2. Mengidentifikasi jenis materi pembelajaran berdasarkan pemahaman terhadap
poin (1).
3. Melakuan pemetaan materi.
4. Menetapkan bentuk penyajian.
5. Menyusun struktur (kerangka) penyajian.
6. Membaca buku sumber.
7. Mendraf (memburam) bahan ajar.
8. Merevisi (menyunting) bahan ajar.
9. Menguji cobakan bahan ajar.
10. Merevisi dan menulis akhir (finalisasi).
Petunjuk penyusunan bahan ajar dalam bentuk buku ajar ditulis untuk
tujuan instruksional tertentu, disusun secara sistematis dan runut berdasarkan alur
dan logika tertentu, dan dilengkapi dengan kebutuhan sarana pengajaran agar
pelaksanaan pembelajaran dapat dilakukan secara efektif dan efisien sesuai
dengan rencana yang telah disusun. Buku ajar disusun untuk membantu mencapai
tujuan pembelajaran atau kompetensi tertentu.11
Buku ajar yang baik harus memberikan makna yang cukup berarti bagi
peserta didik. Ketika seseorang membaca sebuah buku ajar, maka pembaca
tersebut dipastikan akan segera dapat menangkap pesan dan makna yang
terkandung di dalamnya. Jangan sampai pembaca tidak mendapatkan pesan dan
makna apa-apa ketika telah membaca beberapa halaman pertama buku ajar
tersebut. Sebuah buku yang baik harus mampu menjadikan pembacanya
11 Mohammad abid Amrullah, ―Pengembangan Bahan AjarBerbentuk E-Book,‖ JournalEducation,
2022, 163.
memahami makna dan memperkirakan hasil yang diperoleh dari membaca buku
tersebut. 12
Bahasa komunikasi menjadi faktor kunci untuk menghasilkan pemahaman
yang baik dari pembaca. Bahasa buku ajar hendaknya menggunakan kalimat
efektif, sederhana, terhindar dari makna ganda, sopan, menarik dan sesuai dengan
penguasaan bahasa yang dimiliki oleh pembaca yang menjadi sasarannya.
Perkembangan kognitif pembaca juga perlu diperhatikan agar buku ajar dapat
dibaca dengan baik oleh pembaca yang memiliki kemampuan kognitif rata-rata,
namun juga dijaga agar pembaca yang cerdas tidak menjadi bosan karena
tantangan yang terlalu rendah. Isi buku ajar harus berhubungan erat dengan materi
kuliah lain dalam rangkaian kurikulum, dan lebih baik lagi kalau didukung dengan
perencanaan yang menyeluruh untuk mencapai tujuan dan kompetensi tertentu.13
Buku harus mampu membangun motivasi pembacanya untuk belajar. Buku
yang baik menstimulasi pembaca untuk menjaga perhatian pada apa yang sedang
dipelajarinya. Ada magnet perhatian yang ditanamkan oleh penulis dalam suatu
buku yang baik sehingga pembaca tetap bertahan untuk mengikuti apa yang
disampaikan penulis dalam bukunya.14 Peran dosen di dalam kelas dibatasi oleh
waktu. Untuk mengisi keterbatasan ini buku ajar harus mendorong pembaca untuk
mengembangkan pola belajar mandiri.15 Ilustrasi yang tepat, relevan, dan menarik
akan sangat membantu pembaca untuk belajar mandiri. Buku ajar memberikan
uraian tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, dan rangkuman yang disusun
secara sistematis dan terstruktur agar pembaca dapat belajar secara fleksibel
melalui berbagai pola pembelajaran, mendapatkan kesempatan untuk berlatih, dan
mampu mengakomodir berbagai kesulitan pembaca. Buku merupakan medium
untuk belajar, dan oleh karena itu memberikan pembatas antara benar – salah,
12 Das Salirawati, ―Teknik Penyusunan Modul Pembelajaran‖ 13, no. No. 1 (2010).
13 Ina Magdalena, Tini Sundari, and dkk, ―Analisis Bahan Ajar,‖ Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sosial 2
(2020): 311–26.
14 Salirawati, ―Teknik Penyusunan Modul Pembelajaran.‖
15 nova trisna Wati, Erviyenni, and Betty Holiwarni, Pengembangan Bahan Ajar Dalam Bentuk
Buku Pada Bahasa Asam Basa (Jakarta: journal of education, 2021).
maupun baik – buruk. Buku yang baik harus mengetengahkan norma, nilai, etika
dan tatanan moral yang berlaku di kehidupan bermasyarakat.16
16 Chomsin S Widodo and STP Jasmadi, Panduan Menyusun Bahan Ajar (Jakarta: PT. Alex Media
Komputindo, 2021).
17M.PdDr.E.Kosasih, Pengembangan BahanAjar,ed.BungaSariFatmawati (jakartaTimur,
2021).
DAFTAR PUSTAKA
Amrullah, Mohammad abid. “Pengembangan Bahan Ajar Berbentuk E-Book.”
Journal Education, 2022, 163.
Arif, Tarman, and Iskandar. “Teknik Penyusunan Bahan Ajar Bahasa Indonesia
Bagi Guru Di Sekolah Dasar.” Seminar Nasional, 2021.
Dr. E. Kosasih, M.Pd. Pengembangan Bahan Ajar. Edited by Bunga Sari
Fatmawati. jakarta Timur, 2021.
fatirul, an. Mengembangkan Bahan Ajar. jakarta Timur: CV. Pena Persada, 2021.
Hernawan, Asep Herry, Permasih, and Laksmi Dewi. “Pengembangan Bahan
Ajar.” Jurnal Basicedu 3, no. 1 (2019): 157–62.
https://doi.org/10.31004/basicedu.v3i1.108.
Huda, Miftakhul, and Rahmah Purwahida. “Penyusunan Bahan Ajar,” n.d.
Magdalena, Ina, Tini Sundari, and dkk. “Analisis Bahan Ajar.” Jurnal Pendidikan
Dan Ilmu Sosial 2 (2020): 311–26.
Panggabean, nurul huda, and amir Danis. Desain Pengembangan Bahan Ajar
Berbasis Sains. Sumatera Utara: Yayasan Kita Menulis, 2020.
Putri, dewi A. Padmo, and Benny A Pribadi. Pengembangan Bahan Ajar.
Tangerang Selatan, 2019.
Salirawati, Das. “Teknik Penyusunan Modul Pembelajaran” 13, no. No. 1 (2010).
Setyowati, Galuh, Lebi Chandra, and dkk. “Penyusunan Bahan Ajar” 5 (2011).
Sopiah, Ahmad Murdiono, and Dkk. “Pelatihan Dan Pendampingan Penyusunan
Bahan Ajar.” Jurnal Karinov 2, no. N0. 1 (2019).
Wati, nova trisna, Erviyenni, and Betty Holiwarni. Pengembangan Bahan Ajar
Dalam Bentuk Buku Pada Bahasa Asam Basa. Jakarta: journal of education,
2021.
Widodo, Chomsin S, and STP Jasmadi. Panduan Menyusun Bahan Ajar. Jakarta:
PT. Alex Media Komputindo, 2021.
Widyaningtyas, Reviandari, and rika widya Sukmana. “Langkah-Langkah
Pengembangan Bahan Ajar” 3 (2021).
BAB 11
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS ICT
(KELOMPOK 11)
1
11.1 Pengertian Pengembangan Bahan Ajar Berbasis ICT
Menurut Dr. mohammad syarif pada buku Strategi Pembelajaran, Bahan
ajar adalah segala sesuatu yang hendak dipelajari dan dikuasai parasiswa, baik
berupa pengetahuan, keterampilan, maupun sikap melalui kegiatan
pembelajaran. Bahan ajar merupakan salah satu sumber belajar dalam bentuk
konsep, prinsip, definisi, gugus ide atau konteks, data maupunfakta, proses, nilai,
kemampuan dan keterampilan.1 Bahan ajar harus selaludi kembangkan dan
hendaknya mengacu pada program dalam silabus yangproses pembelajarannya
disesuaikan dengan kebutuhan dan lingkungan peserta didik. Selain disesuaikan
dengan kebutuhan dan lingkungan pesertadidik pengembangan bahan ajar juga
perlu di sesuaikan dengan perkembangan zaman agar peserta didik dapat
mengikuti perkembangan zaman.
Salah satu bentuk pengembangan bahan ajar yang disesuaikan dengan
perkembangan zaman adalah pengembangan bahan ajar berbasis ICT. ICT
adalah bentuk singkatan dari Information and Communication Technology atau
yang biasa kita sebut sebagai TIK ( teknologi informasi dan komunikasi). Dalam
jurnal pengembangan pembelajaran berbasis ICT dalam pendidikan islam, Tinio
mendeinisikan TIK sebagai seperangkat alat yang di gunakan untuk
berkomunikasi dan menciptakan, mendiseminasikan, menyimpan, dan
mengelola informasi.2
ICT harus terus dikembangkan supaya anak-anak zaman sekarang bisa
mengetahui perkembangan teknologi yang nantinya bisa membantu mereka dan
memudahkan mereka untuk memperluas wawasan dalam proses pembelajaran.
Information and Communication Technology atau ICT memiliki dua aspek,
yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi
mencakup segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat
bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Dan teknologi komunikasi
mencakup segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk
memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.
1 Muhammad Syarif Sumantri, STRATEGI PEMBELAJARAN. TEORI DAN PRAKTIK DI TINGKAT PENDIDIKAN
DASAR, 2nd ed., vol. 2 (Jakarta: PT RAJAGRAFINDO PERSADA, 2016), 217.
2Wahyu Dwi Warsitasari, ―PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS ICT DALAM PENDIDIKAN ISLAM,‖ n.d.,
62.
2
Menurut Radode Kristiano Simarmata dalam buku pengembangan
bahan ajar dan media pendidikan SD, bahan ajar berbasis ICT adalah bahan ajar
yang disusun dan dikembangkan dengan menggunakan alat bantu ICT unntuk
mengelolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan,
memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang
berkuallitas.3 Jadi, pengembangan bahan ajar berbasis ICT adalah
pengembangan bahan ajar yang di sesuaikan dengan perkembangan zaman yaitu
menggunakan teknologi informasi dan komunikasi sebagai salah satu media
pembelajaran. Pada proses pembelajarannya, bahan ajar (materi pembelajaran)
di jelaskan atau di samapaikan melalu ICT. Tidak hanya sekedar penyampaian
materi, penugasan siswa / mahasiswa juga bisa di lakukan melalui ICT yaitu
mind mapping, google classrom, zoom, maupun aplikasi lainnya.
11.2Pengembangan Bahan Ajar Berbasis ICT
Dunia pendidkan Indonesia selalu mengalami perubahan dan
perkembangan untuk menyesuaikan zaman dan kebutuhan peserta didik. Salah
satu komponen dalam pendidikan Indonesia yang senantiasa berubahadalah
kurikulum pendidikan. Kurikulum pendidikan Indonesia sering berubah saat
pergantian presiden untuk mengikuti kebijakam mentri. Menurut Trianto ibu
badar at-tabany dan Hadi Suseno dalam buku desain pengembangan kurikulum
2013 di madrasah, orientasi kurikulum 2013 adalah terjadinya peningkatan dan
keseimbangan antara sikap (atitude), keterampilan (skill), dan pengetahuan
(knowladge).4
Salah satu isi dari kurikulum 2013 yang di jelaskan oleh Akbar
Iskandar,Acai Sudirman dkk. Pada buku aplikasi pembelajaran berbasis TIK,
Adalah pembelajaran berbasis TIK (teknologi, informasi dan komputer)
yang semakin berkembang dengan pesat seiring dengan perkembangan
kurikulum pembelajaran dan teknologi.5
Dalam kurikulum 2013, TIK / ICT tidak hanya berperan sebagai media
3 Radode Simarmata, PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DAN MEDIA PENDIDIKAN SD, ed. Nancy Angelia Purba,
vol. 1 (Tasikmalaya: Perkumpulan rumah cemerlang Indonesia, 2022), 105.
4 Tritianto Ibnu Badar At-Taubany and Hadi Suseno, DESAIN PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013 DI
MADRASAH (Depok: Kencana, 2017),2.
5 Akbar Iskandar et al., APLIKASI PEMBELAJARAN BERBASIS TIK, ed. Tonni Limbong, 1 (Medan: Yayasan kita
menulis, 2020), 68.
3
atau alat bantu dalam proses pembelajaran, namun juga di jadikan sebagai
bagian dari proses penentuan dan peningkatan kreativitas siswa. Sesuai dengan
perkembangan kurikulum yang selalu berubah mengikuti pekembangan
zaman, maka komponen lain dalam pendidikan seperti bahan ajar pun perlu di
kembangankan mengikuti perkembangan zaman. Yang salah satunya adalah
pengembangan bahan ajar berbasis ICT. Menurut Muhammad Ali dalam jurnal
pengembangan bahan ajar english for specific purpose berbasis TIK,
pengembangan adalah salah satu domaim teknologi yang berfungsi sebagai
proses penerjemahan spesifikasi dalam bentuk fisik.6 Dan bahan ajar / bahan
pembelajaran merupakan komponen isi pesan dalam kurikulum yang harus di
sampaikan kepada peserta didik.
Menurut Rahmi Ramadhani, dalam buku desain pembelajaran
matematika berbasis TIK, salah satu contoh dari pengembangan bahan ajar
berbasis TIK adalah pengembangan bahan ajar non cetak atau bahan ajar
digital ( menggunakan TIK) yaitu, e-book dan e-modul. E-book adalah Selain
e- book dan e – module, contoh lain dari pengembangan bahan ajar berasis ICT
juga di jelaskan oleh Dr. Nana dalam buku pengembangan bahan ajar fisika,
Yaitu bahan ajar handout dan bahan ajar audio visual.7 Handout adalah bahan
ajar yang berisikan ringkasan materie dari berbagai sumber yang relevam
dengan kompetensi dasar untuk menjadi pedoman dan membantu siswa dalam
proses pembelajaran. Dan bahan ajar audio visual adalah seperangkat alat yang
dapat memproyeksikan gambar bergerak dan bersuara, seperti : televisi, video-
VCD, slide bersuara, dan film.
Salah satu jurnal riset Pendidikan di beberapa sekolah di Bekasi karya
Maria, Irma, dan Aftuni dalam Pengembangan bahan ajar berbasis ICT pada
mata pelajaran IPA-KIMIA SMP, bahwa 100% siswa pernah menggunakan
komputer. Sebanyak 79,92% rata-rata siswa menggunakan komputer lebih dari
dua kali seminggu dan sebanyak 84,62% siswa telah mengenal CD
pembelajaran. siswa mendukung rencana pengembangan bahan ajar berbasis
ICT dalam bentuk CD pembelajaran. Harapan siswa terhadap CD
6 Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar and Muhammad Yaumi, ―PENGEMBANGAN BAHAN AJAR
ENGLISH FOR SPECIFIC PURPOSE BERBASIS TIK,‖ Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan 15,
no. 2 (December 27, 2012): 2, https://doi.org/10.24252/lp.2012v15n2a2.
7RahmiRamadhani,MATEMATIKA BERBASIS TIK:KONSEPDANPENERAPAN,ed.JannerSimarmata,vol.1
(Medan: Yayasan kita menulis, 2020).
4
pembelajaran yang akan dikembangkan yaitu, berisi uraian materi singkat,
jelas, dan padat, serta siswa dapat berinteraksi dengan bahan ajar.8
11.3Cara Merancang Bahan Ajara Berbasis ICT
Menurut Budiyanti Elizabeth dalam sebuah jurnal tentang
pengembangan bahan ajar berbasis ICT, komunikasi sebagai media pendidikan
dapat dilakukan dengan mengunakan media-media komunikasi seperti
telepon, komputer,internet,e-mail dan sebagainya.9
Hal ini dibutuhkan interaksi antara guru dan peserta didik bukan hanya
melalui tatap muka tapi juga bisa mengunakan media-media tersebut, guru atau
dosen bisa memberikan proses pembelajaran tanpa harus berhadapan langsung
dengan peserta didik dan supaya peserta didik bisa memperoleh informasi
dalam ruang lingkup yang luas dari berbagai sumber dengan mengunakan
komputer atau internet. Disinilah kita perlu merancang bahan ajar yang
berbasis ICT yaitu dengan cara memperbarui, menyimpan, mendistribusi dan
membagi materi ajar atau informasi, pengiriman bisa mengunakan teknologi
internet, kita bisa mengunakan jaringan e- learning, sekarang e-learning sudah
berkembang dengan berbagai model pembelajaran salah satunya yaitu ICT
yang bisa dimanfaatkan dalam proses pembelajaran, untuk itu kita harus bisa
memilih media pembelajaran yang benar- benar bisa menjadi alat bantu yang
kreatif untuk mencapai tujuan.
Dalam merancang pengembangan bahan ajar ICT harus bisa
menyesuaikan media dengan tujuan pembelajaran, menyesuaikan media
dengan lingkungan belajarnya, memudahkan pemanfaatan media yang
berkaitan dengan waktu, tenaga dan biaya, memastikan keamanan bagi
pembelajaran, kemampuan media harus bisa membuat siswa semakin aktif.
Pemanfaatan ICT dalam pembelajaran biasanya mengunakan perangkat keras
(hard ware) dan perangkat lunak (soft ware) dengan aplikasinya seperti
perangkat komputer yang tersambung dengan jaringan internet
LCD/proyektor, CD pembelajaran, juga bisa mengunakan web/situs-situs
8 Nana, PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PENDIDIKAN FISIKA BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN POE2WE
(Klaten, Jawa Tengah: Penerbit Lakeisha, 2022).
9 Budiyanti Elizabeth, S. Pd, ―PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS ICT DALAM MEWUJUDKAN SEKOLAH
YANG BERSTANDAR DAN BERMUTU,‖ n.d., 24.
5
tertentu di internet. Dalam merancang bahan ajar berbasis ICT sangat
membutuhkan dukungan dari perangkat-perangkat tersebut hal ini
memudahkan peserta didik dan guru ataupun dosen dalam melakukan aktifitas
pembelajaran.
Menurut Dudung Ma‟ruf Nuris, Prisma Minerva Nagari, dan Umi
Nuraini dalam sebuah jurnal penelitian, menjelaskan bawah dalam merancang
bahan ajar bisa dikembangkan dalam bentuk lain yang bisa dijangkau siswa.
Seperti bahan ajar berbentuk VCD yang bisa dibuka oleh siswa, melalui
komputer.10
Bahan ajar yang dikemas dalam bentuk VCD juga merupakan salah
satu cara selain mengembangkan melalui media sofware bisa juga dalam
bentuk lain seperti moodle yang bisa dimanfaatkan siswa untuk membuka web
untuk mengakses bahan ajar yang sudah diungah oleh guru. Bahan ajar yang
kita tau banyak dari buku tapi keberadaanya sangat menyita waktu, karna itu
perlu dikembangkan teknologi agar kita bisa mengaksesnya dari mana saja.
Salah satunya model pembelajaran ICT. Media ini dikembangkan dan
dirancang secara variatif dan inofatif yang bisa menampilkan berbagai macam
media pembelajaran, guru juga harus di berikan sebuah pelatihan dan harus
ada relavansi antara media dengan bahan ajar.
Menurut Nuzirwan dan Madyunus Salayan dalam sebuah jurnal
penelitian, menjelaskan bahwa materi ajar yang memanfaatkan ICT, banyak
software atau website yang bisa di gunakan. Seperti pengembangan bahan ajar
berbasis ICT dengan memakai linktree.11
Linktree merupakan suatau aplikasi berbentuk website yang
menyediakan satu link dan link tersebut bisa mengakses beberapa link yang
dapat di gunakan sebagai media pembelajaran untuk menyampaikan materi
pembelajaran. untuk merancangnya harus melihat dan menyesuaikan
kebutuhan dari subjek sehingga produknya bisa dikembangkan untuk bisa
mendukung kegiatan pembelajaran yang perlu juga dikembangkan dengan
meteri kompetensi pembelajaran matematika sesuai kebutuhan peserta didik
10 Dudung Ma‘ruf Nuris, ―PELATIHAN PEMBUATAN BAHAN AJAR DAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK
BAGI GURU AKUNTANSI,‖ n.d., 79–80.
11 Madyunus Salayan, ―PENGEMBANGAN MATERI AJAR BERBASIS (ICT) DENGAN MEMAKAI LINKTREE PADA
MATERIARITMATIKA SOSIAL SISWA KELASVII SMPSISLAM ANNURPRIMA DIMASA PANDEMI COVID19‖ 8,no.
2 (2021): 436.
6
dan supaya dalam mendesain bahan materi ajar berbasis ICT ini bisa lebih
kreatif dan memudahkan siswa dalam pembelajaran matematika.
11.3Bagaimana Cara Mendesiminasikan Pengembangan Bahan Ajar Berbasis ICT
Menurut Sahid dalam jurnal pengembangan media pembelajaran
berbasis ICT, peran dosen dan guru sangat penting dalam perkembangan dan
kemajuan ICT.12 untuk bisa memahami dan mendesiminasikan perkembangan
dan kemajuan ICT tersebut para dosen dan guru harus bisa menguasai
teknologi ICT supaya dapat mengembangkan materi-materi pembelajaran
berbasis ICT dan memanfaatkannya sebagai media pembelajaran. ICT dalam
pembelajaran mencakup semua teknologi yang bisa digunakan untuk
mengolah, menampilkan, dan menyampaikan informasi dalam proses
komunikasi. Untuk bisa memperluas pengembangan bahan ajar ICT harus
memanfatkan berbagai strategi yaitu. Menjadikan ICT sebagai alat bantu
media pembelajaran yang bisa berbentuk fail, power point, gambar, vidio dan
lain sebagainya. Yang bisa memberikan beberapa keuntungan, dan
memudahkan kita untuk mencari materi-materi yang sulit, juga membantu
siswa untuk bisa menemukan kemampuanya melalui interaksi dan eksplorasi
dari sumber-sumber berbasis ICT.
11.4 Menjadikan menjadikan ICT sebagai sarana/tempat belajar kegiatan belajar yaang bukan
hanya dilakukan di dalam kelas tapi juga bisa dilakukan dengan cara mmembuat kelas maya
dalam bentuk e- learning
11.5 Menjadikan ICT sebagai sumber belajar
Dengan cara mengembangkan ICT bukan hanya dalam bentuk teknologi
tapi juga bentuk isi (content) memberikan dan menyebarkanpengetahuan
melalui berbagai media dan menyediakan berbagai sumber informasi di
internet.
11.6 Menjadikan ICT sebagai sarana untuk meningkatkan keprofesioanalanguru dan dosen, bisa
meningkatkan keterampilannya dalam mengunakan ICT dan memanfaatkannya untuk
mendukung dan meningkatkan kualitas pembelajaran, bisa juga memberikan sebuah peluang
dan kemudahan.
12 Sahid, ―PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ICT,‖ Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA
UNY, n.d., 1.
7
Penjelasan lain mengenai desiminasi bahan ajar juga di jelaskan oleh
Mardhatillah dan Febry Fahreza yaitu, Mendesiminasikan pengembangan
bahan ajar ICT salah satunya bisa dilakukan dengan pelatihan mendesain
media pembelajaran, pelatihan diawali dengan pengenalan beberapa software
media interaktif kemudian instal dan pelatihan diharapkan guru bisa
memanfaatkan komputer dalam pembelajaran. Pelatihan ini bisa memperluas
dan menyebarkan informasi tentang pengembangan ICT.13
Menurut Seel dan Richey dalam warista yang di kutip oleh Imam dan
Ali dalam jurnal analisis kebutuhan pembelajaran berbasis ICT bahwa
berdasarkan observasi dilapangan dan wawancara, umumnya pengelolaan ICT
diwujudkan dengan koordinator yang bertanggung jawab atas peralatan dan
kelengkapan ICT. Perencanaan dan pengadaan peralatan ICT didasarkan atas
kebutuhan-kebutuhan yang diusulkan oleh guru. Terkait kawasan ini,
seharusnya sekolah menjalankan, a) pengelolaan proyek, b) pengelolaan
sumber, c) pengelolaan sistem penyampaian, dan d) pengelolaan informasi.14
Dan juga menurut Claude Ghaoui yang di kutip oleh Ahmad
Suriansyah dalam jurnal paradigma yang berjudul pengembangan
pembelajaran berbasis TIK bahwa, bagaimanapun kemajuan suatu teknologi
informasi yang dapat dimanfaatkan untuk suatu proses Pendidikan dan
pembelajaran tidak akan memberikan makna atau kontribusi yang signifikan
apabila dua faktor utama tidak memiliki kemampuan pemahaman dan
keterampilan yang baik dalam memanfaatkan TIK tersebut, ke dua factor
tersebut adalah faktor guru dan siswa.15
13 Mardhatillah and Febry Fahreza, ―DESAIN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BAGI GURU SEKOLAH DASAR,‖
Bina Gogik, 2, 4 (September 1, 2017): 16.
14Iman Nasrulloh and Ali Ismail, ―ANALISIS KEBUTUHAN PEMBELAJARAN BERBASIS ICT,‖ JURNAL PETIK 3, no. 1
(May 31, 2018): 31, https://doi.org/10.31980/jpetik.v3i1.355.
15 Ahmad Suriansyah, ―PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS TIK (PROSES DAN PERMASALAHANNYA)‖
10 (2015): 4.
8
1. CT ini bisa lebih kreatif dan mempermudah siswa dalam belajar.
2. Bahan ajar berbasis ICT ini dapar di desiminasikan atau diperluas dengan cara :
9
DAFTAR PUSTAKA
Badar At-Taubany, Tritianto Ibnu, and Hadi Suseno. DESAIN PENGEMBANGAN
KURIKULUM 2013 DI MADRASAH. Depok: Kencana, 2017.
Elizabeth, S. Pd, Budiyanti. “PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS ICT DALAM
MEWUJUDKAN SEKOLAH YANG BERSTANDAR DAN BERMUTU,” n.d., 24.
Iskandar, Akbar, Acai Sudirman, Meilani Safitri, Rahmi Ramadhani, and Dewi Wahyuni.
APLIKASI PEMBELAJARAN BERBASIS TIK. Edited by Tonni Limbong. 1. Medan:
Yayasan kita menulis, 2020.
Mardhatillah, and Febry Fahreza. “DESAIN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF
BAGI GURU SEKOLAH DASAR.” Bina Gogik, 2, 4 (September 1, 2017): 16.
Muhammad Syarif Sumantri. STRATEGI PEMBELAJARAN. TEORI DAN PRAKTIK DI
TINGKAT PENDIDIKAN DASAR. 2nd ed. Vol. 2. Jakarta: PT RAJAGRAFINDO
PERSADA, 2016.
Nana. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PENDIDIKAN FISIKA BERBASIS MODEL
PEMBELAJARAN POE2WE. Klaten, Jawa Tengah: Penerbit Lakeisha, 2022.
Nasrulloh, Iman, and Ali Ismail. “ANALISIS KEBUTUHAN PEMBELAJARAN BERBASIS
ICT.” JURNAL PETIK 3, no. 1 (May 31, 2018): 28.
https://doi.org/10.31980/jpetik.v3i1.355.
Nuris, Dudung Ma‟ruf. “PELATIHAN PEMBUATAN BAHAN AJAR DAN MEDIA
PEMBELAJARAN BERBASIS TIK BAGI GURU AKUNTANSI,” n.d., 8.
Radode Simarmata. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DAN MEDIA PENDIDIKAN SD.
Edited by Nancy Angelia Purba. Vol. 1. Tasikmalaya: Perkumpulan rumah cemerlang
Indonesia, 2022.
Ramadhani, Rahmi. MATEMATIKA BERBASIS TIK : KONSEP DAN PENERAPAN. Edited by
Janner Simarmata. Vol. 1. Medan: Yayasan kita menulis, 2020.
Sahid. “PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ICT.” Jurusan
Pendidikan Matematika FMIPA UNY, n.d.
Salayan, Madyunus. “PENGEMBANGAN MATERI AJAR BERBASIS (ICT) DENGAN
MEMAKAI LINKTREE PADA MATERI ARITMATIKA SOSIAL SISWA KELAS
VII SMPS ISLAM ANNUR PRIMA DI MASA PANDEMI COVID 19” 8, no. 2
(2021): 15.
Suriansyah, Ahmad. “PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS TIK (PROSES
DAN PERMASALAHANNYA)” 10 (2015): 6.
10
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, and Muhammad Yaumi. “PENGEMBANGAN
BAHAN AJAR ENGLISH FOR SPECIFIC PURPOSE BERBASIS TIK.” Lentera
Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan 15, no. 2 (December 27, 2012): 144–
60. https://doi.org/10.24252/lp.2012v15n2a2.
Warsitasari, Wahyu Dwi. “PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS ICT
DALAM PENDIDIKAN ISLAM,” n.d., 17.
11
BAB 12
PEMBUATAN BAHAN AJAR DALAM BENTUK DIGITAL (E-BOOK)
(KELOMPOK 12)
12.1Membuat Bahan Ajar Adobe Acrobat
Adobe acrobat adalah perangkat lunak pertama yang mendukung
portable document format milik adobe system , sejenis format data
dokumen. terdiri dari adobe reader yang hanya dapat menampilkan
dan mencetak dokumen dan tersedia secara cuma cuna. dan adobe
acrobat untuk menyunting dokumen. Fungsi utama adobe acrobat
adalah untuk membaca dokumen dengan format PDF yang hanya
dapat dibuka menggunakan software seperi adobe reader.
Adobe Acrobat merupakan aplikasi penampil PDF terbaik yang
terus mengalami perkembangan hingga saat ini. Aplikasi ini selalu
dibutuhkan mulai dari pelajar hingga pengusaha dalam mengelola
dokumen pekerjaannya. Dan sekarang, aplikasi PDF ini sudah
terhubung ke layanan Adobe Document Cloud, sehingga pengguna
dapat bekerja dengan PDF di perangkat apa pun dan di mana pun.
Hanya dengan Adobe Acrobat Reader pengguna dapat melihat,
menandatangani, mengumpulkan dan melacak umpan balik
dokumen, hingga berbagi PDF secara gratis.
Untuk memahami lebih detail terkait fungsi dan manfaat dari Adobe
Acrobat Reader, simak daftarnya berikut ini:
a. Membuat file PDF
PDF merupakan format file yang dikembangkan langsung oleh
Adobe System Inc, sehingga Adobe Acrobat Reader ini memiliki
kemampuan ekstra untuk membuat, memanipulasi, hingga mengedit
dokumen PDF secara mudah dengan beragam fitur yang terus
diperbarui.
b. Membaca atau menampilkan dokumen PDF
Ketika pengguna memiliki dokumen berekstensi PDF dari internet,
unduhan maupun data pribadi, maka aplikasi ini akan membaca dan
membuka file berjenis PDF tersebut. Tidak hanya itu, pengguna
juga dimungkinkan untuk melakukan perubahan, menambahkan
komentar, serta membagikannya pada pengguna lain yang juga
menggunakan Adobe Acrobat DC.
c. Melindungi atau mengamankan file PDF
Adobe Acrobat Reader sangat bermanfaat bagi pengguna yang ingin
mengamankan datanya dari kerusakan tulisan, pembajakan maupun
di copy atau dijadikan plagiasi orang lain tanpa izin. Dengan fitur
pengamanan data, maka pengguna bisa memberikan password dan
memberikan watermark identitas untuk meminimalisir
penyalahgunaan hak cipta.
Masih banyak fungsi dari Adobe Acrobat Reader yang bisa di
gunakan seperti mencetak File, membuat komentar di dalam file,
membuat penanda secara digital, dan mencari berkas File PDF
dengan mudah.
12.2Membuat PDF Dari Ms Word
Media pembelajaran merupakan salah satu bagian dari system
pembelajaran yang digunakan sebagai sarana penyampaian pesan
informasi edukatif antara pendidik dan peserta didik, sehingga dapat
menciptakan suasana pembelajaran yang efektifdan efisien. Maka
media pembelajaran memiliki fungsi danperan penting sebagai
pembawa informasi dari sumber informasiitu sendiri (guru) menuju
penerima informasi(siswa).Sedangkan metode penyampaian media
yang digunakan olehguru merupakan salah satu prosedur yang dapat
membantu siswadalam menerima dan mengolah informasi tertentu
menjadipemahaman dasar dari kumpulan-kumpulan informasi
mentahmenjadi wacana ilmu pengetahuan. Adapun mengenai
manfaat dari media pembelajaran, Midun dalam Asyhar (2012, hlm.
41) menyebutkan bahwa ada beberapa manfaat media pembelajaran,
antara lain:
1. Siswa akan memperoleh pengalaman beragam selama proses
pembelajaran.
2. Siswa dapat menambah ketertarikan dari tampilan materiyang
disajikan sehingga meningkatkan motivasi dan minat
sertamengambil perhatian para siswa untuk lebih fokus
mengikutimateri yang disajikan, kemudian diharapkan
efektivitaspembelajaran akan tambah meningkat juga.
3.Media pembelajaran dapat merangsang para siswa untukberfikir
kritis, menggunakan kemampuan imajinasinya, bersikapdan
berkembang lebih lanjut, sehingga melahirkan kreativitasdan karya-
karya inovatif.2
Dari beberapa manfaat media pembelajaran di atas, maka media
pembelajaran menjadi salah satu komponen yang
sangatberpengaruh dalam keberhasilan proses pembelajaran.
Adapunmedia pembelajaran yang dapat digunakan dalam
pembelajaranPAI dan Budi Pekerti salah satunya adalah media flip
book. Flip book merupakan lembaran-lembaran kertas menyerupai
album atau kalender yang berukuran 11 x 13 cm. Media ini
bisadigunakan perindividu atau kelompok tetapi hanya sampai 4-5
orang. Dengan bentuk media yang kecil, akan tetapi media inidapat
dibawa kemana-mana dan bisa dimasukan ke kantong bajusehingga
siswa bisa belajar dimanapun dan kapan pun denganmedia flip book
ini (Anwar : 2014). Secara umum, proses produksi media flip book
terdiri dari tiga tahap, yaitu praproduksi, produksi dan pasca
produksi. Adapun rinciannyaadalah sebagai berikut :
a. Tahap pra produksi meliputi kegiatan perencanaan dalamtahap
persiapan pembuatan flip book.
2 Asyhar, R. (2012). Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran. Jakarta: Referensi
Jakarta.
Adapun tahapannya adalah sebagai berikut :
1) Menelaah tujuan pemebelajaran. Hal ini menjadi acuan
daripenyusunan isi dari flip book tersebut.
2) Menyusun jabaran materi yang akan dijadikan sebagai isi dariflip
book.
3) Materi yang telah dijabarkan, disusun menjadi rangkumanyang
mewakili dari indicator pembelajaran dari materi tersebut.
4) Mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
untukpembuatan fisik flip book, seperti
kertas (boleh menggunakan berbagai jenis kertas) serta
bahanlainnya untuk hiasan flip book, gunting dan lain-lain.
b. Tahap produksi meliputi kegiatan langkah-langkahpembuatan
flip book. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut:
1) Pembuatan flip book bisa manual atau dibuat secara hand made,
atau bisa dengan bantuan aplikasi komputer, misalnyaaplikasi Ms.
Powerpoint, Photoshop dan lain-lain.
2) Mengatur ukuran kertas yang akan dijadikan flip book. Adapun
ukuran yang dipakai biasanya
berkisar 10 cm x 13 cm, seperti ukuran kalender kecil.
3) Menentukan desain flip book sesuai yang diinginkan.
4) Memasukkan materi-materi yang telah dirangkum pada tahappra
produksi.
5) Membubuhkan hiasan-hiasan maupun gambar sesuaikebutuhan.
c. Tahap pasca produksi adalah tahap akhir dari pembuatanmedia.
Tahap ini merupakan sentuhan akhir sebelumdimanfaatkan. Adapun
tahap pasca prosuksi antara lain meliputi:
1) Editing. Hal ini dilakukan untuk mengecek kembali isimaupun
desain flip book.
2) Revisi kekurangan yang ada dalam isi maupun desain flip book
sehingga sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat.
3) Flip book sudah bisa untuk digunakan sebagai media
pembelajaran. Flip book ini bisa digunakan secara individumaupun
kelompok. Seperti halnya media pembelajaran lainnya, flip book
mempunyai keistimewaan tersendiri. Adapunkeistimewaan dari flip
book antara lain, dengan menggunakanmedia pembelajaran flip
book, siswa diajak untukmengembangkan kreatifitasnya. Hal ini
karena dalampembuatan flip book baik itu flip book yang sudah ada
maupunbuatan tangan siswa, biasanya dibubuhkan gambar-gambar
atauhiasan lainnya sesuai keinginan siswa, sehingga
rangkumanyang terdapat dalam flip book menarik untuk dibaca.
Dengan menggunakan media flip book, diharapkan
mampumembantu tercapainya tujuan pembelajaran. Salah
satunyaindikator keberhasilan belajar siswa antara lain adalah
terjadinyaperubahan dalam ranah kognitif afektif maupun
psikomotorsiswa. Keterpaduan tiga ranah tersebut diaplikasikan
dalamproses pembelajaran. Wahidmurni, dkk. (2010, hlm. 18)
menjelaskan bahwa seseorang dapat dikatakan telah berhasildalam
belajar jika ia mampu menunjukkan adanya perubahandalam
dirinya.3 Dan perubahan-perubahan tersebut di antaranyadari segi
kemampuan berpikirnya, keterampilannya, atausikapnya terhadap
suatu objek. Jadi Penilaian hasil belajarmengisyaratkan bahwa hasil
belajar sebagai program atau objekyang menjadi sasaran penilaian.
Dan hasil belajar sebagai objekpenilaian pada hakikatnya adalah
menilai penguasaan siswaterhadap tujuan-tujuan intruksional. Hal
ini menggambarkanbahwa kemampuan siswa setelah menerima
pembelajaran ataumenyelesaikan pengalaman belajarnya (Sudjana,
2009, hlm. 34). Berdasarkan pernyataan di atas, diketahui bahwa
hasil belajarmerupakan suatu perubahan yang terjadi kepada peserta
didikmeliputi perubahan kognitif, afektif dan psikomotor yang
3 Wahidmurni, Alifin Mustikawan, dan Ali Ridho. (2010). Evaluasi Pembelajaran:
Kompetensi dan Praktik. Yogyakarta: Nuha Letera.
dimiliki oleh peserta didik. Karena pada hakikatnya hasil
dariseseorang belajar adalah perubahan, baik perubahan itu
menujuarah peningkatan, pengembangan ataupun penurunan.
12.3Membuat Bahan Ajar Digital Flipbook
Secara umum flipbook adalah buku digital 3 dimensi yang di
dalamnya bisa memuat teks, gambar, video, musik atau lagu,dan
animasi bergerak sehingga flipbook sendiri masuk ke dalam
kategori buku digital atau ebook (electronic book). Hanya saja, lebih
modern dan juga lebih atraktif dengan berbagai tambahan unsur di
dalamnya, flipbook juga dapat membantu peserta didik seperti
mahasiswa untuk menikmati kegiatan membaca buku ajar berisi
materi perkuliahan.
Hasil wawancara perwakilan beberapa dari kelompok mengenai
bagaimana cara meubah pdf menjadi flipbook yaitu dari 9 aplikasi
yang sudah di sediakan rata-rata temen-temen semuanya memakai
"anime flip" yaitu dengan cara mencari website online terlebih
dahulu yang bisa membuat flipbook secara online lalu daftar di salah
satu website tersebut yang bisa membuat flipbook ,setelah itu
membuka website kita lalu memilih bagan atau pilihan tentang
bagan untuk meng-upload file PDF yang mau di jadikan flipbook
baru setelah di upload tinggal menunggu dan bisa mengganti
template atau model model dari flipbook tersebut jika sudah selesai
tinggal salin dan bisa di download.
Desain tampilan buku digital yang kini banyak diminati
masyarakat adalah buku digital dengan teknologi e-book 3 dimensi
yang dikenal dengan flipbook di mana halaman sudah bisa dibuka
seperti membaca buku di layar monitor.4 Flipbook mulai
dikembangkan untuk pembelajaran di sekolah penelitian yang
4 Riyanto Lukman dan Subagyo 2012 pengembangan digital beri lokal content
Pekalongan dalam format buku 3 dimensi jurnal lipi 1 (1) : 1-13
dilakukan oleh Ramdhania et al (2007) menyatakan bahwa
penggunaan media flipbook dalam pembelajaran dapat
meningkatkan hasil belajar siswa hal ini dipengaruhi oleh
ketertarikan siswa terhadap tampilannya yang lebih menarik dan
interaktif daripada buku cetak teknologi terbaru ini memberi
peluang besar bagi pemanfaatan buku digital dalam ilmu
pengetahuan dan pengajaran jarak jauh atau (distance learning)
(Gorghiu 2011). Hal-hal yang diperlukan dalam pengembangan
buku digital sebagai sumber belajar yaitu learner (pembelajar)
fasilitas dan media belajar fasilitator (guru) dan tersedianya evaluasi
(tes). 5
Langkah-langkah pembuatan bahan ajar dengan flipbook
i. Persiapan materi ajar yang diperlukan dalam bentuk doc PDF
PPT gambar video (MP4) animasi swf dan suara (MP3) .
ii. Buka aplikasi 3D page flip professional 1.7.7
iii. Pilih create new
iv. Muncul tampilan new project , pilih project type magazine dan
klik Ok
v. Apabila menghendaki template yang berbeda maka sebelum klik
oke (pada langkah ke 4) tekan tombol select template maka akan
muncul berbagai pilihan template . Setelah memilih gambar
template yang dikehendaki klik ok maka akan muncul tampilan
nya
vi. Langkah selanjutnya akan muncul tampilan klik browser dan
cari file dalam bentuk PDF kemudian klik import now sehingga
muncul tampilan itu
vii. Apabila menghendaki background yang berbeda maka pilih
submenus Chinese seperti di situ
5 Shideqy D.A.& Lestari. 2010. Pemanfaatan Buku Elektronik untuk Pembelajarandi
Sekolah. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
viii. Untuk mengubah halaman-halaman PDF yang telah diimpor dan
mengisinya dengan video animasi gambar dan lain-lain maka
pilih sub menu edit pages
ix. Setelah edit Vegas diklik akan muncul tampilan halaman edit
x. Apabila ingin menambahkan halaman judul maka pilih posisi di
halaman pertama kemudian add new page pada sub menu pages
sehingga muncul tampilan di situ pilih blank dan klik insert
xi. Setelah langkah 10 dilakukan maka akan muncul halaman
tambahan yang akan dipakai sebagai halaman judul
xii. Desain halaman judul sesuai yang dikehendaki
xiii. Sebagai contoh menambahkan judul buku dengan cara
menuliskan teks pada halaman judul langkah yang harus
dilakukan adalah klik tombol at text dan tuliskan judul yang
dikehendaki atur teks yang dibuat melalui preset styles dan
properties of text 1 sehingga hasil teks judul yang dibuat seperti
di situ
xiv. Apabila ingin menambahkan gambar pada halaman judul tekan
tombol add image kemudian pilih gambar yang diinginkan
setelah menemukan gambar yang dipilih maka akan muncul
tampilan seperti gambar itu
xv. Selain gambar dan teks pada halaman juga dapat ditambahkan
link movie suara YouTube dan animasi
xvi. Untuk menambahkan link pada halaman yang diinginkan klik
add link kemudian masukkan link yang dikehendaki ke dalam
properties off link . Masukkan alamat link melalui set action
yang terdapat dalam properties of link sampai muncul dialog box
xvii. Movie dapat ditambahkan pada halaman yang dikehendaki
dengan cara klik add movie drag ke dalam bagian halaman klik
2x kemudian cari video atau film yang hendak dimasukkan
xviii. apabila yang dikehendaki adalah video dari YouTube maka
langkah pertama yang harus dilakukan adalah klik add YouTube
drag ke dalam halaman yang digunakan copykan alamat link
xix. YouTube yang ingin dimasukkan ke youtube url yang terdapat
dalam properties of youtube 1 . Setelah link YouTube dipastikan
ke dalam YouTube url maka tampilannya akan berubah
tambahkan teks sebagai petunjuk untuk menjalankan video dari
YouTube dengan cara seperti membuat teks yang telah
dijelaskan pada langkah sebelumnya
xx. Sesudah movie dan YouTube suara dalam bentuk musik juga
dapat ditambahkan pada halaman yang dikehendaki makanya
adalah Epson dan atur sound dalam bentuk musik MP3 di
properties of tables
xxi. Setelah teks gambar suara movie dan YouTube hal terakhir yang
perlu dicoba untuk ditambahkan adalah animasi langkah pertama
adalah siapkan file animasi dalam bentuk swf kemudian klik add
flash kemudian drag ke halaman yang dikehendaki dan klik 2x
untuk menambahkan file animasinya . Setelah animasi
dimasukkan maka tampilannya akan berubah
xxii. apabila edit pack PDF dan semua komponen telah selesai
ditambahkan maka klik files dan pilih save dan exit
xxiii. Setelah save dan exit dilakukan maka langkah selanjutnya adalah
tekan publish
xxiv. Pada sub menu publish terdapat beberapa pilihan seperti yang
tertera nanti di situ dan klik salah satu tipe public sesuai dengan
kebutuhan.
DAFTAR PUSTAKA
Yuli Wahyuliani, Efektivitas Penggunaan Media PembelajaranFlip
Book
TARBAWY, Vol. 3, Nomor 1, (2016)
https://ejournal.upi.edu/index.php/tarbawy/article/viewFile/3457/2
443
Anwar, S. (Performer). (2014). Media Pembelajaran dan Proses
Pembelajaran. Bandung, Jawa Barat, Universitas
PendidikanIndonesia.
Asyhar, R. (2012). Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran.
Jakarta: Referensi Jakarta.
Wahidmurni, Mustikawan, A., & Ridho, A. (2010).
EvaluasiPembelajaran: Kompetensi dan Praktik. Yogyakarta:
NuhaLetera.
Gorghiu 2011 the electronic book a modern instrument use in
teachers training process procedure komputer science 3 (2011) :
563-567
Ramdania Dr Sutarno H dan Waslaluddin 2007 penggunaan media
flash flipbook dalam pembelajaran teknologi informasi dan
komunikasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa jurnal
pendidikan 1 (1) : 1-13
Riyanto Lukman dan Subagyo 2012 pengembangan digital beri
lokal content Pekalongan dalam format buku 3 dimensi jurnal lipi 1
(1) : 1-13