The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by fianfirmansyah79, 2020-10-01 00:53:41

E MODUL IPL - DIRAT MAHADIRAJA (FIX)

E MODUL IPL - DIRAT MAHADIRAJA (FIX)

Sedangkan action magentik diperlukan untuk pemutusan segera. Bila
terjadi beban lebih, maka diperlukan waktu untuk memanasi elemen
bimetal (time delay).

Dengan beban lebih yang sangat besar atau hubung singkat, maka
elemen magnetik yang akan mempengaruhi waktu tripping dan diatur 10
kali arus nominal untuk melengkapi secara lengkap pemutusan
instanteneuous dengan interruping time 0,01.

b. Sakering (Fuse)
Sakering adalah suatu peralatan proteksi yang umum digunakan. Sekering

adalah suatu peralatan proteksi kerusakan yang disebabkan oleh arus berlebihan
yang mengalir dan memutuskan rangkaian dengan meleburannya elemen
sekering
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan sekering :
b. Arus nominal sekering (current rating) adalah arus yang mengalir secara

terus menerus tanpa terjadi panas yang berlebihan dan kerusakan.
c. Tegangan nominal (voltage rating) yaitu tegangan kerja antar

konduktor yang diproteksi atau peralatan.
d. Time current protection yaitu suatu lengkung karakteristik untuk

menentukan waktu pemutusan.
e. Pre arcing time adalah waktu yang diperlukan oleh arus yang besar untuk

dapat meleburkan elemen sekering.
f. Arcing time adalah waktu elemen sekering melebur dan memutuskan

rangkaian sehingga arus jatuh menjadi nol.
g. Minimum fusing current adalah suatu harga minimun dari arus yang akan

menyebabkan elemen sekering beroperasi (melebur).
h. Fusing factor adalah suatu perbandingan antara minimum fusing current

dengan curret rating dari sekering. Umumnya sekering yang tergolong pada
semi enclosed mempunyai faktor 2 dan untuk type HRC mempunyai faktor
serendah mungkin 1,2.
i. Total operating time adalah waktu total yang diambil oleh sekering secara
lengkap dapat mengisolasi dengan gangguan.

83

j. Cut off ini adalah satuan fungsi yang penting sekering HRC. Jika elemen
sekering melebur dan membatasi harga arus yang dicapai ini kita kenal
dengan sebutan “arus cut off”

k. Categori of duty. Sekering diklasifikasikan pada kategori
kesanggupan dalam menangani gangguan sesuai dengan harga arus
prospective pada rangkaian. Katagori A1 dan A2 untuk arus propectif.
1.O.kA dan 4.0 kA. Sedangkan untuk kategori AC3, AC4 dan AC5 untuk
arus 16,5 kA, 33 kA dan 46 kA.

D. Rekapitulasi Bahan dan Biaya
Dalam merencanakan instalasi penerangan listrik diwajibkan menganalisa

kebutuhan bahan dan biaya agar syarat instalasi listrik dikatakan ekonomis apa bila
harga keseluruhan instalasi listrik tersebut, ongkos pemasangan dan ongkos
pemeliharaan semurah mungkin dan menghasilkan instalasi penerangan sesuai
dengan yang diharapkan.

Tak dipungkiri juga bahwa biaya instalasi penerangan listrik bisa mahal hal ini
disebabkan jenis bahan, jenis pekerjaan atau keterampilan para tenaga kerja dan alat-
alat bantu yang digunakan.
1. Perhitungan jumlah bahan penerangan listrik

Contoh merencanakan instalasi penerangan listrik 1 fasa dari gambar denah
rumah ukuran 750 x 1125 x 400 cm. Berikut Gambar denah rumah pada
(gambar 78) dibawah ini.

K. Tidur 2 K. Tidur 3

R. Tamu WC
K. Tidur 1

R. Keluarga/makan Dapur

Gambar 78. Denah Rumah

84

 Data denah rumah berdasarkan gambar denah rumah di atas diperoleh data
sebagai berikut :
a. Luas bangunan 750 x 1125 cm
b. Ruangan terdiri dari ruang tamu, 3 kamar tidur, ruang dapur dan kamar
mandi/ WC
c. Jumlah lampu 8 titik
d. otak kontak 2 titik
e. Saklar tunggal 6 titik
f. Saklar seri 1 titik untuk 2 lampu di ruang tamu dan seri

 Dari data di atas maka bahan – bahan instalasi dapat diidentiifkasi sebagai
berikut :
l. MCB 1 Set
m. Saklar tunggal 6 buah
n. Saklar seri 1 buah
o. Kotak kontak 2 buah
p. Lampu 8 buah
q. Fitting lampu 8 buah
r. Pipa PVC 5/8”
Pipa PVC digunakan untuk pemasangan kabel tembok pada
komponen saklar dan stop kontak.
 Menurut aturan PUIL 2011, saklar dan stop kontak dipasang dengan
jarak minimum 1,5 meter dari lantai
 Jika jarak lantai dengan plafon adalah 3,5 meter, maka panjang pipa untuk
tiap komponen adalah : 3,5 – 1,5 = 2 meter. Jadi untuk saklar tunggal,
seri dan stop kontak adalah (6 + 1 + 2) x 2 = 18 meter
 Satu batang pipa, panjangnya 4 m, jadi 18/4 = 4,5 meter, maka
dibutuhkan 5 batang pipa PVC.
s. Penutup ujung pipa (tule)
Tule dipasang pada ujung pipa, dan berguna untuk mencegah
terjadinya kerusakan isolasi ketika menarik kabel saat dipasang karena ada
10 potong pipa dengan 2 ujung maka jumlah tule adalah 10 x 2 = 20 buah.

85

t. Kotak sambung (Junction Box)

Menurut gambar terdapat 16 percabangan, sehingga dibutuhkan 16 kotak

sambung, kotak sambung biasa juga disebut T - dos

u. Kabel Penghantar
 Kabel dalam pipa

1) Panjang kabel NYA dihitung menurut panjangnya pia PVC
ditambah untuk 10 cm pada sambungan – sambungan dari saklar
– saklar, kotak kontak dan sambungan lainnya.

2) Panjang pipa 2 m, maka panjang kabel dalam pipa

adalah 2 m + 10 cm = 2,1 m

Perhitungan panjang kabel dalam pipa adalah sebagai berikut :

Pada 6 buah saklar tunggal = 6 x 2 x 2,1 m = 25,20 m

Pada 1 buah saklar seri = 1 x 3 x 2,1 m = 6,30 m

Pada 2 buah kotak kontak = 2 x 3 x 2,1 m = 12,60 m

Pada 1 buah MCB = 1 x 2 x 2,1 m = 4,20 m

Jumlah = 48,30 m

 Kabel di atas plafon
1) Kebutuhan kabel di atas plafon di tambah dengan 10 cm
pada sambungan/ percabangan
2) Panjangnya ditentukan dengan mengukur panjang yang terdapat
dalam gambar menurut skala sebagai berikut :
 Saluran utama : 4 x 3,75 = 15 m
 Saluran dari kotak sambung ke fiting : 8 x 2,5 m = 20 m
Jumlah panjang kabel pada plafon adalah :

15 m + 20 m + 10 cm = 35,1 m

- Panjang kabel adalah 48,30 m + 35,1 m = 83,4 m

- Total kebutuhan kabel adalah jumlah hasil perhitungan + 10%

- Total kabel = 83,4 x 10 % = 8,34, maka totalnya 83,4 + 8,34 =
91,74 m

86

Jumlah satu rol kabel NYA panjangnya 100 m, maka untuk
keperluan kabel tersebut dapat dibeli 1 rol kabel NYA ukuran 1,5
mm.

Masing – masing untuk 1 rol warna hitam (fasa) ukuran 1,5 mm, 1
rol warna biru (netral) ukuran 1,5 mm dan 1 rol kabel grounding
(pentanahan) warna kuning + hijau loreng ukuran 1,5 mm.

2. Rancangan Anggaran Biaya (RAB)

a. Estimasi Kebutuhan Bahan dan Harga, pada tabel 9 berikut ini.

Tabel 9. Estimasi Kebutuhan bahan dan Harga

No Nama Bahan Merk Volume Satuan Harga Jumlah

1 Saklar tunggal Broco 6 buah RpSa1t2u.a0n00 Rp H72a.r0g0a0
2 Saklar Seri Broco 1 buah Rp 18.000 Rp 18.000

3 Stop Kontak Broco 2 buah Rp 10.000 Rp 20.000

4 Fiting Broco 8 buah Rp 6.000 Rp 48.000

5 Tule 5/8 - 10 buah Rp 1.000 Rp 10.000

6 Kotak bagi Broco 16 buah Rp 2.500 Rp 40.000

7 Pipa PVC 5/8” Wavin 5 batang Rp 39.000 Rp 195.000
AW

8 MCB 6 A ABB 1 buah Rp 60.000 Rp 60.000

9 Kabel NYA 1 x 2,5

Hitam Antena 1 rol Rp 230.000 Rp 230.000

Biru Antena 1 rol Rp 230.000 Rp 230.000

Kuning loreng Antena 1 rol Rp 230.000 Rp 230.000

10 Biaya pertitik - 18 titik Rp 75.000 Rp1.350.000

Total Rp 2.503.000

b. Estimasi Kebutuhan Biaya Upah Pekerja
 Pemasangan instalasi listrik mengacu pada gambar rencana dan diagram
pengkabelan
 Pemasangan kabel listrik dan pipa kabel dilakukan oleh tenaga kerja yang
ahli dan dibantu oleh tenaga pembantu
 Untuk mengerjakan instalasi listrik tersebut diperlukan 2 orang tukang
listrik dan 1 orang pelaksana selama 6 hari, dengan rincian upah pada
tabel 10 sebagai berikut :

87

Tabel 10. Estimasi Biaya Upah Pekerja

No Tenaga Kerja Jumlah Hari Harga Jumlah

1 Pelaksana 1 Ke6rja RpSa1t7u5a.n000 Rp 1H.0a5r0g.a000
2 Tukang 2 6 Rp 100.000 Rp 1.200.000

Total Rp 2.250.000

c. Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan

Untuk jadwal pelaksanaan pekerjaan dapat dilihat pada tabel 11 sebagai

berikut.

Tabel 11. Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan

Harian

No Jenis Pekerjaan I II III IV V VI
1 Memasang pipa PVC

2 Memasang kabel dalam pipa PVC

3 Memasang sakelar dan kotak kontak

4 Memasang kotak sekering

5 Memasang fiting lampu

6 Pemeriksaan dan pengujian hasil
pemasangan instalasi listrik

d. Total Biaya Perencanaan Instalasi

Untuk biaya perencanaan instalasi dapat dilihat pada tabel 12 sebagai berikut.

Tabel 12. Biaya Perencaan Instalasi

No Uraian Biaya
1 Ongkos perencanaan dan pengerjaan Rp 4.753.000

2 Biaya tak terduga kira – kira 10 % Rp 475.300

3 Keuntungan 8% - 20% Rp 712.950

Total Rp 5.941.250

88

RANGKUMAN PEMBELAJARAN 3
Instalasi penerangan memerlukan beberapa komponen pokok dan komponen bantu.
Masing – masing komponen memiliki fungsi tertentu agar instalasi penerangan menjadi satu
sistem yang saking terkait. Komponen tersebut adalah :

 Bahan penghantar
 Sakelar
 Kotak kontak
 Fiting
 Pengaman
Dalam merencanakan instalasi penerangan listrik diwajibkan menganalisa kebutuhan
bahan dan biaya agar syarat instalasi listrik dikatakan ekonomis apa bila harga keseluruhan
instalasi listrik tersebut, ongkos pemasangan dan ongkos pemeliharaan semurah mungkin dan
menghasilkan instalasi penerangan sesuai dengan yang diharapkan. Beberapa hal yang dapat
dilakukan untuk menganalisis instalasi penerangan listrik adalah sebagai berikut :
1. Perhitungan jumlah bahan dan biaya instalasi penerangan listrik
2. Rancangan Anggaran Biaya (RAB)

 Estimasi Kebutuhan Bahan dan Harga
 Estimasi Kebutuhan Bahan dan Harga
 Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan
 Total Biaya Perencanaan Instalasi

89

LATIHAN PEMBELAJARAN 3
Para peserta didik yang smart dan penuh semangat. Semoga peserta didik sudah

semakin bertambah ilmu pengetahuannya dari hasil materi yang telah disampaikan
pada bab sebelumnya. Untuk mereview pengetahuan para peserta didik tentang
Menentukan jumlah bahan dan biaya pada instalasi penerangan 1 fasa, maka ada
baiknya para peserta didik melatih kemampuan dan pengetahuan yang telah dipelajari
dengan soal latihan :
1. Keamanan, komponen instalasi yang dipasang dapat menjamin keamanan

sistem instalasi listrik, pernyataan tersebut merupakan implementasi dari ?
2. Tentukan perbedaan dari kabel NYA dan kabel NYM yang digunakan pada

rumah tempat tinggal !
3. Tentukan 3 langkah awal dalam pemasangan kotak kontak yang sesuai standar

PUIL !
4. Klasifikasikan circuit breaker ditentukan melalui triping action circuit breaker !
5. Tentukan jumlah bahan instalasi penerangan ruangan kelas seluas 8 x 4 m2 !

Petunjuk Jawaban Latihan 3
Agar dapat mengerjakan soal di atas dengan baik, cermati kembali modul

pembelajaran 3 ini. Lalu gunakan reverensi lain seperti internet sebagai penguat
jawaban Anda.

“Rajin pangkal Pandai, Jujur pangkal kesuksesan”
-Anonim

90

TES FORMATIF 3
Setelah ananda mempelajari modul dan mengerjakan latihan diatas, saya yakin

anak didik sudah semakin memahami tentang Menentukan jumlah bahan dan biaya
pada instalasi penerangan 1 fasa dengan baik. Oleh sebab itu, yuuk… diuji
kemampuan pemahamannya. Kerjakan dengan jujur dan percaya diri ya.

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dari berbagai elternatif jawaban berikut ini.

1. Syarat instalasi listrik dikatakan ekonomis apa bila harga keseluruhan instalasi listrik
tersebut !
a. Bahan yang murah dan mudah diperoleh
b. Ongkos pemasangan sesuai dengan harga di pasaran
c. Harga bahan mudah dijangkau dan bahan lebih bagus
d. Ongkos pemasangan dan ongkos pemeliharaan semurah mungkin
e. Biaya pemeliharaan lebih murah dan harga bahan terjangkau

2. Kabel NYA yang terpasang pada instalasi rumah tinggal terdiri dari tiga buah kabel,
yang digunakan untuk !
a. Fasa, Fasa, Netral
b. Fasa, Netral dan Grounding
c. Fasa, Fasa, Grounding
d. Fasa, Grounding dan arde
e. Netral, Grounding dan arde

3. Arus nominal sekering (current rating) adalah arus yang mengalir secara terus
menerus tanpa terjadi panas yang berlebihan dan kerusakan, hal tersebut merupakan
bagian dari ?
a. Sekering
b. Penentuan Fuse
c. Penggunaan Kabel
d. Fungsi sekering
e. Pemilihan sekering

91

4. Dalam menentukan jumlah bahan pada instalasi penerangan listrik hal
mendasar yang dibutuhkan adalah
a. Gambar denah bangunan
b. Tata letak bangunan
c. Gambar situasi
d. Posisi bangunan
e. Peralatan instalasi

5. Menurut aturan PUIL, saklar dan stop kontak dipasang dengan jarak dari lantai
adalah
a. 1,6 meter
b. 1,3 meter
c. 1,5 meter
d. 1 meter
e. 1,4 meter

6. Konstruksi fiting ini terbuat dari porselin, dimana bagian kontaknya terbuat dari
logam kuningan atau tenbaga dan bagian ulirnya dilengkapi dengan karet yang
berbentuk cincin
a. Konstruksi fiting kedap air
b. Konstruksi fiting gantung
c. Bagian fiting gantung
d. Bagian dari fiting
e. Elemen fiting gantung

7. Supaya pekerjaan instalasi terselesaikan dengan waktu yang tepat dan sesuai hasil
kinerja, maka hal yang harus dilakukan oleh pekerja tersebut adalah
a. Bekerja lebih cermat dan cepat
b. Melaksanakan pekerjaan yang sulit terlebih dahulu
c. Membuat jadwal pelaksanaan pekerjaan
d. Bekerja sesuai arahan pemilik bangunan
e. Membuat teknis kinerja dilapangan

8. Berapa besar persentase estimasi biaya tak terduga pada perencanaan anggaran
instalasi penerangan listrik agar biaya yang dibutuhkan cukup untuk pelaksanaan
pekerjaan tersebut
a. 20 % b. 25 % c. 15 % d. 5 % e. 10 %

92

9. Peralatan dan bahan ini digunakan untuk pemasangan kabel tembok pada komponen
saklar dan stop kontak, bahan tersebut adalah

a. Klem b. Pipa PVC c. T Doz
d. Kotak sambung e. Tule

10. Penggunaan dan pemasangan kontak ada beberapa ketentuan antara lain, kecuali
a. Kotak-kontak dinding fasa satu harus dipasang hingga kontak netralnya ada
disebelah kanan
b. Kotak-kontak dinding yang dipasang kurang dari 1,25 meter di atas lantai harus
dilengkapi dengan tutup
c. Kotak-kontak yang dipasang dilantai harus tertutup
d. Kotak-kontak harus terpasang terdapat fasa, netral dan grounding
e. Kotak-kontak dinding dengan pengaman harus dipasang hantaran
pengaman

93

Umpan Balik

Berapa Nilai ananda? Mari dihitung, Cocokkanlah jawaban Ananda dengan Kunci

Jawaban Tes Formatif setelah ini. Hitunglah jawaban Ananda yang benar, kemudian gunakan

rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Ananda terhadap materi

pembelajaran 3 ini.

Rumus:

Jumlah jawaban Anda yang benar

Tingkat penguasaan = --------------------------------------- X 100%

10

81– 100% = baik sekali
71—80% = baik
61 –70% = cukup
41 – 60% = kurang

10 – 40% = gagal

Apabila Ananda memperoleh tingkat penguasaan minimal 80%, Ananda dapat
meneruskan belajar ke Modul Pembelajaran 4. Apabila tingkat penguasaan Ananda masih 50-
70%, Ananda harus mengulangi kegiatan belajar modul Pembelajaran 3 ini, terutama bagian
yang belum Ananda kuasai. Apabila tingkat penguasaan Ananda kurang dari 50%, Ananda
harus mengulang baca beberapa kali Kegiatan Belajar Modul Pembelajaran 3 ini.

94

Kunci Jawaban Latihan 3
1. Persyaratan yang harus dipenuhi untuk pemasangan komponen instalasi listrik.
2. Pada penggunaannya kabel NYA menggunakan pipa untuk melindungi

secara mekanis ataupun melindungi dari air dan kelembaban yang dapat merusak
kabel tersebut.
Sedangkan kabel NYM adalah kabel yang memiliki beberapa penghantar dan
memiliki isolasi luar sebagai pelindung.
3. A. Kotak-kontak dinding fasa satu harus dipasang hingga kontak netralnya ada

disebelah kanan (ayat 206 B4)

B. Kotak-kontak dinding yang dipasang kurang dari 1,25 meter di atas
lantai harus dilengkapi dengan tutup (ayat 840 C5)

C. Kotak-kontak yang dipasang dilantai harus tertutup (ayat 511 B4)

4. a. Thermal

b. Magnetic

c. Thermal - Magnetic

5. Bahan instalasi yang dibutuhkan :

 Fiting lampu 6 buah
 Lampu 6 buah
 Kotak Kontak 2 buah
 Stop kontak seri isi 2 sebanyak 1 buah

Kunci Jawaban Tes Formatif 3
Silahkan dicek jawaban ananda…

1. D 6. A
2. B 7. C
3. E 8. E
4. A 9. B
5. C 10. D

95

Komponen-komponen Instalasi Penerangan

96

KEGIANTAN PEMBELAJARAN IV
“Komponen-komponen Instalasi Penerangan”
Kompetensi Dasar (KD) :
3.4 Menentukan komponen instalasi lampu penerangan pada bangunan sederhana (Rumah
Tinggal, Sekolah, Rumah, Ibadah).
Materi Pokok :
 Jenis jenis komponen instalasi listrik bangunan sederhana.
 Fungsi komponen instalasi listrik bangunan sederhana.
 Cara pemasangan komponen instalasi Listrik bangunan sederhana.
Tujuan Pembelajaran :
1. Peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis komponen instalasi listrik bangunan
sederhana sesuai dengan teori dengan benar.
2. Peserta didik dapat menjelaskan fungsi komponen instalasi listrik sederhana sesuai
teori dengan percaya diri.
3. Peserta didik dapat mengetahui cara pemasangan instalasi penerangan pada bangunan
sederhana dengan ketentuan yang benar.

96

URAIAN MATERI

Untuk mengawali materi yang akan disampaikan pada Pembelajaran 4 ini, diharapkan
kepada peserta didik untuk benar-benar mempersiapkan diri dalam menyimak dan memahami
setiap materi dan diharapkan pada akhirnya dapat menguasai capaian pembelajaran Kegiatan
belajar 4 ini. Silakan para peserta didik pelajari beberapa materi berikut ini.

Materi awal berikut menjelaskan Menentukan komponen instalasi lampu penerangan
pada bangunan sederhana. Materi yang akan disampaikan adalah bagaimana Menentukan
komponen instalasi lampu penerangan pada bangunan sederhana.

A. Jenis Komponen Pokok Instalasi Penerangan
Komponen Pokok Instalasi Listrik

Komponen pokok instalasi listrik adalah perlengkapan yang paling pokok dalam
suatu rangkaian listrik. Komponen yang digunakan dalam pemasangan instalasi listrik
banyak macam dan ragamnya. Namun, pada dasarnya komponen instalasi listrik dapat
dikelompokan sesuai pada tabel 13 berikut:

Tabel 13. Komponen Instalasi Listrik

Bahan penghantar listrik. Sekevring
Bahan Isolasi (Isolator Rol). StopvKontak

Pipa Instalasi. Kotavk Pembagi Daya (PHB)
Kotak Sambung. Ratinvg Pengaman
Sakelar Perlevngkapan Bantu

Fitting.

1. Bargainser (KWH atau Meteran Listrik)
Alat ini berfungsi sebagai pembatas daya listrik yang masuk ke rumah tinggal,
sekaligus juga berfungsi sebagai pengukur jumlah daya listrik yang digunakan. Ada
berbagai batasan daya yang dikeluarkan oleh PLN untuk konsumsi rumah tinggal,
yaitu 220 VA, 450 VA, 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA. Saat ini ada dua macam
bargainser, yaitu analog dan digital. Berikut ini contoh bagainser/ kwh meter pada
(gambar 79) berikut ini.

97

(A) (B)
Gambar 79. Bargainser atau Meteran Listrik (A) Analog (B) Digital
Bagian Bargainse
Pada Bargainse terdapat tiga bagian utama, yaitu (gambar 80) :

Gambar 80. Pemasangan Bargainser
Pada kanal output KWH meter biasanya terdapat 3 kabel, yaitu kabel fasa (merah),
kabel netral (biru) dan kabel ground (hijau) yang dihubungkan ketanah. Listrik dari PLN
harus dihubungkan dengan KWH meter terlebih dahulu sebelum masuk ke instalasi listrik
rumah tinggal.

98

Berikut bagian-bagian Bargainse :
a. MCB (Miniature Circuit Breaker), berfungsi untuk memutuskan aliran daya listrik

secara otomatis jika daya yang dihantarkan melebihi nilai batasannya. MCB ini
bersifat on/off berfungsi sebagai sakelar utama. Sakelar ini biasanya dimatikan pada
saat akan dilakukan perbaikan instalasi listrik.
b. Meter listrik (kWh meter), alat ini berfungsi untuk mengukur besaran daya yang
digunakan oleh rumah tinggal tersebut dalam satuan kWh (kilowatt hour). Pada
bargainser, meter listrik berwujud deretan angka secara analog ataupun digital yang
akan berubah sesuai penggunaan daya listrik.
c. Spin kontrol, merupakan alat kontrol penggunaan daya dalam rumah tinggal dan
selalu berputar selama daya listrik digunakan. Perputaran spin control ini akan
semakain cepat jika daya listrik yang digunakan semakin besar, dan akan melambat
jika daya listrik yang digunakan berkurang/sedikit.

2. Penghantar Listrik
Penghantar atau kabel yang sering digunakan untuk instalasi listrik penerangan

umumnya terbuat dari tembaga. Penghantar tembaga setengah keras (BCC ½ H = Bare
Copper Conductor Half Hard) memiliki nilai tahanan jenis 0,0185 ohm mm²/m dengan
tegangan tarik putus kurang dari 41 kg/mm². sedangkan penghantar tambaga keras
(BCCH = Bare Copper Conductor Hard), kekuatan tegangan tariknya 41 kg/mm².

Pemakaian tembaga sebagai penghantar adalah dengan pertimbangan bahwa
tembaga merupakan suatu bahan yang mempunyai daya hantar yang baik setelah perak.

Penghantar yang dibuat oleh pabrik terdapat beraneka ragamnya. Berdasarkan
konstruksinya, penghantar diklasifikasikan sebagai berikut :

a. Penghantar pejal (solid) yaitu penghantar yang berbentuk kawat pejal yang
berukuran sampai 10 mm². Tidak dibuat lebih besar lagi dengan maksud untuk
memudahkan penggulungan maupun pemasangannya.

Gambar 81. Penghantar Pejal

99

b. Penghantar berlilit (stranded) penghantarnya terdiri dari beberapa urat kawat
yang berlilit dengan ukuran 1 mm² - 500 mm².

Gambar 82. Penghantar Berlilit
c . Penghantar serabut (fleksibel) banyak digunakan untuk tempat-tempat yang

sulit dan sempit, alat-alat portabel, alat-alat ukur listrik dan pada kendaraan
bermotor. Ukuran kabel ini antara 0,5 mm² - 400 mm².

Gambar 83. Penghantar Serabut
d . Penghantar persegi (busbar) penampang penghantar ini berbentuk persegi

empat yang biasanya digunakan pada PHB (Papan Hubung Bagi) sebagai rel-
rel pembagi atau rel penghubung. Penghantar ini tidak berisolasi.

Gambar 84. Penghantar Persegi
Adapun bila ditinjau dari jumlah penghantar dalam satu kabel,
penghantar dapat diklasifikasikan menjadi :
 Penghantar simplex, yaitu kabel yang dapat berfungsi untuk satu
macam penghantar saja (misal: untuk fasa atau netral saja).

100

Contoh penghantar simplex ini antara lain NYA 1,5 mm²; NYAF 2,5 mm²
dan sebagainya.
 Penghantar duplex, yaitu kabel yang dapat menghantarkan dua aliran
(dua fasa yang berbeda atau fasa dengan netral). Setiap penghantarnya
diisolasi kemudian diikat menjadi satu menggunakan selubung. Penghantar
jenis ini contohnya NYM 2x2,5 mm², NYY 2x2,5mm².

Gambar 85. Kabel NYM
 Penghantar triplex; yaitu kabel dengan tiga pengantar yang dapat

menghantarkan aliran 3 fasa (R, S dan T) atau fasa, netral dan arde. Contoh
kabel jenis ini: NYM 3x2,5 mm², NYY 3x2,5 mm² dan sebagainya.
 Penghantar quadruplex; kabel dengan empat penghantar untuk
mengalirkan arus 3 fasa dan netral atau 3 fasa dan pentanahan. Susunan
hantarannya ada yang pejal, berlilit ataupun serabut. Contoh penghantar
quadruplex misalnya NYM 4x2,5 mm², NYMHY 4x2,5mm² dan
sebagainya.
Jenis penghantar yang paling banyak digunakan pada instalasi rumah tinggal
yang dibangun permanen saat ini adalah kabel rumah NYA dan kabel NYM.

101

3. Bahan Isolasi (Isolator Rol)
Bahan isolasi atau isolator dibuat dari porselen atau bahan lain yang sederajat.

Misalnya PVC, dengan diameter yang besar ¾”.
Pemasangan isolator ini harus kuat sehingga tidak ada gaya mekanis lebih pada

hantaran yang ditunjang. Untuk instalasi dalam gedung, bahan ini sering disebut
dengan rol isolator yang dipasang pada langit-langit bagian atas.

Pemasangan rol isolator ini harus diatur sehingga jarak bebas antara hantaran-
hantaran yang berlainan fasa tidak kurang dari tiga sentimeter, dan jarak antara titik-titik
tumpunya tidak lebih dari 1 meter. Gambar rol isolator pada (gambar 86) berikut ini.

(A) (B)
Gambar 86. (A) Rol isolator dan (B) Pemasangan Rol Isolator
4. Pipa Intalasi
Pipa instalasi berfungsi sebagai pelindung hantaran dan sekaligus perapi instalasi.
Pipa instalasi dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu pipa baja yang dicat meni (sering
disebut pipa union); pipa PVC; pipa fleksibel. Dipasaran, pipa-pipa instalasi terdapat
dalam potongan empat meter dengan diameter yang bervariasi.
Syarat umum pipa instalasi ialah harus cukup tahan terhadap tekanan mekanis,
tahan panas, dan lembab serta tidak menjalarkan api. Selain itu, permukaan luar
maupun dalam pipa harus licin dan rata. Pemakaian pipa baja yang berada dalam
jangkauan tangan dan dipasang terbuka harus ditanahkan dengan sempurna, kecuali
pipa tersebut digunakan untuk menyelubungi kabel bersiolasi ganda, misal NYM.
Tindakan ini dimaksudkan sebagai tindakan pengamanan terhadap kemungkinan
kegagalan isolasi pada hantaran dalam pipa. Pada ujung bebas, pipa baja harus diberi
selubung masuk (tule). Penggunaan pipa PVC memiliki beberapa keuntungan, antara lain :
a) Daya isolasi baik, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya gangguan tanah.
b) Tahan terhadap hamoir semua bahan kimia, jadi tidak perlu di cat.

102

c) Tidak menjalarkan nyala api.
d) Mudah penggunaannya.

Kelemahan pipa PVC adalah tidak dapat digunakan pada suhu kerja normal 60°C.
Selain itu, di tempat-tempat yang diperlukan, pipa PVC harus dilindungi dari kerusakan
mekanis, misalnya pada tempat-tempat penembusan lantai. Pipa yang tidak ditanam dalam
dinding harus ditanam dengan baik mengunakan klem yang sesuai dengan jarak antar klem
tidak lebih dari satu meter untuk pemasangan lurus.

5. Kotak Sambung
Penyambungan atau pencabangan hantaran listrik pada instalasi dengan pipa harus

dilakukan dalam kotak sambung. Hal ini dimaksudkan untuk melindungi sambungan
atau percabangan hantaran dari gangguan yang membahayakan. Pada umumnya bentuk
sambungan yang digunakan pada kotak sambung ialah sambungan ekor babi (pig tail),
kemudian setiap sambungan ditutup dengan las dop setelah diisolasi.

Selain itu, pada hantaran lurus memanjang perlu dikotak sambung lurus (kotak tarik)
setiap panjang tertentu penarik kabel untuk memudahkan penarikan hantaran. Pada kotak
tarik ini apabila tidak terpaksa, hantaran tidak boleh dipotong kemudian disambung lagi.
Macam-macam kotak sambung antara lain seperti terlihat pada gambar 87.

 Kotak ujung sering disebut pula dos tanam biasanya digunakan sebagaitempat
sambungan dan pemasangan saklelar atau stop kontak/kotak kontak.

 Kotak tarik digunakan pada pemasangan pipa lurus memanjang (setiap 20 m) yang
fungsinya untuk memudahkan penarikan hantaran ataupun tempat penyambungan.

 Kotak sudut sama seperti kotak tarik, hanya penempatannya berbeda yaitu
dipasang pada sudut-sudut ruang.

 Kotak garpu dipakai untuk percabangan sejajar.
 Kotak T atas pemasangannnya disesuaikan dengan penempatannya.
 Kotak T kiri pemasangannnya disesuaikan dengan penempatannya.
 Kotak T kanan pemasangannnya disesuaikan dengan penempatannya.
 Kotak T terbalik pemasangannnya disesuaikan dengan penempatannya.
 Kotak silang disebut juga cross dos (x dos) untuk empat percabangan.
 Kotak cabang lima digunakan untuk lima percabangan dengan empat cabang

sejajar.

103

Berikut macam-macam kotak sambung pada (gambar 87) berikut ini.

Keterangan :
1. Kotak Ujung
2. Kotak Tarik
3. Kotak Sudut
4. Kotak Garpu
5. Kotak T Atas
6. Kotak T Kiri
7. Kotak T Kanan
8. Kotak T Terbalik
9. Kotak Silang
10. Kotak Cabang Lima

Gambar 87. Macam-macam kotak sambung

6. Sakelar

Fungsi sakelar adalah untuk menghubungkan atau memutuskan arus listrik dari

sumber ke pemakai/beban. Sakelar terdiri dari banyak jenis tergantung dari cara

pemasangan, sistem kerja, dan bentuknya. Berdasarkan sistem kerjanya sakelar dibagi

menjadi tujuh, yaitu

a. Sakelar Tunggal

Fungsi sakelar tunggal adalah untuk menyalakan dan mematikan lampu. Pada

sakelar ini terdapat dua titik kontak yang menghubungkan hantaran fasa dengan

lampu atau alat yang lain

Gambar 88. Bentuk Sakelar Tunggal

104

b. Sakelar Kutub Ganda (Dwi Kutub)
Titik hubung dwi kutub ada empat, biasanya digunakan untuk memutus

atau menghubungkan hantaran fasa dan nol secara bersama- sama. Sakelar ini
biasanya digunakan pada boks sekering satu fasa.
c. Sakelar Kutub Tiga (Tri Kutub)

Sakelar mempunyai enam titik hubung untuk menghubungkan atau
memutuskan hantara fasa (R, S, dan T) secara bersama-sama pada sumber listrik 3
fasa.
d. Sakelar Kelompok

Kegunaan sakelar kelompok adalah untuk menghubungkan atau memutuskan
dua lampu atau dua golongan lampu secara bergantian, tetapi kedua golongan
tidak dapat menyala bersamaan
e. Sakelar Seri

Sakelar seri adalah sebuah sakelar yang dapat menghubungkan dan memutuskan
dua lampu, atau dua golongan lampu baik secara bergantian maupun bersama-
sama. Sakelar seri sering disebut pula sakelar deret.
f. Sakelar Tukar

Sakelar tukar sering disebut dengan sakelar hotel karena banyak dipakai dipakai
di hotel-hotel untuk menyalakan dan memadamkan dua lampu atau dua golongan
lampu secara bergantian. Selain itu, sakelar dapat pula digunakan untuk menyalakan
dan memadamkan satu lampu atau satu golongan lampu dari dua tempat dengan
menggunakan dua sakelar tukar.
g. Sakelar Silang

Untuk melayani satu lampu atau satu golongan lampu agar dapat dinyalakan dan
dimatikan lebih dari dua tempat dapat dilakukan dengan mengkombinasikan antara
sakelar tunggal dan sakelar silang. Yang harus diingat, sakelar pertama dan terakhir
adalah sakelar tukar sedangkan sakelar di antaranya adalah sakelar silang.

105

Berikut macam-macam sakelar, lambang, kontruksi dan pengawatannya seperti pada
(gambar 89) berikut ini.

Gambar 89. Macam-macam Sakelar, Lambang, Konstruksi, dan Pengawatannya
Berdasarkan cara pemasangannya, sakelar dibedakan atas dua jenis, yaitu sakelar

yang dipasang di luar tembok (inbow) dan sakelar yang dipasang di dalam tembok
(outbow).

Pemasangan sakelar di luar tembok (out bow) dilengkapi dengan roset sebagai
tempat dudukan. Pemasangan sakelar di dalam tembok (inbow) memerlukan
mangkuk sakelar (dos tanam) baik yang terbuat dari plat besi maupun plastik (PVC),
sebagai dudukan sakelar. Berdasarkan cara kerjanya, sakelar dapat diklasifikasikan
sebagai berikut :

106

a. Sakelar Tarik
Biasanya terdapat pada fitting lampu dan untuk mengoperasikan
digunakan seutas tali.

b. Sakelar Tombol Tekan
Bila ditekan maka kontak terhubung dan begitu dilepas maka kontak akan
terputus kembali. Tombol biasanya dipakai untuk bel listrik, tetapi ada pula
tombol yang dalam keadaan normal terhubung dan saat ditekan terputus.
Misalnya tombol yang terpasang pada pintu almari es untuk penyalaan lampunya.

c. Sakelar Jungkit
Saat ini lebih banyak digunakan untuk menggantikan sakelar putar karena
pengoperasiannya mudah.

d. Sakelar Putar
Sudah jarang digunakan karena sudah ada penggantinya yaitu sakelar
jungkit. Pemakaiannya hanya pada tempat tertentu, misalnya, box sekering.

7. Fitting
Fitting adalah suatu komponen listrik tempat menghubungkan lampu dengan kawat-

kawat hantaran. Ada bermacam-macam fitting, diantaranya fitting duduk, fitting gantung,
fitting bayonet, dan fitting kombinasi stop kontak seperti tampak pada gambar 90.

Gambar 90. Aneka Jenis Fiting
Fitting duduk dipasang pada dinding ataupun langit-langit. Bila pemasangannya
tidak dapat dilakukan secara langsung, perlu dipasang roset, yaitu kayu maupun plastik
sebagai tempat dudukannya. Pemasangan fitting gantung tergantung pada langit-langit
dengan menggunakan kabel snoer atau penguat tali rami. Tali rami berfungsi sebagai
penahan agar kabel tidak menanggung beban.

107

Bila ditinjau dari konstruksinya, fitting dibagi menjadi dua jenis, yaitu :
a. Fitting ulir
Cara memasang lampu pada fitting dilakukan dengan memutar lampu pada fitting.
Fitting semacam ini juga sering disebut Fitting Edison, yang tersedia dalam berbagai
macam ukuran disesuaikan dengan lampunya.
b. Fitting tusuk
Cara memasang lampunya dengan jalan menusukkan ke fitting. Fitting jenis ini
terdapat dua macam, yaitu fitting yang kaki- kaki lampunya langsung dijepit atau
disebut fitting bayonet dan jenis lain ialah fitting tusuk putar, yaitu fitting yang
setelah kaki lampu ditusukkan kemudian diputar seperempat lingkaran atau disebut
Fitting Goliath Fitting jenis Bayonet dan Goliath biasanya hanya digunakan pada
kendaraan, misal kapal laut, motor, dan mobil.

8. Sakering
Sekering merupakan alat pengaman dari gangguan arus lebih ataupun

hubung singkat. Di dalam beberapa sekering dipasang kawat perak sebagai sambungan
sekering yang akan meleleh jika terjadi gangguan arus lebih atau arus hubung singkat.
Ukuran sekering harus menurut aturan yang ditetapkan dalam PUIL (Peraturan Umum
Instalasi Listrik) yaitu maksimal sebesar 2,5 kali arus nominalnya. Beberapa bentuk
sekering pada gambar 91 dan 92.

Gambar 91. Beberapa Bentuk Sekering

108

Sakering dibagi menjadi beberapa jenis seperti pada (gambar 91) yang
menggambarkan tentang : 1. Sekering patrun; 2. Sekering sumbat; 3. Sekering tabung; 4.
Sekering gagang; 5. Sekering pita; 6. Sekering bebas letupan.

Gambar 92. Konstruksi Beberapa Bentuk Sekering
Sekering sumbat banyak digunakan dalam instalasi penerangan dan tenaga untuk arus
listrik di bawah 60 ampere. Bagian-bagian sekering sumbat diperlihatkan pada gambar 93.
Yang menggambarkan tentang bagian-bagian sakering diantaranya : 1.Tempat sekering;
2.Sekerup; 3.Tubuh sekering; 4.Tutup kontak; 5.Sambungan sekering; 6.Kawat penunjuk;
7.Pegas penunjuk; 8.Tutup penunjuk.

Gambar 93. Bagian-bagian sekering
9. Stop Kontak

Stop kontak atau kotak kontak merupakan kotak tempat sumber arus listrik yang siap
pakai. Berdasarkan bentuknya stop kontak dibedakan menjadi stop kontak biasa, stop
kontak dengan hubungan tanah dan stop kontak tahan air. Sedangkan berdasarkan
pemasangannya stop kontak dibedakan menjadi stop kontak yang ditanam dalam

109

dinding dan stop kontak yang ditanam di permukaan dinding. Bagian-bagian dari stop
kontak diperlihatkan pada gambar 94.

Gambar 94. Bagian-bagian Stop Kontak

10. Kotak Pembagi Daya Listrik (PHB)/Distribusi Panel (DP)
Panel bagi di dalam instalasi listrik rumah/gedung merupakan peralatan yang

berfungsi sebagai tempat membagi dan menyalurkan tenaga listrik ke beban yang
memerlukan agar merata dan seimbang. Di dalam panel bagi terdapat komponen antara
lain rel (busbar), sakelar utama, pengaman, pengaman, alat-alat ukur dan lampu indikator.

11. Rating Pengaman
Rating pengaman yang dipakai menurut PUIL 2011 arus sama dengan atau lebih

besar dari arus nominal beban (I pengaman > I nominal). Pengaman yang digunakan
dalam instalasi listrik adalah pemutus rangkaian (MCB) untuk pengaman tiap kelompok
beban dan pemutus rangkaian pusat (MCCB) untuk pengaman seluruh kelompok beban.

Besarnya rating arus MCB maupun MCB diperhitungkan arus beban yang dipikul
atau dipasang di dalam instalasi agar memenuhi syarat keamanan.

12. Perlengkapan Bantu
Untuk memasang peralatan-peralatan seperti dibahas diatas, diperlukan

beberapa perlengkapan bantu seperti :
a. Klem (sengkang)
Klem digunakan untuk menahan pipa agar dapat dipasang pada dinding atau
langit-langit. Klem dapat terbuat dari besi maupun bahan PVC. Ukurannya
disesuaikan dengan ukuran pipa.

110

Klem dipasang menggunakan sekrup atau paku dengan jarak antara
satu dengan lainnya tidak lebih dari satu meter untuk pemasangan pipa lurus
memanjang. Adapun jarak klem dengan kotak sambung, sakelar, stop kontak
atau komponen lainnya maksimum 10 cm. Untuk meninggikan pemasangan pipa
dipakai klem dengan pelana.

Gambar 95. Bentuk Klem dan Pelana
b. Lengkungan Siku (elbow)

Klem digunakan untuk menahan pipa agar dapat dipasang pada dinding
atau langit-langit. Klem dapat terbuat dari besi maupun bahan PVC.
Ukurannya disesuaikan dengan ukuran pipa.

Gambar 96. Lengkungan (elbow)
c. Sambungan pipa (sock)

Pemasangan pipa instalasi tidak selamannya menggunakan pipa utuh. Untuk
menghemat bahan, seringkali diperlukan penyambungan pipa. Penyambungan
pipa ini dapat dilakukan dengan memasang penyambung pipa (sock) yang
pengerjaannya sangat praktis.

Gambar 97. Sambungan Pipa (Sock)

111

d. Las dop
Setelah sambungan-sambungan yang terdapat pada kotak sambung dipilin

dengan baik dan kuat dengan benang kasur. Sebaiknya sambungan itu ditutup
dengan las dop. Ini dimaksudkan agar antara masing-masing sambungan tidak
bersinggungan sehingga tidak membahayakan kita. Las dop dibuat dari bahan
isolasi porselen atau plastik. Berikut bentuk las dop pada (gambar 98) berikut.

Gambar 98. Las Dop
B . Cara Pemasangan Komponen Instalasi Listrik

1. Instalasi 1 Lampu Pijar dengan 1 Sakelar Tunggal
Rangkaian instalasi seperti gambar 99 merupakan instalasi paling sederhana.

Biasanya rangkaian instalasi separti inilah yang sering dipasang pada rumah-
rumah maupun gedung. Rangkaian instalasi ini terdiri dari komponen-komponen seperti
satu sakelar tunggal, satu lampu, satu T - dos, dan penghantar.

Lampu pijar sebanyak satu buah dilayani oleh satu sakelar. Saat sakelar OFF maka
lampu pijar akan mati. Begitu pula jika sakelar ON maka lampu pijar juga akan menyala.

Gambar 99. Diagram Satu Garis Satu Lampu Satu Sakelar Tunggal

2. Instalasi 2 Lampu Pijar dengan 1 Sakelar Seri (Deret)
Instalasi ini terdiri dari dua buah lampu yang dapat dihidupkan maupun dimatikan

dari satu sakelar. Sakelar yang digunakan adalah sakelar seri atau deret.
Pada sakelar tersebut terdapat dua tuas sakelar yang dapat dikendalikan sendiri-

sendiri. Instalasi seperti gambar 20 penggunaanya sering di jumpai di bagian rumah atau
gedung yang terdiri dari dua ruangan yang dikendalikan dari satu tempat. Dua buah

112

lampu yang terpasang, satu lampu dilayani sakelar seri tuas A dan satu satu lampu
lainnya dilayani sakelar seri tuas B.

Gambar 100. Diagram Satu Garis Dua Lampu Satu Sakelar Seri (Deret)
3. Instalasi 1 Lampu Pijar dengan 2 Sakelar Tukar

Instalasi ini terdiri dari satu lampu pijar yang dapat dihidupkan dan dimatikan
dari dua sakelar. Sakelar yang digunakan adalah sakelar tukar atau sering disebut sakelar
hotel. Rangkaian instalasi ini sering dijumpai pada lorong yang terdapat dua pintu.
Ditengah-tengah ruangan terdapat lampu. Lampu tersebut dapat dihidupkan dan
dimatikan dari dua sakelar yang berada di dua pintu.

Gambar 101. Diagram Satu Garis Satu Lampu Pijar Dua Sakelar Tukar
4. Instalasi 1 Lampu Pijar dengan 2 Sakelar Tunggal dan 1 Stop Kontak

Instalasi ini terdiri dari gabungan instalasi satu lampu dan satu sakelar tunggal
dengan instalasi satu stop kontak. Pada instalasi ini diawali dengan sebuah kotak
sekering satu fasa yang berfungsi sebagai pengaman instalasi dari bahaya hubung
pendek (konslet). Pemasangan stop kontak tidak tergantung kepada sakelar tapi berdiri
sendiri. Jika sakelar tunggal dinyalakan maka lampu akan menyala.

113

Gambar 102. Gambar Diagram Satu Garis Satu Lampu Pijar dengan Satu Sakelar Tunggal
dan Satu Stop Kontak dilengkapi dengan Kotak Sekering Satu Fasa

5. Ketentuan berdasarkan PUIL 2011
Maksud dan tujuan Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2011 ini

adalah untuk terselenggaranya dengan baik instalasi listrik. Peraturan ini lebih
diutamakan pada keselamatan manusia terhadap bahaya sentuhan serta kejutan arus,
keamanan instalasi listrik beserta perlengkapannya dan keamanan gedung serta isinya
terhadap kebakaran akibat listrik. Persyaratan ini berlaku untuk semua instalasi arus kuat,
baik mengenai perencanaan, pemasangan, pemeriksaan dan pengujian, pelayanan,
pemeliharaan maupun pengawasannya. Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) ini
tidak berlaku untuk :

 Bagian dari instalasi listrik dengan tegangan rendah yang hanya digunakan
untukmenyalurkan berita dan isyarat.

 Bagian dari instalasi listrik yang digunakan untuk keperluan telekomunikasi dan
pelayanan kereta rel listrik.

 Instalasi listrik dalam kapal laut, kapal terbang, kereta rel listrik, dan kendaraan
lain yang digerakkan secara mekanik.

 Instalasi listrik dibawah tanah dalam tambang.
 Instalasi listrik dengan tegangan rendah yang tidak melebihi 25 volt dan dayanya

tidak melebihi 100 watt.
6. Ketentuan yang Terkait

Di samping Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2011 ini, harus pula
diperhatikan ketentuan yang terkait dengan dokumen berikut :
a) Undang-Undang No.1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
b) Undang-Undang No.15 tahun 1985 tentang Ketenagalistrikan.
c) Undang-Undang No.23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.

114

d) Peraturan Pemerintah RI No.10 tahun 1989 tentang Penyediaan dan
PemanfaatanTenaga Listrik.

e) Peraturan Pemerintah No.25 tahun 1995 tentang Usaha Penunjang Tenaga
Listrik.

f) Peraturan Menteri Pertambangan dan Energi No.01.P/40/M.PE/1990 tentang
Instalasi Ketenagalistrikan.

g) Peraturan Menteri Pertambangan dan Energi No.02.P/0322/M.PE/1995 tentang
Standardisasi, Sertifikasi dan Akreditasi dalam Lingkungan Pertambangan dan
Energi.

7. Syarat-syarat Pemasangan Instalasi Listrik
Di samping Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) dan peraturan mengenai

kelistrikan yang berlaku, harus diperhatikan pula syarat-syarat dalam pemasangan
instalasi listrik, antara lain :

a) Syarat ekonomis
Instalasi listik harus dibuat sedemikian rupa sehingga harga keseluruhan dari instalasi
itu mulai dari perencanaan, pemasangan dan pemeliharaannya semurah mungkin,
kerugian daya listrik harus sekecil mungkin.

b) Syarat keamanan
Instalasi listrik harus dibuat sedemikian rupa, sehingga kemungkinan timbul
kecelakaan sangat kecil. Aman dalam hal ini berarti tidak membahayakan jiwa
manusia dan terjaminnya peralatan dan benda-benda disekitarnya dari kerusakan
akibat dari adanya gangguan seperti gangguan hubung singkat, tegangan lebih, beban
lebih dan sebagainya.

c) Syarat keandalan (kelangsungan kerja)
Kelangsungan pengaliran arus listrik kepada konsumen harus terjamin secara baik.
Jadi instalasi listrik harus direncanakan sedemikian rupa sehingga kemungkinan
terputusnya atau terhentinya aliran listrik adalah sangat kecil.

115

RANGKUMAN PEMBELAJARAN 4
Mengetahui keunaan komponen-kompenen yang digunakan dalam instalasi listrik

sangat dibutuhkan dalam proses perencanaan maupun pemasangan instalasi listrik. Selain itu
dibutuhkan kemampuan untuk memilih komponen-kompenen yang tepat untuk dipasang
pada suatu rangkaian instalasi listrik. Selain akan lebih menghemat biaya dan waktu
pemasangan, pemilihan komponen listrik yang tepat akan dapat memberikan tingkat
keselamatan yang lebih tinggi.

Mengetahui dan dapat menerapkan pengetahuan untuk membuat perancanaan listrik
sangat dibutuhkan untuk menghasilkan suatu rangkaian instalasi yang aman ekonomis dan
rapi, maksudnya adalah :
 Ekonomis

Instalasi listik harus dibuat sedemikian rupa sehingga harga keseluruhan dari instalasi
itu mulai dari perencanaan, pemasangan dan pemeliharaannya semurah mungkin,
kerugian daya listrik harus sekecil mungkin.
 Aman
Instalasi listrik harus dibuat sedemikian rupa, sehingga kemungkinan timbul kecelakaan
sangat kecil. Aman dalam hal ini berarti tidak membahayakan jiwa manusia dan
terjaminnya peralatan dan benda-benda disekitarnya dari kerusakan akibat dari adanya
gangguan seperti gangguan hubung singkat, tegangan lebih, beban lebih dan sebagainya.
 Keandalan (kelangsungan kerja)
Kelangsungan pengaliran arus listrik kepada konsumen harus terjamin secara baik. Jadi
instalasi listrik harus direncanakan sedemikian rupa sehingga kemungkinan terputusnya
atau terhentinya aliran listrik adalah sangat kecil.

Selain dari itu dibutuhkan juga kemampuan untuk dapat menganalisa situasi tempat
atau ruangan yang akan dipasang instalasi.

116

LATIHAN PEMBELAJARAN 4
Para peserta didik yang smart dan penuh semangat. Semoga peserta didik sudah

semakin bertambah ilmu pengetahuannya dari hasil materi yang telah disampaikan
pada bab sebelumnya. Untuk mereview pengetahuan para peserta didik tentang
Menentukan komponen instalasi lampu penerangan pada bangunan sederhana, maka
ada baiknya para peserta didik melatih kemampuan dan pengetahuan yang telah
dipelajari dengan soal latihan :

1. Jelaskan prinsip kerja rangkaian instalasi dua lampu pijar dengan satu
sakelar seri (deret)!

2. Apa yang akan terjadi apabila sekering putus, mengapa?
3. Dimanakah penerapan rangkaian instlasi satu lampu pijar dengan dua

sakelar tukar sering dijumpai, kenapa?
4. Gambarkan rangkaian instalasi sederhana yang dibahas pada uraian

menggunakan kertas A !

Petunjuk Jawaban Latihan 4
Agar dapat mengerjakan soal di atas dengan baik, cermati kembali modul

pembelajaran 4 ini. Lalu gunakan reverensi lain seperti internet sebagai penguat
jawaban Anda.

“Usaha terbaik diiringi dengan kejujuran adalah modal paling
berharga”
-Anonim

117

TES FORMATIF 4
Setelah ananda mempelajari modul dan mengerjakan latihan diatas, saya yakin

anak didik sudah semakin memahami tentang Menentukan komponen instalasi lampu
penerangan pada bangunan sederhana dengan baik. Oleh sebab itu, yuuk… diuji
kemampuan pemahamannya. Kerjakan dengan jujur dan percaya diri ya.

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dari berbagai elternatif jawaban berikut ini.

1. Gambar komponen berikut ini merupakan:
a. Sekering
b. Sakelar
c. Lampu
d. Kabel
e. pipa

2. Untuk melayani satu lampu atau satu golongan lampu agar dapat dinyalakan dan
dimatikan lebih dari dua tempat merupakan fungsi dari:
a. Sakelar silang
b. Sakelar seri
c. Sakelar tunggal
d. Sakelar kelompok
e. Sakelar tukar

3. Penghantar biasanya digunakan pada PHB (Papan Hubung Bagi) sebagai rel-rel
pembagi atau rel penghubung dan biasanya penghantar ini tidak berisolasi. Jenis
penghantar ini adalah:
a. NYM
b. NYY
c. Serabut
d. Pejal
e. busbar

4. Simbul dari sakelar silang adalah:

a.

118

b.

c.

d.

e.

5. Berapakah kekuatan tegangan tarik penghantar tambaga keras (BCCH = Bare Copper
Conductor Hard )
a. 39 kg/mm².
b. 41 kg/mm².
c. 43 kg/mm².
d. 46 kg/mm².
e. 49 kg/mm².

6. Sebagai pelindung hantaran dan sekaligus perapi instalasi merupakan fungsi dari
a. Stop Kontak
b. Saklar
c. Kabel
d. pipa
e. Sekering

7. Kotak garpu dipakai untuk
a. percabangan sejajar.
b. untuk empat percabangan
c. lima percabangan dengan empat cabang sejajar.
d. dipasang pada sudut-sudut ruang.
e. digunakan pada pemasangan pipa lurus memanjang

8. Fungsi dari Fitting adalah
a. alat pengaman dari gangguan arus lebih ataupun hubung singkat
b. komponen listrik tempat menghubungkan lampu dengan kawat-kawat hantaran

119

c. menghubungkan atau memutuskan arus listrik
d. pelindung hantaran dan sekaligus perapi instalasi
e. untuk menahan pipa agar dapat dipasang pada dinding atau langit-langit
9. Klem berfungsi
a. alat pengaman dari gangguan arus lebih ataupun hubung singkat
b. komponen listrik tempat menghubungkan lampu dengan kawat-kawat hantaran
c. menghubungkan atau memutuskan arus listrik
d. pelindung hantaran dan sekaligus perapi instalasi
e. untuk menahan pipa agar dapat dipasang pada dinding atau langit-langit
10. Gambar diatas merupakan

a. Las dop
b. Pipa
c. Klem
d. Lampu
e. kabel

120

Umpan Balik

Berapa Nilai ananda? Mari dihitung, Cocokkanlah jawaban Ananda dengan Kunci

Jawaban Tes Formatif setelah ini. Hitunglah jawaban Ananda yang benar, kemudian gunakan

rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Ananda terhadap materi

pembelajaran 4 ini.

Rumus:

Jumlah jawaban Anda yang benar

Tingkat penguasaan = --------------------------------------- X 100%

10

81– 100% = baik sekali
71—80% = baik
61 –70% = cukup
41 – 60% = kurang

10 – 40% = gagal

Apabila Ananda memperoleh tingkat penguasaan minimal 80%, Ananda dapat
meneruskan belajar ke Modul Pembelajaran 5. Apabila tingkat penguasaan Ananda masih 50-
70%, Ananda harus mengulangi kegiatan belajar modul Pembelajaran 4 ini, terutama bagian
yang belum Ananda kuasai. Apabila tingkat penguasaan Ananda kurang dari 50%, Ananda
harus mengulang baca beberapa kali Kegiatan Belajar Modul Pembelajaran 4 ini.

121

Kunci Jawaban Latihan 4
1. Instalasi ini terdiri dari dua buah lampu yang dapat dihidupkan

maupun dimatikan dari satu sakelar. Sakelar yang digunakan adalah sakelar
seri atau deret. Pada sakelar tersebut terdapat dua tuas sakelar yang dapat
dikendalikan sendiri-sendiri. Dua buah lampu yang terpasang, satu lampu
dilayani sakelar seri tuas A dan satu satu lampu lainnya dilayani sakelar
seri tuas B.
2. Seluruh rangkaian akan mati karena aliran listrik terputus. Semua
komponen listrik yang ada tidak dapat dioperasikan.
3. Rangkaian ini sering kali dijumpai pada lorong yang terdapat dua
pintu. Lampu akan bisa dimatikan dan dinyalakan dari dua tempat tersebut.
4. Gambar terlihat pada gambar 99, 100, 101 dan 102

Kunci Jawaban Tes Formatif 4
Silahkan dicek jawaban ananda…
1. b
2. a
3. e
4. e
5. b
6. d
7. a
8. b
9. e
10. a

122

Prosedur Pemasangan Instalasi PHB

123

KEGIANTAN PEMBELAJARAN V
“Prosedur Pemasangan Instalasi PHB”
Kompetensi Dasar (KD) :
3.5 Menerapkan prosedur pemasangan instalasi PHB lampu penerangan pada bangunan
sederhana (Rumah Tinggal, Sekolah, Rumah Ibadah).
Materi Pokok :
 Rekapitulasi Daya pada PHB lampu penerangan pada bangunan sederhana.
 Menentukan Kapasitas MCB pada PHB lampu penerangan pada bangunan sederhana.
 Menentukan Besar Kabel Penghantar pada PHB lampu penerangan pada bangunan
sederhana.
 Pembagian Beban pada PHB Lampu penerangan pada bangunan sederhana.
Tujuan Pembelajaran :
1. Peserta didik dapat menghitung rekapitulasi daya dan arus.
2. Peserta didik dapat menentukan kapasitas MCB.
3. Peserta didik dapat menentukan besar kabel penghantar.
4. Peserta didik dapat membagi beban di PHB.

123

URAIAN MATERI

Untuk mengawali materi yang akan disampaikan pada Pembelajaran 5 ini, diharapkan
kepada peserta didik untuk benar-benar mempersiapkan diri dalam menyimak dan memahami
setiap materi dan diharapkan pada akhirnya dapat menguasai capaian pembelajaran Kegiatan
belajar 3 ini. Silakan para peserta didik pelajari beberapa materi berikut ini.

Materi awal berikut menjelaskan Menerapkan prosedur pemasangan instalasi PHB
lampu penerangan pada bangunan sederhana. Materi yang akan disampaikan adalah
bagaimana Menerapkan prosedur pemasangan instalasi PHB lampu penerangan pada
bangunan sederhana.

MATERI : PROSEDUR PEMASANGAN INSTALASI PHB
Rekapitulasi Daya
Yang dimaksud dengan rekapitulasi adalah perhitungan daya, beban dan pengamanan
pada suatu instalasi contoh : instalasi rumah. Fungsi rekapitulasi adalah untuk mengetahui
total beban, daya dan pengaman yang dibutuhkan dalam suatu instalasi, untuk menghindari
terjadinya kesalahan perhitungan dalam suatu instalasi dan juga dapat mengetahui batas daya
dan juga pengaman yang ada dalam suatu instalasi.
Untuk membuat tabel rekapitulasi daya, maka peserta didik terlebih dahulu harus
mengetahui komponen yang dipakai pada suatu instalasi penerangan listrik.
 Langkah pertama, Buat terlebih dahulu tata letak komponen yang digunakan dalam
instalasi penerangan seperti pada (gambar 103 ) berikut ini.

Gambar 103. Letak Komponen

124

 Langkah selanjutnya adalah membuat bagan rekapitulasi daya, dengan cara
mengelompokkan beban-beban berdasarkan jenisnya, misal beban lampu.

Gambar 104. Pengelompokan Beban

 Selanjutnya buatlah tabel rekapitulasi daya, berikut contoh tabel rekaitulasi daya

seperti pada (tabel 14) berikut ini.

Tabel 14. Rekapitulasi Daya

Lampu Pijar Kotak Kontak Beban

Banyak Daya Jumlah Banyak Daya Jumlah Jumlah
(VA) (VA) (VA)

2 40 80 3 100 300 560 VA

3 60 180

Kapasitas MCB

Mungkin kita sudah sering mendengar pertanyaan rumah ini harus dipasang MCB
berapa Ampere ? Ini artinya dalam penentuan kapasitas MCB, hal pertama yang harus kita
lakukan adalah menentukan arusnya dahulu.

Rumus untuk menghitung arus adalah :

Untuk 1 fasa (V = 220 volt) Dimana,
P = V x I x cos ϕ, maka : P = besar daya listrik dalam satuan watt
V = besar tegangan listrik dalam satuan volt
I = besar arus listrik dalam satuan Ampere
Cos ϕ = besarnya faktor daya listrik

Berdasarkan contoh pada perhitungan rekapitulasi daya diatas,

dapat kita hitun besar arus yang mengalir, yaitu :


= cos

= 560 1 = 2,54 ampere
220

125

didapat dari hasil perhitungan. Berikut adalah tabel 15 kapasitas MCB berdasarkan daya yang
terpasang dari PLN :

Tabel 15. Kapasitas MCB

Besar Kabel Penghantar
Dalam memasang intalasi kita harus memahami besar kabel penghantar yang cocok,
sebab jika salah dalam memilih besar penghantar kabel instalasi akan menyebabkan kabel
mudah terbakar atau konslet karena besar penghantar tidak sesuai dengan arus yang
dilaluinya. Berikut besar Kabel Penghantar :
 Kabel listrik memiliki ukuran luas penampangnya masing-masing, semakin

besar penampang kabel tentunya kemampuan hantar arusnya juga semakin
besar.
 KHA adalah: Seberapa besar arus listrik yang dapat dibebankan pada suatu kabel
listrik disebut dengan Kemampuan Hantar Arus atau KHA.
 Untuk menentukan ukuran kabel yang akan kita gunakan untuk pemasangan
suatu instalasi listrik, baik itu instalasi listrik 1 (satu) phase maupun instalasi
listrik 3 (tiga) phase, harus diketahui terlebih dahulu seberapa besar beban arus
(Ampere) maksimal yang akan ditanggung kabel penghantar tersebut.
 Setelah beban arus maksimal diketahui, selanjutnya kita bisa menentukan ukuran
kabel penghantar sesuai dengan Tabel 16 Kemampuan Hantar Arus (KHA)
berikut ini :

126

Tabel 16. Kemampuan Hantar Arus suatu Kabel Penghantar

Jenis Luas KHA terus menerus KHA pengenal kawat
Penghantar penampang proteksi
Pemasangan Pemasangan
nominal dalam Pipa di udara Pemasangan Pemasangan
dalam Pipa di udara

mm₂ Ampere Ampere Ampere Ampere

123456

0,5 2,5 - 2 -

0,75 7 15 4 10

NYFA 1 11 19 6 10
1,5 15 24 10 20
2,5 20 32 16 25

NYFAF

NYFAZ 4 25 42 20 35

NYFAD 6 33 54 25 50
10 45 73 35 63
NYA

NYAF 16 61 98 50 80

NYFAw 25 83 129 63 100

NYFAFw 35 103 158 80 125

NYFAZw 50 132 196 100 160
NYFADw 70 165 245 125 200
Dan NYL 95 197 292 160 250

Dari materi menentukan kapasitas MCB, didapatkan besar arus sebesar 2,54 A,
sehingga kita dapat menggunakan kabel dengan kemampuan hantar arus yang lebih
besar sekitar 125% dari 2,54 Ampere
125 % x Arus maksimal
125 % x 2,54 = 3,175 Ampere

Karena diameter kabel penghantar untuk instalasi penerangan yang terdapat
dipasaran dimulai dari 1,5 mm2, maka kita dapat menggunakan kabel tersebut untuk
dipakai dalam rangkaian instalasi.

Beban Penghantar
Mengapa ukuran kabel harus disesuaikan dengan beban yang ada ?
 Kabel listrik berfungsi untuk menghantarkan arus listrik dari sumber listrik

menuju beban daya suatu listrik.

127

 Semakin besar daya dari berbagai alat listrik yang digunakan tentunya akan
membutuhkan ukuran kabel yang besar pula.

 Karena jika beban arus yang besar ditanggung oleh penghantar yang memiliki
ukuran kecil atau melebihi kemampuan hantarnya, ini akan menyebabkan suhu
kabel menjadi panas, bahkan dapat menyebabkan kabel tersebut terbakar.

 Karena itulah dalam menentukan ukuran kabel untuk suatu instalasi listrik adalah
hal yang sangat penting.

 Kesalahan dalam memilih ukuran kabel yang terlalu kecil dapat menyebabkan
resiko bahaya yang fatal (kebakaran). Seperti pada (gambar 105) berikut ini.

Gambar 105. Ilustrasi Kebakaran pada Beban
Pembagian Grup di PHB
Pembagian group instalasi khususnya pada bangunan kita bertujuan agar jika suatu
ketika terjadi gangguan instalasi pada ruangan/ blok ruangan tertentu tidak mengakibatkan
seluruh bangunan padam total alias tenaga listriknya mati semua.
Berikut ilustrasi gambar dari pembagian group instalasi dapat dilihat dari gambar 106
dibawah ini.

Gambar 106. Pembagian Grup MCB

128

Dari gambar 106 dapat dilihat bahwa saluran kabel yang digunakan ke masing-masing
MCB hanya kabel phasa alias setrum (kabel hitam), dan untuk kabel netral (kabel biru) dan
kabel ground (kabel kuning) masing-masing group langsung disambungkan dari kabel
sumber listrik (dalam hal ini berasal dari kabel NYM 3x4 mm²). Alasan kenapa hanya kabel
phasa (kabel hitam) saja yang menggunakan mcb karena yang perlu diamankan dalam
pembagian grup PHB adalah kabel phasanya sedangkan kabel netral dan ground tidak perlu.

Mengenai besarnya nilai masing-masing MCB pembatas tiap-tiap group instalasi bisa
disesuaikan penggunaan dari masing-masing group.Yang terpenting adalah besarnya masing-
masing MCB pembatas groupnya tidak melebihi daya terpasang dari sumber listrik.

 Contoh penjelasan yang dimaksud diatas adalah sebagai berikut :
Jika anda berlangganan daya terpasang 1300 VA alias MCB pembatasnya 6 A

(ampere) dan pada instalasi rumah dibuat dua group instalasi maka pemilihan
masing-masing MCB pembatas group instalasinya bisa 4 A & 2 A atau 6 A & 2 A
atau 4 A & 4A bahkan bisa 6 A & 6 A. Yang terpenting jangan sampai melebihi
MCB pembatas dari daya terpasang. karena tujuan seperti disampaikan di awal.
Tetapi jika anda mau memilih pembatas group yang lebih besar dari daya terpasang
juga tidak menjadi masalah karena jika terjadi masalah pada instalasi anda maka
MCB pembatas dari daya terpasang juga akan terputus. Tetapi ada baiknya masing-
masing group instalasi diberi pembatas MCB sesuai kebutuhan group instalasinya
(semakin besar nilai pembatas MCB, semakin mahal harganya).

Ketentuan MCB
Jika menggunakan beberapa group instalasi ada baiknya menggunakan MCB utama
sebelum dibagi menjadi beberapa group instalasi. MCB utama yang dimaksud bukan MCB
pembatas dari daya terpasang. Ilustrasi gambar pembagian MCB seperti terlihat pada gambar
105 sebelumnya. Berikut ketentuan-ketentuan MCB dan beberapa contoh kebutuhannya.
 Contoh Sebuah rumah mempunyai komponen sebagai berikut :
Jumlah lampu TL adalah 12 dan kotak kontak sebanyak 6 buah, buat rekapitulasi daya
rumah tinggal seperti gambar dengan ketentuan :
1. Beban dibagi menjadi 2 grup
2. Beban terdiri dari lampu TL 40 watt dan KK 200 VA

129

a. Langkah Pertama
Mengetahui jenis dan jumlah lampu serta KK yang digunakan.

Ketahui dulu jenis lampu dan besarnya daya lampu serta kotak-
kontak yang akan dipasang. Kita ambil contoh denah rumah tinggal
di atas dengan data :

 Setiap kotak kontak memiliki daya 200 VA
 Semua lampu menggunakan TL 40 Watt dengan cos phi 0,8
Ingat VA adalah kepanjangan dari volt-ampere
VA dan watt sama-sama satuan daya, namun :
VA = daya buta = V x I
Watt = daya nyata = P = V x I x cos ϕ
Oleh karena itu TL 40 watt jika diubah dalam bentuk VA menjadi :
P = 40/0,8 = 50 VA
TL 40 watt = TL 50 VA

b. Langkah Kedua
Menghitug daya total dan tentukan MCB Utama terpasang

Hitung daya total dan tentukan daya tersambung serta MCB

Jumlah : a. Lampu 12 x 50 VA = 600 VA

b. Kotak kontak 6 x 200 VA = 1.200 VA

Total = 1.800 VA

Jika tegangan 220 volt maka arus (I) = P/V = 1.800/220 = 8,18 A

Kita gunakan daya tersambung 2.200 VA dengan MCB 1 x 10 A

Perhatikan tabel daya tersambuung dan pembatas arus PLN...!

Kita gunakan daya tersambung 2.200 VA dengan MCB 1 x 10 A

130


Click to View FlipBook Version