PORTOFOLIO 1b
Organ Pencernaan makanan
No Organ Proses yang terjadi Gambar Organ
. Pencernaan
1. Mulut Terjadi pencernaan makanan
secara mekanis oleh gigi dan
kimiawi oleh enzim amilase
(ptialin).
2. Faring Membawa makanan dari rongga
mulut hingga ke esofagus.
3. Kerongkonga Dinding kerongkongan terdapat
n (Esofagus) otot –otot yang bisa
mengembang dan mengempis
saat mendorong makanan yang
berbentuk gumpalan menuju
lambung. Gerakan otot yang
demikian disebut peristaltik
146
4. Lambung • Kelenjar lambung
(Ventrikulus) menghasilkan 2 – 3 liter
cairan lambung yang
mengandung enzim
pencernaan, asam klorida,
mukus, garam, dan air.
• Pencernaan secara kimiawi
di dalam lambung:
1. Pencernaan protein: asam
klorida mengubah
pepsonigen menjadi pepsin.
Renin mengkoagulasi
protein susu menjadi kasein
yang tidak larut.
2. Pencernaan lemak: enzim
lipase menghidrolisis lemak
menjadi asam lemak dan
gliserol.
3. Pencernaan karbohidrat:
enzim amilase dalam saliva
yang terbawa bersama
makanan akan tetap bekerja
di dalam lambung
5. Pankreas Pankreas menghasilkan enzim
pencernaan yang dialirkan ke
saluran cerna. Enzim tersebut
memiliki fungsinya masing-
masing. Misalnya, enzim lipase
untuk menguraikan lemak,
kemotripsin dan tripsin untuk
mencerna protein, serta amilase
untuk menguraikan karbohidrat.
6. Hati Hati akan memproduksi cairan
empedu untuk memecahkan
lemak yang terdapat di lambung,
memproses nutrisi untuk
disalurkan ke sistem tubuh, dan
menghasilkan kadar gula darah
atau glukosa yang digunakan
dalam sistem pencernaan.
147
7. Empedu Empedu dialirkan dari
kantung empedu melalui
saluran empedu dan menuju
organ hati.
Saluran empedu menghubungka
n kantung empedu dan hati
dengan usus halus.
Cairan empedu kemudian
membantu proses
pencernaan lemak di usus halus.
8. Usus Halus Enzim pencernaan secara
(Intestinum kimiawi akan memecah molekul
Tenue) makanan kompleks menjadi
lebih sederhana, kemudian
9. Usus Besar cairan empedu membantu proses
(Kolon) pencernaan mekanis yang
memecah lemak sehingga
menjadi partikel yang lebih
kecil. Ketika makanan melalui
usus duabelas jari, berarti proses
pencernaan selesai. Proses
berikutnya adalah penyerapan.
Selama proses penyerapan,
molekul makanan akan
memasuki aliran darah melalui
dinding usus. Pembuluh darah
mikroskopik atau kapiler dalam
vili akan menyerap hasil
pencernaan yang berupa protein
dan karbohidrat, sedangkan
pembuluh getah bening dalam
vili akan menyerap lemak.
Penyerapan air dan mineral dari
sisa makanan tersebut sehingga
membuatnya menjadi lebih padat
dan membentuk tinja. Gerak
peristaltik kemudian akan
mendorong feses menuju rektum
hingga dikeluarkan melalui anus.
148
10. Anus Saat feses masuk ke dalam anus,
maka akan ada sensor yang
dikirimkan ke otak. Kemudian,
otak akan memutuskan, akan
mengeluarkan atau menahan
kotoran yang ada di anus.
Dalam proses buang air besar,
sfingter (otot) akan merileks dan
rektum berkontraksi, sehingga
feses akan keluar lewat anus.
149
LAPORAN PRAKTIKUM 1C
UJI BAHAN MAKANAN
I. Tujuan :
1. Menjelaskan proses pencernaan bahan makanan seperti karbohirat, lemak, dan protein
2. Menguji bahan makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, dan protein
II. Dasar Teori :
Agar tubuh sehat dan tumbuh secara normal, ada enam macam zat makanan yang dibutuhkan, yaitu
karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin, dan air. Keenam zat makanan tersebut dapat kita peroleh dari
berbagai bahan makanan. Makanan biasanya berasal dari hewan atau tumbuhan, dimakan oleh makhluk
hidup untuk memberikan tenaga dana nutrisi. Setiap makhluk hidup membutuhkan makanan. Tanpa
makanan, makhluk hidup akan sulit dalam mengerjakan aktifitas sehari-harinya. Makanan dapat membantu
kita dalam mendapatkan energi dan membantu pertumbuhan badan dan otak. Suatu bahan makanan dapat
mengandung satu atau lebih zat makanan. Tetapi bahan makanan akan mengandung zat makanan tertentu
saja dalam jumlah yang banyak sehingga suatu bahan makanan merupakan sumber zat makanan tertentu.
Praktikum uji makanan memiliki tujuan agar dapat mengidentifikasi zat-zat makanan. Uji zat-zat makanan
terhadap berbagai bahan makanan dapat dilakukan dengan mengidentifikasi bahan-bahan makanan yang
mengandung karbohidrat, protein, lemak, dan vitamindengan mengelompokkanya sesuai dengan zat-zat
yang terkandung didalamnya.
III. Alat dan Bahan : 10. Lempengan mortal
1. Tabung reaksi 11. Larutan Benedict
2. Rak tabung reaksi 12. Larutan Biuret
3. Gelas ukur 13. Kertas Koran
4. Penjepit 14. Nasi, roti, kentang, jagung, ubi
5. Kaki tiga 15. Tahu, tempe, telur, susu, kacang
6. Kawat kassa 16. Minyak goreng, mentega
7. Pembakar Spiritus 17. Alat Tulis Menulis (kertas, pulpen, pensil,
8. Korek api spidol, isolasi)
9. Pipet
150
IV. Cara Kerja :
A. Uji Benedict (uji glukosa/karbohidrat monosakarida)
1. Haluskan nasi dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan.
2. Tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
3. Masukkan 5 ml larutan benedict ke dalam tabung reaksi.
4. Tambahkan 0,5 ml larutan hasil penggerusan nasi tersebut di atas.
5. Beri label “uji benedict: nasi” pada tabung reaksinya.
6. Amati warna sebelum dipanaskan.
7. Panaskan tabung reaksi yang berisi larutan benedict dan larutan nasi tersebut di atas selama 5 menit
dan dinginkan .
8. Amati perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan. Apabila dalam makanan
terdapat karbohidrat/gula monosakarida, larutan akan berwarna kuning kehijauan dan terbentuk
endapan merah bata.
9. Lakukan hal yang sama untuk kentang, roti, dan jagung.
10.Bandingkan hasil uji benedict untuk bahan-bahan makanan tersebut (nasi, roti, kentang, dan jagung)
B. Uji Iodin/Lugol (uji amilum/karbohidrat polisakarida)
1. Haluskan nasi dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan dan tambahkan air
secukupnya sehingga terbentuk larutan.
2. Masukkan 5 ml larutan hasil penggerusan bahan makanan ke dalam tabung reaksi.
3. Beri label “uji iodin: nasi” pada tabung reaksi.
4. Amati warna larutan.
5. Tambahkan 2 tetes larutan iodin.
6. Amati perubahan warna yang terjadi setelah ditetesi larutan iodin (apabila warna menjadi hitam
atau kebiruan, bahan makanan yang diuji mengandung amilum karbohidrat) dan catat pada
tabel hasil pengamatan.
7. Lakukan hal yang sama untuk kentang, roti, dan jagung.
8. Bandingkan hasil uji benedict untuk bahan-bahan makanan tersebut (nasi, roti, kentang, ubi, dan
jagung)
151
C. Uji Biuret (uji protein)
1. Haluskan tempe dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan.
2. Tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
3. Masukkan 1 ml larutan hasil penggerusan tempe tersebut ke dalam tabung reaksi.
4. Tambahkan setetes demi setetes larutan biuret sambil dikocok hingga tercapai warna maksimum
(tidak terjadi perubahan warna lagi).
5. Amati perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan. Jika warna berubah
ungu berarti bahan makanan mengandung protein.
6. Lakukan hal yang sama pada tahu, telur, dan susu.
7. Bandingkan hasil percobaan untuk tiap bahan makanan yang diuji.
D. Uji Lemak
1. Bentuklah kotak 5x5 cm pada kertas koran.
2. Teteskan larutan bahan makanan yang akan diuji pada kotak-kotak kertas koran tersebut.
3. Perhatikan perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan. Apabila kertas
koran menjadi buram/transparan, berarti bahan makanan mengandung lemak.
V. Hasil Pengamatan : Reagen Warna setelah dicampur
Tabel Hasil Pengamatan penguji/warna
A. Uji Benedict Sebelum Setelah dipanaskan
Benedict/ Putih dipanaskan
Bahan Makanan yang Benedict/ Kuning
No. Benedict/ Putih Biru Bening Jingga
Benedict/ Kuning
diuji/warna Benedict/ Kuning Biru Bening Agak Jingga
1. Nasi Biru Bening Kuning Kecoklatan
2. Kedelai
3. Putih Telur Biru Bening Coklat Kehitaman
4. Pisang
5. Kemiri Biru Bening Coklat Gelap
152
B. Uji Iodin/Lugol Reagen Perubahan Warna setelah dicampur
Bahan Makanan yang penguji/warna
Biru Kehitaman
No. Iodin/ Putih Putih Kecoklatan
diuji/warna Iodin/ Kuning Orange Kecoklatan
Iodin/ Putih Coklat Kehitaman
1. Nasi Iodin/ Kuning Coklat Kehitaman
2. Kedelai Iodin/ Kuning
3. Putih Telur
4. Pisang
5. Kemiri
C. Uji Biuret Reagen Perubahan Warna setelah dicampur
Bahan Makanan yang penguji/warna
Sedikit Ungu
No. Biuret/ Putih Setengah Ungu
diuji/warna Biuret/ Kuning
Biuret/ Putih Ungu
1. Nasi Biuret/ Kuning Tidak Berubah
2. Kedelai Biuret/ Kuning
3. Putih Telur Ungu
4. Pisang
5. Kemiri
D. Uji Lemak Warna kertas koran Perubahan warna setelah
Bahan Makanan yang Buram ditetesi pada kertas koran
No. Transparan
diuji/warna
1. Margarin
VI. Pembahasan :
Pada kegiatan praktikum ini kita menggunakan reagen yang digunakan untuk mengetahui kandungan
makanan, antara lain :
Lugol digunakan untuk menguji apakah suatu makanan mengandung karbohidrat (amilum). Bila makanan
yang ditetesi lugol berubah menjadi biru kehitaman, maka makanan tersebut mengandung karbohidrat.
Semakin gelap warnanya berarti makanan tersebut banyak kandungan karbohidratnya.
Biuret adalah reagen yang digunakan untuk menguji kandungan protein. Bila bahan makanan itu
mengandung protein maka setelah bereaksi dengan biuret akan menghasilkan warna ungu/warna
lembayung. Hal itu terjadi karen ada ikatan protein dengan biuret yang menghasilkan dasar reaksi sebagai
153
berikut : Kompleks kooordinasi antara Cu24 dengan gugus – C=O dan NH ikatan peptide dalam larutan
alkalis, akan membentuk warna lembayung.
Benedict adalah reagen yang digunakan utnuk menguji kandungan glukosa pada bahan makanan. Hasil
reaksi menghasilkan warna merah bata Ketika reagen Benedict dicampur dan dipanaskan dengan glukosa.
Glukosa memiliki sebuah electron untuk diberikan, tembaga (salah satu kandungan di reagen benedict)
akan menerima electron tersebut dan mengalami reduksi sehingga terjadilah perubahan warna.
Kertas buram adalah bahan penguji pada kandungan lemak. Karena kertas buram mudah menyerap
air/minyak jadi sangat cocok untuk pengujian ini. Pada pengujian lemak ini makanan yang sudah di tumbuk
di oleskan pada kertas buram setelah itu dipanaskan diatas pembakar sepritius sehingga kandungan air
mudah mengering. Jika ada noda transparan maka bahan makanan tersebut mengandung lemak
VII. Jawaban Pertanyaan :
1. Apakah warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung karbohidrat setelah
diuji dengan: a) Larutan benedict? b) Larutan iodin/lugol?
- a) Warna yang akan terjadi adalah merah bata, semakin banyak glukosanya semakin tebal pula
warna merah batanya.
b) Warna yang terjadi adalah berubah menjadi biru kehitaman, semakin gelap warnanya maka
semakin banyak pula kandungan karbohidratnya.
2. Apakah warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung protein setelah diuji dengan biuret?
- Bahan makanan yg mengandung protein akan berubah menjadi ungu setelah ditetesi biuret.
3. Jelaskan perbandingan kandungan karbohidrat pada ke 5 bahan makanan yang diuji!
- Dari ke-5 bahan yang diuji, dapat diketahui bahwa nasi memiliki kandungan karbohidrat
terbanyak karena berubah menjadi warna biru kehitaman sedangkan warna lain tidak
4. Jelaskan perbandingan kandungan lemak pada ke 5 bahan makanan yang diuji!
- Dari ke-5 bahan yang diuji, pisang dan roti memiliki sedikit lemak karena dapat
menyebabkan kertas menjadi transparan meskipun hanya sedikit sedangkan ketiga bahan
lainnya tidak memiliki lemak.
5. Jelaskan proses pencernaan karbohidrat, protein, dan lemak!
• Karbohidrat: Karbohidrat setelah dicerna di usus akan diserap oleh dinding usus halus dalam
bentuk monosakarida.Monosakarida dibawa oleh aliran darah sebagain besar menuju hati. Di dalam
hati, monosakarida mengalami proses sintesis menghasilkan glikogen, dioksidasi menjadi CO2 dan
154
H2O atau dilepaskan untuk dibawa oleh aliran darah ke bagian tubuh yang memerlukan.Hati dapat
mengatur kadar glokosa dalam darah atas bantuan hormon insulin yang dikeluarkan oleh kelenjar
pankreas. Hormon yang mengatur kadar gula dalam darah yaitu insulin (dihasilkan oleh pankreas
dan berfungsi menurunkan kadar glukosa dalam darah) dan hormon adrenalin (dihasilkan oleh
korteks adrenal, berfungsi menaikkan kadar glukosa dalam darah).
• Protein: Di dalam tubuh, protein diubah menjadi asam amino oleh beberapa reaksi hidrolisis serta
enzim-enzim yang bersangkutan.Enzim-enzim yang bekerja pada proses hidrolisis protein, antara
lain pepsin, tripsin, kemotripsin, karboksipeptidase, dan amino peptidase.Protein yang telah
dipecah menjadi asam amino, kemudian diabsorbsi melalui dinding usus halus dan sampai ke
pembuluh darah.Setelah diabsorbsi dan masuk ke dalam pembuluh darah, asam amino tersebut
sebagian besar langsung digunakan oleh jaringan.Protein tidak dapat disimpan di dalam tubuh
sehingga kelebihan protein akan segera dibuang atau diubah menjadi zat lain.
Zat sisa hasil penguraian protein yang mengandung nitrogen akan dibuang bersama air seni dan zat
sisa yang tidak mengandung nutrogen akan diubah menjadi karbohidrat dan lemak. Oksidasi 1 gram
dapat menghasilkan energi 4 kalor.
• Lemak: Lemak akan dihidrolisis menjadi asam lemak dan gliserol dengan bantuan enzim lipase.
Proses ini berlangsung dalam saluran pencernaan. Sebelum diserap usus, asam lemak akan bereaksi
dengan garam empedu membentuk senyawa, seperti sabun. Selanjutnya senyawa akan diserap
jonjot usus dan akan terurai menjadi asam lemak dan garam empedu.
Oleh lemak tersebut akan bereaksi dengan gliserol membentuk lemak. Kemudian diangkut oleh
pembuluh getah bening usus menuju pembuluh getah bening dada kiri. Selanjutnya ke pembuluh
balik bawah selangka kiri.
Lemak akan dihidrolisis menjadi asam lemak dan gliserol dengan bantuan enzim lipase. Proses ini
berlangsung dalam saluran pencernaan. Sebelum diserap usus, asam lemak akan bereaksi dengan
garam empedu membentuk senyawa, seperti sabun. Selanjutnya, senyawa akan diserap jonjot usus
dan akan terurai menjadi asam lemak dan garam empedu. Oleh lemak tersebut bereaksi dengan
gliserol membentuk lemak. Kemudian diangkut oleh pembuluh getah bening usus menuju
pembuluh getah bening dasda kiri. Selanjutnya, ke pembuluh balik bawah selangka kiri. Lemak
dikirim dari tempat penimbunannya ke hati dalam bentuk lesitin untuk dihidrolisis menjadi asam
lemak dan gliserol. Selanjutnya, gliserol akan diubah menjadi gula otot atau glikogen. Asam lemak
akan diubah menjadi asetil koenzim.
155
VIII. Kesimpulan :
Setelah melakukan perobaan, kami mengambil kesimpulan bahwa bahan makanan yang mengandung
amilum terdiri dari nasi dan pisang, bahan makanan yang mengandung glukosa terdiri dari roti, tempe, dan
pisang, bahan makanan yang mangandung protein terdiri dari putih telur dan kemiri dan terakhir bahan
makanan yang mengandung lemak adalah roti, pisang, dan margarin.
IX. Daftar Pustaka :
Sumber: Aryulina, Dyah. dkk. 2007. Biologi 1untuk SMA/MA. Jakarta: Esis. (162-163)
Pratiwi, D, A. dkk. 2007. Biologi untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga. (125-126)
Assaid, Mohammad. 2018 Laporan Hasil Praktikum Uji Zat Makanan.
https://www.slideshare.net/muhnooradnassaid/laporan-hasil-praktikum-uji-zat-makanan
diakses pada 24 Januari 2021 pukul 13.15
156
X. Lampiran :
Tabung reaksi Rak tabung reaksi Gelas Ukur Penjepit
Kaki tiga Kawat kasa Pembakar Spiritus Korek Api
Pipet Lempengan Mortal Larutan Benedict Larutan Biuret
Kertas Koran Nasi Roti Kentang
157
Jagung Ubi Tahu Tempe
Telur Susu Kacang Minyak Goreng
Mentega Kertas Pulpen Pensil
Spidol Isolasi
158
BAB VII
SISTEM PERNAPASAN
7.1 JURNAL BELAJAR
Jurnal Belajar
Pada hari Jumat tanggal 29 Januari 2021 kelas X IPA 4 dan X IPA 5 melaksanakan pembelajaran online
Biologi. Bu Puspa membagikan link di grup WA. Pertama-tama Bu Puspa mengevaluasi hasil Ulangan
Harian kemarin dan meminta kepala kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5 untuk mempertahankan dan
meningkatkan hasil ulangannya yang sudah tuntas dan yang remidi terus semangat. Kemudian masuk ke
bab baru yaitu Bab 7. Bu Puspa membagikan materi berupa power pointdi grup WA dan bertanya siapa 1
orang yang bersedia menayangkan power point tersebut dan Juan dari XI IPA 4 menawarkan diri.Bab 7
berjudul system pernapasan. Lalu Bu Puspa bertanya apakah itu pernafasan dan dijawab oleh Candyle dari
XI IPA 4 bahwa bernafas adalah proses pengambilan O2 dan menukarnya dengan CO2. Setelah itu Bu
Puspa meminta perwakilan dari XI IPA 5 untuk menjelaskan apa itu pernafasan dan dijawab oleh Albert
yaitu proses mengambi udara berupa O2 kemudian diubah menjadi CO2 dan dihembuskan keluar. Bu Puspa
mengingatkan kembali bahwa keaktifan dalam pembelajaran berpengaruh dalam nilai raport. Lanjut ke
materi Bu Puspa meminta salah satu siswa untuk membacakan 9 fungsi system pernaasan manusia dan
kemudian dibacakan oleh Angeline dari XI IPA 4. Setelah itu Bu Puspa meminta untuk dijelaskan juga.
Aaliyah dari XI IPA 5 menambahkan dengan menjelaskan 3 item. Lalu ditambahkan juga oleh Oasis dari
XI IPA 4 tentang jalur pengeluaran angin dan panas. Bu Puspa bangga dengan Oasis. Ditambahkan lagi
oleh Angeline tentang keseimbangan asam dan basa. Sisa 2 dan Tezhar menambahkan tentang penciuman
dan mengapa Ketika kita flu maka berpengaruh pada rasa makanan yang menjadi hambar. Yang masuk ke
dalam hidung itu udara tidak hanya O2. Dominan hasil pembakaaran adalah CO2 dan harus dibuang jika
tidak akan menjadi racun. Yang keluar masuk tidak hanya gas bisa juga dibarengi terikutnya uap air sebagai
upaya mempertahankan suhu tubuh di 37 derajat celcus. Paru-paru berperan mengeseimbangkan derajat
keseimbangan pH pada darah yang stabil agar semua proses yg terjadi dalam tubuh berjalan normal. Jalur
pernafasan yaitu organ laring yang ada 3 jika terganggu pernafasan dan jika flu akan berdampak pada ketiga
bagian pada laring tersebut. Mengeluarkan dan memodifikasi adalah peran dari paru-paru dan yang tidak
baik dikeluarkan dan yang baik dan masih bisa di modifikasi akan dimodifikasi. Yang ke 8 meningkatkan
aliran balik vena akiat sistem pernapasan. Terakhir sebagai organ penciuman yang memberikan tanggapan
159
dan respon kepada stimulus. Lanjut ke gambar saluran dan organ pernapasan pada manusia. Bu Puspa
meminta satu anak membaca urutan saluran pernafasan dan dibacakan oleh Madinah dari XI IPA 5. Dan
digantikan oleh Nadia dari XI IPA 5. Yang pertama nose, pharynx, larynx, epligotis, lalu trachea, bronchus,
bronchiole, dan lung. Lanjut ke alat pernapasan pertama yaitu hidung Bu Puspa ingin dibacakan oleh Juan
Ketua kelas dari XI IPA 4. Dan Bu Puspa meminta ketua kelas dari XI IPA 5 yaitu Sakhi untuk
menambahkan. Dan diperjelas oleh wakil ketua kelas dari XI IPA 5 yaitu Boeih. Fungsi dari hidung yaitu
menyaring partikel oleh bulu-bulu atau rambut pada rongga pada hidung, melembabkan dan
menghangatkan udara yang masuk dengan jaringan mokosa, kemudian mematikan kuman berhubungan
dengan pembuluh darah dan untuk penciuman berhubungan dengan saaf olfaktorius. Waktu pembelajaran
habis dan Bu Puspa mengingatkan siswa siswi untuk membaca materi dan Bu Puspa memberi keimpulan
tentang pembahasan pada pembelajaran hari ini dan untuk refleksi hari ini berjalan baik, sudah cukup aktif
tapi masih dengan paksaan. Dan pembelajaran hari ini pun diakhiri.
SCREENSHOT SAAT MENGIKUTI MEET
160
Jurnal Belajar
Pada hari Rabu tanggal 3 Februari 2021 kelas X IPA 4 dan X IPA 5 melaksanakan pembelajaran online
Biologi. Bu Puspa membagikan link di grup WA. Pertama-tama Bu Puspa membahas tentang jurnal dan
dokumentasi pembelajaran. Lalu masuk ke pembelajaran mulai dengan membicarakan laring dan meminta
salah satu siswa untuk membaca atau menjelaskan tentang laring dijelaskan oleh Deswita dari XI IPA 5
bahwa ada 3 struktur yaitu tulang rawan, ligament dan membrane. Di laring ada jakun, pita suara, dan
apligotis yaitu katup yang mengatur di persimpangan berteumunya tenggorokan dan kerongkongan. Setelah
dari laring masuk ke trakea. Struktur trakea strukturnya terdiri dari 16 sampai 20 cincin tulang rawan atau
kartilago. Tapi dalam trakea terdapat jaringan epitel bersilia.trakea panjangnya 9 sampai 11 cm yang
termasuk pendek. Struktur bronkus lebih lebar dari trakea karena dia menuju paru-paru jadi diameternya
lebih besar. Epitel bersilia masih ada di brokus kondisinya sama yang dilakukan terhadap udara agar udara
tetap bersih dan mengandung banyak oksigen. Disetiap ujung bronkilius dibagian akhirnya ada gelembung
dan digelembuh tsb terjadi pertukaran antara O2 dan CO2 yang katanya secara difusi. Difusi adalah
pertukaran zat konsentrasi tinggi dan konsentrasi rendah. Kemudian membahas tentang penjelasan paru-
paru ada pembungkusnya disebut dengan pleura. Lalu lanjut membahas bagaimana mekanisme bernafas 1
kali bernapas itu katanya 1 kali menghirup atau inspirasi dan 1 kali mengeluarkan atau ekspirasi itu rumus
1 kali bernapas serius satu kali inspirasi satu kali ekspirasi. Setelah itu Bu Puspa meminta semua siswa
siswi untuk memperagakan bernapas. Kemudian Bu Puspa menjelaskan ada 5 hal ketika tadi kita tarik nafas
tadi Bu Puspa meminta Andi IPA 5 untuk menjelaskan apa 5 hal yg terjadi yang Andi rasakan. Lalu
dijelaskan pertama tulang rusuk terangkat tulang rusuk terangkat bagus-bagus Terus apa lagi kontraksi otot-
otot, lalu Ketika inspirasi Kenapa 1 tulang rusuk terangkat kedua rongga dada membesar yaitu karena ketika
otot interkostal yaitu otot diantara daging-daging diantara tulang rusuk tadi menguras atau berkontraksi
bahasa biologinya. yang keempat tekanan di paru-paru mengecil tekanannya, yang kelima perannya
Bagaimana berkontraksi ditandai dengan apa menjadi datar. sekarang pada saat ekspirasi mengeluarkan
berarti kebalikannya. Bu Puspa meminta salah satu siswa menjelaskan kebalikan lima hal tersebut yaitu
saat ekspirasi. Rania dari XI IPA 4 menjelaskan yang awalnya mendatar berubah jadi melengkung, volume
rongga dadanya menyempit paru-parunya mengecil tekanan udara paru-parunya menjadi lebih besar dan
udara keluar dari paru-paru dan seterusnya. Kemudian lanjut ke frekuensi pernapasan. frekuensi berarti
adalah frekuensi kemampuan suatu benda dalam satu satuan waktu disebutkan oleh Candyle dari XI IPA 4.
Lanjut Angeline dari XI IPA 4 menjelaskan hal yang mempengaruhi frekuensi pernafasan yang pertama
ada jenis kelamin kalau kecepatan pernafasan pada wanita itu lebih tinggi daripada laki-laki terus ini
disebabkan karena paru-parunya itu menampung udara sekitar 5,7 liter sedangkan Wanita hanya 4,2 liter
161
terus lanjut ada umur bayi dan balita memiliki frekuensi pernapasan lebih banyak dibandingkan orang
dewasa karena sel-sel tubuh sedang mengalami pertumbuhan sehingga membutuhkan lebih banyak oksigen
terus ada faktor suhu tubuh perubahan suhu tubuh ini berkaitan dengan produksi panas dan pengeluaran
panas yang berlebihan selanjutnya ada posisi dan aktivitas tubuh frekuensi pernafasan pada posisi tubuh
berdiri itu lebih banyak daripada kalau kita lagi duduk posisi tubuh berdiri menyebabkan otot-otot kaki
berkontraksi untuk menjaga tubuh agar tetap tegak jadi energi dan oksigen yang dibutuhkan itu lebih banyak
terus rasa sakit dan ketakutan Hal ini menyebabkan terjadinya impuls yang merangsang pusat pernafasan
sehingga penghirupan udara itu semakin kuat terus ada status ke depan status kesehatan ini berhubungan
dengan sistem kardiovaskuler dan pernafasan pada orang yang sehat mampu menyediakan Oksigen yang
cukup untuk memenuhi kebutuhan hariannya terus ketinggian tempat atau lokasi itu juga mempengaruhi
kalau tempat itu semakin tinggi berarti kadar oksigennya itu rendah sehingga jumlah Oksigen yang dihirup
itu lebih sedikit daripada tempat yang rendah Jadi menyebabkan sesak nafas dan peningkatan frekuensi
pernapasan. Lalu Bu Puspa mengingatkan yang menyatakan frekuensi nafas laki-laki lebih tinggi karena
jumlah udara yang ada di paru-paru perempuan lebih sedikit itu ini tidak mutlak ini berdasarkan studi yang
sudah dilakukan tapi pada umumnya seperti itu pertama jenis kelamin yang perempuan lebih ini katanya
kedua umur umurnya lebih mudah terutama bayi dan balita frekuensi pernapasannya lebih banyak. Lalu Bu
Puspa menerangkan pasti siswa siswi di usia remaja seperti kami mungkin lebih bagus frekuensi nafasnya
Bu Puspa dari umur Bu Puspa. Tetapi frekuensi napas Bu Puspa masih lebih bagus kalau dibandingkan
yang sudah lansia. Setelah itu lanjut yang ketiga suhu tubuh itu 37 kalau udah 39 40 pasti demam suhu
tinggi suhu tinggi ini menyebabkan sulit bernapas akan mempengaruhi lanjut posisi dan aktivitas tubuh
yang berdiri dan duduk aja beda apalagi yang aktivitasnya banyak dibanding yang tidak banyak Bu Puspa
mengambil contoh misalkan Alfonso dan Sakhi. Sakhi ini paling rajin disurruh ibunya pergi membeli hal-
hal yang dibutuhkan. Sementara Alfonsus lebih sibuk belajar jadi frekuensi nafasnya yang ini siapa lebih
banyak tentunya Sakhi yang aktivitasnya banyak. Sekarang lanjut ke emosi yang mungkin tidak kita duga
emosi seperti rasa sakit, ketakutan, emosi sedih marah tersinggung sensitif itu ternyata berpengaruh
terhadap frekuensi nafas. Apalagi di tengah pandemi kita harus bisa mengatur emosi kita suka sehat selalu
bahagia dan itu yang menciptakan siapa diri kita sendiri belajar memaafkan, beretika dengan guru, beretika
dengan orang yang lebih tua, ikhlas itu semua supaya emosi kita stabil. Bu Puspa juga memisalkan ada
banyak tugas, bagaimana mengatur emosi agar tidak stress apalagi kaya Dwi Angeline Candyle itu Stress
banget kalau kalau tidak mengerjakan tugas. Bu Puspa mengatakan boleh seperti itu tapi jangan sampai kita
stress dan akhirnya sakit, jadi kerjakan semampumu dengan cara yang benar. Dan waktu pun habis di
frekuensi pernafasan. Bu Puspa pun menutup pembelajaran hari ini.
162
SCREENSHOT SAAT MENGIKUTI MEET
163
Jurnal Belajar
Pada hari Jumat tanggal 5 Februari 2021 kelas X IPA 4 dan X IPA 5 melaksanakan
pembelajaran online Biologi. Bu Puspa membagikan link di grup WA. Namun hanya beberapa
teman saya yang sudah di accept oleh Bu Puspa namun katanya suara Bu Puspa pun putus-
putus dan saya juga belum masuk ke dalam google meet. Kemudian teman saya memberitahu
kalua Bu Puspa terkeluar dari meet. Beberapa murid memberi informasi pada Bu Puspa di grup
kalua mereka tidak bisa join. Saya masi mencoba request join ulang. Sudah sekitar 24 menit
berlalu dan saya belum berhasil masuk ke dalam meet namun tetap sabar menunggu di accept
saja. Teman saya yang sudah dalam meet menginfokan kalua memang tidak bisa di accept.
Setelah 34 menit kemudian Bu Puspa mengirimkan link google meet baru. Dan akhirnya saya
masuk dalam google meet. Namun Bu Puspa tidak ada suaranya. Bu Puspa mengirim foto
bahwa ada trouble yang menyatakan mikrofon tidak berfungsi pada laptop Bu Puspa. Namun 3
menit kemudian mikrofon Bu Puspa sudah bisa berfungsi kembali. 15 menit terakhir semoga
lancar kata Bu Puspa. Lalu, Bu Puspa membahas tentang volume dan kapasitas paru-paru. Bu
Puspa meminta salah satu siswa untuk menjelaskan tentang Volume Tidal. Aaliyah dari XI IPA
4 pun menjelaskan volume tidal. Volume Tidal (VT) adalah volume udara yang masuk atau
keluar dari paru-paru selama pernapasan (ventilasi) normal. Volume tidal pada laki-laki dewasa
yang sehat sekitar 500 ml, sedangkan wanita sekitar 380 ml. Kemudian lanjut yang kedua,
volume cadangan inspirasi yang dijelaskan Candyle dari XI IPA 4. Candyle menjelaskan
Volume Cadangan Inspirasi (VCI) adalah volume udara ekstra yang masuk ke paru-paru
dengan inspirasi maksimum di atas inspirasi tidal. Volume cadangan inspirasi pada laki-laki
dewasa yang sehat sekitar 3.100 mL, sedangkan wanita sekitar 1.900 ml. Lanjut yang ketiga
yaitu volume cadangan ekspirasi yang dijelaskan oleh Ghina dari XI IPA 5. Ghina menjelaskan
tentang volume cadangan ekspirasi. Volume Cadangan Ekspirasi (VCE) adalah volume udara
ekstra yang dapat dikeluarkan dengan kuat pada akhir ekspirasi tidal. Volume cadangan
ekspirasi pada orang dewasa sehat laki-laki sekitar 1.200 ml, sedangkan wanita sekitar 800 ml.
setelah itu lanjut ke yang keempat yaitu volume residu yang dijelaskan oleh Dwi dari XI IPA
4. Dwi menjelaskan Volume Residu (VR) adalah volume udara sisa dalam paru-paru setelah
melakukan ekspirasi kuat. Volume residu penting untuk kelangsungan aerasi dalam darah pada
164
saat jeda pernapasan. Volume residu pada laki-laki dewasa sekitar 1.200 ml, sedangkan pada
wanita sekitar 1.000 ml. lalu lanjut lagi ke yang kelima yaitu kapasitas residu fungsional yang
dijelaskan oleh Rania dari XI IPA 4. Rania menjelaskan Kapasitas Residu Fungsional (KRF)
adalah jumlah udara sisa dalam respirasi setelah ekspirasi normal, atau sama dengan volume
residu ditambah volume cadangan ekspirasi (KRF = VR + VCE). Kapasitas residu fungsional
pada laki-laki dewasa sekitar 2.400 ml, sedangkan pada wanita sekitar 1.800 ml. kemudian yang
keenam yaitu kapasitas inspirasi yang dijelaskan ole Afif dari XI IPA 4. Afif menjelaskan
Kapasitas Inspirasi (KI) adalah jumlah udara maksimal yang dapat diinspirasikan setelah
melakukan ekspirasi normal, atau sama dengan volume tidal ditambah volume cadangan
inspirasi (KI = VT + VCI). Kapasitas inspirasi pada laki-laki dewasa sekitar 3.600 ml,
sedangkan pada wanita sekitar 2.400 ml. lajut ke yang ketujuh yaitu KapasitasVital yang
dijelaskan oleh Angeline dari XI IPA 4. Angeline menjelaskan Kapasitas Vital (KV) adalah
jumlah udara maksimal yang dapat dikeluarkan dengan kuat setelah inspirasi maksimum, atau
sama dengan penambahan volume tidal, volume cadangan inpirasi, dan volume cadangan
ekspirasi (KV = VT + VCI +VCE). Kapasitas vital pada laki-laki dewasa sekitar 4.800 ml,
sedangkan pada wanita sekitar 3.100 ml. lanjut ke yang kedelapan yaitu kapasitas total paru-
par yang dijelaskan oleh Elvina dari XI IPA 4. Elvina menjelaskan Kapasitas Total Paru-paru
(KTP) adalah jumlah total udara yang dapat ditampung dalam paru-paru, atau sama dengan
kapasitas vital ditambah volume residu (KTP = KV + VR). Kapasitas total paru-paru pada laki-
laki dewasa sekitar 6.000 ml, sedangkan pada wanita dewasa sekitar 4.200 ml. Kemudian lanjut
lagi ke yang kesembilan yaitu volume respirasi per-menit yang dijelaskan oleh Madinah dari
XI IPA 5. Madinah menjelaskan Volume respirasi per-menit adalah volume tidal dikalikan
dengan jumlah pernapasan per menit. dan yang kesepuluh adalah volume ekspirasi kuat per-
detik yang dijelaskan oleh Tezhar dari XI IPA 5. Tezhar menjelaskan Volume Ekspirasi Kuat
dalam satu detik (VEK1) atau ekspirasi paksa dalam satu detik adalah volume udara yang dapat
dikeluarkan dari paru-paru yang terinflasi maksimum, pada saat detik pertama ekspirasi
maksimum. VEK1 sekitar 80% KV. Kemudian Bu Puspa menjelaskan tentang bahaya rokok
dan mengingatkan kepada siswa siswi untuk mengharamkan dan jangan mencoba-coba
merokok. Dan pembelajaran pun diakhiri oleh Bu Puspa karena waktu sudah habis.
165
SCREENSHOT SAAT MENGIKUTI MEET
166
Jurnal Belajar
Pada hari Rabu tanggal 10 Februari 2021 kelas X IPA 4 dan X IPA 5 melaksanakan pembelajaran online
Biologi. Bu Puspa membagikan link di grup WA. Setelah di accept pertama-tama Bu Puspa mengabsen
siswa siswi sambal meng-accept. Bu Puspa sedang berada di sekolah. Kemudian Bu Puspa meminta semua
siswa menyalakan kameranya. Lalu Bu Puspa menginfokan bahwa Pak Eddy, kepala sekolah hari ini sedang
berulang tahun ke-60 dan Bu Puspa meminta siswa siswi untuk mengucapkan secara daring dan direkam.
Aaliyah dari XI IPA 4 ditunjuk Bu Puspa berbicara lalu diikuti ucapan dari semua siswa siswi. Namun
perekaman diulang berkali-kali karna kurang sempurna. Bu Puspa kemudian berterimakasih dan
menjelaskan tentang tugas yang seharusnya dibahas dan diposting hari ini. Namun sudah ada beberapa yang
proakif. Bu Puspa menjelaskan hari Jumat ini adalah pertemuan terakhir yang mmebahas pernafasan dan
senin depan seperti biasa akan ulangan harian. Setelah jurnal hari jumat dilanjutkan dengan analisis
pencemaran udara terhadap kelainan organ pernafasan. Kemudian Bu Puspa menjelaskan format
mengerjakan tugas tersebut, kemudian Je Ivan bertanya dimana mengirimkan videonya. Lalu Bu Puspa
menjelaskan videonya harus di verivikasi ke Bu Puspa terlebih dahulu sebelum di posting ke Youtube.
Maksimal videonya 3 menit saja yang penting intisari penelitian sudah tersampaikan. Bu Puspa bertanya
apakah ada yang sudah membuat video dan sudah selesai hari ini akan mendapat nilai special dan
ditampilkan sekarang. Bu Puspa menawarkan nilai 90 namun saya belum membuat video jadi saya tidak
bisa menampilkan. Tidak ada yang menyampaikan videonya dan akhirnya pembelajaran pun Bu Puspa
Akhiri
SCREENSHOT MENGIKUTI MEET
167
7.2 TUGAS-TUGAS
LAPORAN HASIL ANALISIS PENGARUH PENCEMARAN UDARA TERHADAP
KELAINAN PADA STRUKTUR DAN FUNGSI ORGAN PERNAPASAN MANUSIA
1. Judul
Analisis Pengaruh Pencemaran Udara Terhadap Kelainan Pada Struktur Dan Fungsi Organ
Pernapasan Manusia Berdasarkan Studi Literatur
2. Tujuan
Dalam penulisan suatu makalah tentunya harus memiliki beberapa hal yang direncanakan
sebagai tujuan penulisan. Adapun tujuan penulisan makalah ini ialah :
1. Untuk mengetahui pengertian pencemaran udara.
2. Untuk mengetahui penyebab pencemaran udara.
3. Untuk mengetahui pengaruh pencemaran udara terhadap kelainan pada struktur dan fungsi
organ pernapasan manusia.
4. Untuk mengetahui cara mengatasi pencemaran udara.
3. Hasil Analisis
a. Peristiwa Pencemaran
Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia,
atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan,
dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti. Pencemaran
berupa polusi udara di bukanlah hal baru, melainkan suatu hal yang sudah sejak lama dirasakan
oleh penduduk kota-kota besar di era modern ini, terutama di Ibukota Jakarta. Pada berita yang
berjudul “Polusi Udara Pembunuh Senyap Di Jabodetabek” menuliskan berdasarkan data
stasiun pemantauan kualitas udara (SPKU) Dinas Lingkungan Hidup Jakarta 2019, terutama
SKPU di Kebon Jeruk menunjukkan kualitas udara tak sehat dari empat SPKU wilayah lain di
Jakarta, Bundaran Hotel Indonesia, Kelapa Gading, Jagakarsa, dan Lubang Buaya. Ada delapan
hari sangat tak sehat berdasarkan data SKPU Kebun Jeruk, angka lebih 200.
168
b. Penyebab Pencemaran
Sumber Polusi Udara di Kota Jakarta merupakan sumber polusi udara eksternal atau
sumber polusi udara dari aktivitas manusia. Kegiatan-kegiatan aktivitas manusia yang
menyebabkan polusi udara adalah sebagai berikut :
1. Kendaraan bermotor
Kendaraan bermotor mengeluarkan zat-zat pencemar udara yang memberikan
dampak negatif terhadap kesehatan dan kesejahteraan manusia, serta lingkungan hidup.
Sumber pencemar ini juga menimbulkan dampak terhadap lingkungan atmosfer yang
lebih besar seperti hujan asam, kerusakan lapisan ozon stratosfer, dan perubahan iklim
global. Zat-zat yang diemisikan dari knalpot kendaraan bermotor adalah CO2, CO,
NOx, HC, SOx, PM10, dan Pb (dari bahan bakar yang mengandung timah hitam/timbal).
Hasil kajian terdahulu seperti the Study on the Integrated Air Quality Management for
Jakarta Area (JICA, 1997) dan Integrated Vehicle Emission Reduction Strategy for
Greater Jakarta (ADB, 2002) menyimpulkan bahwa sektor transportasi memberikan
kontribusi yang signifikan terhadap pencemaran udara perkotaan (Suhadi, 2005).
2. Industri
Industri pengolahan logam dasar dan barang dari logam seperti industri-industri
pembuatan kaleng kemasan dan drum, barang aluminium, mesin/peralatan pertanian dan
kehutanan, dan industri alat-alat pencetak merupakan industri-industri penghasil polusi
udara terberat. Industri pengolahan logam dasar menghasilkan efek polusi udara NO2 dan
TSP tertinggi: sebesar 1,22 dan 1,16. Hal ini mengandung arti bahwa pada setiap kenaikan
permintaan akhir di sektor industri pengolahan logam dasar sebesar satu juta rupiah akan
menyebabkan terjadinya peningkatan beban polusi udara NO2 seberat 1,22 kilogram dan
beban polusi udara TSP seberat 1,16 kilogram. Industri pengolahan barang dari logam
merupakan penghasil efek polusi udara SO2 dan efek polusi air TSS tertinggi: yakni
sebesar 1,32 dan 5,52. Hal ini mengandung pengertian bahwa pada setiap kenaikan
permintaan akhir di sektor industri pengolahan barang dari logam sebesar satu juta rupiah
akan menyebabkan terjadinya peningkatan beban polusi udara NO2 seberat 1,32 kilogram
dan beban polusi udara TSP seberat 5,52 kilogram.
169
3. Pembangkit listrik dan pemanas
Produksi Energi dari pembangkit listrik bertanggung jawab atas emisi sekitar 65%
dari total emisi nasional oksida sulfur, 45% dari total emisi nitrogen oksida nasional, dan
38% dari total emisi. Produksi Energi dari pembangkit listrik tenaga batu bara dianggap
yang paling mencemari. Pembangkit listrik berbahan bakar batubara mengeluarkan hingga
30 kali lebih banyak polutan udara daripada pembangkit listrik berbahan bakar gas. Selain
polutan yang disebutkan di atas, pabrik batu bara memancarkan zat lain yang beracun dan
berbahaya bagi kesehatan seperti merkuri, selenium, boron dan dioksin serta menghasilkan
ratusan ribu abu batubara setiap tahun.
4. Pembakaran Domestik
Masih banyak masyarakat yang memasak dan memanaskan rumah mereka
menggunakan bahan bakar yang berpolusi seperti kayu, batu bara, minyak tanah, dan
teknologi yang tidak efisien. Memasak dan memanaskan dengan bahan bakar dan teknologi
pencemar menghasilkan polusi udara rumah tangga tingkat tinggi yang mencakup berbagai
polutan yang merusak kesehatan seperti partikel halus dan karbon monoksida. Menurut
WHO, sekitar 3,8 juta orang per tahun meninggal akibat paparan polusi udara rumah
tangga. Polusi udara rumah tangga ini berasal dari berbagai sumber, dan mencakup
berbagai macam gas, bahan kimia, dan zat lainnya. Salah satu jenis pencemaran paling
berbahaya mungkin adalah yang paling akrab: asap. Polutan yang dihasilkan oleh
pembakaran tidak sempurna dari bahan bakar padat atau minyak tanah untuk memasak,
memanaskan dan penerangan berhubungan dengan risiko kesehatan yang serius.
Berdasarkan data inventarisasi Dinas Lingkungan Hidup Jakarta, penyumbang polusi udara
adalah 75% transportasi darat, 8% industri, 9% pembangkit listrik dan pemanas, dan 8%
pembakaran domestik. Kendaraan bermotor yang melewati jalan di ibukota, berdasarkan data
statistik transportasi Jakarta terus meningkat setiap tahun.
c. Akibat Pencemaran
Pencemaran udara dapat mengakibatkan berbagai dampak pada makhluk hidup dan alam.
Seperti kerusakan lapisan ozon, efek rumah kaca, hujan asam dan salah satu dampak utama
dari polusi udara secara langsung adalah dampak terhadap kesehatan. Polusi udara akan
mempengaruhi saluran pernapasan manusia dan juga hewan. Sehingga dapat menyebabkan
berbagai keluhan, seperti penyakit paru-paru dan penyakit pernapasan saluran atas.
170
Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, ada empat penyakit pernapasan yang
disebabkan oleh polusi udara. 4 penyakit tersebut yakni sebagai berikut :
1. ISPA
ISPA adalah infeksi di saluran pernapasan, yang menimbulkan gejala batuk, pilek,
disertai dengan demam. ISPA sangat mudah menular dan dapat dialami oleh siapa
saja.Berdasarkan data WHO, ISPA adalah penyebab utama morbiditas dan mortalitas
penyakit menular di dunia. Hampir empat juta orang meninggal akibat ISPA setiap tahun,
98%-nya disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan bawah. Salah satu penyebabnya
karena polutan udara.
Berdasarkan data ISPU Dinas Lingkungan Hidup Jakarta, udara tak sehat terus
meningkat sejak 2016-2019. Kenaikan jumlah ini sejalan dengan kenaikan kasus ISPA dari
data Dinas Kesehatan Jakarta. Dari laporan rutin fasilitas pelayanan kesehatan Jakarta,
kasus ISPA ada tren naik, pada 2016 sebanyak 1.801.968 kasus, pada 2017 terdapat
1.846.180 kasus, pada 2018 terdapat 1.817.579, dan pada 2019 terdapat 1.874.925 kasus.
2. Asma atau Asthmatic bronchiale
Asma adalah jenis penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan
yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak
atau sulit bernapas. Penyempitan saluran ini menghasilkan gejala asma seperti: sesak
napas, batuk, dan sesak dada. Bagi seseorang yang memiliki penyakit asma, saluran
pernapasannya lebih sensitif dibandingkan orang lain yang tidak hidup dengan kondisi ini.
3. Pneumonia atau Paru-paru Basah
Paru-paru basah atau pneumonia adalah penyakit akibat infeksi yang memicu
inflamasi pada kantong-kantong udara atau pada alveolus di salah satu bagian paru-paru,
atau bahkan keduanya. Paru-paru basah dapat disebabkan oleh serangan (infeksi) virus,
jamur, atau bakteri terhadap sistem pernapasan. Penyakit tersebut diawali dengan gejala
demam, batuk dan kesulitan bernapas. Tidak hanya orang dewasa yang dapat terserang
paru-paru basah, anak-anak dan lansia pun dapat mengalaminya.
4. Kanker Paru-paru
Kanker paru-paru adalah kondisi ketika sel ganas (kanker) terbentuk
di paru-paru. Kanker ini lebih banyak dialami oleh orang yang memiliki kebiasaan
171
merokok dan merupakan satu dari tiga jenis kanker yang paling banyak terjadi di
Indonesia. Partikel terkecil di dalam udara yang dikenal dengan sebutan PM10 dan PM
2.5 menjadi salah satu penyebab kanker paru. Partikel PM 2.5 khususnya yang perlu
menjadi perhatian. Partikel ini memiliki ukuran yang sangat kecil sehingga dapat
menembus masker. Partikel PM 2.5 dapat berada di dalam polusi asap mobil, bus, truk dan
kendaraan bermotor lainnya.
Selain PM 2.5 dan PM 10, ada pula partikel OM 2.5 yang dapat dijumpai di dalam
asap hasil pembakaran pabrik, minyak, batu bara, dan juga kebakaran hutan. Saat zat-zat
polutan ini terhirup, mereka masuk ke jaringan paru-paru dan menumpuk di sana. Lama-
kelamaan, hal ini dapat mengganggu fungsi pernapasan dan kapasitas paru.
d. Refleksi
Dari data-data diatas sudah jelas bahwa pengaruh pencemaran udara terhadap kelainan
pada struktur dan fungsi organ pernafasan manusia sangat tinggi dan berbahaya. Penyakit-
penyakit yang disebabkan oleh polutan seperti CO, , , PM, CFC, HC yang berasal dari
kendaraan bermotor, industri, pembangkit listrik, pembakaran domestik dan sebagainya seperti
ISPA, Asma, Pneumonia, hingga Kanker Paru-paru yang tentu saja tidak bisa dianggap remeh.
Maka dari itu saya sebagai seorang siswa sudah seharusnya sangat sadar akan penyebab
dan akibat dari pencemaran udara yang sangat berbahaya bagi kesehatan terutama pada struktur
dan fungsi organ pernapasan manusia. Dan saya akan memulai dari diri sendiri dan mengajak
orang disekitar saya untuk lebih waspada terhadap polusi udara dan akibat dari polusi udara.
Misalnya dengan lebih banyak berjalan atau menggunakan transportasi umum jika jarak yang
ditempuh memungkinkan untuk berjalan dan menggunakan transportasi umum. Mengurangi
penggunaan kendaraan bermotor pribadi, tidak membakar sampah sembarangan, merawat
tanaman disekitar, menghemat penggunaan energi seperti listrik dirumah, dan memakai masker
Ketika keluar rumah. Walaupun hanya langkah kecil yang sederhana namun sudah dapat
membantu mengurangi pencemaran udara dan resiko penyakit dari polusi udara.
e. Tindak Lanjut
Tindak lanjut yang dapat dilakukan untuk dan menekan tingginya tingkat polusi udara dan
penyakit akibat polusi udara di Jakarta ini bisa dilakukan dengan masyarakat lebih tertib dan
meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengurangi penggunaan kendaraan bermotor
sebagai alat transportasi. Memperbanyak berjalan kaki, menggunakan sepeda, atau
172
menggunakan transportasi umum daripada menggunakan kendaraan bermotor pribadi yang
merupakan penyumbang polusi udara terbesar di Kota Jakarta. Kemudian sebagai pencegahan
dan perlindungan pribadi masing-masing masyarakat sebaiknya menggunakan masker yang
memenuhi standar protokol kesehatan. Selain itu dengan pemulihan alam dengan melakukan
penghijauan, penanaman pohon yang menukar karbon dioksida dan memproduksi oksigen
bersih yang dibutuhkan manusia untuk bernafas dengan udara yang sehat dan terbebas dari
polusi.
Tak kalah penting juga penghematan penggunaan energi dan mengembangkan pembangkit
energi yang ramah lingkungan terutama udara, dan menghindari membakar sampah
sembarangan. Untuk industri-industri juga harus lebih ditertibkan dengan memberi Batasan
untuk mengurangi atau mengubah kegiatan yang dapat mencemarkan udara agar lebih ramah
lingkungan. Yang terakhir dengan diterapkannya tinggi dan teknologi efisiensi rendah emisi
pada pembangkit listrik, maka konsumsi bahan bakar fosil akan berkurang, sehingga
berdampak mengurangi efek gas rumah kaca, emisi gas buang dan pencemaran lingkungan
hidup.
173
DAFTAR PUSTAKA
Allianz Indonesia. 2019. Ini 5 Jenis Penyakit yang Bisa Muncul Akibat Polusi Udara.
https://www.allianz.co.id/explore/detail/ini-5-jenis-penyakit-yang-bisa-muncul-akibat- polusi-
udara/87563 (Diakses pada 11 Februari 2021)
Arumingtyas, Lusia. 2020. Polusi Udara Pembunuh Senyap Di Jabodetabek. mongabay.co.id
/2020/04/25/polusi-udara-pembunuh-senyap-di-jabodetabek. (Diakses pada 10 Februari 2021)
Astuti, Tri. Tadjuddin Parenta Dan Hamid Paddu. 2013. Peranan Kegiatan Industri Pengolahan
Terhadap Pencemaran Lingkungan Di Sulawesi Selatan. Makassar : Universitas Hasanuddin.
Dinas Perhubungan Kota Medan. 2014. Dampak Emisi Kendaraan Bermotor dan Lainnya.
https://dishub.pemkomedan.go.id/berita-40-dampak-emisi-kendaraan-bermotor-dan-
lainnya.html (Diakses pada 11 Februari 2021)
Indrasti, Nastitit Siswi. Mohamad Yani, dan Sugyanto P. Manik. 2005. Penghilangan Gas So2 (Sulfur
Dioksida) Dengan Teknik Biofilter Menggunakan Thiobacillus Sp. Pada Media Serbuk Gergaji,
Kompos Dan Tanah. Bogor : Institut Pertanian Bogor
Lova, Cynthia. 2019. Ini 6 Penyakit yang Ditimbulkan Akibat Polusi Udara.
https://megapolitan.kompas.com/read/2019/07/11/20250751/ini-enam-penyakit-yang-
ditimbulkan-akibat-polusi-udara (Diakses pada 11 Februari 2021)
RimbaKita.com . 2019. Polusi Udara – Pengertian, Penyebab, Dampak & Cara Mengatasi.
https://rimbakita.com/polusiudara/#:~:text=Menurut%20Parker%2C%20
pencemaran%20udara%20merupakan,di%20atmosfer%20akibat%20perbuatan%
20manusia. (Diakses pada 10 Februari 2021)
Utami, Nurwita. 2020. 6 Sumber Polusi Udara di Dunia. https://environment-indonesia.com/6-
sumber-polusi-udara-di-dunia/#:~:text=Produksi%20Energi%20dari%20pembangkit%
20listrik,bara%20dianggap%20yang%20paling%20mencemari (Diakses pada 11 Februari
2021)
Willy, Tjin. 2019. Kanker Paru-paru. https://www.alodokter.com/kanker-paru-paru#:~:text=
Pengertian%20Kanker%20Paru%2Dparu,paling%20banyak%20terjadi%20
di%20Indonesia. (Diakses pada 11 Februari 2021)
174
BAB VIII
SISTEM EKSRESI
8.1 JURNAL BELAJAR
Jurnal Belajar
Pada hari Jumat tanggal 19 Februari 2021 kelas X IPA 4 dan X IPA 5 melaksanakan pembelajaran online
Biologi. Bu Puspa membagikan link di grup WA. Pertama-tama Bu Puspa mengevaluasi hasil Ulangan
Harian kemarin dan semuanya tidak ada yang remedial. Kemudian Bu Puspa meminta Madinah dan Raisya
mengecek siapa yang belum hadir. Adastra dari XI IPA 4 belum masuk biologi kemudian ditanyakan oleh
Bu Puspa dan kemudian ditelpon oleh Bu Puspa. Ternyata Adastra disuruh oleh orang tuanya. Kemudian
Bu Puspa masuk ke pelajaran biologi memasuki bab ketiga di semester 2 yaitu ekskresi. Eks adalah bekas
yang harus dikeluarkan. Eksresi adalah semua zat sisa yang harus dibuang dari tubuh manusia, jika tidak
dapat mengganggu metabolitas dan fungsi-fungsi dalam tubuh. Ada 4 organ yg melakukan fungsi eksresi
yaitu ginjal, paru-paru, hati dan kulit. Dalam bab ini siswa diminta untuk menganalisis memahami fungsi-
fungsi dan kelainan organ-organ eksresi. Tapi dalam bab ini Bu Puspa hanya akan membahas 3 organ. Paru-
paru sudah dianggap cukup paham oleh Bu Puspa di bab sebelumnya. Yang pertama ginjal, kedua hati, dan
ketiga kulit. Lanjut sekarang Bu Puspa meminta siswa siswi untuk mulai menganalisis. Yaitu dengan
perabsen tiap absen 1 2 dan 3 masing-masing tiap satu organ. Saya absen 26 mendapat hati. Bu Puspa
menanyakan beberapa siswa siswi mendapat judul apa yang dianalisis. Hari ini jurnal pertama sistem
eksresi. Yg dianalisis struktur, fungsi, dan prosesnya. Penyampaiannya saat meet. Harus singkat jelas dan
padat. Akhirnya Bu Puspa mencukupkan pembelajaran pada hari ini.
SCREENSHOT SAAT MENGIKUTI MEET
175
Jurnal Belajar
Pada hari Jumat tanggal 26 Februari 2021 kelas X IPA 4 dan X IPA 5 melaksanakan pembelajaran online
Biologi. Bu Puspa membagikan link di grup WA. Pertama-tama Bu Puspa menjelaskan tentang kemarin
hari rabu tidak meet karena Bu Puspa sibuk dengan pembagian raport dan Bu Puspa menjelaskan juga
dengan raport untuk snmptn nanti. Kemudian bu puspa hari ini membahas organ eksresi yang kemarin telah
dibagikan judul organ yang akan dibahas persiswa nya. Lalu Bu Puspa juga membahas kehadiran IPA 4
IPA 5 yang dianggap bu puspa kelas istimewa karena rajin hadir semua. Lalu Bu Puspa memberi
kesempatan pada siswa yang mau menyajikan pembahasan materi yang didapat. Candyle dari XI IPA 4
mengajukan diri menjelaskan tentang materi kulit. Kemudian Candyle memaparkan yang dipahaminya
tentang kulit. Lalu setelah selesai Bu Puspa dan teman-teman memberi tepuk tangan dan Bu Puspa
kemudian Deswita dari XI IPA 5 menambahkan gangguan atau penyakit yang bisa menyerang kulit. Lalu
Engeline dari XI IPA 5 juga mau menambahkan contoh faktor penyebab keringat. Kemudian Nadia dari XI
IPA 5 mau menambahkan fungsi kulit selain sebagai organ eksresi. Lalu Shofa XI IPA 4 menambahkan
cara mencegah penyakit kulit. Setelah itu Afif dari XI IPA 4menambahkan juga 1 faktor penyebab keringat.
Lanjut Devina dari XI IPA 5 menjelaskan tentang stratum pada lapisan kulit. Lalu bu puspa menanyakan
apaitu keratin dan dijawab oleh Engeline dari XI IPA 4. Waktunya pun habis tentang kulit hari ini dan nanti
sambung lagi kulit atau bisa aja bu puspa pindah ke ginjal atau hati. Dan bu puspa pun mengakhiri
pembelajaran hari ini.
SCREENSHOT SAAT MENGIKUTI MEET
176
Jurnal Belajar
Pada hari Rabu tanggal 3 Maret 2021 kelas X IPA 4 dan X IPA 5 melaksanakan pembelajaran online
Biologi. Pertama-tama Bu Puspa meminta yang tanggung jawab absen dri kelas XI IPA 4 dan XI IPA 5
untuk mengecek 15 orang yg blm join. Lalu langsung lanjut ke organ eksresi ginjal. Aaliyah dari XI IPA 4
menawarkan diri untuk menjelaskan. Kemudian Aaliyah menjelaskan tentang ginjal. Kemudian di stop oleh
Bu Puspa sampai di fungsi. Kemudian Dwi dari XI IPA 4 yang menjawab pertanyaan dari Tezhar dari XI
IPA 5. Kemudian Bu Puspa menjelaskan juga penyakit seperti asam urat dan zat seperti zat aditif yang
harus dibuang dari tubuh. Kemudian Bu Puspa bertanya siapa yang ingin menjelaskan tentang struktur
ginjal dan Dwi dari XI IPA 4 yang menjelaskan. Struktur ginjal ada 5. Lalu Bu Puspa meminta Andi dari
XXI IPA 5 untuk membantu presentasi ppt gambar ginjal. Setelah itu karena dari XI IPA 5 tidak ada yang
menjawab untuk menjelaskan gambar ginjal maka Bu Puspa menyebut saja Albert dari XI IPA 5 untuk
menjelaskan. Tetapi Bu Puspa meninggalkan tempat sebentar dan Albert berhenti menjelaskan. Lalu Bu
Puspa meminta Dwi dari XI IPA 4 menanggapi penjelasan dari Albert. Alya dari XI IPA 5 ditunjuk Bu
Puspa untuk menjelaskan proses. Dan Alya menjelaskan tentang filtrasi gumorulus. Dilanjutkan dengan
Oasis dari XI IPA 4 menjelaskan darah yang mau disaring gginjal masuk ke arteriol aperen. Dan urin primer
kelanjutannya apa yaitu di reabsorpsi. Lanjut ke Alfonsus dari XI IPA 4 diminta Bu Puspa menjelaskan
reabsorpsi tubulus. Lalu Boeih dari XI IPA 5 menjelaskan augmentasi. Dan Bu Puspa meminta Aurelia dari
XI IPA 4 untuk menambahkan tentang augmentasi juga. Bu Puspa bertanya siapa yang mau mrnambahkan
namun tidak ada yg menjawab jadi Dicky dari XI IPA 5 ditunjuk oleh Bu Puspa untuk menjelaskan
penyimpanan sementara urine. Pertemuan hari ini pun dicukupkan pembahasan ginjal pada hari ini.
177
SCREENSHOT SAAT MENGIKUTI MEET
178
Jurnal Belajar
Pada hari Jumat tanggal 5 Maret 2021 kelas X IPA 4 dan X IPA 5 melaksanakan pembelajaran online
Biologi. Bu Puspa membagikan link google meet di grup WA. Dan setelah saya join, saya dan teman-
teman menunggu Bu Puspa karena Bu Puspa sedang offcam dan offmic selama beberapa menit. Akhirnya
Bu Puspa kembali menyalakan kamera dan mic. Hari ini Bu Puspa mempersilakan untuk yang mendapat
judul materi analisis ginjal untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembentukan urin.
Dan Tezhar dari XI IPA 5 menjelaskannya. Lanjut dengan Ruth dari XI IPA 4 yang menjelaskan ciri-ciri
pada urin. Jadi ada dua faktor yang mempengaruhi pembentukan urin yaitu faktor internal dan faktor
eksternal. Kemudian Bu Puspa meminta Faisal dari XI IPA 4 menjelaskanhormon ADH. Setelah itu Bu
Puspa bertanya pada Faisal kemudian bertanya pada Gita dari XI IPA 4. Setelah itu Bu Puspa meminta Gita
menjelaskan tentang hormon insulin. Lanjut Bu Puspa menunjuk Farren dari XI IPA 5 untuk menjelaskan
pendapatnya tentang insulin dan Farren menjelaskan pendapatnya. Setelah itu Bu Puspa bertanya lagi pada
Je Ivan dari XI IPA 5 tentang pengaruh insulin terhadap pembentukan urin. Dan Je Ivan menjelaskan yang
dia ketahui tentang Pengaruh Hormon Insulin. kemudian Marcell dari XI IPA 4 menjelaskan pendapatnya
dan Bu Puspa puas dengan jawaban yang diberikan Marcell. Lalu Bu Puspa meminta Andri dari XI IPA 5
untuk menjelaskan tentang sistem renin namun Andri tidak bisa menjelaskan. Lalu Bu Puspa meminta Rafli
dari XI IPA 5 menjelaskan sistem renin dan Rafli menjelaskannya. Lanjut ke Nanda dari XI IPA 5 Bu
Puspa menanyakan pendapatnya mengenai penjelasan Rafli tentang sistem renin. Lanjut lagi ke Raina dari
XI IPA 5 diminta Bu Puspa menjelaskan faktor eksternal. Terakhir Bu Puspa meminta Raisya dari XI IPA
4 untuk menjelaskan karakteristik urin. Bu Puspa pun mengakhiri pembelajaran pada hari ini.
179
SCREENSHOT SAAT MENGIKUTI MEET
180
Jurnal Belajar
Pada hari Rabu tanggal 10 Maret 2021 kelas X IPA 4 dan X IPA 5 melaksanakan pembelajaran online
Biologi. Bu Puspa membagikan link google meet di grup WA. Pertama-tama Bu Puspa mempersilahkan
yang mendapat judul hati unruk berbicara dan Elvina dari XI IPA 4 menjelaskan definisi hati dan telaknya.
Kemudian bu puspa bertanya dimana letak hati dan Destin dari XI IPA 4 menjawab di kanan lambung
bukan dibawah lambung sebelah kanan. Kemudian dilanjutkan Rania dari XI IPA 4 menjelaskan keenam
fungsi hati. Lalu Bu Puspa membahas empedu. Dilanjutkan dengan Alya Rahimah dari XI IPA 4
menjelaskan proses pada hati. Kemudian Bu Puspa menerima telepon beberapa menit dan akhirnya setelah
selesai Bu Puspa menyapaa Juan yang baru selesai tes untuk olimpiade. Stelah itu dilanjutkan Oriza dari
XI IPA 4 yang menjelaskan mengenai gangguan pada hati. Kemudian Bu Puspa juga membahas tentang
gangguan pada hati. Akhirnya pembelajaran diakhiri karena waktunya sudah habis.
SCREENSHOT SAAT MENGIKUTI MEET
181
Jurnal Belajar
Pada hari Jumat tanggal 12 Maret 2021 kelas X IPA 4 dan X IPA 5 tidak melaksanakan pembelajaran online
Biologi. Karena hari ini guru-guru sedang rapat, jadi Bu Puspa memberikan tugas membuat analisis
terhadap organ sistem eksresi yaitu ginjal, kulit dan hati manusia dan dikumpulkan di google classroom.
182
Jurnal Belajar
Pada hari Rabu tanggal 17 Maret 2021 kelas X IPA 4 dan X IPA 5 melaksanakan pembelajaran online
Biologi. Bu Puspa membagikan link google meet di grup WA. Pertama-tama Bu Puspa mempersilahkan
Yuniar menjelaskan tentang kulit kemudian proses retinasi dijelaskan oleh alya sakila dari xi ipa 4.
Dilanjutkan fani dari XI IPA 4 menjelaskan struktur hati, Kemudian Ashos dri XI IPA 5 menjelaskan
struktur kulit. Kemudian Madinah dari XI IPA 5 menjelaskan pertolongan pertama luka bakar. Kemudian
Jason dari XI IPA 4 menjelaskan cara mendiagnosis penyakit hati, kemudian dilanjutkan dengan Gabriel
dari XI IPA 4 menjelaskan penyakit kulit yaitu jerawat. Lalu Ghina dari XI IPA 5 menjelaskan tentang
faktor yang mempengaruhi kerusakan pada hati. Selanjutnya Khansa dari XI IPA 5 menjelaskan tentang
pengobatan untuk gangguan hati. Setelah itu Zinedine dari XI IPA 5 menjelaskan tentang struktut ligamen
pada hati. Kemudian Ivan dari XI IPA 5 menjelaskan tentang salah satu gangguan pada kulit yaitu kapalan.
Selanjutnya Rafi dari XI IPA 5 menjelaskan tentang proses pengeluaran keringat. Lalu Modestine dari XI
IPA 4 menjelaskan mengenai struktur hati yaitu lobulus, saluran empedu, dan pembuluh darah. Kemudian
Adhelia dari XI IPA 4 membahas tentang mengapa kulit menjadi berkerut jika terkena air. Setelah itu saya
menjelaskan tentang salah satu penyakit pada hati yaitu sirosis. Lalu Juan dari XI IPA 4 menjelaskan
tentang enzim pada hati. Dan yang terakhir Samuel dari XI IPA 4 menjelaskan tentang berbagai gejala
gangguan fungsi hati yang harus diwaspadai. Akhirnya jam pelajaran Biologi pun berakhir dan Bu Puspa
mengakhiri pertemuan pada hari ini.
SCREENSHOT SAAT MENGIKUTI MEET :
183
8.2 TUGAS-TUGAS
ANALISIS ORGAN EKSRESI
HATI
1. Definisi hati :
Hati atau yang disebut juga dengan hepar merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh. Organ
yang berwarna merah kecokelatan ini memiliki berat sekitar 1,5 – 2,0 kilogram. Ia terletak di
dalam rongga perut sebelah kanan tepatnya di sebelah kanan lambung dan dibawah diafragma,
Hati berfungsi sebagai organ eksresi karena membantu fungsi ginjal dengan memecah beberapa
senyawa yang bersifat racun yang disebut dengan proses detoksifikasi dan menghasilkan
ammonia, urea, serta asam urat yang akan dieksresikan ke dalam urine.
2. Struktur hati :
Struktur hati terdiri dari empat lembaran atau lobus yang terdiri dari dua lobus utama kanan dan kiri.
Tiap lobulus terdiri atas pembuluh darah vena sentral yang dikelilingi oleh 6 pembuluh darah vena dan
hati portahepatica. Pada kedua pembuluh darah tersebut akan bertemu di sinusoid yaitu pembuluh darah
kapiler yang menyusun hati. Tiap sinusoid disusun atas dua macam sel yaitu sel kupffer dan sel
hepatosit.
Hati tersusun atas empat lembaran atau lobus yang terdiri dari dua lobus utama kanan dan kiri yang
berukuran besar serta dua lobus kecil berada di belakang lobus kanan. Lobus kanan merupakan lobus
184
hati yan paling besar, antara lobus kanann dan kiri dipisahkan oleh ligamen. Stuktur sinusoid hati
disusun atas dua macam sel yang berbeda, yaitu:
1. Sel Kupffer
Sel ini merupakan makrofag (kelompok sel darah putih) yang terletak khusus menyusun hati.
Fungsi dari sel kupffer ialah menghancurkan sel darah merah yang rusak atau telah mati.
2. Sel Hepatosit (sel hepar)
Sel hepar merupakan sel epitel kuboid. Sel- sel ini merupakan penyusun sebagaian besar hati dan
juga yang menjalankan fungsi hati seperti menghasilkan empedu, menjalankan fungsi metabolisme
di dalam hati dan lainnya. Saluran empedu merupakan saluran yang mengumpulkan empedu untuk
di sekresikan ke dalam kantung empedu.
3. Fungsi hati :
• Sekresi empedu, cairan yang berasal dari perombakan sel darah merah yang sudah tua dan disimpan
dalam kantung empedu atau dialirkan ke duodenum. Berfungsi membantu pencernaan lemak,
mengaktifkan lipase, membantu absorpsi lemak di usus, dan mengubah zat yang tidak dapat larut
di dalam air menjadi larut.
• Menghasilkan hormon trombopoietin, albumin, hormon angiotensinogen, enzim arginase, enzim
glutamat-oksaloasetat transferase, glutamat-piruvat transferase, dan laktat dehidrogenase.
• Menyimpan glikogen, lemak, zat besi, zat tembaga, serta vitamin A, D, dan B12.
• Mengaktifkan vitamin D.
• Fagosit bakteri oleh sel Kupffer.
• Degradasi hormon insulin dan hormon lain.
• Degradasi amonia menjadi urea.
4. Proses pada hati :
Proses perombakan eritrosit di hati :
Sel-sel darah merah tua dirombak ke dalam hati. Hemoglobin yang berada di dalam sel darah merah
tersebut dihancurkan dan dipecah menjadi beberapa zat yaitu zat besi (Fe), globin, dan heme.
185
Zat besi (Fe) dan globin dilakukan penyerapan kembali, Zat besi diserap kembali dan disimpan di
hati, sedangkan globin diambil sebagai bahan dasar pembentukan hemoglobin baru. Heme sendiri
dirombak untuk dirubah ke dalam bentuk bilirubin dan biliverdin yang berwarna hijau kebiruan.
Bilirubin akan dimanfaatkan sebagai pewarna feses dan urine setelah diubah menjadi urobilin dan
biliverdin akan dimanfaatkan sebagai pewarna empedu yang akan digunakan di kantong empedu.
5. Gangguan pada hati
• Penyakit hati (liver), disebabkan oleh infeksi virus, Amoeba penyakit disentri, cacing, plasmodium,
dan Toxoplasma sp.
• Sirosis hati (cirrhosis), yaitu berubahnya sel-sel hati menjadi jaringan ikat fibrosa sehingga
kehilangan fungsinya.
• Hemokromatosis, yaitu kelainan genetik yang menyebabkan tubuh terlalu banyak menyerap zat
besi dari makanan sehingga banyak tersimpan di dalam organ-organ tertentu seperti hati, jantung,
dan pancreas.
186
KULIT
1. Definisi Kulit
Kulit adalah lapisan luar yang menutupi tubuh sebuah vertebrata. Kulit terdiri atas epidermis,
dermis, dan hipodermis. Kulit berfungsi sebagai alat ekskresi karena adanya kelenjar keringat
(kelenjar sudorifera) yang terletak di lapisan dermis.
2. Struktur Kulit
1. Epidermis, terdiri atas stratum korneum, stratum lusidum (sel-sel pipih), stratum granulosum
(prekursor pembentukan keratin), stratum spinosum, dan stratum basalis/germinativum
(terdapat melanosit yang menghasilkan pigmen melanin).
Lapisan kulit epidermis terbagi menjadi lima sublapisan kulit, yaitu:
• Stratum korneum, lapisan kulit epidermis paling atas yang memproduksi keratin.
• Stratum lucidum, lapisan kulit yang berfungsi memproduksi keratin lebih banyak.
• Stratum granulosum, tempat bagi sel-sel kulit menghasilkan lemak dan molekul lainnya.
• Stratum spinosum, keratinosit yang terbentuk akan berikatan dengan sambungan
interseluler yang disebut desmosom.
187
• Stratum germinativum (stratum basal), tempat produksi keratinosit yang utama.
2. Dermis, terdiri atas lapisan papilar (jaringan ikat areolar renggang) dan lapisan retikuler
(jaringan ikat ireguler). Lapisan kulit dermis sebagian besar terdiri dari sejenis protein yang
disebut kolagen. Fungsi kolagen adalah membuat kulit terlihat kenyal dan kencang.
3. Hipodermis (subkutaneus),mengikat kulit dengan organ di bawahnya, mengandung sel lemak,
pembuluh darah, dan ujung saraf.
3. Kelenjar pada Kulit
a. Kelenjar keringat
Kelenjar keringat adalah struktur kulit yang terletak pada lapisan epidermis.Sesuai namanya,
fungsi kelenjar keringat adalah menghasilkan keringat yang dikeluarkan oleh lapisan subkulit
kecil (stratum korneum) ke permukaan kulit. Terdapat dua jenis kelenjar keringat, yakni:
• Kelenjar ekrin, yakni kelenjar keringat utama pada kulit manusia. Kelenjar ekrin
menghasilkan cairan encer dan tidak berbau, sebagian besar terdiri dari air dan natrium
klorida. Kelenjar keringat ini bisa ditemukan di dahi, serta telapak tangan dan kaki.
• Kelenjar apokrin, yakni kelenjar keringat yang lebih besar. Umumnya dapat ditemukan
pada area tubuh yang terdapat folikel rambut, seperti area ketiak dan kemaluan. Kelenjar
keringat ini mampu menghasilkan cairan yang berbau.
b. Kelenjar minyak (kelenjar sebasea)
Kelenjar minyak atau dikenal dengan kelenjar sebasea adalah suatu kelenjar kecil pada kulit
yang bentuknya menyerupai karung. Fungsi kelenjar minyak adalah melepaskan sebum
(minyak) ke folikel rambut serta melapisi dan melindungi batang rambut agar tetap lembap.
Kelenjar sebasea terletak pada lapisan kulit dermis. Sebum adalah campuran lemak, zat lilin,
minyak, dan pecahan sel.
4. Fungsi Kulit
Kulit memainkan peran penting sebagai garda terdepan pelindung tubuh manusia.Berdasarkan
struktur kulit yang sudah disebutkan di atas, berikut adalah fungsi kulit manusia secara umum:
1. Melindungi tubuh
Salah satu fungsi kulit manusia yang paling utama adalah sebagai pelindung tubuh dari patogen
penyebab penyakit.Hal ini tak terlepas dari fungsi sel-sel Langerhans yang merupakan bagian
dari sistem kekebalan tubuh.
188
2. Sebagai indera perasa
Fungsi kulit manusia yang tak kalah penting adalah sebagai indera perasa.Ini karena kulit
memiliki ujung-ujung saraf yang mampu mendeteksi sentuhan, suhu, tekanan, getaran, dan
cedera.
3. Sebagai tempat penyimpanan lemak dan cairan
Fungsi kulit manusia berikutnya adalah sebagai tempat penyimpanan lemak dan cairan.Fungsi
lemak ini yang dapat melindungi tubuh dari panas dan dingin, sebagai cadangan energi dan
sebagai bantalan yang melindungi tulang, otot, dan organ dalam tubuh.
4. Mengatur suhu tubuh
Fungsi kulit manusia mampu menjaga suhu tubuh tetap normal.Ini artinya, jika kulit terlalu
panas, pembuluh darah akan melebar melepaskan panas. Saat kedinginan, pembuluh darah akan
mengerut untuk menyimpan panas sehingga suhu tubuh tetap normal.
5. Fungsi kulit manusia lainnya
Fungsi kulit manusia lainnya adalah menahan air untuk mencegah nutrisi-nutrisi terbuang dari
kulit. Selain itu, kulit tubuh manusia juga berfungsi mengendalikan keluarnya cairan tubuh
dengan cara mencegah penguapan air. Kulit juga menjadi tempat dibentuknya vitamin D yang
berguna bagi tubuh.
5. Gangguan pada Kulit
• Eksem (dermatitis), radang kulit akibat faktor keturunan, emosi dan stres, atau kontak dengan
senyawa alergen.
• Kadas/kurap, bercak merah karena infeksi jamur.
• Kudis, gatal akibat infeksi tungau dan kutu air.
• Athlete’s foot, infeksi jamur di sela-sela jari kaki.
• Vitiligo, gangguan pigmentasi kulit.
• Jerawat, radang kulit atau pori-pori tersumbat akibat infeksi bakteri, perubahan hormonal, atau
kotoran.
• Pruvitus kutanea, gatal karena iritasi saraf sensoris perifer.
• Kalvus, penyakit mata ikan karena virus/bakteri dan gesekan terus-menerus.
189
GINJAL
1. Definisi Ginjal
Ginjal merupakan komponen utama penyusun sistem ekskresi manusia yaitu urin. Manusia
memiliki sepasang ginjal berukuran sekitar 10 cm. Letak ginjal di rongga perut sebelah kiri dan
kanan ruas-ruas tulang pinggang. Ginjal berfungsi untuk menyaring zat-zat sisa metabolisme dari
dalam darah, mempertahankan keseimbangan cairan tubuh, mengeskresikan gula darah yang
melebihi kadar normal dan mengatur keseimbangan kadar asam, basa, dan garam di dalam tubuh.
Posisinya berada di kanan dan kiri tulang pinggang yaitu di dalam rongga perut pada dinding tubuh
bagian belakang. Bentuknya seperti biji kacang merah. Ginjal di sebelah kiri letaknya lebih
tinggi daripada di sebelah kanan. Keduanya berwarna merah, karena banyak darah yang masuk ke
dalamnya.
2. Struktur Ginjal
• Bagian-bagian ginjal: lobus ginjal, hilus (hilum), sinus ginjal, parenkim ginjal, dan pelvis
renalis.
• Jaringan penyusun parenkim: korteks (bagian luar) dan medula (bagian dalam).
• Korteks tersusun atas nefron, yaitu unit struktural dan fungsional terkecil dari ginjal. Pada
nefron terdapat komponen pembuluh (arteri aferen, glomerulus, arteri eferen, dan kapiler
190
peritubuler) dan komponen tubuler (kapsul Bowman, tubulus kontortus proksimal, lengkung
Henle, tubulus kontortus distal, dan tubulus kolektivus.
• Medula terdiri atas massa triangular yang disebut piramida ginjal, yang akan berhubungan
dengan saluran pengumpul urine.
3. Proses pada Ginjal
Proses Pembentukan Urine
1. Filtrasi Glomerulus
Yaitu proses penyaringan plasma bebas protein melalui kapiler glomerulus ke dalam kapsul
Bowman. Cairan yang difiltrasi akan melewati membran glomerulus yang mampu menahan sel
darah dan protein plasma, serta melewatkan air dan molekul berukuran kecil. Hasil filtrat
glomerulus (urine primer): mengandung air dan zat terlarut (glukosa, klorida, natrium, dll),
tanpa protein plasma dan elemen seluler. Cairan hasil penyaringan tersebut (filtrat), tersusun
atas:
• Urobilin;
• Urea;
• Glukosa;
• Air;
• Asam amino;
• Ion-ion seperti natrium, kalium, kalsium, dan klor.
Filtrat selanjutnya disimpan sementara di dalam kapsula bowman dan disebut urine
primer. Tahapan pembentukan urine primer ini disebut tahap filtrasi. Sementara itu, darah dan
protein tetap tinggal di dalam kapiler darah karena tidak dapat menembus pori-pori
glomerulus.
2. Tahap Reabsorpsi
Urine primer yang terbentuk pada tahap filtrasi masuk ke tubulus proksimal. Di dalamnya
terjadi proses penyerapan kembali zat-zat yang masih diperlukan oleh tubuh (tahap reabsorpsi).
Glukosa, asam amino, ion kalium, dan zat-zat yang masih diperlukan oleh tubuh juga diangkut
ke dalam sel, kemudian ke dalam kapiler darah di dalam ginjal. Sedangkan urea hanya sedikit
yang diserap kembali.
Cairan yang dihasilkan dari proses reabsorpsi disebut urine sekunder yang mengandung air,
garam, urea (penimbul bau pada urine), dan urobilin (pemberi warna kuning pada urine). Urine
sekunder yang terbentuk dari proses reabsorpsi selanjutnya mengalir ke lengkung henle,
kemudian menuju tubulus distal. Selama mengalir dalam lengkung henle, air dalam urine
sekunder juga terus direabsorpsi.
191
3. Tahap Augmentasi
Pada bagian tubulus distal masih ada proses penyerapan air, ion natrium, klor, dan urea. Di
sinilah terjadi proses augmentasi, yaitu pengeluaran zat-zat yang tidak diperlukan tubuh ke
dalam urine sekunder. Ketika telah bercampur, inilah yang merupakan urine
sesungguhnya. Kemudian disalurkan ke pelvis renalis (rongga ginjal). Urine yang terbentuk
selanjutnya keluar dari ginjal melalui ureter, menuju kandung kemih yang merupakan tempat
menyimpan urine sementara.
Kandung kemih memiliki dinding yang elastis dan mampu meregang untuk dapat menampung
sekitar 0,5 L urine. Proses pengeluaran urine dari dalam kandung kemih disebabkan oleh
adanya tekanan akibat adanya sinyal yang menunjukkan bahwa kandung kemih sudah penuh.
Kontraksi otot perut dan otot-otot kandung kemih akan terjadi saat adanya sinyal penuh dalam
kandung kemih. Akibat kontraksi ini, urine dapat keluar dari tubuh melalui uretra.\
4. Fungsi Ginjal
• Mengeluarkan zat sisa organik dan racun.
• Mengatur keseimbangan konsentrasi ion-ion penting dalam tubuh.
• Mengatur keseimbangan asam-basa.
• Menjaga tekanan darah.
• Mengatur produksi sel-sel darah merah di dalam sumsum tulang.
• Mengendalikan konsentrasi nutrisi darah.
• Mengubah vitamin D yang inaktif menjadi aktif.
5. Gangguan pada Ginjal
• Glukosuria, ekskresi glukosa ke dalam urine.
• Albuminuria, glomerulus gagal melakukan penyaringan protein.
• Batu ginjal, adanya endapan senyawa kalsium dan asam urat pada rongga ginjal atau kandung
kemih.
• Diabetes mellitus, banyaknya glukosa dalam urine karena kurangnya hormon insulin untuk
mengubah glukosa menjadi glikogen untuk disimpan di hati.
• Diabetes insipidus, produksi urine berlebihan dan encer karena kekurangan hormon ADH.
• Poliuria, kelebihan produksi air seni akibat rasa haus yang terus-menerus atau mengonsumsi
cairan yang bersifat diuretik.
• Gagal ginjal (anuria), ginjal gagal memproduksi urine.
• Uremia, darah banyak mengandung urea karena ginjal gagal membuang urea keluar dari tubuh.
• Nefritis, radang nefron karena infeksi bakteri Streptococcus sp.
192
BAB IX
SISTEM KOORDINASI
9.1 JURNAL BELAJAR
Jurnal Belajar
Pada hari Jumat tanggal 26 Maret 2021 kelas X IPA 4 dan X IPA 5 melaksanakan pembelajaran online
Biologi. Bu Puspa membagikan link google meet di grup WA. Pertama-tama Bu Puspa memuji hasil
ulangan harian bab eksresi kemarin. Dan kehadiran XI IPA 5 dan XI IPA 4. Setelah itu Bu Puspa juga
membahas tentang kakak kelas dan teman-teman yang sudah diterima di Universitas pilihannya. Dan Bu
Puspa juga menasehati untuk mulai mempersiapkan nanti mau masuk kemana dan jangan sampai tiket sia-
sia. Kemudian masuk ke bab baru yaitu sistem kooordinasi yaitu saraf, hormon, dan indra. Bu Puspa
bertanya pada Louis apa itu sistem koordinasi, lalu Bu Puspa meminta salah satu anak untuk mengomentari
jawaban Louis dan akan diberi nilai 100. Lalu Engeline menjawab. Lalu Bu Puspa menjelaskan bahwa
sistem koordinasi adalah sistem untuk mengkoordinasi atau mengatur, atau memanage. Kemudian Rania
menjelaskan tentang neuron. Kemudian Bu Puspa meminta salah satu anak untuk menjelaskan tentang
akson dan Tezhar dari XI IPA 5 menjelaskan. Setelah itu Bu Puspa menjelaskan bagian-bagian dari akson.
Fungsinya adalah sensor, motor dan konektor. Karena waktu pelajaran sudah habis maka Bu Puspa pun
mengakhiri pertemuan pada hari ini.
193
SCREENSHOT SAAT MENGIKUTI MEET
194
Jurnal Belajar
Pada hari Jumat tanggal 16 April 2021 kelas X IPA 4 dan X IPA 5 melaksanakan pembelajaran online
Biologi. Bu Puspa membagikan link google meet di grup WA. Pertama-tama Bu Puspa menyapa siswa-
siswi karena sudah beberapa pertemuan tidak ada meet. Kemudian Bu Puspa mengapresiasi siswa siswi
yang sudah mengumpulkan tugas terutama XI IPA 5 yang sudah semua mengumpulkan ketiga tugas.
Kemudian Bu Puspa juga membahas Ruth dari XI IPA 4 yang sedang dalam proses pemulihan dari operasi
karena masalah pada ototnya, lalu Adastra dari XI IPA 4 yang salah tempat mengumpul dan Raisya dari XI
IPA 4 yang belum mengumpulkan sebagian tugasnya. Setelah itu Bu Puspa meminta Raisya untuk memberi
pendapat mengenai sistem saraf namun karena Raisya belum join ke dalam meet jadi kesempatan tersebut
diambil Aaliyah dari XI IPA 4 yang menjelaskan mengenai sistem saraf pusat. Selanjutnya Ghina dari XI
IPA 5 menjelaskan mengenai otak. Kemudian Rania dari XI IPA 4 menambahkan bagian-bagian lainnya.
Lanjut ke sumsum tulang belakang yang dijelaskan oleh Engeline dari XI IPA 4. Kemudian langsung ke
persamaan dan perbedaannya yang laki-laki diminta oleh Bu Puspa untuk menjelaskan, dan dijelaskan oleh
Tezhar dari XI IPA 5 yang menjelaskan persamaannya. Bu Puspa lalu meminta satu siswa untuk
menjelaskan ttg komposisi dan Aaliyah dari XI IPA 4 menjelaskan bahwa komposisinya sama tetapi
letaknya berbeda. Bu Puspa lalu meminta 1 siswa lagi untuk menjelaskan tentang alur instruksi dan Candyle
XI IPA 4 menjelaskan kalau alurnya sama tapi pengolah informasinya berbeda. Jam pelajaran pun habis
setelah membahas 2 materi. Engeline bertanya tentang Jurnal. Bu Puspa pun mengakhiri pertemuan hari
ini.
SCREENSHOT SAAT MENGIKUTI MEET
195