The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Komunikasi Bisnis

Penulis:
Anita Kartika Sari, ST., MT., MM
Tri Wahjoedi, ST., MM
Mochamad Choifin, ST., MT
Bambang Sri Wibowo, SE., MM

Penerbit: Delta Pijar Khatulistiwa

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by delta pijar, 2023-08-07 11:21:24

Komunikasi Bisnis

Komunikasi Bisnis

Penulis:
Anita Kartika Sari, ST., MT., MM
Tri Wahjoedi, ST., MM
Mochamad Choifin, ST., MT
Bambang Sri Wibowo, SE., MM

Penerbit: Delta Pijar Khatulistiwa

42 penelitian UCLA menemukan bahwa "semakin banyak siswa cenderung memiliki kelompok teman yang beragam di perguruan tinggi" (Farrell, 2005). Ini mungkin karena para siswa ini lulus dari sekolah tinggi yang semakin terpisah. Ketiga, keberagaman agama. Imigrasi juga berkontribusi pada keragaman agama, termasuk peningkatan jumlah Muslim, Budha, Konghucu, Katolik, dan lainnya di Amerika Serikat. Susunan agama Amerika Serikat berubah dengan cepat karena banyak faktor. Menurut hasil survei Forum Agama dan Kehidupan Publik (2008), 28% orang dewasa telah meninggalkan agama aslinya (ada yang memilih agama lain, ada yang memilih tidak beragama). Umat Katolik kehilangan pengikut paling banyak, tetapi memperoleh paling banyak dari imigrasi. Peningkatan terbesar terlihat pada orang dewasa yang tidak memiliki afiliasi agama. Apa arti pergeseran ini bagi peran agama dalam masyarakat yang beragam? Bagaimana masa depan agama di Amerika Serikat? Keyakinan dan praktik keagamaan seringkali memainkan peran penting dalam kehidupan budaya sehari-hari. Economic imperative Kecenderungan baru-baru ini menuju globalisasi - penciptaan pasar dunia untuk pengadaan barang, jasa, tenaga kerja, modal, dan teknologi - mendorong seorang jurnalis untuk memberi tahu manajer komputer di Dell tempat laptopnya diproduksi. Apa jawabannya? Desainnya dikerjakan oleh para insinyur dari Texas dan Taiwan. Mikroprosesor diproduksi di pabrik Intel di Filipina, Kosta Rika, Malaysia, atau China. Memori berasal dari pabrik di Korea, Jerman, Taiwan, atau Jepang. Komponen lain (keyboard, hard drive, baterai, dll.) Sebagian besar diproduksi oleh perusahaan Jepang, Taiwan, Irlandia, Israel atau Inggris dengan pabrik di Asia, dan terakhir laptop dirakit di Taiwan (Friedman 2005).


43 Apa dampak terbesar globalisasi bagi sebagian besar orang? Beberapa ekonom mempertahankannya dengan alasan bahwa kerugian selalu diimbangi dengan jatuhnya harga konsumen. Tetapi banyak pekerja merasa terancam melihat pekerjaan mereka dialihkan ke tenaga kerja murah di India, China dan Malaysia. Banyak ekonom setuju. Seperti yang dikemukakan oleh ekonom terkemuka dunia Paul Samuelson (2005), jika globalisasi cukup mengganggu Amerika dengan upah rendah, keuntungan konsumen akan diimbangi dengan kerugian pendapatan. Ini bukan tentang menarik diri dari sistem perdagangan global, tetapi tentang memahami bagaimana dan mengapa para pemenang negara-negara Asia, yang merupakan bagian terbesar dari globalisasi, belajar dari mereka, seperti yang mereka lakukan di masa lalu (mereka belajar dari kita) (Matal, 2005). Intinya adalah untuk bersaing secara efektif di pasar global baru ini, orang Amerika perlu memahami cara kerja praktik bisnis di negara lain. Kita harus dapat menegosiasikan kesepakatan yang bermanfaat bagi ekonomi Amerika. Pakar lintas budaya Amerika melaporkan bahwa pengusaha Jepang dan lainnya sering menghabiskan beberapa tahun di Amerika Serikat untuk belajar bahasa Inggris dan belajar tentang negara mereka sebelum membuat keputusan untuk memulai bisnis atau berinvestasi. Sebaliknya, banyak perusahaan Amerika menawarkan sedikit atau tidak ada pelatihan sebelum mengirim karyawan ke luar negeri dan mengharapkan kesepakatan diselesaikan dengan cepat, terlepas dari keunikan budaya. Banyak pakar manajemen telah mempelajari praktik di negara lain untuk peluang meningkatkan produktivitas AS. Salah satu gagasan tersebut adalah "Lingkaran Mutu" yang dipinjam dari Jepang dan sekarang populer di Amerika. Kekuatan Jepang lainnya adalah


44 keegoisan. Karena pekerja Jepang gigih, mereka terkadang bekerja lebih lama dan menghasilkan produk yang lebih baik. Sifat ini juga bekerja dengan baik di sekolah-sekolah, di mana siswa Jepang mengungguli siswa Amerika pada tes standar (Fallows, 1989). Mengapa begitu banyak pengusaha berjuang untuk masuk ke Cina dan pasar Asia lainnya Alasannya bukan hanya perbedaan antara budaya Timur dan Barat, tetapi juga perbedaan dalam praktik bisnis. Ambler dan Witzel (2000) menjelaskan bahwa perdagangan di China, seperti di banyak negara oriental, sama relevan dan suksesnya tanpa rasa hormat dan harmoni. Khususnya di Cina, tiga konsep penting: qingmian (emosi manusia), yang berarti menghormati perasaan orang lain, dia (harmoni), yang menekankan kelancaran fungsi suatu kelompok atau masyarakat, Yang ketiga adalah Guanxi (hubungan atau koneksi), menyoroti pentingnya hubungan dalam bisnis Cina. The Technological Imperative Seperti yang dikatakan oleh ilmuwan media Marshall McLuhan (1967), dalam ledakan komputer dan teknologi komunikasi lainnya, kita sebenarnya hidup di desa global fiksi. Teknologi komunikasi menghubungkan kita dengan peristiwa dari sudut terjauh dunia dan menghubungkan kita dengan orang-orang di seluruh dunia yang mungkin tidak pernah kita temui secara langsung. Mungkin penemuan paling revolusioner adalah Internet. C. Esensi Komunikasi Budaya - Komunikasi adalah proses yang dinamis - Komunikasi adalah simbol - Komunikasi adalah bagian dari sistem pengaturan, tempat, peristiwa, waktu, dan ruang lingkup


45 - Komunikasi meningkatkan pemahaman - Komunikasi sebagai introspeksi/refleksi diri - Komunikasi selalu memiliki konsekuensi - Komunikasi itu bersifat kompleks/rumit D.Budaya, Kebudayaan, dan Komunikasi Lintas Budaya Edward Burnett Tylor mengatakan bahwa budaya adalah kompleks dari semua pengetahuan, kepercayaan, hukum, adat istiadat, dan semua kemampuan dan kebiasaan lain yang dimiliki orang sebagai anggota masyarakat. Hebding dan Glick mengatakan kebudayaan dapat dipandang sebagai materi (seperti alat yang digunakan) atau non-material (norma, nilai, kepercayaan, dan unsur bahasa). Smith (1976) berpendapat bahwa komunikasi dan budaya tidak dapat dipisahkan. Atau Edward T. Hall mengatakan komunikasi adalah budaya dan budaya adalah komunikasi.


46 Soal: 1. Apa yang dimaksud dengan budaya dan sub budaya ? Beri contoh ! 2. Jelaskan pentingnya komunikasi lintas budaya dalam bisnis ! 3. Uraikan gambaran budaya yang berbeda di tempat kerja ! 4. Bagaimana budaya memengaruhi komunikasi ? 5. Berikan beberapa contoh tingkah laku sosial dan sopan santun dari beberapa negara ! 6. Bagaimana cara mengatasi hambatan Bahasa ? 7. Mengapa suatu produk seringkali dilengkapi keterangan dalam berbagai bahasa ? 8. Apa yang dimaksud dengan budaya perusahaan ? 9. Apa yang dimaksud dengan reaksi etnosentris ? 10. Bagaimana cara menghindari reaksi etnosentris ? Pembahasan: 1. - Budaya adalah simbol umum keyakinan, sikap, nilai, harapan dan standar perilaku. Budaya juga diartikan sebagai konvensi adat istiadat, sikap dan perilaku sekelompok orang (Heart, 2004 : 125) Contoh budaya: budaya Indonesia, budaya Arab, budaya Cina - Sub budaya adalah kelompok budaya yang cenderung homogen yang berada didalam suatu budaya utama. Contoh sub budaya: Budaya Indonesia terdiri dari berbagai sub budaya suku Jawa, Bali, Betawi, Sunda dan lain sebagainya. 2. Komunikasi lintas budaya sangat penting dalam bisnis. Apalagi di era globalisasi ini, tidak mungkin menghindari interaksi dengan


47 seseorang yang memiliki budaya berbeda. Komunikasi bisnis Lintas budaya adalah proses pengiriman dan penerimaan pesan bisnis antara orang-orang dari budaya yang berbeda. Komunikasi Lintas budaya sangat penting untuk memperkuat kerjasama bisnis dan mengurangi hambatan masuk pasar, yang memperluas perdagangan internasional. Selain membina hubungan bisnis, memahami budaya juga memperkuat citra perusahaan. 3. Misalnya di tempat kerja itu ada orang Jepang dan orang Indonesia. Orang Jepang terkenal yang memiliki budaya disiplin dan tepat waktu berbeda dengan budaya Indonesia yang kurang disiplin dan sering terlambat dalam mengerjakan pekerjaan maupun mengenai kedatangan/kehadiran. 4. Budaya sangat berpengaruh dalam komunikasi. Ketika seseorang berkomunikasi, mereka biasanya cenderung menggunakan asumsi budaya mereka sendiri dan menganggap bahwa orang lain memiliki budaya, bahasa, dan konsep yang sama dengan mereka. Misalnya orang Batak terkenal berkomunikasi dengan suara tegas, lugas dan lantang. Hal ini terjadi karena merupakan budaya yang sudah ada dalam suku tersebut sejak lama. Jadi dapat disimpulkan bahwa budaya dapat mempengaruhi seseorang untuk berkomunikasi. 5. Di negara Arab, memberikan hadiah kepada istri orang lain dianggap tidak sopan. Belakangan di Amerika Serikat dianggap normal untuk meletakkan kaki di atas meja dan memberikan sesuatu dengan tangan kiri, tetapi orang Mesir menganggapnya sebagai penghinaan. Di Spanyol, jabat tangan membutuhkan lima hingga tujuh ketukan, dan menarik tangan terlalu cepat dapat diartikan sebagai penolakan. Di Prancis lebih disukai berjabat tangan hanya sekali. Tuan rumah Arab merasa terhina ketika tamunya menolak makanan, minuman, dan keramahtamahan.


48 6. Cara mengatasi hambatan bahasa adalah belajar bahasa Inggris sebagai bahasa yang paling umum dalam bisnis internasional. Namun, saat berkomunikasi dengan orang yang sama sekali tidak mengerti bahasa kita, ada tiga pilihan, yaitu mempelajari bahasa mereka, menggunakan perantara atau penerjemah, atau mengajarkan bahasa kita. 7. Suatu produk yang diekspor ke berbagai negara biasanya hadir dengan bahasa yang berbeda karena menjelaskan bahasa atau komposisi produk tersebut. Hal ini juga memberikan informasi detail tentang produk agar pembeli dari berbagai negara dapat memahaminya. 8. Budaya perusahaan adalah cara perusahaan melakukan sesuatu yang telah menjadi kebiasaan atau rutinitas. Budaya membentuk bagaimana orang memandang perusahaan dan pekerjaan yang dilakukannya, bagaimana menafsirkan dan menginterpretasikan tindakan orang lain, ekspektasi perubahan dalam bisnis, dan bagaimana perubahan itu dirasakan. Lebih dari separuh kemitraan bisnis gagal karena benturan budaya perusahaan. 9. Etnosentrisme adalah kecenderungan untuk menilai semua kelompok lain sesuai dengan norma, perilaku, dan tradisi kelompoknya sendiri dan memandang kelompok lain sebagai inferior/memandang lebih rendah. Orang etnosentris sering berpandangan stereotip, yaitu mereka mencoba menilai perilaku atau karakter individu berdasarkan kepemilikan mereka pada kelompok atau kelas tertentu. 10. 1. Menerapkan asas kesamaan Tidak ada budaya yang lebih rendah atau lebih tinggi. Tidak ada budaya yang benar atau salah juga. Komunikator harus menghormati budaya pihak lain dan menerapkan budayanya sendiri pada kelompoknya sendiri.


49 2. Menerapkan kaidah emas Kaidah emas adalah perlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Cara ini relatif mudah dilakukan karena tidak perlui memahami nilai orang lain. 3. Menerapkan kaidah timah Kaidah timah adalah perlakukan orang lain sebagaimana mereka memperlakukan diri mereka sendiri. Cara ini relatif lebih sulit daripada aturan emas karena Anda harus memahami nilai-nilai orang lain.


50 BAB V KETERAMPILAN BERBICARA Sub Bahasan Materi: 1. Pengertian Keterampilan Berbicara 2. Tujuan Berbicara 3. Manfaat Keterampilan Berbicara 4. Langkah-Langkah Berbicara 5. Jenis Berbicara 6. Faktor Berbicara 7. Prinsip Pembelajaran Berbicara 8. Teknik Pembelajaran Berbicara 9. Penilaian Keterampilan Tujuan Pembelajaran: Setelah mempelajari bab ini, akan dapat: • Menjelaskan pengertian, tujuan dan manfaat keterampilan berbicara • Menjelaskan langkah-langkah, jenis dan faktor dalam berbicara • Menjelaskan prinsip dan Teknik pembelajaran berbicara serta penilaian keterampilan


51 A.Pengertian Keterampilan Berbicara Berbicara merupakan salah satu bagian dari kemampuan berbahasa seseorang untuk menyampaikan gagasan, pikiran dan perasaan agar gagasan yang ada di kepala pembicara dapat dipahami oleh orang lain. Iskandarwassid dan Sunendar (2011 : 241) berpendapat bahwa berbicara adalah seni mereproduksi aliran sistem bunyi pengucapan untuk menyampaikan kehendak, kebutuhan dan kenginan emosional seseorang kepada orang lain. Konsisten dengan pendapat Iskandarwassid dan Sunendar, Solchan et al. (2014 : 132) menyatakan bahwa berbicara adalah kemampuan menyampaikan pesan secara lisan kepada orang lain. Pesan dapat berupa pikiran, perasaan, sikap, tanggapan, penilaian, dan lainlain. Inti berbicara adalah seseorang menyampaikan informasi kepada orang lain. Pesan ini dapat berupa pikiran, gagasan, perasaan, sikap, jawaban, penilaian, dan lain-lain tergantung kebutuhan pembicara. Berbicara juga harus runtut dan disampaikan dengan baik, sehingga keterampilan berbicara harus dipraktikkan dengan baik agar pendengar dapat menyerap dan memahaminya saat menyampaikan informasi, gagasan, pikiran, perasaan dan kenginan dengan mudah. Selain itu, pembicara juga dituntut untuk dapat menyampaikan gagasannya sesuai dengan kebutuhan pendengarnya. Hal ini sesuai dengan pendapat Tarigan (2008: 16) bahwa berbicara merupakan sarana penyampaian gagasan yang disusun dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pendengar dan penyimak. Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa keterampilan berbicara adalah kemampuan yang dimiliki seseorang untuk menyampaikan Pesan, kenginan, perasaan, gagasan dan pikiran secara lisan kepada orang lain. Setiap orang membutuhkan keterampilan


52 berbicara yang baik agar dapat dengan mudah memahami kenginan, perasaan, gagasan dan pikiran. Anak-anak membutuhkan pembelajaran dan pembiasaan sejak dini untuk meningkatkan kemampuan berbicara mereka. B. Tujuan Berbicara Percakapan orang harus memiliki tujuan. Tarigan (2008 : 16-17) menyatakan bahwa tujuan utama berbicara adalah komunikasi. Untuk mengkomunikasikan ide secara efektif, pembicara perlu memahami arti dari apa yang ingin mereka sampaikan. Berbicara memiliki tiga tujuan umum. untuk menginformasikan dan melaporkan (to inform), untuk menghibur (to entertain), untuk membujuk, untuk mengundang, untuk mendesak, untuk meyakinkan (to persuade). Manusia adalah makhluk sosial, sehingga manusia perlu berinteraksi satu sama lain. Komunikasi adalah manifestasi dari hubungan manusia. Orang-orang perlu berbicara sehingga mereka dapat menyampaikan maksud mereka, menghbur, mengundang, atau membujuk. Menurut Vyangotsky (dalam Santrock, 2012 : 252), tujuan percakapan yang dilakukan anak sebenarnya tidak hanya untuk berpartisipasi dalam komunikasi sosial, tetapi juga untuk membantu anak menyelesakan tugas. Vyangotsky percaya bahwa anak kecil menggunakan bahasa untuk merencanakan, membimbing, dan memantau tindakan mereka. Melengkapi pernyataan Vyangotsky di atas, Tomkins dan Hoskisson (1995 : 125) menegaskan bahwa berbicara adalah alat belajar yang berguna dan penting. Iskandarwassid dan Sunendar (2011 : 242-243) melengkapi pengamatan di atas dengan menyatakan bahwa tujuan keterampilan


53 berbicara meliputi mencapai kelancaran, kejelasan, akuntabilitas, mengembangkan pendengaran kritis, dan membangun kebiasaan. Easy Speaking atau kemudahan berbicara berarti siswa memiliki lebih banyak kesempatan untuk berlatih berbicara sampai mereka mampu mengembangkan keterampilan berbicara mereka dengan cara yang alami, lancar dan menyenangkan, baik dalam kelompok maupun di dalam kelas. Solchan (2014 : 11.20 – 11.22) menyatakan bahwa tujuan berbicara di kelas bawah sekolah dasar adalah untuk melatih keberanian siswa, melatih siswa, berbagi pengetahuan dan pengalaman, mengemukakan pendapat, mengajukan pertanyaan kepada siswa. Sedangkan tujuan pembelajaran berbicara di kelas tinggi sekolah dasar adalah untuk mengembangkan keberanian siswa, berbagi ilmu dan wawasannya, melatihnya menyanggah/menolak pendapat orang lain, berpikir kritis dan logis, dan siswa diajarkan untuk menghargai pendapat orang lain. Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa tujuan berbicara adalah untuk menginformasikan, menghibur, mengajak, dan membujuk. Di sekolah dasar, tujuan berbicara digunakan untuk melatih keberanian siswa dalam bercerita, bertanya, dan berpikir kritis dan logis. Tujuan berbicara dapat dicapai jika proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru memberikan banyak kesempatan kepada siswa untuk melatih keterampilan berbicara mereka melalui kegiatan diskusi, wawancara, bercerita, bermain peran, dan lain-lain. C. Manfaat Keterampilan Berbicara Banyak manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh mereka yang ahli dalam berbicara. Beberapa keunggulan tersebut adalah: (1) memudahkan komunikasi antar manusia, (2) memudahkan pemberian berbagai informasi, (3) meningkatkan kepercayaan diri, (4) meningkat-


54 kan pemberdayaan diri, (5) meningkatkan dukungan publik atau masyarakat, (6) mendukung pekerjaan dan pemenuhan pekerjaan, dan (7) meningkatkan mutu dan kualitas pekerjaan (Mahardika, 2015 : 93). Mengingat banyak keuntungan yang dapat diperoleh seseorang dengan bakat bahasa, memiliki keterampilan berbicara yang baik sangat penting untuk berhasil dalam hidup. Jika anda sering berlatih, keterampilan berbicara anda akan meningkat. Oleh karena itu, anda memerlukan kesempatan untuk melatih keterampilan berbicara anda, salah satunya melalui proses pembelajaran di sekolah. D.Langkah-Langkah Berbicara Apapun tujuan yang ingin anda capai dengan percakapan anda, anda memerlukan perencanaan yang tepat. Berbicara adalah serangkaian proses. Saat berbicara, ada langkah-langkah yang harus dikuasai pembicara dengan baik. Menurut Tarigan (2008 : 32), langkahlangkah yang harus dikuasai oleh seorang pembicara yang baik adalah: 1) Pilih topik yang akan menarik minat pembicara. Kebanyakan orang cenderung lebih suka pembicaraan yang bagus tentang topik atau judul yang disukai pembicara, daripada yang hanya sedikit diketahu pembicara. 2) Persempit pokok pembicaraan. Membatasi pokok diskusi memungkinkan diskusi untuk mencakup bidang tertentu dengan cara yang relevan dan menarik. Tanpa batasan, pembicaraan menjadi terlalu umum dan meninggalkan sedikit kesan pada audiens. 3) Mengumpulkan informasi. Informasi tambahan harus ditemukan dari berbagai sumber jika pembicara sudah familiar dengan topik masalah yang disajikan. Ada banyak sumber informasi seperti buku, ensiklopedia, majalah, isu, dan wawancara dengan para ahli.


55 4) Menyusun materi, yang terdiri atas: (a) pendahuluan, (b) isi, serta (c) simpulan. Rancangan program untuk mengembangkan keterampilan berbicara siswa SD menurut Iskandarwassid & Sunendar (2011 : 241) merancang program untuk mengembangkan keterampilan berbicara pada siswa sekolah dasar adalah untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda. Hal ini dilakukan dengan melakukan kegiatan seperti: kegiatan berbicara untuk mengembangkan keterampilan secara umum, khususnya untuk mengembangkan kamus dan model bahasa, untuk mengembangkan keterampilan berbicara untuk mengurangi penggunaan bahan yang tidak standar, dan untuk mengatasi masalah tertentu. (misalnya siswa penyandang disabilitas mental, siswa dengan penggunaan bahasa asli tingkat tinggi, siswa penyandang disabilitas fisik terkait alat bicara). Berdasarkan uraian di atas, langkah-langkah belajar berbicara adalah memilih topik pembicaraan, mempersempit pokok pembicaraan, mengumpulkan informasi, menyusun materi, dan membuat rencana. Jika langkah-langkah berbicara dilakukan dengan benar, anda dapat berbicara dengan berhasil dalam pembelajaran. E. Jenis Berbicara Ada banyak cara berbeda untuk berbicara. Targan dkk. (1997 : 46- 56) menunjukkan bahwa paling tidak ada lima dasar yang digunakan untuk klasifikasi berbicara. Lima dasar tersebut adalah situasi, tujuan, metode penyampaian, jumlah pendengar, dan acara khusus. Ada empat jenis metode berbicara: "berbicara tiba-tiba", "berbicara berdasarkan catatan", "berbicara berdasarkan hafalan", dan "berbicara berdasarkan masalah". Pidato dapat dibagi menjadi lima jenis sesuai dengan tujuan pembicara: untuk menghibur, menginformasikan,


56 menstimulasi, membujuk, dan menggerakkan. Berbicara dapat dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan jumlah pendengar: berbicara interpersonal, berbicara kelompok kecil, dan berbicara kelompok besar. Berbicara atau pidato dapat diklasifikasikan menjadi enam jenis berdasarkan peiristiwa tertentu: pidato presentasi, pidato sambutan, pidato perpisahan, pidato perjamuan (makan malam), pidato pengantar, dan pidato calon / favorit (Logan et al. dalam Tarigan et al., 1997 : 56). Bergantung pada konteks percakapan, dibedakan antara dua jenis berbicara: berbicara formal dan berbicara informal. Berbicara formal meliputi kuliah, ceramah, perencanaan dan evaluasi, wawancara, proses parlemen, dan bercerita dalam pengaturan formal. Jenis-jenis percakapan informal antara lain berbagi pengalaman, berbicara, menyampaikan Pesan, membuat pengumuman, menelepon, dan memberi instruksi (Logan et al. dalam Tarigan et al., 1997 : 8). Jenis berbicara berdasarkan situasi pembicaraan terbagi menjadi dua yaitu berbicara formal dan informal. Berbicara formal meliputi ceramah, perencanaan dan penilaian, interview, prosedur parlementer, dan bercerita dalam situasi formal. Sedangkan jenis berbicara informal meliputi: tukar pengalaman, percakapan, penyampaian informasi, menyampaikan pengumuman, bertelepon, dan memberi petunjuk (Logan dkk dalam Tarigan dkk, 1997 : 48). Selanjutnya Tarigan (2008 : 24-25) secara garis besar mengklasifikasikan berbicara (speaking) menjadi: 1) Berbicara di muka umum (public speaking) yang mencakup empat jenis, yaitu: a) Berbicara dalam situasi untuk menginformasikan atau melaporkan yang bersifat informatif (informative speaking), b) Berbicara dalam situasi-situasi yang bersifat kekeluargaan, persahabatan (fellowship speaking),


57 c) Berbicara dalam situasi-situasi yang bersifat membujuk, mengajak, mendesak, dan meyakinkan (persuasive speaking), serta d) Berbicara dalam situasi-situasi yang bersifat merundingkan dengan tenang dan hati-hati (deliberative speaking). 2) Berbicara pada konferensi (conference speaking) yang meliputi: a) Diskusi kelompok (group discussion), yang dapat dibedakan atas: (1)Tidak resmi (informal), dan masih dapat diperinci lagi sebagai berikut: (a)Kelompok studi (study groups) (b) Kelompok pembuat kebijaksanaan (policy making groups) (c) Komik (2) Resmi (formal), yang mencakup pula: (a)Konferensi (b) Diskusi panel (c) Simposiuim (b) Prosedur parlementer (parlementary procedure) (c) Debat Tomkins dan Hoskisson (1995 : 120-157) menambahkan pernyataan di atas bahwa berbicara adalah jenis percakapan, cara bicara yang estetik, cara berkomunikasi atau mempengaruhi, dan aktivitas yang dramatis. Pembelajaran berbicara di sekolah dasar meliputi berbicara dalam diskusi kelompok, presentasi kelas , bermain peran, bercerita, tanya jawab guru, wawancara, dan kegiatan pembelajaran lainnya yang menuntut siswa untuk mengembangkan kemampuan berbicaranya. Jenis keterampilan berbicara yang ditingkatkan dalam penelitian ini adalah bercerita.


58 F. Faktor Berbicara Kesinambungan kegiatan berbicara dipengaruhi oleh komunikator itu sendiri. Agar kegiatan berbicara berhasil, komunikator perlu memperhatikan beberapa hal. Menurut Nurgiyantoro (2016 : 441), seorang komunikator perlu menguasai beberapa hal untuk menjadi seorang komunikator yang baik. Khususnya, pengucapan, struktur, kosa kata, gagasan tentang masalah atau gagasan yang ingin anda sampaikan, dan pemahaman bahasa lawan bicara. Nurgiyantoro (2016 : 442) juga menyatakan bahwa, Selain unsur ketepatan linguistik tersebut di atas, kejelasan narasi ditentukan oleh gerak-gerik tertentu, ekspresi wajah, intonasi, dan situasi berbicara (serius, santai, tekanan). Maidar G. Arsjad dan Mukti (1993 : 17-22) melengkapi pengamatan di atas dengan menyatakan bahwa ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan untuk menjadi seorang komunikator yang baik. Faktorfaktor tersebut adalah faktor verbal/kebahasaan dan faktor nonverbal/non-kebahasaan. Faktor kebahasaan meliputi: (a) ketepatan ucapan, (b) aksen, intonasi, artikulasi, durasi, (c) pilihan kata (phrasing), (d) ketepatan penggunaan kalimat, dan (e) Meliputi ketepatan tujuan bahasa. Oleh karena itu, faktor kebahasaan terkait dengan keterampilan kebahasaan, yaitu sistem bahasa, strukturnya, kosa kata, dan aspek linguistik lainnya. Faktor nonverbal meliputi (1) postur tubuh, tenang, dan tidak kaku, (2) kebutuhan untuk melakukan kontak mata, (3) kesediaan untuk menghargai pendapat orang lain (4) gerak tubuh dan ekspresi wajah yang tepat, dll. (5) kenyaringan, (6) kelancaran, dan (7) relevansi atau penalaran (8) ekspresi wajah, (9) situasi pembicaraan, dan (10) kecepatan dan kejelasan pengucapan). (Arsjad dan Mukti, 1993 : 17-22).


59 Berdasarkan pendapat-pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa agar memiliki keterampilan berbicara yang baik seseorang harus memperhatihan banyak faktor. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan tersebut yaitu: faktor verbal/kebahasaan dan faktor nonverbal/ non kebahasaan. Faktor kebahasaan meliputi : (a) ketepatan ucapan, (b) penekanan tekanan, nada, sendi dan durasi, (c) pilihan kata (diksi), (d) ketepatan penggunaan kalimat, dan (e) ketepatan sasaran pembicaraan. Faktor nonkebahasaan meliputi: (1) sikap yang wajar, tenang, dan tidak kaku, (2) pandangan harus diarahkan kepada lawan berbicara, (3) kesediaan menghargai pendapat orang lain, (4) gerak-gerik dan mimik yang tepat, (5) kenyaringan suara, (6) kelancaran, dan (7) relevansi atau penalaran, (8) ekspreisi wajah, (9) situasi pembicaraan, dan (10) kecepatan dan kejelasan pengucapan). G.Prinsip Pembelajaran Berbicara Pembelajaran berbicara memerlukan proses yang harus dilalu siswa dalam proses pembelajaran. Proses yang disetujui akan mempengaruhi hasil belajar. Keberhasilan belajar berbicara akan baik jika prosesnya dilakukan dengan baik. Brooks 1964, dalam Tarigan (2008 : 17- 18) menyatakan bahwa prinsip-prinsip umum yang mendasari kegiatan berbicara meliputi: meminta setidaknya dua orang, menggunakan kode bahasa, menerima atau mengenali referensi umum daerah, adalah pertukaran antara peserta, menghubungkan masing-masing pembicara dengan orang lain dan dengan lingkungannya, terhubung dengan masa kini, berhubungan hanya dengan peralatan atau perangkat yang berhubungan dengan suara, suara atau bunyi bahasa dan pendengaran (perangkat vokal dan pendengaran), dan pada saat yang sama menghadapi dan memperlakukan dengan acuh tak acuh apa yang nyata dan nyata. apa yang diterima sebagai teorema. Prinsip-prinsip dasar


60 dalam kegiatan berbicara dapat digunakan sebagai acuan bagaimana melanjutkan proses belajar berbicara. Sementara itu, Brown (2001 : 275-276) mengemukakan bahwa ada tujuh prinsip yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran berbicara, yaitu: 1) Gunakan teknik yang memenuhi berbagai kebutuhan pembelajar, dari penekanan pada akurasi berbasis bahasa hingga penekanan pada interaksi, makna, dan kefasihan. 2) Memberikan teknik motivasi intrinsik. 3) Mendorong penggunaan bahasa otentik dalam konteks yang bermakna. 4) Memberikan umpan balik dan koreksi yang tepat. 5) Manfaatkan hubungan alami antara berbicara dan mendengarkan. 6) Memberi kesempatan kepada siswa untuk memulai komunikasi lisan. 7) Mendorong pengembangan strategi lisan. Berbicara adalah proses yang mengharuskan latihan terus menerus. Saddhono & Slamet (2012 : 36) berpendapat bahwa ketika orang belajar dan berlatih berbicara, mereka meningkatkan pengucapan, pelafalan, pengendalian (suara, diri, gerakan tubuh), pilihan kata, frase, intonasi, dan penggunaan bahasa yang tepat dan benar, dan pengaturan atau pengorganisasian ide. Dalam pembelajaran ekspresi verbal, guru harus memperhatikan prinsip ekspresi verbal dan menggunakan teknik ekspresif yang sesuai dengan kebutuhan siswanya. Kegiatan pembelajaran harus mampu memberikan motivasi yang dapat mendorong siswa menggunakan bahasa kontekstual dan memberikan umpan balik yang tepat. Prinsip


61 peingajaran berbicara di sekolah dasar adalah berdasarkan karakteristik siswa dan menggunakan metode dan teknik yang tepat. H.Teknik Pembelajaran Berbicara Berbicara adalah keterampilan menyampaikan Pesan melalui bahasa lisan. Teknik pembelajaran yang tepat sangat diperlukan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Belajar berbicara memiliki banyak teknik pembelajaran. Solchan dkk. (2014 : 18.11-11.19) mengemukakan bahwa ada tiga teknik pembelajaran berbicara yaitu teknik terbimbing, teknik semi terbimbing, dan teknik berdiri sendiri. Teknik terbimbing adalah teknik berbicara yang dilakukan dengan meminta siswa menjelaskan sesuatu yang mirip dengan contoh-contoh yang ada. Teknik setengah instruksi adalah teknik pembelajaran berbicara yang melibatkan meminta siswa untuk mengatakan/menjelaskan sesuatu secara materi yang sudah ada dan siswa memiliki kebebasan untuk mengembangkan pemaparan bahasa sesuai dengan tingkat kemampuannya. Sedangkan teknik bebas dilakukan dengan meminta siswa menjelaskan sesuatu secara bebas tanpa dokumentasi khusus atau instruksi/induksi tertentu. Untuk mendukung penjelasan di atas, Iskandarwassid dan Sunendar (2015 : 244-245) menjelaskan teknik berbicara terbimbing yang meliputi frasa dan kalimat, satuan paragraf, percakapan, dan pembacaan puisi. Latihan berbicara semi terbimbing meliputi: menceritakan kembali cerita, merangkai cerita, menyusun kalimat dalam pembicaraan, dan menyajikan isi secara lisan. Kebebasan berekspresi meliputi pembicaraan, sandiwara, wawancara, pidato, dan sandiwara. Tarigan (1990) dalam Sufanti (2010 : 53-54) mengungkapkan bahwa ada 23 teknik pembelajaran berbicara yaitu: repetisi, look and speak, deskripsi, substitusi, transformasi, penyelesaian kalimat, tanya jawab,


62 ajukan pertanyaan, eksplorasi pertanyaan, cerita lanjutan, cerita berantai, bercerita, dialog, parafrase, cerita visual, instruktif, menceritakan, mendramatisir, sudut pandang, permainan peran, panggilan telepon, wawancara dan diskusi. Dalam penelitian ini teknik berbicara yang digunakan adalah teknik semi terbimbing, yaitu siswa dikisahkan cerita yang sudah ada secara fisik dan siswa bebas mengembangkan paparan bahasanya sesuai dengan kebutuhan, tingkat kemampuannya. I. Penilaian Keterampilan Berbicara Aspek-aspek yang dinilai dalam penilaian keterampilan berbicara secara umum dibagi menjadi dua, yaitu: verbal dan nonverbal. Menurut Saddhono & Slamet (2012 : 2), aspek kebahasaan meliputi: tuturan atau pelafalan, tekanan kata, nada dan irama, pelafalan, kosa kata atau ungkapan, dan variasi kalimat atau frase atau struktur kalimat. Aspek nonverbal meliputi: kelancaran, penguasaan materi, keberanian, keramahan, keteraturan, kecerdasan, dan sikap. Sementara itu, Brown (2001 : 142-143) membagi penilaian keterampilan berbicara menjadi dua bagian, yaitu keterampilan mikro dan keterampilan makro. Penilaian Microskill berurusan dengan bagianbagian kecil dari bahasa seperti fonem, morfem, kata, dan unit kalimat. Sedangkan penilaian keterampilan makro melibatkan faktor yang lebih luas seperti kelancaran, ucapan, fungsi, gaya, koherensi, komunikasi nonverbal dan pilihan strategis. Brooks dalam Tarigan (2008 : 28) menyatakan bahwa dalam menilai keterampilan berbicara seseorang, guru pada prinsipnya harus memperhatikan lima faktor, yaitu: 1) ketepatan pengucapan Setiap bunyi (vokal dan konsonan), 2) pola intonasi, naik turunnya bunyi, serta


63 tekanan suku kata yang memuaskan, 3) keteraturan dan ketepatan tuturan yang mencerminkan bahwa penutur tidak memerlukan acuan internal untuk memahami bahasa yang digunakan, 4) Ketepatan bentuk dan urutan kata yang diucapkan, 5) Cara yang sebagian besar "alami" atau "fasih" atau "asli" tercermin ketika seseorang berkata. Pada penelitian ini penilaian keterampilan berbicara dilakukan melalui penilaian keterampilan bercerita dengan menggunakan media visual serial atau penilaian keterampilan berbicara berdasarkan gambar stimulasi. Menurut Nurgiyantoro (2016 : 448), komponen keterampilan berbicara berbasis rangsangan visual harus terkait dengan faktor kebahasaan dan isi yang bermakna. Penilaian keterampilan berbicara berdasarkan rangsangan visual meliputi aspek: 1) Relevansi gambar, 2) Ketepatan logika urutan cerita, 3) Ketepatan makna cerita, 4) Ketepatan Kata, 5) Ketepatan Kalimat, dan 6) Kefasihan.


64 Soal: 1. Metode berbicara manakah yang efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara? 2. Faktor apa saja yang mempengaruhi keterampilan dalam berbicara? 3. Mengapa keterampilan berbicara sangat penting untuk diasah dan dikembangkan? 4. Aspek apa saja yang perlu diperhatikan dalam berbicara? 5. Mengapa penggunaan bahasa yang baik dan sopan sangat penting dalam berkomunikasi? 6. Apa saja metode dalam berbicara? 7. Mengapa keterampilan berkomunikasi itu begitu penting sehingga selalu dijadikan ukuran bagi efektifitas suatu kepeimimpinan? 8. Apakah keterampilan berbicara dapat menunjang keterampilan menulis? 9. Apa perbedaan yang menonjol antara ragam bahasa lisan dan ragam bahasa tulis? 10. Apa yang akan terjadi jika seseorang tidak terampil dalam berbicara? Pembahasan: 1. Metode Show and Tell adalah metode yang dapat diterapkan dalam pengajaran berbicara. Dengan metode ini dapat membantu siswa meningkatkan keterampilan berbicara mereka. Siswa diharapkan lebih mudah mengungkapkan ide atau pemikirannya secara lisan. 2. Ada faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi keterampilan berbicara. Faktor internal meliputi motivasi, kepercayaan diri, dan


65 minat, Sedangkan faktor eksternal meliputi lingkungan dan penggunaan bahasa ibu. 3. Karena dengan memperhatikan keterampilan berbicara anda, anda dapat mengenali perkembangan bahasa dan perilaku yang berbeda. Dalam kegiatan pembelajaran, guru umumnya mendominasi percakapan atau pembicaraan. 4. Aspek yang dinilai dalam tes keterampilan berbicara meliputi pengucapan, tata bahasa, kosa kata, kelancaran, isi dan pemahaman. 5. Bersikap sopan dan menggunakan bahasa yang baik memungkinkan anda untuk menghormati dan dihargai oleh orang lain. 6. Ada empat metode berbicara yang dapat diterapkan dalam kegiatan berpidato. Empat metode itu adalah metode impromptu, metode ekstemporan, metode naskah, dan metode menghafal. 7. Karena berkaitan dengan tugas pemimpin untuk mempengaruhi, membimbing, mengarahkan, dan mendorong anggota untuk melakukan kegiatan tertentu dengan tujuan yang telah ditetapkan maka komunikasi yang baik sangat penting bagi seorang pemimpin. 8. Berbicara mendukung keterampilan membaca dan menulis. Menulis dan berbicara memiliki kesamaan: produksi bahasa dan membagikan informasi. Kemampuan berbicara siswa juga membantu mereka mendengarkan dan memahami kegiatan membaca. 9. Ragam lisan membutuhkan orang kedua, yang berbicara di depan pembicara, Sedangkan ragam tertulis tidak mengharuskan lawan bicara untuk berdiri di depan pembicara. Dalam ragam lisan, unsur fungsi gramatikal seperti subjek, predikat, dan objek tidak selalu ditunjukkan. 10. Jika seseorang tidak memiliki keterampilan berbicara, menjadi sulit untuk mempresentasikan sesuatu.


66 BAB VI MENULIS PESAN BISNIS Sub Bahasan Materi: 1. Proses Penulisan Pesan-Pesan Bisnis 2. Pengertian Perencanaan Pesan-Pesan Bisnis Tujuan Pembelajaran: Setelah mempelajari bab ini, akan dapat: • Menjelaskan proses Penulisan Pesan-Pesan bisnis • Menjelaskan Perencanaan Pesan-Pesan bisnis A.Proses Penulisan Pesan-Pesan Bisnis Proses Penulisan Pesan bisnis atau komersial adalah langkah strategis untuk mencapai tujuan organisasi secara keseluruhan dan merupakan salah satu faktor kunci dalam keberhasilan komunikasi. Untuk mencapai tujuan komunikasi perusahaan yang ingin dicapai, tentunya perlu direncanakan Pesan-Pesan yang akan disampaikan kepada pihak lain. Pesan komersial yang terencana dengan baik akan memudahkan tercapainya tujuan komunikasi. Estimasi waktu yang dialokasikan untuk setiap langkah proses penyusunan pesan bisnis adalah merencanakan Pesan 40%, menulis 20%, dan mengedit 40% dari waktu (Vik & Gilsdorf dalam Haryani, 2001 : 87).


67 Bab ini membahas langkah pertama dalam menulis pesan bisnis, yaitu merencanakan pesan bisnis yang diawali dengan menentukan tujuan pesan bisnis. Pesan bisnis dapat menciptakan nilai tambah bagi perusahaan. Pesan yang disampaikan kepada pihak lain harus dapat menjaga dan meningkatkan citra perusahaan. Untuk dapat membangkitkan itikad baik, semua pesan bisnis harus memiliki tujuan yang jelas, terukur dan tidak bertentangan dengan tujuan organisasi. B. Pengertian Perencanaan Pesan-Pesan Bisnis Perencanaan Pesan adalah langkah strategis untuk mencapai tujuan organisasi secara keseluruhan dan merupakan salah satu faktor kunci untuk komunikasi yang berhasil. Pesan bisnis yang terencana dengan baik akan memudahkan tercapainya tujuan komunikasi. Dalam ringkasan ini, dibahas proses penyusunan, penetapan tujuan, analisis audiens, penentuan gagasan utama, dan pemilihan saluran dan media. Tujuan Perencanaan bisnis harus dievaluasi untuk menentukan apakah mereka realistis, tepat waktu, dan dapat diterima. Tujuan juga harus diperiksa untuk relevansi, ketepatan waktu, orang dan keselarasan dengan tujuan organisasi. Untuk membuat rencana bisnis yang baik, komunikator harus melakukan analisis khalayak. Caranya adalah dengan mengembangkan profil audiens dan menganalisis kepuasan konsumen. Komunikator mengetahui terlebih dahulu reaksi audiens, memperkirakan jumlahnya, mengetahui hubungan komunikator dengan audiens, mengetahuinya atau tidak. Agar audiens terpuaskan, komunikator harus mengetahui kebutuhan informasi audiens. Kepuasan juga dapat didorong oleh


68 pendekatan argumentasi, rasional, dan emosional ke audiens. Kepuasan emosional digunakan untuk mengubah perilaku audiens. Namun ada kendala, yaitu kecenderungan masyarakat tidak berubah untuk merangkul yang baru. Mengidentifikasi ide pokok untuk mencapai tujuan tertentu dapat dilakukan melalui brainstorming. Brainstorming dilakukan dengan beberapa cara: kunjungan narator, daftar pengacakan, lembar kerja CFR (Conclusion Search Recommendations), urutan tanya jawab, dan metode jurnalistik. Saat memilih saluran, beberapa hal perlu dipertimbangkan, yaitu kepentingan, Bentuk, kompleksitas, privasi, emosi, biaya, dan harapan audiens. Saluran berbicara memiliki keunggulan mendapatkan respon yang cepat dan menyampaikan Pesan, audiens merasa nyaman, respon audiens mudah dibaca dan sangat ekonomis. Bentuk saluran lisan adalah percakapan, wawancara, diskusi, seminar, lokakarya, pelatihan, pidato, dan presentasi. Saluran pembicaraan informal adalah ide yang tidak terstruktur tetapi fasih. Saluran lisan formal berlangsung selama RUPS, presentasi, dan penghargaan. Media yang digunakan adalah film, video, rekaman, layar LCD, dan slide. Saluran tulisan memiliki keunggulan lebih tersusun rapi karena komunikator memiliki waktu untuk merencanakan dan mengontrol isi Pesan. Bentuknya berupa surat, memo dan proposal.


69 Soal: 1. Jelaskan proses penyusunan Pesan bisnis ! 2. Mengapa penentuan tujuan Pesan bisnis sangat penting ? 3. Kenapa cakupan Pesan bisnis perlu diperhatikan ? 4. Hal apa saja yang harus diperhatikan agar Pesan-Pesan dapat terorganisasi dengan baik? 5. Mengapa dalam penyusunan Pesan bisnis perlu dilakukan evaluasi bagaimana cara mengevaluasi Pesan bisnis? 6. Mengapa Pesan good news dan good will menggunakan pendekatan langsung? 7. Bagaimana cara yang efektif dalam mengevaluasi Pesan bisnis? 8. Mengapa Pesan-Pesan bisnis yang tidak terorganisasi dengan baik akan berakibat kurang menguntungkan bagi penerima Pesan? 9. Mengapa pendekatan tidak langsung lebih banyak digunakan dalam penyampaian Pesan-Pesan bad news? 10. Apa saja yang perlu dilakukan dalam merevisi Pesan bisnis? Pembahasan: 1. Proses penyusunan Pesan bisnis biasanya meliputi 3 langkah sederhana: a. Merencanakan Pesan bisnis: Pada langkah ini, hal yang mendasar dari Pesan yang dikomunikasikan ditentukan. Secara khusus, fase Perencanaan meliputi penetapan tujuan, analisis audiens, identifikasi ide-ide kunci, dan pemilihan media. b. Menyusun Pesan : Setelah tahap Perencanaan, ide atau gagasan dituangkan ke dalam Pesan tertulis. Mengatur dan menyusun


70 dokumen mulai dari kata, kalimat, paragraf, dan ilustrasi yang akan digunakan untuk mendukung ide. Langkah ini terdiri dari dua kegiatan yaitu mengorganisir Pesan dan memformulasikan Pesan. c. Revisi Pesan : Pesan yang telah disusun kemudian dikaji ulang untuk melihat apakah gagasan yang diungkapkan sudah cukup. Pemeriksaan yang lebih rinci juga dilakukan pada pemformatan teks, tanda baca, dan tata bahasa. Kegiatan yang berbeda dalam tahap revisi adalah penyuntingan Pesan, Penulisan ulang, pembuatan surat, dan pencetakan surat. 2. Menentukan tujuan Pesan bisnis sangat penting bagi pelaku bisnis karena Pesan yang diwujudkan akan sia-sia jika tujuan tidak tercapai. Selain itu, Pesan bisnis dapat menciptakan nilai tambah bagi perusahaan. Pesan yang disampaikan kepada pihak lain harus dapat menjaga citra perusahaan. Untuk dapat membangkitkan itikad baik, semua Pesan bisnis harus memiliki tujuan yang jelas, terukur dan tidak bertentangan dengan tujuan organisasi. Oleh karena itu, tujuan Pesan bisnis harus realistis dan tidak bertentangan dengan tujuan perusahaan. 3. Karena dengan dibuatnya business plan yang terorganisir maka pekerjaan perusahaan akan berjalan dengan lancar dan akan mendatangkan keuntungan bagi perusahaan. 4. Pertimbangan penyampaian Pesan yang baik antara lain: a. Subyek dan tujuan harus jelas. b. Semua informasi harus relevan dengan Subjek dan tujuan. c. Ide harus dikelompokkan dan disajikan secara logis. d. Semua informasi penting harus dicantumkan.


71 5. Pesan bisnis harus dievaluasi untuk meyakinkan bahwa Pesan tersebut direncanakan dan ditulis tanpa kesalahan. Mengembangkan Pesan bisnis membutuhkan proses yang dirancang dengan hati-hati. 6. Ketika audiens mendapatkan Pesan good news dan good will, maka untuk menanggapi secara positif penyampaian Pesan good news dan good will dapat digunakan pendekatan langsung (direct planning). Hal ini dilakukan karena biasanya pembaca tertarik dengan apa yang ingin anda sampaikan. 7. Evaluasi dimulai dengan membaca cepat dan berfokus pada isi, organisasi, dan format Pesan. Draf Pesan dibandingkan dengan rencana awal. Setelah puas dengan konten, organisasi, dan format Pesan, langkah selanjutnya adalah mengevaluasi gaya dan kemudahan pembacaan. 8. Alasan Pesan yang tidak tertata dengan baik dapat menyebabkan kerugian bagi audiens adalah karena pengorganisasian Pesan membantu audiens memahami isi dari Pesan. Dengan susunan yang baik, Pesan dapat lebih mudah dipahami. 9. Karena berita buruk atau bad news akan membuat anda semakin khawatir dan bingung, anda perlu berhati-hati dalam menyebarkan berita agar tidak terjadi hal buruk 10. - Urutan kalimat yang digunakan sesuai dengan metode linguistik yang ada, mudah dipahami. - Gunakan kosa kata yang sesuai. - Tanda baca yang benar.


72 BAB VII MENULIS DAN MEREVISI PESAN BISNIS Sub Bahasan Materi: 1. Revisi Pesan Bisnis 2. Pemilihan Kata yang Tepat 3. Membuat Kalimat Yang Efektif 4. Langkah-langkah Merevisi Pesan Bisnis Tujuan Pembelajaran: Setelah mempelajari bab ini, akan dapat: • Menjelaskan bagaimana merevisi Pesan bisnis • Mampu memilih dan membuat kalimat yang efektif A. Revisi Pesan Bisnis Revisi Pesan bisnis adalah langkah untuk mengedit, memperbaiki, atau menyempurnakan Pesan bisnis. Pengeditan diperlukan agar Pesan yang direncanakan dan ditulis dapat ditinjau untuk menemukan kemungkinan kesalahan atau kerentanan sehingga sesuai dengan yang diinginkan. Pesan bisnis digunakan dalam kegiatan komersial seperti bisnis komersial, industri dan jasa. Menulis Pesan bisnis sangat berbeda dan tidak semudah menulis Pesan pribadi. Menulis surat bisnis yang baik membutuhkan pemikiran,


73 usaha, dan waktu. Sangat berbahaya jika penyampaian Pesan bisnis cenderung asal-asalan atau asal-asalan, baik isi maupun tulisannya. Seperti disebutkan di atas, Pesan bisnis mencakup Pesan non-verbal dan verbal komersial. 1. Pesan-Pesan Bisnis Tertulis a) Edit isi dan pengorganisasiannya Seluruh dokumen pertama-tama harus dibaca. Fokus pada isi, organisasi, dan aliran surat bisnis. Bandingkan proyek yang sudah selesai dengan rencana awal. Berikan perhatian khusus pada dokumen yang diperlukan, penting, dan relevan dengan Pesan yang ingin anda sampaikan. Berikan perhatian khusus pada Pesan pembuka dan penutup, karena ini adalah Pesan yang paling berdampak pada audiens. Pendahuluan harus relevan, menarik, dan responsif terhadap pembaca, dan paragraf pertama harus mencakup topik, tujuan, dan organisasi bahan. b) Mengedit mekanika atau teknik Penulisan Gaya Penulisan harus memberikan kesan yang baik bagi pendengarnya. Gunakan kata dan frasa yang dapat menghidupkan Pesan sehingga melibatkan pendengar. Periksa kembali apakah Pesannya jelas, tidak membingungkan dan mudah dipahami, informasi penting dinyatakan dengan jelas, dan transisi yang digunakan antar kalimat ditunjukkan dengan jelas. Untuk memudahkan audiens memahami Pesan anda, buat judul, Sub judul, indentasi, huruf tebal, garis bawah, tabel, gambar, dan lainnya dalam tata letak Pesan. c) Edit format dan layout Selain meneliti kesalahan tata bahasa, ejaan, tulisan tangan, dan tanda baca, perhatikan format Penulisan. Format Penulisan harus


74 menarik, tata letak harus bagus, bersih, dan bebas noda serta kertas yang digunakan harus berkualitas baik. 2. Pesan – Pesan Bisnis Lisan Sama seperti Pesan bisnis yang dikomunikasikan secara tertulis, Pesan bisnis yang disampaikan secara lisan perlu diperiksa, dikoreksi, atau diedit seperlunya agar publik dapat memahami Pesan bisnis dengan baik. Dalam mengedit Pesan yang perlu dilakukan meliputi: a) Substansi Pesan Mengubah isi Pesan yang akan dikomunikasikan kepada pendengar b) Pengorganisasian atau penyusunan Pesan Mencakup 3 poin penting, yaitu: ➢ Perkenalan atau pembuka (misalnya salam, perkenalan diri) ➢ Presentasikan isi Pesan (misalnya, perkenalkan Pesan diikuti dengan isi Pesan) ➢ Akhir atau penutup (misalnya: kesimpulan, saran, rekomendasi, makna) c) Gaya Bahasa Gaya bahasa yang digunakan untuk menyampaikan Pesan bisnis secara lisan lebih menarik dan dinamis dibandingkan dengan bentuk tulisan karena cara penyampaiannya yang nyaman, luwes dan tidak monoton. B. Pemilihan Kata yang Tepat Kata-kata harus dipilih sebaik mungkin, agar Pesan yang terkandung dalam kalimat yang disampaikan kepada orang lain dapat


75 dengan mudah dipahami. Berikut adalah beberapa tips untuk memilih kata yang tepat: a) Pilih kata-kata yang sudah dikenal atau familiar Gunakan kata-kata yang dikenal, umum, dan jangan gunakan kata atau istilah yang terdengar mencolok, meledak-ledak, tetapi justru membingungkan pendengar. b) Pilihlah kata-kata yang singkat Penggunaan kata-kata yang ringkas tidak hanya efektif tetapi juga membantu pendengarnya mudah memahami. c) Hindari kata-kata yang bermakna ganda Penggunaan kata-kata tersebut akan menimbulkan banyak penafsiran yang berbeda, sehingga tujuan dari Pesan bisnis yang disampaikan bisa jadi tidak tercapai. C. Membuat Kalimat yang Efektif Dalam menyusun kalimat harus diperhatikan tiga hal yaitu kesatuan pemikiran, kesatuan struktur dan logika. Kita tahu bahwa Setiap kalimat memiliki setidaknya satu subjek dan satu predikat. Subjek dalam predikat akan menjawab “siapa” atau “apa” yang dilakukan oleh verba (kata kerja) dan merupakan subjek pembicaraan atau sesuatu yang dikatakan dan biasanya berupa nomina atau kata benda. 1. Tiga jenis kalimat a) Kalimat Sederhana Kalimat sederhana hanya memiliki satu subjek dan satu predikat. Namun tidak dikecualikan juga bahwa kalimat tersebut memiliki predikat langsung atau tidak langsung.


76 b) Kalimat Majemuk Kalimat majemuk mengandung dua atau lebih klausa independen dan tidak ada klausa dependen. Klausa independen adalah klausa yang dapat berdiri sendiri atau memiliki arti yang lengkap, sedangkan klausa dependen adalah klausa yang tidak dapat berdiri sendiri sehingga tidak ada klausa yang lengkap. c) Kalimat kompleks Kalimat kompleks mengandung satu klausa independen dan satu atau lebih klausa dependen sebagai anak kalimat. 2. Cara mengembangkan paragraf Ada dua pendekatan untuk mengembangkan suatu paragraf yaitu pendekatan induktif dan pendekatan deduktif. Pendekatan induktif dimulai dengan berbagai alasan kemudian ditarik kesimpulan, Sedangkan pendekatan deduktif dimulai dengan kesimpulan diikuti dengan alasan. Cara mengembangkan paragraf: a) Ilustrasi Untuk mengembangkan suatu paragraf, ilustrasi dapat digunakan untuk menggambarkan ide atau gagasan umum. b) Perbandingan (Persamaan & Perbedaan) c) Anda dapat mengembangkan paragraf dengan membandingkan persamaan dan perbedaan antara satu pemikiran dan pemikiran lainnya. d) Pembahasan Sebab-Akibat Untuk memberikan arah yang jelas pada topik tertentu. e) Klasifikasi Untuk membuat paragraf lebih mudah dipahami oleh pengirim dan penerima Pesan. Juga, untuk membuat topik pembicaraan lebih terarah atau fokus.


77 f) Pembahasan Pemecahan Masalah Untuk memberikan pelatihan analitik, yang diperlukan bagi seseorang dalam membuat keputusan penting bagi suatu organisasi adalah paragraf tidak boleh terlalu pendek, tetapi juga tidak boleh terlalu panjang. Yang penting, sebuah paragraf harus merupakan satu kesatuan ide atau gagasan, menggunakan transisi, kata ganti, atau kata kunci sebagai penghubung antara kalimat dan kalimat, dan jelas. D.Langkah-Langkah Merevisi Pesan Bisnis Langkah-langkah Merevisi Pesan Bisnis yaitu: 1. Penyuntingan Pesan (editing) o Draf yang telah selesai kemudian ditinjau dan diperbaiki lagi baik dari segi isi maupun gaya bahasa yang digunakan, organisasi dan format. o Membaca secara cepat (skimming) berfokus pada isi, organisasi dan format Pesan o Menilai ulang gaya dan kemudahan membaca 2. Menulis atau membaca ulang Pesan o Hindari tanpa melakukan penulisan ulang dan mengirim dokumen pada saat terakhir dibutuhkan o Ketika menulis ulang perhatikan pada Setiap kata dan kalimat o Kata/ungkapan yang tidak perlu sebaiknya di hapus 3. Buat Pesan yang menarik dan efektif o Gunakan konsistensi desain untuk elemen desain beirulang seperti: margin, font, keseimbangan spasi antara teks, gambar, dll. o Sederhana, tidak terlalu banyak elemen desain atau terlalu banyak detail dekoratif.


78 4. Mencetak dan mendistribusikan Pesan o Lewat print preview dilayar komputer sudah WYSWYANG (what you see is what you get), Namun pastikan margin, nomor halaman, gambar, margin sudah benar o Setelah dicetak lalu didistribusikan


79 Soal: 1. Mengapa evaluasi diperlukan selama penyusunan Pesan bisnis ? 2. Bagaimana cara mengevaluasi Pesan bisnis ? 3. Mengapa Pesan yang dievaluasi perlu ditulis ulang ? 4. Sebutkan beberapa hal yang harus diperhatikan saat menulis ulang Pesan ! 5. Apa yang harus diperhatikan untuk merancang Pesan yang menarik dan efektif? 6. Mengapa proof sheet dan proof reading perlu dilakukan ? 7. Apakah efektif jika merevisi Pesan bisnis yang sudah dikirim kepada klien ? 8. Mengapa revisi merupakan langkah terakhir dalam mengembangkan Pesan bisnis ? 9. Mengapa revisi merupakan langkah terakhir dalam mengembangkan Pesan bisnis ? 10. Apa pengaruh Pesan yang dibuat dengan baik terhadap audiens ? Pembahasan: 1. Pesan bisnis harus dievaluasi terlebih dahulu untuk memastikan bahwa Pesan direncanakan dan ditulis tanpa kesalahan. Menyusun Pesan bisnis membutuhkan proses yang dirancang dengan hati-hati. Draf Pesan yang sudah selesai harus ditinjau dan diperbaiki lagi, baik dari segi isi maupun gaya bahasa yang digunakan dan bentuk tulisan. 2. Evaluasi dimulai dengan membaca Pesan dengan cepat dan berfokus pada isi, organisasi, dan format Pesan. Draf Pesan dibandingkan dengan rencana awal. Setelah puas dengan isi, organisasi, dan format


80 Pesan, langkah selanjutnya adalah mengevaluasi gaya bahasa dan kemudahan pembacaan. Untuk memastikan kemudahan pembacaan, periksa kembali kosakata, panjang kalimat dan paragraf, dan struktur kalimat. 3. Dokumen yang ditulis ulang biasanya lebih stabil dan solid sehingga dokumen bisnis dapat meningkatkan citra perusahaan. Namun, perhatian dan waktu yang dihabiskan untuk memperbaiki kata dan frasa harus sesuai dengan tenggat waktu. 4. Saat menulis ulang, perhatian tertuju pada setiap kata yang berkontribusi pada kalimat yang efektif dan pengembangan kalimat menjadi paragraf yang terhubung dengan baik. Bagian yang mengganggu tentu saja harus dihilangkan atau dihapus, Setelah terlebih dahulu menyimpan arsip versi sebelumnya. Setelah Penulisan ulang dilakukan dengan baik, dokumen menjadi lebih ringkas, lebih padat, dan kuat. 5. • Konsistensi: gunakan desain yang konsisten di seluruh dokumen untuk elemen desain yang tampak berulang. Misalnya, penggunaan margin, gaya font, ukuran font, spasi, dan garis. • Keseimbangan: untuk desain yang terlihat bagus, penting untuk menjaga keseimbangan spasi antara teks, gambar, dan ruang putih. • Terkendali: desain tetap sederhana. Terlalu banyak elemen desain atau terlalu banyak hiasan akan membuat dokumen terlihat berantakan. • Detail: desain yang baik akan memudahkan pembaca menemukan detail Pesan. Detail Pesan yang ingin ditampilkan akan mempengaruhi desain. 6. Mencetak dokumen non-final (proof sheet) harus dilakukan dengan menggunakan pilihan kualitas cetak yang lebih reindah (Econo Mode)


81 untuk menghemat tinta. Proof reading diperlukan untuk memverifikasi keakuratan semua isi Pesan, organisasi, ejaan, format, dan desain. 7. Jika kita merevisi isi Pesan bisnis yang disampaikan agar lebih berdampak dan memahami maksud dan tujuannya secara detail, jelas, tidak bertele-tele, detail dan terarah dalam menyampaikan informasi yang sesuai dengan apa yang diinginkan maka hal itu dianggap efektif. 8. Revisi sangat penting agar Pesan bisnis yang direncanakan dan dihasilkan dapat ditinjau atau disempurnakan untuk menghindari kemungkinan kesalahan ketik atau kelalaian lainnya, sehingga sesuai dengan tujuan dan sasaran yang diinginkan. 9. Revisi (perbakan) Pesan merupakan langkah akhir dalam penyusunan Pesan bisnis. Pada tahap ini dilakukan editing Pesan, Penulisan ulang dan pencetakan Pesan. Langkah revisi harus diambil untuk memastikan bahwa Pesan direncanakan dan disusun tanpa kesalahan. 10. Pesan yang dirancang dengan baik akan membantu audiens memahami Pesan yang disampaikan oleh komuinikator, membantu audiens menerima Pesan, menghemat waktu audiens, dan mempermudah pekerjaan komuinikator.


82 BAB VIII MENULIS MEMO DAN EMAIL RUTIN Sub Bahasan Materi: 1. Pengertian Pesan Email dan Memo 2. Kelebihan Serta Kekurangan Pesan Email dan Memo 3. Kegunaan dan manfaat Pesan email dan catatan 4. Cara Menulis Pesan Email dan Memo Tujuan Pembelajaran: Setelah mempelajari bab ini, akan dapat: • Memahami dan menulis Pesan melalui email dan memo A.Pengertian Pesan Email dan Memo Pengertian Email Email adalah singkatan dari email, yaitu surat atau Pesan dalam Bentuk digital. Banyak email yang mudah diakses melalui berbagai perangkat seperti komputer dan smartphone. Pada awal internet berkembang, email digunakan sebagai sarana komunikasi antar pengembang internet, dan sekarang dengan berkembangnya teknologi, email digunakan untuk berbagai keperluan dan dapat digunakan oleh siapa saja.


83 Penggunaan email gratis dan hanya dengan koneksi internet. Ada beberapa jenis email yang saat ini digunakan, termasuk email pop, email web, dan email yang diteruskan. • Pop-Mail atau Post Office Protocol Mail adalah email yang hanya dapat disetujui oleh penyedia layanan internet yang digunakan. Email jenis ini dapat dibaca secara offline namun tidak dapat digunakan dimanapun dan hanya dapat diakses dari rumah atau kantor dengan koneksi internet. • Web mail, atau web-based mail adalah email yang hanya bisa didapat dengan mengunjungi website penyedia email tertentu. Karena akses hanya membutuhkan halaman web, email dapat digunakan dimana saja selama ada koneksi internet. • Forward mail adalah layanan email di mana email yang tiba di satu alamat diteruskan ke alamat lain. Layanan ini lebih tepat untuk mereka yang ingin bertukar email atau tidak mendapat pemberitahuan email baru. Pada dasarnya, forwarder bertindak sebagai perantara antara email satu dengan email yang lainnya. Tentu saja, karena bertindak sebagai perantara, pengguna akan menerima email yang diterima lebih lambat. Beberapa website layanan email yang banyak digunakan saat ini adalah Gmail, Yahoo dan Hotmail. Layanan email dapat diakses melalui jaringan atau browser populer setelah mendaftar dan kemudian pengguna akan menerima alamat email yang sesuai dengan pengguna. Pengertian Memo Catatan adalah surat pendek dan ringkas untuk seseorang. Biasanya isi surat itu langsung mengungkapkan maksud si pengirim, tanpa mengungkapkan bagian lain dari isi surat itu, seperti: Pidato salam pembukaan dan penutup.


84 Memo terbagi menjadi beberapa bagian (struktur) memo antara lain sebagai berikut: • Catatan utama atau Kepala Memo Catatan utama terdiri dari: Judul catatan (memo resmi), nama pengirim dan nama penerima. • Badan Memo Badan Memo terdiri dari isi memo. • Kaki Memo Kaki Memo terdiri dari : Tanda tangan dan Nama Jelas si Pembuat Memo. Pesan dan memo email adalah bentuk komunikasi populer di sebagian besar organisasi dan mungkin merupakan sarana komunikasi bisnis yang paling umum. Pesan-Pesan penting ini digunakan untuk Memberi tahu karyawan, meminta informasi, memberikan jawaban, membuat keputusan, dan memberikan instruksi. Email dan memo yang baik biasanya memiliki karakteristik tertentu. B. Kelebihan serta Kekurangan Pesan Email dan Memo a. Kelebihan dan kekurangan email Kelebihan: • Penanganan yang mudah dengan berbagai bentuk dan ukuran. • Pengiriman sangat cepat. • Murah. • Bisa kirim ke beberapa alamat lain sekaligus. • Surat masuk mudah dibaca, disimpan dan dicetak. • Jaminan perlindungan data yang dilindungi oleh kata sandi


85 Kekurangan: • Kesalahan Penulisan alamat tujuan, email tidak bisa terkirim. • Email terkirim sering kali mengalami kegagalan • Lalu lintas internet tinggi. • Koneksi lambat. • Kotak surat tujuan penuh, email yang masuk akan dihapus. • Ada kemungkinan penipuan identitas. • Rentan disadap jika orang lain mengetahui kata sandinya. b. Kelebihan dan kekurangan limbah Kelebihan: • Lebih efektif dan komunikatif • Siapa saja dapat menggunakannya • Menghemat waktu • Dapat digunakan untuk mengingatkan seseorang akan instruksi yang diterima Kekurangan: • Terlalu kecil, sulit diarsipkan dan sulit ditemukan. • Penulisan nota biasanya informal dan pendek, sehingga nota tidak memuat informasi yang lengkap dan detail sehingga sering menimbulkan kesalahpahaman. • Mudah hilang dan biasa dibagikan


86 C. Kegunaan dan Manfaat Pesan Email dan Catatan Kegunaan dan Manfaat Email Kegunaan email yang dikenal adalah sebagai berikut: • Mengirim dan menerima file Email juga dapat digunakan untuk mengirim file berupa gambar, dokumen, video atau format file lainnya ke alamat yang dituju dengan cara menambahkan lampiran atau lampiran email. Biasanya ukuran file yang diunggah memiliki ukuran tertentu dan tidak boleh melebihi ukuran maksimal yang ditentukan. • Daftarkan akun media sosial dan lainnya Saat ini, hampir semua fitur layanan yang tersedia di Internet, baik itu media sosial, belanja online, game, dan lainnya, memerlukan alamat email saat mendaftar dan masuk ke layanan tersebut. Biasanya aplikasi akan meminta verifikasi akun email yang terdaftar dan juga mengirimkan notifikasi dari alamat email yang terdaftar. Email juga menjadi bagian penting jika Anda berencana membuat blog atau website di internet. • Sarana atau Tempat Promosi Email saat ini tidak hanya menjadi sarana pengiriman Pesan dan dokumen, tetapi juga menjadi tempat promosi bagi kehidupan bisnis, misalnya belanja online. Jika pengguna mendaftarkan alamat emailnya di toko online, alamat email tersebut akan secara otomatis menerima email pemasaran dari toko online. • Mengaktifkan Smartphone Ponsel atau smartphone yang cara mengaktifkannya dengan memasukkan alamat email terlebih dahulu adalah Android, dan alamat email tersebut biasanya sudah terhubung dengan aplikasi smartphone.


87 Manfaat Email: • Dengan biaya pulsa lokal kita dapat terhubung dengan pengguna internet di seluruh dunia • Informasi yang dikirimkan secara elektronik menngunakan email lebih praktis dan cepat. • Dapat dikirim ke lebih dari satu orang sekaligus. • Memfasilitasi komunikasi dengan orang-orang di seluruh dunia Manfaat serta Fungsi Memo • Fungsi Memo Yaitu berisi petunjuk, permintaan, atau informasi sebagai bentuk komunikasi tentang sesuatu yang harus dilakukan atau segera dilakukan. • Manfaat Memo Yaitu meminta atau memberikan informasi atau instruksi kepada orang yang memenuhi syarat. D.Cara Menulis Pesan Email dan Memo Cara Menulis Email Ketahui siapa yang akan Anda kirimi email. Jika Anda ingin mengirim email, Anda harus mengetahuii alamat email penerima terlebih dahulu. Anda tidak dapat mengirim email kepada orang tanpa mengetahui alamat email penerima. Baris penerima (To) diisi dengan alamat email penerima utama. Isikan juga baris Cc untuk salinan email atau alamat email penerima salinan (bagian ini bisa dikosongkan jika tidak ingin orang lain


88 menerima email tersebut) dan baris Bcc, hampir sama caranya dengan baris Cc, Anda tidak perlu mengisi baris ini. • Masukkan Subjek email Setelah Anda memasukkan alamat email yang anda tuju, selanjutnya adalah memasukkan Subjek atau judul email yang akan dikirim. Masukkan Subjek atau judul email sesuai dengan tujuan email. • Menulis salam Salam menjadi salah satu etiket penting dalam mengirimkan email. Salam tidak harus formal, tergantung kepada penerima atau tujuan email. • Menulis tujuan Memiliki tujuan yang jelas, jika Anda ingin menulis Anda harus mengetahuii dengan jelas dan tepat tujuan pengiriman email tersebut. • Tulis salam penutup Bagian akhir, tergantung situasinya, tulis salam seperti "Hormat Saya", "Regards". • Bersikap sopan Jika Anda dekat dengan penerima email, Anda dapat menggunakan bahasa gaul dan singkatan umum. Sebaliknya, jika Anda ingin mengirim email kepada seseorang yang tidak Anda kenal atau tidak begitu dekat dengan baik, gunakan bahasa formal. • Periksa gaya bicara Anda Mudah untuk memahami susunan kata, kalimat, tanda baca, dan kapitalisasi tanpa isyarat visual atau pendengaran. • Koreksi ejaan tulisan Perhatikan panjang email. Orang lebih cenderung membaca email pendek dibandingkan dengan email panjang dan bertele-tele, jadi pastikan email Anda sesingkat mungkin dengan memperhatikan


89 informasi yang ingin disampaikan. Jadi buatlah email yang singkat, padat dan jelas. Bersikap sopan dan selalu mengoreksi apa yang Anda tulis sebelum menekan tombol kirim. • Cara Penulisan Memo Untuk belajar menulis dengan baik, langkah pertama adalah mengetahui bagian-bagian Memo: • Alamat tujuan • Pengirim memo • Seputar catatan atau memo • Tanggal pengiriman catatan atau memo • Inisial dan nama pengirim Ciri-ciri memo terbagi menjadi dua bagian, yang pertama adalah bentuk dan yang kedua adalah isi. 1. Ciri-Ciri Bentuk Catatan terdiri dari 2 bagian: • Diri kepala memo • Bagian konten atau isi memo 2. Ciri-Ciri Isi Untuk menulis isi catatan atau memo, Anda harus menggunakan bahasa yang singkat. Langsung mengarahkan ke inti, tidak berteletele ataupun basa-basi. Penulis harus segera menyampaikan Pesan atau perintah yang dimaksud, dengan menggunakan kalimat pendek, sederhana dan tidak menggunakan kata-kata yang diulang.


90 Contoh surat resmi dan tidak resmi • Memo Dinas atau Resmi adalah memo yang ditulis secara formal, biasanya pejabat menulis memo kepada anggota/pegawai baik instansi pemerintah maupun swasta (biro). • Memo Informal (tidak resmi) adalah memo yang tidak ada kaitannya dengan kewenangan masing-masing, kebanyakan memo ditujukan kepada saudara, kolega atau teman sendiri.


91 Soal: 1. Bagaimana Anda menjelaskan perbedaan antara catatan/memo dan email? 2. Apa itu memo dalam komunikasi bisnis? 3. Apa keuntungan surat keterangan langsung (Direct Request)? 4. Mengapa memo masih menjadi pilihan utama untuk komunikasi internal perusahaan? 5. Apa yang perlu diperhatikan saat menulis memo yang efektif? Jelaskan! 6. Apa perbedaan memo formal dan memo informal? 7. Apa kegunaan memo dalam operasi bisnis perusahaan? 8. Untuk apa email itu? 9. Apa itu surel/email? 10. Jelaskan apa yang perlu diperhatikan saat menulis memo yang efektif? Pembahasan: 1. Catatan adalah bentuk komunikasi yang disampaikan dalam bentuk Pesan singkat berupa saran, pengumuman dan permintaan disebuah kertas. Sebaliknya, email atau email adalah email yang dikirim melalui komputer, ponsel cerdas, atau tablet dengan koneksi Internet. 2. Memo adalah Pesan singkat yang biasanya digunakan untuk mengkomunikasikan keputusan atau prosedur kepada semua karyawan atau pihak dalam suatu organisasi atau perusahaan. Catatan juga disebut memo atau pengingat.


Click to View FlipBook Version