Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar A. Pengertian Proses pengambilan keputusan bisa juga diartikan sebagai pemilihan alternatif terbaik dari beberapa pilihan alternatif yang tersedia. Proses pengambilan keputusan merupakan bagian dasar dan integral dalam praktik suatu profesi dan keberadaanya sangat penting karena akan menentukan tindakan selanjutnya. Menurut Terry, pengambilan keputusan adalah memilih alternatif yang ada. Sedangkan pengambilan keputusan klinis yang dibuat oleh seorang tenaga kesehatan sangat menentukan kualitas pelayanan kesehatan. Pengambilan keputusan klinis dapat terjadi mengikuti suatu proses yang sistematis, logis, dan jelas. Proses pengambilan keputusan klinis dapat dijelaskan, diajarkan, dan dipraktikkan secara gamblang. Kemampuan ini tidak hanya tergantung pada pengumpulan informasi, tetapi tergantung juga pada kemampuan untuk menyusun, menafsirkan, dan mengambil tindakan atas dasar informasi yang didapat saat pengkajian. Kemampuan dalam pengambilan keputusan klinis sangat tergantung pada pengalaman, pengetahuan, dan latihan/praktik. Beberapa faktor ini nantinya akan sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan klinis yang dibuat sehingga menentukan tepat tidaknya tindakan yang petugas kesehatan berikan pada klien (Deddy Mulyana, 2005). B. Teori-Teori Pengambilan Keputusan Akhir dari proses konseling akan menemukan titik permasalahan dan mempertimbangkan pengambilan keputusan yang tidak merugikan pihak manapun. Sehingga menurut Suryani (2005), hadirlah berbagai teori dalam pengambilan keputusan di antaranya:
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar 1. Teori Utilitarisme Ketika keputusan diambil, memaksimalkan kesenangan, meminimalkan ketidaksenangan. Kebenaran ataupun kesalahan tindakan semata-mata berdasar pada konsekuensi dari perbuatan itu. Prinsip dari teori ini adalah kegunaan, bahwa tindakan moral yang benar adalah tindakan yang menghasilkan hasil terbaik sebagai penentu perspektif. Ini memberi hasil yang seimbang pada setiap kelompok. Contohnya: pembunuhan, aborsi ataupun infanticide, mungkin disebarkan jika dalam kondisi tertentu. 2. Teori Deontology Menurut Kant, sesuatu dikatakan baik bila bertindak baik. Nilai dari teori Deontology adalah mengingatkan kita pentingnya rasional dalam pertimbangan dan standar moral bebas dari konsekuensi. Contoh: bila berjanji ditepati, bila pinjam harus dikembalikan 3. Teori Hedonisme Menurut Aristippos, sesuai kodratnya, setiap manusia mencari kesenangan dan menghindari ketidaksenangan. Menurut kodratnya, setiap manusia mencari kesenangan. Kesenangan disini tidak hanya inderawi tapi juga bebas dari nyeri dan keresahan jiwa. Tujuan akhir manusia adalah kesenangan. Baik akan meningkatkan kesenangan, sedangkan jahat mengurangi kesenangan. 4. Teori Eudemonisme Menurut Filsuf Yunani Aristoteles, dalam setiap kegiatannya manusia mengejar suatu tujuan, ingin mencapai sesuatu yang baik bagi dirinya. Setiap kegiatan, manusia mengejar tujuan, dan tujuan akhir manusia adalah kebahagiaan.
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar 5. Teori Kebaikan Teori kebaikan berisi gagasan bahwa kebenaran atau kesalahan dari tindakan didasari dari motif seseorang melakukan tindakan. Kebaikan yang dibahas mengacu pada kemampuan untuk mencapai moral dan sifat yang baik yaitu moral yang bernilai seperti kejujuran, integritas lemah lembut serta ketajaman. C. Model Pengambilan Keputusan Adapun model pengambilan keputusan keputusan yang baik adalah yang berdasarkan kepentingan klien dan pada saat yang bersamaan juga menunjukkan integritas orang-orang yang terlibat. Bidan mempunyai kewajiban moral terhadap klien mereka, terhadap pimpinan mereka, dan kepada penyedia pelayanan primer, sehingga bidan harus menentukan faktor tantangan ketika membuat keputusan. Tanggung jawab logika etika adalah rasional dan sistemik. Ini harus berdasarkan pada prinsip etika dan kode etik dari pada emosi, intuisi, kebijakan yang telah ada atau preseden. Ada beberapa model pengambilan keputusan ketika bidan akan memutuskan suatu masalah klien. 1. Model Thompson and Thompson Menurut Thompson and Thompson (1985), dalam pengambilan keputusan suatu masalah harus memenuhi prinsip-prinsip seperti di bawah ini: a. Identifikasi aspek moral dari pelayanan kebidanan b. Kumpulkan fakta relevan sehubungan dengan isu moral c. Klarifikasi dan terapkan nilai personal d. Pahami teori dan prinsip etika e. Gunakan sumber komponen interdisiplin f. Ajukan alternatif tindakan
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar g. Terapkan kode etik untuk membantu mengarahkan tindakan h. Partisipasi aktif dalam memecahkan isu i. Terapkan hukum dan peraturan perundang-undangan yang ada j. Evaluasi tindakan yang telah ditentukan 2. Model Cassells and Redman Bidan dalam pengambilan keputusan juga bisa menggunakan langkah seperti berikut ini: a. Identifikasi aspek moral dari pelayanan kebidanan b. Kumpulkan fakta relevan sehubungan dengan isu moral. c. Klarifikasi dan teraspkan nilai personal d. Pahami teori dan prinsip etika e. Gunakan sumber komponen interdisiplin f. Ajukan alternatif tindakan. g. Terapkan kode etik untuk membantu mengarahkan tindakan. h. Partisipasi aktif dalam memecahkan isu i. Terapkan hukum dan peraturan perundang-undangan yang ada j. Evalusi tindakan yang telah ditentukan. 3. Model Single Pada model ini, dalam pemecahan masalah melalui 6 tahapan, yaitu: a. Clearly state the problem (menyatakan masalah dengan jelas/tepat) b. Get the facts (mencari fakta) c. Consider the four priinciples (mempertimbangkan 4 prinsip) dalam prinsip etika yaitu otonomi, benefisien, non-malefisien dan keadilan. d. Identify ethical conflicts (identiikasi konflik etika) e. Consider the law (mempertimbangkan hukum) f. Making the ethical decision (membuat keputusan etik).
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar 4. Moral “Model” Model yang dikembangkan oleh Halloran dan diberkenalkan di Amerika Utara yang digunakan untuk mendisiplinkan dalam kelompok pengambilan keputusan. 5. Pendekatan Tradisional dalam Pengambilan Keputusan Pendekatan yang biasanya bidan atau tenaga kesehatan gunakan dalam penerapan pengabilan keputusan, di antaranya: a. Mengenal dan mengidentifikasi masalah. b. Menegaskan masalah dengan menunjukan hubungan antara masa lalu dan sekarang. c. Memperjelas hasil prioritas yang ingin dicapai. d. Mempertimbangkan pilihan yang ada. e. Mengevaluasi pilihan tersebut. f. Memilih solusi dan menetapkan atau melaksanakannya. 6. Proses Untuk Memecahkan Masalah Etika Mendapatkan solusi dari masalah yang dialami oleh pasien, tentunya hal yang menjadi prioritas pertama bagi bidan atau tenaga kesehatan. Dalam pemecahan masalah terkait dengan nilai etika, Juliane (2010) memaparkan beberapa proses, di antaranya: a. Kenali dilema etika b. Kumpulkan informasi yang faktual dan relevan c. Klarifikasi kontek individu dari dilema etika d. Identifikasi dan klarifikasi konsep etika e. Bangun dan evaluasi argumen untuk tiap isu f. Buat keputusan/tindakan.
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar LATIHAN SOAL KASUS PETUNJUK SOAL. 1. Bacalah soal dengan cermat. 2. Saudara harus menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan kehamilan 3. Pilihlah salah satu jawaban yang anda anggap paling benar dengan memberi tanda silang (X) pada huruf A, B, C, D dan E pada lembar jawaban yang sudah disediakan. Seorang perempuan berumur 27 tahun datang kebidan praktek swasta, untuk melakukan pemeriksaan kehamilannya, ini kehamilan yang pertamanya dan sudah menikah selama 2 tahun dan tidak pernah melakukan pemeriksaan kehamilan sebelumnya sampai umur kehamilannya sekarang yang sudah 36 minggu. Ibu ini datang dengan keluhan bayinya tidak bergerak selama satu hari dan merasa cemas tentang keadaan bayinya. 1. Dari kasus di atas yang dimaksud dengan “komunikasi efektif bidanpasien” adalah....
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar a. Hubungan yang berlangsung antara bidan dengan pasiennya selama proses pemeriksaan/pengobatan/perawatan yang terjadi di ruang praktik perorangan/poliklinik, rumah sakit, dan puskesmas dalam rangka membantu menyelesaikan masalah kesehatan pasien. b. Pengembangan hubungan bidan secara efektif yang berlangsung secara efisien, dengan tujuan utama penyampaian informasi dalam rangka membangun kerja sama antara bidan dengan pasien c. Pengetahuan dan keterampilan mengenai komunikasi yang mengikuti langkah-langkah komunikasi, mulai dari memberi perhatian sampai menyimpulkan hasilnya. d. Konsultasi masalah kesehatan antara bidan dan pasien yang dapat menghasilkan satu kesimpulan e. Konsultasi masalah kesehatan antara bidan dan pasien Hubungan antara klien dan bidan hanya sebatas pemebrian konseling saja. Seorang ibu datang kebidan praktek swasta bersama suaminya, hamil anak kedua dan memiliki riwayat abortus sebelumnya, umur kehamilannya sekarang sudah 37 minggu 2 hari, keluhan yang dirasakan sakit perut tembus belakang dan sudah ada pelepasan lendir darah sejak 2 hari yang lalu, KU lemah, TD 90/60, nadi 100x/mnt, suhu 37ºC, Pernapasan 24x/mnt, suami klien merasa panik dan memukul meja meminta bidan untuk merujuk istinya ke rumah sakit secepatnya. 2. Dari kasus diatas perbuatan atau tingkah laku yang ditunjukkan oleh suaminya melalui bahasa atau kata-kata dan dicerminkan dengan intonasi, kecepatan bicara merupakan? a. Pengamatan objektif b. Penafsiran c. Tingkah laku verbal
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar d. Tingkah laku non verbal e. Tingkah laku verbal dan non verbal Pasangan suami istri datang ke puskesmas terdekat untuk memeriksa kandungan sang istri. Istri pak Suwarto sedang hamil anak pertama dan berusia 5 bulan dan tiba di puskesmas pasutri tersebut disambut dengan baik oleh bidan. Kemudian terjadi percakapan antara istri dengan bidan tersebut tentang masalah yang dialami Pasutri tersbut? 3. Jenis komunikasi dan konseling mengenai apakah yang terjadi pada kasus diatas? a. Konseling tanda kehamilan b. Konseling istri pak Suwarto c. Konseling memeriksa kandungan d. Konseling Pra nikah e. Konseling ibu hamil Seorang perempuan bekerja sebagai manager disalah satu hotel ternama di Samarinda yang berusia 27 tahun datang dengan keluhan ingin mengganti alat kontrasepsi dengan tujuan ingin menunda kehamilan (mengatur jarak usia anak). Ibu tersebut mempunyai 1 orang anak yang berusia 1 tahun dengan riwayat kehamilan. 4. Konseling apakah yang terjadi pada kasus di atas? a. Mengganti KB alat kontrasepsi b. Mengubah keinginan untuk berhenti ber KB c. Mengeluh karena KB d. Merasa sedih dengan KB tersebut e. Tetap menggunakan KB yang sekarang
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar Sebelum memeriksa pasien dan melakukan pengobatan terhadap pasien tenaga medis harus memberikan: pengertian pertanyaan yang diajukan adalah diagnosis yang tepat, memberikan informasi mengenai keadaan pasien, menggunakan bahasa yang sederhana, tidak menutupi informasi. 5. Termasuk kasus apakah yang terjadi di atas? a. Konseling antara klien dan konselor b. Langkah seorang kesehatan berkomunikasi c. Komunikasi efektif sebelum melakukan pengobatan d. Komunikasi yang edukatif e. Komunikasi kooperatif Seorang suami datang ke puskesmas untuk memeriksa bagian matanya yang mengalami kesakitan. Lalu konselor melayani klien yaitu pak Ridwan tersebut dengan cara memberi penjelasan, misalnya memberi salap mata, lalu mencontohkan cara pemberian salap pada mata, lalu mencontohkan cara pemberian salap mata yang mengalami kesakitan dan memberi kesempatan kepada pak Ridwan untuk mempraktikkan yang telah diajarkan konselor. 6. Termasuk Kasus apakah di atas? a. Komunikasi efektif konselor dengan klien b. Bimbingan perawatan mata c. Penerapan dan pengobatan d. Pencegahan penyakit mata e. Langkah dasar memberikan nasehat atau penyuluhan pada klien Seorang perempuan berumur 35 tahun datang ke klinik perempuan tersebut. Memiliki masalah tentang KB yang ingin dipakainya. Dia bingung KB apa yang cocok untuk dirinya karena belakangan ini banyak KB yang memiliki efek samping yang luar biasa.
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar 7. Bagaimana cara konselor menyikapi kasus pada perempuan tersebut? a. Menyuruhnya untuk mengganti KB b. Menyarankan untuk meminum pil KB c. Melakukan suntik KB 1 bulan d. Menyarankan agar tidak melakukan KB e. Melakukan komunikasi efektif Di dalam suatu kelompok yang sedang melakukan kerjasama ada seorang teman kelompoknya tidak aktif dalam melakukan kerjasama bersama teman kelompoknya yang lain 8. Apakah solusi yang anda lakukan kepada teman kelompok yang tidak ikut bekerja sama… a. Mengeluarkannya dari kelompok b. Memarahinya c. Tidak mengannggapnya sebagai teman lagi d. Tidak menulis namanya di dalam kelompok e. Bertanya kepadanya “apa yang sedang kepada anda sehingga tidak mengikuti kerjasama dalam kelompok. Seorang siswi SMP berinisial MR menjadi korban pengoroyokan oleh siswi Smp dari sekolah yang berbeda di Palopo. Kasus ini berawal dari masalah sindir-menyindir di facebook. Siswi SMP yang dikeroyok mengalami sejumlah luka di tubuhnya. Akibatnya siswi tersebut harus menjalani perawatan di rumah sakit. Dari contoh di atas seorang siswi tersebut pasti akan mengalami gangguan pada mentalnya. 9. Cara apakah yang digunakan Konselor untuk menyelesaikan kasus tersebut? a. Komunikasi verbal b. Komunikasi non verbal
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar c. Komunikasi efektif d. Komunikasi rasional e. Komunikasi teraupetik Seorang perempuan di puskesmas dengan kondisi pusing, mual-mual, lemas. Perempuan tersebut sedang hamil 2 bulan dan ini merupakan kehamilan pertama baginya. Perempuan tersebut datang berkonsultasi dengan bidan mengapa dia sering mengalami pusing disertai mual-mual di kehamilan pertamanya. 10. Apakah respon bidan/konselor terhadap perempuan tersebut? a. Konselor merespon dengan cara “ini adalah hal yang wajar dan umum terjadi kepada ibu yang sedang mengalami kehamilan pertama b. Mengabaikan perempuan tersebut c. Menyuruhnya untuk pulang d. Tidak melayani/meresponnya e. Menyuruh perempuan tersebut untuk meminum obat mual Seorang perempuan berumur 38 tahun memiliki 5 anak dengan riwayat keguguran 2 kali. Datang ke bidan praktik swasta untuk menjadi akseptor KB. Seorang wanita ini bingung ingin memilih KB yang dianggap paling cocok untuknya, karena takut hamil kembali. 11. Sikap bidan sebagai konselor dalam membantu klien untuk memilih dan memutuskan jenis kontrasepsi yang benar yaitu? a. Langsung memberi klien jenis suntikan KB. b. Menyiapkan beberapa jenis kontrasepsi dan menjelaskan efek sampingnya. c. Menyuruh klien memilih jenis KB yang harganya mahal. d. Menyarankan klien memilih jenis KB pil saja
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar e. menyarankan klien memilih kontrasepsi hormonal. Seorang perempuan nonverbal berumur 29 tahun, datang ke bidan praktik untuk konsultasi mengenai pemakaian susuk KB yang sudah terpasang selama 3 tahun. Selama pemakaian pertama klien merasa nyaman, tetapi setelah 2 bulan terakhir ini klien merasa sering nyeri pada daerah yang terpasang susuk. Klien merasa bingung dan ingin melepas susuk tersebut tapi disisi lain klien juga merasa khawatir jika melepas susuk tersebut akan hamil lagi. 12. Bentuk komunikasi nonverbal yang ditunjukkan oleh bidan dalam kasus diatas, agar klien mengerti tentang letak susuk dan posisi nyeri yang dialami ibu adalah kecuali? a. Bahasa Tubuh b. Tanda c. Tindakan/Perbuatan d. Perkataan secara tertulis e. Kode Seorang perempuan berumur 27 tahun datang ke bidan praktik swasta untuk melakukan pemeriksaan kehamilannya, ini kehamilan pertamanya dan sudah menikah sudah selama 2 tahun dan tidak pernah melakukan pemeriksaan kehamilan sebelumnya sampai umur kehamilannya sekarang yang sudah 36 minggu. Ibu ini datang dengan keluhan bayinya tidak bergerak selama satu hari dan merasa cemas tentang keadaan bayinya. 13. Berikut ini yang tidak merupakan contoh hasil komunikasi efektif adalah…. a. Pasien merasa bidan menjelaskan keadaan sesuai tujuan pengobatannya.
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar b. Pasien merasa bidan mendengar keluahannya dan mau memahami keterbatasan kemampuannya dan bersama mencari alternative sesuai kondisi dan situasinya, dengan segala konsekuensinya. c. Pasien mau bekerja sama dengan bidan dalam menjalankan upaya pengobatan. d. Pasien merasa dirinya kurang puas dengan pelayanan yang bidan berikan, dan memilih untuk berobat ke dokter. e. Pasien memutuskan untuk pergi ke pengobatan alternatif atau komplementer atau menyembuhkan sendiri. Seorang perempuan datang ke bidan praktik swasta bersama suaminya. Ibu itu sedang hamil anak kedua dan memiliki riwayat abortus sebelumnya, umur kehamilannya sekarang sudah memasuki usia 37 minggu 2 hari, keluhan yang dirasakan sakit perut tembus belakang dan sudah ada pelepasan lender darah sejak dua hari yang lalu, KU lemah, TD 90/60, nadi 100x/menit, suami klien merasa panik dan memukul meja meminta bidan untuk merujuk istrinya ke rumah sakit secepatnya 14. Kepekaan dalam observasi bidan terhadap kejadian diatas merupakan hal yang paling mendasar dalam membina? a. Komunikasi Bijaksana b. Komunikasi Efektif c. Komunikasi Terpadu d. Komunikasi Teraupetik e. Komunikasi Interpersonal Seorang ibu datang ke bidan praktek swasta bersama suaminya hamil anak kedua dan memiliki riwayat abortus sebelumnya umur kehamilannya sekarang sudah 37 minggu 2 hari keluhan yang dirasakan sakit perut tembus belakang dan sudah ada pelepasan lendir darah sejak 2 hari yang
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar lalu, KU lemah, TD 90/60, nadi 100 kali/menit, suhu 37C, pernafasan 24 kali permenit, suami klien panik dan memukul meja meminta bidan untuk merujuk istrinya ke rumah sakit secepatnya. 15. Dari kasus diatas perbuatan atau tigkah laku yang ditunjukkan suaminya melalui bahasa atau kata-kata dan dicerminkan dengan intonasi, kecepatan bicara merupakan... a. Pengamatan objektif b. Penafsiran c. Tingkah laku verbal d. Tingkah laku non verbal e. Tingkah laku verbal dan non verbal Seorang wanita berumur 28 tahun memiliki anak 5, riwayat keguguran 2 kali datang kebidan praktik swasta untuk menjadi akseptor KB, wanita ini bingung ingin memilih KB yang dianggap paling cocok untuknya, karena takut hamil kembali. 16. Sikap bidan sebagai konselor dalam membantu klien untuk memilih dan memutuskan jenis kontrasepsi yang benar adalah... a. Langsung memberi klien jenis suntikan KB b. Menyiapkan beberapa jenis kontrasepsi dan menjelaskan efek sampingnya c. Menyuruh klien memilih jenis KB yang harganya mahal d. Menyarankan klien untuk KB pil saja e. Menyarankan klien memilih kontrasepsi hormonal Seorang perempuan umur 17 tahun baru menikah satu bulan bersama suaminya datang kebidan bermaksud menunda kehamilan 6 bulan dengan ikut KB saat ini Ny. S haid hari ke 4
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar 17. Untuk menentukan alakon pasangan tersebut bidan perlu melakukan konseling tentang? a. Cara kerja alat kontrasepsi b. Efek samping alat kontrasepsi c. Lama menggunakan alat kontrasepsi d. Pemasangan alat kontrasepsi e. Macam-macam alat kontrasepsi Seorang perempuan usia 35 tahun sudah memiliki 2 orang anak, 3 tahun dan 1 tahun datang ke puskesmas untuk ber KB hasil pengkajian pasien belum pernah ber KB pada dokumentasi bidan menggaris bawahi usia pasien 18. Apakah alasan bidan menganggap usia penting di perhatikan pada kasus tersebut.... a. Usia 35 tahunan batas resiko b. Pasien terlambat ber KB c. Pasien belum pernah ber KB d. Karena pasien sudah memiliki 2 anak e. Untuk penentuan alternatif KB yang dipilih
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar KUNCI JAWABAN NO KET NO KET 1 B 11 B 2 C 12 D 3 E 13 E 4 A 14 B 5 C 15 C 6 E 16 B 7 E 17 E 8 E 18 E 9 E 10 A
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar DAFTAR PUSTAKA 1. Anggorowati, Rokhmah, A.N. 2017. “Komunikasi Efektif Dalam Praktek Kolaborasi Interprofesi Sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Pelayanan”. Journal of Health Studies. 1(1). 65-71. 2. Dalami. 2012. Komunikasi dan Konseling Dalam Praktik Kebidanan. Jakarta: Trans Info Media. 3. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2002. Komunikasi Efektif. Jakarta: Depkes RI 4. Deddy Mulyana. 2005. Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya 5. Fitramaya, Uripmi. 2003. Komunikasi Kebidanan. Jakarta: EGC. 6. IBI, 2003. 9 Modul Kebidanan (Modul Pelatihan Konseling Bagi Bidan Pada Klinik IBI).Jakarta 7. Jalaludin Rakhmat. 1994. Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya. 8. K.M., Rochmah. 2002. Komunikasi & Konseling dalam Asuhan Kebidanan. Jakarta : EGC 9. Lindawati, Rita Dwi. 2014. “Komunikasi Intrapersonal Sebagai Pondasi Komunikasi Interpersonal” (Online) http://www.bppk.kemenkeu.go.id/publikasi/artikel/148-artikelbea-dan-cukai/19683komunikasi-intrapersonal-sebagai-pondasikomunikasi-interpersonal. (diakses 18 Maret 2016).
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar 10. Lestari, A. 2010. Buku Saku Kominikasi Dan Konseling Dalam Praktik Kebidanan. Jakarta: Trans Info Media. 11. M.Taufik Juliane. 2010. Komunikasi Terapeutik Dan Konseling Dalam Praktik kebidanan. Jakarta selatan: Salemba Medika 12. MNH. 2002. Bab Pelatihan Keterampilan Komunikasi Interpersonal/konseling. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. 13. Nurmala, Rina, Syarif Maulana & Arie Prasetio. 2016. Komunikasi Verbal dan Nonverbal Dalam Proses Kegiatan Belajar Mengajar, jurnal . Universitas Telkom, Fakultas Komunikasi dan Bisnis. Vol.3 No.1 April 2016, https://repository.telkomuniversity.ac.id/pustaka/files/107361/jurn al_eproc/komunikasi-verbal-dan-nonverbal-dalam-proseskegiatanbelajar-mengajar-studi-kasus-padaproses-kegiatanbelajarmengajardi-rumah-bintang-gangnangkasuniwastukencana-bandung. 14. Priyanto, A. 2009. Komunikasi dan Konseling: Aplikasi dalam Sarana Pelayanan kesehatan untuk Perawat dan Bidan. Jakarta: Salemba Medika 15. Rakhmat, Jalaudin.1966.Psikologi Komunikasi.Bandung:Remaja Rosdakarya. 16. Muhammad, Arni. 1995. Komunikasi Organisasi. Jakarta: Bumi Aksara. 17. Romauli, Suryati. 2013. Komuniksi Kebidanan. Jakarta: Trans Info Media 18. Romlah, Tatiek. 2016. Teori dan Praktik Bimbingan Kelompok. Malang 19. Sunarni Neli, D Tina, Judistiani, dkk. 2016. “Hubungan Keterampilan Komunikasi Interpersonal dan Konseling oleh Mahasiswa Kebidanan dengan Kepuasan Klien di Bidan Praktik Mandiri”. Jurnal IJEMC. 3(2). 20. S Astrid. 1977. Komunikasi Dalam Teori Dan Praktek. Bandung : Binacipta
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar 21. Suryani. 2005. Komunikasi Terapeutik: Teori dan Praktik. Jakarta: EGC 22. Tyastuti, S., Kusmiyati, Y., & Handayani, S. 2010. Komunikasi dan Konseling dalam Pelayanan Kebidanan. Yogyakarta: 23. Uripni, C.L. 2012. Komunikasi Kebidanan. Jakarta: EGC. 24. Wiryanto, DR., 2006. Pengantar Ilmu Komunikasi. Cetakan Ketiga. Jakarta: PT Grasindo. 25. Wahyunigrum, Ema dan Yogi Andhi Lestari. 2010. Buku Saku Komunikasi dan Konseling Dalam Praktik Kebidanan. Jakarta : Trans Info Media. 26. Wulandari. 2009. Komunikasi dan Konseling dalam Praktik Kebidanan. Yogyakarta: Nuha Medika. 27. Yulifah & Yuswanto, Y. 2009. Komunikasi dan Konseling Dalam Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar TENTANG PENULIS Israini Suriati, S.ST., M.Keb. Lahir di Cilellang, 20 Februari 1989. Merupakan dosen Prodi DIII Kebidanan Universitas Muhammadiyah Palopo. Penulis saat ini tinggal di Lorong Toangkajang, Desa Saluparemang Selatan, RT. 01 RW. 01. Kec. Kamanre, Kab. Luwu, Sul-Sel. Penulis menempuh pendidikan formal di SD Negeri 249 Turangan Datu (996-2001), SLTP Negeri 1, Cilallang (2001 – 2004), SMA Neg.1 Belopa (2004-2007), D-3 Kebidanan AKBID Muhammadiyah Palopo (2007 – 2010), D-4 Bidan Pendidik STIKES Mega Buana , Palopo ( 2010 – 2011). Pada tahun 2012 penulis menjadi Laboran AKBID Muhammadiyah Palopo hingga tahun 2016. Pada tahun 2016, penulis melanjutkan Studi Magister Ilmu Kebidanan di Universitas Hasanuddin Makassar dan lulus pada tahun 2018. Pernah menjabat Sekretaris UPM AKBID Muh.Palopo pada tahun 2017-2019. Penulis menjabat sebagai sekretaris LPM UM Palopo pada tahun 2019 hingga sekarang. Pengalaman Organisasi penulis, sejak 2011- sekarang telah terdaftar sebagai anggota IBI (Ikatan Bidan Indonesia) Cab. Kota Palopo. Tahun 2010 hingga 2014 penulis masuk di divisi kesehatan PD. Nasiyatul Aisyiyah, kemudian di tahun 2014-2018 sebagai Anggota Majelis Kesehatan PD. Aisyiyah Kota Palopo Penulis sering mengikuti pelatihan-pelatihan yaitu Pelatihan Perseptor / Mentor Clinical Instructur (CI), Palopo, Workshop Nasional Peningkatan Mutu Dosen Dalam Penyusunan Proposal Penelitian Program Riset Terapan di Makassar. Pelatihan Kegawatdaruratan dan Resusitasi di
Bahan Ajar Komunikasi Dalam Praktik Kebidanan Israini Suriati.& Yusnidar Palopo. Penerapan Standar Asuhan Kebidanan di Makassar. Metodologi Penelitian di Palopo. Pelatihan dasar etik peneitian kesehatan dan cara uji klinik yang baik, UNHAS di Makassar. Penulisan Proposal Penelitian KEMENRISTEK DIKTI. Untuk menghubungi penulis dapat melai alamat Email [email protected]. Yusnidar, S.ST., M.Keb, lahir di Kandoa, 12 Februari 1990. Merupakan dosen Prodi DIII Kebidanan Universitas Muhammadiyah Palopo. Penulis saat ini tinggal Dsn. Malenggang, RT/RW 002/001, Desa Puty, Kec. Bua, Kab. Luwu, Sulsel. Penulis menempuh pendidikan formal di SDN 63 Kandoa (1996-2002), SMP Negeri 2 Bua (2002 – 2005), SMAN 1 Bua (2005- 2008), D-3 Kebidanan AKBID Muhammadiyah Palopo (2008 –2011), D4 Bidan Pendidik Stikes Mega Reski Makassar (2013 – 2014). S2 Kebidanan Universitas Hasanuddin (2016-2018). Pada tahun 201-2014 penulis menjadi Bidan di UPTD Puskesmas Cenrana. Telah menjadi dosen di DIII kebidanan AKBID Muhammadiyah Palopo pada tahun 2014 – 2018. Pengalaman Organisasi penulis pernah menjadi sekertaris Remaja Mesjid Nurul Ilmi. Merupakan Anggota Karang Taruna Desa Puty. Penulis meupakan Anggota Palang Merah Indonesia. Penulis terdaftar sebagai anggota IBI cabang Palopo dan penulis merupakan Anggota Aisyiyah Kota Palopo. Penulis juga telah mengkuti kegiatan-kegiatan pelatihan seperti Pelatihan Perseptor/Mentor Clinical Instructur (CI) di Palopo . Workshop Rahasia Menulis Buku Ilmiah Populer di Universitas Muhammadiyah Palopo. Pelatihan dasar etik peneitian kesehatan dan cara uji klinik yang baik, UNHAS Makassar dan Pelatihan Penulisan Soal Uji Kompetensi Bidan Di Universitas Muhammadiyah Makassar.