P a g e | 299
karena,memang saat itu Indonesia benar
benar terancam dan tidak sedikit warga
yang terdeteksi dan meninggal akibat virus
tersebut.sekolah SMAN 1
KEDUNGWARINGIN pun mengadakan vaksinasi
bagi siswa siswi SMAN 1
KEDUNGWARINGIN sejak 28 Agustus 2021
lalu.saat itu juga di informasikan oleh setiap
wali kelas di adakannya vaksinasi untuk persesi
agar tidak berkerumun di dalamnya;
"Assalamualaikum,tolong di isi secepatnya nak
formulir kesediaan kamu untuk
vaksin"kata walas.
"kalo vaksin bawa persyaratan gak pak"?tanya
dilah.
"diharapkan membawa fotocopy KK yaa,dan
menggunakan pakaian bebas"jawab walas.
awalnya aku ragu!
P a g e | 300
kenapa si harus di vaksin?
apa si vaksin itu?pikiranku saat itu.
Keesokan harinya dimana hari itu tiba hari
sabtu,28 agustus 2021.datanglah ke
sekolah dengan membawa surat surat untuk
vaksin dengan protokol kesehatan yang
sangat terbatas,mengantri yang sangat panjang
dengan pikiran yang campur aduk
resah!menunggu giliran untuk di panggil namanya
dan akhirnya masuk ruangan vaksin
itu melihat jarum suntik makin tegang dan selesai
istirahat hingga 15 menit.
Pada saat itu teman saya yang bernama "SRI
RAHAYU" di tegur oleh petugas vaksinasi
karena tidak mematuhi protokol yang sudah
diterapkan dan memperlambat proses
vaksin tersebut.mungkin karena tagang juga dan
takut di suntik;
P a g e | 301
"Ayoo cepetan buka kancing bajunya neng,masih
banyak yang lain nunggu di
belakang"ucap petugas.
"bentar dulu atuh bu susah bukanya"jawab ayu
dengan wajah tegang.
"kata gua ge ayu pake bajunya jangan yang
ribet"kata dilah teman aku dan ayu.
"yeh ibunya weh buru buru wae suntiknya,ntar ge
salah suntik atuh.udah mah galak
bangat itu petugasnya"ucap ayu dengan tingkah
kocaknya yang lucu.
"Aku pun dan dilah tertawa lihat wajah ayu dan
tingkahnya yang konyol itu!
Setelah vaksin aku,ayu,dan dilah pulang
kerumah dengan satu motor ber3.memang
saat itu hanya ayu yang punya motor,aku dan
dilah naik bertiga sama ayu.dengan
P a g e | 302
penderitaan yang sangat tidak terlupakan,karena
saat itu motor ayu memang
seharusnya tidak di naiki bertiga.tetapi,ayu
gapapa motornya di naiki bertiga kondisinya
saat itu memang susah.diperjalanan pun harus
desak desakan karena sempit,bawanya
pun pelan karena habis vaksin tangan sebelahnya
agak sakit.terus ayu mau antar aku
pulang sampai rumah,karena memang rumah aku
dan ayu jauh,sedangkan rumah dilah
dan ayu bertetangga.ayu yang harus antar aku
pulang sampai rumah,terus ayu mencari
jalan pintas agar cepat sampai rumah aku.ayu
pikir jalan mau arah rumah aku itu di
aspal dan rata,aku pun gatau jalan itu udh bagus
atau belum,karena memang dulu
masih berbatu dan jalan sawah.dan akhirnya kita
nekat lewat jalan itu,dan ternyata
P a g e | 303
sampai di jalan sawah itu masih berbatu dan
tidak rata seperti jalan raya.dan ayu tetap
melewati jalan itu pelan² karena kita bertiga.di
tengah jalan itu ayu berhenti karena
makin kesanah batunya sangat gede² kalau di
paksa jalan terus motonya nanti
rusak,akhirnya terpaksa aku dan dilah turun kita
dorong motor itu bareng bareng sampai
tanjakan itu.sampai di tanjakin itu,aku ayu dan
dilah naik motor lagi karena rumah aku
masih agak jauh.dan sampai di rumahku ayu pun
dan dilah langsung berpamitan sama
mmh aku karena mungkin cape dan pegal pegal
habis di vaksin juga.
Sampai rumah pun mmhku sangat perhatian dan
bertanya padaku;
"gimana teh udh di vaksinya"
"Udah mah"
P a g e | 304
"makan dulu teh,minum obat terus tidur"
"Iya mah"jawab ku dengan perasaan seneng.
Jadi,inilah pengalaman ku 2 tahun lalu,bertemu
dengan orang orang baik!awalnya
pikiranku saat itu"gimana ya kalau aku sudah
SMA takut gak ada temannya nanti di
sekola,pasti pelajarannya susah susah,pasti
gurunya galak galak"ternyata semua yang
aku takuti itu tidak terjadi!dan ternyata awal
mula masuk sekola pun SRI RAHAYU DAN
SITI FADILAH orang pertama yang mau
berteman denganku.mereka ternyata orangnya
baik,tidak memilih teman,bergaul dengan siapa
saja,asik dan kocak!dan sampai saat ini
pun kami selalu bertiga.layaknya seperti saudara.
TERIMAKAS
P a g e | 305
BAGIAN 28
“Pingsan ”
Mentari sudah begitu terik kala gadis dengan
rambut urakan itu menaiki motor tukang ojek
yang dipesannya secara online. Alis tebal yang
menukik tajam, sorot mata yang mengintimidasi,
hidung mancung dengan ukuran mini, serta bibir
yang jarang sekali dipakai untuk tersenyum.
Amelia Putri, itu namanya.
Gadis urakan yang suka dibilang si berandal
sekolah oleh murid-murid di sekolahnya. Ghea
begitu menggilai kebebasan. Tak ada satu pun
yang berani mengusiknya termasuk para guru
sekalipun. Tapi ada satu yang gadis itu takuti,
yaitu mamanya sendiri. Keluarga Ghea satu-
satunya yang tersisa.
P a g e | 306
Kejadian yang pernah dialaminya di masa lalu
membuat gadis berumur 17 tahun itu berubah
drastis. Dengan rok abu-abu di atas lutut, dan
seragam putih sekolah ketat yang tidak di
masukkan gadis itu berangkat sekolah dengan
tergesa.
“Pak, cepetan ya! Saya malas kena hukum lagi,
nih!” teriak Ghea pada tukang ojek yang
mengendarai motor maticnya.
“Sabar, Neng. Ini kan macet, gimana mau
ngebut?” beritahu tukang ojek itu sedikit kesal,
pasalnya Amel terus saja mengoceh sedari tadi.
Membuat pusing kepalanya saja pagi-pagi buta
begini.
P a g e | 307
“Ah, Bapak! Kalo saya telat ibu saya bisa dipanggil
ke sekolah nanti!” gerutu Amel seolah tak mau
berhenti berbicara.
“Ck! Siapa suruh bangun kesiangan, Neng?! Pasti
semalam bergadang sampe pagi, ya? Hayo ...
ngaku, Neng!” seru tukang ojek itu sambil terus
berusaha mengendarai sepeda motornya dikala
macet seperti ini.
Ghea mendengus mendengar penuturan si bapak
tukang ojek itu. “Ih, sok tahu bapaknya!”
Nyatanya, yang diucapkan oleh tukang ojek itu
ada benarnya. Semalam Amel menonton serial
drama Hollywood kegemarannya hingga pukul 2
pagi, lalu di saat hendak tidur dirinya teringat
akan ulangan harian matematika Senin ini. Mau
tak mau Amel membuat sebuah catatan di kertas
P a g e | 308
selembar. Jangan tanya catatan apa, nyatanya itu
adalah sebuah catatan untuknya menyontek.
Jangan harap seorang gadis seperti Amel mau
belajar hanya untuk ulangan harian. Sejak
berubah dirinya tidak pernah lagi melakukan yang
namanya belajar. Katanya membuang waktunya
saja. Pintar tidak, pusing iya. Dasar gadis itu.
Setelah hampir 20 menit terjebak kemacetan
ibukota, akhirnya motor tukang ojek itu berhenti
tepat di tempat yang Amel beritahu sebelumnya.
Dengan sekali loncatan gadis urakan itu turun
dari sepeda motor yang kebetulan memang tidak
terlalu tinggi.
“Bayarnya pakai poin ya, Pak!” teriak Amel pada
tukang ojek yang kini terlihat terkejut akibat
kelakuannya melompat tadi.
P a g e | 309
“Haduh, cantik-cantik kelakuan kaya tarzan!”
Melupakan tukang ojek yang sepertinya kena
mental, kini Amel berlari dengan tergesa-gesa
menuju gerbang yang mulai di tutup oleh petugas
keamanan di sekolahnya. “Pak! Jangan ditutup!”
Si bapak petugas keamanan di sekolahnya pun
menoleh, lalu menggeleng-gelengkan kepalanya
melihat murid cantik satunya ini lagi-lagi hampir
terlambat masuk.
“Lagi, Amel? Bapak sampe bosan lihat kamu
terus!” kelakar si bapak petugas keamanan.
P a g e | 310
Amel hanya tersenyum sambil menggaruk bagian
tengkuknya yang tidak gatal. “Hehe ... mau gimana
lagi, Pak? Amel semalam belajar buat ulangan
matematika hari ini tau!”
Si bapak petugas keamanan mendengus
mendengar ucapan murid urakan di depannya ini.
“Kamu? Belajar buat ulangan? Ngga percaya saya,
Amel!”
Mendengar itu Amel memutar bola matanya
jengah. Bisa-bisanya si bapak petugas keamanan
berkata demikian kepadanya!
“Ya, sudah kalo ngga percaya! Amel buru-buru,
mau upacara nih!” pekiknya langsung berlari
kencang lagi ketika dirinya ingat jika pagi ini akan
diadakan upacara kenaikan bendera merah putih.
P a g e | 311
“Haduh ... gara-gara pak satpam ajak ngobrol jadi
lupa buat upacara nih! Nasib gue jelek amat pagi
ini! Ck, mana kelas di ujung lagi!” gerutu Amel
sambil terus berlari menuju kelasnya berada di
ujung sekolah.
Namun, di saat hendak berbelok dirinya tak
sengaja menabrak tubuh seseorang yang begitu
tegap. Bahkan, tubuh Amel sampai terpental ke
belakang beberapa centimeter karenanya.
Lengkap sudah penderitaannya pagi ini!
“Aduuuh ... pantat gueee ...!” teriak Amel tanpa
ragu, masa bodoh dengan beberapa murid yang
melihatnya sambil mencoba menahan tawa.
Bokongnya kini begitu sakit!
Di saat dirinya mendongak, hendak melihat siapa
gerangan yang berani-beraninya menabrak dirinya
P a g e | 312
hingga terjungkal seperti ini lantas, bola matanya
membesar. Sialan, si ketos gila lagi! Gerutu Amel
dalam hati.
“Heh! Ketos gila, Lo punya mata gak sih?! Kalo
jalan itu lihat-lihat dong! Sakit nih, pantat gue!”
maki Amel tanpa malu, padahal di sini yang salah
adalah dirinya. Lari-larian di area sekolah, di
mana di saat semua murid berlari ke lapangan
dengan dirinya malah sebaliknya.
“Ngaca! Kamu yang nabrak saya.” Dito, remaja
laki-laki yang seangkatannya berucap dengan
datarnya. Sangat ciri khasnya. Berbicara tanpa
ekspresi.
Semua murid dan guru sudah memaklumi remaja
laki-laki berprestasi itu. Mau bagaimana lagi?
Dito terlalu dingin dan sulit untuk dicairkan.
P a g e | 313
Amel berdecih, ini bukan kali pertama dirinya adu
argumentasi sama Dito si ketua OSIS di
sekolahnya. “Mau siapa yang salah, setidaknya Lo
bantu gue kek! Ngga lakik banget!” maki Amel
sambil mencoba bangkit, terlihat kini Dito hanya
diam membisu sambil menatapnya terus.
“Apa Lo lihat-lihat?! Mau gue colok mata, Lo?!”
bentak Ghea nyalang kepada Dito.
Dito tadi bukan terdiam, dirinya hanya menyadari
kesalahannya yang tidak membantu Amel yang
terjatuh. Gadis urakan itu benar, mau siapa yang
salah, Dito yang notabenenya seorang laki-laki
harus dan wajib menolongnya tadi. Karena nasi
sudah menjadi bubur, Dito lalu hanya melenggang
pergi. Lagi pula upacara bendera mungkin sudah
akan di mulai.
P a g e | 314
“Dih, bener-bener gila tuh ketos!” ucap Amel lalu
melanjutkan lari paginya menuju kelas lalu balik
lagi ke depan menuju lapangan upacara.
Bukannya Amel tidak berani membolos, kalau mau
dirinya sedari tadi tidak akan berlari-larian
seperti orang gila bahkan sampai tertabrak dan
jatuh yang membuat bokongnya sakit. Tapi
karena ucapan guru bimbingan konseling Minggu
kemarin dirinya mau hingga seperti ini. Katanya,
Amel sudah terlalu membuat onar di sekolah. Mau
tidak mau jika dirinya membuat onar lagi maka
surat panggilan kepada orang tua akan sampai di
tangan ibunya. Bisa gawat jika sampai terjadi.
Dengan tampilan seadanya, Amel ikut berbaris
dengan murid-murid lainnya. Karena hampir
P a g e | 315
terlambat datang, jadi sekarang dirinya baris di
bagian paling belakang. Ck, tidak bisa jongkok!
Gerutu Amel dalam hati.
Upacara telah berlangsung, dan kaki Amel mulai
pegal. Di hentak-hentakanlah kaki jenjangnya itu,
membuat beberapa anak OSIS dan PMR yang
berjaga terus memperhatikannya. Jelas mereka
mengenal siapa gadis urakan itu, siapa lagi jika
bukan Amel? Yang urakan seperti dirinya hanya
satu di sekolah ini.
Dito, yang melihat itu mendekat. “Diam, jangan
banyak gerak. Upacara baru setengah jalan, dan
kamu sudah gerak-gerak kaya cacing kepanasan!
Banyak yang lihatin kamu, rok kamu juga
kependekan. Besok saya ngga mau lihat lagi, kamu
harus ganti dengan yang lebih panjang.” Dito
berkata dengan pelan dan datar. Sedangkan Ghea
hanya mengerucutkan bibirnya sebal. Dirasa Amel
P a g e | 316
memahami ucapannya, Dito kembali ke barisan di
mana anak-anak osis berdiri.
Namun, di saat mengheningkan cipta, Amel
berjalan pelan ke arah Dito. Dito yang melihat itu
menaikkan sebelah alisnya. Tak hanya Dito, semua
anggota OSIS dan PMR terus memperhatikan
dirinya. Tapi Ghea tidak terlalu memusingkannya.
Sudah biasa dirinya jadi pusat perhatian seperti
ini.
“Mau ngapain, Lo? Pura-pura, sakit?!” Bukan,
bukan Dito yang berbicara. Melainkan gadis di
sebelah Dito yang memakai kain kuning di
tengkuknya. Anak PMR.
Amel tak memedulikan ucapan gadis PMR itu,
mata sayunya kini menatap Dito kembali. “Gue
pusing, perut gue juga sakit. Gue ngga bohong, Lo
P a g e | 317
bisa lihat sendiri keringat di jidat gue.” Amel kali
ini terlihat berbeda di mata Dito.
Tidak ada nada tinggi nan sinis milik gadis itu,
Dito juga bisa melihat butiran-butiran keringat
yang membasahi kening gadis urakan itu. Bahkan,
di saat mata Dito melihat kedua tangan Amel
yang terus di remas hatinya berdesir. Gadis itu
tidak bohong, bahkan kedua tangannya sampai
bergetar.
Langsung saja Dito merangkulnya. Tapi, baru saja
mereka melangkah. Gadis itu sudah tidak
sadarkan diri. Ghea, si gadis urakan itu pingsan.
Lalu tanpa basa-basi, Dito membopongnya ke
ruang UKS. Dito sangat cemas, bahkan
jantungnya sampai berdetak dua kali lipat dari
biasanya. Melihat Amel yang selalu terlihat kuat,
P a g e | 318
dan kini malah terkujur lemah di brankar UKS
membuatnya tak tega.
Dito sepertinya sadar, akibat dari keseringannya
beradu argumen membuat dirinya secara tidak
langsung membuat dirinya selalu teringat dengan
Amel. Diam-diam Dito selalu memperhatikan
keseharian Amel. Dan kini Dito tahu, rasa apa
yang dirinya rasakan ketika berdekatan dengan
Amel. Dito suka dengan Amel. Gadis bar-bar nan
urakan yang sejatinya berhati lembut. Dito juga
pernah melihat Amel membantu anak-anak
jalanan saat pulang sekolah. Atau membantu
orang tua renta menyeberang jalan. Dito
menyukai sifat tertutup gadis itu yang tak
banyak orang ketahui.
Tak sadar, ternyata Amel sedari tadi terus
menatapnya yang sedang senyum-senyum
sendirian. Membuat Amel yang baru tersadar
P a g e | 319
bergidik ngeri melihatnya. “Heh! Lo ngga
kerasukan, kan?!”
“Ngga,” sahutnya sambil mengulas sebuah
senyuman. Membuat Amel semakin yakin jika Dito
si ketos gila itu sedang kerasukan jin UKS.
“Dih, gila! Senyum Lo bikin gue takut!” Dan
bukannya tersinggung, tapi Dito malah meminta
maaf.
“Lebaran masih lama, ngapain Lo minta maaf?!”
Amelnya sudah kembali, dan Dito senang
mengetahui semua itu.
“Maaf, tadi saya ngga bantu kamu pas jatuh. Dan
maaf juga buat kelakuan saya sebelumnya kepada
kamu.” Dito berkata dengan begitu tulus,
P a g e | 320
membuat Amel sedikit tersentuh. Hatinya ikut
berdesir.
Jangan bilang, jika Amel ....
Tidak! Teriak Amel dalam hati. Tidak mungkin
dirinya kepincut sama ketos gila yang suka kasih
dirinya hukuman, kan?! Gawat! Tapi, bukannya
menjauh, Amel malah semakin akrab dengan Dito
semenjak kejadian pingsan Senin lalu.
Semenjak itu Amel yang dulu selalu memakai
pakaian urakan kini memakai pakaian normal. Amel
yang dulu membiarkan rambutnya acak-acakan
bak berandalan kini terlihat selalu diikat seperti
buntut kuda. Kini Amel berubah berkat selalu
bergaul dengan Dito—si ketos gila kata Amel dulu.
P a g e | 321
Kini, tidak ada lagi Amel si brandal sekolah.
P a g e | 322
BAGIAN 29
BTS
Pada bulan Desember diberitahukan akan ada
kegiatan foto bts. Kami sekelas merasa antusias
dengan kegiatan tersebut. Kelasku menjadi ramai
dan berisik seperti pasar, karena pemilihan tema
yang menimbulkan selisih pendapat antara dua
kubu, ada yang memilih tema hitam-hitam seperti
mafia, vintage, summer.
Saat kelas kami memilih tema, ada sedikit
pertengkaran karena berbeda beda pendapat.
Tidak semua anak terlibat dalam pertengkaran
itu, melainkan hanya beberapa anak. Kita sebut
saja si A dan si B, awalnya si A bersikeras
memilih tema berwarna kuning, lalu anak anak
yang lainnya banyak yang tidak setuju dengan
tema yang ia pilih. Karena warnanya terlalu
mencolok dan susah di padukan dengan warna lain.
Sedangkan si B bersikeras memilih coklat susu,
P a g e | 323
dan akhirnya sekelas bersetuju dengan pendapat
si B karena warnanya yang kalem.
Setelah berbeda beda pendapat, akhirnya kelas
kamipun memilih satu tema. Yaitu, tema rustic.
Tema rustic ini identik dengan warna coklat susu.
Kelas kami memilih tema tersebut karena warna
nya yang kalem dan cocok dipadukan. Cocok untuk
semua gender, jadi mau sekalipun laki laki yang
memakainya tidak secara keterpaksaan.
seluruh angkatan kelas dua belas melakukan
pengambilan foto untuk kelas masing-masing
untuk di jadikan album kenangan kelulusan.
Kelasku dua belas IPA 4 juga demikian, ada foto
personal, foto di bagi kelompok-kelompok, dan
foto kesuluruhan satu kelas.Foto kelas
keseluruhan diambil di sekolah bersama bapak
wali kelas pak ade darmawan.
P a g e | 324
Tepat pada tanggal 22 Januari 2022, pukul 13:00.
semuanya sudah diatur oleh panitia, dan semua
kelaspun sudah mendapatkan jadwalnya masing
masing.
Hari H pun tiba, dimana kelas kami melaksanakan
foto BTS. Karena kelas kami mendapatkan sesi
siang, kami pun agak sedikit nyantai. Sebelum
dilakukannya foto BTS ini, yang perempuan sudah
tentu menggunakan make up. Ada yang
melakukannya dirumah Cindy, Wulan, dan Sayida.
Saat teman teman sedang bermake up dirumah
Wulan, ada beberapa anak yang meminta bantuan
kepada Silvy, untuk dipakaikan make up.
Beberapa anak tersebut yaitu, ada Reva, Rosita,
Okta, AdeNurul, Karmila, Yanah, dan Wulan.
P a g e | 325
Tidak membutuhkan waktu yang begitu lama,
karena hanya make up yang biasa saja.
Saat sedang bermake up, banyak yang meminta
untuk duluan. Karena kami sedang berada
dirumah Wulan, akhirnya Wulan lah yang dimake
up duluan. Dan teman teman yang lainnya pun
mengalah agar tidak ada yang menghalangi teman
nya yang sedang si make up karena kalau
dikelilingi banyak orang sudah pasti yang di make
up bakal merasa kegerahan,akhirnya mereka pun
tidak duduk di tempat Wulan yang sedang di
make up.
Saat Wulan sedang di make up oleh Silvy,
anaknya tidak bisa diam. Karena ia sering sekali
menghapus makeup yang telah dipakaikan oleh
Silvy. Wulan melakukan hal tersebut karena
P a g e | 326
merasa tidak nyaman dan tidak terbiasa dengan
hal yang bertentangan dengan makeup yang
akhirnya Wulan pun sering terus menghapusnya.
Saat Wulan sudah selesai di make up, bergantilah
ke Rosita yang sekarang sedang di makeup oleh
Silvy dan terus bergiliran di makeup nya dimulai
dari Nurul, Dian, dan yang lainnya. dan akhirnya
mereka selesai dengan makeupnya mereka pun
menuju ke sekolah.
Dan yang di makeup di rumah Cindy itu ada indah,
Dhea, fini dan Fitri. kita berdandan sendiri-
sendiri tidak ada yang meminta mendandani. ada
indah yang sudah di makeup di rumah nya sendiri
sebelum pergi ke rumah Cindy. sesudah indah dan
yang lainnya sudah sampai di rumah Cindy
P a g e | 327
semuanya sedang pada menyiapkan alat makeup
nya masing-masing.
Setelah selesai menyiapkan alat makeup nya
indah sedang melihat cermin dan mulai lah
merasa tidak nyaman dengan makeup yang telah
ia kenakannya, dan ia pun ingin membersihkan
makeup nya.
"Ihh makeup gua tebal bangat gak si" ucap indah
"Ngga kok bagus itu" balas cindy
Tapi setelah Cindy berkata seperti itu indah
tetap merasa tidak percaya diri, yang akhirnya
indah pun membersihkan makeupnya, pada saat
Indah sedang membersihkan makeup nya dan
yang lain pun sudah memulai berdandan dengan
sendirinya, dimulai dari Fitri yang sedang
berdandan serius dan tidak boleh diganggu,
P a g e | 328
setelah indah selesai membersihkan makeup nya
dan semua pun pada sibuk dengan makeup.
Setelah itu ada Dhea sedang memakai alis, dan
ada Cindy yang sedang melihat Dhea memakai alis,
yang akhirnya semua pun pada melihatnya.
"Dhea Luh pake alis" tanya Cindy
"Iyaa,tapi gua pake nya juga ga tebal-tebal ahh"
balas Dhea
"Ihh indah mah gak bisa tau pake alis tuhh" kata
indah
"Ih gua juga sama gak bisa cuman gua coba-coba
terus aja sampe sekarang" balas dhea.
Setelah selesai membahas tentang alis akhirnya
pun fini mencoba memakai alis dan dipakaikan
oleh Dhea, yang lain masih pada bermakeup ada
P a g e | 329
Fitri yang masih sibuk dengan makeupnya, dan
Cindy yang sedang memakai makeup pun ia sering
sekali menghapusnya karena ia mulai tidak
merasa percaya diri dan akhirnya ia pun ingin
terus menghapusnya.
Akhirnya sesudah fini memakai alis pun dia mulai
melihat cermin, setelah melihat cermin fini pun
merasa tidak percaya diri karena ia memakai alis
yang akhirnya nya ia pun menghapusnya. setelah
itu Fitri sudah selesai berdandan yang lain pun
belum selesai masih sedang bermake-up.
Dan setelah Fitri selesai bermake-up ia melihat
teman nya yang sedang pada berdandan itu , dan
ia pun membantu temannya yang meminta tolong
untuk memberitahu apa saja yang harus
dikenakan saat bermake-up, karena masih ada
P a g e | 330
yang belum selesai dengan makeupnya Fitri pun
membantu mendandani nya.
Setelah semua nya selesai berdandan kita pun
membereskan alat makeup kita, selesai
membereskan alat makeup kita pun bergegas
menuju ke sekolah.
Sesampainya disekolah kami semua sedang
berkumpul di kelas, ada yang sedang berswafoto
dan juga foto bersama teman-teman. setelah
selesai berfoto-foto semua nya turun ke bawah
untuk menuju kelas IPA 4 dimana tempat kami
untuk berfoto.
Sudah sampai dibawah kita bersiap-siap untuk
berfoto ada foto individu, kelompok dan foto
bersama wali kelas, dan pertama kami pun foto
bersama dengan wali kelas setelah selesai
P a g e | 331
berfoto dengan wali kelas. selanjutnya kita foto
perkelompok, karena kelompok pertama itu
kelompok Fitri jadi kita memulai untuk berfoto.
Selesai berfoto kelompok dari kelompok 1 dan
kita foto individu, dan setelah selesai foto
individu selanjutnya pun kelompok 2 untuk
berfoto dan kelompok yg lainnya pun menunggu
gilirannya untuk berfoto. dan setelah semuanya
sudah pada selesai berfoto akhirnya kami senang
karena sudah tidak ada lagi pertengkaran untuk
foto BTS ini.
Setelah foto BTS selesai. Ada yang langsung
pulang untuk menuju ke rumah masing masing, dan
ada juga yang pergi untuk bermain. Wulan dan
teman temannya tidak langsung pulang, melainkan
P a g e | 332
mereka pergi ke Karawang untuk mencari tempat
makan dan tempat berfoto.
Akhirnya mereka menemukan tempat yang ingin
mereka tuju, yaitu Mie XP. Sesampainya disana,
Wulan dan teman temannya pun segera memesan
makanan dan minuman. Selesai pesan makanan,
mereka pun langsung mencari tempat untuk
mereka duduki.
Setelah menemukan tempat yang pas, mereka pun
langsung menduduki tempat tersebut, karena
sudah tersedia meja dan bangku.
Karena makanan tidak langsung datang, Wulan
dan teman temannya pun memutuskan untuk
berbicara hal hal yang random, dan ada juga
beberapa yang berfoto-foto.
P a g e | 333
Saat pelayanan datang untuk mengantarkan
makanan dan minuman, dan kebetulan mereka
sedang berfoto-foto akhirnya pelayan tersebut
diajak untuk ikut berfoto. dan pelayan tidak
keberatan dan ikut berfoto.
Setelah makanan dan minumannya diantarkan,
akhirnya mereka pun segera menyantapnya. Dan
tidak lupa untuk berdoa.
Mereka makan tidak banyak bicara, karena takut
tersedak. Setelah makanan habis, ada beberapa
teman Wulan yang membeli eskrim, untuk
menghilangkan rasa pedas. Karena mie yang
mereka pesan ada levelnya.
Setelah semuanya sudah benar benar selesai
dengan makanannya, akhirnya mereka beranjak
pergi untuk menuju parkiran Mie XP.
P a g e | 334
Setelah sampai diparkiran, mereka pun
mengambil motor nya masing masing dan pergi
menuju resinda untuk berfoto-foto.
Saat menuju resinda, mereka berhenti sebentar
untuk mengisi bensin di pom mini. Setelah isi
bensin, mereka melanjutkan perjalanannya.
Sesampainya diresinda, Mereka langsung
berfoto-foto.
Mereka berfoto-foto tidak begitu lama, karena
hari sudah semakin sore. Hanya ada sekitar satu
jam mereka disana.
Setelah mereka puas berfoto-foto, akhirnya
mereka pun bergegas untuk pulang kerumahnya
masing masing.
P a g e | 335
P a g e | 336
BAGIAN 30
Kelas
Dua tahun yang lalu
Kringgg...
Bell masuk Berbunyi Yang Membuat semua Siswa
terburu buru melangkahkan kaki mereka Menuju
kelas yang akan mereka tempati selama tiga
tahun . Dari sembilan ruangan kelas X Sman 1
kedung Waringin aku berada di kelas X ips 1 yang
terdiri dari 33 siswa/i.
Hari pertama masuk sekolah memperkenalkan diri
pasti Ada "mengenali karakter,orang lain sama
dengan mengenali karakter sendiri"
Hal yang tidak boleh dilupakan untuk seorang
pelajar adalah teman. Mengapa teman(karena
posisi teman adalah patner belajar, bermain,
berbagi cerita semuanya ada pada teman).
P a g e | 337
Didalamkelas , ketika melihat guru datang semua
duduk di bangku masing masing .Tapi
ternyata ,yang datang adalah wali kelas X ips 1
"selamat pagi"
"pagi bu"
"nama ibu, Ibu ita rianti kalian bisa panggil ibu
ita !! Baik sebelum kelas dimulai kita akan
menentukan ketua kelas terlebih dahulu,siapa
yang ingin mengajukan diri? "
"..."
"oke karena tidak ada yang ingin mengajukan diri
kita pilih melalui vote saja"
Setelah melalui vote yang cukup panjang dan yang
mendapatkan vote paling banyak adalah denaro
"karna vote sudah menunjuk denaro sebagai
ketua kelas, selamat denaro semoga amanah
selama menjadi ketua kelas selama satu tahun
ini"
P a g e | 338
Setelah pembagian ketua kelas ,dilanjutkan
dengan pembagian organisasi kelas.
Kriinggg… (istirahat)
Setelah ibu ita keluar kami pun keluar untuk
jajan di warung mang ujang atau mang
Darman,yang identik di warung mang ujang Atau
mang darman itu gorengan nya.
"mau jajan dimana "kata ku kepada karlina
"seterah mau di mana aja"kata karlina, akhirnya
setelah Lama berdebat kami pun memilih warung
mang ujang.
Setiap hari pasti akan ada ibu bapak Guru yang
menyuruh kami memperkenalkan diri agar mudah
di kenali, walaupun tidak semua kenal tapi pasti
ibu bapak guru tau.
"assalamualaikum anak anak, ibu akan absen
kalian,yang namanya dipanggil berdiri ya"
setelah acara absen mengabsen
selesai ,dilanjutkan dengan belajar.
P a g e | 339
Riuh gemuruh di kelas ini menandakan jika Guru
tidak masuk saat Jam pelajarannya sehingga
sering di sebut (Jam kosong) ,Terbukti dari
seberapa kacaunya kelas ini jika dibayangkan.Ada
yang tiduran, Main hand phone, ada yang nyanyi
nyanyi gak Jelas, yang suka gosip juga ada Yang
foto foto, Main tik tok( entah apa yang
meresukimu ).
Kelas X ips 1 merupakan rumah kedua bagi kami
di sekolah. Dimana bisa menemukan teman,disini
juga bapak ibu guru mengajar berharap anak
anaknya mampu memahami Dan menyerap apa
yang mereka ajarkan.
Terkadang kelas kami memang terlalu berisik
sehingga tidak memungkinkan ada guru yang
sering menegur karena terlalu berisik sampai
terdengar ke kelas sebelah,Dan jika ada yang
merasa bosa pasti memukul meja menganggap itu
gendang sehingga dentuman itu menggelegar
membelah angkasa.
P a g e | 340
Setiap hari jum'at pasti diawali dengan senam,
lagu entah apa yang merasukimu Menjadi ciri
khas setiap senam hari jum'at .memasuki kelas
disusul oleh guru yang akan mengajar selama
masa pembelajaran pasti ada yang tidak konsen
dalam belajar karena ngantuk ingin rasanya
mencium aroma kopi yang segar menamparku
dengan begitu dasyatnya.
22 oktober 2019
Pagi hari
kumulai pagi ku dengan merapihkan tempat
tidur,memasukan buku yang akan dibawa
kesekolah,setelah selesai sarapan aku langsung
berangkat menuju sekolah di antar oleh bapak
menggunakan motor .
"pak salim"
"assalamualaikum "
"waalaikum salam, Belajar yang rajin"
"Iya"
P a g e | 341
Hari ini adalah Hari santri nasional yang
mengharuskan seluruh siswa memakai baju
muslim,Sementara didalam kelas aku sedang
menunggu karlina yang dari tadi pagi, ia tak
menampakkan batang hidungnya.
"kok baru sampe kar"
"iya kesiangan tadi bangunnya"
"ya udah duduk dulu sini"
Setelah karlina datang kami pun berbincang
bincang sebentar, sebelum semua kelas di suruh
kumpul dilapangan untuk Berpoto dengan wali
kelas masing masing. Setelah selesai foto foto
kami pun di suruh masuk kelas karena jam
pelajaran akan di mulai.
"kar pengen poto dong potoin"kataku
"mana sini hpnya"
P a g e | 342
"ini" Kataku dan aku pun bergaya agar bisa di
potret
"makasih ya kar"
"iya sama sama, gantian dong "
Setelah selesai berpoto, kami pun masuk kedalam
kelas dan mulai belajar.
21 februari 2020
Pagi hari
Tok.. Tok.. Tok..
"jen bangun"
"jen"
"keburu siang buru bangun"
"iya mi ini bangun kok"
"langsung mandi jangan tidur lagi awas"
Setelah bangun tidur aku langsung membereskan
tempat tidur terlebih dahulu Setelah itu aku
P a g e | 343
langsung mandi dan memakai baju setelah selesai
aku lanjut membereskan buku buku yang akan di
bawa ke sekolah,lanjut sarapan setelah itu
berangkat menuju sekolah.
Sampai sekolah aku langsung menuju kelas, oh ya
hari ini hari jum'at kami semua memakai baju
kebaya bagi perempuan dan batik bagi anak laki-
laki, guru guru pun sama memakai kebaya dan
batik.
Masuk kelas aku melihat yang lain mengenakan
pakaian yang beragam warnanya. Aku memakai
kebaya warna pink tua dan rok batik plisket
warna biru tua. Sedangkan karlina tidak memakai
kebaya Iya mengenakan baju muslim sekolahnya.
"kenapa gak pakai baju kebaya lin"
"Gak ada jen mau minjem kesiapa"
"bukan mah bilang aku ada satu lagi"
P a g e | 344
Jam pelajaran Sejarah wajib kita gunakan untuk
poto poto dengan wali kelas kita yaitu bu ita
karena Ini jam pelajaran bu ita .
karena ini hari jum'at kami pun dapat pulang
cepat pukul 11.00 , Kami pun membereskan buku
buku dan tempat pensil mengecek kolong meja
takut ada barang yang tertinggal.
"sebelum pulang alangkah baiknya kita berdoa,
berdoa mulai"kata ketua kelas
"selesai, beri salam"
"assalamualaikum WR. WB"serempak.
Setelah guru keluar kami pun keluar untuk pulang
kerumah masing- masing.
2 maret 2020
Virus Corona Pertama kali muncul diindonesia
Pada senin 2 maret 2020 ,pada situasi seperti
saat ini, langkah penutupan sekolah karena wabah
P a g e | 345
virus corona pertama kali diambil oleh gubernur
dki jakarta.
Pandemi covid-19 diindonesia telah melumpuhkan
aktivitas belajar-mengajar di dunia
pendidikan.Pada awalnya pjj (pembelajaran jarak
jauh) dilakukan hanya untuk dua minggu .tapi,
setelah dua minggu berjalan pjj tetap ber jalan
dan harus menggunakan aplikasi google class
room,zoom dan telegram .Di whatsapp pun kami
membentuk grup sesuai mata pelajaran.
Setelah dua tahun kami melakukan proses belajar
mengajar melalui daring hari ini setelah sekian
lama akhirnya sekolah akan dibuka dengan sistem
bergantian seperti kelas 12 satu minggu dilanjut
kelas sebelas satu minggu dan kelas sepuluh satu
minggu.
04 oktober 2021
Pagi hari
Setelah sekian abad aku bangun siang dan
sekarang harus bangun pagi, seperti ada yang
P a g e | 346
aneh tapi aku juga tidak tahu, mungkin karna
belum terbiasa dan harus menyesuaikan diri
lagi.setelah bangun tidur buru buru aku mandi
dan memakai baju seragam putih abu-abu,
setelah itu membereskan tempat tidur dan
memilih buku yang akan di bawa sesuai
jadwal .Serta tidak lupa mengecek name tag agar
tidak ketinggalan, setelah oke baru aku sarapan
dan berangkat kesekolah mengunakan motor.
Setelah memarkirkan kendaraan roda dua di
halaman sekolah langsung saja aku mencari
ruangan 11, setelah ketemu langsung saja aku
masuk kelas dan mencari tempat duduk ku,
ternyata aku duduk di kursi barisan ke tiga. Kami
duduk sendiri sendiri karena di meja sebelah
sudah terpasang tanda silang bahwa kursi itu
tidak boleh ditempati.
"han duduk di barisan mana? "
"ini sebelah siindah"
"kalo si nur dimana"
P a g e | 347
"ini belakang aku"
Setelah melihat lihat suasana di kelas ini gelap
mungkin tertutupi oleh daun dan ranting ranting
kayujam menunjukan pukul tujuh karena ini hari
senin kami di haruskan mengikuti upacara dengan
protokol kesehatan yaitu memakai masker,
meskipun semua sudah divaksin tetap harus
mematuhi protokol yang ada supaya terhindar
dari virus corona.
"bawa topi gak han"
"bawa ini hayu upacara"
"nunggu yang lain dulu tapi"kata hanifah sembari
berjalan keluar kelas.
Upacara dimulai aku baris dibarisan
akhir,mungkin karna sudah lama tidak upacara
jadi agak aneh karena cuaca saat itu sedang
cerah cerah nya sehingga membuat aku cepat
keringetan. Setelah upacara berakhir entah
kenapa ketika aku berjalan menuju kelas
P a g e | 348
semuanya terlihat gelap, buru buru aku masuk
kelas dan duduk agak penglihatan ku jelas.
Jam pelajaran pertama diisi dengan perkenalan
lagi dengan guru guru, dilanjut dengan ngobrol-
ngobrol sampai jam pelajaran habis diganti
dengan guru yang mengajar materi lain.oh iya
karena ini ptm terbatas, jadi jam pulangnya tidak
sampai sore melainkan jam 11.00 semua siswa
harus sudah kembali pulang agar penularan virus
corona tidak semakin bertambah.
7 januari 2022
Pembagian rapot yang mewajibkan orang tua
hadir untuk melihat hasil belajar anak anaknya
selama satu semester ini.pagi itu pukul 08.00 aku
mengantar ibu untuk mengambil rapot karena
tidak mungkin sendiri bisa ke sasar nanti, dengan
mengenakan pakaian seragam muslim sekolah aku
mengantar ibu sampe ke ruangan 06 depan
lapangan serba guna.
"han sama mamah? "