The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Portofolio biologi merupakan kumpulan tugas dan jurnal belajar selama kegiatan pembelajaran biologi berlangsung

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by pujarayyan2909, 2021-06-12 18:54:15

Portofolio Biologi Kelas XI

Portofolio biologi merupakan kumpulan tugas dan jurnal belajar selama kegiatan pembelajaran biologi berlangsung

Keywords: #sma #biologikelas11

JURNAL BELAJAR

Senin, 1 Maret 2021

Kegiatan pembelajaran biologi pada hari ini dolakukan melalui Google
Meet dan melanjitkan pembahasan bab Sistem Eksresi mengenai ginjal. Iqbal
menjelaskan mengenai faktor faktor yang mempengaruhi pembentukan urine.
Proses pembentukan urine ini dipengaruhi faktor eksternal dan internal, faktor
ekternal yaitu hormon ADH; hormon insulin; sistem renin-anhiotensin-
aldosteron, dan faktor internal yaitu suhu lingkungan; jumlah air yang diminum;
serta alkohol. Lalu bu Puspa meminta untuk menjelaskan lebih dalam mengenai
faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan urine ini. Yulia menambahkan
mengenai ADH tetapi belum menjawab jelas apa yang dimaksud oleh Bu Puspa.
Dan Nuh menambahkannya yaitu mengdnai hubungan ADH dan urine. Apabila
minum air putih banyak (sesuai kapasitas yang dibutuhkan tubuh) maka
kepekatan darah menurun sehingga membutuhkan ADH sedikit dan
menyebabkan urine yang dikeluarkan banyak. Sedangkan apabila meminum air
sedikit maka kepekatan darh meningkat dn membutuhkan ADH dalam jumlah
banyak sehingga urine yang dikeluarkan sedikit.

Selanjutnya membahas mengenai faktor internal yang mempengaruhi
proses pembentukan urine : hormon insulin. Kurnia menjelaskan mengenai hal
ini. Hormon insulin yang dihasilkan oleh sel Beta pada peankreas mempunyai
peran dalam pembentukan urine. Apabila individu sering mengkonsumsi
minuman yang manis maka urine yang dihasilkan berwarna lebih pekat karena
banyak mengandung glukosa. Bu Puspa bertanya kadar normal glukosa, lalu
Baskoro mejawab <100 sedangkan Yohanes menjawab 70-150. Cara agar
glukosa tetap normal yaitu 1) menjaga kelenjar pankreas, 2) menjaga pola makan
dan aktivitas 3) pagi-pagi setalah bangun tidur meminum air putih.

Pembelajaran hari ini mengenai Faktor Yang Mempengaruhi
Pembentukan Urine pada ginjal telah dilakukan dan alhamdulillah dapat berjalan
dengan lancar. Pembelajaran hari ini berjalan cukup menyenangkan dan materi
yang disampaikan cukup jelas serta mudah di pahami. Terus semangat.

96

JURNAL BELAJAR

Senin,8 Maret 2021

Kegiatan pembelajaran biologi pada hari ini dilakukan melalui Google
Meet dan melanjutkan pembahasan materi mengenai ginjal. Bu Puspa memberi
kesempatan bagi anak yang bertanggung jawab mengenai ginjal untuk
menjelaskan mengenai komposisi dan sifat fisik ginjal. Nadya menjelaskan
mengenai komposisi urine yang terdiri dari:1) zat-zat yang terkandung dalam
urine normal yaitu; a) zat buangan nitrogen, b) bemda keton (hasil metabplisme
lemak), c) asam hipurat, d) toksin, zat kimia asing, pigemen, enzim, vitamin, dan
hormon,e) elektrolit meliputi ion natrium,klorin, kalium, amonium, sulfat,
fosfat, kalsium, dan magnesium. Dan 2) zat-zat yang terkandung dalam urine
abnormal yaitu; a) albumin, b) glukosa, c) sel darah merah, d) batu ginjal
(kalkuli), e) badan keton yang jumlahnya melebihi normal. Lalu siti menjelaskan
mengenai sifat fisik urine yang terdiri dari : 1) Volume urine yang dihasilkan
orang dewasa sehat sekitar 800-2500mL/hari;2) urine berwarna urine pucat
sampai dengan kuning tua; 3) berat jenis urine 1,003- 1,035 g/cm³, bersifat agak
asam dengan pH rata-rata 6 atau sekitar 4,7-8; 4)bebau khas, cenderung berbau
amonia setekah didiamkan, dipengaruhi oleh jenis makanan.

Setelah materi ginjal habis, dilanjutkan mengenai kulit. Pertama-tama
Vira mengawalinya dengan membahas apa itu kulit dan fungsinya yaitu 1)
eksresi,2) perlindungan, 3) pengatur suhu badan, 4) metanolisme, dan 5)
komunikasi. Lalu dilanjutkan oleh Nasywa mengenai struktur dalam kulit
seperti epidermis, dermis, dan hipodermis. Bu Puspa senang dengan pelafalan
Vira dan Nasywa yang begitu latih seperti telah mempersiapkan dirinya untuk
menjelaskan hal ini. Bagian struktur ini selanjutnua dijelaskan oleh Sintikhe
mengenai epidermis, sedangkan bagian dermis dijelaskan Yosia san hipodermis
di jelaskan oleh Ridho. Setalah dirasa cukup jelas, dilanjutkan kebagian proses
pengeluaran keringat. Dan materi akhir mengenai kulit dijelskan oleh Matthew
mengenai gangguan pada kulit. Lalu bu Puspa bertanya bagaimana perawatan
kulit sehat? Yaitu 1) minum air yang cukup, 2) makan buah dan sayur yang
cukup, dan 3) istirahat serta olaharaga yang cukup.

Kegiatan pembelajaran hari ini alhamdulillah dapat berjalan dengan
lancar. Juga matari yang di sampaikan sangat jelas serta mudah di pahami. Terus
semangat dan jangan terlena oleh kondisi. Semoga masa ini segera berakhir dan
dapat melaksanakan aktivitas seperti biasa.

97

JURNAL BELAJAR

Selasa, 9 Maret 2021

Kegiatan pembelajaran biologi pada hari ini dilakukan secara
daring melalui Google Meet. Bu Puspa memberi kesempatan bagi
anak yang belum mendapatkan nilai untuk menyampaikan materi yang
di perolehnya. Saya menjelaskan mengenai sistem eksresi pada hati
tentang fungsi dan stuktur lalu dilanjutkan oleh Marcella mengenai
proses yang terjadi dalam hati dan di tutup oleh Rio mengenai gejala
penyakit hati. Setalah itu, materi yang selanjutnya di bahas yaitu
ginjal. Materi ini disampaikan oleh anak yang belum mendapatkan
nilai yaitu Yulia dan Denisa mengenai proses yang terjadi dalam
ginjal. Yaitu 1) filtrasi dimana ini terjadi di glomelurus dan
menghasilkan urine primer,2) absorspi yang terjadi di tubulus
kontartus proksimal dan menghasilkan urine sekunder, 3) augmentasi,
terjadi di tubulus kontartus distal dan menghasilkan urine
sesunggunya yang kemudian akan di keluarkan melalui uretra.

Setelah itu, pada pertemuan hari ini juga membahas mengenai
anak yang membuka dan menutup kamera. Bu Puspa juga
memberitahu untum siap-siap Ulangan Harian bab Sistem Eksresi
Manusia karena materi di kelas ini telah selesai tetapi pada kelas lain
belum selesai.

Pertemuan biologi pada hari ini dapat berjalan dengan lancar dan
baik. Saya senang karena bu Puspa masih memberi kesempatan bagi
anak yang belum menerangkan materi yang telah didapatnya termasuk
saya. Semoga masa ini segera berlalu dan dapat menjalankan aktivitas
seperti biasanya. Teruslah semangat.

98

JURNAL BELAJAR

Senin, 15 Maret 2021

Pada hari ini, kegiatan peblajaram biologi dapat dilakukan
melalui Google Meet. Pada hari ini bu Puspa memberi kesempatan
terakhir pada siswa siswi yang belum mendapatkan nilai tanpa
memanggilnya atau kesadaran diri. Lalu Daiva bersedia untuk
menjelaskan mengenai kulit mulai dari fungsi – sturktur – proses
pengeluaran keringat. Dan bu Puspa memberi nasihat bahwa jangan
lagi jadi yang terakhir juga memberi tahu bahwa nilai akan berbeda.
Selanjutnya taqy juga mengajukan diri dan membahaa mengenai kulit
yang dipahaminya yaitu fungsi dan struktur kulit. Dalam pertemuan
hari ini terdapat 1 siswi yang belum mendapatkan nilai lalu bu Puspa
bertanya pada Sintikhe apakah sisiwi ini telah ada di ruang pertemuan
atau tidak. Tak lama, kegiatan pembelajaran biologi melaluo Google
Meet terhenti dikarenakan jaringan bu Puspa tidak baik. Lalu bu Puspa
memberi tahukan melalui grub biologi di WA dan melanjutkan dengan
mandiri jam biologi hingga jam 12 dengan mengerjakn tugas yang
telah di kirim melalui Classroom.

Pada hari ini adalah kesempatan terakhir membahasan mengenai
bab Sistem Eksresi Manusia. Dan alhamdulillah materinha telah
selesai dan dapat di pahami. Walaupun terkendala oleh jaringan
pembelajaran tetap dapat dilakukan. Teruslah semangat dan jangan
menyerah.

99

( 16 Februari 2021)

( 23 Februari 2021 )

100

( 1 Maret 2021)

( 8 Maret 2021)

101

( 9 Maret 2021)

( 15 Maret 2021)

102

B. Tugas – Tugas

--- GINJAL - --

Ginjal merupakan organ utama yang memproduksi urine. Berjumlah
sepasang yang terletak di belakang perut, sebelah kanan dan kiri tulang
belakang, di bawah hati dan limpa. Ginjal berbentuk sspeeti kacang berwarna
merah, berat dan besarnya tergantung pada jenis kelamin, umur, dan ada
tidaknya ginjal pada sisi lain.

Fungsi:
a. Pengeluaran zat sisa organik seperti urea, asam urat, kreatinin, amonia, serta
produk penguraian hemoglobin dan hormon.
b. Pengeluaran zat racun
c. Pengaturan keseimbangan konsentrasi ion-ion penting di dalam tubuh
d. Pengaturan keseimbangan asam basa melalui eksresi ion hidrogen,
bikarbonat, dan amonium
e. Penjaga tekanan darah melalui pengaturan pengrluaran garam dan air serta
menghasilkan enzim renin pemicu pembentukan hormon angiotensin yang
selanjutnya memicu pelepasan hormon aldosteron.
f. Pengaturan produksi sel darah merah di dalam sumsum tulang dengan
melepaskan hormon eritropoietin
g. Pengendalian konsentrasi nutrisi darah seperti glukosa dan asam amino
h. Mengubah vitamin D inaktif menjadi vitamin D aktif

Struktur Ginjal

• Lobus ginjal
Bagian penyusun ginjal yang setiap lobus terdiri atas satu piramida

ginjal, kolumna yang saling berdekatan dan jaringan korteks yang
melapisinya.
• Hilus (hilum)

103

Cekungan pada sisi medi yang membentuk bukaan pada hinj sebagai
tempat keluar masuknya pembuluh darah dan keluarnya ureter
• Sinus ginjal
Rongga yang berisi lemak yang membuka pada hilus
• Parenkim ginjal
Jaringan yang menyelubungi struktur sinus ginjal.
1) Korteks

Terususn dari nefron-nefron. Nefron merupakan unit struktur dan
fungsional terkecil dari ginjal yang membentuk urine dan terdapat sekitar
800.000 – 1,5 juta nefron. Nefron terdiri dari komponen vaskuler dan
komponen tubuler.
2) Medula
Terdiri atas 15-16 massa triangular atau piramida ginj yang tersusun atas
sistem tubukus mikroskopis. Sistem tubulus medula meliputi lengkungan
Henle desenden dan asenden, duktus kolektivus, dan duktus papilaris
bellini. Dan ujung setiap piramida disenut papila ginjal.
• Pelvis ginjal
Rongga perluasan ujung proksimal ureter

Proses Pembentukan Urine
1) Filtrasi
Pembuluh darah arteri -> nefron -> kapsul Bowman -> glomelurus. Di dalam
glomelurus ini terjadi pembentukan urine primer.
2) Reabsorpsi
Glomelurus -> tubulus kontartus proksimal
Setelah terjadi pembentuka urine primer di glomelurus, selanjutnya menuju
tubulus kontartus proksimal. Dan di dalam tubulus kontartus proksimal ini
terjadi pembentukan urine sekunder.
3) Augmentasi
Tubulus ko tartus proksimal -> lemgkungan henle desenden -> lengkungan
henle asenden -> tubulus kontartus distal
Dalam tubulus kontartus distal terbentuk urine sesungguhnya yang
akan di bawa ke tubulus koletivus -> pelvis -> kantung kemih lalu
dikeluatkan melalui uretra.

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Proses Pembentukan Urine

1) Faktor Internal
a. Hormon ADH
Dihasilkan oleh hipotolamus dalam otak, disimpan dan dibebaskan oleh
kelenjar pituitari.

104

- Apabila banyak minum (minum sesuai yang dibutuhkan tubuh) ->
kepekatan darah menurun -> membutuhkan ADH sedikit -> urine yang
dikeluarkan banyak

- Apbila hanya minum sedikit -> kepekatan darah menimgkat ->
membutuhkan ADH banyak -> urine yang dikeluarkan sedikit

b. Hormon insulin
Insulin ini berfungsi untuk menurunkan kadar glukosa darah dengan cara
menginisasi penyerapan glukosa oleh sel untuk diubah menjadi energi
atau disimoan dan menghambat pembebasan glukosa ke dalam darah oleh
hati.
Jika kekurangan insulin -> kadar glukosa dalam darah meningkat ->
reabsirsi terganggung -> banyak glukosa dalam urine (kencing manis).
Hal ini disebabkan karena banyak mengonsumsi minuman yang manis-
manis.

c. Sistem renin-angiotensin-aldosteron
Dihasilkan oleh aparatus juksta glomelurus untuk merespon tekanan darah
rendah, konsentrasi natrium rendah, dan kehilangan air.

2) Faktor Eksternal
a. Suhu lingkungan
Jika suhu lingkungan panas -> keringat yang dikeluarkan banyak ->
osmolaritas darah meningkat -> sekresi ADH meningkat -> reabsorpsi air
banyak -> jumlah urine sedikit.
b. Jumlah air
c. Alkohol
Ini dapat mengahmbat pembebasan ADH yang memyebabkan kandungan
air dalam urine berkurang dan tubuh mengalami dehidrasi serta rasa sakit.

Sifat Fisik Urine

• Volume urine yang dihasilakan orang dewasa sehat dekitar 800-2500
mL/hari

• Berwarna kuning pucat hingga kuning tua
• Berat jenis urine 1,003 – 1,035 g/cm³
• Bersifat agak asam dengan pH rata-rata 6 atau sekitar 4,7-8
• Berbau khas, cenderung amonia setelah didiamman, dipengaruhi oleh jenis

makannanya

Komponen Urine
Urine teridiri dari 95℅ air dan zat-zat terlarut.

1) Zat -zat yang terkandung dalam urine normal
• Zat buangan nitrogen

105

Seperti urea (hasil deaminasi protein), asam urat ( hasil katabolisme
asam nukleat), dan kreatin (hasil penguraian kreatin fosfat dalam
jaringan otot).
• Benda keton (hasil metabolisme lemak)
• Asam hioirat dari oencernaan sayuran dan buah
• Toksin, zat kimia, pigmen (urobillin/urokrom), enzim, vitamin, dma
hormon.
• Elektrolit, meliputi amonium, sulfat, fosfay, kalsium, magnesium
2) Zat – zat yang terkandung dalam urine abnormal
•Albumin
•Glukosa
•Sel darah merah
•Zat kapur
•Batu ginjal (kalkuli)
•Badan meyks yang jumlahnya melebihi normal

--- HATI ---

Merupakan kelenjar terbesar yang terletak di rongga perut sebelah kanan,
dkatas lambung dna d bawah diafragma. Hati manysia memiliki berat sekitar
1,5-2,0 kg.

Fungsi:

Sebagai kelenjar hati menghasilkan

• Empedu, berupa cairan berwarna hijau, terasa pahit, dan berjunlah sekitar
0,5L /hari

• Trombopoietin, yaitu hormon glikoprotein yang mengendalikan produksi
keping darah

• Albumin, merupakan hormon plasma darah
• Angiotensinogen, yaitu hormon yang diaktifkan oleh enzim renin gjnjal

dan berperan dalam meningkatkan tekanan darah
• Enzim argjnase, mengubah argininin -> ornitin dan urea
• Enzim glutamat oksalosetat transferass, glutamat piruvat transferase dan

laktat dehidrogenase

Fungsi hati lainnya yaitu:

• Menyimpan glikogen, lemakc zat besi, zat tembaga, vitamin A,D,dan B12
• Mengaktifkan vitamin D bersama ginjal
• Fagosit bakteri yang dilakukan oleh makrifag sel kuffer

106

• Degradasi hormon insukin dan degradask amonia me jadi urea
Struktur

1. Lobus Kanan
Berukuran 6 kali lobus kiri

2. Lobus Kiri
Berukuran lebih kecil dan lebih runcing daei lobus kanan

3. Lobus kaudatus
Berada di belakang lobus kanan dan mengelilingi vena kafa inverior

4. Lobus kuadratus
Berada di bawah lobus kaudatus dan mengelilingi kantung empedu

5. Ligamen folsiformis
Berbentuk seperti bulan sabit yang berfungsi memisahkan lobus kanan dan
lobus kiri

6. Ligamen koroner
Berada di bagian atas hati yang berfungsi menyangga hatk bagian atas

7. Ligamen triangular
I. Kiri : menempel dari lobus kiri hingga diafragma
II. Kanan : menempel dari lobus kanan hingga diafragma

8. Ligamen omentum
I. Hepatoduendum : menguhubungkan hati dengan usus dua belas jari
II.Hepaogestric : menghubungkan hati dengan lambung

Proses Yang Terjadi
• Sel darah merah dipecah menjadi hemin,globin, dan zat besi.
Sel darah merah dirombak menjadi zat pewarna empedu bilirubin dan
biliverdin yang berwarna hijau tua. Lu zat warna empedu kni mengalami
oksidasi di usus dua belas jari menjadi urobilin dimana memberi warna
kuning pada feses dan urine.

107

• Hati merupakan sistem ekskresi yang menjadi pusat sortasi zat-zat yang ada
di dalam tubuh kamu. Zat yang akan disaring berasal dari sistem pencernaan.
Sistem ekskresi hati berfungsi memilah zat-zat mana saja yang masih
berguna bagi tubuh, yang harus dibuang, dan harus diolah lagi.
Saat menemukan zat beracun, hati akan mengubahnya menjadi zat yang
lebih aman. Contohnya, saat mengkonsumsi makanan berprotein, zat protein
bakal dicerna menjadi asam amino. Asam amino dibutuhkan untuk
memperbaiki sel pada tubuh. asam amino ini mengandung nitrogen, jadi
ketika asam amino sudah terserap tubuh, nitrogen yang terkandung bakal
terlepas. Sistem ekskresi hati memisahkan nitrogen dari asam amino yang
kemudian bergabung dengan zat lain. Nitrogen kemudian diubah menjadi
NH3 bersama amonia yang diubah lagi menjadi urea. Zat urea ini kemudian
masuk ke ginjal untuk kemudian dibuang bersama urine.

--- KULIT ---

Merupakan lapisan terluar dan organ terbesar yang menutupi area tubuh.

Fungsi :

• Eksresi, mengeluarkan lemak dan keringat yang mengandung air, garam,
urea, dan ion-ion.

• Perlindungan, melindungi tubuh dari mikroorganisme, radiasi sinar
matahari, iritasi kimia, dna gangguan mekanik.

• Pengaturan suhu badan, adanya kelenjar keringat dan pembuluh darah
yang berfungsi mengatur dan mempertahankan suhu badan.

• Metabolisme, menyintesis vitamin D dengan bantuan sinar matahari dan
menyimpan lemak sebagai sumber energi cadangan.

• Komunikasi

Struktur

108

a. Epidermis
Bagian terluar yang tidak memiliki pembuluh darah. Terdiri dari 5 lapisan
yaitu;
I. Stratum korneum
Bagain epidermis paling atas yang terdiri dari sel-sel tak hidup dan
setiap 15-30 hari lapisan ini akan mengelupas. Fungsi stratum ini yaitu
melindungi sel-sel dalam dan mencegah masuknya bibit penyakit.
II. Stratum iusidum
Lapisan yang jernih, transparan, dan tipis. Biasa terdapat di telapak
tangan dan kaki. Fungsinya yaitu meredam gesekan antara lapisan
epidermin
III. Stratum granulosum
Tersusun atas sel sel hidup dan begranula keratohialin
IV. Stratum spinosum
Bagian epidermis yang memiliki tonjolan penghubung
V. Stratum basalis
Diantara sel sel stratum basalis terdapat melanosit yang menghasilkan
pigmen melanim. Dimana pigmen ini berfunhsi memberikan waena
pada kulit dan melindungi kulit dari radiasi sinar ultraviolet matahari.

b. Dermis
I. Kelenjar keringat
•Ekrin : (1) tersebar luas ke seluruh oermukaan tubuh terutama dahi,
telapak tangan, dan telapak kaki. (2)sekresi keringatnya mengandung
air yang membantu pendinginan melalui penguapan untuk
mempertahankan suhu tubuh. (3)mengeluarkan keringat langsung ke
permukaan kulit.
•Apokrin : (1)kelenjar keringat yang besar dan bercabang, (2)
penyebarannya terbatas pada bagian tertentu tubuh seperti areola
payudara, ketiak, dan area genital, (3) mengeluarkan keringat ke dalam
saluran folikel rambut.
II.Akar rambut

III. Kelerjar minyak
Kalenjar minyak menghasilkan keringat yang diangkut melalui saluran
keringat dan bermuara pada pori-pori kulit.

IV. Pembuluh darah
Berfungsi mengalirkan darah ke seluruh sel-sel tubuh.

V. Sel saraf
Ujung syaraf yang berfungsi untuk menerima rangsang panas,
dingin,nyeri sentuhan dan tekanan.

109

c. Hipodermis (subkutaneus)
Merupkan lapidan paling bawah kulit, di lapisan ini terdapat jaringan
lemak atau adiposa yang fungsinya adalah menjaga tubuh agar tetap hangat
serta berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan. Jadi ketika kita
sedang kedinginan lemak yang ada dilapisan kulit ini akan menjaga tubuh
tetap hangat.

Proses Pengeluaran Keringat
• Jika darah yang melalui hipolatamys melebihi batas norm (panas) ->
rangsangan suhu ini diteruskan oleh sarag simpatis ke kulit -> pemnukuh
darah melebar -> aliran darah ke permukaan kulit meningkat -> kelenjar
keringat aktif menyerap air, garam mineral, sedikit urea -> di kirim ke
permukaan kulit dalam bentuk keringat -> evaporasi meningkat -> suhu
badan menurun
• Jika darah yang melalui hipotalamus lebih rendah dari batas normal
(dingin) -> pembuluh darah menyempit (berkontriksi) -> aliran darah ke
permukaan kulit menururun -> kelenjar keringat menjadi tak aktif dalam
pembentukan keringat.

Faktor Yang Mempengaruhi Pengeluaran Keringat
➢ Suhu lingkungan
➢ Aktivitas tubuh
➢ Esmosi
➢ Kondisi psikis

110

BAB IX
SISTEM KOORDINASI

A. Jurnal Belajar

JURNAL BELAJAR

Selasa,23 Maret 2021

Kegiatan pembelajaran biologi pada hari ini dilaksanakan melalui Google
Meet. Bu Puspa mengawalinya dengan membahas delapan orang siswa/i yang
belum kunjung mengumpulkan tugas di CR. Dilanjutkan , membahas bagaimana
sistematika untuk remed.Pada hari ini, bu Puspa mengajarkan saya dan teman
yang lain untuk merubah sikap dengan merespon segala sesuatu walupun hanya
melalui WhatsApp grub dimana menandakan menghargai orang tersebut dan
salah satu sikap murid yang harus ada pada diri masing-masing.

Setelah menasihat saya dan teman teman, Marcella menahangkan PPT
yang telah di buat oleh Bu Puspa dengan sekilas karena waktu sisa sedikit.
Dalam PPT tersut, terdapat tigal hal utama yang akan di bahas yaitu; (1) Sistem
Saraf, (2) Sistek Hormon, dan (3) Sistem Indera. Bu Puspa juga menyampaikan
bahwa sostematika kegiatan di Bab baru ini, yaitu Sistem Koordinasi akan
diberitahukan pada pertemuan selanjutnya.

Walaupin kegiatan pembelajarn terlaksana dalam waktu singkat, saya
dapat menyerap apa yang disampaikan beliau dan juga menyadarkan saya bahwa
harus perbaiki sikap walupun hanya melalui aplikasi dengan merespon segala
informasi yang disampaikan. Terus semangat untuk menggapai masa depan
yang indah! Jangan menyerah dan jangan terpengaruh dengan keadaann.
Semoga kita semua senantiasa dalam keadaan sehat wal'afiat dan dapat kembali
melakukan kegiatan pembelajaran seperti dahulu. Saya juga mebgucapkan
terinakasih kepada bu Puspa karena telah menyadarkan saya.

111

JURNAL BELAJAR

Senin, ,29 Maret 2021

Pada hari ini kegiatan pembelajaran biologi dapat dilakaukan melalui
Goggle Meet dengan membahas materi baru di bab Sistem Koordinasi. Pertama-
tama bu Puspa meminta satu anak murid untuk menyampaikan apa yang
dilakukan pada pertemuan Biologi sebelumnya dan di ungkapakan oleh Siti.
Selanjutnya yaitu masuk ke pembahasan dengan topik Sistem Saraf. Untuk hari
ini, pembahasa mengenai Sistem Saraf diberikan kepada kaum lelaki.

Yohan mengawali pembahasan mengenai materi ini dengan menyebutkan
apa fungsi dari sel saraf, dilanjutkan dengan Iqbal yang menerangkan struktur
sel saraf dimana terdiri dari badan sel, dendrit, dan akson juga mengenai neuron
berdasarkan fungsi dan strukturnya. Lalu bu Puspa kembali menerangkan
mengenai apa yang disampaikan oleh Iqbal. Materi selanjutnya yaitu mengenai
Sel Neuroglia (Glia) yang disampaikan oleh Baskoro dan Sinapsis disampaikan
oleh Yohan.

Setelah sinapsis, masih ada lagi lanjutannya yakni Impuls Saraf, Gerak
Sadar dan Refleks yang disampaikan oleh Daiva : (1) gerak sadar ( impuls →
eeseptor/indra → saraf sensor → otak → saraf motor → efektor/otot ) (2) Gerak
refleks ( impuls → reseptor/indra → saragf sensor → susmsum tulang belakang
→ saraf motor → efektor/motor). Dari kedua hal ini, perbedaannya hanya
terletak di bagian yang mengolah impuls. Selanjutnya Karsten membahas
mekanisme penghantaran Impuls yang disempurnakan olrh Febryan yaitu, (1)
tahap istirahat, (2) tahap depolarisasi, dan (3) tahap repolarisasi.

Tak terasa waktu berjalan sangat cepat, jam biologi telah usai.
Pembahasan pada hari ini menambah wawasan baru mengenai sistem saraf. Dan
alhamdulillah kegiatan pembelajaran biologi dalam dilaksanakan dengan
lanncar. Semoga apa yang telah di dapat pada pertemuan hari ini dapat
bermanfaat bagi semuanya dan teruslah semangat dalam menggapai cita-cita.

112

JURNAL BELAJAR

Senin, 5 April 2021

Pada hari ini, bertemu lagi dengan pelajaran biologi yang
pembelajarannya dilaksanakan melalui Google Meet. Aambil menunggu teman
yang lain masuk, bu Pusoa membahas siswa/i yang mengakses akun belajar di
Classroom dengan akun belajar.id dan terdapat sembilan anak yang belum
mengumpulkan tugasnya di classroom. Dimana sembilan anak ini, diminta
untuk menjelaskan materi lanjutan dari pertemuan sebelumnya.

Yohannes mengawalinya, dengan membahas Sistem Saraf Pusat mulai
dari struktur (pia meter, araknoid, dan dura meter) hingga substansi (subtansi
abu-abu dan substansu putih). Lalu bu Puspa bertanya, apa perbadaan antara
tugas lapisan struktur dan apa perbedaan dua substansi tersebut. Mattgew
menjawab perbedaannya terletak pada fungsinya dan bu Puspa menjelaskan
bahwa perbedaan utamanya yaitu pada letaknya; (1) pia meter adalah lapisan
terdalam ; (2) araknoid adalah lapisan tengah; (3) dura meter afalah lapisan
terluar. Lalu pertanyaan kedua yang diajukan bu Puspa di jawab oleh Yosia
yakni (1) substansi abu-abu, mdmbetuk bagialuar otak dan dalam medula
sedangkan (2) substansi putih, membentuk bagian dalam otak dan luar medula.
Bu Puspa menambahkan juga pada bagian yang terkandungnya, perbedaannya
yaitu pada substabsi abu-abu terdapat badan sel neuron dan astrosit protoplasma
sedangkan pada subtabsi putuh tidak ada badan sel neuron dan ada astrosit
fibrosa.

Pemebelajaran pada hari ini tak terasa sudah habis saja jamnya.
Pembelajaran hari ini alhamdulillah daoat berjalan dengan baik dan lancar juga
sangat menyenangkan, materinya yang disampaikan juga mudah di pahami.
Teruslah semangat semuaaa, jangan menyerah! Semoga apa yang diperjuangkan
akan didapatkan.

113

JURNAL BELAJAR

Senin, 26 April 2021

Pada hari ini, bertemu kembali dengan pembeljaran biologi setelah
waktunya digunakan untuk libur karena awal ramadhan dan satu minggu untuk
kegiatan SBKS. Pertemuan kali ini, melanjutkan dipertemuan sebelumnya yakni
mengenai Sistem Saraf Tepi. Tak berlama-lama bu Puspa mempersilahkan
siswa/i untuk menjelaskan mengenai materi ini. Diawali dengan Yohannes yang
membahas mengenai saraf kranial dimana terdiri dari 12 pasang saraf; (1) saraf
olfaktori (CN I), (2) Saraf Optik (CN II), (3) Saraf okulomotor, (4) Saraf triklear,
(5) Saraf trigeminal, (6) Saraf abdusen, (7) Saraf fasial, (8) Saraf vestibulikolear,
(9) Saraf glisofaring, (10) Saraf vagus, (11) Saraf aksori spinal, (12) Saraf
hipoglosai.

Dilanjutkan oleh Karsten mengenai Saraf Spinal, dimana terdiri dari 31
pasang, berdasarkan arah impuls yang dibawanya: aferen dan eferen, serta
perbedaan saraf simpatis dengan parasimpatis yaitu terletak pada bagian; (1) asal
serat saraf : simpatis→ dari bagian toraks dan lumbar medua spinalis dan
parasimpatis → darj area kranium (kepala) dan sakrum, (2) ukuran serag
praganglion : simpatis → pendek dan parasimpatis → panjang, (3) ukuran serat
pascaganglion : simpatis → panjang dan parasimpatis → pendek, (4) jenis
neurotransmiter : simpatis → asetikolin dan noradrenalin dan parasimpatis →
astilkolin, (5) efek : simpatis → untuk aktivitas fisik dan parasimpatis → untuj
keadaan tenang. Lalu Siti membahas mengenai bagan sistem saraf pusat dan
tepi.

Setelah membahas SST dilanjutkan dengan membahas Sistem Hormon.
Bira mengawalinya dengan membahas pengertian lalu karakteristik → kelenjar
endokrin ; (1) Hipofisi : hipofisis lobus anterior, hipofisis lobus intermedia, dan
hipofisis lobus posterior. Bagian kelenjar endokrin yang selanjutnya fijelaskan
eh Nasya : (2) Tiroid, (3) Paratiroid, (4) Adrenal. Masih ada lagi kelenjar
endokrin yang lainnya tetapi hanya 4 hal itu yang mash asing ditelinga kita.

Pada hari ini kegiatan pembelajaran biologi dapat berjalan dengan lancar
dan materi mengenai Sistem Hormon juga telah usai. Semoga apa yang telah
didapatkan pada hari ini dapat bermanfaat dikemudian hari. Terus semangatt tuk
gapai cita-cita. Semoga kita semua senantiasa dalam keadaan sehat wal'afiat.

114

JURNAL BELAJAR

Selasa, 27 April 2021

Kegiatan pembelajaran biologi pada hari ini dapat dilakukukan
seperti biasa yakni secara daring melalui Google Meet. Materi yang di bahas
pada pertemuan hari ini yaitu Sistem Indra dan NAPZA. Pembahasan materi
atau diskusi pada hari ini di awali dengan membahas peran indra dalam system
koordinasi. Arva berpendapat bahwa indra (sistem indra) berperan dalam sistem
koordinasi sebagai reseptor.

Dalam materi Sistem Indra sendiri dibagi menjadi beberapa sub
bab yakni ; indra penglihatan (mata), indra pembau ( hidung ), indra pengecap (
lidah ), indra pendengar ( telinga ), dan indra peraba ( kulit ). Pertama – tama
Denisa menjelaskan mengenai indra penglihatan lalu Bu Puspa menyampaikan
hal utama yang perlu di ingat yakni mekanisme melihat. Selanjutnya yakni
membahas mengenai indra pembau yang disampaikan oleh Nuh lalu dilanjutkan
oleh Talitha menganai indra pengecap.

Sub bab pada materi hari ini kemudian dilanjutkan oleh Sintikhe
yang menyampaikan mengenai indra peraba yakni kulit melakukan koordinasi
terdapat enam bagian yaitu korpuskula pacini, korpuskula Meissner, cakram
merkel, korpuskula ruffini, ujung bulbus Krause, dan ujung saraf bebas. Sub
bab sistem indra yakni indra pendengar di sampaikan oleh Febryan. Setelah
semua sub bab materi pada Sstem Indra di bahas, dilanjutkan dengan membahas
Pengareuh NAPZA terhadap Sistem Koordinasi.

Tak terasa waktu 1 jam biologi telah berakhir. Pembelajaran pada
hari ini alhamdulillah dapat berjalan dengan baik dan lancar. Materi yang di
bahas juga mudah di mengerti.. Semoga apa yang telah kita lakukan pada hari
ini dapat membuahkan hasil atau bermanfaat di kemudian hari. Terus semangat.
Jangan menyerah. Ada sesuatu yang sedang menunggu kita di kemudian hari.

115

( 23 Maret 2021 )
(29 Maret 2021)

116

( 5 April 2021 )

( 26 April 2021 )

117

(27 April 2021)

118

B.Tugas – Tugas

1. Neuron (Sel Saraf)
Adalah unit fungsional sistem saraf, yang terdiri dari
•Badan sel (perikarion)
Fungsi : mengendalikan metabolisme keseluruhan neuron
•Dendrit
Fungsi : menerima impuls dari sel laimmya untuk dikirim ke badan sel.
•Akson
Juluran sitoplasma panjang
Selubung Meylin : melindungi neuron dan memberi nutrisi
Nodus Ranvier : mempercepat jalannya impuls
Sel Schwan

Berdasarkan fungsinya, dibedakan menjadi 3
a. Neuron Sensor (aferen) : menghantarkan impuls dari orgab sensor ke
pusat saraf (otak atau sunsum tukang belakang)
b. Neurin Motor (eferen) : menghantarjan impuks dari pusat saraf ke organ
motot (otot atau kelenjar)
c. Neurin konektor (interneuron) : menghubungkan neuron yang satau dan
lainnya.

Berdasarkan strukturnya
a. Neuron Multipolar :memiliki 1 akson dan 2 dendrit atau lebih. Contohnya
neurom motor yang terdapat di otam dan medula spinalis (sumsum tulang
belakang)

119

b. Neuron Bipolar : memiliki 2 juluran berupa dendrit dan akson.
Contohnya : neuron pada organ indra seperti mata, hidung, dan telinga

c. Neuron Unipolar : hanya memiliki satu juluran dari badan sel.
Contohnya neuron pada embrio dan fotoreseptor.

2. Sel Neuroglia ( Glia )

Adalah sel penunjang pada susunan saraf pusat yang berfungsi sebagai
jaringan ikat.

• Astrosit : berbentuk bintang yang bergungsi sebagai lem menyatukan
neuron neuron

• Oligodendrosit : bentuk menyerupai astrosit tapi badan sel yang lebih
kecil. Fungsi; membentuk lapisan mielim untuk melapisi akson

• Mikroglia : untuk pertahanan imun
• Sel Ependima : membran epitelium yang melapisi rongga serebral dan

medula spinalis
3. Sinapsis (Ujung Akson)

Fungsi : mengguhungkan neuron yang satu dan lainnya atau
menghubungkan ujung akson neuron satu dan dendrit neuron
lainnya.

Struktur :

• Prasinaps (aksin terminal)
• Celah sinaps (ruang antara prasinaps dan pancasinaps)

120

Terdapat substansi kimia neurotransmiter yang berperan mengirimkan
impuls.
Sifat Neurotransmiter

➢ Eksitasi : meningkatkan impuls, contohnya asetilkolin dan
norepinefrin.

➢ Inhibasi : menghambat impuls, contohnya Gamma aminobutyric acid
(GABA) pada jaringan otak dan glisin pada medula spinalis.

• Pascasinaps (bagian dendrit)

4. Impuls Saraf, Gerak Sadar, dan Gerak Refleks
Impuls saraf adalah rangsangan/pesan yang diterima eh reseptor dari
lingkungan luar atau dalam. Contoh impuls yaitu, perubahan suhu, tekanan,
bau, aroma, suara, benda yamg menarik perhatian, dan rasa (asin, manis,
asam, pahit)
➢ Gerakan Sadar
Gerakan yang terjadi karena disengaja, contohnya gerakan memegang
buku saat belajar.
Impuls → reseptor/indra → saraf sensor → otak → saraf motor →
efektor/otot

➢ Gerakan Refleks
Gerakan yang tidak disengaja atau tidak disadari. Contihnya, teranhkatnya
kaki saat menginjak paku, menutupnya kelopak mata ketika benda asing
masuk ke mata.
Impuls → reseptor/indra → saraf sensor → sumsum tulang belakang →
saraf motor → efektor otot

5. Mekanisme Penghantaran Impuls
➢ Tahap istirahat (polarisasi)
- Neuron tidak mengantarkan impuls
- Saluran ion Na+ dan K+ tertutup sehingga bagian luar membran
bermuatan (+) dan bagian dalam membran bermuatan (-)
➢ Tahap depolarisasi
Neruon diberi rangsangan → saluran Na+ terbuka dan saluran K+
tertutup→ Na+ masuk ke dalam sel → bagian luar membran bermuatan (-)
dan bagian dalam membran bermuatan (+)
➢ Tahap repolarisasi
Saluran Na+ tertutup dan saluran K+ terbuka → ion K+ keluar → bagian
dalam membran bermuatan (-) → kembali ke tahap istirahat.

121

6. Sistem Saraf Pusat (SSP)
• Meliputi otak (selebral) yang dilindungi tengkorak, dan sumsum tulang
belakang (medula spinalis) yang dilindungi oleh ruas-ruas tulang belakang.
• Pada otak atau medula spinalis terdaoat lapisan pelindung dari jaringan ikat
disebut meninges yng terdiri dari 3 lapisan;
a) Pia meter
Lapisan terdalam, halus, tipis, mengandung banyaj pembulub darah, dan
melekat pada otak atau medula spinalis
b) Araknoid
Lapisan tengah, mengandumg sedikit pembukuh darah.
Memiliki ruang subraknoid yang berisi cairab serebrospinalis dengam
fungsu senagai bantalan, media pertukaran nutrien, dan zat sisa antara
darag dengan otak/medula spinalis, berisi pembuluh darah, dan selaput
jaringan penghubung yamg mempertahankan posisi araknoid terhadap
pia meter di bawahnya.
c) Dura meter
Lapisan terluar, tebal dan kuat, terdiri dari 2 lapisan.
Terdapatug subdural yang memisahkan dura meter dari araknoid.
• Subtstansi abu-abu
Membentuk bagian luar (korteks) otak dan bagian dalam medula spinalis
Mengandung badan sel neuron, serabut meilin dan tidak bermeilin,
astrosit protoasma, oligodendrosit, dan mikroglia.
• Subtansti putih
Membentuk bagian dalam otak dan bagian luar medula spinalis.
Didominasi oleh serabut meilin maupun tidak bermeilin, mengandung
oligodendrosit, astrosit fibrosa, dan mikroglia.

1) Otak

122

Tersusun dari 100 milyar neuron yang terhubung oleh sinapsis
membentuk anyaman kompleks.
Bagian-bagian otak:
(1) Serebrum (otak besar).

Mengisi bagian depan dan atas rongga tengkorak.
❖ Korteks serebral

Terbagi menjadi dua belahan (hemisfer serebral), yaitu sisi kanan
dan kiri yang dihubunhkan oleh serat pita tebal dari bahan putih
serebrum yang disebut korpus kolosum.
Area fungsional korteks serebral:
(a) Area motor primer

Bagian lobus frontal (dahi) dari girul presentral :
mengendalikan kontraksi volunter (di bawah kesadaran) otot
rangka.
Sisi anterior girus presentral : menhendalikan aktivitas motor
yang terlatih dan berulang
Area Broca : mengendalikan kemampuan bicara.
(b) Area sensor korteks,
Area sensor primer : menerima informasi nyeri, tekanan, suhu,
dan sentuhan.
Area visual primer : menerima informasi dari retina mata
Area auditori primer : menerima impuls pendengaran
Area olfaktori primer : berkaitan dengan indra penciuman
Area pengecap primer : persepsi rasa seperti manis, asin, asam,
pahit
(c) Area asosiasi,
Area asosiasi frontal : pusat intelektual dan fisik
Area asosiasi somatik : pusat interpretasi/penafsiran bentuk
dan tekstur suatu objek
Area asosiasi visual : pusat interpretasi visual dan auditori
Area wicara wernicke : pusat bahasa dan wicara
❖ Nukleus basal, merupakan pusat untuk koordinasi motor.

(2) Diesefalon
Terletak diabtara serebrum dan otak tengah, tersembunyi di balim
hemisfer serebral
(a) Talamus : menerima dan meneruskan impuls ke korteks otak
besar serta berperan dalam sistem kesadaran dan kontrol motor

123

(b) Hipotalamus : mengendalikan aktivitas sistem saraf otonom/tak
sadar, pusat oengaryran emosi, dan memengaruhi keseluruhan
sistem endokrin

(c) Epitalamus
Terdapat pada badan pineal yang berperan dalam fungsu
endokrin.

(3) Sistem limbim (rinensefalon)
Berfungsi dalam oengaturan emosi, mempertahankan
kebelangsungan hidup, pola perilaku sosioseksu, motivasi, dan
belajar.

(4) Mwsenfon (otak tengah )
Berfungsi jalur pengjantar dan pusat refleks serta meneruskan
informasi penglihatan dan pendengaran.

(5) Pona Varolii (Jembatan Varol)
Fungsi : untuk mengatur frekuensi dan kekuatan bernapas

(6) Sereblum (Otak Kecil)
Berfungsi mempertahankan keseimbangan, ko trol getakan
mata, meningkatkan tonus (kontraksi) otot, serta koordinasi
gerakan sadar yanh berkaitan denfan keterampilan.

(7) Medula Oblongata
Berfungsu mengendalikan frekuensi denyut jantung, tekanan
darah, pernapasan, gerakan alat pencernaan makanan, menelan,
muntal, sekresi kelenjar pencernaan makanan, mengantur gerak
refleks

(8) Formasi retikuler
Berfungsi memicu dan mempertajamkan kewaspadaan serta
kesadaran.

2) Medula spinalis
Fungsi :
▪ Mengendalikan berbagai aktivitas refleks tubuh
▪ Komunikasi antara otak dengan semua bagian tubuh
▪ Menghantarkan rangsangan koordinasi antara otit dan sendi ke
sereblum
Struktur bagian dalam (substansi abu-abu)
o Tanduk abu-abu posterios (dorsal)
Bagian vertikal atas, mengandung badan sel yang menerima impuls
melalui saraf spinal dari neuron sensor
o Tanduk abu-abu anterior (ventral)

124

Batang vertikal bawah, mengandung neuron motor yang aksonnya
mengirim impuls melalui saraf spinal ke otot dan kelenjar
o Tanduk lateral subtansi abu-abu
o Antara tandurk posterior dan anterior, mengandung badan sel
meuron sistem saraf otonom
o Komisura abu-abu
Menghubungkan subtansi abu-abu sisi kiri dan kanan medula
spibalis.

Struktur bagiab luar (substansi putih)
o Traktud sensor (asenden)

Berperan dalm oenyampaian ingormasi dari tubuh ke otak
o Traktus motor (desenden)

Berperan membawa impuls motor dari otak ke medula spinalis dari
saraf spinal menuju tubuh.

7. Sistem Saraf Tepi (SST)
Terdiri atas jaringan saraf yang berada di luar otak dan di luar medula spinalis.
▪ Saraf Kanial
Terdiri dari 12 pasang saraf dan swbagian besae tersusun dari swrabut
sensori dan motot.

▪ Saraf Spinal
Terdiri dari 31 pasang saraf yang muncul dari segmen-segmen medula
spinalis dan diberi nama sesuai nama ruas tulang belakang.
SST meliputi serat-serat saraf yang membawa informasi antara sistem
saraf pusat dan bagian tubuh lainnya (perifer).

125

Fungsi : mempersarafi otot leher dan bahu, kulit kepala, dada, dinding
abdomen (perut), paha, genetalia luar, panggul, bokonh, dan kaki.
Berdasarkan arah impuls yang dibawanya
1) Divisi aferen

Membawa informasi dari reseptor somatik (kulit merasakam dingin)
maupum bagian bagian intern tubuh atau viseral menuju SSP
2) Divisi eferen
Membawa instruksi dari SSP ke orgam efektir otot atau kelenjar yang
melaksanakan perintah agar dihasilkan efek yang sesuai
Sistem saraf eferen dibagi
o Sistem saraf somatik, terdiri dari serat neuron motor yang terdapat

pada otot rangka
o Sistem saraf otonom, berdasarkan fungsinya dibagi menjadi 2 yaitu;
❖ Sistem Saraf Simpatis

Berasal dari segmen toraks dan lumbar medula spinalis.
Sistem ini mendorong respon-respon yang mempersiapkan tubuh
untuk beraktivitas fisik berat dalam situasi darurat/stres yang
disebut respon lawan/ respon lari
❖ Sistem Saraf Parasimpatis
Berasal dari area kranial (otak) dan saktum (dibagian bawah medula
spinalis)
Bekerja pada keadaan tenang/santai dan mendorong fungsi tubuh
untuk istirahat dan mencerna sehingga memperlambat aktivitas
yang ditingkatkan oleh sistrm saraf simpatis.

126

Sistem endokrin adalah sekumpulan kelenjar dan organ yang
memproduksi hormon. Hormon (Yunani, horman = yang menggerakkan)

adalah senyawa organik pembawa pesan kimiawi di dalam aliran darah menuju
sel-sel atau jaringan tubuh.

Sistem endokrin berinteraksi dengan sistem saraf berfungsi mengatur
aktuvitas tubuh seperti metabolisme, homeostasis, pertumbuhan,
perkembangan seksual, dan siklus reproduksi, siklus tidur, dan siklus nutrisi.

KARAKTERISTIK -

• Merupakan kelenjar buntu, karwna tidka memiliki saluram (duktus) dan
menyekresikan hormon langsung ke dalam cairan disekitar sel-sel

• Menyekresi lebih dari satu jenis hormon, kecuali kelenjar paratoriroid yang
hanya menyekresi hormon paratiroid

• Memiliki sejunlah sel sekretori yang dikelilingi banyak pembukuh darah
dan ditopang oleh jaringan ikat

• Masa aktivitas kelenjar endokrin dalm mebghasilkan hormon berbeda
beda, ada yang seumur hidup (hormon metabolisme) dimulai pada masa
tertentu (hormon kelamin), atau bekerja sampai masa tertentu (hormon
pertumbuhan)

• Sekresi hormon dapat distimulaso/dihambar oleh kadae hormon lainnya
dan senyawa non hormon dalam darah, serta impuls saraf.

KELENJAR ENDOKRIN DAN SEKRESI HORMON -

127

1. Hipofisis (pituitari)
Organ berbentuk oval, melekat di bagian dasar hipotalamus otak, sebesar
kacang, fan memiliki berat 0,5 gram.
a) Hipofisis lobus anterior, menghasilkan hormon;
o Hormon pertumbuhan (growth hormonel GH ) / hormon somatotropin
(STH) yang berfungsi
➢ Mengendalikan pertumbuhan dan perbanyakan sel-sel tubuh
➢ Menyebabkan hati memperoduksi somatomedin yang berperan dalam
pertumbuhan tulang dan kartilago
➢ Mempercepat laju sintesis protein dengan cara meningkatkan
pemasukan asam amino melalui membran sel
➢ Menurunkan laju penggunaan karbohidrat oleh sel-sel tubuh sehingga
menambah kadar glukosa darah
➢ Meningkatkan pemakaian lemak untuk energi
o Hormon perangsang tiroid (tirotropin, thyroid stimulating hormone /
TSH
Fungsi : Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan sel-sel
kelenjar tiroid (kelenjar gondok), laju produksi hormonnya (tiroksin),
dan metabolisme sel
o Hormon adrenokortikotropik / kortikotropin (adrenocorticotropic
hormone / ACTH)
Fungsi : Merangsang kelenjar korteks adren untuk menyekresi
glukokortikoid (hormon untuk metabplisme karbohidrat)
o Hormon gonadotropin atau gonadotropik yang mengatur fungsi gonad.
▪ FSH (follicle stimulating hormone)
➢ Pada wanita : berfungsi menstimulasi pertimbuhan folikel ovarium
dan memproduksi hormon estrogen
➢ Pada laki-laki : berfungsi menstimulasi pertumbuhan dan
perkembangan spermatozoa dalam tubulus seminiferus tesis.
▪ LH (luteinizing hormone)
➢ Pada wanita : LH bekerjasama dengan FSH menstimulasi produksi
esterogen. Berfungsu dalam ovulasi dan sekresi progesteron
➢ Pada laki-laki : LH menstimulasi sel-sel interstisial tubulus
seminiferus testis untuk memproduksi andrigen
o Hormon prolaktin (PRL), direaksikan pada saat hamil dan memyusui

b) Hipofisis lobus intermedia (tengah), menghasilkan
▪ Endorfin : zat penghilang nyeri alamiah, merespon stres dan aktivitas

seperti olahraga.

128

▪ MSH : merangsang pembentukan pigmen dan penyebaran sel-sel
penghasil pigmen pada epidermis

c) Hipofisis lobus posterior, menghasilkan ;
❖ Hoon ADH : berfungsi menurunkan volume air yang hilang dalam

urine melalui peningkatan reabsorspi air di tubulus kontartus distal dan
duktus kolektivus di ginjal
❖ Oksitosis : berfungsi menstimulasi kontraksi otot polos pada saat
melahirkan dan pengeluaran ASI pada ibu menyusui

2. Tiroid ( kelenjar gondok)
Terdiri atas folikel-folikel dalam dua lobus yang terletak di bawah laring
dan menghasilkan hormon tiroksin. Fungsi hormon troksin : meningkatkan
laju metabolisme sel, menstimukasi konsumsi oksigen, meningkatkan
pengeluaran energi panas, serta mengatur pertumbuhan dan perkembangan
normal tulang gigi, jaringan ikat, dan saraf.

3. Paratiroid (kelenjar anak gondok)
Menyereksi hormon parathermon (Parathyroid hormone /PTH). PTH
berfungsi mengendalikan keseimbangan kalsium dan fosfat dalam tubuh.

4. Adren (suprarenalis / kelenjar anak ginjal)
Terletak di kutub atas ginjal, berwarna kuning, dan tertanam pada jaringan
adiposa.
▪ Kelenjar adrenal bagian dalam menghasilkan hormon
➢ Adrenalin (epinefrin), meningkatkan frekuensi jantung metabolisme,
dan kknsumsi oksigen
➢ Noradenalin (norepinefrin), meningkatkan tekanan darah dan
menstimasi otot jantung
▪ Kelenjar adrenal bagian korteks, menghasilkan hormon
➢ Aldosteron, mengatur keseimbanhan air fan elektrolit melalui
pengendalian kadat natrium dan kalium dalam darah
➢ Glukokortikoid, mempengaruhu metabolisme glukosa, protein,
lemak, dan menjaga membran lisosom sehingga mencegah
kerusakan jaringan
➢ Gonadokortikoid, sebagai prekursor pengubahan testosteron dan
snstrigen oleh jaringan lain.

5. Pankreas
Organ berbentuk pipih, terletak di bagian belakang bawah lambung. Sebagai
endokrin menghasilkan hormon:

129

▪ Glukagon
Dihasilkan oleh sel alfa, berfungsi meningkatkan penguraian glikogen
hati menjadi glukosa sehingga kadar gula darah meningkat, dan sintesis
glukosa dari sumber nonkarbohidrat dalam hati.

▪ Insulin
Dihasilkan oleh sel beta, berfungsi menurunkan katabolisme lemak dan
protein, menurunkan kadae gula darah, serta meningkatkan sintesis
protein dan lemak.

▪ Somatostatin
Dihasilkan oleh sel delta, merupakan penghalang hormon pertumbuhan
dan penghambat sekresi glukagon dan insulin.

▪ Polipeptida pankreas
Hormon pencernaan yang dilepaskan setelah makan.

6. Pineal ( epifisis serebri)
Terletak di langit-langit otak, menghasilkan melatonin yang berpengaruh
pada pelepasan gonadotropin dan menghambat produksi melanin.

7. Timus
Terdiri atas 2 lobus berwarna kemerah-merahan, terletak di bagian
posterior toraks di atas jantung. Timus menghasilkan timosin untuk
pengendalian perkembangan sistem imun.

8. Ovarium, testis, dan plasenta
▪ Ovarium menghasilkan hormon estrogem dan progesteron
▪ Testis menghasilkan hormon testosteron
▪ Plasenta menghasilkan gonadoteopin korion, estrogen, progesteron, dan
somatotropin

130

BAB X

SISTEM REPRODUKSI

JURNAL BELAJAR

Senin, 3 Mei 2021

Pembelajaran biologi pada hari ini dapat dilakukan seperti biasa yakni secara
daring dan melalui Google Meet. Kegiatan pembelajaran pada hari ini
memasuki bab baru yaitu Bab Sistem Reproduksi. Dalam membahas materi di
bab ini, materi di jelaskan dan diterangkan oleh bu Puspa. Pembelajaran
pertama- tama di mulai dengan membahas sistem reproduksi laki – laki. Di
dalam sistem reproduksi laki – laki terdiri dari beberapa sub bab yaitu ; organ
reproduksi laki-laki yang terdiri dari skrotum → testis → saluran reproduksi
(epididymis, saluran vas deferens, saluran ejakulasi, dan uretra) → kelenjar
aksesori (vesikila seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar crowper) → penis,
sub bab selanjynya yaitu hormone kelamin laku-laki, dan spermatogenesis.
Setelah membahas sistem reproduksi laki-laki, dilanjutkan dengan membahas
sistem reproduksi wanita. Dalam materi ini juga terdapat beberapa sub bab
yakni; organ reproduksi wanita yang terdiri dari : ovarium → tuba fallopi →
uterus → vagina → vulva, hormon kelamin Wanita, oogenesis, siklus
menstruasi, pembuahan, kehamilan, persalinan, terhadinya anak kembar, dan
laktasi. Dalam asi terdapat zat polostro, zat polostro merupakan zat yang hanya
ada di susu asi dan tidak terdapat pada susu lainnya.
Tak terasa, waktu berjalan begitu cepat. Satu jam pembelajaran biologi trelah
berakhir. Kegiatan pembelajaran pada hari ini, alhamdulillah dapat berjalan
dengan baik dan lancar. Pada hari ini sangat banyak mendapatkan wawasan
baru. Walaupun kegiatan pembelajaran dilakukan dengan daring, tak membuat
siswa siswi purtus dalam mencari ilmu. Tetap semangat dan jangan menyerah.

131

Pada bab Sistem Reproduksi ini, tidak terdapat tugas yang diberikan dan
dipenuhi. Hal ini dikarenakan waktu yang tersisa tak cukup lantaran sudah
mendekati waktu Penilaian Akhir Semester (PAS).

132

BAB XI

SISTEM PERTAHANAN TUBUH

JURNAL BELAJAR

Selasa, 4 Mei 2021

Kegiatan pembelajaran biologi pada hari ini Kembali membahas materi
baru. Setelah membahas Sistem Reproduksi di pertemuan biologi sebelumnya,
hari ini dilanjutkan dengan membahas Sistem Pertahanan Tubuh. Sama seperti
pertemuan sebelumnya, dalam membahas materi ini hanya bu Puspa yang
memberi penjelasan dan menerangkan.

Pertama-tama bu Puspa menyampaikan fungsi dari sistem pertahanan
tubuh seperti mempertahankan tubuh, melindungi tubuh, menyingkirkan sel-sel
yang sudah rusak, dan mengenali serta menghancurkan sel abnormal. Contoh
yang dapat dilakukan sebagai pertahanan dari sesuatu yang ingin menyerang
tubuh yaitu mandi 2 kalin dalam sehari. Lalu membahas mekanisme pertahanan
tubuh yang terdiri dari pertahanan nonspesifik dan spesifik. Pertahanan
nonspesifik terdiri dari ; pertahanan fisik, kimia, dan mekanis terhadap agen
infeksi → fagositosis → inflamasi → zat antimikroba nonspesifik yang
diproduksi tubuh. Zat anti mikroba terdapat pada air liur, air mata dan urine

Setelah menjelaskan pertahanan nonspesifik, bu Puspa menjelaskan
mengenai pertahanan spesifik yang terdiri dari komponen respon imunitas
spesifik (antigen dan antibodi) → interaksi antibody dan antigen → Jenis
imunitas ( imunitas aktif dan imuniutas pasif ) → sel-sel yang terlibat dalam
respon imunitas.

Tak terasa kegiatan pembelajaran biologi selama dua jam pelajaran
berakhir. Kegiatan pembelajaran pada hari ini merupakan pertemuan terakhir di
kelas XI. Begitu banyak ilmu yang telah bu Puspa berikan kepada saya dan
teman-teman. Semoga apa yang telah bu Puspa berikan dibalas oleh Tuhan dan
semoga ibu selalu diberikan kesehatan, terimakasih banyak bu Puspa.

133

Pada bab Sistem Pertahanan tubuh, tidak terdapat tugas yang diberikan dan
dipenuhi. Hal ini dikarenakan, watu yang tidak cukup lantara telah mendekati
Penilaian Akhir Semester (PAS).

134

REFLEKSI

Kegiatan pembelajaran biologi bersama bu Puspa berlangsung selama satu tahun
di semester tiga dan empat atau di kelas XI. Kegiatan pembelajaran biologi pada
waktu ini adalah dilakukan secara daring. Selama proses kegiatan pembelajaran
biologi ini disampaikan untuk membuat jurnal belajar dan terdapat tugas
portofolio untuk di beberapa bab materi biologi.

Selama kegiatan pembe;ajarn biologi berlangsung saya menemukan hal baru.
jurnal belajar dan portofolio merupakan suatu hal baru saya temukan.. Melalui
jurnal belajar dan portofolio, dapat melatih bagaiman cara menulis dengan
mengungkapkan sesuatu yang ada di benak juga melatih ide kreatif. Saya merasa
senang belajar biologi bersama bu Puspa selama satu tahun ini, beliau begitu
banyak menyampaikan ilmu baru kepada saya dan teman-teman juga sangat
begitu sabar dalam proses kegiatan pembelajaran biologi.

Dengan adanya jurnal belajar dan portofolio membuat saya kembali mengingat
mengenai setiap kegiatan pembelajaran biologi dan materi apa saja yang telah
dibahas. Dari jurnal belajar ini juga dapat melatih kelincahan tangan dalam
menulis, mengolah kata-kata atau ide yang ada di benak pikiran dan
menuanhkannya dalam sebuah cerita atau tugas. Dan dengan diberikan tugas
portofolio, saya sangat banyak menmdapatkan ilmu baru karena melakukan
study pustaka di google guna melengkapi dan memenuhi tugas portofolio yang
diberikan.

Perubahan yang saya dapati selama kegiatanh pembelajaran biologi dengan
membuat jurnal dan tugas – tugas yaitu, saya menjadi tidak malas dalam
membaca study pustaka yang bersumber dari internet maupun buku dan saya
juga lebih rajin dalam mencatat sesuatu yang telah disampaikan atau di bahas
dalam sebuah proses pembelajaran. Denagn adanya jurnal belajar dan tugas-
tugas, saya dapat menuangkan perasaan saya dan dapat mengembangkan ide-ide
kreatif yang timbul di benak saya.

Terima kasih bu Puspa telah mengajarkan sebuah pengalam dan pembelajaran
baru kepada saya. Ucapan terima kasih tak akan cukup untuk membalas segala
jasa yang telah bu Puspa berikan selama ini, Semoga apa yang telah Bu Puspa
berikan pada saya dan teman-teman dibalas oleh Tuhan Yang Maha Esa.

135


Click to View FlipBook Version