BAHAN AJAR Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan
BAHAN AJAR Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan PENULIS ISRAINI SURIATI YUSNIDAR LEMBAGA PENERBITAN DAN PUBLIKASI ILMIAH (LPPI) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALOPO Jl. Jend. Sudirman Km. 03 Binturu Kec. Wara Selatan Kota Palopo Telp. (0471)-327429 Fax. (0471)-327429 E-mail: [email protected]
Hak Cipta dilindungi undang-undang Dilarang memperbanyak atau memindahkan sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apapun, baik secara elektronis maupun mekanis, termasuk memfotocopy, merekam atau dengan system penyimpanan lainnya, tanpa izin tertulis dari Penulis. BAHAN AJAR Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Penulis : Israini Suriati dan Yusnidar Editor : Harmita Sari Tata letak dan Desain Sampul : Rahmawati Nur Annisa ISBN : 978-623-91725-9-6 Penerbit : LPPI UM Palopo Kantor : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Universitas Muhammaadiyah Palopo Lt.2 Gedung MCC Universitas Muhammadiyah Palopo Jl. Jenderal Sudirman Km. 3 Binturu, Palopo, Telp. 0471-327429, e-mail: [email protected] Cetakan pertama, 2020 Hak Cipta©2020 pada Penulis
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar PRAKATA uji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Karena berkat limpahan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan penulisan buku Ajar dengan judul Komunkasi Dalam Praktik Kebidanan. Didalam penyusunan Buku ajar ini penulis telah berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan penulis demi penyelesaian buku ajar ini. Tetapi sebagai manusia biasa, penulis tak luput dari kesalahan ataupun kekhilafan baik pada segi teknik penulisan ataupun tata bahasa itu sendiri. Kami menyadari tanpa suatu arahan dari pihak –pihak yang telah memberikan masukan – masukan dan membantu, Mungkin kami tidak bisa menyelesaikan buku ajar ini. Buku Ajar ini dibuat sedemikian rupa semata-mata hanya untuk membangkitkan kembali minat baca mahasiswa dan bisa menjadikan referensi dalam konteks komunikasi dalam praktik kebidanan sebagai motivasi dalam berkarya khususnya pada karya tulis. Maka dengan kerendahan hati penulis hanya bisa menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam proses penyelesaian ini. Sekian semoga karya tulis ini dapat bermanfaat dan mudah dipahami bagi penulis khususnya serta para pembaca pada umumnya. Palopo, Maret 2020 Penulis P
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar DAFTAR ISI PRAKATA .................................................................................................iii DAFTAR ISI ..............................................................................................iv BAB I KONSEP DASAR KOMUNIKASI DAN KONSELING ...............1 A. Pengertian Komunikasi................................................................2 B. Unsur Komunikasi.......................................................................3 C. Komponen Komunikasi...............................................................7 D. Proses Komunikasi ......................................................................8 E. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Komunikasi .......................10 F. Bentuk Komunikasi ...................................................................12 BAB II PRINSIP-PRINSIP HUBUNGAN ANTAR MANUSIA .............18 A. Pengertian Hubungan antar manusia .........................................19 B. Tujuan hubungan antar manusia................................................21 C. Hubungan antar pribadi .............................................................22 D. Konsep diri teori Johary Windows............................................26 BAB III KOMUNIKASI EFEKTIF ..........................................................30 A. Pengertian Komunikasi efektif...................................................31
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar B. Proses komunikasi efektif..........................................................32 C. Unsur-unsur komunikasi efektif.................................................33 D. Prinsip Dasar Komunikasi Efektif .............................................34 E. Bentuk Komunikasi Efektif........................................................36 BAB IV MEMPRAKTIKAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL TERMASUK KONSELING ..................................................................... 38 A. Pengertian Komunikasi Interpersonal dan Konseling................39 B. Faktor Penghambat Komunikasi Interpersonal dan Konseling..43 C. Pengaruh Pemahaman Diri Terhadap Komunikasi Interpersonal dan Konseling ............................................................................48 BAB V STRATEGI DALAM MEMBANTU PENGAMBILAN KEPUTUSAN KLIEN .............................................................................. 53 A. Teori inti pengambilan keputusan klien.....................................54 B. Factor yang mempengaruhi tipe pengambilan keputusan ..........56 C. Elemen dasar pengambilan keputusan .......................................62 D. Pemberian Informasi Keputusan Efektif....................................65 E. Saat-saat sulit dalam penerapan KIP/K kesulitan saat konseling ....................................................................................................66 F. Upaya untuk mengatasi kesulitan...............................................68 BAB VI KETERAMPILAN INTI KOMUNIKASI INTERPERSONAL /KONSELING ........................................................................................... 71 A. Pengertian KIP/K .......................................................................72 B. Faktor penghambat KIP .............................................................72 C. Pengaruh pemahaman diri terhadap proses KIP/K ....................73
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar D. Observasi tingkah laku verbal dan non verbal ...........................74 E. Membina hubungan baik............................................................75 F. Teknik mendengar aktif, bertanya dan refleksi isi dan perasaan75 BAB VII KETERAMPILAN KOMUNIKASI DALAM KEGIATAN KELOMPOK.............................................................................................78 A. Pengantar kegiatan kelompok ....................................................79 B. Kepemimpinan dalam Kelompok ..............................................81 C. Ciri-ciri Kelompok yang Kompak .............................................81 D. Pengorganisasian Kegiatan kelompok .......................................85 E. Membangun Tim atau Kelompok / Team bulding.....................86 F. Strategi Bidan untuk Membantu Kelompok yang Negatif Sesuai Tipe Kelompok ..........................................................................89 BAB VIII KONSEP PENGAMBILAN KEPUTUSAN............................92 A. Pengertian...................................................................................93 B. Teori-Teori Pengambilan Keputusan .........................................93 C. Model Pengambilan Keputusan Model Pengambilan Keputusan ....................................................................................................95 LATIHAN SOAL KASUS........................................................................98 DAFTAR PUSTAKA..............................................................................109 TENTANG PENULIS.............................................................................113
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar BAB I BAB I KONSEP DASAR KOMUNIKASI DAN KONSELING A. Tujuan Umum Untuk memahami konsep dasar komunikasi dan konseling B. Tujuan Khusus 1) Untuk mengetahui dan memahami pengertian komunikasi 2) Untuk mengetahui dan memahami unsur-unsur komunikasi 3) Untuk mengetahui dan memahami komponen komunikasi 4) Untuk mengetahui dan memahami proses komunikasi 5) Untuk mengetahui dan memahami faktor yang mempengaruhi komunikasi 6) Untuk mengetahui dan memahami bentuk komunikasi
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar A. Pengertian Komunikasi Pada kehidupan sehari-hari kita tidak pernah luput dari kata komunikasi. Komunikasi merupakan media kita untuk berinteraksi. Komunikasi berasal dari bahasa latin communis yang artinya membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih, communico yang artinya memberi. Komunikasi adalah suatu proses interaksi manusia dengan berbagai bentuk/cara untuk menyampaikan informasi atau tujuan tertentu . Komunikasi adalah penyampaian informasi dan pengertian dari seseorang kepada orang lain. Komunikasi adalah pernyataan manusia, pernyataan tersebut dapat dilakukan dengan kata-kata tertulis ataupun lisan di samping itu dapat dilakukan juga dengan isyaratisyarat atau simbol-simbol. Dalam perilaku manusia, komunikasi merupakan proses khusus dan bermakna. Pada profesi kebidanan komunikasi menjadi penting karena merupakan metode utama dalam memberikan asuhan kebidanan. Beberapa ahli menyampaikan pengertian atau definisi komunikasi. Komunikasi merupakan proses pertukaran informasi atau proses yang menimbulkan dan meneruskan makna atau arti, berarti dalam komunikasi terjadi penambahan pengertian antara pemberi informasi dengan penerima informasi sehingga mendapatkan pengetahuan. Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, makna, dan pemahaman dari pengirim pesan kepada penerima pesan. Hal ini berarti penelusuran informasi dari pengirim pesan pada penerima pesan dalam komunikasi. Komunikasi termasuk kegiatan yang mengajukan pengertian yang diinginkan pengirim informasi pada penerima informasi dan menimbulkan tingkah laku yang diinginkan penerima informasi. Dari beberapa kesimpulan diatas initnya adalah komunikasi merupakan seni penyampaian informasi (pesan, ide, sikap, atau gagasan)
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar dari komunikator atau penyampai berita, untuk mengubah serta membentuk perilaku komunikan atau penerima berita (pola, sikap, pandangan, dan pemahamannya) kepada dan pemahaman yang dikehendaki bersama (Dalami, 2012). B. Unsur Komunikasi Adapun unsur-unsur yang harus diperhatikan dalam proses/berlangsungnya komunikasi menurut Tyastuti (2010) sebagai berikut: 1. Pihak yang Mengawali Komunikasi/Sumber/Komunikator Pihak yang mengawali komunikasi untuk mengirim pesan disebut sender dan ia menjadi sumber pesan (source). Pengirim yang dimaksud disini adalah orang yang masuk ke dalam hubungan, baik intrapersonal dengan diri sendiri, interpersonal dengan orang lain dalam kelompok kecil atau dalam kelompok besar. 2. Pesan yang Dikomunikasikan/Message/Content/Information Pesan yang dimaksud adalah sesuatu yang disampaikan pengirim kepada penerima. Dalam komunikasi kepada pasien sebaiknya diperhatikan bahwa pesan yang akan disampaikan sesuai dengan kebutuhan klien, menggunakan bahasa yang dapat dimengerti dengan mudah oleh klien dan diusahakan dapat menarik minat klien. Pesan yang disampaikan kepada klien dapat berupa nasihat, bimbingan, dorongan, petunjuk, dan sebagainya 3. Media atau saluran yang digunakan untuk komunikasi dan gangguan-gangguan yang terjadi pada waktu komunikasi dilakukan. Media merupakan alat yang digunakan untuk memindahkan pesan dari sumber pesan kepada penerima pesan. Setelah dikemas pesan yang disampaikan melalui saluran
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar (channel) atau media. Media dapat berupa lisan (oral), tertulis atau elektronik. a. Media lisan Dapat dilakukan dengan menyampaikan sendiri pesan secara lisan (oral), baik melalui telepon atau saluran yang lainnya kepada perorangan, kelompok kecil, kelompok besar, atau masa. Keuntungannya adalah si penerima pesan mendengar langsung tanggapan atau pertanyaan, memungkinkan disertai nada atau warna suara, gerak-gerik tubuh atau raut wajah, dan dapat dilakukan dengan cepat. b. Media Tertulis Pesan disampaikan secara tertulis melalui surat, memo, handout, gambar dan lain-lain. Keuntungannya adalah ada catatannya sehingga data dan informasi tetap utuh untuk tidak dapat berkurang atau tambah seperti informasi lisan, member waktu untuk dipelajari isinya, cara penyusunannya dan rumusan kata-katanya. c. Media Elektronik Disampaikan melalui faksimili, email, radio, televisi. Keuntungannya adalah prosesnya cepat, data bisa disimpan. Penggunaan media dalam penyampaian pesan tentunya dapat mengalami gangguan atau masalah sehingga dapat menghambat komunikasi.
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar 4. Lingkungan/Situasi Ketika Komunikasi Dilakukan Lingkungan atau situasi (tempat, waktu, cuaca, iklim, keadaan alam dan psikologis) adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses komunikasi. Oleh karena itu pada waktu berkomunikasi dengan orang lain perlu memperhatikan situasi. Faktor ini diklasifikasikan menjadi empat: a. Lingkungan Fisik Keadaan geografi, ini dapat menyebabkan kesulitan dalam komunikasi, hal ini bisa disebabkan karena jarak yang jauh, dimana tidak terdapat fasilitas komunikasi seperti telepon, faksimili, kantor pos, dan lain-lain. b. Lingkungan Sosial Budaya Menunjukkan faktor sosial budaya, ekonomi dan politik bisa menjadi hambatan untuk komunikasi, misalnya kesamaan bahasa, orang yang punya bahasa yang berbeda dan tidak saling memahami bahasa yang digunakan maka dapat menimbulkan macetnya suatu komunikasi. Kepercayaan masyarakat setempat atau ada istiadat dan status sosial juga mempengaruhi kelancaran komunikasi. c. Lingkungan Psikologi Dimensi psikologi adalah pertimbangna kejiwaan yang digunakan dalam komunikasi. Misalnya menghindari kritik yang menyinggung orang lain menyajikan materi yang sesuai dengan usia khalayak. d. Dimensi Waktu Menunjukkan situasi yang tepat untuk melakukan kegiatan komunikasi.
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar 5. Pihak yang Menerima Pesan Penerima pesan adalah pihak yang menerima pesan atau menjadi sasaran pesan yang dikirim oleh sumber. Penerima biasa disebut juga khalayak, sasaran, komunikan, atau audience/receiver. Penerima pesan bisa perorangan, atau suatu kelompok, organisasi atau Negara. Satu kunci keberhasilan komunikasi adalah mengenal karakteristik dari penerima pesan, dengan mengetahui siapa yang akan menjadi penerima pesan maka kita dapat merancang suatu pesan sebaik mungkin sesuai karakteristik penerima sehingga tujuan komunikasi kita tercapai. 6. Umpan Balik (Feedback) Umpan balik merupakan tanggapan penerima terhadap pesan yang diterima dari pengirim. Umpan balik bisa berupa reaksi secara verbal maupun non verbal. Umpan balik ini dapat berupa umpan balik positif atau negatif. Umpan balik positif bila tanggapan penerima menunjukkan kesediaan menerima atau mengerti pesan dengan baik, serta memberi tanggapan sesuai yang diinginkan pengirim. Umpan balik negatif adalah umpan balik yang menunjukkan penerima pesan tidak dapat menerima dengan baik pesan yang diterimanya. 7. Pengaruh atau Dampak Pengaruh atau efek adalah perbedaan antara apa yang dipikirkan, dirasakan, dan dilakukan oleh penerima sebelum dan sesudah menerima pesan. Pengaruh ini bisa terjadi pada pengetahuan, sikap dan tingkah laku seseorang.
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar C. Komponen Komunikasi Demi terselennggaranya komunikasi yang efektif dan efesien menurut Yulifah & Yuswanto (2009) perlu diperhatikan hal-hal dibawah ini: 1. Komponen komunikan Seorang akan dapat menerima pesan kalau terdapat empat kondisi berikut: a. Pesan komunikasi benar-benar dimengerti oleh penerima pesan. b. Keputusan diambil secara sadar untuk mencapai tujuan. c. Keputusan diambil secara sadar untuk kepentingan pribadinya. d. Mampu menempatkan baik secara mental atau fisik. e. Komponen komunikator 2. Faktor penting dalam diri komunikator yakni : a. Kepercayaan kepada komunikator (source credibility) dalam hal ini ditentukan oleh keahliannya dan dapat tidaknya dia dipercaya. b. Daya tarik komunikator (source attractiviness), bahwa seseorang akan mempunyai kemampuan untuk melakukan perubahan sikap melalui mekanisme daya tarik. 3. Komponen pesan Pesan dapat berupa nasehat, bimbingan, dorongan, informasi dan lain-lain. Pesan dapat disampaikan secara lisan atau non verbal. 4. Umpan Balik Merupakan respon yang diberikan oleh komunikan terhadap pesan yang diterimanya. Umpan balik ini berguna untuk mengukur
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar besar informasi yang diterima dibandingkan dengan yang diberikan. D. Proses Komunikasi Proses komunikasi merupakan bagaimana komunikator menyampaikan pesan kepada komunikannya, sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan dengan komunikatornya. Proses komunikasi ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya). Proses komunikasi termasuk juga suatu proses penyampaian informasi dari satu pihak ke pihak lain dimana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi dan masyarakat menciptakan dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Komunikasi berasal dari bahasa latin communis yang berarti sama. Communico, communicatio atau communicare yang berarti membuat sama. Secara sederhana komunikasi dapat terjadi apabila ada kesamaan antara penyampaian pesan dan orang yang menerima pesan. Proses komunikasi bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya). Proses komunikasi dapat terjadi apabila ada interaksi antar manusia dan ada penyampaian pesan untuk mewujudkan motif komunikasi. Melalui komunikasi sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain. Secara ringkas proses berlangsungnya komunikasi bisa digambarkan seperti berikut: a. Komunikator (sender), mempunyai maksud berkomunikasi dengan orang lain mengirimkan suatu pesan kepada orang yang dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa berupa informasi dalam bentuk
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar bahasa ataupun lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti kedua pihak. b. Pesan (message) itu disampaikan atau dibawa melalui suatu media atau saluran baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya berbicara langsung melalui telepon, surat, e-mail, atau media lainnya. c. Media (channel) alat yang menjadi penyampai pesan dari komunikator ke komunikan. d. Komunikan (receiver) menerima pesan yang disampaikan dan menerjemahkan isi pesan yang diterimanya ke dalam bahasa yang dimengerti oleh komunikan itu sendiri. e. Komunikan (receiver) memberikan umpan balik (feedback) atau tanggapan atau pesan yang dikirimkan kepadanya, apakah dia mengerti atau memahami pesan yang dimaksud oleh si pengirim. Pada hakekatnya komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan. Proses komunikasi bisa dilihat dari beberapa perspektif antara lain: 1. Perspektif Psikologis Ketika komunikator berniat akan menyampaikan pesan dalam dirinya akan terjadi proses encoding (proses mengemas dan membungkus pikiran dengan bahasa yang dilakukan komunikator), hasil encoding berupa pesan itu kemudian ditransmisikan kepada komunikan. Kemudian komunikan terlibat dalam proses komunikasi intrapersonal. Proses dalam diri komunikan ini disebut decoding (seolah-olah membuka kemasan atau bungkus pesan yang diterima dari komunikator).
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar 2. Perspektif Mekanis Ini berlangsung saat komunikator menstransfer dengan bibir atau tangan, pesan sampai tertangkap komunikan. Ini dapat dilakukan dengan indera telinga atau indera lainnya. Komunikasi secara mekanis menurut Wulandari (2009) dibedakan atas: a) Proses Komunikasi Primer Proses penyampaian pikiran oleh komunikator kepada komunikan menggunakan lambang (symbol) sebagai media atau saluran. Lambang verbal maupun non verbal. b) Proses Komunikasi Sekunder Penyampaian pesan dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media setelah memakai lambang sebagai media pertama. Biasanya karena jauh tempatnya. c) Proses Komunikasi Linier Penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan sebagai titik terminal. Biasanya terjadi pada komunikasi bermedia kecuali telepon. d) Proses Komunikasi Sirkular Terjadinya feedback atau umpan balik dari komunikan ke komunikator. E. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Komunikasi Salah satu kasus yang biasanya terjadi adalah komunikan kurang memperhatikan faktor ataupun kendala yang akan mempengaruhi pada saat proses komunikasi berlangsung. Berikut faktor-faktor yang akan mempengaruhi komunikasi menurut Lestari (2010) yaitu: 1. Latar Belakang Kebudayaan Bagaimana seseorang menginterpretasikan suatu pesan berdasarkan latar belakang kebudayaannya. Akan terbentuk pola-
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar pola pikir seseorang melalui kebiasaannya, makin sama latar belakang budaya antara komunikator dengan komunikan maka komunikasi akan semakin efektif. 2. Ikatan dengan Kelompok atau Grup Kecenderungan mengidentifikasikan diri dengan kelompok tertentu dan cenderung mengembangkan kesetiaan dan menerima norma kelompok tersebut. Nilai-nilai yang dianut oleh kelompok akan sangat mempengaruhi cara mengamati pesan. 3. Harapan Bila suatu komunikasi tidak sesuai dengan harapan maka biasanya penerima pesan akan apatis, cuek atau bahkan memutuskan komunikasi. Harapan akan berpengaruh pada penerimaan pesan dan pada akhirnya dia akan menerima suatu yang diharapkan. 4. Pendidikan Pendidikan formal maupun non formal akan mempengaruhi penerimaan pesan. Semakin tinggi pendidikan formal seseorang maka semakin kompleks sudut pandangnya dalam menyikapi materi komunikasi. 5. Situasi Tempat atau saat terjadinya komunikasi akan berpengaruh pada usaha untuk menginterpretasikan pesan, ketakutan, kecemasan, akan mempengaruhi cara orang menyerap pesan. Situasi bisa diakibatkan oleh penyampai pesan, lingkungan atau bahkan dari penerima pesan sendiri. Misalnya orang yang menyampaikan pesan tidak ramah, maka dapat menimbulkan ketegangan dan kecemasan, situasi yang penuh ketegangan ini dapat mengganggu penerima pesan yang disampaikan oleh komunikator.
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar F. Bentuk Komunikasi Hidup dengan bermasyarakat tentunya setiap hari kita sering melakukan komunikasi, baik komunikasi yang dilakukan di rumah bersama dengan anggota keluarga, dan di lingkungan kita sehari-hari sehingga perlu kita ketahui bersama tentang adanya bentuk dari komunikasi . Di antaranya sebagai berikut: 1. Komunikasi Massa Komunikasi massa (mass communication) adalah komunikasi melalui media massa modern yang meliputi surat kabar, siaran radio dan televisi. Komunikasi masa menyiarkan informasi, gagasan dan sikap kepada komunikan yang beragam dalam jumlah yang banyak menggunakan media. a. Karakteristik Komunikasi Massa 1) Bersifat umum (terbuka untuk semua orang) 2) Heterogen 3) Menimbulkan keserempakan (serempak kontak dengan sejumlah besar penduduk dalam jarak yang jauh dan dalam keadaan terpisah). 4) Hubungan komunikator-komunikan bersifat non-pribadi b. Model Komunikasi Massa 1) Model jarum hipodemik (hypodermic needle model). Media masa menimbulkan efek yang kuat, terarah, segera dan langsung. 2) Model komunikasi satu tahap (one step flow model). Saluran media massa langsung ke massa komunikan tanpa melalui orang lain, meskipun pesan tidak mencapai tidak menimbulkan efek yang sama bagi komunikan.
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar 3) Model komunikasi dua tahap (two step flow model). Menyatakan bahwa ide atau pesan dari radio atau surat kabar diterima pemuka pendapat, baru disampaikan ke penduduk/pengikutnya. 4) Model komunikasi tahap ganda (multi step flow model) Merupakan gabungan dari beberapa model yang lain.
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar 2. Komunikasi Interpersonal a. Menurut sifatnya komunikasi interpersonal dibedakan menjadi dua yaitu: 1) Komunikasi diadik (dyadic communication) Komunikasi antara dua orang dalam situasi tatap muka dalam bentuk percakapan, dialog dan wawancara dalam situasi yang lebih intim, akrab, lebih personil, sedang wawancara lebih serius. 2) Komunikasi triadic (triadic communication) Komunikais antar pribadi yang pelakunya lebih dari tiga orang yakni seorang komunikator dan dua orang komunikan, berlangsung secara dialogis sehingga memungkinkan interaksi dan dianggap komunikasi yang paling ampuh dalam mengubah sikap, kepercayaan, opini dan perilaku komunikan, karena dilakukan secara tatap muka. b. Ada 3 perilaku dalam komunikasi interpersonal yaitu: 1) Perilaku spontan (spontaneous behavior) adalah perilaku berdasarkan desakan emosi dan dilakukan tanpa sensor serta revisi secara kognisi. 2) Perilaku menurut kebiasaan (script behavior) adalah perilaku berdasarkan kebiasaan kita. 3) Perilaku sadar (contrived behavior) adalah perilaku yang dipilih berdasarkan situasi yang ada. c. Kompetensi dan Kecakapan Komunikasi Interpersonal Tingkat perilaku kita dalam komunikasi interpersonal sesuai dan cocok dengan situasi dan membantu kita mencapai tujuan komunikasi interpersonal yang kita lakukan dengan orang lain.
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar 3. Komunikasi Intrapersonal/Intrapribadi/ Intrapersonal Communication Komunikasi intrapribadi atau komunikasi intrapersonal adalah penggunaan bahasa atau pikiran yang terjadi di dalam diri komunikator sendiri antara self dengan God. Komunikasi intrapersonal merupakan keterlibatan internal secara aktif dari individu dalam pemrosesan simbolik dari pesan-pesan. Seorang individu menjadi pengirim sekaligus penerima pesan, memberikan umpan balik bagi dirinya sendiri dalam proses internal yang berkelanjutan. Komunikasi intrapersonal dapat menjadi pemicu bentuk komunikasi yang lainnya. Komunikasi intrapersonal atau komunikasi intrapribadi merupakan komunikasi dengan diri sendiri dengan tujuan untuk berpikir, melakukan penalaran, menganalisis dan merenung (Devito, 1997). Komunikasi intrapersonal adalah komunikasi yang terjadi pada diri manusia, meliputi proses sensasi, asosiasi, persepsi, memori dan berpikir (Nina, 2011). Komunikasi intrapersonal atau komunikasi intrapribadi merupakan komunikasi yang berlangsung dalam diri seseorang. Orang itu berperan baik sebagai komunikator maupun sebagai komunikan, Ia berbicara kepada dirinya sendiri, Ia berdialog dengan dirinya sendiri, Ia bertanya dengan dirinya sendiri dan dijawab oleh dirinya sendiri. Komunikasi intrapersonal adalah suatu proses pengolahan informasi, meliputi sensasi, persepsi, memori, dan berpikir (Rosmawaty, 2010). Pengetahuan mengenai diri pribadi melalui proses-proses psikologis seperti persepsi dan kesadaran (awareness) terjadi saat berlangsungnya komunikasi intrapribadi oleh komunikator. Untuk memahami apa yang terjadi ketika orang saling berkomunikasi, maka seseorang perlu untuk mengenal diri mereka sendiri dan orang lain. Karena pemahaman ini diperoleh melalui proses persepsi. Maka pada
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar dasarnya letak persepsi adalah pada orang yang mempersepsikan, bukan pada suatu ungkapan ataupun objek. 4. Komunikasi Kelompok atau Group Communication Komunikasi yang berlangsung antara seorang komunikator dengan sekelompok orang yang jumlahnya lebih dari dua orang, jumlahnya bisa sedikit atau banyak. Jika komunikasi dalam kelompok kecil maka disebut komunikasi kelompok kecil (small group communication). Jika jumlahnya banyak maka disebut komunikasi kelompok besar (large group communication). Yang membedakan bukanlah jumlahnya secara matematis tetapi berdasarkan kualitas proses komunikasi. Karakteristik yang membedakan kelompok kecil dan besar adalah: a. Komunikasi Kelompok Kecil Komunikasi yang ditunjukkan kepada kognisi komunikan dan prosesnya berlangsung secara dialogis (umpan balik secara verbal). Pesannya pada benak komunikan misalnya kuliah, ceramah, diskusi rapat, dan lain-lain. Komunikasi kelompok kecil terjadi ketika tiga orang atau lebih bertatap muka, biasanya di bawah pengarahan seorang pemimpin untuk mencapai tujuan atau sasaran bersama dan mempengaruhi satu sama lain. Inti dari definisi ini adalah bahwa masyarakat berinteraksi, mereka saling bergantung, dan saling mempengaruhi. Komunikasi kelompok kecil (small/micro group communication) ialah komunikasi yang: 1) Ditujukan kepada kognisi komunikan 2) Prosesnya berlangsung secara dialogis Ciri-ciri komunikasi kelompok kecil yaitu: 1) Prosesanya berlangsung secara dialogis 2) Tidak linear melainkan sirkular 3) Umpan balik (feed back) terjadi secara verbal
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar b. Komunikasi Kelompok Besar Komunikasi yang ditujukan kepada efeksi komunikan (hatinya atau perasaannya) dan prosesnya berlangsung linier. Bersifat heterogen dari jenis kelamin, usia, jenis pekerjaan tingkat pendidikan, agama dan lain-lain. endiri, berdialog sendiri bertanya dan dijawab sendiri (MNH, 2002).
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar PRINSIP-PRINSIP HUBUNGAN ANTAR MANUSIA A. Tujuan Umum Untuk memahami prinsip-prinsip hubungn antar manusia B. Tujuan Khusus 1) Untuk mengetahui dan memahami hubungan antar manusia 2) Untuk mengetahui dan memahami tujuan hubungan antar manusia 3) Untuk mengetahui dan memahami teknik-teknik hubungan antar manusia BAB II
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar A. Pengertian Hubungan Antarmanusia Hakikat dari hubungan antarmanusia adalah komunikasi antarpribadi. Hubungan antarmanusia sebenarnya dilandaskan pada adanya kepentingan-kepentingan individual. Hubungan antarmanusia diartikan sebagai suatu proses interaksi antar individu untuk mempertahankan keseimbangan agar tercipta suatu keserasian, keselarasan, dan kebahagiaan dalam tatanan kehidupan manusia. Kualitas hubungan antar manusia ditentukan oleh model individu dalam menerapkannya. Teori (model) dan kualitas hubungan antar manusia digolongkan menjadi tiga yaitu tradisional (pertukaran sosial), peran, dan permainan yang akan dijelaskan sebagai berikut: 1. Teori Tradisional Teori ini merupakan suatu proses komponen-komponennya saling terkait dan masing-masing personalnya bereaksi sebagai suatu kesatuan atau keseluruhan. Kaidah dari teori tradisional selalu dikaitkan dengan hubungn antar manusia yang harus didasarkan pada pertimbangan untung dan rugi. 2. Teori Peran Teori ini lebih menekan dapa suatu pergaulan sosial dengan scenario yang sudah disusun dimasyarakat. Setiap hubungan antar manusia diatur oleh tatanan kehidupan yang ada di masyarakat dan masyarakat tersebut mengatur bagaimana setiap manusia harus berperan dalam pergaulan sehari-hari. Teori peran mempertimbangkan keselarasan (harmonisasi) dalam kehidupan sehari-hari. Apabila manusia sebagai individu dapat mematuhi tatanan tersebut, maka kehidupannya akan menuju pada suatu keadaan yang harmonis. Sebaliknya, apabila menyalahi atau tidak sesuai, maka akan dicemooh.
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar 3. Teori Permainan Memperhatikan fase manusia sepanjang siklus kehidupannya, dimulai sejak masa kanak-kanak, dewasa, sampai tua. Pada masa kanak-kanak, hubungan cenderung bersifat manja. Pada masa dewasa, pergaulan atau hubungan antar manusia menjadi suatu kesadaran, tanggung jawab, dan lugas. Di masa ini, manusia akan menyadari akibat dan risiko dari suatu hubungan. Sedangkan pada masa tua, manusia akan memaklumi kesalahan orang lain dan hubungan diartikan sebagai suatu perasaan saling menyayangi. HAM dalam arti luas yaitu komunikasi persuasif yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain secara tatap muka dalam segala situasi dan dalam semua bidang kehidupan, sehingga menimbulkan kebahagiaan dan kepuasaan hati pada kedua belah pihak. Suksesnya seseorang dalam melaksanakan “Human Relations” karena ia berkomunikasi secara etis, ramah, sopan, menghargai, dan menghormati orang lain. Human Relations ini dilakukan di mana saja seperti di rumah, pasar, kampus, toko, dalam bus, kereta api, dan sebagainya. Menurut beberapa pakar yang dikutip oleh Tyastuti (2010) hubungan antar manusia dibagi menjadi yaitu: a. Cabot dan Kahl (1967): HAM adalah suatu sosiologi yang konkret karena meneliti situasi kehidupan, khususnya masalah interaksi dengan pengaruh dan psikologisnya. Jadi, interaksi mengakibatkan dan menghasilkan penyesuaian diri secara timbal balik yang mencakup kecakapan dalam penyesuaian dengan situasi baru. b. H. Bonner (1975): interaksi adalah hubungan antara dua atau lebih individu manusia dan perilaku individu yang satu
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar mempengaruhi, mengubah, dan memperbaiki perilaku individu lain atau sebaliknya. c. Menurut Keith Davis, “Human Relation at Work” adalah interaksi antara seseorang dengan orang lain dalam situasi kerja dan dalam organisasi kekaryaan. Ditinjau dari kepimpinannya, yang bertanggungj awab dalam suatu kelompok merupakan interaksi orang-orang menuju situasi kerja yang memotivasi untuk bekerjasama secara produktif, sehingga dicapai kepuasan ekonomi, psikologis dan sosial. d. Ferdinand Tonnies: menyatakan bahwa manusia dalam bermasyarakat mempunyai dua jenis pergaulan yaitu: (1) Gemeinscaft, hal yang dialami oleh orang lain dirasakan sebagaimana terjadi pada dirinya olek karena pergaulannya yang sangat akrab. Sifatnya statis, pribadi, tidak rasional; (2) Gessellscaft, pergaulan yang mempertimbangkan untung dan ruginya sehingga anggota bebas keluar masuk dari kelompok tersebut. Proses interaksi melibatkan perasaan, kata yang diucapkan dalam komunikasi, mencerminkan perasaan dan sikap, proses penyesuaian diri. Hubungan antar manusia secara luas mencoba menemukan, mengidentifikasi masalah dan membahas untuk mendapatkan pemecahan masalah. B. Tujuan Hubungan Antarmanusia Tujuan hubungan antar manusia adalah agar tercapainya kehidupan yang harmonis yaitu masing-masing orang saling bekerjasama dengan menyesuaikan diri terhadap satu dengan yang lain, dan memanfaatkan pengetahuan tentang faktor sosial dan psikologis. Dalam penyesuaian diri manusia sedemikian rupa sehingga penyesuaian diri ini terjadi dengan serasi dan selaras, dengan ketegangan dan pertentangan sedikit mungkin.
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar Hal ini disebabkan karena di dalam masyarakat/lingkungan sosial, setiap orang mempunyai kepentingan dan harapan yang berbeda-beda atau bersaing satu sama lain. Suksesnya hubungan antar manusia sebagai akibat tidak mengabaikan sopan santun, ramah tamah, hormat menghormati dan menghargai orang lain dan faktor etika. Hubungan antar manusia yang baik akan mengatasi hambatan-hambatan komunikasi, mencegah salah pengertian dan mengembangkan segi konstruktif sifat tabiat manusia yang dipengaruhi oleh pembawaan dan lingkungan serta mengurangi kesepian, mendapat rangsangan, mendapat pemahaman diri (self-knowledge), serta memaksimalkan kesenangan dan meminimalkan penderitaan (Priyanto, A. 2009). Tujuan HAM lainnya adalah: Memanfaatkan pengetahuan tentang faktor sosial dan psikologis dalam penyesuaian diri manusia sehingga terjadi keselarasan dan keserasian, dengan konflik seminimal mungkin. 1) Memenuhi kebutuhan antara individu yang satu dengan yang lain. 2) Memperoleh pengetahuan dan informasi baru. 3) Menumbuhkan sikap kerjasama. 4) Menghilangkan sikap egois/paling benar. 5) Menghindari dari sikap stagnan karena “manusia adalah makhluk homo socius”; mengubah sikap dan perilaku diri sendiri dan orang lain serta memberikan bantuan (Priyanto, 2009). C. Hubungan Antarpribadi Dalam membina hubungan antar manusia ada lima kualitas atau ancaman umum yang harus dipertimbangkan yaitu keterbukaan
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar (openness), empati (empathy), sikap mendukung (suppotiveness), sikap positif (positiveness), dan kesetaraan (equality). 1) Keterbukaan Mengacu pada sedikitnya tiga aspek dari komunikasi antar pribadi yang efektif harus terbuka kepada orang yang diajak berinteraksi. Hal ini bukanlah berarti bahwa seseorang harus dengan segera membukakan semua riwayat hidupnya kepada orang lain. Sebaliknya, harus ada kesediaan membuka diri atau mengungkapkan informasi yang biasanya disembunyikan. Aspek keterbukaan yang kedua mengacu pada kesediaan seseorang untuk bereaks secara jujur terhadap stimulus yang datang. Orang yang diam, tidak kritis, dan tidak tanggap pada umumnya akan menjenuhkan apabila melakukan hubungan dengan orang lain. Aspek ketiga menyangkut kepemilikan perasaan dan pikiran (Bochner dan Kelly, 1974). Terbuka dalam pengertian ini adalah mengakui bahwa perasan dan pikiran merupakan milik individu dan harus dipertanggungjawabkan. 2) Empati Empati adalah kemampuan seseorang untuk mengetahui apa yang sedang dialami orang lain pada suatu saat tertentu, dari sudut pandang orang lain itu, melalui kacamata orang lain itu. Jadi dapat dikatakan, berempati adalah merasakan sesuatu seperti orang yang mengalaminya, berada di kondisi yang sama, merasakan perasaan yang sama, dengan cara yang sama. Bersimpati, dipihak lain, adalah merasakan bagi orang lain, misalnya ikut larut dalam kesedihan orang lain. Orang yang empati mampu memahami motifasi, pengalaman, perasaan, sikap, harapan, dan keinginan orang lain. Dengan empati yang tinggi maka seseorang akan
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar mampu melakukan hubungan antar manusia dengan baik. Langkah pertama dalam mencapai empati adalah menahan godaan untuk mengevaluasi, menilai, menafsirkan, dan mengkritik. Kedua, semakin banyak seseorang mengenal orang lain (keinginan, pengalaman, kemampuan, ketakutan, dan sebagainya) maka semakin mampu ia melihat apa yang dilihat dan merasakan seperti apa yang dirasakan orang lain. Ketiga, cobalah merasakan apa yang sedang dirasakan orang lain dari sudut pandangnya. Mendalami peran orang lain tersebut dalam pikiran, dapat membantu melihat dunia lebih dekat dengan apa yang dilihat orang tersebut (Backrac, 1976). Empati dapat dilakukan baik secara verbal maupun nonverbal. Secara nonverbal, kita dapat mengomunikasikan empati dengan memperlihatkan keterlibatan aktif orang lain melalui ekspresi wajah dan gerak gerik yang sesuai; konsentrasi terpusat melalui kontak mata, postur tubuh yang penuh perhatian dan kedekatan fisik; serta sentuhan atau belaian yang sepantasnya. Sedangkan secara verbal, empati dapat dilakukan dengan merefleksi, membuat pertanyaan tentatif, mempertanyakan pesan yang berbaur, dan melakukan pengungkapan diri. 3) Sikap Mendukung Hubungan antar manusia yang efektif adalah hubungan yang terdapat sikap mendukung (supportiveness). Hubungan yang terbuka dan empati tidak dapat terbina dalam suasana yang tidak mendukung. Sikap mendukung dapat dilakukan dengan deskriptif bukan evaluatif, spontanitas bukan strategis dan provisional bukan sangat yakin. Deskriptif bukan evaluatif membantu terciptanya sikap mendukung hubungan antar manusia. Sikap deskriptif dapat dilakukan dengan menjelaskan apa yang terjadi, perasaan, dan
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar bagaimana suatu hal terkait dengan pihak lain. Spontanitas membantu menciptakan suasana mendukung. Orang yang spontan dalam berkomunikasi dan berterusterang serta terbuka dalam mengutarakan pikirannya biasanya bereaksi dengan cara yang sama pula (terus terang dan terbuka). Sebaliknya, apabila seseorang menyembunyikan perasaan yang sebenarnya dan mempunyai rencana tersembunyi, maka pihak lain akan bereaksi defensive. Provisional artinya bersikap pentatif dan berpikir terbuka serta bersedia mendengar pandangan yang berlawanan dan bersedia mengubah posisi jika keadaan mengharuskan. Provisional artinya terbuka, dengan kesadaran penuh, serta bersedia mengubah sikap dan pendapat. 4) Sikap Positif Sikap positif dapat dilakukan dengan dua cara, yaiitu menyatakan sikap positif dan secara positif mendukung orang untuk melakukan hubungan antar manusia. Sikap positif mengacu pada dua aspek dari komunikasi interpersonal. Pertama, komunikassi interpesonal terbina jika seseorang memiliki sikap positif terhadap dirinya sendiri. Kedua, perasaan positif sangat pennting untuk melkukan hubungan antar manusia secara efektif. Dorongan (stroking) atau dukungan berkapoitan dengan sikap positif. Perilaku mendukung akan menunjukan penghargaan, keberadaan, dan pentingnya seseorang dalam melakukan hubungan dengan orang lain. Dukungan positif biasanya dilakukan dengan memberi pujian atau penghargaan serta akan mendukung citra pribadi seseoran dan jauh dari rasa kebencian. 5) Kesetaraan Hubungan antarmanusia akan lebih efektif apabila berada dalam suasana setara, artinya harus ada pengakuan secara diam-
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar diam bahwa kedua pihak sama-sama bernilai dan berharga, dan bahwa masing-masing pihak mempunyai sesuatu yang penting untuk disumbangkan. Dalam hubungan antar manusia, kesetaraan akan menghindarkan diri dari ketidak-sependapatan dan konflik. Konflik dianggap sebagai suatu upaya untuk memahami perbedaan. Kesetaraan tidak berarti harus menerima dan menyetujui semua perilaku verbal dan nonverbal orang lain. Kesetaraan berarti menerima pihak lain dan memberikan penghargaan positif secara tidak bersyarat kepada orang lain (Tyastuti, dkk., 2010). D. Konsep Diri Teori Johary Windows Adapun konsep diri menurut Stuart dan Laraia (2001), konsep diri adalah semua nilai, ide, perasaan, pikiran, dan keyakinan yang kuat tentang diri sendiri yang mempengaruhi hubungan dengan orang lain. Sedangkan, Keliat (1992) mengemukakan bahwa konsep diri adalah persepsi individu tentang karakteristik dan kemampuannya, interaksi dengan orang lain dan lingkungannya, serta nilai yang berkaitan dengan pengalaman. MODEL JOHARI WINDOW ( JENDELA JOHARI ) Model jendela Johari (Johari Window) menggambarkan tentang perilaku, pikiran, dan perasaan seseorang melalui gambar berikut :Text Box: JOHARI WINDOWS (Jendela Johari) Diri Terbuka (diketahui diri sendiri dan orang lain) Diri Buta (tidak diketahui diri sendiri, tapi diketahui orang lain) Diri Tersembunyi/Rahasia (diketahui diri sendiri, tapi tidak diketahui orang lain) Diri Gelap (tidak diketahui diri sendiri maupun orang lain) Kuadran 1 (diri terbuka-open) adalah kuadran yang terdiri atas perilaku, pikiran, dan perasaan yang diketahui oleh individu dan
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar orang lain disekitarny. Kuadran 2 (diri buat – blind) disebut kuadran buta karena hanya diketahui oleh orang lain. Kuadran 3 (diri tersembunyi atau rahasia – hidden) disebut rahasia karena hanya diketahui oleh individu tersebut. Kuadran 4 (diri gelap – unknown) disebut kuadran yang tidak diketahui atau gelap karena berisi aspekaspek diri yang tidak diketahui oleh individu tersebut dan orang lain. Tiga prinsip yang dapat diambil dari Johari Window adalah sebagai berikut : a. Perubahan satu kuadran akan mempengaruhi kuadran yang lain. b. Jika kuadran 1 adalah yang paling kecil, berarti komunikasinya buruk atau kesadaran dirinya kurang. c. Kuadran 1 paling besar pada individu yang mempunyai kesadaran diri tinggi. Joseph Luft dan Harrington Ingham mengembangkan konsep Johari Window sebagai perwujudan bagaimana seseorang berhubungan dengan orang lain yang digambarkan sebagai sebuah jendela. ‘Jendela’ tersebut terdiri dari matrik 4 sel, masing-masing sel menunjukkan daerah self (diri) baik yang terbuka maupun yang disembunyikan. Keempat sel tersebut adalah daerah publik, daerah buta, daerah tersembunyi, dan daerah yang tidak disadari. Berikut ini disajikan gambar ke 4 sel tersebut. Johari Window memandang konsep diri sebagai komunikasi yg digunakan dalam kegiatan sehari-hari yg dilaksanakan individu berhubungan erat dengan prilaku itu sendiri. Komunikasi jg berkaitan dengan asumsi manusia. Johari Window memiliki 4 konsep dalam teorinya yang dijabarkan oleh (Romauli, 2013): Open area adalah informasi tentang diri kita yang diketahui oleh orang lain seperti nama, jabatan, pangkat, status perkawinan, lulusan
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar mana, dll. Ketika memulai sebuah hubungan, kita akan menginformasikan sesuatu yang ringan tentang diri kita. Makin lama maka informasi tentang diri kita akan terus bertambah secara vertikal sehingga mengurangi hidden area. Makin besar open area, makin produktif dan menguntungkan hubungan interpersonal kita. Hidden area berisi informasi yang kita tahu tentang diri kita tapi tertutup bagi orang lain. Informasi ini meliputi perhatian kita mengenai atasan, pekerjaan, keuangan, keluarga, kesehatan, dll. Dengan tidak berbagi mengenai hidden area, biasanya akan menjadi penghambat dalam berhubungan. Hal ini akan membuat orang lain miskomunikasi tentang kita, yang kalau dalam hubungan kerja akan mengurangi tingkat kepercayaan orang. Blind area yang menentukan bahwa orang lain sadar akan sesuatu tapi kita tidak. Misalnya bagaimana cara mengurangi gerogi, bagaimana caranya menghadapi dosen A, dll. Sehingga dengan mendapatkan masukan dari orang lain, blind area akan berkurang. Makin kita memahami kekuatan dan kelemahan diri kita yang diketahui orang lain, maka akan bagus dalam bekerja tim. Unknown area adalah informasi yang orang lain dan juga kita tidak mengetahuinya. Sampai kita dapat pengalaman tentang sesuatu hal atau orang lain melihat sesuatu akan diri kita bagaimana kita bertingkah laku atau berperasaan. Misalnya ketika pertama kali seneng sama orang lain selain anggota keluarga kita.
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar BAB III KOMUNIKASI EFEKTIF A. Tujuan Umum Untuk mengetahui dan memahami tentang komunikasi efektif B. Tujuan Khusus 1) Untuk mengetahui dan memahami pengertian komunikasi efektif 2) Untuk mengetahui dan memahami proses komunikasi efektif 3) Untuk mengetahui dan memahami unsur-unsur dalam membangun komunikasi efektif 4) Untuk mengetahui dan memahami prinsip dasar komunikasi efektif 5) Untuk mengetahui dan memahami bentuk komunikasi efektif
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar A. Pengertian Komunikasi efektif Setiap manusia tentunya menginginkan apa yang di komunikasikan dengan orang lain bisa efektif. Adapun pengertian dari komunikasi efektif yaitu komunikasi yang mampu menghasilkan perubahan sikap (attitude change) pada orang yang terlibat dalam komunikasi. Komunikasi efektif memungkinkan seseorang dapat saling bertukar informasi, ide, kepercayaan, perasaan dan sikap antara dua orang atau kelompok yang hasilnya sesuai dengan harapan. Komunikasi efektif adalah komunikasi yang mampu untuk menghasilkan perubahan sikap pada orang yang terlihat dalam komunikasi. Tujuan komunikasi efektif adalah memberi kemudahan dalam memahami pesan yang disampaikan antara pemberi dan penerima sehingga bahasa lebih jelas, lengkap, pengiriman dan umpan balik seimbang, dan melatih menggunakan bahasa nonverbal secara baik. Ada beberapa pendapat para ahli mengenai komunikasi efektif, antara lain: a. Menurut Jalaluddin dalam bukunya Psikologi Komunikasi (2008: 13) menyebutkan, komunikasi yang efektif ditandai dengan adanya pengertian, dapat menimbulkan kesenangan, mempengaruhi sikap, meningkatkan hubungan sosial yang baik, dan pada akhirnya menimbulkan suatu tidakan. b. Johnson, Sutton dan Harris (2001: 81) menunjukkan cara-cara agar komunikasi efektif dapat dicapai. Menurut mereka, komunikasi efektif dapat terjadi melalui atau dengan didukung oleh aktivitas role-playing, diskusi, aktivitas kelompok kecil dan materi-materi pengajaran yang relevan. Meskipun penelitian mereka terfokus pada komunikasi efektif untuk proses belajar-mengajar, hal yang dapat dimengerti di sini adalah bahwa suatu proses komunikasi membutuhkan aktivitas, cara dan sarana lain agar bisa berlangsung dan mencapai hasil yang efektif.
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar c. Menurut Mc. Crosky Larson dan Knapp (2001) mengatakan bahwa komunikasi yang efektif dapat dicapai dengan mengusahakan ketepatan (accuracy) yang paling tinggi derajatnya antara komunikator dan komunikan dalam setiap komunikasi. Komunikasi yang lebih efektif terjadi apabila komunikator dan komunikan terdapat persamaan dalam pengertian, sikap dan bahasa. Tujuan komunikasi efektif adalah memberi kemudahan dalam memahami pesan yang disampaikan antara pemberi dan penerima pesan. Sehingga tercipta feed back yang baik antara pemberi dan penerima pesan (Anggrowati, dkk., 2017). B. Proses Komunikasi Efektif Suksesnya proses komunikasi yang dilakukan sehingga dapat menghasilkan komunikasi yang efektif tentu saja dipengaruhi oleh banyak faktor baik itu faktor komunikator maupun dari komunikan. Faktor akan mempengaruhi antara lain: 1. Pesan yang dirancang dan disampaikan sedemikian rupa, sehingga dapat menarik perhatian komunikan. Untuk meracang suatu pesan yang dapat menarik perhatian ini sebaiknya sebagai komunikator harus mencari tahu dulu karakteristik orang yang akan kita beri pesan. Selain itu komunikator harus mempunyai kemampuan sebagai penyampai pesan yang menarik dan mudah dipahami. 2. Pesan harus menggunakan lambang-lambang tertuju kepada pengalaman yang sama antara komunikator dan komunikan, sehingga sama-sama mengerti. Sebaiknya pesan disampaikan dengan beberapa metode dan tidak hanya secara lisan. Pesan yang disampaikan dengan melibatkan beberapa panca indra misalnya
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar dapat dilihat, didengar, diraba akan lebih mudah dimengerti daripada pesan itu hanya disampaikan secara lisan. 3. Pesan harus membangkitkan kebutuhan pribadi komunikan dan menyarankan beberapa cara untuk memperoleh kebutuhan tersebut. Jadi pesan harus sesuai harapan atau sesuai kebutuhan penerima pesan. Pesan yang disampaikan akan terasa membosankan dan tidak ada arti bagi penerima pesan apabila pesan itu tidak dibutuhkan. 4. Pesan harus menyarankan suatu jalan untuk memperoleh kebutuhan dimana komunikan digerakkan untuk memberikan tanggapan sesuai yang dikehendaki. Solusi pemecahan masalah harus dikemukakan untuk dapat membantu klien keluar dari masalahnya. 5. Pesan yang dirancang dan disampaikan sedemikian rupa, sehingga dapat menarik perhatian komunikan. Untuk meracang suatu pesan yang dapat menarik perhatian ini sebaiknya sebagai komunikator harus mencari tahu dulu karakteristik orang yang akan kita beri pesan. Selain itu komunikator harus mempunyai kemampuan sebagai penyampai pesan yang menarik dan mudah dipahami. Menurut Wahyunigrum (2010) komunikasi dapat dikatakan efektif apabila memenuhi 3 hal berikut: a) Pesan dapat diterima dan dimengerti serta dipahami sebagaimana yang dimaksud oleh pengirimnya. b) Pesan yang disampaikan oleh pengirim dapat disetujui oleh penerima dan tindak lanjuti dengan perbuatan yang diminati oleh pengirim. c) Tidak ada hambatan yang berarti untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk menindak lanjuti pesan yang dikirim. C. Unsur-unsur Komunikasi Efektif
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar Dalam proses komunikasi untuk mendapatkan hasil yang efektif perlu diperhatikan unsur-unsur dari komunikasi, yaitu: 1. Komunikator (pandai menggunakan bahasa, intonasi, simbol dan mimik yang menarik, simpati dan empati dari komunikannya) 2. Pesan (cara penyampaian, isi pesan sesuai dengan kebutuhan dan diminati oleh komunikan) 3. Media (sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan dan sesuai dengan kebutuhan komunikan) 4. Perhatikan gangguan-gangguan yang mungkin akan menghambat proses komunikasi 5. Komunikan (latar belakang dan lain-lain) 6. Pengaruh atau umpan balik (yang diharapkan atau tujuan penyampaian pesan) Keenam unsur komunikasi harus saling berhubungan dalam menyampaikan pesan agar dapat menjadi komunikasi efektif. D. Prinsip Dasar Komunikasi Efektif Komunikasi efektif menurut DKRI (2002) memiliki prinsip diantaranya sebagai berikut: 1. Respect (respek) Respect adalah perasaan positif atau penghormatan diri kepada lawan bicara. Anda menghargai lawan bicara sama halnya menghargai diri sendiri. Prinsip menghormati ini harus selalu anda pegang dalam berkomunikasi. 2. Empaty (empati) Empaty adalah kemampuan untuk menempatkan diri pada situasi atau kondisi yang tengah dihadapi orang lain. Anda mampu merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, sehingga
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar komunikasi akan terjalin dengan baik sesuai dengan kondisi psikologis lawan bicara anda. 3. Audible (dapat didengar) Audible mengandung makna pesan yang harus dapat didengarkan dan dapat dimengerti. Dalam hal ini ada beberapa hal yang harus anda perhatikan, yaitu : a) Pertama, pesan harus mudah dipahami, menggunakan bahasa yang baik dan benar. Hindari bahasa yang tidak dipahami oleh lawan bicara. b) Kedua, sampaikan yang penting.pastikan yang penting. Sederhanakan pesan anda. Langsung saja pada inti persoalan c) Ketiga, gunakan bahasa tubuh anda. Mimik wajah, kontak mata, gerakan tangan dan posisi badan bisa dengan mudah terbaca oleh lawan bicara anda. Tunjukan kesejatian anda dengan mengoptimalkan bahasa tubuh dan pesan. d) Keempat, gunakan ilustrasi atau contoh, karena analogi sangat membantu dalam menyampaikan pesan. 4. Clarity (kejelasan) Clarity adalah kejelasan dari pesan yang kita sampaikan. Salah satu penyebab munculnya salah paham antara satu orang dengan yang lain adalah informasi yang tidak jelas yang mereka terima. 5. Humble (rendah hati) Sikap rendah hati anda rendah diri, rendah hati memberi kesempatan kepada orang lain untuk berbicara terlebih dahulu, dan anda menjadi pendengar yang baik bentuk.
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar E. Bentuk Komunikasi Efektif Kita tidak hanya membahas tentang pengertian dari komunikasi efektif, tetapi disini juga telah dijelaskan bentuk dari komunikasi efektif. Di antaranya sebagai berikut: 1. Komunikasi verbal efektif a) Berlangsung secara timbal balik b) Makna pesan ringkas dan jelas c) Bahasa mudah dipahami d) Cara penyampaian mudah diterima e) Disampaikan secara tulus f) Mempunyai tujuan yang jelas g) Memperlihatkan norma yang berlaku h) Disertai dengan humor 2. Komunikasi Nonverbal Yang perlu diperhatikan dalam berkomunikasi nonverbal adalah: a) Penampilan fisik b) Sikap tubuh dan cara berjalan c) Ekspresi wajah d) Sentuhan Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam komunikasi efektif menurut Uripni, C.L. (2012): 1. Berkomunikasi pada suasana yang menguntungkan 2. Menggunakan bahasa yang mudah ditangkap dan dimengerti 3. Pesan yang disampaikan dapat menggugah perhatian atau minat dipihak komunikan 4. Pesan dapat menggugah dipihak komunikan yang dapat menguntungkannya
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar 5. Pesan dapat menumbuhkan sesuatu penghargaan atau reward dipihak komunikan.
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar BAB IV MEMPRAKTIKAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL TERMASUK KONSELING A.Tujuan Umum Untuk mengetahui dan mampu mempraktikan komunikasi interpersonal termasuk konseling. B.Tujuan Khusus 1) Untuk mengetahui dan memahami pengertian komunikasi interpersonal dan konseling 2) Untuk mengetahui dan memahami faktor penghambat komunikasi interpersonal dan konseling 3) Untuk mengetahui dan memahami pengaruh pemahaman diri terhadap komunikasi interpersonal dan konseling
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar A. Pengertian Komunikasi Interpersonal dan Konseling Komunikasi interpersonal merupakan inti dari semua hubungan antara manusia. Berikut adalah beberapa pendapat para ahli tentang pengertian komunikasi interpersonal: 1) Komunikasi Interpersonal adalah komunikasi yang dilakukan oleh 2 atau 3 orang dengan jarak fisik diantara mereka yang sangat dekat, bertatap muka atau bermedia dengan sifat umpan balik yang berlangsung cepat, adaptasi pasien bersifat khusus serta memiliki tujuan/maksud komunikasi tidak berstruktur (Liliweri, 2007). 2) Komunikasi Interpersonal adalah pertukaran informasi, perasaan atau pemikiran antar manusia (individu) secara tatap muka (face to face), individu dengan individu (person to person), verbal nonverbal (Depkes RI, 2002). 3) Komunikasi interpersonal adalah interaksi orang ke orang, dua arah, verbal dan non verbal (Saraswati dan Tarigan, 2002). Komunikasi dapat didefinisikan sebagai penyampaian informasi antara dua orang atau lebih. Komunikasi merupakan suatu proses yang vital dalam organisasi karena komunikasi diperlukan bagi efektivitas kepemimpinan, perencanaan, pengendalian, koordinasi, latihan, manajemen konfilk, serta proses-proses organisasi lainnya. Komunikasi interpersonal biasanya didefinisikan oleh komunikasi ulama dalam berbagai cara, biasanya menggambarkan peserta yang tergantung pada satu sama lain dan memiliki sejarah bersama. Hal ini dapat melibatkan satu pada satu percakapan atau individu berinteraksi dengan banyak orang dalam masyarakat. Ini membantu kita memahami bagaimana dan mengapa orang berperilaku dan berkomunikasi dengan cara yang berbeda untuk membangun dan menegosiasikan realitas sosial. Sementara komunikasi interpersonal
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar dapat didefinisikan sebagai area sendiri studi, itu juga terjadi dalam konteks lain seperti kelompok dan organisasi. Komunikasi interpersonal adalah termasuk pesan pengiriman dan penerimaan pesan antara dua atau lebih individu. Hal ini dapat mencakup semua aspek komunikasi seperti mendengarkan, membujuk, menegaskan, komunikasi nonverbal, dan banyak lagi. Sebuah konsep utama komunikasi interpersonal terlihat pada tindakan komunikatif ketika ada individu yang terlibat tidak seperti bidang komunikasi seperti interaksi kelompok, mungkin ada sejumlah besar individu yang terlibat dalam tindak komunikatif menyatakan: “komunikasi antarpribadi (interpersonal communication) adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal ataupun nonverbal” (Mulyana, 2005: 73). Individu juga berkomunikasi pada tingkat interpersonal berbeda tergantung pada siapa mereka terlibat dalam komunikasi. Sebagai contoh, jika seseorang berkomunikasi dengan anggota keluarga, bahwa komunikasi akan lebih dari mungkin berbeda dari jenis komunikasi yang digunakan ketika terlibat dalam tindakan komunikatif dengan teman atau penting lainnya. Secara keseluruhan, komunikasi interpersonal dapat dilakukan dengan baik dan tidak langsung media komunikasi langsung seperti tatap muka interaksi, serta komputer-mediated-komunikasi. Sukses mengasumsikan bahwa baik pengirim pesan dan penerima pesan akan menafsirkan dan memahami pesan-pesan yang dikirim pada tingkat mengerti makna dan implikasi. Tujuan komunikasi boleh jadi memberikan keterangan tentang sesuatu kepada penerima, mempengaruhi sikap penerima, memberikan dukungan psikologis kepada penerima, atau
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar mempengaruhi penerima. Komunikasi dapat didefinisikan sebagai penyampaina informasi antara dua orang atau lebih. Komunikasi merupakan suatu proses yanh vital dalam organisasi karena komunikasi diperlukan bagi efektivitas kepemimpinan, perencanaan, pengendalian, koordinasi, latihan, manajemen konfilk, serta proses-proses organisasi lainnya. Komunikasi interpersonal biasanya didefinisikan oleh komunikasi ulama dalam berbagai cara, biasanya menggambarkan peserta yang tergantung pada satu sama lain dan memiliki sejarah bersama. Hal ini dapat melibatkan satu pada satu percakapan atau individu berinteraksi dengan banyak orang dalam masyarakat. Ini membantu kita memahami bagaimana dan mengapa orang berperilaku dan berkomunikasi dengan cara yang berbeda untuk membangun dan menegosiasikan realitas sosial. Sementara komunikasi interpersonal dapat didefinisikan sebagai area sendiri studi, itu juga terjadi dalam konteks lain seperti kelompok dan organisasi. Komunikasi interpersonal adalah termasuk pesan pengiriman dan penerimaan pesan antara dua atau lebih individu. Hal ini dapat mencakup semua aspek komunikasi seperti mendengarkan, membujuk, menegaskan, komunikasi nonverbal, dan banyak lagi. Sebuah konsep utama komunikasi interpersonal terlihat pada tindakan komunikatif ketika ada individu yang terlibat tidak seperti bidang komunikasi seperti interaksi kelompok, mungkin ada sejumlah besar individu yang terlibat dalam tindak komunikatif dan menyatakan “komunikasi antarpribadi (interpersonal communication) adalah komunikasi antara orangorang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal ataupun nonverbal” (Mulyana, 2005: 73). Secara garis besar komunikasi interpersonal dapat disimpulkan sebagai proses tatapan muka penyampaian informasi dan saling pengertian antara dua atau lebih individu. Sedangkan konseling adalah proses pemberian informasi objektif dan lengkap, dilakukan secara sistematik dengan paduan keterampilan komunikasi interpersonal, teknik bimbingan dan penguasa pengetahuan klinik, bertujuan untuk membantu seseorang mengenali kondisinya saat ini, masalah yang sedang dihadapi dan menentukan jalan keluar atau upaya untuk mengatasi masalah tersebut (Saifudin, Abdul Bari., 2001: 39). Konseling adalah sebagai hubungan timbal balik antara dua individu, yaitu antara seorang (yaitu konselor) berusaha membantu yang lain (yaitu klien) untuk mencapai pengertian tentang dirinya sendiri dalam hubungan dengan masalah-masalah yang dihadapi pada waktu yang akan datang (Rochman Natawidjaja, 1987: 32). Konseling adalah proses pemberian bantuan seseorang kepada orang lain dalam membuat suatu keputusan atau memecahkan suatu melalui pemahaman terhadap fakta-fakta, harapan, kebutuhan dan perasaan-perasaan klien (Saraswati dan Tarigan, 2002). Proses konseling menggambarkan adanya kerjasama antar bidan selaku konselor dengan klien dalam mencari tahu tentang masalah yang dihadapi klien. Proses ini memerlukan keterbukaan dari klien dan bidan agar mencapai jalan keluar pemecahan masalah klien. Manfaat konseling adalah meningkatkan kemampuan klien dalam mengenal masalah, merumuskan alternatif, memecahkan masalah dan memiliki pengalaman dalam pemecahan masalah secara mandiri.