ENSIKLOPEDIA TANAMAN
PANGAN DAN OBAT
Berbasis Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati
di Masyarakat Adat Baduy Dalam
Mona Anju Sansena
Rida Oktorida K.
Indria Wahyuni
ENSIKLOPEDIA TANAMAN PANGAN
DAN OBAT
Berbasis Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati
di Masyarakat Adat Baduy Dalam
@FKIP Untirta Publishing
Penulis:
Mona Anju Sansena, Rida Oktorida K.,
dan Indria Wahyuni
Editor:
Dr. Suroso Mukti Leksono, M.Si.
Desain Sampul & Tata Letak:
Andez
Diterbitkan oleh: FKIP Untirta Publishing
Jalan Raya KM. 4 Pakupatan, Serang-Banten
Cetakan I: Maret 2018
vi + 122 hlm.: 14 x 21cm
ISBN 978-602-51131-7-8
All right reserved
Hak cipta dilindungi Undang-Undang.
Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini
tanpa izin tertulis dari penulis/penerbit.
Mona Anju Sansena, Rida Oktorida K, dan Indria Wahyuni iii
PRAKATA
Alhamdulillahirabbil alamin, puji dan syukur atas
kehadirat Allah swt. karena berkat karunia dan
anugerah-Nya penulis dapat menyelesaikan pe-
nyusunan ensiklopedia tanaman obat dan tanaman pangan
berbasis pemanfaatan keanekaragaman hayati di masya-
rakat adat Baduy Dalam. Shalawat beserta salam semoga
selalu tercurahkan pada Nabi Muhammad saw., para sahabat,
keluarga serta seluruh umat pengikutnya. Ensiklopedia ini me-
muat konten mengenai tanaman pangan dan tanaman obat
berbasis pemanfaatan keanekaragaman hayati di masyarakat
adat Baduy Dalam berdasarkan hasil penelitian yang berjudul
Identifikasi Sistem Pengetahuan Tradisional Suku Baduy dalam
Pengelolaan, Pemanfaatan dan Pelestarian Keanekaragaman
Hayati Hutan Adat Baduy. Sangat diharapkan ensiklopedia
ini dapat menjadi rujukan dan membantu dalam menambah
pengetahuan baik bagi masyarakat umumnya dan kalangan
peserta didik di Sekolah maupun mahasiswa di Perguruan
Tinggi.
iv Ensiklopedia Tanaman Pangan dan Obat
Selesainya penyusunan ensiklopedia ini tidak terlepas
dari bantuan berbagai pihak yang terlibat, sehingga penulis
mohon izin untuk mengucapkan terimakasih yaitu kepada
Masyarakat Baduy Dalam yang menjadi narasumber, Tim
penelitian Hibah IDB: Ibu Dr. Rida Oktorida Khastini M. Si,
Ibu Indria Wahyuni M. Si, Ibu Dr. Irma Saraswati, Bapak Dr.
Hadi Suwono, M.Si., serta keluarga dan teman-teman yang
telah memberikan masukan dan motivasi dalam penyusunan
ensiklopedia ini. Tidak lupa penulis ucapkan terima kasih
kepada Islamic Development Bank (IDB) yang telah men-
danai melalui hibah penelitian konsorsia Tropical Study Uni-
versitas Sultan Ageng Tirtayasa
Buku ini masih jauh dari sempurna, karena itu kritik dan
saran membangun sangat penulis harapkan demi kesem-
purnaan buku ini. Besar harapan penulis bahwa buku ini
dapat kiranya diterima sehingga akan menambah khasanah
wawasan mengenai keanekaragaman hayati khususnya
tanaman beserta potensinya.
Banten, Maret 2018
Penulis
Mona Anju Sansena, Rida Oktorida K, dan Indria Wahyuni v
DAFTAR ISI
PRAKATA iii
DAFTAR ISI v
BAB 1 PENDAHULUAN 1
BAB 2 TANAMAN PANGAN 11
BAB 3 TANAMAN OBAT 83
GLOSARIUM 111
INDEKS 113
DAFTAR PUSTAKA 117
PROFIL PENULIS 119
vi Ensiklopedia Tanaman Pangan dan Obat
Mona Anju Sansena, Rida Oktorida K, dan Indria Wahyuni 1
BAB 1
PENDAHULUAN
2 Ensiklopedia Tanaman Pangan dan Obat
Keanekaragaman Tanaman Di Baduy Dalam
Sudah kita ketahui bersama bahwasannya Negeri kita
yaitu Indonesia ini begitu tinggi akan keanekaragaman
hayati baik flora maupun faunanya. Negeri dimana ibarat
kata tongkat kayu dan batu menjadi tanaman. Hal ini tentu
saja haruslah dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kesejah-
teraan masyarakat Indonesia maupun Dunia. Pada dasarnya
keanekaragaman hayati melukiskan keadaan yang ber-
macam-macam terhadap makhluk hidup di muka bumi yang
terjadi akibat adanya perbedaan dalam hal ukuran, warna,
bentuk, tekstur, jumlah, maupun sifat-sifatnya. Keaneka-
ragaman hayati adalah istilah untuk derajat keragaman
sumberdaya alam hayati, meliputi jumlah maupun frekuensi
dari ekosistem, spesies, maupun gen di suatu daerah.
Berdasarkan ketiga derajat keanekaragaman hayati ter-
sebut, kerap sering disebut sebagai tingkatan keaneka-
ragaman hayati. Tingkatan-tingkatan dalam keanekaragam-
an hayati secara pengertiannya dapat dibedakan menjadi
tiga bagian, yaitu keanekaragaman gen (genetik), keaneka-
ragaman spesies (jenis), dan keanekaragaman ekosistem.
1. Keanekaragaman tingkat gen
Keanekaragaman tingkat gen merupakan variasi atau
perbedan gen yang terjadi dalam satu jenis atau spesies
makhluk hidup.
2. Keanekaragaman tingkat spesies
Keanekaragaman tingkat spesies merupakan kearagam-
an yang dapat ditemukan di suatu kelompok maupun
komunitas di suatu tempat tertentu
Mona Anju Sansena, Rida Oktorida K, dan Indria Wahyuni 3
3. Keanekaragaman tingkat ekosistem
Keanekaragaman tingkat ekosistem ini merupakan
keanekaragaman yang terjadi akibat dari interaksi yang
sangat kompleks melalui komponen biotik maupun
abiotik (ekosistem).
Tanaman merupakan salah satu bentuk makhluk hidup
yang keragamannya tinggi sehingga merupakan hayati yang
banyak dimanfaatkan di kalangan manusia. Pemanfaatan
tersebut dikarenakan beberapa tanaman berperan penting
dalam berbagai bidang yaitu medis, pangan, sandang mau-
pun papan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari manusia.
Biasanya kekayaan tanaman banyak ditemukan pada
daerah-daerah yang masih asri dan hijau seperti hutan.
Salah satu daerah di Indonesia yang memiliki keaneka-
ragaman tanaman yang tinggi yaitu daerah Baduy Dalam.
Tingginya sumber daya alam terutama tanaman-tanaman
di kawasan Baduy Dalam dikarenakan adanya upaya
konservasi yang telah dilakukan oleh masyarakat Baduy
Dalam terhadap berbagai tanaman dalam kehidupan sehari-
hari mereka yang merupakan bagian dari kebiasaan mereka
terhadap alam dalam kehidupannya sehari-hari. Hal juga
yang telah mengundang perhatian banyak publik baik dari
dalam negeri hingga luar negeri terhadap keunikan suku
Baduy Dalam.
Berdasarkan penjelasan singkat mengenai keaneka-
ragaman hayati pada halaaman sebelumnya, dalam ensiklo-
pedia ini kamu akan menemukan bagaimana keanekaragam-
an tanaman yang ada di daerah suku Baduy Dalam dan pe-
manfaatannya dalam pangan maupunpengobatantradisional.
4 Ensiklopedia Tanaman Pangan dan Obat
Berbagai contoh dari tingkat keanekaragaman hayati
tingkat gen, spesies maupun ekosistem semuanya dapat
ditemukan di daerah Baduy Dalam. Contohnya tanaman
yang tersedia dalam ensiklopedia ini untuk keanekaragaman
hayati tingkat gen adalah keragaman buah kelapa yang
tersedia tiga jenis pohon kelapa seperti kalapa hejo, kalapa
bereum dan kalapa tawa.
Sementara untuk contoh tanaman dalam tingkat spesies
dicontohkan dengan tanaman kelapa, aren dan pinang yang
termasuk dalam famili yang sama yaitu arecaceae. Mengapa
demikian? Meskipun ketiga tanaman tersebut dalam famili
yang sama namun masing-masing memiliki ciri fisik yang
berbeda. Sementara untuk contoh keanekaragaman hayati
tingkat ekositem yang ada di daerah Baduy Dalam antara
lain huma, sungai dan hutan. Ketiga ekosistem juga ter-
sebut merupakan lokasi ditemukannya tanaman-tanaman
yang ada dalam ensilklpedia. Untuk contoh lain dari
keanekaragaman tanaman tingkat gen maupun spesies
kamu dapat menemukan dan menentukkannya setelah
menjelajahi ensiklopedia ini.
Mona Anju Sansena, Rida Oktorida K, dan Indria Wahyuni 5
Namun sebelum kamu mempelajari tanaman-tanaman
berdasarkan pemanfaatannya oleh masyarakat Baduy
Dalam, sebaiknya kamu terlebih dahulu mengenal bagai-
mana dinamika kehidupan suku Baduy Dalam pada halaman
setelah ini.
Mengenal Suku Baduy Dalam
Baduy atau orang Kanekes adalah suatu kelompok masyara-
kat adat Sunda sederhana di Indonesia yang saat ini masih
hidup bersahaja di wilayah Kabupaten Lebak, Provinsi
Banten. Secara umum masyarakat Baduy masih memper-
tahankan adat tradisonalnya dengan kuat. Pedoman hidup
dalam perilaku mempertahankan adat mereka disebut
pikukuh. Pikukuh ini dianggap bernilai religius dan berlandas-
kan kepada agama asli Baduy, yang disebut Sunda Wiwitan.
Ketaatan dalam menjalankan pikukuh serta ketaatan pada
agama dan adat leluhur warisan nenek moyang terasa jelas
dalam pelaksanaan berbagai upacara ritual. Kawasan Baduy
terbagi menjadi dua kawasan yaitu Baduy Dalam dan Baduy
Luar. Penerapan aturan pikukuh ini relatif lebih kuat di
Kawasan Baduy Dalam daripada di Kawasan Baduy Luar.
6 Ensiklopedia Tanaman Pangan dan Obat
Oleh karena itu, dinamika perilaku masyarakat Baduy Dalam
terhadap alamnya cenderung lebih terjaga dan terlindung
dari pengaruh luar.
Masyarakat daerah Baduy Dalam bermukim pada tiga
kampung yaitu Cibeo, Cikartawana, dan Cikeusik. Memasuki
perkampungan Baduy Dalam banyak peraturan yang mesti
di taati. Salah satunya tidak boleh mengaktifkan alat elektro-
nik, contohnya ponsel dan kamera. Di dalam Kampung Baduy
Dalam terdapat kurang lebih 97 rumah yang dikepalai oleh
Kepala Desa yang rumahnya saling berhadap-hadapan. Ada
satu rumah yang tidak berhadapan, yaitu rumah Kepala
Desa. Di depan rumah Kepala Desa ada halaman yang cukup
luas yang biasa digunakan untuk upacara adat seperti Upa-
cara adat Kuali dan Upacara Tanam Padi.
Ketika malam hari tiba suasana pun semakin sunyi dan
gelap gulita. Dikarenakan tidak ada listrik, masing-masing
rumah hanya mengandalkan api unggun atau lampu minyak
sebagai penerangan. Tidak ada toilet dan kamar mandi,
semua aktifitas mandi, cuci, buang air, dan lainnya dilakukan
di sungai. Tidak perlu takut akan airnya kotor. Di sana airnya
sangatlah jernih karena memang tidak diperbolehkan meng-
gunakan kosmetik, sabun, dan bahan kimia lainnya yang
dapat merusak alam. Menurutnya dengan menggunakan air
saja sangatlah cukup, cukup bersih untuk melakukan segala
kehidupan sehari-hari. Masyaratnya pun sangat menaati
adat istiadat. Karena jikalau ada yang melanggar bisa di-
keluarkan dari Kampung Baduy Dalam atau bisa kena
masalah yang sangat besar. Begitupun dengan pengunjung
yang datang ke sana.
Mona Anju Sansena, Rida Oktorida K, dan Indria Wahyuni 7
Bapak dan Anak Masyarakat
Baduy Dalam
[Sumber gambar:
Permana. 2009: 83]
Geografis Kampus Baduy Dalam
Wilayah Kanekes secara geografis terletak pada koordinat
6°27’27" – 6°30’0" LS dan 108°3’9" – 106°4’55" BT (Permana,
2001). Mereka bermukim tepat di kaki pegunungan Kendeng
di desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak-
Rangkasbitung, Banten, berjarak sekitar 40 km dari kota Rang-
kasbitung. Wilayah yang merupakan bagian dari Pegunungan
Kendeng dengan ketinggian 300 – 600 m di atas permukaan
laut (DPL) tersebut mempunyai topografi berbukit dan ber-
gelombang dengan kemiringan tanah rata-rata mencapai 45%,
yang merupakan tanah vulkanik (di bagian utara), tanah
endapan (di bagian tengah), dan tanah campuran (di bagian
selatan). suhu rata-rata 20 °C. Tiga kampung utama masya-
rakat Baduy Dalam adalah Cikeusik, Cikertawana, dan Cibeo.
8 Ensiklopedia Tanaman Pangan dan Obat
10 Fakta Unitk Lainnya tentang Suku Baduy Dalam:
1. Cita-cita sederhana
2. Kebahagiaan sederhana
3. Menggunakan perabotan tradisional
4. Pu’un layaknya presiden di suku Baduy Dalam
5. Perjodohan masih berlaku
6. Larangan berkunjung selama tiga bulan
7. Ayam merupakan makanan yang mewah
8. Gemar bergotong royong
9. Kekayaan tidak dilihat dari segi rumah
10. Suku yang hemat dan gemar berjalan kaki
Mona Anju Sansena, Rida Oktorida K, dan Indria Wahyuni 9
= Lokasi Kampung Baduy Dalam
10 Ensiklopedia Tanaman Pangan dan Obat
Mona Anju Sansena, Rida Oktorida K, dan Indria Wahyuni 11
BAB 2
TANAMAN PANGAN
12 Ensiklopedia Tanaman Pangan dan Obat
Ketahanan Pangan dan Kearifan Lokal
di Suku Baduy Dalam
Ketahanan pangan merupakan suatu sistem yang tediri
dari subsistem ketersediaan, distribusi dan konsumsi.
Ketersediaan pangan berfungsi menjamin pasokan pangan
untuk memenuhi kebutuhan seluruh penduduk, baik dari
segi kuantitas, kualitas, keragaman dan keamanannya.
Masyarakat Baduy telah menjalankan ketahanan pangan
sedari dulu yang tak lepas dari peran kebudayaan secara
turun temurun dan dengan ketaatannya dalam menjalan-
kan pikukuh. Pikukuh yang dijalankan secara turun temurun
telah mengatur kelestarian alam sebagai penopang kehidup-
an dan mampu mewujudkan kekakraban manusia dengan
alam secara hidup berdampingan dan berkesinambungan.
Sehingga alam lingkungannya memberikan kesuburan yang
melimpah ruah. Masyarakat Baduy sampai saat ini tetap
konsisten dengan memproduksi pangan tanpa merusak
lingkungan.
Melalui fokus penanaman padi diladang sekali musim
tiap tahun, mata pencaharian orang Baduy merupakan salah
satu bentuk subsistem yang tua. Padi tidak boleh dijual,
ketentuan ini berlaku bagi seluruh orang Baduy. Padi hanya
boleh diberikan secara gratis. Bila ada warga yang gagal
panen atau kekurangan beras. Bagi orang Baduy, beras
merupakan kebutuhan yang sangat vital. Mereka memiliki
prinsip bahwa beras harus selalu tersedia di lumbung (Leuit)
dan jumlahnya tidak boleh sedikit. Karena itu, orang Baduy
menanam padi dalam jumlah yang cukup banyak namun
senantiasa terjaga kualitasnya. Sementara untuk hasil-hasil
Mona Anju Sansena, Rida Oktorida K, dan Indria Wahyuni 13
hutan, buah-buahan dan jenis tanaman ladang lainnya boleh
dijual.
Leuit sebagai tempat menyimpanan padi yang mampu
menyimpan padi hingga puluhan tahun merupakan bukti
nyata kearifan lokal sekaligus ketahanan pangan yang
dimiliki masyarakat Baduy. Leuit diwajibkan harus dimiliki
oleh tiap keluarga orang Baduy untuk mempertahankan
pangan. Leuit juga sebagai penanda kesejahteraan dan
kemakmuran anggota keluarga. Keberhasilan menanam padi
dibuktikan dengan jumlah leuit (lumbung padi) yang dimiliki,
yang merupakan lambang status sosial dan juga sebagai
bukti keuletan dalam bertani, terutama untuk Baduy Dalam.
Seorang pria suku Baduy Dalam melintas di antara
lumbung padi (leuit)
Sumber gambar: http://m.metrotvnews.com
14 Ensiklopedia Tanaman Pangan dan Obat
Selain itu, leuit memiliki nilai strategis antara lain:
(1) penempatan leuit
(2) cadangan dihari tua
(3) bantuan tolong menolong dan
(4) cadangan hidup sehari-hari.
1. Aleurites moluccana Willd (Kemiri/Muncang)
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Rosopsida
Ordo : Malpighiales
Famili : Euphorbiaceae
Genus : Aleurites
Spesies : Aleurites moluccana
Sumber :https://www.biolib.cz
[Sumber gambar: http://www.sinfarmig.org.br
Tanaman ini ditemukan di sekitar ladang kawasan
Baduy Dalam pada koordinat GPS 6038’46,7"S. 1060 13’39.3’’/
348 m dengan nilai UV 0,13. Bagian yang sering dimanfaat-
kan dalam pangan oleh masyarakat adat Baduy Dalam
adalah bijinya. Fungsi utama biji tersebut sebagai bumbu
masak, sementara fungsi sampingan tanaman ini bagian
biji untuk upacara tanaman padi ladang sedangkan daun
Mona Anju Sansena, Rida Oktorida K, dan Indria Wahyuni 15
dimanfaatkan sebagai pembungkus tape. Adapun kandung-
an kimia yang terdapat pada tanaman Aleurites moluccana
ini antara lain daging biji, daun dan akar mengandung sa-
ponin, flavonoida dan polifenol, di samping itu daging bijinya
juga mengandung minyak lemak.
2. Allium odorum (Kucai/Kucai)
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Asparagales
Family : Amaryllidaceae
Genus : Allium
Spesies : Allium odorum
Sumber :https://www.biolib.cz
[Sumber gambar: Dokumen pribadi]
Tanaman ini ditemukan di pinggir ladang kawasan Baduy
Dalam pada koordinat GPS 6038’44,1"S. 1060 13’36.9’’/ 330m.
dengan nilai UV 0,13 Fungsi utama pangan oleh masyarakat
Baduy Dalam, seluruh bagian tanaman ini dimakan langsung,
ditumis, di oseng atau sebagai bumbu masak. Kucai mengan-
dung energi sebesar 45 kilokalori, protein 2,2 gram, karbo-
hidrat 10,3 gram, lemak 0,3 gram, kalsium 52 miligram, fosfor
50 miligram, dan zat besi 1 miligram. Selain itu di dalam Kucai
juga terkandung vitamin A sebanyak 40 IU, vitamin B1 0,11
miligram dan vitamin C 17 miligram.
16 Ensiklopedia Tanaman Pangan dan Obat
3. Amaranthus lividus L. (Bayam/Senggang)
Sumber gambar: http://www.zambiaflora.com
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Rosopsida
Ordo : Caryophyllales
Family : Amaranthaceae
Genus : Amaranthus
Spesies : Amaranthus lividus
Sumber : https://www.biolib.cz
Mona Anju Sansena, Rida Oktorida K, dan Indria Wahyuni 17
Tanaman ini ditemukan di ladang pada koordinat GPS
6038’31,0"S. 1060 13’52.6’’/351 m dengan nilai UV 0,06. Sayur
Bayam selain dikonsumsi sebagai sayur, masyarakat Baduy
Dalam juga beranggapan sayur bayam ini juga sebagai obat
menurunkan darah tinggi. Bayam mengandung marantin,
rutin, spinasterol, hentriakontan, tanin, kalium nitrat, kalsium
oksalat, garam fosfat, zat besi, serta vitamin sehingga baik
untuk dikonsusmsi.
4. Ananas comosus (Nanas/Kanas)
[Sumber gambar:
Khastini et al., 2017]
[Sumber gambar:
http://tropical.theferns.info]
18 Ensiklopedia Tanaman Pangan dan Obat
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Keas : Liliopsida
Ordo : Poales
Famili : Bromeliaceae
Genus : Ananas
Spesies : Ananas comosus
Sumber : https://www.biolib.cz
Buah nanas banyak ditemukan di ladang kawasan
Baduy Dalam pada koordinat GPS 6038’35,1"S. 1060 13’50.6’’/
344 m. Tanaman ini memiliki indeks nilai penggunaan (UV)
nilai sebesar 0.03 Buah nanas mengandung Bromelain yang
merupakan salah satu enzim protease sebagai antioksidan
yang berhubungan dengan radikal bebas Buah nanas oleh
masyarakat Baduy Dalam bila yang sudah masak dimakan
langsung.
5. Antidesma bunius Spreng (Buni/Huni)
[Sumber gambar:
Khastini et al., 2017]
Mona Anju Sansena, Rida Oktorida K, dan Indria Wahyuni 19
[Sumber gambar: http://tropical.theferns.info]
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Klass : Rosopsida
Ordo : Malpighiales
Famili : Phyllanthaceae
Genus : Antidesma
Spsies : Antidesma bunius
Sumber : https://www.biolib.cz
Buah tanaman ini, oleh masyarakat Baduy Dalam bila
sudah masak langsung dimakan. Lokasi ditemukan tanaman
ini yaitu di pinggir sungai pada koordinat GPS 6038’47,8"S.
1060 13’49.0’’/ 330 m. Nilai UV tanaman ini adalah 0,03.
Buah tanaman ini, oleh masyarakat Baduy Dalam bila sudah
masak langsung dimakan. Daun, kulit batang, dan akar
Antidesma bunius mengandung saponin dan tanin;di samping
itu kulit batangnya juga mengandung flavonoida.
20 Ensiklopedia Tanaman Pangan dan Obat
6. Ardisia humilis Vahl. (Lampeni/Lampeuni)
[Sumber gambar: Khastini et al., 2017]
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Rosopsida
Ordo : Ericales
Famili : Primulaceae
Genus : Ardisia
Spesies : Ardisia humilis
Sumber : https://www.biolib.cz
Lokasi ditemukannya tanaman ini yaitu di hutan sekun-
der kawasan Baduy Dalam pada koordinat GPS 6038’80.4"S.
106 0 13’47.1"E /344 m dengan nilai UV 0,03. Daun lempeni
mengandung triterpena yaitu a-amyrin dan P-amyrin. Fungsi
utama pangan biji tanaman ini, oleh masyarakat Baduy Dalam
bila sudah masak langsung dimakan sekaligus sebagai obat
gatal.
Mona Anju Sansena, Rida Oktorida K, dan Indria Wahyuni 21
7. Areca catechu L. (Pinang/Jambe)
[Sumber gambar: Dokumen pribadi]
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Arecales
Famili : Arecaceae
Genus : Areca
Spesies : Areca catechu
Sumber : https://www.biolib.cz
Pohon pinang di kawasan Baduy Dalam dapat ditemukan
di ladang pada koordinat GPS 6039’33,3"S. 1060 13’41.1’’/347
m. Pohon pinang ini memiliki nilai UV sebesar 0,03. Bagian
tanaman yang biasa dimanfaatkan masyarakat Baduy adalah
buahnya yang dapat langsung dimakan ketika sudah masak
dapur. Kandungan kimia dari buah pinang terdiri atas alka-
loid, seperti arekolin (C8 H13 NO2), arekolidine, arekain, guva-
kolin, guvasine dan isoguvasine, tanin terkondensasi, tannin
terhidrolisis, flavan, senyawa fenolik, asam galat, getah,
lignin, minyak menguap dan tidak menguap, serta garam.
22 Ensiklopedia Tanaman Pangan dan Obat
8. Arenga pinnata Merr (Aren/Kawung)
[Sumber gambar: http://tropical.theferns.info]
Pohon aren ini banyak dimanfaatkan dalam pangan oleh
masyarakat Baduy Dalam diantaranya tuak dibuat gula
kawung, batang tua dibuat sagu dan batang muda/birus
dimakan langsung. Pohon ini dapat ditemukan di ladang
kawasan Baduy Dalam pada koordinat GPS 6038’48,4"S. 1060
13’58.1’’/347 m dengan nila UV 0,02. Gula aren memiliki
kandungan niacin yang berperan menstabilkan kadar koles-
terol di dalam darah.
Mona Anju Sansena, Rida Oktorida K, dan Indria Wahyuni 23
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Arecales
Famili : Arecaceae
Genus : Arenga
Spesies : Arenga pinnata
Sumber : https://www.biolib.cz
Berdasarkan potensi pemanfaatannya tanaman Arenga
pinnata merupakan jenis tumbuhan yang berpotensi ekonomi
cukup tinggi di kawasan Baduy, karena dijadikan mata pen-
caharian utama pada masyarakat ini khususnya “Baduy
Luar”. Tapi sayang pemanfaatan nira kawung yang terus
menerus tanpa diimbangi dengan budidaya, dapat menurun-
kan produksi gula kawung. Karena pengambilan nira kawung
terbatas sampai beberapa tahun saja, sedangkan perminta-
an gula kawung dipasaran cukup tinggi.
Proses pembuatan Gula Kawung
24 Ensiklopedia Tanaman Pangan dan Obat
Banten salah satu daerah produksi gula kawung ter-
besar di wilayah Jawa Barat. Gula kawung yang diproduksi
oleh masyarakat Baduy adalah gula kawung yang memiliki
kualitas cukup baik karena dalam memproses gulanya tanpa
adanya bahan campuran .
9. Artocarpus champeden Spreng
(Cempedak/Nangka Beurit)
[Sumber gambar: http://www.plantamor.com ]
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Rosopsida
Ordo : Rosales
Famili : Moraceae
Genus : Artocarpus
Spesies : Artocarpus champeden
Sumber : https://www.biolib.cz
Mona Anju Sansena, Rida Oktorida K, dan Indria Wahyuni 25
Tanaman ini ditemukan di kawasan Baduy Dalam pada
koordinat GPS 6038’31,9"S.1060 13’32. 9’’/311 m di hutan
sekunder dengan nilai UV 0,03 Pemanfaatannya dengan cara
memakan langsung buahnya apabila sudah masak. Buah
Cempedak mengandung energi sebesar 116 kilokalori, pro-
tein 3 gram, karbohidrat 28,6 gram, lemak 0,4 gram, kalsium
20 miligram, fosfor 30 miligram, dan zat besi 2 miligram.
Selain itu di dalam Buah Cempedak juga terkandung vita-
min A sebanyak 200 IU, vitamin B1 0 miligram dan vitamin
C 15 miligram.
10. Artocarpus elasticus Bl. (Terap/Teureup)
[Sumber gambar: http://tropical.theferns.info]
Lokasi ditemukannya tanaman ini di pinggir ladang
pada koordinat GPS 6038’44,5"S. 1060 13’55.6’’/343 m
dengan nilai UV 0,06. Daun, buah, dan kulit batang Artocar-
pus elastica mengandung saponin dan polifenol; di samping
itu daun dan buahnya juga mengandung flavonoida. Pe-
26 Ensiklopedia Tanaman Pangan dan Obat
manfaatan masyarakat Baduy Dalam pada tanaman ini
selain buahnya yang dimakan langsung ketika sudah masak,
mereka pun juga memanfaatkan bijinya untuk dimakan yang
sebelumnya disangrai.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Rosopsida
Ordo : Rosales
Famili : Moraceae
Genus : Artocarpus
Spesies : Artocarpus elasticus
Sumber : https://www.biolib.cz
Mona Anju Sansena, Rida Oktorida K, dan Indria Wahyuni 27
Pohon teureup sering digunakan oleh masyarakat suku
Baduy sebagai bahan dasar pembuatan kerajinan khas
berupa tas yang dikenal dengan ‘koja’ yang diproduksi secara
tradisional. Tas ini dipakai oleh masyarakat suku Baduy
dalam berkegiatan sehari-hari. Perlu waktu dua tahun agar
pohon teureup dapat digunakan kembali sebagai bahan pem-
buatan tas koja. Pada tahun ke dua umur kulit teureup mampu
memberikan kualitas yang terbaik dari segi kekuatan dan
ketahanannya. Ketika tas tersebut sudah tidak terpakai oleh
pemiliknya, tas koja ini akan membusuk secara alami, dan
penggunaannya pun dimanfaatkan oleh masyarakat suku
Baduy sebagai pupuk dan bahan pengobatan tradisional.
11. Artocarpus heterophyllus Lmk. (Nangka/Nangka)
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Rosopsida
Ordo : Rosales
Famili : Moraceae
Genus : Artocarpus
Spesies : Artocarpus heterophyllus
Sumber : https://www.biolib.cz
[Sumber gambar:
Khastini et al., 2017]
28 Ensiklopedia Tanaman Pangan dan Obat
Pohon nangka dapat ditemukan di hutan sekunder Baduy
Dalam pada korrdinat GPS 6038’40,8"S. 1060 13’65.6’’/333
m. Indeks nilai penggunaan tanaman ini yaitu 0,06. Peman-
faatannya yatu dengan memakan langsung buahnya yang
sudah masak. Sementara buah yang masih muda untuk di-
sayur. Daging buah nangka muda dimanfaatkan sebagai
makanan sayuran karena mengandung albuminoid dan kar-
bohidrat.
12. Brassica rugosa Prain. (Sawi/Sasawi)
[Sumber gambar:
Khastini et al., 2017]
[Sumber gambar: http://tropical.theferns.info]
Mona Anju Sansena, Rida Oktorida K, dan Indria Wahyuni 29
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Rosopsida
Ordo : Brassicales
Family : Brassicaceae
Genus : Brassica
Spesies : Brassica rugosa
Sumber : https://www.biolib.cz
Masyarakat Baduy Dalam memanfaatkan daun tanaman
ini dengan cara dimakan langsung atau dimasak untuk
disayur bening, sayur santan, dikukus, direbus, atau ditumis.
Tanaman yang termasuk kedalam jenis sayuran ini dapat
ditemukan di ladang Baduy Dalam pada koordinat GPS 6038’
18,6"S. 1060 13’49.9’’E/ 321 m dengan nilai UV 0,23. Sawi
memiliki kandungan gizi yang tinggi seperti protein, lemak,
karbhidrat, serta mineral Ca, P. dan Fe.
13. Benincasa hispida (Thunb.) Cogn. (Kundur/Hundur)
[Sumber gambar:
Khastini et al., 2017]
30 Ensiklopedia Tanaman Pangan dan Obat
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Rosopsida
Ordo : Cucurbitales
Famili : Cucurbitaceae
Genus : Benincasa
Spesies : Benincasa hispida
Sumber : https://www.biolib.cz
Buah tanaman ini mengandung alkaloid kukurbtina, mio-
sitina, vitelin, minyak lemak dan zat pati . Masyarakat Baduy
Dalam biasa memanfaatkan buah tanaman ini buah untuk
disayur bening, disantan, ditumis. Sementara bijinya pun
disangrai sebagai obat penurun gula darah. Tanaman ini
dapat ditemukan di di ladang pada koordinat GPS 6038’18,5"S.
1060 13’50.0’’E/ 322 m dengan nilai UV 0,03.
14. Capsicum fructescens (cabai rawit/Cabe)
[Sumber gambar:
Dokumen pribadi]
Mona Anju Sansena, Rida Oktorida K, dan Indria Wahyuni 31
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Rosopsida
Ordo : Solanales
Famili : Solanaceae
Genus : Capsicum
Spesies : Capsicum fructescens
Sumber : https://www.biolib.cz
Masyarakat Baduy Dalam memanfaatkan buah tanaman
ini sebagai bumbu masakan dan fungsi sampingannya
sebagai penambah nafsu makan. Kandungan kimia yang
terdapat pada buah cabai salah satunya adalah capsaicin.
Capsaicin merupakan senyawa nonpolar yang memiliki
beberapa gugus polar terhadap hidrogen yang berikatan
dengan air. Hal ini menyebabkan capsaicin tidak larut dalam
air. Capsaicin inilah yang menyebabkan adanya rasa pedas
pada cabai. Tanaman cabai dapat ini di Baduy Dalam dapat
ditemukan di pinggir saung pada koordinat GPS 6038’47,6"S.
1060 14’00.1’’/337 m dengan nilai UV 0,06.
15. Chloranthus officinalis (Karas Tulang/Heuras Tulang)
Masyarakat Baduy Dalam memanfaatkan tanaman ini
sebagai dengan cara daun dan batang dikeringkan, kemudian
diseduh dengan air untuk dijadikan sebagai minuman seperti
teh. Mengkonsumsi ini juga sekaligus sebagai pencegahan
dari penyakit osteoporosis. Tanaman ini dapat ditemukan
di hutan sekunder pada koordinat GPS 6038’80.4"S. 106 0
32 Ensiklopedia Tanaman Pangan dan Obat
13’46.3"E /344 m. Indeks nilai pakai tanaman ini di kawasan
Baduy Dalam adalah 0,1.
[Sumber gambar: Khastini et al., 2017]
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Chloranthales
Famili : Chloranthaceae
Genus : Chloranthus
Spesies : Chloranthus officinalis
Sumber : https://www.biolib.cz
Mona Anju Sansena, Rida Oktorida K, dan Indria Wahyuni 33
16. Citrus aurantifolia (Jeruk Nipis/Jeruk Nipis)
Jeruk nipis mengandung unsur-unsur senyawa kimia
yang bemanfaat, misalnya: asam sitrat, asam amino (tripto-
fan, lisin), minyak atsiri (sitral, limonen, felandren, lemon
kamfer, kadinen, gerani-lasetat, linali-lasetat, aktilaldehid,
nonildehid), damar, glikosida, asam sitrun, lemak, kalsium,
fosfor, besi, belerang vitamin B1 dan C, saponin dan fla-
vonoid yaitu hesperidin, tangeretin, naringin, eriocitrin, dan
eriocitro-cide. Hesperidin bermanfaat untuk antiinflamasi,
antioksidan, dan menghambat sintesis prostaglandin.
Tanaman ini ditemukan di pinggir rumah pada koordinat GPS
6038’24,5"S. 1060 13’56.0’’/336 m dengan nilai pakai 0,03
karena biasa dimanfaatkan buahnya untuk dimakan lang-
sung atau sebagai bumbu masak.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Rosopsida
Ordo : Sapindales
Famili : Rutaceae
Genus : Citrus
Spesies : Citrus aurantifolia
Sumber :https://www.biolib.cz
[Sumber gambar: Dokumen pribadi]
34 Ensiklopedia Tanaman Pangan dan Obat
17. Citrus maxima Merr. (Jeruk Bali/Jeruk Bali)
[Sumber gambar: Khastini et al., 2017]
Tanaman ini ditemukan di pinggir rumah salah satu
masyarakat Baduy Dalam pada koordinat GPS 6038’20,5"S.
1060 13’55.0’’/331, 10 m. Bagian yang dimanfaatkan secara
langsung oleh masyarakat Baduy Dalam adalah buahnya yang
berasa manis ketika sudah masak. Daging buah mengandung
sakarosa, asam folat, gula pereduksi, zat besi, kalsium, kali-
um, fosfor, sodium, vitamin A, vitamin B kompleks, vitamin C.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Rosopsida
Ordo : Sapindales
Famili : Rutaceae
Genus : Citrus
Spesies : Citrus maxima
Sumber : https://www.biolib.cz
Mona Anju Sansena, Rida Oktorida K, dan Indria Wahyuni 35
18. Citrullus vulgaris Schad. (Semangka/Samangka)
[Sumber gambar: Khastini et al., 2017]
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Tracheophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Cucurbitales
Famili : Cucurbitaceae
Genus : Citrullus
Spesies : Citrullus vulgaris
Sumber : https://www.biolib.cz
Buah yang sudah masak rasanya akan terasa manis
sehingga biasanya dapat dimakan langsung. Tanaman buah
semangka ini dapat di ladang pada koordinat 6038’47,7"S.
106 0 14’01,3"E /408 m. Nilai UV tanaman ini sebesar 0,03.
Buah Semangka mengandung energi sebesar 28 kilokalori,
protein 0,5 gram, karbohidrat 6,9 gram, lemak 0,2 gram,
36 Ensiklopedia Tanaman Pangan dan Obat
kalsium 7 miligram, fosfor 12 miligram, dan zat besi 0 mili-
gram. Selain itu di dalam Buah Semangka juga terkandung
vitamin A sebanyak 590 IU, vitamin B1 0,05 miligram dan
vitamin C 6 miligram.
19. Cocos nucifera L. (Kalapa/Kelapa)
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Arecales
Famili : Arecaceae
Genus : Cocos
Spesies :Cocos nucifera L.
Sumber :https://www.biolib.cz
Cocos nucifera L. (Kalapa Hejo)
Cocos nucifera L. var. rubescens (Kalapa Bereum)
Cocos nucifera L. var. Viridis (Kalapa Tawa)
Mona Anju Sansena, Rida Oktorida K, dan Indria Wahyuni 37
Masyarakat Baduy Dalam biasa memanfaatkan ketiga
jenis pohon kelapa ini yaitu pada bagian batang muda/birus
dimakan langsung, disayur bening atau ditumis. Sementara
bagian buah selain dimakan langsung juga sebagai bumbu
untuk dijadikan sebagai santan. Buah yang biasa disebut
kalap hejo ini dapat ditemukan di pinggiran hutan kolot pada
kordinat GPS 6038’26,8"S. 106013’49.6’’/338 m dan memiliki
nilai UV sebesar 0,23. Sementara untuk kalapa Bereum dapat
ditemukan di hutan sekunder pada koordinat GPS 6038’31,0"S.
1060 13’52.3’’/350,5 m dan memliki nilai UV 0,26. Sedangkan
kalapa tawa ditemukan di pinggir saung pada koordinat GPS
6038’20,0"S. 1060 13’40.5’’E/ 334 m dan memiliki nilai UV
0,26. Air kelapa kaya akan potasium (kalium). Selain mineral,
air kelapa juga mengandung gula (bervariasi antara 1,7 sampai
2,6 persen) dan protein (0,07- 0,55 persen). Karena komposisi
gizi yang demikian ini, maka air kelapa pun berpotensi
dijadikan bahan baku produk pangan.
20. Coix lacryma (Jali/Hanjeli)
[Sumber gambar: https://www.biolib.cz]
38 Ensiklopedia Tanaman Pangan dan Obat
Masyarakat Baduy memanfaatkan tanaman ini sebagai
pangan dengan cara ditanak sebagai nasi, dijadikan tape,
dan dicampurkan gula atau zgipang. Tanaman ini ditemukan
di pinggir ladang pada koordinat GPS 6038’26,9"S. 1060
13’44.6’’/E 321 m. Di kawasan Baduy Dalam tanaman ini
memiliki nilai UV sebesar 0,1. Biji tanaman ini mengandung
anodin, anti-inflamasi, antipiretik, antiseptic, antispasmodic,
hipoglikemik, hipotensif, sedative, dan vermifuge.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Poales
Famili : Poaceae
Genus : Coix
Spesies : Coix lacryma
Sumber : https://www.biolib.cz
21. Coleus tuberosus (Kentang Hitam/Huwi Kumbili)
[Sumber gambar: Khastini et al., 2017]
Mona Anju Sansena, Rida Oktorida K, dan Indria Wahyuni 39
Tanaman ini ditemukan di pinggir ladang Baduy Dalam
pada kordinat GPS 6038’47,6"S. 1060 14’07.2’’/337 m dan
memiliki nilai UV 0,23. Masyarakat Baduy memanfaatkan
tanaman ini sebagai pangan dengan cara umbi direbus, di-
kukus, digoreng, atau dibakar sementara daun muda disayur
atau dikukus.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Rosopsida
Ordo : Lamiales
Family : Lamiaceae
Genus : Coleus
Spesies : Coleus tuberosus
Sumber : https://www.biolib.cz
22. Colocasia esculenta (L.) Schott. (Talas/Taleus Hideng)
[Sumber gambar: Dokumen pribadi]
40 Ensiklopedia Tanaman Pangan dan Obat
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Alismatales
Famili : Araceae
Genus : Colocasia
Spesies : Colocasia esculenta
Sumber : https://www.biolib.cz
Tanaman talas ini banyak ditemukan di ladang pada
koordinat GPS 6038’24,5"S. 1060 13’56.1’’/336 m dan memiliki
nilai UV sebesar 0,2.
Masyarakat Baduy Dalam memanfaatkan tanaman ini
sebagai pangan dengaan cara umbi direbus, dikukus, di-
goreng atau dibakar. Sementara batang muda/birus disayur
bening. Selain sebagai tanaman pangan fungsi sampingan
getah tanaman ini yaitu untuk obat luka bakar.
23. Cucumis sativus L. (Mentimun/Bonteng)
[Sumber gambar: https://www.biolib.cz]
Mona Anju Sansena, Rida Oktorida K, dan Indria Wahyuni 41
Tanaman mentimun banyak ditemukan di ladang Baduy
Dalam. Salah satunya pada koordinat GPS 6038’31,0"S. 1060
13’52.6’’/ 351 m. Buah mentimun dapat dimakan langsung
ketika sudah masak sebagai lalapan. Nilai UV tanaman ini
disana sebesar 0,26. Mentimun kaya akan mineral, seperti
kalsium, magnesium dan fosfor. Selain itu mengandung se-
kitar 12 kalori untu setiap 100 gramnya.
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas :Rosopsida
Ordo : Cucurbitales
Family : Cucurbitaceae
Genus : Cucumis
Spesies : Cucumis sativus
Sumber : https://www.biolib.cz
24. Cucurbita pepo (Waluh/Waluh)
Tanaman waluh juga dapat ditemukan di ladang masya-
rakat Baduy Dalam yaitu pada koordinat GPS 6038’31,1"S.
1060 13’52.5’’/322 m dengan nilai UV 0,23. Masyarakat
Baduy Dalam biasa mememanfaatkan daun muda tanaman
ini dengan cara dikukus lalu dimakan, sedangkan buahnya
untuk disayur bening, sayur santan atau dikukus. Kemudian
fungsi sampingan tanaman ini akarnya dijadikan sebagai
obat untuk melancarkan buang air kecil dengan cara direbus
dan diminum airnya. Sementara daunnya untuk membungkus
lauk.
42 Ensiklopedia Tanaman Pangan dan Obat
[Sumber gambar: Dokumen pribadi]
Tanaman waluh juga dapat ditemukan di ladang
masyarakat Baduy Dalam yaitu pada koordinat GPS
6038’31,1"S. 1060 13’52.5’’/322 m dengan nilai UV 0,23.
Masyarakat Baduy Dalam biasa mememanfaatkan daun
muda tanaman ini dengan cara dikukus lalu dimakan,
sedangkan buahnya untuk disayur bening, sayur santan atau
dikukus. Kemudian fungsi sampingan tanaman ini akarnya
dijadikan sebagai obat untuk melancarkan buang air kecil
dengan cara direbus dan diminum airnya. Sementara daun-
nya untuk membungkus lauk.