The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

NOVEL SEKOLAH SMAN 1 KEDUNGWARINGIN XII IPS 1

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by yixingglay29, 2022-02-19 08:32:10

SPECIMINA PRATERIA

NOVEL SEKOLAH SMAN 1 KEDUNGWARINGIN XII IPS 1

Keywords: #SEKOLAH #NOVEL

P a g e | 49

dirumah, belajar dirumah sampai virus itu tidak
ada. Sedih karena tidak ada masa-masa belajar di
kelas sebelas, tidak ada keramaian dikelas.
Sampai akhir semester dua, tiba waktunya untuk
pembagian rapot kelas sebelas. Setelah
pembagian rapot kelas sebelas kita naik satu
langkah dimana itu adalah masa terakhir kita
sekolah yaitu kelas dua belas.

Awal kita dikelas dua belas masih belajar
dirumah dengan menggunakan handphone. Namun
dipertengahan di semester satu, kita
diberitahukan akan sekolah normal kembali tetapi
dengan secara terbatas. walaupun secara
terbatas gue seneng karena bisa bertemu dengan
teman-teman.

Pada semester dua awal diberitahukan akan
masuk sekolah normal 100 persen. Sangat senang
karena bisa setiap hari bisa bareng sama teman-
teman, membuat keramaian lagi dikelas. Awal
masuk normal kelas dua belas tidak ada yang
berubah strukturnya. Hanya perubahan KM, dari

P a g e | 50

Denaro yang awalnya KM menjadi Okta, Denaro
sebagai wakil KM. Baru masuk saja kelas ini sudah
super gila tidak berbeda dengan kelas kelas yang
lain, namun kadang menyebalkan sekali ketika kita
dihadapkan dengan para guru-guru yang selalu
membandingkan.

Sungguh menyenangkan berada dikelas ini, karena
setiap harinya selalu saja ada bahan untuk
tertawa

P a g e | 51

BAGIAN 5

PEMBULLYAN

Selesai kegiatan MPLS aku resmi menjadi
siswi ips di SMAN 1 KEDUNGWARINGIN. Aku
suka menjadi siswi di jurusan ini, karna jurusan
ini yang aku harapkan. Namun tidak dengan orang
di sekitar ku. Di kelas ini, aku bertemu seorang
laki-laki yang berkelakuan feminim. Bukan satu
atau dua kali aku bertemu orang seperti dia. Tapi
ini pertama kali nya aku hidup di atap yang sama
dengan orang seperti nya. Tidak ada rasa janggal,
bagi ku itu hanya hal biasa karna yang ku yakini
sikap feminim tidak di tujukan hanya untuk
perempuan. Rangga, Rangga putra itu nama
lengkap nya, lelaki berawakan kurus tinggi dan
bersikap lembut bak wanita. Kawan lelaki di kelas
ku akrab memanggil nya dengan sebutan "Neng
Rangga" Sebenarnya itu tak pantas, karna rangga
bukan wanita. Tetapi kawan lelaki tak perduli
akan itu. Mereka melihat rangga sebagai wanita.

P a g e | 52

Tak jarang kata demi kata di lontarkan, dari
sekedar gurauan sampai yang tak bisa di
tertawakan. Keadaan rangga yang seperti itu
membuat nya tak memiliki teman, ah bukan. Tapi
tidak ada anak lelaki yang mau menemani nya.

Aku, Fitriyani. Kebetulan mempunyai satu
kesamaan dengan nya. "Sama - sama menyukai
Kpop" dan tak di sangka lagi ada fini yang
mempunyai kesamaan seperti kami. ( Aku &
rangga ) Canda gurau kami biarkan, mengisi topik
setiap pertemuan. Tidak jauh namun juga tidak
selalu tentang kpop yang dilontarkan. Ada
pembahasan mengenai teman sekitar, terkait
pembelajaran, hal yang lucu dan cerita lain yang
terlupakan. Jam istirahat dan jam kosong adalah
waktu kami bersama, ada yang membawa bekal,
membeli makanan ringan dari kantin sekolah dan
ada juga yang mengusik rangga. Tidak hanya di
kelas, di organisasi pun rangga merasa terusik. Ia
pernah bercerita pada ku di kantin sekolah;

"Gua gak jadi ikut lomba" kata rangga.

P a g e | 53

Aku mencerna perkataan nya sebentar, sebelum
ku tanya apa alasan nya.

"loh, kok bisa?" tanya ku, kaget.

"ya, gitu lah. di remehin, kata nya badan gua letoy
gak cocok gitu lah pokok nya buat ikut lomba."
jelas rangga.

"tapi kan lu selalu ikut partisipasi, terus gak
pernah bolos juga kan setiap latihan?" tanya ku
semakin kaget.

"ah gatau, fi." jawab nya dengan nada pasrah.

"lo boleh cerita sama gua, rangga. jangan takut,
lo layak dimata gua. lo rangga laki-laki, bukan
kaya yang mereka liat" kata ku dengan nada yang
menyakinkan. jujur saja menurut ku hal seperti
harus di ketahui publik.

"gua takut, fi. opini dia yang ngejelek - jelekin
gua banyak yang dukung. Gua takut disangka
tukang ngadu sama mereka."

P a g e | 54

"tapi kan, lo emang berhak buat ngadu? sekarang
gini deh. apa dengan cara lo sekarang yang diem
aja di raguin bahkan sampe di perlakuin gak adil
gitu. lo pikir mereka bakal berubah? mereka
bakal temenan sama lo? mereka bakal jadi baik
ke lo, gitu? kan engga rangga. so please, let it be.
biarin gua tau, biarin orang - orang tau, bi–"

"engga, jangan. lo aja yang tau." potong rangga.

"awal nya, semua baik-baik aja. dia juga gak
berulah. cuma pas gua terpilih jadi salah satu
perserta buat ikut lomba. dia kaya gak terima
gitu, terus sering banget ngehasut yang lain
bilang kalo gua gak pantes buat ikut lomba. ntah
katanya badan gua yang kurus lah, kurang power
lah, kaya cewek, gitu gitu deh inti nya. sampe
semua nya mulai ngeraguin gua dan akhir nya gua
dikeluarin, bahasa halus nya gua di jadiin
cadangan aja. itu juga karna gua udah beli semua
keperluan yang harus di beli buat lomba, kalo gua
belum beli kaya nya gua beneran di rumahkan gak

P a g e | 55

si? lucu banget mereka, sakit hati gua." jelas
rangga.

Aku diam sejenak, mendengar semua penjelasan
nya dengan perasaan yang campur aduk. Aku
harus marah atau sedih aku bingung. Tapi yang
jelas aku benar - benar tidak terima dengan ini,
selain rangga teman ku. Aku juga
mempertanyakan tentang sikap orang - orang di
organisasi tersebut, terutama ketua organisasi.
sulit bagi ku untuk percaya kalau orang yang di
jadikan pemimpin adalah orang yang tidak
kompeten.

"dia satu alumni sama lo kan?" tanya rangga yang
membuatku terkejut.

"iya, satu kelas juga. gua udah ngira kalo dia gak
bakal berubah setelah ngelakuin hal yang sama ke
temen gua dulu." jawab ku jujur.

"jadi bukan cuma gua?" tanya rangga.

Aku menganggukan kepala sebagai jawaban iya.

P a g e | 56

Ketika kami sedang merenung, bell sekolah
berbunyi menandakan waktu istirahat telah
selesai. Aku dan rangga mulai bangkit dari
tempat duduk, kami saling merapikan pakaian, ah.
itu suatu hal yang wajib di lakukan sebelum
masuk ke kelas.

"Rangga!" panggil seseorang.

Kami terkejut dengan suara nyaring itu, tapi tak
perlu melihat nya kami sudah tau siapa dia. Ya,
tidak lain adalan sayyida nafisa. Teman sekelas
kami, dan satu organisasi dengan rangga, hanya
saja mereka berdua memiliki nasib yang berbeda.

"gua duluan ya, sekarang jamkos. gua mau
manfaatin waktu nya buat tidur." kata ku.

"tidur mulu lo, fi." ucap mereka bersamaan.

"haha, biasa lah. dah ya, babay!"

Setiba nya aku di kelas, aku merasa tak akan
bisa tidur karna melihat bagaimana kacau nya
kelas ini. "Lebih baik aku tidur di perpustakan

P a g e | 57

sekolah saja" pikir ku. Namun ketika sedang
berjalan menuju perpustakan, aku melihat rangga
sedang ditertawakan di lapangan, tentu saja di
tertawakan oleh orang-orang di organisasi
sampah itu. Aku ingin mebantu nya tapi ketika
aku hendak melangkahkan kaki ku, rangga
menggelengkan kepala nya dari sana sebagai
isyarat kalau aku tidak perlu membantu nya. Lagi,
ia mengisyaratkan bahwa diri nya baik-baik saja
dengan melambangkan dua jempol.

"oh Tuhan" gumam ku dalam hati.

"Fi—"

"Oy?!" aku terkejut.

" Ngapain? kata nya mau tidur? kata rangga.

"Ini tujuan gua ke perpus ya mau tidur, cuma liat
lu di gituin dan lu gak ngebolehin gua bantu ya
akhir nya gua ngelamun dah, gak bisa tidur."

"Makasih ya? lu gak perlu segitu nya. Tadi tuh
masih bisa gua toleransi ko."

P a g e | 58

"Toleransi apaan, orang lu ketakutan gitu juga."

"Keliatan banget ya? gua takut di keluarin dari
organisasi aja kalo ngelawan."

"Ya keliatan lah, jelas banget. Lagian mereka
ngetawain apasi?"

"Oh itu, tadi mereka liat gua lagi streaming MV
KPOP. Mungkin karna gua ikut nyanyi kali ya, jadi
mereka notice terus gua diketawain deh. Gak
normal kata nya anak cowo suka kpop."

"Gila ya, normal menurut mereka tuh kaya gimana
si? gue rasa sakit sih orang orang di organisasi lo
tuh, harus nya mereka ngaca dan sadar kalo
mereka tuh yang gak normal."

"udahlah, biarin aja. yu masuk yu, udah bell
pergantian pelajaran nih."

Aku pun berjalan kembali ke kelas, beda nya
kali ini tidak sendiri. Karena ada rangga. Di jalan
menuju kelas kami hanya berbincang ringan
tentang tugas tugas dan mentertawakan hal yang

P a g e | 59

menurut kami lucu. "Ayolah, lupakan sejenak
tentang mereka dan istirahatkan mental serta
pikiran kita." gumam ku. Namun seperti nya
semesta menolak. Ketika sampai di kelas aku dan
rangga di kejutkan dengan pandangan kacau ini.
Seluruh isi di dalam tas rangga beserekan di
lantai, meja nya penuh dengan coretan "neng
rangga" dan kata serta gambar kotor lain nya.
Kali ini ku rasa aku tak bisa membiarkan nya lagi.
Aku memandang mereka para pelaku, teman lelaki
di kelas ku. Yang memasang wajah tanpa rasa
bersalah, mentertawakan yang terjadi seolah ini
semua bukan masalah.

"Anjing." Ucap ku kasar, yang berhasil menarik
perhatian mereka semua.

"Siapa yang mulai hal tolol kaya gini, hah?!" lagi,
mereka hanya menatapku tanpa ada tanda - tanda
untuk bersuara.

"KALO ORANG NANYA TUH DI JAWAB,
BRENGSEK. SAMPAH BANGET LO PADA
TOLOL" untuk hal ini aku mau meminta maaf

P a g e | 60

kepada Tuhan, kepada orangtua, dan kepada guru
- guru. Maaf karna aku menjadi anak yang tidak
sesuai dengan didikan mereka.

"fi udah fi, gua gapapa." ucap rangga dengan
suara bergetar sembari membereskan barang -
barang nya berserakan.

"jangan lu beresin, biarin situ. biarin situ rangga!"
aku membentak nya, secara sadar.

rangga tak menjawab, dia hanya menangis. Aku
membenci itu, aku benci teman ku terlihat lemah
dan menangis di depan orang orang biadap ini.

"Lo boleh nangis kali ini, gua bakal minta maaf
nanti." ucap ku.

"BUGH!" aku menonjok salah satu dari mereka.

"Main tangan adalah hal yang paling gua hindarin
ketika gua emosi, tapi kali ini lo semua anjing.
Logika gua gak bisa toleransi kelakuan tolol lu
pada."

P a g e | 61

"TANGGUNG JAWAB LO SEMUA, YANG KATA
NYA LAKI-LAKI TULEN. BERESIN SEMUA
NYA JANGAN SAMPAI ADA SISA. KARNA LO
PADA TAU? GUA GAK PERNAH PANDANG
BULU." Peringatan ku untuk mereka, biarkan
mereka bertanggung jawab atas apa yang mereka
perbuat.

"Ayo duduk" ajak ku pada rangga.

"apa liat-liat? beresin tuh semua. sebelum gua
pukul rata, dasar setres." ucap ku pada Ardi yang
dari tadi memperhatikan ku.

"iya song, iya ampun."

"Fi..." lirih rangga.

"Gua minta maaf, lo boleh pukul gua sebagai ganti
nya."

"Lo tadi kelewatan banget, jujur. Mereka
mungkin aja bisa balas dendam sama lu di luar
sekolah." lagi, rangga kali ini benar - benar
ketakutan.

P a g e | 62

"Balas dendam itu hal biasa, Gua bakal terima."
ucap ku sederhana.

"Kenapa lu segini nya?" Pertanyaan ini, membuat
aku tersenyum sejenak.

"Lu tau? Gua gak pernah di didik untuk jadi
sekeras ini. Tapi orang - orang kaya mereka yang
menjadikan gua kaya gini. Temen gua dulu
ngalamin hal yang sama kaya lu, tapi saat itu gua
gak bisa bantuin dia karena saat itu gua belum
seberani sekarang. Gua takut tindakan gua bakal
bikin orang - orang di sekitar gua kecewa, tapi
setelah gua pikir - pikir lagi. Gak ada salah nya
mengecewakan mereka untuk bela diri sendiri,
bela orang lain, terutama teman sendiri. Gua gak
mau membiarkan luka lama terjadi dua kali,
karena itu gua gak akan diem aja tentang lu kaya
gua yang diem aja waktu temen gua di posisi lu.
Lagian mereka bukan orang bodoh kan? yang
bakal kecewa karna suatu tindakan yang gak bisa
di sebut kriminal."

"Lo punya trauma?" tanya rangga.

P a g e | 63

"Bukan. Tapi Luka lama yang gak perlu di daur
ulang."
"Makasih ya, sekarang gua paham kenapa lu
berani banget"

"Belum selesai, ini baru teman kelas. Yang di
organisasi belum gua apa - apain."

"Gak usah fi, gua bakal keluar dari organisasi dan
ya... dari sekolah juga."

"Are you kidding me, dude?" tanya ku kaget.

"Ini serius, gua capek banget. Gua udah bilang
juga ke orangtua gua."

"Apa tanggapan mereka tentang ini?"

"Gak membantu. Kalo mau keluar ya keluar aja,
lagian ini semua karena gua aja yang baperan. gitu
kata mereka"

"Sakit ya nyokap bokap lu, haha."

Sudah seminggu setelah rangga mengundurkan
diri dari sekolah dan sudah seminggu juga aku di

P a g e | 64

selimuti rasa bersalah. Aku mengingat kembali
bagaimana itu semua terjadi, rasa pusing yang
tidak dapat ku bendung lagi membuat ku
memberanikan diri untuk melakakukan ini. Jamkos
yang membuat kelas kacau dan berisik, aku
berjalan ke depan kelas dan membuat sunyi
tenang kelas ini.

"Gua minta perhatian kalian sebentar" ucap ku.

ku pandang mereka satu persatu, terlihat jelas
dari mimik wajah nya yang tak sabar menunggu,
ingin segera tau apa yang akan ku lakukan kali ini.

"Gua mau minta maaf, Maaf karena masalah
kemarin bikin kalian kaget atau takut. Gua juga
mau minta maaf untuk temen laki-laki, bukan gua
terlalu ngebelain rangga dan ngelupain kalo kalian
juga temen gua. Tapi karna gua tau rasa nya di
posisi rangga, gua mau lo pada sadar dan bisa
nerima kenyataan kalau gak semua nya harus
sesuai dengan apa yang lu pada mau, apa yang lu
pada harapin, dan apa yang lu pada pikirin. Laki -
Laki gak harus brutal dan perempuan gak harus

P a g e | 65

lugu. Semoga kalian paham maksud gua, kalo ada
yang mau balas dendam gua tunggu. asal setimpal
gak akan gua bales lagi. Makasih semua nya"

Aku kembali duduk ke bangku ku, teman teman ku
ini baik. tak ada yang balas dendam dan tak ada
yang menjauhi ku sama sekali, aku senang mereka
paham maksud ku. semoga pemahaman ini tidak
bersifat sementara

P a g e | 66

BAGIAN 6

CINLOK

Tringggg...tringgg..

suara alarm ku berbunyi pertanda aku mulai
mengawali keseharian ku di hari kamis ini , aku
bergegas datang pagi hari ke sekolah karna aku
akan piket kelas. Sesampainya di kelas aku
mengucap salam " assalamualaikum" . Kupikir di
kelas belum ada siapa-siapa karena pada saat itu
posisinya aku datang di pagi hari buta , namun
ternyata di kursi paling pojok ada seorang lelaki
duduk sendirian di kursinya dan dia adalah
Tommy .

Saat itu perasaanku sudah mulai tidak enak
karena dia tidak menjawab salamku , Aku pun
tidak menghiraukan dan tidak mempermasalahkan
jika dia memang tidak ingin menjawab salamku
akhirnya akupun langsung membersihkan kelas ,
saat aku ingin membersihkan kursi barisan

P a g e | 67

Tommy dia merasa bahwa aku telah mengganggu
nya , padahal tujuanku hanya ingin piket .

Aku pun berbicara baik-baik "misi ya kursinya
mau disapu" . Dia hanya melihatku dengan tatapan
yang sinis sembari tangannya sibuk memainkan
hp . Saat aku melanjutkan menyapu dia
menginjak-nginjak sampah yang telah aku
kumpulkan , karena kesal aku pun langsung teriak
"ngapain sih ih gak jelas banget orang mau
dibersihin malah diinjak-injak" . Aku kesal sekali
karena sampah yang telah aku kumpulkan
berserakan di mana-mana itu semua karena ulah
nya . Dia hanya melihatku dengan tatapan yang
sinis sembari lari ke arah pintu luar .

Tringgggg....tringgg..

bel berbunyi pertanda bahwa kita akan meulai
pelajaran pertama , waktu pun berlalu saat jam
pelajaran selanjutnya yaitu pelajaran bahasa
Indonesia ternyata aku dipersatukan oleh Tommy
pada mata pelajaran bahasa Indonesia kita satu
kelompok , bu hadiani "Nazwa tolong ajarin Tomi

P a g e | 68

ya bagaimana cara mempresentasikan materi ini ,
krna nanti yang akan mempresentasikan hasil
diskusi kelompok kalian adalah Tomi" . Aku malas
sekali untuk mengajarkan Tommy bahkan melihat
mukanya saja sudah kesal perihal kejadian di pagi
hari saat aku piket kelas tapi apa boleh buat ini
adalah perintah langsung dari bu hadiani jadi mau
bagaimana lagi terpaksa aku harus mengajarkan
tommy.

Setelah jam pelajaran bahasa Indonesia berakhir
bunyilah suara bel jam istirahat tringgggg....
tringgggg.. pada jam istirahat Aku tidak seperti
anak-anak yang lain pergi jajan ke kantin tetapi
aku lebih memilih untuk diam di kelas dan
membaca materi yang nantinya akan aku jelaskan
kepada Tommy . Aku merasa ada sesuatu itu yang
mengganjal seperti ada yang sedang melihatku
saat Aku menoleh ke kursi barisan Tommy
ternyata dia sedang memperhatikanku . Dalam
hatiku "aduhhh ni anak gak istirahat juga sihhh" ,
dia dengan tatapannya nya yang membuatku
menjadi gelisah , saat aku sedang menatapnya

P a g e | 69

kembali bunyi suara hp-ku terdengar "tringgg...
Tringggg.." lalu aku melihat ada telepon masuk
namun dengan nomor yang tidak kukenal , saat
kuperhatikan kontak tersebut ternyata dia
adalah teman sekelas juga , satu grup WhatsApp
"X IPS 1" . Aku langsung curiga dan langsung
menebak bahwa nomor tersebut adalah kontak
tommy , karna dengan tatapannya melihat ke
arahku , tetapi tangannya sembari memainkan hp .
Saat ku angkat telfon nya dia langsung
mematikan hp nya dan bergegas keluar kelas .
Dengan tingkah nya yang seperti itu membuat ku
semakin yakin dan curiga bahwa nomer telpon itu
adalah kontak tommy .

Lalu bel pulang berbunyi "netttt...nettt..." Saat
aku sampai di rumah dan membuka hp ternyata
nomer tadi masih menelfon , dan menyepam chat
"p" . Awalnya tommy tidak mengakui bahwa itu
nomer nya , namun setelah ku paksa untuk
berkata jujur . Akhirnya dia mengakui bahwa dia
adalah Tommy wijaya si pembuat ulah , orang
yang ku benci di kelas . Dengan wajahnya yang

P a g e | 70

sok polos tanpa merasa bersalah dia berkata "
katanya mau ngajarin , gimana nanti bisa
presentasi yang ngajarin nya aja jutek " . Lalu
aku menjawab "apa sih gak jelas banget jangan
sok akrab lah" .

Dengan perasaan terpaksa akhirnya aku pun mulai
chattingan dengan Tommy membahas tentang
materi presentasi bahasa Indonesia , sejak saat
itu kami pun semakin dekat dan semakin akrab
rasa kesal menjadi awal perkenalan kami , dan
kerja kelompok menjadi awal kami semakin akrab.
Semakin hari ia pun menunjukkan rasa
kepeduliannya contohnya saat aku sakit dia
mengantarkanku ke uks , dia meminjamkan ku
jaket yang biasa dia pakai , kami semakin akrab
sering mengerjakan tugas bareng , bercanda
bareng , istirahat bareng , bahkan saat aku belum
dijemput oleh ayahku dia mau menungguku hingga
ayahku sampai di sekolah .

Di bulan September dia menyatakan perasaannya
melalui WhatsApp tetapi aku tidak mau jika dia

P a g e | 71

mengutarakan perasaannya melalui WhatsApp ,
akhirnya setelah pulang sekolah dia
menghampiriku dan berkata "gimana yang di chat
iya apa enggak" tentu saja aku tidak akan
menjawabnya jika dia mengutarakan perasaannya
dengan kalimat seperti itu aku berkata " yang
bener dong ngomongnya " di saat itu dia diam
tidak bisa berkata-kata , karena aku tidak mau
jika dia mengutarakan perasaannya dengan
kalimat seperti itu akhirnya aku lebih memilih
pergi dan tidak menjawab pertanyaan nya . Lalu
sesampainya Aku di rumah dia kembali mengirim
pesan "kenapa tadi pergi ? kan belum dijawab" .

Tiga kali dia menyatakan perasaannya melalui
chat , tetapi aku selalu menghiraukan
pertanyaannya tersebut . Sampai akhirnya di hari
Rabu tanggal 5 September 2019 setelah pulang
sekolah dikelas dia menyatakan perasaannya "jadi
gimana kamu mau nggak jadi pacar aku? "
Ngomong sambil cengar-cengir . Aku pun
menjawab "iya" . Lalu kami jajan dan dia pun

P a g e | 72

langsung mengantarkanku pulang ke rumah ,
setiap hari Aku diantar pulang sama tommy .

Setelah 2 bulan berlalu , Namun aku merasa bawa
lebih asik dan lebih terbuka saat kita masih
menjadi seorang teman daripada setelah menjadi
pacar . Karena setelah kami menjalin hubungan ,
malah muncul rasa canggung (malu , jaim ) , tidak
terbuka seperti pdkt . Di tahun 2020 sekitar
bulan maret ternyata ada wabah penyakit / virus
(covid 19) yang membuat kami tidak bisa bertemu
selama 1 tahun lamanya , disaat itu pula terjadi
lost kontak , banyak terjadi kesalahpahaman .

Saat kami tidak bisa bertemu secara langsung
kami hanya mengandalkan komunikasi via
WhatsApp , chatting pagi " pagi ayang , mau
daring bareng ga? " yapp betul sekali nama
kesayangan yang kami buat adalah " ayang " aga
mengelikan dan bahkan teman terdekat ku
meledek " idihh alay lu ayang - ayangan " Di
setiap paginya aku selalu mengirim pesan singkat
tersebut , dia balas " iya , nanti aku mah " , hanya

P a g e | 73

chattingan seperti itu yang kami lakukan di setiap
harinya dan akhirnya kamipun merasa jenuh .

Hubungan kami semakin renggang Dan kamipun
sempat memilih untuk berpisah , saat tommy
memilih untuk berpisah aku pun terkejut karna
hubungan kita yang masih se umur jagung namun
apa boleh buat karna memang aku akui hubungan
yang hanya mengandalkan chatting , apalagi kita
baru hubungan secara langsung nya pun sebentar
itu menjadi sebuah problem yang sulit namun
seharusnya tetap di jalani . Selama aku putus
dengan tommy hari demi hari aku jalani dengan
ke galau an , sesaat namun sangat berkesan .
Mamah ku sudah tau kalo aku menjalin hubungan
dengan tommy , mamah ku bertanya " udah gak
pernah telfonan lagi sama tommy? , Kenapa gak
main kesini lagi? Masih pacaran gak? " Aku hanya
terdiam dan selalu mengalihkan pembicaraan
mamah ku .

Pada bulan agustus 2021 tepatnya di tanggal 18
dia menghubungi ku kembali dan mengirimkan

P a g e | 74

satu pesan " aku main ke rumah kamu ya , nanti
sore " . Aku pun sangat terkejut karna melihat
notifikasi di layar handphone ku yang tertulis " 1
massage from tommy ips 1 " . Pesan nya pun
tidak langsung ku balas karna aku merasa harus
jual mahal hehehe..hehehe.. padahal dalam hati
ku yang sebenarnya merasa senang sekali ,
kangennnn , sejam kemudian aku membalas pesan
dari nya . Aku membalas " masih inget sama aku ?
" Dia balas " inget lah "

tidak lama kemudian dia benar-benar datang ,
aku pikir hanya sebuah basa basi semata . Mamah
memanggil ku " nengggg ada tommyy nihhh "
cepat- cepat aku mengintip di jendela dan
ternyata benar dia datang . Aku siap-siap pakai
kerudung lalu keluar kamar , dia langsung
menatap ku sambil tersenyum , dalam hatiku
"aduhaiii ga bisa nihhh di senyumin kaya ginii ,
pokoknya gue ga boleh salting , senyum tipis aja
lah" . Benar- benar rinduuu sekaliii , terakhir
ketemu saat masih sekolah offline . Dia
tersenyum dan berkata " udah lama ya aku gak

P a g e | 75

main " aku tidak bisa menjawab hanya terdiam
dan melihat wajahnya saja . Mamah ku
menghampiri kami ber dua dan berkata " tommy
kemana aja nihh baru main lagi " , dia menjawab "
hehehe ada ko bu di rumah , kemarin - kemarin
kan lagi banyak yang kena covid jadi gak boleh
main keluar dulu " . Dari dia datang aku hanya
terdiam , mamah ku berkata " neng kenapa diem
mulu ? " Tommy menjawab pertanyaan mamah ku
" kaya nya malu deh bu udah lama gak ketemu ,
hehehe..hehehe ..." Mamah " ooh iya jadi kagok
lagi yaa , tommy sihh baru kesini lagi " tommy "
hehehe iya ibuu " .

Akhirnya kita mulai ngobrol bareng , makan ,
bercanda . semakin hari kami sekamin akrab
kembali entah kapan kita memilih untuk kembali
menyatu , mengikuti alur nya , waktunya , hingga
kami pun tersadar " lohhh emg kita ngomong mau
balikan yaaa ? Ko tiba - tiba deket lagi , manggil
ayang lagii , padahal bulan kemarin aja masi
manggil tommy hehehe...hehee.. " tommy berkata
" iya jugaaa hehehehe...hehehe..." .

P a g e | 76

Sejak masalah yang dulu terjadi kami jadi belajar
dari kesalahan itu , problem yang terjadi yaitu
miskomunikasi . Di setiap harinya pagi hari kami
telfonan , siang telfon lagi , malam telfon . Dan
pastinya menyempatkan waktu untuk quality time
seperti nonton film , kulineran , traveling , deep
talk . Dan selalu mengusahakan jika sedang
terjadi masalah di selesaikan secara langsung
tidak di telfon apalagi di chat , itu sangat tidak
disarankan

Sampai saat ini di tahun 2022 kita masih
bersama hehehe.. banyak suka duka yang sudah di
rasakan , banyak pelajaran pula yang di ambil dari
kesalahan yang sudah terjadi , bahkan banyak
yang bilang " jangan pacaran sama temen sekelas
gak enakkk , nanti kalo putus jadi asing looohh ,
mending temenan aja.. karna kan biasanya orang
kalo udah putus bakal jadi asing kaya ga kenal ,
padahal dulu pas temenan akrab bangettt " .

Tapii aku pun gak mau di gantungg , di php in ,
friendzone heheheee . Bagaimanapun nanti

P a g e | 77

kedepannya aku percaya akan takdir yang di
berikan oleh tuhan , kenangan masa SMA
hehehe... Hehehe ... And fyi tommy ini first love
aku looohh , dari smp aku blm pernah pacaran
hehehe.. bahkan sampe sekarang pun sudah
banyak guru-guru yang tau aku pacaran sama
tommy , sebenarnya aku takut kalo guru tau aku
pacaran karna aku takut guru-guru berpandangan
buruk terhadap hubungan kami.. mau di tutup-
tutupi jugaa yang namanya teman sekelas tauu
kan pasti suka ngeledek , akhirnya pun guru-guru
tauu kami punya hubungan lebih... Berhubung
tommy itu jarang masuk jadi guru - guru langsung
menghadap kan pandangan nya ke arah ku " pacar
mu mana ? Gak masuk apa telat nihh , coba tanya
sana " " paling dia mah telat bu hehehe... hehe... "
Ujar ku .

Di kelas 12 ini aku masih menjalin hubungan
dengannya , dan kita berniat untuk menjalani
hubungan yang lebih serius untuk kedepannya..
dia bilang " kamu mau kuliah atau mau kerja? "
Aku menjawab " ga tauuu , pengen nya sihh kuliah

P a g e | 78

" dia menjawab " udah kamu kuliah ajaa , cocok
kamu kuliah " aku menjawab " kamu gimanaa mau
kuliah atau kerja? " Menjawab " insyaallah aku
mau kuliah " aku menjawab " iyaaa haruss serius
yaa , nanti kita ga bisa bareng lagiii kaya
sekarang yang tiap hari ketemu , pasti bakal
susah buat ketemuu punya kesibukan masing-
masing " pada saat itu aku tidak dapat
membendung rasa sedih ku.. karna aku merasa
waktu begitu cepat berlalu , padahal waktu itu
baruu aja kelas 10 sekarang udah mau lulus ajaa
huhuhu... Huhuhu...

Dia bilang " gapapa kan kuliah nya jugaa ga jauh
masih di Karawang , jadi masih bisa ketemuu..
jangan nangis aaahh , yuuu jajann biar ga sedih
lagiii " . Karna kepedulian , perhatian-perhatian
kecil yang dia berikan membuat akuu sangattt
nyaman di dekatnya.. dia mau mendengarkan
semua keluh kesah , kesedihan , dan semua
masalah yang ku hadapi...

P a g e | 79

P a g e | 80

BAGIAN 7

PELANTIKAN

Hari ini adalah hari senin dimana seluruh siswa
akan mengawali pagi hari mereka dilapangan
upacara, ya hari ini adalah hari yang sangat amat
tidak disukai oleh para murid yaitu berada
dilapangan upacara yang cuacanya sangat panas.
Aku berada dibarisan tengah diantara teman-
teman, Upacara pun dimulai
Pada saat kenaikan bendera
"aduh panas banget yah" ucap ade yang berada
disamping ku
"iya nih cuacanya hari ini sangat panas" Jawab ku
"aku jadi haus" lanjut ade sambil memegang
tenggorokannya
"sabar de habis upacara kita ke kantin yah" ucap
ku

P a g e | 81

Setelah upacara selesai barisan murid kelas X
tidak langsung dibubarkan karena ada
pengumuman yang akan di sampaikan oleh kepala
sekolah

"sekolah kita akan mengadakan pelantikan khusus
kelas X pelantikan tersebut berlokasi di mekar
sari dan berencana akan diadakan pada hari sabtu,
seluruh siswa wajib mengikuti pelantikan yang
diadakan ini tanpa terkecuali, kita semua akan
berangkat pada pukul 08.00 seluruh siswa harus
datang sebelum jam 08.00. jika ada yang telat
kami akan tinggalkan, jadi bapak berharap semua
siswa tidak ada yang terlambat dan bapak sangat
berharap anak kelas X dapat mengikuti acara
pelantikan ini dengan tertib dan amanah.
Termakasi atas waktunya sekian pengumuman ini
bapak sampaikan silahkan bubar barisan dan
masuk ke kelas masing-masing."

Saat berada di kelas

" kalian mau pada ikut pelantikan tidak? " tanya
ku

P a g e | 82

"ikut" sahut ade

"aku juga ikut "ucap mila

Bel masuk pun berbunyi semua siswa memulai
pembelajaran dengan tenang tanpa ada suara

Beberapa hari kemudian

Saat yang paling di tunggu-tunggu pun tiba
seluruh murid berkumpul di area lapangan sekolah
sedari pukul 07.00. Mereka semua sudah siap
untuk pergi ke mekarsari untuk melaksanakan
pelantikan tersebut. Seluruh siswa kelas X
diarahkan menaiki mobil yang sudah disediakan,
sebelum menaiki mobil aku melihat barisan kelas
ku dan melihat teman-teman ku semua sudah
lengkap kecuali Ade nurul,aku bertanya kepada
teman ku

"dimana ade? "

"tidak tahu aku dari tadi tidak melihatnya" Sahut
Mila

"mungkin dia tidak ikut" lanjut Alya

P a g e | 83

"Coba di telfon" Ucap wulan sambil menujuk
handphone yang ku genggam

Aku pun menelfon Ade nurul

"hallo, Ade kamu tidak ikut acara pelantikan ?"
tanya ku kepada ade

"tidak, aku sedang tidak enak badan"jawab ade

"oh, okey semoga cepat sembuh ya" ucap ku

"amin, terimakasi" kata ade sambil menutup telfn
ku

Seluruh siswa pun menaiki mobil dan saat
ditengah jalan teman semobil ku menyanyi dan
ada juga yang ngobrol²

Sesampainya di lokasi tempat pelantikan semua
kelas IPA dan IPS diperintahkan untuk mengatur
barisan dengan temen sekelasnya karna akan
dibagikan makanan dari pihak sekolah, semua
siswa memakan nasi dan lauk pauk yang diberikan
oleh pihak sekolah tersebut. Setelah makan aku
mengajak teman ku untuk mencuci tangan

P a g e | 84

"mila, alya,wulan silvy, ayo kita cuci tangan" ajak
ku kepada mereka berempat

"ayo"serentak mereka menjawab

Selesai mencuci tangan seluruh siswa disuruh
untuk memasuki tenda yang sudah
disediakan,saat memasuki tenda betapa senangan
hati ku yang bahagia seperti Matahari yang
menyinari bumi ternyata aku setenda dengan
teman SMP ku

"mel kamu disini?" tanya ku sambil menebarkan
senyum

"iya yan,kamu juga disini" jawab Amel sambil
memegang bahuku

"iyaaaaa, akhirnya kita satu tenda" lanjutku

"yeayyyyyyy seneng banget" sahut Amel

keesokan harinya tepatnya saat menuju azan
subuh semua siswa dibangunkan oleh para guru
untuk mengikuti sholat subuh secara bejamaah,
aku dan teman-teman setenda ku segera mandi

P a g e | 85

dan mengambil air wudhu dan shalat dibarisan
belakang imam

Matahari pagi pun muncul sangat indah , Kelas
IPA, IPS, dan para guru pun berkumpul di
lapangan untuk mengikuti senam pagi yang di
pimpin oleh ibu Ros, seluruh siswa mengikuti
senam dengan teratur, dan penuh semangat, saat
senam selesai aku mengajak temanku untuk jajan
diwarung terpencil dibawah pohon

"Bad, beli minum yu" ajak ku kepada nadia yang
berada di sampingku

"ayo yan aku juga haus" jawab nadia sambil jalan
bersama ku menuju warung

"Nad kamu mau sekalian beli makanannya tidak?
"Tanya ku kepada nadia yang berada dibelakang
ku

"mau yan kebetulan aku laper"sambil memegang
perutnya

"okeeeee aku pesenin ya" sahut ku

P a g e | 86

"Okeyyy"singkat nadia

Sepulang dari tempat makan aku dan nadia
melihat tenda Alya yang ambruk karena angin dan
mereka pun beramai-ramai membetulkan tenda
mereka tidak lama tenda mereka pun sudah
seperti semula hari sudah mulai siang seluruh
siswa mengikuti upacara yang diselenggarakan
oleh sekolah hari yang sangat panas teman ku
sakit dan aku meminta obat kepada bapa ibu guru
untuknya Akhirnya ia memakannya dan sudah
tidak merasakan sakit. semua kelas kembali ke
tenda masing masing untuk mengambil makanan,
aku Mengambil foto bersama Nadia. Pemandangan
yang sangat bagus Indah membuat hatiku
menjadi nyaman.

Hari selanjutnya seluruh siswa diarahkan untuk
melihat² pemandangan sekitar dan melihat
berbagai macam hewan yang berada di taman
tersebut,ketika dijalan aku dan teman ku melihat
ada seekor rusa yang tinggi, dan berbagai
binatang lainnya yang sangat lucu.

P a g e | 87

"apakah Perjalanannya masih jauh? " Tanyaku
pada teman²

"aku juga tidak tahu kaki ku sudah mulai
lelah"sahut karmila

"iya aku ingin beristirahat sejenak"kata wulan

"disana ada tempat untuk beristirahat " Kata
Alya sambil menunjuk tempat peristirahatan
tersebut

"yasudah ayo kita istirahat sambil menunggu yang
lainnya" sahut mila

Tak butuh waktu lama kami pun melanjutkan
perjalanan dan selang beberapa waktu akhirnya
kita sampai ditujuan,sesampainya ditempat
seluruh siswa mengambil makanan yg diberi para
guru dan kami pun makan dengan tenang karna
melihat pemandangan yang sejuk disana. Setelah
semua selesai makan kami di kumpulkan untuk
mengikuti beberapa perlombaan yang diadakan
oleh para guru

P a g e | 88

Pada perlombaan itu terdapat lomba merayap
ditanah dan badan tidak boleh menyentuh tali
yang berada diatas punggung itu suatu hal yang
sangat unik dan lucu selain itu ada juga lomba
meniup bola diatas aqua yang berisi air semua
siswa meniup sekuat tenaga agar bola itu
terjatuh pada aqua gelas yang terakhir untuk
mendapatkan juara,lalu ada juga permainan paku
yang dimasukkan kelubang botol kaca dan yang
lebih menarik dan yang ditunggu-tunggu adalah
lomba tarik tambang dan lomba ini adalah lomba
perwakilan antar kelas.

"siapa yang akan memainkan perlombaan ini?"
Tanya Nazwa kepada teman²

"gimana kalo fitri aja dia kan anaknya kuat pasti
kelas kita menang" jawab alya

"boleh tuh,terus Wulan juga ikut agar lebih kuat"
kata mila

"lalu siapa lagi? " lanjut nazwa

P a g e | 89

"gimana kalo Sayyida,pajrianti,dan okta, Apa
kalian mau mengikuti perlombaan ini? "tanya
Nazwa kepada mereka

"aku sih mau aja"jawab Pajrianti sambil
mengangkat tangannya

"aku juga mau ikut" kata Okta ,dan Sayyida

"okeee, semangat teman -teman" sorak teman
sekelas

Lomba pun telah berakhir seluruh siswa pun
pulang ketenda masing -masing menggunakan
mobil dora saat diperjalanan aku melihat buah-
buahan yang begitu segar,buah jeruk yang sangat
kuning sangat ingin ku makan, selain itu juga
banyak jenis buah-buahan lainnya seperti sawo,
rambutan dan buah lainnya,saat berada dimobil
dora kitapun menyanyi -nyanyi agar lebih seru
dalam perjalanan untuk kembali legenda.

Setelah turun dari mobil dora, kami mengambil
beberapa foto dibawah pohon yang lebat dengan
buah sawo dan di belakangnya terdapat awan

P a g e | 90

Sunset yang begitu bagus jelang siang hari semua
siswa kegerahan karna berada didalam tenda
yang cuacanya begitu panas sampai-sampai ada
yang menyiram tendanya sampai berkali-kali.

Cuaca yang sangat ini membuat para murid tidak
nyaman dan mereka pun keluar tenda untuk
berteduh dibawah pohon² terdekat untuk
mendapatkan kesejukan, sambil berteduh aku dan
teman-teman menceritakan hal-hal konyol dan
memainkan permainan nostalgia,semua temanku
bercerita tentang hal mistis

"aku pernah melihat nenek tua yang berjalan
didaerah sini pada malam kemarin"cerita fini

"Aku juga kemarin malam melihat seseorang
dibelakang tenda,karna aku penasaran aku pun
keluar tenda dan mengeceknya ternyata tidak
ada siapa-siapa" lanjut Ke cerita Dhea

"masa sihhhh? Aku beberapa hari disini tidak
melihat hal aneh"kata mila yang tidak percaya hal
itu

P a g e | 91

"seriussss aku tidak bohong"sahut dhea

"sudah-sudah gays katanya kalau disini tidak
boleh menceritakan hal-hal yang aneh-aneh "kata
wulan sambil menutup perbincangan

Hari menuju sore dimana siswa siswi beramai-
ramai mengantri untuk mandi, setelah mandi aku
dan teman-teman kembali ketenda masing-masing,
ini adalah malam terakhir kita semua disini karna
besok kita akan pulang ,para siswa dan siswi
merapihkan pakaiannya masing-masing agar tidak
ada yang tertinggal kami semua senang akan
pulang, tetapi ada juga kesedihan karna kami
harus meninggalkan memori yang singkat ini
dimana ini adalah pelantikan untuk yang pertama
kali Dan yang terakhir kalinya.

Menjelang malam dimana seluruh siswa diharap
keluar dari tenda dan berkumpul dilapangan untuk
membuat lingkaran besar setelah lingkaran
sempurna seluruh siswa diharap duduk untuk
menyaksikan api unggun , yang akan dinyalakan
pada malam ini sebelum api unggun dimulai ada

P a g e | 92

beberapa persembahan dari kelas lain ada yang
dance, dan juga ada yang berpidato, sebagai
tanda perpisahan malam ini di tempat yang begitu
indah.

Api unggun pun mulai menyala dan seluruh siswa
bersorak dan selain itu ada juga persembahan
lagu dari para guru yang diiringi gitar dimalam
yang sunyi ini seluruh siswa-siswi dan para guru
ikut bernyanyi menyanyikan lagu yang di pandu
oleh pak Nurdin, guru sejarah dikelas kami malam
itu sangat asik karna semua merasa happy atas
hiburan yang telah diberikan oleh pihak sekolah.
Persembahan api unggun pun sudah selesai
seluruh siswa diarapkan balik ke tenda masing-
masing.

Hari menuju pagi dimana kita akan kembali
kerumah masing-masing sebelum pulang kita
melaksanakan olahraga terlebih dahulu agar
badan terasa lebih segar dan sehat, semua
bersiap menunggu mobil yang akan ditumpangi,
tak lama mobil pun menjemput dan para murid

P a g e | 93

menaiki mobil, siswa IPA dan IPS dipersatukan
untuk mengisi mobil-mobil tersebut, tak lama
diperjalanan akhirnya kita pun sampai di sekolah
dan aku dijemput saudara ku untuk kembali
kerumah.

P a g e | 94

BAGIAN 8

OSIS

Hai... sebelum ceritaku di mulai aku akan
menjelaskan OSIS itu apa sii? Kalian pasti tau
kan apa itu osis ?. OSIS merupakan
kependekan dari Organisasi Siswa Intra Sekolah.
Organisasi ini berada di tingkat sekolah dan
dibentuk di sekolah menengah yaitu SMP dan
SMA. Organisasi ini menjadi wadah berkumpulnya
para siswa untuk mencapai tujuan tertentu.
Setiap jabatan di dalam OSIS memiliki tugas
masing-masing. Nahh gimana kalian udah tau kan
apa itu osis?? Jadi disini lahh ceritaku di mulai

"OSIS"

22/10/2019 tepatnya hari kamis di

sekolahku sedang merayakan hari santri Nasional
kami di minta untuk memakai baju muslim oleh
sekolah dan pada hari itu juga osis sedang

P a g e | 95

membuka atau merekrut anggota baru dan
dikelasku yang mendaftar hanya 3 orang yaitu
aku fitri, dan syaida. Hari demi hari kami
mengikuti tes-tes yang diberikan OSIS satu
persatu tes telan kami lewati dan tiba lah di
akhir pengumuman siapa yang di terima dan tidak
lolos jadi osis dan ternyata yang di terima /lolos
Jadi osis dikelasku hanya aku. aku ga tau haru
berbuat apa disatu sisi aku senang karna diterima
Jadi anggota osis dan disisi lain aku sedih karna
teman teman sekelas ku tidak lolos hmm.

Ohh iya Aku lupa memperkenalkan diri hehe
namaku Oktaviani Darmawati tanggal lahir ku 01
Oktober 2003 barang kali ada yang ingin
memberi kejutan gitu hehe. Aku Lahir di bekasi
sekarang mengingak 18 tahun aku kelas XII ips 1
dan ini cerita ku menjadi osis satu-satunya di
kelas XII IPS 1:)

Hmm... teman-temanku memanggilku dengan
sebutan Ocis hehe terdengar aneh kan ya itu lah
teman-teman ku emang aneh tapi lucu juga si

P a g e | 96

haha entah dari mana nama itu berasal dan siapa
yang menciptakannya terlebih dahulu hemm yang
pasti mereka karna selalu Menunggu info tentang
razia dariku karna mereka takut ada razia
dadakan mereka selalu berkata

"Ocis ociss sekarang ada razia ga si?" Ucap
teman-teman yang ingin tau"

Lama kelamaan karna mereka sering banget
menanyakan hal itu aku sekali-kali menjahili
mereka haha dengan mengatakan "woy woyy
sekarang ada razia woyy" haha ntah gimana raut
wajah mereka yang panik dan penasaran itu hehe
sangat lucu melihat raut muka mereka yang panik
dan takut hehe aku tau hal itu konyol tapi boleh
lah sekali-kali menjahili mereka hehe maaf ya
teman-teman aku hanya bercanda emng aku
sedikit jail orang nya hehe

kegiatan ku di osis sangat sangat sangat
banyak:( tapi seru si bisa nambah pengalaman
baru. Awal Jadi Osis aku pergi ke loji bersama
anggota osis lainnya di loji kami di ajarkan jiwa

P a g e | 97

disiplin dan kepemimpinan, kegiatan itu di namai
LDKS / LDBK latihan basar kepemimpinan disitu
kami di bekali ilmu untuk menjadi jiwa seorang
pemimpin. Dan juga kami di latih mental, dihukum
dan mengikuti semua arahan yang diberikan olen
kakak Osis hemm rasanya lelah tapi aku Itu
emang tantangannya yg harus di Jalani tapi seru
juga si bisa dapet pengalaman dan temen-temen
baru. Kegiatan di loji diadakan 2 hari 1 malam
Uwww banget kan.

Aku di OSIS menjabat 2 tahun jabatan
pertama ku menjadi seksi bidang bela negara
awal-awal sih aku bingung tidak tahu tugas-
tugasnya seperti apa dan di sekbid bela negara
ada tiga orang dan hanya aku kelas 10 dan 2
orang kakak kelas 11. Setelah dijelaskan oleh
kakak kakak kelas aku baru tahu ternyata
tugasku di bidang itu sebagai tukang razia kelas.
Di dalam hati ku sempet berkata " wahh seru
nihh hehe" tapi aku tidak boleh menyalahgunakan
jabatan ku. Setiap pagi kami berjaga di gerbang
untuk mengecek kelengkapan atribut para siswa,

P a g e | 98

yang tidak sesuai dengan aturan sekolah akan
kami tegur dan jika mereka masih mengulanginya
lagi akan kami ambil barangnya dan dikumpulkan
di guru BP/BK.

awal jadi OSIS aku masih malu-malu karena
baru pertama jadi OSIS hehe. Beberapa bulan
pun berlalu aku naik kelas 11, awal semester 1 dan
terjadinya covid 19, ehh tidak dehh covid 19
terjadi pertamakali Maret ketika aku masih kelas
10 dan kakak kelas 12 akan ujian dan kami di
iming-iming libur 2 Minggu dan ternyata 2
tahun . Yang menyebabkan libur sekolah
panjang dan kegiatan Osis terganggu jadi banyak
acara OSIS atau kegiatan yang tidak berjalan
dengan baik hmm sedih yaa. Rasanya bosan di
rumah kami harus daring(PJJ) dan mengikuti
kumpulan pun lewat aplikasi zoom huhh tidak seru
tidak bertemu teman-teman, tapi ada enaknya
juga daring/PJJ di rumah bisa sambil tiduran
ataupun makan tapi bosen juga kalau kelamaan di
rumah.


Click to View FlipBook Version