The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by fianfirmansyah79, 2020-10-01 00:53:41

E MODUL IPL - DIRAT MAHADIRAJA (FIX)

E MODUL IPL - DIRAT MAHADIRAJA (FIX)

LATIHAN PEMBELAJARAN 1
Para peserta didik yang smart dan penuh semangat. Semoga peserta didik sudah

semakin bertambah ilmu pengetahuannya dari hasil materi yang telah disampaikan
pada bab sebelumnya. Untuk mereview pengetahuan para peserta didik tentang
peraturan dan prosedur pemasangan instalasi penerangan listrik 1 fasa, maka ada
baiknya para peserta didik melatih kemampuan dan pengetahuan yang telah dipelajari
dengan soal latihan :
1. Coba anda amati instalasi penerangan listrik diruangan belajar/ kelas anda.

Analisislah pemasangan instalasi penerangan listrik tersebut apakah sudah sesuai
dengan peraturan dan prosedur PUIL 2011. Jika sudah sesuai buat dengan tanda
centang, jika belum buatlah penjelasan yang seharusnya/ sebenarnya.
2. Gambarkanlah system instalasi penerangan listrik diruangan kelas anda tersebut
dengan gambar Diagram Satu Garis (Single Line Diagram) dan gambar
pelaksanaanya.

Petunjuk Jawaban Latihan 1
Agar dapat mengerjakan soal di atas dengan baik, cermati kembali modul

pembelajaran 1 . Lalu diskusikan jawaban Anda dengan teman sejawat Setelah itu,
rumuskan jawaban yang paling tepat.

“Kejujuran adalah Kesederhanaan Paling Mewah”
-Anonim

35

TES FORMATIF 1

Setelah ananda mempelajari modul dan mengerjakan latihan diatas, saya yakin
anak didik sudah semakin memahami tentang instalasi penerangan instalasi 1 fasa
dengan baik. Oleh sebab itu, yuuk… diuji kemampuan pemahamannya. Kerjakan
dengan jujur dan percaya diri ya.

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dari berbagai elternatif jawaban berikut ini.

1. Pada peraturan tentang keselamatan kerja di PUIL, bagaimanakah penyambungan
peralatan listrik pada kotak kontak (stop kontak) dengan kontak tusuk yang dapat
menimbulkan terjadinya kecelakaan listrik?
a. Di pasang kurang dari dua sambungan
b. Dipasang dengan 1 satu sambungan
c. Dipasang tidak bertumpu
d. Dipasang bertumpu

2. Berdasarkan PUIL berapakah tinggi pemasangan saklar dan kotak kontak yang dipasang
didinding jika diukur dari lantai?
a. 125 cm
b. 150 cm
c. 175 cm
d. 165 cm

3. Dalam pemasangan instalasi penerangan listrik 1 fasa, berapakah jarak pemasangan antar
klem pada pipa?
a. 150 cm
b. 75 cm
c. 80 cm
d. 90 cm

4. Pada prosedur pemasangan instalasi penerangan instalasi listrik, setelah memahami
bentuk rumah yang akan di pasang instalasi listrik langkah selanjutnya adalah….
a. membuat perencanaan instalasi listrik yang aman untuk rumah
b. memahami tata letak ruangan dan posisi objek yang akan di instalasi seperti Box
MCB, Stop Kontak, Switch dan posisi lampu ruangan
c. menuangkan perencanaan instalasi listrik tersebut pada sebuah kertas
d. memasang langsung instalasi penerangan listriknya

36

5. Pipa digunakan sebagai pelindung kabel atau hantaran dari gangguan. Dengan pipa
pemasangan hantaran atau kabel lebih rapi.Pipa yang digunakan biasanya jenis pipa
union atau bisa juga pipa PVC dengan ukuran..
a. 5/9”
b. 4/8”
c. 3/4”
d. 5/8”

6. Dalam pemasangan instalasi rumah, berdasarkan PUIL kabel yang digunakan dalam
instalasi penerangan adalah:
a. NYA 3,5 mm2
b. NYM 1,5 mm2
c. NYA 2,5 mm2
d. NYM 2,5 mm2

7. Dari gambar pelaksanaan instalasi listrik dibawah ini, jenis saklar tersebut adalah…

a. Saklar seri
b. Saklar silang
c. Saklar tukar
d. Saklar paralel
8. Berapakah nilai Ampere MCB yang digunakan pada rumah tinggal menggunakan 1 fasa
dengan kebutuhan daya 1300 watt?
a. 2 A
b. 3 A
c. 5 A
d. 6 A

37

9. Dalam pemasangan instalasi penerangan listrik 1 fasa urutan kabel fasa, netral dan
gound. Maka kode warna yang sesuai dengan PUIL adalah
a. Biru, kuning roleng hijau, merah
b. Merah , biru, kuning roleng hijau
c. Kuning roleng hijau, biru, hitam
d. Merah, Hitam, kuning roleng hijau

10. Perhatikan gambar dibawah ini, berapakah jumlah kabel yang seharusnya dipasang?

a. 2 b. 3
c. 4 d. 5

38

Umpan Balik

Berapa Nilai ananda? Mari dihitung, Cocokkanlah jawaban Ananda dengan Kunci

Jawaban Tes Formatif setelah ini. Hitunglah jawaban Ananda yang benar, kemudian gunakan

rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Ananda terhadap materi 1 ini.

Rumus:

Jumlah jawaban Anda yang benar

Tingkat penguasaan = --------------------------------------- X 100%

10

81– 100% = baik sekali
71—80% = baik
61 –70% = cukup
41 – 60% = kurang
10 – 40% = gagal

Apabila Ananda memperoleh tingkat penguasaan minimal 80%, Ananda dapat
meneruskan belajar ke Modul Pembelajaran 2. Apabila tingkat penguasaan Ananda masih 50-
70%, Ananda harus mengulangi kegiatan belajar modul 1 ini, terutama bagian yang belum
Ananda kuasai. Apabila tingkat penguasaan Ananda kurang dari 50%, Ananda harus
mengulang baca beberapa kali Kegiatan Belajar Modul Pembelajaran 1 ini.

39

Kunci Jawaban Tes Formatif 1
Silahkan dicek jawaban ananda…
1. D
2. B
3. C
4. D
5. D
6. C
7. C
8. D
9. B
10. C

40

Tata Letak Komponen Instalasi Penerangan

41

KEGIANTAN PEMBELAJARAN II
“Tata Letak Komponen Instalasi Penerangan”
Kompetensi Dasar (KD) :
3.2 Menentukan tata letak komponen Instalasi penerangan pada bangunan sederhana.
Materi Pokok :
 Memahami gambar denah instalasi penerangan pada bangunan sederhana
 Menganalisis diagram garis tunggal instalasi penerangan pada bangunan sederhana
 Menganalisis diagram pengawatan instalasi penerangan pada bangunan sederhana
 Memahami saluran/pemipaan instalasi penerangan pada bangunan sederhana
 Memahami pembagian kelompok instalasi penerangan pada bangunan sederhana
Tujuan Pembelajaran :
1. Peserta didik mengetahui gambar denah instalasi penerangan pada bangunan
sederhana.
2. Peserta didik dapat menganalisis diagram garis tunggal instalasi penerangan pada
bangunan sederhana.
3. Peserta didik dapat menganalisis diagram pengawatan instalasi penerangan pada
bangunan sederhana.
4. Peserta didik dapat mengetahui diagram saluran/pemipaan instalasi penerangan pada
bangunan sederhana.

41

URAIAN MATERI

Untuk mengawali materi yang akan disampaikan pada Pembelajaran 2 ini, diharapkan
kepada peserta didik untuk benar-benar mempersiapkan diri dalam menyimak dan memahami
setiap materi dan diharapkan pada akhirnya dapat menguasai capaian pembelajaran. Silakan
para peserta didik pelajari beberapa materi berikut ini.

Materi awal berikut menjelaskan tentang menentukan tata letak komponen Instalasi
penerangan pada bangunan sederhana.

A. Gambar Denah Instalasi Penerangan
Mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan komponen atau bahan instalasi listrik

merupakan pekerjaan yang mengacu pada hasil dalam suatu perencanaan produk yang
dihasilkan adalah gambar dan analisa. Gambar adalah teknik yang diwujudkan dalam
kesepakatan simbol. Gambar dapat berupa gambar denah, gambar garis tunggal (single line
diagram), gambar pengawatan (wiring diagram), dan gambar saluran /pemipaan. Sedangkan
analisa adalah seperangkat perhitungan yang berangkat dari perbandingan teknis. Jenis
analisa dapat berupa analisa daya listrik, analisa lingkungan/bangunan sipil, analisa kebutuhan
bahan/komponen instalasi serta uraian sebagai pelengkap yang meliputi penjelasan tentang
carapemasangan peralatan/bahan.

Suatu rencana instalasi listrik terdiri dari :
1. Gambar Situasi

Suatu gambar situasi menunjukkan dengan jelas letak gedung atau rumah tempat
instalasi listrik tersebut akan dipasang dan rencana penyambungannya dengan sumber
tenaga listrik. Contoh gambar denah situasi pada (gambar 37).

Gambar 37. Denah Situasi

42

2. Gambar Instalasi
Pada gambar instalasi dimuat antara lain :
a. Gambar Tata letak
Dengan gambar tata letak seorang instalatir dapat mengetahui komponen yang
di perlukan dalam instalasi dan letak komponen tersebut dengan tujuan
mempermudah dalam pemasangan. Berikut contoh gambar tata letak pada
(gambar 38).

Gambar 38. Tata Letak Rancangan
b. Hubung Peralatan

Rancangan hubung peralatan atau pesawat listrik dengan pengendalinya.
c. Gambar Hubungan

Gambar hubungan antara bagian-bagian dari rangkaian akhir, serta pemberian
tanda yang jelas mengenai setiap peralatan atau pesawat listrik.
3. Gambar Detil/Keterangan
Gambar detail atau perincian yang diperlukan, misalnya :
a. Perkiraan ukuran fisik perlengkapan hubungan bagi.
b. Cara pemasangan alat-alat listrik.
c. Cara pemasangan kabelnya.
d. Cara kerja instalasi kontrolnya, kalau ada.
Gambar detail tersebut dapat juga diganti dengan keterangan atau uraian.

43

4. Perhitungan Teknis
Perhitungan teknis kalau perlu yang meliputi :
a. Susut tegangan
b. Perbaikan faktor kerja
c. Beban terpasang dan kebutuhan maksimum
d. Arus hubungan singkat dan daya hubungan singkat.
e. Tingkat penerangan

B. Diagram Garis Tunggal Instalasi Penerangan
1. Diagram Garis Tunggal
Dengan tujuan agar instalatir dapat mengetahui jalur pemasangan penghantar ke

komponen dan mengetahui berapa banyak penghantar yang melewati jalur tersebut.
Pada diagram instalasi garis tunggal (gambar 39) meliputi :

a. Diagram perlengkapan hubungan bagi dengan keterangan mengenai ukuran/daya
nominal setiap komponennya.

b. Keterangan mengenai beban terpasang dan pembagiannya.
c. Ukuran dan jenis hantaran yang akan digunakan.
d. Sistim pentanahannya.

Gambar 39. Diagram Garis Tunggal

44

2. Rekapitulasi Daya
Table rekapitulasi daya dengan adanya tabel rekapitulasi daya seorang instalatir

dapat mengetahui berapa besar pengaman yang akan di pakai dan pembagian kelompok
yang sesuai standar. Berikut rekapitulasi daya yang dibutuhkan pada tabel 7.

Tabel 7. Rekapitulasi Daya

Jumlah Daya Total Jumlah Daya Total Jumlah Daya Total Jumlah Daya Total Total
(Bh) (W) Daya (Bh) (W) Daya (Bh) (W) Daya (Bh) (W) Daya Daya
(W) (W) (W) (W) (W)

10 60 600 1 60 120 760

1 40 40 x2

1 200 200 5 200 1000 1200

Total Seluruh Daya Penggunaan 1960

Daya dari PLN 2200

3. Daftar Bahan Instalasi
Mengenai daftar bahan instalasi meliputi :
a. Jumlah dan jenis kabel, hantaran dan perlengkapan
b. Jumlah dan jenis perlengkapan bantu
c. Jumlah dan jenis perlengkapan hubungan bagi
d. Jumlah dan jenis armatur lampu

4. Uraian Teknis
Mengenai uraian teknis meliputi :
a. Ketentuan teknis dari peralatan listrik yang dipasang dan cara pemasangannya.
b. Cara pengujiannya
c. Rencana waktu pelaksanaannya.

45

C. Diagram Pengawatan Instalasi Penerangan
1. Diagram Pengawatan
Diagram pengawatan berfungsi untuk seorang instalatur dalam mengetahui secara

detail, kabel yang akan di pasang dan komponen lain yang akan di pasang. Berikut ini
contoh dari diagram pengawatan instalasi penerngan.

Gambar 40. Diagram Pengawatan
2. Perkiraan Biaya

Perkiraan biaya adalah menyangkut anggaran yang diperlukan untuk memasang
suatu unit instalasi listrik berdasarkan rencana instalasi yang diajukan atau disepakati.

Apabila hendak memasang instalasi listrik, maka harus mengetahui terlebih
dahulu gambaran secara umum keadaan dari suatu ruangan yang akan dipasang
instalasi listrik tersebut. Dari sini maka lebih mudah mengatur tata letak
komponen serta penentuan titik -titik cahaya sesuai dengan kebutuhan ruangan. Pada
(gambar 41) diperlihatkan sketsa suatu ruangan yang akan dipasang instalasi beserta
diagram rangkaian garis tunggalnya.

46

(a) Gambar sketsa ruangan (b) Diagram Instalasi

Gambar 41. Sketsa ruangan dan diagram instalasi

Bagi pelaksana di lapangan, akan lebih menyesuaikan antara gambar instalasi
yang telah dibuat dengan kondisi yang sebenarnya di lapangan. Dari gambar 41 di atas,
dapat membuat langkah sederhana untuk memasang hubungan dari dua buah lampu
yang dilayani oleh sebuah sakelar tunggal dengan dilengkapi satua buah stop kontak.
Illustrasi semacam ini akan banyak membantu peserta didik dalam membuat
perencanaan instalasi listrik. Dalam prakteknya peserta didik dapat menggunakan
papan kerja untuk merancang beberapa hubungan lampu dan memasangnya secara lebih
ringkas dan sederhana.

Instalasi listrik merupakan pengetahuan dan jenis pekerjaan khusus, sehingga
harus ditangani secara khusus. Dengan demikian dalam bidang instalasi listrik terdapat
ketentuan-ketentuan dan peraturan tersendiri bagi pelaksanaannya. Pekerjaan instalasi
listrik merupakan suatu rangkaian pekerjaan yang kadang-kadang sangat kompleks. Hal
ini tergantung kepada luas pekerjaan yang tangani. Rangkaian pekerjaan ini terutama
meliputi penyediaan dan pemilihan bahan beserta peralatan yang diperlukan, mulai dari
pelaksanaan sampai pengujian hasil kerja yang telah diselesaikan. Rencana
pokok berupa gambar atau bahan akan diketahui macam bahan dan peralatan yang
diperlukan.

47

D. Saluran/Pemipaan Instalasi Penerangan
1. Saluran Pemipaan

Saluran atau pemipaan berfungsi adalah untuk melindungi pemasangan kawat
penghantar. Dengan pemasangan pipa akan diperoleh bentuk instalasi yang baik dan rapi.
Pipa instalasi yang digunakan dalam instalasi listrik antara lain :
1. Pipa besi/baja (konduit)

Pipa union adalah pipa yang terbuat dari plat besi dan dibuat oleh pabrik tanpa
menggunakan las dan diberi cat meni berwarna merah. Pipa jenis ini dalam
pengerjaannya mudah karena dapat dengan mudah dibengkokkan dalam keadaan
dingin. Selain daripada itu pipa union mudah pula dipotong dengan gergaji besi. Pipa
jenis ini mudah didapat dipasaran dengan harga relatif murah.

Dalam instalasi listrik, pada pemasangan pipa union, jika masih dalam jarak
jangkauan tangan harus dihubungkan dengan bumi, kecuali bila digunakan untuk
menyelubungi kawat pembumian (arde).

Pemasangan pipa union umumnya dipasang pada tempat yang kering dengan
maksud menghindari terjadinya korosi atau karat.
2. Pipa PVC (plastik)

Pipa union yang terbuat dari besi, juga banyak dipakai pipa pelindung yang
terbuat dari pipa bahan PVC atau paralon. Keuntungan penggunaan pipa PVC ini
dibanding dengan pipa union antara lain adalah pipa PVC lebih ringan, mudah
pengerjaannya, mudah dibengkokkan dan yang lebih penting adalah pipa PVC sendiri
adalah merupakan bahan isolasi sehingga dalam pemasangannya tidak akan
mengaibatkan terjadinya hubungan pendek antara penghantar dengan pipa.

Penggunaan pipa PVC sangat cocok untuk daerah lembab sebab tidak akan
menimbulkan korosi. Namun demikian pipa PVC mempunyai kelemahan yaitu tidak
tahan digunakan pada suhu kerja di atas 600C.
3. Pipa spiral (fleksibel)

Pada instalasi listrik adakalanya dipasang pipa yang disebut pipa fleksibel. Pipa
ini dibuat dari logam yang mudah diatur dan lentur. Sebagai contoh misalnya dipakai
sebagai pelindung kabel yang berasal dari dak standar menuju ke meter pembatas
listrik atau juga dipakai sebagai pelindung pada penghantar instalasi tenaga seperti
mesin bubut, pres, dan mesin skraf serta dikapal laut, dan sebagainya.

48

4. Pipa-galvani
Didalam instalasi listrik pipa galvanis banyak digunakan pada dak standar, tiang

lampu taman. Dan pipa galvanis ini biasanya juga disebut pipa ledeng.

2. Tujuan Pemipaan Saluran Instalasi
Maksud dan tujuan pemasangan pipa pada instalasi listrik antara lain:

1. Untuk memberikan perlindungan pada penghantar terhadap gangguan mekanis yang
mungkin terjadi pada penghantar.

2. Sebagai tempat untuk meletakkan/menyalurkan kabel penghantar di dalamnya.
3. Untuk mempermudah pembongkaran dan pemasangan kembali penghantar-penghantar

pada waktu perbaikan/penggantian penghantar yang rusak.
Pada instalasi listrik direncanakan sedemikian rupa dengan permukaan bagian
dalamnya harus licin, agar dalam penarikan kawat penghantar di dalam pipa tersebut tidak
mengakibatkan isolasi kawat tersebut tidak rusak.
Pipa instalasi harus memenuhi ketentuan pada persyaratan sebagai berikut:
 Pipa instalasi harus terbuat dari bahan yang tahan terhadap kelembaban.

Misalnya: pipa baja, pipa PVC (pastik) atau bahan lain yang sederajat. (Pasal 730
D2 PUIL 2011).
Pipa instalasi harus dibuat sedemikian rupa sehingga dapat melindungi secara mekanis
hantaran yang ada di dalamnya dan harus tahan terhadap tekanan mekanis yang mungkin
timbul selama pemasangan dan pemakaian. (pasal 730 D3 sub. A PUIL 2011).
Permukaan bagian dalam dan luar dari pipa harus licin dan rata, tidak boleh terdapat
lubang atau tonjolan yang tajam atau cacat lain yang sejenis pada bagian dalam atau luar
pipa tersebut, serta harus dilindungi secara baik terhadap karat.
(pasal 730 D3 sub.b PUIL 2011).
Pada bagian dalam pada ujung dari bahagian penyambung pipa tidak boleh terdapat
bahagian tajam. Permukaan dan pinggiran atau bibir lewat mana hantaran itu ditarik harus
licin dan tidak tajam. Pada ujung bebas dari pipa instalasi yang terbuat dari baja, kawat
dipasang-selubung masuk (tule) yang berbentuk baik dan terbuat dari bahan yang awet.
Pemasangan pipa instalasi harus sedemikian rupa sehingga hantaran dapat ditarik
dengan mudah setelah pipa benda bantu dipasang, serta hantaran dapat diganti dengan
mudah tanpa membongkar sistem pipa (pasal 730 F1 PUIL 2011).
Pipa instalasi yang terbuat dari logam dan terbuka yang terdapat dalam jarak yang
kanan tangan harus ditahankan dengan baik, kecuali bila pipa instalasi logam tersebut

49

dipergunakan untuk menyelubungi kabel yang mempunyai instalasi ganda (misalnya :
NYM) atas digunakan hanya untuk menyelubungi kawat pertahanan. (pasal 730 F3 PUIL
2011).

Pipa instalasi harus sedapat mungkin dipasang secara tegak lurus atau mendatar.
(pasal 730 F4 PUIL 2011)
Pipa instalasi PVC (plastik) memiliki beberapa keuntungan antara lain:
1. Tahan terhadap bahan kimia, jadi tidak perlu dicat.
2. Tidak menyalurkan nyala api.
3. Ringan dan mudah dibawah/digunakan
4. Mudah dibentuk dengan menggunakan alat pemanas.
Pipa instalasi logam/baja memiliki beberapa keuntungan antara lain:
1. Lebih kuat
2. Tahan terhadap panas dan nyala api
3. Bisa dijadikan pentahanan langsung
4. Kerusakan mekanis tidak perlu diragukan

3. Cara Menentukan Jumlah Kawat Instalasi
Untuk menentukan berapa jumlah kawat penghantar yang dipasang dalam suatu

instalasi, maka langkah-langkah yang harus dilakukan adalah :
a . Rencanakan terlebih dahulu beberapa titik cahaya yang akan dipasang.
b. Tentukan cara pelayanan titik cahaya yang akan dipasang, misalnya dipasang dua
buah titik cahaya yang akan dilayani dari satu tempat yang sama.
c . Pilihlah komponen serta cara pelayanan yang efektif untuk titik-titik cahaya yang
akan dipasang. Disini dapat menggunakan sakelar seri untuk melayani kedua lampu
yang kan dipasang.
d. Buatlah gambar diagram pengawatan agar memudahkan di dalam membuat detail
gambar instalasi.
e. Tentukan cara pemasangan yang akan digunakan, apakah instalasinya sistem rentang
atau sistem tertutup. Jika menggunakan sistem tertutup, maka membutuhkan pipa
sebagai peralatan pelindung hantaran, sebaliknya jika menggunakan sistem rentang
maka membutuhkan rol isolator sebagai penyangga hantaran instalasinya.
f. Apabila akan membuat instalasi di dalam pipa, maka kita sudah dapat mengetahui
berapa banyak hantaran yang akan dimasukkan ke dalam pipa.

50

g. Setelah mengetahui gambar pelaksanaan, maka dapat membuat gambar bagan
dengan membubuhkan garis-garis lintang pada gambar bagan tersebut. Banyak
kawat dan hubungan dua buah lampu tersebut adalah tiga batang. Untuk lebih jelasnya
dapat dilihat pada (gambar 42).

Lampu 1 Lampu 2
Saklar Seri
Lampu 1 Lampu 2

Saklar Seri (a) Diagram Instalasi

(b) Diagram pelaksanaan

Gambar 42. Dua buah lampu yang dilayani sakelar seri

E. Pembagian Kelompok Instalasi Penerangan
1. Instalasi Dua Lampu Pijar Dengan Sakelar Tunggal

Instalasi dua buah lampu dengan sebuah sakelar tunggal, artinya kedua lampu itu
cukup dilayani oleh sebuah sakelar tunggal saja. Jadi dalam pemasangannya, hantaran
kedua lampu itu diperoleh melalui sebuah sakelar.
Perhatikan (gambar 43).

Lampu 1 Lampu 2 Lampu 1 Lampu 2

Saklar Tunggal Saklar Tunggal Stop Kontak

(a) Giagram instalasi (b) Diagram Pelaksanaan

Gambar 43. Dua buah lampu dilayani sebuah sakelar

Bahan-bahan yang digunakan hampir sama dengan gambar2, perbedaannya
terletak pada jumlah bahannya, baik berupa kotak sambung, pipa maupun hantarannya.

Apabila kedua lampu tersebut hendak dilayani dengan dua buah sakelar, maka
ada dua cara bagan yang dapat dipakai yaitu : (a) kedua sakelar dipasang berjauhan, (b)
kedua sakelar dipasang satu tempat. Cara kedua ini sering disebut sebagai sakelar
seri atau deret. Kedua cara pemasangan itu dapat dilihat pada (gambar 44).

51

Lampu 1 Lampu 2 Lampu 1 Lampu 2
Saklar Seri Saklar Seri

(a) Diagram instalasi (b) Diagram pelaksanaan

Gambar 44. Dua buah lampu dilayani dua buah sakelar tunggal yang dijadikan satu

2. Instalasi Dua Lampu Pijar Hubungan Gudang
Dalam kasus ini dipasang satu sakelar tunggal dan satu sakelar tukar. Prinsipnya

adalah penghubung (sakelar) dekat pintu telah digantikan oleh penghubung berkutub
tunggal (1), dan pada titik penerangan 2 dipasang penghubung tukar (2) yang bekerja
sebagai penghubung pengubah, seperti dijelaskan pada (gambar 45).

Lampu 1 Lampu 2 Lampu 1 Lampu 2

Saklar Tunggal Saklar Tukar

Saklar Tunggal Saklar Tukar

(a) Diagram instalasi (b) Diagram pengawatan/pelaksanaan

Gambar 45. Lampu dalam hubungan gudang

Dengan penghubung kutub tunggal, maka dapat meniadakan tegangan pada
penghubung tukar dan lampu yang sekejap mata dapat dipadamkan

3. Hubungan Gudang dalam Tanah yang Diperluas
Pada umumnya jenis hubungan ini banyak digunakan pada gudang-gudang

seperti ruang persediaan dan timbunan, tetapi ruangan ini dapat dimasukki satu sisi dan
letaknya harus berurutan. Contoh instalasinya dapat dijelaskan pada (gambar 46).

Lampu 1 Lampu 2 Lampu 3
Saklar Tukar 1
Saklar Tunggal Saklar Tukar 2
(a) Diagram instalasi

52

Lampu 1 Lampu 2 Lampu 3

Saklar Tunggal Saklar Tukar 1 Saklar Tukar 2

(b) Diagram Pelaksanaan

Gambar 46. Hubungan gudang dalam tanah yang diperluas

Pengoperasian dari sakelar-sakelar ini sambil kita berjalan, kita dapat

menyalakan lampu yang satu dan memadamkan yang lain secara otomatis. Dan pada

kasus ini kita dapat menghubungkan sejajar sejumlah lampu dari satu ruangan. Dari

ruangan tersebut, kita dapat memadamkan dan menyalakan bersama lampu-lampu yang

terhubung itu tanpa harus memadamkan dan menyalakan satu demi satu.

4. Hubungan Kamar Tidur
Prinsip dasar hubungan ini adalah sama dengan hubungan gudang dalam tanah,

tetapi penghubung muka yang berkutub tunggal harus diganti dengan sakelar tukar,
sehingga kita dapat memadamkan tiap-tiap lampu pada pintu dan pada tempat tidur.
Pada hubungan tukar ini dapat diperluas dengan penghubung silang. Diagram instalasi
untuk kasus ini dapat dijelaskan pada (gambar 47).

Saklar Tukar 1 Saklar Tukar 2 Lampu 1 Lampu 2
Saklar Tukar 3

(a) Diagram instalasi

Lampu 1 Lampu 2

Saklar Tukar 1 Saklar Tukar 2

(b) Diagram pelaksanaan Saklar Tukar 3
Gambar 47. Hubungan kamar tidur

53

5. Hubungan untuk Ruangan yang Luas
Dalam ruangan yang luas, biasanya hanya membutuhkan sebagian dari seluruh

penerangan yang ada. Misal untuk ruang yang panjang terkadang hanya diperlukan
untuk menyalakan beberapa lampu saja. Oleh karena itu kita dapat menggunakan
hubungan tukar dengan kombinasi sakelar silang untuk beberapa buah lampu. Pada
prinsipnya dari kelima lampu, kita dapat menghidupkan sebagian atau seluruhnya dari
tempat yang berbeda seperti pada (gambar 48).

Lp 1 Lp 2 Lp 3 Lp 4 Lp 5

Saklar Tukar 1 Saklar Tukar 2 Saklar Saklar Tukar 3
Silang
(a) Diagram instalasi

Lp 1 Lp 2 Lp 3 Lp 4 Lp 5
Saklar Tukar 3
Saklar
Silang

Saklar Tukar 1 Saklar Tukar 2

(b) Diagram pelaksanaan

Gambar 48. Hubungan untuk ruangan yang luas

6. Instalasi Lampu Pijar dengan Sakelar Tunggal
Pemasangan instalasi ini direncanakan untuk pemasangan dalam pipa.

Bagaimana rencana dan pelaksanaan untuk jenis instalasi ini dapat diihat pada (gambar
49).

Lampu Lampu

Saklar tunggal Saklar tunggal

(a) Diagram instalasi (b) Diagram pelaksanaan

Gambar 49. Satu lampu pijar dilayani satu sakelar tunggal

Dari gambar 49, maka dapat diketahui macam beban yang akan dipakai termasuk

jumlah dan penampang penghantar dalam pipa yang seharusnya dipasang.

54

7. Instalasi Dua Lampu Pijar dengan Sakelar Seri atau Deret
Penggunaan sakelar seri atau deret dimaksudkan agar menyala atau padamnya

lampu dapat diatur sebagai berikut :
a. Lampi 1 hidup, sedangkan lampu 2 masih padam.
b. Lampu 2 hidup, tetapi lampu 1 menjadi padam.
c. Lampu 1 dan 2 hidup (menyala) semua.
d. Kedua lampu padam semua.
Demikian seterusnya, akan kembali lagi seperti keadaan semula. Instalasi semacam

ini dapat dijelaskan dalam bagan seperti tertera pada gambar 50 (a). Sakelar seri
semacam itu banyak dipakai untuk melayani lampu korona. Lampu ini mempunyai
sebuah lampu besar (sebagai lampu 1) dan beberapa lampu agak kecil yang
dihubungkan paralel (sebagai lampu 2). Lampu 1 dan lampu 2 akan menyala atau
padam sesuai dengan penjelasan di atas. Bagan pemasangan lampu korona tersebut
dapat dijelaskan pada gambar 50 (b).

Lampu 1 Lampu 2
Saklar Deret
Lampu 1 Lampu 2

Saklar Deret

(a) Diagram instalasi (b) Giagram pelaksanaan

Gambar 50. Instalasi dua lampu pijar dengan sakelar seri (deret)

55

RANGKUMAN PEMBELAJARAN 2
Mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan komponen atau bahan instalasi listrik
merupakan pekerjaan yang mengacu pada hasil dalam suatu perencanaan produk yang
dihasilkan adalah gambar dan analisa. Jenis analisadapatberupa :

 analisa daya listrik.
 analisa lingkungan/bangunan sipil.
 analisa kebutuhan bahan/komponen instalasi.
serta uraian sebagai pelengkap yang meliputi penjelasan tentang cara pemasangan
peralatan/bahan.
Rencana instalasi listrik terdiri dari :
 Gambar Situasi
 Gambar Instalasi
 Diagram Instalasi garis Tunggal
 Gambar Detail/Keterangan
 Perhitungan Teknis
 Daftar Bahan Instalasi
 Uraian Teknis

56

LATIHAN PEMBELAJARAN 2
Para peserta didik yang smart dan penuh semangat. Semoga peserta didik sudah

semakin bertambah ilmu pengetahuannya dari hasil materi yang telah disampaikan
pada bab sebelumnya. Untuk mereview pengetahuan para peserta didik tentang
Menentukan tata letak komponen Instalasi penerangan pada bangunan sederhana,
maka ada baiknya para peserta didik melatih kemampuan dan pengetahuan yang telah
dipelajari dengan soal latihan :
1. Berapakah skala denah ruangan pada instalasi listrik yang secara umum

digunakan untuk menggambar perencanaan bagi seorang instalatur ?
2. Dalam gambar instalasi ada suatu diagram yang sifatnya menjelaskan.

Sebutkan diagram apa saja yang termasuk dalam kategori ini ?
3. Berdasarkan analisa jelaskan perbedaan antara diagram garis tunggal dengan

diagram garis ganda ?
4. Rencanakanlah diagram instalasi untuk 2 buah lampu yang dilayani oleh sebuah

sakelar dan 1 stop kontak ?
5. Jelaskan secara rinci mengapa sketsa denah suatu ruangan atau bangunan

itu diperlukan dalam perencanaan pemasangan instalasi listrik ?

Petunjuk Jawaban Latihan 2
Agar dapat mengerjakan soal di atas dengan baik, cermati kembali modul

pembelajaran 2 ini. Lalu gunakan reverensi lain seperti internet sebagai penguat
jawaban Anda.

“Kejujuran adalah Modal Paling mahal yang dimiliki Manusia”
-Anonim

57

TES FORMATIF 2

Setelah ananda mempelajari modul dan mengerjakan latihan diatas, saya yakin
anak didik sudah semakin memahami tentang Menentukan tata letak komponen
Instalasi penerangan pada bangunan sederhana dengan baik. Oleh sebab itu, yuuk…
diuji kemampuan pemahamannya. Kerjakan dengan jujur dan percaya diri ya.

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dari berbagai elternatif jawaban berikut ini.

1. Gambar letak gedung atau rumah tempat instalasi listrik tersebut akan dipasang dan
rencana penyambungannya dengan sumber tenaga listrik adalah.
a. Gambar garis tunggal
b. Gambar pengawatan
c. Gambar bagan
d. Gambar situasi
e. Gambar instalasi

2. Gambar pada diagram instalasi garis tunggal meliputi:
a. System pentanahannya
b. System pemipaannya
c. System pengawatannya
d. Penentuan tata letak komponen
e. Jenis komponen

3. Tempat untuk memasang lampu bohlam pada instalasi penerangan listrik disebut ...
a. Fitting
b. Sekring
c. Sakelar
d. Stop Kontak
e. Roset

4. Dalam PUIL 2000 Fitting lampu jenis Edison harus dipasang dengan cara ...
a. Menghubungkan kontak dasarnya pada penghantar fase, dan kontakluarnya pada
penghantar netral
b. Menghubungkan kontak dasarnya pada penghantar netral, dan kontak luarnya
pada penghantar fase
c. Menghubungkan kontak dasarnya pada penghantar fase, dan kontak luarnya pada
penghantar fase

58

d. Menghubungkan kontak dasarnya pada penghantar netral, dan kontak luarnya
pada penghantar netral

e. Menghubungkan kontak dasarnya pada penghantar netral, dan kontak luarnya
pada penghantar arde

5. Sebuah sakelar yang berfungsi menghubungkan dan memutuskan dua lampu, atau dua
kelompok lampu baik secara bergantian atau bersama-sama adalah ...
a. Sakelar Silang
b. Sakelar Tunggal
c. Sakelar Tukar
d. Sakelar Seri
e. Sakelar Ganda

6. Perhatikan gambar instalasi penerangan di bawah ini !

Gambar diatas menggunakan saklar jenis :
a. Saklar dua kutub
b. Saklar kutub tunggal
c. Saklar seri
d. Saklar silang
e. Saklar tukar

7. Beberapa saklar yang sering digunakan sebagai kendali peralatan listrik yaitu,
kecuali :
a. Saklar kutub tunggal, Saklar kutub ganda
b. Saklar kutub tiga, Saklar seri
c. Saklar kelompok, Saklar tukar, saklar silang
d. Saklar merk Viba
e. Saklar tunggal

59

Umpan Balik

Berapa Nilai ananda? Mari dihitung, Cocokkanlah jawaban Ananda dengan Kunci

Jawaban Tes Formatif setelah ini. Hitunglah jawaban Ananda yang benar, kemudian gunakan

rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Ananda terhadap materi

pembelajaran 2 ini.

Rumus:

Jumlah jawaban Anda yang benar

Tingkat penguasaan = --------------------------------------- X 100%

10

81– 100% = baik sekali
71—80% = baik
61 –70% = cukup
41 – 60% = kurang

10 – 40% = gagal

Apabila Ananda memperoleh tingkat penguasaan minimal 80%, Ananda dapat
meneruskan belajar ke Modul Pembelajaran 3. Apabila tingkat penguasaan Ananda masih 50-
70%, Ananda harus mengulangi kegiatan belajar modul Pembelajaran 2 ini, terutama bagian
yang belum Ananda kuasai. Apabila tingkat penguasaan Ananda kurang dari 50%, Ananda
harus mengulang baca beberapa kali Kegiatan Belajar Modul Pembelajaran 2 ini.

60

Kunci Jawaban Latihan 2
1. Skala 1 : 100 atau 1 : 50
2. Diagram dasar, diagram lingkaran arus, dan diagram instalasi.
3. Diagram garis tunggal adalah diagram perencanaan instalasi listrik,

sedangkan diagram garis ganda adalah diagram pelaksanaan instalasi listrik.
4.

5. Karena untuk mengatur penempatan komponen, titik -titik cahaya, dan
kebutuhan bahan-bahan lain yang akan digunakan dalam pemasangan instalasi
listrik tersebut.

Kunci Jawaban Tes Formatif 2
Silahkan dicek jawaban ananda…
1. D
2. A
3. A
4. A
5. D
6. B
7. D

61

Jumlah Bahan dan Biaya Instalasi Penerangan

62

KEGIANTAN PEMBELAJARAN III
“Jumlah Bahan dan Biaya Instalasi Penerangan”
Kompetensi Dasar (KD) :
3.3 Menentukan jumlah bahan dan biaya pada instalasi penerangan 1 fasa.
Materi Pokok :
 Bahan Penghantar.
 Jenis-jenis Sakelar, Kotak-kontak, dan Fitting.
 Pengaman,
 Rekapitulasi Bahan dan Biaya
Tujuan Pembelajaran :
1. Peserta didik mengetahui Bahan Pengantar pada Instalasi penerangan 1 fasa.
2. Peserta didik dapat memahami jenis-jenis Sakelar, Kotak-kontak dan Fiiting pada
intalasi penerangan 1 fasa.
3. Peserta didik dapat mengerti perbedaan disetiap jenis-jenis Pengaman pada intalasi
penerangan 1 fasa.
4. Peserta didik dapat menganalisis bahan dan menghitung biaya pada Intalasi
penerangan 1 fasa.

62

URAIAN MATERI

Untuk mengawali materi yang akan disampaikan pada Pembelajaran 3 ini, diharapkan
kepada peserta didik untuk benar-benar mempersiapkan diri dalam menyimak dan memahami
setiap materi dan diharapkan pada akhirnya dapat menguasai capaian pembelajaran Kegiatan
belajar 3 ini. Silakan para peserta didik pelajari beberapa materi berikut ini.

Materi awal berikut menjelaskan tentang Menentukan jumlah bahan dan biaya pada
instalasi penerangan 1 fasa. Materi yang akan disampaikan adalah bagaimana Menentukan
jumlah bahan dan biaya pada instalasi penerangan 1 fasa.

A. Bahan Penghantar
Komponen instalasi listrik merupakan perlengkapan yang paling pokok dalam suatu

rangkaian instalasi listrik. Dalam pemasangan instalasi listrik banyak macamnya, untuk
memudahkan bagi peserta didik komponen tersebut dikelompokkan menjadi :

a. Bahan Penghantar
b. Sakelar
c. Kotak Kontak
d. Fitting
e. Pengaman
Komponen instalasi listrik yang akan di pasang pada instalasi listrik, harus memenuhi
persyaratan sebagai berikut :

a. Keandalan, menjamin kelangsungan kerja instalasi pada kondisi normal.
b. Keamanan, komponen instalasi yang dipasang dapat menjamin

keamanan sistem instalasi listrik.
c. Kontinuitas, komponen dapat bekerja secara terus menerus pada kondisi

normal.
Syarat instalasi listrik dikatakan ekonomis ketika harga keseluruhan instalasi listrik
tersebut, ongkos pemasangan dan ongkos pemeliharaan semurah mungkin. Rugi daya listrik
yanghilang serendah mungkin. Oleh karena itu instalasi listrik harus direncanakan
sesederhana mungkin, agar alat – alat yang dipakai sedikit. Mudah pemasangannya dan
pemeliharannya, dan rugi – rugi daya sekecil mungkin.

Kelangsungan kerja suatu instalasi listrik dapat dicapai, apabila instalasi listrik
direncanakan sedemikian rupa sehingga kemungkinan terputusnya atau terhentinya aliran

63

listrik sangat kecil. Bila masih terjadi gangguan yang mengakibatkan terhentinya aliran
listrik, maka gangguan tersebut harus mudah dan cepat diatasi atau diperbaiki.

Pengenalan komponen instalasi listrik sangat diperlukan untuk mengetahui fungsi
masing – masing komponen tersebut dengan benar oleh karena itu, diperlukan pengetahuan
standar aman bagi komponen instalasi yang akan digunakan. Disarankan untuk memilih
komponen perlengkapan instalasi listrik yang mencantumkan hal – hal sebagai berikut :

a. Nama pembuat atau merk dagang
b. Keterangan tentang daya, tegangan atau arus pengenal
c. Tanda pengenal standar yang digunakan, seperti Standar Nasional
Indonesia (SNI) atau Standar Perusahaan Listrik Negara (SPLN) Berikut ini akan
dijelaskan komponen dan peralatan instalasi penerangan listrik pada bangunan rumah.

1. Bahan Penghantar
Penghantar adalah benda logam ata bukan logam yang bersifat menyalurkan arus

listrik dan kawat/ pilinan kawat yang cocok digunakan untuk meyalurkan arus listrik.
Kabel adalah rakitan satu penghantar atau lebih, baik penghantar pejal atau berupa

pintalan, masing – masing dilindungi dengan isolasi keseluruhannya dilengkapi dengan
selubung pelindung bersama.

Kabel instalasi ialah kabel untuk instalasi tetap. Kabel fleksibel ialah kabel yang
karena sifat penghantar, isolasi dan selubung yang fleksibel untuk dihubungkan dengan
perlengkapan listrik yang dapat dipindah – pindahkan dan atau bergerak

Kabel tanah ialah semua jenis penghantar berisolasi dan berselubung yang karena
sifat isolasinya dan selubungnya boleh dipasang pada atau di dalam tanah, termasuk di
dalam air.

a. Jenis Penghantar
 Penghantar Berisolasi
Penghantar berisolasi dapat berupa kawat berisolasi atau kabel.
Batasan kawat berisolasi adalah rakitan penghantar tunggal, baik
serabut maupun pejal yang diisolasi, contoh kawat berisolasi
berupa NYA dan NYAF.
 Penghantar Tanpa Isolasi
Hantaran tak berisolasi merupakan penghantar yang tidak dilapisi oleh
isolator, contoh penghantar tidak berisolasi BC (Bare Conductor). Jenis –

64

jenis isolasi yang dipakai pada penghantar listrik meliputi isolasi dari PVC
(Poly Vinil Chlorid).

b. Jenis Kabel
Dilihat dari jenisnya, penghantar dapat dibedakan menjadi tiga yaitu :
 Kabel Intalasi
Kabel instalasi biasa digunakan pada instalasi penerangan, jenis kabel
yang banyak digunakan dalam instalasi rumah tinggal untuk pemasangan
tetap ialah NYA dan NYM. Pada penggunaannya kabel NYA menggunakan
pipa untuk melindungi secara mekanis ataupun melindungi dari air dan
kelembaban yang dapat merusak kabel tersebut. Kontruksi Kabel NYA dapat
dilihat pada (gambar 51) dibawah ini.

Gambar 51. Konstruksi Kabel NYA
Kabel NYA hanya memiliki satu penghantar berbentuk pejal, kabel ini
pada umumnya digunakan pada instalasi rumah tinggal, sedangkan kabel
NYM adalah kabel yang memiliki beberapa penghantar dan memiliki
isolasi luar sebagai pelindung. Kontruksi Kabel NYM dapat dilihat pada
(gambar 52) dibawah ini.

Gambar 52. Konstruksi Kabel NYM

65

 Kabel Tanah
Kabel tanah terbagi menjadi dua yaitu :
 Kabel Tanah thermoplastic tanpa perisai
Kabel Tanah thermoplastic tanpa perisai seperti NYY, biasanya
digunakan untuk kabel tenaga pada industry. Kabel ini juga dapat
ditanam dalam tanah, dengan syarat diberikan perlindungan terhadap
kemungkinan kerusakan mekanis. Pada prinsipnya susunan NYY ini
sama dengan susunan NYM. Hanya tebal isolasi dan selubung
luarnya serta jenis PVC yang digunakan berbeda. Kontruksi Kabel
NYY dapat dilihat pada (gambar 53) dibawah ini.

Gambar 53. Konstruksi Kabel NYY

 Kabel Tanah thermoplastic perisai
Kabel tanah thermoplastic berperisai seperti NYFGbY, biasanya

digunakan apabila ada kemungkinan terjadi gangguan kabel secara
mekanis. Kontruksi Kabel NYFGbY dapat dilihat pada (gambar 54)
dibawah ini.

Gambar 54. Konstruksi Kabel NYFGbY

66

 Kabel Fleksibel
Kabel fleksibel biasanya digunakan untuk peralatan yang

sifatnya tidak tetap atau berpindah – pindah, di tempat kemungkinan
adanya gangguan mekanis atau getaran dengan peralatan yang
harus tahan terhadap tarikan dan gesekan.

c. Ukuran Penghantar
Dinyatakan dalam ukuran luas penampang intinya dan satuannya adalah

mm2, ukuran luas penampang nominal kabel, penghantar tak berisolasi yang
tercantum pada tabel 8 dibawah ini.

Tabel 8. Daftar Konstruksi Kabel Instalasi dan Penggunaannya

Jenis Kabel Tegangan Jumlah Luas Penggunaan

Thermo Plastik Nominal Inti Penampang Untuk
NYFA , pasangan tetap
NYFAF 230/400 V 1 , 3 dan di dalam dan
NYFAZ, 4 0,5 dan 0,75 pada lampu
NYFAD
2 dan 3

Thermo Plastik 230/400 V 1 , 3 dan 0,5 – 1,0 Untuk
tahan Panas 4 0,5 dan 0,75 pasangan tetap
sampai 150 0C di dalam dan
NYFAw , 2 dan 3 pada lampu
NYFAFw
NYFAZw , 0,5 -- 400 Dalam pipa
NYFADw yang
400/690 V 1 dipasang di
Kabel Rumah atas atau di
Thermo Plastik dalam
NYA dan NYAF plesteran.

Kabel Atau Pasangan
Thermo ter - buka pada
plastik isolator
di atas
plesteran di
atas jangkauan
tangan, dalam
alat listrik dan
lemari hubung
bagi

67

khusus 400/690 V 1 1,5 -- 400 Sda
NSYA NSYAF 1,5
NSYAW 4000 – 1 Hanya di
8000 dalam pipa
Kabel Lampu baja dalam
Tabung udara atau di
thermo plastik bawah
plesteran.
NYL Dalam lampu
reklame dan
Kabel 230/400 V 2 … 5 1,5 .. 2,5 kendaraan
thermo Di dalam dan di
plastik pipih bawah
plesteran,
NYIF NYIFY dalam kamar
mandi dan di
Kabel 230/400 V 2 .. 4 0,75 celah-celah
gantung dinding tanpa
thermo plasti 230/400 V 1 … 5 1,5 -- 3 5 plesteran
k tahan panas 2…3
NYPLY Untuk
Kabel Rumah 230/400 V 2 … 5 1 … 50 lampu
Thermo Plastik gantung
berselubung 300/500 2 … 51 1,5 … 25
NYM dan Di atas, di
NYM-O 600/1200 1 … 4 1,5 … 400 dalam dan di
V bawah
Kabel thermo plesteran dan
plastik juga pada
berperisai kayu
logam Sda
NYRAMZ
Kabel thermo Sda
plastik
berperisai Kabel tenaga di
logam dalam
berselubung ruang,saluran
thermo plastik kabel, dan dio
Kabel tanah alam terbuka
berisolasi dan di
dan dalam tanah
berselubung dengan
thermo
plastik
NYY NAYY

68

Kabel tanah 600/1200 2 .. 4 1,5 …. 40 perlindungan
berisolasi V Di dalm ruang,
dan 2 .. 4 1,5 …. 40 saluran kabel
berselubung 600/1200 dan di bawah
thermoplastic V 1… tanah untuk
dengan 4 1,5 -- 400 instalasi ind
penghantar 600/1200 ustri
konsentrik V 25 … dan
NYCY 3… lemari
NYCWY 4 penghub
Kabel tanah ung
berisolasi Di dalm ruang,
dan saluran kabel
berselubung dan di bawah
thermoplastic tanah untuk
dengan instalasi ind
penghantar ustri
konsentrik dan
NYCY lemari
NYCWY penghub
ung
Kabel tanah
berisolasi Di atas, di
dan dalam dan di
berselubung bawah
thermoplasti plesteran dan
c juga pada
dengan perisai kayu
pita baja
NYFGbY
NYRGbY

B. Jenis-jenis Sakelar, Kotak Kontak dan Fitting
1. Sakelar
Sakelar berfungsi untuk menghubungkan atau memutus arus listrik dari sumber ke

pemakai atau beban. Sakelar terdiri dari banyak jenis dan tergantung pada cara
pemasangan, sistem kerja, dan bentuknya.

Pada sakelar saat terjadi pemutusan atau penghubungan arus listrik kemungkinan
akan timbul busur api di antara kontak – kontaknya. Oleh karena itu, waktu yang
diperlukan untuk pemutusan arus harus singkat atau pendek. Kecepatan waktu pemutusan
ini sangat ditentukan oleh pegas yang dipasang pada sakelar.

69

a. Saklar Tunggal
Sakelar tunggal berfungsi untuk menyalakan dan mematikan lampu. Sakelar

ini mempunyai dua titik kontak yang menghubungkan hantaran fasa dengan
lampu. Bentuk simbol dan kontruksi saklar tunggal seperti (gambar 55) dibawah
ini.

(a) (b)
Gambar 55. Saklar Tunggal (a) Simbol dan (b) Konstruksi
b. Saklar Kutup Ganda
Titik hubung sakelar kutub ganda ada empat, biasanya digunakan untuk
memutus atau menghubungkan hantaran fasa dan nol secara bersamaan. Sakelar
kutub ganda biasanya digunakan pada kotak sekering satu fasa. Bentuk simbol
dan kontruksi saklar kutup ganda seperti (gambar 56) dibawah ini.

(a) (b)
Gambar 56. Sakelar kutub ganda (a) Simbol dan (b) Konstruksi
c. Sakelar Seri
Sakelar seri adalah alat penghubung dan pemutus dua lampu, atau dua
golongan lampu baik secara bergantian maupun bersamaan , sakelar seri sering
juga disebut sakelar deret. Adapun simbul dan konstruksi sakelar. Bentuk simbol
dan kontruksi saklar seri seperti (gambar 57) dibawah ini.

(a) (b)
Gambar 57. Sakelar seri (a) Simbol dan (b) Konstruksi

70

d. Sakelar Tukar
Sakelar Tukar adalah alat Penghubung dan pemutus lampu dari dua tempat

berbeda. Biasanya saklar ini digunakan dikamar hotel, dimana lampu bisa
dinyalakan di dekat pintu masuk dan dimatikan dekat kasur, begitu sebaliknya.
Bentuk simbol dan kontruksi saklar tukar seperti (gambar 58) dibawah ini.

(a) (b)
Gambar 58. Sakelar tukar (a) Simbol dan (b) Konstruksi

e. Sakelar Silang
Menurut konstruksinya sakelar dikelompokkan menjadi : sakelar kontak,

sakelar tumpuk atau sakelar paket, sakelar sandung, sakelar tuas, dan sakelar
giling. Sedangkan ditinjau dari cara kerjanya (jenis alat peng hubungnya), dapat
dikelompokkan menjadi : sakelar putar, sakelar balik, sakelar tarik, sakelar
jungkit, dan sakelar tombol tekan.

(a) (b)
Gambar 59. Sakelar silang (a) Simbul dan (b) Konstruksi

2. Kotak Kontak (stop kontak)
Kotak kontak merupakan tempat untuk mendapatkan sumber tegangan

listrik yang diperlukan untuk pesawat atau alat listrik. Tegangan sumber listrik ini
diperoleh dari hantaran fasa dan netral yang berasal dari PLN. Berikut jenis-jenis
Kotak Kontak berdasarkan tipe dan negara penggunanya.
1) Kotak Kontak Tipe A

Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe A ini sering digunakan di negara antara lain :
Amerika Serika, Kanada, Meksiko dan Jepang. Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe
A memiliki 2 pins dan tidak terdapat grounding (Pembumian), arus yang

71

mengalir sebesar 15 ampere dan tegangan sebesar 100-127 volt. Berikut contoh
Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe A seperti (gambar 60) dibawah ini.

Gambar 60. Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe A
2) Kotak Kontak Tipe B

Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe B ini sering digunakan di negara antara lain :
Amerika Serika, Kanada, Meksiko dan Jepang. Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe
B memiliki 3 pins dan terdapat grounding (Pembumian), arus yang mengalir
sebesar 15 ampere dan tegangan sebesar 100-127 volt. Berikut contoh Kotak
Kontak (Stop Kontak) tipe B seperti (gambar 61) dibawah ini.

Gambar 61. Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe B
3) Kotak Kontak Tipe C

Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe C ini sering digunakan di negara-negara antara
lain : Eropa, Amerika Selatan, dan Asia. Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe C
memiliki 2 pins dan tidak terdapat grounding (Pembumian), arus yang mengalir
sebesar 2,5 ampere dan tegangan sebesar 220-240 volt. Berikut contoh Kotak
Kontak (Stop Kontak) tipe C seperti (gambar 62) berikut ini.

72

Gambar 62. Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe C
4) Kotak Kontak Tipe D

Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe D ini sering digunakan di negara India. Kotak
Kontak (Stop Kontak) tipe D memiliki 3 pins dan terdapat grounding
(Pembumian), arus yang mengalir sebesar 5 ampere dan tegangan sebesar 220-
240 volt. Berikut contoh Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe D seperti (gambar 63)
dibawah ini.

Gambar 63. Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe D
5) Kotak Kontak Tipe E

Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe E ini sering digunakan di negara antara lain :
Prancis, Bergia, Polandia Slovakia, dan Republik Ceko. Kotak Kontak (Stop
Kontak) tipe E memiliki 2 pins dan terdapat grounding (Pembumian), arus yang
mengalir sebesar 16 ampere dan tegangan sebesar 220-240 volt. Berikut contoh
Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe E seperti (gambar 64) berikut ini.

73

Gambar 64. Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe E
6) Kotak Kontak Tipe F

Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe F ini sering digunakan di negara antara lain :
Ruasia dan Eropa kecuali Inggris dan Irlandia. Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe
F memiliki 2 pins dan terdapat grounding (Pembumian), arus yang mengalir
sebesar 16 ampere dan tegangan sebesar 220-240 volt. Berikut contoh Kotak
Kontak (Stop Kontak) tipe F seperti (gambar 65) dibawah ini.

Gambar 65. Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe F
7) Kotak Kontak Tipe G

Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe G ini sering digunakan di negara antara lain :
Inggris, Irlandia, Malta, Malaysia dan Singapura. Kotak Kontak (Stop Kontak)
tipe G memiliki 3 pins dan terdapat grounding (Pembumian), arus yang mengalir
sebesar 13 ampere dan tegangan sebesar 220-240 volt. Berikut contoh Kotak
Kontak (Stop Kontak) tipe G seperti (gambar 66) berikut ini.

74

Gambar 66. Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe G
8) Kotak Kontak Tipe H

Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe H ini sering digunakan di negara antara lain :
Palestina dan Israel. Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe H memiliki 3 pins dan
terdapat grounding (Pembumian), arus yang mengalir sebesar 16 ampere dan
tegangan sebesar 220-240 volt. Berikut contoh Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe
H seperti (gambar 67) dibawah ini.

Gambar 67. Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe H
9) Kotak Kontak Tipe I

Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe I ini sering digunakan di negara antara lain :
Australia, Selandia Baru, China dan Argentina. Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe
I memiliki 2 atau 3 pins dan pada 2 pins tidak terdapat grounding sedangkan
pada 3 pins terdapat grounding (Pembumian), arus yang mengalir sebesar 10
ampere dan tegangan sebesar 220-240 volt. Berikut contoh Kotak Kontak (Stop
Kontak) tipe I seperti (gambar 68) berikut ini.

75

Gambar 68. Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe I
10) Kotak Kontak Tipe J

Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe J ini sering digunakan di negara Swiss.
Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe J memiliki 3 pins dan terdapat grounding
(Pembumian), arus yang mengalir sebesar 10 ampere dan tegangan sebesar
220-240 volt. Berikut contoh Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe J seperti
(gambar 69) dibawah ini.

Gambar 69. Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe J
11) Kotak Kontak Tipe K

Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe K ini sering digunakan di negara antara lain
: Denmark dan Greenland. Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe K memiliki 3
pins dan terdapat grounding (Pembumian), arus yang mengalir sebesar 16
ampere dan tegangan sebesar 220-240 volt. Berikut contoh Kotak Kontak
(Stop Kontak) tipe K seperti (gambar 70) berikut ini.

76

Gambar 70. Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe K
12) Kotak Kontak Tipe L

Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe L ini sering digunakan di negara Itali dan
Chili. Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe L memiliki 3 pins dan terdapat
grounding (Pembumian), arus yang mengalir sebesar 10 dan 16 ampere dan
tegangan sebesar 220-240 volt. Berikut contoh Kotak Kontak (Stop Kontak)
tipe L seperti (gambar 71) dibawah ini.

Gambar 71. Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe L
13) Kotak Kontak Tipe M

Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe M ini sering digunakan di negara Afrika
Selatan. Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe M memiliki 3 pins dan terdapat
grounding (Pembumian), arus yang mengalir sebesar 15 ampere dan tegangan
sebesar 220-240 volt. Berikut contoh Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe M
seperti (gambar 72) berikut ini.

77

Gambar 72. Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe M
14) Kotak Kontak Tipe N

Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe N ini sering digunakan di negara Brazil.
Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe N memiliki 3 pins dan terdapat grounding
(Pembumian), arus yang mengalir sebesar 10 dan 20 ampere dan tegangan
sebesar 100-240 volt. Berikut contoh Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe N
seperti (gambar 73) dibawah ini.

Gambar 73. Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe N
15) Kotak Kontak Tipe O

Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe O ini sering digunakan di negara Thailand.
Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe O memiliki 3 pins dan tidak terdapat
grounding (Pembumian), arus yang mengalir sebesar 16 ampere dan tegangan
sebesar 220-240 volt. Berikut contoh Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe O
seperti (gambar 74) berikut ini.

78

Gambar 74. Kotak Kontak (Stop Kontak) tipe O
Penggunaan dan pemasangan kontak ada beberapa ketentuan menurut Peraturan
Umum Instalasi Listrik antara lain :
a. Kotak-kontak dinding fasa satu harus dipasang hingga kontak netralnya ada

disebelah kanan (ayat 206 B4).
b. Kotak-kontak dinding yang dipasang kurang dari 1,25 meter di atas lantai

harus dilengkapi dengan tutup (ayat 840 C5)
c. Kotak-kontak yang dipasang dilantai harus tertutup (ayat 511 B4)
d. Kotak-kontak dinding dengan pengaman harus dipasang hantaran

pengaman (ayat 321 B1 sub b4)
e. Ruangan yang dilengkapi dengan kotak kontak dengan kotak pengaman,

tidak boleh dipasang kotak-kontak tanpa pengaman, kecuali kotak-kontak
tegangan rendah dan untuk pemisahan pengaman (ayat 321 B1 sub b4)
f. Pada satu tusuk kontak, hanya boleh dihubungkan satu kabel yang dapat
dipindah- pindah (ayat 511 A9 sub c)
g. Kemampuan kotak-kontak harus sekurang-kurangnya sesuai dengan daya yang
dihubungkan padanya, tetapi tidak boleh kurang dari 5 A (ayat 840 C6).
3. Fitting
Fiting adalah tempat memasang bola lampu listrik, dan menurut penggunaanya
dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu fitting duduk, fitting gantung pada langit-langit
dan fitting kedap air.

a. Fitting Duduk
Disebut fitting duduk, karena pada dasarnya setelah dipasang kedudukannya
melekat ditempatnya semula (duduk). Fitting ini juga sering disebut fitting
dinding, karena dapat dipasang pada dinding-dingin atau langit-langit.

79

Apabila fitting ini dipasang maka tutupnya harus dibuka terlebih dahulu dengan
memutar kekiri, kemudian bagian kaki ini diletakkan dengan perantaraan sekrup.
Bila pemasangannya tidak dapat dilaksanakan secara langsung, perlu dipasang
roset dari kayu sebagai gantinya. Berikut contoh Fitting Duduk seperti (gambar
75) berikut ini.

(A) (B)
Gambar 75. Konstruksi Fitting Duduk (A) Keadaan Terbuka (B) Kedaan Tertutup

b. Fitting Gantung
Fitting gantung adalah salah satu peralatan dalam rangkaian instalasi penerangan
yang berfungsi sebagai pemegang bola lampu dan penghantar daya listrik ke
lampu. Pelaksanaan pemasangan fitting gantung hendaknya dimaksudkan
sedemikian rupa sehingga faktor elekris dan mekanis dapat dijamin
kehandalannya. Pengikatan pada fitting gantung harus diatur agar penghantar
yang diikatnya pada terminal, tidak menjadi tumpuhan pemikul berat fitting
tersebut, oleh sebab itu pada bagian tali dari pandel anur haru diatur sehingga
berfungsi sebagai pemikul beban fitting dan bola lampunya.
Pada umumnya pemasangan fitting gantung dipasang menggantung pada langit-
langit melalui roset, dengan menggunakan kabel snur yang bertali lekat. Berikut
contoh Fitting Gantung seperti (gambar 76) berikut ini.

Gambar 76. Konstruksi Fiting Gantung

80

c. Fitting Kedap Air
Fiting kedap air merupakan fiting yang tahan terhadap resapan/rembesan air.
Fiting jenis ini dipasang di tempat lembab atau tempat yang mungkin bisa terkena
air misalnya fiting untuk di kamar mandi. Konstruksi fiting ini terbuat dari
porselin, dimana bagian kontaknya terbuat dari logam kuningan atau tembaga dan
bagian ulirnya dilengkapi dengan karet yang berbentuk cincin sebagai penahan
air. Berikut contoh Fitting Kedap Air seperti (gambar 77) berikut ini.

Gambar 77. Konstruksi Fiting Kedap Air

81

C. Pengaman
a. Sakering (Circuit Breaker)
Circuit breaker seperti halnya sekering adalah merupakan alat proteksi,
walaupun circuit breaker dilengkapi dengan fasilitas untuk switching.
Sebagaimana sekering, fungsi proteksi circuit breaker adalah untuk memproteksi
beban lebih dan hubung singkat. Klasifikasi circuit breaker ditentukan melalui
triping action circuit breaker itu sendiri yaitu :

1) Thermal
Untuk keperluan tripping type ini menggunakan bimetal yang dipanasi

melalui arus beban lebih karena bimetal mengambil waktu untuk menaikkan
panas, maka type circuit breaker ini mempunyai karakteristik inverse time
limit untuk proteksi.

Waktu untuk trip tergantung pada kondisi temperatur ruang jadi sangat
cocok untuk proteksi kabel atau proteksi yang memerlukan kelambatan
waktu pemutusannya.

2) Magnetic
Type ini arus beban yang lewat melalui kumparan elektro magnetik

akan menarik inti jangkar dan secara mekanik akan melepaskan
pegangan circuit breaker dalam posisi “ON” (terjadi proses tripping).
Magnetic circuit breaker akan melengkapi trip yang segera
(instanteneous) terutama pada overload yang cukup berat (biaanya 10 kali
arus beban penuh) atau pada keadaan hubung singkat. Karena medan
magnet cukup kuat untuk menarik jangkar.

Karena magnetic circuit breaker type ini operasionalnya bebas dari
pengaruh suhu ruang, maka proteksi ini lebih cenderung untuk proteksi
hubung singkat.

3) Thermal – magnetic
Circuit breaker type ini dilengkapi dengan thermal element untuk

mendapatkan karakteristik dengan kelembaban waktu pemutusan (time
delay characteristic) dari fasiltias pengaruh temperatur ruang.

82


Click to View FlipBook Version