The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-LKPD ini diharapkan membantu peserta didik dalam memahami KD 3.12 Menganalisis Pengelolaan Dana Kas Perusahaan di Bank

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by febriliananggita155, 2022-11-23 21:09:00

E-LKPD KD 3.12 KAS BANK

E-LKPD ini diharapkan membantu peserta didik dalam memahami KD 3.12 Menganalisis Pengelolaan Dana Kas Perusahaan di Bank

Keywords: E-LKPD,KD 3.12,KAS BANK

AKUNTANSI KEUANGAN
2022

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
KAS DI BANK

Sebagai Suplemen Bahan Ajar Interaktif Berbasis
Kontekstual dan Pendukung Implementasi Kurikulum

2013 Berbasis Scientific Approach

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Program Keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga

Kelas XII

Oleh:
Febrilian Anggita Pramesty

Guru Pamong:
Dyah Asmarani, S.Pd., M.Pd

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadiran Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
rahmat-Nya sehingga Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) pada materi Kas di
Bank yang disusun untuk peserta didik kelas XII SMK ini dapat diselesaikan
dengan sebaik-baiknya. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) ini dapat digunakan
sebagai suplemen bahan ajar mata pelajaran Akuntansi Keuangan selama satu
semester dan pendukung implementasi kurikulum 2013 berbasis scientific
approach.

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang disusun ini menggunakan
pendekatan saintifik (Scientific Approach) dengan menyajikan tahapan
pembelajaran 5 M, yaitu: mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan
mengkomunikasikan. Masing-masing tahapan disajikan secara detail untuk
membantu peserta didik dalam melakukan aktivitas ilmiah, berbasis berpikir
tingkat tinggi. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) ini dilengkapi contoh
penyusunan rekonsiliasi bank dan mampu mengaplikasikan pengetahuan ini di
dalam dunia kerja secara cepat.

Penyusun menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam Lembar
Kerja Peserta Didik (LKPD) ini, oleh karena itu, saran dan kritik membangun
selalu penyusun harapkan. Semoga Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dapat
bermanfaat bagi kita semua khususnya peserta didik kelas XII SMK PGRI 2
Sidoarjo. Akhir kata penyusun mengucapkan banyak terima kasih kepada semua
pihak yang telah membantu dalam penyusunan Lembar Kerja Peserta Didik
(LKPD) ini.

Surabaya, 27 Agustus 2022

Penyusun

iii

DAFTAR ISI

Halaman

SAMPUL................................................................................................................. i
HALAMAN SAMPUL.......................................................................................... ii
KATA PENGANTAR.......................................................................................... iii
DAFTAR ISI......................................................................................................... iv
PETUNJUK PENGGUNAAN ..............................................................................v
KOMPETENSI INTI / KOMPETENSI DASAR .............................................. vi
KEGIATAN BELAJAR 1 ....................................................................................1

A. Pengendalian Internal Terhadap Kas.........................................................2
B. Ruang Lingkup Kas Bank .........................................................................7
C. Rangkuman..............................................................................................12
KEGIATAN BELAJAR 2 ...................................................................................15
A. Pencatatan Mutasi Kas Bank...................................................................16
B. Rekonsiliasi Bank....................................................................................33
C. Rangkuman..............................................................................................63
EVALUASI PEMBELAJARAN ........................................................................65
UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT ......................................................72
REFLEKSI ..........................................................................................................73
GLOSARIUM ......................................................................................................75
DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................76

iv

Untuk mendapatkan hasil penguasaan belajar yang maksimal, peserta didik
diminta untuk mengikuti petunjuk penggunaan lembar kerja peserta didik
sebagai berikut:
1. Baca dan cermatilah Lembar Kerja Peserta Didik ini dengan teliti dan jelas

agar dapat mengetahui maksud dan tujuan pembelajaran serta indikator
pencapaian kompetensi dalam Lembar Kerja Peserta Didik.
2. Pahami dan pelajari uraian materi, bila menemukan kosa kata yang baru
Anda kenal dan belum mengerti definisi kata tersebut, peserta didik dapat
membuka halaman glosarium pada akhir Lembar Kerja Peserta Didik ini.
3. Kerjakan setiap aktivitas, latihan, kasus, dan tugas yang terdapat pada
Lembar Kerja Peserta Didik dengan benar, baik secara individu maupun
kelompok.
4. Peserta didik dapat saling berdiskusi dengan teman supaya mendapatkan
pemahaman yang lebih jelas.
5. Untuk menyamakan persepsi pemahaman, maka bacalah rangkuman Lembar
Kerja Peserta Didik di akhir pembahasan materi.
6. Pelajari umpan balik dan tindak lanjut, serta isilah refleksi sebagai upaya
penilaian diri untuk mengetahui tingkat kompetensi sebelum dan sesudah
mempelajari Lembar Kerja Peserta Didik.
7. Sebagai fasilitator, pendidik memberikan penjelasan bagi peserta didik yang
mengalami kesulitan.

v

KI 3 (Pengetahuan) 3. Memahami, menerapkan, menganalisis,
KI 4 (Keterampilan) dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar,
dan metakognitif sesuai dengan bidang
dan lingkup kerja Akuntansi dan
Keuangan Lembaga pada tingkat teknis,
spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan
dengan ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dalam
konteks pengembangan potensi diri
sebagai bagian dari keluarga, sekolah,
dunia kerja, warga masyarakat nasional,
regional, dan internasional.

4. Melaksanakan tugas spesifik dengan
menggunakan alat, informasi, dan
prosedur kerja yang lazim dilakukan
serta memecahkan masalah sesuai
dengan bidang Akuntansi dan Keuangan
Lembaga. Menampilkan kinerja di
bawah bimbingan dengan mutu dan
kuantitas yang terukur sesuai dengan
standar kompetensi kerja. Menunjukkan
keterampilan menalar, mengolah, dan
menyaji secara efektif, kreatif, produktif,
kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif,

vi

dan solutif dalam ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah
pengawasan langsung. Menunjukkan
keterampilan mempersepsi, kesiapan,
meniru, membiasakan, gerak mahir,
menjadikan gerak alami dalam ranah
konkret terkait dengan pengembangan
dari yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesifik di
bawah pengawasan langsung.

Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

3.12 Menganalisis 3.12.1 Menganalisis pengendalian internal

pengelolaan dana kas terhadap kas

perusahaan di bank 3.12.2 Menganalisis pengertian kas bank

3.12.3 Menganalisis manfaat penyimpanan

kas perusahaan di bank, penggunaan

cek untuk pembayaran dan dokumen

yang digunakan dalam rekening giro

3.12.4 Menganalisis prosedur pencatatan

mutasi kas bank

vii

3.12.5 Menganalisis penyebab terjadinya
perbedaan saldo kas menurut catatan
perusahaan dengan saldo kas
menurut catatan bank

3.12.6 Menganalisis pengertian dan tujuan
rekonsiliasi bank

3.12.7 Mengidentifikasi bentuk-bentuk
rekonsiliasi bank

3.12.8 Menganalisis penyusunan laporan
rekonsiliasi bank

3.12.9 Menganalisis pencatatan pos-pos
penyesuaian kas bank

4.12 Menganalisis pengelolaan 4.12.1 Melakukan pembukuan mutasi dana

dana kas perusahaan di kas bank

bank 4.12.2 Menyusun laporan rekonsiliasi bank

4.12.3 Menyusun pos-pos penyesuaian kas

bank

viii

KEGIATAN BELAJAR 1:
Pengendalian Internal Terhadap Kas
dan Ruang Lingkup Kas Bank

Apa yang akan kalian pelajari?
Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik diharapkan mampu:
1. Menganalisis pengendalian internal terhadap kas dengan baik
2. Menganalisis pengertian kas bank dengan tepat
3. Menganalisis manfaat penyimpanan kas perusahaan di bank, penggunaan

cek untuk pembayaran dan dokumen yang digunakan dalam rekening giro
dengan baik

Menganalisis Pengendalian Pengertian
Pengelolaan Dana Internal Terhadap
Kas Perusahaan di Manfaat
Kas Penyimpanan Kas
Bank
Kas Bank Perusahaan di
Bank

Penggunaan Cek
untuk Pembayaran

Dokumen yang
Digunakan dalam

Rekening Giro

1

A. Pengendalian Internal Terhadap Kas

Ada 5 tahapan yang harus kalian lakukan untuk memahami pengelolaan dana kas
perusahaan di bank meliputi pengertian, tujuan, prinsip, dan prosedur
pengendalian internal terhadap kas. Kelima tahapan tersebut adalah mengamati,
menanya, menalar, mencoba, dan mengkomunikasikan.

Perhatikan bacaan berikut dengan cermat!
Sebagai suatu perusahaan yang bergerak di bidang jasa pelayaran, PT. Bintika
Bangunusa Medan pasti mempunyai kas. Kas merupakan faktor penting dalam
mendukung tercapainya visi dan misi perusahaan. Oleh karena itu, PT. Bintika
Bangunusa Medan memerlukan adanya sistem pengendalian intern kas yang
efektif. Sistem pengendalian intern yang ada pada pada PT. Bintika Bangunusa
Medan saat ini sudah berjalan, namun dalam penerapannya masih belum
didukung dengan sistem pengendalian yang baik. Berdasarkan kondisi yang ada
pada perusahaan tersebut, terdapat beberapa permasalahan terkait dengan sistem
pengendalian intern kas diantaranya:
a. Adanya rangkap tugas oleh bagian kasir yaitu pencatatan dan pembayaran

kas.
b. Masih ada bukti pengeluaran kas yang tidak ditandatangani oleh pihak yang

berwenang.
c. Bukti pengeluaran kas tidak disertai dengan nomor bukti pendukung dan

tidak bernomor urut tercetak.

2

Berdasarkan bacaan di atas, coba kalian jawab pertanyaan berikut ini.
1) Mengapa PT Bintika Bangunusa Medan perlu menerapkan sistem

pengendalian internal terhadap kas?
2) Bagaimana bentuk pengendalian internal yang baik untuk mewujudkan

praktik yang sehat dalam menjalankan fungsi dan tanggung jawab terkait
penerimaan dan pengeluaran kas pada PT Bintika Bangunusa Medan?

Berikut ini contoh pertanyaan terkait dengan pengendalian internal terhadap kas.
1. Mengapa suatu perusahaan perlu menerapkan pengendalian internal terhadap

kas?
2. Bagaimana prosedur pengendalian internal terhadap kas yang baik dan efektif

untuk diterapkan oleh suatu perusahaan?
Buatlah pertanyaan lainnya.

1. Pengertian Pengendalian Internal
Pengendalian internal adalah istilah untuk serangkaian prosedur juga proses
yang diterapkan perusahaan dalam rangka perlindungan aset perusahaan,
pengelolaan informasi untuk kebutuhan perusahaan, dan untuk memastikan
perusahaan mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku. Pengendalian
internal tidak hanya tentang melakukan pengawasan dan pengecekan namun
juga meliputi semua alat manajemen untuk pencegahan, pemeriksaan,
pelaporan, dan pengendalian.

3

2. Tujuan Pengendalian Internal Terhadap Kas
Kas merupakan suatu elemen yang sangat mudah diselewengkan karena
sifatnya yang sangat mudah untuk dipindahtangankan, sehingga perlu
diadakan pengendalian yang ketat terhadap kas. Pengendalian internal
terhadap kas dilakukan untuk beberapa tujuan berikut.
a. Mengamankan dan mencegah terjadinya pemborosan, penyelewengan, dan
ketidakefisienan kas yang dimiliki perusahaan.
b. Menjamin ketelitian dan dapat dipercayainya (reliability) atas keberadaan
data operasional dan akuntansi yang dihasilkan.
c. Mendorong tercapainya efisiensi operasional perusahaan dan dipatuhinya
kebijakan manajemen terkait kas.

3. Prinsip Pengendalian Internal Terhadap Kas
Berikut ini beberapa prinsip yang berkaitan dengan pengawasan akuntansi
terhadap kas diantaranya:
a. Karyawan yang jujur dan kompeten, serta memiliki tanggung jawab.
b. Tanggung jawab yang terkait harus dilaksankan oleh fungsi-fungsi yang
terpisah.
c. Fungsi akuntansi harus dipisahkan dari fungsi pelaksana.
d. Catatan akuntansi yang memadai harus terselenggara setiap saat
e. Melaksanakan rotasi tugas untuk karyawan yang melaksanakan kegiatan
klertikal.
f. Adanya sistem otorisasi.
g. Adanya kebiasaan yang baik dalam perusahaan.

4. Prosedur Pengendalian Internal Terhadap Kas
Sistem pengendalian internal suatu perusahaan berbeda dengan perusahaan
lain karena bentuk dan jenis perusahaan bermacam-macam. Tetapi ada dasar-

4

dasar tertentu yang bisa digunakan sebagai pedoman untuk mengadakan
pengawasan terhadap kas sebagai berikut:

Dalam penerimaan kas, maka pengendalian internalnya bisa dilakukan
dengan beberapa cara, yaitu:
a. Memisahkan fungsi-fungsi dalam penerimaan kas.
b. Ketika ada penerimaan kas, maka harus segera dicatat serta disetorkan ke

bank.
c. Mengadakan pemisahan fungsi antara pengurusan kas dengan fungsi

pencatatan kas.
d. Mengadakan pengawasan yang ketat terhadap fungsi penerimaan dan

pencatatan kas.
e. Membuat laporan kas secara rutin yaitu setiap hari.

Berbeda lagi dengan pengeluaran kas, maka pengendalian internalnya bisa
dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:
a. Menyediakan cek sehingga setiap pengeluaran kas harus menggunakan

cek tersebut. Hal ini dikecualikan apabila jumlah pengeluarannya terbilang
kecil alias hanya menggunakan kas kecil.
b. Membentuk kas-kas kecil dengan pengawasan yang ketat.
c. Penulisan cek hanya dilakukan jika disertai bukti yang lengkap.
d. Memisahkan antara pihak pengumpul bukti pengeluaran, mencatat
pengeluaran, penulis cek serta penanda tangan cek.
e. Melakukan pemeriksaan internal pada waktu yang tidak tertentu.
f. Membuat laporan pengeluaran kas secara rutin yaitu setiap hari.

5

Analisislah bentuk-bentuk penyelewengan terhadap kas yang terjadi di suatu
perusahaan!

Penyelesaian

Berikut ini bentuk-bentuk penyelewengan terhadap kas yang terjadi di suatu
perusahaan diantaranya:
a. Pengeluaran kas untuk kepentingan pribadi, tapi dicatat sebagai

pengeluaran perusahaan adalah check kitting dan lapping.
b. Penerimaan kas dicatat lebih kecil, sedangkan pengeluaran dicatat lebih

besar.
c. Meminjam uang dengan memakai bon sementara atau cek mundur.
d. Mencantumkan nama karyawan yang sudah

keluar ke dalam daftar gaji.

1. Mengapa diperlukan pengendalian intern kas?
2. Bagaimana cara melakukan pengendalian internal

kas yang baik?
3. Mengapa penanggung jawab pemegang kas (cash

handling) dengan pencatatan kas (cash recording)
harus dipisahkan?

6

4. Apa yang bisa menyebabkan gagalnya sebuah pengendalian internal yang
sudah dirancang dengan baik?

Bandingkan dan diskusikan bersama 3 teman yang tempat duduknya berdekatan
denganmu. Kemudian presentasikan di depan kelas!

B. Ruang Lingkup Kas Bank

Ada 5 tahapan yang harus kalian lakukan untuk memahami pengelolaan dana kas
perusahaan di bank meliputi pengertian kas bank, manfaat penyimpanan kas
perusahaan di bank, dan penggunaan cek untuk pembayaran, serta dokumen yang
digunakan dalam rekening giro. Kelima tahapan tersebut adalah mengamati,
menanya, menalar, mencoba, dan mengkomunikasikan.

Perhatikan bacaan berikut dengan cermat!
Saat ini masih banyak orang yang belum mengetahui di mana pemerintah
Indonesia menyimpan ribuan triliun uang negara. Hal ini menjadi penting
mengingat bagaimana uang negara ini biasa digunakan sebagai Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang kemudian diatur oleh Menteri
Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Perlu diketahui bahwa penyimpanan uang

7

negara pemerintah Indonesia sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP)
Nomor 39 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Uang Negara. Dalam PP tersebut
dijelaskan bahwa seluruh uang milik negara ini disimpan dalam bentuk kas
negara. Adapun kas negara ini disimpan di rekening bank atas nama negara.
Kas negara ini kemudian dimasukkan dalam rekening yang disebut dengan
rekening kas umum negara (RKUN), di mana semua lalu lintas uang masuk
dan uang keluar, diatur dan dikelola oleh Menteri Keuangan sebagai bendahara
umum negara. Disebutkan dalam Pasal 14 PP No. 39 Tahun 2007, seluruh
pendapatan negara ini kemudian dimasukkan ke dalam kas negara dan
disimpan dalam rekening di bank sentral, dalam hal ini Bank Indonesia (BI).

Berdasarkan bacaan di atas, coba kalian jawab pertanyaan berikut ini.
1) Mengapa seluruh uang negara disimpan di rekening bank atau Rekening Kas

Umum Negara (RKUN)?
2) Apa manfaat yang didapatkan oleh negara ketika menyimpan kas negara ke

dalam rekening di bank sentral (Bank Indonesia)?

Berikut ini contoh pertanyaan terkait dengan ruang lingkup kas bank.
1. Mengapa suatu perusahaan menyimpan uangnya di bank dalam bentuk

rekening giro?
2. Apa manfaat yang didapatkan oleh perusahaan ketika menyimpan kas

perusahaan ke dalam rekening di bank?
Buatlah pertanyaan lainnya.

8

1. Pengertian Kas di Bank
Kas di bank (cash in bank) merupakan kas perusahaan dalam jumlah yang
sangat besar yang disimpan di bank dalam bentuk rekening giro.

2. Manfaat Penyimpanan Kas Perusahaan di Bank
Memiliki rekening di bank merupakan langkah menyimpan uang dan
bertransaksi dengan aman dan praktis. Misalnya pada saat Anda akan
melakukan pembayaran ke supplier dalam jumlah yang besar, maka Anda
tidak perlu membawa uang tunai ke supplier, cukup dengan memberikan cek
kepada supplier. Kas perusahaan yang disimpan di bank dirasa lebih aman
serta memiliki laporan pencatatan yang dilakukan oleh dua pihak yaitu
perusahaan dan bank.

3. Penggunaan Cek untuk Pembayaran
Suatu perusahaan dapat saja memiliki beberapa rekening giro bank yang
berbeda untuk berbagai kepentingan. Setiap penerimaan kas langsung disetor
ke bank dan pengeluaran dilakukan dengan penarikan cek atau transfer.
Penarikan dana dengan menggunakan sarana cek tergantung dari jenis-jenis
cek yang dikeluarkan oleh si pemberi cek.

4. Dokumen yang Digunakan dalam Rekening Giro
Dokumen-dokumen yang digunakan dalam rekening giro berupa:
a. Cek yaitu surat perintah tanpa syarat dari nasabah kepada bank yang
memelihara rekening giro nasabah tersebut, untuk membayar sejumlah

9

uang kepada pihak yang disebutkan di dalamnya atau kepada pemegang
cek tersebut.
b. Bilyet giro yaitu surat perintah dari nasabah kepada bank yang memelihara
rekening giro nasabah tersebut untuk memindahbukukan sejumlah uang
dari rekening yang bersangkutan kepada pihak penerima yang disebutkan
namanya pada bank yang sama atau bank lainnya. “Pemindahbukuan pada
rekening yang bersangkutan” artinya dipindahkan dari rekening nasabah si
pemberi BG kepada nasabah penerima BG. Sebaliknya jika
dipindahbukukan ke rekening di bank yang lain, maka harus melalui
proses kliring ke bank lain.
c. Nota debet yaitu nota dari bank kepada nasabah mereka yang
memberitahukan bahwa sejumlah dana telah didebetkan ke dalam rekening
nasabah untuk mencatat suatu transaksi debit dalam pembukuan, seperti
pinjaman.
d. Nota kredit yaitu nota dari bank kepada nasabah mereka yang
memberitahukan bahwa sejumlah dana telah dikreditkan ke dalam
rekening nasabah yang bersangkutan atau memo pembukuan untuk suatu
transaksi kredit, misalnya setoran giro atau tabungan.
e. Laporan bank (Bank Statement) merupakan laporan yang dibuat oleh bank
kepada perusahaan berupa rekening koran yang berisi data-data, seperti
saldo awal simpanan perusahan, setoran-setoran, penarikan-penarikan,
pendapatan jasa giro, beban administrasi bank dan saldo akhir simpanan
perusahaan.

10

Dengan dibukanya rekening giro di bank oleh perusahaan, maka perusahaan
akan menyimpan uangnya di bank tersebut. Apabila perusahaan akan
mengambil/mencairkan uangnya dari bank, maka perusahaan harus
mengeluarkan cek. Cek memiliki banyak jenis. Analisislah jenis-jenis cek
yang Anda ketahui!

Penyelesaian

Berikut ini jenis-jenis cek diantaranya:
a. Cek atas nama merupakan cek yang diterbitkan atas nama orang atau

badan tertentu yang tertulis jelas di dalam cek tersebut, misalnya bayarlah
kepada Tn. Roy Akase sejumlah Rp 3.000.000.
b. Cek atas unjuk merupakan cek yang tidak tertulis nama seseorang atau
badan tertentu di dalam cek tersebut, misalnya bayarlah tunai (cash) atau
tidak ditulis kata-kata apapun.
c. Cek silang merupakan cek yang dipojok kiri atas diberi dua tanda silang
sehingga cek tersbut berfungsi sebagai pemindahbukuan bukan tunai.
d. Cek mundur merupakan cek yang diberi tanggal mundur dari tanggal
sekarang, misalnya hari ini tanggal 01 Agustus 2022, Tn. Roy Akase
bermaksud mencairkan ceknya di mana dalam cek tersebut tertulis tanggal
05 Agustus 2022. Jenis cek inilah yang disebut dengan cek mundur, hal ini
biasanya terjadi karena ada kesepakatan antara si pemberi cek dengan si
penerima cek.

11

e. Cek kosong merupakan cek yang dananya tidak tersedia, misalnya nasabah
menarik cek senilai 66 juta rupiah tertulis di dalam cek tersebut, akan
tetapi dana yang tersedia di rekening giro tersebut hanya ada 20 juta
rupiah. Jelas cek tersebut kurang jumlahnya dibandingkan dengan jumlah
dana yang ada di rekening giro.

1. Mengapa perusahaan menyimpan uang di bank?
2. Apa manfaat yang diperoleh perusahaan jika

menyimpan kas perusahaan di bank?
3. Identifikasilah dokumen-dokumen yang

digunakan dalam rekening giro!
4. Analisislah perbedaan antara cek dengan bilyet

giro!

Bandingkan dan diskusikan bersama 3 teman yang tempat duduknya berdekatan
denganmu. Kemudian presentasikan di depan kelas!

Buatlah rangkuman terkait dengan pengendalian internal terhadap kas dan ruang
lingkup kas bank, tulis dengan kalimatmu sendiri di buku tulismu!

12

Di bawah ini contoh rangkuman terkait pengendalian internal terhadap kas dan
ruang lingkup kas bank.
1. Kas merupakan suatu elemen yang sangat mudah diselewengkan karena

sifatnya yang sangat mudah untuk dipindahtangankan, sehingga perlu
diadakan pengendalian yang ketat terhadap kas.
2. Pengendalian internal adalah istilah untuk serangkaian prosedur juga proses
yang diterapkan perusahaan dalam rangka perlindungan aset perusahaan,
pengelolaan informasi untuk kebutuhan perusahaan, dan untuk memastikan
perusahaan mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku.
3. Pengendalian internal terhadap kas dilakukan untuk beberapa tujuan berikut.
(1) Mengamankan dan mencegah terjadinya pemborosan, penyelewengan,
dan ketidakefisienan kas yang dimiliki perusahaan; (2) Menjamin ketelitian
dan dapat dipercayainya (reliability) atas keberadaan data operasional dan
akuntansi yang dihasilkan; (3) Mendorong tercapainya efisiensi operasional
perusahaan dan dipatuhinya kebijakan manajemen terkait kas.
4. Beberapa prinsip yang berkaitan dengan pengawasan akuntansi terhadap kas
diantaranya: (1) Karyawan yang jujur dan kompeten, serta memiliki tanggung
jawab; (2) Tanggung jawab yang terkait harus dilaksankan oleh fungsi-fungsi
yang terpisah; (3) Fungsi akuntansi harus dipisahkan dari fungsi pelaksana;
(4) Catatan akuntansi yang memadai harus terselenggara setiap saat; (5)
Melaksanakan rotasi tugas untuk karyawan yang melaksanakan kegiatan
klertikal; (6) Adanya sistem otorisasi; dan (7) Adanya kebiasaan yang baik
dalam perusahaan.
5. Kas Kas di bank (cash in bank) merupakan kas perusahaan dalam jumlah
yang sangat besar yang disimpan di bank dalam bentuk rekening giro.

13

6. Kas perusahaan yang disimpan di bank dirasa lebih aman serta memiliki
laporan pencatatan yang dilakukan oleh dua pihak yaitu perusahaan dan bank.

7. Dengan dibukanya rekening giro di Bank oleh perusahaan, maka perusahaan
akan menyimpan uangnya di bank tersebut. Apabila perusahaan akan
mengambil/mencairkan uangnya dari bank, maka perusahaan harus
mengeluarkan cek.

8. Dokumen-dokumen yang digunakan dalam rekening giro berupa cek, bilyet
giro, nota debit, nota kredit, dan laporan bank.

14

KEGIATAN BELAJAR 2:
Rekonsiliasi Bank

Apa yang akan kalian pelajari?
Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik diharapkan mampu:
1. Menganalisis prosedur pencatatan mutasi kas bank dengan baik
2. Menganalisis penyebab terjadinya perbedaan saldo kas menurut catatan

perusahaan dengan saldo kas menurut catatan bank dengan tepat
3. Menganalisis pengertian dan tujuan rekonsiliasi bank dengan baik
4. Mengidentifikasi bentuk-bentuk rekonsiliasi bank dengan tepat
5. Menganalisis penyusunan laporan rekonsiliasi bank dengan baik
6. Menganalisis pencatatan pos-pos penyesuaian kas bank dengan tepat

Menganalisis Mutasi Kas Bank Pengertian dan Tujuan
Pengelolaan Dana Kas Rekonsiliasi Bank
Penyebab Terjadinya
Perusahaan di Bank Perbedaan Saldo Kas
Perusahaan dengan

Saldo Kas Bank

Bentuk-bentuk

Pos-pos Penyesuaian

15

A. Pencatatan Mutasi Kas Bank

Ada 5 tahapan yang harus kalian lakukan untuk memahami pengelolaan dana kas
perusahaan di bank meliputi pencatatan mutasi kas bank. Kelima tahapan tersebut
adalah mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengkomunikasikan.

Perhatikan bacaan berikut dengan cermat!
Setiap perusahaan tentu memiliki akun rekening bank. Hal ini sama seperti
rekening pribadi yang kita miliki dimana perannya dibutuhkan untuk
menyimpan uang. Hanya saja bagi skala perusahaan, kepemilikan akun
rekening bank sangat penting karena bisa menjadi acuan legalitas usaha secara
lengkap dan sah. Selain itu, keamanan dan kemudahan urusan kas perusahaan
juga akan banyak terbantu. Seperti hal nya setoran, transaksi harian,
penerimaan dan pengeluaran giro, pinjaman, dan lain sebagainya bisa dilakukan
melalui kepemilikan kas di bank. Kas bank merupakan rekening giro
perusahaan yang bisa dipakai secara bebas untuk pembiayaan berbagai
transaksi atau kegiatan perusahaan. Ragam transaksi yang dilakukan bisa
berupa penyetoran, penarikan, dan pemindahan. Berdasarkan penjabaran di
atas, maka kas bank dari sebuah perusahaan bisa bertambah dan berkurang. Hal
itu tak lain karena adanya transaksi-transaksi yang dilakukan. Transaksi yang
menyebabkan bertambah dan berkurangnya kas bank inilah yang disebut
sebagai mutasi kas bank.

16

Berdasarkan bacaan di atas, coba kalian jawab pertanyaan berikut ini.
1) Apa yang kalian pahami tentang mutasi kas bank?
2) Apa yang menyebabkan terjadinya mutasi kas bank?

Berikut ini contoh pertanyaan terkait dengan pencatatan mutasi kas bank.
1. Apa yang kamu ketahui tentang mutasi kas bank?
2. Bagaimana pencatatan mutasi kas bank?
Buatlah pertanyaan lainnya.

1. Pengertian Mutasi Kas Bank
Mutasi kas bank merupakan bertambah dan berkurangnya kas disebabkan
transaksi penerimaan dan pengeluaran kas bank selama beberapa waktu
tertentu. Transaksi penerimaan kas contohnya adalah setoran modal,
penjualan tunai, pinjaman uang, penerimaan piutang, bunga simpanan, dan
penerimaan lainnya. Sedangkan transaksi pengeluaran kas contohnya adalah
pengambilan pribadi, pembelian tunai, bunga pinjaman, pembayaran utang,
beban administrasi bank, dan pengeluaran lainnya.

2. Dokumen Mutasi Kas Bank
Mutasi kas bank juga harus dibuatkan dokumen transaksi sebagai dasar untuk
melakukan pencatatan akuntansi. Untuk penerimaan kas, maka dokumen
mutasi yang dibutuhkan diantaranya adalah bukti kas masuk (kuitansi), nota

17

penjualan tunai, Daftar Surat Pemberitahuan (DSP), bukti penerimaan piutang
berupa Surat Pemberitahuan (SP) dari pelanggan, Pita Register Kas, Memo
Kredit Bank, dan Bukti Setor Bank (slip setoran). Sedangkan untuk
pengeluaran kas, maka dokumen yang dibutuhkan adalah seperti bukti kas
keluar (kuitansi), nota pembelian tunai, bukti penerimaan barang, bukti
permintaan cek, faktur pembelian kredit, bukti pengeluaran kas kecil,
permintaan pengisian kas kecil, dan surat permintaan pengeluaran kas kecil.

3. Pencatatan Mutasi Kas Bank
Secara sederhana, transaksi penerimaan kas dicatat dalam Jurnal Penerimaan
Kas (Cash Receipt Journal), sedangkan transaksi pengeluaran kas dicatat
dalam Jurnal Pengeluaran Kas (Cash Payment Journal). Jurnal Penerimaan
Kas dan Jurnal Pengeluaran Kas ini akan diposting secara periodik ke dalam
Buku Besar (Ledger) agar diketahui saldo kas perusahaan tersebut. Berikut
adalah beberapa mutasi kas bank yang dilakukan serta dimana pencatatannya
untuk akuntansi perusahaan:
a. Penerima dana uang atau cek yang diterima dari pihak lain. Transaksi
penerimaan seperti ini umumnya akan dicatat dalam buku Jurnal
Penerimaan Kas.
b. Penyetoran uang tunai atau cek ke bank. Transaksi ini akan dicatat dalam
bentuk Daftar Setoran ke Bank yang didasarkan pada slip setoran.
c. Pengeluaran kas umum dengan cek atau bilyet giro. Hal ini berupa
penarikan uang simpanan di bank, termasuk pengeluaran untuk
pembentukan dan pengisian kembali dana kas kecil. Transaksi ini akan
dicatat dalam buku Jurnal Pengeluaran Kas atau di Cek Register.
d. Pengeluaran kas kecil khusus untuk suatu pembayaran yang dianggap
rumit jika dibayar memakai cek atau dalam dalam jumlah yang sudah
ditetapkan. Transaksi ini akan dicatat dalam buku Jurnal Kas Kecil.

18

Saldo kas bank PT Angkasa Pura memiliki pada tanggal 1 Desember 2021
adalah Rp 100.000.000,00. Pencatatan mutasi kas bank yang terjadi selama
bulan Desember 2021 dapat dilihat pada data berikut.

Transaksi mutasi kas bank yang terjadi selama bulan Desember 2021
adalah sebagai berikut:

Tanggal Transaksi

1 Desember 2021 Diterima pembayaran dari Toko Mawar atas Faktur
No. 10 sebesar Rp 10.000.000,00 dengan BKM No.
101 dan Slip Setor Bank No. 200.

5 Desember 2021 Dibayar utang kepada Toko Melati atas Faktur No. 18
sebesar Rp 20.000.000,00 dengan mendapatkan
potongan Rp 500.000,00. Dengan BKK No. 401 dan
dibayar dengan Cek No. 120.

10 Desember 2021 Diterima pembayaran dari Toko Anggrek atas Faktur
No 21 sebesar Rp 20.000.000,00 dengan mendapatkan
potongan Rp 1.000.000. Dengan BKM No. 102 dan
Slip Setor Bank No. 201.

15 Desember 2021 Diterima pembayaran dari PT. Merpati atas Faktur
No. 39 sebesar Rp 100.000.000,00 dengan BKM No.
103 dan Slip Setor Bank No. 202.

19

20 Desember 2021 Dibayar utang kepada PT. Garuda atas Faktur No. 22
sebesar Rp 30.000.000,00. Dengan BKK No. 402 dan
dibayar dengan Cek No. 121.

23 Desember 2021 Diterima dari hasil penjualan tunai sebesar Rp
50.000.000,00 dengan BKM No. 104 dan Slip Setor Bank
No. 203.

27 Desember 2021 Dibayar biaya angkut penjualan sebesar Rp 400.000,00
kepada PO. SBN dengan BKK No. 403 dan dibayar dengan
Cek No. 122.

29 Desember 2021 Kas kecil diisi kembali sebesar Rp 2.000.000,00 untuk
pengeluaran:
Biaya iklan Rp 450.000,00
Biaya telepon Rp 200.000,00
Biaya listrik Rp 350.000,00

Berikut ini adalah daftar akun yang digunakan meliputi Kas Di Bank (1-1100),
Piutang Dagang (1-1300), Utang Dagang (2-1100), Penjualan (4-1100), Potongan
Penjualan (4-1400), Potongan Pembelian (5-1200), Beban Angkut Pembelian (5-
1300), Beban Iklan (6-1100), Beban Listrik (6-1200), dan Beban Telepon (6-1300).
Penyelesaian
Berdasarkan informasi catatan mutasi kas bank di atas, maka bisa dibuat Jurnal
Penerimaan Kas, Jurnal Pengeluaran Kas, dan Buku Besar sebagai berikut:

20

PT AN
JURNAL P

BULAN
(Dalam

TANGGAL NO. KETERANGAN NO. POS
BUKTI SLIP REF
SETOR

2021 1 101 Pelunasan Faktur No. 10 (Toko Mawar) 200 
Des 10 102 Pelunasan Faktur No. 21 (Toko Anggrek) 201 
103 Pelunasan Faktur No. 39 (PT Merpati) 202 
15 104 Penjualan tunai 203 
23
TOTAL R

NGKASA PURA
PENERIMAAN KAS
DESEMBER 2021
m Ribuan Rupiah)

Halaman: JKM 1

DEBIT KREDIT

SERBA -SERBI

KAS DI PPN POTONGAN PIUTANG NAMA NO. JUMLAH
BANK MASUKAN PENJUALAN DAGANG AKUN AKUN

Rp 10.000 Rp 10.000
Rp 19.000
Rp 100.000 Rp 1.000 Rp 20.000
Rp 50.000 Rp 1.000
Rp 179.000 Rp 100.000

Penjualan 4-1100 Rp 50.000

Rp 130.000 Rp 50.000

21



REKAPITULASI

DEBIT KREDIT

NO. AKUN JUMLAH NO. AKUN JUMLAH

1-1100 Rp 179.000 1-1300 Rp 130.000

4-1400 Rp 1.000 4-1100 Rp 50.000

TOTAL Rp 180.000 TOTAL Rp 180.000

22

PT AN
JURNAL PE

BULAN
(Dalam

TANGGAL NO. KETERANGAN NO. POS
BUKTI CEK REF UT

2021 5 401 Pelunasan Faktur No. 18 (Toko Melati) DAG
Des 20 402 Pelunasan Faktur No. 22 (PT Garuda)
403 Pembayaran biaya angkut pembelian 
27 120 Rp
29 Pengisian dana kas kecil

121 Rp


122



TOTAL Rp

NGKASA PURA
ENGELUARAN KAS
DESEMBER 2021
m Ribuan Rupiah)

Halaman: JKK 1

DEBIT KREDIT
SERBA -SERBI

TANG NAMA NO. JUMLAH POTONGAN PPN KAS DI
GANG AKUN AKUN PEMBELIAN MASUKAN BANK

20.000 Rp 500 Rp 19.500

30.000 Rp 30.000

Biaya angkut 5-1300 Rp 400 Rp 400
pembelian Rp 450 Rp 1.000

Beban iklan 6-1100

Beban listrik 6-1200 Rp 200
Beban telepon 6-1300 Rp 350
Rp 1.400
50.000 Rp 500 Rp 50.900

23



REKAPITULASI

DEBIT KREDIT

NO. AKUN JUMLAH NO. AKUN JUMLAH

2-1100 Rp 50.000 1-1100 Rp 50.900

5-1300 Rp 400 5-1200 Rp 500

6-1100 Rp 450

6-1200 Rp 200

6-1300 Rp 350

TOTAL Rp 51.400 TOTAL Rp 51.400

24

PT ANGKASA PURA
BUKU BESAR

BULAN DESEMBER 2021
(Dalam Ribuan Rupiah)

NAMA AKUN: KAS DI BANK NO. AKUN: 1-1100

SALDO

TANGGAL KETERANGAN REF DEBET KREDIT
Rp 50.900
DEBET KREDIT

2021 1 Saldo Awal Rp 100.000
Des 31 Rekap Penerimaan JKM 1 Rp 179.000
31 Rekap Pengeluaran JKK 1 Rp 279.000

Rp 228.100

25

Saldo kas bank PT Jaya Furniture memiliki pada
tanggal 1 Desember 2022 adalah Rp 150.000.000,00.
Pencatatan mutasi kas bank yang terjadi selama bulan
Desember 2022 dapat dilihat pada data berikut.

Transaksi mutasi kas bank yang terjadi selama
bulan Desember 2021 adalah sebagai berikut:

Tanggal Transaksi

1 Desember 2022 Diterima pembayaran dari Toko Nusantara atas Faktur
No. 207 sebesar Rp 50.000.000,00 dengan BKM No. 402
dan Slip Setor Bank No. 203.

6 Desember 2022 Dibayar utang kepada Toko Samudra atas Faktur No. 112
sebesar Rp 42.000.000,00 dengan mendapatkan potongan
Rp 900.000,00. Dengan BKK No. 401 dan dibayar dengan
Cek No. 374.

12 Desember 2022 Diterima pembayaran dari Toko Mentari atas Faktur No
208 sebesar Rp 45.000.000,00 dengan mendapatkan
potongan Rp 450.000. Dengan BKM No. 403 dan Slip
Setor Bank No. 204.

18 Desember 2022 Dibayar biaya angkut pembelian sebesar Rp 700.000,00
kepada PO. SBN dengan BKK No. 402 dan dibayar
dengan Cek No. 375.

26

20 Desember 2022 Dibayar utang kepada Toko Rajawali atas Faktur No. 113
sebesar Rp 25.000.000,00 dengan BKK No. 403 dan
dibayar dengan Cek No. 376.

25 Desember 2022 Dibayar biaya konsumsi rapat sebesar Rp 600.000,00
dengan BKK No. 404 dan dibayar dengan Cek No. 377.

29 Desember 2022 Kas kecil diisi kembali sebesar Rp 1.000.000,00 untuk
pengeluaran:
Biaya iklan Rp 250.000,00
Biaya telepon Rp 400.000,00
Biaya listrik Rp 350.000,00

Berikut ini adalah daftar akun yang digunakan meliputi Kas Di Bank (1-1100),
Piutang Dagang (1-1300), Utang Dagang (2-1100), Penjualan (4-1100), Potongan
Penjualan (4-1400), Potongan Pembelian (5-1200), Beban Angkut Pembelian (5-
1300), Beban Iklan (6-1100), Beban Listrik (6-1200), Beban Telepon (6-1300),
dan Beban Konsumsi Rapat (6-1400).
Penyelesaian
Berdasarkan informasi catatan mutasi kas bank di atas, maka bisa dibuat Jurnal
Penerimaan Kas, Jurnal Pengeluaran Kas, dan Buku Besar sebagai berikut:

27

PT JAYA
JURNAL PEN

BULAN DE
(Dalam Ri

NO. KETERANGAN NO. POS K
TANGGAL BUKTI SLIP REF B
SETOR

TOTAL

FURNITURE
NERIMAAN KAS
ESEMBER 2022
ibuan Rupiah)

Halaman: JKM 1

DEBIT KREDIT
SERBA -SERBI
PPN POTONGAN PIUTANG
KAS DI MASUKAN PENJUALAN DAGANG NAMA NO. JUMLAH
BANK AKUN AKUN

28

REKAPITULASI

DEBIT KREDIT

NO. AKUN JUMLAH NO. AKUN JUMLAH

TOTAL TOTAL

29

PT JAYA
JURNAL PENG

BULAN DE
(Dalam Ri

TANGGAL NO. KETERANGAN NO. POS
BUKTI CEK REF UTAN

DAGAN

TOTAL

FURNITURE
GELUARAN KAS
ESEMBER 2022
ibuan Rupiah)

Halaman: JKK 1

DEBIT KREDIT

SERBA -SERBI

NG POTONGAN PPN KAS DI
NAMA NO.
NG AKUN AKUN JUMLAH PEMBELIAN MASUKAN BANK

30

REKAPITULASI

DEBIT KREDIT

NO. AKUN JUMLAH NO. AKUN JUMLAH

TOTAL TOTAL

31

PT JAYA FURNITURE
BUKU BESAR

BULAN DESEMBER 2022
(Dalam Ribuan Rupiah)

NAMA AKUN: KAS DI BANK NO. AKUN: 1-1100
TANGGAL KETERANGAN REF
SALDO

DEBET KREDIT

DEBET KREDIT

32

Bandingkan dan diskusikan bersama 3 teman yang tempat duduknya berdekatan
denganmu. Kemudian presentasikan di depan kelas!
B. Rekonsiliasi Bank

Ada 5 tahapan yang harus kalian lakukan untuk memahami pengelolaan dana kas
perusahaan di bank meliputi pengertian rekonsiliasi bank, kegunaan rekonsiliasi
bank, penyebab terjadinya perbedaan saldo kas menurut catatan perusahaan
dengan saldo kas menurut catatan bank, jenis dan tujuan rekonsiliasi bank, bentuk
laporan rekonsiliasi bank, penyusunan laporan rekonsiliasi bank, dan pencatatan
pos-pos penyesuaian. Kelima tahapan tersebut adalah mengamati, menanya,
menalar, mencoba, dan mengkomunikasikan.

Perhatikan bacaan berikut dengan cermat!

PT Jaya Kencana merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa, dimana
perusahaan menyimpan kas di Bank Mandiri dalam bentuk rekening giro. Hal
ini merupakan salah satu cara dalam pengendalian internal terhadap kas karena
pihak bank memiliki prosedur tersendiri yang dapat memberikan keamanan
terhadap kas perusahaan. Secara periodik (biasanya bulanan), Bank Mandiri
akan memberikan laporan bank berupa rekening koran yang berisi informasi
mengenai saldo awal dan saldo akhir dari rekening tersebut, serta daftar mutasi

33

kas bank yang terjadi selama satu bulan yang bersangkutan. Antara pembukuan
PT Jaya Kencana dengan laporan Bank Mandiri seringkali menunjukkan jumlah
saldo yang berbeda. Oleh karena itu, setiap akhir bulan perusahaan perlu
mencocokkan saldo menurut catatan PT Jaya Kencana yang tersaji di laporan
keuangan dengan saldo menurut catatan Bank Mandiri yang tersaji di rekening
koran Bank Mandiri. Prosedur mencocokkan saldo kas menurut catatan PT Jaya
Kencana dan catatan Bank Mandiri inilah yang disebut rekonsiliasi bank.

Berdasarkan bacaan di atas, coba kalian jawab pertanyaan berikut ini.
1) Apa yang menyebabkan terjadinya perbedaan saldo kas menurut catatan PT

Jaya Kencana dengan saldo kas menurut catatan Bank Mandiri?
2) Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi permasalahan perbedaan saldo

kas tersebut?

Berikut ini contoh pertanyaan terkait dengan rekonsiliasi bank.
1. Apa yang menyebabkan terjadinya perbedaan saldo kas menurut catatan

perusahaan dengan saldo kas menurut catatan bank?
2. Apa yang harus dilakukan jika terjadi perbedaan saldo kas menurut catatan

perusahaan dengan saldo kas menurut catatan bank?
Buatlah pertanyaan lainnya.

34

1. Pengertian Rekonsiliasi Bank
Laporan bank berupa rekening koran yang dikirim ke nasabah (perusahaan)
tiap bulannya kadang kadang tidak sama dengan saldo kas menurut catatan
perusahaan, jika terjadi hal tersebut maka harus dicari penyebab terjadinya
ketidaksamaan atau perbedaan tersebut, dan selanjutnya dibuat rekonsiliasi
bank serta jurnal penyesuaiannya. Rekonsiliasi bank merupakan kegiatan
yang dilakukan perusahaan untuk menyamakan saldo kas menurut rekening
koran dengan saldo kas menurut catatan perusahaan dan disertai penjelasan
penyebab perbedaan tersebut.

2. Kegunaan Rekonsiliasi Bank
Rekonsiliasi bank berguna untuk mengecek ketelitian dan memastikan bahwa
semua transaksi yang berkaitan dengan kas telah dilakukan pencatatan secara
benar.

3. Penyebab Terjadinya Perbedaan Saldo Kas Menurut Catatan
Perusahaan dengan Saldo Kas Menurut Catatan Bank
Pada dasarnya perbedaan antara saldo kas menurut catatan perusahaan dan
saldo kas menurut catatan bank disebabakan oleh:
1) Keterlambatan dalam mencatat transaksi yang dilakukan oleh salah
satu pihak (perusahaan/bank).
a. Transaksi yang sudah dicatat oleh Perusahaan tetapi belum dicatat oleh
Bank, misalnya:
 Penerimaan
Setoran yang dikirim ke bank pada akhir bulan tetapi belum
diterima oleh bank (setoran dalam perjalanan/deposit intransit).

35


Click to View FlipBook Version