive Strategy)
Strategi ini bertujuan untuk mempertahankan pangsa pasar dari pesaing dan
menjaga kelompok produk (product category) dari serangan produk substitusi.
Bentuk strategi ini adalah berupa modifikasi bauran pemasaran (product, price,
place, & promotion) untuk memperoleh tambahan penjualan. Strategi bertahan
ini lebih menitikberatkan pada penekanan/pengurangan biaya produksi dan
menghilangkan kelemahan produk.
b) Strategi Menyerang (Offensive Strategy)
50