Pengeluaran
Cek dalam peredaran (Outstanding check) yaitu cek yang sudah
dikeluarkan oleh perusahaan tetapi oleh penerima cek belum
diuangkan di bank.
b. Transaksi yang sudah dicatat oleh Bank tetapi belum dicatat oleh
Perusahaan, misalnya:
Penerimaan
- Uang hasil tagihan berupa piutang atau wesel yang telah
ditagih oleh bank dan uangnya sudah diterima, tetapi belum
diketahui oleh perusahaan.
- Pendapatan jasa giro atau bunga yang diberikan oleh bank,
tetapi belum dicatat oleh perusahaan.
Pengeluaran
- Cek kosong yaitu cek yang tidak cukup dana, yang
dikembalikan oleh bank, tetapi belum dicatat perusahaan.
- Biaya-biaya bank seperti biaya administrasi, biaya bunga yang
dibebankan kepada perusahaan tetapi baru diketahui oleh
perusahaan pada waktu menerima laporan bank.
2) Kesalahan dalam mencatat transaksi yang dilakukan oleh salah satu
pihak (perusahaan/bank).
a. Kesalahan dalam mencatat transaksi yang dilakukan oleh Perusahaan.
Kesalahan tertulis
Setoran oleh perusahaan sebesar Rp 45.000, ditulis Rp 54.000.
b. Kesalahan dalam mencatat transaksi yang dilakukan oleh Bank.
Kesalahan nama posting
Setoran dari PT Indra sebesar Rp 50.000, dicatat pada PT Indira.
36
Di bawah ini merupakan penyebab perbedaan saldo kas dalam penyusunan
rekonsiliasi bank sebagaimana ditunjukkan pada diagram berikut:
4. Jenis dan Tujuan Rekonsiliasi Bank
Berikut ini adalah jenis-jenis dan tujuan rekonsiliasi bank diantaranya:
Jenis Rekonsiliasi Tujuan
Rekonsiliasi dua kolom Mencari saldo yang tepat/benar
37
Rekonsiliasi empat kolom Mencari saldo awal, penerimaan satu
periode, pengeluaran satu periode dan saldo
akhir yang sesuai dengan catatan
perusahaan
Rekonsiliasi delapan kolom Mencari saldo awal, penerimaan,
pengeluaran dan saldo akhir yang
tepat/benar
5. Bentuk Rekonsiliasi Bank
Berikut ini adalah bentuk-bentuk rekonsiliasi bank diantaranya:
1) Rekonsiliasi terhadap saldo akhir, dapat dibuat dua bentuk:
a. Rekonsiliasi saldo bank dan saldo perusahaan untuk menunjukkan
saldo yang benar. Rekonsiliasi ini dapat dibuat dengan bentuk skontro.
(Rekonsiliasi 2 kolom = dibuat oleh perusahaan)
b. Rekonsiliasi saldo bank kepada saldo perusahaan. Rekonsiliasi ini
dapat dibuat dengan bentuk staffel. (Rekonsiliasi 2 kolom = dibuat
oleh perusahaan).
2) Rekonsiliasi terhadap saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo
akhir, dapat dibuat 2 bentuk:
a. Rekonsiliasi saldo bank kepada saldo perusahaan (4 kolom)
b. Rekonsiliasi saldo bank dan saldo perusahaan untuk menunjukkan
saldo yang benar (8 kolom)
(Rekonsiliasi 4 dan 8 kolom = dibuat oleh pemeriksa/auditor)
38
CONTOH FORMAT REKONSILIASI BANK TERHADAP SALD
a. Rekonsiliasi saldo bank dan saldo perusahaan untuk menunjukkan
Saldo Bank PERUS
Ditambah: REKON
- Setoran dalam perjalanan AKHIR BULAN T
- Kesalahan pencatatan oleh bank
S
Dikurangi: D
- Cek yang masih beredar -
- Kesalahan pencatatan oleh bank -
-
-
D
-
-
-
Saldo yang benar S
DO AKHIR
n saldo yang benar (Bentuk Skontro)
SAHAAN XXX
NSILIASI BANK
TRANSAKSI 20XX
Saldo Kas
Ditambah:
- Setoran dari pelanggan
- Penagihan piutang oleh bank
- Pendapatan jasa giro
- Kesalahan pencatatan oleh perusahaan
Dikurangi:
- Beban administrasi bank
- Cek kosong
- Kesalahan pencatatan oleh perusahaan
Saldo yang benar
39
b. Rekonsiliasi saldo bank kepada saldo perusahaan (Bentuk Staffel)
PERUSAHAAN XXX
REKONSILIASI BANK
AKHIR BULAN TRANSAKSI 20XX
Saldo Bank
Ditambah:
Setoran dalam perjalanan (+ BANK)
Kesalahan pencatatan oleh bank
Beban administrasi bank (- PERUSAHAAN)
Cek kosong
Kesalahan pencatatan oleh perusahaan
Dikurangi:
Cek yang masih beredar (- BANK)
Kesalahan pencatatan oleh bank
Setoran dari pelanggan (+ PERUSAHAAN)
Penagihan piutang oleh bank
Pendapatan jasa giro
Kesalahan pencatatan oleh perusahaan
Saldo Kas
40
CONTOH FORMAT REKONSILIASI BANK TERHADAP SALDO AWAL,
PENERIMAAN, PENGELUARAN, DAN SALDO AKHIR
a. Rekonsiliasi saldo bank kepada saldo perusahaan (4 kolom)
PERUSAHAAN XXX
LAPORAN REKONSILIASI SALDO AWAL, PENERIMAAN,
PENGELUARAN, DAN SALDO AKHIR 31 BULAN 20XX
Keterangan Saldo Penerimaan Pengeluaran Saldo
Awal Akhir
Saldo bank xxx xxx xxx xxx
Setoran dalam perjalanan + -
- + - +
Akhir periode lalu - +
Akhir periode ini + + + -
Cek yang beredar + -
Akhir periode lalu + + -
Akhir periode ini + -
Jasa giro +
Akhir periode lalu + +
Akhir periode ini
Biaya administrasi bank -
Akhir periode lalu +
Akhir periode ini xxx
Kas yang tidak diseto
Akhir periode lalu
Cek kosong
Akhir periode lalu
Akhir periode ini
Koreksi penerimaan
Akhir periode lalu
Saldo kas xxx xxx xxx
41
b. Rekonsiliasi saldo bank dan saldo perusahaan untuk menunjukkan saldo yang
benar (8 kolom)
PERUSAHAAN XXX
LAPORAN REKONSILIASI SALDO AWAL, PENERIMAAN,
PENGELUARAN, DAN SALDO AKHIR 31 BULAN 20XX
Keterangan Saldo Penerimaan Pengeluaran Saldo
Awal xxx xxx Akhir
Saldo bank
Setoran dalam perjalanan xxx xxx
Akhir periode lalu +- +
Akhir periode ini +
Cek yang beredar -
Akhir periode lalu -- +
Akhir periode ini + xxx
Kas yang tidak disetor
Akhir periode lalu + xxx
xxx xxx
Saldo bank yang benar
Saldo kas xxx xxx xxx xxx
Jasa giro +
-
Akhir periode lalu +- +-
-
Akhir periode ini +
-
Biaya administrasi bank -
xxx xxx
Akhir periode lalu -
Akhir periode ini
Cek kosong
Akhir periode lalu -
Akhir periode ini -
Koreksi penerimaan
Akhir periode lalu -
Saldo kas yang benar xxx xxx
42
6. Pos-pos Penyesuaian
Setelah diketahui saldo yang benar, maka harus dibuat jurnal penyesuaian
berdasarkan rekonsiliasi bank di atas. Untuk membuat jurnal penyesuaian,
cukup diperhatikan sisi perusahaan saja.
PERUSAHAAN XXX
JURNAL PENYESUAIAN
AKHIR BULAN TRANSAKSI 20XX
Halaman 1
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Rp XXX
20XX 31 Kas di Bank Rp XXX
XX Piutang dagang
(Mencatat penagihan piutang perusahaan Rp XXX
yang dilakukan oleh bank) Rp XXX
31 Kas di Bank
Rp XXX
Pendapatan bunga Rp XXX
(Mencatat penerimaan pendapatan dari
simpanan giro di bank)
31 Kas di Bank
Piutang dagang
(Koreksi atas kesalahan pencatatan Rp XXX
penerimaan cek)
31 Beban administrasi bank
Kas di Bank Rp XXX
(Mencatat beban administrasi bank)
31 Piutang dagang Rp XXX
Rp XXX
Kas di Bank
(Mencatat gagalnya pencairan cek akibat
tidak ada dana)
43
31 Beban .... Rp XXX
Kas di Bank Rp XXX
(Koreksi atas kesalahan pembayaran Rp XXX
beban tertentu dengan cek) Rp XXX
31 Kas di Bank Rp XXX
Wesel Tagih Rp XXX Rp XXX
Pendapatan Bunga
(Mencatat penagihan piutang wesel dan
bunga oleh bank)
TOTAL
PT Sentosa menyimpan dananya di Bank Negara Indonesia (BNI). Pada awal
Februari 2022, saat menerima rekening koran dari Bank Negara Indonesia
(BNI), akuntan PT Sentosa melihat perbedaan antara saldo kas menurut
catatan perusahaan dengan saldo kas menurut rekening koran. Menurut
catatan perusahaan, saldo kas pada akhir Januari 2022 adalah sebesar Rp
45.500.000,00, sedangkan menurut rekening koran Bank Negara Indonesua
adalah sebesar Rp 54.500.000,00.
Setelah ditelusuri, akuntan perusahaan tersebut menemukan beberapa
informasi tambahan yang terkait dengan perbedaan saldo tersebut, yaitu:
a. Setoran kas ke bank pada tanggal 31 Januari 2012 sebesar Rp
15.200.000,00 belum dicatat oleh bank. (B+ Rp 15.200.000)
44
b. Tagihan PT Sentosa kepada PT Abadi di Surabaya sebesar Rp
9.600.000,00 yang dilakukan Bank Negara Indonesia telah berhasil dan PT
Sentosa belum mengetahuinya. (P+ Rp 9.600.000)
c. Pendapatan bunga bank sebesar Rp 1.200.000,00 belum dicatat oleh PT
Sentosa. (P+ Rp 1.200.000)
d. Beban administrasi bank sebesar Rp 300.000,00 belum dicatat oleh PT
Sentosa. (P– Rp 300.000)
e. Cek yang diterima PT Sentosa pada tanggal 25 Januari yang lalu dari PT
Sinar sebesar Rp 4.000.000,00 ternyata tidak ada dananya. (P– Rp
4.000.000)
f. Cek yang telah dikeluarkan PT Sentosa pada akhir bulan Januari yang lalu
sebesar Rp 13.600.000,00 ternayata oleh pemegangnya belum dicairkan.
(B– Rp 13.600.000)
g. Cek sebesar Rp 7.500.000,00 yang diterima PT Sentosa dari PT Harapan
sebagai pembayaran piutang pada bulan Januari yang lalu, dicatat oleh
akuntan PT Sentosa sebesar Rp 2.500.000,00. (P+ 5.000.000)
h. Cek sebesar Rp 3.500.000,00 yang dikeluarkan PT Sentosa pada
pertengahan bulan Januari yang lalu untuk membayar beban perbaikan
kendaraan, tetapi oleh akuntan perusahaan dicatat sebesar Rp
2.500.000,00. (P– Rp 1.000.000)
Diminta:
1. Buatlah rekonsiliasi bank PT Sentosa per 31 Januari 2022 terhadap saldo
akhir
a. Rekonsiliasi saldo menurut laporan bank dan saldo menurut catatan
perusahaan menunjukkan saldo yang benar (Bentuk Skontro)
b. Rekonsiliasi saldo menurut laporan bank kepada saldo menurut
catatan perusahaan (Bentuk Staffel)
45
2. Buatlah ayat jurnal yang diperlukan untuk menyesuaikan akun kas pada 31
Januari 2022 berdasarkan rekonsiliasi bank tersebut.
46
Penyelesaian
a. Rekonsiliasi saldo menurut laporan bank dan saldo menurut c
PT S
REKONS
31 JAN
Saldo Bank, 31 Jan 2022 Rp 54.400.000
Ditambah:
Setoran dalam perjalanan Rp 15.200.000
Rp 15.200.000
Dikurangi: Rp 13.600.000
Cek yang masih beredar (Rp 13.600.000)
Saldo yang benar, 31 Jan 2022 Rp 56.000.000
catatan perusahaan menunjukkan saldo yang benar (Bentuk Skontro)
SENTOSA
SILIASI BANK
NUARI 2022
Saldo Kas, 31 Jan 2022 Rp 45.500.000
Ditambah:
Penagihan piutang oleh bank Rp 9.600.000
Pendapatan bunga bank Rp 1.200.000
Kesalahan pencatatan Rp 5.000.000
Dikurangi: Rp 15.800.000
Beban administrasi bank
Cek kosong Rp 300.000
Kesalahan pencatatan Rp 4.000.000
Rp 1.000.000
Saldo yang benar, 31 Jan 2022
(Rp 5.300.000)
Rp 56.000.000
47
b. Rekonsiliasi saldo menurut laporan bank kepada saldo menurut catatan
perusahaan (Bentuk staffel)
PT SENTOSA
REKONSILIASI BANK
31 JANUARI 2022
Saldo Bank, 31 Jan 2022 Rp 54.400.000
Ditambah:
Setoran dalam perjalanan Rp 15.200.000 Rp 20.500.000
Beban administrasi bank Rp 300.000 (Rp 29.400.000)
Cek kosong Rp 4.000.000
Kesalahan pencatatan oleh perusahaan Rp 1.000.000
Dikurangi: Rp 13.600.000
Cek yang masih beredar Rp 9.600.000
Penagihan piutang oleh bank Rp 1.200.000
Pendapatan bunga bank Rp 5.000.000
Kesalahan pencatatan oleh perusahaan
Saldo Kas, 31 Jan 2022 Rp 45.500.000
48
c. Dari kasus di atas, jurnal penyesuaian yang diperlukan adalah sebagai
berikut:
PT SENTOSA
JURNAL PENYESUAIAN
31 JANUARI 2022
Halaman 1
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
2022 31 Kas di Bank Rp 9.600.000
Des Piutang dagang Rp 9.600.000
(Mencatat penagihan piutang
perusahaan yang dilakukan oleh bank)
31 Kas di Bank Rp 1.200.000
Piutang dagang Rp 1.200.000
(Mencatat penerimaan pendapatan dari
simpanan giro di bank)
31 Kas di Bank Rp 5.000.000
Piutang dagang Rp 5.000.000
(Koreksi atas kesalahan pencatatan
penerimaan cek)
31 Beban administrasi bank Rp 300.000
Kas di Bank Rp 300.000
(Mencatat beban administrasi bank)
31 Piutang dagang Rp 4.000.000
Kas di Bank Rp 4.000.000
(Mencatat gagalnya pencairan cek
akibat tidak ada dana)
49
31 Beban perbaikan kendaraan Rp 1.000.000
Kas di Bank
Rp 1.000.000
(Koreksi atas kesalahan pembayaran
beban tertentu dengan cek) Rp 21.100.000 Rp 21.100.000
TOTAL
PT Obelix telah membuka rekening pada Bank Mandiri sejak awal tahun
2008. Untuk yang sekian kalinya, per 31 Desember 2021 perusahaan
menerima rekening koran bank yang menunjukkan saldo kredit sebesar Rp
184.750.000,00, sedangkan menurut catatan (pembukuan) perusahaan pada
tanggal yang sama menunjukkan saldo debet sebesar Rp 210.000.000,00.
Setelah diteliti oleh bagian akuntansi, ternyata selisih saldo tersebut
disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:
a. Setoran pada tanggal 31 Desember 2021 dengan bukti setor nomor 0249
sebesar Rp 181.700.000,00 belum tampak dalam laporan Bank Mandiri
bulan Desember 2021.
b. Hasil penagihan piutang wesel oleh Bank Mandiri pada tanggal 12
Desember 2021 sebesar Rp 40.000.000,00 belum dicatat oleh PT Obelix.
Nominal wesel tersebut adalah Rp 39.500.000,00.
c. PT Obelix telah keliru mencatat penerimaan kas dari pelunasan piutang
Tuan Dio pada tanggal 23 Desember 2021. Jumlah yang seharusnya
sebesar Rp 95.400.000,00, namun telah dicatat Rp 65.400.000,00.
d. Kas dari pelunasan piutang pelanggan yang belum sempat disetorkan oleh
kasir Bank Mandiri sampai Desember 2021 berjumlah Rp 20.000.000,00.
50
e. Setoran cek nomor 0117 dari Tuan Alex sebesar Rp 15.000.000,00 telah
dikembalikan oleh pihak Bank Mandiri karena tidak ada dananya.
f. Cek yang masih beredar sampai dengan 31 Desember 2021 adalah sebesar
Rp 120.000.000,00.
g. Setoran dari UD. Obelia sebesar Rp 4.000.000,00 telah salah dicatat oleh
Bank Mandiri sebagai setoran PT Obelix.
h. Pembayaran utang usaha dengan cek nomor 0443 kepada UD. Sejati telah
keliru dicatat oleh PT Obelix sebesar Rp 6.000.000,00 sedangkan jumlah
yang seharusnya adalah Rp 9.000.000,00.
i. PT Obelix belum mencatat hal berikut ini dalam pembukuannya, yang
dimana telah diperhitungkan oleh Bank Mandiri: Jasa giro dan biaya
administrasi bank bulan Desember 2021 masing-masing sebesar Rp
750.000,00 dan Rp 300.000,00.
Diminta:
1. Buatlah rekonsiliasi bank PT Obelix per 31 Desember 2021 terhadap saldo
akhir
b. Rekonsiliasi saldo bank dan saldo kas menunjukkan saldo yang benar
(Bentuk Skontro)
c. Rekonsiliasi saldo bank kepada saldo kas (Bentuk Staffel)
2. Buatlah ayat jurnal yang diperlukan untuk menyesuaikan akun kas pada 31
Desember 2021 berdasarkan rekonsiliasi bank tersebut.
51
Penyelesaian
a. Rekonsiliasi saldo bank dan saldo kas untuk menunjukkan sald
PT O
REKONS
31 DESE
Saldo Bank, 31 Des 2021
Ditambah:
Dikurangi:
Saldo yang benar, 31 Des 2021
do yang benar (Bentuk Skontro)
OBELIX
SILIASI BANK
EMBER 2021
Saldo Kas, 31 Des 2021
Ditambah:
Dikurangi:
Saldo yang benar, 31 Des 2021
52
b. Rekonsiliasi saldo bank kepada saldo kas (Bentuk staffel)
PT OBELIX
REKONSILIASI BANK
31 DESEMBER 2021
Saldo Bank, 31 Desember 2021
Ditambah:
Dikurangi:
Saldo Kas, 31 Desember 2021
53
2. Dari kasus di atas, jurnal penyesuaian yang diperlukan adalah sebagai
berikut:
PT OBELIX
JURNAL PENYESUAIAN
31 DESEMBER 2021
Halaman 1
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
2021
Des
TOTAL
54
Berikut ini adalah data yang diperoleh dari PT Sidomuncul sebagai berikut:
Dari catatan kas:
Saldo 31 Desember 2020 Rp 376.800.000,00
Penerimaan dalam bulan Januari 2021 Rp 1.480.700.000,00
Pengeluaran dalam bulan Januari 2021 Rp 1.857.500.000,00
Saldo 31 Januari 2021 Rp 1.243.500.000,00
Rp 614.000.000,00
Dari laporan bank: Rp 381.100.000,00
Saldo 31 Desember 2020 Rp 1.408.700.000,00
Penerimaan dalam bulan Januari 2021
Rp 1.789.800.000,00
Pengeluaran dalam bulan Januari 2021 Rp 1.243.100.000,00
Saldo 31 Januari 2021 Rp 546.700.000,00
Perbandingan catatan kas PT Sidomuncul dengan laporan bank:
31 Desember 2020 31 Januari 2021
Setoran dalam perjalanan Rp 160.000.000,00 Rp 180.000.000,00
Cek yang beredar Rp 172.400.000,00 Rp 161.200.000,00
Jasa giro Rp 6.000.000,00 Rp 8.000.000,00
Biaya bank Rp 1.200.000,00 Rp 1.600.000,00
Uang kas yang tidak disetor Rp 40.000.000,00
Cek kosong (disetor kembali bulan Rp 12.000.000,00 Rp 14.000.000,00
berikutnya)
Koreksi penerimaan piutang Rp 900.000,00
Rp 101.200.000 dicatat sebesar
Rp 102.100.000
55
Diminta:
1. Buatlah rekonsiliasi bank PT Sidomuncul per 31 Januari 2021 terhadap
saldo awal, penerimaan, pengeluaran, dan saldo akhir
a. Rekonsiliasi saldo bank dan saldo kas menunjukkan saldo yang benar
(Bentuk 8 Kolom)
b. Rekonsiliasi saldo bank kepada saldo kas (Bentuk 4 Kolom)
2. Buatlah ayat jurnal yang diperlukan untuk menyesuaikan akun kas pada 31
Januari 2021 berdasarkan rekonsiliasi bank tersebut.
56
Penyelesaian
a. Rekonsiliasi saldo menurut laporan bank dan saldo menurut catatan perusahaan menunjukkan
saldo yang benar (Bentuk 8 Kolom)
PT SIDOMUNCUL
LAPORAN REKONSILIASI SALDO AWAL, PENERIMAAN, PENGELUARAN, DAN SALDO AKHIR 31 JANUARI 2021
Keterangan Saldo Penerimaan Pengeluaran Saldo
31 Des 2020 Jan 2021 Jan 2021 31 Jan 2021
Saldo bank Rp 381.100.000 Rp 1.408.700.000 Rp 1.243.100.000 Rp 546.700.000
Setoran dalam perjalanan Rp 160.000.000 (Rp 160.000.000)
Rp 180.000.000 Rp 180.000.000
31 Des 2020 (Rp 172.400.000) (Rp 172.400.000)
31 Jan 2021 Rp 40.000.000 Rp 161.200.000 (Rp 161.200.000)
Cek yang beredar
31 Des 2020 Rp 40.000.000
31 Jan 2021
Kas yang tidak disetor
31 Des 2020
Saldo bank yang benar Rp 368.700.000 Rp 1.468.700.000 Rp 1.231.900.000 Rp 605.500.000
Saldo kas Rp 376.800.000 Rp 1.480.700.000 Rp 1.243.500.000 Rp 614.000.000
Jasa giro Rp 6.000.000
(Rp 6.000.000) Rp 8.000.000
31 Des 2020 (Rp 1.200.000) Rp 8.000.000 (Rp 1.600.000)
31 Jan 2021
Biaya administrasi bank (Rp 12.000.000) (Rp 1.200.000)
31 Des 2020 Rp 1.600.000
31 Jan 2021 (Rp 900.000)
Cek kosong Rp 368.700.000 (Rp 12.000.000)
31 Des 2020
31 Jan 2021 (Rp 14.000.000) (Rp 14.000.000)
Koreksi penerimaan
31 Des 2020 Rp 1.468.700.000 Rp 1.231.900.000 (Rp 900.000)
Rp 605.500.000
Saldo kas yang benar
57
b. Rekonsiliasi saldo bank kepada saldo kas (Bentuk 4 Kolom)
PT SIDOMUNCUL
LAPORAN REKONSILIASI SALDO AWAL, PENERIMAAN, PENGELUARAN, DAN SALDO AKHIR 31 JANUARI 2021
Keterangan Saldo Penerimaan Pengeluaran Saldo
31 Des 2020 Jan 2021 Jan 2021 31 Jan 2021
Saldo bank Rp 381.100.000 Rp 1.408.700.000 Rp 1.243.100.000 Rp 546.700.000
Setoran dalam perjalanan Rp 160.000.000 (Rp 160.000.000)
(Rp 172.400.000) Rp 180.000.000 Rp 180.000.000
31 Des 2020 (Rp 6.000.000)
31 Jan 2021 Rp 1.200.000 Rp 6.000.000 (Rp 172.400.000)
Cek yang beredar (Rp 8.000.000) Rp 161.200.000 (Rp 161.200.000)
31 Des 2020 Rp 12.000.000
31 Jan 2021 Rp 900.000 Rp 40.000.000 Rp 1.200.000 (Rp 8.000.000)
Jasa giro Rp 14.000.000 (Rp 1.600.000)
31 Des 2020 Rp 1.600.000
31 Jan 2021 Rp 12.000.000 Rp 40.000.000
Biaya administrasi bank
31 Des 2020 Rp 14.000.000
31 Jan 2021 Rp 900.000
Kas yang tidak disetor
31 Des 2020
Cek kosong
31 Des 2020
31 Jan 2021
Koreksi penerimaan
31 Des 2020
Saldo kas Rp 376.800.000 Rp 1.480.700.000 Rp 1.243.500.000 Rp 614.000.000
58
Berikut ini adalah data yang diperoleh dari PT Bintang sebagai berikut:
Dari catatan kas:
Saldo 31 Desember 2023 Rp 379.100.000,00
Penerimaan dalam bulan Januari 2024 Rp 1.467.200.000,00
Pengeluaran dalam bulan Januari 2024 Rp 1.846.300.000,00
Rp 1.153.200.000,00
Saldo 31 Januari 2024 Rp 693.100.000,00
Dari laporan bank: Rp 297.800.000,00
Saldo 31 Desember 2023 Rp 1.380.200.000,00
Penerimaan dalam bulan Januari 2024
Rp 1.678.000.000,00
Pengeluaran dalam bulan Januari 2024 Rp 1.155.000.000,00
Saldo 31 Januari 2024 Rp 523.000.000,00
Perbandingan catatan kas PT Bintang dengan laporan bank:
31 Desember 2023 31 Januari 2024
Rp 190.000.000,00
Setoran dalam perjalanan Rp 180.000.000,00 Rp 135.500.000,00
Rp 9.000.000,00
Cek yang beredar Rp 153.500.000,00 Rp 1.600.000,00
Rp 60.000.000,00
Jasa giro Rp 8.000.000,00 Rp 18.000.000,00
Biaya administrasi bank Rp 1.800.000,00
Uang kas yang tidak disetor
Cek kosong (disetor kembali bulan Rp 16.000.000,00
berikutnya)
Koreksi penerimaan piutang Rp 45.000.000,00
Rp 105.500.000 dicatat sebesar
Rp 150.500.000
59
Diminta:
1. Buatlah rekonsiliasi bank PT Bintang per 31 Januari 2024 terhadap saldo
awal, penerimaan, pengeluaran, dan saldo akhir
a. Rekonsiliasi saldo bank dan saldo kas menunjukkan saldo yang benar
(Bentuk 8 Kolom)
b. Rekonsiliasi saldo bank kepada saldo kas (Bentuk 4 Kolom)
2. Buatlah ayat jurnal yang diperlukan untuk menyesuaikan akun kas pada 31
Januari 2024 berdasarkan rekonsiliasi bank tersebut.
60
Penyelesaian
a. Rekonsiliasi saldo menurut laporan bank dan saldo menurut catatan perusahaan menunjukkan
saldo yang benar (Bentuk 8 Kolom)
PT BINTANG
LAPORAN REKONSILIASI SALDO AWAL, PENERIMAAN, PENGELUARAN, DAN SALDO AKHIR 31 JANUARI 2024
Keterangan Saldo Penerimaan Pengeluaran Saldo
31 Des 2023 Jan 2024 Jan 2024 31 Jan 2024
Saldo bank
Setoran dalam perjalanan
31 Des 2023
31 Jan 2024
Cek yang beredar
31 Des 2023
31 Jan 2024
Kas yang tidak disetor
31 Des 2023
Saldo bank yang benar
Saldo kas
Jasa giro
31 Des 2023
31 Jan 2024
Biaya administrasi bank
31 Des 2023
31 Jan 2024
Cek kosong
31 Des 2023
31 Jan 2024
Koreksi penerimaan
31 Des 2023
Saldo kas yang benar
61
b. Rekonsiliasi saldo bank kepada saldo kas (Bentuk 4 Kolom)
PT BINTANG
LAPORAN REKONSILIASI SALDO AWAL, PENERIMAAN, PENGELUARAN, DAN SALDO AKHIR 31 JANUARI 2024
Keterangan Saldo Penerimaan Pengeluaran Saldo
31 Des 2023 Jan 2024 Jan 2024 31 Jan 2024
Saldo bank
Setoran dalam perjalanan
31 Des 2023
31 Jan 2024
Cek yang beredar
31 Des 2023
31 Jan 2024
Jasa giro
31 Des 2023
31 Jan 2024
Biaya administrasi bank
31 Des 2023
31 Jan 2024
Kas yang tidak disetor
31 Des 2023
Cek kosong
31 Des 2023
31 Jan 2024
Koreksi penerimaan
31 Des 2023
Saldo kas
62
Buatlah rangkuman terkait dengan rekonsiliasi bank, tulis dengan kalimatmu
sendiri di buku tulismu!
Di bawah ini contoh rangkuman terkait rekonsiliasi bank.
1. Mutasi kas bank merupakan bertambah dan berkurangnya kas disebabkan
transaksi penerimaan dan pengeluaran kas bank selama beberapa waktu
tertentu.
2. Untuk penerimaan kas, maka dokumen mutasi yang dibutuhkan diantaranya
adalah bukti kas masuk (kuitansi), nota penjualan tunai, Daftar Surat
Pemberitahuan (DSP), bukti penerimaan piutang berupa Surat
Pemberitahuan (SP) dari pelanggan, Pita Register Kas, Memo Kredit Bank,
dan Bukti Setor Bank (slip setoran). Sedangkan untuk pengeluaran kas,
maka dokumen yang dibutuhkan adalah bukti kas keluar (kuitansi), nota
pembelian tunai, bukti penerimaan barang, bukti permintaan cek, faktur
pembelian kredit, bukti pengeluaran kas kecil, permintaan pengisian kas
kecil, dan surat permintaan pengeluaran kas kecil.
3. Secara sederhana, transaksi penerimaan kas dicatat dalam Jurnal Penerimaan
Kas (Cash Receipt Journal), sedangkan transaksi pengeluaran kas dicatat
dalam Jurnal Pengeluaran Kas (Cash Payment Journal). Jurnal Penerimaan
Kas dan Jurnal Pengeluaran Kas ini akan diposting secara berkala ke dalam
Buku Besar (Ledger) agar diketahui saldo kas perusahaan tersebut.
4. Rekonsiliasi bank merupakan kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk
menyamakan saldo kas menurut rekening koran dengan saldo kas menurut
catatan perusahaan.
63
5. Rekonsiliasi bank berguna untuk mengecek ketelitian dan memastikan
bahwa semua transaksi yang berkaitan dengan kas telah dilakukan
pencatatan secara benar.
6. Pada dasarnya perbedaan antara saldo kas menurut catatan perusahaan dan
saldo kas menurut catatan bank disebabakan oleh: (1) Keterlambatan dalam
mencatat transaksi yang dilakukan oleh salah satu pihak (perusahaan/bank)
dan (2) Kesalahan dalam mencatat transaksi yang dilakukan oleh salah satu
pihak (perusahaan/bank).
7. Jenis-jenis rekonsiliasi bank terdiri atas rekonsiliasi dua kolom yang
bertujuan untuk mencari saldo yang tepat; rekonsiliasi empat kolom yang
bertujuan untuk mencari saldo awal, penerimaan satu periode, pengeluaran
satu periode dan saldo akhir yang sesuai dengan catatan perusahaan; dan
rekonsiliasi delapan kolom yang bertujuan untuk mencari saldo awal,
penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir yang tepat/benar.
8. Bentuk rekonsiliasi bank terbagi menjadi dua bentuk, yaitu rekonsiliasi
terhadap saldo akhir dan rekonsiliasi terhadap saldo awal, penerimaan,
pengeluaran dan saldo akhir.
Bandingkan dan diskusikan bersama 3 teman yang tempat duduknya berdekatan
denganmu. Kemudian presentasikan di depan kelas!
64
Untuk mengukur keberhasilan belajar peserta didik dalam memahami Kegiatan
Belajar KD 3.12 tentang Pengelolaan Dana Kas Perusahaan di Bank, maka kepada
peserta didik disarankan untuk mengerjakan tes formatif berikut ini.
Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, d, atau e pada jawaban yang
paling benar!
1. Perhatikan beberapa pernyataan berikut!
(1) Setoran dalam perjalanan
(2) Cek tidak cukup dana
(3) Cek yang masih beredar
(4) Pendapatan jasa giro
Pernyataan yang tepat mengenai penyesuaian rekonsiliasi yang harus dicatat
oleh pihak bank, yaitu nomor....
a. (1) dan (2)
b. (2) dan (3)
c. (1) dan (4)
d. (1) dan (3)
e. (2) dan (4)
65
2. Setoran dalam perjalanan merupakan setoran yang dikirim ke bank pada akhir
bulan tetapi belum diterima oleh bank. Pada rekonsiliasi bank, setoran dalam
perjalanan akan menyebabkan....
a. Penambahan saldo kas menurut rekening koran
b. Pengurangan saldo kas menurut rekening koran
c. Penambahan saldo kas menurut catatan perusahaan
d. Pengurangan saldo kas menurut catatan perusahaan
e. Semua jawaban benar
3. PT ABC menerima laporan dari bank bahwa sebuah cek yang disetorkan telah
ditolak oleh bank. Perusahaan memperoleh cek tersebut dari klien yang
melunasi utangnya. Jurnal penyesuaian yang perlu dibuat oleh PT ABC
adalah....
a. Kas di bank
Piutang dagang
b. Piutang dagang
Kas di bank
c. Biaya rupa-rupa
Piutang dagang
d. Beban administrasi bank
Kas di bank
e. Tidak perlu dibuat jurnal penyesuaian
4. Kesalahan pencatatan oleh Bank, setoran PT Abadi sebesar Rp 190.000,00
oleh Bank dicatat sebagai setoran PT Abdi. Pengaruh kesalahan pencatatan
ini terhadap saldo bank milik PT Abadi sebelum rekonsiliasi adalah....
a. Menambah sebesar Rp 190.000,00
b. Mengurangi sebesar Rp 190.000,00
c. Menambah sebesar Rp 160.000,00
66
d. Mengurangi sebesar Rp 160.000,00
e. Tidak mempengaruhi saldo bank
5. Saldo kas PT Permata pada tanggal 31 Desember 2020 menurut buku besar
perusahaan adalah Rp 424.500.000,00 sedangkan menurut laporan bank
adalah Rp 460.000.000,00.
Perbedaan tersebut disebabkan oleh:
- Piutang hasil inkaso bank yang belum dicatat oleh perusahaan Rp
21.000.000,00
- Cek yang masih beredar Rp 14.500.000,00
Berdasarkan data di atas, maka saldo kas setelah rekonsiliasi adalah....
a. Rp 431.000.000,00
b. Rp 439.000.000,00
c. Rp 441.000.000,00
d. Rp 445.500.000,00
e. Rp 446.500.000,00
6. Dalam penyusunan rekonsiliasi bank, transaksi yang mengurangi saldo
rekening koran bank adalah....
a. Cek dalam peredaran
b. Setoran dalam perjalanan
c. Hasil inkaso bank
d. Biaya administrasi bank
e. Cek tidak cukup dana
7. Dalam penyusunan rekonsiliasi bank yang diterima terdapat sebuah cek dari
debitur sebesar Rp 7.500.000,00 oleh perusahaan salah dicatat sebesar Rp
5.700.000,00 dan cek yang sedang beredar sebesar Rp 12.500.000,00. Jurnal
penyesuaian setelah rekonsiliasi adalah....
67
a. Piutang dagang Rp 12.500.000,00 Rp 12.500.000,00
Kas di bank Rp 7.500.000,00 Rp 7.500.000,00
Rp 5.700.000,00 Rp 5.700.000,00
b. Kas di bank Rp 1.800.000,00 Rp 1.800.000,00
Piutang dagang Rp 1.800.000,00 Rp 1.800.000,00
c. Kas di bank
Piutang dagang
d. Kas di bank
Piutang dagang
e. Piutang dagang
Kas di bank
8. Pada akhir periode pembukuan diketahui bahwa Bank telah menagih piutang
perusahaan sebesar Rp 1.000.000,00 dengan biaya tagih sebesar Rp
10.000,00. Dari transaksi ini jurnal penyesuaian setelah rekonsiliasi yang
harus dibuat oleh perusahaan adalah....
a. Piutang dagang Rp 1.000.000,00
Biaya penagihan Rp 10.000,00
Kas di bank Rp 1.010.000,00
b. Piutang dagang Rp 1.010.000,00
Biaya penagihan Rp 10.000,00
Kas di bank Rp 1.000.000,00
c. Kas di bank Rp 990.000,00
Biaya penagihan Rp 10.000,00
Piutang dagang Rp 1.000.000,00
d. Kas di bank Rp 1.000.000,00
Biaya penagihan Rp 10.000,00
Piutang dagang Rp 990.0000,00
69
e. Piutang dagang Rp 990.000,00
Biaya penagihan Rp 10.000,00
Kas di bank
Rp 1.000.000,00
9. Dalam penyusunan rekonsiliasi bank, transaksi yang menambah saldo
rekening koran bank adalah....
a. Cek dalam peredaran
b. Setoran dalam perjalanan
c. Hasil inkaso bank
d. Biaya administrasi bank
e. Cek tidak cukup dana
10. Dalam penyusunan rekonsiliasi bank, transaksi yang menambah saldo kas
perusahaan adalah....
a. Cek dalam peredaran
b. Setoran dalam perjalanan
c. Penagihan piutang oleh bank
d. Biaya administrasi bank
e. Cek tidak cukup dana
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Kas merupakan suatu elemen yang sangat mudah diselewengkan karena
sifatnya yang sangat mudah untuk dipindahtangankan, sehingga perlu
diadakan pengendalian yang ketat terhadap kas. Menurut pendapat Anda,
bagaimana cara melakukan pengendalian internal kas yang baik?
69
Jawab:
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
2. Mutasi kas bank juga harus dibuatkan dokumen transaksi sebagai dasar untuk
melakukan pencatatan akuntansi. Identifikasilah dokumen-dokumen yang
terkait dengan mutasi kas bank!
Jawab:
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
3. Uraikan yang Anda ketahui mengenai mutasi kas bank dan bagaimana
pencatatannya!
Jawab:
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
4. Pada tanggal 30 Juni 2019, rekonsiliasi bank menunjukkan bahwa setoran
dalam perjalanan adalah Rp 840.000,00. Selama bulan Juli, setoran bank
menurut buku besar adalah Rp 16.000.000,00, tetapi rekening koran
menunjukkan bahwa jumlah setoran selama bulan Juli adalah Rp
15.600.000,00. Berapa jumlah setoran dalam perjalanan pada 31 Juli 2019?
70
Jawab:
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
5. Pada tanggal 30 September 2022, rekonsiliasi bank melaporkan jumlah cek
yang beredar adalah sebesar Rp 860.000,00. Selama bulan Oktober,
perusahaan telah menerbitkan cek sebesar Rp 18.400.000,00. Diantara cek
yang diterbitkan sejumlah tersebut, hanya Rp 15.800.000,00 yang telah
dicairkan oleh Bank. Berapakah jumlah cek yang masih beredar pada tanggal
31 Oktober 2022?
Jawab:
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
71
Setelah peserta didik menyelesaikan tes formatif, maka peserta diminta untuk
mencocokkan jawaban dengan kunci jawaban yang telah tersedia. Untuk mengukur
tingkat keberhasilan belajar, peserta didik dapat menghitung tingkat keberhasilan
belajar atau pemahaman tersebut dengan rumus sebagai berikut:
Tingkat Penguasaan = Jumlah Jawaban yang Benar x 100%
Jumlah Soal
Arti tingkat penguasaan materi yang dicapai:
91 % - 100 % = sangat baik;
81 % - 90 % = baik;
71 % - 80 % = cukup;
61 % - 70 % = kurang;
Kurang dari 60 % = sangat kurang.
Apabila hasil penilaian mencapai tingkat penguasaan materi 80% ke atas, maka peserta
didik dapat dikatakan telah berhasil menguasai materi pelajaran dengan baik dan dapat
melanjutkan pada kegiatan belajar selanjutnya. Apabila hasilnya masih di bawah 80%,
peserta didik diminta untuk mengulang mempelajari kembali materi kegiatan belajar ini.
72
Isilah penilaian diri ini dengan sejujur-jujurnya sesuai dengan perasaan kalian
ketika mengerjakan lembar kerja peserta didik ini!
1. Bubuhkanlah tanda centang (√) pada salah satu gambar yang dapat
mewakili perasaan kalian setelah mempelajari materi ini!
2. Apa yang sudah kalian pelajari?
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
3. Apa yang kalian kuasai dari materi ini?
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
4. Bagian apa yang belum kalian kuasai?
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
73
5. Apa upaya kalian untuk menguasai materi yang belum kalian kuasai?
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
6. Sebutkan hal yang menarik dari aktivitas pembelajaran yang sudah kalian
lakukan! Berikan alasannya!
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
7. Sebutkan hal yang tidak menarik dari aktivitas pembelajaran yang sudah
kalian lakukan! Berikan alasannya!
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
74
GLOSARIUM
1. Check kitting adalah bentuk penipuan yang melibatkan penarikan dana teoritis
antara dua rekening giro bank.
2. Kas merupakan suatu aset yang sangat mudah diselewengkan karena sifatnya
yang sangat mudah untuk dipindahtangankan, sehingga perlu diadakan
pengendalian yang ketat terhadap kas.
3. Kas di bank (cash in bank) merupakan kas perusahaan dalam jumlah yang
sangat besar yang disimpan di bank dalam bentuk rekening giro.
4. Laporan bank (Bank Statement) merupakan laporan yang dibuat oleh bank
kepada perusahaan berupa rekening koran yang berisi data-data, seperti saldo
awal simpanan perusahan, setoran-setoran, penarikan-penarikan, pendapatan jasa
giro, beban administrasi bank dan saldo akhir simpanan perusahaan.
5. Lapping adalah menunda pencatatan penerimaan kas untuk digunakan
kepentingan pribadi (dipinjam atau bahkan diambil).
6. Mutasi kas bank merupakan bertambah dan berkurangnya kas disebabkan
transaksi penerimaan dan pengeluaran kas bank selama beberapa waktu tertentu.
7. Pengendalian internal adalah istilah untuk serangkaian prosedur juga proses
yang diterapkan perusahaan dalam rangka perlindungan aset perusahaan,
pengelolaan informasi untuk kebutuhan perusahaan, dan untuk memastikan
perusahaan mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku.
8. Rekonsiliasi bank merupakan kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk
menyamakan saldo kas menurut rekening koran dengan saldo kas menurut
catatan perusahaan dan disertai penjelasan penyebab perbedaan tersebut.
75
DAFTAR PUSTAKA
Kasmir. (2014). Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta: PT Rajagrafindo
Persada.
Rahman D. & Rosini Iin. Akuntansi Keuangan 1. Jakarta: Unpam Press.
Widiasri Dewi. (2016). Akuntansi Keuangan 1. Jakarta: Direktorat Jenderal Guru
dan Tenaga Kependidikan.
76
77